Skip to content
Back to announcement

20240807_MEDS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31692287_lamp2.pdf

Asset transaction Needs review MEDS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 34

Page 1
                          PERUBAHAN DAN/ATAU TAMBAHAN INFORMASI
                     ATAS KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM
                         TERKAIT DENGAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
                        PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK (“PERSEROAN”)

INFORMASI SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI PENTING DAN PERLU
DIPERHATIKAN OLEH PEMEGANG SAHAM PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK SEHUBUNGAN DENGAN
RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA.

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM INI DISAMPAIKAN OLEH PERSEROAN DALAM RANGKA
MEMENUHI KETENTUAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 17/POJK/2020
TENTANG TRANSAKSI MATERIAL DAN PERUBAHAN KEGIATAN (“POJK 17/2020”).




                          PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                            Berkedudukan di Kota Cimahi, Indonesia

                                         Kegiatan Usaha
                          Industri Peralatan Kesehatan dan Turunannya


                                    Kantor Pusat dan Pabrik 2
                            Kompleks Blue Sky Industrial (BSI) Kav. 09
                                Jl. Nanjung No.02 RT 03 RW 05
                              Kel. Leuwigajah, Kec. Cimahi Selatan
                               Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat
                                      Telp: +62 22 6679409
                                      Fax: +62 22 6613425

                                               Pabrik 1
                                   Jl. Mahar Martanegara No.106
                             Kel. Cigugur Tengah, Kec. Cimahi Tengah
                                  Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat
                                        Telp: +62 22 6008749
                            Email: info@hetzermedicalindonesia.co.id
                                 Website: www.evoplusmed.com


DIREKSI PERSEROAN SECARA BERSAMA-SAMA BERTANGGUNG JAWAB PENUH ATAS KEBENARAN INFORMASI KEPADA
PEMEGANG SAHAM INI DAN MENEGASKAN BAHWA SEPANJANG SEPENGETAHUAN MEREKA TIDAK TERDAPAT FAKTA
PENTING DAN MATERIAL LAINNYA YANG BERHUBUNGAN DENGAN RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA YANG
TIDAK DIUNGKAPKAN DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI, YANG DAPAT MENYEBABKAN KETERBUKAAN
INFORMASI INI MENJADI TIDAK BENAR DAN/ATAU MENYESATKAN




     Perubahan dan/atau tambahan informasi atas Keterbukaan Informasi ini diterbitkan di
                         Kota Cimahi pada tanggal 07 Agustus 2024




                                                1
Page 2
                                              PENDAHULUAN

Keterbukaan informasi kepada para pemegang saham Perseroan ini (“Keterbukaan Informasi”) memuat
informasi mengenai penambahan kegiatan usaha Perseroan sebagaimana dimaksud dalam POJK No. 17/2020
yang diwajibkan untuk memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (“RUPS”) berupa penambahan
bidang usaha baru yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 09 Agustus 2024.

Sehubungan dengan hal-hal yang disebutkan di atas, sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang
berlaku khususnya POJK 17/2020, Direksi Perseroan dengan ini mengumumkan Keterbukaan Informasi
berdasarkan Pasal 22 ayat (1) huruf (c) melalui situs web Perseroan dan situs web Bursa Efek Indonesia dengan
maksud untuk memberikan informasi maupun gambaran yang lebih lengkap kepada para pemegang saham
Perseroan mengenai rencana penambahan kegiatan usaha. Perseroan juga menyediakan data mengenai
penambahan kegiatan usaha kepada pemegang saham sejak saat pengumuman RUPS serta dokumen
pendukung kepada Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam POJK No.
17/2020.

Keterbukaan Informasi ini juga menjadi dasar pertimbangan bagi para pemegang saham Perseroan untuk
memberikan persetujuan atas rencana penambahan kegiatan usaha dalam hal ini berupa Penambahan KBLI yang
akan diusulkan oleh Perseroan pada RUPS.

Perseroan sampaikan bahwa hingga dengan tanggal diterbitkannya Keterbukaan Informasi ini, Perseroan tidak
meminta persetujuan dan/atau pemberitahuan terlebih dahulu kepada kreditur, Pihak Ketiga dan/atau Instansi
berwenang lainnya sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan, karena untuk rencana
penambahan kegiatan usaha perseroan menggunakan dana Perseroan. Perseroan dapat memberikan
pemberitahuan tentang penambahan KBLI kepada pihak kreditur, namun tidak memerlukan persetujuan
mengingat investasi yang ditanamkan tidak berpengaruh signifikan terhadap kebutuhan modal kerja dan modal
investasi perusahaan, namun di sisi lain memanfaatkan atau meningkatkan utilitas mesin peralatan serta sumber
daya manusia, sehingga pendapatan Perseroan meningkat signifikan.

Penambahan kegiatan usaha ini tidak mengandung Benturan Kepentingan dan bukan merupakan Transaksi
Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 42/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).


                                    INFORMASI MENGENAI PERSEROAN


1. Riwayat Singkat Perseroan
   Perseroan adalah sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (public company), didirikan dan
   menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Kegiatan usaha utama Perseroan bergerak di industri dan
   perdagangan peralatan kesehatan dan turunannya. Adapun merek dagang dari Perseroan yaitu Evo Plusmed,
   dimana produk-produk yang dihasilkan telah melalui proses pabrikasi yang canggih, bahan baku ramah
   lingkungan, serta menjaga tingkat higienitas.

   Perseroan didirikan berdasarkan hukum dan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia
   berdasarkan Akta Notaris Cahya Suryana, S.H., No. 12 tanggal 31 Desember 2010. Akta Pendirian ini telah
   disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
   06450.AH.01.01.Tahun 2011 tanggal 08 Februari 2011 serta didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-
   0010567.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 08 Februari 2011, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik
   Indonesia No. 59, tanggal 24 Juli 2012.

   Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris No. 31
   tanggal 28 Maret 2024, dibuat oleh Dr. Erny Kencanawati, S.H., M.Kn., tentang perubahan susunan pengurus
   Perusahaan. Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak
   Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No.
   AHU-AH.01.09-0139542 tanggal 04 April 2024.




                                                     2
Page 3
2. Kegiatan Usaha Perseroan
   Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan dari Perseroan adalah menjalankan
   usaha dibidang Industri dan Perdagangan. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut, kegiatan usaha
   Perseroan berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan adalah sebagai berikut:

      Klasifikasi Baku Lapangan
                                                                 Kegiatan Usaha
      Usaha Indonesia (“KBLI”)
                 22299               Industri Barang Plastik Lainnya Ytdl
                 32509               Industri Peralatan Kedokteran dan Kedokteran Gigi serta Perlengkapan
                                     lainnya
                46691                Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Alat Farmasi dan Alat Kedokteran
                                     untuk Manusia
                13993                Industri Non Woven (Bukan Tenunan)
                22194                Industri Barang dari Karet untuk Kesehatan

   Pada saat Keterbukaan Informasi ini ditampilkan kepada publik, kegiatan usaha yang saat ini telah dijalankan
   adalah industri dan perdagangan seperti Masker, Stetoskop, Sphygmomanometer, Bouffant Cap, dan
   Antiseptic.

   Selanjutnya Perseroan akan melakukan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan yang dimintakan
   persetujuannya dalam RUPS berupa penambahan kegiatan baru. Penambahan kegiatan usaha baru tersebut
   adalah sebagai berikut:

      Klasifikasi Baku Lapangan
                                                                 Kegiatan Usaha
      Usaha Indonesia (“KBLI”)
                 30921               Industri Sepeda dan Kursi Roda termasuk Becak
                 32501               Industri Furnitur untuk Operasi, Perawatan Kedokteran dan Kedokteran
                                     Gigi
                32502                Industri Peralatan Kedokteran dan Kedoteran Gigi, Perlengkapan
                                     Orthopedic dan Prosthetic
                26602                Industri Peralatan Elektromedikal dan Elektroterapi

   Sehingga dengan penambahan KBLI tersebut, kedepannya Perseroan dapat melakukan kegiatan usaha
   berupa industri dan perdagangan Kursi Roda, Tiang Infus, Bak Instrumen, dan Tensimeter Digital.

3. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan
   Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan No. 31 tanggal 28 Maret
   2024, dibuat oleh Dr. Erny Kencanawati, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Bandung, yang telah diterima oleh
   Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan
   Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0139542 tanggal 04 April 2024, dan didaftarkan dalam Daftar
   Perseroan No. AHU-0071245.AH.01.11 Tahun 2024 tanggal 04 April 2024, susunan Dewan Komisaris dan
   Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:

      Dewan Komisaris
      Komisaris Utama              : Jemmy Kurniawan
      Komisaris                    : Alvi Hadi Sugondo
      Komisaris Independen         : Tato Suprapto Basir

      Direksi
      Direktur Utama               : dr. Yenny Marlina
      Direktur                     : Herry
      Direktur                     : Fancy Marsiana




                                                         3
Page 4
4. Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan
   Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Perseroan per tanggal Keterbukaan Informasi ini
   diterbitkan adalah sebagai berikut:

                                                 Nilai Nominal Rp per Saham (Rp. 20,-)
              Keterangan                  Jumlah Saham          Jumlah Nominal       Persentase
                                            (Lembar)                  (Rp)               (%)
    1. Jemmy Kurniawan                        1.062.500.000        21.250.000.000         68
    2. Fancy Marsiana                            62.500.000         1.250.000.000         4
    3. Masyarakat dibawah 5%                    437.500.000         8.750.000.000         28
    Jumlah                                    1.562.500.000        31.250.000.000        100

5. Struktur Pemegang Saham Perseroan



                     Fancy Marsiana           Jemmy Kurniawan              Masyarakat
                           4%                      68%                        28%




   Pemegang saham pengendali adalah Bapak Jemmy Kurniawan, dengan kepemilikan saham sebesar 68% atau
   1.062.500.000 lembar saham.

                RINGKASAN TENTANG STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

A. IDENTITAS PENILAI
   Sebagaimana diatur dalam POJK No. 17/POJK.04/2020, mengenai rencana penambahan kegiatan usaha,
   maka Perseroan telah menunjuk Penilai Independen yang terdaftar di OJK untuk memberikan pendapat atas
   kelayakan rencana penambahan kegiatan usaha dengan detail sebagai berikut:

   Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”)
   Identitas Penilai Independen secara lengkap sebagai berikut:
   Nama                                    : KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan
   No. Ijin Usaha                          : 2.15.0131
   No. Keputusan Menteri Keuangan          : 722/KM.1/2015
   Alamat Kantor                           : 18 Office Park Lantai 3 Unit A-3E
                                             Jl. TB Simatupang, Jakarta 12520
   Telepon/Faksimili                       : +62 21 22708555, 22708666 / +62 21 22708288
   Email                                   : admin.pusat@kjpp-spr.co.id; sugiantonodanrekan@yahoo.co.id
   Website                                 : www.kjpp-spr.co.id
   Nama Rekan Penilai Publik               : Ir. Budi Prasodjo, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.)
   No. Ijin Penilai Publik                 : PB-1.13.00375
   No. Surat Keputusan Menteri Keuangan : 511/KM.1/2013
   No. Surat Tanda Terdaftar Profesi       : STDD.PBB-09/PJ-1/PM.2/2023
   Penunjang Pasar Modal




                                                   4
Page 5
B. RINGKASAN LAPORAN STUDI KELAYAKAN
   Berikut adalah ringkasan dari Laporan Penilai Independen sebagaimana dinyatakan dalam Laporan Studi
   Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha sebagaimana tertuang dalam Laporan No. 00792/2.0131-00/BS-
   FS/04/0375/1/VII/2024 tanggal 22 Juli 2024.
   1. Objek Studi Kelayakan
      Objek studi kelayakan dari penugasan ini adalah penambahan kegiatan usaha Perseroan, yaitu sebagai
      berikut:
      a. Industri Sepeda dan Kursi Roda termasuk Becak (KBLI 30921)
      b. Industri Furnitur untuk Operasi, Perawatan Kedokteran dan Kedokteran Gigi (KBLI 32501)
      c. Industri Peralatan Kedokteran dan Kedokteran Gigi, Perlengkapan Orthopedic dan Prosthetic (KBLI
          32502)
      d. Industri Peralatan Elektromedikal dan Elektroterapi (KBLI 26602)

   2. Maksud dan Tujuan Penyusunan Studi Kelayakan
      Maksud dan tujuan penyusunan studi kelayakan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas
      penambahan/diversifikasi kegiatan usaha yang digunakan untuk kepentingan pasar modal dan tidak
      digunakan di luar konteks atau tujuan penugasan tersebut. Studi kelayakan ini dilakukan dengan mengacu
      kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ("POJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian
      Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020
      tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
      ("SEOJK") Nomor 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
      di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia ("SPI") Edisi VII-
      2018 dan Revisi SPI 330 Tahun 2020.

   3. Metode Penilaian Studi Kelayakan
      Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini yaitu:
      - Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan penambahan kegiatan usaha yang
        meliputi data data identitas, perizinan, rencana usaha serta data-data lainnya yang terkait dengan
        rencana penambahan kegiatan usaha.
      - Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan penambahan kegiatan
        usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indikator Net Present Value (NPV), Profitability
        Index (PI), Internal Rate of Return (IRR), Break Even Point (BEP), Payback Period, dan Return on
        investment (ROI).
      - Dalam studi kelayakan ini kami melakukan analisis pada aspek makro Indonesia, aspek pasar, aspek
        teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen, dan aspek keuangan.

   4. Tanggal Penilaian Studi Kelayakan
      Tanggal Penilaian studi kelayakan adalah per 31 Maret 2024 dimana batas tersebut diambil atas dasar
      pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.

