Skip to content
Back to announcement

Lamp3. Penjelasan Kenaikan Aset dan Liabilitas.pdf

Financial statement Text extracted BTPS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 2

Page 1 OCR 0.956
bore S ariah,

Penjelasan atas Laporan Keuangan PT BANK BTPN SYARIAH Tbk. (“Bank”) Konsolidasian

Posisi 30 Juni 2024

Kondisi segmen yang dilayani Bank pasca Pandemi Covid-19 masih mengalami banyak tantangan.
Bank terus berupaya untuk selektif dalam menyalurkan pembiayaan serta terus memberikan program
pendampingan yang semakin intensif ke masyarakat inklusi, serta melakukan banyak upaya-upaya
perbaikan di internal dan juga penyemangatan para nasabah untuk terus melakukan 4 perilaku unggul
Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras dan Saling Bantu (BDKS).

Dengan kondisi-kondisi internal dan eksternal yang disebutkan di atas, kinerja dapat terjaga dengan
pencapaian Total Aset PT BANK BTPN SYARIAH Tbk pada tanggal 30 Juni 2024 tercatat sebesar
Rp 21 triliun, mengalami penurunan (pertumbuhan negatif) sebesar Rp 410,1 miliar atau 1,996
dibandingkan dengan posisi pada tanggal 31 Desember 2023 yang sebesar Rp 21,4 triliun.
Adapun perubahan penting pada pos-pos neraca selama periode tersebut adalah sebagai berikut:

1. Piutang Murabahah
Piutang murabahah gross posisi 30 Juni 2024 sebesar Rp 10,2 triliun mengalami penurunan
sebesar Rp 1,1 triliun atau sebesar 10,046 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 sebesar
Rp 11,4 triliun. Hal ini disebabkan Bank lebih selektif dalam memberikan pembiayaan kepada
nasabah, yakni nasabah yang menunjukkan perilaku BDKS (Berani Berusaha, Disiplin, Kerja Keras
dan Saling Bantu), hal ini sejalan dengan fokus Bank pada kualitas pembiayaan.

2. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Piutang Murabahah
CKPN piutang murabahah posisi 30 Juni 2024 sebesar Rp 926,5 miliar mengalami penurunan
Rp 287 miliar atau sebesar 23,696 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023
sebesar Rp 1,2 triliun. Hal ini sejalan dengan berakhirnya pemberian relaksasi pembiayaan
kepada nasabah yang terdampak Covid-19 pada Maret 2024 ini. Dimana Bank di akhir tahun lalu
telah melakukan pencadangan yang memadai untuk portfolio Covid-19 tersebut serta semakin
selektif dalam memberikan pembiayaan.

3. Piutang Oardh
Piutang gardh gross posisi 30 Juni 2024 sebesar Rp 150 juta mengalami penurunan
sebesar Rp 380 juta atau sebesar 71,796 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023
sebesar Rp 530 juta. Hal ini disebabkan adanya pembayaran dan pelunasan atas piutang gardh
tersebut.

4. Pembiayaan Musyarakah
Pembiayaan musyarakah gross posisi 30 Juni 2024 sebesar Rp 212,1 miliar mengalami kenaikan
sebesar Rp 192,4 miliar atau sebesar 978,296 dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023
sebesar Rp 19,7 miliar. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan penyaluran pembiayaan kepada
nasabah dengan akad Musyarakah.

Page 2 OCR 0.951
10.

11.

Biaya Dibayar Dimuka

Biaya dibayar dimuka pada 30 Juni 2024 sebesar Rp 74,8 miliar mengalami kenaikan sebesar
Rp 26,8 miliar atau sebesar 55,796 dibandingkan 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp 48 miliar.
Hal ini dikarenakan adanya pembayaran dimuka atas asuransi kesehatan untuk karyawan,
pemeliharaan /T, serta pembayaran dan perpanjangan lisensi hak guna pakai.

Liabilitas Segera

Liabilitas segera pada tanggal 30 Juni 2024 sebesar Rp 35,6 miliar mengalami kenaikan sebesar
Rp 6,3 miliar atau sebesar 21,396 dibandingkan posisi 31 Desember 2023 yaitu Rp 29,3 miliar.
Hal ini disebabkan adanya kenaikan kewajiban yang telah jatuh tempo kepada pihak ketiga
dan kewajiban segera lainnya.

Utang Pajak

Utang Pajak pada 30 Juni 2024 sebesar Rp 36 miliar mengalami penurunan sebesar
Rp 14,9 miliar atau 29,3 dibandingkan posisi 31 Desember 2023 yaitu Rp 50,9 miliar.
Hal ini disebabkan turunnya pendapatan penghasilan kena pajak di semester I tahun 2024.

Liabilitas Lain-lain

Liabilitas lain-lain pada 30 Juni 2024 sebesar Rp 87,7 miliar mengalami kenaikan sebesar
Rp 25,1 miliar atau 40,296 dibandingkan posisi 31 Desember 2023 yaitu Rp 62,6 miliar.
Hal ini disebabkan adanya kewajiban asuransi dan lainnya.

Liabilitas Imbalan Pasca Kerja

Liabilitas imbalan pasca kerja pada 30 Juni 2024 sebesar Rp 163,4 miliar mengalami penurunan
sebesar Rp 65,9 miliar atau 28,796 dibandingkan posisi 31 Desember 2023 yaitu Rp 229,3 miliar.
Penurunan disebabkan karena realisasi pembayaran imbalan kerja jangka pendek
kepada karyawan.

Dana Syirkah Temporer

Dana syirkah temporer pada tanggal 30 Juni 2024 sebesar Rp 9,7 triliun mengalami penurunan
sebesar Rp 256,4 miliar atau 2,696 dibandingkan posisi 31 Desember 2023 yaitu Rp 9,9 triliun.
Disisi lain tabungan mengalami kenaikan sebesar Rp 224,6 miliar tetapi deposito mengalami
penurunan sebesar Rp 481 miliar. Penurunan Dana Syirkah Temporer pada triwulan kedua
tahun 2024, sesuai dengan strategi Bank untuk menjaga pendanaan pada level yang dikehendaki.
Bank senantiasa menjaga kinerja yang cukup optimal dan stabil.

Ekuitas

Ekuitas pada tanggal 30 Juni 2024 sebesar Rp 8,8 triliun mengalami kenaikan sebesar
Rp 12,9 miliar atau sebesar 0,296 dibandingkan dengan periode 31 Desember 2023 sebesar
Rp8,8 triliun. Peningkatan ekuitas ini karena adanya pertumbuhan modal secara organik berupa
penambahan laba bersih periode berjalan sebesar Rp 552,2 miliar dan pembayaran dividen gross
sebesar Rp 540,4 miliar.

3 selat in

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.12 MB
Published26 Jul 2024
Pages2
Characters5,124
Text sourceOCR
OCR confidence0.953

Names mentioned 1 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org BANK BTPN SYARIAH Tbk. p.1 ×5

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 8

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result