Back to announcement
Lampiran Analisa kenaikan aset liabilitas 0624.pdf
Financial statement Text extracted SMIISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
LAMPIRAN/ ATTACHMENT
Surat Nomor/ Letter number: S-468/SMI/DU/0724 (Surat ke OJK/ Letter to OJK) dan/ and
S-469/SMI/DU/0724 (Surat ke Bursa Efek Indonesia/ Letter to IDX)
Penjelasan Atas Kenaikan Aset Dan Liabilitas
Berdasarkan Perubahan/ Delta (Signifikan Dalam Jumlah Dan Prosentase > 20%)/
Growth and Decrease Analysis of Asset and Liability
According to changes/delta (value and/or percentage significance in more than 20%)
I. Penjelasan untuk Aset/ Assets Explanation
Penurunan jumlah aset Perseroan per 30 Juni 2024 bila dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2023
adalah sebesar Rp1.744,7 miliar atau 1,51%. Penurunan tersebut terutama dipengaruhi dari peningkatan
dan penurunan pada akun-akun sebagai berikut:
The decrease in the company's assets as of June 30, 2024, compared to the position as of December 31,
2023, amounts to Rp1,744.7 billion or 1.51%. This decrease was mostly affected by the changes in the
following accounts, both positive and negative:
▪ Kas dan setara kas/ Cash and Cash Equivalent
Pos ini mengalami penurunan sebesar Rp6.086,6 miliar atau 48,04% dari Rp12.669,2 miliar pada
tahun 2023 menjadi Rp6.582,6 miliar di 30 Juni 2024. Hal ini terutama disebabkan oleh adanya
pelunasan atas pinjaman diterima dari pemerintah, pelunasan surat utang yang jatuh tempo dalam
periode 6 bulan di tahun 2024, adanya pembelian efek-efek serta investasi baru dalam bentuk
penyertaan saham di tahun 2024.
From IDR 12,669.2 billion in 2023 to IDR 6,582.6 billion on June 30, 2024, this account decreased
by IDR 6,086.6 billion, or 48.04%, due to the payment of loans received from the government, the
payment of matured bonds in the first six months of 2024, the investment in securities, and new equity
investments in 2024.
▪ Efek-efek/ Securities
Pos ini mengalami peningkatan sebesar Rp2.064,8 miliar atau 18,83% dari 10.965,7 miliar pada
tahun 2023 menjadi Rp13.030,5 miliar di 30 Juni 2024. Hal ini terutama disebabkan oleh pembelian
atas efek-efek selama tahun 2024 guna menjaga likuiditas dan meningkatan pendapatan bagi
Perusahaan.
From IDR 10,965.7 billion in 2023 to IDR 13,030.5 billion on June 30, 2024, this account increased
by IDR 2,064.8 billion, or 18.83%. This increase is primarily due to the purchase of securities during
2024 to maintain the company's liquidity and boost its revenue.
▪ Piutang atas Penugasan Fasilitas Penyiapan Proyek/ Receivables from assignment for
facilitation on project preparations
Piutang kepada pemerintah atas Penugasan Fasilitas Penyiapan Proyek mengalami penurunan
sebesar Rp15,03 miliar atau 27,95% dari Rp53,77 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp38,74 miliar
Page 2
pada 30 Juni 2024. Hal ini terutama disebabkan oleh penerimaan pembayaran dari pemerintah atas
piutang penugasan fasilitas penyiapan proyek.
Receivables from assignments for facilitation on project preparations decreased by IDR 15.03
billion, or 27.95%, from IDR 53.77 billion in 2023 to IDR 38.74 billion on June 30, 2024. This
decrease is primarily attributed to the payment of receivables from assignments for facilitation on
project preparations.
▪ Biaya dibayar dimuka/ Prepaid Expenses
Biaya dibayar dimuka Perseroan mengalami peningkatan sebesar Rp2,08 miliar atau 49,68% dari
Rp4,19 miliar pada tahun 2023 menjadi Rp6,27 miliar pada 30 Juni 2024. Hal ini terutama
disebabkan oleh pembayaran asuransi di tahun 2024.
From IDR4.19 billion in 2023 to IDR6.27 billion in June 30, 2024, the accrued income increased
by IDR2.08 billion, or 49.68%. This is primarily due to the payment of insurances in 2024.
▪ Penyertaan saham/ Equity Investment
Penyertaan saham Perseroan meningkat sebesar Rp1.033,3 miliar atau 75,04% dari sebesar
Rp1.377,0 miliar pada 31 Desember 2023 menjadi Rp2.410,3 miliar pada 30 Juni 2024. Peningkatan
penyertaan saham terutama disebabkan karena pada tahun 2024, Perseroan melakukan investasi pada
Trans Jabar Toll.
