Skip to content
Back to announcement

20240702_FAST_Laporan Informasi dan Fakta Material_31678674_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review FAST

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 56

Page 1
                 Kantor Jasa Penilai Publik                                                                   The Manhattan Square
                 FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN                                               Lt. 16, Suite D, Jl. TB Simatupang
                                                                                                  Cilandak, Jakarta Selatan, 12560
                 Property, Business Valuation & Advisory
                                                                                                 E-Mail : infoadmin@fdipartners.co
                 Licence No. 2.22.01 76
                                                                                                       Website: www.fdipartners.co
                 KMK 460/KM.1/20 22
                                                                                                           Phone (62 21) 27875911
                 Wilayah Kerja : Seluruh Indonesia

Jakarta, 20 Juni 2024

Kepada Yth.
PT Fast Food Indonesia, Tbk
Jl. Letjen M.T Haryono No.7,
Tebet, Jakarta Selatan 13630

No. Laporan    : 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Hal            : Pendapat Kewajaran

Dengan hormat,

LAPORAN PENDAPAT KEWAJARAN ATAS RENCANA TRANSAKSI PENGAMBILBAGIAN SAHAM PT
JAGONYA AYAM INDONESIA OLEH PT FAST FOOD INDONESIA, TBK.

Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 006/FDI/PB-FO/V/2024 tertanggal 13 Mei 2024,
KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (“KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat penugasan dari PT
Fast Food Indonesia Tbk (“Perseroan” atau “FFI”) untuk memberikan pendapat kewajaran sehubungan
dengan Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham PT Jagonya Ayam Indonesia (“JAI”) oleh FFI,
diperlukan dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) d/h BAPEPAM-LK
selanjutnya disebut sebagai “Rencana Transaksi”.

Laporan Pendapat Kewajaran ini bertujuan untuk memberikan pendapat kewajaran atas Rencana
Transaksi antara dua pihak yakni, FFI selaku pemberi modal dan JAI selaku penerbit saham. Nilai
Rencana Transaksi adalah sebesar Rp160.427.000.000,- (“Seratus Enam Puluh Milir Empat Ratus Dua
Puluh Tujuh Juta Rupiah”) atau 160.427 (Seratus Enam Puluh Ribu Empat Ratus Dua Puluh Tujuh) lembar
saham Seri A lembar saham Seri A. Nilai Rencana Transaksi tersebut bila dibandingkan dengan nilai
pasar ekuitas per 31 Desember 2023 yang sebesar Rp723.877.476.000,-, dimana Nilai Rencana
Transaksi merupakan 22,16% dari jumlah ekuitas Perseroan, dengan demikian Rencana Transaksi
merupakan transaksi material yang di definisikan dalam POJK No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

Maksud pemberian pendapat kewajaran adalah untuk memberikan laporan hasil analisis tentang
Kewajaran atas Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham JAI oleh FFI dalam rangka memenuhi
Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) d/h BAPEPAM-LK. Tujuan pemberian laporan pendapat
kewajaran adalah dalam rangka pemenuhan Otoritas Jasa Keuangan No.17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak digunakan
untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan dalam tujuan
lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan menggunakan bantuan dari luar
maupun profesi lainnya.

Dalam melakukan analisis, sebagai dasar dan pertimbangan bagi kami dalam memberikan pendapat
kewajaran atas Rencana Transaksi tersebut, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan
data sebagaimana diberikan oleh manajemen FFI, yang mana kami mengasumsikan bahwa informasi
dan data yang telah diberikan oleh manajemen FFI adalah benar, lengkap, dapat diandalkan, dan tidak
menyesatkan. Kami tidak melakukan audit ataupun verifikasi secara mendetail atas semua informasi
dan data yang telah diberikan oleh manajemen FFI, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian




                                Kantor Pusat (Properti dan Bisnis); Kantor Cabang Semarang (Properti)
Page 2
kami tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab apabila informasi dan data yang
diberikan tersebut menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Pendekatan dan metode penilaian yang kami gunakan dalam menilai kewajaran atas Rencana Transaksi
adalah dengan menggunakan metodologi analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif
berupa analisis terhadap latar belakang dan manfaat serta risiko Rencana Transaksi, analisis terhadap
FFI, serta analisis terhadap kondisi industri dan prospek industri atau bidang usaha yang dijalankan FFI.
Analisis kuantitatif berupa analisis kinerja historis, analisis laporan keuangan sebelum dan sesudah
transaksi (Proforma) dari sisi Perseroan untuk mengetahui dampak keuangan secara konsolidasi dari
transaksi yang dilakukan, serta analisis inkremental dan analisis sensitivitas atas Rencana Transaksi.

