Back to announcement
20240807_MEDS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31692287_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review MEDSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 118
Page 1
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
FEASIBILITY STUDY REPORT
PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
KBLI 30921 | KBLI 32501 | KBLI 32502 | KBLI 26602
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Kompleks Blue Sky Industrial (BSI) Kavling No. 09, Jl. Nanjung No.2
Leuwigajah, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat 40532
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Page 16
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (“Perseroan”) merupakan sebuah Perseroan Terbatas
berstatus perusahaan terbuka (public company) yang didirikan di Indonesia. Saat ini
kegiatan Perseroan adalah menjalankan usaha dalam bidang manufaktur dan perdagangan
alat kesehatan, khususnya masker medis. Kantor Pusat Perseroan berlokasi di Komplek Blue
Sky Industrial (BSI) Kavling No. 09, Jl. Nanjung No.2, Leuwigajah, Kec. Cimahi Selatan, Kota
Cimahi, Jawa Barat 40532. Perseroan juga memiliki 2 (dua) pabrik eksisting yang berlokasi di
Jl, Mahar Martanegara Leuwigajah 106, Cigugur Tengah, Kec. Cimahi tengah, Kota Cimahi,
Jawa Barat 40522 (pabrik 1) sementara lokasi pabrik 2 berada di lokasi kantor pusat.
Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen, Perseroan berencana menambah
4 (empat) KBLI sebagai berikut:
1. Industri Sepeda dan Kursi Roda Termasuk Becak (KBLI 30921) – Kursi Roda;
2. Industri Furnitur untuk Operasi, Perawatan Kedokteran dan Kedokteran Gigi (KBLI
32501) – Tiang Infus;
3. Industri Peralatan Kedokteran dan Kedokteran Gigi, Perlengkapan Orthopedic dan
Prosthetic (KBLI 32502) – Bak Instrumen; dan
4. Industri Peralatan Elektromedikal dan Elektroterapi (KBLI 26602) - Tensimeter Digital.
Rencana penambahan kegiatan usaha akan dilaksanakan di lokasi pabrik 1 yang beralamat
di Jl. Mahar Martanegara Leuwigajah 106, Cigugur Tengah, Kec. Cimahi tengah, Kota
Cimahi, Jawa Barat 40522. Berikut adalah pertimbangan Perseroan dalam melakukan
penambahan kegiatan usaha di pabrik 1:
1. Terdapat sumber daya manusia yang belum termanfaatkan secara maksimal;
2. Terdapat space ruangan yang belum efektif terpakai; dan
3. Terdapat pemakaian mesin yang belum termanfaatkan secara maksimal.
Penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan di pabrik 1 dapat memberikan keuntungan
dan manfaat bagi Perseroan, serta dapat berpotensi memberikan dampak positif terhadap
kinerja keuangan Perseroan. Berikut adalah keuntungan dan manfaat yang akan diperoleh
Perseroan:
1. Diversifikasi Pendapatan;
2. Peningkatan Pendapatan;
3. Jangkauan pasar yang lebih luas;
4. Peningkatan daya saing.
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, rencana Perseroan berupa penambahan
kegiatan usaha ini memerlukan studi kelayakan dengan mengacu Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan (“POJK”) Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK)
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk I-1
Page 17
Nomor 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Surat
Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”) Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Kode Etik Penilai
Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII-2018 dan Revisi SPI
330 Tahun 2020, maka Perseroan menunjuk penilai untuk melaksanakan penyusunan studi
kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha (“studi kelayakan”) tersebut.
1.2 Maksud dan Tujuan
Laporan studi kelayakan ini bertujuan untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan atas
rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan yang selanjutnya akan digunakan Perseroan
untuk memenuhi ketentuan dari Peraturan No. 35/POJK.04/2020 dan 17/POJK.04/2020.
Studi kelayakan ini ditinjau dari berbagai aspek, meliputi aspek makro Indonesia, aspek
pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek keuangan.
Hasil studi kelayakan ini dapat dijadikan sebagai pegangan bagi para pengelola perusahaan
dan bahan pertimbangan untuk kebijaksanaan maupun pengambilan keputusan, baik yang
bersifat administratif maupun operasional di kemudian hari, sehingga diharapkan target
pelaksanaan proyek dapat direalisasikan sesuai dengan rencana. Penugasan ini dilakukan
dengan mengacu kepada ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar
Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan Revisi SPI 330 Tahun 2020.
1.3 Metodologi
Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah:
• Pengumpulan data-data primer dari Perseroan terkait dengan rencana penambahan
kegiatan usaha yang meliputi data-data identitas, perizinan, rencana usaha serta
data-data lainnya yang terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha.
• Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan
penambahan kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indikator
Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), Internal Rate of Return (IRR),
Payback Period, Break Even Point (BEP), dan Return on Investment (ROI).
• Dalam studi kelayakan ini kami melakukan analisis pada aspek makro Indonesia,
aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek
keuangan.
1.4 Kondisi, Syarat dan Pembatasan
Kondisi, syarat dan pembatasan dibuat sebagai kode etik profesional dan batasan
kewenangan konsultan antara lain:
1. Laporan studi kelayakan merupakan hasil analisis KJPP SPR atas rencana Perseroan
yang juga dimaksudkan untuk digunakan sebagai pemenuhan Kode Etik Penilai
Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan
Revisi SPI 330 Tahun 2020 serta POJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk I-2
Page 18
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
2. Nilai investasi yang digunakan dalam proyeksi merujuk pada rencana dan pertimbangan
manajemen dan data pasar.
3. Penyusunan laporan studi kelayakan ini merupakan interpretasi kami atas data dan
informasi yang diperoleh dan tersedia yang kami anggap benar pada saat penyusunan
laporan ini dilakukan. Asumsi-asumsi yang digunakan mungkin tidak lagi berlaku apabila
terjadi sesuai atau kondisi tertentu yang mempengaruhi ketepatan asumsi-asumsi
tersebut, seperti diberlakukannya peraturan-peraturan Pemerintah yang baru maupun
perubahan-perubahan penting di manajemen, bidang politik, sosial dan ekonomi.
4. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian sebagai akibat dari kesalahan opini atau
kesimpulan yang terjadi karena adanya data atau informasi Perseroan yang relevan dan
berpengaruh signifikan terhadap opini atau kesimpulan kami, yang tidak dan/atau
belum kami terima dari Perseroan.
5. Kami berasumsi bahwa Perseroan menaati semua peraturan yang ditetapkan
Pemerintah, khususnya yang terkait dengan operasional perusahaan, baik di masa lalu
maupun di masa mendatang.
6. Kami tidak melaksanakan pemeriksaan terhadap legalitas aset yang dimiliki oleh
Perseroan. Kami berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas berkenaan dengan aset-
aset Perseroan, baik saat ini maupun di masa yang akan datang.
7. Kami berasumsi bahwa Perseroan telah dan akan memenuhi kewajiban berkenaan
dengan perpajakan, retribusi pungutan-pungutan, dan/atau kewajiban lainnya sesuai
dengan peraturan yang berlaku.
8. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses
penyusunan studi kelayakan.
9. Kami mengandalkan sepenuhnya data-data dari manajemen, adapun laporan keuangan
audit per cut off date, kami peroleh dari manajemen.
10. Data dan informasi diperoleh dari sumber dan data yang dapat dipercaya.
11. Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
pencapaian (fiduciary duty).
12. Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan studi kelayakan dan kewajaran
proyeksi.
13. Laporan ini terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang
dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
14. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi tugas.
15. Kami bukan konsultan yang berkompetensi masalah lingkungan hidup, dan karenanya
tidak bertanggung jawab terhadap setiap kewajiban aktual atau potensial yang terkait
dengan permasalahan lingkungan.
16. Laporan studi kelayakan ini bersifat non disclaimer opinion.
17. Penilai bertanggung jawab pada laporan studi kelayakan ini dan kesimpulan akhir dari
laporan ini.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk I-3
Page 19
BAB II
GAMBARAN UMUM PERSEROAN
2.1 Profil PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
2.1.1 Pendirian
PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (“Perseroan”) didirikan pada tahun 2010 berdasarkan Akta
Notaris Cahya Suryana, S.H., No. 12 tanggal 31 Desember 2010 di Kota Bandung dan telah
mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman nomor AHU-06450.AH.01.01.Tahun 2011
tanggal 8 februari 2011. Mulai resmi beroperasi pada tanggal 1 Maret 2011 dengan
memproduksi masker bedah/surgical facemask 3 ply. Perseroan menjadi pelopor di Indonesia
yang memproduksi masker kesehatan tipe Ear Loop 4D dengan merek dagang Evo Plusmed.
Sejak Covid-19, Perseroan memberikan dukungan kepada Pemerintah melalui BIN dan BNPB
dalam rangka menekan kelangkaan masker kesehatan di Indonesia. Perseroan juga telah
mendapatkan sertifikat CPAKB dalam penerapan sistem manajemen mutu. Selain
memproduksi masker, Perseroan juga memproduksi bouffant cap (penutup kepala/topi
operasi) dan mendistribusikan hand sanitizer.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
Akta Notaris Dr. Erny Kencanawati, S.H., M.H. No. 31 tanggal 28 Maret 2024 di Jakarta
mengenai perubahan Direksi dan Komisaris Perseroan. Perubahan tersebut telah disahkan
dalam Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor
AHU-AH.01.09-0139542 yang ditetapkan di Jakarta tanggal 04 April 2024.
2.1.2 Kegiatan Usaha
Berdasarkan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan No. 11 tanggal 05 April 2022 yang
dibuat di hadapan Notaris Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn., kegiatan Perseroan adalah sebagai
berikut:
a. Kegiatan usaha utama Perseroan:
- Industri barang plastik lainnya Ytdl;
Kelompok ini mencakup usaha pembuatan barang-barang yang belum
diklasifikasikan dimanapun, seperti peralatan kantor/pendidikan, peralatan
kesehatan/laboratorium dari plastik, film atau lembaran kertas kaca ( cellophane),
batu buatan dari plastik (bukan listrik), berbagai barang plastik, seperti tutup
kepala, peralatan penyekat, bagian dari peralatan penerangan, barang-barang
kantor atau sekolah, barang-barang pakaian (jika hanya disegel atau disatukan,
tidak dijahit), perlengkapan untuk furniture, patung, tape perekat dari plastik,
kertas dinding plastik, alas sepatu dari plastik, pegangan cerutu dan rokok dari
plastik, sisir, pengeriting rambut dari plastik, barang kesenangan dari plastik dan
sebagainya. Termasuk juga pembuatan barang dari busa plastik. Pembuatan
barang-barang peralatan olahraga. Pembuatan mainan anak-anak dari plastik.
Pemuatan tas, buku saku dan sejenisnya dari kulit dan kulit buatan.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk II - 1
Page 20
- Industri peralatan kedokteran dan kedokteran gigi serta perlengkapan lainnya;
Kelompok ini mencakup usaha pembuatan peralatan kedokteran dan kedokteran
gigi serta perlengkapan lainnya. Seperti kain dan benang steril/benang bedah dan
kertas tisue untuk operasi, semen dan penambal gigi (kecuali perekat gigi palsu),
lilin gigi dan preparat gigi lainnya, semen rekonstruksi tulang, masker medis seperti
surgical mask.
- Perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi dan alat kedokteran untuk
manusia;
Kelompok ini mencakup usaha perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi
dan alat kedokteran untuk manusia.
- Industri non woven (bukan tenunan).
Kelompok ini mencakup usaha industri kain yang dibuat tanpa dengan proses
anyaman atau perajutan, seperti kain kempa, kain felting dan kain laken. Termasuk
industri kain untuk keperluan pelayanan kesehatan manusia, seperti duk operasi
(surgical drape); baju, masker, penutup kepala dan perlengkapan non woven lain
untuk operasi; dan pembalut luka non woven.
b. Kegiatan usaha untuk menunjang kegiatan usaha utama Perseroan:
- Industri Barang dari karet untuk kesehatan.
Kelompok ini mencakup usaha pembuatan barang dari karet untuk kebutuhan
menunjang kesehatan, antara lain seperti sarung kontrasepsi (KB)/kondom, dot dan
alat kompres, sarung tangan karet medis, dan kateter urin ( folley catheter).
2.1.3 Struktur Permodalan
Hingga 31 Maret 2024, berdasarkan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan
No. 64 tanggal 19 Oktober 2022 yang dibuat di hadapan Notaris Dr. Sugih Haryati, S.H. M.Kn.,
struktur permodalan Perseroan dan komposisi kepemilikan saham Perseroan adalah sebagai
berikut:
Dari Modal Dasar telah ditempatkan dan disetor sejumlah 1.562.500.000 (satu miliar lima ratus
enam puluh dua juta lima ratus ribu) saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
Rp31.250.000.000,00 (tiga puluh satu miliar dua ratus lima puluh juta rupiah), oleh para
perseroan dengan rincian sebagaimana disebutkan dibawah ini:
Figur 2.1 Struktur Permodalan
Pemegang Saham Lembar Saham Nominal (Rp) Persentase
Jemmy Kurniawan 1.062.500.000 21.250.000.000 68%
Fancy Marsiana 62.500.000 1.250.000.000 4%
Masyarakat 437.500.000 8.750.000.000 28%
Jumlah 1.562.500.000 31.250.000.000 100%
Sumber: Laporan Keuangan Audit per 31 Maret 2024
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk II - 2
Page 21
2.1.4 Susunan Pengurus
Berdasarkan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan No. 31 tanggal 28 Maret 2024 yang
dibuat di hadapan Notaris Dr. Erny Kencanawati, S.H., M.H., susunan Dewan Komisaris dan
Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Tuan Jemmy Kurniawan
Komisaris : Tuan Alvi Hadi Sugono
Komisaris Independen : Tuan Tato Suprapto Basir
Direksi
Direktur Utama : Nyonya dr. Yenny Marlina
Direktur : Tuan Herry
Direktur : Nyonya Fancy Marsiana, SH
2.2 Legalitas dan Perizinan
Pada saat ini Perseroan telah memperoleh dokumen-dokumen dan perizinan yang diperlukan
dari instansi yang berwenang berkaitan dengan kegiatan usahanya sebagai berikut:
1. Surat Perizinan Berusaha Berbasis Risiko dengan Nomor Induk Berusaha 8120106840674
yang ditandatangani secara elektronik oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal,
Menteri Investasi, Pemerintah Republik Indonesia dan diterbitkan di Jakarta tanggal 7
Agustus 2018 dengan perubahan ke-21 tanggal 7 September 2022.
2. Nomor Pokok Wajib Pajak 31.284.167.9-421.000 atas nama PT Hetzer Medical Indonesia
Tbk.
3. Salinan Akta Pendirian Perseroan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk yang didirikan
berdasarkan Akta Cahya Suryana, S.H., No. 12 tanggal 31 Desember 2010 di Kota
Bandung dan telah mendapat pengesahan dari Menteri Kehakiman nomor AHU-
06450.AH.01.01.Tahun 2011 tanggal 8 Februari 2011.
4. Salinan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perseroan berdasarkan Akta Notaris Theresia
Yuliana, S.H di Cimahi No. 06 tanggal 26 Oktober 2019, mengenai perubahan peningkatan
Modal Ditempatkan/disetor. Perubahan ini telah disahkan dalam Keputusan Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor
AHU-0098250.AH.01.02.Tahun 2019 yang ditetapkan di Jakarta tanggal 26 November
2019.
5. Salinan Akta Notaris Theresia Yuliana, SH. No. 07 tanggal 31 Mei 2021 di Cimahi.
Perubahan ini telah disahkan dalam Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.03-0403030 yang ditetapkan di Jakarta tanggal 28
Juni 2021.
6. Salinan Akta Notaris Theresia Yuliana, SH. No. 09 tanggal 23 September 2021 di Cimahi.
Perubahan tersebut telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Pemberitahuan Nomor AHU-0053617.AH.01.02.Tahun 2021
yang diterbitkan di Jakarta tanggal 30 September 2021.
7. Salinan Akta Notaris Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn. No. 97 tanggal 24 Desember 2021 di
Tangerang mengenai perubahan peningkatan modal ditempatkan/disetor. Perubahan
tersebut telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk II - 3
Page 22
Indonesia dengan Pemberitahuan Nomor AHU-AH.01.03.0490901 yang diterbitkan di
Jakarta tanggal 27 Desember 2021
8. Salinan Akta Notaris Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn. No. 97 tanggal 24 Desember 2021 di
Tangerang, mengenai perubahan anggaran dasar perseroan. Perubahan tersebut telah
disahkan dalam Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
Nomor AHU-0075516.AH.01.02.TAHUN 2021 yang ditetapkan di Jakarta tanggal 27
Desember 2021.
9. Salinan Akta Notaris Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn. No. 11 tanggal 5 April 2022 di Jakarta,
mengenai perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Perubahan tersebut telah disahkan oleh
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Pemberitahuan
Nomor AHU-0024357.AH.01.02.Tahun 2022 yang diterbitkan di Jakarta tanggal 5 April
2022.
10. Salinan Akta Notaris Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn. No. 64 tanggal 19 Oktober 2022 di
Jakarta, tentang persetujuan peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan
setelah penawaran umum dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia. Perubahan
tersebut telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dengan Pemberitahuan Nomor AHU-AH.01.03-0303775 yang diterbitkan di
Jakarta tanggal 19 Oktober 2022.
11. Salinan Akta Notaris Dr. Erny Kencanawati, S.H., M.H. No. 31 tanggal 28 Maret 2024 di
Bandung mengenai perubahan Direksi Dan Komisaris PT Hetzer Medical Indonesia Tbk.
Perubahan tersebut telah disahkan dalam Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH.01.09-0139542 yang ditetapkan di Jakarta
tanggal 4 April 2024.
2.3 Tenaga Kerja
Dalam menjalankan kegiatan usaha eksisting, PT Hetzer Medical Indonesia Tbk memiliki
ketersediaan tenaga kerja sebagai berikut:
Figur 2.2 Jumlah Tenaga Kerja
Kategori Jumlah orang
Karyawan Tetap 30
Karyawan Tidak Tetap 52
Total Tenaga Kerja 82
Sumber: Manajemen
Kemudian, kegiatan usaha beroperasi 6 hari dalam satu minggu dengan jam kerja sebagai
berikut:
1. Jadwal Shift Produksi HMI 1 – Leuwigajah (Lokasi Pabrik 1/Penambahan
Kegiatan Usaha)
Jumlah Karyawan: 19 orang
Dibagi 2 Grup:
a. Grup Assembling 15 orang
Jumlah Shift Grup Asembling 2 shift - Pagi (06:00-14:00) & Siang (14:00-22:00)
Per Shift 8 orang & 7 orang
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk II - 4
Page 23
b. Grup CNC
Jumlah Shift Grup CNC 1 shift - Pagi (08:00-16:00)
Per Shift 4 orang
2. Jadwal Shift Produksi HMI 2 – Nanjung (Lokasi Pabrik 2 dan Kantor Pusat)
Jumlah Karyawan : 20 orang
Jumlah Shift : 2 Shift - Pagi (06:00-14:00) & Siang (14:00-12:00)
Per Shift : 10 orang
Berdasarkan informasi dari Manajemen, dalam hal rencana penambahan kegiatan usaha ini,
produk yang akan dihasilkan memiliki alur proses produksi yang cukup sederhana. Perseroan
belum merencanakan adanya penambahan tenaga kerja pada divisi produksi maupun tenaga
ahli profesional dalam bidang pembuat program CNC dan elektromedik dari yang telah dimiliki
saat ini, karena Perseroan telah memiliki staf yang kompeten dalam kegiatan operasionalnya
sehingga belum dibutuhkan penambahan tenaga kerja. Perseroan hanya perlu mengadakan
pelatihan internal untuk meningkatkan pengetahuan dan kesigapan tenaga kerja dalam
melakukan tugasnya.
2.4 Tinjauan Kinerja Keuangan
Berikut merupakan dasar analisis kinerja keuangan historis:
a. Laporan Keuangan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk Tanggal 31 Maret 2024 dan 31
Desember 2023 dan untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret
2024 (Audit) dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit) oleh KAP Heliantono & Rekan dengan
pendapat bahwa laporan keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua
hal yang material.
b. Laporan Keuangan PT Hetzer Medical Indonesia Tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
yang telah diaudit oleh KAP Heliantono & Rekan dengan pendapat bahwa laporan
keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
c. Laporan Keuangan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk Tanggal 31 Desember 2022 dan
2021 yang telah diaudit oleh KAP Heliantono & Rekan dengan pendapat bahwa laporan
keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
d. Laporan Keuangan PT Hetzer Medical Indonesia Tanggal 31 Desember 2021, 2020 dan
2019 yang telah diaudit oleh KAP Heliantono & Rekan dengan pendapat bahwa laporan
keuangan tersebut menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk II - 5
Page 24
Tinjauan Laba (Rugi)
Figur 2.3 Laporan Laba (Rugi) Perseroan
(dalam rupiah)
HIST HIST HIST HIST HIST HIST
KETERANGAN Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Mar
2019 2020 2021 2022 2023 2024
PENJUALAN BERSIH 12.021.690.811 87.789.923.185 75.789.667.308 37.737.427.825 22.723.317.500 4.837.130.217
Masker plus 2.850.290.001 50.191.217.418 63.600.868.554 32.815.575.631 12.739.919.653 666.408.487
Tensimeter - - - - 4.027.442.828 2.356.107.895
Masker 9.042.455.360 35.817.728.392 11.277.782.159 4.355.112.512 3.080.995.067 922.305.621
Stetoskop - - - - 2.506.269.775 854.710.759
Bouffant cap 128.945.450 546.756.363 715.903.410 482.421.053 352.875.770 35.091.039
Antiseptic - - 190.567.730 84.318.629 15.814.407 2.506.416
Sarung tangan - 730.927.273 - - - -
Lain-lain - 503.293.739 4.545.455 - - -
BEBAN POKOK PENJUALAN (8.788.294.003) (27.861.513.036) (20.460.954.742) (16.234.556.324) (10.182.712.099) (2.378.027.608)
LABA KOTOR 3.233.396.808 59.928.410.149 55.328.712.566 21.502.871.501 12.540.605.401 2.459.102.609
Beban Usaha
Beban penjualan (191.020.363) (1.034.944.292) (7.925.859.478) (3.363.012.565) (1.945.946.230) (421.677.354)
Beban umum dan administrasi (2.621.013.632) (10.254.152.292) (13.338.949.327) (13.586.561.018) (13.197.698.122) (2.839.156.140)
LABA (RUGI) USAHA 421.362.813 48.639.313.565 34.063.903.761 4.553.297.918 (2.603.038.951) (801.730.885)
Penghasilan keuangan 626.224 23.007.960 233.162.342 24.420.716 2.845.905 285.541
Beban keuangan (1.298.454) (10.099.594) (180.418.835) (759.202.163) (663.423.213) (137.519.830)
Lain-lain – neto - 37.311.029 10.954.502 (3.222.200.650) (323.871.185) (4.263.767)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 420.690.583 48.689.532.960 34.127.601.770 596.315.821 (3.587.487.444) (943.228.941)
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan – Neto (112.275.525) (10.727.088.429) (7.496.255.381) (359.253.852) 17.009.891 3.410.222
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN 308.415.058 37.962.444.531 26.631.346.389 237.061.969 (3.570.477.553) (939.818.719)
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasikan ke laba rugi
Pengukuran kembali liabilitas diestimasi atas imbalan
pascakerja (91.106.845) (209.383.075) 5.527.237 (39.179.654) (78.241.215) (22.293.510)
Pajak penghasilan terkait 22.776.711 46.064.277 (1.215.992) 8.619.524 17.213.067 4.904.572
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 240.084.924 37.799.125.733 26.635.657.634 206.501.839 (3.631.505.701) (957.207.657)
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Pendapatan Perseroan secara historis diperoleh dari penjualan masker plus, tensimeter, masker,
stetoskop, bouffant cap, antiseptic, sarung tangan, dan penjualan lain-lain. Rata-rata laba kotor
terhadap penjualan bersih selama periode 31 Desember 2019 hingga 31 Maret 2024 adalah
sebesar 55,19% dengan persentase terendah pada periode 2019 sebesar 26,90% dan
tertinggi pada tahun 2021 sebesar 73,00%, sementara rata-rata laba (rugi) usaha terhadap
penjualan bersih selama periode 31 Desember 2019 hingga 31 Maret 2024 adalah sebesar
14,65%.
Selama tahun 2021 hingga 2023, Perseroan terus mengalami penurunan laba bersih tahun
berjalan. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh menurunnya penjualan masker secara
bertahap setiap tahunnya akibat dari meredanya covid-19 dengan titik terendah pada tahun
2023 dimana Perseroan membukukan rugi bersih untuk pertama kali selama periode historis.
Pada 31 Maret 2024, Perseroan mencatatkan rugi bersih tahun berjalan sebesar Rp939,82
juta.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk II - 6
Page 25
Tinjauan Posisi Keuangan
Figur 2.4 Laporan Posisi Keuangan Perseroan
(dalam rupiah)
HIST HIST HIST HIST HIST HIST
KETERANGAN Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Mar
2019 2020 2021 2022 2023 2024
ASET
ASET LANCAR 5.596.054.571 21.236.510.473 14.894.876.311 37.390.499.259 23.520.572.387 21.207.752.746
ASET TIDAK LANCAR 2.147.061.146 9.648.738.807 35.085.928.031 43.536.921.674 53.604.634.415 52.554.929.326
TOTAL ASET 7.743.115.717 30.885.249.280 49.980.804.342 80.927.420.933 77.125.206.802 73.762.682.072
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK 3.408.703.450 17.476.352.799 7.795.123.712 4.142.904.876 6.330.238.325 4.581.731.811
LIABILITAS JANGKA PANJANG 105.758.785 381.117.266 9.722.243.781 7.997.221.913 5.639.180.034 4.982.369.475
TOTAL LIABILITAS 3.514.462.235 17.857.470.065 17.517.367.493 12.140.126.789 11.969.418.359 9.564.101.286
EKUITAS 4.228.653.482 13.027.779.215 32.463.436.849 68.787.294.144 65.155.788.443 64.198.580.786
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 7.743.115.717 30.885.249.280 49.980.804.342 80.927.420.933 77.125.206.802 73.762.682.072
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Berdasarkan tabel di atas, total aset dan ekuitas Perseroan selama periode historis terlihat
meningkat hingga tahun 2022 dan turun pada 2023, sementara liabilitas terus mengalami
penurunan dari tahun 2021 hingga 2023. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing
akun:
a. Aset
Total aset Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp77,13 miliar,
turun sebesar 4,70% secara year on year (yoy) jika dibandingkan dengan tahun
sebelumnya yang tercatat sebesar Rp80,93 miliar. Pada 31 Maret 2024, Perseroan
membukukan total aset sebesar Rp73,76 miliar.
Aset Lancar
Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan, yang masuk ke dalam klasifikasi aset lancar
adalah jika dapat diselesaikan dalam waktu kurang atau sama dengan dua belas bulan.
Pada tahun 2023, total aset lancar Perseroan mengalami penurunan sebesar 37,09% atau
sejumlah Rp13,87 miliar dibandingkan tahun 2022 terutama disebabkan oleh penurunan
kas dan bank serta uang muka. Pada 31 Maret 2024, Perseroan membukukan aset lancar
sebesar Rp21,21 miliar.
Aset Tidak Lancar
Berbanding terbalik dengan aset lancar, aset tidak lancar perseroan pada tahun 2023
mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2022. Perseroan membukukan
aset tidak lancar sebesar Rp53,60 miliar pada tahun 2023 atau meningkat sebesar 23,12%
dibandingkan tahun sebelumnya yang utama disebabkan oleh penambahan aset tetap.
Pada 31 Maret 2024, Perseroan membukukan aset tidak lancar sebesar Rp52,55 miliar.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk II - 7
Page 26
b. Liabilitas
Liabilitas terdiri dari liabilitas jangka pendek dan liabilitas jangka panjang. Hingga tahun
2023, jumlah liabilitas mencapai Rp11,97 miliar, mengalami sedikit penurunan sebesar
1,41% dibandingkan tahun 2022 yang tercatat Rp12,14 miliar. Pada 31 Maret 2024,
Perseroan membukukan total liabilitas sebesar Rp9,56 miliar.
