Skip to content
Back to announcement

20260522_CYBR_Laporan Informasi dan Fakta Material_32094236_lamp2.pdf

Other Text extracted CYBR

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 86

Page 1
kantor jasa penilai publik
febriman siregar dan rekan
Ijin Kementrian Keuangan RI No. 2.12.0109




    STUDI KELAYAKAN ATAS RENCANA PENAMBAHAN
            KEGIATAN USAHA PENUNJANG
                            milik
                   PT ITSEC ASIA TBK
             Gedung Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3
         Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Kav. E.4.2
          Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi
                         Jakarta Selatan
     No. Laporan : 00380/2.0109-05/BS/06/0069/1/V/2026
Page 2
Bogor, 22 Mei 2026
No. Laporan : 00380/2.0109-05/BS/06/0069/1/V/2026

Kepada Yth,
PT ITSEC ASIA Tbk
Gedung Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3
Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Kav. E.4.2
Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi
Jakarta Selatan

Perihal : Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang
          milik PT ITSEC Asia Tbk

Dengan Hormat,
Memenuhi permintaan PT ITSEC Asia Tbk dan sesuai dengan Proposal Penawaran
Nomor 0174A/PNW/PB-BGR-FSR/III/2026 tanggal 17 Maret 2026, bersama ini kami
sampaikan hasil penyusunan Studi Kelayakan Atas Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha Penunjang milik PT ITSEC Asia Tbk.

Laporan ini merupakan hasil kajian dan analisis yang dilakukan dengan meninjau berbagai
aspek yang meliputi aspek hukum, aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek
model manajemen, aspek risiko bisnis dan aspek keuangan.

Berdasarkan kajian, evaluasi keuangan dan analisis keuangan serta proyeksi-proyeksi
lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang milik PT ITSEC Asia Tbk tersebut di
atas dapat memberikan kontribusi yang positif dan layak untuk dilaksanakan.

Demikian laporan ini kami sampaikan, atas kepercayaan yang telah diberikan kami
ucapkan terima kasih.

    .
Hormat kami,
KJPP Febriman Siregar dan Rekan




Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc., MAPPI (Cert.)
Rekan
Penilai Properti dan Bisnis (PB)
Anggota MAPPI            : 92-S-00252
Register                 : RMK-2017.00069
Izin Penilai Publik      : PB-1.08.00069
Izin OJK                 : STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024
Page 3
                    PERNYATAAN PENYUSUN

Dalam batas kemampuan dan keyakinan serta pemahaman kami sebagai penilai,
yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa :


1. Kami telah mematuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan
   dan/atau diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.
2. Keterangan-keterangan dan pernyataan        dalam    laporan   ini,   sebatas
   pengetahuan kami adalah benar dan akurat.
3. Analisis dan kesimpulan dalam laporan ini hanya dibatasi dan telah sesuai
   dengan asumsi-asumsi dan syarat-syarat pembatas serta kondisi yang
   dilaporkan.
4. Penilai telah melaksanakan ruang lingkup penilaian meliputi : identifikasi
   masalah, inspeksi lapangan, pengumpulan data & wawancara, analisis data,
   estimasi nilai menggunakan pendekatan penilaian dan penulisan laporan.
5. Penilai memiliki pengetahuan yang memadai sehubungan dengan properti
   dan/atau jenis industri yang dinilai.
6. Kami tidak mempunyai kepentingan apapun terhadap obyek yang dinilai dan
   imbalan jasa yang kami terima tidak terkait dengan hasil penilaian yang
   dilaporkan.
7. Laporan ini disusun mengacu pada Standar Penilaian Indonesia (SPI EDISI VII-
   2018) dan telah memenuhi ketentuan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
8. Penunjukan dalam penugasan ini tidak berhubungan dengan opini Penilaian
   yang telah disepakati sebelumnya dengan Pemberi Tugas.
9. Tidak seorang pun, kecuali yang disebutkan dalam laporan penilaian ini telah
   menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan laporan penilaian.


Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan
yang memengaruhi analisa, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam laporan
ini.




                                                                              ii
Page 4
NAMA                                                 KUALIFIKASI               TANDA TANGAN




Penangggung Jawab Proyek :


Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc. MAPPI (Cert.)     Penilai Bisnis Bersertifikat      .............................
Rekan
Ijin Penilai Publik : PB-1.08.00069
MAPPI No.           : 92-S-00252
Register No.        : RMK-2017.00069
STTD No.            : STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024



Pemeriksa :


Didiek Agus Priatmiko, S.Komp.                   Penilai Bisnis                ..............................
MAPPI No.       : 11-T-03266
Register No.     : RMK-2017.00838




Penilai :


Yaumil Husna Khair, S.Si., M.M                   Penilai Bisnis                ..............................
MAPPI No.      : 11-P-03270




                                                                                                          iii
Page 5
                                         BAB I
                                  PENDAHULUAN


1.    UMUM
1.1. Latar Belakang
      PT ITSEC Asia, Tbk. (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan sebuah
      perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (public company) yang didirikan di
      Indonesia. Kegiatan usaha utama Perseroan meliputi aktivitas konsultasi keamanan
      informasi (KBLI 62021) yang mencakup kegiatan layanan konsultasi perencanaan
      dan pengawasan keamanan informasi, pemeriksaan atau penjamin (assurance)
      keamanan informasi, dan pembangunan dan penerapan keamanan informasi.


      Kegiatan usaha penunjang Perseroan meliputi aktivitas konsultasi komputer dan
      manajemen fasilitas komputer lainnya (KBLI 62029), aktivitas teknologi informasi dan
      jasa komputer lainnya (KBLI 62090), aktivitas pemrograman komputer lainnya (KBLI
      62019), aktivitas perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer (KBLI
      46511) dan aktivitas perdagangan besar piranti lunak (KBLI 46512).


      Perseroan berdomisili di Gedung Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3, Jl. Dr. Ide Anak
      Agung Gde Agung Kav. E.4.2, Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta
      Selatan dengan nomor telepon (021) 29783050, email corpsec@itsecasia.com dan
      alamat website www.itsec.asia.


      Berdasarkan informasi yang kami terima dari manajemen Perseroan, Perseroan
      merencanakan untuk menambah kegiatan usaha penunjang yaitu sebagai berikut:

                        Tabel 1.1 Rincian Penambahan Unit Usaha
       No.                      Nama KBLI                           Kode KBLI

         1    Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa Komputer         62090
              lainnya

         2    Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya                  62019

         3    Perdagangan Besar Komputer dan Perlengkapan             46511
              Komputer




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia, Tbk.#                        #                                        I - 1#
Page 6
         4    Perdagangan Besar Piranti Lunak                             46512

         5    Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan                   62015
              Artifisial

         6    Penerbitan Piranti Lunak (Software)                         58200

         7    Aktivitas Pengolahan Data                                   63111

      Rencana tersebut berupa penambahan kegiatan usaha penunjang yang belum
      tertera di dalam anggaran dasar Perseroan, sebagaimana dimaksud dalam
      Peraturan        Otoritas   Jasa   Keuangan      Republik    Indonesia   (“OJK”)   No.
      17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha
      (“POJK No. 17/2020”).


      Untuk penambahan kegiatan usaha penunjang, POJK No. 17/2020 mensyaratkan
      adanya laporan studi kelayakan tentang perubahan kegiatan usaha penunjang yang
      disusun oleh penilai independen, maka Perseroan perlu menunjuk penilai untuk
      melaksanakan penyusunan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
      Usaha Penunjang (“Studi Kelayakan”).


1.2. Status Penilai
      Penilai adalah KJPP Febriman Siregar dan Rekan (“KJPP FSR”), selaku Penilai
      Independen dengan identifikasi Penilai yang bertanggung jawab pada laporan
      penilaian ini adalah sebagai berikut:


      Nama                         : Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc., MAPPI (Cert.)
      Anggota MAPPI                : 92-S-00252
      Register                     : RMK-2017.00069
      No. Izin Penilai Publik      : PB-1.08.00069
      No. Izin OJK                 : STTD.PPB-41/PJ-1/PM.021/2024
      Klasifikasi bidang jasa      : Penilai Properti dan Bisnis


      KJPP Febriman Siregar dan Rekan memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian
      atas obyek studi dan tidak memiliki benturan kepentingan dengan subyek atau obyek
      studi kelayakan, sehingga dalam posisi untuk memberikan penilaian objektif dan tidak
      memihak.

Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia, Tbk.#                            #                                        I - 2#
Page 7
1.3. Pemberi Tugas Dan Pengguna Laporan
      Pemberi tugas dan Pengguna Laporan adalah PT ITSEC Asia, Tbk. yang
      berkedudukan di Gedung Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3, Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde
      Agung Kav. E.4.2, Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan.


1.4. Maksud Dan Tujuan Penilaian
      Maksud dan tujuan dari penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat mengenai
      kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha penunjang milik Perseroan
      dalam    rangka    memenuhi   POJK     No.   17/2020      dan   Peraturan   OJK   No.
      35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
      Modal Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan
      Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal. Studi Kelayakan Perubahan
      Kegiatan Usaha tidak digunakan di luar maksud atau tujuan disusunnya studi tersebut
      dan bukan untuk penggunaan laporan dalam bidang lainnya.


1.5. Tanggal Penilaian dan Masa Berlaku Laporan
      Tanggal penilaian adalah per 31 Desember 2025 dimana batas tersebut diambil atas
      dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian dengan masa berlaku laporan
      studi kelayakan ini berakhir pada tanggal 30 Juni 2026.


1.6. Obyek Studi Kelayakan
      Obyek Studi Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha pada laporan studi kelayakan ini
      adalah kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha penunjang milik
      Perseroan.

1.7. Bentuk Kepemilikan
      Bentuk kepemilikan atas Obyek Studi Kelayakan adalah Kepemilikan Tunggal yakni
      milik Perseroan.

1.8. Metode Studi Kelayakan
      Metodologi yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini yaitu :
     ●   Pengumpulan data-data primer dari Perseroan yang terkait dengan penambahan
         kegiatan usaha yang meliputi data-data identitas, perizinan, rencana usaha serta
         data-data lainnya yang terkait dengan rencana perubahan kegiatan usaha.
     ●   Analisis makro ekonomi, analisis industri untuk mengevaluasi pengaruh dari faktor
         tersebut terhadap kinerja Perseroan di masa mendatang.



Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia, Tbk.#                        #                                           I - 3#
Page 8
     ●   Dalam melaksanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan
         penambahan kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan
         indikator Net Present Value (NPV), Profitability Index (PI), dan Internal Rate of
         Return (IRR), dan Payback Period.


1.9. Tanggal Studi Kelayakan
      Tanggal studi kelayakan (cut-off date) per 31 Desember 2025.


1.10. Tingkat Kedalaman Investigasi
      Investigasi dengan melakukan inspeksi, wawancara dengan pihak manajemen.


1.11. Alasan Perseroan Menambah Kegiatan Usaha
      Alasan Perseroan menambah kegiatan usaha di bidang Aktivitas Teknologi Informasi
      dan Jasa Komputer lainnya (62090), Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya
      (62019), Perdagangan Besar Komputer dan Perlengkapan Komputer (46511),
      Perdagangan Besar Piranti Lunak (46512), Aktivitas Pemrograman Berbasis
      Kecerdasan Artifisial (62015), Penerbitan Piranti Lunak (Software) (58200), Aktivitas
      Pengolahan Data (63111) adalah untuk meningkatkan penjualan berupa layanan nilai
      tambah dari kegiatan usaha yang telah dimiliki oleh Perseroan. Dimana hal ini sejalan
      dengan strategi bisnis Perseroan dalam menambah diversifikasi produk untuk
      meningkatkan pemasaran guna memenuhi kebutuhan konsumen seiring dengan
      perkembangan dunia teknologi dan digital yang mengharuskan konsumen mobile
      atau terkoneksi dengan internet dimanapun dan kapanpun.


1.12. Sifat Dan Sumber Informasi Yang Dapat Diandalkan
      1. Anggaran Dasar dan Perubahan Perseroan
      2. Business plan penambahan usaha.
      3. Tinjauan terhadap kondisi fundamental Perseroan, yang menyangkut sejarah
          singkat Perseroan, struktur modal dan susunan pengurus, deskripsi bidang usaha
          dan kinerja keuangan, serta memperhatikan kondisi makro yang ada.
      4. Informasi ekonomi dan industri yang dikeluarkan oleh pihak ketiga, baik
          berdasarkan media cetak, elektronik, dan hasil analisis lain dari pihak independen
          yang kami anggap relevan.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia, Tbk.#                         #                                         I - 4#
Page 9
1.13. Studi Kelayakan Dilakukan Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
      Republik Indonesia
      Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
      Kegiatan Usaha, Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
      Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Surat Edaran OJK No.
      17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
      Bisnis di Pasar Modal.


1.14. Asumsi Dan Asumsi Khusus
      1.    KJPP FSR berasumsi bahwa asumsi dan asumsi khusus yang akan digunakan
            dalam penugasan merupakan asumsi dan asumsi khusus yang wajar dan
            relevan dengan memperhatikan tujuan dimana studi kelayakan diperlukan.
      2.    KJPP FSR berasumsi bahwa asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari
            fakta yang sebenarnya pada tanggal studi kelayakan atau hal yang tidak akan
            dibuat oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam suatu transaksi pada tanggal studi
            kelayakan.
      3.    KJPP FSR berasumsi bahwa asumsi khusus sering digunakan untuk
            menggambarkan efek dari suatu situasi yang akan mempengaruhi nilai.


      Dalam pelaksanaan penugasan, KJPP FSR akan menggunakan asumsi yang wajar
      untuk diterima sebagai fakta dalam konteks penugasan tanpa penyelidikan tertentu
      atau verifikasi.


1.15. Tenaga Ahli
      Mengingat KJPP FSR memiliki pengalaman yang cukup, maka di dalam melakukan
      penilaian ini KJPP FSR tidak menggunakan tenaga ahli pada bidang lain.


1.16. Syarat Pembatas
      ● Penyusunan laporan studi ini merupakan interpretasi kami atas data dan informasi
           yang diperoleh dan tersedia yang kami anggap benar pada saat penyusunan
           laporan ini dilakukan. Asumsi-asumsi yang digunakan mungkin tidak lagi berlaku
           apabila terjadi sesuatu atau kondisi tertentu yang mempengaruhi ketepatan
           asumsi-asumsi tersebut, seperti diberlakukannya peraturan-peraturan pemerintah
           yang baru maupun perubahan-perubahan penting di bidang politik, sosial dan
           ekonomi.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia, Tbk.#                          #                                        I - 5#
Page 10
      ● Kami tidak bertanggung jawab terhadap kerugian sebagai akibat dari kesalahan
         opini atau kesimpulan yang terjadi karena adanya data atau informasi dari
         Perseroan yang relevan dan signifikan pengaruhnya terhadap opini atau
         kesimpulan kami, yang tidak dan / belum kami terima dari Perseroan.
      ● Kami     menggunakan       proyeksi   keuangan   yang   telah   disesuaikan   yang
         mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen
         dengan kemampuan pencapaian (fiduciary duty).
      ● Kami mengandalkan sepenuhnya data-data dari manajemen.
      ● Data dan informasi pendukung kami peroleh dari sumber dan data yang dipercaya.
      ● Kami berasumsi bahwa Perseroan telah dan akan memenuhi kewajiban yang
         berkenaan dengan perpajakan, retribusi dan pungutan-pungutan lainnya sesuai
         peraturan yang berlaku.
      ● Semua data dan informasi yang diberikan kepada kami dalam penugasan ini, yang
         berdasarkan wawancara dengan manajemen, data-data serta penjelasan dari
         manajemen Perseroan dan informasi lain yang mendukung yang telah kami
         terima, kami anggap benar. Oleh karena itu apabila ada permasalahan yang timbul
         dikemudian hari sebagai akibat adanya kesalahan informasi yang kami terima,
         bukan merupakan tanggung jawab kami.
      ● Sampai laporan ini selesai disusun, kami berasumsi bahwa semua perijinan yang
         diperlukan serta perijinan-perijinan yang berkaitan dengan ijin kelayakan
         operasional yang diperlukan dapat dipenuhi Perseroan.
      ● Laporan ini tidak bertujuan untuk disirkulasikan atau didistribusikan secara umum
         dan tidak untuk direproduksi serta digunakan untuk tujuan lain, kecuali atas
         persetujuan kami secara tertulis. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian atau
         kehilangan yang diderita akibat penggunaan oleh pihak lain tanpa persetujuan
         kami secara tertulis.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia, Tbk.#                          #                                       I - 6#
Page 11
                                          BAB II
                                   ASPEK HUKUM

2.1. Profil Perseroan
      Perseroan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 7 tanggal 12 April 2010 oleh notaris
      Refizal, S.H., M.Hum., di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
      Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
      23544.AH.01.01.Tahun 2010 tanggal 7 Mei 2010.


      Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
      dengan Akta Notaris No. 91 tanggal 29 April 2026 oleh Dr. Sugih Haryati, S.H., M.Kn.,
      mengenai Persetujuan Perubahan Pengurus Perseroan.


      Perseroan berdomisili di Gedung Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3, Jl. Dr. Ide Anak
      Agung Gde Agung Kav. E.4.2, Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta
      Selatan.


2.2. Akta Pendirian dan Akta Perubahan
      Perseroan didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 7 tanggal 12 April 2010 oleh notaris
      Refizal, S.H., M.Hum., di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri
      Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
      23544.AH.01.01.Tahun 2010 tanggal 7 Mei 2010.


      Anggaran Dasar Perseroan mengalami perubahan terakhir berdasarkan Akta
      Pernyataan Keputusan Rapat No. 91 Tanggal 29 April 2026.


2.3. Struktur Permodalan

      Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan per 31 Desember 2025
      yang telah diaudit oleh KAP Morhan dan Rekan, komposisi kepemilikan saham
      Perseroan adalah sebagai berikut:




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia, Tbk.#                         #                                         II - 1
Page 12
            Tabel 2.1 Daftar Pemegang Saham dan Struktur Kepemilikan Modal
                                                                           Nilai Nominal
       No                      Uraian                                 Rp. 25,- per lembar saham
                                                          Lembar Saham         %              Total (Rp.)
       1.     INV Management Pte., Ltd.                    2.622.536.397     39,280           65.563.409.925
       2.     MB Investment Management Pte., Ltd.          1.710.500.057     25,620           42.762.501.425
       3.     UBS Switzerland Ag-Client Assets              557.423.302        8,349          13.935.582.550
       4.     Patrick Rudolf Dannacher                       29.471.000        0,441              736.775.000
       5.     Bambang Susilo                                 23.200.200        0,347              580.005.000
       6.     Andri Hutama Putra                             19.352.100        0,290              483.802.500
       7.     Bima Kurniawan                                 16.963.700        0,254              424.092.500
       8.     Eko Prasudi Widianto                           12.744.400        0,191              318.610.000
       9.     Doni Mora, S.E                                  2.987.100        0,045               74.677.500
       10.    Richardus Eko Indrajit                                200        0,001                        5.000
       11.    Masyarakat (masing-masing dibawah 5%)        1.681.279.168     25,182           42.031.979.200
              Jumlah                                       6.676.457.624    100,000          166.911.440.600
                                                                                   %

      Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Audited Perseroan tanggal 31 Desember 2025


2.4. Susunan Pengurus
      Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar
      Biasa No. 91 Tanggal 29 April 2026, susunan Dewan Komisaris dan Direksi
      Perseroan adalah sebagai berikut:

      Dewan Komisaris
      Presiden Komisaris                              :     Richardus Eko Indrajit
      Komisaris Independen                            :     Agustinus Nicholas L. Tobing
      Komisaris                                       :     Andri Hutama Putra


      Direksi
      Presiden Direktur                               :     Patrick Rudolf Dannacher
      Wakil Presiden Direktur                         :     Marek Bialoglowy
      Direktur                                        :     Bambang Susilo
      Direktur                                        :     Doni Mora, SE
      Direktur                                        :     Eko Prasudi Widianto




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia, Tbk.#                                  #                                               II - 2
Page 13
      Susunan Komite Audit Perseroan sebagaimana termuat dalam Surat Keputusan
      Dewan Komisaris No. 197/ADM/ITSECASIA/III/2023 tanggal 9 Maret 2023 adalah
      sebagai berikut:
      Ketua                                  :          Agustinus Nicholas L. Tobing
      Anggota                                :          Arini Imamawati
      Anggota                                :          Tjeppy Kustiwa


      Susunan Komite Nominasi dan Remunerasi sebagaimana termuat dalam Surat
      Keputusan Dewan Komisaris No. 005/SPDK/LGL/ITSEC/VI/2025 tanggal 2 Juni 2025
      adalah sebagai berikut:
      Ketua                                  :          Agustinus Nicholas L. Tobing
      Anggota                                :          Richardus Eko Indrajit
      Anggota                                :          Gunawan Basri


      Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 199/ADM/ITSECASIA/III/2023 tanggal 9
      Maret 2023, Direksi menyetujui penunjukan Donny Utama sebagai Audit Internal
      Perusahaan.


      Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 198/ADM/ITSECASIA/III/2023 tanggal 9
      Maret 2023, Direksi menyetujui penunjukan Viko Setiyawan sebagai Corporate
      Secretary Perusahaan.


2.5. Kegiatan Usaha
      Perseroan bergerak dalam bidang usaha sebagai berikut:
      a. Kegiatan Usaha Utama:
         Aktivitas konsultasi keamanan informasi (KBLI 62021) yang mencakup kegiatan
         layanan konsultasi perencanaan dan pengawasan keamanan informasi,
         pemeriksaan atau penjamin (assurance) keamanan informasi, dan pembangunan
         dan penerapan keamanan informasi.


      b. Kegiatan Usaha Penunjang:
         1) Aktivitas konsultasi komputer dan manajemen fasilitas komputer lainnya (KBLI
              62029) meliputi:
              -   Layanan konsultasi terkait konfigurasi perangkat keras dan perangkat
                  lunak, baik secara terpisah maupun sebagai satu kesatuan sistem.
                  Layanan   ini   mencakup       analisis   kebutuhan     teknologi   informasi,

Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia, Tbk.#                         #                                             II - 3
Page 14
                   perancangan sistem yang terintegrasi serta rekomendasi solusi yang
                   sesuai bagi pengguna.
             -     Menyediakan komponen sistem secara langsung atau melalui Kerjasama
                   dengan mitra vendor.
             -     Layanan instalasi sistem, pelatihan bagi pengguna dan dukungan teknis
                   guna memastikan operasional berjalan lancar.
         2) Aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer lainnya (KBLI 62090) meliputi:
             -     Layanan teknologi informasi yang tidak termasuk dalam kategori lain,
                   seperti pemulihan sistem yang mengalami gangguan, instalasi perangkat
                   lunak dan perangkat keras dan manajemen insiden siber.
             -     Layanan digital forensik untuk menganalisis dan mengatasi potensi
                   ancaman terhadap sistem.
         3) Aktivitas pemrograman komputer lainnya (KBLI 62019) meliputi:
             -     Layanan konsultasi dalam analisis, desain dan pengembangan perangkat
                   lunak. Layanan ini mencakup pembuatan perangkat lunak sistem dan
                   aplikasi, pengelolaan basis data serta pengembangan laman web.
             -     Layanan penyesuaian perangkat lunak agar dapat berfungsi secara
                   optimal sesuai dengan lingkungan sistem informasi yang digunakan.
         4) Aktivitas perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer (KBLI
             46511) meliputi distribusi perangkat komputer dan perlengkapannya.
         5) Aktivitas perdagangan besar piranti lunak (KBLI 46512) meliputi layanan dan
             berbagai solusi digital yang dapat menunjang kebutuhan bisnis dan
             operasional.



      Kegiatan Usaha Tambahan yang akan diajukan:

                                Tabel 2.2 Rincian Unit Usaha
       No.                        Nama KBLI                          Kode KBLI

         1       Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa Komputer        62090
                 lainnya

         2       Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya                 62019

         3       Perdagangan Besar Komputer dan Perlengkapan            46511
                 Komputer

         4       Perdagangan Besar Piranti Lunak                        46512


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia, Tbk.#                          #                                        II - 4
Page 15
         5      Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan            62015
                Artifisial

         6      Penerbitan Piranti Lunak (Software)                  58200

         7      Aktivitas Pengolahan Data                            63111



2.6. Legalitas dan Perizinan
      Pada saat ini Perseroan telah memperoleh dokumen-dokumen dan perizinan yang
      diperlukan dari instansi yang berwenang berkaitan dengan kegiatan usahanya yang
      berupa:
      1. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 31.191.675.3-013.000;
      2. Nomor Induk Berusaha (NIB) 8120110222003;
      3. Salinan Akta Pendirian No. 7 tanggal 12 April 2010 oleh notaris Refizal, S.H.,
          M.Hum., di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum
          dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
          23544.AH.01.01.Tahun 2010 tanggal 7 Mei 2010.
      4. Salinan Akta Perubahan Anggaran Dasar terakhir No. 91 Tanggal 29 April 2026.
      5. Salinan Akta Perubahan Modal Perseroan terakhir No. 77 Tanggal 28 Februari
          2023.
      6. Salinan Akta Susunan Pengurus Perseroan terakhir No. 91 Tanggal 29 April 2026.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia, Tbk.#                          #                                    II - 5
Page 16
                                         BAB III
                                    ASPEK PASAR

3.1.     Perekonomian Dunia
         Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) pada 2026 diprakirakan meningkat
         dipengaruhi dorongan investasi sektor teknologi termasuk artificial intelligence (Al)
         dan stimulus pemotongan pajak. Pertumbuhan ekonomi Jepang, Tiongkok, dan
         India pada 2026 diprakirakan melambat akibat pelemahan permintaan domestik
         dan ekspor di tengah investasi Al yang juga meningkat. Dari pasar keuangan
         global, ruang penurunan Fed Funds Rate (FFR) berkurang dan disertai masih
         tingginya yield UST sejalan defisit fiskal AS yang masih besar. Ketidakpastian
         pasar keuangan global juga meningkat terutama dipicu oleh kebijakan tarif
         resiprokal AS serta meluasnya eskalasi ketegangan geopolitik. Perkembangan ini
         mendorong penguatan indeks mata uang dolar AS terhadap mata uang negara
         maju (DXY) dan mengakibatkan peningkatan aliran modal ke emerging market
         (EM) tertahan.


                                              Table 3.1.
                                     Pertumbuhan PDB Dunia




                     Sumber: IMF WEO dan *Proyeksi Bank Indonesia dalam Laporan
                                        Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                            #                                         III - 1#
Page 17
                                            Grafik 3.1.
                                        Inflasi Global




                 Sumber: Bloomberg dan IMF dalam Laporan Kebijakan Moneter
                         Triwulan IV 2025


3.2.     Perekonomian Indonesia
         Pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap baik dan makin perlu ditingkatkan agar
         sesuai dengan kapasitas perekonomian. Pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2025
         diprakirakan lebih tinggi ditopang oleh kenaikan permintaan domestik sejalan
         dengan membaiknya keyakinan pelaku ekonomi dan peningkatan stimulus fiskal.
         Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), LU utama seperti LU Industri Pengolahan, LU
         Perdagangan Besar dan Eceran, serta LU Informasi dan Komunikasi
         menunjukkan kinerja positif. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi yang tinggi
         tercatat di wilayah Bali-Nusa Tenggara (Balinusra), diikuti Jawa dan Kalimantan
         didorong kenaikan permintaan domestik.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                           #                                     III - 2#
Page 18
                                         Tabel 3.2.
          Pertumbuhan PDB Domestik & Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha




                Sumber : BPS dalam Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025


                                         Tabel 3.3.
            Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran




                Sumber : BPS dalam Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                       #                                      III - 3#
Page 19
         Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
         Neraca      Pembayaran Indonesia (NPI)     perlu terus    diperkuat   di tengah
         meningkatnya ketidakpastian global. NPI triwulan IV 2025 diprakirakan tetap baik
         ditopang neraca perdagangan yang pada November 2025 kembali mencatat
         surplus sebesar 2,7 miliar dolar AS didukung oleh ekspor nonmigas berbasis
         sumber daya alam seperti logam mulia dan perhiasan/permata, nikel dan barang
         daripadanya, serta bahan bakar mineral.


         Sementara itu, aliran modal triwulan IV 2025 mencatat net inflows terutama
         ditopang kenaikan cukup tinggi pada bulan Desember 2025 yang bersumber dari
         penerbitan global bond setelah sebelumnya pada bulan Oktober dan November
         2025 tercatat rendah sejalan dengan ketidakpastian global yang masih tinggi.
         Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Desember 2025 meningkat menjadi
         sebesar 156,5 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 6,4 bulan impor atau
         6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di
         atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.


                                            Tabel 3.4.
                                 Neraca Pembayaran Indonesia




         Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025
                       *Angka Sementara; **Angka Sangat Sementara



Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                          #                                       III - 4#
Page 20
         Nilai Tukar Rupiah
         Kebijakan nilai tukar Bank Indonesia terus diperkuat untuk menjaga stabilitas nilai
         tukar Rupiah dari dampak peningkatan ketidakpastian global. Nilai tukar Rupiah
         pada 20 Januari 2026 tercatat sebesar Rp16.945 per dolar AS, melemah 1,53%
         (ptp) bila dibandingkan dengan level akhir Desember 2025. Pelemahan nilai tukar
         tersebut     dipengaruhi   aliran   keluar   modal   asing   akibat   meningkatnya
         ketidakpastian pasar keuangan global. Selain itu, kenaikan permintaan valas oleh
         perbankan dan korporasi domestik sejalan dengan kegiatan ekonomi turut
         memengaruhi kinerja Rupiah. Guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah, Bank
         Indonesia menempuh intensitas langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar
         NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF) dan pasar spot. Respons
         kebijakan ini dapat menjaga volatilitas nilai tukar Rupiah dan tetap konsisten
         dengan upaya pencapaian sasaran inflasi 2,5±1% pada 2026.


                                               Grafik 3.2.
                     Indeks Rupiah terhadap USD, Negara Maju kecuali AS, dan
                                        Negara Berkembang




             Sumber: Bloomberg dalam Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025
                         (Data s.d 20 Januari 2026)


         Inflasi
         Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) 2025 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%,
         dengan Inflasi IHK Desember 2025 sebesar 2,92% (yoy). Inflasi inti tetap terjaga
         rendah sebesar 2,38% (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi yang masih di bawah


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                             #                                       III - 5#
Page 21
         kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan moneter Bank
         Indonesia dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan sasarannya dan
         imported inflation yang tetap terkendali. Inflasi kelompok administered prices (AP)
         terjaga rendah sebesar 1,93% (yoy). Sementara itu, inflasi kelompok volatile food
         (VF) masih relatif tinggi sebesar 6,21% (yoy) disumbang terutama oleh komoditas
         bawang merah seiring pasokan yang terbatas akibat gangguan cuaca dan
         kenaikan harga benih.


                                           Grafik 3.3.
                                  Inflasi IHK dan Komponen




                Sumber: BPS dalam Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2025


         Proyeksi Perekonomian Indonesia Tahun 2026
         Prospek perekonomian Indonesia tetap baik dengan pertumbuhan ekonomi yang
         diprakirakan meningkat disertai stabilitas makroekonomi yang terus diperkuat.
         Pertumbuhan ekonomi keseluruhan tahun 2025 diprakirakan berada di kisaran
         4,7-5,5%. Pada 2026, pertumbuhan ekonomi diprakirakan meningkat dalam
         kisaran 4,9-5,7%, ditopang kenaikan permintaan domestik sejalan dengan
         berbagai kebijakan Pemerintah dan berlanjutnya dampak positif dari bauran
         kebijakan Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Efektivitas
         berbagai program stimulus Pemerintah pada tahun 2026 perlu diperkuat untuk
         mendorong konsumsi rumah tangga dan penyerapan tenaga kerja. Investasi juga
         diprakirakan lebih tinggi ditopang oleh berlanjutnya program prioritas Pemerintah,
         termasuk hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA), sehingga diharapkan makin dapat

Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                           #                                         III - 6#
Page 22
         meningkatkan produktivitas dan kapasitas perekonomian, Bank Indonesia terus
         memperkuat bauran kebijakan melalui penguatan bauran kebijakan moneter,
         makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan
         stimulus fiskal dan sektor riil Pemerintah untuk mendorong pertumbuhan yang
         lebih tinggi dan berdaya tahan.


3.3.     Perkembangan Bisnis Industri Keamanan Siber
         Menurut Mordor Intelligence, pasar cyber security Indonesia diperkirakan
         mencapai USD 1,35 miliar pada tahun 2025, dan diharapkan mencapai USD 3,48
         miliar pada tahun 2030, dengan CAGR sebesar 20,79% selama periode perkiraan
         (2025-2030). Cybersecurity mencakup strategi dan langkah-langkah yang
         diterapkan untuk melindungi organisasi, personel, dan aset mereka dari ancaman
         siber. Karena serangan siber menjadi lebih sering dan canggih, dan karena
         jaringan perusahaan menjadi semakin rumit, permintaan akan berbagai solusi
         keamanan siber untuk melawan risiko ini secara efektif telah melonjak.


         Digitalisasi dan kebutuhan akan infrastruktur TI yang dapat diskalakan merupakan
         pendorong utama pasar keamanan siber. Dengan sebagian besar penduduk yang
         online, baik bisnis maupun pemerintah di Indonesia beralih ke platform digital
         untuk meningkatkan efisiensi dan meningkatkan layanan pelanggan. Peningkatan
         keterlibatan internet ini, dikombinasikan dengan pesatnya perluasan ekonomi
         digital negara ini, menggarisbawahi perlunya infrastruktur TI yang kuat untuk
         mengelola data besar yang dihasilkan.


         Di ranah Internet of Things (IoT), cybersecurity adalah yang terpenting. Satu
         pelanggaran    dapat   membahayakan      seluruh   jaringan   atau,   yang   lebih
         mengkhawatirkan, memberikan akses tanpa batas kepada penjahat dunia maya.
         Sektor-sektor seperti pemerintahan dan pertahanan, yang menangani data yang
         sangat sensitif melalui IoT, sangat rentan. Titik masuk yang lemah yang
         dieksploitasi atau perangkat yang disusupi dapat memungkinkan peretas untuk
         mengekstrak informasi penting atau bahkan menyebabkan kerusakan fisik.
         Dengan demikian, keamanan dunia maya IoT menekankan perlindungan terhadap
         perangkat dan jaringan, serta data yang ditransmisikannya.


         Indonesia merupakan rumah bagi empat perusahaan teknologi unicorn, yang
         masing-masing memiliki pendapatan yang melampaui USD 1 miliar. Perusahaan-


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                          #                                         III - 7#
Page 23
         perusahaan startup ini memanfaatkan cloud publik, menuai manfaat seperti
         percepatan masuk pasar dan integrasi AI dan pembelajaran mesin yang lancar,
         yang memfasilitasi ekspansi yang cepat.


         Sementara     organisasi-organisasi       Indonesia   memanfaatkan    keunggulan
         komputasi cloud, mereka bergulat dengan tantangan yang lebih tinggi dalam
         pendeteksian dan pencegahan ancaman, yang menuntut lebih banyak waktu dan
         sumber daya. Laporan tahun 2024 dari Palo Alto Networks mengungkapkan
         bahwa 98% organisasi menyimpan data sensitif di berbagai lokasi, mulai dari
         server lokal dan cloud publik hingga aplikasi SaaS dengan penyimpanan lokal,
         cloud pribadi yang dihosting pihak ketiga, dan beberapa titik akhir. Keragaman ini
         menggarisbawahi tantangan keamanan substansial yang ada.


         Ekonomi yang berkembang pesat di Indonesia meningkatkan investasi dalam
         infrastruktur TI bersamaan dengan lonjakan penggunaan ponsel pintar dan
         internet. Namun, negara ini bergulat dengan tantangan keamanan siber yang
         signifikan, yang sering kali menjadi mangsa para peretas. Kerentanan ini semakin
         diperbesar oleh meningkatnya jumlah koneksi IoT, yang mendorong permintaan
         akan langkah-langkah keamanan siber yang ketat. Namun, kekurangan
         profesional keamanan siber yang mengancam dapat menghambat pertumbuhan
         pasar. Dengan penetrasi internet yang tinggi dan pengeluaran keamanan siber
         yang relatif sederhana, Indonesia menonjol sebagai target utama para penjahat
         siber.


         Di Indonesia, teknologi cloud menjadi landasan jaringan perusahaan dan
         infrastruktur teknologi, yang mendorong ekspansi cepat di sektor TI negara ini.
         Saat entitas Indonesia mentransisikan operasi mereka ke cloud, mereka
         menghadapi kerentanan yang meningkat. Ini termasuk potensi pelanggaran
         keamanan, kesalahan konfigurasi yang tidak disengaja pada platform cloud, dan
         cakupan yang tidak merata dalam manajemen akses identitas (IAM) dan
         manajemen akses istimewa (PAM) di berbagai hyperscaler dan layanan cloud.


         Perusahaan Indonesia bergulat dengan ancaman siber dan serangan ransomware
         yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tantangan ini membahayakan integritas
         organisasi dan dapat menyebabkan dampak buruk, seperti kehilangan data yang
         signifikan dan terungkapnya informasi sensitif. Data dari Badan Siber dan Sandi


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                             #                                      III - 8#
Page 24
         Negara menyoroti tingkat keparahannya: Agustus 2023 menandai puncaknya bagi
         Indonesia, dengan anomali lalu lintas terkait serangan siber mencapai sekitar
         78,46 juta.


         Mengingat risiko yang meningkat, memerangi ancaman digital ini menjadi hal yang
         mendesak. Tantangan yang meningkat tersebut siap untuk menarik investasi yang
         lebih tinggi dari penyedia cloud terkemuka dan perusahaan keamanan siber
         regional. Seiring dengan meningkatnya ketergantungan pada layanan cloud,
         permintaan akan langkah-langkah keamanan siber yang tangguh pun melonjak.
         Laporan dari CBN Cloud IT menunjukkan bahwa sektor cloud Indonesia telah
         mengalami     tingkat   pertumbuhan       tahunan   gabungan   (CAGR)     yang
         mencengangkan, yakni lebih dari 45% selama lima tahun terakhir, melampaui
         rata-rata global. Pertumbuhan eksplosif ini tidak hanya menyoroti kebangkitan
         cloud di Indonesia, tetapi juga menandakan pasar yang sedang berkembang pesat
         untuk solusi keamanan siber. Dengan semakin banyaknya organisasi yang
         bermigrasi ke cloud, keharusan untuk protokol keamanan tingkat lanjut guna
         melindungi data sensitif menjadi sangat penting. Tren ini menonjolkan perlunya
         memperkuat infrastruktur keamanan siber untuk menangkal potensi ancaman.


         Seiring dengan semakin populernya lingkungan hybrid dan multi-cloud di
         Indonesia, kerumitan dalam mengelola keamanan pun semakin meningkat.
         Organisasi mendiversifikasi pilihan platform cloud mereka, beralih ke raksasa
         seperti AWS, Google Cloud, dan Microsoft Azure, yang masing-masing
         menghadirkan serangkaian tantangan keamanannya sendiri. Skenario yang rumit
         ini memperkuat permintaan akan solusi keamanan cloud yang komprehensif, yang
         mencakup enkripsi, kontrol akses, dan alat pemantauan untuk memastikan
         perlindungan data di berbagai platform.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                          #                                      III - 9#
Page 25
                                            Grafik 3.4.
              Anomali Lalu Lintas Bulanan yang terkait dengan Serangan Cyber




                                   Sumber: Mordor Intelligence
         Selain TI, telekomunikasi, BFSI, dan ritel, sektor pemerintah dan pertahanan
         semakin banyak mengadopsi solusi keamanan siber yang canggih. Tren ini
         didorong oleh inisiatif digitalisasi pemerintah dan lanskap ancaman yang
         berkembang pesat, yang mendorong pertumbuhan pasar.