 1. Laporan pendapat kewajaran disusun berdasarkan pada prinsip integritas informasi dan data.
    Dalam menyusun laporan ini, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data
    sebagaimana diberikan manajemen FFI, yang mana berdasarkan hakekat kewajaran adalah
    benar, lengkap, dapat diandalkan serta tidak menyesatkan.
 2. Kami tidak melakukan audit ataupun uji kepatuhan secara mendetail atas penjelasan maupun data-
    data yang diberikan oleh manajemen FFI, baik lisan maupun tulisan, dan dengan demikian kami
    tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggungjawab terhadap kebenaran dan kelengkapan
    dari informasi atau penjelasan tersebut.
 3. Segala perubahan terhadap data-data yang telah diberikan manajemen FFI pada kami,
    sebagaimana tercantum pada bagian sumber data dan Informasi, dapat mempengaruhi hasil
    penilaian secara material. Oleh karena itu, kami tidak dapat menerima tanggung jawab atas
    kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan perubahan data tersebut.
 4. Laporan pendapat kewajaran ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan
    perekonomian, kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan Pemerintah pada tanggal
    Laporan ini dikeluarkan.
 5. Kami menganggap bahwa sejak tanggal penerbitan Laporan pendapat kewajaran ini tidak terjadi
    perubahan yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
    Laporan penilaian ini. Laporan pendapat kewajaran ini hanya dipersiapkan untuk dapat
    dipergunakan sesuai dengan tujuan yang telah disebutkan dalam laporan ini, dan tidak dapat
    dipergunakan untuk tujuan lainnya.
 6. Laporan pendapat kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan
    sebagian analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan keseluruhan informasi dan analisis
    dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan.
 7. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi pendapat kami karena
    peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini. Rencana transaksi merupakan transaksi
    material sebagaimana dimaksud dalam POJK 17 tentang Transaksi Material dan perubahan
    Kegiatan Usaha dimana nilai transaksi sama dengan 20% (dua puluh persen) atau lebih dari ekuitas
    FFI.

FFI merupakan perusahaan yang bergerak di bidangmakanandan restoran. Perusahaan memulai usaha
komersialnya sejak tahun 1979. Kantor pusat perseroan berlokasi di Jl. M.T. Hayono Kav.7, Jakarta,
Indonesia. Pada tanggal 31 Desember 2023, Perseroan mengoperasikan 762 gerai restoran.

Analisis atas Rencana Transaksi, Rencana Transaksi akan akan mendapatkan ketersediaan bahan baku
daging ayam dan olahan daging ayam olahan yang sesuai dengan kebutuhan Perseroan. Dengan
menjadi pemegang saham mayoritas JAI, Perseroan akan memiliki akses langsung atas pasokan daging
ayam dan olahan daging ayam yang terjamin kualitas dan kuantitasnya. Hal ini dapat membantu
Perseroan untuk menjaga kontinuitas produksi dan ketersediaan bahan baku di restoran-restoran milik
Perseroan, khususnya untuk wilayah Indonesia bagian timur.


Halaman 2                                                   00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 3
Analisis Kualitatif, dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi Perseroan dapat memperoleh manfaat
dari efisiensi harga pasokan daging ayam dan olahan daging ayam dari JAI serta meningkatkan
profitabilitas Perseroan dari kegiatan usaha peternakan ayam terintegrasi milik JAI yang meliputi usaha
perkebunan, pabrik pakan, rumah potong ayam, dan industri pengolahan daging ayam.

Analisis Kuantitatif, dengan dilakukannya Rencana Transaksi maka Proforma Keuangan FFI per 31
Desember 2023 menunjukkan:

  1. Rencana Transaksi tidak memberikan dampak terhadap laporan proforma laba rugi
     konsolidasian FFI
  2. Pada sisi aset lancar berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi peningkatan kas dan
     setara kas senilai Rp59.522 Juta dimana hal tersebut terjadi karena adanya penerimaan dari
     kepentingan non pengendali.
  3. Pada sisi aset tetap berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi penurunan nilai aset
     tidak lancar lainnya yaitu piutang kepada pemegang saham non-pengendali senilai Rp15.000
     Juta.
  4. Pada sisi liabilitas jangka pendek berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi penurunan
     utang lain-lain pihak ketiga senilai Rp24.232 Juta dimana terjadi karena adanya pembayaran
     pinjaman dari pihak berelasi akibat adanya Rencana Transaksi.
  5. Pada sisi ekuitas berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, ekuitas mengalami peningkatan
     sebesar senilai Rp68.754 Juta dimana hal tersebut terjadi sebagai dampak atas meningkatnya
     non controlling interest akibat dari adanya Rencana Transaksi.

Analisis Inkremental, nilai tambah dengan terlaksananya Rencana Transaksi berupa peningkatan total
aset yaitu pada akun kas dan setara kas dan total ekuitas yaitu pada akun non controlling interest,
sedangkan pendapatan di tahun proyeksi yang diatribusikan kepada FFI tidak mengalami perubahan
sebelum Rencana Transaksi.

Analisis kewajaran nilai transaksi dilakukan dengan membandingkan Nilai per saham JAI yang telah
dinilai melalui Laporan Penilaian 100% Ekuitas PT Jagonya Ayam Indonesia tanggal 14 Juni 2024 yang
diterbitkan oleh KJPP FDI&R dengan Nilai per saham JAI Rencana Transaksi sebagai berikut:


 Uraian                                                                       Satuan         Jumlah

 Nilai Pasar Ekuitas per Saham                                                   Rp          1.025.529
 Batas Atas (7,5%)                                                               Rp          1.102.444
 Batas Bawah (7,5%)                                                              Rp            948.614
 Nilai Rencana Transaksi per Saham                                               Rp          1.000.000
 Selisih Nilai Rencana Transaksi Terhadap Nilai Pasar Ekuitas per Saham          %              -2,49%

Berdasarkan tabel tersebut di atas, nilai transaksi masih berada kisaran batas bawah dan batas atas
yaitu 2,49% dibawah nilai pasar berada pada kisaran nilai yang sesuai dengan POJK 35/2020
mengenai batas atas dan batas bawah untuk kisaran nilai transaksi tidak melebihi 7,5%.

