Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 48
Page 1
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
LAPORAN KEUANGAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2024
DENGAN ANGKA PEMBANDING TAHUN 2023
Page 2
Page 3
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
30 JUNI 2024 dan 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 2024 31 Desember 2023
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 2,4,33,34 4.748.769.301 6.952.387.281
Piutang usaha – bersih
Pihak ketiga 2,5,34 122.965.713.418 111.780.048.632
Pihak berelasi 28,34 70.930.375 -
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 2,6,34 458.477.750 532.646.050
Persediaan – bersih 2,7 265.005.160.339 261.062.132.214
Uang muka pembelian 8 138.934.670 979.767.163
Biaya dibayar di muka 2,9 441.270.827 729.593.554
Aset lancar lainnya 2,10,30,33,34 1.153.836.751 3.639.263.828
Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual 2,11 90.287.910.989 90.287.910.989
JUMLAH ASET LANCAR 485.271.004.420 475.963.749.711
ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 2,6,34 25.000.000 25.325.000
Uang muka pembelian aset tetap 42.297.983 42.297.983
Aset pajak tangguhan 2,20c 6.786.487.103 4.001.104.323
Aset tetap – setelah dikurangi akumulasi penyusutan
sebesar Rp453.446.058.517 pada tanggal
30 Juni 2024 dan Rp444.663.740.568 pada
tanggal 31 Desember 2023 2,12 179.586.495.561 187.937.302.684
Aset hak-guna – bersih 2,13 861.885.130 -
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR 187.302.165.777 192.006.029.990
JUMLAH ASET 672.573.170.197 667.969.779.701
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
1
Page 4
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN (Lanjutan)
30 JUNI 2024 dan 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 30 Juni 2024 31 Desember 2023
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank 2,14,33,34 232.285.394.833 216.660.349.888
Utang usaha – pihak ketiga 2,15,33,34 43.226.495.495 53.152.058.992
Utang lain-lain
Pihak ketiga 2,16,33,34 587.370.061 512.453.248
Pihak berelasi 2,16,28,33,34 235.436.444 6.154.882
Utang pajak 2,20a 115.851.052.476 112.041.957.840
Beban akrual 2,17,28,33,34 64.679.652.638 59.027.006.634
Liabilitas kontrak
Pihak ketiga 2,18 5.124.493.499 3.311.745.377
Pihak berelasi 2,18,28 - 629.879.676
Liabilitas sewa 2,13,33,34 574.013.130 -
Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo
dalam satu tahun:
Utang bank 2,19,33,34 25.600.000.000 26.800.000.000
Utang lain-lain 2,19,33,34 25.631.600 76.895.450
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PENDEK 488.189.540.176 472.218.501.987
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun:
Utang pihak berelasi 2,19,28,33,34 7.340.000.000 7.340.000.000
Liabilitas sewa 2,13,33,34 306.893.876 -
Liabilitas imbalan kerja 2,21 11.399.550.165 11.399.550.165
JUMLAH LIABILITAS JANGKA PANJANG 19.046.444.041 18.739.550.165
JUMLAH LIABILITAS 507.235.984.217 490.958.052.152
EKUITAS
Modal saham – nilai nominal Rp500 per saham
Modal dasar – 2.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh –
1.008.517.669 saham 22 504.258.834.500 504.258.834.500
Tambahan modal disetor 3.919.250.000 3.919.250.000
Defisit (333.410.232.724) (321.735.691.155)
Komponen ekuitas lainnya 2,21 (9.430.665.796) (9.430.665.796)
JUMLAH EKUITAS 165.337.185.980 177.011.727.549
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 672.573.170.197 667.969.779.701
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
2
Page 5
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2024 2023
PENJUALAN BERSIH 2,23,28 251.190.703.172 257.414.632.515
BEBAN POKOK PENJUALAN 2,24 (221.418.540.007) (227.472.272.099)
LABA KOTOR 29.772.163.165 29.942.360.416
Beban penjualan 2,25 (8.078.441.812) (7.101.976.172)
Beban umum dan administrasi 2,26 (26.728.040.144) (26.092.526.741)
Rugi penjualan aset tetap 2,12 - (198.969.457)
Beban keuangan 2 (9.554.440.992) (9.968.688.946)
Penghasilan lain-lain 2 128.835.434 75.973.560
RUGI SEBELUM MANFAAT (BEBAN)
PAJAK (14.459.924.349) (13.343.827.340)
MANFAAT (BEBAN) PAJAK
Tangguhan 2,20c 2.785.382.780 2.588.192.848
RUGI PERIODE BERJALAN (11.674.541.569) (10.755.634.492)
Penghasilan (Kerugian) Komprehensif
Lain - -
JUMLAH KERUGIAN KOMPREHENSIF
PERIODE BERJALAN (11.674.541.569) (10.755.634.492)
Rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar 1.008.517.669 1.008.517.669
RUGI PER SAHAM DASAR 2,27 (11,58) (10,66)
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
3
Page 6
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Modal ditempatkan dan Tambahan modal Komponen ekuitas
disetor penuh disetor Defisit lainnya Jumlah
Saldo 1 Januari 2023 504.258.834.500 3.919.250.000 (293.804.542.417) (8.410.155.431) 205.963.386.652
Rugi tahun berjalan - - (10.755.634.492) - (10.755.634.492)
Saldo 30 Juni 2023 504.258.834.500 3.919.250.000 (304.560.176.909) (8.410.155.431) 195.207.752.160
Saldo 1 Januari 2024 504.258.834.500 3.919.250.000 (321.735.691.155) (9.430.665.796) 177.011.727.549
Rugi tahun berjalan - - (11.674.541.569) - (11.674.541.569)
Saldo 30 Juni 2024 504.258.834.500 3.919.250.000 (333.410.232.724) (9.430.665.796) 165.337.185.980
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
4
Page 7
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR
PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2024 DAN 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 2024 2023
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 268.648.813.125 265.648.149.719
Pembayaran kas kepada:
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (264.221.010.631) (252.164.302.941)
Kas yang diperoleh dari aktivitas operasi 4.427.802.494 13.483.846.778
Pembayaran beban bunga (9.337.832.214) (10.079.655.610)
Pembayaran pajak (10.684.851.505) (8.630.770.704)
Pembayaran beban bank (475.250.000) (98.750.000)
Penerimaan penghasilan bunga 35.298.191 27.881.534
Penghasilan lain-lain – bersih 12.392.733 94.223.496
Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi (16.022.440.301) (5.203.224.506)
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dari penjualan aset tetap 12 - 778.430.412
Perolehan aset tetap 12 (431.510.826) (400.556.270)
Kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk)
aktivitas investasi (431.510.826) 377.874.142
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan (pembayaran):
Utang bank jangka pendek 14 15.821.524.114 8.638.444.714
Utang bank jangka panjang 19 (1.200.000.000) (3.000.000.000)
Utang lain-lain 19 (51.263.850) (245.159.450)
Liabilitas sewa 13 (315.000.000) (293.439.040)
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan 14.255.260.264 5.099.846.224
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS
DAN BANK (2.198.690.863) 274.495.860
DAMPAK PERUBAHAN SELISIH KURS (4.927.117) 1.405.441
KAS DAN BANK AWAL PERIODE 4 6.952.387.281 4.257.124.754
KAS DAN BANK AKHIR PERIODE 4 4.748.769.301 4.533.026.055
Catatan atas laporan keuangan terlampir merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
5
Page 8
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
1. INFORMASI UMUM
a. Pendirian Entitas
PT Langgeng Makmur Industri Tbk (Entitas) didirikan dalam rangka Undang-Undang Penanaman
Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968, yang diubah dengan Undang-Undang No. 12 tahun 1970,
berdasarkan akta notaris No. 40 tanggal 30 November 1972 dari Kho Boen Tian, S.H., yang kemudian
diubah dengan akta dari notaris yang sama No. 3 tanggal 7 Januari 1976 mengenai perubahan nama
Entitas dari PT Langgeng Jaya Plastic Industry Ltd. menjadi PT Langgeng Makmur Plastic Industry Ltd.
Akta pendirian beserta perubahannya ini disahkan oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan
No. Y.A 5/39/11 tanggal 24 Januari 1976, serta diumumkan dalam Berita Negara No. 62 Tambahan
No. 706 tanggal 4 Agustus 1987. Berdasarkan akta notaris Adam Kasdarmadji, S.H., No. 450 tanggal
27 Juni 1997, nama Entitas diubah menjadi PT Langgeng Makmur Industri Tbk, yang disahkan oleh
Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-6.500 HT.01.04 TH.97 tanggal
10 Juli 1997.
Anggaran Dasar Entitas telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta notaris
Sitaresmi Puspadewi Subianto, S.H., No. 53 tanggal 21 Juni 2024 untuk menyesuaikan maksud, tujuan,
serta kegiatan usaha Entitas. Perubahan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sebagaimana tercantum dalam Surat Keputusan
No. AHU-AH.01.09-0225252 Tahun 2024 tanggal 11 Juli 2024.
Entitas mulai beroperasi komersial pada tahun 1976.
Berdasarkan pasal 3 anggaran dasar Entitas:
1. Maksud dan tujuan Entitas adalah menjalankan usaha dalam bidang:
a) Industri pengolahan
b) Perdagangan besar
2. Untuk mencapai maksud tujuan tersebut di atas, Entitas dapat melaksanakan kegiatan usaha
sebagai berikut:
a) Industri pengolahan
- Industri pipa plastik dan perlengkapannya;
- Industri perlengkapan dan peralatan rumah tangga (tidak termasuk furnitur);
- Industri pipa dan sambungan pipa dari logam bukan besi dan baja;
- Industri peralatan dapur dan peralatan meja dari logam.
b) Perdagangan besar
- Perdagangan besar atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak;
- Perdagangan besar peralatan dan perlengkapan rumah tangga;
- Perdagangan besar logam dan bijih logam;
- Perdagangan besar barang logam untuk bahan konstruksi;
- Perdagangan besar genteng, batu bata, ubin dan sejenisnya dari tanah liat, kapur,
semen atau kaca;
- Perdagangan besar bahan konstruksi lainnya;
- Perdagangan besar berbagai macam barang.
b. Penawaran Umum Efek Entitas
Pada tahun 1994, Entitas telah melakukan penawaran umum saham sejumlah 18.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp1.000 per saham melalui pasar modal di Indonesia dengan harga penawaran
Rp3.000 per saham.
Pada Mei 1997, Entitas membagikan 35.400.000 saham bonus yang berasal dari agio saham dan
mengubah nilai nominal saham dari Rp1.000 menjadi Rp500 per saham (stock split). Pada bulan
xxxxxx
6
Page 9
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Oktober 1997, Entitas membagikan dividen saham sebanyak 26.432.000 saham dengan nilai nominal
Rp500 per saham atau sejumlah Rp13.216.000.000, sehingga modal disetor penuh meningkat menjadi
215.232.000 saham.
Pada tahun 2000, Entitas mengkapitalisasi semua agio saham, selisih nilai aset dan kewajiban dalam
rangka pengampunan pajak dan sebagian selisih penilaian kembali aset tetap ke modal saham dengan
mengeluarkan 43.046.400 saham bonus dengan nilai nominal Rp500 per saham atau sejumlah
Rp21.523.200.000, dimana setiap pemegang 5 saham Entitas yang terdaftar pada daftar pemegang
saham pada tanggal 27 September 2000, berhak menerima 1 saham bonus (baru).
Pada tahun 2004, 2002 dan 2001, Entitas telah menerbitkan masing-masing 84.768.494 saham,
97.361.291 saham dan 88.066.495 saham dengan nilai nominal Rp500 per saham atau masing-masing
sebesar Rp42.384.247.000, Rp48.680.645.500 dan Rp44.033.247.500 yang berasal dari konversi
obligasi - seri III, seri II dan seri I yang telah disetujui dalam Rapat Umum Luar Biasa Pemegang Saham
yang diaktakan dengan akta notaris Dyah Ambarwaty Setyoso, S.H., No. 56, tanggal 20 Desember 2000.
Pada tahun 2005, Entitas telah menerbitkan 480.042.989 saham dengan nilai nominal Rp500 per
saham atau sejumlah Rp240.021.494.500 yang berasal dari konversi utang yang direstrukturisasi.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, seluruh saham Entitas yang ditempatkan dan
disetor penuh telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
c. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, dan Karyawan
Susunan Dewan Komisaris, Direksi, dan Komite Audit Entitas pada tanggal 30 Juni 2024 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Hindro Budianto Hindratno
Komisaris Independen : Bing Hartono Poernomosidi
Komisaris Independen : Wan Juli
Direksi
Direktur Utama : Hidayat Alim
Direktur : Kosasih Koenawan
Direktur : Pangestu Alim
Direktur : Irawan Alim
Komite Audit
Ketua Komite Audit : Bing Hartono Poernomosidi
Anggota : Sri Handayani
Anggota : Jessica Budiharto
Susunan Dewan Komisaris, Direksi, dan Komite Audit Entitas pada tanggal 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Hindro Budianto Hindratno
Komisaris Independen : Bing Hartono Poernomosidi
Direksi
Direktur Utama : Hidayat Alim
Direktur Independen : Kosasih Koenawan
Direktur : Pangestu Alim
Direktur : Irawan Alim
7
Page 10
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Komite Audit
Ketua Komite Audit : Bing Hartono Poernomosidi
Anggota : Sri Handayani
Anggota : Jessica Budiharto
Jumlah karyawan tetap Entitas adalah 849 dan 844 orang masing-masing pada tanggal 30 Juni 2024
dan 31 Desember 2023.
d. Penyelesaian Laporan Keuangan
Laporan keuangan telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Entitas pada tanggal
29 Juli 2024.
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL
a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia (“SAK”) yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi
Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan
Ikatan Akuntan Indonesia serta Peraturan No. VIII.G.7, tentang "Penyajian dan Pengungkapan Laporan
Keuangan Emiten atau Entitas Publik" yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).
b. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah selaras dengan
kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan tanggal 31 Desember 2023
dan untuk periode yang berakhir pada tanggal tersebut.