   5. Asumsi dan Kondisi Pembatas
      Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:
      a. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
      b. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses penilaian.
      c. Kami berasumsi bahwasanya data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat
         dipercaya keakuratannya.
      d. Studi kelayakan didasarkan atas proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
         kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaian
         (fiduciary duty).
      e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang telah
         disesuaikan.
      f. Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia
         yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
      g. Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan Nilai.
      h. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi tugas.




                                                        5
Page 6
6. Analisis Kelayakan
   Ringkasan penjelasan atas masing-masing analisa kelayakan adalah sebagai berikut:
   a. Aspek Pasar
      Penambahan kegiatan usaha ini membuat Perseroan bisa memberikan nilai tambah dalam produk
      yang dijual, sehingga potensi nilai pasar dari produk menjadi lebih tinggi dan pada akhirnya akan
      memberikan keuntungan lebih bagi Perseroan. Selain itu, akan meluaskan jangkauan konsumen dari
      Perseroan karena produk yang ditawarkan menjadi lebih beragam. Perseroan juga menyasar eksisting
      customer yang nantinya diharapkan dapat menambah jumlah customer Perseroan.

      Perseroan harus terus melakukan penelaahan, perumusan yang tepat, serta melaksanakan
      peningkatan dan pengembangan terkait keberlanjutan secara konsisten. Adapun strategi yang
      Perseroan lakukan untuk mengelola tantangan adalah melakukan pengkajian terkait keberlanjutan
      secara intensif, aktif dalam berbagai diskusi ataupun forum terkait keberlanjutan yang
      diselenggarakan oleh pemerintah dan pihak ketiga, menelaah dan mematuhi peraturan terkait
      keberlanjutan dengan baik, serta melakukan adaptasi dan pengkajian terkait penerapan
      keberlanjutan pada industri sejenis.

      Perseroan menghadapi tantangan dari sisi eksternal, seperti jika terdapat gejolak perekonomian
      global, harga komoditas yang rendah, tekanan terhadap nilai tukar Rupiah yang berdampak pada
      sektor usaha, ditambah dengan adanya perubahan peraturan ataupun kebijakan yang berkaitan
      dengan aktivitas bisnis Perseroan. Hal tersebut akan berdampak pada penerapan keberlanjutan.
      Untuk mengelola tantangan ini, Manajemen Perseroan ataupun pihak yang terkait senantiasa
      mengikuti perkembangan peraturan dan menyesuaikannya dengan kondisi bisnis perusahaan, serta
      terus-menerus memperbarui informasi terkait perubahan peraturan yang dapat terjadi sewaktu-
      waktu. Meski demikian, dibalik sejumlah tantangan tersebut Perseroan juga memiliki peluang,
      terutama dengan dilakukannya penambahan kegiatan usaha ini karena adanya sinergi dengan bisnis
      yang eksisting yang mana dengan adanya peningkatan jumlah produk yang ditawarkan Perseroan
      dengan nilai tambah yakni sudah ada kerjasama dengan distributor-distributor dalam memperoduksi
      produk alat kesehatan baru, Perseroan memiliki kesempatan untuk memperoleh pendapatan yang
      lebih besar.

      Dengan memperhatikan perkembangan usaha dan potensi pasar, maka rencana penambahan
      kegiatan usaha Perseroan secara pasar layak untuk dilaksanakan.

   b. Aspek Teknis
      Seiring berjalannya usaha dan melihat peluang yang ada, Perseroan berencana menambah produk
      usaha baru yaitu kursi roda (KBLI 30921), tiang infus (KBLI 32501), bak instrumen (KBLI 32502), dan
      tensimeter digital (KBLI 26602). Berikut adalah rincian penambahan kegiatan usaha yang akan
      dilakukan Perseroan:

        No        Keterangan                                       Uraian




                                    Produk baru yang akan dikembangkan Perseroan akan menggunakan
                                    merk dagang “Evo Plusmed” dimana merk tersebut merupakan merk
                                    alat kesehatan dari produk eksisting Perseroan, diantaranya yaitu
         1        Logo & Merk       varian masker, stetoskop, tensimeter, dan bouffant cap (penutup
                                    kepala/topi operasi) dengan merek Evo Plusmed.

                                    Pemakaian merk ini bertujuan untuk mengingatkan konsumen
                                    dengan produk eksisting Perseroan yang sudah dikenal luas, dimana
                                    produk-produk yang dihasilkan telah melalui proses pabrikasi yang
                                    canggih, bahan baku ramah lingkungan, serta menjaga tingkat
                                    higienitas.




                                                 6
Page 7
     Pihak yang akan
2       melakukan                                        PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
    kegiatan Produksi

                                      Biaya Investasi dengan Penambahan Kegiatan Usaha:
                                                                                                             Quantity                              Total Investment
                        No.                                   Item                                                    Price                (Rp)
                                                                                                              (Pcs)                                       (Rp)

                         A FASILITAS
                            1. Kendaraan                                                                                                                    162.827.460
                            2. Penambahan Signage Ruang Produksi, Ruang Uji dan Gudang                           1 loot              2.500.000                2.500.000
                            3. Meja Pengujian Produk (Customize)                                                 2 unit             12.500.000               25.000.000

                                                   Total Penambahan Fasilitas                                                                               190.327.460

       Biaya yang        B PERALATAN PABRIK
3                           1. Mesin CNC (Computer Numerical Control )                                           3 unit                                 4.011.498.688
       dibutuhkan           2. Mesin Jahit                                                                       5 unit             1.500.000               7.500.000
                            3. Pengadaan Tool Kit; Alat Bantu Pemeriksaan Komponen,
                               Perakitan Komponen, dan Pengemasan Produk                                          1 set             7.500.000                 7.500.000
                                                Total Penambahan Peralatan Pabrik                                                                       4.026.498.688
                         C LAIN-LAIN
                            1. Perizinan                                                                                                                    150.000.000
                            2. Biaya Sewa Tanah dan Bangunan                                                                                                986.126.938

                                                       Total Lain-lain                                                                                  1.136.126.938
                              Aset tetap yang SUDAH di investasikan                                                                                     5.160.453.086
                              Kekurangan investasi                                                                                                        192.500.000
                                                               TOTAL BIAYA INVESTASI                                                                    5.352.953.086




                                              Proyeksi Penjualan Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                         PROJ            PROJ             PROJ               PROJ             PROJ              PROJ
                                          KETERANGAN                      2024             2025             2026               2027             2028              2029
    Pendapatan yang                                                    Sept-Des          Jan-Des          Jan-Des            Jan-Des          Jan-Des           Jan-Des
4                       PENJUALAN BERSIH                             14.088.000.000   50.811.894.000   56.101.775.108     61.667.071.198   67.519.661.674    73.671.894.376
     akan diperoleh      Kursi Roda
                         Tiang Infus
                                                                      6.804.000.000
                                                                      1.260.000.000
                                                                                      24.540.327.000
                                                                                       4.544.505.000
                                                                                                       27.095.150.329
                                                                                                        5.017.620.431
                                                                                                                          29.782.989.241
                                                                                                                           5.515.368.378
                                                                                                                                           32.609.581.064
                                                                                                                                            6.038.811.308
                                                                                                                                                             35.580.889.362
                                                                                                                                                              6.589.053.586
                         Bak Instrumen                                2.184.000.000    7.877.142.000    8.697.208.748      9.559.971.855   10.467.272.934    11.421.026.215
                         Tensimeter Digital                           3.840.000.000   13.849.920.000   15.291.795.600     16.808.741.724   18.403.996.368    20.080.925.213




                        Alur Proses Produksi

                        1) Alur Produksi Komponen Produk




       Alur proses
5
        Produksi




                                                  7
Page 8
                                 2) Alur Perakitan Produk




   Meskipun keempat produk yang akan dikembangkan tersebut memiliki fungsi dan bentuk yang
   bermacam, namun secara umum alur produksinya cukup sederhana. Beberapa komponen yang akan
   diproduksi oleh Perseroan, proses produksi dilakukan dengan menggunakan mesin CNC yang sudah
   ada. Penyesuaian yang diperlukan adalah menambah program yang akan dijalankan oleh mesin sesuai
   dengan komponen yang akan dibuat. Selama ini untuk memproduksi produk eksisting hanya
   memerlukan 30% dari kapasitas mesin secara keseluruhan. Dengan tambahan produk baru,
   diharapkan dapat memanfaatkan kapasitas mesin yang masih belum teralokasikan.

   Proses pemeriksaan, pengujian dan perakitan komponen menjadi produk jadi dilakukan dengan
   memakai area yang masih digunakan oleh untuk memproses produk eksisting. Hal ini memungkinkan
   dengan menerapkan sistem Clear and Clearance pada setiap awal proses perakitan masing-masing
   produk dan telah dijalankan oleh Perseroan selama ini untuk memproduksi produk eksisting.

   Dengan memperhatikan proses produksi dan ketersediaan sumber daya, maka rencana penambahan
   kegiatan usaha Perseroan secara teknis layak untuk dilaksanakan.

c. Aspek Pola Bisnis
   1) Dengan keunggulan kompetitif yang telah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan nilai yang
      diantaranya pengembangan kegiatan usaha baru dan penambahan sumber pendapatan baru.
   2) Perseroan merupakan perusahaan publik yang telah berdiri cukup lama dan berpengalaman
      dibidang industri alat kesehatan. Merek dagang “Evo Plusmed” yang telah terbentuk serta dari
      keunggulan kualitas produk dengan pabrikasi teknologi yang canggih dan ramah lingkungan dapat
      dijadikan keunggulan Perseroan dalam bersaing di industri alat kesehatan.
   3) Perseroan memiliki kesempatan dan kemudahan dalam penjualan produk kepada para pelanggan
      lama yang telah menjalin baik dengan Perseroan selama ini melalui jaringan distribusi Perseroan
      yang telah tersebar di seluruh Indonesia.
   4) Perseroan menyadari adanya persaingan yang ketat dalam menjalankan bisnis dalam bidang alat
      kesehatan ini. Hal ini terlihat dari banyaknya perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha serupa
      dengan Perseroan. Seiring dengan persaingan usaha tersebut yang mungkin terjadi, Perseroan
      akan terus berupaya melakukan berbagai pengembangan strategi pada setiap segmen usaha yang
      dimiliki agar terus memiliki daya saing dengan perusahaan lain yang sejenis.



                                              8
Page 9
   Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh Perseroan dalam rencana penambahan
   kegiatan usaha, maka rencana penambahan kegiatan usaha tersebut secara pola bisnis layak untuk
   dilaksanakan.

d. Aspek Model Manajemen
   1) Sumber Daya Manusia dan Kemampuan Manajemen
      Sumber daya manusia merupakan pilar utama yang menunjang kesuksesan industri manufaktur
      dan perdagangan alat kesehatan. Untuk memastikan keberhasilan bisnis dan keberlanjutannya,
      dibutuhkan sumber daya manusia berkualitas yang mampu beradaptasi dengan perkembangan
      teknologi, mampu mengatasi tantangan yang mengancam, serta mampu mengantisipasi
      perubahan di masa depan.

      Oleh sebab itu, Perseroan menyadari pentingnya melakukan investasi yang signifikan dalam upaya
      mengembangkan sumber daya manusia hingga mencapai kuantitas dan kualitas yang sesuai
      dengan kebutuhan Perseroan. Hal ini menjadi bagian penting dalam rangka mewujudkan visi
      Perseroan.

      Struktur Organisasi Perseroan per tanggal Keterbukaan Informasi ini diterbitkan adalah sebagai
      berikut:




      Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan dengan
      bagan organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang terpadu.
      Penempatan tenaga kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan keterampilannya
      merupakan faktor yang penting dalam menerapkan kebijaksanaan perusahaan. Hal ini juga akan
      memperlancar pendelegasian tugas kepada unit di bawahnya atau sebaliknya, yang pada akhirnya
      akan memperlancar kerja perusahaan.

   2) Ketersediaan Tenaga Kerja
      Saat ini Perseroan memiliki ketersediaan tenaga kerja sebagai berikut:

                            Kategori                     Jumlah Orang
                  Karyawan Tetap                              30
                  Karyawan Tidak Tetap                        52
                  Total Tenaga Kerja                          82

        Berdasarkan informasi dari Manajemen, dalam hal rencana penambahan kegiatan usaha ini,
        produk yang akan dihasilkan memiliki alur proses produksi yang cukup sederhana. Perseroan
        belum merencanakan adanya penambahan tenaga kerja pada divisi produksi maupun tenaga
        ahli profesional dalam bidang pembuat program CNC dan elektromedik dari yang telah dimiliki




                                               9
Page 10
        saat ini, karena Perseroan telah memiliki staf yang kompeten dalam kegiatan operasionalnya
        sehingga belum dibutuhkan penambahan tenaga kerja. Perseroan hanya perlu mengadakan
        pelatihan internal untuk meningkatkan pengetahuan dan kesigapan tenaga kerja dalam
        melakukan tugasnya.

   3) Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property)
      Perseroan akan memastikan sumber daya manusia memiliki kompetensi teknis yang diperlukan.
      Usaha untuk melindungi kekayaan intelektual, Perseroan sudah memiliki sertifikat merek PT
      Hetzer Medical Indonesia “EVO Plusmed” yang beralamat di Jl. Mahar Martanegara No. 106, RT.
      005 RW. 014, Kel. Cigugur Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat, Indonesia yang dikeluarkan oleh
      Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana tercantum dalam
      sertifikat tersebut, perlindungan atas merek tersebut diberikan untuk jangka waktu 10 (sepuluh)
      tahun sejak tanggal penerimaan dan jangka waktu tersebut dapat diperpanjang.

