Back to announcement
LKTT PT Sumber Mas Konstruksi - Juni 2024.pdf
Financial statement Text extracted SMKMSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 35
Page 1
PT Sumber Mas Konstruksi Tbk Laporan Keuangan Interim Tanggal 30 Juni 2024 serta Untuk Periode enam bulan yang berakhir Pada tanggal tersebut
Page 2
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
DAFTAR ISI
Halaman
Laporan Auditor Independen
Surat Pernyataan Direksi tentang Tanggung Jawab atas Laporan Keuangan
PT Sumber Mas Kosntruksi Tbk untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 dan
31 Desember 2023
LAPORAN KEUANGAN - Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 dan
31 Desember 2023
Laporan Posisi Keuangan 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain 3
Laporan Perubahan Ekuitas 4
Laporan Arus Kas 5
Catatan atas Laporan Keuangan 6
Page 3
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Laporan Posisi Keuangan Interim
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 2024 Catatan 31 Desember 2023
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 75.176.460.441 4,17 66.195.116.804
Piutang usaha 88.769.477.550 5,17 67.161.060.703
Uang muka 33.755.687.701 6 72.792.075.715
Jumlah Aset Lancar 197.701.625.692 206.148.253.222
ASET TIDAK LANCAR
Aset tetap - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan masing-
masing sebesar Rp9.976.099.650
pada tanggal 30 Juni 2024 dan
Rp9.385.824.231 pada tanggal
31 Desember 2023 8.862.606.900 7,13 1.064.232.319
Aset tak berwujud - setelah dikurangi
akumulasi penyusutan sebesar
Rp272.620.521 pada tanggal
30 Juni 2024 dan Rp195.633.854
pada tanggal 31 Desember 2023 511.539.479 479.526.146
Jumlah Aset tidak Lancar 9.374.146.379 1.543.758.465
JUMLAH ASET 207.075.772.071 207.692.011.687
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
-1-
Page 4
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Laporan Posisi Keuangan Interim
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 2024 Catatan 31 Desember 2023
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang lain-lain 626.500.000 17 -
Utang pajak 1.637.135.049 8a 2.494.521.859
Bagian utang pembelian aset tetap
jangka panjang yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun 89.560.000 17 111.950.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 2.353.195.049 2.606.471.859
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Bagian utang pembelian aset tetap
jangka panjang setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun - 17 44.780.000
Liabilitas imbalan kerja 782.559.844 782.559.844
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 782.559.844 827.339.844
JUMLAH LIABILITAS 3.135.754.893 3.433.811.703
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal
Rp100 per saham
Modal dasar - 4.000.000.000
saham
Modal ditempatkan dan disetor
penuh - 1.253.000.000 saham 125.300.000.000 10 125.300.000.000
Tambahan modal disetor 38.214.800.000 1c 38.214.800.000
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya 300.000.000 200.000.000
Belum ditentukan
penggunaannya 40.125.217.178 40.543.399.984
JUMLAH EKUITAS 203.940.017.178 204.258.199.984
JUMLAH LIABILITAS DAN
EKUITAS 207.075.772.071 207.692.011.687
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
-2-
Page 5
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 2024 Catatan 30 Juni 2023
PENDAPATAN 44.629.995.371 11 77.200.555.713
BEBAN POKOK PENDAPATAN 39.036.388.014 12 61.760.444.571
LABA KOTOR 5.593.607.357 15.440.111.142
Beban Umum dan administrasi 5.550.074.320 13 7.511.921.285
LABA USAHA 43.533.037 7.928.189.857
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Lain-lain - bersih 264.784.157 146.245.473
LABA SEBELUM BEBAN PAJAK
PENGHASILAN 308.317.194 8.074.435.330
BEBAN PAJAK PENGHASILAN - 8b -
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN 308.317.194 8.074.435.330
PENGHASILAN (BEBAN)
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke
laba rugi:
Imbalan Kerja - -
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF 308.317.194 8.074.435.330
LABA PER SAHAM 0,25 14 6,96
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
-3-
Page 6
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Laporan Perubahan Ekuitas
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Saldo Laba
Modal Saham Belum Telah
Ditempatkan dan Tambahan Ditentukan ditentukan
Catatan Disetor Penuh Modal Disetor Penggunaannya penggunaannya Jumlah Ekuitas
Saldo 1 Januari 2023 125.300.000.000 38.214.800.000 31.901.916.560 100.000.000 195.516.716.560
Setoran modal - - (1.253.000.000) - (1.253.000.000 )
Pembentukan cadangan umum 10 - - (100.000.000) 100.000.000 -
Laba periode berjalan - - 9.701.148.481 - 9.701.148.481
Beban komprehensif lain - - 293.334.943 - 293.334.943
Saldo 31 Desember 2023 125.300.000.000 38.214.800.000 40.543.399.984 200.000.000 204.258.199.984
Pembentukan cadangan umum 10 - - (100.000.000) 100.000.000 -
Dividen 10 - - (626.500.000) - (626.500.000 )
Laba periode berjalan - - 308.317.194 - 308.317.194
Saldo 30 Juni 2024 125.300.000.000 38.214.800.000 40.125.217.178 300.000.000 203.940.017.178
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
-4-
Page 7
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Laporan Arus Kas
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 2024 30 Juni 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 21.606.363.539 38.427.839.932
Pembayaran kas kepada pemasok - (30.446.125.051 )
Pembayaran untuk karyawan (2.394.310.379 ) (2.140.442.460 )
Pembayaran pajak penghasilan (624.866.702 ) (3.699.401.039 )
Pembayaran untuk kegiatan operasi lainnya (1.041.022.821 ) 1.451.594.833
Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas
Operasi 17.546.163.637 3.593.466.215
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap (8.388.650.000 ) (89.000.000 )
Perolehan aset tak berwujud (109.000.000 ) (41.637.000 )
Kas Bersih yang Digunakan untuk
Aktivitas Investasi (8.497.650.000 ) (130.637.000 )
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS
PENDANAAN
Utang pembiayaan (67.170.000 ) (67.170.000 )
KENAIKAN BERSIH KAS DAN BANK 8.981.343.637 3.395.659.215
KAS DAN BANK PADA AWAL PERIODE 66.195.116.804 112.475.650.908
KAS DAN BANK PADA AKHIR PERIODE 75.176.460.441 115.871.310.123
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
-5-
Page 8
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Indonesia oleh PT Rubenindo Artha
Subur sesuai Akta Notaris E. Sianipar, S.H., No. 07 tanggal 4 Februari 1981. Akta pendirian
tersebut telah mendapatkan pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui surat
No. Y.A.5/256/10, tanggal 16 Mei 1981. Nama Perusahaan berubah dari PT Rubenindo Artha
Subur menjadi PT Sumber Mas Konstruksi Tbk berdasarkan Akta Notaris Bliamto Silitonga, S.H.
No. 28 tanggal 14 Februari 2020. Akta perubahan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia melalui Surat Keputusan No. AHU-0009280.AH.01.10 tanggal 27 Februari 2020
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan
Akta Notaris No. 15 tanggal 12 Januari 2022 dibuat di hadapan Notaris Leolin Jayayanti S.H.,
M.KN., sehubungan dengan perubahan susunan pemegang saham Perusahaan. Perubahan
tersebut telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia No. AHU-AH.01.03-0023884 tanggal 12 Januari 2022.
Sesuai pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan operasi Perusahaan adalah di bidang
Konstruksi Bangunan Sipil Jalan, Konstruksi Gedung Perkantoran dan Konstruksi Bangunan Sipil
Jembatan, Jalan Layang, FlyOver juga Underpass.
Perusahaan berkedudukan di Graha Mustika Ratu lantai 5, Jalan Gatot Subroto Nomor 74-75,
Kelurahan Menteng Dalam, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan.
Saat ini, Perusahaan sedang mengerjakan proyek kontruksi di daerah Sumatera Utara dan Jambi.
Perusahaan memulai kegiatan operasi komersialnya pada tahun 2017.
Entitas Induk langsung Perusahaan adalah PT Vina Nauli Jordania yang mayoritas sahamnya
dimiliki oleh Intan Magdalena.
b. Dewan Komisaris, Direksi, dan Karyawan
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Perusahaan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris Direksi
Komisaris Utama : Intan Magdalena Direktur Utama : Budi Aris P
Komisaris : Untung Surono Direktur : Amaldin
Komisaris Independen : Monang Tua Sitanggang
Susunan komite audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Ketua : Monang Tua Sitanggang, SE, SH
Anggota : Rinaldi Vivenda, SE, CPAI, CPA
Anggota : Steven Dimas, SE
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Sekretaris Entitas Induk adalah Budi Aris.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Auditor Internal dan Kepala Unit Audit Internal
Perusahaan adalah Sobirin, SE.
