Skip to content
Back to announcement

20240821_BOLA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31707313_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review BOLA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 62

Page 1
  LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN
  PT BALI BINTANG SEJAHTERA, TBK
No. 00028/2.0120-01/BS/10/0364/1/VI/2024
Rencana Transaksi Penjualan 36,45% Saham
       PT Rahasia Gadis Nusantara




                         Oleh


        KJPP Herman Meirizki dan Rekan
       Certified Business and Property Appraisers
Page 2
RINGKASAN EKSEKUTIF

No. 00028/2.0120-01/BS/10/0364/1/VI/2024                           Tangerang Selatan, 28 Juni 2024

Kepada Yth.
Direksi PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk
Jalan Mahendradata No. 75
Pemecutan Kaja, Denpasar Utara,
Denpasar, Bali-80118

Perihal   :   Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi Penjualan 36,45%
              Saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang akan dilakukan oleh Anak
              Perusahaan PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk yaitu PT Kreasi Karya Bangsa

Sesuai penugasan dari PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk (“BOLA” atau “Perseroan”) kepada KJPP
Herman Meirizki dan Rekan (“HMR”), sebagaimana tertuang dalam Surat Perjanjian Kerja
Nomor 014/SPK/KJPP-HMR/B/VI/2024 tanggal 5 Juni 2024, kami telah melakukan penilaian
secara independen atas pendapat kewajaran Rencana Transaksi:


                  PT BALI BINTANG SEJAHTERA, TBK
Maka, di bawah ini kami sampaikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi penjualan 36,45%
saham PT Rahasia Gadis Nusantara (“RGN”) yang akan dilakukan oleh anak Perusahaan PT Bali Bintang
Sejahtera, Tbk (“BOLA”) yaitu PT Kreasi Karya Bangsa (“KKB”).

Status Penilai
Penilai yaitu Herman Ruslim merupakan Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.13.00364 sebagai Wakil
Pemimpin Rekan di KJPP Herman Meirizki dan Rekan (“HMR”) dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120
dan telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal dengan Nomor
STTD.PB-18/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 8 Mei 2023, serta terdaftar sebagai Penilai Industri Keuangan
Non Bank dengan Nomor 041/NB.122/STTD-P/2017 tertanggal 23 Maret 2017 domisili Kota Tangerang
Selatan dengan wilayah kerja di seluruh Indonesia.

HMR menyatakan status Penilai adalah penilai independen. Penilai dalam posisi untuk memberikan
penilaian objektif dan tidak memihak. Penilai tidak mempunyai potensi benturan kepentingan dengan
subjek atau objek pendapat kewajaran. Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian yaitu
pendapat kewajaran. Dalam penugasan pendapat kewajaran ini, HMR tidak menggunakan bantuan
tenaga ahli lainnya.

Dasar pedoman pelaksanaan pendapat kewajaran yang digunakan adalah:
1. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
   Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK No. 35/POJK.04/2020”);
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
   Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK No. 17/POJK.04/2020”);
3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan
   Kepentingan (“POJK No. 42/POJK.04/2020”);
4. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan
   Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020”).


                                                       Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | i
Page 3
Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan dalam pendapat kewajaran ini adalah:
Nama           : PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk (“BOLA”)
Bidang Usaha : Industri Olahraga
Alamat         : Jalan Mahendradata No. 75, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Denpasar, Bali-80118
Telepon        : (0361) 8947048
Faksimili      :-
Email          : corporate.secretary@baliutd.com

Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini Penilai telah bertindak secara independen, tidak
ada benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana
Transaksi. Penilai juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan
atau kerugian pada pihak manapun. Biaya jasa tidak mempengaruhi opini pendapat kewajaran yang
terdapat dalam laporan ini.

Objek Pendapat Kewajaran
Objek pendapat kewajaran adalah memberikan pendapat atas Rencana Transaksi penjualan 36,45%
saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang akan dilakukan oleh anak perusahaan PT Bali Bintang
Sejahtera, Tbk yaitu PT Kreasi Karya Bangsa.
Catatan :
*) Objek pendapat kewajaran tersebut diatas tidak sedang dikerjakan oleh Penilai/KJPP dengan tujuan yang sama dan tanggal pendapat kewajaran
yang berdekatan oleh KJPP lain yang juga ditunjuk oleh Pemberi Tugas.


Objek pendapat kewajaran secara keseluruhan untuk selanjutnya disebut sebagai “Rencana Transaksi”.

Jenis Mata Uang yang digunakan
Jenis mata uang yang digunakan dalam laporan pendapat kewajaran adalah Rupiah.

Tanggal Pendapat Kewajaran
Tanggal pendapat kewajaran yang digunakan adalah 31 Desember 2023. Tanggal tersebut dipilih atas
dasar pertimbangan ketersediaan data dalam rangka analisis Rencana Transaksi dimaksud.

Ruang Lingkup Penugasan
Ruang lingkup penugasan meliputi:
• Identifikasi masalah;
• Pengumpulan data dan wawancara sehubungan dengan Rencana Transaksi;
• Analisis data dan informasi yang diperoleh;
• Analisis transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis inkremental, analisis sensitivitas, analisis
  atas kewajaran nilai Rencana Transaksi, dan analisis atas faktor lain yang relevan;
• Penyusunan laporan pendapat kewajaran.

Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
penjualan 36,45% saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang akan dilakukan oleh anak perusahaan
PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk yaitu PT Kreasi Karya Bangsa.




                                                                               Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | ii
Page 4
Pendapat kewajaran ini dilaksanakan untuk kepentingan Pasar Modal. Oleh karena itu, pendapat
kewajaran ini telah memenuhi ketentuan-ketentuan POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Benturan Kepentingan, dan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.

Batasan Nilai Materialitas atas Rencana Transaksi
Sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha,
transaksi material adalah setiap:
a. Penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha tertentu;
b. Pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau segmen operasi;
c. Perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa;
d. Sewa menyewa aset;
e. Pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya;
f. Menjaminkan aset perusahaan terbuka dan/atau perusahaan terkendali atas pinjaman dari pihak
   lain; dan
g. Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee).

Dengan kategori batas nilai transaksi material 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas
perusahaan, yang dilakukan dalam satu kali atau dalam suatu rangkaian transaksi untuk suatu tujuan
atau kegiatan tertentu.
Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi dikategorikan
sebagai transaksi material dalam hal:
a. Nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka;
b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya sama dengan
   atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan terbuka nilainya sama dengan
   atau lebih dari 20% (dua puluh persen); atau
d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha perusahaan terbuka nilainya
   sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen).

Dalam hal perusahaan terbuka mempunyai ekuitas negatif, transaksi dikategorikan sebagai transaksi
material apabila nilai transaksi sama dengan 10% (sepuluh persen) atau lebih dari total aset
perusahaan terbuka.

Berikut merupakan analisis terkait dengan nilai materialitas atas Rencana Transaksi:
a. Nilai transaksi adalah sebesar Rp 3.470.040.000, sedangkan ekuitas BOLA per 31 Desember 2023
   adalah sebesar Rp 727.196.514.926. Nilai transaksi lebih kecil dari 20% atau sebesar 0,48% dari
   ekuitas BOLA;
b. Total aset RGN dibagi dengan total aset BOLA per 31 Desember 2023 adalah sebesar 1,40%
   (Rp 11.362.801.035/ Rp 811.094.367.830) atau lebih kecil dari 20%;
c. Tidak terdapat analisis materialitas terkait laba bersih RGN dibagi dengan laba bersih BOLA karena
   per 31 Desember 2023, RGN dan BOLA membukukan rugi tahun berjalan;
d. Pendapatan RGN dibagi dengan pendapatan BOLA per 31 Desember 2023 adalah sebesar 3,66%
   (Rp 13.303.265.033/ Rp 363.338.259.016) atau lebih kecil dari 20%.

Hasil analisis terkait dengan nilai materialitas atas Rencana Transaksi tidak terdapat pada poin a-d.
Dengan demikian Rencana Transaksi ini bukan termasuk transaksi material sebagaimana dimaksud
dalam POJK No. 17/POJK.04/2020.


                                                        Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | iii
Page 5
Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
BOLA adalah sebuah Perseroan yang melakukan kegiatan usaha di bidang industri olahraga. BOLA
melalui anak perusahaannya yaitu KKB, berencana untuk melakukan penjualan 36,45% kepemilikan
saham KKB di RGN. Secara konsolidasi rasio likuiditas BOLA menjadi lebih baik di masa yang akan
datang dikarenakan adanya tambahan dana berupa kas dan setara kas. Selain itu, setelah dilakukan
Rencana Transaksi diharapkan kinerja RGN akan menjadi lebih baik karena pemegang saham
perorangan yang juga merupakan direksi dan komisaris di RGN dapat lebih fokus dalam mengelola
RGN.

Pihak-Pihak yang Terlibat Dalam Rencana Transaksi
Pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:
 • PT Kreasi Karya Bangsa (“KKB”)
   KKB merupakan perusahaan tertutup yang 90% kepemilikan sahamnya dimiliki oleh BOLA. KKB
   berkedudukan di Wisma Bali United, lantai 3, Jalan Panjang No. 29, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk,
   Jakarta Barat, 11520. Dalam Rencana Transaksi ini KKB bertindak sebagai Pihak Penjual.
 • Putri Paramita Sudali
   Putri Paramita Sudali selain menjabat sebagai komisaris di RGN juga merupakan pemegang saham
   RGN sebesar 10% dan KKB sebesar 1,13%. Selain itu, Putri Paramita Sudali juga merupakan
   direktur utama di KKB dan direktur BOLA. Dalam Rencana Transaksi ini Putri Paramita Sudali
   bertindak sebagai Pihak Pembeli.
 • Andhikaputri Himawan
   Andhikaputri Himawan selain menjabat sebagai direktur utama di RGN juga merupakan pemegang
   saham RGN sebesar 10% dan KKB sebesar 0,77%. Dalam Rencana Transaksi ini Andhikaputri
   Himawan bertindak sebagai Pihak Pembeli.
 • Adellene Odelia Tanuri
   Adellene Odelia Tanuri selain menjabat sebagai direktur di RGN juga merupakan pemegang saham
   RGN sebesar 7% dan KKB sebesar 1,33%. Adellene Odelia Tanuri memiliki hubungan keluarga
   dengan pemegang saham utama BOLA yaitu Pieter Tanuri dimana Adellene Odelia Tanuri
   merupakan anak dari Pieter Tanuri. Dalam Rencana Transaksi ini Adellene Odelia Tanuri bertindak
   sebagai Pihak Pembeli.

Berikut adalah alur Rencana Transaksi:




Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Sesuai dengan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan, Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi


                                                       Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | iv
Page 6
dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk
setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali
untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan
komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali.

Selain itu, definisi afiliasi adalah :
a. Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara
    horizontal maupun vertikal;
b. Hubungan antara pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris dari pihak tersebut;
c. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan di mana terdapat 1 (satu) atau lebih anggota direksi atau
    dewan komisaris yang sama;
d. Hubungan antara perusahaan dan pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan
    atau dikenalikan oleh perusahaan tersebut;
e. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung,
    oleh pihak yang sama; atau
f. Hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama.

Berdasarkan penjelasan diatas, terdapat indikasi adanya unsur Transaksi Afiliasi sebagaimana
dimaksud dalam POJK Nomor 42/POJK.04/2020 berdasarkan susunan pemegang saham, susunan
pengurus, dan hubungan keluarga yaitu:

Susunan Pemegang Saham
• Pieter Tanuri merupakan pemegang saham utama PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk sebesar 40,98%
  saham;
• PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk merupakan perusahaan terbuka yang memiliki 90% saham PT Kreasi
  Karya Bangsa;
• PT Kreasi Karya Bangsa merupakan perusahaan tertutup yang memiliki 60% saham PT Rahasia
  Gadis Nusantara;
• Putri Paramita Sudali memiliki 10% saham PT Rahasia Gadis Nusantara dan 1,13% saham PT Kreasi
  Karya Bangsa;
• Andhikaputri Himawan memiliki 10% saham PT Rahasia Gadis Nusantara dan 0,77% saham
  PT Kreasi Karya Bangsa;
• Adellene Odelia Tanuri memiliki 7% saham PT Rahasia Gadis Nusantara dan 1,33% saham
  PT Kreasi Karya Bangsa.

Susunan Pengurus
• Putri Paramita Sudali menjabat sebagai komisaris di PT Rahasia Gadis Nusantara, menjabat sebagai
  direktur utama di PT Kreasi Karya Bangsa, dan menjabat sebagai direktur di PT Bali Bintang
  Sejahtera, Tbk;
• Andhikaputri Himawan menjabat sebagai direktur utama di PT Rahasia Gadis Nusantara;
• Adellene Odelia Tanuri menjabat sebagai direktur di PT Rahasia Gadis Nusantara.

Hubungan Keluarga
Adellene Odelia Tanuri merupakan anak dari Pieter Tanuri selaku pemegang saham utama PT Bali
Bintang Sejahtera, Tbk sebesar 40,98%.

Berdasarkan Surat Pernyataan Komisaris dan Direksi BOLA, Rencana Transaksi merupakan transaksi
afiliasi serta tidak mengandung benturan kepentingan.




                                                         Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | v
Page 7
Prosedur Pendapat Kewajaran
Dalam menganalisis pendapat kewajaran Rencana Transaksi, Penilai melakukan prosedur analisis
sebagai berikut:
1. Analisis Rencana Transaksi;
2. Analisis kualitatif dan kuantitatif;
3. Analisis kewajaran nilai Rencana Transaksi;
4. Analisis atas faktor lain yang relevan.

Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran (Subsequent Event )
Dari tanggal pendapat kewajaran sampai dengan diterbitkannya laporan pendapat kewajaran, tidak
terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran secara signifikan.

Analisis atas Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi
Berdasarkan prosedur analisis yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Rencana Transaksi:
1.   Rencana Transaksi adalah penjualan 36,45% saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang akan
     dilakukan oleh anak perusahaan PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk yaitu PT Kreasi Karya Bangsa;
2.   Penjualan 36,45% saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang akan dilakukan oleh anak
     perusahaan PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk yaitu PT Kreasi Karya Bangsa secara konsolidasi akan
     membuat rasio likuiditas BOLA menjadi lebih baik di masa yang akan datang dikarenakan adanya
     tambahan dana berupa kas dan setara kas. Selain itu, setelah dilakukan Rencana Transaksi
     diharapkan kinerja RGN akan menjadi lebih baik karena pemegang saham perorangan yang juga
     merupakan direksi dan komisaris di RGN dapat lebih fokus dalam mengelola RGN;
3.   Terdapat hubungan afiliasi antara pihak yang bertransaksi baik berdasarkan susunan pemegang
     saham, susunan pengurus, dan hubungan keluarga;
4.   Rencana Transaksi bukan merupakan transaksi material;
5.   Rencana Transaksi tidak mengandung benturan kepentingan;
6.   Berdasarkan analisis kewajaran nilai Rencana Transaksi, hasil penilaian yang dilakukan oleh
     Penilai Bisnis KJPP Herman Meirizki dan Rekan, nilai pasar objek Rencana Transaksi adalah
     sebesar Rp 3.253.000.000 (Tiga Miliar Dua Ratus Lima Puluh Tiga Juta Rupiah) sedangkan harga
     Rencana Transaksi sebesar Rp 3.470.040.000 (Tiga Miliar Empat Ratus Tujuh Puluh Juta Empat
     Puluh Ribu Rupiah) yang berarti dalam kisaran batas atas dan batas bawah dari nilai pasar objek
     Rencana Transaksi sesuai dengan POJK No. 35/POJK.04/2020 Pasal 48.b;
7.   Analisis kuantitatif menunjukkan:
      a. Pada proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasi “setelah Rencana Transaksi” tahun
           2024-2028 terdapat tambahan dana berupa kas dan setara kas sebesar Rp 3,47 miliar,
           tambahan modal disetor atas penjualan saham RGN sebesar Rp 2,91 miliar, dan
           peningkatan saldo laba sebesar Rp 499 juta yang merupakan laba atas penjualan saham.
           Oleh sebab itu, Rencana Transaksi dinilai memberikan dampak positif terhadap kinerja
           keuangan BOLA ke depan;
      b. Rasio likuiditas “setelah Rencana Transaksi” lebih baik jika dibandingkan dengan “sebelum
           Rencana Transaksi”;
8.   Analisis kualitatif menunjukkan jika Rencana Transaksi dilakukan, dapat memberikan keuntungan
     bagi BOLA yaitu rasio likuiditas secara konsolidasi menjadi lebih baik di masa yang akan datang
     dikarenakan adanya tambahan dana berupa kas dan setara kas. Selain itu, setelah dilakukan
     Rencana Transaksi diharapkan kinerja RGN akan menjadi lebih baik karena pemegang saham
     perorangan yang juga merupakan direksi dan komisaris di RGN dapat lebih fokus dalam
     mengelola RGN.




                                                        Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | vi
Page 8
a                                                                     herEL:±mfinrM~:ptr¥¥£IA&£h4:Iran

a
      KesimDulan
      Berdasarkan analisis yang Penilai lakulcan terhadap pendapat kewajaran Rencane Transaksi yang
-
E}    meliputi analisis transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, analisis kewajaran nilai transaksi, dan
      arralisis atas falctor lain yang relevan, Penilai berpendapet bah`^ra Rencana Transaksi penjualan 36,45%
      saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang akan dilakukan oleh anak perusahaan PT Bali Bintang
E3
      Sejahtera, Tbk yaitu PT Kreasi Kar)ra Bangsa adalah Wajar.



9
a
a
      lit. HrlemmafL Ruslim. S.E.. M.M„ Ak., CA., CPA„ MAPPI /Cert\. BKP.
9     Wakil Pemirnpm Rekan
      Izin penilai      : 8-1.13.00364
      NO. siTD          : siTD.pB-18/p]-1/pM.02ra023
9     No. Register     : RMK-2017m325


      Tangerang Selatan, 28 Juni 2024
a
      Pendapat kewajaran im dit`+jukan untuk kepentingan Direksi BOLA dalam kaitannya dengan Rencana
      Transaksi, tidak untuk digunaken oleh plhak lain. Pendapat kewajaran ini merupakan salah satu bahan
B
      pertimbangan kepada Pemegang Saham untuk mengetahui kewajaran dari Rencana Transaksi.
      Pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatun. Penggunaan sebagian dari analisis
B     dan informasi, tanpa mempertimbangkan isi pendapat ke\^rajaran ini secara keseluruhan dapat
      menyebabkan pandangan yang menyesatlcan atas proses yang mendasari pendapat kewajaran ini.
      Pendapat kewajaran ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan yang berwenang dan stempel
?     dari KJPP Herman Meirizki dan Rekan.



