Back to announcement
20260522_CYBR_Laporan Informasi dan Fakta Material_32094236_lamp2.pdf
Other Text extracted CYBRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 86
Page 1
kantor jasa penilai publik
febriman siregar dan rekan
Ijin Kementrian Keuangan RI No. 2.12.0109
STUDI KELAYAKAN ATAS RENCANA PENAMBAHAN
KEGIATAN USAHA PENUNJANG
milik
PT ITSEC ASIA TBK
Gedung Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3
Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Kav. E.4.2
Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi
Jakarta Selatan
No. Laporan : 00380/2.0109-05/BS/06/0069/1/V/2026
Page 2
Bogor, 22 Mei 2026
No. Laporan : 00380/2.0109-05/BS/06/0069/1/V/2026
Kepada Yth,
PT ITSEC ASIA Tbk
Gedung Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3
Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Kav. E.4.2
Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi
Jakarta Selatan
Perihal : Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang
milik PT ITSEC Asia Tbk
Dengan Hormat,
Memenuhi permintaan PT ITSEC Asia Tbk dan sesuai dengan Proposal Penawaran
Nomor 0174A/PNW/PB-BGR-FSR/III/2026 tanggal 17 Maret 2026, bersama ini kami
sampaikan hasil penyusunan Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha Penunjang milik PT ITSEC Asia Tbk.
Laporan ini merupakan hasil kajian dan analisis yang dilakukan dengan meninjau berbagai
aspek yang meliputi aspek hukum, aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek
model manajemen, aspek risiko bisnis dan aspek keuangan.
Berdasarkan kajian, evaluasi keuangan dan analisis keuangan serta proyeksi-proyeksi
lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang milik PT ITSEC Asia Tbk tersebut di
atas dapat memberikan kontribusi yang positif dan layak untuk dilaksanakan.
Demikian laporan ini kami sampaikan, atas kepercayaan yang telah diberikan kami
ucapkan terima kasih.
.
Hormat kami,
KJPP Febriman Siregar dan Rekan
Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc., MAPPI (Cert.)
Rekan
Penilai Properti dan Bisnis (PB)
Anggota MAPPI : 92-S-00252
Register : RMK-2017.00069
Izin Penilai Publik : PB-1.08.00069
Izin OJK : STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024
Page 3
PERNYATAAN PENYUSUN
Dalam batas kemampuan dan keyakinan serta pemahaman kami sebagai penilai,
yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa :
1. Kami telah mematuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan
dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.
2. Keterangan-keterangan dan pernyataan dalam laporan ini, sebatas
pengetahuan kami adalah benar dan akurat.
3. Analisis dan kesimpulan dalam laporan ini hanya dibatasi dan telah sesuai
dengan asumsi-asumsi dan syarat-syarat pembatas serta kondisi yang
dilaporkan.
4. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup penilaian meliputi : identifikasi
masalah, inspeksi lapangan, pengumpulan data & wawancara, analisis data,
estimasi nilai menggunakan pendekatan penilaian dan penulisan laporan.
5. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan properti
dan/atau jenis industri yang dinilai.
6. Kami tidak mempunyai kepentingan apapun terhadap obyek yang dinilai dan
imbalan jasa yang kami terima tidak terkait dengan hasil penilaian yang
dilaporkan.
7. Laporan ini disusun mengacu pada Standar Penilaian Indonesia (SPI EDISI VII-
2018) dan telah memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
8. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Penilaian
yang telah disepakati sebelumnya dengan Pemberi Tugas.
9. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah
menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.
Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan
yang memengaruhi analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan
ini.
ii
Page 4
NAMA KUALIFIKASI TANDA TANGAN
Penangggung Jawab Proyek :
Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc. MAPPI (Cert.) Penilai Bisnis Bersertifikat .............................
Rekan
Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00069
MAPPI No. : 92-S-00252
Register No. : RMK-2017.00069
STTD No. : STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024
Pemeriksa :
Didiek Agus Priatmiko, S.Komp. Penilai Bisnis ..............................
MAPPI No. : 11-T-03266
Register No. : RMK-2017.00838
Penilai :
Yaumil Husna Khair, S.Si., M.M Penilai Bisnis ..............................
MAPPI No. : 11-P-03270
iii
Page 5
BAB I
PENDAHULUAN
1. UMUM
1.1. Latar Belakang
PT ITSEC Asia, Tbk. (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan sebuah
perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (public company) yang didirikan di
Indonesia. Kegiatan usaha utama Perseroan meliputi aktivitas konsultasi keamanan
informasi (KBLI 62021) yang mencakup kegiatan layanan konsultasi perencanaan
dan pengawasan keamanan informasi, pemeriksaan atau penjamin (assurance)
keamanan informasi, dan pembangunan dan penerapan keamanan informasi.
Kegiatan usaha penunjang Perseroan meliputi aktivitas konsultasi komputer dan
manajemen fasilitas komputer lainnya (KBLI 62029), aktivitas teknologi informasi dan
jasa komputer lainnya (KBLI 62090), aktivitas pemrograman komputer lainnya (KBLI
62019), aktivitas perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer (KBLI
46511) dan aktivitas perdagangan besar piranti lunak (KBLI 46512).
Perseroan berdomisili di Gedung Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3, Jl. Dr. Ide Anak
Agung Gde Agung Kav. E.4.2, Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta
Selatan dengan nomor telepon (021) 29783050, email corpsec@itsecasia.com dan
alamat website www.itsec.asia.
Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen Perseroan, Perseroan
merencanakan untuk menambah kegiatan usaha penunjang yaitu sebagai berikut:
Tabel 1.1 Rincian Penambahan Unit Usaha
No. Nama KBLI Kode KBLI
1 Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa Komputer 62090
lainnya
2 Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya 62019
3 Perdagangan Besar Komputer dan Perlengkapan 46511
Komputer
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia, Tbk.# # I - 1#
Page 6
4 Perdagangan Besar Piranti Lunak 46512
5 Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan 62015
Artifisial
6 Penerbitan Piranti Lunak (Software) 58200
7 Aktivitas Pengolahan Data 63111
Rencana tersebut berupa penambahan kegiatan usaha penunjang yang belum
tertera di dalam anggaran dasar Perseroan, sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia (“OJK”) No.
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha
(“POJK No. 17/2020”).
Untuk penambahan kegiatan usaha penunjang, POJK No. 17/2020 mensyaratkan
adanya laporan studi kelayakan tentang perubahan kegiatan usaha penunjang yang
disusun oleh penilai independen, maka Perseroan perlu menunjuk penilai untuk
melaksanakan penyusunan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha Penunjang (“Studi Kelayakan”).
1.2. Status Penilai
Penilai adalah KJPP Febriman Siregar dan Rekan (“KJPP FSR”), selaku Penilai
Independen dengan identifikasi Penilai yang bertanggung jawab pada laporan
penilaian ini adalah sebagai berikut:
Nama : Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc., MAPPI (Cert.)
Anggota MAPPI : 92-S-00252
Register : RMK-2017.00069
No. Izin Penilai Publik : PB-1.08.00069
No. Izin OJK : STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024
Klasifikasi bidang jasa : Penilai Properti dan Bisnis
KJPP Febriman Siregar dan Rekan memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian
atas obyek studi dan tidak memiliki benturan kepentingan dengan subyek atau obyek
studi kelayakan, sehingga dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak
memihak.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia, Tbk.# # I - 2#
Page 7
1.3. Pemberi Tugas Dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan Pengguna Laporan adalah PT ITSEC Asia, Tbk. yang
berkedudukan di Gedung Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3, Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde
Agung Kav. E.4.2, Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan.
1.4. Maksud Dan Tujuan Penilaian
Maksud dan tujuan dari penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat mengenai
kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha penunjang milik Perseroan
dalam rangka memenuhi POJK No. 17/2020 dan Peraturan OJK No.
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal. Studi Kelayakan Perubahan
Kegiatan Usaha tidak digunakan di luar maksud atau tujuan disusunnya studi tersebut
dan bukan untuk penggunaan laporan dalam bidang lainnya.
1.5. Tanggal Penilaian dan Masa Berlaku Laporan
Tanggal penilaian adalah per 31 Desember 2025 dimana batas tersebut diambil atas
dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian dengan masa berlaku laporan
studi kelayakan ini berakhir pada tanggal 30 Juni 2026.
1.6. Obyek Studi Kelayakan
Obyek Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha pada laporan studi kelayakan ini
adalah kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha penunjang milik
Perseroan.
1.7. Bentuk Kepemilikan
Bentuk kepemilikan atas Obyek Studi Kelayakan adalah Kepemilikan Tunggal yakni
milik Perseroan.
1.8. Metode Studi Kelayakan
Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini yaitu :
● Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan penambahan
kegiatan usaha yang meliputi data-data identitas, perizinan, rencana usaha serta
data-data lainnya yang terkait dengan rencana perubahan kegiatan usaha.
● Analisis makro ekonomi, analisis industri untuk mengevaluasi pengaruh dari faktor
tersebut terhadap kinerja Perseroan di masa mendatang.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia, Tbk.# # I - 3#
Page 8
● Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan
penambahan kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan
indikator Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), dan Internal Rate of
Return (IRR), dan Payback Period.
1.9. Tanggal Studi Kelayakan
Tanggal studi kelayakan (cut-off date) per 31 Desember 2025.
1.10. Tingkat Kedalaman Investigasi
Investigasi dengan melakukan inspeksi, wawancara dengan pihak manajemen.
1.11. Alasan Perseroan Menambah Kegiatan Usaha
Alasan Perseroan menambah kegiatan usaha di bidang Aktivitas Teknologi Informasi
dan Jasa Komputer lainnya (62090), Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya
(62019), Perdagangan Besar Komputer dan Perlengkapan Komputer (46511),
Perdagangan Besar Piranti Lunak (46512), Aktivitas Pemrograman Berbasis
Kecerdasan Artifisial (62015), Penerbitan Piranti Lunak (Software) (58200), Aktivitas
Pengolahan Data (63111) adalah untuk meningkatkan penjualan berupa layanan nilai
tambah dari kegiatan usaha yang telah dimiliki oleh Perseroan. Dimana hal ini sejalan
dengan strategi bisnis Perseroan dalam menambah diversifikasi produk untuk
meningkatkan pemasaran guna memenuhi kebutuhan konsumen seiring dengan
perkembangan dunia teknologi dan digital yang mengharuskan konsumen mobile
atau terkoneksi dengan internet dimanapun dan kapanpun.
1.12. Sifat Dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan
1. Anggaran Dasar dan Perubahan Perseroan
2. Business plan penambahan usaha.
3. Tinjauan terhadap kondisi fundamental Perseroan, yang menyangkut sejarah
singkat Perseroan, struktur modal dan susunan pengurus, deskripsi bidang usaha
dan kinerja keuangan, serta memperhatikan kondisi makro yang ada.
4. Informasi ekonomi dan industri yang dikeluarkan oleh pihak ketiga, baik
berdasarkan media cetak, elektronik, dan hasil analisis lain dari pihak independen
yang kami anggap relevan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia, Tbk.# # I - 4#
Page 9
1.13. Studi Kelayakan Dilakukan Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Republik Indonesia
Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha, Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Surat Edaran OJK No.
17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal.
1.14. Asumsi Dan Asumsi Khusus
1. KJPP FSR berasumsi bahwa asumsi dan asumsi khusus yang akan digunakan
dalam penugasan merupakan asumsi dan asumsi khusus yang wajar dan
relevan dengan memperhatikan tujuan dimana studi kelayakan diperlukan.
2. KJPP FSR berasumsi bahwa asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari
fakta yang sebenarnya pada tanggal studi kelayakan atau hal yang tidak akan
dibuat oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam suatu transaksi pada tanggal studi
kelayakan.
3. KJPP FSR berasumsi bahwa asumsi khusus sering digunakan untuk
menggambarkan efek dari suatu situasi yang akan mempengaruhi nilai.
Dalam pelaksanaan penugasan, KJPP FSR akan menggunakan asumsi yang wajar
untuk diterima sebagai fakta dalam konteks penugasan tanpa penyelidikan tertentu
atau verifikasi.
1.15. Tenaga Ahli
Mengingat KJPP FSR memiliki pengalaman yang cukup, maka di dalam melakukan
penilaian ini KJPP FSR tidak menggunakan tenaga ahli pada bidang lain.
1.16. Syarat Pembatas
● Penyusunan laporan studi ini merupakan interpretasi kami atas data dan informasi
yang diperoleh dan tersedia yang kami anggap benar pada saat penyusunan
laporan ini dilakukan. Asumsi-asumsi yang digunakan mungkin tidak lagi berlaku
apabila terjadi sesuatu atau kondisi tertentu yang mempengaruhi ketepatan
asumsi-asumsi tersebut, seperti diberlakukannya peraturan-peraturan pemerintah
yang baru maupun perubahan-perubahan penting di bidang politik, sosial dan
ekonomi.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia, Tbk.# # I - 5#
Page 10
● Kami tidak bertanggung jawab terhadap kerugian sebagai akibat dari kesalahan
opini atau kesimpulan yang terjadi karena adanya data atau informasi dari
Perseroan yang relevan dan signifikan pengaruhnya terhadap opini atau
kesimpulan kami, yang tidak dan / belum kami terima dari Perseroan.
● Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
dengan kemampuan pencapaian (fiduciary duty).
● Kami mengandalkan sepenuhnya data-data dari manajemen.
● Data dan informasi pendukung kami peroleh dari sumber dan data yang dipercaya.
● Kami berasumsi bahwa Perseroan telah dan akan memenuhi kewajiban yang
berkenaan dengan perpajakan, retribusi dan pungutan-pungutan lainnya sesuai
peraturan yang berlaku.
● Semua data dan informasi yang diberikan kepada kami dalam penugasan ini, yang
berdasarkan wawancara dengan manajemen, data-data serta penjelasan dari
manajemen Perseroan dan informasi lain yang mendukung yang telah kami
terima, kami anggap benar. Oleh karena itu apabila ada permasalahan yang timbul
dikemudian hari sebagai akibat adanya kesalahan informasi yang kami terima,
bukan merupakan tanggung jawab kami.
● Sampai laporan ini selesai disusun, kami berasumsi bahwa semua perijinan yang
diperlukan serta perijinan-perijinan yang berkaitan dengan ijin kelayakan
operasional yang diperlukan dapat dipenuhi Perseroan.
● Laporan ini tidak bertujuan untuk disirkulasikan atau didistribusikan secara umum
dan tidak untuk direproduksi serta digunakan untuk tujuan lain, kecuali atas
persetujuan kami secara tertulis. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian atau
kehilangan yang diderita akibat penggunaan oleh pihak lain tanpa persetujuan
kami secara tertulis.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia, Tbk.# # I - 6#
Page 11
BAB II
ASPEK HUKUM
2.1. Profil Perseroan
Perseroan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 7 tanggal 12 April 2010 oleh notaris
Refizal, S.H., M.Hum., di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
23544.AH.01.01.Tahun 2010 tanggal 7 Mei 2010.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
dengan Akta Notaris No. 91 tanggal 29 April 2026 oleh Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn.,
mengenai Persetujuan Perubahan Pengurus Perseroan.
Perseroan berdomisili di Gedung Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3, Jl. Dr. Ide Anak
Agung Gde Agung Kav. E.4.2, Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta
Selatan.
2.2. Akta Pendirian dan Akta Perubahan
Perseroan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 7 tanggal 12 April 2010 oleh notaris
Refizal, S.H., M.Hum., di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
23544.AH.01.01.Tahun 2010 tanggal 7 Mei 2010.
Anggaran Dasar Perseroan mengalami perubahan terakhir berdasarkan Akta
Pernyataan Keputusan Rapat No. 91 Tanggal 29 April 2026.
2.3. Struktur Permodalan
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan per 31 Desember 2025
yang telah diaudit oleh KAP Morhan dan Rekan, komposisi kepemilikan saham
Perseroan adalah sebagai berikut:
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia, Tbk.# # II - 1
Page 12
Tabel 2.1 Daftar Pemegang Saham dan Struktur Kepemilikan Modal
Nilai Nominal
No Uraian Rp. 25,- per lembar saham
Lembar Saham % Total (Rp.)
1. INV Management Pte., Ltd. 2.622.536.397 39,280 65.563.409.925
2. MB Investment Management Pte., Ltd. 1.710.500.057 25,620 42.762.501.425
3. UBS Switzerland Ag-Client Assets 557.423.302 8,349 13.935.582.550
4. Patrick Rudolf Dannacher 29.471.000 0,441 736.775.000
5. Bambang Susilo 23.200.200 0,347 580.005.000
6. Andri Hutama Putra 19.352.100 0,290 483.802.500
7. Bima Kurniawan 16.963.700 0,254 424.092.500
8. Eko Prasudi Widianto 12.744.400 0,191 318.610.000
9. Doni Mora, S.E 2.987.100 0,045 74.677.500
10. Richardus Eko Indrajit 200 0,001 5.000
11. Masyarakat (masing-masing dibawah 5%) 1.681.279.168 25,182 42.031.979.200
Jumlah 6.676.457.624 100,000 166.911.440.600
%
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Audited Perseroan tanggal 31 Desember 2025
2.4. Susunan Pengurus
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar
Biasa No. 91 Tanggal 29 April 2026, susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Richardus Eko Indrajit
Komisaris Independen : Agustinus Nicholas L. Tobing
Komisaris : Andri Hutama Putra
Direksi
Presiden Direktur : Patrick Rudolf Dannacher
Wakil Presiden Direktur : Marek Bialoglowy
Direktur : Bambang Susilo
Direktur : Doni Mora, SE
Direktur : Eko Prasudi Widianto
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia, Tbk.# # II - 2
Page 13
Susunan Komite Audit Perseroan sebagaimana termuat dalam Surat Keputusan
Dewan Komisaris No. 197/ADM/ITSECASIA/III/2023 tanggal 9 Maret 2023 adalah
sebagai berikut:
Ketua : Agustinus Nicholas L. Tobing
Anggota : Arini Imamawati
Anggota : Tjeppy Kustiwa
Susunan Komite Nominasi dan Remunerasi sebagaimana termuat dalam Surat
Keputusan Dewan Komisaris No. 005/SPDK/LGL/ITSEC/VI/2025 tanggal 2 Juni 2025
adalah sebagai berikut:
Ketua : Agustinus Nicholas L. Tobing
Anggota : Richardus Eko Indrajit
Anggota : Gunawan Basri
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 199/ADM/ITSECASIA/III/2023 tanggal 9
Maret 2023, Direksi menyetujui penunjukan Donny Utama sebagai Audit Internal
Perusahaan.