-6-
Page 9
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
c. Penawaran Saham umum Perusahaan
Pada tanggal 25 Februari 2022, Perusahaan telah memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas
JasaKeuangan melalui Surat No. S-33/D.04/2022 untuk melakukan penawaran umum perdana
saham biasa melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 250.000.000 saham dengan nilai
nominal Rp100 per saham dan pada harga penawaran Rp264 per saham. Perusahaan telah
mencatatkan seluruh sahamnya pada BEI pada tanggal 9 Maret 2022 dengan biaya emisi sebesar
Rp2.785.200.000.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, seluruh saham Entitas Induk telah dicatatkan
pada BEI.
d. Penyelesaian Laporan Keuangan
Laporan keuangan PT Sumber Mas Konstruksi Tbk untuk periode enam yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2024 diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit pada tanggal 30 Juli 2024 oleh
Direksi Perusahaan yang bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan
tersebut.
2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Penting
a. Dasar Penyusunan dan Pengukuran Laporan Keuangan
Laporan keuangan disusun dan disajikan dengan menggunakan Standar Akuntansi Keuangan
(SAK), meliputi pernyataan dan interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK) serta Peraturan No. VIII.G.7 tentang “Penyajian dan
Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik”.
Perusahaan telah menyusun laporan keuangan dengan dasar bahwa Perusahaan akan terus
mempertahankan kelangsungan usaha.
Dengan pengukuran yang digunakan adalah biaya perolehan, kecuali untuk beberapa akun
tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain, sebagaimana diuraikan dalam kebijakan
akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan ini disusun dengan metode akrual
akuntansi.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan
arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah selaras
dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Perusahaan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023, kecuali bagi penerapan beberapa
SAK yang telah direvisi. Seperti diungkapkan dalam catatan-catatan terkait atas laporan
keuangan, beberapa standar akuntansi yang telah diamendemen dan diterbitkan, diterapkan
efektif tanggal 1 Januari 2024.
Mata uang yang digunakan dalam penyusunan dan penyajian laporan keuangan adalah Rupiah
Indonesia (Rupiah) yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
-7-
Page 10
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
b. Klasifikasi Lancar/Jangka Pendek dan Tidak Lancar/Jangka Panjang
Perusahaan menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan
klasifikasi lancar/tak lancar atau jangka pendek/jangka panjang. Suatu aset diklasifikasikan
lancar jika:
i) akan direalisasikan, atau ditujukan untuk diperdagangkan, atau dikonsumsi dalam siklus
operasi normal,
ii) dimiliki terutama untuk tujuan diperdagangkan, atau
iii) akan direalisasi dalam jangka waktu 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau
setara kas kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu
liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan jangka pendek apabila:
i) akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
ii) dimiliki terutama untuk tujuan diperdagangkan,
ii) akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau
iii) tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan
setelah tanggal pelaporan.
Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.
c. Kas dan Bank
Kas terdiri dari kas dan bank. Setara kas adalah semua investasi yang bersifat jangka pendek
dan sangat likuid yang dapat segera dikonversikan menjadi kas dengan jatuh tempo dalam waktu
tiga (3) bulan atau kurang sejak tanggal penempatannya, serta tidak digunakan sebagai jaminan
dan tidak dibatasi penggunaannya.
Kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya yang akan digunakan untuk membayar
kewajiban yang akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun disajikan sebagai “setara kas yang
dibatasi penggunaannya” sebagai bagian dari aset lancar pada laporan posisi keuangan.
d. Instrumen Keuangan
Perusahaan mengklasifikasikan instrumen keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas
keuangan. Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu
entitas dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas pada entitas lain
Aset Keuangan
Aset keuangan diklasifikasikan, pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada (i) biaya
perolehan diamortisasi, (ii) nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”), atau (iii) nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain (“FVOCI”).
i. Aset keuangan pada biaya perolehan
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
• Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan
• Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan
arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
-8-
Page 11
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui saat
pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan amortisasi
kumulatif menggunakan métode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih antara nilai awal
dan nilai jatuh temponya, dan dikurangi dengan cadangan kerugian penurunan nilai.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, kategori ini meliputi kas dan bank dan
piutang usaha yang dimiliki oleh Perusahaan.
Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas
Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas Perusahaan diklasifikasikan berdasarkan substansi
perjanjian kontraktual serta definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas.
i. Liabilitas Keuangan
Perusahaan mengklasifikasikan liabilitas keuangannya, pada pengakuan awal sebagai
(i) liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, atau (ii) liabilitas keuangan
diukur pada FVTPL.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman
dan utang, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dan
selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku
bunga efektif. Amortisasi suku bunga efektif disajikan sebagai bagian dari beban keuangan
dalam laba rugi.
• Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi diukur pada jumlah yang diakui
saat pengakuan awal dikurangi pembayaran pokok, ditambah atau dikurangi dengan
amortisasi kumulatif menggunakan métode suku bunga efektif yang dihitung dari selisih
antara nilai awal dan nilai jatuh temponya.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, kategori ini meliputi utang lain-lain
dan utang pembelian aset tetap, dan yang dimiliki oleh Perusahaan.
ii. Instrumen Ekuitas
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset suatu
entitas setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sejumlah
hasil yang diterima, setelah dikurangkan dengan biaya penerbitan langsung.
Metode Suku Bunga Efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan
diamortisasi dari liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan biaya bunga selama
periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan
estimasi pembayaran kas masa depan (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang
dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif,
biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur liabilitas keuangan,
atau (jika lebih tepat) digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat
bersih pada saat pengakuan awal.
-9-
Page 12
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya dilaporkan dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui dari aset keuangan dan liabilitas keuangan
tersebut dan terdapat intensi untuk menyelesaikan dengan menggunakan dasar neto, atau untuk
merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.
Reklasifikasi Aset Keuangan
Perusahaan mereklasifikasi seluruh aset keuangan dalam kategori yang terpengaruh, jika dan
hanya jika, Perusahaan mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan tersebut.
Sedangkan, liabilitas keuangan tidak direklasifikasi.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Karena piutang usaha dan aset kontrak Perusahaan tidak memiliki komponen pembiayaan
signifikan, Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam perhitungan ECL.
Oleh karena itu, Perusahaan tidak menelusuri perubahan dalam risiko kredit, namun justru
mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL sepanjang umurnya pada setiap tanggal
pelaporan. Perusahaan membentuk matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit
masa lampau, disesuaikan dengan perkiraan masa depan (forward-looking) atas faktor yang
spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi.
Perusahaan mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi default ketika telah
menunggak lebih dari 360 hari. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Perusahaan juga dapat
menganggap aset keuangan dalam keadaan default ketika informasi internal atau eksternal
menunjukkan bahwa Perusahaan tidak mungkin menerima arus kas kontraktual secara penuh
tanpa melakukan perluasan persyaratan kredit. Piutang usaha dihapusbukukan ketika kecil
kemungkinan untuk memulihkan arus kas kontraktual, setelah semua upaya penagihan telah
dilakukan dan telah sepenuhnya dilakukan penyisihan.
Penghentian Pengakuan Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
i. Aset Keuangan
Aset keuangan (atau bagian dari aset keuangan atau kelompok aset keuangan serupa)
dihentikan pengakuannya jika:
a) hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
b) Perusahaan tetap mempertahankan hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan
tersebut, namun juga menanggung liabilitas kontraktual untuk membayar arus kas yang
diterima tersebut kepada satu atau lebih pihak penerima melalui suatu kesepakatan; atau
c) Perusahaan telah mengalihkan hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal
dari aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang
diterima tanpa penundaan yang signifikan kepada pihak ketiga melalui suatu
kesepakatan penyerahan dan (i) secara substansial mentransfer seluruh risiko dan
manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara substansial tidak
mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset
keuangan tersebut, namun telah mentransfer pengendalian atas aset keuangan tersebut.
- 10 -
Page 13
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Ketika Perusahaan telah mentransfer hak untuk menerima arus kas dari aset atau telah
menandatangani kesepakatan pelepasan (pass - through arrangement), dan secara
substansial tidak mentransfer dan tidak memiliki seluruh risiko dan manfaat atas aset
keuangan, maupun mentransfer pengendalian atas aset, aset tersebut diakui sejauh
keterlibatan berkelanjutan Perusahaan terhadap aset keuangan tersebut.
Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer
diukur sebesar jumlah terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari
pembayaran yang diterima yang mungkin harus dibayar kembali.
Dalam hal ini, Perusahaan juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang ditransfer dan liabilitas
terkait diukur dengan dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dimiliki
Perusahaan.
