Skip to content
Back to announcement

20240807_MEDS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31692287_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review MEDS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 118

Page 1
         LAPORAN STUDI KELAYAKAN
         FEASIBILITY STUDY REPORT

         PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
   KBLI 30921 | KBLI 32501 | KBLI 32502 | KBLI 26602


   PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Kompleks Blue Sky Industrial (BSI) Kavling No. 09, Jl. Nanjung No.2
 Leuwigajah, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat 40532
Page 2

          
Page 3

          
Page 4

          
Page 5

          
Page 6

          
Page 7

          
Page 8

          
Page 9

          
Page 10

          
Page 11

          
Page 12

          
Page 13

          
Page 14

          
Page 15

          
Page 16
                                                BAB I
                                       PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang


        PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (“Perseroan”) merupakan sebuah Perseroan Terbatas
        berstatus perusahaan terbuka (public company) yang didirikan di Indonesia. Saat ini
        kegiatan Perseroan adalah menjalankan usaha dalam bidang manufaktur dan perdagangan
        alat kesehatan, khususnya masker medis. Kantor Pusat Perseroan berlokasi di Komplek Blue
        Sky Industrial (BSI) Kavling No. 09, Jl. Nanjung No.2, Leuwigajah, Kec. Cimahi Selatan, Kota
        Cimahi, Jawa Barat 40532. Perseroan juga memiliki 2 (dua) pabrik eksisting yang berlokasi di
        Jl, Mahar Martanegara Leuwigajah 106, Cigugur Tengah, Kec. Cimahi tengah, Kota Cimahi,
        Jawa Barat 40522 (pabrik 1) sementara lokasi pabrik 2 berada di lokasi kantor pusat.

        Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen, Perseroan berencana menambah
        4 (empat) KBLI sebagai berikut:

        1. Industri Sepeda dan Kursi Roda Termasuk Becak (KBLI 30921) – Kursi Roda;
        2. Industri Furnitur untuk Operasi, Perawatan Kedokteran dan Kedokteran Gigi (KBLI
           32501) – Tiang Infus;
        3. Industri Peralatan Kedokteran dan Kedokteran Gigi, Perlengkapan Orthopedic dan
           Prosthetic (KBLI 32502) – Bak Instrumen; dan
        4. Industri Peralatan Elektromedikal dan Elektroterapi (KBLI 26602) - Tensimeter Digital.

        Rencana penambahan kegiatan usaha akan dilaksanakan di lokasi pabrik 1 yang beralamat
        di Jl. Mahar Martanegara Leuwigajah 106, Cigugur Tengah, Kec. Cimahi tengah, Kota
        Cimahi, Jawa Barat 40522. Berikut adalah pertimbangan Perseroan dalam melakukan
        penambahan kegiatan usaha di pabrik 1:
        1. Terdapat sumber daya manusia yang belum termanfaatkan secara maksimal;
        2. Terdapat space ruangan yang belum efektif terpakai; dan
        3. Terdapat pemakaian mesin yang belum termanfaatkan secara maksimal.

        Penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan di pabrik 1 dapat memberikan keuntungan
        dan manfaat bagi Perseroan, serta dapat berpotensi memberikan dampak positif terhadap
        kinerja keuangan Perseroan. Berikut adalah keuntungan dan manfaat yang akan diperoleh
        Perseroan:
        1.   Diversifikasi Pendapatan;
        2.   Peningkatan Pendapatan;
        3.   Jangkauan pasar yang lebih luas;
        4.   Peningkatan daya saing.

        Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, rencana Perseroan berupa penambahan
        kegiatan usaha ini memerlukan studi kelayakan dengan mengacu Peraturan Otoritas Jasa
        Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
        Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK)

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                    I-1
Page 17
        Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Surat
        Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”) Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
        Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Kode Etik Penilai
        Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII-2018 dan Revisi SPI
        330 Tahun 2020, maka Perseroan menunjuk penilai untuk melaksanakan penyusunan studi
        kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha (“studi kelayakan”) tersebut.

1.2     Maksud dan Tujuan


        Laporan studi kelayakan ini bertujuan untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan atas
        rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan yang selanjutnya akan digunakan Perseroan
        untuk memenuhi ketentuan dari Peraturan No. 35/POJK.04/2020 dan 17/POJK.04/2020.
        Studi kelayakan ini ditinjau dari berbagai aspek, meliputi aspek makro Indonesia, aspek
        pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek keuangan.


        Hasil studi kelayakan ini dapat dijadikan sebagai pegangan bagi para pengelola perusahaan
        dan bahan pertimbangan untuk kebijaksanaan maupun pengambilan keputusan, baik yang
        bersifat administratif maupun operasional di kemudian hari, sehingga diharapkan target
        pelaksanaan proyek dapat direalisasikan sesuai dengan rencana. Penugasan ini dilakukan
        dengan mengacu kepada ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar
        Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Revisi SPI 330 Tahun 2020.


1.3     Metodologi

        Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah:
          • Pengumpulan data-data primer dari Perseroan terkait dengan rencana penambahan
              kegiatan usaha yang meliputi data-data identitas, perizinan, rencana usaha serta
              data-data lainnya yang terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha.
          • Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan
              penambahan kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indikator
              Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), Internal Rate of Return (IRR),
              Payback Period, Break Even Point (BEP), dan Return on Investment (ROI).
          • Dalam studi kelayakan ini kami melakukan analisis pada aspek makro Indonesia,
              aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek
              keuangan.

1.4     Kondisi, Syarat dan Pembatasan


        Kondisi, syarat dan pembatasan dibuat sebagai kode etik profesional dan batasan
        kewenangan konsultan antara lain:

        1.   Laporan studi kelayakan merupakan hasil analisis KJPP SPR atas rencana Perseroan
             yang juga dimaksudkan untuk digunakan sebagai pemenuhan Kode Etik Penilai
             Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan
             Revisi SPI 330 Tahun 2020 serta POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                  I-2
Page 18
              Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
        2.    Nilai investasi yang digunakan dalam proyeksi merujuk pada rencana dan pertimbangan
              manajemen dan data pasar.
        3.    Penyusunan laporan studi kelayakan ini merupakan interpretasi kami atas data dan
              informasi yang diperoleh dan tersedia yang kami anggap benar pada saat penyusunan
              laporan ini dilakukan. Asumsi-asumsi yang digunakan mungkin tidak lagi berlaku apabila
              terjadi sesuai atau kondisi tertentu yang mempengaruhi ketepatan asumsi-asumsi
              tersebut, seperti diberlakukannya peraturan-peraturan Pemerintah yang baru maupun
              perubahan-perubahan penting di manajemen, bidang politik, sosial dan ekonomi.
        4.    Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian sebagai akibat dari kesalahan opini atau
              kesimpulan yang terjadi karena adanya data atau informasi Perseroan yang relevan dan
              berpengaruh signifikan terhadap opini atau kesimpulan kami, yang tidak dan/atau
              belum kami terima dari Perseroan.
        5.    Kami berasumsi bahwa Perseroan menaati semua peraturan yang ditetapkan
              Pemerintah, khususnya yang terkait dengan operasional perusahaan, baik di masa lalu
              maupun di masa mendatang.
        6.    Kami tidak melaksanakan pemeriksaan terhadap legalitas aset yang dimiliki oleh
              Perseroan. Kami berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas berkenaan dengan aset-
              aset Perseroan, baik saat ini maupun di masa yang akan datang.
        7.    Kami berasumsi bahwa Perseroan telah dan akan memenuhi kewajiban berkenaan
              dengan perpajakan, retribusi pungutan-pungutan, dan/atau kewajiban lainnya sesuai
              dengan peraturan yang berlaku.
        8.    Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses
              penyusunan studi kelayakan.
        9.    Kami mengandalkan sepenuhnya data-data dari manajemen, adapun laporan keuangan
              audit per cut off date, kami peroleh dari manajemen.
        10.   Data dan informasi diperoleh dari sumber dan data yang dapat dipercaya.
        11.   Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
              kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
              pencapaian (fiduciary duty).
        12.   Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan studi kelayakan dan kewajaran
              proyeksi.
        13.   Laporan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang
              dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
        14.   Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi tugas.
        15.   Kami bukan konsultan yang berkompetensi masalah lingkungan hidup, dan karenanya
              tidak bertanggung jawab terhadap setiap kewajiban aktual atau potensial yang terkait
              dengan permasalahan lingkungan.
        16.   Laporan studi kelayakan ini bersifat non disclaimer opinion.
        17.   Penilai bertanggung jawab pada laporan studi kelayakan ini dan kesimpulan akhir dari
              laporan ini.




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                     I-3
Page 19
                                              BAB II
                          GAMBARAN UMUM PERSEROAN

2.1     Profil PT Hetzer Medical Indonesia Tbk

        2.1.1   Pendirian

        PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (“Perseroan”) didirikan pada tahun 2010 berdasarkan Akta
        Notaris Cahya Suryana, S.H., No. 12 tanggal 31 Desember 2010 di Kota Bandung dan telah
        mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman nomor AHU-06450.AH.01.01.Tahun 2011
        tanggal 8 februari 2011. Mulai resmi beroperasi pada tanggal 1 Maret 2011 dengan
        memproduksi masker bedah/surgical facemask 3 ply. Perseroan menjadi pelopor di Indonesia
        yang memproduksi masker kesehatan tipe Ear Loop 4D dengan merek dagang Evo Plusmed.
        Sejak Covid-19, Perseroan memberikan dukungan kepada Pemerintah melalui BIN dan BNPB
        dalam rangka menekan kelangkaan masker kesehatan di Indonesia. Perseroan juga telah
        mendapatkan sertifikat CPAKB dalam penerapan sistem manajemen mutu. Selain
        memproduksi masker, Perseroan juga memproduksi bouffant cap (penutup kepala/topi
        operasi) dan mendistribusikan hand sanitizer.

        Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
        Akta Notaris Dr. Erny Kencanawati, S.H., M.H. No. 31 tanggal 28 Maret 2024 di Jakarta
        mengenai perubahan Direksi dan Komisaris Perseroan. Perubahan tersebut telah disahkan
        dalam Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor
        AHU-AH.01.09-0139542 yang ditetapkan di Jakarta tanggal 04 April 2024.

        2.1.2   Kegiatan Usaha

        Berdasarkan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan No. 11 tanggal 05 April 2022 yang
        dibuat di hadapan Notaris Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn., kegiatan Perseroan adalah sebagai
        berikut:

        a. Kegiatan usaha utama Perseroan:
             - Industri barang plastik lainnya Ytdl;
                 Kelompok ini mencakup usaha pembuatan barang-barang yang belum
                 diklasifikasikan dimanapun, seperti peralatan kantor/pendidikan, peralatan
                 kesehatan/laboratorium dari plastik, film atau lembaran kertas kaca ( cellophane),
                 batu buatan dari plastik (bukan listrik), berbagai barang plastik, seperti tutup
                 kepala, peralatan penyekat, bagian dari peralatan penerangan, barang-barang
                 kantor atau sekolah, barang-barang pakaian (jika hanya disegel atau disatukan,
                 tidak dijahit), perlengkapan untuk furniture, patung, tape perekat dari plastik,
                 kertas dinding plastik, alas sepatu dari plastik, pegangan cerutu dan rokok dari
                 plastik, sisir, pengeriting rambut dari plastik, barang kesenangan dari plastik dan
                 sebagainya. Termasuk juga pembuatan barang dari busa plastik. Pembuatan
                 barang-barang peralatan olahraga. Pembuatan mainan anak-anak dari plastik.
                 Pemuatan tas, buku saku dan sejenisnya dari kulit dan kulit buatan.


Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                   II - 1
Page 20
                -    Industri peralatan kedokteran dan kedokteran gigi serta perlengkapan lainnya;
                     Kelompok ini mencakup usaha pembuatan peralatan kedokteran dan kedokteran
                     gigi serta perlengkapan lainnya. Seperti kain dan benang steril/benang bedah dan
                     kertas tisue untuk operasi, semen dan penambal gigi (kecuali perekat gigi palsu),
                     lilin gigi dan preparat gigi lainnya, semen rekonstruksi tulang, masker medis seperti
                     surgical mask.
                -    Perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi dan alat kedokteran untuk
                     manusia;
                     Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi
                     dan alat kedokteran untuk manusia.
                -    Industri non woven (bukan tenunan).
                     Kelompok ini mencakup usaha industri kain yang dibuat tanpa dengan proses
                     anyaman atau perajutan, seperti kain kempa, kain felting dan kain laken. Termasuk
                     industri kain untuk keperluan pelayanan kesehatan manusia, seperti duk operasi
                     (surgical drape); baju, masker, penutup kepala dan perlengkapan non woven lain
                     untuk operasi; dan pembalut luka non woven.

        b. Kegiatan usaha untuk menunjang kegiatan usaha utama Perseroan:
             - Industri Barang dari karet untuk kesehatan.
                 Kelompok ini mencakup usaha pembuatan barang dari karet untuk kebutuhan
                 menunjang kesehatan, antara lain seperti sarung kontrasepsi (KB)/kondom, dot dan
                 alat kompres, sarung tangan karet medis, dan kateter urin ( folley catheter).

        2.1.3       Struktur Permodalan

        Hingga 31 Maret 2024, berdasarkan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan
        No. 64 tanggal 19 Oktober 2022 yang dibuat di hadapan Notaris Dr. Sugih Haryati, S.H. M.Kn.,
        struktur permodalan Perseroan dan komposisi kepemilikan saham Perseroan adalah sebagai
        berikut:

        Dari Modal Dasar telah ditempatkan dan disetor sejumlah 1.562.500.000 (satu miliar lima ratus
        enam puluh dua juta lima ratus ribu) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
        Rp31.250.000.000,00 (tiga puluh satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah), oleh para
        perseroan dengan rincian sebagaimana disebutkan dibawah ini:



                                        Figur 2.1 Struktur Permodalan

                Pemegang Saham                     Lembar Saham          Nominal (Rp)        Persentase
          Jemmy Kurniawan                            1.062.500.000        21.250.000.000            68%
          Fancy Marsiana                                62.500.000         1.250.000.000             4%
          Masyarakat                                  437.500.000          8.750.000.000              28%
                       Jumlah                   1.562.500.000           31.250.000.000              100%
        Sumber: Laporan Keuangan Audit per 31 Maret 2024




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                        II - 2
Page 21
        2.1.4     Susunan Pengurus

        Berdasarkan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan No. 31 tanggal 28 Maret 2024 yang
        dibuat di hadapan Notaris Dr. Erny Kencanawati, S.H., M.H., susunan Dewan Komisaris dan
        Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Komisaris Utama                   : Tuan Jemmy Kurniawan
        Komisaris                         : Tuan Alvi Hadi Sugono
        Komisaris Independen              : Tuan Tato Suprapto Basir

        Direksi
        Direktur Utama                    : Nyonya dr. Yenny Marlina
        Direktur                          : Tuan Herry
        Direktur                          : Nyonya Fancy Marsiana, SH

2.2     Legalitas dan Perizinan

        Pada saat ini Perseroan telah memperoleh dokumen-dokumen dan perizinan yang diperlukan
        dari instansi yang berwenang berkaitan dengan kegiatan usahanya sebagai berikut:

        1.   Surat Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Induk Berusaha 8120106840674
             yang ditandatangani secara elektronik oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal,
             Menteri Investasi, Pemerintah Republik Indonesia dan diterbitkan di Jakarta tanggal 7
             Agustus 2018 dengan perubahan ke-21 tanggal 7 September 2022.
        2.   Nomor Pokok Wajib Pajak 31.284.167.9-421.000 atas nama PT Hetzer Medical Indonesia
             Tbk.
        3.   Salinan Akta Pendirian Perseroan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk yang didirikan
             berdasarkan Akta Cahya Suryana, S.H., No. 12 tanggal 31 Desember 2010 di Kota
             Bandung dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman nomor AHU-
             06450.AH.01.01.Tahun 2011 tanggal 8 Februari 2011.
        4.   Salinan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan berdasarkan Akta Notaris Theresia
             Yuliana, S.H di Cimahi No. 06 tanggal 26 Oktober 2019, mengenai perubahan peningkatan
             Modal Ditempatkan/disetor. Perubahan ini telah disahkan dalam Keputusan Kementerian
             Hukum        dan      Hak      Asasi     Manusia     Republik      Indonesia    Nomor
             AHU-0098250.AH.01.02.Tahun 2019 yang ditetapkan di Jakarta tanggal 26 November
             2019.
        5.   Salinan Akta Notaris Theresia Yuliana, SH. No. 07 tanggal 31 Mei 2021 di Cimahi.
             Perubahan ini telah disahkan dalam Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
             Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.03-0403030 yang ditetapkan di Jakarta tanggal 28
             Juni 2021.
        6.   Salinan Akta Notaris Theresia Yuliana, SH. No. 09 tanggal 23 September 2021 di Cimahi.
             Perubahan tersebut telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
             Republik Indonesia dengan Pemberitahuan Nomor AHU-0053617.AH.01.02.Tahun 2021
             yang diterbitkan di Jakarta tanggal 30 September 2021.
        7.   Salinan Akta Notaris Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn. No. 97 tanggal 24 Desember 2021 di
             Tangerang mengenai perubahan peningkatan modal ditempatkan/disetor. Perubahan
             tersebut telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                  II - 3
Page 22
            Indonesia dengan Pemberitahuan Nomor AHU-AH.01.03.0490901 yang diterbitkan di
            Jakarta tanggal 27 Desember 2021
        8. Salinan Akta Notaris Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn. No. 97 tanggal 24 Desember 2021 di
            Tangerang, mengenai perubahan anggaran dasar perseroan. Perubahan tersebut telah
            disahkan dalam Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
            Nomor AHU-0075516.AH.01.02.TAHUN 2021 yang ditetapkan di Jakarta tanggal 27
            Desember 2021.
        9. Salinan Akta Notaris Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn. No. 11 tanggal 5 April 2022 di Jakarta,
            mengenai perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Perubahan tersebut telah disahkan oleh
            Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Pemberitahuan
            Nomor AHU-0024357.AH.01.02.Tahun 2022 yang diterbitkan di Jakarta tanggal 5 April
            2022.
        10. Salinan Akta Notaris Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn. No. 64 tanggal 19 Oktober 2022 di
            Jakarta, tentang persetujuan peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan
            setelah penawaran umum dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia. Perubahan
            tersebut telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
            Indonesia dengan Pemberitahuan Nomor AHU-AH.01.03-0303775 yang diterbitkan di
            Jakarta tanggal 19 Oktober 2022.
        11. Salinan Akta Notaris Dr. Erny Kencanawati, S.H., M.H. No. 31 tanggal 28 Maret 2024 di
            Bandung mengenai perubahan Direksi Dan Komisaris PT Hetzer Medical Indonesia Tbk.
            Perubahan tersebut telah disahkan dalam Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi
            Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.09-0139542 yang ditetapkan di Jakarta
            tanggal 4 April 2024.

2.3     Tenaga Kerja

        Dalam menjalankan kegiatan usaha eksisting, PT Hetzer Medical Indonesia Tbk memiliki
        ketersediaan tenaga kerja sebagai berikut:

                                      Figur 2.2 Jumlah Tenaga Kerja
                                      Kategori                    Jumlah orang
                            Karyawan Tetap                             30
                            Karyawan Tidak Tetap                       52
                            Total Tenaga Kerja                         82
                          Sumber: Manajemen

        Kemudian, kegiatan usaha beroperasi 6 hari dalam satu minggu dengan jam kerja sebagai
        berikut:

        1. Jadwal Shift Produksi HMI 1 – Leuwigajah (Lokasi Pabrik 1/Penambahan
           Kegiatan Usaha)
           Jumlah Karyawan: 19 orang
           Dibagi 2 Grup:

            a. Grup Assembling                    15 orang
               Jumlah Shift Grup Asembling        2 shift - Pagi (06:00-14:00) & Siang (14:00-22:00)
               Per Shift                          8 orang & 7 orang


Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                    II - 4
Page 23
            b. Grup CNC
               Jumlah Shift Grup CNC              1 shift - Pagi (08:00-16:00)
               Per Shift                          4 orang

        2. Jadwal Shift Produksi HMI 2 – Nanjung (Lokasi Pabrik 2 dan Kantor Pusat)
           Jumlah Karyawan : 20 orang
           Jumlah Shift     : 2 Shift - Pagi (06:00-14:00) & Siang (14:00-12:00)
           Per Shift        : 10 orang

        Berdasarkan informasi dari Manajemen, dalam hal rencana penambahan kegiatan usaha ini,
        produk yang akan dihasilkan memiliki alur proses produksi yang cukup sederhana. Perseroan
        belum merencanakan adanya penambahan tenaga kerja pada divisi produksi maupun tenaga
        ahli profesional dalam bidang pembuat program CNC dan elektromedik dari yang telah dimiliki
        saat ini, karena Perseroan telah memiliki staf yang kompeten dalam kegiatan operasionalnya
        sehingga belum dibutuhkan penambahan tenaga kerja. Perseroan hanya perlu mengadakan
        pelatihan internal untuk meningkatkan pengetahuan dan kesigapan tenaga kerja dalam
        melakukan tugasnya.


2.4     Tinjauan Kinerja Keuangan

        Berikut merupakan dasar analisis kinerja keuangan historis:
        a. Laporan Keuangan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk Tanggal 31 Maret 2024 dan 31
            Desember 2023 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret
            2024 (Audit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit) oleh KAP Heliantono & Rekan dengan
            pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua
            hal yang material.
        b. Laporan Keuangan PT Hetzer Medical Indonesia Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
            yang telah diaudit oleh KAP Heliantono & Rekan dengan pendapat bahwa laporan
            keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
        c. Laporan Keuangan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk Tanggal 31 Desember 2022 dan
            2021 yang telah diaudit oleh KAP Heliantono & Rekan dengan pendapat bahwa laporan
            keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
        d. Laporan Keuangan PT Hetzer Medical Indonesia Tanggal 31 Desember 2021, 2020 dan
            2019 yang telah diaudit oleh KAP Heliantono & Rekan dengan pendapat bahwa laporan
            keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                  II - 5
Page 24
              Tinjauan Laba (Rugi)

                                                        Figur 2.3 Laporan Laba (Rugi) Perseroan
                                                                                                                                                     (dalam rupiah)
                                                                HIST              HIST               HIST               HIST               HIST              HIST
                        KETERANGAN                            Jan - Des         Jan - Des          Jan - Des          Jan - Des          Jan - Des         Jan - Mar
                                                                2019              2020               2021               2022               2023              2024
PENJUALAN BERSIH                                            12.021.690.811    87.789.923.185     75.789.667.308     37.737.427.825     22.723.317.500     4.837.130.217
 Masker plus                                                 2.850.290.001    50.191.217.418     63.600.868.554     32.815.575.631     12.739.919.653       666.408.487
 Tensimeter                                                             -                 -                  -                  -       4.027.442.828     2.356.107.895
 Masker                                                      9.042.455.360    35.817.728.392     11.277.782.159      4.355.112.512      3.080.995.067       922.305.621
 Stetoskop                                                              -                 -                  -                  -       2.506.269.775       854.710.759
 Bouffant cap                                                  128.945.450       546.756.363        715.903.410        482.421.053        352.875.770        35.091.039
 Antiseptic                                                             -                 -         190.567.730         84.318.629         15.814.407          2.506.416
 Sarung tangan                                                          -        730.927.273                 -                  -                  -                 -
 Lain-lain                                                              -        503.293.739           4.545.455                -                  -                 -

BEBAN POKOK PENJUALAN                                       (8.788.294.003)   (27.861.513.036)   (20.460.954.742)   (16.234.556.324)   (10.182.712.099)   (2.378.027.608)
LABA KOTOR                                                   3.233.396.808     59.928.410.149     55.328.712.566     21.502.871.501     12.540.605.401     2.459.102.609
Beban Usaha
 Beban penjualan                                              (191.020.363)    (1.034.944.292)    (7.925.859.478)    (3.363.012.565)    (1.945.946.230)     (421.677.354)
 Beban umum dan administrasi                                (2.621.013.632)   (10.254.152.292)   (13.338.949.327)   (13.586.561.018)   (13.197.698.122)   (2.839.156.140)
LABA (RUGI) USAHA                                              421.362.813     48.639.313.565     34.063.903.761      4.553.297.918     (2.603.038.951)     (801.730.885)
Penghasilan keuangan                                               626.224         23.007.960        233.162.342         24.420.716          2.845.905           285.541
Beban keuangan                                                  (1.298.454)       (10.099.594)      (180.418.835)      (759.202.163)      (663.423.213)     (137.519.830)
Lain-lain – neto                                                       -           37.311.029         10.954.502     (3.222.200.650)      (323.871.185)       (4.263.767)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                         420.690.583     48.689.532.960     34.127.601.770        596.315.821      (3.587.487.444)    (943.228.941)
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan – Neto                      (112.275.525)   (10.727.088.429)    (7.496.255.381)      (359.253.852)       17.009.891          3.410.222
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN                             308.415.058     37.962.444.531     26.631.346.389        237.061.969      (3.570.477.553)    (939.818.719)
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasikan ke laba rugi
Pengukuran kembali liabilitas diestimasi atas imbalan
pascakerja                                                     (91.106.845)      (209.383.075)         5.527.237        (39.179.654)       (78.241.215)      (22.293.510)
Pajak penghasilan terkait                                       22.776.711         46.064.277         (1.215.992)         8.619.524         17.213.067         4.904.572
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                240.084.924     37.799.125.733     26.635.657.634        206.501.839      (3.631.505.701)    (957.207.657)

Sumber: Laporan Keuangan Perseroan

                Pendapatan Perseroan secara historis diperoleh dari penjualan masker plus, tensimeter, masker,
                stetoskop, bouffant cap, antiseptic, sarung tangan, dan penjualan lain-lain. Rata-rata laba kotor
                terhadap penjualan bersih selama periode 31 Desember 2019 hingga 31 Maret 2024 adalah
                sebesar 55,19% dengan persentase terendah pada periode 2019 sebesar 26,90% dan
                tertinggi pada tahun 2021 sebesar 73,00%, sementara rata-rata laba (rugi) usaha terhadap
                penjualan bersih selama periode 31 Desember 2019 hingga 31 Maret 2024 adalah sebesar
                14,65%.

                Selama tahun 2021 hingga 2023, Perseroan terus mengalami penurunan laba bersih tahun
                berjalan. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh menurunnya penjualan masker secara
                bertahap setiap tahunnya akibat dari meredanya covid-19 dengan titik terendah pada tahun
                2023 dimana Perseroan membukukan rugi bersih untuk pertama kali selama periode historis.
                Pada 31 Maret 2024, Perseroan mencatatkan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp939,82
                juta.




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                                                                                    II - 6
Page 25
          Tinjauan Posisi Keuangan

                                Figur 2.4 Laporan Posisi Keuangan Perseroan
                                                                                                                   (dalam rupiah)
                                  HIST             HIST             HIST             HIST             HIST             HIST
          KETERANGAN            Jan - Des        Jan - Des        Jan - Des        Jan - Des        Jan - Des        Jan - Mar
                                  2019             2020             2021             2022             2023             2024
ASET
  ASET LANCAR                  5.596.054.571   21.236.510.473   14.894.876.311   37.390.499.259   23.520.572.387   21.207.752.746
  ASET TIDAK LANCAR            2.147.061.146    9.648.738.807   35.085.928.031   43.536.921.674   53.604.634.415   52.554.929.326
TOTAL ASET                     7.743.115.717   30.885.249.280   49.980.804.342   80.927.420.933   77.125.206.802   73.762.682.072

LIABILITAS DAN EKUITAS
   LIABILITAS JANGKA PENDEK    3.408.703.450   17.476.352.799    7.795.123.712    4.142.904.876    6.330.238.325    4.581.731.811
   LIABILITAS JANGKA PANJANG     105.758.785      381.117.266    9.722.243.781    7.997.221.913    5.639.180.034    4.982.369.475
TOTAL LIABILITAS               3.514.462.235   17.857.470.065   17.517.367.493   12.140.126.789   11.969.418.359    9.564.101.286

EKUITAS                        4.228.653.482   13.027.779.215   32.463.436.849   68.787.294.144   65.155.788.443   64.198.580.786

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS   7.743.115.717   30.885.249.280   49.980.804.342   80.927.420.933   77.125.206.802   73.762.682.072
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan

          Berdasarkan tabel di atas, total aset dan ekuitas Perseroan selama periode historis terlihat
          meningkat hingga tahun 2022 dan turun pada 2023, sementara liabilitas terus mengalami
          penurunan dari tahun 2021 hingga 2023. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing
          akun:

           a. Aset

              Total aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp77,13 miliar,
              turun sebesar 4,70% secara year on year (yoy) jika dibandingkan dengan tahun
              sebelumnya yang tercatat sebesar Rp80,93 miliar. Pada 31 Maret 2024, Perseroan
              membukukan total aset sebesar Rp73,76 miliar.

              Aset Lancar

              Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan, yang masuk ke dalam klasifikasi aset lancar
              adalah jika dapat diselesaikan dalam waktu kurang atau sama dengan dua belas bulan.
              Pada tahun 2023, total aset lancar Perseroan mengalami penurunan sebesar 37,09% atau
              sejumlah Rp13,87 miliar dibandingkan tahun 2022 terutama disebabkan oleh penurunan
              kas dan bank serta uang muka. Pada 31 Maret 2024, Perseroan membukukan aset lancar
              sebesar Rp21,21 miliar.

              Aset Tidak Lancar

              Berbanding terbalik dengan aset lancar, aset tidak lancar perseroan pada tahun 2023
              mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2022. Perseroan membukukan
              aset tidak lancar sebesar Rp53,60 miliar pada tahun 2023 atau meningkat sebesar 23,12%
              dibandingkan tahun sebelumnya yang utama disebabkan oleh penambahan aset tetap.
              Pada 31 Maret 2024, Perseroan membukukan aset tidak lancar sebesar Rp52,55 miliar.



Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                                               II - 7
Page 26
         b. Liabilitas

            Liabilitas terdiri dari liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang. Hingga tahun
            2023, jumlah liabilitas mencapai Rp11,97 miliar, mengalami sedikit penurunan sebesar
            1,41% dibandingkan tahun 2022 yang tercatat Rp12,14 miliar. Pada 31 Maret 2024,
            Perseroan membukukan total liabilitas sebesar Rp9,56 miliar.

            Liabilitas Jangka Pendek

            Liabilitas jangka pendek terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, utang pajak, utang sewa,
            pendapatan diterima di muka, serta utang pembiayaan konsumen dan utang bank yang
            jatuh tempo dalam 1 tahun.

            Pada tahun 2023, liabilitas jangka pendek Perseroan mengalami peningkatan sebesar
            52,80% dari Rp4,14 miliar menjadi Rp6,33 miliar. Hal ini terutama disebabkan adanya
            pendapatan diterima dimuka.

            Liabilitas Jangka Panjang

            Akun liabilitas jangka panjang terdiri dari liabilitas imbalan pascakerja serta utang
            pembiayaan konsumen dan utang bank setelah dikurangi bagian jatuh tempo 1 tahun.

