Skip to content
Back to announcement

20240819_BRNA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31706340_lamp1.pdf

Other Text extracted BRNA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 10

Page 1
Surat Nomor : 060/VIII/24/BRNA
Lampiran I : Daftar Permintaan Penjelasan PT Berlina Tbk

A. Terkait Aktivitas Bisnis dan Operasional

1. Mengenai kegiatan usaha Perseroan yang tersebar di Jawa, Bali dan China, agar Perseroan dapat
   jelaskan:

   a. Kendala Perseroan dan Entitas Anak yang terbesar saat ini dalam menjalankan kegiatan usaha.

      Jawaban:

      Saat ini Perseroan sudah pulih secara operasional, dimana penerapan manufacturing excellence telah
      menunjukkan dampak yang positif pada kinerja keuangan. Rasio EBITDA terhadap penjualan neto
      maupun laba (rugi) neto Perseroan menunjukan perbaikan yang signifikan.

      Pendapatan Perseroan yang tampak menurun, merupakan akibat dari investasi yang tertunda. Pada
      masa sebelumnya, alokasi dana diprioritaskan untuk pemulihan operasional. Tipikal bisnis Perseroan
      membutuhkan belanja modal untuk menghasilkan pendapatan, dimana jeda antara belanja modal
      hingga tahap komersial dapat memakan waktu hingga 1-2 tahun kemudian. Aset yang telah dimiliki
      Perseroan digunakan untuk memenuhi permintaan yang ada, dimana siklus produk tersebut sudah
      mulai menurun. Apabila tidak ada belanja modal yang baru, pendapatan Perseroan akan semakin
      menurun.

      Setelah Perseroan berhasil melalui masa pemulihan akibat kebakaran pada tahun 2017 dan melalui
      masa pandemi pada tahun 2020-2022, Perseroan membutuhkan dana yang besar untuk belanja
      modal agar penjualan Perseroan sejalan dengan peningkatan kinerja operasional. Namun Perseroan
      menerima dampak negatif atas posisi Perseroan pada Papan Pemantauan Khusus dan pelaksanaan Full
      Call Auction. Posisi ini mengakibatkan investor baru semakin tidak tertarik terhadap saham Perseroan,
      walaupun kinerja keuangan Perseroan telah menunjukkan perbaikan. Apabila hal ini berkelanjutan dan
      pendapatan Perseroan semakin menurun, perbaikan kinerja operasional tidak dapat membantu
      kelangsungan bisnis Perseroan.

   b. Mitigasi yang telah dilakukan maupun rencana mitigasi Perseroan dikemudian hari atas kendala
      tersebut.

      Jawaban:

      (i) Yang telah dilakukan Perseroan
           - Pelaksanaan restrukturisasi atas pinjaman jangka panjang dengan penundaan pembayaran
              pokok hutang selama 2 tahun pada bank utama
           - Mendapatkan pinjaman dana dari Pemegang Saham Utama dan menunda pembayaran
              bunga hingga hutang pada bank utama dapat dilunasi
           - Perseroan berupaya mendapatkan pinjaman dana dari berbagai sumber lainnya (selain bank
              utama)
      (ii) Yang akan dilakukan Perseroan
           -  pelaksanaan PMHMETD atau aksi korporasi lainnya
Page 2
  c. Strategi Perseroan atas jenis atau lini produk yang tidak memberikan profitabilitas sesuai harapan
     Perseroan.

     Jawaban:

     (i)   menggunakan bahan baku alternatif dengan harga yang lebih kompetitif dan tetap
           mengutamakan kualitas produk
     (ii) melakukan penyesuaian harga produk sesuai dengan harga bahan baku yang digunakan
     (iii) tidak memproduksi produk yang sudah tidak bisa memenuhi standar profit yang ditetapkan
           (delisting)

2. Mengenai pemasok Perseroan dan bahan baku yang berbahan dasar minyak, agar dapat dijelaskan:
   a. Bagaimana strategi Perseroan menghadapi risiko fluktuasi harga minyak secara langsung?