         Seiring pemerintah meluncurkan teknologi digital untuk layanan publik, permintaan
         akan solusi keamanan siber akan melonjak. Dengan semakin banyaknya layanan
         yang beralih ke daring, ada kebutuhan yang meningkat untuk perlindungan data
         yang kuat dan infrastruktur digital yang aman. Data dari Bursa Data Anti-Phishing
         Indonesia menyoroti urgensi ini: pada Q4 2023, lembaga pemerintah merupakan
         0,65% dari target serangan phishing. Hal ini menekankan meningkatnya
         permintaan akan solusi keamanan—baik itu keamanan cloud, perlindungan data,
         atau manajemen akses identitas—yang semuanya penting untuk melindungi data
         pemerintah yang sensitif dan informasi warga negara dari ancaman siber. Dalam
         langkah yang signifikan, pemerintah Indonesia, pada bulan Januari 2024,
         meluncurkan rencana untuk sembilan aplikasi super, yang akan diluncurkan pada
         Q3 2024. Aplikasi super ini akan mencakup layanan publik yang vital, termasuk ID
         digital, perawatan kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial. Inisiatif semacam
         itu menggarisbawahi komitmen pemerintah terhadap strategi digitalnya, yang
         selanjutnya memperkuat permintaan akan solusi keamanan siber untuk melawan
         ancaman dan melindungi data sensitif.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                          #                                       III - 10#
Page 26
                                            Grafik 3.5.
               Industri yang Paling Banyak Menjadi Sasaran Serangan Phishing




                                   Sumber: Mordor Intelligence
         Menyadari urgensi ini, ada penekanan yang jelas pada investasi keamanan yang
         kuat, yang tidak hanya mendukung masing-masing lembaga tetapi juga
         mengkatalisasi pertumbuhan pasar secara keseluruhan. Sektor pertahanan
         mencerminkan tren ini, mencari solusi keamanan siber yang beragam untuk
         melindungi infrastruktur penting dan data sensitif. Alat yang dibutuhkan termasuk
         sistem deteksi intrusi, VPN untuk keamanan jaringan yang ditingkatkan, dan
         mekanisme deteksi dan respons titik akhir yang canggih.


3.3.1.   Pangsa Pasar
         Pasar keamanan siber global adalah industri yang berkembang pesat yang
         menjadi semakin penting dalam lanskap digital saat ini. Pasar terutama dibagi
         menjadi dua segmen: produk dan jasa.
                                            Grafik 3.6.
              Total Pasar Keamanan Siber Global, menurut Produk dan Layanan
                                  CY 2019 – CY 2030 (Rp Tn.)




                                 Sumber: Prospectus Perseroan

Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                          #                                       III - 11#
Page 27
         Pasar keamanan siber global sebagian besar didorong oleh segmen produk, yang
         menyumbang 81,2% (Rp2.572,7 Tn.) dari total pasar keamanan siber pada tahun
         2022. Hal ini terutama disebabkan oleh tingginya permintaan akan produk
         keamanan siber dalam melindungi dari jumlah ancaman siber yang semakin
         meningkat. Namun, pangsa segmen produk diperkirakan akan menurun secara
         bertahap menjadi 76,1% pada tahun 2030, seiring dengan peningkatan
         penerimaan atas segmen jasa.


         Pangsa pasar segmen jasa diperkirakan akan meningkat dari 18,8% pada tahun
         2022 menjadi 23,9% pada tahun 2030. Pertumbuhan ini terutama akan didorong
         oleh meningkatnya kompleksitas ancaman siber ditambah dengan kurangnya
         tenaga profesional keamanan siber yang terampil dalam memenuhi kebutuhan
         keamanan siber. Bisnis akan memanfaatkan penyedia layanan pihak ketiga dalam
         memenuhi kebutuhan TI dan keamanan yang semakin meningkat selagi berfokus
         pada bisnis inti mereka.


         Dalam hal laju pertumbuhan, segmen produk diproyeksikan tumbuh pada CAGR
         12,8% selama periode perkiraan 2022-2030. Di sisi lain, segmen jasa diperkirakan
         akan tumbuh lebih cepat, dengan CAGR 17,2% selama periode yang sama.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                          #                                      III - 12#
Page 28
3.3.2.   Potensi Pasar
         Pada tahun 2025, pasar keamanan siber global diperkirakan bernilai lebih dari
         AS$311,1 Miliar, menggambarkan laju pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR)
         yang kuat sebesar 14,3%. Dalam jangka panjang, pertumbuhan akan tetap stabil
         dan kuat pada CAGR 13,7% selama periode perkiraan dari 2022 hingga 2030
         hingga mencapai AS$583,1 Miliar pada tahun 2030.


                                          Grafik 3.7.
              Total Pasar Keamanan Siber Global, Menurut Produk dan Layanan
                                 CY 2019 – CY 2030 (Rp Tn.)




                                Sumber: Prospectus Perseroan


         Segmen jasa keamanan siber dapat dibagi lagi menjadi Managed Security
         Services (MSS) dan Professional Security Services (PSS). MSS mencakup
         Pemantauan dan Manajemen Aset Keamanan (Security Asset Monitoring and
         Management/SAMM), Penelitian Ancaman, Intelligence, Deteksi, dan Remediasi
         (Threat Research, Intelligence, Detection and Remediation/TRIDR) serta MSS
         Tingkat Lanjut dan Berkembang (Advanced and Emerging MSS/AEM), sedangkan
         PSS terdiri atas empat komponen utama– Penasihat Keamanan (Security
         Advisory/SA), Tata Kelola dan Kepatuhan Keamanan (Security Governance and
         Compliance/SGC), Layanan Implementasi (Implementation Service/IS), dan
         Layanan Teknis (Technical Services/TS).




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                        #                                     III - 13#
Page 29
                                            Grafik 3.8.
                     Total Pasar Keamanan Siber Global, Menurut MSS dan PSS
                                   CY 2019 – CY 2030 (Rp Tn.)




                                  Sumber: Prospectus Perseroan


         Pada tahun 2022, pasar MSS global berukuran Rp305,3 triliun dan diperkirakan
         akan bertumbuh menjadi Rp1.130,5 triliun pada tahun 2030. Di sisi lain, pasar PSS
         global berukuran Rp291,1 triliun pada tahun 2022 dan diharapkan untuk tumbuh
         menjadi Rp991,6 triliun pada tahun 2030. MSS diperkirakan akan melihat
         pertumbuhan yang signifikan di tahun-tahun mendatang tumbuh dengan CAGR
         17,8% selama periode perkiraan 2022 hingga 2030. Pertumbuhan ini didorong
         oleh faktor-faktor seperti meningkatnya kompleksitas ancaman siber dan
         kebutuhan akan kemampuan pemantauan dan respons 24/7, PSS diperkirakan
         dapat melihat pertumbuhan yang sedikit lebih lambat pada CAGR 16,6%, didorong
         oleh kebutuhan akan solusi keamanan yang disesuaikan.


         Indonesia merupakan salah satu pasar keamanan siber dengan pertumbuhan
         terpesat di ASEAN dan di kawasan Asia Pasifik. Pertumbuhan ini terutama
         didorong oleh peningkatan keseriusan CIO dan CISO yang dipadukan dengan
         peraturan/inisiatif industri yang baru-baru ini mulai dilakukan pemerintah
         Indonesia. Usaha kecil sangat menyadari bahwa serangan siber hanya
         menargetkan perusahaan besar dan bukan UKM (usaha kecil dan menengah)
         merupakan mitos belaka.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                          #                                       III - 14#
Page 30
         Pada tahun 2025, pasar keamanan siber Indonesia kemungkinan akan bernilai
         lebih dari AS$1 miliar (persisnya Rp17,3 triliun), tumbuh pada CAGR sebesar
         21,2%. Dalam jangka panjang (2022-2030), pertumbuhan diperkirakan berada
         pada rentang 21,5%.
                                            Grafik 3.9.
              Total Pasar Keamanan Siber Indonesia, CY 2019 – CY 2030 (Rp Tn.)




                                   Sumber: Prospectus Perseroan


         Pasar keamanan siber Indonesia sangat berorientasi pada produk. Terhitung
         tahun 2022, 86,7% dari total pendapatan keamanan siber berasal dari produk dan
         hanya 13,3% dari jasa. Sebaliknya, dalam skenario lingkup global, produk dan
         solusi keamanan memberikan kontribusi sebesar 81,2%. Meski demikian, bisnis
         jasa (yang sebagian besar mencakup MSS dan PSS) diperkirakan akan tumbuh
         lebih cepat daripada pasar produk/solusi keamanan baik dalam jangka pendek
         (2025) serta jangka panjang (2030). Pasar produk dan solusi keamanan siber di
         Indonesia bernilai Rp 8,5 triliun dan kemungkinan akan tumbuh hingga Rp40,0
         triliun pada akhir dekade ini.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                          #                                    III - 15#
Page 31
                                          Grafik 3.10.
            Total Pasar Keamanan Siber Indonesia, Menurut Produk dan Layanan
                                  CY 2019 – CY 2030 (Rp Tn.)




                                 Sumber: Prospectus Perseroan


         Jaringan keamanan adalah segmen produk keamanan siber yang paling matang
         dan terbesar di Indonesia. Saat ini nilainya berada di angka Rp1,7 triliun dan
         diperkirakan akan tumbuh dengan CAGR 13,4% hingga tahun 2030. Jaringan
         keamanan mencakup firewall jaringan, IDS/IPS dan SSL VPN. Sejak pandemi
         COVID-19, para pelaku usaha telah meminta karyawannya untuk bekerja dari
         rumah (WFH) sehingga menciptakan permintaan solusi SSL VPN yang tinggi.
         Permintaan terhadap keamanan endpoint juga mengalami peningkatan sejak
         lockdown diberlakukan. Terlihat adanya kenaikan serangan siber yang menyasar
         perangkat endpoint sehingga segmen tersebut tumbuh sebesar 17,3% pada tahun
         2021. Pelanggan mencari solusi keamanan endpoint berbasis cloud dan SaaS dari
         para pemasok keamanan. Solusi Keamanan Cloud juga mengalami pertumbuhan
         eksponensial selama beberapa tahun terakhir, terutama karena segmen yang
         spesifik seperti Secure Web Gateway (SWG), Perlindungan Beban Kerja Cloud
         (Cloud Workload Protection/CWP), CASB, dan Keamanan Surel.


         Menurut proyeksi Frost & Sullivan, SWG dan Keamanan Surel diperkirakan akan
         mencapai lebih dari Rp1 triliun pada akhir dekade ini. Threat Intelligence yang
         mencakup SIEM, Platform Inteligensi tentang Ancaman, UEBA, Analisis
         Keamanan, dsb. akan tumbuh pada 12,4% selama periode prakiraan. Segmen
         yang sensitif seperti Keamanan Pembayaran mungkin akan menyentuh Rp1 triliun
         pada tahun 2024. Secara singkat, pasar produk keamanan siber di Indonesia

Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                         #                                      III - 16#
Page 32
         diperkirakan akan tetap sangat bersaing karena peluang pertumbuhan di sebagian
         besar segmen tetap menguntungkan.


         Pasar MSS Indonesia saat ini bernilai Rp0.8 triliun dan diperkirakan akan tumbuh
         dengan CAGR 24,9% hingga 2025, dan dengan CAGR 23,2% hingga 2030.
         Pertumbuhan pada tahun 2022 diperkirakan akan mencapai 23,2%, atau mungkin
         lebih tinggi. Pasar PSS sebaliknya bernilai Rp0,5 triliun pada akhir tahun lalu dan
         kemungkinan akan tumbuh dengan CAGR 19,7% selama periode prakiraan.
         Penyedia MSS dan PSS di Indonesia menganggap pertumbuhan pasar di atas
         rata-rata sebagai peluang untuk dijajaki dan para penyedia MSS dan PSS tersebut
         memperkuat portofolio layanan keamanan mereka.
                                            Grafik 3.11.
                Total Pasar Keamanan Siber Indonesia, Menurut MSS dan PSS
                                   CY 2019 – CY 2030 (Rp Tn.)




                                  Sumber: Prospectus Perseroan
3.3.3.   Sasaran
         Sejalan dengan program pemerintah Indonesia yang saat ini sedang mendorong
         perkembangan industri digital, Perseroan memandang pertumbuhan industri
         teknologi keamanan siber di Indonesia juga akan meningkat dengan pesat.
         Tingkat digitalisasi yang tinggi juga meningkatkan risiko serangan siber. Menurut
         data dari Frost & Sullivan, sebanyak 49% organisasi di Indonesia pernah
         mengalami serangan siber, merugikan Indonesia sebesar US $ 43,2 miliar, atau
         3,7% dari total PDB Indonesia. Untuk Indonesia, diperlukan strategi dan taktik
         keamanan siber yang efektif, karena Indonesia merupakan negara ketiga yang
         paling rentan terhadap serangan malware. Keamanan siber harus menjadi bagian
         dari rencana transformasi digital pada setiap organisasi di Indonesia, dimana
         disinilah peran dan sekaligus menjadi peluang pertumbuhan bisnis perusahaan.
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                           #                                        III - 17#
Page 33
         Transformasi digital telah meningkatkan penggunaan teknologi seperti cloud, IoT,
         dan aplikasi berbasis web dan mobile applications pada perusahaan-perusahaan
         yang ingin meningkatkan efisiensi di setiap area operasi bisnis. Namun, tingkat
         adopsi teknologi yang cepat menyebabkan infrastruktur TI pada perusahaan
         menjadi lebih kompleks dan ancaman siber bertumbuh lebih luas dan canggih,
         sehingga keamanan semakin sulit untuk dikelola. Hal ini membuat perusahaan-
         perusahaan menjadi semakin rentan terhadap serangan siber.


         Kombinasi dari adopsi penggunaan teknologi yang sangat cepat, potensi
         serangan siber yang semakin canggih, dan kurangnya tenaga profesional
         keamanan siber yang berkualitas di industri saat ini, telah memaksa Perusahaan
         untuk menunjuk penyedia layanan keamanan siber untuk membantu mengatasi
         tantangan ini. Dengan mengalihdayakan operasi keamanan mereka, organisasi
         mendapatkan akses ke berbagai Managed Security Services (MSS) dan
         Professional Security Services (PSS) seperti pemantauan keamanan 24x7x365,
         threat management, respon insiden dan manajemen kepatuhan, serta wawasan
         dari ahli-ahli keamanan siber yang berpengalaman.


         Banyak perusahaan memutuskan untuk bermitra dengan Managed Security
         Services Providers (MSSP) terutama disebabkan oleh kurangnya jumlah
         karyawan dan keahlian internal. MSSP memberikan skala ekonomi yang
         memungkinkan organisasi yang mereka layani dapat lebih efisien dengan
         mengizinkan MSSP untuk mengelola, memelihara, merekrut, melatih, dan
         mempertahankan tenaga profesional keamanan siber yang berpengalaman.


         Adopsi PSS telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir karena
         perusahaan-perusahaan semakin sadar akan resiko yang ditimbulkan oleh
         ancaman siber. Seiring dengan banyaknya bisnis yang menyimpan data sensitif
         dan menjalankan operasinya secara daring, kebutuhan akan langkah-langkah
         keamanan siber yang kokoh menjadi sangat penting. PSS menyediakan berbagai
         layanan yang dirancang untuk mengidentifikasi kerentanan dalam sistem dan
         mencegah serangan siber. Melalui kemitraan dengan penyedia PSS, perusahaan-
         perusahaan dapat memperoleh manfaat dari teknologi dan keahlian keamanan
         canggih tanpa harus membangun dan mengelola tim keamanan siber secara
         internal.


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                          #                                      III - 18#
Page 34
         Kedepannya, persyaratan kepatuhan akan tetap menjadi pendorong utama pasar
         PSS. Pemberlakuan undang-undang privasi data atau peraturan keamanan siber
         yang diperbarui di banyak negara secara global mendorong perusahaan untuk
         memanfaatkan PSS mengingat PSS menyediakan akses terhadap ahli eksternal
         untuk menilai kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan terbaru.
         Pengujian penetrasi dan tata kelola serta kepatuhan risiko dapat membantu
         perusahaan dalam menghindari sanksi yang dikarenakan terjadinya pembobolan
         data. Penilaian keamanan yang menyeluruh, termasuk pengujian penetrasi
         menggunakan mesin dan secara manual, serta penawaran CISO-as-a-service,
         muncul sebagai generasi baru layanan keamanan profesional.


         Perseroan memiliki portofolio penawaran MSS yang mendalam. Perseroan tidak
         hanya berkonsentrasi pada MSS tradisional, tetapi juga pada layanan threat
         intelligence serta MSS Tingkat Lanjut/Berkembang. MSS tradisional mencakup
         layanan managed firewall, managed IDS/IPS, managed SIEM, manajemen log,
         pengumpulan log, serta vulnerability management/scanning. Sebagai bagian dari
         layanan threat intelligence, Perseroan telah mengembangkan lini bisnis Managed
         Detection and Response (MDR). Mengidentifikasi peluang pendapatan dengan
         pertumbuhan tinggi di dalam MSS tingkat lanjut/berkembang, penyelenggara
         layanan keamanan siber ini mulai menjajaki jasa keamanan endpoint/EDR dan
         keamanan cloud.


         Seperti halnya portofolio MSS, Perseroan memiliki fokus PSS yang terdiversifikasi.
         Perseroan memiliki tim tenaga profesional khusus yang memiliki keahlian dalam
         pengujian penetrasi. Tim tersebut memanfaatkan metode pengujian penetrasi
         yang telah disetujui CREST yang menggabungkan pendekatan kotak hitam atau
         black box (tanpa pengetahuan tentang sistem target) dan kotak putih atau white
         box (dengan pengetahuan parsial atas sistem). Pengujian penetrasi tersebut, yang
         juga dikenal sebagai pen-testing, merupakan metode penting dalam mengevaluasi
         keamanan sistem informasi atau jaringan melalui simulasi serangan terhadap
         sistem oleh peretas jahat.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                          #                                        III - 19#
Page 35
3.3.4.   Potensi Nilai Pasar
         Berdasarkan rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan diproyeksikan
         mencatatkan tambahan pendapatan yang dihasilkan dari produk keamanan siber.
         Atas adanya kontribusi pendapatan dari penambahan kegiatan usaha tersebut,
         menjadi potensi penambahan pada nilai pasar bagi Perseroan.


3.3.5.   Persaingan Usaha
         Pasar jasa keamanan siber diperkirakan akan mengungguli pasar produk dan
         solusi baik dalam jangka pendek (2025) maupun jangka panjang (2030).
         Berdasarkan definisi, jasa keamanan siber meliputi Managed Security Services
         (MSS) dan Professional Security Services (PSS).


         Pasar MSS dan PSS di Indonesia menghadapi persaingan yang ketat dengan
         hadirnya beberapa jenis pemain. Setiap pemain ini memiliki diferensiasi yang unik
         dan berupaya mengungguli pesaing lainnya melalui penawaran nilainya masing-
         masing. Jenis penyedia layanan keamanan yang menawarkan MSS dan PSS di
         Indonesia disajikan di bawah ini.


                                             Tabel 3.5.
                     Pemain Besar yang Menawarkan MSS dan PSS di Indonesia




                                  Sumber: Prospectus Perseroan


         PT Digital Aplikasi Solusi atau Digiserve by Telkom Indonesia, merupakan
         perusahaan IT yang bergerak dalam bidang ICT Managed Solutions. Setelah
         kepemilikannya berpindah secara penuh kepada PT Telkom Indonesia (Persero)
         melalui TelkomMetra di tahun 2021, Digiserve semakin didukung dalam
         mengembangkan pelayanan terbaik dengan keyakinan untuk memperkuat bisnis
         Anda dalam mencapai hasil yang lebih baik. Digiserve akan menjalankan ini
         dengan integrated Managed Solutions yang dimiliki, dengan memanfaatkan
         jangkauan jaringan yang luas, kapabilitas kelas dunia, dan keahlian lokal.



Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                           #                                        III - 20#
Page 36
         Tech Mahindra (TechM) adalah perusahaan India dan merupakan spesialis global
         dalam transformasi digital, konsultasi, dan rekayasa ulang bisnis, dengan
         kompetensi digital yang luas yang mencakup teknologi generasi berikutnya.
         Dengan memanfaatkan keahlian ini, dilengkapi dengan kompetensi mitra
         strategis, TechM memberikan pengalaman digital yang inovatif dan berpusat pada
         pelanggan yang merevolusi bisnis, memberdayakan karyawan, dan memperkaya
         masyarakat.


         NTT Ltd merupakan perusahaan infrastruktur dan layanan TI terkemuka. Melalui
         teknologi dan inovasi, NTT Ltd menghadirkan masa depan yang aman dan
         terhubung yang memberdayakan karyawan, klien, dan komunitas. Untuk
         membantu      organisasi   memenuhi    prioritas   bisnis   mereka,   NTT       Ltd
         mentransformasikan bisnis dan teknologi mereka sesuai dengan kecepatan yang
         mereka inginkan, mendorong hasil yang mereka inginkan dengan layanan yang
         mereka butuhkan. Sebagai pemimpin industri dalam jaringan, pusat data, cloud,
         keamanan, dan layanan terkelola, serta inovator dalam Private 5G, kami melayani
         65% dari Fortune Global 500 dan lebih dari 75% dari Fortune Global 100. NTT Ltd
         juga bekerja sama erat dengan organisasi olahraga terkemuka, termasuk UEFA,
         INDYCAR, dan Tour de France.


         Mitra Integrasi Informatika (“MII”) didirikan pada tanggal 1 Maret 1996 sebagai
         anak perusahaan dari PT Metrodata Electronics, Tbk yang terdaftar secara publik.
         Dikenal secara luas karena konsistensinya terhadap segmen Enterprise dan
         Korporat, penawaran layanan ICT, MII berfokus pada Transformasi Digital, mulai
         dari Infrastruktur hingga Layanan Terkelola ICT, dari Integrasi Sistem hingga
         implementasi Enterprise Resource Planning (ERP) berukuran penuh, dan dari
         Manajemen ICT hingga layanan Konsultasi berdasarkan Praktik Terbaik industri.


         Lintasarta adalah anak perusahaan dari PT Indosat Tbk dan merupakan
         perusahaan penyedia solusi end-to-end dalam bidang Teknologi Informasi dan
         Komunikasi (ICT) yang telah berdiri sejak tahun 1988. Pengalaman selama lebih
         dari tiga dekade menjadikan Lintasarta pionir dalam menyediakan layanan
         teknologi informasi dan komunikasi untuk berbagai sektor industri termasuk
         sumber daya alam, keuangan, manufaktur, ritel dan distribusi, dan sektor publik
         lainnya.



Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                          #                                        III - 21#
Page 37
         Accenture merupakan perusahaan global management consulting, servis
         teknologi, dan outsourcing. Accenture melayani industri seperti Operating Groups,
         produk utama (berbagai produk barang konsumen dan peralatan industri),
         komunikasi dan Teknologi Tinggi ('CHT'), perusahaan finansial (seperti bank dan
         asuransi), penghasilan (seperti kegunaan, kimia, energi) dan Pemerintahan. Pada
         tahun 1989, Accenture merupakan anggota Andersen Consulting.


         IBM/Kyndryl adalah sebuah perusahaan yang merupakan hasil pemisahan (spin-
         off) dari International Business Machines Corporation (IBM) yang fokus pada
         layanan TI untuk bisnis, merancang, membangun, mengelola, dan memodernisasi
         sistem infrastruktur TI perusahaan.


         Defender Nusa Semesta (“DNS”) menyediakan layanan keamanan TI (IT security)
         bagi bisnis agar mereka dapat mengamankan aset bisnis, dengan nama merk
         Defenxor. Hal ini dicapai dengan meningkatkan level information security ke
         tingkat yang lebih tinggi dan seusai standar. DNS adalah mitra security bagi
         Computrade Technology Indonesia, sebuah perusahaan yang fokus terhadap IT
         serta salah satu mitra solusi infrastruktur TI terbesar di Indonesia.


         Horangi Cyber Security (“HCS”) adalah sebuah perusahaan keamanan siber
         (cybersecurity) asal Singapura yang menyediakan solusi keamanan siber,
         termasuk platform keamanan cloud dan layanan keamanan siber strategis serta
         ofensif. HCS memperluas ketersediaan layanan keamanan siber mereka di
         platform Amazon Web Services (AWS Marketplace).


         Xynexis International (“XI”) adalah pelopor lokal dalam layanan jaminan keamanan
         di Indonesia dan telah berkembang menjadi pemain utama di bidang ini. XI
         menekankan pada upaya untuk mengikuti perkembangan kerangka kerja dan
         teknologi Jaminan Informasi generasi berikutnya guna memastikan bisnis klien
         kami aman, stabil, tangguh, dan dipantau secara efektif.


         Iproteksi Telematika merupakan perusahaan Indonesia yang bergerak dibidang
         keamanan siber.


         NOOSC awalnya dimulai sebagai Managed Security Service Provider (MSSP).
         Sebagai MSSP pertama di Indonesia, kami telah memperoleh banyak


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                             #                                    III - 22#
Page 38
         pengalaman di pasar MSSP dan Security Operations Centre (SOC) dan setelah
         kurang lebih 3 tahun bekerja sama dengan lembaga Perbankan, Telekomunikasi,
         Asuransi, dan Pemerintah, NOOSC menemukan bahwa MSSP atau SOC saja
         tidak dapat mengisi kekosongan di ruang bisnis klien. Pada tahun 2018, NOOSC
         memulai perjalanan transformasi dari MSSP klasik menjadi Penyedia Layanan
         Analisis Operasional. Ada begitu banyak informasi/data di dalam server, jaringan
         (file log adalah harta karun) - tidak hanya informasi tentang sistem tetapi juga data
         tentang transaksi bisnis tetapi kurangnya pemahaman dan eksploitasi, karena
         untuk mengungkap harta karun di bawahnya memerlukan kerja keras, sumber
         daya manusia yang berdedikasi, dan teknologi yang tepat.


         KPMG adalah salah satu firma akuntansi terbesar di dunia, yang terkenal karena
         profesionalismenya. Firma ini terbentuk pada 1 Januari 1987 dari penggabungan
         dua perusahaan besar, Peat Marwick International dan Klynveld Main Goerdeler,
         sehingga diberi nama KPMG. Berkantor pusat di Belanda, KPMG memiliki jaringan
         luas yang mencakup 144 negara dengan lebih dari 104.000 karyawan di seluruh
         dunia. KPMG menawarkan tiga layanan utama, yaitu audit, konsultasi (advisory),
         dan perpajakan. Di Indonesia, KPMG terkenal karena pendekatannya yang teliti
         dan terstruktur dalam memberikan layanan audit dan konsultasi. Mereka fokus
         pada efisiensi operasional, kepatuhan terhadap aturan, dan inovasi. Dengan
         reputasi yang kuat di industri ini, KPMG Indonesia menjadi mitra terpercaya bagi
         perusahaan-perusahaan besar yang ingin berkembang di pasar global dan lokal.


         Deloitte Touche Tohmatsu Limited (“Deloitte”) adalah salah satu penyedia layanan
         akuntansi global terbesar dan tertua di dunia. Didirikan pada tahun 1845 di
         London, Inggris oleh William Welch Deloitte, perusahaan ini telah berkembang
         menjadi raksasa dalam industri akuntansi dan konsultasi. Nama perusahaan ini
         berasal dari penggabungan beberapa firma, termasuk Touche Ross dan Deloitte
         Haskins & Sells, serta Tohmatsu Aoki & Co, yang bergabung pada tahun 1975.
         Deloitte menawarkan berbagai layanan, termasuk audit, perpajakan, konsultasi
         strategi dan manajemen, penilaian, serta penasehat hukum. Sebagai bagian dari
         Big 4, Deloitte memiliki jaringan yang kuat di berbagai sektor industri, baik di
         tingkat nasional maupun internasional.


         Ernst & Young (“EY”), adalah salah satu perusahaan akuntansi terbesar di dunia
         yang didirikan di Inggris pada tahun 1849. Seperti banyak perusahaan besar


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                            #                                         III - 23#
Page 39
         lainnya, EY terbentuk melalui serangkaian merger, termasuk penggabungan
         antara Ernst & Whinney dengan Arthur Young pada tahun 1989, yang melahirkan
         nama Ernst & Young. Di Indonesia, EY membantu perusahaan-perusahaan besar
         dalam menangani audit, perpajakan, serta konsultasi bisnis. EY Indonesia dikenal
         karena inovasinya dalam layanan audit dan konsultasi, serta memiliki reputasi
         tinggi dalam memberikan solusi perpajakan yang canggih dan tepat waktu. Selain
         itu, EY juga berperan penting dalam mendukung kesuksesan berbagai
         perusahaan besar di Indonesia dengan menyediakan nasihat strategis dan solusi
         yang komprehensif.


         PricewaterhouseCoopers (“PwC”) adalah salah satu perusahaan akuntansi
         terbesar di dunia. PwC terbentuk pada tahun 1998 melalui penggabungan dua
         perusahaan besar, yaitu Price Waterhouse dan Coopers & Lybrand. Hasil merger
         ini menjadikan PwC sebagai salah satu pemain utama dalam industri akuntansi
         global. Di Indonesia, PwC mulai beroperasi pada tahun 1990. PwC Indonesia
         menawarkan berbagai layanan mulai dari audit, konsultasi, hingga solusi
         perpajakan, yang sangat dihargai terutama di sektor keuangan dan asuransi.
         Dengan jaringan yang tersebar di 158 negara, PwC memiliki kemampuan untuk
         membantu kliennya menghadapi tantangan global dan lokal dengan strategi yang
         terintegrasi, menjadikannya mitra yang terpercaya bagi banyak perusahaan besar
         di Indonesia.


3.3.6.   Strategi Pemasaran
         Perseroan mendistribusikan solusi dan layanan keamanan sibernya langsung ke
         klien. Semua penjualan dilakukan melalui Tim Penjualan dan Pengembangan
         Bisnis internal Perseroan.


         Selain itu, Grup CYBR (Perseroan) memiliki branding komprehensif yang
         mencakup logo perusahaan, profil media sosial yang khas, merchandise korporat
         yang disesuaikan, serta presentasi bermerek dan templat dokumen. Hal ini
         memastikan kehadiran merek yang melekat dan dapat dikenali secara konsisten
         dengan klien di seluruh platform media.


         Perseroan mempertahankan kehadiran media yang baik untuk mempromosikan
         merek dan layanan Perseroan melalui media dan wawancara. Pada tahun 2022,
         Perseroan tampil di lebih dari 300 total program media, artikel pers dan artikel


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                          #                                       III - 24#
Page 40
         media online termasuk TV, radio, artikel pers dan surat kabar, Instagram,
         YouTube, LinkedIn, dan situs web perusahaan.


         Pada Januari 2023 bertempat di JW Marriott - Jakarta, Perseroan telah
         menyelenggarakan pertemuan keamanan siber dan acara klien bernilai tambah,
         termasuk Cyber Security Indonesia Summit 2023 dengan lebih dari 300 peserta.
         Selanjutnya, Perseroan mengadakan simposium pendidikan yang bekerjasama
         dengan universitas dan institut pendidikan tinggi di Indonesia dan menjalankan
         program magang bagi mahasiswa Indonesia.


3.4.     Kesimpulan Analisa Kelayakan Pasar
         Dengan memperhatikan perkembangan usaha, potensi pasar, dan kondisi
         perekonomian Indonesia yang sedang tumbuh, maka Rencana Penambahan
         Kegiatan Usaha Penunjang secara pasar layak untuk dilaksanakan.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                         #                                     III - 25#
Page 41
                                             BAB IV
                                       ASPEK TEKNIS


Perseroan berdomisili di Gedung Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3, Jl. Dr. Ide Anak Agung
Gde Agung Kav. E.4.2, Mega Kuningan, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Berikut Informasi mengenai penambahan usaha yang akan dilakukan Perseroan:


4.1. Data Produk Tambahan yang Ditawarkan
      Dalam rangka penambahan kegiatan usaha penunjang Perseroan, maka Perseroan
      melakukan penambahan produk berupa software, dengan rincian sebagai berikut:


                     Tabel 4.1 Data Produk Tambahan Yang Ditawarkan
        No.                           Item                         Harga Jual (Rp.)
         1        IntelliBroń Orion                             10.000.000 per bulan
         2        IntelliBroń AMAN                              20.000 per bulan
         3        IntelliBroń Threat Intelligence              Berdasarkan asumsi proyek


4.2. Rincian Unit Usaha
      Berdasarkan informasi Perseroan, berikut unit usaha yang bisa dilakukan Perseroan:
      a. Kegiatan Usaha Utama:
         Aktivitas konsultasi keamanan informasi (KBLI 62021) yang mencakup kegiatan
         layanan konsultasi perencanaan dan pengawasan keamanan informasi,
         pemeriksaan atau penjamin (assurance) keamanan informasi, dan pembangunan
         dan penerapan keamanan informasi.


      b. Kegiatan Usaha Penunjang:
        1)    Aktivitas konsultasi komputer dan manajemen fasilitas komputer lainnya
              (KBLI 62029) meliputi:
              -   Layanan konsultasi terkait konfigurasi perangkat keras dan perangkat
                  lunak, baik secara terpisah maupun sebagai satu kesatuan sistem.
                  Layanan      ini    mencakup      analisis   kebutuhan   teknologi   informasi,
                  perancangan sistem yang terintegrasi serta rekomendasi solusi yang
                  sesuai bagi pengguna.
              -   Menyediakan komponen sistem secara langsung atau melalui Kerjasama
                  dengan mitra vendor.


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                                  #                                      IV - 1#
Page 42
              -    Layanan instalasi sistem, pelatihan bagi pengguna dan dukungan teknis
                   guna memastikan operasional berjalan lancar.
         2)   Aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer lainnya (KBLI 62090) meliputi:
              -    Layanan teknologi informasi yang tidak termasuk dalam kategori lain,
                   seperti pemulihan sistem yang mengalami gangguan, instalasi perangkat
                   lunak dan perangkat keras dan manajemen insiden siber.
              -    Layanan digital forensik untuk menganalisis dan mengatasi potensi
                   ancaman terhadap sistem.
         3)   Aktivitas pemrograman komputer lainnya (KBLI 62019) meliputi:
              -    Layanan konsultasi dalam analisis, desain dan pengembangan perangkat
                   lunak. Layanan ini mencakup pembuatan perangkat lunak sistem dan
                   aplikasi, pengelolaan basis data serta pengembangan laman web.
              -    Layanan penyesuaian perangkat lunak agar dapat berfungsi secara
                   optimal sesuai dengan lingkungan sistem informasi yang digunakan.
        4)    Aktivitas perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer (KBLI
              46511) meliputi distribusi perangkat komputer dan perlengkapannya.
        5)    Aktivitas perdagangan besar piranti lunak (KBLI 46512) meliputi layanan dan
              berbagai solusi digital yang dapat menunjang kebutuhan bisnis dan
              operasional.


4.3. Rincian Penambahan Unit Usaha
      Berdasarkan informasi Perseroan, berikut penambahan unit usaha yang akan
      dilakukan:

                          Tabel 4.2 Rincian Penambahan Unit Usaha
        No.                          Nama KBLI                         Kode KBLI

         1         Aktivitas    Teknologi   Informasi   dan   Jasa       62090
                   Komputer lainnya

         2         Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya                62019

         3         Perdagangan        Besar     Komputer      dan        46511
                   Perlengkapan Komputer

         4         Perdagangan Besar Piranti Lunak                       46512

         5         Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan             62015
                   Artifisial


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                              #                                      IV - 2#
Page 43
           No.                      Nama KBLI                           Kode KBLI

           6      Penerbitan Piranti Lunak (Software)                      58200

           7      Aktivitas Pengolahan Data                                63111



4.4. Kapasitas Penjualan
      Sejalan dengan rencana penambahan kegiatan usaha tersebut, kapasitas penjualan
      per bulan dari aktivitas kegiatan usaha penunjang ini adalah sekitar minimum 100
      pelanggan per bulan dan diasumsikan meningkat per tahunnya.


4.5. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya Manusia
      Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha tersebut, saat ini
      Perseroan telah memiliki sumber daya manusia yang dinilai cukup dan kompeten
      untuk menjalankan kegiatan usaha yang baru (lihat Bab VI – Aspek Model
      Manajemen, poin 6.2 – Ketersediaan Tenaga Kerja).


4.6. Ketersediaan Peralatan
      Penambahan kegiatan usaha Perseroan membutuhkan dukungan peralatan yang
      memadai untuk memastikan keberhasilan operasional dan kelangsungan bisnis ke
      depan. Rincian aspek kelayakan teknis dari sisi peralatan dijelaskan sebagai berikut:
      a.    Peralatan yang Dibutuhkan
            Untuk mendukung kegiatan usaha yang direncanakan), maka Perseroan
            membutuhkan peralatan tambahan, antara lain:
            ●    Server dan penyimpanan        data (storage)     untuk menunjang      sistem
                 pengolahan dan penyimpanan data.
            ●    Peralatan keamanan siber seperti firewall, intrusion detection and prevention
                 system (IDS/IPS), serta endpoint security.
            ●    Cloud computing platform serta virtualisasi / virtual machines untuk
                 pengelolaan sumber daya TI yang efisien.
            ●    Perangkat lunak pengembangan (software development tools) dan sistem
                 manajemen konten.
            ●    Perangkat lunak desain (design software).
            ●    Perangkat keras (hardware) yang meliputi laptop, desktop, dan monitor
                 yang berskala enterprise untuk mendukung performa pemrosesan yang
                 cepat.



Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                             #                                         IV - 3#
Page 44
      b.   Ketersediaan Peralatan yang Ada
           Saat ini Perseroan telah memiliki infrastruktur teknologi dan fasilitas pendukung
           berupa perangkat keras dan perangkat lunak keamanan serta sistem
           pengelolaan data yang mumpuni. Kondisi ini memungkinkan sebagian besar
           peralatan eksisting untuk dioptimalkan dalam mendukung kegiatan usaha
           tambahan.


     c.    Ketersediaan Teknologi
           Teknologi pendukung yang dibutuhkan tersedia secara luas di pasaran dan
           dapat diperoleh melalui penyedia teknologi global maupun lokal yang telah
           menjalin kerjasama dengan Perseroan. Selain itu, Perseroan juga memiliki
           kapabilitas internal untuk melakukan pengembangan perangkat lunak secara
           mandiri.


     d.    Dukungan Infrastruktur dan Integrasi Sistem
           Perseroan memiliki infrastruktur jaringan dan sistem teknologi informasi yang
           terintegrasi, yang mendukung konektivitas data dan sistem informasi
           perusahaan. Dengan demikian, peralatan baru yang akan digunakan dapat
           dengan mudah diintegrasikan dengan sistem yang telah ada.


     e.    Pemeliharaan dan Pengelolaan Peralatan
           Perseroan memiliki tim internal yang bertanggung jawab dalam pemeliharaan
           sistem dan perangkat teknologi informasi, serta menjalin kerja sama dengan
           vendor dan mitra teknis untuk memastikan ketersediaan layanan purna jual dan
           suku cadang. Perseroan juga memiliki prosedur pengadaan dan penggantian
           peralatan berdasarkan siklus penggunaan dan efisiensi operasional.