Pada penghentian pengakuan aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi, perbedaan antara nilai tercatat aset dan jumlah imbalan yang diterima dan
piutang diakui dalam laba rugi.
ii. Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika kewajiban yang ditetapkan dalam
kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kedaluwarsa. Selisih antara jumlah tercatat liabilitas
keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan dan utang diakui
dalam laba rugi.
Ketika liabilitas keuangan saat ini digantikan dengan yang lain dari pemberi pinjaman yang
sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara
substansial atas ketentuan liabilitas keuangan yang saat ini ada, maka pertukaran atau
modifikasi tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan awal dan pengakuan
liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut diakui
sebagai laba rugi.
e. Pengukuran Nilai Wajar
Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau
mengalihkan liabilitas akan terjadi:
di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut ; atau
jika tidak terdapat pasar utama, dipasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas
tersebut.
Perusahaan harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan pada
tanggal pengukuran.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar
ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar
bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
terbaiknya, atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset
tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
- 11 -
Page 14
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Ketika Perusahaan menggunakan teknik penilaian, hal tersebut memaksimalkan penggunaan input
yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat
diobservasi.
Seluruh aset dan liabilitas baik yang diukur pada nilai wajar atau diungkapkan dalam laporan
keuangan dikategorikan dalam hirarki nilai wajar sebagai berikut:
• Tingkat 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
identik;
• Tingkat 2 - Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak
langsung;
• Tingkat 3 - Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar tidak dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan
konsolidasian, maka Perusahaan menentukan apakah telah terjadi transfer di antara tingkat hirarki
nilai wajar dengan cara menilai kembali pengkategorian tingkat nilai wajar pada setiap akhir periode
pelaporan.
f. Aset Tetap
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi
penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya
tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada saat inspeksi yang
signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat aset tetap sebagai suatu
penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya perbaikan dan pemeliharaan yang
tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan saldo menurun ganda untuk mesin dan peralatan,
kendaraan, perlengkapan golf, dan perlengkapan kantor, berdasarkan taksiran masa manfaat
ekonomis aset tetap dengan tarif sebagai berikut:
Tahun
Alat Proyek 4
Peralatan kantor 4
Kendaraan 4
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada
manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaannya. Ketika aset tetap dijual atau
dihentikan, biaya perolehan, beban akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai dieliminasi
dari akun. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap diakui
dalam laporan laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Nilai residu, umur manfaat, serta metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan dilakukan
penyesuaian apabila hasil telaah berbeda dengan estimasi sebelumnya.
- 12 -
Page 15
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
g. Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian penurunan
nilai aset diperlukan, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi antara
nilai wajar aset atau unit penghasil kas dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya,
kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar independen dari
aset atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka
aset tersebut mengalami penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai
terpulihkannya dan rugi penurunan nilai segera diakui dalam laba rugi, kecuali aset tersebut
disajikan pada jumlah revaluasian, di mana kerugian penurunan nilai diperlakukan sebagai
penurunan revaluasi.
Dalam menghitung nilai pakai, estimasi arus kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini
dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar terkini
atas nilai waktu dari uang dan risiko spesifik dari aset. Dalam menentukan nilai wajar dikurangi
biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat
transaksi tersebut, Perusahaan menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai
wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini dikuatkan oleh penilaian berganda atau indikasi nilai wajar
yang tersedia.
Penilaian dilakukan pada akhir setiap periode pelaporan tahunan apakah terdapat indikasi bahwa
rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset mungkin tidak ada lagi
atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud ditemukan, maka entitas mengestimasi jumlah
terpulihkan aset tersebut.
Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset dibalik hanya jika
terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan aset
tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset dinaikkan ke
jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi
jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi
penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi
penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut disesuaikan di periode mendatang untuk
mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang
sistematis selama sisa umur manfaatnya.
h. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan diukur berdasarkan imbalan yang Perusahaan perkirakan menjadi haknya dalam
kontrak dengan pelanggan dan tidak termasuk jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga.
Perusahaan mengakui pendapatan ketika mengalihkan pengendalian barang atau jasa kepada
pelanggan.
Perusahaan telah menetapkan secara umum bahwa Perusahaan merupakan prinsipal dalam
kontrak pendapatannya karena Perusahaan biasanya mengendalikan barang atau jasa sebelum
mengalihkan mereka kepada pelanggan.
- 13 -
Page 16
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
Perusahaan menerapkan PSAK No. 72 yang mensyaratkan pengakuan pendapatan harus
memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
- Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
- Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-
janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke
pelanggan.
- Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan dan pajak
pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas
diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.
- Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga
jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika
tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan
biaya yang diharapkan ditambah marjin.
- Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
barang atau jasa tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 cara, yakni:
a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke (pelanggan). Untuk kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Perusahaan memilih ukuran
penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah
terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah
penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.
Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban
pelaksanaan yang telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas
kontrak disajikan dalam "Uang muka pelanggan”.
Pendapatan diakui saat dilakukannya penyerahan barang kepada pembeli yang dilengkapi dengan
Berita Acara Serah Terima (BAST) yang sudah ditandatangani oleh kedua belah pihak.
Beban diakui pada saat terjadinya.
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).
i. Imbalan Kerja
Imbalan Kerja Jangka Pendek
Imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan kerja yang jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas
bulan setelah akhir periode pelaporan dan diakui pada saat pekerja telah memberikan jasa
kerjanya. Kewajiban diakui ketika karyawan memberikan jasa kepada Perusahaan dimana semua
perubahan pada nilai bawaan dari kewajiban diakui pada laba rugi.
- 14 -
Page 17
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Imbalan Pascakerja Program Imbalan Pasti
Perusahaan mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Peraturan
Pemerintah No. 35 Tahun 2021 (PP 35/2021) yang menerapkan pengaturan Peraturan Pemerintah
Pengganti Undang-Undang (Perppu) No. 2/2022 tentang Cipta Kerja. Perppu Cipta Kerja 2/2022
telah ditetapkan menjadi Undang-Undang pada tanggal 31 Maret 2023 berdasarkan Undang-
Undang No.6 Tahun 2023.
Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Perusahaan ditentukan melalui
perhitungan aktuaria secara periodik dengan menggunakan metode projected unit credit dan
menerapkan asumsi atas tingkat diskonto, hasil atas aset program dan tingkat kenaikan manfaat
pasti pensiun tahunan.
Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, yang tercermin langsung
dalam laporan posisi keuangan yang dibebankan atau dikreditkan diakui dalam penghasilan
komprehensif lain pada periode terjadinya untuk mencerminkan liabilitas pensiun neto yang diakui
pada laporan keuangan untuk mencerminkan nilai penuh dari defisit.
Biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi ketika terjadi amendemen program atau kurtailmen, atau
ketika Perusahaan mengakui biaya restrukturisasi terkait atau pesangon, jika lebih dahulu.
Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan
pasti neto. Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut:
• Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen
dan penyelesaiaan);
• Beban atau pendapatan bunga neto
• Pengukuran Kembali
Perusahaan menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi, Keuntungan
dan kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu.
Kewajiban imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian merupakan
defisit aktual dalam program imbalan pasti Perusahaan.
j. Pajak Penghasilan
Beban pajak terdiri dari pajak kini dan tangguhan. Beban pajak diakui dalam laporan laba rugi
kecuali untuk transaksi yang berhubungan dengan transaksi diakui diluar laba atau rugi, baik dalam
penghasilan komprehensif lain atau langsung pada ekuitas.
Pajak Kini
Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan
keuangan, dan ditetapkan berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak tahun berjalan.
Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan
(SPT) sehubungan dengan situasi dimana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi.
Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar
kepada otoritas pajak.
Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari
beban pajak kini dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.
- 15 -
Page 18
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima. Jika
Perusahaan mengajukan keberatan, Perusahaan mempertimbangkan apakah besar kemungkinan
otoritas pajak akan menerima keberatan tersebut dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas
perpajakan Perusahaan.
Pajak Final
Penghasilan dari jasa konstruksi Perusahaan dikenai pajak final sebesar 2,65%.
Perbedaan nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final tidak
diakui sebagai aset atau kewajiban pajak tangguhan.
Beban pajak kini sehubungan dengan penghasilan yang menjadi subyek pajak final diakui
proporsional dengan jumlah pendapatan menurut akuntansi yang diakui pada tahun berjalan.