Laporan keuangan disusun menggunakan asumsi kelangsungan usaha. Asumsi ini digunakan
berdasarkan pengetahuan manajemen atas fakta-fakta dan keadaan sekarang, asumsi-asumsi yang
timbul atas pengetahuan tersebut dan ekspektasi saat ini atas kejadian dan tindakan di masa yang
akan datang.
Laporan keuangan disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali untuk laporan arus kas, dan dasar
pengukuran dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali untuk akun tertentu yang diukur
dengan menggunakan dasar seperti yang disebutkan dalam catatan yang relevan.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas
dalam aktivitas-aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah, yang merupakan mata
uang fungsional Entitas.
c. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs tengah yang
berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam
mata uang asing dijabarkan ke dalam Rupiah berdasarkan rata-rata kurs jual dan beli yang diterbitkan
oleh Bank Indonesia pada tanggal terakhir transaksi perbankan pada periode/tahun yang
bersangkutan. Laba atau rugi kurs yang timbul, dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, kurs rata-rata dari mata uang asing yang digunakan
adalah sebagai berikut:
8
Page 11
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Mata Uang Asing 2024 2023
Euro1 17.554 17.140
US$1 16.421 15.416
SG$1 12.096 11.712
MYR1 3.479 3.342
RMB1 2.259 2.170
HK$1 2.103 1.973
Transaksi dalam mata uang asing lainnya (jika ada) dianggap tidak signifikan.
d. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Entitas melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi seperti yang didefinisikan dalam PSAK No. 7
“Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, telah diungkapkan dalam
catatan atas laporan keuangan.
e. Instrumen Keuangan
1. Aset Keuangan
Pengakuan dan pengukuran awal
Entitas mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lainnya dan (c) aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Aset keuangan Entitas terdiri dari kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset lancar
lainnya diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Entitas tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain.
Entitas menggunakan 2 (dua) metode untuk mengklasifikasikan aset keuangan, yaitu model bisnis
Entitas dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan
(“SPPI”).
Pengujian SPPI
Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Entitas menilai persyaratan kontraktual keuangan
untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.
Nilai pokok untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan pada
pengukuran awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada pembayaran
pokok atau amortisasi premi/diskon).
Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas nilai
waktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Entitas menerapkan
pertimbangan dan memperhatikan faktor-faktor yang relevan seperti mata uang dimana aset
keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku bunga ditetapkan.
Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis atas risiko
atau volatilitas dalam arus kas kontraktural yang tidak terkait dengan dasar pengaturan pinjaman,
tidak menimbulkan arus kas kontraktual yang hanya merupakan pembayaran pokok dan bunga atas
saldo SPPI. Dalam kasus seperti itu, aset keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair Value
through Profit or Loss (“FVTPL”).
9
Page 12
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Penilaian Model Bisnis
Entitas menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan bagaimana
Entitas mengelola kelompok aset keuangannya untuk mencapai tujuan bisnisnya.
Model bisnis Entitas tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada tingkat
portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor yang dapat diamati
seperti:
a) Bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis tersebut
dievaluasi dan dilaporkan kepada personel manajemen kunci;
b) Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki dalam model
bisnis tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut dikelola;
c) Bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada nilai
wajar dari aset yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang tertagih);
d) Frekuensi, nilai dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek penting dari
penilaian Entitas.
Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa
mempertimbangkan skenario “worst case” atau “stress case”. Jika arus kas setelah pengakuan awal
direalisasikan dengan cara yang berbeda dari yang awal diharapkan, Entitas tidak mengubah
klasifikasi aset keuangan yang dimiliki yang tersisa dalam model bisnis tersebut, tetapi memasukkan
informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset keuangan yang baru atau yang baru dibeli
selanjutnya.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan di kelola dalam
model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas
kontraktual dan persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal tertentu
meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari jumlah pokok
terutang.
Pada saat pengukuran awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi diakui
pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif.
Penghasilan bunga dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan diakui sebagai “Penghasilan Keuangan”.
Ketika penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai diakui sebagai pengurang dari nilai tercatat
aset keuangan dan diakui didalam laporan keuangan sebagai “Kerugian Penurunan Nilai”.
Metode Suku Bunga Efektif (“SBE”)
SBE adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen
keuangan dan metode untuk mengalokasikan penghasilan bunga selama periode yang relevan.
SBE adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan kas di masa
datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima yang merupakan
bagian yang tak terpisahkan dari SBE, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama
perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat
untuk memperoleh nilai tercatat bersih aset keuangan pada saat pengakuan awal.
Pendapatan diakui berdasarkan suku bunga efektif untuk instrumen keuangan selain dari aset
keuangan FVTPL.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Entitas mengakui penyisihan kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) untuk semua instrumen utang
yang tidak dimiliki pada nilai wajar melalui laba rugi. ECL didasarkan pada perbedaan antara arus
kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai dengan kontrak dan semua arus kas yang diharapkan akan
10
Page 13
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
diterima Entitas, didiskontokan dengan perkiraan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan
akan mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau peningkatan kredit lainnya yang
merupakan bagian integral dari persyaratan kontraktual.
ECL dikenali dalam dua tahap. Untuk eksposur kredit yang belum ada peningkatan risiko kredit yang
signifikan sejak pengakuan awal, ECL disediakan untuk kerugian kredit yang diakibatkan oleh
peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12 bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk
eksposur kredit yang telah terjadi peningkatan risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal,
penyisihan kerugian diperlukan untuk kerugian kredit yang diperkirakan selama sisa umur eksposur,
terlepas dari waktu default (ECL seumur hidup).
Untuk piutang usaha, Entitas menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam menghitung
ECL. Oleh karena itu, Entitas tidak melacak perubahan dalam risiko kredit, tetapi mengakui
penyisihan kerugian berdasarkan ECL seumur hidup pada setiap tanggal pelaporan. Entitas telah
menetapkan matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit historisnya, yang disesuaikan
dengan faktor-faktor perkiraan masa depan yang spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi.
Entitas menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pembayaran kontraktual telah lewat 180
hari. Namun, dalam kasus tertentu, Entitas juga dapat mempertimbangkan aset keuangan
mengalami gagal bayar ketika informasi internal atau eksternal menunjukkan bahwa Entitas tidak
mungkin menerima jumlah kontraktual yang terutang secara penuh sebelum memperhitungkan
setiap peningkatan kredit yang dimiliki oleh Entitas. Aset keuangan dihapuskan jika tidak ada
ekspektasi yang wajar untuk memulihkan arus kas kontraktual.
2. Liabilitas Keuangan
Pengakuan dan Pengukuran Awal
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
laba rugi atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Entitas menentukan klasifikasi
liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan
secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan yang diukur pada
nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar liabilitas keuangan, yang
sesuai, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan
perolehan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam
laba rugi.
Liabilitas keuangan Entitas terdiri dari utang bank, utang usaha, utang lain-lain, beban akrual, utang
pihak berelasi dan liabilitas sewa, diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur dengan
biaya perolehan diamortisasi. Entitas tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi.
Pengukuran setelah Pengakuan Awal
Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode SBE.
Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman terkait
dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta
melalui proses amortisasi SBE.
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premium atas
perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE. Amortisasi
SBE dicatat sebagai “Bagian Keuangan” dalam laba rugi.
11
Page 14
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Penghentian Pengakuan
Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan dalam
kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.
Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi pinjaman
yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan dari liabilitas
keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi persyaratan tersebut
dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan
baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas keuangan diakui dalam laba rugi.
3. Biaya Perolehan Diamortisasi dari Instrumen Keuangan
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan menggunakan metode SBE dikurangi penyisihan atas
penurunan nilai dan pembayaran pokok atau nilai yang tidak dapat ditagih. Perhitungan tersebut
mempertimbangkan premium atau diskonto pada saat perolehan dan termasuk biaya transaksi dan
fee yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SBE.
4. Saling Hapus dari Instrumen Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya dilaporkan dalam laporan posisi
keuangan jika, dan hanya jika, saat ini memiliki hak secara hukum untuk melakukan saling hapus
atas jumlah tercatat dari aset dan liabilitas keuangan tersebut dan terdapat intensi untuk
menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara
bersamaan.
f. Pengukuran Nilai Wajar
Entitas mengukur pada pengakuan awal instrumen keuangan, dan aset dan liabilitas yang diakuisisi
pada kombinasi bisnis. Entitas juga mengukur jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas (“UPK”)
tertentu berdasarkan nilai wajar dikurangi biaya pelepasan (fair value less cost of disposal atau
“FVLCD”), piutang yang tidak dikenakan bunga pada nilai wajar.
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima dari menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran. Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau
mengalihkan liabilitas terjadi:
i. Di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut, atau
ii. Jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas
tersebut.
Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut harus dapat diakses oleh Entitas.
Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku
pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar
bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar dari suatu aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar
untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut
pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Entitas menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai tersedia
untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati (observable)
yang relevan dan meminimalkan masukan (input) yang tidak dapat diamati (unobservable).
12
Page 15
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan
dikategorikan dalam hirarki nilai wajar berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan
terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut:
i. Tingkat 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) dipasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik
yang dapat diakses Entitas pada tanggal pengukuran
ii. Tingkat 2 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara langsung
atau tidak langsung.
iii. Tingkat 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable) baik secara
langsung atau tidak langsung.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Entitas menentukan
apakah terdapat perpindahan antara level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi ulang atas
penetapan kategori (berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan terhadap
pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.
g. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari kas, kas di bank serta deposito berjangka dengan jangka waktu 3 (tiga)
bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atas utang serta
tidak dibatasi penggunaannya. Kas di bank yang dibatasi penggunaannya disajikan secara terpisah
pada laporan posisi keuangan.
h. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto
(the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata
(average method). Nilai realisasi neto adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah
dikurangi dengan taksiran biaya untuk menyelesaikan dan taksiran biaya yang diperlukan untuk
melakukan penjualan.
Penyisihan atas persediaan usang atau penurunan nilai persediaan, jika ada, ditetapkan berdasarkan
penelaahan kondisi fisik dan tingkat perputaran persediaan.
i. Biaya dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat dengan menggunakan metode garis lurus.
j. Aset Tetap
Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
rugi penurunan nilai, jika ada. Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan.
Biaya perolehan aset tetap meliputi: (a) harga pembelian, (b) biaya-biaya yang dapat diatribusikan
secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisinya sekarang dan (c) estimasi awal biaya
pembongkaran dan pemindahan dan restorasi lokasi aset (jika ada). Setiap bagian dari aset tetap
dengan biaya perolehan yang signifikan terhadap jumlah biaya perolehan aset disusutkan secara
terpisah.
Pada saat pembaharuan dan perbaikan yang signifikan dilakukan, biaya tersebut diakui ke dalam nilai
tercatat (carrying amount) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan.
Semua biaya perbaikan dan pemeliharaan lainnya yang tidak memenuhi kriteria pengakuan
dibebankan langsung pada operasi berjalan.
13
Page 16
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Penyusutan dimulai saat aset tetap tersedia untuk digunakan dan dihitung dengan menggunakan
metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat aset, sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan prasarana 20 – 30
Mesin dan peralatan 12 – 20
Alat pengangkutan 5
Perabotan dan peralatan kantor 5
Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, masa manfaat dan metode penyusutan aset tetap di telaah,
dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.
Biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai bagian dari
biaya perolehan tanah pada akun “Aset tetap” dan tidak diamortisasi. Biaya yang berkaitan dengan
perpanjangan hak atas tanah diakui sebagai beban ditangguhkan dan diamortisasi selama periode hak
atas tanah atau masa manfaat tanah, mana yang lebih pendek.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset
tetap. Akumulasi biaya perolehan aset dalam penyelesaian akan dipindahkan ke masing-masing aset
tetap yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan sesuai dengan
tujuannya.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat
ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang
timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
pelepasan dan nilai tercatat dari aset) dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain dalam tahun aset tesebut dihentikan pengakuannya.
k. Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual
Aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual (atau kelompok lepasan) diklasifikasi sebagai dimiliki untuk
dijual jika jumlah tercatatnya akan dipulihkan terutama melalui transaksi penjualan dari pada melalui
pemakaian berlanjut. Kondisi ini dianggap memenuhi hanya ketika penjualan tersebut harus sangat
mungkin terjadi dan aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual (atau kelompok lepasan) harus tersedia
untuk segera dijual.
Aset tidak lancar (atau kelompok lepasan) diklasifikasi sebagai yang dimiliki untuk dijual diukur pada
nilai yang lebih rendah antara jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual.
l. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Pada setiap tanggal pelaporan, Entitas menilai apakah terdapat indikasi suatu aset non-keuangan
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka Entitas membuat estimasi jumlah
terpulihkan aset tersebut untuk menentukan kerugian penurunan nilai (jika ada). Jika tidak mungkin
mengestimasi jumlah terpulihkan dari aset non-keuangan secara individual, Entitas akan mengestimasi
jumlah terpulihkan dari Unit Penghasil Kas (“UPK”).
