Back to announcement
20240730_GOTO_Laporan Informasi dan Fakta Material_31689179_lamp1.pdf
Other Text extracted GOTOSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 18
Page 1
Nomor / Number: 105/GOTO/CS/JKT/VII/2024
Perihal: Laporan Informasi kepada Otoritas Re: Report to the Financial Services Authority
Jasa Keuangan sehubungan dengan (Otoritas Jasa Keuangan) in connection
Informasi atau Fakta Material with a Material Information or Facts
Kepada Yth. / To:
1. Otoritas Jasa Keuangan / Financial Services Authority
Gedung Sumitro Djojohadikusumo Lantai 1
Jl. Lapangan Banteng Timur 2-4
Jakarta 10710
U.p. / Attn: Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa
Karbon / Executive Chief of the Capital Market, Derivative Financial and
Carbon Trading Supervisory
2. PT Bursa Efek Indonesia / Indonesia Stock Exchange
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190
U.p. / Attn: Direktur Penilaian Perusahaan / Director of Listing
Dengan hormat,
Merujuk pada Peraturan OJK No. 31 We refer to the OJK Regulation No. 31
/POJK.04/2015 tentang Keterbukaan atas /POJK.04/2015 concerning Disclosure
Informasi atau Fakta Material oleh Emiten atau Information on Material Information or Facts by
Perusahaan Publik, Direksi Perseroan the Issuer or Public Company, the Board of
(sebagaimana didefinisikan di bawah) (“POJK Directors of the Company (“POJK 31”) (as
31”) dan Keputusan Direksi PT Bursa Efek defined below) and the Decree of the Board of
Indonesia No:Kep-00066/BEI/09-2022 tentang Directors of the Indonesia Stock Exchange No:
Perubahan Peraturan Nomor I-E tentang Kep-00066/IDX/09-2022 on the Amendments to
Kewajiban Penyampaian Informasi Regulation Number I-E concerning Information
(“Peraturan BEI I-E”), PT GoTo Gojek Submission Obligations ("IDX Regulation I-E")
Tokopedia Tbk (“Perseroan”) dengan ini PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (“the
menyampaikan Keterbukaan Informasi Company”) hereby conveys a Disclosure
dengan maksud untuk memberikan penjelasan Information for the purpose of providing an
sebagai pemenuhan ketentuan perundangan- explanation to fulfill the relevant requirements
undangan pada Lampiran I. under the applicable laws and regulations on
Attachment I.
Sehubungan dengan hal di atas, bersama ini In connection with the foregoing, we hereby for
kami untuk dan atas nama Perseroan and on behalf of the Company convey a
menyampaikan Keterbukaan Informasi Disclosure Information in connection with
sehubungan dengan informasi atau fakta material information or facts as follows:
material sebagai berikut:
1
Page 2
Nama Emiten/Name of the Issuer : PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (“Perseroan”) /
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (“Company”)
Alamat/Address : Gedung Pasaraya Blok M, 6-7/F, Jl.
Iskandarsyah II No. 2, Jakarta 12160
Bidang Usaha/Business Line : Perusahaan induk dan penyedia platform digital
yang mengintegrasikan on-demand services, e-
commerce dan produk digital, serta financial
technology services secara langsung maupun
tidak langsung melalui entitas-entitas di dalam
Perusahaan. /
Holding company and digital platform provider
integrating on-demand services, e-commerce
and digital products and financial technology
services, directly or indirectly through entities
within the Company.
Telepon/Phone : (021) 2910 1072
Faksimili/Fax : (021) 2709 7877
Email : corpsecretary@gotocompany.com
Website : www.gotocompany.com
1. Tanggal Kejadian 1. Date of the Event
Selasa, 30 Juli 2024 Tuesday, July 30, 2024
2. Jenis Informasi 2. Information Type
Informasi atau Fakta Material Lainnya Other material facts or information
3. Uraian Informasi 3. Description of Information
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (IDX:
(“Perseroan” atau “Grup GoTo”, BEI: GOTO, “GoTo Group or the “Company”), the
GOTO), ekosistem digital terbesar largest digital ecosystem in Indonesia, today
Indonesia, pada hari ini mengumumkan announced its 2024 second quarter financial
kinerja keuangan untuk kuartal kedua results. Group Core GTV, which excludes
tahun 2024. GTV inti Grup dengan GoTo’s merchant payment gateway, grew
mengecualikan merchant payment by 54% YoY to Rp63.2 trillion, while Group
gateway tumbuh 54% dibandingkan GTV increased 26% YoY to Rp121.5 trillion.
dengan periode yang sama pada tahun Gross revenue increased by 39% YoY to
sebelumnya (YoY) mencapai Rp63,2 Rp4.3 trillion, and Group Adjusted EBITDA
triliun, sementara GTV Grup pada kuartal loss was reduced by 95% YoY and 53%
ini tumbuh 26% mencapai Rp121,5 triliun. QoQ to Rp48 billion - on track to meet full-
Pendapatan bruto tumbuh 39% YoY year Adjusted EBITDA breakeven target.
mencapai Rp4,3 triliun. Kerugian EBITDA This strong performance was driven
Grup yang disesuaikan membaik sebesar primarily by user growth in affordable On-
95% YoY dan 53% QoQ mencapai Rp48 Demand Services products, increasing
miliar -berada di jalur tepat untuk mencapai GoPay app adoption and loan book growth,
target EBITDA Grup yang disesuaikan as well as disciplined cost control. On-
breakeven. Catatan kinerja yang baik Demand Services achieved record highs
tersebut ditopang oleh pertumbuhan since the Company began pursuing
pengguna pada segmen layanan hemat profitability in early 2023, with completed
dari On-Demand Services, peningkatan orders up 20% YoY and GTV up 14% YoY.
2
Page 3
penggunaan aplikasi GoPay, dan Financial Technology Core GTV increased
pertumbuhan pemberian pinjaman serta 65% YoY to Rp56.2 trillion, as outstanding
pengelolaan beban usaha secara disiplin. loans grew by around 3.5x YoY to Rp3.5
Kinerja bisnis On-Demand Services trillion and Adjusted EBITDA losses
mencatatkan rekor tertinggi sejak narrowed by 67% YoY to Rp168 billion.
Perseroan memutuskan untuk
mengambil langkah menuju profitabilitas Further explanation is on the press release
pada awal 2023, dengan jumlah pesanan in Attachment I.
yang diselesaikan (completed orders)
meningkat 20% YoY dan GTV tumbuh
14% YoY. GTV Inti bisnis Financial
Technology meningkat 65% YoY mencapai
Rp56,2 triliun, seiring dengan tumbuhnya
pemberian pinjaman sekitar 3,5x YoY
mencapai Rp3,5 triliun dan kerugian
EBITDA Grup yang disesuaikan menurun
sebesar 67% YoY menjadi Rp168 miliar.
Penjelasan lebih lanjut terdapat pada
siaran pers pada Lampiran I.
4. Dampak Kejadian Informasi 4. Impact of the Information
Informasi tersebut tidak berdampak This information does not have a detrimental
merugikan terhadap kegiatan operasional, effect on the operational activities, legal,
hukum, kondisi keuangan, atau financial condition or business continuity of
kelangsungan usaha Perseroan the Company.
5. Keterangan Lain-Lain 5. Other Information
Untuk informasi lebih lanjut mengenai For more detailed information on the second
kinerja keuangan dan operasional quarter of 2024’s financial and operational
Perseroan untuk kuartal kedua tahun 2024 performance of the Company including the
termasuk kinerja dari masing-masing performance of each segment, kindly refer to
segmen operasi Perseroan, mohon the press release attached as Attachment I
merujuk pada siaran pers yang kami of this letter.
lampirkan pada Lampiran I surat ini.
Demikian Keterbukaan Informasi kami We hereby convey this Disclosure Information,
sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan and we thank you for your attention.
terima kasih.
