Back to announcement
20240628_MEDS_Rencana Transaksi Perubahan Kegiatan Usaha_31676709_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review MEDSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 28
Page 1
KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM
TERKAIT DENGAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK (“PERSEROAN”)
INFORMASI SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI PENTING DAN PERLU
DIPERHATIKAN OLEH PEMEGANG SAHAM PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK SEHUBUNGAN DENGAN
RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA.
KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM INI DISAMPAIKAN OLEH PERSEROAN DALAM
RANGKA MEMENUHI KETENTUAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 17/POJK/2020 TENTANG TRANSAKSI MATERIAL DAN PERUBAHAN KEGIATAN (“POJK 17/2020”).
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
Berkedudukan di Kota Cimahi, Indonesia
Kegiatan Usaha
Industri Peralatan Kesehatan dan Turunannya
Kantor Pusat dan Pabrik 2
Kompleks Blue Sky Industrial (BSI) Kav. 09
Jl. Nanjung No.02 RT 03 RW 05
Kel. Leuwigajah, Kec. Cimahi Selatan
Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat
Telp: +62 22 6679409
Fax: +62 22 6613425
Pabrik 1
Jl. Mahar Martanegara No.106
Kel. Cigugur Tengah, Kec. Cimahi Tengah
Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat
Telp: +62 22 6008749
Email: info@hetzermedicalindonesia.co.id
Website: www.evoplusmed.com
DIREKSI PERSEROAN SECARA BERSAMA-SAMA BERTANGGUNG JAWAB PENUH ATAS KEBENARAN
INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM INI DAN MENEGASKAN BAHWA SEPANJANG SEPENGETAHUAN
MEREKA TIDAK TERDAPAT FAKTA PENTING DAN MATERIAL LAINNYA YANG BERHUBUNGAN DENGAN
RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA YANG TIDAK DIUNGKAPKAN DALAM KETERBUKAAN
INFORMASI INI, YANG DAPAT MENYEBABKAN KETERBUKAAN INFORMASI INI MENJADI TIDAK BENAR
DAN/ATAU MENYESATKAN
Keterbukaan Informasi ini diterbitkan di Kota Cimahi tanggal 03 Juli 2024
1
Page 2
PENDAHULUAN
Keterbukaan informasi kepada para pemegang saham Perseroan ini (“Keterbukaan Informasi”)
memuat informasi mengenai penambahan kegiatan usaha Perseroan sebagaimana dimaksud dalam
POJK No. 17/2020 yang diwajibkan untuk memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham
(“RUPS”) berupa penambahan bidang usaha baru yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal
09 Agustus 2024.
Sehubungan dengan hal-hal yang disebutkan di atas, sesuai dengan ketentuan peraturan
perundangan yang berlaku khususnya POJK 17/2020, Direksi Perseroan dengan ini mengumumkan
Keterbukaan Informasi berdasarkan Pasal 22 ayat (1) huruf (c) melalui situs web Perseroan dan situs
web Bursa Efek Indonesia dengan maksud untuk memberikan informasi maupun gambaran yang lebih
lengkap kepada para pemegang saham Perseroan mengenai rencana penambahan kegiatan usaha.
Perseroan juga menyediakan data mengenai penambahan kegiatan usaha kepada pemegang saham
sejak saat pengumuman RUPS serta dokumen pendukung kepada Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”)
dengan ketentuan sebagaimana diatur dalam POJK No. 17/2020.
Keterbukaan Informasi ini juga menjadi dasar pertimbangan bagi para pemegang saham Perseroan
untuk memberikan persetujuan atas rencana penambahan kegiatan usaha dalam hal ini berupa
Penambahan KBLI yang akan diusulkan oleh Perseroan pada RUPS.
Penambahan kegiatan usaha ini tidak mengandung Benturan Kepentingan dan bukan merupakan
Transaksi Afiliasi sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor
42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan (“POJK 42/2020”).
INFORMASI MENGENAI PERSEROAN
1. Riwayat Singkat Perseroan
Perseroan adalah sebuah perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (public company),
didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Kegiatan usaha utama Perseroan
bergerak di industri dan perdagangan peralatan kesehatan dan turunannya. Adapun merek dagang
dari Perseroan yaitu Evo Plusmed, dimana produk-produk yang dihasilkan telah melalui proses
pabrikasi yang canggih, bahan baku ramah lingkungan, serta menjaga tingkat higienitas.
Perseroan didirikan berdasarkan hukum dan peraturan perundang-undangan Republik Indonesia
berdasarkan Akta Notaris Cahya Suryana, S.H., No. 12 tanggal 31 Desember 2010. Akta Pendirian
ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-06450.AH.01.01.Tahun 2011 tanggal 08 Februari 2011 serta didaftarkan dalam
Daftar Perseroan No. AHU-0010567.AH.01.09.Tahun 2011 tanggal 08 Februari 2011, serta
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 59, tanggal 24 Juli 2012.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta
Notaris No. 31 tanggal 28 Maret 2024, dibuat oleh Dr. Erny Kencanawati, S.H., M.Kn., tentang
perubahan susunan pengurus Perusahaan. Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah
diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0139542 tanggal 04 April 2024.
2. Kegiatan Usaha Perseroan
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, maksud dan tujuan dari Perseroan adalah
menjalankan usaha dibidang Industri dan Perdagangan. Untuk mencapai maksud dan tujuan
tersebut, kegiatan usaha Perseroan berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan adalah sebagai
berikut:
2
Page 3
Klasifikasi Baku Lapangan
Kegiatan Usaha
Usaha Indonesia (“KBLI”)
22299 Industri Barang Plastik Lainnya Ytdl
32509 Industri Peralatan Kedokteran dan Kedokteran Gigi serta
Perlengkapan lainnya
46691 Perdagangan Besar Alat Laboratorium, Alat Farmasi dan Alat
Kedokteran untuk Manusia
13993 Industri Non Woven (Bukan Tenunan)
22194 Industri Barang dari Karet untuk Kesehatan
Pada saat Keterbukaan Informasi ini ditampilkan kepada publik, kegiatan usaha yang saat ini telah
dijalankan adalah industri dan perdagangan seperti Masker, Stetoskop, Sphygmomanometer,
Bouffant Cap, dan Antiseptic.
Selanjutnya Perseroan akan melakukan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan yang
dimintakan persetujuannya dalam RUPS berupa penambahan kegiatan baru. Penambahan
kegiatan usaha baru tersebut adalah sebagai berikut:
Klasifikasi Baku Lapangan
Kegiatan Usaha
Usaha Indonesia (“KBLI”)
30921 Industri Sepeda dan Kursi Roda termasuk Becak
32501 Industri Furnitur untuk Operasi, Perawatan Kedokteran dan
Kedokteran Gigi
32502 Industri Peralatan Kedokteran dan Kedoteran Gigi, Perlengkapan
Orthopedic dan Prosthetic
26602 Industri Peralatan Elektromedikal dan Elektroterapi
Sehingga dengan penambahan KBLI tersebut, kedepannya Perseroan dapat melakukan kegiatan
usaha berupa industri dan perdagangan Kursi Roda, Tiang Infus, Bak Instrumen, dan Tensimeter
Digital.
3. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan
Berdasarkan Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perseroan No. 31 tanggal
28 Maret 2024, dibuat oleh Dr. Erny Kencanawati, S.H., M.Kn., Notaris di Kota Bandung, yang telah
diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan
Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0139542 tanggal 04 April 2024, dan
didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0071245.AH.01.11 Tahun 2024 tanggal 04 April 2024,
susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Jemmy Kurniawan
Komisaris : Alvi Hadi Sugondo
Komisaris Independen : Tato Suprapto Basir
Direksi
Direktur Utama : dr. Yenny Marlina
Direktur : Herry
Direktur : Fancy Marsiana
3
Page 4
4. Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan
Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Perseroan per tanggal Keterbukaan Informasi
ini diterbitkan adalah sebagai berikut:
Nilai Nominal Rp per Saham (Rp. 20,-)
Keterangan Jumlah Saham Jumlah Nominal Persentase
(Lembar) (Rp) (%)
1. Jemmy Kurniawan 1.062.500.000 21.250.000.000 68
2. Fancy Marsiana 62.500.000 1.250.000.000 4
3. Masyarakat dibawah 5% 437.500.000 8.750.000.000 28
Jumlah 1.562.500.000 31.250.000.000 100
5. Struktur Pemegang Saham Perseroan
Fancy Marsiana Jemmy Kurniawan Masyarakat
4% 68% 28%
Pemegang saham pengendali adalah Bapak Jemmy Kurniawan, dengan kepemilikan saham sebesar
68% atau 1.062.500.000 lembar saham.