     Jawaban:

     Pengadaan bahan baku dibatasi sesuai kebutuhan pelanggan dengan mengikuti index harga
     komoditas (menekan buffer stock, kecuali hedging perlu dilakukan saat harga lebih rendah) dan
     membebankan ke harga jual kepada pelanggan, sehingga resiko fluktuasi harga bisa diminimalkan.

  b. Apakah Perseroan memiliki rencana hedging pada harga minyak tersebut kepada pemasok? Agar
     dielaborasi.

     Jawaban:

     Volume kebutuhan Perseroan tidak memenuhi kriteria untuk dapat melakukan kontrak harga special
     dengan produsen bijih plastik. Hedging dilakukan apabila harga bijih plastik atau kurs sedang rendah
     (mayoritas merupakan material import) menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

     Beberapa pelanggan multinasional telah melakukan negosiasi dan menetapkan produsen bijih plastik
     tertentu dengan harga yang lebih baik, dan Perseroan dapat menempatkan order sesuai arahan
     alokasi dari pelanggan tersebut.

  c. Upaya Perseroan mengurangi ketergantungan pada minyak dan/atau adanya ide alternatif untuk
     mengurangi ketergantungan tersebut

     Jawaban:

     Bisnis utama Perseroan adalah kemasan plastik sehingga tidak dapat mengeliminasi ketergantungan
     terhadap minyak bumi. Upaya yang dilakukan Perseroan adalah mengurangi pemakaian dengan
     melaksanakan prinsip 3R (reuse-reduce-recycle). Alternatif penggunaan material lainnya dijelaskan
     pada poin (5d).

 5. Sehubungan dengan issue Environmetal, Social dan Governance (ESG) pada kegiatan operasional
     Perseroan. Agar dijelaskan hal-hal sebagai berikut:
  a. Agar dapat dijelaskan pengelolaan limbah organik maupun anorganik Perseroan.

     Jawaban:

     (i)   Limbah organik berupa sampah domestik, dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup setempat atau
           bekerja sama dengan pihak ketiga.
Page 3
  (ii)    Limbah anorganik berupa :
           - Limbah padat plastik hasil samping produksi (afval), sebagian besar digunakan kembali
              dalam produksi dan yang tidak bisa digunakan dijual ke pihak ketiga untuk dimanfaatkan
              pada produk yang tidak membutuhkan spesifikasi tinggi
           - Limbah padat berupa web (lapisan plastik) dijual ke pihak ketiga untuk diolah kembali
           - Limbah B3, berupa oli, gram besi, dsb, bekerja sama dengan pihak ketiga yang memilik ijin
              pengeloalaan B3

b. Apakah Perseroan memiliki dokumen AMDAL dalam kegiatan usahanya? Agar dapat dielaborasi.

  Jawaban:

  Perseroan memiliki dokumen UKL-UPL.

c. Bagaimana peran dan langkah konkrit yang telah dilakukan oleh Perseroan dalam mendukung issue
   ESG yang keberlanjutan?

  Jawaban:

  (i)      Perseroan memiliki entitas anak yang mengelola limbah plastik (PT Natura Plastindo)
  (ii)     Perseroan mengelola konsumsi material dengan mengurangi rejection (“reduce”),
           menggunakan afval (“reuse”) dan menggunakan material daur ulang (“recycle”) dalam proses
           operasional

d. Bagaimana inovasi Perseroan dalam teknologi untuk mendukung issue ESG tersebut?

  Jawaban:

  (i)      Meningkatkan kontribusi penggunaan material PCR (Post Consumer Recycle)
  (ii)     Mengurangi berat produk (misalnya dengan mengurangi ketebalan botol)
  (iii)    Mengurangi penggunaan plastik dengan mencampurkan material non-plastik yg ramah
           lingkungan seperti: CaCO3, tepung tapioka,tepung sagu,dll.
  (iv)     Penghematan listrik dengan efisiensi penggunaan mesin, pembelian mesin-mesin yang hemat
           listrik, mengganti ke lampu LED
  (v)      Mengurangi pemakaian energi minyak bumi ke energi terbarukan seperti energi matahari.

e. Dampak isu ESG terhadap kegiatan operasional Perseroan dan kinerja harga saham Perseroan
   dimana terdapat kecenderungan investor yang berinvestasi dengan perusahaan yang memiliki
   concern kepada isu tersebut.