)
i
)r,

)
i
I,



)

)

)                                                                Pendapat Ken/ajaran PT Bali Bjntang Sejahtera, Tbk I vii




)

)
Page 9
DAFTAR ISI

RINGKASAN EKSEKUTIF ................................................................................................................. i
DAFTAR ISI ................................................................................................................................viii
DAFTAR TABEL ............................................................................................................................. x
DAFTAR GRAFIK ........................................................................................................................... x
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................................................... x
1. PENDAHULUAN ...................................................................................................................... 1
    1.1.    Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ......................................................... 1
    1.2.    Status Penilai ............................................................................................................ 1
    1.3.    Independensi Penilai.................................................................................................. 1
    1.4.    Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran .................................................................... 1
    1.5.    Objek Pendapat Kewajaran ........................................................................................ 2
    1.6.    Jenis Mata Uang yang digunakan................................................................................ 2
    1.7.    Tanggal Pendapat Kewajaran ..................................................................................... 2
    1.8.    Tingkat Kedalaman Investigasi ................................................................................... 2
    1.9.    Asumsi dan Kondisi Pembatas .................................................................................... 2
    1.10. Pendekatan dan Prosedur Pekerjaan ........................................................................... 3
    1.11. Dokumen dan Sumber Informasi ................................................................................ 3
    1.12. Jenis Laporan ............................................................................................................ 4
    1.13. Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran ................................................................ 4
    1.14. Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran (Subsequent Event) ................. 4
2. ANALISIS TRANSAKSI ............................................................................................................ 5
    2.1.     Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi ............................................ 5
    2.2.     Batasan Nilai Materialitas atas Rencana Transaksi ....................................................... 6
    2.3.     Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi ......................... 7
    2.3.1. Para Pihak ................................................................................................................ 7
    2.3.2. Objek Rencana Transaksi .......................................................................................... 7
    2.3.3. Harga Rencana Transaksi .......................................................................................... 7
    2.3.4. Cara Pembayaran ...................................................................................................... 8
    2.4.    Penilaian Atas Risiko dan Manfaat dari Rencana Transaksi ........................................... 8
    2.4.1. Manfaat Rencana Transaksi ....................................................................................... 8
    2.4.2. Risiko Rencana Transaksi .......................................................................................... 8
3. ANALISIS KUALITATIF ........................................................................................................... 9
    3.1.    Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha ............................................................ 9
    3.1.1. PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk (“BOLA” atau “Perseroan”) ........................................... 9
    3.1.2. PT Kreasi Karya Bangsa ........................................................................................... 10
    3.1.3. PT Rahasia Gadis Nusantara..................................................................................... 11
    3.2.     Analisis Industri dan Lingkungan .............................................................................. 12
    3.2.1. Analisis Industri ....................................................................................................... 12
    3.2.2. Analisis Lingkungan ................................................................................................. 12
    3.3.     Analisis Operasional dan Prospek Perseroan .............................................................. 13
    3.3.1. Analisis Operasional ................................................................................................. 13
    3.3.2. Prospek Perseroan ................................................................................................... 14
    3.4.     Analisis SWOT ......................................................................................................... 14
    3.5.     Pertimbangan dan Alasan dilakukannya Rencana Transaksi ........................................ 15
    3.6.     Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif...................................................... 15
4. ANALISIS KUANTITATIF ....................................................................................................... 16
    4.1.     Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas, dan Kondisi Keuangan Perseroan........................ 16


                                                                               Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | viii
Page 10
    4.1.1. Kinerja Keuangan .................................................................................................... 16
    4.1.1.1. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi ........................................................................ 16
    4.1.1.2. Laporan Laba Rugi Konsolidasi ................................................................................. 19
    4.1.1.3. Laporan Arus Kas Konsolidasi................................................................................... 20
    4.1.1.4. Analisis Rasio Keuangan .......................................................................................... 22
    4.2.     Penilaian Atas Proyeksi Laporan Keuangan ............................................................... 23
    4.2.1. Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasi .................................................................... 23
    4.2.2. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi ........................................................... 24
    4.2.3. Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasi ...................................................................... 27
    4.3.     Analisis Rasio Keuangan Sebelum dan Setelah Dilakukannya Rencana Transaksi ......... 28
    4.4.     Analisis Proforma Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ........................ 29
    4.5.     Analisis Inkremental ................................................................................................ 30
    4.5.1. Kontribusi Nilai Tambah ........................................................................................... 30
    4.5.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan ....................................................................... 31
    4.5.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan .................................................................... 31
    4.5.4. Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perseroan ...................................................... 31
    4.6.     Analisis Sensitivitas .................................................................................................. 31
5. ANALISIS KEWAJARAN NILAI RENCANA TRANSAKSI .............................................................. 32
    5.1.     Hasil Penilaian Saham Penilai Independen ................................................................. 32
    5.2.     Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi ............................................................... 32
6. ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN ...................................................................... 33
    6.1.     Analisis atas Faktor Lain yang Relevan ...................................................................... 33
7. KESIMPULAN ....................................................................................................................... 34
    7.1.     Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi ............................................................... 34
    7.2.     Pendapat Kewajaran ................................................................................................ 34
8. PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI ................................................................................... 36
9. LAMPIRAN ........................................................................................................................... 37
10. REFERENSI.......................................................................................................................... 37




                                                                             Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | ix
Page 11
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Alur Transaksi ................................................................................................................6
Tabel 2. Pemegang Saham BOLA per 31 Desember 2023 ............................................................ 10
Tabel 3. Pemegang Saham KKB per 31 Desember 2023 .............................................................. 11
Tabel 4. Pemegang Saham RGN per 31 Desember 2023 .............................................................. 12
Tabel 5. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi ............................................................................ 16
Tabel 6. Laporan Laba Rugi Konsolidasi ...................................................................................... 20
Tabel 7. Laporan Arus Kas Konsolidasi ....................................................................................... 21
Tabel 8. Analisis Rasio Keuangan ............................................................................................... 22
Tabel 9. Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasi Sebelum Rencana Transaksi .............................. 23
Tabel 10. Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasi Setelah Rencana Transaksi ................................ 23
Tabel 11. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi Sebelum Rencana Transaksi ..................... 25
Tabel 12. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi Setelah Rencana Transaksi ....................... 26
Tabel 13. Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasi Sebelum Rencana Transaksi ................................ 27
Tabel 14. Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasi Setelah Rencana Transaksi .................................. 27
Tabel 15. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi ........................................ 28
Tabel 16. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi.......................................... 29
Tabel 17. Proforma Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi ................................ 30
Tabel 18. Analisis Kontribusi Nilai Tambah .................................................................................... 31
Tabel 19. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi ................................................................... 32


DAFTAR GRAFIK

Grafik 1. Pendapatan Historis ....................................................................................................... 19


DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Produk dan Jasa Perseroan ......................................................................................... 13




                                                                             Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | x
Page 12
1.     PENDAHULUAN

1.1.    Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan pengguna laporan dalam pendapat kewajaran ini adalah:
Nama           : PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk (“BOLA”)
Bidang Usaha : Industri Olahraga
Alamat         : Jalan Mahendradata No. 75, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Denpasar, Bali-80118
Telepon        : (0361) 8947048
Faksimili      :-
Email          : corporate.secretary@baliutd.com

1.2.     Status Penilai
Penilai yaitu Herman Ruslim merupakan Penilai Publik dengan Nomor Izin B-1.13.00364 sebagai Wakil
Pemimpin Rekan di KJPP Herman Meirizki dan Rekan (“HMR”) dengan Nomor Izin Usaha 2.14.0120 dan
telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal dengan Nomor
STTD.PB-18/PJ-1/PM.02/2023 tanggal 8 Mei 2023, serta terdaftar sebagai Penilai Industri Keuangan
Non Bank dengan Nomor 041/NB.122/STTD-P/2017 tertanggal 23 Maret 2017 domisili Kota Tangerang
Selatan dengan wilayah kerja di seluruh Indonesia.

HMR menyatakan status Penilai adalah penilai independen. Penilai dalam posisi untuk memberikan
penilaian objektif dan tidak memihak. Penilai tidak mempunyai potensi benturan kepentingan dengan
subjek atau objek pendapat kewajaran. Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian yaitu
pendapat kewajaran. Dalam penugasan pendapat kewajaran ini, HMR tidak menggunakan bantuan
tenaga ahli lainnya.

Dasar pedoman pelaksanaan pendapat kewajaran yang digunakan adalah:
1. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
   Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“POJK No. 35/POJK.04/2020”);
2. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
   Perubahan Kegiatan Usaha (“POJK No. 17/POJK.04/2020”);
3. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan
   Kepentingan (“POJK No. 42/POJK.04/2020”).
4. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan
   Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal (“SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020”).

1.3.    Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini Penilai telah bertindak secara independen, tidak
ada benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan pihak-pihak yang terlibat dalam Rencana
Transaksi. Penilai juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan
penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini juga tidak ditujukan untuk memberikan keuntungan
atau kerugian pada pihak manapun. Biaya jasa tidak mempengaruhi opini pendapat kewajaran yang
terdapat dalam laporan ini.

1.4.    Maksud dan Tujuan Pendapat Kewajaran
Maksud pendapat kewajaran ini adalah untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi
penjualan 36,45% saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang akan dilakukan oleh anak perusahaan
PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk yaitu PT Kreasi Karya Bangsa.



                                                       Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 1
Page 13
Pendapat kewajaran ini dilaksanakan untuk kepentingan Pasar Modal. Oleh karena itu, pendapat
kewajaran ini telah memenuhi ketentuan-ketentuan POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
Benturan Kepentingan, dan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.

1.5.    Objek Pendapat Kewajaran
Objek pendapat kewajaran adalah memberikan pendapat atas Rencana Transaksi penjualan 36,45%
saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang akan dilakukan oleh anak perusahaan PT Bali Bintang
Sejahtera, Tbk yaitu PT Kreasi Karya Bangsa.
Catatan :
*) Objek pendapat kewajaran tersebut diatas tidak sedang dikerjakan oleh Penilai/KJPP dengan tujuan yang sama dan tanggal pendapat kewajaran
yang berdekatan oleh KJPP lain yang juga ditunjuk oleh Pemberi Tugas.


Objek pendapat kewajaran secara keseluruhan untuk selanjutnya disebut sebagai “Rencana Transaksi”.

1.6.   Jenis Mata Uang yang digunakan
Jenis mata uang yang digunakan dalam laporan pendapat kewajaran adalah Rupiah.

1.7.   Tanggal Pendapat Kewajaran
Tanggal pendapat kewajaran yang digunakan adalah 31 Desember 2023. Tanggal tersebut dipilih atas
dasar pertimbangan ketersediaan data dalam rangka analisis Rencana Transaksi dimaksud.

1.8.   Tingkat Kedalaman Investigasi
Penugasan untuk pelaksanaan pekerjaan ini terbatas pada dokumen dan informasi yang diberikan oleh
Pemberi Tugas. Kondisi-kondisi tidak wajar yang tersembunyi atas Perseroan dan objek pendapat
kewajaran yang dapat memberi pengaruh terhadap hasil laporan pendapat kewajaran, tidak menjadi
tanggung jawab KJPP HMR.

Segala bentuk pembatasan akan diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran dan bila terdapat
pembatasan ataupun terdapat informasi material yang tidak diungkapkan yang dapat berdampak
material terhadap kesimpulan laporan pendapat kewajaran, maka KJPP HMR tidak berkewajiban untuk
memperbaharui hasil laporan pendapat kewajaran.

1.9.   Asumsi dan Kondisi Pembatas
Tanpa mengurangi tanggung jawab kami sebagai Penilai, Pendapat Kewajaran ini dibatasi oleh asumsi
dan kondisi pembatas sebagai berikut:
• Laporan pendapat kewajaran yang dihasilkan oleh Penilai Bisnis bersifat non-disclaimer opinion;
• Penilai Bisnis telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses pendapat
    kewajaran;
• Data dan informasi yang Penilai Bisnis peroleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya
    keakuratannya;
• Pendapat kewajaran menggunakan proyeksi keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi
    yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh
    manajemen dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty);
• Penilai Bisnis bertanggung jawab atas pelaksanaan pendapat kewajaran dan kewajaran proyeksi
    keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi yang telah disesuaikan;
• Menghasilkan laporan pendapat kewajaran yang terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi
    yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan;




                                                                               Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 2
Page 14
•   Penilai Bisnis bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan opini atas laporan pendapat
    kewajaran;
•   Penilai Bisnis telah memperoleh informasi atas status hukum objek pendapat kewajaran dari
    pemberi tugas;
•   Penilai Bisnis mengasumsikan bahwa setelah tanggal diterbitkannya laporan pendapat kewajaran
    tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap hasil pendapat
    kewajaran;
•   Laporan pendapat kewajaran disusun berdasarkan kondisi bisnis, perekonomian, dan peraturan-
    peraturan yang secara umum berlaku pada tanggal pendapat kewajaran, sehingga apabila terjadi
    perubahan yang signifikan setelah tanggal pendapat kewajaran maka hasil pendapat kewajaran
    akan mengalami perubahan;
•   Penelaahan terhadap data dilakukan untuk mendapatkan informasi yang memadai dalam proses
    pendapat kewajaran;
•   Penilai Bisnis tidak melakukan due diligence terhadap aspek perpajakan dan aspek hukum
    Perseroan;
•   Dalam pendapat kewajaran ini Penilai tidak melakukan penyelidikan atas persoalan-persoalan
    hukum sehubungan dengan kepemilikan aset maupun liabilitas PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk dan
    Penilai tidak bertanggung jawab atas hal-hal tersebut. Pendapat kewajaran dilakukan dengan
    asumsi bahwa Perusahaan berada dalam kondisi bebas dari masalah hukum;
•   Laporan pendapat kewajaran disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam
    laporan serta ditujukan terbatas kepada pemberi tugas dan pengguna laporan dimaksud;
•   Laporan pendapat kewajaran baik seluruhnya maupun sebagian, tidak diperkenankan dipakai
    sebagai rujukan dalam dokumen-dokumen atau surat-surat edaran oleh pihak-pihak lain selain
    pemberi tugas dan pengguna laporan dimaksud tanpa terlebih dahulu mendapat persetujuan
    secara tertulis dari Penilai.

1.10. Pendekatan dan Prosedur Pekerjaan
Dalam menganalisis kewajaran Rencana Transaksi, Penilai melakukan prosedur analisis sebagai berikut:
1. Analisis Rencana Transaksi;
2. Analisis kualitatif dan kuantitatif;
3. Analisis atas kewajaran nilai Rencana Transaksi;
4. Analisis atas faktor lain yang relevan.

1.11. Dokumen dan Sumber Informasi
1. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk untuk tahun yang berakhir
    pada tanggal 31 Desember 2019 oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang
    & Rekan Nomor 00752/2.1068/AU.1/10/1642-1/1/VI/2020 tanggal 29 Juni 2020 dengan opini
    wajar dalam semua hal yang material dan akuntan publik yang bertanggung jawab adalah
    Bambang Subagyo, S.E., CPA nomor akuntan publik 1642;
2. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk untuk tahun yang berakhir
    pada tanggal 31 Desember 2020 oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang
    & Rekan Nomor 00389/2.1068/AU.1/10/1642-2/1/V/2021 tanggal 27 Mei 2021 dengan opini wajar
    dalam semua hal yang material dan akuntan publik yang bertanggung jawab adalah Bambang
    Subagyo, S.E., CPA nomor akuntan publik 1642;
3. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk untuk tahun yang berakhir
    pada tanggal 31 Desember 2021 oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang
    & Rekan Nomor 00340/2.1068/AU.1/10/1642-3/1/IV/2022 tanggal 21 April 2022 dengan opini
    wajar dalam semua hal yang material dan akuntan publik yang bertanggung jawab adalah
    Bambang Subagyo, S.E., CPA nomor akuntan publik 1642;
4. Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk untuk tahun yang berakhir
    pada tanggal 31 Desember 2022 oleh Kantor Akuntan Publik Johan, Malonda, Mustika & Rekan



                                                        Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 3
Page 15
      Nomor 00205/2.0826/AU.1/10/0727-1/1/V/2023 tanggal 26 Mei 2023 dengan opini wajar dalam
      semua hal yang material dan akuntan publik yang bertanggung jawab adalah H. Fuad Hasan, CPA.,
      CA nomor akuntan publik 0727;
5.    Laporan keuangan audit konsolidasi PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk untuk tahun yang berakhir
      pada tanggal 31 Desember 2023 oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang
      & Rekan Nomor 00247/2.1068/AU.1/10/1852-1/1/III/2024 tanggal 31 Maret 2024 dengan opini
      wajar dalam semua hal yang material dan akuntan publik yang bertanggung jawab adalah Julio
      Jayawardhani, S.E., CPA nomor akuntan publik 1852;
6.    Laporan tahunan PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk tahun 2023;
7.    Proforma Laporan Posisi Keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi BOLA per 31
      Desember 2023, yang disusun oleh manajemen Perseroan;
8.    Proyeksi laporan keuangan BOLA tahun 2024-2028 sebelum Rencana Transaksi dan setelah
      Rencana Transaksi, yang disusun oleh manajemen Perseroan;
9.    Laporan penilaian kepemilikan 36,45% saham PT Rahasia Gadis Nusantara oleh KJPP Herman
      Meirizki dan Rekan dengan Laporan Nomor 00020/2.0120-01/BS/10/0364/1/VI/2024 tanggal 25
      Juni 2024 dan penilai publik yang bertanggung jawab adalah Herman Ruslim dengan Nomor
      STTD.PB-18/PJ-1/PM.02/2023;
10.   Draft perjanjian jual beli 36,45% saham PT Rahasia Gadis Nusantara antara PT Kreasi Karya
      Bangsa, Putri Paramita Sudali, Andhikaputri Himawan, dan Adellene Odelia Tanuri;
11.   Legalitas lainnya yang terkait dengan Rencana Transaksi;
12.   Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Ibu Lusiana Susanto Anindyarta
      selaku internal audit dan General Manager & Accounting dan Ibu Silvia Magdalena Simanjuntak
      sebagai Accounting Manager di PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk mengenai alasan, latar belakang,
      dan hal-hal lainnya terkait dengan Rencana Transaksi;
13.   Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan dan pihak-pihak lain yang relevan dalam rangka
      penugasan ini.

1.12. Jenis Laporan
Jenis laporan dalam pendapat kewajaran ini adalah laporan terinci atau komprehensif dan
menggunakan Bahasa Indonesia.

1.13. Publikasi atas Laporan Pendapat Kewajaran
Laporan pendapat kewajaran ini terbuka untuk publik kecuali untuk informasi yang bersifat rahasia
yang dapat mempengaruhi Perseroan secara material. Publikasi ataupun penggunaan laporan pendapat
kewajaran ditujukan hanya untuk maksud dan tujuan pendapat kewajaran yang dinyatakan dalam
laporan ini. Laporan pendapat kewajaran hanya untuk digunakan oleh pemberi tugas dan pengguna
laporan yang dinyatakan dalam laporan. Penilai tidak bertanggung jawab atas tuntutan baik saat ini
ataupun di masa depan terkait dengan penyalahgunaan ataupun penggunaan sebagian atau
keseluruhan informasi dalam laporan pendapat kewajaran ini oleh pihak selain dari pemberi tugas dan
pengguna laporan dan bukan untuk tujuan selain yang telah dinyatakan dalam laporan pendapat
kewajaran ini.

1.14. Kejadian Penting Setelah Tanggal Pendapat Kewajaran (Subsequent Event )
Dari tanggal pendapat kewajaran sampai dengan diterbitkannya laporan pendapat kewajaran, tidak
terdapat kejadian penting yang dapat mempengaruhi hasil pendapat kewajaran secara signifikan.




                                                        Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 4
Page 16
2. ANALISIS TRANSAKSI

2.1. Identifikasi dan Hubungan Pihak-Pihak yang Bertransaksi
Sesuai dengan POJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan, Transaksi Afiliasi adalah setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh
perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali dengan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi
dari anggota direksi, anggota dewan komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali, termasuk
setiap aktivitas dan/atau transaksi yang dilakukan oleh perusahaan terbuka atau perusahaan terkendali
untuk kepentingan afiliasi dari perusahaan terbuka atau afiliasi dari anggota direksi, anggota dewan
komisaris, pemegang saham utama, atau pengendali.

Selain itu, definisi afiliasi adalah :
a. Hubungan keluarga karena perkawinan dan keturunan sampai derajat kedua, baik secara horizontal
    maupun vertikal;
b. Hubungan antara pihak dengan pegawai, direktur, atau komisaris dari pihak tersebut;
c. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan di mana terdapat 1 (satu) atau lebih anggota direksi atau
    dewan komisaris yang sama;
d. Hubungan antara perusahaan dan pihak, baik langsung maupun tidak langsung, mengendalikan
    atau dikenalikan oleh perusahaan tersebut;
e. Hubungan antara 2 (dua) perusahaan yang dikendalikan, baik langsung maupun tidak langsung,
    oleh pihak yang sama; atau
f. Hubungan antara perusahaan dan pemegang saham utama.

Berdasarkan penjelasan diatas, terdapat indikasi adanya unsur Transaksi Afiliasi sebagaimana
dimaksud dalam POJK Nomor 42/POJK.04/2020 berdasarkan susunan pemegang saham, susunan
pengurus, dan hubungan keluarga yaitu:

Susunan Pemegang Saham
• Pieter Tanuri merupakan pemegang saham utama PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk sebesar 40,98%;
• PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk merupakan perusahaan terbuka yang memiliki 90% saham PT Kreasi
  Karya Bangsa;
• PT Kreasi Karya Bangsa merupakan perusahaan tertutup yang memiliki 60% saham PT Rahasia
  Gadis Nusantara;
• Putri Paramita Sudali memiliki 10% saham PT Rahasia Gadis Nusantara dan 1,13% saham PT Kreasi
  Karya Bangsa;
• Andhikaputri Himawan memiliki 10% saham PT Rahasia Gadis Nusantara dan 0,77% saham
  PT Kreasi Karya Bangsa;
• Adellene Odelia Tanuri memiliki 7% saham PT Rahasia Gadis Nusantara dan 1,33% saham
  PT Kreasi Karya Bangsa.

Susunan Pengurus
• Putri Paramita Sudali menjabat sebagai komisaris di PT Rahasia Gadis Nusantara, menjabat sebagai
  direktur utama di PT Kreasi Karya Bangsa, dan menjabat sebagai direktur di PT Bali Bintang
  Sejahtera, Tbk;
• Andhikaputri Himawan menjabat sebagai direktur utama di PT Rahasia Gadis Nusantara;
• Adellene Odelia Tanuri menjabat sebagai direktur di PT Rahasia Gadis Nusantara.




                                                         Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 5
Page 17
Hubungan Keluarga
Adellene Odelia Tanuri merupakan anak dari Pieter Tanuri selaku pemegang saham utama PT Bali
Bintang Sejahtera, Tbk sebesar 40,98%.

Berikut adalah alur Rencana Transaksi:

                                     Tabel 1. Alur Transaksi




                                         Sumber: Pemberi Tugas


Berdasarkan Surat Pernyataan Komisaris dan Direksi BOLA, Rencana Transaksi merupakan transaksi
afiliasi serta tidak mengandung benturan kepentingan.

2.2.     Batasan Nilai Materialitas atas Rencana Transaksi
Sesuai dengan POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha,
transaksi material adalah setiap:
a. Penyertaan dalam badan usaha, proyek, dan/atau kegiatan usaha tertentu;
b. Pembelian, penjualan, pengalihan, tukar menukar aset atau segmen operasi;
c. Perolehan, pelepasan, dan/atau penggunaan jasa;
d. Sewa menyewa aset;
e. Pinjam meminjam dana termasuk pengalihannya;
f. Menjaminkan aset perusahaan terbuka dan/atau perusahaan terkendali atas pinjaman dari pihak
   lain; dan
g. Memberikan jaminan perusahaan (corporate guarantee).

Dengan kategori batas nilai transaksi material 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas
perusahaan, yang dilakukan dalam satu kali atau dalam suatu rangkaian transaksi untuk suatu tujuan
atau kegiatan tertentu.

Transaksi berupa perolehan dan pelepasan atas perusahaan atau segmen operasi dikategorikan sebagai
transaksi material dalam hal:
a. Nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas perusahaan terbuka;
b. Total aset yang menjadi objek transaksi dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya sama dengan
   atau lebih dari 20% (dua puluh persen);
c. Laba bersih objek transaksi dibagi dengan laba bersih perusahaan terbuka nilainya sama dengan
   atau lebih dari 20% (dua puluh persen); atau
d. Pendapatan usaha objek transaksi dibagi dengan pendapatan usaha perusahaan terbuka nilainya
   sama dengan atau lebih dari 20% (dua puluh persen).




