Back to announcement
20240703_FAST_Laporan Informasi dan Fakta Material_31678680_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review FASTSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 56
Page 1
Kantor Jasa Penilai Publik The Manhattan Square
FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
Property, Business Valuation & Advisory
E-Mail : infoadmin@fdipartners.co
Licence No. 2.22.01 76
Website: www.fdipartners.co
KMK 460/KM.1/20 22
Phone (62 21) 27875911
Wilayah Kerja : Seluruh Indonesia
Jakarta, 20 Juni 2024
Kepada Yth.
PT Fast Food Indonesia, Tbk
Jl. Letjen M.T Haryono No.7,
Tebet, Jakarta Selatan 13630
No. Laporan : 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Hal : Pendapat Kewajaran
Dengan hormat,
LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI PENGAMBILBAGIAN SAHAM PT
JAGONYA AYAM INDONESIA OLEH PT FAST FOOD INDONESIA, TBK.
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 006/FDI/PB-FO/V/2024 tertanggal 13 Mei 2024,
KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (“KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT
Fast Food Indonesia Tbk (“Perseroan” atau “FFI”) untuk memberikan pendapat kewajaran sehubungan
dengan Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham PT Jagonya Ayam Indonesia (“JAI”) oleh FFI,
diperlukan dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) d/h BAPEPAM-LK
selanjutnya disebut sebagai “Rencana Transaksi”.
Laporan Pendapat Kewajaran ini bertujuan untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana
Transaksi antara dua pihak yakni, FFI selaku pemberi modal dan JAI selaku penerbit saham. Nilai
Rencana Transaksi adalah sebesar Rp160.427.000.000,- (“Seratus Enam Puluh Milir Empat Ratus Dua
Puluh Tujuh Juta Rupiah”) atau 160.427 (Seratus Enam Puluh Ribu Empat Ratus Dua Puluh Tujuh) lembar
saham Seri A lembar saham Seri A. Nilai Rencana Transaksi tersebut bila dibandingkan dengan nilai
pasar ekuitas per 31 Desember 2023 yang sebesar Rp723.877.476.000,-, dimana Nilai Rencana
Transaksi merupakan 22,16% dari jumlah ekuitas Perseroan, dengan demikian Rencana Transaksi
merupakan transaksi material yang di definisikan dalam POJK No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Maksud pemberian pendapat kewajaran adalah untuk memberikan laporan hasil analisis tentang
Kewajaran atas Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham JAI oleh FFI dalam rangka memenuhi
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) d/h BAPEPAM-LK. Tujuan pemberian laporan pendapat
kewajaran adalah dalam rangka pemenuhan Otoritas Jasa Keuangan No.17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak digunakan
untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan dalam tujuan
lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan menggunakan bantuan dari luar
maupun profesi lainnya.
Dalam melakukan analisis, sebagai dasar dan pertimbangan bagi kami dalam memberikan pendapat
kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan
data sebagaimana diberikan oleh manajemen FFI, yang mana kami mengasumsikan bahwa informasi
dan data yang telah diberikan oleh manajemen FFI adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, dan tidak
menyesatkan. Kami tidak melakukan audit ataupun verifikasi secara mendetail atas semua informasi
dan data yang telah diberikan oleh manajemen FFI, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian
Kantor Pusat (Properti dan Bisnis); Kantor Cabang Semarang (Properti)
Page 2
kami tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab apabila informasi dan data yang
diberikan tersebut menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
Pendekatan dan metode penilaian yang kami gunakan dalam menilai kewajaran atas Rencana Transaksi
adalah dengan menggunakan metodologi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif
berupa analisis terhadap latar belakang dan manfaat serta risiko Rencana Transaksi, analisis terhadap
FFI, serta analisis terhadap kondisi industri dan prospek industri atau bidang usaha yang dijalankan FFI.
Analisis kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis laporan keuangan sebelum dan sesudah
transaksi (Proforma) dari sisi Perseroan untuk mengetahui dampak keuangan secara konsolidasi dari
transaksi yang dilakukan, serta analisis inkremental dan analisis sensitivitas atas Rencana Transaksi.
1. Laporan pendapat kewajaran disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data.
Dalam menyusun laporan ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data
sebagaimana diberikan manajemen FFI, yang mana berdasarkan hakekat kewajaran adalah
benar, lengkap, dapat diandalkan serta tidak menyesatkan.
2. Kami tidak melakukan audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data-
data yang diberikan oleh manajemen FFI, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami
tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggungjawab terhadap kebenaran dan kelengkapan
dari informasi atau penjelasan tersebut.
3. Segala perubahan terhadap data-data yang telah diberikan manajemen FFI pada kami,
sebagaimana tercantum pada bagian sumber data dan Informasi, dapat mempengaruhi hasil
penilaian secara material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas
kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
4. Laporan pendapat kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan
perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan Pemerintah pada tanggal
Laporan ini dikeluarkan.
5. Kami menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan pendapat kewajaran ini tidak terjadi
perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
Laporan penilaian ini. Laporan pendapat kewajaran ini hanya dipersiapkan untuk dapat
dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan dalam laporan ini, dan tidak dapat
dipergunakan untuk tujuan lainnya.
6. Laporan pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan
sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis
dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
7. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini. Rencana transaksi merupakan transaksi
material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17 tentang Transaksi Material dan perubahan
Kegiatan Usaha dimana nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas
FFI.
FFI merupakan perusahaan yang bergerak di bidangmakanandan restoran. Perusahaan memulai usaha
komersialnya sejak tahun 1979. Kantor pusat perseroan berlokasi di Jl. M.T. Hayono Kav.7, Jakarta,
Indonesia. Pada tanggal 31 Desember 2023, Perseroan mengoperasikan 762 gerai restoran.
Analisis atas Rencana Transaksi, Rencana Transaksi akan akan mendapatkan ketersediaan bahan baku
daging ayam dan olahan daging ayam olahan yang sesuai dengan kebutuhan Perseroan. Dengan
menjadi pemegang saham mayoritas JAI, Perseroan akan memiliki akses langsung atas pasokan daging
ayam dan olahan daging ayam yang terjamin kualitas dan kuantitasnya. Hal ini dapat membantu
Perseroan untuk menjaga kontinuitas produksi dan ketersediaan bahan baku di restoran-restoran milik
Perseroan, khususnya untuk wilayah Indonesia bagian timur.
Halaman 2 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 3
Analisis Kualitatif, dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi Perseroan dapat memperoleh manfaat
dari efisiensi harga pasokan daging ayam dan olahan daging ayam dari JAI serta meningkatkan
profitabilitas Perseroan dari kegiatan usaha peternakan ayam terintegrasi milik JAI yang meliputi usaha
perkebunan, pabrik pakan, rumah potong ayam, dan industri pengolahan daging ayam.
Analisis Kuantitatif, dengan dilakukannya Rencana Transaksi maka Proforma Keuangan FFI per 31
Desember 2023 menunjukkan:
1. Rencana Transaksi tidak memberikan dampak terhadap laporan proforma laba rugi
konsolidasian FFI
2. Pada sisi aset lancar berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi peningkatan kas dan
setara kas senilai Rp59.522 Juta dimana hal tersebut terjadi karena adanya penerimaan dari
kepentingan non pengendali.
3. Pada sisi aset tetap berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi penurunan nilai aset
tidak lancar lainnya yaitu piutang kepada pemegang saham non-pengendali senilai Rp15.000
Juta.
4. Pada sisi liabilitas jangka pendek berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi penurunan
utang lain-lain pihak ketiga senilai Rp24.232 Juta dimana terjadi karena adanya pembayaran
pinjaman dari pihak berelasi akibat adanya Rencana Transaksi.
5. Pada sisi ekuitas berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, ekuitas mengalami peningkatan
sebesar senilai Rp68.754 Juta dimana hal tersebut terjadi sebagai dampak atas meningkatnya
non controlling interest akibat dari adanya Rencana Transaksi.
Analisis Inkremental, nilai tambah dengan terlaksananya Rencana Transaksi berupa peningkatan total
aset yaitu pada akun kas dan setara kas dan total ekuitas yaitu pada akun non controlling interest,
sedangkan pendapatan di tahun proyeksi yang diatribusikan kepada FFI tidak mengalami perubahan
sebelum Rencana Transaksi.
Analisis kewajaran nilai transaksi dilakukan dengan membandingkan Nilai per saham JAI yang telah
dinilai melalui Laporan Penilaian 100% Ekuitas PT Jagonya Ayam Indonesia tanggal 14 Juni 2024 yang
diterbitkan oleh KJPP FDI&R dengan Nilai per saham JAI Rencana Transaksi sebagai berikut:
Uraian Satuan Jumlah
Nilai Pasar Ekuitas per Saham Rp 1.025.529
Batas Atas (7,5%) Rp 1.102.444
Batas Bawah (7,5%) Rp 948.614
Nilai Rencana Transaksi per Saham Rp 1.000.000
Selisih Nilai Rencana Transaksi Terhadap Nilai Pasar Ekuitas per Saham % -2,49%
Berdasarkan tabel tersebut di atas, nilai transaksi masih berada kisaran batas bawah dan batas atas
yaitu 2,49% dibawah nilai pasar berada pada kisaran nilai yang sesuai dengan POJK 35/2020
mengenai batas atas dan batas bawah untuk kisaran nilai transaksi tidak melebihi 7,5%.
Analisis atas faktor lain yang relevan, dilihat dan diperhitungkan berdasarkan analisis sensitivitas.
Berdasarkan analisis sensitivitas, baik kenaikan maupun penurunan 2,5% pendapatan dan beban pokok
penjualan Perseroan tidak berdampak secara signifikan pada laba bersih tahun berjalan. Perseroan
tetap mampu mencatatkan kinerja yang baik, hal tersebut ditunjukan bahwa Perseroan masih
mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang serta memiliki trend kenaikan selama periode
pengamatan.
Halaman 3 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 4
Dengan demikian, berdasarkan analisis yang telah di uraikan di atas, menurut pendapat kami, Rencana Transaksi tersebut adalah Wajar. Laporan pendapat kewajaran ini untuk memberikan pendapat kewajaran terhadap Rencana Transaksi dalam rangka pemenuhan Otoritas Jasa Keuangan No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan FFI ataupun pihak - pihak lainnya yang terafiliasi dengan FFI. KJPP FDI&R juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini. Hormat kami, KJPP FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN Rekan M. Ichsan Suud, SP., MBA., MAPPI (Cert) Izin Penilai Bisnis No. : B-1.16.00453 MAPPI No. : 10-S-02571 STTD Bapepam No. : STTD.PB-50/PM.223/2020 RMK : RMK-2017.00526 Halaman 4 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 5
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN .............................................................................................................. 6
1.1 Uraian Mengenai Penugasan .................................................................................. 6
1.2 Identifikasi Status Penilai ......................................................................................... 6
1.3 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ...................................................... 6
1.4 Tanggal Penilaian (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan .................................... 6
1.5 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran................................................ 7
1.6 Obyek Analisis Kewajaran ...................................................................................... 7
1.7 Dampak Keuangan (Proforma) dari Transaksi yang Akan Dilakukan .......................... 7
1.8 Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana
Transaksi ............................................................................................................... 9
1.9 Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Otoritas Jasa Keuangan ............................... 9
1.10 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ....................................................................... 9
1.11 Sumber Data dan Informasi .................................................................................... 9
1.12 Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi ............................................................... 10
1.13 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ........................................................ 11
1.14 Pernyataan Independensi Penilai ........................................................................... 11
1.15 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ............................... 11
BAB II
ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI .............................................................................. 12
2.1 Latar Belakang Transaksi ...................................................................................... 12
2.2 Obyek Transaksi .................................................................................................. 12
2.3 Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi .............................................................. 12
2.4 Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ............................................................. 16
2.5 Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi ...................... 16
BAB III
ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI ................................................................... 20
3.1 Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan ................................................. 20
3.2 Analisis Atas Rencana Transaksi ............................................................................ 20
3.3 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi.............................................................. 21
3.2 Gambaran Umum Konsumsi dan Industri atau Peternakan Unggas ......................... 26
3.4 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi ............................................................. 31
3.5 Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi............................................................ 38
3.6 Analisis Faktor Lain Yang Relevan ......................................................................... 39
3.7 Kesimpulan ......................................................................................................... 41
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS .................................................................... 42
PERNYATAAN PENILAI .................................................................................................... 43
LAMPIRAN ..................................................................................................................... 45
Halaman 5 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 6
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Uraian Mengenai Penugasan
Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 006/FDI/PB-FO/V/2024 tertanggal 13 Mei
2024, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (“KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat
penugasan dari PT Fast Food Indonesia Tbk (“Perseroan” atau “FFI”) untuk memberikan pendapat
kewajaran atas Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham PT Jagonya Ayam Indonesia (“JAI”)
oleh FFI, diperlukan dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) d/h
BAPEPAM-LK selanjutnya disebut sebagai “Rencana Transaksi”.
1.2 Identifikasi Status Penilai
Pendapat Kewajaran ini dilakukan oleh KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan, selaku Penilai
Independen untuk memberikan pendapat kewajaran yang obyektif dan tidak memihak, sesuai
KEPI; memiliki kompetensi untuk memberikan pendapat kewajaran atas obyek yang dimaksud.
KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang memegang Izin
Usaha No.2.22.0176 tanggal 21 April 2022 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dan
mempunyai Penilai Publik sebagai berikut:
a. Pemimpin Rekan, Mochamad Ichsan Suud, adalah seorang Penilai Publik untuk klasifikasi
penilaian bisnis dengan Izin No. B-1.16.00453 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia,
dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi
Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) No. STTD.PB-50/PM.223/2020. Beliau adalah
anggota dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
b. Penugasan penilaian ini bersifat independen, tidak memiliki keterlibatan material atau
benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek penilaian dan/ atau
pemilik aset/properti/ekuitas, menjunjung tinggi obyektifitas, profesional dan tidak memihak.
c. Seluruh Penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan
tim penugasan di bawah kordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan penilaian
ini.
1.3 Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
Pemberi tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah FFI, dengan informasi sebagai
berikut:
Nama : PT Fast Food Indonesia Tbk
Alamat : Jl. Letjen M.T Haryono No.7, Tebet, Jakarta Selatan 13630
Telepon/Fax : (021) 8301133
Bidang usaha : Ritel Makanan Cepat Saji
PIC/Contact : Bpk./Ibu -
Email : -
1.4 Tanggal Penilaian (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan
Tanggal penilaian Pendapat Kewajaran adalah tanggal 31 Desember 2023, dimana tanggal
penilaian tersebut ditentukan berdasarkan tanggal posisi laporan keuangan FFI dan atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.
Halaman 6 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 7
1.5 Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran
Maksud pemberian pendapat kewajaran adalah untuk memberikan laporan hasil analisis tentang
Kewajaran atas Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham JAI oleh FFI dalam rangka
memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) d/h BAPEPAM-LK.
Tujuan pemberian laporan pendapat kewajaran adalah dalam rangka pemenuhan Otoritas Jasa
Keuangan No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak
digunakan untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan
dalam tujuan lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.
1.6 Obyek Analisis Kewajaran
Obyek analisis kewajaran dalam hal ini adalah saham baru yang diterbitkan oleh JAI sebanyak
229.181 (dua ratus dua puluh sembilan ribu seratus delapan puluh satu) lembar saham Seri A
yang diambil bagian oleh Perseroan sebanyak 160.427 (Seratus Enam Puluh Ribu Empat Ratus
Dua Puluh Tujuh) lembar saham Seri A atau setara dengan 70% (tujuh puluh persen) dari seluruh
saham yang telah diterbitkan oleh JAI.
