Back to announcement
20240730_SOUL_Laporan Informasi dan Fakta Material_31689132_lamp1.pdf
Financial statement Text extracted SOULSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 50
Page 1
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk Laporan Keuangan Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 serta Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
Page 2
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Posisi Keuangan 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprenehsif Lain 2
Laporan Perubahan Ekuitas 3
Laporan Arus Kas 4
Catatan atas Laporan Keuangan 5-47
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (tidak diaudit) dan
Untuk Tahun yang Berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Saldo laba
Belum
Tambahan Komponen ditentukan
Catatan Modal saham modal disetor ekuitas lain penggunaannya Jumlah Ekuitas
Saldo per 1 Januari 2023 16.250.000.000 - (446.723.112) 637.009.595 16.440.286.483
Laba neto - -- - (758.128.845) (758.128.845)
Penambahan modal 14 5.400.000.000 20.752.027.436 - - 26.152.027.436
Laba neto - - - - -
Saldo 30 Juni 2023 21.650.000.000 20.752.027.436 (446.723.112) (121.119.250) 41.834.185.074
Saldo per 1 Januari 2024 21.650.459.420 20.753.865.116 (609.178.445) (2.723.036.620) 39.072.109.471
Rugi neto - (1.089.745.683) (1.089.745.683)
-
Penambahan modal 14 - - - - -
Saldo per 30 Juni 2024 21.650.459.420 20.753.865.116 (609.178.445) (3.812.782.302) 37.982.363.789
3
Page 7
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
LAPORAN ARUS KAS
Untuk Periode enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di audit) dan 2023
dan Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 Juni 2024 (tidak
Catatan diaudit) 30 Juni 2023 31 Desember 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 5.627.834.742 2.634.975.365 4.607.802.857
Pembayaran kas kepada pemasok (1.081.368.646) (674.622.952) (2.274.807.407)
Pembayaran kas kepada karyawan (1.137.588.463) (1.171.541.488) (2.961.375.551)
Pembayaran beban usaha (323.371.930) (323.371.930) (4.295.037.953)
Kas yang diperoleh dari operasi 3.085.505.703 465.438.995 (4.923.418.054)
Pembayaran beban keuangan 19 (17.094.552) (1.232.385) (32.617.190)
Pembayaran pajak penghasilan
dan pajak pertambahan nilai (57.874.083) (57.874.083) (190.988.936)
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas
operasi 3.010.537.068 406.332.527 (5.147.024.180)
ARUS KAS DARI
AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap 8 - (2.540.050.000) (3.896.902.530)
Perolehan aset lain-lain - tak berwujud (1.404.875.670) - (137.240.000)
Biaya persiapan pabrik (Pra Ops) - - (2.229.324.020)
Uang muka pembelian 7 (5.239.683.196) (15.790.816.006) (4.716.000.000)
Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
investasi (6.644.558.866) (18.330.866.006) (10.979.466.550)
ARUS KAS DARI
AKTIVITAS PENDANAAN
Giro Bank 10 4.783.769 2.000.000.000 -
Pembayaran pinjaman pemegang saham - - (1.319.726.450)
Penerimaan pinjaman bank - - 1.998.061.760
Setoran modal 14 - 29.700.000.000 26.154.324.536
Biaya emisi saham - (3.547.972.564) -
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan
untuk) aktivitas pendanaan 4.783.769 28.152.027.436 26.832.659.846
KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (3.629.238.029) 10.227.493.957 10.706.169.116
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 10.714.193.144 8.024.028 8.024.028
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 7.084.955.115 10.235.517.985 10.714.193.144
4
Page 8
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan informasi umum
PT Mitra Tirta Buwana Tbk (“Perusahaan”), berkedudukan di Yogyakarta, didirikan berdasarkan Akta Notaris Emanuel
Retinanto, SH No. 01 tanggal 5 Juni 2009. Nama Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia melalui Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-31298.AH.01.01.Tahun 2009
tanggal 07 Juli 2009. Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir melalui Akta
Pernyataan Keputusan Rapat Pemegang Saham oleh notaris Rini Yulianti, SH No. 13 tanggal 14 Maret 2022
mengenai perubahan-perubahan anggaran dasar Perusahaan. Perubahan tersebut telah dilaporkan dan telah disetujui
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia melalui keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-
0018066.AH.01.02 tanggal 14 Maret 2022 dan memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia melalui surat No. AHU-00066223 AH.01.02 Tahun 2022, tanggal 26 Januari 2022.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan perusahaan bergerak di bidang
perindustrian dan perdagangan. Perusahaan merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang makanan, minuman
dan air mineral khususnya dalam produksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).
Perusahaan memulai kegiatan operasi komersialnya sejak tahun 2009.
Perusahaan berkedudukan di Sambilegi Baru Rt.001 Rw.053 Maguwoharjo, Depok, Sleman, D.I Yogyakarta 55282.
b. Susunan pengurus dan informasi lain
Berdasarkan Akta Notaris Ardiansyah, SH., MKn No. 01 pada pernyataan keputusan pemegang saham PT Mitra Tirta
Buwana, menyetujui perubahan susunan Direksi, yang telah disahkan oleh kementerian hukum dan ham sesuai
dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perusahaan No. AHU-AH.01.03.0471322 tanggal 10
November 2021 dan Berdasarkan pernyataan keputusan para pemegang saham Perusahaan yang telah diaktakan
dengan Notaris Rini Yulianti, SH, No. 13 tanggal 14 Maret 2022. Susunan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada
tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022 adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Nyonya Iriyanti Nyonya Iriyanti
Komisaris : Tuan Hery Gunawan Muhamad Tuan Hery Gunawan Muhamad
Komisaris Independen : Tuan Doktorandus Sulaiman Tuan Doktorandus Sulaiman
Dewan Direksi
Direktur Utama : Tuan Ardianto Wibowo Tuan Ardianto Wibowo
Direktur : Nyonya Rini Anggorowati Nyonya Rini Anggorowati
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan memiliki masing-masing 39 dan 39 karyawan tetap
(tidak diaudit).
Manajemen kunci adalah komisaris dan direksi Perusahaan.
5
Page 9
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
a. Dasar penyusunan laporan keuangan
Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (“SAK”), yang
mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”)
yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, serta peraturan regulator pasar
modal yaitu Peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan
Publik. Kebijakan ini telah diterapkan secara konsisten terhadap seluruh tahun yang disajikan, kecuali jika dinyatakan
lain.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah selaras dengan kebijakan akuntansi
yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan tanggal 31 Desember 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal tersebut.
Laporan keuangan kecuali untuk laporan arus kas, disusun berdasarkan konsep akrual dan dasar pengukuran dengan
menggunakan konsep biaya historis, kecuali beberapa akun tertentu yang disusun berdasarkan pengukuran lain
sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas ke dalam
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah mata uang Rupiah yang
merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan penggunaan
estimasi dan asumsi. Hal ini juga mengharuskan manajemen untuk menggunakan pertimbangan dalam proses
penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan. Area yang komplek atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih
tinggi dari penilaian atau kompleksitas, atau area di mana asumsi dan estimasi dapat berdampak yang signifikan
terhadap laporan keuangan diungkapkan dalam Catatan 3.
b. Perubahan standar akuntansi
Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) telah menerbitkan standar baru, amandemen dan interpretasi yang
berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2021 sebagai berikut:
Efektif 1 Januari 2021
• Amendemen PSAK 55 “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran''
• Amendemen PSAK 60 “Instrumen Keuangan: Pengungkapan”
• Amendemen PSAK 71 “Instrumen Keuangan”
Efektif 1 Januari 2022
• Amendemen PSAK 22 “Kombinasi Bisnis tentang Referensi ke Kerangka Konseptual”
• Amendemen PSAK 57 “Provisi, Liabilitas Kontinjensi, dan Aset Kontinjensi tentang Kontrak Memberatkan-Biaya
Memenuhi Kontrak”
• Penyesuaian Tahunan 2020 PSAK 71 “Instrumen Keuangan”
• Penyesuaian Tahunan 2020 PSAK 73 “Sewa”
6
Page 10
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)
Efektif 1 Januari 2023
• Amendemen PSAK 1 “Penyajian Laporan Keuangan (Klasifikasi liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka
• Amendemen PSAK 16 “Aset tetap tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan”
Pada saat laporan keuangan diotorisasi, Perusahaan masih mempelajari dampak yang mungkin timbul dari penerapan
standar baru dan revisi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif di atas serta pengaruhnya pada laporan
keuangan.
Implementasi dari standar-standar tersebut tidak menghasilkan perubahan kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak
memiliki dampak yang signifikan terhadap jumlah yang dilaporkan di tahun berjalan atau tahun sebelumnya.
c. Kas dan bank
Kas dan setara kas terdiri dari kas dan kas pada bank, investasi jangka pendek dan semua deposito berjangka yang
tidak dibatasi penggunaannya (termasuk deposito on call ) yang jatuh tempo dalam jangka waktu tiga bulan atau
kurang sejak tanggal penempatan dan deposito yang jatuh tempo dalam jangka waktu lebih dari tiga bulan digunakan
untuk kebutuhan kas jangka pendek dan tidak memiliki risiko perubahan nilai yang signifikan sebagai akibat penarikan
dini. Kas merupakan alat pembayaran yang siap dan bebas dipergunakan untuk membiayai kegiatan umum
Perusahaan.
Kas dan setara kas yang telah ditentukan penggunaannya atau yang tidak dapat digunakan secara bebas tidak
tergolong dalam kas dan setara kas.
d. Piutang usaha dan piutang lain-lain
Piutang usaha disajikan sebesar jumlah bersih setelah dikurangi dengan penyisihan piutang tak tertagih yang
diestimasi berdasarkan penelaahan atas kolektibilitas saldo piutang. Piutang dihapuskan pada saat piutang tersebut
dipastikan tidak akan tertagih.
e. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih. Biaya
perolehan ditentukan dengan menggunakan metode pertama-masuk, pertama-keluar (“FIFO”). Biaya perolehan barang
jadi dan barang dalam proses terdiri dari bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya langsung lainnya dan biaya
overhead produksi (berdasarkan kapasitas operasi normal), tidak termasuk biaya pinjaman.
Penyisihan untuk persediaan usang dan penurunan nilai persediaan, jika ada, dilakukan dengan mengurangi nilai
tercatat persediaan ke nilai realisasi neto persediaan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan
pada akhir tahun.
Nilai realisasi neto adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal, dikurangi dengan estimasi biaya
penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
f. Uang muka dan biaya dibayar di muka
Uang muka mengacu pada pembayaran yang dilakukan oleh Perusahaan untuk barang dan jasa yang benar benar
diterima.
Pengeluaran-pengeluaran yang memiliki manfaat untuk periode lebih dari satu tahun dicatat sebagai biaya dibayar di
muka dan diamortisasi menggunakan metode garis lurus selama periode dimana manfaat itu terealisasi.
7
Page 11
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)
g. Aset tetap
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai. Biaya
perolehan termasuk biaya penggantian bagian aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan.
Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat (“carrying
amount” ) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya perbaikan dan
pemeliharaan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method ) berdasarkan taksiran masa
manfaat ekonomis aset tetap, sebagai berikut:
Tahun
Bangunan 20
Peralatan 8
Perlengkapan 8
Kendaraan 4
Inventaris 8
Tanah dinyatakan pada biaya perolehan dan tidak disusutkan. Biaya legal awal untuk mendapatkan hak legal diakui
sebagai bagian biaya akuisisi tanah dan biaya-biaya tersebut tidak didepresiasikan. Biaya terkait dengan pembaruan
hak atas tanah diakui sebagai aset takberwujud pada aset lain-lain dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak.
Setelah penerapan PSAK 73, Perusahaan menganalisa fakta dan keadaan untuk masing masingjenis hak atas tanah
dalam menentukan akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan
dengan tepat suatu kejadian atau transaksi ekonomik yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak
mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada Perusahaan, melainkan mengalihkan hak untuk menggunakan
aset pendasar, Perusahaan menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai sewa berdasarkan
PSAK 73, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian tanah, maka Perusahaan menerapkan
PSAK 16 “Aset tetap”.
Nilai tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa
depan yang diharapkan dari penggunaannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset diakui
dalam laporan laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi
biaya perolehan aset dalam penyelesaian akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada
saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan.
Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan aset tetap direviu dan jika sesuai
dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.
8
Page 12
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)
h. Penurunan nilai aset non-keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset mengalami penurunan
nilai. Jika terdapat indikasi tersebut atau pada saat pengujian secara tahunan penurunan nilai aset diperlukan, maka
Perusahaan membuat estimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Rugi penurunan nilai diakui sebagai rugi tahun berjalan, kecuali untuk aset non-keuangan yang dicatat dengan nilai
penilaian kembali.