Jakarta, 30 Juli 2024 / July 30, 2024
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk
R A Koesoemohadiani
Sekretaris Perusahaan / Corporate Secretary
Tembusan / Carbon Copied:
1. Direktur Penilaian Perusahaan Sektor Jasa, PT Bursa Efek Indonesia
2. Kepala Departemen Pengawas Pasar Modal 1, Otoritas Jasa Keuangan
3. Deputi Direktur Pemantauan Perusahaan Sektor Jasa, Otoritas Jasa Keuangan
3
Page 4
Lampiran I/ Attachment I
Siaran Pers/ Press Release
GoTo Umumkan Kinerja Kuartal Kedua 2024:
GTV Inti Grup Tumbuh 54%
Ikhtisar Kinerja 2Q241
● GTV3,7 Inti Grup meningkat 54% YoY mencapai Rp63,2 triliun
● Pendapatan bruto2,8 kuartal kedua 2024 (2Q24) tumbuh 39% dibandingkan dengan periode yang
sama pada tahun sebelumnya (YoY) mencapai Rp4,3 triliun
● Beban kas rutin tetap berkurang 5% YoY mencapai Rp1,3 triliun
● Rugi EBITDA Grup yang disesuaikan4 menurun sebesar 95% YoY dan 53% dibandingkan kuartal
sebelumnya (QoQ) mencapai Rp48 miliar — menempatkan Perseoran dalam jalur yang tepat untuk
memenuhi pedoman kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan4 mencapai impas untuk keseluruhan
tahun buku 2024
● Kinerja bisnis On-Demand Services mencatatkan rekor tertinggi sejak Perseroan memutuskan untuk
mengambil langkah menuju profitabilitas pada awal 2023, dengan jumlah pesanan yang
diselesaikan (completed orders) meningkat 20% YoY dan GTV tumbuh 14% YoY
● GTV Inti3,7 bisnis Financial Technology meningkat 65% YoY mencapai Rp56,2 triliun, seiring dengan
tumbuhnya pemberian pinjaman sekitar 3,5x YoY mencapai Rp3,5 triliun dan rugi EBITDA Grup yang
disesuaikan4 menurun sebesar 67% YoY menjadi Rp168 miliar
Jakarta, 30 July, 2024 – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (“Perseroan” atau “Grup GoTo”, BEI: GOTO),
ekosistem digital terbesar Indonesia, pada hari ini mengumumkan kinerja keuangan untuk kuartal kedua
tahun 2024. GTV inti Grup1,3,7, yang mengecualikan merchant payment gateway, tumbuh 54% dibandingkan
dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (YoY) mencapai Rp63,2 triliun, sementara GTV Grup1,3
pada kuartal ini tumbuh 26% mencapai Rp121,5 triliun. Pendapatan bruto1,2,8 tumbuh 39% YoY mencapai Rp4,3
triliun. Rugi EBITDA Grup yang disesuaikan1,4 membaik sebesar 95% YoY dan 53% dibandingkan kuartal
sebelumnya (QoQ) mencapai Rp48 miliar. Catatan kinerja yang baik tersebut ditopang oleh pertumbuhan
pengguna pada segmen layanan hemat dari On-Demand Services, peningkatan penggunaan aplikasi GoPay,
pertumbuhan pemberian pinjaman serta pengelolaan beban usaha secara disiplin.
Patrick Walujo, Direktur Utama Grup GoTo, menjelaskan, “Percepatan pertumbuhan di kuartal kedua
kembali menegaskan tepatnya strategi untuk fokus pada konsumen mass market. Kami akan terus
memberikan solusi bagi seluruh konsumen kami, baik yang membutuhkan kenyamanan maupun
mementingkan harga. Langkah ini akan terus menjadi landasan pertumbuhan Perseroan, seiring dengan
upaya kami meningkatkan topline serta terus berkomitmen mencapai EBITDA Grup yang disesuaikan1,4
breakeven untuk keseluruhan tahun buku 2024.”
“Di akhir tahun pertama jabatan saya sebagai Direktur Utama, Perseroan telah mencatatkan fundamental
terkuat hingga saat ini, dan saya bangga dapat berperan dalam peningkatan tersebut. Saya bergabung
dengan tim yang kuat, dan didukung talenta baru yang telah mendorong pertumbuhan lebih lanjut.”
Jacky Lo, Direktur Keuangan Grup GoTo, menjelaskan, “Pada kuartal kedua 2024, GoTo mencatatkan
akselerasi pertumbuhan yang pesat dengan GTV inti Grup1,3,7 mencapai Rp63,2 triliun, tumbuh 54%
dibandingkan tahun sebelumnya, sementara pendapatan bruto1,2,8 Grup meningkat 39% YoY. Sejak awal tahun,
jumlah pelanggan Gojek Plus tumbuh dua kali lipat, di saat yang sama adopsi aplikasi GoPay dan produk
pinjaman Perseroan juga terus meluas. Hal tersebut, disertai dengan langkah strategis menyasar mass
market, mendorong peningkatan jumlah pengguna bertransaksi bulanan (monthly transacting user)9 Grup
GoTo sebesar 20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya pada kuartal kedua 2024.
Pertumbuhan ini tercapai, seiring pengurangan beban usaha dan perbaikan EBITDA yang disesuaikan1,4 yang
dilaporkan secara year-on-year untuk delapan kuartal secara berturut-turut. Dengan situasi tersebut, kami
1
Page 5
meyakini bahwa Perseroan berada pada jalur yang tepat untuk terus tumbuh sekaligus terus berkomitmen
mencapai target profitabilitas.”
Beban kas rutin tetap1 Grup menurun 5% YoY, dengan biaya korporasi rutin yang dilaporkan turun 44%
dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. GoTo juga terus mencatatkan kas dan posisi keuangan
yang kuat. Pada 30 Juni 2024, Perseroan memiliki Rp22,0 triliun (setara ~US$1,34 miliar) kas, setara kas, dan
deposito jangka pendek.
Ikhtisar Kinerja Grup
Pro-Forma1
Untuk periode tiga bulan yang Untuk periode enam bulan yang
(dalam miliar rupiah)
berakhir 30 Juni berakhir 30 Juni
Perubahan Perubahan
2024 2023 2024 2023
YoY % YoY %
Indikator Keuangan
Pendapatan bruto2,8 4.268 3.072 39% 8.433 6.595 28%
Pendapatan bersih 3.518 1.633 115% 6.596 3.519 87%
Margin kontribusi5 1.211 494 145% 2.359 1.220 93%
EBITDA yang disesuaikan4 (48) (885) 95% (150) (1.783) 92%
Rugi periode berjalan (954) (2.566) 63% (1.374) (5.392) 75%
Aktual
Untuk periode tiga bulan yang Untuk periode enam bulan yang
(dalam miliar rupiah)
berakhir 30 Juni berakhir 30 Juni
Perubahan Perubahan
2024 2023 2024 2023
YoY % YoY %
Indikator Keuangan
Pendapatan bruto2 4.409 5.833 -24% 9.713 11.814 -18%
Pendapatan bersih 3.658 3.552 3% 7.737 6.884 12%
Margin kontribusi5 1.223 1.045 17% 2.646 1.681 57%
EBITDA yang disesuaikan4 (70) (1.208) 94% (209) (2.805) 93%
Rugi periode berjalan (1.909) (3.313) 42% (2.846) (7.212) 61%
Perseroan mencatatkan akselerasi pertumbuhan topline yang sehat. GTV inti1,3,7 Grup pada kuartal kedua
adalah sebesar Rp63,2 triliun, tumbuh 54% YoY. GTV1,3 Grup mencapai Rp121,5 triliun, meningkat 26% YoY,
sementara pendapatan bruto1,2,8 mencapai Rp4,3 triliun, meningkat 39% YoY, bersamaan dengan take rate
sebesar 3,51%, meningkat 32 basis poin YoY. Pendapatan bersih1 pada 2Q2024 mencapai Rp3,5 triliun,
meningkat 115% YoY.