1.7 Dampak Keuangan (Proforma) dari Transaksi yang Akan Dilakukan
Sehubungan dengan Rencana Transaksi serta mengacu pada informasi keuangan konsolidasian
proforma Perseroan untuk periode 31 Desember 2023, maka dampak Rencana Transaksi dapat
disajikan sebagai berikut:
Tabel 1-1 Informasi Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
Audit Report Rencana Proforma
Uraian
31 Des 2023 Transaksi 31 Des 2023
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 208.855 59.522 268.377
Piutang lain - lain
Pihak berelasi 283.347 283.347
Pihak ketiga 17.058 17.058
Persediaan 302.914 302.914
Biaya dibayar dimuka 25.186 25.186
Aset lancar lainnya 110.183 110.183
947.542 59.522 1.007.064
Aset Tidak Lancar
Investasi pada entitas asosiasi 48.632 48.632
Aset tetap, neto 909.284 909.284
Biaya renovasi bangunan sewa ditangguhkan, neto 625.286 625.286
Sewa jangka panjang dibayar dimuka, neto -
Beban ditangguhkan, neto 266.817 266.817
Aset hak guna, neto 526.957 526.957
Aset pajak tangguhan, neto 148.990 148.990
Halaman 7 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 8
Audit Report Rencana Proforma
Uraian
31 Des 2023 Transaksi 31 Des 2023
Aset tidak lancar lainnya 437.035 (15.000) 422.035
2.963.002 (15.000) 2.948.002
Jumlah Aset 3.910.544 44.522 3.955.066
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang obligasi, neto -
Utang usaha
Pihak ketiga 437.514 437.514
Pihak berelasi 64.918 64.918
Utang lain - lain -
Pihak ketiga 402.118 (24.232) 377.887
Pihak berelasi 395 395
Utang pajak 132.132 132.132
Utang bank jangka pendek 381.432 381.432
Beban akrual 112.641 112.641
Utang yang jatuh tempo dalam satu tahun: -
Sewa pembiayaan/liabilitas sewa 121.652 121.652
Pembiayaan konsumen 14.313 14.313
Utang bank jangka panjang 255.000 255.000
Utang bunga atas obligasi -
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 48.438 48.438
Liabilitas jangka pendek lainnya 490 490
1.971.044 (24.232) 1.946.812
Liabilitas Jangka Panjang
Utang/liabilitas sewa pembiayaan, setelah dikurangi
227.061 227.061
bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang pembiayaan konsumen, setelah dikurangi
5.544 5.544
bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Utang obligasi, neto -
Utang bank jangka panjang 249.720 249.720
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 733.298 733.298
1.215.623 - 1.215.623
Jumlah Liabilitas 3.186.667 (24.232) 3.162.435
Ekuitas
Modal saham 199.514 199.514
Agio saham 944 944
Dikurangi saham treasuri (3.273) (3.273)
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya untuk cadangan
15.925 15.925
umum
Belum ditentukan penggunaannya 498.618 498.618
711.730 - 711.730
Kepentingan nonpengendali 12.148 68.754 80.902
Jumlah Ekuitas 723.877 68.754 792.631
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 3.910.544 44.522 3.955.066
Halaman 8 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 9
Asumsi - asumsi laporan posisi keuangan konsolidasian ringkasan proforma yang digunakan
adalah sebagai berikut:
1. Rencana Transaksi tidak memberikan dampak terhadap laporan proforma laba rugi
konsolidasian FFI
2. Pada sisi aset lancar berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi peningkatan kas
dan setara kas senilai Rp59.522 Juta dimana hal tersebut terjadi karena adanya penerimaan
dari kepentingan non pengendali.
3. Pada sisi aset tetap berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi penurunan nilai
aset tidak lancar lainnya yaitu piutang kepada pemegang saham non-pengendali senilai
Rp15.000 Juta.
4. Pada sisi liabilitas jangka pendek berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi
penurunan utang lain-lain pihak ketiga senilai Rp24.232 Juta dimana terjadi karena adanya
pembayaran pinjaman dari pihak berelasi akibat adanya Rencana Transaksi.
5. Pada sisi ekuitas berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, ekuitas mengalami
peningkatan sebesar senilai Rp68.754 Juta dimana hal tersebut terjadi sebagai dampak atas
meningkatnya non controlling interest akibat dari adanya Rencana Transaksi.
1.8 Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi
Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan mempertahankan persentase kepemilikan
saham Perseroan dalam JAI yang sedang dalam proses membangun suatu peternakan ayam
terintegrasi di atas lahan milik JAI seluas 8.575.200 m2 di Kecamatan Kalibaru, Kabupaten
Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Selain itu, JAI dapat memenuhi kebutuhan pasokan bahan baku
daging ayam dan olahan daging ayam sebanyak-banyaknya untuk restoran milik Perseroan.
Sehubungan hal tersebut di atas, Perseroan akan tetap mempertahankan persentase kepemilikan
sahamnya sebanyak 70% (tujuh puluh persen) di JAI dan dukungan kegiatan usaha dari JAI
melalui pasokan bahan baku ayam dan olahan daging ayam dari peternakan ayam terintegrasi
yang dimiliki oleh JAI yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan standarisasi Perseroan.
1.9 Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Otoritas Jasa Keuangan
Rencana Transaksi yang dilakukan terkait dengan No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.
1.10 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran
Ruang lingkup pendapat kewajaran mengacu kepada Pasal 17 POJK 35 meliputi:
a. Tujuan dari Penugasan adalah memberikan pendapat kewajaran atas rencana transaksi:
b. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan
c. Membandingkan dasar nilai transaksi dengan nilai pasar yang dihasilkan dari laporan
penilaian properti atas obyek Rencana Transaksi.
1.11 Sumber Data dan Informasi
a. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dengan
angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022 yang telah diaudit
oleh oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dalam laporan No.
01156/2.1032/AU.1/10/0698-3/1/IV/2024 tertanggal 30 April 2024 dengan opini wajar
tanpa pengecualian.
Halaman 9 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 10
b. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dengan
angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2021 yang telah diaudit
oleh oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dalam laporan No.
00416/2.1032/AU.1/10/1609-2/1/III/2023 tertanggal 29 Maret 2023 dengan opini wajar
tanpa pengecualian.
c. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dengan
angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2020 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dalam laporan No.
01153/2.1032/AU.1/10/1609-1/1/IV/2022 tertanggal 29 April 2022 dengan opini wajar
tanpa pengecualian.
d. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dengan
angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2019 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dalam laporan No.
01587/2.1032/AU.1/10/0698-2/1/VI/2021 tertanggal 23 Juni 2021 dengan opini wajar
tanpa pengecualian.
e. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dengan
angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2018 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dalam laporan No.
01107/2.1032/AU.1/10/0698-1/1/V/2020 tertanggal 19 Mei 2020 dengan opini wajar
tanpa pengecualian.
f. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dengan
angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2017 yang telah diaudit
oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dalam laporan No.
00271/2.1032/AU.1/10/0695-1/1/III/2019 tertanggal 25 Maret 2019 dengan opini wajar
tanpa pengecualian.
g. Proyeksi keuangan Perseroan selama lima tahun kedepan dengan mempertimbangkan ada
dan tidak adanya Rencana Transaksi.
h. Profoma Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2023 (sebelum dan sesudah
transaksi) yang disiapkan oleh manajemen FFI
i. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi.
j. Pernjanjian pengambilbagian saham bersyarat antara FFI dan JAI.
k. Surat Pernyataan Manajemen Perseroan (management representation letter) No. 049/S-
EXT/LCA-FFI/VI/2024 tanggal 14 Juni 2024 terkait penugasan Pendapat Kewajaran Atas
Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham.
l. Hasil wawancara dengan pihak FFI dan pihak lain yang kami anggap layak dan relevan guna
mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan proses Pendapat
kewajaran.
m. Data dan informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal baik dari media cetak maupun
media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.
1.12 Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi
Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah
melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang
mencakup hal–hal sebagai berikut:
a. Analisis atas Rencana Transaksi;
b. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi;
c. Analisis Atas Kewajaran Rencana Transaksi;
d. Analisis atas faktor lain yang relevan.
Halaman 10 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 11
1.13 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli
Dalam memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, dalam laporan ini
menggunakan Laporan Penilaian Saham No. 00061/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
tanggal 14 Juni 2024 oleh KJPP FDI&R.
1.14 Pernyataan Independensi Penilai
Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan JAI
ataupun pihak - pihak lainnya yang terafiliasi dengan Perseroan dan JAI. KJPP FDI&R juga tidak
memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan
pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang
dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.
1.15 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)
Dari tanggal penilaian (cut off date) per 31 Desember 2023, terdapat kejadian penting setelah
tanggal penilaian (Subsequent Event) yaitu sebagai berikut:
1. Keputusan Para Pemegang Saham di Luar Rapat Umum Pemegang Saham PT Jagonya Ayam
Indonesia yang disetujui pada tanggal 19 Juni 2024.
Halaman 11 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 12
BAB II
ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI
2.1 Latar Belakang Transaksi
Berdasarkan Draft Keterbukaan Informasi yang telah disampaikan oleh manajemen Perseroan,
Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan menyatakan bahwa Rencana Transaksi ini merupakan
transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK 17 dan Rencana Transaksi ini tidak
mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42. Sehubungan
dengan hal-hal tersebut di atas, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku, khususnya POJK 17 dan POJK 42, Direksi Perseroan menyatakan bahwa Rencana
Transaksi telah dilaksanakan sesuai dengan praktik bisnis yang berlaku umum.
Berdasarkan informasi Manajemen, Perseroan didirikan dan beroperasi sebagai perusahaan
yang menjalankan kegiatan usaha di bidang restoran. Seiring berjalannya waktu, pengembangan
usaha Perseroan membutuhkan pasokan bahan baku yang dapat memenuhi kebutuhan usaha
restoran milik Perseroan dengan tujuan Perseroan dapat mengakomodir kebutuhan bahan baku
daging ayam potong dan olahan daging ayam untuk disajikan kepada pelanggan restoran.
Guna memberikan kepastian pasokan dan harga bahan baku daging ayam, Perseroan
mempertahankan persentase kepemilikan saham Perseroan dalam JAI yang sedang dalam proses
membangun suatu peternakan ayam terintegrasi di atas lahan milik JAI seluas 8.575.200 m2 di
Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Selain itu, JAI dapat
memenuhi kebutuhan pasokan bahan baku daging ayam dan olahan daging ayam sebanyak-
banyaknya untuk restoran milik Perseroan.
Oleh karena itu, dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan akan tetap
mempertahankan persentase kepemilikan sahamnya sebanyak 70% (tujuh puluh persen) di JAI
dan dukungan kegiatan usaha dari JAI melalui pasokan bahan baku ayam dan olahan daging
ayam dari peternakan ayam terintegrasi yang dimiliki oleh JAI yang dapat disesuaikan dengan
kebutuhan dan standarisasi Perseroan.
2.2 Obyek Transaksi
Objek dari Transaksi ini adalah berupa saham baru yang diterbitkan oleh JAI sebanyak 229.181
(dua ratus dua puluh sembilan ribu seratus delapan puluh satu) saham Seri A yang diambil bagian
oleh Perseroan sebanyak 160.427 (Seratus Enam Puluh Ribu Empat Ratus Dua Puluh Tujuh) saham
Seri A atau setara dengan 70% (tujuh puluh persen) dari seluruh saham yang telah diterbitkan
oleh JAI.
2.3 Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Transaksi adalah FFI selaku pemberi modal dan
serta JAI selaku penerbit saham.
a. PT Fast Food Indonesia (“Perseroan” atau “FFI”)
Dalam Rencana Transaksi yang dimaksud dalam laporan pendapat kewajaran ini, FFI adalah
selaku pemberi modal perseroan afiliasi, dengan informasi singkat sebagai berikut:
Halaman 12 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 13
Riwayat Singkat
PT Fast Food Indonesia (“Perseroan” atau “FFI”) didirikan berdasarkan Akta Notaris Sri Rahayu,
S. H., No. 20 tanggal 19 Juni 1978. Akta Pendirian tersebut telah mendapat persetujuan dari
Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. Y.A.5/245/12 tanggal 22
Mei 1979, dan didaftarkan di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta dengan No. 4491 tanggal 1
Oktober 1979, serta diumumkan dalam Tambahan No. 682 dari Berita Negara Republik
Indonesia No. 90 tanggal 9 November 1979.
Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir
berdasarkan akta notaris Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S. H., No. 40 tanggal 18
Juli 2022 mengenai perubahan kegiatan usaha penunjang Perseroan dan terdaftar dalam
Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana terdokumentasi
dalam surat No.AHU-0147291.AH.01.11. Tahun 2022 tanggal 29 Juli 2022.
Informasi Umum
FFI bergerak di bidang makanan dan restoran. Perseroan memulai usaha komersialnya sejak
tahun 1979. Perseroan tidak memiliki entitas induk terakhir karena tidak terdapat entitas yang
memiliki kendali terhadap Perseroan. Kantor Pusat Perseroan terletak di Jl. M. T. Haryono
Kav.7, Jakarta, Indonesia. Pada tanggal 31 Desember 2022, Perseroan mempunyai 15.075
karyawan dan mengoperasikan 746 gerai restoran.
Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham FFI per tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Tabel 2-1 Struktur Pemegang Saham FFI
Total Nominal
Pemegang Saham Lembar Saham Proporsi (%)
(dalam Ribuan Rupiah)
PT Gelael Pratama 1.589.726.610 39,84% 79.486.330
PT Indoritel Makmur Internasional Tbk 1.430.115.492 35,84% 71.505.775
BBH Luxembourg S/A Fidelity FD Sicav,
315.194.800 7,90% 15.759.740
FD FDS PAC FD
Masyarakat (masing-masing dibawah
652.032.256 16,34% 32.601.613
5%)
Saham Tresuri 3.208.000 0,08% 160.400
Total 3.990.277.158 100,00% 199.513.858
Sumber: Laporan Keuangan FFI (Audited)
Susunan Pengurus FFI
Berdasarkan Laporan Konsolidasian Perseroan 31 Desember 2023, susunan Dewan Komisaris
dan Direksi FFI adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama : Anthoni Salim
Wakil Komisaris Utama : Noni Rosalia Gelael Barki
Komisaris : Benny Setiawan Santoso
: Elisabeth Gelael
Halaman 13 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 14
Komisaris Independen : Gunawan Solaiman
: Achmad Baiquni
Direksi:
Direktur Utama : Ricardo Gelael
Wakil Direktur Utama : Ferry Noviar Yosaputra
Direktur : Justinus Dalimin Juwono
: Cahyadi Wijaya
: Fabian Gelael
: Adhi Indrawan
: Wachjudi Martono
: Omar Luthfi Anwar
Kegiatan Usaha
1. Maksud dan tujuan Perseroan ialah berusaha dalam bidang makanan, restoran,
perdagangan, pengangkutan dan pergudangan, perwakilan dan/atau peragenan,
perindustrian, pertanian dan peternakan, pendidikan, konsultasi manajemen, jasa, dan
telekomunikasi.
2. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan:
a. Kegiatan usaha utama yaitu: restoran dan jasa boga untuk suatu event tertentu (event
catering).
b. Kegiatan usaha penunjang, yaitu:
i. Budidaya ayam ras pedaging
ii. Perdagangan besar daging ayam dan daging ayam olahan
iii. Pergudangan dan penyimpanan
iv. Aktivitas cold storage
v. Angkutan bermotor untuk barang umum
vi. Penelitian pasar
vii. Perdagangan besar peralatan dan perlengkapan rumah tangga
viii. Perdagangan besar berbagai barang dan perlengkapan rumah tangga lainnya
YTDL
ix. Pendidikan kerajinan dan industri
x. Pendidikan lainnya swasta
xi. Aktivitas konsultasi manajemen lainnya
xii. Dana pensiun pemberi kerja konvensional
xiii. Aktivitas telekomunikasi tanpa kabel.
b. PT Jagonya Ayam Indonesia (“JAI”)
Dalam Rencana Transaksi yang dimaksud dalam laporan pendapat kewajaran ini, PT Jagonya
Ayam Indonesia adalah penerbit saham, dengan informasi singkat sebagai berikut:
Riwayat Singkat
JAI didirikan berdasarkan Akta Notaris Humberg Lie, SH., SE., MKn. No. 62 tanggal 21 Januari
2014. Akta pendirian tersebut telah memperoleh pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusannya Nomor : AHU-10.00176.PENDIRIAN-
PT.2014 tanggal 22 Januari 2014.
Halaman 14 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 15
Akta perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir perubahan dengan akta
nomor 114 tanggal 09 Desember 2022 tentang perubahan dewan komisaris dan direksi. Atas
perubahan akta terakhir telah mendapatkan persetujuan pengesahan dari Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Nomor AHU-AH.01.09-0085455
Tahun 2022 tertanggal 12 Desember 2022.
Kegiatan Usaha
Berdasarkan Pasal 3 Akta Nomor 62 dari Notaris Notaris Humberg Lie, SE, Mkn., tanggal 21
Januari 2014 dan diubah berdasarkan Akta Nomor 24 dari Notaris Notaris Muhammad
Hanafi, SH, tanggal 15 Juli 2019 kegiatan utama Perusahaan adalah berusaha dalam bidang
peternakan, industri pengolahan, perdagangan besar, pergudangan, pengangkutan,
penyedia makan minum, aktivitas profesional ilmiah dan kesenian.
Informasi Umum
Kantor pusat JAI terletak di Jalan Palatehan I nomor 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
12160, Desa/Kelurahan Melawai, Kec. Kebayoran Baru, Kota Adm. Jakarta Selatan, Provinsi
DKI Jakarta.
Lokasi Proyek Peternakan Ayam Terintegrasi terletak di Dusun Terongan, Desa/Kelurahan
Kebonrejo, Kec. Kalibaru, Kab. Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Kode Pos: 68467.
Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
Susunan pemegang saham JAI per tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Tabel 2-2 Struktur Pemegang Saham JAI
Proporsi
No. Pemegang Saham Lembar Saham Total
%
1 PT Fast Food Indonesia Tbk 35.000 70,00% 41.599.985.000
2 Djajeng Pristiwan 7.500 15,00% 7.500.000.000
3 Erwin FX Bengie 7.500 15,00% 7.500.000.000
Total 50.000 100,00% 56.599.985.000
Sumber: Laporan Keuangan PT Jagonya Ayam Indonesia
Susunan Pengurus JAI
Berdasarkan Laporan keuangan JAI 31 Desember 2023 (audited), susunan Dewan Komisaris
dan Direksi JAI adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Komisaris Utama : Benny Setiawan Santoso
Komisaris : Dalimin Juwono
Direksi:
Direktur Utama : Ricardo Gelael
Direktur : Wachjudi Martono
: Ir. Endang Ruchijat
: Sean Gelael
Halaman 15 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 16
2.4 Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi
Rencana Transaksi dalam laporan ini merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 42 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
Benturan Kepentingan, mengingat PT Jagonya Ayam Indonesia selaku pihak yang memberi modal
merupakan anak perusahaan dari FFI selaku pihak yang menerbitkan saham.
Berdasarkan Draft Keterbukaan Informasi yang telah disampaikan oleh manajemen Perseroan,
Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan menyatakan bahwa Rencana Transaksi ini merupakan
transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK 17 dan Rencana Transaksi ini tidak
mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42. Sehubungan
dengan hal-hal tersebut di atas, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
berlaku, khususnya POJK 17 dan POJK 42, Direksi Perseroan menyatakan bahwa Rencana
Transaksi telah dilaksanakan sesuai dengan praktik bisnis yang berlaku umum.
2.5 Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi
Berdasarkan Perjanjian Pengambilbagian Saham Bersyarat, kondisi dan syarat yang disepakati
dalam Rencana Transaksi antara lain adalah:
Para Pihak
1. PT FAST FOOD INDONESIA TBK., suatu perseroan terbuka yang didirikan berdasarkan
hukum Negara Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, dalam hal ini diwakili
oleh Ferry Noviar Yosaputra, dalam kapasitasnya sebagai Wakil Direktur Utama dan Justinus
Dalimin Juwono dalam kapasitasnya sebagai Direktur, dari dan karenanya sah bertindak
untuk dan atas nama PT Fast Food Indonesia, Tbk;
selanjutnya disebut sebagai "Pihak Pertama",
2. PT JAGONYA AYAM INDONESIA, suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan
hukum Negara Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, yang berdasarkan
hukum Negara Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, yang dalam bal ini
diwakili oleh Endang Ruchijat, dalam kapasitasnya selaku Direktur, dari dan karenanya sah
bertindak untuk dan atas nama PT Jagonya Ayam Indonesia;
(selanjutnya disebut sebagai "Pihak Kedua":
Pihak Pertama dan Pihak Kedua secara bersama sama disebut sebagai "Para Pihak" dan
secara sendiri-sendiri disebut sebagai "Pihak".
Pendahuluan
A. Bahwa Pihak Pertama merupakan perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha restoran
Kentucky Fried Chicken dan pemegang saham yang mewakili 70% (tujuh puluh persen) dari
seluruh modal disetor dan ditempatkan dalam Pihak Kedua.
B. Bahwa Pihak Kedua merupakan perusahaan yang bergerak dalam kegiatan usaha Integrated
Chicken Poultry, yang dalam hal ini hendak berencana untuk meningkatkan modal dasar,
modal disetor dan ditempatkan Pihak Kedua yang akan diperuntukkan untuk pembangunan
dan pengembangan kegiatan usaha Integrated Chicken Poultry termasuk namun tidak
terbatas pada pembangunan rumah potong ayam, pabrik pengolahan daging ayam dan
pabrik pengolahan ransum pakan ayam yang berlokasi di Kecamatan Kalibaru, Kabupaten
Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.
Halaman 16 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 17
C. Bahwa sehubungan dengan peningkatan modal dasar, modal disetor dan ditempatkan Pihak
Kedua sebagaimana disebutkan pada huruf A di atas, Pihak Pertama bermaksud untuk
mengambilbagian sebanyak-banyaknya sebesar Rp160.427.000.000 (seratus enam puluh
miliar empat ratus dua puluh tujuh juta Rupiah) atas penerbitan saham-saham baru yang
diterbitkan oleh Pihak Kedua (“Saham-Saham Baru")
D. Bahwa transaksi berdasarkan Perjanjian ini merupakan rangkaian transaksi yang
berkelanjutan dengan Perjanjian Pengambilbagian Saham Bersyarat tanggal 21 Juni 2022
antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua guna membangun dan mengoperasikan proyek
Integrated Chicken Poultry milik Pihak Kedua.
Harga Pengambilan Saham-Saham Baru dan Cara Pembayarann:
1. Dengan tetap memperhatikan Persyaratan Pendahuluan sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 4 Perjanjian ini, Para Pihak sepakat bahwa harga pengambil bagian atas Saham-
Saham Baru adalah sebesar Rp160.427.000.000 (seratus enam puluh miliar empat ratus
dua puluh tujuh juta Rupiah) ("Harga Pengambilbagian Saham Baru") yang telah dibayarkan
oleh Pihak Pertama pada tanggal 28 Maret 2023 ("Pembayaran");
2. Para Pihak sepakat bahwa Pihak Pertama akan melakukan konversi atas setiap dan seluruh
Pembayaran yang telah dibayarkan Pihak Pertama kepada Pihak Kedua sebesar
Rp160.427.000.000 (Seratus Enam Puluh Miliar Empat Ratus Dua Puluh Tujuh Juta Rupiah)
sebagai pembayaran atas Harga Pengambilbagian Saham Baru sebagaimana dimaksud
dalam Perjanjian ini. Pihak Kedua menyatakan menerima dan setuju atas ketentuan yang
diatur dalam Pasal ini dan Karenanya pada saat penutupan Transaksi, Pihak Kedua
menyatakan telah menerima seluruh Pembayaran atas Harga Pengambilbagian Saham Baru
dari Pihak Pertama.
3. Para Pihak sepakat bahwa Harga Pengambilbagian Salam Baru tersebut tidak akan berubah
dan berlaku mengikat bagi Para Pihak selama berlakunya Perjanjian ini.
4. Masing-masing Pihak akan menanggung setiap beban pajak yang timbul sesuai dengan
kapasitasnya masing-masing selaku subyek dan wajib pajak berdasarkan peraturan
perundang-undangan yang berlaku
5. Bahwa atas pembayaran Harga Pengambilbagian Saham Baru yang diterima oleh Pihak
Kedua maka membebankan Pihak Kedua untuk melaksanakan setiap kewajiban yang
disepakati oleh Para Pihak berdasarkan Perjanjian ini, karenanya dalam hal satu atau lebih
Pihak Kedua lalai ataupun ingkar janji untuk melaksanakan satu atau lebih kewajibannya
berdasarkan Perjanjian ini, maka Pihak Kedua wajib mengembalikan seluruh pembayaran
yang telah diterimanya sehubungan dengan pembayaran Harga Pengambilbagian Saham
Baru kepada Pihak Pertama berdasarkan ketentuan Pasal 5 Ayat (5) Perjanjian ini, tapa
menghilangkan hak-hak Pihak Pertama yang dijamin berdasarkan hukum dan undang-
undang untuk mengajukan gagatan dan/atau tuntutan hukum apapun.
Prasyarat Pendahuluan
1. Penutupan Transaksi akan dilaksanakan dengan syarat-syarat pendahuluan atau kewajiban
masing-masing Pihak yang harus terlebih dulu dipenuhi ("Prasyarat Pendahuluan") sebagai
berikut:
Pihak Kedua
(a) Pihak Kedua telah secara sah mengambil keputusan yang sah pada RUPSLB
Pihak Kedua atau telah menandatangani keputusan para pemegang saham
Pihak Kedua yang dibuat di luar rapat umum pemegang saham Pihak Kedua yang
menyetujui agenda -agenda sebagai berikut:
Halaman 17 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 18
i. Peningkatan modal dasar, modal disetor dan ditemparkan Pihak Kedua dengan
penerbitan saham baru yang akan diambilbagian oleh para pemegang saham
Pihak Kedua;
ii. Pihak Pertama sebagai pemegang saham pada Pihak Kedua mengambilbagian
seluruh Saham-Saham Baru yang diterbitkan Pihak
Kedua senilai Harga Pengambilbagian Saham Baru; dan
iii. Melakukan perubahan anggaran dasar perseroan Pihak Kedua.
(b) Pihak Kedua telah secara sah memegang hak atas tanah seluas 857,52 berdasarkan
sertifikat Hak Guna Usaha No. 00020/Desa Kebonrejo di wilayah Kabupaten
Banyuwangi ("Tanah").
(c) Pihak Kedua telah melakukan land clearing aras Tanah guna mempersiapkan kegiatan
usahanya.
(d) Pihak Kedua telah secara clean and clear membebaskan Tanah dari penguasaan fisik
pihak ketiga termasuk proses relokasi warga yang bertempat tinggal di atas Tanah.
(e) Pihak Kedua telah mendapatkan perizinan yang diperlukan termasuk namun tidak
terbatas pada izin usaha dan izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dalam hal
melakukan kegiatan usahanya.
(f) Pihak Kedua telah memperoleh izin lingkungan dan dokumen AMDAL schubungan
dengan kegiatan usaha Pihak Kedua di atas Tanah.
(g) Pihak Kedua telah menandatangani perjanjian kredit dengan lembaga jasa keuangan
yang bekerjasama dengan Pihak Kedua sehubungan dengan pembiayaan kegiatan
usaha Pihak Kedaa
(h) Pihak Kedua telah memperoleh laporan keuangan tahun 2023 yang telah diaudit oleh
Kantor Akuntan Publik (KAP).
Pihak Pertama
(a) Pihak Pertama telah mendapatkan (i) persetujuan dewan komisaris; dan/atau (in)
persetujuan RUPSLB (masing-masing sesuai dengan ketentuan hukum dan persyaratan
yang berlaku di bidang Pasar Modal) Pihak Pertama terkait persetujuan Transaksi
berdasarkan Perjanjian ini.
(b) Telah terbitnya penilaian valuasi saham Pihak Kedua tahun 2023 yang diterbitkan oleh
Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).
(c) Telah terbitnya penilaian kewajaran atas valuasi Saham-Saham Baru dan Transaksi
yang diterbitkan oleh KJPP.
(d) Telah terbitnya pendapat hukum terkait opini transaksi afiliasi dan materialitas
sehubungan Transaksi yang dilakukan Pihak Pertama, diterbitkan oleh konsultan hukum
pasar modal.
2. Prasyarat pendahuluan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ini wajib dipenuhi oleh
masing-masing Pihak.
3. Para Pihak sepakat bahwa pelaksanaan penutupan Transaksi akan selambat-lambatnya
dilakukan pada bulan Juni 2024.
4. Berdasarkan persetujuan tertulis oleh kedua belah Pibak, Para Pihak dapat
mengesampingkan setiap Persyaratan Pendahuluan.
Halaman 18 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 19
Pernyataan dan Jaminan
Pihak Kedua menyatakan dan menjamin kepada Pihak Pertama bahwa:
1. Pihak Kedua mempunyai hak penuh dan kewenangan untuk mengadakan Perjanjian ini dan
untuk memberikan hak yang terkandung di dalamnya serta tidak melakukan atau tidak akan
melakukan sesuatu yang akan melanggar hak-hak Pihak Pertama dalam Perjanjian ini.
2. Pihak Kedua menjamin bahwa dalam melaksanakan kewajiban Prasyarat Pendahuluan
berdasarkan Pasal 4 Perjanjian ini, Pihak Kedua secara sah telah memiliki surat izin,
persetujuan maupun kewenangan ataupun persyaratan lain yang dipersyaratkan oleh
ketentuan peraturan yang berlaku kepada Pihak Pertama sehubungan dengan pelaksanaan
kewajiban Pihak Kedua berdasarkan Perjanjian ini.
3. Pihak Kedua tidak akan mengajukan gugatan maupun klaim dalam bentuk apapun kepada
Pihak Pertama sehubungan dengan pelaksanaan kewajiban Pihak Kedua berdasarkan
Perjanjian ini.
4. Pihak Kedua tidak akan menyalahgunakan atau mengaku sebagai perwakilan Pihak Pertama
atau mengakui memiliki hak dan tanggung jawab sebagai Pihak Pertama
5. Pihak Kedua akan mengembalikan dana Pihak Pertama atas Pembayaran apabila Prasyarat
Pendahuluan sebagaimana dimaksud pada Pasal 4 Perjanjian tidak terpenuhi.
Pengembalian akan dilakukan oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama selambat-lambatnya
14 (empat belas) hari setelah tanggal pengakhiran Perjanjian ini. Atas pengakhiran dan
pengembalian tersebut Pihak Kedua menjamin untuk tidak akan mengajukan tuntutan,
gugatan, atau upaya hukum lainnya kepada Pihak Pertama.
6. Berkaitan dengan ketentuan Pasal 5 Ayat (5), pengembalian pembayaran Harga
Pengambilbagian Saham Baru oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama apabila melewati
dari ketentuan 14 (empat belas) hart dari tanggal pengakhiran Perjanjian, maka Pihak Kedua
sepakat dan setuju untuk dikenakan denda keterlambatan pengembalian pembayaran
Harga Pengambil Saham Baru sebesar Rp 100.000.000. (Seratus Juta Rupiah) per hari.
7. Bahwa Pihak Kedua memastikan untuk atas Saham-Saham Baru yang diambil bagian oleh
Pihak Pertama tidak akan merubah persentase saham milik pemegang saham eksisting
termasuk persentase saham milik Pihak Pertama pada Pihak Kedua
Halaman 19 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 20
BAB III
ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI
3.1 Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan
Dalam menyusun laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang mencakup hal-hal
sebagai berikut:
a. Analisis atas Rencana Transaksi
b. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi
c. Analisis kewajaran Rencana Transaksi.
d. Analisis atas faktor lain yang relevan.
3.2 Analisis Atas Rencana Transaksi
a. Latar belakang Rencana Transaksi
Berdasarkan Draft Keterbukaan Informasi yang telah disampaikan oleh manajemen Perseroan,
Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan menyatakan bahwa Rencana Transaksi ini merupakan
transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK 17 dan Rencana Transaksi ini tidak
mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42. Sehubungan
dengan hal-hal tersebut di atas, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
yang berlaku, khususnya POJK 17 dan POJK 42, Direksi Perseroan menyatakan bahwa
Rencana Transaksi telah dilaksanakan sesuai dengan praktik bisnis yang berlaku umum.
Berdasarkan informasi Manajemen, Perseroan didirikan dan beroperasi sebagai perusahaan
yang menjalankan kegiatan usaha di bidang restoran. Seiring berjalannya waktu,
pengembangan usaha Perseroan membutuhkan pasokan bahan baku yang dapat memenuhi
kebutuhan usaha restoran milik Perseroan dengan tujuan Perseroan dapat mengakomodir
kebutuhan bahan baku daging ayam potong dan olahan daging ayam untuk disajikan kepada
pelanggan restoran.
Guna memberikan kepastian pasokan dan harga bahan baku daging ayam, Perseroan
mempertahankan persentase kepemilikan saham Perseroan dalam JAI yang sedang dalam
proses membangun suatu peternakan ayam terintegrasi di atas lahan milik JAI seluas
8.575.200 m2 di Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Selain itu,
JAI dapat memenuhi kebutuhan pasokan bahan baku daging ayam dan olahan daging ayam
sebanyak-banyaknya untuk restoran milik Perseroan.
Oleh karena itu, dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan akan tetap
mempertahankan persentase kepemilikan sahamnya sebanyak 70% (tujuh puluh persen) di JAI
dan dukungan kegiatan usaha dari JAI melalui pasokan bahan baku ayam dan olahan daging
ayam dari peternakan ayam terintegrasi yang dimiliki oleh JAI yang dapat disesuaikan dengan
kebutuhan dan standarisasi Perseroan.
Halaman 20 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 21
b. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
1. Manfaat Rencana Transaksi
• Perseroan tetap mempertahankan persentase kepemilikan saham sebesar 70% (tujuh
puluh persen) di JAI yang menempatkan Perseroan sebagai pemegang saham
pengendali pada JAI.
• Perseroan akan mendapatkan ketersediaan bahan baku daging ayam dan olahan
daging ayam olahan yang sesuai dengan kebutuhan Perseroan. Dengan menjadi
pemegang saham mayoritas JAI, Perseroan akan memiliki akses langsung atas pasokan
daging ayam dan olahan daging ayam yang terjamin kualitas dan kuantitasnya. Hal ini
dapat membantu Perseroan untuk menjaga kontinuitas produksi dan ketersediaan
bahan baku di restoran-restoran milik Perseroan, khususnya untuk wilayah Indonesia
bagian timur.
• Dengan tetap mempertahankan kepemilikan saham mayoritas, maka Perseroan dapat
memperoleh manfaat dari efisiensi harga pasokan daging ayam dan olahan daging
ayam dari JAI serta meningkatkan profitabilitas Perseroan dari kegiatan usaha
peternakan ayam terintegrasi milik JAI yang meliputi usaha perkebunan, pabrik pakan,
rumah potong ayam, dan industri pengolahan daging ayam
2. Risiko Rencana Transaksi
• Risiko tidak tercapaiknya proyeksi keuangan: Risiko ini berkaitan terhadap pencapaian
kinerja keuangan JAI.