Rugi penurunan nilai tersebut harus dipulihkan jika telah terjadi perubahan dalam perkiraan yang digunakan untuk
menentukan jumlah terpulihkan dari aset non-keuangan. Kerugian penurunan nilai hanya akan dipulihkan sampai
sebatas bahwa nilai tercatat aset non-keuangan yang tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat,
neto setelah penyusutan seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut pada tahun
sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba rugi.
i. Perpajakan
Perusahaan mengakui kewajiban atas seluruh pajak penghasilan periode berjalan dan periode sebelumnya yang
belum dibayar. Jika jumlah yang telah dibayar untuk periode berjalan dan periode sebelumnya melebihi jumlah yang
terutang untuk periode tersebut, Perusahaan harus mengakui kelebihan tersebut sebagai aset. Perusahaan tidak
mengakui pajak tangguhan.
Pajak tangguhan
Pajak tangguhan diakui dengan menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar pengenaan
pajak dari aset dan liabilitas dan jumlah tercatatnya untuk tujuan pelaporan keuangan. Aset pajak tangguhan diakui
untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan akumulasi rugi fiskal belum dikompensasi, bila
kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dikurangkan, dan rugi fiskal
belum dikompensasi, dapat dimanfaatkan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena
pajak.
Nilai tercatat dari aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan diturunkan ketika tidak lagi
terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba kena pajak yang memungkinkan semua atau sebagian dari aset
pajak tangguhan tersebut untuk direalisasi. Penelaahan dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan atas aset pajak
tangguhan yang tidak diakui sebelumnya dan aset pajak tangguhan tersebut diakui sepanjang kemungkinan besar laba
kena pajak mendatang akan tersedia sehingga aset pajak tangguhan tersebut dipulihkan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan berlaku pada tahun
saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan peraturan pajak yang berlaku atau yang
secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk
melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan pajak tangguhan tersebut terkait dengan
entitas kena pajak yang sama dan otoritas perpajakan yang sama.
9
Page 13
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)
j. Sewa
Sewa pembiayaan - sebagai lessee
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh
risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewa. Sewa tersebut diklasifikasi sejak awal masa sewa
sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari
nilai wajar.
Pembayaran sewa minimum harus dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang
merupakan pelunasan liabilitas, sedemikian rupa sehingga menghasilkan suatu tingkat suku bunga periodik yang
konstan atas saldo liabilitas. Beban keuangan dibebankan langsung pada laba rugi.
Jika terdapat kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa, aset
sewaan disusutkan selama masa penggunaan aset yang diestimasi berdasarkan umur manfaat aset tersebut. Jika
tidak terdapat kepastian tersebut, maka aset sewaan disusutkan selama periode yang lebih pendek antara masa sewa
atau umur manfaat aset sewaan. Laba atau rugi yang timbul dari transaksi jual dan sewa-balik kembali ditangguhkan
dan diamortisasi selama sisa masa sewa.
Pada tanggal permulaan kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak merupakan atau mengandung sewa. Suatu
kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan
aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan. Perusahaan dapat memilih untuk
tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk:
- Sewa jangka pendek; dan
- Sewa yang aset pendasarnya bernilai rendah.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian, Perusahaan
harus menilai apakah:
- Perusahaan memiliki hak untuk mengoperasikan aset; dan,
- Perusahaan telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan apa aset
akan digunakan selama periode penggunaan.
Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak- guna diukur pada
biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan dengan pembayaran sewa
yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan. Aset
hak-guna diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus sepanjang jangka waktu sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan, didiskontokan
dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut tidak dapat ditentukan, maka
menggunakan suku bunga pinjaman inkremental.
Perusahaan menyajikan aset hak-guna sebagai bagian dari “Aset tetap” dan liabilitas sewa di dalam laporan posisi
keuangan.
10
Page 14
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)
k. Imbalan kerja
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan kerja yang jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan setelah akhir
periode pelaporan dan diakui pada saat pekerja telah memberikan jasa kerjanya. Kewajiban diakui ketika karyawan
memberikan jasa kepada perusahaan dimana semua perubahan pada nilai bawaan dari kewajiban diakui pada laba
rugi.
Perusahaan mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan
No. 13/2003, tanggal 27 Maret 2004. Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Perusahaan
ditentukan melalui perhitungan aktuaria secara periodik dengan menggunakan metode projected unit credit dan
menerapkan asumsi atas tingkat diskonto, hasil atas aset program dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun
tahunan.
Pengukuran kembali, terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, perubahan dampak batas atas aset (jika ada) dan
dari imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), yang tercermin langsung dalam laporan posisi keuangan
yang dibebankan atau dikreditkan kepenghasilan komprehensif lain periode terjadinya untuk mencerminkan nilai penuh
dari defisit dan surplus program. Pengukuran kembali diakui dalam penghasilan komprehensif lain tercermin sebagai
pos terpisah pada penghasilan komprehensif lain di ekuitas dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
Seluruh biaya jasa lalu diakui pada saat yang lebih dulu antara ketika amandemen/kurtailmen terjadi atau ketika biaya
restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja diakui.
Bunga neto dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto terhadap liabilitas atau aset imbalan pasti neto. Biaya
imbalan pasti dikategorikan sebagai berikut:
i. Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan
penyelesaian)
ii. Beban atau pendapatan bunga neto
iii. Pengukuran kembali
Perusahaan menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi, Keuntungan dan kerugian
kurtailmen dicatat sebagai biaya jasa lalu.
Kewajiban imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan merupakan defisit atau surplus aktual dalam
program imbalan pasti Perusahaan. Surplus yang dihasilkan dari perhitungan ini terbatas pada nilai kini manfaat
ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana program dan pengurangan iuran masa depan atas program.
l. Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Perusahaan:
a. Orang atau anggota keluarga dekatnya yang mempunyai relasi dengan Perusahaan jika orang tersebut
(i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas Perusahaan
11
Page 15
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)
(ii) memiliki pengaruh signifikan atas Perusahaan ; atau
(iii) personil manajemen kunci Perusahaan .
b. Suatu entitas berelasi dengan Perusahaan dan jika memenuhi salah satu hal berikut
(i) Entitas dan Perusahaan adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas berikutnya
saling berelasi dengan entitas lainnya).
(ii) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau
ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut
adalah anggotanya)
(iii) kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
(iv) satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi
dari entitas ketiga.
(iv) entitas tersebut adalah suatu program imbalan kerja untuk imbalan kerja dari Perusahaan atau
entitas yang terkait dengan Perusahaan.
(v) entitas tersebut adalah suatu program imbalan kerja untuk imbalan kerja dari Perusahaan atau entitas
yang terkait dengan Perusahaan.
(vi) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf a).
(vii) Orang yang diidentifikasi dalam huruf a.(i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
(viii) Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut,
menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada Perusahaan.
Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak. Beberapa persyaratan tersebut
mungkin tidak sama dengan persyaratan yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
Seluruh transaksi signifikan dan saldo dengan pihak pihakberelasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan
terkait.
m. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing
Pembukuan Perusahaan diselengarakan dalam mata uang Rupiah. Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan
kedalam Rupiah dengan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada akhir periode pelaporan, aset dan Kewajiban
moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah dengan mengunakan kurs tengah yang ditetapkan oleh
Bank Indonesia pada tanggal tersebut.
Keuntungan dan kerugian dari selisih kurs mata uang asing dan penjabaran aset dan kewajiban moneter dalam mata
uang asing ke dalam mata uang Rupiah diakui dalam laba rugi tahun berjalan.
12
Page 16
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)
n. Penggunaan taksiran-taksiran
Penyajian laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, mengharuskan manajemen untuk
membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan kewajiban dan pengungkapan aset dan kewajiban
kontijen pada tanggal laporan keuangan serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Hasil yang
sebenarnya dapat berbeda dari jumlah yang diestimasi.
o. Instrumen keuangan
Perusahaan menerapkan PSAK 71, “Instrumen Keuangan” efektif mulai 1 Januari 2020. PSAK 71 menggantikan
ketentuan PSAK 55 yang terkait dengan pengakuan, klasifikasi dan pengukuran aset keuangan dan liabilitas
keuangan, penghentian pengakuan instrument keuangan, penurunan nilai aset keuangan dan akuntansi lindung nilai.
Amendemen tersebut mengharuskan instrumen utang diukur baik pada biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar
melalui penghasilan komprehensif lain (“FVOCI”) atau nilai wajar melalui laba rugi (“FVPL”). Klasifikasi instrumen
utang, tergantung pada model bisnis entitas untuk mengelola aset keuangan dan apakah arus kas kontraktual hanya
mewakili pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”).
Model bisnis entitas adalah bagaimana entitas mengelola aset keuangannya untuk menghasilkan arus kas dan
menciptakan nilai bagi entitas baik dari mengumpulkan arus kas kontraktual, menjual aset keuangan, atau keduanya.
Jika instrumen utang dimiliki untuk mengumpulkan arus kas kontraktual, diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika
juga memenuhi persyaratan SPPI. Instrumen utang yang memenuhi persyaratan SPPI yang dimiliki untuk
mengumpulkan arus kas kontraktual aset dan untuk menjual aset diukur di FVOCI. Aset keuangan diukur pada FVPL
jika tidak memenuhi kriteria FVOCI atau biaya perolehan diamortisasi.
Penilaian model bisnis dan apakah aset keuangan memenuhi persyaratan SPPI dibuat pada 1 Januari 2020, dan
kemudian diterapkan secara retrospektif pada aset keuangan yang tidak dihentikan pengakuannya sebelum 1 Januari
2020.
Instrumen utang Perusahaan memiliki arus kas kontraktual yang semata-mata merupakan pembayaran pokok dan
bunga. Perusahaan memiliki aset keuangan saat ini untuk mengumpulkan arus kas kontraktual, dan karenanya diukur
pada biaya perolehan diamortisasi ketika menerapkan PSAK 71.
PSAK 71 mengharuskan semua instrumen ekuitas dilakukan pada FVPL, kecuali jika entitas memilih pengakuan awal,
untuk menyajikan perubahan nilai wajar dalam penghasilan komprehensif lain.
Dampak terhadap pos-pos dalam laporan keuangan Perusahaan atas penerapan pertama kali PSAK 71 secara
retrospektif adalah pinjaman dan piutang, termasuk didalamnya adalah piutang usaha; dan piutang lain-lain, akan
diklasifikasi sebagai biaya perolehan diamortisasi.
PSAK 71 mengharuskan Perusahaan untuk mencatat kerugian kredit ekspektasian ("ECL") pada semua aset
keuangannya yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVOCI dan jaminan keuangan. Perusahaan
sebelumnya mencatat penurunan nilai berdasarkan model kerugian yang terjadi ketika terdapat bukti objektif bahwa
aset keuangan mengalami penurunan nilai.
Setelah penerapan PSAK 71, Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan menggunakan matriks
ketentuan untuk menilai ECL pada semua piutang usaha.
13
Page 17
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)
Berdasarkan penilaian model bisnis Perusahaan pada tanggal penerapan awal, 1 Januari 2020, kas dan setara kas,
piutang usaha dan piutang lain-lain yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai pinjaman dan piutang dimiliki untuk
mengumpulkan arus kas kontraktual dan memberikan kenaikan untuk arus kas yang semata-mata mewakili
pembayaran pokok dan bunga. Aset keuangan ini sekarang diklasifikasikan dan diukur sebagai instrumen keuangan
dengan biaya perolehan diamortisasi. Perubahan klasifikasi aset keuangan Perusahaan tidak mengakibatkan
perubahan dalam pengukurannya.
Perusahaan belum menetapkan liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Tidak ada perubahan dalam
klasifikasi dan pengukuran untuk liabilitas keuangan Perusahaan.
Penerapan PSAK 71 juga mengubah akuntansi Perusahaan untuk kerugian penurunan nilai atas aset keuangan
dengan mengganti pendekatan kerugian yang terjadi pada PSAK 55 dengan pendekatan kehilangan kredit (“ECL”)
berwawasan ke depan. PSAK 71 diterapkan secara retrospektif pada tanggal 1 Januari 2020, tetapi tanpa penyajian
kembali informasi komparatif tahun sebelumnya.
Klasifikasi
Perusahaan mengklasifikasikan instrument keuangan menjadi aset keuangan dan liabilitas keuangan. Instrumen
keuangan adalah setiap kontrak yang menimbulkan aset keuangan pada satu entitas dan liabilitas keuangan atau
instrumen ekuitas pada entitas lain.
i. Aset keuangan
Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan (i)
diamortisasi, (ii) nilai wajar melalui PKL (“FVTOCI”), dan (iii) nilai wajar melalui laba rugi (“FVTPL”).
Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, tagihan bruto pemberi
kerja dan aset tidak lancar lainnya diklasifikasikan sebagai aset yang diukur dengan biaya diamortisasi.
Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain.
ii. Liabilitas keuangan
Perusahaan mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai (i) liabilitas keuangan diukur pada FVTPL atau (ii)
liabilitas keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang usaha, utang pihak berelasi, utang lain-lain, beban akrual,
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi. Perusahaan memiliki liabilitas
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
14
Page 18
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)
Pengakuan dan Pengukuran
i. Aset keuangan
Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas kontraktual aset keuangan
dan model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan tersebut. Kecuali untuk piutang usaha yang tidak
memiliki komponen pendanaan yang signifikan dan atau saat Perusahaan menerapkan panduan praktis, pada
saat pengakuan awal Perusahaan mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset
keuangan tidak diukur pada FVTPL, biaya transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen
pendanaan yang signifikan atau ketika Perusahaan menerapkan panduan praktis, diukur sesuai harga transaksi
seperti yang didefinisikan dalam PSAK 72.
Agar dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVTOCI, aset keuangan harus
memiliki arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini
dikenal sebagai solely payment of principal and interest (SPPI) dan dilakukan pada tingkat instrumen.
Model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Perusahaan mengelola
aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas akan dihasilkan dari
memperoleh arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.
Pembelian atau penjualan aset keuangan yang memerlukan penyerahan aset dalam kurun waktu yang telah
ditetapkan oleh peraturan atau kebiasaan yang berlaku di pasar (pembelian yang lazim) diakui pada tanggal
perdagangan, yaitu tanggal Perusahaan berkomitmen untuk membeli atau menjual aset tersebut.
Untuk tujuan pengukuran setelah pengakuan awal, aset keuangan diklasifikasikan kedalam empat kategori:
• Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi mencakup aset keuangan yang dimiliki untuk
diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal pada nilai wajar melalui laba
rugi, atau aset keuangan yang disyaratkan untuk diukur pada nilai wajarnya. Aset keuangan diklasifikasikan
dalam kelompok diperdagangkan jika dibeli dengan tujuan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu
dekat.
Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai diperdagangkan kecuali
derivatif sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif. Aset keuangan yang tidak memenuhi
SPPI testing diukur pada FVTPL, terlepas apapun model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk instrument
utang yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan diamortisasi atau pada FVTOCI, seperti dijelaskan di
atas, instrumen utang dapat ditetapkan pada FVTPL pada pengakuan awal jika penerapan itu dapat
menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, inkonsistensi pengukuran atau pengakuan.
Aset keuangan kategori ini pada laporan posisi keuangan diukur pada FVTPL yang timbul sebagai hasil dari
perubahan nilai wajar diakui dalam laporan laba rugi. Tidak ada 6aset keuangan Perusahaan dalam kategori
ini per tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023.
15
Page 19
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)
• Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi (instrumen utang)
Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Perusahaan. Perusahaan mengukur aset keuangan pada
biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut dipenuhi:
•Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka
mendapatkan arus kas kontraktual; dan
Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang
semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Untuk instrumen utang yang diukur pada FVTOCI, pendapatan bunga, keuntungan atau kerugian selisih
kurs, dan kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama dengan aset
keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar lainnya diakui pada PKL. Ketika
aset keuangan dihentikan pengakuannya, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui
dalam PKL direklasifikasi ke laba rugi.
Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi setelah pengakuan awal diukur menggunakan
metode suku bunga efektif (“SBE”) dan merupakan subjek penurunan nilai. Keuntungan dan kerugian diakui
pada laba rugi saat aset dihentikan pengakuannya, dimodifikasi atau mengalami penurunan nilai. Aset
keuangan Perusahaan pada kategori ini meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan
rekening yang dibatasi penggunaannya.
• Aset keuangan diukur FVTOCI dengan fitur reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif (instrumen
utang)
• Perusahaan mengukur instrument utang pada FVTOCI jika kedua kondisi berikut dipenuhi:
Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas
kontraktual dan menjual aset keuangan; dan
Persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu meningkatkan arus kas yang
semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.
Untuk instrumen utang yang diukur pada FVTOCI, pendapatan bunga, keuntungan atau kerugian selisih
kurs, dan kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama dengan aset
keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar lainnya diakui pada PKL. Ketika
aset keuangan dihentikan pengakuannya, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui
dalam PKL direklasifikasi ke laba rugi.
Aset keuangan diukur pada FVTOCI tanpa fitur reklasifikasi keuntungan dan kerugian kumulatif saat
penghentian pengakuan (instrumen ekuitas)
16
Page 20
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)
Saat pengakuan awal, Perusahaan dapat membuat pilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk menyajikan
dalam FVTOCI perubahan nilai wajar investasi dalam instrumen ekuitas yang masuk dalam ruang lingkup
PSAK 71 dan yang bukan merupakan instrumen ekuitas dimiliki untuk diperdagangkan. Pilihan ini dilakukan
pada level instrumen per instrumen. Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak
direklasifikasikan ke laba rugi. Dividen diakui sebagai penghasilan lainnya pada laba rugi ketika hak untuk
menerima pembayaran dividen telah ditetapkan, kecuali jika perusahaan memperoleh keuntungan dari hasil
tersebut sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan tersebut
dicatat dalam penghasilan komprehensif lainnya. Instrumen ekuitas yang diukur pada FVTOCI tidak
terpengaruh pada persyaratan penurunan nilai. Tidak ada investasi ekuitas yang diklasifikasikan dalam
kategori ini per tanggal 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021.
ii. Liabilitas keuangan
Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas kontraktual aset keuangan
dan model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan tersebut. Kecuali untuk piutang usaha yang tidak
memiliki komponen pendanaan yang signifikan dan atau saat Perusahaan menerapkan panduan praktis, pada
saat pengakuan awal Perusahaan mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset
keuangan tidak diukur pada FVTPL, biaya transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen
pendanaan yang signifikan atau ketika Perusahaan menerapkan panduan praktis, diukur sesuai harga transaksi
seperti yang didefinisikan dalam PSAK 72.
Agar dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau FVTOCI, aset keuangan harus
memiliki arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini
dikenal sebagai solely payment of principal and interest (SPPI) testing dan dilakukan pada tingkat instrumen.
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi atau
liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan
mereka pada saat pengakuan awal.
Semua liabilitas keuangan pada awalnya diakui pada nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan pinjaman dan
utang, setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Instrumen keuangan yang diterbitkan atau komponen dari instrumen keuangan tersebut, yang tidak
diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan
lain-lain, jika substansi perjanjian kontraktual mengharuskan Perusahaan untuk menyerahkan kas atau aset
keuangan lain kepada pemegang instrumen keuangan, atau jika liabilitas tersebut diselesaikan tidak melalui
penukaran kas atau aset keuangan lain atau saham sendiri yang jumlahnya tetap atau telah ditetapkan.
Pengukuran liabilitas keuangan tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
• Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Liabilitas keuangan yang diukur pada FVTPL termasuk liabilitas keuangan untuk diperdagangkan dan liabilitas
keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
17
Page 21
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diperdagangkan jika perolehannya
ditujukan untuk dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini mencakup juga derivatif yang tidak
ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai. Derivatif melekat yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai
diperdagangkan kecuali derivative sebagai instrumen lindung nilai yang ditetapkan dan efektif. Keuntungan dan
kerugian yang timbul diakui dalam laporan laba rugi.
Penentuan liabilitas keuangan untuk dapat ditetapkan diukur pada FVTPL ditentukan pada saat pengakuan
awal, dan hanya jika kriteria-kriteria yang terdapat dalam PSAK 71 terpenuhi. Perusahaan tidak menetapkan
liabilitas keuangan untuk diukur pada FVTPL.
• Liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi
Kategori ini merupakan yang paling relevan bagi Perusahaan. Setelah pengakuan awal, pinjaman diukur pada
biaya perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan metode SBE. Keuntungan dan kerugian diakui dalam
laporan laba rugi dan PKL hingga liabilitas dihentikan pengakuannya melalui proses amortisasi menggunakan
metode SBE. Biaya perolehan dimortisasi dihitung dengan mempertimbangkan setiap diskon atau premi pada
perolehan awal dan biaya yang merupakan bagian integral dari metode SBE. Amortisasi metode SBE diakui
sebagai biaya pendanaan pada laporan laba rugi. Kategori ini umumnya berlaku untuk pinjaman berbunga dan
pinjaman lainnya.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Perusahaan mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) untuk seluruh instrumen utang
yang tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada FVTPL. ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas
kontraktual yang tertuang dalam kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima Perusahaan,
didiskontokan menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan diterima tersebut
mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan kredit lainnya yang merupakan bagian
integral dari persyaratan kontrak.
ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak mengalami peningkatan
secara signifikan sejak pengakuan awal, pengukuran penyisihan kerugian dilakukan sejumlah ECL 12 bulan.
Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan
awal, penyisihan kerugian dilakukan sepanjang sisa umurnya, terlepas dari waktu terjadinya default (sepanjang
umur ECL).
Perusahaan mempertimbangkan aset keuangan memenuhi definisi default ketika telah menunggak lebih dari 90
hari. Namun, dalam kasus-kasus tertentu, Perusahaan juga dapat menganggap aset keuangan dalam keadaan
default ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Perusahaan tidak mungkin menerima arus
kas kontraktual secara penuh tanpa melakukan perluasan persyaratan kredit. Piutang usaha dihapusbukukan
ketika kecil kemungkinan untuk memulihkan arus kas kontraktual, setelah semua upaya penagihan telah
dilakukan dan telah sepenuhnya dilakukan penyisihan.
Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Perusahaan menerapkan panduan praktis dalam menghitung ECL. Oleh
karena itu, Perusahaan tidak mengidentifikasi perubahan dalam risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan
kerugian sejumlah ECL sepanjang umur.
18
Page 22
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)
Perusahaan telah membentuk matriks provisi yang didasarkan pada data historis kerugian kredit, disesuaikan
dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking ) khusus terkait pelanggan dan lingkungan
ekonomi.
p. Pengukuran nilai wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur di antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai
wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas akan terjadi:
1. di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau;
2. jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
Perusahaan harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan
harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi
terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset non keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan manfaat
ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya, atau dengan menjualnya kepada
pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai tersedia
untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan
meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Seluruh aset dan liabilitas, baik yang diukur pada nilai wajar, atau dimana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut
diungkapkan, dikategorikan dalam hirarki nilai wajar, berdasarkan level input terendah yang signifikan terhadap
keseluruhan pengukuran, sebagai berikut:
1. Tingkat 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) dipasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
2. Tingkat 2 - Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
3. Tingkat 3 - Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar tidak
dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan, maka Perusahaan
menentukan apakah telah terjadi transfer di antara tingkat hirarki nilai wajar dengan cara menilai kembali
pengkategorian tingkat nilai wajar (berdasarkan tingkat input terendah yang signifikan terhadap keseluruhan
pengukuran) pada setiap akhir periode pelaporan.
19
Page 23
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)
q. Pengakuan pendapatan dan beban
Pendapatan
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
Perusahaan menerapkan PSAK 72, “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan” efektif mulai 1 Januari 2020.
PSAK 72 menetapkan satu model komprehensif untuk digunakan entitas dalam akuntansi untuk pendapatan yang
timbul dari kontrak dengan pelanggan. Pada saat berlaku efektif, PSAK 72 akan menggantikan panduan pengakuan
pendapatan saat ini termasuk PSAK 23, “Pendapatan”, PSAK 34, “Kontrak Konstruksi” dan interpretasi terkait.
Prinsip utama PSAK 72 adalah bahwa entitas harus mengakui pendapatan untuk menggambarkan pengalihan barang
atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan dalam jumlah yang mencerminkan imbalan yang diperkirakan menjadi hak
entitas dalam pertukaran dengan barang atau jasa tersebut. Secara khusus, Standar memperkenalkan pendekatan 5
langkah untuk pengakuan pendapatan:
• Langkah 1: Mengidentifikasi kontrak dengan pelanggan
• Langkah 2: Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak
• Langkah 3: Menentukan harga transaksi
• Langkah 4: Mengalokasikan harga transaksi terhadap kewajiban pelaksanaan dalam kontrak
• Langkah 5: Mengakui pendapatan ketika (atau selama) entitas telah memenuhi kewajiban pelaksanaan
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban pelaksanaan
yang dipenuhi dalam suatu periode waktu, Perusahaan memilih ukuran penyelesaian yang sesuai untuk
penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari
pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban kontrak diakui ketika jumlah
penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam
"Piutang usaha" dan “Tagihan bruto pemberi kerja” dan liabilitas kontrak disajikan dalam "Pendapatan diterima di
muka" dan “Liabilitas bruto kepada pemberi kerja”.
Berdasarkan PSAK 72, entitas mengakui pendapatan ketika (atau pada saat) kewajiban pelaksanaan terpenuhi, yaitu
ketika pengendalian barang atau jasa yang mendasari kewajiban pelaksanaan tertentu dialihkan ke pelanggan.