                                                          Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 6
Page 18
Dalam hal perusahaan terbuka mempunyai ekuitas negatif, transaksi dikategorikan sebagai transaksi
material apabila nilai transaksi sama dengan 10% (sepuluh persen) atau lebih dari total aset
perusahaan terbuka.

Berikut merupakan analisis terkait dengan nilai materialitas atas Rencana Transaksi:
a. Nilai transaksi adalah sebesar Rp 3.470.040.000, sedangkan ekuitas BOLA per 31 Desember 2023
   adalah sebesar Rp 727.196.514.926. Nilai transaksi lebih kecil dari 20% atau sebesar 0,48% dari
   ekuitas BOLA;
b. Total aset RGN dibagi dengan total aset BOLA per 31 Desember 2023 adalah sebesar 1,40%
   (Rp 11.362.801.035/ Rp 811.094.367.830) atau lebih kecil dari 20%;
c. Tidak terdapat analisis materialitas terkait laba bersih RGN dibagi dengan laba bersih BOLA karena
   per 31 Desember 2023, RGN dan BOLA membukukan rugi tahun berjalan;
d. Pendapatan RGN dibagi dengan pendapatan BOLA per 31 Desember 2023 adalah sebesar 3,66%
   (Rp 13.303.265.033/ Rp 363.338.259.016) atau lebih kecil dari 20%.

Hasil analisis terkait dengan nilai materialitas atas Rencana Transaksi tidak terdapat pada poin a-d.
Dengan demikian Rencana Transaksi ini bukan termasuk transaksi material sebagaimana dimaksud
dalam POJK No. 17/POJK.04/2020.

2.3.    Perjanjian dan Persyaratan Yang Disepakati Dalam Rencana Transaksi
Berdasarkan draft perjanjian jual beli 36,45% saham PT Rahasia Gadis Nusantara bersyarat antara
PT Kreasi Karya Bangsa, Putri Paramita Sudali, Andhikaputri Himawan, dan Adellene Odelia Tanuri
terdapat beberapa informasi sebagai berikut:

2.3.1. Para Pihak
Para pihak yang melakukan Rencana Transaksi adalah:
• PT Kreasi Karya Bangsa sebagai pihak penjual 2.916 lembar saham atau ekuivalen dengan 36,45%
   saham PT Rahasia Gadis Nusantara;
• PT Rahasia Gadis Nusantara sebagai objek Rencana Transaksi dimana KKB memiliki 60% saham di
   RGN;
• Putri Paramita Sudali sebagai pihak pembeli 1.120 lembar saham atau ekuivalen dengan 14% saham
   PT Kreasi Karya Bangsa di PT Rahasia Gadis Nusantara;
• Andhikaputri Himawan sebagai pihak pembeli 1.120 lembar saham atau ekuivalen dengan 14%
   saham PT Kreasi Karya Bangsa di PT Rahasia Gadis Nusantara;
• Adellene Odelia Tanuri sebagai pihak pembeli 676 lembar saham atau ekuivalen dengan 8,45%
   saham PT Kreasi Karya Bangsa di PT Rahasia Gadis Nusantara.

2.3.2. Objek Rencana Transaksi
Objek Rencana Transaksi adalah penjualan 36,45% saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang akan
dilakukan oleh anak perusahaan PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk yaitu PT Kreasi Karya Bangsa kepada
Putri Paramita Sudali, Andhikaputri Himawan, dan Adellene Odelia Tanuri.

2.3.3. Harga Rencana Transaksi
Harga Rencana Transaksi adalah sebesar Rp 3.470.040.000 (Tiga Miliar Empat Ratus Tujuh Puluh Juta
Empat Puluh Ribu Rupiah) dengan rincian sebagai berikut:
• Putri Paramita Sudali sebesar Rp 1.332.800.000 (Satu Miliar Tiga Ratus Tiga Puluh Dua Juta Delapan
   Ratus Ribu Rupiah);
• Andhikaputri Himawan sebesar Rp 1.332.800.000 (Satu Miliar Tiga Ratus Tiga Puluh Dua Juta
   Delapan Ratus Ribu Rupiah);




                                                         Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 7
Page 19
• Adellene Odelia Tanuri Rp 804.440.000 (Delapan Ratus Empat Juta Empat Ratus Empat Puluh Ribu
  Rupiah).

2.3.4. Cara Pembayaran
Harga Rencana Transaksi akan dibayarkan seluruhnya oleh Pembeli kepada Penjual.

2.4.    Penilaian Atas Risiko dan Manfaat dari Rencana Transaksi
2.4.1. Manfaat Rencana Transaksi
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi ini terdapat beberapa manfaat yang akan diterima BOLA yaitu:
1. Rasio likuiditas BOLA secara konsolidasi menjadi lebih baik di masa yang akan datang dikarenakan
   adanya tambahan dana berupa kas dan setara kas;
2. Setelah dilakukan Rencana Transaksi diharapkan kinerja RGN akan menjadi lebih baik karena
   pemegang saham perorangan yang juga merupakan direksi dan komisaris di RGN dapat lebih fokus
   dalam mengelola RGN.

2.4.2. Risiko Rencana Transaksi
Tidak terdapat risiko yang mungkin terjadi apabila Rencana Transaksi dilakukan.




                                                         Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 8
Page 20
3.     ANALISIS KUALITATIF

3.1.    Riwayat Perusahaan dan Sifat Kegiatan Usaha
3.1.1. PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk (“BOLA” atau “Perseroan”)
Pendirian dan Informasi Umum
PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk (“BOLA” atau “Perseroan”) didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 3
tanggal 3 Desember 2014 oleh Notaris Yurisa Martanti, S.H., M.H., notaris di Jakarta. Akta ini telah
mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat
keputusannya No. AHU-38135.40.10.2014.Tahun 2014 tanggal 5 Desember 2014. Anggaran dasar
Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta No. 9 tanggal 4 Agustus
2021 oleh Rusnaldy, S.H., Notaris di Jakarta mengenai perubahan dan pengakuan kembali anggaran
dasar Perseroan. Perubahan anggaran dasar tersebut telah memperoleh persetujuan Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-AH.01.03-0443757 tanggal 2
September 2021.

Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan usaha utama Perseroan
meliputi manajemen klub sepakbola, perdagangan eceran dan aktivitas konsultasi manajemen dan
bisnis, serta kegiatan usaha penunjang sebagai perusahaan holding. Perseroan berlokasi di Jalan
Mahendradata, No. 75, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Denpasar, Bali, Indonesia.

Susunan Pengurus, Komite Audit, dan Pemegang Saham
Susunan pengurus dan komite audit BOLA per 31 Desember 2023 tidak berubah berdasarkan laporan
keuangan audit konsolidasi PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023 oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang & Rekan Nomor
00247/2.1068/AU.1/10/1852-1/1/III/2024 tanggal 31 Maret 2024 dengan opini wajar dalam semua hal
yang material dan akuntan publik yang bertanggung jawab adalah Julio Jayawardhani, S.E., CPA nomor
akuntan publik 1852 adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris Utama                : Jemi Wiyono Prihadi
Komisaris                      : Edy Soehartono
Komisaris Independen           : Andy Flores Noya

Dewan Direksi
Direktur Utama                 : Yabes Tanuri
Direktur                       : Putri Paramita Sudali
Direktur                       : Katharine Wianna
Direktur                       : Y. Ade Bunian Moniaga

Komite Audit
Ketua                          : Andy Flores Noya
Anggota                        : J. Anwar Hasan
Anggota                        : Achmad Sofyan
Sekretaris Perseroan           : Y. Ade Bunian Moniaga
Internal Audit                 : Lusiana Susanto




                                                         Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 9
Page 21
Susunan Pemegang Saham
Susunan pemegang saham BOLA per 31 Desember 2023 tidak berubah berdasarkan laporan keuangan
audit konsolidasi PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang & Rekan                    Nomor
00247/2.1068/AU.1/10/1852-1/1/III/2024 tanggal 31 Maret 2024 dengan opini wajar dalam semua hal
yang material dan akuntan publik yang bertanggung jawab adalah Julio Jayawardhani, S.E., CPA nomor
akuntan publik 1852:

                   Tabel 2. Pemegang Saham BOLA per 31 Desember 2023
                              Jumlah Saham      Persentase  Nilai
                                                                        Jumlah
    Pemegang Saham           Ditempatkan dan Kepemilikan Nominal
                                                                          (Rp)
                              Disetor Penuh        (%)      (Rp)
 Pieter Tanuri                    2.458.680.720       40,98      10    24.586.807.200
 PT Asuransi Central Asia           533.000.000        8,88      10     5.330.000.000
 Ayu Patricia Rachmat               304.627.000        5,08      10     3.046.270.000
 Masyarakat       (masing-
 masing dibawah 5% dari           2.703.692.280       45,06      10    27.036.922.800
 total)
 Jumlah                         6.000.000.000       100,00      10   60.000.000.000
                      Sumber: laporan keuangan audit BOLA per 31 Desember 2023


3.1.2. PT Kreasi Karya Bangsa
Pendirian dan Informasi Umum
PT Kreasi Karya Bangsa (“KKB”) didirikan berdasarkan Akta No. 19 tanggal 27 November 2017 oleh
Lanny Widjaja, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah mendapat pengesahan dari
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-
0055340.AH.01.01.Tahun 2017 tanggal 6 Desember 2017. Anggaran dasar KKB telah mengalami
perubahan, terakhir berdasarkan Akta No. 30 tanggal 30 September 2021 oleh Henry Susanto, S.H.,
M.Kn., Notaris di Karawang mengenai peningkatan modal dasar KKB. Perubahan anggaran dasar KKB
telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat No. AHU.0192751.AH.01.11.Tahun 2021 tanggal
4 November 2021.

Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar KKB, KKB bergerak dalam bidang perdagangan umum dan jasa.
KKB berdomisili di Gedung Bali United Lantai 3, Jalan Panjang No. 20, Kedoya Selatan, Kebon Jeruk,
Jakarta Barat, Indonesia. KKB merupakan salah satu entitas anak dengan kepemilikan langsung
sebesar 90% dari PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk.

Susunan Pengurus dan Pemegang Saham
Susunan pengurus KKB per 31 Desember 2023 berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasi
PT Kreasi Karya Bangsa untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 oleh Kantor
Akuntan Publik Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang & Rekan Nomor 00581/2.1068/AU.1/05/1852-
1/1/VI/2024 tanggal 14 Juni 2024 adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris
Komisaris              : Yabes Tanuri

Dewan Direksi
Direktur Utama         : Putri Paramita Sudali
Direktur               : Katharine Wianna



                                                       Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 10
Page 22
Susunan Pemegang Saham
Susunan pemegang saham KKB per 31 Desember 2023 berdasarkan laporan keuangan audit konsolidasi
PT Kreasi Karya Bangsa untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 oleh Kantor
Akuntan Publik Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang & Rekan Nomor 00581/2.1068/AU.1/05/1852-
1/1/VI/2024 tanggal 14 Juni 2024 adalah sebagai berikut:

                    Tabel 3. Pemegang Saham KKB per 31 Desember 2023
                              Jumlah Saham      Persentase  Nilai
                                                                       Jumlah
    Pemegang Saham           Ditempatkan dan Kepemilikan Nominal
                                                                         (Rp)
                               Disetor Penuh       (%)      (Rp)
 PT Bali Bintang Sejahtera,
                                      1.350.000       90,00 100.000  135.000.000.000
 Tbk
 Yabes Tanuri                            35.000        2,33 100.000    3.500.000.000
 PT Modal Ventura YCAB                   22.000        1,47 100.000    2.200.000.000
 Philmon Samuel Tanuri                   20.000        1,33 100.000    2.000.000.000
 Adellene Odelia Tanuri                  20.000        1,33 100.000    2.000.000.000
 Putri Paramita Sudali                   17.000        1,13 100.000    1.700.000.000
 Andhikaputri Himawan                    11.500        0,77 100.000    1.150.000.000
 Katharine Wianna                        11.000        0,73 100.000    1.100.000.000
 Yohanes Ade Bunian                       5.000        0,33 100.000      500.000.000
 Deasy Nathalia                           3.500        0,23 100.000      350.000.000
 Akhmad Nur Syamsu                        1.500        0,10 100.000      150.000.000
 Lusiana Susanto                          1.500        0,10 100.000      150.000.000
 Silvia         Magdalena                                   100.000
                                          1.000        0,07              100.000.000
 Simanjuntak
 Ervi                                     1.000        0,07 100.000      100.000.000
 Jumlah                              1.500.000      100,00 100.000 150.000.000.000
                      Sumber: laporan keuangan audit KKB per 31 Desember 2023


3.1.3. PT Rahasia Gadis Nusantara
Pendirian dan Informasi Umum
PT Rahasia Gadis Nusantara (“RGN”) didirikan berdasarkan Akta No. 7 tanggal 12 Oktober 2020 oleh
Henry Susanto, S.H., M.Kn., Notaris di Karawang. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
0052631.AH.01.01.TAHUN.2020 tanggal 12 Oktober 2020.

Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar RGN, ruang lingkup kegiatan RGN adalah bergerak dalam bidang
perdagangan dan jasa. RGN berdomisili di Gedung Bali United Lantai 3, Jalan Panjang No. 29, Kedoya
Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Indonesia. RGN mulai beroperasi secara komersial sejak tahun
2020. RGN merupakan entitas anak dengan kepemilikan tidak langsung dari PT Bali Bintang Sejahtera,
Tbk melalui PT Kreasi Karya Bangsa.

Susunan Pengurus dan Pemegang Saham
Susunan Komisaris dan Direksi RGN per 31 Desember 2023 sesuai dengan Akta No. 7 tanggal 12
Oktober 2020 oleh Henry Susanto, S.H., M.Kn., Notaris di Karawang adalah sebagai berikut:




                                                       Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 11
Page 23
Dewan Komisaris
Komisaris               : Putri Paramita Sudali

Dewan Direksi
Direktur Utama          : Andhikaputri Himawan
Direktur                : Adellene Odelia Tanuri

Susunan Pemegang Saham
Rincian susunan Pemegang Saham RGN per 31 Desember 2023 sesuai dengan Akta No. 7 tanggal 12
Oktober 2020 oleh Henry Susanto, S.H., M.Kn., Notaris di Karawang adalah sebagai berikut:

                   Tabel 4. Pemegang Saham RGN per 31 Desember 2023
                            Jumlah Saham
                                             Persentase      Nilai
                          Ditempatkan dan
  Pemegang Saham                             Kepemilikan   Nominal                           Jumlah (Rp)
                            Disetor Penuh
                                                (%)          (Rp)
                               (lembar)
 PT Kreasi Karya Bangsa                4.800        60,00   1.000.000                          4.800.000.000
 PT Modal Ventura YCAB                   800        10,00   1.000.000                            800.000.000
 Putri Paramita Sudali                   800        10,00   1.000.000                            800.000.000
 Andhikaputri Himawan                    800        10,00   1.000.000                            800.000.000
 Adellene Odelia Tanuri                  560          7,00  1.000.000                            560.000.000
 Katherine Wianna                        240          3,00  1.000.000                            240.000.000
 Jumlah                               8.000       100,00   1.000.000                         8.000.000.000
               Sumber: Akta No. 7 tanggal 12 Oktober 2020 oleh Henry Susanto, S.H., M.Kn.


3.2.    Analisis Industri dan Lingkungan
3.2.1. Analisis Industri
Pada tahun 2023, terdapat peningkatan minat dari generasi muda terhadap event experience yang
diselenggarakan secara offline. Hal ini tercermin dari pertumbuhan event musik, olahraga, dan hiburan
lainnya baik yang diselenggarakan oleh pihak lokal maupun internasional di Indonesia.

Terbukanya peluang Indonesia untuk melaju ke Piala Dunia dapat membangkitkan industri sepak bola
Indonesia yang sempat menurun karena pandemi. Saat ini pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih
mengejar target 6-7% untuk dapat memenuhi prasyarat sebagai negara maju pada tahun 2045,
sehingga kontribusi dari sektor olahraga diharapkan dapat membantu Indonesia untuk mencapai target
tersebut. Berkembangnya industri sepak bola Tanah Air juga dapat menarik minat klub-klub
internasional untuk melakukan tur pramusim di Indonesia. Oleh karena itu, hal tersebut perlu
dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan cara menyiapkan pembinaan usia dini berkualitas, pembangunan
training center, stadion, dan infrastruktur.

3.2.2. Analisis Lingkungan
Perseroan senantiasa melaksanakan tanggung jawab sosial di bidang lingkungan hidup guna
meminimalisir dampak kegiatan bisnis dan operasional terhadap lingkungan sekitar. Tujuan dari
aktivitas terkait aspek lingkungan hidup, antara lain inisiatif penghematan energi dan pengelolaan
limbah. Pada tahun 2023, Perseroan juga mewujudkan komitmen tanggung jawab terhadap bidang
lingkungan hidup antara lain melalui:
1. Tanggung jawab sosial bidang Kesehatan dan keselamatan kerja (K3)
    a. Kesetaraan kesempatan kerja
        Perseroan membuka kesempatan kerja bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membatasi jenis
        kelamin, suku, ras dan agama serta mempersiapkan pengembangan karir yang transparan dan



                                                          Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 12
Page 24
       remunerasi yang memadai sebagai bentuk apresiasi kepada karyawan. Perseroan memastikan
       seluruh karyawan memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dalam program
       pengembangan kompetensi, skema remunerasi maupun paket kesejahteraan lainnya.
   b. Kesehatan
       Perseroan mengikutkan seluruh karyawannya dalam program Badan Penyelenggara Jaminan
       Sosial (BPJS) baik BPJS Kesehatan maupun Ketenagakerjaan. Dalam kurun waktu kerja tertentu,
       Perseroan juga melengkapinya dengan asuransi Kesehatan lainnya untuk memberikan
       kemudahan dan kenyamanan bagi karyawan. Perseroan juga memberikan asuransi kecelakaan
       kerja dan asuransi jiwa untuk seluruh pemain dan officials.
2. Tanggung jawab bidang sosial dan kemasyarakatan
   Masyarakat merupakan salah satu pemangku kepentingan utama Perseroan. Dengan demikian,
   Perseroan menyadari bahwa tumbuh kembang Perseroan harus seiring dengan perbaikan kualitas
   hidup Masyarakat. Dilandasi komitmen tersebut, Perseroan senantiasa menyelenggarakan kegiatan
   CSR bidang kemasyarakatan sebagai perwujudan komitmen untuk tumbuh bersama Masyarakat.
   Pada tahun 2023, Perseroan menyelenggarakan kegiatan tanggung jawab perusahaan bidang sosial
   kemasyarakatan dengan memberikan sumbangan kawan pada saat hari keagamaan Kuningan dan
   Hari Raya Idul Adha kepada Masyarakat sekitar kantor dan stadion.
3. Tanggung jawab terhadap produk dan pelanggan
   Perseroan bergerak dalam bidang usaha yang secara langsung berkaitan dengan seluruh pelanggan.
   Untuk itu, Perseroan mengedepankan kualitas produk dan pelayanan terbaik untuk menjaga
   kepercayaan dan loyalitas pelanggan. Perseroan menyediakan saluran komunikasi dengan
   pelanggan melalui media sosial, website, aplikasi official, dan komunitas whatsapp group.

3.3.     Analisis Operasional dan Prospek Perseroan
3.3.1. Analisis Operasional
Operasional Perseroan berdasarkan segmen usaha adalah sebagai berikut:
1. Manajemen klub sepakbola profesional menjalankan operasi yang meliputi pengelolaan klub
   sepakbola, akademi sepakbola usia muda, penjualan jersey, dan merchandise klub;
2. Sports agency menjalankan operasi yang meliputi penyediaan sponsor bagi klub-klub sepakbola di
   Indonesia, jasa live video streaming pertandingan sepakbola Indonesia dan pembuatan video iklan
   sponsor;
3. Lainnya merupakan operasional dari café, dan tim e-sports Bali United;
4. Distribusi produk Indomie, Pop Mie, Eneos, dan Guinness ke warung atau pedagang langsung.

                            Gambar 1. Produk dan Jasa Perseroan




                                    Sumber: Annual Report BOLA




                                                      Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 13
Page 25
3.3.2. Prospek Perseroan
Dengan hasil positif di tahun 2023, Perseroan optimis dapat melanjutkan kinerja yang membanggakan
di tahun mendatang. Untuk memanfaatkan peluang bisnis kedepannya, Perseroan telah
mempersiapkan strategi-strategi efektif yang akan diterapkan di seluruh bagian manajemen Perseroan.
Hal ini bertujuan untuk secara konsisten memperkuat peran manajemen dan struktur organisasi guna
meningkatkan kinerja karyawan di grup Perseroan. Melalui kolaborasi, dedikasi, dan proses
transformasi yang berkelanjutan, Perseroan yakin bahwa prospek bisnis di masa depan akan
menunjukkan peningkatan kinerja yang positif, dengan pertumbuhan pendapatan dan kinerja yang
lebih memuaskan bagi semua pihak yang terlibat.

Melihat tahun 2024, Perseroan memiliki strategi dan kebijakan untuk mempertahankan kinerja
Perseroan. Perseroan melihat bahwa terdapat perkembangan yang menjanjikan dalam industri lokal,
terutama di sektor sepakbola, bisnis entertainment, dan penyelenggaraan event. Fenomena minat
terhadap offline experience yang semakin meningkat juga menjadi hal utama. Dalam menghadapi
dinamika pasar yang terus berkembang, Perseroan menempatkan fokus pada bidang digital,
pengalaman penggemar atau customer experience, dan product innovation yang diharapkan dapat
terus berkembang, sebagai bagian dari strategi pertumbuhan Perseroan di tahun yang akan datang.