Liabilitas Jangka Pendek
Liabilitas jangka pendek terdiri dari utang usaha, utang lain-lain, utang pajak, utang sewa,
pendapatan diterima di muka, serta utang pembiayaan konsumen dan utang bank yang
jatuh tempo dalam 1 tahun.
Pada tahun 2023, liabilitas jangka pendek Perseroan mengalami peningkatan sebesar
52,80% dari Rp4,14 miliar menjadi Rp6,33 miliar. Hal ini terutama disebabkan adanya
pendapatan diterima dimuka.
Liabilitas Jangka Panjang
Akun liabilitas jangka panjang terdiri dari liabilitas imbalan pascakerja serta utang
pembiayaan konsumen dan utang bank setelah dikurangi bagian jatuh tempo 1 tahun.
Liabilitas jangka panjang pada tahun 2023 mengalami penurunan sebesar 29,49% karena
adanya penurunan utang bank. Pada 31 Maret 2024, Perseroan membukukan liabilitas
jangka panjang sebesar Rp4,98 miliar.
c. Ekuitas
Total ekuitas Perseroan pada tahun 2023 mencapai Rp65,16 miliar di mana mengalami
penurunan sebesar 5,28% dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp68,79 miliar.
Pada 31 Maret 2024, Perseroan membukukan ekuitas sebesar Rp64,19 miliar.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk II - 8
Page 27
Tinjauan Arus Kas
Figur 2.5 Laporan Arus Kas Perseoan
(dalam rupiah)
HIST HIST HIST HIST HIST HIST
KETERANGAN Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Mar
2019 2020 2021 2022 2023 2024
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 14.202.269.305 85.227.547.940 75.690.937.187 38.962.059.270 19.655.965.084 1.859.547.596
Pembayaran kas kepada pemasok (10.328.772.005) (25.889.953.263) (27.354.114.340) (27.833.225.655) (4.587.691.389) (3.147.650.706)
Penerimaan pengembalian uang muka dari pemasok - 5.023.955.990
Penerimaan (pembayaran) operasional lainnya (6.380.731.825) (10.500.583.799) (18.502.614.449) (21.445.966.203) (11.255.547.824) (2.068.919.332)
Penerimaan penghasilan keuangan 626.224 23.007.960 233.162.342 24.420.716 2.845.905 285.541
Pembayaran untuk beban keuangan (1.298.454) (10.099.594) (180.418.835) (759.202.163) (663.423.213) (137.519.830)
Pembayaran pajak penghasilan (100.553.713) (169.092.921) (16.403.038.698) (1.971.505.153) - -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi (2.608.460.468) 48.680.826.323 13.483.913.207 (13.023.419.188) 3.152.148.563 1.529.699.259
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI
Penjualan aset tetap - - 1.000.000 243.243.243 - -
Perolehan aset tetap (84.808.000) (4.894.307.590) (26.594.201.204) (10.649.803.157) (6.084.062.620) (132.491.930)
Pembayaran uang muka perolehan aset (778.906.886) (2.481.438.250) (413.749.621) (7.321.495.379) (3.775.000) -
Pembayaran uang muka emisi saham - - (712.500.000) - -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (863.714.886) (7.375.745.840) (27.719.450.825) (17.728.055.293) (6.087.837.620) (132.491.930)
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS PENDANAAN
Peningkatan modal disetor 3.840.000.000 - - 6.250.000.000 - -
Penerimaan tambahan modal disetor - - - 30.579.855.456 - -
Pembayaran utang bank - - - (1.938.697.162) (2.078.845.737) (582.018.917)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen (16.982.712) (74.446.000) (133.693.000) (179.361.548) (406.716.311) (758.080.249)
Pebayaran dividen - (29.000.000.000) (7.200.000.000) - - -
Penerimaan utang lain-lain – pihak berelasi - 1.100.000.000 (2.100.000.000) - 725.000.000 (66.085.804)
Penerimaan utang bank - - 11.200.000.000 - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan 3.823.017.288 (27.974.446.000) 1.766.307.000 34.711.796.746 (1.760.562.048) (1.406.184.970)
KENAIKAN (PENURUNAN) KAS BERSIH DAN SETARA KAS 350.841.934 13.330.634.483 (12.469.230.618) 3.960.322.265 (4.696.251.105) (8.977.641)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 189.252.738 540.094.672 13.870.729.155 1.401.498.537 5.361.820.802 665.569.697
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 540.094.672 13.870.729.155 1.401.498.537 5.361.820.802 665.569.697 656.592.056
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Dari laporan keuangan yang diperoleh, aktivitas cash flow pada periode yang berakhir pada
31 Maret 2024 diantaranya sebagai berikut:
• Arus kas bersih dari (untuk) aktivitas operasi Perseroan menunjukan arus kas masuk
sebesar Rp1,53 miliar pada periode 31 Maret 2024 yang berasal dari penerimaan kas dari
pelanggan, pembayaran kas kepada pemasok, penerimaan pengembalian uang muka dari
pemasok, penerimaan (pembayaran) operasional lainnya, penerimaan penghasilan
keuangan, dan pembayaran untuk beban keuangan.
• Arus kas bersih untuk aktivitas investasi Perseroan pada periode 31 Maret 2024
menunjukkan arus kas keluar sebesar Rp132,49 Juta yang berasal dari Perolehan Aset
Tetap.
• Arus kas bersih untuk aktivitas pendanaan Perseroan menunjukkan arus kas keluar
sebesar Rp1,41 miliar pada 31 Maret 2024. Arus kas bersih tersebut berasal dari
pembayaran utang bank, pembayaran utang pembiayaan konsumen, serta penerimaan
utang lain-lain pihak berelasi.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk II - 9
Page 28
Rasio Keuangan
Figur 2.6 Rasio Keuangan
HIST HIST HIST HIST HIST HIST
KETERANGAN Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Mar AVERAGE
2019 2020 2021 2022 2023 2024
LIKUIDITAS
Current Ratio x 1,64 1,22 1,91 9,03 3,72 4,63 3,69
Quick Ratio x 0,72 1,10 0,74 7,25 2,37 2,61 2,47
Cash Ratio x 0,16 0,79 0,18 1,29 0,11 0,14 0,45
AKTIVITAS
Rata-rata umur piutang days 32,75 12,39 10,10 5,15 87,06 136,27 47,29
Rata-rata umur utang usaha days 55,37 27,97 43,37 36,57 31,38 31,92 37,76
Rata-rata umur persediaan days 129,83 25,63 163,15 165,02 304,33 349,24 189,53
Rata-rata umur aset tetap days 64,38 39,76 168,75 420,96 837,06 950,26 413,53
SOLVABILITAS
Total Liabilitas terhadap Total Aset % 45,39% 57,82% 35,05% 15,00% 15,52% 12,97% 30,29%
Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas % 83,11% 137,07% 53,96% 17,65% 18,37% 14,90% 54,18%
PROFITABILITAS
Gross Margin % 26,90% 68,26% 73,00% 56,98% 55,19% 50,84% 55,19%
Operating Profit Margin % 3,51% 55,40% 44,95% 12,07% -11,46% -16,57% 14,65%
Profit Margin % 2,57% 43,24% 35,14% 0,63% -15,71% -19,43% 7,74%
Return On Asset % 3,98% 122,91% 53,28% 0,29% -4,63% -1,27% 29,10%
Return On Equity % 7,29% 291,40% 82,03% 0,34% -5,48% -1,46% 62,35%
Sumber: Laporan keuangan Perseroan, diolah
Rasio Likuiditas
Tingkat Likuiditas Perseroan secara rata-rata dalam periode 31 Desember 2019 sampai 31
Maret 2024 yang dilihat dari rasio lancar (current ratio) dan rasio cepat (quick ratio)
menunjukkan keadaan yang baik dimana nilai keduanya lebih dari 1 yang artinya aset lancar
maupun aset lancar dikurangi oleh persediaan, nilainya masih sangat cukup untuk menutupi
kewajiban lancar. Sementara untuk cash ratio, menunjukkan nilai rasio rata-rata di bawah 1,
di mana kas yang dimiliki masih lebih rendah dari jumlah utang lancar.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menunjukkan efektif atau tidaknya Perusahaan dalam menggunakan sumber-
sumber dana yang tersedia atau melihat efisensi perusahaan dalam memanfaatkan asetnya
yang tersedia atau melihat efisiensi perusahaan dalam memanfaatkan asetnya untuk
menghasilkan kas dan pendapatan. Jika dilihat dari rata-rata selama periode historis, secara
berturut-turut rata-rata umur piutang usaha, umur utang usaha, umur persediaan, dan umur
aset tetap yaitu sebesar 47 hari; 38 hari kali; 190 hari dan 414 hari.
Rasio Solvabilitas
Rasio ini menilai kemampuan dalam melunasi semua kewajibannya, baik jangka pendek
maupun jangka panjang dengan jaminan aset yang dimiliki perusahaan hingga perusahaan
tutup atau likuidiasi. Rasio utang terhadap total aset rata-rata selama periode historis adalah
sebesar 30,29%, sedangkan rasio utang terhadap total ekuitas yaitu sebesar 54,18%.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk II - 10
Page 29
Rasio Profitabilitas
Rasio ini diperlukan untuk pencatatan transaksi keuangan. Biasanya dinilai oleh investor dan
kreditur untuk menilai jumlah laba investasi yang akan diperoleh investor dan besaran laba
perusahaan untuk menilai kemampuan perusagaan membayar utang kepada kreditur
berdasarkan tingkat pemakaian aset dan sumber daya lainnya sehingga terlihat tingkat
efisiensi perusahaan. Rata-rata marjin laba kotor selama periode historis mencapai 55,19%,
margin laba usaha sebesar 14,65%, margin laba bersih sebesar 7,74%, rasio pengembalian
aset sebesar 29,10% dan untuk rata-rata rasio pengembalian ekuitas adalah sebesar 62,35%.
2.5 Informasi Investigasi Lapangan
Kami telah melakukan investigasi lapangan dalam rangka memperoleh informasi yang
relevan dalam penugasan penambahan kegiatan usaha Perseroan.
Berikut informasi terkait pelaksanaan investigasi lapangan:
No. Surat Tugas : 0664/KJPPSPR-ST/V/2024
Lokasi
• Pabrik 1 : Jl. Mahar Martanegara No.106, Kel. Cigugur Tengah,
Kec. Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat 40522
• Pabrik 2 & Kantor : Komplek Blue Sky Industrial (BSI) Kavling No. 09,
Pusat Jl. Nanjung No. 2 Leuwigajah, Kec. Cimahi Selata, Kota
Cimahi, Jawa Barat 40532
Tanggal : 30 – 31 Maret 2024
Pelaksana : Ruli Citrarini, SE; Fitya Shabrina, SE; Echa Tania Mulyani,
SM
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk II - 11
Page 30
BAB III
ASPEK MAKRO INDONESIA
3.1 Makroekonomi Indonesia
3.1.1 Kondisi Perekonomian Indonesia
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja ekonomi Indonesia terus menguat
pada triwulan I 2024, di tengah perlambatan ekonomi global dan kenaikan inflasi domestik.
Perkembangan tersebut tercermin pada pertumbuhan ekonomi triwulan I 2024 yang
mencapai 5,11% (yoy). Kinerja ekonomi yang tetap kuat tersebut ditopang oleh berlanjutnya
perbaikan permintaan domestik dan tetap tingginya kinerja ekspor. Perbaikan ekonomi
nasional juga tercermin pada kinerja berbagai lapangan usaha dan seluruh wilayah yang
tetap baik. Ke depan, pertumbuhan ekonomi diprakirakan tetap kuat didorong oleh
perbaikan permintaan domestik sejalan dengan terus meningkatnya mobilitas dan
berlanjutnya penyelesaian Program Strategis Nasional (PSN). Namun demikian, dampak
perlambatan ekonomi global terhadap kinerja ekspor dan potensi tertahannya konsumsi
rumah tangga akibat kenaikan inflasi patut diwaspadai.
Figur 3.1 Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDB Menurut Pengeluaran
dalam persen (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Dari sisi pengeluaran, hampir seluruh komponen menunjukkan pertumbuhan yang positif.
Konsumsi rumah tangga tumbuh tinggi sebesar 4,91% (yoy). Pertumbuhan yang tetap tinggi
tersebut sejalan dengan peningkatan aktivitas ekonomi selama Ramadhan. Kinerja investasi
tercatat tumbuh sebesar 3,79% (yoy), aktivitas belanja modal pemerintah terkait
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk III - 1
Page 31
infrastruktur turut mendorong aktivitas investasi bangunan. Sementara itu, konsumsi
Pemerintah tumbuh sebesar 19,90% (yoy) yang bersumber dari kenaikan gaji ASN dan
pemberian Tunjangan Hari Raya (THR). Perlambatan ekonomi global mempengaruhi
pertumbuhan ekspor dan impor Indonesia. Pertumbuhan ekspor barang dan jasa mencapai
0,50% (yoy). Sementara Impor barang dan jasa tumbuh sebesar 1,77% (yoy).
Figur 3.2 Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDB Menurut
Lapangan Usaha
dalam persen (%)
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Dari sisi Lapangan Usaha (LU), hampir seluruh LU pada triwulan I 2024 tumbuh positif.
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh beberapa LU, seperti Industri Pengolahan,
Pertambangan, Pertanian, serta Perdagangan Besar dan Eceran. LU Transportasi dan
Perdagangan serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum juga mencatat pertumbuhan
yang tinggi didorong oleh peningkatan mobilitas masyarakat dan kenaikan kunjungan
wisatawan mancanegara. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi triwulan I 2024 disebagian
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk III - 2
Page 32
besar wilayah Indonesia lebih tinggi dibandungkan dengan pertumbuhan triwulan
sebelumnya, kecuali Sumatera dan Jawa. Pertumbuhan tertinggi tercatat di wilayah
Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua), diikuti Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), Jawa,
Kalimantan, dan Sumatera.
Figur 3.3 Pertumbuhan & Kontribusi PDRB Menurut Pulau Triwulan I-2024
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Secara spasial, struktur perekonomian Indonesia pada triwulan I-2024 masih disumbangkan
oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dengan peranan terhadap PDB sebesar 57,70 persen;
diikuti Pulau Sumatera sebesar 21,85 persen; Pulau Kalimantan sebesar 8,19 persen; Pulau
Sulawesi sebesar 6,89 persen; Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 2,75 persen; serta
Pulau Maluku dan Papua sebesar 2,62 persen. Ditengah kondisi geopolitik internasional yang
kurang stabil, kondisi perekonomian Indonesia masih menunjukan perkembangan yang
kondusif ditopang oleh factor kuatnya permintaan domestik. Hal ini diperlihatkan dari kinerja
ekonomi disemua provinsi yang menunjukan pertumbuhan positif pada triwulan I-2024,
dengan pertumbuhan (Y-on-Y) tertinggi tercatat pada kelompok provinsi di Pulau Maluku
dan Papua sebesar 12,15 persen; disusul Pulau Sulawesi sebesar 6,35 persen; Pulau
Kalimantan sebesar 6,17 persen; serta Pulau Bali dan Nusa Tenggara sebesar 5,07 persen.
Kelompok provinsi di Pulau Jawa serta Pulau Sumatra mengalami perlambatan pertumbuhan
(Y-on-Y) masing-masing sebesar 4,84 persen dan 4,24 persen.
3.1.2 Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
Neraca pembayaran Indonesia (NPI) triwulan I 2024 tetap baik sehingga mendukung
ketahanan eksternal. Prospek neraca transaksi berjalan triwulan I 2024 sedikit menurun,
dipengaruhi oleh menipisnya surplus neraca perdagangan barang. Pada Februari 2024,
neraca perdagangan mencatatkan surplus sebesar 0,9 miliar dolar AS, menurun
dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumnya sebesar 2,0 miliar dolar AS. Sementara
itu, aliran masuk modal asing, khususnya investasi portofolio, terus berlanjut sehingga
secara kumulatif sejak awal tahun hingga 18 Maret 2024 masih mencatat net inflows sebesar
1,4 miliar dolar AS, meskipun sempat terjadi outflows pada bulan Maret 2024 dipicu masih
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk III - 3
Page 33
tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. Posisi cadangan devisa Indonesia akhir
Februari 2024 tetap tinggi sebesar 144,0 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,5
bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta
berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor. Secara keseluruhan,
NPI 2024 diprakirakan tetap baik dan mencatatkan surplus dengan transaksi berjalan dalam
kisaran defisit rendah sebesar 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB. Sementara itu, neraca
transaksi modal dan finansial diprakirakan melanjutkan surplus didukung oleh aliran masuk
modal asing yang dipengaruhi persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian
nasional dan imbal hasil investasi yang menarik.
Ke depan, Bank Indonesia senantiasa mencermati dinamika perekonomian global yang dapat
memengaruhi prospek NPI dan terus memperkuat bauran kebijakan guna menjaga stabilitas
perekonomian, serta melanjutkan koordinasi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas
terkait guna memperkuat ketahanan sektor eksternal.
3.1.3 Nilai Tukar Rupiah
Mayoritas nilai tukar negara emerging market termasuk Indonesia mengalami tekanan
sejalan dengan indeks dollar AS yang terus mengalami peningkatan. tanggal 7 Maret 2024,
nilai tukar Rupiah kembali melemah dan ditutup pada level Rp15.650 per dolar AS, atau
terdepresiasi 6,62 persen. Indeks nilai tukar dolar AS melemah ke level 102,81 pada tanggal
7 Maret 2024 atau apresiasi turun ke level 4,083 persen. Sementara itu pada 8 Maret 2024,
nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp15.630 atau terdepresiasi
turun di 6,61 persen.
Figur 3.4 Nilai Tukar
Sumber: Bank Indonesia
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk III - 4
Page 34
Ke depan, kinerja nilai tukar Rupiah masih akan tetap diwarnai dengan tingginya
ketidakpastian global terutama berasal dari dinamika langkah pengetatan moneter global,
khususnya Amerika Serikat. Meski demikian, Pemerintah beserta Bank Indonesia serta
lembaga keuangan lainnya akan berkoordinasi secara intens dalam mengantisipasi risiko
global tersebut agar dapat meminimalisir dampaknya terhadap stabilitas perekonomian
domestik. Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah sesuai
dengan nilai fundamentalnya untuk mendukung upaya pengendalian inflasi dan stabilitas
makroekonomi.
3.1.4 Inflasi
Tekanan inflasi pada bulan April 2024 menurun ke level 3,00% (yoy) dari Inflasi Indeks
Harga Konsumen (IHK) Maret 2024 tercatat sebesar 3,05% (yoy). Inflasi kelompok pangan
bergejolak (volatile foods) meningkat menjadi 10,33% (yoy) dari 8,47% pada bulan
sebelumnya, dipengaruhi oleh faktor musiman periode Hari Besar Keagamaan Nasional
(HBKN) dan pergerseran musim tanah akibat dampak El-Nino. Inflasi kelompok harga diatur
Pemerintah (administered prices) menurun menjadi 1,39% (yoy). Inflasi inti diprakirakan
terjaga seiring ekspetasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas perekonomian
yang masih besar dan dapat merespons permintaan domestic, imported inflasion yang
terkendali sejalan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah Bank Indonesia, serta dampak positif
berkembangnya digitalisasi.
Figur 3.5 Inflasi IHK dan Komponen
%yoy
Sumber: Badan Kebijakan Fiskal (BKF)
IHK Maret 2024 yang tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1% tercatat sebesar 0,52%
(mtm) berdasarkan Badan Pusat Statistik. Inflasi yang terjaga merupakan hasil dari
konsistensi kebijakan moneter serta eratnya sinergi pengendalian inflasi antara Bank
Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan
Daerah (TPIP dan TPID) melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan
(GNPIP) di berbagai daerah. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali
dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2024.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk III - 5
Page 35
3.1.5 Suku Bunga
Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps)
menjadi 6,25% pada April 2024. Ini merupakan kenaikan yang pertama kali dilakukan
bank sentral sejak Oktober 2023. Dengan demikian, suku bunga deposit facility juga naik
sebesar 25 basis poin menjadi 5,5% dan suku bunga lending facility naik sebesar 25 basis
poin menjadi 7%. Kenaikan suku bunga ini untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah
dari dampak memburuknya risiko global serta sebagai langkah pre-emptive dan forward
looking untuk memastikan inflasi tetap dalam sasaran 2,5±1% pada 2024 dan 2025
sejalan dengan stance kebijakan moneter yang pro-stability. Sementara itu, kebijakan
makroprudensial dan sistem pembayaran tetap pro-growth untuk mendukung
pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Kebijakan makroprudensial longgar terus
ditempuh untuk mendorong kredit/pembiayaan perbankan kepada dunia usaha dan
rumah tangga. Kebijakan sistem pembayaran diarahkan untuk memperkuat keandalan
infrastruktur dan struktur industri sistem pembayaran, serta memperluas akseptasi
digitalisasi sistem pembayaran.
Figur 3.6 Suku Bunga Acuan BI (BI Rate)
Sumber: Bank Indonesia
3.2 Kesimpulan Analisa Kelayakan Aspek Makro Indonesia
Dengan memperhatikan kondisi perekonomian Indonesia yang sedang tumbuh, maka
rencana penambahan kegiatan usaha secara aspek makro layak untuk dilaksanakan.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk III - 6
Page 36
BAB IV
ASPEK PASAR
4.1 Industri Alat Kesehatan di Indonesia
Industri farmasi dan alat kesehatan telah ditetapkan menjadi sektor-sektor strategis dalam
penerapan industri 4.0 Ketika Covid-19 masuk ke Indonesia, terjadi peningkatan permintaan
terhadap vitamin, suplemen dan alat perlindungan diri untuk menambah kekebalan tubuh.
Dengan strategi Pemerintah dalam menetapkan industri farmasi dan alat kesehatan pada
sektor-sektor strategis, terget yang dituju adalah kemajuan industri untuk menghasilkan
produk yang berteknologi tinggi, dengan begitu sektor industri farmasi dan alat kesehatan
didorong melakukan transformasi teknologi berbasis digital, dimulai dari tahapan produksi
hingga distribusi kepada konsumen.
Saat ini kekuatan industri alat kesehatan dalam negeri telah didukung banyaknya perusahaan
yang bergabung dalam Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI) dan telah
mampu memproduksi alat kesehatan berkualitas seperti ventilator, hospital furniture, hingga
medical apparel. Industri alat kesehatan nasional juga mempunyai peluang untuk memperluas
pasar ekspornya ke sejumlah negara Uni Emirat Arab melalui keikutsertaan di ajang Arab
Health 2024.
Ke depan, Kemenperin mendorong industri alat kesehatan dalam negeri agar dapat
menghasilkan produk berbasis teknologi tinggi seperti electromedic devices, implan
orthopedic, dan perangkat radiologi. Guna mencapai sasaran tersebut, beberapa langkah yang
perlu dijalankan, antara lain menjamin ketersediaan bahan baku, penguasaan teknologi dan
inovasi, serta mengembangkan R&D alat kesehatan dengan harapan terciptanya ekosistem
alat kesehatan berbasis riset. Selanjutnya, sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing dan
teknologi industri alat kesehatan dalam negeri, Kemenperin berperan aktif mengembangkan
Center of Excellence (CoE) Alat Kesehatan di Yogyakarta dengan mengkolaborasikan
perguruan tinggi dan industri dalam R&D produk inovasi alat kesehatan.
4.2 Kondisi Pasar Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
4.2.1 Pangsa Pasar, Potensi Pasar, Sasaran, dan Potensi Nilai Pasar
Sejak memasuki pasar industri alat kesehatan pada tahun 2011, Perseroan menjadi
pelopor produsen masker kesehatan tipe Ear Loop 4D di Indonesia dengan merek
dagang EVO Plusmed yang dikenal dengan baik oleh masyarakat. Reviu pelanggan
terhadap produk Perseroan pada online store juga sangat baik, ditambah dengan
desain yang modis dan trendi sehingga nyaman untuk digunakan yang membuat
Perseroan memiliki pangsa pasar yang unggul. Selain memproduksi masker, Perseroan
juga memproduksi stetoskop dan tensimeter.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk IV - 1
Page 37
Seiring semakin berkembangnya industri kesehatan dalam negeri, kebutuhan atas
komoditas alat kesehatan juga diprediksi akan terus tumbuh dan mengalami
peningkatan ke depannya. Saat ini, alat kesehatan masih didominasi oleh produsen
luar negeri. Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat potensi peralatan medis merek
lokal yang dapat bersaing mengingat banyaknya fasilitas kesehatan serta
meningkatnya kebutuhan alat kesehatan di Indonesia. Dengan sekitar 3.000 rumah
sakit, 10.000 puskesmas dan klinik swasta yang ada saat ini, menjadikan sebuah
potensi dan pangsa pasar yang menjanjikan bagi Perseroan.
Selama ini produk alat kesehatan yang beredar di indonesia sebagian besar
merupakan produk impor, sedangkan penggunaan alat kesehatan di indonesia
seharusnya memprioritaskan produk lokal sesuai dengan regulasi yang diterapkan oleh
pemerintah. Dengan demikian, pengadaan produk alat kesehatan impor akan
dikurangi secara bertahap. Hal inilah yang membuka pangsa pasar, potensi pasar,
sasaran, dan potensi nilai pasar yang lebih besar untuk produsen alat kesehatan lokal.
Adapun dasar pembatasan produk alat kesehatan impor adalah sebagai berikut:
1. Undang-Undang Perindustrian Nomor 3 Tahun 2014 yang berisi “Produk dalam
negeri wajib digunakan oleh KL/PD/BUMN/BU Swasta dalam pengadaan
barang/jasa yang pembiayaannya berasal dari APBN, APBD, atau pekerjaan
dengan pola kerjasama, termasuk hibah dari dalam atau luar negeri”.
2. PP Pemberdayaan Industri Nomor 29 Tahun 2018 yang berisi “Kewajiban
menggunakan produk dalam negeri dengan nilai TKDN (Tingkat Komponen Dalam
Negeri) minimal 25% apabila telah terdapat produk dalam negeri dengan
penjumlahan nilai TKDN dan BMP (Bobot Manfaat Perusahaan) paling sedikit
40%”.
3. Perpres Nomor 16 tahun 2018 mengenai pengadaan barang/jasa pemerintah
yang berisi “Pengadaan barang/jasa pemerintah wajib menggunakan produk
dalam negeri”.
Salah satu pangsa pasar Perseroan adalah rumah sakit milik pemerintah dan dinas
kesehatan (puskesmas), sebagai instansi yang diwajibkan untuk menggunakan produk
dalam negeri sesuai dengan peraturan tersebut di atas. Berdasarkan informasi
manajemen, Perseroan telah memperoleh Sertifikat TKDN dengan nilai 27%,
diharapkan dengan penambahan kegiatan usaha baru ini dapat mendukung kebijakan
pemerintah dalam hal penggunaan produk lokal khususnya alat kesehatan.
Selain itu, dengan adanya penambahan kegiatan usaha ini membuat Perseroan bisa
memberikan nilai tambah dalam produk yang dijual, sehingga potensi nilai pasar dari
produk menjadi lebih tinggi dan pada akhirnya akan memberikan keuntungan lebih
bagi Perseroan. Kemudian, jangkauan konsumen akan menjadi luas karena produk
yang ditawarkan menjadi lebih beragam. Perseroan juga menyasar eksisting customer
yang nantinya diharapkan dapat menambah jumlah customer Perseroan.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk IV - 2
Page 38
4.2.2 Kesinambungan (Sustainability)
Perseroan menyadari bahwa mengintegrasikan aspek-aspek keberlanjutan ke dalam
seluruh proses bisnis yang akan dijalankan perseroan dari adanya penambahan
kegiatan usaha ini merupakan proses yang panjang dan memerlukan partisipasi
semua pihak. Perseroan memaknai arti keberlanjutan dengan terus memaksimalkan
dan memenuhi kebutuhan alat kesehatan, khususnya di Indonesia. dengan strategi
keberlanjutan (sustainability strategy) Perseroan berupaya untuk menjaga
keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang dengan mengacu pada Tujuan
Pembangunan Pemerintah (Sustainable Development Goals/SDGs). Dalam proses
penerapannya, perseroan menyeusaikan dengan tujuan dan berbagai capaian yang
ingin dituju oleh Pemerintah, yang kemudian diimplementasikan pada seluruh aktivitas
bisnis serta menyeimbangkan pada 2 aspek utama, yaitu aspek sosial, aspek ekonomi,
dan aspek lingkungan.