Analisis atas faktor lain yang relevan, dilihat dan diperhitungkan berdasarkan analisis sensitivitas.
Berdasarkan analisis sensitivitas, baik kenaikan maupun penurunan 2,5% pendapatan dan beban pokok
penjualan Perseroan tidak berdampak secara signifikan pada laba bersih tahun berjalan. Perseroan
tetap mampu mencatatkan kinerja yang baik, hal tersebut ditunjukan bahwa Perseroan masih
mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang serta memiliki trend kenaikan selama periode
pengamatan.


Halaman 3                                                  00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 4
Dengan demikian, berdasarkan analisis yang telah di uraikan di atas, menurut pendapat kami, Rencana
Transaksi tersebut adalah Wajar.

Laporan pendapat kewajaran ini untuk memberikan pendapat kewajaran terhadap Rencana Transaksi
dalam rangka pemenuhan Otoritas Jasa Keuangan No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
dan Perubahan Kegiatan Usaha.

Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara independen
tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan FFI ataupun pihak - pihak lainnya yang
terafiliasi dengan FFI. KJPP FDI&R juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait
dengan penugasan ini. Laporan pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan
atau merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh
kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.



Hormat kami,
KJPP FERDINAND, DANAR, ICHSAN DAN REKAN
Rekan




M. Ichsan Suud, SP., MBA., MAPPI (Cert)
Izin Penilai Bisnis No. : B-1.16.00453
MAPPI No.               : 10-S-02571
STTD Bapepam No.        : STTD.PB-50/PM.223/2020
RMK                     : RMK-2017.00526




Halaman 4                                                 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 5
                                                             DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN .............................................................................................................. 6
  1.1  Uraian Mengenai Penugasan .................................................................................. 6
  1.2  Identifikasi Status Penilai ......................................................................................... 6
  1.3  Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan ...................................................... 6
  1.4  Tanggal Penilaian (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan .................................... 6
  1.5  Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran................................................ 7
  1.6  Obyek Analisis Kewajaran ...................................................................................... 7
  1.7  Dampak Keuangan (Proforma) dari Transaksi yang Akan Dilakukan .......................... 7
  1.8  Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana
       Transaksi ............................................................................................................... 9
  1.9  Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Otoritas Jasa Keuangan ............................... 9
  1.10 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran ....................................................................... 9
  1.11 Sumber Data dan Informasi .................................................................................... 9
  1.12 Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi ............................................................... 10
  1.13 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ........................................................ 11
  1.14 Pernyataan Independensi Penilai ........................................................................... 11
  1.15 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event) ............................... 11

BAB II
ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI .............................................................................. 12
  2.1    Latar Belakang Transaksi ...................................................................................... 12
  2.2    Obyek Transaksi .................................................................................................. 12
  2.3    Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi .............................................................. 12
  2.4    Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi ............................................................. 16
  2.5    Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi ...................... 16

BAB III
ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI ................................................................... 20
  3.1    Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan ................................................. 20
  3.2    Analisis Atas Rencana Transaksi ............................................................................ 20
  3.3    Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi.............................................................. 21
  3.2    Gambaran Umum Konsumsi dan Industri atau Peternakan Unggas ......................... 26
  3.4    Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi ............................................................. 31
  3.5    Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi............................................................ 38
  3.6    Analisis Faktor Lain Yang Relevan ......................................................................... 39
  3.7    Kesimpulan ......................................................................................................... 41

ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS .................................................................... 42

PERNYATAAN PENILAI .................................................................................................... 43

LAMPIRAN ..................................................................................................................... 45




Halaman 5                                                                      00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 6
                                               BAB I
                                           PENDAHULUAN

1.1   Uraian Mengenai Penugasan

      Berdasarkan persetujuan atas surat penawaran No. 006/FDI/PB-FO/V/2024 tertanggal 13 Mei
      2024, KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan (“KJPP FDI&R” atau “Kami”) mendapat
      penugasan dari PT Fast Food Indonesia Tbk (“Perseroan” atau “FFI”) untuk memberikan pendapat
      kewajaran atas Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham PT Jagonya Ayam Indonesia (“JAI”)
      oleh FFI, diperlukan dalam rangka memenuhi peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) d/h
      BAPEPAM-LK selanjutnya disebut sebagai “Rencana Transaksi”.