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 198/ADM/ITSECASIA/III/2023 tanggal 9
Maret 2023, Direksi menyetujui penunjukan Viko Setiyawan sebagai Corporate
Secretary Perusahaan.
2.5. Kegiatan Usaha
Perseroan bergerak dalam bidang usaha sebagai berikut:
a. Kegiatan Usaha Utama:
Aktivitas konsultasi keamanan informasi (KBLI 62021) yang mencakup kegiatan
layanan konsultasi perencanaan dan pengawasan keamanan informasi,
pemeriksaan atau penjamin (assurance) keamanan informasi, dan pembangunan
dan penerapan keamanan informasi.
b. Kegiatan Usaha Penunjang:
1) Aktivitas konsultasi komputer dan manajemen fasilitas komputer lainnya (KBLI
62029) meliputi:
- Layanan konsultasi terkait konfigurasi perangkat keras dan perangkat
lunak, baik secara terpisah maupun sebagai satu kesatuan sistem.
Layanan ini mencakup analisis kebutuhan teknologi informasi,
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia, Tbk.# # II - 3
Page 14
perancangan sistem yang terintegrasi serta rekomendasi solusi yang
sesuai bagi pengguna.
- Menyediakan komponen sistem secara langsung atau melalui Kerjasama
dengan mitra vendor.
- Layanan instalasi sistem, pelatihan bagi pengguna dan dukungan teknis
guna memastikan operasional berjalan lancar.
2) Aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer lainnya (KBLI 62090) meliputi:
- Layanan teknologi informasi yang tidak termasuk dalam kategori lain,
seperti pemulihan sistem yang mengalami gangguan, instalasi perangkat
lunak dan perangkat keras dan manajemen insiden siber.
- Layanan digital forensik untuk menganalisis dan mengatasi potensi
ancaman terhadap sistem.
3) Aktivitas pemrograman komputer lainnya (KBLI 62019) meliputi:
- Layanan konsultasi dalam analisis, desain dan pengembangan perangkat
lunak. Layanan ini mencakup pembuatan perangkat lunak sistem dan
aplikasi, pengelolaan basis data serta pengembangan laman web.
- Layanan penyesuaian perangkat lunak agar dapat berfungsi secara
optimal sesuai dengan lingkungan sistem informasi yang digunakan.
4) Aktivitas perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer (KBLI
46511) meliputi distribusi perangkat komputer dan perlengkapannya.
5) Aktivitas perdagangan besar piranti lunak (KBLI 46512) meliputi layanan dan
berbagai solusi digital yang dapat menunjang kebutuhan bisnis dan
operasional.
Kegiatan Usaha Tambahan yang akan diajukan:
Tabel 2.2 Rincian Unit Usaha
No. Nama KBLI Kode KBLI
1 Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa Komputer 62090
lainnya
2 Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya 62019
3 Perdagangan Besar Komputer dan Perlengkapan 46511
Komputer
4 Perdagangan Besar Piranti Lunak 46512
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia, Tbk.# # II - 4
Page 15
5 Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan 62015
Artifisial
6 Penerbitan Piranti Lunak (Software) 58200
7 Aktivitas Pengolahan Data 63111
2.6. Legalitas dan Perizinan
Pada saat ini Perseroan telah memperoleh dokumen-dokumen dan perizinan yang
diperlukan dari instansi yang berwenang berkaitan dengan kegiatan usahanya yang
berupa:
1. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 31.191.675.3-013.000;
2. Nomor Induk Berusaha (NIB) 8120110222003;
3. Salinan Akta Pendirian No. 7 tanggal 12 April 2010 oleh notaris Refizal, S.H.,
M.Hum., di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
23544.AH.01.01.Tahun 2010 tanggal 7 Mei 2010.
4. Salinan Akta Perubahan Anggaran Dasar terakhir No. 91 Tanggal 29 April 2026.
5. Salinan Akta Perubahan Modal Perseroan terakhir No. 77 Tanggal 28 Februari
2023.
6. Salinan Akta Susunan Pengurus Perseroan terakhir No. 91 Tanggal 29 April 2026.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia, Tbk.# # II - 5
Page 16
BAB III
ASPEK PASAR
3.1. Perekonomian Dunia
Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) pada 2026 diprakirakan meningkat
dipengaruhi dorongan investasi sektor teknologi termasuk artificial intelligence (Al)
dan stimulus pemotongan pajak. Pertumbuhan ekonomi Jepang, Tiongkok, dan
India pada 2026 diprakirakan melambat akibat pelemahan permintaan domestik
dan ekspor di tengah investasi Al yang juga meningkat. Dari pasar keuangan
global, ruang penurunan Fed Funds Rate (FFR) berkurang dan disertai masih
tingginya yield UST sejalan defisit fiskal AS yang masih besar. Ketidakpastian
pasar keuangan global juga meningkat terutama dipicu oleh kebijakan tarif
resiprokal AS serta meluasnya eskalasi ketegangan geopolitik. Perkembangan ini
mendorong penguatan indeks mata uang dolar AS terhadap mata uang negara
maju (DXY) dan mengakibatkan peningkatan aliran modal ke emerging market
(EM) tertahan.
Table 3.1.
Pertumbuhan PDB Dunia
Sumber: IMF WEO dan *Proyeksi Bank Indonesia dalam Laporan
Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # III - 1#
Page 17
Grafik 3.1.
Inflasi Global
Sumber: Bloomberg dan IMF dalam Laporan Kebijakan Moneter
Triwulan IV 2025
3.2. Perekonomian Indonesia
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan makin perlu ditingkatkan agar
sesuai dengan kapasitas perekonomian. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025
diprakirakan lebih tinggi ditopang oleh kenaikan permintaan domestik sejalan
dengan membaiknya keyakinan pelaku ekonomi dan peningkatan stimulus fiskal.
Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), LU utama seperti LU Industri Pengolahan, LU
Perdagangan Besar dan Eceran, serta LU Informasi dan Komunikasi
menunjukkan kinerja positif. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi yang tinggi
tercatat di wilayah Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), diikuti Jawa dan Kalimantan
didorong kenaikan permintaan domestik.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # III - 2#
Page 18
Tabel 3.2.
Pertumbuhan PDB Domestik & Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
Sumber : BPS dalam Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025
Tabel 3.3.
Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran
Sumber : BPS dalam Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # III - 3#
Page 19
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat di tengah
meningkatnya ketidakpastian global. NPI triwulan IV 2025 diprakirakan tetap baik
ditopang neraca perdagangan yang pada November 2025 kembali mencatat
surplus sebesar 2,7 miliar dolar AS didukung oleh ekspor nonmigas berbasis
sumber daya alam seperti logam mulia dan perhiasan/permata, nikel dan barang
daripadanya, serta bahan bakar mineral.
Sementara itu, aliran modal triwulan IV 2025 mencatat net inflows terutama
ditopang kenaikan cukup tinggi pada bulan Desember 2025 yang bersumber dari
penerbitan global bond setelah sebelumnya pada bulan Oktober dan November
2025 tercatat rendah sejalan dengan ketidakpastian global yang masih tinggi.
Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Desember 2025 meningkat menjadi
sebesar 156,5 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau
6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di
atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Tabel 3.4.
Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025
*Angka Sementara; **Angka Sangat Sementara
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # III - 4#
Page 20
Nilai Tukar Rupiah
Kebijakan nilai tukar Bank Indonesia terus diperkuat untuk menjaga stabilitas nilai
tukar Rupiah dari dampak peningkatan ketidakpastian global. Nilai tukar Rupiah
pada 20 Januari 2026 tercatat sebesar Rp16.945 per dolar AS, melemah 1,53%
(ptp) bila dibandingkan dengan level akhir Desember 2025. Pelemahan nilai tukar
tersebut dipengaruhi aliran keluar modal asing akibat meningkatnya
ketidakpastian pasar keuangan global. Selain itu, kenaikan permintaan valas oleh
perbankan dan korporasi domestik sejalan dengan kegiatan ekonomi turut
memengaruhi kinerja Rupiah. Guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, Bank
Indonesia menempuh intensitas langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar
NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF) dan pasar spot. Respons
kebijakan ini dapat menjaga volatilitas nilai tukar Rupiah dan tetap konsisten
dengan upaya pencapaian sasaran inflasi 2,5±1% pada 2026.
Grafik 3.2.
Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan
Negara Berkembang
Sumber: Bloomberg dalam Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025
(Data s.d 20 Januari 2026)
Inflasi
Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2025 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%,
dengan Inflasi IHK Desember 2025 sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti tetap terjaga
rendah sebesar 2,38% (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # III - 5#
Page 21
kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank
Indonesia dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya dan
imported inflation yang tetap terkendali. Inflasi kelompok administered prices (AP)
terjaga rendah sebesar 1,93% (yoy). Sementara itu, inflasi kelompok volatile food
(VF) masih relatif tinggi sebesar 6,21% (yoy) disumbang terutama oleh komoditas
bawang merah seiring pasokan yang terbatas akibat gangguan cuaca dan
kenaikan harga benih.
Grafik 3.3.
Inflasi IHK dan Komponen
Sumber: BPS dalam Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025
Proyeksi Perekonomian Indonesia Tahun 2026
Prospek perekonomian Indonesia tetap baik dengan pertumbuhan ekonomi yang
diprakirakan meningkat disertai stabilitas makroekonomi yang terus diperkuat.
Pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2025 diprakirakan berada di kisaran
4,7-5,5%. Pada 2026, pertumbuhan ekonomi diprakirakan meningkat dalam
kisaran 4,9-5,7%, ditopang kenaikan permintaan domestik sejalan dengan
berbagai kebijakan Pemerintah dan berlanjutnya dampak positif dari bauran
kebijakan Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Efektivitas
berbagai program stimulus Pemerintah pada tahun 2026 perlu diperkuat untuk
mendorong konsumsi rumah tangga dan penyerapan tenaga kerja. Investasi juga
diprakirakan lebih tinggi ditopang oleh berlanjutnya program prioritas Pemerintah,
termasuk hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), sehingga diharapkan makin dapat
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # III - 6#
Page 22
meningkatkan produktivitas dan kapasitas perekonomian, Bank Indonesia terus
memperkuat bauran kebijakan melalui penguatan bauran kebijakan moneter,
makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan
stimulus fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang
lebih tinggi dan berdaya tahan.
3.3. Perkembangan Bisnis Industri Keamanan Siber
Menurut Mordor Intelligence, pasar cyber security Indonesia diperkirakan
mencapai USD 1,35 miliar pada tahun 2025, dan diharapkan mencapai USD 3,48
miliar pada tahun 2030, dengan CAGR sebesar 20,79% selama periode perkiraan
(2025-2030). Cybersecurity mencakup strategi dan langkah-langkah yang
diterapkan untuk melindungi organisasi, personel, dan aset mereka dari ancaman
siber. Karena serangan siber menjadi lebih sering dan canggih, dan karena
jaringan perusahaan menjadi semakin rumit, permintaan akan berbagai solusi
keamanan siber untuk melawan risiko ini secara efektif telah melonjak.
Digitalisasi dan kebutuhan akan infrastruktur TI yang dapat diskalakan merupakan
pendorong utama pasar keamanan siber. Dengan sebagian besar penduduk yang
online, baik bisnis maupun pemerintah di Indonesia beralih ke platform digital
untuk meningkatkan efisiensi dan meningkatkan layanan pelanggan. Peningkatan
keterlibatan internet ini, dikombinasikan dengan pesatnya perluasan ekonomi
digital negara ini, menggarisbawahi perlunya infrastruktur TI yang kuat untuk
mengelola data besar yang dihasilkan.
Di ranah Internet of Things (IoT), cybersecurity adalah yang terpenting. Satu
pelanggaran dapat membahayakan seluruh jaringan atau, yang lebih
mengkhawatirkan, memberikan akses tanpa batas kepada penjahat dunia maya.
Sektor-sektor seperti pemerintahan dan pertahanan, yang menangani data yang
sangat sensitif melalui IoT, sangat rentan. Titik masuk yang lemah yang
dieksploitasi atau perangkat yang disusupi dapat memungkinkan peretas untuk
mengekstrak informasi penting atau bahkan menyebabkan kerusakan fisik.
Dengan demikian, keamanan dunia maya IoT menekankan perlindungan terhadap
perangkat dan jaringan, serta data yang ditransmisikannya.
Indonesia merupakan rumah bagi empat perusahaan teknologi unicorn, yang
masing-masing memiliki pendapatan yang melampaui USD 1 miliar. Perusahaan-
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # III - 7#
Page 23
perusahaan startup ini memanfaatkan cloud publik, menuai manfaat seperti
percepatan masuk pasar dan integrasi AI dan pembelajaran mesin yang lancar,
yang memfasilitasi ekspansi yang cepat.
Sementara organisasi-organisasi Indonesia memanfaatkan keunggulan
komputasi cloud, mereka bergulat dengan tantangan yang lebih tinggi dalam
pendeteksian dan pencegahan ancaman, yang menuntut lebih banyak waktu dan
sumber daya. Laporan tahun 2024 dari Palo Alto Networks mengungkapkan
bahwa 98% organisasi menyimpan data sensitif di berbagai lokasi, mulai dari
server lokal dan cloud publik hingga aplikasi SaaS dengan penyimpanan lokal,
cloud pribadi yang dihosting pihak ketiga, dan beberapa titik akhir. Keragaman ini
menggarisbawahi tantangan keamanan substansial yang ada.
Ekonomi yang berkembang pesat di Indonesia meningkatkan investasi dalam
infrastruktur TI bersamaan dengan lonjakan penggunaan ponsel pintar dan
internet. Namun, negara ini bergulat dengan tantangan keamanan siber yang
signifikan, yang sering kali menjadi mangsa para peretas. Kerentanan ini semakin
diperbesar oleh meningkatnya jumlah koneksi IoT, yang mendorong permintaan
akan langkah-langkah keamanan siber yang ketat. Namun, kekurangan
profesional keamanan siber yang mengancam dapat menghambat pertumbuhan
pasar. Dengan penetrasi internet yang tinggi dan pengeluaran keamanan siber
yang relatif sederhana, Indonesia menonjol sebagai target utama para penjahat
siber.
Di Indonesia, teknologi cloud menjadi landasan jaringan perusahaan dan
infrastruktur teknologi, yang mendorong ekspansi cepat di sektor TI negara ini.
Saat entitas Indonesia mentransisikan operasi mereka ke cloud, mereka
menghadapi kerentanan yang meningkat. Ini termasuk potensi pelanggaran
keamanan, kesalahan konfigurasi yang tidak disengaja pada platform cloud, dan
cakupan yang tidak merata dalam manajemen akses identitas (IAM) dan
manajemen akses istimewa (PAM) di berbagai hyperscaler dan layanan cloud.
Perusahaan Indonesia bergulat dengan ancaman siber dan serangan ransomware
yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tantangan ini membahayakan integritas
organisasi dan dapat menyebabkan dampak buruk, seperti kehilangan data yang
signifikan dan terungkapnya informasi sensitif. Data dari Badan Siber dan Sandi
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # III - 8#
Page 24
Negara menyoroti tingkat keparahannya: Agustus 2023 menandai puncaknya bagi
Indonesia, dengan anomali lalu lintas terkait serangan siber mencapai sekitar
78,46 juta.
Mengingat risiko yang meningkat, memerangi ancaman digital ini menjadi hal yang
mendesak. Tantangan yang meningkat tersebut siap untuk menarik investasi yang
lebih tinggi dari penyedia cloud terkemuka dan perusahaan keamanan siber
regional. Seiring dengan meningkatnya ketergantungan pada layanan cloud,
permintaan akan langkah-langkah keamanan siber yang tangguh pun melonjak.
Laporan dari CBN Cloud IT menunjukkan bahwa sektor cloud Indonesia telah
mengalami tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) yang
mencengangkan, yakni lebih dari 45% selama lima tahun terakhir, melampaui
rata-rata global. Pertumbuhan eksplosif ini tidak hanya menyoroti kebangkitan
cloud di Indonesia, tetapi juga menandakan pasar yang sedang berkembang pesat
untuk solusi keamanan siber. Dengan semakin banyaknya organisasi yang
bermigrasi ke cloud, keharusan untuk protokol keamanan tingkat lanjut guna
melindungi data sensitif menjadi sangat penting. Tren ini menonjolkan perlunya
memperkuat infrastruktur keamanan siber untuk menangkal potensi ancaman.
Seiring dengan semakin populernya lingkungan hybrid dan multi-cloud di
Indonesia, kerumitan dalam mengelola keamanan pun semakin meningkat.
Organisasi mendiversifikasi pilihan platform cloud mereka, beralih ke raksasa
seperti AWS, Google Cloud, dan Microsoft Azure, yang masing-masing
menghadirkan serangkaian tantangan keamanannya sendiri. Skenario yang rumit
ini memperkuat permintaan akan solusi keamanan cloud yang komprehensif, yang
mencakup enkripsi, kontrol akses, dan alat pemantauan untuk memastikan
perlindungan data di berbagai platform.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # III - 9#
Page 25
Grafik 3.4.
Anomali Lalu Lintas Bulanan yang terkait dengan Serangan Cyber
Sumber: Mordor Intelligence
Selain TI, telekomunikasi, BFSI, dan ritel, sektor pemerintah dan pertahanan
semakin banyak mengadopsi solusi keamanan siber yang canggih. Tren ini
didorong oleh inisiatif digitalisasi pemerintah dan lanskap ancaman yang
berkembang pesat, yang mendorong pertumbuhan pasar.