   Berdasarkan struktur organisasi, jumlah personel, dan pengelolaan manajemen Perseroan, maka
   secara umum hal tersebut telah cukup mendukung operasional kerja perusahaan dalam rencana
   penambahan kegiatan usaha, sehingga dapat disimpulkan secara pola bisnis layak untuk dilaksanakan.

e. Aspek Keuangan
   1) Biaya Investasi Penambahan Kegiatan Usaha
                                                                                              Dalam Rupiah
                                                                         Quantity                      Total Investment
        No.                               Item                                    Price         (Rp)
                                                                          (Pcs)                               (Rp)

         A FASILITAS
            1. Kendaraan                                                                                    162.827.460
            2. Penambahan Signage Ruang Produksi, Ruang Uji dan Gudang     1 loot          2.500.000          2.500.000
            3. Meja Pengujian Produk (Customize)                           2 unit         12.500.000         25.000.000

                                Total Penambahan Fasilitas                                                  190.327.460
         B PERALATAN PABRIK
            1. Mesin CNC (Computer Numerical Control )                     3 unit                         4.011.498.688
            2. Mesin Jahit                                                 5 unit         1.500.000           7.500.000
            3. Pengadaan Tool Kit; Alat Bantu Pemeriksaan Komponen,
               Perakitan Komponen, dan Pengemasan Produk                    1 set         7.500.000           7.500.000
                            Total Penambahan Peralatan Pabrik                                             4.026.498.688
         C LAIN-LAIN
            1. Perizinan                                                                                    150.000.000
            2. Biaya Sewa Tanah dan Bangunan                                                                986.126.938

                                       Total Lain-lain                                                    1.136.126.938
              Aset tetap yang SUDAH di investasikan                                                       5.160.453.086
              Kekurangan investasi                                                                          192.500.000
                                               TOTAL BIAYA INVESTASI                                      5.352.953.086


   2) Sumber Pembiayaan
      Total biaya investasi untuk rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan yaitu sebesar
      Rp5.352.953.086 dengan rincian sebagai berikut:
      - Perseroan sudah melakukan investasi di awal sebesar Rp5.160.453.086 yang meliputi
         Kendaraan, Mesin CNC (Computer Numerical Control), Biaya Sewa Tanah dan Bangunan,
         sehingga Perseroan tidak lagi mengeluarkan biaya untuk investasi tersebut.
      - Sedangkan sisanya berupa penambahan ruangan, meja, mesin jahit, peralatan, dan biaya
         perijinan sejumlah Rp192.500.000 rencananya akan diinvestasikan pada kuartal IV (empat)
         2024. Berdasarkan laporan audit Perseroan per 31 Maret 2024, kas dan setara kas Perseroan
         dibukukan sebesar Rp656.592.056, sehingga masih mencukupi untuk mendanai rencana
         penambahan investasi tersebut.

   3) Analisa Kelayakan Proyek
      Kelayakan investasi penambahan kegiatan usaha dihitung dengan menggunakan empat indikator
      yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index (PI), dan Payback
      Period dengan ringkasan sebagai berikut:




                                                        10
Page 11
                 •   Net Present Value (NPV)                : Rp50.044.103.706
                 •   Internal Rate of Return (IRR)          : 161,30%
                 •   Profitability Index (PI)               : 8,71
                 •   Payback Period                         : 2 tahun 1 bulan
                 •   WACC                                   : 12,79%

             Berdasarkan analisa kelayakan di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi daripada
             WACC dan PI lebih dari 1, dengan demikian investasi tersebut layak.

          4) Analisa Sensitivitas
             Berdasarkan analisa sensitivitas diketahui bahwa rencana Perseroan dalam penambahan kegiatan
             usaha tidak terlalu sensitif terhadap kenaikan maupun penurunan ketiga variabel. Proyek
             diketahui menjadi tidak layak jika terjadi penurunan penjualan hingga 20%

      f. Kesimpulan
         Berdasarkan analisa pada kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis, kelayakan model
         manajemen, dan kelayakan keuangan, maka dapat disimpulkan bahwa rencana penambahan kegiatan
         usaha yang akan dilaksanakan oleh PT Hetzer Medical Indonesia Tbk adalah layak.


                           KETERSEDIAAN TENAGA AHLI SEHUBUNGAN DENGAN
                               RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

Dalam menjalankan kegiatan usaha ini, Perseroan membutuhkan tenaga ahli profesional dalam mengoperasikan
program CNC dan elektromedik dengan kualifikasi pendidikan S1 Elektro atau D4 Elektromedis. Dan berkaitan
dengan ketersediaan tenaga ahli, kompetensi manajemen tercermin pada latar belakang pendidikan dan
pengalaman kerja dari tenaga ahli.

Kapasitas dan ketersediaan tenaga ahli yang saat ini ada di Perseroan sudah dapat mendukung rencana
penambahan kegiatan usaha baru. Hal ini karena rencana penambahan kegiatan usaha baru tersebut masih
relevan dengan kegiatan usaha yang selama ini sudah dijalankan oleh Perseroan sehingga tenaga ahli yang ada
saat ini dapat mendukung rencana penambahan kegiatan usaha baru.

Dalam Penambahan kegiatan usaha baru, Perseroan tidak melakukan perubahan pada struktur organisasi.
Perseroan menilai bahwa struktur organisasi yang sudah ada masih sesuai dengan kebutuhan atas rencana
penambahan kegiatan usaha baru tersebut.




                                                     11
Page 12
Perseroan selalu merekrut tenaga kerja dengan kualitas yang baik. Perseroan memandang sumber daya manusia
yang kompeten dan profesional merupakan aset utama dalam mewujudkan visi dan misi Perseroan sehingga
harus dikembangkan secara berkesinambungan. Perseroan juga senantiasa menyediakan program pelatihan dan
pengembangan kompetensi yang relevan di bidang usaha Perseroan termasuk sertifikasi yang sesuai bagi
masing-masing unit kerja.

        PENJELASAN, PERTIMBANGAN, DAN ALASAN DILAKUKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

Perseroan melihat adanya peluang untuk meningkatkan pendapatan dari beberapa produk alat kesehatan yang
akan diproduksi oleh Perseroan, seperti kursi roda, tiang infus, bak instrumen, dan tensimeter digital. Sebagai
contoh berdasarkan data oleh Organisasi Kesehatan Dunia (“WHO”) diketahui bahwa sekitar 1,3 miliar orang
diseluruh dunia hidup dengan disabilitas, yang merupakan 16% dari populasi global. Selain itu banyak kecacatan
fisik yang terjadi akibat kondisi kesehatan individu dan meningkatnya populasi pasien geriatri yang rentan
mengalami disabilitas fisik dan memerlukan kursi roda. Dari hal tersebut Perseroan melihat potensi bahwa
kebutuhan produk alat kesehatan seperti kursi roda ini masih diminati. Selain untuk kebutuhan di Rumah Sakit,
Klinik, atau Fasilitas Kesehatan lainnya, kursi roda saat ini juga diperlukan di tempat layanan publik lainnya
seperti: bandara, stasiun, mall, atau tempat pelayanan publik lainnya, yang mana mereka membutuhkan fasilitas
kursi roda untuk disabilitas atau lansia.

Kemudian untuk produk alat kesehatan seperti tiang infus dan bak instrumen, Perseroan menilai bahwa saat ini
produk tersebut sudah semakin banyak digunakan selain untuk keperluan di rumah sakit atau instansi-instansi
kesehatan lainnya. Hal ini terlihat dari penggunaannya di fasilitas kesehatan homecare atau di klinik-klinik
kecantikan.

Selain itu saat ini Perseroan menilai bahwa perkembangan atas tensimeter digital semakin meluas, hal ini terlihat
dari permintaan pasar yang tidak hanya untuk kebutuhan Rumah Sakit atau Fasilitas Kesehatan lainnya,
melainkan untuk masyarakat umum karena penggunaannya yang efisien dan tidak memerlukan keahlian khusus
maupun alat bantu lain. Kini masyarakat umum mulai sadar terhadap kesehatannya, sehingga perlu untuk
menyediakan tensimeter digital di rumah masing-masing.

Adapun alasan Perseroan melakukan penambahan kegiatan usaha tersebut adalah sebagai berikut:
- Melanjutkan dan mengembangkan usaha bisnis Perseroan secara berkelanjutan
- Menambah sumber pendapatan baru Perseroan

Perseroan menilai bahwa potensi pasar produk alat kesehatan dimasa kini dan mendatang akan sangat baik dan
prospektif. Hal ini sejalan dengan meningkatnya permintaan atas kebutuhan alat kesehatan, kesadaran
masyarakat atas kualitas kesehatan, dan bertumbuhnya rumah sakit dan klinik kesehatan di Indonesia. Melalui
rencana penambahan kegiatan usaha baru ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif dan nilai
tambah bagi Perseroan dan para pemegang saham.

Penambahan kegiatan usaha yang akan dilakukan dapat memberikan keuntungan dan manfaat bagi Perseroan,
serta dapat berpotensi memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan Perseroan. Berikut adalah
keuntungan dan manfaat yang akan diperoleh Perseroan:
1. Diversifikasi Pendapatan;
2. Peningkatan Pendapatan;
3. Jangkauan pasar yang lebih luas;
4. Peningkatan daya saing.

Dengan mempertimbangkan aktivitas bisnis Perseroan yang terus meningkat, serta potensi pasar yang semakin
besar, Perseroan menyadari bahwa kegiatan usaha Perseroan tidak terlepas dari berbagai risiko. Adapun Risiko
dan langkah mitigasi yang ditentukan oleh Perseroan adalah sebagai berikut:
1. Risiko Persaingan Usaha
   Salah satu strategi Perseroan untuk memitigasi risiko persaingan usaha adalah dengan melakukan inovasi
   produk dan selalu mengutamakan kepuasan pelanggan agar dapat mempertahankan pelanggan Perseroan.
   Dengan inovasi yang terus-menerus dilakukan Perseroan, diharapkan target pasar dari Perseroan mengalami
   peningkatan. Perseroan juga melakukan penjualan di berbagai marketplace seperti Tokopedia, Shoppe,
   Bukalapak, dan lain-lain untuk memastikan semakin banyak calon konsumen yang menggunakan produk
   Perseroan.




                                                       12
Page 13
2. Risiko Ketersediaan Bahan Baku
   Perseroan tidak akan bergantung pada satu supplier saja untuk pengadaan bahan baku produksi Perseroan.
   Apabila salah satu supplier Perseroan tidak dapat memenuhi permintaan bahan baku dari Perseroan, maka
   Perseroan memiliki beberapa alternatif supplier untuk bahan baku tersebut.

3. Risiko Gangguan atau Kerusakan Pada Fasilitas Produksi
   Fasilitas produksi sewaktu-waktu dapat mengalami gangguan atau kerusakan. Perseroan melakukan kontrol
   rutin terhadap fasilitas produksi milik Perseroan. Selain itu, Perseroan menjalin relasi yang baik dengan
   produsen mesin produksi, sehingga dapat mengatasi dengan cepat apabila terjadi kerusakan atau gangguan.

4. Risiko Perubahan Teknologi
   Perseroan akan senantiasa menyesuaikan dengan perkembangan teknologi terkini untuk dapat tetap
   memberikan kualitas produk yang terbaik

5. Risiko yang Berhubungan dengan Ketenagakerjaan
   Perseroan selalu menjalin hubungan yang baik dengan seluruh karyawannya dengan memperhatikan
   ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Perseroan juga akan selalu memperhatikan kesejahteraan
   seluruh karyawan

6. Risiko Kondisi Perekonomian Secara Makro atau Global
   Apabila terjadi penurunan permintaan akibat kondisi perekonomian makro atau global, Perseroan akan
   senantiasa memberikan penawaran yang menarik kepada pelanggan Perseroan, sehingga dapat
   menguntungkan kedua belah pihak

7. Risiko Tuntutan atau Gugatan Hukum
   Perseroan menerapkan prinsip GCG dan memiliki tim legal yang kompeten di bidangnya. Perseroan akan
   senantiasa menjaga hubungan baik dengan semua pihak untuk meminimalisir munculnya tuntutan atau
   gugatan hukum.


                                PENJELASAN TENTANG PENGARUH PERUBAHAN KEGIATAN USAHA
                                      PADA KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERBUKA

Perubahan kegiatan usaha akan memberikan dampak yang positif bagi kelangsungan usaha Perseroan dan
tentunya akan berdampak pula terhadap kondisi keuangan Perseroan. Dengan adanya perubahan kegiatan
usaha berupa penambahan bidang usaha ini, pendapatan usaha Perseroan akan mengalami peningkatan dan
diharapkan ekuitas Perseroan semakin membaik di tahun-tahun yang akan datang. Hal ini diharapkan dapat
memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.