Jumlah terpulihkan atas sebuah aset adalah nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya
pelepasan, dengan nilai pakai. Dalam rangka mengukur penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga
unit terkecil yang menghasilkan arus kas terpisah.
Pada tanggal pelaporan, aset non-keuangan, selain goodwill, yang telah mengalami penurunan nilai
ditelaah untuk menentukan apakah terdapat kemungkinan pemulihan penurunan nilai. Jika terjadi
pemulihan nilai, maka langsung diakui dalam laba rugi, tetapi tidak boleh melebihi akumulasi rugi
penurunan nilai yang telah diakui sebelumnya.
14
Page 17
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
m. Imbalan Kerja
Entitas mengaku liabilitas imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang
No. 11/2020 mengenai Cipta Kerja (“UUCK”), Peraturan Pemerintah No. 35 tahun 2021, dan PSAK
No. 24 “Imbalan Kerja”. Berdasarkan UUCK tersebut, Entitas diharuskan untuk membayar uang
pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak kepada karyawan apabila
persyaratan yang ditentukan dalam UUCK tersebut terpenuhi.
Beban pensiun Entitas ditentukan melalui perhitungan aktuaria dengan menggunakan metode
“project-unit-credit” dan menerapkan asumsi atas tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji.
Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian akturial, segera diakui pada laporan posisi
keuangan dengan pengaruh langsung didebit atau dikreditkan kepada saldo laba melalui penghasilan
komprehensif lain pada periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi periode
berikutnya.
Biaya jasa lalu harus diakui sebagai beban pada saat yang lebih awal antara ketika program
amandemen atau kurtailmen terjadi atau ketika biaya restrukturisasi atau pemutusan hubungan kerja
diakui.
Bunga neto dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas imbalan
kerja. Entitas mengakui perubahan berikut pada liabilitas imbalan kerja pada akun “Beban Umum dan
Administrasi” pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain:
i. Biaya jasa terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan atau kerugian atas penyelesaian
(kurtailmen) tidak rutin, dan;
ii. Beban atau penghasilan bunga neto.
n. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Entitas mensyaratkan pengakuan pendapatan harus memenuhi lima langkah analisa sebagai berikut:
i. Identifikasi kontrak dengan pelanggan;
ii. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji
dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke
pelanggan;
iii. Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh
suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke
pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat
variabel, maka Entitas membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang
diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan
dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode
kontrak;
iv. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual
berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak
dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya
yang diharapkan ditambah marjin;
v. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
barang atau jasa tersebut).
Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui, pada
saat pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan (pada suatu titik waktu).
Beban diakui pada saat terjadinya dengan menggunakan dasar akrual.
15
Page 18
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Penghasilan/Beban Bunga
Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, penghasilan atau
biaya bunga dicatat dengan menggunakan metode SBE, yaitu suku bunga yang secara tepat
mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa yang akan datang selama umur
yang diharapkan dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, selama periode yang lebih singkat,
terhadap nilai tercatat neto dari aset keuangan atau liabilitas keuangan.
o. Perpajakan
Pajak Kini
Aset dan liabilitas pajak penghasilan kini yang berasal dari periode berjalan dan periode sebelumnya
dicatat sebesar jumlah yang diharapkan dapat dipulihkan dari atau dibayarkan kepada Kantor Pajak
yang besarnya ditentukan berdasarkan tarif pajak dan peraturan perpajakan yang berlaku atau secara
substantif telah berlaku.
Beban pajak kini dihitung berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak untuk tahun yang
bersangkutan. Pengaruh pajak untuk suatu tahun dialokasikan pada operasi tahun berjalan, kecuali
untuk pengaruh pajak dari transaksi yang langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas. Manajemen
secara periodik mengevaluasi posisi yang diambil Entitas sehubungan dengan situasi di mana
interpretasi diperlukan untuk peraturan perpajakan yang terkait dan menetapkan provisi jika diperlukan.
Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”)
diakui sebagai pendapatan atau beban dalam operasi periode berjalan, kecuali jika diajukan upaya
penyelesaian selanjutnya. Jumlah tambahan pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP
ditangguhkan pembebanannya sepanjang memenuhi kriteria pengakuan aset.
Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar
pengenaan pajak aset dan liabilitas dan nilai tercatatnya dalam laporan keuangan pada akhir periode
pelaporan.
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk setiap perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan
diakui untuk semua perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal belum dikompensasi,
sejauh terdapat kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan
perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal belum dikompensasi.
Nilai tercatat dari aset pajak tangguhan direviu pada setiap akhir periode pelaporan dan diturunkan
ketika tidak lagi terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba kena pajak yang akan memungkinkan
semua atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut untuk direalisasi. Penelaahan dilakukan pada
setiap akhir periode pelaporan atas aset pajak tangguhan yang tidak diakui sebelumnya dan aset pajak
tangguhan tersebut diakui sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang akan tersedia
sehingga aset pajak tangguhan tersebut dipulihkan.
Pajak tangguhan yang terkait dengan pos-pos yang diakui di luar laba rugi diakui di luar laba rugi. Pos
pajak tangguhan diakui terkait dengan transaksi yang mendasarinya baik dalam penghasilan
komprehensif lain atau langsung ke ekuitas.
Pajak Pertambahan Nilai
Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah Pajak Pertambahan Nilai (“PPN”)
kecuali:
PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan sesuai dengan
peraturan perpajakan, yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau
sebagai bagian dari item beban-beban yang diterapkan; dan
16
Page 19
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.
Jumlah PPN neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai bagian
dari piutang atau utang pada laporan posisi keuangan.
p. Informasi Segmen
Segmen adalah komponen dari Entitas yang dapat dibedakan yang terlibat dalam penyediaan produk-
produk tertentu (segmen usaha), atau dalam menyediakan produk dalam lingkungan ekonomi tertentu
(segmen geografis), yang memiliki risiko dan manfaat yang berbeda dari segmen lainnya.
Jumlah setiap unsur segmen dilaporkan merupakan ukuran yang dilaporkan kepada pengambil
keputusan operasional untuk tujuan pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumber daya
kepada segmen dan menilai kinerjanya.
Pendapatan, beban, hasil usaha, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat
diatribusikan secara langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan
dasar yang memadai untuk segmen tersebut.
q. Laba (Rugi) per Saham Dasar
Jumlah laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) tahun berjalan dengan jumlah
rata-rata tertimbang saham yang beredar selama tahun yang bersangkutan.
Apabila jumlah saham biasa yang beredar meningkat tanpa disertai peningkatan sumber daya, maka
jumlah saham biasa yang beredar sebelum peristiwa tersebut disesuaikan dengan perubahan
proporsional atas jumlah saham beredar seolah-olah peristiwa tersebut terjadi pada permulaan dari
periode sajian paling awal.
r. Sewa
Entitas menerapkan PSAK No. 73 “Sewa”, yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan
dengan sewa yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai “sewa operasi”.
Pada tanggal permulaan suatu kontrak, Entitas menilai apakah suatu kontrak merupakan, atau
mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung sewa jika kontrak tersebut
memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan suatu aset identifikasian selama suatu jangka
waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan. Untuk menilai apakah suatu kontrak memberikan hak untuk
mengendalikan suatu aset identifikasian, Entitas menilai apakah:
Kontrak melibatkan penggunaan suatu aset identifikasian – ini dapat ditentukan secara eksplisit
atau implisit dan secara fisik dapat dibedakan atau mewakili secara substansial seluruh kapasitas
aset yang secara fisik dapat dibedakan. Jika pemasok memiliki hak substitusi substantif, maka aset
tersebut tidak teridentifikasi;
Entitas memiliki hak untuk memperoleh secara substansial seluruh manfaat ekonomi dari
penggunaan aset selama periode penggunaan; dan
Entitas memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Entitas memiliki hak ini
ketika hak pengambilan keputusan yang paling relevan untuk mengubah bagaimana dan untuk
tujuan apa aset tersebut digunakan. Dalam kondisi tertentu di mana semua keputusan tentang
bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya, Entitas memiliki hak
untuk mengarahkan penggunaan aset tersebut jika:
- Entitas memiliki hak untuk mengoperasikan aset; atau
- Entitas mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan
apa aset akan digunakan.
Pada tanggal permulaan atau pada saat penilaian kembali suatu kontrak yang mengandung sebuah
komponen sewa, Entitas mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa
17
Page 20
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen
non-sewa.
Pada tanggal permulaan sewa, Entitas mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna
diukur pada biaya perolehan, di mana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan
dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan
biaya langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan dikeluarkan untuk membongkar
dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan
dan ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima.
Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga
tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan,
didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut
tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Entitas
menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran tetap,
termasuk pembayaran tetap secara substansi dikurangi dengan piutang insentif sewa.
Setiap pembayaran sewa dialokasikan sebagai beban keuangan dan pengurangan liabilitas sehingga
menghasilkan tingkat suku bunga yang konstan atas saldo liabilitas yang tersisa.
Sewa Jangka-Pendek dan Sewa Aset Bernilai-Rendah
Entitas menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa jangka pendeknya
(yaitu sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 bulan atau kurang dari tanggal permulaan dan tidak
memiliki opsi pembelian). Entitas juga menerapkan pengecualian pengakuan sewa aset bernilai rendah
untuk sewa yang dianggap bernilai rendah. Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa
dari aset pendasar bernilai rendah diakui sebagai beban dengan metode garis lurus selama masa
sewa.
s. Provisi
Provisi diakui jika Entitas memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) jika,
sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut
mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan jumlah kewajiban
tersebut dapat diestimasi secara andal.
Seluruh provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi
terbaik yang paling kini. Jika kemungkinan besar tidak terjadi arus keluar sumber daya yang
mengandung manfaat ekonomi untuk menyelesaikan kewajiban tersebut, maka provisi dibatalkan.
t. Kontinjensi
Kewajiban kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan tetapi diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan kecuali jika kemungkinan pengeluaran sumber daya yang memiliki manfaat ekonomi
sangat kecil. Aset kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan tetapi diungkapkan dalam catatan
atas laporan keuangan apabila ada kemungkinan pemasukan manfaat ekonomi.
u. Peristiwa setelah Periode Laporan Keuangan
Peristiwa setelah akhir periode laporan yang memberikan informasi tambahan terkait posisi Entitas
pada periode laporan keuangan (adjusting events) diungkapkan dalam laporan keuangan. Peristiwa
setelah periode laporan keuangan yang bukan merupakan adjusting events telah diungkapkan dalam
catatan atas laporan keuangan apabila material.
18
Page 21
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
3. PENGGUNAAN PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI OLEH MANAJEMEN
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan
manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah atas
pendapatan, beban, aset dan liabilitas yang dilaporkan, serta pengungkapan liabilitas, kontinjensi, pada
akhir periode pelaporan. Namun, ketidakpastian estimasi dan asumsi ini dapat menyebabkan penyesuaian
material atas nilai tercatat aset dan liabilitas yang berdampak pada masa mendatang.
Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi Entitas yang
memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan:
Penentuan Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional dari Entitas adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer di mana Entitas
beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan beban pokok
penjualan serta beban langsung terkait Entitas.
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Entitas menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan mempertimbangkan bila definisi yang ditetapkan PSAK No. 71 dipenuhi. Dengan
demikian, aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Entitas seperti
diungkapkan pada Catatan 34.
Penyisihan Penurunan Nilai Piutang
Ketika mengukur kerugian kredit ekspektasian (ECL), Entitas menggunakan informasi perkiraan masa
depan yang wajar dan terdukung, berdasarkan asumsi pergerakan masa depan atas penentu ekonomi dan
bagaimana penentu tersebut akan saling memengaruhi satu dengan lainnya.
Kerugian saat gagal bayar adalah estimasi kerugian yang timbul pada saat gagal bayar. Loss given default
dihitung dari selisih antara arus kas kontraktual dan arus kas yang diekspektasi diterima oleh pemberi
pinjaman, dengan memperhitungkan arus kas dari penjualan agunan dan peningkatan kredit.
Probabilitas gagal bayar merupakan input utama dalam mengukur ECL. Probabilitas gagal bayar adalah
estimasi kemungkinan gagal bayar selama jangka waktu tertentu, yang perhitungannya mencakup data
historis, asumsi dan ekspektasi dari kondisi masa depan.
Sewa
Entitas menerapkan PSAK No. 73 yang mensyaratkan pengakuan liabilitas sewa sehubungan dengan sewa
yang sebelumnya diklasifikasikan sebagai 'sewa operasi'.
Pada tanggal permulaan kontrak, Entitas menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa.
Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk
mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan
imbalan.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang
memiliki risiko signifikan mengakibatkan penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan
liabilitas untuk tahun berikutnya diungkapkan di bawah ini.
Entitas mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan
disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan
19
Page 22
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
pasar atau situasi diluar kendali Entitas. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat
terjadinya.
Nilai Wajar dari Instrumen Keuangan
Ketika nilai wajar aset dan liabilitas keuangan dicatat dalam laporan posisi keuangan tidak dapat diperoleh
dari pasar yang aktif, maka nilai wajarnya ditentukan dengan menggunakan teknik penilaian termasuk
model discounted cash flow. Masukan untuk model tersebut dapat diambil dari pasar yang dapat
diobservasi, tetapi apabila hal ini tidak dimungkinkan, sebuah tingkat pertimbangan disyaratkan dalam
menetapkan nilai wajar.
Pertimbangan tersebut mencakup penggunaan masukan seperti risiko mata uang, risiko tingkat suku
bunga, risiko harga, risiko kredit dan risiko likuiditas. Perubahan dalam asumsi mengenai faktor-faktor
tersebut dapat mempengaruhi nilai wajar dari instrumen keuangan yang dilaporkan. Penjelasan lebih lanjut
diungkapkan dalam Catatan 33.
Imbalan Kerja
Penentuan liabilitas imbalan kerja Entitas bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan oleh aktuaris
independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat
diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan,
umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan Entitas
langsung diakui dalam laba atau rugi pada saat terjadinya.
Entitas berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil
aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Entitas dapat mempengaruhi secara
material liabilitas imbalan kerja dan beban imbalan kerja bersih. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam
Catatan 21.
Penyusutan atas Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 5
sampai 30 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Entitas
menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi
masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.
Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 12.
Realisasi dari Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum digunakan sepanjang besar
kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal tersebut dapat
digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen disyaratkan dalam menentukan total aset pajak tangguhan
yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak dan strategi
perencanaan pajak masa depan. Namun tidak terdapat kepastian bahwa Entitas dapat menghasilkan
penghasilan kena pajak yang cukup untuk memungkinkan penggunaan sebagian atau keseluruhan dari
aset pajak tengguhan tersebut. Penjelasan lebih lanjut diungkapkan dalam Catatan 20.
Ketidakpastian Liabilitas Perpajakan
Dalam situasi tertentu, Entitas tidak dapat menentukan secara pasti jumlah liabilitas pajak mereka pada
saat ini atau masa depan karena proses pemeriksaan oleh, atau negosiasi dengan otoritas perpajakan.
Ketidakpastian timbul terkait dengan interpretasi dari peraturan perpajakan yang kompleks dan jumlah dan
waktu dari penghasilan kena pajak di masa depan.
Dalam menentukan jumlah yang harus diakui terkait dengan liabilitas pajak yang tidak pasti, Entitas
menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan total cadangan
yang harus diakui sesuai dengan PSAK No. 57, “Provisi, Liabilitas Kontinjensi dan Aset Kontinjensi”. Entitas
20
Page 23
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
membuat analisa untuk semua posisi pajak terkait dengan pajak penghasilan untuk menentukan jika
liabilitas pajak untuk manfaat pajak yang belum diakui harus diakui.
Taksiran Nilai Realisasi Neto Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto.
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan situasi yang
tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang dimiliki, harga jual pasar,
estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk penjualan. Provisi dievaluasi kembali
dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang mempengaruhi jumlah yang diestimasi. Penjelasan
lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 7.
Pajak Penghasilan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat
transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang kegiatan
usaha normal. Entitas mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah
terdapat tambahan pajak penghasilan badan.
Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Penurunan nilai muncul saat nilai tercatat aset atau UPK melebihi nilai terpulihkannya, yang lebih besar
antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakainya. Nilai wajar dikurangi biaya untuk
menjual didasarkan pada ketersediaan data dari perjanjian penjualan yang mengikat yang dibuat dalam
transaksi normal atas aset serupa atau harga pasar yang dapat diamati dikurangi dengan biaya tambahan
yang dapat diatribusikan dengan pelepasan aset.
Perhitungan nilai pakai didasarkan pada model arus kas yang didiskontokan. Arus kas masa depan yang
diproyeksikan tidak termasuk aktivitas restrukturisasi yang belum ada perikatannya atau investasi signifikan
di masa depan yang akan meningkatkan kinerja dari UPK yang diuji.
Nilai terpulihkan paling sensitif terhadap tingkat diskonto yang digunakan untuk model arus kas yang
didiskontokan seperti halnya dengan arus kas masuk masa depan yang diharapkan dan tingkat
pertumbuhan yang digunakan untuk tujuan ekstrapolasi.
4. KAS DAN BANK
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
(Audited)
Kas 1.971.970.545 430.411.983
Bank
Dalam Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 2.504.140.150 826.769.111
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 220.662.054 5.627.112.795
PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat 10.147.798 10.261.347
Dalam Dolar Amerika Serikat
PT Bank Central Asia Tbk 26.624.188 25.447.345
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 15.224.566 32.384.700
Sub-jumlah 2.776.798.756 6.521.975.298
Jumlah 4.748.769.301 6.952.387.281
21
Page 24
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Rekening di bank memiliki tingkat bunga mengambang sesuai dengan tingkat penawaran pada masing-
masing bank.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat saldo
kas dan bank yang dibatasi penggunaannya dan tidak terdapat saldo kas dan bank kepada pihak berelasi.
5. PIUTANG USAHA – BERSIH
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
(Audited)
Lokal
Pihak ketiga 125.967.451.361 114.818.253.692
Cadangan kerugian penurunan nilai (3.001.737.943) (3.038.205.060)
Sub-jumlah 122.965.713.418 111.780.048.632
Pihak berelasi (Catatan 28)
PT Langgeng Investindo 70.930.375 -
Jumlah – bersih 123.036.643.793 111.780.048.632
Analisis umur piutang usaha adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
(Audited)
Belum jatuh tempo 78.730.334.558 69.651.679.718
Jatuh tempo:
1 – 30 hari 18.959.324.016 20.851.698.904
31 – 60 hari 13.411.132.352 11.238.435.658
Di atas 60 hari 14.937.590.810 13.076.439.412
Sub-jumlah 126.038.381.736 114.818.253.692
Cadangan kerugian penurunan nilai (3.001.737.943) (3.038.205.060)
Jumlah – bersih 123.036.643.793 111.780.048.632
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai piutang adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
(Audited)
Saldo awal 3.038.205.060 2.788.241.136
Penambahan (pemulihan) (Catatan 25) (36.467.117) 249.963.924
Penghapusan - -
Saldo akhir 3.001.737.943 3.038.205.060
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, piutang usaha tertentu digunakan sebagai jaminan
atas utang yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dengan nilai fidusia jaminan sebesar
Rp150.000.000.000 (Catatan 14).
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat piutang usaha yang dijual secara with
recourse dan ikatan penting lain yang diatur dalam perjanjian dan piutang usaha yang direstrukturisasi.
22
Page 25
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Berdasarkan hasil penelaahan keadaan piutang usaha masing-masing pelanggan pada akhir periode,
manajemen Entitas berpendapat bahwa penyisihan atas penurunan nilai piutang usaha tersebut cukup
untuk menutup kemungkinan kerugian atas nilai piutang usaha.
6. PIUTANG LAIN-LAIN
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
(Audited)
Karyawan 43.000.000 67.925.000
Lain-lain 440.477.750 490.046.050
Jumlah 483.477.750 557.971.050
Piutang lain-lain berdasarkan jangka waktu:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
(Audited)
Jangka pendek 458.477.750 532.646.050
Jangka panjang 25.000.000 25.325.000
Jumlah 483.477.750 557.971.050
Piutang lain-lain tidak dijaminkan untuk pinjaman dan tidak terdapat jaminan yang diterima Entitas atas
piutang tersebut.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap piutang lain-lain pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember
2023, manajemen Entitas berkeyakinan bahwa tidak ada penurunan nilai piutang, sehingga manajemen
berpendapat bahwa tidak diperlukan adanya penyisihan penurunan nilai piutang lain-lain.
7. PERSEDIAAN – BERSIH
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
(Audited)
Barang jadi 149.372.385.330 143.748.392.833
Barang dalam proses 92.822.686.443 90.134.593.883
Bahan pembantu 12.863.210.616 15.344.670.556
Bahan baku 12.808.285.172 14.695.882.164
Sub-jumlah 267.866.567.561 263.923.539.436
Cadangan kerugian penurunan nilai (2.861.407.222) (2.861.407.222)
Jumlah – bersih 265.005.160.339 261.062.132.214
Mutasi cadangan kerugian penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
(Audited)
Saldo awal 4.591.707.080 4.591.707.080
Penambahan (pengurangan) (1.730.299.858) (1.730.299.858)
Saldo akhir 2.861.407.222 2.861.407.222
23
Page 26
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, persediaan tertentu digunakan sebagai jaminan atas
utang yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dengan nilai fidusia jaminan sebesar
Rp150.000.000.000 (Catatan 14).
Seluruh persediaan telah diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu
paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sebesar Rp55.000.000.000 pada tanggal 30 Juni 2024 dan
31 Desember 2023. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup
kemungkinan kerugian atas risiko tersebut, karena persediaan tersebut terletak pada 3 (tiga) gudang yang
berlainan.
Berdasarkan hasil penelaahan keadaan persediaan pada akhir periode, manajemen Entitas berpendapat
bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian
atas nilai persediaan.
8. UANG MUKA PEMBELIAN
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
(Audited)
Lokal 136.840.670 181.550.580
Impor 2.094.000 798.216.583
Jumlah 138.934.670 979.767.163
9. BIAYA DIBAYAR DI MUKA
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
(Audited)
Asuransi 206.602.366 638.738.570
Lain-lain 234.668.461 90.854.984
Jumlah 441.270.827 729.593.554
10. ASET LANCAR LAINNYA
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
(Audited)
Jaminan pembelian bahan baku 971.029.968 3.456.257.409
Jaminan pembelian gas (US$11.133 pada tahun 2024 dan
US$11.871 pada tahun 2023) 182.806.783 183.006.419
Jumlah 1.153.836.751 3.639.263.828
Jaminan berupa saldo bank yang dibatasi penggunaannya (Catatan 30).
24
Page 27
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
11. ASET TIDAK LANCAR YANG DIMILIKI UNTUK DIJUAL
Akun ini berupa hak atas tanah, bangunan, mesin dan peralatan.
Berdasarkan PSAK No. 58 mengenai “Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang
Dihentikan”, Entitas mengklasifikasikan mesin dan peralatan sebagai aset tidak lancar yang dimiliki untuk
dijual pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023.
Rincian penjualan aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual adalah sebagai berikut:
31 Desember 2023
(Audited)
Harga jual 851.150.000
Nilai buku 849.700.966
Laba penjualan aset tidak lancar yang dimiliki
untuk dijual 1.449.034
Atas penjualan aset tersebut manajemen telah menyampaikan kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
sesuai dengan pengiriman laporan tahunan dan triwulanan tahun 2024 dan 2023. Dan saat melakukan
proses perpanjangan fasilitas kredit, Manajemen juga telah menyampaikan kepada PT Bank Mandiri
(Persero) Tbk bahwa hasil penjualan aset tidak lancar tersebut digunakan untuk kegiatan operasional
Entitas, termasuk untuk membayar kewajiban kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Manajemen masih terus mengupayakan penjualan dan penawaran harga yang sesuai dengan keinginan
manajemen atas aset tidak lancar tersebut.
Hak atas tanah, bangunan, serta beberapa mesin dan peralatan yang dimiliki untuk dijual di atas digunakan
sebagai jaminan atas utang bank (Catatan 14).
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau
perubahan keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual
masing-masing pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023.
12. ASET TETAP
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2024 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Nilai tercatat
Pemilikan langsung
Hak atas tanah 26.782.489.700 - - - 26.782.489.700
Bangunan dan prasarana 46.107.110.888 - - - 46.107.110.888
Mesin dan peralatan 527.966.667.398 14.314.986 - 830.107.290 528.811.089.674
Alat pengangkutan 20.544.533.735 - - - 20.544.533.735
Perabotan dan peralatan
kantor 6.476.654.293 131.280.214 - - 6.607.934.507
Sub-jumlah 627.877.456.014 145.595.200 - 830.107.290 628.853.158.504
Aset dalam penyelesaian
Mesin dan peralatan 4.723.587.238 285.915.626 - (830.107.290) 4.179.395.574
Jumlah 632.601.043.252 431.510.826 - - 633.032.554.078
25
Page 28
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 2024 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan dan prasarana 30.584.161.781 484.970.521 - - 31.069.132.302
Mesin dan peralatan 388.949.617.935 7.771.844.590 - - 396.721.462.525
Alat pengangkutan 19.217.607.876 415.899.316 - - 19.633.507.192
Perabotan dan peralatan
kantor 5.912.352.976 109.603.522 - - 6.021.956.498
Jumlah 444.663.740.568 8.782.317.949 - - 453.446.058.517
Nilai buku 187.937.302.684 179.586.495.561
31 Desember 2023 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Nilai tercatat
Pemilikan langsung
Hak atas tanah 26.782.489.700 - - - 26.782.489.700
Bangunan dan prasarana 46.107.110.888 - - - 46.107.110.888
Mesin dan peralatan 538.980.312.091 51.112.692 12.948.750.942 1.883.993.557 527.966.667.398
Alat pengangkutan 20.544.533.735 - - - 20.544.533.735
Perabotan dan peralatan
kantor 6.232.561.679 231.792.614 1.100.000 13.400.000 6.476.654.293
Sub-jumlah 638.647.008.093 282.905.306 12.949.850.942 1.897.393.557 627.877.456.014
Aset dalam penyelesaian
Mesin dan peralatan 4.848.680.586 1.772.300.209 - (1.897.393.557) 4.723.587.238
Jumlah 643.495.688.679 2.055.205.515 12.949.850.942 - 632.601.043.252
Akumulasi penyusutan
Pemilikan langsung
Bangunan dan prasarana 29.625.149.403 959.012.378 - - 30.584.161.781
Mesin dan peralatan 385.213.674.070 15.356.929.727 11.620.985.862 - 388.949.617.935
Alat pengangkutan 18.437.234.033 780.373.843 - - 19.217.607.876
Perabotan dan peralatan
kantor 5.721.532.530 191.920.446 1.100.000 - 5.912.352.976
Jumlah 438.997.590.036 17.288.236.394 11.622.085.862 - 444.663.740.568
Nilai buku 204.498.098.643 187.937.302.684
Rincian rugi penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
2023
Harga jual 778.430.412
Nilai buku 977.399.869
Rugi penjualan aset tetap (198.969.457)
Beban penyusutan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
dialokasikan sebagai berikut:
2024 2023
Beban pokok penjualan – beban pabrikasi 7.848.592.715 15.549.828.310
Beban umum dan administrasi (Catatan 26) 933.725.234 1.738.408.084
Jumlah 8.782.317.949 17.288.236.394
Entitas memiliki hak atas tanah (Hak Guna Bangunan) seluas 163.014 meter persegi, yang berlokasi di
Sidoarjo dan Tangerang. Sertifikat hak atas tanah akan berakhir pada berbagai tanggal sampai tahun 2043.
26
Page 29
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Manajemen Entitas berkeyakinan bahwa sertifikat hak atas tanah tersebut dapat diperpanjang setelah
masa berakhirnya.
Pada tahun 2024 dan 2023, aset tetap tertentu Entitas digunakan sebagai jaminan atas utang bank dan
utang lain-lain – jangka panjang (Catatan 14 dan 19).
Pada tanggal 30 Juni 2024, aset dalam penyelesaian meliputi mesin dan peralatan dengan jumlah
persentase penyelesaian sebesar 75% dan estimasi bulan penyelesaian pada bulan November 2024.
Pada tanggal 31 Desember 2023, aset dalam penyelesaian meliputi mesin dan peralatan dengan jumlah
persentase penyelesaian sebesar 76% dan estimasi bulan penyelesaian pada bulan Agustus 2024.
Berdasarkan laporan appraisal KJPP Dasa’at, Yudistira & Rekan, tanggal 15 Maret 2024, nilai pasar seluruh
aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual dan aset tetap Entitas adalah sebesar Rp1.640.981.400.000.
Manajemen Entitas berpendapat bahwa nilai residu dari aset tetap adalah sebesar nihil.
Jumlah biaya perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh namun masih digunakan adalah sebesar
Rp270.479.509.131 dan Rp268.410.950.168 masing-masing pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember
2023.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, seluruh aset tetap, kecuali hak atas tanah telah
diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan masing-masing
sebesar Rp 145.528.637.000 dan Rp145.548.637.000, di mana manajemen berpendapat bahwa nilai
pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.
Pada tanggal 24 Februari 2016, Entitas telah menerima Surat Keputusan Direktur Jenderal Pajak
No. KEP-573/WPJ.07/2016 tentang persetujuan penilaian kembali aset tetap untuk tujuan perpajakan per
tanggal 1 Januari 2016.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat kejadian atau
perubahan keadaan yang mengindikasikan penurunan nilai aset tetap masing-masing pada tanggal
30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023.
13. ASET HAK-GUNA – BERSIH
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2024 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya perolehan
Bangunan dan prasarana 1.149.180.172 1.149.180.172 - - 2.298.360.344
Akumulasi amortisasi
Bangunan dan prasarana 1.149.180.172 287.295.042 - - 1.436.475.214
Nilai buku - 861.885.130
31 Desember 2023 Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya perolehan
Bangunan dan prasarana 1.149.180.172 - - - 1.149.180.172
Akumulasi amortisasi
Bangunan dan prasarana 574.590.086 574.590.086 - - 1.149.180.172
Nilai buku 574.590.086 -
27
Page 30
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Liabilitas Sewa
Mutasi liabilitas sewa sehubungan dengan aset hak-guna adalah sebagai berikut:
2024 1 Januari 2024 Penambahan Beban bunga Pembayaran 30 Juni 2024
Kelas aset pendasar
Bangunan dan prasarana - 1.149.180.172 46.726.834 (315.000.000) 880.907.006
Jumlah - 880.907.006
2023 1 Januari 2023 Penambahan Beban bunga Pembayaran 31 Desember 2023
Kelas aset pendasar
Bangunan dan prasarana 600.332.915 - 29.667.085 (630.000.000) -
Jumlah 600.332.915 -
Liabilitas sewa berdasarkan jangka waktu:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
(Audited)
Jangka pendek 574.013.130 -
Jangka panjang 306.893.876 -
Jumlah 880.907.006 -
14. UTANG BANK
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
(Audited)
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Kredit Modal Kerja
Non Revolving 162.100.000.000 163.700.000.000
Revolving 39.436.258.308 34.111.258.308
Trust Receipt 30.986.761.525 18.890.237.411
Dikurangi: Biaya pinjaman yang diamortisasi (237.625.000) (41.145.831)
Jumlah 232.285.394.833 216.660.349.888
Pada tahun 2020, Entitas memiliki fasilitas kredit modal kerja KMK Non Revolving 1 sebesar
Rp125.000.000.000, KMK Non Revolving 2 sebesar Rp45.500.000.000 dan KMK Revolving 1 sebesar
Rp39.500.000.000. Entitas juga memiliki fasilitas SKBDN sub limit trust receipt dan bank garansi dengan
jumlah maksimum sebesar Rp35.000.000.000 dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Pada tanggal 19 Mei 2021, Entitas mendapat persetujuan restrukturisasi terdampak Covid-19 berupa KMK
Revolving sebesar Rp39.500.000.000 diperpanjang sampai dengan tanggal 25 Mei 2023 dan KMK Non
Revolving 1 sebesar Rp125.000.000.000 dan KMK Non Revolving 2 sebesar Rp45.500.000.000 dengan
jangka waktu tiap tahun dan diperpanjang sampai dengan tanggal 31 Desember 2023. Kewajiban
pembayaran bunga sebesar 5,5% dari fasilitas ini ditangguhkan sampai dengan Desember 2022 dan akan
dibayarkan dengan skema angsuran secara prorata mulai bulan Januari 2024 sampai dengan Mei 2025
(Catatan 17).
28
Page 31
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 23 Mei 2023, Fasilitas Kredit KMK Revolving 1 sebesar Rp39.500.000.000 dan fasilitas
SKBDN sub limit trust receipt dan bank garansi dengan jumlah maksimum sebesar Rp35.000.000.000
diperpanjang sampai dengan tanggal 25 Mei 2024 dan saat ini sedang dalam proses perpanjangan.
Berdasarkan Surat Penawaran Pemberian Kredit No. CMB.TFW/SPPK.001/2024, tanggal 31 Januari 2024,
Entitas mendapatkan persetujuan restrukturisasi fasilitas kredit KMK Non Revolving 1 sebesar
Rp121.400.000.000, KMK Non Revolving 2 sebesar Rp41.900.000.000, KMK Aflopend sebesar
Rp26.800.000.000 dengan jangka waktu diperpanjang sampai dengan tanggal 31 Desember 2024.
Seluruh fasilitas pinjaman tersebut dibebani bunga tahunan sebesar 8% pada tahun 2024 dan 2023, dan
dijamin dengan piutang usaha, persediaan, aset tidak lancar yang dimiliki untuk dijual serta aset tetap
tertentu Entitas (Catatan 5, 7, 11 dan 12).
15. UTANG USAHA
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
(Audited)
Lokal 43.163.681.229 53.147.896.672
Impor 62.814.266 4.162.320
Jumlah 43.226.495.495 53.152.058.992
Analisis umur utang usaha adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
(Audited)
Pihak ketiga
Belum jatuh tempo 26.618.296.519 37.346.621.711
Jatuh tempo
1 – 30 hari 8.912.336.851 7.983.042.619
31 – 60 hari 5.447.174.027 4.997.786.026
Di atas 60 hari 2.248.688.098 2.824.608.636
Jumlah 43.226.495.495 53.152.058.992
Rincian utang usaha berdasarkan mata uang adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
(Audited)
Rupiah 43.163.681.229 53.147.896.672
Dolar Amerika Serikat 62.814.266 4.162.320
Jumlah 43.226.495.495 53.152.058.992
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat jaminan yang diberikan oleh Entitas
sehubungan dengan utang usaha.
16. UTANG LAIN-LAIN
Akun ini terdiri dari:
29
Page 32
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
30 Juni 2024 31 Desember 2023
(Audited)
Pihak ketiga 587.370.061 512.453.248
Pihak berelasi (Catatan 28)
PT Langgeng Pratama Industri 235.436.444 6.154.882
Jumlah 822.806.505 518.608.130
17. BEBAN AKRUAL
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
(Audited)
Gaji dan tunjangan (Catatan 28) 38.659.932.433 33.453.613.596
Bunga (Catatan 14 dan 19) 23.997.531.208 23.772.731.202
Listrik 1.143.717.316 1.052.114.075
Bahan bakar gas 584.070.995 334.423.913
Lain-lain 294.400.686 414.123.848
Jumlah 64.679.652.638 59.027.006.634
Disajikan dalam laporan posisi keuangan sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
(Audited)
Jangka pendek 64.679.652.638 59.027.006.634
Jangka panjang - -
Jumlah 64.679.652.638 59.027.006.634
18. LIABILITAS KONTRAK
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
(Audited)
Pihak ketiga
Lokal 4.853.263.151 3.202.777.497
Ekspor 271.230.348 108.967.880
Sub-jumlah 5.124.493.499 3.311.745.377
Pihak berelasi (Catatan 28)
PT Langgeng Investindo - 629.879.676
Jumlah 5.124.493.499 3.941.625.053
19. UTANG JANGKA PANJANG
Utang Bank
30
Page 33
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
(Audited)
Utang bank jangka panjang
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
Kredit Modal Kerja Aflopend 25.600.000.000 26.800.000.000
Dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun 25.600.000.000 26.800.000.000
Bagian jangka panjang - -
Pada bulan Oktober 2017, Entitas memperoleh fasilitas Kredit Modal Kerja yang merupakan konversi dari
penurunan limit Kredit Modal Kerja dengan limit sebesar Rp50.000.000.000. Fasilitas kredit ini digunakan
sebagai tambahan modal kerja. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu selama 5 (lima) tahun terhitung
mulai tanggal 26 Oktober 2017 dan dibebani bunga sebesar 8% per tahun pada tahun 2024 dan 2023.
Fasilitas ini dijamin dengan jaminan yang sama dengan fasilitas jangka pendek (Catatan 14) dan memiliki
pembatasan yang sama dengan fasilitas jangka pendek.
Pada tanggal 12 Mei 2020, Entitas mendapat persetujuan restrukturisasi terdampak Covid-19 berupa
penangguhan pembayaran angsuran dan bunga pinjaman KMK Aflopend. Kewajiban pembayaran bunga
pinjaman sebesar 5,5% dan pembayaran angsuran dari fasilitas ini ditangguhkan sampai dengan Mei 2023.
Pada tahun 2020 Entitas wajib membayar kewajiban bunga pinjaman KMK Aflopend sebesar 3,5%.
Pada tanggal 19 Mei 2021, Entitas kembali mendapatkan persetujuan restrukturisasi kredit berupa
penangguhan pembayaran angsuran KMK Aflopend sampai dengan 23 Desember 2021. Per tanggal 23
Januari 2022 dibayar kembali secara angsuran sampai dengan 23 Mei 2025. Sebagian beban bunga
ditangguhkan hasil restrukturisasi pertama dapat dibayarkan dengan skema angsuran secara prorata mulai
bulan Januari 2024 sampai dengan bulan Mei 2025 (Catatan 17).
Berdasarkan Surat Penawaran Pemberian Kredit No. CMB.TFW/SPPK.001/2024, tanggal 31 Januari 2024,
Entitas mendapatkan persetujuan restrukturisasi fasilitas kredit KMK Non Revolving 1 sebesar
Rp121.400.000.000, KMK Non Revolving 2 sebesar Rp41.900.000.000, KMK Aflopend sebesar
Rp26.800.000.000 dengan jangka waktu diperpanjang sampai dengan tanggal 31 Desember 2024
(Catatan 14).
Pada tanggal 31 Januari 2024, Entitas mendapatkan persetujuan restrukturisasi fasilitas kredit KMK Non
Revolving 1, KMK Non Revolving 2, KMK Aflopend berupa seluruh kewajiban bunga yang ditangguhkan
dibayar pada bulan Desember 2024 (Catatan 17).
Utang lain-lain
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
(Audited)
Pihak ketiga
PT BCA Finance 25.631.600 76.895.450
Dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun 25.631.600 76.895.450
Bagian jangka panjang - -
Pada tahun 2020, Entitas memperoleh fasilitas pembiayaan dalam rangka kepemilikan kendaraan dari
PT BCA Finance sebesar Rp1.914.509.600 dengan tingkat bunga sebesar 4,49% dan 6% flat per tahun
yang terutang dalam angsuran bulanan masing-masing sampai tahun 2024 dan 2023.
31
Page 34
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Fasilitas pembiayaan ini dijamin dengan aset tetap yang dibiayai dengan fasilitas ini (Catatan 12).
Utang Pihak Berelasi
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
(Audited)
Pihak berelasi (Catatan 28)
Hidayat Alim 5.140.000.000 5.140.000.000
Pangestu Alim 2.200.000.000 2.200.000.000
Jumlah 7.340.000.000 7.340.000.000
Utang kepada Hidayat Alim merupakan pinjaman modal kerja yang tidak dikenakan bunga dan tanpa
jaminan. Pinjaman ini akan dilunasi dalam 55 (lima puluh lima) kali angsuran terhitung mulai bulan Juli
2017. Pada tahun 2021, perjanjian tersebut diubah menjadi tidak memiliki jangka waktu pembayaran
pinjaman.
Utang kepada Pangestu Alim merupakan pinjaman modal kerja yang tidak dikenakan bunga dan tanpa
jaminan. Pinjaman ini akan dilunasi dalam 36 (tiga puluh enam) kali angsuran terhitung mulai bulan Januari
2019 dan sisanya akan dilunasi pada tahun keempat. Pada tahun 2021, perjanjian tersebut diubah menjadi
tidak memiliki jangka waktu pembayaran pinjaman.
20. PERPAJAKAN
a. Utang pajak
Akun ini terdiri dari:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
(Audited)
Pajak Penambahan Nilai 115.553.383.847 111.453.300.343
Pajak Penghasilan
Pasal 21 292.622.426 518.650.329
Pasal 23 2.226.203 64.757.168
Pasal 4 (2) 2.820.000 5.250.000
Jumlah 115.851.052.476 112.041.957.840
b. Pada periode yang berakhir tanggal 30 Juni 2024, Entitas telah melakukan pembayaran atas STP PPN
Maret 2016 dan Mei 2016 sebesar Rp511.031.094 dan Rp888.968.906.
Pada tahun 2023, Entitas melakukan pembayaran atas Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (“SKPKB”)
Pajak Pertambahan Nilai masa Januari sampai dengan Desember 2016, 2017 dan 2018 masing-
masing sebesar Rp530.844.174, Rp286.580.724 dan Rp2.067.575.102.
Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia, Entitas menghitung, menetapkan
dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang. Direktur Jenderal Pajak (“DJP”) dapat
menetapkan atau mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu 10 tahun sejak tanggal terutangnya
pajak atau akhir tahun 2015, mana yang lebih awal. Berdasarkan Undang Undang Perpajakan yang
berlaku sejak 2008, DJP dapat menetapkan atau mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu lima
tahun sejak tanggal terutangnya pajak.
32
Page 35
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 7 Oktober 2021, Pemerintah mengesahkan Rancangan Undang-Undang Harmonisasi
Peraturan Perpajakan (RUU HPP) menjadi UU Nomor 7 Tahun 2021 yang menetapkan, antara lain,
kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari semula 10% menjadi 11% mulai tanggal 1 April 2022
dan 12% mulai tanggal 1 Januari 2025. Selain itu, membatalkan penurunan tarif pajak penghasilan wajib
pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap dari semula turun ke 20% menjadi tetap sebesar
22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022.
c. Aset pajak tangguhan
Saldo aset pajak tangguhan – bersih sebesar Rp6.786.487.103 dan Rp4.001.104.323 masing-masing
pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023.
Berdasarkan hasil evaluasi manajemen Entitas berkeyakinan bahwa saldo aset pajak tangguhan dapat
terealisasi.
21. LIABILITAS IMBALAN KERJA
Entitas mencatat estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31
Desember 2023 berdasarkan perhitungan aktuaris yang dilakukan oleh Kantor Konsultan Aktuaria
Nurichwan, aktuaris independen, berdasarkan laporannya masing-masing bertanggal 26 Februari 2024
dan 22 Februari 2023 dengan menggunakan metode Projected Unit Credit yang mempertimbangkan
asumsi-asumsi sebagai berikut:
2023
Usia pensiun normal 55 tahun
Kenaikan gaji tahunan 5%
Bunga diskonto 6,88%
Tabel Mortalita Tabel Mortalita IV 2019
Analisis liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan yang disajikan sebagai “Estimasi Liabilitas atas
Imbalan Kerja Karyawan” di laporan posisi keuangan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023.
Beban imbalan kerja yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai
berikut:
2023
Beban jasa kini 806.000.661
Beban bunga 680.089.159
Dampak IFRIC -
Jumlah beban imbalan kerja karyawan 1.486.089.820
Mutasi liabilitas atas imbalan kerja yang diakui di laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut:
2023
Saldo awal tahun 9.252.913.723
Beban imbalan kerja 1.486.089.820
Pembayaran (647.800.000)
Kerugian komprehensif lain 1.308.346.622
Saldo akhir tahun 11.399.550.165
33
Page 36
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Mutasi nilai kini dari liabilitas imbalan kerja adalah sebagai berikut:
2023
Saldo awal tahun 9.252.913.723
Beban jasa kini 806.000.661
Beban bunga 680.089.159
Dampak IFRIC -
Pembayaran (647.800.000)
Kerugian komprehensif lain 1.308.346.622
Saldo akhir tahun 11.399.550.165
Pada tanggal 31 Desember 2023, analisa sensitivitas atas asumsi-asumsi aktuarial adalah sebagai
berikut:
Tingkat diskonto Kenaikan gaji di masa depan
Pengaruh nilai kini Pengaruh nilai kini
atas kewajiban atas kewajiban
imbalan imbalan
Persentase pasca-kerja Persentase pasca-kerja
Kenaikan 1% 10.404.591.152 1% 12.544.664.959
Penurunan (1%) 12.534.591.672 (1%) 10.378.830.980
Pembayaran kontribusi yang diharapkan dari kewajiban imbalan kerja pada periode mendatang adalah
sebagai berikut:
2023
0 – 4 tahun 872.059.207
5 – 10 tahun 2.201.127.441
11 – 15 tahun 5.689.592.996
16 – 20 tahun 1.291.815.693
Lebih dari 20 tahun 1.344.954.828
Jumlah 11.399.550.165
Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi atas imbalan kerja tersebut telah memadai untuk menutup
liabilitas imbalan kerja Entitas.
22. MODAL SAHAM
Rincian pemegang saham Entitas dan kepemilikannya pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023,
berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Datindo Entrycom, Biro Administrasi Efek adalah sebagai berikut:
Jumlah saham
ditempatkan dan Persentase
Pemegang Saham disetor penuh kepemilikan Jumlah
Hidayat Alim (Direktur Utama) 385.649.140 38,24% 192.824.570.000
Pangestu Alim (Direktur) 302.921.271 30,04% 151.460.635.500
PT Langgeng Bahagia 179.313.291 17,78% 89.656.645.500
Kantor Pusat DJKN Direktorat
Jenderal Kekayaan Negara
Kementrian Keuangan 57.901.002 5,74% 28.950.501.000
Kosasih Koenawan (Direktur) 4.104 0,00% 2.052.000
Masyarakat 82.728.861 8,20% 41.364.430.500
Jumlah 1.008.517.669 100,00% 504.258.834.500
34
Page 37
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
23. PENJUALAN BERSIH
Rincian penjualan bersih adalah sebagai berikut:
2024 2023
Lokal
Pihak ketiga
Alat masak aluminium 126.386.885.865 134.731.078.947
Pipa PVC, fitting dan talang air 64.190.220.619 57.579.582.015
Perabotan rumah tangga plastik 49.884.864.189 55.190.646.722
Alat masak aluminium anti lengket 2.140.283.040 2.130.987.381
Sub – jumlah 242.602.253.713 249.632.295.065
Pihak berelasi (Catatan 28)
Alat masak aluminium 4.188.108.150 3.967.968.590
Perabotan rumah tangga plastik 3.178.096.153 2.579.712.048
Pipa PVC, fitting dan talang air 196.232.773 70.357.250
Alat masak aluminium anti lengket 30.447.053 101.390.713
Sub – jumlah 7.592.884.129 6.719.428.601
Ekspor
Perabotan rumah tangga plastik 438.888.967 863.788.440
Alat masak aluminium 288.431.765 -
Alat masak aluminium anti lengket 268.244.598 199.120.409
Sub – jumlah 995.565.330 1.062.908.849
Jumlah 251.190.703.172 257.414.632.515
Pada tahun 2024 dan 2023, tidak ada penjualan ke pelanggan yang melebihi 10% dari penjualan bersih.
24. BEBAN POKOK PENJUALAN
Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
2024 2023
Pemakaian bahan baku 104.701.315.148 95.305.624.080
Upah buruh langsung 49.169.614.086 43.907.947.461
Beban pabrikasi 74.325.607.807 69.907.154.641
Jumlah beban produksi 228.196.537.041 209.120.726.182
Persediaan dalam proses
Awal periode 90.134.593.883 108.588.054.027
Akhir periode (92.822.686.443) (91.693.755.929)
Beban pokok produksi 225.508.444.481 226.015.024.280
Persediaan barang jadi
Awal periode 143.748.392.833 160.120.046.961
Pembelian 1.534.088.023 1.734.308.219
Akhir periode (149.372.385.330) (160.397.107.361)
Beban pokok penjualan 221.418.540.007 227.472.272.099
35
Page 38
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Entitas membeli bahan baku dan bahan pembantu dari pihak ketiga. Pembelian yang melebihi 10% dari
total penjualan adalah sebagai berikut:
2024 % 2023 %
PT Indonesia Asahan Aluminium 47.928.588.526 19,08% 44.146.150.710 17,15%
Untuk tahun 2024 dan 2023, tidak terdapat pembelian dari pihak-pihak berelasi.
25. BEBAN PENJUALAN
Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut:
2024 2023
Pengangkutan dan beban ekspor lainnya 3.735.984.459 3.117.748.535
Pemasaran 2.422.671.754 2.401.762.535
Perjalanan dinas 1.343.127.460 1.080.280.772
Pemulihan penurunan nilai piutang (Catatan 5) (36.467.117) (159.137.000)
Lain-lain 613.125.256 661.321.330
Jumlah 8.078.441.812 7.101.976.172
26. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:
2024 2023
Gaji dan kesejahteraan karyawan 14.848.292.574 14.749.171.774
Beban umum 2.014.635.695 1.082.968.708
Beban bank 1.939.804.918 1.944.104.092
Pemeliharaan dan perbaikan 1.486.317.072 1.869.750.062
Beban pajak 1.218.356.874 1.240.935.967
Administrasi kantor 982.434.168 717.209.139
Penyusutan (Catatan 12) 933.725.234 903.445.879
Keamanan 719.608.508 721.593.863
Asuransi 681.287.181 634.425.665
Sumbangan dan jamuan 590.333.203 482.135.427
Iuran dan perijinan 322.033.852 457.117.774
Amortisasi (Catatan 13) 287.295.042 287.295.040
Telepon dan teleks 166.689.914 154.977.260
Air dan listrik 95.142.768 114.819.077
Lain-lain 442.083.141 732.577.014
Jumlah 26.728.040.144 26.092.526.741
27. RUGI SAHAM DASAR
Berikut adalah data yang digunakan untuk perhitungan rugi per saham dasar:
36
Page 39
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2024 2023
Rugi periode berjalan (11.674.541.569) (10.755.634.492)
Rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar 1.008.517.669 1.008.517.669
Rugi per saham dasar (11,58) (10,66)
28. SALDO DAN TRANSAKSI SIGNIFIKAN DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usaha, Entitas melakukan transaksi usaha dan keuangan dengan pihak-pihak berelasi.
Rincian saldo dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
a. Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Entitas melakukan transaksi penjualan masing-
masing sebesar Rp7.592.884.129 dan Rp13.832.551.133 dengan PT Langgeng Investindo (Catatan
23). Saldo piutang yang timbul dari transaksi ini disajikan sebagai “Piutang usaha – Pihak berelasi”
(Catatan 5) dalam laporan posisi keuangan yang merupakan 0,01% dari jumlah aset pada tanggal 30
Juni 2024. Saldo uang muka yang timbul dari transaksi ini disajikan sebagai “Liabilitas kontrak – Pihak
berelasi” (Catatan 18) dalam laporan posisi keuangan yang merupakan 0,13% dari jumlah liabilitas
pada tanggal 31 Desember 2023.
b. Entitas mengadakan perjanjian sewa bangunan dengan PT Langgeng Pratama Industri selama tahun
2024 dan 2023 dengan nilai sewa sebesar Rp630.000.000. Saldo yang timbul dari transaksi ini
disajikan sebagai “Utang lain-lain – Pihak berelasi” (Catatan 16) dalam laporan posisi keuangan yang
merupakan 0,05% dan 0,00% dari jumlah liabilitas masing-masing pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31
Desember 2023. Tidak terdapat pembatasan khusus sehubungan dengan perjanjian sewa tersebut.
c. Entitas memperoleh pinjaman dari Hidayat Alim dan Pangestu Alim. Pinjaman ini tanpa jaminan dan
tidak dikenakan bunga. Saldo yang timbul dari transaksi ini disajikan sebagai “Utang pihak berelasi”
(Catatan 19) dalam laporan posisi keuangan.
d. Gaji dan manfaat kesejahteraan lain untuk Dewan Komisaris dan Direksi Entitas lebih kurang sebesar
Rp8.288.680.000 pada tahun 2023. Saldo yang timbul dari transaksi ini disajikan sebagai bagian dari
“Beban akrual – Gaji dan tunjangan” (Catatan 17) dalam laporan posisi keuangan tanggal 31
Desember 2023.
Berikut ini adalah rincian transaksi berdasarkan sifat hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah
sebagai berikut:
Pihak-pihak berelasi Sifat hubungan
Dewan Komisaris dan Direksi Personil karyawan kunci
Hidayat Alim Pemegang saham dan Direktur utama Entitas
Pangestu Alim Pemegang saham dan Direktur Entitas
PT Langgeng Investindo Sebagian saham dimiliki oleh pemegang
saham yang sama
PT Langgeng Pratama Industri Sebagian saham dimiliki oleh pemegang
saham yang sama
29. LAPORAN SEGMEN
Entitas melaporkan segmen-segmen berdasarkan PSAK No. 5 berdasarkan divisi-divisi operasi berikut:
- Alat masak aluminium
- Pipa PVC, fitting dan talang air
37
Page 40
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
- Perabotan rumah tangga plastik dan lain-lain
Untuk tujuan penyajian laporan keuangan, segmen-segmen operasi tersebut telah digabungkan ke dalam
suatu operasi tunggal dengan mempertimbangkan faktor-faktor berikut:
- Segmen operasi memiliki margin laba kotor jangka panjang yang mirip;
- Sifat dari jasa dan proses yang sama; dan
- Metode yang digunakan untuk melayani jasa adalah sama.
Informasi segmen operasi pada periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
adalah sebagai berikut:
Alat masak Pipa PVC, fitting Perabotan rumah
30 Juni 2024 aluminium dan talang air tangga plastik Lain-lain Jumlah
Penjualan
Pihak ketiga 126.675.317.630 64.190.220.619 50.323.753.156 2.408.527.638 243.597.819.043
Pihak berelasi 4.188.108.150 196.232.773 3.178.096.153 30.447.053 7.592.884.129
Jumlah penjualan 130.863.425.780 64.386.453.392 53.501.849.309 2.438.974.691 251.190.703.172
Laba kotor segmen
dilaporkan 5.059.011.283 7.231.499.519 16.744.930.903 736.721.460 29.772.163.165
Beban penjualan (4.208.645.293) (2.070.706.482) (1.720.651.167) (78.438.870) (8.078.441.812)
Beban umum dan
administrasi (26.728.040.144)
Beban keuangan (9.554.440.992)
Penghasilan lain-lain 128.835.434
Rugi sebelum manfaat
(beban) pajak (14.459.924.349)
Aset dan liabilitas
Aset
Aset segmen 175.133.371.771 155.711.758.496 154.113.633.206 49.963.101.399 534.921.864.872
Aset tidak dialokasikan 137.651.305.325
Jumlah aset 672.573.170.197
Liabilitas
Liabilitas segmen 7.755.278.616 1.481.679.862 2.030.187.022 132.404.665 11.399.550.165
Liabilitas tidak
dialokasikan 495.836.434.052
Jumlah liabilitas 507.235.984.217
Informasi segmen
lainnya
Penyusutan 3.460.412.919 4.575.640.865 722.860.764 23.403.401 8.782.317.949
Penerimaan kas dari
pelanggan 139.958.619.381 68.861.403.176 57.220.303.679 2.608.486.889 268.648.813.125
Pembayaran kas kepada:
Pemasok dan karyawan (264.221.010.631)
Lain-lain (20.450.242.795)
Arus kas untuk aktivitas
operasi (16.022.440.301)
Perolehan aset tetap (77.672.111) (163.874.304) (181.823.289) (8.141.122) (431.510.826)
Arus kas untuk
aktivitas investasi (431.510.826)
Arus kas dari aktivitas
pendanaan 14.255.260.264
38
Page 41
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Alat masak Pipa PVC, fitting Perabotan rumah
31 Desember 2023 aluminium dan talang air tangga plastik Lain-lain Jumlah
Penjualan
Pihak ketiga 259.908.079.395 145.949.929.578 120.655.769.790 4.611.355.965 531.125.134.728
Pihak berelasi 7.964.900.923 243.457.170 5.453.193.648 170.999.392 13.832.551.133
Jumlah penjualan 267.872.980.318 146.193.386.748 126.108.963.438 4.782.355.357 544.957.685.861
Laba kotor segmen
dilaporkan 10.282.260.587 15.673.526.233 38.132.485.726 1.415.786.058 65.504.058.604
Beban penjualan (8.520.592.140) (4.650.167.481) (4.011.315.517) (152.118.737) (17.334.193.875)
Beban umum dan
administrasi (57.184.433.352)
Rugi penjualan aset
tetap (349.334.668)
Beban keuangan (19.539.945.890)
Penghasilan (beban)
lain-lain 1.402.232.365
Rugi sebelum
manfaat (beban)
pajak (27.501.616.816)
Aset dan liabilitas
Aset
Aset segmen 179.175.816.957 160.972.292.480 149.108.912.422 50.072.622.011 539.329.643.870
Aset tidak dialokasikan 128.640.135.831
Jumlah aset 667.969.779.701
Liabilitas
Liabilitas segmen 7.500.599.085 1.583.168.863 2.172.482.533 143.299.684 11.399.550.165
Liabilitas tidak
dialokasikan 479.558.501.987
Jumlah liabilitas 490.958.052.152
Informasi segmen
lainnya
Penyusutan 6.818.473.921 8.895.357.425 1.530.793.519 43.611.529 17.288.236.394
Penerimaan kas dari
pelanggan 284.797.242.545 155.429.910.754 134.076.550.030 5.084.505.413 579.388.208.742
Pembayaran kas
kepada:
Pemasok dan karyawan (534.286.241.187)
Lain-lain (37.359.327.103)
Arus kas dari
aktivitas operasi 7.742.640.452
Perolehan aset tetap (463.022.091) (1.196.344.644) (395.838.780) - (2.055.205.515)
Lain-lain 978.430.412
Arus kas untuk
aktivitas investasi (1.076.775.103)
Arus kas untuk
aktivitas pendanaan (3.941.223.207)
Segmen Geografis
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Benua
Asia 251.160.836.212 543.504.638.210
Timur tengah - 1.047.545.981
Lain-lain 29.866.960 405.501.670
Jumlah penjualan 251.190.703.172 544.957.685.861
39
Page 42
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
30. IKATAN
Rekening giro Entitas pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Surabaya diblokir sebagai jaminan atas
penggunaan gas negara dan jaminan untuk keperluan pembelian bahan baku industri produk aluminium
dan plastik. Pada tanggal 30 Juni 2024, jumlah saldo rekening yang diblokir masing-masing sebesar
US$11.133 (setara dengan Rp182.806.783) dan Rp971.029.968. Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah
saldo rekening yang diblokir masing-masing sebesar US$11.871 (setara dengan Rp183.006.419) dan
Rp3.456.257.409 yang dicatat sebagai “Aset Lancar Lainnya” pada laporan posisi keuangan (Catatan 10).
31. KELANGSUNGAN USAHA
Kegiatan usaha Entitas telah dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global saat ini dan persaingan dengan
entitas yang memiliki usaha sejenis yang mengakibatkan Entitas mengalami rugi tahun berjalan dan defisit
yang signifikan dan berulang pada tahun 2024. Peristiwa atau kondisi tersebut menimbulkan keraguan
signifikan atas kemampuan Entitas untuk mempertahankan kelangsungan usahanya.
Dalam memberikan respon terhadap kondisi ekonomi tersebut di atas, untuk tahun 2024, manajemen
Entitas tetap berhati-hati (prudent) dalam mengelola dan menjalankan operasi Entitas dengan mengambil
langkah-langkah sebagai berikut:
- Melakukan investasi dapur baru divisi aluminium dengan kapasitas yang lebih besar agar dapat
memenuhi permintaan pasar yang masih tinggi.
- Melakukan re-layout dan perbaikan bengkel divisi pipa fitting agar dapat memberikan hasil yang lebih
baik.
- Masih terus melakukan peningkatan perawatan mesin semua divisi agar dapat memberikan hasil
produksi yang lebih maksimal dan efisien.
- Melakukan pemisahan mould base matras fitting. Jika sebelumnya, 1 mould base untuk beberapa
matras, saat ini 1 mould base hanya untuk 1 matras. Dengan pemisahan tersebut hasil produksi lebih
presisi, efisien dan bisa menurunkan tingkat afalan.
- Proses pembuatan aksesoris fitting diperbaharui sehingga dapat memberikan hasil yang lebih
maksimal, presisi dan efisien.
- Terus berupaya melakukan pengurangan CT (Cycle Time) proses injection dan blowing pada divisi
plastik.
- Aktif melakukan pengawasan kerja, terus melakukan evaluasi dan perbaikan untuk mendukung proses
produksi yang lebih baik dan efisien.
- Efisiensi kerja di semua divisi, pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia), penambahan unit
bengkel dan alat kerja, penambahan dan peremajaan prasarana pendukung produksi, penggunaan
mesin yang mendukung efisiensi proses produksi, engineering dan mesin automatisasi.
- Terus berupaya pada peningkatan produktivitas karyawan agar dapat berdampak positif pada
penghematan biaya produksi.
- Kontrol kualitas yang ketat mulai dari penerimaan bahan baku hingga uji kelayakan hasil produksi.
- Terus berupaya mengembangkan pasar untuk mendukung peningkatan penjualan di semua divisi
sehingga semakin dapat memperbaiki kinerja Entitas.
- Meningkatkan komunikasi dengan para pelanggan untuk menjaring perubahan selera konsumen serta
perbaikan mutu secara berkesinambungan.
- Aktif mengikuti tender-tender atau proyek-proyek pemerintahan yang diadakan oleh PU Cipta Karya,
PU BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai), PDAM, dan Proyek Pamsimas.
- Secara periodik berkeliling ke daerah-daerah di luar pulau untuk menggali informasi proyek dan
kebutuhan lainnya akan produk-produk yang dimiliki Entitas.
- Entitas berpeluang besar dalam menangkap potensi pasar yang masih luas mengingat jaringan
distribusi yang sudah cukup merata secara nasional dan ditunjang dengan merek-merek yang cukup
dikenal karena kualitas dan inovasinya.
Laporan keuangan disusun berdasarkan asumsi bahwa Entitas akan tetap melanjutkan kelangsungan
usaha. Untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Entitas telah
mengalami rugi masing-masing sebesar Rp11.674.541.569 dan Rp27.931.148.738 dan mengalami defisit
masing-masing sebesar 333.410.232.726 dan Rp321.735.691.155.
40
Page 43
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
32. MANAJEMEN PERMODALAN
Struktur permodalan Entitas adalah sebagai berikut:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Jumlah Persentase Jumlah Persentase
Jangka pendek 488.189.540.176 72,59% 472.218.501.987 70,69%
Jangka panjang 19.046.444.041 2,83% 18.739.550.165 2,81%
Liabilitas 507.235.984.217 75,42% 490.958.052.152 73,50%
Ekuitas 165.337.185.980 24,58% 177.011.727.549 26,50%
Jumlah 672.573.170.197 100,00% 667.969.779.701 100,00%
Tujuan pengelolaan modal Entitas adalah untuk pengamanan kemampuan Entitas dalam melanjutkan
kelangsungan usaha agar dapat memberikan manfaat bagi pemegang saham dan pihak berkepentingan
lainnya serta mempertahankan struktur permodalan yang optimum untuk meminimalkan biaya modal.
Secara periodik, Entitas melakukan valuasi utang untuk menentukan kemungkinan refinancing utang yang
ada dengan utang baru yang lebih efisien yang akan mengarah pada biaya utang yang lebih optimal.
Selain harus memenuhi persyaratan pinjaman, Entitas juga harus mempertahankan struktur
permodalannya pada tingkat yang tidak berisiko terhadap peringkat kreditnya dan setara dengan
pesaingnya.
Rasio utang terhadap ekuitas (dengan membandingkan utang yang dikenai bunga terhadap jumlah
ekuitas) adalah rasio yang diawasi oleh manajemen untuk mengevaluasi struktur permodalan Entitas dan
menelaah efektivitas utang Entitas.
Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, rasio gearing masing-masing sebesar 1,53 dan 1,34.
33. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL
Aktivitas Entitas mengandung berbagai macam risiko-risiko keuangan antara lain: risiko mata uang, risiko
suku bunga, risiko harga, risiko kredit dan risiko likuiditas. Kebijakan manajemen risiko keuangan yang
dijalankan oleh Entitas adalah sebagai berikut:
i. Risiko Nilai Tukar Mata Uang
Risiko nilai tukar mata uang adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa mendatang dari suatu
instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar mata uang asing. Instrumen
keuangan Entitas yang mempunyai potensi atas risiko nilai tukar mata uang terutama terdiri dari:
30 Juni 2024 31 Desember 2023
Mata uang Ekuivalen Mata uang Ekuivalen
asing rupiah asing rupiah
Aset
Kas dan bank
RMB 30.503 68.909.022 RMB 9.178 19.913.231
US$ 2.548 41.848.754 US$ 3.751 57.832.045
Euro 87 1.518.426 Euro 87 1.482.568
SG$ 110 1.330.519 SG$ 110 1.288.280
MYR 142 492.684 MYR 142 473.260
HK$ 163 342.777 HK$ 11.283 22.258.087
41
Page 44
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Mata uang Ekuivalen Mata uang Ekuivalen
asing rupiah asing rupiah
Aset lancar lainnya US$ 11.133 182.806.783 US$ 11.871 183.006.419
Jumlah 297.248.965 286.253.890
Liabilitas
Utang usaha US$ 3.825 62.814.266 US$ 270 4.162.320
Beban akrual US$ 35.569 584.070.995 US$ 21.693 334.423.913
Jumlah 646.885.261 338.586.233
Liabilitas − bersih (349.636.296) (52.332.343)
Entitas melakukan kebijakan dengan mengupayakan aset dalam mata uang asing selalu tersedia atau
cukup untuk melunasi liabilitas mata uang asing.
Manajemen memandang belum perlu melakukan lindung nilai karena risiko yang timbul dari fluktuasi
mata uang asing dapat diminimalisasikan dengan pengaturan arus kas yang cukup untuk memenuhi
seluruh liabilitas dalam mata uang asing.