3.4.    Analisis SWOT
Berikut adalah analisis SWOT Perseroan:

(S) Strength /Kekuatan:
• Perseroan melakukan pengembangan produk dan jasa untuk meningkatkan kualitas layanan;
• Memiliki banyak sponsorship dan media partners;
• Perseroan memiliki Bali United mobile application, yaitu aplikasi yang terintegrasi dengan fasilitas
    di stadion seperti e-ticket, pembelian merchandise, makanan, dan dapat mengakses informasi
    maupun promosi selama pertandingan berjalan;
• Pengembangan infrastruktur stadion;
• Pengembangan infrastruktur lapangan;
• Memiliki akademi Bali United untuk pembinaan calon pemain sepak bola usia muda;
• Memiliki pelatih yang berlisensi nasional.

(W) W eakness /Kelemahan:
• Risiko cidera pemain;
• Risiko kemampuan untuk menarik dan mempertahankan personel inti.

(O) Opportunity /Peluang:
• Banyaknya destinasi wisata di Kota Bali membuka peluang BOLA untuk melakukan kegiatan
   marketing dan melakukan event untuk mendukung dan meningkatkan kunjungan para turis ke lini
   usaha;
• Terdapat banyak brand yang membutuhkan tempat studio untuk melakukan produksi konten
   seperti live streaming, television commercial, film, live event, dan lainnya;
• Terdapat inisiatif Pemerintah dalam mendorong terwujudnya sport tourism.

(T) Threat /Ancaman:
• Perubahan kebijakan yang berdampak langsung pada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia
    (PSSI) dan Liga Indonesia;
• Persaingan usaha bisnis sepakbola di Indonesia yang sangat kompetitif;
• Risiko perizinan;
• Sanksi yang diberikan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).



                                                        Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 14
Page 26
3.5.    Pertimbangan dan Alasan dilakukannya Rencana Transaksi
BOLA adalah Perseroan yang melakukan kegiatan usaha di bidang industri olahraga. BOLA melalui anak
perusahaannya yaitu KKB, berencana untuk melakukan penjualan 36,45% kepemilikan saham KKB di
RGN. Secara konsolidasi rasio likuiditas BOLA menjadi lebih baik di masa yang akan datang dikarenakan
adanya tambahan dana berupa kas dan setara kas. Selain itu, setelah dilakukan Rencana Transaksi
diharapkan kinerja RGN akan menjadi lebih baik karena pemegang saham perorangan yang juga
merupakan direksi dan komisaris di RGN dapat lebih fokus dalam mengelola RGN.

3.6.    Keuntungan dan Kerugian yang Bersifat Kualitatif
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi dapat memberikan keuntungan bagi BOLA yaitu:
1. Rasio likuiditas BOLA secara konsolidasi menjadi lebih baik di masa yang akan datang dikarenakan
   adanya tambahan dana berupa kas dan setara kas;
2. Setelah dilakukan Rencana Transaksi diharapkan kinerja RGN akan menjadi lebih baik karena
   pemegang saham perorangan yang juga merupakan direksi dan komisaris di RGN dapat lebih fokus
   dalam mengelola RGN.

Dengan dilakukannya Rencana Transaksi tidak terdapat kerugian bagi BOLA.




                                                        Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 15
Page 27
4.       ANALISIS KUANTITATIF

4.1.     Potensi Pendapatan, Aset, Liabilitas, dan Kondisi Keuangan Perseroan
4.1.1. Kinerja Keuangan
4.1.1.1. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi
Berikut merupakan historis laporan posisi keuangan konsolidasi PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk per 31
Desember tahun 2019-2023 (dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain):

                                 Tabel 5. Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi
                                                                   Audit         Audit        Audit        Audit        Audit
                                                                 31-Des-19     31-Des-20    31-Des-21    31-Des-22    31-Des-23
       ASET
       Aset Lancar
       Kas dan setara kas                                          222.579       176.229       193.554      114.395      40.530
       Deposito berjangka                                                -             -           125            -           -
       Investasi jangka pendek                                     114.419       175.391       286.561      265.340     353.685
       Piutang usaha                                                86.715        36.598        72.819      110.021      97.490
       Piutang lain-lain                                             4.422         5.951         8.482       25.953      27.689
       Persediaan-neto                                               3.877         3.104         3.284        4.045       6.876
       Pajak dibayar dimuka                                          2.248         6.566         4.380        2.196       9.048
       Biaya dibayar dimuka dan uang muka                           17.792        10.974        14.283       38.408      17.235
       Jumlah Aset Lancar                                         452.051       414.812       583.487      560.359     552.552

       Aset Tidak Lancar
       Piutang lain-lain                                                 -             -         1.712            -           -
       Uang muka dan biaya dibayar dimuka                                -             -         2.036            -           -
       Investasi jangka panjang                                          -             -        38.549            -           -
       Investasi pada entitas asosiasi-neto                          5.202         5.194             -       13.180      15.503
       Aset hak guna-bersih                                              -             -        14.281            -           -
       Aset tetap-bersih                                            43.821        87.277        68.422       85.893     124.798
       Aset tak berwujud-bersih                                     20.580        26.900        29.505       33.941      40.588
       Aset pajak tangguhan                                          1.676         8.814        25.020       16.666      15.134
       Aset tidak lancar lain-lain                                  19.475         7.066             -       63.368      62.520
       Jumlah Aset Tidak Lancar                                    90.754       135.252       179.525      213.049     258.542
       JUMLAH ASET                                                542.805       550.064       763.012      773.408     811.094

       LIABILITAS DAN EKUITAS
       LIABILITAS
       Liabilitas Jangka Pendek
       Utang usaha                                                   54.980       35.897         6.791       17.316      32.923
       Utang lain-lain                                                  394          593         1.124        2.226       1.744
       Beban akrual                                                   5.033        4.453         9.487       10.664       5.725
       Utang pajak                                                    6.890        1.998         3.792        7.164       4.564
       Liabilitas kontrak                                                 -       20.811        27.234        8.101      11.727
       Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
                                                                      1.482        3.585         3.312        2.990      10.812
       satu tahun
        Liabilitas sewa                                              1.482         3.585         3.312        2.990      10.812
       Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                             68.779        67.338        51.741       48.461      67.495

       Liabilitas Jangka Panjang
       Liabilitas imbalan kerja                                       1.291        1.725         1.894        1.929       2.997
       Liabilitas pajak tangguhan                                        15           72            91           39         177
       Utang jangka panjang-setelah dikurangi bagian yang
                                                                      3.233       10.090         7.200        8.654      13.229
       jatuh tempo dalam waktu satu tahun
         Liabilitas sewa                                             3.233        10.090         7.200        8.654      13.229
       Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                             4.539        11.886         9.184       10.622      16.403
       JUMLAH LIABILITAS                                           73.317        79.224        60.925       59.083      83.898

       EKUITAS
       Modal saham                                                   60.000       60.000        60.000       60.000      60.000
       Tambahan modal disetor                                       408.047      408.047       408.047      408.047     408.047
       Keuntungan belum direalisasi dari perubahan nilai wajar
                                                                      4.323        2.446          159           83          31
       investasi jangka pendek
       Saldo laba (defisit)                                          (5.850)      (5.384)      189.956      200.205     196.174
       Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
                                                                    466.520      465.109       658.162      668.336     664.252
       entitas induk
       Kepentingan non-pengendali                                    2.968         5.731        43.924       45.989      62.944
       JUMLAH EKUITAS                                             469.488       470.840       702.087      714.325     727.197
       JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                              542.805       550.064       763.012      773.408     811.094


                                     Sumber: laporan keuangan audit konsolidasi BOLA




                                                                                Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 16
Page 28
Total Aset
Total aset Perseroan per 31 Desember 2019-2023 masing-masing sebesar Rp 542,81 miliar, Rp 550,06
miliar, Rp 763,01 miliar, Rp 773,41 miliar, dan Rp 811,09 miliar.

Total aset Perseroan per 31 Desember 2020 mengalami peningkatan sebesar 1,34% dari total aset per
31 Desember 2019 sebagian besar dikarenakan adanya peningkatan investasi jangka pendek, pajak
dibayar dimuka, aset tetap-bersih, aset tak berwujud-bersih, dan aset pajak tangguhan.

Total aset Perseroan per 31 Desember 2021 mengalami peningkatan sebesar 38,71% dari total aset
per 31 Desember 2020 sebagian besar dikarenakan adanya peningkatan kas dan setara kas, investasi
jangka pendek, piutang usaha, biaya dibayar dimuka dan uang muka, investasi jangka panjang, aset
hak guna-bersih, dan aset pajak tangguhan.

Total aset Perseroan per 31 Desember 2022 mengalami peningkatan sebesar 1,36% dari total aset per
31 Desember 2021 sebagian besar dikarenakan adanya peningkatan piutang usaha, piutang lain-lain,
biaya dibayar dimuka dan uang muka, investasi pada entitas asosiasi-neto, aset tetap-bersih, dan aset
tidak lancar lain-lain.

Total aset Perseroan per 31 Desember 2023 mengalami peningkatan sebesar 4,87% dari total aset per
31 Desember 2022 sebagian besar dikarenakan adanya peningkatan investasi jangka pendek, aset
tetap-bersih, dan aset tak berwujud bersih.

Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas Perseroan per 31 Desember 2019-2023 masing-masing sebesar Rp 222,58 miliar,
Rp 176,23 miliar, Rp 193,55 miliar, Rp 114,39 miliar, dan Rp 40,53 miliar. Rasio kas Perseroan per 31
Desember 2019-2023 masing-masing sebesar 3,24 kali, 2,62 kali, 3,74 kali, 2,36 kali, dan 0,60 kali.

Piutang Usaha
Perseroan mencatat piutang usaha per 31 Desember 2019-2023 masing-masing sebesar Rp 86,71
miliar, Rp 36,60 miliar, Rp 72,82 miliar, Rp 110,02 miliar, dan Rp 97,49 miliar. Hari piutang usaha
Perseroan per 31 Desember 2019-2023 masing-masing sebesar 147 hari, 175 hari, 139 hari, 114 hari,
dan 98 hari.

Persediaan
Perseroan mencatat persediaan per 31 Desember 2019-2023 masing-masing sebesar Rp 3,88 miliar,
Rp 3,10 miliar, Rp 3,28 miliar, Rp 4,05 miliar, dan Rp 6,88 miliar. Sebagian besar persediaan Perseroan
terdiri atas jersey dan merchandise. Hari persediaan Perseroan per 31 Desember 2019-2023 masing-
masing sebesar 7 hari, 7 hari, 6 hari, 5 hari, dan 5 hari.

Aset tetap-neto
Perseroan mencatat aset tetap-neto per 31 Desember 2019-2023 masing-masing sebesar Rp 43,82
miliar, Rp 87,28 miliar, Rp 68,42 miliar, Rp 85,89 miliar, dan Rp 124,80 miliar dengan persentase aset
tetap-neto terhadap total aset per 31 Desember 2019-2023 masing-masing sebesar 8,07%, 15,87%,
8,97%, 11,11%, dan 15,39%.

Total Liabilitas
Total liabilitas Perseroan per 31 Desember 2019-2023 masing-masing sebesar Rp 73,32 miliar, Rp 79,22
miliar, Rp 60,92 miliar, Rp 59,08 miliar, dan Rp 83,90 miliar.




                                                         Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 17
Page 29
Total liabilitas Perseroan per 31 Desember 2020 mengalami peningkatan sebesar 8,06% dari total
liabilitas per 31 Desember 2019 sebagian besar dikarenakan peningkatan pada liabilitas kontrak, utang
jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun dan utang jangka panjang-setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun.

Total liabilitas Perseroan per 31 Desember 2021 mengalami penurunan sebesar -23,10% dari total
liabilitas per 31 Desember 2020 sebagian besar penurunan pada utang usaha dan utang jangka
panjang-setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun.

Total liabilitas Perseroan per 31 Desember 2022 mengalami penurunan sebesar -3,02% dari total
liabilitas per 31 Desember 2021 sebagian besar dikarenakan penurunan pada liabilitas kontrak.

Total liabilitas Perseroan per 31 Desember 2023 mengalami peningkatan sebesar 42,00% dari total
liabilitas per 31 Desember 2022 sebagian besar dikarenakan peningkatan pada utang usaha, liabilitas
kontrak, utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun dan utang jangka panjang-
setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun.

Utang Usaha
Perseroan mencatat utang usaha per 31 Desember 2019-2023 masing-masing sebesar Rp 54,98 miliar,
Rp 35,90 miliar, Rp 6,79 miliar, Rp 17,32 miliar, dan Rp 32,92 miliar. Hari utang usaha per 31 Desember
2019-2023 masing-masing sebesar 93 hari, 83 hari, 13 hari, 19 hari, dan 27 hari.

Utang Jangka Panjang
Utang jangka panjang Perseroan merupakan utang atas liabilitas sewa yang terdiri atas utang jangka
panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun dan utang jangka panjang-setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun dengan total per 31 Desember 2019-2023 masing-masing
sebesar Rp 4,72 miliar, Rp 13,67 miliar, Rp 10,51 miliar, Rp 11,64 miliar, dan Rp 24,04 miliar.

Total Ekuitas
Perseroan mencatat total ekuitas per 31 Desember 2019-2023 masing-masing sebesar Rp 469,49 miliar,
Rp 470,84 miliar, Rp 702,09 miliar, Rp 714,32 miliar, dan Rp 727,20 miliar dengan modal saham
Perseroan per 31 Desember 2019-2023 masing masing sebesar Rp 60 miliar.

Total ekuitas per 31 Desember 2020 mengalami peningkatan sebesar 0,29% dari total ekuitas per 31
Desember 2019 dikarenakan adanya peningkatan saldo laba dan kepentingan non-pengendali.

Total ekuitas per 31 Desember 2021 mengalami peningkatan sebesar 49,11% dari total ekuitas per 31
Desember 2020 dikarenakan adanya peningkatan saldo laba dan kepentingan non-pengendali.

Total ekuitas per 31 Desember 2022 mengalami peningkatan sebesar 1,74% dari total ekuitas per 31
Desember 2021 dikarenakan adanya peningkatan saldo laba dan kepentingan non-pengendali.

Total ekuitas per 31 Desember 2023 mengalami peningkatan sebesar 1,80% dari total ekuitas per 31
Desember 2022 dikarenakan adanya peningkatan kepentingan non pengendali.




                                                         Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 18
Page 30
4.1.1.2. Laporan Laba Rugi Konsolidasi
Pendapatan
Perseroan membukukan pendapatan pada tahun 2019-2023 masing-masing sebesar Rp 215,21 miliar,
Rp 76,42 miliar, Rp 191,66 miliar, Rp 353,14 miliar, dan Rp 363,34 miliar. Berdasarkan rumus
Compounded Annual Growth Rate (CAGR), pendapatan Perseroan dari tahun 2019-2023 mengalami
peningkatan sebesar 68,83%. Pendapatan Perseroan sebagian besar diperoleh dari pendapatan agensi.
Berikut merupakan grafik pendapatan Perseroan dari tahun 2019-2023 (dalam jutaan Rupiah, kecuali
dinyatakan lain):

                                    Grafik 1. Pendapatan Historis

                                      Pendapatan Historis

              300.000

              250.000

              200.000

              150.000

              100.000

               50.000

                    -
                          FY 2019      FY 2020       FY 2021      FY 2022       FY 2023

                                    Manajemen klub     Agensi    Lainnya

                                          Sumber: data olahan


Beban Operasi
Perseroan membukukan beban operasi pada tahun 2019-2023 masing-masing sebesar Rp 214,99
miliar, Rp 157,47 miliar, Rp 189,41 miliar, Rp 327,51 miliar, dan Rp 437,91 miliar. Persentase beban
operasi terhadap pendapatan pada tahun 2019-2023 masing-masing sebesar 99,90%, 206,07%,
98,83%, 92,74%, dan 120,52%. Sebagian besar beban operasi merupakan beban remunerasi pemain
dan staf, gaji dan tunjangan, penyusutan, jasa profesional, dan amortisasi.

Laba (Rugi) Operasi
Perseroan membukukan laba operasi pada tahun 2019, 2021, dan 2022 masing-masing sebesar Rp 221
juta, Rp 2,25 miliar, dan Rp 25,62 miliar, sedangkan pada tahun 2020 dan 2023 Perseroan membukukan
rugi operasi masing-masing sebesar -Rp 81,06 miliar dan -Rp 74,57 miliar. Rasio operating profit (loss)
margin pada tahun 2019-2023 masing-masing sebesar 0,10%, -106,07%, 1,17%, 7,26%, dan
-20,52%.

Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Perseroan membukukan laba tahun berjalan pada tahun 2019-2022 masing-masing sebesar Rp 7,38
miliar, Rp 3,34 miliar, Rp 184,94 miliar, dan Rp 17,98 miliar. Pada tahun 2023 Perseroan membukukan
rugi tahun berjalan sebesar -Rp 1,74 miliar. Rasio net profit (loss) margin pada tahun 2019-2023
masing-masing sebesar 3,43%, 4,37%, 96,49%, 5,09%, dan -0,48%.




                                                           Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 19
Page 31
Berikut merupakan laporan laba rugi konsolidasi PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk tahun 2019-2023
(dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain):

                                         Tabel 6. Laporan Laba Rugi Konsolidasi
                                                                             Audit         Audit        Audit         Audit          Audit
                                                                            FY 2019      FY 2020       FY 2021       FY 2022       FY 2023
          Pendapatan                                                          215.209        76.419       191.658       353.136      363.338
           Manajemen klub                                                      97.878        39.155        61.995       111.633        85.342
           Agensi                                                             114.038        34.343       125.384       239.090      274.454
           Lainnya                                                              3.293         2.921         4.279         2.413         3.543
          Beban operasi                                                      (214.988)    (157.478)      (189.412)     (327.511)    (437.912)
          Laba (rugi) operasi                                                    221      (81.059)         2.246        25.624      (74.574)
          Pendapatan keuangan                                                  11.507        17.841         6.434         5.522         4.069
          Beban keuangan                                                         (821)       (1.217)       (1.084)       (1.094)       (1.241)
          Keuntungan atas penjualan saham RGN                                       -             -             -             -             -
          Keuntungan dan kerugian lain-lain                                    (2.145)       62.303       176.944         2.351        73.721
          Laba (rugi) sebelum pajak                                            8.762        (2.132)     184.541         32.403         1.975
          Manfaat (beban) pajak penghasilan                                    (1.386)        5.474           399       (14.429)       (3.719)
          Laba (rugi) tahun berjalan                                           7.376         3.343      184.939         17.975        (1.744)

          Penghasilan (beban) komprehensif lain
          Pos yang akan diklasifikasikan ke laba rugi:
           Keuntungan (kerugian) atas aset keuangan tersedia untuk dijual       3.783       (1.819)        (2.287)          (75)         (53)
          Pos -pos yang tidak akan diklasifikasikan ke laba rugi:
           Kerugian aktuarial atas liabilitas imbalan pasca kerja                (208)         (15)          304           (207)        (425)
           Pajak terkait setelah perubahan tarif                                   52            3           (67)            45           94
          Total kerugian (penghasilan) komprehensif lain tahun
                                                                               3.627       (1.830)        (2.050)         (237)        (384)
          berjalan-setelah pajak
          Total penghasilan komprehensif tahun berjalan                       11.002        1.512       182.889        17.738        (2.128)

          Laba (rugi) yang dapat diatribusikan kepada:
          Pemilik entitas induk                                                 7.076        5.226       183.248        16.402        (3.713)
          Kepentingan nonpengendali                                               300       (1.883)        1.691         1.572         1.970
          Total                                                                7.376        3.343       184.939        17.975        (1.744)

          Total penghasilan komprehensif yang dapat diatribusikan
          kepada:
          Pemilik entitas induk                                                10.708        3.399       181.195        16.173        (4.083)
          Kepentingan nonpengendali                                               295       (1.887)        1.695         1.565         1.955
          Total                                                               11.002        1.512       182.889        17.738        (2.128)

          LABA PER SAHAM                                                        1,23         0,87          30,54          2,73        (0,62)


                                        Sumber: laporan keuangan audit konsolidasi BOLA


4.1.1.3.     Laporan Arus Kas Konsolidasi
Aktivitas Operasi
Pada tahun 2019-2023, Perseroan membukukan arus kas negatif dari aktivitas operasi masing-masing
sebesar -Rp 12,83 miliar, -Rp 28,03 miliar, -Rp 22,45 miliar, -Rp 34,36 miliar, dan -Rp 1,98 miliar. Arus
kas negatif dari aktivitas operasi tersebut dikarenakan adanya pembayaran pada pemasok, pembayaran
pada karyawan, beban operasional lainnya, pembayaran pajak penghasilan, dan pembayaran beban
keuangan.

Aktivitas Investasi
Pada tahun 2019 Perseroan membukukan arus kas negatif dari aktivitas investasi sebesar -Rp 108,23
miliar dikarenakan adanya penempatan investasi jangka pendek, perolehan aset tetap, penempatan
investasi pada entitas asosiasi, dan renovasi stadion.

Pada tahun 2020 Perseroan membukukan arus kas negatif dari aktivitas investasi sebesar -Rp 20,87
miliar dikarenakan adanya penempatan investasi jangka pendek, perolehan aset tak berwujud, dan
perolehan aset tetap.

Pada tahun 2021 Perseroan membukukan arus kas positif dari aktivitas investasi sebesar Rp 6,40 miliar
dikarenakan adanya penarikan investasi jangka pendek dan peningkatan (penurunan) piutang lain-lain
pihak berelasi.

