Skip to content
Back to announcement

20240828_FILM_Rencana Transaksi Material Dengan Persetujuan RUPS_31719584_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review FILM

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 29

Page 1
Kusnanto & rekan
 Independent Business Appraisers
License : 2.19.0162
Indonesia
Page 2
No. : 00114/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2024                               26 Agustus 2024



Kepada Yth.

PT MD PICTURES Tbk
MD Place Tower 1 Lt. 8
Jl. Setiabudi Selatan No. 7
Jakarta 12910

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi


Dengan hormat,

PT MD Pictures Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) bersama dengan PT Permata Surya
Gitatama (selanjutnya disebut “PSG”), PT Net Visi Media Tbk (selanjutnya disebut “NETV”),
Newton Capital Ltd. (selanjutnya disebut “NCL”), PT Sinergi Lintas Media (selanjutnya disebut
“SLM”), PT Indika Inti Holdiko (selanjutnya disebut “IIH”), dan PT Teladan Investama
(selanjutnya disebut “TI”) merencanakan untuk melakukan beberapa aksi korporasi dengan
rincian sebagai berikut:

•   Pada tanggal 26 Agustus 2024, Perseroan dan NCL telah menandatangani Conditional
    Sale and Purchase Agreement Over Loan Asset (selanjutnya disebut “CSPA-OLA”),
    dimana Perseroan merencanakan untuk membeli utang dan menerima pengalihan hak,
    kepemilikan, dan kepentingan NCL yang jumlahnya sebesar 75,00% dari
    Rp 882,60 miliar dengan nilai transaksi sebesar Rp 661,95 miliar (selanjutnya disebut
    “Aset Utang”) dari NCL, pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan Perseroan (selanjutnya
    disebut “Rencana Pembelian Aset Utang”).

•   Pada tanggal 26 Agustus 2024, Perseroan, PSG, dan TI telah menandatangani
    Conditional Share Subcription Agreement (selanjutnya disebut “CSSA-PSGTI”), dimana
    Perseroan merencanakan untuk melakukan penawaran umum terbatas tanpa
    memberikan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham dalam portepel Perseroan
    sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 14/POJK.04/2019
    tanggal 30 April 2019 tentang “Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
    32/POJK.04/2015 tentang Penambahan Modal Perusahaan Terbuka Dengan
    Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu” (selanjutnya disebut “POJK 14/2019”)
    kepada PSG dan TI, dimana Perseroan akan menerbitkan sebanyak 951.121.700 saham
    dengan nilai nominal sebesar Rp 100 per lembar saham atau sebanyak-banyaknya
    sebesar 10,00% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor Perseroan, (selanjutnya
    disebut “Rencana PMTHMETD – Perseroan”).




                                             1
Page 3
•   NETV merencanakan untuk melakukan penggabungan saham atas saham NETV sesuai
    dengan Peraturan OJK No. 15/POJK.04/2022 tanggal 18 Agustus 2022 tentang
    “Pemecahan Saham dan Penggabungan Saham oleh Perusahaan Terbuka (selanjutnya
    disebut “POJK 15/2022”), dengan penggabungan sebanyak 23.453.177.240 saham
    dengan nilai nominal sebesar Rp 100 per saham menjadi sebanyak 11.726.588.621
    saham dengan nilai nominal Rp 200 per saham (selanjutnya disebut “Rencana
    Penggabungan Saham”).

•   Pada tanggal 26 Agustus 2024, Perseroan dan NETV telah menandatangani Conditional
    Share Subscription Agreement (selanjutnya disebut “CSSA-NETV”), dimana NETV
    merencanakan untuk melakukan penawaran umum terbatas tanpa memberikan hak
    memesan efek terlebih dahulu atas saham dalam portepel NETV sebagaimana diatur
    dalam POJK 14/2019 kepada Perseroan, dimana NETV akan menerbitkan sebanyak
    25.220.946.827 saham baru seri B, dengan nilai nominal sebesar Rp 200 per lembar
    saham atau sebesar 60,98% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor NETV,
    dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 50,00 per saham atau dengan nilai transaksi
    keseluruhan sebesar Rp 1.261,05 miliar (selanjutnya disebut “Rencana PMTHMETD –
    NETV”) dengan rincian sebagai berikut:

    -   Sebanyak 13.238.946.827 saham NETV merupakan bagian dari hasil konversi atas
        Rencana Pembelian Aset Utang sebesar Rp 661,95 miliar (selanjutnya disebut
        “Rencana Konversi Saham”) setelah pelaksanaan Rencana Penggabungan Saham;
        dan

    -   Sebanyak 11.982.000.000 saham NETV merupakan bagian yang akan dibayarkan
        melalui pembelian tunai sebesar Rp 599,10 miliar (selanjutnya disebut “Rencana
        Penyertaan Saham”) setelah pelaksanaan Rencana Penggabungan Saham.

•   Pada tanggal 26 Agustus 2024, Perseroan, SLM, IIH, dan TI telah menandatangani
    Conditional Share Sale and Purchase Agreement (selanjutnya disebut “CSSPA”), dimana
    Perseroan merencanakan untuk melakukan akuisisi saham NETV dari SLM, IIH, dan TI
    dengan total nilai transaksi sebesar Rp 394,45 miliar dengan rincian sebagai berikut:

    -   Perseroan merencanakan untuk melakukan pembelian saham NETV dari SLM
        sebanyak 5.903.179.393 saham atau setara dengan 14,27% saham NETV dengan
        nilai transaksi sebesar Rp 295,16 miliar (selanjutnya disebut “Rencana Pembelian
        Saham SLM”) setelah pelaksanaan Rencana Penggabungan Saham;

    -   Perseroan merencanakan untuk melakukan pembelian saham NETV dan IIH
        sebanyak 667.037.176 saham atau setara dengan 1,61% saham NETV dengan nilai
        transaksi sebesar Rp 33,35 miliar (selanjutnya disebut “Rencana Pembelian Saham
        IIH”) setelah pelaksanaan Rencana Penggabungan Saham; dan

    -   Perseroan merencanakan untuk melakukan pembelian saham NETV dari TI sebanyak
        1.318.723.770 saham atau setara dengan 3,19% saham NETV dengan nilai transaksi
        sebesar Rp 65,94 miliar (selanjutnya disebut “Rencana Pembelian Saham TI”)
        setelah pelaksanaan Rencana Penggabungan Saham.




                                            2
Page 4
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Pembelian
Aset Utang, Rencana PMTHMETD – Perseroan, Rencana Penggabungan Saham, Rencana
PMTHMETD – NETV, Rencana Konversi Saham, Rencana Penyertaan Saham, Rencana
Pembelian Saham SLM, Rencana Pembelian Saham IIH, dan Rencana Pembelian Saham TI
merupakan satu kesatuan transaksi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya
dan selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Transaksi”.

Rencana Pembelian Aset Utang, Rencana Konversi Saham, Rencana Penyertaan Saham,
Rencana Pembelian Saham SLM, Rencana Pembelian Saham IIH, dan Rencana Pembelian
Saham TI selanjutnya secara bersama-sama disebut “Rencana Akuisisi”.

Sehubungan dengan Rencana Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk
Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya
disebut “KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas
kewajaran Rencana Transaksi sesuai dengan surat penugasan No. KR/240607-002 tanggal
7 Juni 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP
resmi berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan
terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan
(selanjutnya disebut “OJK”) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal
dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat
kewajaran (fairness opinion) atas Rencana Transaksi (selanjutnya disebut “Pendapat
Kewajaran”).


ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang perfilman yang kegiatan usahanya
meliputi kegiatan pembuatan atau memproduksi film dan video, perdagangan dan peredaran
film dan video, serta menjadi agen distribusi, leveransir dan pemasok film dan video dari
perusahaan lain. Perseroan berdomisili di MD Place Tower 1 Lantai 8, Jalan
Setiabudi Selatan No. 7, Jakarta 12910, dengan nomor telepon: (021) 2985 5777 dan website:
www.mdentertainment.com.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, saat ini, Perseroan
melalui entitas anak dan entitas asosiasi memiliki kegiatan usaha yang bergerak dalam bidang
jasa persewaan gedung dan/atau properti, bidang jasa persewaan mesin dan peralatan film,
bidang produksi, pemasaran, dan perdagangan film. Dengan adanya pertumbuhan pada
kinerja sektor industri kreatif, manajemen Perseroan percaya bahwa sektor usaha ini akan
mengalami peningkatan dan pertumbuhan terutama dengan adanya perkembangan teknologi
yang menghadirkan berbagai platform digital yang beragam yang mampu meningkatkan
konsumsi masyarakat terhadap daya minat untuk menonton.




                                             3
Page 5
Seiring dengan prospek pertumbuhan kinerja sektor industri kreatif tersebut, saat ini
Perseroan senantiasa untuk melakukan ekspansi bisnis di bidang industri kreatif agar dapat
memanfaatkan momentum minat konsumsi masyarakat yang masih berlangsung tinggi
dengan menerapkan strategi pertumbuhan usaha secara an-organik melalui akuisisi
perusahaan sejenis, maupun perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan bagi strategi
pengembangan usaha Perseroan.