4.7. Proses Produksi
      Dalam rangka mendukung penambahan kegiatan usaha berdasarkan KBLI baru
      yang telah direncanakan, Perseroan telah menyiapkan sistem dan struktur produksi
      yang terintegrasi untuk menunjang pengembangan produk dan layanan secara
      optimal. Proses produksi disusun untuk menjamin efisiensi operasional dan kualitas
      hasil, mencakup beberapa tahapan berikut:
     a.    Perencanaan dan Riset Produk
           Tahapan ini merupakan fondasi awal dari proses produksi, yang melibatkan tim
           Research and Development serta Product Management. Fokus utama berada


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                           #                                        IV - 4#
Page 45
          pada identifikasi kebutuhan pasar melalui riset dan analisis tren teknologi terkini.
          Hasil dari proses ini menjadi dasar dalam perumusan fitur produk, perencanaan
          teknologi yang digunakan, serta desain arsitektur sistem dan platform.


     b.   Pengembangan Teknologi dan Produk
          Pada tahap ini, tim Product Engineering dan Infrastructure & Platform mulai
          melakukan pengembangan teknologi, baik untuk perangkat lunak (software),
          pengolahan data digital, maupun platform berbasis web. Kegiatan ini meliputi
          penulisan kode (coding), pengujian fungsional (functional testing), integrasi
          sistem, serta validasi performa (performance test) sebelum diluncurkan kepada
          pengguna. Semua pengembangan dilakukan dengan pendekatan berorientasi
          keamanan, sesuai dengan karakteristik utama bisnis Perseroan.


     c.   Implementasi Operasional dan Pengolahan Data
          Untuk layanan berbasis digital seperti web portal dan aktivitas pengolahan data,
          proses produksi mencakup pengelolaan infrastruktur cloud, deployment platform,
          serta monitoring performa sistem secara real-time. Tim Operation & Maintenance
          bertanggung jawab atas kelangsungan operasional sistem dan kestabilan
          layanan.


     d.   Produksi dan Distribusi Barang Cetak
          Perseroan berfokus pada penerbitan buku digital sehingga alat atau perangkat
          yang digunakan dalam pengolahan produksi penerbitannya mencakup berbagai
          perangkat lunak dan perangkat keras yang mendukung proses dari penulisan,
          penyuntingan, desain, hingga distribusi digital. Tim penyunting terdiri dari
          eksisting tim User Interface / User Experience (UI/UX Team).


     e.   Kendali Mutu dan Inovasi Berkelanjutan
          Setiap tahapan produksi diawasi oleh bagian-bagian teknis dalam divisi
          Research and Development / R&D yang memiliki tanggung jawab terhadap
          pengendalian kualitas, inovasi produk, dan peningkatan berkelanjutan.
          Perseroan menerapkan prosedur audit internal dan quality control untuk
          menjamin standar mutu, serta mendorong inovasi melalui kolaborasi lintas divisi.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                           #                                          IV - 5#
Page 46
4.8. Kesimpulan Analisa Kelayakan Teknis
     Dengan memperhatikan Unit Usaha Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa Komputer
     lainnya (62090), Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya (62019), Perdagangan
     Besar Komputer dan Perlengkapan Komputer (46511), Perdagangan Besar Piranti
     Lunak (46512), Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan Artifisial (62015),
     Penerbitan Piranti Lunak (Software) (58200), Aktivitas Pengolahan Data (63111)
     maka Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang secara teknis layak untuk
     dilaksanakan.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                       #                                     IV - 6#
Page 47
                                           BAB V
                                   ASPEK POLA BISNIS

5.1.     Kegiatan Usaha Utama dan Penunjang
         Sejak didirikan pada 12 April 2010, berdasarkan Perubahan Anggaran Dasar
         terakhir pada Akta No. 91 Tanggal 29 April 2026, Perseroan bergerak dalam
         bidang:


         Kegiatan Usaha Utama
         Aktivitas konsultasi keamanan informasi (KBLI 62021) yang mencakup kegiatan
         layanan konsultasi perencanaan dan pengawasan keamanan informasi,
         pemeriksaan atau penjamin (assurance) keamanan informasi, dan pembangunan
         dan penerapan keamanan informasi.


         Kegiatan Usaha Penunjang
         1)   Aktivitas konsultasi komputer dan manajemen fasilitas komputer lainnya
              (KBLI 62029) meliputi:
              -    Layanan konsultasi terkait konfigurasi perangkat keras dan perangkat
                   lunak, baik secara terpisah maupun sebagai satu kesatuan sistem.
                   Layanan   ini    mencakup   analisis   kebutuhan   teknologi   informasi,
                   perancangan sistem yang terintegrasi serta rekomendasi solusi yang
                   sesuai bagi pengguna.
              -    Menyediakan komponen sistem secara langsung atau melalui Kerjasama
                   dengan mitra vendor.
              -    Layanan instalasi sistem, pelatihan bagi pengguna dan dukungan teknis
                   guna memastikan operasional berjalan lancar.
         2)   Aktivitas teknologi informasi dan jasa komputer lainnya (KBLI 62090) meliputi:
              -    Layanan teknologi informasi yang tidak termasuk dalam kategori lain,
                   seperti pemulihan sistem yang mengalami gangguan, instalasi perangkat
                   lunak dan perangkat keras dan manajemen insiden siber.
              -    Layanan digital forensik untuk menganalisis dan mengatasi potensi
                   ancaman terhadap sistem.
         3)   Aktivitas pemrograman komputer lainnya (KBLI 62019) meliputi:
              -    Layanan konsultasi dalam analisis, desain dan pengembangan perangkat
                   lunak. Layanan ini mencakup pembuatan perangkat lunak sistem dan
                   aplikasi, pengelolaan basis data serta pengembangan laman web.

Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                             #                                        V - 1#
Page 48
              -   Layanan penyesuaian perangkat lunak agar dapat berfungsi secara
                  optimal sesuai dengan lingkungan sistem informasi yang digunakan.
        4)    Aktivitas perdagangan besar komputer dan perlengkapan komputer (KBLI
              46511) meliputi distribusi perangkat komputer dan perlengkapannya.
         5)   Aktivitas perdagangan besar piranti lunak (KBLI 46512) meliputi layanan dan
              berbagai solusi digital yang dapat menunjang kebutuhan bisnis dan
              operasional.


5.2.     Kegiatan Penambahan Usaha
         Perseroan merupakan sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
         (public company) yang terletak di Gedung Noble House Lt. 11, Unit 2 & 3, Jl. Dr.
         Ide Anak Agung Gde Agung Kav. E.4.2, Mega Kuningan, Kuningan Timur,
         Setiabudi, Jakarta Selatan.

         Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Perseroan merencanakan
         untuk melakukan penambahan unit usaha yaitu sebagai berikut:


                           Tabel 5.1 Rincian Penambahan Unit Usaha
       No.                         Nama KBLI                         Kode KBLI

        1     Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa Komputer          62090
              lainnya

        2     Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya                   62019

        3     Perdagangan Besar Komputer dan                           46511
              Perlengkapan Komputer

        4     Perdagangan Besar Piranti Lunak                          46512

        5     Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan                62015
              Artifisial

        6     Penerbitan Piranti Lunak (Software)                      58200

        7     Aktivitas Pengolahan Data                                63111



         Dari pelanggan Perseroan yang ada saat ini, diharapkan kegiatan penambahan
         usaha yang akan dijalankan dapat meningkatkan pelayanan yang maksimal


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                             #                                      V - 2#
Page 49
         kepada pelanggan existing. Dengan harga yang bersaing dan kinerja pelayanan
         yang maksimal diharapkan diperoleh pelanggan baru, sehingga Perseroan secara
         perlahan memiliki meningkatkan pangsa pasar diantara para pesaing.


5.2.1.   Segmen Usaha Perseroan
         Berdasarkan informasi dari manajemen Perseroan, Perseroan merencanakan
         untuk penambahan kegiatan unit usaha Perseroan yaitu, Aktivitas Teknologi
         Informasi dan Jasa Komputer lainnya (62090), Aktivitas Pemrograman Komputer
         Lainnya (62019), Perdagangan Besar Komputer dan Perlengkapan Komputer
         (46511), Perdagangan Besar Piranti Lunak (46512), Aktivitas Pemrograman
         Berbasis Kecerdasan Artifisial (62015), Penerbitan Piranti Lunak (Software)
         (58200), Aktivitas Pengolahan Data (63111).


5.3.     Keunggulan Kompetitif
         Rekam Jejak yang Kuat dalam Melayani Klien Tingkat Atas
         Perseroan telah membangun basis klien yang kuat selama 13 tahun beroperasi,
         melayani lebih dari 60 pelanggan blue-chip di berbagai industri seperti
         telekomunikasi,   media,   transportasi,   energi,   pemerintahan,   e-commerce,
         perbankan, dan layanan keuangan.


         Beragam Layanan dan Penawaran Solusi
         Penawaran jasa Perseroan yang beragam, mulai dari Managed Security Services
         (MSS) hingga Risiko dan Kepatuhan, Keamanan Aplikasi, dan Digital Forensic &
         Incident Response, memastikan kemampuan Perseroan untuk memenuhi
         kebutuhan klien yang berbeda ketika menawarkan berbagai peluang keamanan
         siber.


         Peningkatan Berkesinambungan dalam Kemampuan Layanan Klien
         Investasi Perseroan yang stabil dalam kapabilitas layanan keamanan siber
         terbaru, termasuk Fraud Management dan Critical Infrastructure Security,
         memastikan bahwa Perseroan dapat memenuhi kebutuhan klien yang terus
         berkembang dan secara konsisten meningkatkan pendapatan di atas tren pasar.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                          #                                        V - 3#
Page 50
         Menjalin Kemitraan dengan Penyedia Perangkat Lunak Keamanan Siber
         Terbaik
         Perseroan telah menjalin kemitraan jangka panjang dengan vendor perangkat
         lunak internasional. Hal ini akan menciptakan efisiensi biaya dan kualitas dari
         pelayanan Perseroan untuk dapat bersaing pada tingkat pasar internasional.


         Inovasi Teknologi Keamanan Siber
         Grup terlibat dalam beberapa inisiatif pengembangan teknologi keamanan siber.
         Manajemen memiliki peluang untuk mengembangkan dan memonetisasi teknologi
         keamanan siber untuk perusahaan secara eksklusif sehingga dapat menciptakan
         aliran pendapatan jangka panjang yang baru.


         Investasi dalam Sumber Daya Manusia untuk Meningkatkan Kualitas
         Layanan
         Perseroan berinvestasi untuk sertifikasi dan akreditasi Perusahaan dan sumber
         daya manusia untuk meningkatkan keterampilan dan kualifikasi karyawan yang
         akan menghasilkan layanan terbaik di Industri keamanan siber untuk klien dan
         churn staf yang rendah.


         Branding dan Pemasaran yang Unik
         Grup telah melakukan investasi yang signifikan dalam pemasaran untuk
         membangun kesadaran melalui branding yang khas, melalui aktif dalam kegiatan
         di forum keamanan siber dan aktif sebagai guest speaker untuk acara klien. Selain
         itu, Perseroan mengadakan aktivitas pendidikan melalui bekerja sama dengan
         universitas-universitas di Indonesia dan institut pendidikan tinggi di Indonesia dan
         aktif dalam menjalankan program magang bagi mahasiswa Indonesia.


         Tim Kepemimpinan yang Berpengalaman
         Tim manajemen Perseroan yang berpengalaman di Indonesia, Singapura dan
         Australia, berkomitmen membangun Grup Perseroan untuk menjadi Perusahaan
         keamanan siber internasional.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                           #                                          V - 4#
Page 51
5.4.     Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk Penambahan Kegiatan Usaha
         Produk Perseroan bersaing dengan produk-produk MSS dan PSS di Indonesia.
         Tidak ada jaminan bahwa Perseroan dapat mempertahankan atau meningkatkan
         daya saing dan posisi pasar Perseroan. Kondisi bisnis, keuangan, dan hasil
         operasional Perseroan dapat terpengaruh secara material dan merugikan jika
         Perseroan gagal mempertahankan posisi Perseroan relatif terhadap penyedia jasa
         lain dalam industri ini.


         Agar dapat bersaing dengan sukses di pasar, dalam penambahan kegiatan
         usahanya Perseroan telah memastikan bahwa produk dan layanan yang
         ditawarkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan.


         Dalam hal ini, Perseroan sudah melakukan riset pasar dan analisis pesaing secara
         teratur untuk memahami tren pasar dan mengetahui bagaimana produk dan
         layanan yang ditawarkan dapat menjadi lebih unggul dibandingkan pesaing.
         Selain itu, Perseroan juga terus menerus berinovasi dan meningkatkan produk
         atau layanan yang dimiliki dengan cara terus mengembangkan teknologi baru dan
         meningkatkan kualitas produk atau layanan yang ada. Perseroan juga berupaya
         membangun citra merek yang kuat dan meningkatkan promosi produk atau
         layanan agar lebih dikenal oleh pasar.


5.5.     Pengaruh Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang pada Kondisi Keuangan
         Perseroan
         Secara garis besar, penambahan kegiatan usaha penunjang diproyeksikan
         memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan Perseroan, khususnya
         melalui peningkatan pendapatan dan penguatan daya saing bisnis Perseroan.
         Dengan adanya pengembangan produk dan layanan berbasis teknologi milik
         sendiri (own product), Perseroan memiliki peluang untuk meningkatkan recurring
         revenue melalui penyediaan layanan konektivitas, keamanan jaringan, monitoring
         infrastruktur, dan managed services kepada pelanggan korporasi maupun institusi
         pemerintah.


         Selain meningkatkan penjualan Perseroan, pengembangan solusi milik sendiri
         (own product) juga memberikan nilai tambah dari sisi efisiensi operasional dan
         margin usaha karena Perseroan tidak hanya bertindak sebagai penyedia jasa
         implementasi, namun juga sebagai pemilik produk dan platform teknologi. Model


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                          #                                       V - 5#
Page 52
           bisnis tersebut memungkinkan Perseroan memperoleh pendapatan yang lebih
           berkelanjutan melalui lisensi, subscription, maintenance, technical support, dan
           pengembangan layanan lanjutan sesuai kebutuhan pelanggan.


           Dalam jangka menengah dan panjang, penambahan kegiatan usaha ini
           diharapkan dapat memperluas pangsa pasar Perseroan, meningkatkan kontribusi
           pendapatan dari sektor digital dan teknologi informasi, serta memperkuat
           fundamental bisnis Perseroan sehingga memberikan dampak positif terhadap
           pertumbuhan laba dan keberlanjutan usaha Perseroan


5.6.       Ketersediaan Tenaga Ahli
           Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha tersebut, saat ini
           Perseroan telah memiliki tenaga ahli yang dinilai cukup dan kompeten untuk
           menjalankan kegiatan usaha yang baru (lihat Bab VI – Aspek Model Manajemen,
           poin 6.2 – Ketersediaan Tenaga Kerja).


5.7.       Analisis Kemampuan Perseroan Menciptakan Nilai
           Perseroan meyakini bahwa dengan penambahan kegiatan usaha penunjang baru
           dapat memberikan nilai tambah bagi Perseroan diantaranya:
           ●   Pengembangan produk dan layanan konektivitas;
           ●   Pengembangan kegiatan usaha;
           ●   Meningkatkan pendapatan Perseroan terhadap jasa layanan; dan
           ●   Terpenuhinya kepuasan pelanggan atas layanan yang diberikan dengan
               harga kompetitif dan kualitas terbaik.


           Berdasarkan proyeksi sebelum dan sesudah adanya penambahan kegiatan usaha
           yang disusun oleh manajemen Perseroan, yaitu Aktivitas Teknologi Informasi dan
           Jasa Komputer lainnya (62090), Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya
           (62019), Perdagangan Besar Komputer dan Perlengkapan Komputer (46511),
           Perdagangan Besar Piranti Lunak (46512), Aktivitas Pemrograman Berbasis
           Kecerdasan Artifisial (62015), Penerbitan Piranti Lunak (Software) (58200),
           Aktivitas Pengolahan Data (63111) dapat mencerminkan nilai tambah bagi
           Perseroan.


       .



Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                             #                                      V - 6#
Page 53
5.8. Kesimpulan Analisa Kelayakan Pola Bisnis
      Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh Perseroan dalam
      Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang, maka Rencana Penambahan
      Kegiatan Usaha Penunjang secara pola bisnis layak untuk dilaksanakan.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                        #                                   V - 7#
Page 54
                                        BAB VI
                      ASPEK MODEL MANAJEMEN

Sistem organisasi dan manajemen yang baik sangat diperlukan untuk mendukung
terciptanya suatu perusahaan yang sistematis dalam pengendalian internal sehingga dapat
membentuk perusahaan yang mapan dan untuk mencapai tujuannya. Struktur organisasi
dan manajemen yang baik sangat erat hubungannya dengan koordinasi kerja yang terpadu
dan terarah.


Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan
dengan bagan organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang
terpadu. Penempatan tenaga kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan
keterampilannya merupakan faktor yang penting dalam menerapkan kebijaksanaan
perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas kepada unit di
bawahnya atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.


Perseroan sebagai yang bergerak dalam bidang konsultasi keamanan informasi, akan
terus mengembangkan usahanya pada masa yang akan datang. Oleh sebab itu, struktur
organisasi Perseroan harus dijadikan pegangan dalam menjalankan kegiatan usahanya.


6.1. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
      Dalam memenuhi kebutuhan layanan tambahan ini, tidak membutuhkan tenaga
      profesional tambahan. Sumber pendanaan atas penambahan kegiatan usaha yang
      baru akan menggunakan dana internal yang diambil dari Kas. Perseroan juga telah
      memiliki tenaga kerja dan tenaga ahli yang berpengalaman dalam bidangnya.
      Investasi awal sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha berupa
      biaya analisis bisnis, biaya administrasi legalitas perusahaan, biaya upgrade sistem
      serta biaya pengurusan atas perizinan teknis pendaftaran dan sertifikasi.


6.2. Ketersediaan Tenaga Kerja
      Penambahan kegiatan usaha merupakan bentuk respon Perseroan terhadap
      pengembangan produk dan layanan keamanan siber, Perseroan akan menggunakan
      tenaga kerja dan tenaga ahli pendukung yang memiliki kemampuan berdasarkan
      pengalaman dan pelatihan-pelatihan yang telah diikuti. Dengan pengalaman dan
      pelatihan yang pernah diikuti serta kinerja selama bekerja di Perseroan, tenaga kerja


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                           #                                       VI - 1#
Page 55
      yang dimiliki diyakini merupakan figur yang tepat untuk menjalankan dan mengawasi
      pelaksanaan kegiatan pengembangan usaha yang akan dijalankan oleh Perseroan.


