Skip to content
Back to announcement

20240902_ASRI_Public Expose_31720521_lamp4.pdf

Other Text extracted ASRI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 2

Page 1
PT Alam Sutera Realty Tbk
Tanya Jawab Paparan Publik
Selasa, 29 Agustus 2024


1. Bagaimana pencapaian marketing sales? Apa rencana Perusahaan untuk mencapai target
   tersebut?

    Hingga Juni 2024, Marketing sales sudah mencapai Rp 1,2 triliun. Pencapaian ini adalah 42% dari
    total target penjualan di tahun ini yaitu Rp 2,8 trilliun. Untuk mencapai target ini, kami telah
    mempersiapkan beberapa strategi yang diantaranya adalah launching produk baru dan juga kami
    akan mengadakan Alam Sutera 30th Anniversary Expo di bulan September.

    Untuk rencana launching, kami sudah menyiapkan beberapa produk baru baik di Alam Sutera maupun
    Suvarna Sutera. Untuk di Alam Sutera mungkin bapak/ibu sudah mendengar teasers dari kami, bahwa
    kami akan memulai launching Alam Sutera fase 2 di tahun ini. Rencananya akan dilaksanakan di
    sekitar bulan September atau Oktober 2024. Selain itu, kami juga sudah menyiapkan 1-2 cluster baru
    di Suvarna Sutera berupa landed houses yang rencananya juga akan diluncurkan pada kuartal 4 tahun
    ini.

    Selain produk-produk baru, kami juga terus mendorong penjualan produk yang telah kami luncurkan
    sebelumnya seperti The Gramercy, Escala Central Living District, Elevee Condominium, Ayodhya,
    Cluster Basanta dan lainnya.

2. Apakah Perusahaan sudah berencana membangun Alam Sutera 2?

    Perusahaan sudah merencanakan launching Alam Sutera 2 ini di bulan September atau Oktober 2024
    ini

3. Berapa banyak hutang dalam dolar yang masih ada? Bagaimana cara perusahaan mengurangi
   resiko volatilitas kurs dollar?

    Sejak bulan Juli 2024, Perusahaan telah melunasi hutang dalam bentuk obligasi bond dengan
    pinjaman dari Bank Central Asia (BCA) sehingga Perusahaan sudah tidak memiliki hutang dalam dolar
    dan otomatis tidak ada resiko selisih kurs yang akan ditanggung oleh Perusahaan.

4. Mengapa Perusahaan melunasi Bond 2025 lebih awal?

    Kalau kita perhatikan, saat itu market global penuh dengan gejolak dan disisi lain Perusahaan
    menghadapi jatuh tempo obligasi dolar yang semakin dekat di tahun 2025. Dilain sisi Perusahaan juga
    menanggung bunga obligasi yang relatif tinggi di 12% dan faktor kurs rupiah terhadap dolar yang
    volatile dan cenderung melemah (sempat menembuh diatas Rp16.000,-). Oleh karena itu, Perusahaan
    mengambil keputusan untuk melakukan pelunasan dipercepat terhadap obligasi dolar. Adapun
    sumber pendanaan berasal dari Bank BCA sebesar Rp3,9 triliun untuk melunasi seluruh hutang dolar
    sebesar equivalent USD 251 juta di bulan Juli 2024. Dengan lunasnya hutang tersebut maka posisi
    keuangan atau cash flow Perusahaan menjadi semakin kuat karena pinjaman rupiah tersebut dapat
    di amortisasi selama 10 tahun dengan bunga yang relative rendah di 8%. Dengan demikian secara
    bertahap, tingkat leverage Perusahaan akan semakin turun dari waktu ke waktu.
Page 2
5. Bagaimana kinerja GWK saat ini?

   Kondisi GWK semakin hari semakin membaik. Pada tahun ini, Perusahaan berharap GWK akan lebih
   baik dari tahun kemarin. Kinerja GWK sangat dipengaruhi oleh jumlah pengunjung wisatawan yang
   berkunjung ke Bali. Disisi lain Perusahaan juga terus menambah berbagai fasilitas dan aktifitas
   termasuk performance yang kami rasa bisa membuat GWK menjadi satu destinasi wisata yang
   menarik bagi wisatawan. Pada pertengahan tahun ini saja, Perusahaan telah mencapai pendapatan
   kurang lebih Rp 120 miliar dengan perkiraan di akhir tahun bisa 2 kali lipat. Kami merasa kinerja ini
   mungkin akan terus meningkat karena saat ini pariwisata didukung dengan kemudahan transportasi
   sehingga kedepannya kinerja GWK bisa semakin baik.

6. Berapa Realisasi Capex di Tahun 2024 ini?

   Realisasi capex tanah,Perusahaan telah menggunakan sekitar Rp 179 miliar untuk melakukan
   pembelian tanah di Suvarna Sutera dan Alam Sutera fase 2. Saat ini kebijakan land acquisition hanya
   sebatas membeli untuk langsung di develop karena saat ini kami ingin tetap menjaga likuiditas kami.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.05 MB
Published2 Sep 2024
Pages2
Characters4,020
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 3 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Alam Sutera Realty Tbk p.1 ×2
linked org Bank Central Asia p.1
unresolved org Bank BCA p.1

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result