Equity investment increased by IDR 1,033.3 billion, or 75.04%, from IDR 1,377.0 billion on
December 31, 2023, to IDR 2,410.3 billion on June 30, 2024. The increase in equity investment
during 2024 was mostly caused by the company’s new investment in Trans Jabar Toll.
II. Penjelasan untuk Liabilitas dan Dana Syirkah Temporer/ Explanation of Liabilities and Temporary
Syirkah Funds
Penurunan jumlah liabilitas dan dana syirkah temporer Perseroan per 30 Juni 2024 bila dibandingkan
dengan posisi per 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp2.192,9 miliar atau 2,98%. Penurunan tersebut
terutama dipengaruhi dari peningkatan dan penurunan pada akun-akun berikut:
The company's liabilities and temporary syirkah funds decreased by IDR 2,192.9 million (2.98%) as of
June 30, 2024, compared to the position in 2023. The following accounts' gains and losses had the biggest
impacts on the decrease, such as:
▪ Utang Pajak/ Taxes Payable
Utang pajak pada 30 Juni 2024 menurun sebesar Rp77,1 miliar atau 44,77% dari Rp172,3 miliar
pada tahun 2023 menjadi Rp95,1 miliar pada 30 Juni 2024. Penurunan utang pajak terutama
disebabkan oleh pembayaran utang pajak atas PPh Pasal 29 tahun 2023 yang dibayarkan pada April
2024.
From IDR 172.3 billion in 2023 to IDR 95.1 billion on June 30, 2024, tax payable decreased by IDR
77.1 billion, or 44.77%. This decrease was mainly due to the payment of Income Tax payable for
Article 29 of the year 2023, paid in April 2024.
Page 3
▪ Pendapatan diterima dimuka/ Unearned revenue
Pendapatan diterima dimuka menurun sebesar Rp47,7 miliar atau 50,91% dari Rp93,6 miliar pada
31 Desember 2023 menjadi Rp45,9 miliar pada 30 Juni 2024. Pendapatan diterima dimuka
merupakan fee yang diterima terkait pinjaman diberikan dan pembiayaan syariah. Penurunan jumlah
pendapatan diterima dimuka disebabkan oleh pengatribusian pendapatan diterima dimuka tersebut
ke dalam pinjaman diberikan untuk perhitungan suku bunga efektif sesuai PSAK 109.
Unearned revenue decreased by IDR 47.7 billion, or 50.91%, from IDR 93.6 billion on December
31, 2023, to IDR 45.9 billion on June 30, 2024. Unearned revenue represents fees received from
loan receivables and sharia financing. The decrease in unearned revenue was mainly due to the
amortization of fees and changes in the mapping of the recording of unearned revenues that have
not been amortized to loan receivables in accordance with PSAK 109.
▪ Liabilitas derivatif/ Derivative liabilities
Liabilitas derivatif meningkat sebesar Rp6,5 miliar atau 100% dibanding pada 31 Desember 2023.
Hal ini disebabkan kontrak adanya kontrak derivatif yang masih efektif per 30 Juni 2024.
Derivative liabilities decreased by IDR 6.5 billion, or 100%, compared to December 31,
2023. This is due to the derivative contract that became effective on June 30, 2024.
▪ Surat utang diterbitkan - bersih/ Net Securities Issued
Surat utang diterbitkan- bersih menurun sebesar Rp1.418,7 miliar atau 6,60% dari sebesar
Rp21.503,6 miliar pada 31 Desember 2023 menjadi Rp20.084,9 miliar pada 30 Juni 2024. Penurunan
surat utang diterbitkan -bersih terutama disebabkan karena adanya pelunasan Obligasi.
Net securities issued decreased by IDR 1,418.7 billion, or 6.60%, from IDR 21,503.6 billion on
December 31, 2023, to IDR 20,084.9 billion on June 30, 2024. The decrease in net securities issued
was caused by the payment of bonds.
▪ Pinjaman diterima dari Pemerintah Republik Indonesia/ Loans Received from The Government
of The Republic of Indonesia
Pinjaman diterima dari Pemerintah Republik Indonesia menurun sebesar Rp1.301,1 miliar atau
4,56% dari sebesar Rp28.551,6 miliar pada 31 Desember 2023 menjadi Rp27.250,5 miliar pada 30
Juni 2024. Penurunan pinjaman diterima dari Pemerintah Republik Indonesia terutama disebabkan
karena adanya pembayaran angsuran pinjaman di tahun 2024.
▪ Loans received from the Government of the Republic of Indonesia decreased by IDR 1,301.1 billion,
or 4.56%, from IDR 28,551.6 billion on December 31, 2023, to IDR 27,250.5 billion on June 30,
2024. The decrease in loans received from the Government of the Republic of Indonesia was caused
by installment payments in 2024.
Names mentioned 4 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Government of The Republic of Indonesia
p.3 ×3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.