Selisih antara jumlah pajak penghasilan final yang telah dibayar dengan jumlah yang dibebankan
sebagai beban pajak penghasilan final pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian diakui sebagai pajak dibayar di muka atau utang pajak.
k. Informasi Segmen
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari
Perusahaan yang secara regular direviu oleh “pengambil keputusan operasional” dalam rangka
mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
• yang terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
(termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari
entitas yang sama);
• yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional
untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut
dan menilai kinerjanya; dan
• dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber
daya dan penillaian kinerja mereka terfokus pada kategori dari setiap produk.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk hal-hal yang dapat diatribusikan
secara langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang
memadai untuk segmen tersebut.
l. Laba Per Saham Dasar
Jumlah laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba periode berjalan dengan
rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang beredar pada periode yang bersangkutan.
3. Penggunaan Estimasi, Pertimbangan dan Asumsi Manajemen
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, seperti yang diungkapkan dalam Catatan 2 pada
laporan keuangan, manajemen harus membuat estimasi, pertimbangan, dan asumsi atas nilai
tercatat aset dan liabilitas yang tidak tersedia oleh sumber-sumber lain. Estimasi dan asumsi
tersebut, berdasarkan pengalaman historis dan faktor lain yang dipertimbangkan relevan.
- 16 -
Page 19
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Manajemen berkeyakinan bahwa pengungkapan berikut telah mencakup ikhtisar estimasi,
pertimbangan dan asumsi signifikan yang dibuat oleh manajemen, yang berpengaruh terhadap
jumlah-jumlah yang dilaporkan serta pengungkapan dalam laporan keuangan:
Pertimbangan
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, manajemen telah membuat keputusan
berikut, yang memiliki pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan
keuangan.
Kelangsungan Usaha
Manajemen Perusahaan telah melakukan penilaian terhadap kelangsungan usaha Perusahaan dan
meyakini bahwa Perusahaan memiliki sumber daya untuk melanjutkan bisnis dimasa yang akan
datang yang tidak dapat diperkirakan. Selain itu, manajemen tidak mengetahui adanya
ketidakpastian material yang dapat menimbulkan keraguan signifikan terhadap kelangsungan usaha
Perusahaan. Oleh karena itu, laporan keuangan disusun dengan basis kelangsungan usaha.
Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional Perusahaan adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer di mana entitas
beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan bersih dan
beban pokok pendapatan. Berdasarkan penilaian manajemen Perusahaan, mata uang fungsional
Perusahaan adalah Rupiah.
Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan
liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK 71 dipenuhi.
Dengan demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi
seperti yang diungkapkan pada Catatan 2.
Menentukan Masa Sewa Kontrak dengan Opsi Pembaruan dan Penghentian - Perusahaan sebagai
Penyewa
Perusahaan menentukan bahwa masa sewa sebagai masa sewa yang tidak dapat dibatalkan,
bersamaan dengan periode yang tercakup dalam opsi perpanjangan sewa, jika dieksekusi secara
wajar dan pasti, atau periode yang tercakup dalam opsi penghentian sewa, jika tidak dieksekusi
secara wajar dan pasti.
Perusahaan menerapkan pertimbangan dalam mengevaluasi apakah wajar dan pasti untuk
mengeksekusi opsi untuk pembaruan atau penghentian sewa atau tidak. Untuk kontrak sewa dengan
opsi perpanjangan atau pengakhiran, manajemen perlu mengestimasi masa sewa yang memerlukan
pertimbangan atas semua fakta dan keadaan yang menciptakan insentif ekonomi untuk
menggunakan opsi perpanjangan atau tidak untuk menggunakan opsi pengakhiran, termasuk setiap
perubahan yang diharapkan dalam fakta dan keadaan dari tanggal dimulainya sampai tanggal
pelaksanaan opsi. Opsi perpanjangan (atau periode setelah opsi penghentian) hanya termasuk
dalam persyaratan sewa jika Perusahaan cukup yakin untuk menggunakan opsi perpanjangan atau
tidak menggunakan opsi penghentian. Jika terjadi peristiwa signifikan atau perubahan signifikan
dalam keadaan yang mempengaruhi penilaian ini dan berada dalam kendali penyewa, penilaian di
atas akan ditelaah kembali.
- 17 -
Page 20
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Menentukan Waktu Pemenuhan Kewajiban Pelaksanaan
Perusahaan mengakui pendapatan dari jasa konstruksi pada saat semua kondisi berikut terpenuhi:
• Perusahaan telah mengalihkan risiko dan manfaat yang signifikan dari kepemilikan real estat
kepada pembeli;
• Perusahaan tidak lagi melanjutkan keterlibatan manajerial atau kendali efektif atas real estat
yang dijual;
• Jumlah pendapatan dapat diukur dengan andal;
• Kemungkinan besar manfaat ekonomi yang terkait dengan transaksi tersebut akan mengalir ke
Perusahaan; dan
• Biaya yang terjadi atau yang akan terjadi sehubungan dengan transaksi penjualan dapat diukur
dengan andal.
Pendapatan biasanya diakui pada saat serah terima aset yang dibuktikan dengan BAST.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber utama lain dalam mengestimasi ketidakpastian
pada tanggal pelaporan yang mempunyai risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian
material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode berikutnya diungkapkan di bawah ini.
Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia saat laporan
keuangan disusun. Kondisi yang ada dan asumsi mengenai perkembangan masa depan dapat
berubah karena perubahan situasi pasar yang berada di luar kendali Perusahaan. Perubahan
tersebut tercermin dalam asumsi ketika keadaan tersebut terjadi.
Nilai Wajar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang Perusahaan mencatat aset keuangan dan liabilitas
keuangan tertentu pada nilai wajarnya, dan penyajian ini mengharuskan penggunaan estimasi.
Komponen pengukuran nilai wajar yang signifikan ditentukan berdasarkan bukti-bukti obyektif yang
dapat diverifikasi, sedangkan saat dan besaran perubahan nilai wajar dapat menjadi berbeda karena
penggunaan metode penilaian yang berbeda.
Nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan diungkapkan pada Catatan 17.
Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap
Masa manfaat dari aset tetap Perusahaan diestimasi berdasarkan jangka waktu aset tersebut
diharapkan tersedia untuk digunakan. Estimasi tersebut didasarkan pada penilaian kolektif
berdasarkan bidang usaha yang sama, evaluasi teknis internal dan pengalaman dengan aset sejenis.
Estimasi masa manfaat setiap aset ditelaah secara berkala dan diperbarui jika estimasi berbeda dari
perkiraan sebelumnya yang disebabkan karena pemakaian, usang secara teknis atau komersial serta
keterbatasan hak atau pembatasan lainnya terhadap penggunaan aset.
Dengan demikian, hasil operasi di masa mendatang mungkin dapat terpengaruh secara signifikan
oleh perubahan dalam jumlah dan waktu terjadinya biaya karena perubahan yang disebabkan oleh
faktor-faktor yang disebutkan di atas. Penurunan estimasi masa manfaat ekonomis setiap aset tetap
akan menyebabkan kenaikan beban penyusutan dan penurunan nilai tercatat aset tetap.
- 18 -
Page 21
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan
Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset atau unit penghasil kas melebihi nilai terpulihkannya,
yang lebih besar antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar
dikurangi biaya untuk menjual didasarkan pada ketersediaan data dari perjanjian penjualan yang
mengikat yang dibuat dalam transaksi normal atas aset serupa atau harga pasar yang dapat diamati
dikurangi dengan biaya tambahan yang dapat diatribusikan dengan pelepasan aset. Perhitungan nilai
pakai didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan. Data arus kas diambil dari anggaran
untuk lima tahun yang akan datang dan tidak termasuk aktivitas restrukturisasi yang belum dilakukan
oleh Perusahaan atau investasi signifikan dimasa datang yang akan memutakhirkan kinerja aset dari
UPK yang diuji. Nilai terpulihkan paling dipengaruhi oleh tingkat diskonto yang digunakan dalam
model arus kas yang didiskontokan, sebagaimana juga jumlah arus kas masuk di masa datang yang
diharapkan dan tingkat pertumbuhan yang digunakan untuk tujuan ekstrapolasi.
Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat indikasi atas penurunan nilai aset nonkeuangan pada
tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023.
Imbalan Kerja
Penentuan liabilitas imbalan kerja jangka panjang dipengaruhi oleh asumsi tertentu yang digunakan
oleh aktuaris dalam menghitung jumlah tersebut. Asumsi-asumsi tersebut dijelaskan dalam Catatan 9
dan mencakup, antara lain, tingkat kenaikan gaji, dan tingkat diskonto yang ditentukan dengan
mengacu pada imbal hasil pasar atas bunga obligasi korporasi berkualitas tinggi dalam mata uang
yang sama dengan mata uang pembayaran imbalan dan memiliki jangka waktu yang mendekati
estimasi jangka waktu liabilitas imbalan kerja jangka panjang tersebut. Hasil aktual yang berbeda
dengan asumsi Perusahaan dibukukan pada penghasilan komprehensif lain dan dengan demikian,
berdampak pada jumlah penghasilan komprehensif lain yang diakui dan liabilitas yang tercatat pada
periode-periode mendatang. Manajemen berkeyakinan bahwa asumsi-asumsi yang digunakan
adalah tepat dan wajar, namun demikian, perbedaan signifikan pada hasil aktual, atau perubahan
signifikan dalam asumsi-asumsi tersebut dapat berdampak signifikan pada jumlah liabilitas imbalan
kerja jangka panjang.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan.
Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti dalam
kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan
estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Penjelasan lebih lanjut telah
diungkapkan dalam Catatan 8.
- 19 -
Page 22
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
4. Kas dan Bank
Kas dan bank terdiri dari:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Kas
Rupiah 10.000.000 10.000.000
Bank
Rupiah
PT Bank CIMB Niaga Tbk 74.977.801.797 65.988.324.808
PT Bank Central Asia Tbk 49.906.055 67.166.096
Dolar Amerika Serikat
PT Bank CIMB Niaga Tbk 138.752.589 129.625.900
Jumlah bank 75.166.460.441 66.185.116.804
Jumlah 75.176.460.441 66.195.116.804
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat kas dan bank yang dibatasi
penggunaannya atau yang ditempatkan pada pihak berelasi.
5. Piutang Usaha
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, akun ini merupakan piutang usaha dari
pelanggan dalam mata uang Rupiah, dengan rincian sebagai berikut :
30 Juni 2024 31 Desember 2023
PT Ulung Jaya Perkasa 14.655.022.471 7.017.141.773
PT Putra Tanjung Permai 13.015.015.015 -
PT Tumbuh Jaya Santosa 9.943.416.778 9.943.416.778
PT Graha Loka Pangestu 9.924.442.343 -
PT Djambi Waras Jujuhan 8.729.388.005 8.729.388.005
PT Sea Asih Lines 8.092.132.621 8.092.132.621
PT Anekapura Multikarta 8.037.777.831 8.037.777.831
PT Kuala Jaya Samudra 5.721.747.858 -
PT Sejahtera Mandiri Sawit 5.610.162.330 5.610.162.330
PT Dian Wira Putra 5.040.372.298 -
Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia - 9.924.305.559
PT Kuala Jaya Samudra - 6.237.773.486
PT Indonesia Asahan Alumunium - 1.866.112.050
PT Citra Buana Pasta - 1.702.850.270
Jumlah 88.769.477.550 67.161.060.703
Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Belum jatuh tempo 48.356.599.985 57.236.755.144
Telah jatuh tempo:
1 - 90 hari - 9.924.305.559
91 - 180 hari 40.412.877.565 -
Jumlah 88.769.477.550 67.161.060.703
- 20 -
Page 23
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan piutang pelanggan pada akhir periode, manajemen
Perusahaan berkeyakinan bahwa tidak terdapat piutang yang tidak dapat tertagih seluruhnya dan
oleh karena itu tidak diperlukan penyisihan untuk kerugian penurunan nilai.
6. Uang Muka
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, akun ini merupakan uang muka pekerjaan atas
proyek-proyek yang sedang dikerjakan oleh Perusahaan.
Uang muka pekerjaan merupakan uang muka yang diberikan kepada pihak ketiga untuk pemasok
bahan material dan upah pekerja sehubungan dengan pengerjaan proyek.
7. Aset tetap
Rincian aset tetap Perusahaan adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga perolehan
Pemilikan Langsung:
Alat Proyek 9.585.143.000 7.150.000.000 - 16.735.143.000
Peralatan Kantor 327.230.550 - - 327.230.550
Kendaraan 537.683.000 1.238.650.000 - 1.776.333.000
Jumlah harga perolehan 10.450.056.550 8.388.650.000 - 18.838.706.550
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung:
Alat Proyek 8.989.943.956 523.065.044 - 9.513.009.000
Peralatan Kantor 171.845.692 - - 171.845.692
Kendaraan 224.034.583 67.210.375 - 291.244.958
Jumlah akumulasi penyusutan 9.385.824.231 590.275.419 - 9.976.099.650
Nilai Buku Bersih 1.064.232.319 8.862.606.900
31 Desember 2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Harga perolehan
Pemilikan Langsung:
Alat Proyek 9.585.143.000 - - 9.585.143.000
Peralatan Kantor 277.960.700 49.269.850 - 327.230.550
Kendaraan 537.683.000 - - 537.683.000
Jumlah harga perolehan 10.400.786.700 49.269.850 - 10.450.056.550
Akumulasi Penyusutan
Pemilikan Langsung:
Alat Proyek 6.616.361.331 2.373.582.625 - 8.989.943.956
Peralatan Kantor 99.355.517 72.490.175 - 171.845.692
Kendaraan 89.613.833 134.420.750 - 224.034.583
Jumlah akumulasi penyusutan 6.805.330.681 2.580.493.550 - 9.385.824.231
Nilai Buku Bersih 3.595.456.019 1.064.232.319
Pada periode yang berakhir padatanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, penyusutan aset
tetap dibebankan ke beban umum dan administrasi masing-masing sebesar Rp 590.275.419 dan
Rp2.580.493.550 (Catatan 13).
- 21 -
Page 24
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, kendaraan Perusahaan dijaminkan atas utang
pembelian aset tetap yang diperoleh Perusahaan.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, kendaraan Perusahaan telah diasuransikan
dengan nilai pertanggungan sebesar Rp428.100.000.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan berkeyakinan tidak ada kondisi
yang memberikan indikasi terjadinya penurunan nilai aset tetap.
8. Perpajakan
a. Utang pajak
Utang pajak terdiri dari:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Pajak Penghasilan:
Pasal 21 21.002.733 645.869.435
Pajak Pertambahan Nilai 1.616.132.316 1.848.652.424
Jumlah 1.637.135.049 2.494.521.859
b. Pajak kini
Rekonsiliasi antara laba sebelum beban pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dengan laba kena pajak untuk tahun-tahun yang
berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Laba sebelum beban pajak
penghasilan menurut laporan laba
rugi dan penghasilan
komprehensif lain 158.317.194 9.701.148.481
Beda Tetap
Penghasilan yang telah
dikenakan pajak final (158.317.194 ) (9.701.148.481 )
Taksiran laba kena pajak - -
Perusahaan telah melaporkan penghasilan kena pajak tahun 2023 seperti yang disebutkan di
atas dalam SPT yang dilaporkan ke KPP.
9. Liabilitas Imbalan Kerja
Perusahaan memberikan imbalan untuk karyawannya yang telah mencapai usia pensiun yaitu 55
tahun sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia. Liabilitas imbalan
kerja tersebut tidak didanai.
- 22 -
Page 25
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan mengakui imbalan kerja
berdasarkan perhitungan KKA Nurichwan, aktuaris independen, dalam laporannya masing-masing
tertanggal 20 Maret 2024, dengan menggunakan metode projected unit credit, dengan asumsi-
asumsi utama sebagai berikut:
2024 2023
Tingkat diskonto 6,84% 6,84%
Tingkat kenaikan gaji 9,00% 9,00%
Tingkat mortalita TMI IV-2019 TMI IV-2019
Usia pensiun 55 tahun 55 tahun
Rekonsiliasi jumlah liabilitas imbalan kerja karyawan terhadap posisi keuangan adalah sebagai
berikut:
2024 2023
Saldo awal 782.559.844 845.825.980
Beban imbalan kerja periode berjalan - 230.068.807
Kerugian aktuarial yang diakui pada
penghasilan komprehensif lain (293.334.943)
Saldo akhir 782.559.844 782.559.844
Analisa sensitivitas
Dampak terhadap liabilitas imbalan pasti
Perubahan asumsi Kenaikan asumsi Penurunan asumsi
Tingkat diskonto 1,00% (66.297.295 ) 75.282.235
Tingkat kenaikan gaji 1,00% 72.980.560 (65.628.156)
Manajemen Perusahaan telah mereviu asumsi yang digunakan dan berpendapat bahwa asumsi
tersebut sudah memadai. Manajemen berkeyakinan bahwa liabilitas imbalan kerja tersebut tterlah
memadai untuk menutupi liabilitas imbalan kerja Perusahaan.
Pada tahun 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, rincian jatuh tempo imbalan kerja terdiskonto
adalah sebagai berikut:
Nilai kewajiban kini
Jasa Masa Depan Tahunan 2023
<1 tahun 68.334.725
>1 tahun 777.491.255
Jumlah 845.825.980
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, durasi rata-rata tertimbang atas liabilitas
imbalan kerja adalah masing-masing sebesar 19,62 tahun.
- 23 -
Page 26
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
10. Modal Saham
Pada tanggal 30 Juni 2024, berdasarkan catatan administrasi yang dikelola oleh PT Bima Registra,
Biro Administrasi Efek, susunan pemegang saham dan persentase kepemilikannya adalah sebagai
berikut:
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Kepemilikan Jumlah
Modal dasar 4.000.000.000 400.000.000.000
Modal ditempatkan dan disetor
penuh
PT Vina Nauli Jordania 703.000.000 56,11% 70.300.000.000
Masyarakat (masing-masing
dibawah 5% 550.000.000 43,89% 55.000.000.000
Jumlah 1.253.000.000 100% 125.300.000.000
Pada tanggal 31 Desember 2023, berdasarkan catatan administrasi yang dikelola oleh PT Bima
Registra, Biro Administrasi Efek, susunan pemegang saham dan persentase kepemilikannya adalah
sebagai berikut:
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Kepemilikan Jumlah
Modal dasar 4.000.000.000 400.000.000.000
Modal ditempatkan dan disetor
penuh
PT Vina Nauli Jordania 703.000.000 56,11% 70.300.000.000
Phillip Securities Pte Ltd 196.288.700 15,67% 19.628.870.000
Masyarakat (masing-masing
dibawah 5% 353.711.300 28,22% 35.371.130.000
Jumlah 1.253.000.000 100% 125.300.000.000
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang diadakan pada tanggal 24 Juni 2024, para pemegang
saham telah menyetujui untuk membentuk tambahan cadangan umum sebesar Rp100.000.000 dan
melakukan pembagian dividen tunai sebesar Rp626.500.000 atas hasil operasi Perusahaan untuk
tahun 2023 yang telah dilunasi pada tanggal 22 Juli 2024.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang diadakan pada tanggal 15 Juni 2023 dan telah
dinyatakan dengan Akta Notaris Leolin Jayayanti, S.H., No. 24 pada tanggal yang sama, para
pemegang saham telah menyetujui untuk membentuk tambahan cadangan umum sebesar
Rp100.000.000 dan melakukan pembagian dividen tunai sebesar Rp1.253.000.000 atas hasil operasi
Perusahaan untuk tahun 2022 yang telah dilunasi pada tanggal 17 Juli 2023.
11. Pendapatan
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 30 Juni 2023, akun ini merupakan pendapatan usaha atas proyek
pemberian jasa konstruksi.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 30 Juni 2023, tidak ada transaksi penjualan kepada pihak berelasi.
- 24 -
Page 27
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Rincian pelanggan pihak ketiga dengan transaksi lebih dari 10% dari jumlah pendapatan masing-
masing pada tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 30 Juni 2023 adalah sebagai
berikut:
Presentase Terhadap Jumlah
Pendapatan
30 Juni 2024 30 Juni 2023 30 Juni 2024 30 Juni 2023
PT Ulung Jaya Perkasa 13.525.632.184 - 30,31% -
PT Putra Tanjung Permai 12.012.012.012 12.539.894.609 26,91% 16,24%
PT Graha Loka Pangestu 9.159.614.530 - 20,53% -
PT Kuala Jaya Samudra 5.280.800.976 - 11,83% -
PT Dian Wira Putra 4.651.935.669 - 10,42% -
Kesatuan Nelayan
Tradisional Indonesia - 28.230.600.000 - 36,57%
PT Bintang Perkasa Jaya - 11.071.624.737 - 14,34%
PT Sinar Galuh Pratama - 9.273.898.585 - 12,01%
Jumlah 44.629.995.371 61.116.017.931 100,00% 79,17%
12. Beban Pokok Pendapatan
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 30 Juni 2023 akun ini merupakan pembayaran kepada pemasok atas
pembelian bahan material serta upah pekerja proyek.
Pemasok dengan nilai transaksi lebih dari 10% adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 30 Juni 2023
CV Karya Bangunan 8.700.000.000 -
CV Panglong Sukses Selalu 7.000.000.000 -
Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia - 19.196.808.000
13. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2024 30 Juni 2023
Gaji dan tunjangan 2.520.326.715 2.362.864.475
Beban pajak penghasilan final 1.182.694.877 2.045.814.726
Penyusutan (Catatan 7) 590.275.419 1.268.840.775
Marketing 278.763.120 489.354.733
Sewa 214.500.000 214.500.000
Listrik, telepon dan air 192.623.182 183.952.112
Transportasi dan akomodasi 161.526.378 206.826.427
Jasa profesional 112.162.740 137.277.335
Lainnya (masing-masing dibawah Rp100.000.000) 297.201.889 602.490.702
Jumlah 5.550.074.320 7.511.921.285
- 25 -
Page 28
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
14. Laba Per Saham
Laba per saham dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada
pemilik Perusahaan dengan rata-rata tertimbang jumlah saham biasa yang ditempatkan penuh, yang
beredar pada tahun bersangkutan, sebagai berikut:
Laba yang dapat Jumlah Rata-rata
diatribusikan kepada Tertimbang Saham yang
pemilik Perusahaan Beredar Nilai Laba per Saham
30 Juni 2023 8.074.435.330 1.160.636.872 6,96
30 Juni 2024 308.317.194 1.253.000.000 0.25
15. Informasi Segmen
Perusahaan mengelompokan dan mengevaluasi kegiatan usahanya berdasarkan lokasi geografis,
terutama terdiri dari:
Jawa
Non-Jawa
Manjemen memantau hasil operasi dari setiap lokasi geografis diatas secara terpisah untuk
keperluan pengambilan keputusan mengenai alokasi sumber daya dan penilain kinerja. Oleh karena
itu, penentuan segmen Perusahaan konsisten dengan klarifikasi di atas. Kinerja segmen dievaluasi
berdasarkan laba atau rugi operasi dan diukur secara konsisten dengan laba atau rugi operasi pada
laporan keuangan.
30 Juni 2024
Jawa Non Jawa Jumlah
Pendapatan - 44.629.995.371 44.629.995.371
Beban pokok pendapatan - (39.036.388.014 ) (39.036.388.014 )
Laba(rugi) kotor - 5.593.607.357 5.593.607.357
Beban usaha - (5.550.074.320 ) (5.550.074.320 )
Laba usaha - 43.533.037 43.533.037
Lain-lain bersih - 264.784.157 264.784.157
Laba sebelum beban
pajak penghasilan - 308.317.194 308.317.194
Beban pajak penghasilan - bersih -
Penghasilan komprehensif lain -
Jumlah laba komprehensif tahun
berjalan 308.317.194
Aset dan liabilitas
Aset segmen - 207.075.772.071 207.075.772.071
Liabilitas segmen - 3.135.754.893 3.135.754.893
Perolehan aset tetap - 8.388.650.000 8.388.650.000
Penyusutan - 590.275.419 590.275.419
- 26 -
Page 29
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 2023
Jawa Non Jawa Jumlah
Pendapatan - 77.200.555.713 77.200.555.713
Beban pokok pendapatan - (61.760.444.571) (61.760.444.571 )
Laba kotor - 15.440.111.142 15.440.111.142
Beban usaha - (7.511.921.285 ) (7.511.921.285 )
Laba usaha - 7.928.189.857 7.928.189.857
Lain-lain bersih - 146.245.473 146.245.473
Laba sebelum beban
pajak penghasilan - 8.074.435.330 8.074.435.330
Beban pajak penghasilan - bersih -
Penghasilan komprehensif lain -
Jumlah laba komprehensif tahun
berjalan 8.074.435.330
Aset dan liabilitas
Aset segmen - 209.637.252.819 209.637.252.819
Liabilitas segmen - 7.299.100.929 7.299.100.929
Perolehan aset tetap - 41.637.000 41.637.000
Penyusutan - 1.268.840.775 1.268.840.775
- 27 -
Page 30
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun-tahun yang berakhir
31 Desember 2023 dan 2022
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
16. Perjanjian penting
Pendapatan
Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia
Pada tanggal 11 April 2022, sesuai dengan perjanjian No.01/PERUM/SMK-KNTI/BB/IV/2022,
Perusahaan melakukan kerjasama dengan Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia. Ruang lingkup
pekerjaan yang disepakati meliputi pembangunan perumahan KNTI Kuala Tanjung - Sumatera Utara.
Perjanjian ini berakhir setelah pekerjaan dan pembayaran telah selesai 100% per item pekerjaan.
PT Putra Tanjung Permai
Pada tanggal 31 Maret 2023, sesuai dengan perjanjian No.008/KT-GDKT-II/PTM-SMK/III/2023,
Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT Putra Tanjung Permai. Ruang lingkup pekerjaan yang
disepakati meliputi pembangunan gedung dan kantor Kuala Tanjung tahap 2. Perjanjian ini berlaku
2 tahun terhitung dari tanggal 31 Maret 2023 sampai dengan 31 Maret 2025.
PT Bintang Perkasa Jaya
Pada tanggal 6 Juni 2022, sesuai dengan perjanjian Nomor.SPK 023-KT.INF/BPJ-SMK/VI/2022,
Perusahaan melakukan kerjsama dengan PT Bintang Perkasa Jaya. Ruang lingkup pekerjaan yang
disepakati meliputi pekerjaan pembangunan gudang dan infrastruktur penunjang PT Bintang Perkasa
Jaya. Perjanjian ini berlaku 3 tahun terhitung dari tanggal 6 Juni 2022 sampai dengan 6 Juni 2025.
PT Sinar Galuh Pratama
Pada tanggal 4 April 2023, sesuai dengan perjanjian No.SPK.III/SGP-SMK/IV/2023, Perusahaan
melakukan kerjasama dengan PT Sinar Galuh Pratama. Ruang lingkup pekerjaan yang disepakati
meliputi pembangunan gudang dan sarana penunjang.
PT Kuala Jaya Samudra
Pada tanggal 13 Mei 2022, Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT Kuala Jaya Samudra.
Ruang lingkup pekerjaan yang disepakati meliputi pembangunan gudang PT Kuala Jaya Samudra.
PT Ulung Jaya Perkasa
Pada tanggal 20 Mei 2022, sesuai dengan perjanjian No.21/UJP-GUD/SMK-SUB CON GUD/V/2022,
Perusahaan melakukan kerjasama dengan PT Ulung Jaya Perkasa. Ruang lingkup pekerjaan yang
disepakati meliputi pekerjaan pembangunan gudang.
- 28 -
Page 31
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
17. Instrumen Keuangan
Tabel di bawah ini adalah perbandingan nilai tercatat dengan nilai wajar dari intrumen keuangan
Perusahaan yang dicatat di laporan keuangan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023:
30 Juni 2024
Nilai tercatat Nilai wajar
Aset keuangan
Kas dan bank 75.176.460.441 75.176.460.441
Piutang usaha 88.769.477.550 88.769.477.550
Jumlah 163.945.937.991 163.945.937.991
Liabilitas keuangan
Utang lain-lain 626.500.000 626.500.000
Utang pembelian aset tetap 89.560.000 89.560.000
31 Desember 2023
Nilai tercatat Nilai wajar
Aset keuangan
Kas dan bank 66.195.116.804 66.195.116.804
Piutang usaha 67.161.060.703 69.260.577.501
Jumlah 133.356.177.507 135.455.694.305
Liabilitas keuangan
Utang pembelian aset tetap 156.730.000 156.730.000
Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar:
1. Kas dan bank, piutang usaha, dan beban akrual mendekati nilai tercatatnya karena bersifat jangka
pendek.
2. Nilai tercatat dari liabilitas keuangan berupa utang pembelian aset tetap ditentukan menggunakan
diskonto arus kas berdasarkan tingkat suku bunga efektif.
18. Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan
Dalam aktivitas usahanya sehari-hari, Perusahaan dihadapkan pada berbagai risiko. Risiko utama
yang dihadapi Perusahaan yang timbul dari instrumen keuangan adalah risiko kredit, risiko pasar
(yaitu tingkat suku bunga), dan risiko likuiditas. Fungsi utama dari manajemen risiko Perusahaan
adalah untuk mengidentifikasi seluruh risiko kunci, mengukur risiko-risiko ini dan mengelola posisi
risiko sesuai dengan kebijakan dan risk appetite Perusahaan. Perusahaan secara rutin menelaah
kebijakan dan sistem manajemen risiko untuk menyesuaikan dengan perubahan di pasar, produk dan
praktek pasar terbaik.
Manajemen risiko merupakan tanggung jawab Direksi, yang dibantu oleh Komite Manajemen Risiko
Keuangan (Komite MRK). Komite MRK terdiri atas Finance Controller dan Manajer Operasional yang
mewakili setiap entitas anak, dan dipimpin oleh Direktur Keuangan. Direksi bertugas menentukan
prinsip dasar kebijakan manajemen risiko Perusahaan secara keseluruhan serta kebijakan pada area
tertentu seperti risiko kredit, risiko mata uang asing, risiko suku bunga,dan risiko likuiditas.
- 29 -
Page 32
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Perusahaan menggunakan berbagai metode untuk mengukur risiko yang dihadapinya. Metode ini
meliputi analisis sensitivitas untuk risiko tingkat suku bunga, nilai tukar dan risiko harga lainnya dan
analisis umur piutang untuk risiko kredit.
Sementara itu, Komite bertugas membantu Dewan Direksi dalam melaksanakan tanggung jawabnya
untuk memastikan bahwa manajemen risiko telah dilaksanakan sesuai dengan prinsip yang telah
ditetapkan.
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa pihak ketiga tidak akan memenuhi liabilitasnya berdasarkan
instrumen keuangan atau kontrak pelanggan, yang menyebabkan kerugian keuangan. Perusahaan
dihadapkan pada risiko kredit dari kegiatan operasi dan dari aktivitas pendanaan, termasuk deposito
pada bank, transaksi valuta asing dan instrumen keuangan lainnya.
Tabel berikut ini menggambarkan rincian eksposur risiko kredit maksimum Perusahaan pada nilai
tercatat (tanpa memperhitungkan agunan atau pendukung kredit lainnya), yang dikategorikan
berdasarkan evaluasi proses kredit:
30 Juni 2024
Belum jatuh tempo Telah jatuh tempo Jumlah
Kas dan bank 75.176.460.441 - 75.176.460.441
Piutang usaha 88.769.477.550 - 88.769.477.550
Jumlah 163.945.937.991 - 163.945.937.991
Perusahaan melakukan hubungan usaha hanya dengan pihak ketiga yang diakui dan kredibel.
Perusahaan memiliki kebijakan untuk semua pelanggan yang akan melakukan perdagangan secara
kredit harus melalui prosedur verifikasi kredit. Sebagai tambahan jumlah piutang dipantau secara terus
menerus untuk mengurangi risiko penurunan nilai piutang.
Risiko kredit juga timbul dari simpanan-simpanan di bank dan institusi keuangan. Untuk memitigasi
risiko kredit, Perusahaan menempatkan kas pada institusi keuangan yang terpercaya.
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko ketika Perusahaan tidak bisa memenuhi liabilitas pada saat jatuh tempo.
Manajemen melakukan evaluasi dan pengawasan yang ketat atas arus kas masuk (cash-in) dan kas
keluar (cash-out) untuk memastikan tersedianya dana untuk memenuhi kebutuhan pembayaran
liabilitas yang jatuh tempo. Secara umum, kebutuhan dana untuk pelunasan liabilitas jangka pendek
maupun jangka panjang yang jatuh tempo diperoleh dari penjualan kepada pelanggan.
Tabel di bawah merupakan profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan berdasarkan
pembayaran kontraktual yang tidak terdiskonto pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023:
30 Juni 2024
<1 tahun >1 tahun Jumlah
Utang pembelian aset tetap 89.560.000 - 89.560.000
31 Desember 2023
<1 tahun >1 tahun Jumlah
Utang pembelian aset tetap 111.950.000 44.780.000 156.730.000
- 30 -
Page 33
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Manajemen Permodalan
Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan peringkat
kredit yang tinggi dan rasio modal yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan
bagi pemegang saham.
Manajemen Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan
perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan
dapat memilih menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham. Tidak ada perubahan
yang dibuat dalam tujuan, kebijakan, atau proses selama periode yang disajikan.
Kebijakan Perusahaan adalah untuk menjaga rasio modal yang sehat dalam rangka untuk
mengamankan pembiayaan pada biaya yang wajar.
Sebagaimana praktik yang berlaku umum, Perusahaan mengevaluasi struktur permodalan melalui
rasio utang terhadap modal (gearing ratio) yang dihitung melalui pembagian antara utang bersih
dengan modal pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, perhitungan rasio adalah sebagai
berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Total liabilitas 3.135.754.893 3.433.811.703
Dikurangi kas dan bank 75.176.460.441 66.195.116.804
Liabilitas bersih (72.040.705.548) (62.761.305.101)
Total ekuitas 203.940.017.178 204.258.199.984
Rasio liabilitas terhadap modal (0,35) (0,31)
19. Informasi Tambahan Untuk Laporan Arus Kas
Untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024, transaksi nonkas Perusahaan
adalah kenaikan utang lain-lain melalui dividen sebesar Rp626.500.000.