3.3 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat kondisi perekonomian dan
tinjauan terhadap kinerja industri bidang usaha yang dijalankan serta melihat potensi atau
prospek usaha kedepannya.
a. Tinjauan Ekonomi Makro Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi
Ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi di tengah prospek perekonomian Amerika
Serikat (AS) yang kuat. Ekonomi AS tumbuh kuat ditopang oleh perbaikan permintaan domestik,
termasuk fiskal akomodatif, dan kenaikan ekspor. Inflasi AS pada April 2024 tetap tinggi sejalan
dengan pertumbuhan ekonomi AS yang kuat tersebut, meski melambat dibandingkan dengan
inflasi Maret 2024. Perkembangan inflasi ini meningkatkan kemungkinan penurunan Fed Funds
Rate (FFR) pada akhir tahun 2024. Pada saat bersamaan, risiko memburuknya ketegangan
geopolitik sejak akhir April 2024 tidak berlanjut. Berbagai kondisi ini berdampak positif pada
tertahannya penguatan dolar AS secara global dan menurunnya yield US Treasury dibandingkan
dengan kondisi pada pertengahan April 2024, meski masih berada pada level yang tinggi. Aliran
modal ke negara berkembang kembali terjadi dan mengurangi tekanan terhadap nilai tukarnya.
Ke depan, risiko terkait arah penurunan FFR dan dinamika ketegangan geopolitik global tetap
perlu dicermati karena dapat kembali mendorong kenaikan ketidakpastian pasar keuangan
global, menekan mata uang negara berkembang, meningkatkan tekanan inflasi, dan
menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi dunia. Kondisi ini memerlukan respons kebijakan
yang kuat untuk memitigasi dampak negatif dari rambatan ketidakpastian global tersebut
terhadap perekonomian di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Halaman 21 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 22
Ekonomi Indonesia tetap berdaya tahan pada periode tingginya ketidakpastian global.
Pertumbuhan ekonomi triwulan I 2024 tercatat 5,11% (yoy), meningkat dibandingkan dengan
pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,04% (yoy). Perkembangan ini didukung oleh
permintaan domestik. Konsumsi swasta dan Pemerintah membaik didorong oleh dampak positif
pelaksanaan Pemilu 2024 dan hari libur nasional terkait dengan Hari Besar Keagamaan
Nasional.
Investasi tumbuh baik, terutama ditopang oleh investasi bangunan seiring berlanjutnya
pembangunan infrastruktur. Sementara itu, ekspor melambat sejalan dengan masih lemahnya
permintaan dari mitra dagang utama. Kinerja pertumbuhan ekonomi triwulan I 2024 juga
didukung oleh peningkatan pertumbuhan di Lapangan Usaha (LU) yang terkait mobilitas, seperti
LU Perdagangan Besar dan Eceran, LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, serta LU
Informasi dan Komunikasi. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi meningkat di sebagian besar
wilayah. Perkembangan terkini menunjukkan kegiatan ekonomi pada triwulan II 2024 tetap baik,
sebagaimana tecermin pada kinerja positif sejumlah indikator konsumsi rumah tangga dan
investasi, seperti Indeks Keyakinan Konsumen, Indeks Penjualan Riil, dan Purchasing Managers'
Index (PMI) Manufaktur. Dengan berbagai perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2024
diprakirakan berada dalam kisaran 4,7-5,5%. Bank Indonesia terus memperkuat sinergi untuk
mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, khususnya dari sisi permintaan, melalui
stimulus kebijakan makroprudensial yang ditempuh dengan stimulus fiskal Pemerintah.
Tabel 3-1 Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDB Menurut Pengeluaran (%,yoy)
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)
Kinerja pertumbuhan ekonomi triwulan I 2024 juga didukung oleh peningkatan pertumbuhan
di Lapangan Usaha (LU) yang terkait mobilitas, seperti LU Perdagangan Besar dan Eceran, LU
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, serta LU Informasi dan Komunikasi. Secara spasial,
pertumbuhan ekonomi meningkat di sebagian besar wilayah. Perkembangan terkini
menunjukkan kegiatan ekonomi pada triwulan II 2024 tetap baik, sebagaimana tecermin pada
kinerja positif sejumlah indikator konsumsi rumah tangga dan investasi, seperti Indeks Keyakinan
Konsumen, Indeks Penjualan Riil, dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur. Dengan
berbagai perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan berada dalam
kisaran 4,7-5,5%. Bank Indonesia terus memperkuat sinergi untuk mendukung pertumbuhan
ekonomi berkelanjutan, khususnya dari sisi permintaan, melalui stimulus kebijakan
makroprudensial yang ditempuh dengan stimulus fiskal Pemerintah.
Halaman 22 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 23
Tabel 3-2 Pertumubuhan PDP Dunia
Sumber: CPB, IMF, *Proyeksi Bank Indonesia
Defisit transaksi berjalan triwulan I 2024 tetap rendah didukung oleh berlanjutnya surplus
neraca perdagangan barang. Sementara itu, neraca transaksi modal dan finansial triwulan I
2024 mencatat defisit, sejalan dengan ketidakpastian pasar keuangan global. Perkembangan
terkini pada triwulan II 2024 menunjukkan NPI kembali membaik ditopang oleh berlanjutnya
surplus neraca perdagangan pada April 2024 sebesar 3,6 miliar dolar AS didukung oleh
ekspor nonmigas. Sementara itu, aliran masuk investasi portofolio kembali positif pada
triwulan II 2024 (sampai dengan 20 Mei 2024) secara neto tercatat sebesar 1,8 miliar dolar
AS didorong oleh dampak positif respons bauran kebijakan moneter Bank Indonesia. Posisi
cadangan devisa Indonesia akhir April 2024 tetap tinggi sebesar 136,2 miliar dolar AS, setara
dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Secara keseluruhan, NPI 2024 diprakirakan terjaga dengan transaksi berjalan dalam kisaran
defisit rendah sebesar 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB. Neraca transaksi modal dan
finansial diprakirakan tetap mencatatkan surplus didukung oleh peningkatan aliran masuk
modal asing sejalan dengan meredanya ketidakpastian pasar keuangan global dan persepsi
positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang
menarik.
Inflasi
Inflasi tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) April
2024 tercatat menurun dari 3,05% (yoy) pada Maret 2024 menjadi sebesar 3,00% (yoy).
Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti dan inflasi administered prices (AP) yang rendah
masing-masing sebesar 1,82% (yoy) dan 1,54% (yoy). Sementara itu, inflasi volatile food (VF)
menurun dari 10,33% (yoy) menjadi sebesar 9,63% (yoy) sejalan dengan penurunan harga
komoditas pangan terutama dipengaruhi oleh mulai masuknya masa panen, serta
berlanjutnya sinergi pengendalian inflasi oleh Bank Indonesia dan Pemerintah. Ke depan, Bank
Indonesia meyakini inflasi IHK 2024 tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti
diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas
perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan 23embali23, imported
inflation yang terkendali sejalan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta
dampak positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan juga kembali menurun
seiring peningkatan produksi akibat masuknya musim panen dan dukungan sinergi
pengendalian inflasi TPIP dan TPID melalui GNPIP di berbagai daerah. Bank Indonesia akan
terus memperkuat kebijakan moneter pro-stability dan meningkatkan sinergi kebijakan dengan
Pemerintah Pusat-Daerah sehingga inflasi tahun 2024 dan 2025 tetap terkendali dalam
sasaran 2,5±1%.
Halaman 23 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 24
Grafik 2. Tingkat Inflasi (% yoy)
Sumber: Bank Indonesia, 2024
Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah secara bulanan pada Mei 2024 (hingga 21 Mei 2024) kembali menguat
1,66% (ptp), setelah pada April 2024 melemah 2,49% (ptp). Penguatan nilai tukar Rupiah
didorong oleh dampak positif respons bauran kebijakan moneter Bank Indonesia pada April
2024. Respons kebijakan ini mendorong aliran masuk modal asing, terutama ke SBN dan
SRBI, sebesar 4,2 miliar dolar AS pada bulan Mei 2024 (hingga 20 Mei 2024). Dengan
perkembangan ini, nilai tukar Rupiah melemah 3,74% dari level akhir Desember 2023, lebih
baik dibandingkan dengan pelemahan Peso Filipina, Won Korea, dan Baht Thailand masing-
masing sebesar 4,91%, 5,52%, dan 5,99%. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil
dengan kecenderungan menguat didorong oleh imbal hasil yang menarik sejalan dengan
kenaikan BI-Rate, premi risiko yang turun, prospek ekonomi yang lebih baik, dan komitmen
Bank Indonesia untuk terus menstabilkan nilai tukar Rupiah. Bank Indonesia juga terus
mengoptimalkan seluruh instrumen moneter yang tersedia untuk menstabilkan nilai tukar
Rupiah, termasuk melalui penguatan strategi operasi moneter pro-market dengan
mengoptimalkan instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI. Bank Indonesia memperkuat koordinasi
dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia usaha untuk mendukung implementasi instrumen
penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP
Nomor 36 Tahun 2023.
Grafik 4. Perubahan Nilai Tukar dan Volatilitas Nilai Tukar Indonesia
Sumber: Bank Indonesia, 2024
Halaman 24 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 25
Suku Bunga
Suku bunga pasar uang (IndONIA) tetap bergerak dalam kisaran BI-Rate, yaitu 6,05% pada
21 Mei 2024. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan pada tanggal 17 Mei 2024
tercatat menarik, masing-masing pada level 7,29%, 7,38%, dan 7,48%, meningkat
dibandingkan dengan hasil lelang pada 19 April 2024 yang masing-masing sebesar 6,81%,
6,82%, dan 6,94% sehingga mendukung efektivitas SRBI sebagai instrumen moneter pro-
market. Sementara itu, suku bunga perbankan tetap terjaga, dipengaruhi oleh memadainya
likuiditas perbankan sejalan dengan bauran kebijakan Bank Indonesia serta dampak
kebijakan transparansi SBDK yang membuat efisiensi suku bunga perbankan tetap terjaga.
Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada April 2024 tercatat masing-masing
sebesar 4,59% dan 9,25%, relatif stabil dibandingkan dengan perkembangan bulan
sebelumnya. Sementara itu, yield SBN tenor 2 dan 10 tahun meningkat pascakenaikan BI-Rate,
yakni dari 6,31% dan 6,71% pada akhir Maret 2024 menjadi 6,86% dan 7,21% pada akhir
April 2024, sehingga meningkatkan daya tarik imbal hasil SBN. Perkembangan terkini
menunjukkan yield SBN kembali turun menjadi 6,70% dan 6,86% per 21 Mei 2024, seiring
dengan kenaikan aliran modal asing ke instrumen SBN.
Grafik 5. Grafik Tingkat Suku Bunga
Sumber: Bank Indonesia, 2024
Pada April 2024, kredit tumbuh tinggi sebesar 13,09% (yoy) didorong oleh pertumbuhan kredit
di banyak sektor, seperti sektor industri, jasa dunia usaha, dan perdagangan, sejalan dengan
meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Tingginya permintaan kredit dipengaruhi oleh sisi
penawaran, sejalan dengan terjaganya appetite perbankan yang didukung oleh tingginya
permodalan, berlanjutnya strategi realokasi aset ke kredit oleh perbankan, dan diterapkannya
Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang menjaga kecukupan likuiditas
perbankan. Pertumbuhan kredit tersebut juga ditopang oleh pertumbuhan DPK yang terus
meningkat, yang mencapai 8,21% (yoy) pada April 2024. Dari sisi permintaan, pertumbuhan
kredit didukung oleh kinerja korporasi dan rumah tangga yang tetap terjaga baik. Berdasarkan
kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit ditopang oleh kredit investasi, kredit modal kerja,
dan kredit konsumsi yang masing-masing tumbuh sebesar 15,69% (yoy), 13,25% (yoy), dan
10,34% (yoy). Pembiayaan syariah juga tumbuh tinggi sebesar 14,88% (yoy), sementara kredit
UMKM tumbuh sebesar 7,30% (yoy). Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan kredit
2024 akan terus meningkat menuju batas atas kisaran prakiraan 10-12%. Bank Indonesia
akan terus memperkuat efektivitas implementasi kebijakan makroprudensial akomodatif dan
mempererat sinergi dengan Pemerintah, KSSK, perbankan, serta pelaku usaha untuk
mendukung peningkatan kredit/pembiayaan bagi pertumbuhan ekonomi secara
berkelanjutan.
Halaman 25 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 26
Grafik 6. Grafik Suku Bunga KMK, KI dan KK
Sumber: Bank Indonesia, 2024
3.2 Gambaran Umum Konsumsi dan Industri atau Peternakan Unggas
Perkembangan Konsumsi Unggas di Asia
Potensi peningkatan konsumsi unggas seiring dengan perubahan pola makan yang memasukkan
lebih banyak protein berbasis daging dari pola makan yang saat ini didominasi oleh karbohidrat.
Dari tahun 2012 hingga 2022, pertumbuhan konsumsi daging unggas per kapita di Indonesia
melampaui PDB per kapita Indonesia, dengan pertumbuhan CAGR 3,3% dan CAGR 2,8% pada
periode tersebut. Daging unggas pilihan memiliki harga unggas yang relatif terjangkau, netralitas
agama, preferensi konsumen, serta meningkatnya penetrasi dan popularitas restoran cepat saji.
Grafik 7. Konsumsi Daging Unggas per Kapita di Asia
Sumber: World Bank (2024),OECD (2024), Meat consumption indicator
Menurut data Badan Pangan Nasional (Bapanas), pada 2023 rata-rata masyarakat Indonesia
mengonsumsi daging ayam ras 7,46 kilogram/kapita/tahun. Level konsumsi tersebut meningkat
4,3% dibanding 2022 (year-on-year/yoy), serta menjadi rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir
seperti terlihat pada grafik. Adapun total kebutuhan daging ayam ras untuk konsumsi rumah
tangga nasional pada 2023 mencapai 2,08 juta ton/tahun, naik 5,4% (yoy). Bapanas juga
mencatat, pada 2023 rata-rata masyarakat Indonesia mendapat asupan kalori dari konsumsi
daging ayam/unggas lainnya sekitar 76 kilokalori/kapita/hari. Angka tersebut setara 3,6% dari
total asupan kalori harian masyarakat yang rata-ratanya 2.088 kilokalori/kapita/hari.
Halaman 26 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 27
Grafik 8. Konsumsi Daging Ayam Ras per Kapita Masyarakat Indonesia (2019-2023)
Sumber: databook – katadata.
Perkembangan Industri Unggas
Tren industri unggas Indonesia menunjukkan potensi pemulihan harga yang tetap terbuka, sejalan
dengan ekspektasi pengeluaran terkait pemilu dan faktor musiman akhir tahun. Walaupun harga
ayam hidup dan DOC (Day Old Chick) masih mengalami fluktuasi, ada peluang kuat untuk
pemulihan harga-harga tersebut yang didorong oleh faktor musiman di akhir tahun serta
peningkatan belanja. Meskipun daya beli melemah, harga ayam hidup cenderung menunjukkan
tren positif (Rp/ekor). Terdapat juga korelasi positif antara harga saham sektor unggas dengan
harga ayam hidup.
Grafik 8. Harga Unggas bulanan (Rp/kg)
Target pasar baru yaitu 68 juta anak muda di Indonesia (10-24 tahun) mencari makanan siap
saji yang modern yang merupakan 28% dari total populasi. indonesia salah satu populasi anak
muda terbesar di dunia dengan kebiasan konsumen pada umumnya mencari berusaha mencari
makanan yang nyaman dan cepat saji tanpa mengorbankan manfaat Kesehatan. Kondisi tersebut
menciptakan permintaan akan makanan olahan yang mudah dan bernutrisi, pasar diperkirakan
akan tumbuh selama 2017 - 2024.
Halaman 27 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 28
Grafik 9. Boiler Price Trend (Rp/kg)
Sumber: Indo premier securities 2023
Perusahaan peternakan ungags merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan pembibitan
dan budidaya unggas. Pada tahun 2022, terdapat 446 perusahaan peternakan unggas di
Indonesia dimana 422 perusahaan diantaranya berstatus aktif, 20 perusahaan dengan status
tutup sementara, dan 4 perusahaan berstatus tutup. Dari 442 perusahaan peternakan unggas
yang aktif dan tutup sementara, terdapat 176 perusahaan yang melakukan kegiatan pembibitan
unggas dan 266 perusahaan yang melakukan kegiatan budidaya unggas. Keberadaan
perusahaan peternakan unggas di Indonesia belum cukup merata pada seluruh provinsi. Hal ini
terlihat dari 36,43 persen perusahaan peternakan unggas yang mengelompok di provinsi Jawa
Barat, sedangkan 15,61 persen dan 11,54 persen Masing-masing berada di provinsi Banten dan
provinsi Jawa Tengah dan 46,42 persen lainnya menyebar pada 22 provinsi dimana masing-
masing jumlahnya kurang dari 10 persen.
