Skip to content
Back to announcement

CALK REV Triwulan 1 thn 2026.pdf

Financial statement Text extracted MEDS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 48

Page 1
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK

Laporan Keuangan
31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit)
dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak
Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
Page 2
                                                  PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
  Laporan Keuangan Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan
 Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret
                                     2025 (Tidak Diaudit)




                                                                        DAFTAR ISI



                                                                                                                                     Halaman

Surat Pernyataan Direksi

Laporan Posisi Keuangan .............................................................................................................. 1 - 2

Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain ….……………………........……….                                                                     3

Laporan Perubahan Ekuitas ..................………………………………….…….........…………..                                                                    4

Laporan Arus Kas              ..............……………………………………………………...........................                                                    5

Catatan atas Laporan Keuangan ...............................................................................................................6 - 4
Page 3

          
Page 4
                                   PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                                       LAPORAN POSISI KEUANGAN
     Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan
        yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                               (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)



                                         Catatan          31 Maret 2026            31 Desember 2025

ASET

ASET LANCAR                                                    177.543.430                779.023.813
Kas dan bank                            2,4,30,31
Piutang usaha - neto                    2,5,30,31            3.276.098.186                 942.207.805
Piutang lain-lain                       2,6,30,31              265.000.000                 338.500.000
Persediaan - neto                          2,7              12.854.822.992              12.245.680.160
Pajak dibayar di muka                      15a                  12.287.527                  60.894.535
Biaya dibayar di muka                      2,9                 167.412.260                 123.827.647

Jumlah Aset Lancar                                          16.753.164.394              14.490.133.960

ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan - neto               2,15d                488.157.453                 488.157.453
Aset tetap – neto                          2,10             43.415.167.966              44.418.774.804
Properti investasi                         2,11              1.274.173.595               1.293.191.111
Uang Muka                                    8               1.861.621.622               1.081.081.081

Jumlah Aset Tidak Lancar                                    47.039.120.636              47.281.204.449

JUMLAH ASET                                                 63.792.285.030              61.771.338.409




                        Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang
                          tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                      1
Page 5
                                  PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                                  LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
         Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

                                        Catatan           31 Maret 2026           31 Desember 2025
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek              2,12,30,31             3.886.974.298             3.889.087.954
Utang usaha                           2,13,30,31             1.739.879.338               913.720.930
                                      2,14,29,30,
Utang lain-lain                            31                5.182.133.855             2.378.952.609
Utang pajak                               15b                   65.047.641                43.406.378
Pendapatan diterima di muka              2,16                  822.917.388             1.737.745.431
Bagian utang jangka panjang
yang
 jatuh tempo dalam satu tahun:        2,17,30,31                                                     -
 Utang pembiayaan konsumen
 Utang sewa                           2,18,30,31               378.129.026               778.129.026
 Utang bank                           2,19,30,31             1.984.932.875             2.622.623.237

Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                             14.060.014.421            12.363.665.565

LIABILITAS JANGKA PANJANG
                                                               399.199.079               399.199.079
Liabilitas imbalan pascakerja            2,20
Bagian utang jangka panjang
  setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam satu tahun:
  Utang sewa                          2,18,30,31               710.390.751               710.390.751
  Utang bank                          2,19,30,31                          -                        -

Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                             1.109.589.830             1.109.589.830

JUMLAH LIABILITAS                                           15.169.604.251            13.473.255.395

EKUITAS
Modal saham – nilai nominal Rp20
  per saham
 Modal dasar – 5.000.000.000 saham
 Modal ditempatkan dan disetor
  penuh – 1.562.500.000 saham              21                 31.250.000.000            31.250.000.000
 Tambahan modal disetor                    22                 29.867.355.456            29.867.355.456
 Saldo laba (Defisit)                      23
  Ditentukan penggunaannya                                      1.000.000.000             1.000.000.000
Belum ditentukan penggunaannya                                (13.197.638.978 )         (13.522.236.743 )
 Rugi komprehensif lain                                          (297.035.699 )            (297.035.699 )
 JUMLAH EKUITAS                                               48.622.680.779            48.298.083.014
 JUMLAH LIABILITAS DAN
   EKUITAS                                                    63.792.285.030            61.771.338.409




                     Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang
                       tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                    2
Page 6
                             PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                   LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
         Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                        Catatan           31 Maret 2026             31 Maret 2025

PENJUALAN                                 2,24                 4.767.368.119             1.813.875.242

BEBAN POKOK PENJUALAN                     2,25                (3.063.695.400 )          (1.584.486.038 )

LABA KOTOR                                                     1.703.672.719              229.389.204

Beban penjualan                           2,26                  (335.380.034 )            (303.781.208 )
Beban umum dan administrasi               2,27                (1.719.474.282 )          (1.620.192.360 )

RUGI USAHA                                                      (351.181.597 )          (1.694.584.364 )

Penghasilan keuangan                       2                         383.730                   103.296
Beban keuangan                             2                    (162.725.075 )            (131.400.154 )
Lain-lain – neto                           2                     838.120.707                42.725.048

LABA (RUGI)
  SEBELUM PAJAK                                                  324.597.765            (1.783.156.174 )
  PENGHASILAN
PAJAK PENGHASILAN                          2
Pajak kini                                15c
Manfaat pajak tangguhan                   15d

MANFAAT (BEBAN) PAJAK
  PENGHASILAN - NETO                                                          -                          -

LABA (RUGI) TAHUN BERJALAN                                       324.597.765            (1.783.156.174)

PENGHASILAN (RUGI)
  KOMPREHENSIF LAIN

Pos yang tidak akan
  direklasifikasikan ke laba rugi
Pengukuran kembali atas imbalan
  pascakerja                               2,20
Pajak penghasilan terkait                 2,15d

PENGHASILAN (RUGI)
 KOMPREHENSIF LAIN - NETO
 SETELAH PAJAK                                                             -                         -

JUMLAH LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
 TAHUN BERJALAN                                                  324.597.765           (1.783.156.174)

LABA (RUGI) PER SAHAM                     2,28                         0,21                      (1,14)




                     Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang
                       tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.

                                                    3
Page 7
                                                            PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                                                              LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
                      Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir
                                        pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                                                    (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                                              Saldo laba (Defisit)

                                                                                                                                    Rugi
                                                               Tambahan                 Ditentukan        Belum ditentukan       komprehensif
                                          Modal saham         modal disetor           penggunaannya       penggunaannya              lain           Jumlah ekuitas

Saldo 1 Januari 2025                      31.250.000.000      29.867.355.456             1.000.000.000       (5.176.192.333)       (324.415.557)     56.616.747.566
Rugi tahun berjalan                                     -                     -                       -      (8.346.044.410)                    -    (8.346.044.410)
Penghasilan komprehensif lain tahun                     -                     -                       -                      -       27.379.858          27.379.858
berjalan
Saldo 31 Desember 2025                    31.250.000.000      29.867.355.456             1.000.000.000       (13.522.236.743)      (297.035.699)     48.298.083.014
Laba (Rugi) tahun berjalan                              -                     -                       -          324.597.765                    -       324.597.765
Penghasilan komprehensif lain tahun
  berjalan                                              -                     -                       -                    -                    -                    -

Saldo 31 Maret 2026                       31.250.000.000      29.867.355.456            1.000.000.000        (13.197.638.978)      (297.035.699 )    48.622.680.779




                                               Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang
                                                 tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
                                                                                  4
Page 8
                                PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
                                       LAPORAN ARUS KAS
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
         Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                             Catatan        31 Maret 2026          31 Maret 2025

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan                                 1.518.649.695           1.904.464.745
Pembayaran kepada pemasok                                    (2.846.679.823)         (1.715.962.762)
Penerimaan pengembalian uang muka dari
  pemasok
Pembayaran untuk beban operasional lainnya                     (607.580.951)          (686.940.233)
Penerimaan penghasilan keuangan                                     383.730                103.296
Pembayaran beban keuangan                                      (162.725.075)          (131.400.154)
Penerimaan restitusi pajak penghasilan         15a
Pembayaran pajak penghasilan                                                           (25.181.952)

Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
  Aktivitas Operasi                                          (2.097.952.424)         (654.917.060)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penjualan aset tetap                           10               216.216.216
Perolehan aset tetap                          10,34              (99.399.616)          (20.125.880)
Pembayaran uang muka perolehan aset             8              (780.540.541)

Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
  Aktivitas Investasi                                          (663.723.941)          (20.125.880)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan utang bank                          12
Pembayaran utang bank                         12,19            (639.804.018)          (568.638.685)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen          17,34                                    (73.234.095)
Penerimaan (pembayaran) utang lain-lain –
  pihak berelasi                              14,29           2.800.000.000           1.328.191.600

Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
  Aktivitas Pendanaan                                         2.160.195.982             686.318.820

KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN
  BANK                                                        (601.480.383)             11.275.879

KAS DAN BANK AWAL TAHUN                                         779.023.813            232.087.437

KAS DAN BANK AKHIR TAHUN                         4              177.543.430            243.363.316




                     Catatan atas Laporan Keuangan terlampir merupakan bagian yang
                       tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.


                                                      5
Page 9
                           PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                        LAPORAN KEUANGAN
     Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
              Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                               (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.     UMUM

       Pendirian Perusahaan

       PT Hetzer Medical Indonesia Tbk ("Perusahaan") didirikan tanggal 31 Desember 2010 berdasarkan
       Akta Notaris No. 12 yang dibuat oleh Cahya Suryana, S.H., Notaris di Bandung. Akta Pendirian
       Perusahaan telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
       Surat Keputusan No. AHU-06450.AH.01.01.Tahun 2011 tanggal 8 Februari 2011.

       Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris
       No. 05 tanggal 30 April 2025, dibuat oleh Dr. Erny Kencanawati, S.H., M.H., tentang perubahan susunan
       pengurus perseroan. Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan tersebut telah diterima oleh Menteri
       Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan
       Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0238384 tanggal 14 Mei 2025.

       Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama
       bergerak di bidang industri pengolahan dan di bidang perdagangan besar dan eceran dengan kegiatan
       usaha utama yaitu industri barang plastik lainnya, industri peralatan kedokteran dan kedokteran gigi
       serta perlengkapan lainnya, perdagangan besar alat laboratorium, alat farmasi dan alat kedokteran
       untuk manusia.

       Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 kegiatan usaha utama yang dijalankan
       Perusahaan adalah di bidang perdagangan dan industri masker dan peralatan kedokteran.

       Perusahaan berkedudukan di Kota Cimahi.

       Perusahaan tidak memiliki Entitas Induk.

       Susunan Dewan Komisaris dan Direksi serta Karyawan

       Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan
       adalah sebagai berikut:

                                                  31 Maret 2026                     31 Desember 2025
       Dewan Komisaris
       Komisaris Utama         :   Jemmy Kurniawan                        Jemmy Kurniawan
       Komisaris               :   Alvi Hadi Sugondo                      Alvi Hadi Sugondo

       Komisaris Independen    :   Alexander Tjandana Martjaputra         Alexander Tjandana Martjaputra
                                   Koentoro                               Koentoro



       Direksi
       Direktur Utama          :   dr. Yenny Marlina                      dr. Yenny Marlina
       Direktur                :   Herry                                  Herry
                                   Fancy Marsiana                         Fancy Marsiana

       Personil manajemen kunci Perusahaan meliputi seluruh anggota Komisaris dan Direksi. Manajemen
       kunci tersebut memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin, dan
       mengendalikan aktivitas Perusahaan.

       Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 01/HMI/DIR/II/2024 tanggal 12 Februari 2024, Dewan Direksi
       mengangkat dr. Yenny Marlina sebagai Sekretaris Perusahaan.

       Perusahaan telah membentuk komite audit berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perseroan
       No. 001/HMI/KOM/V/2025 tanggal 2 Mei 2025 dengan susunan anggota sebagai berikut:



                                                       6
Page 10
                           PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                        LAPORAN KEUANGAN
     Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
              Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                               (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.     UMUM (lanjutan)

       Susunan Dewan Komisaris dan Direksi serta Karyawan (lanjutan)

       Komite Audit
       Ketua                                               :   Alexander Tjandana Martjaputra Koentoro
       Anggota 1                                           :   Aam Rahmani SE.,Ak.,CA
       Anggota 2                                           :   Drs. Widjaja Muliadi, MM., MBA

       Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 13/HMI/BS/IV/2022 tanggal 14 April 2022, Dewan Direksi
       mengangkat Dera Susanty Herman sebagai Kepala Unit Audit Internal.

       Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 Perusahaan masing-masing memiliki 18 dan 18
       karyawan tetap (tidak diaudit).

       Penawaran Umum Saham Perdana

       Pada tanggal 29 Juli 2022, Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan
       (OJK) dengan Surat No. S-159/D.04/2022 untuk melakukan penawaran umum perdana 312.500.000
       saham dengan nilai nominal Rp20 per saham, dengan harga penawaran Rp125 per saham. Pada
       tanggal 10 Agustus 2022, seluruh saham tersebut telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.

       Penawaran Umum Saham Perdana tersebut disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham dan
       dituangkan dalam Akta Notaris No. 64 oleh Sugih Haryati, S.H., M.Kn., tanggal 19 Oktober 2022.

       Penerbitan Laporan Keuangan

       Laporan keuangan ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Direksi Perusahaan, selaku pihak yang
       bertanggung jawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan, pada tanggal
       28 April 2026.


2.     IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL

       Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

       Laporan keuangan Perusahaan telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK di Indonesia yang
       meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi
       Keuangan (“ISAK”) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan-Ikatan Akuntan
       Indonesia (“DSAK-IAI”), serta Peraturan No. VIII.G.7 yang diterbitkan oleh BAPEPAM-LK, tentang
       Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.

       Dasar Penyajian Laporan Keuangan

       Laporan keuangan, kecuali laporan arus kas, telah disusun secara akrual dengan menggunakan konsep
       biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun-akun tertentu yang diukur berdasarkan basis lain
       seperti yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi terkait.

       Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung, dan dikelompokkan ke dalam
       aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

       Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsisten dengan yang
       digunakan dalam penyusunan laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret
       2026, kecuali untuk penerapan amendemen PSAK yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2025
       seperti yang diungkapkan dalam Catatan ini.

       Mata uang fungsional dan pelaporan yang digunakan oleh Perusahaan adalah Rupiah.