Pada tahun 2022 Perseroan membukukan arus kas negatif dari aktivitas investasi sebesar -Rp 34,77
miliar dikarenakan adanya penempatan investasi jangka pendek, peningkatan (penurunan) piutang




                                                                                    Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 20
Page 32
lain-lain pihak berelasi, perolehan aset tak berwujud, perolehan aset tetap, dan penempatan investasi
jangka panjang.

Pada tahun 2023 Perseroan membukukan arus kas negatif dari aktivitas investasi sebesar -Rp 83,18
miliar dikarenakan adanya penempatan investasi jangka pendek, perolehan aset tak berwujud,
perolehan aset tetap, dan penempatan investasi pada entitas asosiasi.

Aktivitas Pendanaan
Pada tahun 2019-2021 dan 2023 Perseroan membukukan arus kas positif masing-masing sebesar
Rp 337,39 miliar, Rp 2,55 miliar, Rp 33,37 miliar, dan Rp 11,29 miliar yang sebagian besar dikarenakan
adanya penerimaan piutang pihak berelasi, setoran modal entitas anak, dan penerimaan modal disetor.
Sedangkan pada tahun 2022 Perseroan membukukan arus kas negatif sebesar Rp -10,15 miliar
sebagian besar dikarenakan pembayaran liabilitas sewa dan pembayaran dividen.

Catatan:
Kas dan setara kas awal tahun 2022 berbeda dengan kas dan setara kas akhir tahun 2021 dikarenakan
dalam laporan audit tahun 2022, auditor mereklasifikasi deposito tahun 2021 sebesar Rp 125 juta
kedalam kas dan setara kas.

Berikut merupakan historis laporan arus kas konsolidasi PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk tahun 2019-
2023 (dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain):

                                            Tabel 7. Laporan Arus Kas Konsolidasi
                                                                         Audit        Audit       Audit         Audit        Audit
                                                                        FY 2019      FY 2020     FY 2021       FY 2022      FY 2023
   ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
   Penerimaan kas dari pelanggan                                          153.669     129.715      160.854       301.570     378.043
   Pembayaran pada pemasok                                               (101.814)    (98.092)     (34.492)     (212.079)   (291.354)
   Pembayaran pada karyawan                                               (60.064)    (55.965)     (55.768)     (115.420)    (78.652)
   Beban operasional lainnya                                                    -           -      (95.957)            -           -
   Kas digunakan untuk aktivitas operasi                                   (8.210)    (24.342)     (25.364)      (25.929)      8.037

   Pembayaran pajak penghasilan                                            (3.834)     (1.643)      (2.431)       (7.339)     (8.774)
   Penerimaan penghasilan bunga                                                 -           -        6.434             -           -
   Pembayaran beban keuangan                                                 (788)     (2.045)      (1.084)       (1.094)     (1.241)
   Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi      (12.831)    (28.030)     (22.445)      (34.362)     (1.978)

   ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
   Penerimaan bunga                                                         8.630      17.841             -        5.522       3.727
   Penempatan investasi jangka pendek                                    (137.900)   (431.744)   (1.197.573)    (274.195)   (254.872)
   Penarikan investasi jangka pendek                                       47.521     443.360     1.246.520      299.431     232.745
   Penjualan aset tetap                                                         -       1.792             -            -           -
   Peningkatan (penurunan) piutang lain-lain pihak berelasi                     -           -         2.748       (3.018)          -
   Perolehan aset tak berwujud                                                  -     (11.216)       (5.056)        (257)     (3.638)
   Perolehan aset tetap                                                   (20.805)    (40.907)      (14.751)     (22.437)    (59.243)
   Perolehan aset hak guna                                                      -           -        (1.564)           -           -
   Penempatan investasi pada entitas anak                                       -           -             -            -           -
   Penempatan investasi pada entitas asosiasi                              (5.192)          -             -            -      (3.500)
   Penjualan investasi pada entitas asosiasi                                    -           -             -            -       1.600
   Penempatan investasi jangka panjang                                          -           -       (23.800)     (39.813)          -
   Penempatan deposito berjangka                                                -           -          (125)           -           -
   Renovasi stadion                                                          (485)          -             -            -           -
                                                                        (108.232)    (20.873)       6.400       (34.767)    (83.181)
   Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Investasi

   ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
   Penerimaan piutang pihak berelasi                                          855       2.135            -             -           -
   Pembayaran utang lain-lain pihak berelasi                                    -           -          164           (79)     (1.866)
   Pembayaran liabilitas sewa                                              (1.232)     (4.232)      (3.294)       (4.576)     (1.839)
   Setoran modal entitas anak                                                   -       4.650       36.500           500      15.000
   Pembayaran dividen                                                           -           -            -        (6.000)          -
   Penerimaan modal disetor                                               337.766           -            -             -           -
                                                                        337.389        2.553       33.370       (10.155)     11.295
   Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan

   Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas                       216.326      (46.350)      17.325       (79.284)    (73.865)
   Kas dan Setara Kas Awal Tahun                                          6.253      222.579      176.229       193.679     114.395
   Kas dan Setara Kas Akhir Tahun                                       222.579      176.229      193.554       114.395      40.530


                                          Sumber: laporan keuangan audit konsolidasi BOLA




                                                                           Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 21
Page 33
4.1.1.4.   Analisis Rasio Keuangan
Berikut merupakan analisis rasio keuangan PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk per 31 Desember tahun
2019-2023:

                                         Tabel 8. Analisis Rasio Keuangan
                                                     Audit     Audit     Audit     Audit     Audit
                                                   31-Des-19 31-Des-20 31-Des-21 31-Des-22 31-Des-23
RASIO LIKUIDITAS
Rasio lancar                                                6,57x            6,16x         11,28x          11,56x         8,19x
Rasio kas                                                   3,24x            2,62x          3,74x           2,36x         0,60x
Rasio cepat                                                 6,52x            6,11x         11,21x          11,48x         8,08x

RASIO AKTIVITAS
Perputaran piutang usaha                                       2                2              3                3            4
Perputaran persediaan                                         55               51             58               81           64
Perputaran utang usaha                                         4                4             28               19           13
Hari piutang usaha                                           147              175            139              114           98
Hari persediaan                                                7                7              6                5            6
Hari utang usaha                                              93               83             13               19           27

RASIO PROFITABILITAS
Rasio marjin laba (rugi) operasi                          0,10%        -106,07%           1,17%            7,26%       -20,52%
Rasio marjin laba (rugi) bersih                           3,43%           4,37%          96,49%            5,09%        -0,48%
Rasio laba bersih terhadap aset                           1,36%           0,61%          24,24%            2,32%        -0,22%
Rasio laba bersih terhadap ekuitas                        1,57%           0,71%          26,34%            2,52%        -0,24%

RASIO SOLVABILITAS
Rasio utang terhadap aset                                 0,87%             2,49%          1,38%           1,51%         2,96%
Rasio utang terhadap ekuitas                              1,00%             2,90%          1,50%           1,63%         3,31%

Keterangan:
- Hari yang digunakan untuk perhitungan rasio aktivitas adalah 365 hari;
- Beban yang digunakan untuk perhitungan rasio aktivitas adalah beban operasi;
- Utang yang digunakan untuk perhitungan rasio solvabilitas adalah liabilitas sewa jangka pendek dan jangka panjang.

                          Sumber: laporan keuangan audit konsolidasi BOLA dan data olahan


Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas adalah tingkat kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh liabilitas jangka
pendek. Pada tahun 2019-2023 rasio lancar Perseroan masing-masing sebesar 6,57 kali, 6,16 kali,
11,28 kali, 11,56 kali, dan 8,19 kali. Rasio kas Perseroan pada tahun 2019-2023 masing-masing sebesar
3,24 kali, 2,62 kali, 3,74 kali, 2,36 kali, dan 0,60 kali. Rasio cepat Perseroan pada tahun 2019-2023
masing-masing sebesar 6,52 kali, 6,11 kali, 11,21 kali, 11,48 kali, dan 8,08 kali.

Rasio Aktivitas
Hari piutang usaha Perseroan pada tahun 2019-2023 masing-masing sebesar 147 hari, 175 hari, 139
hari, 114 hari, dan 98 hari. Hari persediaan Perseroan pada tahun 2019-2023 masing-masing sebesar
7 hari, 7 hari, 6 hari, 5 hari, dan 6 hari. Hari utang usaha Perseroan pada tahun 2019-2023 masing-
masing sebesar 93 hari, 83 hari, 13 hari, 19 hari, dan 27 hari.




                                                                           Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 22
Page 34
Rasio Profitabilitas
Rasio marjin laba (rugi) operasi tahun 2019-2023 masing-masing sebesar 0,10%, -106,07%, 1,17%,
7,26%, dan -20,52%. Rasio marjin laba (rugi) bersih Perseroan tahun 2019-2023 masing-masing
sebesar 3,43%, 4,37%, 96,49%, 5,09%, dan -0,48%. Rasio laba bersih terhadap aset Perseroan tahun
2019-2023 masing-masing sebesar 1,36%, 0,61%, 24,24%, 2,32%, dan -0,22%. Rasio laba bersih
terhadap ekuitas Perseroan tahun 2019-2023 masing-masing sebesar 1,57%, 0,71%, 26,34%, 2,52%,
dan -0,24%.

Rasio Solvabilitas
Rata-rata rasio utang terhadap aset dan rasio utang terhadap ekuitas Perseroan tahun 2019-2023
masing-masing sebesar 1,84% dan 2,07%.

4.2.    Penilaian Atas Proyeksi Laporan Keuangan Konsolidasi
Proyeksi laporan keuangan konsolidasi yang digunakan berasal dari manajemen BOLA dan tidak
terdapat penyesuaian yang dilakukan oleh Penilai Independen. Proyeksi laporan keuangan disusun dari
tahun 2024-2028.

Selama periode proyeksi, diasumsikan tidak terdapat perubahan pada peraturan perpajakan, kondisi
ekonomi dan politik, kebijakan manajemen dan kebijakan akuntansi. Tarif pajak badan yang digunakan
selama masa proyeksi adalah sebesar 22%.

4.2.1. Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasi
Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi konsolidasi BOLA “sebelum Rencana Transaksi” dan “setelah
Rencana Transaksi” tahun 2024-2028 (dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain):

       Tabel 9. Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasi Sebelum Rencana Transaksi
                                      Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi        Proyeksi       Proyeksi
                                      FY 2024       FY 2025       FY 2026         FY 2027        FY 2028
Pendapatan                               387.123       412.993       441.163         471.868        486.680
 Manajemen klub                           95.194       106.221       118.565         132.384        136.539
 Agensi                                  288.275       303.003       318.711         335.475        346.005
 Lainnya                                   3.654         3.769         3.887           4.009          4.135
Beban operasi                           (376.521)     (394.176)     (414.148)       (436.181)      (447.198)
Laba (rugi) operasi                      10.602        18.817        27.015          35.686         39.482
Beban keuangan                            (1.018)         (699)         (546)           (374)          (180)
Laba (rugi) sebelum pajak                 9.584        18.118        26.469          35.313         39.302
Manfaat (beban) pajak penghasilan         (1.640)       (3.986)       (5.823)         (7.769)        (8.647)
Laba (rugi) tahun berjalan                7.945        14.132        20.646          27.544         30.656


                                     Sumber: manajemen BOLA


       Tabel 10. Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasi Setelah Rencana Transaksi
                                      Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi        Proyeksi       Proyeksi
                                      FY 2024       FY 2025       FY 2026         FY 2027        FY 2028
Pendapatan                               387.123       412.993       441.163         471.868        486.680
 Manajemen klub                           95.194       106.221       118.565         132.384        136.539
 Agensi                                  288.275       303.003       318.711         335.475        346.005
 Lainnya                                   3.654         3.769         3.887           4.009          4.135
Beban operasi                           (376.521)     (394.176)     (414.148)       (436.181)      (447.198)
Laba (rugi) operasi                      10.602        18.817        27.015          35.686         39.482
Beban keuangan                            (1.018)         (699)         (546)           (374)          (180)
Laba (rugi) sebelum pajak                 9.584        18.118        26.469          35.313         39.302
Manfaat (beban) pajak penghasilan         (1.640)       (3.986)       (5.823)         (7.769)        (8.647)
Laba (rugi) tahun berjalan                7.945        14.132        20.646          27.544         30.656


                                     Sumber: manajemen BOLA




                                                        Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 23
Page 35
Asumsi Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasi
Berikut merupakan asumsi proyeksi laporan laba rugi konsolidasi “sebelum Rencana Transaksi” dan
“setelah Rencana Transaksi” periode 12 bulan yaitu Januari-Desember tahun 2024-2028:
• Total pendapatan Perseroan “sebelum Rencana Transaksi” dan “setelah Rencana Transaksi” tahun
   2024-2028 diasumsikan mengalami peningkatan setiap tahunnya dengan peningkatan masing-
   masing sebesar 6,55%, 6,68%, 6,82%, 6,96%, dan 3,14% dengan rincian sebagai berikut:
   a. Peningkatan pendapatan manajemen klub tahun 2024-2028 masing-masing sebesar 11,54%,
       11,58%, 11,62%, 11,65%, dan 3,14%;
   b. Peningkatan pendapatan agensi tahun 2024-2028 masing-masing sebesar 5,04%, 5,11%,
       5,18%, 5,26%, dan 3,14%;
   c. Peningkatan pendapatan lainnya tahun 2024-2028 masing-masing sebesar 3,14%.
• Beban operasi Perseroan “sebelum Rencana Transaksi” dan “setelah Rencana Transaksi” periode 12
   bulan Januari-Desember tahun 2024-2028 diasumsikan masing-masing sebesar 97,26%, 95,44%,
   93,88%, 92,44%, dan 91,89% dari total pendapatan;
• Laba tahun berjalan Perseroan “sebelum Rencana Transaksi” dan “setelah Rencana Transaksi”
   periode 12 bulan Januari-Desember tahun 2024-2028 diasumsikan masing-masing sebesar Rp 7,94
   miliar, Rp 14,13 miliar, Rp 20,65 miliar, Rp 27,54 miliar, dan Rp 30,66 miliar dengan marjin laba
   bersih masing-masing sebesar 2,05%, 3,42%, 4,68%, 5,84%, dan 6,30%;
• Tidak terdapat perbedaan atas proyeksi laba rugi konsolidasi “sebelum Rencana Transaksi” dan
   “setelah Rencana Transaksi”;
• Beban keuangan Perseroan “sebelum Rencana Transaksi” dan “setelah Rencana Transaksi” tahun
   2024-2028 merupakan beban keuangan yang timbul atas utang existing Perseroan yang
   diproyeksikan sesuai dengan schedule yang diperoleh dari manajemen BOLA;
• Beban pajak penghasilan Perseroan menggunakan tarif sebesar 22% sesuai dengan Undang-
   Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

4.2.2. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi
Berikut adalah proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasi BOLA “sebelum Rencana Transaksi” dan
“setelah Rencana Transaksi” per 31 Desember tahun 2024-2028 (dalam jutaan Rupiah, kecuali
dinyatakan lain):




                                                       Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 24
Page 36
   Tabel 11. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi Sebelum Rencana Transaksi
                                                         Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi       Proyeksi      Proyeksi
                                                        31-Des-24    31-Des-25    31-Des-26      31-Des-27     31-Des-28
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                          51.632       85.941       120.642        127.699       129.299
Investasi jangka pendek                                    353.685      353.685       353.685        353.685       353.685
Piutang usaha                                              103.872      110.813       118.371        126.610       130.584
Piutang lain-lain                                           27.689       27.689        27.689         27.689        27.689
Persediaan-neto                                              5.912        6.189         6.502          6.848         7.021
Pajak dibayar dimuka                                         9.048        9.048         9.048          9.048         9.048
Biaya dibayar dimuka dan uang muka                          12.785       12.785        12.785         12.785        12.785
Jumlah Aset Lancar                                        564.623      606.151       648.724        664.365       670.112

Aset Tidak Lancar
Investasi pada entitas asosiasi-neto                        15.503       15.503        15.503         15.503        15.503
Aset tetap-bersih                                           99.313       73.579        51.747         65.923        91.461
Aset tak berwujud-bersih                                    37.568       35.854        34.411         32.968        32.075
Aset pajak tangguhan                                        15.134       15.134        15.134         15.134        15.134
Aset tidak lancar lain-lain                                 66.179       65.641        65.481         65.481        65.481
Jumlah Aset Tidak Lancar                                  233.696      205.710       182.275        195.008       219.653
JUMLAH ASET                                               798.319      811.861       830.998        859.373       889.765

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                                                 28.307       29.634         31.136        32.792         33.621
Utang lain-lain                                              1.744        1.744          1.744         1.744          1.744
Beban akrual                                                 5.725        5.725          5.725         5.725          5.725
Utang pajak                                                  4.564        4.564          4.564         4.564          4.564
Liabilitas kontrak                                          11.727       11.727         11.727        11.727         11.727
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
                                                             1.918        1.918          1.918         1.092          1.092
satu tahun
 Liabilitas sewa                                             1.918        1.918          1.918         1.092         1.092
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                            53.985       55.312         56.814        57.644        58.473

Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja                                     2.997        2.997          2.997         2.997          2.997
Liabilitas pajak tangguhan                                     177          177            177           177            177
Utang jangka panjang-setelah dikurangi bagian yang
                                                             6.019        4.102          1.092         1.092               -
jatuh tempo dalam waktu satu tahun
  Liabilitas sewa                                            6.019        4.102          1.092         1.092             -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            9.193        7.276          4.266         4.266         3.174
JUMLAH LIABILITAS                                          63.178       62.588         61.080        61.910        61.647

EKUITAS
Modal saham                                                 60.000       60.000         60.000        60.000         60.000
Tambahan modal disetor                                     408.047      408.047        408.047       408.047        408.047
Tambahan modal disetor atas penjualan saham RGN                  -            -              -             -              -
Keuntungan belum direalisasi dari perubahan nilai
                                                               31            31             31            31            31
wajar investasi jangka pendek
Saldo laba (defisit)                                       204.063      218.144       238.738        266.227       296.823
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik      672.141      686.222       706.816        734.305       764.901
Kepentingan non-pengendali                                  63.000       63.051        63.103         63.158        63.218
JUMLAH EKUITAS                                            735.141      749.273       769.919        797.463       828.119
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                             798.319      811.861       830.998        859.373       889.765


                                                  Sumber: manajemen BOLA




                                                                      Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 25
Page 37
    Tabel 12. Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi Setelah Rencana Transaksi
                                                           Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi
                                                          31-Des-24    31-Des-25    31-Des-26     31-Des-27     31-Des-28
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                            55.102       89.411       124.112       131.169       132.769
Investasi jangka pendek                                      353.685      353.685       353.685       353.685       353.685
Piutang usaha                                                103.872      110.813       118.371       126.610       130.584
Piutang lain-lain                                             27.689       27.689        27.689        27.689        27.689
Persediaan-neto                                                5.912        6.189         6.502         6.848         7.021
Pajak dibayar dimuka                                           9.048        9.048         9.048         9.048         9.048
Biaya dibayar dimuka dan uang muka                            12.785       12.785        12.785        12.785        12.785
Jumlah Aset Lancar                                          568.093      609.621       652.194       667.835       673.582

Aset Tidak Lancar
Investasi pada entitas asosiasi-neto                          15.503       15.503        15.503        15.503        15.503
Aset tetap-bersih                                             99.313       73.579        51.747        65.923        91.461
Aset tak berwujud-bersih                                      37.568       35.854        34.411        32.968        32.075
Aset pajak tangguhan                                          15.134       15.134        15.134        15.134        15.134
Aset tidak lancar lain-lain                                   66.179       65.641        65.481        65.481        65.481
Jumlah Aset Tidak Lancar                                    233.696      205.710       182.275       195.008       219.653
JUMLAH ASET                                                 801.789      815.331       834.468       862.843       893.235

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                                                   28.307       29.634        31.136        32.792         33.621
Utang lain-lain                                                1.744        1.744         1.744         1.744          1.744
Beban akrual                                                   5.725        5.725         5.725         5.725          5.725
Utang pajak                                                    4.564        4.564         4.564         4.564          4.564
Liabilitas kontrak                                            11.727       11.727        11.727        11.727         11.727
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
                                                               1.918        1.918         1.918         1.092          1.092
satu tahun
 Liabilitas sewa                                               1.918        1.918         1.918         1.092          1.092
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                              53.985       55.312        56.814        57.644         58.473

Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja                                       2.997        2.997         2.997         2.997          2.997
Liabilitas pajak tangguhan                                       177          177           177           177            177
Utang jangka panjang-setelah dikurangi bagian yang
                                                               6.019        4.102         1.092         1.092               -
jatuh tempo dalam waktu satu tahun
  Liabilitas sewa                                              6.019        4.102         1.092         1.092              -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              9.193        7.276         4.266         4.266          3.174
JUMLAH LIABILITAS                                            63.178       62.588        61.080        61.910         61.647

EKUITAS
Modal saham                                                   60.000       60.000        60.000        60.000         60.000
Tambahan modal disetor                                       408.047      408.047       408.047       408.047        408.047
Tambahan modal disetor atas penjualan saham RGN                2.916        2.916         2.916         2.916          2.916
Keuntungan belum direalisasi dari perubahan nilai wajar
investasi jangka pendek                                           31           31            31            31            31
Saldo laba (defisit)                                         204.510      218.545       239.091       266.531       297.073
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik        675.504      689.539       710.085       737.525       768.067
Kepentingan non-pengendali                                    63.107       63.204        63.304        63.408        63.522
JUMLAH EKUITAS                                              738.611      752.743       773.389       800.933       831.589
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                               801.789      815.331       834.468       862.843       893.235


                                                   Sumber: manajemen BOLA


Asumsi Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi
Berikut merupakan asumsi proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasi “sebelum Rencana Transaksi”
dan “setelah Rencana Transaksi” per 31 Desember tahun 2024-2028:
• Pada proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasi “setelah Rencana Transaksi” tahun 2024-2028
   terdapat tambahan dana berupa kas dan setara kas sebesar Rp 3,47 miliar dan tambahan modal
   disetor atas penjualan saham RGN sebesar Rp 2,91 miliar;
• Pada saldo laba (defisit) “sebelum Rencana Transaksi” dan “setelah Rencana Transaksi” tahun 2024-
   2028 terdapat perbedaan dikarenakan adanya keuntungan atas penjualan saham dan perubahan
   kepemilikan saham KKB di RGN;




                                                                       Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 26
Page 38
• Hari piutang usaha pada proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasi “sebelum Rencana Transaksi”
  dan “setelah Rencana Transaksi” tahun 2024-2028 masing-masing sebesar 98 hari;
• Hari persediaan pada proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasi “sebelum Rencana Transaksi”
  dan “setelah Rencana Transaksi” tahun 2024-2028 masing-masing sebesar 6 hari;
• Hari utang usaha pada proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasi “sebelum Rencana Transaksi”
  dan “setelah Rencana Transaksi” tahun 2024-2028 masing-masing sebesar 27 hari;
• Terdapat asumsi pembelian aset tetap pada tahun 2024-2028 untuk mendukung operasional
  Perseroan masing-masing sebesar Rp 1 miliar, Rp 1 miliar, Rp 5 miliar, Rp 41 miliar, dan Rp 51 miliar
  dengan penyusutan yang digunakan adalah menggunakan metode garis lurus;
• Pembayaran utang eksisting diproyeksikan sesuai dengan schedule dari manajemen Perseroan.