Menurut bentuk badan hukum, tercatat sebanyak 437 perusahaan peternakan ungags berbentuk
PT/CV/Firma, dua perusahaan PN/PD/Perum, dua koperasi, dan satu yayasan. Status
permodalan pada perusahaan peternakan unggas dibedakan menjadi Penanaman Modal Dalam
Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). Sebanyak 377 perusahaan peternakan
unggas di Indonesia (85,29 persen) menjalankan usahanya menggunakan modal dalam negeri,
sedangkan 65 perusahaan (14,71 persen) lainnya mendapatkan investasi asing.
Halaman 28 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 29
Tabel 3-3 Jumlah Perusahaan Peternakan Unggas Menurut Provinsi dan Status Permodalan
Sumber: BPS
c. Analisis operasional dan prospek FFI
Analisis Operasional
Berdasarkan laporan laba rugi FFI periode tahun 2019 hingga 2023, terjadi pertumbuhan
secara penyeluruh pada akun – akun pada laporan labar (rugi) FFI yaitu sebagai berikut:
Pendapatan
Laporan pendapatan Perseroan mencatat bahwa selama 2019 hingga 2023, Perseroan
mengalami pertumbuhan pendapatan yang secara CAGR sebesar negative 3,01%.
Pendapatan terendah terjadi pada tahun 2020 senilai Rp4.840.364 Juta, sedangkan
pendapatan tertinggi terjadi pada tahun 2023, yaitu tercatat pendapatan mencapai
Rp5.935.005 Juta.
Beban Pokok Pendapatan
Beban pokok pendapatan Perseroan mencatat bahwa selama 2019 hingga 2023, Perseroan
mengalami pertumbuhan secara CAGR sebesar negative 2,50%. Beban pokok pendapatan
Halaman 29 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 30
terendah terjadi pada tahun 20210 yaitu senilai Rp1.904.776 Juta, sedangkan peningkatan
beban pokok pendapatan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar yaitu tercatat senilai
Rp2.192.746 Juta. Sampai dengan periode 2023, Beban Pokok Pendapatan sebesar
2.269.607 Juta.
Laba (Rugi) Kotor
Laba (rugi) kotor Perseroan selama periode Desember 2019 hingga Desember 2023
cenderung mengalami peningkatan dengan CAGR sebesar negative 3,31% dengan margin
tertinggi diperoleh pada Desember 2022 yaitu sebesar Rp3.664.728 Juta. Hingga periode
2023, Perseroan memperoleh laba kotor senilai Rp 3.665.397 Juta.
Laba (Rugi) Tahun Berjalan
Laba (Rugi) Tahun Berjalan Perusahaan selama 31 Desember 2019 sampai dengan 31
Desember 2023 cenderung mengalami penurunan. Selama periode tersebut tercatat kenaikan
Laba (rugi) tahun berjalan terbesar pada tahun 2023 sebesar Rp418.212 Juta.
Grafik 3.11 Laporan Laba (Rugi) FFI Periode 2019 hingga Periode 2023
8.000.000
7.000.000
6.000.000
5.000.000
4.000.000
3.000.000
2.000.000
1.000.000
0
-1.000.000 2019 2020 2021 2022 2023
Pendapatan Beban pokok pendapatan Laba sebelum pajak Laba (rugi) tahun berjalan
Sumber: Laporan Keuangan FFI, diolah
Prospek Usaha dan Rencana Ke Depan Industri
Prospek usaha industri poultry (unggas) di Indonesia dapat dilihat dari beberapa aspek,
termasuk pertumbuhan pasar, permintaan konsumen, teknologi, dan regulasi pemerintah.
Berikut adalah beberapa proyeksi utama untuk industri ini:
1. Pertumbuhan Pasar
• Pertumbuhan Populasi dan Pendapatan, Peningkatan populasi dan pendapatan
masyarakat diperkirakan akan terus mendorong permintaan daging ayam dan telur.
Ini memberikan peluang besar bagi industri poultry untuk berkembang.
• Urbanisasi, Meningkatnya urbanisasi akan mengubah pola konsumsi dan
memperbesar pasar untuk produk-produk unggas, terutama di daerah perkotaan.
2. Permintaan Konsumen
• Konsumsi Protein. Kesadaran akan pentingnya konsumsi protein dalam diet
masyarakat semakin meningkat, yang akan memperkuat permintaan produk unggas.
• Produk Olahan Permintaan untuk produk olahan dan siap saji diperkirakan akan
meningkat seiring dengan gaya hidup yang semakin sibuk.
Halaman 30 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 31
3. Teknologi dan Inovasi
• Adopsi Teknologi Baru. Teknologi seperti kandang tertutup (closed house system),
otomatisasi, dan penggunaan IoT (Internet of Things) akan meningkatkan efisiensi
produksi dan kualitas produk.
• Pengembangan Pakan. Inovasi dalam pakan unggas, termasuk penggunaan bahan
baku lokal yang lebih efisien dan ramah lingkungan, akan membantu mengurangi
biaya produksi dan ketergantungan pada impor.
4. Regulasi dan Kebijakan Pemerintah
• Dukungan Pemerintah. Pemerintah Indonesia diperkirakan akan terus mendukung
industri ini melalui berbagai program dan subsidi, seperti pelatihan untuk peternak
dan bantuan teknis.
• Kesehatan dan Keamanan Pangan. Pengetatan regulasi mengenai kesehatan dan
keamanan pangan akan meningkatkan kualitas dan daya saing produk unggas
Indonesia di pasar internasional.
5. Ekspor
• Pasar Ekspor. Potensi untuk memperluas pasar ekspor, terutama ke negara-negara
Asia Tenggara dan Timur Tengah, yang memiliki permintaan tinggi terhadap produk
unggas.
• Standar Internasional. Peningkatan kualitas produk untuk memenuhi standar
internasional akan membuka lebih banyak peluang di pasar global.
6. Tantangan
• Fluktuasi Harga Pakan. Harga bahan baku pakan yang tidak stabil dapat menjadi
tantangan utama bagi peternak.
• Penyakit Unggas. Penyakit seperti flu burung masih menjadi ancaman serius yang
dapat mengganggu produksi dan pasokan.
• Kompetisi Global. Persaingan dengan negara lain yang memiliki teknologi lebih maju
dan biaya produksi lebih rendah dapat mempengaruhi daya saing produk unggas
Indonesia.
d. Keuntungan dan kerugian atas Rencana Transaksi
Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
• Rencana transaksi akan menyebabkan Perseroan akan tetap mempertahankan persentase
kepemilikan sahamnya sebanyak 70% (tujuh puluh persen).
Kerugian Rencana Transaksi:
• Rencana Transaksi tidak memberikan kerugian pada Perseroan dan tidak mengganggu
kelangsungan usaha Perseroan.
3.4 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
Berikut ini adalah analisa kuantitatif atas Rencana Transaksi, sebagai berikut:
a. Penilaian kinerja historis
Tabel 3-1 Laporan Posisi Keuangan FFI (Dalam Juta Rupiah)
Halaman 31 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 32
Des Des Des Des Des
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023
Aset lancar 1.412.305 1.563.157 1.178.140 1.272.160 947.542
Aset tidak lancar 1.992.381 2.163.843 2.378.851 2.550.245 2.963.002
Total Aset 3.404.685 3.727.000 3.556.990 3.822.405 3.910.544
Liabilitas jangka
856.737 1.480.239 1.360.688 1.606.888 1.971.044
pendek
Liabilitas jangka
888.376 1.000.076 1.277.113 1.154.494 1.215.623
panjang
Total Liabilitas 1.745.113 2.480.315 2.637.801 2.761.382 3.186.667
Total Ekuitas 1.659.573 1.246.684 919.189 1.061.023 723.877
Total Liabilitas
3.404.685 3.727.000 3.556.990 3.822.405 3.910.544
dan Ekuitas
Total aset mengalami kenaikan setiap tahunnya dengan rata-rata senilai 6,56% pada tahun
2019 sampai 2023 disebabkan kenaikan kas dan setara kas yang setiap tahunnya meningkat
dan investasi pada entitas asosiasi. Total aset setiap tahun meningkat dari tahun 2018 sampai
2023. Sampai dengan 31 Desember 2023, total aset tercatat sebesar Rp3.910.544 juta.
Total Liabilitas mengalami fluktuasi setiap tahunnya dengan rata-rata pertumbuhan sebesar
17,80%. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2020 yaitu tercatat senilai Rp2.480.315
disebabkan kenaikan utang usaha, utang lain-lain, utang jatuh tempo dalam satu tahun dan
akun lainnya. Total liabilitas per 31 Desember 2023 sebesar Rp juta.
Total Ekuitas berfluktuasi setiap tahunnya dengan rata-rata pertumbuhan senilai negatif
11,95% pada tahun 2019 sampai 2023 disebabkan kenaikan saldo laba. Kenaikan tertinggi
terjadi pada tahun 2021 sebesar 15,43% disebabkan saldo laba. Total Ekuitas per 31
Desember 2023 sebesar Rp723.877 juta.
Tabel 3-2 Laporan Laporan Laba Rugi FFI (Dalam Juta Rupiah)
Des Des Des Des Des
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023
Pendapatan 6.706.376 4.840.364 4.840.596 5.857.474 5.935.005
Beban pokok pendapatan 2.511.933 1.971.473 1.904.776 2.192.746 2.269.607
Beban penjualan dan
3.953.751 3.384.802 3.282.572 3.774.388 3.980.789
umum
Beban Keuangan (18.499) (42.169) (59.274) (59.154) (74.048)
Laba sebelum pajak 309.651 (460.789) (384.612) (93.410) (369.922)
Laba (rugi) tahun berjalan 241.548 (377.185) (295.738) (77.448) (418.212)
Selama Periode 2019 sampai dengan periode 2023 pendapatan FFI mengalami peningkatan
pertumbuhan dengan peningkatan rata-rata sebesar 1,16%, dengan peningkatan tertinggi
terjadi pada periode 2022 yang tercatat sebesar 21,01%.
Seiring dengan pendapatan, beban pokok pendapatan dan beban penjualan dan umum
mengalami fluktuasi dengan peningkatan rata-rata masing-masing sebesar 0,13% dan 2,54%.
Halaman 32 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 33
b. Penilaian arus kas
Tabel 3-3 Laporan Arus Kas FFI (Dalam Juta Rupiah)
Des Des Des Des Des
Uraian
2019 2020 2021 2022 2023
Arus kas dari aktivitas operasi 490.681 203.012 (18.216) 267.500 383.332
Arus kas dari aktivitas investasi (536.257) (303.070) (273.880) (341.395) (712.019)
Arus kas dari aktivitas pendanaan (79.059) 120.478 9.825 19.640 (15.565)
Kenaikan bersih kas dan setara (124.635) 20.419 (282.271) (54.254) (344.252)
kas
Kas dan setara kas pada awal 988.009 861.748 882.912 601.014 548.931
tahun
Kas dan setara kas pada akhir 861.748 882.912 601.014 548.931 208.855
tahun
Arus kas keluar FFI dari aktivitas operasi merupakan arus kas untuk pembayaran biaya
operasional. Pada periode 31 Desember 2023, FFI membukukan arus kas keluar dari aktivitas
operasional sebesar Rp383.332 juta atau setara 43,3% peningkatan dari tahun sebelumnya.
Arus kas keluar FFI untuk aktivitas investasi merupakan arus kas untuk pembelian aset tetap,
dan aset explorasi dan evaluasi. Pada periode 31 Desember 2023, FFI membukukan arus kas
keluar untuk aktivitas investasi sebesar negatif Rp712.019.
Arus kas masuk FFI dari aktivitas pendanaan merupakan arus kas yang berasal dari pemilik
entitas induk. Pada periode 31 Desember 2023, FFI membukukan arus kas masuk untuk
aktivitas pendanaan sebesar negative Rp15.565 juta.
Selama periode 31 Desember 2018 – 31 Desember 2022, kas yang diterima dan digunakan
untuk aktivitas operasi membukukan arus kas masuk untuk aktivitas operasinya.
c. Penilaian atas proyeksi keuangan yang diperoleh dari pihak manajemen FFI
Tabel 3-4 Perubahan Proyeksi FFI Posisi keuangan setelah transaksi (Dalam Jutaan Rupiah)
Uraian 2024 2025 2026 2027 2028
Aset lancar 1.110.797 996.073 1.277.068 1.409.913 1.497.830
Aset tidak lancar 3.186.367 3.055.111 3.006.457 3.034.481 3.382.403
Total Aset 6.172.863 5.910.351 5.816.728 5.872.777 6.568.620
Liabilitas jangka
1.800.062 1.523.858 1.488.277 1.267.944 1.203.275
pendek
Liabilitas jangka
1.895.072 2.033.801 2.057.409 2.112.198 2.199.592
panjang
Total Liabilitas 3.695.134 3.557.658 3.545.687 3.380.143 3.402.866
Total Ekuitas 602.030 493.526 737.838 1.064.252 1.477.366
Total Liabilitas dan
4.297.164 4.051.184 4.283.525 4.444.394 4.880.233
Ekuitas
Pendapatan 6.527.390 7.279.043 8.248.477 9.914.418 10.920.440
Beban pokok
(2.447.778) (2.783.389) (3.072.079) (3.744.679) (4.119.504)
pendapatan
Laba (Rugi) Kotor 4.079.612 4.495.654 5.176.398 6.169.739 6.800.936
Halaman 33 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 34
Uraian 2024 2025 2026 2027 2028
Laba (Rugi)
(192.850) (111.777) 295.547 621.505 738.629
sebelum Pajak
Beban pajak - - (51.236) (191.618) (223.075)
Laba (rugi) Tahun
(192.850) (111.777) 244.312 429.887 515.553
Berjalan
Tabel 3-5 Laporan Perubahan Arus Kas setelah transaksi (Dalam Jutaan Rupiah)
Uraian 2024 2025 2026 2027 2028
Arus kas dari aktivitas operasi (173.594) 285.390 782.910 876.989 931.587
Arus kas dari aktivitas investasi (211.653) (260.059) (352.188) (425.407) (617.192)
Arus kas dari aktivitas
713.958 (194.690) (195.452) (212.661) (212.665)
pendanaan
Kenaikan bersih kas dan setara
328.712 (169.359) 235.270 238.922 101.731
kas
Kas dan setara kas pada awal
208.855 537.567 368.208 603.478 842.400
tahun
Kas dan setara kas pada akhir
537.567 368.208 603.478 842.400 944.131
tahun
Berdasarkan tabel proyeksi keuangan FFI pada periode 2024 sampai 2028, FFI mencatatkan
kenaikan aset lancar pada periode 2026 hingga 2028 meskipun mengalami penurunan pada
tahun 2025 dibandingkan periode proyeksi sebelumnya. Selain itu, terjadi kenaikan
pendapatan dan kenaikan arus kas operasi yang dipengaruhi dampak akuisisi JAI selama
periode proyeksi.
d. Analisis rasio keuangan
Analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan keuangan yang digunakan
untuk mengetahui hubungan dari pos - pos tertentu dari laporan posisi keuangan dan laporan
laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya. Berikut adalah tabel berbagai
macam rasio keuangan FFI.
Tabel 3-6 Historis Rasio Keuangan FFI
Rasio Keuangan 2019 2020 2021 2022 2023 Average
Rasio Aktivitas
Rasio perputaran total
1,97 1,30 1,36 1,53 1,52 1,63
aset (x)
Rasio perputaran
36,59 20,55 40,24 31,46 19,76 38,49
piutang (x)
Rasio perputaran
19,79 14,50 15,16 14,41 11,81 16,74
utang usaha (x)
Rasio perputaran
23,22 19,73 17,23 16,88 19,59 20,82
persediaan (x)
Rasio Likuiditas (x)
Rasio lancar 1,65 1,06 0,87 0,79 0,48 1,25
Rasio cepat 1,31 0,89 0,66 0,58 0,33 1,01
Rasio kas 1,01 0,60 0,44 0,34 0,11 0,75
Rasio Profitabilitas (%)
Rasio laba atas aset 7,09% -10,12% -8,31% -2,03% -10,69% -1,25%
Rasio laba atas ekuitas 14,55% -30,26% -32,17% -7,30% -57,77% -8,28%
Halaman 34 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 35
Rasio Keuangan 2019 2020 2021 2022 2023 Average
Rasio Solvabilitas (%)
Rasio total Liabilitas /
51,26% 66,55% 74,16% 72,24% 81,49% 62,54%
total aset
Rasio total Liabilitas /
105,15% 198,95% 286,97% 260,26% 440,22% 189,08%
total ekuitas
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menunjukkan efektif atau tidaknya Perseroan dalam menggunakan sumber-
sumber dana yang tersedia.
Rasio Perputaran Total Aset
Perputaran total aset periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023 rata-rata sebesar
1,63x. Pada periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 rasio perputaran total aset
tercatat sebesar 1,52x atau selama 237 hari.