      Tenaga Kerja yang mendukung penambahan kegiatan usaha adalah:
     1.   Head of Research and Development sebanyak 1 orang
     2.   Product Engineering Manager sebanyak 1 orang
     3.   IT Infrastructure and System Engineering Manager sebanyak 1 orang
     4.   Operation & Maintenance Manager sebanyak 1 orang
     5.   Senior Backend Engineer sebanyak 1 orang
     6.   Principal sebanyak 1 orang


      Berikut adalah profil dan kualifikasi tenaga kerja terkait dengan penambahan
      kegiatan usaha:
     1.   Head of Research and Development
          Nama          : Muhammad Rasyid Sahputra
          Pendidikan : S1 Teknik Informasi – Universitas Telkom
          Pengalaman :
          - Chief Executive Officer – PT Mahapatih Sibernusa Teknologi
          - Subscriber Data Specialist – Nokia Qatar
          - NT-HLR Consultant – Nokia Siemens Network Kuwait
          - Information Security Consultant – Bellua Asia Pasifik
          - NT-HLR Consultant – Nokia Siemens Network
          Sertifikasi   :
          - Cisco Networking Academy Program - Inform IT
          - Sun Solaris Advanced System Administration - Inixindo
          - HLRi System Configuration and Administration - Siemens
          - GPRS / UMTS CN PS Introduction and System Arch – Siemens
          - CAMEL Phase 4 Signaling Protocol - Siemens
          - HLRi 3.0 Compact Overview – NSN
          - NSN@vantage Commander-Operation - NSN
          - C-NTDB Basics – NSN
          - NTHLR FE Operation - NSN
          - PGW – Provisioning Gateway Operation 2.0 – NSN
          - IMS 10.x CFX/CMS installation and commissioning - Nokia
          - Project Management Professional – PMI AGC – Qatar PCRF
          - PCRF v8 Operation, Maintenance, and Policy Writing - Nokia

Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                          #                                    VI - 2#
Page 56
     2.   Product Engineering Manager
          Nama          : Candra
          Pendidikan : S1 Computer Science – Universitas Bina Nusantara
          Pengalaman :
          - Senior Team Leader – PT Harmoni Dinamik Indonesia
          - Chief Engineer – Docotel Group
          - Chief Technology Officer – PT Fintek Visi Nusa
          Sertifikasi   :
          - ISMS ISO/IEC 27001:2022 Lead Auditor – Issued by TÜV SÜD

     3.   IT Infrastructure and System Engineering Manager
          Nama          : Aditya Widyanto
          Pendidikan : S1 Sistem Komputer – Universitas Gunadarma
          Pengalaman :
          - Network and Security Manager – PT Juke Solutions
          - Project Manager – PT Bank Permata
          - Security Consultant – PT Tech Mahindra Indonesia
          - Cybersecurity Consultant – PT Dimension Data Indonesia
          - Professional Service – PT BT Communication Indonesia
          Sertifikasi   :
          - CCNA (Cisco Certified Network Associate)
          - CCNA VOICE - McAfee ePolicy Orchestrator
          - CCSA (Checkpoint Certified Security Administrator)
          - CCSE (Checkpoint Certified Security Expert)
          - McAfee Network Security Platform
          - Mcafee Firewall Enterprise
          - Mcafee Email and Web Security
          - Prince2 Foundation
          - ITIL4 Foundation
          - Cisco ID : CSCO11793893
          - Check Point ID : CP0000084305
          - Palo Alto ID : PANW00005306

     4.   Operation & Maintenance Manager
          Nama          : Sintya Nopiani
          Pendidikan : S1 Sistem Informasi – Universitas Bina Nusantara


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                          #                             VI - 3#
Page 57
           Pengalaman                :
           - Application Support Specialist – PT Indonesia Comnets Plus
           - Application Support Lead – PT Sinbad Karya Perdagangan
           - Application Support Lead – PT Docotel Teknologi
           - Master Data – PT Teladan Prima Group
           Sertifikasi   :
           - Introduction to Scrum Master Profession – SkillUp EdTech

      5.   Senior Backend Engineer
           Nama              : Astandro Koesriputranto
           Pendidikan : S1 Teknik Informatika – Institut Teknologi Sepuluh Nopember
           Pengalaman                :
           - Sr. Engineering Manager – Bukalapak | Gaming B2B
           - Sr. Engineering Manager – Bukalapak | Commerce & Omnichannel
           - Sr. Engineering Manager – Bukalapak | Store & Market
           - Engineering Manager – Bukalapak Merchant Ops
           - Software Engineer – Bukalapak | Virtual Products
           - Software Engineer – Bukalapak | Core Notifications
           - .Net Developer – PT AstraGraphia IT
           Sertifikasi       :
           - AWS Certified Cloud Practitioner

      6.   Principal
           Nama              : M. Rizky Satrio Utomo
           Pendidikan : S2 Enterprise Engineering – Université BORDEAUX
                                 S2 Information Technology – Universitas Indonesia
                                 S1 Engineering – Universitas Indonesia
           Pengalaman :
           - Technical Consultant – Line Indonesia
           - VP Application Engineering – Tilaka
           - IT Assistant Manager – PT Archi Indonesia
           - Application Support Manager – PT Prima Wahana Solusindo
           - VAS Senior Engineer – PT Huawei Services
           Sertifikasi:
           -   Oracle Certified Professional for Java 11
           -   Oracle Certified Associate DBA
           -   Sun Certified JavaProgrammer
           -   Sun Solaris System Administrator
           -   CompTIA Project+
Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                                  #                                VI - 4#
Page 58
6.3. Manajemen Perseroan
6.3.1. Struktur Organisasi Perseroan




      Jika dilihat dari struktur organisasi Perseroan diatas, penambahan kegiatan usaha
      utama ini masih dapat diakomodir dengan struktur yang ada mengingat kegiatan
      usaha yang dijalankan saat ini juga termasuk produk keamanan informasi.


      Dewan Komisaris
      Anggota Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh RUPS. Setiap anggota
      Dewan Komisaris memiliki keahlian dalam bisnis dan keuangan yang sesuai dengan
      operasional Perseroan. Dewan Komisaris melaksanakan fungsi pengawasan, dan
      memberikan nasihat kepada Direksi terkait perencanaan, pengelolaan, serta
      pelaksanaan bisnis dan isu-isu Perseroan.


      Dewan Komisaris memiliki kewenangan dan tanggung jawab sebagai berikut:
     1. Dewan Komisaris bertugas melakukan pengawasan dan bertanggungjawab atas
         pengawasan terhadap kebijakan pengurusan, jalannya pengurusan pada
         umumnya baik mengenai Perseroan maupun usaha Perseroan dan memberi
         nasihat kepada Direksi,
     2. Memberikan persetujuan atas rencana kerja tahunan Perseroan selambat-
         lambatnya sebelum dimulainya tahun buku yang akan datang,


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                         #                                     VI - 5#
Page 59
     3. Melakukan tugas yang secara khusus diberikan kepadanya menurut Anggaran
         Dasar Perseroan, peraturan perundang-undangan yang berlaku dan/atau
         berdasarkan keputusan RUPS,
     4. Melakukan tugas, wewenang dan tanggung jawab sesuai dengan ketentuan
         Anggaran Dasar Perseroan dan keputusan RUPS,
     5. Meneliti dan menelaah laporan tahunan yang dipersiapkan oleh Direksi serta
         menandatangani laporan tahunan tersebut,
     6. Mematuhi Anggaran Dasar dan peraturan perundang-undangan serta wajib
         melaksanakan      prinsip-prinsip   profesionalisme,   efisiensi,   transparansi,
         kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban serta kewajaran,
     7. Melaksanakan fungsi nominasi dan remunerasi sesuai dengan peraturan
         perundang-undangan yang berlaku,
     8. Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya
         dalam pengawasan tersebut Dewan Komisaris wajib membentuk maupun
         menentukan susunan komite audit maupun komite lainnya.
     9. Mengawasi pelaksanaan rencana kerja tahunan Perseroan,
     10. Mengikuti perkembangan kegiatan Perseroan dan dalam hal Perseroan
         menunjukkan gejala kemunduran yang mencolok segera melaporkan kepada
         RUPS dengan disertai saran mengenai langkah perbaikan yang harus ditempuh,
     11. Memberikan pendapat dan saran kepada RUPS mengenai setiap persoalan
         lainnya yang dianggap penting bagi pengelolaan Perseroan,
     12. Melakukan tugas pengawasan lainnya yang ditentukan oleh RUPS,
     13. Memberikan tanggapan atas laporan berkala Direksi dan pada setiap waktu yang
         diperlukan mengenai perkembangan Perseroan.


      Dewan Komisaris melaksanakan tugas dan tanggung jawab mereka sebagaimana
      diatur dalam Anggaran Dasar dan perundang-undangan yang berlaku, seperti
      Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan
      Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.


      Berdasarkan Akta No. 91 Tanggal 29 April 2026, susunan Dewan Komisaris
      Perseroan adalah sebagai berikut:
      Presiden Komisaris                     :     Richardus Eko Indrajit
      Komisaris Independen                   :     Agustinus Nicholas L. Tobing
      Komisaris                              :     Andri Hutama Putra



Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                           #                                      VI - 6#
Page 60
      Direksi
      Direksi adalah organ Perseroan yang mengemban tanggung jawab untuk
      menjalankan operasional dan bisnis Perseroan sehari-hari. Anggota Direksi diangkat
      dan diberhentikan oleh RUPS.


      Direksi memiliki kewenangan dan tanggung jawab sebagai berikut:
      1. Direksi bertugas menjalankan dan bertanggung jawab atas pengurusan
          Perseroan untuk kepentingan Perseroan sesuai dan dalam mencapai maksud
          dan tujuan Perseroan.
      2. Setiap anggota Direksi wajib melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya
          dengan itikad baik, penuh tanggung jawab, dan kehati-hatian, dengan
          mengindahkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Anggaran
          Dasar Perseroan.
      3. Tugas pokok Direksi, adalah:
           a. Memimpin, mengurus dan mengendalikan Perseroan sesuai dengan
                maksud dan tujuan Perseroan serta senantiasa berusaha meningkatkan
                efisiensi dan efektivitas Perseroan.
           b. Menguasai, memelihara dan mengurus kekayaan Perseroan.
           c. Menyusun rencana kerja tahunan yang memuat anggaran tahunan
                Perseroan dan wajib disampaikan kepada Dewan Komisaris untuk
                memperoleh persetujuan dari Dewan Komisaris, sebelum dimulainya tahun
                buku yang akan datang.
      4. Dalam       menjalankan    tugas    dan       tanggung   jawabnya,   Direksi    wajib
          menyelenggarakan RUPS tahunan dan RUPS lainnya sebagaimana diatur
          dalam peraturan perundang-undangan dan Anggaran Dasar Perseroan.
      5. Segala tindakan dari para anggota Direksi yang bertentangan dengan Anggaran
          Dasar Perseroan adalah tidak sah.
      6. Direksi dalam mengurus dan/atau mengelola Perseroan bertindak sesuai
          dengan keputusan yang ditetapkan oleh RUPS.
      7. Menyelenggarakan        fungsi   Sekretaris     Perusahaan   serta   menjaga      dan
          mengevaluasi kualitas fungsi Sekretaris Perusahaan.
      8. Dalam rangka mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan tanggung
          jawabnya, Direksi dapat membentuk komite dan berkewajiban melakukan
          evaluasi terhadap kinerja komite tersebut sekurang-kurangnya sekali dalam
          buku Perseroan, serta untuk mendukung pelaksanaan prinsip tata kelola
          perusahaan yang baik oleh Perseroan, Direksi berkewajiban membentuk, serta


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                            #                                         VI - 7#
Page 61
          berwenang untuk mengangkat dan memberhentikan sekretaris perusahaan atau
          susunan unit kerja sekretaris perusahaan berikut penanggung jawabnya.
      9. Menyelenggarakan pengawasan internal yakni dengan membentuk Unit Audit
          Internal dan membuat Piagam Audit Internal.
      10. Menyelenggarakan pengawasan internal, yakni dengan membentuk Satuan
          Pengawasan Intern dan Membuat Piagam Pengawasan Internal.
      11. Bersama-sama dengan Dewan Komisaris memastikan bahwa auditor eksternal,
          auditor internal, dan Komite Audit, serta komite penunjang lainnya, memiliki
          akses terhadap catatan akuntansi, data penunjang, dan informasi mengenai
          Perseroan, sepanjang diperlukan untuk melaksanakan tugasnya.
      12. Menetapkan tata kelola teknologi informasi yang efektif, menjaga dan
          mengevaluasi kualitas fungsi tatakelola teknologi informasi di Perseroan, serta
          secara periodik menyampaikan laporan pelaksanaan tata kelola teknologi
          informasi kepada Dewan Komisaris.
      13. Memastikan bahwa aset dan lokasi usaha serta fasilitas Perseroan lainnya,
          memenuhi peraturan perundang-undangan berkenaan dengan kesehatan dan
          keselamatan kerja serta pelestarian lingkungan.
      14. Menyediakan lingkungan kerja yang bebas dari segala bentuk tekanan
          (pelecehan) yang mungkin timbul sebagai akibat perbedaan hak, keadaan
          pribadi, dan latar belakang kebudayaan seseorang.
      15. Memastikan bahwa aset dan lokasi usaha serta fasilitas Perseroan lainnya,
          memenuhi peraturan perundang-undangan berkenaan dengan kesehatan dan
          keselamatan kerja serta pelestarian lingkungan.
      16. Menyusun Laporan Tahunan dan menyampaikan rencana kerja tahunan yang
          memuat juga anggaran tahunan Perseroan kepada Dewan Komisaris untuk
          mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris, sebelum dimulainya tahun buku
          yang akan datang. Rencana kerja tahunan tersebut disampaikan, sebelum
          dimulainya tahun buku yang akan datang, dengan memperhatikan peraturan
          perundang-undangan dan peraturan yang berlaku di bidang pasar modal.

     Berdasarkan Akta No.91 Tanggal 29 April 2026, susunan Direksi Perseroan adalah
     sebagai berikut:
      Presiden Direktur                    :       Patrick Rudolf Dannacher
      Wakil Presiden Direktur              :       Marek Bialoglowy
      Direktur                             :       Bambang Susilo
      Direktur                             :       Doni Mora, SE
      Direktur                             :       Eko Prasudi Widianto

Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                         #                                       VI - 8#
Page 62
      Komite Audit
      Dalam melaksanakan tugas pengawasan terhadap pengelolaan Perseroan, Dewan
      Komisaris didukung oleh Komite Audit. Komite ini adalah organ untuk melaksanakan
      audit atas laporan yang disiapkan oleh Direksi, melakukan analisis atas laporan yang
      dibuat oleh Akuntan Publik dan Unit Audit Internal serta laporan keuangan yang
      diterbitkan oleh Perseroan. Dalam proses audit, Komite Audit melakukan pertemuan
      dengan semua pihak yang mewakili divisi/departemen yang terlibat dalam
      operasional, pembukuan, serta kontrol dan pengawasan aset. Meskipun Komite Audit
      hadir untuk membantu Dewan Komisaris, keputusan akhir tetap merupakan tanggung
      jawab Dewan Komisaris.

      Komite Audit bertanggung jawab langsung kepada Dewan Komisaris. Lingkup tugas
      dan tanggung jawab Komite Audit adalah sebagai berikut:
     1.   Penelaahan dan Klarifikasi atas Informasi Keuangan
     2.   Seleksi, Penunjukan, dan Pengawasan Pekerjaan Auditor Independen
           a. Seleksi dan Penunjukan Auditor Independen
           b. Pengawasan Independen Pekerjaan Auditor
           c. Evaluasi Efektivitas Fungsi Internal Audit Pelaksanaan
           d. Efektivitas Pengendalian Internal
           e. Kepatuhan Perundang-undangan terhadap Peraturan
           f.   Manajemen Risiko
           g. Pelaksanaan Tugas Khusus


      Susunan Komite Audit Perseroan sebagaimana termuat dalam Surat Keputusan
      Dewan Komisaris No. 197/ADM/ITSECASIA/III/2023 tanggal 9 Maret 2023 adalah
      sebagai berikut:
      Ketua                                 :      Agustinus Nicholas L. Tobing
      Anggota                               :      Arini Imamawati
     Anggota                                :      Tjeppy Kustiwa


      Sekretaris Perusahaan
      Dengan menyediakan data dan informasi yang akurat dan relevan tentang kegiatan
      Perseroan. Perseroan membangun fungsi Sekretaris Perusahaan untuk mematuhi
      Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2014 tentang Sekretaris
      Perusahaan Emiten atau Perusahaan Publik.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                          #                                       VI - 9#
Page 63
      Secara umum, Sekretaris Perusahaan melapor langsung kepada Direksi dan
      berperan sebagai penghubung komunikasi antara Perseroan dengan para
      Pemegang Saham, investor, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya. Tugas
      dan tanggung jawab Sekretaris Perusahaan adalah sebagai berikut:
      1. Mengikuti perkembangan Pasar Modal khususnya peraturan perundang –
          undangan yang berlaku di bidang Pasar Modal;
      2. Memberikan masukan kepada Direksi dan Dewan Komisaris untuk mematuhi
          ketentuan peraturan perundang – undangan di bidang Pasar Modal;
      3. Membantu Direksi dan Dewan Komisaris dalam pelaksanaan tata kelola
          perusahaan yang meliputi:
           a.   Keterbukaan   informasi    kepada    masyarakat,    termasuk    ketersediaan
                informasi pada Situs Web Perusahaan;
           b.   Penyampaian laporan kepada Otoritas Jasa Keuangan tepat waktu;
           c.   Penyelenggaraan dan dokumentasi Rapat Umum Pemegang Saham;
           d.   Penyelenggaraan    dan     dokumentasi   rapat   Direksi    dan/atau   Dewan
                Komisaris; serta
           e.   Pelaksanaan program orientasi terhadap perusahaan bagi Direksi dan/atau
                Dewan Komisaris.
     4.    Sebagai penghubung antara Perusahaan dengan pemegang saham, Otoritas
           Jasa Keuangan, dan pemangku kepentingan umum lainnya;


      Audit Internal
      Unit Audit Internal merupakan organ pendukung Direksi yang bertanggung jawab
      melaksanakan pengawasan internal dengan melakukan audit kinerja secara berkala
      di seluruh jenjang organisasi perusahaan. Pengawasan tersebut mencakup
      pelaporan keuangan, kepatuhan terhadap hukum, peraturan yang berlaku,
      manajemen risiko, serta efektivitas dan efisiensi operasional Perseroan. Unit Audit
      Internal melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan berpedoman pada
      Piagam Audit Internal (Internal Audit Charter) yang ditetapkan pada 25 September
      2019      sebagaimana   ditentukan    oleh    Peraturan    Otoritas   Jasa   Keuangan
      No.56/POJK.04/2015 tentang Pembentukan Dan Pedoman Penyusunan Piagam Unit
      Audit Internal.

      Tugas dan Tanggung jawab Unit Audit Internal meliputi:
      1. Menyusun dan melaksanakan rencana Unit Audit Internal tahunan berbasis
          resiko;



Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                            #                                        VI - 10#
Page 64
      2. Menguji dan mengevaluasi pelaksanaan pengendalian internal dan sistem
         manajemen risiko sesuai dengan kebijakan Perusahaan;
      3. Melakukan pemeriksaan dan penilaian atas efisiensi dan efektivitas di bidang
         keuangan, akuntansi, operasional, sumber daya manusia, pemasaran, teknologi
         informasi dan kegiatan lainnya;
      4. Memberikan saran perbaikan dan informasi yang objektif tentang kegiatan yang
         diperiksa pada semua tingkat manajemen;
      5. Membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan tersebut kepada Direktur
         Utama dan Dewan Komisaris;
      6. Memantau, menganalisis dan melaporkan pelaksanaan tindak lanjut perbaikan
         yang telah disarankan;
      7. Bekerja sama dengan Komite Audit;
      8. Menyusun program untuk mengevaluasi mutu kegiatan Unit Audit Internal yang
         dilakukannya;
      9. Melakukan pemeriksaan khusus apabila diperlukan.

6.3.2. Struktur Organisasi Penambahan Kegiatan Usaha
      Kemampuan untuk mengelola suatu perusahaan memerlukan manajemen dan SDM
      yang profesional agar kegiatan operasional Perseroan berjalan efektif dan efisien.
      Berikut adalah struktur organisasi penambahan kegiatan usaha.
                                       Gambar 6.1
                     Struktur Organisasi Penambahan Kegiatan Usaha
                                        (Bagian 1)




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                         #                                      VI - 11#
Page 65
                     (Bagian 2)




                     (Bagian 3)




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#    #           VI - 12#
Page 66
                             (Bagian 4)




                             (Bagian 5)




                     Sumber: Manajemen Perseroan




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#             #                   VI - 13#
Page 67
6.3.3. Komposisi Karyawan
      Per tanggal 31 Desember 2025, sesuai dengan yang telah disajikan dalam Laporan
      Tahunan 2025, Perseroan memiliki sumber daya manusia sebanyak 365 orang
      karyawan. Sehubungan dengan penambahan kegiatan usaha, Perseroan akan
      mengoptimalkan sumber daya yang ada sehingga tidak ada penambahan tenaga
      kerja.