Perusahaan menerapkan PSAK 72 secara retrospektif dengan efek kumulatif dari penerapan standar ini yang diakui
pada tanggal penerapan, yaitu 1 Januari 2020.
Penerapan PSAK 72 tidak berdampak material terhadap jumlah yang dilaporkan untuk periode keuangan saat ini atau
sebelumnya.
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya (metode akrual)
20
Page 24
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)
r. Estimasi dan pertimbangan akuntansi yang penting
Penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengharuskan
manajemen untuk membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan liabilitas yang dilaporkan dan
pengungkapan aset dan liabilitas kontinjensi pada tanggal pelaporan, serta jumlah pendapatan dan beban selama
periode pelaporan. Realisasi dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi.
Estimasi dan asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode pelaporan yang memiliki
resiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk tahun/periode
berikutnya, diungkapkan dibawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia
pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah
akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait
pada saat terjadinya.
Estimasi provisi untuk kerugian penurunan nilai atas piutang
Bila Perusahaan memutuskan bahwa tidak terdapat bukti obyektif atas penurunan nilai pada evaluasi individual atas
piutang, baik yang nilainya signifikan maupun tidak, menyertakannya dalam kelompok piutang dengan karakteristik
risiko kredit yang serupa dan melakukan evaluasi kolektif atas penurunan nilai. Karakteristik yang dipilih mempengaruhi
estimasi arus kas masa depan atas kelompok piutang tersebut karena merupakan indikasi bagi kemampuan pelanggan
dan debitur untuk melunasi jumlah terutang.
Liabilitas imbalan pasca-kerja
Penentuan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris
independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat
kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat
kematian. Dikarenakan kompleksitas dari penilaian dan dasar asumsinya dan periode jangka panjang, kewajiban
manfaat pasti sangat sensitif terhadap perubahan asumsi.
Perusahaan percaya bahwa asumsi mereka adalah memadai dan tepat, perbedaan signifikan dalam pengalaman
aktual Perusahaan atau perubahan signifikan dalam asumsi dapat mempengaruhi secara material beban dan
kewajiban pensiun dan imbalan kerja jangka panjang lainnya. Semua asumsi direviu pada setiap tanggal pelaporan.
Penyisihan penurunan nilai persediaan
Dalam menentukan penyisihan penurunan nilai persediaan, manajemen menggunakan estimasi mengenai tingkat
penjualan serta permintaan pasar dimasa datang atas persediaannya. Perubahan signifikan atas asumsi ini akan
berdampak secara material terhadap hasil usaha.
Perhitungan atas pajak penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat transaksi dan
perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Perusahaan
mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan
badan.
21
Page 25
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (Lanjutan)
Nilai wajar instrumen keuangan
Penentuan nilai wajar instrumen keuangan memerlukan adanya estimasi-estimasi tertentu. Dalam pasar yang tidak
aktif, manajemen menggunakan teknik penilaian tertentu untuk menentukan nilai wajar. Manajemen memilih teknik
penilaian yang dapat memaksimumkan penggunaan parameter yang dapat diamati dan meminimalkan penggunaan
yang tidak dapat diamati dalam menentukan nilai wajar. Ketika menentukan nilai wajar dengan cara tersebut di atas,
manajemen juga memasukkan unsur kondisi pasar saat ini serta membuat penyesuaian risiko yang dianggap tepat
akan dibuat oleh pelaku pasar.
Estimasi masa manfaat atas aset tetap
Masa manfaat dari masing-masing aset tetap Perusahaan diestimasikan berdasarkan periode dimana aset diharapkan
tersedia untuk digunakan. Estimasi tersebut didasarkan pada penilaian kolektif usaha sejenis, evaluasi teknis internal
dan pengalaman dengan aset yang sejenis. Taksiran masa manfaat setiap aset diperiksa secara periodik dan
diperbaharui jika ekspektasi berbeda dengan estimasi sebelumnya yang dikarenakan oleh keausan dan kerusakan
fisik, keusangan secara teknis dan komersial dan terdapat batas hukum atau lainnya atas pengunaan aset. Hal ini
dimungkinkan, bagaimanapun, bahwa hasil operasi di masa mendatang dapat terpengaruh secara material oleh
perubahan yang dilakukan atas jumlah dan masa pencatatan beban terkait dengan perubahan atas faktor-faktor yang
disebutkan sebelumnya. Penurunan estimasi masa manfaat dari setiap aset tetap akan meningkatkan beban
penyusutan dan mengurangi nilai tercatat dari aset tersebut.
s. Laba per saham
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022. Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang
bersifat dilutif, oleh karena itu, laba per saham dilusian tidak dihitung dan disajikan pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.
Berdasarkan PSAK 56, “Laba per Saham“, laba (rugi) per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk periode berjalan dengan total rata-rata tertimbang saham yang beredar
dalam periode yang bersangkutan.
t. Informasi segmen
Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan jasa (segmen usaha), maupun
dalam menyediakan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan
yang berbeda dari segmen lainnya.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan secara langsung
kepada suatu segmen serta hal-hal yang dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut.
22
Page 26
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. KAS DAN BANK
Akun ini terdiri dari: 2024 2023
Kas
Mata uang rupiah 427.534 843.562
Bank
Mata uang rupiah
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk 1.188.351 624.539.073
PT Bank Central Asia Tbk 7.083.339.229 10.088.810.508
Total Bank 7.084.527.581 10.713.349.581
Total 7.084.955.115 10.714.193.143
Pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022, tidak terdapat kas dan setara kas Perusahaan yang dibatasi
penggunaannya, dijaminkan atau ditempatkan pada pihak berelasi.
4. PIUTANG USAHA
2024 2023
Pihak ketiga - Rupiah
Hendrik 34.782.574 28.265.574
PT SAMI 25.802.005 12.123.975
PAK JIMAN 16.744.000 8.233.500
Sendok Sumpit 9.180.720 6.723.920
Hotel Caesar (Ibu Yulia) 7.825.000 7.825.000
Tirta Makmur 7.622.000 13.863.000
Suyatno (Amin Sukoharjo) 7.439.900 6.479.900
Arif Hidayat ( Pak Mula ) Solo 6.946.600 3.598.650
Agung Kartasura 6.572.700 9.020.100
Nur Kholis 5.640.500 5.640.500
Toko Handayani 5.600.000 -
PT Eneral Kosmetika 5.156.000 4.169.000
MAGUWO FOOTBALL PARK 5.150.000 -
Toko Rukun Jaya 5.147.500 11.147.500
Wungu Maju (WM) 5.100.000 6.000.000
Barokah Toko KP 5.000.000 5.000.000
PT Assalaam Niaga Utama 4.694.908 -
Seven sky 4.472.800 4.472.800
Desi Banyuraden 4.470.500 -
TOKO BERKAH MULYA 4.350.000 -
HO RC Jogja 4.134.500 -
Muhyani 4.049.000 4.049.000
Toko Zum 4.000.000 4.350.000
Darusman (Bengkel) 3.895.000 -
23
Page 27
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. PIUTANG USAHA (lanjutan)
PT PRIMISSIMA 3.815.411 -
PT SAMKU GLOVE 3.780.000 -
Toko Azarah Ihwan 3.765.000 3.765.000
Mas Dika 3.639.500 -
Helmy Fji 3.639.000 -
TOKO KUAT 3.482.500 3.482.500
LARIS SUKOHARJO 3.310.788 -
Agung Pak 3.208.800 -
IIM Pak 3.206.250 6.519.250
TK. WAHYU MURAHJINI 3.150.000 3.150.000
MBAK IS KALINYAMAT KARAOKE 3.150.000 -
Arif Hidayat ( Pak Sunarto ) Solo 3.109.200 3.109.200
Toko Mugi Berkah - 3.512.500
Piutang dibawah 3.000.000 365.753.460 300.600.276
Jumlah piutang pihak ketiga - bersih 600.786.116 477.455.645
Dikurangi penyisihan penurunan nilai (82.137.792) (70.631.430)
Piutang usaha - bersih 518.648.324 406.824.215
Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang adalah sebagai berikut:
2024 2023
Belum jatuh tempo 77.922.305 -
Lewat jatuh tempo:
0 - 30 hari 30.822.700 61.300.655
31 - 60 hari 27.196.008 40.898.104
60 - 90 hari 36.607.412 37.416.695
90 -120 hari 21.184.011 17.767.875
Lebih dari 120 hari 407.053.680 320.072.316
Total 600.786.116 477.455.645
Mutasi penyisihan penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:
2024 2023
Saldo awal tahun 70.631.430 17.947.243
Penambahan nilai selama tahun berjalan 17.506.362 52.733.811
Pemulihan nilai selama tahun berjalan (6.000.000) (49.624)
Saldo akhir tahun 82.137.792 70.631.430
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 manajemen menentukan penyisihan penurunan nilai piutang usaha
secara individual dan kolektif atas saldo piutang usaha yang kemungkinan tidak akan tertagih.
Manajemen berpendapat bahwa penyisihan atas penurunan nilai piutang usaha tersebut cukup untuk menutupi
kemungkinan kerugian yang timbul akibat tidak tertagihnya piutang.
Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas kerugian penurunan nilai piutang lain-lain telah memadai untuk menutup
kerugian atas penurunan nilai piutang terkait.
24
Page 28
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG LAIN - LAIN
2024 2023
Reza Naufal Ramadian 2.200.000.000 2.200.000.000
Piutang Direksi 2.070.000.000 669.000.000
Karyawan 118.218.403 58.792.690
Sugiyem 18.000.000 18.000.000
Jumlah piutang pihak ketiga - bersih 4.406.218.403 2.945.792.690
Piutang karyawan merupakan pinjaman karyawan kepada perusahaan yang terdiri dari kas bon karyawan dan piutang
Sugiyem merupakan kelebihan pembayaran atas sewa bangunan.
Piutang Direksi merupakan pinjaman pribadi komisaris
Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat bukti objektif penurunan nilai piutang lain-lain dan seluruh piutang lain-lain
tersebut dapat tertagih sehingga tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai atas piutang lain lain.
6. PERSEDIAAN
2024 2023
Bahan penolong 369.702.475 1.850.000
Persediaan barang Jadi 37.910.278 261.665.162
Bahan baku 1.724.200 26.016.641
Persediaan bahan 11.899.230 11.899.230
Sub Total 421.236.183 301.431.033
Penyisihan atas penurunan nilai (99.118.478) (62.271.838)
Neto 322.117.705 239.159.195
Mutasi penyisihan penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut:
2024 2023
Saldo awal tahun 62.271.838 90.271.838
Penambahan nilai selama tahun berjalan 6.102.640 -
Pemulihan nilai selama tahun berjalan (28.000.000)
Saldo akhir tahun 68.374.478 62.271.838
Persediaan tidak diasuransikan terhadap risiko kebakaran, pencurian dan risiko lainnya. Tidak ada biaya pinjaman yang
dikapitalisasi ke persediaan.
Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan tersebut cukup untuk menutupi
kemungkinan kerugian yang terjadi akibat penurunan nilai persediaan.
25
Page 29
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
2024 2023
Akun ini terdiri dari:
Uang muka pembelian aset tetap 4.716.000.000 4.716.000.000
Uang Muka Pembangunan Pabrik - -
Uang Muka Pembelian Bahan Penolong 3.525.808.790 3.525.808.790
PPN dibayar dimuka - -
Biaya Biaya Perijinan 1.169.925.824 -
Biaya persiapan pabrik (Pra Ops) 2.229.324.020 2.229.324.020
Biaya sewa gedung 80.000.000 80.000.000
Total 11.721.058.634 10.551.132.810
Uang muka aset tetap merupakan uang muka pembelian atas aset tetap berupa mesin untuk menunjang peningkatan
kapasitas produksi.
Uang muka bahan penolong merupakan pembelian bahan penolong seperti botol, gelas dan sedotan. Berdasarkan surat
perjanjian kerjasama PT Ciplasindo Makmur Sejahtera dengan Nomor : 002/Dir-MTB/IV/2023 menyetujui untuk
menyediakan dan menyuplai bahan penolong berupa cup dan straw dengan kuantitas yang akan disediakan yaitu cup 240
ml sebanyak 5.160.000 pcs (1.500 box), straw pendek sebanyak 5.400.000 pcs (75 box) dan straw panjang pack
sebanyak 10.561.194 pcs (440 box). Harga masing-masing barang tersebut adalah cup 240 ml Rp100/pcs, straw pendek
Rp11/pcs dan straw panjang Rp9/pcs dengan kesepakatan total pembayaran dimuka sejumlah Rp670.450.743,-.