RINGKASAN TENTANG STUDI KELAYAKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
A. IDENTITAS PENILAI
Sebagaimana diatur dalam POJK No. 17/POJK.04/2020, mengenai rencana penambahan kegiatan
usaha, maka Perseroan telah menunjuk Penilai Independen yang terdaftar di OJK untuk
memberikan pendapat atas kelayakan rencana penambahan kegiatan usaha dengan detail sebagai
berikut:
Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”)
Identitas Penilai Independen secara lengkap sebagai berikut:
Nama : KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan
No. Ijin Usaha : 2.15.0131
No. Keputusan Menteri Keuangan : 722/KM.1/2015
Alamat Kantor : 18 Office Park Lantai 3 Unit A-3E
Jl. TB Simatupang, Jakarta 12520
Telepon/Faksimili : +62 21 22708555, 22708666 / +62 21 22708288
Email : admin.pusat@kjpp-spr.co.id; sugiantonodanrekan@yahoo.co.id
Website : www.kjpp-spr.co.id
B. RINGKASAN LAPORAN STUDI KELAYAKAN
Berikut adalah ringkasan dari Laporan Penilai Independen sebagaimana dinyatakan dalam Laporan
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha sebagaimana tertuang dalam Laporan No.
00687/2.0131-00/BS-FS/04/0375/1/VI/2024 tertanggal 27 Juni 2024.
4
Page 5
1. Objek Studi Kelayakan
Objek studi kelayakan dari penugasan ini adalah penambahan kegiatan usaha Perseroan, yaitu
sebagai berikut:
a. Industri Sepeda dan Kursi Roda termasuk Becak (KBLI 30921)
b. Industri Furnitur untuk Operasi, Perawatan Kedokteran dan Kedokteran Gigi (KBLI 32501)
c. Industri Peralatan Kedokteran dan Kedokteran Gigi, Perlengkapan Orthopedic dan Prosthetic
(KBLI 32502)
d. Industri Peralatan Elektromedikal dan Elektroterapi (KBLI 26602)
2. Maksud dan Tujuan Penyusunan Studi Kelayakan
Maksud dan tujuan penyusunan studi kelayakan ini adalah untuk memberikan pendapat
kelayakan atas penambahan/diversifikasi kegiatan usaha yang digunakan untuk kepentingan
pasar modal dan tidak digunakan di luar konteks atau tujuan penugasan tersebut. Studi
kelayakan ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan ("POJK”)
No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal,
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan ("SEOJK") Nomor
17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia ("SPI") Edisi
VII-2018 dan Revisi SPI 330 Tahun 2020.
3. Tanggal Penilaian Studi Kelayakan
Tanggal Penilaian studi kelayakan adalah per 31 Maret 2024 dimana batas tersebut diambil atas
dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
4. Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi dan kondirsi pembatas yang digunakan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:
a. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
b. Penilai telah melakukan penelaahan atas dokumen yang digunakan dalam proses penilaian.
c. Kami berasumsi bahwasannya data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang
dapat dipercaya keakuratannya.
d. Studi kelayakan didasarkan atas proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan
kemampuan pencapaian (fiduciary duty).
e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan
yang telah disesuaikan.
f. Laporan studi kelayakan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
g. Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan Nilai.
h. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek penilaian dari pemberi tugas.
5. Analisis Kelayakan
Ringkasan penjelasan atas masing-masing analisa kelayakan adalah sebagai berikut:
a. Aspek Pasar
Penambahan kegiatan usaha ini membuat Perseroan bisa memberikan nilai tambah dalam
produk yang dijual, sehingga potensi nilai pasar dari produk menjadi lebih tinggi dan pada
akhirnya akan memberikan keuntungan lebih bagi Perseroan. Selain itu, akan meluaskan
jangkauan konsumen dari Perseroan karena produk yang ditawarkan menjadi lebih
beragam. Perseroan juga menyasar eksisting customer yang nantinya diharapkan dapat
menambah jumlah customer Perseroan.
Perseroan harus terus melakukan penelaahaan, perumusan yang tepat, serta melaksanakan
peningkatan dan pengembangan terkait keberlanjutan secara konsisten. Adapun strategi
yang Perseroan lakukan untuk mengelola tantangan adalah melakukan pengkajian terkait
5
Page 6
keberlanjutan secara intensif, aktif dalam berbagai diskusi ataupun forum terkait
keberlanjutan yang diselenggarakan oleh pemerintah dan pihak ketiga, menelaah dan
mematuhi peraturan terkait keberlanjutan dengan baik, serta melakukan adaptasi dan
pengkajian terkait penerapan keberlanjutan pada industri sejenis.
Perseroan menghadapi tantangan dari sisi eksternal, seperti jika terdapat gejolak
perekonomian global, harga komoditas yang rendah, tekanan terhadap nilai tukar Rupiah
yang berdampak pada sektor usaha, ditambah dengan adanya perubahan peraturan
ataupun kebijakan yang berkaitan dengan aktivitas bisnis Perseroan. Hal tersebut akan
berdampak pada penerapan keberlanjutan. Untuk mengelola tantangan ini, Manajemen
Perseroan ataupun pihak yang terkait senantiasa mengikuti perkembangan peraturan dan
menyesuaikannya dengan kondisi bisnis perusahaan, serta terus-menerus memperbarui
informasi terkait perubahan peraturan yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Meski demikian,
dibalik sejumlah tantangan tersebut Perseroan juga memiliki peluang, terutama dengan
dilakukannya penambahan kegiatan usaha ini karena adanya sinergi dengan bisnis yang
eksisting yang mana dengan adanya peningkatan jumlah produk yang ditawarkan Perseroan
dengan nilai tambah yakni sudah ada kerja sama dengan distributor-distributor dalam
memperoduksi produk alat kesehatan baru, Perseroan memiliki kesempatan untuk
memperoleh pendapatan yang lebih besar.
Dengan memperhatikan perkembangan usaha dan potensi pasar, maka rencana
penambahan kegiatan usaha Perseroan secara pasar layak untuk dilaksanakan.
b. Aspek Teknis
Seiring berjalannya usaha dan melihat peluang yang ada, Perseroan berencana menambah
produk usaha baru yaitu kursi roda (KBLI 30921), tiang infus (KBLI 32501), bak instrumen
(KBLI 32502), dan tensimeter digital (KBLI 26602). Berikut adalah rincian penambahan
kegiatan usaha yang akan dilakukan Perseroan:
No Keterangan Uraian
Produk baru yang akan dikembangkan Perseroan akan
menggunakan merk dagang “Evo Plusmed” dimana merk
tersebut merupakan merk alat kesehatan dari produk eksisting
1 Logo & Merk Perseroan, diantaranya yaitu varian masker, stetoskop,
tensimeter, dan bouffant cap (penutup kepala/topi operasi)
dengan merek Evo Plusmed.
Pemakaian merk ini bertujuan untuk mengingatkan konsumen
dengan produk eksisting Perseroan yang sudah dikenal luas,
dimana produk-produk yang dihasilkan telah melalui proses
pabrikasi yang canggih, bahan baku ramah lingkungan, serta
menjaga tingkat higienitas.
Pihak yang akan
2 melakukan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
kegiatan Produksi
6
Page 7
Biaya Investasi dengan Penambahan Kegiatan Usaha:
Quantity Total Investment
No. Item Price (Rp)
(Pcs) (Rp)
A FASILITAS
1. Kendaraan 162.827.460
2. Penambahan Signage Ruang Produksi, Ruang Uji dan Gudang 1 loot 2.500.000 2.500.000
3. Meja Pengujian Produk (Customize) 2 unit 12.500.000 25.000.000
Total Penambahan Fasilitas 190.327.460
Biaya yang B PERALATAN PABRIK
3 1. Mesin CNC (Computer Numerical Control ) 3 unit 4.011.498.688
dibutuhkan 2. Mesin Jahit 5 unit 1.500.000 7.500.000
3. Pengadaan Tool Kit; Alat Bantu Pemeriksaan Komponen,
Perakitan Komponen, dan Pengemasan Produk 1 set 7.500.000 7.500.000
Total Penambahan Peralatan Pabrik 4.026.498.688
C LAIN-LAIN
1. Perizinan 150.000.000
2. Biaya Sewa Tanah dan Bangunan 986.126.938
Total Lain-lain 1.136.126.938
Aset tetap yang SUDAH di investasikan 5.160.453.086
Kekurangan investasi 192.500.000
TOTAL BIAYA INVESTASI 5.352.953.086
Proyeksi Penjualan Penambahan Kegiatan Usaha
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
KETERANGAN 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Pendapatan yang Sept-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
4 PENJUALAN BERSIH 14.088.000.000 50.811.894.000 56.101.775.108 61.667.071.198 67.519.661.674 73.671.894.376
akan diperoleh Kursi Roda
Tiang Infus
6.804.000.000
1.260.000.000
24.540.327.000
4.544.505.000
27.095.150.329
5.017.620.431
29.782.989.241
5.515.368.378
32.609.581.064
6.038.811.308
35.580.889.362
6.589.053.586
Bak Instrumen 2.184.000.000 7.877.142.000 8.697.208.748 9.559.971.855 10.467.272.934 11.421.026.215
Tensimeter Digital 3.840.000.000 13.849.920.000 15.291.795.600 16.808.741.724 18.403.996.368 20.080.925.213
Alur Proses Produksi
1) Alur Produksi Komponen Produk
Alur proses
5
Produksi
7
Page 8
2) Alur Perakitan Produk
Meskipun keempat produk yang akan dikembangkan tersebut memiliki fungsi dan bentuk
yang bermacam, namun secara umum alur produksinya cukup sederhana. Beberapa
komponen yang akan diproduksi oleh Perseroan, proses produksi dilakukan dengan
menggunakan mesin CNC yang sudah ada. Penyesuaian yang diperlukan adalah menambah
program yang akan dijalankan oleh mesin sesuai dengan komponen yang akan dibuat.