Sebelumnya, berdasarkan Loan Agreement (selanjutnya disebut “LA”) pada tanggal
5 April 2024, NETV telah memperoleh fasilitas pinjaman dari NCL dengan jumlah fasilitas
pinjaman sebesar Rp 882,60 miliar yang akan jatuh tempo pada 6 Oktober 2024 (selanjutnya
disebut “Utang NETV”). Selanjutnya, Perseroan merencanakan untuk melakukan
restrukturisasi kondisi keuangan NETV dengan membeli utang dan menerima pengalihan
Aset Utang yang jumlahnya sebesar 75,00% dari Utang NETV yang dimiliki oleh NCL
terhadap NETV dengan nilai transaksi sebesar Rp 661,95 miliar sebagaimana telah disepakati
dalam CSPA-OLA, dimana atas Utang NETV tersebut dapat dikonversi menjadi saham NETV
berdasarkan LA yang telah disepakati oleh para pihak.




                                            4
Page 6
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada tanggal 30 April 2024, struktur kepemilikan NETV adalah
sebagai berikut:

                                                                                                                                                      NETV



                                                                                                                                                        99,37%


                                                                                                                                               PT Industri Mitra
                                                                                                                                                 Media (IMM)


          90,02%              90,04%                90,00%               90,00%               90,06%                90,00%                 90,00%                    90,00%               90,00%               90,00%               90,00%              90,00%               90,01%               90,00%
                                             PT Mitra Media                                                                                                                                                                  PT Mitra Media
  PT Mitra Media       PT Mitra Media                             PT Mitra Media       PT Mitra Media       PT Mitra Media         PT Mitra Media             PT Mitra Media     PT Mitra Media Aceh    PT Mitra Media                           PT Mitra Media       PT Mitra Media     PT Mitra Media Bali
                                           Semenanjung Batam                                                                                                                                                               Kalimantan Selatan
   Garut (MGAR)       Jember (MJEM)                             Banjarmasin (MBAR)     Malang (MALG)        Medan (MMDN)         Makassar (MKSS)            Pekanbaru (MMPB)          (MMAC)            Ambon (MAMB)                            Bengkulu (MMBE)      Surabaya (MSBY)          (MBAL)
                                                (MMSB)                                                                                                                                                                         (MMKS)
    NETV 9,98%          NETV 9,96%            NETV 10,00%          NETV 10,00%          NETV 9,94%            NETV 10,00%           NETV 10,00%                NETV 10,00%           NETV 10,00%         NETV 10,00%          NETV 10,00%         NETV 10,00%          NETV 9,99%           NETV 10,00%

          95,29%              95,00%                95,00%               90,00%               95,00%                94,99%                 95,00%                    95,00%               90,00%               95,07%               95,07%              95,07%               51,00%               95,00%
                                            PT Semenanjung                                                                         PT Cakrawala                                                                                                 PT Mitra Televisi                           PT Alam Bali
  PT Televisi Anak    PT Televisi Anak                           PT Anugrah Media     PT Televisi Anak     PT Televisi Anak                                  PT Riau Channel      PT Sarana Media      PT Mitra Televisi    PT Mitra Televisi                        PT Televisi Anak
                                             Televisi Batam                                                                       Adyswara Media                                                                                                 Kota Bengkulu                            Semesta Televisi
    Garut (TAG)        Jember (TAJ)                               Televisi (AMT)     Kota Malang (TAKM)      Medan (TAM)                                      Televisi (RCT)         Aceh (SMA)         Ambon (MTAM)       Banjarmasin (MTBA)                         Surabaya (TAS)
                                                 (STB)                                                                                 (CAM)                                                                                                        (MTKB)                                     (ABST)
     IMM 4,71%           IMM 5,00%             IMM 5,00%             IMM 5,00%            IMM 5,00%            IMM 5,01%              IMM 5,00%                  IMM 5,00%            IMM 5,07%            IMM 4,93%           IMM 4,93%           IMM 4,93%            IMM 49,00%            IMM 5,00%
          90,00%              90,01%                90,00%               90,00%               90,00%                90,00%                 90,00%                    90,00%               90,00%               90,00%               90,00%              90,00%               90,01%               90,04%
  PT Mitra Media                             PT Rentalindo
                       PT Mitra Media                             PT Mitra Media       PT Mitra Media       PT Bhakti Panca        PT Mitra Media             PT Mitra Media       PT Mitra Media       PT Mitra Media       PT Mitra Media      PT Mitra Media       PT Mitra Media      PT Sarana Media
   Palangkaraya                              Utama Perkasa
                     Bandung (MMBG)                               Jambi (MMJB)        Kendari (MMKD)         Buana (BPB)          Lampung (MMLP)             Manado (MMAN)       Yogyakarta (MYOG)     Mataram (MMTR)        Bangka (MMBA)      Donggala (MMDO)       Kediri (MKER)        Madiun (SSMA)
      (MPAR)                                     (RUP)
    NETV 10,00%         NETV 9,99%            NETV 10,00%          NETV 10,00%          NETV 10,00%           NETV 10,00%           NETV 10,00%                NETV 10,00%           NETV 10,00%         NETV 10,00%          NETV 10,00%         NETV 10,00%          NETV 9,99%           NETV 9,96%
          95,00%              80,00%                96,00%               95,07%               95,07%                96,00%                 95,04%                    95,07%               95,00%               95,07%               95,07%              95,07%               95,00%               95,00%
                                                                                                                                                                                                                            PT Mitra Televisi
 PT Borneo Global     PT Televisi Anak       PT Net Media        PT Mitra Televisi    PT Mitra Televisi      PT Net Media        PT Industri Televisi        PT Mitra Televisi    PT Mitra Televisi    PT Mitra Televisi                        PT Mitra Televisi    PT Televisi Anak     PT Televisi Anak
                                                                                                                                                                                                                             Pangkal Pinang
   Media (BGM)         Bandung (TAB)       Gorontalo (NMGO)     Kota Jambi (MTKJ)      Kendari (MTKD)       Kupang (NMKU)          Lampung (ITL)             Manado (MTMN)       Yogyakarta (MTYG)     Mataram (MTMM)                              Palu (MTP)          Kediri (TAK)        Madiun (TMAD)
                                                                                                                                                                                                                                (MTPP)
     IMM 5,00%           IMM 20,00%            IMM 4,00%             IMM 4,93%            IMM 4,93%            IMM 4,00%              IMM 4,96%                  IMM 4,93%            IMM 5,00%            IMM 4,93%           IMM 4,93%           IMM 4,93%            IMM 5,00%             IMM 5,00%
          90,00%              90,00%                90,00%               90,00%               90,00%                90,00%                 90,00%                    90,00%               90,00%               90,00%               90,00%              90,00%               90,00%               90,00%

  PT Mitra Media       PT Mitra Media        PT Mitra Media       PT Mitra Media       PT Mitra Media       PT Mitra Media         PT Mitra Media             PT Mitra Media       PT Mitra Media       PT Mitra Media       PT Mitra Media      PT Mitra Media       PT Mitra Media      PT Sarana Media
 Manokwari (MMNK)     Sentani (MSEN)       Pontianak (MMPO)     Purwokerto (MMPW)    Samarinda (MMSA)      Semarang (MMSE)        Sriwijaya (MSRI)            Tegal (MMTG)         Ternate (MTER)      Palembang (MPAL)      Padang (MPAD)       Cirebon (MCIR)       Timika (MTIM)       Manado (SMMA)

    NETV 10,00%         NETV 10,00%           NETV 10,00%          NETV 10,00%          NETV 10,00%           NETV 10,00%           NETV 10,00%                NETV 10,00%           NETV 10,00%         NETV 10,00%          NETV 10,00%         NETV 10,00%          NETV 10,00%          NETV 10,00%
                              95,00%                95,07%               95,07%               95,07%                95,04%                 95,07%                    95,07%               95,07%               95,00%               95,00%              95,00%               95,00%
                                                                                                                                                                                                                                                                      PT Televisi Top
                     PT Sentani Televisi    PT Mitra Televisi    PT Media Televisi    PT Mitra Televisi   PT Industri Televisi    PT Mitra Televisi          PT Media Televisi    PT Mitra Televisi       PT Bahana         PT Favorit Media    PT Tiara Lestari
                                                                                                                                                                                                                                                                    Mimika Damai Abadi
                            (ST)            Pontianak (MTPO)    Purwokerto (MTPU)     Samarinda (MTSA)      Semarang (ITS)        Sriwijaya (MTSR)             Tegal (MTTG)        Ternate (MTTR)      Commercial (BC)       Televisi (FMT)      Televisi (TLT)
                                                                                                                                                                                                                                                                         (TTMA)
                         IMM 5,00%             IMM 4,93%             IMM 4,93%            IMM 4,93%            IMM 4,96%              IMM 4,93%                  IMM 4,93%            IMM 4,93%            IMM 5,00%           IMM 5,00%           IMM 5,00%            IMM 5,00%
                                                                                                                    2,32%                  95,00%                    94,26%               95,00%