  Jawaban:

  Melalui Sustainability Report yang diterbitkan, Perseroan telah menjelaskan pelaksanaan dan kinerja
  terkait ESG. Hal ini berdampak dengan semakin meningkatnya penggunaan material PCR pada
  produk dari pelanggan multinasional, namun issue ESG terhadap investor baru belum menunjukkan
  dampak bagi Perseroan. Investor lokal memiliki kecenderungan untuk lebih concern terhadap kinerja
  finansial.
Page 4
  f. Rencana Perseroan kedepannya untuk semakin mendukung issue ESG.

     Jawaban:

     Perseroan secara aktif berusaha mendorong pelanggan untuk penggunaan bahan baku plastik daur
     ulang serta melakukan investasi pada proses yang akan memberikan dampak terwujudnya ESG.

  g. Apakah terdapat rencana Perseroan untuk melakukan diversifikasi produk selain berbahan plastik?

     Jawaban:

     Tidak ada, Perseroan tetap pada core business di kemasan plastik.



B. Terkait Laporan Keuangan 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
6. Pada CALK 6 tentang Piutang Usaha, mohon penjelasan mengenai:
   a. Sebesar 21,93% piutang usaha Perseroan telah jatuh tempo lebih dari 30 hari, mohon penjelasan
      mengenai penyebab tingginya piutang usaha telah jatuh tempo tersebut.

     Jawaban:
     Mayoritas karena kendala kondisi keuangan perusahaan pelanggan dan issue administrasi.

  b. Target waktu dapat ditagihnya piutang yang jatuh tempo tersebut.

     Jawaban:

     Perseroan berusaha memastikan piutang dibayar tepat waktu. Untuk pelanggan yang mengalami
     keterlambatan pembayaran akan ditindaklanjuti dengan batas waktu maksimal 30 hari berikutnya.
     Bila melampaui tenggat tersebut, team Finance berkoordinasi dengan team Sales untuk menunda
     pengiriman order berikutnya.

     Setiap pelanggan memiliki batasan kredit limit yang disetting pada system ERP yang digunakan,
     berdasarkan rata-rata order dan Term of Payment. Bila kredit limit terlampaui, sistem akan otomatis
     memblokir eksekusi order.

  c. Strategi yang dilakukan Perseroan agar piutang Perseroan memiliki kolektabilitas yang lebih lancar.

     Jawaban:

     (i)     Secara administrasi, bekerja sama dengan pelanggan untuk menggunakan e-file untuk
             mengurangi waktu pengiriman dokumen dan lebih terkontrol (memperluas pelaksanaan
             kepada pelanggan yang belum menggunakan metoda ini)
     (ii)    Memperketat background checking kondisi keuangan kandidat pelanggan
     (iii)   Berkoordinasi dengan pelanggan dan bank pelanggan untuk menyediakan fasilitas supplier
             financing (sehingga Perseroan dapat mencairkan pembayaran lebih awal)

  d. Penyebab peningkatan penyisihan penurunan nilai piutang sebesar Rp3,13 miliar pada 30 Juni 2024
     atau meningkat 3,5x dibandingkan periode 31 Desember 2023.
Page 5
     Jawaban:

     Kelompok segmen pelanggan entitas anak yang mempunyai karakteristik risiko kredit yang
     mengharuskan dilakukan penyisihan.

  e. Kebijakan Perseroan dalam menentukan cadangan penurunan nilai piutang beserta pemenuhan
     PSAK 71 tentang Instrumen Keuangan mengenai cadangan atas kerugian penurunan nilai.