            Liabilitas jangka panjang pada tahun 2023 mengalami penurunan sebesar 29,49% karena
            adanya penurunan utang bank. Pada 31 Maret 2024, Perseroan membukukan liabilitas
            jangka panjang sebesar Rp4,98 miliar.

         c. Ekuitas

            Total ekuitas Perseroan pada tahun 2023 mencapai Rp65,16 miliar di mana mengalami
            penurunan sebesar 5,28% dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp68,79 miliar.
            Pada 31 Maret 2024, Perseroan membukukan ekuitas sebesar Rp64,19 miliar.




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                      II - 8
Page 27
Tinjauan Arus Kas
                                                             Figur 2.5 Laporan Arus Kas Perseoan
                                                                                                                                                             (dalam rupiah)
                                                                     HIST               HIST                HIST               HIST                HIST               HIST
                     KETERANGAN                                    Jan - Des          Jan - Des           Jan - Des          Jan - Des           Jan - Des          Jan - Mar
                                                                     2019               2020                2021               2022                2023               2024
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan                                     14.202.269.305     85.227.547.940      75.690.937.187     38.962.059.270      19.655.965.084     1.859.547.596
Pembayaran kas kepada pemasok                                    (10.328.772.005)   (25.889.953.263)    (27.354.114.340)   (27.833.225.655)     (4.587.691.389)   (3.147.650.706)
Penerimaan pengembalian uang muka dari pemasok                                                                                                             -       5.023.955.990
Penerimaan (pembayaran) operasional lainnya                      (6.380.731.825)    (10.500.583.799)    (18.502.614.449)   (21.445.966.203)    (11.255.547.824)   (2.068.919.332)
Penerimaan penghasilan keuangan                                          626.224          23.007.960        233.162.342          24.420.716          2.845.905           285.541
Pembayaran untuk beban keuangan                                       (1.298.454)        (10.099.594)      (180.418.835)       (759.202.163)      (663.423.213)     (137.519.830)
Pembayaran pajak penghasilan                                       (100.553.713)       (169.092.921)    (16.403.038.698)     (1.971.505.153)               -                 -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi    (2.608.460.468)     48.680.826.323      13.483.913.207    (13.023.419.188)      3.152.148.563     1.529.699.259

ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI
Penjualan aset tetap                                                         -                  -             1.000.000        243.243.243                 -                -
Perolehan aset tetap                                                 (84.808.000)    (4.894.307.590)    (26.594.201.204)   (10.649.803.157)    (6.084.062.620)     (132.491.930)
Pembayaran uang muka perolehan aset                                (778.906.886)     (2.481.438.250)       (413.749.621)    (7.321.495.379)         (3.775.000)             -
Pembayaran uang muka emisi saham                                             -                  -          (712.500.000)                                   -                -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                     (863.714.886)     (7.375.745.840)    (27.719.450.825)   (17.728.055.293)    (6.087.837.620)     (132.491.930)

ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS PENDANAAN
Peningkatan modal disetor                                         3.840.000.000                  -                 -         6.250.000.000                -                   -
Penerimaan tambahan modal disetor                                            -                   -                 -       30.579.855.456                 -                   -
Pembayaran utang bank                                                        -                   -                 -        (1.938.697.162)    (2.078.845.737)      (582.018.917)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen                                 (16.982.712)        (74.446.000)     (133.693.000)       (179.361.548)      (406.716.311)      (758.080.249)
Pebayaran dividen                                                            -      (29.000.000.000)    (7.200.000.000)                -                  -                   -
Penerimaan utang lain-lain – pihak berelasi                                  -        1.100.000.000     (2.100.000.000)                -          725.000.000         (66.085.804)
Penerimaan utang bank                                                        -                   -      11.200.000.000                 -                  -                   -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan        3.823.017.288     (27.974.446.000)     1.766.307.000     34.711.796.746      (1.760.562.048)    (1.406.184.970)

KENAIKAN (PENURUNAN) KAS BERSIH DAN SETARA KAS                      350.841.934     13.330.634.483      (12.469.230.618)     3.960.322.265     (4.696.251.105)        (8.977.641)

KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                       189.252.738        540.094.672      13.870.729.155       1.401.498.537      5.361.820.802       665.569.697

KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                      540.094.672     13.870.729.155       1.401.498.537       5.361.820.802        665.569.697       656.592.056
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan

              Dari laporan keuangan yang diperoleh, aktivitas cash flow pada periode yang berakhir pada
              31 Maret 2024 diantaranya sebagai berikut:

              •      Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas operasi Perseroan menunjukan arus kas masuk
                     sebesar Rp1,53 miliar pada periode 31 Maret 2024 yang berasal dari penerimaan kas dari
                     pelanggan, pembayaran kas kepada pemasok, penerimaan pengembalian uang muka dari
                     pemasok, penerimaan (pembayaran) operasional lainnya, penerimaan penghasilan
                     keuangan, dan pembayaran untuk beban keuangan.
              •      Arus kas bersih untuk aktivitas investasi Perseroan pada periode 31 Maret 2024
                     menunjukkan arus kas keluar sebesar Rp132,49 Juta yang berasal dari Perolehan Aset
                     Tetap.
              •      Arus kas bersih untuk aktivitas pendanaan Perseroan menunjukkan arus kas keluar
                     sebesar Rp1,41 miliar pada 31 Maret 2024. Arus kas bersih tersebut berasal dari
                     pembayaran utang bank, pembayaran utang pembiayaan konsumen, serta penerimaan
                     utang lain-lain pihak berelasi.




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                                                                                            II - 9
Page 28
        Rasio Keuangan

                                                     Figur 2.6 Rasio Keuangan
                                                         HIST         HIST         HIST         HIST         HIST         HIST
                      KETERANGAN                       Jan - Des    Jan - Des    Jan - Des    Jan - Des    Jan - Des    Jan - Mar AVERAGE
                                                         2019         2020         2021         2022         2023         2024
      LIKUIDITAS
      Current Ratio                              x           1,64         1,22         1,91         9,03         3,72       4,63      3,69
      Quick Ratio                                x           0,72         1,10         0,74         7,25         2,37       2,61      2,47
      Cash Ratio                                 x           0,16         0,79         0,18         1,29         0,11       0,14      0,45

      AKTIVITAS
      Rata-rata umur piutang                    days       32,75        12,39        10,10         5,15        87,06      136,27     47,29
      Rata-rata umur utang usaha                days       55,37        27,97        43,37        36,57        31,38       31,92     37,76
      Rata-rata umur persediaan                 days      129,83        25,63       163,15       165,02       304,33      349,24    189,53
      Rata-rata umur aset tetap                 days       64,38        39,76       168,75       420,96       837,06      950,26    413,53

      SOLVABILITAS
      Total Liabilitas terhadap Total Aset       %        45,39%      57,82%        35,05%       15,00%       15,52%      12,97%   30,29%
      Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas    %        83,11%     137,07%        53,96%       17,65%       18,37%      14,90%   54,18%

      PROFITABILITAS
      Gross Margin                               %        26,90%      68,26%        73,00%       56,98%       55,19%      50,84%   55,19%
      Operating Profit Margin                    %         3,51%      55,40%        44,95%       12,07%      -11,46%     -16,57%   14,65%
      Profit Margin                              %         2,57%      43,24%        35,14%        0,63%      -15,71%     -19,43%    7,74%
      Return On Asset                            %         3,98%     122,91%        53,28%        0,29%       -4,63%      -1,27%   29,10%
      Return On Equity                           %         7,29%     291,40%        82,03%        0,34%       -5,48%      -1,46%   62,35%

      Sumber: Laporan keuangan Perseroan, diolah


         Rasio Likuiditas
         Tingkat Likuiditas Perseroan secara rata-rata dalam periode 31 Desember 2019 sampai 31
         Maret 2024 yang dilihat dari rasio lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio)
         menunjukkan keadaan yang baik dimana nilai keduanya lebih dari 1 yang artinya aset lancar
         maupun aset lancar dikurangi oleh persediaan, nilainya masih sangat cukup untuk menutupi
         kewajiban lancar. Sementara untuk cash ratio, menunjukkan nilai rasio rata-rata di bawah 1,
         di mana kas yang dimiliki masih lebih rendah dari jumlah utang lancar.

         Rasio Aktivitas
         Rasio aktivitas menunjukkan efektif atau tidaknya Perusahaan dalam menggunakan sumber-
         sumber dana yang tersedia atau melihat efisensi perusahaan dalam memanfaatkan asetnya
         yang tersedia atau melihat efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan asetnya untuk
         menghasilkan kas dan pendapatan. Jika dilihat dari rata-rata selama periode historis, secara
         berturut-turut rata-rata umur piutang usaha, umur utang usaha, umur persediaan, dan umur
         aset tetap yaitu sebesar 47 hari; 38 hari kali; 190 hari dan 414 hari.

         Rasio Solvabilitas
         Rasio ini menilai kemampuan dalam melunasi semua kewajibannya, baik jangka pendek
         maupun jangka panjang dengan jaminan aset yang dimiliki perusahaan hingga perusahaan
         tutup atau likuidiasi. Rasio utang terhadap total aset rata-rata selama periode historis adalah
         sebesar 30,29%, sedangkan rasio utang terhadap total ekuitas yaitu sebesar 54,18%.




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                                                        II - 10
Page 29
         Rasio Profitabilitas
         Rasio ini diperlukan untuk pencatatan transaksi keuangan. Biasanya dinilai oleh investor dan
         kreditur untuk menilai jumlah laba investasi yang akan diperoleh investor dan besaran laba
         perusahaan untuk menilai kemampuan perusagaan membayar utang kepada kreditur
         berdasarkan tingkat pemakaian aset dan sumber daya lainnya sehingga terlihat tingkat
         efisiensi perusahaan. Rata-rata marjin laba kotor selama periode historis mencapai 55,19%,
         margin laba usaha sebesar 14,65%, margin laba bersih sebesar 7,74%, rasio pengembalian
         aset sebesar 29,10% dan untuk rata-rata rasio pengembalian ekuitas adalah sebesar 62,35%.

2.5      Informasi Investigasi Lapangan

         Kami telah melakukan investigasi lapangan dalam rangka memperoleh informasi yang
         relevan dalam penugasan penambahan kegiatan usaha Perseroan.

         Berikut informasi terkait pelaksanaan investigasi lapangan:

          No. Surat Tugas              : 0664/KJPPSPR-ST/V/2024
          Lokasi
           • Pabrik 1                  : Jl. Mahar Martanegara No.106, Kel. Cigugur Tengah,
                                         Kec. Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat 40522
           • Pabrik 2 &       Kantor   : Komplek Blue Sky Industrial (BSI) Kavling No. 09,
             Pusat                       Jl. Nanjung No. 2 Leuwigajah, Kec. Cimahi Selata, Kota
                                         Cimahi, Jawa Barat 40532
          Tanggal                      : 30 – 31 Maret 2024
          Pelaksana                    : Ruli Citrarini, SE; Fitya Shabrina, SE; Echa Tania Mulyani,
                                         SM




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                   II - 11
Page 30
                                              BAB III
                              ASPEK MAKRO INDONESIA


3.1     Makroekonomi Indonesia


        3.1.1 Kondisi Perekonomian Indonesia


        Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja ekonomi Indonesia terus menguat
        pada triwulan I 2024, di tengah perlambatan ekonomi global dan kenaikan inflasi domestik.
        Perkembangan tersebut tercermin pada pertumbuhan ekonomi triwulan I 2024 yang
        mencapai 5,11% (yoy). Kinerja ekonomi yang tetap kuat tersebut ditopang oleh berlanjutnya
        perbaikan permintaan domestik dan tetap tingginya kinerja ekspor. Perbaikan ekonomi
        nasional juga tercermin pada kinerja berbagai lapangan usaha dan seluruh wilayah yang
        tetap baik. Ke depan, pertumbuhan ekonomi diprakirakan tetap kuat didorong oleh
        perbaikan permintaan domestik sejalan dengan terus meningkatnya mobilitas dan
        berlanjutnya penyelesaian Program Strategis Nasional (PSN). Namun demikian, dampak
        perlambatan ekonomi global terhadap kinerja ekspor dan potensi tertahannya konsumsi
        rumah tangga akibat kenaikan inflasi patut diwaspadai.

        Figur 3.1 Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDB Menurut Pengeluaran
                                                                               dalam persen (%)




        Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)


        Dari sisi pengeluaran, hampir seluruh komponen menunjukkan pertumbuhan yang positif.
        Konsumsi rumah tangga tumbuh tinggi sebesar 4,91% (yoy). Pertumbuhan yang tetap tinggi
        tersebut sejalan dengan peningkatan aktivitas ekonomi selama Ramadhan. Kinerja investasi
        tercatat tumbuh sebesar 3,79% (yoy), aktivitas belanja modal pemerintah terkait


Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                 III - 1
Page 31
        infrastruktur turut mendorong aktivitas investasi bangunan. Sementara itu, konsumsi
        Pemerintah tumbuh sebesar 19,90% (yoy) yang bersumber dari kenaikan gaji ASN dan
        pemberian Tunjangan Hari Raya (THR). Perlambatan ekonomi global mempengaruhi
        pertumbuhan ekspor dan impor Indonesia. Pertumbuhan ekspor barang dan jasa mencapai
        0,50% (yoy). Sementara Impor barang dan jasa tumbuh sebesar 1,77% (yoy).

                Figur 3.2 Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDB Menurut
                                        Lapangan Usaha
                                                                              dalam persen (%)




                Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

        Dari sisi Lapangan Usaha (LU), hampir seluruh LU pada triwulan I 2024 tumbuh positif.
        Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh beberapa LU, seperti Industri Pengolahan,
        Pertambangan, Pertanian, serta Perdagangan Besar dan Eceran. LU Transportasi dan
        Perdagangan serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum juga mencatat pertumbuhan
        yang tinggi didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat dan kenaikan kunjungan
        wisatawan mancanegara. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi triwulan I 2024 disebagian

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                      III - 2
Page 32
        besar wilayah Indonesia lebih tinggi dibandungkan dengan pertumbuhan triwulan
        sebelumnya, kecuali Sumatera dan Jawa. Pertumbuhan tertinggi tercatat di wilayah
        Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), diikuti Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), Jawa,
        Kalimantan, dan Sumatera.

            Figur 3.3 Pertumbuhan & Kontribusi PDRB Menurut Pulau Triwulan I-2024




          Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)


        Secara spasial, struktur perekonomian Indonesia pada triwulan I-2024 masih disumbangkan
        oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dengan peranan terhadap PDB sebesar 57,70 persen;
        diikuti Pulau Sumatera sebesar 21,85 persen; Pulau Kalimantan sebesar 8,19 persen; Pulau
        Sulawesi sebesar 6,89 persen; Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 2,75 persen; serta
        Pulau Maluku dan Papua sebesar 2,62 persen. Ditengah kondisi geopolitik internasional yang
        kurang stabil, kondisi perekonomian Indonesia masih menunjukan perkembangan yang
        kondusif ditopang oleh factor kuatnya permintaan domestik. Hal ini diperlihatkan dari kinerja
        ekonomi disemua provinsi yang menunjukan pertumbuhan positif pada triwulan I-2024,
        dengan pertumbuhan (Y-on-Y) tertinggi tercatat pada kelompok provinsi di Pulau Maluku
        dan Papua sebesar 12,15 persen; disusul Pulau Sulawesi sebesar 6,35 persen; Pulau
        Kalimantan sebesar 6,17 persen; serta Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 5,07 persen.
        Kelompok provinsi di Pulau Jawa serta Pulau Sumatra mengalami perlambatan pertumbuhan
        (Y-on-Y) masing-masing sebesar 4,84 persen dan 4,24 persen.


        3.1.2 Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)

        Neraca pembayaran Indonesia (NPI) triwulan I 2024 tetap baik sehingga mendukung
        ketahanan eksternal. Prospek neraca transaksi berjalan triwulan I 2024 sedikit menurun,
        dipengaruhi oleh menipisnya surplus neraca perdagangan barang. Pada Februari 2024,
        neraca perdagangan mencatatkan surplus sebesar 0,9 miliar dolar AS, menurun
        dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumnya sebesar 2,0 miliar dolar AS. Sementara
        itu, aliran masuk modal asing, khususnya investasi portofolio, terus berlanjut sehingga
        secara kumulatif sejak awal tahun hingga 18 Maret 2024 masih mencatat net inflows sebesar
        1,4 miliar dolar AS, meskipun sempat terjadi outflows pada bulan Maret 2024 dipicu masih

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                    III - 3
Page 33
        tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Posisi cadangan devisa Indonesia akhir
        Februari 2024 tetap tinggi sebesar 144,0 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,5
        bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta
        berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Secara keseluruhan,
        NPI 2024 diprakirakan tetap baik dan mencatatkan surplus dengan transaksi berjalan dalam
        kisaran defisit rendah sebesar 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB. Sementara itu, neraca
        transaksi modal dan finansial diprakirakan melanjutkan surplus didukung oleh aliran masuk
        modal asing yang dipengaruhi persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian
        nasional dan imbal hasil investasi yang menarik.

        Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat
        memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat bauran kebijakan guna menjaga stabilitas
        perekonomian, serta melanjutkan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas
        terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal.


        3.1.3 Nilai Tukar Rupiah

        Mayoritas nilai tukar negara emerging market termasuk Indonesia mengalami tekanan
        sejalan dengan indeks dollar AS yang terus mengalami peningkatan. tanggal 7 Maret 2024,
        nilai tukar Rupiah kembali melemah dan ditutup pada level Rp15.650 per dolar AS, atau
        terdepresiasi 6,62 persen. Indeks nilai tukar dolar AS melemah ke level 102,81 pada tanggal
        7 Maret 2024 atau apresiasi turun ke level 4,083 persen. Sementara itu pada 8 Maret 2024,
        nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp15.630 atau terdepresiasi
        turun di 6,61 persen.

                                            Figur 3.4 Nilai Tukar




         Sumber: Bank Indonesia




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                  III - 4
Page 34
        Ke depan, kinerja nilai tukar Rupiah masih akan tetap diwarnai dengan tingginya
        ketidakpastian global terutama berasal dari dinamika langkah pengetatan moneter global,
        khususnya Amerika Serikat. Meski demikian, Pemerintah beserta Bank Indonesia serta
        lembaga keuangan lainnya akan berkoordinasi secara intens dalam mengantisipasi risiko
        global tersebut agar dapat meminimalisir dampaknya terhadap stabilitas perekonomian
        domestik. Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai
        dengan nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian inflasi dan stabilitas
        makroekonomi.

        3.1.4   Inflasi


        Tekanan inflasi pada bulan April 2024 menurun ke level 3,00% (yoy) dari Inflasi Indeks
        Harga Konsumen (IHK) Maret 2024 tercatat sebesar 3,05% (yoy). Inflasi kelompok pangan
        bergejolak (volatile foods) meningkat menjadi 10,33% (yoy) dari 8,47% pada bulan
        sebelumnya, dipengaruhi oleh faktor musiman periode Hari Besar Keagamaan Nasional
        (HBKN) dan pergerseran musim tanah akibat dampak El-Nino. Inflasi kelompok harga diatur
        Pemerintah (administered prices) menurun menjadi 1,39% (yoy). Inflasi inti diprakirakan
        terjaga seiring ekspetasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas perekonomian
        yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestic, imported inflasion yang
        terkendali sejalan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif
        berkembangnya digitalisasi.

                                  Figur 3.5 Inflasi IHK dan Komponen
                                                                                           %yoy




             Sumber: Badan Kebijakan Fiskal (BKF)


        IHK Maret 2024 yang tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1% tercatat sebesar 0,52%
        (mtm) berdasarkan Badan Pusat Statistik. Inflasi yang terjaga merupakan hasil dari
        konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank
        Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan
        Daerah (TPIP dan TPID) melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan
        (GNPIP) di berbagai daerah. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali
        dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2024.


Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                       III - 5
Page 35
        3.1.5   Suku Bunga

        Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps)
        menjadi 6,25% pada April 2024. Ini merupakan kenaikan yang pertama kali dilakukan
        bank sentral sejak Oktober 2023. Dengan demikian, suku bunga deposit facility juga naik
        sebesar 25 basis poin menjadi 5,5% dan suku bunga lending facility naik sebesar 25 basis
        poin menjadi 7%. Kenaikan suku bunga ini untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah
        dari dampak memburuknya risiko global serta sebagai langkah pre-emptive dan forward
        looking untuk memastikan inflasi tetap dalam sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025
        sejalan dengan stance kebijakan moneter yang pro-stability. Sementara itu, kebijakan
        makroprudensial dan sistem pembayaran tetap pro-growth untuk mendukung
        pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kebijakan makroprudensial longgar terus
        ditempuh untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan
        rumah tangga. Kebijakan sistem pembayaran diarahkan untuk memperkuat keandalan
        infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran, serta memperluas akseptasi
        digitalisasi sistem pembayaran.


                                Figur 3.6 Suku Bunga Acuan BI (BI Rate)




            Sumber: Bank Indonesia


3.2     Kesimpulan Analisa Kelayakan Aspek Makro Indonesia

        Dengan memperhatikan kondisi perekonomian Indonesia yang sedang tumbuh, maka
        rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek makro layak untuk dilaksanakan.




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                 III - 6
Page 36
                                               BAB IV
                                         ASPEK PASAR

4.1     Industri Alat Kesehatan di Indonesia

        Industri farmasi dan alat kesehatan telah ditetapkan menjadi sektor-sektor strategis dalam
        penerapan industri 4.0 Ketika Covid-19 masuk ke Indonesia, terjadi peningkatan permintaan
        terhadap vitamin, suplemen dan alat perlindungan diri untuk menambah kekebalan tubuh.
        Dengan strategi Pemerintah dalam menetapkan industri farmasi dan alat kesehatan pada
        sektor-sektor strategis, terget yang dituju adalah kemajuan industri untuk menghasilkan
        produk yang berteknologi tinggi, dengan begitu sektor industri farmasi dan alat kesehatan
        didorong melakukan transformasi teknologi berbasis digital, dimulai dari tahapan produksi
        hingga distribusi kepada konsumen.

        Saat ini kekuatan industri alat kesehatan dalam negeri telah didukung banyaknya perusahaan
        yang bergabung dalam Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI) dan telah
        mampu memproduksi alat kesehatan berkualitas seperti ventilator, hospital furniture, hingga
        medical apparel. Industri alat kesehatan nasional juga mempunyai peluang untuk memperluas
        pasar ekspornya ke sejumlah negara Uni Emirat Arab melalui keikutsertaan di ajang Arab
        Health 2024.

        Ke depan, Kemenperin mendorong industri alat kesehatan dalam negeri agar dapat
        menghasilkan produk berbasis teknologi tinggi seperti electromedic devices, implan
        orthopedic, dan perangkat radiologi. Guna mencapai sasaran tersebut, beberapa langkah yang
        perlu dijalankan, antara lain menjamin ketersediaan bahan baku, penguasaan teknologi dan
        inovasi, serta mengembangkan R&D alat kesehatan dengan harapan terciptanya ekosistem
        alat kesehatan berbasis riset. Selanjutnya, sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing dan
        teknologi industri alat kesehatan dalam negeri, Kemenperin berperan aktif mengembangkan
        Center of Excellence (CoE) Alat Kesehatan di Yogyakarta dengan mengkolaborasikan
        perguruan tinggi dan industri dalam R&D produk inovasi alat kesehatan.


4.2     Kondisi Pasar Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

        4.2.1   Pangsa Pasar, Potensi Pasar, Sasaran, dan Potensi Nilai Pasar

                Sejak memasuki pasar industri alat kesehatan pada tahun 2011, Perseroan menjadi
                pelopor produsen masker kesehatan tipe Ear Loop 4D di Indonesia dengan merek
                dagang EVO Plusmed yang dikenal dengan baik oleh masyarakat. Reviu pelanggan
                terhadap produk Perseroan pada online store juga sangat baik, ditambah dengan
                desain yang modis dan trendi sehingga nyaman untuk digunakan yang membuat
                Perseroan memiliki pangsa pasar yang unggul. Selain memproduksi masker, Perseroan
                juga memproduksi stetoskop dan tensimeter.




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                 IV - 1
Page 37
                Seiring semakin berkembangnya industri kesehatan dalam negeri, kebutuhan atas
                komoditas alat kesehatan juga diprediksi akan terus tumbuh dan mengalami
                peningkatan ke depannya. Saat ini, alat kesehatan masih didominasi oleh produsen
                luar negeri. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat potensi peralatan medis merek
                lokal yang dapat bersaing mengingat banyaknya fasilitas kesehatan serta
                meningkatnya kebutuhan alat kesehatan di Indonesia. Dengan sekitar 3.000 rumah
                sakit, 10.000 puskesmas dan klinik swasta yang ada saat ini, menjadikan sebuah
                potensi dan pangsa pasar yang menjanjikan bagi Perseroan.

                Selama ini produk alat kesehatan yang beredar di indonesia sebagian besar
                merupakan produk impor, sedangkan penggunaan alat kesehatan di indonesia
                seharusnya memprioritaskan produk lokal sesuai dengan regulasi yang diterapkan oleh
                pemerintah. Dengan demikian, pengadaan produk alat kesehatan impor akan
                dikurangi secara bertahap. Hal inilah yang membuka pangsa pasar, potensi pasar,
                sasaran, dan potensi nilai pasar yang lebih besar untuk produsen alat kesehatan lokal.

                Adapun dasar pembatasan produk alat kesehatan impor adalah sebagai berikut:
                1. Undang-Undang Perindustrian Nomor 3 Tahun 2014 yang berisi “Produk dalam
                    negeri wajib digunakan oleh KL/PD/BUMN/BU Swasta dalam pengadaan
                    barang/jasa yang pembiayaannya berasal dari APBN, APBD, atau pekerjaan
                    dengan pola kerjasama, termasuk hibah dari dalam atau luar negeri”.

                2.   PP Pemberdayaan Industri Nomor 29 Tahun 2018 yang berisi “Kewajiban
                     menggunakan produk dalam negeri dengan nilai TKDN (Tingkat Komponen Dalam
                     Negeri) minimal 25% apabila telah terdapat produk dalam negeri dengan
                     penjumlahan nilai TKDN dan BMP (Bobot Manfaat Perusahaan) paling sedikit
                     40%”.

                3.   Perpres Nomor 16 tahun 2018 mengenai pengadaan barang/jasa pemerintah
                     yang berisi “Pengadaan barang/jasa pemerintah wajib menggunakan produk
                     dalam negeri”.

                Salah satu pangsa pasar Perseroan adalah rumah sakit milik pemerintah dan dinas
                kesehatan (puskesmas), sebagai instansi yang diwajibkan untuk menggunakan produk
                dalam negeri sesuai dengan peraturan tersebut di atas. Berdasarkan informasi
                manajemen, Perseroan telah memperoleh Sertifikat TKDN dengan nilai 27%,
                diharapkan dengan penambahan kegiatan usaha baru ini dapat mendukung kebijakan
                pemerintah dalam hal penggunaan produk lokal khususnya alat kesehatan.

                Selain itu, dengan adanya penambahan kegiatan usaha ini membuat Perseroan bisa
                memberikan nilai tambah dalam produk yang dijual, sehingga potensi nilai pasar dari
                produk menjadi lebih tinggi dan pada akhirnya akan memberikan keuntungan lebih
                bagi Perseroan. Kemudian, jangkauan konsumen akan menjadi luas karena produk
                yang ditawarkan menjadi lebih beragam. Perseroan juga menyasar eksisting customer
                yang nantinya diharapkan dapat menambah jumlah customer Perseroan.




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                    IV - 2
Page 38
        4.2.2   Kesinambungan (Sustainability)

                Perseroan menyadari bahwa mengintegrasikan aspek-aspek keberlanjutan ke dalam
                seluruh proses bisnis yang akan dijalankan perseroan dari adanya penambahan
                kegiatan usaha ini merupakan proses yang panjang dan memerlukan partisipasi
                semua pihak. Perseroan memaknai arti keberlanjutan dengan terus memaksimalkan
                dan memenuhi kebutuhan alat kesehatan, khususnya di Indonesia. dengan strategi
                keberlanjutan (sustainability strategy) Perseroan berupaya untuk menjaga
                keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang dengan mengacu pada Tujuan
                Pembangunan Pemerintah (Sustainable Development Goals/SDGs). Dalam proses
                penerapannya, perseroan menyeusaikan dengan tujuan dan berbagai capaian yang
                ingin dituju oleh Pemerintah, yang kemudian diimplementasikan pada seluruh aktivitas
                bisnis serta menyeimbangkan pada 2 aspek utama, yaitu aspek sosial, aspek ekonomi,
                dan aspek lingkungan.

                Perseroan berkomitmen untuk menerapkan strategi keberlanjutan ( sustainability
                strategy) yang sesuai dengan Visi, Misi, dan Nilai Perusahaan, serta senantiasa
                melakukan proses adaptasi dan komunikasi yang aktif dalam meningkatkan dan
                mengembangkan aspek keberlanjutan, terutama dalam proses produksi yang baik dan
                bertanggung jawab, pengelolaan sumber daya manusia (SDM), pemenuhan peraturan
                dan perundang-undangan, serta pelaksanaan praktik tanggung jawab sosial dan
                lingkungan yang konsisten melalui kesadaran penuh dari seluruh insan perusahaan.

                Dengan adanya penambahan kegiatan usaha serta adanya penerapan keberlanjutan
                yang merupakan sebuah proses yang baru bagi Perseroan, Perseroan harus terus
                melakukan penelaahaan, perumusan yang tepat, serta melaksanakan peningkatan dan
                pengembangan terkait keberlanjutan secara konsisten. Adapun strategi yang
                Perseroan lakukan untuk mengelola tantangan tersebut adalah melakukan pengkajian
                terkait keberlanjutan secara intensif, aktif dalam berbagai diskusi ataupun forum
                terkait keberlanjutan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan pihak ketiga,
                menelaah dan mematuhi peraturan terkait keberlanjutan dengan baik, serta
                melakukan adaptasi dan pengkajian terkait penerapan keberlanjutan pada industri
                sejenis.


        4.2.3   Tantangan dan Peluang Penambahan Kegiatan Usaha

                Dalam penambahan kegiatan usaha, Perseroan menghadapi tantangan yang
                mencakup permasalahan operasional serta kondisi eksternal. Pada kegiatan
                operasional, Perseroan perlu terus menerus berinovasi meningkatkan kualitas produk
                yang sejalan dengan kemajuan teknologi. Upaya yang telah dilakukan Perseroan
                dalam menghadapi permasalahan tersebut, yakni dengan beradaptasi pada perubahan
                melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih unggul baik
                secara soft skill maupun hard skill, serta melakukan riset dan inovasi.