Perseroan berkomitmen untuk menerapkan strategi keberlanjutan ( sustainability
strategy) yang sesuai dengan Visi, Misi, dan Nilai Perusahaan, serta senantiasa
melakukan proses adaptasi dan komunikasi yang aktif dalam meningkatkan dan
mengembangkan aspek keberlanjutan, terutama dalam proses produksi yang baik dan
bertanggung jawab, pengelolaan sumber daya manusia (SDM), pemenuhan peraturan
dan perundang-undangan, serta pelaksanaan praktik tanggung jawab sosial dan
lingkungan yang konsisten melalui kesadaran penuh dari seluruh insan perusahaan.
Dengan adanya penambahan kegiatan usaha serta adanya penerapan keberlanjutan
yang merupakan sebuah proses yang baru bagi Perseroan, Perseroan harus terus
melakukan penelaahaan, perumusan yang tepat, serta melaksanakan peningkatan dan
pengembangan terkait keberlanjutan secara konsisten. Adapun strategi yang
Perseroan lakukan untuk mengelola tantangan tersebut adalah melakukan pengkajian
terkait keberlanjutan secara intensif, aktif dalam berbagai diskusi ataupun forum
terkait keberlanjutan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan pihak ketiga,
menelaah dan mematuhi peraturan terkait keberlanjutan dengan baik, serta
melakukan adaptasi dan pengkajian terkait penerapan keberlanjutan pada industri
sejenis.
4.2.3 Tantangan dan Peluang Penambahan Kegiatan Usaha
Dalam penambahan kegiatan usaha, Perseroan menghadapi tantangan yang
mencakup permasalahan operasional serta kondisi eksternal. Pada kegiatan
operasional, Perseroan perlu terus menerus berinovasi meningkatkan kualitas produk
yang sejalan dengan kemajuan teknologi. Upaya yang telah dilakukan Perseroan
dalam menghadapi permasalahan tersebut, yakni dengan beradaptasi pada perubahan
melalui peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang lebih unggul baik
secara soft skill maupun hard skill, serta melakukan riset dan inovasi.
Perseroan juga menghadapi tantangan dari sisi eksternal, seperti jika terdapat gejolak
perekonomian global, harga komoditas yang rendah, tekanan terhadap nilai tukar
Rupiah yang berdampak pada sektor usaha, ditambah dengan adanya perubahan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk IV - 3
Page 39
peraturan ataupun kebijakan yang berkaitan dengan aktivitas bisnis Perseroan. Hal
tersebut akan berdampak pada penerapan keberlanjutan. Untuk mengelola tantangan
ini, Manajemen Perseroan ataupun pihak yang terkait senantiasa mengikuti
perkembangan peraturan dan menyesuaikannya dengan kondisi bisnis perusahaan,
serta terus-menerus memperbarui informasi terkait perubahan peraturan yang dapat
terjadi sewaktu-waktu.
Meski demikian, dibalik sejumlah tantangan tersebut Perseroan juga memiliki peluang,
terutama dengan dilakukannya penambahan kegiatan usaha ini karena adanya sinergi
dengan bisnis yang eksisting yang mana dengan adanya peningkatan jumlah produk
yang ditawarkan Perseroan dengan nilai tambah yakni sudah ada kerja sama dengan
distributor-distributor dalam memperoduksi produk alat kesehatan baru, Perseroan
memiliki kesempatan untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar.
4.2.4 Jalur Distribusi Perseroan dan Rencana Area Penjualan
Berdasarkan informasi dari Manajemen, Perseroan berencana menjual produk
penambahan kegiatan usaha kepada distributor yang telah ditunjuk dan nantinya akan
didistribusikan ke toko-toko hingga sampai pada konsumen akhir. Adapun skema jalur
distributor dapat dilihat pada figur berikut:
Figur 4.1 Skema Jalur Distribusi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Sumber: Manajemen
Untuk penjualan produk penambahan kegiatan usaha, Perseroan berencana melayani
seluruh Indonesia. Perseroan berencana bekerjasama dengan distributor yang sudah
berjalan dan menambah distributor baru untuk memenuhi kebutuhan pasar. Adapun
distributor Perseroan yang sudah berjalan dengan produk eksisting, sebagai berikut:
1. PT Buana Inti Usaha
2. PT Buana Inti Medika Prima
3. PT Cipta Sukses Medika
4. PT Sentra Asia Gemilang
5. PT Karya Pratama
6. PT Serenity Indonesia
7. PT Anugerah Jaya Fordic
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk IV - 4
Page 40
4.2.5 Strategi Pemasaran
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen, dalam rangka pengembangan
kegiatan usaha ini, Perseroan berencana melakukan strategi penetrasi ke pasar alat
kesehatan dengan menawarkan produk yang memiliki kualitas premium dengan
menggunakan bahan baku yang aman dan nyaman, serta penetapan harga jual
produk yang bersaing dengan kompetitor lain, sehingga membuat Perseroan lebih
optimis untuk menggapai market. Tujuan tersebut cukup sederhana, yaitu untuk
membuat brand tampak lebih unggul dari segi harga dan kualitas. Penetapan harga
yang bersaing dilakukan sebagai strategi untuk menarik pembeli guna meningkatkan
jumlah penjualan secara cepat. Selain itu, strategi ini juga digunakan untuk
membangun brand awareness dan meningkatkan brand exposure.
4.2.6 Rencana Harga Jual
Berdasarkan informasi yang di peroleh dari Manajemen, rencana harga jual yang akan
diberikan Perseroan adalah sebagai berikut:
Figur 4.2 Rencana Harga Jual Penambahan Kegiatan Usaha
No Penambahan Kegiatan Usaha Rencana Harga Jual
1 Kursi Roda Standar Rp600.000
2 Tiang Infus Stainless 304 kaki 5 Rp150.000
3 Bak Instrumen 509 Rp65.000
4 Tensi Digital Rp200.000
Sumber: Manajemen
4.2.7 Pesaing Usaha
Persaingan dalam usaha tentunya tidak terlepas dari kompetitor. Berdasarkan
informasi yang diperoleh dari Manajemen, berikut adalah kompetitor Perseroan pada
industri alat kesehatan yang tumbuh dan berkembang di beberapa wilayah:
Figur 4.3 Daftar Pesaing Perseroan
No Perusahaan Pesaing Lokasi Merek
1 PT Jayamas Medica Industri Tbk Jombang ONE MED
2 PT Royal Sultan Agung Jakarta GEA
Sumber: Manajemen
Adapun upaya Perseroan dalam menghadapi persaingan yaitu melakukan penetrasi ke
pasar dengan menawarkan harga jual yang bersaing dengan kompetitor, tentunya
dengan menjamin kualitas standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan.
4.3 Kesimpulan Analisa Kelayakan Pasar
Dengan memperhatikan perkembangan usaha dan potensi pasar, maka rencana penambahan
kegiatan usaha Perseroan secara pasar layak untuk dilaksanakan.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk IV - 5
Page 41
BAB V
ASPEK TEKNIS
5.1 Bisnis Perseroan
Sampai saat ini Perseroan melakukan kegiatan produksi dan pemasaran untuk komoditas
sebagai berikut:
1. Masker dengan varian Ear Loop, Tie On, Head Loop dan Ear Loop 4D;
2. Bouffant Cap;
3. Stethoscope dengan varian Classic, Colorful, Cardiology, Stylo dan Dual Head;
4. Tensimeter dengan varian Colorful, Desk Model, Wall Model dan Mobile Model.
Secara umum kegiatan yang rutin dilakukan Perseroan dalam melakukan produksi dan
pemasaran untuk produk-produk eksisting seperti masker 4D, Bouffant Cap, Stethoscope,
dan Tensimeter adalah sebagai berikut:
a. Pembelian dan penerimaan bahan baku dan bahan kemas dari supplier;
b. Penyimpanan bahan baku dan bahan kemas di dalam gudang;
c. Pengubahan bentuk bahan baku menjadi produk setengah jadi hingga ke produk jadi;
d. Perakitan komponen produk untuk menjadi produk jadi;
e. Pengemasan produk;
f. Penyimpanan produk jadi di dalam gudang;
g. Pemasaran produk kepada konsumen; dan
h. Pengiriman produk kepada konsumen.
Kegiatan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Purchasing
Purchasing memastikan semua kebutuhan bahan baku, bahan kemas maupun
pendukung produksi telah dipesan sesuai jumlah kebutuhan serta mengatur tenggat
pengriman dari supplier agar mengikuti schedule produksi yang telah dibuat.
2. PPIC
PPIC memastikan proses produksi maupun kiriman produk jadi sesuai dengan rencana
yang sudah ditetapkan. Dengan demikian PPIC terus berkoordinasi dengan setiap bagian
terkait agar dapat berjalan sinergi demi terlaksananya proses produksi dan pengiriman
yang sesuai dengan rencana.
a. Gudang Bahan Baku dan Bahan Kemas
Gudang bertanggungjawab terhadap bahan baku dan bahan kemas dari mulai
penerimaan, penyimpanan, hingga pengiriman ke ruang produksi. Gudang
memastikan proses tersebut berjalan sesuai standar, yang meliputi:
• Proses pemeriksaan saat penerimaan dari supplier;
• Proses penyimpanan stock bahan baku dan bahan kemas;
• Proses pengiriman bahan baku dan bahan kemas ke ruang produksi.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk V-1
Page 42
b. Produksi
Bagian Produksi bertanggung jawab terhadap standarisasi seluruh proses produksi
mulai dari penerimaan bahan baku dan bahan kemas hingga pengiriman produk jadi
ke gudang yang meliputi:
• Penyimpanan bahan baku dan bahan kemas di ruang transit bahan baku dan
bahan kemas;
• Proses produksi, yaitu pengolahan bahan baku untuk menjadi produk
setengah jadi hingga produk jadi;
• Proses assembling, yaitu perakitan komponen produk menjadi produk jadi;
• Proses packaging, yaitu pengemasan dan penandaan produk jadi;
• Quality control, yaitu pengawasan kualitas produk dan bahan kemas produk;
• Proses pengiriman/setoran produk jadi ke gudang barang jadi.
3. Gudang Produk Jadi
Gudang Produk Jadi bertanggungjawab terhadap proses penerimaan setoran produk jadi
dari ruang produksi hingga produk tersebut dikirim ke customer, yang meliputi:
a. Proses penerimaan produk jadi dari ruang produksi;
b. Proses penyimpanan produk jadi;
c. Proses pengiriman produk jadi kepada customer.
4. Marketing
Marketing bertanggung jawab terhadap kegiatan penjualan dan menjamin kepuasan
pelanggan dapat terpenuhi. Dalam perencanaan produksi, Marketing memberikan data
estimasi pasar sebagai acuan bagi PPIC dan Purchasing untuk melakukan pembelian
bahan baku dan bahan kemas.
Perseroan menawarkan produk dengan harga kompetitif dengan proses pabrikasi yang
menerapkan teknologi canggih, bahan baku yang berkualitas dan ramah lingkungan, serta
menjaga tingkat higienitas. Perseroan akan terus meningkatkan kinerja operasional dan
keuangan serta bekerjasama dengan berbagai pihak, melalui pengembangan produk yang
berkualitas, berdaya saing, dan kekinian.
Figur 5.1 Jenis Produk Perseroan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk V-2
Page 43
Sumber: Manajemen Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk V-3
Page 44
5.2 Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Sejak tahun 2011, PT Hetzer Medical Indonesia Tbk mengawali kegiatan bisnisnya sebagai
manufaktur alat kesehatan. Komoditas yang diproduksi adalah Masker Kesehatan dan
Bouffant Cap dengan merek dagang Evo dan Evo Plusmed. Disamping itu, Perseroan juga
memproduksi merek dagang dari perusahaan lain (maklon).
Hingga tahun 2023, PT Hetzer Medical Indonesia Tbk terus berinovasi dengan meluncurkan
produk baru yaitu Stetoskop dan Tensimeter, sekaligus mencatatkan diri sebagai produsen
Chestpiece (komponen utama stetoskop) pertama di Indonesia. Adapun beberapa komponen
produk tersebut harus didatangkan secara impor.
Adanya aktivitas impor merupakan babak baru dalam perjalanan bisnis Perseroan yang
membuka peluang untuk mengembangkan produk lebih banyak lagi. Tentunya dengan
mempertimbangkan beberapa hal, diantaranya:
a. Produk harus memilki potensi yang besar untuk dipasarkan di dalam negeri.
b. Produk memiliki setidaknya satu komponen yang mampu diproduksi Perseroan dengan
menggunakan mesin yang sudah ada atau tanpa harus menambah inventasi mesin.
c. Perakitan produk sangat mudah sehingga memungkinkan dilakukan oleh sumber daya
karyawan yang sudah ada.
d. Proses pengontrolan mutu cukup mudah agar dapat menjamin kualitas setiap produk
yang dihasilkan.
Dengan mempertimbangkan hal tersebut di atas, Perseroan telah menemukan beberapa
produk untuk dikembangkan. Pengalaman selama lebih dari 10 tahun dalam memproduksi
dan memasarkan produk alat kesehatan ditambah dengan sumber daya manusia yang
kompeten dalam menjadikan Perseroan sangat optimis untuk memperoleh hasil yang
diharapkan dengan menambah produk sebagaimana yang akan diuraikan selanjutnya.
Rencana pengembangan kegiatan usaha ini mengacu pada Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia (KBLI) 2020. Adapun beberapa produk baru yang akan dikembangkan tersebut
dirinci sebagai berikut:
Figur 5.2 Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
No Keterangan KBLI
1 Kursi Roda 30921
2 Tiang Infus 32501
3 Bak Instrumen 32502
4 Tensimeter Digital 26602
Sumber: Manajemen
1) KBLI 30921 mengenai Industri Sepeda Dan Kursi Roda Termasuk Becak.
Kelompok ini mencakup usaha pembuatan dan perakitan macam-macam sepeda dan
becak, seperti sepeda tanpa motor, sepeda roda tiga (pengantar), tandem (sepeda
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk V-4
Page 45
gandeng), dan sepeda anak-anak baik roda dua maupun roda tiga, termasuk pula
pembuatan kereta bayi dan kendaraan difabel atau kursi roda baik bermotor maupun
tidak.
Kursi Roda (Wheelchair)
Kursi Roda adalah alat yang berfungsi untuk membantu mobilitas seseorang yang
terganggu atau tidak dapat berjalan akibat sakit, cedera atau karena usia. Dengan
demikian penggunaan Kursi Roda dapat bersifat sementara atau permanen tergantung
kondisi gangguan yang dialami pengguna. Meskipun inovasi pada Kursi Roda telah
banyak dilakukan dengan menambahkan beberapa fitur yang menjadikan Kursi Roda
semakin mudah dan semakin nyaman digunakan, namun Kursi Roda konvensional masih
tetap banyak dibutuhkan karena harganya yang jauh lebih murah. Kursi Roda
konvensional masih menjadi pilihan nomor satu terutama bagi pengguna yang bersifat
sementara.
SUPPLIER SUPPLIER
NO NAMA KOMPONEN PRODUKSI HMI
IMPOR LOKAL
1 Body Frame Full Set - √ -
2 Rear Wheels - √ -
3 Front Caster - √ -
4 Foot Rest - √ -
5 Leg Rest √ - -
6 Seat √ - -
7 Back Rest √ - -
2) KBLI 32501 mengenai Industri Furnitur Untuk Operasi, Perawatan
Kedokteran Dan Kedokteran Gigi. Kelompok ini mencakup pembuatan perabot atau
furnitur untuk kegiatan operasi, perawatan, kedokteran gigi dan kedokteran hewan,
seperti meja operasi, tiang infus, tempat tidur rumah sakit dengan peralatan mekanik
dan kursi untuk pemeriksaan dan perawatan gigi.
Tiang Infus (Infusion Stand)
Tiang Infus adalah alat yang berfungsi untuk menempatkan botol cairan yang terhubung
dengan pasien, baik saat pemberian infus elektrolit, obat maupun transfusi darah. Alat
ini memiliki tiang yang ketinggiannya dapat disesuaikan. Bagian roda penyangga dapat
diatur dalam kondisi terkunci maupun bebas, sehingga tiang mudah bergerak jika
hendak dipindahkan namun tetap aman jika dikehendaki untuk diam di tempat. Tiang
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk V-5
Page 46
Infus merupakan alat yang wajib ada di setiap ruangan IGD, ruang rawat inap serta
ruang observasi di setiap rumah sakit maupun klinik.
PRODUKSI SUPPLIER SUPPLIER
NO NAMA KOMPONEN
HMI IMPOR LOKAL
1 Hanger √ - -
2 Adjustable Pole √ - -
3 Spider Leg Wheel - √ -
3) KBLI 32502 mengenai Industri Peralatan Kedokteran Dan Kedokteran Gigi,
Perlengkapan Orthopaedic Dan Prosthetic. Kelompok ini mencakup pembuatan
peralatan dan perlengkapan untuk pemeriksaan kesehatan, operasi, kedokteran gigi dan
kedokteran hewan, seperti electrocardiograph, alat-alat bor gigi, peralatan test mata
(termasuk reflektor, endoscope, dan lain-lain), jarum suntik, peralatan sterilisasi,
peralatan pijat, ozone therapy, oxygen therapy, peralatan pernapasan buatan,
perlengkapan orthopaedic dan prosthetic (crutches, surgical belts and trussers,
orthopaedic corsets and shoes dan lain-lain), thermometer kedokteran, tungku
pembakar laboratorium kedokteran gigi, mesin pembersihan ultrasonik laboratorium,
peralatan destilasi laboratorium, alat sentrifugal laboratorium, pelat dan baut tulang
(bone plates and screws), alat suntik, jarum suntik, kateter, cannulae dan sebagaiya,
peralatan kedokteran gigi (termasuk kursi periksa dokter gigi yang tergabung dengan
perlengkapan dokter gigi lainnya), gigi buatan dan sebagainya yang dibuat di
laboratorium kedokteran gigi, mata buatan dari gelas dan peralatan tubuh palsu lainnya,
seperti mata palsu, tengkorak palsu dan bagian-bagian dalam tubuh palsu. Kelompok ini
juga mencakup pembuatan berbagai peralatan dan perlengkapan dalam bentuk
instrumen bedah, antara lain seperti gunting, pinset, tang.
Bak Instrumen (Instrument Tray)
Bak Instrumen adalah wadah yang berfungsi untuk menyimpan peralatan medis yang
steril dan siap untuk digunakan dalam operasi atau tindakan medis lainnya.
Nierbeken/Bengkok adalah wadah yang biasanya digunakan untuk menyimpan peralatan
medis yang sudah terpakai atau terkontaminasi darah, cairan maupun kotoran.
Nierbeken juga biasanya digunakan untuk menyimpan sementara limbah medis seperti
kasa bekas, kapas bekas bahkan muntahan pasien. Bak Instrumen dan Nierbeken harus
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk V-6
Page 47
terbuat dari stainless karena sifatnya yang anti karat dan tahan panas sehingga mudah
untuk dilakukan sterilisasi.
PRODUKSI SUPPLIER SUPPLIER
NO NAMA KOMPONEN
HMI IMPOR LOKAL
1 Cap √ - -
2 Body √ - -
4) KBLI 26602 mengenai Industri Elektromedikal dan Elektroterapi. Kelompok ini
mencakup pembuatan peralatan dan perlengkapan elektromedikal dan elektroterapi,
seperti peralatan electrocardiograph, peralatan test mata (termasuk reflektor, endoscope
dan lain-lain), ozone therapy, oxygen therapy, penangkap citra (scanner) untuk diagnosa
medis, peralatan MRI (magnetic resonce imaging), peralatan ultrasound medis,
peralatan endoskopi elektromedikal, peralatan laser medis, peralatan alat bantu dengar
dan peralatan alat pacu jantung.
Tensimeter Digital (Digital Tensimeter)
Tensimeter adalah alat yang berfungsi untuk mengukur tekanan darah. Awalnya
Tensimeter menggunakan air raksa sebagai mediator tekanan, namun karena sifatnya
yang karsinogenik maka Tensimeter raksa dilarang penggunaannya dan digantikan oleh
Tensimeter Aneroid. Dengan teknologi yang semakin maju maka terciptalah Tensimeter
Digital yang lebih mudah untuk digunakan. Tensimeter Digital merupakan terobosan
yang mengubah baik metode pengukuran tekanan darah maupun pasar Tensimeter itu
sendiri. Untuk hasil yang akurat, Tensimeter Aneroid harus digunakan bersama dengan
Stetoskop dan oleh tenaga yang sudah memahami metode pengukurannya. Sementara
Tensimeter Digital tidak memerlukan keahlian khusus maupun Stetoscope pada
penggunannya. Dengan demikian pasar Tensimeter Digital tidak hanya pada kalangan
tenaga medis, namun juga pada kalangan umum karena penggunannya yang efisien,
tidak memerlukan keahlian khusus maupun alat bantu lain.
PRODUKSI SUPPLIER SUPPLIER
NO NAMA KOMPONEN
HMI IMPOR LOKAL
1 Cuff Set - - √
2 Body Casing Set √ - -
3 PCB Circuit Set - √ -
4 LCD Screen - √ -
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk V-7
Page 48
Figur 5.3 Rincian Penambahan Kegiatan Usaha
No Keterangan Uraian
1
Logo & Merek
Produk baru yang akan dikembangkan Perseroan akan menggunakan merek
dagang “Evo Plusmed” dimana merek tersebut merupakan brand alat
kesehatan dari produk eksisting yang sudah terdaftar dan memiliki sertifikat
merek. Pemakaian merek ini bertujuan untuk mengingatkan konsumen
dengan produk eksisting Perseroan yang sudah dikenal luas.
2 Pihak yang akan
melakukan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
kegiatan produksi
3 Biaya yang Biaya Investasi dengan Penambahan Kegiatan Usaha:
dibutuhkan
Quantity Total Investment
No. Item Price (Rp)
(Pcs) (Rp)
A FASILITAS
1. Kendaraan 162.827.460
2. Penambahan Signage Ruang Produksi, Ruang Uji dan Gudang 1 loot 2.500.000 2.500.000
3. Meja Pengujian Produk (Customize) 2 unit 12.500.000 25.000.000
Total Penambahan Fasilitas 190.327.460
B PERALATAN PABRIK
1. Mesin CNC (Computer Numerical Control ) 3 unit 4.011.498.688
2. Mesin Jahit 5 unit 1.500.000 7.500.000
3. Pengadaan Tool Kit; Alat Bantu Pemeriksaan Komponen, Perakitan
Komponen, dan Pengemasan Produk 1 set 7.500.000 7.500.000
Total Penambahan Peralatan Pabrik 4.026.498.688
C LAIN-LAIN
1. Perizinan 150.000.000
2. Biaya Sewa Tanah dan Bangunan 986.126.938
Total Lain-lain 1.136.126.938
Aset tetap yang sudah di investasikan 5.160.453.086
Kekurangan investasi 192.500.000
TOTAL BIAYA INVESTASI 5.352.953.086
4 Pendapatan yang Proyeksi Penjualan Penambahan Kegiatan Usaha
akan diperoleh KETERANGAN
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Sept-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
PENJUALAN BERSIH 14.088.000.000 50.811.894.000 56.101.775.108 61.667.071.198 67.519.661.674 73.671.894.376
Kursi Roda 6.804.000.000 24.540.327.000 27.095.150.329 29.782.989.241 32.609.581.064 35.580.889.362
Tiang Infus 1.260.000.000 4.544.505.000 5.017.620.431 5.515.368.378 6.038.811.308 6.589.053.586
Bak Instrumen 2.184.000.000 7.877.142.000 8.697.208.748 9.559.971.855 10.467.272.934 11.421.026.215
Tensimeter Digital 3.840.000.000 13.849.920.000 15.291.795.600 16.808.741.724 18.403.996.368 20.080.925.213
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk V-8
Page 49
5 Alur Proses Alur Proses Produksi
Produksi
1) Alur Produksi Komponen Produk
2) Alur Perakitan Produk
Sumber: Manajemen
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk V-9
Page 50
5.3 Identifikasi Areal dan Lingkungan Produksi dan Gudang
5.3.1 Lokasi Proses Produksi dan Gudang
Saat ini, Perseroan memiliki kantor pusat yang beralamat di Komplek Blue Sky Industrial
(BSI) Kav No.09, Jl. Nanjung No. 02, Leuwigajah, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa
Barat 40532. Perseroan juga memiliki 2 (dua) pabrik eksisting yang berlokasi di Jl, Mahar
Martanegara Leuwigajah 106, Cigugur Tengah, Kec Cimahi tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat
40522 (pabrik 2) sementara lokasi pabrik 1 berada di kantor pusat. Lokasi penambahan
kegiatan usaha Perseroan direncanakan akan dilaksanakan di lokasi Pabrik 1 yang saat ini
digunakan untuk meproduksi Stethoscope dan Aneroid Tensimeter.
Figur 5.4 Aksesibilitas Lokasi Produksi (Pabrik 1)
Kurang lebih 8 km di sebelah barat laut dari Pusat Kota Bandung
Dengan adanya penambahan aktivitas, Perseroan telah menganalisa dan mengidentifikasi
beberapa hal yang perlu dilakukan terhadap fasilitas Pabrik 1, antara lain:
1. Renovasi atau perombakan denah tidak perlu dilakukan.
2. Harus dilakukan pengadaan mesin jahit yang dibutuhkan pada produksi Cuff (salah satu
komponen dari produk Tensimeter Digital)
3. Harus dilakukan penambahan Signage pada area Gudang Bahan Baku & Kemasan, Ruang
Produksi dan Gudang Produk Jadi.
4. Harus dilakukan perubahan layout alokasi penyimpanan pada rak Gudang Bahan Baku &
Kemasan dan Gudang Produk Jadi. Selama ini dengan produksi 2 produk eksisting, rak
penyimpanan di Gudang baru terpakai sekitar 20% dari total kapasitasnya. Dengan
adanya penambahan 4 produk baru, penyimpanan bahan dan produk masih
memungkinkan untuk dapat tertampung. Layout untuk alokasi penyimpanan harus diubah
disesuaikan dengan jumlah produk agar setiap produk tersimpan sesuai layout
kelompoknya. Hal ini bertujuan untuk memastikan penyimpanan produk tidak tercampur
satu dengan yang lain serta sistem FIFO tetap bisa dijalankan dengan efisien.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk V - 10
Page 51
5. Harus dilakukan pengadaan tool kit atau alat bantu yang akan digunakan pada aktivitas
produksi, pemeriksan dan pengujian produk baru.
5.3.2 Identifikasi Limbah dan Sampah
Tata kelola limbah dan sampah merupakan salah satu aspek yang menjadi perhatian
Perseroan. Dalam menjalankan eksisting proyek, perseroan telah memenuhi semua
yang dipersyaratkan oleh Dinas Lingkungan Hidup terkait pengelolaan Limbah B3,
UKL dan UPL serta sudah mendapatkan sertifikat Proper Biru.
Secara umum sampah dan limbah yang dihasilkan oleh produk baru jenisnya tidak
jauh berbeda dengan sampah dan limbah yang dihasilkan oleh produk yang sudah
ada. Hanya ada penambahan 1 jenis yaitu limbah elektronik yang dihasilkan dari
komponen Tensimeter Digital yang tidak lulus pengujian dan harus dimusnahkan.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk V - 11
Page 52
NAMA IDENTIFIKASI TATA IDENTIFIKASI
TATA KELOLA
PRODUK SAMPAH KELOLA LIMBAH B3
Kursi Roda Kemasan berupa
dus, plastik, Tidak ada -
Dipisahkan
styrofoam
sesuai jenis,
Tiang Infus Kemasan berupa Dikemas sesuai
disimpan
dus, bubble Scrap dan kelompoknya,
sementara di
wrap, tali plastik coolant dari ditandai,
TPS.
Bak Kemasan berupa mesin CNC didokumentasikan
Kemudian
Instrumen dus, plastik dan disimpan
diambil oleh
Tensimeter Kemasan berupa sementara di TP
pengelola PCB sirkuit pada
Digital dus, plastik. Limbah B3. Kemudian
rekanan komponen yang
Benang jahit, diambil oleh
secara berkala tidak lulus
polyester sisa. Pengelola rekanan
pengujian
secara berkala.