Berdasarkan surat perjanjian kerjasama PT Kiewell Plastic Packaging dengan Nomor : 003/Dir-MTB/IV/2023 menyetujui
untuk menyediakan dan menyuplai bahan penolong berupa cup dan pet botol dengan kuantitas yang akan disediakan
yaitu cup 240 ml sebanyak 10.000.000 pcs (2.500 box), botol pet 330 ml sebanyak 1.137.500 pcs (6.500 ball) dan botol
pet 600 ml sebanyak 800.300 pcs (7.276 ball). Harga masing-masing barang tersebut adalah cup 240 ml Rp95/pcs, botol
pet 330 ml Rp460/pcs dan botol pet 600 ml Rp530/pcs dengan kesepakatan total pembayaran dimuka sejumlah
Rp1.897.440.800,-.
Uang muka pra operasi merupakan uang muka atas biaya perijinan mendirikan pabrik, biaya arsitek untuk gambar set
plan pabrik dan sosialisasi kepada lingkungan. Uang muka IPO merupakan uang muka atas biaya yang digunakan terkait
Initial Public Offering (IPO), terdiri dari biaya underwriters fee, aktuaris, konsultan hukum, kantor akuntan publik dan lain-
lain.
Uang muka sewa gedung merupakan transaksi atas biaya sewa bangunan di Jl Godean Pedes Km.3 Sumbersari,
Moyudan, Sleman dengan harga Rp40.000.000 selama satu tahun terhitung sejak 13 September 2023 sampai dengan 13
September 2024 dan biaya sewa bangunan di Sambilegi Baru, Jl Waringin No.74 Maguwoharjo, Depok, Sleman,
Yogyakarta dengan harga Rp40.000.000 selama satu tahun terhitung sejak 11 Januari 2023 sampai dengan 10 Januari
2024.
Biaya- biaya perijinan adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengurus perijinan-perijinan seperti pengurusan kembali
perijinan pemanfaatan tanah di Rejodani karena peraturan Gubernur yang baru sudah keluar, serta perijinan sumur bor
mulai dari uji geolistrik, uji kualitas air, ijin SIPA serta proses pengeboran.
26
Page 30
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. ASET TETAP
30 Juni 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya perolehan:
Tanah 7.715.120.000 - - 7.715.120.000
Bangunan 2.874.880.000 - - 2.874.880.000
Peralatan 3.896.967.925 - - 3.896.967.925
Kendaraan 2.329.438.765 - - 2.329.438.765
Perlengkapan 38.301.450 8.022.700 46.324.150
Inventaris 90.742.600 7.341.000 - 98.083.600
Bottle 19 liter ( Galon) 2.896.725.930 120.000.000 - 3.016.725.930
19.842.176.670 135.363.700 - 19.977.540.370
Akumulasi penyusutan:
Bangunan 179.680.000 15.761.933 - 195.441.933
Peralatan 1.037.379.383 187.265.625 - 1.224.645.008
Kendaraan 718.443.818 47.409.348 - 765.853.166
Perlengkapan 38.301.450 - - 38.301.450
Inventaris 17.490.921 1.710.072 - 19.200.993
Bottle 19 liter ( Galon) 1.391.915.397 135.978.392 - 1.527.893.789
3.383.210.969 388.125.370 - 3.771.336.339
Nilai tercatat 16.458.965.701 16.206.204.031
31 Desember 2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya perolehan:
Tanah 5.565.120.000 2.150.000.000 - 7.715.120.000
Bangunan 2.874.880.000 - - 2.874.880.000
Peralatan 3.758.467.925 138.500.000 - 3.896.967.925
Kendaraan 1.066.558.765 1.262.880.000 - 2.329.438.765
Perlengkapan - 38.301.450 - 38.301.450
Inventaris 38.301.450 52.441.150 - 90.742.600
Bottle 19 liter ( Galon) 1.506.296.000 1.390.429.930 - 2.896.725.930
6.369.624.140 5.032.552.530 - 19.842.176.670
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 35.936.000 143.744.000 - 179.680.000
Peralatan 573.952.300 463.427.083 - 1.037.379.383
Kendaraan 458.744.288 259.699.530 - 718.443.818
Perlengkapan 38.301.450 - - 38.301.450
Inventaris - 17.490.921 - 17.490.921
Bottle 19 liter ( Galon) 1.119.069.407 272.845.990 - 1.391.915.397
2.190.067.445 1.157.207.524 - 3.383.210.969
Nilai tercatat 4.179.556.695 16.458.965.701
27
Page 31
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. ASET TETAP (Lanjutan)
Berdasarkan Akta Perjanjian Jual Beli tanah No. 2489/W/I/2024 tanggal 8 Januari 2024 oleh Notaris Indra Zulfrizal, SH.
menyatakan bahwa PT Mitra Tirta Buwana selaku pembeli yang dalam hal ini diwakili oleh Nyonya Rini Anggorowati
selaku Direktur kepada Tuan Sumono Hadi selaku penjual telah sepakat bahwa pihak kedua membeli tanah yang dijual
oleh pihak pertama dengan luas 1.073 m² seharga Rp1.770.450.000,- (satu miliar tujuh ratus tujuh puluh tujuh juta empat
ratus lima puluh ribu rupiah) dengan nomor sertifikat hak milik : 04463/Bimomartani.
Berdasarkan Akta Perikatan Jual Beli tanah No. 18 tanggal 18 Juli 2022 oleh Notaris Deasy Widya Sari, SH.M.Kn,
menyatakan bahwa PT Mitra Tirta Buwana selaku pembeli yang dalam hal ini diwakili oleh Tuan Ardianto Wibowo selaku
Direktur Utama kepada Tuan Hery Gunawan Muhamad selaku penjual telah sepakat bahwa pihak kedua membeli tanah
yang dijual oleh pihak pertama dengan luas 446 m² seharga Rp940.000.000,- (sembilan ratus empat puluh juta rupiah)
dengan nomor sertifikat hak milik : 12667/Timbulharjo. Saat ini proses Jual Beli belum bisa dilaksanakan dikarenakan
objek jual beli masih berstatus tanah sawah dan harus dilakukan penurunan hak atas tanah dari Hak Milik menjadi Hak
Guna Bangunan sehingga bisa diproses balik nama menjadi atas nama PT Mitra Tirta Buwana sehubungan dengan hal
tersebut maka para pihak telah saling setuju dan mufakat mengadakan perikatan jual beli.
Berdasarkan Akta Jual Beli tanah No. 07 tanggal 12 Oktober 2022 oleh Notaris Ernita Wilza, SH.M.Kn, menyatakan
bahwa Ny. Iriyanti & Tn. Djoko Sriyono selaku penjual kepada PT Mitra Tirta Buwana selaku pembeli yang dalam hal ini
diwakili oleh Tn. Ardianto Wibowo selaku Direktur Utama melaksanakan perjanjian pengikatan jual beli tanah seluas 381
m² dengan nomor sertifikat hak guna bangunan : 5232/Gandoang seharga Rp2.750.000.000,- (dua milyar tujuh ratus lima
puluh juta rupiah). Saat ini sedang dalam proses peralihan atas tanah kepada Perusahaan pada Badan Pertanahan
Nasional Kantor Pertanahan Perwakilan Kabupaten Bogor, sebagaimana dinyatakan dalam Tanda Terima Dokumen No,
97851/2022 tanggal 12 Oktober 2022 yang dikeluarkan oleh Kantor Pertanahan Perwakilan Kabupaten Bogor.
Berdasarkan Akta Jual Beli tanah No. 06 tanggal 12 Oktober 2022 oleh Notaris Ernita Wilza, SH.M.Kn, menyatakan
bahwa Ny. Iriyanti selaku penjual kepada PT Mitra Tirta Buwana selaku pembeli yang dalam hal ini diwakili oleh Tn.
Ardianto Wibowo selaku Direktur Utama melaksanakan perjanjian pengikatan jual beli tanah seluas 715 m² dengan nomor
sertifikat hak guna bangunan : 5231/Gandoang seharga Rp4.750.000.000,- (empat milyar tujuh ratus lima puluh juta
rupiah). Saat ini sedang dalam proses peralihan atas tanah kepada Perusahaan pada Badan Pertanahan Nasional Kantor
Pertanahan Perwakilan Kabupaten Bogor, sebagaimana dinyatakan dalam Tanda Terima Dokumen No, 97858/2022
tanggal 12 Oktober 2022 yang dikeluarkan oleh Kantor Pertanahan Perwakilan Kabupaten Bogor.
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dari seluruh aset Perusahaan tersebut dapat dipulihkan, sehingga tidak
diperlukan penurunan nilai atas aset tersebut.
Beban penyusutan aset tetap untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, masing-
masing adalah sebesar Rp1.157.207.524 dan Rp826.483.107,- yang dibebankan sebagai berikut:
2023 2022
Beban pokok penjualan (Catatan 16) 323.244.017 736.273.073
Beban umum dan administrasi (Catatan 18) 63.171.282 420.934.451
Total 386.415.299 1.157.207.524
28
Page 32
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. HUTANG USAHA
Akun ini terdiri dari:
2024 2023
Pihak ketiga - Rupiah
PT. Kiewell Plastic Packaging 132.077.514 104.715.778
PT. Global Cakrawala Persada 3.000.000 -
PT. Hanja Prima Loka 60.000.000 -
CV. Coolclean 2.796.500 2.628.625
PT. MEGASATRIA HICITER (Tinta Exp, Solven) 2.486.400 4.234.650
CV. DARMA PRINGGA BIRAMA 16.620.000 -
PT. Lendis Box - 16.952.700
PT CIPLASINDO (STRAW) - 5.482.500
GALON - TAUFIK PEKALONGAN - 8.425.000
Total 216.980.414 142.439.253
Analisa umur utang usaha adalah sebagai berikut:
2024 2023
- 1 sampai dengan 30 hari 216.980.414 79.409.701
- 30 sampai dengan 60 hari - 15.881.200
- 61 sampai dengan 90 hari - -
- Lebih dari 90 hari - 47.148.352
216.980.414 142.439.253
Utang usaha merupakan utang atas pembelian bahan penolong cup, botol, sedotan, kardus dan lainnya.
10. UTANG BANK
2024 2023
Akun ini terdiri dari:
In IDR
- Bank Rakyat Indonesia 1.998.061.760 1.998.061.760
Total 1.998.061.760 1.998.061.760
Jangka Pendek -
Jangka Panjang - -
Berdasarkan Akta Notaris Anita Kurniawati, SH., M.Kn. di Yogyakarta No. 41 tanggal 14 April 2023, sesuai dengan Surat
Penawaran Putusan Kredit (Offering Letter) No. B.1178/KC/VII/ADK/04/2023 PT Mitra Tirta Buwana menandatangani
Perjanjian Kredit dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sesuai dengan dengan jumlah batas maksimum
sebesar Rp2.000.000.000,- yang berakhir pada 14 April 2024.
Berdasarkan perjanjian kredit dengan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, selama fasilitas kredit belum dilunasi,
Perusahaan tidak diperbolehkan untuk melakukan hal-hal tersebut dibawah ini tanpa persetujuan tertulis dari bank:
29
Page 33
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. UTANG BANK (Lanjutan)
1. Melakukan tindakan merger, akuisisi, penjualan aset usaha.
2. Melakukan perubahan anggaran dasar termasuk didalamnya pemegang saham, direktur dan komisaris, permodalan
dan nilai saham.
3. Mengikat diri sebagai penjamin utang atau menjaminkan harta kekayaan Perusahaan kepada pihak lain.
4. Melunasi utang kepada pemegang saham.
5. Mengambil bagian dividen atau modal untuk kepentingan diluar usaha dan kepentingan pribadi.
6. Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman dari pihak lain.
7. Mengajukan permohonan dan/atau menyuruh pihak lain mengajukan permohonan kepada pengadilan untuk
dinyatakan pailit atau meminta penundaan pembayaran utang.
8. Mengagunkan, menyewakan, dan mengalihkan aset yang menjadi agunan kepada pihak lain.
9. Mengadakan transaksi dengan seseorang atau suatu pihak, dengan cara yang berada di luar praktik dan kebiasaan
yang wajar.
Pada tanggal 31 Desember 2023, manajemen berpendapat bahwa Perusahaan telah memenuhi semua persyaratan
terkait sebagai mana diharuskan dalam semua perjanjian kredit di atas.
Fasilitas ini dibebani tingkat suku bunga per tahun sebesar 11,75% per tahun.
Jaminan untuk pinjaman ini adalah sebagai berikut:
1. Persediaan sebesar Rp1.000.000.000,-
2. Sebidang tanah sertifikat Hak Milik No. 06825/Maguwoharjo tanggal 1 Mei 2001 dalam Surat Ukur No.
1084/Maguwoharjo/2001 tanggal 24 Juli 2021 seluas 221 M2 dengan NIB 13.04.07.02.02073 terletak di Desa
Maguwoharjo, Depok Yogyakarta atas nama Sri Lestari.
11. BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR
2024 2023
Jasa Profesional 78.000.000
Total - 78.000.000
12. PERPAJAKAN
a. Hutang Pajak
2024 2023
PPN Keluaran 27.403.063 28.588.655
Pasal 21 2.675.425 7.039.213
Pasal 23 735.000 -
Pasal 29 -
Total 30.813.488 35.627.868
30
Page 34
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. PERPAJAKAN (Lanjutan)
b. Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
30 Juni 31 Desember
2024 2023 2023
Pajak Kini Non Final - - -
Pajak Kini Final - - -
Pajak tangguhan - - 780.829.155
Sub total - - 780.829.155
Total - - 780.829.155
c. Pajak Kini
Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
dengan taksiran rugi fiskal Perusahaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 30 Juni 2023 dan 31
Desember 2023 berdasarkan Undang-Undang perpajakan pasal 17 dan pasal 13e adalah sebagai berikut:
30 Juni 31 Desember
2024 2023 2023
Laba sebelum pajak penghasilan
sesuai dengan laporan laba rugi
dan penghasilan komprehensif
rugi dan penghasilan lain (1.089.745.683) (758.128.845) (4.032.672.817)
Beda tetap:
Sumbangan, jamuan dan lain-lain 23.914.826 (125.746.625)
Penghasilan bunga kena
pajak final (2.405.317) (110.235.240)
Beban lain-lain yang
tidak diperkenankan 10.898.091 1.119.868.458
30 Juni 31 Desember
2024 2023 2023
Beda temporer:
Penyusutan (134.425.250) (175.173.582)
Penurunan nilai persediaan - - -
Penyisihan piutang tak tertagih - - 52.733.812
Imbalan kerja - 138.507.650
Taksiran laba (rugi) fiskal Perusahaan (1.089.745.683) (871.044.586) (3.132.718.344)
Beban pajak kini
(22% x 50% x laba kena kena pajak) - - -
Taksiran utang pajak penghasilan
(tagihan pajak penghasilan)
tahun berjalan - - -
Kerugian fiskal dapat dimanfaatkan untuk periode lima tahun setelah tahun terjadinya kerugian fiskal.
31
Page 35
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. PERPAJAKAN (Lanjutan)
d. Pajak Tangguhan
Perhitungan pajak tangguhan atas beda temporer yang signifikan antara pelaporan komersial dan pajak dengan
menggunakan tarif pajak yang berlaku untuk tahun 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
Dikreditkan
pendapatan
Dikreditkan komprehensif
1 Januari 2023 pada laba rugi/ lainnya 30 Juni 2023
Aset pajak tangguhan
Rugi fiskal 19.859.804 - - 19.859.804
Penyisihan piutang tak tertagih -
Penyisihan piutang tak tertagih 3.948.393 (1.320.000) - 2.628.393
Imbalan kerja 228.023.764 - - 228.023.764
Aset tetap (92.787.184) 17.893.414 - (74.893.770)
Total aset pajak tangguhan 159.044.777 16.573.414 - 175.618.191
Dikreditkan
pendapatan
Dikreditkan komprehensif 31 Desember
1 Januari 2022 pada laba rugi/ lainnya 2022
Aset pajak tangguhan
Rugi fiskal 578.160 - - 19.859.804
Penyisihan piutang tak tertagih 1.514.630 (10.917) - 3.948.393
Imbalan kerja 151.731.346 30.471.683 45.820.735 228.023.764
Aset tetap (56.345.797) 1.243.564 - (92.787.184)
Total aset pajak tangguhan 97.478.339 31.704.329 45.820.735 159.044.777
e. Perubahan Tarif Pajak Badan
Pada tanggal 31 Maret 2020, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Republik
Indonesia No. 1 Tahun 2020 yang menetapkan, antara lain, penurunan tarif pajak penghasilan wajib pajak badan
dalam negeri dan bentuk usaha tetap dari semula 25% menjadi 22% untuk tahun pajak 2020 dan 2021 dan 20% mulai
tahun pajak 2022 dan seterusnya.
Tarif pajak penghasilan Perusahaan telah mengalami penyesuaian dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2021
tentang Harmonisasi Undang-undang Peraturan Perpajakan pada Oktober 2021, yang menetapkan tarif tunggal untuk
pajak penghasilan perusahaan sebesar 22% mulai tahun pajak 2022.
f. Lain - lain
Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan telah disampaikan kepada Kantor Pajak sampai dengan
tahun fiskal tahun 2022. SPT tahun 2022 Perusahaan akan dilaporkan sesuai dengan taksiran laba fiskal yang
diungkapkan dalam laporan keuangan. Semua utang pajak dan pendapatan kena pajak/ laba fiskal telah dihitung
dengan baik dan dilaporkan kepada Kantor Pajak sesuai dengan laporan keuangan auditan Perusahaan.
32
Page 36
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. IMBALAN KERJA
Asumsi utama yang digunakan untuk menentukan kewajiban atas kesejahteraan karyawan pada tanggal 30 Juni 2024 dan
31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
Tingkat bunga diskonto 7,26% 6,79%
Tingkat kenaikan gaji 10,00%. 10,00%
Tingkat kematian TMI IV TMI-IV tahun 2019
Umur pensiun 57 Tahun 57 Tahun
Tingkat Tetap 10%xTMI IV 5%
Tingkat pengunduran diri 5% 5%
Perusahaan mencatat estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan pada tanggal 30 Juni 2023 dan 31 Desember 2022,
berdasarkan perhitungan aktuaria yang dilakukan oleh KKA Nurichwan, aktuaris independen, berdasarkan laporan masing-
masing tanggal 21 Maret 2024 dan 27 Maret 2023, dengan menggunakan metode “Projected Unit Credit”. Perusahaan
belum melakukan penghitungan liabilitas atas imbalan kerja pada Juni 2023
a. Nilai tercatat di laporan posisi keuangan yang timbul dari imbalan kerja Perusahaan adalah sebagai berikut:
2024 2023
Nilai kini kewajiban
imbalan kerja (1.036.471.653) (1.036.471.653)
b. Rekonsiliasi jumlah yang diakui dalam laporan posisi keuangan
2024 2023
(Kewajiban) / kekayaan pada awal periode (1.036.471.653) (689.687.935)
(Beban) / pendapatan - (138.507.650)
(Beban) / pendapatan komprehensif lain - (208.276.068)
(Kewajiban) / kekayaan pada akhir periode (1.036.471.653) (1.036.471.653)
c Mutasi liabilitas imbalan pasti selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
2024 2023
Nilai kini kewajiban imbalan pasti pada awal periode 828.195.585 689.687.935
Biaya bunga - 89.539.807
Biaya jasa kini - 48.967.843
Dampak kurtailmen -
Kenaikan / (penurunan) kewajiban akibat perubahan program - -
Nilai ekspektasi dari
Nilai kini kewajiban Imbalan pasti pada akhir periode 828.195.585 828.195.585
(Keuntungan) / kerugian aktuaria atas kewajiban - 208.276.068
Pada akhir tahun 828.195.585 1.036.471.653
33
Page 37
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. IMBALAN KERJA (Lanjutan)
d Perhitungan pendapatan komprehensif lain
2024 2023
Pendapatan / (beban) komprehensif lain - (208.276.068)
Rekonsiliasi pendapatan / (beban) komprehensif lain
Total pendapatan / (beban) komprehensif lain awal periode - (572.721.938)
Pendapatan / (beban) komprehensif lain periode berjalan - (208.276.068)
Total pendapatan / (beban) komprehensif
lain pada akhir periode - (780.998.006)
e Mutasi nilai kini imbalan pasti selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
2024 2023
Biaya jasa kini - (89.539.807)
Biaya jasa lalu
Biaya bunga - (48.967.843)
Dampak IFRIC -
(Kenaikan) / penurunan kewajiban
akibat perubahan program ) - -
Beban imbalan kerja - (138.507.650)
Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas tersebut di atas cukup untuk memenuhi ketentuan yang berlaku.
Analisa sensitivitas Perusahaan dari perubahan asumsi-asumsi utama terhadap liabilitas imbalan kerja jangka panjang
pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Dampak terhadap Liabilitas Imbalan Pasti pada tahun 2022
Perubahan Kenaikan Penurunan
Asumsi Asumsi Asumsi
Tingkat diskonto 1% 620.356.186 770.228.588
Tingkat kenaikan gaji 1% 767.186.607 621.479.049
34
Page 38
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. MODAL SAHAM
Komposisi pemegang saham Perusahaan dan kepemilikan sahamnya masing-masing pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31
Desember 2023 adalah sebagai berikut:
a. Modal Saham
2024
Pemegang Saham Jumlah Saham Persentase Jumlah
Pemilikan
Tuan Ardianto Wibowo 244.297.800 22,57% 4.885.956.000
Nyonya Dokter Putri Hertriastuti 243.750.000 22,52% 4.875.000.000
Nyonya Sri Lestari 81.250.000 7,51% 1.625.000.000
Nyonya Iriyanti 81.250.000 7,51% 1.625.000.000
Tuan Djoko Sriyono 71.093.750 6,57% 1.421.875.000
Nona Nindya Ayu Oktavia Ardianti Wibowo 71.093.750 6,57% 1.421.875.000
Tuan Hery Gunawan Muhamad 130.500 0,01% 2.610.000
Masyarakat 289.660.223 26,76% 5.793.204.460
Total 1.082.526.023 100% 21.650.520.460
Berdasarkan Akta No. 36 dari Mahendra Adinegara S.H, M.Kn., notaris di Jakarta, sebagai hasil Penawaran Umum
Perdana saham Perusahaan, Perusahaan mengeluarkan 270.000.000 saham. Sebagai hasilnya, Perusahaan memiliki
1.082.500.000,- saham dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Berdasarkan Akta Notaris Rini Yulianti, SH, No. 4
tanggal 6 Januari 2023 pada pernyataan keputusan pemegang saham PT Mitra Tirta Buwana Tbk, menyetujui
peningkatan modal ditempatkan dan disetor setelah Penawaran Umum selesai dilaksanakan, yang telah disahkan oleh
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia sesuai dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Perubahan
Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0002135 tanggal 6 Januari 2023.
2023
Pemegang Saham Jumlah Saham Persentase Jumlah
Pemilikan
Tuan Ardianto Wibowo 244.187.500 22,52% 4.883.750.000
Nyonya Dokter Putri Hertriastuti 243.750.000 22,52% 4.875.000.000
Nyonya Sri Lestari 81.250.000 7,51% 1.625.000.000
Nyonya Iriyanti 81.250.000 7,51% 1.625.000.000
Tuan Djoko Sriyono 71.093.750 6,57% 1.421.875.000
Nona Nindya Ayu Oktavia Ardianti Wibowo 71.093.750 6,57% 1.421.875.000
Tuan Hery Gunawan Muhamad 2.917.100 1,88% 58.342.000
Masyarakat 286.980.871 24,94% 5.739.617.420
Total 270.000.000
1.082.522.971 100% 21.650.459.420
Per 31 Desember 2022, Anggaran Dasar Perusahaan mengalami perubahan sesuai Pernyataan Keputusan Rapat
sirkuler peningkatan modal dasar, modal disetor dan modal ditempatkan dengan Akta No. 6 tanggal 26 Januari 2022
oleh notaris Ardiansyah, SH., M.Kn. Menyatakan bahwa pemegang saham menyetujui Perubahan Angaran Dasar,
dengan modal dasar sebesar Rp65.000.0000,- yang terdiri atas 3.250.000.000 lembar saham dengan harga Rp20,00
per lembar sahamnya dan modal yang ditempatkan atau disetorkan
35
Page 39
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. MODAL SAHAM (Lanjutan)
sebesar Rp16.250.000.000,- yang terdiri dari 812.500.000 lembar saham dengan harga Rp20,00 per lembar sahamnya.
Akta tersebut telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Republik Indonesia No. AHU-
00066223.AH.01.02 tanggal 26 Januari 2022.
b. Tambahan Modal Disetor
2024 2023
Agio saham 24.300.000.000 24.300.000.000
Agio atas pelaksanaan waran 305.200 1.837.680
Biaya emisi - (3.547.972.564)
24.300.305.200 20.753.865.116
c, Saldo Laba
Ditentukan Penggunaannya
Perusahaan belum menentukan penggunaannya atas saldo laba Perusahaan.
Tidak Ditentukan Penggunaannya
Merupakan saldo laba yang belum ditentukan penggunaanya oleh Perusahaan.
2024 2023
Saldo Laba (3.894.920.095) (2.723.036.620)
(3.894.920.095) (2.723.036.620)
d. Komponen Ekuitas Lain
2024 2023
Komponen Ekuitas Lain (609.178.445) (609.178.445)
(609.178.445) (609.178.445)
Komponen ekuitas lain merupakan keuntungan atau kerugian aktuaria.