                Perseroan juga menghadapi tantangan dari sisi eksternal, seperti jika terdapat gejolak
                perekonomian global, harga komoditas yang rendah, tekanan terhadap nilai tukar
                Rupiah yang berdampak pada sektor usaha, ditambah dengan adanya perubahan

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                    IV - 3
Page 39
                peraturan ataupun kebijakan yang berkaitan dengan aktivitas bisnis Perseroan. Hal
                tersebut akan berdampak pada penerapan keberlanjutan. Untuk mengelola tantangan
                ini, Manajemen Perseroan ataupun pihak yang terkait senantiasa mengikuti
                perkembangan peraturan dan menyesuaikannya dengan kondisi bisnis perusahaan,
                serta terus-menerus memperbarui informasi terkait perubahan peraturan yang dapat
                terjadi sewaktu-waktu.

                Meski demikian, dibalik sejumlah tantangan tersebut Perseroan juga memiliki peluang,
                terutama dengan dilakukannya penambahan kegiatan usaha ini karena adanya sinergi
                dengan bisnis yang eksisting yang mana dengan adanya peningkatan jumlah produk
                yang ditawarkan Perseroan dengan nilai tambah yakni sudah ada kerja sama dengan
                distributor-distributor dalam memperoduksi produk alat kesehatan baru, Perseroan
                memiliki kesempatan untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar.


        4.2.4   Jalur Distribusi Perseroan dan Rencana Area Penjualan

                Berdasarkan informasi dari Manajemen, Perseroan berencana menjual produk
                penambahan kegiatan usaha kepada distributor yang telah ditunjuk dan nantinya akan
                didistribusikan ke toko-toko hingga sampai pada konsumen akhir. Adapun skema jalur
                distributor dapat dilihat pada figur berikut:

                   Figur 4.1 Skema Jalur Distribusi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha




                                               Sumber: Manajemen


                Untuk penjualan produk penambahan kegiatan usaha, Perseroan berencana melayani
                seluruh Indonesia. Perseroan berencana bekerjasama dengan distributor yang sudah
                berjalan dan menambah distributor baru untuk memenuhi kebutuhan pasar. Adapun
                distributor Perseroan yang sudah berjalan dengan produk eksisting, sebagai berikut:

                1. PT Buana Inti Usaha
                2. PT Buana Inti Medika Prima
                3. PT Cipta Sukses Medika
                4. PT Sentra Asia Gemilang
                5. PT Karya Pratama
                6. PT Serenity Indonesia
                7. PT Anugerah Jaya Fordic

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                  IV - 4
Page 40
        4.2.5   Strategi Pemasaran

                Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen, dalam rangka pengembangan
                kegiatan usaha ini, Perseroan berencana melakukan strategi penetrasi ke pasar alat
                kesehatan dengan menawarkan produk yang memiliki kualitas premium dengan
                menggunakan bahan baku yang aman dan nyaman, serta penetapan harga jual
                produk yang bersaing dengan kompetitor lain, sehingga membuat Perseroan lebih
                optimis untuk menggapai market. Tujuan tersebut cukup sederhana, yaitu untuk
                membuat brand tampak lebih unggul dari segi harga dan kualitas. Penetapan harga
                yang bersaing dilakukan sebagai strategi untuk menarik pembeli guna meningkatkan
                jumlah penjualan secara cepat. Selain itu, strategi ini juga digunakan untuk
                membangun brand awareness dan meningkatkan brand exposure.

        4.2.6   Rencana Harga Jual

                Berdasarkan informasi yang di peroleh dari Manajemen, rencana harga jual yang akan
                diberikan Perseroan adalah sebagai berikut:

                             Figur 4.2 Rencana Harga Jual Penambahan Kegiatan Usaha
                   No           Penambahan Kegiatan Usaha                     Rencana Harga Jual
                       1    Kursi Roda Standar                                            Rp600.000
                       2    Tiang Infus Stainless 304 kaki 5                              Rp150.000
                       3    Bak Instrumen 509                                              Rp65.000
                       4    Tensi Digital                                                 Rp200.000
                  Sumber: Manajemen


        4.2.7   Pesaing Usaha

                Persaingan dalam usaha tentunya tidak terlepas dari kompetitor. Berdasarkan
                informasi yang diperoleh dari Manajemen, berikut adalah kompetitor Perseroan pada
                industri alat kesehatan yang tumbuh dan berkembang di beberapa wilayah:

                                           Figur 4.3 Daftar Pesaing Perseroan

                  No             Perusahaan Pesaing                Lokasi               Merek
                   1       PT Jayamas Medica Industri Tbk         Jombang              ONE MED
                   2       PT Royal Sultan Agung                   Jakarta               GEA
                Sumber: Manajemen


                Adapun upaya Perseroan dalam menghadapi persaingan yaitu melakukan penetrasi ke
                pasar dengan menawarkan harga jual yang bersaing dengan kompetitor, tentunya
                dengan menjamin kualitas standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.


4.3     Kesimpulan Analisa Kelayakan Pasar

        Dengan memperhatikan perkembangan usaha dan potensi pasar, maka rencana penambahan
        kegiatan usaha Perseroan secara pasar layak untuk dilaksanakan.


Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                        IV - 5
Page 41
                                               BAB V
                                        ASPEK TEKNIS

5.1     Bisnis Perseroan

        Sampai saat ini Perseroan melakukan kegiatan produksi dan pemasaran untuk komoditas
        sebagai berikut:
        1. Masker dengan varian Ear Loop, Tie On, Head Loop dan Ear Loop 4D;
        2. Bouffant Cap;
        3. Stethoscope dengan varian Classic, Colorful, Cardiology, Stylo dan Dual Head;
        4. Tensimeter dengan varian Colorful, Desk Model, Wall Model dan Mobile Model.

        Secara umum kegiatan yang rutin dilakukan Perseroan dalam melakukan produksi dan
        pemasaran untuk produk-produk eksisting seperti masker 4D, Bouffant Cap, Stethoscope,
        dan Tensimeter adalah sebagai berikut:
         a. Pembelian dan penerimaan bahan baku dan bahan kemas dari supplier;
         b. Penyimpanan bahan baku dan bahan kemas di dalam gudang;
         c. Pengubahan bentuk bahan baku menjadi produk setengah jadi hingga ke produk jadi;
         d. Perakitan komponen produk untuk menjadi produk jadi;
         e. Pengemasan produk;
         f.   Penyimpanan produk jadi di dalam gudang;
         g. Pemasaran produk kepada konsumen; dan
         h. Pengiriman produk kepada konsumen.

        Kegiatan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

        1. Purchasing
            Purchasing memastikan semua kebutuhan bahan baku, bahan kemas maupun
            pendukung produksi telah dipesan sesuai jumlah kebutuhan serta mengatur tenggat
            pengriman dari supplier agar mengikuti schedule produksi yang telah dibuat.

        2. PPIC
           PPIC memastikan proses produksi maupun kiriman produk jadi sesuai dengan rencana
           yang sudah ditetapkan. Dengan demikian PPIC terus berkoordinasi dengan setiap bagian
           terkait agar dapat berjalan sinergi demi terlaksananya proses produksi dan pengiriman
           yang sesuai dengan rencana.
           a. Gudang Bahan Baku dan Bahan Kemas
               Gudang bertanggungjawab terhadap bahan baku dan bahan kemas dari mulai
               penerimaan, penyimpanan, hingga pengiriman ke ruang produksi. Gudang
               memastikan proses tersebut berjalan sesuai standar, yang meliputi:
                    • Proses pemeriksaan saat penerimaan dari supplier;
                    • Proses penyimpanan stock bahan baku dan bahan kemas;
                    • Proses pengiriman bahan baku dan bahan kemas ke ruang produksi.




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                V-1
Page 42
            b. Produksi
               Bagian Produksi bertanggung jawab terhadap standarisasi seluruh proses produksi
               mulai dari penerimaan bahan baku dan bahan kemas hingga pengiriman produk jadi
               ke gudang yang meliputi:
                   • Penyimpanan bahan baku dan bahan kemas di ruang transit bahan baku dan
                       bahan kemas;
                   • Proses produksi, yaitu pengolahan bahan baku untuk menjadi produk
                       setengah jadi hingga produk jadi;
                   • Proses assembling, yaitu perakitan komponen produk menjadi produk jadi;
                   • Proses packaging, yaitu pengemasan dan penandaan produk jadi;
                   • Quality control, yaitu pengawasan kualitas produk dan bahan kemas produk;
                   • Proses pengiriman/setoran produk jadi ke gudang barang jadi.

        3. Gudang Produk Jadi
           Gudang Produk Jadi bertanggungjawab terhadap proses penerimaan setoran produk jadi
           dari ruang produksi hingga produk tersebut dikirim ke customer, yang meliputi:
           a. Proses penerimaan produk jadi dari ruang produksi;
           b. Proses penyimpanan produk jadi;
           c. Proses pengiriman produk jadi kepada customer.

        4. Marketing
            Marketing bertanggung jawab terhadap kegiatan penjualan dan menjamin kepuasan
            pelanggan dapat terpenuhi. Dalam perencanaan produksi, Marketing memberikan data
            estimasi pasar sebagai acuan bagi PPIC dan Purchasing untuk melakukan pembelian
            bahan baku dan bahan kemas.

        Perseroan menawarkan produk dengan harga kompetitif dengan proses pabrikasi yang
        menerapkan teknologi canggih, bahan baku yang berkualitas dan ramah lingkungan, serta
        menjaga tingkat higienitas. Perseroan akan terus meningkatkan kinerja operasional dan
        keuangan serta bekerjasama dengan berbagai pihak, melalui pengembangan produk yang
        berkualitas, berdaya saing, dan kekinian.

                                     Figur 5.1 Jenis Produk Perseroan




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk              V-2
Page 43
                     Sumber: Manajemen




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk   V-3
Page 44
5.2     Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

        Sejak tahun 2011, PT Hetzer Medical Indonesia Tbk mengawali kegiatan bisnisnya sebagai
        manufaktur alat kesehatan. Komoditas yang diproduksi adalah Masker Kesehatan dan
        Bouffant Cap dengan merek dagang Evo dan Evo Plusmed. Disamping itu, Perseroan juga
        memproduksi merek dagang dari perusahaan lain (maklon).

        Hingga tahun 2023, PT Hetzer Medical Indonesia Tbk terus berinovasi dengan meluncurkan
        produk baru yaitu Stetoskop dan Tensimeter, sekaligus mencatatkan diri sebagai produsen
        Chestpiece (komponen utama stetoskop) pertama di Indonesia. Adapun beberapa komponen
        produk tersebut harus didatangkan secara impor.

        Adanya aktivitas impor merupakan babak baru dalam perjalanan bisnis Perseroan yang
        membuka peluang untuk mengembangkan produk lebih banyak lagi. Tentunya dengan
        mempertimbangkan beberapa hal, diantaranya:

        a. Produk harus memilki potensi yang besar untuk dipasarkan di dalam negeri.
        b. Produk memiliki setidaknya satu komponen yang mampu diproduksi Perseroan dengan
           menggunakan mesin yang sudah ada atau tanpa harus menambah inventasi mesin.
        c. Perakitan produk sangat mudah sehingga memungkinkan dilakukan oleh sumber daya
           karyawan yang sudah ada.
        d. Proses pengontrolan mutu cukup mudah agar dapat menjamin kualitas setiap produk
           yang dihasilkan.

        Dengan mempertimbangkan hal tersebut di atas, Perseroan telah menemukan beberapa
        produk untuk dikembangkan. Pengalaman selama lebih dari 10 tahun dalam memproduksi
        dan memasarkan produk alat kesehatan ditambah dengan sumber daya manusia yang
        kompeten dalam menjadikan Perseroan sangat optimis untuk memperoleh hasil yang
        diharapkan dengan menambah produk sebagaimana yang akan diuraikan selanjutnya.

        Rencana pengembangan kegiatan usaha ini mengacu pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
        Indonesia (KBLI) 2020. Adapun beberapa produk baru yang akan dikembangkan tersebut
        dirinci sebagai berikut:

                                 Figur 5.2 Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

                     No                   Keterangan                          KBLI

                      1                    Kursi Roda                         30921

                      2                    Tiang Infus                        32501

                      3                  Bak Instrumen                        32502

                      4                 Tensimeter Digital                    26602
                    Sumber: Manajemen


        1) KBLI 30921 mengenai Industri Sepeda Dan Kursi Roda Termasuk Becak.
           Kelompok ini mencakup usaha pembuatan dan perakitan macam-macam sepeda dan
           becak, seperti sepeda tanpa motor, sepeda roda tiga (pengantar), tandem (sepeda


Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk               V-4
Page 45
            gandeng), dan sepeda anak-anak baik roda dua maupun roda tiga, termasuk pula
            pembuatan kereta bayi dan kendaraan difabel atau kursi roda baik bermotor maupun
            tidak.

            Kursi Roda (Wheelchair)
            Kursi Roda adalah alat yang berfungsi untuk membantu mobilitas seseorang yang
            terganggu atau tidak dapat berjalan akibat sakit, cedera atau karena usia. Dengan
            demikian penggunaan Kursi Roda dapat bersifat sementara atau permanen tergantung
            kondisi gangguan yang dialami pengguna. Meskipun inovasi pada Kursi Roda telah
            banyak dilakukan dengan menambahkan beberapa fitur yang menjadikan Kursi Roda
            semakin mudah dan semakin nyaman digunakan, namun Kursi Roda konvensional masih
            tetap banyak dibutuhkan karena harganya yang jauh lebih murah. Kursi Roda
            konvensional masih menjadi pilihan nomor satu terutama bagi pengguna yang bersifat
            sementara.




                                                                          SUPPLIER    SUPPLIER
              NO         NAMA KOMPONEN             PRODUKSI HMI
                                                                              IMPOR     LOKAL
               1    Body Frame Full Set                    -                    √         -
               2    Rear Wheels                            -                    √         -
               3    Front Caster                           -                    √         -
               4    Foot Rest                              -                    √         -
               5    Leg Rest                               √                    -         -
               6    Seat                                   √                    -         -
               7    Back Rest                              √                    -         -


        2) KBLI 32501 mengenai Industri Furnitur Untuk Operasi, Perawatan
           Kedokteran Dan Kedokteran Gigi. Kelompok ini mencakup pembuatan perabot atau
           furnitur untuk kegiatan operasi, perawatan, kedokteran gigi dan kedokteran hewan,
           seperti meja operasi, tiang infus, tempat tidur rumah sakit dengan peralatan mekanik
           dan kursi untuk pemeriksaan dan perawatan gigi.

            Tiang Infus (Infusion Stand)
            Tiang Infus adalah alat yang berfungsi untuk menempatkan botol cairan yang terhubung
            dengan pasien, baik saat pemberian infus elektrolit, obat maupun transfusi darah. Alat
            ini memiliki tiang yang ketinggiannya dapat disesuaikan. Bagian roda penyangga dapat
            diatur dalam kondisi terkunci maupun bebas, sehingga tiang mudah bergerak jika
            hendak dipindahkan namun tetap aman jika dikehendaki untuk diam di tempat. Tiang



Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                  V-5
Page 46
            Infus merupakan alat yang wajib ada di setiap ruangan IGD, ruang rawat inap serta
            ruang observasi di setiap rumah sakit maupun klinik.




                                                         PRODUKSI        SUPPLIER     SUPPLIER
               NO           NAMA KOMPONEN
                                                           HMI                IMPOR    LOKAL
                 1    Hanger                                √                   -        -
                 2    Adjustable Pole                       √                   -        -
                 3    Spider Leg Wheel                       -                  √        -


        3) KBLI 32502 mengenai Industri Peralatan Kedokteran Dan Kedokteran Gigi,
           Perlengkapan Orthopaedic Dan Prosthetic. Kelompok ini mencakup pembuatan
           peralatan dan perlengkapan untuk pemeriksaan kesehatan, operasi, kedokteran gigi dan
           kedokteran hewan, seperti electrocardiograph, alat-alat bor gigi, peralatan test mata
           (termasuk reflektor, endoscope, dan lain-lain), jarum suntik, peralatan sterilisasi,
           peralatan pijat, ozone therapy, oxygen therapy, peralatan pernapasan buatan,
           perlengkapan orthopaedic dan prosthetic (crutches, surgical belts and trussers,
           orthopaedic corsets and shoes dan lain-lain), thermometer kedokteran, tungku
           pembakar laboratorium kedokteran gigi, mesin pembersihan ultrasonik laboratorium,
           peralatan destilasi laboratorium, alat sentrifugal laboratorium, pelat dan baut tulang
           (bone plates and screws), alat suntik, jarum suntik, kateter, cannulae dan sebagaiya,
           peralatan kedokteran gigi (termasuk kursi periksa dokter gigi yang tergabung dengan
           perlengkapan dokter gigi lainnya), gigi buatan dan sebagainya yang dibuat di
           laboratorium kedokteran gigi, mata buatan dari gelas dan peralatan tubuh palsu lainnya,
           seperti mata palsu, tengkorak palsu dan bagian-bagian dalam tubuh palsu. Kelompok ini
           juga mencakup pembuatan berbagai peralatan dan perlengkapan dalam bentuk
           instrumen bedah, antara lain seperti gunting, pinset, tang.

            Bak Instrumen (Instrument Tray)

            Bak Instrumen adalah wadah yang berfungsi untuk menyimpan peralatan medis yang
            steril dan siap untuk digunakan dalam operasi atau tindakan medis lainnya.
            Nierbeken/Bengkok adalah wadah yang biasanya digunakan untuk menyimpan peralatan
            medis yang sudah terpakai atau terkontaminasi darah, cairan maupun kotoran.
            Nierbeken juga biasanya digunakan untuk menyimpan sementara limbah medis seperti
            kasa bekas, kapas bekas bahkan muntahan pasien. Bak Instrumen dan Nierbeken harus

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                    V-6
Page 47
            terbuat dari stainless karena sifatnya yang anti karat dan tahan panas sehingga mudah
            untuk dilakukan sterilisasi.




                                                     PRODUKSI          SUPPLIER       SUPPLIER
             NO          NAMA KOMPONEN
                                                       HMI              IMPOR          LOKAL
              1       Cap                               √                 -              -
              2       Body                              √                 -              -

        4) KBLI 26602 mengenai Industri Elektromedikal dan Elektroterapi. Kelompok ini
           mencakup pembuatan peralatan dan perlengkapan elektromedikal dan elektroterapi,
           seperti peralatan electrocardiograph, peralatan test mata (termasuk reflektor, endoscope
           dan lain-lain), ozone therapy, oxygen therapy, penangkap citra (scanner) untuk diagnosa
           medis, peralatan MRI (magnetic resonce imaging), peralatan ultrasound medis,
           peralatan endoskopi elektromedikal, peralatan laser medis, peralatan alat bantu dengar
           dan peralatan alat pacu jantung.

            Tensimeter Digital (Digital Tensimeter)
            Tensimeter adalah alat yang berfungsi untuk mengukur tekanan darah. Awalnya
            Tensimeter menggunakan air raksa sebagai mediator tekanan, namun karena sifatnya
            yang karsinogenik maka Tensimeter raksa dilarang penggunaannya dan digantikan oleh
            Tensimeter Aneroid. Dengan teknologi yang semakin maju maka terciptalah Tensimeter
            Digital yang lebih mudah untuk digunakan. Tensimeter Digital merupakan terobosan
            yang mengubah baik metode pengukuran tekanan darah maupun pasar Tensimeter itu
            sendiri. Untuk hasil yang akurat, Tensimeter Aneroid harus digunakan bersama dengan
            Stetoskop dan oleh tenaga yang sudah memahami metode pengukurannya. Sementara
            Tensimeter Digital tidak memerlukan keahlian khusus maupun Stetoscope pada
            penggunannya. Dengan demikian pasar Tensimeter Digital tidak hanya pada kalangan
            tenaga medis, namun juga pada kalangan umum karena penggunannya yang efisien,
            tidak memerlukan keahlian khusus maupun alat bantu lain.




                                                         PRODUKSI         SUPPLIER    SUPPLIER
                  NO         NAMA KOMPONEN
                                                           HMI                IMPOR    LOKAL
                  1     Cuff Set                             -                  -        √
                  2     Body Casing Set                     √                   -        -
                  3     PCB Circuit Set                      -                  √        -
                  4     LCD Screen                           -                  √        -

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                    V-7
Page 48
                                 Figur 5.3 Rincian Penambahan Kegiatan Usaha

        No       Keterangan                                                                    Uraian

         1




                 Logo & Merek
                                      Produk baru yang akan dikembangkan Perseroan akan menggunakan merek
                                      dagang “Evo Plusmed” dimana merek tersebut merupakan brand alat
                                      kesehatan dari produk eksisting yang sudah terdaftar dan memiliki sertifikat
                                      merek. Pemakaian merek ini bertujuan untuk mengingatkan konsumen
                                      dengan produk eksisting Perseroan yang sudah dikenal luas.




         2     Pihak yang akan
                  melakukan                                             PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
              kegiatan produksi



         3        Biaya yang       Biaya Investasi dengan Penambahan Kegiatan Usaha:
                  dibutuhkan
                                                                                                                 Quantity                      Total Investment
                                      No.                                 Item                                            Price         (Rp)
                                                                                                                  (Pcs)                               (Rp)

                                       A FASILITAS
                                          1. Kendaraan                                                                                               162.827.460
                                          2. Penambahan Signage Ruang Produksi, Ruang Uji dan Gudang               1 loot          2.500.000           2.500.000
                                          3. Meja Pengujian Produk (Customize)                                     2 unit         12.500.000          25.000.000

                                                                Total Penambahan Fasilitas                                                          190.327.460
                                       B PERALATAN PABRIK
                                          1. Mesin CNC (Computer Numerical Control )                               3 unit                          4.011.498.688
                                          2. Mesin Jahit                                                           5 unit         1.500.000            7.500.000
                                          3. Pengadaan Tool Kit; Alat Bantu Pemeriksaan Komponen, Perakitan
                                             Komponen, dan Pengemasan Produk                                        1 set         7.500.000           7.500.000
                                                            Total Penambahan Peralatan Pabrik                                                      4.026.498.688
                                       C LAIN-LAIN
                                          1. Perizinan                                                                                              150.000.000
                                          2. Biaya Sewa Tanah dan Bangunan                                                                          986.126.938

                                                                        Total Lain-lain                                                            1.136.126.938
                                            Aset tetap yang sudah di investasikan                                                                  5.160.453.086
                                            Kekurangan investasi                                                                                     192.500.000
                                                                                TOTAL BIAYA INVESTASI                                              5.352.953.086




         4     Pendapatan yang                     Proyeksi Penjualan Penambahan Kegiatan Usaha
                akan diperoleh           KETERANGAN
                                                                 PROJ             PROJ             PROJ             PROJ              PROJ              PROJ
                                                                  2024             2025              2026             2027             2028              2029
                                                                Sept-Des         Jan-Des           Jan-Des          Jan-Des          Jan-Des           Jan-Des
                                     PENJUALAN BERSIH        14.088.000.000   50.811.894.000    56.101.775.108   61.667.071.198   67.519.661.674    73.671.894.376
                                      Kursi Roda              6.804.000.000   24.540.327.000    27.095.150.329   29.782.989.241   32.609.581.064    35.580.889.362
                                      Tiang Infus             1.260.000.000    4.544.505.000     5.017.620.431    5.515.368.378    6.038.811.308     6.589.053.586
                                      Bak Instrumen           2.184.000.000    7.877.142.000     8.697.208.748    9.559.971.855   10.467.272.934    11.421.026.215
                                      Tensimeter Digital      3.840.000.000   13.849.920.000    15.291.795.600   16.808.741.724   18.403.996.368    20.080.925.213




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                                                                    V-8
Page 49
         5        Alur Proses                                Alur Proses Produksi
                   Produksi
                                    1)   Alur Produksi Komponen Produk




                                    2)   Alur Perakitan Produk




       Sumber: Manajemen




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk         V-9
Page 50
5.3     Identifikasi Areal dan Lingkungan Produksi dan Gudang

        5.3.1   Lokasi Proses Produksi dan Gudang

        Saat ini, Perseroan memiliki kantor pusat yang beralamat di Komplek Blue Sky Industrial
        (BSI) Kav No.09, Jl. Nanjung No. 02, Leuwigajah, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa
        Barat 40532. Perseroan juga memiliki 2 (dua) pabrik eksisting yang berlokasi di Jl, Mahar
        Martanegara Leuwigajah 106, Cigugur Tengah, Kec Cimahi tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat
        40522 (pabrik 2) sementara lokasi pabrik 1 berada di kantor pusat. Lokasi penambahan
        kegiatan usaha Perseroan direncanakan akan dilaksanakan di lokasi Pabrik 1 yang saat ini
        digunakan untuk meproduksi Stethoscope dan Aneroid Tensimeter.


                           Figur 5.4 Aksesibilitas Lokasi Produksi (Pabrik 1)




                          Kurang lebih 8 km di sebelah barat laut dari Pusat Kota Bandung


        Dengan adanya penambahan aktivitas, Perseroan telah menganalisa dan mengidentifikasi
        beberapa hal yang perlu dilakukan terhadap fasilitas Pabrik 1, antara lain:
        1. Renovasi atau perombakan denah tidak perlu dilakukan.
        2. Harus dilakukan pengadaan mesin jahit yang dibutuhkan pada produksi Cuff (salah satu
           komponen dari produk Tensimeter Digital)
        3. Harus dilakukan penambahan Signage pada area Gudang Bahan Baku & Kemasan, Ruang
           Produksi dan Gudang Produk Jadi.
        4. Harus dilakukan perubahan layout alokasi penyimpanan pada rak Gudang Bahan Baku &
           Kemasan dan Gudang Produk Jadi. Selama ini dengan produksi 2 produk eksisting, rak
           penyimpanan di Gudang baru terpakai sekitar 20% dari total kapasitasnya. Dengan
           adanya penambahan 4 produk baru, penyimpanan bahan dan produk masih
           memungkinkan untuk dapat tertampung. Layout untuk alokasi penyimpanan harus diubah
           disesuaikan dengan jumlah produk agar setiap produk tersimpan sesuai layout
           kelompoknya. Hal ini bertujuan untuk memastikan penyimpanan produk tidak tercampur
           satu dengan yang lain serta sistem FIFO tetap bisa dijalankan dengan efisien.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                 V - 10
Page 51
        5. Harus dilakukan pengadaan tool kit atau alat bantu yang akan digunakan pada aktivitas
           produksi, pemeriksan dan pengujian produk baru.




        5.3.2   Identifikasi Limbah dan Sampah

                Tata kelola limbah dan sampah merupakan salah satu aspek yang menjadi perhatian
                Perseroan. Dalam menjalankan eksisting proyek, perseroan telah memenuhi semua
                yang dipersyaratkan oleh Dinas Lingkungan Hidup terkait pengelolaan Limbah B3,
                UKL dan UPL serta sudah mendapatkan sertifikat Proper Biru.

                Secara umum sampah dan limbah yang dihasilkan oleh produk baru jenisnya tidak
                jauh berbeda dengan sampah dan limbah yang dihasilkan oleh produk yang sudah
                ada. Hanya ada penambahan 1 jenis yaitu limbah elektronik yang dihasilkan dari
                komponen Tensimeter Digital yang tidak lulus pengujian dan harus dimusnahkan.




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk               V - 11
Page 52
                   NAMA         IDENTIFIKASI             TATA         IDENTIFIKASI
                                                                                             TATA KELOLA
                  PRODUK          SAMPAH                KELOLA         LIMBAH B3
                 Kursi Roda     Kemasan berupa
                                dus, plastik,                         Tidak ada          -
                                                     Dipisahkan
                                styrofoam
                                                     sesuai jenis,
                 Tiang Infus    Kemasan berupa                                           Dikemas sesuai
                                                     disimpan
                                dus, bubble                           Scrap dan          kelompoknya,
                                                     sementara di
                                wrap, tali plastik                    coolant dari       ditandai,
                                                     TPS.
                 Bak            Kemasan berupa                        mesin CNC          didokumentasikan
                                                     Kemudian
                 Instrumen      dus, plastik                                             dan disimpan
                                                     diambil oleh
                 Tensimeter     Kemasan berupa                                           sementara di TP
                                                     pengelola        PCB sirkuit pada
                 Digital        dus, plastik.                                            Limbah B3. Kemudian
                                                     rekanan          komponen yang
                                Benang jahit,                                            diambil oleh
                                                     secara berkala   tidak lulus
                                polyester sisa.                                          Pengelola rekanan
                                                                      pengujian
                                                                                         secara berkala.


                Berdasarkan hasil identifikasi, tidak perlu ditambah fasilitas untuk penyimpanan
                sampah limbah baik TPS maupun TP Limbah B3. Hanya perlu penyesuaian untuk
                keperluan dokumentasi logbook Limbah B3. Adapun secara kuantitas, sampah dan
                limbah dipastikan akan bertambah dibanding dengan yang dihasilkan selama ini.
                Terkait ini bisa diantisipasi dengan menambah frekuensi pengeluaran sampah dan
                limbah dari TPS & TP Limbah B3 kepada pihak pengelola/penampung yang sudah
                menjadi rekanan.

        5.3.3   Kapasitas

                Berdasarkan informasi dari Manajemen, dengan adanya rencana penambahan
                kegiatan usaha ini, kapasitas total perakitan produk adalah sebagai berikut:

                               Figur 5.5 Total Kapasitas Perakitan Produk (100%)
                                                         Kapasitas per bulan         Kapasitas per tahun
                 No            Nama Produk
                                                                (pcs)                       (pcs)
                 1     Kursi Roda                                       4.725                      56.700
                 2     Tiang Infus                                      3.500                      42.000
                 3     Bak Instrumen                                   14.000                     168.000
                 4     Tensimeter Digital                               8.000                      96.000


                Dalam analisa studi kelayakan ini, utilisasi produksi dimulai dari 60% kemudian terus
                meningkat seiring dengan peningkatan penjualan, adapun proyeksi produksi
                penambahan kegiatan usaha selama tahun proyeksi adalah sebagai berikut:




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                           V - 12
Page 53
                        Figur 5.6 Kapasitas Produksi Selama Periode Proyeksi 2024-2029

                             Keterangan               Satuan      2024        2025       2026     2027      2028        2029

                 Utilitas Produksi                                  60%          70%       75%      80%         85%       90%
                                                                                                           Kapasita
                 Quantity                                                                                     s
                                                                                                           Produksi
                    Kursi Roda                       Unit/Bulan    2.835       3.308      3.544    3.780      4.016      4.253
                    Tiang Infus                      Unit/Bulan    2.100       2.450      2.625    2.800      2.975      3.150
                    Bak Instrumen                    Unit/Bulan    8.400       9.800     10.500   11.200     11.900     12.600
                    Tensimeter Digital               Unit/Bulan    4.800       5.600      6.000    6.400      6.800      7.200



        5.3.4   Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

                Bahan Baku Mentah, Pekerja, dan Tenaga Ahli Profesional

                Dalam menjalankan bisnisnya, ketersediaan bahan baku mentah merupakan hal
                yang harus diperhatikan. Perseroan menggunakan bahan baku yang ramah
                lingkungan serta disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Perseroan menjalin
                kerja sama dengan mitra usaha untuk menjaga kesinambungan usaha Perseroan
                dalam jangka panjang. Perseroan mengutamakan pemasok yang berasal dari
                masyarakat sekitar atau pemasok lokal.