Berdasarkan hasil identifikasi, tidak perlu ditambah fasilitas untuk penyimpanan
sampah limbah baik TPS maupun TP Limbah B3. Hanya perlu penyesuaian untuk
keperluan dokumentasi logbook Limbah B3. Adapun secara kuantitas, sampah dan
limbah dipastikan akan bertambah dibanding dengan yang dihasilkan selama ini.
Terkait ini bisa diantisipasi dengan menambah frekuensi pengeluaran sampah dan
limbah dari TPS & TP Limbah B3 kepada pihak pengelola/penampung yang sudah
menjadi rekanan.
5.3.3 Kapasitas
Berdasarkan informasi dari Manajemen, dengan adanya rencana penambahan
kegiatan usaha ini, kapasitas total perakitan produk adalah sebagai berikut:
Figur 5.5 Total Kapasitas Perakitan Produk (100%)
Kapasitas per bulan Kapasitas per tahun
No Nama Produk
(pcs) (pcs)
1 Kursi Roda 4.725 56.700
2 Tiang Infus 3.500 42.000
3 Bak Instrumen 14.000 168.000
4 Tensimeter Digital 8.000 96.000
Dalam analisa studi kelayakan ini, utilisasi produksi dimulai dari 60% kemudian terus
meningkat seiring dengan peningkatan penjualan, adapun proyeksi produksi
penambahan kegiatan usaha selama tahun proyeksi adalah sebagai berikut:
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk V - 12
Page 53
Figur 5.6 Kapasitas Produksi Selama Periode Proyeksi 2024-2029
Keterangan Satuan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Utilitas Produksi 60% 70% 75% 80% 85% 90%
Kapasita
Quantity s
Produksi
Kursi Roda Unit/Bulan 2.835 3.308 3.544 3.780 4.016 4.253
Tiang Infus Unit/Bulan 2.100 2.450 2.625 2.800 2.975 3.150
Bak Instrumen Unit/Bulan 8.400 9.800 10.500 11.200 11.900 12.600
Tensimeter Digital Unit/Bulan 4.800 5.600 6.000 6.400 6.800 7.200
5.3.4 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
Bahan Baku Mentah, Pekerja, dan Tenaga Ahli Profesional
Dalam menjalankan bisnisnya, ketersediaan bahan baku mentah merupakan hal
yang harus diperhatikan. Perseroan menggunakan bahan baku yang ramah
lingkungan serta disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Perseroan menjalin
kerja sama dengan mitra usaha untuk menjaga kesinambungan usaha Perseroan
dalam jangka panjang. Perseroan mengutamakan pemasok yang berasal dari
masyarakat sekitar atau pemasok lokal.
Adapun komoditas bahan baku Perseroan terdiri dari 2 kategori, yaitu komoditas
dalam bentuk komponen yang siap pakai dan komoditas dalam bentuk bahan baku
mentah. Berikut daftar pemasok yang telah bekerjasama dengan Perseroan dalam
menyediakan bahan baku sebagai berikut:
Figur 5.7 Rekanan Pemasok Perseroan
Bahan
Produk Komponen Supplier
Baku
Body Frame Full Set - Wenzhou Bokang
Instruments., Ltd.
Rear Wheels - Wenzhou Bokang
Instruments., Ltd.
Kursi Roda
Front Caster - Wenzhou Bokang
Instruments., Ltd.
Foot Rest - Wenzhou Bokang
Instruments., Ltd.
Leg Rest Kulit Imitasi PT Sinar Continental
Kursi Roda Seat Kulit Imitasi PT Sinar Continental
Back Rest Kulit Imitasi PT Sinar Continental
Hanger As Stainless PT Megah Mulia Baja
Adjustable Pole As Stainless PT Megah Mulia Baja
Tiang Infus
Spider Leg Wheel - Wenzhou Bokang
Instruments., Ltd.
Cap Plat PT Megah Mulia Baja
Stainless
Bak Instrumen
Body Plat PT Megah Mulia Baja
Stainless
Tensimeter digital Cuff Set Polyester PT Indonesia Libolon Fiber
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk V - 13
Page 54
Bahan
Produk Komponen Supplier
Baku
System
Bladder Kobe Global internasional
Body Casing Set PT Bisma Anugerah Plasindo
PCB Circuit Set - Wenzhou Bokang
Instruments., Ltd.
LCD Screen - Wenzhou Bokang
Instruments., Ltd.
Kemasan Inner - CV Venindo Imperal Perkasa
CV Cahaya Mandiri
CV Surapati Printing
All Product
CV Surya Mas Lestari
Kemasan Outer - CV Trijaya Dusindo
PT Ultra Prima Corrugator
Dalam menjamin kesinambungan kegiatan produksi, Perseroan juga berencana
untuk melakukan kerja sama dengan beberapa pemasok bahan baku baru sebagai
langkah mitigasi dari risiko terhentinya supply bahan baku karena faktor eksternal,
sebagai berikut:
1. PT Mita Jaya Mandiri, menyediakan bahan baku material plat dan as logam.
2. PT Harapan Kurnia, menyediakan bahan baku polyester.
3. PT Ateja Tritunggal, menyediakan bahan baku kulit imitasi.
Sementara itu, berkaitan dengan pekerja dan tenaga ahli profesional, Perseroan
selalu memilih tenaga kerja dengan kualitas yang baik. Perseroan memandang
sumber daya manusia yang kompeten dan profesional merupakan aset utama dalam
mewujudkan visi dan misinya dan harus dikembangkan secara berkesinambungan.
Oleh karena itu, Perseroan memberikan motivasi agar dapat berperan aktif disertai
dengan kesempatan untuk mengembangkan kualitasnya agar memiliki etos kerja
yang unggul, berkompetensi tinggi, dan berkualitas. Dalam merekrut sumber daya
manusia, Perseroan menyesuaikan dengan rencana bisnis dan operasional Perseroan
dari tahun ke tahun. Perseroan juga senantiasa menyediakan program pelatihan dan
pengembangan kompetensi yang relevan di bidang usaha Perseroan termasuk
sertifikasi yang sesuai bagi masing-masing unit kerja.
Berdasarkan informasi dari Manajemen, dalam hal rencana penambahan kegiatan
usaha ini, produk yang akan dihasilkan memiliki alur proses produksi yang cukup
sederhana. Perseroan belum berencana menambah tenaga kerja pada divisi
produksi, hanya perlu mengadakan pelatihan internal untuk meningkatkan
pengetahuan dan kesigapan tenaga kerja dalam melakukan tugasnya. Kemudian,
tenaga ahli profesional yang membuat program untuk mesin CNC akan dilakukan
oleh Engineer eksisting, begitupun dengan teknisi untuk produk tensimeter digital,
yang mana secara peraturan mewajibkan Perseroan untuk memiliki Teknisi dengan
pendidikan S1 Elektro atau D4 Elektromedis. Perseroan pun sudah memiliki tenaga
tersebut, hanya perlu dilakukan pemberian pelatihan terkait masing-masing produk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk V - 14
Page 55
baru. Berikut tenaga ahli yang dipercayakan oleh Perseroan untuk bertanggung
jawab dalam penambahan kegiatan usaha ini:
Figur 5.8 Tenaga Ahli pada Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Jabatan Pendidikan
Operator SMA Sederajat
Petugas QC dan Packing SMA Sederajat
Quality Inspector SMA Sederajat
Mekanik SMK Mesin
Kepala Shift SMA Sederajat
Engineer S1 Teknik
Teknisi Elektro S1 Elektromedik
Manajer Produksi S1 Sederajat
Sumber: Manajemen
5.3.5 Alur Proses Produksi
Meskipun keempat produk yang akan dikembangkan tersebut memiliki fungsi dan
bentuk yang bermacam, namun secara umum alur produksinya cukup sederhana.
Beberapa komponen yang akan diproduksi oleh Perseroan, proses produksi
dilakukan dengan menggunakan mesin CNC yang sudah ada. Penyesuaian yang
diperlukan adalah menambah program yang akan dijalankan oleh mesin sesuai
dengan komponen yang akan dibuat. Selama ini untuk memproduksi produk
eksisting hanya memerlukan 30% dari kapasitas mesin secara keseluruhan. Dengan
tambahan produk baru, diharapkan dapat memanfaatkan kapasitas mesin yang
masih belum teralokasikan.
Proses pemeriksaan, pengujian dan perakitan komponen menjadi produk jadi
dilakukan dengan memakai area yang masih digunakan oleh untuk memproses
produk eksisting. Hal ini memungkinkan dengan menerapkan sistem Clear and
Clearance pada setiap awal proses perakitan masing-masing produk dan telah
dijalankan oleh Perseroan selama ini untuk memproduksi produk eksisting.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk V - 15
Page 56
Figur 5.9 Alur Proses Produksi
3) Alur Produksi Komponen Produk
4) Alur Perakitan Produk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk V - 16
Page 57
5.4 Kesimpulan Analisa Kelayakan Teknis
Dengan memperhatikan proses produksi dan ketersediaan sumber daya, maka rencana
penambahan kegiatan usaha Perseroan secara teknis layak untuk dilaksanakan.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk V - 17
Page 58
BAB VI
ASPEK POLA BISNIS
6.1 Pola Bisnis Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan
6.1.1 Kemampuan Menciptakan Nilai
Kemampuan Perseroan dalam menciptakan nilai dari kegiatan usahanya dapat
diukur melalui pelayanan yang diberikan kepada konsumen, yaitu dengan
menghadirkan produk-produk dengan kualitas premium yang aman dan nyaman
digunakan sehari-hari. Perseroan menjamin kualitas produk premium tersebut
dengan menerapkan beberapa standar pengujian terhadap produk melalui beberapa
macam pengujian yang selama ini belum pernah dilakukan oleh kebanyakan produk
kompetitor yang beredar di pasaran. Perseroan sudah mendapatkan sertifikat uji
yang diterbitkan oleh Nelson Laboratories USA untuk produk masker Evo Plusmed
yang mana hal serupa akan Perseroan terapkan pada produk baru, tentunya dengan
pihak penguji yang kompeten dibidangnya.
Sertifikasi standar yang dimiliki atas produk-produk yang telah diproduksi serta
sertifikasi yang akan diperlukan atas produk baru pada dasarnya mengikuti regulasi
dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dimana produk-produk tersebut
harus memiliki izin edar yang dikeluarkan oleh kementerian terkait (Kemenkes RI),
dan juga telah memiliki sertifikat CPAKB (“Cara Produksi Alat Kesehatan yang Baik”).
Saat ini, Perseroan sudah memiliki sertifikat CPAKB untuk produk-produk yang telah
diproduksi sesuai dengan aturan dari Kemenkes, ditambah dengan nilai TKDN
(Tingkat Komponen Dalam Negeri) yang tinggi yang telah diperoleh Perseroan.
Untuk produk-produk baru, Perseroan akan memproses sertifikat CPAKB setelah
pengajuan penambahan KBLI disetujui. Hal ini dikarenakan KBLI menjadi dasar
pengajuan proses sertifikat CPAKB.
Selain itu, dalam mendistribusikan produk-produk yang berkualitas juga dapat
meningkatkan kepercayaan pelanggan atau distributor kepada Perseroan.
Kemampuan tersebut dapat meningkatkan loyalitas para pelanggan untuk terus
melakukan pembelian produk Perseroan serta menarik pelanggan atau distributor
baru melalui strategi pemasaran yang ada. Sehingga diharapkan Perseroan dapat
terus memberikan pelayanan terbaik dan mempertahankan kualitas produk maupun
pelayanannya agar dapat memenuhi kepuasan pelanggan.
Dengan keunggulan kompetitif yang telah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan
nilai yang diantaranya:
- Pengembangan kegiatan usaha baru
- Menambah sumber pendapatan baru
Kedua hal tersebut dapat memberikan kontribusi yang positif dan nilai tambah bagi
Perseroan.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk VI - 1
Page 59
6.1.2 Keunggulan Kompetitif
Berdasarkan informasi dari manajemen, Perseroan merupakan perusahaan publik
yang telah berdiri cukup lama dan berpengalaman dibidang industri alat kesehatan.
Langkah yang diambil oleh Perseroan sebagai strategi yang dapat membuat produk
menjadi unggul yakni dengan positioning merek dagang “Evo Plusmed” dipasar
industri sejenis. Dengan pengalaman dan rekam jejak yang telah dirintis lebih dari
satu dekade, Perseroan berkeyakinan bahwa dengan merek dagang yang telah
terbentuk, keunggulan kualitas produk dengan pabrikasi teknologi yang canggih dan
ramah lingkungan dapat dijadikan keunggulan Perseroan dalam bersaing di industri
alat kesehatan. “Evo Plusmed” sudah memiliki sertifikat HAKI dan sudah dikenal
masyarakat luas dengan kualitas yang baik serta menjadi pelopor masker 4 dimensi
di Indonesia sejak 2012. Berdasarkan testimoni masyarakat, produk alat kesehatan
dengan merek “Evo Plusmed” juga dapat dilihat di media sosial.
Selain itu, Perseroan memiliki jaringan distribusi di kota-kota besar di seluruh
Indonesia. Hal tersebut merupakan suatu peluang dan keunggulan kompetitif yang
dimiliki oleh Perseroan dalam menjalankan penambahan kegiatan usaha baru,
karena Perseroan memiliki kesempatan dan kemudahan dalam penjualan produk
kepada para pelanggan lama yang telah menjalin baik dengan Perseroan selama ini,
melalui jaringan distribusi Perseroan yang telah tersebar di seluruh Indonesia.
6.1.3 Kemampuan Pesaing Dalam Meniru Produk
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Manajemen, Perseroan menyadari adanya
persaingan yang ketat dalam menjalankan bisnis dalam bidang alat kesehatan ini.
Hal ini terlihat dari banyaknya perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha serupa
dengan Perseroan. Seiring dengan persaingan usaha tersebut yang mungkin terjadi,
Perseroan akan terus berupaya melakukan berbagai pengembangan strategi pada
setiap segmen usaha yang dimiliki agar terus memiliki daya saing dengan
perusahaan lain yang sejenis. Selain itu, Perseroan akan senantiasa memberikan
pelayanan yang terbaik untuk mencapai kepuasan para pelanggannya.
6.1.4 Analisis SWOT
Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, and threat) terdiri atas faktor
internal yang bisa dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang
mungkin sulit untuk dikontrol. Kedua sisi dianalisis agar dapat disusun suatu
strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing. Dari faktor
internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan ( strength and weakness)
sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman ( opportunity and
threat). Berikut adalah analisa SWOT Perseroan setelah melakukan penambahan
kegiatan usaha baru:
Strength
• Perseroan telah memiliki brand yang kuat, sehingga sudah dikenal masyarakat
umum
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk VI - 2
Page 60
• Perseroan telah memiliki pengalaman lebih dari 13 tahun dalam menjalankan
kegiatan usaha dibidang industri alat kesehatan
• Perseroan memiliki jaringan distribusi yang tersebar di Indonesia
• Perseroan telah memiliki berbagai sertifikasi dalam menjalankan kegiatan
usahanya
• Perseroan telah memiliki standar legalitas dalam mendukung produksi alat
kesehatan secara lengkap
• Lokasi pabrik 1 dan pabrik 2 yang cukup dekat, sehingga memudahkan perseroan
dalam melakukan koordinasi
Weakness
Untuk faktor internal Perseroan baik dari kapasitas produksi serta ketersediaan
bahan baku, motivasi karyawan, Perseroan tidak mengalami kendala yang berarti.
Opportunity
• Sinergi dengan bisnis yang eksisting
• Peningkatan jumlah produk yang ditawarkan Perseroan
• Kebutuhan distributor-distributor yang sudah bekerjasama dengan perseroan
membutuhkan produk alat kesehatan baru, sehingga Perseroan memiliki
kesempatan untuk masuk atau terlibat pada industri tersebut
• Meningkatnya jumlah rumah sakit dan klinik-klinik kesehatan di Indonesia,
sehingga Perseroan memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam produk alat
kesehatan tersebut.
Threat
• Faktor eksternal seperti gejolak perekonomian global, harga komoditas rendah,
tekanan terhadap nilai tukar Rupiah yang berdampak pada sektor usaha
• Peraturan pemerintah yang sering berubah-ubah
6.2 Kesimpulan Analisa Kelayakan Pola Bisnis
Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh Perseroan, maka rencana
penambahan kegiatan usaha Perseroan secara pola bisnis layak untuk dilaksanakan.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk VI - 3
Page 61
BAB VII
ASPEK MODEL MANAJEMEN
7.1 Sumber Daya Manusia dan Kemampuan Manajemen
Sumber daya manusia merupakan pilar utama yang menunjang kesuksesan industri
manufaktur dan perdagangan alat kesehatan. Untuk memastikan keberhasilan bisnis dan
keberlanjutannya, dibutuhkan sumber daya manusia berkualitas yang mampu beradaptasi
dengan perkembangan teknologi, mampu mengatasi tantangan yang mengancam, serta
mampu mengantisipasi perubahan di masa depan.
Oleh sebab itu, Perseroan menyadari pentingnya melakukan investasi yang signifikan dalam
upaya mengembangkan sumber daya manusia hingga mencapai kuantitas dan kualitas yang
sesuai dengan kebutuhan Perseroan. Hal ini menjadi bagian penting dalam rangka
mewujudkan visi Perseroan.
Kompetensi sumber daya manusia yang unggul diyakini Perseroan adalah kunci yang akan
mengantar Perseroan dalam mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Kesuksesan
bisnis Perseroan tidak hanya ditentukan oleh kualitas produknya, namun juga karena
didukung penuh oleh sumber daya manusia yang terampil dan kompeten di setiap level.
Menyadari hal tersebut, Perseroan senantiasa meningkatkan pengelolaan sumber daya
manusia melalui penciptaan iklim kerja yang mampu menginspirasi dan memotivasi setiap
karyawannya untuk memberikan kinerja yang lebih baik dari waktu ke waktu. Perseroan
memberikan kesempatan yang sama kepada setiap karyawannya untuk mengembangkan
karir dengan tidak membeda-bedakan suku, agama, ras maupun golongan.
Untuk menopang serta melancarkan rencana penambahan kegiatan usaha yang akan
dilakukan, maka PT Hetzer Medical Indonesia Tbk harus mampu menyediakan sumber daya
manusia yang berkompeten dan berkualitas.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk VII - 1
Page 62
Berikut susunan pengurus PT Hetzer Medical Indonesia Tbk:
Figur 7.1 Susunan Manajemen Perseroan
Sumber: Manajemen
Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan
dengan bagan organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang
terpadu. Penempatan tenaga kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan
keterampilannya merupakan faktor yang penting dalam menerapkan kebijaksanaan
perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas kepada unit di bawahnya
atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.
7.2 Ketersediaan Tenaga Kerja
Berdasarkan informasi dari manajemen, tidak ada penambahan tenaga kerja untuk
penambahan kegiatan usaha baru, saat ini Perseroan memiliki ketersediaan tenaga kerja
sebagai berikut:
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk VII - 2
Page 63
Figur 7.2 Jumlah Tenaga Kerja
Jumlah orang
Kategori Karyawan Karyawan
Tetap Tidak Tetap
Komisaris Utama 1 -
Komisaris 1 -
Direktur Utama 1
Direktur 2 -
Audit Internal 1 -
General Manager 1 -
Kepala Shift 4 -
PPIC 1 -
Office Boy - 4
Digital Marketing 1 -
Manager Factory 1 -
Staf Corporate Secretary 1 -
IT 1 -
Driver 1 1
Driver E Com - 1
Asisten Driver - 1
Factory Finance 1 -
Operator - 17
Teknisi 2 -
Manager HRD 1 -
Teknisi CNC 1 -
PJT Produksi 2 -
Kepala Gudang 1 -
Manager Marketing 1 -
Marketing 2 -
Kepala Teknisi 1 -
Quality Control - 24
Resepsionis - 1
Admin Produksi - 2
Admin Gudang - 1
Admin Penjualan 1 -
30 52
Total Tenaga Kerja
82
Sumber: Manajemen
Kemudian, kegiatan usaha beroperasi 6 (enam) hari dalam satu minggu dengan jam kerja
office dan produksi sebagai berikut:
1. Jadwal Shift Produksi HMI 1 – Leuwigajah (Lokasi Pabrik 1/Penambahan
Kegiatan Usaha)
Jumlah Karyawan: 19 orang
Dibagi 2 Grup:
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk VII - 3
Page 64
a. Grup Assembling 15 orang
Jumlah Shift Grup Asembling 2 shift - Pagi (06:00-14:00) & Siang (14:00-22:00)
Per Shift 8 orang & 7 orang
b. Grup CNC
Jumlah Shift Grup CNC 1 shift - Pagi (08:00-16:00)
Per Shift 4 orang
2. Jadwal Shift Produksi HMI 2 – Nanjung (Lokasi Pabrik 2 dan Kantor Pusat)
Jumlah Karyawan : 20 orang
Jumlah Shift : 2 Shift - Pagi (06:00-14:00) & Siang (14:00-12:00)
Per Shift : 10 orang
Berdasarkan informasi dari Manajemen, dalam hal rencana penambahan kegiatan usaha ini,
produk yang akan dihasilkan memiliki alur proses produksi yang cukup sederhana. Perseroan
belum merencanakan adanya penambahan tenaga kerja pada divisi produksi maupun tenaga
ahli profesional dalam bidang pembuat program CNC dan elektromedik dari yang telah
dimiliki saat ini, karena Perseroan telah memiliki staf yang kompeten dalam kegiatan
operasionalnya sehingga belum dibutuhkan penambahan tenaga kerja. Perseroan hanya
perlu mengadakan pelatihan internal untuk meningkatkan pengetahuan dan kesigapan
tenaga kerja dalam melakukan tugasnya.
Adapun tanggung jawab pada setiap posisi/jabatan tenaga kerja dalam Perseroan adalah
sebagai berikut:
1. Komisaris Utama, melakukan pengawasan segala pelaksanaan dan tanggung jawab
direksi, Memastikan bahwa perusahaan telah melakukan praktik good corporate
governance, Memberi nasihat atau arahan kepada direksi sesuai kepentingan dan tujuan
perusahaan.
2. Direktur Keuangan, mendorong perencanaan keuangan perusahaan dengan
menganalisis kinerja dan risikonya, mempertanhankan kesadaran terus-menerus posisi
keuangan perusahaan dan bertindak untuk mencegah masalah.
3. Direktur Operasional, Merencanakan, mengkoordinasikan, mengarahkan,
mengendalikan, menerapkan dan mengevaluasi aspek-aspek agronomi dan keseluruhan
proses operasi agribisnis Perseroan.
4. Factory Manager, meningkatkan produksi, kapasitas aset, dan fleksibilitas sekaligus
meminimalkan biaya yang tidak perlu dan mempertahankan standar kualitas saat
ini. Tanggung jawab atas hasil produksi, kualitas produk dan pengiriman tepat waktu.
5. HRD Manager, memaksimalkan produktivitas karyawan dan melindungi perusahaan
dari masalah apa pun yang mungkin timbul dalam angkatan kerja.
6. Marketing Manager, memahami pasar dan perilaku konsumen, mengembangkan
strategi pemasaran yang efektif, dan memastikan bahwa produk atau jasa yang
ditawarkan oleh perusahaan dapat diterima oleh pasar dan memenangkan persaingan.
7. Audit Internal, melaksanakan pemeriksaan dan penilaian efisiensi dan efektivitas di
bidang operasional, keuangan, akuntansi, sumber daya manusia dan kegiatan lainnya.
8. Marketing, menghasilkan pemasukan bagi perusahaan dengan cara melakukan
penjualan dan penawaran terhadap produk yang telah dihasilkan oleh perusahaan.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk VII - 4
Page 65
9. Finance Factory, Menyusun laporan keuangan, mengelola kegiatan investasi, dan
membuat strategi jangka pendek atau jangka panjang demi mencapai tujuan
perusahaan.
10. PPIC, membuat rencana yang berhubungan dengan pengadaan bahan berdasarkan
perkiraan dan data yang diperoleh serta melacak kondisi persediaan barang, baik yang
sudah atau yang akan diproduksi.
11. PJT Produksi, memimpin dan mengarahkan fungsi pemastian mutu, pengawasan
mutu, proses produksi dan pengembangan serta kepatuhan terhadap peraturan
pemerintah dan CPAKB.
12. Admin Keuangan, mengelola administrasi keuangan perusahaan seperti eksekusi
pembayaran pajak, gaji, hingga tagihan.
13. Akunting, emastikan bahwa semua transaksi keuangan dimasukkan dengan benar ke
dalam buku besar dan laporan keuangan.
14. Digital Marketing, menggunakan media digital sebagai upaya dalam kegiatan
pemasaran, periklanan, dan promosi untuk mencapai tujuan perusahaan.
15. Kepala Gudang, merencanakan, mengkoordinasi, mengontrol serta dapat
mengevaluasi semua kegiatan berupa penerimaan, penyimpanan dan persediaan stok
barang yang akan didistribusikan kepada konsumen
16. Kepala Shift, memimpin team produksi, memantau proses produksi, membuat
jadwal kerja shift, memimpin regu produksi dan membuat laporan hasil proses produksi.
17. Teknisi, melakukan kegiatan yang meliputi pemasangan, perbaikan, dan pengecekan
serta pemeliharaan mesin produksi.
18. Office Boy, membersihkan meja, lantai, jendela, dan peralatan kantor, mengurus
sampah, menyediakan air minum dan kopi, mengantar surat dan dokumen, serta
membantu pekerja kantor lainnya.
19. Driver, merawat, memeriksa kelengkapan dan kondisi kendaraan agar dalam kondisi
baik untuk di operasikan dan memastikan proses pengiriman barang dan lainnya sesuai
dengan prosedur atau surat jalan.
20. Admin Produksi, menyusun dan mencatat data produksi, yang biasanya meliputi
catatan dan laporan volume produksi, konsumsi bahan baku, kontrol kualitas, dan aspek
lainnya.
21. IT, bertanggung jawab untuk instalasi, evaluasi dan peningkatan terhadap tiga objek
utama yaitu komputer, software, dan pengembangan sistem jaringan atau network
system.
22. Secretary Corporate, memastikan tercapainya peningkatan citra Perusahaan melalui
pengelolaan komunikasi perusahaan dengan pihak internal dan eksternal;
mengadministrasikan dokumen Perusahaan; membina hubungan antar lembaga;
menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan hukum korporasi.
23. Engineering CNC, mengelola dan mengoperasikan computer numerical control (CNC)
untuk memproduksi berbagai produk berkualitas tinggi. Dan memantau mesin CNC
secara terus-menerus untuk memastikan proses produksi dapat berjalan lancar.
24. Resepsionis, menjembatani informasi antara manajemen perusahaan dan tamu,
Melayani tamu perusahaan yang berkunjung dan Mencatat data tamu yang berkunjung
setiap hari.
25. Admin Gudang, bertanggung jawab terhadap semua barang yang ada di dalam
gudang baik dalam hal perawatan, melacak sisa inventaris, dan bertanggung jawab
terhadap proses bongkar muat barang.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk VII - 5
Page 66
26. Quality Control, melakukan pengujian pada produk agar kualitas dan kuantitasnya
sesuai dengan standar.
27. Operator, mengoperasikan mesin-mesin dan peralatan lainnya yang ada di pabrik agar
proses produksi berjalan sesuai dengan prosedur perusahaan, serta memenuhi standar
keamanan, kesehatan, dan keselamatan pekerja.
28. Quality Inspector, mengontrol seluruh proses pembuatan produk mulai dari awal
pembuatannya hingga produk selesai diproduksi.
7.3 Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property)
Manajemen hak atas kekayaan intelektual adalah pengelolaan dan pengaturan penggunaan
gagasan-gagasan dan ekspresi yang diciptakannya oleh sumber daya manusia yang dimiliki
untuk jangka waktu tertentu. Dalam pengelolaan hak atas kekayaan intelektual yang dimiliki
sumber daya manusia diharapkan akan lahirnya inovasi-inovasi baru yang muaranya
bertujuan untuk mengefisienkan dan mengefektifkan pekerjaan.
Dalam kaitannya dengan hal ini, Perseroan akan memastikan sumber daya manusia memiliki
kompetensi teknis yang diperlukan. Usaha untuk melindungi kekayaan intelektual, Perseroan
sudah memiliki sertifikat merek PT Hetzer Medical Indonesia “EVO Plusmed” yang
beralamat di Jl. Mahar Martanegara No. 106, RT. 005 RW. 014, Kel. Cigugur Tengah, Kota
Cimahi, Jawa Barat, Indonesia yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana tercantum dalam sertifikat tersebut, perlindungan
atas merek tersebut diberikan untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak tanggal
penerimaan dan jangka waktu tersebut dapat diperpanjang.