Rasio Perputaran Piutang Usaha
Perputaran piutang usaha periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023 rata-rata
sebesar 38,49 kali. Pada periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 rasio perputaran
piutang usaha tercatat sebesar 19,76 kali atau selama 18 hari.
Rasio Perputaran Persediaan
Perputaran persediaan periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023 rata-rata sebesar
16,74 kali. Pada periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 rasio perputaran
persediaan tercatat sebesar 11,81x atau selama 30 hari.
Rasio Perputaran Utang Usaha
Rasio perputaran utang usaha selama periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023
rata-rata sebesar 20,82x. Pada periode yang berakhir pada 31 Desember 2023, rasio
perputaran utang usaha tercatat sebesar 19,59x atau selama 18 hari.
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh
mana kemampuan Perseroan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Selama periode
31 Desember 2019 – 31 Desember 2023, rata-rata rasio lancar, rasio cepat dan rasio kas
selama 5 (lima) tahun terakhir sebesar 1,25x, 1,01x dan 0,75x. Pada 31 Desember 2023 rasio
lancar, rasio cepat dan rasio kas Perseroan sebesar 0,48x, 0,33x dan 0,11x. Hal ini
menunjukkan bahwa sepanjang periode historis, Perseroan mampu untuk membayar seluruh
liabilitas jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki.
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
laba. Rasio laba atas aset (Return on Assets /ROA) Perseroan selama periode 31 Desember
2019 – 31 Desember 2023 rata-rata negative 1,25% per tahun.
Ratio laba atas ekuitas (Return on Ekuitas / ROE) Perseroan selama periode 31 Desember 2019
– 31 Desember 2023 rata-rata sebesar negative 8,28% per tahun.
Halaman 35 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 36
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
Perseroan untuk melunasi utang-utangnya dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika
dilikuidasi.
Rasio rata-rata jumlah kewajiban terhadap jumlah aset dan rasio rata-rata jumlah kewajiban
terhadap jumlah ekuitas Perseroan selama periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023
masing-masing adalah sebesar 62,54% dan 189,08%.
e. Analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan proforma laporan keuangan setelah
transaksi dilakukan
Mengacu pada Laporan Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan yang disiapkan oleh
manajemen untuk periode 31 Desember 2023, maka dampak keuangan atas Rencana
Transaksi tercermin dalam tabel dibawah ini:
Tabel 3-7 Laporan Posisi Keuangan Ringkasan Proforma FFI (Dalam Miliar Rupiah)
Audit Report Rencana Proforma
Uraian
31 Des 2023 Transaksi 31 Des 2023
Aset
Aset Lancar
Kas dan setara kas 208.855 59.522 268.377
Piutang lain - lain
Pihak berelasi 283.347 283.347
Pihak ketiga 17.058 17.058
Persediaan 302.914 302.914
Biaya dibayar dimuka 25.186 25.186
Aset lancar lainnya 110.183 110.183
947.542 59.522 1.007.064
Aset Tidak Lancar
Investasi pada entitas asosiasi 48.632 48.632
Aset tetap, neto 909.284 909.284
Biaya renovasi bangunan sewa
625.286 625.286
ditangguhkan, neto
Sewa jangka panjang dibayar dimuka, neto -
Beban ditangguhkan, neto 266.817 266.817
Aset hak guna, neto 526.957 526.957
Aset pajak tangguhan, neto 148.990 148.990
Aset tidak lancar lainnya 437.035 (15.000) 422.035
2.963.002 (15.000) 2.948.002
Jumlah Aset 3.910.544 44.522 3.955.066
Liabilitas
Liabilitas Jangka Pendek
Utang obligasi, neto -
Utang usaha
Halaman 36 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 37
Audit Report Rencana Proforma
Uraian
31 Des 2023 Transaksi 31 Des 2023
Pihak ketiga 437.514 437.514
Pihak berelasi 64.918 64.918
Utang lain - lain -
Pihak ketiga 402.118 (24.232) 377.887
Pihak berelasi 395 395
Utang pajak 132.132 132.132
Utang bank jangka pendek 381.432 381.432
Beban akrual 112.641 112.641
Utang yang jatuh tempo dalam satu tahun: -
Sewa pembiayaan/liabilitas sewa 121.652 121.652
Pembiayaan konsumen 14.313 14.313
Utang bank jangka panjang 255.000 255.000
Utang bunga atas obligasi -
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 48.438 48.438
Liabilitas jangka pendek lainnya 490 490
1.971.044 (24.232) 1.946.812
Liabilitas Jangka Panjang
Utang/liabilitas sewa pembiayaan, setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam 227.061 227.061
waktu satu tahun
Utang pembiayaan konsumen, setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam 5.544 5.544
waktu satu tahun
Utang obligasi, neto -
Utang bank jangka panjang 249.720 249.720
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang 733.298 733.298
1.215.623 - 1.215.623
Jumlah Liabilitas 3.186.667 (24.232) 3.162.435
Ekuitas
Modal saham 199.514 199.514
Agio saham 944 944
Dikurangi saham treasuri (3.273) (3.273)
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya untuk
15.925 15.925
cadangan umum
Belum ditentukan penggunaannya 498.618 498.618
711.730 - 711.730
Kepentingan nonpengendali 12.148 68.754 80.902
Jumlah Ekuitas 723.877 68.754 792.631
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas 3.910.544 3.955.066
Asumsi - asumsi laporan posisi keuangan konsolidasian ringkasan proforma yang digunakan
adalah sebagai berikut:
Halaman 37 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 38
1. Rencana Transaksi tidak memberikan dampak terhadap laporan proforma laba rugi
konsolidasian FFI
2. Pada sisi aset lancar berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi peningkatan
kas dan setara kas senilai Rp59.522 Juta dimana hal tersebut terjadi karena adanya
penerimaan dari kepentingan non pengendali.
3. Pada sisi aset tetap berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi penurunan nilai
aset tidak lancar lainnya yaitu piutang kepada pemegang saham non-pengendali senilai
Rp15.000 Juta.
4. Pada sisi liabilitas jangka pendek berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi
penurunan utang lain-lain pihak ketiga senilai Rp24.232 Juta dimana terjadi karena
adanya pembayaran pinjaman dari pihak berelasi akibat adanya Rencana Transaksi.
5. Pada sisi ekuitas berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, ekuitas mengalami
peningkatan sebesar senilai Rp68.754 Juta dimana hal tersebut terjadi sebagai dampak
atas meningkatnya non controlling interest akibat dari adanya Rencana Transaksi.
3.5 Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi
Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat adanya incremental atau
nilai tambah yang dapat dihasilkan atas Rencana Transaksi.
a. Nilai Rencana Transaksi
Berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham pada tanggal 19 Juni 2024, Total Nilai
Rencana Transaksi adalah sebesar Rp160.427.000.000,- (“Seratus Enam Puluh Milir Empat
Ratus Dua Puluh Tujuh Juta Rupiah”) atau 160.427 (Seratus Enam Puluh Ribu Empat Ratus Dua
Puluh Tujuh) lembar saham Seri A lembar saham Seri A.
b. Hasil Laporan Penilaian Saham Obyek Rencana Transaksi
Berdasarkan kepada Laporan Penilaian Saham berupa valuasi nilai saham yang diterbitkan
oleh KJPP FDI&R No. 00061/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024 tanggal 14 Juni 2024,
diperoleh hasil penilaian sebagai berikut:
Tabel 3-8 Hasil Penilaian Saham
URAIAN SATUAN NILAI PASAR
Nilai Pasar 100% Saham JAI per 31 Desember 2023 Rp 51.276.000.000
Nilai Pasar Ekuitas per Saham Rp 1.025.529
c. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
Analisis kewajaran nilai transaksi dilakukan dengan membandingkan Nilai Pasar aset tetap
berupa tanah bangunan gedung Plaza Bali yang terletak di Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai,
Kelurahan Kuta, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Propinsi Bali yang telah dinilai
oleh Penilai Independen dengan Nilai Rencana Transaksi sebagai berikut:
Tabel 3-9 Kewajaran Nilai Rencana Transaksi
Uraian Satuan Jumlah
Nilai Pasar Ekuitas per Saham Rp 1.025.529
Batas Atas (7,5%) Rp 1.102.444
Halaman 38 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 39
Uraian Satuan Jumlah
Batas Bawah (7,5%) Rp 948.614
Nilai Rencana Transaksi per Saham Rp 1.000.000
Selisih Nilai Rencana Transaksi Terhadap Nilai Pasar Ekuitas per Saham % -2,49%
Nilai pasar saham JAI yang digunakan sebagai basis kewajaran adalah sebesar
Rp1.025.529,- sebagaimana yang disajikan dalam Penilaian Saham yang diterbitkan oleh
KJPP FDI&R tanggal 14 Juni 2024.
Berdasarkan uraian di atas, bahwa Nilai Rencana Transaksi adalah 2,49% dibawah nilai pasar
berada pada kisaran nilai yang sesuai dengan POJK 35/2020 mengenai batas atas dan batas
bawah untuk kisaran nilai transaksi tidak melebihi 7,5% sehingga Rencana Transaski adalah
Wajar.
3.6 Analisis Faktor Lain Yang Relevan
a. Analisis Inkremental
Analisis Nilai Tambah (Incremental Analysis) dilakukan untuk melihat manfaat Rencana
Transaksi bagi Perseroan. Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan periode 2024-2028
yang dibuat oleh Manajemen Perseroan, Analisa nilai tambah sebelum dan setelah Rencana
Transaksi adalah sebagai berikut:
Tabel 3-10 Laporan Inkremental Proyeksi Konsolidasi FFI (Dalam Miliar Rupiah)
Des Des Des Des Des
URAIAN
2024 2025 2026 2027 2028
Total Aset
Sebelum Transaksi 4.228.410 4.051.184 4.283.525 4.444.394 4.811.479
Setelah Tranasksi 4.297.164 4.051.184 4.283.525 4.444.394 4.880.233
Inkremental 68.754 - - - 68.754
Total Liabilitas
Sebelum Transaksi 3.695.134 3.626.412 3.614.441 3.448.897 3.402.866
Setelah Tranasksi 3.695.134 3.557.658 3.545.687 3.380.143 3.402.866
Inkremental - (68.754) (68.754) (68.754) -
Total Ekuitas
Sebelum Transaksi 533.276 424.772 669.084 995.498 1.408.612
Setelah Transaksi 602.030 493.526 737.838 1.064.252 1.477.366
Inkremental 68.754 68.754 68.754 68.754 68.754
Total Pendapatan
Sebelum Transaksi 6.527.390 7.279.043 8.248.477 9.914.418 10.920.440
Setelah Transaksi 6.527.390 7.279.043 8.248.477 9.914.418 10.920.440
Inkremental - - - - -
Total Pendapatan
Sebelum Transaksi (192.850) (111.777) 295.547 621.505 738.629
Setelah Transaksi (192.850) (111.777) 295.547 621.505 738.629
Inkremental - - - - -
Halaman 39 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 40
Berdasarkan tabel Analisis Inkremental Proyeksi Konsolidasian, nilai tambah dengan
terlaksananya Rencana Transaksi berupa peningkatan total aset yaitu pada akun kas dan
setara kas dan total ekuitas yaitu pada akun non controlling interest, sedangkan pendapatan
di tahun proyeksi yang diatribusikan kepada FFI tidak mengalami perubahan sebelum Rencana
Transaksi.
b. Analisis Biaya atau pendapatan yang relevan
Biaya-biaya atau pendapatan yang relevan yang muncul akibat dilaksanakannya Rencana
Transaksi telah diperhitungkan dalam proyeksi keuangan Perseroan yang disusun oleh
manajemen Perseroan.
c. Informasi non keuangan yang relevan
Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan akan mendapatkan ketersediaan
bahan baku daging ayam dan olahan daging ayam olahan yang sesuai dengan kebutuhan
Perseroan. Dengan menjadi pemegang saham mayoritas JAI, Perseroan akan memiliki akses
langsung atas pasokan daging ayam dan olahan daging ayam yang terjamin kualitas dan
kuantitasnya. Hal ini dapat membantu Perseroan untuk menjaga kontinuitas produksi dan
ketersediaan bahan baku di restoran-restoran milik Perseroan, khususnya untuk wilayah
Indonesia bagian timur.
d. Analisis Sensitivitas (Sensitivity Analysis)
Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas Rencana Transaksi dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang
memengaruhi terhadap kinerja keuangan Perseroan. Dengan melakukan perubahan penurunan
dan atau kenaikan sebesar 2,5% terhadap pendapatan dan beban pokok penjualan Perseroan,
sehingga dapat diketahui seberapa besar sensitivitas Rencana Transaksi terhadap laba (rugi)
usaha, laba (rugi) bersih Perseroan. Analisis sensitivitas tersebut disajikan sebagai berikut:
Tabel 3-11 Analisis Sensitivitas
Des Des Des Des Des
URAIAN
2024 2025 2026 2027 2028
Kondisi Normal
Pendapatan-neto 6.527.390 7.279.043 8.248.477 9.914.418 10.920.440
Beban Pokok Penjualan (2.447.778) (2.783.389) (3.072.079) (3.744.679) (4.119.504)
Laba Kotor 4.079.612 4.495.654 5.176.398 6.169.739 6.800.936
Laba (Rugi) Usaha (132.943) 13.924 407.212 808.591 975.252
Laba (Rugi) Bersih Tahun
(192.850) (111.777) 244.312 429.887 515.553
Berjalan
Pendapatan Perseroan naik 2,5% daan Beban naik 2,5%
Pendapatan 6.690.575 7.461.019 8.454.689 10.162.278 11.193.451
Beban Pokok Penjualan (2.508.972) (2.852.974) (3.148.881) (3.838.296) (4.222.492)
Laba Kotor 4.181.603 4.608.045 5.305.808 6.323.983 6.970.959
Laba (Rugi) Usaha (90.860) 615 424.957 775.748 908.652
Laba (Rugi) Bersih Tahun
(90.860) 479 331.467 605.084 708.749
Berjalan
Pendapatan Perseroan turun 2,5% dan Beban naik 2,5%
Halaman 40 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 41
Des Des Des Des Des
URAIAN
2024 2025 2026 2027 2028
Pendapatan 6.364.205 7.097.067 8.042.265 9.666.557 10.647.429
Beban Pokok Penjualan (2.508.972) (2.852.974) (3.148.881) (3.838.296) (4.222.492)
Laba Kotor 3.855.233 4.244.093 4.893.385 5.828.262 6.424.937
Laba (Rugi) Usaha (417.230) (363.338) 12.533 280.027 362.630
Laba (Rugi) Bersih Tahun
(417.230) (363.338) 9.776 218.421 282.851
Berjalan
Berdasarkan tabel di atas, baik kenaikan maupun penurunan 2,5% pendapatan dan beban
pokok penjualan Perseroan tidak berdampak secara signifikan pada laba bersih tahun
berjalan. Perseroan tetap mampu mencatatkan kinerja yang baik, hal tersebut ditunjukan
bahwa Perseroan masih mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang serta memiliki trend
kenaikan selama periode pengamatan.
3.7 Kesimpulan
Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Transaksi yang dilakukan meliputi analisis
kualitatif dan analisis kuantitatif, dan analisis inkremental, maka dari segi ekonomis dan
keuangan, menurut pendapat kami Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham JAI oleh FFI,
adalah Wajar.
Demikian laporan pendapat kewajaran ini kami sampaikan. Kami menyatakan dengan
sesungguhnya, bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami bertindak sebagai pihak
independent yang tidak terikat dengan kepentingan apapun, baik saat ini maupun dimasa datang
terkait dengan usaha FFI dan JAI maupun atas transaksi yang dilakukan.
Halaman 41 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 42
ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses analisis
pendapat kewajaran.
3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya
4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang dibuat oleh manejemen.
5. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik.
6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat kewajaran telah
disusun sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang
Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan ketentuan Standar
Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat kewajaran dan Kesimpulan Opini Akhir.
8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Analisis Pendapat Kewajaran dari
Pemberi Tugas.
9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
pengadilan) yang berkaitan dengan objek penilaian tidak menjadi tanggung jawab kami.
10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus
hanya terbatas pada aspek nilai atas objek penilaian, diluar dari aspek perpajakan dan hukum
karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
dengan kondisi Objek Analisis Pendapat Kewajaran , dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya
bukan menjadi tanggung jawab kami.
12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam
laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak bertanggung
jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar
penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini semata-
mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda tangan
penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP Ferdinand, Danar,
Ichsan & Rekan.
15. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai dengan
maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran.
Halaman 42 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 43
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa:
1. Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajarab adalah benar sesuai
dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap Objek Analisis Pendapat
Kewajaran.
4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil pendapat kewajaran yang dilaporkan.
5. Pendapat Kewajaran dilakukan dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No.
35/POJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal dan ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI) dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi objek analisis
pendapat kewajaran.
8. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
dalam laporan pendapat kewajaran ini.
9. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran.
10. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta lengkap.
11. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan informasi
dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak lengkap
atau menyesatkan.
12. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap objek analisis pendapat kewajaran pada
tanggal penilaian (cut off date).
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
pendapat kewajaran.
14. Kesimpulan pendapat kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan pemberian pendapat
kewajaran profesional telah disajikan sebagai kesimpulan kewajaran rencana transaksi.
15. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
16. Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan kami peroleh dari sumber yang telah
terpublikasi dan diyakini kebenarannya.
Halaman 43 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 44
Penilai Tanda Tangan Penanggung Jawab: M. Ichsan Suud, SP., MBA., MAPPI (Cert) Izin Penilai Bisnis No. : B-1.16.00453 MAPPI No. : 10-S-02571 STTD Bapepam No. : STTD.PB-50/PM.223/2020 RMK : RMK-2017.01274 Pemeriksa: Yuliana, MAPPI (Cert) Izin Penilai Bisnis No. : B-1.23.00651 MAPPI No. : 13-S-04483 STTD Bapepam No. : STTD.PB-59/PM.021/2024 RMK : RMK-2017.01274 Penilai : Bangkit Widhi Raharjo, S.E MAPPI No. : 15-T-06112 RMK : RMK-2017.01119 Asisten Penilai : Edho Fakhri Fuady, S.E, MBA, Akt MAPPI No. : 23-A-12075 Halaman 44 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 45
LAMPIRAN Halaman 45 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 46
Lampir an 1
ANALIS A RENCANA T RANS AK S I
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham JAI oleh FFI
Per tanggal 31 Desember 2023
(dalam Jutaan Rupiah)
Nilai Ekuitas
K e te r angan %
Re ncana T r ansaksi FFI
Rencana Transaksi 160.427 723.877 22,16%
Ur aian S atuan Jumlah
Nilai Pasar Ekuitas Per Saham Rp 1 .0 2 5 .5 2 9
Batas Atas (7 ,5 %) Rp 1 .1 0 2 .4 4 4
Batas Bawah (7 ,5 %) Rp 9 4 8 .6 1 4
Nilai Rencana Transaksi Rp 1 .0 0 0 .0 0 0
Se lisih N ila i Re n ca n a Tr a n sa ksi Te r h a d a p Pe n e r im a
% -2 ,4 9 %
Kr e d it La p a n g a n Usa h a d a n Pe r ta m b a n g a n
Halaman 46 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 47
Lampir an 2
P ROF ORMA NERACA
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham JAI oleh FFI
Per tanggal 31 Desember 2023
Audit Re por t Re ncana Ne r aca P r ofor ma
Ur aian S atuan
3 1 De s 2 0 2 3 T r ansaksi 3 1 De s 2 0 2 3
Ase t
Ase t Lancar
Kas dan setara kas Rp Juta 208.855 59.522 268.377
Piutang lain - lain
Pihak berelasi Rp Juta 283.347 283.347
Pihak ketiga Rp Juta 17.058 17.058
Persediaan Rp Juta 302.914 302.914
Biaya dibayar dimuka Rp Juta 25.186 25.186
Aset lancar lainnya Rp Juta 110.183 110.183
9 4 7 .5 4 2 5 9 .5 2 2 1 .0 0 7 .0 6 4
Ase t T idak Lancar
Investasi pada entitas asosiasi Rp Juta 48.632 48.632
Aset tetap, neto Rp Juta 909.284 909.284
Biaya renovasi bangunan sewa
Rp Juta
ditangguhkan, neto 625.286 625.286
Sewa jangka panjang dibayar dimuka, neto Rp Juta - -
Beban ditangguhkan, neto Rp Juta 266.817 266.817
Aset hak guna, neto Rp Juta 526.957 526.957
Aset pajak tangguhan, neto Rp Juta 148.990 148.990
Aset tidak lancar lainnya Rp Juta 437.035 (15.000) 422.035
Rp Juta 2 .9 6 3 .0 0 2 (1 5 .0 0 0 ) 2 .9 4 8 .0 0 2
Jumlah Ase t Rp Juta 3 .9 1 0 .5 4 4 4 4 .5 2 2 3 .9 5 5 .0 6 6
Liabilitas
Liabilitas Jangka P e nde k
Utang obligasi, neto Rp Juta - -
Utang usaha
Pihak ketiga Rp Juta 437.514 437.514
Pihak berelasi Rp Juta 64.918 64.918
Utang lain - lain Rp Juta - -
Pihak ketiga Rp Juta 402.118 (24.232) 377.887
Pihak berelasi Rp Juta 395 395
Utang pajak Rp Juta 132.132 132.132
Utang bank jangka pendek Rp Juta 381.432 381.432
Beban akrual Rp Juta 112.641 112.641
Utang yang jatuh tempo dalam satu tahun: Rp Juta - -
Sewa pembiayaan/liabilitas sewa Rp Juta 121.652 121.652
Pembiayaan konsumen Rp Juta 14.313 14.313
Utang bank jangka panjang Rp Juta 255.000 255.000
Utang bunga atas obligasi Rp Juta - -
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek Rp Juta 48.438 48.438
Liabilitas jangka pendek lainnya Rp Juta 490 490
Rp Juta 1 .9 7 1 .0 4 4 (2 4 .2 3 2 ) 1 .9 4 6 .8 1 2
Liabilitas Jangka P anjang
Utang/liabilitas sewa pembiayaan, setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam Rp Juta
waktu satu tahun 227.061 227.061
Utang pembiayaan konsumen, setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam Rp Juta
waktu satu tahun 5.544 5.544
Utang obligasi, neto Rp Juta - -
Utang bank jangka panjang Rp Juta 249.720 249.720
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang Rp Juta 733.298 733.298
Rp Juta 1 .2 1 5 .6 2 3 - 1 .2 1 5 .6 2 3
Jumlah Liabilitas Rp Juta 3 .1 8 6 .6 6 7 (2 4 .2 3 2 ) 3 .1 6 2 .4 3 5
Ekuitas
Modal saham Rp Juta 199.514 199.514
Agio saham Rp Juta 944 944
Dikurangi saham treasuri Rp Juta (3.273) (3.273)
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya untuk cadang Rp Juta 15.925 15.925
Belum ditentukan penggunaannya Rp Juta 498.618 498.618
Rp Juta 7 1 1 .7 3 0 - 7 1 1 .7 3 0
Kepentingan nonpengendali Rp Juta 12.148 68.754 80.902
Jumlah Ekuitas Rp Juta 7 2 3 .8 7 7 6 8 .7 5 4 7 9 2 .6 3 1
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas Rp Juta 3.910.544 44.522 3.955.066
Halaman 47 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 48
Lampir an 3
P ROF ORMA LABA RUG I
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham JAI oleh FFI
Per tanggal 31 Desember 2023
Audit Re por t Re ncana Ne r aca P r ofor ma
Ur aian S atuan
3 1 De s 2 0 2 3 T r ansaksi 3 1 De s 2 0 2 3
Pendapatan Rp Juta 5.935.005 5.935.005
Beban pokok pendapatan Rp Juta (2.269.607) (2.269.607)
Laba br uto Rp Juta 3 .6 6 5 .3 9 7 - 3 .6 6 5 .3 9 7
Beban penjualan dan distribusi Rp Juta (3.191.954) (3.191.954)
Beban umum dan administrasi Rp Juta (788.835) (788.835)
Beban operasi lainnya Rp Juta (67.699) (67.699)
Penghasilan operasi lainnya Rp Juta 81.156 81.156
Laba (Rugi) Usaha Rp Juta (3 0 1 .9 3 4 ) - (3 0 1 .9 3 4 )
Penghasilan keuangan Rp Juta 6.417 6.417
Pajak final atas penghasilan keuangan Rp Juta (1.283) (1.283)
Beban keuangan Rp Juta (74.048) (74.048)
Bagian atas laba entitas asosiasi Rp Juta 926 926
Laba S e be lum P ajak Rp Juta (3 6 9 .9 2 2 ) - (3 6 9 .9 2 2 )
Manfaat (beban) pajak penghasilan Rp Juta (48.291) (48.291)
Laba tahun be r jalan Rp Juta (4 1 8 .2 1 2 ) - (4 1 8 .2 1 2 )
P e nghasilan (be ban) kompr e he nsif lain:
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
Rugi pengukuran kembali atas program imbalan pasti Rp Juta 85.079 85.079
Pajak penghasilan terkait Rp Juta (18.717) (18.717)
Bagian penghailan komprehensif lain entitas asosiasi, neto Rp Juta - -
P e nghasilan kompr e he nsif lain tahun be r jalan,
Rp Juta
se te lah pajak 6 6 .3 6 2 - 6 6 .3 6 2
T OT AL P ENG HAS ILAN K OMP REHENS IF T AHUN
Rp Juta
BERJALAN (3 5 1 .8 5 1 ) - (3 5 1 .8 5 1 )
Halaman 48 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 49
Lampir an 4
P ROYEK S I NERACA
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham JAI oleh FFI
Per tanggal 31 Desember 2023
BEF ORE T RANS ACT ION AF T ER T RANS ACT ION
De s De s De s De s De s De s De s De s De s De s
URAIAN S atuan
2024 2025 2026 2027 2028 2024 2025 2026 2027 2028
Asse ts
Cur r e nt Asse ts
Cash and cash equivalents Rp Juta 468.813 473.040 735.902 908.948 952.060 537.567 448.976 691.383 847.043 944.131
Other receivables - - - - - - - - - -
Related parties Rp Juta 38.514 32.737 27.826 23.652 20.105 38.514 32.737 27.826 23.652 20.105
Third parties Rp Juta 171.406 164.853 182.452 163.912 149.251 171.406 164.853 182.452 163.912 149.251
Inventories Rp Juta 292.018 241.085 269.776 284.618 301.010 292.018 241.085 269.776 284.618 301.010
Parent Stock - asset Rp Juta - 18.498 28.151 23.885 25.694 - 18.498 28.151 23.885 25.694
Prepaid taxes Rp Juta 3.610 - - - - 3.610 - - - -
Prepaid expenses Rp Juta 22.129 19.680 17.712 15.941 14.347 22.129 19.680 17.712 15.941 14.347
Advance payment Rp Juta 45.154 69.844 59.367 50.462 42.893 45.154 69.844 59.367 50.462 42.893
Other current assets Rp Juta 400 400 400 400 400 400 400 400 400 400
T otal Cur r e nt Asse ts Rp Juta 1 .0 4 2 .0 4 3 1 .0 2 0 .1 3 7 1 .3 2 1 .5 8 7 1 .4 7 1 .8 1 8 1 .5 0 5 .7 5 9 1 .1 1 0 .7 9 7 9 9 6 .0 7 3 1 .2 7 7 .0 6 8 1 .4 0 9 .9 1 3 1 .4 9 7 .8 3 0
- - - - - - - - - -
Non Current Assets Rp Juta - - - - - - - - - -
Investment Rp Juta 48.632 48.632 48.632 48.632 48.632 48.632 48.632 48.632 48.632 48.632
Deferred tax assets Rp Juta 151.239 151.239 147.553 147.553 147.553 151.239 151.239 147.553 147.553 147.553
Fixed assets Rp Juta 908.461 1.459.385 1.396.711 1.367.404 1.405.685 908.461 1.459.385 1.396.711 1.367.404 1.405.685
Renovation cost of rented buildings, Rp Juta 615.459 621.341 662.066 719.137 983.891 615.459 621.341 662.066 719.137 983.891
Right of Use Assets, Net Rp Juta 438.411 420.078 438.871 476.040 542.959 438.411 420.078 438.871 476.040 542.959
Deferred Charges, net Rp Juta 220.056 179.280 142.910 110.831 93.088 220.056 179.280 142.910 110.831 93.088
Other non-current assets Rp Juta 804.109 151.092 125.196 102.980 83.910 804.109 175.156 169.714 164.885 160.594
T otal Non-Cur r e nt Asse ts Rp Juta 3 .1 8 6 .3 6 7 3 .0 3 1 .0 4 7 2 .9 6 1 .9 3 8 2 .9 7 2 .5 7 7 3 .3 0 5 .7 2 0 3 .1 8 6 .3 6 7 3 .0 5 5 .1 1 1 3 .0 0 6 .4 5 7 3 .0 3 4 .4 8 1 3 .3 8 2 .4 0 3
- - - - - - - - - -
T OT AL AS S ET S Rp Juta 4 .2 2 8 .4 1 0 4 .0 5 1 .1 8 4 4 .2 8 3 .5 2 5 4 .4 4 4 .3 9 4 4 .8 1 1 .4 7 9 4 .2 9 7 .1 6 4 4 .0 5 1 .1 8 4 4 .2 8 3 .5 2 5 4 .4 4 4 .3 9 4 4 .8 8 0 .2 3 3
- - - - - - - - - -
Liabilitie s - - - - - - - - - -
- - - - - - - - - -
Cur r e nt Liabilitie s Rp Juta - - - - - - - - - -
Short-term loan Rp Juta 522.982 679.350 693.976 618.905 554.467 522.982 610.596 625.222 550.151 554.467
Trade payables Rp Juta - - - - - - - - - -
Third parties Rp Juta 313.620 221.187 243.019 190.245 195.278 313.620 221.187 243.019 190.245 195.278
Related parties 46.535 32.224 35.303 27.968 28.759 46.535 32.224 35.303 27.968 28.759
Other payables Rp Juta - - - - - - - - - -
Third parties Rp Juta 321.906 271.343 230.641 184.513 147.610 321.906 271.343 230.641 184.513 147.610
Related parties Rp Juta - - - - - - - - - -
Taxes payables Rp Juta 119.069 107.803 104.142 95.237 87.391 119.069 107.803 104.142 95.237 87.391
Accrued expenses Rp Juta 75.118 41.709 37.538 33.785 30.406 75.118 41.709 37.538 33.785 30.406
Current Portion of: Rp Juta - - - - - - - - - -
Lease liabilities Rp Juta 79.770 69.706 64.906 64.545 64.507 79.770 69.706 64.906 64.545 64.507
Consumer Finance Loans Rp Juta 17.135 25.362 33.578 37.573 40.928 17.135 25.362 33.578 37.573 40.928
Long-term bank loans Rp Juta 255.000 95.000 65.000 35.000 5.000 255.000 95.000 65.000 35.000 5.000
Employee benefit liabilities Rp Juta 48.438 48.438 48.438 48.438 48.438 48.438 48.438 48.438 48.438 48.438
Other current liabilities Rp Juta 490 490 490 490 490 490 490 490 490 490
T otal cur r e nt liabilitie s Rp Juta 1 .8 0 0 .0 6 2 1 .5 9 2 .6 1 2 1 .5 5 7 .0 3 1 1 .3 3 6 .6 9 8 1 .2 0 3 .2 7 5 1 .8 0 0 .0 6 2 1 .5 2 3 .8 5 8 1 .4 8 8 .2 7 7 1 .2 6 7 .9 4 4 1 .2 0 3 .2 7 5
Non Cur r e nt Liabilitie s
Long-term loans Rp Juta 788.082 768.254 615.937 485.430 375.963 788.082 768.254 615.937 485.430 375.963
Employee benefits liability Rp Juta 887.548 1.051.054 1.224.370 1.408.085 1.602.822 887.548 1.051.054 1.224.370 1.408.085 1.602.822
Lease Rental Liabilities Rp Juta 208.018 197.585 194.717 193.636 193.521 208.018 197.585 194.717 193.636 193.521
Consumer Finance Rp Juta 11.424 16.908 22.385 25.048 27.285 11.424 16.908 22.385 25.048 27.285
Other non-current liabilities Rp Juta - - - - - - - - - -
T otal Non-cur r e nt liabilitie s Rp Juta 1 .8 9 5 .0 7 2 2 .0 3 3 .8 0 1 2 .0 5 7 .4 0 9 2 .1 1 2 .1 9 8 2 .1 9 9 .5 9 2 1 .8 9 5 .0 7 2 2 .0 3 3 .8 0 1 2 .0 5 7 .4 0 9 2 .1 1 2 .1 9 8 2 .1 9 9 .5 9 2
- - - - - - - - - -
T otal Liabilitie s Rp Juta 3 .6 9 5 .1 3 4 3 .6 2 6 .4 1 2 3 .6 1 4 .4 4 1 3 .4 4 8 .8 9 7 3 .4 0 2 .8 6 6 3 .6 9 5 .1 3 4 3 .5 5 7 .6 5 8 3 .5 4 5 .6 8 7 3 .3 8 0 .1 4 3 3 .4 0 2 .8 6 6
Equity
Share capital issued and fully paid Rp Juta 199.514 199.514 199.514 199.514 199.514 199.514 199.514 199.514 199.514 199.514
Additional paid-in capital Rp Juta 944 944 944 944 944 944 944 944 944 944
Treasury Stocks Rp Juta (3.273) - - - - (3.273) - - - -