1.2   Identifikasi Status Penilai
      Pendapat Kewajaran ini dilakukan oleh KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan, selaku Penilai
      Independen untuk memberikan pendapat kewajaran yang obyektif dan tidak memihak, sesuai
      KEPI; memiliki kompetensi untuk memberikan pendapat kewajaran atas obyek yang dimaksud.
      KJPP Ferdinand, Danar, Ichsan dan Rekan adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang memegang Izin
      Usaha No.2.22.0176 tanggal 21 April 2022 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia dan
      mempunyai Penilai Publik sebagai berikut:

      a. Pemimpin Rekan, Mochamad Ichsan Suud, adalah seorang Penilai Publik untuk klasifikasi
         penilaian bisnis dengan Izin No. B-1.16.00453 dari Menteri Keuangan Republik Indonesia,
         dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi
         Penunjang Pasar Modal (Penilai Bisnis) No. STTD.PB-50/PM.223/2020. Beliau adalah
         anggota dari Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
      b. Penugasan penilaian ini bersifat independen, tidak memiliki keterlibatan material atau
         benturan kepentingan baik aktual maupun potensial dengan obyek penilaian dan/ atau
         pemilik aset/properti/ekuitas, menjunjung tinggi obyektifitas, profesional dan tidak memihak.
      c. Seluruh Penilai, tenaga ahli dan staf pelaksana dalam penugasan ini adalah satu kesatuan
         tim penugasan di bawah kordinator Penilai berizin atau penanggung jawab laporan penilaian
         ini.

1.3   Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

      Pemberi tugas dan Pengguna Laporan dalam hal ini adalah FFI, dengan informasi sebagai
      berikut:

      Nama            :   PT Fast Food Indonesia Tbk
      Alamat          :   Jl. Letjen M.T Haryono No.7, Tebet, Jakarta Selatan 13630
      Telepon/Fax     :   (021) 8301133
      Bidang usaha    :   Ritel Makanan Cepat Saji
      PIC/Contact     :   Bpk./Ibu -
      Email           :   -

1.4   Tanggal Penilaian (Cut Off Date) dan Masa Berlaku Laporan

      Tanggal penilaian Pendapat Kewajaran adalah tanggal 31 Desember 2023, dimana tanggal
      penilaian tersebut ditentukan berdasarkan tanggal posisi laporan keuangan FFI dan atas dasar
      pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian.




Halaman 6                                                 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 7
1.5   Maksud dan Tujuan Pemberian Pendapat Kewajaran

      Maksud pemberian pendapat kewajaran adalah untuk memberikan laporan hasil analisis tentang
      Kewajaran atas Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham JAI oleh FFI dalam rangka
      memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) d/h BAPEPAM-LK.

      Tujuan pemberian laporan pendapat kewajaran adalah dalam rangka pemenuhan Otoritas Jasa
      Keuangan No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

      Laporan pendapat kewajaran ini digunakan untuk penggunaan di pasar modal, dan tidak
      digunakan untuk di luar maksud dan tujuan Pendapat Kewajaran tersebut, maupun penggunaan
      dalam tujuan lainnya. Dalam penugasan ini, bilamana dianggap perlu, penilai akan
      menggunakan bantuan dari luar maupun profesi lainnya.

1.6   Obyek Analisis Kewajaran

      Obyek analisis kewajaran dalam hal ini adalah saham baru yang diterbitkan oleh JAI sebanyak
      229.181 (dua ratus dua puluh sembilan ribu seratus delapan puluh satu) lembar saham Seri A
      yang diambil bagian oleh Perseroan sebanyak 160.427 (Seratus Enam Puluh Ribu Empat Ratus
      Dua Puluh Tujuh) lembar saham Seri A atau setara dengan 70% (tujuh puluh persen) dari seluruh
      saham yang telah diterbitkan oleh JAI.

1.7   Dampak Keuangan (Proforma) dari Transaksi yang Akan Dilakukan

      Sehubungan dengan Rencana Transaksi serta mengacu pada informasi keuangan konsolidasian
      proforma Perseroan untuk periode 31 Desember 2023, maka dampak Rencana Transaksi dapat
      disajikan sebagai berikut:

      Tabel 1-1 Informasi Posisi Keuangan Konsolidasian Proforma Perseroan (Dalam Jutaan Rupiah)
                                                         Audit Report   Rencana        Proforma
                               Uraian
                                                         31 Des 2023    Transaksi     31 Des 2023
       Aset
       Aset Lancar
       Kas dan setara kas                                    208.855        59.522        268.377
       Piutang lain - lain
          Pihak berelasi                                     283.347                      283.347
          Pihak ketiga                                        17.058                       17.058
       Persediaan                                            302.914                      302.914
       Biaya dibayar dimuka                                   25.186                       25.186
       Aset lancar lainnya                                   110.183                      110.183
                                                             947.542        59.522      1.007.064
       Aset Tidak Lancar
       Investasi pada entitas asosiasi                        48.632                       48.632
       Aset tetap, neto                                      909.284                      909.284
       Biaya renovasi bangunan sewa ditangguhkan, neto       625.286                      625.286
       Sewa jangka panjang dibayar dimuka, neto                                                  -
       Beban ditangguhkan, neto                              266.817                      266.817
       Aset hak guna, neto                                   526.957                      526.957
       Aset pajak tangguhan, neto                            148.990                      148.990



Halaman 7                                                00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 8
                                                            Audit Report   Rencana          Proforma
                             Uraian
                                                            31 Des 2023    Transaksi       31 Des 2023
      Aset tidak lancar lainnya                                 437.035       (15.000)         422.035
                                                              2.963.002       (15.000)       2.948.002
      Jumlah Aset                                             3.910.544        44.522        3.955.066