7.4 Manajemen Risiko
Dengan mempertimbangkan aktivitas bisnis Perseroan yang terus meningkat, serta potensi
pasar yang semakin besar, Perseroan menyadari bahwa kegiatan usaha Perseroan tidak
terlepas dari berbagai risiko. Oleh karena itu, Perseroan melaksanakan peninjauan tehadap
sistem manajemen risiko untuk mengelola setiap kegiatan yang memiliki potensi
menimbulkan risiko secara menyeluruh, optimal, dan berkesinambungan demi menjaga agar
bisnis Perseroan berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya.
Profil risiko dan langkah mitigasi yang telah ditentukan oleh Perseroan adalah sebagai
berikut:
1. Risiko Persaingan Usaha
Salah satu strategi Perseroan untuk memitigasi risiko persaingan usaha adalah dengan
melakukan inovasi produk dan selalu mengutamakan kepuasan pelanggan agar dapat
mempertahankan pelanggan Perseroan. dengan inovasi yang terus-menerus dilakukan
Perseroan, diharapkan target pasar dari Perseroan mengalami peningkatan. Perseroan
juga melakukan penjuallan di berbagai marketplace seperti Tokopedia, Shoppe,
Bukalapak, dan lain-lain untuk memastikan semakin banyak calon konsumen yang
menggunakan produk Perseroan.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk VII - 6
Page 67
2. Risiko Ketersediaan Bahan Baku
Perseroan tidak akan bergantung pada satu supplier saja untuk pengadaan bahan baku
produksi Perseroan. apabila salah satu supplier Perseroan tidak dapat memenuhi
permintaan bahan baku dari Perseroan, maka Perseroan memiliki beberapa alternatif
supplier untuk bahan baku tersebut.
3. Risiko Gangguan atau Kerusakan Pada Fasilitas Produksi
Fasilitas produksi sewaktu-waktu dapat mengalami gangguan atau kerusakan. Perseroan
melakukan kontrol rutin terhadap fasilitas produksi milik Perseroan. Selain itu, Perseroan
menjalin relasi yang baik dengan produsen mesin produksi, sehingga dapat mengatasi
dengan cepat apabila terjadi kerusakan atau gangguan.
4. Risiko Perubahan Teknologi
Perseroan akan senantiasa menyesuaikan dengan perkembangan teknologi terkini untuk
dapat tetap memberikan kualitas produk yang terbaik
5. Risiko yang Berhubungan dengan Ketenagakerjaan
Perseroan selalu menjalin hubungan yang baik dengan seluruh karyawannya dengan
memperhatikan ketentuan perundangundangan yang berlaku. Perseroan juga akan
selalu memperhatikan kesejahteraan seluruh karyawan.
6. Risiko Kondisi Perekonomian Secara Makro atau Global
Apabila terjadi penurunan permintaan akibat kondisi perekonomian makro atau global,
Perseroan akan senantiasa memberikan penawaran yang menarik kepada pelanggan
Perseroan, sehingga dapat menguntungkan kedua belah pihak.
7. Risiko Tuntutan atau Gugatan Hukum
Perseroan menerapkan prinsip GCG dan memiliki tim legal yang kompeten di bidangnya.
Perseroan akan senantiasa menjaga hubungan baik dengan semua pihak untuk
meminimalisir munculnya tuntutan atau gugatan hukum.
7.5 Kesimpulan Analisa Kelayakan Model Manajemen
Berdasarkan struktur organisasi, jumlah karyawan, dan manajemen risiko Perseroan, maka
secara umum hal tersebut telah cukup mendukung operasional kerja perusahaan dalam
rencana penambahan kegiatan usaha, sehingga dapat disimpulkan secara pola bisnis layak
untuk dilaksanakan.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk VII - 7
Page 68
BAB VIII
ASPEK KEUANGAN
8.1 Rencana Perseroan
PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah sebuah perusahaan yang mengawali kegiatan
bisnisnya sebagai manufaktur alat kesehatan. Komoditas yang dihasilkan adalah masker
kesehatan, bouffant cap, stetoskop dan tensimeter. Saat ini Perseroan berencana untuk
melakukan penambahan kegiatan usahanya berupa kursi roda, tiang infus, bak instrumen,
dan tensimeter digital.
Mengenai penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan Perseroan, diharapkan
produktivitas Perseroan dapat meningkat. Untuk menjalankan rencana usaha tersebut,
Perseroan memerlukan adanya tambahan pengeluaran dari penambahan kegiatan usaha
untuk mendanai proyek ini.
8.2 Metodologi Analisa
Metodologi dilakukan dengan membandingkan keuntungan ekonomis yang dapat diperoleh
dari rencana penambahan kegiatan usaha berupa penghematan biaya, peningkatan
pendapatan dari adanya sumber pendapatan yang baru melalui perbandingan dengan
pengorbanan ekonomis atas rencana penambahan kegiatan usaha berupa rencana investasi
yang dilakukan.
8.3 Cut Off Date dalam Analisa
Dalam melakukan analisa studi kelayakan penambahan kegiatan usaha Perseroan, kami
menggunakan cut off date 31 Maret 2024 di mana batas tersebut diambil atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan dilaksanakan studi kelayakan.
8.4 Arus Kas Bersih yang Digunakan
Untuk melakukan analisis keuangan dalam studi kelayakan dengan menggunakan metode
diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga) pilihan pendapatan ekonomi untuk didiskonto yaitu
dividen, arus kas bersih (AKB) untuk ekuitas (free cash flow to equity), dan AKB untuk kapital
(free cash flow to invested capital) atau AKB untuk perusahaan (free cash flow to firm).
Dalam studi kelayakan, pendapatan ekonomi yang akan didiskonto dalam analisis kelayakan
adalah AKB untuk kapital. Pemilihan arus kas bersih untuk kapital yang digunakan sebagai
basis perhitungan kelayakan didasarkan pada kondisi proyeksi perusahaan yang
mencerminkan kondisi struktur kapital yang cukup volatile (yang terlihat dari pergerakan debt
yang berubah selama periode proyeksi).
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk VIII - 1
Page 69
Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari kewajiban
penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk mempertahankan
operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan untuk penggantian ( reserve for
replacement), modal kerja, dan untuk pertumbuhan melalui penyediaan dana tambahan
pengeluaran barang modal, yang dihitung sebagai berikut:
Laba (rugi) setelah pajak
+ Bunga setelah pajak
+ Penyusutan
– Capex
– Kenaikan (atau + penurunan) modal kerja bersih
= Arus kas bersih untuk kapital
8.5 Penetapan Tingkat Diskonto
Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas
Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset
Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko
ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham, dengan
menggunakan persamaan sebagai berikut:
k e = R f + ( RPm ) - RBDS
di mana:
Ke : Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya modal
ekuitas/saham biasa
Rf : Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk free rate)
β : Beta
RPm : Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk premium)
RBDS : Rating Based Default Spread
Tingkat Suku Bunga Bebas Risiko (Rf)
Adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak memiliki
kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah
tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang (SUN). Sesuai dengan cut off date
studi kelayakan per 31 Maret 2024, tingkat suku bunga bebas risiko yang digunakan yaitu
per 31 Maret 2024 yang merupakan obligasi pemerintah RI dalam mata uang rupiah dengan
tenor 30 tahun. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI)
maka yield SUN yang digunakan adalah 6,97%.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk VIII - 2
Page 70
Equity Risk Premium (RPm)
Adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat balikan investasi
dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity risk premium adalah dengan memasukkan
premi untuk risiko spesifik Negara (country-specific risk premiums) seperti votalitas harga
saham untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan
risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan
sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang ( emerging market).
Equity Risk Premium (Rpm) ditentukan menggunakan rujukan dari hasil Damodaran per
Januari 2024 dengan risk premium untuk pasar negara berkembang seperti Indonesia adalah
sekitar 7,38%. Dengan Rating Based Default Spread sebesar 2,07%.
Beta (β)
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan dikalikan
dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Untuk memperoleh faktor beta yang sesuai kami menggunakan unlevered beta sebesar 1,06
yang diperoleh dari rata-rata perusahaan pembanding dari perusahaan yang bergerak dalam
bidang usaha Healthcare Product untuk negara-negara berkembang yang kami peroleh dari
hasil riset Aswath Damodaran Januari 2024.
Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk
menghitung cost of equity Perseroan, di mana beta tersebut dihitung dari rata-rata
unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-
masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda
akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh leverage yang ada
di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini
kemudian di-relevered dengan tingkat leverage pasar pada industri sejenis untuk
memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto Perseroan tersebut dengan formula
sebagai berikut:
L= U (1 + (1 − T ) DER )
βL = 1,06 X (1+(1-22%) X 4,92%)
= 1,10
Di mana:
βL : Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
secara objektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
portofolio pasar dengan pengaruh utang.
ΒU : Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
secara objektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk VIII - 3
Page 71
pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
portofolio pasar tanpa pengaruh utang.
DER : Debt to Equity Ratio
T : Tax, Tingkat Pajak
Sama halnya dengan data unlevered beta, data DER juga diperoleh dari rata-rata
perusahaan pembanding dari perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha Healthcare
Products untuk negara-negara berkembang yang kami peroleh dari hasil riset Aswath
Damodaran yang dikeluarkan Januari 2024. Dari data tersebut nilai DER adalah 4,92%.
Dengan memasukkan persamaan di atas, diperoleh nilai βL sebesar 1,10.
Cost of Equity (Ke)
Pada perhitungan WACC, digunakan data yang bersumber dari Damodaran, di mana data
yang digunakan adalah Total Equity Risk Premium yang juga telah mempertimbangkan
risiko, maka diperlukan penyesuaian pada CAPM dengan memperhatikan Rating Based
Default Spread dari Damodaran di mana Cost of Equity dikurangkan dengan Rating Based
Default Spread sebesar 2,07%, sehingga biaya modal ekuitas Perseroan adalah sebagai
berikut:
Figur 8.1 Cost of Equity/Biaya Modal Ekuitas
URAIAN PERSENTASE
Tingkat Bunga Bebas Risiko 6,97%
Risk Premium 7,38%
Beta 1,10
RBDS 2,07%
Biaya Modal untuk Ekuitas 13,05%
Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (WACC - Weighted Average Cost of Capital)
Dalam menghitung analisa studi kelayakan Perseroan dilakukan dengan mendiskonto tingkat
kembalian terhadap keseluruhan modal, maka tingkat diskonto yang digunakan adalah
tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
pinjaman jangka panjang maupun yang berasal dari penyertaan.
Penentuan posisi tingkat leverage yang optimal adalah mencari titik dimana tambahan
penghematan pajak yang berasal dari tambahan utang akan sama dengan tambahan biaya
bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan keseluruhan
utang.
Dalam analisa studi kelayakan ini, untuk biaya bunga untuk utang digunakan tingkat bunga
pinjaman investasi yang diberikan dari Bank Persero dalam mata uang Rupiah periode Maret
2024, yaitu 9,47%. Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya modal pada
Desember 2022 sampai akhir proyeksi sebesar 7,39%, dengan tarif pajak (T) 22%, dengan
perhitungan sebagai berikut:
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk VIII - 4
Page 72
Kd : i*(1-T)
Kd : 9,47% x (1-22%)
Kd : 7,39%
Untuk kepentingan analisa studi kelayakan, komposisi pendanaan dihitung berdasarkan
kinerja perbandingan interest bearing debt dengan ekuitasnya, dimana komposisi struktur
permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti struktur permodalan pasar dari hasil riset
Aswath Damodaran. Dengan demikian struktur utang sebesar 4,69%, sedangkan sisanya
yaitu sebesar 95,31% akan dipenuhi dengan modal sendiri. Dengan mempertimbangkan
faktor-faktor di atas dan kekuatan/kelebihan serta risiko yang dihadapi, kami berpendapat
bahwa tingkat diskonto sebesar 12,79% untuk Perseroan adalah wajar untuk mendiskonto
arus kas bersih dengan perhitungan sebagai berikut:
Figur 8.2 Weighted Average Cost of Capital (WACC)
Keterangan Komposisi Biaya Modal Rata-rata
Utang 4,69% 7,39% 0,35%
Ekuitas 95,31% 13,05% 12,44%
WACC 12,79%
8.6 Proyeksi Keuangan
Perhitungan analisis keuangan dalam studi kelayakan dilakukan dengan metode diskonto arus
kas yang didasarkan pada proyeksi keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan. Kami
telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi tersebut agar dapat menggambarkan kondisi
operasi dan kinerja Perseroan dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian
yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.
Analisa proyeksi disusun sampai 2029 dengan pertimbangan untuk melihat apakah rasio IRR,
NPV dan Payback Period masih dalam jangka waktu yang bankable (dibawah 6 tahun). Selain
itu, mengacu pada POJK 35 Pasal 87 dan SPI 330 Poin 5.28 disebutkan bahwa proyeksi
keuangan wajib disajikan minimal 5 tahun ke depan untuk perusahaan dengan asumsi going
concern.
Selama periode proyeksi, diasumsikan tidak ada perubahan pada peraturan perpajakan.
Selain itu juga diasumsikan tidak ada perubahan pada manajemen dan kebijakan akuntansi.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk VIII - 5
Page 73
8.6.1 Biaya Pendirian (Start up Costs)/Biaya Investasi
Berikut adalah rincian biaya investasi yang akan ditambahkan dalam rencana penambahan
kegiatan usaha:
Figur 8.3 Biaya Investasi Penambahan Kegiatan Usaha
Quantity Total Investment
No. Item Price (Rp)
(Pcs) (Rp)
A FASILITAS
1. Kendaraan 162.827.460
2. Penambahan Signage Ruang Produksi, Ruang Uji dan Gudang 1 loot 2.500.000 2.500.000
3. Meja Pengujian Produk (Customize) 2 unit 12.500.000 25.000.000
Total Penambahan Fasilitas 190.327.460
B PERALATAN PABRIK
1. Mesin CNC (Computer Numerical Control ) 3 unit 4.011.498.688
2. Mesin Jahit 5 unit 1.500.000 7.500.000
3. Pengadaan Tool Kit; Alat Bantu Pemeriksaan Komponen, Perakitan
Komponen, dan Pengemasan Produk 1 set 7.500.000 7.500.000
Total Penambahan Peralatan Pabrik 4.026.498.688
C LAIN-LAIN
1. Perizinan 150.000.000
2. Biaya Sewa Tanah dan Bangunan 986.126.938
Total Lain-lain 1.136.126.938
Aset tetap yang sudah di investasikan 5.160.453.086
Kekurangan investasi 192.500.000
TOTAL BIAYA INVESTASI 5.352.953.086
Sumber: Manajemen
8.6.2 Modal kerja
Modal kerja adalah ukuran likuiditas suatu perusahaan, termasuk efisiensi operasional dan
kesehatan keuangan dalam jangka pendek yang merujuk pada perbedaan aset lancar
perusahaan dan kewajiban yang ditanggung dalam periode berjalan. Modal Kerja Bersih/Net
Working Capital (NWC) adalah selisih jumlah aset lancar/current assets (CA) dikurangi
liabilitas lancar/current liabilities (CL).
Modal Kerja Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Figur berikut menunjukkan proyeksi modal kerja penambahan kegiatan usaha Perseroan
mulai tahun 2024 sampai dengan tahun 2029:
Figur 8.4 Modal Kerja Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan
Dalam Rupiah
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Aset Lancar 7.294.091.920 8.769.322.011 9.682.271.070 10.642.752.360 11.652.816.076 12.714.593.259
Utang Lancar (8.674.775.760) (10.429.249.157) (11.515.008.489) (12.657.297.331) (13.858.553.956) (15.121.312.784)
Modal Kerja Bersih (1.380.683.840) (1.659.927.146) (1.832.737.419) (2.014.544.971) (2.205.737.880) (2.406.719.525)
Perubahan Modal Kerja (1.380.683.840) (279.243.307) (172.810.273) (181.807.552) (191.192.909) (200.981.646)
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk VIII - 6
Page 74
8.6.3 Sumber Pembiayaan
Total biaya investasi untuk rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan sebesar
Rp5.352.953.086 yang meliputi kendaraan, Mesin CNC (Computer Numerical Control), Biaya
Sewa Tanah dan Bangunan sebesar Rp5.160.453.086 sudah dilakukan investasi awal oleh
Perseroan.
Sedangkan sisanya sebesar Rp192.500.000 rencananya akan diinvestasikan pada kuartal IV
(empat) 2024. Berdasarkan laporan audit Perseroan per 31 Maret 2024, kas dan setara kas
Perseroan dibukukan sebesar Rp656.592.056, sehingga masih mencukupi untuk mendanai
rencana penambahan investasi tersebut.
8.6.4 Biaya Operasional (Beban Usaha)
Beban operasional/beban penambahan kegiatan usaha terdiri dari biaya gaji staf, biaya
listrik, biaya service & maintenance, biaya ATK & RTK (Alat Tulis Kantor & Rumah Tangga
Kantor), biaya legal, dan penyusutan. Adapun rincian proyeksi beban usaha mulai tahun
2024 sampai dengan tahun 2029 sebagai berikut:
Figur 8.5 Beban Operasional (Beban Usaha) Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan
Dalam Rupiah
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
KETERANGAN 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Sept-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Beban Usaha (445.649.719) (1.359.766.949) (1.383.280.683) (1.407.511.586) (1.429.773.199) (1.440.088.061)
Gaji Staff (142.994.182) (442.066.514) (455.549.542) (469.443.803) (483.761.839) (498.516.575)
Biaya Listrik (50.380.589) (155.751.589) (160.502.013) (165.397.324) (170.441.943) (175.640.422)
Biaya Service & Maintenance (30.000.000) (92.745.000) (95.573.723) (98.488.721) (101.492.627) (104.588.152)
Biaya ATK & RTK (6.000.000) (18.549.000) (19.114.745) (19.697.744) (20.298.525) (20.917.630)
Biaya Legal (20.000.000) (61.830.000) (63.715.815) (65.659.147) (67.661.751) (69.725.435)
Penyusutan & Amortisasi (196.274.949) (588.824.846) (588.824.846) (588.824.846) (586.116.513) (570.699.846)
8.6.5 Biaya Bahan Baku Mentah
Biaya bahan baku penambahan kegiatan usaha terdiri dari biaya komponen, upah karyawan
serta biaya kemasan dan label dengan rincian sebagai berikut:
Figur 8.6 Rincian Harga Pokok Penjualan per Produk
BIAYA BIAYA KEMASAN
NO NAMA PRODUK Upah Karyawan HPP PRODUK
KOMPONEN & LABEL
1 Kursi Roda (Wheelchair) Rp 379.500 Rp 12.500 Rp 837 Rp 392.837
2 Tiang Infus (Infusion Stand) Rp 94.875 Rp 9.000 Rp 837 Rp 104.712
3 Bak Instrumen (Instrument Tray) Rp 43.000 Rp 3.200 Rp 837 Rp 47.037
4 Tensimeter Digital (Digital Sphy.) Rp 118.450 Rp 2.500 Rp 837 Rp 121.787
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk VIII - 7
Page 75
Adapun rincian biaya komponen adalah sebagai berikut:
1. Kursi Roda
JUMLAH ORDER
NO NAMA KOMPONEN HARGA SATUAN
AWAL
1 Body Frame Full Set 2.835 144.375
2 Rear Wheels 2.835 70.125
3 Front Caster 2.835 41.250
4 Foot Rest 2.835 24.750
5 Leg Rest 2.835 16.500
6 Seat 2.835 41.250
7 Back Rest 2.835 41.250
Rp 379.500
2. Tiang Infus
JUMLAH ORDER
NO NAMA KOMPONEN HARGA SATUAN
AWAL
1 Hanger 2.100 9.875
2 Adjustable Pole 2.100 42.500
3 Spider Leg Wheel 2.100 42.500
Rp 94.875
3. Bak Instrumen
JUMLAH ORDER
NO NAMA KOMPONEN HARGA SATUAN
AWAL
1 Cap 8.400 17.500
2 Body 8.400 25.500
Rp 43.000
4. Tensimeter Digital
JUMLAH ORDER
NO NAMA KOMPONEN HARGA SATUAN
AWAL
1 Cuff Set 4.800 11.200
2 Body Casing Set 4.800 24.750
3 PCB Circuit Set 4.800 49.500
4 LCD Screen 4.800 33.000
Rp 118.450
Biaya bahan baku diproyeksikan mengalami peningkatan sebesar 3,05% per tahun yang
didasari oleh kenaikan inflasi per Maret 2024 (yoy) sampai akhir tahun proyeksi.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk VIII - 8
Page 76
8.6.6 Proyeksi Keuangan
Figur berikut menunjukkan proyeksi laba rugi penambahan kegiatan usaha mulai tahun 2024
sampai dengan tahun 2029.
Figur 8.7 Proyeksi Laba Rugi Penambahan Kegiatan Usaha
Dalam Rupiah
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
KETERANGAN 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Sept-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
PENJUALAN BERSIH 14.088.000.000 50.811.894.000 56.101.775.108 61.667.071.198 67.519.661.674 73.671.894.376
Kursi Roda 6.804.000.000 24.540.327.000 27.095.150.329 29.782.989.241 32.609.581.064 35.580.889.362
Tiang Infus 1.260.000.000 4.544.505.000 5.017.620.431 5.515.368.378 6.038.811.308 6.589.053.586
Bak Instrumen 2.184.000.000 7.877.142.000 8.697.208.748 9.559.971.855 10.467.272.934 11.421.026.215
Tensimeter Digital 3.840.000.000 13.849.920.000 15.291.795.600 16.808.741.724 18.403.996.368 20.080.925.213
TRUE TRUE TRUE TRUE TRUE TRUE
BEBAN POKOK PENJUALAN (9.253.094.144) (33.373.597.303) (36.848.027.165) (40.503.351.460) (44.347.372.660) (48.388.200.910)
Kursi Roda (4.454.769.730) (16.067.240.723) (17.739.955.248) (19.499.758.808) (21.350.407.793) (23.295.806.715)
Tiang Infus (879.579.429) (3.172.423.107) (3.502.695.013) (3.850.162.358) (4.215.566.829) (4.599.679.360)
Bak Instrumen (1.580.437.718) (5.700.243.738) (6.293.679.827) (6.918.012.866) (7.574.575.524) (8.264.753.024)
Tensimeter Digital (2.338.307.267) (8.433.689.736) (9.311.697.078) (10.235.417.428) (11.206.822.513) (12.227.961.812)
LABA KOTOR 4.834.905.856 17.438.296.697 19.253.747.942 21.163.719.738 23.172.289.015 25.283.693.466
Beban Usaha (445.649.719) (1.359.766.949) (1.383.280.683) (1.407.511.586) (1.429.773.199) (1.440.088.061)
Gaji Staff (142.994.182) (442.066.514) (455.549.542) (469.443.803) (483.761.839) (498.516.575)
Biaya Listrik (50.380.589) (155.751.589) (160.502.013) (165.397.324) (170.441.943) (175.640.422)
Biaya Service & Maintenance (30.000.000) (92.745.000) (95.573.723) (98.488.721) (101.492.627) (104.588.152)
Biaya ATK & RTK (6.000.000) (18.549.000) (19.114.745) (19.697.744) (20.298.525) (20.917.630)
Biaya Legal (20.000.000) (61.830.000) (63.715.815) (65.659.147) (67.661.751) (69.725.435)
Penyusutan & Amortisasi (196.274.949) (588.824.846) (588.824.846) (588.824.846) (586.116.513) (570.699.846)
LABA (RUGI) USAHA 4.389.256.137 16.078.529.748 17.870.467.259 19.756.208.152 21.742.515.816 23.843.605.406
Pendapatan lain-lain - - - - - -
Beban lain-lain - - - - - -
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 4.389.256.137 16.078.529.748 17.870.467.259 19.756.208.152 21.742.515.816 23.843.605.406
Pajak (965.636.350) (3.537.276.544) (3.931.502.797) (4.346.365.793) (4.783.353.479) (5.245.593.189)
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN 3.423.619.787 12.541.253.203 13.938.964.462 15.409.842.358 16.959.162.336 18.598.012.216
Proyeksi penjualan selama tahun proyeksi terus mengalami peningkatan dengan rata-rata
peningkatan sebesar 11,83% mulai tahun 2025 hingga 2029, kemudian persentase rata-rata
beban pokok penjualan terhadap penjualan diproyeksikan sebesar 65,68% selama tahun
proyeksi (2024-2029).
Laba kotor penambahan kegiatan usaha mengalami peningkatan rata-rata sebesar 11,83%
selama tahun 2025-2029. Kemudian, beban usaha mengalami peningkatan secara perlahan
pada setiap tahun proyeksi mengikuti dengan adanya kenaikan penjualan. Rata-rata
persentase beban usaha terhadap penjualan selama tahun proyeksi (2024-2029) adalah
sebesar 2,44%.
Laba sebelum pajak mengalami peningkatan rata-rata sebesar 12,70% selama tahun 2025-
2029, linear dengan peningkatan laba tahun berjalan yang juga terus mengalami
peningkatan dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 12,70%.
Adapun hal yang mendasari proyeksi laba rugi penambahan kegiatan usaha adalah sebagai
berikut:
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk VIII - 9
Page 77
Utilisasi, Kuantitas, Harga Jual Produk
Figur 8.8 Proyeksi Pendapatan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Keterangan Satuan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
I. PENJUALAN
Bulan 4 12 12 12 12 12
Hari Efektif/Bulan 24 24 24 24 24 24
Hari Efektif/Tahun 96 288 288 288 288 288
10% 5% 5% 5% 5%
Utilitas Produksi 60% 70% 75% 80% 85% 90%
Kapasitas
Quantity Produksi
Maksimum
Kursi Roda Unit/Bulan 2.835 3.308 3.544 3.780 4.016 4.253
Tiang Infus Unit/Bulan 2.100 2.450 2.625 2.800 2.975 3.150
Bak Instrumen Unit/Bulan 8.400 9.800 10.500 11.200 11.900 12.600
Tensimeter Digital Unit/Bulan 4.800 5.600 6.000 6.400 6.800 7.200
Growth % 3,05% 3,05% 3,05% 3,05% 3,05%
Harga Jual
Kursi Roda Rp/Unit 600.000 618.300 637.158 656.591 676.618 697.254
Tiang Infus Rp/Unit 150.000 154.575 159.290 164.148 169.154 174.314
Bak Instrumen Rp/Unit 65.000 66.983 69.025 71.131 73.300 75.536
Tensimeter Digital Rp/Unit 200.000 206.100 212.386 218.864 225.539 232.418
Pendapatan
Kursi Roda Rp/ Tahun 6.804.000.000 24.540.327.000 27.095.150.329 29.782.989.241 32.609.581.064 35.580.889.362
Tiang Infus Rp/ Tahun 1.260.000.000 4.544.505.000 5.017.620.431 5.515.368.378 6.038.811.308 6.589.053.586
Bak Instrumen Rp/ Tahun 2.184.000.000 7.877.142.000 8.697.208.748 9.559.971.855 10.467.272.934 11.421.026.215
Tensimeter Digital Rp/ Tahun 3.840.000.000 13.849.920.000 15.291.795.600 16.808.741.724 18.403.996.368 20.080.925.213
TOTAL PENDAPATAN Rp/ Tahun 14.088.000.000 50.811.894.000 56.101.775.108 61.667.071.198 67.519.661.674 73.671.894.376
Growth % 3,05% 3,05% 3,05% 3,05% 3,05%
II. BIAYA PRODUKSI
Kursi Roda Rp/Unit 392.837 404.818 417.165 429.889 443.000 456.512
Tiang Infus Rp/Unit 104.712 107.906 111.197 114.588 118.083 121.685
Bak Instrumen Rp/Unit 47.037 48.471 49.950 51.473 53.043 54.661
Tensimeter Digital Rp/Unit 121.787 125.501 129.329 133.274 137.339 141.527
BIAYA PRODUKSI/TAHUN
Kursi Roda Rp/ Tahun 4.454.769.730 16.067.240.723 17.739.955.248 19.499.758.808 21.350.407.793 23.295.806.715
Tiang Infus Rp/ Tahun 879.579.429 3.172.423.107 3.502.695.013 3.850.162.358 4.215.566.829 4.599.679.360
Bak Instrumen Rp/ Tahun 1.580.437.718 5.700.243.738 6.293.679.827 6.918.012.866 7.574.575.524 8.264.753.024
Tensimeter Digital Rp/ Tahun 2.338.307.267 8.433.689.736 9.311.697.078 10.235.417.428 11.206.822.513 12.227.961.812
TOTAL BIAYA PRODUKSI/HPP Rp/Tahun 9.253.094.144 33.373.597.303 36.848.027.165 40.503.351.460 44.347.372.660 48.388.200.910
• Harga jual produk diasumsikan sebagai berikut:
- Kursi Roda : Rp600.000
- Tiang Infus : Rp150.000
- Bak Instrumen : Rp65.000
- Tensimeter Digital : Rp200.000
Terdapat kenaikan harga jual yang diproyeksikan sebesar 3,05% setiap tahun yang didasari
oleh kenaikan inflasi per Maret 2024 (yoy) sampai akhir periode proyeksi.