Beban kas rutin tetap1 berkurang 5% YoY menjadi Rp1,3 triliun. Biaya korporasi rutin yang dilaporkan, yang
dapat dialokasikan kepada masing-masing segmen bisnis sesuai dengan atribusinya, turun 44% YoY
mencapai Rp201 miliar.
Rugi EBITDA Grup yang disesuaikan1,4 pada kuartal kedua 2024 menurun sebesar 95% YoY atau 53% QoQ
menjadi Rp48 miliar. Hal ini menegaskan bahwa Perseroan berada dalam jalur yang tepat untuk memenuhi
pedoman kinerja EBITDA yang disesuaikan1,4 impas (breakeven) untuk keseluruhan tahun buku 2024.
2
Page 6
Grup GoTo membukukan rugi periode berjalan1 sebesar Rp954 miliar pada kuartal kedua 2024, yang
merupakan penurunan rugi sebesar 63% YoY. Hal tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan dan
pengelolaan beban operasional yang semakin efisien.
Sebagai bagian dari kemitraan strategis dengan TikTok, GoTo mendapatkan e-commerce service fee secara
kuartalan dari Tokopedia selaras dengan skala dan pertumbuhan entitas tersebut. Pada kuartal kedua, GoTo
membukukan e-commerce service fee senilai Rp171 miliar atau senilai Rp157 miliar bersih, apabila
mengesampingkan PPN.
Sebagaimana dilaporkan pada kuartal pertama 2024, GoTo telah melakukan divestasi kepemilikan dari
layanan pengiriman dan pemenuhan yang dilaksanakan oleh GoTo Logistics, untuk mendukung Tokopedia.
GoTo Logistics didekonsolidasikan dari pencatatan keuangan Grup sejak Mei 2024. Hal ini tidak berdampak
pada GoSend, layanan pengiriman konsumen-ke-konsumen yang pada saat ini tersedia melalui aplikasi
Gojek yang merupakan bagian dari segmen bisnis On-Demand Services Grup GoTo.
Perseroan baru-baru ini mengumumkan rencana untuk meminta persetujuan penarikan kembali saham
treasuri terkait dengan inisiatif pembelian kembali saham yang dilakukan pada tahun 2021 dan 2022, pada
Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang rencananya akan dilaksanakan pada bulan
Agustus mendatang. Bergantung pada persetujuan pemegang saham, Perseroan akan mengurangi modal
dengan menarik kembali 10.264.665.616 saham Seri A, yang semuanya dibeli kembali oleh Perseroan pada
tahun 2021 dan 2022 melalui pembelian kembali saham pra-IPO, serta program greenshoe yang dilaksanakan
terkait dengan IPO Perseroan. Langkah tersebut diharapkan akan menambah nilai bagi pemegang saham
dengan mengurangi jumlah saham yang beredar.
On-Demand Services
Untuk periode tiga bulan yang
Untuk periode enam bulan yang
berakhir 30 Juni
berakhir 30 Juni
(dalam miliar rupiah) 2024 2023 Perubahan 2024 2023 Perubahan
YoY % YoY %
Indikator Operasional
GTV3 15.482 13.571 14% 29.373 27.505 7%
Indikator Keuangan
Pendapatan bruto2 3.380 2.880 17% 6.722 5.868 15%
Margin kontribusi5 775 623 24% 1.590 1.147 39%
EBITDA yang disesuaikan4 90 (164) n/a 256 (410) n/a
* Sejalan dengan standar yang berlaku di industri, GTV disajikan kembali untuk memperhitungkan sejumlah item tambahan, termasuk di
antaranya biaya tol dan tip.
On-Demand Services terus mencatatkan pertumbuhan didorong peningkatan penggunaan opsi layanan
transportasi dan pengantaran yang lebih terjangkau. Hal ini merupakan kunci strategi mass market yang
menjadi fokus Perseroan. GTV dan jumlah pesanan yang diselesaikan (completed order) di Indonesia
mencapai level tertinggi sejak Perseroan mengambil langkah menuju profitabilitas, seiring dengan
penurunan beban yang terus berlangsung. Meningkatnya adopsi layanan untuk mass market serta
layanan berlangganan, diharapkan turut mendorong pertumbuhan bisnis Perseroan ke depan.
● Perseroan menegaskan kepemimpinan pasar di Indonesia, dengan pertumbuhan GTV dan pesanan
yang diselesaikan, masing-masing sejumlah 18% dan 24% YoY, yang merupakan capaian tertinggi.
● On-Demand Services GTV3 tumbuh 14% YoY menjadi Rp15,5 triliun.
3
Page 7
● Pendapatan bruto2 tumbuh 17% YoY menjadi Rp3,4 triliun. Dengan basis perhitungan akuntansi
sebanding, dan dengan memperhitungkan perubahan model bisnis yang dilakukan pada kuartal
sebelumnya, pendapatan bruto meningkat sebesar 5%.
● Biaya kas rutin tetap berkurang 14% YoY menjadi Rp624 miliar.
● Layanan transportasi roda dua yang terjangkau diluncurkan, bersamaan dengan peningkatan layanan
pengiriman makanan terjangkau dari Perseroan. Cara ini lebih mementingkan inovasi layanan dan
mengesampingkan insentif, sehingga mendorong pertumbuhan yang menguntungkan bagi
pengguna baru, serta pengguna yang sebelumnya tidak aktif. Seperempat dari pengguna baru dan
yang diaktifkan kembali, dalam beberapa bulan terakhir, adalah pengguna produk mass market.
● Gojek PLUS kini mencakup seluruh layanan On-Demand Services, yang mendorong pertumbuhan
jumlah pelanggan hingga dua kali lipat sejak awal tahun. Pengguna layanan berlangganan
menghabiskan sekitar tiga kali lebih banyak secara GTV dibandingkan dengan pengguna yang tidak
berlangganan, serta menggunakan lebih banyak jenis layanan, dan memiliki tingkat retensi yang lebih
tinggi.
● EBITDA yang disesuaikan4 untuk On-Demand Services meningkat sejumlah Rp254 miliar YoY menjadi
Rp90 miliar atau 0,6% dari GTV On-Demand Services. Dengan capaian ini, unit bisnis tersebut
mencatatkan EBITDA yang disesuaikan4 positif selama tiga kuartal berturut-turut.
● Perseroan memperkirakan bahwa pangsa pasar On-Demand Services di Singapura tumbuh 3 poin
persentase pada kuartal kedua. Hal ini dipengaruhi oleh kemitraan dengan ComfortDelGro yang
diluncurkan pada akhir April. Langkah ini dinilai mampu membantu mengatasi tantangan
ketersediaan pengemudi.
● Selaras dengan strategi mass market, GoTo akan terus berinvestasi pada unit bisnis On-Demand
Services untuk memperluas basis pengguna, khususnya melalui produk yang terjangkau.
Peningkatan jumlah pengguna layanan berlangganan, juga akan mendukung upaya memperdalam
wallet share10 seiring semakin banyaknya produk yang digunakan konsumen dalam ekosistem GoTo.
Financial Technology
Untuk periode tiga bulan yang Untuk periode enam bulan yang
berakhir 30 Juni berakhir 30 Juni
(dalam miliar Rupiah) 2024 2023 Perubahan 2024 2023 Perubahan
YoY % YoY %
Indikator Operasional
GTV inti7 56.199 34.097 65% 104.570 68.687 52%
3
GTV
115.340 90.482 27% 226.302 182.003 24%
Financial metrics
Pendapatan bruto2 788 399 97% 1.454 823 77%
Margin kontribusi5 295 (4) n/a 486 15 3.140%
EBITDA yang disesuaikan4 (168) (508) 67% (416) (1.024) 59%
Unit Bisnis Financial Technology GoTo terus mencatatkan pertumbuhan yang kuat di kuartal kedua,
seiring dengan pertumbuhan GTV Inti7 sebesar 65% YoY. Aplikasi GoPay kini telah diunduh sebanyak lebih
dari 30 juta kali secara kumulatif, sedangkan nilai pinjaman yang disalurkan meningkat sekitar 3,5 kali
lipat pada kuartal kedua dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Rugi juga terus berkurang
dan unit bisnis Financial Technology berada dalam jalur yang tepat untuk mencapai EBITDA yang
disesuaikan4 positif pada akhir tahun 2025, bergantung pada kondisi makroekonomi yang stabil.