15. PENDAPATAN USAHA
Juni Desember
2024 2023 2023
Galon 1.390.461.999 1.379.804.500 3.225.955.511
Bukan Galon 579.921.214 991.115.984 1.554.692.820
Lain lain 28.781.500 11.781.650 34.671.563
Total 1.999.164.713 2.382.702.134 4.815.319.894
Pendapatan lain-lain merupakan pendapatan atas tisu, tutup galon, galon dan sewa dispenser.
Pada periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 2022 dan tahun yang berakhir 31 Desember
2023, tidak ada penjualan kepada pelanggan yang melebihi 10% dari total penjualan.
36
Page 40
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. BEBAN POKOK PENJUALAN
Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
Juni Desember
2024 2023 2023
Bahan baku yang digunakan 107.157.050 72.754.825 282.485.525
Pemakaian bahan penolong 407.282.518 460.981.393 1.072.085.265
Beban produksi :
Penyusutan galon 135.978.392 177.309.125 272.845.990
Penyusutan peralatan 187.265.625 244.197.396 463.427.083
Biaya atas pengiriman barang 209.213.922 278.283.473 293.855.177
Biaya bagi hasil 54.000.000 15.500.000 71.527.000
Beban pokok produksi : 1.100.897.507 1.249.026.212 2.456.226.040
Persediaan barang jadi
Awal tahun 261.665.162 124.529.282 124.529.282
Akhir tahun (206.652.862) (128.450.317) (261.665.162)
Beban pokok penjualan : 1.155.909.807 1.245.105.177 2.319.090.160
Pada periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 dan tahun yang berakhir 31 Desember
2023, tidak ada pembelian kepada pemasok yang melebihi 10% dari total penjualan.
17. BEBAN PENJUALAN
Juni Desember
2024 2023 2023
Biaya pemasaran 42.987.338 51.304.652 161.116.458
Komisi penjualan 19.163.500 19.207.000 23.914.500
Total 62.150.838 70.511.652 185.030.958
37
Page 41
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. BEBAN ADMINISTRASI DAN UMUM
Juni Desember
2024 2023 2023
Biaya gaji direksi dan karyawan 1.065.542.838 1.160.192.988 2.160.732.173
Perizinan 25.340.000 - 1.166.170.247
Biaya imbalan kerja - - 138.507.650
Biaya perbaikan dan
pemeliharaan kendaraan 66.659.918 17.992.400 179.237.292
Penyusutan - - 420.934.451
Penyusutan kendaraan 47.409.348 129.849.765 -
Biaya perjamuan tamu 26.925.379 23.914.826 61.222.347
Biaya sewa dispenser 17.995.000 22.260.000 76.035.000
Biaya listrik 51.752.748 29.886.365 94.220.783
Biaya lembur 12.093.485 11.348.500 26.834.500
Biaya perjalanan dinas 45.329.872 36.074.669 342.230.966
Jasa profesional 135.340.716 - 212.673.419
Biaya BPJS Ketenagakerjaan 72.045.625 19.657.421 131.643.378
Asuransi - - 33.958.280
Penyusutan bangunan 15.761.933 115.872.000 -
Penyusutan Inventaris 1.710.072 4.104.167 -
Biaya sewa gedung 7.133.333 10.000.000 85.600.000
Biaya alat tulis kantor 5.256.250 33.124.470 18.292.500
Biaya perbaikan dan pemeliharaan
Bangunan dan mesin 14.688.875 64.234.000 81.907.100
Biaya Tol, Parkir dan Restribusi 24.704.500 - 65.838.684
Biaya administrasi OJK 3.750.000 - 25.181.750
Biaya Bursa (BEI) 27.750.000
Biaya sewa Kendaraan - 9.400.000 9.500.000
Biaya telepon 6.945.975 3.980.189 13.244.990
Biaya rumah tangga 2.618.850 11.576.199 198.997.096
Biaya lain-lain 82.084.250 278.444.774 763.646.111
Total 1.758.838.968 1.981.912.733 6.306.608.717
38
Page 42
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PENDAPATAN (BEBAN) LAIN LAIN
Juni Desember
2024 2023 2023
PENDAPATAN LAIN-LAIN
Jasa giro 101.769 2.405.317 2.032.687
Imbalan kerja - - -
Lain-lain 4.682.000 21.632.941 46.055.438
Subtotal 4.783.769 24.038.258 48.088.125
BEBAN LAIN LAIN
Beban keuangan - - 30.580.290
Beban penurunan nilai persediaan - - -
Administrasi bank 17.094.552 1.232.385 2.036.900
Biaya penurunan nilai piutang 4.682.000 - 52.733.811
Subtotal 21.776.552 1.232.385 85.351.001
Total (16.992.783) 22.805.873 (37.262.876)
20. LABA (RUGI) PER SAHAM
Rincian perhitungan laba (rugi) per saham adalah sebagai berikut:
Periode enam bulan yang berakhir pada Tahun yang Berakhir
tanggal 30 Juni pada Tanggal 31
Desember
2024 2023 2023
Laba untuk perhitungan laba per saham - (758.128.845) (3.251.843.662)
Jumlah rata-rata tertimbang saham untuk
Perhitungan laba bersih per saham - 1.082.526.023 1.078.072.909
Laba per saham dasar #DIV/0! 0,34 (3,02)
39
Page 43
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. SEGMEN OPERASI
Informasi segmen di bawah ini dilaporkan berdasarkan informasi yang digunakan oleh manajemen untuk mengevaluasi
kinerja setiap segmen usaha dan mengalokasikan sumber daya.
Segmen Usaha
Per enam bulan tanggal 30 Juni 2024
Galon Bukan Galon Lain-lain Jumlah
Penjualan bersih 1.390.461.999 579.921.214 28.781.500 1.999.164.713
Beban pokok penjualan (803.960.099) (335.308.349) (16.641.359) (1.155.909.807)
Hasil segmen (laba bruto) 586.501.900 244.612.865 12.140.141 843.254.906
Beban penjualan tidak
dapat dialokasikan (62.150.838)
Beban umum dan
administrasi tidak
dapat dialokasikan (1.758.838.968)
Penghasilan lain-lain (16.992.783)
Laba sebelum beban
pajak final dan pajak
penghasilan (994.727.682)
Beban pajak penghasilan -
Laba periode berjalan (994.727.682)
Rugi komprehensif lain setelah pajak (1.089.745.683)
Laba komprehensif
tahun berjalan (1.089.745.683)
Aset Segmen
Persediaan barang jadi 26.367.413 10.997.080 545.785 37.910.278
Aset tidak dapat dialokasikan 38.916.992.793
Jumlah Aset 38.954.903.071
Liabilitas tidak dapat dialokasikan 3.360.327.315
Jumlah Liabilitas 3.360.327.315
Penambahan aset tetap 135.363.700
Penyusutan 388.125.370
40
Page 44
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. SEGMEN OPERASI (lanjutan)
Segmen Usaha
Tanggal 30 Juni 2023
Galon Bukan Galon Lain-lain Jumlah
Penjualan bersih 1.379.804.500 991.115.984 11.781.650 2.382.702.134
Beban pokok penjualan (752.123.877) (540.251.895) 47.270.595 (1.245.105.177)
Hasil segmen (laba bruto) 627.680.623 450.864.089 59.052.245 1.137.596.957
Beban penjualan tidak
dapat dialokasikan (70.511.652)
Beban umum dan
administrasi tidak
dapat dialokasikan (1.838.168.733)
Beban keuangan 12.954.582
Laba sebelum beban
pajak final dan pajak
penghasilan (758.128.845)
Laba sebelum beban
pajak penghasilan (758.128.845)
Beban pajak penghasilan -
Laba periode berjalan (758.128.845)
Laba komprehensif
tahun berjalan (758.128.845)
Aset Segmen
Persediaan barang jadi 17.420.337 12.614.727 150.175 30.035.064
Aset tidak dapat dialokasikan 42.493.837.945
Jumlah Aset 42.523.873.009
Liabilitas tidak dapat dialokasikan 689.687.935
Jumlah Liabilitas 689.687.935
Penambahan aset tetap 2.595.550.000
Penyusutan 671.332.453
41
Page 45
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. SEGMEN OPERASI (lanjutan)
Segmen Usaha
Tanggal 31 Desember 2023
Galon Bukan Galon Lain-lain Jumlah
Penjualan bersih 3.225.955.511 1.554.692.820 34.671.563 4.815.319.894
Beban pokok penjualan (1.553.641.679) (748.750.426) (16.698.056) (2.319.090.160)
Hasil segmen (laba bruto) 1.672.313.832 805.942.394 17.973.507 2.496.229.734
Beban penjualan tidak
dapat dialokasikan (185.030.958)
Beban umum dan
administrasi tidak
dapat dialokasikan (6.306.608.717)
Beban keuangan (37.262.876)
Lain-lain - bersih -
Laba sebelum beban
pajak final dan pajak
penghasilan (4.032.672.817)
Pajak final
Laba sebelum beban
pajak penghasilan (4.032.672.817)
Beban pajak penghasilan 780.829.155
Laba periode berjalan (3.251.843.662)
Rugi komprehensif lain setelah pajak (3.251.843.662)
Laba komprehensif
tahun berjalan (3.251.843.662)
Aset Segmen
Persediaan barang jadi 175.298.877 84.482.227 1.884.058 261.665.162
Aset tidak dapat dialokasikan 42.101.044.844
Jumlah Aset 42.362.710.005
Liabilitas tidak dapat dialokasikan 3.290.600.534
Jumlah Liabilitas 3.290.600.534
Penambahan aset tetap 3.896.902.530
Penyusutan 1.157.207.524
42
Page 46
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. SEGMEN OPERASI (lanjutan)
Informasi segmen operasi menurut daerah geografis kegiatan usaha Perusahaan adalah sebagai berikut:
Juni Desember
2024 2023 2023
Yogyakarta 1.103.542.703 1.521.518.870 2.607.430.711
Jawa Tengah 858.310.992 766.300.937 1.994.332.946
Jawa Timur 17.920.171 11.437.327 33.130.237
Jakarta 63.823.733 83.445.000 180.426.000
Jumlah 2.043.597.599 2.382.702.134 4.815.319.894
22. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK HUBUNGAN BERELASI
a. Saldo dengan pihak hubungan istimewa
2024 2023
Utang lain-lain (Catatan 11)
Ardianto Wibowo - -
Persentase dari jumlah kewajiban - -
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, jumlah beban yang diakui
Perusahaan sehubungan dengan kompensasi bruto bagi manajemen kunci Perusahaan adalah sebagai berikut:
2024 2023
Imbalan kerja jangka pendek 755.014.080 755.014.080
755.014.080 755.014.080
Jumlah dalam tabel di atas merupakan jumlah yang diakui sebagai biaya selama periode pelaporan sehubungan dengan
kompensasi yang diberikan kepada personil manajemen kunci tersebut.
23. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Risiko utama dari instrumen keuangan Perusahaan adalah risiko pasar (termasuk risiko tingkat bunga dan risiko
perubahan nilai tukar mata uang asing) dan risiko kredit serta risiko likuiditas. Kebijakan keuangan Perusahaan
dimaksudkan untuk mengurangi dampak keuangan dari fluktuasi tingkat bunga dan nilai tukar mata uang asing serta
meminimalisir potensi kerugian yang dapat berdampak pada risiko keuangan Perusahaan.
Faktor-faktor risiko keuangan
a Risiko pasar
.
Risiko Tingkat Bunga
Risiko tingkat suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar arus kas di masa depan akan berfluktuasi karena perubahan
tingkat suku bunga di pasar. Pinjaman yang diperoleh dengan tingkat bunga mengambang menimbulkan risiko suku
bunga atas arus kas.
Perusahaan melakukan penelaahan berkala atas dampak perubahan suku bunga dan senantiasa menjaga komposisi
pendanaan sesuai dengan kebutuhan untuk mengelola risiko suku bunga.