Seiring pemerintah meluncurkan teknologi digital untuk layanan publik, permintaan
akan solusi keamanan siber akan melonjak. Dengan semakin banyaknya layanan
yang beralih ke daring, ada kebutuhan yang meningkat untuk perlindungan data
yang kuat dan infrastruktur digital yang aman. Data dari Bursa Data Anti-Phishing
Indonesia menyoroti urgensi ini: pada Q4 2023, lembaga pemerintah merupakan
0,65% dari target serangan phishing. Hal ini menekankan meningkatnya
permintaan akan solusi keamanan—baik itu keamanan cloud, perlindungan data,
atau manajemen akses identitas—yang semuanya penting untuk melindungi data
pemerintah yang sensitif dan informasi warga negara dari ancaman siber. Dalam
langkah yang signifikan, pemerintah Indonesia, pada bulan Januari 2024,
meluncurkan rencana untuk sembilan aplikasi super, yang akan diluncurkan pada
Q3 2024. Aplikasi super ini akan mencakup layanan publik yang vital, termasuk ID
digital, perawatan kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial. Inisiatif semacam
itu menggarisbawahi komitmen pemerintah terhadap strategi digitalnya, yang
selanjutnya memperkuat permintaan akan solusi keamanan siber untuk melawan
ancaman dan melindungi data sensitif.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # III - 10#
Page 26
Grafik 3.5.
Industri yang Paling Banyak Menjadi Sasaran Serangan Phishing
Sumber: Mordor Intelligence
Menyadari urgensi ini, ada penekanan yang jelas pada investasi keamanan yang
kuat, yang tidak hanya mendukung masing-masing lembaga tetapi juga
mengkatalisasi pertumbuhan pasar secara keseluruhan. Sektor pertahanan
mencerminkan tren ini, mencari solusi keamanan siber yang beragam untuk
melindungi infrastruktur penting dan data sensitif. Alat yang dibutuhkan termasuk
sistem deteksi intrusi, VPN untuk keamanan jaringan yang ditingkatkan, dan
mekanisme deteksi dan respons titik akhir yang canggih.
3.3.1. Pangsa Pasar
Pasar keamanan siber global adalah industri yang berkembang pesat yang
menjadi semakin penting dalam lanskap digital saat ini. Pasar terutama dibagi
menjadi dua segmen: produk dan jasa.
Grafik 3.6.
Total Pasar Keamanan Siber Global, menurut Produk dan Layanan
CY 2019 – CY 2030 (Rp Tn.)
Sumber: Prospectus Perseroan
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # III - 11#
Page 27
Pasar keamanan siber global sebagian besar didorong oleh segmen produk, yang
menyumbang 81,2% (Rp2.572,7 Tn.) dari total pasar keamanan siber pada tahun
2022. Hal ini terutama disebabkan oleh tingginya permintaan akan produk
keamanan siber dalam melindungi dari jumlah ancaman siber yang semakin
meningkat. Namun, pangsa segmen produk diperkirakan akan menurun secara
bertahap menjadi 76,1% pada tahun 2030, seiring dengan peningkatan
penerimaan atas segmen jasa.
Pangsa pasar segmen jasa diperkirakan akan meningkat dari 18,8% pada tahun
2022 menjadi 23,9% pada tahun 2030. Pertumbuhan ini terutama akan didorong
oleh meningkatnya kompleksitas ancaman siber ditambah dengan kurangnya
tenaga profesional keamanan siber yang terampil dalam memenuhi kebutuhan
keamanan siber. Bisnis akan memanfaatkan penyedia layanan pihak ketiga dalam
memenuhi kebutuhan TI dan keamanan yang semakin meningkat selagi berfokus
pada bisnis inti mereka.
Dalam hal laju pertumbuhan, segmen produk diproyeksikan tumbuh pada CAGR
12,8% selama periode perkiraan 2022-2030. Di sisi lain, segmen jasa diperkirakan
akan tumbuh lebih cepat, dengan CAGR 17,2% selama periode yang sama.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # III - 12#
Page 28
3.3.2. Potensi Pasar
Pada tahun 2025, pasar keamanan siber global diperkirakan bernilai lebih dari
AS$311,1 Miliar, menggambarkan laju pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR)
yang kuat sebesar 14,3%. Dalam jangka panjang, pertumbuhan akan tetap stabil
dan kuat pada CAGR 13,7% selama periode perkiraan dari 2022 hingga 2030
hingga mencapai AS$583,1 Miliar pada tahun 2030.
Grafik 3.7.
Total Pasar Keamanan Siber Global, Menurut Produk dan Layanan
CY 2019 – CY 2030 (Rp Tn.)
Sumber: Prospectus Perseroan
Segmen jasa keamanan siber dapat dibagi lagi menjadi Managed Security
Services (MSS) dan Professional Security Services (PSS). MSS mencakup
Pemantauan dan Manajemen Aset Keamanan (Security Asset Monitoring and
Management/SAMM), Penelitian Ancaman, Intelligence, Deteksi, dan Remediasi
(Threat Research, Intelligence, Detection and Remediation/TRIDR) serta MSS
Tingkat Lanjut dan Berkembang (Advanced and Emerging MSS/AEM), sedangkan
PSS terdiri atas empat komponen utama– Penasihat Keamanan (Security
Advisory/SA), Tata Kelola dan Kepatuhan Keamanan (Security Governance and
Compliance/SGC), Layanan Implementasi (Implementation Service/IS), dan
Layanan Teknis (Technical Services/TS).
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # III - 13#
Page 29
Grafik 3.8.
Total Pasar Keamanan Siber Global, Menurut MSS dan PSS
CY 2019 – CY 2030 (Rp Tn.)
Sumber: Prospectus Perseroan
Pada tahun 2022, pasar MSS global berukuran Rp305,3 triliun dan diperkirakan
akan bertumbuh menjadi Rp1.130,5 triliun pada tahun 2030. Di sisi lain, pasar PSS
global berukuran Rp291,1 triliun pada tahun 2022 dan diharapkan untuk tumbuh
menjadi Rp991,6 triliun pada tahun 2030. MSS diperkirakan akan melihat
pertumbuhan yang signifikan di tahun-tahun mendatang tumbuh dengan CAGR
17,8% selama periode perkiraan 2022 hingga 2030. Pertumbuhan ini didorong
oleh faktor-faktor seperti meningkatnya kompleksitas ancaman siber dan
kebutuhan akan kemampuan pemantauan dan respons 24/7, PSS diperkirakan
dapat melihat pertumbuhan yang sedikit lebih lambat pada CAGR 16,6%, didorong
oleh kebutuhan akan solusi keamanan yang disesuaikan.
Indonesia merupakan salah satu pasar keamanan siber dengan pertumbuhan
terpesat di ASEAN dan di kawasan Asia Pasifik. Pertumbuhan ini terutama
didorong oleh peningkatan keseriusan CIO dan CISO yang dipadukan dengan
peraturan/inisiatif industri yang baru-baru ini mulai dilakukan pemerintah
Indonesia. Usaha kecil sangat menyadari bahwa serangan siber hanya
menargetkan perusahaan besar dan bukan UKM (usaha kecil dan menengah)
merupakan mitos belaka.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # III - 14#
Page 30
Pada tahun 2025, pasar keamanan siber Indonesia kemungkinan akan bernilai
lebih dari AS$1 miliar (persisnya Rp17,3 triliun), tumbuh pada CAGR sebesar
21,2%. Dalam jangka panjang (2022-2030), pertumbuhan diperkirakan berada
pada rentang 21,5%.
Grafik 3.9.
Total Pasar Keamanan Siber Indonesia, CY 2019 – CY 2030 (Rp Tn.)
Sumber: Prospectus Perseroan
Pasar keamanan siber Indonesia sangat berorientasi pada produk. Terhitung
tahun 2022, 86,7% dari total pendapatan keamanan siber berasal dari produk dan
hanya 13,3% dari jasa. Sebaliknya, dalam skenario lingkup global, produk dan
solusi keamanan memberikan kontribusi sebesar 81,2%. Meski demikian, bisnis
jasa (yang sebagian besar mencakup MSS dan PSS) diperkirakan akan tumbuh
lebih cepat daripada pasar produk/solusi keamanan baik dalam jangka pendek
(2025) serta jangka panjang (2030). Pasar produk dan solusi keamanan siber di
Indonesia bernilai Rp 8,5 triliun dan kemungkinan akan tumbuh hingga Rp40,0
triliun pada akhir dekade ini.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # III - 15#
Page 31
Grafik 3.10.
Total Pasar Keamanan Siber Indonesia, Menurut Produk dan Layanan
CY 2019 – CY 2030 (Rp Tn.)
Sumber: Prospectus Perseroan
Jaringan keamanan adalah segmen produk keamanan siber yang paling matang
dan terbesar di Indonesia. Saat ini nilainya berada di angka Rp1,7 triliun dan
diperkirakan akan tumbuh dengan CAGR 13,4% hingga tahun 2030. Jaringan
keamanan mencakup firewall jaringan, IDS/IPS dan SSL VPN. Sejak pandemi
COVID-19, para pelaku usaha telah meminta karyawannya untuk bekerja dari
rumah (WFH) sehingga menciptakan permintaan solusi SSL VPN yang tinggi.
Permintaan terhadap keamanan endpoint juga mengalami peningkatan sejak
lockdown diberlakukan. Terlihat adanya kenaikan serangan siber yang menyasar
perangkat endpoint sehingga segmen tersebut tumbuh sebesar 17,3% pada tahun
2021. Pelanggan mencari solusi keamanan endpoint berbasis cloud dan SaaS dari
para pemasok keamanan. Solusi Keamanan Cloud juga mengalami pertumbuhan
eksponensial selama beberapa tahun terakhir, terutama karena segmen yang
spesifik seperti Secure Web Gateway (SWG), Perlindungan Beban Kerja Cloud
(Cloud Workload Protection/CWP), CASB, dan Keamanan Surel.
Menurut proyeksi Frost & Sullivan, SWG dan Keamanan Surel diperkirakan akan
mencapai lebih dari Rp1 triliun pada akhir dekade ini. Threat Intelligence yang
mencakup SIEM, Platform Inteligensi tentang Ancaman, UEBA, Analisis
Keamanan, dsb. akan tumbuh pada 12,4% selama periode prakiraan. Segmen
yang sensitif seperti Keamanan Pembayaran mungkin akan menyentuh Rp1 triliun
pada tahun 2024. Secara singkat, pasar produk keamanan siber di Indonesia
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # III - 16#
Page 32
diperkirakan akan tetap sangat bersaing karena peluang pertumbuhan di sebagian
besar segmen tetap menguntungkan.
Pasar MSS Indonesia saat ini bernilai Rp0.8 triliun dan diperkirakan akan tumbuh
dengan CAGR 24,9% hingga 2025, dan dengan CAGR 23,2% hingga 2030.
Pertumbuhan pada tahun 2022 diperkirakan akan mencapai 23,2%, atau mungkin
lebih tinggi. Pasar PSS sebaliknya bernilai Rp0,5 triliun pada akhir tahun lalu dan
kemungkinan akan tumbuh dengan CAGR 19,7% selama periode prakiraan.
Penyedia MSS dan PSS di Indonesia menganggap pertumbuhan pasar di atas
rata-rata sebagai peluang untuk dijajaki dan para penyedia MSS dan PSS tersebut
memperkuat portofolio layanan keamanan mereka.
Grafik 3.11.
Total Pasar Keamanan Siber Indonesia, Menurut MSS dan PSS
CY 2019 – CY 2030 (Rp Tn.)
Sumber: Prospectus Perseroan
3.3.3. Sasaran
Sejalan dengan program pemerintah Indonesia yang saat ini sedang mendorong
perkembangan industri digital, Perseroan memandang pertumbuhan industri
teknologi keamanan siber di Indonesia juga akan meningkat dengan pesat.
Tingkat digitalisasi yang tinggi juga meningkatkan risiko serangan siber. Menurut
data dari Frost & Sullivan, sebanyak 49% organisasi di Indonesia pernah
mengalami serangan siber, merugikan Indonesia sebesar US $ 43,2 miliar, atau
3,7% dari total PDB Indonesia. Untuk Indonesia, diperlukan strategi dan taktik
keamanan siber yang efektif, karena Indonesia merupakan negara ketiga yang
paling rentan terhadap serangan malware. Keamanan siber harus menjadi bagian
dari rencana transformasi digital pada setiap organisasi di Indonesia, dimana
disinilah peran dan sekaligus menjadi peluang pertumbuhan bisnis perusahaan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # III - 17#
Page 33
Transformasi digital telah meningkatkan penggunaan teknologi seperti cloud, IoT,
dan aplikasi berbasis web dan mobile applications pada perusahaan-perusahaan
yang ingin meningkatkan efisiensi di setiap area operasi bisnis. Namun, tingkat
adopsi teknologi yang cepat menyebabkan infrastruktur TI pada perusahaan
menjadi lebih kompleks dan ancaman siber bertumbuh lebih luas dan canggih,
sehingga keamanan semakin sulit untuk dikelola. Hal ini membuat perusahaan-
perusahaan menjadi semakin rentan terhadap serangan siber.
Kombinasi dari adopsi penggunaan teknologi yang sangat cepat, potensi
serangan siber yang semakin canggih, dan kurangnya tenaga profesional
keamanan siber yang berkualitas di industri saat ini, telah memaksa Perusahaan
untuk menunjuk penyedia layanan keamanan siber untuk membantu mengatasi
tantangan ini. Dengan mengalihdayakan operasi keamanan mereka, organisasi
mendapatkan akses ke berbagai Managed Security Services (MSS) dan
Professional Security Services (PSS) seperti pemantauan keamanan 24x7x365,
threat management, respon insiden dan manajemen kepatuhan, serta wawasan
dari ahli-ahli keamanan siber yang berpengalaman.
Banyak perusahaan memutuskan untuk bermitra dengan Managed Security
Services Providers (MSSP) terutama disebabkan oleh kurangnya jumlah
karyawan dan keahlian internal. MSSP memberikan skala ekonomi yang
memungkinkan organisasi yang mereka layani dapat lebih efisien dengan
mengizinkan MSSP untuk mengelola, memelihara, merekrut, melatih, dan
mempertahankan tenaga profesional keamanan siber yang berpengalaman.
Adopsi PSS telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir karena
perusahaan-perusahaan semakin sadar akan resiko yang ditimbulkan oleh
ancaman siber. Seiring dengan banyaknya bisnis yang menyimpan data sensitif
dan menjalankan operasinya secara daring, kebutuhan akan langkah-langkah
keamanan siber yang kokoh menjadi sangat penting. PSS menyediakan berbagai
layanan yang dirancang untuk mengidentifikasi kerentanan dalam sistem dan
mencegah serangan siber. Melalui kemitraan dengan penyedia PSS, perusahaan-
perusahaan dapat memperoleh manfaat dari teknologi dan keahlian keamanan
canggih tanpa harus membangun dan mengelola tim keamanan siber secara
internal.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # III - 18#
Page 34
Kedepannya, persyaratan kepatuhan akan tetap menjadi pendorong utama pasar
PSS. Pemberlakuan undang-undang privasi data atau peraturan keamanan siber
yang diperbarui di banyak negara secara global mendorong perusahaan untuk
memanfaatkan PSS mengingat PSS menyediakan akses terhadap ahli eksternal
untuk menilai kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan terbaru.
Pengujian penetrasi dan tata kelola serta kepatuhan risiko dapat membantu
perusahaan dalam menghindari sanksi yang dikarenakan terjadinya pembobolan
data. Penilaian keamanan yang menyeluruh, termasuk pengujian penetrasi
menggunakan mesin dan secara manual, serta penawaran CISO-as-a-service,
muncul sebagai generasi baru layanan keamanan profesional.
Perseroan memiliki portofolio penawaran MSS yang mendalam. Perseroan tidak
hanya berkonsentrasi pada MSS tradisional, tetapi juga pada layanan threat
intelligence serta MSS Tingkat Lanjut/Berkembang. MSS tradisional mencakup
layanan managed firewall, managed IDS/IPS, managed SIEM, manajemen log,
pengumpulan log, serta vulnerability management/scanning. Sebagai bagian dari
layanan threat intelligence, Perseroan telah mengembangkan lini bisnis Managed
Detection and Response (MDR). Mengidentifikasi peluang pendapatan dengan
pertumbuhan tinggi di dalam MSS tingkat lanjut/berkembang, penyelenggara
layanan keamanan siber ini mulai menjajaki jasa keamanan endpoint/EDR dan
keamanan cloud.
Seperti halnya portofolio MSS, Perseroan memiliki fokus PSS yang terdiversifikasi.
Perseroan memiliki tim tenaga profesional khusus yang memiliki keahlian dalam
pengujian penetrasi. Tim tersebut memanfaatkan metode pengujian penetrasi
yang telah disetujui CREST yang menggabungkan pendekatan kotak hitam atau
black box (tanpa pengetahuan tentang sistem target) dan kotak putih atau white
box (dengan pengetahuan parsial atas sistem). Pengujian penetrasi tersebut, yang
juga dikenal sebagai pen-testing, merupakan metode penting dalam mengevaluasi
keamanan sistem informasi atau jaringan melalui simulasi serangan terhadap
sistem oleh peretas jahat.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # III - 19#
Page 35
3.3.4. Potensi Nilai Pasar
Berdasarkan rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan diproyeksikan
mencatatkan tambahan pendapatan yang dihasilkan dari produk keamanan siber.
Atas adanya kontribusi pendapatan dari penambahan kegiatan usaha tersebut,
menjadi potensi penambahan pada nilai pasar bagi Perseroan.
3.3.5. Persaingan Usaha
Pasar jasa keamanan siber diperkirakan akan mengungguli pasar produk dan
solusi baik dalam jangka pendek (2025) maupun jangka panjang (2030).
Berdasarkan definisi, jasa keamanan siber meliputi Managed Security Services
(MSS) dan Professional Security Services (PSS).
Pasar MSS dan PSS di Indonesia menghadapi persaingan yang ketat dengan
hadirnya beberapa jenis pemain. Setiap pemain ini memiliki diferensiasi yang unik
dan berupaya mengungguli pesaing lainnya melalui penawaran nilainya masing-
masing. Jenis penyedia layanan keamanan yang menawarkan MSS dan PSS di
Indonesia disajikan di bawah ini.
Tabel 3.5.