● GTV inti Financial Technology7 sebesar Rp56,2 triliun, tumbuh 65% YoY, sementara itu GTV3 secara
keseluruhan pada kuartal ini adalah Rp115,3 triliun, tumbuh 27% YoY.
4
Page 8
● Pendapatan bruto2 Financial Technology tumbuh 97% YoY sebesar Rp788 miliar, didorong oleh
peningkatan pinjaman serta pembayaran melalui adopsi aplikasi GoPay. Take rate tumbuh sebesar
24 basis poin YoY.
● Biaya kas rutin tetap berkurang 7% YoY menjadi Rp437 miliar, seiring pengurangan biaya infrastruktur
IT.
● Rugi EBITDA yang disesuaikan4 untuk unit bisnis Financial Technology berkurang sebesar 67% YoY
menjadi Rp168 miliar, atau 0,1% dari GTV3 unit bisnis ini.
● Tingkat pemberian pinjaman dari bisnis pinjaman konsumen GoTo, yang mencakup produk buy now
pay later (BNPL) dan pinjaman tunai, tumbuh sekitar 3,5x YoY menjadi Rp3,5 triliun. Pertumbuhan
tersebut diiringi dengan tingkat kredit bermasalah (NPL) yang stabil dibandingkan kuartal
sebelumnya.
● Perseroan telah meluncurkan produk buy now pay later-nya sebagai metode pembayaran berbentuk
cicilan untuk pengguna yang berbelanja di Shop|Tokopedia di platform Tiktok.
● Aplikasi GoPay telah diunduh lebih dari 30 juta kali sampai dengan 30 Juni 2024, dan biaya per
instalasi terus berkurang.
Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG)
GoTo berkomitmen untuk terus melakukan praktik terbaik terkait dengan tanggung jawab lingkungan, sosial,
dan tata kelola. Sejumlah upaya yang telah dilakukan Perseroan selama kuartal kedua 2024 meliputi:
● Meningkatkan jumlah armada kendaraan listrik roda duanya (2W Electric Vehicle) sebesar 172%
menjadi sejumlah 4.300 kendaraan listrik dibandingkan dengan kuartal pertama.
● Meluncurkan delapan kemitraan dan tiga produk baru dalam lingkup Program Swadaya untuk mitra.
● Peningkatan jumlah pengguna aktif bulanan melalui Swadaya Finance hingga lebih dari 11%
sepanjang paruh pertama tahun ini.
● Meluncurkan GoPay Pinjam cicilan harian untuk memudahkan pembayaran pinjaman untuk mitra.
Pedoman Kinerja 2024
GoTo berharap dapat meningkatkan pertumbuhan pada basis demografi pengguna yang lebih luas pada unit
bisnis On-Demand Services dan Financial Technology secara lebih efisien ke seluruh pasar Indonesia,
dengan memanfaatkan ekosistemnya yang unik yang menjangkau seluruh tingkat belanja dari konsumen.
Sehubungan dengan rencana dan investasi yang akan dilakukan Perseroan dalam mendukung
pertumbuhannya, khususnya pada bisnis Financial Technology yang bertumbuh dengan cepat, Perseroan
menetapkan pedoman kinerja EBITDA Grup yang disesuaikan4 impas (breakeven) untuk keseluruhan tahun
buku 2024.
Pedoman tersebut didasarkan pada kondisi pasar saat ini dan mencerminkan perkiraan awal Perseroan, yang
semuanya tergantung pada ketidakpastian dan risiko. Hal ini termasuk meningkatnya kompetisi pasar, yang
diperkirakan akan terus berlanjut di kuartal mendatang, tingkat inflasi, serta faktor eksternal lainnya.
- SELESAI -
Tentang Grup GoTo
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (Grup GoTo) adalah ekosistem digital terbesar di Indonesia. Misi GoTo adalah
untuk “mendorong kemajuan” melalui infrastruktur teknologi dan solusi bagi semua orang untuk mengakses
dan dapat berkembang di sektor ekonomi digital. Ekosistem GoTo menyediakan berbagai layanan termasuk
mobilitas, pesan antar makanan, dan logistik, serta pembayaran, layanan keuangan, hingga solusi teknologi
untuk pedagang. Ekosistem GoTo juga menghadirkan layanan e-commerce melalui Tokopedia dan serta
layanan perbankan melalui kemitraan dengan Bank Jago.
5
Page 9
Informasi Berwawasan ke Depan (Forward-Looking Information)
Dokumen ini dapat memuat informasi atau pernyataan yang berwawasan ke depan termasuk namun tidak terbatas pada diskusi atas
strategi, rencana ke depan dan kinerja keuangan indikatif di masa mendatang (selanjutnya secara bersama-sama disebut "forward-looking
information"). Seluruh informasi dalam dokumen ini yang secara jelas bukan termasuk informasi historis atau yang harus bergantung pada
kejadian di masa depan atau selanjutnya adalah forward-looking information yang dipersiapkan sampai dengan tanggal dokumen ini
didasarkan pada opini dan estimasi manajemen serta informasi yang tersedia untuk manajemen sampai dengan tanggal dokumen ini.
Dalam kasus tertentu, forward-looking information dapat dikenali dengan penggunaan istilah berwawasan ke depan seperti "diharapkan",
"mungkin", "dapat", "akan", "harus", "bertekad", "mengantisipasi", "berpotensi", "mengajukan", "memperkirakan", dan kata-kata, ekspresi,
atau frasa serupa, termasuk juga variasi-variasinya dalam bentuk negatif atau tata bahasa tertentu, atau pernyataan bahwa kejadian
tertentu "dapat" atau "akan" terjadi, atau pada saat mendiskusikan strategi.
Forward-looking information didasarkan pada sejumlah ekspektasi internal, estimasi, proyeksi, dan asumsi pada saat ini, serta keyakinan
bahwa, sesuai pandangan wajar manajemen, secara inheren bergantung pada ketidakpastian dan kontinjensi bisnis, ekonomi, kompetitif,
atau lainnya. Forward-looking information bukan merupakan jaminan kinerja di masa yang akan datang dan melibatkan risiko yang sudah
dan belum diketahui, ketidakpastian, serta faktor-faktor lain (termasuk risiko dan ketidakpastian yang terdapat dalam laporan keuangan
konsolidasian Perseroan dan Pembahasan dan Analisis Manajemen yang tersedia melalui situs web Perseroan), yang mungkin
mengakibatkan hasil, kinerja, atau pencapaian aktual menjadi berbeda secara material dari hasil, kinerja, atau pencapaian masa depan
yang dipaparkan atau tersirat oleh forward-looking information tersebut. Segala estimasi, strategi investasi, atau pandangan yang
dicantumkan di dalam dokumen ini adalah berdasarkan kondisi pasar pada saat ini, dan/atau informasi yang disediakan oleh pihak ketiga
yang tidak terafiliasi, dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Sepanjang informasi tertentu dalam
dokumen ini diperoleh dari sumber pihak ketiga, Perseroan belum melakukan verifikasi informasi tersebut secara independen, dan
terdapat risiko bahwa asumsi yang dibuat dan simpulan yang diambil oleh Perseroan berdasarkan informasi tersebut tidak akurat. Kecuali
diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan, Perseroan menyangkal adanya tanggung jawab apa pun untuk memperbarui informasi
atau melakukan revisi terhadap forward-looking information apa pun, baik sebagai akibat dari adanya informasi atau kejadian baru, atau
lainnya. Pembaca diminta untuk berhati-hati dengan tidak bergantung semata-mata pada forward-looking information tersebut dan tidak
boleh dipandang sebagai dasar untuk membuat keputusan investasi apa pun dengan sendirinya
Pengukuran Keuangan Non-PSAK
Grup GoTo menggunakan pengukuran keuangan non-PSAK berikut termasuk pendapatan bruto, margin kontribusi dan EBITDA yang
disesuaikan, untuk memahami dan mengevaluasi kinerja operasional utama Grup GoTo. Namun, definisi pengukuran keuangan non-PSAK
Grup GoTo mungkin berbeda dari yang digunakan oleh perusahaan-perusahaan lain, dan karena itu, mungkin tidak dapat saling
dibandingkan. Selanjutnya, pengukuran keuangan non-PSAK ini memiliki keterbatasan tertentu karena tidak memasukkan dampak dari
biaya-biaya tertentu yang tercermin dalam laporan keuangan konsolidasian Grup GoTo yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan
usahanya. Dengan demikian, pengukuran keuangan non-PSAK ini harus dipertimbangkan sebagai informasi tambahan, bukan sebagai
pengganti, atau terpisah dari, pengukuran yang disusun sesuai dengan PSAK.