      Liabilitas
      Liabilitas Jangka Pendek
      Utang obligasi, neto                                                                            -
      Utang usaha
         Pihak ketiga                                           437.514                        437.514
         Pihak berelasi                                          64.918                         64.918
      Utang lain - lain                                                                               -
         Pihak ketiga                                           402.118       (24.232)         377.887
         Pihak berelasi                                             395                            395
      Utang pajak                                               132.132                        132.132
      Utang bank jangka pendek                                  381.432                        381.432
      Beban akrual                                              112.641                        112.641
      Utang yang jatuh tempo dalam satu tahun:                                                        -
         Sewa pembiayaan/liabilitas sewa                        121.652                        121.652
         Pembiayaan konsumen                                     14.313                         14.313
         Utang bank jangka panjang                              255.000                        255.000
      Utang bunga atas obligasi                                                                       -
      Liabilitas imbalan kerja jangka pendek                     48.438                         48.438
      Liabilitas jangka pendek lainnya                              490                            490
                                                              1.971.044       (24.232)       1.946.812
      Liabilitas Jangka Panjang
      Utang/liabilitas sewa pembiayaan, setelah dikurangi
                                                                227.061                        227.061
      bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
      Utang pembiayaan konsumen, setelah dikurangi
                                                                   5.544                         5.544
      bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
      Utang obligasi, neto                                                                            -
      Utang bank jangka panjang                                 249.720                        249.720
      Liabilitas imbalan kerja jangka panjang                   733.298                        733.298
                                                              1.215.623                -     1.215.623
      Jumlah Liabilitas                                       3.186.667       (24.232)       3.162.435


      Ekuitas
      Modal saham                                               199.514                        199.514
      Agio saham                                                    944                            944
      Dikurangi saham treasuri                                   (3.273)                        (3.273)
      Saldo laba
         Ditentukan penggunaannya untuk cadangan
                                                                 15.925                         15.925
      umum
         Belum ditentukan penggunaannya                         498.618                        498.618
                                                                711.730                -       711.730
      Kepentingan nonpengendali                                  12.148        68.754           80.902
      Jumlah Ekuitas                                            723.877        68.754          792.631
      Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                           3.910.544        44.522        3.955.066


Halaman 8                                                   00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 9
      Asumsi - asumsi laporan posisi keuangan konsolidasian ringkasan proforma yang digunakan
      adalah sebagai berikut:
       1. Rencana Transaksi tidak memberikan dampak terhadap laporan proforma laba rugi
          konsolidasian FFI
       2. Pada sisi aset lancar berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi peningkatan kas
          dan setara kas senilai Rp59.522 Juta dimana hal tersebut terjadi karena adanya penerimaan
          dari kepentingan non pengendali.
       3. Pada sisi aset tetap berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi penurunan nilai
          aset tidak lancar lainnya yaitu piutang kepada pemegang saham non-pengendali senilai
          Rp15.000 Juta.
       4. Pada sisi liabilitas jangka pendek berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi
          penurunan utang lain-lain pihak ketiga senilai Rp24.232 Juta dimana terjadi karena adanya
          pembayaran pinjaman dari pihak berelasi akibat adanya Rencana Transaksi.
       5. Pada sisi ekuitas berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, ekuitas mengalami
          peningkatan sebesar senilai Rp68.754 Juta dimana hal tersebut terjadi sebagai dampak atas
          meningkatnya non controlling interest akibat dari adanya Rencana Transaksi.

1.8   Pertimbangan Bisnis Yang Digunakan oleh Manajemen Terkait dengan Rencana Transaksi

      Dengan melakukan Rencana Transaksi, Perseroan mempertahankan persentase kepemilikan
      saham Perseroan dalam JAI yang sedang dalam proses membangun suatu peternakan ayam
      terintegrasi di atas lahan milik JAI seluas 8.575.200 m2 di Kecamatan Kalibaru, Kabupaten
      Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Selain itu, JAI dapat memenuhi kebutuhan pasokan bahan baku
      daging ayam dan olahan daging ayam sebanyak-banyaknya untuk restoran milik Perseroan.

      Sehubungan hal tersebut di atas, Perseroan akan tetap mempertahankan persentase kepemilikan
      sahamnya sebanyak 70% (tujuh puluh persen) di JAI dan dukungan kegiatan usaha dari JAI
      melalui pasokan bahan baku ayam dan olahan daging ayam dari peternakan ayam terintegrasi
      yang dimiliki oleh JAI yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan standarisasi Perseroan.

1.9   Keterkaitan Rencana Transaksi Dengan Otoritas Jasa Keuangan

      Rencana Transaksi yang dilakukan terkait dengan No.17/POJK.04/2020 tentang Transaksi
      Material dan Perubahan Kegiatan Usaha.

1.10 Ruang Lingkup Pendapat Kewajaran

      Ruang lingkup pendapat kewajaran mengacu kepada Pasal 17 POJK 35 meliputi:

      a. Tujuan dari Penugasan adalah memberikan pendapat kewajaran atas rencana transaksi:
      b. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan
      c. Membandingkan dasar nilai transaksi dengan nilai pasar yang dihasilkan dari laporan
         penilaian properti atas obyek Rencana Transaksi.