4.2.3. Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasi
Berikut adalah proyeksi laporan arus kas konsolidasi BOLA “sebelum Rencana Transaksi” dan “setelah
Rencana Transaksi” per 31 Desember tahun 2024-2028 (dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain):

         Tabel 13. Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasi Sebelum Rencana Transaksi
                                                                       Proyeksi       Proyeksi        Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi
                                                                       FY 2024        FY 2025         FY 2026       FY 2027       FY 2028
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Laba (rugi) tahun berjalan                                                  7.945         14.132          20.646        27.544        30.656
Penyusutan dan amortisasi                                                  45.325         43.986          43.435        43.267        41.950

(Penambahan) pengurangan piutang usaha                                     (6.382)        (6.942)         (7.558)       (8.239)       (3.974)
(Penambahan) pengurangan persediaan-neto                                      964           (277)           (314)         (346)         (173)
Penambahan (pengurangan) utang usaha                                       (4.615)         1.327           1.501         1.656           828
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi          43.236         52.227          57.711        63.883        69.286

Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Uang muka remunerasi pemain                                               (15.000)       (15.000)        (15.000)      (15.000)      (15.000)
Perolehan aset tak berwujud                                                   (30)             -               -             -          (595)
Perolehan aset tetap                                                       (1.000)        (1.000)         (5.000)      (41.000)      (51.000)
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Investasi       (16.030)       (16.000)        (20.000)      (56.000)      (66.595)

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan (pembayaran) liabilitas sewa                                   (16.104)         (1.918)        (3.010)         (826)       (1.092)
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan       (16.104)         (1.918)        (3.010)         (826)       (1.092)

Perubahan Neto Kas dan Setara Kas                                         11.102         34.309          34.701         7.057         1.599
Kas dan Setara Kas Awal Tahun                                              40.530         51.632          85.941       120.642       127.699
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun                                            51.632         85.941         120.642       127.699       129.299


                                                     Sumber: manajemen BOLA


          Tabel 14. Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasi Setelah Rencana Transaksi
                                                                     Proyeksi        Proyeksi        Proyeksi       Proyeksi      Proyeksi
                                                                     FY 2024         FY 2025         FY 2026        FY 2027       FY 2028
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Laba (rugi) tahun berjalan                                                7.945          14.132          20.646         27.544        30.656
Penyusutan dan amortisasi                                                45.325          43.986          43.435         43.267        41.950

(Penambahan) pengurangan piutang usaha                                  (6.382)         (6.942)         (7.558)        (8.239)       (3.974)
(Penambahan) pengurangan persediaan-neto                                   964            (277)           (314)          (346)         (173)
Penambahan (pengurangan) utang usaha                                    (4.615)          1.327           1.501          1.656           828
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi       43.236          52.227          57.711         63.883        69.286

Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Uang muka remunerasi pemain                                             (15.000)        (15.000)        (15.000)       (15.000)      (15.000)
Perolehan aset tak berwujud                                                 (30)              -               -              -          (595)
Perolehan aset tetap                                                     (1.000)         (1.000)         (5.000)       (41.000)      (51.000)
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Investasi     (16.030)        (16.000)        (20.000)       (56.000)      (66.595)

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan (pembayaran) liabilitas sewa                                 (16.104)         (1.918)         (3.010)          (826)       (1.092)
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan     (16.104)         (1.918)         (3.010)          (826)       (1.092)

Perubahan Neto Kas dan Setara Kas                                      11.102          34.309          34.701          7.057         1.599
Kas dan Setara Kas Awal Tahun                                           44.000          55.102          89.411        124.112       131.169
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun                                         55.102          89.411         124.112        131.169       132.769


                                                     Sumber: manajemen BOLA




                                                                          Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 27
Page 39
Asumsi Proyeksi Arus Kas Konsolidasi
Berikut merupakan analisis proyeksi laporan arus kas konsolidasi “sebelum Rencana Transaksi” dan
“setelah Rencana Transaksi” periode 12 bulan yaitu Januari-Desember tahun 2024-2028:
• Tidak terdapat perbedaan atas kas neto yang diperoleh atau digunakan Perseroan dari aktivitas
   operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan;
• Kas dan setara kas awal tahun pada periode 12 bulan yaitu Januari-Desember 2024 “setelah
   Rencana Transaksi” didapatkan dari perhitungan tabel 17 proforma dimana terdapat tambahan kas
   dan setara kas karena penjualan saham sebesar Rp 3,47 miliar;
• Kas dan setara kas awal tahun pada periode 12 bulan yaitu Januari-Desember 2024 “sebelum
   Rencana Transaksi” diperoleh dari laporan keuangan audit BOLA konsolidasi per 31 Desember 2023.

4.3.    Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Sebelum dan Setelah Dilakukannya Rencana
        Transaksi
Di bawah ini merupakan perbandingan analisis proyeksi rasio keuangan dengan membandingkan antara
“sebelum Rencana Transaksi” dan “setelah Rencana Transaksi”:

         Tabel 15. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
                                                             Proyeksi  Proyeksi  Proyeksi  Proyeksi  Proyeksi
                                                            31-Des-24 31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28
         RASIO LIKUIDITAS
         Rasio lancar                                              10,46x           10,96x          11,42x          11,53x      11,46x
         Rasio kas                                                  0,96x            1,55x           2,12x           2,22x       2,21x
         Rasio cepat                                               10,35x           10,85x          11,30x          11,41x      11,34x

         RASIO AKTIVITAS
         Perputaran piutang usaha                                       4                  4             4               4          4
         Perputaran persediaan                                         64                 64            64              64         64
         Perputaran utang usaha                                        13                 13            13              13         13
         Hari piutang usaha                                            98                 98            98              98         98
         Hari persediaan                                                6                  6             6               6          6
         Hari utang usaha                                              27                 27            27              27         27

         RASIO PROFITABILITAS
         Rasio marjin laba (rugi) operasi                          2,74%            4,56%           6,12%           7,56%       8,11%
         Rasio marjin laba (rugi) bersih                           2,05%            3,42%           4,68%           5,84%       6,30%
         Rasio laba bersih terhadap aset                           1,00%            1,74%           2,48%           3,21%       3,45%
         Rasio laba bersih terhadap ekuitas                        1,08%            1,89%           2,68%           3,45%       3,70%

         RASIO SOLVABILITAS
         Rasio utang terhadap aset                                 0,99%            0,74%           0,36%           0,25%       0,12%
         Rasio utang terhadap ekuitas                              1,08%            0,80%           0,39%           0,27%       0,13%

         Keterangan:
         - Hari yang digunakan untuk perhitungan rasio aktivitas adalah 365 hari;
         - Beban yang digunakan untuk perhitungan rasio aktivitas adalah beban operasi;
         - Utang yang digunakan untuk perhitungan rasio solvabilitas adalah liabilitas sewa jangka pendek dan jangka panjang.

                                                            Sumber: data olahan




                                                                                    Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 28
Page 40
          Tabel 16. Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi
                                                               Proyeksi  Proyeksi  Proyeksi  Proyeksi  Proyeksi
                                                              31-Des-24 31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28
          RASIO LIKUIDITAS
          Rasio lancar                                               10,52x           11,02x      11,48x      11,59x      11,52x
          Rasio kas                                                   1,02x            1,62x       2,18x       2,28x       2,27x
          Rasio cepat                                                10,41x           10,91x      11,37x      11,47x      11,40x

          RASIO AKTIVITAS
          Perputaran piutang usaha                                        4                 4         4           4           4
          Perputaran persediaan                                          64                64        64          64          64
          Perputaran utang usaha                                         13                13        13          13          13
          Hari piutang usaha                                             98                98        98          98          98
          Hari persediaan                                                 6                 6         6           6           6
          Hari utang usaha                                               27                27        27          27          27

          RASIO PROFITABILITAS
          Rasio marjin laba (rugi) operasi                           2,74%            4,56%       6,12%       7,56%       8,11%
          Rasio marjin laba (rugi) bersih                            2,05%            3,42%       4,68%       5,84%       6,30%
          Rasio laba bersih terhadap aset                            0,99%            1,73%       2,47%       3,19%       3,43%
          Rasio laba bersih terhadap ekuitas                         1,08%            1,88%       2,67%       3,44%       3,69%

          RASIO SOLVABILITAS
          Rasio utang terhadap aset                                  0,99%            0,74%       0,36%       0,25%       0,12%
          Rasio utang terhadap ekuitas                               1,07%            0,80%       0,39%       0,27%       0,13%

          Keterangan:
          - Hari yang digunakan untuk perhitungan rasio aktivitas adalah 365 hari;
          - Beban yang digunakan untuk perhitungan rasio aktivitas adalah beban operasi;
          - Utang yang digunakan untuk perhitungan rasio solvabilitas adalah liabilitas sewa.

                                                             Sumber: data olahan


Analisis Proyeksi Rasio Keuangan
Berikut merupakan analisis proyeksi rasio keuangan konsolidasi “sebelum Rencana Transaksi” dan
“setelah Rencana Transaksi” periode 12 bulan yaitu Januari-Desember tahun 2024-2028:
• Utang berbunga yang digunakan untuk perhitungan rasio solvabilitas adalah liabilitas sewa jangka
   pendek dan jangka panjang;
• Tercermin dari rasio likuiditas “setelah Rencana Transaksi” menjadi lebih baik jika dibandingkan
   dengan “sebelum Rencana Transaksi”.

4.4.     Analisis Proforma Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi
Laporan proforma posisi keuangan sebelum dan setelah Rencana Transaksi memberikan gambaran
mengenai efek dari Rencana Transaksi tersebut. Laporan posisi keuangan sebelum Rencana Transaksi
diambil berdasarkan laporan keuangan konsolidasi PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 oleh Kantor Akuntan Publik Tanubrata, Sutanto, Fahmi,
Bambang & Rekan Nomor 00247/2.1068/AU.1/10/1852-1/1/III/2024 tanggal 31 Maret 2024 dengan
opini wajar dalam semua hal yang material dan akuntan publik yang bertanggung jawab adalah Julio
Jayawardhani, S.E., CPA nomor akuntan publik 1852 sedangkan laporan posisi keuangan setelah
Rencana Transaksi merupakan perkiraan yang didasarkan atas ikhtisar laporan keuangan proforma
yang dipersiapkan oleh manajemen BOLA. Berikut merupakan proforma laporan posisi keuangan
sebelum dan setelah Rencana Transaksi (dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain):




                                                                                        Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 29
Page 41
       Tabel 17. Proforma Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi
                                                                    Audit        Adjustm ent           Proforma
                                                                  31-Des-23     Dr.         Cr.       31-Des-23
        ASET
        Aset Lancar
        Kas dan setara kas                                           40.530      3.470            -      44.000
        Aset lancar lainnya                                         512.022          -            -     512.022
        Jumlah Aset Lancar                                         552.552      3.470             -    556.023

        Aset Tidak Lancar
        Jumlah Aset Tidak Lancar                                   258.542           -            -    258.542
        JUMLAH ASET                                                811.094      3.470             -    814.564

        LIABILITAS DAN EKUITAS
        LIABILITAS
        Liabilitas Jangka Pendek
        Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                             67.495            -           -     67.495

        Liabilitas Jangka Panjang
        Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            16.403            -           -     16.403
        JUMLAH LIABILITAS                                           83.898            -           -     83.898

        EKUITAS
        Modal saham                                                  60.000           -         -        60.000
        Tambahan modal disetor                                      408.047           -         -       408.047
        Tambahan modal disetor atas penjualan saham RGN                   -           -     2.916         2.916
        Keuntungan belum direalisasi dari perubahan nilai wajar
                                                                        31            -           -         31
        investasi jangka pendek
        Saldo laba (defisit)                                        196.174           -        499      196.673
        Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
                                                                   664.252            -    3.415       667.667
        pemilik entitas induk
        Kepentingan non-pengendali                                   62.944           -       55         63.000
        JUMLAH EKUITAS                                             727.197            -    3.470       730.667
        JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                              811.094            -    3.470       814.564


                                                  Sumber: data olahan


Berdasarkan tabel proforma diatas, terdapat dampak apabila Rencana Transaksi penjualan 36,45%
saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang akan dilakukan oleh anak perusahaan PT Bali Bintang
Sejahtera, Tbk yaitu PT Kreasi Karya Bangsa. Kas dan setara kas Perseroan akan bertambah sebesar
Rp 3,47 miliar, tambahan modal disetor Perseroan akan bertambah sebesar Rp 2,91 miliar karena
berkurangnya modal saham KKB di RGN sebesar 36,45%, terdapat keuntungan atas penjualan saham
KKB di RGN sebesar Rp 554 juta yang terbagi atas saldo laba (defisit) sebesar Rp 499 juta dan
kepentingan non-pengendali Rp 55 juta.

4.5.   Analisis Inkremental
4.5.1. Kontribusi Nilai Tambah
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi akan meningkatkan total aset dan total ekuitas Perseroan
secara konsolidasi di masa yang akan datang dikarenakan adanya tambahan dana berupa kas dan
setara kas atas Rencana Transaksi. Secara umum, kontribusi nilai tambah terhadap analisis inkremental
tercermin sebagai berikut:




                                                                   Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 30
Page 42
                           Tabel 18. Analisis Kontribusi Nilai Tambah
                                                    Proyeksi    Proyeksi   Proyeksi     Proyeksi    Proyeksi
                    Keterangan
                                                    FY2024      FY2025     FY2026       FY2027      FY2028
Kas dan setara kas
 Sebelum transaksi                                     51.632     85.941     120.642     127.699      129.299
 Setelah transaksi                                     55.102     89.411     124.112     131.169      132.769
 Selisih sebelum dan setelah transaksi                 3.470      3.470       3.470       3.470        3.470
 % Selisih sebelum dan setelah transaksi                6,72%      4,04%       2,88%       2,72%        2,68%
Tambahan modal disetor atas penjualan saham RGN
 Sebelum transaksi                                          -          -           -           -           -
 Setelah transaksi                                      2.916      2.916       2.916       2.916       2.916
 Selisih sebelum dan setelah transaksi                 2.916      2.916       2.916       2.916       2.916
 % Selisih sebelum dan setelah transaksi              100,00%    100,00%     100,00%     100,00%     100,00%
Saldo laba (defisit)
 Sebelum transaksi                                    204.063    218.144     238.738     266.227      296.823
 Setelah transaksi                                    204.510    218.545     239.091     266.531      297.073
 Selisih sebelum dan setelah transaksi                   448        401         354         304          250
 % Selisih sebelum dan setelah transaksi                0,22%      0,18%       0,15%       0,11%        0,08%
                                         Sumber: data olahan


Berdasarkan tabel diatas menunjukkan hal sebagai berikut:
• Kas dan setara kas Perseroan “setelah Rencana Transaksi” per 31 Desember 2024-2028 meningkat
  sebesar Rp 3,47 miliar jika dibandingkan dengan “sebelum Rencana Transaksi”;
• Tambahan modal disetor Perseroan atas penjualan saham RGN “setelah Rencana Transaksi” per 31
  Desember 2024-2028 meningkat sebesar Rp 2,91 miliar jika dibandingkan dengan “sebelum Rencana
  Transaksi”;
• Saldo laba (defisit) Perseroan “setelah Rencana Transaksi” per 31 Desember 2024-2028 meningkat
  jika dibandingkan dengan “sebelum Rencana Transaksi”.

4.5.2. Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Berdasarkan analisis biaya dan pendapatan yang relevan, tidak terdapat perbedaan pendapatan
maupun biaya Perseroan “sebelum Rencana Transaksi” dan “setelah Rencana Transaksi”.

4.5.3. Informasi Non Keuangan yang Relevan
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi dapat memberikan keuntungan bagi BOLA yaitu rasio
likuiditas BOLA secara konsolidasi menjadi lebih baik di masa yang akan datang dikarenakan adanya
tambahan dana berupa kas dan setara kas. Selain itu, setelah dilakukan Rencana Transaksi diharapkan
kinerja RGN akan menjadi lebih baik karena pemegang saham perorangan yang juga merupakan direksi
dan komisaris di RGN dapat lebih fokus dalam mengelola RGN.

4.5.4. Prosedur Pengambilan Keputusan oleh Perseroan
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen BOLA, proses pengambilan keputusan atas
Rencana Transaksi telah dilakukan melalui prosedur internal BOLA yaitu ditetapkan dan disetujui oleh
manajemen BOLA.

4.6.     Analisis Sensitivitas
Tidak terdapat analisis sensitivitas dalam pendapat kewajaran ini.




                                                         Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 31
Page 43
5.      ANALISIS KEWAJARAN NILAI RENCANA TRANSAKSI

5.1.     Hasil Penilaian Saham Penilai Independen
Terkait dengan Rencana Transaksi, BOLA telah menugaskan penilai publik dari KJPP Herman Meirizki
dan Rekan klasifikasi bidang bisnis untuk melakukan penilaian 36,45% saham PT Rahasia Gadis
Nusantara yang menjadi objek Rencana Transaksi, yang secara ringkas dapat digambarkan sebagai
berikut:

Nomor Laporan         :   00020/2.0120-01/BS/10/0364/1/VI/2024
Tanggal Laporan       :   25 Juni 2024
Objek Penilaian       :   Kepemilikan 36,45% saham PT Rahasia Gadis Nusantara
Tujuan Penilaian      :   Untuk mendapatkan opini nilai pasar atas kepemilikan 36,45% saham
                          PT Rahasia Gadis Nusantara untuk tujuan transaksi jual beli.
Dasar Nilai          :    Nilai pasar
Pendekatan Penilaian :    Pendekatan pendapatan dengan metode diskonto arus kas dan pendekatan
                          pasar dengan metode pembanding perusahaan tercatat di Bursa Efek
Kesimpulan Nilai      :   Rp 3.253.000.000 (Tiga Miliar Dua Ratus Lima Puluh Tiga Juta Rupiah)

5.2. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
Berdasarkan prosedur analisis yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Rencana Transaksi:

                   Tabel 19. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
              Batas Bawah 7,5%
                                       Nilai Pasar (Rp)       Batas Atas 7,5% (Rp)
                     (Rp)
                    3.009.025.000           3.253.000.000                 3.496.975.000

                                      % nilai transaksi
             Nilai Transaksi (Rp)      terhadap nilai               Kesimpulan
                                           pasar
                                                              Wajar    karena  masih
                      3.470.040.000         6,67%             dalam batas atas dan
                                                              batas bawah 7,5%
                                        Sumber: data olahan


Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh Penilai Bisnis KJPP Herman Meirizki dan Rekan, nilai
pasar objek Rencana Transaksi adalah sebesar Rp 3.253.000.000 (Tiga Miliar Dua Ratus Lima Puluh
Tiga Juta Rupiah) sedangkan harga Rencana Transaksi sebesar Rp 3.470.040.000 (Tiga Miliar Empat
Ratus Tujuh Puluh Juta Empat Puluh Ribu Rupiah) yang berarti dalam kisaran batas atas dan batas
bawah dari nilai pasar objek Transaksi sesuai dengan POJK No. 35/POJK.04/2020 Pasal 48.b.




                                                       Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 32
Page 44
6. ANALISIS ATAS FAKTOR LAIN YANG RELEVAN

6.1. Analisis atas Faktor Lain yang Relevan
Tidak terdapat analisis atas faktor lain yang relevan terkait dengan Rencana Transaksi.