• Hari efektif kerja diasumsikan 24 hari per bulan.
• Sementara untuk utilisasi produksi meningkat secara bertahap mulai tahun 2024 hingga 2029
yang masing-masing berurutan sebesar 60%, 70%, 75%, 80%, 85% dan 90% dengan
mempertimbangkan adanya tingkat kekosongan, idle, atau service. Hal ini mengukur sejauh
mana Perseroan dapat memanfaatkan kapasitas produksi atau output potensial yang dapat
diproduksi.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk VIII - 10
Page 78
8.6.7 Analisis Titik Impas
Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak memperoleh
laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha dikatakan impas jika jumlah
pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya, atau apabila laba kontribusi hanya dapat
digunakan untuk menutup biaya tetap saja. BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai
berikut:
BEP = Total Biaya Tetap
1 - Total Biaya Variabel
Pendapatan
Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh BEP dalam Rupiah untuk masing-masing
periode selama masa proyeksi. Nilai BEP dalam rupiah mencerminkan pendapatan minimal
yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan BEP untuk Rupiah pada proyeksi rencana
penambahan kegiatan usaha Perseroan adalah sebagai berikut:
Figur 8.9 Analisis BEP Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan
Dalam Rupiah
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
Analisa BEP Proyek
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Penjualan 14.088.000.000 50.811.894.000 56.101.775.108 61.667.071.198 67.519.661.674 73.671.894.376
Beban Pokok Penjualan (Fixed Cost) 9.253.094.144 33.373.597.303 36.848.027.165 40.503.351.460 44.347.372.660 48.388.200.910
Beban Usaha (Variable Cost) 445.649.719 1.359.766.949 1.383.280.683 1.407.511.586 1.429.773.199 1.440.088.061
Break Even Point 9.555.361.621 34.291.258.834 37.779.543.369 41.449.407.768 45.306.773.353 49.352.918.172
8.6.8 Analisis Profitabilitas
Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam
usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait pendapatan. Jenis-
jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa besar laba atau keuntungan
yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai gambaran bagaimana Perseroan
dalam usahanya mendapatkan laba terdapat pada figur berikut ini:
Analisis Profitabilitas Penambahan Kegiatan Usaha
Figur 8.10 Analisis Profitabilitas Kegiatan Usaha
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
Analisa Profitabilitas Proyek
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Gross Profit 34,32% 34,32% 34,32% 34,32% 34,32% 34,32%
Operating Profit 31,16% 31,64% 31,85% 32,04% 32,20% 32,36%
Net Profit 24,30% 24,68% 24,85% 24,99% 25,12% 25,24%
Return on Equity 39,01% 58,83% 39,54% 30,41% 25,08% 21,57%
Return on Investment 66,34% 243,03% 270,11% 298,61% 328,64% 360,39%
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk VIII - 11
Page 79
Dalam figur di atas, dapat terlihat bahwa profitabilitas Perseroan yang digambarkan dalam
persentase laba kotor terhadap pendapatan ( gross profit margin), persentase laba operasi
terhadap pendapatan (operating profit margin), persentase laba bersih terhadap pendapatan
(net profit margin), ROE dan ROI menunjukkan bahwa Perseroan memiliki kemampuan
dalam menghasilkan laba.
8.7 Analisis Kelayakan Investasi
Untuk mengevaluasi kelayakan investasi pada Rencana Proyek sesuai SEOJK 17/2020
digunakan 4 (empat) indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR),
Profitability Index (PI) dan Payback Period, yang didasarkan pada nilai kini arus kas bersih
yang diproyeksikan hingga tahun 2029. Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari
pengeluaran investasi dan manfaat bisnis yang digambarkan oleh proyeksi manfaat neto.
Nilai NPV mencerminkan selisih dari nilai sekarang arus kas masa datang dengan nilai
investasi. Dengan membandingkan antara total investasi yang dikeluarkan pada awal periode
proyek dan total arus kas yang akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui nilai NPV
yang dihasilkan oleh proyek tersebut. Jika nilai NPV positif maka investasi tersebut layak
dilaksanakan sedangkan jika nilai NPV negatif, investasi tersebut sebaiknya tidak
dilaksanakan.
Nilai IRR mencerminkan besarnya tingkat bunga yang apabila digunakan untuk mendiskonto
seluruh selisih kas masuk akan menghasilkan jumlah kas yang sama dengan jumlah
investasi. IRR merupakan nilai tingkat pengembalian investasi pada saat NPV Perseroan
sama dengan 0, yang artinya tingkat pengembalian dan risiko dari total investasi pada saat
ini adalah sama dengan tingkat pengembalian dan risiko pasar. Sehingga apabila IRR proyek
lebih besar dari WACC (Discount Rate), maka proyek ini layak dilaksanakan dan apabila IRR
proyek lebih kecil dari WACC maka proyek ini sebaiknya tidak dilaksanakan.
Untuk menganalisis keseluruhan profitabilitas dapat menggunakan Profitability Index (PI),
dimana PI merupakan teknik penilaian investasi yang dihitung dengan membagi nilai
sekarang dari arus kas bersih yang akan datang suatu proyek dengan nilai investasi awal
yang dibutuhkan untuk proyek tersebut. Apabila PI yang dihasilkan dari suatu proyek sama
dengan 1 maka arus kas dari proyek tidak menghasilkan nilai tambah, apabila PI lebih besar
dari 1, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek menghasilkan nilai tambah bagi
Perseroan, sedangkan apabila PI lebih kecil dari 1, maka nilai arus kas yang dihasilkan dari
proyek tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI suatu proyek
maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1. Jika PI lebih besar dari 1, maka
investasi tersebut dapat disimpulkan layak untuk dilaksanakan.
Payback period atau periode pengembalian modal adalah waktu yang dibutuhkan untuk
mencapai break even point atau titik impas. Payback Period menentukan berapa lama waktu
yang diperlukan untuk menutup biaya awal yang terkait dengan investasi. Semakin pendek
pengembalian maka investasi semakin diinginkan.
Kelayakan dari Penambahan kegiatan usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang
diantisipasi di masa mendatang dengan Free Cash Flow To Firm yang selanjutnya
dibandingkan dengan pengorbanan ekonomisnya. Setelah dilakukan perhitungan untuk KBLI
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk VIII - 12
Page 80
baru didapatkan IRR yang sangat besar karena investasi untuk KBLI baru sangat rendah dan
Perseroan tidak melakukan investasi tambahan pada tanah, bangunan maupun mesin.
Kelayakan investasi penambahan kegiatan usaha dihitung dengan menggunakan empat
indikator yaitu Net Present Value, Internal Rate of Return, Profitability Index (PI) dan Payback
Period dengan ringkasan sebagai berikut:
• Net Present Value (NPV) : Rp50.044.103.706
• Internal Rate of Return (IRR) : 161,30%
• Profitability Index (PI) : 8,71
• Payback Period : 2 tahun 1 bulan
• WACC : 12,79%
Berdasarkan analisa kelayakan di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi
daripada WACC dan PI lebih dari 1, dengan demikian investasi tersebut layak.
8.8 Analisis Sensitivitas
Analisis Sensitivitas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya,
maka berikut ini disajikan analisa sensitivitas terhadap kelayakan proyek, yaitu:
• Investasi naik dengan perubahan kondisi kenaikan 5,00%; 10,00%; dan 15,00%.
• Penjualan turun dengan perubahan kondisi penurunan 10,00%; 15,00%; dan
20,00%.
• Harga Pokok Penjualan naik dengan perubahan kondisi kenaikan 10,00%; 15,00%;
dan 20,00%.
Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan proyek akan terlihat
seperti figur di bawah ini:
Figur 8.11 Analisis Sensitivitas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan
IRR NPV Profitability
Variable Posisi Kesimpulan
% Rupiah Index (PI)
Normal 161,30% 50.044.103.706 8,71 Layak
10,00% 149,49% 49.510.469.492 8,03 Layak
Investasi 15,00% 144,27% 49.243.652.384 7,73 Layak
20,00% 139,43% 48.976.835.277 7,45 Layak
-10,00% 97,06% 20.435.442.775 4,12 Layak
Penjualan -15,00% 52,19% 6.826.995.590 1,93 Layak
-20,00% n/a (7.807.281.041) (0,50) Tidak Layak
10,00% 121,80% 29.303.410.777 5,44 Layak
Harga Pokok Penjualan 15,00% 94,85% 18.192.325.279 3,68 Layak
20,00% 55,41% 6.587.413.759 1,85 Layak
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk VIII - 13
Page 81
Dari ketiga variabel yang diukur, rencana penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan
oleh Perseroan tidak terlalu sensitif terhadap kenaikan maupun penurunan ketiga variabel.
Proyek diketahui menjadi tidak layak jika terjadi penurunan penjualan hingga 20%.
8.9 Kesimpulan Analisa Kelayakan Aspek Keuangan
Berdasarkan kajian, evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan
syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa
penambahan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
adalah layak.
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk VIII - 14
Page 82
LAMPIRAN KEUANGAN
STUDI KELAYAKAN
PENAMBAHAN/DIVERSIFIKASI KEGIATAN USAHA
KBLI 30921 | KBLI 32501 | KBLI 32502 | KBLI 26602
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Page 83
LAMPIRAN - 1
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
LAPORAN POSISI KEUANGAN
(Dalam Rupiah)
HIST HIST HIST HIST HIST HIST
KETERANGAN Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Mar
2019 2020 2021 2022 2023 2024
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 540.094.672 13.870.729.155 1.401.498.537 5.361.820.802 665.569.697 656.592.056
Piutang usaha 1.078.673.281 2.979.805.571 2.097.776.601 532.668.792 5.420.262.622 7.323.970.936
Piutang lain-lain 53.959.854 1.270.850.000 1.091.850.000 968.350.000 865.471.000 859.913.500
Persediaan 3.125.998.172 1.956.048.093 9.145.655.299 7.340.014.095 8.490.096.438 9.227.879.572
Pajak dibayar di muka - 1.000.000.000 2.547.089 2.746.945.729 2.836.676.116 2.827.554.166
Uang muka 778.906.886 142.060.000 1.126.249.621 20.335.187.065 5.027.730.990 3.775.000
Biaya dibayar di muka 18.421.706 17.017.654 29.299.164 105.512.776 214.765.524 308.067.516
Total Aset Lancar 5.596.054.571 21.236.510.473 14.894.876.311 37.390.499.259 23.520.572.387 21.207.752.746
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 26.532.101 84.671.989 45.578.356 13.612.940 47.835.898 56.150.692
Aset tetap - neto 2.120.529.045 9.564.066.818 35.040.349.675 43.523.308.734 52.111.467.275 51.072.464.908
Properti investasi - - - - 1.445.331.242 1.426.313.726
Total Aset Tidak Lancar 2.147.061.146 9.648.738.807 35.085.928.031 43.536.921.674 53.604.634.415 52.554.929.326
TOTAL ASET 7.743.115.717 30.885.249.280 49.980.804.342 80.927.420.933 77.125.206.802 73.762.682.072
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 1.333.072.893 2.134.682.586 2.431.130.194 1.626.761.724 875.379.126 843.539.162
Utang lain-lain - 2.100.000.000 362.119.284 265.500 844.407.001 86.326.752
Utang pajak 93.152.147 11.804.410.758 2.634.396.204 162.855.183 108.785.618 177.573.265
Utang sewa - - - - 20.250.000 20.250.000
Pendapatan diterima di muka 1.982.478.410 1.321.235.455 340.476.364 - 1.820.241.414 746.367.107
Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam 1 tahun
Utang pembiayaan konsumen - 116.024.000 88.304.504 274.176.732 432.049.503 439.312.164
Utang bank - - 1.938.697.162 2.078.845.737 2.229.125.663 2.268.363.361
Total Liabilitas Jangka Pendek 3.408.703.450 17.476.352.799 7.795.123.712 4.142.904.876 6.330.238.325 4.581.731.811
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan pascakerja 105.758.785 381.117.266 460.940.943 315.643.598 329.408.854 367.203.374
Bagian utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam 1 tahun
Utang pembiayaan konsumen - - - 499.121.214 356.439.742 243.853.579
Utang bank - - 9.261.302.838 7.182.457.101 4.953.331.438 4.371.312.522
Total Liabilitas Jangka Panjang 105.758.785 381.117.266 9.722.243.781 7.997.221.913 5.639.180.034 4.982.369.475
TOTAL LIABILITAS 3.514.462.235 17.857.470.065 17.517.367.493 12.140.126.789 11.969.418.359 9.564.101.286
EKUITAS
Modal Saham 4.840.000.000 4.840.000.000 25.000.000.000 31.250.000.000 31.250.000.000 31.250.000.000
Tambahan modal disetor - - - 29.867.355.456 29.867.355.456 29.867.355.456
Saldo Laba
Saldo laba telah ditentukan penggunaannya - - 987.779.213 1.000.000.000 1.000.000.000 1.000.000.000
Saldo laba belum ditentukan penggunaannya (543.016.384) 8.419.428.147 6.702.995.323 6.927.836.505 3.357.358.952 2.400.151.296
Rugi komprehensif lain (68.330.134) (231.648.932) (227.337.687) (257.897.817) (318.925.965) (318.925.965)
TOTAL EKUITAS 4.228.653.482 13.027.779.215 32.463.436.849 68.787.294.144 65.155.788.443 64.198.580.786
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 7.743.115.717 30.885.249.280 49.980.804.342 80.927.420.933 77.125.206.802 73.762.682.072
Page 84
LAMPIRAN - 2
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
LAPORAN LABA (RUGI)
(Dalam Rupiah)
HIST HIST HIST HIST HIST HIST
KETERANGAN Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Mar
2019 2020 2021 2022 2023 2024
PENJUALAN BERSIH 12.021.690.811 87.789.923.185 75.789.667.308 37.737.427.825 22.723.317.500 4.837.130.217
Masker plus 2.850.290.001 50.191.217.418 63.600.868.554 32.815.575.631 12.739.919.653 666.408.487
Tensimeter - - - - 4.027.442.828 2.356.107.895
Masker 9.042.455.360 35.817.728.392 11.277.782.159 4.355.112.512 3.080.995.067 922.305.621
Stetoskop - - - - 2.506.269.775 854.710.759
Bouffant cap 128.945.450 546.756.363 715.903.410 482.421.053 352.875.770 35.091.039
Antiseptic - - 190.567.730 84.318.629 15.814.407 2.506.416
Sarung tangan - 730.927.273 - - - -
Lain-lain - 503.293.739 4.545.455 - - -
BEBAN POKOK PENJUALAN (8.788.294.003) (27.861.513.036) (20.460.954.742) (16.234.556.324) (10.182.712.099) (2.378.027.608)
LABA KOTOR 3.233.396.808 59.928.410.149 55.328.712.566 21.502.871.501 12.540.605.401 2.459.102.609
Beban Usaha
Beban penjualan (191.020.363) (1.034.944.292) (7.925.859.478) (3.363.012.565) (1.945.946.230) (421.677.354)
Beban umum dan administrasi (2.621.013.632) (10.254.152.292) (13.338.949.327) (13.586.561.018) (13.197.698.122) (2.839.156.140)
LABA (RUGI) USAHA 421.362.813 48.639.313.565 34.063.903.761 4.553.297.918 (2.603.038.951) (801.730.885)
Penghasilan keuangan 626.224 23.007.960 233.162.342 24.420.716 2.845.905 285.541
Beban keuangan (1.298.454) (10.099.594) (180.418.835) (759.202.163) (663.423.213) (137.519.830)
Lain-lain – neto - 37.311.029 10.954.502 (3.222.200.650) (323.871.185) (4.263.767)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 420.690.583 48.689.532.960 34.127.601.770 596.315.821 (3.587.487.444) (943.228.941)
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan – Neto (112.275.525) (10.727.088.429) (7.496.255.381) (359.253.852) 17.009.891 3.410.222
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN 308.415.058 37.962.444.531 26.631.346.389 237.061.969 (3.570.477.553) (939.818.719)
PENGHASILAN (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasikan ke laba rugi
Pengukuran kembali liabilitas diestimasi atas imbalan pascakerja (91.106.845) (209.383.075) 5.527.237 (39.179.654) (78.241.215) (22.293.510)
Pajak penghasilan terkait 22.776.711 46.064.277 (1.215.992) 8.619.524 17.213.067 4.904.572
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN 240.084.924 37.799.125.733 26.635.657.634 206.501.839 (3.631.505.701) (957.207.657)
Page 85
LAMPIRAN - 3
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
LAPORAN ARUS KAS
(Dalam Rupiah)
HIST HIST HIST HIST HIST HIST
KETERANGAN Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Mar
2019 2020 2021 2022 2023 2024
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 14.202.269.305 85.227.547.940 75.690.937.187 38.962.059.270 19.655.965.084 1.859.547.596
Pembayaran kas kepada pemasok (10.328.772.005) (25.889.953.263) (27.354.114.340) (27.833.225.655) (4.587.691.389) (3.147.650.706)
Penerimaan pengembalian uang muka dari pemasok - 5.023.955.990
Penerimaan (pembayaran) operasional lainnya (6.380.731.825) (10.500.583.799) (18.502.614.449) (21.445.966.203) (11.255.547.824) (2.068.919.332)
Penerimaan penghasilan keuangan 626.224 23.007.960 233.162.342 24.420.716 2.845.905 285.541
Pembayaran untuk beban keuangan (1.298.454) (10.099.594) (180.418.835) (759.202.163) (663.423.213) (137.519.830)
Pembayaran pajak penghasilan (100.553.713) (169.092.921) (16.403.038.698) (1.971.505.153) - -
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi (2.608.460.468) 48.680.826.323 13.483.913.207 (13.023.419.188) 3.152.148.563 1.529.699.259
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI
Penjualan aset tetap - - 1.000.000 243.243.243 - -
Perolehan aset tetap (84.808.000) (4.894.307.590) (26.594.201.204) (10.649.803.157) (6.084.062.620) (132.491.930)
Pembayaran uang muka perolehan aset (778.906.886) (2.481.438.250) (413.749.621) (7.321.495.379) (3.775.000) -
Pembayaran uang muka emisi saham - - (712.500.000) - -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (863.714.886) (7.375.745.840) (27.719.450.825) (17.728.055.293) (6.087.837.620) (132.491.930)
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS PENDANAAN
Peningkatan modal disetor 3.840.000.000 - - 6.250.000.000 - -
Penerimaan tambahan modal disetor - - - 30.579.855.456 - -
Pembayaran utang bank - - - (1.938.697.162) (2.078.845.737) (582.018.917)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen (16.982.712) (74.446.000) (133.693.000) (179.361.548) (406.716.311) (758.080.249)
Pebayaran dividen - (29.000.000.000) (7.200.000.000) - - -
Penerimaan utang lain-lain – pihak berelasi - 1.100.000.000 (2.100.000.000) - 725.000.000 (66.085.804)
Penerimaan utang bank - - 11.200.000.000 - - -
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan 3.823.017.288 (27.974.446.000) 1.766.307.000 34.711.796.746 (1.760.562.048) (1.406.184.970)
KENAIKAN (PENURUNAN) KAS BERSIH DAN SETARA KAS 350.841.934 13.330.634.483 (12.469.230.618) 3.960.322.265 (4.696.251.105) (8.977.641)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 189.252.738 540.094.672 13.870.729.155 1.401.498.537 5.361.820.802 665.569.697
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 540.094.672 13.870.729.155 1.401.498.537 5.361.820.802 665.569.697 656.592.056
Page 86
LAMPIRAN - 4
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
ANALISIS RASIO
(Dalam Rupiah)
HIST HIST HIST HIST HIST HIST
KETERANGAN Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Mar
2019 2020 2021 2022 2023 2024
LIKUIDITAS
Current Ratio x 1,64 1,22 1,91 9,03 3,72 4,63
Quick Ratio x 0,72 1,10 0,74 7,25 2,37 2,61
Cash Ratio x 0,16 0,79 0,18 1,29 0,11 0,14
AKTIVITAS
Rata-rata umur piutang days 32,75 12,39 10,10 5,15 87,06 136,27
Rata-rata umur utang usaha days 55,37 27,97 43,37 36,57 31,38 31,92
Rata-rata umur persediaan days 129,83 25,63 163,15 165,02 304,33 349,24
Rata-rata umur aset tetap days 64,38 39,76 168,75 420,96 837,06 950,26
SOLVABILITAS
Total Liabilitas terhadap Total Aset % 45,39% 57,82% 35,05% 15,00% 15,52% 12,97%
Total Liabilitas terhadap Total Ekuitas % 83,11% 137,07% 53,96% 17,65% 18,37% 14,90%
PROFITABILITAS
Gross Margin % 26,90% 68,26% 73,00% 56,98% 55,19% 50,84%
Operating Profit Margin % 3,51% 55,40% 44,95% 12,07% -11,46% -16,57%
Profit Margin % 2,57% 43,24% 35,14% 0,63% -15,71% -19,43%
Return On Asset % 3,98% 122,91% 53,28% 0,29% -4,63% -1,27%
Return On Equity % 7,29% 291,40% 82,03% 0,34% -5,48% -1,46%
Page 87
LAMPIRAN - 5
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
BIAYA INVESTASI
(Dalam Rupiah)
Quantity Price Total Investment
No. Item
(Pcs) (Rp) (Rp)
A FASILITAS
1. Kendaraan 162.827.460
2. Penambahan Signage Ruang Produksi, Ruang Uji dan Gudang 1 loot 2.500.000 2.500.000
3. Meja Pengujian Produk (Customize) 2 unit 12.500.000 25.000.000
Total Penambahan Fasilitas 190.327.460
B PERALATAN PABRIK
1. Mesin CNC (Computer Numerical Control ) 3 unit 4.011.498.688
2. Mesin Jahit 5 unit 1.500.000 7.500.000
3. Pengadaan Tool Kit; Alat Bantu Pemeriksaan Komponen, Perakitan
Komponen, dan Pengemasan Produk 1 set 7.500.000 7.500.000
Total Penambahan Peralatan Pabrik 4.026.498.688
C LAIN-LAIN
1. Perizinan 150.000.000
2. Biaya Sewa Tanah dan Bangunan 986.126.938
Total Lain-lain 1.136.126.938
Aset tetap yang sudah di investasikan 5.160.453.086
Kekurangan investasi 192.500.000
TOTAL BIAYA INVESTASI 5.352.953.086
Page 88
LAMPIRAN - 6
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
DEPRESIASI
(Dalam Rupiah)
Umur Ekonomis Penyusutan PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
Keterangan
(Tahun) (%) 2024 Apr-Des 2025 2026 2027 2028 2029
EKSISTING
Nilai Perolehan
Aset Tetap 61.863.223.974 61.863.223.974 61.863.223.974 61.863.223.974 61.863.223.974 61.863.223.974
Tanah 12.865.025.000 12.865.025.000 12.865.025.000 12.865.025.000 12.865.025.000 12.865.025.000
Bangunan 20.100.244.479 20.100.244.479 20.100.244.479 20.100.244.479 20.100.244.479 20.100.244.479
Mesin 16.676.113.176 16.676.113.176 16.676.113.176 16.676.113.176 16.676.113.176 16.676.113.176
Kendaraan 4.777.269.399 4.777.269.399 4.777.269.399 4.777.269.399 4.777.269.399 4.777.269.399
Peralatan 2.693.440.373 2.693.440.373 2.693.440.373 2.693.440.373 2.693.440.373 2.693.440.373
Inventaris 1.889.851.991 1.889.851.991 1.889.851.991 1.889.851.991 1.889.851.991 1.889.851.991
Furniture 2.861.279.556 2.861.279.556 2.861.279.556 2.861.279.556 2.861.279.556 2.861.279.556
Aset hak-guna bangunan 1.995.000.000 1.995.000.000 1.995.000.000 1.995.000.000 1.995.000.000 1.995.000.000
Properti investasi - bangunan 1.521.401.307 1.521.401.307 1.521.401.307 1.521.401.307 1.521.401.307 1.521.401.307
Total Nilai Perolehan 65.379.625.281 65.379.625.281 65.379.625.281 65.379.625.281 65.379.625.281 65.379.625.281
Penyusutan
Aset Tetap (2.858.423.221) (3.792.348.642) (3.338.767.963) (3.338.767.963) (3.181.658.591) (2.515.394.201)
Tanah - 0,00% - - - - - -
Bangunan 20 5,00% (753.759.168) (1.005.012.224) (1.005.012.224) (1.005.012.224) (1.005.012.224) (1.005.012.224)
Mesin 16 6,25% (781.692.805) (1.042.257.074) (1.042.257.074) (1.042.257.074) (1.042.257.074) (1.042.257.074)
Kendaraan 8 12,50% (447.869.006) (597.158.675) (597.158.675) (597.158.675) (440.049.302) -
Peralatan 8 12,50% (252.510.035) (336.680.047) (336.680.047) (336.680.047) (336.680.047) (336.680.047)
Inventaris 4 25,00% (354.347.248) (453.580.679) - - - -
Furniture 8 12,50% (268.244.958) (357.659.945) (357.659.945) (357.659.945) (357.659.945) (131.444.857)
Aset hak-guna bangunan 3 33,33% (498.750.000) (173.472.230) - - - -
Properti investasi - bangunan 20 5,00% (57.052.549) (76.070.065) (76.070.065) (76.070.065) (76.070.065) (76.070.065)
Total Depresiasi (3.414.225.770) (4.041.890.937) (3.414.838.029) (3.414.838.029) (3.257.728.656) (2.591.464.266)
Akumulasi Penyusutan
Aset Tetap (14.321.404.517) (18.113.753.159) (21.452.521.122) (24.791.289.086) (27.972.947.677) (30.488.341.877)
Tanah - - - - - -
Bangunan (2.535.277.694) (3.540.289.918) (4.545.302.142) (5.550.314.366) (6.555.326.590) (7.560.338.814)
Mesin (5.611.481.827) (6.653.738.901) (7.695.995.974) (8.738.253.048) (9.780.510.121) (10.822.767.195)
Kendaraan (2.545.744.072) (3.142.902.747) (3.740.061.422) (4.337.220.097) (4.777.269.399) (4.777.269.399)
Peralatan (893.434.690) (1.230.114.737) (1.566.794.783) (1.903.474.830) (2.240.154.876) (2.576.834.923)
Inventaris (1.436.271.312) (1.889.851.991) (1.889.851.991) (1.889.851.991) (1.889.851.991) (1.889.851.991)
Furniture (1.299.194.921) (1.656.854.866) (2.014.514.810) (2.372.174.755) (2.729.834.699) (2.861.279.556)
Aset hak-guna bangunan (1.821.527.770) (1.995.000.000) (1.995.000.000) (1.995.000.000) (1.995.000.000) (1.995.000.000)
Properti investasi - bangunan (152.140.130) (228.210.195) (304.280.261) (380.350.326) (456.420.391) (532.490.457)
Total Akumulasi Penyusutan (16.295.072.417) (20.336.963.354) (23.751.801.383) (27.166.639.412) (30.424.368.068) (33.015.832.334)
Nilai Buku
Aset Tetap 47.541.819.457 43.749.470.815 40.410.702.852 37.071.934.888 33.890.276.297 31.374.882.097
Tanah 12.865.025.000 12.865.025.000 12.865.025.000 12.865.025.000 12.865.025.000 12.865.025.000
Bangunan 17.564.966.785 16.559.954.561 15.554.942.337 14.549.930.113 13.544.917.889 12.539.905.665
Mesin 11.064.631.349 10.022.374.275 8.980.117.202 7.937.860.128 6.895.603.055 5.853.345.981
Kendaraan 2.231.525.327 1.634.366.652 1.037.207.977 440.049.302 - -
Peralatan 1.800.005.683 1.463.325.636 1.126.645.590 789.965.543 453.285.497 116.605.450
Inventaris 453.580.679 - - - - -
Furniture 1.562.084.635 1.204.424.690 846.764.746 489.104.801 131.444.857 -
Aset hak-guna bangunan 173.472.230 - - - - -
Properti investasi - bangunan 1.369.261.177 1.293.191.112 1.217.121.046 1.141.050.981 1.064.980.916 988.910.850
Total Nilai Buku 49.084.552.864 45.042.661.927 41.627.823.898 38.212.985.869 34.955.257.213 32.363.792.947
Umur Ekonomis Penyusutan PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
Keterangan
(Tahun) (%) 2024 2025 2026 2027 2028 2029
NEW PROJECT - KBLI
Nilai Perolehan Aset Tetap
Mesin CNC 4.011.498.688 4.011.498.688 4.011.498.688 4.011.498.688 4.011.498.688 4.011.498.688
Kendaraan 162.827.460 162.827.460 162.827.460 162.827.460 162.827.460 162.827.460
Signage Ruang Produksi, Ruang Uji dan Gudang 2.500.000 2.500.000 2.500.000 2.500.000 2.500.000 2.500.000
Furniture - Meja Pengujian Produk 25.000.000 25.000.000 25.000.000 25.000.000 25.000.000 25.000.000
Peralatan Pabrik - Mesin Jahit 7.500.000 7.500.000 7.500.000 7.500.000 7.500.000 7.500.000
Pengadaan Tool Kit 7.500.000 7.500.000 7.500.000 7.500.000 7.500.000 7.500.000
Total Nilai Perolehan Aset Tetap 4.216.826.148 4.216.826.148 4.216.826.148 4.216.826.148 4.216.826.148 4.216.826.148
Nilai Perolehan - Biaya Sewa Tanah & Bangunan 986.126.938 986.126.938 986.126.938 986.126.938 - -
Nilai Perolehan - Biaya Perpanjangan Sewa Tanah & Bangunan 986.126.938 986.126.938 986.126.938
Nilai Perolehan - Perizinan 150.000.000 150.000.000 150.000.000 150.000.000 150.000.000 150.000.000
Total Nilai Perolehan Amortisasi 1.136.126.938 1.136.126.938 1.136.126.938 2.122.253.876 1.136.126.938 1.136.126.938
Penyusutan
Mesin CNC 20 5,00% (66.858.311) (200.574.934) (200.574.934) (200.574.934) (200.574.934) (200.574.934)
Kendaraan 8 12,50% (6.784.477) (20.353.432) (20.353.432) (20.353.432) (20.353.432) (20.353.432)
Signage Ruang Produksi, Ruang Uji dan Gudang 20 5,00% (41.667) (125.000) (125.000) (125.000) (125.000) (125.000)
Furniture - Meja Pengujian Produk 4 25,00% (2.083.333) (6.250.000) (6.250.000) (6.250.000) (4.166.667) -
Peralatan Pabrik - Mesin Jahit 8 12,50% (312.500) (937.500) (937.500) (937.500) (937.500) (937.500)
Pengadaan Tool Kit 4 25,00% (625.000) (1.875.000) (1.875.000) (1.875.000) (1.250.000) -
Total Depresiasi (76.705.289) (230.115.867) (230.115.867) (230.115.867) (227.407.534) (221.990.867)
Amortisasi
Biaya Sewa Tanah & Bangunan 3 33,33% (109.569.660) (328.708.979) (328.708.979) (219.139.320) - -
Biaya Perpanjangan Sewa Tanah & Bangunan 3 33,33% (109.569.660) (328.708.979) (328.708.979)
Perizinan 5 20,00% (10.000.000) (30.000.000) (30.000.000) (30.000.000) (30.000.000) (20.000.000)
Total Amortisasi (119.569.660) (358.708.979) (358.708.979) (358.708.979) (358.708.979) (348.708.979)
Akumulasi Penyusutan
Mesin CNC (66.858.311) (267.433.246) (468.008.180) (668.583.115) (869.158.049) (1.069.732.984)
Kendaraan (6.784.477) (27.137.910) (47.491.342) (67.844.775) (88.198.207) (108.551.640)
Signage Ruang Produksi, Ruang Uji dan Gudang (41.667) (166.667) (291.667) (416.667) (541.667) (666.667)
Furniture - Meja Pengujian Produk (2.083.333) (8.333.333) (14.583.333) (20.833.333) (25.000.000) (25.000.000)
Peralatan Pabrik - Mesin Jahit (312.500) (1.250.000) (2.187.500) (3.125.000) (4.062.500) (5.000.000)
Pengadaan Tool Kit (625.000) (2.500.000) (4.375.000) (6.250.000) (7.500.000) (7.500.000)
Total Akumulasi Penyusutan (76.705.289) (306.821.156) (536.937.023) (767.052.890) (994.460.423) (1.216.451.290)
Akumulasi Amortisasi
Acc. Amortisasi - Biaya Sewa Tanah & Bangunan (109.569.660) (438.278.639) (766.987.618) (986.126.938) - -
Acc. Amortisasi - Biaya Perpanjangan Sewa Tanah & Bangunan - - - (109.569.660) (438.278.639) (766.987.618)
Acc. Amortisasi - Perizinan (10.000.000) (40.000.000) (70.000.000) (100.000.000) (130.000.000) (150.000.000)
Total Akumulasi Amortisasi (119.569.660) (478.278.639) (836.987.618) (1.195.696.598) (568.278.639) (916.987.618)
Nilai Buku Aset Tetap
Mesin CNC 3.944.640.377 3.744.065.442 3.543.490.508 3.342.915.574 3.142.340.639 2.941.765.705
Kendaraan 156.042.982 135.689.550 115.336.117 94.982.685 74.629.252 54.275.820
Signage Ruang Produksi, Ruang Uji dan Gudang 2.458.333 2.333.333 2.208.333 2.083.333 1.958.333 1.833.333
Furniture - Meja Pengujian Produk 22.916.667 16.666.667 10.416.667 4.166.667 - -
Peralatan Pabrik - Mesin Jahit 7.187.500 6.250.000 5.312.500 4.375.000 3.437.500 2.500.000
Pengadaan Tool Kit 6.875.000 5.000.000 3.125.000 1.250.000 - -
Total Nilai Buku Aset Tetap 4.140.120.859 3.910.004.992 3.679.889.125 3.449.773.258 3.222.365.725 3.000.374.858
Nilai Buku Sewa Tanah & Bangunan 876.557.278 547.848.299 219.139.320 - - -
Nilai Buku Perpanjangan Sewa Tanah & Bangunan - - - 876.557.278 547.848.299 219.139.320
Nilai Buku Perizinan 140.000.000 110.000.000 80.000.000 50.000.000 20.000.000 -
Page 89
LAMPIRAN - 7
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Laporan Laba (Rugi) Tahun 2024 - 2029
Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha (Eksisting)
(Dalam Rupiah)
9 month 12 12 12 12 12
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
KETERANGAN 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Apr-Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des
PENJUALAN BERSIH 17.912.869.783 23.432.500.000 24.135.475.000 24.859.539.250 25.605.325.428 26.373.485.190
Stetoskop 1.654.501.964 2.584.489.105 2.662.023.778 2.741.884.491 2.824.141.026 2.908.865.257
Tensimeter 1.676.064.095 4.153.137.149 4.277.731.264 4.406.063.202 4.538.245.098 4.674.392.451
Masker 2.162.307.256 3.177.151.264 3.272.465.801 3.370.639.776 3.471.758.969 3.575.911.738
Masker Plus 12.088.470.817 13.137.525.683 13.531.651.454 13.937.600.998 14.355.729.027 14.786.400.898
Bouffant Cap 318.199.090 363.888.833 374.805.498 386.049.663 397.631.153 409.560.087
Antiseptic 13.326.561 16.307.966 16.797.205 17.301.121 17.820.155 18.354.760
BEBAN POKOK PENJUALAN (7.816.641.381) (10.500.509.059) (10.815.524.331) (11.139.990.061) (11.474.189.763) (11.818.415.455)
LABA KOTOR 10.096.228.402 12.931.990.941 13.319.950.669 13.719.549.189 14.131.135.665 14.555.069.735
Beban Usaha (10.569.867.812) (13.309.041.562) (12.964.636.748) (13.281.639.701) (13.425.467.779) (12.981.248.095)
Beban penjualan (1.695.021.709) (2.150.137.348) (2.215.716.537) (2.283.295.891) (2.352.936.416) (2.424.700.976)
Beban umum dan administrasi (4.300.263.325) (5.836.375.700) (6.014.385.159) (6.197.823.906) (6.386.857.536) (6.581.656.690)
Beban Operasional Pabrik 2 (Nanjung) & Kantor (618.291.689) (682.963.550) (703.793.939) (738.983.636) (761.522.636) (799.598.768)
Beban Operasional Pabrik 1 (Leuwigajah) (542.065.318) (597.674.027) (615.903.084) (646.698.239) (666.422.535) (583.827.394)
Penyusutan (3.414.225.770) (4.041.890.937) (3.414.838.029) (3.414.838.029) (3.257.728.656) (2.591.464.266)
LABA (RUGI) USAHA (473.639.410) (377.050.621) 355.313.922 437.909.489 705.667.886 1.573.821.640
Pendapatan lain-lain 2.149.113 2.641.895 2.722.472 2.858.596 2.945.783 3.035.630
Beban lain-lain (795.886.750) (312.677.008) (129.970.996) (32.720.450) (33.718.423) (34.746.835)
Lain-lain – neto - - - - - -
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (1.267.377.047) (687.085.735) 228.065.398 408.047.635 674.895.246 1.542.110.434
Pajak - - (50.174.388) (89.770.480) (148.476.954) (339.264.296)
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN (1.267.377.047) (687.085.735) 177.891.010 318.277.155 526.418.292 1.202.846.139
Page 90
LAMPIRAN - 8
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tahun 2024 - 2029
Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha (Eksisting)
(Dalam Rupiah)
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
KETERANGAN
2024 2025 2026 2027 2028 2029
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 12.865.550.563 14.363.440.670 17.731.076.210 21.232.345.089 24.777.690.343 28.326.035.003
Piutang usaha 2.320.732.397 3.035.837.504 3.126.912.629 3.220.720.008 3.317.341.608 3.416.861.856
Piutang lain-lain 859.913.500 859.913.500 859.913.500 859.913.500 859.913.500 859.913.500
Persediaan 4.058.941.329 5.452.591.223 5.616.168.960 5.784.654.029 5.958.193.650 6.136.939.459
Pajak dibayar di muka 2.827.554.166 2.827.554.166 2.827.554.166 2.827.554.166 2.827.554.166 2.827.554.166
Uang muka 3.775.000 3.775.000 3.775.000 3.775.000 3.775.000 3.775.000
Biaya dibayar di muka 308.067.516 308.067.516 308.067.516 308.067.516 308.067.516 308.067.516
Total Aset Lancar 23.244.534.471 26.851.179.579 30.473.467.980 34.237.029.307 38.052.535.783 41.879.146.501
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 56.150.692 56.150.692 56.150.692 56.150.692 56.150.692 56.150.692
Aset tetap 47.541.819.457 43.749.470.815 40.410.702.852 37.071.934.888 33.890.276.297 31.374.882.097
Biaya perolehan aset tetap 61.863.223.974 61.863.223.974 61.863.223.974 61.863.223.974 61.863.223.974 61.863.223.974
Akumulasi penyusutan aset tetap (14.321.404.517) (18.113.753.159) (21.452.521.122) (24.791.289.086) (27.972.947.677) (30.488.341.877)
Aset hak-guna 173.472.230 - - - - -
Bangunan 1.995.000.000 1.995.000.000 1.995.000.000 1.995.000.000 1.995.000.000 1.995.000.000
Acc. Dep. Bangunan (1.821.527.770) (1.995.000.000) (1.995.000.000) (1.995.000.000) (1.995.000.000) (1.995.000.000)
Properti investasi 1.369.261.177 1.293.191.112 1.217.121.046 1.141.050.981 1.064.980.916 988.910.850
Bangunan 1.521.401.307 1.521.401.307 1.521.401.307 1.521.401.307 1.521.401.307 1.521.401.307
Acc. Dep. Bangunan (152.140.130) (228.210.195) (304.280.261) (380.350.326) (456.420.391) (532.490.457)
Total Aset Tidak Lancar 49.140.703.556 45.098.812.619 41.683.974.590 38.269.136.561 35.011.407.905 32.419.943.639
TOTAL ASET 72.385.238.027 71.949.992.198 72.157.442.570 72.506.165.868 73.063.943.688 74.299.090.139
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 733.472.164 985.312.070 1.014.871.432 1.045.317.575 1.076.677.102 1.108.977.415
Utang lain-lain 86.326.752 86.326.752 86.326.752 86.326.752 86.326.752 86.326.752
Utang pajak 177.573.265 177.573.265 177.573.265 177.573.265 177.573.265 177.573.265
Utang sewa 20.250.000 20.250.000 20.250.000 20.250.000 20.250.000 20.250.000
Pendapatan diterima di muka 746.367.107 746.367.107 746.367.107 746.367.107 746.367.107 746.367.107
Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam 1 tahun
Utang pembiayaan konsumen 439.312.164 439.312.164 439.312.164 439.312.164 439.312.164 439.312.164
Utang bank 2.268.363.361 2.268.363.361 2.268.363.361 2.268.363.361 2.268.363.361 2.268.363.361
Total Liabilitas Jangka Pendek 4.471.664.813 4.723.504.719 4.753.064.081 4.783.510.224 4.814.869.751 4.847.170.064
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan pascakerja 367.203.374 367.203.374 367.203.374 367.203.374 367.203.374 367.203.374
Bagian utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam 1 tahun
Utang pembiayaan konsumen 243.853.579 243.853.579 243.853.579 243.853.579 243.853.579 243.853.579
Utang bank 4.371.312.522 4.371.312.522 4.371.312.522 4.371.312.522 4.371.312.522 4.371.312.522
Total Liabilitas Jangka Panjang 4.982.369.475 4.982.369.475 4.982.369.475 4.982.369.475 4.982.369.475 4.982.369.475
TOTAL LIABILITAS 9.454.034.288 9.705.874.194 9.735.433.556 9.765.879.699 9.797.239.226 9.829.539.539
EKUITAS
Modal Saham 31.250.000.000 31.250.000.000 31.250.000.000 31.250.000.000 31.250.000.000 31.250.000.000
Tambahan modal disetor 29.867.355.456 29.867.355.456 29.867.355.456 29.867.355.456 29.867.355.456 29.867.355.456
Saldo Laba 2.132.774.249 1.445.688.514 1.623.579.524 1.941.856.680 2.468.274.972 3.671.121.110
Rugi komprehensif lain (318.925.965) (318.925.965) (318.925.965) (318.925.965) (318.925.965) (318.925.965)
TOTAL EKUITAS 62.931.203.739 62.244.118.004 62.422.009.014 62.740.286.170 63.266.704.462 64.469.550.600
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 72.385.238.027 71.949.992.198 72.157.442.570 72.506.165.868 73.063.943.688 74.299.090.139
Page 91
LAMPIRAN - 9
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Arus Kas 2024-2029
Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha (Eksisting)
(Dalam Rupiah)
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
KETERANGAN
2024 2025 2026 2027 2028 2029
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI
Laba/Rugi Bersih (1.267.377.047) (687.085.735) 177.891.010 318.277.155 526.418.292 1.202.846.139
Depresiasi 3.414.225.770 4.041.890.937 3.414.838.029 3.414.838.029 3.257.728.656 2.591.464.266
Total Laba/Rugi Usaha 2.146.848.723 3.354.805.202 3.592.729.039 3.733.115.184 3.784.146.948 3.794.310.405
PENURUNAN/KENAIKAN OPERASI
Piutang usaha 5.003.238.539 (715.105.107) (91.075.125) (93.807.379) (96.621.600) (99.520.248)
Persediaan 5.168.938.243 (1.393.649.895) (163.577.737) (168.485.069) (173.539.621) (178.745.809)
Utang usaha (110.066.998) 251.839.906 29.559.362 30.446.143 31.359.527 32.300.313
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi 12.208.958.507 1.497.890.107 3.367.635.539 3.501.268.879 3.545.345.254 3.548.344.660
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI
Penurunan / Kenaikan Aset Tetap - - - - - -
Utang Bank Jangka Panjang - - - - - -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi - - - - - -
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS PENDANAAN
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan - - - - - -
KENAIKAN (PENURUNAN) KAS BERSIH DAN SETARA KAS 12.208.958.507 1.497.890.107 3.367.635.539 3.501.268.879 3.545.345.254 3.548.344.660
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 656.592.056 12.865.550.563 14.363.440.670 17.731.076.210 21.232.345.089 24.777.690.343
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 12.865.550.563 14.363.440.670 17.731.076.210 21.232.345.089 24.777.690.343 28.326.035.003
Page 92
LAMPIRAN - 10
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Analisa Kelayakan - EKSISTING
(Dalam Rupiah)
KETERANGAN Tahun-0 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Net Income (1.267.377.047) (687.085.735) 177.891.010 318.277.155 526.418.292 1.202.846.139
Depresiasi 3.414.225.770 4.041.890.937 3.414.838.029 3.414.838.029 3.257.728.656 2.591.464.266
Bunga * (1-T) - - - - -
Investasi (8.071.331.534) - - - - - -
Perubahan Modal Kerja - 10.062.109.784 (1.856.915.095) (225.093.500) (231.846.305) (238.801.694) (245.965.745)
Arus Kas (8.071.331.534) 12.208.958.507 1.497.890.107 3.367.635.539 3.501.268.879 3.545.345.254 3.548.344.660
Akumulasi Arus Kas (8.071.331.534) 4.137.626.974 5.635.517.080 9.003.152.620 12.504.421.499 16.049.766.753 19.598.111.414
WACC/Discount Rate 12,79% 12,79% 12,79% 12,79% 12,79% 12,79% 12,79%
Year Calculation - 0,75 1,75 2,75 3,75 4,75 5,75
Discount Factor 1,00 0,91 0,81 0,72 0,64 0,56 0,50
Present Value (8.071.331.534) 3.780.588.686 4.565.475.266 6.466.822.848 7.963.501.829 9.062.610.874 9.811.670.559
IRR 85,78%
NPV 33.579.338.528
Profitability Index 5,16
Payback Period 1 Tahun
- Bulan
Page 93
LAMPIRAN - 11
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
ANALISIS BEP, Profitabilitas, Sensitivitas, dan ROI - EKSISTING
(Dalam Rupiah)
Break Even Point
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
Analisa BEP Proyek
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Penjualan 17.912.869.783 23.432.500.000 24.135.475.000 24.859.539.250 25.605.325.428 26.373.485.190
Beban Pokok Penjualan (Fixed Cost) 7.816.641.381 10.500.509.059 10.815.524.331 11.139.990.061 11.474.189.763 11.818.415.455
Beban Usaha (Variable Cost) 10.569.867.812 13.309.041.562 12.964.636.748 13.281.639.701 13.425.467.779 12.981.248.095
Break Even Point 19.068.288.385 24.305.249.045 23.367.791.315 23.919.279.916 24.121.822.386 23.274.140.292
Profitabilitas
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
Analisa Profitabilitas Proyek
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Gross Profit 56,36% 55,19% 55,19% 55,19% 55,19% 55,19%
Operating Profit -2,64% -1,61% 1,47% 1,76% 2,76% 5,97%
Net Profit -7,08% -2,93% 0,74% 1,28% 2,06% 4,56%
Return on Equity -2,01% -1,10% 0,28% 0,51% 0,83% 1,87%
Return on Investment -15,70% -8,51% 2,20% 3,94% 6,52% 14,90%
Analisis Sensitivitas
IRR NPV Profitability
Variable Posisi Kesimpulan
% Juta Rupiah Index (PI)
Normal 85,78% 33.579.338.528 5,16 Layak
5,00% 79,61% 31.503.281.304 4,72 Layak
Investasi 10,00% 74,06% 29.427.224.080 4,31 Layak
15,00% 69,04% 27.351.166.856 3,95 Layak
-5,00% 66,75% 20.222.519.788 3,51 Layak
Penjualan -10,00% 42,32% 6.312.649.798 1,78 Layak
-15,00% -19,72% (7.621.829.811) 0,06 Tidak Layak
5,00% 75,60% 26.660.531.175 4,30 Layak
Beban Pokok Penjualan 10,00% 64,45% 19.356.732.883 3,40 Layak
15,00% 52,33% 12.003.815.708 2,49 Layak
Page 94
Lampiran - 12
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Asumsi
Keterangan Satuan 2024 2025 2026 2027 2028 2029
I. PENJUALAN
Bulan 4 12 12 12 12 12
Hari Efektif/Bulan 24 24 24 24 24 24
Hari Efektif/Tahun 96 288 288 288 288 288
10% 5% 5% 5% 5%
Utilitas Produksi 60% 70% 75% 80% 85% 90%
Quantity
Kursi Roda Unit/Bulan 2.835 3.308 3.544 3.780 4.016 4.253
Tiang Infus Unit/Bulan 2.100 2.450 2.625 2.800 2.975 3.150
Bak Instrumen Unit/Bulan 8.400 9.800 10.500 11.200 11.900 12.600
Tensimeter Digital Unit/Bulan 4.800 5.600 6.000 6.400 6.800 7.200
Growth % 3,05% 3,05% 3,05% 3,05% 3,05%
Harga Jual
Kursi Roda Rp/Unit 600.000 618.300 637.158 656.591 676.618 697.254
Tiang Infus Rp/Unit 150.000 154.575 159.290 164.148 169.154 174.314
Bak Instrumen Rp/Unit 65.000 66.983 69.025 71.131 73.300 75.536
Tensimeter Digital Rp/Unit 200.000 206.100 212.386 218.864 225.539 232.418
Pendapatan
Kursi Roda Rp/ Tahun 6.804.000.000 24.540.327.000 27.095.150.329 29.782.989.241 32.609.581.064 35.580.889.362
Tiang Infus Rp/ Tahun 1.260.000.000 4.544.505.000 5.017.620.431 5.515.368.378 6.038.811.308 6.589.053.586
Bak Instrumen Rp/ Tahun 2.184.000.000 7.877.142.000 8.697.208.748 9.559.971.855 10.467.272.934 11.421.026.215
Tensimeter Digital Rp/ Tahun 3.840.000.000 13.849.920.000 15.291.795.600 16.808.741.724 18.403.996.368 20.080.925.213
TOTAL PENDAPATAN Rp/ Tahun 14.088.000.000 50.811.894.000 56.101.775.108 61.667.071.198 67.519.661.674 73.671.894.376
Growth % 3,05% 3,05% 3,05% 3,05% 3,05%
II. BIAYA PRODUKSI
Kursi Roda Rp/Unit 392.837 404.818 417.165 429.889 443.000 456.512
Tiang Infus Rp/Unit 104.712 107.906 111.197 114.588 118.083 121.685
Bak Instrumen Rp/Unit 47.037 48.471 49.950 51.473 53.043 54.661
Tensimeter Digital Rp/Unit 121.787 125.501 129.329 133.274 137.339 141.527
BIAYA PRODUKSI/TAHUN
Kursi Roda Rp/ Tahun 4.454.769.730 16.067.240.723 17.739.955.248 19.499.758.808 21.350.407.793 23.295.806.715
Tiang Infus Rp/ Tahun 879.579.429 3.172.423.107 3.502.695.013 3.850.162.358 4.215.566.829 4.599.679.360
Bak Instrumen Rp/ Tahun 1.580.437.718 5.700.243.738 6.293.679.827 6.918.012.866 7.574.575.524 8.264.753.024
Tensimeter Digital Rp/ Tahun 2.338.307.267 8.433.689.736 9.311.697.078 10.235.417.428 11.206.822.513 12.227.961.812
TOTAL BIAYA PRODUKSI/HPP Rp/Tahun 9.253.094.144 33.373.597.303 36.848.027.165 40.503.351.460 44.347.372.660 48.388.200.910
Page 95
LAMPIRAN - 13
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Laporan Laba (Rugi) Tahun 2024 - 2029
NEW PROJECT (PENAMBAHAN KBLI) - STAND ALONE
(Dalam Rupiah)
TRUE TRUE TRUE TRUE TRUE TRUE
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
KETERANGAN 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Sept-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
PENJUALAN BERSIH 14.088.000.000 50.811.894.000 56.101.775.108 61.667.071.198 67.519.661.674 73.671.894.376
Kursi Roda 6.804.000.000 24.540.327.000 27.095.150.329 29.782.989.241 32.609.581.064 35.580.889.362
Tiang Infus 1.260.000.000 4.544.505.000 5.017.620.431 5.515.368.378 6.038.811.308 6.589.053.586
Bak Instrumen 2.184.000.000 7.877.142.000 8.697.208.748 9.559.971.855 10.467.272.934 11.421.026.215
Tensimeter Digital 3.840.000.000 13.849.920.000 15.291.795.600 16.808.741.724 18.403.996.368 20.080.925.213
TRUE TRUE TRUE TRUE TRUE TRUE
BEBAN POKOK PENJUALAN (9.253.094.144) (33.373.597.303) (36.848.027.165) (40.503.351.460) (44.347.372.660) (48.388.200.910)
Kursi Roda (4.454.769.730) (16.067.240.723) (17.739.955.248) (19.499.758.808) (21.350.407.793) (23.295.806.715)
Tiang Infus (879.579.429) (3.172.423.107) (3.502.695.013) (3.850.162.358) (4.215.566.829) (4.599.679.360)
Bak Instrumen (1.580.437.718) (5.700.243.738) (6.293.679.827) (6.918.012.866) (7.574.575.524) (8.264.753.024)
Tensimeter Digital (2.338.307.267) (8.433.689.736) (9.311.697.078) (10.235.417.428) (11.206.822.513) (12.227.961.812)
LABA KOTOR 4.834.905.856 17.438.296.697 19.253.747.942 21.163.719.738 23.172.289.015 25.283.693.466
Beban Usaha (445.649.719) (1.359.766.949) (1.383.280.683) (1.407.511.586) (1.429.773.199) (1.440.088.061)
Gaji Staff (142.994.182) (442.066.514) (455.549.542) (469.443.803) (483.761.839) (498.516.575)
Biaya Listrik (50.380.589) (155.751.589) (160.502.013) (165.397.324) (170.441.943) (175.640.422)
Biaya Service & Maintenance (30.000.000) (92.745.000) (95.573.723) (98.488.721) (101.492.627) (104.588.152)
Biaya ATK & RTK (6.000.000) (18.549.000) (19.114.745) (19.697.744) (20.298.525) (20.917.630)
Biaya Legal (20.000.000) (61.830.000) (63.715.815) (65.659.147) (67.661.751) (69.725.435)
Penyusutan & Amortisasi (196.274.949) (588.824.846) (588.824.846) (588.824.846) (586.116.513) (570.699.846)
LABA (RUGI) USAHA 4.389.256.137 16.078.529.748 17.870.467.259 19.756.208.152 21.742.515.816 23.843.605.406
Pendapatan lain-lain - - - - - -
Beban lain-lain - - - - - -
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 4.389.256.137 16.078.529.748 17.870.467.259 19.756.208.152 21.742.515.816 23.843.605.406
Pajak (965.636.350) (3.537.276.544) (3.931.502.797) (4.346.365.793) (4.783.353.479) (5.245.593.189)
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN 3.423.619.787 12.541.253.203 13.938.964.462 15.409.842.358 16.959.162.336 18.598.012.216
Page 96
LAMPIRAN - 14
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tahun 2024 - 2029
NEW PROJECT (PENAMBAHAN KBLI) - STAND ALONE
(Dalam Rupiah)
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
KETERANGAN
2024 2025 2026 2027 2028 2029
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 5.000.578.575 18.409.899.931 33.110.499.512 48.304.847.331 66.041.319.089 85.411.012.797
Piutang usaha 4.402.500.000 5.292.905.625 5.843.934.907 6.423.653.250 7.033.298.091 7.674.155.664
Piutang lain-lain - - - - - -
Persediaan 2.891.591.920 3.476.416.386 3.838.336.163 4.219.099.110 4.619.517.985 5.040.437.595
Pajak dibayar di muka - - - - - -
Uang muka - - - - - -
Biaya dibayar di muka - - - - - -
Total Aset Lancar 12.294.670.495 27.179.221.942 42.792.770.582 58.947.599.691 77.694.135.165 98.125.606.056
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan - - - - - -
Aset tetap-neto 4.140.120.859 3.910.004.992 3.679.889.125 3.449.773.258 3.222.365.725 3.000.374.858