Dengan dijalankannya rencana Penambahan Kegiatan Usaha tersebut, Perseroan telah memproyeksikan laba
rugi usaha mulai tahun 2024 sampai dengan tahun 2029 seperti yang dapat dilihat pada tabel berikut:

                                                       PROJ             PROJ               PROJ               PROJ               PROJ                PROJ
                         KETERANGAN
                                                  Apr - Des 2024        2025               2026               2027               2028                2029
 PENJUALAN BERSIH                                  32.000.869.783    74.244.394.000     80.237.250.108     86.526.610.448     93.124.987.102     100.045.379.566
  EKSISTING                                        17.912.869.783    23.432.500.000     24.135.475.000     24.859.539.250     25.605.325.428      26.373.485.190
  PENAMBAHAN KBLI                                  14.088.000.000    50.811.894.000     56.101.775.108     61.667.071.198     67.519.661.674      73.671.894.376

 BEBAN POKOK PENJUALAN                            (17.069.735.525)   (43.874.106.362)   (47.663.551.496)   (51.643.341.521)   (55.821.562.422)   (60.206.616.365)
  EKSISTING                                        (7.816.641.381)   (10.500.509.059)   (10.815.524.331)   (11.139.990.061)   (11.474.189.763)   (11.818.415.455)
  PENAMBAHAN KBLI                                  (9.253.094.144)   (33.373.597.303)   (36.848.027.165)   (40.503.351.460)   (44.347.372.660)   (48.388.200.910)
 LABA KOTOR                                        14.931.134.258     30.370.287.638     32.573.698.611     34.883.268.927     37.303.424.679     39.838.763.201

 Beban Usaha                                      (10.832.305.082)   (14.119.171.165)   (13.798.280.085)   (14.249.083.601)   (14.634.312.611)   (14.200.407.789)
  Beban penjualan                                  (1.695.021.709)    (2.150.137.348)    (2.215.716.537)    (2.283.295.891)    (2.352.936.416)    (2.424.700.976)
  Beban umum dan administrasi                      (4.300.263.325)    (5.836.375.700)    (6.014.385.159)    (6.197.823.906)    (6.386.857.536)    (6.581.656.690)
  Beban Operasional Pabrik 2 (Nanjung) & Kantor      (618.291.689)      (682.963.550)      (703.793.939)      (738.983.636)      (761.522.636)      (799.598.768)
  Beban Operasional Pabrik 1 (Leuwigajah)            (791.440.089)    (1.368.616.130)    (1.410.358.922)    (1.465.384.979)    (1.510.079.221)    (1.453.215.608)
  Penyusutan                                       (3.427.288.270)    (4.081.078.437)    (3.454.025.529)    (3.563.595.189)    (3.622.916.802)    (2.941.235.745)

 LABA (RUGI) USAHA                                  4.098.829.176    16.251.116.473     18.775.418.527     20.634.185.327     22.669.112.069      25.638.355.413

 Pendapatan lain-lain                                   2.149.113         2.641.895          2.722.472           2.858.596          2.945.783          3.035.630
 Beban lain-lain                                     (795.886.750)     (312.677.008)      (129.970.996)        (32.720.450)       (33.718.423)       (34.746.835)

 LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN              3.305.091.539    15.941.081.359     18.648.170.003     20.604.323.473     22.638.339.429      25.606.644.207

 Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan – Neto            (727.120.139)    (3.507.037.899)    (4.102.597.401)    (4.532.951.164)    (4.980.434.674)    (5.633.461.725)

 LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN                  2.577.971.400    12.434.043.460     14.545.572.602     16.071.372.309     17.657.904.754      19.973.182.481




                                                                     13
Page 14
Adapun hal yang mendasari proyeksi laba rugi dengan adanya penambahan kegiatan usaha baru adalah sebagai
berikut:

      Utilitas, Kuantitas, Harga Jual Produk untuk penambahan kegiatan usaha baru

                  Keterangan       Satuan          2024             2025             2026             2027             2028             2029

 I.    PENJUALAN

       Bulan                                               4                12               12               12               12               12
       Hari Efektif/Bulan                                 24                24               24               24               24               24
       Hari Efektif/Tahun                                 96               288              288              288              288              288
                                                                           10%               5%               5%               5%               5%
       Utilitas Produksi                                  60%              70%              75%              80%              85%              90%

       Quantity

          Kursi Roda              Unit/Bulan           2.835            3.308            3.544            3.780            4.016            4.253
          Tiang Infus             Unit/Bulan           2.100            2.450            2.625            2.800            2.975            3.150
          Bak Instrumen           Unit/Bulan           8.400            9.800           10.500           11.200           11.900           12.600
          Tensimeter Digital      Unit/Bulan           4.800            5.600            6.000            6.400            6.800            7.200

       Growth                         %                                 3,05%            3,05%            3,05%            3,05%            3,05%
       Harga Jual
          Kursi Roda               Rp/Unit           600.000          618.300          637.158          656.591          676.618          697.254
          Tiang Infus              Rp/Unit           150.000          154.575          159.290          164.148          169.154          174.314
          Bak Instrumen            Rp/Unit            65.000           66.983           69.025           71.131           73.300           75.536
          Tensimeter Digital       Rp/Unit           200.000          206.100          212.386          218.864          225.539          232.418

       Pendapatan
         Kursi Roda               Rp/ Tahun     6.804.000.000   24.540.327.000   27.095.150.329   29.782.989.241   32.609.581.064   35.580.889.362
         Tiang Infus              Rp/ Tahun     1.260.000.000    4.544.505.000    5.017.620.431    5.515.368.378    6.038.811.308    6.589.053.586
         Bak Instrumen            Rp/ Tahun     2.184.000.000    7.877.142.000    8.697.208.748    9.559.971.855   10.467.272.934   11.421.026.215
         Tensimeter Digital       Rp/ Tahun     3.840.000.000   13.849.920.000   15.291.795.600   16.808.741.724   18.403.996.368   20.080.925.213
       TOTAL PENDAPATAN           Rp/ Tahun    14.088.000.000   50.811.894.000   56.101.775.108   61.667.071.198   67.519.661.674   73.671.894.376

       Growth                         %                                 3,05%            3,05%            3,05%            3,05%            3,05%
 II. BIAYA PRODUKSI
          Kursi Roda               Rp/Unit            392.837          404.818          417.165          429.889          443.000          456.512
          Tiang Infus              Rp/Unit            104.712          107.906          111.197          114.588          118.083          121.685
          Bak Instrumen            Rp/Unit             47.037           48.471           49.950           51.473           53.043           54.661
          Tensimeter Digital       Rp/Unit            121.787          125.501          129.329          133.274          137.339          141.527
       BIAYA PRODUKSI/TAHUN
          Kursi Roda              Rp/ Tahun     4.454.769.730   16.067.240.723   17.739.955.248   19.499.758.808   21.350.407.793   23.295.806.715
          Tiang Infus             Rp/ Tahun       879.579.429    3.172.423.107    3.502.695.013    3.850.162.358    4.215.566.829    4.599.679.360
          Bak Instrumen           Rp/ Tahun     1.580.437.718    5.700.243.738    6.293.679.827    6.918.012.866    7.574.575.524    8.264.753.024
          Tensimeter Digital      Rp/ Tahun     2.338.307.267    8.433.689.736    9.311.697.078   10.235.417.428   11.206.822.513   12.227.961.812
       TOTAL BIAYA PRODUKSI/HPP   Rp/Tahun      9.253.094.144   33.373.597.303   36.848.027.165   40.503.351.460   44.347.372.660   48.388.200.910


Proyeksi neraca terkait penambahan kegiatan usaha baru dapat digambarkan pada tabel sebagai berikut:

                                          PROJ 2024                        PROJ 2025                        PROJ 2026
                                 Sebelum            Setelah       Sebelum            Setelah       Sebelum            Setelah
            Neraca
                               Penambahan       Penambahan      Penambahan       Penambahan      Penambahan       Penambahan
                              Kegiatan Usaha Kegiatan Usaha Kegiatan Usaha Kegiatan Usaha Kegiatan Usaha Kegiatan Usaha
Aset Lancar                    23.244.534.471    35.355.992.517 26.851.179.579    53.297.551.726 30.473.467.980    71.983.751.421
Aset Tidak Lancar              49.140.703.556    49.320.141.056 45.098.812.619    45.239.062.619 41.683.974.590    41.785.037.090
  Total Aset                   72.385.238.027    84.676.133.573 71.949.992.198    98.536.614.345 72.157.442.570 113.768.788.511
Liabilitas Jangka Pendek        4.471.664.813    13.146.440.572  4.723.504.719    15.152.753.876  4.753.064.081    16.268.072.570
Liabilitas Jangka Panjang       4.982.369.475     4.982.369.475  4.982.369.475     4.982.369.475  4.982.369.475     4.982.369.475
  Total Liabilitas              9.454.034.288    18.128.810.047  9.705.874.194    20.135.123.351  9.735.433.556    21.250.442.045
Ekuitas                        62.931.203.739    66.547.323.526 62.244.118.004    78.401.490.994 62.422.009.014    92.518.346.466
  Total Ekuitas dan Liabilitas 72.385.238.027    84.676.133.573 71.949.992.198    98.536.614.345 72.157.442.570 113.768.788.511




                                                                     14
Page 15
                                          PROJ 2027                        PROJ 2028                        PROJ 2029
                                 Sebelum            Setelah       Sebelum            Setelah       Sebelum            Setelah
            Neraca
                               Penambahan       Penambahan      Penambahan       Penambahan      Penambahan       Penambahan
                              Kegiatan Usaha Kegiatan Usaha Kegiatan Usaha Kegiatan Usaha Kegiatan Usaha Kegiatan Usaha
Aset Lancar                    34.237.029.307    91.462.074.171 38.052.535.783 113.803.187.753 41.879.146.501 137.840.340.995
Aset Tidak Lancar              38.269.136.561    39.207.568.839 35.011.407.905    35.584.652.037 32.419.943.639    32.643.416.292
  Total Aset                   72.506.165.868 130.669.643.010 73.063.943.688 149.387.839.790 74.299.090.139 170.483.757.287
Liabilitas Jangka Pendek        4.783.510.224    17.440.807.555  4.814.869.751    18.673.423.707  4.847.170.064    19.968.482.848
Liabilitas Jangka Panjang       4.982.369.475     4.982.369.475  4.982.369.475     4.982.369.475  4.982.369.475     4.982.369.475
  Total Liabilitas              9.765.879.699    22.423.177.030  9.797.239.226    23.655.793.182  9.829.539.539    24.950.852.323
Ekuitas                        62.740.286.170 108.246.465.980 63.266.704.462 125.732.046.608 64.469.550.600 145.532.904.963
  Total Ekuitas dan Liabilitas 72.506.165.868 130.669.643.010 73.063.943.688 149.387.839.790 74.299.090.139 170.483.757.287


Analisis Profitabilitas Perseroan sebelum dan setelah penambahan kegiatan usaha dalam
mendapatkan laba dapat digambarkan pada tabel sebagai berikut:

                                 PROJ 2024                PROJ 2025                 PROJ 2026
      Analisa             Sebelum        Setelah    Sebelum       Setelah    Sebelum        Setelah
   Profitabilitas       Penambahan Penambahan Penambahan Penambahan Penambahan Penambahan
      Proyek              Kegiatan      Kegiatan    Kegiatan     Kegiatan    Kegiatan      Kegiatan
                           Usaha          Usaha      Usaha         Usaha      Usaha          Usaha
Gross Profit                  56,36%         46,66%     55,19%        40,91%     55,19%         40,60%
Operating Profit              -2,64%         12,81%     -1,61%        21,89%      1,47%         23,40%
Net Profit                    -7,08%          8,06%     -2,93%        16,75%      0,74%         18,13%

                                 PROJ 2027                PROJ 2028                 PROJ 2029
      Analisa             Sebelum        Setelah    Sebelum       Setelah    Sebelum        Setelah
   Profitabilitas       Penambahan Penambahan Penambahan Penambahan Penambahan Penambahan
      Proyek              Kegiatan      Kegiatan    Kegiatan     Kegiatan    Kegiatan      Kegiatan
                           Usaha          Usaha      Usaha         Usaha      Usaha          Usaha
Gross Profit                  55,19%         40,32%     55,19%        40,06%     55,19%         39,82%
Operating Profit               1,76%         23,85%      2,76%        24,34%      5,97%         25,63%
Net Profit                     1,28%         18,57%      2,06%        18,96%      4,56%         19,96%

Dalam tabel di atas, dapat terlihat bahwa profitabilitas Perseroan yang digambarkan dalam persentase laba
kotor terhadap pendapatan (gross profit margin), persentase laba operasi terhadap pendapatan (operating
profit margin), dan persentase laba bersih terhadap pendapatan (net profit margin) menunjukkan bahwa
Perseroan memiliki kemampuan dalam menghasilkan laba.

Berdasarkan analisa kelayakan aspek keuangan yang telah dibuat oleh Penilai Independen, maka dapat
disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh Perseroan adalah layak.

                PERIZINAN DAN/ATAU PERSETUJUAN DALAM MENJALANKAN KEGIATAN USAHA

Perizinan dan/atau persetujuan yang perlu diperoleh Perseroan dalam menjalankan kegiatan usaha baru
tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pengajuan Penambahan KBLI melalui Persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham
2. Penambahan KBLI dapat ditayangkan di OSS (Online Single Submission)
3. Sertifikat CPAKB bagi masing-masing produk baru.
    Dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, berupa sertifikat yang menyatakan bahwa
    Perseroan telah memenuhi semua aspek yang dipersyaratkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
    dalam memproduksi alat kesehatan dimaksud.
4. Nomor Izin Edar (NIE) untuk masing-masing produk baru.
    Dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, berupa sertifikat yang menyatakan bahwa
    produk yang dimaksud sudah terdaftar dan dapat dipasarkan.




                                                               15
Page 16
                    HAL MATERIAL LAINNYA YANG BERKAITAN DENGAN KEGIATAN USAHA

Tidak terdapat hal material lainnya yang berkaitan dengan dilakukannya Penambahan Kegiatan usaha
Perseroan.

                                    INFORMASI PENYELENGGARAAN RUPS

Sesuai dengan ketentuan POJK 17/2020, Perubahan Kegiatan Usaha sebagaimana dijelaskan dalam Keterbukaan
Informasi ini akan dimintakan persetujuannya kepada Pemegang Saham Perseroan dalam Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”), yang rencananya akan diselenggarakan secara fisik (dengan
pembatasan berdasarkan prinsip first come first serve) dan elektronik (menggunakan fasilitas Electronic General
Meeting System atau eASY.KSEI oleh Perseroan pada:

 Hari / Tanggal                :   Jumat, 09 Agustus 2024
 Waktu                         :   10.00 WIB - selesai
 Tempat                        :   Kantor Perusahaan
                                   Kompleks Blue Sky Industrial (BSI) Kav. 09
                                   Jl. Nanjung No. 02 RT 003 RW 005 Kelurahan Leuwigajah,
                                   Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi

Pemegang saham yang berhak hadir atau diwakili dalam Rapat adalah para pemegang saham Perseroan yang
namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (“DPS”) Perseroan dan/atau pemegang saham Perseroan pada
sub-rekening efek di Penitipan Kolektif PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (“KSEI”) pada hari Rabu, 17 Juli 2024
sampai dengan pukul 16.00 WIB.