                                                         Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 33
Page 45
7. KESIMPULAN

7.1. Analisis atas Kewajaran Rencana Transaksi
Berdasarkan prosedur analisis yang telah diungkapkan di atas, berikut adalah analisis atas kewajaran
Transaksi:
1.   Rencana Transaksi adalah penjualan 36,45% saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang akan
     dilakukan oleh anak perusahaan PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk yaitu PT Kreasi Karya Bangsa;
2.    Penjualan 36,45% saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang akan dilakukan oleh anak
      perusahaan PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk yaitu PT Kreasi Karya Bangsa akan memberikan
      keuntungan bagi BOLA yaitu rasio likuiditas secara konsolidasi menjadi lebih baik di masa yang
      akan datang dikarenakan adanya tambahan dana berupa kas dan setara kas. Selain itu, setelah
      dilakukan Rencana Transaksi diharapkan kinerja RGN akan menjadi lebih baik karena pemegang
      saham perorangan yang juga merupakan direksi dan komisaris di RGN dapat lebih fokus dalam
      mengelola RGN;
3.    Terdapat hubungan afiliasi secara langsung baik berdasarkan susunan pemegang saham,
      susunan pengurus, dan hubungan keluarga;
4.    Rencana Transaksi tidak mengandung benturan kepentingan;
5.    Rencana Transaksi bukan merupakan transaksi material;
6.    Berdasarkan analisis kewajaran nilai Rencana Transaksi, hasil penilaian yang dilakukan oleh
      Penilai Bisnis KJPP Herman Meirizki dan Rekan, nilai pasar objek Rencana Transaksi adalah
      sebesar Rp 3.253.000.000 (Tiga Miliar Dua Ratus Lima Puluh Tiga Juta Rupiah) sedangkan harga
      Rencana Transaksi sebesar Rp 3.470.040.000 (Tiga Miliar Empat Ratus Tujuh Puluh Juta Empat
      Puluh Ribu Rupiah) yang berarti dalam kisaran batas atas dan batas bawah dari nilai pasar objek
      Transaksi sesuai dengan POJK No. 35/POJK.04/2020 Pasal 48.b;
7.    Analisis kuantitatif menunjukkan:
       a. Pada proyeksi laporan posisi keuangan konsolidasi “setelah Rencana Transaksi” tahun
            2024-2028 terdapat tambahan dana berupa kas dan setara kas sebesar Rp 3,47 miliar,
            tambahan modal disetor atas penjualan saham RGN sebesar Rp 2,91 miliar, dan
            peningkatan saldo laba sebesar Rp 499 juta yang merupakan laba atas penjualan saham.
            Oleh sebab itu, Rencana Transaksi dinilai memberikan dampak positif terhadap kinerja
            keuangan BOLA ke depan;
       b. Rasio likuiditas “setelah Rencana Transaksi” lebih baik jika dibandingkan dengan “sebelum
            Rencana Transaksi”;
 8. Analisis kualitatif menunjukkan jika Rencana Transaksi dilakukan, dapat memberikan keuntungan
      bagi BOLA yaitu rasio likuiditas secara konsolidasi menjadi lebih baik di masa yang akan datang
      dikarenakan adanya tambahan dana berupa kas dan setara kas. Selain itu, setelah dilakukan
      Rencana Transaksi diharapkan kinerja RGN akan menjadi lebih baik karena pemegang saham
      perorangan yang juga merupakan direksi dan komisaris di RGN dapat lebih fokus dalam
      mengelola RGN.

7.2. Pendapat Kewajaran
Berdasarkan analisis yang Penilai lakukan terhadap pendapat kewajaran Rencana Transaksi yang
meliputi analisis rencana transaksi, analisis kualitatif, analisis kuantitatif, analisis kewajaran nilai
rencana transaksi, dan analisis atas faktor lain yang relevan, Penilai berpendapat bahwa Rencana
Transaksi penjualan 36,45% saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang akan dilakukan oleh anak
perusahaan PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk yaitu PT Kreasi Karya Bangsa adalah Wajar.




                                                          Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 34
Page 46
Kesimpulan Pendapat Kewajaran di atas berlaku apabila tidak terdapat perubahan yang berdampak
material terhadap rencana transaksi, seperti perubahan kondisi perekonomian secara umum,
peraturan-peraturan pemerintah, serta kondisi internal Perseroan maupun faktor-faktor lainnya.
Perubahan-perubahan sebagai akibat dari faktor-faktor tersebut setelah tanggal dikeluarkannya
Laporan Pendapat Kewajaran ini mungkin dapat memberikan hasil yang berbeda terhadap kesimpulan
pendapat kewajaran.




                                                    Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 35
Page 47
                                                                    hmiff:RsmfffLeF¥FiRI&LkL:Fan


8.     PERNYATAAN PROFESIONAL PENILAI

Dalam batas kemampuan kami dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menyatakan bahwa:
1.  Dalam melakiikan penugasan ini, Penilai Bisnis tidak memiliki benturan kepentingan dan bersifat
     independen;
2.   Penilai Bisnis bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran dan opini atas laporan pendapat
     kewajaran;
3.   Penugasan profesional telah dilakukan terhadap objek pendapat kewajaran pada tanggal pendapat
     kewajaran;
4.   Analisis rencana transaksi, analisis kualitatif dan kuantitatif, analisis kewajaran nilai Rencana
     Transaksi, dan analisis faktor lain yang relevan telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana
     diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran;
5.   Penugasan penilaian profesional telah dilaksanaken sesuai dengan POJK Nomor 35/POJK.04/2020,
     POJK       Nomor      17/POJK.04/2020,     POJK     Nomor     42/POJK.04/2020,          dan         SEOJK        Nomor
     17/SEOJK.04/2020;
6.   Opini yang dihasilkan da[am penugasan penilaian profesional telah disajikan sebagai kesimpulan
     pendapat kewajaran;
7.    Llngkup peker]aan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
8.    Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas;
9.   Data ekonomi dan industri dalam laporan pendapat kewajaran diperoleh dart berbagai sumber yang
     diyakini Penilai Bisnis dapat dipertanggungjawabkan.


  :,51ar-I,I,r=1,                                                                       FTiTi I:I Ira . . I .ri I -
 Penilai Berizin
 Nama               : Dr. Herman Ruslim, S.E., M.M., Ak., CA., CPA.,
                      MAPPI (Cert)., BKP.
 Izin Penilai       : 8-1.13.00364
 Kualifikasi        : Penilai Bisnis
 No. MAPPI          : 11-S-02882
 No. Register       : RMK-2017.00325
 No. SITD           : SITD.PB-18/PJ-1/PM.02/2023
 Reviewer
 Nama
 No. MAPPI
 No. Register
 Penilai
                    : Elvita Salju, S,E., M.M.
                    : 16-T-07093
                    : RMK-2017.01125                                                      fi,
 Nama
 NO. MAPPI
 No. Register
                    : Poppy Mulyanj, S.E
                    : 17-P-07638
                    : RMK-2020.03142
                                                                                 uar"
 Penilai
 Nama               : Amelia Dwj Rahma, S.E
 No. MAPPI          : 19-P-09477                                                               AW
 No. Register       : RMK-2020.03621


Objek Pendapat Kewajaran                 Rencana Transakei penjualan 36,45% saham PT Rahasia Gadis Nusantara yang
                                         akan dilakukan oleh anak perusahaan PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk yaitu FT
                                         Kreasi Karya Bangsa
Tanggal pendapat Kewajaran             : 31 Desember 2023
Nomor Laporan pendapat KewajaTan        : 00028/2.0120-01/BS/10/0364/1/VI/2024
Tanggal Laporan pendapat Kewajaran     : 28 Jiini 2024




                                                                Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk I 36
Page 48
9. LAMPIRAN

1.    Laporan Posisi Keuangan Historis;
2.    Laporan Laba Rugi Historis;
3.    Laporan Arus Kas Historis;
4.    Analisis Rasio Keuangan Historis;
5.    Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasi Sebelum Rencana Transaksi;
6.    Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasi Setelah Rencana Transaksi;
7.    Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi Sebelum Rencana Transaksi;
8.    Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi Setelah Rencana Transaksi;
9.    Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasi Sebelum Rencana Transaksi;
10.   Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasi Setelah Rencana Transaksi;
11.   Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi;
12.   Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi;
13.   Proforma Laporan Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi;
14.   Analisis Inkremental;
15.   Laporan Penilaian Kepemilikan 36,45% Saham PT Rahasia Gadis Nusantara oleh KJPP Herman
      Meirizki dan Rekan per 31 Desember 2023.


10. REFERENSI

1.  www.bi.go.id;
2.  www.idx.co.id;
3.  www.bps.go.id;
4.  www.baliutd.com;
5.  Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
    Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
6. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan
    Benturan Kepentingan;
7. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
    Perubahan Kegiatan Usaha;
8. Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan
    Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal;
9. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan;
10. Laporan Penilaian Kepemilikan 36,45% Saham PT Rahasia Gadis Nusantara oleh KJPP Herman
    Meirizki dan Rekan per 31 Desember 2023 dengan Laporan No. 00020/2.0120-
    01/BS/10/0364/1/VI/2024 tanggal 25 Juni 2024.




                                                    Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk | 37
Page 49
                                                                                                                           Lampiran 1

                                 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi Historis
                                                                   Audit         Audit        Audit        Audit        Audit
                                                                 31-Des-19     31-Des-20    31-Des-21    31-Des-22    31-Des-23
       ASET
       Aset Lancar
       Kas dan setara kas                                          222.579       176.229       193.554      114.395      40.530
       Deposito berjangka                                                -             -           125            -           -
       Investasi jangka pendek                                     114.419       175.391       286.561      265.340     353.685
       Piutang usaha                                                86.715        36.598        72.819      110.021      97.490
       Piutang lain-lain                                             4.422         5.951         8.482       25.953      27.689
       Persediaan-neto                                               3.877         3.104         3.284        4.045       6.876
       Pajak dibayar dimuka                                          2.248         6.566         4.380        2.196       9.048
       Biaya dibayar dimuka dan uang muka                           17.792        10.974        14.283       38.408      17.235
       Jumlah Aset Lancar                                         452.051       414.812       583.487      560.359     552.552

       Aset Tidak Lancar
       Piutang lain-lain                                                 -             -         1.712            -           -
       Uang muka dan biaya dibayar dimuka                                -             -         2.036            -           -
       Investasi jangka panjang                                          -             -        38.549            -           -
       Investasi pada entitas asosiasi-neto                          5.202         5.194             -       13.180      15.503
       Aset hak guna-bersih                                              -             -        14.281            -           -
       Aset tetap-bersih                                            43.821        87.277        68.422       85.893     124.798
       Aset tak berwujud-bersih                                     20.580        26.900        29.505       33.941      40.588
       Aset pajak tangguhan                                          1.676         8.814        25.020       16.666      15.134
       Aset tidak lancar lain-lain                                  19.475         7.066             -       63.368      62.520
       Jumlah Aset Tidak Lancar                                    90.754       135.252       179.525      213.049     258.542
       JUMLAH ASET                                                542.805       550.064       763.012      773.408     811.094

       LIABILITAS DAN EKUITAS
       LIABILITAS
       Liabilitas Jangka Pendek
       Utang usaha                                                   54.980       35.897         6.791       17.316      32.923
       Utang lain-lain                                                  394          593         1.124        2.226       1.744
       Beban akrual                                                   5.033        4.453         9.487       10.664       5.725
       Utang pajak                                                    6.890        1.998         3.792        7.164       4.564
       Liabilitas kontrak                                                 -       20.811        27.234        8.101      11.727
       Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
                                                                      1.482        3.585         3.312        2.990      10.812
       satu tahun
        Liabilitas sewa                                              1.482         3.585         3.312        2.990      10.812
       Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                             68.779        67.338        51.741       48.461      67.495

       Liabilitas Jangka Panjang
       Liabilitas imbalan kerja                                       1.291        1.725         1.894        1.929       2.997
       Liabilitas pajak tangguhan                                        15           72            91           39         177
       Utang jangka panjang-setelah dikurangi bagian yang
                                                                      3.233       10.090         7.200        8.654      13.229
       jatuh tempo dalam waktu satu tahun
         Liabilitas sewa                                             3.233        10.090         7.200        8.654      13.229
       Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                             4.539        11.886         9.184       10.622      16.403
       JUMLAH LIABILITAS                                           73.317        79.224        60.925       59.083      83.898

       EKUITAS
       Modal saham                                                   60.000       60.000        60.000       60.000      60.000
       Tambahan modal disetor                                       408.047      408.047       408.047      408.047     408.047
       Keuntungan belum direalisasi dari perubahan nilai wajar
                                                                      4.323        2.446          159           83          31
       investasi jangka pendek
       Saldo laba (defisit)                                          (5.850)      (5.384)      189.956      200.205     196.174
       Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik
                                                                    466.520      465.109       658.162      668.336     664.252
       entitas induk
       Kepentingan non-pengendali                                    2.968         5.731        43.924       45.989      62.944
       JUMLAH EKUITAS                                             469.488       470.840       702.087      714.325     727.197
       JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                              542.805       550.064       763.012      773.408     811.094




Dalam jutaan Rupiah
Page 50
                                                                                                                                Lampiran 2

                                            Laporan Laba Rugi Konsolidasi Historis
                                                                        Audit         Audit        Audit         Audit          Audit
                                                                       FY 2019      FY 2020       FY 2021       FY 2022       FY 2023
     Pendapatan                                                          215.209        76.419       191.658       353.136      363.338
      Manajemen klub                                                      97.878        39.155        61.995       111.633        85.342
      Agensi                                                             114.038        34.343       125.384       239.090      274.454
      Lainnya                                                              3.293         2.921         4.279         2.413         3.543
     Beban operasi                                                      (214.988)    (157.478)      (189.412)     (327.511)    (437.912)
     Laba (rugi) operasi                                                    221      (81.059)         2.246        25.624      (74.574)
     Pendapatan keuangan                                                  11.507        17.841         6.434         5.522         4.069
     Beban keuangan                                                         (821)       (1.217)       (1.084)       (1.094)       (1.241)
     Keuntungan atas penjualan saham RGN                                       -             -             -             -             -
     Keuntungan dan kerugian lain-lain                                    (2.145)       62.303       176.944         2.351        73.721
     Laba (rugi) sebelum pajak                                            8.762        (2.132)     184.541         32.403         1.975
     Manfaat (beban) pajak penghasilan                                    (1.386)        5.474           399       (14.429)       (3.719)
     Laba (rugi) tahun berjalan                                           7.376         3.343      184.939         17.975        (1.744)

     Penghasilan (beban) komprehensif lain
     Pos yang akan diklasifikasikan ke laba rugi:
      Keuntungan (kerugian) atas aset keuangan tersedia untuk dijual       3.783       (1.819)        (2.287)          (75)         (53)
     Pos -pos yang tidak akan diklasifikasikan ke laba rugi:
      Kerugian aktuarial atas liabilitas imbalan pasca kerja                (208)         (15)          304           (207)        (425)
      Pajak terkait setelah perubahan tarif                                   52            3           (67)            45           94
     Total kerugian (penghasilan) komprehensif lain tahun
                                                                          3.627       (1.830)        (2.050)         (237)        (384)
     berjalan-setelah pajak
     Total penghasilan komprehensif tahun berjalan                       11.002        1.512       182.889        17.738        (2.128)

     Laba (rugi) yang dapat diatribusikan kepada:
     Pemilik entitas induk                                                 7.076        5.226       183.248        16.402        (3.713)
     Kepentingan nonpengendali                                               300       (1.883)        1.691         1.572         1.970
     Total                                                                7.376        3.343       184.939        17.975        (1.744)

     Total penghasilan komprehensif yang dapat diatribusikan
     kepada:
     Pemilik entitas induk                                                10.708        3.399       181.195        16.173        (4.083)
     Kepentingan nonpengendali                                               295       (1.887)        1.695         1.565         1.955
     Total                                                               11.002        1.512       182.889        17.738        (2.128)

     LABA PER SAHAM                                                        1,23         0,87          30,54          2,73        (0,62)




Dalam jutaan Rupiah
Page 51
                                                                                                                      Lampiran 3

                                      Laporan Arus Kas Konsolidasi Historis
                                                                 Audit        Audit       Audit         Audit        Audit
                                                                FY 2019      FY 2020     FY 2021       FY 2022      FY 2023
     ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
     Penerimaan kas dari pelanggan                                153.669     129.715      160.854       301.570     378.043
     Pembayaran pada pemasok                                     (101.814)    (98.092)     (34.492)     (212.079)   (291.354)
     Pembayaran pada karyawan                                     (60.064)    (55.965)     (55.768)     (115.420)    (78.652)
     Beban operasional lainnya                                          -           -      (95.957)            -           -
     Kas digunakan untuk aktivitas operasi                         (8.210)    (24.342)     (25.364)      (25.929)      8.037

     Pembayaran pajak penghasilan                                  (3.834)     (1.643)      (2.431)       (7.339)     (8.774)
     Penerimaan penghasilan bunga                                       -           -        6.434             -           -
     Pembayaran beban keuangan                                       (788)     (2.045)      (1.084)       (1.094)     (1.241)
     Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas    (12.831)    (28.030)     (22.445)      (34.362)     (1.978)
     Operasi

     ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
     Penerimaan bunga                                               8.630      17.841             -        5.522       3.727
     Penempatan investasi jangka pendek                          (137.900)   (431.744)   (1.197.573)    (274.195)   (254.872)
     Penarikan investasi jangka pendek                             47.521     443.360     1.246.520      299.431     232.745
     Penjualan aset tetap                                               -       1.792             -            -           -
     Peningkatan (penurunan) pitang lain-lain pihak berelasi            -           -         2.748       (3.018)          -
     Perolehan aset tak berwujud                                        -     (11.216)       (5.056)        (257)     (3.638)
     Perolehan aset tetap                                         (20.805)    (40.907)      (14.751)     (22.437)    (59.243)
     Perolehan aset hak guna                                            -           -        (1.564)           -           -
     Penempatan investasi pada entitas anak                             -           -             -            -           -
     Penempatan investasi pada entitas asosiasi                    (5.192)          -             -            -      (3.500)
     Penjualan investasi pada entitas asosiasi                          -           -             -            -       1.600
     Penempatan investasi jangka panjang                                -           -       (23.800)     (39.813)          -
     Penempatan deposito berjangka                                      -           -          (125)           -           -
     Renovasi stadion                                                (485)          -             -            -           -
     Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas
                                                                (108.232)    (20.873)       6.400       (34.767)    (83.181)
     Investasi

     ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
     Penerimaan piutang pihak berelasi                                855       2.135            -             -           -
     Pembayaran utang lain-lain pihak berelasi                          -           -          164           (79)     (1.866)
     Pembayaran liabilitas sewa                                    (1.232)     (4.232)      (3.294)       (4.576)     (1.839)
     Setoran modal entitas anak                                         -       4.650       36.500           500      15.000
     Pembayaran dividen                                                 -           -            -        (6.000)          -
     Penerimaan modal disetor                                     337.766           -            -             -           -
     Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas
                                                                337.389        2.553       33.370       (10.155)     11.295
     Pendanaan

     Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara Kas             216.326      (46.350)      17.325       (79.284)    (73.865)
     Kas dan Setara Kas Awal Tahun                                6.253      222.579      176.229       193.679     114.395
     Kas dan Setara Kas Akhir Tahun                             222.579      176.229      193.554       114.395      40.530




Dalam jutaan Rupiah
Page 52
                                                                                                        Lampiran 4

                                  Analisis Rasio Keuangan Konsolidasi Historis
                                                      Audit     Audit     Audit     Audit     Audit
                                                    31-Des-19 31-Des-20 31-Des-21 31-Des-22 31-Des-23
RASIO LIKUIDITAS
Rasio lancar                                                6,57x            6,16x    11,28x   11,56x     8,19x
Rasio kas                                                   3,24x            2,62x     3,74x    2,36x     0,60x
Rasio cepat                                                 6,52x            6,11x    11,21x   11,48x     8,08x

RASIO AKTIVITAS
Perputaran piutang usaha                                        2               2         3       3          4
Perputaran persediaan                                          55              51        58      81         64
Perputaran utang usaha                                          4               4        28      19         13
Hari piutang usaha                                            147             175       139     114         98
Hari persediaan                                                 7               7         6       5          6
Hari utang usaha                                               93              83        13      19         27

RASIO PROFITABILITAS
Rasio marjin laba (rugi) operasi                           0,10%        -106,07%       1,17%   7,26%    -20,52%
Rasio marjin laba (rugi) bersih                            3,43%           4,37%      96,49%   5,09%     -0,48%
Rasio laba bersih terhadap aset                            1,36%           0,61%      24,24%   2,32%     -0,22%
Rasio laba bersih terhadap ekuitas                         1,57%           0,71%      26,34%   2,52%     -0,24%

RASIO SOLVABILITAS
Rasio utang terhadap aset                                  0,87%            2,49%     1,38%    1,51%     2,96%
Rasio utang terhadap ekuitas                               1,00%            2,90%     1,50%    1,63%     3,31%

Keterangan:
- Hari yang digunakan untuk perhitungan rasio aktivitas adalah 365 hari;
- Beban yang digunakan untuk perhitungan rasio aktivitas adalah beban operasi;
- Utang yang digunakan untuk perhitungan rasio solvabilitas adalah liabilitas sewa.
Page 53
                                                                                            Lampiran 5

             Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasi Sebelum Rencana Transaksi
                                    Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi
                                    FY 2024       FY 2025       FY 2026       FY 2027       FY 2028
Pendapatan                             387.123       412.993       441.163       471.868       486.680
 Manajemen klub                         95.194       106.221       118.565       132.384       136.539
 Agensi                                288.275       303.003       318.711       335.475       346.005
 Lainnya                                 3.654         3.769         3.887         4.009         4.135
Beban operasi                         (376.521)     (394.176)     (414.148)     (436.181)     (447.198)
Laba (rugi) operasi                    10.602        18.817        27.015        35.686        39.482
Beban keuangan                          (1.018)         (699)         (546)         (374)         (180)
Laba (rugi) sebelum pajak               9.584        18.118        26.469        35.313        39.302
Manfaat (beban) pajak penghasilan       (1.640)       (3.986)       (5.823)       (7.769)       (8.647)
Laba (rugi) tahun berjalan              7.945        14.132        20.646        27.544        30.656




Dalam jutaan Rupiah
Page 54
                                                                                            Lampiran 6