1.11 Sumber Data dan Informasi

      a. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dengan
         angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2022 yang telah diaudit
         oleh oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dalam laporan No.
         01156/2.1032/AU.1/10/0698-3/1/IV/2024 tertanggal 30 April 2024 dengan opini wajar
         tanpa pengecualian.



Halaman 9                                                00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 10
      b. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 dengan
         angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2021 yang telah diaudit
         oleh oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dalam laporan No.
         00416/2.1032/AU.1/10/1609-2/1/III/2023 tertanggal 29 Maret 2023 dengan opini wajar
         tanpa pengecualian.
      c. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 dengan
         angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2020 yang telah diaudit
         oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dalam laporan No.
         01153/2.1032/AU.1/10/1609-1/1/IV/2022 tertanggal 29 April 2022 dengan opini wajar
         tanpa pengecualian.
      d. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 dengan
         angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2019 yang telah diaudit
         oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dalam laporan No.
         01587/2.1032/AU.1/10/0698-2/1/VI/2021 tertanggal 23 Juni 2021 dengan opini wajar
         tanpa pengecualian.
      e. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 dengan
         angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2018 yang telah diaudit
         oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dalam laporan No.
         01107/2.1032/AU.1/10/0698-1/1/V/2020 tertanggal 19 Mei 2020 dengan opini wajar
         tanpa pengecualian.
      f. Laporan Keuangan FFI untuk periode yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2018 dengan
         angka perbandingan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2017 yang telah diaudit
         oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sungkoro & Surja dalam laporan No.
         00271/2.1032/AU.1/10/0695-1/1/III/2019 tertanggal 25 Maret 2019 dengan opini wajar
         tanpa pengecualian.
      g. Proyeksi keuangan Perseroan selama lima tahun kedepan dengan mempertimbangkan ada
         dan tidak adanya Rencana Transaksi.
      h. Profoma Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2023 (sebelum dan sesudah
         transaksi) yang disiapkan oleh manajemen FFI
      i. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Transaksi.
      j. Pernjanjian pengambilbagian saham bersyarat antara FFI dan JAI.
      k. Surat Pernyataan Manajemen Perseroan (management representation letter) No. 049/S-
         EXT/LCA-FFI/VI/2024 tanggal 14 Juni 2024 terkait penugasan Pendapat Kewajaran Atas
         Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham.
      l. Hasil wawancara dengan pihak FFI dan pihak lain yang kami anggap layak dan relevan guna
         mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi untuk keperluan proses Pendapat
         kewajaran.
      m. Data dan informasi pendukung lainnya dari pihak eksternal baik dari media cetak maupun
         media elektronik mengenai kondisi pasar dan industri.

1.12 Metodologi Analisis Kewajaran Transaksi

      Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah
      melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang
      mencakup hal–hal sebagai berikut:

      a. Analisis atas Rencana Transaksi;
      b. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Rencana Transaksi;
      c. Analisis Atas Kewajaran Rencana Transaksi;
      d. Analisis atas faktor lain yang relevan.


Halaman 10                                                  00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 11
1.13 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli

      Dalam memberikan pendapat kewajaran atas Rencana Transaksi, dalam laporan ini
      menggunakan Laporan Penilaian Saham No. 00061/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
      tanggal 14 Juni 2024 oleh KJPP FDI&R.

1.14 Pernyataan Independensi Penilai

      Dalam mempersiapkan laporan pendapat kewajaran ini, KJPP FDI&R bertindak secara
      independen tanpa adanya benturan kepentingan, dan tidak terafiliasi dengan Perseroan dan JAI
      ataupun pihak - pihak lainnya yang terafiliasi dengan Perseroan dan JAI. KJPP FDI&R juga tidak
      memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Laporan
      pendapat kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
      manapun. Imbalan yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang
      dihasilkan dari proses analisis kewajaran ini.

1.15 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Event)

      Dari tanggal penilaian (cut off date) per 31 Desember 2023, terdapat kejadian penting setelah
      tanggal penilaian (Subsequent Event) yaitu sebagai berikut:

      1. Keputusan Para Pemegang Saham di Luar Rapat Umum Pemegang Saham PT Jagonya Ayam
         Indonesia yang disetujui pada tanggal 19 Juni 2024.




Halaman 11                                               00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 12
                                               BAB II
                                 ANALISIS ATAS RENCANA TRANSAKSI

2.1   Latar Belakang Transaksi

      Berdasarkan Draft Keterbukaan Informasi yang telah disampaikan oleh manajemen Perseroan,
      Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan menyatakan bahwa Rencana Transaksi ini merupakan
      transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK 17 dan Rencana Transaksi ini tidak
      mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42. Sehubungan
      dengan hal-hal tersebut di atas, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
      berlaku, khususnya POJK 17 dan POJK 42, Direksi Perseroan menyatakan bahwa Rencana
      Transaksi telah dilaksanakan sesuai dengan praktik bisnis yang berlaku umum.