Berikut adalah tanggal-tanggal penting dalam kaitannya dengan RUPSLB Perseroan:

 No                       Kegiatan                                 Hari                       Tanggal
  1     Pengumuman RUPSLB                                          Rabu                     03 Juli 2024
        Keterbukaan Informasi mengenai rencana
  2                                                                Rabu                     03 Juli 2024
        Penambahan Kegiatan Usaha
        Tanggal DPS untuk menentukan Pemegang
  3     Saham Perseroan yang berhak menghadiri                     Rabu                     17 Juli 2024
        RUPSLB (recording date)
  4     Pemanggilan RUPSLB                                         Kamis                   18 Juli 2024
  5     Penyelenggaraan RUPSLB                                     Jumat                 09 Agustus 2024
  6     Penyampaian Ringkasan Risalah RUPSLB                       Selasa                13 Agustus 2024

Pengumuman, Pemanggilan, dan Penyampaian Ringkasan Risalah RUPSLB sebagaimana disebutkan diatas akan
diumumkan oleh Perseroan kepada Pemegang Saham melalui situs web Perseroan, situs web PT Bursa Efek
Indonesia, dan situs web PT Kustodian Sentral Efek Indonesia.

Kuorum kehadiran dan kuorum keputusan dari RUPSLB yang akan diadakan oleh Perseroan akan mengacu pada
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15/POJK.04/2020 (“POJK15/2020”) pasal 42 dan Dasar Perseroan,
dengan ketentuan sebagai berikut:
a. RUPS dapat dilangsungkan jika RUPS dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili paling sedikit 2/3 (dua
   per tiga) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah, kecuali anggaran dasar Perusahaan
   Terbuka menentukan jumlah kuorum yang lebih besar
b. Keputusan RUPS sebagaimana dimaksud pada huruf a adalah sah jika disetujui oleh lebih dari 2/3 (dua per
   tiga) bagian dari seluruh saham dengan hak suara yang hadir dalam RUPS
c. Dalam hal kuorum sebagaimana dimaksud pada huruf a tidak tercapai, RUPS kedua dapat diadakan dengan
   ketentuan RUPS kedua sah dan berhak mengambil keputusan jika dalam RUPS dihadiri oleh pemegang saham
   yang mewakili paling sedikit 3/5 (tiga per lima) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah,
   kecuali anggaran dasar Perusahaan Terbuka menentukan jumlah kuorum yang lebih besar
d. Keputusan RUPS kedua adalah sah jika disetujui oleh lebih dari 1/2 (satu per dua) bagian dari seluruh saham
   dengan hak suara yang hadir dalam RUPS
e. Dalam hal kuorum kehadiran pada RUPS kedua sebagaimana dimaksud huruf c tidak tercapai, RUPS ketiga
   dapat diadakan dengan ketentuan RUPS ketiga sah dan berhak mengambil keputusan jika dihadiri oleh




                                                       16
Page 17
   pemegang saham dari saham dengan hak suara yang sah dalam kuorum kehadiran dan kuorum keputusan
   yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan atas permohonan Perusahaan Terbuka

Perseroan akan meminta persetujuan RUPSLB dengan memperhatikan ketentuan yang diatur dalam Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum
Pemegang Saham Terbuka dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 16/POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan
Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka Secara Elektronik, untuk melakukan Penambahan Kegiatan
Usaha sebagaimana tercantum dalam Keterbukaan Informasi ini.



                                        INFORMASI TAMBAHAN

Apabila memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Perseroan pada hari dan jam kerja Perseroan
(Senin-Jumat Pukul 08.00 - 16.00), dengan alamat sebagai berikut:

                                    PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
                Kompleks Blue Sky Industrial (BSI) Kav. 09 Jl. Nanjung No.02 RT 03 RW 05
                 Kel. Leuwigajah, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat
                               Telp: +62 22 6679409, Fax: +62 22 6613425
                                Email: info@hetzermedicalindonesia.co.id
                                     Website: www.evoplusmed.com




                                             Hormat kami,




                                           dr. Yenny Marlina
                                            Direktur Utama




                                                  17
Page 18
                             CHANGE AND/OR ADDITIONAL INFORMATION
                          ON DISCLOSURE OF INFORMATION TO SHAREHOLDERS
                             RELATED TO ADDITIONAL BUSINESS ACTIVITIES
                           PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK (“COMPANY”)


  THE INFORMATION AS CONTAINED IN THIS INFORMATION DISCLOSURE IS IMPORTANT. IT NEEDS TO
  BE NOTED BY THE SHAREHOLDERS OF PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK IN CONNECTION WITH
  THE PLAN FOR ADDITIONAL BUSINESS ACTIVITIES.

  THIS DISCLOSURE OF INFORMATION TO SHAREHOLDERS IS PROVIDED BY THE COMPANY TO COMPLY
  WITH THE REGULATIONS OF THE FINANCIAL SERVICES AUTHORITY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
  NUMBER 17/POJK/2020 CONCERNING MATERIAL TRANSACTIONS AND CHANGES IN ACTIVITIES ("POJK
  17/2020").




                          PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                                Domiciled in Cimahi City, Indonesia

                                       Business activities
                           Health Equipment Industry and Its Derivatives

                                     Head Office and Factory 2
                             Kompleks Blue Sky Industrial (BSI) Kav. 09
                                 Jl. Nanjung No.02 RT 03 RW 05
                               Kel. Leuwigajah, Kec. Cimahi Selatan
                                Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat
                                       Telp: +62 22 6679409
                                       Fax: +62 22 6613425

                                               Factory 1
                                    Jl. Mahar Martanegara No.106
                              Kel. Cigugur Tengah, Kec. Cimahi Tengah
                                   Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat
                                         Telp: +62 22 6008749
                             Email: info@hetzermedicalindonesia.co.id
                                  Website: www.evoplusmed.com

 THE COMPANY'S BOARD OF DIRECTORS IS JOINTLY FULLY RESPONSIBLE FOR THE CORRECTNESS OF THIS
 INFORMATION TO THE SHAREHOLDERS AND ACKNOWLEDGES THAT TO THE BEST OF THEIR KNOWLEDGE
 THERE ARE NO IMPORTANT FACTS AND OTHER MATERIALS RELATING TO THE PLAN OF ADDITIONAL
 BUSINESS ACTIVITIES THAT ARE NOT DISCLOSED IN THIS INFORMATION DISCLOSURE, WHICH COULD CAUSE
 DISCLOSURE ABOUT THIS INFORMATION BE UNTRUE AND/OR MISREPORTING


Changes and/or additional information to this Disclosure of Information was published in Cimahi City
                                        on 07 August 2024



                                                 1
Page 19
                                               INTRODUCTION

This information disclosure to the Company's shareholders ("Information Disclosure") contains
information regarding additional business activities of the Company as referred to in POJK No. 17/2020
which is required to obtain approval from the General Meeting of Shareholders ("GMS") in the form
of adding new business fields which are planned to be held on 09 August 2024.

In connection with the matters mentioned above, by the provisions of applicable laws and regulations,
especially POJK 17/2020, the Company's Board of Directors at this moment announces Information
Disclosure based on Article 22 paragraph (1) letter (c) via the Company's website and the Stock
Exchange website. Indonesia to provide more complete information and description to the Company's
shareholders regarding plans for additional business activities. The Company also provides data
regarding additional business activities to shareholders since the announcement of the GMS as well
as supporting documents to the Financial Services Authority ("OJK") with the provisions as regulated
in POJK No. 17/2020.

This Information Disclosure is also the basis for consideration for the Company's shareholders to
approve plans for additional business activities, in this case in the form of additional KBLI which will
be proposed by the Company at the GMS.

The Company conveys that as of the date of publication of this Information Disclosure, the Company has not
requested prior approval and/or notification from creditors, Third Parties and/or other authorized agencies
regarding plans to increase the Company's Business Activities, because the Company's plans to increase business
activities use Company funds. . The company can provide notification regarding the addition of KBLI to creditors,
but does not require approval considering that the investment invested does not have a significant effect on the
company's working capital and investment capital requirements, but on the other hand utilizes or increases the
utility of machine equipment and human resources, so that the Company's income increases significant.

This additional business activity does not contain a Conflict of Interest and is not an Affiliate
Transaction as intended in Financial Services Authority Regulation Number 42/POJK.04/2020
concerning Affiliate Transactions and Conflicts of Interest ("POJK 42/2020").

                                INFORMATION ABOUT THE COMPANY
1. Brief Company History
   The Company is a Limited Liability Company with the status of a public company, which was
   established and carries out its business activities in Indonesia. The Company's main business
   activities are in the field of industry and trade in medical devices and their derivatives. The
   company's trademark is Evo Plusmed, where the products produced have gone through a
   sophisticated manufacturing process, environmentally friendly raw materials, and a maintained
   level of cleanliness.

   The Company was established based on the laws and regulations of the Republic of Indonesia based
   on the Deed of Notary Cahya Suryana, S.H., No. 12 dated 31 December 2010. This Deed of
   Establishment has been approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of
   Indonesia in Decree No. AHU-06450.AH.01.01.The year 2011 dated 08 February 2011 and
   registered in the Company Register No. AHU-0010567.AH.01.09.Year 2011 dated 08 February
   2011, and announced in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 59, dated 24 July 2012.

   The Company's Articles of Association have undergone several changes, most recently with
   Notarial Deed No. 31 dated 28 March 2024, made by Dr. Erny Kencanawati, S.H., M.Kn., regarding
   changes to the composition of the Company's management. The amendment to the Company's
   articles of association has been accepted by the Minister of Law and Human Rights of the Republic
   of Indonesia with a Letter of Acceptance of Notification of Changes to Company Data No. AHU-
   AH.01.09-0139542 dated 04 April 2024.



                                                       2
Page 20
2. The Company’s Business Activities
   Following Article 3 of the Company's Articles of Association, the aims and objectives of the
   Company are to carry out business in the fields of Industry and Trade. To achieve these aims and
   objectives, the Company's business activities based on the Company's Articles of Association are
   as follows:
     Standard Classification of
    Indonesian Business Fields                            Business activities
               (“KBLI”)
                22299            Other Plastic Goods Industry Ytdl
                32509            Medical and Dental Equipment Industry and other Equipment
                46691            Wholesale Trade in Laboratory Equipment, Pharmaceutical
                                 Equipment, and Medical Equipment for Humans
                13993            Non-Woven Industry
                22194            Rubber Goods Industry for Health

   At the time this Information Disclosure was presented to the public, the business activities
   currently being carried out were industry and trade such as masks, stethoscopes,
   sphygmomanometers, bouffant caps, and antiseptics.

   Next, the Company will make changes to Article 3 of the Company's Articles of Association for
   which approval is requested at the GMS in the form of adding new activities. The additional new
   business activities are as follows:
     Standard Classification of
    Indonesian Business Fields                              Business activities
              (“KBLI”)
               30921                Bicycle and Wheelchair Industry including Tricycles
               32501                Furniture Industry for Surgery, Medical Care and Dentistry
               32502                Medical and Dental Equipment Industry, Orthopedic and
                                    Prosthetic Equipment
               26602                Electromedical and Electrotherapy Equipment Industry

   So, with the addition of the KBLI, in the future, the Company will be able to carry out business
   activities in the form of industry and trade in Wheelchairs, Infusion Stands, Instrument Trays, and
   Digital Tensimeters.

3. Composition of the Company’s Board of Commissioners and Directors
   Based on the Deed of Minutes of the Company's Extraordinary General Meeting of Shareholders
   No. 31 dated 28 March 2024, made by Dr. Erny Kencanawati, S.H., M.Kn., Notary in Bandung City,
   which has been received by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia
   with a Letter of Acceptance of Notification of Changes to Company Data No. AHU-AH.01.09-
   0139542 dated 04 April 2024 and registered in the Company Register No. AHU-0071245.AH.01.11
   of 2024 dated 04 April 2024, the composition of the Company's Board of Commissioners and
   Directors is as follows:

      Board of Commissioners
      President Commissioner            : Jemmy Kurniawan
      Commissioner                      : Alvi Hadi Sugondo
      Independent Commissioner          : Tato Suprapto Basir

      Directors
      President Director                : dr. Yenny Marlina
      Director                          : Herry
      Director                          : Fancy Marsiana



                                                  3
Page 21
4. Capital Structure and Shareholders of the Company
   The Company's Capital Structure and Shareholder Composition as of the date this Information
   Disclosure was published is as follows:
                                            Nominal Value of IDR per Share (Rp. 20,-)
              Information               Number of Shares   Nominal Amount Percentage
                                           (Shares)               (Rp)              (%)
    1. Jemmy Kurniawan                      1.062.500.000     21.250.000.000         68
    2. Fancy Marsiana                          62.500.000      1.250.000.000          4
    3. Public below 5%                        437.500.000      8.750.000.000         28
    Total                                   1.562.500.000     31.250.000.000        100

5. Company Shareholder Structure


                      Fancy Marsiana            Jemmy Kurniawan                   Public
                            4%                       68%                           28%




   The controlling shareholder is Mr Jemmy Kurniawan, with share ownership of 68% or
   1,062,500,000 shares.