                                                                                                          PT Net Media Digital     PT Kreatif Inti          PT Net Mediatama     PT Net Media Berita
                                                                                                                 (NMD)             Korpora (KIK)             Televisi (NMTV)           (NMB)

                                                                                                              NETV 97,68%           NETV 5,00%                 NETV 5,74%            NETV 5,00%




                                                                                                                                                        4
Page 7
IMM, MGAR, MJEM, MMSB, MBAR, MALG, MMDN, MKSS, MMPB, MMAC, MAMB, MMKS,
MMBE, MBSY, MBAL, TAG, TAJ, STB, AMT, TAKM, TAM, CAM, RCT, SMA, MTAM, MTBA,
MTKB, TAS, ABST, MPAR, MMBG, RUP, MMJB, MMKD, BPB, MMLP, MMAN, MYOG,
MMTR, MMBA, MMDO, MKER, SSMA, BGM, TAB, NMGO, MTKJ, MTKD, NMKU, ITL,
MTMN, MTYG, MTMM, MTPP, MTP, TAK, TMAD, MMNK, MSEN, MMPO, MMPW, MMSA,
MMSE, MSRI, MMTG, MTER, MPAL, MPAD, MCIR, MTIM, SMMA, ST, MTPO, MTPU, MTSA,
ITS, MTSR, MTTG, MTTR, BC, FMT, TLT, TTMA, NMD, KIK, NMTV, dan NMB, selanjutnya
secara bersama-sama disebut “Entitas Anak dan Entitas Asosiasi NETV”.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, ruang lingkup kegiatan
usaha dan status Entitas Anak dan Entitas Asosiasi NETV adalah sebagai berikut:

No.    Keterangan   Status     Domisili     Operasional                            Kegiatan Usaha

 1    NETV          Terbuka    Indonesia     Beroperasi       Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun, dan
                                                              aktivitas profesional, ilmiah dan teknis lainnya.
 2    IMM           Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
 3    MGAR          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
 4    MJEM          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
 5    MMSB          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
 6    MBAR          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
 7    MALG          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
 8    MMDN          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
 9    MKSS          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
 10   MMPB          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
 11   MMAC          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
 12   MAMB          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
 13   MMKS          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
 14   MMBE          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
 15   MSBY          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
 16   MBAL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
 17   TAG           Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
 18   TAJ           Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
 19   STB           Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
 20   AMT           Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas penyiaran dan pemrograman
 21   TAKM          Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
 22   TAM           Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
 23   CAM           Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
 24   RCT           Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
 25   SMA           Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
 26   MTAM          Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
 27   MTBA          Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
 28   MTKB          Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
 29   TAS           Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
 30   ABST          Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman




                                                    5
Page 8
No.    Keterangan   Status     Domisili     Operasional                            Kegiatan Usaha

31    MPAR          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
32    MMBG          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
33    RUP           Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
34    MMJB          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
35    MMKD          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
36    BPB           Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
37    MMLP          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
38    MMAN          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
39    MYOG          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
40    MMTR          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
41    MMBA          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
42    MMDO          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
43    MKER          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas kantor pusat dan konsultasi manajemen, aktivitas
                                                              jasa keuangan, bukan asuransi dan dana pensiun.
44    SSMA          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Perusahaan holding
45    BGM           Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
46    TAB           Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
47    NMGO          Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
48    MTKJ          Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
49    MTKD          Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
50    NMKU          Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
51    ITL           Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
52    MTMN          Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
53    MTYG          Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
54    MTMM          Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
55    MTPP          Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
56    MTP           Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
57    TAK           Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
58    TMAD          Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
59    MMNK          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas jasa keuangan, bukan asuransi, dana pensiun,
                                                              aktivitas kantor pusat, dan konsultasi manajemen
60    MSEN          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas jasa keuangan, bukan asuransi, dana pensiun,
                                                              aktivitas kantor pusat, dan konsultasi manajemen
61    MMPO          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas jasa keuangan, bukan asuransi, dana pensiun,
                                                              aktivitas kantor pusat, dan konsultasi manajemen
62    MMPW          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas jasa keuangan, bukan asuransi, dana pensiun,
                                                              aktivitas kantor pusat, dan konsultasi manajemen
63    MMSA          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas jasa keuangan, bukan asuransi, dana pensiun,
                                                              aktivitas kantor pusat, dan konsultasi manajemen
64    MMSE          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas jasa keuangan, bukan asuransi, dana pensiun,
                                                              aktivitas kantor pusat, dan konsultasi manajemen
65    MSRI          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Investasi
66    MMTG          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas jasa keuangan, bukan asuransi, dana pensiun,
                                                              aktivitas kantor pusat, dan konsultasi manajemen
67    MTER          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas jasa keuangan, bukan asuransi, dana pensiun,
                                                              aktivitas kantor pusat, dan konsultasi manajemen
68    MPAL          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas jasa keuangan, bukan asuransi, dana pensiun,
                                                              aktivitas kantor pusat, dan konsultasi manajemen
69    MPAD          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas jasa keuangan, bukan asuransi, dana pensiun,
                                                              aktivitas kantor pusat, dan konsultasi manajemen
70    MCIR          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas jasa keuangan, bukan asuransi, dana pensiun,
                                                              aktivitas kantor pusat, dan konsultasi manajemen




                                                    6
Page 9
No.    Keterangan   Status     Domisili     Operasional                            Kegiatan Usaha

 71   MTIM          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas jasa keuangan, bukan asuransi, dana pensiun,
                                                              aktivitas kantor pusat, dan konsultasi manajemen
 72   SMMA          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Investasi
 73   ST            Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
 74   MTPO          Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
 75   MTPU          Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
 76   MTSA          Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
 77   ITS           Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
 78   MTSR          Tertutup   Indonesia   Tidak Beroperasi   Aktivitas penyiaran dan pemrograman
 79   MTTG          Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
 80   MTTR          Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
 81   BC            Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
 82   FMT           Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
 83   TLT           Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
 84   TTMA          Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Aktivitas penyiaran dan pemrograman
 85   NMD           Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Perdagangan umum, jasa konsultasi dan jasa portal web
 86   KIK           Tertutup   Indonesia      Beroperasi      Jasa aktivitas pascaproduksi film, video dan program televisi,
                                                              penyelenggara pertemuan, perjalanan insentif, konferensi dan
                                                              pameran (MICE), penyelenggara event khusus, impresariat
                                                              seni dan festival seni, dan produksi film, video dan program
                                                              televisi oleh swasta
 87   NMTV          Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Aktivitas penyiaran dan pemrograman televisi oleh swasta
 88   NMB           Tertutup   Indonesia     Beroperasi       Aktivitas kantor berita oleh swasta, dan portal web dan/atau
                                                              platform digital dengan tujuan komersial



Dalam rangka Rencana Konversi Saham dan Rencana Penyertaan Saham, Perseroan
merencanakan untuk mengambil bagian atas saham baru seri B yang akan diterbitkan oleh
NETV dengan skema rencana transaksi sebagian dengan melakukan konversi saham dan
dengan melakukan penyertaan saham melalui pembayaran tunai oleh Perseroan yang secara
bersamaan dengan rencana NCL untuk mengambil sebagian sisa saham baru seri B yang
akan diterbitkan oleh NETV dengan melakukan konversi atas sisa Utang NETV yang dimilik
oleh NCL terhadap NETV, yaitu sebesar Rp 220,65 miliar sehubungan dengan Rencana
PMTHMETD – NETV setelah pelaksanaan Rencana Penggabungan Saham.

Selanjutnya, Perseroan juga merencanakan untuk melakukan pembelian saham NETV yang
dimiliki oleh SLM, IIH, dan TI sebagai langkah bisnis untuk meningkatkan kepemilikan
Perseroan terhadap NETV. Dengan melakukan Rencana Pembelian Saham SLM, Rencana
Pembelian Saham IIH, dan Rencana Pembelian Saham TI, Perseroan akan bertindak selaku
pemegang saham pengendali dengan kepemilikan mayoritas sehingga hal ini dapat
memberikan kemudahan dan efisiensi serta efektivitas bagi Perseroan dalam proses
pengambilan keputusan bisnis dan operasional bagi NETV pada masa yang akan datang.

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, Perseroan optimis akan memperoleh kontribusi
positif pada kinerja keuangan konsolidasian Perseroan di masa yang akan datang sehingga
dapat memperkuat posisi Perseroan sebagai salah satu perusahaan dalam bisnis sektor
industri kreatif di Indonesia. Dengan semakin kuatnya posisi Perseroan tersebut, Perseroan
mengharapkan dapat meningatkan daya tarik investasi dan akses pembiayaan dari para
investor dan kreditur kepada Perseroan seiring dengan meningkatnya kredibilitas dan kinerja
Perseroan serta hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah bagi para
pemangku kepentingan Perseroan dan memberikan kinerja positif secara keseluruhan di
masa yang akan datang.