Pengukuran non-PSAK ini tidak ditujukan untuk menggantikan penyajian hasil keuangan Grup GoTo yang sesuai dengan PSAK. Grup GoTo
meyakini bahwa penyajian EBITDA yang disesuaikan memberikan informasi tambahan kepada para investor untuk memudahkan
perbandingan kinerja masa lalu dan kini, di luar item-item yang Grup GoTo yakini tidak menjadi indikasi dari kegiatan operasional yang
sedang berlangsung dikarenakan besaran dan/atau sifat dari item-item tersebut. Margin kontribusi dan EBITDA yang disesuaikan yang
disajikan berikut ini belum tentu dapat dibandingkan dengan pengukuran dengan istilah serupa yang disajikan oleh
perusahaan-perusahaan lain, yang mungkin menggunakan dan menentukan pengukuran ini secara berbeda. Dikarenakan alasan
tersebut, sebaiknya tidak membandingkan pengukuran non-PSAK Grup GoTo dengan pengukuran yang disajikan oleh
perusahaan-perusahaan lain.
Informasi Keuangan Konsolidasian yang tidak diaudit dan tidak direviu dan Informasi Keuangan Pro forma
Grup GoTo menyajikan beberapa informasi keuangan proforma laporan laba rugi seolah Tokopedia dan usaha pengiriman dan fulfillment
dibawah GoTo Logistics yang terkait dengannya telah didekonsolidasi sejak 1 Januari 2023. Proforma informasi keuangan tersebut telah
disusun berdasarkan informasi keuangan historis Perseroan. Proforma informasi keuangan ini (i) tidak dapat diartikan sebagai kinerja
keuangan atau hasil operasional Grup GoTo yang lengkap jika transaksi- transaksi telah diselesaikan pada dan untuk periode yang
disajikan; (ii) disajikan berdasarkan informasi yang tersedia saat ini dan perkiraan serta asumsi yang diyakini oleh manajemen Grup GoTo
dianggap wajar pada tanggal diterbitkannya dokumen ini; (iii) diperuntukkan hanya dengan tujuan untuk penyajian informasi; dan (iv) tidak
mencerminkan semua keputusan yang diberlakukan oleh Grup GoTo setelah dekonsolidasi. Selain itu, informasi proforma tersebut
6
Page 10
disajikan hanya dengan tujuan untuk memberikan ilustrasi dan informasi serta tidak dapat menjadi indikasi atas hasil operasional atau
kondisi keuangan Grup GoTo di masa mendatang sebagai perusahaan terbuka.
Informasi keuangan proforma ini telah disusun dan menjadi tanggung jawab dari manajemen. Informasi proforma ini tidak diaudit, direviu,
diperiksa, atau diterapkan prosedur apapun oleh akuntan publik independen . Dengan demikian, tidak terdapat opini atau bentuk
keyakinan lainnya sehubungan dengan dan seluruh informasi keuangan proforma yang disajikan dalam dokumen ini.
Selain itu, Grup GoTo juga menyajikan hasil untuk enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2024 dalam dokumen ini. Informasi ini diambil
dari laporan keuangan konsolidasian Perseroan pada tanggal 30 Juni 2024 dan untuk periode tiga bulan berakhir pada 30 Juni 2024 dan
2023 yang tidak direviu dan tidak diaudit. Laporan keuangan konsolidasian pada tanggal 30 Juni 2024 dan untuk periode tiga bulan
berakhir pada 30 Juni 2024 dan 2023 telah disusun dan menjadi tanggung jawab dari manajemen. Informasi keuangan ini tidak diaudit,
tidak direviu, tidak diperiksa atau diaplikasikan oleh prosedur apapun oleh akuntan publik independen. Dikarenakan hal ini, tidak ada
opini atau bentuk asurans apapun yang diekspresikan terkait dengan informasi keuangan interim ini dan semua informasi untuk periode
enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2024 dan 2023 disajikan dalam dokumen ini.
Selanjutnya, dalam dokumen ini, Grup GoTo juga menyajikan informasi keuangan periode tiga bulan yang berakhir pada 30 Juni 2024 dan
2023 yang disusun oleh dan menjadi tanggung jawab manajemen. Informasi keuangan konsolidasian untuk tiga bulan yang berakhir pada
tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 ini tidak diaudit, ditelaah, diperiksa, atau diterapkan prosedur apa pun. Oleh karena itu, tidak ada
pendapat atau bentuk jaminan lainnya diungkapkan sehubungan dengan setiap dan semua informasi keuangan konsolidasian untuk tiga
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 yang disajikan dalam dokumen ini.
1
Seluruh indikator kinerja terkait Grup merupakan indikator proforma, kecuali dinyatakan lain. Indikator proforma mengasumsikan
Tokopedia dan usaha pengiriman dan fulfillment di bawah GoTo Logistics telah didekonsolidasi dari Grup GoTo sejak 1 Januari 2023.
Indikator-indikator per segmen adalah sesuai dengan yang dilaporkan.
2
Pendapatan bruto merupakan nilai dalam rupiah yang dapat diatribusikan kepada Grup GoTo dari setiap transaksi, tanpa ada
penyesuaian untuk insentif yang dibayarkan kepada mitra pengemudi dan pedagang atau promosi kepada pengguna akhir,
sepanjang periode pengukuran. Untuk rekonsiliasi dari pendapatan bersih ke pendapatan bruto, silakan merujuk pada bagian
“Summary Financials dari paparan kinerja kuartal kedua 2024”
3
Nilai transaksi bruto (GTV) adalah sebuah representasi pengukuran operasional yang mencakup:
a. jumlah nilai waktu transaksi dari segmen On-Demand Services serta berbagai item tambahan, termasuk di antaranya biaya
tol dan tip,
b. jumlah nilai produk dan layanan yang tercatat dari platform e-commerce kami, di luar Tokopedia,
c. jumlah nilai total volume pembayaran, atau TPV, yang diproses melalui platform financial technology kami, dan
d. di luar jumlah transaksi antarperusahaan di antara entitas di dalam perusahaan yang telah dieliminasi saat konsolidasi.