43
Page 47
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
Tabel berikut menyajikan nilai tercatat instrumen keuangan yang dimiliki oleh Perusahaan yang terpengaruh oleh risiko
suku bunga berdasarkan tanggal jatuh tempo:
30 Juni 2024
Kurang dari 1 Tahun Lebih dari 1 Tahun Nilai Tercatat
Suku bunga mengambang
Kas di bank dan setara kas 7.084.955.115 - 7.084.955.115
Utang jangka panjang yang
Jatuh tempo dalam satu tahun
Utang bank - - -
Utang jangka panjang yang
Jatuh tempo lebih dari satu tahun
Utang bank - -
7.084.955.115 - 7.084.955.115
31 Desember 2023
Kurang dari 1 Tahun Lebih dari 1 Tahun Nilai Tercatat
Suku bunga mengambang
Kas di bank dan setara kas 10.714.193.144 10.714.193.144
Utang jangka panjang yang
Jatuh tempo dalam satu tahun
Utang bank 1.998.061.760 - 1.998.061.760
Utang jangka panjang yang
Jatuh tempo lebih dari satu tahun
Utang bank - - -
12.712.254.904 - 12.712.254.904
Risiko tingkat bunga
Instrumen keuangan lainnya yang dimiliki perusahaan yang tidak dimasukkan di tabel di atas adalah yang tidak
dikenakan bunga atau tidak signifikan sehingga tidak terpengaruh risiko tingkat bunga.
b. Risiko kredit
Ketika pelanggan tidak mampu melakukan pembayaran dalam jangka waktu yang telah diberikan, Perusahaan akan
menghubungi pelanggan untuk menindaklanjuti piutang yang telah lewat jatuh tempo. Jika pelanggan tidak melunasi
piutang yang telah jatuh tempo dalam jangka waktu yang telah ditentukan, Perusahaan akan menindaklanjuti melalui
jalur hukum. Tergantung pada penilaian Perusahaan, penyisihan khusus mungkin dibuat jika piutang dianggap tidak
tertagih. Untuk meringankan risiko kredit, Perusahaan akan menghentikan penyaluran semua produk kepada
pelanggan sebagai akibat gagal bayar.
c. Risiko likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko dimana posisi arus kas Perusahaan menunjukkan pendapatan jangka pendek tidak cukup
untuk menutupi pengeluaran jangka pendek.
Perusahaan dalam menjalankan kegiatan usahanya senantiasa menjaga fleksibilitas melalui dana kas dan setara kas
yang memadai dan ketersediaan dana dalam bentuk kredit yang memadai.
44
Page 48
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
Manajemen mengelola risiko likuiditas dengan senantiasa memantau perkiraan cadangan likuiditas perusahaan
berdasarkan arus kas yang diharapkan serta menelaah kebutuhan pembiayaan untuk modal kerja dan aktivitas
pendanaan secara teratur dan pada saat yang dianggap perlu.
d. Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan
Tabel berikut menyajikan nilai tercatat dan nilai wajar dari masing-masing kategori instrumen keuangan Perusahaan
yang tercatat pada laporan posisi keuangan 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023:
2024 2023
Keterangan Nilai tercatat Nilai wajar Nilai tercatat Nilai wajar
Aset keuangan:
Kas dan setara kas 7.084.955.115 7.084.955.115 10.714.193.144 10.714.193.144
Piutang usaha - neto 518.648.324 518.648.324 406.824.215 406.824.215
Piutang lain - lain 4.406.218.403 4.406.218.403 2.945.792.690 2.945.792.690
Total 12.009.821.842 12.009.821.842 14.066.810.049 14.066.810.049
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan disajikan dalam jumlah di mana instrumen tersebut dapat dipertukarkan dalam
transaksi kini antara pihak pihak yang berkeinginan (willing parties), selain penjualan akibat kesulitan keuangan atau
likuidasi yang dipaksakan. Metode yang digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap aset dan liabilitas
keuangan mengikuti kebijakan akuntansi seperti yang dijelaskan pada Catatan 2p.
Seluruh aset keuangan Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 (kas dan setara kas, piutang
usaha, piutang bukan usaha dan jaminan) merupakan kelompok aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi. Ini merupakan kelompok pinjaman yang diberikan dan piutang pada tanggal 30 Juni 2023.
Seluruh liabilitas keuangan Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 (utang bank, utang usaha,
utang bukan usaha, akrual, liabilitas sewa dan uang jaminan pelanggan) merupakan kelompok liabilitas keuangan yang
diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
Nilai tercatat atas seluruh aset dan liabilitas keuangan Perusahaan tersebut mendekati nilai wajarnya karena bersifat
jangka pendek ataupun merupakan instrumen yang dikenakan tingkat bunga mengambang yang akan disesuaikan
dengan tingkat bunga pasar.
Nilai wajar atas jaminan dan jaminan pelanggan tidak dapat diukur secara andal dimana aset dan liabilitas keuangan
tersebut tidak memiliki jangka waktu penyelesaian secara kontraktual.
e. Manajemen Permodalan
Perusahaan melakukan manajemen pemeliharaan modal dengan tujuan menjaga kemampuan Perusahaan untuk
melanjutkan kelangsungan usaha, dengan demikian Perusahaan dapat melanjutkan untuk memberikan imbal hasil
kepada pemegang saham dan manfaat bagi pemangku kepentingan lainnya. Juga untuk memberikan imbal hasil yang
cukup kepada para pemegang saham dengan memberikan harga produk yang sepadan dengan risiko.
Perusahaan menetapkan jumlah modal yang dibutuhkan yang seimbang dengan risiko. Perusahaan mengelola struktur
permodalan dan membuat pertimbangan terhadap jumlah modal yang dibutuhkan terkait dengan perubahan kondisi
ekonomi dan karakteristik risiko aset yang mendasarinya. Untuk memelihara atau menyesuaikan struktur permodalan,
Perusahaan mungkin menyesuaikan jumlah dividen yang dibayarkan kepada pemegang saham, imbal hasil modal
kepada pemegang saham, menerbitkan saham-saham baru, atau menjual aset untuk mengurangi utang.
45
Page 49
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (Lanjutan)
Konsisten dengan Perusahaan lainnya di dalam industri, Perusahaan memantau modal berdasarkan rasio utang
terhadap ekuitas. Untuk tujuan ini, utang neto yang disesuaikan didefinisikan sebagai total liabilitas, yang terdiri dari
utang dikurangi kas dan setara kas. Ekuitas yang disesuaikan terdiri dari komponen ekuitas selain jumlah yang
diakumulasikan di dalam cadangan lindung nilai.
24. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING
a Perjanjian Distribusi
.
PT Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia
Perusahaan mengadakan kerjasama dengan PT Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia untuk pengadaan air
minum dalam kemasan galon dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun terhitung sejak 1 Desember 2021 sampai dengan 30
November 2024 dengan sistem pembayaran setiap bulan dengan melampirkan invoice setiap bulan. Perjanjian ini
dapat diperpanjang atas kesepakatan para pihak.
Agen Sepri
PT Mitra Tirta Buwana mengadakan kerjasama dalam pendistribusian air minum dalam kemasan merk Hexsoul. Area
distribusi Agen Sepri meliputi wilayah Kecamatan Saptosari atau outlet yang menjadi customer dari Agen Sepri.
Jangka waktu perjanjian kerjasama pendistribusian air minum selama 2 (dua) tahun terhitung. Perjanjian ini dapat
diperpanjang atas kesepakatan para pihak.
SevenSky Lippo Plaza
Perusahaan mengadakan kerjasama dengan SevenSky Lippo Plaza untuk pengadaan air minum dalam kemasan
galon dengan jangka waktu selama 3 (Tiga) tahun terhitung mulai 21 Februari 2022 dan akan berakhir pada tanggal 21
Februari 2025. Harga jual air minum sebesar Rp7.000,-/Galon harga tersebut sudah termasuk PPN dengan sistem
pembayaran 14 (empat belas) hari sekali untuk penjualan hari berjalan sebelumnya, perjanjian ini dapat diperpanjang
atas kesepakatan para pihak.
PT Rocket Chicken
Perusahaan mengadakan kerjasama dengan PT Rocket Chicken untuk pengadaan air minum dalam kemasan galon
dengan jangka waktu selama 1 (satu) tahun terhitung mulai 1 Januari 2024 dan akan berakhir pada tanggal 31
Desember 2024. Harga jual air minum sebesar Rp7.750,-/Galon. Perjanjian ini dapat diperpanjang atas kesepakatan
para pihak.
PT Tirta Jaya Sukses
Perusahaan mengadakan kerjasama dengan PT Tirta Jaya Sukses untuk pengadaan bahan baku air dengan jangka
waktu selama 2 (dua) tahun terhitung mulai 1 April 2022 dan akan berakhir pada tanggal 1 April 2024. Harga beli air
sebesar Rp225.000,-/tangki, pihak kedua memberikan marketing Fun sebesar Rp750,- (tujuh ratus lima puluh rupiah)
per galon dan Rp250,- (Dua ratus lima puluh rupiah) dalam bentuk support produk Hexsoul.
46
Page 50
PT MITRA TIRTA BUWANA Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dan Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2024 (Tidak di Audit) dan 2023
dan Untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. PERJANJIAN DAN IKATAN PENTING (Lanjutan)
PT Eka Jaya Putra
Perusahaan telah mengadakan kerjasama dengan PT Eka Jaya Putra berdasarkan Surat Perintah Kerja No. 02/SP-
MTB-EJP/VII/2022 tanggal 25 Juli 2022 untuk melaksanakan pekerjaan pembangunan pabrik air mineral yang terletak
di Gondang Lutung, Gondong, Donoharjo, Kec Ngaglik, Kab. Sleman, D.I Yogyakarta. Nilai kontrak pekerjaan tersebut
memiliki nilai sebesar Rp6.500.000.000,- (enam milyar lima ratus juta rupiah). Jangka waktu pelaksanaan untuk
menyelesaikan seluruh pekerjaan membutuhkan waktu selama 270 hari kalender dan masa pemeliharaan selama 90
hari terhitung sejak diselesaikanya pekerjaan.
25. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN
Berdasarkan Akta Notaris Dr. Tabitha Sri Jeany, S.H., M.Kn, No. 13 tanggal 26 Januari 2024 pada Berita Acara Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Mitra Tirta Buwana Tbk, Perseroan telah mengkonversi waran sejumlah
22.971 menjadi saham sesuai dengan surat keterangan dari Biro Administrasi Efek PT Bima Registra tanggal 26
Februari 2024, sehingga modal ditempatkan dan disetor menjadi:
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Jumlah
Pemilikan
Tuan Ardianto Wibowo 244.187.500 22,52% 4.883.750.000
Nyonya Dokter Putri Hertriastuti 243.750.000 22,52% 4.875.000.000
Nyonya Sri Lestari 81.250.000 7,51% 1.625.000.000
Nyonya Iriyanti 81.250.000 7,51% 1.625.000.000
Tuan Djoko Sriyono 71.093.750 6,57% 1.421.875.000
Nona Nindya Ayu Oktavia Ardianti Wibowo 71.093.750 6,57% 1.421.875.000
Tuan Hery Gunawan Muhamad 2.917.100 1,88% 58.342.000
Masyarakat 286.980.871 24,94% 5.739.617.420
Total 1.082.522.971 100% 21.650.459.420
26. PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan terlampir yang diselesaikan dan
diotorisasi pada tanggal 30 Juni 2024.
47
Names mentioned 51 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Akta Notaris Emanuel Retinanto
p.8
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.8 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.8
unresolved
person
Akta Notaris Ardiansyah
p.8
unresolved
person
Hery Gunawan Muhamad
p.8 ×13
unresolved
person
Doktorandus Sulaiman
p.8 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.15
unresolved
org
PT SAMI
p.26
unresolved
person
Yulia
p.26
unresolved
person
Mula
p.26
unresolved
org
PT Eneral Kosmetika
p.26
unresolved
org
PT Assalaam Niaga Utama
p.26
unresolved
org
PT PRIMISSIMA
p.27
unresolved
org
PT SAMKU GLOVE
p.27
unresolved
org
PT Ciplasindo Makmur Sejahtera
p.29
unresolved
org
PT Kiewell Plastic Packaging
p.29 ×2
unresolved
person
Indra Zulfrizal
p.31
unresolved
person
Sumono Hadi
p.31
unresolved
person
Deasy Widya Sari
p.31
unresolved
person
Ernita Wilza
p.31 ×2
unresolved
org
Pertanahan Nasional Kantor Pertanahan Perwakilan Kabupaten Bogor
p.31 ×2
unresolved
org
PT. Global Cakrawala Persada
p.32
unresolved
org
PT. Hanja Prima Loka
p.32
unresolved
org
PT. MEGASATRIA HICITER
p.32
unresolved
org
PT. Lendis Box
p.32
unresolved
org
PT CIPLASINDO
p.32
unresolved
person
Akta Notaris Anita Kurniawati
p.32
unresolved
person
Nindya Ayu Oktavia Ardianti Wibowo
p.38 ×7
unresolved
person
Akta Notaris Rini Yulianti
p.38 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.38
unresolved
person
Ardiansyah
p.38
unresolved
org
PT Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia Perusahaan
p.49
unresolved
org
PT Semarang Autocomp Manufacturing Indonesia
p.49
unresolved
org
PT Rocket Chicken Perusahaan
p.49
unresolved
org
PT Rocket Chicken
p.49
unresolved
org
PT Tirta Jaya Sukses Perusahaan
p.49
unresolved
org
PT Tirta Jaya Sukses
p.49
unresolved
org
PT Eka Jaya Putra Perusahaan
p.50
unresolved
org
PT Eka Jaya Putra
p.50
unresolved
person
Akta Notaris Dr. Tabitha Sri Jeany
p.50 ×2
unresolved
org
PT Bima Registra
p.50
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.