Capital stock advance Rp Juta - - - - - - - - - -
Retained Earning Rp Juta - - - - - - - - - -
Appropriated for general reser Rp Juta 15.925 15.925 15.925 17.062 18.708 15.925 15.925 15.925 17.062 18.708
Un-appropriated Rp Juta 310.410 233.967 461.347 752.888 1.122.586 310.410 233.967 461.347 752.888 1.122.586
Non Controlling Interest Rp Juta 9.755 (25.579) (8.647) 25.089 66.860 78.509 43.175 60.107 93.843 135.614
T otal Equity Rp Juta 5 3 3 .2 7 6 4 2 4 .7 7 2 6 6 9 .0 8 4 9 9 5 .4 9 8 1 .4 0 8 .6 1 2 6 0 2 .0 3 0 4 9 3 .5 2 6 7 3 7 .8 3 8 1 .0 6 4 .2 5 2 1 .4 7 7 .3 6 6
T otal Liabilitie s and Equity Rp Juta 4 .2 2 8 .4 1 0 4 .0 5 1 .1 8 4 4 .2 8 3 .5 2 5 4 .4 4 4 .3 9 4 4 .8 1 1 .4 7 9 4 .2 9 7 .1 6 4 4 .0 5 1 .1 8 4 4 .2 8 3 .5 2 5 4 .4 4 4 .3 9 4 4 .8 8 0 .2 3 3
Halaman 49 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 50
Lampir an 5
P ROYEK S I LABA RUG I
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham JAI oleh FFI
Per tanggal 31 Desember 2023
BEF ORE T RANS ACT ION AF T ER T RANS ACT ION
De s De s De s De s De s De s De s De s De s De s
URAIAN S atuan
2024 2025 2026 2027 2028 2024 2025 2026 2027 2028
Revenue Rp Juta 6.527.390 7.279.043 8.248.477 9.914.418 10.920.440 6.527.390 7.279.043 8.248.477 9.914.418 10.920.440
- - - - - - - - - -
COGS Rp Juta (2.447.778) (2.783.389) (3.072.079) (3.744.679) (4.119.504) (2.447.778) (2.783.389) (3.072.079) (3.744.679) (4.119.504)
G r oss P r ofit Rp Juta 4 .0 7 9 .6 1 2 4 .4 9 5 .6 5 4 5 .1 7 6 .3 9 8 6 .1 6 9 .7 3 9 6 .8 0 0 .9 3 6 4 .0 7 9 .6 1 2 4 .4 9 5 .6 5 4 5 .1 7 6 .3 9 8 6 .1 6 9 .7 3 9 6 .8 0 0 .9 3 6
Operating income (Exp) Rp Juta - - - - - - - - - -
Selling and distribution Rp Juta (3.397.954) (3.598.316) (3.815.291) (4.385.368) (4.795.782) (3.397.954) (3.598.316) (3.815.291) (4.385.368) (4.795.782)
General and administrative Rp Juta (835.106) (893.780) (927.774) (962.748) (1.012.910) (835.106) (893.780) (927.774) (962.748) (1.012.910)
Other operating expenses Rp Juta (63.519) (76.105) (117.779) (65.388) (69.348) (63.519) (76.105) (117.779) (65.388) (69.348)
Other operating income Rp Juta 84.023 86.470 91.658 52.355 52.355 84.023 86.470 91.658 52.355 52.355
Total Opex Rp Juta (4 .2 1 2 .5 5 5 ) (4 .4 8 1 .7 3 0 ) (4 .7 6 9 .1 8 7 ) (5 .3 6 1 .1 4 9 ) (5 .8 2 5 .6 8 4 ) (4 .2 1 2 .5 5 5 ) (4 .4 8 1 .7 3 0 ) (4 .7 6 9 .1 8 7 ) (5 .3 6 1 .1 4 9 ) (5 .8 2 5 .6 8 4 )
Profit from Operation Rp Juta (1 3 2 .9 4 3 ) 1 3 .9 2 4 4 0 7 .2 1 2 8 0 8 .5 9 1 9 7 5 .2 5 2 (1 3 2 .9 4 3 ) 1 3 .9 2 4 4 0 7 .2 1 2 8 0 8 .5 9 1 9 7 5 .2 5 2
Finance income Rp Juta 6.449 6.636 7.035 8.640 8.640 6.449 6.636 7.035 8.640 8.640
Tax on Finance Income Rp Juta (1.290) (1.327) (1.407) (1.728) (1.728) (1.290) (1.327) (1.407) (1.728) (1.728)
Finance costs Rp Juta (65.066) (131.010) (117.292) (94.271) (84.500) (65.066) (131.010) (117.292) (94.271) (84.500)
Investment in associates Rp Juta 0 - (0) (99.727) (159.035) 0 - (0) (99.727) (159.035)
P r ofit be for e income tax Rp Juta (1 9 2 .8 5 0 ) (1 1 1 .7 7 7 ) 2 9 5 .5 4 7 6 2 1 .5 0 5 7 3 8 .6 2 9 (1 9 2 .8 5 0 ) (1 1 1 .7 7 7 ) 2 9 5 .5 4 7 6 2 1 .5 0 5 7 3 8 .6 2 9
Corporate Income Tax Rp Juta - - (51.236) (191.618) (223.075) - - (51.236) (191.618) (223.075)
P r ofit afte r tax Rp Juta (1 9 2 .8 5 0 ) (1 1 1 .7 7 7 ) 2 4 4 .3 1 2 4 2 9 .8 8 7 5 1 5 .5 5 3 (1 9 2 .8 5 0 ) (1 1 1 .7 7 7 ) 2 4 4 .3 1 2 4 2 9 .8 8 7 5 1 5 .5 5 3
Halaman 50 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 51
Lampir an 6
P ROYEK S I ARUS K AS
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham JAI oleh FFI
Per tanggal 31 Desember 2023
BEF ORE T RANS ACT ION AF T ER T RANS ACT ION
De s De s De s De s De s De s De s De s De s De s
URAIAN S atuan
2024 2025 2026 2027 2028 2024 2025 2026 2027 2028
Cash flow fr om ope r ating activitie s
Receipt from customers Rp Juta 6.670.813 7.428.557 8.389.871 9.232.149 10.231.101 6.670.813 7.428.557 8.389.871 9.232.149 10.231.101
Receipts of interest Rp Juta 5.159 5.309 5.628 5.965 6.323 5.159 5.309 5.628 5.965 6.323
Paymet to suppliers Rp Juta (3.187.939) (3.006.741) (3.186.529) (3.523.575) (3.821.268) (3.187.939) (3.006.741) (3.186.529) (3.523.575) (3.821.268)
Parent Stock Rp Juta - (18.498) (9.653) 4.266 (1.809) - (18.498) (9.653) 4.266 (1.809)
Payment of operating expenses Rp Juta (2.108.034) (2.458.998) (2.698.420) (2.951.401) (3.276.151) (2.108.034) (2.483.062) (2.718.874) (2.968.787) (3.290.929)
Payments to employees Rp Juta (1.454.793) (1.509.659) (1.539.612) (1.704.787) (1.829.571) (1.454.793) (1.509.659) (1.539.612) (1.704.787) (1.829.571)
Payments of corporate income tax Rp Juta - 492 (40.628) (64.524) (270.695) - 492 (40.628) (64.524) (270.695)
Payment of interest loans Rp Juta (98.799) (131.010) (117.292) (103.718) (91.564) (98.799) (131.010) (117.292) (103.718) (91.564)
Ne t cash pr ovide d by ope r ating activitie s Rp Juta (1 7 3 .5 9 4 ) 3 0 9 .4 5 4 8 0 3 .3 6 5 8 9 4 .3 7 5 9 4 6 .3 6 6 (1 7 3 .5 9 4 ) 2 8 5 .3 9 0 7 8 2 .9 1 0 8 7 6 .9 8 9 9 3 1 .5 8 7
Cash flows fr om inve sting activitie s
Addition to fixed assets Rp Juta (53.139) (67.525) (98.263) (123.062) (181.419) (53.139) (67.525) (98.263) (123.062) (181.419)
Additions to renovations Rp Juta - - - - - - - - - -
Costs of rented buildings Rp Juta (151.110) (178.096) (233.520) (275.307) (395.650) (151.110) (178.096) (233.520) (275.307) (395.650)
Addition do deferred charges Rp Juta (7.404) (14.438) (20.405) (27.037) (40.123) (7.404) (14.438) (20.405) (27.037) (40.123)
Ne t cash use d in inve sting activitie s Rp Juta (2 1 1 .6 5 3 ) (2 6 0 .0 5 9 ) (3 5 2 .1 8 8 ) (4 2 5 .4 0 7 ) (6 1 7 .1 9 2 ) (2 1 1 .6 5 3 ) (2 6 0 .0 5 9 ) (3 5 2 .1 8 8 ) (4 2 5 .4 0 7 ) (6 1 7 .1 9 2 )
Cash flows fr om financing activitie s
Receipt Long-term Bank Loans Rp Juta 711.245 - - - - 711.245 - - - -
Resell Treasury Stock Rp Juta - 3.273 - - - - 3.273 - - -
Proceed from Non-Controlling Interest Rp Juta (9.232) - - - - 59.522 - - - -
Receipt short-term Rp Juta 68.568 - - - - 68.568 - - - -
Payment long-term bank loans Rp Juta (95.000) (172.982) (174.828) (152.317) (130.508) (95.000) (172.982) (174.828) (152.317) (130.508)
Payments of obligation under finance lease Rp Juta (13.327) (11.712) (3.844) - - (13.327) (11.712) (3.844) - -
Payment of consumer finance Rp Juta (17.050) (13.269) (16.779) (23.963) (29.507) (17.050) (13.269) (16.779) (23.963) (29.507)
Payments of cash dividends Rp Juta - - - (36.381) (52.649) - - - (36.381) (52.649)
Ne t cash use d in financing activitie s Rp Juta 6 4 5 .2 0 4 (1 9 4 .6 9 0 ) (1 9 5 .4 5 2 ) (2 1 2 .6 6 1 ) (2 1 2 .6 6 5 ) 7 1 3 .9 5 8 (1 9 4 .6 9 0 ) (1 9 5 .4 5 2 ) (2 1 2 .6 6 1 ) (2 1 2 .6 6 5 )
Ne t incr e ase in cash and cash e quivale nt Rp Juta 2 5 9 .9 5 8 (1 4 5 .2 9 5 ) 2 5 5 .7 2 5 2 5 6 .3 0 8 1 1 6 .5 0 9 3 2 8 .7 1 2 (1 6 9 .3 5 9 ) 2 3 5 .2 7 0 2 3 8 .9 2 2 1 0 1 .7 3 1
Cash and cash e quivale nt at be ginning of ye a Rp Juta 208.855 468.813 323.518 579.243 835.551 208.855 537.567 368.208 603.478 842.400
Cash and cash e quivale nt at e nd of pe r iod Rp Juta 4 6 8 .8 1 3 3 2 3 .5 1 8 5 7 9 .2 4 3 8 3 5 .5 5 1 9 5 2 .0 6 0 5 3 7 .5 6 7 3 6 8 .2 0 8 6 0 3 .4 7 8 8 4 2 .4 0 0 9 4 4 .1 3 1
Halaman 51 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 52
Lampir an 7
ANALIS A INK REMENT AL
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham JAI oleh FFI
Per tanggal 31 Desember 2023
De s De s De s De s De s
URAIAN S atuan
2024 2025 2026 2027 2028
T otal Ase t
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta 4.228.410 4.051.184 4.283.525 4.444.394 4.811.479
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta 4.297.164 4.051.184 4.283.525 4.444.394 4.880.233
Inkr e me ntal Rp Juta 6 8 .7 5 4 - - - 6 8 .7 5 4
T otal Liabilitas
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta 3.695.134 3.626.412 3.614.441 3.448.897 3.402.866
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta 3.695.134 3.557.658 3.545.687 3.380.143 3.402.866
Inkr e me ntal Rp Juta - (6 8 .7 5 4 ) (6 8 .7 5 4 ) (6 8 .7 5 4 ) -
T otal Ekuitas
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta 533.276 424.772 669.084 995.498 1.408.612
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta 602.030 493.526 737.838 1.064.252 1.477.366
Inkr e me ntal Rp Juta 6 8 .7 5 4 6 8 .7 5 4 6 8 .7 5 4 6 8 .7 5 4 6 8 .7 5 4
De s De s De s De s De s
URAIAN S atuan
2024 2025 2026 2027 2028
P e ndapatan
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta 6.527.390 7.279.043 8.248.477 9.914.418 10.920.440
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta 6.527.390 7.279.043 8.248.477 9.914.418 10.920.440
Inkr e me ntal Rp Juta - - - - -
Laba T ahun Be r jalan
Sebelum Rencana Transaksi Rp Juta (192.850) (111.777) 295.547 621.505 738.629
Setelah Rencana Transaksi Rp Juta (192.850) (111.777) 295.547 621.505 738.629
Inkr e me ntal Rp Juta - - - - -
Halaman 52 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 53
Lampir an 8
ANALIS A S ENS IT IV IT AS
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham JAI oleh FFI
Per tanggal 31 Desember 2023
De s De s De s De s De s
URAIAN S AT UAN
2024 2025 2026 2027 2028
K ondisi Nor mal
Pendapatan Rp Juta 6.527.390 7.279.043 8.248.477 9.914.418 10.920.440
COGS Rp Juta (2.447.778) (2.783.389) (3.072.079) (3.744.679) (4.119.504)
Laba (Rugi) Kotor Rp Juta 4.079.612 4.495.654 5.176.398 6.169.739 6.800.936
Laba (Rugi) Operasional Rp Juta (132.943) 13.924 407.212 808.591 975.252
Laba (Rugi) Bersih Rp Juta (192.850) (111.777) 244.312 429.887 515.553
P e ndapatan Naik 2 ,5 % dan Be ban Naik 2 ,5 %
Pendapatan Rp Juta 6.690.575 7.461.019 8.454.689 10.162.278 11.193.451
COGS Rp Juta (2.508.972) (2.852.974) (3.148.881) (3.838.296) (4.222.492)
Laba (Rugi) Kotor Rp Juta 4.181.603 4.608.045 5.305.808 6.323.983 6.970.959
Laba (Rugi) Operasional Rp Juta (90.860) 615 424.957 775.748 908.652
Laba (Rugi) Bersih Rp Juta (90.860) 479 331.467 605.084 708.749
P e ndapatan T ur un 2 ,5 % dan Be ban Naik 2 ,5 %
Pendapatan Rp Juta 6.364.205 7.097.067 8.042.265 9.666.557 10.647.429
COGS Rp Juta (2.508.972) (2.852.974) (3.148.881) (3.838.296) (4.222.492)
Laba (Rugi) Kotor Rp Juta 3.855.233 4.244.093 4.893.385 5.828.262 6.424.937
Laba (Rugi) Operasional Rp Juta (417.230) (363.338) 12.533 280.027 362.630
Laba (Rugi) Bersih Rp Juta (417.230) (363.338) 9.776 218.421 282.851
Halaman 53 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 54
Page 55
Page 56
Names mentioned 52 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT JAGONYA AYAM INDONESIA OLEH
p.1
unresolved
org
KJPP Ferdinand
p.1 ×6
unresolved
org
Ichsan dan Rekan
p.1 ×4
unresolved
org
KJPP FDI
p.1 ×10
unresolved
org
PT Jagonya Ayam Indonesia
p.1 ×9
unresolved
org
BAPEPAM-LK
p.1 ×8
unresolved
person
MBA.
p.4 ×2
unresolved
org
Bapepam
p.4 ×6
unresolved
org
Rekan
· Penilai
p.6
unresolved
org
Menteri Keuangan Republik Indonesia
p.6 ×2
unresolved
—
Telepon/Fax
p.6
unresolved
—
PIC/Contact
p.6
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Purwantono
p.9 ×6
unresolved
person
Akta Notaris Sri Rahayu
p.13 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.13
unresolved
org
Pengadilan Negeri
p.13
unresolved
person
Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito
p.13 ×2
unresolved
person
Noni Rosalia Gelael Barki
· Wakil Komisaris Utama
p.13 ×3
unresolved
person
Akta Notaris Humberg Lie
p.14 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.14
unresolved
org
Menteri
p.15
unresolved
person
Muhammad Hanafi
p.15
unresolved
org
PT Jagonya Ayam Indonesia Susunan Pengurus JAI
p.15
unresolved
person
Ir. Endang Ruchijat
p.15
unresolved
org
Bank Indonesia
p.22 ×18
unresolved
org
Pusat Statistik
p.22
unresolved
org
Bank Indonesia Defisit
p.23
unresolved
org
Pangan Nasional
p.26
unresolved
org
Ichsan & Rekan
p.42
unresolved
person
Bangkit Widhi Raharjo
p.44
unresolved
person
Edho Fakhri Fuady
p.44
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.455
14386 ms
12 Sep 2026 23:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [{'area_sqm': None,
'category': 'OTHER',
'description': '.................................................................................................. '
'12'}],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '.................................................................................................. '
'12',
'object_truncated': True,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': '20'}