Selama ini untuk memproduksi produk eksisting hanya memerlukan 30% dari kapasitas
mesin secara keseluruhan. Dengan tambahan produk baru, diharapkan dapat
memanfaatkan kapasitas mesin yang masih belum teralokasikan.
Proses pemeriksaan, pengujian dan perakitan komponen menjadi produk jadi dilakukan
dengan memakai area yang masih digunakan oleh untuk memproses produk eksisting. Hal
ini memungkinkan dengan menerapkan sistem Clear and Clearance pada setiap awal proses
perakitan masing-masing produk dan telah dijalankan oleh Perseroan selama ini untuk
memproduksi produk eksisting.
Dengan memperhatikan proses produksi dan ketersediaan sumber daya, maka rencana
penambahan kegiatan usaha Perseroan secara teknis layak untuk dilaksanakan.
c. Aspek Pola Bisnis
1) Dengan keunggulan kompetitif yang telah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan nilai
yang diantaranya pengembangan kegiatan usaha baru dan penambahan sumber
pendapatan baru.
2) Perseroan merupakan perusahaan publik yang telah berdiri cukup lama dan
berpengalaman dibidang industri alat kesehatan. Merek dagang “Evo Plusmed” yang
telah terbentuk serta dari keunggulan kualitas produk dengan pabrikasi teknologi yang
canggih dan ramah lingkungan dapat dijadikan keunggulan Perseroan dalam bersaing di
industri alat kesehatan.
8
Page 9
3) Perseroan memiliki kesempatan dan kemudahan dalam penjualan produk kepada para
pelanggan lama yang telah menjalin baik dengan Perseroan selama ini melalui jaringan
distribusi Perseroan yang telah tersebar di seluruh Indonesia.
4) Perseroan menyadari adanya persaingan yang ketat dalam menjalankan bisnis dalam
bidang alat kesehatan ini. Hal ini terlihat dari banyaknya perusahaan yang menjalankan
kegiatan usaha serupa dengan Perseroan. Seiring dengan persaingan usaha tersebut yang
mungkin terjadi, Perseroan akan terus berupaya melakukan berbagai pengembangan
strategi pada setiap segmen usaha yang dimiliki agar terus memiliki daya saing dengan
perusahaan lain yang sejenis.
Dengan memperhatikan pola bisnis yang akan diterapkan oleh Perseroan dalam rencana
penambahan kegiatan usaha, maka rencana penambahan kegiatan usaha tersebut secara
pola bisnis layak untuk dilaksanakan.
d. Aspek Model Manajemen
1) Sumber Daya Manusia dan Kemampuan Manajemen
Sumber daya manusia merupakan pilar utama yang menunjang kesuksesan industri
manufaktur dan perdagangan alat kesehatan. Untuk memastikan keberhasilan bisnis dan
keberlanjutannya, dibutuhkan sumber daya manusia berkualitas yang mampu
beradaptasi dengan perkembangan teknologi, mampu mengatasi tantangan yang
mengancam, serta mampu mengantisipasi perubahan di masa depan.
Oleh sebab itu, Perseroan menyadari pentingnya melakukan investasi yang signifikan
dalam upaya mengembangkan sumber daya manusia hingga mencapai kuantitas dan
kualitas yang sesuai dengan kebutuhan Perseroan. Hal ini menjadi bagian penting dalam
rangka mewujudkan visi Perseroan.
Struktur Organisasi Perseroan per tanggal Keterbukaan Informasi ini diterbitkan adalah
sebagai berikut:
Dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian tugas yang disesuaikan
dengan bagan organisasi, pendelegasian wewenang yang jelas dan koordinasi kerja yang
terpadu. Penempatan tenaga kerja yang sesuai dengan pengalaman, keahlian dan
keterampilannya merupakan faktor yang penting dalam menerapkan kebijaksanaan
perusahaan. Hal ini juga akan memperlancar pendelegasian tugas kepada unit di
bawahnya atau sebaliknya, yang pada akhirnya akan memperlancar kerja perusahaan.
9
Page 10
2) Ketersediaan Tenaga Kerja
Saat ini Perseroan memiliki ketersediaan tenaga kerja sebagai berikut:
Kategori Jumlah Orang
Karyawan Tetap 30
Karyawan Tidak Tetap 52
Total Tenaga Kerja 82
Berdasarkan informasi dari Manajemen, dalam hal rencana penambahan kegiatan
usaha ini, produk yang akan dihasilkan memiliki alur proses produksi yang cukup
sederhana. Perseroan belum merencanakan adanya penambahan tenaga kerja pada
divisi produksi maupun tenaga ahli profesional dalam bidang pembuat program CNC
dan elektromedik dari yang telah dimiliki saat ini, karena Perseroan telah memiliki staf
yang kompeten dalam kegiatan operasionalnya sehingga belum dibutuhkan
penambahan tenaga kerja. Perseroan hanya perlu mengadakan pelatihan internal
untuk meningkatkan pengetahuan dan kesigapan tenaga kerja dalam melakukan
tugasnya.
3) Manajemen Kekayaan Intelektual (Intellectual Property)
Perseroan akan memastikan sumber daya manusia memiliki kompetensi teknis yang
diperlukan. Usaha untuk melindungi kekayaan intelektual, Perseroan sudah memiliki
sertifikat merek PT Hetzer Medical Indonesia “EVO Plusmed” yang beralamat di Jl. Mahar
Martanegara No. 106, RT. 005 RW. 014, Kel. Cigugur Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat,
Indonesia yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia. Sebagaimana tercantum dalam sertifikat tersebut, perlindungan atas merek
tersebut diberikan untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun sejak tanggal penerimaan dan
jangka waktu tersebut dapat diperpanjang.
Berdasarkan struktur organisasi, jumlah personel, dan pengelolaan manajemen Perseroan,
maka secara umum hal tersebut telah cukup mendukung operasional kerja perusahaan
dalam rencana penambahan kegiatan usaha, sehingga dapat disimpulkan secara pola bisnis
layak untuk dilaksanakan.
e. Aspek Keuangan
1) Biaya Investasi Penambahan Kegiatan Usaha
Dalam Rupiah
Quantity Total Investment
No. Item Price (Rp)
(Pcs) (Rp)
A FASILITAS
1. Kendaraan 162.827.460
2. Penambahan Signage Ruang Produksi, Ruang Uji dan Gudang 1 loot 2.500.000 2.500.000
3. Meja Pengujian Produk (Customize) 2 unit 12.500.000 25.000.000
Total Penambahan Fasilitas 190.327.460
B PERALATAN PABRIK
1. Mesin CNC (Computer Numerical Control ) 3 unit 4.011.498.688
2. Mesin Jahit 5 unit 1.500.000 7.500.000
3. Pengadaan Tool Kit; Alat Bantu Pemeriksaan Komponen,
Perakitan Komponen, dan Pengemasan Produk 1 set 7.500.000 7.500.000
Total Penambahan Peralatan Pabrik 4.026.498.688
C LAIN-LAIN
1. Perizinan 150.000.000
2. Biaya Sewa Tanah dan Bangunan 986.126.938
Total Lain-lain 1.136.126.938
Aset tetap yang SUDAH di investasikan 5.160.453.086
Kekurangan investasi 192.500.000
TOTAL BIAYA INVESTASI 5.352.953.086
10
Page 11
2) Sumber Pembiayaan
Total biaya investasi untuk rencana penambahan kegiatan usaha Perseroan yaitu sebesar
Rp5.352.953.086 dengan rincian sebagai berikut:
- Perseroan sudah melakukan investasi di awal sebesar Rp5.160.453.086 yang meliputi
Kendaraan, Mesin CNC (Computer Numerical Control), Biaya Sewa Tanah dan
Bangunan, sehingga Perseroan tidak lagi mengeluarkan biaya untuk investasi
tersebut.
- Sedangkan sisanya berupa penambahan ruangan, meja, mesin jahit, peralatan, dan
biaya perijinan sejumlah Rp192.500.000 rencananya akan diinvestasikan pada kuartal
IV (empat) 2024. Berdasarkan laporan audit Perseroan per 31 Maret 2024, kas dan
setara kas Perseroan dibukukan sebesar Rp656.592.056, sehingga masih mencukupi
untuk mendanai rencana penambahan investasi tersebut.
3) Analisa Kelayakan Proyek
Kelayakan investasi penambahan kegiatan usaha dihitung dengan menggunakan empat
indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index
(PI), dan Payback Period dengan ringkasan sebagai berikut:
• Net Present Value (NPV) : Rp50.044.103.706
• Internal Rate of Return (IRR) : 161,30%
• Profitability Index (PI) : 8,71
• Payback Period : 2 tahun 1 bulan
• WACC : 12,79%
Berdasarkan analisa kelayakan di atas, NPV menunjukkan nilai positif, IRR lebih tinggi
daripada WACC dan PI lebih dari 1, dengan demikian investasi tersebut layak.
4) Analisa Sensitivitas
Berdasarkan analisa sensitivitas diketahui bahwa rencana Perseroan dalam penambahan
kegiatan usaha tidak terlalu sensitif terhadap kenaikan maupun penurunan ketiga
variabel. Proyek diketahui menjadi tidak layak jika terjadi penurunan penjualan hingga
20%
f. Kesimpulan
Berdasarkan analisa pada kelayakan pasar, kelayakan teknis, kelayakan pola bisnis,
kelayakan model manajemen, dan kelayakan keuangan, maka dapat disimpulkan bahwa
rencana penambahan kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh PT Hetzer Medical
Indonesia Tbk adalah layak.
KETERSEDIAAN TENAGA AHLI SEHUBUNGAN DENGAN
RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
Terkait dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, saat ini Perseroan telah memiliki sumber daya
manusia yang dinilai cukup kompeten untuk menjalankan dan mendukung kegiatan usaha tersebut,
sehingga tidak perlu adanya penambahan tenaga kerja baru.
Perseroan selalu merekrut tenaga kerja dengan kualitas yang baik. Perseroan memandang sumber
daya manusia yang kompeten dan profesional merupakan aset utama dalam mewujudkan visi dan
misi Perseroan sehingga harus dikembangkan secara berkesinambungan. Perseroan juga senantiasa
menyediakan program pelatihan dan pengembangan kompetensi yang relevan di bidang usaha
Perseroan termasuk sertifikasi yang sesuai bagi masing-masing unit kerja.
11
Page 12
PENJELASAN, PERTIMBANGAN, DAN ALASAN DILAKUKAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
Perseroan melihat adanya peluang untuk meningkatkan pendapatan dari beberapa produk alat
kesehatan yang akan diproduksi oleh Perseroan, seperti kursi roda, tiang infus, bak instrumen, dan
tensimeter digital. Sebagai contoh berdasarkan data oleh Organisasi Kesehatan Dunia (“WHO”)
diketahui bahwa sekitar 1,3 miliar orang diseluruh dunia hidup dengan disabilitas, yang merupakan
16% dari populasi global. Selain itu banyak kecacatan fisik yang terjadi akibat kondisi kesehatan
individu dan meningkatnya populasi pasien geriatri yang rentan mengalami disabilitas fisik dan
memerlukan kursi roda. Dari hal tersebut Perseroan melihat potensi bahwa kebutuhan produk alat
kesehatan seperti kursi roda ini masih diminati. Selain untuk kebutuhan di Rumah Sakit, Klinik, atau
Fasilitas Kesehatan lainnya, kursi roda saat ini juga diperlukan di tempat layanan publik lainnya seperti:
bandara, stasiun, mall, atau tempat pelayanan publik lainnya, yang mana mereka membutuhkan
fasilitas kursi roda untuk disabilitas atau lansia.
Kemudian untuk produk alat kesehatan seperti tiang infus dan bak instrumen, Perseroan menilai
bahwa saat ini produk tersebut sudah semakin banyak digunakan selain untuk keperluan di rumah
sakit atau instansi-instansi kesehatan lainnya. Hal ini terlihat dari penggunaannya di fasilitas kesehatan
homecare atau di klinik-klinik kecantikan.
Selain itu saat ini Perseroan menilai bahwa perkembangan atas tensimeter digital semakin meluas, hal
ini terlihat dari permintaan pasar yang tidak hanya untuk kebutuhan Rumah Sakit atau Fasilitas
Kesehatan lainnya, melainkan untuk masyarakat umum karena penggunaannya yang efisien dan tidak
memerlukan keahlian khusus maupun alat bantu lain. Kini masyarakat umum mulai aware terhadap
kesehatannya, sehingga perlu untuk menyediakan tensimeter digital dirumah masing-masing.
Adapun alasan Perseroan melakukan penambahan kegiatan usaha tersebut adalah sebagai berikut:
- Melanjutkan dan mengembangkan usaha bisnis Perseroan secara berkelanjutan
- Menambah sumber pendapatan baru Perseroan
Perseroan menilai bahwa potensi pasar produk alat kesehatan dimasa kini dan mendatang akan
sangat baik dan prospektif. Hal ini sejalan dengan meningkatnya permintaan atas kebutuhan alat
kesehatan, kesadaran masyarakat atas kualitas kesehatan, dan bertumbuhnya rumah sakit dan klinik
kesehatan di Indonesia. Melalui rencana penambahan kegiatan usaha baru ini diharapkan dapat
memberikan kontribusi yang positif dan nilai tambah bagi Perseroan dan para pemegang saham.
PENJELASAN TENTANG PENGARUH PERUBAHAN KEGIATAN USAHA
PADA KONDISI KEUANGAN PERUSAHAAN TERBUKA
Perubahan kegiatan usaha akan memberikan dampak yang positif bagi kelangsungan usaha Perseroan
dan tentunya akan berdampak pula terhadap kondisi keuangan Perseroan. Dengan adanya perubahan
kegiatan usaha berupa penambahan bidang usaha ini, pendapatan usaha Perseroan akan mengalami
peningkatan dan diharapkan ekuitas Perseroan semakin membaik di tahun-tahun yang akan datang.
Hal ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham Perseroan.
Dengan dijalankannya rencana Penambahan Kegiatan Usaha tersebut, Perseroan telah
memproyeksikan laba rugi usaha mulai tahun 2024 sampai dengan tahun 2029 seperti yang dapat
dilihat pada tabel berikut:
12
Page 13
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
KETERANGAN
Apr - Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029
PENJUALAN BERSIH 32.000.869.783 74.244.394.000 80.237.250.108 86.526.610.448 93.124.987.102 100.045.379.566
EKSISTING 17.912.869.783 23.432.500.000 24.135.475.000 24.859.539.250 25.605.325.428 26.373.485.190
PENAMBAHAN KBLI 14.088.000.000 50.811.894.000 56.101.775.108 61.667.071.198 67.519.661.674 73.671.894.376
BEBAN POKOK PENJUALAN (17.069.735.525) (43.874.106.362) (47.663.551.496) (51.643.341.521) (55.821.562.422) (60.206.616.365)
EKSISTING (7.816.641.381) (10.500.509.059) (10.815.524.331) (11.139.990.061) (11.474.189.763) (11.818.415.455)
PENAMBAHAN KBLI (9.253.094.144) (33.373.597.303) (36.848.027.165) (40.503.351.460) (44.347.372.660) (48.388.200.910)
LABA KOTOR 14.931.134.258 30.370.287.638 32.573.698.611 34.883.268.927 37.303.424.679 39.838.763.201
Beban Usaha (10.832.305.082) (14.119.171.165) (13.798.280.085) (14.249.083.601) (14.634.312.611) (14.200.407.789)
Beban penjualan (1.695.021.709) (2.150.137.348) (2.215.716.537) (2.283.295.891) (2.352.936.416) (2.424.700.976)
Beban umum dan administrasi (4.300.263.325) (5.836.375.700) (6.014.385.159) (6.197.823.906) (6.386.857.536) (6.581.656.690)
Beban Operasional Pabrik 2 (Nanjung) & Kantor (618.291.689) (682.963.550) (703.793.939) (738.983.636) (761.522.636) (799.598.768)
Beban Operasional Pabrik 1 (Leuwigajah) (791.440.089) (1.368.616.130) (1.410.358.922) (1.465.384.979) (1.510.079.221) (1.453.215.608)
Penyusutan (3.427.288.270) (4.081.078.437) (3.454.025.529) (3.563.595.189) (3.622.916.802) (2.941.235.745)
LABA (RUGI) USAHA 4.098.829.176 16.251.116.473 18.775.418.527 20.634.185.327 22.669.112.069 25.638.355.413
Pendapatan lain-lain 2.149.113 2.641.895 2.722.472 2.858.596 2.945.783 3.035.630
Beban lain-lain (795.886.750) (312.677.008) (129.970.996) (32.720.450) (33.718.423) (34.746.835)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 3.305.091.539 15.941.081.359 18.648.170.003 20.604.323.473 22.638.339.429 25.606.644.207
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan – Neto (727.120.139) (3.507.037.899) (4.102.597.401) (4.532.951.164) (4.980.434.674) (5.633.461.725)
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN 2.577.971.400 12.434.043.460 14.545.572.602 16.071.372.309 17.657.904.754 19.973.182.481
HAL MATERIAL LAINNYA YANG BERKAITAN DENGAN KEGIATAN USAHA
Tidak terdapat hal material lainnya yang berkaitan dengan dilakukannya Penambahan Kegiatan usaha
Perseroan.
