Skip to content
Back to announcement

LK PLAN_30 Juni 2024.pdf

Financial statement Text extracted PLAN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 39

Page 1
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk

LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024
DAN UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2024
(TIDAK DIAUDIT)




d1/
Page 2
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
DAFTAR ISI


                                                        Halaman

Surat Pernyataan Direksi

Laporan Keuangan

  Laporan Posisi Keuangan                                  1

  Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain      3

  Laporan Perubahan Ekuitas                                4

  Laporan Arus Kas                                         5

  Catatan atas Laporan Keuangan                            6
Page 3

          
Page 4
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                            30 Juni            31 Desember
                                                          Catatan            2024                  2023

ASET

ASET LANCAR
Kas dan Bank                                                 4              281.540.793            539.516.597
Piutang Usaha dari Pihak Ketiga                              5              564.063.688            768.870.154
Piutang Lain-lain dari Pihak Ketiga                          6               18.350.000             11.999.000
Persediaan                                                   7              700.422.612            502.576.341
Beban Dibayar Dimuka                                         8              291.666.668            416.666.668
Jumlah Aset Lancar                                                        1.856.043.761          2.239.628.760

ASET TIDAK LANCAR
Persediaan                                                   7            1.075.122.559            945.122.559
Aset Tetap
 (Setelah dikurangi akumulasi
 penyusutan sebesar Rp 28.172.614.835,
 dan Rp 27.236.651.819 masing-masing
 per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023)                      9          82.594.090.981          83.453.394.997
Aset Hak - Guna
 (Setelah dikurangi akumulasi amortisasi sebesar
 Rp 82.500.000 dan Rp 75.000.000 masing-masing
 per 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023)                     10              367.500.000            375.000.000
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                84.036.713.540          84.773.517.556

JUMLAH ASET                                                             85.892.757.301          87.013.146.316




        Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

2012                                                -1-
Page 5
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                            30 Juni            31 Desember
                                                          Catatan            2024                  2023

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Lain-lain kepada Pihak Ketiga                          11          1.815.116.758           1.902.319.982
Beban Akrual                                                 12            243.041.715             384.523.541
Utang Pajak                                                 13a            757.463.592             696.497.554
Utang Bank                                                   14         22.277.000.000          22.277.000.000
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                         25.092.622.065          25.260.341.077

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Lain-lain kepada Pihak Berelasi                       11              896.150.877          1.511.029.474
Liabilitas Imbalan Pascakerja                               15              291.426.730            291.426.730
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                          1.187.577.607          1.802.456.204

JUMLAH LIABILITAS                                                       26.280.199.672          27.062.797.281

EKUITAS
Modal Saham - Nilai nominal Rp 80,-
Pada 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
 Modal Dasar - 1.875.000.000 Saham
 Modal Ditempatkan dan Disetor 896.709.596 Saham
 Pada 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023                     16           71.736.767.680         71.736.767.680
Tambahan Modal Disetor - Bersih                             17            6.711.738.981          6.711.738.981
Penghasilan Komprehensif Lain                                                43.244.652             43.244.652
Akumulasi Rugi                                                          (18.879.193.684)       (18.541.402.278)

JUMLAH EKUITAS                                                          59.612.557.629          59.950.349.035

JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                           85.892.757.301          87.013.146.316




        Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

2012                                                -2-
Page 6
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN INTERIM
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                           2024                  2023
                                                          Catatan      (Enam Bulan)          (Enam Bulan)

PENDAPATAN USAHA                                            18          6.198.990.967          5.390.412.376

BEBAN POKOK PENDAPATAN                                      19          (4.767.760.298)       (4.544.861.890)

LABA BRUTO                                                              1.431.230.669            845.550.486

Beban Umum dan Administrasi                                 20            (731.429.371)         (762.385.843)
Pendapatan (Beban) Lain-Lain - Bersih                       21              47.939.206            62.515.847
Jumlah Beban Usaha                                                        (683.490.165)         (699.869.996)

LABA USAHA                                                                747.740.504            145.680.490

Beban Bunga dan Keuangan                                    22          (1.085.531.910)       (1.072.166.329)

RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                                            (337.791.406)         (926.485.839)

Beban Pajak Penghasilan                                     13b                                              -

RUGI TAHUN BERJALAN                                                       (337.791.406)         (926.485.839)

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN                               15                         -                     -

RUGI KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN                                        (337.791.406)         (926.485.839)

RUGI PER SAHAM                                              23                    (0,38)                (1,03)




        Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

2012                                                -3-
Page 7
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS INTERIM
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)



                                                                Tambahan Modal          Pengukuran Kembali
                                          Modal Saham               Disetor             Program Imbalan Pasti          Akumulasi Rugi      Jumlah Ekuitas



Saldo per 1 Januari 2023                  71.429.054.400            6.711.738.981                     40.196.171        (17.212.532.313)   60.968.457.239

Rugi Periode Berjalan                                     -                       -                              -         (926.485.839)     (926.485.839)
Saldo per 30 Juni 2023                    71.429.054.400            6.711.738.981                     40.196.171        (18.139.018.152)   60.041.971.400
Saldo per 1 Januari 2023                  71.429.054.400            6.711.738.981                     40.196.171        (17.212.532.313)   60.968.457.239
Rugi Tahun Berjalan                                   -                           -                            -         (1.328.869.965)    (1.328.869.965)
Pelaksanaan Waran                             307.713.280                         -                            -                    -          307.713.280
Penghasilan Komprehensif Lain                         -                           -                    3.048.481                    -            3.048.481
Saldo per 31 Desember 2023                71.736.767.680            6.711.738.981                     43.244.652        (18.541.402.278)   59.950.349.035

Rugi Periode Berjalan                                     -                       -                              -         (337.791.406)     (337.791.406)
Saldo per 30 Juni 2024                    71.736.767.680            6.711.738.981                     43.244.652        (18.879.193.684)   59.612.557.629




                                      Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan


                                                                                      -4-
Page 8
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
LAPORAN ARUS KAS INTERIM
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                           2024                  2023
                                                         Catatan       (Enam Bulan)          (Enam Bulan)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Kas dari Pelanggan                               5, 18        6.403.797.433         5.281.599.666
Pembayaran Kas kepada Karyawan                             11, 19       (1.567.881.200)       (1.402.985.464)
Pembayaran Kas kepada Pemasok dan                         7,11,19
Penerimaan Operasional Lainnya                                8         (3.316.822.530)       (3.262.826.321)
Pembayaran Beban Bunga dan Keuangan                          22         (1.085.531.910)       (1.072.166.329)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                               433.561.793           (456.378.448)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset Tetap                                         9             (76.659.000)          (63.151.650)
Kas Bersih Digunakan Untuk Aktivitas Investasi                             (76.659.000)          (63.151.650)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan Utang Lain-lain dari Pihak Berelasi            11, 24          (614.878.597)         356.402.440
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                             (614.878.597)         356.402.440

KENAIKAN KAS DAN BANK                                                     (257.975.804)         (163.127.658)

KAS DAN BANK AWAL PERIODE                                                 539.516.597         1.100.026.237

KAS DAN BANK AKHIR PERIODE                                                281.540.793           936.898.579




        Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan

2012                                               -5-
Page 9
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

1.   UMUM

     1.a.   Pendirian dan Informasi Umum

            PT Planet Properindo Jaya Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Bandung berdasarkan akta No. 1
            tanggal 7 Juni 2003 dibuat di hadapan Lili Sugianto, S.H. Notaris di Bandung. Akta pendirian
            ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
            berdasarkan Surat Keputusan No. C-22912 HT.01.01.TH.2003. Tahun 2003, tanggal 26
            September 2003. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan,
            terakhir Akta No. 23 tanggal 09 Juni 2023 dari Rahayu Ningsih, S.H., Notaris di Jakarta, yang
            telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan
            Surat Keputusan No. AHU-0128111.AH.01.11. TAHUN.2023 tanggal 09 Juli 2023.

            Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
            berusaha di bidang perhotelan. Ruang lingkup kegiatan usaha Perusahaan meliputi bidang
            penyediaan kamar tempat menginap, penyediaan tempat dan pelayanan makan dan minum,
            pelayanan pencucian/binatu, penyediaan fasilitas akomodasi dan pelayanan lain yang
            diperlukan bagi penyelenggaraan kegiatan usaha hotel.

            Perusahaan adalah pemilik Hotel Vue Palace, Artotel Curated yang berdomisili di Bandung
            dengan kantor beralamat di Jl. Otto Iskandar Dinata No. 3 Babakan Ciamis Kec. Sumur
            Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat.

            Pada saat ini kegiatan utama Perusahaan adalah menjalankan usaha dalam bidang perhotelan
            yaitu mengelola dan menyewakan Hotel Vue Palace, Artotel Curated di Bandung.

            Perusahaan tergabung dalam kelompok usaha PT Wahana Tata Bangun, dengan PT Sosial
            Integrasi Internasional sebagai pemegang saham utama dan Tn. Antonyo Hartono Tanujaya
            sebagai pengendali terakhir.

            Perusahaan memiliki 6 dan 7 karyawan tetap (tidak diaudit) masing-masing pada tanggal
            30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023.

     1.b.   Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

            Susunan pengurus Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
            sebagai berikut:

                                                       30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
            Dewan Komisaris
            Komisaris Utama                : Seto Andry Wibowo
            Komisaris Independen           : Hannar Yogia
            Dewan Direksi
            Direktur Utama                 : Antonyo Hartono Tanujaya
            Direktur                       : Emilia Marlina Kiuk

            Berdasarkan Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Planet
            Properindo Jaya Tbk No. 09 tanggal 09 Juni 2023, Perusahaan mengangkat Emilia Marlina
            Kiuk sebagai Direktur Perseroan, efektif sejak tanggal Surat Keputusan Rapat Umum
            Pemegang Saham tersebut.




                                                 -6-
Page 10
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

            Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT Planet Properindo Jaya Tbk No. 009/IX/2021 tanggal
            3 September 2021, Perusahaan mengangkat Komite Audit sebagai berikut:

             Komite Audit:
             Ketua Komite Audit             : Hannar Yogia
             Anggota Komite Audit           : Asen Julianto
             Anggota Komite Audit           : Defi Desmiati

     1.c.   Penawaran Umum Saham Perusahaan

            Pada tanggal 31 Agustus 2020, Perusahaan memperoleh surat pernyataan efektif
            No S-238/D.04/2020 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan penawaran umum
            saham kepada masyarakat sebanyak 267.856.800 saham atau sebanyak 30% dari jumlah
            saham yang ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp 80 setiap saham dengan
            harga penawaran Rp 112 setiap saham disertai dengan penerbitan Waran Seri I sebanyak
            212.053.300 yang diberikan secara cuma-cuma dengan nilai nominal Rp 80 per saham
            dengan harga pelaksanaan Rp 130 per saham. Selisih lebih antara harga penawaran per
            saham dengan nilai nominal per saham dicatat sebagai “Tambahan Modal Disetor” setelah
            dikurangi biaya emisi saham, yang disajikan pada bagian ekuitas pada laporan posisi
            keuangan. Masa pelaksanaan waran yaitu mulai tanggal 15 Maret 2021 sampai dengan
            15 September 2023. Setiap pemegang 1 (satu) saham baru Perusahaan berhak membeli
            1 (satu) waran. Bila waran tidak dilaksanakan sampai masa berlakunya habis, maka waran
            tersebut menjadi kedaluwarsa.

            Pada tanggal 30 Juni 2024 seluruh saham Perusahaan sejumlah 892.863.180 saham telah
            tercatat pada Bursa Efek Indonesia.

     1.d.   Penyelesaian Laporan Keuangan

            Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan ini yang
            telah diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan pada tanggal
            30 Juli 2024.


2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN

       2.a. Pernyataan Kepatuhan

            Laporan Keuangan Perusahaan disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
            Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
            Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar
            Akuntansi Keuangan - Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI), dan peraturan pasar modal
            antara lain Peraturan Otoritas Jasa Keuangan/Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
            Keuangan (OJK/Bapepam-LK) No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan
            Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.

       2.b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

            Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha serta atas dasar akrual,
            kecuali laporan arus kas yang menggunakan dasar kas.