     Jawaban:

     Perseroan menggunakan matriks provisi untuk menghitung kerugian kredit ekspektasian piutang
     usaha. Tingkat provisi adalah berdasarkan hari jatuh tempo atas kelompok segmen pelanggan yang
     mempunyai karakteristik risiko kredit yang serupa (misalkan berdasarkan geografi, tipe produk, tipe
     dan/atau peringkat pelanggan, dan nilai pertanggungan dari letter of credit atau bentuk lainnya).

7. Pada CALK 7 tentang Persediaan, Perseroan memiliki jumlah neto persediaan sebesar Rp148,17 miliar
   pada 30 Juni 2024, agar dapat dijelaskan:

  a. Rasio inventory turnover Perseroan periode 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023.

     Jawaban:

                                             dalam ribu Rupiah
                                    30-Jun-24       31-Dec-23
      Persediaan neto            148,170,602     142,171,180
      COGS                       445,840,855     930,360,081
      Ratio Inventory Turnover            60               55

  b. Perseroan memiliki penyisihan persediaan usang dan lambat bergerak sebesar Rp9,45 miliar pada 30
     Juni 2024 meningkat dari periode 31 Desember 2023 sebesar Rp8,3 miliar agar dijelaskan latar
     belakang peningkatan penyisihan persediaan tersebut.

     Jawaban:

     Perseroan menetapkan penyisihan untuk keusangan dan/atau penurunan nilai persediaan
     berdasarkan hasil penelaahan berkala atas kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan yang
     diestimasi berdasarkan fakta dan keadaan yang tersedia. Penyisihan dievaluasi kembali dan
     disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi. Dari hasil
     penelaahan berkala atas kondisi fisik persediaan, diperlukan penambahan penyisihan persediaan

  c. Upaya optimalisasi Persediaan Perseroan sehingga tidak menimbulkan penyisihan.

     Jawaban:

     Penyisihan tidak dapat dihapusi dari bisnis kemasan plastik yang bersifat business to business.
     Penyisihan persediaan merupakan nature dari industri terkait. Perseroan telah melakukan kontrol
     yang ketat pada pembelian bahan baku dan perencanaan produksi.
Page 6
8. Pada CALK 8 tentang Uang Muka Pembelian, Perseroan memiliki uang muka pembelian meningkat 23
   kali lipat pada 30 Juni 2024 dibandingkan periode 31 Desember 2023. Agar dapat dijelaskan:
   a. Latar belakang pembelian bahan baku, suku cadang dan lain – lain meningkat signifikan.

     Jawaban:

     Perseroan melakukan pembayaran uang muka atas pembelian material untuk memenuhi kebutuhan
     produksi yang makin meningkat. Mayoritas bahan baku utama Perseroan merupakan bahan import,
     sehingga memerlukan waktu yang cukup panjang untuk pengadaannya. Volume pembelian sangat
     ditentukan oleh tingkat permintaan dan harga (terkait hedging).

  b. Informasi rinci jenis bahan baku yang dibeli Perseroan.

     Jawaban:

                          dalam ribu Rupiah
      Bahan baku               24,070,122
      Bahan pembantu            7,011,462
      Bahan pembungkus          2,941,582
      Jumlah                  34,023,166

  c. Nature dari uang muka pembelian lain – lain sebesar Rp4,06 miliar.

     Jawaban:

                              dalam ribu Rupiah
      Tool & mold component         3,658,417
      Jasa reparasi                    404,825
      Jumlah                      4,063,242

9. Pada CALK 9 tentang Beban dibayar dimuka, Perseroan mencatatkan Tunjangan Hari Raya sebesar
   Rp4,01 miliar, asuransi sebesar Rp2,9 miliar, biaya provisi bank yang sebelumnya tidak ada menjadi
   Rp292 juta, serta lain – lain sebesar Rp1,3 miliar. Agar dapat dijelaskan:

  a. Latar belakang Perseroan tidak membebankan Tunjangan Hari Raya pada laporan laba rugi.