                                                      7
Page 11
                           PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                        LAPORAN KEUANGAN
     Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
              Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                               (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.     IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

       Dasar Penyajian Laporan Keuangan (lanjutan)

       Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan SAK Indonesia mengharuskan manajemen untuk
       membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memengaruhi penerapan kebijakan akuntansi dan
       jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun estimasi ini dibuat
       berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen dan pertimbangan atas kejadian dan tindakan saat ini,
       hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Hal-hal yang melibatkan
       pertimbangan atau kompleksitas yang lebih tinggi atau hal-hal di mana asumsi dan estimasi adalah
       signifikan terhadap laporan keuangan diungkapkan dalam Catatan 3 atas laporan keuangan.

       Penerapan PSAK yang Baru dan Direvisi

       Perusahaan telah menerapkan PSAK yang baru dan revisi, yang berlaku efektif tanggal 1 Januari 2025:
       - Amendemen PSAK 221: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing - Kekurangan Ketertukaran
       - PSAK 117: Kontrak Asuransi
       - Amendemen PSAK 117: Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK 117 dan PSAK 109 -
          Informasi Komparatif

       Penerapan standar yang baru dan revisi tersebut tidak mengakibatkan perubahan substansial terhadap
       kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan
       untuk tahun berjalan atau tahun sebelumnya.

       Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

       Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah (“Rp”), yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
       Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang
       berlaku pada tanggal transaksi.

       Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan
       dengan kurs yang berlaku saat itu. Pos non-moneter dalam mata uang asing yang diukur berdasarkan
       nilai historis tidak dijabarkan kembali. Selisih kurs yang timbul atas penyelesaian pos-pos moneter dan
       penjabaran kembali pos-pos moneter diakui pada laba rugi.

       Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi

       Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak berelasi sesuai dengan definisi yang diuraikan pada
       PSAK 224, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.

       Transaksi ini dilakukan berdasarkan persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, yang
       mungkin tidak sama dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
       Seluruh transaksi signifikan dengan pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 29 atas laporan
       keuangan.

       Instrumen Keuangan

       Aset Keuangan

       Aset keuangan diklasifikasikan pada saat pengakuan awal dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
       diamortisasi, nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, dan nilai wajar melalui laba rugi.




                                                      8
Page 12
                            PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                         LAPORAN KEUANGAN
     Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
              Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                                (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.     IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

       Instrumen Keuangan (lanjutan)

       Klasifikasi aset keuangan pada pengakuan awal tergantung pada karakteristik arus kas kontraktual aset
       keuangan dan model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan tersebut. Kecuali untuk
       piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan dan atau saat Perusahaan
       menerapkan panduan praktis, pada saat pengakuan awal Perusahaan mengukur aset keuangan pada
       nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, biaya
       transaksi. Untuk piutang usaha yang tidak memiliki komponen pendanaan yang signifikan atau ketika
       Perusahaan menerapkan panduan praktis, diukur pada harga transaksi yang telah ditentukan
       berdasarkan PSAK 115.

       Agar aset keuangan dapat diklasifikasikan dan diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau nilai wajar
       melalui penghasilan komprehensif lain, aset keuangan harus memiliki arus kas yang semata dari
       pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Pengujian ini dikenal sebagai Solely
       Payment of Principal and Interest (”SPPI”) testing dan dilakukan pada tingkat instrumen.

       Model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset keuangan mengacu kepada bagaimana Perusahaan
       mengelola aset keuangan untuk menghasilkan arus kas. Model bisnis menentukan apakah arus kas
       akan dihasilkan dari perolehan arus kas kontraktual, menjual aset keuangan atau keduanya.

       Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

       i)    Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi

             Perusahaan mengukur aset keuangan pada biaya perolehan diamortisasi jika kedua kondisi berikut
             terpenuhi: (1) aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset
             keuangan dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual; dan (2) persyaratan kontraktual dari
             aset keuangan menghasilkan arus kas pada tanggal tertentu yang semata dari pembayaran pokok
             dan bunga dari jumlah pokok terutang.

             Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortiasi setelah pengakuan awal diukur
             dengan menggunakan metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah
             dikurangi dengan penurunan nilai. Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan
             memperhitungkan diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan bagian
             integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR dicatat dalam laporan laba rugi. Kerugian yang timbul
             dari penurunan nilai juga diakui pada laporan laba rugi.

             Aset keuangan Perusahaan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi meliputi kas dan bank,
             piutang usaha dan piutang lain-lain.

       ii)   Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain

             Instrumen utang

             Perusahaan mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain jika
             kedua kondisi berikut terpenuhi: (1) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang tujuannya
             akan terpenuhi dengan mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan; dan (2)
             Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal tertentu atas
             arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang.

             Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain,
             pendapatan bunga, keuntungan atau kerugian selisih kurs, dan kerugian penurunan nilai diakui
             dalam laba rugi dan dihitung dengan cara yang sama seperti aset keuangan yang diukur dengan
             biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai wajar lainnya diakui dalam OCI. Ketika aset
             keuangan dihentikan pengakuannya, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui
             dalam pendapatan komprehensif lainnya direklasifikasi ke laba rugi.


                                                       9
Page 13
                              PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                           LAPORAN KEUANGAN
     Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
              Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                                  (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.     IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

       Instrumen Keuangan (lanjutan)

       Aset Keuangan (lanjutan)

       ii)    Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain (lanjutan)

              Instrumen ekuitas

              Saat pengakuan awal, Perusahaan dapat membuat pilihan yang tidak dapat dibatalkan untuk
              menyajikan dalam penghasilan komprehensif lain perubahan nilai wajar investasi dalam instrumen
              ekuitas yang masuk dalam ruang lingkup PSAK 109 dan yang bukan merupakan instrumen ekuitas
              dimiliki untuk diperdagangkan. Pilihan ini dilakukan berdasarkan level instrumen per instrumen.

              Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak direklasifikasikan ke laba rugi. Dividen diakui
              sebagai laba rugi pada saat hak untuk menerima pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika
              Perusahaan memperoleh keuntungan dari hasil tersebut sebagai pemulihan sebagian biaya
              perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan tersebut adalah dicatat dalam OCI. Instrumen
              ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak tunduk pada penilaian penurunan nilai.

       iii)   Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi

              Aset keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk
              diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar melalui
              laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur pada nilai wajar. Aset keuangan diklasifikasikan
              sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual atau dibeli kembali
              dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga diklasifikasikan
              sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali jika ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai yang
              efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata pembayaran pokok dan bunga
              diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, terlepas dari model bisnisnya.
              Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan
              diamortisasi atau pada nilai wajar melalui OCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat
              ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika hal tersebut menghilangkan,
              atau secara signifikan mengurangi, ketidaksesuaian akuntansi.

              Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi selanjutnya disajikan dalam laporan
              posisi keuangan sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laporan laba
              rugi.

              Perusahaan tidak memiliki investasi dalam instrumen ekuitas, yang diklasifikasikan sebagai aset
              keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

       Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan saat hak kontraktual atas arus kas yang berasal
       dari aset keuangan tersebut berakhir, atau saat seluruh resiko dan manfaat dari aset keuangan tersebut
       ditransfer secara substansial kepada pihak lain.

       Liabilitas Keuangan

       Liabilitas keuangan diklasifikasikan pada pengakuan awal, sebagai liabilitas keuangan yang diukur pada
       nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman, dan hutang atau sebagai derivatif yang ditetapkan sebagai
       instrumen lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif, jika sesuai.

       Perusahaan mengklasifikasikan liabilitas keuangannya sebagai: liabilitas keuangan yang diukur dengan
       biaya perolehan diamortisasi; dan liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.

       Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, untuk pinjaman, sebesar
       pinjaman yang diterima setelah dikurangi biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.


                                                         10
Page 14
                         PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                      LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
         Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                             (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

   Instrumen Keuangan (lanjutan)

   Liabilitas Keuangan (lanjutan)

   Liabilitas keuangan Perusahaan meliputi utang usaha, utang lain-lain, utang pembiayaan konsumen,
   dan utang bank. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo
   melebihi 12 bulan dan sebagai liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12
   bulan.

   Pengukuran liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

   i)    Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi

         Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang
         dikenakan bunga) selanjutnya diukur dengan menggunakan metode EIR. Amortisasi EIR termasuk
         di dalam biaya keuangan dalam laporan laba rugi.

   ii)   Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi

         Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi termasuk liabilitas
         keuangan untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan
         awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.

         Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok untuk diperdagangkan jika mereka diperoleh
         untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini termasuk instrumen
         keuangan derivatif yang diambil Perusahaan yang tidak ditujukan sebagai instrumen lindung nilai
         dalam hubungan lindung nilai sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 109. Derivatif melekat yang
         dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali mereka ditetapkan
         sebagai instrumen lindung nilai efektif.

         Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam laporan
         laba rugi.

   Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat kewajiban kontraktual untuk membayar
   dilepaskan, dibatalkan atau berakhir.

   Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi
   pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara
   substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas yang ada, pertukaran atau modifikasi tersebut
   diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan selisih
   antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laporan laba rugi.

   Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai

   Metode pengakuan keuntungan atau kerugian yang timbul tergantung dari apakah derivatif tersebut
   dimaksudkan sebagai instrumen lindung nilai, dan jika demikian, sifat dari item yang dilindung nilai.

   Untuk derivatif yang dikategorikan sebagai lindung nilai arus kas, pada awal transaksi, Perusahaan
   mendokumentasikan hubungan antara instrumen lindung nilai dengan item yang dilindung nilai, beserta
   tujuan manajemen risiko dan strategi pelaksanaan transaksi lindung nilai. Perusahaan juga
   mendokumentasikan penilaiannya, pada saat dimulainya lindung nilai dan secara berkesinambungan,
   apakah derivatif yang digunakan dalam transaksi lindung nilai sangat efektif dalam menghapus dampak
   perubahan nilai wajar atas arus kas yang dilindung nilai.

   Nilai wajar penuh derivatif lindung nilai diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar atau liabilitas jangka
   panjang jika jatuh tempo yang tersisa untuk pokok yang dilindung nilai melebihi 12 bulan, dan sebagai
   aset lancar atau liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.

                                                    11
Page 15
                            PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                         LAPORAN KEUANGAN
     Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
              Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                                (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.     IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

       Instrumen Keuangan (lanjutan)

       Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai (lanjutan)

       Perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan dan memenuhi kriteria lindung nilai atas arus kas untuk
       tujuan akuntansi, bagian efektifnya, diakui di penghasilan komprehensif lain di dalam "cadangan lindung
       nilai arus kas". Ketika instrumen derivatif tersebut kadaluarsa atau tidak lagi memenuhi kriteria lindung
       nilai untuk tujuan akuntansi, maka keuntungan atau kerugian kumulatif di penghasilan komprehensif
       lain diakui pada laporan laba rugi.

       Perubahan nilai wajar derivatif yang tidak memenuhi kriteria lindung nilai untuk tujuan akuntansi diakui
       langsung pada laporan laba rugi di dalam "(Kerugian) keuntungan perubahan nilai wajar derivatif - neto".

       Saling Hapus Antar Aset dan Liabilitas Keuangan

       Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
       keuangan jika, dan hanya jika, Perusahaan saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
       melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara
       neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

       Kerugian kredit ekspektasian

       Perusahaan mengakui cadangan untuk kerugian kredit ekspektasian untuk seluruh instrumen utang
       yang tidak diklasifikasikan sebagai diukur pada nilai wajar melalui laba rugi. Kerugian kredit
       ekspektasian didasarkan pada perbedaan antara arus kas kontraktual yang jatuh tempo sesuai dengan
       kontrak dan seluruh arus kas yang diharapkan akan diterima Perusahaan, didiskontokan menggunakan
       perkiraan suku bunga efektif awal,

       Kerugian kredit ekspektasian diakui dalam dua tahap. Untuk risiko kredit atas instrumen keuangan yang
       tidak mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, pengukuran penyisihan kerugian
       dilakukan sejumlah kerugian kredit ekspektasian dalam 12 bulan. Untuk risiko kredit atas instrumen
       keuangan yang mengalami peningkatan secara signifikan sejak pengakuan awal, penyisihan kerugian
       dilakukan untuk kerugian kredit ekspektasian selama sisa umurnya, terlepas dari waktu gagal bayar
       (sepanjang umurnya),

       Untuk piutang usaha dan aset kontrak, Perusahaan menerapkan panduan praktis dalam menghitung
       kerugian kredit ekspektasian. Oleh karena itu, Perusahaan tidak mengidentifikasi perubahan dalam
       risiko kredit, melainkan mengukur penyisihan kerugian sejumlah kerugian kredit ekspektasian
       sepanjang umur. Perusahaan telah membentuk model provisi yang didasarkan pada data historis
       kerugian kredit, disesuaikan dengan faktor-faktor perkiraan masa depan (forward-looking) yaitu kondisi
       pelanggan dan lingkungan ekonomi.

       Penentuan Nilai Wajar

       Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
       untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
       pengukuran.

       Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
       terjadi:
       i)   di pasar utama (principal market) untuk aset atau liabilitas tersebut; atau
       ii) jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan (most advantageous market)
            untuk aset atau liabilitas tersebut.

        Perusahaan harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan tersebut.



                                                        12
Page 16
                            PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                         LAPORAN KEUANGAN
     Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
              Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                                (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.     IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

       Penentuan Nilai Wajar (lanjutan)

       Perusahaan mengukur nilai wajar suatu aset atau liabilitas menggunakan asumsi yang akan digunakan
       pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar
       bertindak dalam kepentingan ekonomis terbaiknya.

       Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
       menghasilkan manfaat ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
       terbaiknya (highest and best use) atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan
       menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.

       Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang
       memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat
       diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

       Hirarki nilai wajar dikategorikan dalam tiga (3) level input untuk teknik penilaian yang digunakan dalam
       pengukuran nilai wajar, berdasarkan tingkatan level input yang terendah yang signifikan terhadap
       pengukuran nilai wajar secara keseluruhan sebagai berikut:
       a) Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik
            yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran;
       b) Level 2 - teknik penilaian dimana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran
            nilai wajar dapat diobservasi, baik secara langsung atau tidak langsung;
       c) Level 3 - teknik penilaian dimana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran
            nilai wajar tidak dapat diobservasi, baik secara langsung atau tidak langsung.

       Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Perusahaan menentukan
       apakah terjadi transfer antara Level di dalam hirarki dengan cara mengevaluasi kategori (berdasarkan
       input level terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.

       Perusahaan menentukan kelas aset dan liabilitas yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan risiko aset
       dan liabilitas, dan level hirarki nilai wajar dimana pengukuran nilai wajar tersebut dikategorikan.

       Kas dan setara kas

       Kas dan setara kas terdiri dari kas dan bank, dan deposito jangka pendek yang sangat likuid dengan
       jangka waktu tiga bulan atau kurang, yang siap dikonversi menjadi uang tunai dalam jumlah yang
       diketahui dan memiliki risiko perubahan nilai yang tidak signifikan dan tidak digunakan sebagai jaminan
       ataupun dibatasi penggunaannya.

       Persediaan

       Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.
       Biaya perolehan persediaan meliputi seluruh biaya yang timbul sampai persediaan berada dalam
       kondisi dan lokasi saat ini, di mana ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.
       Biaya barang jadi terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya langsung lain dan biaya
       tidak langsung yang terkait dengan produksi (berdasarkan kapasitas operasi normal). Nilai realisasi neto
       adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi estimasi biaya yang diperlukan
       untuk melakukan penjualan.

       Ketika persediaan dijual, jumlah tercatat persediaan tersebut diakui sebagai beban pada tahun di mana
       pendapatan terkait diakui.




                                                       13
Page 17
                           PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                        LAPORAN KEUANGAN
     Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
              Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                               (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.     IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

       Persediaan (lanjutan)

       Penyisihan penurunan nilai persediaan karena keusangan, kerusakan, kehilangan dan lambatnya
       perputaran ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan masing-masing persediaan
       untuk mencerminkan nilai realisasi neto pada akhir tahun. Penyisihan penurunan nilai persediaan ke
       nilai realisasi neto dan seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode penurunan nilai
       atau kerugian terjadi. Jumlah setiap pemulihan penyisihan penurunan nilai persediaan karena kenaikan
       nilai realisasi neto, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah persediaan yang diakui sebagai beban
       pada periode terjadinya pemulihan tersebut.

       Biaya Dibayar di Muka

       Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat setiap biaya dengan menggunakan metode
       garis lurus.

       Aset Tetap

       Pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya perolehan yang meliputi harga pembelian,
       biaya pinjaman dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke
       lokasi dan kondisi yang diperlukan. Setelah pengakuan awal, Perusahaan menggunakan model biaya
       di mana seluruh aset tetap diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
       akumulasi kerugian penurunan nilai (jika ada).

       Biaya pengurusan legal awal untuk hak atas tanah diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah
       dan biaya ini tidak disusutkan. Biaya yang berkaitan dengan perpanjangan hak atas tanah diakui
       sebagai beban ditangguhkan dan diamortisasi selama periode hak atas tanah atau manfaat ekonomis
       tanah, mana yang lebih pendek.

       Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset yang
       terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di masa depan
       berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan dan biaya tersebut dapat diukur secara
       andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti, dihentikan pengakuannya pada tahun di mana
       penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laba
       rugi.

       Penyusutan dihitung sejak aset tersebut siap untuk digunakan dengan menggunakan metode garis
       lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap yang bersangkutan dengan rincian
       sebagai berikut:
                                                                            Tahun      Persentase
       Bangunan                                                               20           5%
       Mesin                                                                 8–16     6,25%-12,5%
       Kendaraan                                                               8         12,5%
       Peralatan                                                              4–8      12,5%-25%
       Inventaris                                                              4          25%
       Furnitur                                                               4–8      12,5%-25%

       Masa manfaat ekonomi, nilai residu dan metode penyusutan aset tetap ditelaah setiap akhir tahun dan
       pengaruh dari setiap perubahan estimasi akuntansi tersebut berlaku prospektif.

       Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa depan
       yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
       pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat
       dari aset tetap) diakui dalam laba rugi pada tahun aset tersebut itu dihentikan pengakuannya.




                                                      14
Page 18
                            PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                         LAPORAN KEUANGAN
     Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
              Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                               (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.     IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

       Properti Investasi

       Properti investasi yang merupakan properti yang dimiliki untuk penghasilan sewa jangka panjang
       dan/atau untuk peningkatan modal, pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan dan selanjutnya
       dicatat pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai.
       Biaya perolehan juga termasuk biaya penggantian bagian properti investasi, jika memenuhi kriteria
       pengakuan. Seluruh biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui
       dalam laba rugi pada saat terjadinya.

       Properti investasi Perusahaan terdiri dari bangunan dan disusutkan menggunakan metode garis lurus
       (straight-line method) sesuai dengan taksiran masa manfaat ekonomis selama 20 tahun.

       Transfer ke atau dari properti investasi dilakukan pada saat terdapat perubahan penggunaan.

       Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

       Aset yang memiliki masa manfaat yang tidak terbatas tidak diamortisasi namun diuji penurunan nilainya
       setiap tahun, atau lebih sering apabila terdapat peristiwa atau perubahan pada kondisi yang
       mengindikasikan kemungkinan penurunan nilai. Aset yang diamortisasi ditelaah untuk penurunan nilai
       apabila terjadi kondisi atau perubahan yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset tidak dapat
       diperoleh kembali. Kerugian penurunan nilai diakui sebesar selisih jumlah tercatat aset terhadap jumlah
       terpulihkannya. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi
       biaya penjualan dengan nilai pakai.

       Untuk tujuan menguji penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus
       kas terpisah teridentifikasi (unit penghasil kas). Aset non keuangan yang mengalami penurunan nilai
       ditelaah untuk kemungkinan pembalikkan atas penurunan nilai tersebut pada setiap tanggal pelaporan.

       Sewa

        Perusahaan menilai pada awal kontrak apakah suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa, yaitu
       jika kontrak memiliki hak untuk mengendalikan penggunaan aset yang diidentifikasi untuk jangka waktu
       tertentu dengan imbalan pertimbangan. Jangka waktu sewa tidak dapat dibatalkan untuk masing
       masing kontrak, kecuali dalam kasus di mana Perusahaan cukup yakin untuk melaksanakan opsi
       perpanjangan kontrak.

       Perusahaan sebagai penyewa

       Perusahaan menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali
       untuk sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah. Perusahaan mengakui liabilitas sewa untuk
       melakukan pembayaran sewa dan aset hak guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset
       pendasar.

       Aset hak guna

        Perusahaan mengakui aset hak guna pada tanggal dimulainya sewa (yaitu tanggal aset pendasar
       tersedia untuk digunakan). Aset hak guna diukur pada biaya perolehan, dikurangi akumulasi amortisasi
       dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya aset
       hak guna termasuk jumlah liabilitas sewa yang diakui, biaya langsung awal yang dikeluarkan, biaya
       restorasi dan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal dimulainya dikurangi
       insentif sewa yang diterima.

       Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus selama masa sewa. Jika
       kepemilikan aset pendasar sewa beralih ke Perusahaan pada akhir masa sewa atau biaya perolehan
       aset hak-guna merefleksikan Perusahaan akan mengeksekusi opsi beli, maka penyusutan aset hak-
       guna dihitung menggunakan estimasi masa manfaat aset.


                                                      15
Page 19
                            PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                         LAPORAN KEUANGAN
     Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
              Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                                (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


2.     IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

       Sewa (lanjutan)

       Liabilitas sewa

       Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini
       pembayaran sewa yang harus dilakukan selama masa sewa.

       Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan dari opsi beli yang secara wajar pasti
       dilaksanakan oleh Perusahaan dan pembayaran penalti untuk mengakhiri sewa, jika masa sewa
       merefleksikan adanya opsi dapat mengakhiri sewa. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung
       pada indeks atau tarif diakui sebagai beban pada periode terjadinya peristiwa atau kondisi yang memicu
       terjadinya pembayaran tersebut.

       Perusahaan menggunakan Suku Bunga Pinjaman Inkremental (“SBPI”) pada tanggal permulaan sewa
       karena suku bunga implisit dalam sewa tidak dapat langsung ditentukan. Setelah tanggal permulaan,
       jumlah kewajiban sewa ditingkatkan untuk mencerminkan akresi bunga (atas efek diskonto) dan
       dikurangi untuk pembayaran sewa yang dilakukan. Selain itu, nilai tercatat liabilitas sewa diukur kembali
       jika terdapat modifikasi, perubahan masa sewa, perubahan pembayaran sewa, atau perubahan
       penilaian atas opsi untuk membeli aset pendasar.

       Sewa jangka pendek dan sewa dengan aset bernilai rendah

       Sewa jangka pendek dengan jangka waktu kurang dari 12 bulan dan sewa aset bernilai rendah, serta
       elemen-elemen sewa tersebut, sebagian atau seluruhnya tidak sesuai dengan prinsip-prinsip
       pengakuan yang ditetapkan oleh PSAK 116 akan diperlakukan sama dengan sewa operasi.
       Perusahaan akan mengakui pembayaran sewa tersebut dengan dasar garis lurus selama masa sewa
       dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain.

       Liabilitas Imbalan Kerja

       Perusahaan menyediakan imbalan kerja pasti kepada karyawannya sesuai dengan Peraturan
       Pemerintah No. 35 tahun 2021 untuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 (Undang-Undang Cipta
       Kerja) yang diundangkan pada November 2020, sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang
       Republik Indonesia No. 6 tahun 2023 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor
       2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Program imbalan pasti ini tidak didanai.

       Liabilitas neto Perusahaan atas program imbalan pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan
       pascakerja pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada. Perhitungan
       liabilitas imbalan pascakerja dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit dalam
       perhitungan aktuaria yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan.

       Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja, yang diakui sebagai penghasilan komprehensif lain
       meliputi a) keuntungan dan kerugian aktuarial, b) imbal hasil atas aset program, tidak termasuk jumlah
       yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto, dan c) setiap perubahan
       dampak batas atas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas (aset)
       imbalan pasti neto. Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang diakui sebagai
       penghasilan komprehensif lain tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya.

       Ketika program imbalan berubah atau terdapat kurtailmen atas program, bagian imbalan yang berubah
       terkait biaya jasa lalu, atau keuntungan atau kerugian kurtailmen, diakui di laba rugi pada saat terdapat
       perubahan atau kurtailmen atas program.




                                                       16
Page 20
                            PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                         LAPORAN KEUANGAN
     Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
              Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                                (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.     IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

       Liabilitas Imbalan Kerja (lanjutan)
       Perusahaan menentukan (penghasilan) beban bunga neto atas (aset) liabilitas imbalan pascakerja neto
       dengan menerapkan tingkat bunga diskonto pada awal periode pelaporan tahunan untuk mengukur
       liabilitas imbalan pascakerja selama periode berjalan.
       Perusahaan mengakui keuntungan dan kerugian atas penyelesaian liabilitas imbalan pascakerja pada
       saat penyelesaian terjadi. keuntungan atau kerugian atas penyelesaian merupakan selisih antara nilai
       kini liabilitas imbalan pascakerja yang ditetapkan pada tanggal penyelesaian dengan harga
       penyelesaian, termasuk setiap aset program yang dialihkan dan setiap pembayaran yang dilakukan
       secara langsung oleh Perusahaan sehubungan dengan penyelesaian tersebut.

       Perusahaan mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa lalu, dan setiap
       keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, dan (2) penghasilan atau beban bunga neto di laba rugi
       pada saat terjadinya.

       Pengakuan Pendapatan dan Beban

       Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan

       Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
       i)   Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
       ii) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji
            dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke
            pelanggan.
       iii) Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh
            suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke
            pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat
            variabel, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang
            diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan
            dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode
            kontrak.
       iv) Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual
            berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak
            dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya
            yang diharapkan ditambah marjin.
       v) Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
            barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
            barang atau jasa tersebut).

       Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
       - Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
       - Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
         pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu Perusahaan memilih ukuran penyelesaian
         yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya
         kewajiban pelaksanaan.

       Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah
       penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban
       kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang
       telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas kontrak disajikan dalam
       "Pendapatan diterima di muka".

       Penjualan barang

       Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat risiko dan manfaat kepemilikan secara signifikan
       telah dialihkan kepada pelanggan. Hal ini biasanya terjadi pada saat barang diserahkan dan pelanggan
       telah menerima barang tersebut.



                                                        17
Page 21
                            PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                         LAPORAN KEUANGAN
     Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
              Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                                (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.     IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

       Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)

       Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).

       Laba per Saham

       Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan dengan rata-rata tertimbang
       jumlah saham yang beredar selama tahun tersebut.

       Laba per saham dilusian dihitung manakala Perusahaan memiliki instrumen berpotensi saham biasa
       yang bersifat dilutif.

       Pajak Penghasilan

       Beban pajak penghasilan untuk periode berjalan terdiri dari pajak penghasilan kini dan pajak tangguhan.
       Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai penghasilan atau beban dalam laporan laba rugi dan
       penghasilan komprehensif lain, kecuali pajak penghasilan tersebut sehubungan dengan transaksi atau
       kejadian yang diakui secara langsung di ekuitas dimana pajak penghasilannya diakui secara langsung
       di ekuitas.

       i)    Pajak Kini

             Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan
             keuangan, dan ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen
             secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT”)
             sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika
             perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada
             otoritas pajak.

             Bunga dan denda untuk kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan, jika ada,
             dicatat sebagai beban operasi dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain karena
             tidak dianggap sebagai bagian dari beban pajak penghasilan.

             Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”)
             diakui sebagai bagian dari “Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan” dalam laporan laba rugi dan
             penghasilan komprehensif lain tahun berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian
             selanjutnya. Jumlah tambahan pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP
             ditangguhkan pembebanannya sepanjang memenuhi kriteria pengakuan aset.

       ii)   Pajak Tangguhan

             Pajak tangguhan diakui berdasarkan perbedaan temporer pada tanggal pelaporan antara dasar
             pengenaan pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan
             keuangan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dengan
             beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh
             dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba kena pajak
             pada masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi fiskal.

             Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan, dan mengurangi
             jumlah tercatat jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang
             memadai untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Aset pajak
             tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap akhir periode pelaporan dan diakui
             sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang akan memungkinkan aset pajak
             tangguhan tersedia untuk dipulihkan.




                                                      18
Page 22
                             PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                          LAPORAN KEUANGAN
     Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
              Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                                 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.     IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

       Pajak Penghasilan (lanjutan)

       ii)   Pajak Tangguhan (lanjutan)

             Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada periode
             saat aset direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undang-undang pajak
             yang berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode laporan keuangan. Pengaruh
             pajak terkait dengan penyisihan dan/atau pemulihan semua perbedaan temporer selama tahun
             berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya
             telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.

             Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat dipaksakan
             secara hukum ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini, atau aset pajak
             tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan berkaitan dengan entitas kena pajak yang sama, atau
             Perusahaan bermaksud untuk menyelesaikan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau
             merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa
             depan di mana jumlah signifikan atas aset atau liabilitas pajak tangguhan diharapkan untuk
             dipulihkan atau diselesaikan.

       Segmen operasi

       Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa
       (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu
       (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.

       Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk akun-akun yang dapat diatribusikan
       langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai
       kepada segmen tersebut.

        Provisi

       Provisi diakui ketika Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat
       konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinan penyelesaian kewajiban tersebut
       mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal
       mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.

        Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar

        Perusahaan menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan berdasarkan klasifikasi
       lancar dan tidak lancar. Suatu aset disajikan sebagai lancar bila:
        • akan direalisasi, dijual, atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal;
        • untuk diperdagangkan; atau
        • akan direalisasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
        • kas atau setara kas kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk melunasi
          suatu liabilitas dalam paling lambat 12 bulan setelah tanggal pelaporan.

        Aset yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

        Suatu liabilitas disajikan sebagai lancar bila:
        • akan dilunasi dalam siklus operasi normal;
        • untuk diperdagangkan;
        • akan dilunasi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan; atau
        • tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak 12 bulan setelah
            tanggal pelaporan.




                                                        19
Page 23
                             PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                          LAPORAN KEUANGAN
     Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
              Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                                 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.     IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI MATERIAL (lanjutan)

        Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar

        Persyaratan liabilitas yang dapat mengakibatkan diselesaikannya liabilitas tersebut dengan
       menerbitkan instrumen ekuitas sesuai dengan pilihan pihak lawan, tidak berdampak terhadap klasifikasi
       liabilitas tersebut.

        Liabilitas yang tidak memenuhi kriteria di atas, diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang.

        Aset dan liabilitas pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset dan liabilitas tidak lancar.


3.     PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI SIGNIFIKAN

       Penyusunan laporan keuangan Perusahaan mengharuskan manajemen untuk membuat
       pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memengaruhi jumlah-jumlah pendapatan, beban, aset dan
       liabilitas yang dilaporkan serta pengungkapan atas liabilitas kontinjensi pada setiap akhir periode
       pelaporan. Namun, hasil aktual dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi, ketidakpastian atas
       asumsi serta estimasi tersebut dapat menimbulkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset
       dan liabilitas pada tahun berikutnya. Pertimbangan, estimasi, dan asumsi yang mempunyai pengaruh
       signifikan terhadap jumlah tercatat atas aset dan liabilitas diungkapkan dibawah ini.

       Penyisihan Pajak Penghasilan Badan

       Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan.
       Terdapat transaksi dan perhitungan pajak tertentu yang penentuan akhirnya adalah tidak pasti dalam
       kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan
       estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Ketika hasil pajak yang dikeluarkan
       berbeda dengan jumlah yang awalnya diakui, perbedaan tersebut akan berdampak pada pajak
       penghasilan dan penyisihan pajak tangguhan pada periode di mana penentuan tersebut dilakukan.

       Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum dikompensasi sejauh besar
       kemungkinan bahwa laba fiskal akan tersedia untuk dikompensasi dengan saldo rugi fiskal yang dapat
       dikompensasikan. Penentuan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui berdasarkan perbedaan
       waktu dan laba kena pajak di masa mendatang bersama-sama dengan strategi perencanaan pajak
       masa depan membutuhkan pertimbangan signifikan dari manajemen.

       Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan

       Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya bergantung pada model bisnis untuk mengelola aset
       keuangan tersebut dan apakah persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut semata-mata
       pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Aset dan liabilitas keuangan diakui dan
       dikelompokkan sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti diungkapkan pada Catatan 2
       atas laporan keuangan.

       Sewa

       Penentuan apakah suatu perjanjian mengandung unsur sewa membutuhkan pertimbangan yang cermat
       untuk menilai apakah perjanjian tersebut memberikan hak untuk mendapatkan secara subtansial
       seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset identifikasian dan hak untuk mengarahkan penggunaan
       aset identifikasian, bahkan jika hak tersebut tidak dijabarkan secara eksplisit di perjanjian. Dalam
       menentukan jangka waktu sewa, Perusahaan mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang
       menimbulkan insentif ekonomi untuk menggunakan opsi perpanjangan, atau tidak menggunakan opsi
       penghentian. Opsi perpanjangan (atau periode setelah opsi penghentian kontrak kerja) hanya termasuk
       dalam jangka waktu sewa jika cukup pasti akan diperpanjang (atau tidak dihentikan).




                                                         20
Page 24
                            PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                         LAPORAN KEUANGAN
     Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
              Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                                (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3.     PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

       Sewa (lanjutan)

       Karena Perusahaan tidak dapat langsung menentukan suku bunga implisit, manajemen menggunakan
       suku bunga pinjaman inkremental Perusahaan sebagai tingkat diskonto. Ada beberapa faktor yang
       perlu dipertimbangkan dalam menentukan suku bunga pinjaman inkremental, yang banyak di antaranya
       memerlukan pertimbangan untuk dapat secara andal mengukur penyesuaian yang diperlukan untuk
       mencapai tingkat diskonto akhir. Dalam menentukan suku bunga pinjaman inkremental, Perusahaan
       mempertimbangkan faktor-faktor utama berikut: risiko kredit korporat Perusahaan, jangka waktu sewa,
       jangka waktu pembayaran sewa, lingkungan ekonomi, waktu di mana sewa dimulai, dan mata uang di
       mana pembayaran sewa ditentukan.

       Penurunan Nilai Piutang Usaha dan Piutang Lain-Lain

       Perusahaan menghitung KKE piutang. Tingkat provisi adalah berdasarkan hari jatuh tempo atas
       kelompok segmen pelanggan yang mempunyai karakteristik risiko kredit yang serupa.

       Perusahaan menyesuaikan pengalaman kerugian kredit historis dengan infomasi forward-looking.
       Sebagai contoh, jika prakiraan atas kondisi ekonomi diperkirakan memburuk selama tahun depan, yang
       dapat menyebabkan meningkatnya jumlah gagal bayar, tingkat gagal bayar historis disesuaikan. Pada
       setiap tanggal pelaporan, tingkat gagal bayar historis diperbaharui dan perubahan estimasi forward-
       looking dianalisis.

       Penilaian atas korelasi antara tingkat gagal bayar historis yang diobservasi, prakiraan atas kondisi
       ekonomi dan KKE merupakan estimasi yang signifikan. Jumlah KKE paling dipengaruhi oleh perubahan
       keadaan dan prakiraan kondisi ekonomi. Pengalaman kerugian kredit historis Perusahaan dan prakiraan
       kondisi ekonomi juga mungkin tidak menggambarkan gagal bayar aktual pelanggan di masa yang akan
       datang.

       Penurunan Nilai Persediaan

       Manajemen melakukan penilaian analisis umur persediaan pada setiap tanggal pelaporan dan
       membentuk penyisihan untuk persediaan usang dan persediaan yang memiliki perputaran yang lambat
       yang diidentifikasi tidak lagi sesuai untuk digunakan dalam produksi, dengan mempertimbangkan nilai
       realisasi neto dari persediaan barang jadi dan barang dalam proses berdasarkan pada harga jual dan
       kondisi pasar saat ini.

       Mengestimasi Masa Manfaat Properti Investasi dan Aset Tetap

       Biaya perolehan properti investasi dan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus
       berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis
       properti investasi dan aset tetap antara 4 sampai dengan 20 tahun, suatu kisaran yang umumnya
       diperkirakan dalam industri sejenis. Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan
       teknologi dapat memengaruhi masa manfaat ekonomis serta nilai sisa aset dan karenanya biaya
       penyusutan masa depan memiliki kemungkinan untuk diubah/direvisi.

       Penurunan Nilai Aset Non-keuangan

       Penurunan nilai aset non-keuangan ditelaah apabila terdapat kejadian atau perubahan keadaan yang
       mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset melebihi nilai yang dapat diperoleh kembali. Nilai yang dapat
       diperoleh kembali suatu aset atau unit penghasil kas ditentukan berdasarkan yang lebih tinggi antara
       harga jual dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai, yang dihitung berdasarkan asumsi dan estimasi
       manajemen. Perubahan asumsi penting, termasuk asumsi tingkat diskonto atau tingkat pertumbuhan
       dalam proyeksi arus kas dan asumsi harga, dapat memengaruhi perhitungan nilai yang dapat diperoleh
       kembali secara material.




                                                       21
Page 25
                                 PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                              LAPORAN KEUANGAN
     Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
              Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                                   (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3.     PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

       Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan

       Penentuan liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan Perusahaan bergantung pada pemilihan
       asumsi aktuarial yang digunakan. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat
       kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun
       dan tingkat kematian.

       Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi pada tanggal pelaporan tersebut adalah wajar dan sesuai.
       Perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan
       Perusahaan dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan dan
       beban imbalan kerja karyawan.

       Pajak Penghasilan

       Perusahaan selaku wajib pajak menghitung liabilitas perpajakannya secara self assessment
       berdasarkan pada peraturan pajak yang berlaku. Perhitungan tersebut dianggap benar selama belum
       terdapat ketetapan dari Direktorat Jenderal Pajak atas jumlah pajak yang terutang atau ketika sampai
       dengan jangka waktu lima (5) tahun (masa daluarsa pajak) tidak terdapat ketetapan pajak yang
       diterbitkan. Perbedaan jumlah pajak yang terutang dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti
       pemeriksaan pajak, penemuan bukti-bukti pajak baru dan perbedaan interpretasi antara manajemen
       dan pejabat kantor pajak terhadap peraturan pajak tertentu. Perbedaan hasil aktual dan jumlah tercatat
       tersebut dapat mempengaruhi jumlah tagihan pajak, utang pajak, aset pajak tangguhan dan beban
       pajak.


4.     KAS DAN BANK

       Akun ini terdiri dari :
                                                             31 Maret 2026             31 Desember 2025

       Kas                                                          36.842.622                  29.176.572
       Bank – Rupiah
         PT Bank Central Asia Tbk                                   75.364.196                 686.633.180
         PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                        -                          -
         PT Bank Pembangunan Daerah Jawa
            Barat dan Banten Tbk                                                 -                       -
         PT BPR Karyajatnika Sadaya                                 65.336.612                  63.214.061

          Sub-jumlah                                               140.700.808                 749.847.241

       Jumlah                                                      177.543.430                 779.023.813


       Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, tidak terdapat saldo kas dan bank yang
       ditempatkan kepada pihak berelasi.


5.     PIUTANG USAHA

       Akun ini terdiri dari :
                                                             31 Maret 2026             31 Desember 2025
       Pihak ketiga – Rupiah
          PT Buana Inti Prima                                       603.336.000                603.336.000
          PT Megah Inti Cemerlang                                 1.798.856.055

       Jumlah (dipindahkan)                                       2.402.192.055                603.336.000

                                                        22
Page 26
                                 PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                              LAPORAN KEUANGAN
     Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
              Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                                   (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

5.     PIUTANG USAHA (lanjutan)

                                                             31 Maret 2026             31 Desember 2025

       Pihak ketiga – Rupiah (lanjutan)
          Jumlah (pindahan)                                       2.402.192.055                603.336.000
          PT Sraya Dinamika Mandiri                                 456.309.600
          PT Arco Tech Indonesia                                    148.074.000
          PT Bisma Putra Persada                                    128.249.400
          Lain-lain (masing-masing di bawah
             Rp100.000.000)                                        182.229.208                 379.827.882

       Sub-jumlah                                                 3.317.054.263                983.163.882
       Dikurangi cadangan kerugian penurunan
          nilai                                                     (40.956.077 )               (40.956.077 )

       Jumlah – neto                                              3.276.098.186                942.207.805

       Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang adalah sebagai berikut:

                                                             31 Maret 2026             31 Desember 2025

       Belum jatuh tempo                                          2.062.801.769                126.921.068
       Telah jatuh tempo:
          1 – 30 hari                                               62.535.180                      35.100
          31 – 60 hari                                              456.309.600                          -
          61 – 90 hari                                                        -                          -
          > 90 hari                                                735.407.714                 856.207.714

       Jumlah                                                     3.317.054.263                983.163.882


       Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan
       kerugian penurunan nilai piutang adalah cukup untuk menutup kerugian atas tidak tertagihnya piutang
       usaha.


6.     PIUTANG LAIN-LAIN

       Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, akun ini merupakan piutang karyawan dengan
       saldo masing-masing sebesar Rp265.000.000 dan Rp338.500.000. Piutang ini merupakan
       penghargaan kepada karyawan yang berprestasi dan telah memiliki masa kerja yang lama. Manajemen
       berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat tertagih, sehingga tidak diperlukan cadangan
       kerugian penurunan nilai atas piutang lain-lain.


7.     PERSEDIAAN

       Akun ini terdiri dari :
                                                             31 Maret 2026             31 Desember 2025
       Barang jadi                                               11.597.230.110              7.970.413.368
       Bahan baku                                                 1.824.229.726              4.823.811.678
       Kemasan                                                      748.318.988                766.410.947

       Sub-jumlah                                                14.169.778.824             13.560.635.993
       Dikurangi cadangan penurunan nilai
          persediaan                                             (1.314.955.833 )            (1.314.955.833 )

       Jumlah - neto                                             12.854.822.991             12.245.680.160

                                                        23
Page 27
                                 PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                              LAPORAN KEUANGAN
     Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
              Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                                   (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

7.     PERSEDIAAN (lanjutan)

       Mutasi persediaan selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
                                                             31 Maret 2026             31 Desember 2025

       Bahan baku dan kemasan
       Saldo awal                                                 5.590.222.625              5.171.987.390
       Pembelian bahan baku dan kemasan                           2.161.637.978              4.382.173.911
       Pemakaian bahan baku dan kemasan
         untuk produksi (Catatan 25)                             (5.179.311.888 )            (3.963.938.676 )

       Saldo akhir                                                2.572.548.715              5.590.222.625

       Barang Jadi
       Saldo awal                                                 7.970.413.369               6.539.679.500
       Beban pokok produksi                                       6.690.512.141               7.459.388.049
       Beban pokok penjualan (Catatan 25)                        (3.063.695.400 )            (6.028.654.181 )

       Saldo akhir                                               11.597.230.110              7.970.413.368

       Sub-jumlah                                                14.169.778.825             13.560.635.993
       Dikurangi cadangan kerugian penurunan
         nilai                                                   (1.314.955.833 )            (1.314.955.833 )

       Jumlah - neto                                             12.854.822.992             12.245.680.160


       Berdasarkan hasil penelaahan terhadap harga pasar dan kondisi fisik dari persediaan pada tanggal
       pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan tersebut di atas cukup untuk menutup
       kemungkinan kerugian dari keusangan dan penurunan nilai atas persediaan.

       Pada tahun 2025, persediaan telah diasuransikan pada PT China Taiping Insurance Indonesia terhadap
       risiko kerugian dengan nilai pertanggungan sebesar Rp8.948.248.244 yang menurut pendapat
       manajemen cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.


8.     UANG MUKA

       Pada tanggal 31 Maret 2026, akun ini merupakan uang muka pembelian mesin kepada PT Presisi
       Manufaktur Indonesia sebesar Rp1.861.621.622 (Catatan 35).


9.     BIAYA DIBAYAR DI MUKA

       Akun ini terdiri dari :
                                                             31 Maret 2026             31 Desember 2025
       Asuransi                                                     27.569.847                  30.272.322
       Sewa                                                         11.750.729                   2.721.982
       Lain-lain                                                   128.091.684                  90.833.343

       Jumlah                                                      167.412.260                 123.827.647




                                                        24
Page 28
                               PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                            LAPORAN KEUANGAN
   Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
            Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                                 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

 10. ASET TETAP
      Akun ini terdiri dari:
                                                                      31 Maret 2026

                                                          Penambahan/          Pengurangan/
                                         Saldo Awal       Reklasifikasi        Reklasifikasi     Saldo Akhir
      Biaya Perolehan
      Kepemilikan langsung
  Tanah                           12.865.025.000                  -                     -      12.865.025.000
  Bangunan                        20.100.244.479                  -                     -      20.100.244.479
  Mesin                           16.759.889.016                  -                     -      16.759.889.016
  Kendaraan                        2.968.307.899                  -           372.818.856       2.595.489.043
  Peralatan                        2.908.458.869         97.591.020                     -       3.006.049.889
  Inventaris                       1.909.440.421          1.808.600                     -       1.911.249.021
  Furnitur                         2.865.054.560                  -                     -       2.865.054.560
Aset hak guna
  Bangunan                         2.588.519.777                      -                 -       2.588.519.777

Jumlah Biaya Perolehan            62.964.940.021         99.399.620           372.818.856      62.691.520.785
Akumulasi Penyusutan
Kepemilikan langsung
  Bangunan                         3.540.289.742        251.253.032                     -       3.791.542.774
  Mesin                            7.300.270.058        350.847.585                     -       7.651.117.643
  Kendaraan                        1.733.797.510         81.109.026           372.818.856       1.442.087.680
  Peralatan                        1.735.069.422        184.523.002                     -       1.919.592.424
  Inventaris                       1.565.312.356         58.403.030                     -       1.623.715.386
  Furnitur                         1.601.981.704         79.648.542                     -       1.681.630.246
Aset hak guna
  Bangunan                         1.069.444.425         97.222.241                     -       1.166.666.666
Jumlah Akumulasi
  Penyusutan                      18.546.165.217       1.103.006.458          372.818.856      19.276.352.819
Nilai Buku                        44.418.774.804                                               43.415.167.966
                                                             31 Desember 2025
                                                      Penambahan/          Pengurangan/
                                   Saldo Awal         Reklasifikasi        Reklasifikasi        Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Kepemilikan langsung
  Tanah                           12.865.025.000                  -                     -      12.865.025.000
  Bangunan                        20.100.244.479                  -                     -      20.100.244.479
  Mesin                           16.676.113.176         83.775.840                     -      16.759.889.016
  Kendaraan                        3.768.307.899                  -           800.000.000       2.968.307.899
  Peralatan                        2.820.591.732         87.867.137                     -       2.908.458.869
  Inventaris                       1.906.051.991          3.388.434                     -       1.909.440.425
  Furnitur                         2.865.054.560                  -                     -       2.865.054.560
Aset hak guna
  Bangunan                         1.100.000.000       1.488.519.777                    -       2.588.519.777

Jumlah Biaya Perolehan            62.101.388.833      1.663.551.188           800.000.000      62.964.940.021
Akumulasi Penyusutan
Kepemilikan langsung
  Bangunan                         2.535.277.625      1.005.012.117                     -       3.540.289.742
  Mesin                            5.891.093.529      1.409.176.529                     -       7.300.270.058
  Kendaraan                        2.003.731.422        255.066.067           524.999.979       1.733.797.510
  Peralatan                        1.110.655.536        624.413.886                     -       1.735.069.422
  Inventaris                       1.308.362.799        256.949.557                     -       1.565.312.356
  Furnitur                         1.278.969.281        323.012.423                     -       1.601.981.704

  Jumlah (dipindahkan)           14.128.090.192       3.873.630.759          524.999.979       17.476.720.792




                                                        25
Page 29
                        PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                     LAPORAN KEUANGAN
 Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
          Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

10. ASET TETAP (lanjutan)
                                                                          2025 (lanjutan)

                                                      Penambahan/          Pengurangan/
                                    Saldo Awal        Reklasifikasi        Reklasifikasi     Saldo Akhir

    Akumulasi Penyusutan
      (lanjutan)
    Kepemilikan langsung
       Jumlah (pindahan)            14.128.090.192        3.873.630.759      524.999.979     17.476.720.792
    Aset hak guna
      Bangunan                        702.777.766          366.666.659                         1.069.444.425

    Jumlah Akumulasi
      Penyusutan                    14.830.867.958        4.240.297.418       524.999.979     18.546.165.217

    Nilai Buku                      47.270.520.875                                            44.418.774.804


    Aset tetap berupa tanah dan bangunan dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman bank yang diterima
    Perusahaan (lihat Catatan 12 dan 19).

    Beban penyusutan aset tetap dialokasikan pada:

                                                          31 Maret 2026               31 Desember 2025

    Beban pokok penjualan (Catatan 25)                            586.649.885               2.239.119.948
    Beban penjualan (Catatan 26)                                   15.669.663                  68.602.370
    Beban umum dan administrasi
      (Catatan 27)                                                500.687.571               1.932.575.099

    Jumlah                                                      1.103.007.119               4.240.297.418


    Perhitungan laba penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:

                                                               31 Maret 2026          31 Desember 2025
          Hasil penjualan                                             589.035.072           144.144.144
          Nilai buku                                                  372.818.856           275.000.021

          Laba (Rugi) Penjualan Aset Tetap                            216.216.216           ( 130.855.877)

    Manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi perubahan keadaan yang menyebabkan terjadinya
    penurunan nilai atas nilai tercatat aset tetap pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.

    Pada tahun 2025, aset tetap berupa mesin-mesin berikut instalasinya dan kendaraan telah
    diasuransikan pada PT China Taiping Insurance Indonesia, BCA Insurance dan beberapa perusahaan
    asuransi lainnya terhadap risiko kerugian dengan nilai pertanggungan seluruhnya sebesar
    Rp24.736.425.248 yang menurut pendapat manajemen cukup untuk menutup kemungkinan kerugian
    atas risiko tersebut.




                                                     26
Page 30
                             PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                          LAPORAN KEUANGAN
 Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
          Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                               (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

10. ASET TETAP (lanjutan)

    Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 nilai perolehan aset tetap Perusahaan yang telah
    disusutkan penuh namun masih digunakan masing-masing adalah sebagai berikut:

                                                            31 Maret 2026              31 Desember 2025
    Mesin                                                        1.529.773.425                1.529.773.425
    Kendaraan                                                                -                  372.818.856
    Peralatan                                                      426.641.020                  322.341.020
    Inventaris                                                     836.848.300                  823.160.800
    Furniture                                                      156.859.900                  138.416.400

    Jumlah                                                       2.950.122.645                3.186.510.501


11. PROPERTI INVESTASI

    Akun ini terdiri dari:
                                                                  31 Maret 2026

                                                        Penambahan/          Pengurangan/
                                      Saldo Awal         Reklasifikasi        Reklasifikasi   Saldo Akhir
    Biaya Perolehan
      Bangunan                         1.521.401.307                     -                -     1.521.401.307
    Akumulasi Penyusutan
      Bangunan                          228.210.196           19.070.516                  -      247.280.712
    Nilai Buku                         1.293.191.111                                            1.274.173.595


                                                                31 Desember 2025
                                                        Penambahan/          Pengurangan/
                                      Saldo Awal          Reklasifikasi       Reklasifikasi   Saldo Akhir
    Biaya Perolehan
      Bangunan                         1.521.401.307                     -                -     1.521.401.307
    Akumulasi Penyusutan
      Bangunan                                                76.070.064                  -      228.210.196
                                         152.140.129
    Nilai Buku                         1.369.261.178                                            1.293.191.111

    Properti investasi merupakan bangunan di Jl. Mekar Utama, Kel. Mekarwangi, Kec. Bojongloa Kidul,
    Bandung, Jawa Barat.

    Beban penyusutan untuk 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 seluruhnya dibebankan dalam beban
    umum dan administrasi.

    Manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi perubahan keadaan yang menyebabkan terjadinya
    penurunan nilai atas nilai tercatat properti investasi pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.


12. UTANG BANK JANGKA PENDEK

    Saldo pada tanggal 31 Desember 2025 merupakan utang kepada PT BPR Karyajatnika Sadaya
    (‘’BPR KS’’).

    Berdasarkan Perjanjian Kredit No. KB SME/KS/25/-06/65901965 tanggal 5 Juni 2025, Perusahaan
    memperoleh Fasilitas Kredit Berjangka dari BPR KS senilai Rp2.000.000.000. Fasilitas Kredit tersebut
    memiliki jangka waktu 12 bulan dan dikenakan bunga sebesar 11% per tahun.


                                                       27
Page 31
                        PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                     LAPORAN KEUANGAN
 Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
          Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

12. UTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)

   Perusahaan juga memperoleh Fasilitas Kredit Fleksibel dari BPR KS senilai Rp2.000.000.000 dengan
   Surat Perjanjian Kredit No. KB SME/KS/25-06/3003201367 tanggal 5 Juni 2025, Fasilitas Kredit
   tersebut memiliki jangka waktu 12 bulan dan dikenakan bunga sebesar 11% per tahun.

   Fasilitas Kredit tersebut digunakan untuk modal kerja dan pembiayaan biaya operasional Perusahaan.

   Agunan atas Fasilitas Kredit Berjangka dan Fasilitas Kredit Fleksibel adalah:

   a. 1 (satu) sertifikat asli SHGB No. 2375, dengan tanggal berakhirnya hak 24-09-2034, yang terletak
      di Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, dengan
      tanah seluas 253m2 sesuai Surat Ukur No 00453/Mekarwangi/2021 tgl 25-06-2021 atas nama
      PT Hetzer Medical Indonesia yang berkedudukan di kota Cimahi berikut bangunan dan atau segala
      sesuatu yg berdiri di atasnya.
   b. 1 (satu) sertifikat asli SHGB No 2376 dengan tanggal berakhirnya hak 24-09-2034 yang terletak di
      Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Bojongloa Kidul, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, dengan
      tanah seluas 251m2 sesuai Surat Ukur 0045/Mekarwangi/2021 tgl 25-06-2021 atas nama Jemmy
      Kurniawan dan Yenny Marlina berikut bangunan dan atau segala sesuatu yang berdiri di atasnya.
   c. Personal Guarantee atas nama Jemmy Kurniawan.

   Hal-hal yang wajib dilaksanakan oleh Perusahaan adalah sebagai berikut:

   a. Menyampaikan laporan keuangan audited tahunan kepada BPR KS paling lambat diterima 30 Juni
      2026.
   b. Menyampaikan laporan keuangan inhouse per 6 bulan kepada BPR KS paling lambat 3 bulan
      setelah akhir periode (periode Januari – Juni pada tanggal 30 September dan periode Juli –
      Desember pada tanggal 31 Maret).
   c. Menggunakan fasilitas kredit sesuai dengan penggunaan kredit dan melampirkan mutasi rekening
      atas nama debitur setiap 6 bulan berturut turut sejak akad kredit atau sesuai permintaan BPR KS.
   d. Menyalurkan aktivitas/transaksi keuangan perusahaan melalui BPR KS secara proporsional serta
      menggunakan dan memanfaatkan produk dan layanan dari BPR KS.
   e. Mengijinkan BPR KS atau pihak lain yang ditunjuk untuk sewaktu-waktu melakukan pemeriksaan
      terhadap obyek jaminan dan atau lokasi usaha.

   Hal-hal yang tidak boleh dilakukan Perusahaan selama belum membayar lunas Fasilitas Kredit ini tanpa
   persetujuan tertulis dari BPR KS adalah sebagai berikut:

   a. Mengalihkan/menyerahkan kepada pihak lain sebagian atau seluruhnya atas hak dan kewajiban
      yang timbul berkaitan dengan fasilitas kredit.
   b. Tidak diperkenankan mengikatkan diri sebagai penjamin utang atau menjaminkan harta
      perusahaan kepada pihak lain.
   c. Jaminan tidak boleh disewakan dan atau dipindahkan kepada pihak lain tanpa persetujuan tertulis
      dari BPR KS.
   d. Memperoleh fasilitas kredit baru atau pinjaman lain dari pihak lain atau Lembaga Keuangan lain
      harus dengan persetujuan pihak BPR KS.
   e. Tidak diperkenankan untuk melakukan upaya hukum seperti Penundaan Kewajiban Pembayaran
      Utang (PKPU) atau mempailitkan diri tanpa persetujuan dari BPR KS.

   Selama jangka waktu kredit dan kredit belum Lunas, Perusahaan wajib memberitahukan secara tertulis
   kepada BPR KS:
   a. Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan termasuk di dalamnya pemegang saham, permodalan,
       pengurus dan nilai nominal saham serta mengadakan merger atau akuisisi
   b. Melaporkan perubahan lokasi kantor / lokasi tempat usaha / nomor telephone, maka debitur wajib
       melaporkan dan memberitahukan kepada BPR KS




                                                   28
Page 32
                            PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                         LAPORAN KEUANGAN
 Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
          Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                               (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13. UTANG USAHA

   Akun ini terdiri dari:
                                                         31 Maret 2026             31 Desember 2025

   Pihak ketiga – Rupiah
      PT Multi Spunindo Jaya                                   680.775.737                 273.433.380
      PT Suryasukses Mekar Makmur                              372.296.700                 219.776.300
      Sugiharto                                                112.442.581                 209.134.060
      PT Teska Kenko Indonesia                                 262.556.265                 171.354.087
      PT Venindo Imperial Perkasa                              207.752.040                           -
      Lain-lain (masing-masing dibawah
         Rp100.000.000)                                        104.056.015                  40.023.103

   Jumlah                                                     1.739.879.338                913.720.930


14. UTANG LAIN-LAIN

   Akun ini terdiri dari:
                                                         31 Maret 2026             31 Desember 2025

   Pihak ketiga                                                  88.440.161                 85.258.915
   Pihak berelasi (Catatan 29)                                5.093.693.694              2.293.693.694

   Jumlah                                                     5.182.133.855              2.378.952.609



15. PERPAJAKAN

   a. Pajak dibayar di muka

      Pada tanggal 31 Maret 2026, akun ini merupakan Pajak Pertambahan Nilai sebesar Rp 3.887.067
      dan Uang Muka PPh 23 sebesar Rp8.400.460.

      Pada tanggal 31 Desember 2025, akun ini merupakan Pajak Pertambahan Nilai sebesar
      Rp60.894.535.

   b. Utang pajak

      Akun ini terdiri dari:
                                                          31 Maret 2026             31 Desember 2025

      Pajak Penghasilan:
         Pasal 21                                                 27.411.596                 42.696.371
         Pasal 23                                                    628.783                    710.007
      Pajak Pertambahan Nilai                                      37.007.262                         -

      Jumlah                                                      65.047.641                 43.406.378




                                                    29
Page 33
                       PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                    LAPORAN KEUANGAN
 Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
          Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. PERPAJAKAN (lanjutan)

   c. Pajak penghasilan kini

      Perhitungan taksiran akumulasi rugi fiskal dan pajak penghasilan kini Perusahaan adalah sebagai
      berikut:

                                                       31 Maret 2026             31 Desember 2025

      Rugi sebelum pajak penghasilan menurut
        laporan laba rugi dan penghasilan
        komprehensif lain                                                               (8.567.943.465 )

      Beda temporer:
        Imbalan pascakerja karyawan                                                         62.178.504
        Cadangan kerugian penurunan nilai
            piutang                                                                        (98.015.638 )
        Cadangan kerugian penurunan nilai
            persediaan                                                                     859.453.988

      Beda tetap:
        Pendapatan jasa giro                                                                (1.195.195 )
        Sumbangan dan jamuan                                                                22.466.905
        Pajak penghasilan                                                                   12.552.332
        Pajak lainnya                                                                       22.012.036
        Lainnya yang tidak diakui secara
            pajak                                                                           22.028.046

      Taksiran rugi fiskal                                                              (7.666.462.487 )
      Saldo rugi fiskal tahun sebelumnya                                               (10.594.401.660 )

      Akumulasi rugi fiskal                                                            (18.260.864.147 )

      Pajak Penghasilan Kini:
      Pajak penghasilan badan tahun berjalan                              -                           -
      Penyesuaian tahun sebelumnya (Catatan
         15e/15a)                                                                           54.069.689

      Jumlah pajak penghasilan kini                                       -                 54.069.689

      Taksiran rugi fiskal hasil rekonsiliasi di atas menjadi dasar dalam pengisian Surat Pemberitahuan
      Tahunan Pajak Penghasilan Badan Perusahaan.

      Berdasarkan undang-undang perpajakan yang berlaku di Indonesia, Perusahaan menghitung dan
      membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang. Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) dapat
      menetapkan atau mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu 5 (lima) tahun sejak saat terutangnya
      pajak.




                                                 30
Page 34
                           PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                        LAPORAN KEUANGAN
 Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
          Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                                (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. PERPAJAKAN (lanjutan)

   d. Aset pajak tangguhan
                                                                   31 Maret 2026
                                                                                         Dikreditkan ke
                                                               Dikreditkan ke             penghasilan
                                                                  laba rugi              komprehensif
                                           Saldo awal                                         lain                   Saldo akhir

      Imbalan pascakerja karyawan               87.823.797                                                             87.823.797
       Cadangan kerugian penurunan nilai
         piutang                                 9.010.337                                                    -         9.010.337
      Cadangan kerugian penurunan nilai
         persediaan                            289.290.283                                                -          289.290.283
      Liabilitas sewa                           46.525.649                                                -           46.525.649
      Utang lain-lain – pihak berelasi          55.507.387                                                -           55.507.387
      Rugi fiskal                            4.017.389.852                                                         4.017.389.852

      Jumlah                                 4.505.547.305                                                         4.505.547.305
      Penyisihan penurunan nilai aset
         pajak tangguhan                    (4.017.389.852)                                                       (4.017.389.852)

      Aset pajak tangguhan - neto             488.157.453                                                            488.157.453


                                                                  31 Desember 2025

                                                                                         Dikreditkan ke
                                                                                          penghasilan
                                                                   Dikreditkan ke        komprehensif
                                             Saldo awal               laba rugi                                      Saldo akhir

      Imbalan pascakerja karyawan               89.127.050                 6.419.271         (7.722.524)              87.823.797
      Cadangan kerugian penurunan nilai
         piutang                                30.573.777               (21.563.440)                     -            9.010.337
      Cadangan kerugian penurunan nilai
         persediaan                            100.210.406                189.079.877                 -             289.290.283
      Liabilitas sewa                                     -                46.525.649                         -         46.525.649
      Utang pemegang saham                                -                55.507.387                         -        55.507.387
      Rugi fiskal                            2.330.768.365              1.686.621.487                         -     4.017.389.852
      Jumlah                                 2.550.679.598              1.962.590.231        (7.722.524)            4.505.547.305
      Penyisihan penurunan nilai aset
      pajak
          tangguhan                         (2.330.768.365)            (1.686.621.487)                        -    (4.017.389.852)

      Aset pajak tangguhan - neto             219.911.233                275.968.744          (7.722.524)             488.157.453


      Pada 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan tidak mengakui aset pajak tangguhan
      atas kerugian fiskal yang dapat dikurangkan yang disebabkan oleh ketidakpastian signifikan dalam
      menghasilkan pendapatan kena pajak di masa yang akan datang.

   e. Tagihan dan Pemeriksaan Pajak
      Pada tahun 2025, Perusahaan menerima beberapa Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB)
      dan Surat Tagihan Pajak (STP) dengan rincian sebagai berikut:

      1.   Pajak Penghasilan pasal 25/29 Badan atas Tahun Pajak 2020 sebesar Rp41.946.116
      2.   Pajak Penghasilan pasal 25/29 Badan atas Tahun Pajak 2021 sebesar Rp12.123.573
      3.   Pajak Penghasilan pasal 21 atas Masa Pajak Desember 2021 sebesar Rp11.855.775
      4.   Pajak Penghasilan pasal 23 atas Masa Pajak Desember 2021 sebesar Rp615.842

      Perusahaan telah membayar seluruh SKPKB dan STP tersebut di tahun 2025 dan kurang bayar
      pajak penghasilan badan tahun 2020 dan 2021 dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp54.069.689
      dicatat sebagai bagian dari pajak penghasilan kini tahun 2025 (Catatan 15c).




                                                          31
Page 35
                       PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                    LAPORAN KEUANGAN
 Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
          Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

16. PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA

   Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, akun ini merupakan pendapatan diterima di muka
   atas penjualan:
                                                  31 Maret 2026            31 Desember 2025

   Masker                                                    203.050.270               1.086.436.872
   Stetoskop dan tensimeter                                  619.867.118                 651.308.559

   Jumlah                                                    822.917.388               1.737.745.431



17. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN

   Saldo pada tanggal 31 Desember 2025 merupakan utang atas pembelian kendaraan dengan rincian
   sebagai berikut:
                                             31 Maret 2026                31 Desember 2025
   PT BCA Finance                                                       -
   Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam
      satu tahun                                                        -

   Bagian jangka panjang                                                -                           -


   Utang pembiayaan konsumen kepada PT BCA Finance diangsur secara bulanan dan dikenakan bunga
   berkisar antara 3,55% - 7,09% per tahun dan telah dilunasi seluruhnya pada tanggal 1 Desember 2025.


18. UTANG SEWA

   Pada tanggal 31 Maret 2026, akun ini merupakan utang atas perolehan aset hak guna – bangunan dengan
   rincian sebagai berikut:

                                                      31 Maret 2026            31 Desember 2025
   Supardi Kurniawan                                       1.488.519.777               1.488.519.777
   Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam
      satu tahun                                           (778.129.026)                (778.129.026)

   Bagian jangka panjang                                     710.390.751                  710.390.751



19. UTANG BANK JANGKA PANJANG

   Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 akun ini terdiri dari:

                                                      31 Maret 2026            31 Desember 2025
   PT Bank Central Asia Tbk                                1.984.932.875               2.622.623.237
   Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam
      satu tahun                                         (1.984.932.875)             (2.622.623.237)

   Bagian jangka panjang                                                -                           -




                                                 32
Page 36
                       PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                    LAPORAN KEUANGAN
 Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
          Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

19. UTANG BANK JANGKA PANJANG (lanjutan)

   Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 3327/7770/21 tanggal 2 Desember 2021 dan Perubahan Perjanjian
   Kredit No. 0068/3327/7770/22 tanggal 13 Januari 2022, Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit
   Investasi dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan pagu kredit tidak melebihi Rp11.200.000.000.
   Fasilitas Kredit tersebut digunakan untuk pembelian gudang di Komplek Pergudangan Blue Sky
   Industrial Estate No. 9. Fasilitas Kredit tersebut memiliki jangka waktu 5 tahun dan dikenakan bunga
   sebesar 7% per tahun.

   Agunan atas Fasilitas Kredit ini adalah sebidang tanah dan bangunan sebagaimana diuraikan dalam
   SHGB No. 01839/Kelurahan Leuwigajah, terletak di Kota Cimahi Blok Kubang, Kecamatan Cimahi
   Selatan, Kelurahan Leuwigajah, Jawa Barat atas nama Jemmy Kurniawan dan Fransciscus Rijadi (lihat
   Catatan 10).

   Hal-hal yang wajib dilaksanakan oleh Perusahaan adalah sebagai berikut:
   a. Mentaati semua undang-undang, peraturan pemerintah, kebijakan pemerintah, petunjuk atau
       instruksi dari pemerintah yang berlaku terhadap Perusahaan.
   b. Segera memberitahukan kepada BCA secara tertulis tentang adanya setiap perkara yang
       menyangkut Perusahaan, baik perdata, tata usaha negara, tuntutan pajak, penyidikan maupun
       perkara pidana yang akan mempengaruhi usaha maupun harta kekayaan Perusahaan.
   c. Segera memberitahukan kepada BCA secara tertulis dengan melampirkan dokumen pendukung
       setiap kali terjadi perubahan anggaran dasar serta perubahan susunan Direksi, Komisaris dan/atau
       pemegang saham mayoritas Perusahaan.
   d. Membayar semua biaya yang timbul dan berhubungan dengan pemberian Fasilitas Kredit serta
       pelaksanaan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan Perjanjian Kredit meskipun Fasilitas Kredit
       tidak digunakan dan/atau Perjanjian Kredit dibatalkan.
   e. Memberikan segala keterangan yang diminta oleh BCA yang berhubungan dengan pemberian
       Fasilitas Kredit dan Agunan.
   f. Mempertahankan Hak atas Kekayaan Intelektual, antara lain hak cipta, paten dan merek yang telah
       atau akan dimiliki oleh Perusahaan.
   g. Wajib menyerahkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Terdaftar
       setiap 1 tahun sekali selambat-lambatnya 6 bulan setelah berakhir tahun buku.
   h. Tetap memusatkan aktivitas keuangan usaha pada rekening BCA.
   i. Menyerahkan Laporan Keuangan Audited Maksimal 1 tahun setelah realisasi.

   Hal-hal yang tidak boleh dilakukan Perusahaan selama belum membayar lunas Fasilitas Kredit ini tanpa
   persetujuan tertulis dari PT Bank Central Asia Tbk adalah sebagai berikut:
   a. Memperoleh pinjaman uang/kredit baru dari pihak lain dan/atau mengikatkan diri sebagai
       penanggung/penjamin dalam bentuk dan dengan nama apa pun dan/atau mengagunkan harta
       kekayaan Perusahaan kepada pihak lain.
   b. Meminjamkan uang, termasuk tetapi tidak terbatas kepada perusahaan afiliasinya, kecuali dalam
       rangka menjalankan usaha sehari-hari.
   c. Melakukan investasi, penyertaan atau membuka usaha baru di luar bisnis inti Perusahaan.
   d. Melakukan peleburan, penggabungan, pengambilalihan pembubaran/likuidasi, spin-off.

   Pada tanggal 31 Maret 2026 31 Desember 2025, Perusahaan telah memenuhi seluruh pembatasan
   dan kewajiban yang diwajibkan oleh bank.


20. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA

   Perusahaan memiliki program pensiun manfaat pasti yang sepenuhnya tidak didanai untuk mencakup
   seluruh karyawan tetap. Perusahaan mencadangkan liabilitas imbalan kerja jangka panjang sesuai
   dengan Peraturan Pemerintah No. 35 tahun 2021 untuk Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020
   (Undang-Undang Cipta Kerja) yang diundangkan pada November 2020, sebagaimana diubah menjadi
   Undang-Undang Republik Indonesia No. 6 tahun 2023 tentang Peraturan Pemerintah Pengganti
   Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang. Liabilitas imbalan
   kerja pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024 didasarkan pada laporan Kantor Konsultan Aktuaria
   Muh Imam Basuki dan Rekan, aktuaris independen, tanggal 2 Februari 2026.

                                                 33
Page 37
                        PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                     LAPORAN KEUANGAN
 Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
          Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

20. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (lanjutan)

   Liabilitas tersebut dihitung menggunakan metode “Projected Unit Credit”, dengan asumsi-asumsi utama
   sebagai berikut:

                                                         31 Maret 2026               31 Desember 2025
    Tingkat diskonto                                         6,69%                         6,69%
    Kenaikan gaji                                         4% per tahun                  4% per tahun
    Umur pensiun normal                                     55 tahun                      55 tahun
    Tingkat mortalitas                                    TMI IV 2019                   TMI IV 2019
    Tingkat kecacatan                                  0,01% dari Tingkat            0,01% dari Tingkat
                                                           Kematian                      Kematian
    Tingkat pengunduran diri                            2% pada usia 20               2% pada usia 20
                                                      tahun dan menurun             tahun dan menurun
                                                      secara linier sampai          secara linier sampai
                                                     dengan 0% pada usia           dengan 0% pada usia
                                                           55 tahun.                     55 tahun.

   Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pasti dan jumlah yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan
   komprehensif lain adalah sebagai berikut:

                                                         31 Maret 2026               31 Desember 2025

    Saldo awal                                                  399.199.079                   405.122.957
    Beban yang diakui dalam laba rugi
       Biaya jasa kini                                                       -                 33.455.286
       Biaya bunga                                                           -                 28.723.218
       Biaya jasa lalu                                                       -                          -

       Sub-total (Catatan 27)                                                -                 62.178.504

    Pengukuran kembali yang diakui dalam
      penghasilan komprehensif lain                                          -                 (35.102.382
    Pembayaran imbalan kerja                                                 -                 (33.000.000 )

    Saldo akhir                                                 399.199.079                   399.199.079

   Analisis sensitivitas kuantitatif untuk asumsi yang signifikan pada tahun yang berakhir tanggal
   31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                                     31 Maret 2026

                                                         1% Kenaikan                  1% Penurunan
    Tingkat kenaikan gaji: 4%
    Dampak terhadap liabilitas imbalan kerja
       karyawan                                                              -                              -
    Tingkat diskonto: 6,69%
    Dampak terhadap liabilitas imbalan kerja
       karyawan                                                              -                              -




                                                    34
Page 38
                        PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                     LAPORAN KEUANGAN
 Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
          Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

20. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (lanjutan)
                                                                  31 Desember 2025

                                                         1% Kenaikan              1% Penurunan
    Tingkat kenaikan gaji: 4%
    Dampak terhadap liabilitas imbalan kerja
    karyawan                                                   37.330.224                  30.042.060 )
    Tingkat diskonto: 6,69%
    Dampak terhadap liabilitas imbalan kerja
       karyawan                                                30.010.424                  37.451.341

   Analisis sensitivitas di atas telah ditentukan berdasarkan suatu metode yang mengekstrapolasi dampak
   pada kewajiban imbalan pasti sebagai akibat dari perubahan yang wajar atas asumsi utama yang terjadi
   pada akhir periode pelaporan. Analisis sensitivitas didasarkan pada perubahan asumsi yang signifikan,
   dengan menjaga agar semua asumsi lainnya tetap konstan. Analisis sensitivitas mungkin tidak mewakili
   perubahan aktual dalam kewajiban imbalan pasti karena kecil kemungkinannya bahwa perubahan
   asumsi akan terjadi secara terpisah satu sama lain.

   Perkiraan jatuh tempo yang diharapkan dari manfaat pensiun yang tidak terdiskonto adalah sebagai
   berikut:
                                                   31 Maret 2026             31 Desember 2025

    0 – 1 tahun                                                            -               75.530.000
    >1 – 2 tahun                                                           -                         -
    >2 – 5 tahun                                                           -                         -
    >5 tahun                                                               -            2.712.542.122

    Jumlah                                                                 -            2.788.072.122



21. MODAL SAHAM

   Rincian pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah
   sebagai berikut:
                                   31 Maret 2026
                                         Jumlah Saham
                                        Ditempatkan dan           Persentase
        Pemegang Saham                   Disetor Penuh           Pemilikan (%)           Jumlah
   Jemmy Kurniawan                         932.370.900                 59,67              18.647.418.000
   Fancy Marsiana                                   -                      -                           -
   Masyarakat                              630.129.100                 40,33              12.602.582.000
   Jumlah                                 1.562.500.000                100,00             31.250.000.000

                                        31 Desember 2025
                                        Jumlah Saham
                                       Ditempatkan dan            Persentase
        Pemegang Saham                  Disetor Penuh            Pemilikan (%)           Jumlah
   Jemmy Kurniawan                             994.000.000             63,62              19.880.000.000
   Fancy Marsiana                               56.800.000              3,64               1.136.000.000
   Masyarakat                                  511.700.000             32,75              10.234.000.000
   Jumlah                                 1.562.500.000                100,00             31.250.000.000




                                                    35
Page 39
                            PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                         LAPORAN KEUANGAN
 Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
          Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                              (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

22. TAMBAHAN MODAL DISETOR

   Akun ini terdiri dari:
                                                        31 Maret 2026             31 Desember 2025

    Agio saham setelah penawaran umum                      32.812.500.000             32.812.500.000
    Dikurang biaya emisi saham                             (2.945.144.544 )           (2.945.144.544 )

    Jumlah                                                 29.867.355.456             29.867.355.456



23. SALDO LABA (DEFISIT)

   Akun ini terdiri dari:
                                                        31 Maret 2026             31 Desember 2025
    Ditentukan penggunaannya
    Saldo awal                                              1.000.000.000               1.000.000.000
    Sub-jumlah                                              1.000.000.000               1.000.000.000
    Belum ditentukan penggunaannya
    Saldo awal                                             (13.522.236.743 )          (5.176.192.333)
    Laba (Rugi) bersih tahun berjalan                          324.597.765             (8.346.044.410 )
    Sub-jumlah                                             (13.197.638.978 )          (13.522.236.743 )
    Jumlah                                                 (12.197.638.978 )          (12.522.236.743 )



24. PENJUALAN

   Rincian penjualan adalah sebagai berikut:
                                                        31 Maret 2026                31 Maret 2025

    Masker                                                    535.503.872                 392.102.042
    Masker plus                                             4.066.749.359                 834.317.599
    Bouffant cap                                              103.865.409                 456.711.033
    Stetoskop                                                  28.945.037                  90.421.005
    Tensimeter                                                 32.304.442                  40.323.563
    Antiseptic                                                          -                           -

    Jumlah                                                  4.767.368.119               1.813.875.242

   Pada 31 Maret 2026 dan 31 Maret 2025, pelanggan dengan nilai transaksi yang melebihi 10% dari total
   penjualan adalah sebagai berikut :
                                                   31 Maret 2026                 31 Maret 2025
    PT Megah Inti Cemerlang                                 2.587.982.037
    PT Sraya Dinamika                                         987.666.306
    PT Citra Jaya Agung Lestari                               196.662.998               512.7083.800




                                                   36
Page 40
                        PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                     LAPORAN KEUANGAN
 Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
          Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

25. BEBAN POKOK PENJUALAN

   Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
                                                      31 Maret 2026               31 Maret 2025

    Persediaan bahan baku dan kemasan
      awal tahun                                            5.590.222.625              5.171.987.390
    Pembelian                                               2.161.637.978              1.236.921.581

    Tersedia untuk produksi                                 7.751.860.602              6.408.908.971
    Persediaan bahan baku dan kemasan
      akhir tahun (Catatan 7)                               (2.572.548.715 )          (5.926.110.796 )

    Pemakaian bahan baku dan kemasan                        5.179.311.888               482.798.175
    Penyusutan (Catatan 10)                                   586.649.885               559.757.368
    Upah bagian produksi                                      709.567.473               190.212.500
    Listrik                                                    79.330.320                33.591.465
    Operasional pabrik                                        135.652.575                51.741.142
    Impor

    Beban pokok produksi                                    6.690.512.143              1.318.100.650
    Persediaan barang jadi awal tahun                       7.970.413.369              6.539.679.500

    Tersedia untuk dijual                                  14.660.925.511              7.857.780.150
    Persediaan barang jadi akhir tahun
      (Catatan 7)                                          (11.597.230.110 )          (6.273.294.112 )

   Beban pokok penjualan                                    3.063.695.400              1.584.486.038

   Pada 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 pemasok dengan nilai transaksi yang melebihi 10% dari
   total pembelian adalah sebagai berikut:
                                                      31 Maret 2026             31 Desember 2025
    PT Multi Spunindo                                         661.271.474              1.197.900.358


26. BEBAN PENJUALAN

   Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut:
                                                      31 Maret 2026               31 Maret 2025
   Gaji, upah dan komisi                                      122.150.630               127.601.656
   Pemasaran                                                  113.021.204                77.049.787
   Pengiriman                                                  31.490.391                17.753.803
   Penyusutan (Catatan 10)                                     15.669.663                19.191.853
   Lain-lain                                                   53.048.146                62.184.109

   Jumlah                                                     335.380.034               303.781.208




                                                 37
Page 41
                         PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                      LAPORAN KEUANGAN
 Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
          Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                             (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

27. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

   Rincian beban umum dan administrasi adalah sebagai berikut:
                                                   31 Maret 2026                   31 Maret 2025

    Gaji dan tunjangan                                       752.039.305                 711.541.018
    Penyusutan (lihat Catatan 10)                            500.687.571                 407.222.712
    Cadangan penurunan nilai persediaan
       (lihat Catatan 7)
    Kesejahteraan karyawan                                    98.457.688                  95.437.755
    Kebersihan dan keamanan                                   84.300.981                  77.623.429
    Perbaikan dan pemeliharaan                                62.140.843                  46.773.751
    Transportasi                                              38.521.588                  45.097.560
    Asuransi                                                  12.950.107                  21.588.824
    Perijinan                                                  8.700.000                   9.864.015
    Imbalan pascakerja karyawan (lihat
       Catatan 20)
    Telekomunikasi                                            10.391.567                  12.376.263
    Sewa                                                       4.571.253                   8.106.664
    Sumbangan dan jamuan                                       5.904.902                   6.218.750
    Perjalanan dinas                                           2.300.000                   8.294.590
    Pemulihan cadangan penurunan nilai
       piutang (lihat Catatan 5)
    Lain-lain                                                138.508.478                 170.047.029

   Jumlah                                                  1.719.474.282               1.620.192.360



28. LABA (RUGI) PER SAHAM

   Laba (Rugi) per saham dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih tahun berjalan dengan rata-rata
   tertimbang jumlah saham biasa yang ditempatkan penuh, yang beredar pada tahun bersangkutan
   sebagai berikut:

                                                       31 Maret 2026               31 Maret 2025

    Jumlah laba (rugi) bersih tahun berjalan                 324.597.765               (1.783.156.174 )
    Rata-rata tertimbang jumlah lembar saham
      beredar                                               1.562.500.000               1.562.500.000

   Laba (Rugi) per saham                                               0,21                        (1,14 )



29. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI

   Berikut ini transaksi signifikan antara Perusahaan dan pihak berelasi sesuai dengan persyaratan yang
   ditetapkan antara pihak-pihak terkait:
                                                       31 Maret 2026             31 Desember 2025

    Utang lain-lain (Catatan 14)
       Jemmy Kurniawan                                      5.093.693.694               2.293.693.694

   Persentase terhadap jumlah liabilitas                          33,58%                      17,02%


    Utang lain-lain pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 merupakan utang kepada Jemmy
   Kurniawan, pemegang saham dan Komisaris Utama Perusahaan dengan jumlah nominal masing-
   masing sebesar Rp5.093.693.694 dan Rp2.293.693.694 yan tidak dikenai bunga dan akan dilunasi paling
   lambat tanggal 31 Desember 2026. Tingkat diskonto yang digunakan dalam menghitung nilai wajar
                                                  38
Page 42
                      PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                   LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
         Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
  utang lain-lain adalah 11% per tahun.




                                               39
Page 43
                       PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                    LAPORAN KEUANGAN
 Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
          Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

29. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

   Pada 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, imbalan kerja jangka pendek untuk manajemen kunci
   Perusahaan masing- masing sebesar Rp 300.000.000 dan Rp300.000.000.


30. NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN

   Nilai wajar didefinisikan sebagai jumlah dimana instrumen tersebut dapat dipertukarkan di dalam
   transaksi jangka pendek antara pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan yang memadai
   melalui suatu transaksi yang wajar, selain di dalam penjualan terpaksa atau penjualan likuidasi.

   Instrumen keuangan yang disajikan dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau
   disajikan dalam jumlah tercatat, baik karena jumlah tersebut mendekati nilai wajarnya atau karena nilai
   wajarnya tidak dapat diukur secara andal.

   Nilai tercatat dari aset dan liabilitas keuangan dengan jatuh tempo kurang dari 1 tahun, termasuk kas
   dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain, utang usaha, utang lain-lain jangka pendek, dan utang sewa
   diperkirakan mendekati nilai wajarnya karena bersifat jangka pendek. Nilai tercatat utang lain-lain dan
   utang sewa dengan jatuh tempo lebih dari 1 tahun ditentukan dengan mendiskontokan arus kas masa
   depan dengan menggunakan tingkat suku bunga pasar untuk instrumen dengan syarat, risiko kredit dan
   jatuh tempo yang serupa. Nilai tercatat utang bank dan utang pembiayaan konsumen mendekati nilai
   wajarnya karena telah dikenakan suku bunga pasar.


31. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

   Perusahaan memiliki beberapa eksposur risiko keuangan dalam bentuk risiko kredit dan risiko likuiditas.
   Manajemen senantiasa memonitor proses manajemen risiko Perusahaan guna memastikan kesesuaian
   antara risiko dan pengendalian terhadap risiko tersebut. Kebijakan dan sistem manajemen risiko secara
   rutin dikaji untuk mengantisipasi perubahan dari kondisi pasar dan aktivitas Perusahaan.

   a. Risiko kredit

       Risiko kredit adalah risiko dimana salah satu pihak yang terikat dalam kontrak atas instrumen
       keuangan gagal memenuhi liabilitasnya sehingga menyebabkan pihak lain mengalami kerugian
       keuangan. Eksposur risiko kredit yang dihadapi Perusahaan terutama terkait dengan penempatan
       di bank dan piutang.

       Guna meminimumkan eksposur yang ada atas simpanan dana di bank, Perusahaan hanya akan
       menempatkan dana pada bank yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Manajemen juga
       senantiasa memantau kesehatan bank serta mempertimbangkan keikutsertaan bank di dalam
       Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS).

       Selain itu, Perusahaan hanya melakukan transaksi dengan pihak ketiga yang memiliki reputasi dan
       kredibilitas yang baik. Ini adalah kebijakan Perusahaan bahwa semua pelanggan harus melalui
       prosedur verifikasi. Lebih jauh, saldo piutang dipantau secara terus menerus dengan tujuan bahwa
       eksposur atas piutang tak tertagih tidak siginifikan.




                                                  40
Page 44
                          PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                       LAPORAN KEUANGAN
 Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
          Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

31. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

   b. Risiko likuiditas

        Risiko likuiditas adalah risiko di mana Perusahaan mengalami kesulitan dalam memenuhi kewajiban
        keuangan yang harus diselesaikan dengan penyerahan kas atau aset keuangan lainnya.

        Perusahaan mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan bank yang mencukupi
        dalam memenuhi komitmen Perusahaan untuk operasi normal Perusahaan dan secara rutin
        mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, serta jadwal tanggal jatuh tempo aset dan
        liabilitas keuangan.

        Tabel di bawah berikut merupakan profil liabilitas keuangan Perusahaan berdasarkan kontrak
        pembayaran pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025:

                                                                     31 Maret 2026
                                           < 1 tahun             1 – 5 tahun                Total
        Liabilitas keuangan
        Utang bank jangka pendek           3.886.974.298                         -         3.886.974.298
        Utang usaha                        1.739.879.338                         -         1.739.879.338
        Utang lain-lain                    5.182.133.855                         -         5.182.133.855
        Utang sewa                           378.129.026              710.390.751          1.088.519.777
        Bagian utang bank jangka
         panjang yang jatuh
         tempo dalam satu tahun                            -                     -                      -
        Jumlah                             11.187.116.517             710.390.751         11.897.507.268

                                                                     31 Desember 2025
                                           < 1 tahun             1 – 5 tahun                Total
        Liabilitas keuangan
        Utang bank jangka pendek            3.889.087.954                        -          3.889.087.954
        Utang usaha                           913.720.930                        -            913.720.930
        Utang lain-lain                     2.378.952.609                        -          2.378.952.609
        Utang sewa                            778.129.026             710.390.751           1.488.519.777
        Bagian utang bank jangka
         panjang yang jatuh
         tempo dalam satu tahun              2.622.623.237                       -          2.622.623.237
        Jumlah                             10.582.513.756             710.390.751         11.292.904.507



   c.   Risiko suku bunga

        Risiko suku bunga adalah risiko bahwa nilai wajar atau arus kas masa datang atas instrumen
        keuangan akan berfluktuasi karena perubahan suku bunga pasar.

        Perusahaan terpengaruh risiko perubahan suku bunga pasar terutama diakibatkan dari utang bank
        dan utang pembiayaan.

        Manajemen selalu memantau fluktuasi suku bunga pasar sehingga dapat mengambil tindakan-
        tindakan yang dianggap paling menguntungkan Perusahaan.

        Tidak terdapat eksposur signifikan atas risiko suku bunga karena perubahannya tidak material.




                                                   41
Page 45
                        PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                     LAPORAN KEUANGAN
 Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
          Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                             (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

31. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

   d. Risiko mata uang asing

       Risiko mata uang asing adalah risiko bahwa nilai wajar atau arus kas masa datang atas instrumen
       keuangan akan berfluktuasi karena perubahan nilai tukar mata uang asing.

       Mata uang penyajian Perusahaan adalah Rupiah dan hamper seluruh transaksi Perusahaan
       dilakukan dalam mata uang Rupiah, oleh karenanya tidak terdapat eksposur signifikan atas risiko
       mata uang asing karena perubahannya tidak material.


32. MANAJEMEN RISIKO MODAL

   Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan peringkat kredit
   yang baik dan rasio modal yang sehat guna mendukung usaha dan memaksimalkan nilai pemegang
   saham.

   Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan
   kondisi ekonomi. Untuk memelihara atau menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat
   menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham, imbalan modal kepada pemegang
   saham atau menerbitkan saham baru. Tidak terdapat perubahan tujuan, kebijakan atau proses selama
   tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.

   Perusahaan mengelola permodalan dengan menggunakan rasio pengungkit. Kebijakan Perusahaan
   adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran yang umum dalam industri sejenis dengan tujuan untuk
   mengamankan pendanaan terhadap biaya yang rasional.

   Rasio utang terhadap modal dihitung sebagai hutang bersih dibagi dengan total modal. Hutang bersih
   dihitung berdasarkan jumlah liabilitas dikurangi kas dan setara kas. Total modal dihitung sebagai jumlah
   ekuitas.

   Perhitungan rasio utang terhadap modal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:

                                                        31 Maret 2026             31 Desember 2025

   Jumlah liabilitas                                        15.169.604.251               13.473.255.395
   Dikurangi: kas dan bank                                     177.543.430                  779.023.813

    Utang neto                                              14.992.060.822               12.694.231.582

    Total ekuitas                                           48.622.680.779               48.298.083.014

   Rasio utang terhadap modal                                           0,31                         0,26




                                                   42
Page 46
                                        PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                                     LAPORAN KEUANGAN
   Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
            Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

33. SEGMEN OPERASI

       Dalam pengambilan keputusan oleh manajemen, Perusahaan digolongkan menjadi unit usaha
       berdasarkan segmentasi produksi.

       Segmen operasi Perusahaan berdasarkan segmentasi produksi adalah sebagai berikut:

                                                                            31 Maret 2026

                           Masker           Masker Plus           Bouffant Cap         Tensimeter        Stetoskop             Lain-lain             Jumlah
  Penjualan               535.503.872        4.066.749.359          103.865.409          32.304.442        28.945.037                              4.767.368.119
  Beban pokok
    penjualan            (344.135.529 )     (2.613.450.649 )       (66.747.935 )        (20.760.086 )     (18.601.202 )                           (3.063.695.400 )
  Laba bruto              191.368.343         1.453.298.710          37.117.474           11.544.356       10.343.835                              1.703.672.719
  Beban penjualan                                                                                                                                    (335.380.034)
  Beban umum dan
    administrasi                                                                                                                                  (1.719.474.282 )
  Penghasilan
    keuangan                                                                                                                                             383.780
  Beban keuangan                                                                                                                                    (162.725.075 )
  Beban lain-lain –
    neto                                                                                                                                             838.120.707
  Laba
    sebelum
    pajak
    penghasilan                                                                                                                                     324.597.765
  Pajak penghasilan -
    neto
    Laba bersih tahun berjalan                                                                                                                      324.597.765.

  Aset segmen
   dapat
    dialokasikan
  Jumlah aset

  Liabilitas segmen                                          -                    -                                      -                  -
  Liabilitas yang
    tidak dapat
    dialokasikan
  Jumlah liabilitas

                                                                          31 Desember 2025

                            Masker          Masker Plus           Bouffant Cap         Tensimeter       Stetoskop             Lain-lain             Jumlah
Penjualan               2.898.934.154     2.446.167.018          749.210.974          165.500.493       361.923.677          7.351.351          6.629.087.667

  penjualan           (2.636.361.500 )    (2.224.604.013 )       (681.350.753 )       (150.510.190 )    (329.142.228 )       (6.685.497 )       (6.028.654.181 )
Laba bruto               262.572.654         221.563.005           67.860.221           14.990.304        32.781.448            665.854            600.433.486
Beban penjualan                                                                                                                                 (1.217.352.820 )
Beban umum dan
  administrasi                                                                                                                                  (7.653.559.879 )
Penghasilan
  keuangan                                                                                                                                         253.501.501
Beban keuangan                                                                                                                                    (672.711.269 )
Beban lain-lain –
  neto                                                                                                                                             121.745.516
  Rugi sebelum
    pajak
    penghasilan                                                                                                                                   (8.567.943.465 )
  Pajak penghasilan -
    neto                                                                                                                                             221.899.055
  Rugi bersih tahun
     berjalan                                                                                                                                      (8.346.044.410 )

  Aset segmen            5.830.663.096     12.627.869.018           198.280.900        1.985.005.283     3.619.719.851         72.376.587         24.333.914.735
  Aset yang tidak
    dapat
    dialokasikan                                                                                                                                 37.437.423.674
  Jumlah aset                                                                                                                                    61.771.338.409

  Liabilitas segmen      1.086.436.873                       -                    -      651.308.559                     -                  -      1.737.745.432
  Liabilitas yang
    tidak dapat
    dialokasikan                                                                                                                                 11.735.509.963
  Jumlah liabilitas                                                                                                                              13.473.255.395




                                                                             43
Page 47
                       PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                    LAPORAN KEUANGAN
 Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
          Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

34. AKTIVITAS YANG TIDAK MEMPENGARUHI ARUS KAS

   Aktivitas yang tidak memengaruhi arus kas adalah sebagai berikut:

                                                      31 Maret 2026            31 Desember 2025
   Perolehan aset tetap melalui realisasi
     uang muka pembelian                                                -                         -
   Perolehan aset tetap melalui utang sewa                 1.488.519.777              1.488.519.777


35. PERJANJIAN PENTING

   Pada tanggal 8 Desember 2025, Perusahaan telah melakukan perjanjian jual beli dengan PT Presisi
   Manufaktur Indonesia untuk membeli 10 unit mesin baru TPM-C400K dengan harga keseluruhan
   sebesar Rp6.000.000.000, termasuk PPN. Sesuai dengan perjanjian tersebut, pembayaran pembelian
   akan dilakukan sebagai berikut:
   • Setelah uji coba mesin tersebut cocok dan berjalan lancar maka Perusahaan akan membayar uang
       muka sebesat 20% atau sebesar Rp1.200.000.000 termasuk PPN;
   • Setelah Bill of Lading terbit, Perusahaan akan membayar sisa uang muka sebesar 10% atau
       sebesar Rp600.000.000 termasuk PPN;
   • Sisa pembayaran akan diangsur 12 kali secara bulanan sebesar Rp350.000.000 termasuk PPN.

   Satu unit mesin untuk dilakukan uji coba telah diterima oleh Perusahaan pada bulan Desember 2025
   dan Sembilan mesin sisanya telah diterima oleh Perusahaan pada bulan Februari 2026.

   Sampai dengan tanggal 31 Maret 2026, Perusahaan telah melakukan pembayaran uang muka
   pembelian mesin sebesar Rp1.861.621.622 (Catatan 8).


36. KELANGSUNGAN USAHA

   Perusahaan telah mencatat laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026
   sebesar Rp324.597.765, serta melaporkan saldo akumulasi kerugian pada tanggal 31 Maret 2026
   sebesar Rp12.494.674.677.

   Untuk menghadapi kondisi tersebut, Perusahaan memfokuskan pada upaya meningkatkan penjualan
   dan efisiensi biaya produksi dengan mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
   a. Menjaga dan meningkatkan pangsa pasar domestik;
   b. Meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru;
   c. Melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus;
      dan
   d. Efisiensi biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem.

   Perusahaan telah melakukan pembelian 10 unit mesin baru untuk meningkatkan kapasitas produksi
   guna memenuhi peningkatan permintaan pasar di tahun 2026.

   Selain itu, Perusahaan juga telah memperoleh surat dukungan dari Pemegang Saham Pengendali
   sekaligus sebagai Komisaris Utama, yang memberikan konfirmasi bahwa akan terus memberikan
   dukungan finansial bagi Perusahaan agar Perusahaan mampu mempertahankan kelangsungan
   usahanya dan untuk dapat memenuhi kewajiban Perusahaan.




                                                 44
Page 48
                      PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK CATATAN ATAS
                                   LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2025 (Diaudit) dan Untuk Periode Tiga Bulan yang
         Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 (Tidak Diaudit) dan 31 Maret 2025 (Tidak Diaudit)
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

37. PENERBITAN AMENDEMEN DAN PENYESUAIAN PSAK, PSAK DAN ISAK BARU

  DSAK-IAI telah menerbitkan amendemen dan PSAK baru yang akan berlaku efektif untuk laporan
  keuangan dengan periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal berikut:

  1 Januari 2026:
  - Amendemen PSAK 107: Instrumen Keuangan: Pengungkapan - Klasifikasi dan Pengungkapan
      Instrumen Keuangan
  - Amendemen PSAK 109: Instrumen Keuangan - Klasifikasi dan Pengungkapan Instrumen Keuangan
  - Amandemen PSAK 109: Instrumen Keuangan dan PSAK 107: Instrumen Keuangan: Pengungkapan
      Kontrak yang Mengacu pada Listrik Bergantung Alam
  - Amendemen PSAK 207: Laporan Arus Kas - Metode Biaya Perolehan

  1 Januari 2027:
  - PSAK 118: Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan

  Perusahaan masih mengevaluasi dampak dari amendemen dan PSAK baru di atas dan belum dapat
  menentukan dampak yang timbul terkait dengan hal tersebut terhadap laporan keuangan secara
  keseluruhan.




                                               45

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.85 MB
Published22 May 2026
Pages48
Characters166,167
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 42 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org HETZER MEDICAL INDONESIA TBK p.1 ×145
linked person Jemmy Kurniawan p.9 ×10
linked person Alvi Hadi Sugondo p.9 ×2
linked person Alexander Tjandana p.9 ×3
linked person Fancy Marsiana p.9 ×5
linked person Drs. Widjaja Muliadi p.10 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk p.25 ×11
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.25 ×2
linked org PT Multi Spunindo Jaya p.32
possible person dr. Yenny Marlina · Sekretaris Perusahaan p.9 ×6
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.10
possible org Bursa Efek Indonesia p.10
possible org Pertimbangan p.23
possible org Perusahaan. p.33
unresolved person Cahya Suryana · Notaris p.9
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9 ×2
unresolved person Dr. Erny Kencanawati p.9 ×2
unresolved person Aam Rahmani SE. p.10
unresolved — Dera Susanty Herman · Kepala Unit Audit Internal p.10
unresolved person Sugih Haryati p.10
unresolved org BAPEPAM-LK p.10 ×2
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.25 ×2
unresolved org PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat p.25
unresolved org Banten Tbk p.25
unresolved org PT BPR Karyajatnika Sadaya p.25 ×2
unresolved org PT Buana Inti Prima p.25
unresolved org PT Megah Inti Cemerlang p.25 ×2
unresolved org PT Sraya Dinamika Mandiri p.26
unresolved org PT Arco Tech Indonesia p.26
unresolved org PT Bisma Putra Persada p.26
unresolved org PT China Taiping Insurance Indonesia p.27 ×2
unresolved org PT Presisi Manufaktur Indonesia p.27 ×2
unresolved org PT Suryasukses Mekar Makmur p.32
unresolved org PT Teska Kenko Indonesia p.32
unresolved org PT Venindo Imperial Perkasa p.32
unresolved org PT BCA Finance p.35 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik p.36
unresolved org Kantor Konsultan Aktuaria Muh Imam Basuki dan Rekan p.36
unresolved org PT Sraya Dinamika p.39
unresolved org PT Citra Jaya Agung Lestari p.39
unresolved org PT Multi Spunindo p.40

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 4

FinancialStatement-2026-I-MEDS.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result