INFORMASI PENYELENGGARAAN RUPS
Sesuai dengan ketentuan POJK 17/2020, Perubahan Kegiatan Usaha sebagaimana dijelaskan dalam
Keterbukaan Informasi ini akan dimintakan persetujuannya kepada Pemegang Saham Perseroan
dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”), yang rencananya akan diselenggarakan
secara fisik (dengan pembatasan berdasarkan prinsip first come first serve) dan elektronik
(menggunakan fasilitas Electronic General Meeting System atau eASY.KSEI oleh Perseroan pada:
Hari / Tanggal : Jumat, 09 Agustus 2024
Waktu : 10.00 WIB - selesai
Tempat : Kantor Perusahaan
Kompleks Blue Sky Industrial (BSI) Kav. 09
Jl. Nanjung No. 02 RT 003 RW 005 Kelurahan Leuwigajah,
Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi
Pemegang saham yang berhak hadir atau diwakili dalam Rapat adalah para pemegang saham
Perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (“DPS”) Perseroan dan/atau
pemegang saham Perseroan pada sub-rekening efek di Penitipan Kolektif PT Kustodian Sentral Efek
Indonesia (“KSEI”) pada hari Rabu, 17 Juli 2024 sampai dengan pukul 16.00 WIB.
Berikut adalah tanggal-tanggal penting dalam kaitannya dengan RUPSLB Perseroan:
No Kegiatan Hari Tanggal
1 Pengumuman RUPSLB Rabu 03 Juli 2024
Keterbukaan Informasi mengenai rencana
2 Rabu 03 Juli 2024
Penambahan Kegiatan Usaha
Tanggal DPS untuk menentukan Pemegang
3 Saham Perseroan yang berhak mengadiri Rabu 17 Juli 2024
RUPSLB (recording date)
4 Pemanggilan RUPSLB Kamis 18 Juli 2024
13
Page 14
5 Penyelenggaraan RUPSLB Jumat 09 Agustus 2024
6 Penyampaian Ringkasan Risalah RUPSLB Selasa 13 Agustus 2024
Pengumuman, Pemanggilan, dan Penyampaian Ringkasan Risalah RUPSLB sebagaimana disebutkan
diatas akan diumumkan oleh Perseroan kepada Pemegang Saham melalui situs web Perseroan, situs
web PT Bursa Efek Indonesia, dan situs web PT Kustodian Sentral Efek Indonesia.
Perseroan akan meminta persetujuan RUPSLB dengan memperhatikan ketentuan yang diatur dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan
Rapat Umum Pemegang Saham Terbuka dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
16/POJK.04/2020 tentang Pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka Secara
Elektronik, untuk melakukan Penambahan Kegiatan Usaha sebagaimana tercantum dalam
Keterbukaan Informasi ini.
INFORMASI TAMBAHAN
Apabila memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Perseroan pada hari dan jam kerja
Perseroan (Senin-Jumat Pukul 08.00 - 16.00), dengan alamat sebagai berikut:
PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Kompleks Blue Sky Industrial (BSI) Kav. 09 Jl. Nanjung No.02 RT 03 RW 05
Kel. Leuwigajah, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat
Telp: +62 22 6679409, Fax: +62 22 6613425
Email: info@hetzermedicalindonesia.co.id
Website: www.evoplusmed.com
Hormat kami,
dr. Yenny Marlina
Direktur Utama
14
Page 15
DISCLOSURE OF INFORMATION TO SHAREHOLDERS
RELATED TO ADDITIONAL BUSINESS ACTIVITIES
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK (“COMPANY”)
THE INFORMATION AS CONTAINED IN THIS INFORMATION DISCLOSURE IS IMPORTANT. IT NEEDS TO
BE NOTED BY THE SHAREHOLDERS OF PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK IN CONNECTION WITH
THE PLAN FOR ADDITIONAL BUSINESS ACTIVITIES.
THIS DISCLOSURE OF INFORMATION TO SHAREHOLDERS IS PROVIDED BY THE COMPANY TO COMPLY
WITH THE REGULATIONS OF THE FINANCIAL SERVICES AUTHORITY OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
NUMBER 17/POJK/2020 CONCERNING MATERIAL TRANSACTIONS AND CHANGES IN ACTIVITIES ("POJK
17/2020").
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
Domiciled in Cimahi City, Indonesia
Business activities
Health Equipment Industry and Its Derivatives
Head Office and Factory 2
Kompleks Blue Sky Industrial (BSI) Kav. 09
Jl. Nanjung No.02 RT 03 RW 05
Kel. Leuwigajah, Kec. Cimahi Selatan
Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat
Telp: +62 22 6679409
Fax: +62 22 6613425
Factory 1
Jl. Mahar Martanegara No.106
Kel. Cigugur Tengah, Kec. Cimahi Tengah
Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat
Telp: +62 22 6008749
Email: info@hetzermedicalindonesia.co.id
Website: www.evoplusmed.com
THE COMPANY'S BOARD OF DIRECTORS IS JOINTLY FULLY RESPONSIBLE FOR THE CORRECTNESS OF THIS
INFORMATION TO THE SHAREHOLDERS AND ACKNOWLEDGES THAT TO THE BEST OF THEIR KNOWLEDGE
THERE ARE NO IMPORTANT FACTS AND OTHER MATERIALS RELATING TO THE PLAN OF ADDITIONAL
BUSINESS ACTIVITIES THAT ARE NOT DISCLOSED IN THIS INFORMATION DISCLOSURE, WHICH COULD CAUSE
DISCLOSURE ABOUT THIS INFORMATION BE UNTRUE AND/OR MISREPORTING
This Information Disclosure was published in Cimahi City on July 3, 2024
Page 16
INTRODUCTION
This information disclosure to the Company's shareholders ("Information Disclosure") contains
information regarding additional business activities of the Company as referred to in POJK No. 17/2020
which is required to obtain approval from the General Meeting of Shareholders ("GMS") in the form
of adding new business fields which are planned to be held on 09 August 2024.
In connection with the matters mentioned above, by the provisions of applicable laws and regulations,
especially POJK 17/2020, the Company's Board of Directors at this moment announces Information
Disclosure based on Article 22 paragraph (1) letter (c) via the Company's website and the Stock
Exchange website. Indonesia to provide more complete information and description to the Company's
shareholders regarding plans for additional business activities. The Company also provides data
regarding additional business activities to shareholders since the announcement of the GMS as well
as supporting documents to the Financial Services Authority ("OJK") with the provisions as regulated
in POJK No. 17/2020.
This Information Disclosure is also the basis for consideration for the Company's shareholders to
approve plans for additional business activities, in this case in the form of additional KBLI which will
be proposed by the Company at the GMS.
This additional business activity does not contain a Conflict of Interest and is not an Affiliate
Transaction as intended in Financial Services Authority Regulation Number 42/POJK.04/2020
concerning Affiliate Transactions and Conflicts of Interest ("POJK 42/2020").
INFORMATION ABOUT THE COMPANY
1. Brief Company History
The Company is a Limited Liability Company with the status of a public company, which was
established and carries out its business activities in Indonesia. The Company's main business
activities are in the field of industry and trade in medical devices and their derivatives. The
company's trademark is Evo Plusmed, where the products produced have gone through a
sophisticated manufacturing process, environmentally friendly raw materials, and a maintained
level of cleanliness.
The Company was established based on the laws and regulations of the Republic of Indonesia based
on the Deed of Notary Cahya Suryana, S.H., No. 12 dated 31 December 2010. This Deed of
Establishment has been approved by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of
Indonesia in Decree No. AHU-06450.AH.01.01.The year 2011 dated 08 February 2011 and
registered in the Company Register No. AHU-0010567.AH.01.09.Year 2011 dated 08 February
2011, and announced in the State Gazette of the Republic of Indonesia No. 59, dated 24 July 2012.
The Company's Articles of Association have undergone several changes, most recently with
Notarial Deed No. 31 dated 28 March 2024, made by Dr. Erny Kencanawati, S.H., M.Kn., regarding
changes to the composition of the Company's management. The amendment to the Company's
articles of association has been accepted by the Minister of Law and Human Rights of the Republic
of Indonesia with a Letter of Acceptance of Notification of Changes to Company Data No. AHU-
AH.01.09-0139542 dated 04 April 2024.
2. The Company’s Business Activities
Following Article 3 of the Company's Articles of Association, the aims and objectives of the
Company are to carry out business in the fields of Industry and Trade. To achieve these aims and
objectives, the Company's business activities based on the Company's Articles of Association are
as follows:
Page 17
Standard Classification of
Indonesian Business Fields Business activities
(“KBLI”)
22299 Other Plastic Goods Industry Ytdl
32509 Medical and Dental Equipment Industry and other Equipment
46691 Wholesale Trade in Laboratory Equipment, Pharmaceutical
Equipment, and Medical Equipment for Humans
13993 Non-Woven Industry
22194 Rubber Goods Industry for Health
At the time this Information Disclosure was presented to the public, the business activities
currently being carried out were industry and trade such as masks, stethoscopes,
sphygmomanometers, bouffant caps, and antiseptics.