     Jawaban:

     Perseroan membebankan Tunjangan Hari Raya pada laporan laba rugi melalui amortisasi per bulan
     selama tahun 2024 dari beban dibayar dimuka Tunjangan Hari Raya.

  b. Latar belakang Perseroan membayarkan asuransi lebih tinggi mengingat terdapat penurunan nilai
     pertanggungan pada persediaan, kas, dan aset tetap Perseroan.

     Jawaban:

     Perseroan dan entitas anak mengubah periode pertanggungan yang sebelumnya jatuh tempo setiap
     31 Desember menjadi 30 Juni. Dengan demikian, periode pertanggungan sebelumnya adalah 1
     Januari 2023 hingga 31 Desember 2023 (periode 1 tahun) menjadi 1 Januari 2024 hingga 30 Juni
     2025 (periode 1,5 tahun) dan periode selanjutnya adalah 1 Juli 2025 hingga 30 Jun 2026 (1 tahun).
Page 7
  c. Latar belakang adanya provisi bank sebesar Rp292 juta.

     Jawaban:

     Provisi bank yang dimaksud adalah pembayaran atas fasilitas yang diberikan oleh bank setiap
     tahunnya, dimana biayanya akan diamortisasikan selama 1 tahun.

  d. Nature dari beban dibayar dimuka lain–lain sebesar Rp1,33 miliar.

     Jawaban:

     Beban dibayar dimuka lain-lain merupakan pembayaran sebesar tagihan dengan pembebanan
     bulanan ke laporan laba rugi.

10. Pada CALK 10 tentang Uang muka perolehan aset tetap, Perseroan mencatatkan uang muka kepada
    pihak ketiga tersebut sebesar Rp32 miliar pada 30 Juni 2024, agar dapat dijelaskan:

   a. Latar belakang dan Nature dari adanya uang muka perolehan aset tetap tersebut.

     Jawaban:

     Pembayaran uang muka (Down Payment) kepada pihak ketiga atas perolehan aset tetap, dimana
     nantinya setelah aset diterima oleh Perseroan, maka akan diakui sebagai aset tetap.

   b. Kontribusi yang diharapkan Perseroan dengan adanya perolehan aset tetap tersebut.

     Jawaban:

     Perolehan aset tetap akan meningkatkan penjualan neto Perseroan. Sesuai penjelasan pada poin 1,
     tipikal bisnis Perseroan membutuhkan belanja modal yang intensif untuk meningkatkan pendapatan.
     Spesifikasi aset tetap berupa mesin dan peralatan pendukungnya disesuaikan dengan spesifikasi
     produk yang ditetapkan pelanggan dan peruntukan aset ini didedikasikan untuk segmen produk
     tertentu.



11. Pada CALK 11 tentang Aset tetap, Perseroan melakukan reklasifikasi mesin dari aset hak guna sebesar
    Rp45,46 miliar dan terdapat aset dalam penyelesaian sebesar neto Rp28,4 miliar pada 30 Juni 2024
    berupa renovasi bangunan dan prasarana serta instalasi mesin dengan persentase penyelesaian
    berkisar antara 50% sampai dengan 90% yang diperkirakan akan selesai pada akhir tahun 2024, agar
    dapat dijelaskan:

   a. Pertimbangan Perseroan melakukan reklasifikasi aset hak guna ke aset tetap mesin tersebut.

     Jawaban:

     Dengan penerapan PSAK73, pembelian mesin melalui leasing dibukukan sebagai aset sewa guna.
     Setelah masa sewa guna selesai, maka aset tersebut akan direklasifikasi kembali sebagai aset tetap
     yang dimiliki langsung.

   b. Kendala yang dihadapi Perseroan dalam menyelesaikan aset dalam penyelesaian.
Page 8
      Jawaban:

      Tidak ada kendala dalam penyelesaian aset, namun nature proses pemesanan mesin dan peralatan
      pendukungnya membutuhkan waktu lebih lama (order lead time ke produsen mesin). Setelah mesin
      tiba, memerlukan waktu untuk installation & commissioning serta trial hingga menghasilkan produk
      sesuai spesifikasi yang ditetapkan pelanggan. Sehingga secara keseluruhan, perioda pemesanan
      hingga komersialisasi produk dapat memakan waktu 1-2 tahun.