                                                    7
Page 10
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat menerapkan strategi
pengembangan bisnis Perseroan yang dapat meningkatkan kapitalisasi pasar Perseroan
dalam skala global dengan memanfaatkan keunggulan yang dimiliki oleh NETV serta
mendukung pertumbuhan portofolio dan bisnis jangka panjang Perseroan yang pada akhirnya
dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan serta memberikan nilai
tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.

Alasan dilakukannya Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Rencana Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dalam meningkatkan dan
    menerapkan pertumbuhan terutama dengan mengembangkan teknologi yang
    menghadirkan berbagai platform digital yang beragam yang mampu meningkatkan
    konsumsi masyarakat terhadap daya minat untuk menonton. Seiring dengan prospek
    pertumbuhan kinerja sektor industri kreatif tersebut, saat ini Perseroan senantiasa
    mengkaji peluang untuk melakukan ekspansi bisnis di bidang industri kreatif agar dapat
    memanfaatkan momentum minat konsumsi masyarakat yang masih berlangsung tinggi
    dengan menerapkan strategi pertumbuhan usaha secara an-organik melalui akuisisi
    perusahaan sejenis, maupun perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan bagi
    strategi pengembangan usaha Perseroan.

•   Rencana Transaksi menjadi bagian dari rencana Perseroan untuk melakukan
    restrukturisasi kondisi keuangan NETV sebagai langkah bisnis Perseroan dengan
    berbagai skema rencana transaksi untuk memperoleh dan meningkatkan kepemilikan
    Perseroan terhadap NETV. Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan akan
    bertindak selaku pemegang saham pengendali dengan kepemilikan mayoritas sehingga
    hal ini dapat memberikan kemudahan dan efisiensi serta efektivitas bagi Perseroan dalam
    proses pengambilan keputusan bisnis dan operasional bagi NETV pada masa yang akan
    datang.

•   Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, Perseroan optimis akan memperoleh
    kontribusi positif pada kinerja keuangan konsolidasian Perseroan di masa yang akan
    datang sehingga dapat memperkuat posisi Perseroan sebagai salah satu perusahaan
    dalam bisnis sektor industri kreatif di Indonesia. Dengan semakin kuatnya posisi
    Perseroan tersebut, Perseroan mengharapkan dapat meningatkan daya tarik investasi
    dan akses pembiayaan dari para investor dan kreditur kepada Perseroan seiring dengan
    meningkatnya kredibilitas dan kinerja Perseroan serta hal tersebut diharapkan dapat
    meningkatkan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan Perseroan dan memberikan
    kinerja positif secara keseluruhan di masa yang akan datang.

•   Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat menerapkan
    strategi pengembangan bisnis Perseroan yang dapat meningkatkan kapitalisasi pasar
    Perseroan dalam skala global dengan memanfaatkan keunggulan yang dimiliki oleh NETV
    serta mendukung pertumbuhan portofolio dan bisnis jangka panjang Perseroan yang pada
    akhirnya dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan serta
    memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.




                                             8
Page 11
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan”.

Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 30 April 2024 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan (selanjutnya disebut “JASR”),
jumlah ekuitas adalah sebesar Rp 1.677,14 miliar. Selanjutnya, berdasarkan CSPA-OLA,
CSSA-NETV, dan CSSPA, keseluruhan nilai transaksi atas Rencana Akuisisi tersebut adalah
sebesar Rp 1.655,49 miliar.

Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Rencana Akuisisi tersebut mencerminkan
98,71% ekuitas Perseroan per tanggal 30 April 2024 sehingga berdasarkan keterangan yang
diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi merupakan transaksi material,
sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal
20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya
disebut “POJK 17/2020”).

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi material POJK 17/2020
mensyaratkan adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan
oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Transaksi tersebut, maka Perseroan
menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi.

Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Rencana
Transaksi dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini juga
tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui
Rencana Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana Transaksi.




                                            9
Page 12
OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Transaksi dimana Perseroan merencanakan untuk membeli Aset Utang yang dimiliki oleh
    NCL terhadap NETV dengan nilai transaksi sebesar Rp 661,95 miliar sehubungan dengan
    Rencana Pembelian Aset Utang.

•   Transaksi dimana NETV merencanakan untuk melakukan penawaran umum terbatas
    tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu atas saham dalam portepel NETV
    sebagaimana diatur dalam POJK 14/2019 kepada Perseroan, dimana NETV akan
    menerbitkan sebanyak 25.220.946.827 saham biasa, dengan nilai nominal sebesar
    Rp 200 per lembar saham atau sebesar 60,98% dari jumlah saham yang ditempatkan dan
    disetor NETV, dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 50,00 per saham atau dengan nilai
    transaksi keseluruhan sebesar Rp 1.261,05 miliar sehubungan dengan Rencana
    PMTHMETD – NETV dengan rincian sebagai berikut:

    -   Sebanyak 13.238.946.827 saham NETV merupakan bagian dari hasil konversi atas
        Rencana Pembelian Aset Utang sebesar Rp 661,95 miliar sehubungan dengan
        Rencana Konversi Saham setelah pelaksanaan Rencana Penggabungan Saham; dan

    -   Sebanyak 11.982.000.000 saham NETV merupakan bagian yang akan dibayarkan
        melalui pembelian tunai sebesar Rp 599,10 miliar sehubungan dengan Rencana
        Penyertaan Saham setelah pelaksanaan Rencana Penggabungan Saham.

•   Transaksi dimana Perseroan merencanakan untuk melakukan pembelian saham NETV
    dari SLM sebesar 5.903.179.393 saham atau setara dengan 14,27% saham NETV
    dengan nilai transaksi sebesar Rp 295,16 miliar sehubungan dengan Rencana Pembelian
    Saham SLM setelah pelaksanaan Rencana Penggabungan Saham.

•   Transaksi dimana Perseroan merencanakan untuk melakukan pembelian saham NETV
    dan IIH sebesar 667.037.176 saham atau setara dengan 1,61% saham NETV dengan nilai
    nilai transaksi sebesar Rp 33,35 miliar sehubungan dengan Rencana Pembelian Saham
    IIH setelah pelaksanaan Rencana Penggabungan Saham.

•   Transaksi dimana Perseroan merencanakan untuk melakukan pembelian saham NETV
    dari TI sebesar 1.318.723.770 saham atau setara dengan 3,19% saham NETV dengan
    nilai transaksi sebesar Rp 65,94 miliar sehubungan dengan Rencana Pembelian Saham
    TI setelah pelaksanaan Rencana Penggabungan Saham.




                                          10
Page 13
MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi adalah
untuk memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Rencana
Transaksi dari aspek keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu
POJK 17/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut
“SPI”).


TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran
diperhitungkan pada tanggal 30 April 2024. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan
kepentingan dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi.


JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini merupakan laporan terinci.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:


1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi yang disusun oleh
   manajemen Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk periode empat bulan yang berakhir
   pada tanggal 30 April 2024 yang telah diaudit oleh KAP Jamaludin, Ardi, Sukimto & Rekan
   (selanjutnya   disebut    “JASR”)      sebagaimana      tertuang   dalam     laporannya
   No. 00109/2.0927/AU.1/05/1317-2/1/VII/2024 tanggal 8 Juli 2024 dengan pendapat wajar
   tanpa pengecualian;

3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP JASR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00022/2.0927/AU.1/05/1317-1/1/III/2024 tanggal 27 Maret 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;




                                           11
Page 14
4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP JASR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00032/2.0927/AU.1/05/1728-1/1/III/2023 tanggal 30 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP JASR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00015/2.0927/AU.1/05/0109-2/1/III/2022 tanggal 31 Maret 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP JASR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00096/2.0927/AU.1/05/0109-1/1/IV/2021 tanggal 14 April 2021 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

7. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP JASR sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00017/2.0927/AU.1/05/1317-3/1/III/2020 tanggal 26 Maret 2020 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

8. Laporan keuangan konsolidasian NETV untuk periode empat bulan yang berakhir pada
   tanggal 30 April 2024 yang telah diaudit oleh KAP Teramihardja, Prahono & Chandra
   (selanjutnya   disebut    “TPC”)    sebagaimana      tertuang   dalam   laporannya
   No. 00591/2.0851/AU.1/10/1208-2/1/VIII/2024 tanggal 7 Agustus 2024 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;

9. Laporan keuangan konsolidasian NETV untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP TPC sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00119/2.0851/AU.1/10/1208-1/1/III/2024 tanggal 27 Maret 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;

10. Laporan keuangan konsolidasian NETV untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Kosasih, Nurdiyaman, Mulyadi, Tjahjo &
    Rekan (selanjutnya disebut “KNMTR”) sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00273/2.1051/AU.1/10/0561-1/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan pendapat
    wajar tanpa pengecualian;