4
Grup GoTo menghitung EBITDA yang disesuaikan, yang merupakan pengukuran keuangan non-PSAK, dimulai dengan rugi sebelum
pajak penghasilan, disesuaikan dengan (i) biaya penyusutan dan amortisasi; (ii) pendapatan keuangan; (iii) biaya bunga; (iv) kerugian
penurunan nilai aset atas kelompok lepasan yang dimiliki untuk dijual; (v) (pembalikan)/kerugian atas penurunan nilai investasi pada
entitas asosiasi dan ventura bersama; (vi) kerugian atas penurunan nilai goodwill; (vii) penyesuaian nilai wajar instrumen keuangan;
(viii) kerugian penurunan nilai aset tak berwujud dan aset tetap; (ix) biaya kompensasi berbasis saham; (x) (keuntungan)/kerugian
selisih kurs belum terealisasi dari pengukuran kembali kas; (xi) bagian kerugian bersih entitas asosiasi dan ventura bersama; (xii)
(keuntungan)/kerugian pelepasan investasi dan dilusi investasi, bersih; (xiii) pendapatan dividen; dan (xiv) non-recurring items.
5
Margin kontribusi, yang merupakan ukuran keuangan non-PSAK, dimulai dengan pendapatan bersih dikurangi dengan seluruh jumlah
beban pokok pendapatan, sebagian dari beban penjualan dan pemasaran yang berkaitan dengan kelebihan promosi dan pemasaran
produk serta lain-lain yang sebagian besar terdiri pajak penghasilan terkait penjualan dan pemasaran dan beban tidak signifikan
lainnya.
6
Sumber: Dasbor Google Play dan Data Konsol iOS Data 7.
7
GTV inti adalah GTV dengan mengecualikan GTV dari gerbang pembayaran mitra pedagang (merchant payment gateway).
7
Page 11
8
Jika pembaruan terhadap model bisnis On-Demand Services dari model agen kepada model prinsipal diterapkan pada kuartal kedua
2023, pertumbuhan pendapatan menjadi 25% YoY dengan take rate yang stabil.
9
Jumlah pengguna bertransaksi bulanan secara Grup merupakan jumlah pengguna bertransaksi bulanan untuk On-Demand
Services (di Indonesia, Singapura, Vietnam) atau layanan Fintech, dalam platform atau di luar platform dalam satu bulan terakhir
pada periode yang dimaksud.
10
Wallet share: Bagian dari daya beli konsumen yang digunakan untuk bertransaksi di dalam ekosistem GoTo
Contacts:
Media
GoTo Group: corporate.affairs@gotocompany.com
Investors/analysts
GoTo Group: ir@gotocompany.com
Piacente Financial Communications: goto@thepiacentegroup.com
8
Page 12
Group Core GTV Increases 54% as GoTo Announces 2024 Second
Quarter Results
2Q24 Key Highlights1
● Group core GTV3,7 increased by 54% YoY to Rp63.2 trillion
● Gross revenue2,8 increased by 39% YoY to Rp4.3 trillion
● Recurring cash fixed costs decreased by 5% YoY to Rp1.3 trillion
● Group adjusted EBITDA4 loss was reduced by 95% YoY and 53% QoQ to Rp48 billion — on track to
meet full-year adjusted EBITDA4 breakeven target
● On-Demand Services achieved record highs since the Company began pursuing profitability in
early 2023, with completed orders up 20% YoY and GTV up 14% YoY
● Financial Technology core GTV3,7 increased 65% YoY to Rp56.2 trillion, as outstanding loans grew
by around 3.5x YoY to Rp3.5 trillion and adjusted EBITDA4 losses narrowed by 67% YoY to Rp168
billion
Jakarta, Indonesia, July 30, 2024 – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (IDX: GOTO, “GoTo Group'' or the
“Company”), the largest digital ecosystem in Indonesia, today announced its 2024 second quarter
financial results. Group core GTV1,3,7, which excludes GoTo’s merchant payment gateway, grew by 54% YoY
to Rp63.2 trillion, while Group GTV1,3 increased 26% YoY to Rp121.5 trillion. Gross revenue1,2,8 increased by
39% YoY to Rp4.3 trillion, and Group adjusted EBITDA1,4 loss was reduced by 95% YoY and 53% QoQ to
Rp48 billion. This strong performance was driven primarily by user growth in affordable On-Demand
Services products, increasing GoPay app adoption and loan book growth, as well as disciplined cost
control.
Patrick Walujo, GoTo Group CEO, said: “Growth accelerated strongly in the second quarter as our
strategic focus on mass market consumers, product innovation and relentless execution continues to pay
off. Addressing the needs of our consumers, whether they seek value or convenience, will continue to
provide the foundation for our growth, as we aim to increase our topline while remaining committed to
adjusted EBITDA1,4 breakeven for the full year.
“As we mark the completion of my first year as CEO, the Company’s fundamentals are the strongest
they’ve ever been. I am proud to have played a role in bringing about such an improvement, and am
fortunate to have inherited an excellent team, supported by strong new talent that has helped drive us
forward.”
Jacky Lo, GoTo Group CFO, said: “In the second quarter, we saw a rapid acceleration of growth as Group
core GTV1,3,7 reached Rp63.2 trillion, up 54% year on year, while Group gross revenue1,2,8 increased by 39%.
Gojek Plus subscriber numbers have doubled since the beginning of the year, while adoption of the GoPay
app and our lending products has expanded significantly. This, combined with the progress of our mass
market strategy, drove a 20% year-on-year increase in monthly transacting users9 across the Group in the
second quarter. This growth was achieved while we continued to reduce our costs, as we improved our
reported adjusted EBITDA1,4 on a year-on-year basis for the eighth quarter in a row. As such, we believe we
are on the right track to continue growing while remaining committed to our profitability goals.”
The Group’s recurring cash fixed costs1 decreased by 5% YoY, with reported recurring cash corporate costs
declining by 44% YoY. GoTo also continues to maintain a solid cash position and balance sheet. As of June
30, 2024, the Company had Rp22.0 trillion, or US$1.34 billion, in cash, cash equivalents, and short-term
time deposits.
1
Page 13
Group Highlights
Pro-Forma1
(in billions of Rupiah) Three-month period ended June 30 Six-month period ended June 30
YoY % YoY %
2024 2023 2024 2023
change change
Financial Metrics
Gross revenue2,8 4,268 3,072 39% 8,433 6,595 28%
Net revenue 3,518 1,633 115% 6,596 3,519 87%
Contribution margin5 1,211 494 145% 2,359 1,220 93%
Adjusted EBITDA4 (48) (885) 95% (150) (1,783) 92%
Loss for the period (954) (2,566) 63% (1,374) (5,392) 75%
Actual
(in billions of Rupiah) Three-month period ended June 30 Six-month period ended June 30
YoY % YoY %
2024 2023 2024 2023
change change
Financial Metrics
Gross revenue2 4,409 5,833 -24% 9,713 11,814 -18%
Net revenue 3,658 3,552 3% 7,737 6,884 12%
Contribution margin5 1,223 1,045 17% 2,646 1,681 57%
Adjusted EBITDA4 (70) (1,208) 94% (209) (2,805) 93%
Loss for the period (1,909) (3,313) 42% (2,846) (7,212) 61%
Topline growth accelerated in the second quarter as Group core GTV1,3,7 reached Rp63.2 trillion, an
increase of 54% YoY. Group GTV1,3 reached Rp121.5 trillion, an increase of 26% YoY, while gross revenue1,2,8
reached Rp4.3 trillion, an increase of 39% YoY, on a take rate of 3.51%, up 32 basis points YoY. Net revenue1
for 2Q24 was Rp3.5 trillion, an increase of 115% YoY.
Recurring cash fixed costs1 declined by 5% YoY to Rp1.3 trillion. Reported recurring cash corporate costs,
which are allocated to each of the business segments where they can be directly attributed, decreased by
44% YoY to Rp201 billion.
2Q24 Group adjusted EBITDA1,4 loss was reduced by 95% YoY and 53% QoQ to Rp48 billion, putting the
Company on track to meet its full-year adjusted EBITDA1,4 breakeven target.
The Group booked a net loss1 of Rp954 billion for the second quarter, a reduction of 63% YoY, supported
by improvements in revenue and fixed costs efficiencies.
As a result of its strategic partnership with TikTok, GoTo receives a quarterly e-commerce service fee from
Tokopedia commensurate with its scale and growth. This fee amounted to Rp171 billion in the second
quarter, or net Rp157 billion when VAT is excluded.