12. Pada CALK 12 tentang Sewa, Perseroan melakukan reklasifikasi bangunan sebesar Rp6,7 miliar pada 30
    Juni 2024. Selain itu, Perseroan mencatatkan liabilitas berdasarkan lessor pada akun lain–lain sebesar
    Rp13,35 miliar, agar dapat dijelaskan:

    a. Latar belakang Perseroan melakukan reklasifikasi bangunan sebesar Rp6,7 miliar tersebut.

      Jawaban:

      Merupakan koreksi penyajian pada LKT 2023

    b. Ayat jurnal akuntansi pada reklasifikasi bangunan tersebut.

      Jawaban:

                                                       dalam ribu Rupiah
                                               debet          kredit
       Akumulasi bangunan hak guna             6,713,567
       Bangunan hak guna                                      6,713,567

    c. Pihak lain – lain pada liabilitas sewa sebesar Rp13,35 miliar.

      Jawaban:

                                    dalam ribu Rupiah
      Sewa gedung pihak ketiga           13,285,096
      Sewa kendaraan pihak ketiga             67,246
      Jumlah                            13,352,342

    d. Rencana pelunasan liabilitas sewa Perseroan.

      Jawaban:

      Liabilitas sewa dibayarkan sesuai tagihan dari pemilik aset sesuai term of payment pada masing-
      masing kontrak, dimana terdapat perioda pembayaran hingga bulanan. Pelunasan terjadi ketika
      masa sewa gunanya selesai.

13. Pada CALK 14 tentang Uang Jaminan, agar dapat dijelaskan objek yang dijaminkan Perseroan sehingga
    terdapat uang jaminan kepada PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) dan PT Cikarang Listrindo pada
    30 Juni 2024.

    Jawaban:

    Untuk penyambungan listrik atau penambahan daya listrik, PT Perusahaan Listrik Negara dan PT
    Cikarang Listrindo menetapkan uang deposit sesuai kapasitas listrik yang terpasang.
Page 9
15. Pada CALK 16 tentang Utang Usaha, Perseroan memiliki utang usaha sebesar Rp128,99 miliar pada 30
    Juni 2024 meningkat dibandingkan periode 31 Desember 2023 sebesar Rp113,9 miliar, agar dapat
    disampaikan analisa umur utang usaha Perseroan beserta dengan status realisasi pembayaran utang
    usaha Perseroan dengan melengkapi tabel berikut ini:
    Jawaban:
                                                                                                       Ou tsta n d in g
                            Ju mla h              Ju mla h                  Ju mla h
       K etera n g a n                                                                                   (Ju n '2 4 )
                           (Dec'2 3 )          p emb a y a ra n         p en a mb a h a n
                                                                                                  Ju mla h              %
    Lancar                   83,488,200           (197,121,727)            205,108,744             91,475,217             9.57%
    Jatuh tempo
    1-30 hari                16,913,727            (40,910,319)              40,797,051            16,800,459          -0.67%
    31-60 hari                  6,806,952          (29,737,741)              33,421,982            10,491,193          54.12%
    61-90 hari                    246,453            (9,408,549)             12,955,839               3,793,743      1439.34%
    Lebih dari 90 hari          6,456,639            (6,336,168)                6,316,945             6,437,416        -0.30%
    To ta l              1 1 3 ,9 1 1 ,9 7 1   (2 8 3 ,5 1 4 ,5 0 4 )    2 9 8 ,6 0 0 ,5 6 1   1 2 8 ,9 9 8 ,0 2 8


16. Pada CALK 17 tentang utang lain–lain, agar dapat dijelaskan Perseroan mengenai utang dividen sebesar
    Rp450,9 juta dan tidak berubah mutasinya sejak 31 Desember 2023.