11. Laporan keuangan konsolidasian NETV untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP KNMTR sebagaimana tertuang dalam
    laporannya No. 00791/2.1051/AU.1/10/0555-2/1/VI/2022 tanggal 13 Juni 2022 dengan
    pendapat wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;

12. Laporan keuangan konsolidasian NETV untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2020 dan 2019 sebagaimana tertuang dalam laporan keuangan
    konsolidasian NETV untuk periode tujuh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Juli 2021
    yang telah diaudit oleh KAP KNMTR sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 01247/2.1051/AU.1/10/0555-2/1/X/2021 tanggal 22 Oktober 2021 dengan pendapat
    wajar tanpa pengecualian dengan hal lain;




                                          12
Page 15
13. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk periode empat bulan yang
    berakhir pada tanggal 30 April 2024 sehubungan dengan Rencana Transaksi yang telah
    direviu oleh KAP JASR sebagaimana tertuang dalam laporannya No. UP24082601KMR
    tanggal 26 Agustus 2024;

14. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
    Transaksi untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024
    dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 yang
    disusun oleh manajemen Perseroan;

15. Laporan penilaian 100,00% saham NETV per 30 April 2024 yang disusun oleh KJPP KR
    sebagaimana tertuang dalam laporannya No. 00110/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2024
    tanggal 23 Agustus 2024;

16. CSPA-OLA;

17. CSSA-PSGTI;

18. CSSA-NETV;

19. CSSPA;

20. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 7
    tanggal 5 Juli 2023 oleh Notaris Leolin Jayayanti, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan,
    terkait perubahan Direksi, pasal 3, dan pasal 17 anggaran dasar FILM;

21. Anggaran dasar NETV yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta No. 46 tanggal
    19 Juni 2024 dari Yulia, S.H., Notaris di Jakarta Selatan, mengenai perubahan susunan
    Direksi NETV;

22. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Priyadarshi Anand dengan
    posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait
    dengan Rencana Transaksi;

23. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di masa
    mendatang;

24. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Transaksi;

25. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

26. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;




                                              13
Page 16
27. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

28. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan untuk
    penugasan; dan

29. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan
informasi sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah.
Dalam melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.
Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat
kami secara material. Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan
bahwa mereka tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Oleh karenanya, kami tidak
bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran kami dikarenakan
adanya perubahan data dan informasi tersebut.

Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
Transaksi disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas
proyeksi laporan keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah
menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada
penyesuaian yang signifikan yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.

Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Rencana Transaksi. Jasa-jasa yang
kami berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Rencana Transaksi hanya merupakan
pemberian Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi,
audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Rencana Transaksi
dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Rencana
Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran
atas Rencana Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka
untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi
operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum
Perseroan dan NETV berdasarkan anggaran dasar Perseroan dan NETV.




                                             14
Page 17
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Rencana Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak
mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan
menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Rencana Transaksi yang ada
dan mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut
terhadap Rencana Transaksi.

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Rencana
Transaksi pada tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.

Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat dalam
Rencana Transaksi. Rencana Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan
sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai
Rencana Transaksi yang diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui
analisis yang tidak lengkap.

Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Rencana Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan
Pendapat Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau
melengkapi, memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi,
serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis
dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami
bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.

Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki
dampak material terhadap Rencana Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak
terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara
eksternal, yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan
keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya
setelah tanggal Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas,
maka Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi mungkin berbeda.




                                            15
Page 18
TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR diberikan
kesempatan untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan
Pendapat Kewajaran.


INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi, KR bertindak
secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan
Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan
Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran
kesimpulan yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya
menerima imbalan sesuai dengan surat penugasan No. KR/240607-002 tanggal 7Juni 2024
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 30 April 2024, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(subsequent events), yang secara signifikan dapat mempengaruhi Pendapat Kewajaran,
kecuali kejadian penting sebagai berikut:

•   Berdasarkan dengan Akta No. 46 tanggal 19 Juni 2024 dari Yulia, S.H., notaris di Jakarta
    Selatan (selanjutnya disebut “Akta No. 46”), mengenai perubahan Susunan Direksi NETV.
    Akta perubahan ini telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
    Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
    Keputusan No. AHU-AH.01.09-0216670 tanggal 21 Juni 2024, susunan Direksi NETV
    berubah menjadi sebagai berikut:

    Dewan Komisaris
    Komisaris Utama                     :   Lie Halim
    Komisaris                           :   Rachmat Nugroho
    Komisaris Independen                :   Clifford David Rees

    Direksi
    Direktur Utama                      :   Deddy Hariyanto
    Direktur                            :   Azuan Syahril
    Direktur                            :   Fendy Nagasaputra
    Direktur                            :   Ferry
    Direktur                            :   Surya Hadiwinata




                                            16
Page 19
PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
analisis melalui pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi dari
hal-hal sebagai berikut:

I. Analisis atas Rencana Transaksi;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi; dan
III. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi.


ANALISIS ATAS KEWAJARAN RENCANA TRANSAKSI

Analisis kewajaran Rencana Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

1. Sebagaimana tercantum dalam CSPA-OLA, Perseroan merencanakan untuk membeli
   utang dan menerima pengalihan Aset Utang yang dimiliki oleh NCL terhadap NETV
   dengan nilai transaksi sebesar Rp 661,95 miliar sehubungan dengan Rencana Pembelian
   Aset utang.

   Selanjutnya, dalam rangka penyelesaian Rencana Pembelian Aset Utang, sebagaimana
   tercantum dalam CSSA-NETV, NETV merencanakan untuk melakukan penggabungan
   saham atas saham NETV sesuai dengan POJK 15/2022, dengan penggabungan
   sebanyak 23.453.177.240 saham dengan nilai nominal sebesar Rp 100 per saham
   menjadi sebanyak 11.726.588.621 saham dengan nilai nominal Rp 200 per saham dan
   melakukan penawaran umum terbatas tanpa memberikan hak memesan efek terlebih
   dahulu atas saham dalam portepel NETV sebagaimana diatur dalam POJK 14/2019
   kepada Perseroan, dimana NETV akan menerbitkan sebanyak 25.220.946.827 saham
   biasa, dengan nilai nominal sebesar Rp 200 per lembar saham atau sebesar 60,98% dari
   jumlah saham yang ditempatkan dan disetor NETV, dengan harga pelaksanaan sebesar
   Rp 50,00 per saham atau dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 1.261,05 miliar
   sehubungan dengan Rencana PMTHMETD – NETV dengan rincian sebagai berikut:

   •   Sebanyak 13.238.946.827 saham NETV merupakan bagian dari hasil konversi atas
       Rencana Pembelian Aset Utang sebesar Rp 661,95 miliar dengan asumsi dengan
       Rencana Konversi Saham setelah pelaksanaan Rencana Penggabungan Saham; dan

   •   Sebanyak 11.982.000.000 saham NETV merupakan bagian yang akan dibayarkan
       melalui pembelian tunai sebesar Rp 599,10 miliar dengan asumsi Rencana
       Penyertaan Saham setelah pelaksanaan Rencana Penggabungan Saham.

   Selanjutnya, secara bersamaan dengan Rencana PMTHMETD – NETV setelah
   pelaksanaan Rencana Penggabungan Saham, NCL merencanakan untuk mengambil
   sebagian sisa saham baru seri B yang akan diterbitkan oleh NETV dengan melakukan
   konversi atas sisa Utang NETV yang dimilik oleh NCL terhadap NETV, yaitu sebesar
   Rp 220,65 miliar.




                                             17
Page 20
Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, susunan pemegang saham NETV adalah
sebagai berikut:
                                                                                          (Dalam Rupiah)
                                                                    Persentase
              Pemegang Saham               Jumlah Saham                               Jumlah Modal
                                                                   Kepemilikan
PT MD Pictures Tbk                              33.109.887.167             80,05%     6.621.977.433.400
PT Sinergi Lintas Media                          1.084.087.998              2,62%       216.817.599.600
PT Semangat Bambu Runcing                        1.022.890.166              2,47%       204.578.033.200
PT Indika Inti Holdiko                             234.635.771              0,57%        46.927.154.200
PT Teladan Investama                                69.944.930              0,17%        13.988.986.000
Newton Capital Ltd.                              4.412.982.276             10,67%       882.596.455.200
Masyarakat                                       1.426.089.416              3,45%       285.217.883.200
Jumlah                                          41.360.517.724            100,00%     8.272.103.544.800



Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap 100,00% saham NETV
sebagaimana termuat dalam laporannya No. 00110/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2024
tanggal 23 Agustus 2024, nilai pasar 100,00% saham NETV adalah sebesar Rp 612,42
miliar. Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, maka nilai kapitalisasi pasar atas
100,00% saham NETV adalah sebesar Rp 2.160,06 miliar. Dengan pertimbangan nilai
kapitalisasi pasar atas 100,00% saham NETV adalah sebesar Rp 2.160,06 miliar dan
setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, kepemilikan Perseroan yang akan
diperhitungkan sebagai penyetoran modal kepada NETV atas Rencana Konversi Saham
adalah sebesar 32,01%, maka secara teoritis, peningkatan modal ditempatkan dan disetor
pada NETV yang dilakukan oleh Perseroan adalah sebesar Rp 661,95 miliar, dengan
perhitungan sebagai berikut:

                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                     Persentase
                     Keterangan                                  Nilai
                                                                                   Kepemilikan
Nilai kapitaliasi pasar NETV                                         612.424                   28,35%
Rencana Konversi Saham                                               691.408                   32,01%
Rencana Penyertaan Saham                                             625.763                   28,97%
Rencana Penyertaan Saham - Newton Captal Ltd.                        230.469                   10,67%
Nilai kapitaliasi pasar NETV setelah
  Rencana Konversi Saham                                           2.160.064                 100,00%



Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 661,95 miliar adalah lebih rendah dari nilai
kapitalisasi pasar atas 32,01% saham NETV sebesar Rp 691,41 miliar, sehingga
Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai transaksi sebesar 4,45%
tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020, persentase mana tidak melebihi 7,50% dari
nilai kapitalisasi pasar atas 32,01% saham NETV sebesar Rp 691,41 miliar.