            SUMMARY OF THE FEASIBILITY STUDY OF ADDITIONAL BUSINESS ACTIVITIES

A. APPRAISER’S IDENTITY
   As regulated in POJK No. 17/POJK.04/2020, regarding plans to add business activities, the Company
   has appointed an Independent Appraiser registered with the OJK to provide an opinion on the
   feasibility of plans to add business activities with the following details:

   Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”)
   The complete identity of the Independent Appraiser is as follows:
   Name                                : KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan
   Business License No.                : 2.15.0131
   Minister of Finance Decree No.      : 722/KM.1/2015
   Office Address                      : 18 Office Park Lantai 3 Unit A-3E
                                         Jl. TB Simatupang, Jakarta 12520
   Phone/Fax                           : +62 21 22708555, 22708666 / +62 21 22708288
   Email                               : admin.pusat@kjpp-spr.co.id; sugiantonodanrekan@yahoo.co.id
   Website                             : www.kjpp-spr.co.id
   Name of Fellow Public Appraiser        : Ir. Budi Prasodjo, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.)
   Public Appraiser Permit No.            : PB-1.13.00375
   Minister of Finance Decree No.         : 511/KM.1/2013
   Capital Market Supporting Professional : STDD.PBB-09/PJ-1/PM.2/2023
   Registration Certificate No.




                                                     4
Page 22
B. SUMMARY OF FEASIBILITY STUDY REPORT
   The following is a summary of the Independent Appraiser's Report as stated in the Feasibility Study
   Report on Additional Business Activities as stated in Report No. 00792/2.0131-00/BS-
   FS/04/0375/1/VII/2024 dated 22 Juli 2024.

   1. Object of Feasibility Study
      The object of the feasibility study for this assignment is the addition of the Company's business
      activities, namely as follows:
      a. Bicycle and Wheelchair Industry including Pedicabs (KBLI 30921)
      b. Furniture Industry for Surgery, Medical Care and Dentistry (KBLI 32501)
      c. Medical and Dental Equipment Industry, Orthopedic and Prosthetic Equipment (KBLI 32502)
      d. Electromedical and Electrotherapy Equipment Industry (KBLI 26602)

   2. The Purpose and Objectives of Preparing the Feasibility Study
      The purpose and objective of preparing this feasibility study is to provide an opinion on the
      feasibility of adding/diversifying business activities that are used for capital market purposes
      and are not used outside the context or purpose of the assignment. This feasibility study was
      carried out concerning the Financial Services Authority Regulation ("POJK") No.
      35/POJK.04/2020 concerning Assessment and Presentation of Business Assessment Reports in
      the Capital Market, Financial Services Authority Regulation ("POJK") No. 17/POJK .04/2020
      concerning Material Transactions and Changes in Business Activities, Circular Letter of the
      Financial Services Authority ("SEOJK") Number 17/SEOJK.04/2020 concerning Guidelines for
      Valuation and Presentation of Business Valuation Reports in the Capital Market and the
      Indonesian Appraiser Code of Ethics ("KEPI" ) and the Indonesian Assessment Standards ("SPI")
      Edition VII-2018 and the Revised SPI 330 of 2020.

   3. Feasibility Study Assessment Date
      The feasibility study assessment date is March 31, 2024, where the limit is taken based on
      consideration of the interests and objectives of the assessment.

   4. Assumptions and Limiting Conditions
      The assumptions and limiting conditions used in this report are as follows:
      a. This feasibility study report is a non-disclaimer opinion.
      b. The appraiser has reviewed the documents used in the appraisal process.
      c. We assume that the data and information obtained come from sources whose accuracy can
         be trusted.
      d. The feasibility study is based on adjusted financial projections that reflect the
         reasonableness of financial projections made by management with the ability to achieve
         (fiduciary duty).
      e. The appraiser is responsible for the implementation of the assessment and the fairness of
         the adjusted financial projections.
      f. This feasibility study report is open to the public unless there is confidential information that
         could affect the company's operations.
      g. The appraiser is responsible for the feasibility study report and Value conclusions.
      h. The appraiser has obtained information on the legal status of the appraisal object from the
         assignor.

   5. Feasibility Analysis
      A summary explanation of each feasibility analysis is as follows:
      a. Market Aspect
         This additional business activity allows the Company to provide added value to the products
         it sells so that the potential market value of the products becomes higher and will ultimately
         provide more profits for the Company. Apart from that, it will expand the Company's
         consumer reach because the products offered will become more diverse. The Company is



                                                    5
Page 23
   also targeting existing customers who are expected to increase the number of Company
   customers.

   The company must continue to carry out appropriate reviews, and formulations, and carry
   out improvements and developments related to sustainability consistently. The strategy that
   the Company uses to manage challenges is to carry out intensive sustainability-related
   studies, be active in various discussions or forums related to sustainability organized by the
   government and third parties, review and comply with regulations related to sustainability
   properly, and carry out adaptations and studies related to the implementation of
   sustainability in similar industry.

   The Company faces challenges from the external side, such as global economic turmoil, low
   commodity prices, pressure on the Rupiah exchange rate which has an impact on the
   business sector, plus changes in regulations or policies relating to the Company's business
   activities. This will have an impact on the implementation of sustainability. To manage this
   challenge, the Company's Management and related parties always follow regulatory
   developments and adapt them to the company's business conditions, as well as continuously
   update information regarding regulatory changes that may occur at any time. However,
   despite these challenges, the Company also has opportunities, especially by adding business
   activities due to synergy with existing businesses, which means an increase in the number of
   products offered by the Company with added value, namely collaboration with distributors
   in producing new medical device products, the Company has the opportunity to obtain
   greater income.

   The Company's plan to increase its business activities as a market is feasible by paying
   attention to business development and market potential.

b. Technical Aspects
   As the business progresses and sees existing opportunities, the Company plans to add new
   business products, namely wheelchairs (KBLI 30921), Infusion Stands (KBLI 32501),
   instrument trays (KBLI 32502), and digital tensimeters (KBLI 26602). The following are details
   of additional business activities that the Company will carry out:

    No        Information                                 Description




                                The new products that will be developed by the Company will
                                use the "Evo Plusmed" trademark, where this brand is a
                                medical equipment brand from the Company's existing
     1       Logo & Brand       products, including variants of masks, stethoscopes,
                                tensimeters, and bouffant caps with the Evo Plusmed brand.

                                The use of this brand aims to remind consumers of the
                                Company's existing products which are widely known, where
                                the products produced have gone through a sophisticated
                                manufacturing process, environmentally friendly raw
                                materials, and maintain hygiene levels.




                                            6
Page 24
    The party that
    will carry out
2                                                   PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
     Production
      activities

                              Investment Costs with Additional Business Activities:
                                                                                                         Quantity                              Total Investment
                     No.                                  Item                                                    Price                (Rp)
                                                                                                          (Pcs)                                       (Rp)

                      A FASILITAS
                         1. Kendaraan                                                                                                                   162.827.460
                         2. Penambahan Signage Ruang Produksi, Ruang Uji dan Gudang                          1 loot              2.500.000                2.500.000
                         3. Meja Pengujian Produk (Customize)                                                2 unit             12.500.000               25.000.000

                                                Total Penambahan Fasilitas                                                                              190.327.460
                      B PERALATAN PABRIK
3   Costs required       1. Mesin CNC (Computer Numerical Control )
                         2. Mesin Jahit
                                                                                                             3 unit
                                                                                                             5 unit             1.500.000
                                                                                                                                                    4.011.498.688
                                                                                                                                                        7.500.000
                         3. Pengadaan Tool Kit; Alat Bantu Pemeriksaan Komponen,
                            Perakitan Komponen, dan Pengemasan Produk                                         1 set             7.500.000                 7.500.000
                                            Total Penambahan Peralatan Pabrik                                                                       4.026.498.688
                      C LAIN-LAIN
                         1. Perizinan                                                                                                                   150.000.000
                         2. Biaya Sewa Tanah dan Bangunan                                                                                               986.126.938

                                                    Total Lain-lain                                                                                 1.136.126.938
                           Aset tetap yang SUDAH di investasikan                                                                                    5.160.453.086
                           Kekurangan investasi                                                                                                       192.500.000
                                                            TOTAL BIAYA INVESTASI                                                                   5.352.953.086




                                  Sales Projections for additional business activities
                                                                     PROJ            PROJ             PROJ               PROJ             PROJ              PROJ
                                       KETERANGAN                     2024             2025             2026               2027             2028              2029
    Income to be                                                   Sept-Des          Jan-Des          Jan-Des            Jan-Des          Jan-Des           Jan-Des
4                    PENJUALAN BERSIH                            14.088.000.000   50.811.894.000   56.101.775.108     61.667.071.198   67.519.661.674    73.671.894.376

       earned         Kursi Roda
                      Tiang Infus
                                                                  6.804.000.000
                                                                  1.260.000.000
                                                                                  24.540.327.000
                                                                                   4.544.505.000
                                                                                                   27.095.150.329
                                                                                                    5.017.620.431
                                                                                                                      29.782.989.241
                                                                                                                       5.515.368.378
                                                                                                                                       32.609.581.064
                                                                                                                                        6.038.811.308
                                                                                                                                                         35.580.889.362
                                                                                                                                                          6.589.053.586
                      Bak Instrumen                               2.184.000.000    7.877.142.000    8.697.208.748      9.559.971.855   10.467.272.934    11.421.026.215
                      Tensimeter Digital                          3.840.000.000   13.849.920.000   15.291.795.600     16.808.741.724   18.403.996.368    20.080.925.213




                     Production Process Flow

                     1) Product Component Production Flow




     Production
5
    Process Flow




                                               7
Page 25
                               2) Product Assembly Flow




   Even though the four products to be developed have various functions and forms, in general,
   the production flow is quite simple. For several components that will be produced by the
   Company, the production process is carried out using existing CNC machines. The
   adjustment needed is to add a program that will be run by the machine according to the
   component to be made. So far, producing existing products only requires 30% of the total
   machine capacity. With the addition of new products, it is hoped that we can utilize machine
   capacity that has not yet been allocated.

   The process of inspection, testing, and assembling components into finished products is
   carried out using areas that are still used to process existing products. This is possible by
   implementing the Clear and Clearance system at the beginning of each product assembly
   process which has been implemented by the Company to produce existing products.

   By paying attention to the production process and resource availability, the Company's plan
   to increase business activities is technically feasible to implement.

c. Aspects of Business Patterns
   1) With its competitive advantages, the Company can create value, including developing
      new business activities and adding new sources of income.
   2) The Company is a public company that has been around for a long time and has
      experience in the medical equipment industry. The "Evo Plusmed" trademark that has
      been formed and the superior product quality with sophisticated and environmentally
      friendly manufacturing technology can be used as an advantage for the Company in
      competing in the medical equipment industry.
   3) The Company has the opportunity and convenience to sell products to old customers who
      have had a good relationship with the Company through the Company's distribution
      network which is spread throughout Indonesia.
   4) The Company is aware of the intense competition in running a business in the medical



                                            8
Page 26
     equipment sector. This can be seen from the number of companies that carry out
     business activities similar to the Company. In line with business competition that may
     occur, the Company will continue to strive to develop various strategies in each business
     segment it owns so that it continues to have competitiveness with other similar
     companies.

  By paying attention to the business pattern that the Company will implement in the plan to
  add business activities, the plan to add business activities is a feasible business pattern to be
  implemented.

d. Aspects of The Management Model
   1) Human Resources and Management Capabilities
      Human resources are the main pillar that supports the success of the medical device
      manufacturing and trading industry. To ensure business success and sustainability,
      quality human resources are needed who can adapt to technological developments,
      overcome threatening challenges, and anticipate changes in the future.

     Therefore, the Company realizes the importance of making significant investments to
     develop human resources to achieve quantity and quality that meet the Company's
     needs. This is an important part of realizing the Company's vision.

     The Company's Organizational Structure as of the date this Information Disclosure was
     published is as follows:




     In every organization, firmness is needed in the division of tasks according to the
     organizational chart, clear delegation of authority, and integrated work coordination. The
     placement of workers according to their experience, expertise, and skills is an important
     factor in implementing company policy. This will also facilitate the delegation of tasks to
     lower units or vice versa, which will ultimately make the company's work smoother.




                                            9
Page 27
   2) Labor Availability
      Currently, the Company has the following workforce availability:

                            Category                                  Number of People
                 Permanent Employees                                        30
                 Non-Permanent Employees                                    52
                 Total                                                      82

      Based on information from Management, in terms of plans to increase this business
      activity, the products that will be produced will have a fairly simple production process
      flow. The Company has not planned any additional workforce in the production division
      or professional experts in the field of CNC programming and electromedicine from what
      it currently has, because the Company already has staff who are competent in its
      operational activities so there is no need for additional workforce. The company only
      needs to hold internal training to increase the knowledge and alertness of the workforce
      in carrying out their duties.

   3) Intellectual Property Management
      The Company will ensure that human resources have the necessary technical
      competencies. To protect intellectual property, the Company already has a brand
      certificate for PT Hetzer Medical Indonesia "EVO Plusmed" which is located at Jl. Mahar
      Martanegara No. 106, RT. 005 RW. 014, Ex. Central Cigugur, Cimahi City, West Java,
      Indonesia issued by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia.
      As stated in the certificate, protection for the mark is granted for 10 years from the date
      of receipt and this period can be extended.

   Based on the organizational structure, number of personnel, and management of the
   Company. in general this is sufficient to support the company's work operations in plans for
   additional business activities, so it can be concluded that the business pattern is feasible to
   implement.

e. Financial Aspect
   1) Investment Costs for additional business activities
                                                                                                       In Rupiah
                                                                         Quantity                      Total Investment
       No.                               Item                                     Price         (Rp)
                                                                          (Pcs)                               (Rp)

       A FASILITAS
          1. Kendaraan                                                                                      162.827.460
          2. Penambahan Signage Ruang Produksi, Ruang Uji dan Gudang       1 loot          2.500.000          2.500.000
          3. Meja Pengujian Produk (Customize)                             2 unit         12.500.000         25.000.000

                               Total Penambahan Fasilitas                                                   190.327.460
       B PERALATAN PABRIK
          1. Mesin CNC (Computer Numerical Control )                       3 unit                         4.011.498.688
          2. Mesin Jahit                                                   5 unit         1.500.000           7.500.000
          3. Pengadaan Tool Kit; Alat Bantu Pemeriksaan Komponen,
             Perakitan Komponen, dan Pengemasan Produk                      1 set         7.500.000           7.500.000
                           Total Penambahan Peralatan Pabrik                                              4.026.498.688
       C LAIN-LAIN
          1. Perizinan                                                                                      150.000.000
          2. Biaya Sewa Tanah dan Bangunan                                                                  986.126.938

                                      Total Lain-lain                                                     1.136.126.938
             Aset tetap yang SUDAH di investasikan                                                        5.160.453.086
             Kekurangan investasi                                                                           192.500.000
                                              TOTAL BIAYA INVESTASI                                       5.352.953.086




                                                        10
Page 28
           2) Source of Financing
              The total investment costs for the Company's planned addition of business activities are
              IDR 5,352,953,086 with the following details:
              - The Company has made an initial investment of IDR 5,160,453,086 which includes
                 Vehicles, CNC (Computer Numerical Control) Machines, Land and Building Rental Fees
                 so that the Company no longer incurs costs for this investment.
              - Meanwhile, the remainder in the form of additional rooms, tables, sewing machines,
                 equipment, and licensing costs amounting to IDR 192,500,000 is planned to be
                 invested in the fourth (fourth) quarter of 2024. Based on the Company's audit report
                 as of March 31, 2024, the Company's cash and cash equivalents were recorded at IDR
                 656. 592,056, so it is still sufficient to fund the planned additional investment.

           3) Project Feasibility Analysis
              The feasibility of investing in additional business activities is calculated using four
              indicators, namely Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability
              Index (PI), and Payback Period with the following summary:
                  • Net Present Value (NPV)                : IDR 50,044,103,706
                  • Internal Rate of Return (IRR)          : 161,30%
                  • Profitability Index (PI)               : 8,71
                  • Payback Period                         : 2 years 1 month
                  • WACC                                   : 12,79%

              Based on the feasibility analysis above, the NPV shows a positive value, the IRR is higher
              than the WACC and the PI is more than 1, thus the investment is feasible.

           4) Sensitivity Analysis
              Based on sensitivity analysis, it is known that the Company's plans for additional business
              activities are not very sensitive to increases or decreases in the three variables. Projects
              are known to become unviable if there is a decline in sales of up to 20%

       f. Conclusion
          Based on an analysis of market feasibility, technical feasibility, business pattern feasibility,
          management model feasibility, and financial feasibility, it can be concluded that the plan for
          additional business activities to be implemented by PT Hetzer Medical Indonesia Tbk is
          feasible.

                              AVAILABILITY OF EXPERTS IN CONNECTION
                           WITH PLANS FOR ADDITIONAL BUSINESS ACTIVITIES

In carrying out this business activity, the Company requires professional experts in operating CNC and
electromedical programs with educational qualifications of S1 Electrical or D4 Electromedical. And relation to
the availability of experts, management competence is reflected in the educational background and work
experience of the experts.

The capacity and availability of experts currently in the Company can support plans to add new business
activities. This is because the plan to add new business activities is still relevant to the business activities that
have been carried out by the Company so that the existing experts can support the plan to add new business
activities.

In adding new business activities, the Company does not make changes to the organizational structure. The
Company assesses that the existing organizational structure is still following the needs of the planned addition
of new business activities.




                                                         11
Page 29
The company always recruits workers with good quality. The Company considers that competent and
professional human resources are the main asset in realizing the Company's vision and mission so they must be
developed continuously. The Company also continues to provide relevant training and competency
development programs in the Company's business fields including appropriate certification for each work unit.



     EXPLANATION, CONSIDERATIONS, AND REASONS FOR ADDITIONAL BUSINESS ACTIVITIES

The Company sees opportunities to increase revenue from several medical device products that will
be produced by the Company, such as wheelchairs, Infusion Stands, instrument trays, and digital
tensimeters. For example, based on data known by the World Health Organization (“WHO”) around
1.3 billion people worldwide live with disabilities, which is 16% of the global population. Apart from
that, many physical disorders occur due to individual health conditions and the increasing population
of geriatric patients who are vulnerable to physical disabilities and require wheelchairs. From this, the
Company sees the potential that the need for medical equipment products such as wheelchairs is still
in demand. Apart from being needed in hospitals, clinics, or other health facilities, wheelchairs are
currently also needed in other public service places such as airports, stations, malls, or other public
service places, where they need wheelchair facilities for people with disabilities. or elderly.

Then for medical equipment products such as Infusion Stand and instrument trays, the Company
assesses that currently these products are increasingly being used apart from for purposes in hospitals
or other health institutions. This can be seen from its use in homecare health facilities or beauty clinics.

Apart from that currently, the Company assesses that the development of digital
sphygmomanometers is increasingly widespread, this can be seen from market demand not only for
the needs of hospitals or other health facilities but also for the general public because its use is
efficient and does not require special skills or other tools. Now the general public is starting to become
aware of their health, so it is necessary to provide digital tensimeters in their homes.

The reasons for the Company's additional business activities are as follows:
- Continuing and developing the Company's business efforts in a sustainable manner
- Adding new sources of income to the Company

The Company assesses that the current and future market potential for medical device products will
be very good and prospective. This is in line with the increasing demand for medical equipment, public



                                                     12
Page 30
awareness of the quality of health, and the growth of hospitals and health clinics in Indonesia. Through
this plan to add new business activities, it is hoped that it can provide positive contributions and added
value for the Company and its shareholders.

The additional business activities that will be carried out can provide profits and benefits for the Company, and
can potentially have a positive impact on the Company's financial performance. The following are the
advantages and benefits that the Company will obtain:
1. Income Diversification;
2. Increased Income;
3. Wider market reach;
4. Increased competitiveness.

By considering the Company's business activities which continue to increase, as well as the increasingly large
market potential, the Company realizes that the Company's business activities are not free from various risks.
The risks and mitigation measures determined by the Company are as follows:
1. Business Competition Risk
   One of the Company's strategies to mitigate the risk of business competition is to innovate products and
   always prioritize customer satisfaction to retain the Company's customers. With the Company's continuous
   innovation, it is hoped that the Company's target market will increase. The Company also sells in various
   marketplaces such as Tokopedia, Shoppe, Bukalapak, and others to ensure that more potential consumers
   use the Company's products.

2. Risk of Raw Material Availability
   The Company will not depend on just one supplier to procure raw materials for the Company's production.
   If one of the Company's suppliers cannot fulfill the Company's demand for raw materials, the Company has
   several alternative suppliers for these raw materials.

3. Risk of Disruption or Damage to Production Facilities
   Production facilities may experience disruption or damage at any time. The Company carries out routine
   control of the Company's production facilities. In addition, the Company maintains good relationships with
   production machine manufacturers, so that it can respond quickly if damage or disruption occurs.

4. Risk of Technological Change
   The Company will always adapt to the latest technological developments to continue to provide the best
   product quality

5. Employment-Related Risks
   The Company always maintains good relationships with all its employees by paying attention to applicable
   statutory provisions. The Company will also always pay attention to the welfare of all employees

6. Risk of Macro or Global Economic Conditions
   If there is a decrease in demand due to macro or global economic conditions, the Company will always
   provide attractive offers to the Company's customers, so that it can benefit both parties.

7. Risk of Lawsuits or Lawsuits
   The Company applies GCG principles and has a legal team that is competent in their field. The Company will
   always maintain good relations with all parties to minimize the emergence of lawsuits or lawsuits.


                 EXPLANATION OF THE EFFECT OF CHANGES IN BUSINESS ACTIVITIES
                      ON THE FINANCIAL CONDITION OF PUBLIC COMPANIES

Changes in business activities will have a positive impact on the continuity of the Company's business
and of course, will also have an impact on the Company's financial condition. With changes in business
activities in the form of additional business fields, the Company's business income will increase and it
is hoped that the Company's equity will improve in the years to come. This is expected to provide
added value for the Company's shareholders.




                                                       13
Page 31
With the implementation of the plan for Additional Business Activities, the Company has projected
business profit and loss from 2024 to 2029 as can be seen in the following table:
                                                                  PROJ               PROJ                  PROJ                 PROJ                  PROJ                 PROJ
                        KETERANGAN
                                                             Apr - Des 2024          2025                  2026                 2027                  2028                 2029
PENJUALAN BERSIH                                              32.000.869.783      74.244.394.000        80.237.250.108       86.526.610.448        93.124.987.102      100.045.379.566
 EKSISTING                                                    17.912.869.783      23.432.500.000        24.135.475.000       24.859.539.250        25.605.325.428       26.373.485.190
 PENAMBAHAN KBLI                                              14.088.000.000      50.811.894.000        56.101.775.108       61.667.071.198        67.519.661.674       73.671.894.376

BEBAN POKOK PENJUALAN                                        (17.069.735.525)     (43.874.106.362)     (47.663.551.496)      (51.643.341.521)     (55.821.562.422)     (60.206.616.365)
 EKSISTING                                                    (7.816.641.381)     (10.500.509.059)     (10.815.524.331)      (11.139.990.061)     (11.474.189.763)     (11.818.415.455)
 PENAMBAHAN KBLI                                              (9.253.094.144)     (33.373.597.303)     (36.848.027.165)      (40.503.351.460)     (44.347.372.660)     (48.388.200.910)
LABA KOTOR                                                    14.931.134.258       30.370.287.638       32.573.698.611        34.883.268.927       37.303.424.679       39.838.763.201

Beban Usaha                                                  (10.832.305.082)     (14.119.171.165)     (13.798.280.085)      (14.249.083.601)     (14.634.312.611)     (14.200.407.789)
 Beban penjualan                                              (1.695.021.709)      (2.150.137.348)      (2.215.716.537)       (2.283.295.891)      (2.352.936.416)      (2.424.700.976)
 Beban umum dan administrasi                                  (4.300.263.325)      (5.836.375.700)      (6.014.385.159)       (6.197.823.906)      (6.386.857.536)      (6.581.656.690)
 Beban Operasional Pabrik 2 (Nanjung) & Kantor                  (618.291.689)        (682.963.550)        (703.793.939)         (738.983.636)        (761.522.636)        (799.598.768)
 Beban Operasional Pabrik 1 (Leuwigajah)                        (791.440.089)      (1.368.616.130)      (1.410.358.922)       (1.465.384.979)      (1.510.079.221)      (1.453.215.608)
 Penyusutan                                                   (3.427.288.270)      (4.081.078.437)      (3.454.025.529)       (3.563.595.189)      (3.622.916.802)      (2.941.235.745)

LABA (RUGI) USAHA                                              4.098.829.176      16.251.116.473        18.775.418.527       20.634.185.327        22.669.112.069       25.638.355.413

Pendapatan lain-lain                                               2.149.113           2.641.895             2.722.472             2.858.596            2.945.783            3.035.630
Beban lain-lain                                                 (795.886.750)       (312.677.008)         (129.970.996)          (32.720.450)         (33.718.423)         (34.746.835)

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                          3.305.091.539      15.941.081.359        18.648.170.003       20.604.323.473        22.638.339.429       25.606.644.207

Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan – Neto                        (727.120.139)      (3.507.037.899)      (4.102.597.401)       (4.532.951.164)      (4.980.434.674)      (5.633.461.725)

LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN                              2.577.971.400      12.434.043.460        14.545.572.602       16.071.372.309        17.657.904.754       19.973.182.481



The things that underlie the profit and loss projections with the addition of new business activities are as follows:
   Utility, Quantity, Product Selling Price for adding new business activities

                  Keterangan                Satuan          2024                 2025                  2026                  2027                  2028                  2029

  I.   PENJUALAN

       Bulan                                                         4                   12                    12                     12                   12                    12
       Hari Efektif/Bulan                                           24                   24                    24                     24                   24                    24
       Hari Efektif/Tahun                                           96                  288                   288                    288                  288                   288
                                                                                        10%                    5%                     5%                   5%                    5%
       Utilitas Produksi                                           60%                  70%                   75%                    80%                  85%                   90%

       Quantity

          Kursi Roda                       Unit/Bulan            2.835                3.308                 3.544                 3.780                 4.016                 4.253
          Tiang Infus                      Unit/Bulan            2.100                2.450                 2.625                 2.800                 2.975                 3.150
          Bak Instrumen                    Unit/Bulan            8.400                9.800                10.500                11.200                11.900                12.600
          Tensimeter Digital               Unit/Bulan            4.800                5.600                 6.000                 6.400                 6.800                 7.200

       Growth                                    %                                    3,05%                 3,05%                 3,05%                 3,05%                 3,05%
       Harga Jual
          Kursi Roda                        Rp/Unit           600.000              618.300               637.158                656.591               676.618              697.254
          Tiang Infus                       Rp/Unit           150.000              154.575               159.290                164.148               169.154              174.314
          Bak Instrumen                     Rp/Unit            65.000               66.983                69.025                 71.131                73.300               75.536
          Tensimeter Digital                Rp/Unit           200.000              206.100               212.386                218.864               225.539              232.418

       Pendapatan
         Kursi Roda                        Rp/ Tahun     6.804.000.000    24.540.327.000        27.095.150.329        29.782.989.241          32.609.581.064         35.580.889.362
         Tiang Infus                       Rp/ Tahun     1.260.000.000     4.544.505.000         5.017.620.431         5.515.368.378           6.038.811.308          6.589.053.586
         Bak Instrumen                     Rp/ Tahun     2.184.000.000     7.877.142.000         8.697.208.748         9.559.971.855          10.467.272.934         11.421.026.215
         Tensimeter Digital                Rp/ Tahun     3.840.000.000    13.849.920.000        15.291.795.600        16.808.741.724          18.403.996.368         20.080.925.213
       TOTAL PENDAPATAN                    Rp/ Tahun    14.088.000.000    50.811.894.000        56.101.775.108        61.667.071.198          67.519.661.674         73.671.894.376