As reported in 1Q24, GoTo has divested ownership of the delivery and fulfillment businesses under GoTo
Logistics that support Tokopedia. GoTo Logistics was therefore deconsolidated from GoTo's financial
reporting in May 2024. This has not impacted GoSend, the consumer-to-consumer delivery service that
forms part of the Company’s On-Demand Services segment and is available on the Gojek app.
2
Page 14
The Company recently announced that it plans to seek approval for the cancellation of treasury shares
relating to historical buyback initiatives, at the Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS) that
it plans to conduct in August. Subject to shareholder approval, the Company will reduce capital by
canceling 10,264,665,616 Series A shares, all of which were acquired by the Company in 2021 and 2022
through pre-IPO buybacks, as well as the Company’s IPO-related greenshoe program. This will add value
to shareholders by reducing the number of shares in circulation.
On-Demand Services
Three-month period ended June 30 Six-month period ended June 30
(in billions of Rupiah) 2024 2023 YoY % 2024 2023 YoY %
change change
Operating metrics
GTV3 15,482 13,571 14% 29,373 27,505 7%
Financial metrics
Gross revenue2 3,380 2,880 17% 6,722 5,868 15%
Contribution margin5 775 623 24% 1,590 1,147 39%
Adjusted EBITDA4 90 (164) n/a 256 (410) n/a
* In line with industry standards, GTV has been restated to include any additional fees, such as tolls and tips.
On-Demand Services saw continued growth due to uptake of its affordable transport and delivery
products, which are at the heart of the Company’s mass market strategy. GTV and completed order
numbers in Indonesia reached their highest level since the Company began pursuing profitability while
costs continued to come down. Ongoing adoption of mass market products and subscriptions, is
expected to propel the Company's growth going forward.
● The Company cemented its market leadership in Indonesia, where GTV and completed orders
grew by 18% and 24% year on year respectively, reaching all-time highs.
● On-Demand Services GTV3 grew 14% YoY to Rp15.5 trillion.
● Gross revenue2 increased by 17% YoY to Rp3.4 trillion. On a like-for-like basis, accounting for the
change in business model enacted last quarter, gross revenue increased by 5%.
● Recurring cash fixed costs decreased by 14% YoY to Rp624 billion.
● An affordable two-wheel ride product was launched alongside improvements to the Company’s
affordable food delivery service. Leveraging products rather than incentives in this way drives
profitable growth among new as well as previously dormant users. A quarter of new and
reactivated users, over the past few months, were mass market product users.
● Gojek PLUS was expanded to include all On-Demand Services products, leading to a doubling in
the number of subscribers since the beginning of the year. Subscribers spend about three times
more in GTV versus non-subscribers, use a wider range of services, and have higher retention
rates.
● Adjusted EBITDA4 for On-Demand Services increased by Rp254 billion YoY to Rp90 billion, or 0.6%
of On-Demand Services’ GTV3, marking its third consecutive quarter of positive adjusted EBITDA4.
● The Company estimates that its market share in Singapore increased by three percentage points
in Q2, aided by its partnership with ComfortDelGro, which launched in late April and is helping
address local driver supply challenges.
● In line with its mass market strategy, GoTo will continue investing in On-Demand Services to
expand its user base, primarily through its affordable products. The ongoing increase in
subscribers will also support deepened wallet share as users bridge to more products in the GoTo
ecosystem.
3
Page 15
Financial Technology
Three-month period ended June 30 Six-month period ended June 30
(in billions of Rupiah) 2024 2023 YoY % 2024 2023 YoY %
change change
Operating metrics
Core GTV7 56,199 34,097 65% 104,570 68,687 52%
GTV3
115,340 90,482 27% 226,302 182,003 24%
Financial metrics
Gross revenue2 788 399 97% 1,454 823 77%
Contribution margin5 295 (4) n/a 486 15 3,140%
Adjusted EBITDA4 (168) (508) 67% (416) (1,024) 59%
GoTo’s Financial Technology business continued to see growth momentum in the second quarter as
core GTV7 grew by 65% year on year. GoPay app downloads have now cumulatively reached over 30
million, while loans outstanding increased around 3.5x YoY in the second quarter. Losses were also
reduced and the business remains on track to become adjusted EBITDA4 positive by the end of 2025,
subject to stable macroeconomic conditions.
● Financial Technology core GTV7 was Rp56.2 trillion, increasing by 65% YoY, while GTV3 was Rp115.3
trillion in 2Q24, an increase of 27% YoY.
● Gross revenue2 for Financial Technology increased 97% YoY to Rp788 billion, mainly driven by
rapid growth in outstanding consumer loans and increased consumer payments through GoPay
app adoption. Take rate increased by 24 basis points YoY.
● Recurring cash fixed costs decreased by 7% YoY to Rp437 billion, driven primarily by IT
infrastructure cost reduction.
● Adjusted EBITDA4 loss for Financial Technology narrowed by 67% YoY to Rp168 billion, or 0.1% of
Financial Technology GTV3.
● Outstanding loans generated from GoTo’s consumer lending business, consisting of its BNPL and
cash loan offerings, grew around 3.5x YoY to Rp3.5 trillion. NPL ratio remained stable versus the
previous quarter.
● GoTo has enhanced its partnership with TikTok by providing a “Buy Now, Pay Later” (BNPL)
product, GoPay Later, on TikTok’s Shop Tokopedia.
● The GoPay app has been downloaded over 30 million times as of June 30, 2024, and cost per
install continues to decline.
Environmental, Social and Governance (ESG)
GoTo is committed to social responsibility and best practices in its ESG performance. Outcomes from the
Company’s efforts in 2Q24 include:
● Increasing the size of its two wheel electric vehicle fleet by 172% to 4,300 EVs compared with
1Q24.
● Launched eight new partnerships and three new products under the Swadaya (driver benefits)
program.
● Increased the number of new monthly active drivers using Swadaya Finance by over 11%
throughout H1.
● Launched GoPay Pinjam Daily Installment to facilitate easier repayments for driver loans.
4
Page 16
2024 Company Outlook
GoTo expects to capture additional growth in broad user demographics in its core On-Demand Services
and Financial Technology segments more cost-effectively across the expansive Indonesian market by
leveraging its unique ecosystem that spans the full range of consumer spending. Under this plan and
investments in the Company’s ongoing growth, particularly in its fast-growing fintech business, the
Company currently expects full-year 2024 Group adjusted EBITDA4 to breakeven.
The above outlook is based on current market conditions and reflects the Company’s preliminary
estimates, which are all subject to various uncertainties and risks. These include increasing market
competition, which is expected to continue over future quarters, as well as cost inflation and other
variables.
- END -
About GoTo Group
GoTo is the largest digital ecosystem in Indonesia. GoTo's mission is to ‘empower progress' by offering
technology infrastructure and solutions that help everyone to access and thrive in the digital economy.
The GoTo ecosystem provides a wide range of services including mobility, food delivery, groceries and
logistics, as well as payments, financial services, and technology solutions for merchants. The
ecosystem also provides e-commerce services through Tokopedia and banking services through its
partnership with Bank Jago.
Forward-Looking Statements
This document may contain forward-looking information or forward-looking statements including, but not limited to discussions of
strategy, future plans and indicative financial performance (collectively, “forward-looking information”). All information contained in
this document that is not clearly historical in nature or that necessarily depends on future or subsequent events is forward-looking
information prepared as of the date of this document, based upon the opinions and estimates of management as well as the
information available to management as of the date of this document. In some cases, forward-looking information can be identified
by the use of forward-looking terminology such as "expect," "likely," "may," "will," "should," "intend," "anticipate," "potential," "proposed,"
"estimate" and other similar words, expressions and phrases, including negative and grammatical variations thereof, or statements
that certain events or conditions "may” or "will" happen, or by discussion of strategy.