                                                     18
Page 21
2. Sebagaimana tercantum dalam CSSPA, Perseroan merencanakan untuk melakukan
   pembelian saham NETV dari SLM sebesar 5.903.179.393 saham atau setara dengan
   14,27% saham NETV dengan nilai transaksi sebesar Rp 295,16 miliar. Selanjutnya,
   berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap 100,00% saham NETV
   sebagaimana termuat dalam laporannya No. 00110/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2024
   tanggal 23 Agustus 2024, nilai pasar 100,00% saham NETV adalah sebesar Rp 612,42
   miliar. Dengan dilakukannya Rencana Konversi Saham, Rencana Penyertaan Saham,
   dan rencana penyertaan saham NCL, maka nilai kapitalisasi pasar atas 100,00% saham
   NETV adalah sebesar Rp 2.094,12 miliar dengan rincian sebagai berikut:

                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                           Persentase
                        Keterangan                       Nilai
                                                                         Kepemilikan
    Nilai pasar 100,00% saham NETV                           612.424                29,24%
    Rencana Konversi Saham                                   661.947                31,61%
    Rencana Penyertaan Saham                                 599.100                28,61%
    Rencana Penyertaan Saham - Newton Captal Ltd.            220.649                10,54%
    Nilai kapitalisasi pasar NETV                          2.094.121               100,00%



   Berdasarkan tabel di atas, nilai kapitalisasi pasar atas 100,00% saham NETV adalah
   sebesar Rp 2.094,12 miliar. Dengan demikian, nilai kapitalisasi pasar atas 14,27% saham
   NETV adalah sebesar Rp 298,88 miliar

   Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 295,16 miliar adalah lebih rendah dari nilai
   kapitalisasi pasar atas 14,27% saham NETV sebesar Rp 298,88 miliar, sehingga
   Perseroan berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai transaksi sebesar 1,25%
   tersebut telah sesuai dengan POJK 35/2020, persentase mana tidak melebihi 7,50% dari
   nilai kapitalisasi pasar atas 14,27% saham NETV sebesar Rp 298,88 miliar.

3. Sebagaimana tercantum dalam CSSPA, Perseroan merencanakan untuk melakukan
   pembelian saham NETV dari IIH sebesar 667.037.176 saham atau setara dengan 1,61%
   saham NETV dengan nilai transaksi sebesar Rp 33,35 miliar. Selanjutnya, berdasarkan
   penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap 100,00% saham NETV sebagaimana
   termuat dalam laporannya No. 00110/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2024 tanggal
   23 Agustus 2024, nilai pasar 100,00% saham NETV adalah sebesar Rp 612,42 miliar.
   Dengan dilakukannya Rencana Konversi Saham, Rencana Penyertaan Saham, dan
   rencana penyertaan saham NCL, maka nilai kapitalisasi pasar atas 100,00% saham NETV
   adalah sebesar Rp 2.094,12 miliar sebagaimana telah diungkapkan pada tabel di atas.
   Dengan demikian, nilai kapitalisasi pasar atas 1,61% saham NETV adalah sebesar
   Rp 33,77 miliar.

   Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 33,35 miliar adalah lebih rendah dari nilai
   kapitalisasi pasar atas 1,61% saham NETV sebesar Rp 33,77 miliar, sehingga Perseroan
   berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai transaksi sebesar 1,25% tersebut telah
   sesuai dengan POJK 35/2020, persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai
   kapitalisasi pasar atas 1,61% saham NETV sebesar Rp 33,77 miliar.




                                                    19
Page 22
4. Sebagaimana tercantum dalam CSSPA, Perseroan merencanakan untuk melakukan
   pembelian saham NETV dari TI sebesar 1.318.723.770 saham atau setara dengan 3,19%
   saham NETV dengan nilai transaksi sebesar Rp 65,94 miliar. Selanjutnya, berdasarkan
   penilaian yang dilakukan oleh KJPP KR terhadap 100,00% saham NETV sebagaimana
   termuat dalam laporannya No. 00110/2.0162-00/BS/05/0153/1/VIII/2024 tanggal
   23 Agustus 2024, nilai pasar 100,00% saham NETV adalah sebesar Rp 612,42 miliar.
   Dengan dilakukannya Rencana Konversi Saham, Rencana Penyertaan Saham, dan
   rencana penyertaan saham NCL, maka nilai kapitalisasi pasar atas 100,00% saham NETV
   adalah sebesar Rp 2.094,12 miliar sebagaimana telah diungkapkan pada tabel di atas.
   Dengan demikian, nilai kapitalisasi pasar atas 3,19% saham NETV adalah sebesar
   Rp 66,77 miliar.

   Dengan demikian, nilai transaksi sebesar Rp 65,94 miliar adalah lebih rendah dari nilai
   kapitalisasi pasar atas 3,19% saham NETV sebesar Rp 66,77 miliar sehingga Perseroan
   berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai transaksi sebesar 1,25% tersebut telah
   sesuai dengan POJK 35/2020, persentase mana tidak melebihi 7,50% dari nilai
   kapitalisasi pasar atas 3,19% saham NETV sebesar Rp 66,77 miliar.

5. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk periode delapan
   bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034:

   Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                      31/12/24      31/12/25      31/12/26      31/12/27       31/12/28      31/12/29
                            Keterangan
                                                     (8 Bulan)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
    Penjualan                                           260.480       854.102       906.080       931.833        963.771        994.090
    Beban pokok penjualan                                99.233       244.697       296.832       455.718        487.963        509.005
    Laba bruto                                          161.247       609.405       609.248       476.115        475.808        485.085
    Beban usaha                                          57.138       103.532       109.689       114.336        119.157        122.356
    Laba usaha                                          104.109       505.873       499.559        361.779       356.651        362.729
    Penghasilan (beban) lain-lain                       (14.576)     (104.885)     (106.575)      (106.575)      (99.422)       (88.692)
    Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan       89.533       400.988       392.984       255.204        257.229        274.037
    Manfaat (beban) pajak penghasilan                   (21.329)      (88.217)      (86.456)      (56.145)       (56.590)       (60.288)
    Laba bersih periode/tahun berjalan                   68.204       312.770       306.527       199.059        200.639        213.749



                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                      31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34
                            Keterangan
                                                     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
    Penjualan                                         1.026.770     1.060.529     1.096.895      1.131.431      1.168.650
    Beban pokok penjualan                               485.696       488.211       504.519        520.877        537.875
    Laba bruto                                          541.073       572.318       592.377       610.554        630.775
    Beban usaha                                         123.788       127.391       131.803       136.527        141.587
    Laba usaha                                          417.285       444.927       460.573       474.027        489.188
    Penghasilan (beban) lain-lain                       (74.384)      (56.501)      (35.040)      (35.040)       (35.040)
    Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan      342.901       388.426       425.533       438.987        454.148
    Manfaat (beban) pajak penghasilan                   (75.438)      (85.454)      (93.617)      (96.577)       (99.913)
    Laba bersih periode/tahun berjalan                  267.463       302.972       331.916       342.410        354.235




                                                           20
Page 23
Setelah Rencana Transaksi
                                                                                                               (Dalam jutaan Rupiah)
                                                  31/12/24      31/12/25      31/12/26      31/12/27       31/12/28      31/12/29
                        Keterangan
                                                 (8 Bulan)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
Penjualan                                           403.713     1.302.232     1.737.180      2.205.664      2.657.040     3.132.312
Beban pokok penjualan                               210.965       752.286       957.872      1.137.086      1.192.116     1.234.997
Laba bruto                                          192.748       549.945       779.307      1.068.577      1.464.924     1.897.315
Beban usaha                                         220.067       253.538       270.924        287.823        306.247       324.175
Laba usaha                                          (27.319)      296.407       508.384        780.754      1.158.677     1.573.139
Penghasilan (beban) lain-lain                       (14.576)     (104.885)     (106.575)      (106.575)       (99.422)      (88.692)
Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan      (41.895)      191.522       401.808       674.179       1.059.255     1.484.448
Manfaat (beban) pajak penghasilan                   (21.329)      (88.217)      (86.456)      (56.145)       (233.036)     (326.579)
Laba bersih periode/tahun berjalan                  (63.224)      103.305       315.352       618.034        826.219      1.157.869