      Berdasarkan informasi Manajemen, Perseroan didirikan dan beroperasi sebagai perusahaan
      yang menjalankan kegiatan usaha di bidang restoran. Seiring berjalannya waktu, pengembangan
      usaha Perseroan membutuhkan pasokan bahan baku yang dapat memenuhi kebutuhan usaha
      restoran milik Perseroan dengan tujuan Perseroan dapat mengakomodir kebutuhan bahan baku
      daging ayam potong dan olahan daging ayam untuk disajikan kepada pelanggan restoran.

      Guna memberikan kepastian pasokan dan harga bahan baku daging ayam, Perseroan
      mempertahankan persentase kepemilikan saham Perseroan dalam JAI yang sedang dalam proses
      membangun suatu peternakan ayam terintegrasi di atas lahan milik JAI seluas 8.575.200 m2 di
      Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Selain itu, JAI dapat
      memenuhi kebutuhan pasokan bahan baku daging ayam dan olahan daging ayam sebanyak-
      banyaknya untuk restoran milik Perseroan.

      Oleh karena itu, dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan akan tetap
      mempertahankan persentase kepemilikan sahamnya sebanyak 70% (tujuh puluh persen) di JAI
      dan dukungan kegiatan usaha dari JAI melalui pasokan bahan baku ayam dan olahan daging
      ayam dari peternakan ayam terintegrasi yang dimiliki oleh JAI yang dapat disesuaikan dengan
      kebutuhan dan standarisasi Perseroan.

2.2   Obyek Transaksi

      Objek dari Transaksi ini adalah berupa saham baru yang diterbitkan oleh JAI sebanyak 229.181
      (dua ratus dua puluh sembilan ribu seratus delapan puluh satu) saham Seri A yang diambil bagian
      oleh Perseroan sebanyak 160.427 (Seratus Enam Puluh Ribu Empat Ratus Dua Puluh Tujuh) saham
      Seri A atau setara dengan 70% (tujuh puluh persen) dari seluruh saham yang telah diterbitkan
      oleh JAI.

2.3   Identifikasi Pihak-Pihak Yang Bertransaksi

      Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Rencana Transaksi adalah FFI selaku pemberi modal dan
      serta JAI selaku penerbit saham.

      a. PT Fast Food Indonesia (“Perseroan” atau “FFI”)

         Dalam Rencana Transaksi yang dimaksud dalam laporan pendapat kewajaran ini, FFI adalah
         selaku pemberi modal perseroan afiliasi, dengan informasi singkat sebagai berikut:




Halaman 12                                                 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 13
        Riwayat Singkat

        PT Fast Food Indonesia (“Perseroan” atau “FFI”) didirikan berdasarkan Akta Notaris Sri Rahayu,
        S. H., No. 20 tanggal 19 Juni 1978. Akta Pendirian tersebut telah mendapat persetujuan dari
        Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. Y.A.5/245/12 tanggal 22
        Mei 1979, dan didaftarkan di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta dengan No. 4491 tanggal 1
        Oktober 1979, serta diumumkan dalam Tambahan No. 682 dari Berita Negara Republik
        Indonesia No. 90 tanggal 9 November 1979.

        Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, perubahan terakhir
        berdasarkan akta notaris Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S. H., No. 40 tanggal 18
        Juli 2022 mengenai perubahan kegiatan usaha penunjang Perseroan dan terdaftar dalam
        Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sebagaimana terdokumentasi
        dalam surat No.AHU-0147291.AH.01.11. Tahun 2022 tanggal 29 Juli 2022.

        Informasi Umum

        FFI bergerak di bidang makanan dan restoran. Perseroan memulai usaha komersialnya sejak
        tahun 1979. Perseroan tidak memiliki entitas induk terakhir karena tidak terdapat entitas yang
        memiliki kendali terhadap Perseroan. Kantor Pusat Perseroan terletak di Jl. M. T. Haryono
        Kav.7, Jakarta, Indonesia. Pada tanggal 31 Desember 2022, Perseroan mempunyai 15.075
        karyawan dan mengoperasikan 746 gerai restoran.

        Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham

        Susunan pemegang saham FFI per tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

        Tabel 2-1 Struktur Pemegang Saham FFI
                                                                                     Total Nominal
                  Pemegang Saham                 Lembar Saham     Proporsi (%)
                                                                                 (dalam Ribuan Rupiah)
         PT Gelael Pratama                        1.589.726.610        39,84%              79.486.330
         PT Indoritel Makmur Internasional Tbk    1.430.115.492        35,84%              71.505.775
         BBH Luxembourg S/A Fidelity FD Sicav,
                                                   315.194.800          7,90%              15.759.740
         FD FDS PAC FD
         Masyarakat (masing-masing dibawah
                                                   652.032.256         16,34%              32.601.613
         5%)
         Saham Tresuri                                3.208.000         0,08%                 160.400
          Total                                   3.990.277.158       100,00%             199.513.858
        Sumber: Laporan Keuangan FFI (Audited)


        Susunan Pengurus FFI

        Berdasarkan Laporan Konsolidasian Perseroan 31 Desember 2023, susunan Dewan Komisaris
        dan Direksi FFI adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris:
        Komisaris Utama       : Anthoni Salim
        Wakil Komisaris Utama : Noni Rosalia Gelael Barki
        Komisaris             : Benny Setiawan Santoso
                              : Elisabeth Gelael