                                               -7-
Page 11
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

            Dasar pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah konsep biaya perolehan
            (historical cost), kecuali untuk beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain
            sebagaimana yang diungkapkan pada kebijakan akuntansi dalam masing-masing akun
            tersebut.

            Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method) dengan
            mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

            Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah (“Rp”) yang
            juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.

       2.c. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)

            Pada tanggal 1 Januari 2024, Perusahaan menerapkan amendemen dan penyesuaian
            standar akuntansi yang relevan dengan pelaporan keuangan Perusahaan dan
            efektif berlaku sejak tanggal tersebut, sebagai berikut:

            Amendemen PSAK 201, ”Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai
            Jangka Pendek atau Jangka Panjang”

            Amendemen menentukan persyaratan untuk mengklasifikasikan liabilitas sebagai
            jangka pendek atau jangka panjang. Amendemen tersebut menjelaskan:

            •   Apa yang dimaksud dengan hak untuk menangguhkan penyelesaian;
            •   Bahwa hak entitas untuk menangguhkan penyelesaian liabilitas harus ada pada akhir
                periode pelaporan;
            •   Klasifikasi tersebut tidak terpengaruholeh kemungkinan bahwa entitas akan menggunakan
                haknya untukmenangguhakan penyelesaian liabilitas;
            •   Hanya jika suatu derivatif melekat dalam liabilitas konvertibel merupakan instrumen ekuitas
                saja, penggunaaan frasa liabilitas tidak akan memengaruhi klasifikasinya;

            Amendemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau
            setelah 1 Januari 2024 dan harus diterapkan secara retrospektif.

            Perseroan saat ini sedang menilai dampakamendemen terhadap praktik saat ini danapakah
            negosiasi ulang atas perjanjianpinjaman yang ada mungkin diperlukanPenerapan lebih dini
            diperkenankan.

            Amendemen PSAK 201, ”Penyajian Laporan Keuangan” – Pengungkapan Kebijakan
            Akuntansi.

            Amendemen tersebut mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan ”informasi kebijakan
            akuntansi material” yang sebelumnya ”kebijakan akuntansi signifikan” dan mengklarifikasi
            bahwa tidak seluruh informasi kebijakan akuntansi terkait dengan transaksi, kejadian atau
            kondisi material lainnya adalah material terhadap laporan keuangan.

            Amendemen PSAK 212 ”Pajak Penghasilan”- Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitasyang
            Timbul dari Transaksi Tunggal

            Amendemen PSAK 212 ”Pajak Penghasilan” - pajak tangguhan terkait aset dan liabilitas yang
            timbul dari transaksi tunggal mensyaratkan entitas untuk mengakui pajak tangguhan atas
            transaksi dimana pada pengakuan awalnya, menimbulkan perbedaan temporer kena pajak
            yang dapat dikurangkan dalam jumlah yang sama.

            Amendemen ini akan berlaku untuk jenis transaksi seperti sewa menyewa dan kewajiban
            pembongkaran yang mensyaratkan pengakuan tambahan atas aset dan liabilitas pajak
            tangguhan.



                                                  -8-
Page 12
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


            Amendemen PSAK 216 ”Aset Tetap” tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan

            Amendemen tersebut melarang entitas untuk biaya perolehan aset tetap dari penerimaan
            penjualan yang dihasilkan oleh aset tetap sebelum penggunaan yang diintensikan.
            Penerimaan atas penjualan memenuhi definisi pendapatan sehingga harus diakui dalam
            laporan laba rugi.

            Sampai dengan tanggal penerbitan laporankeuangan, manajemen sedangmengevaluasi
            dampak dari standar,amandemen, dan interpretasi ini terhadaplaporan keuangan.

       2.d. Transaksi Pihak Berelasi

            Sesuai dengan PSAK 224, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”, pihak dianggap berelasi jika
            salah satu pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara kepemilikan, secara
            langsung atau tidak langsung) atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara partisipasi
            dalam kebijakan keuangan dan operasional) atas pihak lain dalam mengambil keputusan
            keuangan dan operasional.

            Seluruh transaksi signifikan dengan pihak-pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 24 atas
            laporan keuangan.

       2.e. Instrumen Keuangan

            Aset Keuangan

            Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal. Klasifikasi
            dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual –
            apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.

            Aset keuangan diklasifikasikan dalam kategori berikut:

            •     Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
            •     Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
                  komprehensif lain.

            Aset keuangan Perusahaan meliputi kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset
            keuangan lainnya. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam
            waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

            Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai
            berikut:

            (i)   Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi

                  Perusahaan mengukur aset keuangan pada biaya diamortisasi jika kedua kondisi berikut
                  terpenuhi: (1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk
                  mengumpulkan arus kas kontraktual; dan (2) persyaratan kontraktual dari aset keuangan
                  menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus kas yang semata-mata pembayaran
                  pokok dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.

                  Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi selanjutnya diukur dengan
                  menggunakan metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah dikurangi
                  dengan penurunan nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan
                  memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan
                  bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR dicatat dalam laba rugi. Kerugian yang
                  timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laba rugi.



                                                   -9-
Page 13
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


                Kelompok aset keuangan ini meliputi kas dan bank, piutang usaha dan piutang lain-lain.

            (ii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI

                Instrumen utang

                Perusahaan mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui OCI jika kedua kondisi
                berikut terpenuhi: (1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk
                mengumpulkan arus kas kontraktual dan penjualan; dan (2) persyaratan kontraktual dari aset
                keuangan menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus kas yang semata-mata
                pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.

                Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui OCI, pendapatan bunga,
                revaluasi selisih kurs, dan kerugian atau pembalikan penurunan nilai diakui dalam laba rugi
                dan dihitung dengan cara yang sama seperti aset keuangan yang diukur dengan biaya
                perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar yang tersisa diakui dalam OCI. Setelah
                penghentian pengakuan, perubahan nilai wajar kumulatif yang diakui di OCI didaur ulang
                menjadi laba rugi. Perusahaan tidak memiliki instrumen utang yang diklasifikasikan sebagai
                aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI.

                Perusahaan tidak memiliki instrumen utang yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan
                yang diukur pada OCI.

                Instrumen ekuitas

                Setelah pengakuan awal, Perusahaan dapat memilih untuk mengklasifikasikan investasi
                ekuitasnya secara tidak dapat dibatalkan sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada
                nilai wajar melalui OCI jika definisi ekuitas sesuai PSAK 50: Instrumen Keuangan: Penyajian
                dan tidak dimiliki untuk diperdagangkan. Klasifikasi ditentukan berdasarkan instrumen per
                instrumen.

                Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang menjadi laba
                atau rugi. Dividen diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laba rugi pada saat hak
                pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika Perusahaan memperoleh keuntungan dari hasil
                tersebut sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini,
                keuntungan tersebut adalah dicatat dalam OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai
                wajar melalui OCI tidak tunduk pada penilaian penurunan nilai.

                Perusahaan tidak memiliki instrumen ekuitas, yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan
                yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

            (iii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

                Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk
                diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar
                melalui laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur pada nilai wajar. Aset keuangan
                diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual
                atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan,
                juga diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali jika ditetapkan sebagai
                instrumen lindung nilai yang efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata
                pembayaran pokok dan bunga diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi,
                terlepas dari model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan
                diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui OCI, seperti
                dijelaskan di atas, instrumen utang dapat ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada
                pengakuan awal jika hal tersebut menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, ketidak
                sesuaian akuntansi.



                                                  - 10 -
Page 14
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

                Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi selanjutnya disajikan dalam
                laporan keuangan sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laba
                rugi.

                Perusahaan memiliki aset keuangan lainnya, yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan
                yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

            Liabilitas Keuangan

            Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK 71 diklasifikasikan sebagai berikut:

            •   Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
            •   Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.

            Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.

            Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan dalam hal pinjaman dan
            utang, termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

            Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan hanya memiliki liabilitas
            keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi.
            Liabilitas keuangan Perusahaan meliputi utang lain-lain, deposit tamu, beban akrual, dan utang
            bank. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo
            melebihi 12 bulan dan sebagai liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari
            12 bulan.

            Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang
            dikenakan bunga) selanjutnya diukur dengan menggunakan metode EIR. Amortisasi EIR
            termasuk di dalam biaya keuangan dalam laba rugi.

            Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau
            dibatalkan atau kedaluwarsa.

            Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari
            pemberi pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau
            modifikasi secara substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas yang ada, pertukaran atau
            modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan
            liabilitas baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laba rugi.

            Saling Hapus antar Aset dan Liabilitas Keuangan

            Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan
            posisi keuangan jika, dan hanya jika, Perusahaan saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum
            untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk
            menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya
            secara simultan.

            Penurunan Nilai Aset Keuangan

            Perusahaan menerapkan model kerugian kredit ekspektasian ("ECL") untuk pengukuran dan
            pengakuan kerugian penurunan nilai. Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai
            apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan
            awal. Ketika melakukan penilaian, Perusahaan menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar
            yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada perubahan atas jumlah
            ECL. Dalam melakukan penilaian, Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar yang
            terjadi atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang
            terjadi atas instrumen keuangan pada saat pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran



                                                   - 11 -
Page 15
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

              serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan
              terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa
              depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.

              Perusahaan menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur ECL tersebut terhadap
              piutang usaha dan lain-lain tanpa komponen pendanaan yang signifikan.

       2.f. Penentuan Nilai Wajar

              Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
              dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada
              tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual
              aset atau mengalihkan liabilitas terjadi di pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di
              pasar yang paling menguntungkan dimana Perusahaan memiliki akses pada tanggal tersebut.

              Jika tersedia, Perusahaan mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan
              harga kuotasian di pasar aktif untuk instrumen tersebut. Jika harga kuotasian tidak tersedia di
              pasar aktif, Perusahaan menggunakan teknik penilaian dengan memaksimalkan penggunaan
              input yang dapat diobservasi dan relevan serta meminimalkan penggunaan input yang tidak
              dapat diobservasi. Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang
              dilakukan secara wajar oleh pihak-pihak yang berkeinginan dan memahami (recent arm’s length
              market transactions), penggunaan nilai wajar terkini instrumen lain yang secara substansial
              sama, analisis arus kas yang didiskonto, atau model penilaian lain.

       2.g. Kas dan Bank

              Kas dan bank terdiri dari kas dan bank yang tidak dipergunakan sebagai jaminan serta tidak
              dibatasi penggunaannya.


       2.h. Dana Cadangan Untuk Penggantian Perabotan dan Perlengkapan Hotel

              Pemasukan yang diperoleh dari hasil pengelolaan hotel harus diambil sebagian terlebih dahulu
              untuk dimasukkan sebagai Dana Cadangan yang diperlukan untuk penggantian, penambahan
              perabotan dan semua perlengkapan yang tidak dapat digunakan lagi dalam pengelolaan hotel.

              Besar Dana Cadangan tersebut adalah sebagai berikut:

              a. Tahun buku pertama sebesar 1% dari Pendapatan Total (Total Revenue).
              b. Tahun buku kedua sebesar 1,5% dari Pendapatan Total (Total Revenue).
              c. Tahun buku ketiga dan seterusnya sebesar 3% dari Pendapatan Total (Total Revenue).

              Dana Cadangan yang tidak digunakan dalam tahun-tahun yang bersangkutan dapat digunakan
              pada tahun-tahun berikutnya.

              Sampai dengan 30 Juni 2024 belum dibentuk dana cadangan untuk penggantian perabotan
              dan perlengkapan hotel.

       2.i.   Persediaan Hotel

              Persediaan hotel merupakan makanan dan minuman, perlengkapan hotel lainnya, peralatan
              operasional dan barang dagangan yang dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai
              realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata
              tertimbang (weighted average method). Nilai realisasi bersih merupakan estimasi harga jual
              dari persediaan dikurangi seluruh biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan
              untuk melakukan penjualan.




                                                    - 12 -
Page 16
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

       2.j.   Beban Dibayar di Muka

              Beban dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaat masing-masing biaya yang
              bersangkutan dengan menggunakan metode garis lurus.