                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)
                                                  31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33      31/12/34
                        Keterangan
                                                 (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)     (1 Tahun)
Penjualan                                         3.636.793     3.754.571     3.877.798      3.999.325      4.126.397
Beban pokok penjualan                             1.234.411     1.260.885     1.303.223      1.344.353      1.387.124
Laba bruto                                        2.402.382     2.493.686     2.574.574      2.654.972      2.739.272
Beban usaha                                         341.521       362.321       385.011        409.209        435.380
Laba usaha                                        2.060.861     2.131.365     2.189.563      2.245.763      2.303.893
Penghasilan (beban) lain-lain                       (74.384)      (56.501)      (35.040)       (35.040)       (35.040)
Laba sebelum manfaat (beban) pajak penghasilan    1.986.477     2.074.864     2.154.523      2.210.723      2.268.853
Manfaat (beban) pajak penghasilan                  (437.025)     (456.470)     (473.995)      (486.359)      (499.148)
Laba bersih periode/tahun berjalan                1.549.452     1.618.394     1.680.528      1.724.364      1.769.705




Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah penjualan dan laba bersih tahun
berjalan Perseroan sebelum Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp 10,39
triliun dan Rp 2,90 triliun.

Selanjutnya, proyeksi jumlah penjualan dan laba bersih tahun berjalan Perseroan setelah
Rencana Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp 30,83 triliun dan Rp 11,30 triliun.

Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif tersebut di atas,
setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi memperoleh tambahan
laba bersih tahun berjalan untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2025 – 2034, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan
Perseroan pada masa yang akan datang.




                                                       21
Page 24
6. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun/periode berjalan konsolidasian
   Perseroan sebelum dan setelah Rencana Transaksi untuk periode delapan bulan yang
   berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 masing-masing adalah sebesar Rp 1,62 triliun
   dan Rp 5,36 triliun. Dengan demikian, jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih
   tahun/periode berjalan konsolidasian Perseroan setelah Rencana Transaksi untuk periode
   delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 lebih besar daripada jumlah nilai
   kini dari proyeksi laba bersih tahun/periode berjalan konsolidasian Perseroan sebelum
   Rencana Transaksi untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember
   2025 – 2034. Dalam perhitungan nilai kini, digunakan tingkat diskonto sebesar 11,16%,
   yang merupakan biaya modal ekuitas Perseroan, yang ditentukan dengan menggunakan
   formula sebagai berikut:

   Untuk mendiskonto AKB untuk kapital, tingkat diskonto yang digunakan adalah biaya
   modal rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost of capital) yang ditentukan
   dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

   WACC       =      (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)

   Dimana:

   ke         =   Biaya modal ekuitas/saham biasa
   kd         =   Biaya modal utang
   We         =   Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
   Wd         =   Bobot utang dalam struktur kapital
   t          =      Pajak penghasilan perusahaan

   Biaya Modal untuk Ekuitas

   ke =       Rf + ( β x RPm ) – RBDS

   dimana:

   ke         =          Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau
              biaya modal ekuitas/saham biasa
   Rf         =          Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk
              free rate)
   β          =          Beta
   RPm        =          Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
              premium)




                                             22
Page 25
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki
kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah
tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang. Terkait dengan tanggal
penilaian yang jatuh pada tanggal 30 April 2024, maka instrumen bebas risiko yang dipakai
yaitu obligasi Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu
10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 7,12%, yang diperoleh dari Indonesia
Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat balikan
bebas risiko.

RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat balikan
investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium memasukkan
premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums) seperti volatilitas harga
saham untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan
sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk
penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko sebesar 7,38%, yang diperoleh dari
riset Aswath Damodaran (New York University Business School) tahun 2023 yang
diterbitkan pada bulan Januari tahun 2024.

Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium. Beta
Perseroan diperoleh dari riset Bloomberg per tanggal 30 April 2024 sebesar 0,83.

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM dengan
memperhitungkan rating-based default spread sebesar 7,38% diperoleh biaya modal atas
ekuitas Perseroan sebagaimana tampak dalam perhitungan di bawah ini:

ke =       Rf + ( β x RPm ) – RBDS
   =       7,12% + ( 0,83 x 7,38% ) – 2,07%
   =       11,16%

Biaya Modal untuk Utang

Karena perhitungan nilai ekuitas Perseroan dilakukan dengan mendiskonto tingkat balikan
terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free cash flows to invested capital),
maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata
tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari pinjaman jangka panjang (biaya modal
untuk utang) maupun yang berasal dari ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).

Dalam perhitungan ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku bunga kredit investasi bank
persero untuk bulan April 2024 yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia sebesar 9,47%.




                                           23
Page 26
Weighted Average Cost of Capital

Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas sebesar
100,00% dan bobot utang sebesar 0,00%, yang diolah dari data DER Perseroan serta
menggunakan tarif pajak penghasilan sebesar 22,00%, maka weighted average cost of
capital (WACC) adalah sebagai berikut:

WACC                =        (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
                        =    (11,16% x 100,00%) + (9,47% x [1 – 22,00%] x 0,00%)
                    =        11,16%

Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba bersih periode/tahun berjalan Perseroan
untuk periode delapan bulan yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2025 – 2034 adalah sebagai
berikut:

Sebelum Rencana Transaksi
                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                 Proyeksi
                        Keterangan              31/12/24       31/12/25     31/12/26     31/12/27      31/12/28       31/12/29
                                               (8 Bulan)      (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)      (1 Tahun)
Laba bersih                                        68.204        312.770      306.527       199.059       200.639        213.749
Faktor diskonto                                    0,9653         0,8684       0,7812        0,7027        0,6321         0,5686
Nilai kini                                         65.838        271.610      239.459       139.879       126.824        121.538



                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                           Proyeksi
                        Keterangan              31/12/30      31/12/31     31/12/32     31/12/33      31/12/34
                                               (1 Tahun)      (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)
Laba bersih                                       267.463        302.972      331.916       342.410       354.235
Faktor diskonto                                    0,5115         0,4601       0,4139        0,3723        0,3349
Nilai kini                                        136.807        139.398      137.380       127.479       118.633
Jumlah nilai kini                                1.624.844




Setelah Rencana Transaksi
                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                  Proyeksi
                        Keterangan              31/12/24       31/12/25     31/12/26    31/12/27       31/12/28       31/12/29
                                               (8 Bulan)      (1 Tahun)    (1 Tahun)   (1 Tahun)      (1 Tahun)      (1 Tahun)
Laba bersih                                        (63.224)      103.305      315.352       618.034       826.219      1.157.869
Faktor diskonto                                     0,9653        0,8684       0,7812        0,7027        0,6321         0,5686
Nilai kini                                         (61.030)       89.710      246.353       434.293       522.253        658.365



                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                           Proyeksi
                        Keterangan              31/12/30      31/12/31     31/12/32     31/12/33      31/12/34
                                               (1 Tahun)      (1 Tahun)    (1 Tahun)    (1 Tahun)     (1 Tahun)
Laba bersih                                      1.549.452     1.618.394    1.680.528    1.724.364      1.769.705
Faktor diskonto                                     0,5115        0,4601       0,4139       0,3723         0,3349
Nilai kini                                        792.545        744.623      695.571       641.981       592.674
Jumlah nilai kini                                5.357.335




                                                      24
Page 27
7. Berdasarkan perhitungan nilai kini (present value) atas Rencana Transaksi diperoleh hasil
   bahwa net present value (NPV) Rencana Transaksi adalah sebesar Rp 1.333,05 miliar
   dengan tingkat diskonto 9,29%. Selanjutnya, hasil perhitungan internal rate of return (IRR)
   Rencana Transaksi adalah sebesar 18,53% atau lebih besar dari biaya modalnya. Dengan
   demikian, Rencana Transaksi adalah layak. Perhitungan NPV dan IRR atas Rencana
   Transaksi adalah sebagai berikut:
                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)
                                                31/12/24       31/12/25        31/12/26        31/12/27       31/12/28      31/12/29
                             Keterangan
                                               (8 Bulan)      (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)      (1 Tahun)     (1 Tahun)
    Penerimaan kas dari pelanggan                 169.573          407.490         764.383      1.196.702      1.620.199     2.060.706
    Pembayaran kas kepada pemasok                (261.112)        (165.258)       (644.153)      (949.483)      (989.437)     (725.133)
    Pembayaran beban usaha                       (148.731)        (148.822)       (159.426)      (171.164)      (184.175)     (198.279)
    Pembayaran beban pajak penghasilan                  -                -               -              -       (176.446)     (266.290)
    Penambahan aset tetap                          (5.000)          (5.000)         (5.000)        (5.000)        (5.000)       (5.000)
    Arus kas bersih                              (245.270)          88.411         (44.196)        71.055        265.140       866.004
    % kepemilikan                                  80,05%           80,05%          80,05%         80,05%         80,05%        80,05%
    Arus kas bersih                               (196.344)         70.775         (35.380)        56.881        212.250       693.253
    Investasi awal                              (1.655.494)              -               -              -              -             -
    Arus kas bersih proyek                      (1.851.838)         70.775         (35.380)        56.881        212.250       693.253
    Faktor diskonto                                 0,9692          0,8825          0,8036         0,7317         0,6695        0,6126
    Nilai kini arus kas bersih proyek           (1.794.801)         62.459         (28.431)        41.620        142.101       424.687