Aset Tak Berwujud-neto 1.016.557.278 657.848.299 299.139.320 926.557.278 567.848.299 219.139.320
Total Aset Tidak Lancar 5.156.678.137 4.567.853.291 3.979.028.445 4.376.330.537 3.790.214.024 3.219.514.177
TOTAL ASET 17.451.348.632 31.747.075.233 46.771.799.027 63.323.930.227 81.484.349.189 101.345.120.233
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 8.674.775.760 10.429.249.157 11.515.008.489 12.657.297.331 13.858.553.956 15.121.312.784
Utang lain-lain - - - - - -
Utang pajak - - - - - -
Utang sewa - - - - - -
Pendapatan diterima di muka - - - - - -
Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam 1 tahun
Utang pembiayaan konsumen - - - - - -
Utang bank - - - - - -
Total Liabilitas Jangka Pendek 8.674.775.760 10.429.249.157 11.515.008.489 12.657.297.331 13.858.553.956 15.121.312.784
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan pascakerja - - - - - -
Bagian utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam 1 tahun
Utang pembiayaan konsumen - - - - - -
Utang bank - - - - - -
Total Liabilitas Jangka Panjang - - - - - -
TOTAL LIABILITAS 8.674.775.760 10.429.249.157 11.515.008.489 12.657.297.331 13.858.553.956 15.121.312.784
EKUITAS
Modal Saham 5.352.953.086 5.352.953.086 5.352.953.086 5.352.953.086 5.352.953.086 5.352.953.086
Tambahan modal disetor - - - - - -
Saldo Laba 3.423.619.787 15.964.872.990 29.903.837.452 45.313.679.810 62.272.842.147 80.870.854.363
Rugi komprehensif lain - - - - - -
TOTAL EKUITAS 8.776.572.873 21.317.826.076 35.256.790.538 50.666.632.896 67.625.795.233 86.223.807.449
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 17.451.348.632 31.747.075.233 46.771.799.027 63.323.930.227 81.484.349.189 101.345.120.233
Page 97
LAMPIRAN - 15
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Arus Kas 2024-2029
NEW PROJECT (PENAMBAHAN KBLI) - STAND ALONE
(Dalam Rupiah)
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
KETERANGAN
2024 2025 2026 2027 2028 2029
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI
Laba/Rugi Bersih 3.423.619.787 12.541.253.203 13.938.964.462 15.409.842.358 16.959.162.336 18.598.012.216
Depresiasi & Amortisasi 196.274.949 588.824.846 588.824.846 588.824.846 586.116.513 570.699.846
Total Laba/Rugi Usaha 3.619.894.736 13.130.078.049 14.527.789.308 15.998.667.205 17.545.278.849 19.168.712.063
PENURUNAN/KENAIKAN OPERASI
Piutang usaha (4.402.500.000) (890.405.625) (551.029.282) (579.718.343) (609.644.841) (640.857.573)
Persediaan (2.891.591.920) (584.824.466) (361.919.777) (380.762.947) (400.418.875) (420.919.609)
Utang usaha 8.674.775.760 1.754.473.397 1.085.759.332 1.142.288.842 1.201.256.625 1.262.758.828
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi 5.000.578.575 13.409.321.356 14.700.599.581 16.180.474.757 17.736.471.758 19.369.693.708
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI
Penurunan / Kenaikan Aset Tetap (192.500.000) - - - - -
Penurunan / Kenaikan Aset Takberwujud - - - (986.126.938) - -
Utang Bank Jangka Panjang - - - - - -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (192.500.000) - - (986.126.938) - -
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS PENDANAAN
Modal Sendiri 192.500.000
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan 192.500.000 - - - - -
KENAIKAN (PENURUNAN) KAS BERSIH DAN SETARA KAS 5.000.578.575 13.409.321.356 14.700.599.581 15.194.347.819 17.736.471.758 19.369.693.708
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN - 5.000.578.575 18.409.899.931 33.110.499.512 48.304.847.331 66.041.319.089
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 5.000.578.575 18.409.899.931 33.110.499.512 48.304.847.331 66.041.319.089 85.411.012.797
Page 98
LAMPIRAN - 16
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Analisa Kelayakan - NEW PROJECT (PENAMBAHAN KBLI) - STAND ALONE
(Dalam Rupiah)
2024 2024
KETERANGAN 2025 2026 2027 2028 2029
Jan-Mar Apr-Des
Net Income - 3.423.619.787 12.541.253.203 13.938.964.462 15.409.842.358 16.959.162.336 18.598.012.216
Depresiasi - 196.274.949 588.824.846 588.824.846 588.824.846 586.116.513 570.699.846
Bunga * (1-T) - - - - - - -
Investasi (5.160.453.086) (192.500.000) - - (986.126.938) - -
Perubahan Modal Kerja - 1.380.683.840 279.243.307 172.810.273 181.807.552 191.192.909 200.981.646
Arus Kas (5.160.453.086) 4.808.078.575 13.409.321.356 14.700.599.581 15.194.347.819 17.736.471.758 19.369.693.708
Akumulasi Arus Kas (5.160.453.086) (352.374.510) 13.056.946.846 27.757.546.426 42.951.894.245 60.688.366.003 80.058.059.711
WACC/Discount Rate 12,79% 12,79% 12,79% 12,79% 12,79% 12,79% 12,79%
Year Calculation - 0,75 1,75 2,75 3,75 4,75 5,75
Discount Factor 1,00 0,91 0,81 0,72 0,64 0,56 0,50
Present Value (5.160.453.086) 4.393.186.622 10.863.231.200 10.559.209.341 9.676.594.526 10.015.020.423 9.697.314.679
IRR 161,30%
NPV 50.044.103.706
Profitability Index 8,71
Payback Period 2 Tahun
1 Bulan
Page 99
LAMPIRAN - 17
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
ANALISIS BEP, Profitabilitas, Sensitivitas, dan ROI - NEW PROJECT (PENAMBAHAN KBLI) - STAND ALONE
(Dalam Rupiah)
Break Even Point
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
Analisa BEP Proyek
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Penjualan 14.088.000.000 50.811.894.000 56.101.775.108 61.667.071.198 67.519.661.674 73.671.894.376
Beban Pokok Penjualan (Fixed Cost) 9.253.094.144 33.373.597.303 36.848.027.165 40.503.351.460 44.347.372.660 48.388.200.910
Beban Usaha (Variable Cost) 445.649.719 1.359.766.949 1.383.280.683 1.407.511.586 1.429.773.199 1.440.088.061
Break Even Point 9.555.361.621 34.291.258.834 37.779.543.369 41.449.407.768 45.306.773.353 49.352.918.172
Profitabilitas
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
Analisa Profitabilitas Proyek
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Gross Profit 34,32% 34,32% 34,32% 34,32% 34,32% 34,32%
Operating Profit 31,16% 31,64% 31,85% 32,04% 32,20% 32,36%
Net Profit 24,30% 24,68% 24,85% 24,99% 25,12% 25,24%
Return on Equity 39,01% 58,83% 39,54% 30,41% 25,08% 21,57%
Return on Investment 66,34% 243,03% 270,11% 298,61% 328,64% 360,39%
Analisis Sensitivitas
IRR NPV Profitability Index
Variable Posisi Kesimpulan
% Rupiah (PI)
Normal 161,30% 50.044.103.706 8,71 Layak
10,00% 149,49% 49.510.469.492 8,03 Layak
Investasi 15,00% 144,27% 49.243.652.384 7,73 Layak
20,00% 139,43% 48.976.835.277 7,45 Layak
-10,00% 97,06% 20.435.442.775 4,12 Layak
Penjualan -15,00% 52,19% 6.826.995.590 1,93 Layak
-20,00% n/a (7.807.281.041) (0,50) Tidak Layak
10,00% 121,80% 29.303.410.777 5,44 Layak
Harga Pokok Penjualan 15,00% 94,85% 18.192.325.279 3,68 Layak
20,00% 55,41% 6.587.413.759 1,85 Layak
Page 100
LAMPIRAN - 18
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Laporan Laba (Rugi) Tahun 2024 - 2029 (KONSOLIDASI)
(Dalam Rupiah)
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
KETERANGAN
2024 2025 2026 2027 2028 2029
PENJUALAN BERSIH 32.000.869.783 74.244.394.000 80.237.250.108 86.526.610.448 93.124.987.102 100.045.379.566
EKSISTING 17.912.869.783 23.432.500.000 24.135.475.000 24.859.539.250 25.605.325.428 26.373.485.190
PENAMBAHAN KBLI 14.088.000.000 50.811.894.000 56.101.775.108 61.667.071.198 67.519.661.674 73.671.894.376
BEBAN POKOK PENJUALAN (17.069.735.525) (43.874.106.362) (47.663.551.496) (51.643.341.521) (55.821.562.422) (60.206.616.365)
EKSISTING (7.816.641.381) (10.500.509.059) (10.815.524.331) (11.139.990.061) (11.474.189.763) (11.818.415.455)
PENAMBAHAN KBLI (9.253.094.144) (33.373.597.303) (36.848.027.165) (40.503.351.460) (44.347.372.660) (48.388.200.910)
LABA KOTOR 14.931.134.258 30.370.287.638 32.573.698.611 34.883.268.927 37.303.424.679 39.838.763.201
Beban Usaha (10.832.305.082) (14.119.171.165) (13.798.280.085) (14.249.083.601) (14.634.312.611) (14.200.407.789)
Beban penjualan (1.695.021.709) (2.150.137.348) (2.215.716.537) (2.283.295.891) (2.352.936.416) (2.424.700.976)
Beban umum dan administrasi (4.300.263.325) (5.836.375.700) (6.014.385.159) (6.197.823.906) (6.386.857.536) (6.581.656.690)
Beban Operasional Pabrik 2 (Nanjung) & Kantor (618.291.689) (682.963.550) (703.793.939) (738.983.636) (761.522.636) (799.598.768)
Beban Operasional Pabrik 1 (Leuwigajah) (791.440.089) (1.368.616.130) (1.410.358.922) (1.465.384.979) (1.510.079.221) (1.453.215.608)
Penyusutan (3.427.288.270) (4.081.078.437) (3.454.025.529) (3.563.595.189) (3.622.916.802) (2.941.235.745)
LABA (RUGI) USAHA 4.098.829.176 16.251.116.473 18.775.418.527 20.634.185.327 22.669.112.069 25.638.355.413
Pendapatan lain-lain 2.149.113 2.641.895 2.722.472 2.858.596 2.945.783 3.035.630
Beban lain-lain (795.886.750) (312.677.008) (129.970.996) (32.720.450) (33.718.423) (34.746.835)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 3.305.091.539 15.941.081.359 18.648.170.003 20.604.323.473 22.638.339.429 25.606.644.207
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan – Neto (727.120.139) (3.507.037.899) (4.102.597.401) (4.532.951.164) (4.980.434.674) (5.633.461.725)
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN 2.577.971.400 12.434.043.460 14.545.572.602 16.071.372.309 17.657.904.754 19.973.182.481
Page 101
LAMPIRAN - 19
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Tahun 2024 - 2029 (KONSOLIDASI)
(Dalam Rupiah)
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
KETERANGAN
2024 2025 2026 2027 2028 2029
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 17.682.916.690 32.040.490.807 49.559.088.581 67.814.637.592 88.875.526.237 111.572.636.239
Piutang usaha 6.723.232.397 8.328.743.129 8.970.847.536 9.644.373.257 10.350.639.699 11.091.017.520
Piutang lain-lain 859.913.500 859.913.500 859.913.500 859.913.500 859.913.500 859.913.500
Persediaan 6.950.533.249 8.929.007.609 9.454.505.123 10.003.753.139 10.577.711.635 11.177.377.054
Pajak dibayar di muka 2.827.554.166 2.827.554.166 2.827.554.166 2.827.554.166 2.827.554.166 2.827.554.166
Uang muka 3.775.000 3.775.000 3.775.000 3.775.000 3.775.000 3.775.000
Biaya dibayar di muka 308.067.516 308.067.516 308.067.516 308.067.516 308.067.516 308.067.516
Total Aset Lancar 35.355.992.517 53.297.551.726 71.983.751.421 91.462.074.171 113.803.187.753 137.840.340.995
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 56.150.692 56.150.692 56.150.692 56.150.692 56.150.692 56.150.692
Aset tetap-neto 47.581.256.957 43.779.720.815 40.431.765.352 37.083.809.888 33.895.672.131 31.379.215.430
Aset hak-guna 173.472.230 - - - - -
Properti investasi 1.369.261.177 1.293.191.112 1.217.121.046 1.141.050.981 1.064.980.916 988.910.850
Aset Tak Berwujud-neto 140.000.000 110.000.000 80.000.000 926.557.278 567.848.299 219.139.320
Total Aset Tidak Lancar 49.320.141.056 45.239.062.619 41.785.037.090 39.207.568.839 35.584.652.037 32.643.416.292
TOTAL ASET 84.676.133.573 98.536.614.345 113.768.788.511 130.669.643.010 149.387.839.790 170.483.757.287
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 9.408.247.923 11.414.561.227 12.529.879.921 13.702.614.906 14.935.231.058 16.230.290.199
Utang lain-lain 86.326.752 86.326.752 86.326.752 86.326.752 86.326.752 86.326.752
Utang pajak 177.573.265 177.573.265 177.573.265 177.573.265 177.573.265 177.573.265
Utang sewa 20.250.000 20.250.000 20.250.000 20.250.000 20.250.000 20.250.000
Pendapatan diterima di muka 746.367.107 746.367.107 746.367.107 746.367.107 746.367.107 746.367.107
Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam 1 tahun
Utang pembiayaan konsumen 439.312.164 439.312.164 439.312.164 439.312.164 439.312.164 439.312.164
Utang bank 2.268.363.361 2.268.363.361 2.268.363.361 2.268.363.361 2.268.363.361 2.268.363.361
Total Liabilitas Jangka Pendek 13.146.440.572 15.152.753.876 16.268.072.570 17.440.807.555 18.673.423.707 19.968.482.848
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan pascakerja 367.203.374 367.203.374 367.203.374 367.203.374 367.203.374 367.203.374
Bagian utang jangka panjang setelah dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam 1 tahun
Utang pembiayaan konsumen 243.853.579 243.853.579 243.853.579 243.853.579 243.853.579 243.853.579
Utang bank 4.371.312.522 4.371.312.522 4.371.312.522 4.371.312.522 4.371.312.522 4.371.312.522
Total Liabilitas Jangka Panjang 4.982.369.475 4.982.369.475 4.982.369.475 4.982.369.475 4.982.369.475 4.982.369.475
TOTAL LIABILITAS 18.128.810.047 20.135.123.351 21.250.442.045 22.423.177.030 23.655.793.182 24.950.852.323
EKUITAS
Modal Saham 31.442.500.000 31.442.500.000 31.442.500.000 31.442.500.000 31.442.500.000 31.442.500.000
Tambahan modal disetor 29.867.355.456 29.867.355.456 29.867.355.456 29.867.355.456 29.867.355.456 29.867.355.456
Saldo Laba 5.556.394.036 17.410.561.504 31.527.416.976 47.255.536.490 64.741.117.118 84.541.975.473
Rugi komprehensif lain (318.925.965) (318.925.965) (318.925.965) (318.925.965) (318.925.965) (318.925.965)
TOTAL EKUITAS 66.547.323.526 78.401.490.994 92.518.346.466 108.246.465.980 125.732.046.608 145.532.904.963
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 84.676.133.573 98.536.614.345 113.768.788.511 130.669.643.010 149.387.839.790 170.483.757.287
Page 102
LAMPIRAN - 20
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Arus Kas 2024-2029 (KONSOLIDASI)
(Dalam Rupiah)
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
KETERANGAN Apr-Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des Jan - Des
2024 2025 2026 2027 2028 2029
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI
Laba/Rugi Bersih 2.156.242.740 11.854.167.468 14.116.855.472 15.728.119.514 17.485.580.628 19.800.858.355
Depresiasi & Amortisasi 3.427.288.270 4.081.078.437 3.454.025.529 3.563.595.189 3.622.916.802 2.941.235.745
Total Laba/Rugi Usaha 5.583.531.010 15.935.245.906 17.570.881.001 19.291.714.702 21.108.497.430 22.742.094.101
PENURUNAN/KENAIKAN OPERASI
Piutang usaha 600.738.539 (1.605.510.732) (642.104.407) (673.525.722) (706.266.441) (740.377.821)
Persediaan 2.277.346.323 (1.978.474.360) (525.497.514) (549.248.016) (573.958.496) (599.665.419)
Utang usaha 8.564.708.761 2.006.313.304 1.115.318.694 1.172.734.985 1.232.616.152 1.295.059.141
Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk) Aktivitas Operasi 17.026.324.634 14.357.574.117 17.518.597.774 19.241.675.950 21.060.888.645 22.697.110.002
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI
Penurunan / Kenaikan Aset Tidak Lancar (192.500.000) - - (986.126.938) - -
Utang Bank Jangka Panjang - - - - - -
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (192.500.000) - - (986.126.938) - -
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS PENDANAAN
Penurunan/ Kenaikan Modal 192.500.000
Kas Bersih Diperoleh (Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan 192.500.000 - - - - -
KENAIKAN (PENURUNAN) KAS BERSIH DAN SETARA KAS 17.026.324.634 14.357.574.117 17.518.597.774 18.255.549.012 21.060.888.645 22.697.110.002
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 656.592.056 17.682.916.690 32.040.490.807 49.559.088.581 67.814.637.592 88.875.526.237
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 17.682.916.690 32.040.490.807 49.559.088.581 67.814.637.592 88.875.526.237 111.572.636.239
Page 103
LAMPIRAN - 21
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Analisa Kelayakan - KONSOLIDASI
(Dalam Rupiah)
2024 2024
KETERANGAN 2025 2026 2027 2028 2029
Jan-Mar Apr-Des
Net Income - 2.577.971.400 12.434.043.460 14.545.572.602 16.071.372.309 17.657.904.754 19.973.182.481
Depresiasi - 3.427.288.270 4.081.078.437 3.454.025.529 3.563.595.189 3.622.916.802 2.941.235.745
Bunga * (1-T) - - - - - - -
Investasi (13.231.784.620) (192.500.000) - - (986.126.938) - -
Perubahan Modal Kerja - 11.998.129.110 (1.577.671.789) (52.283.227) (50.038.753) (47.608.785) (44.984.099)
Arus Kas (13.231.784.620) 17.810.888.780 14.937.450.108 17.947.314.904 18.598.801.807 21.233.212.771 22.869.434.128
Akumulasi Arus Kas (13.231.784.620) 17.810.888.780 32.748.338.889 50.695.653.793 69.294.455.600 90.527.668.371 113.397.102.499
WACC/Discount Rate 12,79% 12,79% 12,79% 12,79% 12,79% 12,79% 12,79%
Year Calculation - 0,75 1,75 2,75 3,75 4,75 5,75
Discount Factor 1,00 0,91 0,81 0,72 0,64 0,56 0,50
Present Value (13.231.784.620) 16.273.976.617 26.530.259.611 36.413.890.341 44.130.512.068 51.117.068.826 56.771.542.350
IRR 129,60%
NPV 218.005.465.193
Profitability Index 16,05
Payback Period 1 Tahun
- Bulan
Page 104
LAMPIRAN - 22
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
ANALISIS BEP, Profitabilitas, Sensitivitas, dan ROI - KONSOLIDASI
(Dalam Rupiah)
Break Even Point
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
Analisa BEP Proyek
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Penjualan 32.000.869.783 74.244.394.000 80.237.250.108 86.526.610.448 93.124.987.102 100.045.379.566
Beban Pokok Penjualan (Fixed Cost) 17.069.735.525 43.874.106.362 47.663.551.496 51.643.341.521 55.821.562.422 60.206.616.365
Beban Usaha (Variable Cost) 10.832.305.082 14.119.171.165 13.798.280.085 14.249.083.601 14.634.312.611 14.200.407.789
Break Even Point 25.804.601.847 54.177.037.283 57.562.486.310 61.824.518.476 66.229.298.121 70.165.947.544
Profitabilitas
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
Analisa Profitabilitas Proyek
2024 2025 2026 2027 2028 2029
Gross Profit 46,66% 40,91% 40,60% 40,32% 40,06% 39,82%
Operating Profit 12,81% 21,89% 23,40% 23,85% 24,34% 25,63%
Net Profit 8,06% 16,75% 18,13% 18,57% 18,96% 19,96%
Return on Equity 3,87% 15,86% 15,72% 14,85% 14,04% 13,72%
Return on Investment 17,89% 86,29% 100,94% 111,53% 122,54% 138,60%
Analisis Sensitivitas
IRR NPV Profitability Index
Variable Posisi Kesimpulan
% Juta Rupiah (PI)
Normal 129,60% 218.005.465.193 16,05 Layak
10,00% 121,97% 217.118.554.757 15,17 Layak
Investasi 15,00% 118,48% 216.675.099.539 14,77 Layak
20,00% 115,17% 216.231.644.321 14,39 Layak
10,00% 96,54% 150.671.491.193 11,37 Layak
Penjualan 15,00% 76,23% 115.641.416.838 8,94 Layak
20,00% 52,70% 80.515.605.585 6,51 Layak
10,00% 111,22% 178.587.356.415 13,31 Layak
Beban Pokok Penjualan 15,00% 101,36% 158.878.302.025 11,94 Layak
20,00% 90,81% 139.069.999.621 10,57 Layak
Page 105
WACC (Weighted Average Cost of Capital)
Cost of Equity Cost of Debt
URAIAN PERSENTASE Kd : i*(1-T)
URAIAN PARAMETER FORMULA VALUE
Tingkat Bunga Bebas Risiko 6,97% Kd : 9,47% x (1-22%)
Risk Premium 7,38% Kd : 7,39%
Effective Tax Rate t 22% Beta 1,10
Total Long-Term Debt Wd 5% RBDS 2,07%
Total Equity We 95% Biaya Modal untuk Ekuitas 13,05%
Interest I 9,47%
Equity Beta (Proxy) B 1,10
Risk Free Rate (SUN) Rf 6,97%
Market Risk Premium (Rm-Rf) 7,38% Keterangan Komposisi Biaya Modal Rata-rata
RBDS (Rating Based Default Spread) RBDS 2,07% Utang 4,69% 7,39% 0,35%
Cost of Debt (After Tax) Kd i*(1-t) 7,39% Ekuitas 95,31% 13,05% 12,44%
Cost of Equity Ke Rf + (B*(Rm-Rf))-RBDS 13,05% WACC 12,79%
Weighted Average Cost of Capital WACC (D/(D+E)*Kd) + (E/(D+E)*Ke) 12,79%
Page 106
FOTO-FOTO
STUDI KELAYAKAN
PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
KBLI 30921 | KBLI 32501 | KBLI 32502 | KBLI 26602
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Page 107
TAMPAK DEPAN LOKASI KANTOR DAN PABRIK 2
PT HETZER MEDICAL INDONESIA Tbk
TAMPAK RUANG RESEPSIONIS (NANJUNG - EKSISTING)
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Page 108
TAMPAK DALAM RUANG KANTOR (NANJUNG - EKSISTING)
TAMPAK DALAM RUANG MEETING (NANJUNG - EKSISTING)
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Page 109
TAMPAK AREA LOADING BARANG PABRIK 2 (NANJUNG-EKSISTING)
TAMPAK AREA PENYIMPANAN PABRIK 2 (NANJUNG-EKSISTING)
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Page 110
TAMPAK RUANG PRODUKSI PABRIK 2 (NANJUNG - EKSISTING)
TAMPAK AREA PENYIMPANAN BARANG JADI PABRIK 2
(NANJUNG - EKSISTING)
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Page 111
TAMPAK LOKASI RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
(PABRIK 1 – LEUWIGAJAH)
TAMPAK RUANG MULTIFUNGSI LOKASI PABRIK 1 – LEUWIGAJAH
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Page 112
TAMPAK AREA LOADING BARANG PADA PABRIK 1 (EKSISTING)
TAMPAK RUANG PRODUKSI PADA PABRIK 1 (EKSISTING)
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Page 113
TAMPAK AREA TRANSIT BARANG JADI – PABRIK 1
TAMPAK BAHAN BAKU UNTUK PRODUKSI STETOSKOP
(PABRIK 1 – LEUWIGAJAH)
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Page 114
TAMPAK KEGIATAN DI PABRIK 1– LEUWIGAJAH
FOTO PRODUK EKSISTING (MASKER)
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Page 115
FOTO PRODUK EKSISTING (TENSIMETER)
FOTO PRODUK EKSISTING (STETOSKOP)
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Page 116
TAMPAK CONTOH PRODUK PENAMBAHAN KBLI (BAK INSTRUMEN)
TAMPAK CONTOH PRODUK PENAMBAHAN KBLI (TENSIMETER DIGITAL)
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Page 117
TAMPAK CONTOH PRODUK PENAMBAHAN KBLI (KURSI RODA)
FOTO BERSAMA PENDAMPING LAPANGAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Page 118
FOTO BERSAMA PENDAMPING LAPANGAN Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha - PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Names mentioned 59 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP SPR
p.17
unresolved
person
Akta Notaris Cahya Suryana
p.19
unresolved
org
Menteri Kehakiman
p.19 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-AH.
p.19 ×3
unresolved
person
Alvi Hadi Sugono
p.21
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal
p.21
unresolved
org
Menteri Investasi
p.21
unresolved
person
Akta Cahya Suryana
p.21
unresolved
org
Kementerian
p.21
unresolved
person
Salinan Akta Notaris Theresia Yuliana
p.21 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.21 ×3
unresolved
person
Salinan Akta Notaris Dr. Sugih Haryati
p.21 ×12
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan
p.21
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor AHU-
p.22
unresolved
person
Salinan Akta Notaris Dr. Erny Kencanawati
p.22 ×6
unresolved
org
Heliantono & Rekan
p.23 ×4
unresolved
org
Heliantono
p.23 ×4
unresolved
person
Fitya Shabrina
p.29
unresolved
org
Pusat Statistik
p.30 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia
p.33 ×9
unresolved
org
Kebijakan Fiskal
p.34
unresolved
org
Pusat Statistik. Inflasi
p.34
unresolved
org
PT Buana Inti
p.39
unresolved
org
PT Buana Inti Medika Prima
p.39
unresolved
org
PT Cipta Sukses Medika
p.39
unresolved
org
PT Sentra Asia Gemilang
p.39
unresolved
org
PT Karya Pratama
p.39
unresolved
org
PT Serenity Indonesia
p.39
unresolved
org
PT Anugerah Jaya Fordic Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan
p.39
unresolved
org
PT Royal Sultan Agung
p.40
unresolved
org
Kementerian Kesehatan.
p.40
unresolved
—
Bak
p.52
unresolved
org
PT Sinar Continental Kursi Roda
p.53
unresolved
org
PT Sinar Continental Back Rest
p.53
unresolved
org
PT Sinar Continental Hanger
p.53
unresolved
org
PT Megah Mulia Baja Adjustable Pole
p.53
unresolved
org
PT Megah Mulia Baja Tiang Infus Spider Leg
p.53
unresolved
org
PT Megah Mulia Baja Stainless Bak Instrumen Body
p.53
unresolved
org
PT Megah Mulia Baja Stainless Tensimeter
p.53
unresolved
org
PT Indonesia Libolon Fiber Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan
p.53
unresolved
org
PT Bisma Anugerah Plasindo PCB Circuit Set
p.54
unresolved
org
PT Ultra Prima Corrugator
p.54
unresolved
org
PT Mita Jaya Mandiri
p.54
unresolved
org
PT Harapan Kurnia
p.54
unresolved
org
PT Ateja Tritunggal
p.54
unresolved
org
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Dimana
p.58
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana
p.66
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
5362 ms
12 Sep 2026 23:00
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}