       2.k. Aset Tetap

              Aset tetap pada awalnya dicatat sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset terdiri dari
              harga pembelian dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa
              aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan supaya aset siap digunakan sesuai dengan maksud
              manajemen. Setelah pengakuan awal, aset tetap, kecuali tanah, diukur sebesar biaya
              perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Tanah
              dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan.

              Sesuai dengan ISAK No. 336, Perusahaan menganalisa fakta dan keadaan untuk masing-
              masing jenis hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna Bangunan
              (“HGB”) dan Hak Pakai(“HP”) dalam menentukan akuntansi untuk masing-masing hak atas
              tanah tersebut sehingga dapatmerepresentasikan dengan tepat suatu kejadian atau transaksi
              ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak mengalihkan pengendalian
              atas aset pendasar kepada Perusahaan,melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan aset
              pendasar, Perusahaan menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa
              berdasarkan PSAK 116, “Sewa”. Jika hak atas tanahsecara substansi menyerupai pembelian
              tanah, maka Perusahaan menerapkan PSAK 216 “Aset tetap”.

              Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset
              yang terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di
              masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan dan biaya
              tersebut dapat diukur secara andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan
              pengakuannya pada tahun dimana pada saat penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya
              perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi.

              Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan jumlah
              tersusutkan selama estimasi manfaat aset tetap sebagai berikut:


                                                                                                  Tahun
              Bangunan dan Prasarana                                                                40
              Mebel dan Perlatan                                                                   4-8

              Nilai residu, masa manfaat dan metode penyusutan aset tetap ditelaah setiap akhir tahun
              keuangan atas pengaruh dari setiap perubahan estimasi akuntansi yang berlaku prospektif.

              Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi
              masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian
              yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai selisih antara jumlah neto hasil
              pelepasan dan jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
              komprehensif lain pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.

              Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan.

              Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi komprehensif pada
              saat terjadinya. Biaya-biaya lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk menambah,
              mengganti atau memperbaiki aset tetap dicatat sebagai biaya perolehan aset, jika dan hanya
              jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut
              akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.




                                                   - 13 -
Page 17
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

              Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi
              penurunan nilai. Aset dalam penyelesaian akan direklasifikasi ke aset tetap yang bersangkutan
              pada saat aset tersebut selesai dan siap untuk digunakan. Penyusutan mulai dibebankan pada
              tanggal aset tersebut siap digunakan.

              Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual dikeluarkan dari kelompok aset
              tetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aset tetap
              tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi pada periode yang bersangkutan.

       2.l.   Sewa

              Perusahaan sebagai Penyewa

              Pada insepsi kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak adalah, atau mengandung, sewa.
              Suatu kontrak adalah atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk
              mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk
              dipertukarkan dengan imbalan.

              Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang
              identifikasian, Perusahaan menilai apakah:

              -   Perusahaan memiliki hak untuk mendapatkan secara substansial seluruh manfaat
                  ekonomik dari penggunaan aset identifikasian selama periode penggunaan; dan
              -   Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian.
                  Perusahaan memiliki hak ini ketika Perusahaan memiliki hak pengambilan keputusan yang
                  paling relevan untuk mengubah cara dan tujuan penggunaan aset telah ditentukan
                  sebelumnya:
                  1. Perusahaan memiliki hak untuk mengoperasikan aset identifikasian;
                  2. Perusahaan telah mendesain aset identifikasian dengan cara yang telah ditentukan
                       sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset itu akan digunakan.

              Pada insepsi atau penilaian kembali kontrak yang berisi komponen sewa, Perusahaan
              mengalokasikan imbalan dalam kontrak untuk setiap komponen sewa atas dasar harga
              tersendiri relatif dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa. Akan tetapi, untuk sewa
              perbaikan di mana Perusahaan adalah penyewa, Perusahaan telah memilih untuk tidak
              memisahkan komponen nonsewa dan mencatat komponen sewa dan nonsewa sebagai
              komponen sewa tunggal.

              Pada saat permulaan sewa, penyewa mengakui aset hak-guna. Aset hak guna awalnya diukur
              pada harga perolehan, yang terdiri dari jumlah awal yang disesuaikan dengan pembayaran
              sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah biaya langsung awal
              yang timbul dan estimasi biaya untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau
              merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa,
              dikurangi insentif sewa yang diterima.

              Setelah tanggal permulaan, Perusahaan mengukur aset hak guna dengan menggunakan
              model biaya yang berkaitan aset tetap sesuai PSAK 216.

              Berdasarkan model biaya, aset hak guna diukur pada biaya perolehan dikurangi akumulasi
              penyusutan dan akumulasi penurunan nilai. Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar
              kepada Perusahaan pada akhir masa sewa atau jika biaya perolehan aset hak guna
              mencerminkan bahwa penyewa akan mengeksekusi opsi beli, Perusahaan mendepresiasi hak
              guna sejak tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak,
              Perusahaan mendepresiasi aset hak guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih
              awal antara akhir umur manfaat aset hak guna atau akhir masa sewa.

              Liabilitas sewa pada awalnya diukur pada nilai kini dari pembayaran sewa yang terutang
              selama masa sewa, didiskontokan pada suku bunga implisit dalam sewa jika hal itu dapat
              segera ditentukan. Jika suku bunga implisit tersebut tidak dapat segera ditentukan,


                                                   - 14 -
Page 18
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

            Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental.

            Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa terdiri dari:

            •     Pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara-substansi dikurangi piutang
                 insentif sewa;
            •     Pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga, awalnya
                 diukur menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
            •     Jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh Perusahaan dalam jaminan nilai residual;
            •     Harga eksekusi opsi beli yang cukup pasti Perusahaan akan mengeksekusi; dan
            •     Pembayaran penalti untuk penghentian sewa lebih awal kecuali Perusahaan cukup pasti
                 untuk tidak menghentikan kontrak lebih awal.

            Liabilitas sewa selanjutnya diukur kembali untuk mencerminkan perubahan dalam:

             •  Masa sewa (menggunakan tingkat diskonto yang direvisi);
             •  Penilaian opsi beli (menggunakan tingkat diskonto yang direvisi);
             •  Jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan dalam jaminan nilai residual (menggunakan
               tingkat diskonto yang tidak berubah); atau
             • Pembayaran sewa masa depan sebagai akibat dari perubahan indeks atau suku bunga
               yang digunakan untuk menentukan pembayaran tersebut (menggunakan tingkat diskonto
               yang tidak berubah).

             Penyusutan dihitung menggunakan metode garis lurus untuk mencatat jumlah penyusutan
             selama estimasi manfaat ekonomi aset hak-guna adalah sebagai berikut:


                   Jenis Aset Hak-Guna                      Masa Manfaat
                  Tanah                                        30 tahun

            Sewa Jangka Pendek dan Sewa Aset Bernilai Rendah

            Perusahaan menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek (untuk sewa yang
            memiliki jangka waktu selama 12 bulan atau kurang dari tanggal dimulainya dan tidak
            mengandung opsi pembelian). Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa untuk
            aset bernilai rendah diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.

       2.m. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

            Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menelaah nilai tercatat aset non-keuangan
            untuk menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan
            nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, jumlah terpulihkan dari aset diestimasi untuk menentukan
            tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi
            jumlah terpulihkan atas suatu aset individual, Perusahaan mengestimasi jumlah terpulihkan
            dari unit penghasil kas atas aset.

            Estimasi jumlah terpulihkan adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan
            dan nilai pakai. Dalam menilai nilai pakai, estimasi arus kas masa depan didiskontokan ke nilai
            kini menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini
            dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset yang mana estimasi arus kas masa depan
            belum disesuaikan.

            Jika jumlah terpulihkan dari aset non-keuangan (unit penghasil kas) kurang dari nilai
            tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas) dikurangi menjadi sebesar jumlah
            terpulihkan dan rugi penurunan nilai diakui langsung ke laba rugi.

            Kebijakan akuntansi untuk penurunan nilai aset keuangan dijelaskan dalam Catatan 3.



                                                  - 15 -
Page 19
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


       2.n. Imbalan Pascakerja

            Perusahaan memberikan imbalan pascakerja imbalan pasti untuk semua karyawan tetapnya
            sesuai dengan Undang - Undang Cipta Kerja No. 11/2020. Perusahaan telah menerapkan
            panduan dalam siaran pers dan klarifikasi pengatribusian imbalan pada periode jasa untuk
            program pensiun berbasis undang-undang ketenagakerjaan atau undang-undang cipta kerja
            beserta peraturan pelaksanaan (UU Ketenagakerjaan) sesuai dengan yang diterbitkan oleh
            DSAK-IAI pada April 2022. Perseroan telah menerapkan panduan dalam siaran pers dan
            menerapkan perubahan yang diperlukan atas kebijakan akuntansi secara prospektif. Tidak
            terdapat pendanaan yang disisihkan oleh Perusahaan sehubungan dengan imbalan
            pascakerja ini.

            Biaya penyediaan imbalan ditentukan dengan menggunakan metode projected unit credit
            dengan penilaian aktuaria yang dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan tahunan.
            Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, perubahan dampak batas
            atas aset (jika ada) dan dari imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang
            tercermin langsung dalam laporan posisi keuangan yang dibebankan atau dikreditkan dalam
            penghasilan komprehensif lain periode terjadinya. Pengukuran kembali diakui dalam
            penghasilan komprehensif lain tercermin segera sebagai pos terpisah pada penghasilan
            komprehensif lain di ekuitas dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi. Biaya jasa lalu diakui
            dalam laba rugi pada periode amendemen program.

            Bunga neto dihitung dengan mengalikan tingkat diskonto pada awal periode imbalan pasti
            dengan liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya imbalan pasti dikategorikan sebagai
            berikut:
            • Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian
              kurtailmen dan penyelesaian).
            • Beban atau pendapatan bunga neto.
            • Pengukuran kembali.

            Perusahaan menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi.
            Keuntungan dan kerugian kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu.

            Liabilitas imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan merupakan defisit atau
            surplus aktual dalam program imbalan pasti Perusahaan. Surplus yang dihasilkan dari
            perhitungan ini terbatas pada nilai kini manfaat ekonomiss yang tersedia dalam bentuk
            pengembalian dana program dan pengurangan iuran masa depan ke program.

       2.o. Biaya Pinjaman

            Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi atau
            pembuatan aset kualifikasian, merupakan aset yang membutuhkan waktu yang cukup lama
            agar siap untuk digunakan atau dijual, ditambahkan pada biaya perolehan aset tersebut,
            sampai dengan saat selesainya aset secara substansial siap untuk digunakan atau dijual.

            Penghasilan investasi diperoleh atas investasi sementara dari pinjaman yang secara spesifik
            belum digunakan untuk pengeluaran aset kualifikasian dikurangi dari biaya pinjaman yang
            dikapitalisasi.

            Semua biaya pinjaman lainnya diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya.

            Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai pada saat aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan
            aset agar dapat digunakan sesuai dengan maksudnya dan pengeluaran untuk aset tersebut
            dan biaya pinjaman telah terjadi. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan pada saat selesainya
            secara substansial yang diperlukan untuk mempersiapkan aset kualifikasian agar dapat
            digunakan sesuai dengan maksudnya.



                                                  - 16 -
Page 20
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


       2.p. Pengakuan Pendapatan dan Beban

            Perusahaan mengakui pendapatan sesuai dengan ketentuan PSAK 115, Perusahaan
            mengakui pendapatan pada saat dan sejauh pengalihan barang atau jasa kepada pelanggan
            akan mencerminkan jumlah yang diharapkan akan diterima Perusahaan dalam pertukaran
            untuk barang atau jasa tersebut. Dalam menerapkan Standar ini, Perusahaan
            mempertimbangkan syarat-syarat kontrak dan semua fakta dan keadaan yang relevan.
            Pendapatan diakui menggunakan penilaian 5 langkah:

            1.   Identifikasi Kontrak dengan Pelanggan

                 Kontrak adalah kesepakatan antara dua pihak atau lebih yang menciptakan hak dan
                 kewajiban yang dapat dipaksakan.

            2.   Identifikasi Kewajiban Pelaksanaan dalam Kontrak

                 Kewajiban pelaksanaan adalah janji kepada pelanggan untuk mengalihkan barang atau
                 jasa (atau sekumpulan barang atau jasa) yang bersifat dapat dibedakan; atau serangkaian
                 barang atau jasa bersifat dapat dibedakan yang secara substansial sama dan memiliki
                 pola pengalihan yang sama kepada pelanggan. Bersifat dapat dibedakan artinya dapat
                 dipisahkan, atau dapat diidentifikasi secara terpisah.