       Growth                                    %                                    3,05%                 3,05%                 3,05%                 3,05%                 3,05%
  II. BIAYA PRODUKSI
          Kursi Roda                        Rp/Unit            392.837              404.818               417.165                429.889               443.000              456.512
          Tiang Infus                       Rp/Unit            104.712              107.906               111.197                114.588               118.083              121.685
          Bak Instrumen                     Rp/Unit             47.037                48.471               49.950                 51.473                53.043                54.661
          Tensimeter Digital                Rp/Unit            121.787              125.501               129.329                133.274               137.339              141.527
       BIAYA PRODUKSI/TAHUN
          Kursi Roda                       Rp/ Tahun     4.454.769.730     16.067.240.723        17.739.955.248           19.499.758.808        21.350.407.793       23.295.806.715
          Tiang Infus                      Rp/ Tahun       879.579.429         3.172.423.107         3.502.695.013         3.850.162.358         4.215.566.829        4.599.679.360
          Bak Instrumen                    Rp/ Tahun     1.580.437.718         5.700.243.738         6.293.679.827         6.918.012.866         7.574.575.524        8.264.753.024
          Tensimeter Digital               Rp/ Tahun     2.338.307.267         8.433.689.736         9.311.697.078        10.235.417.428        11.206.822.513       12.227.961.812
       TOTAL BIAYA PRODUKSI/HPP            Rp/Tahun      9.253.094.144    33.373.597.303        36.848.027.165        40.503.351.460          44.347.372.660         48.388.200.910




                                                                                   14
Page 32
The balance sheet projection related to the addition of new business activities can be depicted in the
following table:
                                          PROJ 2024                        PROJ 2025                        PROJ 2026
                                 Sebelum            Setelah       Sebelum            Setelah       Sebelum            Setelah
            Neraca
                               Penambahan       Penambahan      Penambahan       Penambahan      Penambahan       Penambahan
                              Kegiatan Usaha Kegiatan Usaha Kegiatan Usaha Kegiatan Usaha Kegiatan Usaha Kegiatan Usaha
Aset Lancar                    23.244.534.471    35.355.992.517 26.851.179.579    53.297.551.726 30.473.467.980    71.983.751.421
Aset Tidak Lancar              49.140.703.556    49.320.141.056 45.098.812.619    45.239.062.619 41.683.974.590    41.785.037.090
  Total Aset                   72.385.238.027    84.676.133.573 71.949.992.198    98.536.614.345 72.157.442.570 113.768.788.511
Liabilitas Jangka Pendek        4.471.664.813    13.146.440.572  4.723.504.719    15.152.753.876  4.753.064.081    16.268.072.570
Liabilitas Jangka Panjang       4.982.369.475     4.982.369.475  4.982.369.475     4.982.369.475  4.982.369.475     4.982.369.475
  Total Liabilitas              9.454.034.288    18.128.810.047  9.705.874.194    20.135.123.351  9.735.433.556    21.250.442.045
Ekuitas                        62.931.203.739    66.547.323.526 62.244.118.004    78.401.490.994 62.422.009.014    92.518.346.466
  Total Ekuitas dan Liabilitas 72.385.238.027    84.676.133.573 71.949.992.198    98.536.614.345 72.157.442.570 113.768.788.511


                                          PROJ 2027                        PROJ 2028                        PROJ 2029
                                 Sebelum            Setelah       Sebelum            Setelah       Sebelum            Setelah
            Neraca
                               Penambahan       Penambahan      Penambahan       Penambahan      Penambahan       Penambahan
                              Kegiatan Usaha Kegiatan Usaha Kegiatan Usaha Kegiatan Usaha Kegiatan Usaha Kegiatan Usaha
Aset Lancar                    34.237.029.307    91.462.074.171 38.052.535.783 113.803.187.753 41.879.146.501 137.840.340.995
Aset Tidak Lancar              38.269.136.561    39.207.568.839 35.011.407.905    35.584.652.037 32.419.943.639    32.643.416.292
  Total Aset                   72.506.165.868 130.669.643.010 73.063.943.688 149.387.839.790 74.299.090.139 170.483.757.287
Liabilitas Jangka Pendek        4.783.510.224    17.440.807.555  4.814.869.751    18.673.423.707  4.847.170.064    19.968.482.848
Liabilitas Jangka Panjang       4.982.369.475     4.982.369.475  4.982.369.475     4.982.369.475  4.982.369.475     4.982.369.475
  Total Liabilitas              9.765.879.699    22.423.177.030  9.797.239.226    23.655.793.182  9.829.539.539    24.950.852.323
Ekuitas                        62.740.286.170 108.246.465.980 63.266.704.462 125.732.046.608 64.469.550.600 145.532.904.963
  Total Ekuitas dan Liabilitas 72.506.165.868 130.669.643.010 73.063.943.688 149.387.839.790 74.299.090.139 170.483.757.287


Analysis of the Company's Profitability before and after additional business activities in earning profits
can be depicted in the following table:
                                 PROJ 2024                PROJ 2025                 PROJ 2026
      Analisa             Sebelum        Setelah    Sebelum       Setelah    Sebelum        Setelah
   Profitabilitas       Penambahan Penambahan Penambahan Penambahan Penambahan Penambahan
      Proyek              Kegiatan      Kegiatan    Kegiatan     Kegiatan    Kegiatan      Kegiatan
                           Usaha          Usaha      Usaha         Usaha      Usaha          Usaha
Gross Profit                  56,36%         46,66%     55,19%        40,91%     55,19%         40,60%
Operating Profit              -2,64%         12,81%     -1,61%        21,89%      1,47%         23,40%
Net Profit                    -7,08%          8,06%     -2,93%        16,75%      0,74%         18,13%

                                 PROJ 2027                PROJ 2028                 PROJ 2029
      Analisa             Sebelum        Setelah    Sebelum       Setelah    Sebelum        Setelah
   Profitabilitas       Penambahan Penambahan Penambahan Penambahan Penambahan Penambahan
      Proyek              Kegiatan      Kegiatan    Kegiatan     Kegiatan    Kegiatan      Kegiatan
                           Usaha          Usaha      Usaha         Usaha      Usaha          Usaha
Gross Profit                  55,19%         40,32%     55,19%        40,06%     55,19%         39,82%
Operating Profit               1,76%         23,85%      2,76%        24,34%      5,97%         25,63%
Net Profit                     1,28%         18,57%      2,06%        18,96%      4,56%         19,96%

In the table above, it can be seen that the Company's profitability is described in terms of the
percentage of gross profit to revenue (gross profit margin), the percentage of operating profit to
revenue (operating profit margin), and the percentage of net profit to revenue (net profit margin). in
generating profits.

Based on the financial aspect feasibility analysis that has been made by the Independent Appraiser, it
can be concluded that the additional business activities to be carried out by the Company are feasible.




                                                               15
Page 33
                    LICENSING AND/OR APPROVAL IN CONDUCTING BUSINESS ACTIVITIES

The permits and/or approvals that the Company needs to obtain in carrying out new business activities are as
follows:
1. Submission of additional KBLI through approval from the General Meeting of Shareholders
2. Additional KBLI can be displayed on OSS (Online Single Submission)
3. CPAKB certificate for each new product.
    Issued by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, in the form of a certificate stating that the
    Company has fulfilled all aspects required by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in producing
    the medical devices in question.
4. Distribution Permit Number (NIE) for each new product
    Issued by the Ministry of Health of the Republic of Indonesia, in the form of a certificate stating that the
    product in question has been registered and can be marketed.



                      OTHER MATERIAL ITEMS RELATING TO BUSINESS ACTIVITIES

There are no other material matters relating to the addition of the Company's business activities.


                          INFORMATION ON THE ORGANIZATION OF THE GMS

By the provisions of POJK 17/2020, changes to business activities as described in this Information
Disclosure will require approval from the Company's Shareholders at the Extraordinary General
Meeting of Shareholders ("EGMS"), which is planned to be held physically (with restrictions based on
the first-come-first-serve principle) and electronic (using the Electronic General Meeting System or
eASY.KSEI facility by the Company at:

 Date                          :   Friday, 09 August 2024
 Time                          :   10.00 WIB - finish
 Place                         :   Company Office
                                   Kompleks Blue Sky Industrial (BSI) Kav. 09
                                   Jl. Nanjung No. 02 RT 003 RW 005 Kelurahan Leuwigajah,
                                   Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi

Shareholders who have the right to attend or be represented at the Meeting are the Company's
shareholders whose names are registered in the Company's Register of Shareholders ("DPS") and/or
the Company's shareholders in securities sub-accounts in the Collective Custody of PT Kustodian
Sentral Efek Indonesia ("KSEI" ) on Wednesday, July 17 2024 until 16.00 WIB.

The following are important dates about the Company's EGMS:

 No                         Activity                              Day                           Date
  1      EGMS Announcement                                      Wednesday                   03 July 2024
         Disclosure of Information regarding Plans
  2                                                             Wednesday                   03 July 2024
         for Additional Business Activities
         DPS date to determine the Company's
  3      Shareholders who are entitled to attend                Wednesday                   17 July 2024
         the EGMS (recording date)
  4      Invitation to the EGMS                                  Thursday                  18 July 2024
  5      Organizing the EGMS                                      Friday                  09 August 2024
  6      Submission of Summary of EGMS Minutes                   Tuesday                  13 August 2024




                                                       16
Page 34
Announcement, Invitation, and Submission of Summary of EGMS Minutes as mentioned above will be
announced by the Company to Shareholders via the Company's website, the PT Bursa Efek Indonesia
website, and the PT Kustodian Sentral Efek Indonesia website.

The attendance quorum and decision quorum of the EGMS to be held by the Company will refer to Financial
Services Authority Regulation Number 15/POJK.04/2020 (“POJK15/2020”) article 42 and the Company's Basics,
with the following provisions:
a. The GMS can be held if the GMS is attended by shareholders representing at least 2/3 (two-thirds) of the
   total number of shares with valid voting rights unless the articles of association of the Public Company
   determine a larger quorum.
b. The GMS decision as referred to in letter a is valid if it is approved by more than 2/3 (two-thirds) of all shares
   with voting rights present at the GMS
c. If the quorum as intended in letter a is not reached, a second GMS can be held provided that the second
   GMS is valid and has the right to make decisions if the GMS is attended by shareholders representing at least
   3/5 (three-fifths) of the total number of shares with rights. valid votes, unless the articles of association of
   the Public Company determine a larger quorum
d. The resolution of the second GMS is valid if it is approved by more than 1/2 (one-half) of all shares with
   voting rights present at the GMS
e. If the attendance quorum at the second GMS as referred to in letter c is not reached, the third GMS can be
   held provided that the third GMS is valid and has the right to make decisions if attended by shareholders of
   shares with valid voting rights within the attendance quorum and decision quorum determined by the
   Services Authority Finance at the request of a Public Company

The Company will request approval from the EGMS by taking into account the provisions stipulated in
the Financial Services Authority Regulation Number 15/POJK.04/2020 concerning the Planning and
Implementation of the Open General Meeting of Shareholders and the Financial Services Authority
Regulation Number 16/POJK.04/2020 concerning the Implementation of the General Meeting of
Shareholders Public Company Shares Electronically, to carry out Additional Business Activities as
stated in this Information Disclosure.

                                         ADDITIONAL INFORMATION

If you need further information, you can contact the Company on the Company's working days and
hours (Monday - Friday 08.00 - 16.00), at the following address:

                                   PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
               Kompleks Blue Sky Industrial (BSI) Kav. 09 Jl. Nanjung No.02 RT 03 RW 05
                Kel. Leuwigajah, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat
                              Telp: +62 22 6679409, Fax: +62 22 6613425
                               Email: info@hetzermedicalindonesia.co.id
                                    Website: www.evoplusmed.com


                                                 Sincerely yours,




                                               dr. Yenny Marlina
                                               President Director




                                                         17

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.04 MB
Published7 Aug 2024
Pages34
Characters132,843
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 36 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org HETZER MEDICAL INDONESIA TBK p.1 ×39
linked person Jemmy Kurniawan p.3 ×9
linked person Alvi Hadi Sugondo p.3 ×2
linked person Tato Suprapto Basir p.3 ×2
linked person Fancy Marsiana p.3 ×6
possible org Bursa Efek Indonesia p.2 ×3
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×9
possible org Negara Republik Indonesia p.2
possible person dr. Yenny Marlina · Direktur Utama p.3 ×8
unresolved org OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA p.1
unresolved person Akta Notaris Cahya Suryana p.2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.2 ×3
unresolved person Dr. Erny Kencanawati · Notaris p.2 ×9
unresolved — Identit · Penilai p.4
unresolved org KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan p.4 ×2
unresolved org KJPP Sugianto Prasodjo p.4 ×2
unresolved — Ijin p.4
unresolved — Menteri p.4
unresolved org Menteri Keuangan p.4 ×2
unresolved — Telepon/Faksimili p.4
unresolved org Nama Rekan Penilai Publik p.4
unresolved person Ir. Budi Prasodjo p.4 ×4
unresolved — Ijin Penilai Publik p.4
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana p.10
unresolved org Kementerian Kesehatan Republik Indonesia p.15 ×3
unresolved org PT Kustodian Sentral Efek Indonesia p.16 ×7
unresolved org FINANCIAL SERVICES AUTHORITY p.18 ×9
unresolved person Notary Cahya Suryana p.19
unresolved org Minister of Law and Human Rights p.19 ×3
unresolved — Business License p.21
unresolved org Minister of Finance Decree p.21 ×3
unresolved — Phone/Fax p.21
unresolved — Name of Fellow Public Appraiser p.21
unresolved — Public Appraiser Permit p.21
unresolved org Ministry of Law and Human Rights p.27
unresolved org Ministry of Health p.33 ×3

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 3278 ms 12 Sep 2026 22:59
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result