                Adapun komoditas bahan baku Perseroan terdiri dari 2 kategori, yaitu komoditas
                dalam bentuk komponen yang siap pakai dan komoditas dalam bentuk bahan baku
                mentah. Berikut daftar pemasok yang telah bekerjasama dengan Perseroan dalam
                menyediakan bahan baku sebagai berikut:

                                          Figur 5.7 Rekanan Pemasok Perseroan
                                                                             Bahan
                         Produk                 Komponen                                            Supplier
                                                                             Baku
                                          Body Frame Full Set            -               Wenzhou                      Bokang
                                                                                         Instruments., Ltd.
                                          Rear Wheels                    -               Wenzhou                      Bokang
                                                                                         Instruments., Ltd.
                       Kursi Roda
                                          Front Caster                   -               Wenzhou                      Bokang
                                                                                         Instruments., Ltd.
                                          Foot Rest                      -               Wenzhou                      Bokang
                                                                                         Instruments., Ltd.
                                          Leg Rest                       Kulit Imitasi   PT Sinar Continental
                       Kursi Roda         Seat                           Kulit Imitasi   PT Sinar Continental
                                          Back Rest                      Kulit Imitasi   PT Sinar Continental
                                          Hanger                         As Stainless    PT Megah Mulia Baja
                                          Adjustable Pole                As Stainless    PT Megah Mulia Baja
                      Tiang Infus
                                          Spider Leg Wheel               -               Wenzhou                      Bokang
                                                                                         Instruments., Ltd.
                                          Cap                            Plat            PT Megah Mulia Baja
                                                                         Stainless
                    Bak Instrumen
                                          Body                           Plat            PT Megah Mulia Baja
                                                                         Stainless
                  Tensimeter digital      Cuff Set                       Polyester       PT Indonesia Libolon Fiber


Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                                           V - 13
Page 54
                                                                  Bahan
                      Produk               Komponen                                     Supplier
                                                                  Baku
                                                                              System
                                                              Bladder         Kobe Global internasional
                                       Body Casing Set                        PT Bisma Anugerah Plasindo
                                       PCB Circuit Set        -               Wenzhou                Bokang
                                                                              Instruments., Ltd.
                                       LCD Screen             -               Wenzhou                Bokang
                                                                              Instruments., Ltd.
                                       Kemasan Inner          -               CV Venindo Imperal Perkasa
                                                                              CV Cahaya Mandiri
                                                                              CV Surapati Printing
                     All Product
                                                                              CV Surya Mas Lestari
                                       Kemasan Outer          -               CV Trijaya Dusindo
                                                                              PT Ultra Prima Corrugator


                Dalam menjamin kesinambungan kegiatan produksi, Perseroan juga berencana
                untuk melakukan kerja sama dengan beberapa pemasok bahan baku baru sebagai
                langkah mitigasi dari risiko terhentinya supply bahan baku karena faktor eksternal,
                sebagai berikut:

                1. PT Mita Jaya Mandiri, menyediakan bahan baku material plat dan as logam.
                2. PT Harapan Kurnia, menyediakan bahan baku polyester.
                3. PT Ateja Tritunggal, menyediakan bahan baku kulit imitasi.

                Sementara itu, berkaitan dengan pekerja dan tenaga ahli profesional, Perseroan
                selalu memilih tenaga kerja dengan kualitas yang baik. Perseroan memandang
                sumber daya manusia yang kompeten dan profesional merupakan aset utama dalam
                mewujudkan visi dan misinya dan harus dikembangkan secara berkesinambungan.
                Oleh karena itu, Perseroan memberikan motivasi agar dapat berperan aktif disertai
                dengan kesempatan untuk mengembangkan kualitasnya agar memiliki etos kerja
                yang unggul, berkompetensi tinggi, dan berkualitas. Dalam merekrut sumber daya
                manusia, Perseroan menyesuaikan dengan rencana bisnis dan operasional Perseroan
                dari tahun ke tahun. Perseroan juga senantiasa menyediakan program pelatihan dan
                pengembangan kompetensi yang relevan di bidang usaha Perseroan termasuk
                sertifikasi yang sesuai bagi masing-masing unit kerja.

                Berdasarkan informasi dari Manajemen, dalam hal rencana penambahan kegiatan
                usaha ini, produk yang akan dihasilkan memiliki alur proses produksi yang cukup
                sederhana. Perseroan belum berencana menambah tenaga kerja pada divisi
                produksi, hanya perlu mengadakan pelatihan internal untuk meningkatkan
                pengetahuan dan kesigapan tenaga kerja dalam melakukan tugasnya. Kemudian,
                tenaga ahli profesional yang membuat program untuk mesin CNC akan dilakukan
                oleh Engineer eksisting, begitupun dengan teknisi untuk produk tensimeter digital,
                yang mana secara peraturan mewajibkan Perseroan untuk memiliki Teknisi dengan
                pendidikan S1 Elektro atau D4 Elektromedis. Perseroan pun sudah memiliki tenaga
                tersebut, hanya perlu dilakukan pemberian pelatihan terkait masing-masing produk



Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                         V - 14
Page 55
                baru. Berikut tenaga ahli yang dipercayakan oleh Perseroan untuk bertanggung
                jawab dalam penambahan kegiatan usaha ini:

                      Figur 5.8 Tenaga Ahli pada Rencana Penambahan Kegiatan Usaha


                                         Jabatan                          Pendidikan

                                         Operator                        SMA Sederajat
                                 Petugas QC dan Packing                  SMA Sederajat
                                    Quality Inspector                    SMA Sederajat
                                          Mekanik                             SMK Mesin
                                        Kepala Shift                     SMA Sederajat
                                         Engineer                             S1 Teknik
                                      Teknisi Elektro                   S1 Elektromedik
                                     Manajer Produksi                     S1 Sederajat
                             Sumber: Manajemen

        5.3.5   Alur Proses Produksi

                Meskipun keempat produk yang akan dikembangkan tersebut memiliki fungsi dan
                bentuk yang bermacam, namun secara umum alur produksinya cukup sederhana.
                Beberapa komponen yang akan diproduksi oleh Perseroan, proses produksi
                dilakukan dengan menggunakan mesin CNC yang sudah ada. Penyesuaian yang
                diperlukan adalah menambah program yang akan dijalankan oleh mesin sesuai
                dengan komponen yang akan dibuat. Selama ini untuk memproduksi produk
                eksisting hanya memerlukan 30% dari kapasitas mesin secara keseluruhan. Dengan
                tambahan produk baru, diharapkan dapat memanfaatkan kapasitas mesin yang
                masih belum teralokasikan.

                Proses pemeriksaan, pengujian dan perakitan komponen menjadi produk jadi
                dilakukan dengan memakai area yang masih digunakan oleh untuk memproses
                produk eksisting. Hal ini memungkinkan dengan menerapkan sistem Clear and
                Clearance pada setiap awal proses perakitan masing-masing produk dan telah
                dijalankan oleh Perseroan selama ini untuk memproduksi produk eksisting.




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk               V - 15
Page 56
                                           Figur 5.9 Alur Proses Produksi


                3) Alur Produksi Komponen Produk




                4) Alur Perakitan Produk




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk   V - 16
Page 57
5.4     Kesimpulan Analisa Kelayakan Teknis

        Dengan memperhatikan proses produksi dan ketersediaan sumber daya, maka rencana
        penambahan kegiatan usaha Perseroan secara teknis layak untuk dilaksanakan.




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk      V - 17
Page 58
                                        BAB VI
                                   ASPEK POLA BISNIS

6.1     Pola Bisnis Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan

        6.1.1   Kemampuan Menciptakan Nilai

                Kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai dari kegiatan usahanya dapat
                diukur melalui pelayanan yang diberikan kepada konsumen, yaitu dengan
                menghadirkan produk-produk dengan kualitas premium yang aman dan nyaman
                digunakan sehari-hari. Perseroan menjamin kualitas produk premium tersebut
                dengan menerapkan beberapa standar pengujian terhadap produk melalui beberapa
                macam pengujian yang selama ini belum pernah dilakukan oleh kebanyakan produk
                kompetitor yang beredar di pasaran. Perseroan sudah mendapatkan sertifikat uji
                yang diterbitkan oleh Nelson Laboratories USA untuk produk masker Evo Plusmed
                yang mana hal serupa akan Perseroan terapkan pada produk baru, tentunya dengan
                pihak penguji yang kompeten dibidangnya.

                Sertifikasi standar yang dimiliki atas produk-produk yang telah diproduksi serta
                sertifikasi yang akan diperlukan atas produk baru pada dasarnya mengikuti regulasi
                dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dimana produk-produk tersebut
                harus memiliki izin edar yang dikeluarkan oleh kementerian terkait (Kemenkes RI),
                dan juga telah memiliki sertifikat CPAKB (“Cara Produksi Alat Kesehatan yang Baik”).

                Saat ini, Perseroan sudah memiliki sertifikat CPAKB untuk produk-produk yang telah
                diproduksi sesuai dengan aturan dari Kemenkes, ditambah dengan nilai TKDN
                (Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang tinggi yang telah diperoleh Perseroan.
                Untuk produk-produk baru, Perseroan akan memproses sertifikat CPAKB setelah
                pengajuan penambahan KBLI disetujui. Hal ini dikarenakan KBLI menjadi dasar
                pengajuan proses sertifikat CPAKB.

                Selain itu, dalam mendistribusikan produk-produk yang berkualitas juga dapat
                meningkatkan kepercayaan pelanggan atau distributor kepada Perseroan.
                Kemampuan tersebut dapat meningkatkan loyalitas para pelanggan untuk terus
                melakukan pembelian produk Perseroan serta menarik pelanggan atau distributor
                baru melalui strategi pemasaran yang ada. Sehingga diharapkan Perseroan dapat
                terus memberikan pelayanan terbaik dan mempertahankan kualitas produk maupun
                pelayanannya agar dapat memenuhi kepuasan pelanggan.

                Dengan keunggulan kompetitif yang telah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan
                nilai yang diantaranya:
                - Pengembangan kegiatan usaha baru
                - Menambah sumber pendapatan baru

                Kedua hal tersebut dapat memberikan kontribusi yang positif dan nilai tambah bagi
                Perseroan.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                   VI - 1
Page 59
        6.1.2   Keunggulan Kompetitif

                Berdasarkan informasi dari manajemen, Perseroan merupakan perusahaan publik
                yang telah berdiri cukup lama dan berpengalaman dibidang industri alat kesehatan.
                Langkah yang diambil oleh Perseroan sebagai strategi yang dapat membuat produk
                menjadi unggul yakni dengan positioning merek dagang “Evo Plusmed” dipasar
                industri sejenis. Dengan pengalaman dan rekam jejak yang telah dirintis lebih dari
                satu dekade, Perseroan berkeyakinan bahwa dengan merek dagang yang telah
                terbentuk, keunggulan kualitas produk dengan pabrikasi teknologi yang canggih dan
                ramah lingkungan dapat dijadikan keunggulan Perseroan dalam bersaing di industri
                alat kesehatan. “Evo Plusmed” sudah memiliki sertifikat HAKI dan sudah dikenal
                masyarakat luas dengan kualitas yang baik serta menjadi pelopor masker 4 dimensi
                di Indonesia sejak 2012. Berdasarkan testimoni masyarakat, produk alat kesehatan
                dengan merek “Evo Plusmed” juga dapat dilihat di media sosial.

                Selain itu, Perseroan memiliki jaringan distribusi di kota-kota besar di seluruh
                Indonesia. Hal tersebut merupakan suatu peluang dan keunggulan kompetitif yang
                dimiliki oleh Perseroan dalam menjalankan penambahan kegiatan usaha baru,
                karena Perseroan memiliki kesempatan dan kemudahan dalam penjualan produk
                kepada para pelanggan lama yang telah menjalin baik dengan Perseroan selama ini,
                melalui jaringan distribusi Perseroan yang telah tersebar di seluruh Indonesia.

        6.1.3   Kemampuan Pesaing Dalam Meniru Produk

                Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen, Perseroan menyadari adanya
                persaingan yang ketat dalam menjalankan bisnis dalam bidang alat kesehatan ini.
                Hal ini terlihat dari banyaknya perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha serupa
                dengan Perseroan. Seiring dengan persaingan usaha tersebut yang mungkin terjadi,
                Perseroan akan terus berupaya melakukan berbagai pengembangan strategi pada
                setiap segmen usaha yang dimiliki agar terus memiliki daya saing dengan
                perusahaan lain yang sejenis. Selain itu, Perseroan akan senantiasa memberikan
                pelayanan yang terbaik untuk mencapai kepuasan para pelanggannya.

        6.1.4   Analisis SWOT

                Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, and threat) terdiri atas faktor
                internal yang     bisa dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang
                mungkin sulit untuk dikontrol. Kedua sisi dianalisis agar dapat disusun suatu
                strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing. Dari faktor
                internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan ( strength and weakness)
                sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman ( opportunity and
                threat). Berikut adalah analisa SWOT Perseroan setelah melakukan penambahan
                kegiatan usaha baru:

                Strength
                • Perseroan telah memiliki brand yang kuat, sehingga sudah dikenal masyarakat
                  umum


Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                 VI - 2
Page 60
                • Perseroan telah memiliki pengalaman lebih dari 13 tahun dalam menjalankan
                  kegiatan usaha dibidang industri alat kesehatan
                • Perseroan memiliki jaringan distribusi yang tersebar di Indonesia
                • Perseroan telah memiliki berbagai sertifikasi dalam menjalankan kegiatan
                  usahanya
                • Perseroan telah memiliki standar legalitas dalam mendukung produksi alat
                  kesehatan secara lengkap
                • Lokasi pabrik 1 dan pabrik 2 yang cukup dekat, sehingga memudahkan perseroan
                  dalam melakukan koordinasi

                Weakness
                Untuk faktor internal Perseroan baik dari kapasitas produksi serta ketersediaan
                bahan baku, motivasi karyawan, Perseroan tidak mengalami kendala yang berarti.

                Opportunity
                • Sinergi dengan bisnis yang eksisting
                • Peningkatan jumlah produk yang ditawarkan Perseroan
                • Kebutuhan distributor-distributor yang sudah bekerjasama dengan perseroan
                  membutuhkan produk alat kesehatan baru, sehingga Perseroan memiliki
                  kesempatan untuk masuk atau terlibat pada industri tersebut
                • Meningkatnya jumlah rumah sakit dan klinik-klinik kesehatan di Indonesia,
                  sehingga Perseroan memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam produk alat
                  kesehatan tersebut.
                Threat
                • Faktor eksternal seperti gejolak perekonomian global, harga komoditas rendah,
                  tekanan terhadap nilai tukar Rupiah yang berdampak pada sektor usaha
                • Peraturan pemerintah yang sering berubah-ubah


6.2     Kesimpulan Analisa Kelayakan Pola Bisnis

        Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh Perseroan, maka rencana
        penambahan kegiatan usaha Perseroan secara pola bisnis layak untuk dilaksanakan.




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk              VI - 3
Page 61
                                             BAB VII
                             ASPEK MODEL MANAJEMEN

7.1     Sumber Daya Manusia dan Kemampuan Manajemen

        Sumber daya manusia merupakan pilar utama yang menunjang kesuksesan industri
        manufaktur dan perdagangan alat kesehatan. Untuk memastikan keberhasilan bisnis dan
        keberlanjutannya, dibutuhkan sumber daya manusia berkualitas yang mampu beradaptasi
        dengan perkembangan teknologi, mampu mengatasi tantangan yang mengancam, serta
        mampu mengantisipasi perubahan di masa depan.

        Oleh sebab itu, Perseroan menyadari pentingnya melakukan investasi yang signifikan dalam
        upaya mengembangkan sumber daya manusia hingga mencapai kuantitas dan kualitas yang
        sesuai dengan kebutuhan Perseroan. Hal ini menjadi bagian penting dalam rangka
        mewujudkan visi Perseroan.

        Kompetensi sumber daya manusia yang unggul diyakini Perseroan adalah kunci yang akan
        mengantar Perseroan dalam mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Kesuksesan
        bisnis Perseroan tidak hanya ditentukan oleh kualitas produknya, namun juga karena
        didukung penuh oleh sumber daya manusia yang terampil dan kompeten di setiap level.

        Menyadari hal tersebut, Perseroan senantiasa meningkatkan pengelolaan sumber daya
        manusia melalui penciptaan iklim kerja yang mampu menginspirasi dan memotivasi setiap
        karyawannya untuk memberikan kinerja yang lebih baik dari waktu ke waktu. Perseroan
        memberikan kesempatan yang sama kepada setiap karyawannya untuk mengembangkan
        karir dengan tidak membeda-bedakan suku, agama, ras maupun golongan.

        Untuk menopang serta melancarkan rencana penambahan kegiatan usaha yang akan
        dilakukan, maka PT Hetzer Medical Indonesia Tbk harus mampu menyediakan sumber daya
        manusia yang berkompeten dan berkualitas.




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk              VII - 1
Page 62
        Berikut susunan pengurus PT Hetzer Medical Indonesia Tbk:

                                Figur 7.1 Susunan Manajemen Perseroan




        Sumber: Manajemen

        Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan
        dengan bagan organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang
        terpadu. Penempatan tenaga kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan
        keterampilannya merupakan faktor yang penting dalam menerapkan kebijaksanaan
        perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas kepada unit di bawahnya
        atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.


7.2     Ketersediaan Tenaga Kerja

        Berdasarkan informasi dari manajemen, tidak ada penambahan tenaga kerja untuk
        penambahan kegiatan usaha baru, saat ini Perseroan memiliki ketersediaan tenaga kerja
        sebagai berikut:




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk             VII - 2
Page 63
                                    Figur 7.2 Jumlah Tenaga Kerja
                                                               Jumlah orang
                            Kategori                    Karyawan         Karyawan
                                                          Tetap         Tidak Tetap
                Komisaris Utama                             1                -
                Komisaris                                   1                -
                Direktur Utama                              1
                Direktur                                    2                -
                Audit Internal                              1                -
                General Manager                             1                -
                Kepala Shift                                4                -
                PPIC                                        1                -
                Office Boy                                  -                4
                Digital Marketing                           1                -
                Manager Factory                             1                -
                Staf Corporate Secretary                    1                -
                IT                                           1                 -
                Driver                                       1                 1
                Driver E Com                                 -                 1
                Asisten Driver                               -                 1
                Factory Finance                              1                 -
                Operator                                     -                17
                Teknisi                                      2                 -
                Manager HRD                                  1                 -
                Teknisi CNC                                  1                 -
                PJT Produksi                                 2                 -
                Kepala Gudang                                1                 -
                Manager Marketing                            1                 -
                Marketing                                    2                 -
                Kepala Teknisi                               1                 -
                Quality Control                              -                24
                Resepsionis                                  -                 1
                Admin Produksi                               -                 2
                Admin Gudang                                 -                 1
                Admin Penjualan                              1                 -
                                                            30                52
                     Total Tenaga Kerja
                                                                       82
              Sumber: Manajemen


        Kemudian, kegiatan usaha beroperasi 6 (enam) hari dalam satu minggu dengan jam kerja
        office dan produksi sebagai berikut:

        1. Jadwal Shift Produksi HMI 1 – Leuwigajah (Lokasi Pabrik 1/Penambahan
           Kegiatan Usaha)
           Jumlah Karyawan: 19 orang
           Dibagi 2 Grup:



Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk           VII - 3
Page 64
            a. Grup Assembling                    15 orang
               Jumlah Shift Grup Asembling        2 shift - Pagi (06:00-14:00) & Siang (14:00-22:00)
               Per Shift                          8 orang & 7 orang

            b. Grup CNC
               Jumlah Shift Grup CNC              1 shift - Pagi (08:00-16:00)
               Per Shift                          4 orang

        2. Jadwal Shift Produksi HMI 2 – Nanjung (Lokasi Pabrik 2 dan Kantor Pusat)
           Jumlah Karyawan : 20 orang
           Jumlah Shift     : 2 Shift - Pagi (06:00-14:00) & Siang (14:00-12:00)
           Per Shift        : 10 orang

        Berdasarkan informasi dari Manajemen, dalam hal rencana penambahan kegiatan usaha ini,
        produk yang akan dihasilkan memiliki alur proses produksi yang cukup sederhana. Perseroan
        belum merencanakan adanya penambahan tenaga kerja pada divisi produksi maupun tenaga
        ahli profesional dalam bidang pembuat program CNC dan elektromedik dari yang telah
        dimiliki saat ini, karena Perseroan telah memiliki staf yang kompeten dalam kegiatan
        operasionalnya sehingga belum dibutuhkan penambahan tenaga kerja. Perseroan hanya
        perlu mengadakan pelatihan internal untuk meningkatkan pengetahuan dan kesigapan
        tenaga kerja dalam melakukan tugasnya.

        Adapun tanggung jawab pada setiap posisi/jabatan tenaga kerja dalam Perseroan adalah
        sebagai berikut:

        1. Komisaris Utama, melakukan pengawasan segala pelaksanaan dan tanggung jawab
           direksi, Memastikan bahwa perusahaan telah melakukan praktik good corporate
           governance, Memberi nasihat atau arahan kepada direksi sesuai kepentingan dan tujuan
           perusahaan.
        2. Direktur Keuangan, mendorong perencanaan keuangan perusahaan dengan
           menganalisis kinerja dan risikonya, mempertanhankan kesadaran terus-menerus posisi
           keuangan perusahaan dan bertindak untuk mencegah masalah.
        3. Direktur     Operasional,       Merencanakan,      mengkoordinasikan,     mengarahkan,
           mengendalikan, menerapkan dan mengevaluasi aspek-aspek agronomi dan keseluruhan
           proses operasi agribisnis Perseroan.
        4. Factory Manager, meningkatkan produksi, kapasitas aset, dan fleksibilitas sekaligus
           meminimalkan biaya yang tidak perlu dan mempertahankan standar kualitas saat
           ini. Tanggung jawab atas hasil produksi, kualitas produk dan pengiriman tepat waktu.
        5. HRD Manager, memaksimalkan produktivitas karyawan dan melindungi perusahaan
           dari masalah apa pun yang mungkin timbul dalam angkatan kerja.
        6. Marketing Manager, memahami pasar dan perilaku konsumen, mengembangkan
           strategi pemasaran yang efektif, dan memastikan bahwa produk atau jasa yang
           ditawarkan oleh perusahaan dapat diterima oleh pasar dan memenangkan persaingan.
        7. Audit Internal, melaksanakan pemeriksaan dan penilaian efisiensi dan efektivitas di
           bidang operasional, keuangan, akuntansi, sumber daya manusia dan kegiatan lainnya.
        8. Marketing, menghasilkan pemasukan bagi perusahaan dengan cara melakukan
           penjualan dan penawaran terhadap produk yang telah dihasilkan oleh perusahaan.


Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                   VII - 4
Page 65
        9. Finance Factory, Menyusun laporan keuangan, mengelola kegiatan investasi, dan
            membuat strategi jangka pendek atau jangka panjang demi mencapai tujuan
            perusahaan.
        10. PPIC, membuat rencana yang berhubungan dengan pengadaan bahan berdasarkan
            perkiraan dan data yang diperoleh serta melacak kondisi persediaan barang, baik yang
            sudah atau yang akan diproduksi.
        11. PJT Produksi, memimpin dan mengarahkan fungsi pemastian mutu, pengawasan
            mutu, proses produksi dan pengembangan serta kepatuhan terhadap peraturan
            pemerintah dan CPAKB.
        12. Admin Keuangan, mengelola administrasi keuangan perusahaan seperti eksekusi
            pembayaran pajak, gaji, hingga tagihan.
        13. Akunting, emastikan bahwa semua transaksi keuangan dimasukkan dengan benar ke
            dalam buku besar dan laporan keuangan.
        14. Digital Marketing, menggunakan media digital sebagai upaya dalam kegiatan
            pemasaran, periklanan, dan promosi untuk mencapai tujuan perusahaan.
        15. Kepala Gudang, merencanakan, mengkoordinasi, mengontrol serta dapat
            mengevaluasi semua kegiatan berupa penerimaan, penyimpanan dan persediaan stok
            barang yang akan didistribusikan kepada konsumen
        16. Kepala Shift,        memimpin team produksi, memantau proses produksi, membuat
            jadwal kerja shift, memimpin regu produksi dan membuat laporan hasil proses produksi.
        17. Teknisi, melakukan kegiatan yang meliputi pemasangan, perbaikan, dan pengecekan
            serta pemeliharaan mesin produksi.
        18. Office Boy, membersihkan meja, lantai, jendela, dan peralatan kantor, mengurus
            sampah, menyediakan air minum dan kopi, mengantar surat dan dokumen, serta
            membantu pekerja kantor lainnya.
        19. Driver, merawat, memeriksa kelengkapan dan kondisi kendaraan agar dalam kondisi
            baik untuk di operasikan dan memastikan proses pengiriman barang dan lainnya sesuai
            dengan prosedur atau surat jalan.
        20. Admin Produksi, menyusun dan mencatat data produksi, yang biasanya meliputi
            catatan dan laporan volume produksi, konsumsi bahan baku, kontrol kualitas, dan aspek
            lainnya.
        21. IT, bertanggung jawab untuk instalasi, evaluasi dan peningkatan terhadap tiga objek
            utama yaitu komputer, software, dan pengembangan sistem jaringan atau network
            system.
        22. Secretary Corporate, memastikan tercapainya peningkatan citra Perusahaan melalui
            pengelolaan komunikasi perusahaan dengan pihak internal dan eksternal;
            mengadministrasikan dokumen Perusahaan; membina hubungan antar lembaga;
            menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan hukum korporasi.
        23. Engineering CNC, mengelola dan mengoperasikan computer numerical control (CNC)
            untuk memproduksi berbagai produk berkualitas tinggi. Dan memantau mesin CNC
            secara terus-menerus untuk memastikan proses produksi dapat berjalan lancar.
        24. Resepsionis, menjembatani informasi antara manajemen perusahaan dan tamu,
            Melayani tamu perusahaan yang berkunjung dan Mencatat data tamu yang berkunjung
            setiap hari.
        25. Admin Gudang, bertanggung jawab terhadap semua barang yang ada di dalam
            gudang baik dalam hal perawatan, melacak sisa inventaris, dan bertanggung jawab
            terhadap proses bongkar muat barang.


Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk               VII - 5
Page 66
        26. Quality Control, melakukan pengujian pada produk agar kualitas dan kuantitasnya
            sesuai dengan standar.
        27. Operator, mengoperasikan mesin-mesin dan peralatan lainnya yang ada di pabrik agar
            proses produksi berjalan sesuai dengan prosedur perusahaan, serta memenuhi standar
            keamanan, kesehatan, dan keselamatan pekerja.
        28. Quality Inspector, mengontrol seluruh proses pembuatan produk mulai dari awal
            pembuatannya hingga produk selesai diproduksi.

7.3     Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property)

        Manajemen hak atas kekayaan intelektual adalah pengelolaan dan pengaturan penggunaan
        gagasan-gagasan dan ekspresi yang diciptakannya oleh sumber daya manusia yang dimiliki
        untuk jangka waktu tertentu. Dalam pengelolaan hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki
        sumber daya manusia diharapkan akan lahirnya inovasi-inovasi baru yang muaranya
        bertujuan untuk mengefisienkan dan mengefektifkan pekerjaan.

        Dalam kaitannya dengan hal ini, Perseroan akan memastikan sumber daya manusia memiliki
        kompetensi teknis yang diperlukan. Usaha untuk melindungi kekayaan intelektual, Perseroan
        sudah memiliki sertifikat merek PT Hetzer Medical Indonesia “EVO Plusmed” yang
        beralamat di Jl. Mahar Martanegara No. 106, RT. 005 RW. 014, Kel. Cigugur Tengah, Kota
        Cimahi, Jawa Barat, Indonesia yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
        Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana tercantum dalam sertifikat tersebut, perlindungan
        atas merek tersebut diberikan untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak tanggal
        penerimaan dan jangka waktu tersebut dapat diperpanjang.

7.4     Manajemen Risiko

        Dengan mempertimbangkan aktivitas bisnis Perseroan yang terus meningkat, serta potensi
        pasar yang semakin besar, Perseroan menyadari bahwa kegiatan usaha Perseroan tidak
        terlepas dari berbagai risiko. Oleh karena itu, Perseroan melaksanakan peninjauan tehadap
        sistem manajemen risiko untuk mengelola setiap kegiatan yang memiliki potensi
        menimbulkan risiko secara menyeluruh, optimal, dan berkesinambungan demi menjaga agar
        bisnis Perseroan berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya.

        Profil risiko dan langkah mitigasi yang telah ditentukan oleh Perseroan adalah sebagai
        berikut:

        1. Risiko Persaingan Usaha
           Salah satu strategi Perseroan untuk memitigasi risiko persaingan usaha adalah dengan
           melakukan inovasi produk dan selalu mengutamakan kepuasan pelanggan agar dapat
           mempertahankan pelanggan Perseroan. dengan inovasi yang terus-menerus dilakukan
           Perseroan, diharapkan target pasar dari Perseroan mengalami peningkatan. Perseroan
           juga melakukan penjuallan di berbagai marketplace seperti Tokopedia, Shoppe,
           Bukalapak, dan lain-lain untuk memastikan semakin banyak calon konsumen yang
           menggunakan produk Perseroan.




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                VII - 6
Page 67
        2. Risiko Ketersediaan Bahan Baku
           Perseroan tidak akan bergantung pada satu supplier saja untuk pengadaan bahan baku
           produksi Perseroan. apabila salah satu supplier Perseroan tidak dapat memenuhi
           permintaan bahan baku dari Perseroan, maka Perseroan memiliki beberapa alternatif
           supplier untuk bahan baku tersebut.

        3. Risiko Gangguan atau Kerusakan Pada Fasilitas Produksi
           Fasilitas produksi sewaktu-waktu dapat mengalami gangguan atau kerusakan. Perseroan
           melakukan kontrol rutin terhadap fasilitas produksi milik Perseroan. Selain itu, Perseroan
           menjalin relasi yang baik dengan produsen mesin produksi, sehingga dapat mengatasi
           dengan cepat apabila terjadi kerusakan atau gangguan.

        4. Risiko Perubahan Teknologi
           Perseroan akan senantiasa menyesuaikan dengan perkembangan teknologi terkini untuk
           dapat tetap memberikan kualitas produk yang terbaik

        5. Risiko yang Berhubungan dengan Ketenagakerjaan
           Perseroan selalu menjalin hubungan yang baik dengan seluruh karyawannya dengan
           memperhatikan ketentuan perundangundangan yang berlaku. Perseroan juga akan
           selalu memperhatikan kesejahteraan seluruh karyawan.

        6. Risiko Kondisi Perekonomian Secara Makro atau Global
           Apabila terjadi penurunan permintaan akibat kondisi perekonomian makro atau global,
           Perseroan akan senantiasa memberikan penawaran yang menarik kepada pelanggan
           Perseroan, sehingga dapat menguntungkan kedua belah pihak.