            3.   Penetapan Harga Transaksi

                 Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diperkirakan menjadi hak Perusahaan dalam
                 pertukaran untuk mengalihkan barang atau jasa kepada pelanggan, tidak termasuk jumlah
                 yang ditagih atas nama pihak ketiga (misalnya, pajak pertambahan nilai). Jika imbalan
                 yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Perusahaan mengestimasi
                 jumlah imbalan yang diharapkan menjadi haknya dalam pertukaran untuk mengalihkan
                 barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan dikurangi estimasi jumlah variabel
                 yang akan dibayar selama kontrak.

            4.   Alokasi Harga Transaksi untuk Kewajiban Pelaksanaan

                 Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual
                 berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak.
                 Jika hal ini tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif perlu
                 diestimasi.

            5.   Pengakuan Pendapatan ketika Kewajiban Pelaksanaan Dipenuhi

                 Pendapatan dari penjualan diakui sebagai representasi penyerahan barang atau jasa
                 dengan jumlah yang secara tepat mewakili kewajiban yang dilakukan dan hak untuk
                 menerima imbalan sebagai imbalan atas barang dan/atau jasa tersebut. Pengakuan
                 pendapatan tergantung pada apakah pengalihan diselesaikan sepanjang waktu atau pada
                 waktu tertentu. Pengalihan kendali diperhitungkan.

            Untuk setiap kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, pendapatan diakui
            dengan mengukur kemajuan penyelesaian kewajiban pelaksanaan tersebut berdasarkan
            pengukuran kemajuan yang tepat baik “Metode Keluaran” atau “Metode Masukan”.

            Biaya Mendapatkan Kontrak
            Biaya inkremental untuk mendapatkan kontrak dengan pelanggan diakui sebagai aset jika
            Perusahaan mengharapkan untuk memulihkan biaya tersebut. Biaya inkremental tersebut
            adalah biaya yang timbul untuk mendapatkan kontrak dengan pelanggan yang tidak akan
            terjadi jika kontrak tersebut tidak berhasil diperoleh.



                                                  - 17 -
Page 21
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

            Biaya Pemenuhan Kontrak

            Suatu aset diakui untuk biaya yang timbul untuk memenuhi kontrak hanya jika biaya tersebut
            memenuhi semua kriteria berikut:

            a)   biaya terkait langsung dengan kontrak atau kontrak yang diantisipasi yang secara spesifik
                 dapat diidentifikasi oleh Perusahaan;
            b)   biaya menghasilkan atau meningkatkan sumber daya Perusahaan yang akan digunakan
                 untuk memenuhi (atau terus memenuhi) kewajiban pelaksanaan di masa depan; dan
            c)   biaya diharapkan dapat dipulihkan.
            d)   biaya terkait langsung dengan kontrak atau kontrak yang diantisipasi yang secara spesifik
                 dapat diidentifikasi oleh Perusahaan;
            e)   biaya menghasilkan atau meningkatkan sumber daya Perusahaan yang akan digunakan
                 untuk memenuhi (atau terus memenuhi) kewajiban pelaksanaan di masa depan; dan
            f)   biaya diharapkan dapat dipulihkan.

            Aset yang dihasilkan akan diamortisasi secara sistematis selama periode kontrak. Ketika biaya
            yang timbul dalam memenuhi kontrak dengan pelanggan berada dalam lingkup Pernyataan
            lain, biaya tersebut diperhitungkan sesuai dengan Pernyataan lainnya.

            Beban diakui pada saat terjadinya (basis akrual).

       2.q. Pajak Penghasilan

            Beban pajak penghasilan terdiri dari jumlah beban pajak kini dan pajak tangguhan.

            Pajak diakui sebagai pendapatan atau beban dan termasuk dalam laba rugi untuk periode
            berjalan,kecuali pajak yang timbul dari transaksi atau kejadian yang diakui di luar laba rugi.
            Pajak terkait denganpos yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain, diakui dalam
            penghasilan komprehensif lain dan pajak terkait dengan pos yang diakui langsung di ekuitas,
            diakui langsung di ekuitas.

            Pajak kini

            Pajak terutang kini didasarkan pada laba kena pajak tahun berjalan. Laba kena pajak berbeda
            dari laba yang dilaporkan dalam masing-masing laporan laba rugi dan penghasilan
            komprehensif lain perusahaan dalam Perusahaan karena tidak termasuk pos-pos dari
            pendapatan atau beban yang dapat dikenakan pajak atau dikurangkan di tahun-tahun lainnya
            dan selanjutnya tidak termasuk pos-pos yang tidak dapat dikenakan pajak atau dikurangkan
            dari pajak.

            Liabilitas pajak kini masing-masing perusahaan di dalam Perusahaan dihitung dengan
            menggunakan tarif pajak yang berlaku atau secara substansial berlaku pada tanggal laporan
            posisi keuangan.

            Manajemen secara berkala mengevaluasi jumlah yang dilaporkan di dalam Surat
            Pemberitahuan Tahunan (“SPT”) terkait dengan keadaan dimana peraturan pajak yang berlaku
            memerlukan interpretasi dan, jika diperlukan, manajemen akan menghitung provisi atas jumlah
            yang mungkin timbul.

            Pajak tangguhan

            Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer
            antara dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas dan nilai tercatatnya dalam laporan keuangan
            pada akhir periode pelaporan.

            Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang kena pajak.



                                                 - 18 -
Page 22
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

             Nilai tercatat dari aset dan liabilitas pajak tangguhan ditelaah pada setiap akhir periode
             pelaporan dan diturunkan ketika tidak lagi terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba
             kena pajak yang memungkinkan semua atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut
             untuk direalisasi. Aset pajak tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap tanggal
             pelaporan dan diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak di masa depan akan
             memungkinkan aset pajak tangguhan untuk dipulihkan.

             Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan
             akan berlaku pada tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif
             pajak dan peraturan pajak yang berlaku atau yang secara substantif telah berlaku pada
             tanggal pelaporan.

             Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika terdapat hak yang dapat dipaksakan
             secarahukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan
             pajak tangguhantersebut terkait dengan Perusahaan kena pajak yang sama dan otoritas
             perpajakan yang sama.

       2.r. Laba Per Saham

             Berdasarkan PSAK 223, “Laba per Saham”, laba per saham dasar dihitung dengan membagi
             laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang
             dari saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan yang disesuaikan dengan jumlah
             saham biasa yang dibeli kembali.

             Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih yang diatribusikan kepada
             pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang telah disesuaikan
             dengan dampak dari semua efek berpotensi saham biasa yang dilutif.


3.   PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN

     Pertimbangan, Estimasi dan Asumsi

     Penyusunan laporan keuangan mengharuskan manajemen Perusahaan untuk membuat
     pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan dari pendapatan,
     beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontijensi, pada akhir periode pelaporan.
     Ketidakpastian mengenai pertimbangan, estimasi dan asumsi tersebut dapat mengakibatkan
     penyesuaian material terhadap nilai tercatat pada aset dan liabilitas dalam periode pelaporan
     berikutnya.

     Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan
     yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas
     untuk periode berikutnya diungkapkan dibawah ini.

     Perusahaan mendasarkan estimasi dan asumsi pada parameter yang tersedia pada saat laporan
     keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat
     perubahan pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam
     asumsi terkait pada saat terjadinya.

     Pertimbangan, estimasi dan asumsi berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan
     kebijakan akuntansi Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui
     dalam laporan keuangan:

     Menentukan Mata Uang Fungsional
     Mata uang fungsional adalah mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana Perusahaan
     beroperasi. Manajemen mempertimbangkan mata uang yang paling memengaruhi pendapatan dan
     harga pokok penjualan dan indikator lainnya dalam menentukan mata uang yang paling sesuai
     mewakili dampak ekonomi yang mendasari transaksi, peristiwa dan kondisi.


                                                   - 19 -
Page 23
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

     Menentukan Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

     Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan
     liabilitas keuangan dengan mempertimbangkan definisi yang ditetapkan PSAK 109 dipenuhi. Dengan
     demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi
     Perusahaan seperti diungkapkan pada Catatan 3 pada laporan keuangan.

     Menentukan Penilaian Model Bisnis

     Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan bergantung pada hasil pengujian semata pembayaran
     pokok dabunga (“SPPI”) atas jumlah pokok terutang dan model bisnis. Perusahaan menentukan model
     bisnis padtingkat yang mencerminkan bagaimana kelompok aset keuangan dikelola bersama untuk
     mencapai tujuabisnis tertentu.

     Penilaian ini mencakup penilaian yang mencerminkan semua bukti yang relevan termasuk bagaimana
     kinerja aset dievaluasi dan kinerjanya diukur, risiko yang memengaruhi kinerja aset dan bagaimana
     pengelolaannya. Perusahaan memantau aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
     diamortisasi atau nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lain yang dihentikan pengakuannya
     sebelum jatuh tempo untuk memahami alasan pelepasannya dan apakah alasan tersebut konsisten
     dengan tujuan bisnis dimana aset tersebut dimiliki. Pemantauan adalah bagian dari penilaian
     berkelanjutan Perusahaan tentang apakah model bisnis yang memiliki aset keuangan yang tersisa
     masih sesuai dan jika tidak sesuai apakah telah terjadi perubahan model bisnis dan oleh karena itu
     terdapat perubahan prospektif terhadap klasifikasi aset keuangan tersebut.

     Menentukan Peningkatan Risiko Kredit yang Signifikan

     ECL diukur sebagai penyisihan yang setara dengan ECL 12-bulan (“12mECL”) untuk aset tahap 1,
     atau ECL sepanjang umur untuk aset tahap 2 atau tahap 3. Suatu aset bergerak ke tahap 2 ketika
     risiko kreditnya telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Dalam menilai apakah risiko
     kredit suatu aset telah meningkat secara signifikan, Perusahaan mempertimbangkan informasi
     berwawasan ke depan yang wajar dan dapat didukung secara kualitatif dan kuantitatif.

     Menentukan dan Menghitung Penyisihan Kerugian

     Ketika mengukur ECL, Perusahaan menggunakan informasi berwawasan ke depan yang wajar dan
     dapat didukung, yang didasarkan pada asumsi untuk pergerakan masa depan dari berbagai
     pendorong ekonomi dan bagaimana pendorong ini akan saling memengaruhi.

     Loss given default adalah estimasi kerugian yang timbul karena gagal bayar (default). Hal ini
     didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo dan yang diharapkan akan
     diterima pemberi pinjaman, dengan mempertimbangkan arus kas dari agunan dan peningkatan kredit
     integral.

     Probabilitas default merupakan input utama dalam mengukur ECL. Default adalah estimasi
     kemungkinan default selama jangka waktu tertentu, yang penghitungannya mencakup data historis,
     asumsi, dan ekspektasi kondisi masa depan.

      Menentukan Apakah Suatu Pengaturan adalah atau Mengandung Sewa

      Penentuan apakah suatu pengaturan merupakan atau mengandung sewa memerlukan
      pertimbangan yang cermat untuk menilai apakah pengaturan tersebut memberikan hak untuk
      memperoleh secara substansial semua manfaat ekonomik dari penggunaan aset selama periode
      penggunaan dan hak untuk mengarahkan penggunaan aset, bahkan jika pengaturan tersebut hak
      tidak secara eksplisit ditentukan dalam pengaturan.

      Penentuan Opsi Masa Sewa

      Masa sewa merupakan komponen signifikan dalam pengukuran aset hak-guna dan liabilitas sewa.


                                                 - 20 -
Page 24
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

      Pertimbangan dilakukan dalam menentukan apakah terdapat opsi untuk memperpanjang sewa atau
      membeli aset pendasar cukup pasti akan dieksekusi, atau opsi untuk mengakhiri sewa tidak akan
      dieksekusi, ketika memastikan periode yang akan disertakan dalam masa sewa. Dalam menentukan
      masa sewa, semua fakta dan keadaan yang menciptakan insentif ekonomik untuk menggunakan opsi
      perpanjangan, atau tidak untuk menggunakan opsi penghentian, dipertimbangkan pada tanggal
      insepsi sewa.