Next, the Company will make changes to Article 3 of the Company's Articles of Association for
which approval is requested at the GMS in the form of adding new activities. The additional new
business activities are as follows:
Standard Classification of
Indonesian Business Fields Business activities
(“KBLI”)
30921 Bicycle and Wheelchair Industry including Tricycles
32501 Furniture Industry for Surgery, Medical Care and Dentistry
32502 Medical and Dental Equipment Industry, Orthopedic and
Prosthetic Equipment
26602 Electromedical and Electrotherapy Equipment Industry
So, with the addition of the KBLI, in the future, the Company will be able to carry out business
activities in the form of industry and trade in Wheelchairs, Infusion Stands, Instrument Trays, and
Digital Tensimeters.
3. Composition of the Company’s Board of Commissioners and Directors
Based on the Deed of Minutes of the Company's Extraordinary General Meeting of Shareholders
No. 31 dated 28 March 2024, made by Dr. Erny Kencanawati, S.H., M.Kn., Notary in Bandung City,
which has been received by the Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia
with a Letter of Acceptance of Notification of Changes to Company Data No. AHU-AH.01.09-
0139542 dated 04 April 2024 and registered in the Company Register No. AHU-0071245.AH.01.11
of 2024 dated 04 April 2024, the composition of the Company's Board of Commissioners and
Directors is as follows:
Board of Commissioners
President Commissioner : Jemmy Kurniawan
Commissioner : Alvi Hadi Sugondo
Independent Commissioner : Tato Suprapto Basir
Directors
President Director : dr. Yenny Marlina
Director : Herry
Director : Fancy Marsiana
Page 18
4. Capital Structure and Shareholders of the Company
The Company's Capital Structure and Shareholder Composition as of the date this Information
Disclosure was published is as follows:
Nominal Value of IDR per Share (Rp. 20,-)
Information Number of Shares Nominal Amount Percentage
(Shares) (Rp) (%)
1. Jemmy Kurniawan 1.062.500.000 21.250.000.000 68
2. Fancy Marsiana 62.500.000 1.250.000.000 4
3. Public below 5% 437.500.000 8.750.000.000 28
Total 1.562.500.000 31.250.000.000 100
5. Company Shareholder Structure
Fancy Marsiana Jemmy Kurniawan Public
4% 68% 28%
The controlling shareholder is Mr Jemmy Kurniawan, with share ownership of 68% or
1,062,500,000 shares.
SUMMARY OF THE FEASIBILITY STUDY OF ADDITIONAL BUSINESS ACTIVITIES
A. APPRAISER’S IDENTITY
As regulated in POJK No. 17/POJK.04/2020, regarding plans to add business activities, the Company
has appointed an Independent Appraiser registered with the OJK to provide an opinion on the
feasibility of plans to add business activities with the following details:
Kantor Jasa Penilai Publik (“KJPP”)
The complete identity of the Independent Appraiser is as follows:
Name : KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan
Business License No. : 2.15.0131
Minister of Finance Decree No. : 722/KM.1/2015
Office Address : 18 Office Park Lantai 3 Unit A-3E
Jl. TB Simatupang, Jakarta 12520
Phone/Fax : +62 21 22708555, 22708666 / +62 21 22708288
Email : admin.pusat@kjpp-spr.co.id; sugiantonodanrekan@yahoo.co.id
Website : www.kjpp-spr.co.id
B. SUMMARY OF FEASIBILITY STUDY REPORT
The following is a summary of the Independent Appraiser's Report as stated in the Feasibility Study
Report on Additional Business Activities as stated in Report No. 00687/2.0131-00/BS-
FS/04/0375/1/VI/2024 dated June 27, 2024.
Page 19
1. Object of Feasibility Study
The object of the feasibility study for this assignment is the addition of the Company's business
activities, namely as follows:
a. Bicycle and Wheelchair Industry including Pedicabs (KBLI 30921)
b. Furniture Industry for Surgery, Medical Care and Dentistry (KBLI 32501)
c. Medical and Dental Equipment Industry, Orthopedic and Prosthetic Equipment (KBLI 32502)
d. Electromedical and Electrotherapy Equipment Industry (KBLI 26602)
2. The Purpose and Objectives of Preparing the Feasibility Study
The purpose and objective of preparing this feasibility study is to provide an opinion on the
feasibility of adding/diversifying business activities that are used for capital market purposes
and are not used outside the context or purpose of the assignment. This feasibility study was
carried out concerning the Financial Services Authority Regulation ("POJK") No.
35/POJK.04/2020 concerning Assessment and Presentation of Business Assessment Reports in
the Capital Market, Financial Services Authority Regulation ("POJK") No. 17/POJK .04/2020
concerning Material Transactions and Changes in Business Activities, Circular Letter of the
Financial Services Authority ("SEOJK") Number 17/SEOJK.04/2020 concerning Guidelines for
Valuation and Presentation of Business Valuation Reports in the Capital Market and the
Indonesian Appraiser Code of Ethics ("KEPI" ) and the Indonesian Assessment Standards ("SPI")
Edition VII-2018 and the Revised SPI 330 of 2020.
3. Feasibility Study Assessment Date
The feasibility study assessment date is March 31, 2024, where the limit is taken based on
consideration of the interests and objectives of the assessment.
4. Assumptions and Limiting Conditions
The assumptions and limiting conditions used in this report are as follows:
a. This feasibility study report is a non-disclaimer opinion.
b. The appraiser has reviewed the documents used in the appraisal process.
c. We assume that the data and information obtained come from sources whose accuracy can
be trusted.
d. The feasibility study is based on adjusted financial projections that reflect the
reasonableness of financial projections made by management with the ability to achieve
(fiduciary duty).
e. The appraiser is responsible for the implementation of the assessment and the fairness of
the adjusted financial projections.
f. This feasibility study report is open to the public unless there is confidential information that
could affect the company's operations.
g. The appraiser is responsible for the feasibility study report and Value conclusions.
h. The appraiser has obtained information on the legal status of the appraisal object from the
assignor.
5. Feasibility Analysis
A summary explanation of each feasibility analysis is as follows:
a. Market Aspect
This additional business activity allows the Company to provide added value to the products
it sells so that the potential market value of the products becomes higher and will ultimately
provide more profits for the Company. Apart from that, it will expand the Company's
consumer reach because the products offered will become more diverse. The Company is
also targeting existing customers who are expected to increase the number of Company
customers.
The company must continue to carry out appropriate reviews, formulations, and carry out
improvements and developments related to sustainability consistently. The strategy that the
Page 20
Company uses to manage challenges is to carry out intensive sustainability-related studies,
be active in various discussions or forums related to sustainability organized by the
government and third parties, review and comply with regulations related to sustainability
properly, and carry out adaptations and studies related to the implementation of
sustainability in similar industry.
The Company faces challenges from the external side, such as global economic turmoil, low
commodity prices, pressure on the Rupiah exchange rate which has an impact on the
business sector, plus changes in regulations or policies relating to the Company's business
activities. This will have an impact on the implementation of sustainability. To manage this
challenge, the Company's Management and related parties always follow regulatory
developments and adapt them to the company's business conditions, as well as continuously
update information regarding regulatory changes that may occur at any time. However,
despite these challenges, the Company also has opportunities, especially by adding business
activities due to synergy with existing businesses, which means an increase in the number of
products offered by the Company with added value, namely collaboration with distributors
in producing new medical device products, the Company has the opportunity to obtain
greater income.
By paying attention to business development and market potential, the Company's plan to
increase the Company's business activities as a market is feasible to implement.
b. Technical Aspects
As the business progresses and sees existing opportunities, the Company plans to add new
business products, namely wheelchairs (KBLI 30921), Infusion Stands (KBLI 32501),
instrument trays (KBLI 32502), and digital tensimeters (KBLI 26602). The following are details
of additional business activities that the Company will carry out:
No Information Description
The new products that will be developed by the Company will
use the "Evo Plusmed" trademark, where this brand is a
1 Logo & Brand medical equipment brand from the Company's existing
products, including variants of masks, stethoscopes,
tensimeters, and bouffant caps with the Evo Plusmed brand.
The use of this brand aims to remind consumers of the
Company's existing products which are widely known, where
the products produced have gone through a sophisticated
manufacturing process, environmentally friendly raw
materials, and maintain hygiene levels.
The party that
will carry out
2 PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Production
activities
Page 21
Investment Costs with Additional Business Activities:
Quantity Total Investment
No. Item Price (Rp)
(Pcs) (Rp)
A FASILITAS
1. Kendaraan 162.827.460
2. Penambahan Signage Ruang Produksi, Ruang Uji dan Gudang 1 loot 2.500.000 2.500.000
3. Meja Pengujian Produk (Customize) 2 unit 12.500.000 25.000.000
Total Penambahan Fasilitas 190.327.460
B PERALATAN PABRIK
3 Costs required 1. Mesin CNC (Computer Numerical Control )
2. Mesin Jahit
3 unit
5 unit 1.500.000
4.011.498.688
7.500.000
3. Pengadaan Tool Kit; Alat Bantu Pemeriksaan Komponen,
Perakitan Komponen, dan Pengemasan Produk 1 set 7.500.000 7.500.000
Total Penambahan Peralatan Pabrik 4.026.498.688
C LAIN-LAIN
1. Perizinan 150.000.000
2. Biaya Sewa Tanah dan Bangunan 986.126.938
Total Lain-lain 1.136.126.938
Aset tetap yang SUDAH di investasikan 5.160.453.086
Kekurangan investasi 192.500.000
TOTAL BIAYA INVESTASI 5.352.953.086
Sales Projections for additional business activities
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
KETERANGAN 2024 2025 2026 2027 2028 2029
Income to be Sept-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
4 PENJUALAN BERSIH 14.088.000.000 50.811.894.000 56.101.775.108 61.667.071.198 67.519.661.674 73.671.894.376
earned Kursi Roda
Tiang Infus
6.804.000.000
1.260.000.000
24.540.327.000
4.544.505.000
27.095.150.329
5.017.620.431
29.782.989.241
5.515.368.378
32.609.581.064
6.038.811.308
35.580.889.362
6.589.053.586
Bak Instrumen 2.184.000.000 7.877.142.000 8.697.208.748 9.559.971.855 10.467.272.934 11.421.026.215
Tensimeter Digital 3.840.000.000 13.849.920.000 15.291.795.600 16.808.741.724 18.403.996.368 20.080.925.213
Production Process Flow
1) Product Component Production Flow
Production
5
Process Flow
Page 22
2) Product Assembly Flow
Even though the four products to be developed have various functions and forms, in general,
the production flow is quite simple. For several components that will be produced by the
Company, the production process is carried out using existing CNC machines. The
adjustment needed is to add a program that will be run by the machine according to the
component to be made. So far, producing existing products only requires 30% of the total
machine capacity. With the addition of new products, it is hoped that we can utilize machine
capacity that has not yet been allocated.
The process of inspection, testing, and assembling components into finished products is
carried out using areas that are still used to process existing products. This is possible by
implementing the Clear and Clearance system at the beginning of each product assembly
process which has been implemented by the Company to produce existing products.
By paying attention to the production process and resource availability, the Company's plan
to increase business activities is technically feasible to implement.
c. Aspects of Business Patterns
1) With its competitive advantages, the Company can create value, including developing
new business activities and adding new sources of income.
2) The Company is a public company that has been around for a long time and has
experience in the medical equipment industry. The "Evo Plusmed" trademark that has
been formed and the superior product quality with sophisticated and environmentally
friendly manufacturing technology can be used as an advantage for the Company in
competing in the medical equipment industry.
3) The Company has the opportunity and convenience to sell products to old customers who
have had a good relationship with the Company through the Company's distribution
network which is spread throughout Indonesia.
4) The Company is aware of the intense competition in running a business in the medical
Page 23
equipment sector. This can be seen from the number of companies that carry out
business activities similar to the Company. In line with business competition that may
occur, the Company will continue to strive to develop various strategies in each business
segment it owns so that it continues to have competitiveness with other similar
companies.
By paying attention to the business pattern that the Company will implement in the plan to
add business activities, the plan to add business activities is a feasible business pattern to be
implemented.
d. Aspects of The Management Model
1) Human Resources and Management Capabilities
Human resources are the main pillar that supports the success of the medical device
manufacturing and trading industry. To ensure business success and sustainability,
quality human resources are needed who can adapt to technological developments,
overcome threatening challenges, and anticipate changes in the future.
Therefore, the Company realizes the importance of making significant investments to
develop human resources to achieve quantity and quality that meet the Company's
needs. This is an important part of realizing the Company's vision.
The Company's Organizational Structure as of the date this Information Disclosure was
published is as follows:
In every organization, firmness is needed in the division of tasks according to the
organizational chart, clear delegation of authority, and integrated work coordination. The
placement of workers according to their experience, expertise, and skills is an important
factor in implementing company policy. This will also facilitate the delegation of tasks to
lower units or vice versa, which will ultimately make the company's work smoother.
Page 24
2) Labor Availability
Currently, the Company has the following workforce availability:
Category Number of People
Permanent Employees 30
Non-Permanent Employees 52
Total 82
Based on information from Management, in terms of plans to increase this business
activity, the products that will be produced will have a fairly simple production process
flow. The Company has not planned any additional workforce in the production division
or professional experts in the field of CNC programming and electromedicine from what
it currently has, because the Company already has staff who are competent in its
operational activities so there is no need for additional workforce. The company only
needs to hold internal training to increase the knowledge and alertness of the workforce
in carrying out their duties.
3) Intellectual Property Management
The Company will ensure that human resources have the necessary technical
competencies. To protect intellectual property, the Company already has a brand
certificate for PT Hetzer Medical Indonesia "EVO Plusmed" which is located at Jl. Mahar
Martanegara No. 106, RT. 005 RW. 014, Ex. Central Cigugur, Cimahi City, West Java,
Indonesia issued by the Ministry of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia.
As stated in the certificate, protection for the mark is granted for 10 years from the date
of receipt and this period can be extended.
Based on the organizational structure, number of personnel, and management of the
Company. in general this is sufficient to support the company's work operations in plans for
additional business activities, so it can be concluded that the business pattern is feasible to
implement.
e. Financial Aspect
1) Investment Costs for additional business activities
In Rupiah
Quantity Total Investment
No. Item Price (Rp)
(Pcs) (Rp)
A FASILITAS
1. Kendaraan 162.827.460
2. Penambahan Signage Ruang Produksi, Ruang Uji dan Gudang 1 loot 2.500.000 2.500.000
3. Meja Pengujian Produk (Customize) 2 unit 12.500.000 25.000.000
Total Penambahan Fasilitas 190.327.460
B PERALATAN PABRIK
1. Mesin CNC (Computer Numerical Control ) 3 unit 4.011.498.688
2. Mesin Jahit 5 unit 1.500.000 7.500.000
3. Pengadaan Tool Kit; Alat Bantu Pemeriksaan Komponen,
Perakitan Komponen, dan Pengemasan Produk 1 set 7.500.000 7.500.000
Total Penambahan Peralatan Pabrik 4.026.498.688
C LAIN-LAIN
1. Perizinan 150.000.000
2. Biaya Sewa Tanah dan Bangunan 986.126.938
Total Lain-lain 1.136.126.938
Aset tetap yang SUDAH di investasikan 5.160.453.086
Kekurangan investasi 192.500.000
TOTAL BIAYA INVESTASI 5.352.953.086
Page 25
2) Source of Financing
The total investment costs for the Company's planned addition of business activities are
IDR 5,352,953,086 with the following details:
- The Company has made an initial investment of IDR 5,160,453,086 which includes
Vehicles, CNC (Computer Numerical Control) Machines, Land and Building Rental Fees
so that the Company no longer incurs costs for this investment.
- Meanwhile, the remainder in the form of additional rooms, tables, sewing machines,
equipment, and licensing costs amounting to IDR 192,500,000 is planned to be
invested in the fourth (fourth) quarter of 2024. Based on the Company's audit report
as of March 31, 2024, the Company's cash and cash equivalents were recorded at IDR
656. 592,056, so it is still sufficient to fund the planned additional investment.
3) Project Feasibility Analysis
Kelayakan investasi penambahan kegiatan usaha dihitung dengan menggunakan empat
indikator yaitu Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Profitability Index
(PI), dan Payback Period dengan ringkasan sebagai berikut:
• Net Present Value (NPV) : IDR 50,044,103,706
• Internal Rate of Return (IRR) : 161,30%
• Profitability Index (PI) : 8,71
• Payback Period : 2 years 1 month
• WACC : 12,79%
Based on the feasibility analysis above, the NPV shows a positive value, the IRR is higher
than the WACC and the PI is more than 1, thus the investment is feasible.
4) Sensitivity Analysis
Based on sensitivity analysis, it is known that the Company's plans for additional business
activities are not very sensitive to increases or decreases in the three variables. Projects
are known to become unviable if there is a decline in sales of up to 20%
f. Conclusion
Based on an analysis of market feasibility, technical feasibility, business pattern feasibility,
management model feasibility, and financial feasibility, it can be concluded that the plan for
additional business activities to be implemented by PT Hetzer Medical Indonesia Tbk is
feasible.
AVAILABILITY OF EXPERTS IN CONNECTION
WITH PLANS FOR ADDITIONAL BUSINESS ACTIVITIES
Regarding the Plan for Additional Business Activities currently, the Company has human resources
that are considered competent enough to carry out and support these business activities, so there is
no need for additional new workers.
The company always recruits workers with good quality. The Company considers that competent and
professional human resources are the main asset in realizing the Company's vision and mission so they
must be developed continuously. The Company also continues to provide relevant training and
competency development programs in the Company's business fields including appropriate
certification for each work unit.