        7. Risiko Tuntutan atau Gugatan Hukum
           Perseroan menerapkan prinsip GCG dan memiliki tim legal yang kompeten di bidangnya.
           Perseroan akan senantiasa menjaga hubungan baik dengan semua pihak untuk
           meminimalisir munculnya tuntutan atau gugatan hukum.

7.5     Kesimpulan Analisa Kelayakan Model Manajemen

        Berdasarkan struktur organisasi, jumlah karyawan, dan manajemen risiko Perseroan, maka
        secara umum hal tersebut telah cukup mendukung operasional kerja perusahaan dalam
        rencana penambahan kegiatan usaha, sehingga dapat disimpulkan secara pola bisnis layak
        untuk dilaksanakan.




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                   VII - 7
Page 68
                                             BAB VIII
                                      ASPEK KEUANGAN


8.1     Rencana Perseroan

        PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah sebuah perusahaan yang mengawali kegiatan
        bisnisnya sebagai manufaktur alat kesehatan. Komoditas yang dihasilkan adalah masker
        kesehatan, bouffant cap, stetoskop dan tensimeter. Saat ini Perseroan berencana untuk
        melakukan penambahan kegiatan usahanya berupa kursi roda, tiang infus, bak instrumen,
        dan tensimeter digital.

        Mengenai penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan Perseroan, diharapkan
        produktivitas Perseroan dapat meningkat. Untuk menjalankan rencana usaha tersebut,
        Perseroan memerlukan adanya tambahan pengeluaran dari penambahan kegiatan usaha
        untuk mendanai proyek ini.

8.2     Metodologi Analisa

        Metodologi dilakukan dengan membandingkan keuntungan ekonomis yang dapat diperoleh
        dari rencana penambahan kegiatan usaha berupa penghematan biaya, peningkatan
        pendapatan dari adanya sumber pendapatan yang baru melalui perbandingan dengan
        pengorbanan ekonomis atas rencana penambahan kegiatan usaha berupa rencana investasi
        yang dilakukan.

8.3     Cut Off Date dalam Analisa

        Dalam melakukan analisa studi kelayakan penambahan kegiatan usaha Perseroan, kami
        menggunakan cut off date 31 Maret 2024 di mana batas tersebut diambil atas dasar
        pertimbangan kepentingan dan tujuan dilaksanakan studi kelayakan.

8.4     Arus Kas Bersih yang Digunakan

        Untuk melakukan analisis keuangan dalam studi kelayakan dengan menggunakan metode
        diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga) pilihan pendapatan ekonomi untuk didiskonto yaitu
        dividen, arus kas bersih (AKB) untuk ekuitas (free cash flow to equity), dan AKB untuk kapital
        (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk perusahaan (free cash flow to firm).

        Dalam studi kelayakan, pendapatan ekonomi yang akan didiskonto dalam analisis kelayakan
        adalah AKB untuk kapital. Pemilihan arus kas bersih untuk kapital yang digunakan sebagai
        basis perhitungan kelayakan didasarkan pada kondisi proyeksi perusahaan yang
        mencerminkan kondisi struktur kapital yang cukup volatile (yang terlihat dari pergerakan debt
        yang berubah selama periode proyeksi).




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                  VIII - 1
Page 69
        Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari kewajiban
        penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk mempertahankan
        operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan untuk penggantian ( reserve for
        replacement), modal kerja, dan untuk pertumbuhan melalui penyediaan dana tambahan
        pengeluaran barang modal, yang dihitung sebagai berikut:

                Laba (rugi) setelah pajak
        +       Bunga setelah pajak
        +       Penyusutan
        –       Capex
        –       Kenaikan (atau + penurunan) modal kerja bersih
        =       Arus kas bersih untuk kapital


8.5     Penetapan Tingkat Diskonto

        Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas

        Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset
        Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko
        ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham, dengan
        menggunakan persamaan sebagai berikut:


                                     k e = R f + (   RPm ) - RBDS
         di mana:
         Ke     :     Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya modal
                      ekuitas/saham biasa
         Rf      :    Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk free rate)
         β       :    Beta
         RPm     :    Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk premium)
         RBDS    :    Rating Based Default Spread

        Tingkat Suku Bunga Bebas Risiko (Rf)

        Adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki
        kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah
        tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang (SUN). Sesuai dengan cut off date
        studi kelayakan per 31 Maret 2024, tingkat suku bunga bebas risiko yang digunakan yaitu
        per 31 Maret 2024 yang merupakan obligasi pemerintah RI dalam mata uang rupiah dengan
        tenor 30 tahun. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI)
        maka yield SUN yang digunakan adalah 6,97%.




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                   VIII - 2
Page 70
        Equity Risk Premium (RPm)

        Adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat balikan investasi
        dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity risk premium adalah dengan memasukkan
        premi untuk risiko spesifik Negara (country-specific risk premiums) seperti votalitas harga
        saham untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
        risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan
        sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang ( emerging market).

        Equity Risk Premium (Rpm) ditentukan menggunakan rujukan dari hasil Damodaran per
        Januari 2024 dengan risk premium untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia adalah
        sekitar 7,38%. Dengan Rating Based Default Spread sebesar 2,07%.

        Beta (β)

        Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan
        dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.

        Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai kami menggunakan unlevered beta sebesar 1,06
        yang diperoleh dari rata-rata perusahaan pembanding dari perusahaan yang bergerak dalam
        bidang usaha Healthcare Product untuk negara-negara berkembang yang kami peroleh dari
        hasil riset Aswath Damodaran Januari 2024.

        Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk
        menghitung cost of equity Perseroan, di mana beta tersebut dihitung dari rata-rata
        unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-
        masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda
        akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh leverage yang ada
        di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.

        Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini
        kemudian di-relevered dengan tingkat leverage pasar pada industri sejenis untuk
        memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto Perseroan tersebut dengan formula
        sebagai berikut:


                               L= U  (1 + (1 − T )  DER )
                              βL = 1,06 X (1+(1-22%) X 4,92%)
                                 = 1,10



            Di mana:
            βL    :     Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
                        secara objektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
                        pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
                        portofolio pasar dengan pengaruh utang.
            ΒU     :    Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
                        secara objektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                  VIII - 3
Page 71
                        pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
                        portofolio pasar tanpa pengaruh utang.
            DER    :    Debt to Equity Ratio
            T      :    Tax, Tingkat Pajak


        Sama halnya dengan data unlevered beta, data DER juga diperoleh dari rata-rata
        perusahaan pembanding dari perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha Healthcare
        Products untuk negara-negara berkembang yang kami peroleh dari hasil riset Aswath
        Damodaran yang dikeluarkan Januari 2024. Dari data tersebut nilai DER adalah 4,92%.
        Dengan memasukkan persamaan di atas, diperoleh nilai βL sebesar 1,10.

        Cost of Equity (Ke)

        Pada perhitungan WACC, digunakan data yang bersumber dari Damodaran, di mana data
        yang digunakan adalah Total Equity Risk Premium yang juga telah mempertimbangkan
        risiko, maka diperlukan penyesuaian pada CAPM dengan memperhatikan Rating Based
        Default Spread dari Damodaran di mana Cost of Equity dikurangkan dengan Rating Based
        Default Spread sebesar 2,07%, sehingga biaya modal ekuitas Perseroan adalah sebagai
        berikut:

                              Figur 8.1 Cost of Equity/Biaya Modal Ekuitas

                                   URAIAN                                PERSENTASE
                  Tingkat Bunga Bebas Risiko                                           6,97%
                  Risk Premium                                                         7,38%
                  Beta                                                                   1,10
                  RBDS                                                                 2,07%
                  Biaya Modal untuk Ekuitas                                           13,05%


        Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC - Weighted Average Cost of Capital)

        Dalam menghitung analisa studi kelayakan Perseroan dilakukan dengan mendiskonto tingkat
        kembalian terhadap keseluruhan modal, maka tingkat diskonto yang digunakan adalah
        tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
        pinjaman jangka panjang maupun yang berasal dari penyertaan.

        Penentuan posisi tingkat leverage yang optimal adalah mencari titik dimana tambahan
        penghematan pajak yang berasal dari tambahan utang akan sama dengan tambahan biaya
        bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan keseluruhan
        utang.

        Dalam analisa studi kelayakan ini, untuk biaya bunga untuk utang digunakan tingkat bunga
        pinjaman investasi yang diberikan dari Bank Persero dalam mata uang Rupiah periode Maret
        2024, yaitu 9,47%. Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya modal pada
        Desember 2022 sampai akhir proyeksi sebesar 7,39%, dengan tarif pajak (T) 22%, dengan
        perhitungan sebagai berikut:

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                     VIII - 4
Page 72
                                   Kd             :      i*(1-T)
                                   Kd             :      9,47% x (1-22%)
                                   Kd             :      7,39%


        Untuk kepentingan analisa studi kelayakan, komposisi pendanaan dihitung berdasarkan
        kinerja perbandingan interest bearing debt dengan ekuitasnya, dimana komposisi struktur
        permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti struktur permodalan pasar dari hasil riset
        Aswath Damodaran. Dengan demikian struktur utang sebesar 4,69%, sedangkan sisanya
        yaitu sebesar 95,31% akan dipenuhi dengan modal sendiri. Dengan mempertimbangkan
        faktor-faktor di atas dan kekuatan/kelebihan serta risiko yang dihadapi, kami berpendapat
        bahwa tingkat diskonto sebesar 12,79% untuk Perseroan adalah wajar untuk mendiskonto
        arus kas bersih dengan perhitungan sebagai berikut:

                           Figur 8.2 Weighted Average Cost of Capital (WACC)

                      Keterangan             Komposisi          Biaya Modal      Rata-rata
            Utang                               4,69%               7,39%         0,35%
            Ekuitas                            95,31%              13,05%         12,44%
                                          WACC                                    12,79%


8.6     Proyeksi Keuangan

        Perhitungan analisis keuangan dalam studi kelayakan dilakukan dengan metode diskonto arus
        kas yang didasarkan pada proyeksi keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan. Kami
        telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi tersebut agar dapat menggambarkan kondisi
        operasi dan kinerja Perseroan dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian
        yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.

        Analisa proyeksi disusun sampai 2029 dengan pertimbangan untuk melihat apakah rasio IRR,
        NPV dan Payback Period masih dalam jangka waktu yang bankable (dibawah 6 tahun). Selain
        itu, mengacu pada POJK 35 Pasal 87 dan SPI 330 Poin 5.28 disebutkan bahwa proyeksi
        keuangan wajib disajikan minimal 5 tahun ke depan untuk perusahaan dengan asumsi going
        concern.

        Selama periode proyeksi, diasumsikan tidak ada perubahan pada peraturan perpajakan.
        Selain itu juga diasumsikan tidak ada perubahan pada manajemen dan kebijakan akuntansi.




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                  VIII - 5
Page 73
8.6.1   Biaya Pendirian (Start up Costs)/Biaya Investasi

        Berikut adalah rincian biaya investasi yang akan ditambahkan dalam rencana penambahan
        kegiatan usaha:

                                Figur 8.3 Biaya Investasi Penambahan Kegiatan Usaha

                                                                                     Quantity                       Total Investment
          No.                                  Item                                           Price          (Rp)
                                                                                      (Pcs)                                (Rp)

           A FASILITAS
              1. Kendaraan                                                                                               162.827.460
              2. Penambahan Signage Ruang Produksi, Ruang Uji dan Gudang                1 loot         2.500.000           2.500.000
              3. Meja Pengujian Produk (Customize)                                      2 unit        12.500.000          25.000.000

                                    Total Penambahan Fasilitas                                                           190.327.460
           B PERALATAN PABRIK
              1. Mesin CNC (Computer Numerical Control )                                3 unit                         4.011.498.688
              2. Mesin Jahit                                                            5 unit         1.500.000           7.500.000
              3. Pengadaan Tool Kit; Alat Bantu Pemeriksaan Komponen, Perakitan
                 Komponen, dan Pengemasan Produk                                         1 set         7.500.000           7.500.000
                                Total Penambahan Peralatan Pabrik                                                      4.026.498.688
           C LAIN-LAIN
              1. Perizinan                                                                                               150.000.000
              2. Biaya Sewa Tanah dan Bangunan                                                                           986.126.938

                                            Total Lain-lain                                                            1.136.126.938
                Aset tetap yang sudah di investasikan                                                                  5.160.453.086
                Kekurangan investasi                                                                                     192.500.000
                                                    TOTAL BIAYA INVESTASI                                              5.352.953.086
         Sumber: Manajemen


8.6.2   Modal kerja

        Modal kerja adalah ukuran likuiditas suatu perusahaan, termasuk efisiensi operasional dan
        kesehatan keuangan dalam jangka pendek yang merujuk pada perbedaan aset lancar
        perusahaan dan kewajiban yang ditanggung dalam periode berjalan. Modal Kerja Bersih/Net
        Working Capital (NWC) adalah selisih jumlah aset lancar/current assets (CA) dikurangi
        liabilitas lancar/current liabilities (CL).

        Modal Kerja Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

        Figur berikut menunjukkan proyeksi modal kerja penambahan kegiatan usaha Perseroan
        mulai tahun 2024 sampai dengan tahun 2029:

                       Figur 8.4 Modal Kerja Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan
                                                                                                                     Dalam Rupiah
               Keterangan             2024             2025             2026             2027             2028             2029
        Aset Lancar                7.294.091.920    8.769.322.011    9.682.271.070   10.642.752.360   11.652.816.076   12.714.593.259
        Utang Lancar              (8.674.775.760) (10.429.249.157) (11.515.008.489) (12.657.297.331) (13.858.553.956) (15.121.312.784)
        Modal Kerja Bersih        (1.380.683.840) (1.659.927.146) (1.832.737.419) (2.014.544.971) (2.205.737.880) (2.406.719.525)
        Perubahan Modal Kerja     (1.380.683.840)    (279.243.307)    (172.810.273)    (181.807.552)    (191.192.909)    (200.981.646)




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                                              VIII - 6
Page 74
8.6.3   Sumber Pembiayaan

        Total biaya investasi untuk rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan sebesar
        Rp5.352.953.086 yang meliputi kendaraan, Mesin CNC (Computer Numerical Control), Biaya
        Sewa Tanah dan Bangunan sebesar Rp5.160.453.086 sudah dilakukan investasi awal oleh
        Perseroan.

        Sedangkan sisanya sebesar Rp192.500.000 rencananya akan diinvestasikan pada kuartal IV
        (empat) 2024. Berdasarkan laporan audit Perseroan per 31 Maret 2024, kas dan setara kas
        Perseroan dibukukan sebesar Rp656.592.056, sehingga masih mencukupi untuk mendanai
        rencana penambahan investasi tersebut.

8.6.4   Biaya Operasional (Beban Usaha)

        Beban operasional/beban penambahan kegiatan usaha terdiri dari biaya gaji staf, biaya
        listrik, biaya service & maintenance, biaya ATK & RTK (Alat Tulis Kantor & Rumah Tangga
        Kantor), biaya legal, dan penyusutan. Adapun rincian proyeksi beban usaha mulai tahun
        2024 sampai dengan tahun 2029 sebagai berikut:

         Figur 8.5 Beban Operasional (Beban Usaha) Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan
                                                                                                                                    Dalam Rupiah
                                         PROJ              PROJ               PROJ               PROJ               PROJ                PROJ
                KETERANGAN                2024               2025               2026               2027               2028                2029
                                        Sept-Des           Jan-Des            Jan-Des            Jan-Des            Jan-Des             Jan-Des
        Beban Usaha                    (445.649.719)    (1.359.766.949)    (1.383.280.683)    (1.407.511.586)    (1.429.773.199)     (1.440.088.061)
         Gaji Staff                    (142.994.182)      (442.066.514)      (455.549.542)      (469.443.803)      (483.761.839)       (498.516.575)
         Biaya Listrik                   (50.380.589)     (155.751.589)      (160.502.013)      (165.397.324)      (170.441.943)       (175.640.422)
         Biaya Service & Maintenance     (30.000.000)       (92.745.000)       (95.573.723)       (98.488.721)     (101.492.627)       (104.588.152)
         Biaya ATK & RTK                  (6.000.000)       (18.549.000)       (19.114.745)       (19.697.744)       (20.298.525)        (20.917.630)
         Biaya Legal                     (20.000.000)       (61.830.000)       (63.715.815)       (65.659.147)       (67.661.751)        (69.725.435)
         Penyusutan & Amortisasi       (196.274.949)      (588.824.846)      (588.824.846)      (588.824.846)      (586.116.513)       (570.699.846)


8.6.5   Biaya Bahan Baku Mentah

        Biaya bahan baku penambahan kegiatan usaha terdiri dari biaya komponen, upah karyawan
        serta biaya kemasan dan label dengan rincian sebagai berikut:

                                  Figur 8.6 Rincian Harga Pokok Penjualan per Produk

                                                           BIAYA              BIAYA KEMASAN
         NO               NAMA PRODUK                                                         Upah Karyawan                    HPP PRODUK
                                                         KOMPONEN                 & LABEL
          1   Kursi Roda (Wheelchair)                   Rp    379.500         Rp       12.500 Rp        837                  Rp          392.837
          2   Tiang Infus (Infusion Stand)              Rp     94.875         Rp        9.000 Rp        837                  Rp          104.712
          3   Bak Instrumen (Instrument Tray)           Rp     43.000         Rp        3.200 Rp        837                  Rp           47.037
          4   Tensimeter Digital (Digital Sphy.)        Rp    118.450         Rp        2.500 Rp        837                  Rp          121.787




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                                                           VIII - 7
Page 75
        Adapun rincian biaya komponen adalah sebagai berikut:

        1. Kursi Roda
                                                JUMLAH ORDER
              NO      NAMA KOMPONEN                                  HARGA SATUAN
                                                   AWAL
               1    Body Frame Full Set             2.835                     144.375
               2    Rear Wheels                     2.835                      70.125
               3    Front Caster                    2.835                      41.250
               4    Foot Rest                       2.835                      24.750
               5    Leg Rest                        2.835                      16.500
               6    Seat                            2.835                      41.250
               7    Back Rest                       2.835                      41.250
                                                                    Rp        379.500
        2. Tiang Infus

                                                JUMLAH ORDER
              NO      NAMA KOMPONEN                                  HARGA SATUAN
                                                   AWAL
               1    Hanger                          2.100                       9.875
               2    Adjustable Pole                 2.100                      42.500
               3    Spider Leg Wheel                2.100                      42.500
                                                                    Rp         94.875
        3. Bak Instrumen
                                                JUMLAH ORDER
              NO      NAMA KOMPONEN                                  HARGA SATUAN
                                                   AWAL
               1    Cap                             8.400                      17.500
               2    Body                            8.400                      25.500
                                                                    Rp         43.000
        4. Tensimeter Digital

                                                JUMLAH ORDER
              NO      NAMA KOMPONEN                                 HARGA SATUAN
                                                   AWAL
               1    Cuff Set                        4.800                      11.200
               2    Body Casing Set                 4.800                      24.750
               3    PCB Circuit Set                 4.800                      49.500
               4    LCD Screen                      4.800                      33.000
                                                                    Rp        118.450

        Biaya bahan baku diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar 3,05% per tahun yang
        didasari oleh kenaikan inflasi per Maret 2024 (yoy) sampai akhir tahun proyeksi.




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk             VIII - 8
Page 76
8.6.6       Proyeksi Keuangan
            Figur berikut menunjukkan proyeksi laba rugi penambahan kegiatan usaha mulai tahun 2024
            sampai dengan tahun 2029.

                               Figur 8.7 Proyeksi Laba Rugi Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                                                                                           Dalam Rupiah
                                            PROJ                PROJ                PROJ                PROJ                PROJ                PROJ
               KETERANGAN                     2024                2025                2026                2027                2028                2029
                                            Sept-Des            Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des
PENJUALAN BERSIH                        14.088.000.000      50.811.894.000      56.101.775.108      61.667.071.198      67.519.661.674      73.671.894.376
 Kursi Roda                               6.804.000.000     24.540.327.000      27.095.150.329      29.782.989.241      32.609.581.064      35.580.889.362
 Tiang Infus                              1.260.000.000       4.544.505.000       5.017.620.431       5.515.368.378       6.038.811.308       6.589.053.586
 Bak Instrumen                            2.184.000.000       7.877.142.000       8.697.208.748       9.559.971.855     10.467.272.934      11.421.026.215
 Tensimeter Digital                       3.840.000.000     13.849.920.000      15.291.795.600      16.808.741.724      18.403.996.368      20.080.925.213
                                             TRUE                TRUE                TRUE                TRUE                TRUE                TRUE
BEBAN POKOK PENJUALAN                   (9.253.094.144)    (33.373.597.303)    (36.848.027.165)    (40.503.351.460)    (44.347.372.660)    (48.388.200.910)
 Kursi Roda                              (4.454.769.730)   (16.067.240.723)    (17.739.955.248)    (19.499.758.808)    (21.350.407.793)    (23.295.806.715)
 Tiang Infus                               (879.579.429)     (3.172.423.107)     (3.502.695.013)     (3.850.162.358)     (4.215.566.829)     (4.599.679.360)
 Bak Instrumen                           (1.580.437.718)     (5.700.243.738)     (6.293.679.827)     (6.918.012.866)     (7.574.575.524)     (8.264.753.024)
 Tensimeter Digital                      (2.338.307.267)     (8.433.689.736)     (9.311.697.078)   (10.235.417.428)    (11.206.822.513)    (12.227.961.812)
LABA KOTOR                                4.834.905.856     17.438.296.697      19.253.747.942      21.163.719.738      23.172.289.015      25.283.693.466

Beban Usaha                               (445.649.719)     (1.359.766.949)     (1.383.280.683)     (1.407.511.586)     (1.429.773.199)     (1.440.088.061)
 Gaji Staff                               (142.994.182)       (442.066.514)       (455.549.542)       (469.443.803)       (483.761.839)       (498.516.575)
 Biaya Listrik                              (50.380.589)      (155.751.589)       (160.502.013)       (165.397.324)       (170.441.943)       (175.640.422)
 Biaya Service & Maintenance                (30.000.000)        (92.745.000)        (95.573.723)        (98.488.721)      (101.492.627)       (104.588.152)
 Biaya ATK & RTK                             (6.000.000)        (18.549.000)        (19.114.745)        (19.697.744)        (20.298.525)        (20.917.630)
 Biaya Legal                                (20.000.000)        (61.830.000)        (63.715.815)        (65.659.147)        (67.661.751)        (69.725.435)
 Penyusutan & Amortisasi                  (196.274.949)       (588.824.846)       (588.824.846)       (588.824.846)       (586.116.513)       (570.699.846)
LABA (RUGI) USAHA                        4.389.256.137     16.078.529.748      17.870.467.259      19.756.208.152      21.742.515.816       23.843.605.406

Pendapatan lain-lain                                -                   -                   -                   -                   -                   -
Beban lain-lain                                     -                   -                   -                   -                   -                   -
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN    4.389.256.137     16.078.529.748      17.870.467.259      19.756.208.152      21.742.515.816       23.843.605.406
Pajak                                     (965.636.350)     (3.537.276.544)     (3.931.502.797)     (4.346.365.793)     (4.783.353.479)     (5.245.593.189)
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN        3.423.619.787     12.541.253.203      13.938.964.462      15.409.842.358      16.959.162.336       18.598.012.216



            Proyeksi penjualan selama tahun proyeksi terus mengalami peningkatan dengan rata-rata
            peningkatan sebesar 11,83% mulai tahun 2025 hingga 2029, kemudian persentase rata-rata
            beban pokok penjualan terhadap penjualan diproyeksikan sebesar 65,68% selama tahun
            proyeksi (2024-2029).

            Laba kotor penambahan kegiatan usaha mengalami peningkatan rata-rata sebesar 11,83%
            selama tahun 2025-2029. Kemudian, beban usaha mengalami peningkatan secara perlahan
            pada setiap tahun proyeksi mengikuti dengan adanya kenaikan penjualan. Rata-rata
            persentase beban usaha terhadap penjualan selama tahun proyeksi (2024-2029) adalah
            sebesar 2,44%.

            Laba sebelum pajak mengalami peningkatan rata-rata sebesar 12,70% selama tahun 2025-
            2029, linear dengan peningkatan laba tahun berjalan yang juga terus mengalami
            peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 12,70%.

            Adapun hal yang mendasari proyeksi laba rugi penambahan kegiatan usaha adalah sebagai
            berikut:




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                                                                   VIII - 9
Page 77
           Utilisasi, Kuantitas, Harga Jual Produk

                        Figur 8.8 Proyeksi Pendapatan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

                     Keterangan       Satuan          2024             2025             2026             2027             2028             2029

    I.    PENJUALAN

          Bulan                                               4                12               12               12               12               12
          Hari Efektif/Bulan                                 24                24               24               24               24               24
          Hari Efektif/Tahun                                 96               288              288              288              288              288
                                                                              10%               5%               5%               5%               5%
          Utilitas Produksi                                  60%              70%              75%              80%              85%              90%
                                                                                                                       Kapasitas
          Quantity                                                                                                      Produksi
                                                                                                                       Maksimum
             Kursi Roda              Unit/Bulan           2.835            3.308            3.544            3.780            4.016            4.253
             Tiang Infus             Unit/Bulan           2.100            2.450            2.625            2.800            2.975            3.150
             Bak Instrumen           Unit/Bulan           8.400            9.800           10.500           11.200           11.900           12.600
             Tensimeter Digital      Unit/Bulan           4.800            5.600            6.000            6.400            6.800            7.200

          Growth                         %                                 3,05%            3,05%            3,05%            3,05%            3,05%
          Harga Jual
             Kursi Roda               Rp/Unit           600.000          618.300          637.158          656.591          676.618          697.254
             Tiang Infus              Rp/Unit           150.000          154.575          159.290          164.148          169.154          174.314
             Bak Instrumen            Rp/Unit            65.000           66.983           69.025           71.131           73.300           75.536
             Tensimeter Digital       Rp/Unit           200.000          206.100          212.386          218.864          225.539          232.418

          Pendapatan
             Kursi Roda              Rp/ Tahun     6.804.000.000   24.540.327.000   27.095.150.329   29.782.989.241   32.609.581.064   35.580.889.362
             Tiang Infus             Rp/ Tahun     1.260.000.000    4.544.505.000    5.017.620.431    5.515.368.378    6.038.811.308    6.589.053.586
             Bak Instrumen           Rp/ Tahun     2.184.000.000    7.877.142.000    8.697.208.748    9.559.971.855   10.467.272.934   11.421.026.215
             Tensimeter Digital      Rp/ Tahun     3.840.000.000   13.849.920.000   15.291.795.600   16.808.741.724   18.403.996.368   20.080.925.213
          TOTAL PENDAPATAN           Rp/ Tahun    14.088.000.000   50.811.894.000   56.101.775.108   61.667.071.198   67.519.661.674   73.671.894.376

          Growth                         %                                 3,05%            3,05%            3,05%            3,05%            3,05%
    II.   BIAYA PRODUKSI
             Kursi Roda               Rp/Unit            392.837          404.818          417.165          429.889          443.000          456.512
             Tiang Infus              Rp/Unit            104.712          107.906          111.197          114.588          118.083          121.685
             Bak Instrumen            Rp/Unit             47.037           48.471           49.950           51.473           53.043           54.661
             Tensimeter Digital       Rp/Unit            121.787          125.501          129.329          133.274          137.339          141.527
          BIAYA PRODUKSI/TAHUN
             Kursi Roda              Rp/ Tahun     4.454.769.730   16.067.240.723   17.739.955.248   19.499.758.808   21.350.407.793   23.295.806.715
             Tiang Infus             Rp/ Tahun       879.579.429    3.172.423.107    3.502.695.013    3.850.162.358    4.215.566.829    4.599.679.360
             Bak Instrumen           Rp/ Tahun     1.580.437.718    5.700.243.738    6.293.679.827    6.918.012.866    7.574.575.524    8.264.753.024
             Tensimeter Digital      Rp/ Tahun     2.338.307.267    8.433.689.736    9.311.697.078   10.235.417.428   11.206.822.513   12.227.961.812
          TOTAL BIAYA PRODUKSI/HPP   Rp/Tahun      9.253.094.144   33.373.597.303   36.848.027.165   40.503.351.460   44.347.372.660   48.388.200.910



   • Harga jual produk diasumsikan sebagai berikut:
        - Kursi Roda         : Rp600.000
        - Tiang Infus        : Rp150.000
        - Bak Instrumen      : Rp65.000
        - Tensimeter Digital : Rp200.000
          Terdapat kenaikan harga jual yang diproyeksikan sebesar 3,05% setiap tahun yang didasari
          oleh kenaikan inflasi per Maret 2024 (yoy) sampai akhir periode proyeksi.

   • Hari efektif kerja diasumsikan 24 hari per bulan.

   • Sementara untuk utilisasi produksi meningkat secara bertahap mulai tahun 2024 hingga 2029
     yang masing-masing berurutan sebesar 60%, 70%, 75%, 80%, 85% dan 90% dengan
     mempertimbangkan adanya tingkat kekosongan, idle, atau service. Hal ini mengukur sejauh
     mana Perseroan dapat memanfaatkan kapasitas produksi atau output potensial yang dapat
     diproduksi.

Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                                                            VIII - 10
Page 78
8.6.7    Analisis Titik Impas

         Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak memperoleh
         laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas jika jumlah
         pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba kontribusi hanya dapat
         digunakan untuk menutup biaya tetap saja. BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai
         berikut:

          BEP =                        Total Biaya Tetap
                                1 - Total Biaya Variabel
                                        Pendapatan

         Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh BEP dalam Rupiah untuk masing-masing
         periode selama masa proyeksi. Nilai BEP dalam rupiah mencerminkan pendapatan minimal
         yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan BEP untuk Rupiah pada proyeksi rencana
         penambahan kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:

                     Figur 8.9 Analisis BEP Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan
                                                                                                                               Dalam Rupiah
                                                  PROJ              PROJ             PROJ             PROJ             PROJ             PROJ
                  Analisa BEP Proyek
                                                  2024              2025             2026             2027             2028             2029
         Penjualan                            14.088.000.000    50.811.894.000   56.101.775.108   61.667.071.198   67.519.661.674   73.671.894.376
         Beban Pokok Penjualan (Fixed Cost)    9.253.094.144    33.373.597.303   36.848.027.165   40.503.351.460   44.347.372.660   48.388.200.910
         Beban Usaha (Variable Cost)            445.649.719      1.359.766.949    1.383.280.683    1.407.511.586    1.429.773.199    1.440.088.061
         Break Even Point                     9.555.361.621     34.291.258.834   37.779.543.369   41.449.407.768   45.306.773.353   49.352.918.172




 8.6.8     Analisis Profitabilitas

          Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam
          usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait pendapatan. Jenis-
          jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa besar laba atau keuntungan
          yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai gambaran bagaimana Perseroan
          dalam usahanya mendapatkan laba terdapat pada figur berikut ini:

          Analisis Profitabilitas Penambahan Kegiatan Usaha

                                         Figur 8.10 Analisis Profitabilitas Kegiatan Usaha

                                                         PROJ           PROJ           PROJ            PROJ           PROJ            PROJ
            Analisa Profitabilitas Proyek
                                                         2024           2025           2026            2027           2028            2029
           Gross Profit                                  34,32%            34,32%       34,32%          34,32%         34,32%          34,32%
           Operating Profit                              31,16%            31,64%       31,85%          32,04%         32,20%          32,36%
           Net Profit                                    24,30%            24,68%       24,85%          24,99%         25,12%          25,24%
           Return on Equity                              39,01%            58,83%       39,54%          30,41%         25,08%          21,57%
           Return on Investment                          66,34%        243,03%         270,11%        298,61%         328,64%        360,39%



 Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                                                        VIII - 11
Page 79
        Dalam figur di atas, dapat terlihat bahwa profitabilitas Perseroan yang digambarkan dalam
        persentase laba kotor terhadap pendapatan ( gross profit margin), persentase laba operasi
        terhadap pendapatan (operating profit margin), persentase laba bersih terhadap pendapatan
        (net profit margin), ROE dan ROI menunjukkan bahwa Perseroan memiliki kemampuan
        dalam menghasilkan laba.

8.7     Analisis Kelayakan Investasi

        Untuk mengevaluasi kelayakan investasi pada Rencana Proyek sesuai SEOJK 17/2020
        digunakan 4 (empat) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR),
        Profitability Index (PI) dan Payback Period, yang didasarkan pada nilai kini arus kas bersih
        yang diproyeksikan hingga tahun 2029. Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari
        pengeluaran investasi dan manfaat bisnis yang digambarkan oleh proyeksi manfaat neto.

        Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai
        investasi. Dengan membandingkan antara total investasi yang dikeluarkan pada awal periode
        proyek dan total arus kas yang akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui nilai NPV
        yang dihasilkan oleh proyek tersebut. Jika nilai NPV positif maka investasi tersebut layak
        dilaksanakan sedangkan jika nilai NPV negatif, investasi tersebut sebaiknya tidak
        dilaksanakan.

        Nilai IRR mencerminkan besarnya tingkat bunga yang apabila digunakan untuk mendiskonto
        seluruh selisih kas masuk akan menghasilkan jumlah kas yang sama dengan jumlah
        investasi. IRR merupakan nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan
        sama dengan 0, yang artinya tingkat pengembalian dan risiko dari total investasi pada saat
        ini adalah sama dengan tingkat pengembalian dan risiko pasar. Sehingga apabila IRR proyek
        lebih besar dari WACC (Discount Rate), maka proyek ini layak dilaksanakan dan apabila IRR
        proyek lebih kecil dari WACC maka proyek ini sebaiknya tidak dilaksanakan.

        Untuk menganalisis keseluruhan profitabilitas dapat menggunakan Profitability Index (PI),
        dimana PI merupakan teknik penilaian investasi yang dihitung dengan membagi nilai
        sekarang dari arus kas bersih yang akan datang suatu proyek dengan nilai investasi awal
        yang dibutuhkan untuk proyek tersebut. Apabila PI yang dihasilkan dari suatu proyek sama
        dengan 1 maka arus kas dari proyek tidak menghasilkan nilai tambah, apabila PI lebih besar
        dari 1, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek menghasilkan nilai tambah bagi
        Perseroan, sedangkan apabila PI lebih kecil dari 1, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari
        proyek tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI suatu proyek
        maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1. Jika PI lebih besar dari 1, maka
        investasi tersebut dapat disimpulkan layak untuk dilaksanakan.

        Payback period atau periode pengembalian modal adalah waktu yang dibutuhkan untuk
        mencapai break even point atau titik impas. Payback Period menentukan berapa lama waktu
        yang diperlukan untuk menutup biaya awal yang terkait dengan investasi. Semakin pendek
        pengembalian maka investasi semakin diinginkan.

        Kelayakan dari Penambahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang
        diantisipasi di masa mendatang dengan Free Cash Flow To Firm yang selanjutnya
        dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Setelah dilakukan perhitungan untuk KBLI


Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                VIII - 12
Page 80
        baru didapatkan IRR yang sangat besar karena investasi untuk KBLI baru sangat rendah dan
        Perseroan tidak melakukan investasi tambahan pada tanah, bangunan maupun mesin.

        Kelayakan investasi penambahan kegiatan usaha dihitung dengan menggunakan empat
        indikator yaitu Net Present Value, Internal Rate of Return, Profitability Index (PI) dan Payback
        Period dengan ringkasan sebagai berikut:
          •   Net Present Value (NPV)                   : Rp50.044.103.706
          •   Internal Rate of Return (IRR)             : 161,30%
          •   Profitability Index (PI)                  : 8,71
          •   Payback Period                            : 2 tahun 1 bulan
          •   WACC                                      : 12,79%

        Berdasarkan analisa kelayakan di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi
        daripada WACC dan PI lebih dari 1, dengan demikian investasi tersebut layak.

8.8     Analisis Sensitivitas

        Analisis Sensitivitas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

        Untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya,
        maka berikut ini disajikan analisa sensitivitas terhadap kelayakan proyek, yaitu:

              •     Investasi naik dengan perubahan kondisi kenaikan 5,00%; 10,00%; dan 15,00%.
              •     Penjualan turun dengan perubahan kondisi penurunan 10,00%; 15,00%; dan
                    20,00%.
              •     Harga Pokok Penjualan naik dengan perubahan kondisi kenaikan 10,00%; 15,00%;
                    dan 20,00%.

        Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan proyek akan terlihat
        seperti figur di bawah ini:

         Figur 8.11 Analisis Sensitivitas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan

                                                          IRR            NPV            Profitability
                      Variable            Posisi                                                         Kesimpulan
                                                          %             Rupiah           Index (PI)
        Normal                                            161,30%     50.044.103.706             8,71      Layak
                                              10,00%      149,49%     49.510.469.492             8,03      Layak
        Investasi                             15,00%      144,27%     49.243.652.384             7,73      Layak
                                              20,00%      139,43%     48.976.835.277             7,45      Layak
                                              -10,00%      97,06%     20.435.442.775             4,12      Layak
        Penjualan                             -15,00%      52,19%      6.826.995.590             1,93      Layak
                                              -20,00%           n/a   (7.807.281.041)           (0,50)   Tidak Layak
                                              10,00%      121,80%     29.303.410.777             5,44      Layak
        Harga Pokok Penjualan                 15,00%       94,85%     18.192.325.279             3,68      Layak
                                              20,00%       55,41%      6.587.413.759             1,85      Layak




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk                                VIII - 13
Page 81
        Dari ketiga variabel yang diukur, rencana penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan
        oleh Perseroan tidak terlalu sensitif terhadap kenaikan maupun penurunan ketiga variabel.
        Proyek diketahui menjadi tidak layak jika terjadi penurunan penjualan hingga 20%.


8.9     Kesimpulan Analisa Kelayakan Aspek Keuangan

        Berdasarkan kajian, evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan
        syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa
        penambahan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
        adalah layak.




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk             VIII - 14
Page 82
          LAMPIRAN KEUANGAN
              STUDI KELAYAKAN
PENAMBAHAN/DIVERSIFIKASI KEGIATAN USAHA
  KBLI 30921 | KBLI 32501 | KBLI 32502 | KBLI 26602

     PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Page 83
LAMPIRAN - 1
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
LAPORAN POSISI KEUANGAN
(Dalam Rupiah)

                                                               HIST              HIST              HIST              HIST              HIST              HIST
                        KETERANGAN                           Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des         Jan - Mar
                                                               2019              2020              2021              2022              2023              2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank                                                   540.094.672    13.870.729.155     1.401.498.537     5.361.820.802       665.569.697       656.592.056
Piutang usaha                                                1.078.673.281     2.979.805.571     2.097.776.601       532.668.792     5.420.262.622     7.323.970.936
Piutang lain-lain                                               53.959.854     1.270.850.000     1.091.850.000       968.350.000       865.471.000       859.913.500
Persediaan                                                   3.125.998.172     1.956.048.093     9.145.655.299     7.340.014.095     8.490.096.438     9.227.879.572
Pajak dibayar di muka                                                  -       1.000.000.000         2.547.089     2.746.945.729     2.836.676.116     2.827.554.166
Uang muka                                                      778.906.886       142.060.000     1.126.249.621    20.335.187.065     5.027.730.990         3.775.000
Biaya dibayar di muka                                           18.421.706        17.017.654        29.299.164       105.512.776       214.765.524       308.067.516
Total Aset Lancar                                            5.596.054.571    21.236.510.473    14.894.876.311    37.390.499.259    23.520.572.387    21.207.752.746

ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan                                            26.532.101        84.671.989        45.578.356        13.612.940        47.835.898        56.150.692
Aset tetap - neto                                            2.120.529.045     9.564.066.818    35.040.349.675    43.523.308.734    52.111.467.275    51.072.464.908
Properti investasi                                                     -                 -                 -                 -       1.445.331.242     1.426.313.726
Total Aset Tidak Lancar                                      2.147.061.146     9.648.738.807    35.085.928.031    43.536.921.674    53.604.634.415    52.554.929.326
TOTAL ASET                                                   7.743.115.717    30.885.249.280    49.980.804.342    80.927.420.933    77.125.206.802    73.762.682.072

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                  1.333.072.893     2.134.682.586     2.431.130.194     1.626.761.724       875.379.126      843.539.162
Utang lain-lain                                                         -      2.100.000.000       362.119.284           265.500       844.407.001       86.326.752
Utang pajak                                                     93.152.147    11.804.410.758     2.634.396.204       162.855.183       108.785.618      177.573.265
Utang sewa                                                              -                 -                -                 -          20.250.000       20.250.000
Pendapatan diterima di muka                                   1.982.478.410     1.321.235.455      340.476.364               -       1.820.241.414      746.367.107
Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam 1 tahun
      Utang pembiayaan konsumen                                        -         116.024.000        88.304.504       274.176.732       432.049.503       439.312.164
      Utang bank                                                       -                 -       1.938.697.162     2.078.845.737     2.229.125.663     2.268.363.361
Total Liabilitas Jangka Pendek                               3.408.703.450    17.476.352.799     7.795.123.712     4.142.904.876     6.330.238.325     4.581.731.811

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan pascakerja                                 105.758.785       381.117.266       460.940.943       315.643.598       329.408.854       367.203.374
Bagian utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam 1 tahun
        Utang pembiayaan konsumen                                      -                 -                 -         499.121.214       356.439.742       243.853.579
        Utang bank                                                     -                 -       9.261.302.838     7.182.457.101     4.953.331.438     4.371.312.522
Total Liabilitas Jangka Panjang                                105.758.785       381.117.266     9.722.243.781     7.997.221.913     5.639.180.034     4.982.369.475
TOTAL LIABILITAS                                             3.514.462.235    17.857.470.065    17.517.367.493    12.140.126.789    11.969.418.359     9.564.101.286

EKUITAS
Modal Saham                                                  4.840.000.000     4.840.000.000    25.000.000.000    31.250.000.000    31.250.000.000    31.250.000.000
Tambahan modal disetor                                                 -                 -                 -      29.867.355.456    29.867.355.456    29.867.355.456
Saldo Laba
      Saldo laba telah ditentukan penggunaannya                        -                 -         987.779.213     1.000.000.000     1.000.000.000     1.000.000.000
      Saldo laba belum ditentukan penggunaannya               (543.016.384)    8.419.428.147     6.702.995.323     6.927.836.505     3.357.358.952     2.400.151.296
Rugi komprehensif lain                                         (68.330.134)     (231.648.932)     (227.337.687)     (257.897.817)     (318.925.965)     (318.925.965)
TOTAL EKUITAS                                                4.228.653.482    13.027.779.215    32.463.436.849    68.787.294.144    65.155.788.443    64.198.580.786
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                 7.743.115.717    30.885.249.280    49.980.804.342    80.927.420.933    77.125.206.802    73.762.682.072
Page 84
LAMPIRAN - 2
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
LAPORAN LABA (RUGI)
(Dalam Rupiah)

                                                                       HIST              HIST               HIST               HIST               HIST              HIST
                       KETERANGAN                                    Jan - Des         Jan - Des          Jan - Des          Jan - Des          Jan - Des         Jan - Mar
                                                                       2019              2020               2021               2022               2023              2024
PENJUALAN BERSIH                                                   12.021.690.811    87.789.923.185     75.789.667.308     37.737.427.825     22.723.317.500     4.837.130.217
  Masker plus                                                       2.850.290.001    50.191.217.418     63.600.868.554     32.815.575.631     12.739.919.653       666.408.487
  Tensimeter                                                                   -                 -                  -                  -       4.027.442.828     2.356.107.895
  Masker                                                            9.042.455.360    35.817.728.392     11.277.782.159      4.355.112.512      3.080.995.067       922.305.621
  Stetoskop                                                                    -                 -                  -                  -       2.506.269.775       854.710.759
  Bouffant cap                                                        128.945.450       546.756.363        715.903.410        482.421.053        352.875.770        35.091.039
  Antiseptic                                                                   -                 -         190.567.730         84.318.629         15.814.407          2.506.416
  Sarung tangan                                                                -        730.927.273                 -                  -                  -                 -
  Lain-lain                                                                    -        503.293.739           4.545.455                -                  -                 -

BEBAN POKOK PENJUALAN                                              (8.788.294.003)   (27.861.513.036)   (20.460.954.742)   (16.234.556.324)   (10.182.712.099)   (2.378.027.608)
LABA KOTOR                                                          3.233.396.808     59.928.410.149     55.328.712.566     21.502.871.501     12.540.605.401     2.459.102.609
Beban Usaha
  Beban penjualan                                                    (191.020.363)    (1.034.944.292)    (7.925.859.478)    (3.363.012.565)    (1.945.946.230)     (421.677.354)
  Beban umum dan administrasi                                      (2.621.013.632)   (10.254.152.292)   (13.338.949.327)   (13.586.561.018)   (13.197.698.122)   (2.839.156.140)
LABA (RUGI) USAHA                                                     421.362.813     48.639.313.565     34.063.903.761      4.553.297.918     (2.603.038.951)     (801.730.885)

Penghasilan keuangan                                                      626.224         23.007.960        233.162.342         24.420.716          2.845.905          285.541
Beban keuangan                                                         (1.298.454)       (10.099.594)      (180.418.835)      (759.202.163)      (663.423.213)    (137.519.830)
Lain-lain – neto                                                              -           37.311.029         10.954.502     (3.222.200.650)      (323.871.185)      (4.263.767)

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                                420.690.583     48.689.532.960     34.127.601.770        596.315.821      (3.587.487.444)    (943.228.941)

Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan – Neto                             (112.275.525)   (10.727.088.429)    (7.496.255.381)      (359.253.852)       17.009.891         3.410.222

LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN                                    308.415.058     37.962.444.531     26.631.346.389        237.061.969      (3.570.477.553)    (939.818.719)

PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasikan ke laba rugi
Pengukuran kembali liabilitas diestimasi atas imbalan pascakerja      (91.106.845)      (209.383.075)         5.527.237        (39.179.654)       (78.241.215)      (22.293.510)
Pajak penghasilan terkait                                              22.776.711         46.064.277         (1.215.992)         8.619.524         17.213.067         4.904.572

JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN                       240.084.924     37.799.125.733     26.635.657.634        206.501.839      (3.631.505.701)    (957.207.657)
Page 85
LAMPIRAN - 3
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
LAPORAN ARUS KAS
(Dalam Rupiah)

                                                                    HIST               HIST               HIST               HIST               HIST              HIST
                     KETERANGAN                                   Jan - Des          Jan - Des          Jan - Des          Jan - Des          Jan - Des         Jan - Mar
                                                                    2019               2020               2021               2022               2023              2024
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan                                    14.202.269.305     85.227.547.940     75.690.937.187     38.962.059.270     19.655.965.084     1.859.547.596
Pembayaran kas kepada pemasok                                   (10.328.772.005)   (25.889.953.263)   (27.354.114.340)   (27.833.225.655)    (4.587.691.389)   (3.147.650.706)
Penerimaan pengembalian uang muka dari pemasok                                                                                                          -       5.023.955.990
Penerimaan (pembayaran) operasional lainnya                      (6.380.731.825)   (10.500.583.799)   (18.502.614.449)   (21.445.966.203)   (11.255.547.824)   (2.068.919.332)
Penerimaan penghasilan keuangan                                         626.224         23.007.960        233.162.342         24.420.716          2.845.905           285.541
Pembayaran untuk beban keuangan                                      (1.298.454)       (10.099.594)      (180.418.835)      (759.202.163)      (663.423.213)     (137.519.830)
Pembayaran pajak penghasilan                                       (100.553.713)      (169.092.921)   (16.403.038.698)    (1.971.505.153)               -                 -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi    (2.608.460.468)    48.680.826.323     13.483.913.207    (13.023.419.188)     3.152.148.563     1.529.699.259

ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI
Penjualan aset tetap                                                       -                   -            1.000.000        243.243.243                -                -
Perolehan aset tetap                                               (84.808.000)     (4.894.307.590)   (26.594.201.204)   (10.649.803.157)    (6.084.062.620)    (132.491.930)
Pembayaran uang muka perolehan aset                               (778.906.886)     (2.481.438.250)      (413.749.621)    (7.321.495.379)        (3.775.000)             -
Pembayaran uang muka emisi saham                                           -                   -         (712.500.000)                                  -                -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                    (863.714.886)     (7.375.745.840)   (27.719.450.825)   (17.728.055.293)    (6.087.837.620)    (132.491.930)

ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS PENDANAAN
Peningkatan modal disetor                                        3.840.000.000                 -                 -        6.250.000.000                 -                 -
Penerimaan tambahan modal disetor                                          -                   -                 -       30.579.855.456                 -                 -
Pembayaran utang bank                                                      -                   -                 -       (1.938.697.162)     (2.078.845.737)     (582.018.917)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen                               (16.982.712)        (74.446.000)     (133.693.000)      (179.361.548)       (406.716.311)     (758.080.249)
Pebayaran dividen                                                          -       (29.000.000.000)   (7.200.000.000)               -                   -                 -
Penerimaan utang lain-lain – pihak berelasi                                -         1.100.000.000    (2.100.000.000)               -           725.000.000       (66.085.804)
Penerimaan utang bank                                                      -                   -      11.200.000.000                -                   -                 -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan       3.823.017.288     (27.974.446.000)    1.766.307.000     34.711.796.746      (1.760.562.048)   (1.406.184.970)

KENAIKAN (PENURUNAN) KAS BERSIH DAN SETARA KAS                     350.841.934     13.330.634.483     (12.469.230.618)    3.960.322.265      (4.696.251.105)       (8.977.641)

KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                      189.252.738        540.094.672     13.870.729.155      1.401.498.537      5.361.820.802       665.569.697

KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                     540.094.672     13.870.729.155      1.401.498.537      5.361.820.802        665.569.697       656.592.056
Page 86
LAMPIRAN - 4
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
ANALISIS RASIO
(Dalam Rupiah)

                                                     HIST               HIST               HIST               HIST               HIST               HIST
                       KETERANGAN                  Jan - Des          Jan - Des          Jan - Des          Jan - Des          Jan - Des          Jan - Mar
                                                     2019               2020               2021               2022               2023               2024
LIKUIDITAS
Current Ratio                                x                 1,64               1,22               1,91               9,03               3,72               4,63
Quick Ratio                                  x                 0,72               1,10               0,74               7,25               2,37               2,61
Cash Ratio                                   x                 0,16               0,79               0,18               1,29               0,11               0,14

AKTIVITAS
Rata-rata umur piutang                      days           32,75              12,39              10,10               5,15              87,06             136,27
Rata-rata umur utang usaha                  days           55,37              27,97              43,37              36,57              31,38              31,92
Rata-rata umur persediaan                   days          129,83              25,63             163,15             165,02             304,33             349,24
Rata-rata umur aset tetap                   days           64,38              39,76             168,75             420,96             837,06             950,26

SOLVABILITAS
Total Liabilitas terhadap Total Aset         %            45,39%            57,82%              35,05%             15,00%             15,52%            12,97%
Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas      %            83,11%           137,07%              53,96%             17,65%             18,37%            14,90%

PROFITABILITAS
Gross Margin                                 %            26,90%            68,26%              73,00%             56,98%             55,19%             50,84%
Operating Profit Margin                      %             3,51%            55,40%              44,95%             12,07%            -11,46%            -16,57%
Profit Margin                                %             2,57%            43,24%              35,14%              0,63%            -15,71%            -19,43%
Return On Asset                              %             3,98%           122,91%              53,28%              0,29%             -4,63%             -1,27%
Return On Equity                             %             7,29%           291,40%              82,03%              0,34%             -5,48%             -1,46%
Page 87
LAMPIRAN - 5
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
BIAYA INVESTASI
(Dalam Rupiah)


                                                                         Quantity    Price       Total Investment
No.                                   Item
                                                                          (Pcs)      (Rp)               (Rp)

 A FASILITAS
    1. Kendaraan                                                                                      162.827.460
    2. Penambahan Signage Ruang Produksi, Ruang Uji dan Gudang             1 loot    2.500.000          2.500.000
    3. Meja Pengujian Produk (Customize)                                   2 unit   12.500.000         25.000.000

                           Total Penambahan Fasilitas                                                 190.327.460
 B PERALATAN PABRIK
    1. Mesin CNC (Computer Numerical Control )                             3 unit                   4.011.498.688
    2. Mesin Jahit                                                         5 unit   1.500.000           7.500.000
     3. Pengadaan Tool Kit; Alat Bantu Pemeriksaan Komponen, Perakitan
        Komponen, dan Pengemasan Produk                                     1 set   7.500.000           7.500.000
                       Total Penambahan Peralatan Pabrik                                            4.026.498.688
 C LAIN-LAIN
     1. Perizinan                                                                                     150.000.000
     2. Biaya Sewa Tanah dan Bangunan                                                                 986.126.938

                                   Total Lain-lain                                                  1.136.126.938
      Aset tetap yang sudah di investasikan                                                         5.160.453.086
      Kekurangan investasi                                                                            192.500.000
                                          TOTAL BIAYA INVESTASI                                     5.352.953.086
Page 88
LAMPIRAN - 6
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
DEPRESIASI
(Dalam Rupiah)

                                                           Umur Ekonomis          Penyusutan      PROJ               PROJ               PROJ               PROJ               PROJ               PROJ
                       Keterangan
                                                               (Tahun)               (%)       2024 Apr-Des          2025                2026              2027               2028               2029
                        EKSISTING
Nilai Perolehan
    Aset Tetap                                                                                   61.863.223.974     61.863.223.974     61.863.223.974     61.863.223.974     61.863.223.974     61.863.223.974
         Tanah                                                                                   12.865.025.000     12.865.025.000     12.865.025.000     12.865.025.000     12.865.025.000     12.865.025.000
         Bangunan                                                                                20.100.244.479     20.100.244.479     20.100.244.479     20.100.244.479     20.100.244.479     20.100.244.479
         Mesin                                                                                   16.676.113.176     16.676.113.176     16.676.113.176     16.676.113.176     16.676.113.176     16.676.113.176
         Kendaraan                                                                                4.777.269.399      4.777.269.399      4.777.269.399      4.777.269.399      4.777.269.399      4.777.269.399
         Peralatan                                                                                2.693.440.373      2.693.440.373      2.693.440.373      2.693.440.373      2.693.440.373      2.693.440.373
         Inventaris                                                                               1.889.851.991      1.889.851.991      1.889.851.991      1.889.851.991      1.889.851.991      1.889.851.991
         Furniture                                                                                2.861.279.556      2.861.279.556      2.861.279.556      2.861.279.556      2.861.279.556      2.861.279.556
    Aset hak-guna bangunan                                                                        1.995.000.000      1.995.000.000      1.995.000.000      1.995.000.000      1.995.000.000      1.995.000.000
    Properti investasi - bangunan                                                                 1.521.401.307      1.521.401.307      1.521.401.307      1.521.401.307      1.521.401.307      1.521.401.307
Total Nilai Perolehan                                                                            65.379.625.281     65.379.625.281     65.379.625.281     65.379.625.281     65.379.625.281     65.379.625.281

Penyusutan
    Aset Tetap                                                                                    (2.858.423.221)    (3.792.348.642)    (3.338.767.963)    (3.338.767.963)    (3.181.658.591)    (2.515.394.201)
        Tanah                                                            -            0,00%                  -                  -                  -                  -                  -                  -
        Bangunan                                                             20       5,00%         (753.759.168)    (1.005.012.224)    (1.005.012.224)    (1.005.012.224)    (1.005.012.224)    (1.005.012.224)
        Mesin                                                                16       6,25%         (781.692.805)    (1.042.257.074)    (1.042.257.074)    (1.042.257.074)    (1.042.257.074)    (1.042.257.074)
        Kendaraan                                                             8      12,50%         (447.869.006)      (597.158.675)      (597.158.675)      (597.158.675)      (440.049.302)               -
        Peralatan                                                             8      12,50%         (252.510.035)      (336.680.047)      (336.680.047)      (336.680.047)      (336.680.047)      (336.680.047)
        Inventaris                                                            4      25,00%         (354.347.248)      (453.580.679)               -                  -                  -                  -
        Furniture                                                             8      12,50%         (268.244.958)      (357.659.945)      (357.659.945)      (357.659.945)      (357.659.945)      (131.444.857)
    Aset hak-guna bangunan                                                    3      33,33%         (498.750.000)      (173.472.230)               -                  -                  -                  -
    Properti investasi - bangunan                                            20       5,00%          (57.052.549)       (76.070.065)       (76.070.065)       (76.070.065)       (76.070.065)       (76.070.065)
Total Depresiasi                                                                                  (3.414.225.770)    (4.041.890.937)    (3.414.838.029)    (3.414.838.029)    (3.257.728.656)    (2.591.464.266)

Akumulasi Penyusutan
   Aset Tetap                                                                                   (14.321.404.517)    (18.113.753.159)   (21.452.521.122)   (24.791.289.086)   (27.972.947.677)   (30.488.341.877)
        Tanah                                                                                               -                   -                  -                  -                  -                  -
        Bangunan                                                                                 (2.535.277.694)     (3.540.289.918)    (4.545.302.142)    (5.550.314.366)    (6.555.326.590)    (7.560.338.814)
        Mesin                                                                                    (5.611.481.827)     (6.653.738.901)    (7.695.995.974)    (8.738.253.048)    (9.780.510.121)   (10.822.767.195)
        Kendaraan                                                                                (2.545.744.072)     (3.142.902.747)    (3.740.061.422)    (4.337.220.097)    (4.777.269.399)    (4.777.269.399)
        Peralatan                                                                                  (893.434.690)     (1.230.114.737)    (1.566.794.783)    (1.903.474.830)    (2.240.154.876)    (2.576.834.923)
        Inventaris                                                                               (1.436.271.312)     (1.889.851.991)    (1.889.851.991)    (1.889.851.991)    (1.889.851.991)    (1.889.851.991)
        Furniture                                                                                (1.299.194.921)     (1.656.854.866)    (2.014.514.810)    (2.372.174.755)    (2.729.834.699)    (2.861.279.556)
    Aset hak-guna bangunan                                                                       (1.821.527.770)     (1.995.000.000)    (1.995.000.000)    (1.995.000.000)    (1.995.000.000)    (1.995.000.000)
    Properti investasi - bangunan                                                                  (152.140.130)       (228.210.195)      (304.280.261)      (380.350.326)      (456.420.391)      (532.490.457)
Total Akumulasi Penyusutan                                                                      (16.295.072.417)    (20.336.963.354)   (23.751.801.383)   (27.166.639.412)   (30.424.368.068)   (33.015.832.334)

Nilai Buku
    Aset Tetap                                                                                   47.541.819.457     43.749.470.815     40.410.702.852     37.071.934.888     33.890.276.297     31.374.882.097
        Tanah                                                                                    12.865.025.000     12.865.025.000     12.865.025.000     12.865.025.000     12.865.025.000     12.865.025.000
        Bangunan                                                                                 17.564.966.785     16.559.954.561     15.554.942.337     14.549.930.113     13.544.917.889     12.539.905.665
        Mesin                                                                                    11.064.631.349     10.022.374.275      8.980.117.202      7.937.860.128      6.895.603.055      5.853.345.981
        Kendaraan                                                                                 2.231.525.327      1.634.366.652      1.037.207.977        440.049.302                -                  -
        Peralatan                                                                                 1.800.005.683      1.463.325.636      1.126.645.590        789.965.543        453.285.497        116.605.450
        Inventaris                                                                                  453.580.679                -                  -                  -                  -                  -
        Furniture                                                                                 1.562.084.635      1.204.424.690        846.764.746        489.104.801        131.444.857                -
    Aset hak-guna bangunan                                                                          173.472.230                -                  -                  -                  -                  -
    Properti investasi - bangunan                                                                 1.369.261.177      1.293.191.112      1.217.121.046      1.141.050.981      1.064.980.916        988.910.850
Total Nilai Buku                                                                                 49.084.552.864     45.042.661.927     41.627.823.898     38.212.985.869     34.955.257.213     32.363.792.947



                                                           Umur Ekonomis          Penyusutan      PROJ               PROJ               PROJ               PROJ               PROJ               PROJ
                       Keterangan
                                                               (Tahun)               (%)          2024               2025                2026              2027               2028               2029
NEW PROJECT - KBLI
Nilai Perolehan Aset Tetap
         Mesin CNC                                                                                4.011.498.688      4.011.498.688      4.011.498.688      4.011.498.688      4.011.498.688      4.011.498.688
         Kendaraan                                                                                  162.827.460        162.827.460        162.827.460        162.827.460        162.827.460        162.827.460
         Signage Ruang Produksi, Ruang Uji dan Gudang                                                 2.500.000          2.500.000          2.500.000          2.500.000          2.500.000          2.500.000
         Furniture - Meja Pengujian Produk                                                           25.000.000         25.000.000         25.000.000         25.000.000         25.000.000         25.000.000
         Peralatan Pabrik - Mesin Jahit                                                               7.500.000          7.500.000          7.500.000          7.500.000          7.500.000          7.500.000
         Pengadaan Tool Kit                                                                           7.500.000          7.500.000          7.500.000          7.500.000          7.500.000          7.500.000
Total Nilai Perolehan Aset Tetap                                                                  4.216.826.148      4.216.826.148      4.216.826.148      4.216.826.148      4.216.826.148      4.216.826.148

        Nilai Perolehan - Biaya Sewa Tanah & Bangunan                                               986.126.938        986.126.938        986.126.938        986.126.938                -                  -
        Nilai Perolehan - Biaya Perpanjangan Sewa Tanah & Bangunan                                                                                           986.126.938        986.126.938        986.126.938
        Nilai Perolehan - Perizinan                                                                 150.000.000        150.000.000        150.000.000        150.000.000        150.000.000        150.000.000
Total Nilai Perolehan Amortisasi                                                                  1.136.126.938      1.136.126.938      1.136.126.938      2.122.253.876      1.136.126.938      1.136.126.938

Penyusutan
        Mesin CNC                                                            20        5,00%        (66.858.311)      (200.574.934)      (200.574.934)      (200.574.934)      (200.574.934)      (200.574.934)
        Kendaraan                                                             8       12,50%         (6.784.477)       (20.353.432)       (20.353.432)       (20.353.432)       (20.353.432)       (20.353.432)
        Signage Ruang Produksi, Ruang Uji dan Gudang                         20        5,00%            (41.667)          (125.000)          (125.000)          (125.000)          (125.000)          (125.000)
        Furniture - Meja Pengujian Produk                                     4       25,00%         (2.083.333)        (6.250.000)        (6.250.000)        (6.250.000)        (4.166.667)               -
        Peralatan Pabrik - Mesin Jahit                                        8       12,50%           (312.500)          (937.500)          (937.500)          (937.500)          (937.500)          (937.500)
        Pengadaan Tool Kit                                                    4       25,00%           (625.000)        (1.875.000)        (1.875.000)        (1.875.000)        (1.250.000)               -
Total Depresiasi                                                                                    (76.705.289)      (230.115.867)      (230.115.867)      (230.115.867)      (227.407.534)      (221.990.867)

Amortisasi
       Biaya Sewa Tanah & Bangunan                                           3        33,33%       (109.569.660)      (328.708.979)      (328.708.979)      (219.139.320)               -                  -
       Biaya Perpanjangan Sewa Tanah & Bangunan                              3        33,33%                                                                (109.569.660)      (328.708.979)      (328.708.979)
       Perizinan                                                             5        20,00%        (10.000.000)       (30.000.000)       (30.000.000)       (30.000.000)       (30.000.000)       (20.000.000)
Total Amortisasi                                                                                   (119.569.660)      (358.708.979)      (358.708.979)      (358.708.979)      (358.708.979)      (348.708.979)

Akumulasi Penyusutan
        Mesin CNC                                                                                   (66.858.311)      (267.433.246)      (468.008.180)      (668.583.115)      (869.158.049)     (1.069.732.984)
        Kendaraan                                                                                    (6.784.477)       (27.137.910)       (47.491.342)       (67.844.775)       (88.198.207)       (108.551.640)
        Signage Ruang Produksi, Ruang Uji dan Gudang                                                    (41.667)          (166.667)          (291.667)          (416.667)          (541.667)           (666.667)
        Furniture - Meja Pengujian Produk                                                            (2.083.333)        (8.333.333)       (14.583.333)       (20.833.333)       (25.000.000)        (25.000.000)
        Peralatan Pabrik - Mesin Jahit                                                                 (312.500)        (1.250.000)        (2.187.500)        (3.125.000)        (4.062.500)         (5.000.000)
        Pengadaan Tool Kit                                                                             (625.000)        (2.500.000)        (4.375.000)        (6.250.000)        (7.500.000)         (7.500.000)
Total Akumulasi Penyusutan                                                                          (76.705.289)      (306.821.156)      (536.937.023)      (767.052.890)      (994.460.423)     (1.216.451.290)

Akumulasi Amortisasi
      Acc. Amortisasi - Biaya Sewa Tanah & Bangunan                                                (109.569.660)      (438.278.639)      (766.987.618)       (986.126.938)              -                  -
      Acc. Amortisasi - Biaya Perpanjangan Sewa Tanah & Bangunan                                            -                  -                  -          (109.569.660)     (438.278.639)      (766.987.618)
      Acc. Amortisasi - Perizinan                                                                   (10.000.000)       (40.000.000)       (70.000.000)       (100.000.000)     (130.000.000)      (150.000.000)
      Total Akumulasi Amortisasi                                                                   (119.569.660)      (478.278.639)      (836.987.618)     (1.195.696.598)     (568.278.639)      (916.987.618)

Nilai Buku Aset Tetap
        Mesin CNC                                                                                 3.944.640.377      3.744.065.442      3.543.490.508      3.342.915.574      3.142.340.639      2.941.765.705
        Kendaraan                                                                                   156.042.982        135.689.550        115.336.117         94.982.685         74.629.252         54.275.820
        Signage Ruang Produksi, Ruang Uji dan Gudang                                                  2.458.333          2.333.333          2.208.333          2.083.333          1.958.333          1.833.333
        Furniture - Meja Pengujian Produk                                                            22.916.667         16.666.667         10.416.667          4.166.667                -                  -
        Peralatan Pabrik - Mesin Jahit                                                                7.187.500          6.250.000          5.312.500          4.375.000          3.437.500          2.500.000
        Pengadaan Tool Kit                                                                            6.875.000          5.000.000          3.125.000          1.250.000                -                  -
Total Nilai Buku Aset Tetap                                                                       4.140.120.859      3.910.004.992      3.679.889.125      3.449.773.258      3.222.365.725      3.000.374.858

Nilai Buku Sewa Tanah & Bangunan                                                                    876.557.278        547.848.299        219.139.320                -                  -                  -
Nilai Buku Perpanjangan Sewa Tanah & Bangunan                                                               -                  -                  -          876.557.278        547.848.299        219.139.320
Nilai Buku Perizinan                                                                                140.000.000        110.000.000         80.000.000         50.000.000         20.000.000                -
Page 89
LAMPIRAN - 7
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Laporan Laba (Rugi) Tahun 2024 - 2029
Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha (Eksisting)
(Dalam Rupiah)
                                                  9 month                              12                 12                 12                 12                 12
                                                         PROJ                PROJ               PROJ               PROJ               PROJ               PROJ
                   KETERANGAN                            2024                2025               2026               2027               2028               2029
                                                       Apr-Des            Jan - Des          Jan - Des          Jan - Des          Jan - Des          Jan - Des
PENJUALAN BERSIH                                      17.912.869.783     23.432.500.000     24.135.475.000     24.859.539.250     25.605.325.428     26.373.485.190
  Stetoskop                                            1.654.501.964       2.584.489.105      2.662.023.778      2.741.884.491      2.824.141.026      2.908.865.257
  Tensimeter                                           1.676.064.095       4.153.137.149      4.277.731.264      4.406.063.202      4.538.245.098      4.674.392.451
  Masker                                               2.162.307.256       3.177.151.264      3.272.465.801      3.370.639.776      3.471.758.969      3.575.911.738
  Masker Plus                                         12.088.470.817     13.137.525.683     13.531.651.454     13.937.600.998     14.355.729.027     14.786.400.898
  Bouffant Cap                                           318.199.090         363.888.833        374.805.498        386.049.663        397.631.153        409.560.087
  Antiseptic                                              13.326.561          16.307.966         16.797.205         17.301.121         17.820.155         18.354.760

BEBAN POKOK PENJUALAN                                 (7.816.641.381)    (10.500.509.059)   (10.815.524.331)   (11.139.990.061)   (11.474.189.763)   (11.818.415.455)
LABA KOTOR                                            10.096.228.402      12.931.990.941     13.319.950.669     13.719.549.189     14.131.135.665     14.555.069.735

Beban Usaha                                           (10.569.867.812)   (13.309.041.562)   (12.964.636.748)   (13.281.639.701)   (13.425.467.779)   (12.981.248.095)
  Beban penjualan                                      (1.695.021.709)    (2.150.137.348)    (2.215.716.537)    (2.283.295.891)    (2.352.936.416)    (2.424.700.976)
  Beban umum dan administrasi                          (4.300.263.325)    (5.836.375.700)    (6.014.385.159)    (6.197.823.906)    (6.386.857.536)    (6.581.656.690)
  Beban Operasional Pabrik 2 (Nanjung) & Kantor          (618.291.689)      (682.963.550)      (703.793.939)      (738.983.636)      (761.522.636)      (799.598.768)
  Beban Operasional Pabrik 1 (Leuwigajah)                (542.065.318)      (597.674.027)      (615.903.084)      (646.698.239)      (666.422.535)      (583.827.394)
  Penyusutan                                           (3.414.225.770)    (4.041.890.937)    (3.414.838.029)    (3.414.838.029)    (3.257.728.656)    (2.591.464.266)
LABA (RUGI) USAHA                                        (473.639.410)      (377.050.621)       355.313.922        437.909.489        705.667.886      1.573.821.640

Pendapatan lain-lain                                       2.149.113          2.641.895          2.722.472           2.858.596          2.945.783          3.035.630
Beban lain-lain                                         (795.886.750)      (312.677.008)      (129.970.996)        (32.720.450)       (33.718.423)       (34.746.835)
Lain-lain – neto                                                 -                  -                  -                   -                  -                  -

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                  (1.267.377.047)     (687.085.735)       228.065.398        408.047.635        674.895.246      1.542.110.434

Pajak                                                             -                  -          (50.174.388)       (89.770.480)     (148.476.954)      (339.264.296)

LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN                      (1.267.377.047)     (687.085.735)       177.891.010        318.277.155        526.418.292      1.202.846.139
Page 90
LAMPIRAN - 8
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tahun 2024 - 2029
Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha (Eksisting)
(Dalam Rupiah)

                                                                         PROJ                PROJ                PROJ                PROJ                PROJ                PROJ
                           KETERANGAN
                                                                         2024                2025                2026                2027                2028                2029
ASET
ASET LANCAR
  Kas dan bank                                                       12.865.550.563      14.363.440.670      17.731.076.210      21.232.345.089      24.777.690.343      28.326.035.003
  Piutang usaha                                                       2.320.732.397       3.035.837.504       3.126.912.629       3.220.720.008       3.317.341.608       3.416.861.856
  Piutang lain-lain                                                     859.913.500         859.913.500         859.913.500         859.913.500         859.913.500         859.913.500
  Persediaan                                                          4.058.941.329       5.452.591.223       5.616.168.960       5.784.654.029       5.958.193.650       6.136.939.459
  Pajak dibayar di muka                                               2.827.554.166       2.827.554.166       2.827.554.166       2.827.554.166       2.827.554.166       2.827.554.166
  Uang muka                                                               3.775.000           3.775.000           3.775.000           3.775.000           3.775.000           3.775.000
  Biaya dibayar di muka                                                 308.067.516         308.067.516         308.067.516         308.067.516         308.067.516         308.067.516
  Total Aset Lancar                                                  23.244.534.471      26.851.179.579      30.473.467.980      34.237.029.307      38.052.535.783      41.879.146.501

ASET TIDAK LANCAR
  Aset pajak tangguhan                                                     56.150.692          56.150.692          56.150.692          56.150.692          56.150.692          56.150.692
  Aset tetap                                                          47.541.819.457      43.749.470.815      40.410.702.852      37.071.934.888      33.890.276.297      31.374.882.097
        Biaya perolehan aset tetap                                    61.863.223.974      61.863.223.974      61.863.223.974      61.863.223.974      61.863.223.974      61.863.223.974
        Akumulasi penyusutan aset tetap                              (14.321.404.517)    (18.113.753.159)    (21.452.521.122)    (24.791.289.086)    (27.972.947.677)    (30.488.341.877)
  Aset hak-guna                                                           173.472.230                 -                   -                   -                   -                   -
        Bangunan                                                        1.995.000.000       1.995.000.000       1.995.000.000       1.995.000.000       1.995.000.000       1.995.000.000
        Acc. Dep. Bangunan                                             (1.821.527.770)     (1.995.000.000)     (1.995.000.000)     (1.995.000.000)     (1.995.000.000)     (1.995.000.000)
  Properti investasi                                                    1.369.261.177       1.293.191.112       1.217.121.046       1.141.050.981       1.064.980.916         988.910.850
        Bangunan                                                        1.521.401.307       1.521.401.307       1.521.401.307       1.521.401.307       1.521.401.307       1.521.401.307
        Acc. Dep. Bangunan                                               (152.140.130)       (228.210.195)       (304.280.261)       (380.350.326)       (456.420.391)       (532.490.457)
  Total Aset Tidak Lancar                                             49.140.703.556      45.098.812.619      41.683.974.590      38.269.136.561      35.011.407.905      32.419.943.639
TOTAL ASET                                                            72.385.238.027      71.949.992.198      72.157.442.570      72.506.165.868      73.063.943.688      74.299.090.139

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
   Utang usaha                                                          733.472.164         985.312.070       1.014.871.432       1.045.317.575       1.076.677.102       1.108.977.415
   Utang lain-lain                                                       86.326.752          86.326.752          86.326.752          86.326.752          86.326.752          86.326.752
   Utang pajak                                                          177.573.265         177.573.265         177.573.265         177.573.265         177.573.265         177.573.265
   Utang sewa                                                            20.250.000          20.250.000          20.250.000          20.250.000          20.250.000          20.250.000
   Pendapatan diterima di muka                                          746.367.107         746.367.107         746.367.107         746.367.107         746.367.107         746.367.107
   Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam 1 tahun
          Utang pembiayaan konsumen                                     439.312.164         439.312.164         439.312.164         439.312.164         439.312.164         439.312.164
          Utang bank                                                  2.268.363.361       2.268.363.361       2.268.363.361       2.268.363.361       2.268.363.361       2.268.363.361
   Total Liabilitas Jangka Pendek                                     4.471.664.813       4.723.504.719       4.753.064.081       4.783.510.224       4.814.869.751       4.847.170.064

LIABILITAS JANGKA PANJANG
   Liabilitas imbalan pascakerja                                        367.203.374         367.203.374         367.203.374         367.203.374         367.203.374         367.203.374
   Bagian utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh
   tempo dalam 1 tahun
           Utang pembiayaan konsumen                                    243.853.579         243.853.579         243.853.579         243.853.579         243.853.579         243.853.579
           Utang bank                                                 4.371.312.522       4.371.312.522       4.371.312.522       4.371.312.522       4.371.312.522       4.371.312.522
   Total Liabilitas Jangka Panjang                                    4.982.369.475       4.982.369.475       4.982.369.475       4.982.369.475       4.982.369.475       4.982.369.475
TOTAL LIABILITAS                                                      9.454.034.288       9.705.874.194       9.735.433.556       9.765.879.699       9.797.239.226       9.829.539.539

EKUITAS
  Modal Saham                                                        31.250.000.000      31.250.000.000      31.250.000.000      31.250.000.000      31.250.000.000      31.250.000.000
  Tambahan modal disetor                                             29.867.355.456      29.867.355.456      29.867.355.456      29.867.355.456      29.867.355.456      29.867.355.456
  Saldo Laba                                                          2.132.774.249       1.445.688.514       1.623.579.524       1.941.856.680       2.468.274.972       3.671.121.110
  Rugi komprehensif lain                                               (318.925.965)       (318.925.965)       (318.925.965)       (318.925.965)       (318.925.965)       (318.925.965)
TOTAL EKUITAS                                                        62.931.203.739      62.244.118.004      62.422.009.014      62.740.286.170      63.266.704.462      64.469.550.600
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                         72.385.238.027      71.949.992.198      72.157.442.570      72.506.165.868      73.063.943.688      74.299.090.139
Page 91
LAMPIRAN - 9
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Arus Kas 2024-2029
Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha (Eksisting)
(Dalam Rupiah)

                                                                   PROJ              PROJ              PROJ              PROJ              PROJ              PROJ
                          KETERANGAN
                                                                   2024              2025              2026              2027              2028              2029
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI
Laba/Rugi Bersih                                                (1.267.377.047)     (687.085.735)      177.891.010       318.277.155       526.418.292     1.202.846.139
Depresiasi                                                       3.414.225.770     4.041.890.937     3.414.838.029     3.414.838.029     3.257.728.656     2.591.464.266
Total Laba/Rugi Usaha                                            2.146.848.723     3.354.805.202     3.592.729.039     3.733.115.184     3.784.146.948     3.794.310.405

PENURUNAN/KENAIKAN OPERASI
Piutang usaha                                                    5.003.238.539      (715.105.107)      (91.075.125)      (93.807.379)      (96.621.600)      (99.520.248)
Persediaan                                                       5.168.938.243    (1.393.649.895)     (163.577.737)     (168.485.069)     (173.539.621)     (178.745.809)
Utang usaha                                                       (110.066.998)      251.839.906        29.559.362        30.446.143        31.359.527        32.300.313
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi   12.208.958.507     1.497.890.107     3.367.635.539     3.501.268.879     3.545.345.254     3.548.344.660

ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI
Penurunan / Kenaikan Aset Tetap                                            -                 -                 -                 -                 -                 -
Utang Bank Jangka Panjang                                                  -                 -                 -                 -                 -                 -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                             -                 -                 -                 -                 -                 -

ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS PENDANAAN

Kas Bersih Diperoleh (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan                 -                 -                 -                 -                 -                 -

KENAIKAN (PENURUNAN) KAS BERSIH DAN SETARA KAS                  12.208.958.507     1.497.890.107     3.367.635.539     3.501.268.879     3.545.345.254     3.548.344.660

KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                     656.592.056     12.865.550.563    14.363.440.670    17.731.076.210    21.232.345.089    24.777.690.343

KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                  12.865.550.563    14.363.440.670    17.731.076.210    21.232.345.089    24.777.690.343    28.326.035.003
Page 92
LAMPIRAN - 10
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Analisa Kelayakan - EKSISTING
(Dalam Rupiah)


               KETERANGAN                    Tahun-0             2024              2025             2026              2027              2028              2029


Net Income                                                    (1.267.377.047)     (687.085.735)     177.891.010       318.277.155       526.418.292     1.202.846.139
Depresiasi                                                     3.414.225.770     4.041.890.937    3.414.838.029     3.414.838.029     3.257.728.656     2.591.464.266
Bunga * (1-T)                                                                              -                -                 -                 -                 -
Investasi                                   (8.071.331.534)              -                 -                -                 -                 -                 -
Perubahan Modal Kerja                                  -      10.062.109.784    (1.856.915.095)    (225.093.500)     (231.846.305)     (238.801.694)     (245.965.745)



Arus Kas                                    (8.071.331.534)   12.208.958.507     1.497.890.107    3.367.635.539     3.501.268.879     3.545.345.254     3.548.344.660
Akumulasi Arus Kas                          (8.071.331.534)    4.137.626.974     5.635.517.080    9.003.152.620    12.504.421.499    16.049.766.753    19.598.111.414
WACC/Discount Rate                                  12,79%            12,79%            12,79%           12,79%            12,79%            12,79%            12,79%
Year Calculation                                       -                0,75              1,75             2,75              3,75              4,75              5,75
Discount Factor                                        1,00              0,91              0,81             0,72              0,64              0,56              0,50

Present Value                               (8.071.331.534)    3.780.588.686     4.565.475.266    6.466.822.848     7.963.501.829     9.062.610.874     9.811.670.559
IRR                                                                   85,78%
NPV                                                           33.579.338.528
Profitability Index                                                     5,16
Payback Period                                                             1 Tahun
                                                                           - Bulan
Page 93
LAMPIRAN - 11
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
ANALISIS BEP, Profitabilitas, Sensitivitas, dan ROI - EKSISTING
(Dalam Rupiah)

Break Even Point
                                               PROJ               PROJ                PROJ                PROJ               PROJ               PROJ
             Analisa BEP Proyek
                                               2024               2025                2026                2027               2028               2029
Penjualan                                 17.912.869.783      23.432.500.000      24.135.475.000     24.859.539.250      25.605.325.428     26.373.485.190
Beban Pokok Penjualan (Fixed Cost)         7.816.641.381      10.500.509.059      10.815.524.331     11.139.990.061      11.474.189.763     11.818.415.455
Beban Usaha (Variable Cost)               10.569.867.812      13.309.041.562      12.964.636.748     13.281.639.701      13.425.467.779     12.981.248.095
Break Even Point                          19.068.288.385      24.305.249.045      23.367.791.315     23.919.279.916      24.121.822.386     23.274.140.292

Profitabilitas
                                               PROJ               PROJ                PROJ                PROJ               PROJ               PROJ
     Analisa Profitabilitas Proyek
                                               2024               2025                2026                2027               2028               2029
Gross Profit                                       56,36%              55,19%             55,19%              55,19%             55,19%             55,19%
Operating Profit                                   -2,64%                -1,61%              1,47%               1,76%              2,76%              5,97%
Net Profit                                         -7,08%                -2,93%              0,74%               1,28%              2,06%              4,56%
Return on Equity                                   -2,01%                -1,10%              0,28%               0,51%              0,83%              1,87%
Return on Investment                              -15,70%                -8,51%              2,20%               3,94%              6,52%           14,90%


Analisis Sensitivitas
                                                                   IRR                NPV             Profitability
                 Variable                     Posisi                                                                      Kesimpulan
                                                                   %               Juta Rupiah         Index (PI)

Normal                                                                 85,78%     33.579.338.528                 5,16        Layak
                                                      5,00%            79,61%     31.503.281.304                 4,72        Layak
Investasi                                          10,00%              74,06%     29.427.224.080                 4,31        Layak
                                                   15,00%              69,04%     27.351.166.856                 3,95        Layak
                                                   -5,00%              66,75%     20.222.519.788                 3,51        Layak
Penjualan                                         -10,00%              42,32%      6.312.649.798                 1,78        Layak
                                                  -15,00%            -19,72%      (7.621.829.811)                0,06     Tidak Layak
                                                      5,00%            75,60%     26.660.531.175                 4,30        Layak
Beban Pokok Penjualan                              10,00%              64,45%     19.356.732.883                 3,40        Layak
                                                   15,00%              52,33%     12.003.815.708                 2,49        Layak
Page 94
Lampiran - 12
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Asumsi


                  Keterangan        Satuan         2024             2025             2026             2027             2028             2029

 I.    PENJUALAN

       Bulan                                               4                12               12               12               12               12
       Hari Efektif/Bulan                                 24                24               24               24               24               24
       Hari Efektif/Tahun                                 96               288              288              288              288              288
                                                                           10%               5%               5%               5%               5%
       Utilitas Produksi                                  60%              70%              75%              80%              85%              90%

       Quantity

            Kursi Roda            Unit/Bulan            2.835            3.308           3.544            3.780            4.016            4.253
            Tiang Infus           Unit/Bulan            2.100            2.450           2.625            2.800            2.975            3.150
            Bak Instrumen         Unit/Bulan            8.400            9.800          10.500           11.200           11.900           12.600
            Tensimeter Digital    Unit/Bulan            4.800            5.600           6.000            6.400            6.800            7.200

       Growth                         %                                 3,05%            3,05%            3,05%            3,05%            3,05%
       Harga Jual
           Kursi Roda               Rp/Unit          600.000          618.300          637.158          656.591          676.618          697.254
           Tiang Infus              Rp/Unit          150.000          154.575          159.290          164.148          169.154          174.314
           Bak Instrumen            Rp/Unit           65.000           66.983           69.025           71.131           73.300           75.536
           Tensimeter Digital       Rp/Unit          200.000          206.100          212.386          218.864          225.539          232.418

       Pendapatan
           Kursi Roda              Rp/ Tahun    6.804.000.000   24.540.327.000   27.095.150.329   29.782.989.241   32.609.581.064   35.580.889.362
           Tiang Infus             Rp/ Tahun    1.260.000.000    4.544.505.000    5.017.620.431    5.515.368.378    6.038.811.308    6.589.053.586
           Bak Instrumen           Rp/ Tahun    2.184.000.000    7.877.142.000    8.697.208.748    9.559.971.855   10.467.272.934   11.421.026.215
           Tensimeter Digital      Rp/ Tahun    3.840.000.000   13.849.920.000   15.291.795.600   16.808.741.724   18.403.996.368   20.080.925.213
       TOTAL PENDAPATAN           Rp/ Tahun    14.088.000.000   50.811.894.000   56.101.775.108   61.667.071.198   67.519.661.674   73.671.894.376

       Growth                         %                                 3,05%            3,05%            3,05%            3,05%            3,05%
 II.   BIAYA PRODUKSI
            Kursi Roda              Rp/Unit           392.837          404.818          417.165          429.889          443.000          456.512
            Tiang Infus             Rp/Unit           104.712          107.906          111.197          114.588          118.083          121.685
            Bak Instrumen           Rp/Unit            47.037           48.471           49.950           51.473           53.043           54.661
            Tensimeter Digital      Rp/Unit           121.787          125.501          129.329          133.274          137.339          141.527
       BIAYA PRODUKSI/TAHUN
            Kursi Roda             Rp/ Tahun    4.454.769.730   16.067.240.723   17.739.955.248   19.499.758.808   21.350.407.793   23.295.806.715
            Tiang Infus            Rp/ Tahun      879.579.429    3.172.423.107    3.502.695.013    3.850.162.358    4.215.566.829    4.599.679.360
            Bak Instrumen          Rp/ Tahun    1.580.437.718    5.700.243.738    6.293.679.827    6.918.012.866    7.574.575.524    8.264.753.024
            Tensimeter Digital     Rp/ Tahun    2.338.307.267    8.433.689.736    9.311.697.078   10.235.417.428   11.206.822.513   12.227.961.812
       TOTAL BIAYA PRODUKSI/HPP    Rp/Tahun     9.253.094.144   33.373.597.303   36.848.027.165   40.503.351.460   44.347.372.660   48.388.200.910
Page 95
LAMPIRAN - 13
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Laporan Laba (Rugi) Tahun 2024 - 2029
NEW PROJECT (PENAMBAHAN KBLI) - STAND ALONE
(Dalam Rupiah)
                                                     TRUE               TRUE                TRUE                TRUE                TRUE                TRUE
                                                     PROJ               PROJ                PROJ                PROJ                PROJ                PROJ
                       KETERANGAN                     2024                 2025                2026                2027                2028                2029
                                                    Sept-Des             Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des
PENJUALAN BERSIH                                 14.088.000.000      50.811.894.000      56.101.775.108      61.667.071.198      67.519.661.674      73.671.894.376
 Kursi Roda                                        6.804.000.000     24.540.327.000      27.095.150.329      29.782.989.241      32.609.581.064      35.580.889.362
 Tiang Infus                                       1.260.000.000       4.544.505.000       5.017.620.431       5.515.368.378       6.038.811.308       6.589.053.586
 Bak Instrumen                                     2.184.000.000       7.877.142.000       8.697.208.748       9.559.971.855     10.467.272.934      11.421.026.215
 Tensimeter Digital                                3.840.000.000     13.849.920.000      15.291.795.600      16.808.741.724      18.403.996.368      20.080.925.213
                                                      TRUE                TRUE                TRUE                TRUE                TRUE                TRUE
BEBAN POKOK PENJUALAN                            (9.253.094.144)    (33.373.597.303)    (36.848.027.165)    (40.503.351.460)    (44.347.372.660)    (48.388.200.910)
  Kursi Roda                                      (4.454.769.730)   (16.067.240.723)    (17.739.955.248)    (19.499.758.808)    (21.350.407.793)    (23.295.806.715)
  Tiang Infus                                       (879.579.429)     (3.172.423.107)     (3.502.695.013)     (3.850.162.358)     (4.215.566.829)     (4.599.679.360)
  Bak Instrumen                                   (1.580.437.718)     (5.700.243.738)     (6.293.679.827)     (6.918.012.866)     (7.574.575.524)     (8.264.753.024)
  Tensimeter Digital                              (2.338.307.267)     (8.433.689.736)     (9.311.697.078)   (10.235.417.428)    (11.206.822.513)    (12.227.961.812)
LABA KOTOR                                         4.834.905.856     17.438.296.697      19.253.747.942      21.163.719.738      23.172.289.015      25.283.693.466

Beban Usaha                                        (445.649.719)     (1.359.766.949)     (1.383.280.683)     (1.407.511.586)     (1.429.773.199)     (1.440.088.061)
 Gaji Staff                                        (142.994.182)       (442.066.514)       (455.549.542)       (469.443.803)       (483.761.839)       (498.516.575)
 Biaya Listrik                                      (50.380.589)       (155.751.589)       (160.502.013)       (165.397.324)       (170.441.943)       (175.640.422)
 Biaya Service & Maintenance                        (30.000.000)        (92.745.000)        (95.573.723)        (98.488.721)       (101.492.627)       (104.588.152)
 Biaya ATK & RTK                                     (6.000.000)        (18.549.000)        (19.114.745)        (19.697.744)        (20.298.525)        (20.917.630)
 Biaya Legal                                        (20.000.000)        (61.830.000)        (63.715.815)        (65.659.147)        (67.661.751)        (69.725.435)
 Penyusutan & Amortisasi                           (196.274.949)       (588.824.846)       (588.824.846)       (588.824.846)       (586.116.513)       (570.699.846)
LABA (RUGI) USAHA                                 4.389.256.137     16.078.529.748      17.870.467.259      19.756.208.152      21.742.515.816      23.843.605.406

Pendapatan lain-lain                                         -                   -                   -                   -                   -                   -
Beban lain-lain                                              -                   -                   -                   -                   -                   -
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN             4.389.256.137     16.078.529.748      17.870.467.259      19.756.208.152      21.742.515.816      23.843.605.406
Pajak                                              (965.636.350)     (3.537.276.544)     (3.931.502.797)     (4.346.365.793)     (4.783.353.479)     (5.245.593.189)
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN                 3.423.619.787     12.541.253.203      13.938.964.462      15.409.842.358      16.959.162.336      18.598.012.216
Page 96
LAMPIRAN - 14
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tahun 2024 - 2029
NEW PROJECT (PENAMBAHAN KBLI) - STAND ALONE
(Dalam Rupiah)

                                                                         PROJ            PROJ             PROJ             PROJ             PROJ              PROJ
                            KETERANGAN
                                                                         2024            2025             2026             2027             2028              2029
ASET
ASET LANCAR
   Kas dan bank                                                       5.000.578.575   18.409.899.931   33.110.499.512   48.304.847.331   66.041.319.089    85.411.012.797
   Piutang usaha                                                      4.402.500.000    5.292.905.625    5.843.934.907    6.423.653.250    7.033.298.091     7.674.155.664
   Piutang lain-lain                                                            -                -                -                -                -                 -
   Persediaan                                                         2.891.591.920    3.476.416.386    3.838.336.163    4.219.099.110    4.619.517.985     5.040.437.595
   Pajak dibayar di muka                                                        -                -                -                -                -                 -
   Uang muka                                                                    -                -                -                -                -                 -
   Biaya dibayar di muka                                                        -                -                -                -                -                 -
Total Aset Lancar                                                    12.294.670.495   27.179.221.942   42.792.770.582   58.947.599.691   77.694.135.165    98.125.606.056

ASET TIDAK LANCAR
   Aset pajak tangguhan                                                         -                -                -                -                -                 -
   Aset tetap-neto                                                    4.140.120.859    3.910.004.992    3.679.889.125    3.449.773.258    3.222.365.725     3.000.374.858
   Aset Tak Berwujud-neto                                             1.016.557.278      657.848.299      299.139.320      926.557.278      567.848.299       219.139.320
Total Aset Tidak Lancar                                               5.156.678.137    4.567.853.291    3.979.028.445    4.376.330.537    3.790.214.024     3.219.514.177
TOTAL ASET                                                           17.451.348.632   31.747.075.233   46.771.799.027   63.323.930.227   81.484.349.189   101.345.120.233
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
   Utang usaha                                                        8.674.775.760   10.429.249.157   11.515.008.489   12.657.297.331   13.858.553.956    15.121.312.784
   Utang lain-lain                                                              -                -                -                -                -                 -
   Utang pajak                                                                  -                -                -                -                -                 -
   Utang sewa                                                                   -                -                -                -                -                 -
   Pendapatan diterima di muka                                                  -                -                -                -                -                 -
   Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam 1 tahun
          Utang pembiayaan konsumen                                             -                -                -                -                -                 -
          Utang bank                                                            -                -                -                -                -                 -
Total Liabilitas Jangka Pendek                                        8.674.775.760   10.429.249.157   11.515.008.489   12.657.297.331   13.858.553.956    15.121.312.784

LIABILITAS JANGKA PANJANG
   Liabilitas imbalan pascakerja                                                -                -                -                -                -                 -
   Bagian utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh
   tempo dalam 1 tahun
           Utang pembiayaan konsumen                                            -                -                -                -                -                 -
           Utang bank                                                           -                -                -                -                -                 -
Total Liabilitas Jangka Panjang                                                 -                -                -                -                -                 -
TOTAL LIABILITAS                                                      8.674.775.760   10.429.249.157   11.515.008.489   12.657.297.331   13.858.553.956    15.121.312.784

EKUITAS
  Modal Saham                                                         5.352.953.086    5.352.953.086    5.352.953.086    5.352.953.086    5.352.953.086     5.352.953.086
  Tambahan modal disetor                                                        -                -                -                -                -                 -
  Saldo Laba                                                          3.423.619.787   15.964.872.990   29.903.837.452   45.313.679.810   62.272.842.147    80.870.854.363
  Rugi komprehensif lain                                                        -                -                -                -                -                 -
TOTAL EKUITAS                                                         8.776.572.873   21.317.826.076   35.256.790.538   50.666.632.896   67.625.795.233    86.223.807.449
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                         17.451.348.632   31.747.075.233   46.771.799.027   63.323.930.227   81.484.349.189   101.345.120.233
Page 97
LAMPIRAN - 15
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Arus Kas 2024-2029
NEW PROJECT (PENAMBAHAN KBLI) - STAND ALONE
(Dalam Rupiah)

                                                                   PROJ              PROJ              PROJ              PROJ              PROJ              PROJ
                          KETERANGAN
                                                                   2024              2025              2026              2027              2028              2029
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI
Laba/Rugi Bersih                                                3.423.619.787     12.541.253.203    13.938.964.462    15.409.842.358    16.959.162.336    18.598.012.216
Depresiasi & Amortisasi                                           196.274.949        588.824.846       588.824.846       588.824.846       586.116.513       570.699.846
Total Laba/Rugi Usaha                                           3.619.894.736     13.130.078.049    14.527.789.308    15.998.667.205    17.545.278.849    19.168.712.063

PENURUNAN/KENAIKAN OPERASI
Piutang usaha                                                   (4.402.500.000)     (890.405.625)     (551.029.282)     (579.718.343)     (609.644.841)     (640.857.573)
Persediaan                                                      (2.891.591.920)     (584.824.466)     (361.919.777)     (380.762.947)     (400.418.875)     (420.919.609)
Utang usaha                                                      8.674.775.760     1.754.473.397     1.085.759.332     1.142.288.842     1.201.256.625     1.262.758.828
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi    5.000.578.575    13.409.321.356    14.700.599.581    16.180.474.757    17.736.471.758    19.369.693.708

ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI
Penurunan / Kenaikan Aset Tetap                                  (192.500.000)               -                 -                 -                 -                 -
Penurunan / Kenaikan Aset Takberwujud                                     -                  -                 -        (986.126.938)              -                 -
Utang Bank Jangka Panjang                                                 -                  -                 -                 -                 -                 -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                   (192.500.000)               -                 -        (986.126.938)              -                 -

ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS PENDANAAN
Modal Sendiri                                                     192.500.000
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan        192.500.000                -                 -                 -                 -                 -

KENAIKAN (PENURUNAN) KAS BERSIH DAN SETARA KAS                  5.000.578.575     13.409.321.356    14.700.599.581    15.194.347.819    17.736.471.758    19.369.693.708

KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                              -       5.000.578.575    18.409.899.931    33.110.499.512    48.304.847.331    66.041.319.089

KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                  5.000.578.575     18.409.899.931    33.110.499.512    48.304.847.331    66.041.319.089    85.411.012.797
Page 98
LAMPIRAN - 16
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Analisa Kelayakan - NEW PROJECT (PENAMBAHAN KBLI) - STAND ALONE
(Dalam Rupiah)

                                       2024             2024
           KETERANGAN                                                     2025              2026              2027              2028              2029
                                     Jan-Mar           Apr-Des

Net Income                                    -       3.423.619.787    12.541.253.203    13.938.964.462    15.409.842.358    16.959.162.336    18.598.012.216
Depresiasi                                    -         196.274.949       588.824.846       588.824.846       588.824.846       586.116.513       570.699.846
Bunga * (1-T)                                 -                 -                 -                 -                 -                 -                 -
Investasi                          (5.160.453.086)     (192.500.000)              -                 -        (986.126.938)              -                 -
Perubahan Modal Kerja                         -       1.380.683.840       279.243.307       172.810.273       181.807.552       191.192.909       200.981.646



Arus Kas                           (5.160.453.086)    4.808.078.575    13.409.321.356    14.700.599.581    15.194.347.819    17.736.471.758    19.369.693.708
Akumulasi Arus Kas                 (5.160.453.086)     (352.374.510)   13.056.946.846    27.757.546.426    42.951.894.245    60.688.366.003    80.058.059.711
WACC/Discount Rate                         12,79%            12,79%            12,79%            12,79%            12,79%            12,79%            12,79%
Year Calculation                              -                0,75              1,75              2,75              3,75              4,75              5,75
Discount Factor                               1,00              0,91              0,81              0,72              0,64              0,56              0,50

Present Value                      (5.160.453.086)    4.393.186.622   10.863.231.200     10.559.209.341     9.676.594.526    10.015.020.423     9.697.314.679
IRR                                                         161,30%
NPV                                                  50.044.103.706
Profitability Index                                             8,71
Payback Period                                                    2 Tahun
                                                                  1 Bulan
Page 99
LAMPIRAN - 17
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
ANALISIS BEP, Profitabilitas, Sensitivitas, dan ROI - NEW PROJECT (PENAMBAHAN KBLI) - STAND ALONE
(Dalam Rupiah)

Break Even Point
                                          PROJ               PROJ              PROJ                 PROJ               PROJ             PROJ
             Analisa BEP Proyek
                                          2024               2025              2026                 2027               2028             2029
Penjualan                             14.088.000.000     50.811.894.000     56.101.775.108       61.667.071.198     67.519.661.674   73.671.894.376
Beban Pokok Penjualan (Fixed Cost)     9.253.094.144     33.373.597.303     36.848.027.165       40.503.351.460     44.347.372.660   48.388.200.910
Beban Usaha (Variable Cost)              445.649.719      1.359.766.949      1.383.280.683        1.407.511.586      1.429.773.199    1.440.088.061
Break Even Point                       9.555.361.621     34.291.258.834     37.779.543.369      41.449.407.768      45.306.773.353   49.352.918.172

Profitabilitas
                                          PROJ               PROJ              PROJ                 PROJ               PROJ             PROJ
     Analisa Profitabilitas Proyek
                                          2024               2025              2026                 2027               2028             2029
Gross Profit                                  34,32%               34,32%            34,32%               34,32%            34,32%           34,32%
Operating Profit                              31,16%               31,64%            31,85%               32,04%            32,20%           32,36%
Net Profit                                    24,30%               24,68%            24,85%               24,99%            25,12%           25,24%
Return on Equity                              39,01%               58,83%            39,54%               30,41%            25,08%           21,57%
Return on Investment                          66,34%            243,03%            270,11%              298,61%           328,64%          360,39%


Analisis Sensitivitas
                                                             IRR               NPV            Profitability Index
                 Variable                 Posisi                                                                    Kesimpulan
                                                              %                Rupiah                (PI)
Normal                                                         161,30%      50.044.103.706                  8,71       Layak
                                              10,00%            149,49%     49.510.469.492                  8,03       Layak
Investasi                                     15,00%            144,27%     49.243.652.384                  7,73       Layak
                                              20,00%            139,43%     48.976.835.277                  7,45       Layak
                                              -10,00%              97,06%   20.435.442.775                  4,12       Layak
Penjualan                                     -15,00%              52,19%    6.826.995.590                  1,93       Layak
                                              -20,00%                 n/a   (7.807.281.041)                (0,50)   Tidak Layak
                                              10,00%            121,80%     29.303.410.777                  5,44       Layak
Harga Pokok Penjualan                         15,00%               94,85%   18.192.325.279                  3,68       Layak
                                              20,00%               55,41%    6.587.413.759                  1,85       Layak
Page 100
LAMPIRAN - 18
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Laporan Laba (Rugi) Tahun 2024 - 2029 (KONSOLIDASI)
(Dalam Rupiah)

                                                                  PROJ                PROJ                PROJ                PROJ                PROJ                 PROJ
                           KETERANGAN
                                                                  2024                2025                2026                2027                2028                 2029
PENJUALAN BERSIH                                               32.000.869.783      74.244.394.000      80.237.250.108      86.526.610.448      93.124.987.102      100.045.379.566
  EKSISTING                                                    17.912.869.783      23.432.500.000      24.135.475.000      24.859.539.250      25.605.325.428       26.373.485.190
  PENAMBAHAN KBLI                                              14.088.000.000      50.811.894.000      56.101.775.108      61.667.071.198      67.519.661.674       73.671.894.376

BEBAN POKOK PENJUALAN                                          (17.069.735.525)    (43.874.106.362)    (47.663.551.496)    (51.643.341.521)    (55.821.562.422)    (60.206.616.365)
  EKSISTING                                                      (7.816.641.381)   (10.500.509.059)    (10.815.524.331)    (11.139.990.061)    (11.474.189.763)    (11.818.415.455)
  PENAMBAHAN KBLI                                                (9.253.094.144)   (33.373.597.303)    (36.848.027.165)    (40.503.351.460)    (44.347.372.660)    (48.388.200.910)
LABA KOTOR                                                      14.931.134.258      30.370.287.638      32.573.698.611      34.883.268.927      37.303.424.679      39.838.763.201

Beban Usaha                                                    (10.832.305.082)    (14.119.171.165)    (13.798.280.085)    (14.249.083.601)    (14.634.312.611)    (14.200.407.789)
  Beban penjualan                                                (1.695.021.709)     (2.150.137.348)     (2.215.716.537)     (2.283.295.891)     (2.352.936.416)     (2.424.700.976)
  Beban umum dan administrasi                                    (4.300.263.325)     (5.836.375.700)     (6.014.385.159)     (6.197.823.906)     (6.386.857.536)     (6.581.656.690)
  Beban Operasional Pabrik 2 (Nanjung) & Kantor                    (618.291.689)       (682.963.550)       (703.793.939)       (738.983.636)       (761.522.636)       (799.598.768)
  Beban Operasional Pabrik 1 (Leuwigajah)                          (791.440.089)     (1.368.616.130)     (1.410.358.922)     (1.465.384.979)     (1.510.079.221)     (1.453.215.608)
  Penyusutan                                                     (3.427.288.270)     (4.081.078.437)     (3.454.025.529)     (3.563.595.189)     (3.622.916.802)     (2.941.235.745)

LABA (RUGI) USAHA                                               4.098.829.176      16.251.116.473      18.775.418.527      20.634.185.327      22.669.112.069       25.638.355.413

Pendapatan lain-lain                                                 2.149.113           2.641.895           2.722.472           2.858.596           2.945.783           3.035.630
Beban lain-lain                                                   (795.886.750)       (312.677.008)       (129.970.996)        (32.720.450)        (33.718.423)        (34.746.835)

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                           3.305.091.539      15.941.081.359      18.648.170.003      20.604.323.473      22.638.339.429       25.606.644.207

Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan – Neto                          (727.120.139)     (3.507.037.899)     (4.102.597.401)     (4.532.951.164)     (4.980.434.674)     (5.633.461.725)

LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN                               2.577.971.400      12.434.043.460      14.545.572.602      16.071.372.309      17.657.904.754       19.973.182.481
Page 101
LAMPIRAN - 19
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tahun 2024 - 2029 (KONSOLIDASI)
(Dalam Rupiah)

                                                                     PROJ              PROJ               PROJ               PROJ               PROJ               PROJ
                            KETERANGAN
                                                                     2024              2025               2026               2027               2028               2029
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank                                                       17.682.916.690    32.040.490.807     49.559.088.581     67.814.637.592     88.875.526.237    111.572.636.239
Piutang usaha                                                       6.723.232.397     8.328.743.129      8.970.847.536      9.644.373.257     10.350.639.699     11.091.017.520
Piutang lain-lain                                                     859.913.500       859.913.500        859.913.500        859.913.500        859.913.500        859.913.500
Persediaan                                                          6.950.533.249     8.929.007.609      9.454.505.123     10.003.753.139     10.577.711.635     11.177.377.054
Pajak dibayar di muka                                               2.827.554.166     2.827.554.166      2.827.554.166      2.827.554.166      2.827.554.166      2.827.554.166
Uang muka                                                               3.775.000         3.775.000          3.775.000          3.775.000          3.775.000          3.775.000
Biaya dibayar di muka                                                 308.067.516       308.067.516        308.067.516        308.067.516        308.067.516        308.067.516
Total Aset Lancar                                                  35.355.992.517    53.297.551.726     71.983.751.421     91.462.074.171    113.803.187.753    137.840.340.995

ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan                                                   56.150.692        56.150.692         56.150.692         56.150.692         56.150.692         56.150.692
Aset tetap-neto                                                    47.581.256.957    43.779.720.815     40.431.765.352     37.083.809.888     33.895.672.131     31.379.215.430
Aset hak-guna                                                         173.472.230               -                  -                  -                  -                  -
Properti investasi                                                  1.369.261.177     1.293.191.112      1.217.121.046      1.141.050.981      1.064.980.916        988.910.850
Aset Tak Berwujud-neto                                                140.000.000       110.000.000         80.000.000        926.557.278        567.848.299        219.139.320
Total Aset Tidak Lancar                                            49.320.141.056    45.239.062.619     41.785.037.090     39.207.568.839     35.584.652.037     32.643.416.292
TOTAL ASET                                                         84.676.133.573    98.536.614.345    113.768.788.511    130.669.643.010    149.387.839.790    170.483.757.287

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                         9.408.247.923    11.414.561.227     12.529.879.921     13.702.614.906     14.935.231.058     16.230.290.199
Utang lain-lain                                                        86.326.752        86.326.752         86.326.752         86.326.752         86.326.752         86.326.752
Utang pajak                                                           177.573.265       177.573.265        177.573.265        177.573.265        177.573.265        177.573.265
Utang sewa                                                             20.250.000        20.250.000         20.250.000         20.250.000         20.250.000         20.250.000
Pendapatan diterima di muka                                           746.367.107       746.367.107        746.367.107        746.367.107        746.367.107        746.367.107
Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam 1 tahun
      Utang pembiayaan konsumen                                       439.312.164       439.312.164        439.312.164        439.312.164        439.312.164        439.312.164
      Utang bank                                                    2.268.363.361     2.268.363.361      2.268.363.361      2.268.363.361      2.268.363.361      2.268.363.361
Total Liabilitas Jangka Pendek                                     13.146.440.572    15.152.753.876     16.268.072.570     17.440.807.555     18.673.423.707     19.968.482.848

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan pascakerja                                        367.203.374       367.203.374         367.203.374        367.203.374        367.203.374        367.203.374
Bagian utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam 1 tahun
       Utang pembiayaan konsumen                                      243.853.579       243.853.579        243.853.579        243.853.579        243.853.579        243.853.579
       Utang bank                                                   4.371.312.522     4.371.312.522      4.371.312.522      4.371.312.522      4.371.312.522      4.371.312.522
Total Liabilitas Jangka Panjang                                     4.982.369.475     4.982.369.475      4.982.369.475      4.982.369.475      4.982.369.475      4.982.369.475
TOTAL LIABILITAS                                                   18.128.810.047    20.135.123.351     21.250.442.045     22.423.177.030     23.655.793.182     24.950.852.323

EKUITAS
Modal Saham                                                        31.442.500.000    31.442.500.000     31.442.500.000     31.442.500.000     31.442.500.000     31.442.500.000
Tambahan modal disetor                                             29.867.355.456    29.867.355.456     29.867.355.456     29.867.355.456     29.867.355.456     29.867.355.456
Saldo Laba                                                          5.556.394.036    17.410.561.504     31.527.416.976     47.255.536.490     64.741.117.118     84.541.975.473
Rugi komprehensif lain                                               (318.925.965)     (318.925.965)      (318.925.965)      (318.925.965)      (318.925.965)      (318.925.965)
TOTAL EKUITAS                                                      66.547.323.526    78.401.490.994     92.518.346.466    108.246.465.980    125.732.046.608    145.532.904.963
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                       84.676.133.573    98.536.614.345    113.768.788.511    130.669.643.010    149.387.839.790    170.483.757.287
Page 102
LAMPIRAN - 20
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Arus Kas 2024-2029 (KONSOLIDASI)
(Dalam Rupiah)

                                                                  PROJ              PROJ               PROJ              PROJ              PROJ               PROJ
                           KETERANGAN                            Apr-Des          Jan - Des          Jan - Des         Jan - Des         Jan - Des          Jan - Des
                                                                  2024              2025               2026              2027              2028               2029
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI
Laba/Rugi Bersih                                                 2.156.242.740    11.854.167.468     14.116.855.472    15.728.119.514    17.485.580.628     19.800.858.355
Depresiasi & Amortisasi                                          3.427.288.270     4.081.078.437      3.454.025.529     3.563.595.189     3.622.916.802      2.941.235.745
Total Laba/Rugi Usaha                                            5.583.531.010    15.935.245.906     17.570.881.001    19.291.714.702    21.108.497.430     22.742.094.101

PENURUNAN/KENAIKAN OPERASI
Piutang usaha                                                      600.738.539     (1.605.510.732)     (642.104.407)     (673.525.722)     (706.266.441)      (740.377.821)
Persediaan                                                       2.277.346.323     (1.978.474.360)     (525.497.514)     (549.248.016)     (573.958.496)      (599.665.419)
Utang usaha                                                      8.564.708.761      2.006.313.304     1.115.318.694     1.172.734.985     1.232.616.152      1.295.059.141
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi   17.026.324.634    14.357.574.117     17.518.597.774    19.241.675.950    21.060.888.645     22.697.110.002

ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI
Penurunan / Kenaikan Aset Tidak Lancar                            (192.500.000)               -                  -       (986.126.938)               -                  -
Utang Bank Jangka Panjang                                                  -                  -                  -                -                  -                  -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                    (192.500.000)               -                  -       (986.126.938)               -                  -

ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS PENDANAAN
Penurunan/ Kenaikan Modal                                         192.500.000
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan        192.500.000                 -                  -                 -                 -                  -

KENAIKAN (PENURUNAN) KAS BERSIH DAN SETARA KAS                  17.026.324.634    14.357.574.117     17.518.597.774    18.255.549.012    21.060.888.645     22.697.110.002

KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                     656.592.056     17.682.916.690     32.040.490.807    49.559.088.581    67.814.637.592     88.875.526.237

KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN                                  17.682.916.690    32.040.490.807     49.559.088.581    67.814.637.592    88.875.526.237    111.572.636.239
Page 103
LAMPIRAN - 21
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Analisa Kelayakan - KONSOLIDASI
(Dalam Rupiah)

                                                2024              2024
                 KETERANGAN                                                          2025              2026              2027              2028               2029
                                              Jan-Mar            Apr-Des

Net Income                                              -        2.577.971.400    12.434.043.460    14.545.572.602    16.071.372.309    17.657.904.754     19.973.182.481
Depresiasi                                              -        3.427.288.270     4.081.078.437     3.454.025.529     3.563.595.189     3.622.916.802      2.941.235.745
Bunga * (1-T)                                           -                  -                 -                 -                 -                 -                  -
Investasi                                   (13.231.784.620)      (192.500.000)              -                 -        (986.126.938)              -                  -
Perubahan Modal Kerja                                   -       11.998.129.110    (1.577.671.789)      (52.283.227)      (50.038.753)      (47.608.785)       (44.984.099)



Arus Kas                                    (13.231.784.620)    17.810.888.780    14.937.450.108    17.947.314.904    18.598.801.807    21.233.212.771     22.869.434.128
Akumulasi Arus Kas                          (13.231.784.620)    17.810.888.780    32.748.338.889    50.695.653.793    69.294.455.600    90.527.668.371    113.397.102.499
WACC/Discount Rate                                   12,79%             12,79%            12,79%            12,79%            12,79%            12,79%             12,79%
Year Calculation                                        -                 0,75              1,75              2,75              3,75              4,75               5,75
Discount Factor                                         1,00               0,91              0,81              0,72              0,64              0,56               0,50

Present Value                               (13.231.784.620)    16.273.976.617    26.530.259.611    36.413.890.341    44.130.512.068    51.117.068.826     56.771.542.350
IRR                                                                    129,60%
NPV                                                            218.005.465.193
Profitability Index                                                       16,05
Payback Period                                                               1 Tahun
                                                                              - Bulan
Page 104
LAMPIRAN - 22
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
ANALISIS BEP, Profitabilitas, Sensitivitas, dan ROI - KONSOLIDASI
(Dalam Rupiah)

Break Even Point
                                                 PROJ                  PROJ                PROJ               PROJ                PROJ              PROJ
             Analisa BEP Proyek
                                                 2024                  2025                2026               2027                2028              2029
Penjualan                                    32.000.869.783         74.244.394.000     80.237.250.108     86.526.610.448      93.124.987.102   100.045.379.566
Beban Pokok Penjualan (Fixed Cost)           17.069.735.525         43.874.106.362     47.663.551.496     51.643.341.521      55.821.562.422    60.206.616.365
Beban Usaha (Variable Cost)                  10.832.305.082         14.119.171.165     13.798.280.085     14.249.083.601      14.634.312.611    14.200.407.789
Break Even Point                             25.804.601.847       54.177.037.283       57.562.486.310     61.824.518.476      66.229.298.121   70.165.947.544

Profitabilitas
                                                 PROJ                  PROJ                PROJ               PROJ                PROJ              PROJ
       Analisa Profitabilitas Proyek
                                                 2024                  2025                2026               2027                2028              2029
Gross Profit                                          46,66%                  40,91%           40,60%              40,32%             40,06%            39,82%
Operating Profit                                      12,81%                  21,89%           23,40%              23,85%             24,34%            25,63%
Net Profit                                                8,06%               16,75%           18,13%              18,57%             18,96%            19,96%
Return on Equity                                          3,87%               15,86%           15,72%              14,85%             14,04%            13,72%
Return on Investment                                  17,89%                  86,29%          100,94%             111,53%            122,54%          138,60%


Analisis Sensitivitas
                                                                        IRR                NPV          Profitability Index
                   Variable                      Posisi                                                                       Kesimpulan
                                                                         %              Juta Rupiah            (PI)

Normal                                                                    129,60% 218.005.465.193                    16,05       Layak
                                                      10,00%              121,97% 217.118.554.757                    15,17       Layak
Investasi                                             15,00%              118,48% 216.675.099.539                    14,77       Layak
                                                      20,00%              115,17% 216.231.644.321                    14,39       Layak
                                                      10,00%                  96,54% 150.671.491.193                 11,37       Layak
Penjualan                                             15,00%                  76,23% 115.641.416.838                  8,94       Layak
                                                      20,00%                  52,70%   80.515.605.585                 6,51       Layak
                                                      10,00%              111,22% 178.587.356.415                    13,31       Layak
Beban Pokok Penjualan                                 15,00%              101,36% 158.878.302.025                    11,94       Layak
                                                      20,00%                  90,81% 139.069.999.621                 10,57       Layak
Page 105
WACC (Weighted Average Cost of Capital)
                                                                                                 Cost of Equity                                               Cost of Debt
                                                                                                           URAIAN               PERSENTASE                    Kd          :   i*(1-T)
                            URAIAN        PARAMETER                 FORMULA         VALUE
                                                                                                 Tingkat Bunga Bebas Risiko           6,97%                   Kd          :   9,47% x (1-22%)
                                                                                                 Risk Premium                            7,38%                Kd          :   7,39%
 Effective Tax Rate                           t                                         22%      Beta                                      1,10
 Total Long-Term Debt                        Wd                                             5%   RBDS                                    2,07%
 Total Equity                                We                                          95%     Biaya Modal untuk Ekuitas              13,05%
 Interest                                     I                                        9,47%
 Equity Beta (Proxy)                         B                                           1,10
 Risk Free Rate (SUN)                        Rf                                        6,97%
 Market Risk Premium                       (Rm-Rf)                                     7,38%               Keterangan            Komposisi        Biaya Modal Rata-rata
 RBDS (Rating Based Default Spread)         RBDS                                       2,07%     Utang                               4,69%          7,39%       0,35%
 Cost of Debt (After Tax)                    Kd       i*(1-t)                          7,39%     Ekuitas                             95,31%         13,05%     12,44%
 Cost of Equity                              Ke       Rf + (B*(Rm-Rf))-RBDS           13,05%                                  WACC                             12,79%

 Weighted Average Cost of Capital           WACC      (D/(D+E)*Kd) + (E/(D+E)*Ke)     12,79%
Page 106
                                    FOTO-FOTO
                                   STUDI KELAYAKAN
                          PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
                    KBLI 30921 | KBLI 32501 | KBLI 32502 | KBLI 26602

                        PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Page 107
                         TAMPAK DEPAN LOKASI KANTOR DAN PABRIK 2
                             PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk




                    TAMPAK RUANG RESEPSIONIS (NANJUNG - EKSISTING)




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Page 108
                   TAMPAK DALAM RUANG KANTOR (NANJUNG - EKSISTING)




                  TAMPAK DALAM RUANG MEETING (NANJUNG - EKSISTING)




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Page 109
             TAMPAK AREA LOADING BARANG PABRIK 2 (NANJUNG-EKSISTING)




               TAMPAK AREA PENYIMPANAN PABRIK 2 (NANJUNG-EKSISTING)




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Page 110
                TAMPAK RUANG PRODUKSI PABRIK 2 (NANJUNG - EKSISTING)




                     TAMPAK AREA PENYIMPANAN BARANG JADI PABRIK 2
                                 (NANJUNG - EKSISTING)




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Page 111
                  TAMPAK LOKASI RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
                               (PABRIK 1 – LEUWIGAJAH)




               TAMPAK RUANG MULTIFUNGSI LOKASI PABRIK 1 – LEUWIGAJAH




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Page 112
              TAMPAK AREA LOADING BARANG PADA PABRIK 1 (EKSISTING)




                  TAMPAK RUANG PRODUKSI PADA PABRIK 1 (EKSISTING)




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Page 113
                       TAMPAK AREA TRANSIT BARANG JADI – PABRIK 1




                     TAMPAK BAHAN BAKU UNTUK PRODUKSI STETOSKOP
                               (PABRIK 1 – LEUWIGAJAH)




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Page 114
                         TAMPAK KEGIATAN DI PABRIK 1– LEUWIGAJAH




                               FOTO PRODUK EKSISTING (MASKER)




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Page 115
                            FOTO PRODUK EKSISTING (TENSIMETER)




                             FOTO PRODUK EKSISTING (STETOSKOP)




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Page 116
              TAMPAK CONTOH PRODUK PENAMBAHAN KBLI (BAK INSTRUMEN)




           TAMPAK CONTOH PRODUK PENAMBAHAN KBLI (TENSIMETER DIGITAL)




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Page 117
                TAMPAK CONTOH PRODUK PENAMBAHAN KBLI (KURSI RODA)




                            FOTO BERSAMA PENDAMPING LAPANGAN




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Page 118
                            FOTO BERSAMA PENDAMPING LAPANGAN




Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk

File

File Open PDF
Source IDX
Size11.41 MB
Published7 Aug 2024
Pages118
Characters310,699
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 59 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk p.1 ×368
linked person Jemmy Kurniawan p.20 ×2
linked person Fancy Marsiana p.20 ×2
linked person Tato Suprapto Basir p.21
linked org Jayamas Medica Industri Tbk p.40 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.16 ×3
possible person dr. Yenny Marlina p.21
possible person Herry p.21
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.21
possible org Bursa Efek Indonesia p.22
possible person Ruli Citrarini p.29
possible org Bank Persero p.71
unresolved org KJPP SPR p.17
unresolved person Akta Notaris Cahya Suryana p.19
unresolved org Menteri Kehakiman p.19 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH. p.19 ×3
unresolved person Alvi Hadi Sugono p.21
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.21
unresolved org Menteri Investasi p.21
unresolved person Akta Cahya Suryana p.21
unresolved org Kementerian p.21
unresolved person Salinan Akta Notaris Theresia Yuliana p.21 ×3
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.21 ×3
unresolved person Salinan Akta Notaris Dr. Sugih Haryati p.21 ×12
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan p.21
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU- p.22
unresolved person Salinan Akta Notaris Dr. Erny Kencanawati p.22 ×6
unresolved org Heliantono & Rekan p.23 ×4
unresolved org Heliantono p.23 ×4
unresolved person Fitya Shabrina p.29
unresolved org Pusat Statistik p.30 ×4
unresolved org Bank Indonesia p.33 ×9
unresolved org Kebijakan Fiskal p.34
unresolved org Pusat Statistik. Inflasi p.34
unresolved org PT Buana Inti p.39
unresolved org PT Buana Inti Medika Prima p.39
unresolved org PT Cipta Sukses Medika p.39
unresolved org PT Sentra Asia Gemilang p.39
unresolved org PT Karya Pratama p.39
unresolved org PT Serenity Indonesia p.39
unresolved org PT Anugerah Jaya Fordic Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan p.39
unresolved org PT Royal Sultan Agung p.40
unresolved org Kementerian Kesehatan. p.40
unresolved — Bak p.52
unresolved org PT Sinar Continental Kursi Roda p.53
unresolved org PT Sinar Continental Back Rest p.53
unresolved org PT Sinar Continental Hanger p.53
unresolved org PT Megah Mulia Baja Adjustable Pole p.53
unresolved org PT Megah Mulia Baja Tiang Infus Spider Leg p.53
unresolved org PT Megah Mulia Baja Stainless Bak Instrumen Body p.53
unresolved org PT Megah Mulia Baja Stainless Tensimeter p.53
unresolved org PT Indonesia Libolon Fiber Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan p.53
unresolved org PT Bisma Anugerah Plasindo PCB Circuit Set p.54
unresolved org PT Ultra Prima Corrugator p.54
unresolved org PT Mita Jaya Mandiri p.54
unresolved org PT Harapan Kurnia p.54
unresolved org PT Ateja Tritunggal p.54
unresolved org Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dimana p.58
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana p.66

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 5362 ms 12 Sep 2026 23:00
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result