     Faktor-faktor yang dipertimbangkan dapat mencakup pentingnya aset untuk operasi Perusahaan;
     perbandingan syarat dan ketentuan dengan harga pasar yang berlaku; timbulnya penalti yang
     signifikan; adanya perbaikan hak penyewaan yang signifikan; dan biaya serta masalah gangguan
     untuk mengganti aset. Perusahaan menilai kembali apakah cukup pasti untuk mengeksekusi opsi
     perpanjangan, atau tidak mengeksekusi opsi penghentian, jika terdapat peristiwa signifikan atau
     perubahan keadaan yang signifikan.

     Menentukan Suku Bunga Pinjaman Inkremental

     Jika suku bunga implisit dalam sewa tidak dapat segera ditentukan, suku bunga pinjaman inkremental
     diestimasi untuk mendiskontokan pembayaran sewa di masa mendatang untuk mengukur nilai kini
     liabilitas sewa pada tanggal permulaaan sewa. Suku bunga tersebut didasarkan pada estimasi
     Perusahaan yang harus dibayarkan oleh Perusahaan kepada pihak ketiga untuk meminjam dana yang
     diperlukan untuk memperoleh aset dengan nilai yang sama dengan aset hak-guna, dengan
     persyaratan, keamanan, dan lingkungan ekonomi yang serupa.

     Penyisihan Penurunan Nilai Persediaan

     Manajemen melakukan penilaian analisis umur persediaan pada setiap tanggal pelaporan dan
     membentuk penyisihan untuk persediaan usang dan persediaan yang memiliki perputaran yang
     lambat, denganmempertimbangkan nilai realisasi neto dari persediaan berdasarkan pada harga jual
     dan kondisi pasar saatini. Jumlah tercatat persediaan diungkapkan di dalam Catatan 7 atas laporan
     keuangan.

     Menentukan Metode Penyusutan dan Estimasi Masa Manfaat Aset Tetap

     Perusahaan mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap berdasarkan utilisasi dari aset yang
     diharapkan dan didukung dengan rencana dan strategi usaha dan perilaku pasar.

     Estimasi dari masa manfaat aset tetap adalah berdasarkan penelaahan Perusahaan terhadap praktek
     industri, evaluasi teknis internal dan pengalaman untuk aset yang setara

     Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
     masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4
     sampai dengan 40 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana
     Perusahaan menjalankan bisnisnya. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 9 atas laporan
     keuangan.

     Imbalan Kerja
     Nilai kini dari kewajiban imbalan pasti tergantung pada sejumlah faktor yang ditentukan berdasarkan
     basis aktuarial dengan menggunakan sejumlah asumsi. Asumsi yang digunakan dalam menentukan
     biaya untuk imbalan pascakerja termasuk tingkat diskonto dan kenaikan gaji dimasa datang. Setiap
     perubahan dalam asumsi ini akan berdampak pada nilai tercatat atas kewajiban imbalan pensiun.

     Perusahaan menentukan tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji dimasa datang yang sesuai pada
     akhir periode pelaporan. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan
     mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang
     dimana imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas
     terkait. Dalam menentukan tingkat kenaikan gaji masa datang, Perusahaan mengumpulkan data
     historis mengenai perubahan gaji dasar pekerja dan menyesuaikan dengan perencanaan bisnis masa
     mendatang.


                                                - 21 -
Page 25
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

4.   KAS DAN BANK

                                                                     30 Juni          31 Desember
                                                                      2024                2023
     Kas                                                              2.502.947           6.726.950
     Bank
      Bank Mandiri                                                  206.982.239         414.450.738
      Bank Central Asia                                              58.439.143          33.158.792
      Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat
      dan Banten                                                      9.860.261          73.230.602
      Bank KEB Hana                                                   3.756.203          11.949.515
     Jumlah                                                         281.540.793         539.516.597


5.   PIUTANG USAHA DARI PIHAK KETIGA

     Berdasarkan Pelanggan:

                                                                     30 Juni          31 Desember
                                                                      2024                2023
       Agen Wisata                                                  281.562.472         298.028.768
       Korporasi                                                    123.229.129          20.868.818
       Kartu Kredit                                                  62.640.991          83.208.587
       Instansi Pemerintahan                                         18.800.000         252.375.425
       PT Rumah Karya Entertaiment                                   77.831.096         114.388.556
     Jumlah                                                        564.063.688          768.870.154

     Berdasarkan umur:

                                                                     30 Juni          31 Desember
                                                                      2024                2023
      Telah jatuh tempo dan tidak Mengalami
      penurunan nilai:
       Kurang dari 30 hari                                          522.121.588        488.943.829
       31 – 60 hari                                                  17.500.000                  -
       61 – 90 hari                                                   6.891.200        252.375.425
       Lebih dari 90 hari                                            17.550.900         27.550.900
     Jumlah                                                         564.063.688        768.870.154

      Perusahaan mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT Rumah Karya Entertaiment (Conclave
      Bar) sehubungan dengan pembukaan restoran dan bar yang berada di properti milik perusahaan.
      (Catatan 25).

      Seluruh piutang usaha dari pihak ketiga didenominasi dalam mata uang rupiah.

      Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang usaha dapat ditagih, sehingga, tidak ada penurunan
      nilai yang diakui.

6.   PIUTANG LAIN-LAIN DARI PIHAK KETIGA

     Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, akun ini merupakan pinjaman karyawan
     perusahaan yang dilakukan tanpa bunga dan berjangka waktu kurang dari 12 bulan dengan nilai
     masing-masing sebesar Rp18.350.000 dan Rp 11.999.000.

     Piutang karyawan merupakan pinjaman karyawan perusahaan yang dilakukan tanpa bunga dan
     berjangka waktu kurang dari 12 bulan.


                                               - 22 -
Page 26
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

7.   PERSEDIAAN

                                                                           30 Juni            31 Desember
                                                                            2024                  2023
     Aset Lancar
      Bahan Baku                                                           412.855.078           328.795.665
      Perlengkapan                                                         287.567.534           173.780.676
     Sub Jumlah                                                            700.422.612           502.576.341
     Aset Tidak Lancar
      Perlengkapan Operasional Hotel                                      1.075.122.559          945.122.559
     Sub Jumlah                                                           1.075.122.559          945.122.559
     Jumlah                                                               1.775.545.171        1.447.698.900

     Berdasarkan penelaahan pada akhir tahun berjalan, pihak manajemen berkeyakinan bahwa semua
     jenis persediaan masih dalam kondisi baik dan masih dapat digunakan.


8.   BEBAN DIBAYAR DIMUKA

      Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, akun ini merupakan biaya digital marketing yang
      telah dibayar dimuka dengan nilai masing-masing sebesar Rp 291.666.668 dan Rp 416.666.668.


9.   ASET TETAP

                                                             30 Juni 2024
                                  Saldo Awal         Penambahan       Reklasifikasi            Saldo Akhir
     Biaya Perolehan
      Tanah                      14.000.000.000                       -                   -   14.000.000.000
      Bangunan dan Prasarana     66.528.366.267                       -                   -   66.528.366.267
      Mebel dan Peralatan         6.161.711.269             76.659.000                    -    6.238.370.269
     Sub Jumlah                  86.690.077.536             76.659.000                    -   86.766.736.536

     Aset dalam Penyelesaian
      Bangunan Hotel             23.999.969.280                       -                   -    23.999.969.280
     Jumlah                     110.690.046.816             76.659.000                    -   110.766.705.816

     Akumulasi Penyusutan
      Bangunan dan Prasarana     22.071.461.723            831.604.578                    -    22.903.066.301
      Mebel dan Peralatan         5.165.190.096            104.358.438                    -     5.269.548.534
     Jumlah                      27.236.651.819            935.963.016                    -    28.172.614.835
     Nilai Buku                  83.453.394.997                                                82.594.090.981




                                                  - 23 -
Page 27
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


                                                            31 Desember 2023
                                   Saldo Awal         Penambahan    Reklasifikasi         Saldo Akhir
     Biaya Perolehan
      Tanah                        14.000.000.000                 -                 -      14.000.000.000
      Bangunan dan Prasarana       66.461.880.767        66.485.500                 -      66.528.366.267
      Mebel dan Peralatan           5.674.961.187       486.750.082                 -       6.161.711.269
     Sub Jumlah                    86.136.841.954       553.235.582                 -      86.690.077.536
     Aset dalam Penyelesaian
      Bangunan Hotel               23.999.969.280                 -                 -      23.999.969.280
     Jumlah                       110.136.811.234       553.235.582                 -     110.690.046.816
     Akumulasi Penyusutan
      Bangunan dan Prasarana       20.383.739.279     1.687.722.444                 -      22.071.461.723
      Mebel dan Peralatan           4.900.382.433       264.807.663                 -       5.165.190.096
     Jumlah                        25.284.121.712     1.952.530.107                 -      27.236.651.819
     Nilai Buku                    84.852.689.522                                          83.453.394.997

     Beban Penyusutan dialokasikan sebagai berikut:

                                                                          2024               2023
                                                                      (Enam Bulan)       (Enam Bulan)
      Beban Pokok Pendapatan (Catatan 19)                                 831.604.578        723.861.222
      Beban Umum dan Administrasi (Catatan 20)                            104.358.438        134.539.294
      Jumlah                                                            935.963.016          858.400.516

      Bangunan dan Prasarana merupakan Bangunan Hotel Vue Palace, Artotel Curated yang berdomisili di
      Jl. Otto Iskandardinata no.3 Bandung, dengan luas bangunan 7408m2.

      Bangunan hotel dalam penyelesaian merupakan hotel yang berlokasi di CITI HUB Kelapa Gading
      sesuai dengan Surat Perintah Kerja No. 005/SPK/PPJ/VIII/2020 tanggal 2 Agustus 2020. Perusahaan
      mengadakan perjanjian kerja dengan PT Wahana Sugiharto Makmur, atas pekerjaan pembangunan
      Hotel 3 lantai di CITI HUB Kelapa Gading dengan nilai kontrak sebesar Rp 23.999.969.280. Pada
      31 Desember 2022 progres penyelesaian pekerjaan di CITI HUB Kelapa Gading telah mencapai 80%,
      dan akan di selesaikan paling lambat pada Desember 2024 (Catatan 25).

      Perusahaan memiliki sebidang tanah berdasarkan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli
      No. 224 tanggal 20 Desember 2019 oleh Notaris Yunita Aristina, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta Utara.
      Tanah seluas 17.370 m2 yang terletak di Kelurahan Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang,
      Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Hak kepemilikan berupa Sertifikat Hak Milik Nomor:
      116/Bojong Koneng. Penurunan Hak Milik yang sedang dalam proses penurunan hak menjadi
      Sertifikat Hak Guna Bangunan.

      Perusahaan juga memiliki sebidang tanah berdasarkan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli
      No. 225 tanggal 20 Desember 2019 oleh Notaris Yunita Aristina, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta Utara,
      dengan tanah total seluas 13.010 m2 yang terletak di Kelurahan Karang Tengah, Kecamatan Babakan
      Madang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat atas beberapa Sertifikat Hak Milik
      Nomor: 315/Karang Tengah seluas 3.270 m2, Nomor: 316/Karang Tengah seluas 3.265 m2,
      Nomor: 317/Karang Tengah seluas 3.240 m2, Nomor: 318/Karang Tengah seluas 3.235 m2.
      Penurunan Hak Milik menjadi Sertifikat Hak Guna Bangunan sedang dalam proses.

      Berdasarkan hasil penelaahan manajemen, tidak terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang
      mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember
      2023.




                                                    - 24 -
Page 28
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

10.   ASET HAK - GUNA

                                                                       30 Juni         31 Desember
                                                                        2024               2023
      Tanah                                                           450.000.000         450.000.000
      Akumulasi Amortisasi                                            (82.500.000)        (75.000.000)
      Jumlah                                                           367.500.000        375.000.000

      Perusahaan mengadakan perjanjian Sewa-Menyewa dengan Tn. Hartono Tanujaya atas sebidang
      tanah dengan Sertifikat Hak Milik No. 481/Babakan Ciamis, seluas 3.020 m2 yang kemudian didirikan
      sebuah banguna Hotel dengan nama Hotel Vue Palace, Artotel Curated yang beralamat di Jl. Otto
      Iskandardinata no.3 Bandung. Masa sewa ini berlaku selama 30 tahun sejak Hotel mulai
      beroperasional dengan harga sewa Rp 450.000.000.