Forward-looking information is based upon a number of current internal expectations, estimates, projections, assumptions and beliefs
that, while considered reasonable by management, are inherently subject to significant business, economic, competitive and other
uncertainties and contingencies. Forward-looking information is not a guarantee of future performance and involves known and
unknown risks, uncertainties and other factors (including the risks and uncertainties in the Company’s consolidated financial
statements and Management’s Discussion & Analysis available on the Company’s website) that may cause actual results,
performance or achievements to be materially different from the future results, performance or achievements expressed or implied
by such forward-looking information. Any estimates, investment strategies or views expressed in this document are based upon
current market conditions, and/or data and information provided by unaffiliated third parties, and are subject to change without
notice. To the extent any information in this document was obtained from third-party sources, the Company has not independently
verified that information, and there is a risk that the assumptions made and conclusions drawn by the Company based on such
information are not accurate. Except as required by law, the Company disclaims any obligation to update or revise any
forward-looking information, whether as a result of new information, events or otherwise.
Readers are cautioned not to put undue reliance on this forward-looking information, which should not be viewed, in and of itself, as
any basis for making any investment decision.
Non-IFAS Financial Measures
GoTo Group uses non-Indonesian Financial Accounting Standards (IFAS) financial measures including gross revenue, contribution
margin and adjusted EBITDA, to understand and evaluate GoTo Group’s core operating performance. However, the definitions of
GoTo Group’s non-IFAS financial measures may be different from those used by other companies and therefore, may not be
comparable. Furthermore, these non-IFAS financial measures have certain limitations in that they do not include the impact of certain
expenses that are reflected in GoTo Group’s consolidated financial statements that are necessary to run GoTo Group’s business. Thus,
5
Page 17
these non-IFAS financial measures should be considered in addition to, not as substitutes for, or in isolation from, measures prepared
in accordance with IFAS.
Non-IFAS measurements are not intended to replace the presentation of GoTo Group’s financial results in accordance with IFAS. GoTo
Group believes that the presentation of adjusted EBITDA provides additional information to investors to facilitate the comparison of
past and present results, excluding those items that GoTo Group does not believe are indicative of GoTo Group’s ongoing operations
due to their size and/or nature. In addition, GoTo Group also presents the Contribution Margin, which may provide additional
information to investors in relation to the results excluding non-variable expenses and other income/expenses. Contribution margin
and adjusted EBITDA presented herein may not be comparable to similarly entitled measures presented by other companies, who
may use and define these measures differently. Accordingly, you should not compare GoTo Group’s non-IFAS measures to those
presented by other companies.
Unaudited and Unreviewed Consolidated Financial Information and Pro forma Financial Information
GoTo Group has furnished certain pro forma consolidated financial information as if Tokopedia and its related delivery and fulfillment
businesses under GoTo Logistics had been deconsolidated since January 1, 2023. The pro forma financial information has been
prepared based on the Company’s historical financial information. The pro forma financial information is (i) not intended to be a
complete presentation of the GoTo Group’s financial performance or results of operations had the transactions been concluded as of
and for the periods indicated; (ii) is presented based on currently available information and estimates and assumptions that the GoTo
Group’s management believes are reasonable as of the issuance date of this document; (iii) is intended for informational purposes
only; and (iv) does not reflect all decisions that are undertaken by the GoTo Group after the deconsolidation. In addition, the pro forma
financial information is provided for illustrative and informational purposes only and is not necessarily indicative of the GoTo Group’s
future results of operations or financial condition as an independent, publicly traded company.
The pro forma financial information included in this document has been prepared by and is the responsibility of management. This pro
forma financial information has not been audited, reviewed, examined, or applied any procedures by any third-party consultant or by
an independent certified public accountant. Accordingly, there are no opinions or any other form of assurance expressed with respect
to any and all pro forma financial information presented in this document.
In addition, GoTo Group also furnished the result for the six months ended June 30, 2024, in this document. This information is
extracted from the consolidated financial statements of the Company as of June 30, 2024 and for the six months ended June 30,
2024 and 2023 that have not been reviewed or audited. The consolidated financial statements as of June 30, 2024 and for the six
months ended June 30, 2024 and 2023, have been prepared by and are the responsibility of management. This financial information
has not been audited, reviewed, examined, or subjected to the application of any procedures by an independent certified public
accountant. Accordingly, there are no opinions or any other form of assurance expressed with respect to any and all interim financial
information as of June 30, 2024 and for the six months ended June 30, 2024 and 2023 presented in this document.
Furthermore, in this document, GoTo Group also furnished the results of the three months ended June 30, 2024 and 2023, which
have been prepared by and are the responsibility of management. The consolidated financial information for the three months ended
June 30, 2024 and 2023 has not been audited, reviewed, examined, or subjected to the application of any procedures. Accordingly,
there are no opinions or any other form of assurance expressed with respect to any and all consolidated financial information for the
three months ended June 30, 2024 and 2023 presented in this document.
1
All Group-related numbers are pro forma unless otherwise stated. Pro forma numbers assume Tokopedia and its related delivery
and fulfillment businesses under GoTo Logistics were deconsolidated as of January 1, 2023. Segment-specific figures are as
reported.
2
Gross revenue represents the total Rupiah value attributable to GoTo Group from each transaction, without any adjustments for
incentives paid to driver-partners and merchant partners or promotions to end-users, over the period of measurement. For a
reconciliation of net revenue to gross revenue, please refer to the “Summary Financials” section of the 2Q24 Results Presentation.
3
GTV means gross transaction value, an operating measure representing:
a. the sum of the time value of the transactions from On-Demand Services and any additional fees such as tolls and tips.
b. the sum of the value of the products and services recorded on our remaining E-commerce platforms, excluding Tokopedia.
c. the sum of the total payments volume, or TPV processed through our platform of Financial Technology.
d. and excluding amounts from inter-Company transactions between entities within the Company that are eliminated upon
consolidation.
4
GoTo Group calculates the adjusted EBITDA, a non-IFAS financial measure, beginning with loss before income tax and adjusting for
(i) depreciation and amortization expenses; (ii) finance income; (iii) interest expenses; (iv) loss on impairment of assets of disposal
group classified as held for sale; (v) (reversal)/loss on impairment of investment in associates and joint ventures; (vi) loss on
goodwill; (vii) fair value adjustment of financial instruments; (viii) loss on impairment of intangible and fixed assets; (ix) share-based
compensation cost; (x) unrealised foreign exchange (gain)/loss from cash remeasurement; (xi) share of net losses in associates and
joint ventures; (xii) (gain)/loss on divestment and dilution of investments, net (xiii) dividend income; and (xiv) non-recurring items.
6
Page 18
5
GoTo Group calculates the contribution margin, a non-IFAS measure, beginning with net revenue and deducting total cost of
revenue, a portion of sales and marketing expenses relating to the promotional excess and product marketing, and others
consisting mainly of withholding taxes related to sales and marketing expenses and other insignificant expenses.
6
Source: Google Play Dashboard and iOS Console Data.
7
Core GTV means GTV excluding merchant payment gateway GTV.
8
If the On-Demand Services business model change from an agency to a principal model is applied to the second quarter of 2023,
GoTo Group revenue growth is 25% year on year on a stable take rate.
9
GoTo Group MTUs means Monthly Transacting Users who are using On-Demand Services products (in ID, SG, VN), or Fintech
services, on-platform or off-platform, on the last month over the stated period.
Contacts:
Media
GoTo Group: corporate.affairs@gotocompany.com
Investors/analysts
GoTo Group: ir@gotocompany.com
Piacente Financial Communications: goto@thepiacentegroup.com
7
Names mentioned 10 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Financial Services Authority
p.1 ×2
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.1 ×2
unresolved
org
PT GoTo Gojek
p.1
unresolved
org
Departemen Pengawas Pasar Modal
p.3
unresolved
org
Bank Jago. Forward-Looking Statements This
p.16
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.