20. Standar Akuntansi Keuangan Baru
Perubahan PSAK
Diterapkan pada tahun 2023
Penerapan standar akuntansi keuangan revisi berikut, yang berlaku efektif 1 Januari 2023, relevan
bagi Perusahaan namun tidak menyebabkan perubahan material terhadap jumlah-jumlah yang
dilaporkan dalam laporan keuangan:
Amendemen PSAK 1, “Penyajian Laporan Keuangan”: Pengungkapan Kebijakan Akuntansi yang
Mengubah Istilah “Signifikan” menjadi “Material” dan Memberi Penjelasan mengenai Kebijakan
Akuntansi Material
Amendemen ini memberikan panduan dan contoh untuk membantu entitas menerapkan
pertimbangan materialitas dalam pengungkapan kebijakan akuntansi. Amendemen tersebut
bertujuan untuk membantu entitas menyediakan pengungkapan kebijakan akuntansi yang lebih
berguna dengan mengganti persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'signifikan
entitas dengan persyaratan untuk mengungkapkan kebijakan akuntansi 'material' entitas dan
menambahkan panduan tentang bagaimana entitas menerapkan konsep materialitas dalam
membuat keputusan tentang pengungkapan kebijakan akuntansi.
- 31 -
Page 34
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Amendemen PSAK 25, “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan”:
Definisi Estimasi Akuntansi
Amendemen tersebut memperkenalkan definisi 'estimasi akuntansi' dan mengklarifikasi perbedaan
antara perubahan estimasi akuntansi dan perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan.
Amendemen tersebut juga mengklarifikasi bagaimana entitas menggunakan teknik pengukuran
dan input untuk mengembangkan estimasi akuntansi.menambahkan panduan tentang bagaimana
entitas menerapkan konsep materialitas dalam membuat keputusan tentang pengungkapan
kebijakan akuntansi.
Telah diterbitkan namun belum berlaku efektif
Amendemen standar akuntansi keuangan yang telah diterbitkan yang bersifat wajib untuk tahun buku
yang dimulai pada atau setelah:
1 Januari 2024
Amendemen PSAK 1, “Penyajian Laporan Keuangan”: Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan
Amendemen ini mengklarifikasi bahwa hanya kovenan yang harus dipatuhi entitas pada atau
sebelum tanggal pelaporan yang akan memengaruhi klasifilasi liabilitas sebagai lancar atau tidak
lancar.
Entitas menerapkan amendemen PSAK 1 (Oktober 2020) tentang klasifikasi liabilitas sebagai
jangka pendek atau jangka panjang pada periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2024 secara retrospektif sesuai dengan PSAK 25. Jika entitas menerapkan
amendemen PSAK 1 (Oktober 2020) pada periode yang lebih awal setelah terbitnya amendemen
PSAK 1 (Desember 2022) tentang liabilitas jangka panjang dengan kovenan, maka entitas juga
menerapkan amendemen PSAK 1 (Desember 2022) pada periode tersebut. Jika entitas
menerapkan amendemen PSAK 1 (Oktober 2020) untuk periode sebelumnya, maka entitas
mengungkapkan fakta tersebut.
Amendemen PSAK 1, “Penyajian Laporan Keuangan”: Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka
Pendek atau Jangka Panjang
Amendemen PSAK 1, “Penyajian Laporan Keuangan” mengklarifikasi bahwa kewajiban
diklasifikasikan sebagai lancar atau tidak lancar, berdasarkan pada hak yang ada pada akhir
periode pelaporan. Klasifikasi tidak terpengaruh oleh ekspektasi entitas atau peristiwa setelah
tanggal pelaporan (misalnya penerimaan waiver atau pelanggaran perjanjian). Amendemen
tersebut juga mengklarifikasi apa yang dimaksud PSAK 1 perihal 'penyelesaian' liabilitas.
Amendemen tersebut dapat memengaruhi klasifikasi liabilitas, terutama untuk entitas yang
sebelumnya mempertimbangkan intensi manajemen untuk menentukan klasifikasi dan untuk
beberapa liabilitas yang dapat dikonversi menjadi ekuitas.
- 32 -
Page 35
PT SUMBER MAS KONSTRUKSI Tbk
Catatan atas Laporan Keuangan Interim
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada
Tanggal 30 Juni 2024
(Angka-angka Disajikan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Amendemen PSAK 2 dan PSAK 60: Pengaturan Pembiayaan Pemasok
Amendemen ini mengklarifikasi karakteristik pengaturan pembiayaan pemasok dan mensyaratkan
pengungkapan tambahan atas pengaturan pembiayaan pemasok terkait. Persyaratan
pengungkapan dalam amendemen ini dimaksudkan untuk membantu pengguna laporan keuangan
dalam memahami dampak pengaturan pembiayaan pemasok terhadap liabilitas, arus kas, dan
eksposur terhadap risiko likuiditas suatu entitas.
Amendemen ini akan berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau
setelah 1 Januari 2024. Penerapan dini diperkenankan, namun perlu diungkapkan. Amendemen
tersebut diperkirakan tidak mempunyai dampak material terhadap laporan keuangan Perusahaan.
Amendemen PSAK 73, “Sewa”: Liabilitas Sewa pada Transaksi Jual dan Sewa-balik
Amendemen ini menetapkan persyaratan yang digunakan penjual-penyewa dalam mengukur
kewajiban sewa yang timbul dalam transaksi jual beli dan sewa-balik, untuk memastikan penjual-
penyewa tidak mengakui jumlah setiap keuntungan atau kerugian yang terkait dengan hak guna
yang dipertahankan.
Perubahan Penomoran PSAK dan ISAK dalam Standar Akuntansi Keuangan Indonesia
Sejalan dengan pengesahan Kerangka Standar Pelaporan Keuangan Indonesia pada 12
Desember 2022, DSAK juga mengesahkan perubahan penomoran Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) dalam Standar Akuntansi
Keuangan Indonesia.
Perubahan tersebut untuk membedakan penomoran PSAK dan ISAK yang merujuk pada
International Financial Reporting Standards (IFRS) (diawali dengan angka 1 dan 2) dan tidak
merujuk pada IFRS (diawali dengan angka 3 dan 4).
Sampai dengan tanggal pengesahan laporan keuangan, Perusahaan masih mengevaluasi dampak
dari penerapan standar, amendemen, penyesuaian tahunan dan interpretasi tersebut yang relevan
terhadap laporan keuangan Perusahaan.
********
- 33 -
Names mentioned 45 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Sumber Mas Kosntruksi Tbk
p.2 ×2
unresolved
org
PT Rubenindo Artha Subur
p.8 ×2
unresolved
person
Akta Notaris E. Sianipar
p.8
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.8
unresolved
person
Akta Notaris Bliamto Silitonga
p.8
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.8
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.
p.8
unresolved
person
Rinaldi Vivenda
· Anggota
p.8
unresolved
person
CPAI
p.8
unresolved
person
Steven Dimas
· Anggota
p.8
unresolved
person
Sobirin
p.8
unresolved
org
PT Ulung Jaya Perkasa
p.22 ×3
unresolved
org
PT Putra Tanjung Permai
p.22 ×3
unresolved
org
PT Tumbuh Jaya Santosa
p.22
unresolved
org
PT Graha Loka Pangestu
p.22 ×2
unresolved
org
PT Djambi Waras Jujuhan
p.22
unresolved
org
PT Sea Asih Lines
p.22
unresolved
org
PT Anekapura Multikarta
p.22
unresolved
org
PT Kuala Jaya Samudra
p.22 ×5
unresolved
org
PT Sejahtera Mandiri Sawit
p.22
unresolved
org
PT Dian Wira Putra
p.22 ×2
unresolved
org
PT Indonesia Asahan Alumunium
p.22
unresolved
org
PT Citra Buana Pasta
p.22
unresolved
org
PT Bima Registra
p.26 ×2
unresolved
person
Akta Notaris Leolin Jayayanti
p.26
unresolved
org
PT Bintang Perkasa Jaya
p.27 ×2
unresolved
org
PT Sinar Galuh Pratama
p.27 ×2
unresolved
org
PT Putra Tanjung Permai. Ruang
p.30
unresolved
org
PT Bintang Perkasa Jaya. Ruang
p.30
unresolved
org
PT Bintang Perkasa Jaya. Perjanjian
p.30
unresolved
org
PT Sinar Galuh Pratama. Ruang
p.30
unresolved
org
PT Kuala Jaya Samudra. Ruang
p.30
unresolved
org
PT Ulung Jaya Perkasa. Ruang
p.30
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.