      Beban amortisasi sebesar Rp 7.500.000 untuk periode enam bulan 2024 dan 2023 dicatat pada
      Beban Pokok Pendapatan (Catatan 19).


11.   UTANG LAIN-LAIN

                                                                       30 Juni         31 Desember
                                                                        2024               2023
      Pihak Ketiga - Jangka Pendek
       PT Artotel Indonesia                                           673.495.536         798.627.234
       PT Falco Security                                              179.679.960         150.106.080
       PT Berkah Putra Lestari                                        128.934.530         136.689.150
       Djitu Groseries                                                 65.675.000                   -
       PT Global Food                                                  64.543.960          53.570.300
       Ootigo Ramson                                                   48.460.750          62.071.750
       CV Sun Prima                                                    47.732.863          49.232.863
       Bina Artha Loundry                                              38.594.392          45.982.985
       Lain-lain                                                      567.999.767         606.039.620
      Sub Jumlah                                                     1.815.116.758       1.902.319.982
      Pihak Berelasi - Jangka Panjang
       Tn. Antonyo Hartono Tanujaya                                   896.150.877        1.511.029.474
      Sub Jumlah                                                      896.150.877        1.511.029.474
      Jumlah                                                         2.711.267.635       3.413.349.456

      Utang lain-lain kepada Tn. Antonyo Hartono Tanujaya pada 30 Juni 2024 sebesar
      Rp 896.150.877 dan tidak dikenakan bunga berdasarkan surat perjanjian pinjaman nomor
      018/PPJ/II/2024 tanggal 19 Februari 2024.

      Utang lain-lain ke Pihak Ketiga merupakan utang atas pinjaman yang diberikan Artotel Group kepada
      Perusahaan untuk pengelolaan Hotel berdasarkan standar yang telah ditentukan dalam perjanjian.

      Utang kepada Artotel Group merupakan utang tagihan Manajemen Artotel Group kepada Perusahaan
      sehubungan dengan biaya jasa manajemen.

      Utang kepada Berkah Putra Lestari merupakan utang untuk pembelian bahan baku makanan oleh
      Perusahaan.

      Utang kepada Bina Artha Laundry VP merupakan tagihan utang jasa pakaian kepada Perusahaan.




                                                - 25 -
Page 29
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


12.   BEBAN AKRUAL

                                                                  30 Juni        31 Desember
                                                                   2024              2023
      Service Charge                                             109.986.990      172.316.005
      Biaya Utilitas                                             113.197.489      128.139.009
      Gaji dan Tunjangan                                          19.867.144       65.400.000
      Jasa Profesional                                                     -       18.668.527
      Jumlah                                                     243.051.623       384.523.541


13.   PERPAJAKAN


      a. Utang Pajak

                                                                  30 Juni        31 Desember
                                                                   2024              2023
         Pajak Penghasilan
          Pasal 21                                                 6.325.500         2.460.026
          Pasal 23                                                 9.406.926        22.352.697
          Pasal 25                                                 2.151.031         2.151.031
          Pasal 4 ayat 2                                           2.000.000                 -
         Pajak Bumi dan Bangunan                                  54.513.900                 -
         Pajak Hotel dan Restoran                                683.066.235       669.533.800
         Jumlah                                                  757.463.592       696.497.554

      b. Pajak Penghasilan Badan

                                                                   2024              2023
                                                               (Enam Bulan)      (Enam Bulan)
         Laba (Rugi) Sebelum Pajak
         Penghasilan                                             (337.791.406)     (926.485.839)
         Beda Temporer:                                                      -                 -
         Jumlah Beda Temporer                                    (337.791.406)    (926.485.839)
         Beda Permanen:
         Beban yang Tidak Dapat
         Dikurangkan Secara Pajak
         Penghasilan yang telah
         Dikenakan Pajak Final:
           Bunga Jasa Giro                                         1.380.386         3.813.457
         Jumlah Beda Permanen                                      1.380.386         3.813.457
         Laba Kena Pajak (Rugi Fiskal)                          (336.411.020)      (922.672.382)
         Akumulasi Rugi Fiskal
         2023                                                    (922.672.382)                  -
         2022                                                  (1.962.905.623)   (1.962.905.623)
         2021                                                    (673.214.171)     (673.214.171)
         2020                                                     603.879.511       603.879.511
         2019                                                     870.169.917       870.169.917
         Total Akumulasi Rugi Fiskal                           (2.421.153.768)   (2.084.742.748)




                                               - 26 -
Page 30
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

14.   UTANG BANK

                                                                      30 Juni             31 Desember
                                                                       2024                   2023
      Bank KEB Hana Indonesia                                      22.277.000.000         22.277.000.000
      Jumlah                                                       22.277.000.000         22.277.000.000

      Bank KEB Hana Indonesia

      Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit dan Pengakuan utang Nomor 17 tanggal 8 Maret 2013 yang
      dibuat dihadapan Hariyanti Poerbiantari, S.H, Notaris di Jakarta Utara, Perusahaan memperoleh
      Kredit Investasi dari Bank KEB Hana Indonesia. Perjanjian ini mengalami beberapa kali perubahan,
      terakhir berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) Perpanjangan Fasilitas
      Pembiayaan antara Perusahaan dengan PT Bank KEB Hana Indonesia No.33/MK/VI/2022 tanggal
      22 April 2024 sebagai berikut:

      1. Fasilitas Kredit

         Jenis Kredit                    : Fixed Loan (FL)-Investasi
         Tujuan Kredit                   : Refinancing Pembelian dan Renovasi Hotel yang berlokasi di
                                           Jl. Otto Iskandardinata - No.3, Kel.Babakan-Ciamis, Kec.Sumur
                                           Bandung, Jawa Barat.
         Plafon Kredit                   : Rp 22.277.000.000
         Jangka Waktu                    : 25 April 2024 s/d 25 Juli 2024.
         Suku Bunga                      : 10 % p.a (sepuluh persen per annum), efektif, mengambang
                                           (floating).
         Suku Bunga Dasar Kredit         : 7,5% p.a (tujuh koma lima persen per annum), efektif.
         Provisi                         : 0,25% p.a (nol koma dua lima persen per annum), dari
                                           Plafon Kredit, dibayar dimuka.
         Biaya Administrasi              : Rp 5.000.000,- (Lima Juta Rupiah), dibayar dimuka.
         Biaya Custody                   : Rp 250.000,- (Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)
         Pembayaran Kewajiban            : Kewajiban Perusahaan per bulannya hanya bunga yang
                                           dibayarkan pada tanggal 25 (dua puluh lima) setiap bulannya.
                                           Seluruh pokok pinjaman akan dibayarkan oleh Perusahaan
                                           sekaligus pada akhir jangka waktu Fasilitas Kredit.

         Fasilitas pinjaman tersebut dijamin dengan Jaminan Berjalan 1 (satu) unit Tanah dan Bangunan
         berupa Hotel, yang terletak di Jl. Otto Iskandardinata No. 3, Keluarahan Babakan Ciamis,
         Kecamatan Sumur Bandung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sesuai dengan SHM No.
         481/Babakan-Ciamis terdaftar atas nama Tn. Hartono Tanujaya yang akan dilakukan balik nama
         ke atas nama ahli waris melalui Notaris rekanan Bank.

         Saat ini Perusahaan dalam proses pengurusan perpanjangan perjanjian kredit kepada Bank KEB
         Hana Indonesia,

      2. Perjanjian pinjaman ini juga mencakup persyaratan tertentu untuk melakukan hal-hal berikut:

         •     Wajib memberikan laporan secara tertulis apabila memperoleh fasilitas kredit / pinjaman dari
               pihak lain atau kreditur lain kepada Bank.
         •     Memberi kuasa kepada Bank untuk mendebet secara otomatis rekening giro atau tabungan
               atas nama Perusahaan untuk pembayaran angsuran Perusahaan untuk pembayaran
               angsuran pada tanggal yang telah ditentukan setiap bulannya dan biaya-biaya lain yang
               berhubungan dengan fasilitas kredit sebagaimana tercantum dalam SPPK ini.
         •     Wajib menerima petugas Bank yang melaksanakan kunjungan untuk penilaian aktivitas
               usaha.
         •     Wajib menyalurkan aktivitas keuangan usaha melalui rekening di Bank.
         •     Wajib menggunakan fasilitas kredit sesuai dengan tujuan penggunaan kredit.


                                                   - 27 -
Page 31
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

         •     Wajib menjaga saldo rekening koran / tabungan pada Bank untuk pembebanan bunga/
               angsuran minimum sejumlah 1 (satu) bulan.
         •     Wajib memberitahukan kepada Bank apabila melakukan perubahan Anggaran Dasar.
         •     Tidak melakukan penurunan modal dan perubahan pemegang saham mayoritas tanpa
               persetujuan terlebih dahulu dari Bank.

15.   LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA

      Perusahaan menghitung dan membukukan imbalan pascakerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai
      dengan Undang-Undang Cipta Kerja No. 11/2020. Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan
      pascakerja tersebut adalah 7 orang pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023.

      Risiko Tingkat Bunga

      Penurunan suku bunga obligasi akan meningkatkan liabilitas program.

      Risiko Harapan Hidup

      Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada estimasi terbaik dari mortalitas
      peserta program baik selama dan setelah kontrak kerja. Peningkatan harapan hidup peserta program
      akan meningkatkan liabilitas program.

      Risiko Gaji

      Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program.
      Dengan demikian, kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program.

      Beban imbalan pascakerja yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah
      sebagai berikut:

                                                                    30 Juni            31 Desember
                                                                     2024                  2023
      Biaya Jasa:
       Biaya Jasa Kini                                                          -          62.734.726
       Biaya Bunga                                                              -          23.900.493
       Biaya Jasa Lalu                                                          -                   -
       Dampak Kurtailmen                                                        -       (122.976.415)
      Komponen dari biaya imbalan pasti yang diakui dalam
      laba rugi                                                                 -        (36.341.196)
      Komponen beban imbalan pasti yang diakui dalam
      penghasilan komprehensif lain                                             -          (3.048.481)
      Jumlah                                                                    -        (39.389.677)

      Beban Imbalan Pascakerja sebesar Rp 36.341.196untuk tahun 2023 dicatat sebagai bagian dari
      beban umum dan administrasi. Perusahaan melakukan estimasi perhitungan imbalan pascakerja
      setiap akhir tahun.

                                                                    30 Juni            31 Desember
                                                                     2024                  2023
      Kewajiban Imbalan Pasti – Awal                                291.426.730           330.816.407
      Biaya Jasa Kini                                                         -            62.734.726
      Biaya Bunga                                                             -            23.900.493
      Kurtailmen-Penyelesaian                                                           (122.976.415)
      Komponen beban imbalan pasti yang diakui dalam
      penghasilan komprehensif lain                                            -          (3.048.481 )
      Kewajiban Imbalan Pasti – Akhir                               291.426.730          291.426.730



                                                 - 28 -
Page 32
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)


     Perhitungan imbalan pascakerja dihitung oleh aktuaris independen Kantor Konsultan Aktuaria Tubagus
     Syafrial & Amran Nangasan untuk tanggal 31 Desember 2023 dengan nomor laporan 2939/PSAK-
     TBA.AN/III-2024 tanggal laporan 14 Maret 2024. Asumsi utama yang digunakan dalam menentukan
     penilaian aktuarial adalah sebagai berikut:

                                                                       30 Juni            31 Desember
                                                                        2024                  2023
     Tingkat diskonto per tahun                                                    -               6,67%
     Tingkat kenaikan gaji per tahun                                               -               8,00%
     Tingkat pensiun normal                                                        -             55 tahun
     Tabel Amortisasi                                                              -            TMI-2019
                                                                                   -            (Average)

     Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan kewajiban imbalan pasti adalah tingkat diskonto,
     kenaikan gaji yang diharapkan dan mortalitas. Sensitivitas analisis di bawah ini ditentukan
     berdasarkan masing-masing perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir periode pelaporan,
     dengan semua asumsi lain konstan.

     Perubahan sebesar satu persen pada tingkat diskonto akan berdampak pada nilai kini liabilitas
     imbalan kerja dan biaya jasa kini:

                                                                       30 Juni             31 Desember
                                                                        2024                   2023
     Kenaikan 1%:
     Nilai kini                                                                    -          271.638.421
     Biaya jasa kini                                                               -           58.345.746
     Penurunan 1%:
     Nilai kini                                                                    -          313.191.555
     Biaya jasa kini                                                               -           67.562.147

     Perubahan sebesar satu persen pada tingkat kenaikan gaji akan berdampak pada nilai kini liabilitas
     imbalan kerja dan biaya jasa kini:

                                                                       30 Juni             31 Desember
                                                                        2024                   2023
     Kenaikan 1%:
     Nilai kini                                                                    -          310.895.239
     Biaya jasa kini                                                               -           67.052.060
     Penurunan 1%:
     Nilai kini                                                                    -          273.278.463
     Biaya jasa kini                                                               -           58.710.174

     Analisis sensitivitas yang disajikan di atas mungkin tidak mewakili perubahan yang sebenarnya dalam
     kewajiban imbalan pasti mengingat bahwa perubahan asumsi terjadinya tidak terisolasi satu sama lain
     karena beberapa asumsi tersebut mungkin berkorelasi.

     Selanjutnya, dalam menyajikan analisis sensitivitas di atas, nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung
     dengan menggunakan metode projected unit credit pada akhir periode pelaporan, yang sama dengan
     yang diterapkan dalam menghitung liabilitas manfaat pasti yang diakui dalam laporan posisi keuangan.

     Tidak ada perubahan dalam metode dan asumsi yang digunakan dalam penyusunan analisis
     sensitivitas dari tahun sebelumnya.




                                                   - 29 -
Page 33
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

16.   MODAL SAHAM

                                                     30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
                                                  Jumlah        Persentase     Jumlah Modal
              Nama Pemegang Saham                 Saham        Pemilikan (%)      Disetor
      PT Wahana Tata Bangun                      599.462.500          66,85%      47.957.000.000
      Tn. Antonyo Hartono Tanujaya                25.537.500           2,85%       2.043.000.000
      Masyarakat (Masing-masing
      dibawah 5%)                                271.709.596          30,30%      21.736.767.680
      Jumlah                                     896.709.596              100%    71.736.767.680

      Berdasarkan surat No.LB-01/PLAN/012024 pada tanggal 5 Januari 2024 terdapat penerbitan saham
      baru hasil dari exercise waran seri I sebanyak 3.846.101 lembar saham dengan nominal Rp 80.
      Pelaksanaan Waran tersebut dilakukan dengan perbandingan 1:2 yaitu setiap pemegang 1 saham
      mendapatkan 2 waran.

      Pada tanggal 31 Agustus 2020, Perusahaan telah menerima surat pemberitahuan efektifnya
      pernyataan pendaftaran dalam rangka penambahan modal Initial Public Offering (IPO) Perdana
      Saham dari masyarakat umum berdasarkan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan dengan
      No. 53/POJK.04/2017.

      Modal ditempatkan dan disetor penuh adalah saham biasa yang memberikan hak satu suara per
      saham dan berpartisipasi dalam dividen.


17.   TAMBAHAN MODAL DISETOR-BERSIH

                                                                  30 Juni         31 Desember
                                                                   2024               2023
      Tambahan modal disetor dari Initial
      Public Offering (IPO) Penawaran
      Perdana Saham Sebesar 271.709.596 saham
      dengan nilai nominal Rp 80 yang ditawarkan Rp 130         8.571.417.600     8.571.417.600
      Pelaksanaan Waran                                               319.000           319.000
      Dikurangi dengan biaya emisi saham                       (1.859.997.619)    (1.859.997.619)
      Jumlah                                                    6.711.738.981     6.711.738.981


18.   PENDAPATAN USAHA

                                                                   2024               2023
                                                               (Enam Bulan)       (Enam Bulan)
      Hotel                                                     6.198.990.967       5.390.412.376
      Jumlah                                                    6.198.990.967       5.390.412.376

      Pendapatan usaha perusahaan merupakan pendapatan atas sewa kamar hotel, penjualan makanan,
      minuman dan lain-lain.




                                               - 30 -
Page 34
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

19.   BEBAN POKOK PENDAPATAN

                                                                  2024               2023
                                                              (Enam Bulan)       (Enam Bulan)
      Gaji dan Tunjangan                                       1.566.503.606       1.887.336.893
      Penyusutan Bangunan (Catatan 9)                            831.604.578         723.861.222
      Listrik dan Air                                            708.765.377         676.281.144
      Makanan dan Minuman                                        597.496.156         351.070.565
      Keamanan dan Kebersihan                                    371.572.202         424.452.304
      Biaya Layanan Manajemen                                    356.079.567         269.484.648
      Perlengkapan Hotel                                         223.481.823         109.026.265
      Telepon dan Internet                                        88.432.610          85.027.155
      Amortisasi Aset Hak-Guna (Catatan 10)                        7.500.000           7.500.000
      Lain-lain                                                   16.324.379          10.821.694
      Jumlah                                                   4.767.760.298       4.544.861.890

20.   BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

                                                                  2024               2023
                                                              (Enam Bulan)       (Enam Bulan)
      Pemasaran                                                  243.469.539         128.494.667
      Perbaikan dan Pemeliharaan                                 183.070.605         167.700.796
      Penyusutan (Catatan 9)                                     104.358.438         134.539.294
      Jasa Profesional                                            98.870.600          65.181.000
      Transportasi dan Perjalanan                                 10.424.949          17.742.232
      Biaya Asuransi                                               4.890.047           6.200.047
      Lain-lain                                                   86.345.194         242.527.807
      Jumlah                                                     731.429.371         762.385.843

21.   PENDAPATAN LAIN-LAIN-BERSIH

                                                                  2024               2023
                                                              (Enam Bulan)       (Enam Bulan)
      Pendapatan Sewa                                                       -       44.444.444
      Pendapatan Jasa Giro                                          1.380.386         3.813.457
      Provisi dan Administrasi Bank                              (41.040.218)       (4.133.281)
      Pendapatan Lain-lain                                         87.600.038       18.391.227
      Jumlah                                                      47.939.206        62.515.847

      Pendapatan sewa pada periode enam bulan 2023 merupakan pendapatan atas sewa Tower
      Pemancar dari PT XL Axiata Tbk sebesar Rp 44.444.444 (Catatan 25).


22.   BEBAN BUNGA DAN KEUANGAN

                                                                  2024               2023
                                                              (Enam Bulan)       (Enam Bulan)
      Bunga Pinjaman Bank                                      (1.085.531.910)     1.072.166.329
      Jumlah                                                   (1.085.531.910)     1.072.166.329




                                               - 31 -
Page 35
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

23.   LABA (RUGI) PER SAHAM DASAR

                                                                       2024                  2023
                                                                   (Enam Bulan)          (Enam Bulan)
      Rugi untuk Perhitungan
      Rugi Per Saham                                                 (337.791.406)         (926.485.839)
      Jumlah Saham                                                   Lembar                 Lembar
      Jumlah rata-rata
        Tertimbang saham untuk Perhitungan Laba
        Bersih Per Saham                                              896.709.596           892.863.180
      Laba (Rugi) per saham Dasar (Rupiah Penuh)                              (0,38)               (1,03)

      Pada setiap tanggal pelaporan, tidak ada efek berpotensi saham yang dapat menimbulkan pengaruh
      dilusi pada laba (rugi) bersih per saham Perseroan.


24.   SIFAT DAN TRANSAKSI PIHAK BERELASI

      Perusahaan melakukan transaksi usaha kepada pihak-pihak berelasi dimana menurut manajemen
      dilakukan dengan persyaratan dan kondisi normal sebagaimana hal nya bila dilakukan dengan pihak
      ketiga.

      Saldo dari transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

                                                                    30 Juni              31 Desember
                                                                     2024                    2023
      Utang Lain-lain
      Tn. Antonyo Hartono Tanujaya (Catatan 11)                      896.150.877           1.511.029.474
      Jumlah                                                         896.150.877           1.511.029.474

      Perusahaan menyediakan remunerasi kepada Dewan Direksi masing-masing untuk periode
      enam bulan yang berakhir 30 Juni 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                    2024                    2023
                                                                (Enam Bulan)            (Enam Bulan)
      Dewan Direksi                                                   18.000.000             228.000.000
      Jumlah                                                          18.000.000             228.000.000

      Sifat transaksi dan hubungan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:

           Pihak-pihak Berelasi             Sifat Pihak Berelasi                 Sifat Transaksi
       Tn. Antonyo Hartono Tanujaya          Pemegang Saham            Utang Lain-lain Jangka Panjang


25.   IKATAN

      • Berdasarkan Surat Perjanjian Pengelolaan antara Perusahaan dengan PT Artotel Indonesia
        No.150/SU-MA/DIR/X/2021 tanggal 14 Oktober 2021, bahwa Perusahaan dan PT Artotel Indonesia
        telah melakukan perjanjian kerjasama pengelolaan dengan PT Artotel Indonesia dengan jangka
        waktu selama 10 tahun dengan syarat-syarat sebagai berikut:

         1. Selama Jangka Waktu Perjanjian, Hotel akan menggunakan Merek “VUE PALACE, ARTOTEL
            CURATED”.



                                                 - 32 -
Page 36
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

         2. Pemilik wajib melakukan perancangan, kontruksi, furnishing dan melengkapi di atas lahan,
            sebuah Hotel yang sesuai dengan brand Standart ARTOTEL dengan ketentuan sebagai
            berikut:

             a.   Memiliki sedikitnya 102 (seratus dua) kamar;
             b.   Adanya ruang pertemuan;
             c.   Lobby;
             d.   Back-of-house facility; dan
             e.   Fasilitas lain yang terkait.

         3. Pemilik harus membayar tiap bulan kepada operator atas jasa yang telah diberikan
            berdasarkan Perjanjian ini termasuk seluruh imbalan jasa intensif selama masa perjanjian
            berlaku. Jumlah pembayaran Imbalan Kerja Manajemen sebesar 2% (Dua Persen) dihitung
            dari Gross Operating Revenue (GOR) dan Perusahaan harus membayar Imbalan Jasa
            Intensif sebesar 5% (lima persen) dihitung dari Gross Operating Profit (GOP). Pembayaran
            Imbalan Jasa insentif dan Imbalan Jasa Manajemen dilakukan setiap bulan.

         Perjanjian ini efektif sejak 1 Januari 2022, dan akan mulai mengakui pendapatan bersama pada
         periode buku 2022.

      • Pada tanggal 25 April 2022, Perusahaan mengadakan perjanjian Kerja Sama tempat ruang usaha
        dengan PT Rumah Karya Entertaiment selaku Pengelola Conclave Bar dengan jangka waktu 10
        tahun terhitung sejak tanggal ditandatanganinya dan dapat diperpanjang selama 5 tahun sebagai
        hak prioritas sesuai kesepakatan tertulis. Perusahaan berhak mendapatkan service tata kelola
        yang layak serta berasaskan ketertiban dan keamanan di dalam maupun luar Hotel Bar.
        Keuntungan didapat sebesar 2,5% dari omset apabila total Omset per bulan di bawah Rp 1,7 Miliar
        dan 3% dari omset apabila total Omset per bulan di atas Rp 1,7 Miliar.

      • Pada tanggal 11 November 2021, The Peak Vue Palace Hotel membuat rincian anggaran dalam
        pembuatan design 3D kurang lebih 30 hari kerja setelah Commitment Fee ditransfer ke rekening
        BCA, kerja kurang lebih 30 hari setelah design 3D disetujui oleh pihak klien. Proses produksi dan
        pengerjaan interior dilakukan setelah gambar kerja dan RAB disetujui dan uang muka tahap 1
        diterima oleh pihak kontraktor.

      • Pada tanggal 23 September 2011, Perusahaan mengadakan perjanjian Sewa-Menyewa dengan
        Tn. Hartono Tanujaya atas sebidang tanah Sertifikat Hak Milik No. 481/Babakan Ciamis, seluas
        3.020 m2 yang terletak di Kelurahan Babakan Ciamis, Kecamatan Sumur Bandung, Bandung,
        Jawa Barat. Masa sewa ini berlaku selama 30 tahun sejak Hotel mulai beroperasional dengan
        harga sewa Rp 450.000.000. Perjanjian ini memiliki opsi perpanjangan masa sewa. Sampai
        dengan saat ini, Perusahaan menggunakan tanah ini sebagai lokasi Hotel Vue Palace milik
        Perusahaan. Hotel mulai beroperasional secara komersil tahun 2019. Beban sewa tanah sebesar
        Rp 7.500.000 untuk periode enam bulan dicatat pada Beban Pokok Pendapatan (Catatan 19).

      • Pada tanggal 18 Juli 2018, berdasarkan surat perpanjangan perjanjian Sewa-Menyewa
        No. 219/XL-LM/VII/2018 Perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT XL Axiata, Tbk bahwa
        Perusahaan menyediakan tempat pada area gedung yang akan digunakan untuk memasang
        peralatan telekomunikasi milik PT XL Axiata, Tbk yang digunakan untuk pengembangan areal jasa
        pelayanan GSM didalam gedung dan sebagai fasilitas jasa telekomunikasi lainnya. Jangka waktu
        sewa selama 5 (lima) tahun yang mulai berlaku efektif sejak tanggal 1 Oktober 2018 sampai
        dengan 30 September 2023, dengan harga sewa Rp 444.444.445.

     • Berdasarkan Surat Perjanjian Kerjasama Investasi Perusahaan dengan PT Wahana Makmur Jaya
       (WMJ) No: 001/WMJ-PPJ/V/2020 tanggal 14 Mei 2020, bahwa Perusahaan dan WMJ telah
       membuat dan menyetujui perjanjian kerjasama investasi dalam kegiatan pembangunan
       infrastruktur dan interior hotel serta penyediaan modal kerja hotel oleh pihak Perusahaan di
       gedung CITI HUB milik WMJ. Obyek dalam perjanjian ini adalah area di lantai 9, 10 dan 11
       gedung CITI HUB seluas +/- 3.105 m2 yang terletak di Jl. Sentra Bisnis Artha Gading Blok D kav



                                                 - 33 -
Page 37
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

         No. 3 Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara. Perusahaan dapat melakukan pembangunan
         infrastruktur dan interior hotel dengan memperhatikan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan
         peraturan perundang-undangan yang berlaku. Perjanjian ini berlaku efektif sampai dengan 10
         tahun berikut seluruh perubahan-perubahan dan perpanjangan-perpanjangan serta
         pembaharuannya, dan akan diperpanjang secara otomatis berdasarkan kesepakatan Perusahaan
         dan WMJ, kecuali disepakati lain oleh Para pihak secara tertulis.

      • Berdasarkan Surat Perintah Kerja (SPK) No. 005/SPK/PPJ/VIII/2020 tanggal 2 Agustus 2020
        antara Perusahaan dengan PT Wahana Sugiharto Makmur, dengan ini Perusahaan telah
        memberikan perintah kerja untuk melakukan pekerjaan pembangunan hotel 3 (tiga) lantai di CITI
        HUB kelapa gading yang berlokasi di Jl. Sentra Bisnis Artha Gading Blok D kav No. 3 Kelapa
        Gading Barat, Jakarta Utara dengan nilai kontrak sebesar Rp 23.999.969.280.


26.   KATEGORI DAN KELAS INSTRUMEN KEUANGAN

                                                                                    Pinjaman yang
                                                                                    Diberikan dan
                                                                                        Piutang
      30 Juni 2024
      Aset Keuangan Lancar
      Kas dan Bank                                                                      281.540.793
      Piutang Usaha dari Pihak Ketiga                                                   564.063.688
      Piutang Lain-lain Pihak dari Ketiga                                                18.350.000
      Jumlah Aset Keuangan                                                              863.954.481

                                                                                    Liabilitas pada
                                                                                   Biaya Perolehan
                                                                                     Diamortisasi
      Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
      Utang Lain-lain kepada Pihak Ketiga                                             1.815.116.758
      Beban Akrual                                                                      243.041.715
      Utang Bank                                                                     22.277.000.000
      Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
      Utang Lain-lain kepada Pihak Berelasi                                             896.150.877
      Jumlah Liabilitas Keuangan                                                     25.231.309.350

                                                                                    Pinjaman yang
                                                                                    Diberikan dan
                                                                                        Piutang
      31 Desember 2023
      Aset Keuangan Lancar
      Kas di Bank                                                                       532.789.647
      Piutang Usaha dari Pihak Ketiga                                                   768.870.154
      Piutang Lain-lain Pihak dari Ketiga                                                11.999.000
      Jumlah Aset Keuangan                                                            1.313.658.801




                                               - 34 -
Page 38
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)




                                                                                     Liabilitas pada
                                                                                    Biaya Perolehan
                                                                                      Diamortisasi
      Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
      Utang Lain-lain kepada Pihak Ketiga                                              1.902.319.982
      Beban Akrual                                                                       384.523.541
      Utang Bank                                                                      22.277.000.000
      Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
      Utang Lain-lain kepada Pihak Berelasi                                            1.511.029.474
      Jumlah Liabilitas Keuangan                                                      26.074.872.997


27.   INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL

      a. Manajemen Risiko Modal
         Perusahaan mengelola risiko modal untuk memastikan bahwa mereka akan mampu untuk
         melanjutkan keberlangsungan hidup, selain memaksimalkan keuntungan para pemegang saham
         melalui optimalisasi saldo utang dan ekuitas.

         Struktur modal Perusahaan terdiri dari kas dan bank dan ekuitas yang terdiri dari modal
         ditempatkan dan disetor. Direksi Perusahaan secara berkala akan melakukan reviu struktur
         permodalan Perusahaan. Sebagai bagian dari reviu ini, Direksi akan mempertimbangkan biaya
         permodalan dan risiko yang berhubungan.

         Tujuan dan Kebijakan Manajemen Risiko Keuangan

         Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Perusahaan adalah untuk memastikan bahwa
         sumber daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi dan pengembangan bisnis, serta
         untuk mengelola risiko kredit Perusahaan beroperasi dengan pedoman yang telah ditentukan oleh
         Dewan Direksi.

      b. Manajemen Risiko Likuiditas

         Tanggung jawab utama manajemen risiko likuiditas terletak pada dewan direksi, yang telah
         membentuk kerangka manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk persyaratan manajemen
         likuiditas dan pendanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang Perusahaan. Perusahaan
         mengelola risiko likuiditas dengan menjaga kecukupan simpanan, fasilitas bank dan fasilitas
         simpan pinjam dengan terus menerus memonitor perkiraan dan arus kas aktual dan mencocokkan
         profil jatuh tempo aset dan liabilitas keuangan.

         Tabel Risiko Likuiditas dan Suku Bunga

         Tabel berikut merinci sisa jatuh tempo kontrak untuk liabilitas keuangan non-derivatif dengan
         periode pembayaran yang disepakati Perusahaan. Tabel telah disusun berdasarkan arus kas yang
         tidak didiskontokan dari liabilitas keuangan berdasarkan tanggal terawal di mana Perusahaan
         dapat diminta untuk membayar. Tabel mencakup arus kas bunga dan pokok. Sepanjang arus
         bunga tingkat mengambang jumlah tidak didiskontokan berasal dari kurva suku bunga pada akhir
         periode pelaporan. Jatuh tempo kontrak didasarkan pada tanggal terawal dimana Perusahaan
         mungkin akan diminta untuk membayar.




                                                  - 35 -
Page 39
PT PLANET PROPERINDO JAYA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 30 Juni 2024
Dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir 30 Juni 2024 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah Penuh, kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                  30 Juni 2024
                                               Kurang dari         Lebih dari
                                                1 Tahun             1 Tahun             Jumlah
         Tanpa Bunga
          Beban Akrual                           243.041.715                     -      243.041.715
          Utang Lain-lain kepada
            Pihak Berelasi                        896.150.877                    -       896.150.877
            Pihak Ketiga                        1.815.116.758                    -     1.815.116.758
         Dengan Bunga
          Utang Bank                          22.277.000.000                     -    22.277.000.000
         Jumlah                               25.231.309.350                     -    25.231.309.350


                                                                31 Desember 2023
                                               Kurang dari          Lebih dari
                                                1 Tahun              1 Tahun            Jumlah
         Tanpa Bunga
          Beban Akrual                           384.523.541                     -      384.523.541
          Utang Lain-lain kepada
            Pihak Berelasi                      1.511.029.474                    -     1.511.029.474
            Pihak Ketiga                        1.902.319.982                          1.902.319.982
         Dengan Bunga
          Utang Bank                          22.277.000.000                     -    22.277.000.000
         Jumlah                               26.074.872.997                     --   26.074.872.997

      c. Nilai Wajar Instrumen Keuangan

         Direksi menganggap bahwa nilai tercatat aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui dalam
         laporan keuangan mendekati nilai wajarnya karena jatuh tempo dalam jangka pendek atau
         menggunakan tingkat bunga pasar.


28.   KELANGSUNGAN USAHA

      Liabilitas Jangka Pendek Melebihi Aset Lancar

      Jumlah liabilitas jangka pendek melebihi aset lancar pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember
      2023.

      Dalam menghadapi kondisi ini, manajemen Perusahaan telah mengambil kebijakan dan langkah-
      langkah sebagai berikut:

      1. Melakukan restrukturisasi utang bank kepada PT Bank KEB Hana Indonesia (Catatan 25). Pihak
         Bank telah menyetujui perpanjangan jatuh tempo dari yang semula tanggal 25 Januari 2024,
         diperpanjang menjadi tanggal 25 Juli 2024. Saat ini juga Perusahaan sedang dalam proses
         perpanjangan perjanjian pinjaman bank tersebut.

      2. Bekerjasama dengan pengelola hotel yang berkompeten dan mampu memiliki jaringan promosi
         yang baik sehingga mampu meningkatkan pendapatan hotel.

      3. Melakukan efisiensi beban operasional hotel.

      Manajemen berkeyakinan bahwa kebijakan dan langkah-langkah yang telah diambil Perusahaan saat
      ini dan yang akan dikerjakan di masa mendatang dapat memperkuat Perusahaan dalam melanjutkan
      operasinya sebagai entitas yang berkemampuan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.



                                                - 36 -

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.71 MB
Published31 Jul 2024
Pages39
Characters130,667
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 30 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PLANET PROPERINDO JAYA Tbk p.1 ×122
linked org PT Wahana Tata Bangun p.9 ×3
linked org Bank Mandiri p.25
linked org Bank Central Asia p.25
linked org Bank KEB Hana Indonesia p.30 ×9
linked org XL Axiata Tbk p.34 ×6
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.10 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.10
possible org Bank Bank Mandiri p.25
unresolved person Lili Sugianto · Notaris p.9
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9 ×2
unresolved person Rahayu Ningsih p.9
unresolved org PT Sosial Integrasi Internasional p.9
unresolved person Antonyo Hartono Tanujaya p.9 ×16
unresolved — Emilia Marlina Kiuk · Direktur p.9
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.10
unresolved org Bapepam-LK p.10 ×2
unresolved org Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat p.25
unresolved org Bank KEB Hana p.25
unresolved org PT Rumah Karya Entertaiment p.25 ×3
unresolved org PT Wahana Sugiharto Makmur p.27 ×2
unresolved person Yunita Aristina · Notaris p.27 ×3
unresolved org PT Artotel Indonesia p.28 ×4
unresolved org PT Falco Security p.28
unresolved org PT Berkah Putra Lestari p.28
unresolved org Bank KEB Hana Indonesia Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit p.30
unresolved person Hariyanti Poerbiantari · Notaris p.30
unresolved org Bank KEB Hana Indonesia. Perjanjian p.30
unresolved org PT Wahana Makmur Jaya p.36

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 5

inlineXBRL.zip done
FinancialStatement-2024-II-PLAN.xlsx done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result