    Jawaban:

    Merupakan hutang dividen dan pajak yang belum dibagikan ke beberapa pemegang saham scrip.
    Perseroan kesulitan menghubungi pemegang saham tersebut. Perseroan melakukan IPO pada tahun
    1989 dan sebagian besar informasi Pemegang Saham scrip sudah tidak valid. Perseroan telah
    melakukan pengumuman pembagian dividen maupun berkoordinasi dengan BAE, namun hanya sedikit
    yang menghubungi Perseroan atau BAE untuk mencairkan dividen tersebut.

17. Pada CALK 18 tentang Beban Akrual, agar Perseroan sampaikan nature dari beban akrual lain–lain
    sebesar Rp8,7 miliar per 30 Juni 2024.

    Jawaban:

    Beban akrual ini adalah cadangan biaya pelaksanaan Right Issue serta biaya jasa professional lainnya
    seperti KAP dan KJPP.

18. Pada CALK 25 tentang Penjualan Neto, per 30 Juni 2024 membukukan pendapatan sebesar Rp509
    miliar, meningkat 1,7% dibanding periode yang sama pada tahun 2023. Berdasarkan segmen penjualan,
    penjualan tertinggi per 30 Juni 2024 berasal dari wilayah lokal sebesar Rp426 miliar sedangkan untuk
    penjualan luar negeri mengalami penurunan sebesar -11,9%. Atas hal tersebut agar dijelaskan:

    a. Latar belakang penurunan pendapatan luar negeri per 30 Juni 2024 dibandingkan 31 Desember
       2023.

       Jawaban:

       Terjadi penurunan permintaan pelanggan luar negeri dari entitas anak, diantaranya terdampak
       global freight congestion yang meningkatkan biaya pengiriman secara signifikan.

    b. Strategi Perseroan untuk meningkatkan pendapatan ke depannya.
Page 10
       Jawaban:

       Penetrasi market dan investasi modal untuk pengembangan produk baru bersama pelanggan.

   c. Jenis produk Perseroan dengan kontribusi pendapatan tertinggi per 30 Juni 2024

       Jawaban:
       Segmen kemasan Personal Care dan Food & Drink

19. Perseroan mencatatkan kinerja pada 30 Juni 2024 lebih baik dibandingkan periode sebelumnya, agar
    dapat disampaikan strategi ke depan agar Perseroan mampu membukukan laba bersih dari segmen
    kegiatan operasionalnya.

   Jawaban:

   Perseroan telah menerapkan berbagai strategi untuk membukukan laba bersih, dimana hingga Juni
   2024 rugi bersih Perseroan menunjukkan perbaikan yang signifikan (grafik pada poin 3c). Perseroan
   optimis dapat membukukan laba bersih pada tahun 2025. Untuk ke depannya, fokus Perseroan adalah
   melakukan fund raising untuk merealisasikan business development belanja modal dan meningkatkan
   pendapatan Perseroan.

20. Apakah Perseroan memiliki perkara hukum (termasuk terkait perpajakan, somasi, gugatan, PKPU atau
    pailit) dari pihak ketiga, kreditur maupun supplier Perseroan? Jika ada, mohon disampaikan nomor
    perkara, pokok perkara, dan perkembangan atas perkara hukum tersebut.

   Jawaban:

   Tidak ada

21. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga Efek Perseroan
    serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.

   Jawaban:

   Perseroan mendapatkan kontrak dari beberapa pelanggan dengan rencana belanja modal hingga
   Rp250 miliar dan potential revenue sebesar lebih dari Rp200 miliar per tahun. Proses komersialisasi
   berlangsung secara bertahap mulai kuartal ke-3 tahun 2024 hingga tahun 2025.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.62 MB
Published20 Aug 2024
Pages10
Characters24,424
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 4 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Cikarang Listrindo p.8 ×3
possible org Berlina Tbk p.1 ×2
unresolved org PT Natura Plastindo p.3

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result