             Proyeksi Laporan Laba Rugi Konsolidasi Setelah Rencana Transaksi
                                    Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi
                                    FY 2024       FY 2025       FY 2026       FY 2027       FY 2028
Pendapatan                             387.123       412.993       441.163       471.868       486.680
 Manajemen klub                         95.194       106.221       118.565       132.384       136.539
 Agensi                                288.275       303.003       318.711       335.475       346.005
 Lainnya                                 3.654         3.769         3.887         4.009         4.135
Beban operasi                         (376.521)     (394.176)     (414.148)     (436.181)     (447.198)
Laba (rugi) operasi                    10.602        18.817        27.015        35.686        39.482
Beban keuangan                          (1.018)         (699)         (546)         (374)         (180)
Laba (rugi) sebelum pajak               9.584        18.118        26.469        35.313        39.302
Manfaat (beban) pajak penghasilan       (1.640)       (3.986)       (5.823)       (7.769)       (8.647)
Laba (rugi) tahun berjalan              7.945        14.132        20.646        27.544        30.656




Dalam jutaan Rupiah
Page 55
                                                                                                            Lampiran 7

          Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi Sebelum Rencana Transaksi
                                                         Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi
                                                        31-Des-24    31-Des-25    31-Des-26    31-Des-27    31-Des-28
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                          51.632       85.941      120.642      127.699      129.299
Investasi jangka pendek                                    353.685      353.685      353.685      353.685      353.685
Piutang usaha                                              103.872      110.813      118.371      126.610      130.584
Piutang lain-lain                                           27.689       27.689       27.689       27.689       27.689
Persediaan-neto                                              5.912        6.189        6.502        6.848        7.021
Pajak dibayar dimuka                                         9.048        9.048        9.048        9.048        9.048
Biaya dibayar dimuka dan uang muka                          12.785       12.785       12.785       12.785       12.785
Jumlah Aset Lancar                                        564.623      606.151      648.724      664.365      670.112

Aset Tidak Lancar
Investasi pada entitas asosiasi-neto                        15.503       15.503       15.503       15.503       15.503
Aset tetap-bersih                                           99.313       73.579       51.747       65.923       91.461
Aset tak berwujud-bersih                                    37.568       35.854       34.411       32.968       32.075
Aset pajak tangguhan                                        15.134       15.134       15.134       15.134       15.134
Aset tidak lancar lain-lain                                 66.179       65.641       65.481       65.481       65.481
Jumlah Aset Tidak Lancar                                  233.696      205.710      182.275      195.008      219.653
JUMLAH ASET                                               798.319      811.861      830.998      859.373      889.765

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                                                 28.307       29.634       31.136       32.792        33.621
Utang lain-lain                                              1.744        1.744        1.744        1.744         1.744
Beban akrual                                                 5.725        5.725        5.725        5.725         5.725
Utang pajak                                                  4.564        4.564        4.564        4.564         4.564
Liabilitas kontrak                                          11.727       11.727       11.727       11.727        11.727
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
                                                             1.918        1.918        1.918        1.092         1.092
satu tahun
 Liabilitas sewa                                             1.918        1.918        1.918        1.092        1.092
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                            53.985       55.312       56.814       57.644       58.473

Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja                                     2.997        2.997        2.997        2.997         2.997
Liabilitas pajak tangguhan                                     177          177          177          177           177
Utang jangka panjang-setelah dikurangi bagian yang
                                                             6.019        4.102        1.092        1.092               -
jatuh tempo dalam waktu satu tahun
  Liabilitas sewa                                            6.019        4.102        1.092        1.092            -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            9.193        7.276        4.266        4.266        3.174
JUMLAH LIABILITAS                                          63.178       62.588       61.080       61.910       61.647

EKUITAS
Modal saham                                                 60.000       60.000       60.000       60.000        60.000
Tambahan modal disetor                                     408.047      408.047      408.047      408.047       408.047
Tambahan modal disetor atas penjualan saham RGN                  -            -            -            -             -
Keuntungan belum direalisasi dari perubahan nilai
                                                               31           31           31           31            31
wajar investasi jangka pendek
Saldo laba (defisit)                                       204.063      218.144      238.738      266.227      296.823
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik      672.141      686.222      706.816      734.305      764.901
Kepentingan non-pengendali                                  63.000       63.051       63.103       63.158       63.218
JUMLAH EKUITAS                                            735.141      749.273      769.919      797.463      828.119
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                             798.319      811.861      830.998      859.373      889.765




Dalam jutaan Rupiah
Page 56
                                                                                                            Lampiran 8

           Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi Setelah Rencana Transaksi
                                                         Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi     Proyeksi
                                                        31-Des-24    31-Des-25    31-Des-26    31-Des-27    31-Des-28
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas                                          55.102       89.411      124.112      131.169      132.769
Investasi jangka pendek                                    353.685      353.685      353.685      353.685      353.685
Piutang usaha                                              103.872      110.813      118.371      126.610      130.584
Piutang lain-lain                                           27.689       27.689       27.689       27.689       27.689
Persediaan-neto                                              5.912        6.189        6.502        6.848        7.021
Pajak dibayar dimuka                                         9.048        9.048        9.048        9.048        9.048
Biaya dibayar dimuka dan uang muka                          12.785       12.785       12.785       12.785       12.785
Jumlah Aset Lancar                                        568.093      609.621      652.194      667.835      673.582

Aset Tidak Lancar
Investasi pada entitas asosiasi-neto                        15.503       15.503       15.503       15.503       15.503
Aset tetap-bersih                                           99.313       73.579       51.747       65.923       91.461
Aset tak berwujud-bersih                                    37.568       35.854       34.411       32.968       32.075
Aset pajak tangguhan                                        15.134       15.134       15.134       15.134       15.134
Aset tidak lancar lain-lain                                 66.179       65.641       65.481       65.481       65.481
Jumlah Aset Tidak Lancar                                  233.696      205.710      182.275      195.008      219.653
JUMLAH ASET                                               801.789      815.331      834.468      862.843      893.235

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha                                                 28.307       29.634       31.136       32.792       33.621
Utang lain-lain                                              1.744        1.744        1.744        1.744        1.744
Beban akrual                                                 5.725        5.725        5.725        5.725        5.725
Utang pajak                                                  4.564        4.564        4.564        4.564        4.564
Liabilitas kontrak                                          11.727       11.727       11.727       11.727       11.727
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
                                                             1.918        1.918        1.918        1.092        1.092
satu tahun
 Liabilitas sewa                                             1.918        1.918        1.918        1.092        1.092
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                            53.985       55.312       56.814       57.644       58.473

Liabilitas Jangka Panjang
Liabilitas imbalan kerja                                     2.997        2.997        2.997        2.997        2.997
Liabilitas pajak tangguhan                                     177          177          177          177          177
Utang jangka panjang-setelah dikurangi bagian yang
                                                             6.019        4.102        1.092        1.092               -
jatuh tempo dalam waktu satu tahun
  Liabilitas sewa                                            6.019        4.102        1.092        1.092            -
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            9.193        7.276        4.266        4.266        3.174
JUMLAH LIABILITAS                                          63.178       62.588       61.080       61.910       61.647

EKUITAS
Modal saham                                                 60.000       60.000       60.000       60.000       60.000
Tambahan modal disetor                                     408.047      408.047      408.047      408.047      408.047
Tambahan modal disetor atas penjualan saham RGN              2.916        2.916        2.916        2.916        2.916
Keuntungan belum direalisasi dari perubahan nilai
wajar investasi jangka pendek                                   31           31           31           31           31
Saldo laba (defisit)                                       204.510      218.545      239.091      266.531      297.073
Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik      675.504      689.539      710.085      737.525      768.067
Kepentingan non-pengendali                                  63.107       63.204       63.304       63.408       63.522
JUMLAH EKUITAS                                            738.611      752.743      773.389      800.933      831.589
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                             801.789      815.331      834.468      862.843      893.235




Dalam jutaan Rupiah
Page 57
                                                                                                                          Lampiran 9

                  Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasi Sebelum Rencana Transaksi
                                                                     Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi
                                                                     FY 2024       FY 2025       FY 2026       FY 2027       FY 2028
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Laba (rugi) tahun berjalan                                                7.945        14.132        20.646        27.544        30.656
Penyusutan dan amortisasi                                                45.325        43.986        43.435        43.267        41.950

(Penambahan) pengurangan piutang usaha                                  (6.382)       (6.942)       (7.558)       (8.239)       (3.974)
(Penambahan) pengurangan persediaan-neto                                   964          (277)         (314)         (346)         (173)
Penambahan (pengurangan) utang usaha                                    (4.615)        1.327         1.501         1.656           828
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi       43.236        52.227        57.711        63.883        69.286

Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Uang muka remunerasi pemain                                             (15.000)      (15.000)      (15.000)      (15.000)      (15.000)
Perolehan aset tak berwujud                                                 (30)            -             -             -          (595)
Perolehan aset tetap                                                     (1.000)       (1.000)       (5.000)      (41.000)      (51.000)
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Investasi     (16.030)      (16.000)      (20.000)      (56.000)      (66.595)

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan (pembayaran) liabilitas sewa                                 (16.104)       (1.918)       (3.010)         (826)       (1.092)
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan     (16.104)       (1.918)       (3.010)         (826)       (1.092)

Perubahan Neto Kas dan Setara Kas                                      11.102        34.309        34.701         7.057         1.599
Kas dan Setara Kas Awal Tahun                                           40.530        51.632        85.941       120.642       127.699
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun                                         51.632        85.941       120.642       127.699       129.299




Dalam jutaan Rupiah
Page 58
                                                                                                                     Lampiran 10

                   Proyeksi Laporan Arus Kas Konsolidasi Setelah Rencana Transaksi
                                                                     Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi      Proyeksi
                                                                     FY 2024       FY 2025       FY 2026       FY 2027       FY 2028
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Laba (rugi) tahun berjalan                                                7.945        14.132        20.646        27.544        30.656
Penyusutan dan amortisasi                                                45.325        43.986        43.435        43.267        41.950

(Penambahan) pengurangan piutang usaha                                  (6.382)       (6.942)       (7.558)       (8.239)       (3.974)
(Penambahan) pengurangan persediaan-neto                                   964          (277)         (314)         (346)         (173)
Penambahan (pengurangan) utang usaha                                    (4.615)        1.327         1.501         1.656           828
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi       43.236        52.227        57.711        63.883        69.286

Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Uang muka remunerasi pemain                                             (15.000)      (15.000)      (15.000)      (15.000)      (15.000)
Perolehan aset tak berwujud                                                 (30)            -             -             -          (595)
Perolehan aset tetap                                                     (1.000)       (1.000)       (5.000)      (41.000)      (51.000)
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Investasi     (16.030)      (16.000)      (20.000)      (56.000)      (66.595)

Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Penerimaan (pembayaran) liabilitas sewa                                 (16.104)       (1.918)       (3.010)         (826)       (1.092)
Kas Neto yang Diperoleh dari/(Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan     (16.104)       (1.918)       (3.010)         (826)       (1.092)

Perubahan Neto Kas dan Setara Kas                                      11.102        34.309        34.701         7.057         1.599
Kas dan Setara Kas Awal Tahun                                           44.000        55.102        89.411       124.112       131.169
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun                                         55.102        89.411       124.112       131.169       132.769




Dalam jutaan Rupiah
Page 59
                                                                                                                       Lampiran 11

                   Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Sebelum Rencana Transaksi
                                                    Proyeksi  Proyeksi  Proyeksi  Proyeksi  Proyeksi
                                                   31-Des-24 31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28
RASIO LIKUIDITAS
Rasio lancar                                              10,46x           10,96x          11,42x          11,53x           11,46x
Rasio kas                                                  0,96x            1,55x           2,12x           2,22x            2,21x
Rasio cepat                                               10,35x           10,85x          11,30x          11,41x           11,34x

RASIO AKTIVITAS
Perputaran piutang usaha                                       4                  4             4               4               4
Perputaran persediaan                                         64                 64            64              64              64
Perputaran utang usaha                                        13                 13            13              13              13
Hari piutang usaha                                            98                 98            98              98              98
Hari persediaan                                                6                  6             6               6               6
Hari utang usaha                                              27                 27            27              27              27

RASIO PROFITABILITAS
Rasio marjin laba (rugi) operasi                          2,74%            4,56%           6,12%           7,56%            8,11%
Rasio marjin laba (rugi) bersih                           2,05%            3,42%           4,68%           5,84%            6,30%
Rasio laba bersih terhadap aset                           1,00%            1,74%           2,48%           3,21%            3,45%
Rasio laba bersih terhadap ekuitas                        1,08%            1,89%           2,68%           3,45%            3,70%

RASIO SOLVABILITAS
Rasio utang terhadap aset                                 0,99%            0,74%           0,36%           0,25%            0,12%
Rasio utang terhadap ekuitas                              1,08%            0,80%           0,39%           0,27%            0,13%

Keterangan:
- Hari yang digunakan untuk perhitungan rasio aktivitas adalah 365 hari;
- Beban yang digunakan untuk perhitungan rasio aktivitas adalah beban operasi;
- Utang yang digunakan untuk perhitungan rasio solvabilitas adalah liabilitas sewa jangka pendek dan jangka panjang.
Page 60
                                                                                                        Lampiran 12

                     Analisis Proyeksi Rasio Keuangan Setelah Rencana Transaksi
                                                     Proyeksi  Proyeksi  Proyeksi  Proyeksi  Proyeksi
                                                    31-Des-24 31-Des-25 31-Des-26 31-Des-27 31-Des-28
RASIO LIKUIDITAS
Rasio lancar                                               10,52x           11,02x    11,48x   11,59x        11,52x
Rasio kas                                                   1,02x            1,62x     2,18x    2,28x         2,27x
Rasio cepat                                                10,41x           10,91x    11,37x   11,47x        11,40x

RASIO AKTIVITAS
Perputaran piutang usaha                                        4                 4       4        4             4
Perputaran persediaan                                          64                64      64       64            64
Perputaran utang usaha                                         13                13      13       13            13
Hari piutang usaha                                             98                98      98       98            98
Hari persediaan                                                 6                 6       6        6             6
Hari utang usaha                                               27                27      27       27            27

RASIO PROFITABILITAS
Rasio marjin laba (rugi) operasi                           2,74%            4,56%     6,12%    7,56%         8,11%
Rasio marjin laba (rugi) bersih                            2,05%            3,42%     4,68%    5,84%         6,30%
Rasio laba bersih terhadap aset                            0,99%            1,73%     2,47%    3,19%         3,43%
Rasio laba bersih terhadap ekuitas                         1,08%            1,88%     2,67%    3,44%         3,69%

RASIO SOLVABILITAS
Rasio utang terhadap aset                                  0,99%            0,74%     0,36%    0,25%         0,12%
Rasio utang terhadap ekuitas                               1,07%            0,80%     0,39%    0,27%         0,13%

Keterangan:
- Hari yang digunakan untuk perhitungan rasio aktivitas adalah 365 hari;
- Beban yang digunakan untuk perhitungan rasio aktivitas adalah beban operasi;
- Utang yang digunakan untuk perhitungan rasio solvabilitas adalah liabilitas sewa.
Page 61
                                                                                                       Lampiran 13

       Proforma Laporan Posisi Keuangan Sebelum dan Setelah Rencana Transaksi
                                                                   Audit      Adjustm ent          Proforma
                                                                 31-Des-23   Dr.       Cr.        31-Des-23
       ASET
       Aset Lancar
       Kas dan setara kas                                           40.530    3.470           -      44.000
       Aset lancar lainnya                                         512.022        -           -     512.022
       Jumlah Aset Lancar                                         552.552    3.470            -    556.023

       Aset Tidak Lancar
       Jumlah Aset Tidak Lancar                                   258.542         -           -    258.542
       JUMLAH ASET                                                811.094    3.470            -    814.564

       LIABILITAS DAN EKUITAS
       LIABILITAS
       Liabilitas Jangka Pendek
       Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                             67.495          -          -     67.495

       Liabilitas Jangka Panjang
       Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                            16.403          -          -     16.403
       JUMLAH LIABILITAS                                           83.898          -          -     83.898

       EKUITAS
       Modal saham                                                  60.000         -        -        60.000
       Tambahan modal disetor                                      408.047         -        -       408.047
       Tambahan modal disetor atas penjualan saham RGN                   -         -    2.916         2.916
       Keuntungan belum direalisasi dari perubahan nilai wajar
                                                                       31          -          -         31
       investasi jangka pendek
       Saldo laba (defisit)                                        196.174         -        499     196.673
       Total ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
                                                                  664.252          -   3.415       667.667
       pemilik entitas induk
       Kepentingan non-pengendali                                   62.944         -      55         63.000
       JUMLAH EKUITAS                                             727.197          -   3.470       730.667
       JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                              811.094          -   3.470       814.564




Dalam jutaan Rupiah
Page 62
                                                                                          Lampiran 14

                                       Analisis Inkremental
                                                  Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi   Proyeksi
                    Keterangan
                                                  FY2024     FY2025     FY2026     FY2027     FY2028
Kas dan setara kas
 Sebelum transaksi                                  51.632     85.941    120.642    127.699    129.299
 Setelah transaksi                                  55.102     89.411    124.112    131.169    132.769
 Selisih sebelum dan setelah transaksi              3.470      3.470      3.470      3.470      3.470
 % Selisih sebelum dan setelah transaksi             6,72%      4,04%      2,88%      2,72%      2,68%
Tambahan modal disetor atas penjualan saham RGN
 Sebelum transaksi                                       -          -          -          -          -
 Setelah transaksi                                   2.916      2.916      2.916      2.916      2.916
 Selisih sebelum dan setelah transaksi              2.916      2.916      2.916      2.916      2.916
 % Selisih sebelum dan setelah transaksi           100,00%    100,00%    100,00%    100,00%    100,00%
Saldo laba (defisit)
 Sebelum transaksi                                 204.063    218.144    238.738    266.227    296.823
 Setelah transaksi                                 204.510    218.545    239.091    266.531    297.073
 Selisih sebelum dan setelah transaksi                448        401        354        304        250
 % Selisih sebelum dan setelah transaksi             0,22%      0,18%      0,15%      0,11%      0,08%


Dalam jutaan Rupiah

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.18 MB
Published22 Aug 2024
Pages62
Characters206,384
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 61 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT BALI BINTANG SEJAHTERA p.1 ×189
linked person Putri Paramita Sudali p.5 ×18
linked — Pieter Tanuri p.5 ×7
linked person Jemi Wiyono Prihadi p.20
linked person Yabes Tanuri p.20 ×3
linked person Katharine Wianna p.20 ×3
linked org PT Asuransi Central Asia p.21
linked — Ayu Patricia Rachmat p.21
linked person Philmon Samuel Tanuri p.22
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×14
possible person Henry Susanto · Notaris p.21 ×12
unresolved org PT Rahasia Gadis Nusantara Oleh KJPP Herman Meirizki p.1
unresolved org Rahasia Gadis Nusantara Oleh KJPP Herman Meirizki dan Rekan p.1
unresolved org PT Rahasia Gadis Nusantara p.2 ×41
unresolved org PT Kreasi Karya Bangsa Sesuai p.2
unresolved org KJPP Herman Meirizki dan Rekan p.2 ×8
unresolved org KJPP Herman Meirizki p.2 ×11
unresolved org PT Kreasi Karya Bangsa p.2 ×29
unresolved org PT Kreasi Karya Bangsa. Catatan p.3 ×2
unresolved org PT Kreasi Karya Bangsa. Pendapat Kewajaran p.3 ×2
unresolved org Pendapat Kewajaran PT Bali Bintang Sejahtera, Tbk p.3 ×4
unresolved org PT Kreasi Karya Bangsa. Susunan Pengurus p.6 ×3
unresolved org PT Rahasia Gadis Nusantara. Hubungan Keluarga Adellene Odelia p.6
unresolved org Penilai Bisnis KJPP Herman Meirizki dan Rekan p.7 ×3
unresolved org PT Bali Bintang E p.8
unresolved org PT Kreasi Kar p.8
unresolved org PT Bali Bjntang Sejahtera p.8
unresolved org KJPP HMR. Segala p.13
unresolved org KJPP HMR p.13
unresolved org Kantor Akuntan Publik Tanubrata p.14 ×7
unresolved org Bambang & Rekan p.14 ×9
unresolved person Bambang Subagyo p.14 ×3
unresolved org Kantor Akuntan Publik Johan p.14
unresolved org Mustika & Rekan p.14
unresolved person H. Fuad Hasan p.15 ×2
unresolved person CPA. p.15 ×2
unresolved person Julio Jayawardhani p.15 ×4
unresolved person Lusiana Susanto Anindyarta p.15
unresolved person Silvia Magdalena Simanjuntak p.15
unresolved org PT Rahasia Gadis Nusantara. Pendapat Kewajaran p.16
unresolved person Yurisa Martanti p.20
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.20 ×4
unresolved person Rusnaldy · Notaris p.20
unresolved org PT Kreasi Karya Bangsa Pendirian p.21
unresolved person Lanny Widjaja · Notaris p.21
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.21
unresolved org PT Modal Ventura YCAB p.22 ×2
unresolved org PT Rahasia Gadis Nusantara Pendirian p.22
unresolved — Adellene Odelia Tanuri p.23
unresolved — Katherine Wianna p.23
unresolved org Penyelenggara Jaminan Sosial p.24
unresolved org PT Kreasi Karya Bangsa. Kas p.41
unresolved org PT Rahasia Gadis Nusantara Tujuan Penilaian p.43
unresolved person Dr. Herman Ruslim p.47 ×2
unresolved — Kualifikasi p.47
unresolved — MAPPI p.47
unresolved — SITD p.47
unresolved — : RMK-2017.01125 p.47
unresolved person Poppy Mulyanj p.47
unresolved person Amelia Dwj Rahma p.47
unresolved — pendapat KewajaTan p.47

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.455 12800 ms 12 Sep 2026 22:59
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya '
                            'sama dengan'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'CONFLICT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dibagi total aset perusahaan terbuka nilainya sama dengan',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '20'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result