Halaman 13                                                00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 14
        Komisaris Independen : Gunawan Solaiman
                             : Achmad Baiquni

        Direksi:
        Direktur Utama          : Ricardo Gelael
        Wakil Direktur Utama    : Ferry Noviar Yosaputra
        Direktur                : Justinus Dalimin Juwono
                                : Cahyadi Wijaya
                                : Fabian Gelael
                                : Adhi Indrawan
                                : Wachjudi Martono
                                : Omar Luthfi Anwar

        Kegiatan Usaha

        1.   Maksud dan tujuan Perseroan ialah berusaha dalam bidang makanan, restoran,
             perdagangan, pengangkutan dan pergudangan, perwakilan dan/atau peragenan,
             perindustrian, pertanian dan peternakan, pendidikan, konsultasi manajemen, jasa, dan
             telekomunikasi.

        2.   Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut di atas, Perseroan dapat melaksanakan:
             a. Kegiatan usaha utama yaitu: restoran dan jasa boga untuk suatu event tertentu (event
                 catering).
             b. Kegiatan usaha penunjang, yaitu:
                  i. Budidaya ayam ras pedaging
                  ii. Perdagangan besar daging ayam dan daging ayam olahan
                  iii. Pergudangan dan penyimpanan
                  iv. Aktivitas cold storage
                  v. Angkutan bermotor untuk barang umum
                  vi. Penelitian pasar
                  vii. Perdagangan besar peralatan dan perlengkapan rumah tangga
                  viii. Perdagangan besar berbagai barang dan perlengkapan rumah tangga lainnya
                        YTDL
                  ix. Pendidikan kerajinan dan industri
                  x. Pendidikan lainnya swasta
                  xi. Aktivitas konsultasi manajemen lainnya
                  xii. Dana pensiun pemberi kerja konvensional
                  xiii. Aktivitas telekomunikasi tanpa kabel.

     b. PT Jagonya Ayam Indonesia (“JAI”)

        Dalam Rencana Transaksi yang dimaksud dalam laporan pendapat kewajaran ini, PT Jagonya
        Ayam Indonesia adalah penerbit saham, dengan informasi singkat sebagai berikut:

        Riwayat Singkat

        JAI didirikan berdasarkan Akta Notaris Humberg Lie, SH., SE., MKn. No. 62 tanggal 21 Januari
        2014. Akta pendirian tersebut telah memperoleh pengesahan Menteri Hukum dan Hak Asasi
        Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusannya Nomor : AHU-10.00176.PENDIRIAN-
        PT.2014 tanggal 22 Januari 2014.


Halaman 14                                               00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 15
        Akta perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, terakhir perubahan dengan akta
        nomor 114 tanggal 09 Desember 2022 tentang perubahan dewan komisaris dan direksi. Atas
        perubahan akta terakhir telah mendapatkan persetujuan pengesahan dari Menteri Hukum dan
        Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai dengan Surat Nomor AHU-AH.01.09-0085455
        Tahun 2022 tertanggal 12 Desember 2022.

        Kegiatan Usaha

        Berdasarkan Pasal 3 Akta Nomor 62 dari Notaris Notaris Humberg Lie, SE, Mkn., tanggal 21
        Januari 2014 dan diubah berdasarkan Akta Nomor 24 dari Notaris Notaris Muhammad
        Hanafi, SH, tanggal 15 Juli 2019 kegiatan utama Perusahaan adalah berusaha dalam bidang
        peternakan, industri pengolahan, perdagangan besar, pergudangan, pengangkutan,
        penyedia makan minum, aktivitas profesional ilmiah dan kesenian.

        Informasi Umum

        Kantor pusat JAI terletak di Jalan Palatehan I nomor 35, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
        12160, Desa/Kelurahan Melawai, Kec. Kebayoran Baru, Kota Adm. Jakarta Selatan, Provinsi
        DKI Jakarta.

        Lokasi Proyek Peternakan Ayam Terintegrasi terletak di Dusun Terongan, Desa/Kelurahan
        Kebonrejo, Kec. Kalibaru, Kab. Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Kode Pos: 68467.

        Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham

        Susunan pemegang saham JAI per tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

        Tabel 2-2 Struktur Pemegang Saham JAI
                                                                    Proporsi
             No.         Pemegang Saham           Lembar Saham                       Total
                                                                       %
             1   PT Fast Food Indonesia Tbk              35.000         70,00%   41.599.985.000
             2   Djajeng Pristiwan                        7.500         15,00%    7.500.000.000
             3   Erwin FX Bengie                          7.500         15,00%    7.500.000.000
                 Total                                   50.000       100,00%    56.599.985.000
        Sumber: Laporan Keuangan PT Jagonya Ayam Indonesia


        Susunan Pengurus JAI

        Berdasarkan Laporan keuangan JAI 31 Desember 2023 (audited), susunan Dewan Komisaris
        dan Direksi JAI adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris:
        Komisaris Utama        : Benny Setiawan Santoso
        Komisaris              : Dalimin Juwono

        Direksi:
        Direktur Utama         : Ricardo Gelael
        Direktur               : Wachjudi Martono
                               : Ir. