Skip to content
Back to announcement

YPAS Lap Keu 30 Juni2024.pdf

Financial statement Text extracted YPAS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 54

Page 1
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK

LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(MATA UANG RUPIAH INDONESIA)
Page 2
                     PT. YANAPRIMA HASTA PERSADA TbK.
                     ,rxrrra     :GE UNCGI EAII.IIAL ITAIII
                                                                                                               ISO
                                  ,LE Lllslrlraa Drarx-t xav. t{xIUNING.ANrtXUl
I        I                        ,axat al,r- tNDot{tga                                                       9001:2015
                                  TEL@'Iln r+lr5-ra tll E)Inaz
                     arDoArro    :,LIAEI W I{ DlEACUaBacf I.itac
I
                                  srDO rp .Ir4rarrx-tNDoNrga                                           cERnacatE No : 36t59
                                  rgL @)rcrtlroi rFrrt.,z?t
                                  EIAIL -L.arEq!li6
                                        6Hd.orEd....a

                                      SURAT PERNYATAAN DIREKSI
                     TENTANG TANGGUI{G          ATAS IJAPORAI{ KEUAI{GAT{
                               TANGGAL 30'AWAB
                                           JUNI 2024 DAN 2023
             UNTUK PERIODE 6 (ENAH) BUI.AN YANG BERAKHIR PADA TAI{GGAL TERSEBUT
                                 PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK

    Kami, yang bertanda-tangan di bawah ini

    1         Nama                 JAP IRWAN SUSANTO
              Alamat Kantor        Gedung Graha Irama, Lantai 2-E
                                   Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-1, Kav. 0U02
                                   Jakarta Selatan
              Alamat Rumah         Bintang Graha Family V, Blok 0-135
                                   RT.003 RW.011, Babatan, Wiyung, Surabaya
              Jabatan              Direktur Utama

    2.        Nama                 RINAWATI
              Alamat Kantor        Gedung Graha Irama, Lantai 2-E
                                   ll. H.R. Rasuna Said Blok X-1, Kav. 0U02
                                   lakarta Selatan
              Alamat Rumah         Babatan Pratama 28/W-80
                                   RT.006 RW.008, Babatan, Wiyung, Surabaya
              Jabatan              Dlrektur Keuangan


    Menyatakan bahwa:
    1.        Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan PT Yanaprima Hastapersada Tbk.

    2.        Laporan keuangan PT Yanaprima Hastapersada Tbk telah disusun dan disaiikan sesuai dengan
              Standar Akuntansi Keuangan dl Indonesia dan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan
              Lembaga Keuangan (MPEPAM-LK) terkait'

    3. a. Semua informasi dalam laporan keuangan PT Yanaprima Hastapersada Tbk telah dimuat
          secara lengkap dan benar;
       b. Laporan keuangan PT Yanaprima HastapeBada Tbk tidak mengandung informasi atau fakta
                  material yang tidak benar dan tidak menghilangkan informasi atau fakta material.

    4.        Kami bertanggung jawab atas sistem pengendalian internal dalam PT Yanaprima Hastapersada Tbk.

    Demikian Pemyataan ini dibuat dengan sebenarnya'


                                                          29 luli 2024
                                               lakarta, ..-..-..


                                                            wE
                                                            '
                                                            ratrrm,rt
                                                               TEMPTL
                                                       AF

                                       RINAWAT]                              AN SUSANTO
                                    Direktur                             Direktur Utama
Page 3
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUINI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)




                                      DAFTAR ISI

                                                                    Halaman


Laporan Posisi Keuangan …………………………………………………………………….                    1-2

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain …………………………………         3

Laporan Perubahan Ekuitas …………………………………………………………………..                     4

Laporan Arus Kas ………………………………………………………………………………                           5

Catatan atas Laporan Keuangan ……………………………………………………………..               6 - 51



                                 **************************
Page 4
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                         Catatan           30 Juni 2024        31 Desember 2023
ASET

ASET LANCAR
Kas dan bank                                                  2d, 4           2.614.206.170        1.985.478.914
Piutang usaha
    Pihak berelasi                                         2e, 2f,
                                                          5, 6, 12            1.971.846.348        1.438.166.400
    Pihak ketiga - bersih                                2e, 5, 12           86.800.207.907       89.831.038.543
Piutang lain-lain - pihak ketiga                                                256.961.111          198.965.261
Persediaan - bersih                                      2g, 7, 12           71.838.035.397       64.555.399.071
Pajak dibayar dimuka                                       2q, 14                         -          551.620.566
Biaya dibayar di muka                                           2h              446.434.671            8.515.097
Uang muka pembelian                                              8            4.939.109.558        2.297.090.796
Jumlah Aset Lancar                                                         168.866.801.162       160.866.274.648


ASET TIDAK LANCAR
Uang muka pembelian aset tetap                                    9                       -          266.267.850
Aset pajak tangguhan - bersih                                2q, 14           1.825.449.332        1.629.336.494
                                                         2i, 2j, 2k,
Aset tetap - bersih                                           9, 12        101.372.429.326       104.711.356.601
Taksiran klaim pajak penghasilan                             2q, 14          4.197.148.986         7.334.597.457
Aset hak-guna - bersih                                       2u, 10            184.212.135           221.054.563
Aset tidak lancar lain-lain                                      11            600.000.000           600.000.000
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                   108.179.239.779       114.762.612.965
JUMLAH ASET                                                                277.046.040.941       275.628.887.613




                              Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
                            yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                          1
Page 5
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                         Catatan           30 Juni 2024        31 Desember 2023
LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                          12         75.000.000.000       70.000.000.000
Utang usaha
    pihak ketiga                                                 13          11.096.774.450       11.578.026.168
    pihak berelasi                                        2f, 6, 13             414.839.501          907.345.806
Utang pajak                                                 2q, 14              378.411.859           36.378.804
Beban harus dibayar                                              15           3.128.437.849        4.003.254.299
Uang muka dari pelanggan                                    2n, 19            1.208.054.042          587.438.167
Liabilitas sewa jangka pendek                               2u, 10               71.368.535           78.317.493
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                      2p, 15            6.531.495.584        6.227.358.414
Utang pembelian aset tetap                                        9             943.500.000                    -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                              98.772.881.820       93.418.119.151

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas sewa jangka panjang                                2u, 10            115.112.353          142.737.070
Utang pihak berelasi                                            2f, 6        50.000.000.000       50.000.000.000
Estimasi liabilitas atas imbalan kerja
    karyawan                                                  2p, 23          4.157.407.162        3.656.638.617
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                             54.272.519.515       53.799.375.687
Jumlah Liabilitas                                                          153.045.401.335       147.217.494.838


EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham
    Modal dasar - 2.000.000.000 saham
    Modal ditempatkan dan disetor penuh -
        668.000.089 saham                                         16         66.800.008.900       66.800.008.900
Tambahan modal disetor - bersih                               2s, 17         28.054.021.637       28.054.021.637
Saldo laba
    Telah ditentukan penggunaannya
        untuk dana cadangan umum                                             14.000.000.000       14.000.000.000
    Belum ditentukan penggunaannya                                           15.146.609.069       19.557.362.238
Jumlah Ekuitas                                                             124.000.639.606       128.411.392.775
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                              277.046.040.941       275.628.887.613




                              Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
                            yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                          2
Page 6
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                                             2024                     2023
                                                      Catatan            (Enam Bulan)             (Enam Bulan)
PENJUALAN BERSIH                                    2f, 2n, 6, 19         153.439.756.998         168.782.250.032

BEBAN POKOK PENJUALAN                               2f, 2n, 6, 20        (144.483.306.817 )       (151.639.265.994)
LABA BRUTO                                                                   8.956.450.181         17.142.984.038
BEBAN USAHA
Beban penjualan                                              2n, 21         (4.521.973.673 )        (4.565.352.873)
Beban umum dan administrasi                                  2n, 21         (7.978.323.762 )        (9.496.654.485)
Jumlah beban usaha                                                         (12.500.297.435 )       (14.062.007.358)
LABA (RUGI) USAHA                                                           (3.543.847.254 )        3.080.976.680

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Beban keuangan                                               2n, 22           (964.018.213 )        (3.661.090.795)
Laba penjualan aset tetap                                         9                      -             361.513.514
Selisih kurs - bersih                                            2o             54.406.769               9.483.693
Pendapatan bunga                                                 2n              4.673.653                 481.455
Lain-lain - bersih                                               2n            135.548.478              19.760.532
Beban lain-lain - bersih                                                      (769.389.313 )        (3.269.851.601)
RUGI SEBELUM MANFAAT
PAJAK PENGHASILAN                                                           (4.313.236.567 )          (188.874.921)
MANFAAT PAJAK PENGHASILAN                                    2q, 14
Pajak tangguhan                                                                131.514.361            761.865.309
Manfaat Pajak Penghasilan                                                      131.514.361            761.865.309
LABA (RUGI) PERIODE BERJALAN                                                (4.181.722.206 )          572.990.388
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang Tidak akan Direklasifikasi
    ke Laba Rugi
Keuntungan (kerugian) aktuarial
    atas program imbalan pasti                                                (293.629.440 )           26.316.643
Pajak penghasilan atas keuntungan (kerugian)
    aktuarial atas program imbalan pasti                                         64.598.477             (5.789.661)
Laba (Rugi) Komprehensif Lain - Setelah Pajak                                 (229.030.963 )           20.526.982
JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
PERIODE BERJALAN                                                            (4.410.753.169 )          593.517.370

LABA (RUGI) PER SAHAM                                        2r, 27                     (6,26 )               0,86




                             Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
                           yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                         3
Page 7
 q




PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                                                                               Saldo Laba
                                                               Tambahan
                                                              Modal Disetor -           Belum Ditentukan        Telah Ditentukan
                                         Modal Saham             Bersih                  Penggunaannya          Penggunaannya          Jumlah            Jumlah Ekuitas


Saldo 31 Desember 2022                    66.800.008.900         28.054.021.637             11.788.451.911            14.000.000.000   25.788.451.911      120.642.482.448

Laba komprehensif lain - setelah pajak                 -                        -               20.526.982                         -      20.526.982            20.526.982

Laba periode berjalan                                  -                        -              572.990.388                         -     572.990.388           572.990.388

Saldo 30 Juni 2023                        66.800.008.900         28.054.021.637             12.381.969.281            14.000.000.000   26.381.969.281      121.235.999.818


Saldo 31 Desember 2023                    66.800.008.900         28.054.021.637             19.557.362.238            14.000.000.000   33.557.362.238      128.411.392.775

Rugi komprehensif lain - setelah pajak                 -                        -             (229.030.963 )                       -     (229.030.963)        (229.030.963)

Rugi periode berjalan                                  -                        -           (4.181.722.206 )                       -   (4.181.722.206)       (4.181.722.206)

Saldo 30 Juni 2024                        66.800.008.900         28.054.021.637             15.146.609.069            14.000.000.000   29.146.609.069      124.000.639.606




                                                     Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
                                                   yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                                                    4
Page 8
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
LAPORAN ARUS KAS
ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)



                                                                              2024                 2023
                                                      Catatan             (Enam Bulan)         (Enam Bulan)
Penerimaan kas dari pelanggan                                            156.557.523.561        177.126.777.000
Pembayaran kas kepada pemasok                                           (121.900.158.225 )     (111.501.196.761)
Pembayaran kas kepada karyawan                                           (30.557.539.381 )      (29.727.413.536)
Pembayaran beban usaha                                                    (9.396.106.546 )      (11.368.479.496)
Kas yang diperoleh dari
     (digunakan untuk) operasi                                             (5.296.280.591 )     24.529.687.207
Pembayaran beban keuangan                                                    (829.112.114 )     (3.619.872.387)
Penerimaan pajak penghasilan dan
     pajak pertambahan nilai                                                4.031.102.092        1.137.183.249
Pendapatan bunga                                                                4.673.653              481.455
Lain-lain - bersih                                                             78.873.585        1.608.004.035
Kas Bersih yang (Diperoleh dari)
     Digunakan untuk Aktivitas Operasi                                     (2.010.743.375 )     23.655.483.559

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                                            9          (2.323.262.822 )      (1.580.677.679)
Hasil penjualan aset tetap                                      9                       -           361.513.514
Kas Bersih yang Digunakan untuk
    Aktivitas Investasi                                                    (2.323.262.822 )      (1.219.164.165)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari pinjaman bank jangka pendek                   12           43.726.134.304        11.314.160.348
Pembayaran pinjaman bank jangka pendek                        12          (38.726.134.304 )     (33.898.068.679)
Pembayaran liabilitas sewa                                    10              (34.573.675 )         (33.900.269)
Kas Bersih yang Diperoleh dari (Digunakan untuk)
    Aktivitas Pendanaan                                                     4.965.426.325       (22.617.808.600)
KENAIKAN (PENURUNAN)
   BERSIH KAS DAN BANK                                                        631.420.128          (181.489.206)

DAMPAK BERSIH PERUBAHAN
NILAI TUKAR ATAS
KAS DAN BANK                                                                    (2.692.872 )           (423.795)

KAS DAN BANK AWAL PERIODE                                                   1.985.478.914          462.059.401

KAS DAN BANK AKHIR PERIODE                                                  2.614.206.170          280.146.400




                            Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian
                          yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                       5
Page 9
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


1.   UMUM

     a. Pendirian Perusahaan

        PT Yanaprima Hastapersada Tbk (“Perusahaan”) didirikan di Indonesia pada tanggal
        14 Desember 1995 berdasarkan akta Notaris Emmy Hartati Yunizar, S.H., No. 38. Akta pendirian
        tersebut telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
        No. C2-3253.HT.01.01.TH.1996 tanggal 1 Maret 1996 dan telah diumumkan dalam Berita Negara
        Republik Indonesia No. 40 tanggal 17 Mei 1996, Tambahan No. 4599. Anggaran Dasar
        Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan akta Notaris Rusnaldy,
        S.H., No. 8 tanggal 15 Mei 2015, sehubungan dengan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan,
        untuk disesuaikan dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan tahun 2014. Akta perubahan
        tersebut telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
        Indonesia melalui Surat No. AHU-AH.01.03-0939930 tanggal 11 Juni 2015.

        Sesuai anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama adalah
        bergerak dalam bidang industri karung plastik dan yang sejenisnya.

        Perusahaan berkedudukan di Jakarta, dengan kantor pusat berlokasi di Gedung Graha Irama
        Lantai 15G, Jalan H.R. Rasuna Said Blok. X/1 Kav. 1-2, Jakarta Selatan, sedangkan pabriknya,
        saat ini berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur. Perusahaan memulai kegiatan operasi komersialnya
        pada bulan Juli 1997.

        PT Hastagraha Bumipersada adalah entitas induk terakhir dari Perusahaan.

     b. Penawaran Umum Efek Saham Perusahaan

        Pada tanggal 22 Februari 2008, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan
        Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM & LK) (sekarang Otoritas Jasa
        Keuangan/OJK) dengan suratnya No. S-1109/BL/2008 untuk melakukan penawaran umum atas
        68.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham dan harga penawaran Rp 545 per
        saham serta penerbitan 68.000.000 Waran Seri I dengan harga pelaksanaan Rp 680 setiap waran
        yang menyertai saham biasa atas nama Perusahaan kepada masyarakat. Perusahaan telah
        mencatatkan seluruh sahamnya beserta waran terkait pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada
        tanggal 5 Maret 2008 (lihat Catatan 17).

     c. Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan

        Susunan anggota Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2024 dan
        31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

        Komisaris
        Komisaris Utama                       :   Alexander Tanzil
        Komisaris                             :   Santoso Wijaya
        Komisaris Independen                  :   Sri Wahjuningsih

        Direksi
        Direktur Utama                        :   Jap Irwan Susanto
        Direktur Keuangan
            (Direktur Independen)             :   Rinawati




                                                  6
Page 10
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


1.   U M U M (lanjutan)

     c. Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan (lanjutan)

        Susunan anggota komite audit Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023
        adalah sebagai berikut:

        Ketua                                 :   Sri Wahjuningsih
        Anggota                               :   Rinna Yohana
        Anggota                               :   Patricia Sulistya Riani

        Jumlah remunerasi yang diberikan kepada komisaris dan direksi Perusahaan adalah sekitar
        Rp 721 juta dan Rp 666 juta, masing-masing untuk periode 2024 dan 2023. Pada tanggal 30 Juni
        2024 dan 31 Desember 2023, jumlah karyawan tetap Perusahaan, masing-masing sejumlah 19
        orang dan 17 orang (tidak diaudit).

     d. Penyelesaian Laporan Keuangan

        Laporan keuangan telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh Direksi Perusahaan pada
        tanggal 29 Juli 2024.


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

     a. Pernyataan Kepatuhan dan Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

        Laporan keuangan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia (SAK),
        yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan Interpretasi Standar
        Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan
        Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh
        Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).

        Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan adalah selaras
        dengan kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan posisi keuangan
        Perusahan pada tanggal 31 Desember 2023 dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
        lain, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal
        30 Juni 2023, kecuali bagi penerapan beberapa SAK yang telah direvisi. Seperti diungkapkan
        dalam catatan-catatan terkait atas laporan keuangan, beberapa standar akuntansi yang telah
        direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2024.

        Perusahan telah menyusun laporan keuangan dengan dasar bahwa Perusahan akan terus
        mempertahankan kelangsungan usaha.

        Laporan keuangan, kecuali untuk laporan arus kas, disusun berdasarkan dasar akrual dengan
        menggunakan konsep harga perolehan, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan
        pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.

        Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus
        kas dalam aktivitas-aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

        Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan adalah Rupiah, yang merupakan
        mata uang fungsional Perusahaan.



                                                  7
Page 11
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     b. Perubahan Kebijakan Akuntansi

        Pada bulan November 2023, Dewan Standar Akuntasi Keuangan Ikatan Akuntansi Indonesia
        (“DSAK-IAI”) menerbitkan siaran pers mengenai perubahan penomoran PSAK dan Interpretasi
        Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) dalam Standar Akuntansi Keuangan Indonesia.
        Perusahaan telah menerapkan perubahan tersebut pada laporan keuangan pada tanggal
        1 Januari 2024.

        Dalam periode berjalan, Perusahaan telah menerapkan sejumlah amendemen/penyesuaian PSAK
        lainnya yang relevan dengan operasinya dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada
        atau setelah 1 Januari 2024. Penerapan atas PSAK revisi tidak mengakibatkan perubahan atas
        kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang
        dilaporkan pada tahun berjalan atau tahun-tahun sebelumnya.

        •      Amandemen PSAK No. 201, “Penyajian Laporan Keuangan” terkait Liabilitas Jangka Panjang
               dengan Kovenan
        •      Amendemen PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai
               Jangka Pendek atau Jangka Panjang; dan
        •      Amandemen PSAK No. 116, “Sewa” terkait Liabilitas Sewa pada Transaksi Jual dan Sewa-
               balik

        Amandemen standar-standar tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap jumlah
        yang dilaporkan di tahun berjalan atau tahun sebelumnya.

     c. Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar

        Perusahaan menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan klasifikasi
        lancar/tidak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:

        i. akan direalisasi, dijual atau digunakan dalam siklus operasi normal,
        ii. untuk diperdagangkan,
        iii. akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau kas atau setara kas kecuali
             yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi suatu liabilitas dalam
             paling lambat 12 bulan setelah periode pelaporan.

        Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.

        Suatu liabilitas disajikan jangka pendek bila:

        i.     akan dilunasi dalam siklus operasi normal,
        ii.    untuk diperdagangkan,
        iii.   akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan, atau.
        iv.    tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya selama paling tidak 12 bulan
               setelah periode pelaporan.

        Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai jangka panjang.

        Aset pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset lancar dan liabilitas pajak tangguhan
        diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.




                                                         8
Page 12
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     d. Kas dan Bank

          Kas dan bank terdiri dari kas dan penempatan di bank yang tidak dibatasi penggunaannya dan
          tanpa terjadi perubahan nilai yang signifikan, dan tidak digunakan sebagai jaminan atas pinjaman
          dan perjanjian fasilitas kredit lainnya.

     e. Piutang Usaha

          Piutang usaha disajikan dalam jumlah bersih setelah dikurangi dengan penyisihan penurunan nilai
          piutang usaha. Kebijakan akuntansi untuk penyisihan atas penurunan nilai dijabarkan dalam
          Catatan 2l.

     f.   Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi

          Perusahaan menerapkan PSAK No. 224 “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.

          Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, telah diungkapkan dalam
          catatan atas laporan keuangan.

     g. Persediaan

          Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih.
          Biaya perolehan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata bergerak. Penyisihan
          penurunan nilai persediaan dibentuk berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan persediaan
          pada akhir periode, untuk menyesuaikan nilai tercatat persediaan menjadi nilai realisasi bersih.

          Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal, dikurangi dengan
          estimasi biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.

     h. Biaya Dibayar di Muka

          Biaya dibayar di muka dibebankan sesuai masa manfaat masing-masing biaya yang bersangkutan
          dengan menggunakan metode garis lurus.

     i.   Aset Tetap

          Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan
          biaya-biaya tambahan yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan
          kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan.

          Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi
          penyusutan dan kerugian penurunan nilai.

          Pada setiap akhir periode pelaporan, taksiran masa manfaat dan metode penyusutan aset tetap
          ditelaah oleh manajemen dan jika perlu disesuaikan secara prospektif.
          Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai dengan
          maksud penggunaannya dan dihitung dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
          manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:




                                                    9
Page 13
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     i.   Aset Tetap (lanjutan)
                                                                                                    Tahun
          Bangunan dan prasarana                                                                      20
          Mesin dan peralatan                                                                       4 - 20
          Perlengkapan pabrik                                                                       4-8
          Peralatan kantor                                                                          4-8
          Kendaraan                                                                                 4-8

          Tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi karena manajemen
          berpendapat bahwa kemungkinan besar hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang
          pada saat jatuh tempo.

          Biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Usaha (“HGU”), Hak Guna
          Bangunan (“HGB”) dan Hak Pakai (“HP”) ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai
          bagian dari biaya perolehan tanah pada akun “Aset Tetap” dan tidak diamortisasi. Sementara
          biaya pengurusan atas perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah dalam bentuk HGU,
          HGB dan HP diakui pada laporan posisi keuangan dan diamortisasi sepanjang mana yang lebih
          pendek antar umur hukum hak dan umur ekonomi tanah.

          Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
          komprehensif lain pada saat terjadinya; pengeluaran dalam jumlah signifikan dan yang
          memperpanjang masa manfaat aset atau yang memberikan tambahan manfaat aset atau yang
          memberikan tambahan manfaat ekonomis dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak
          dipergunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari kelompok aset tetap yang bersangkutan dan
          laba atau rugi yang terjadi diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain pada
          periode yang bersangkutan.

     j.   Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

          Pada setiap akhir periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi suatu aset
          mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka jumlah terpulihkan diestimasi
          untuk aset individual. Jika tidak mungkin untuk mengestimasi jumlah terpulihkan aset individual,
          maka Perusahaan menentukan nilai terpulihkan dari Unit Penghasilan Kas (UPK) yang mana aset
          tercakup (aset dari UPK).

          Jumlah terpulihkan dari suatu aset (baik aset individual maupun UPK) adalah jumlah yang lebih
          tinggi antara nilai wajarnya dikurangi biaya untuk menjual dengan nilai pakainya. Jika nilai tercatat
          aset lebih besar daripada nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dianggap mengalami
          penurunan nilai dan nilai tercatat aset diturunkan menjadi sebesar nilai terpulihkannya. Rugi
          penurunan nilai diakui pada laba rugi sebagai “rugi penurunan nilai”. Dalam menghitung nilai
          pakai, estimasi arus kas masa depan neto didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat
          diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko
          spesifik atas aset.

          Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga transaksi pasar
          terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Perusahaan menggunakan model
          penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan-perhitungan ini di dikuatkan
          oleh penilaian berganda atau indikator nilai wajar lain yang tersedia.




                                                      10
Page 14
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     j.   Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan (lanjutan)

          Kerugian penurunan nilai, jika ada, diakui pada laba rugi sesuai dengan kategori biaya yang
          konsisten dengan fungsi dari aset yang diturunkan nilainya.

          Penilaian dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat indikasi bahwa rugi
          penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk suatu aset mungkin tidak ada
          lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi tersebut ada, maka entitas mengestimasi jumlah
          terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya
          untuk suatu aset dibalik hanya jika terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk
          menentukan jumlah terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui.

          Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya
          maupun jumlah tercatat, neto setelah penyusutan, seandainya tidak ada rugi yang telah diakui
          untuk aset tersebut pada periode sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laba
          rugi. Setelah pembalikan tersebut diakui sebagai laba rugi, penyusutan aset tersebut disesuaikan
          di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi, dikurang nilai
          sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.

     k. Aset Dalam Penyelesaian

          Aset dalam penyelesaian (disajikan sebagai bagian dari akun “Aset Tetap” pada laporan posisi
          keuangan) dinyatakan berdasarkan biaya perolehan. Akumulasi biaya perolehan akan
          direklasifikasi ke akun aset tetap pada saat aset tersebut telah diselesaikan dan siap untuk
          digunakan.

     l.   Instrumen Keuangan

          Instrumen keuangan adalah setiap kontrak yang memberikan aset keuangan bagi satu entitas dan
          liabilitas keuangan atau ekuitas bagi entitas lain.

          1. Aset Keuangan

             Pengakuan dan pengukuran awal

             Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori (a) aset keuangan yang
             diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, (b) aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
             melalui pendapatan komprehensif lainnya, dan (c) aset keuangan yang diukur pada biaya
             perolehan diamortisasi.

             Aset keuangan Perusahaan terdiri dari kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset
             tidak lancar lain-lain diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur dengan biaya
             diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui
             laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

             Perusahaan menggunakan 2 (dua) metode untuk mengklasifikasikan aset keuangan, yaitu
             model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan dan karakteristik arus kas
             kontraktual dari aset keuangan (“SPPI”).




                                                    11
Page 15
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     l.   Instrumen Keuangan (lanjutan)

          1. Aset Keuangan (lanjutan)

             Pengujian SPPI

             Sebagai langkah pertama dari proses klasifikasi, Perusahaan menilai persyaratan kontraktual
             keuangan untuk mengidentifikasi apakah mereka memenuhi pengujian SPPI.

             Nilai pokok untuk tujuan pengujian ini didefinisikan sebagai nilai wajar dari aset keuangan
             pada pengakuan awal dan dapat berubah selama umur aset keuangan (misalnya, jika ada
             pembayaran pokok atau amortisasi premi/diskon).

             Elemen bunga yang paling signifikan dalam perjanjian biasanya adalah pertimbangan atas
             nilai waktu dari uang dan risiko kredit. Untuk membuat penilaian SPPI, Perusahaan
             menerapkan pertimbangan dan memperhatikan faktor-faktor yang relevan seperti mata uang
             dimana aset keuangan didenominasikan dan periode pada saat suku bunga ditetapkan.

             Sebaliknya, persyaratan kontraktual yang memberikan eksposur lebih dari de minimis atas
             risiko atau volatilitas dalam arus kas kontraktual yang tidak terkait dengan dasar pengaturan
             pinjaman, tidak menimbulkan arus kas kontraktual SPPI atas jumlah saldo. Dalam kasus
             seperti itu, aset keuangan diharuskan untuk diukur pada Fair Value through Profit or Loss
             (“FVTPL”).

             Penilaian model bisnis

             Perusahaan menentukan model bisnisnya berdasarkan tingkat yang paling mencerminkan
             bagaimana Perusahaan mengelola kelompok atas keuangannya untuk mencapai tujuan
             bisnisnya.

             Model bisnis Perusahaan tidak dinilai berdasarkan masing-masing instrumennya, tetapi pada
             tingkat portofolio secara agregat yang lebih tinggi dan didasarkan pada faktor-faktor yang
             dapat diamati seperti:

             •   Bagaimana kinerja model bisnis dan aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis
                 tersebut dievaluasi dan dilaporkan kepada personel manajemen kunci;
             •   Risiko yang mempengaruhi kinerja model bisnis (dan aset keuangan yang dimiliki dalam
                 model bisnis tersebut) dan, khususnya, bagaimana cara risiko tersebut dikelola;
             •   Bagaimana manajer bisnis dikompensasi (misalnya, apakah kompensasi didasarkan pada
                 nilai wajar dari aset yang dikelola atau pada arus kas kontraktual yang tertagih);
             •   Frekuensi, nilai, dan waktu penjualan yang diharapkan, juga merupakan aspek penting
                 dari penilaian Perusahaan.

             Penilaian model bisnis didasarkan pada skenario yang diharapkan secara wajar tanpa
             mempertimbangkan skenario “worst case” atau “stress case”. Jika arus kas setelah
             pengakuan awal direalisasikan dengan cara yang berbeda dari yang awal diharapkan,
             Perusahaan tidak mengubah klasifikasi aset keuangan dimiliki yang tersisa dalam model
             bisnis tersebut, tetapi memasukkan informasi tersebut dalam melakukan penilaian atas aset
             keuangan yang baru atau yang baru dibeli selanjutnya.




                                                   12
Page 16
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     l.   Instrumen Keuangan (lanjutan)

          1. Aset Keuangan (lanjutan)

             Penilaian model bisnis (lanjutan)

             Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi jika aset keuangan dikelola
             dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan dalam rangka mendapatkan
             arus kas kontraktual dan persyaratan kontraktual dari aset keuangan yang pada tanggal
             tertentu meningkatkan arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (“SPPI”) dari
             jumlah pokok terutang.

             Pada saat pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
             diakui pada nilai wajarnya ditambah biaya transaksi dan selanjutnya diukur pada biaya
             perolehan diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif.

             Pendapatan bunga dari aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dicatat
             dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain dan diakui sebagai “Pendapatan
             Keuangan”. Ketika penurunan nilai terjadi, kerugian penurunan nilai diakui sebagai pengurang
             dari nilai tercatat aset keuangan dan diakui didalam laporan keuangan sebagai “Kerugian
             penurunan nilai”.

             Penurunan Nilai Aset Keuangan

             Perusahaan mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) atas instrumen
             utang diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau pada FVTOCI, piutang sewa, aset
             kontrak maupun kontrak jaminan keuangan.

             Pengukuran kerugian kredit ekspektasian merupakan fungsi dari probability of default, loss
             given default (yaitu besarnya kerugian jika terjadi gagal bayar) dan eksposur pada gagal
             bayar. Penilaian probability of default dan loss given default berdasarkan data historis yang
             disesuaikan dengan informasi masa depan seperti dijelaskan di atas. Adapun eksposur atas
             gagal bayar, untuk aset keuangan, diwakili oleh nilai tercatat bruto aset pada tanggal
             pelaporan; untuk kontrak jaminan keuangan, eksposur mencakup jumlah yang ditarik pada
             tanggal pelaporan, ditambah dengan jumlah yang diperkirakan akan ditarik di masa depan
             sebelum tanggal gagal bayar yang ditentukan berdasarkan tren historis, pemahaman
             Perusahaan mengenai kebutuhan pembiayaan masa depan yang spesifik dari debiturnya, dan
             informasi perkiraan masa depan lainnya yang relevan.

             ECL didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang tertuang dalam kontrak
             dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima Perusahaan, didiskontokan
             menggunakan suku bunga efektif awal. Arus kas yang diharapkan akan diterima tersebut
             mencakup arus kas dari penjualan agunan yang dimiliki atau perluasan perbaikan risiko-kredit
             lainnya yang merupakan bagian integral dari persyaratan kontrak.

             ECL diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang tidak
             mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, ECL dilakukan untuk
             kerugian kredit yang diakibatkan oleh peristiwa gagal bayar yang mungkin terjadi dalam 12
             bulan ke depan (ECL 12 bulan). Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang mengalami
             peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian dilakukan
             sepanjang sisa umurnya, terlepas dari waktu terjadinya gagal bayar (ECL sepanjang
             umurnya).

                                                   13
Page 17
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     l.   Instrumen Keuangan (lanjutan)

          1. Aset Keuangan (lanjutan)

             Penurunan Nilai Aset Keuangan (lanjutan)

             Karena piutang usaha dan aset kontrak tidak memiliki komponen pembiayaan signifikan,
             Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam perhitungan ECL. Oleh
             karena itu, Perusahaan tidak menelusuri perubahan dalam risiko kredit, namun justru
             mengakui penyisihan kerugian berdasarkan ECL sepanjang umurnya pada setiap tanggal
             pelaporan. Perusahaan membentuk matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit
             masa lampau, disesuaikan dengan perkiraan masa depan (forward-looking) atas faktor yang
             spesifik untuk debitur dan lingkungan ekonomi.

             Penghentian Pengakuan

             Suatu aset keuangan, atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari
             kelompok aset keuangan sejenis, dihentikan pengakuannya pada saat:

             a.   hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir; atau
             b.   Perusahaan mengalihkan hak kontraktual untuk menerima arus kas yang berasal dari
                  aset keuangan atau menanggung kewajiban untuk membayar arus kas yang diterima
                  tanpa penundaan yang material kepada pihak ketiga melalui suatu kesepakatan
                  penyerahan dan (i) secara substansial mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas
                  kepemilikan aset keuangan tersebut, atau (ii) secara substansial tidak mengalihkan dan
                  tidak mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan
                  tersebut, namun telah mengalihkan pengendalian atas aset keuangan tersebut.

             Ketika Perusahaan telah mengalihkan hak untuk menerima arus kas dari suatu aset atau telah
             menandatangani kesepakatan pelepasan (pass-through arrangement), dan secara substansial
             tidak mengalihkan dan tidak mempertahankan seluruh risiko dan manfaat atas aset keuangan,
             maupun tidak mengalihkan pengendalian atas aset, aset tersebut diakui sejauh keterlibatan
             berkelanjutan Perusahaan terhadap aset keuangan tersebut.

             Keterlibatan berkelanjutan yang berbentuk pemberian jaminan atas aset yang ditransfer diukur
             sebesar jumlah terendah dari jumlah tercatat aset dan jumlah maksimal dari pembayaran yang
             diterima yang mungkin harus dibayar kembali.

             Dalam hal ini, Perusahaan juga mengakui liabilitas terkait. Aset yang dialihkan dan liabilitas
             terkait diukur dengan dasar yang mencerminkan hak dan liabilitas yang masih dipertahankan
             Perusahaan.

             Pada penghentian pengkuan aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi,
             perbedaan antara nilai tercatat aset dan jumlah imbalan yang diterima dan piutang diakui
             dalam laba rugi. Selain itu, pada penghentian pengakuan investasi dalam instrumen utang
             yang diklasifikasikan sebagai FVTOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya
             diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi, direklasifikasi ke laba rugi. Sebaliknya, pada
             penghentian pengakuan investasi dalam instrumen ekuitas yang telah dipilih Grup pada
             pengakuan awal untuk diukur di FVTOCI, keuntungan atau kerugian kumulatif yang
             sebelumnya diakumulasi dalam cadangan revaluasi investasi tidak direklasifikasi ke laba rugi,
             tetapi dipindahkan ke saldo laba.


                                                    14
Page 18
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)
     l.   Instrumen Keuangan (lanjutan)
          2. Liabilitas Keuangan
             Pengakuan dan pengukuran awal
             Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar
             melalui laba rugi atau liabilitas keuangan pada biaya perolehan diamortisasi. Perusahaan
             menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
             Liabilitas keuangan awalnya diukur sebesar nilai wajarnya. Biaya transaksi yang dapat
             diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan (selain liabilitas keuangan
             yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi) ditambahkan atau dikurangkan dari nilai wajar
             liabilitas keuangan, yang sesuai, pada pengakuan awal. Biaya transaksi yang dapat
             diatribusikan secara langsung dengan perolehan liabilitas keuangan yang diukur pada nilai
             wajar melalui laba rugi langsung diakui dalam laba rugi.
             Liabilitas keuangan Perusahaan terdiri dari utang bank jangka pendek, utang usaha, beban
             harus dibayar, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, liabilitas sewa, utang pembelian aset
             tetap dan utang pihak berelasi, diklasifikasikan sebagai liabilitas keuangan yang diukur
             dengan biaya diamortisasi. Perusahaan tidak memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada
             nilai wajar melalui laba rugi.
             Pengukuran selanjutnya
             Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang dikenakan bunga diukur pada biaya
             perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode SBE.
             Pada tanggal pelaporan, akrual beban bunga dicatat secara terpisah dari pokok pinjaman
             terkait dalam bagian liabilitas jangka pendek. Keuntungan atau kerugian harus diakui dalam
             laba rugi ketika liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui proses amortisasi
             SBE.
             Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan mempertimbangkan diskonto atau premium
             atas perolehan dan komisi atau biaya yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari SBE.
             Amortisasi SBE dicatat sebagai “Beban Keuangan” dalam laba rugi.
             Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan
             diamortisasi dari liabilitas keuangan dan metode untuk mengalokasikan biaya bunga selama
             periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat
             mendiskontokan estimasi pembayaran kas masa depan (mencakup seluruh komisi dan bentuk
             lain yang dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari suku
             bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur
             liabilitas keuangan, atau (jika lebih tepat) digunakan periode yang lebih singkat untuk
             memperoleh nilai tercatat neto pada saat pengakuan awal.

             Penghentian pengakuan
             Suatu liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban yang ditetapkan
             dalam kontrak dihentikan atau dibatalkan atau kadaluwarsa.

             Ketika sebuah liabilitas keuangan ditukar dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi
             pinjaman yang sama atas persyaratan yang secara substansial berbeda, atau bila persyaratan
             dari liabilitas keuangan tersebut secara substansial dimodifikasi, pertukaran atau modifikasi
             persyaratan tersebut dicatat sebagai penghentian pengakuan liabilitas keuangan awal dan
             pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas
             keuangan tersebut diakui pada laba rugi.

                                                    15
Page 19
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     l.   Instrumen Keuangan (lanjutan)

          3. Reklasifikasi Instrumen Keuangan

             Perusahaan diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas aset keuangan yang dimiliki
             jika Perusahaan mengubah model bisnis untuk pengelolaan aset keuangan dan Perusahaan
             tidak diperkenankan untuk melakukan reklasifikasi atas liabilitas keuangan.

             Perubahan model bisnis sifatnya harus berdampak secara signifikan terhadap kegiatan
             operasional Perusahaan seperti memperoleh, melepaskan, atau mengakhiri suatu lini bisnis.
             Selain itu, Perusahaan perlu membuktikan adanya perubahan tersebut kepada pihak
             eksternal.

             Yang bukan merupakan perubahan model bisnis adalah: (a) perubahan intensi berkaitan
             dengan aset keuangan tertentu (bahkan dalam situasi perubahan signifikan dalam kondisi
             pasar), (b) hilangnya sementara pasar tertentu untuk aset keuangan, dan (c) pengalihan aset
             keuangan antara bagian dari Perusahaan dengan model bisnis berbeda.

          4. Saling Hapus dari Instrumen Keuangan

             Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya disajikan dalam
             laporan posisi keuangan jika Perusahaan memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum
             untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui; dan berintensi untuk
             menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya
             secara simultan.

             Hak saling hapus harus ada pada saat ini daripada bersifat kontinjen atas terjadinya suatu
             peristiwa di masa depan dan harus dieksekusi oleh pihak lawan, baik dalam situasi bisnis
             normal dan dalam peristiwa gagal bayar, peristiwa kepailitan, atau kebangkrutan.

     m. Pengukuran Nilai Wajar

          Nilai wajar dari aset atau liabilitas diukur dengan menggunakan asumsi yang akan digunakan
          pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku
          pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.

          Pengukuran nilai wajar dari suatu aset non-keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar
          untuk menghasilkan manfaat ekonomik dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi
          dan terbaiknya atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset
          tersebut pada penggunaan tertinggi dan terbaiknya.

          Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaan dan data yang memadai
          tersedia untuk mengukur nilai wajar, dengan memaksimalkan masukan (input) yang dapat diamati
          (observable) yang relevan dan meminimalkan masukan (input) yang tidak dapat diamati
          (unobservable).

          Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan
          dikategorikan dalam hirarki nilai wajar berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang
          signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut:




                                                   16
Page 20
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     m. Pengukuran Nilai Wajar (lanjutan)

        i) Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
             identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
        ii) Level 2 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
             signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang dapat diamati (observable) baik secara
             langsung atau tidak langsung.
        iii) Level 3 - Teknik penilaian yang menggunakan tingkat masukan (input) yang paling rendah yang
             signifikan terhadap pengukuran nilai wajar yang tidak dapat diamati (unobservable) baik secara
             langsung atau tidak langsung.

        Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Perusahaan
        menentukan apakah terdapat perpindahan antara Level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi
        ulang atas penetapan kategori (berdasarkan level masukan (input) paling rendah yang signifikan
        terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.

     n. Pengakuan Pendapatan dan Beban

        Perusahaan menerapkan PSAK 115 “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan“ yang
        mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut:

        1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
        2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-
           janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda
           ke pelanggan.
        3. Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan dan pajak
           pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas
           diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.
        4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga
           jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak.
           Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan
           berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
        5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
           barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
           barang atau jasa tersebut).

        Untuk penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan diakui,
        pada saat pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan (pada suatu titik waktu).

        Penerimaan kas dari pelanggan sehubungan dengan transaksi penjualan yang belum memenuhi
        kriteria pengakuan pendapatan, dicatat sebagai bagian dari ”Uang Muka dari Pelanggan” dalam
        laporan posisi keuangan.

        Pengakuan beban

        Beban diakui pada saat terjadinya (asas akrual).

     o. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

        Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi
        dilakukan. Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang
        asing disesuaikan ke dalam Rupiah berdasarkan kurs rata-rata Bank Indonesia yang berlaku pada
        tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi, dikreditkan atau dibebankan pada laba rugi
        periode berjalan.

                                                   17
Page 21
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     o. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing (lanjutan)

        Pada tanggal laporan posisi keuangan, kurs rata-rata dari mata uang asing yang digunakan
        adalah sebagai berikut:

        Mata Uang Asing                                          30 Juni 2024         31 Desember 2023
        Dolar Amerika Serikat (US$) 1                                   16.421,00              15.416,00
        Euro Eropa (EUR) 1                                              17.554,06              17.139,52

     p. Imbalan Kerja Karyawan

        Imbalan kerja jangka pendek

        Perusahaan mengakui liabilitas imbalan kerja jangka pendek ketika jasa diberikan oleh karyawan
        dan imbalan atas jasa tersebut akan dibayarkan dalam waktu dua belas bulan setelah jasa
        tersebut diberikan.

        Imbalan pascakerja

        Perusahaan telah menerapkan PSAK No. 219 “Imbalan Kerja”. Penyisihan tersebut diestimasi
        dengan menggunakan perhitungan aktuarial metode "Project Unit Credit”.

        Perusahan mengakui kewajiban imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Peraturan
        Pemerintah No. 35 Tahun 2021 (PP 35/2021) yang menerapkan pengaturan Peraturan
        Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No. 2 tahun 2022 tentang Cipta Kerja yang
        kemudian disahkan menjadi Undang-Undang No. 6 tahun 2023. Beban pensiun berdasarkan
        program dana pensiun manfaat pasti Perusahan ditentukan melalui perhitungan aktuaria secara
        periodik dengan menggunakan metode projected-unit credit dan menerapkan asumsi atas tingkat
        diskonto, hasil atas aset program dan tingkat kenaikan manfaat pasti pensiun tahunan.

        Pengukuran kembali, terdiri atas keuntungan dan kerugian akturial, segera diakui pada laporan
        posisi keuangan dengan pengaruh langsung didebit atau dikreditkan kepada saldo laba melalui
        penghasilan komprehensif lain pada periode terjadinya. Pengukuran kembali tidak direklasifikasi
        ke laba rugi periode berikutnya.

        Biaya jasa lalu harus diakui sebagai beban pada saat yang lebih awal antara:
        i) ketika program amandemen atau kurtailmen terjadi; atau
        ii) ketika Perusahaan mengakui biaya restrukturisasi atau imbalan terminasi terkait.

        Bunga neto dihitung dengan menerapkan tingkat diskonto yang digunakan terhadap liabilitas
        imbalan kerja. Perusahaan mengakui perubahan berikut pada kewajiban obligasi neto pada
        laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain:
        i) biaya jasa terdiri atas biaya jasa kini, biaya jasa lalu, keuntungan atau kerugian atas
            penyelesaian (curtailment) tidak rutin dan
        ii) Beban atau penghasilan bunga neto.




                                                   18
Page 22
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     q. Pajak Penghasilan

        Pajak kini

        Aset atau liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat
        direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif pajak dan peraturan pajak yang
        digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang telah berlaku atau secara substantif
        telah berlaku pada tanggal pelaporan di negara tempat Perusahaan beroperasi dan menghasilkan
        pendapatan kena pajak. Manajemen secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat
        Pemberitahuan Tahunan (SPT) sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang berlaku
        membutuhkan interpretasi. Jika perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang
        diharapkan akan dibayar kepada otoritas pajak.

        Kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan badan dicatat sebagai bagian dari
        beban pajak dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

        Bunga dan denda yang timbul dari ketetapan pajak dan kurang bayar atau lebih bayar pajak
        lainnya disajikan sebagai bagian dari penghasilan atau beban operasi lain karena tidak dianggap
        sebagai bagian dari beban pajak penghasilan.

        Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima. Jika
        Perusahan mengajukan keberatan, Perusahan mempertimbangkan apakah besar kemungkinan
        otoritas pajak akan menerima keberatan tersebut dan merefleksikan dampaknya terhadap liabilitas
        perpajakan Perusahan.

        Pajak tangguhan

        Pajak tangguhan diakui menggunakan metode liabilitas atas perbedaan temporer antara dasar
        pengenaan pajak aset dan liabilitas dan nilai tercatatnya dalam laporan keuangan pada akhir
        periode pelaporan.

        Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk setiap perbedaan temporer kena pajak.

        Aset pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi
        fiskal belum dikompensasi, sejauh terdapat kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan
        tersedia untuk dimanfaatkan dengan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan rugi fiskal
        belum dikompensasi dapat dimanfaatkan.

        Nilai tercatat dari aset pajak tangguhan ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan
        diturunkan ketika tidak lagi terdapat kemungkinan bahwa akan terdapat laba kena pajak yang
        memungkinkan semua atau sebagian dari aset pajak tangguhan tersebut untuk direalisasi.
        Penelaahan dilakukan pada setiap akhir periode pelaporan atas aset pajak tangguhan yang tidak
        diakui sebelumnya dan aset pajak tangguhan tersebut diakui sepanjang kemungkinan besar laba
        kena pajak mendatang akan tersedia sehingga aset pajak tangguhan tersebut dipulihkan.

        Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan akan
        berlaku pada tahun saat aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan tarif pajak dan
        peraturan pajak yang berlaku atau yang secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.




                                                  19
Page 23
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     q. Pajak Penghasilan (lanjutan)

          Pajak Pertambahan Nilai

          Pendapatan, beban-beban dan aset-aset diakui neto atas jumlah Pajak Pertambahan Nilai (“PPN“)
          kecuali:
          •  PPN yang muncul dari pembelian aset atau jasa yang tidak dapat dikreditkan oleh kantor
             pajak, yang dalam hal ini PPN diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset atau sebagai
             bagian dari item beban-beban yang diterapkan; dan
          •  Piutang dan utang yang disajikan termasuk dengan jumlah PPN.

          Jumlah PPN Neto yang terpulihkan dari, atau terutang kepada, kantor pajak termasuk sebagai
          bagian dari piutang atau utang pada laporan posisi keuangan.

     r.   Laba (rugi) per Saham

          Pada periode 2024 dan 2023, Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham yang bersifat
          dilutif, oleh karena itu, laba (rugi) per saham dilusian tidak dihitung dan disajikan pada laporan laba
          rugi dan penghasilan komprehensif lain.

          Laba (rugi) per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) periode berjalan dengan jumlah
          rata-rata tertimbang saham yang beredar dalam periode yang bersangkutan yaitu sejumlah
          668.000.089 saham.

     s. Biaya Emisi Efek Ekuitas

          Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan penawaran umum saham Perusahaan kepada
          masyarakat dicatat dan disajikan sebagai pengurang terhadap akun “Tambahan Modal Disetor -
          Bersih” (agio saham) yang berasal dari penawaran umum saham tersebut (Catatan 1b dan 17).

     t.   Informasi Segmen

          Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan
          jasa (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi
          tertentu (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.

          Jumlah setiap unsur segmen dilaporkan merupakan ukuran yang dilaporkan kepada pengambil
          keputusan operasional untuk tujuan pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumber daya
          kepada segmen dan menilai kinerjanya.

          Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan
          langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai
          kepada segmen tersebut.

     u. Sewa

          Perusahaan menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak adalah, atau berisi, sewa. Artinya,
          jika kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset terindentifikasi untuk suatu
          periode waktu sebagai imbalan untuk dipertukarkan.




                                                       20
Page 24
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     u. Sewa (lanjutan)

        Sebagai Penyewa

        Perusahaan menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk seluruh sewa,
        kecuali untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Perusahaan mengakui liabilitas
        sewa untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak-guna yang memberikan hak untuk
        menggunakan aset pendasarnya.

        Aset hak-guna

        Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak
        guna diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang
        disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan,
        ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan
        dikeluarkan untuk membongkar dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset
        pendasar ke kondisi yang disyaratkan dan ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang
        diterima.

        Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan
        hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.

        Jika kepemilikan aset sewa beralih kepada Perusahaan pada akhir masa sewa atau biaya
        perolehan merefleksikan penyewa akan mengeksekusi opsi beli, depresiasi dihitung dengan
        menggunakan estimasi umur manfaat aset. Aset hak-guna juga diuji penurunan nilainya sesuai
        dengan PSAK 236 “Penurunan Nilai Aset“.

        Liabilitas sewa

        Pada tanggal dimulainya sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini
        pembayaran sewa yang harus dilakukan selama masa sewa. Pembayaran sewa mencakup
        pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara substansi) dikurangi piutang insentif sewa,
        pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau tarif, dan jumlah yang diharapkan
        akan dibayar di bawah jaminan nilai sisa. Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan
        dari opsi pembelian yang secara wajar pasti akan dilaksanakan oleh Perusahaan dan pembayaran
        denda untuk penghentian sewa, jika masa sewa mencerminkan Perusahaan melaksanakan opsi
        untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau tarif diakui
        sebagai beban (kecuai terjadi untuk menghasilkan persediaan) pada periode dimana peristiwa
        atau kondisi yang memicu terjadinya pembayaran.

        Dalam menghitung nilai kini pembayaran sewa, Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman
        inkremental pada tanggal dimulainya sewa karena tingkat suku bunga implisit dalam sewa tidak
        dapat segera ditentukan. Setelah tanggal pemulaan, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk
        mencerminkan penambahan bunga dan dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain
        itu, nilai tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa
        (misalnya, perubahan pembayaran masa depan akibat perubahan indeks atau kurs yang
        digunakan untuk pembayaran sewa) atau perubahan peniliaian opsi untuk membeli aset yang
        mendasarinya.




                                                   21
Page 25
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


2.   INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

     u. Sewa (lanjutan)

        Sebagai Penyewa (lanjutan)

        Sewa Jangka-Pendek dan Sewa Aset Bernilai - Rendah

        Perusahaan memilih untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangka-
        pendek yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang dan sewa atas aset bernilai, rendah.
        Perusahaan mengakui pembayaran sewa terkait dengan sewa ini sebagai beban dengan dasar
        garis lurus selama masa sewa.

     v. Provisi

        Provisi diakui jika Perusahaan memiliki liabilitas kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
        konstruktif) yang akibat peristiwa masa lalu besar kemungkinannya penyelesaian liabilitas tersebut
        mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang
        andal mengenai jumlah liabilitas tersebut dibuat.

        Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan
        estimasi kini terbaik. Jika tidak terdapat kemungkinan arus keluar sumberdaya yang mengandung
        manfaat ekonomi untuk menyelesaikan liabilitas tersebut, provisi dibatalkan.

3.   PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI

     Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan
     manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah
     yang dilaporkan dalam laporan keuangan. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat
     dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda
     dengan jumlah estimasi yang dibuat.

     Pertimbangan

     Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
     Perusahaan yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam laporan
     keuangan:

     Penentuan mata uang fungsional

     Mata uang fungsional Perusahaan adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer dimana
     Perusahaan beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi pendapatan dan
     beban dari penjualan barang dan jasa yang diberikan.

     Perpajakan

     Ketidakpastian atas interpretasi dari peraturan pajak yang kompleks dan perubahan peraturan
     perpajakan, jumlah dan waktu dari penghasilan kena pajak di masa depan dapat menyebabkan
     penyesuaian di masa depan atas pendapatan dan beban pajak yang telah dicatat.

     Estimasi juga diperlukan dalam menentukan cadangan untuk pajak penghasilan badan. Transaksi dan
     perhitungan tertentu yang selama kegiatan usaha normal selalu dikenakan pajak.

     Perusahaan mengakui liabilitas untuk masalah pajak penghasilan badan berdasarkan perkiraan
     apakah tambahan pajak penghasilan badan akan jatuh tempo.



                                                   22
Page 26
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


3.   PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
     (lanjutan)

     Pertimbangan (lanjutan)

     Menentukan Masa Sewa Kontrak dengan Opsi Pembaruan dan Penghentian - Perusahaan sebagai
     Lessee

     Perusahaan menentukan bahwa masa sewa sebagai masa sewa yang tidak dapat dibatalkan,
     bersamaan dengan periode yang tercakup dalam opsi perpanjangan sewa, jika dieksekusi secara
     wajar dan pasti, atau periode yang tercakup dalam opsi penghentian sewa, jika tidak dieksekusi
     secara wajar dan pasti.

     Perusahaan menerapkan pertimbangan dalam mengevaluasi apakah wajar dan pasti untuk
     mengeksekusi opsi untuk pembaruan atau penghentian sewa atau tidak. Untuk kontrak sewa dengan
     opsi perpanjangan dan penghentian, manajemen perlu mengestimasi masa sewa yang memerlukan
     pertimbangan semua fakta dan keadaan yang menimbulkan insentif ekonomi untuk mengeksekusi
     opsi perpanjangan dan tidak mengeksekusi opsi penghentian, termasuk setiap perubahan yang
     diharapkan dalam fakta dan keadaan dari tanggal permulaan hingga tanggal pengekesekusian opsi
     tersebut. Opsi perpanjangan (atau periode setelah opsi penghentian) hanya dimasukkan dalam
     persyaratan sewa jika Perusahaan cukup yakin untuk mengeksekusi opsi perpanjangan dan tidak
     mengeksekusi opsi penghentian. Jika terdapat peristiwa signifikan atau perubahan keadaan yang
     signifikan yang mempengaruhi penilaian ini dan masih dalam kendali penyewa, maka penilaian diatas
     akan ditelaah kembali.

     Estimasi dan Asumsi

     Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada akhir periode
     pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset
     dan liabilitas untuk tahun/periode berikutnya, diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan
     asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan
     situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi
     diluar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat
     terjadinya.

     Cadangan atas penurunan nilai piutang usaha

     Perusahaan menggunakan matriks provisi untuk menghitung ECL atas piutang usaha. Tarif provisi
     didasarkan pada hari yang lewat jatuh tempo untuk mengelompokan pelanggan ke segmen yang
     memiliki pola kerugian serupa. Matriks provisi awalnya berdasarkan tarif default yang diamati
     Perusahaan secara historis. Perusahaan akan mengkalibrasi matriks tersebut untuk menyesuaikan
     pengalaman kerugian kredit historis dengan informasi kedepan. Misalnya, jika prakiraan kondisi
     ekonomi diperkirakan memburuk selama tahun depan yang dapat menyebabkan peningkatan jumlah
     default di sektor usaha Perusahaan, tingkat default historis disesuaikan. Pada setiap tanggal
     pelaporan, tarif default yang diamati secara historis diperbarui dan perubahan dalam estimasi ke
     depan dianalisa kembali.

     Penilaian korelasi antara tingkat default yang dapat diamati secara historis, taksiran kondisi ekonomi
     dan ECL adalah estimasi yang signifikan. Jumlah ECL sensitif terhadap perubahan keadaan dan
     taksiran kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Perusahaan dan perkiraan kondisi
     ekonomi mungkin juga tidak mewakili aktual default pelanggan yang sebenarnya di masa depan.




                                                    23
Page 27
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


3.   PERTIMBANGAN KRITIS AKUNTANSI DAN SUMBER UTAMA KETIDAKPASTIAN ESTIMASI
     (lanjutan)
     Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
     Penyusutan Aset Tetap
     Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
     masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4
     sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur secara umum diharapkan dalam industri dimana
     Perusahaan menjalankan bisnisnya.
     Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat
     ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi.
     Nilai tercatat bersih aset tetap Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023,
     masing-masing adalah sebesar Rp 101.372.429.326 dan Rp 104.711.356.601 Penjelasan lebih rinci
     diungkapkan dalam Catatan 9.

     Penyusutan aset hak-guna
     Biaya perolehan aset hak-guna disusutkan dengan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
     manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset hak-guna 3 (tiga)
     tahun, yang merupakan umur yang secara umum diharapkan dalam industri dimana Perusahaan
     menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat
     mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa
     depan mungkin direvisi.
     Imbalan Kerja
     Penentuan liabilitas imbalan kerja Perusahaan bergantung pada pemilihan asumsi yang digunakan
     oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara
     lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan,
     tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi
     tersebut adalah wajar dan sesuai. Nilai tercatat estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan
     Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, masing-masing adalah sebesar
     Rp 4.157.407.162 dan Rp 3.656.638.617. Penjelasan lebih rinci diungkapkan dalam Catatan 23.
     Pajak Penghasilan
     Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat
     transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang
     kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan
     estimasi apakah terdapat tambahan pajak penghasilan badan.

 4. KAS DAN BANK
     Akun ini terdiri dari:

                                                               30 Juni 2024        31 Desember 2023
     Kas                                                             59.747.178            63.174.112
     Bank
     Pihak ketiga
     Rupiah
         PT Bank Central Asia Tbk                                 2.274.566.781         1.282.981.218
         PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                       9.939.278            29.691.858
         PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                6.737.604            16.417.725

                                                  24
Page 28
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


4.   KAS DAN BANK (lanjutan)

                                                                                30 Juni 2024               31 Desember 2023
     Bank (lanjutan)
     Pihak ketiga (lanjutan)
     Dolar Amerika Serikat
         PT Bank Central Asia Tbk
             (US$ 16.029 pada tanggal 30 Juni 2024 dan
             US$ 38.480 pada tanggal 31 Desember 2023)                                263.215.329                593.214.001
     Jumlah Kas dan Bank                                                            2.614.206.170              1.985.478.914


     Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat kas dan bank Perusahaan yang
     dibatasi penggunaannya atau ditempatkan pada pihak berelasi.


5.   PIUTANG USAHA
     Rincian piutang usaha terdiri dari:
                                                                                30 Juni 2024               31 Desember 2023
     Pihak Berelasi (Catatan 6)
     Rupiah                                                                         1.971.846.348              1.438.166.400
     Pihak Ketiga
     Rupiah                                                                      87.430.296.145               89.659.003.134
     Dolar Amerika Serikat
         (US$ 67.206 pada tanggal 30 Juni 2024 dan
         US$ 137.514 pada tanggal 31 Desember 2023)                                   581.771.751              1.665.639.879
     Jumlah                                                                      88.012.067.896               91.324.643.013
     Dikurangi penyisihan atas penurunan
         nilai piutang usaha                                                        (1.211.859.989 )          (1.493.604.470)
     Jumlah pihak ketiga - bersih                                                86.800.207.907               89.831.038.543
     Piutang Usaha - Bersih                                                      88.772.054.255               91.269.204.943

     Analisis umur piutang usaha tersebut pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
     sebagai berikut:
                                                                          Mata Uang Asing

                                                                                          Ekuivalen               Jumlah
     30 Juni 2024                          Rupiah                Jumlah (US$)           dalam Rupiah           dalam Rupiah

     Belum jatuh tempo                     54.020.168.127                       -                      -          54.020.168.127
     Lewat jatuh tempo:
         1 - 30 hari                       15.524.301.311                      -                       -          15.524.301.311
         31 - 60 hari                      12.642.686.986                      -                       -          12.642.686.986
         61 - 90 hari                       5.402.838.980                      -                       -           5.402.838.980
         >90 hari                           1.812.147.089                 67.206             581.771.751           2.393.918.840

     Jumlah                                89.402.142.493                 67.206             581.771.751          89.983.914.244




                                                            25
Page 29
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


5.   PIUTANG USAHA (lanjutan)
                                                                     Mata Uang Asing

                                                                                   Ekuivalen                Jumlah
     31 Desember 2023                 Rupiah                Jumlah (US$)         dalam Rupiah            dalam Rupiah

     Belum jatuh tempo                53.323.729.620                 70.308            1.083.868.128        54.407.597.748
     Lewat jatuh tempo:
         1 - 30 hari                  19.990.510.183                      -                       -         19.990.510.183
         31 - 60 hari                 12.874.959.430                      -                       -         12.874.959.430
         61 - 90 hari                  4.172.700.701                      -                       -          4.172.700.701
         >90 hari                        735.269.600                 67.206             581.771.751          1.317.041.351

     Jumlah                           91.097.169.534                137.514            1.665.639.879        92.762.809.413



     Mutasi penyisihan atas penurunan nilai piutang usaha adalah sebagai berikut:
                                                                               2024                        2023
                                                                           (Enam Bulan)                (Enam Bulan)
     Saldo awal periode                                                       1.493.604.470              1.429.907.605
     Perubahan selama periode berjalan                                         (281.744.481)             1.333.983.378
     Saldo akhir periode                                                      1.211.859.989              2.763.890.983


     Manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai piutang usaha tersebut cukup untuk
     menutupi kemungkinan kerugian yang timbul akibat tidak tertagihnya piutang.

     Jangka waktu rata-rata kredit penjualan barang adalah 30 hari. Tidak ada bunga yang dibebankan
     pada piutang usaha.

     Pada tanggal 30 Juni 2024, piutang usaha Perusahaan dijadikan sebagai jaminan dengan penyerahan
     hak secara fidusia atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk, sebagaimana yang
     dijelaskan dalam Catatan 12.


6.   SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI

     Perusahaan, dalam kegiatan usaha normal, melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Rincian
     saldo dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

                                                                                         Persentase Terhadap
                                                   Jumlah                                  Jumlah Aset (%)
                                    30 Juni 2024       31 Desember 2023          30 Juni 2024          31 Desember 2023

     Piutang Usaha
     PT Forindoprima Perkasa         1.186.846.348           1.137.461.400                     0,43                  0,41
     PT Yanasurya Bhaktipersada        785.000.000             300.705.000                     0,28                  0,11

     Jumlah                          1.971.846.348           1.438.166.400                     0,71                  0,52


                                                                                         Persentase Terhadap
                                                   Jumlah                                Jumlah Liabilitas (%)
                                    30 Juni 2024       31 Desember 2023          30 Juni 2024          31 Desember 2023

     Utang Usaha
     PT Forindoprima Perkasa           414.839.501             907.345.806                     0,27                  0,62




                                                       26
Page 30
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


6.   SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
                                                                                            Persentase Terhadap
                                                        Jumlah                              Jumlah Liabilitas (%)
                                         30 Juni 2024        31 Desember 2023         30 Juni 2024       31 Desember 2023

     Utang Pihak Berelasi
     (lihat Catatan 25)
     PT Hastagraha Bumipersada            50.000.000.000           50.000.000.000               32,67                   33,96


                                                                                            Persentase Terhadap
                                                                                             Jumlah Akun yang
                                                        Jumlah                               Bersangkutan (%)
                                             2024                     2023                2024                 2023
                                         (Enam Bulan)             (Enam Bulan)        (Enam Bulan)         (Enam Bulan)
     Penjualan Bersih
     PT Forindoprima Perkasa                 2.385.616.755          2.798.308.900                1,55                    1,66
     PT Yanasurya Bhaktipersada              1.885.720.720          2.739.425.950                1,23                    1,62

     Jumlah                                  4.271.337.475          5.537.734.850                2,78                    3,28


                                                                                            Persentase Terhadap
                                                                                             Jumlah Akun yang
                                                        Jumlah                               Bersangkutan (%)
                                             2024                     2023                2024                 2023
                                         (Enam Bulan)             (Enam Bulan)        (Enam Bulan)         (Enam Bulan)


     Pembelian
     PT Forindoprima Perkasa                 2.201.309.343          1.733.686.825                1,43                    1,03

     Beban Umum dan Administrasi -
     Beban Sewa (Catatan 25)
     Alexander Tanzil                           2.500.000               2.500.000               50,00                   50,00
     Santoso Wijaya                             2.500.000               2.500.000               50,00                   50,00
     Jumlah                                     5.000.000               5.000.000              100,00                  100,00


     Rincian transaksi dan saldo berdasarkan sifat hubungan dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai
     berikut:
       No.        Pihak-pihak Berelasi                       Sifat Relasi                            Jenis Transaksi

       1.      PT Hastagraha Bumipersada        Pemegang saham Perusahaan                  Transaksi keuangan
       2.      PT Yanasurya Bhakti Persada      Entitas dengan pengendalian bersama        Transaksi usaha
       3.      PT Forindoprima Perkasa          Entitas dengan pengendalian bersama        Transaksi usaha
       4.      Alexander Tanzil                 Pemegang saham Perusahaan                  Transaksi sewa
       5.      Santoso Wijaya                   Pemegang saham Perusahaan                  Transaksi sewa

     Jumlah kompensasi personil manajemen kunci (komisaris dan direksi) dalam Perusahaan:
                                                                                     2024                     2023
                                                                                 (Enam Bulan)             (Enam Bulan)
     Imbalan kerja jangka pendek (dalam jutaan Rupiah)                                       721                         666

     Jumlah dalam tabel di atas merupakan jumlah yang diakui sebagai biaya selama periode pelaporan
     sehubungan dengan kompensasi yang diberikan kepada personil manajemen kunci tersebut.
     Manajemen kunci Perusahaan meliputi semua anggota komisaris dan direksi.

                                                             27
Page 31
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


7.   PERSEDIAAN

     Persediaan terdiri dari:

                                                                 30 Juni 2024         31 Desember 2023
     Barang jadi                                                   11.536.101.014        13.097.005.292
     Barang dalam proses                                           32.263.998.032        26.060.206.606
     Bahan baku dan bahan pembantu                                 28.826.893.092        26.187.143.914
     Jumlah                                                        72.626.992.138        65.344.355.812
     Dikurangi penyisihan atas penurunan nilai persediaan            (788.956.741 )        (788.956.741)
     Bersih                                                        71.838.035.397        64.555.399.071

     Mutasi penyisihan atas penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut:

                                                                      2024                   2023
                                                                  (Enam Bulan)           (Enam Bulan)
     Saldo awal periode                                               788.956.741           788.956.741
     Perubahan selama periode berjalan:
         Penyisihan periode berjalan                                             -                      -
     Saldo akhir periode                                              788.956.741           788.956.741


     Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai persediaan tersebut cukup untuk
     menutupi kemungkinan kerugian yang terjadi akibat penurunan nilai persediaan.

     Pada tanggal 30 Juni 2024, persediaan Perusahaan dijadikan sebagai jaminan dengan penyerahan
     hak secara fidusia atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk, sebagaimana yang
     dijelaskan dalam Catatan 12.

     Pada tanggal 30 Juni 2024, persediaan tersebut telah diasuransikan terhadap risiko kerugian
     kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan secara keseluruhan sekitar
     US$ 5.000.000. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi
     kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.


8.   UANG MUKA PEMBELIAN

     Akun ini merupakan uang muka pembelian kepada pihak ketiga atas pembelian bahan baku dan
     bahan pembantu, dengan rincian sebagai berikut:

                                                                 30 Juni 2024         31 Desember 2023
     Pihak Ketiga
     Rupiah                                                            40.313.090           746.399.030
     Dolar Amerika Serikat
         (US$ 287.759 pada tanggal 30 Juni 2024 dan
         US$ 81.526 pada tanggal 31 Desember 2023)                  4.708.317.160         1.260.585.068
     Euro Eropa
         (EUR 10.751 pada tanggal 30 Juni 2024 dan
         EUR 17.018 pada tanggal 31 Desember 2023)                    190.479.308           290.106.698
     Jumlah                                                         4.939.109.558         2.297.090.796


                                                   28
Page 32
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


9.   ASET TETAP

     Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:

                                                                    30 Juni 2024
                                Saldo Awal       Penambahan         Pengurangan        Reklasifikasi       Saldo Akhir
     Nilai Tercatat
     Pemilikan Langsung
     Tanah                      35.817.601.419                -                    -                -       35.817.601.419
     Bangunan dan prasarana     64.989.029.865      850.000.000                    -       28.082.000       65.867.111.865
     Mesin dan peralatan       173.736.800.427    1.383.268.072                    -      301.319.075      175.421.387.574
     Perlengkapan pabrik         3.230.080.254        5.923.000                    -                -        3.236.003.254
     Peralatan kantor            1.972.479.872       30.877.387                    -                -        2.003.357.259
     Kendaraan                   2.640.038.148      437.708.828                    -                -        3.077.746.976
     Jumlah Nilai Tercatat     282.386.029.985    2.707.777.287                    -      329.401.075      285.423.208.347


     Aset dalam Penyelesaian
     Bangunan dan prasarana         10.882.000      45.636.880                     -      (56.518.880 )                 -
     Mesin dan peralatan            18.341.901     779.616.505                     -     (272.882.195 )       525.076.211

     Jumlah                         29.223.901     825.253.385                     -     (329.401.075 )       525.076.211

     Jumlah Nilai Tercatat     282.415.253.886    3.533.030.672                    -                   -   285.948.284.558


     Akumulasi Penyusutan
     Pemilikan Langsung
     Bangunan dan prasarana     41.733.818.887    1.430.634.197                    -                   -    43.164.453.084
     Mesin dan peralatan       128.364.851.319    5.364.185.740                    -                   -   133.729.037.059
     Perlengkapan pabrik         3.176.198.892        6.620.015                    -                   -     3.182.818.907
     Peralatan kantor            1.788.990.042       43.161.193                    -                   -     1.832.151.235
     Kendaraan                   2.640.038.145       27.356.802                    -                   -     2.667.394.947
     Jumlah Akumulasi
        Penyusutan             177.703.897.285    6.871.957.947                    -                   -   184.575.855.232
     Nilai Buku                104.711.356.601                                                             101.372.429.326


                                                                  31 Desember 2023
                                Saldo Awal       Penambahan         Pengurangan        Reklasifikasi       Saldo Akhir

     Nilai Tercatat
     Pemilikan Langsung
     Tanah                      35.817.601.419                -                   -                    -    35.817.601.419
     Bangunan dan prasarana     64.929.439.865       59.590.000                   -                    -    64.989.029.865
     Mesin dan peralatan       172.151.619.276    4.205.944.516       2.620.763.365                    -   173.736.800.427
     Perlengkapan pabrik         3.189.371.470       40.708.784                   -                    -     3.230.080.254
     Peralatan kantor            1.907.922.367       64.557.505                   -                    -     1.972.479.872
     Kendaraan                   2.640.038.148                -                   -                    -     2.640.038.148

     Jumlah                    280.635.992.545    4.370.800.805       2.620.763.365                    -   282.386.029.985

     Aset dalam Penyelesaian
     Bangunan dan prasarana                  -      10.882.000                     -                   -        10.882.000
     Mesin dan peralatan                     -      18.341.901                     -                   -        18.341.901

     Jumlah                                  -      29.223.901                     -                   -        29.223.901

     Jumlah Nilai Tercatat     280.635.992.545    4.400.024.706       2.620.763.365                    -   282.415.253.886

     Akumulasi Penyusutan
     Pemilikan Langsung
     Bangunan dan prasarana     38.861.959.011    2.871.859.876                   -                    -    41.733.818.887
     Mesin dan peralatan       120.530.021.079   10.455.593.605       2.620.763.365                    -   128.364.851.319
     Perlengkapan pabrik         3.161.988.418       14.210.474                   -                    -     3.176.198.892
     Peralatan kantor            1.695.392.304       93.597.738                   -                    -     1.788.990.042
     Kendaraan                   2.640.038.145                -                   -                    -     2.640.038.145

     Jumlah Akumulasi
          Penyusutan           166.889.398.957   13.435.261.693       2.620.763.365                    -   177.703.897.285

     Nilai Buku                113.746.593.588                                                             104.711.356.601



                                                          29
Page 33
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


9.   ASET TETAP (lanjutan)

     Penyusutan yang dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah
     sebesar Rp 6.871.957.947 dan Rp 6.659.200.135, masing-masing untuk periode 2024 dan 2023 yang
     dibebankan sebagai berikut:

                                                                     2024                  2023
                                                                 (Enam Bulan)          (Enam Bulan)
     Beban pabrikasi (Catatan 20)                                   6.591.683.207        6.400.248.800
     Beban umum dan administrasi (Catatan 21)                         280.274.740          258.951.335
     Jumlah                                                         6.871.957.947        6.659.200.135


     Rincian penjualan aset tetap pada periode 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                                           2023
                                                                                       (Enam Bulan)
     Nilai tercatat                                                                      2.348.909.330
     Akumulasi penyusutan                                                                2.348.909.330
     Nilai buku                                                                                      -
     Harga jual                                                                            361.513.514
     Laba penjualan aset tetap                                                             361.513.514


     Pada periode 2023, laba penjualan aset tetap disajikan sebagai akun “Laba Penjualan Aset Tetap”
     dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

     Pada tanggal 30 Juni 2024, aset tetap tersebut telah diasuransikan terhadap risiko kerugian
     kebakaran dan risiko lainnya dengan nilai pertanggungan sejumlah Rp 87 milyar dan US$ 11.000.000
     Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan
     kerugian atas risiko tersebut.

     Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dari seluruh aset Perusahaan tersebut dapat dipulihkan,
     sehingga tidak diperlukan penyisihan penurunan nilai atas aset tersebut.

     Pada tanggal 31 Desember 2023, Perusahaan memiliki uang muka pembelian aset tetap kepada
     pihak ketiga sebesar Rp 266.267.850.

     Pada tanggal 30 Juni 2024, Perusahaan memiliki utang pembelian aset tetap kepada pihak ketiga
     sebesar Rp 943.500.000.

     Pada tanggal 30 Juni 2024, aset tetap berupa tanah dan bangunan pabrik dijadikan sebagai jaminan
     atas fasilitas pinjaman dari PT Bank Central Asia Tbk, sebagaimana yang dijelaskan dalam
     Catatan 12.

     Pada tanggal 30 Juni 2024, Hak Guna Bangunan (HGB) Perusahaan memiliki sisa jangka waktu yang
     berkisar antara 1-17 tahun. Manajemen berpendapat bahwa jangka waktu HGB tersebut dapat
     diperbaharui/diperpanjang pada saat jatuh tempo.




                                                   30
Page 34
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


10. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA

    Rincian aset hak-guna adalah sebagai berikut:

                                                                         30 Juni 2024

                                            Saldo Awal         Penambahan          Penghapusan             Saldo Akhir

    Harga perolehan
    Sewa ruangan kantor                        221.054.563                  -                      -          221.054.563

    Akumulasi penyusutan
    Sewa ruangan kantor                                    -       36.842.428                      -           36.842.428

    Nilai tercatat - bersih                    221.054.563                                                    184.212.135


                                                                      31 Desember 2023

                                            Saldo Awal         Penambahan          Penghapusan             Saldo Akhir

    Harga perolehan
    Sewa ruangan kantor                        204.124.808        221.054.563            204.124.808          221.054.563

    Akumulasi penyusutan
    Sewa ruangan kantor                        136.083.206         68.041.602            204.124.808                     -

    Nilai tercatat - bersih                     68.041.602                                                    221.054.563



    Rincian liabilitas sewa adalah sebagai berikut:

                                                                     30 Juni 2024               31 Desember 2023
    Liabilitas sewa
    Bagian jangka pendek                                                     71.368.535                    78.317.493
    Bagian jangka panjang                                                   115.112.353                   142.737.070

    Jumlah                                                                  186.480.888                   221.054.563


    Jumlah yang diakui dalam laporan arus kas adalah sebagai berikut:

                                                                         2024                              2023
                                                                     (Enam Bulan)                      (Enam Bulan)
    Jumlah kas keluar untuk
       Pembayaran liabilitas sewa                                            34.573.675                    33.900.269
       Pembayaran bunga                                                       7.100.825                     7.774.231
    Jumlah                                                                   41.674.500                    41.674.500


    Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai
    berikut:

                                                                         2024                              2023
                                                                     (Enam Bulan)                      (Enam Bulan)
    Bunga liabilitas sewa                                                     7.100.825                    11.099.286
    Beban penyusutan aset hak-guna (Catatan 21)                              36.842.428                    34.020.801



                                                      31
Page 35
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


10. ASET HAK-GUNA DAN LIABILITAS SEWA (lanjutan)

    Ringkasan komponen perubahan liabilitas yang timbul dari sewa adalah sebagai berikut:

                                                                30 Juni 2024        31 Desember 2023
    Saldo awal                                                      221.054.563               75.173.844
    Perubahan non-kas - penambahan                                            -             221.054.563
    Arus kas                                                        (34.573.675 )           (75.173.844)
    Saldo akhir                                                     186.480.888             221.054.563



11. ASET TIDAK LANCAR LAIN-LAIN

    Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, aset tidak lancar lain-lain merupakan uang
    jaminan untuk proyek tender masing-masing sebesar Rp 600.000.000.

12. UTANG BANK JANGKA PENDEK

    Utang bank terdiri dari:

                                                                30 Juni 2024        31 Desember 2023
    Utang bank jangka pendek
    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
       Kredit Modal Kerja                                        70.000.000.000        70.000.000.000
    PT Mandiri (Persero) Tbk
       Kredit Agunan Surat Berharga                               5.000.000.000                        -
    Jumlah                                                       75.000.000.000        70.000.000.000

    PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (Bank BRI)

    Pada tanggal 4 Oktober 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja - cash collateral
    dari Bank BRI dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 85.000.000.000, yang ditujukan untuk
    modal kerja. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu selama 6 (enam) bulan, terakhir telah
    diperpanjang sampai dengan tanggal 4 April 2025. Fasilitas tersebut dikenakan tingkat bunga per
    tahun sebesar 2,90%.

    Fasilitas tersebut dijamin dengan jaminan pribadi dari Alexander Tanzil dan Santoso Wijaya
    (pemegang saham Perusahaan).

    PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri)

    Pada tanggal 7 Februari 2024, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit Agunan Surat Berharga dari
    Bank Mandiri dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 43.600.000.000, yang ditujukan untuk
    modal kerja. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu selama 11 (sebelas) bulan, sampai dengan
    tanggal 6 Januari 2025. Fasilitas tersebut dikenakan tingkat bunga per tahun sebesar 0,50%.

    Fasilitas tersebut dijamin dengan jaminan pribadi dari Alexander Tanzil dan Santoso Wijaya
    (pemegang saham Perusahaan).




                                                   32
Page 36
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


12. UTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)

    PT Bank Central Asia Tbk (Bank BCA)

    Pada tanggal 7 September 2022, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit lokal dan time loan revolving
    dari Bank BCA dengan jumlah fasilitas maksimum sebesar Rp 75.000.000.000 dan
    Rp 100.000.000.000, yang ditujukan untuk modal kerja. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu
    selama 12 (dua belas) bulan, terakhir telah diperpanjang sampai dengan tanggal 7 April 2024.
    Fasilitas tersebut dikenakan tingkat bunga per tahun sebesar 7,00%.

    Pada tanggal 14 Desember 2022, Perusahaan memperoleh tambahan fasilitas kredit dari bank BCA
    berupa fasilitas kredit investasi I dan fasilitas kredit investasi II dengan jumlah fasilitas maksimum,
    masing-masing sebesar Rp 8.500.000.000 dan Rp 16.500.000.000, yang ditujukan untuk membiayai
    pembelian mesin produksi dan pembangunan tambahan ruang produksi. Fasilitas kredit ini memiliki
    jangka waktu selama 12 (dua belas) bulan sampai dengan tanggal 7 April 2024. Fasilitas tersebut
    dikenakan tingkat bunga per tahun sebesar 7,00%.

    Pada tanggal 19 Maret 2024, Perusahaan memperoleh perpanjangan fasilitas kredit lokal, time loan
    revolving, kredit investasi I, kredit investasi II dan bank garansi dari Bank BCA dengan jumlah fasilitas
    maksimum sebesar Rp 75.000.000.000, Rp 100.000.000.000, Rp 8.500.000.000, Rp 16.500.000.000
    dan Rp 5.000.000.000 yang ditujukan untuk modal kerja dan membiayai pembelian mesin produksi
    dan pembangunan tambahan ruang produksi. Fasilitas kredit ini memiliki jangka waktu selama 12 (dua
    belas) bulan, sampai dengan tanggal 7 Maret 2025. Fasilitas tersebut dikenakan tingkat bunga per
    tahun sebesar 7,25%.

    Fasilitas tersebut dijamin dengan tanah dan bangunan Perusahaan, piutang usaha, persediaan dan
    jaminan perusahaan dari PT Hastagraha Bumipersada (pemegang saham Perusahaan).

    Sehubungan dengan fasilitas di atas, Perusahaan diwajibkan untuk memenuhi persyaratan tertentu
    seperti menjaga rasio keuangan tertentu (rasio EBITDA per (interest ditambah installment) lebih dari 1
    kali, current ratio lebih dari 1 kali dan Debt per Equity kurang dari 3 kali. Pada tanggal
    30 Juni 2024, Perusahaan telah memenuhi persyaratan sehubungan dengan fasilitas kredit di atas.

    Pada tanggal 30 Juni 2024, Perusahaan belum menggunakan fasilitas kredit investasi I dan fasilitas
    kredit investasi II tersebut.

    Saldo pinjaman fasilitas Time Loan Revolving telah dilunasi seluruhnya pada bulan Oktober 2023.

    Beban bunga atas seluruh pinjaman di atas sebesar Rp 908.239.529 dan Rp 3.594.668.219, masing-
    masing untuk periode 2024 dan 2023, dan disajikan sebagai bagian dari “Beban Keuangan” pada
    laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.


13. UTANG USAHA

    Akun ini merupakan liabilitas yang timbul dari pembelian bahan baku dan bahan pembantu, dengan
    rincian sebagai berikut:

                                                                   30 Juni 2024         31 Desember 2023
    Pihak berelasi (lihat Catatan 6)
    PT Forindoprima Perkasa                                             414.839.501             907.345.806




                                                    33
Page 37
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


13. UTANG USAHA (lanjutan)

                                                                  30 Juni 2024      31 Desember 2023
    Pihak ketiga - lokal
    Rupiah                                                          7.471.560.946      11.338.881.460
    Dolar Amerika Serikat
        (US$ 218.022 pada tanggal 30 Juni 2024 dan
        US$ 15.513 pada tanggal 31 Desember 2023)                   3.580.146.816         239.144.708
    Euro Eropa
        (EUR 2.567 pada tanggal 30 Juni 2024)                         45.066.688
    Jumlah pihak ketiga                                            11.096.774.450      11.578.026.168
    Jumlah                                                         11.511.613.951      12.485.371.974


    Pemasok utama Perusahaan antara lain adalah PT Puranusa Persada dan PT Bukit Mega Masabadi.
    Rincian umur utang dihitung sejak tanggal terjadinya utang:

                                                                  30 Juni 2024      31 Desember 2023
    Sampai dengan 1 bulan                                           7.692.204.987       8.748.845.005
    > 1 bulan - 3 bulan                                             3.564.952.545       3.719.806.649
    > 3 bulan - 6 bulan                                               231.500.770           5.472.680
    > 6 bulan - 1 tahun                                                22.955.649          11.247.640
    Jumlah                                                         11.511.613.951      12.485.371.974


14. PERPAJAKAN
    a. Pajak dibayar di muka dan utang pajak

        Pajak dibayar di muka

        Pajak dibayar di muka tanggal 31 Desember 2023 merupakan pajak pertambahan nilai - bersih
        sebesar Rp 551.620.566.

        Utang pajak

        Utang pajak terdiri dari:
                                                                  30 Juni 2024      31 Desember 2023
        Pajak Penghasilan:
            Pasal 21                                                  26.796.063           17.434.697
            Pasal 23                                                  14.771.677           18.944.107
            Pasal 4 Ayat 2                                            18.525.400                    -
        Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Keluaran                       318.318.719                    -
        Jumlah                                                       378.411.859           36.378.804




                                                   34
Page 38
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


14. PERPAJAKAN (lanjutan)

    b. Manfaat pajak penghasilan
       Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum manfaat pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan
       penghasilan komprehensif lain dengan taksiran laba (rugi) fiskal untuk periode yang berakhir pada
       tanggal-tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                   2024                    2023
                                                               (Enam Bulan)            (Enam Bulan)
       Rugi sebelum manfaat
          pajak penghasilan menurut laporan laba rugi
          dan penghasilan komprehensif lain                      (4.313.236.567 )         (188.874.921)
       Beda temporer:
          Penyusutan aset tetap                                     299.111.453          1.234.684.004
          Transaksi sewa                                              2.268.753             (3.566.121)
          Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan           207.139.106            172.361.525
          Penyisihan atas penurunan nilai piutang usaha            (281.744.481 )        1.333.983.378
          Kompensasi PKWT                                           371.017.718            725.561.344
       Beda tetap:
          Kesejahteraan karyawan                                     36.683.603             39.087.600
          Sumbangan dan representasi                                 28.472.506             17.439.880
          Penghasilan yang pajaknya bersifat final                   (4.673.653 )             (481.455)
          Lain-lain - bersih                                         (4.582.592 )           79.716.895
       Taksiran laba (rugi) fiskal - periode berjalan            (3.659.544.154 )        3.409.912.129
       Akumulasi taksiran rugi fiskal pada tahun:
          2018                                                                -         (7.489.932.739)
          2021                                                   (3.419.689.935 )       (8.352.832.447)
       Penyesuaian taksiran rugi fiskal atas:
          2018                                                                -            592.220.513
          2021                                                    2.652.537.445          2.652.537.445
       Akumulasi taksiran rugi
          fiskal akhir periode                                   (4.426.696.644 )       (9.188.095.099)

       Sesuai dengan Undang-Undang Perpajakan Indonesia, pajak penghasilan badan secara tahunan.
       Laporan keuangan tanggal 30 Juni 2024 dan untuk periode enam bulan yang berakhir pada
       tanggal tersebut tidak dapat digunakan untuk menghitung pajak penghasilan badan tahunan.

       Dalam laporan keuangan ini, jumlah taksiran rugi fiskal untuk periode enam bulan yang berakhir
       pada tanggal 30 Juni 2024 didasarkan atas perhitungan sementara. Jumlah tersebut mungkin
       berbeda dari penghasilan kena pajak yang dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Tahunan
       (“SPT”) pajak penghasilan badan.

       Beban pajak penghasilan (periode berjalan) dan perhitungan taksiran klaim pajak penghasilan
       adalah sebagai berikut:

                                                                   2024                    2023
                                                               (Enam Bulan)            (Enam Bulan)
       Taksiran rugi fiskal (dibulatkan)                         (4.426.696.000 )       (9.188.095.000)
       Beban pajak penghasilan - periode berjalan                               -                      -


                                                        35
Page 39
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


14. PERPAJAKAN (lanjutan)

    b. Manfaat (beban) pajak penghasilan (lanjutan)

                                                                  2024                   2023
                                                              (Enam Bulan)           (Enam Bulan)
       Pajak penghasilan dibayar di muka:
           (Pasal 22)                                           1.316.751.707          1.200.551.857
           (Pasal 23)                                                       -              1.760.000
       Taksiran klaim pajak penghasilan                         1.316.751.707          1.202.311.857


       Taksiran klaim pajak penghasilan pada tanggal laporan posisi keuangan terdiri dari klaim untuk
       tahun pajak sebagai berikut:

                                                              30 Juni 2024         31 Desember 2023
       Taksiran klaim pajak penghasilan:
          Periode 2024                                          1.316.751.707                      -
          Tahun 2023                                            2.880.397.279          2.880.397.279
          Tahun 2022                                                        -          4.454.200.178
       Jumlah                                                   4.197.148.986          7.334.597.457

       Pada periode 2024, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) pajak
       penghasilan No. 00031/406/22/054/24 tertanggal 1 April 2024 atas pajak penghasilan badan tahun
       pajak 2022 yang menetapkan klaim atas pajak penghasilan Perusahaan sebesar
       Rp 4.454.200.161. Pada tanggal 3 Mei 2024, Perusahaan telah menerima pembayaran atas pajak
       yang dinyatakan lebih bayar tersebut.

       Pada periode 2023, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) pajak
       penghasilan No. 00035/406/21/054/23 tertanggal 27 Maret 2023 atas pajak penghasilan badan
       tahun pajak 2021 yang menetapkan klaim atas pajak penghasilan Perusahaan sebesar
       Rp 1.891.657.871. Pada tanggal 15 Mei 2023, Perusahaan telah menerima pembayaran atas
       pajak yang dinyatakan lebih bayar tersebut.

       Rekonsiliasi antara manfaat pajak penghasilan yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak
       yang berlaku dari rugi sebelum manfaat pajak penghasilan dengan manfaat pajak penghasilan
       seperti yang tercantum dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain untuk periode
       yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
                                                                  2024                   2023
                                                              (Enam Bulan)           (Enam Bulan)
       Rugi sebelum manfaat pajak penghasilan
          menurut laporan laba rugi dan
          penghasilan komprehensif lain                         (4.313.236.567 )        (188.874.921)

       Manfaat pajak penghasilan dengan
          tarif pajak yang berlaku                               (948.912.045 )          (41.552.483)




                                                36
Page 40
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


14. PERPAJAKAN (lanjutan)

    b. Manfaat (beban) pajak penghasilan (lanjutan)

                                                                 2024                    2023
                                                             (Enam Bulan)            (Enam Bulan)
        Pengaruh pajak atas beda tetap:
           Kesejahteraan karyawan                                    8.070.393             8.599.272
           Sumbangan dan representasi                                6.263.951             3.836.774
           Penghasilan yang pajaknya bersifat final                 (1.028.204 )            (105.920)
           Lain-lain - bersih                                       (1.008.170 )          17.537.717
           Pemanfaatan rugi pajak yang pajak
              tangguhannya belum diakui                           805.099.714           (750.180.669)
        Manfaat pajak penghasilan
           menurut laporan laba rugi dan
           penghasilan komprehensif lain                         (131.514.361 )         (761.865.309)

    c. Aset pajak tangguhan - bersih

        Pajak tangguhan yang berasal dari pengaruh beda temporer yang signifikan antara pelaporan
        komersial dan pajak adalah sebagai berikut:

                                                              30 Juni 2024         31 Desember 2023
        Aset (liabilitas) pajak tangguhan
        Estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan           914.629.575            804.460.495
        Penyisihan atas penurunan nilai persediaan                173.570.483            173.570.483
        Penyisihan atas penurunan nilai piutang usaha             266.609.197            328.592.983
        Penyisihan atas penurunan nilai piutang lain-lain         115.133.326            115.133.326
        Penyusutan aset tetap                                    (209.111.060 )         (274.915.580)
        Kompensasi PKWT                                           564.118.685            482.494.787
        Transaksi sewa                                                499.126                      -
        Aset pajak tangguhan - bersih                           1.825.449.332          1.629.336.494


    d. Administrasi

        Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Perusahaan menghitung, menetapkan dan
        membayar secara sendiri pajak penghasilannya (self-assessment). Direktorat Jenderal Pajak
        (DJP) dapat menetapkan atau mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak
        saat terutangnya pajak.


15. BEBAN AKRUAL

    Akun ini terdiri dari:

                                                              30 Juni 2024         31 Desember 2023
    Liabilitas imbalan kerja jangka pendek
    Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan                       6.531.495.584          6.227.358.414



                                                   37
Page 41
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


15. BEBAN AKRUAL (lanjutan)

                                                                30 Juni 2024       31 Desember 2023
    Beban harus dibayar
    Pengangkutan                                                  1.579.321.585        1.766.679.687
    Listrik, air dan telepon                                      1.452.827.264        1.578.050.585
    Bunga                                                            39.190.432           39.936.983
    Lain-lain                                                        57.098.568          618.587.044
    Jumlah                                                        3.128.437.849        4.003.254.299



16. MODAL SAHAM

    Rincian pemilikan saham Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
    sebagai berikut:

                                                                    Persentase
    Pemegang Saham                          Jumlah Saham            Pemilikan           Jumlah
    PT Hastagraha Bumipersada                   597.650.500              89,469%       59.765.050.000
    Alexander Tanzil (Komisaris Utama)            1.174.750               0,176%          117.475.000
    Santoso Wijaya (Komisaris)                    1.174.750               0,176%          117.475.000
    Lain-lain (masing-masing dengan
       pemilikan di bawah 5%)                     68.000.089             10,179%        6.800.008.900
    Jumlah                                      668.000.089              100,00%       66.800.008.900


    Anggota Komisaris dan Direksi yang memiliki saham Perusahaan, sesuai Daftar Pemegang Saham
    Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, adalah sebagai berikut:

                                                                    Persentase
    Pemegang Saham                          Jumlah Saham            Pemilikan           Jumlah
    Komisaris
    Alexander Tanzil                                1.174.750             0,176%         117.475.000
    Santoso Wijaya                                  1.174.750             0,176%         117.475.000
    Jumlah                                          2.349.500             0,352%         234.950.000


    Pengelolaan Modal

    Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal
    yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.

    Perusahaan dipersyaratkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 untuk
    menyisihkan dan mempertahankan suatu dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan sampai
    dana cadangan tersebut mencapai 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh. Persyaratan
    permodalan eksternal tersebut akan dipertimbangkan oleh Perusahaan dalam Rapat Umum
    Pemegang Saham (“RUPS”) tahunan berikutnya.




                                               38
Page 42
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


16. MODAL SAHAM (lanjutan)

    Pengelolaan Modal (lanjutan)

    Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian berdasarkan perubahan
    kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat
    menyesuaikan usulan pembayaran dividen kepada pemegang saham, menerbitkan saham baru atau
    mengusahakan tambahan pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan
    maupun proses dalam manajemen modal untuk periode yang berakhir pada tanggal-tanggal
    30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023.

    Kebijakan Perusahaan adalah mempertahankan struktur pemodalan yang sehat untuk mengamankan
    akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar, antara lain dengan memonitor permodalan
    menggunakan rasio debt to equity dan rasio gearing.


17. TAMBAHAN MODAL DISETOR - BERSIH
    Rincian tambahan modal disetor pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai
    berikut:

    Agio saham sehubungan penawaran umum saham (Catatan 1b)                      30.260.000.000
    Biaya emisi efek ekuitas (Catatan 1b dan 2s)                                 (2.206.029.983)
    Agio saham sehubungan - pelaksanaan Waran Seri I                                     51.620
    Bersih                                                                       28.054.021.637



18. DIVIDEN TUNAI

    Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diadakan pada tanggal
    21 Juni 2024 dan 23 Juni 2023, para pemegang saham menyetujui untuk tidak membagikan dividen
    kepada para pemegang saham.


19. PENJUALAN BERSIH
    Akun ini terdiri dari:
                                                               2024                  2023
                                                           (Enam Bulan)          (Enam Bulan)
    Pihak berelasi (Catatan 6)
        Lokal                                                 4.271.337.475        5.537.734.850
    Pihak ketiga
        Lokal                                              141.612.860.977      158.243.115.712
        Ekspor                                               7.555.558.546        5.001.399.470
    Jumlah                                                 153.439.756.998      168.782.250.032




                                              39
Page 43
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


19. PENJUALAN BERSIH (lanjutan)

    Rincian penjualan bersih berdasarkan produk adalah sebagai berikut:

                                                                                2024                        2023
                                                                            (Enam Bulan)                (Enam Bulan)
    Berdasarkan jenis produk
       Karung plastik                                                         55.924.361.436             76.240.183.944
       Kantong semen                                                          76.156.265.379             69.665.876.651
       Roll Sheet dan Sandwich Sheet                                           9.017.244.365             11.719.353.917
       Lain-lain                                                              12.341.885.818             11.156.835.520
    Jumlah                                                                  153.439.756.998             168.782.250.032

    Sebagian penjualan, yaitu sekitar 2,78% dan 3,28%, masing-masing pada periode 2024 dan 2023,
    dilakukan kepada pihak berelasi (Catatan 6).

    Pada periode 2024 dan 2023, penjualan kepada pihak ketiga dengan jumlah penjualan melebihi 10%
    dari jumlah penjualan bersih adalah sebagai berikut:
                                                                                                 Persentase
                                                                                              Terhadap Jumlah
                                                            Jumlah                           Penjualan Bersih (%)

                                                 2024                    2023              2024                 2023
                                             (Enam Bulan)            (Enam Bulan)      (Enam Bulan)         (Enam Bulan)

    Penjualan Bersih
    PT Conch International Trade Indonesia    32.547.815.304          38.271.852.743            21,21                22,68



    Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan memiliki uang muka dari pelanggan
    (pihak ketiga) sebesar Rp 1.208.054.042 dan Rp 587.438.167.

20. BEBAN POKOK PENJUALAN

    Akun ini terdiri dari:

                                                                                2024                        2023
                                                                            (Enam Bulan)                (Enam Bulan)
    Bahan baku yang digunakan                                                 74.810.414.601             69.778.396.250
    Upah buruh langsung                                                       16.258.712.719             15.981.537.151
    Beban pabrikasi
       Pemakaian bahan pembantu                                               25.174.418.632             29.575.216.118
       Upah buruh tidak langsung                                              10.631.165.777             10.374.274.154
       Listrik                                                                 8.632.433.343              7.846.128.855
       Penyusutan (Catatan 9)                                                  6.591.683.207              6.400.248.800
       Perawatan dan pemeliharaan                                              3.743.461.842              2.937.214.761
       Lain-lain                                                                 286.219.035                149.876.843
    Jumlah Beban Produksi                                                   146.128.509.156             143.042.892.932
    Persediaan barang dalam proses
        Awal periode                                                          26.060.206.606             25.588.239.685
        Akhir periode                                                        (32.263.998.032)           (18.207.987.732)
    Beban Pokok Produksi                                                     139.924.717.730            150.423.144.885



                                                       40
Page 44
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


20. BEBAN POKOK PENJUALAN (lanjutan)

                                                                              2024                        2023
                                                                          (Enam Bulan)                (Enam Bulan)
    Persediaan barang jadi
        Awal periode                                                        13.097.005.292             20.100.483.088
        Pembelian                                                            3.369.852.283                787.621.393
        Pemakaian sendiri                                                     (372.167.474)              (807.181.065)
        Akhir periode                                                      (11.536.101.014)           (18.864.802.307)
    Beban Pokok Penjualan                                                  144.483.306.817            151.639.265.994


    Sebagian pembelian, yaitu sekitar 1,43% dan 1,03% pada periode 2024 dan 2023, dilakukan dengan
    pihak berelasi (Catatan 6).

    Pada periode 2024 dan 2023, pembelian dari pemasok pihak ketiga dengan jumlah pembelian
    melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih adalah sebagai berikut:
                                                                                               Persentase
                                                                                            Terhadap Jumlah
                                                          Jumlah                           Penjualan Bersih (%)

                                            2024                       2023              2024                 2023
                                        (Enam Bulan)               (Enam Bulan)      (Enam Bulan)         (Enam Bulan)

    Pembelian
    PT Bukit Mega Masabadi                  20.728.710.000          19.698.900.000            13,51                11,67




21. BEBAN USAHA

    Rincian beban usaha adalah sebagai berikut:

                                                                               2024                       2023
                                                                           (Enam Bulan)               (Enam Bulan)
    Beban Penjualan
    Pengangkutan dan transportasi                                            4.045.012.874              4.199.209.567
    Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan                                      301.350.000                245.100.000
    Lain-lain                                                                  175.610.799                121.043.306
    Jumlah                                                                   4.521.973.673              4.565.352.873
    Beban Umum dan Administrasi
    Gaji, upah dan kesejahteraan karyawan                                    3.877.587.160              3.679.756.721
    Beban kantor                                                             2.401.400.326              2.350.573.145
    Asuransi                                                                   346.419.571                332.230.135
    Penyusutan (Catatan 9)                                                     280.274.740                258.951.335
    Perjalanan dinas                                                           274.521.023                166.628.615
    Penyusutan atas aset hak-guna (Catatan 10)                                  36.842.428                 34.020.801
    Lain-lain                                                                  761.278.514              2.674.493.733
    Jumlah                                                                   7.978.323.762              9.496.654.485
    Jumlah Beban Usaha                                                      12.500.297.435             14.062.007.358




                                                     41
Page 45
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


22. BEBAN KEUANGAN
    Rincian beban keuangan adalah sebagai berikut:
                                                                       2024                   2023
                                                                    (Enam Bulan)          (Enam Bulan)
    Bunga pinjaman bank                                                 908.239.529           3.594.668.219
    Provisi dan administrasi bank                                        55.778.684              66.422.576
    Jumlah                                                              964.018.213           3.661.090.795


23. ESTIMASI LIABILITAS ATAS IMBALAN KERJA KARYAWAN

    Perusahaan mencatat estimasi liabilitas atas imbalan kerja karyawan pada tanggal 30 Juni 2024 dan
    31 Desember 2023. Pada laporan keuangan tahun 2023, berdasarkan perhitungan aktuaria yang
    dilakukan oleh KKA Tumpal Marbun, aktuaris independen, berdasarkan laporannya tanggal
    19 Februari 2024, yang menggunakan metode “Projected Unit Credit”.

    Asumsi-asumsi pokok yang digunakan dalam perhitungan aktuaria tersebut adalah sebagai berikut:

    Tingkat diskonto                               :    6,47% per tahun
    Tingkat kenaikan gaji                          :    10%
    Referensi tingkat mortalitas                   :    TMI-2019
    Tingkat cacat tahunan                          :    5% dari tingkat mortalitas
    Umur pensiun                                   :    55 tahun

    Analisis liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan yang disajikan sebagai “Estimasi Liabilitas
    atas Imbalan Kerja Karyawan” di laporan posisi keuangan pada tanggal 30 Juni 2024 dan
    31 Desember 2023, masing-masing adalah sebesar Rp 4.157.407.162 dan Rp 3.656.638.617.

    Manajemen berkeyakinan bahwa estimasi liabilitas tersebut di atas cukup untuk memenuhi ketentuan
    yang berlaku.

24. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING

    Pada tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan memiliki aset dan liabilitas moneter
    dalam mata uang asing adalah sebagai berikut:
                                                                               30 Juni 2024
                                                                                           Ekuivalen
                                                                 Mata Uang Asing         Dalam Rupiah
    Aset
    Kas dan bank                                                US$           16.029           263.215.329
    Piutang usaha                                               US$           67.206           581.771.751
    Jumlah                                                                                     844.987.080
    Liabilitas
    Utang usaha                                                 US$         218.022           3.580.146.816
                                                                EUR           2.567              45.066.688
    Jumlah                                                                                    3.625.213.504
    Liabilitas - Bersih                                                                       2.780.226.424


                                                   42
Page 46
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


24. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING (lanjutan)

                                                                       31 Desember 2023
                                                                                       Ekuivalen
                                                             Mata Uang Asing         Dalam Rupiah
    Aset
    Kas dan bank                                            US$         38.480            593.214.001
    Piutang usaha                                           US$        137.514          1.665.639.879
    Jumlah                                                                              2.258.853.880
    Liabilitas
    Utang usaha                                             US$          15.513          239.144.708
    Aset - Bersih                                                                       2.019.709.172


    Perusahaan tidak memiliki pinjaman bank dalam mata uang asing, namun demikian manajemen
    secara berkelanjutan senantiasa mengevaluasi struktur aset dan liabilitas moneter dalam mata uang
    asing. Pada tanggal 29 Juli 2024 (tanggal penyelesaian laporan keuangan), kurs rata-rata mata uang
    asing yang dikeluarkan Bank Indonesia adalah: US$ 1 = Rp 16.294,00 dan EUR 1 = Rp 17.678,18.


25. PERJANJIAN PENTING DAN KONTINJENSI

    a. Pada tanggal 17 Desember 2018, Perusahaan memiliki perjanjian sewa ruangan kantor dengan
       Yuandala Kolopaking untuk kantor pusat Perusahaan yang berlokasi di Gedung Graha Irama
       Lantai 2E, Jalan H.R. Rasuna Said Blok. X/1 Kav. 1-2, Jakarta Selatan, yang berlaku untuk
       periode 2 (dua) tahun, dari tanggal 21 Januari 2019 sampai dengan tanggal 20 Januari 2021,
       dengan nilai sewa sebesar Rp 185.220.000, terakhir telah diperpanjang kembali untuk 3 (tiga)
       tahun sampai dengan tanggal 20 Januari 2027 dengan nilai sewa sebesar Rp 227.830.000.
       Jumlah beban sewa pada periode 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp 46.305.000.

    b. Pada tanggal 3 Agustus 2018, Perusahaan memperoleh pinjaman dari PT Hastagaha
       Bumipersada (pemegang saham Perusahaan) dengan jumlah pinjaman maksimum
       Rp 50.000.000.000, yang ditujukan untuk modal kerja. Pinjaman ini memiliki jangka waktu selama
       12 (dua belas) bulan, terakhir telah diperpanjang kembali sampai dengan tanggal 3 Agustus 2024
       dan tidak dikenakan bunga (Catatan 6). Sehubungan dengan hal tersebut, Perusahaan telah
       melakukan      Keterbukaan       Informasi    melalui   surat    No.    06/11/CS/18     tanggal
       22 November 2018 ke OJK.

    c.   Pada tanggal 21 Maret 2022, Perusahaan memiliki perjanjian sewa atas sebagian ruangan kantor
         di Rukan Golden Palace Blok A No. 21-23, Surabaya dengan Alexander Tanzil dan Santoso
         Wijaya (pemegang saham Perusahaan) untuk kantor pemasaran Perusahaan, yang berlaku untuk
         periode 21 Maret 2022 sampai dengan tanggal 31 Desember 2022, dengan nilai sewa sebesar
         Rp 10.000.000. Perjanjian sewa tersebut, terakhir telah diperpanjang kembali sampai dengan
         tanggal 31 Desember 2024. Jumlah beban sewa pada periode 2024 dan 2023 masing-masing
         adalah sebesar Rp 5.000.000 (Catatan 6).




                                                 43
Page 47
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


26. INFORMASI SEGMEN

    Segmen Usaha

    Kegiatan usaha Perusahaan dikelompokkan dalam 4 (empat) segmen usaha utama, yaitu Karung
    Plastik, Kantong Semen, Roll Sheet dan Sandwich Sheet dan Lain-lain. Segmen ini digunakan
    sebagai dasar pelaporan informasi segmen usaha. Pembebanan harga antar segmen, jika ada,
    didasarkan pada harga pokok segmen (at cost).

    Informasi mengenai segmen usaha Perusahaan tersebut adalah sebagai berikut:
                                        Karung            Kantong             Roll Sheet dan
    30 Juni 2024                        Plastik            Semen             Sandwich Sheet       Lain-lain          Jumlah

    PENJUALAN BERSIH                   55.924.361.436     76.156.265.379         9.017.244.365    12.341.885.818    153.439.756.998

    BEBAN POKOK PENJUALAN              (55.100.423.855)   (72.871.919.764)      (6.741.017.433)   (9.769.945.765)   (144.483.306.817 )

    HASIL
    Hasil segmen (laba bruto)             823.937.581      3.284.345.615         2.276.226.932     2.571.940.053       8.956.450.181

    Beban penjualan dan
       beban umum dan administrasi
       tidak dapat dialokasikan                                                                                      (12.500.297.435 )

    Rugi usaha                                                                                                        (3.543.847.254 )

    Beban keuangan                                                                                                      (964.018.213 )
    Lain-lain - bersih                                                                                                   194.628.900

    Rugi sebelum manfaat pajak
      penghasilan                                                                                                     (4.313.236.567 )

    Manfaat pajak penghasilan                                                                                           131.514.361

    Rugi periode berjalan                                                                                             (4.181.722.206 )

    Rugi komprehensif lain -
      - setelah pajak                                                                                                   (229.030.963 )

    Jumlah rugi komprehensif
       periode berjalan                                                                                               (4.410.753.169 )

    Aset segmen
       Persediaan-bersih               22.493.695.963     24.406.800.656        19.624.937.539     5.312.601.239     -71.838.035.397

    Aset tidak dapat dialokasi                                                                                      205.208.005.544

    Jumlah aset                                                                                                     277.046.040.941

    Liabilitas tidak dapat dialokasi                                                                                153.045.401.335

    Jumlah liabilitas                                                                                               153.045.401.335

    Penambahan aset tetap                                                                                              3.533.030.672

    Penyusutan                                                                                                         6.871.957.947


                                        Karung            Kantong             Roll Sheet dan
    30 Juni 2023                        Plastik            Semen             Sandwich Sheet       Lain-lain          Jumlah

    PENJUALAN BERSIH                   76.240.183.944     69.665.876.651        11.719.353.917    11.156.835.520    168.782.250.032

    BEBAN POKOK PENJUALAN              (69.279.215.201)   (68.955.443.665)      (6.606.074.378)   (6.798.532.750)   (151.639.265.994 )

    HASIL
    Hasil segmen (laba bruto)           6.960.968.743        710.432.986         5.113.279.539     4.358.302.770     17.142.984.038

    Beban penjualan dan
       beban umum dan administrasi
       tidak dapat dialokasikan                                                                                      (14.062.007.358 )

    Laba usaha                                                                                                         3.080.976.680

    Beban keuangan                                                                                                    (3.661.090.795 )
    Lain-lain - bersih                                                                                                   391.239.194

    Rugi sebelum manfaat pajak
      penghasilan                                                                                                       (188.874.921 )




                                                                    44
Page 48
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


26. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)

    Segmen Usaha (lanjutan)
                                        Karung          Kantong           Roll Sheet dan
    30 Juni 2023                        Plastik          Semen           Sandwich Sheet           Lain-lain            Jumlah

    Manfaat pajak penghasilan                                                                                             761.865.309

    Laba periode berjalan                                                                                                 572.990.388

    Laba komprehensif lain -
       - setelah pajak                                                                                                     20.526.982

    Jumlah laba komprehensif
       periode berjalan                                                                                                   593.517.370


                                        Karung          Kantong           Roll Sheet dan
    31 Desember 2023                    Plastik          Semen           Sandwich Sheet           Lain-lain            Jumlah


    Aset segmen
       Persediaan-bersih               19.894.660.389   25.008.418.878      15.911.691.211        3.740.628.593         64.555.399.071

    Aset tidak dapat dialokasi                                                                                         211.073.488.542

    Jumlah aset                                                                                                        275.628.887.613

    Liabilitas tidak dapat dialokasi                                                                                   147.217.494.838

    Jumlah liabilitas                                                                                                  147.217.494.838

    Penambahan aset tetap                                                                                                4.400.024.706

    Penyusutan                                                                                                          13.435.261.693



    Segmen Geografis

    Aset utama Perusahaan berlokasi di Sidoarjo, Surabaya. Analisis penjualan bersih berdasarkan
    wilayah pemasaran adalah sebagai berikut:
                                                                                    2024                              2023
                                                                                (Enam Bulan)                      (Enam Bulan)

    Lokal                                                                        145.884.198.452                  163.780.850.562
    Ekspor
       Asia                                                                          6.791.140.230                  5.001.399.470
       Amerika Selatan                                                                 764.418.316                              -

    Jumlah                                                                       153.439.756.998                  168.782.250.032


27. LABA (RUGI) PER SAHAM

    Laba (rugi) per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) periode berjalan dengan rata-rata
    tertimbang jumlah saham yang beredar pada periode yang bersangkutan. Perhitungannya adalah
    sebagai berikut:

                                                                                    2024                              2023
                                                                                (Enam Bulan)                      (Enam Bulan)
    Laba (rugi) periode berjalan                                                     (4.181.722.206)                 572.990.388
    Jumlah rata-rata tertimbang saham
       yang beredar                                                                        668.000.089               668.000.089
    Laba (rugi) per saham                                                                        (6,26 )                        0,86


                                                                  45
Page 49
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN

    Risiko utama dari instrumen keuangan adalah risiko pasar (termasuk risiko fluktuasi harga bahan
    baku, risiko perubahan nilai tukar mata uang asing dan risiko tingkat bunga), risiko kredit serta risiko
    likuiditas. Kebijakan keuangan Perusahaan dimaksudkan untuk mengurangi dampak keuangan dari
    fluktuasi tingkat bunga dan nilai tukar mata uang asing serta meminimalisir potensi kerugian yang
    dapat berdampak pada risiko keuangan Perusahaan.

    Faktor-faktor Risiko Keuangan

    a. Risiko Pasar

        Risiko Fluktuasi Harga Bahan Baku

        Risiko usaha utama yang dihadapi oleh Perusahaan adalah fluktuasi harga bahan baku biji plastik
        Polypropylene (PP). PP merupakan produk komoditas yang mana harga pasarnya ditentukan oleh
        permintaan dan penawaran di dunia. Harga PP dapat diklasifikasikan menjadi 2 area yaitu harga
        PP nasional dan regional. Secara regional, PP di Indonesia diimpor dari Asia Tenggara, Asia
        Selatan, Asia Timur dan Negara Timur Tengah. Harga pasar yang terbentuk di Indonesia
        merupakan ekuilibrium dari harga PP nasional, Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Timur dan
        Negara Timur Tengah.

        Walaupun secara umum, harga PP dipengaruhi oleh harga minyak karena PP merupakan produk
        turunan dari minyak, namun korelasi antara harga PP dan harga minyak ini cukup kecil dan faktor
        yang paling dominan adalah permintaan dan penawaran.

        Risiko Perubahan Nilai Tukar Mata Uang Asing

        Pembelian bahan baku adalah dalam mata uang asing (Dolar Amerika Serikat). Seiring dengan
        meningkatnya harga minyak dunia, nilai kurs mata uang dunia selalu berubah. Untuk mengatasi
        hal ini, Perusahaan mengadakan pembelian bahan baku yang terjadwal dengan memperhatikan
        fluktuasi kurs dolar setiap saat dan juga dengan memperkuat pasar ekspor, dimana harga jual
        juga dalam valuta asing (Dolar Amerika Serikat) sehingga gejolak nilai tukar dapat diminimalisasi.

        Risiko Tingkat Bunga

        Risiko tingkat suku bunga adalah risiko dimana nilai wajar arus kas di masa depan akan
        berfluktuasi karena perubahan tingkat suku bunga di pasar. Pinjaman yang diperoleh dengan
        tingkat bunga mengambang menimbulkan risiko suku bunga atas arus kas.

        Risiko tingkat bunga Perusahaan terutama terkait dengan pinjaman yang diperoleh Perusahaan.
        Perusahaan melakukan penelaahan berkala atas dampak perubahan suku bunga untuk mengelola
        risiko suku bunga.

        Tabel berikut menyajikan nilai tercatat instrumen keuangan yang dimiliki oleh Perusahaan yang
        terpengaruh oleh risiko suku bunga berdasarkan tanggal jatuh tempo:

                                                                       30 Juni 2024
                                                   Kurang                 Lebih
                                                 dari 1 tahun          dari 1 tahun         Nilai tercatat
        Suku bunga mengambang
        Kas di bank                                2.554.458.992                      -       2.554.458.992




                                                    46
Page 50
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)

    Faktor-faktor Risiko Keuangan (lanjutan)

    a. Risiko Pasar (lanjutan)

       Risiko Tingkat Bunga (lanjutan)

                                                                  30 Juni 2024
                                                 Kurang                 Lebih
                                               dari 1 tahun          dari 1 tahun            Nilai tercatat
       Suku bunga tetap
       Utang bank jangka pendek                (75.000.000.000)                        -      (75.000.000.000 )
       Liabilitas sewa
           bagian jangka pendek                    (71.368.535)                        -          (71.368.535 )
       Liabilitas sewa
           bagian jangka panjang                              -         (115.112.353)            (115.112.353 )
       Bersih                                  (72.516.909.543)         (115.112.353)         (72.632.021.896 )


                                                                   31 Desember 2023
                                                 Kurang                 Lebih
                                               dari 1 tahun          dari 1 tahun            Nilai tercatat
       Suku bunga mengambang
       Kas di bank                               1.922.304.802                         -        1.922.304.802

       Suku bunga tetap
       Utang bank jangka pendek                (70.000.000.000)                        -      (70.000.000.000 )
       Liabilitas sewa
           bagian jangka pendek                    (78.317.493)                        -          (78.317.493 )
       Liabilitas sewa
           bagian jangka panjang                              -         (142.737.070)            (142.737.070 )
       Bersih                                  (68.156.012.691)         (142.737.070)         (68.298.749.761 )

       Instrumen keuangan lainnya yang dimiliki Perusahaan yang tidak dimasukkan pada tabel di atas
       adalah yang tidak dikenakan bunga atau tidak signifikan sehingga tidak terpengaruh risiko tingkat
       bunga.

       Tabel berikut ini menunjukan sensitivitas kemungkinan perubahan tingkat suku bunga pinjaman.
       Dengan asumsi variabel lain konstan, rugi sebelum manfaat pajak dipengaruhi oleh tingkat suku
       bunga mengambang sebagai berikut:

                                                              Kenaikan / Penurunan          Dampak Terhadap
                                                               Dalam Satuan Poin/          Rugi Sebelum Pajak/

        30 Juni 2024
        Rupiah                                                                   +50              (375.932.404)
        Rupiah                                                                   -50               375.932.404

        31 Desember 2023
        Rupiah                                                                   +50              (351.105.273)
        Rupiah                                                                   -50               351.105.273




                                                 47
Page 51
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)
    Faktor-faktor Risiko Keuangan (lanjutan)

    b. Risiko Kredit
        Perusahaan tidak memiliki risiko yang signifikan terhadap risiko kredit. Perusahaan memiliki
        kebijakan untuk memastikan keseluruhan penjualan produk dilakukan kepada pelanggan dengan
        reputasi dan riwayat kredit yang baik. Selain itu, Perusahaan senantiasa melakukan penelaahan
        berkala atas kredit pelanggan yang ada.
    c. Risiko Likuiditas
        Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati mensyaratkan tersedianya kas dan bank yang memadai
        untuk memenuhi kebutuhan modal operasional. Perusahaan dalam menjalankan kegiatan
        usahanya senantiasa menjaga fleksibilitas melalui dana kas dan bank yang memadai dan
        ketersediaan dana dalam bentuk kredit yang memadai.
        Manajemen mengelola risiko likuiditas dengan senantiasa memantau perkiraan cadangan
        likuiditas Perusahaan berdasarkan arus kas yang diharapkan serta menelaah kebutuhan
        pembiayaan untuk modal kerja dan aktivitas pendanaan secara teratur dan pada saat yang
        dianggap perlu.
    Nilai Wajar Instrumen Keuangan
    Nilai tercatat dan taksiran nilai wajar dari instrumen keuangan Perusahaan yang dicatat di laporan
    posisi keuangan tanggal 30 Juni 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                           30 Juni 2024

                                                               Nilai tercatat         Nilai wajar
    Aset Keuangan Lancar
    Kas dan bank                                                 2.614.206.170            2.614.206.170
    Piutang usaha
        Pihak berelasi                                           1.971.846.348          1.971.846.348
        Pihak ketiga - bersih                                   86.800.207.907         86.800.207.907
    Piutang lain-lain - pihak ketiga                               256.961.111            256.961.111
    Jumlah aset keuangan lancar                                 91.643.221.536         91.643.221.536

    Aset Keuangan Tidak Lancar
    Aset tidak lancar lain-lain                                    600.000.000             600.000.000
    Jumlah Aset Keuangan                                        92.243.221.536         92.243.221.536
    Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
    Utang bank jangka pendek                                    75.000.000.000         75.000.000.000
    Utang usaha
        pihak ketiga                                            11.096.774.450         11.096.774.450
        pihak berelasi                                             414.839.501            414.839.501
    Beban harus dibayar                                          3.128.437.849          3.128.437.849
    Liabilitas sewa jangka pendek                                   71.368.535             71.368.535
    Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                       6.531.495.584          6.531.495.584
    Utang pembelian aset tetap                                     943.500.000            943.500.000
    Jumlah liabilitas keuangan jangka pendek                    97.186.415.919         97.186.415.919


                                                 48
Page 52
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)

    Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan)

                                                                            30 Juni 2024

                                                                Nilai tercatat         Nilai wajar

    Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
    Liabilitas sewa jangka panjang                                  115.112.353           115.112.353
    Utang pihak berelasi                                         50.000.000.000        50.000.000.000
    Jumlah liabilitas keuangan jangka panjang                    50.115.112.353        50.115.112.353
    Jumlah Liabilitas Keuangan                                  147.301.528.272       147.301.528.272


                                                                         31 Desember 2023
                                                                Nilai tercatat         Nilai wajar
    Aset Keuangan Lancar
    Kas dan bank                                                  1.985.478.914            1.985.478.914
    Piutang usaha
        Pihak ketiga - bersih                                    89.831.038.543        89.831.038.543
        Pihak berelasi                                            1.438.166.400         1.438.166.400
    Piutang lain-lain - pihak ketiga                                198.965.261           198.965.261
    Jumlah aset keuangan lancar                                  93.453.649.118        93.453.649.118
    Aset Keuangan Tidak Lancar
    Aset tidak lancar lain-lain                                     600.000.000             600.000.000
    Jumlah Aset Keuangan                                         94.053.649.118        94.053.649.118
    Liabilitas Keuangan Jangka Pendek
    Utang bank jangka pendek                                     70.000.000.000        70.000.000.000
    Utang usaha
        pihak ketiga                                             11.578.026.168        11.578.026.168
        pihak berelasi                                              907.345.806           907.345.806
    Beban harus dibayar                                           4.003.254.299         4.003.254.299
    Liabilitas sewa jangka pendek                                    78.317.493            78.317.493
    Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                        6.227.358.414         6.227.358.414
    Jumlah liabilitas keuangan
       jangka pendek                                             92.794.302.180        92.794.302.180
    Liabilitas Keuangan Jangka Panjang
    Liabilitas sewa bagian jangka panjang                           142.737.070           142.737.070
    Utang pihak berelasi                                         50.000.000.000        50.000.000.000
    Jumlah liabilitas keuangan jangka panjang                    50.142.737.070        50.142.737.070
    Jumlah Liabilitas Keuangan                                  142.937.039.250       142.937.039.250

    Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan ditentukan berdasarkan jumlah dimana instrumen tersebut
    dapat dipertukarkan dalam transaksi kini antara pihak-pihak yang berkeinginan (willing parties) dan
    bukan merupakan penjualan yang dipaksakan atau likuidasi.


                                                 49
Page 53
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


28. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN (lanjutan)

    Nilai Wajar Instrumen Keuangan (lanjutan)

    Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau
    disajikan dalam jumlah tercatat baik karena jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya
    atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal.

    Metode dan asumsi berikut ini digunakan untuk mengestimasi nilai wajar untuk setiap kelompok
    instrumen keuangan yang praktis untuk memperkirakan nilai tersebut:

    Aset dan liabilitas keuangan jangka pendek

    Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu tahun atau kurang terdiri dari kas dan
    bank, piutang usaha, piutang lain-lain, utang bank jangka pendek, utang usaha, beban harus dibayar
    dan liabilitas imbalan kerja jangka pendek.

    Manajemen menetapkan bahwa nilai wajar aset dan liabilitas jangka pendek diasumsikan sama
    dengan nilai tercatatnya karena akan jatuh tempo dalam waktu singkat.

    Aset dan liabilitas keuangan jangka panjang

    Utang pihak berelasi dicatat sebesar biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan metode suku
    bunga efektif dan dampaknya dianggap tidak material.

    Manajemen menetapkan bahwa nilai wajar aset dan liabilitas keuangan jangka panjang yang tidak
    memiliki kuotasi harga di pasar aktif dan/atau nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal (aset
    tidak lancar lain-lain) adalah kurang lebih sebesar nilai tercatatnya.


29. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK LAPORAN ARUS KAS

    Aktivitas non-kas

                                                                      2024                       2023
                                                                  (Enam Bulan)               (Enam Bulan)
    Penambahan aset tetap melalui
       utang pembelian aset tetap                                       943.500.000                            -
    Penambahan aset tetap dari reklasifikasi
       uang muka pembelian aset tetap                                   266.267.850                            -

    Rekonsiliasi utang neto

    Perubahan pada liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan pada laporan arus kas adalah sebagai
    berikut:

                                                                              Transaksi
                                         1 Januari 2024     Arus Kas          Non Kas           30 Juni 2024

    Utang bank jangka pendek             70.000.000.000     5.000.000.000                -      75.000.000.000
    Liabilitas sewa                         221.054.563       (34.573.675 )              -         186.480.888
    Utang pembelian aset tetap                        -                 -      943.500.000         943.500.000




                                                    50
Page 54
PT YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 30 JUNI 2024 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
SERTA UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
30 JUNI 2024 DAN 30 JUNI 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(DISAJIKAN DALAM RUPIAH, KECUALI DINYATAKAN LAIN)


29. INFORMASI TAMBAHAN UNTUK LAPORAN ARUS KAS (lanjutan)

    Rekonsiliasi utang neto
                                                                               Transaksi
                                         1 Januari 2023      Arus Kas          Non Kas         30 Juni 2023

    Utang bank jangka pendek              93.375.029.020   (22.583.908.331 )               -   70.791.120.689
    Liabilitas sewa                           75.173.844       (33.900.269 )               -       41.273.575




30. STANDAR AKUNTANSI YANG TELAH DISAHKAN NAMUN BELUM BERLAKU EFEKTIF

    Standar akuntansi yang telah diterbitkan sampai tanggal penerbitan laporan keuangan Perusahaan
    namun belum berlaku efektif diungkapkan berikut ini. Manajemen bermaksud untuk menerapkan
    standar tersebut yang dipertimbangkan relevan terhadap Perusahaan pada saat efektif.

    Mulai efektif pada atau setelah 1 Januari 2025

    -   PSAK 221 (Amendemen), “Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing”: Kekurangan Ketertukaran”

    Perusahaan sedang mengevaluasi dan belum menentukan dampak dari standar akuntansi yang baru
    dan diamandemen ini terhadap laporan keuangan.




                                                     51

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.09 MB
Published29 Jul 2024
Pages54
Characters184,387
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 35 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org YANAPRIMA HASTAPERSADA TBK p.1 ×176
linked person Alexander Tanzil p.9 ×9
linked person Santoso Wijaya p.9 ×9
linked person Sri Wahjuningsih p.9 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk p.27 ×17
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.27 ×9
possible person IRWAN SUSANTO p.2 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.9
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.9 ×3
possible org Bursa Efek Indonesia p.9
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk p.27 ×8
unresolved org PT. YANAPRIMA HASTA PERSADA TbK. p.2
unresolved org Pengawas Pasar Modal p.2
unresolved org Yanaprima HastapeBada Tbk p.2 ×2
unresolved person Emmy Hartati Yunizar p.9
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.9
unresolved person Rusnaldy p.9
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9
unresolved org PT Hastagraha Bumipersada p.9 ×5
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.9
unresolved org BAPEPAM p.9
unresolved org Bank Indonesia p.20 ×2
unresolved org PT Forindoprima Perkasa p.29 ×6
unresolved org PT Yanasurya Bhaktipersada p.29 ×2
unresolved org PT Yanasurya Bhakti Persada p.30
unresolved org Mandiri (Persero) Tbk p.35 ×2
unresolved org Bank BRI p.35 ×2
unresolved org Bank BCA p.36 ×3
unresolved org PT Puranusa Persada p.37
unresolved org PT Bukit Mega Masabadi. Rincian p.37
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.40
unresolved — pemilikan di bawah 5%) p.41
unresolved org PT Conch International Trade Indonesia p.43
unresolved org PT Bukit Mega Masabadi p.44
unresolved org PT Hastagaha Bumipersada p.46

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 5

FinancialStatement-2024-II-YPAS.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result