Pemain Besar yang Menawarkan MSS dan PSS di Indonesia
Sumber: Prospectus Perseroan
PT Digital Aplikasi Solusi atau Digiserve by Telkom Indonesia, merupakan
perusahaan IT yang bergerak dalam bidang ICT Managed Solutions. Setelah
kepemilikannya berpindah secara penuh kepada PT Telkom Indonesia (Persero)
melalui TelkomMetra di tahun 2021, Digiserve semakin didukung dalam
mengembangkan pelayanan terbaik dengan keyakinan untuk memperkuat bisnis
Anda dalam mencapai hasil yang lebih baik. Digiserve akan menjalankan ini
dengan integrated Managed Solutions yang dimiliki, dengan memanfaatkan
jangkauan jaringan yang luas, kapabilitas kelas dunia, dan keahlian lokal.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # III - 20#
Page 36
Tech Mahindra (TechM) adalah perusahaan India dan merupakan spesialis global
dalam transformasi digital, konsultasi, dan rekayasa ulang bisnis, dengan
kompetensi digital yang luas yang mencakup teknologi generasi berikutnya.
Dengan memanfaatkan keahlian ini, dilengkapi dengan kompetensi mitra
strategis, TechM memberikan pengalaman digital yang inovatif dan berpusat pada
pelanggan yang merevolusi bisnis, memberdayakan karyawan, dan memperkaya
masyarakat.
NTT Ltd merupakan perusahaan infrastruktur dan layanan TI terkemuka. Melalui
teknologi dan inovasi, NTT Ltd menghadirkan masa depan yang aman dan
terhubung yang memberdayakan karyawan, klien, dan komunitas. Untuk
membantu organisasi memenuhi prioritas bisnis mereka, NTT Ltd
mentransformasikan bisnis dan teknologi mereka sesuai dengan kecepatan yang
mereka inginkan, mendorong hasil yang mereka inginkan dengan layanan yang
mereka butuhkan. Sebagai pemimpin industri dalam jaringan, pusat data, cloud,
keamanan, dan layanan terkelola, serta inovator dalam Private 5G, kami melayani
65% dari Fortune Global 500 dan lebih dari 75% dari Fortune Global 100. NTT Ltd
juga bekerja sama erat dengan organisasi olahraga terkemuka, termasuk UEFA,
INDYCAR, dan Tour de France.
Mitra Integrasi Informatika (“MII”) didirikan pada tanggal 1 Maret 1996 sebagai
anak perusahaan dari PT Metrodata Electronics, Tbk yang terdaftar secara publik.
Dikenal secara luas karena konsistensinya terhadap segmen Enterprise dan
Korporat, penawaran layanan ICT, MII berfokus pada Transformasi Digital, mulai
dari Infrastruktur hingga Layanan Terkelola ICT, dari Integrasi Sistem hingga
implementasi Enterprise Resource Planning (ERP) berukuran penuh, dan dari
Manajemen ICT hingga layanan Konsultasi berdasarkan Praktik Terbaik industri.
Lintasarta adalah anak perusahaan dari PT Indosat Tbk dan merupakan
perusahaan penyedia solusi end-to-end dalam bidang Teknologi Informasi dan
Komunikasi (ICT) yang telah berdiri sejak tahun 1988. Pengalaman selama lebih
dari tiga dekade menjadikan Lintasarta pionir dalam menyediakan layanan
teknologi informasi dan komunikasi untuk berbagai sektor industri termasuk
sumber daya alam, keuangan, manufaktur, ritel dan distribusi, dan sektor publik
lainnya.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # III - 21#
Page 37
Accenture merupakan perusahaan global management consulting, servis
teknologi, dan outsourcing. Accenture melayani industri seperti Operating Groups,
produk utama (berbagai produk barang konsumen dan peralatan industri),
komunikasi dan Teknologi Tinggi ('CHT'), perusahaan finansial (seperti bank dan
asuransi), penghasilan (seperti kegunaan, kimia, energi) dan Pemerintahan. Pada
tahun 1989, Accenture merupakan anggota Andersen Consulting.
IBM/Kyndryl adalah sebuah perusahaan yang merupakan hasil pemisahan (spin-
off) dari International Business Machines Corporation (IBM) yang fokus pada
layanan TI untuk bisnis, merancang, membangun, mengelola, dan memodernisasi
sistem infrastruktur TI perusahaan.
Defender Nusa Semesta (“DNS”) menyediakan layanan keamanan TI (IT security)
bagi bisnis agar mereka dapat mengamankan aset bisnis, dengan nama merk
Defenxor. Hal ini dicapai dengan meningkatkan level information security ke
tingkat yang lebih tinggi dan seusai standar. DNS adalah mitra security bagi
Computrade Technology Indonesia, sebuah perusahaan yang fokus terhadap IT
serta salah satu mitra solusi infrastruktur TI terbesar di Indonesia.
Horangi Cyber Security (“HCS”) adalah sebuah perusahaan keamanan siber
(cybersecurity) asal Singapura yang menyediakan solusi keamanan siber,
termasuk platform keamanan cloud dan layanan keamanan siber strategis serta
ofensif. HCS memperluas ketersediaan layanan keamanan siber mereka di
platform Amazon Web Services (AWS Marketplace).
Xynexis International (“XI”) adalah pelopor lokal dalam layanan jaminan keamanan
di Indonesia dan telah berkembang menjadi pemain utama di bidang ini. XI
menekankan pada upaya untuk mengikuti perkembangan kerangka kerja dan
teknologi Jaminan Informasi generasi berikutnya guna memastikan bisnis klien
kami aman, stabil, tangguh, dan dipantau secara efektif.
Iproteksi Telematika merupakan perusahaan Indonesia yang bergerak dibidang
keamanan siber.
NOOSC awalnya dimulai sebagai Managed Security Service Provider (MSSP).
Sebagai MSSP pertama di Indonesia, kami telah memperoleh banyak
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # III - 22#
Page 38
pengalaman di pasar MSSP dan Security Operations Centre (SOC) dan setelah
kurang lebih 3 tahun bekerja sama dengan lembaga Perbankan, Telekomunikasi,
Asuransi, dan Pemerintah, NOOSC menemukan bahwa MSSP atau SOC saja
tidak dapat mengisi kekosongan di ruang bisnis klien. Pada tahun 2018, NOOSC
memulai perjalanan transformasi dari MSSP klasik menjadi Penyedia Layanan
Analisis Operasional. Ada begitu banyak informasi/data di dalam server, jaringan
(file log adalah harta karun) - tidak hanya informasi tentang sistem tetapi juga data
tentang transaksi bisnis tetapi kurangnya pemahaman dan eksploitasi, karena
untuk mengungkap harta karun di bawahnya memerlukan kerja keras, sumber
daya manusia yang berdedikasi, dan teknologi yang tepat.
KPMG adalah salah satu firma akuntansi terbesar di dunia, yang terkenal karena
profesionalismenya. Firma ini terbentuk pada 1 Januari 1987 dari penggabungan
dua perusahaan besar, Peat Marwick International dan Klynveld Main Goerdeler,
sehingga diberi nama KPMG. Berkantor pusat di Belanda, KPMG memiliki jaringan
luas yang mencakup 144 negara dengan lebih dari 104.000 karyawan di seluruh
dunia. KPMG menawarkan tiga layanan utama, yaitu audit, konsultasi (advisory),
dan perpajakan. Di Indonesia, KPMG terkenal karena pendekatannya yang teliti
dan terstruktur dalam memberikan layanan audit dan konsultasi. Mereka fokus
pada efisiensi operasional, kepatuhan terhadap aturan, dan inovasi. Dengan
reputasi yang kuat di industri ini, KPMG Indonesia menjadi mitra terpercaya bagi
perusahaan-perusahaan besar yang ingin berkembang di pasar global dan lokal.
Deloitte Touche Tohmatsu Limited (“Deloitte”) adalah salah satu penyedia layanan
akuntansi global terbesar dan tertua di dunia. Didirikan pada tahun 1845 di
London, Inggris oleh William Welch Deloitte, perusahaan ini telah berkembang
menjadi raksasa dalam industri akuntansi dan konsultasi. Nama perusahaan ini
berasal dari penggabungan beberapa firma, termasuk Touche Ross dan Deloitte
Haskins & Sells, serta Tohmatsu Aoki & Co, yang bergabung pada tahun 1975.
Deloitte menawarkan berbagai layanan, termasuk audit, perpajakan, konsultasi
strategi dan manajemen, penilaian, serta penasehat hukum. Sebagai bagian dari
Big 4, Deloitte memiliki jaringan yang kuat di berbagai sektor industri, baik di
tingkat nasional maupun internasional.
Ernst & Young (“EY”), adalah salah satu perusahaan akuntansi terbesar di dunia
yang didirikan di Inggris pada tahun 1849. Seperti banyak perusahaan besar
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # III - 23#
Page 39
lainnya, EY terbentuk melalui serangkaian merger, termasuk penggabungan
antara Ernst & Whinney dengan Arthur Young pada tahun 1989, yang melahirkan
nama Ernst & Young. Di Indonesia, EY membantu perusahaan-perusahaan besar
dalam menangani audit, perpajakan, serta konsultasi bisnis. EY Indonesia dikenal
karena inovasinya dalam layanan audit dan konsultasi, serta memiliki reputasi
tinggi dalam memberikan solusi perpajakan yang canggih dan tepat waktu. Selain
itu, EY juga berperan penting dalam mendukung kesuksesan berbagai
perusahaan besar di Indonesia dengan menyediakan nasihat strategis dan solusi
yang komprehensif.
PricewaterhouseCoopers (“PwC”) adalah salah satu perusahaan akuntansi
terbesar di dunia. PwC terbentuk pada tahun 1998 melalui penggabungan dua
perusahaan besar, yaitu Price Waterhouse dan Coopers & Lybrand. Hasil merger
ini menjadikan PwC sebagai salah satu pemain utama dalam industri akuntansi
global. Di Indonesia, PwC mulai beroperasi pada tahun 1990. PwC Indonesia
menawarkan berbagai layanan mulai dari audit, konsultasi, hingga solusi
perpajakan, yang sangat dihargai terutama di sektor keuangan dan asuransi.
Dengan jaringan yang tersebar di 158 negara, PwC memiliki kemampuan untuk
membantu kliennya menghadapi tantangan global dan lokal dengan strategi yang
terintegrasi, menjadikannya mitra yang terpercaya bagi banyak perusahaan besar
di Indonesia.
3.3.6. Strategi Pemasaran
Perseroan mendistribusikan solusi dan layanan keamanan sibernya langsung ke
klien. Semua penjualan dilakukan melalui Tim Penjualan dan Pengembangan
Bisnis internal Perseroan.
Selain itu, Grup CYBR (Perseroan) memiliki branding komprehensif yang
mencakup logo perusahaan, profil media sosial yang khas, merchandise korporat
yang disesuaikan, serta presentasi bermerek dan templat dokumen. Hal ini
memastikan kehadiran merek yang melekat dan dapat dikenali secara konsisten
dengan klien di seluruh platform media.
Perseroan mempertahankan kehadiran media yang baik untuk mempromosikan
merek dan layanan Perseroan melalui media dan wawancara. Pada tahun 2022,
Perseroan tampil di lebih dari 300 total program media, artikel pers dan artikel
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # III - 24#
Page 40
media online termasuk TV, radio, artikel pers dan surat kabar, Instagram,
YouTube, LinkedIn, dan situs web perusahaan.
Pada Januari 2023 bertempat di JW Marriott - Jakarta, Perseroan telah
menyelenggarakan pertemuan keamanan siber dan acara klien bernilai tambah,
termasuk Cyber Security Indonesia Summit 2023 dengan lebih dari 300 peserta.
Selanjutnya, Perseroan mengadakan simposium pendidikan yang bekerjasama
dengan universitas dan institut pendidikan tinggi di Indonesia dan menjalankan
program magang bagi mahasiswa Indonesia.
3.4. Kesimpulan Analisa Kelayakan Pasar
Dengan memperhatikan perkembangan usaha, potensi pasar, dan kondisi
perekonomian Indonesia yang sedang tumbuh, maka Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha Penunjang secara pasar layak untuk dilaksanakan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # III - 25#
Page 41
BAB IV
ASPEK TEKNIS
Perseroan berdomisili di Gedung Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3, Jl. Dr. Ide Anak Agung
Gde Agung Kav. E.4.2, Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Berikut Informasi mengenai penambahan usaha yang akan dilakukan Perseroan:
4.1. Data Produk Tambahan yang Ditawarkan
Dalam rangka penambahan kegiatan usaha penunjang Perseroan, maka Perseroan
melakukan penambahan produk berupa software, dengan rincian sebagai berikut:
Tabel 4.1 Data Produk Tambahan Yang Ditawarkan
No. Item Harga Jual (Rp.)
1 IntelliBroń Orion 10.000.000 per bulan
2 IntelliBroń AMAN 20.000 per bulan
3 IntelliBroń Threat Intelligence Berdasarkan asumsi proyek
4.2. Rincian Unit Usaha
Berdasarkan informasi Perseroan, berikut unit usaha yang bisa dilakukan Perseroan:
a. Kegiatan Usaha Utama:
Aktivitas konsultasi keamanan informasi (KBLI 62021) yang mencakup kegiatan
layanan konsultasi perencanaan dan pengawasan keamanan informasi,
pemeriksaan atau penjamin (assurance) keamanan informasi, dan pembangunan
dan penerapan keamanan informasi.
b. Kegiatan Usaha Penunjang:
1) Aktivitas konsultasi komputer dan manajemen fasilitas komputer lainnya
(KBLI 62029) meliputi:
- Layanan konsultasi terkait konfigurasi perangkat keras dan perangkat
lunak, baik secara terpisah maupun sebagai satu kesatuan sistem.
Layanan ini mencakup analisis kebutuhan teknologi informasi,
perancangan sistem yang terintegrasi serta rekomendasi solusi yang
sesuai bagi pengguna.
- Menyediakan komponen sistem secara langsung atau melalui Kerjasama
dengan mitra vendor.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # IV - 1#
Page 42
- Layanan instalasi sistem, pelatihan bagi pengguna dan dukungan teknis
guna memastikan operasional berjalan lancar.
2) Aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer lainnya (KBLI 62090) meliputi:
- Layanan teknologi informasi yang tidak termasuk dalam kategori lain,
seperti pemulihan sistem yang mengalami gangguan, instalasi perangkat
lunak dan perangkat keras dan manajemen insiden siber.
- Layanan digital forensik untuk menganalisis dan mengatasi potensi
ancaman terhadap sistem.
3) Aktivitas pemrograman komputer lainnya (KBLI 62019) meliputi:
- Layanan konsultasi dalam analisis, desain dan pengembangan perangkat
lunak. Layanan ini mencakup pembuatan perangkat lunak sistem dan
aplikasi, pengelolaan basis data serta pengembangan laman web.
- Layanan penyesuaian perangkat lunak agar dapat berfungsi secara
optimal sesuai dengan lingkungan sistem informasi yang digunakan.
4) Aktivitas perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer (KBLI
46511) meliputi distribusi perangkat komputer dan perlengkapannya.
5) Aktivitas perdagangan besar piranti lunak (KBLI 46512) meliputi layanan dan
berbagai solusi digital yang dapat menunjang kebutuhan bisnis dan
operasional.
4.3. Rincian Penambahan Unit Usaha
Berdasarkan informasi Perseroan, berikut penambahan unit usaha yang akan
dilakukan:
Tabel 4.2 Rincian Penambahan Unit Usaha
No. Nama KBLI Kode KBLI
1 Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa 62090
Komputer lainnya
2 Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya 62019
3 Perdagangan Besar Komputer dan 46511
Perlengkapan Komputer
4 Perdagangan Besar Piranti Lunak 46512
5 Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan 62015
Artifisial
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # IV - 2#
Page 43
No. Nama KBLI Kode KBLI
6 Penerbitan Piranti Lunak (Software) 58200
7 Aktivitas Pengolahan Data 63111
4.4. Kapasitas Penjualan
Sejalan dengan rencana penambahan kegiatan usaha tersebut, kapasitas penjualan
per bulan dari aktivitas kegiatan usaha penunjang ini adalah sekitar minimum 100
pelanggan per bulan dan diasumsikan meningkat per tahunnya.
4.5. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya Manusia
Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha tersebut, saat ini
Perseroan telah memiliki sumber daya manusia yang dinilai cukup dan kompeten
untuk menjalankan kegiatan usaha yang baru (lihat Bab VI – Aspek Model
Manajemen, poin 6.2 – Ketersediaan Tenaga Kerja).
4.6. Ketersediaan Peralatan
Penambahan kegiatan usaha Perseroan membutuhkan dukungan peralatan yang
memadai untuk memastikan keberhasilan operasional dan kelangsungan bisnis ke
depan. Rincian aspek kelayakan teknis dari sisi peralatan dijelaskan sebagai berikut:
a. Peralatan yang Dibutuhkan
Untuk mendukung kegiatan usaha yang direncanakan), maka Perseroan
membutuhkan peralatan tambahan, antara lain:
● Server dan penyimpanan data (storage) untuk menunjang sistem
pengolahan dan penyimpanan data.
● Peralatan keamanan siber seperti firewall, intrusion detection and prevention
system (IDS/IPS), serta endpoint security.
● Cloud computing platform serta virtualisasi / virtual machines untuk
pengelolaan sumber daya TI yang efisien.
● Perangkat lunak pengembangan (software development tools) dan sistem
manajemen konten.
● Perangkat lunak desain (design software).
● Perangkat keras (hardware) yang meliputi laptop, desktop, dan monitor
yang berskala enterprise untuk mendukung performa pemrosesan yang
cepat.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # IV - 3#
Page 44
b. Ketersediaan Peralatan yang Ada
Saat ini Perseroan telah memiliki infrastruktur teknologi dan fasilitas pendukung
berupa perangkat keras dan perangkat lunak keamanan serta sistem
pengelolaan data yang mumpuni. Kondisi ini memungkinkan sebagian besar
peralatan eksisting untuk dioptimalkan dalam mendukung kegiatan usaha
tambahan.
c. Ketersediaan Teknologi
Teknologi pendukung yang dibutuhkan tersedia secara luas di pasaran dan
dapat diperoleh melalui penyedia teknologi global maupun lokal yang telah
menjalin kerjasama dengan Perseroan. Selain itu, Perseroan juga memiliki
kapabilitas internal untuk melakukan pengembangan perangkat lunak secara
mandiri.
d. Dukungan Infrastruktur dan Integrasi Sistem
Perseroan memiliki infrastruktur jaringan dan sistem teknologi informasi yang
terintegrasi, yang mendukung konektivitas data dan sistem informasi
perusahaan. Dengan demikian, peralatan baru yang akan digunakan dapat
dengan mudah diintegrasikan dengan sistem yang telah ada.
e. Pemeliharaan dan Pengelolaan Peralatan
Perseroan memiliki tim internal yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan
sistem dan perangkat teknologi informasi, serta menjalin kerja sama dengan
vendor dan mitra teknis untuk memastikan ketersediaan layanan purna jual dan
suku cadang. Perseroan juga memiliki prosedur pengadaan dan penggantian
peralatan berdasarkan siklus penggunaan dan efisiensi operasional.
4.7. Proses Produksi
Dalam rangka mendukung penambahan kegiatan usaha berdasarkan KBLI baru
yang telah direncanakan, Perseroan telah menyiapkan sistem dan struktur produksi
yang terintegrasi untuk menunjang pengembangan produk dan layanan secara
optimal. Proses produksi disusun untuk menjamin efisiensi operasional dan kualitas
hasil, mencakup beberapa tahapan berikut:
a. Perencanaan dan Riset Produk
Tahapan ini merupakan fondasi awal dari proses produksi, yang melibatkan tim
Research and Development serta Product Management. Fokus utama berada
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # IV - 4#
Page 45
pada identifikasi kebutuhan pasar melalui riset dan analisis tren teknologi terkini.
Hasil dari proses ini menjadi dasar dalam perumusan fitur produk, perencanaan
teknologi yang digunakan, serta desain arsitektur sistem dan platform.
b. Pengembangan Teknologi dan Produk
Pada tahap ini, tim Product Engineering dan Infrastructure & Platform mulai
melakukan pengembangan teknologi, baik untuk perangkat lunak (software),
pengolahan data digital, maupun platform berbasis web. Kegiatan ini meliputi
penulisan kode (coding), pengujian fungsional (functional testing), integrasi
sistem, serta validasi performa (performance test) sebelum diluncurkan kepada
pengguna. Semua pengembangan dilakukan dengan pendekatan berorientasi
keamanan, sesuai dengan karakteristik utama bisnis Perseroan.
c. Implementasi Operasional dan Pengolahan Data
Untuk layanan berbasis digital seperti web portal dan aktivitas pengolahan data,
proses produksi mencakup pengelolaan infrastruktur cloud, deployment platform,
serta monitoring performa sistem secara real-time. Tim Operation & Maintenance
bertanggung jawab atas kelangsungan operasional sistem dan kestabilan
layanan.
d. Produksi dan Distribusi Barang Cetak
Perseroan berfokus pada penerbitan buku digital sehingga alat atau perangkat
yang digunakan dalam pengolahan produksi penerbitannya mencakup berbagai
perangkat lunak dan perangkat keras yang mendukung proses dari penulisan,
penyuntingan, desain, hingga distribusi digital. Tim penyunting terdiri dari
eksisting tim User Interface / User Experience (UI/UX Team).
e. Kendali Mutu dan Inovasi Berkelanjutan
Setiap tahapan produksi diawasi oleh bagian-bagian teknis dalam divisi
Research and Development / R&D yang memiliki tanggung jawab terhadap
pengendalian kualitas, inovasi produk, dan peningkatan berkelanjutan.
Perseroan menerapkan prosedur audit internal dan quality control untuk
menjamin standar mutu, serta mendorong inovasi melalui kolaborasi lintas divisi.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # IV - 5#
Page 46
4.8. Kesimpulan Analisa Kelayakan Teknis
Dengan memperhatikan Unit Usaha Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa Komputer
lainnya (62090), Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya (62019), Perdagangan
Besar Komputer dan Perlengkapan Komputer (46511), Perdagangan Besar Piranti
Lunak (46512), Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan Artifisial (62015),
Penerbitan Piranti Lunak (Software) (58200), Aktivitas Pengolahan Data (63111)
maka Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang secara teknis layak untuk
dilaksanakan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # IV - 6#
Page 47
BAB V
ASPEK POLA BISNIS
5.1. Kegiatan Usaha Utama dan Penunjang
Sejak didirikan pada 12 April 2010, berdasarkan Perubahan Anggaran Dasar
terakhir pada Akta No. 91 Tanggal 29 April 2026, Perseroan bergerak dalam
bidang:
Kegiatan Usaha Utama
Aktivitas konsultasi keamanan informasi (KBLI 62021) yang mencakup kegiatan
layanan konsultasi perencanaan dan pengawasan keamanan informasi,
pemeriksaan atau penjamin (assurance) keamanan informasi, dan pembangunan
dan penerapan keamanan informasi.
Kegiatan Usaha Penunjang
1) Aktivitas konsultasi komputer dan manajemen fasilitas komputer lainnya
(KBLI 62029) meliputi:
- Layanan konsultasi terkait konfigurasi perangkat keras dan perangkat
lunak, baik secara terpisah maupun sebagai satu kesatuan sistem.
Layanan ini mencakup analisis kebutuhan teknologi informasi,
perancangan sistem yang terintegrasi serta rekomendasi solusi yang
sesuai bagi pengguna.
- Menyediakan komponen sistem secara langsung atau melalui Kerjasama
dengan mitra vendor.
- Layanan instalasi sistem, pelatihan bagi pengguna dan dukungan teknis
guna memastikan operasional berjalan lancar.
2) Aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer lainnya (KBLI 62090) meliputi:
- Layanan teknologi informasi yang tidak termasuk dalam kategori lain,
seperti pemulihan sistem yang mengalami gangguan, instalasi perangkat
lunak dan perangkat keras dan manajemen insiden siber.
- Layanan digital forensik untuk menganalisis dan mengatasi potensi
ancaman terhadap sistem.
3) Aktivitas pemrograman komputer lainnya (KBLI 62019) meliputi:
- Layanan konsultasi dalam analisis, desain dan pengembangan perangkat
lunak. Layanan ini mencakup pembuatan perangkat lunak sistem dan
aplikasi, pengelolaan basis data serta pengembangan laman web.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # V - 1#
Page 48
- Layanan penyesuaian perangkat lunak agar dapat berfungsi secara
optimal sesuai dengan lingkungan sistem informasi yang digunakan.
4) Aktivitas perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer (KBLI
46511) meliputi distribusi perangkat komputer dan perlengkapannya.
5) Aktivitas perdagangan besar piranti lunak (KBLI 46512) meliputi layanan dan
berbagai solusi digital yang dapat menunjang kebutuhan bisnis dan
operasional.
5.2. Kegiatan Penambahan Usaha
Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(public company) yang terletak di Gedung Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3, Jl. Dr.
Ide Anak Agung Gde Agung Kav. E.4.2, Mega Kuningan, Kuningan Timur,
Setiabudi, Jakarta Selatan.
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Perseroan merencanakan
untuk melakukan penambahan unit usaha yaitu sebagai berikut:
Tabel 5.1 Rincian Penambahan Unit Usaha
No. Nama KBLI Kode KBLI
1 Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa Komputer 62090
lainnya
2 Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya 62019
3 Perdagangan Besar Komputer dan 46511
Perlengkapan Komputer
4 Perdagangan Besar Piranti Lunak 46512
5 Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan 62015
Artifisial
6 Penerbitan Piranti Lunak (Software) 58200
7 Aktivitas Pengolahan Data 63111
Dari pelanggan Perseroan yang ada saat ini, diharapkan kegiatan penambahan
usaha yang akan dijalankan dapat meningkatkan pelayanan yang maksimal
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # V - 2#
Page 49
kepada pelanggan existing. Dengan harga yang bersaing dan kinerja pelayanan
yang maksimal diharapkan diperoleh pelanggan baru, sehingga Perseroan secara
perlahan memiliki meningkatkan pangsa pasar diantara para pesaing.
5.2.1. Segmen Usaha Perseroan
Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Perseroan merencanakan
untuk penambahan kegiatan unit usaha Perseroan yaitu, Aktivitas Teknologi
Informasi dan Jasa Komputer lainnya (62090), Aktivitas Pemrograman Komputer
Lainnya (62019), Perdagangan Besar Komputer dan Perlengkapan Komputer
(46511), Perdagangan Besar Piranti Lunak (46512), Aktivitas Pemrograman
Berbasis Kecerdasan Artifisial (62015), Penerbitan Piranti Lunak (Software)
(58200), Aktivitas Pengolahan Data (63111).
5.3. Keunggulan Kompetitif
Rekam Jejak yang Kuat dalam Melayani Klien Tingkat Atas
Perseroan telah membangun basis klien yang kuat selama 13 tahun beroperasi,
melayani lebih dari 60 pelanggan blue-chip di berbagai industri seperti
telekomunikasi, media, transportasi, energi, pemerintahan, e-commerce,
perbankan, dan layanan keuangan.
Beragam Layanan dan Penawaran Solusi
Penawaran jasa Perseroan yang beragam, mulai dari Managed Security Services
(MSS) hingga Risiko dan Kepatuhan, Keamanan Aplikasi, dan Digital Forensic &
Incident Response, memastikan kemampuan Perseroan untuk memenuhi
kebutuhan klien yang berbeda ketika menawarkan berbagai peluang keamanan
siber.
Peningkatan Berkesinambungan dalam Kemampuan Layanan Klien
Investasi Perseroan yang stabil dalam kapabilitas layanan keamanan siber
terbaru, termasuk Fraud Management dan Critical Infrastructure Security,
memastikan bahwa Perseroan dapat memenuhi kebutuhan klien yang terus
berkembang dan secara konsisten meningkatkan pendapatan di atas tren pasar.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # V - 3#
Page 50
Menjalin Kemitraan dengan Penyedia Perangkat Lunak Keamanan Siber
Terbaik
Perseroan telah menjalin kemitraan jangka panjang dengan vendor perangkat
lunak internasional. Hal ini akan menciptakan efisiensi biaya dan kualitas dari
pelayanan Perseroan untuk dapat bersaing pada tingkat pasar internasional.
Inovasi Teknologi Keamanan Siber
Grup terlibat dalam beberapa inisiatif pengembangan teknologi keamanan siber.
Manajemen memiliki peluang untuk mengembangkan dan memonetisasi teknologi
keamanan siber untuk perusahaan secara eksklusif sehingga dapat menciptakan
aliran pendapatan jangka panjang yang baru.
Investasi dalam Sumber Daya Manusia untuk Meningkatkan Kualitas
Layanan
Perseroan berinvestasi untuk sertifikasi dan akreditasi Perusahaan dan sumber
daya manusia untuk meningkatkan keterampilan dan kualifikasi karyawan yang
akan menghasilkan layanan terbaik di Industri keamanan siber untuk klien dan
churn staf yang rendah.
Branding dan Pemasaran yang Unik
Grup telah melakukan investasi yang signifikan dalam pemasaran untuk
membangun kesadaran melalui branding yang khas, melalui aktif dalam kegiatan
di forum keamanan siber dan aktif sebagai guest speaker untuk acara klien. Selain
itu, Perseroan mengadakan aktivitas pendidikan melalui bekerja sama dengan
universitas-universitas di Indonesia dan institut pendidikan tinggi di Indonesia dan
aktif dalam menjalankan program magang bagi mahasiswa Indonesia.
Tim Kepemimpinan yang Berpengalaman
Tim manajemen Perseroan yang berpengalaman di Indonesia, Singapura dan
Australia, berkomitmen membangun Grup Perseroan untuk menjadi Perusahaan
keamanan siber internasional.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # V - 4#
Page 51
5.4. Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk Penambahan Kegiatan Usaha
Produk Perseroan bersaing dengan produk-produk MSS dan PSS di Indonesia.
Tidak ada jaminan bahwa Perseroan dapat mempertahankan atau meningkatkan
daya saing dan posisi pasar Perseroan. Kondisi bisnis, keuangan, dan hasil
operasional Perseroan dapat terpengaruh secara material dan merugikan jika
Perseroan gagal mempertahankan posisi Perseroan relatif terhadap penyedia jasa
lain dalam industri ini.
Agar dapat bersaing dengan sukses di pasar, dalam penambahan kegiatan
usahanya Perseroan telah memastikan bahwa produk dan layanan yang
ditawarkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan.
Dalam hal ini, Perseroan sudah melakukan riset pasar dan analisis pesaing secara
teratur untuk memahami tren pasar dan mengetahui bagaimana produk dan
layanan yang ditawarkan dapat menjadi lebih unggul dibandingkan pesaing.
Selain itu, Perseroan juga terus menerus berinovasi dan meningkatkan produk
atau layanan yang dimiliki dengan cara terus mengembangkan teknologi baru dan
meningkatkan kualitas produk atau layanan yang ada. Perseroan juga berupaya
membangun citra merek yang kuat dan meningkatkan promosi produk atau
layanan agar lebih dikenal oleh pasar.
5.5. Pengaruh Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang pada Kondisi Keuangan
Perseroan
Secara garis besar, penambahan kegiatan usaha penunjang diproyeksikan
memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan Perseroan, khususnya
melalui peningkatan pendapatan dan penguatan daya saing bisnis Perseroan.
Dengan adanya pengembangan produk dan layanan berbasis teknologi milik
sendiri (own product), Perseroan memiliki peluang untuk meningkatkan recurring
revenue melalui penyediaan layanan konektivitas, keamanan jaringan, monitoring
infrastruktur, dan managed services kepada pelanggan korporasi maupun institusi
pemerintah.
Selain meningkatkan penjualan Perseroan, pengembangan solusi milik sendiri
(own product) juga memberikan nilai tambah dari sisi efisiensi operasional dan
margin usaha karena Perseroan tidak hanya bertindak sebagai penyedia jasa
implementasi, namun juga sebagai pemilik produk dan platform teknologi. Model
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # V - 5#
Page 52
bisnis tersebut memungkinkan Perseroan memperoleh pendapatan yang lebih
berkelanjutan melalui lisensi, subscription, maintenance, technical support, dan
pengembangan layanan lanjutan sesuai kebutuhan pelanggan.
Dalam jangka menengah dan panjang, penambahan kegiatan usaha ini
diharapkan dapat memperluas pangsa pasar Perseroan, meningkatkan kontribusi
pendapatan dari sektor digital dan teknologi informasi, serta memperkuat
fundamental bisnis Perseroan sehingga memberikan dampak positif terhadap
pertumbuhan laba dan keberlanjutan usaha Perseroan
5.6. Ketersediaan Tenaga Ahli
Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha tersebut, saat ini
Perseroan telah memiliki tenaga ahli yang dinilai cukup dan kompeten untuk
menjalankan kegiatan usaha yang baru (lihat Bab VI – Aspek Model Manajemen,
poin 6.2 – Ketersediaan Tenaga Kerja).
5.7. Analisis Kemampuan Perseroan Menciptakan Nilai
Perseroan meyakini bahwa dengan penambahan kegiatan usaha penunjang baru
dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan diantaranya:
● Pengembangan produk dan layanan konektivitas;
● Pengembangan kegiatan usaha;
● Meningkatkan pendapatan Perseroan terhadap jasa layanan; dan
● Terpenuhinya kepuasan pelanggan atas layanan yang diberikan dengan
harga kompetitif dan kualitas terbaik.
Berdasarkan proyeksi sebelum dan sesudah adanya penambahan kegiatan usaha
yang disusun oleh manajemen Perseroan, yaitu Aktivitas Teknologi Informasi dan
Jasa Komputer lainnya (62090), Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya
(62019), Perdagangan Besar Komputer dan Perlengkapan Komputer (46511),
Perdagangan Besar Piranti Lunak (46512), Aktivitas Pemrograman Berbasis
Kecerdasan Artifisial (62015), Penerbitan Piranti Lunak (Software) (58200),
Aktivitas Pengolahan Data (63111) dapat mencerminkan nilai tambah bagi
Perseroan.
.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # V - 6#
Page 53
5.8. Kesimpulan Analisa Kelayakan Pola Bisnis
Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh Perseroan dalam
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang, maka Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha Penunjang secara pola bisnis layak untuk dilaksanakan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # V - 7#
Page 54
BAB VI
ASPEK MODEL MANAJEMEN
Sistem organisasi dan manajemen yang baik sangat diperlukan untuk mendukung
terciptanya suatu perusahaan yang sistematis dalam pengendalian internal sehingga dapat
membentuk perusahaan yang mapan dan untuk mencapai tujuannya. Struktur organisasi
dan manajemen yang baik sangat erat hubungannya dengan koordinasi kerja yang terpadu
dan terarah.
Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan
dengan bagan organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang
terpadu. Penempatan tenaga kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan
keterampilannya merupakan faktor yang penting dalam menerapkan kebijaksanaan
perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas kepada unit di
bawahnya atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.
Perseroan sebagai yang bergerak dalam bidang konsultasi keamanan informasi, akan
terus mengembangkan usahanya pada masa yang akan datang. Oleh sebab itu, struktur
organisasi Perseroan harus dijadikan pegangan dalam menjalankan kegiatan usahanya.
6.1. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Dalam memenuhi kebutuhan layanan tambahan ini, tidak membutuhkan tenaga
profesional tambahan. Sumber pendanaan atas penambahan kegiatan usaha yang
baru akan menggunakan dana internal yang diambil dari Kas. Perseroan juga telah
memiliki tenaga kerja dan tenaga ahli yang berpengalaman dalam bidangnya.
Investasi awal sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha berupa
biaya analisis bisnis, biaya administrasi legalitas perusahaan, biaya upgrade sistem
serta biaya pengurusan atas perizinan teknis pendaftaran dan sertifikasi.
6.2. Ketersediaan Tenaga Kerja
Penambahan kegiatan usaha merupakan bentuk respon Perseroan terhadap
pengembangan produk dan layanan keamanan siber, Perseroan akan menggunakan
tenaga kerja dan tenaga ahli pendukung yang memiliki kemampuan berdasarkan
pengalaman dan pelatihan-pelatihan yang telah diikuti. Dengan pengalaman dan
pelatihan yang pernah diikuti serta kinerja selama bekerja di Perseroan, tenaga kerja
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # VI - 1#
Page 55
yang dimiliki diyakini merupakan figur yang tepat untuk menjalankan dan mengawasi
pelaksanaan kegiatan pengembangan usaha yang akan dijalankan oleh Perseroan.
Tenaga Kerja yang mendukung penambahan kegiatan usaha adalah:
1. Head of Research and Development sebanyak 1 orang
2. Product Engineering Manager sebanyak 1 orang
3. IT Infrastructure and System Engineering Manager sebanyak 1 orang
4. Operation & Maintenance Manager sebanyak 1 orang
5. Senior Backend Engineer sebanyak 1 orang
6. Principal sebanyak 1 orang
Berikut adalah profil dan kualifikasi tenaga kerja terkait dengan penambahan
kegiatan usaha:
1. Head of Research and Development
Nama : Muhammad Rasyid Sahputra
Pendidikan : S1 Teknik Informasi – Universitas Telkom
Pengalaman :
- Chief Executive Officer – PT Mahapatih Sibernusa Teknologi
- Subscriber Data Specialist – Nokia Qatar
- NT-HLR Consultant – Nokia Siemens Network Kuwait
- Information Security Consultant – Bellua Asia Pasifik
- NT-HLR Consultant – Nokia Siemens Network
Sertifikasi :
- Cisco Networking Academy Program - Inform IT
- Sun Solaris Advanced System Administration - Inixindo
- HLRi System Configuration and Administration - Siemens
- GPRS / UMTS CN PS Introduction and System Arch – Siemens
- CAMEL Phase 4 Signaling Protocol - Siemens
- HLRi 3.0 Compact Overview – NSN
- NSN@vantage Commander-Operation - NSN
- C-NTDB Basics – NSN
- NTHLR FE Operation - NSN
- PGW – Provisioning Gateway Operation 2.0 – NSN
- IMS 10.x CFX/CMS installation and commissioning - Nokia
- Project Management Professional – PMI AGC – Qatar PCRF
- PCRF v8 Operation, Maintenance, and Policy Writing - Nokia
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # VI - 2#
Page 56
2. Product Engineering Manager
Nama : Candra
Pendidikan : S1 Computer Science – Universitas Bina Nusantara
Pengalaman :
- Senior Team Leader – PT Harmoni Dinamik Indonesia
- Chief Engineer – Docotel Group
- Chief Technology Officer – PT Fintek Visi Nusa
Sertifikasi :
- ISMS ISO/IEC 27001:2022 Lead Auditor – Issued by TÜV SÜD
3. IT Infrastructure and System Engineering Manager
Nama : Aditya Widyanto
Pendidikan : S1 Sistem Komputer – Universitas Gunadarma
Pengalaman :
- Network and Security Manager – PT Juke Solutions
- Project Manager – PT Bank Permata
- Security Consultant – PT Tech Mahindra Indonesia
- Cybersecurity Consultant – PT Dimension Data Indonesia
- Professional Service – PT BT Communication Indonesia
Sertifikasi :
- CCNA (Cisco Certified Network Associate)
- CCNA VOICE - McAfee ePolicy Orchestrator
- CCSA (Checkpoint Certified Security Administrator)
- CCSE (Checkpoint Certified Security Expert)
- McAfee Network Security Platform
- Mcafee Firewall Enterprise
- Mcafee Email and Web Security
- Prince2 Foundation
- ITIL4 Foundation
- Cisco ID : CSCO11793893
- Check Point ID : CP0000084305
- Palo Alto ID : PANW00005306
4. Operation & Maintenance Manager
Nama : Sintya Nopiani
Pendidikan : S1 Sistem Informasi – Universitas Bina Nusantara
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # VI - 3#
Page 57
Pengalaman :
- Application Support Specialist – PT Indonesia Comnets Plus
- Application Support Lead – PT Sinbad Karya Perdagangan
- Application Support Lead – PT Docotel Teknologi
- Master Data – PT Teladan Prima Group
Sertifikasi :
- Introduction to Scrum Master Profession – SkillUp EdTech
5. Senior Backend Engineer
Nama : Astandro Koesriputranto
Pendidikan : S1 Teknik Informatika – Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Pengalaman :
- Sr. Engineering Manager – Bukalapak | Gaming B2B
- Sr. Engineering Manager – Bukalapak | Commerce & Omnichannel
- Sr. Engineering Manager – Bukalapak | Store & Market
- Engineering Manager – Bukalapak Merchant Ops
- Software Engineer – Bukalapak | Virtual Products
- Software Engineer – Bukalapak | Core Notifications
- .Net Developer – PT AstraGraphia IT
Sertifikasi :
- AWS Certified Cloud Practitioner
6. Principal
Nama : M. Rizky Satrio Utomo
Pendidikan : S2 Enterprise Engineering – Université BORDEAUX
S2 Information Technology – Universitas Indonesia
S1 Engineering – Universitas Indonesia
Pengalaman :
- Technical Consultant – Line Indonesia
- VP Application Engineering – Tilaka
- IT Assistant Manager – PT Archi Indonesia
- Application Support Manager – PT Prima Wahana Solusindo
- VAS Senior Engineer – PT Huawei Services
Sertifikasi:
- Oracle Certified Professional for Java 11
- Oracle Certified Associate DBA
- Sun Certified JavaProgrammer
- Sun Solaris System Administrator
- CompTIA Project+
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # VI - 4#
Page 58
6.3. Manajemen Perseroan
6.3.1. Struktur Organisasi Perseroan
Jika dilihat dari struktur organisasi Perseroan diatas, penambahan kegiatan usaha
utama ini masih dapat diakomodir dengan struktur yang ada mengingat kegiatan
usaha yang dijalankan saat ini juga termasuk produk keamanan informasi.
Dewan Komisaris
Anggota Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh RUPS. Setiap anggota
Dewan Komisaris memiliki keahlian dalam bisnis dan keuangan yang sesuai dengan
operasional Perseroan. Dewan Komisaris melaksanakan fungsi pengawasan, dan
memberikan nasihat kepada Direksi terkait perencanaan, pengelolaan, serta
pelaksanaan bisnis dan isu-isu Perseroan.
Dewan Komisaris memiliki kewenangan dan tanggung jawab sebagai berikut:
1. Dewan Komisaris bertugas melakukan pengawasan dan bertanggungjawab atas
pengawasan terhadap kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada
umumnya baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan dan memberi
nasihat kepada Direksi,
2. Memberikan persetujuan atas rencana kerja tahunan Perseroan selambat-
lambatnya sebelum dimulainya tahun buku yang akan datang,
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # VI - 5#
Page 59
3. Melakukan tugas yang secara khusus diberikan kepadanya menurut Anggaran
Dasar Perseroan, peraturan perundang-undangan yang berlaku dan/atau
berdasarkan keputusan RUPS,
4. Melakukan tugas, wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan ketentuan
Anggaran Dasar Perseroan dan keputusan RUPS,
5. Meneliti dan menelaah laporan tahunan yang dipersiapkan oleh Direksi serta
menandatangani laporan tahunan tersebut,
6. Mematuhi Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan serta wajib
melaksanakan prinsip-prinsip profesionalisme, efisiensi, transparansi,
kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban serta kewajaran,
7. Melaksanakan fungsi nominasi dan remunerasi sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku,
8. Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya
dalam pengawasan tersebut Dewan Komisaris wajib membentuk maupun
menentukan susunan komite audit maupun komite lainnya.
9. Mengawasi pelaksanaan rencana kerja tahunan Perseroan,
10. Mengikuti perkembangan kegiatan Perseroan dan dalam hal Perseroan
menunjukkan gejala kemunduran yang mencolok segera melaporkan kepada
RUPS dengan disertai saran mengenai langkah perbaikan yang harus ditempuh,
11. Memberikan pendapat dan saran kepada RUPS mengenai setiap persoalan
lainnya yang dianggap penting bagi pengelolaan Perseroan,
12. Melakukan tugas pengawasan lainnya yang ditentukan oleh RUPS,
13. Memberikan tanggapan atas laporan berkala Direksi dan pada setiap waktu yang
diperlukan mengenai perkembangan Perseroan.
Dewan Komisaris melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka sebagaimana
diatur dalam Anggaran Dasar dan perundang-undangan yang berlaku, seperti
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan
Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.
Berdasarkan Akta No. 91 Tanggal 29 April 2026, susunan Dewan Komisaris
Perseroan adalah sebagai berikut:
Presiden Komisaris : Richardus Eko Indrajit
Komisaris Independen : Agustinus Nicholas L. Tobing
Komisaris : Andri Hutama Putra
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # VI - 6#
Page 60
Direksi
Direksi adalah organ Perseroan yang mengemban tanggung jawab untuk
menjalankan operasional dan bisnis Perseroan sehari-hari. Anggota Direksi diangkat
dan diberhentikan oleh RUPS.
Direksi memiliki kewenangan dan tanggung jawab sebagai berikut:
1. Direksi bertugas menjalankan dan bertanggung jawab atas pengurusan
Perseroan untuk kepentingan Perseroan sesuai dan dalam mencapai maksud
dan tujuan Perseroan.
2. Setiap anggota Direksi wajib melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya
dengan itikad baik, penuh tanggung jawab, dan kehati-hatian, dengan
mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Anggaran
Dasar Perseroan.
3. Tugas pokok Direksi, adalah:
a. Memimpin, mengurus dan mengendalikan Perseroan sesuai dengan
maksud dan tujuan Perseroan serta senantiasa berusaha meningkatkan
efisiensi dan efektivitas Perseroan.
b. Menguasai, memelihara dan mengurus kekayaan Perseroan.
c. Menyusun rencana kerja tahunan yang memuat anggaran tahunan
Perseroan dan wajib disampaikan kepada Dewan Komisaris untuk
memperoleh persetujuan dari Dewan Komisaris, sebelum dimulainya tahun
buku yang akan datang.
4. Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, Direksi wajib
menyelenggarakan RUPS tahunan dan RUPS lainnya sebagaimana diatur
dalam peraturan perundang-undangan dan Anggaran Dasar Perseroan.
5. Segala tindakan dari para anggota Direksi yang bertentangan dengan Anggaran
Dasar Perseroan adalah tidak sah.
6. Direksi dalam mengurus dan/atau mengelola Perseroan bertindak sesuai
dengan keputusan yang ditetapkan oleh RUPS.
7. Menyelenggarakan fungsi Sekretaris Perusahaan serta menjaga dan
mengevaluasi kualitas fungsi Sekretaris Perusahaan.
8. Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung
jawabnya, Direksi dapat membentuk komite dan berkewajiban melakukan
evaluasi terhadap kinerja komite tersebut sekurang-kurangnya sekali dalam
buku Perseroan, serta untuk mendukung pelaksanaan prinsip tata kelola
perusahaan yang baik oleh Perseroan, Direksi berkewajiban membentuk, serta
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # VI - 7#
Page 61
berwenang untuk mengangkat dan memberhentikan sekretaris perusahaan atau
susunan unit kerja sekretaris perusahaan berikut penanggung jawabnya.
9. Menyelenggarakan pengawasan internal yakni dengan membentuk Unit Audit
Internal dan membuat Piagam Audit Internal.
10. Menyelenggarakan pengawasan internal, yakni dengan membentuk Satuan
Pengawasan Intern dan Membuat Piagam Pengawasan Internal.
11. Bersama-sama dengan Dewan Komisaris memastikan bahwa auditor eksternal,
auditor internal, dan Komite Audit, serta komite penunjang lainnya, memiliki
akses terhadap catatan akuntansi, data penunjang, dan informasi mengenai
Perseroan, sepanjang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya.
12. Menetapkan tata kelola teknologi informasi yang efektif, menjaga dan
mengevaluasi kualitas fungsi tatakelola teknologi informasi di Perseroan, serta
secara periodik menyampaikan laporan pelaksanaan tata kelola teknologi
informasi kepada Dewan Komisaris.
13. Memastikan bahwa aset dan lokasi usaha serta fasilitas Perseroan lainnya,
memenuhi peraturan perundang-undangan berkenaan dengan kesehatan dan
keselamatan kerja serta pelestarian lingkungan.
14. Menyediakan lingkungan kerja yang bebas dari segala bentuk tekanan
(pelecehan) yang mungkin timbul sebagai akibat perbedaan hak, keadaan
pribadi, dan latar belakang kebudayaan seseorang.
15. Memastikan bahwa aset dan lokasi usaha serta fasilitas Perseroan lainnya,
memenuhi peraturan perundang-undangan berkenaan dengan kesehatan dan
keselamatan kerja serta pelestarian lingkungan.
16. Menyusun Laporan Tahunan dan menyampaikan rencana kerja tahunan yang
memuat juga anggaran tahunan Perseroan kepada Dewan Komisaris untuk
mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris, sebelum dimulainya tahun buku
yang akan datang. Rencana kerja tahunan tersebut disampaikan, sebelum
dimulainya tahun buku yang akan datang, dengan memperhatikan peraturan
perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang pasar modal.
Berdasarkan Akta No.91 Tanggal 29 April 2026, susunan Direksi Perseroan adalah
sebagai berikut:
Presiden Direktur : Patrick Rudolf Dannacher
Wakil Presiden Direktur : Marek Bialoglowy
Direktur : Bambang Susilo
Direktur : Doni Mora, SE
Direktur : Eko Prasudi Widianto
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # VI - 8#
Page 62
Komite Audit
Dalam melaksanakan tugas pengawasan terhadap pengelolaan Perseroan, Dewan
Komisaris didukung oleh Komite Audit. Komite ini adalah organ untuk melaksanakan
audit atas laporan yang disiapkan oleh Direksi, melakukan analisis atas laporan yang
dibuat oleh Akuntan Publik dan Unit Audit Internal serta laporan keuangan yang
diterbitkan oleh Perseroan. Dalam proses audit, Komite Audit melakukan pertemuan
dengan semua pihak yang mewakili divisi/departemen yang terlibat dalam
operasional, pembukuan, serta kontrol dan pengawasan aset. Meskipun Komite Audit
hadir untuk membantu Dewan Komisaris, keputusan akhir tetap merupakan tanggung
jawab Dewan Komisaris.
Komite Audit bertanggung jawab langsung kepada Dewan Komisaris. Lingkup tugas
dan tanggung jawab Komite Audit adalah sebagai berikut:
1. Penelaahan dan Klarifikasi atas Informasi Keuangan
2. Seleksi, Penunjukan, dan Pengawasan Pekerjaan Auditor Independen
a. Seleksi dan Penunjukan Auditor Independen
b. Pengawasan Independen Pekerjaan Auditor
c. Evaluasi Efektivitas Fungsi Internal Audit Pelaksanaan
d. Efektivitas Pengendalian Internal
e. Kepatuhan Perundang-undangan terhadap Peraturan
f. Manajemen Risiko
g. Pelaksanaan Tugas Khusus
Susunan Komite Audit Perseroan sebagaimana termuat dalam Surat Keputusan
Dewan Komisaris No. 197/ADM/ITSECASIA/III/2023 tanggal 9 Maret 2023 adalah
sebagai berikut:
Ketua : Agustinus Nicholas L. Tobing
Anggota : Arini Imamawati
Anggota : Tjeppy Kustiwa
Sekretaris Perusahaan
Dengan menyediakan data dan informasi yang akurat dan relevan tentang kegiatan
Perseroan. Perseroan membangun fungsi Sekretaris Perusahaan untuk mematuhi
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris
Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # VI - 9#
Page 63
Secara umum, Sekretaris Perusahaan melapor langsung kepada Direksi dan
berperan sebagai penghubung komunikasi antara Perseroan dengan para
Pemegang Saham, investor, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya. Tugas
dan tanggung jawab Sekretaris Perusahaan adalah sebagai berikut:
1. Mengikuti perkembangan Pasar Modal khususnya peraturan perundang –
undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal;
2. Memberikan masukan kepada Direksi dan Dewan Komisaris untuk mematuhi
ketentuan peraturan perundang – undangan di bidang Pasar Modal;
3. Membantu Direksi dan Dewan Komisaris dalam pelaksanaan tata kelola
perusahaan yang meliputi:
a. Keterbukaan informasi kepada masyarakat, termasuk ketersediaan
informasi pada Situs Web Perusahaan;
b. Penyampaian laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan tepat waktu;
c. Penyelenggaraan dan dokumentasi Rapat Umum Pemegang Saham;
d. Penyelenggaraan dan dokumentasi rapat Direksi dan/atau Dewan
Komisaris; serta
e. Pelaksanaan program orientasi terhadap perusahaan bagi Direksi dan/atau
Dewan Komisaris.
4. Sebagai penghubung antara Perusahaan dengan pemegang saham, Otoritas
Jasa Keuangan, dan pemangku kepentingan umum lainnya;
Audit Internal
Unit Audit Internal merupakan organ pendukung Direksi yang bertanggung jawab
melaksanakan pengawasan internal dengan melakukan audit kinerja secara berkala
di seluruh jenjang organisasi perusahaan. Pengawasan tersebut mencakup
pelaporan keuangan, kepatuhan terhadap hukum, peraturan yang berlaku,
manajemen risiko, serta efektivitas dan efisiensi operasional Perseroan. Unit Audit
Internal melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan berpedoman pada
Piagam Audit Internal (Internal Audit Charter) yang ditetapkan pada 25 September
2019 sebagaimana ditentukan oleh Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No.56/POJK.04/2015 tentang Pembentukan Dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit
Audit Internal.
Tugas dan Tanggung jawab Unit Audit Internal meliputi:
1. Menyusun dan melaksanakan rencana Unit Audit Internal tahunan berbasis
resiko;
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # VI - 10#
Page 64
2. Menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian internal dan sistem
manajemen risiko sesuai dengan kebijakan Perusahaan;
3. Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas di bidang
keuangan, akuntansi, operasional, sumber daya manusia, pemasaran, teknologi
informasi dan kegiatan lainnya;
4. Memberikan saran perbaikan dan informasi yang objektif tentang kegiatan yang
diperiksa pada semua tingkat manajemen;
5. Membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan tersebut kepada Direktur
Utama dan Dewan Komisaris;
6. Memantau, menganalisis dan melaporkan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan
yang telah disarankan;
7. Bekerja sama dengan Komite Audit;
8. Menyusun program untuk mengevaluasi mutu kegiatan Unit Audit Internal yang
dilakukannya;
9. Melakukan pemeriksaan khusus apabila diperlukan.
6.3.2. Struktur Organisasi Penambahan Kegiatan Usaha
Kemampuan untuk mengelola suatu perusahaan memerlukan manajemen dan SDM
yang profesional agar kegiatan operasional Perseroan berjalan efektif dan efisien.
Berikut adalah struktur organisasi penambahan kegiatan usaha.
Gambar 6.1
Struktur Organisasi Penambahan Kegiatan Usaha
(Bagian 1)
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # VI - 11#
Page 65
(Bagian 2)
(Bagian 3)
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # VI - 12#
Page 66
(Bagian 4)
(Bagian 5)
Sumber: Manajemen Perseroan
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # VI - 13#
Page 67
6.3.3. Komposisi Karyawan
Per tanggal 31 Desember 2025, sesuai dengan yang telah disajikan dalam Laporan
Tahunan 2025, Perseroan memiliki sumber daya manusia sebanyak 365 orang
karyawan. Sehubungan dengan penambahan kegiatan usaha, Perseroan akan
mengoptimalkan sumber daya yang ada sehingga tidak ada penambahan tenaga
kerja.
Tabel 6.1 Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Jabatan
Jenjang Jabatan Jumlah
Direktur 17
Manajer / Setingkat 53
Manajer
Supervisor / Setingkat 145
Supervisor
Staff Lainnya 150
6.4. Kesimpulan Analisa Kelayakan Model Manajemen
Berdasarkan struktur organisasi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan,
jumlah personel, dan pengelolaan manajemen Perseroan, maka secara umum hal
tersebut telah cukup mendukung operasional kerja perusahaan dalam Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan secara pola bisnis layak untuk
dilaksanakan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # VI - 14#
Page 68
BAB VII
ASPEK RISIKO
Penambahan kegiatan usaha baru yang akan dilakukan oleh Perseroan tidak terlepas dari
beberapa risiko yang timbul dalam proses menjalankan usaha. Risiko yang muncul bisa
dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal maupun internal. Oleh karena itu, perlu adanya
upaya dalam pengelolaan risiko tersebut yaitu dengan analisa sistematis dan berkelanjutan
mengenai peluang munculnya risiko, dampak dari risiko, serta cara menekan dan
meminimalkan risiko usaha yang dihadapi.
Dalam rangka penambahan kegiatan usaha, Perseroan telah melakukan identifikasi dan
klasifikasi risiko-risiko yang dihadapi dalam menjalankan usahanya. Risiko-risiko tersebut
adalah sebagai berikut:
7.1. Risiko Ketergantungan Terhadap Pelanggan
Risiko ketergantungan terhadap pelanggan adalah kondisi dimana sebagian besar
atau semua pendapatan Perseroan berasal dari satu atau beberapa pelanggan
utama. Risiko ini dapat mempengaruhi keberlangsungan bisnis Perseroan dan
menyebabkan ketidakstabilan keuangan yang signifikan. Risiko yang dapat timbul
akibat ketergantungan terhadap pelanggan antara lain kehilangan pelanggan,
persaingan, harga, dan pengembangan produk/layanan. Perseroan telah berusaha
untuk mengurangi risiko ketergantungan terhadap pelanggan dengan cara
diversifikasi produk atau layanan, mencari pelanggan baru dan meningkatkan
kualitas produk atau layanan untuk menarik pelanggan potensial.
7.2. Risiko Reputasi
Risiko reputasi dalam Perseroan dapat timbul akibat berbagai faktor, seperti
kegagalan sistem, pelanggaran data, ketidakpatuhan terhadap peraturan, dan
serangan siber. Risiko ini dapat mengancam keberlangsungan bisnis perusahaan,
merugikan pelanggan, dan menimbulkan kerugian finansial yang signifikan. Oleh
karena itu, Perseroan memperkuat sistem keamanan dan privasi data, meningkatkan
transparansi dan akuntabilitas, serta membangun hubungan yang baik dengan
pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya. Perseroan sudah siap menghadapi
risiko reputasi dan merespons dengan cepat dan tepat ketika terjadi kejadian yang
dapat mempengaruhi reputasi perusahaan. Hal ini dilakukan dengan
mengembangkan strategi manajemen risiko yang kuat, mempersiapkan rencana
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # VII - 1#
Page 69
tanggap darurat, dan melakukan evaluasi secara teratur untuk memperbaiki
kelemahan yang ada. Dengan cara ini, Perseroan dapat mengurangi risiko reputasi
dan mempertahankan reputasi dalam jangka panjang.
7.3. Risiko Kegagalan Produk/ Layanan Baru
Terdapat risiko dimana setiap produk/layanan baru yang dikembangkan oleh
Perseroan tidak diperkenalkan secara tepat waktu atau hemat biaya dan juga tidak
mencapai penerimaan pasar secara luas yang diperlukan untuk menghasilkan
pendapatan yang signifikan. Keberhasilan produk-produk yang baru dikembangkan
oleh Perseroan bergantung pada beberapa faktor yakni harga yang kompetitif,
penyelesaian dan pengiriman yang tepat waktu, teknologi yang kompetitif, kualitas
yang memadai, integrasi dengan teknologi yang ada, dan penerimaan pasar yang
luas. Apabila Perseroan tidak berhasil mengembangkan atau menyempurnakan
produk untuk memenuhi harapan pelanggan, hal tersebut dapat berdampak negatif
terhadap keuangan dan operasi Perseroan.
7.4. Risiko Kegagalan Implementasi
Berbagai faktor dapat menyebabkan implementasi solusi oleh Perseroan tertunda
atau tidak berhasil. Keberhasilan bisnis solusi keamanan Perseroan bergantung pada
implementasi solusi keamanan yang efektif. Namun, beberapa faktor dapat
menyebabkan implementasi menjadi tidak efisien, tertunda, atau gagal, seperti
perubahan persyaratan pelanggan, penundaan proyek, atau kesalahan dari
perencanaan proyek yang diterima. Apabila implementasi memakan waktu lebih lama
dari yang diharapkan atau gagal memenuhi harapan pelanggan, penagihan
pembayaran dapat tertunda dan berpotensi mengakibatkan pembatalan. Proyek
implementasi yang tidak berhasil atau mahal dapat menimbulkan klaim dari
pelanggan sehingga dapat merusak reputasi Perseroan. Hal ini memberikan peluang
bagi pesaing untuk menggeser posisi Perseroan di pasar yang dapat berdampak
negatif terhadap operasi dan kondisi keuangan Perseroan.
7.5. Risiko Perubahan Teknologi
Perseroan dapat menghadapi risiko teknologi seperti perubahan tren pasar,
munculnya teknologi baru yang menggantikan produk atau layanan yang sudah ada,
serta risiko keamanan data dan privasi yang terkait dengan penggunaan teknologi.
Selain itu, Perseroan juga dapat menghadapi risiko ketergantungan pada teknologi
tertentu, yang dapat menghambat kemampuan perusahaan untuk beradaptasi
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # VII - 2#
Page 70
dengan perubahan pasar atau teknologi baru. Perseroan terus memperhatikan
perkembangan teknologi dan mempersiapkan rencana bisnis yang tepat untuk
menghadapi risiko perubahan teknologi dan memastikan kemampuan perusahaan
untuk bersaing di pasar.
7.6. Risiko Ketenagakerjaan
Dengan peraturan ketenagakerjaan yang terus berubah, Perseroan wajib menjalin
hubungan yang baik dengan para karyawan dengan mengedepankan aturan yang
berlaku dan konsistensi, agar dapat diketahui secara dini apabila ada gejolak yang
berpotensi menimbulkan gangguan operasional Perseroan. Gangguan terhadap
hubungan industrial dapat mempengaruhi kegiatan operasional, biaya, dan reputasi
Perseroan yang pada akhirnya akan dapat mempengaruhi kinerja Perseroan.
7.7. Risiko Perubahan Kurs Valuta Asing (Depresiasi Nilai Tukar Rupiah)
Perseroan melakukan kegiatan usaha dari luar negeri dan berkewajiban untuk
membayar biaya operasi dengan menggunakan mata uang asing yang menyebabkan
Perseroan terpapar pada pergerakan nilai kurs mata uang. Pendapatan Perseroan
sebagian diperoleh dalam mata uang asing seperti USD, SGD dan AUD dan
sebagian diperoleh dalam Rupiah. Dalam melakukan pengeluaran, Perseroan
sebagian dilakukan dengan menggunakan mata uang asing tersebut, khususnya
USD. Perubahan kurs mata uang tersebut dapat berdampak material dan dapat
berdampak negatif terhadap hasil operasional Perseroan. Paparan yang signifikan
pada mata uang negara-negara berkembang juga dapat membuat Perseroan rentan
terhadap ketidakstabilan kurs mata uang.
7.8. Risiko Persaingan
Banyak dari pesaing besar internasional yang berinvestasi lebih banyak untuk
program penelitian dan pengembangan, sementara yang lain mungkin diakuisisi oleh
perusahaan besar yang memiliki sumber daya lebih besar untuk dialokasikan ke
penelitian dan pengembangan. Apabila Perseroan tidak mempertahankan penelitian
dan pengembangan yang memadai atau tidak dapat bersaing secara efektif dalam
hal ini, kompetitor dapat memperoleh keuntungan atas hal tersebut dimana hal ini
dapat berdampak negatif terhadap operasional dan keuangan Perseroan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # VII - 3#
Page 71
7.9. Analisis SWOT
7.9.1. Strength (Kekuatan)
1. Perseroan mengutamakan kepuasan pelanggan melalui layanan yang maksimal
(service oriented).
2. Memberikan harga yang bersaing dengan pesaing-pesaing lainnya, sehingga
Perseroan secara perlahan memiliki pangsa pasar tersendiri di antara para
pesaing.
3. Kecepatan pemenuhan kebutuhan, Perseroan menjamin distribusi dan aktivasi
layanan tambahan tepat waktu.
4. Perseroan memiliki kemampuan untuk menyediakan solusi teknologi dengan
harga yang kompetitif dibandingkan dengan penyedia solusi sejenis, sehingga
secara bertahap mampu membangun pangsa pasar tersendiri.
5. Perseroan memiliki kecepatan dalam pemenuhan kebutuhan pelanggan,
termasuk proses implementasi, distribusi, aktivasi layanan, serta dukungan
purna jual secara tepat waktu.
6. Perseroan memiliki produk dan platform teknologi milik sendiri (own product)
sehingga memberikan fleksibilitas dalam pengembangan fitur, penyesuaian
kebutuhan pelanggan, dan pengendalian kualitas layanan.
7. Kepemilikan intellectual property (IP) dan kapabilitas pengembangan internal
memungkinkan Perseroan untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional serta
mengurangi ketergantungan terhadap principal atau vendor pihak ketiga.
8. Karena Solusi produk milik sendiri maka dapat dikembangkan secara modular
dan scalable untuk mendukung kebutuhan pelanggan enterprise, pemerintahan,
BUMN, maupun industri strategis lainnya.
9. Perseroan memiliki kemampuan integrasi layanan konektivitas, keamanan siber,
monitoring jaringan, dan managed services dalam satu ekosistem solusi yang
terintegrasi.
10. Perseroan didukung oleh tenaga ahli dan sumber daya teknis yang memiliki
kompetensi dalam pengembangan produk digital, infrastruktur teknologi
informasi, dan layanan keamanan siber
7.9.2. Weakness (Kelemahan)
1. Perlu sosialisasi kepada pelanggan mengenai produk yang tergolong baru dalam
layanan yang ditawarkan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # VII - 4#
Page 72
2. Perseroan masih memerlukan kegiatan sosialisasi, edukasi pasar, dan
penguatan branding terhadap produk IntelliBroń karena merupakan produk yang
relatif baru dalam industri teknologi dan keamanan siber.
3. Produk dan layanan berbasis teknologi memerlukan proses pengembangan
berkelanjutan agar tetap relevan terhadap perkembangan ancaman siber dan
kebutuhan pasar.
4. Perseroan masih membutuhkan peningkatan penetrasi pasar dan perluasan
jaringan pemasaran untuk mempercepat adopsi produk IntelliBroń di berbagai
sektor industri.
5. Perseroan memerlukan investasi berkelanjutan pada aspek penelitian dan
pengembangan (research and development), sertifikasi, serta peningkatan
kapabilitas sumber daya manusia.
6. Perseroan menghadapi tantangan dalam membangun brand awareness dan
positioning produk lokal agar dapat bersaing dengan produk global yang telah
lebih dahulu dikenal di pasar.
7.9.3. Opportunity (Peluang)
1. Dengan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkat, dan
pertumbuhan bisnis industri digital yang terus meningkat, diharapkan permintaan
terhadap layanan akan meningkat.
2. Perkembangan teknologi, untuk memberikan layanan yang sangat mudah dan
fleksibel.
3. Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, transformasi digital nasional, dan
peningkatan kebutuhan keamanan siber diperkirakan akan terus meningkatkan
permintaan terhadap layanan teknologi informasi dan solusi keamanan jaringan.
4. Tingginya kebutuhan sektor enterprise, pemerintahan, BUMN, serta industri
strategis terhadap solusi monitoring jaringan, Network Detection & Response
(NDR), keamanan siber, dan managed security services menjadi peluang bagi
Perseroan untuk memperluas pasar.
5. Perkembangan teknologi cloud, artificial intelligence (AI), big data analytics, dan
otomasi keamanan siber membuka peluang pengembangan fitur dan layanan
IntelliBron yang lebih inovatif dan kompetitif.
6. Kebijakan pemerintah terkait peningkatan penggunaan produk dalam negeri
(PDN/TKDN) dan penguatan ekosistem digital nasional dapat menjadi peluang
strategis bagi produk milik sendiri (own product) sebagai solusi teknologi lokal.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # VII - 5#
Page 73
7. Meningkatnya kesadaran organisasi terhadap risiko serangan siber dan
pentingnya kepatuhan terhadap regulasi keamanan informasi mendorong
kebutuhan terhadap solusi keamanan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
8. Model bisnis berbasis subscription dan managed services memberikan peluang
recurring revenue yang lebih stabil dan berkelanjutan bagi Perseroan.
7.9.4. Threat (Ancaman)
1. Kompetisi dari perusahaan lainnya dari segi harga. Sebagai salah satu cara
untuk memitigasi ancaman ini adalah dengan mengoptimalkan proses distribusi
layanan yang sudah ada.
2. Sebagai perusahaan yang berorientasi terhadap profit, Perseroan juga harus
menjaga likuiditas kas agar tetap dapat memenuhi kebutuhan operasional
perusahaan. Salah satu cara untuk memitigasi adalah dengan menjaga margin
keuntungan yang optimal.
3. Tingginya tingkat persaingan dari perusahaan teknologi dan keamanan siber
lainnya, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, khususnya dalam aspek
harga, inovasi teknologi, dan penguasaan pasar.
4. Persaingan dengan produk global yang memiliki brand awareness, jaringan
distribusi, dan kapasitas investasi yang lebih besar dapat mempengaruhi
penetrasi pasar Perseroan.
5. Perkembangan teknologi dan ancaman siber yang sangat cepat mengharuskan
Perseroan untuk terus melakukan pembaruan teknologi dan inovasi produk
secara berkelanjutan.
6. Risiko gangguan operasional, serangan siber, maupun kegagalan sistem pada
infrastruktur teknologi dapat mempengaruhi kualitas layanan dan tingkat
kepercayaan pelanggan.
7. Fluktuasi kondisi ekonomi dan efisiensi anggaran pelanggan, khususnya pada
sektor korporasi dan pemerintahan, dapat mempengaruhi realisasi pengadaan
dan investasi teknologi informasi
7.10. Kesimpulan
Berdasarkan analisis risiko yang telah diuraikan tersebut maka risiko yang akan
timbul dalam Perseroan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, baik risiko
internal maupun eksternal agar dapat diprediksikan sejak dini, sehingga manajemen
dapat dengan cepat menyiapkan langkah antisipasinya.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk# # VII - 6#
Page 74
BAB VIII
ASPEK KEUANGAN
Analisis keuangan dalam Studi Kelayakan menggunakan metode diskonto arus kas
(discounted cash flow) dengan mengacu pada kriteria net present value (NPV), dimana
Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang Perseroan dapat dikatakan layak atau
menguntungkan jika NPV lebih besar dari nol, analisa internal rate of return (IRR)
perubahan menunjukkan jumlah yang lebih besar dari pada diskonto yang digunakan, serta
profitability index (PI) adalah teknik penganggaran modal untuk mengevaluasi proyek-
proyek investasi untuk kelangsungan hidup atau profitabilitas, menunjukkan perhitungan
lebih besar dari pada satu.
Proyeksi keuangan yang digunakan dalam Studi Kelayakan didasarkan pada proyeksi
keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penyesuaian
terhadap proyeksi tersebut berdasarkan kondisi pasar, pengalaman, dan ketentuan-
ketentuan yang berlaku secara umum, agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan
kinerja Perseroan dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.
8.1. Arus Kas Bersih yang Digunakan
Untuk melakukan analisis keuangan dalam Studi Kelayakan dengan menggunakan
metode diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga) pilihan pendapatan ekonomi untuk
didiskonto yaitu dividen, arus kas bersih (AKB) untuk ekuitas (free cash flow to
equity), dan AKB untuk kapital (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk
perusahaan (free cash flow to firm).
Dalam Studi Kelayakan, pendapatan ekonomi yang akan didiskonto dalam analisis
kelayakan adalah AKB untuk kapital.
Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari kewajiban
penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan untuk
penggantian (reserve for replacement), modal kerja, dan untuk pertumbuhan
melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung
sebagai berikut:
Studi Kelayakan
# # VIII - 1#
Page 75
Laba (rugi) setelah pajak
+ Bunga setelah pajak
+ Penyusutan
– Capex
– Kenaikan (atau + penurunan) modal kerja bersih
= Arus kas bersih untuk kapital
8.2. Penentuan Tingkat Diskonto
Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang digunakan
adalah biaya modal ekuitas (cost of equity) digunakan capital asset pricing model
(CAPM) dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:
dimana:
ke = Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya modal
ekuitas/saham biasa
Rf = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk free
rate)
β = Beta
RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk premium)
RBDS = Rating-based default spread
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat
dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang. Terkait
dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025, maka
instrumen bebas risiko yang dipakai adalah Indonesia Government Securities Yield
Curve dalam mata uang rupiah dengan tenor 30 tahun dengan yield sebesar 6,70%
yang diperoleh dari PHEI, dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat
balikan bebas risiko.
RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
Studi Kelayakan
# # VIII - 2#
Page 76
yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
tingkat premi risiko sebesar 6,69%, yang diolah dari hasil penelitian Aswath
Damodaran tanggal 05 Januari 2026
Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Untuk penilaian ini, kami menggunakan unlevered beta perusahaan yang bergerak
di bidang Computer Services sebesar 1,02 yang diperoleh dan diolah dari hasil
penelitian Aswath Damodaran yang diterbitkan tanggal 05 Januari 2026.
Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai
beta untuk menghitung cost of equity Perseroan, dimana beta tersebut dihitung dari
rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage
yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang sama
dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh
karena itu pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan
cara menghitung unlevered beta.
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan
ini kemudian di-relevered dengan tingkat leverage pasar pada industri sejenis untuk
memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto Perseroan tersebut dengan
formula sebagai berikut:
𝛽L = 𝛽U × (1 + (1 — 𝑇) × 𝐷𝐸𝑅)
dimana:
T : Tingkat pajak
DER : Debt to equity ratio
𝛽L :Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
portofolio pasar dengan pengaruh utang.
𝛽U : Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
portofolio pasar tanpa pengaruh utang.
Studi Kelayakan
# # VIII - 3#
Page 77
Sama halnya dengan data unlevered beta, data DER juga diperoleh dari rata-rata
perusahaan pembanding dari perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha
Computer Services yang diperoleh yang diolah dari hasil penelitian Aswath
Damodaran yang diterbitkan tanggal 05 Januari 2026. Dari data tersebut nilai DER
adalah 10,19%. Dengan memasukkan persamaan di atas, diperoleh nilai βL
sebesar 1,10.
Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap
biaya modal ekuitas mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini
digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran, dimana RBDS
sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.
Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan adalah:
Tabel 8.1
Biaya Modal/Ekuitas Perseroan
Keterangan Persentase
- Tingkat Bunga Bebas Risiko 6,70%
- Premi Risiko Market 6,69%
- Beta 1,10
- RDBS 1,62%
Biaya Modal untuk Ekuitas 12,47%
Biaya Modal Tertimbang
Menghitung analisa studi kelayakan Perseroan dilakukan dengan mendiskonto
tingkat kembalian terhadap keseluruhan modal, maka tingkat diskonto yang
digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya
modal, baik yang berasal dari pinjaman jangka panjang maupun yang berasal dari
penyertaan.
Penentuan posisi tingkat leverage yang optimal adalah mencari titik dimana
tambahan penghematan pajak yang berasal dari tambahan hutang akan sama
dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang
diantisipasi dari keberadaan keseluruhan hutang.
Studi Kelayakan
# # VIII - 4#
Page 78
Dalam analisa studi kelayakan ini, untuk biaya bunga untuk hutang digunakan
tingkat bunga pinjaman rata-rata dalam mata uang Rupiah dari bank pemerintah
periode Desember 2025, yaitu 8,44%. Berdasarkan biaya bunga tersebut maka
diperoleh biaya modal pada Desember 2025 sampai akhir proyeksi sebesar 6,58%,
dengan tarif pajak (T) 22%, dengan perhitungan sebagai berikut:
Kd = i x (1-T)
Kd = 8,44% x (1-22%)
= 6,58%
Untuk kepentingan analisa studi kelayakan, komposisi pendanaan dihitung
berdasarkan kinerja perbandingan interest bearing debt dengan ekuitasnya, dimana
komposisi struktur permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti struktur
permodalan pasar dari data yang diolah dari hasil penelitian Aswath Damodaran.
Dengan demikian struktur hutang sebesar 9,25%, sedangkan sisanya yaitu sebesar
90,75% akan dipenuhi dengan modal sendiri. Dengan mempertimbangkan faktor-
faktor di atas dan kekuatan/kelebihan serta risiko yang dihadapi, kami berpendapat
bahwa tingkat diskonto sebesar 11,93% untuk Perseroan adalah wajar untuk
mendiskonto arus kas bersih dengan perhitungan sebagai berikut:
Tabel 8.2
Perhitungan WACC
Studi Kelayakan
# # VIII - 5#
Page 79
8.3. Proyeksi Keuangan
Perhitungan analisis keuangan dalam Studi Kelayakan dilakukan dengan metode
diskonto arus kas yang didasarkan pada proyeksi keuangan yang disusun oleh
manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi
tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan dengan
lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami
lakukan terhadap target kinerja Perseroan.
Mengingat bahwa terdapat dua skenario proyeksi keuangan, yaitu proyeksi
keuangan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang dan proyeksi
keuangan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang, maka
analisis kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang harus
didasarkan pada analisis inkremental dari dua skenario proyeksi keuangan tersebut.
Untuk menentukan kelayakan, digunakan analisis NPV, IRR dan PI inkremental
yang dihitung dengan mengurangkan NPV dari AKB untuk ekuitas tanpa Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang terhadap NPV dari AKB untuk ekuitas
dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang.
8.3.1. Proyeksi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan
Proyeksi keuangan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha disusun
dengan memperhatikan bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha telah
dilaksanakan dan Perseroan memperoleh dana dari hasil tersebut.
Dengan dilaksanakannya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan
mendapatkan tambahan pendapatan yang berasal dari penjualan paket data.
Asumsi-asumsi yang mendasari penyusunan proyeksi keuangan adalah sebagai
berikut:
● Pendapatan diproyeksikan berdasarkan pendapatan dari penjualan produk
dengan mempertimbangkan asumsi dan rencana bisnis yang disusun oleh
manajemen.
● Harga Pokok Penjualan (HPP) diproyeksikan berdasarkan beban pokok produk
dengan mengacu pada asumsi dan estimasi yang disusun oleh manajemen.
● Beban operasional diproyeksikan berdasarkan beban pemasaran dengan
mempertimbangkan rencana dan strategi yang disusun oleh manajemen.
Studi Kelayakan
# # VIII - 6#
Page 80
● Asumsi pajak penghasilan badan adalah tarif pajak yang berlaku di Indonesia,
yaitu 22%.
Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi keuangan dengan
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha:
1. Proyeksi Pendapatan dan Beban Pokok Pendapatan
Perseroan berencana akan melakukan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
dengan menambah usaha sehingga ada pendapatan tambahan dari kegiatan
usaha tambahan tersebut, sebagai berikut:
Tabel 8.3
Rincian Penambahan Unit Usaha
No. Nama KBLI Kode KBLI
1 Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa Komputer 62090
lainnya
2 Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya 62019
3 Perdagangan Besar Komputer dan 46511
Perlengkapan Komputer
4 Perdagangan Besar Piranti Lunak 46512
5 Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan 62015
Artifisial
6 Penerbitan Piranti Lunak (Software) 58200
7 Aktivitas Pengolahan Data 63111
Gambar berikut menunjukkan proyeksi pendapatan dan beban pokok pendapatan
Perseroan dengan Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan mulai Tahun 2026
sampai dengan tahun 2031.
Studi Kelayakan
# # VIII - 7#
Page 81
Gambar 8.1
Proyeksi Pendapatan dan Beban Pokok Pendapatan Tahun 2026 - 2031
Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang Perseroan (dalam juta)
Sumber: Manajemen Perseroan, data diolah
2. Proyeksi Beban Usaha
Beban usaha terdiri dari beban gaji dan tunjangan, beban perijinan, beban umum
dan administrasi, serta beban penyusutan Gambar berikut menunjukkan proyeksi
beban usaha mulai Tahun 2026 sampai dengan tahun 2031.
Gambar 8.2
Proyeksi Beban Usaha Tahun 2022–2031
Dengan Penambahan Kegiatan Usaha (dalam juta)
Sumber: Manajemen Perseroan, data diolah
3. Proyeksi Laba Sebelum Pajak dan Laba Bersih
Gambar berikut menunjukkan proyeksi laba sebelum pajak dan laba bersih
Perseroan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha mulai Nov-Des tahun
2022 sampai dengan tahun 2031.
Studi Kelayakan
# # VIII - 8#
Page 82
Gambar 8.3
Proyeksi Laba Sebelum Pajak dan Laba Bersih Tahun Tahun 2026–2031
Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang (Dalam juta)
Sumber: Manajemen Perseroan, data diolah
4. Biaya Penambahan Usaha dan Sumber Pembiayaan
Dalam merealisasikan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan berupa
Penjualan Produk dengan biaya diperoleh dari kas Perseroan. Dengan demikian
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha tidak memerlukan sumber pembiayaan
dari pihak bank atau dari pemegang saham Perseroan.
8.3.2. Nilai Terminal (Terminal Value)
Sebagai dasar dalam menentukan nilai kekal (terminal value) atau nilai pada
periode kekal (perpetuity period), kami menggunakan growth sebesar rata-rata
inflasi selama 5 tahun yaitu sebesar 2,90%. Terminal value yang digunakan sebesar
Rp. 5.707.771.492.204,-
8.3.3. Analisis Titik Impas
Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak
memperoleh laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha
dikatakan impas jika jumlah pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya, atau
apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja.
BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:
BEP = Total Biaya Tetap / (1- [Total Biaya Variabel])
Penjualan
Studi Kelayakan
# # VIII - 9#
Page 83
Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah diperoleh BEP dalam Rupiah untuk
masing-masing periode selama masa proyeksi. Nilai BEP dalam rupiah
mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan
BEP untuk Rupiah pada proyeksi Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
adalah sebagai berikut.
Tabel 8.4
Analisis Titik Impas Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
8.3.4. Analisis Profitabilitas
Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan
dalam usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait
penjualan. Jenis-jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa
besar laba atau keuntungan yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai
gambaran bagaimana Perseroan dalam usahanya mendapatkan laba terdapat
pada tabel dibawah ini.
Tabel 8.5
Analisis Profitabilitas Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
202
Analisis Profitabilitas 2027 2028 2029 2030 2031 Average
6
Gross Profit Margin 52% 64% 75% 81% 86% 89% 74%
Operating Profit Margin 33% 60% 74% 81% 86% 89% 70%
Net Profit Margin 26% 46% 57% 63% 67% 70% 55%
Return On Investment, 876 2627 5197 8168 11539 5681%
-
ROI % % % % %
Return On Equity, ROE 1% 8% 27% 46% 56% 57% 33%
Dalam tabel 8.5 diatas, dapat terlihat bahwa profitabilitas Perseroan yang
digambarkan dalam persentase laba operasi (Operating Profit Margin) terhadap
pendapatan dan persentase laba bersih (Net Profit Margin) terhadap pendapatan
mengalami peningkatan selama masa proyeksi tahun 2026 sampai dengan 2031,
Studi Kelayakan
# # VIII - 10#
Page 84
yang dapat diartikan bahwa Perseroan memiliki kemampuan dalam menghasilkan
laba bagi perusahaan semakin baik.
8.3.5. Analisis Tingkat Imbal Balik Investasi (Return On Investment)
Return on Investment (ROI) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur
tingkat pengembalian yang diperoleh atas investasi yang telah dilakukan oleh
Perseroan. Rasio ini menunjukkan kemampuan investasi dalam menghasilkan
keuntungan dibandingkan dengan nilai investasi yang ditanamkan. Melalui ROI,
Perseroan dapat mengetahui tingkat efektivitas dan efisiensi investasi yang
dilakukan serta memberikan gambaran mengenai tingkat profitabilitas dari investasi
tersebut. Berdasarkan Tabel 8.5, terlihat bahwa tingkat pengembalian investasi
Perseroan selama periode proyeksi tahun 2026 sampai dengan 2031 berada pada
kondisi positif dengan rata-rata sebesar 5.681%. Hal tersebut menunjukkan bahwa
investasi Perseroan mampu menghasilkan tingkat pengembalian yang baik selama
masa proyeksi.
8.4. Kriteria Kelayakan
Kriteria kelayakan keuangan pada umumnya dilakukan dengan mengacu pada
parameter investasi seperti NPV, internal rate of return (IRR), profitability index (PI),
dan payback period.
Analisis kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan harus didasarkan
pada analisis inkremental dari dua skenario proyeksi keuangan, yaitu proyeksi
keuangan tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan dan proyeksi keuangan
dengan Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan. Pada awal proyeksi terdapat
pengeluaran dana Biaya Pengurusan Penambahan KBLI baru dan Biaya
Profesional dalam rangka analisis Penambahan KBLI baru.
Analisis NPV bertujuan untuk melihat layak-tidaknya Penambahan Kegiatan Usaha
Penunjang Perseroan di masa depan jika ditinjau pada saat sekarang dari segi
keuangan. Suatu proyek yang memiliki NPV positif berarti menguntungkan dan
layak untuk dilaksanakan, begitu pula sebaliknya.
Analisa internal rate of return (IRR) bertujuan untuk melihat tingkat pengembalian
dari Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang Perseroan di masa depan jika ditinjau
pada saat sekarang dari segi keuangan. Suatu proyek yang memiliki IRR lebih
Studi Kelayakan
# # VIII - 11#
Page 85
besar dari pada tingkat diskonto yang digunakan berarti menguntungkan dan layak
untuk dilaksanakan, begitu pula sebaliknya.
Analisa Profitability Index (PI) adalah teknik penganggaran modal untuk
mengevaluasi Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang Perseroan dalam
kelangsungan usahanya atau profitabilitasnya dari di masa depan jika ditinjau pada
saat sekarang dari segi keuangan. Suatu proyek yang memiliki PI lebih besar dari
satu berarti menguntungkan dan layak untuk dilaksanakan, begitu pula sebaliknya.
Untuk menentukan kelayakan, digunakan analisis NPV, dan PI
inkremental/perubahan yang dihitung dari hasil selisih AKB untuk kapital (FCFF)
Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan dengan AKB untuk kapital (FCFF)
Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan. Tabel perhitungan AKB adalah
sebagai berikut.
Tabel 8.6
Tabel Perhitungan AKB (dalam rupiah)
Dari hasil perhitungan, diperoleh hasil AKB sebesar Rp.6.777.377.952.760,-.
Kemudian analisis perhitungan NPV, dan PI inkremental/perubahan dengan
diskonto 11,93%, diperoleh sebesar:
● NPV sebesar Rp 6.777.377.952.760,-.
● ProfitabiIity Index sebesar 419,42.
Studi Kelayakan
# # VIII - 12#
Page 86
8.5. Analisis Sensitivitas
Untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor ekonomi, maka
berikut ini disajikan analisa sensitivitas terhadap rencana yang akan dilakukan oleh
Perseroan:
Tabel 8.7
Analisis Sensitivitas
Sensitivity Analysis
Keterangan -1% 0% +1%
Discount Rate
NPV 7.488.142.265.567 6.777.377.952.760 6.208.334.678.488
Payback Periode 0 Tahun dan 0 Bulan 0 Tahun dan 0 Bulan 0 Tahun dan 0 Bulan
BEP (Average)
2.379.448.318 2.379.448.318 2.379.448.318
PI 35% 35% 35%
Growth Inflasi
NPV 6.158.393.687.410 6.777.377.952.760 7.550.521.131.656
BEP (Average)
2.379.448.318 2.379.448.318 2.379.448.318
PI 35% 35% 35%
Dapat dilihat pada tabel diatas, terdapat analisis sensitivitas terhadap dua aspek,
yaitu Discount Rate dan Growth Inflasi
8.6. Kesimpulan Hasil Analisis
Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah diterima dan
dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi dalam
analisis kelayakan, maka kami berpendapat bahwa Penambahan Kegiatan Usaha
Penunjang adalah layak secara finansial. Dengan demikian, dapat disimpulkan
bahwa Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang layak untuk dilaksanakan.
Studi Kelayakan
# # VIII - 13#
Names mentioned 59 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Dr. Ide Anak Agung Gde Agung
p.1 ×7
unresolved
org
KJPP Febriman Siregar dan Rekan
p.2 ×2
unresolved
org
KJPP Febriman Siregar
p.2 ×3
unresolved
org
Rekan Ir. Yohn PS Napitupulu
p.2
unresolved
person
Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc. MAPPI (Cert.)
p.4 ×6
unresolved
person
Didiek Agus Priatmiko, S.Komp.
p.4
unresolved
person
Yaumil Husna Khair
p.4
unresolved
org
KJPP FSR
p.6 ×7
unresolved
—
MAPPI
p.6
unresolved
org
Bisnis KJPP Febriman Siregar dan Rekan
p.6
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.9
unresolved
person
Refizal
p.11 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.11 ×3
unresolved
person
Dr. Sugih Haryati
p.11 ×2
unresolved
org
Morhan dan Rekan
p.11
unresolved
org
Morhan
p.11
unresolved
org
Bank Indonesia
p.16 ×7
unresolved
org
NTT Ltd
p.36 ×3
unresolved
org
International Business Machines Corporation
p.37
unresolved
org
Deloitte Touche Tohmatsu Limited
p.38
unresolved
org
PT Mahapatih Sibernusa Teknologi
p.55
unresolved
—
Sertifikasi
p.55 ×4
unresolved
org
PT Harmoni Dinamik Indonesia
p.56
unresolved
org
PT Fintek Visi Nusa Sertifikasi
p.56
unresolved
org
PT Juke Solutions
p.56
unresolved
org
PT Tech Mahindra Indonesia
p.56
unresolved
org
PT Dimension Data Indonesia
p.56
unresolved
org
PT BT Communication Indonesia Sertifikasi
p.56
unresolved
org
PT Indonesia Comnets Plus
p.57
unresolved
org
PT Sinbad Karya Perdagangan
p.57
unresolved
org
PT Docotel Teknologi
p.57
unresolved
org
PT Teladan Prima Group Sertifikasi
p.57
unresolved
—
- Sr. Engineering Manager – Bukalapak
p.57 ×3
unresolved
—
- Software Engineer – Bukalapak
p.57 ×2
unresolved
org
PT AstraGraphia IT Sertifikasi
p.57
unresolved
org
PT Prima Wahana Solusindo
p.57
unresolved
org
PT Huawei Services Sertifikasi
p.57
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.