Back to announcement
20240821_BOLA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31707313_lamp1.pdf
Asset transaction Needs review BOLASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 62
Page 1
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
PT BALI BINTANG SEJAHTERA, TBK
No. 00028/2.0120-01/BS/10/0364/1/VI/2024
Rencana Transaksi Penjualan 36,45% Saham
PT Rahasia Gadis Nusantara
Oleh
KJPP Herman Meirizki dan Rekan
Certified Business and Property Appraisers
Page 2
RINGKASAN EKSEKUTIF
No. 00028/2.0120-01/BS/10/0364/1/VI/2024 Tangerang Selatan, 28 Juni 2024
Kepada Yth.
Direksi PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk
Jalan Mahendradata No. 75
Pemecutan Kaja, Denpasar Utara,
Denpasar, Bali-80118
Perihal : Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Penjualan 36,45%
Saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang akan dilakukan oleh Anak
Perusahaan PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk yaitu PT Kreasi Karya Bangsa
Sesuai penugasan dari PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk (“BOLA” atau “Perseroan”) kepada KJPP
Herman Meirizki dan Rekan (“HMR”), sebagaimana tertuang dalam Surat Perjanjian Kerja
Nomor 014/SPK/KJPP-HMR/B/VI/2024 tanggal 5 Juni 2024, kami telah melakukan penilaian
secara independen atas pendapat kewajaran Rencana Transaksi:
PT BALI BINTANG SEJAHTERA, TBK
Maka, di bawah ini kami sampaikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi penjualan 36,45%
saham PT Rahasia Gadis Nusantara (“RGN”) yang akan dilakukan oleh anak Perusahaan PT Bali Bintang
Sejahtera, Tbk (“BOLA”) yaitu PT Kreasi Karya Bangsa (“KKB”).
Status Penilai
Penilai yaitu Herman Ruslim merupakan Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.13.00364 sebagai Wakil
Pemimpin Rekan di KJPP Herman Meirizki dan Rekan (“HMR”) dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120
dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal dengan Nomor
STTD.PB-18/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 8 Mei 2023, serta terdaftar sebagai Penilai Industri Keuangan
Non Bank dengan Nomor 041/NB.122/STTD-P/2017 tertanggal 23 Maret 2017 domisili Kota Tangerang
Selatan dengan wilayah kerja di seluruh Indonesia.
HMR menyatakan status Penilai adalah penilai independen. Penilai dalam posisi untuk memberikan
penilaian objektif dan tidak memihak. Penilai tidak mempunyai potensi benturan kepentingan dengan
subjek atau objek pendapat kewajaran. Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian yaitu
pendapat kewajaran. Dalam penugasan pendapat kewajaran ini, HMR tidak menggunakan bantuan
tenaga ahli lainnya.
Dasar pedoman pelaksanaan pendapat kewajaran yang digunakan adalah:
1. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK No. 35/POJK.04/2020”);
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK No. 17/POJK.04/2020”);
3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan
Kepentingan (“POJK No. 42/POJK.04/2020”);
4. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020”).
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | i
Page 3
Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan dalam pendapat kewajaran ini adalah:
Nama : PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk (“BOLA”)
Bidang Usaha : Industri Olahraga
Alamat : Jalan Mahendradata No. 75, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Denpasar, Bali-80118
Telepon : (0361) 8947048
Faksimili :-
Email : corporate.secretary@baliutd.com
Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini Penilai telah bertindak secara independen, tidak
ada benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana
Transaksi. Penilai juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan
atau kerugian pada pihak manapun. Biaya jasa tidak mempengaruhi opini pendapat kewajaran yang
terdapat dalam laporan ini.
Objek Pendapat Kewajaran
Objek pendapat kewajaran adalah memberikan pendapat atas Rencana Transaksi penjualan 36,45%
saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang akan dilakukan oleh anak perusahaan PT Bali Bintang
Sejahtera, Tbk yaitu PT Kreasi Karya Bangsa.
Catatan :
*) Objek pendapat kewajaran tersebut diatas tidak sedang dikerjakan oleh Penilai/KJPP dengan tujuan yang sama dan tanggal pendapat kewajaran
yang berdekatan oleh KJPP lain yang juga ditunjuk oleh Pemberi Tugas.
Objek pendapat kewajaran secara keseluruhan untuk selanjutnya disebut sebagai “Rencana Transaksi”.
Jenis Mata Uang yang digunakan
Jenis mata uang yang digunakan dalam laporan pendapat kewajaran adalah Rupiah.
Tanggal Pendapat Kewajaran
Tanggal pendapat kewajaran yang digunakan adalah 31 Desember 2023. Tanggal tersebut dipilih atas
dasar pertimbangan ketersediaan data dalam rangka analisis Rencana Transaksi dimaksud.
Ruang Lingkup Penugasan
Ruang lingkup penugasan meliputi:
• Identifikasi masalah;
• Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi;
• Analisis data dan informasi yang diperoleh;
• Analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis inkremental, analisis sensitivitas, analisis
atas kewajaran nilai Rencana Transaksi, dan analisis atas faktor lain yang relevan;
• Penyusunan laporan pendapat kewajaran.
Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
penjualan 36,45% saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang akan dilakukan oleh anak perusahaan
PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk yaitu PT Kreasi Karya Bangsa.
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | ii
Page 4
Pendapat kewajaran ini dilaksanakan untuk kepentingan Pasar Modal. Oleh karena itu, pendapat
kewajaran ini telah memenuhi ketentuan-ketentuan POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Benturan Kepentingan, dan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
Batasan Nilai Materialitas atas Rencana Transaksi
Sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha,
transaksi material adalah setiap:
a. Penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha tertentu;
b. Pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau segmen operasi;
c. Perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa;
d. Sewa menyewa aset;
e. Pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya;
f. Menjaminkan aset perusahaan terbuka dan/atau perusahaan terkendali atas pinjaman dari pihak
lain; dan
g. Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee).
Dengan kategori batas nilai transaksi material 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas
perusahaan, yang dilakukan dalam satu kali atau dalam suatu rangkaian transaksi untuk suatu tujuan
atau kegiatan tertentu.
Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi dikategorikan
sebagai transaksi material dalam hal:
a. Nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka;
b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya sama dengan
atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan terbuka nilainya sama dengan
atau lebih dari 20% (dua puluh persen); atau
d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha perusahaan terbuka nilainya
sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen).
Dalam hal perusahaan terbuka mempunyai ekuitas negatif, transaksi dikategorikan sebagai transaksi
material apabila nilai transaksi sama dengan 10% (sepuluh persen) atau lebih dari total aset
perusahaan terbuka.
Berikut merupakan analisis terkait dengan nilai materialitas atas Rencana Transaksi:
a. Nilai transaksi adalah sebesar Rp 3.470.040.000, sedangkan ekuitas BOLA per 31 Desember 2023
adalah sebesar Rp 727.196.514.926. Nilai transaksi lebih kecil dari 20% atau sebesar 0,48% dari
ekuitas BOLA;
b. Total aset RGN dibagi dengan total aset BOLA per 31 Desember 2023 adalah sebesar 1,40%
(Rp 11.362.801.035/ Rp 811.094.367.830) atau lebih kecil dari 20%;
c. Tidak terdapat analisis materialitas terkait laba bersih RGN dibagi dengan laba bersih BOLA karena
per 31 Desember 2023, RGN dan BOLA membukukan rugi tahun berjalan;
d. Pendapatan RGN dibagi dengan pendapatan BOLA per 31 Desember 2023 adalah sebesar 3,66%
(Rp 13.303.265.033/ Rp 363.338.259.016) atau lebih kecil dari 20%.
Hasil analisis terkait dengan nilai materialitas atas Rencana Transaksi tidak terdapat pada poin a-d.
Dengan demikian Rencana Transaksi ini bukan termasuk transaksi material sebagaimana dimaksud
dalam POJK No. 17/POJK.04/2020.
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | iii
Page 5
Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
BOLA adalah sebuah Perseroan yang melakukan kegiatan usaha di bidang industri olahraga. BOLA
melalui anak perusahaannya yaitu KKB, berencana untuk melakukan penjualan 36,45% kepemilikan
saham KKB di RGN. Secara konsolidasi rasio likuiditas BOLA menjadi lebih baik di masa yang akan
datang dikarenakan adanya tambahan dana berupa kas dan setara kas. Selain itu, setelah dilakukan
Rencana Transaksi diharapkan kinerja RGN akan menjadi lebih baik karena pemegang saham
perorangan yang juga merupakan direksi dan komisaris di RGN dapat lebih fokus dalam mengelola
RGN.
Pihak-Pihak yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi
Pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
• PT Kreasi Karya Bangsa (“KKB”)
KKB merupakan perusahaan tertutup yang 90% kepemilikan sahamnya dimiliki oleh BOLA. KKB
berkedudukan di Wisma Bali United, lantai 3, Jalan Panjang No. 29, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk,
Jakarta Barat, 11520. Dalam Rencana Transaksi ini KKB bertindak sebagai Pihak Penjual.
• Putri Paramita Sudali
Putri Paramita Sudali selain menjabat sebagai komisaris di RGN juga merupakan pemegang saham
RGN sebesar 10% dan KKB sebesar 1,13%. Selain itu, Putri Paramita Sudali juga merupakan
direktur utama di KKB dan direktur BOLA. Dalam Rencana Transaksi ini Putri Paramita Sudali
bertindak sebagai Pihak Pembeli.
• Andhikaputri Himawan
Andhikaputri Himawan selain menjabat sebagai direktur utama di RGN juga merupakan pemegang
saham RGN sebesar 10% dan KKB sebesar 0,77%. Dalam Rencana Transaksi ini Andhikaputri
Himawan bertindak sebagai Pihak Pembeli.
• Adellene Odelia Tanuri
Adellene Odelia Tanuri selain menjabat sebagai direktur di RGN juga merupakan pemegang saham
RGN sebesar 7% dan KKB sebesar 1,33%. Adellene Odelia Tanuri memiliki hubungan keluarga
dengan pemegang saham utama BOLA yaitu Pieter Tanuri dimana Adellene Odelia Tanuri
merupakan anak dari Pieter Tanuri. Dalam Rencana Transaksi ini Adellene Odelia Tanuri bertindak
sebagai Pihak Pembeli.
Berikut adalah alur Rencana Transaksi:
Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Sesuai dengan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan, Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | iv
Page 6
dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk
setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali
untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan
komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali.
Selain itu, definisi afiliasi adalah :
a. Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara
horizontal maupun vertikal;
b. Hubungan antara pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris dari pihak tersebut;
c. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan di mana terdapat 1 (satu) atau lebih anggota direksi atau
dewan komisaris yang sama;
d. Hubungan antara perusahaan dan pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan
atau dikenalikan oleh perusahaan tersebut;
e. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung,
oleh pihak yang sama; atau
f. Hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama.
Berdasarkan penjelasan diatas, terdapat indikasi adanya unsur Transaksi Afiliasi sebagaimana
dimaksud dalam POJK Nomor 42/POJK.04/2020 berdasarkan susunan pemegang saham, susunan
pengurus, dan hubungan keluarga yaitu:
Susunan Pemegang Saham
• Pieter Tanuri merupakan pemegang saham utama PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk sebesar 40,98%
saham;
• PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk merupakan perusahaan terbuka yang memiliki 90% saham PT Kreasi
Karya Bangsa;
• PT Kreasi Karya Bangsa merupakan perusahaan tertutup yang memiliki 60% saham PT Rahasia
Gadis Nusantara;
• Putri Paramita Sudali memiliki 10% saham PT Rahasia Gadis Nusantara dan 1,13% saham PT Kreasi
Karya Bangsa;
• Andhikaputri Himawan memiliki 10% saham PT Rahasia Gadis Nusantara dan 0,77% saham
PT Kreasi Karya Bangsa;
• Adellene Odelia Tanuri memiliki 7% saham PT Rahasia Gadis Nusantara dan 1,33% saham
PT Kreasi Karya Bangsa.
Susunan Pengurus
• Putri Paramita Sudali menjabat sebagai komisaris di PT Rahasia Gadis Nusantara, menjabat sebagai
direktur utama di PT Kreasi Karya Bangsa, dan menjabat sebagai direktur di PT Bali Bintang
Sejahtera, Tbk;
• Andhikaputri Himawan menjabat sebagai direktur utama di PT Rahasia Gadis Nusantara;
• Adellene Odelia Tanuri menjabat sebagai direktur di PT Rahasia Gadis Nusantara.
Hubungan Keluarga
Adellene Odelia Tanuri merupakan anak dari Pieter Tanuri selaku pemegang saham utama PT Bali
Bintang Sejahtera, Tbk sebesar 40,98%.
Berdasarkan Surat Pernyataan Komisaris dan Direksi BOLA, Rencana Transaksi merupakan transaksi
afiliasi serta tidak mengandung benturan kepentingan.
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | v
Page 7
Prosedur Pendapat Kewajaran
Dalam menganalisis pendapat kewajaran Rencana Transaksi, Penilai melakukan prosedur analisis
sebagai berikut:
1. Analisis Rencana Transaksi;
2. Analisis kualitatif dan kuantitatif;
3. Analisis kewajaran nilai Rencana Transaksi;
4. Analisis atas faktor lain yang relevan.
Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran (Subsequent Event )
Dari tanggal pendapat kewajaran sampai dengan diterbitkannya laporan pendapat kewajaran, tidak
terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran secara signifikan.
Analisis atas Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi
Berdasarkan prosedur analisis yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Rencana Transaksi:
1. Rencana Transaksi adalah penjualan 36,45% saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang akan
dilakukan oleh anak perusahaan PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk yaitu PT Kreasi Karya Bangsa;
2. Penjualan 36,45% saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang akan dilakukan oleh anak
perusahaan PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk yaitu PT Kreasi Karya Bangsa secara konsolidasi akan
membuat rasio likuiditas BOLA menjadi lebih baik di masa yang akan datang dikarenakan adanya
tambahan dana berupa kas dan setara kas. Selain itu, setelah dilakukan Rencana Transaksi
diharapkan kinerja RGN akan menjadi lebih baik karena pemegang saham perorangan yang juga
merupakan direksi dan komisaris di RGN dapat lebih fokus dalam mengelola RGN;
3. Terdapat hubungan afiliasi antara pihak yang bertransaksi baik berdasarkan susunan pemegang
saham, susunan pengurus, dan hubungan keluarga;
4. Rencana Transaksi bukan merupakan transaksi material;
5. Rencana Transaksi tidak mengandung benturan kepentingan;
6. Berdasarkan analisis kewajaran nilai Rencana Transaksi, hasil penilaian yang dilakukan oleh
Penilai Bisnis KJPP Herman Meirizki dan Rekan, nilai pasar objek Rencana Transaksi adalah
sebesar Rp 3.253.000.000 (Tiga Miliar Dua Ratus Lima Puluh Tiga Juta Rupiah) sedangkan harga
Rencana Transaksi sebesar Rp 3.470.040.000 (Tiga Miliar Empat Ratus Tujuh Puluh Juta Empat
Puluh Ribu Rupiah) yang berarti dalam kisaran batas atas dan batas bawah dari nilai pasar objek
Rencana Transaksi sesuai dengan POJK No. 35/POJK.04/2020 Pasal 48.b;
7. Analisis kuantitatif menunjukkan:
a. Pada proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasi “setelah Rencana Transaksi” tahun
2024-2028 terdapat tambahan dana berupa kas dan setara kas sebesar Rp 3,47 miliar,
tambahan modal disetor atas penjualan saham RGN sebesar Rp 2,91 miliar, dan
peningkatan saldo laba sebesar Rp 499 juta yang merupakan laba atas penjualan saham.
Oleh sebab itu, Rencana Transaksi dinilai memberikan dampak positif terhadap kinerja
keuangan BOLA ke depan;
b. Rasio likuiditas “setelah Rencana Transaksi” lebih baik jika dibandingkan dengan “sebelum
Rencana Transaksi”;
8. Analisis kualitatif menunjukkan jika Rencana Transaksi dilakukan, dapat memberikan keuntungan
bagi BOLA yaitu rasio likuiditas secara konsolidasi menjadi lebih baik di masa yang akan datang
dikarenakan adanya tambahan dana berupa kas dan setara kas. Selain itu, setelah dilakukan
Rencana Transaksi diharapkan kinerja RGN akan menjadi lebih baik karena pemegang saham
perorangan yang juga merupakan direksi dan komisaris di RGN dapat lebih fokus dalam
mengelola RGN.
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | vi
Page 8
a herEL:±mfinrM~:ptr¥¥£IA&£h4:Iran
a
KesimDulan
Berdasarkan analisis yang Penilai lakulcan terhadap pendapat kewajaran Rencane Transaksi yang
-
E} meliputi analisis transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, analisis kewajaran nilai transaksi, dan
arralisis atas falctor lain yang relevan, Penilai berpendapet bah`^ra Rencana Transaksi penjualan 36,45%
saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang akan dilakukan oleh anak perusahaan PT Bali Bintang
E3
Sejahtera, Tbk yaitu PT Kreasi Kar)ra Bangsa adalah Wajar.
9
a
a
lit. HrlemmafL Ruslim. S.E.. M.M„ Ak., CA., CPA„ MAPPI /Cert\. BKP.
9 Wakil Pemirnpm Rekan
Izin penilai : 8-1.13.00364
NO. siTD : siTD.pB-18/p]-1/pM.02ra023
9 No. Register : RMK-2017m325
Tangerang Selatan, 28 Juni 2024
a
Pendapat kewajaran im dit`+jukan untuk kepentingan Direksi BOLA dalam kaitannya dengan Rencana
Transaksi, tidak untuk digunaken oleh plhak lain. Pendapat kewajaran ini merupakan salah satu bahan
B
pertimbangan kepada Pemegang Saham untuk mengetahui kewajaran dari Rencana Transaksi.
Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatun. Penggunaan sebagian dari analisis
B dan informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat ke\^rajaran ini secara keseluruhan dapat
menyebabkan pandangan yang menyesatlcan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini.
Pendapat kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan yang berwenang dan stempel
? dari KJPP Herman Meirizki dan Rekan.
)
i
)r,
)
i
I,
)
)
) Pendapat Ken/ajaran PT Bali Bjntang Sejahtera, Tbk I vii
)
)
Page 9
DAFTAR ISI
RINGKASAN EKSEKUTIF ................................................................................................................. i
DAFTAR ISI ................................................................................................................................viii
DAFTAR TABEL ............................................................................................................................. x
DAFTAR GRAFIK ........................................................................................................................... x
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................................................... x
1. PENDAHULUAN ...................................................................................................................... 1
1.1. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ......................................................... 1
1.2. Status Penilai ............................................................................................................ 1
1.3. Independensi Penilai.................................................................................................. 1
1.4. Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran .................................................................... 1
1.5. Objek Pendapat Kewajaran ........................................................................................ 2
1.6. Jenis Mata Uang yang digunakan................................................................................ 2
1.7. Tanggal Pendapat Kewajaran ..................................................................................... 2
1.8. Tingkat Kedalaman Investigasi ................................................................................... 2
1.9. Asumsi dan Kondisi Pembatas .................................................................................... 2
1.10. Pendekatan dan Prosedur Pekerjaan ........................................................................... 3
1.11. Dokumen dan Sumber Informasi ................................................................................ 3
1.12. Jenis Laporan ............................................................................................................ 4
1.13. Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran ................................................................ 4
1.14. Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran (Subsequent Event) ................. 4
2. ANALISIS TRANSAKSI ............................................................................................................ 5
2.1. Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi ............................................ 5
2.2. Batasan Nilai Materialitas atas Rencana Transaksi ....................................................... 6
2.3. Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi ......................... 7
2.3.1. Para Pihak ................................................................................................................ 7
2.3.2. Objek Rencana Transaksi .......................................................................................... 7
2.3.3. Harga Rencana Transaksi .......................................................................................... 7
2.3.4. Cara Pembayaran ...................................................................................................... 8
2.4. Penilaian Atas Risiko dan Manfaat dari Rencana Transaksi ........................................... 8
2.4.1. Manfaat Rencana Transaksi ....................................................................................... 8
2.4.2. Risiko Rencana Transaksi .......................................................................................... 8
3. ANALISIS KUALITATIF ........................................................................................................... 9
3.1. Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha ............................................................ 9
3.1.1. PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk (“BOLA” atau “Perseroan”) ........................................... 9
3.1.2. PT Kreasi Karya Bangsa ........................................................................................... 10
3.1.3. PT Rahasia Gadis Nusantara..................................................................................... 11
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan .............................................................................. 12
3.2.1. Analisis Industri ....................................................................................................... 12
3.2.2. Analisis Lingkungan ................................................................................................. 12
3.3. Analisis Operasional dan Prospek Perseroan .............................................................. 13
3.3.1. Analisis Operasional ................................................................................................. 13
3.3.2. Prospek Perseroan ................................................................................................... 14
3.4. Analisis SWOT ......................................................................................................... 14
3.5. Pertimbangan dan Alasan dilakukannya Rencana Transaksi ........................................ 15
3.6. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif...................................................... 15
4. ANALISIS KUANTITATIF ....................................................................................................... 16
4.1. Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas, dan Kondisi Keuangan Perseroan........................ 16
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | viii
Page 10
4.1.1. Kinerja Keuangan .................................................................................................... 16
4.1.1.1. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi ........................................................................ 16
4.1.1.2. Laporan Laba Rugi Konsolidasi ................................................................................. 19
4.1.1.3. Laporan Arus Kas Konsolidasi................................................................................... 20
4.1.1.4. Analisis Rasio Keuangan .......................................................................................... 22
4.2. Penilaian Atas Proyeksi Laporan Keuangan ............................................................... 23
4.2.1. Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasi .................................................................... 23
4.2.2. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi ........................................................... 24
4.2.3. Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasi ...................................................................... 27
4.3. Analisis Rasio Keuangan Sebelum dan Setelah Dilakukannya Rencana Transaksi ......... 28
4.4. Analisis Proforma Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ........................ 29
4.5. Analisis Inkremental ................................................................................................ 30
4.5.1. Kontribusi Nilai Tambah ........................................................................................... 30
4.5.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan ....................................................................... 31
4.5.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan .................................................................... 31
4.5.4. Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perseroan ...................................................... 31
4.6. Analisis Sensitivitas .................................................................................................. 31
5. ANALISIS KEWAJARAN NILAI RENCANA TRANSAKSI .............................................................. 32
5.1. Hasil Penilaian Saham Penilai Independen ................................................................. 32
5.2. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi ............................................................... 32
6. ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN ...................................................................... 33
6.1. Analisis atas Faktor Lain yang Relevan ...................................................................... 33
7. KESIMPULAN ....................................................................................................................... 34
7.1. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi ............................................................... 34
7.2. Pendapat Kewajaran ................................................................................................ 34
8. PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI ................................................................................... 36
9. LAMPIRAN ........................................................................................................................... 37
10. REFERENSI.......................................................................................................................... 37
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | ix
Page 11
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Alur Transaksi ................................................................................................................6
Tabel 2. Pemegang Saham BOLA per 31 Desember 2023 ............................................................ 10
Tabel 3. Pemegang Saham KKB per 31 Desember 2023 .............................................................. 11
Tabel 4. Pemegang Saham RGN per 31 Desember 2023 .............................................................. 12
Tabel 5. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi ............................................................................ 16
Tabel 6. Laporan Laba Rugi Konsolidasi ...................................................................................... 20
Tabel 7. Laporan Arus Kas Konsolidasi ....................................................................................... 21
Tabel 8. Analisis Rasio Keuangan ............................................................................................... 22
Tabel 9. Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasi Sebelum Rencana Transaksi .............................. 23
Tabel 10. Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasi Setelah Rencana Transaksi ................................ 23
Tabel 11. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi Sebelum Rencana Transaksi ..................... 25
Tabel 12. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi Setelah Rencana Transaksi ....................... 26
Tabel 13. Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasi Sebelum Rencana Transaksi ................................ 27
Tabel 14. Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasi Setelah Rencana Transaksi .................................. 27
Tabel 15. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi ........................................ 28
Tabel 16. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi.......................................... 29
Tabel 17. Proforma Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ................................ 30
Tabel 18. Analisis Kontribusi Nilai Tambah .................................................................................... 31
Tabel 19. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi ................................................................... 32
DAFTAR GRAFIK
Grafik 1. Pendapatan Historis ....................................................................................................... 19
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Produk dan Jasa Perseroan ......................................................................................... 13
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | x
Page 12
1. PENDAHULUAN
1.1. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan dalam pendapat kewajaran ini adalah:
Nama : PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk (“BOLA”)
Bidang Usaha : Industri Olahraga
Alamat : Jalan Mahendradata No. 75, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Denpasar, Bali-80118
Telepon : (0361) 8947048
Faksimili :-
Email : corporate.secretary@baliutd.com
1.2. Status Penilai
Penilai yaitu Herman Ruslim merupakan Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.13.00364 sebagai Wakil
Pemimpin Rekan di KJPP Herman Meirizki dan Rekan (“HMR”) dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120 dan
telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal dengan Nomor
STTD.PB-18/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 8 Mei 2023, serta terdaftar sebagai Penilai Industri Keuangan
Non Bank dengan Nomor 041/NB.122/STTD-P/2017 tertanggal 23 Maret 2017 domisili Kota Tangerang
Selatan dengan wilayah kerja di seluruh Indonesia.
HMR menyatakan status Penilai adalah penilai independen. Penilai dalam posisi untuk memberikan
penilaian objektif dan tidak memihak. Penilai tidak mempunyai potensi benturan kepentingan dengan
subjek atau objek pendapat kewajaran. Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian yaitu
pendapat kewajaran. Dalam penugasan pendapat kewajaran ini, HMR tidak menggunakan bantuan
tenaga ahli lainnya.
Dasar pedoman pelaksanaan pendapat kewajaran yang digunakan adalah:
1. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK No. 35/POJK.04/2020”);
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK No. 17/POJK.04/2020”);
3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan
Kepentingan (“POJK No. 42/POJK.04/2020”).
4. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020”).
1.3. Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini Penilai telah bertindak secara independen, tidak
ada benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana
Transaksi. Penilai juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan
atau kerugian pada pihak manapun. Biaya jasa tidak mempengaruhi opini pendapat kewajaran yang
terdapat dalam laporan ini.
1.4. Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
penjualan 36,45% saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang akan dilakukan oleh anak perusahaan
PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk yaitu PT Kreasi Karya Bangsa.
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 1
Page 13
Pendapat kewajaran ini dilaksanakan untuk kepentingan Pasar Modal. Oleh karena itu, pendapat
kewajaran ini telah memenuhi ketentuan-ketentuan POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Benturan Kepentingan, dan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
1.5. Objek Pendapat Kewajaran
Objek pendapat kewajaran adalah memberikan pendapat atas Rencana Transaksi penjualan 36,45%
saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang akan dilakukan oleh anak perusahaan PT Bali Bintang
Sejahtera, Tbk yaitu PT Kreasi Karya Bangsa.
Catatan :
*) Objek pendapat kewajaran tersebut diatas tidak sedang dikerjakan oleh Penilai/KJPP dengan tujuan yang sama dan tanggal pendapat kewajaran
yang berdekatan oleh KJPP lain yang juga ditunjuk oleh Pemberi Tugas.
Objek pendapat kewajaran secara keseluruhan untuk selanjutnya disebut sebagai “Rencana Transaksi”.
1.6. Jenis Mata Uang yang digunakan
Jenis mata uang yang digunakan dalam laporan pendapat kewajaran adalah Rupiah.
1.7. Tanggal Pendapat Kewajaran
Tanggal pendapat kewajaran yang digunakan adalah 31 Desember 2023. Tanggal tersebut dipilih atas
dasar pertimbangan ketersediaan data dalam rangka analisis Rencana Transaksi dimaksud.
1.8. Tingkat Kedalaman Investigasi
Penugasan untuk pelaksanaan pekerjaan ini terbatas pada dokumen dan informasi yang diberikan oleh
Pemberi Tugas. Kondisi-kondisi tidak wajar yang tersembunyi atas Perseroan dan objek pendapat
kewajaran yang dapat memberi pengaruh terhadap hasil laporan pendapat kewajaran, tidak menjadi
tanggung jawab KJPP HMR.
Segala bentuk pembatasan akan diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran dan bila terdapat
pembatasan ataupun terdapat informasi material yang tidak diungkapkan yang dapat berdampak
material terhadap kesimpulan laporan pendapat kewajaran, maka KJPP HMR tidak berkewajiban untuk
memperbaharui hasil laporan pendapat kewajaran.
1.9. Asumsi dan Kondisi Pembatas
Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini dibatasi oleh asumsi
dan kondisi pembatas sebagai berikut:
• Laporan pendapat kewajaran yang dihasilkan oleh Penilai Bisnis bersifat non-disclaimer opinion;
• Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses pendapat
kewajaran;
• Data dan informasi yang Penilai Bisnis peroleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
keakuratannya;
• Pendapat kewajaran menggunakan proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh
manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
• Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan pendapat kewajaran dan kewajaran proyeksi
keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi yang telah disesuaikan;
• Menghasilkan laporan pendapat kewajaran yang terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi
yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 2
Page 14
• Penilai Bisnis bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan opini atas laporan pendapat
kewajaran;
• Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum objek pendapat kewajaran dari
pemberi tugas;
• Penilai Bisnis mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan pendapat kewajaran
tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap hasil pendapat
kewajaran;
• Laporan pendapat kewajaran disusun berdasarkan kondisi bisnis, perekonomian, dan peraturan-
peraturan yang secara umum berlaku pada tanggal pendapat kewajaran, sehingga apabila terjadi
perubahan yang signifikan setelah tanggal pendapat kewajaran maka hasil pendapat kewajaran
akan mengalami perubahan;
• Penelaahan terhadap data dilakukan untuk mendapatkan informasi yang memadai dalam proses
pendapat kewajaran;
• Penilai Bisnis tidak melakukan due diligence terhadap aspek perpajakan dan aspek hukum
Perseroan;
• Dalam pendapat kewajaran ini Penilai tidak melakukan penyelidikan atas persoalan-persoalan
hukum sehubungan dengan kepemilikan aset maupun liabilitas PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk dan
Penilai tidak bertanggung jawab atas hal-hal tersebut. Pendapat kewajaran dilakukan dengan
asumsi bahwa Perusahaan berada dalam kondisi bebas dari masalah hukum;
• Laporan pendapat kewajaran disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam
laporan serta ditujukan terbatas kepada pemberi tugas dan pengguna laporan dimaksud;
• Laporan pendapat kewajaran baik seluruhnya maupun sebagian, tidak diperkenankan dipakai
sebagai rujukan dalam dokumen-dokumen atau surat-surat edaran oleh pihak-pihak lain selain
pemberi tugas dan pengguna laporan dimaksud tanpa terlebih dahulu mendapat persetujuan
secara tertulis dari Penilai.
1.10. Pendekatan dan Prosedur Pekerjaan
Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, Penilai melakukan prosedur analisis sebagai berikut:
1. Analisis Rencana Transaksi;
2. Analisis kualitatif dan kuantitatif;
3. Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi;
4. Analisis atas faktor lain yang relevan.
1.11. Dokumen dan Sumber Informasi
1. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2019 oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang
& Rekan Nomor 00752/2.1068/AU.1/10/1642-1/1/VI/2020 tanggal 29 Juni 2020 dengan opini
wajar dalam semua hal yang material dan akuntan publik yang bertanggung jawab adalah
Bambang Subagyo, S.E., CPA nomor akuntan publik 1642;
2. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2020 oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang
& Rekan Nomor 00389/2.1068/AU.1/10/1642-2/1/V/2021 tanggal 27 Mei 2021 dengan opini wajar
dalam semua hal yang material dan akuntan publik yang bertanggung jawab adalah Bambang
Subagyo, S.E., CPA nomor akuntan publik 1642;
3. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2021 oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang
& Rekan Nomor 00340/2.1068/AU.1/10/1642-3/1/IV/2022 tanggal 21 April 2022 dengan opini
wajar dalam semua hal yang material dan akuntan publik yang bertanggung jawab adalah
Bambang Subagyo, S.E., CPA nomor akuntan publik 1642;
4. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2022 oleh Kantor Akuntan Publik Johan, Malonda, Mustika & Rekan
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 3
Page 15
Nomor 00205/2.0826/AU.1/10/0727-1/1/V/2023 tanggal 26 Mei 2023 dengan opini wajar dalam
semua hal yang material dan akuntan publik yang bertanggung jawab adalah H. Fuad Hasan, CPA.,
CA nomor akuntan publik 0727;
5. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023 oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang
& Rekan Nomor 00247/2.1068/AU.1/10/1852-1/1/III/2024 tanggal 31 Maret 2024 dengan opini
wajar dalam semua hal yang material dan akuntan publik yang bertanggung jawab adalah Julio
Jayawardhani, S.E., CPA nomor akuntan publik 1852;
6. Laporan tahunan PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk tahun 2023;
7. Proforma Laporan Posisi Keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi BOLA per 31
Desember 2023, yang disusun oleh manajemen Perseroan;
8. Proyeksi laporan keuangan BOLA tahun 2024-2028 sebelum Rencana Transaksi dan setelah
Rencana Transaksi, yang disusun oleh manajemen Perseroan;
9. Laporan penilaian kepemilikan 36,45% saham PT Rahasia Gadis Nusantara oleh KJPP Herman
Meirizki dan Rekan dengan Laporan Nomor 00020/2.0120-01/BS/10/0364/1/VI/2024 tanggal 25
Juni 2024 dan penilai publik yang bertanggung jawab adalah Herman Ruslim dengan Nomor
STTD.PB-18/PJ-1/PM.02/2023;
10. Draft perjanjian jual beli 36,45% saham PT Rahasia Gadis Nusantara antara PT Kreasi Karya
Bangsa, Putri Paramita Sudali, Andhikaputri Himawan, dan Adellene Odelia Tanuri;
11. Legalitas lainnya yang terkait dengan Rencana Transaksi;
12. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Ibu Lusiana Susanto Anindyarta
selaku internal audit dan General Manager & Accounting dan Ibu Silvia Magdalena Simanjuntak
sebagai Accounting Manager di PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk mengenai alasan, latar belakang,
dan hal-hal lainnya terkait dengan Rencana Transaksi;
13. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan pihak-pihak lain yang relevan dalam rangka
penugasan ini.
1.12. Jenis Laporan
Jenis laporan dalam pendapat kewajaran ini adalah laporan terinci atau komprehensif dan
menggunakan Bahasa Indonesia.
1.13. Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran
Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia
yang dapat mempengaruhi Perseroan secara material. Publikasi ataupun penggunaan laporan pendapat
kewajaran ditujukan hanya untuk maksud dan tujuan pendapat kewajaran yang dinyatakan dalam
laporan ini. Laporan pendapat kewajaran hanya untuk digunakan oleh pemberi tugas dan pengguna
laporan yang dinyatakan dalam laporan. Penilai tidak bertanggung jawab atas tuntutan baik saat ini
ataupun di masa depan terkait dengan penyalahgunaan ataupun penggunaan sebagian atau
keseluruhan informasi dalam laporan pendapat kewajaran ini oleh pihak selain dari pemberi tugas dan
pengguna laporan dan bukan untuk tujuan selain yang telah dinyatakan dalam laporan pendapat
kewajaran ini.
1.14. Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran (Subsequent Event )
Dari tanggal pendapat kewajaran sampai dengan diterbitkannya laporan pendapat kewajaran, tidak
terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran secara signifikan.
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 4
Page 16
2. ANALISIS TRANSAKSI
2.1. Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Sesuai dengan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan, Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi
dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk
setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali
untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan
komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali.
Selain itu, definisi afiliasi adalah :
a. Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal
maupun vertikal;
b. Hubungan antara pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris dari pihak tersebut;
c. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan di mana terdapat 1 (satu) atau lebih anggota direksi atau
dewan komisaris yang sama;
d. Hubungan antara perusahaan dan pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan
atau dikenalikan oleh perusahaan tersebut;
e. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung,
oleh pihak yang sama; atau
f. Hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama.
Berdasarkan penjelasan diatas, terdapat indikasi adanya unsur Transaksi Afiliasi sebagaimana
dimaksud dalam POJK Nomor 42/POJK.04/2020 berdasarkan susunan pemegang saham, susunan
pengurus, dan hubungan keluarga yaitu:
Susunan Pemegang Saham
• Pieter Tanuri merupakan pemegang saham utama PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk sebesar 40,98%;
• PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk merupakan perusahaan terbuka yang memiliki 90% saham PT Kreasi
Karya Bangsa;
• PT Kreasi Karya Bangsa merupakan perusahaan tertutup yang memiliki 60% saham PT Rahasia
Gadis Nusantara;
• Putri Paramita Sudali memiliki 10% saham PT Rahasia Gadis Nusantara dan 1,13% saham PT Kreasi
Karya Bangsa;
• Andhikaputri Himawan memiliki 10% saham PT Rahasia Gadis Nusantara dan 0,77% saham
PT Kreasi Karya Bangsa;
• Adellene Odelia Tanuri memiliki 7% saham PT Rahasia Gadis Nusantara dan 1,33% saham
PT Kreasi Karya Bangsa.
Susunan Pengurus
• Putri Paramita Sudali menjabat sebagai komisaris di PT Rahasia Gadis Nusantara, menjabat sebagai
direktur utama di PT Kreasi Karya Bangsa, dan menjabat sebagai direktur di PT Bali Bintang
Sejahtera, Tbk;
• Andhikaputri Himawan menjabat sebagai direktur utama di PT Rahasia Gadis Nusantara;
• Adellene Odelia Tanuri menjabat sebagai direktur di PT Rahasia Gadis Nusantara.
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 5
Page 17
Hubungan Keluarga
Adellene Odelia Tanuri merupakan anak dari Pieter Tanuri selaku pemegang saham utama PT Bali
Bintang Sejahtera, Tbk sebesar 40,98%.
Berikut adalah alur Rencana Transaksi:
Tabel 1. Alur Transaksi
Sumber: Pemberi Tugas
Berdasarkan Surat Pernyataan Komisaris dan Direksi BOLA, Rencana Transaksi merupakan transaksi
afiliasi serta tidak mengandung benturan kepentingan.
2.2. Batasan Nilai Materialitas atas Rencana Transaksi
Sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha,
transaksi material adalah setiap:
a. Penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha tertentu;
b. Pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau segmen operasi;
c. Perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa;
d. Sewa menyewa aset;
e. Pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya;
f. Menjaminkan aset perusahaan terbuka dan/atau perusahaan terkendali atas pinjaman dari pihak
lain; dan
g. Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee).
Dengan kategori batas nilai transaksi material 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas
perusahaan, yang dilakukan dalam satu kali atau dalam suatu rangkaian transaksi untuk suatu tujuan
atau kegiatan tertentu.
Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi dikategorikan sebagai
transaksi material dalam hal:
a. Nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka;
b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya sama dengan
atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan terbuka nilainya sama dengan
atau lebih dari 20% (dua puluh persen); atau
d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha perusahaan terbuka nilainya
sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen).
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 6
Page 18
Dalam hal perusahaan terbuka mempunyai ekuitas negatif, transaksi dikategorikan sebagai transaksi
material apabila nilai transaksi sama dengan 10% (sepuluh persen) atau lebih dari total aset
perusahaan terbuka.
Berikut merupakan analisis terkait dengan nilai materialitas atas Rencana Transaksi:
a. Nilai transaksi adalah sebesar Rp 3.470.040.000, sedangkan ekuitas BOLA per 31 Desember 2023
adalah sebesar Rp 727.196.514.926. Nilai transaksi lebih kecil dari 20% atau sebesar 0,48% dari
ekuitas BOLA;
b. Total aset RGN dibagi dengan total aset BOLA per 31 Desember 2023 adalah sebesar 1,40%
(Rp 11.362.801.035/ Rp 811.094.367.830) atau lebih kecil dari 20%;
c. Tidak terdapat analisis materialitas terkait laba bersih RGN dibagi dengan laba bersih BOLA karena
per 31 Desember 2023, RGN dan BOLA membukukan rugi tahun berjalan;
d. Pendapatan RGN dibagi dengan pendapatan BOLA per 31 Desember 2023 adalah sebesar 3,66%
(Rp 13.303.265.033/ Rp 363.338.259.016) atau lebih kecil dari 20%.
Hasil analisis terkait dengan nilai materialitas atas Rencana Transaksi tidak terdapat pada poin a-d.
Dengan demikian Rencana Transaksi ini bukan termasuk transaksi material sebagaimana dimaksud
dalam POJK No. 17/POJK.04/2020.
2.3. Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi
Berdasarkan draft perjanjian jual beli 36,45% saham PT Rahasia Gadis Nusantara bersyarat antara
PT Kreasi Karya Bangsa, Putri Paramita Sudali, Andhikaputri Himawan, dan Adellene Odelia Tanuri
terdapat beberapa informasi sebagai berikut:
2.3.1. Para Pihak
Para pihak yang melakukan Rencana Transaksi adalah:
• PT Kreasi Karya Bangsa sebagai pihak penjual 2.916 lembar saham atau ekuivalen dengan 36,45%
saham PT Rahasia Gadis Nusantara;
• PT Rahasia Gadis Nusantara sebagai objek Rencana Transaksi dimana KKB memiliki 60% saham di
RGN;
• Putri Paramita Sudali sebagai pihak pembeli 1.120 lembar saham atau ekuivalen dengan 14% saham
PT Kreasi Karya Bangsa di PT Rahasia Gadis Nusantara;
• Andhikaputri Himawan sebagai pihak pembeli 1.120 lembar saham atau ekuivalen dengan 14%
saham PT Kreasi Karya Bangsa di PT Rahasia Gadis Nusantara;
• Adellene Odelia Tanuri sebagai pihak pembeli 676 lembar saham atau ekuivalen dengan 8,45%
saham PT Kreasi Karya Bangsa di PT Rahasia Gadis Nusantara.
2.3.2. Objek Rencana Transaksi
Objek Rencana Transaksi adalah penjualan 36,45% saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang akan
dilakukan oleh anak perusahaan PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk yaitu PT Kreasi Karya Bangsa kepada
Putri Paramita Sudali, Andhikaputri Himawan, dan Adellene Odelia Tanuri.
2.3.3. Harga Rencana Transaksi
Harga Rencana Transaksi adalah sebesar Rp 3.470.040.000 (Tiga Miliar Empat Ratus Tujuh Puluh Juta
Empat Puluh Ribu Rupiah) dengan rincian sebagai berikut:
• Putri Paramita Sudali sebesar Rp 1.332.800.000 (Satu Miliar Tiga Ratus Tiga Puluh Dua Juta Delapan
Ratus Ribu Rupiah);
• Andhikaputri Himawan sebesar Rp 1.332.800.000 (Satu Miliar Tiga Ratus Tiga Puluh Dua Juta
Delapan Ratus Ribu Rupiah);
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 7
Page 19
• Adellene Odelia Tanuri Rp 804.440.000 (Delapan Ratus Empat Juta Empat Ratus Empat Puluh Ribu
Rupiah).
2.3.4. Cara Pembayaran
Harga Rencana Transaksi akan dibayarkan seluruhnya oleh Pembeli kepada Penjual.
2.4. Penilaian Atas Risiko dan Manfaat dari Rencana Transaksi
2.4.1. Manfaat Rencana Transaksi
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi ini terdapat beberapa manfaat yang akan diterima BOLA yaitu:
1. Rasio likuiditas BOLA secara konsolidasi menjadi lebih baik di masa yang akan datang dikarenakan
adanya tambahan dana berupa kas dan setara kas;
2. Setelah dilakukan Rencana Transaksi diharapkan kinerja RGN akan menjadi lebih baik karena
pemegang saham perorangan yang juga merupakan direksi dan komisaris di RGN dapat lebih fokus
dalam mengelola RGN.
2.4.2. Risiko Rencana Transaksi
Tidak terdapat risiko yang mungkin terjadi apabila Rencana Transaksi dilakukan.
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 8
Page 20
3. ANALISIS KUALITATIF
3.1. Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha
3.1.1. PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk (“BOLA” atau “Perseroan”)
Pendirian dan Informasi Umum
PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk (“BOLA” atau “Perseroan”) didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 3
tanggal 3 Desember 2014 oleh Notaris Yurisa Martanti, S.H., M.H., notaris di Jakarta. Akta ini telah
mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat
keputusannya No. AHU-38135.40.10.2014.Tahun 2014 tanggal 5 Desember 2014. Anggaran dasar
Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 9 tanggal 4 Agustus
2021 oleh Rusnaldy, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan dan pengakuan kembali anggaran
dasar Perseroan. Perubahan anggaran dasar tersebut telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-AH.01.03-0443757 tanggal 2
September 2021.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan usaha utama Perseroan
meliputi manajemen klub sepakbola, perdagangan eceran dan aktivitas konsultasi manajemen dan
bisnis, serta kegiatan usaha penunjang sebagai perusahaan holding. Perseroan berlokasi di Jalan
Mahendradata, No. 75, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Denpasar, Bali, Indonesia.
Susunan Pengurus, Komite Audit, dan Pemegang Saham
Susunan pengurus dan komite audit BOLA per 31 Desember 2023 tidak berubah berdasarkan laporan
keuangan audit konsolidasi PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023 oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang & Rekan Nomor
00247/2.1068/AU.1/10/1852-1/1/III/2024 tanggal 31 Maret 2024 dengan opini wajar dalam semua hal
yang material dan akuntan publik yang bertanggung jawab adalah Julio Jayawardhani, S.E., CPA nomor
akuntan publik 1852 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Jemi Wiyono Prihadi
Komisaris : Edy Soehartono
Komisaris Independen : Andy Flores Noya
Dewan Direksi
Direktur Utama : Yabes Tanuri
Direktur : Putri Paramita Sudali
Direktur : Katharine Wianna
Direktur : Y. Ade Bunian Moniaga
Komite Audit
Ketua : Andy Flores Noya
Anggota : J. Anwar Hasan
Anggota : Achmad Sofyan
Sekretaris Perseroan : Y. Ade Bunian Moniaga
Internal Audit : Lusiana Susanto
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 9
Page 21
Susunan Pemegang Saham
Susunan pemegang saham BOLA per 31 Desember 2023 tidak berubah berdasarkan laporan keuangan
audit konsolidasi PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang & Rekan Nomor
00247/2.1068/AU.1/10/1852-1/1/III/2024 tanggal 31 Maret 2024 dengan opini wajar dalam semua hal
yang material dan akuntan publik yang bertanggung jawab adalah Julio Jayawardhani, S.E., CPA nomor
akuntan publik 1852:
Tabel 2. Pemegang Saham BOLA per 31 Desember 2023
Jumlah Saham Persentase Nilai
Jumlah
Pemegang Saham Ditempatkan dan Kepemilikan Nominal
(Rp)
Disetor Penuh (%) (Rp)
Pieter Tanuri 2.458.680.720 40,98 10 24.586.807.200
PT Asuransi Central Asia 533.000.000 8,88 10 5.330.000.000
Ayu Patricia Rachmat 304.627.000 5,08 10 3.046.270.000
Masyarakat (masing-
masing dibawah 5% dari 2.703.692.280 45,06 10 27.036.922.800
total)
Jumlah 6.000.000.000 100,00 10 60.000.000.000
Sumber: laporan keuangan audit BOLA per 31 Desember 2023
3.1.2. PT Kreasi Karya Bangsa
Pendirian dan Informasi Umum
PT Kreasi Karya Bangsa (“KKB”) didirikan berdasarkan Akta No. 19 tanggal 27 November 2017 oleh
Lanny Widjaja, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah mendapat pengesahan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-
0055340.AH.01.01.Tahun 2017 tanggal 6 Desember 2017. Anggaran dasar KKB telah mengalami
perubahan, terakhir berdasarkan Akta No. 30 tanggal 30 September 2021 oleh Henry Susanto, S.H.,
M.Kn., Notaris di Karawang mengenai peningkatan modal dasar KKB. Perubahan anggaran dasar KKB
telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat No. AHU.0192751.AH.01.11.Tahun 2021 tanggal
4 November 2021.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar KKB, KKB bergerak dalam bidang perdagangan umum dan jasa.
KKB berdomisili di Gedung Bali United Lantai 3, Jalan Panjang No. 20, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk,
Jakarta Barat, Indonesia. KKB merupakan salah satu entitas anak dengan kepemilikan langsung
sebesar 90% dari PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk.
Susunan Pengurus dan Pemegang Saham
Susunan pengurus KKB per 31 Desember 2023 berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasi
PT Kreasi Karya Bangsa untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 oleh Kantor
Akuntan Publik Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang & Rekan Nomor 00581/2.1068/AU.1/05/1852-
1/1/VI/2024 tanggal 14 Juni 2024 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris : Yabes Tanuri
Dewan Direksi
Direktur Utama : Putri Paramita Sudali
Direktur : Katharine Wianna
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 10
Page 22
Susunan Pemegang Saham
Susunan pemegang saham KKB per 31 Desember 2023 berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasi
PT Kreasi Karya Bangsa untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 oleh Kantor
Akuntan Publik Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang & Rekan Nomor 00581/2.1068/AU.1/05/1852-
1/1/VI/2024 tanggal 14 Juni 2024 adalah sebagai berikut:
Tabel 3. Pemegang Saham KKB per 31 Desember 2023
Jumlah Saham Persentase Nilai
Jumlah
Pemegang Saham Ditempatkan dan Kepemilikan Nominal
(Rp)
Disetor Penuh (%) (Rp)
PT Bali Bintang Sejahtera,
1.350.000 90,00 100.000 135.000.000.000
Tbk
Yabes Tanuri 35.000 2,33 100.000 3.500.000.000
PT Modal Ventura YCAB 22.000 1,47 100.000 2.200.000.000
Philmon Samuel Tanuri 20.000 1,33 100.000 2.000.000.000
Adellene Odelia Tanuri 20.000 1,33 100.000 2.000.000.000
Putri Paramita Sudali 17.000 1,13 100.000 1.700.000.000
Andhikaputri Himawan 11.500 0,77 100.000 1.150.000.000
Katharine Wianna 11.000 0,73 100.000 1.100.000.000
Yohanes Ade Bunian 5.000 0,33 100.000 500.000.000
Deasy Nathalia 3.500 0,23 100.000 350.000.000
Akhmad Nur Syamsu 1.500 0,10 100.000 150.000.000
Lusiana Susanto 1.500 0,10 100.000 150.000.000
Silvia Magdalena 100.000
1.000 0,07 100.000.000
Simanjuntak
Ervi 1.000 0,07 100.000 100.000.000
Jumlah 1.500.000 100,00 100.000 150.000.000.000
Sumber: laporan keuangan audit KKB per 31 Desember 2023
3.1.3. PT Rahasia Gadis Nusantara
Pendirian dan Informasi Umum
PT Rahasia Gadis Nusantara (“RGN”) didirikan berdasarkan Akta No. 7 tanggal 12 Oktober 2020 oleh
Henry Susanto, S.H., M.Kn., Notaris di Karawang. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
0052631.AH.01.01.TAHUN.2020 tanggal 12 Oktober 2020.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar RGN, ruang lingkup kegiatan RGN adalah bergerak dalam bidang
perdagangan dan jasa. RGN berdomisili di Gedung Bali United Lantai 3, Jalan Panjang No. 29, Kedoya
Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Indonesia. RGN mulai beroperasi secara komersial sejak tahun
2020. RGN merupakan entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung dari PT Bali Bintang Sejahtera,
Tbk melalui PT Kreasi Karya Bangsa.
Susunan Pengurus dan Pemegang Saham
Susunan Komisaris dan Direksi RGN per 31 Desember 2023 sesuai dengan Akta No. 7 tanggal 12
Oktober 2020 oleh Henry Susanto, S.H., M.Kn., Notaris di Karawang adalah sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 11
Page 23
Dewan Komisaris
Komisaris : Putri Paramita Sudali
Dewan Direksi
Direktur Utama : Andhikaputri Himawan
Direktur : Adellene Odelia Tanuri
Susunan Pemegang Saham
Rincian susunan Pemegang Saham RGN per 31 Desember 2023 sesuai dengan Akta No. 7 tanggal 12
Oktober 2020 oleh Henry Susanto, S.H., M.Kn., Notaris di Karawang adalah sebagai berikut:
Tabel 4. Pemegang Saham RGN per 31 Desember 2023
Jumlah Saham
Persentase Nilai
Ditempatkan dan
Pemegang Saham Kepemilikan Nominal Jumlah (Rp)
Disetor Penuh
(%) (Rp)
(lembar)
PT Kreasi Karya Bangsa 4.800 60,00 1.000.000 4.800.000.000
PT Modal Ventura YCAB 800 10,00 1.000.000 800.000.000
Putri Paramita Sudali 800 10,00 1.000.000 800.000.000
Andhikaputri Himawan 800 10,00 1.000.000 800.000.000
Adellene Odelia Tanuri 560 7,00 1.000.000 560.000.000
Katherine Wianna 240 3,00 1.000.000 240.000.000
Jumlah 8.000 100,00 1.000.000 8.000.000.000
Sumber: Akta No. 7 tanggal 12 Oktober 2020 oleh Henry Susanto, S.H., M.Kn.
3.2. Analisis Industri dan Lingkungan
3.2.1. Analisis Industri
Pada tahun 2023, terdapat peningkatan minat dari generasi muda terhadap event experience yang
diselenggarakan secara offline. Hal ini tercermin dari pertumbuhan event musik, olahraga, dan hiburan
lainnya baik yang diselenggarakan oleh pihak lokal maupun internasional di Indonesia.
Terbukanya peluang Indonesia untuk melaju ke Piala Dunia dapat membangkitkan industri sepak bola
Indonesia yang sempat menurun karena pandemi. Saat ini pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih
mengejar target 6-7% untuk dapat memenuhi prasyarat sebagai negara maju pada tahun 2045,
sehingga kontribusi dari sektor olahraga diharapkan dapat membantu Indonesia untuk mencapai target
tersebut. Berkembangnya industri sepak bola Tanah Air juga dapat menarik minat klub-klub
internasional untuk melakukan tur pramusim di Indonesia. Oleh karena itu, hal tersebut perlu
dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan cara menyiapkan pembinaan usia dini berkualitas, pembangunan
training center, stadion, dan infrastruktur.
3.2.2. Analisis Lingkungan
Perseroan senantiasa melaksanakan tanggung jawab sosial di bidang lingkungan hidup guna
meminimalisir dampak kegiatan bisnis dan operasional terhadap lingkungan sekitar. Tujuan dari
aktivitas terkait aspek lingkungan hidup, antara lain inisiatif penghematan energi dan pengelolaan
limbah. Pada tahun 2023, Perseroan juga mewujudkan komitmen tanggung jawab terhadap bidang
lingkungan hidup antara lain melalui:
1. Tanggung jawab sosial bidang Kesehatan dan keselamatan kerja (K3)
a. Kesetaraan kesempatan kerja
Perseroan membuka kesempatan kerja bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membatasi jenis
kelamin, suku, ras dan agama serta mempersiapkan pengembangan karir yang transparan dan
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 12
Page 24
remunerasi yang memadai sebagai bentuk apresiasi kepada karyawan. Perseroan memastikan
seluruh karyawan memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam program
pengembangan kompetensi, skema remunerasi maupun paket kesejahteraan lainnya.
b. Kesehatan
Perseroan mengikutkan seluruh karyawannya dalam program Badan Penyelenggara Jaminan
Sosial (BPJS) baik BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan. Dalam kurun waktu kerja tertentu,
Perseroan juga melengkapinya dengan asuransi Kesehatan lainnya untuk memberikan
kemudahan dan kenyamanan bagi karyawan. Perseroan juga memberikan asuransi kecelakaan
kerja dan asuransi jiwa untuk seluruh pemain dan officials.
2. Tanggung jawab bidang sosial dan kemasyarakatan
Masyarakat merupakan salah satu pemangku kepentingan utama Perseroan. Dengan demikian,
Perseroan menyadari bahwa tumbuh kembang Perseroan harus seiring dengan perbaikan kualitas
hidup Masyarakat. Dilandasi komitmen tersebut, Perseroan senantiasa menyelenggarakan kegiatan
CSR bidang kemasyarakatan sebagai perwujudan komitmen untuk tumbuh bersama Masyarakat.
Pada tahun 2023, Perseroan menyelenggarakan kegiatan tanggung jawab perusahaan bidang sosial
kemasyarakatan dengan memberikan sumbangan kawan pada saat hari keagamaan Kuningan dan
Hari Raya Idul Adha kepada Masyarakat sekitar kantor dan stadion.
3. Tanggung jawab terhadap produk dan pelanggan
Perseroan bergerak dalam bidang usaha yang secara langsung berkaitan dengan seluruh pelanggan.
Untuk itu, Perseroan mengedepankan kualitas produk dan pelayanan terbaik untuk menjaga
kepercayaan dan loyalitas pelanggan. Perseroan menyediakan saluran komunikasi dengan
pelanggan melalui media sosial, website, aplikasi official, dan komunitas whatsapp group.
3.3. Analisis Operasional dan Prospek Perseroan
3.3.1. Analisis Operasional
Operasional Perseroan berdasarkan segmen usaha adalah sebagai berikut:
1. Manajemen klub sepakbola profesional menjalankan operasi yang meliputi pengelolaan klub
sepakbola, akademi sepakbola usia muda, penjualan jersey, dan merchandise klub;
2. Sports agency menjalankan operasi yang meliputi penyediaan sponsor bagi klub-klub sepakbola di
Indonesia, jasa live video streaming pertandingan sepakbola Indonesia dan pembuatan video iklan
sponsor;
3. Lainnya merupakan operasional dari café, dan tim e-sports Bali United;
4. Distribusi produk Indomie, Pop Mie, Eneos, dan Guinness ke warung atau pedagang langsung.
Gambar 1. Produk dan Jasa Perseroan
Sumber: Annual Report BOLA
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 13
Page 25
3.3.2. Prospek Perseroan
Dengan hasil positif di tahun 2023, Perseroan optimis dapat melanjutkan kinerja yang membanggakan
di tahun mendatang. Untuk memanfaatkan peluang bisnis kedepannya, Perseroan telah
mempersiapkan strategi-strategi efektif yang akan diterapkan di seluruh bagian manajemen Perseroan.
Hal ini bertujuan untuk secara konsisten memperkuat peran manajemen dan struktur organisasi guna
meningkatkan kinerja karyawan di grup Perseroan. Melalui kolaborasi, dedikasi, dan proses
transformasi yang berkelanjutan, Perseroan yakin bahwa prospek bisnis di masa depan akan
menunjukkan peningkatan kinerja yang positif, dengan pertumbuhan pendapatan dan kinerja yang
lebih memuaskan bagi semua pihak yang terlibat.
Melihat tahun 2024, Perseroan memiliki strategi dan kebijakan untuk mempertahankan kinerja
Perseroan. Perseroan melihat bahwa terdapat perkembangan yang menjanjikan dalam industri lokal,
terutama di sektor sepakbola, bisnis entertainment, dan penyelenggaraan event. Fenomena minat
terhadap offline experience yang semakin meningkat juga menjadi hal utama. Dalam menghadapi
dinamika pasar yang terus berkembang, Perseroan menempatkan fokus pada bidang digital,
pengalaman penggemar atau customer experience, dan product innovation yang diharapkan dapat
terus berkembang, sebagai bagian dari strategi pertumbuhan Perseroan di tahun yang akan datang.
3.4. Analisis SWOT
Berikut adalah analisis SWOT Perseroan:
(S) Strength /Kekuatan:
• Perseroan melakukan pengembangan produk dan jasa untuk meningkatkan kualitas layanan;
• Memiliki banyak sponsorship dan media partners;
• Perseroan memiliki Bali United mobile application, yaitu aplikasi yang terintegrasi dengan fasilitas
di stadion seperti e-ticket, pembelian merchandise, makanan, dan dapat mengakses informasi
maupun promosi selama pertandingan berjalan;
• Pengembangan infrastruktur stadion;
• Pengembangan infrastruktur lapangan;
• Memiliki akademi Bali United untuk pembinaan calon pemain sepak bola usia muda;
• Memiliki pelatih yang berlisensi nasional.
(W) W eakness /Kelemahan:
• Risiko cidera pemain;
• Risiko kemampuan untuk menarik dan mempertahankan personel inti.
(O) Opportunity /Peluang:
• Banyaknya destinasi wisata di Kota Bali membuka peluang BOLA untuk melakukan kegiatan
marketing dan melakukan event untuk mendukung dan meningkatkan kunjungan para turis ke lini
usaha;
• Terdapat banyak brand yang membutuhkan tempat studio untuk melakukan produksi konten
seperti live streaming, television commercial, film, live event, dan lainnya;
• Terdapat inisiatif Pemerintah dalam mendorong terwujudnya sport tourism.
(T) Threat /Ancaman:
• Perubahan kebijakan yang berdampak langsung pada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia
(PSSI) dan Liga Indonesia;
• Persaingan usaha bisnis sepakbola di Indonesia yang sangat kompetitif;
• Risiko perizinan;
• Sanksi yang diberikan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 14
Page 26
3.5. Pertimbangan dan Alasan dilakukannya Rencana Transaksi
BOLA adalah Perseroan yang melakukan kegiatan usaha di bidang industri olahraga. BOLA melalui anak
perusahaannya yaitu KKB, berencana untuk melakukan penjualan 36,45% kepemilikan saham KKB di
RGN. Secara konsolidasi rasio likuiditas BOLA menjadi lebih baik di masa yang akan datang dikarenakan
adanya tambahan dana berupa kas dan setara kas. Selain itu, setelah dilakukan Rencana Transaksi
diharapkan kinerja RGN akan menjadi lebih baik karena pemegang saham perorangan yang juga
merupakan direksi dan komisaris di RGN dapat lebih fokus dalam mengelola RGN.
3.6. Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi dapat memberikan keuntungan bagi BOLA yaitu:
1. Rasio likuiditas BOLA secara konsolidasi menjadi lebih baik di masa yang akan datang dikarenakan
adanya tambahan dana berupa kas dan setara kas;
2. Setelah dilakukan Rencana Transaksi diharapkan kinerja RGN akan menjadi lebih baik karena
pemegang saham perorangan yang juga merupakan direksi dan komisaris di RGN dapat lebih fokus
dalam mengelola RGN.
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi tidak terdapat kerugian bagi BOLA.
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 15
Page 27
4. ANALISIS KUANTITATIF
4.1. Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas, dan Kondisi Keuangan Perseroan
4.1.1. Kinerja Keuangan
4.1.1.1. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi
Berikut merupakan historis laporan posisi keuangan konsolidasi PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk per 31
Desember tahun 2019-2023 (dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 5. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi
Audit Audit Audit Audit Audit
31-Des-19 31-Des-20 31-Des-21 31-Des-22 31-Des-23
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 222.579 176.229 193.554 114.395 40.530
Deposito berjangka - - 125 - -
Investasi jangka pendek 114.419 175.391 286.561 265.340 353.685
Piutang usaha 86.715 36.598 72.819 110.021 97.490
Piutang lain-lain 4.422 5.951 8.482 25.953 27.689
Persediaan-neto 3.877 3.104 3.284 4.045 6.876
Pajak dibayar dimuka 2.248 6.566 4.380 2.196 9.048
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 17.792 10.974 14.283 38.408 17.235
Jumlah Aset Lancar 452.051 414.812 583.487 560.359 552.552
Aset Tidak Lancar
Piutang lain-lain - - 1.712 - -
Uang muka dan biaya dibayar dimuka - - 2.036 - -
Investasi jangka panjang - - 38.549 - -
Investasi pada entitas asosiasi-neto 5.202 5.194 - 13.180 15.503
Aset hak guna-bersih - - 14.281 - -
Aset tetap-bersih 43.821 87.277 68.422 85.893 124.798
Aset tak berwujud-bersih 20.580 26.900 29.505 33.941 40.588
Aset pajak tangguhan 1.676 8.814 25.020 16.666 15.134
Aset tidak lancar lain-lain 19.475 7.066 - 63.368 62.520
Jumlah Aset Tidak Lancar 90.754 135.252 179.525 213.049 258.542
JUMLAH ASET 542.805 550.064 763.012 773.408 811.094
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 54.980 35.897 6.791 17.316 32.923
Utang lain-lain 394 593 1.124 2.226 1.744
Beban akrual 5.033 4.453 9.487 10.664 5.725
Utang pajak 6.890 1.998 3.792 7.164 4.564
Liabilitas kontrak - 20.811 27.234 8.101 11.727
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
1.482 3.585 3.312 2.990 10.812
satu tahun
Liabilitas sewa 1.482 3.585 3.312 2.990 10.812
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 68.779 67.338 51.741 48.461 67.495
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja 1.291 1.725 1.894 1.929 2.997
Liabilitas pajak tangguhan 15 72 91 39 177
Utang jangka panjang-setelah dikurangi bagian yang
3.233 10.090 7.200 8.654 13.229
jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Liabilitas sewa 3.233 10.090 7.200 8.654 13.229
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 4.539 11.886 9.184 10.622 16.403
JUMLAH LIABILITAS 73.317 79.224 60.925 59.083 83.898
EKUITAS
Modal saham 60.000 60.000 60.000 60.000 60.000
Tambahan modal disetor 408.047 408.047 408.047 408.047 408.047
Keuntungan belum direalisasi dari perubahan nilai wajar
4.323 2.446 159 83 31
investasi jangka pendek
Saldo laba (defisit) (5.850) (5.384) 189.956 200.205 196.174
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
466.520 465.109 658.162 668.336 664.252
entitas induk
Kepentingan non-pengendali 2.968 5.731 43.924 45.989 62.944
JUMLAH EKUITAS 469.488 470.840 702.087 714.325 727.197
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 542.805 550.064 763.012 773.408 811.094
Sumber: laporan keuangan audit konsolidasi BOLA
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 16
Page 28
Total Aset
Total aset Perseroan per 31 Desember 2019-2023 masing-masing sebesar Rp 542,81 miliar, Rp 550,06
miliar, Rp 763,01 miliar, Rp 773,41 miliar, dan Rp 811,09 miliar.
Total aset Perseroan per 31 Desember 2020 mengalami peningkatan sebesar 1,34% dari total aset per
31 Desember 2019 sebagian besar dikarenakan adanya peningkatan investasi jangka pendek, pajak
dibayar dimuka, aset tetap-bersih, aset tak berwujud-bersih, dan aset pajak tangguhan.
Total aset Perseroan per 31 Desember 2021 mengalami peningkatan sebesar 38,71% dari total aset
per 31 Desember 2020 sebagian besar dikarenakan adanya peningkatan kas dan setara kas, investasi
jangka pendek, piutang usaha, biaya dibayar dimuka dan uang muka, investasi jangka panjang, aset
hak guna-bersih, dan aset pajak tangguhan.
Total aset Perseroan per 31 Desember 2022 mengalami peningkatan sebesar 1,36% dari total aset per
31 Desember 2021 sebagian besar dikarenakan adanya peningkatan piutang usaha, piutang lain-lain,
biaya dibayar dimuka dan uang muka, investasi pada entitas asosiasi-neto, aset tetap-bersih, dan aset
tidak lancar lain-lain.
Total aset Perseroan per 31 Desember 2023 mengalami peningkatan sebesar 4,87% dari total aset per
31 Desember 2022 sebagian besar dikarenakan adanya peningkatan investasi jangka pendek, aset
tetap-bersih, dan aset tak berwujud bersih.
Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas Perseroan per 31 Desember 2019-2023 masing-masing sebesar Rp 222,58 miliar,
Rp 176,23 miliar, Rp 193,55 miliar, Rp 114,39 miliar, dan Rp 40,53 miliar. Rasio kas Perseroan per 31
Desember 2019-2023 masing-masing sebesar 3,24 kali, 2,62 kali, 3,74 kali, 2,36 kali, dan 0,60 kali.
Piutang Usaha
Perseroan mencatat piutang usaha per 31 Desember 2019-2023 masing-masing sebesar Rp 86,71
miliar, Rp 36,60 miliar, Rp 72,82 miliar, Rp 110,02 miliar, dan Rp 97,49 miliar. Hari piutang usaha
Perseroan per 31 Desember 2019-2023 masing-masing sebesar 147 hari, 175 hari, 139 hari, 114 hari,
dan 98 hari.
Persediaan
Perseroan mencatat persediaan per 31 Desember 2019-2023 masing-masing sebesar Rp 3,88 miliar,
Rp 3,10 miliar, Rp 3,28 miliar, Rp 4,05 miliar, dan Rp 6,88 miliar. Sebagian besar persediaan Perseroan
terdiri atas jersey dan merchandise. Hari persediaan Perseroan per 31 Desember 2019-2023 masing-
masing sebesar 7 hari, 7 hari, 6 hari, 5 hari, dan 5 hari.
Aset tetap-neto
Perseroan mencatat aset tetap-neto per 31 Desember 2019-2023 masing-masing sebesar Rp 43,82
miliar, Rp 87,28 miliar, Rp 68,42 miliar, Rp 85,89 miliar, dan Rp 124,80 miliar dengan persentase aset
tetap-neto terhadap total aset per 31 Desember 2019-2023 masing-masing sebesar 8,07%, 15,87%,
8,97%, 11,11%, dan 15,39%.
Total Liabilitas
Total liabilitas Perseroan per 31 Desember 2019-2023 masing-masing sebesar Rp 73,32 miliar, Rp 79,22
miliar, Rp 60,92 miliar, Rp 59,08 miliar, dan Rp 83,90 miliar.
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 17
Page 29
Total liabilitas Perseroan per 31 Desember 2020 mengalami peningkatan sebesar 8,06% dari total
liabilitas per 31 Desember 2019 sebagian besar dikarenakan peningkatan pada liabilitas kontrak, utang
jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun dan utang jangka panjang-setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun.
Total liabilitas Perseroan per 31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar -23,10% dari total
liabilitas per 31 Desember 2020 sebagian besar penurunan pada utang usaha dan utang jangka
panjang-setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun.
Total liabilitas Perseroan per 31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar -3,02% dari total
liabilitas per 31 Desember 2021 sebagian besar dikarenakan penurunan pada liabilitas kontrak.
Total liabilitas Perseroan per 31 Desember 2023 mengalami peningkatan sebesar 42,00% dari total
liabilitas per 31 Desember 2022 sebagian besar dikarenakan peningkatan pada utang usaha, liabilitas
kontrak, utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun dan utang jangka panjang-
setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun.
Utang Usaha
Perseroan mencatat utang usaha per 31 Desember 2019-2023 masing-masing sebesar Rp 54,98 miliar,
Rp 35,90 miliar, Rp 6,79 miliar, Rp 17,32 miliar, dan Rp 32,92 miliar. Hari utang usaha per 31 Desember
2019-2023 masing-masing sebesar 93 hari, 83 hari, 13 hari, 19 hari, dan 27 hari.
Utang Jangka Panjang
Utang jangka panjang Perseroan merupakan utang atas liabilitas sewa yang terdiri atas utang jangka
panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun dan utang jangka panjang-setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun dengan total per 31 Desember 2019-2023 masing-masing
sebesar Rp 4,72 miliar, Rp 13,67 miliar, Rp 10,51 miliar, Rp 11,64 miliar, dan Rp 24,04 miliar.
Total Ekuitas
Perseroan mencatat total ekuitas per 31 Desember 2019-2023 masing-masing sebesar Rp 469,49 miliar,
Rp 470,84 miliar, Rp 702,09 miliar, Rp 714,32 miliar, dan Rp 727,20 miliar dengan modal saham
Perseroan per 31 Desember 2019-2023 masing masing sebesar Rp 60 miliar.
Total ekuitas per 31 Desember 2020 mengalami peningkatan sebesar 0,29% dari total ekuitas per 31
Desember 2019 dikarenakan adanya peningkatan saldo laba dan kepentingan non-pengendali.
Total ekuitas per 31 Desember 2021 mengalami peningkatan sebesar 49,11% dari total ekuitas per 31
Desember 2020 dikarenakan adanya peningkatan saldo laba dan kepentingan non-pengendali.
Total ekuitas per 31 Desember 2022 mengalami peningkatan sebesar 1,74% dari total ekuitas per 31
Desember 2021 dikarenakan adanya peningkatan saldo laba dan kepentingan non-pengendali.
Total ekuitas per 31 Desember 2023 mengalami peningkatan sebesar 1,80% dari total ekuitas per 31
Desember 2022 dikarenakan adanya peningkatan kepentingan non pengendali.
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 18
Page 30
4.1.1.2. Laporan Laba Rugi Konsolidasi
Pendapatan
Perseroan membukukan pendapatan pada tahun 2019-2023 masing-masing sebesar Rp 215,21 miliar,
Rp 76,42 miliar, Rp 191,66 miliar, Rp 353,14 miliar, dan Rp 363,34 miliar. Berdasarkan rumus
Compounded Annual Growth Rate (CAGR), pendapatan Perseroan dari tahun 2019-2023 mengalami
peningkatan sebesar 68,83%. Pendapatan Perseroan sebagian besar diperoleh dari pendapatan agensi.
Berikut merupakan grafik pendapatan Perseroan dari tahun 2019-2023 (dalam jutaan Rupiah, kecuali
dinyatakan lain):
Grafik 1. Pendapatan Historis
Pendapatan Historis
300.000
250.000
200.000
150.000
100.000
50.000
-
FY 2019 FY 2020 FY 2021 FY 2022 FY 2023
Manajemen klub Agensi Lainnya
Sumber: data olahan
Beban Operasi
Perseroan membukukan beban operasi pada tahun 2019-2023 masing-masing sebesar Rp 214,99
miliar, Rp 157,47 miliar, Rp 189,41 miliar, Rp 327,51 miliar, dan Rp 437,91 miliar. Persentase beban
operasi terhadap pendapatan pada tahun 2019-2023 masing-masing sebesar 99,90%, 206,07%,
98,83%, 92,74%, dan 120,52%. Sebagian besar beban operasi merupakan beban remunerasi pemain
dan staf, gaji dan tunjangan, penyusutan, jasa profesional, dan amortisasi.
Laba (Rugi) Operasi
Perseroan membukukan laba operasi pada tahun 2019, 2021, dan 2022 masing-masing sebesar Rp 221
juta, Rp 2,25 miliar, dan Rp 25,62 miliar, sedangkan pada tahun 2020 dan 2023 Perseroan membukukan
rugi operasi masing-masing sebesar -Rp 81,06 miliar dan -Rp 74,57 miliar. Rasio operating profit (loss)
margin pada tahun 2019-2023 masing-masing sebesar 0,10%, -106,07%, 1,17%, 7,26%, dan
-20,52%.
Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Perseroan membukukan laba tahun berjalan pada tahun 2019-2022 masing-masing sebesar Rp 7,38
miliar, Rp 3,34 miliar, Rp 184,94 miliar, dan Rp 17,98 miliar. Pada tahun 2023 Perseroan membukukan
rugi tahun berjalan sebesar -Rp 1,74 miliar. Rasio net profit (loss) margin pada tahun 2019-2023
masing-masing sebesar 3,43%, 4,37%, 96,49%, 5,09%, dan -0,48%.
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 19
Page 31
Berikut merupakan laporan laba rugi konsolidasi PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk tahun 2019-2023
(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 6. Laporan Laba Rugi Konsolidasi
Audit Audit Audit Audit Audit
FY 2019 FY 2020 FY 2021 FY 2022 FY 2023
Pendapatan 215.209 76.419 191.658 353.136 363.338
Manajemen klub 97.878 39.155 61.995 111.633 85.342
Agensi 114.038 34.343 125.384 239.090 274.454
Lainnya 3.293 2.921 4.279 2.413 3.543
Beban operasi (214.988) (157.478) (189.412) (327.511) (437.912)
Laba (rugi) operasi 221 (81.059) 2.246 25.624 (74.574)
Pendapatan keuangan 11.507 17.841 6.434 5.522 4.069
Beban keuangan (821) (1.217) (1.084) (1.094) (1.241)
Keuntungan atas penjualan saham RGN - - - - -
Keuntungan dan kerugian lain-lain (2.145) 62.303 176.944 2.351 73.721
Laba (rugi) sebelum pajak 8.762 (2.132) 184.541 32.403 1.975
Manfaat (beban) pajak penghasilan (1.386) 5.474 399 (14.429) (3.719)
Laba (rugi) tahun berjalan 7.376 3.343 184.939 17.975 (1.744)
Penghasilan (beban) komprehensif lain
Pos yang akan diklasifikasikan ke laba rugi:
Keuntungan (kerugian) atas aset keuangan tersedia untuk dijual 3.783 (1.819) (2.287) (75) (53)
Pos -pos yang tidak akan diklasifikasikan ke laba rugi:
Kerugian aktuarial atas liabilitas imbalan pasca kerja (208) (15) 304 (207) (425)
Pajak terkait setelah perubahan tarif 52 3 (67) 45 94
Total kerugian (penghasilan) komprehensif lain tahun
3.627 (1.830) (2.050) (237) (384)
berjalan-setelah pajak
Total penghasilan komprehensif tahun berjalan 11.002 1.512 182.889 17.738 (2.128)
Laba (rugi) yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 7.076 5.226 183.248 16.402 (3.713)
Kepentingan nonpengendali 300 (1.883) 1.691 1.572 1.970
Total 7.376 3.343 184.939 17.975 (1.744)
Total penghasilan komprehensif yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 10.708 3.399 181.195 16.173 (4.083)
Kepentingan nonpengendali 295 (1.887) 1.695 1.565 1.955
Total 11.002 1.512 182.889 17.738 (2.128)
LABA PER SAHAM 1,23 0,87 30,54 2,73 (0,62)
Sumber: laporan keuangan audit konsolidasi BOLA
4.1.1.3. Laporan Arus Kas Konsolidasi
Aktivitas Operasi
Pada tahun 2019-2023, Perseroan membukukan arus kas negatif dari aktivitas operasi masing-masing
sebesar -Rp 12,83 miliar, -Rp 28,03 miliar, -Rp 22,45 miliar, -Rp 34,36 miliar, dan -Rp 1,98 miliar. Arus
kas negatif dari aktivitas operasi tersebut dikarenakan adanya pembayaran pada pemasok, pembayaran
pada karyawan, beban operasional lainnya, pembayaran pajak penghasilan, dan pembayaran beban
keuangan.
Aktivitas Investasi
Pada tahun 2019 Perseroan membukukan arus kas negatif dari aktivitas investasi sebesar -Rp 108,23
miliar dikarenakan adanya penempatan investasi jangka pendek, perolehan aset tetap, penempatan
investasi pada entitas asosiasi, dan renovasi stadion.
Pada tahun 2020 Perseroan membukukan arus kas negatif dari aktivitas investasi sebesar -Rp 20,87
miliar dikarenakan adanya penempatan investasi jangka pendek, perolehan aset tak berwujud, dan
perolehan aset tetap.
Pada tahun 2021 Perseroan membukukan arus kas positif dari aktivitas investasi sebesar Rp 6,40 miliar
dikarenakan adanya penarikan investasi jangka pendek dan peningkatan (penurunan) piutang lain-lain
pihak berelasi.
Pada tahun 2022 Perseroan membukukan arus kas negatif dari aktivitas investasi sebesar -Rp 34,77
miliar dikarenakan adanya penempatan investasi jangka pendek, peningkatan (penurunan) piutang
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 20
Page 32
lain-lain pihak berelasi, perolehan aset tak berwujud, perolehan aset tetap, dan penempatan investasi
jangka panjang.
Pada tahun 2023 Perseroan membukukan arus kas negatif dari aktivitas investasi sebesar -Rp 83,18
miliar dikarenakan adanya penempatan investasi jangka pendek, perolehan aset tak berwujud,
perolehan aset tetap, dan penempatan investasi pada entitas asosiasi.
Aktivitas Pendanaan
Pada tahun 2019-2021 dan 2023 Perseroan membukukan arus kas positif masing-masing sebesar
Rp 337,39 miliar, Rp 2,55 miliar, Rp 33,37 miliar, dan Rp 11,29 miliar yang sebagian besar dikarenakan
adanya penerimaan piutang pihak berelasi, setoran modal entitas anak, dan penerimaan modal disetor.
Sedangkan pada tahun 2022 Perseroan membukukan arus kas negatif sebesar Rp -10,15 miliar
sebagian besar dikarenakan pembayaran liabilitas sewa dan pembayaran dividen.
Catatan:
Kas dan setara kas awal tahun 2022 berbeda dengan kas dan setara kas akhir tahun 2021 dikarenakan
dalam laporan audit tahun 2022, auditor mereklasifikasi deposito tahun 2021 sebesar Rp 125 juta
kedalam kas dan setara kas.
Berikut merupakan historis laporan arus kas konsolidasi PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk tahun 2019-
2023 (dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 7. Laporan Arus Kas Konsolidasi
Audit Audit Audit Audit Audit
FY 2019 FY 2020 FY 2021 FY 2022 FY 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 153.669 129.715 160.854 301.570 378.043
Pembayaran pada pemasok (101.814) (98.092) (34.492) (212.079) (291.354)
Pembayaran pada karyawan (60.064) (55.965) (55.768) (115.420) (78.652)
Beban operasional lainnya - - (95.957) - -
Kas digunakan untuk aktivitas operasi (8.210) (24.342) (25.364) (25.929) 8.037
Pembayaran pajak penghasilan (3.834) (1.643) (2.431) (7.339) (8.774)
Penerimaan penghasilan bunga - - 6.434 - -
Pembayaran beban keuangan (788) (2.045) (1.084) (1.094) (1.241)
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi (12.831) (28.030) (22.445) (34.362) (1.978)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan bunga 8.630 17.841 - 5.522 3.727
Penempatan investasi jangka pendek (137.900) (431.744) (1.197.573) (274.195) (254.872)
Penarikan investasi jangka pendek 47.521 443.360 1.246.520 299.431 232.745
Penjualan aset tetap - 1.792 - - -
Peningkatan (penurunan) piutang lain-lain pihak berelasi - - 2.748 (3.018) -
Perolehan aset tak berwujud - (11.216) (5.056) (257) (3.638)
Perolehan aset tetap (20.805) (40.907) (14.751) (22.437) (59.243)
Perolehan aset hak guna - - (1.564) - -
Penempatan investasi pada entitas anak - - - - -
Penempatan investasi pada entitas asosiasi (5.192) - - - (3.500)
Penjualan investasi pada entitas asosiasi - - - - 1.600
Penempatan investasi jangka panjang - - (23.800) (39.813) -
Penempatan deposito berjangka - - (125) - -
Renovasi stadion (485) - - - -
(108.232) (20.873) 6.400 (34.767) (83.181)
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan piutang pihak berelasi 855 2.135 - - -
Pembayaran utang lain-lain pihak berelasi - - 164 (79) (1.866)
Pembayaran liabilitas sewa (1.232) (4.232) (3.294) (4.576) (1.839)
Setoran modal entitas anak - 4.650 36.500 500 15.000
Pembayaran dividen - - - (6.000) -
Penerimaan modal disetor 337.766 - - - -
337.389 2.553 33.370 (10.155) 11.295
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan
Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas 216.326 (46.350) 17.325 (79.284) (73.865)
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 6.253 222.579 176.229 193.679 114.395
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 222.579 176.229 193.554 114.395 40.530
Sumber: laporan keuangan audit konsolidasi BOLA
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 21
Page 33
4.1.1.4. Analisis Rasio Keuangan
Berikut merupakan analisis rasio keuangan PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk per 31 Desember tahun
2019-2023:
Tabel 8. Analisis Rasio Keuangan
Audit Audit Audit Audit Audit
31-Des-19 31-Des-20 31-Des-21 31-Des-22 31-Des-23
RASIO LIKUIDITAS
Rasio lancar 6,57x 6,16x 11,28x 11,56x 8,19x
Rasio kas 3,24x 2,62x 3,74x 2,36x 0,60x
Rasio cepat 6,52x 6,11x 11,21x 11,48x 8,08x
RASIO AKTIVITAS
Perputaran piutang usaha 2 2 3 3 4
Perputaran persediaan 55 51 58 81 64
Perputaran utang usaha 4 4 28 19 13
Hari piutang usaha 147 175 139 114 98
Hari persediaan 7 7 6 5 6
Hari utang usaha 93 83 13 19 27
RASIO PROFITABILITAS
Rasio marjin laba (rugi) operasi 0,10% -106,07% 1,17% 7,26% -20,52%
Rasio marjin laba (rugi) bersih 3,43% 4,37% 96,49% 5,09% -0,48%
Rasio laba bersih terhadap aset 1,36% 0,61% 24,24% 2,32% -0,22%
Rasio laba bersih terhadap ekuitas 1,57% 0,71% 26,34% 2,52% -0,24%
RASIO SOLVABILITAS
Rasio utang terhadap aset 0,87% 2,49% 1,38% 1,51% 2,96%
Rasio utang terhadap ekuitas 1,00% 2,90% 1,50% 1,63% 3,31%
Keterangan:
- Hari yang digunakan untuk perhitungan rasio aktivitas adalah 365 hari;
- Beban yang digunakan untuk perhitungan rasio aktivitas adalah beban operasi;
- Utang yang digunakan untuk perhitungan rasio solvabilitas adalah liabilitas sewa jangka pendek dan jangka panjang.
Sumber: laporan keuangan audit konsolidasi BOLA dan data olahan
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas adalah tingkat kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh liabilitas jangka
pendek. Pada tahun 2019-2023 rasio lancar Perseroan masing-masing sebesar 6,57 kali, 6,16 kali,
11,28 kali, 11,56 kali, dan 8,19 kali. Rasio kas Perseroan pada tahun 2019-2023 masing-masing sebesar
3,24 kali, 2,62 kali, 3,74 kali, 2,36 kali, dan 0,60 kali. Rasio cepat Perseroan pada tahun 2019-2023
masing-masing sebesar 6,52 kali, 6,11 kali, 11,21 kali, 11,48 kali, dan 8,08 kali.
Rasio Aktivitas
Hari piutang usaha Perseroan pada tahun 2019-2023 masing-masing sebesar 147 hari, 175 hari, 139
hari, 114 hari, dan 98 hari. Hari persediaan Perseroan pada tahun 2019-2023 masing-masing sebesar
7 hari, 7 hari, 6 hari, 5 hari, dan 6 hari. Hari utang usaha Perseroan pada tahun 2019-2023 masing-
masing sebesar 93 hari, 83 hari, 13 hari, 19 hari, dan 27 hari.
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 22
Page 34
Rasio Profitabilitas
Rasio marjin laba (rugi) operasi tahun 2019-2023 masing-masing sebesar 0,10%, -106,07%, 1,17%,
7,26%, dan -20,52%. Rasio marjin laba (rugi) bersih Perseroan tahun 2019-2023 masing-masing
sebesar 3,43%, 4,37%, 96,49%, 5,09%, dan -0,48%. Rasio laba bersih terhadap aset Perseroan tahun
2019-2023 masing-masing sebesar 1,36%, 0,61%, 24,24%, 2,32%, dan -0,22%. Rasio laba bersih
terhadap ekuitas Perseroan tahun 2019-2023 masing-masing sebesar 1,57%, 0,71%, 26,34%, 2,52%,
dan -0,24%.
Rasio Solvabilitas
Rata-rata rasio utang terhadap aset dan rasio utang terhadap ekuitas Perseroan tahun 2019-2023
masing-masing sebesar 1,84% dan 2,07%.
4.2. Penilaian Atas Proyeksi Laporan Keuangan Konsolidasi
Proyeksi laporan keuangan konsolidasi yang digunakan berasal dari manajemen BOLA dan tidak
terdapat penyesuaian yang dilakukan oleh Penilai Independen. Proyeksi laporan keuangan disusun dari
tahun 2024-2028.
Selama periode proyeksi, diasumsikan tidak terdapat perubahan pada peraturan perpajakan, kondisi
ekonomi dan politik, kebijakan manajemen dan kebijakan akuntansi. Tarif pajak badan yang digunakan
selama masa proyeksi adalah sebesar 22%.
4.2.1. Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasi
Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi konsolidasi BOLA “sebelum Rencana Transaksi” dan “setelah
Rencana Transaksi” tahun 2024-2028 (dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 9. Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasi Sebelum Rencana Transaksi
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
FY 2024 FY 2025 FY 2026 FY 2027 FY 2028
Pendapatan 387.123 412.993 441.163 471.868 486.680
Manajemen klub 95.194 106.221 118.565 132.384 136.539
Agensi 288.275 303.003 318.711 335.475 346.005
Lainnya 3.654 3.769 3.887 4.009 4.135
Beban operasi (376.521) (394.176) (414.148) (436.181) (447.198)
Laba (rugi) operasi 10.602 18.817 27.015 35.686 39.482
Beban keuangan (1.018) (699) (546) (374) (180)
Laba (rugi) sebelum pajak 9.584 18.118 26.469 35.313 39.302
Manfaat (beban) pajak penghasilan (1.640) (3.986) (5.823) (7.769) (8.647)
Laba (rugi) tahun berjalan 7.945 14.132 20.646 27.544 30.656
Sumber: manajemen BOLA
Tabel 10. Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasi Setelah Rencana Transaksi
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
FY 2024 FY 2025 FY 2026 FY 2027 FY 2028
Pendapatan 387.123 412.993 441.163 471.868 486.680
Manajemen klub 95.194 106.221 118.565 132.384 136.539
Agensi 288.275 303.003 318.711 335.475 346.005
Lainnya 3.654 3.769 3.887 4.009 4.135
Beban operasi (376.521) (394.176) (414.148) (436.181) (447.198)
Laba (rugi) operasi 10.602 18.817 27.015 35.686 39.482
Beban keuangan (1.018) (699) (546) (374) (180)
Laba (rugi) sebelum pajak 9.584 18.118 26.469 35.313 39.302
Manfaat (beban) pajak penghasilan (1.640) (3.986) (5.823) (7.769) (8.647)
Laba (rugi) tahun berjalan 7.945 14.132 20.646 27.544 30.656
Sumber: manajemen BOLA
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 23
Page 35
Asumsi Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasi
Berikut merupakan asumsi proyeksi laporan laba rugi konsolidasi “sebelum Rencana Transaksi” dan
“setelah Rencana Transaksi” periode 12 bulan yaitu Januari-Desember tahun 2024-2028:
• Total pendapatan Perseroan “sebelum Rencana Transaksi” dan “setelah Rencana Transaksi” tahun
2024-2028 diasumsikan mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan peningkatan masing-
masing sebesar 6,55%, 6,68%, 6,82%, 6,96%, dan 3,14% dengan rincian sebagai berikut:
a. Peningkatan pendapatan manajemen klub tahun 2024-2028 masing-masing sebesar 11,54%,
11,58%, 11,62%, 11,65%, dan 3,14%;
b. Peningkatan pendapatan agensi tahun 2024-2028 masing-masing sebesar 5,04%, 5,11%,
5,18%, 5,26%, dan 3,14%;
c. Peningkatan pendapatan lainnya tahun 2024-2028 masing-masing sebesar 3,14%.
• Beban operasi Perseroan “sebelum Rencana Transaksi” dan “setelah Rencana Transaksi” periode 12
bulan Januari-Desember tahun 2024-2028 diasumsikan masing-masing sebesar 97,26%, 95,44%,
93,88%, 92,44%, dan 91,89% dari total pendapatan;
• Laba tahun berjalan Perseroan “sebelum Rencana Transaksi” dan “setelah Rencana Transaksi”
periode 12 bulan Januari-Desember tahun 2024-2028 diasumsikan masing-masing sebesar Rp 7,94
miliar, Rp 14,13 miliar, Rp 20,65 miliar, Rp 27,54 miliar, dan Rp 30,66 miliar dengan marjin laba
bersih masing-masing sebesar 2,05%, 3,42%, 4,68%, 5,84%, dan 6,30%;
• Tidak terdapat perbedaan atas proyeksi laba rugi konsolidasi “sebelum Rencana Transaksi” dan
“setelah Rencana Transaksi”;
• Beban keuangan Perseroan “sebelum Rencana Transaksi” dan “setelah Rencana Transaksi” tahun
2024-2028 merupakan beban keuangan yang timbul atas utang existing Perseroan yang
diproyeksikan sesuai dengan schedule yang diperoleh dari manajemen BOLA;
• Beban pajak penghasilan Perseroan menggunakan tarif sebesar 22% sesuai dengan Undang-
Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.
4.2.2. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi
Berikut adalah proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasi BOLA “sebelum Rencana Transaksi” dan
“setelah Rencana Transaksi” per 31 Desember tahun 2024-2028 (dalam jutaan Rupiah, kecuali
dinyatakan lain):
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 24
Page 36
Tabel 11. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi Sebelum Rencana Transaksi
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Des-24 31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 51.632 85.941 120.642 127.699 129.299
Investasi jangka pendek 353.685 353.685 353.685 353.685 353.685
Piutang usaha 103.872 110.813 118.371 126.610 130.584
Piutang lain-lain 27.689 27.689 27.689 27.689 27.689
Persediaan-neto 5.912 6.189 6.502 6.848 7.021
Pajak dibayar dimuka 9.048 9.048 9.048 9.048 9.048
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 12.785 12.785 12.785 12.785 12.785
Jumlah Aset Lancar 564.623 606.151 648.724 664.365 670.112
Aset Tidak Lancar
Investasi pada entitas asosiasi-neto 15.503 15.503 15.503 15.503 15.503
Aset tetap-bersih 99.313 73.579 51.747 65.923 91.461
Aset tak berwujud-bersih 37.568 35.854 34.411 32.968 32.075
Aset pajak tangguhan 15.134 15.134 15.134 15.134 15.134
Aset tidak lancar lain-lain 66.179 65.641 65.481 65.481 65.481
Jumlah Aset Tidak Lancar 233.696 205.710 182.275 195.008 219.653
JUMLAH ASET 798.319 811.861 830.998 859.373 889.765
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 28.307 29.634 31.136 32.792 33.621
Utang lain-lain 1.744 1.744 1.744 1.744 1.744
Beban akrual 5.725 5.725 5.725 5.725 5.725
Utang pajak 4.564 4.564 4.564 4.564 4.564
Liabilitas kontrak 11.727 11.727 11.727 11.727 11.727
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
1.918 1.918 1.918 1.092 1.092
satu tahun
Liabilitas sewa 1.918 1.918 1.918 1.092 1.092
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 53.985 55.312 56.814 57.644 58.473
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja 2.997 2.997 2.997 2.997 2.997
Liabilitas pajak tangguhan 177 177 177 177 177
Utang jangka panjang-setelah dikurangi bagian yang
6.019 4.102 1.092 1.092 -
jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Liabilitas sewa 6.019 4.102 1.092 1.092 -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 9.193 7.276 4.266 4.266 3.174
JUMLAH LIABILITAS 63.178 62.588 61.080 61.910 61.647
EKUITAS
Modal saham 60.000 60.000 60.000 60.000 60.000
Tambahan modal disetor 408.047 408.047 408.047 408.047 408.047
Tambahan modal disetor atas penjualan saham RGN - - - - -
Keuntungan belum direalisasi dari perubahan nilai
31 31 31 31 31
wajar investasi jangka pendek
Saldo laba (defisit) 204.063 218.144 238.738 266.227 296.823
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik 672.141 686.222 706.816 734.305 764.901
Kepentingan non-pengendali 63.000 63.051 63.103 63.158 63.218
JUMLAH EKUITAS 735.141 749.273 769.919 797.463 828.119
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 798.319 811.861 830.998 859.373 889.765
Sumber: manajemen BOLA
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 25
Page 37
Tabel 12. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi Setelah Rencana Transaksi
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Des-24 31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 55.102 89.411 124.112 131.169 132.769
Investasi jangka pendek 353.685 353.685 353.685 353.685 353.685
Piutang usaha 103.872 110.813 118.371 126.610 130.584
Piutang lain-lain 27.689 27.689 27.689 27.689 27.689
Persediaan-neto 5.912 6.189 6.502 6.848 7.021
Pajak dibayar dimuka 9.048 9.048 9.048 9.048 9.048
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 12.785 12.785 12.785 12.785 12.785
Jumlah Aset Lancar 568.093 609.621 652.194 667.835 673.582
Aset Tidak Lancar
Investasi pada entitas asosiasi-neto 15.503 15.503 15.503 15.503 15.503
Aset tetap-bersih 99.313 73.579 51.747 65.923 91.461
Aset tak berwujud-bersih 37.568 35.854 34.411 32.968 32.075
Aset pajak tangguhan 15.134 15.134 15.134 15.134 15.134
Aset tidak lancar lain-lain 66.179 65.641 65.481 65.481 65.481
Jumlah Aset Tidak Lancar 233.696 205.710 182.275 195.008 219.653
JUMLAH ASET 801.789 815.331 834.468 862.843 893.235
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 28.307 29.634 31.136 32.792 33.621
Utang lain-lain 1.744 1.744 1.744 1.744 1.744
Beban akrual 5.725 5.725 5.725 5.725 5.725
Utang pajak 4.564 4.564 4.564 4.564 4.564
Liabilitas kontrak 11.727 11.727 11.727 11.727 11.727
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
1.918 1.918 1.918 1.092 1.092
satu tahun
Liabilitas sewa 1.918 1.918 1.918 1.092 1.092
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 53.985 55.312 56.814 57.644 58.473
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja 2.997 2.997 2.997 2.997 2.997
Liabilitas pajak tangguhan 177 177 177 177 177
Utang jangka panjang-setelah dikurangi bagian yang
6.019 4.102 1.092 1.092 -
jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Liabilitas sewa 6.019 4.102 1.092 1.092 -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 9.193 7.276 4.266 4.266 3.174
JUMLAH LIABILITAS 63.178 62.588 61.080 61.910 61.647
EKUITAS
Modal saham 60.000 60.000 60.000 60.000 60.000
Tambahan modal disetor 408.047 408.047 408.047 408.047 408.047
Tambahan modal disetor atas penjualan saham RGN 2.916 2.916 2.916 2.916 2.916
Keuntungan belum direalisasi dari perubahan nilai wajar
investasi jangka pendek 31 31 31 31 31
Saldo laba (defisit) 204.510 218.545 239.091 266.531 297.073
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik 675.504 689.539 710.085 737.525 768.067
Kepentingan non-pengendali 63.107 63.204 63.304 63.408 63.522
JUMLAH EKUITAS 738.611 752.743 773.389 800.933 831.589
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 801.789 815.331 834.468 862.843 893.235
Sumber: manajemen BOLA
Asumsi Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi
Berikut merupakan asumsi proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasi “sebelum Rencana Transaksi”
dan “setelah Rencana Transaksi” per 31 Desember tahun 2024-2028:
• Pada proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasi “setelah Rencana Transaksi” tahun 2024-2028
terdapat tambahan dana berupa kas dan setara kas sebesar Rp 3,47 miliar dan tambahan modal
disetor atas penjualan saham RGN sebesar Rp 2,91 miliar;
• Pada saldo laba (defisit) “sebelum Rencana Transaksi” dan “setelah Rencana Transaksi” tahun 2024-
2028 terdapat perbedaan dikarenakan adanya keuntungan atas penjualan saham dan perubahan
kepemilikan saham KKB di RGN;
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 26
Page 38
• Hari piutang usaha pada proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasi “sebelum Rencana Transaksi”
dan “setelah Rencana Transaksi” tahun 2024-2028 masing-masing sebesar 98 hari;
• Hari persediaan pada proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasi “sebelum Rencana Transaksi”
dan “setelah Rencana Transaksi” tahun 2024-2028 masing-masing sebesar 6 hari;
• Hari utang usaha pada proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasi “sebelum Rencana Transaksi”
dan “setelah Rencana Transaksi” tahun 2024-2028 masing-masing sebesar 27 hari;
• Terdapat asumsi pembelian aset tetap pada tahun 2024-2028 untuk mendukung operasional
Perseroan masing-masing sebesar Rp 1 miliar, Rp 1 miliar, Rp 5 miliar, Rp 41 miliar, dan Rp 51 miliar
dengan penyusutan yang digunakan adalah menggunakan metode garis lurus;
• Pembayaran utang eksisting diproyeksikan sesuai dengan schedule dari manajemen Perseroan.
4.2.3. Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasi
Berikut adalah proyeksi laporan arus kas konsolidasi BOLA “sebelum Rencana Transaksi” dan “setelah
Rencana Transaksi” per 31 Desember tahun 2024-2028 (dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Tabel 13. Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasi Sebelum Rencana Transaksi
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
FY 2024 FY 2025 FY 2026 FY 2027 FY 2028
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Laba (rugi) tahun berjalan 7.945 14.132 20.646 27.544 30.656
Penyusutan dan amortisasi 45.325 43.986 43.435 43.267 41.950
(Penambahan) pengurangan piutang usaha (6.382) (6.942) (7.558) (8.239) (3.974)
(Penambahan) pengurangan persediaan-neto 964 (277) (314) (346) (173)
Penambahan (pengurangan) utang usaha (4.615) 1.327 1.501 1.656 828
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi 43.236 52.227 57.711 63.883 69.286
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Uang muka remunerasi pemain (15.000) (15.000) (15.000) (15.000) (15.000)
Perolehan aset tak berwujud (30) - - - (595)
Perolehan aset tetap (1.000) (1.000) (5.000) (41.000) (51.000)
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Investasi (16.030) (16.000) (20.000) (56.000) (66.595)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan (pembayaran) liabilitas sewa (16.104) (1.918) (3.010) (826) (1.092)
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan (16.104) (1.918) (3.010) (826) (1.092)
Perubahan Neto Kas dan Setara Kas 11.102 34.309 34.701 7.057 1.599
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 40.530 51.632 85.941 120.642 127.699
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 51.632 85.941 120.642 127.699 129.299
Sumber: manajemen BOLA
Tabel 14. Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasi Setelah Rencana Transaksi
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
FY 2024 FY 2025 FY 2026 FY 2027 FY 2028
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Laba (rugi) tahun berjalan 7.945 14.132 20.646 27.544 30.656
Penyusutan dan amortisasi 45.325 43.986 43.435 43.267 41.950
(Penambahan) pengurangan piutang usaha (6.382) (6.942) (7.558) (8.239) (3.974)
(Penambahan) pengurangan persediaan-neto 964 (277) (314) (346) (173)
Penambahan (pengurangan) utang usaha (4.615) 1.327 1.501 1.656 828
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi 43.236 52.227 57.711 63.883 69.286
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Uang muka remunerasi pemain (15.000) (15.000) (15.000) (15.000) (15.000)
Perolehan aset tak berwujud (30) - - - (595)
Perolehan aset tetap (1.000) (1.000) (5.000) (41.000) (51.000)
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Investasi (16.030) (16.000) (20.000) (56.000) (66.595)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan (pembayaran) liabilitas sewa (16.104) (1.918) (3.010) (826) (1.092)
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan (16.104) (1.918) (3.010) (826) (1.092)
Perubahan Neto Kas dan Setara Kas 11.102 34.309 34.701 7.057 1.599
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 44.000 55.102 89.411 124.112 131.169
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 55.102 89.411 124.112 131.169 132.769
Sumber: manajemen BOLA
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 27
Page 39
Asumsi Proyeksi Arus Kas Konsolidasi
Berikut merupakan analisis proyeksi laporan arus kas konsolidasi “sebelum Rencana Transaksi” dan
“setelah Rencana Transaksi” periode 12 bulan yaitu Januari-Desember tahun 2024-2028:
• Tidak terdapat perbedaan atas kas neto yang diperoleh atau digunakan Perseroan dari aktivitas
operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan;
• Kas dan setara kas awal tahun pada periode 12 bulan yaitu Januari-Desember 2024 “setelah
Rencana Transaksi” didapatkan dari perhitungan tabel 17 proforma dimana terdapat tambahan kas
dan setara kas karena penjualan saham sebesar Rp 3,47 miliar;
• Kas dan setara kas awal tahun pada periode 12 bulan yaitu Januari-Desember 2024 “sebelum
Rencana Transaksi” diperoleh dari laporan keuangan audit BOLA konsolidasi per 31 Desember 2023.
4.3. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Sebelum dan Setelah Dilakukannya Rencana
Transaksi
Di bawah ini merupakan perbandingan analisis proyeksi rasio keuangan dengan membandingkan antara
“sebelum Rencana Transaksi” dan “setelah Rencana Transaksi”:
Tabel 15. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Des-24 31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28
RASIO LIKUIDITAS
Rasio lancar 10,46x 10,96x 11,42x 11,53x 11,46x
Rasio kas 0,96x 1,55x 2,12x 2,22x 2,21x
Rasio cepat 10,35x 10,85x 11,30x 11,41x 11,34x
RASIO AKTIVITAS
Perputaran piutang usaha 4 4 4 4 4
Perputaran persediaan 64 64 64 64 64
Perputaran utang usaha 13 13 13 13 13
Hari piutang usaha 98 98 98 98 98
Hari persediaan 6 6 6 6 6
Hari utang usaha 27 27 27 27 27
RASIO PROFITABILITAS
Rasio marjin laba (rugi) operasi 2,74% 4,56% 6,12% 7,56% 8,11%
Rasio marjin laba (rugi) bersih 2,05% 3,42% 4,68% 5,84% 6,30%
Rasio laba bersih terhadap aset 1,00% 1,74% 2,48% 3,21% 3,45%
Rasio laba bersih terhadap ekuitas 1,08% 1,89% 2,68% 3,45% 3,70%
RASIO SOLVABILITAS
Rasio utang terhadap aset 0,99% 0,74% 0,36% 0,25% 0,12%
Rasio utang terhadap ekuitas 1,08% 0,80% 0,39% 0,27% 0,13%
Keterangan:
- Hari yang digunakan untuk perhitungan rasio aktivitas adalah 365 hari;
- Beban yang digunakan untuk perhitungan rasio aktivitas adalah beban operasi;
- Utang yang digunakan untuk perhitungan rasio solvabilitas adalah liabilitas sewa jangka pendek dan jangka panjang.
Sumber: data olahan
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 28
Page 40
Tabel 16. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Des-24 31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28
RASIO LIKUIDITAS
Rasio lancar 10,52x 11,02x 11,48x 11,59x 11,52x
Rasio kas 1,02x 1,62x 2,18x 2,28x 2,27x
Rasio cepat 10,41x 10,91x 11,37x 11,47x 11,40x
RASIO AKTIVITAS
Perputaran piutang usaha 4 4 4 4 4
Perputaran persediaan 64 64 64 64 64
Perputaran utang usaha 13 13 13 13 13
Hari piutang usaha 98 98 98 98 98
Hari persediaan 6 6 6 6 6
Hari utang usaha 27 27 27 27 27
RASIO PROFITABILITAS
Rasio marjin laba (rugi) operasi 2,74% 4,56% 6,12% 7,56% 8,11%
Rasio marjin laba (rugi) bersih 2,05% 3,42% 4,68% 5,84% 6,30%
Rasio laba bersih terhadap aset 0,99% 1,73% 2,47% 3,19% 3,43%
Rasio laba bersih terhadap ekuitas 1,08% 1,88% 2,67% 3,44% 3,69%
RASIO SOLVABILITAS
Rasio utang terhadap aset 0,99% 0,74% 0,36% 0,25% 0,12%
Rasio utang terhadap ekuitas 1,07% 0,80% 0,39% 0,27% 0,13%
Keterangan:
- Hari yang digunakan untuk perhitungan rasio aktivitas adalah 365 hari;
- Beban yang digunakan untuk perhitungan rasio aktivitas adalah beban operasi;
- Utang yang digunakan untuk perhitungan rasio solvabilitas adalah liabilitas sewa.
Sumber: data olahan
Analisis Proyeksi Rasio Keuangan
Berikut merupakan analisis proyeksi rasio keuangan konsolidasi “sebelum Rencana Transaksi” dan
“setelah Rencana Transaksi” periode 12 bulan yaitu Januari-Desember tahun 2024-2028:
• Utang berbunga yang digunakan untuk perhitungan rasio solvabilitas adalah liabilitas sewa jangka
pendek dan jangka panjang;
• Tercermin dari rasio likuiditas “setelah Rencana Transaksi” menjadi lebih baik jika dibandingkan
dengan “sebelum Rencana Transaksi”.
4.4. Analisis Proforma Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi
Laporan proforma posisi keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi memberikan gambaran
mengenai efek dari Rencana Transaksi tersebut. Laporan posisi keuangan sebelum Rencana Transaksi
diambil berdasarkan laporan keuangan konsolidasi PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata, Sutanto, Fahmi,
Bambang & Rekan Nomor 00247/2.1068/AU.1/10/1852-1/1/III/2024 tanggal 31 Maret 2024 dengan
opini wajar dalam semua hal yang material dan akuntan publik yang bertanggung jawab adalah Julio
Jayawardhani, S.E., CPA nomor akuntan publik 1852 sedangkan laporan posisi keuangan setelah
Rencana Transaksi merupakan perkiraan yang didasarkan atas ikhtisar laporan keuangan proforma
yang dipersiapkan oleh manajemen BOLA. Berikut merupakan proforma laporan posisi keuangan
sebelum dan setelah Rencana Transaksi (dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain):
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 29
Page 41
Tabel 17. Proforma Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi
Audit Adjustm ent Proforma
31-Des-23 Dr. Cr. 31-Des-23
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 40.530 3.470 - 44.000
Aset lancar lainnya 512.022 - - 512.022
Jumlah Aset Lancar 552.552 3.470 - 556.023
Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset Tidak Lancar 258.542 - - 258.542
JUMLAH ASET 811.094 3.470 - 814.564
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 67.495 - - 67.495
Liabilitas Jangka Panjang
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 16.403 - - 16.403
JUMLAH LIABILITAS 83.898 - - 83.898
EKUITAS
Modal saham 60.000 - - 60.000
Tambahan modal disetor 408.047 - - 408.047
Tambahan modal disetor atas penjualan saham RGN - - 2.916 2.916
Keuntungan belum direalisasi dari perubahan nilai wajar
31 - - 31
investasi jangka pendek
Saldo laba (defisit) 196.174 - 499 196.673
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
664.252 - 3.415 667.667
pemilik entitas induk
Kepentingan non-pengendali 62.944 - 55 63.000
JUMLAH EKUITAS 727.197 - 3.470 730.667
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 811.094 - 3.470 814.564
Sumber: data olahan
Berdasarkan tabel proforma diatas, terdapat dampak apabila Rencana Transaksi penjualan 36,45%
saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang akan dilakukan oleh anak perusahaan PT Bali Bintang
Sejahtera, Tbk yaitu PT Kreasi Karya Bangsa. Kas dan setara kas Perseroan akan bertambah sebesar
Rp 3,47 miliar, tambahan modal disetor Perseroan akan bertambah sebesar Rp 2,91 miliar karena
berkurangnya modal saham KKB di RGN sebesar 36,45%, terdapat keuntungan atas penjualan saham
KKB di RGN sebesar Rp 554 juta yang terbagi atas saldo laba (defisit) sebesar Rp 499 juta dan
kepentingan non-pengendali Rp 55 juta.
4.5. Analisis Inkremental
4.5.1. Kontribusi Nilai Tambah
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi akan meningkatkan total aset dan total ekuitas Perseroan
secara konsolidasi di masa yang akan datang dikarenakan adanya tambahan dana berupa kas dan
setara kas atas Rencana Transaksi. Secara umum, kontribusi nilai tambah terhadap analisis inkremental
tercermin sebagai berikut:
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 30
Page 42
Tabel 18. Analisis Kontribusi Nilai Tambah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan
FY2024 FY2025 FY2026 FY2027 FY2028
Kas dan setara kas
Sebelum transaksi 51.632 85.941 120.642 127.699 129.299
Setelah transaksi 55.102 89.411 124.112 131.169 132.769
Selisih sebelum dan setelah transaksi 3.470 3.470 3.470 3.470 3.470
% Selisih sebelum dan setelah transaksi 6,72% 4,04% 2,88% 2,72% 2,68%
Tambahan modal disetor atas penjualan saham RGN
Sebelum transaksi - - - - -
Setelah transaksi 2.916 2.916 2.916 2.916 2.916
Selisih sebelum dan setelah transaksi 2.916 2.916 2.916 2.916 2.916
% Selisih sebelum dan setelah transaksi 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Saldo laba (defisit)
Sebelum transaksi 204.063 218.144 238.738 266.227 296.823
Setelah transaksi 204.510 218.545 239.091 266.531 297.073
Selisih sebelum dan setelah transaksi 448 401 354 304 250
% Selisih sebelum dan setelah transaksi 0,22% 0,18% 0,15% 0,11% 0,08%
Sumber: data olahan
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan hal sebagai berikut:
• Kas dan setara kas Perseroan “setelah Rencana Transaksi” per 31 Desember 2024-2028 meningkat
sebesar Rp 3,47 miliar jika dibandingkan dengan “sebelum Rencana Transaksi”;
• Tambahan modal disetor Perseroan atas penjualan saham RGN “setelah Rencana Transaksi” per 31
Desember 2024-2028 meningkat sebesar Rp 2,91 miliar jika dibandingkan dengan “sebelum Rencana
Transaksi”;
• Saldo laba (defisit) Perseroan “setelah Rencana Transaksi” per 31 Desember 2024-2028 meningkat
jika dibandingkan dengan “sebelum Rencana Transaksi”.
4.5.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Berdasarkan analisis biaya dan pendapatan yang relevan, tidak terdapat perbedaan pendapatan
maupun biaya Perseroan “sebelum Rencana Transaksi” dan “setelah Rencana Transaksi”.
4.5.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi dapat memberikan keuntungan bagi BOLA yaitu rasio
likuiditas BOLA secara konsolidasi menjadi lebih baik di masa yang akan datang dikarenakan adanya
tambahan dana berupa kas dan setara kas. Selain itu, setelah dilakukan Rencana Transaksi diharapkan
kinerja RGN akan menjadi lebih baik karena pemegang saham perorangan yang juga merupakan direksi
dan komisaris di RGN dapat lebih fokus dalam mengelola RGN.
4.5.4. Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perseroan
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen BOLA, proses pengambilan keputusan atas
Rencana Transaksi telah dilakukan melalui prosedur internal BOLA yaitu ditetapkan dan disetujui oleh
manajemen BOLA.
4.6. Analisis Sensitivitas
Tidak terdapat analisis sensitivitas dalam pendapat kewajaran ini.
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 31
Page 43
5. ANALISIS KEWAJARAN NILAI RENCANA TRANSAKSI
5.1. Hasil Penilaian Saham Penilai Independen
Terkait dengan Rencana Transaksi, BOLA telah menugaskan penilai publik dari KJPP Herman Meirizki
dan Rekan klasifikasi bidang bisnis untuk melakukan penilaian 36,45% saham PT Rahasia Gadis
Nusantara yang menjadi objek Rencana Transaksi, yang secara ringkas dapat digambarkan sebagai
berikut:
Nomor Laporan : 00020/2.0120-01/BS/10/0364/1/VI/2024
Tanggal Laporan : 25 Juni 2024
Objek Penilaian : Kepemilikan 36,45% saham PT Rahasia Gadis Nusantara
Tujuan Penilaian : Untuk mendapatkan opini nilai pasar atas kepemilikan 36,45% saham
PT Rahasia Gadis Nusantara untuk tujuan transaksi jual beli.
Dasar Nilai : Nilai pasar
Pendekatan Penilaian : Pendekatan pendapatan dengan metode diskonto arus kas dan pendekatan
pasar dengan metode pembanding perusahaan tercatat di Bursa Efek
Kesimpulan Nilai : Rp 3.253.000.000 (Tiga Miliar Dua Ratus Lima Puluh Tiga Juta Rupiah)
5.2. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
Berdasarkan prosedur analisis yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Rencana Transaksi:
Tabel 19. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
Batas Bawah 7,5%
Nilai Pasar (Rp) Batas Atas 7,5% (Rp)
(Rp)
3.009.025.000 3.253.000.000 3.496.975.000
% nilai transaksi
Nilai Transaksi (Rp) terhadap nilai Kesimpulan
pasar
Wajar karena masih
3.470.040.000 6,67% dalam batas atas dan
batas bawah 7,5%
Sumber: data olahan
Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Penilai Bisnis KJPP Herman Meirizki dan Rekan, nilai
pasar objek Rencana Transaksi adalah sebesar Rp 3.253.000.000 (Tiga Miliar Dua Ratus Lima Puluh
Tiga Juta Rupiah) sedangkan harga Rencana Transaksi sebesar Rp 3.470.040.000 (Tiga Miliar Empat
Ratus Tujuh Puluh Juta Empat Puluh Ribu Rupiah) yang berarti dalam kisaran batas atas dan batas
bawah dari nilai pasar objek Transaksi sesuai dengan POJK No. 35/POJK.04/2020 Pasal 48.b.
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 32
Page 44
6. ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN
6.1. Analisis atas Faktor Lain yang Relevan
Tidak terdapat analisis atas faktor lain yang relevan terkait dengan Rencana Transaksi.
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 33
Page 45
7. KESIMPULAN
7.1. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi
Berdasarkan prosedur analisis yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Transaksi:
1. Rencana Transaksi adalah penjualan 36,45% saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang akan
dilakukan oleh anak perusahaan PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk yaitu PT Kreasi Karya Bangsa;
2. Penjualan 36,45% saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang akan dilakukan oleh anak
perusahaan PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk yaitu PT Kreasi Karya Bangsa akan memberikan
keuntungan bagi BOLA yaitu rasio likuiditas secara konsolidasi menjadi lebih baik di masa yang
akan datang dikarenakan adanya tambahan dana berupa kas dan setara kas. Selain itu, setelah
dilakukan Rencana Transaksi diharapkan kinerja RGN akan menjadi lebih baik karena pemegang
saham perorangan yang juga merupakan direksi dan komisaris di RGN dapat lebih fokus dalam
mengelola RGN;
3. Terdapat hubungan afiliasi secara langsung baik berdasarkan susunan pemegang saham,
susunan pengurus, dan hubungan keluarga;
4. Rencana Transaksi tidak mengandung benturan kepentingan;
5. Rencana Transaksi bukan merupakan transaksi material;
6. Berdasarkan analisis kewajaran nilai Rencana Transaksi, hasil penilaian yang dilakukan oleh
Penilai Bisnis KJPP Herman Meirizki dan Rekan, nilai pasar objek Rencana Transaksi adalah
sebesar Rp 3.253.000.000 (Tiga Miliar Dua Ratus Lima Puluh Tiga Juta Rupiah) sedangkan harga
Rencana Transaksi sebesar Rp 3.470.040.000 (Tiga Miliar Empat Ratus Tujuh Puluh Juta Empat
Puluh Ribu Rupiah) yang berarti dalam kisaran batas atas dan batas bawah dari nilai pasar objek
Transaksi sesuai dengan POJK No. 35/POJK.04/2020 Pasal 48.b;
7. Analisis kuantitatif menunjukkan:
a. Pada proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasi “setelah Rencana Transaksi” tahun
2024-2028 terdapat tambahan dana berupa kas dan setara kas sebesar Rp 3,47 miliar,
tambahan modal disetor atas penjualan saham RGN sebesar Rp 2,91 miliar, dan
peningkatan saldo laba sebesar Rp 499 juta yang merupakan laba atas penjualan saham.
Oleh sebab itu, Rencana Transaksi dinilai memberikan dampak positif terhadap kinerja
keuangan BOLA ke depan;
b. Rasio likuiditas “setelah Rencana Transaksi” lebih baik jika dibandingkan dengan “sebelum
Rencana Transaksi”;
8. Analisis kualitatif menunjukkan jika Rencana Transaksi dilakukan, dapat memberikan keuntungan
bagi BOLA yaitu rasio likuiditas secara konsolidasi menjadi lebih baik di masa yang akan datang
dikarenakan adanya tambahan dana berupa kas dan setara kas. Selain itu, setelah dilakukan
Rencana Transaksi diharapkan kinerja RGN akan menjadi lebih baik karena pemegang saham
perorangan yang juga merupakan direksi dan komisaris di RGN dapat lebih fokus dalam
mengelola RGN.
7.2. Pendapat Kewajaran
Berdasarkan analisis yang Penilai lakukan terhadap pendapat kewajaran Rencana Transaksi yang
meliputi analisis rencana transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, analisis kewajaran nilai
rencana transaksi, dan analisis atas faktor lain yang relevan, Penilai berpendapat bahwa Rencana
Transaksi penjualan 36,45% saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang akan dilakukan oleh anak
perusahaan PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk yaitu PT Kreasi Karya Bangsa adalah Wajar.
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 34
Page 46
Kesimpulan Pendapat Kewajaran di atas berlaku apabila tidak terdapat perubahan yang berdampak
material terhadap rencana transaksi, seperti perubahan kondisi perekonomian secara umum,
peraturan-peraturan pemerintah, serta kondisi internal Perseroan maupun faktor-faktor lainnya.
Perubahan-perubahan sebagai akibat dari faktor-faktor tersebut setelah tanggal dikeluarkannya
Laporan Pendapat Kewajaran ini mungkin dapat memberikan hasil yang berbeda terhadap kesimpulan
pendapat kewajaran.
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 35
Page 47
hmiff:RsmfffLeF¥FiRI&LkL:Fan
8. PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI
Dalam batas kemampuan kami dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menyatakan bahwa:
1. Dalam melakiikan penugasan ini, Penilai Bisnis tidak memiliki benturan kepentingan dan bersifat
independen;
2. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan opini atas laporan pendapat
kewajaran;
3. Penugasan profesional telah dilakukan terhadap objek pendapat kewajaran pada tanggal pendapat
kewajaran;
4. Analisis rencana transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis kewajaran nilai Rencana
Transaksi, dan analisis faktor lain yang relevan telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana
diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran;
5. Penugasan penilaian profesional telah dilaksanaken sesuai dengan POJK Nomor 35/POJK.04/2020,
POJK Nomor 17/POJK.04/2020, POJK Nomor 42/POJK.04/2020, dan SEOJK Nomor
17/SEOJK.04/2020;
6. Opini yang dihasilkan da[am penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai kesimpulan
pendapat kewajaran;
7. Llngkup peker]aan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
8. Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas;
9. Data ekonomi dan industri dalam laporan pendapat kewajaran diperoleh dart berbagai sumber yang
diyakini Penilai Bisnis dapat dipertanggungjawabkan.
:,51ar-I,I,r=1, FTiTi I:I Ira . . I .ri I -
Penilai Berizin
Nama : Dr. Herman Ruslim, S.E., M.M., Ak., CA., CPA.,
MAPPI (Cert)., BKP.
Izin Penilai : 8-1.13.00364
Kualifikasi : Penilai Bisnis
No. MAPPI : 11-S-02882
No. Register : RMK-2017.00325
No. SITD : SITD.PB-18/PJ-1/PM.02/2023
Reviewer
Nama
No. MAPPI
No. Register
Penilai
: Elvita Salju, S,E., M.M.
: 16-T-07093
: RMK-2017.01125 fi,
Nama
NO. MAPPI
No. Register
: Poppy Mulyanj, S.E
: 17-P-07638
: RMK-2020.03142
uar"
Penilai
Nama : Amelia Dwj Rahma, S.E
No. MAPPI : 19-P-09477 AW
No. Register : RMK-2020.03621
Objek Pendapat Kewajaran Rencana Transakei penjualan 36,45% saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang
akan dilakukan oleh anak perusahaan PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk yaitu FT
Kreasi Karya Bangsa
Tanggal pendapat Kewajaran : 31 Desember 2023
Nomor Laporan pendapat KewajaTan : 00028/2.0120-01/BS/10/0364/1/VI/2024
Tanggal Laporan pendapat Kewajaran : 28 Jiini 2024
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk I 36
Page 48
9. LAMPIRAN
1. Laporan Posisi Keuangan Historis;
2. Laporan Laba Rugi Historis;
3. Laporan Arus Kas Historis;
4. Analisis Rasio Keuangan Historis;
5. Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasi Sebelum Rencana Transaksi;
6. Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasi Setelah Rencana Transaksi;
7. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi Sebelum Rencana Transaksi;
8. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi Setelah Rencana Transaksi;
9. Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasi Sebelum Rencana Transaksi;
10. Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasi Setelah Rencana Transaksi;
11. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi;
12. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi;
13. Proforma Laporan Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi;
14. Analisis Inkremental;
15. Laporan Penilaian Kepemilikan 36,45% Saham PT Rahasia Gadis Nusantara oleh KJPP Herman
Meirizki dan Rekan per 31 Desember 2023.
10. REFERENSI
1. www.bi.go.id;
2. www.idx.co.id;
3. www.bps.go.id;
4. www.baliutd.com;
5. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
6. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Benturan Kepentingan;
7. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha;
8. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
9. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan;
10. Laporan Penilaian Kepemilikan 36,45% Saham PT Rahasia Gadis Nusantara oleh KJPP Herman
Meirizki dan Rekan per 31 Desember 2023 dengan Laporan No. 00020/2.0120-
01/BS/10/0364/1/VI/2024 tanggal 25 Juni 2024.
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 37
Page 49
Lampiran 1
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi Historis
Audit Audit Audit Audit Audit
31-Des-19 31-Des-20 31-Des-21 31-Des-22 31-Des-23
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 222.579 176.229 193.554 114.395 40.530
Deposito berjangka - - 125 - -
Investasi jangka pendek 114.419 175.391 286.561 265.340 353.685
Piutang usaha 86.715 36.598 72.819 110.021 97.490
Piutang lain-lain 4.422 5.951 8.482 25.953 27.689
Persediaan-neto 3.877 3.104 3.284 4.045 6.876
Pajak dibayar dimuka 2.248 6.566 4.380 2.196 9.048
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 17.792 10.974 14.283 38.408 17.235
Jumlah Aset Lancar 452.051 414.812 583.487 560.359 552.552
Aset Tidak Lancar
Piutang lain-lain - - 1.712 - -
Uang muka dan biaya dibayar dimuka - - 2.036 - -
Investasi jangka panjang - - 38.549 - -
Investasi pada entitas asosiasi-neto 5.202 5.194 - 13.180 15.503
Aset hak guna-bersih - - 14.281 - -
Aset tetap-bersih 43.821 87.277 68.422 85.893 124.798
Aset tak berwujud-bersih 20.580 26.900 29.505 33.941 40.588
Aset pajak tangguhan 1.676 8.814 25.020 16.666 15.134
Aset tidak lancar lain-lain 19.475 7.066 - 63.368 62.520
Jumlah Aset Tidak Lancar 90.754 135.252 179.525 213.049 258.542
JUMLAH ASET 542.805 550.064 763.012 773.408 811.094
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 54.980 35.897 6.791 17.316 32.923
Utang lain-lain 394 593 1.124 2.226 1.744
Beban akrual 5.033 4.453 9.487 10.664 5.725
Utang pajak 6.890 1.998 3.792 7.164 4.564
Liabilitas kontrak - 20.811 27.234 8.101 11.727
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
1.482 3.585 3.312 2.990 10.812
satu tahun
Liabilitas sewa 1.482 3.585 3.312 2.990 10.812
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 68.779 67.338 51.741 48.461 67.495
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja 1.291 1.725 1.894 1.929 2.997
Liabilitas pajak tangguhan 15 72 91 39 177
Utang jangka panjang-setelah dikurangi bagian yang
3.233 10.090 7.200 8.654 13.229
jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Liabilitas sewa 3.233 10.090 7.200 8.654 13.229
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 4.539 11.886 9.184 10.622 16.403
JUMLAH LIABILITAS 73.317 79.224 60.925 59.083 83.898
EKUITAS
Modal saham 60.000 60.000 60.000 60.000 60.000
Tambahan modal disetor 408.047 408.047 408.047 408.047 408.047
Keuntungan belum direalisasi dari perubahan nilai wajar
4.323 2.446 159 83 31
investasi jangka pendek
Saldo laba (defisit) (5.850) (5.384) 189.956 200.205 196.174
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
466.520 465.109 658.162 668.336 664.252
entitas induk
Kepentingan non-pengendali 2.968 5.731 43.924 45.989 62.944
JUMLAH EKUITAS 469.488 470.840 702.087 714.325 727.197
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 542.805 550.064 763.012 773.408 811.094
Dalam jutaan Rupiah
Page 50
Lampiran 2
Laporan Laba Rugi Konsolidasi Historis
Audit Audit Audit Audit Audit
FY 2019 FY 2020 FY 2021 FY 2022 FY 2023
Pendapatan 215.209 76.419 191.658 353.136 363.338
Manajemen klub 97.878 39.155 61.995 111.633 85.342
Agensi 114.038 34.343 125.384 239.090 274.454
Lainnya 3.293 2.921 4.279 2.413 3.543
Beban operasi (214.988) (157.478) (189.412) (327.511) (437.912)
Laba (rugi) operasi 221 (81.059) 2.246 25.624 (74.574)
Pendapatan keuangan 11.507 17.841 6.434 5.522 4.069
Beban keuangan (821) (1.217) (1.084) (1.094) (1.241)
Keuntungan atas penjualan saham RGN - - - - -
Keuntungan dan kerugian lain-lain (2.145) 62.303 176.944 2.351 73.721
Laba (rugi) sebelum pajak 8.762 (2.132) 184.541 32.403 1.975
Manfaat (beban) pajak penghasilan (1.386) 5.474 399 (14.429) (3.719)
Laba (rugi) tahun berjalan 7.376 3.343 184.939 17.975 (1.744)
Penghasilan (beban) komprehensif lain
Pos yang akan diklasifikasikan ke laba rugi:
Keuntungan (kerugian) atas aset keuangan tersedia untuk dijual 3.783 (1.819) (2.287) (75) (53)
Pos -pos yang tidak akan diklasifikasikan ke laba rugi:
Kerugian aktuarial atas liabilitas imbalan pasca kerja (208) (15) 304 (207) (425)
Pajak terkait setelah perubahan tarif 52 3 (67) 45 94
Total kerugian (penghasilan) komprehensif lain tahun
3.627 (1.830) (2.050) (237) (384)
berjalan-setelah pajak
Total penghasilan komprehensif tahun berjalan 11.002 1.512 182.889 17.738 (2.128)
Laba (rugi) yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 7.076 5.226 183.248 16.402 (3.713)
Kepentingan nonpengendali 300 (1.883) 1.691 1.572 1.970
Total 7.376 3.343 184.939 17.975 (1.744)
Total penghasilan komprehensif yang dapat diatribusikan
kepada:
Pemilik entitas induk 10.708 3.399 181.195 16.173 (4.083)
Kepentingan nonpengendali 295 (1.887) 1.695 1.565 1.955
Total 11.002 1.512 182.889 17.738 (2.128)
LABA PER SAHAM 1,23 0,87 30,54 2,73 (0,62)
Dalam jutaan Rupiah
Page 51
Lampiran 3
Laporan Arus Kas Konsolidasi Historis
Audit Audit Audit Audit Audit
FY 2019 FY 2020 FY 2021 FY 2022 FY 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 153.669 129.715 160.854 301.570 378.043
Pembayaran pada pemasok (101.814) (98.092) (34.492) (212.079) (291.354)
Pembayaran pada karyawan (60.064) (55.965) (55.768) (115.420) (78.652)
Beban operasional lainnya - - (95.957) - -
Kas digunakan untuk aktivitas operasi (8.210) (24.342) (25.364) (25.929) 8.037
Pembayaran pajak penghasilan (3.834) (1.643) (2.431) (7.339) (8.774)
Penerimaan penghasilan bunga - - 6.434 - -
Pembayaran beban keuangan (788) (2.045) (1.084) (1.094) (1.241)
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas (12.831) (28.030) (22.445) (34.362) (1.978)
Operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan bunga 8.630 17.841 - 5.522 3.727
Penempatan investasi jangka pendek (137.900) (431.744) (1.197.573) (274.195) (254.872)
Penarikan investasi jangka pendek 47.521 443.360 1.246.520 299.431 232.745
Penjualan aset tetap - 1.792 - - -
Peningkatan (penurunan) pitang lain-lain pihak berelasi - - 2.748 (3.018) -
Perolehan aset tak berwujud - (11.216) (5.056) (257) (3.638)
Perolehan aset tetap (20.805) (40.907) (14.751) (22.437) (59.243)
Perolehan aset hak guna - - (1.564) - -
Penempatan investasi pada entitas anak - - - - -
Penempatan investasi pada entitas asosiasi (5.192) - - - (3.500)
Penjualan investasi pada entitas asosiasi - - - - 1.600
Penempatan investasi jangka panjang - - (23.800) (39.813) -
Penempatan deposito berjangka - - (125) - -
Renovasi stadion (485) - - - -
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas
(108.232) (20.873) 6.400 (34.767) (83.181)
Investasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan piutang pihak berelasi 855 2.135 - - -
Pembayaran utang lain-lain pihak berelasi - - 164 (79) (1.866)
Pembayaran liabilitas sewa (1.232) (4.232) (3.294) (4.576) (1.839)
Setoran modal entitas anak - 4.650 36.500 500 15.000
Pembayaran dividen - - - (6.000) -
Penerimaan modal disetor 337.766 - - - -
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas
337.389 2.553 33.370 (10.155) 11.295
Pendanaan
Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas 216.326 (46.350) 17.325 (79.284) (73.865)
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 6.253 222.579 176.229 193.679 114.395
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 222.579 176.229 193.554 114.395 40.530
Dalam jutaan Rupiah
Page 52
Lampiran 4
Analisis Rasio Keuangan Konsolidasi Historis
Audit Audit Audit Audit Audit
31-Des-19 31-Des-20 31-Des-21 31-Des-22 31-Des-23
RASIO LIKUIDITAS
Rasio lancar 6,57x 6,16x 11,28x 11,56x 8,19x
Rasio kas 3,24x 2,62x 3,74x 2,36x 0,60x
Rasio cepat 6,52x 6,11x 11,21x 11,48x 8,08x
RASIO AKTIVITAS
Perputaran piutang usaha 2 2 3 3 4
Perputaran persediaan 55 51 58 81 64
Perputaran utang usaha 4 4 28 19 13
Hari piutang usaha 147 175 139 114 98
Hari persediaan 7 7 6 5 6
Hari utang usaha 93 83 13 19 27
RASIO PROFITABILITAS
Rasio marjin laba (rugi) operasi 0,10% -106,07% 1,17% 7,26% -20,52%
Rasio marjin laba (rugi) bersih 3,43% 4,37% 96,49% 5,09% -0,48%
Rasio laba bersih terhadap aset 1,36% 0,61% 24,24% 2,32% -0,22%
Rasio laba bersih terhadap ekuitas 1,57% 0,71% 26,34% 2,52% -0,24%
RASIO SOLVABILITAS
Rasio utang terhadap aset 0,87% 2,49% 1,38% 1,51% 2,96%
Rasio utang terhadap ekuitas 1,00% 2,90% 1,50% 1,63% 3,31%
Keterangan:
- Hari yang digunakan untuk perhitungan rasio aktivitas adalah 365 hari;
- Beban yang digunakan untuk perhitungan rasio aktivitas adalah beban operasi;
- Utang yang digunakan untuk perhitungan rasio solvabilitas adalah liabilitas sewa.
Page 53
Lampiran 5
Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasi Sebelum Rencana Transaksi
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
FY 2024 FY 2025 FY 2026 FY 2027 FY 2028
Pendapatan 387.123 412.993 441.163 471.868 486.680
Manajemen klub 95.194 106.221 118.565 132.384 136.539
Agensi 288.275 303.003 318.711 335.475 346.005
Lainnya 3.654 3.769 3.887 4.009 4.135
Beban operasi (376.521) (394.176) (414.148) (436.181) (447.198)
Laba (rugi) operasi 10.602 18.817 27.015 35.686 39.482
Beban keuangan (1.018) (699) (546) (374) (180)
Laba (rugi) sebelum pajak 9.584 18.118 26.469 35.313 39.302
Manfaat (beban) pajak penghasilan (1.640) (3.986) (5.823) (7.769) (8.647)
Laba (rugi) tahun berjalan 7.945 14.132 20.646 27.544 30.656
Dalam jutaan Rupiah
Page 54
Lampiran 6
Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasi Setelah Rencana Transaksi
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
FY 2024 FY 2025 FY 2026 FY 2027 FY 2028
Pendapatan 387.123 412.993 441.163 471.868 486.680
Manajemen klub 95.194 106.221 118.565 132.384 136.539
Agensi 288.275 303.003 318.711 335.475 346.005
Lainnya 3.654 3.769 3.887 4.009 4.135
Beban operasi (376.521) (394.176) (414.148) (436.181) (447.198)
Laba (rugi) operasi 10.602 18.817 27.015 35.686 39.482
Beban keuangan (1.018) (699) (546) (374) (180)
Laba (rugi) sebelum pajak 9.584 18.118 26.469 35.313 39.302
Manfaat (beban) pajak penghasilan (1.640) (3.986) (5.823) (7.769) (8.647)
Laba (rugi) tahun berjalan 7.945 14.132 20.646 27.544 30.656
Dalam jutaan Rupiah
Page 55
Lampiran 7
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi Sebelum Rencana Transaksi
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Des-24 31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 51.632 85.941 120.642 127.699 129.299
Investasi jangka pendek 353.685 353.685 353.685 353.685 353.685
Piutang usaha 103.872 110.813 118.371 126.610 130.584
Piutang lain-lain 27.689 27.689 27.689 27.689 27.689
Persediaan-neto 5.912 6.189 6.502 6.848 7.021
Pajak dibayar dimuka 9.048 9.048 9.048 9.048 9.048
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 12.785 12.785 12.785 12.785 12.785
Jumlah Aset Lancar 564.623 606.151 648.724 664.365 670.112
Aset Tidak Lancar
Investasi pada entitas asosiasi-neto 15.503 15.503 15.503 15.503 15.503
Aset tetap-bersih 99.313 73.579 51.747 65.923 91.461
Aset tak berwujud-bersih 37.568 35.854 34.411 32.968 32.075
Aset pajak tangguhan 15.134 15.134 15.134 15.134 15.134
Aset tidak lancar lain-lain 66.179 65.641 65.481 65.481 65.481
Jumlah Aset Tidak Lancar 233.696 205.710 182.275 195.008 219.653
JUMLAH ASET 798.319 811.861 830.998 859.373 889.765
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 28.307 29.634 31.136 32.792 33.621
Utang lain-lain 1.744 1.744 1.744 1.744 1.744
Beban akrual 5.725 5.725 5.725 5.725 5.725
Utang pajak 4.564 4.564 4.564 4.564 4.564
Liabilitas kontrak 11.727 11.727 11.727 11.727 11.727
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
1.918 1.918 1.918 1.092 1.092
satu tahun
Liabilitas sewa 1.918 1.918 1.918 1.092 1.092
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 53.985 55.312 56.814 57.644 58.473
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja 2.997 2.997 2.997 2.997 2.997
Liabilitas pajak tangguhan 177 177 177 177 177
Utang jangka panjang-setelah dikurangi bagian yang
6.019 4.102 1.092 1.092 -
jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Liabilitas sewa 6.019 4.102 1.092 1.092 -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 9.193 7.276 4.266 4.266 3.174
JUMLAH LIABILITAS 63.178 62.588 61.080 61.910 61.647
EKUITAS
Modal saham 60.000 60.000 60.000 60.000 60.000
Tambahan modal disetor 408.047 408.047 408.047 408.047 408.047
Tambahan modal disetor atas penjualan saham RGN - - - - -
Keuntungan belum direalisasi dari perubahan nilai
31 31 31 31 31
wajar investasi jangka pendek
Saldo laba (defisit) 204.063 218.144 238.738 266.227 296.823
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik 672.141 686.222 706.816 734.305 764.901
Kepentingan non-pengendali 63.000 63.051 63.103 63.158 63.218
JUMLAH EKUITAS 735.141 749.273 769.919 797.463 828.119
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 798.319 811.861 830.998 859.373 889.765
Dalam jutaan Rupiah
Page 56
Lampiran 8
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi Setelah Rencana Transaksi
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Des-24 31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 55.102 89.411 124.112 131.169 132.769
Investasi jangka pendek 353.685 353.685 353.685 353.685 353.685
Piutang usaha 103.872 110.813 118.371 126.610 130.584
Piutang lain-lain 27.689 27.689 27.689 27.689 27.689
Persediaan-neto 5.912 6.189 6.502 6.848 7.021
Pajak dibayar dimuka 9.048 9.048 9.048 9.048 9.048
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 12.785 12.785 12.785 12.785 12.785
Jumlah Aset Lancar 568.093 609.621 652.194 667.835 673.582
Aset Tidak Lancar
Investasi pada entitas asosiasi-neto 15.503 15.503 15.503 15.503 15.503
Aset tetap-bersih 99.313 73.579 51.747 65.923 91.461
Aset tak berwujud-bersih 37.568 35.854 34.411 32.968 32.075
Aset pajak tangguhan 15.134 15.134 15.134 15.134 15.134
Aset tidak lancar lain-lain 66.179 65.641 65.481 65.481 65.481
Jumlah Aset Tidak Lancar 233.696 205.710 182.275 195.008 219.653
JUMLAH ASET 801.789 815.331 834.468 862.843 893.235
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 28.307 29.634 31.136 32.792 33.621
Utang lain-lain 1.744 1.744 1.744 1.744 1.744
Beban akrual 5.725 5.725 5.725 5.725 5.725
Utang pajak 4.564 4.564 4.564 4.564 4.564
Liabilitas kontrak 11.727 11.727 11.727 11.727 11.727
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
1.918 1.918 1.918 1.092 1.092
satu tahun
Liabilitas sewa 1.918 1.918 1.918 1.092 1.092
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 53.985 55.312 56.814 57.644 58.473
Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja 2.997 2.997 2.997 2.997 2.997
Liabilitas pajak tangguhan 177 177 177 177 177
Utang jangka panjang-setelah dikurangi bagian yang
6.019 4.102 1.092 1.092 -
jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Liabilitas sewa 6.019 4.102 1.092 1.092 -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 9.193 7.276 4.266 4.266 3.174
JUMLAH LIABILITAS 63.178 62.588 61.080 61.910 61.647
EKUITAS
Modal saham 60.000 60.000 60.000 60.000 60.000
Tambahan modal disetor 408.047 408.047 408.047 408.047 408.047
Tambahan modal disetor atas penjualan saham RGN 2.916 2.916 2.916 2.916 2.916
Keuntungan belum direalisasi dari perubahan nilai
wajar investasi jangka pendek 31 31 31 31 31
Saldo laba (defisit) 204.510 218.545 239.091 266.531 297.073
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik 675.504 689.539 710.085 737.525 768.067
Kepentingan non-pengendali 63.107 63.204 63.304 63.408 63.522
JUMLAH EKUITAS 738.611 752.743 773.389 800.933 831.589
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 801.789 815.331 834.468 862.843 893.235
Dalam jutaan Rupiah
Page 57
Lampiran 9
Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasi Sebelum Rencana Transaksi
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
FY 2024 FY 2025 FY 2026 FY 2027 FY 2028
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Laba (rugi) tahun berjalan 7.945 14.132 20.646 27.544 30.656
Penyusutan dan amortisasi 45.325 43.986 43.435 43.267 41.950
(Penambahan) pengurangan piutang usaha (6.382) (6.942) (7.558) (8.239) (3.974)
(Penambahan) pengurangan persediaan-neto 964 (277) (314) (346) (173)
Penambahan (pengurangan) utang usaha (4.615) 1.327 1.501 1.656 828
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi 43.236 52.227 57.711 63.883 69.286
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Uang muka remunerasi pemain (15.000) (15.000) (15.000) (15.000) (15.000)
Perolehan aset tak berwujud (30) - - - (595)
Perolehan aset tetap (1.000) (1.000) (5.000) (41.000) (51.000)
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Investasi (16.030) (16.000) (20.000) (56.000) (66.595)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan (pembayaran) liabilitas sewa (16.104) (1.918) (3.010) (826) (1.092)
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan (16.104) (1.918) (3.010) (826) (1.092)
Perubahan Neto Kas dan Setara Kas 11.102 34.309 34.701 7.057 1.599
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 40.530 51.632 85.941 120.642 127.699
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 51.632 85.941 120.642 127.699 129.299
Dalam jutaan Rupiah
Page 58
Lampiran 10
Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasi Setelah Rencana Transaksi
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
FY 2024 FY 2025 FY 2026 FY 2027 FY 2028
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Laba (rugi) tahun berjalan 7.945 14.132 20.646 27.544 30.656
Penyusutan dan amortisasi 45.325 43.986 43.435 43.267 41.950
(Penambahan) pengurangan piutang usaha (6.382) (6.942) (7.558) (8.239) (3.974)
(Penambahan) pengurangan persediaan-neto 964 (277) (314) (346) (173)
Penambahan (pengurangan) utang usaha (4.615) 1.327 1.501 1.656 828
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi 43.236 52.227 57.711 63.883 69.286
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Uang muka remunerasi pemain (15.000) (15.000) (15.000) (15.000) (15.000)
Perolehan aset tak berwujud (30) - - - (595)
Perolehan aset tetap (1.000) (1.000) (5.000) (41.000) (51.000)
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Investasi (16.030) (16.000) (20.000) (56.000) (66.595)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan (pembayaran) liabilitas sewa (16.104) (1.918) (3.010) (826) (1.092)
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan (16.104) (1.918) (3.010) (826) (1.092)
Perubahan Neto Kas dan Setara Kas 11.102 34.309 34.701 7.057 1.599
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 44.000 55.102 89.411 124.112 131.169
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 55.102 89.411 124.112 131.169 132.769
Dalam jutaan Rupiah
Page 59
Lampiran 11
Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Des-24 31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28
RASIO LIKUIDITAS
Rasio lancar 10,46x 10,96x 11,42x 11,53x 11,46x
Rasio kas 0,96x 1,55x 2,12x 2,22x 2,21x
Rasio cepat 10,35x 10,85x 11,30x 11,41x 11,34x
RASIO AKTIVITAS
Perputaran piutang usaha 4 4 4 4 4
Perputaran persediaan 64 64 64 64 64
Perputaran utang usaha 13 13 13 13 13
Hari piutang usaha 98 98 98 98 98
Hari persediaan 6 6 6 6 6
Hari utang usaha 27 27 27 27 27
RASIO PROFITABILITAS
Rasio marjin laba (rugi) operasi 2,74% 4,56% 6,12% 7,56% 8,11%
Rasio marjin laba (rugi) bersih 2,05% 3,42% 4,68% 5,84% 6,30%
Rasio laba bersih terhadap aset 1,00% 1,74% 2,48% 3,21% 3,45%
Rasio laba bersih terhadap ekuitas 1,08% 1,89% 2,68% 3,45% 3,70%
RASIO SOLVABILITAS
Rasio utang terhadap aset 0,99% 0,74% 0,36% 0,25% 0,12%
Rasio utang terhadap ekuitas 1,08% 0,80% 0,39% 0,27% 0,13%
Keterangan:
- Hari yang digunakan untuk perhitungan rasio aktivitas adalah 365 hari;
- Beban yang digunakan untuk perhitungan rasio aktivitas adalah beban operasi;
- Utang yang digunakan untuk perhitungan rasio solvabilitas adalah liabilitas sewa jangka pendek dan jangka panjang.
Page 60
Lampiran 12
Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Des-24 31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28
RASIO LIKUIDITAS
Rasio lancar 10,52x 11,02x 11,48x 11,59x 11,52x
Rasio kas 1,02x 1,62x 2,18x 2,28x 2,27x
Rasio cepat 10,41x 10,91x 11,37x 11,47x 11,40x
RASIO AKTIVITAS
Perputaran piutang usaha 4 4 4 4 4
Perputaran persediaan 64 64 64 64 64
Perputaran utang usaha 13 13 13 13 13
Hari piutang usaha 98 98 98 98 98
Hari persediaan 6 6 6 6 6
Hari utang usaha 27 27 27 27 27
RASIO PROFITABILITAS
Rasio marjin laba (rugi) operasi 2,74% 4,56% 6,12% 7,56% 8,11%
Rasio marjin laba (rugi) bersih 2,05% 3,42% 4,68% 5,84% 6,30%
Rasio laba bersih terhadap aset 0,99% 1,73% 2,47% 3,19% 3,43%
Rasio laba bersih terhadap ekuitas 1,08% 1,88% 2,67% 3,44% 3,69%
RASIO SOLVABILITAS
Rasio utang terhadap aset 0,99% 0,74% 0,36% 0,25% 0,12%
Rasio utang terhadap ekuitas 1,07% 0,80% 0,39% 0,27% 0,13%
Keterangan:
- Hari yang digunakan untuk perhitungan rasio aktivitas adalah 365 hari;
- Beban yang digunakan untuk perhitungan rasio aktivitas adalah beban operasi;
- Utang yang digunakan untuk perhitungan rasio solvabilitas adalah liabilitas sewa.
Page 61
Lampiran 13
Proforma Laporan Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi
Audit Adjustm ent Proforma
31-Des-23 Dr. Cr. 31-Des-23
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 40.530 3.470 - 44.000
Aset lancar lainnya 512.022 - - 512.022
Jumlah Aset Lancar 552.552 3.470 - 556.023
Aset Tidak Lancar
Jumlah Aset Tidak Lancar 258.542 - - 258.542
JUMLAH ASET 811.094 3.470 - 814.564
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 67.495 - - 67.495
Liabilitas Jangka Panjang
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 16.403 - - 16.403
JUMLAH LIABILITAS 83.898 - - 83.898
EKUITAS
Modal saham 60.000 - - 60.000
Tambahan modal disetor 408.047 - - 408.047
Tambahan modal disetor atas penjualan saham RGN - - 2.916 2.916
Keuntungan belum direalisasi dari perubahan nilai wajar
31 - - 31
investasi jangka pendek
Saldo laba (defisit) 196.174 - 499 196.673
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
664.252 - 3.415 667.667
pemilik entitas induk
Kepentingan non-pengendali 62.944 - 55 63.000
JUMLAH EKUITAS 727.197 - 3.470 730.667
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 811.094 - 3.470 814.564
Dalam jutaan Rupiah
Page 62
Lampiran 14
Analisis Inkremental
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan
FY2024 FY2025 FY2026 FY2027 FY2028
Kas dan setara kas
Sebelum transaksi 51.632 85.941 120.642 127.699 129.299
Setelah transaksi 55.102 89.411 124.112 131.169 132.769
Selisih sebelum dan setelah transaksi 3.470 3.470 3.470 3.470 3.470
% Selisih sebelum dan setelah transaksi 6,72% 4,04% 2,88% 2,72% 2,68%
Tambahan modal disetor atas penjualan saham RGN
Sebelum transaksi - - - - -
Setelah transaksi 2.916 2.916 2.916 2.916 2.916
Selisih sebelum dan setelah transaksi 2.916 2.916 2.916 2.916 2.916
% Selisih sebelum dan setelah transaksi 100,00% 100,00% 100,00% 100,00% 100,00%
Saldo laba (defisit)
Sebelum transaksi 204.063 218.144 238.738 266.227 296.823
Setelah transaksi 204.510 218.545 239.091 266.531 297.073
Selisih sebelum dan setelah transaksi 448 401 354 304 250
% Selisih sebelum dan setelah transaksi 0,22% 0,18% 0,15% 0,11% 0,08%
Dalam jutaan Rupiah
Names mentioned 61 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Rahasia Gadis Nusantara Oleh KJPP Herman Meirizki
p.1
unresolved
org
Rahasia Gadis Nusantara Oleh KJPP Herman Meirizki dan Rekan
p.1
unresolved
org
PT Rahasia Gadis Nusantara
p.2 ×41
unresolved
org
PT Kreasi Karya Bangsa Sesuai
p.2
unresolved
org
KJPP Herman Meirizki dan Rekan
p.2 ×8
unresolved
org
KJPP Herman Meirizki
p.2 ×11
unresolved
org
PT Kreasi Karya Bangsa
p.2 ×29
unresolved
org
PT Kreasi Karya Bangsa. Catatan
p.3 ×2
unresolved
org
PT Kreasi Karya Bangsa. Pendapat Kewajaran
p.3 ×2
unresolved
org
Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk
p.3 ×4
unresolved
org
PT Kreasi Karya Bangsa. Susunan Pengurus
p.6 ×3
unresolved
org
PT Rahasia Gadis Nusantara. Hubungan Keluarga Adellene Odelia
p.6
unresolved
org
Penilai Bisnis KJPP Herman Meirizki dan Rekan
p.7 ×3
unresolved
org
PT Bali Bintang E
p.8
unresolved
org
PT Kreasi Kar
p.8
unresolved
org
PT Bali Bjntang Sejahtera
p.8
unresolved
org
KJPP HMR. Segala
p.13
unresolved
org
KJPP HMR
p.13
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Tanubrata
p.14 ×7
unresolved
org
Bambang & Rekan
p.14 ×9
unresolved
person
Bambang Subagyo
p.14 ×3
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Johan
p.14
unresolved
org
Mustika & Rekan
p.14
unresolved
person
H. Fuad Hasan
p.15 ×2
unresolved
person
CPA.
p.15 ×2
unresolved
person
Julio Jayawardhani
p.15 ×4
unresolved
person
Lusiana Susanto Anindyarta
p.15
unresolved
person
Silvia Magdalena Simanjuntak
p.15
unresolved
org
PT Rahasia Gadis Nusantara. Pendapat Kewajaran
p.16
unresolved
person
Yurisa Martanti
p.20
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.20 ×4
unresolved
person
Rusnaldy
· Notaris
p.20
unresolved
org
PT Kreasi Karya Bangsa Pendirian
p.21
unresolved
person
Lanny Widjaja
· Notaris
p.21
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.21
unresolved
org
PT Modal Ventura YCAB
p.22 ×2
unresolved
org
PT Rahasia Gadis Nusantara Pendirian
p.22
unresolved
—
Adellene Odelia Tanuri
p.23
unresolved
—
Katherine Wianna
p.23
unresolved
org
Penyelenggara Jaminan Sosial
p.24
unresolved
org
PT Kreasi Karya Bangsa. Kas
p.41
unresolved
org
PT Rahasia Gadis Nusantara Tujuan Penilaian
p.43
unresolved
person
Dr. Herman Ruslim
p.47 ×2
unresolved
—
Kualifikasi
p.47
unresolved
—
MAPPI
p.47
unresolved
—
SITD
p.47
unresolved
—
: RMK-2017.01125
p.47
unresolved
person
Poppy Mulyanj
p.47
unresolved
person
Amelia Dwj Rahma
p.47
unresolved
—
pendapat KewajaTan
p.47
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.455
12800 ms
12 Sep 2026 22:59
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': 'dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya '
'sama dengan'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': 'dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya sama dengan',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '20'}