Pada tanggal 30 Juni 2024, jika nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing menurun/meningkat
sebanyak 2% dengan semua variabel konstan, rugi sebelum pajak untuk tahun yang berakhir pada
tanggal tersebut lebih rendah/tinggi sebesar Rp18.882.685 terutama sebagai akibat
kerugian/keuntungan translasi kas dan bank, aset lancar lainnya, utang usaha dan beban akrual.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jika nilai tukar Rupiah terhadap mata uang asing menurun/meningkat
sebanyak 2% dengan semua variabel konstan, rugi sebelum pajak untuk tahun yang berakhir pada
tanggal tersebut lebih rendah/tinggi sebesar Rp12.496.802 terutama sebagai akibat
kerugian/keuntungan translasi kas dan bank, aset lancar lainnya, utang usaha dan beban akrual.
ii. Risiko Suku Bunga
Risiko suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu instrumen
keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku bunga pasar. Entitas memiliki risiko bunga karena
Entitas memiliki pinjaman.
Eksposur risiko tingkat bunga Entitas timbul terutama dari pinjaman yang diperoleh dari utang bank dan
utang bank jangka panjang yang diperoleh dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Entitas memandang
tingkat suku bunga utang bank sangat kompetitif. Entitas selalu aktif melakukan telaah atas pinjaman
yang diberikan oleh bank.
Untuk mengukur risiko pasar atas pergerakan suku bunga, Entitas melakukan analisa pada pergerakan
marjin suku bunga dan pada profil jatuh tempo aset dan liabilitas berdasarkan jadwal perubahan suku
bunga.
Pada tanggal laporan posisi keuangan, profil instrumen keuangan Entitas yang dipengaruhi bunga
adalah:
2024 2023
Instrumen dengan bunga tetap
Liabilitas keuangan 25.631.600 76.895.450
Instrumen dengan bunga
mengambang
Aset keuangan 3.930.635.507 10.161.239.126
Liabilitas keuangan 257.885.394.833 243.460.349.888
Jumlah liabilitas (253.954.759.326) (233.299.110.762)
42
Page 45
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Pada tanggal 30 Juni 2024, jika tingkat bunga atas pinjaman lebih tinggi/rendah 2% dan variabel lain
dianggap tetap, rugi sebelum pajak untuk tahun berjalan akan lebih tinggi/rendah sebesar
Rp5.013.457.447.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jika tingkat bunga atas pinjaman lebih tinggi/rendah 2% dan variabel
lain dianggap tetap, rugi sebelum pajak untuk tahun berjalan akan lebih tinggi/rendah sebesar
Rp4.898.001.725.
Kenaikan tingkat suku bunga di atas pada akhir tahun akan mempunyai efek yang berkebalikan dengan
nilai yang sama dengan penguatan tingkat suku bunga, dengan dasar variabel lain tetap konstan.
Perhitungan kenaikan dan penurunan tingkat suku bunga dalam basis poin didasarkan pada kenaikan
dan penurunan tingkat suku bunga Bank Indonesia pada tahun yang bersangkutan.
iii. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko dimana posisi arus kas Entitas menunjukkan pendapatan jangka pendek
tidak cukup untuk menutupi pengeluaran jangka pendek.
Eksposur risiko likuiditas Entitas timbul terutama dari persyaratan pendanaan untuk membayar
kewajiban dan mendukung kegiatan usaha. Entitas menerapkan manajemen risiko likuiditas yang
berhati-hati dengan mempertahankan saldo kas yang cukup yang berasal dari penagihan hasil
penjualan dan juga dapat memperoleh dana tambahan melalui lembaga perbankan. Selain itu, Entitas
selalu melakukan pemantauan atas rasio-rasio keuangan selalu berada dalam batas-batas yang wajar.
Tabel berikut menganalisa liabilitas keuangan berdasarkan jatuh temponya pada tanggal 30 Juni 2024:
Lebih dari satu
Kurang dari tahun sampai lima
satu tahun tahun Jumlah
Liabilitas keuangan
Utang bank 257.885.394.833 - 257.885.394.833
Utang usaha 43.226.495.495 - 43.226.495.495
Utang lain-lain 848.438.105 - 848.438.105
Beban akrual 64.679.652.638 - 64.679.652.638
Utang pihak berelasi - 7.340.000.000 7.340.000.000
Liabilitas sewa 574.013.130 306.893.876 880.907.006
Jumlah 367.213.994.201 7.646.893.876 374.860.888.077
Tabel berikut menganalisa liabilitas keuangan berdasarkan jatuh temponya pada tanggal 31 Desember
2023:
Lebih dari satu tahun
Kurang dari satu tahun sampai lima tahun Jumlah
Liabilitas keuangan
Utang bank 243.460.349.888 - 243.460.349.888
Utang usaha 53.152.058.992 - 53.152.058.992
Utang lain-lain 595.503.580 - 595.503.580
Beban akrual 59.027.006.634 - 59.027.006.634
Utang pihak berelasi - 7.340.000.000 7.340.000.000
Jumlah 356.234.919.094 7.340.000.000 363.574.919.094
iv. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko kerugian keuangan yang timbul jika pelanggan Entitas gagal memenuhi
kewajiban kontraktualnya kepada Entitas. Risiko kredit terutama berasal dari piutang usaha dari
pelanggan yang timbul dari aktivitas perdagangan serta penempatan rekening koran pada bank.
43
Page 46
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Risiko kredit atas penempatan rekening koran dikelola oleh manajemen sesuai dengan kebijakan
Entitas. Investasi atas kelebihan dana dibatasi untuk tiap-tiap bank dan kebijakan ini dievaluasi setiap
tahun oleh direksi. Batas tersebut ditetapkan untuk meminimalkan risiko konsentrasi kredit sehingga
mengurangi kemungkinan kerugian akibat kebangkrutan bank-bank tersebut. Nilai maksimal eksposur
adalah sebesar nilai tercatat sebagaimana diungkapkan pada Catatan 4.
Entitas selalu melakukan pemantauan kolektibilitas dan penelaahan atas masing-masing piutang
pelanggan secara berkala untuk mengantisipasi kemungkinan tidak tertagihnya piutang dan melakukan
pembentukan cadangan dari hasil penelaahan tersebut. Maksimum risiko kredit yang dihadapi oleh
Entitas kurang lebih sebesar nilai tercatat bersih dari piutang usaha sebagaimana ditunjukkan dalam
Catatan 5. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan
atas piutang usaha.
v. Risiko Harga
Risiko harga adalah risiko fluktuasi nilai instrumen keuangan sebagai akibat perubahan harga pasar.
Entitas memiliki risiko harga terutama karena investasi yang diklasifikasikan dalam kelompok tersedia
untuk dijual.
Eksposur risiko terkait dengan harga komoditi internasional dapat mempengaruhi kesinambungan
produksi Entitas. Entitas dapat mengantisipasi risiko tersebut melalui kebijakan harga jual produk-
produk Entitas.
34. NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN
Nilai wajar sebagai harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Nilai
wajar diperoleh dari kuotasi atau model arus kas diskonto.
Nilai tercatat dan nilai wajar pada instrumen keuangan pada 30 Juni 2024 adalah sebagai berikut:
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset keuangan lancar
Kas dan bank 4.748.769.301 4.748.769.301
Piutang usaha
Pihak ketiga 122.965.713.418 122.965.713.418
Pihak berelasi 70.930.375 70.930.375
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 458.477.750 458.477.750
Aset lancar lainnya 1.153.836.751 1.153.836.751
Aset keuangan tidak lancar
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 25.000.000 25.000.000
Liabilitas keuangan jangka
pendek
Utang bank 232.285.394.833 232.285.394.833
Utang usaha
Pihak ketiga 43.226.495.495 43.226.495.495
Utang lain-lain
Pihak ketiga 587.370.061 587.370.061
Pihak berelasi 235.436.444 235.436.444
Beban akrual 64.679.652.638 64.679.652.638
Liabilitas sewa 574.013.130 574.013.130
44
Page 47
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Bagian utang jangka panjang yang jatuh
tempo dalam satu tahun:
Utang bank 25.600.000.000 25.600.000.000
Utang lain-lain 25.631.600 25.631.600
Liabilitas keuangan jangka panjang
Utang jangka panjang
Utang pihak berelasi 7.340.000.000 7.340.000.000
Liabilitas sewa 306.893.876 306.893.876
Nilai tercatat dan nilai wajar pada instrumen keuangan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset keuangan lancar
Kas dan bank 6.952.387.281 6.952.387.281
Piutang usaha
Pihak ketiga 111.780.048.632 111.780.048.632
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 532.646.050 532.646.050
Aset lancar lainnya 3.639.263.828 3.639.263.828
Aset keuangan tidak lancar
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 25.325.000 25.325.000
Liabilitas keuangan jangka
pendek
Utang bank 216.660.349.888 216.660.349.888
Utang usaha
Pihak ketiga 53.152.058.992 53.152.058.992
Utang lain-lain
Pihak ketiga 512.453.248 512.453.248
Pihak berelasi 6.154.882 6.154.882
Beban akrual 59.027.006.634 59.027.006.634
Bagian utang jangka panjang yang jatuh
tempo dalam satu tahun:
Utang bank 26.800.000.000 26.800.000.000
Utang lain-lain 76.895.450 76.895.450
Liabilitas keuangan jangka panjang
Utang jangka panjang
Utang pihak berelasi 7.340.000.000 7.340.000.000
Nilai wajar mendekati nilai tercatatnya, karena akan jatuh tempo dalam jangka pendek.
35. PENGUNGKAPAN TAMBAHAN ATAS LAPORAN ARUS KAS
Aktivitas non-kas
Informasi pendukung laporan arus kas sehubungan dengan aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas
adalah sebagai berikut:
45
Page 48
PT LANGGENG MAKMUR INDUSTRI Tbk
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN (Lanjutan)
Untuk Periode Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2024
Dengan Angka Pembanding Tahun 2023
(Disajikan dalam Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)
2024 2023
Penambahan aset tetap yang berasal dari
reklasifikasi aset dalam penyelesaian
(Catatan 12) 830.107.290 1.897.393.557
36. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (“PSAK”) DAN INTERPRETASI STANDAR
AKUNTANSI KEUANGAN (“ISAK”) BARU REVISI
Penerapan amendemen standar yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2023, yang relevan dengan operasi
Entitas, namun tidak menimbulkan perubahan substansial terhadap kebijakan akuntansi Entitas dan tidak
memiliki efek yang material atas jumlah yang dilaporkan atas tahun berjalan atau tahun sebelumnya adalah
sebagai berikut:
- Amendemen PSAK No. 1, “Penyajian Laporan Keuangan” tentang pengungkapan kebijakan akuntansi;
- Amendemen PSAK No. 16, “Aset Tetap” tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan;
- Amendemen PSAK No. 25, “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan”
tentang definisi estimasi akuntansi;
- Amendemen PSAK No. 46, “Pajak Penghasilan” tentang aset dan liabilitas yang timbul dari transaksi
tunggal.
Standar dan interpretasi standar akuntansi baru tertentu telah dikeluarkan tetapi tidak wajib diterapkan
pada tahun yang berakhir 31 Desember 2023 dan belum diterapkan secara dini oleh Entitas. Entitas telah
mengkaji dampak dari standar dan interpretasi tersebut sebagaimana dijabarkan di bawah ini:
Efektif 1 Januari 2024:
- Amendemen PSAK 1, “Penyajian Laporan Keuangan” tentang klasifikasi liabilitas;
- Amendemen PSAK 1, “Penyajian Laporan Keuangan” tentang liabilitas jangka panjang dengan
kovenan;
- Amendemen PSAK 10, "Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing" tentang Kekurangan Ketertukaran;
- Amendemen PSAK 73, “Sewa” tentang transaksi jual dan sewa balik.
Pada tanggal penerbitan laporan keuangan, Entitas masih mempelajari dampak yang mungkin timbul dari
penerapan amandemen tersebut serta pengaruhnya pada laporan keuangan.
Efektif sejak tanggal 1 Januari 2024, referensi terhadap masing-masing PSAK dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (“ISAK”) akan diubah sebagaimana diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK-IAI”) pada tanggal 22 November 2023.
46
Names mentioned 30 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Kho Boen Tian
p.8
unresolved
org
PT Langgeng Jaya Plastic Industry Ltd.
p.8
unresolved
org
PT Langgeng Makmur Plastic Industry Ltd. Akta
p.8
unresolved
org
Menteri Kehakiman
p.8
unresolved
person
Adam Kasdarmadji
p.8
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.8
unresolved
person
Sitaresmi Puspadewi Subianto
p.8
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.8
unresolved
person
Dyah Ambarwaty Setyoso
p.9
unresolved
org
Bank Indonesia
p.10 ×2
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat
p.23
unresolved
org
PT Langgeng Investindo
p.24 ×4
unresolved
org
KJPP Dasa’at
p.29
unresolved
org
Yudistira & Rekan
p.29
unresolved
org
PT Langgeng Pratama Industri
p.32 ×3
unresolved
org
PT BCA Finance
p.33 ×2
unresolved
org
PT Datindo Entrycom
p.36
unresolved
—
Kementrian
p.36
unresolved
org
PT Indonesia Asahan Aluminium
p.38
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.
Other files in this announcement 7
SPD 30 Juni 2024.pdf
done
FinancialStatement-2024-II-LMPI.xlsx
done
inlineXBRL.zip
done
instance.zip
done