               Tabel 6.1 Jumlah Karyawan Berdasarkan Tingkatan Jabatan
                            Jenjang Jabatan        Jumlah
                         Direktur                    17
                         Manajer / Setingkat         53
                         Manajer
                         Supervisor / Setingkat      145
                         Supervisor
                         Staff Lainnya               150


6.4. Kesimpulan Analisa Kelayakan Model Manajemen
      Berdasarkan struktur organisasi Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan,
      jumlah personel, dan pengelolaan manajemen Perseroan, maka secara umum hal
      tersebut telah cukup mendukung operasional kerja perusahaan dalam Rencana
      Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan secara pola bisnis layak untuk
      dilaksanakan.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                         #                                  VI - 14#
Page 68
                                       BAB VII
                                  ASPEK RISIKO

Penambahan kegiatan usaha baru yang akan dilakukan oleh Perseroan tidak terlepas dari
beberapa risiko yang timbul dalam proses menjalankan usaha. Risiko yang muncul bisa
dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal maupun internal. Oleh karena itu, perlu adanya
upaya dalam pengelolaan risiko tersebut yaitu dengan analisa sistematis dan berkelanjutan
mengenai peluang munculnya risiko, dampak dari risiko, serta cara menekan dan
meminimalkan risiko usaha yang dihadapi.


Dalam rangka penambahan kegiatan usaha, Perseroan telah melakukan identifikasi dan
klasifikasi risiko-risiko yang dihadapi dalam menjalankan usahanya. Risiko-risiko tersebut
adalah sebagai berikut:


7.1. Risiko Ketergantungan Terhadap Pelanggan
      Risiko ketergantungan terhadap pelanggan adalah kondisi dimana sebagian besar
      atau semua pendapatan Perseroan berasal dari satu atau beberapa pelanggan
      utama. Risiko ini dapat mempengaruhi keberlangsungan bisnis Perseroan dan
      menyebabkan ketidakstabilan keuangan yang signifikan. Risiko yang dapat timbul
      akibat ketergantungan terhadap pelanggan antara lain kehilangan pelanggan,
      persaingan, harga, dan pengembangan produk/layanan. Perseroan telah berusaha
      untuk mengurangi risiko ketergantungan terhadap pelanggan dengan cara
      diversifikasi produk atau layanan, mencari pelanggan baru dan meningkatkan
      kualitas produk atau layanan untuk menarik pelanggan potensial.


7.2. Risiko Reputasi
      Risiko reputasi dalam Perseroan dapat timbul akibat berbagai faktor, seperti
      kegagalan sistem, pelanggaran data, ketidakpatuhan terhadap peraturan, dan
      serangan siber. Risiko ini dapat mengancam keberlangsungan bisnis perusahaan,
      merugikan pelanggan, dan menimbulkan kerugian finansial yang signifikan. Oleh
      karena itu, Perseroan memperkuat sistem keamanan dan privasi data, meningkatkan
      transparansi dan akuntabilitas, serta membangun hubungan yang baik dengan
      pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya. Perseroan sudah siap menghadapi
      risiko reputasi dan merespons dengan cepat dan tepat ketika terjadi kejadian yang
      dapat   mempengaruhi      reputasi   perusahaan.    Hal   ini   dilakukan   dengan
      mengembangkan strategi manajemen risiko yang kuat, mempersiapkan rencana

Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                          #                                       VII - 1#
Page 69
      tanggap darurat, dan melakukan evaluasi secara teratur untuk memperbaiki
      kelemahan yang ada. Dengan cara ini, Perseroan dapat mengurangi risiko reputasi
      dan mempertahankan reputasi dalam jangka panjang.


7.3. Risiko Kegagalan Produk/ Layanan Baru
      Terdapat risiko dimana setiap produk/layanan baru yang dikembangkan oleh
      Perseroan tidak diperkenalkan secara tepat waktu atau hemat biaya dan juga tidak
      mencapai penerimaan pasar secara luas yang diperlukan untuk menghasilkan
      pendapatan yang signifikan. Keberhasilan produk-produk yang baru dikembangkan
      oleh Perseroan bergantung pada beberapa faktor yakni harga yang kompetitif,
      penyelesaian dan pengiriman yang tepat waktu, teknologi yang kompetitif, kualitas
      yang memadai, integrasi dengan teknologi yang ada, dan penerimaan pasar yang
      luas. Apabila Perseroan tidak berhasil mengembangkan atau menyempurnakan
      produk untuk memenuhi harapan pelanggan, hal tersebut dapat berdampak negatif
      terhadap keuangan dan operasi Perseroan.


7.4. Risiko Kegagalan Implementasi
      Berbagai faktor dapat menyebabkan implementasi solusi oleh Perseroan tertunda
      atau tidak berhasil. Keberhasilan bisnis solusi keamanan Perseroan bergantung pada
      implementasi solusi keamanan yang efektif. Namun, beberapa faktor dapat
      menyebabkan implementasi menjadi tidak efisien, tertunda, atau gagal, seperti
      perubahan persyaratan pelanggan, penundaan proyek, atau kesalahan dari
      perencanaan proyek yang diterima. Apabila implementasi memakan waktu lebih lama
      dari yang diharapkan atau gagal memenuhi harapan pelanggan, penagihan
      pembayaran dapat tertunda dan berpotensi mengakibatkan pembatalan. Proyek
      implementasi yang tidak berhasil atau mahal dapat menimbulkan klaim dari
      pelanggan sehingga dapat merusak reputasi Perseroan. Hal ini memberikan peluang
      bagi pesaing untuk menggeser posisi Perseroan di pasar yang dapat berdampak
      negatif terhadap operasi dan kondisi keuangan Perseroan.


7.5. Risiko Perubahan Teknologi
      Perseroan dapat menghadapi risiko teknologi seperti perubahan tren pasar,
      munculnya teknologi baru yang menggantikan produk atau layanan yang sudah ada,
      serta risiko keamanan data dan privasi yang terkait dengan penggunaan teknologi.
      Selain itu, Perseroan juga dapat menghadapi risiko ketergantungan pada teknologi
      tertentu, yang dapat menghambat kemampuan perusahaan untuk beradaptasi


Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                         #                                      VII - 2#
Page 70
      dengan perubahan pasar atau teknologi baru. Perseroan terus memperhatikan
      perkembangan teknologi dan mempersiapkan rencana bisnis yang tepat untuk
      menghadapi risiko perubahan teknologi dan memastikan kemampuan perusahaan
      untuk bersaing di pasar.


7.6. Risiko Ketenagakerjaan
      Dengan peraturan ketenagakerjaan yang terus berubah, Perseroan wajib menjalin
      hubungan yang baik dengan para karyawan dengan mengedepankan aturan yang
      berlaku dan konsistensi, agar dapat diketahui secara dini apabila ada gejolak yang
      berpotensi menimbulkan gangguan operasional Perseroan. Gangguan terhadap
      hubungan industrial dapat mempengaruhi kegiatan operasional, biaya, dan reputasi
      Perseroan yang pada akhirnya akan dapat mempengaruhi kinerja Perseroan.


7.7. Risiko Perubahan Kurs Valuta Asing (Depresiasi Nilai Tukar Rupiah)
      Perseroan melakukan kegiatan usaha dari luar negeri dan berkewajiban untuk
      membayar biaya operasi dengan menggunakan mata uang asing yang menyebabkan
      Perseroan terpapar pada pergerakan nilai kurs mata uang. Pendapatan Perseroan
      sebagian diperoleh dalam mata uang asing seperti USD, SGD dan AUD dan
      sebagian diperoleh dalam Rupiah. Dalam melakukan pengeluaran, Perseroan
      sebagian dilakukan dengan menggunakan mata uang asing tersebut, khususnya
      USD. Perubahan kurs mata uang tersebut dapat berdampak material dan dapat
      berdampak negatif terhadap hasil operasional Perseroan. Paparan yang signifikan
      pada mata uang negara-negara berkembang juga dapat membuat Perseroan rentan
      terhadap ketidakstabilan kurs mata uang.


7.8. Risiko Persaingan
      Banyak dari pesaing besar internasional yang berinvestasi lebih banyak untuk
      program penelitian dan pengembangan, sementara yang lain mungkin diakuisisi oleh
      perusahaan besar yang memiliki sumber daya lebih besar untuk dialokasikan ke
      penelitian dan pengembangan. Apabila Perseroan tidak mempertahankan penelitian
      dan pengembangan yang memadai atau tidak dapat bersaing secara efektif dalam
      hal ini, kompetitor dapat memperoleh keuntungan atas hal tersebut dimana hal ini
      dapat berdampak negatif terhadap operasional dan keuangan Perseroan.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                         #                                      VII - 3#
Page 71
7.9. Analisis SWOT
7.9.1. Strength (Kekuatan)
     1.   Perseroan mengutamakan kepuasan pelanggan melalui layanan yang maksimal
          (service oriented).
     2.   Memberikan harga yang bersaing dengan pesaing-pesaing lainnya, sehingga
          Perseroan secara perlahan memiliki pangsa pasar tersendiri di antara para
          pesaing.
     3.   Kecepatan pemenuhan kebutuhan, Perseroan menjamin distribusi dan aktivasi
          layanan tambahan tepat waktu.
     4.   Perseroan memiliki kemampuan untuk menyediakan solusi teknologi dengan
          harga yang kompetitif dibandingkan dengan penyedia solusi sejenis, sehingga
          secara bertahap mampu membangun pangsa pasar tersendiri.
     5.   Perseroan memiliki kecepatan dalam pemenuhan kebutuhan pelanggan,
          termasuk proses implementasi, distribusi, aktivasi layanan, serta dukungan
          purna jual secara tepat waktu.
     6.   Perseroan memiliki produk dan platform teknologi milik sendiri (own product)
          sehingga memberikan fleksibilitas dalam pengembangan fitur, penyesuaian
          kebutuhan pelanggan, dan pengendalian kualitas layanan.
     7.   Kepemilikan intellectual property (IP) dan kapabilitas pengembangan internal
          memungkinkan Perseroan untuk meningkatkan efisiensi biaya operasional serta
          mengurangi ketergantungan terhadap principal atau vendor pihak ketiga.
     8.   Karena Solusi produk milik sendiri maka dapat dikembangkan secara modular
          dan scalable untuk mendukung kebutuhan pelanggan enterprise, pemerintahan,
          BUMN, maupun industri strategis lainnya.
     9.   Perseroan memiliki kemampuan integrasi layanan konektivitas, keamanan siber,
          monitoring jaringan, dan managed services dalam satu ekosistem solusi yang
          terintegrasi.
     10. Perseroan didukung oleh tenaga ahli dan sumber daya teknis yang memiliki
          kompetensi dalam pengembangan produk digital, infrastruktur teknologi
          informasi, dan layanan keamanan siber


7.9.2. Weakness (Kelemahan)
     1.   Perlu sosialisasi kepada pelanggan mengenai produk yang tergolong baru dalam
          layanan yang ditawarkan.




Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                         #                                       VII - 4#
Page 72
     2.   Perseroan masih memerlukan kegiatan sosialisasi, edukasi pasar, dan
          penguatan branding terhadap produk IntelliBroń karena merupakan produk yang
          relatif baru dalam industri teknologi dan keamanan siber.
     3.   Produk dan layanan berbasis teknologi memerlukan proses pengembangan
          berkelanjutan agar tetap relevan terhadap perkembangan ancaman siber dan
          kebutuhan pasar.
     4.   Perseroan masih membutuhkan peningkatan penetrasi pasar dan perluasan
          jaringan pemasaran untuk mempercepat adopsi produk IntelliBroń di berbagai
          sektor industri.
     5.   Perseroan memerlukan investasi berkelanjutan pada aspek penelitian dan
          pengembangan (research and development), sertifikasi, serta peningkatan
          kapabilitas sumber daya manusia.
     6.   Perseroan menghadapi tantangan dalam membangun brand awareness dan
          positioning produk lokal agar dapat bersaing dengan produk global yang telah
          lebih dahulu dikenal di pasar.


7.9.3. Opportunity (Peluang)
     1.   Dengan prediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang meningkat, dan
          pertumbuhan bisnis industri digital yang terus meningkat, diharapkan permintaan
          terhadap layanan akan meningkat.
     2.   Perkembangan teknologi, untuk memberikan layanan yang sangat mudah dan
          fleksibel.
     3.   Pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, transformasi digital nasional, dan
          peningkatan kebutuhan keamanan siber diperkirakan akan terus meningkatkan
          permintaan terhadap layanan teknologi informasi dan solusi keamanan jaringan.
     4.   Tingginya kebutuhan sektor enterprise, pemerintahan, BUMN, serta industri
          strategis terhadap solusi monitoring jaringan, Network Detection & Response
          (NDR), keamanan siber, dan managed security services menjadi peluang bagi
          Perseroan untuk memperluas pasar.
     5.   Perkembangan teknologi cloud, artificial intelligence (AI), big data analytics, dan
          otomasi keamanan siber membuka peluang pengembangan fitur dan layanan
          IntelliBron yang lebih inovatif dan kompetitif.
     6.   Kebijakan pemerintah terkait peningkatan penggunaan produk dalam negeri
          (PDN/TKDN) dan penguatan ekosistem digital nasional dapat menjadi peluang
          strategis bagi produk milik sendiri (own product) sebagai solusi teknologi lokal.



Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                            #                                        VII - 5#
Page 73
     7.   Meningkatnya kesadaran organisasi terhadap risiko serangan siber dan
          pentingnya kepatuhan terhadap regulasi keamanan informasi mendorong
          kebutuhan terhadap solusi keamanan yang terintegrasi dan berkelanjutan.
     8.   Model bisnis berbasis subscription dan managed services memberikan peluang
          recurring revenue yang lebih stabil dan berkelanjutan bagi Perseroan.


7.9.4. Threat (Ancaman)
     1.   Kompetisi dari perusahaan lainnya dari segi harga. Sebagai salah satu cara
          untuk memitigasi ancaman ini adalah dengan mengoptimalkan proses distribusi
          layanan yang sudah ada.
     2.   Sebagai perusahaan yang berorientasi terhadap profit, Perseroan juga harus
          menjaga likuiditas kas agar tetap dapat memenuhi kebutuhan operasional
          perusahaan. Salah satu cara untuk memitigasi adalah dengan menjaga margin
          keuntungan yang optimal.
     3.   Tingginya tingkat persaingan dari perusahaan teknologi dan keamanan siber
          lainnya, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, khususnya dalam aspek
          harga, inovasi teknologi, dan penguasaan pasar.
     4.   Persaingan dengan produk global yang memiliki brand awareness, jaringan
          distribusi, dan kapasitas investasi yang lebih besar dapat mempengaruhi
          penetrasi pasar Perseroan.
     5.   Perkembangan teknologi dan ancaman siber yang sangat cepat mengharuskan
          Perseroan untuk terus melakukan pembaruan teknologi dan inovasi produk
          secara berkelanjutan.
     6.   Risiko gangguan operasional, serangan siber, maupun kegagalan sistem pada
          infrastruktur teknologi dapat mempengaruhi kualitas layanan dan tingkat
          kepercayaan pelanggan.
     7.   Fluktuasi kondisi ekonomi dan efisiensi anggaran pelanggan, khususnya pada
          sektor korporasi dan pemerintahan, dapat mempengaruhi realisasi pengadaan
          dan investasi teknologi informasi


7.10. Kesimpulan
      Berdasarkan analisis risiko yang telah diuraikan tersebut maka risiko yang akan
      timbul dalam Perseroan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, baik risiko
      internal maupun eksternal agar dapat diprediksikan sejak dini, sehingga manajemen
      dapat dengan cepat menyiapkan langkah antisipasinya.



Studi Kelayakan
PT ITSEC Asia Tbk#                            #                                     VII - 6#
Page 74
                                        BAB VIII
                               ASPEK KEUANGAN

Analisis keuangan dalam Studi Kelayakan menggunakan metode diskonto arus kas
(discounted cash flow) dengan mengacu pada kriteria net present value (NPV), dimana
Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang Perseroan dapat dikatakan layak atau
menguntungkan jika NPV lebih besar dari nol, analisa internal rate of return (IRR)
perubahan menunjukkan jumlah yang lebih besar dari pada diskonto yang digunakan, serta
profitability index (PI) adalah teknik penganggaran modal untuk mengevaluasi proyek-
proyek investasi untuk kelangsungan hidup atau profitabilitas, menunjukkan perhitungan
lebih besar dari pada satu.


Proyeksi keuangan yang digunakan dalam Studi Kelayakan didasarkan pada proyeksi
keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penyesuaian
terhadap proyeksi tersebut berdasarkan kondisi pasar, pengalaman, dan ketentuan-
ketentuan yang berlaku secara umum, agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan
kinerja Perseroan dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang
signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.


8.1.     Arus Kas Bersih yang Digunakan
         Untuk melakukan analisis keuangan dalam Studi Kelayakan dengan menggunakan
         metode diskonto arus kas, terdapat 3 (tiga) pilihan pendapatan ekonomi untuk
         didiskonto yaitu dividen, arus kas bersih (AKB) untuk ekuitas (free cash flow to
         equity), dan AKB untuk kapital (free cash flow to invested capital) atau AKB untuk
         perusahaan (free cash flow to firm).


         Dalam Studi Kelayakan, pendapatan ekonomi yang akan didiskonto dalam analisis
         kelayakan adalah AKB untuk kapital.


         Pengertian AKB berarti bahwa arus kas yang diperoleh sudah bebas dari kewajiban
         penyediaan pengeluaran barang modal (capital expenditure), baik untuk
         mempertahankan operasi perusahaan saat ini maupun penyediaan cadangan untuk
         penggantian (reserve for replacement), modal kerja, dan untuk pertumbuhan
         melalui penyediaan dana tambahan pengeluaran barang modal, yang dihitung
         sebagai berikut:

Studi Kelayakan
#                                               #                                    VIII - 1#
Page 75
         Laba (rugi) setelah pajak
         + Bunga setelah pajak
         + Penyusutan
         – Capex
         – Kenaikan (atau + penurunan) modal kerja bersih
         = Arus kas bersih untuk kapital


8.2.     Penentuan Tingkat Diskonto
         Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang digunakan
         adalah biaya modal ekuitas (cost of equity) digunakan capital asset pricing model
         (CAPM) dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:




          dimana:
         ke       = Balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu, atau biaya modal
                  ekuitas/saham biasa
         Rf       = Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk free
                  rate)
         β        = Beta
         RPm = Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk premium)
         RBDS = Rating-based default spread


         Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
         memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat
         dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang. Terkait
         dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2025, maka
         instrumen bebas risiko yang dipakai adalah Indonesia Government Securities Yield
         Curve dalam mata uang rupiah dengan tenor 30 tahun dengan yield sebesar 6,70%
         yang diperoleh dari PHEI, dan angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat
         balikan bebas risiko.


         RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
         balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
         memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
         seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
         premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
Studi Kelayakan
#                                               #                                        VIII - 2#
Page 76
         yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
         pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
         tingkat premi risiko sebesar 6,69%, yang diolah dari hasil penelitian Aswath
         Damodaran tanggal 05 Januari 2026


         Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
         dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.


         Untuk penilaian ini, kami menggunakan unlevered beta perusahaan yang bergerak
         di bidang Computer Services sebesar 1,02 yang diperoleh dan diolah dari hasil
         penelitian Aswath Damodaran yang diterbitkan tanggal 05 Januari 2026.


         Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai
         beta untuk menghitung cost of equity Perseroan, dimana beta tersebut dihitung dari
         rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage
         yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang sama
         dengan leverage yang berbeda akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh
         karena itu pengaruh leverage yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan
         cara menghitung unlevered beta.


         Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan
         ini kemudian di-relevered dengan tingkat leverage pasar pada industri sejenis untuk
         memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto Perseroan tersebut dengan
         formula sebagai berikut:
                                    𝛽L = 𝛽U × (1 + (1 — 𝑇) × 𝐷𝐸𝑅)
         dimana:
         T        : Tingkat pajak
         DER      : Debt to equity ratio
         𝛽L       :Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
                  secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
                  pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
                  portofolio pasar dengan pengaruh utang.
         𝛽U       : Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
                  secara obyektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
                  pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
                  portofolio pasar tanpa pengaruh utang.


Studi Kelayakan
#                                                 #                                      VIII - 3#
Page 77
         Sama halnya dengan data unlevered beta, data DER juga diperoleh dari rata-rata
         perusahaan pembanding dari perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha
         Computer Services yang diperoleh yang diolah dari hasil penelitian Aswath
         Damodaran yang diterbitkan tanggal 05 Januari 2026. Dari data tersebut nilai DER
         adalah 10,19%. Dengan memasukkan persamaan di atas, diperoleh nilai βL
         sebesar 1,10.


         Dalam penilaian ini juga digunakan RBDS untuk melakukan penyesuaian terhadap
         biaya modal ekuitas mengingat dalam perhitungan biaya modal ekuitas ini
         digunakan RPm yang berasal dari hasil riset Aswath Damodaran, dimana RBDS
         sebesar 1,62% digunakan untuk mengurangi besaran biaya modal ekuitas.


         Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
         diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan adalah:


                                            Tabel 8.1
                                Biaya Modal/Ekuitas Perseroan
                          Keterangan                            Persentase
           -   Tingkat Bunga Bebas Risiko                         6,70%
           -   Premi Risiko Market                                6,69%
           -   Beta                                                1,10
           -   RDBS                                               1,62%
                  Biaya Modal untuk Ekuitas                      12,47%


         Biaya Modal Tertimbang
         Menghitung analisa studi kelayakan Perseroan dilakukan dengan mendiskonto
         tingkat kembalian terhadap keseluruhan modal, maka tingkat diskonto yang
         digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya
         modal, baik yang berasal dari pinjaman jangka panjang maupun yang berasal dari
         penyertaan.


         Penentuan posisi tingkat leverage yang optimal adalah mencari titik dimana
         tambahan penghematan pajak yang berasal dari tambahan hutang akan sama
         dengan tambahan biaya bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang
         diantisipasi dari keberadaan keseluruhan hutang.



Studi Kelayakan
#                                              #                                   VIII - 4#
Page 78
         Dalam analisa studi kelayakan ini, untuk biaya bunga untuk hutang digunakan
         tingkat bunga pinjaman rata-rata dalam mata uang Rupiah dari bank pemerintah
         periode Desember 2025, yaitu 8,44%. Berdasarkan biaya bunga tersebut maka
         diperoleh biaya modal pada Desember 2025 sampai akhir proyeksi sebesar 6,58%,
         dengan tarif pajak (T) 22%, dengan perhitungan sebagai berikut:


           Kd            = i x (1-T)

           Kd            = 8,44% x (1-22%)
                         = 6,58%


         Untuk kepentingan analisa studi kelayakan, komposisi pendanaan dihitung
         berdasarkan kinerja perbandingan interest bearing debt dengan ekuitasnya, dimana
         komposisi struktur permodalan Perseroan diasumsikan mengikuti struktur
         permodalan pasar dari data yang diolah dari hasil penelitian Aswath Damodaran.
         Dengan demikian struktur hutang sebesar 9,25%, sedangkan sisanya yaitu sebesar
         90,75% akan dipenuhi dengan modal sendiri. Dengan mempertimbangkan faktor-
         faktor di atas dan kekuatan/kelebihan serta risiko yang dihadapi, kami berpendapat
         bahwa tingkat diskonto sebesar 11,93% untuk Perseroan adalah wajar untuk
         mendiskonto arus kas bersih dengan perhitungan sebagai berikut:


                                            Tabel 8.2
                                       Perhitungan WACC




Studi Kelayakan
#                                            #                                       VIII - 5#
Page 79
8.3.     Proyeksi Keuangan
         Perhitungan analisis keuangan dalam Studi Kelayakan dilakukan dengan metode
         diskonto arus kas yang didasarkan pada proyeksi keuangan yang disusun oleh
         manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi
         tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan dengan
         lebih wajar. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami
         lakukan terhadap target kinerja Perseroan.


         Mengingat bahwa terdapat dua skenario proyeksi keuangan, yaitu proyeksi
         keuangan tanpa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang dan proyeksi
         keuangan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang, maka
         analisis kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang harus
         didasarkan pada analisis inkremental dari dua skenario proyeksi keuangan tersebut.


         Untuk menentukan kelayakan, digunakan analisis NPV, IRR dan PI inkremental
         yang dihitung dengan mengurangkan NPV dari AKB untuk ekuitas tanpa Rencana
         Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang terhadap NPV dari AKB untuk ekuitas
         dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang.


8.3.1. Proyeksi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan
         Proyeksi keuangan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha disusun
         dengan memperhatikan bahwa Rencana Penambahan Kegiatan Usaha telah
         dilaksanakan dan Perseroan memperoleh dana dari hasil tersebut.
         Dengan dilaksanakannya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan
         mendapatkan tambahan pendapatan yang berasal dari penjualan paket data.


         Asumsi-asumsi yang mendasari penyusunan proyeksi keuangan adalah sebagai
         berikut:
          ●   Pendapatan diproyeksikan berdasarkan pendapatan dari penjualan produk
              dengan mempertimbangkan asumsi dan rencana bisnis yang disusun oleh
              manajemen.
          ●   Harga Pokok Penjualan (HPP) diproyeksikan berdasarkan beban pokok produk
              dengan mengacu pada asumsi dan estimasi yang disusun oleh manajemen.
          ●   Beban operasional diproyeksikan berdasarkan beban pemasaran dengan
              mempertimbangkan rencana dan strategi yang disusun oleh manajemen.



Studi Kelayakan
#                                             #                                       VIII - 6#
Page 80
          ●    Asumsi pajak penghasilan badan adalah tarif pajak yang berlaku di Indonesia,
               yaitu 22%.


       Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi keuangan dengan
       Rencana Penambahan Kegiatan Usaha:


       1. Proyeksi Pendapatan dan Beban Pokok Pendapatan
           Perseroan berencana akan melakukan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
           dengan menambah usaha sehingga ada pendapatan tambahan dari kegiatan
           usaha tambahan tersebut, sebagai berikut:


                                           Tabel 8.3
                              Rincian Penambahan Unit Usaha
              No.                     Nama KBLI                       Kode KBLI

              1     Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa Komputer     62090
                    lainnya

              2     Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya              62019

              3     Perdagangan Besar Komputer dan                      46511
                    Perlengkapan Komputer

              4     Perdagangan Besar Piranti Lunak                     46512

              5     Aktivitas Pemrograman Berbasis Kecerdasan           62015
                    Artifisial

              6     Penerbitan Piranti Lunak (Software)                 58200

              7     Aktivitas Pengolahan Data                           63111


           Gambar berikut menunjukkan proyeksi pendapatan dan beban pokok pendapatan
           Perseroan dengan Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan mulai Tahun 2026
           sampai dengan tahun 2031.




Studi Kelayakan
#                                               #                                    VIII - 7#
Page 81
                                                 Gambar 8.1
              Proyeksi Pendapatan dan Beban Pokok Pendapatan Tahun 2026 - 2031
             Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang Perseroan (dalam juta)




           Sumber: Manajemen Perseroan, data diolah


       2. Proyeksi Beban Usaha
           Beban usaha terdiri dari beban gaji dan tunjangan, beban perijinan, beban umum
           dan administrasi, serta beban penyusutan Gambar berikut menunjukkan proyeksi
           beban usaha mulai Tahun 2026 sampai dengan tahun 2031.

                                            Gambar 8.2
                            Proyeksi Beban Usaha Tahun 2022–2031
                       Dengan Penambahan Kegiatan Usaha (dalam juta)




           Sumber: Manajemen Perseroan, data diolah


       3. Proyeksi Laba Sebelum Pajak dan Laba Bersih
           Gambar berikut menunjukkan proyeksi laba sebelum pajak dan laba bersih
           Perseroan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha mulai Nov-Des tahun
           2022 sampai dengan tahun 2031.

Studi Kelayakan
#                                            #                                     VIII - 8#
Page 82
                                            Gambar 8.3
             Proyeksi Laba Sebelum Pajak dan Laba Bersih Tahun Tahun 2026–2031
             Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang (Dalam juta)




           Sumber: Manajemen Perseroan, data diolah


       4. Biaya Penambahan Usaha dan Sumber Pembiayaan
           Dalam merealisasikan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan berupa
           Penjualan Produk dengan biaya diperoleh dari kas Perseroan. Dengan demikian
           Rencana Penambahan Kegiatan Usaha tidak memerlukan sumber pembiayaan
           dari pihak bank atau dari pemegang saham Perseroan.


8.3.2. Nilai Terminal (Terminal Value)
         Sebagai dasar dalam menentukan nilai kekal (terminal value) atau nilai pada
         periode kekal (perpetuity period), kami menggunakan growth sebesar rata-rata
         inflasi selama 5 tahun yaitu sebesar 2,90%. Terminal value yang digunakan sebesar
         Rp. 5.707.771.492.204,-


8.3.3. Analisis Titik Impas
         Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak
         memperoleh laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha
         dikatakan impas jika jumlah pendapatan (revenue) sama dengan jumlah biaya, atau
         apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja.
         BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:


         BEP = Total Biaya Tetap / (1- [Total Biaya Variabel])
                                              Penjualan



Studi Kelayakan
#                                             #                                     VIII - 9#
Page 83
         Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah diperoleh BEP dalam Rupiah untuk
         masing-masing periode selama masa proyeksi. Nilai BEP dalam rupiah
         mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan
         BEP untuk Rupiah pada proyeksi Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
         adalah sebagai berikut.
                                                    Tabel 8.4
                  Analisis Titik Impas Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha




8.3.4. Analisis Profitabilitas
         Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan
         dalam usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait
         penjualan. Jenis-jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa
         besar laba atau keuntungan yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai
         gambaran bagaimana Perseroan dalam usahanya mendapatkan laba terdapat
         pada tabel dibawah ini.
                                                    Tabel 8.5
                  Analisis Profitabilitas Dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
                                       202
             Analisis Profitabilitas         2027       2028    2029   2030   2031    Average
                                        6

          Gross Profit Margin          52%   64%        75%     81%    86%    89%      74%

          Operating Profit Margin      33%   60%        74%     81%    86%    89%      70%

          Net Profit Margin            26%   46%        57%     63%    67%    70%      55%
          Return On Investment,              876        2627    5197   8168   11539   5681%
                                        -
          ROI                                 %          %       %      %       %
          Return On Equity, ROE        1%    8%         27%     46%    56%    57%      33%



         Dalam tabel 8.5 diatas, dapat terlihat bahwa profitabilitas Perseroan yang
         digambarkan dalam persentase laba operasi (Operating Profit Margin) terhadap
         pendapatan dan persentase laba bersih (Net Profit Margin) terhadap pendapatan
         mengalami peningkatan selama masa proyeksi tahun 2026 sampai dengan 2031,

Studi Kelayakan
#                                                   #                                    VIII - 10#
Page 84
         yang dapat diartikan bahwa Perseroan memiliki kemampuan dalam menghasilkan
         laba bagi perusahaan semakin baik.


8.3.5. Analisis Tingkat Imbal Balik Investasi (Return On Investment)
         Return on Investment (ROI) merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur
         tingkat pengembalian yang diperoleh atas investasi yang telah dilakukan oleh
         Perseroan. Rasio ini menunjukkan kemampuan investasi dalam menghasilkan
         keuntungan dibandingkan dengan nilai investasi yang ditanamkan. Melalui ROI,
         Perseroan dapat mengetahui tingkat efektivitas dan efisiensi investasi yang
         dilakukan serta memberikan gambaran mengenai tingkat profitabilitas dari investasi
         tersebut. Berdasarkan Tabel 8.5, terlihat bahwa tingkat pengembalian investasi
         Perseroan selama periode proyeksi tahun 2026 sampai dengan 2031 berada pada
         kondisi positif dengan rata-rata sebesar 5.681%. Hal tersebut menunjukkan bahwa
         investasi Perseroan mampu menghasilkan tingkat pengembalian yang baik selama
         masa proyeksi.


8.4.     Kriteria Kelayakan
         Kriteria kelayakan keuangan pada umumnya dilakukan dengan mengacu pada
         parameter investasi seperti NPV, internal rate of return (IRR), profitability index (PI),
         dan payback period.


         Analisis kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan harus didasarkan
         pada analisis inkremental dari dua skenario proyeksi keuangan, yaitu proyeksi
         keuangan tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan dan proyeksi keuangan
         dengan Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan. Pada awal proyeksi terdapat
         pengeluaran dana Biaya Pengurusan Penambahan KBLI baru dan Biaya
         Profesional dalam rangka analisis Penambahan KBLI baru.


         Analisis NPV bertujuan untuk melihat layak-tidaknya Penambahan Kegiatan Usaha
         Penunjang Perseroan di masa depan jika ditinjau pada saat sekarang dari segi
         keuangan. Suatu proyek yang memiliki NPV positif berarti menguntungkan dan
         layak untuk dilaksanakan, begitu pula sebaliknya.


         Analisa internal rate of return (IRR) bertujuan untuk melihat tingkat pengembalian
         dari Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang Perseroan di masa depan jika ditinjau
         pada saat sekarang dari segi keuangan. Suatu proyek yang memiliki IRR lebih

Studi Kelayakan
#                                               #                                         VIII - 11#
Page 85
         besar dari pada tingkat diskonto yang digunakan berarti menguntungkan dan layak
         untuk dilaksanakan, begitu pula sebaliknya.


         Analisa Profitability Index (PI) adalah teknik penganggaran modal untuk
         mengevaluasi Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang Perseroan dalam
         kelangsungan usahanya atau profitabilitasnya dari di masa depan jika ditinjau pada
         saat sekarang dari segi keuangan. Suatu proyek yang memiliki PI lebih besar dari
         satu berarti menguntungkan dan layak untuk dilaksanakan, begitu pula sebaliknya.


         Untuk     menentukan      kelayakan,       digunakan   analisis   NPV,   dan      PI
         inkremental/perubahan yang dihitung dari hasil selisih AKB untuk kapital (FCFF)
         Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan dengan AKB untuk kapital (FCFF)
         Dengan Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan. Tabel perhitungan AKB adalah
         sebagai berikut.
                                                Tabel 8.6
                               Tabel Perhitungan AKB (dalam rupiah)




         Dari hasil perhitungan, diperoleh hasil AKB sebesar Rp.6.777.377.952.760,-.
         Kemudian analisis perhitungan NPV, dan PI inkremental/perubahan dengan
         diskonto 11,93%, diperoleh sebesar:
          ●   NPV sebesar Rp 6.777.377.952.760,-.
          ●   ProfitabiIity Index sebesar 419,42.




Studi Kelayakan
#                                               #                                   VIII - 12#
Page 86
8.5.     Analisis Sensitivitas
         Untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor ekonomi, maka
         berikut ini disajikan analisa sensitivitas terhadap rencana yang akan dilakukan oleh
         Perseroan:
                                          Tabel 8.7
                                    Analisis Sensitivitas
                                               Sensitivity Analysis
                Keterangan               -1%                          0%                   +1%
           Discount Rate
           NPV                      7.488.142.265.567         6.777.377.952.760      6.208.334.678.488
           Payback Periode         0 Tahun dan 0 Bulan      0 Tahun dan 0 Bulan    0 Tahun dan 0 Bulan
           BEP (Average)
                                        2.379.448.318             2.379.448.318            2.379.448.318
           PI                                      35%                     35%                     35%



           Growth Inflasi
           NPV                      6.158.393.687.410         6.777.377.952.760      7.550.521.131.656
           BEP (Average)
                                        2.379.448.318             2.379.448.318            2.379.448.318
           PI                                      35%                     35%                     35%




         Dapat dilihat pada tabel diatas, terdapat analisis sensitivitas terhadap dua aspek,
         yaitu Discount Rate dan Growth Inflasi


8.6.     Kesimpulan Hasil Analisis
         Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah diterima dan
         dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi dalam
         analisis kelayakan, maka kami berpendapat bahwa Penambahan Kegiatan Usaha
         Penunjang adalah layak secara finansial. Dengan demikian, dapat disimpulkan
         bahwa Penambahan Kegiatan Usaha Penunjang layak untuk dilaksanakan.




Studi Kelayakan
#                                              #                                      VIII - 13#

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.45 MB
Published22 May 2026
Pages86
Characters167,799
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 59 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org ITSEC ASIA TBK p.1 ×217
linked org INV Management p.12
linked person Patrick Rudolf Dannacher p.12 ×3
linked person Bambang Susilo p.12 ×3
linked person Andri Hutama Putra p.12 ×3
linked person Bima Kurniawan p.12
linked person Eko Prasudi Widianto p.12 ×3
linked person Doni Mora p.12 ×5
linked person Richardus Eko Indrajit p.12 ×4
linked person Agustinus Nicholas L. Tobing p.12 ×5
linked person Gunawan Basri p.13
linked person Viko Setiyawan p.13
linked org Negara Maju p.20
linked org PT Metrodata Electronics p.36
linked org PT Bank Permata p.56
linked org PT Archi Indonesia p.57
possible org MB Investment Management p.12
possible — UBS Switzerland p.12
possible person Arini Imamawati p.13 ×2
possible org PT Telkom Indonesia (Persero) p.35 ×2
possible org Indosat Tbk p.36 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.59 ×4
unresolved person Dr. Ide Anak Agung Gde Agung p.1 ×7
unresolved org KJPP Febriman Siregar dan Rekan p.2 ×2
unresolved org KJPP Febriman Siregar p.2 ×3
unresolved org Rekan Ir. Yohn PS Napitupulu p.2
unresolved person Ir. Yohn PS Napitupulu, M.Sc. MAPPI (Cert.) p.4 ×6
unresolved person Didiek Agus Priatmiko, S.Komp. p.4
unresolved person Yaumil Husna Khair p.4
unresolved org KJPP FSR p.6 ×7
unresolved — MAPPI p.6
unresolved org Bisnis KJPP Febriman Siregar dan Rekan p.6
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.9
unresolved person Refizal p.11 ×3
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.11 ×3
unresolved person Dr. Sugih Haryati p.11 ×2
unresolved org Morhan dan Rekan p.11
unresolved org Morhan p.11
unresolved org Bank Indonesia p.16 ×7
unresolved org NTT Ltd p.36 ×3
unresolved org International Business Machines Corporation p.37
unresolved org Deloitte Touche Tohmatsu Limited p.38
unresolved org PT Mahapatih Sibernusa Teknologi p.55
unresolved — Sertifikasi p.55 ×4
unresolved org PT Harmoni Dinamik Indonesia p.56
unresolved org PT Fintek Visi Nusa Sertifikasi p.56
unresolved org PT Juke Solutions p.56
unresolved org PT Tech Mahindra Indonesia p.56
unresolved org PT Dimension Data Indonesia p.56
unresolved org PT BT Communication Indonesia Sertifikasi p.56
unresolved org PT Indonesia Comnets Plus p.57
unresolved org PT Sinbad Karya Perdagangan p.57
unresolved org PT Docotel Teknologi p.57
unresolved org PT Teladan Prima Group Sertifikasi p.57
unresolved — - Sr. Engineering Manager – Bukalapak p.57 ×3
unresolved — - Software Engineer – Bukalapak p.57 ×2
unresolved org PT AstraGraphia IT Sertifikasi p.57
unresolved org PT Prima Wahana Solusindo p.57
unresolved org PT Huawei Services Sertifikasi p.57

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result