                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                31/12/30       31/12/31        31/12/32        31/12/33      31/12/34
                             Keterangan
                                               (1 Tahun)      (1 Tahun)       (1 Tahun)       (1 Tahun)     (1 Tahun)

    Penerimaan kas dari pelanggan               2.527.831        2.679.405       2.765.770      2.852.739      2.942.093
    Pembayaran kas kepada pemasok                (747.843)        (771.774)       (797.792)      (822.501)      (848.260)
    Pembayaran beban usaha                       (213.568)        (230.141)       (248.106)      (267.580)      (288.690)
    Pembayaran beban pajak penghasilan           (361.587)        (371.016)       (380.378)      (389.782)      (399.235)
    Penambahan aset tetap                          (5.000)          (5.000)         (5.000)        (5.000)        (5.000)
    Arus kas bersih                             1.199.833        1.301.475       1.334.495      1.367.876      1.400.908
    % kepemilikan                                  80,05%           80,05%          80,05%         80,05%         80,05%
    Arus kas bersih                               960.490        1.041.855       1.068.289      1.095.011      1.121.454
    Investasi awal                                      -                -               -              -              -
    Arus kas bersih proyek                        960.490        1.041.855       1.068.289      1.095.011      1.121.454
    Faktor diskonto                                0,5606           0,5130          0,4694         0,4295         0,3930
    Nilai kini arus kas bersih proyek             538.451         534.472         501.455         470.307        440.731
    Jumlah nilai kini arus kas bersih proyek    1.333.050
    Kriteria kelayakan:
      Net present value                                          1.333.050
      Internal rate of return                                       18,53%
      Payback period                                          5 Tahun 11 Bulan
      Discounted payback period                               7 Tahun 2 Bulan




                                                      25
Page 28
8. Rencana Transaksi merupakan salah satu upaya Perseroan dalam meningkatkan dan
   menerapkan pertumbuhan terutama dengan mengembangkan teknologi yang
   menghadirkan berbagai platform digital yang beragam yang mampu meningkatkan
   konsumsi masyarakat terhadap daya minat untuk menonton. Seiring dengan prospek
   pertumbuhan kinerja sektor industri kreatif tersebut, saat ini Perseroan senantiasa
   mengkaji peluang untuk melakukan ekspansi bisnis di bidang industri kreatif agar dapat
   memanfaatkan momentum minat konsumsi masyarakat yang masih berlangsung tinggi
   dengan menerapkan strategi pertumbuhan usaha secara an-organik melalui akuisisi
   perusahaan sejenis, maupun perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan bagi
   strategi pengembangan usaha Perseroan.

9. Rencana Transaksi menjadi bagian dari rencana Perseroan untuk melakukan
   restrukturisasi kondisi keuangan NETV sebagai langkah bisnis Perseroan dengan
   berbagai skema rencana transaksi untuk memperoleh dan meningkatkan kepemilikan
   Perseroan terhadap NETV. Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan akan
   bertindak selaku pemegang saham pengendali dengan kepemilikan mayoritas sehingga
   hal ini dapat memberikan kemudahan dan efisiensi serta efektivitas bagi Perseroan dalam
   proses pengambilan keputusan bisnis dan operasional bagi NETV pada masa yang akan
   datang.

10. Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, Perseroan optimis akan memperoleh
    kontribusi positif pada kinerja keuangan konsolidasian Perseroan di masa yang akan
    datang sehingga dapat memperkuat posisi Perseroan sebagai salah satu perusahaan
    dalam bisnis sektor industri kreatif di Indonesia. Dengan semakin kuatnya posisi
    Perseroan tersebut, Perseroan mengharapkan dapat meningatkan daya tarik investasi
    dan akses pembiayaan dari para investor dan kreditur kepada Perseroan seiring dengan
    meningkatnya kredibilitas dan kinerja Perseroan serta hal tersebut diharapkan dapat
    meningkatkan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan Perseroan dan memberikan
    kinerja positif secara keseluruhan di masa yang akan datang.

11. Setelah Rencana Transaksi menjadi efektif, Perseroan berharap dapat menerapkan
    strategi pengembangan bisnis Perseroan yang dapat meningkatkan kapitalisasi pasar
    Perseroan dalam skala global dengan memanfaatkan keunggulan yang dimiliki oleh NETV
    serta mendukung pertumbuhan portofolio dan bisnis jangka panjang Perseroan yang pada
    akhirnya dapat meningkatkan kinerja keuangan konsolidasian Perseroan serta
    memberikan nilai tambah bagi seluruh pemegang saham Perseroan.


KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh dari
manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Rencana Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Rencana Transaksi adalah wajar.




                                            26
Page 29
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Rencana Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan
lain. Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Rencana Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan
Rencana Transaksi dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari
Pendapat Kewajaran ini.

Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.



Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            27

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.6 MB
Published28 Aug 2024
Pages29
Characters99,544
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 65 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Newton Capital Ltd. p.2 ×3
linked org PT Sinergi Lintas Media p.2 ×3
linked org PT Indika Inti Holdiko p.2 ×3
linked org PT Teladan Investama p.2 ×3
linked person Priyadarshi Anand p.15
linked person Clifford David Rees p.18
linked person Azuan Syahril p.18
linked — Semangat Bambu p.20
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×3
possible org Jamaludin p.13
possible org Kosasih p.14
possible org Bursa Efek Indonesia p.15 ×3
possible person Lie Halim p.18
possible person Rachmat Nugroho p.18
possible person Deddy Hariyanto p.18
possible person Fendy Nagasaputra p.18
possible person Surya Hadiwinata p.18
unresolved org MD PICTURES Tbk p.2 ×6
unresolved org PT Permata Surya Gitatama p.2
unresolved org Net Visi Media Tbk p.2 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.4
unresolved org PT Mitra Media Aceh p.6
unresolved org PT Mitra Media Bali Semenanjung Batam p.6
unresolved org PT Semenanjung p.6
unresolved org PT Cakrawala p.6
unresolved org PT Mitra Televisi p.6 ×14
unresolved org PT Alam Bali p.6
unresolved org PT Televisi Anak p.6 ×6
unresolved org PT Anugrah Media p.6
unresolved org PT Riau Channel p.6
unresolved org PT Sarana Media p.6
unresolved org PT Televisi Anak Televisi Batam p.6
unresolved org PT Rentalindo p.6
unresolved org PT Bhakti Panca p.6
unresolved org PT Sarana Media Palangkaraya p.6
unresolved org PT Borneo Global p.6
unresolved org PT Industri Televisi p.6 ×2
unresolved org PT Televisi Anak Pangkal Pinang Media p.6
unresolved org PT Sarana Media Manokwari p.6
unresolved org PT Televisi Top p.6
unresolved org PT Sentani Televisi p.6
unresolved org PT Media Televisi p.6 ×2
unresolved org PT Favorit Media p.6
unresolved org PT Tiara Lestari Mimika Damai Abadi p.6
unresolved org PT Kreatif Inti p.6
unresolved org PT Net Mediatama p.6
unresolved org Sukimto & Rekan p.11 ×2
unresolved org JASR p.13 ×6
unresolved org Teramihardja p.14
unresolved org TPC p.14
unresolved org Tjahjo & Rekan p.14
unresolved org KNMTR p.14 ×2
unresolved org KJPP KR p.15 ×5
unresolved person Leolin Jayayanti · Notaris p.15
unresolved person Yulia p.15 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.15 ×4
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.18
unresolved org PT Semangat Bambu Runcing p.20
unresolved — kapitaliasi pasar NETV p.20
unresolved — Rencana Penyertaan p.20
unresolved org Rencana Penyertaan Saham - Newton Captal Ltd. p.20
unresolved org Newton Captal Ltd. p.20 ×2
unresolved org KJPP Kusnanto p.29 ×2
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.29
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.29

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.500 11679 ms 12 Sep 2026 22:59
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi '
                            'adalah sebagai berikut:'}],
 'currency': 'IDR',
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi adalah '
                'sebagai berikut:',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '661.95'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result