Page 26
EXPLANATION, CONSIDERATIONS, AND REASONS FOR ADDITIONAL BUSINESS ACTIVITIES
The Company sees opportunities to increase revenue from several medical device products that will
be produced by the Company, such as wheelchairs, Infusion Stands, instrument trays, and digital
tensimeters. For example, based on data known by the World Health Organization (“WHO”) around
1.3 billion people worldwide live with disabilities, which is 16% of the global population. Apart from
that, many physical disorders occur due to individual health conditions and the increasing population
of geriatric patients who are vulnerable to physical disabilities and require wheelchairs. From this, the
Company sees the potential that the need for medical equipment products such as wheelchairs is still
in demand. Apart from being needed in hospitals, clinics, or other health facilities, wheelchairs are
currently also needed in other public service places such as airports, stations, malls, or other public
service places, where they need wheelchair facilities for people with disabilities. or elderly.
Then for medical equipment products such as Infusion Stand and instrument trays, the Company
assesses that currently these products are increasingly being used apart from for purposes in hospitals
or other health institutions. This can be seen from its use in homecare health facilities or beauty clinics.
Apart from that currently, the Company assesses that the development of digital
sphygmomanometers is increasingly widespread, this can be seen from market demand not only for
the needs of hospitals or other health facilities but also for the general public because its use is
efficient and does not require special skills or other tools. Now the general public is starting to become
aware of their health, so it is necessary to provide digital tensimeters in their homes.
The reasons for the Company's additional business activities are as follows:
- Continuing and developing the Company's business efforts in a sustainable manner
- Adding new sources of income to the Company
The Company assesses that the current and future market potential for medical device products will
be very good and prospective. This is in line with the increasing demand for medical equipment, public
awareness of the quality of health, and the growth of hospitals and health clinics in Indonesia. Through
this plan to add new business activities, it is hoped that it can provide positive contributions and added
value for the Company and its shareholders.
EXPLANATION OF THE EFFECT OF CHANGES IN BUSINESS ACTIVITIES
ON THE FINANCIAL CONDITION OF PUBLIC COMPANIES
Changes in business activities will have a positive impact on the continuity of the Company's business
and of course, will also have an impact on the Company's financial condition. With changes in business
activities in the form of additional business fields, the Company's business income will increase and it
is hoped that the Company's equity will improve in the years to come. This is expected to provide
added value for the Company's shareholders.
Page 27
With the implementation of the plan for Additional Business Activities, the Company has projected
business profit and loss from 2024 to 2029 as can be seen in the following table:
PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ PROJ
KETERANGAN
Apr - Des 2024 2025 2026 2027 2028 2029
PENJUALAN BERSIH 32.000.869.783 74.244.394.000 80.237.250.108 86.526.610.448 93.124.987.102 100.045.379.566
EKSISTING 17.912.869.783 23.432.500.000 24.135.475.000 24.859.539.250 25.605.325.428 26.373.485.190
PENAMBAHAN KBLI 14.088.000.000 50.811.894.000 56.101.775.108 61.667.071.198 67.519.661.674 73.671.894.376
BEBAN POKOK PENJUALAN (17.069.735.525) (43.874.106.362) (47.663.551.496) (51.643.341.521) (55.821.562.422) (60.206.616.365)
EKSISTING (7.816.641.381) (10.500.509.059) (10.815.524.331) (11.139.990.061) (11.474.189.763) (11.818.415.455)
PENAMBAHAN KBLI (9.253.094.144) (33.373.597.303) (36.848.027.165) (40.503.351.460) (44.347.372.660) (48.388.200.910)
LABA KOTOR 14.931.134.258 30.370.287.638 32.573.698.611 34.883.268.927 37.303.424.679 39.838.763.201
Beban Usaha (10.832.305.082) (14.119.171.165) (13.798.280.085) (14.249.083.601) (14.634.312.611) (14.200.407.789)
Beban penjualan (1.695.021.709) (2.150.137.348) (2.215.716.537) (2.283.295.891) (2.352.936.416) (2.424.700.976)
Beban umum dan administrasi (4.300.263.325) (5.836.375.700) (6.014.385.159) (6.197.823.906) (6.386.857.536) (6.581.656.690)
Beban Operasional Pabrik 2 (Nanjung) & Kantor (618.291.689) (682.963.550) (703.793.939) (738.983.636) (761.522.636) (799.598.768)
Beban Operasional Pabrik 1 (Leuwigajah) (791.440.089) (1.368.616.130) (1.410.358.922) (1.465.384.979) (1.510.079.221) (1.453.215.608)
Penyusutan (3.427.288.270) (4.081.078.437) (3.454.025.529) (3.563.595.189) (3.622.916.802) (2.941.235.745)
LABA (RUGI) USAHA 4.098.829.176 16.251.116.473 18.775.418.527 20.634.185.327 22.669.112.069 25.638.355.413
Pendapatan lain-lain 2.149.113 2.641.895 2.722.472 2.858.596 2.945.783 3.035.630
Beban lain-lain (795.886.750) (312.677.008) (129.970.996) (32.720.450) (33.718.423) (34.746.835)
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 3.305.091.539 15.941.081.359 18.648.170.003 20.604.323.473 22.638.339.429 25.606.644.207
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan – Neto (727.120.139) (3.507.037.899) (4.102.597.401) (4.532.951.164) (4.980.434.674) (5.633.461.725)
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN BERJALAN 2.577.971.400 12.434.043.460 14.545.572.602 16.071.372.309 17.657.904.754 19.973.182.481
OTHER MATERIAL ITEMS RELATING TO BUSINESS ACTIVITIES
There are no other material matters relating to the addition of the Company's business activities.
INFORMATION ON THE ORGANIZATION OF THE GMS
By the provisions of POJK 17/2020, changes to business activities as described in this Information
Disclosure will require approval from the Company's Shareholders at the Extraordinary General
Meeting of Shareholders ("EGMS"), which is planned to be held physically (with restrictions based on
the first-come-first-serve principle) and electronic (using the Electronic General Meeting System or
eASY.KSEI facility by the Company at:
Date : Friday, 09 August 2024
Time : 10.00 WIB - finish
Place : Company Office
Kompleks Blue Sky Industrial (BSI) Kav. 09
Jl. Nanjung No. 02 RT 003 RW 005 Kelurahan Leuwigajah,
Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi
Shareholders who have the right to attend or be represented at the Meeting are the Company's
shareholders whose names are registered in the Company's Register of Shareholders ("DPS") and/or
the Company's shareholders in securities sub-accounts in the Collective Custody of PT Kustodian
Sentral Efek Indonesia ("KSEI" ) on Wednesday, July 17 2024 until 16.00 WIB.
The following are important dates about the Company's EGMS:
No Activity Day Date
1 EGMS Announcement Wednesday 03 July 2024
Disclosure of Information regarding Plans
2 Wednesday 03 July 2024
for Additional Business Activities
DPS date to determine the Company's
3 Shareholders who are entitled to attend Wednesday 17 July 2024
the EGMS (recording date)
Page 28
4 Invitation to the EGMS Thursday 18 July 2024
5 Organizing the EGMS Friday 09 August 2024
6 Submission of Summary of EGMS Minutes Tuesday 13 August 2024
Announcement, Invitation, and Submission of Summary of EGMS Minutes as mentioned above will be
announced by the Company to Shareholders via the Company's website, the PT Bursa Efek Indonesia
website, and the PT Kustodian Sentral Efek Indonesia website.
The Company will request approval from the EGMS by taking into account the provisions stipulated in
the Financial Services Authority Regulation Number 15/POJK.04/2020 concerning the Planning and
Implementation of the Open General Meeting of Shareholders and the Financial Services Authority
Regulation Number 16/POJK.04/2020 concerning the Implementation of the General Meeting of
Shareholders Public Company Shares Electronically, to carry out Additional Business Activities as
stated in this Information Disclosure.
ADDITIONAL INFORMATION
If you need further information, you can contact the Company on the Company's working days and
hours (Monday - Friday 08.00 - 16.00), at the following address:
PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
Kompleks Blue Sky Industrial (BSI) Kav. 09 Jl. Nanjung No.02 RT 03 RW 05
Kel. Leuwigajah, Kec. Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat
Telp: +62 22 6679409, Fax: +62 22 6613425
Email: info@hetzermedicalindonesia.co.id
Website: www.evoplusmed.com
Sincerely yours,
dr. Yenny Marlina
President Director
Names mentioned 28 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
OTORITAS JASA KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA
p.1
unresolved
person
Akta Notaris Cahya Suryana
p.2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.2 ×3
unresolved
person
Dr. Erny Kencanawati
· Notaris
p.2 ×9
unresolved
—
Identit
· Penilai
p.4
unresolved
org
KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan
p.4 ×2
unresolved
org
KJPP Sugianto Prasodjo
p.4 ×2
unresolved
—
Ijin
p.4
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.4
unresolved
—
Telepon/Faksimili
p.4
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sebagaimana
p.10
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
p.13 ×7
unresolved
org
FINANCIAL SERVICES AUTHORITY
p.15 ×8
unresolved
person
Notary Cahya Suryana
p.16
unresolved
org
Minister of Law and Human Rights
p.16 ×3
unresolved
—
Business License
p.18
unresolved
org
Minister of Finance Decree
p.18
unresolved
—
Phone/Fax
p.18
unresolved
org
Ministry of Law and Human Rights
p.24
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
2926 ms
12 Sep 2026 23:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}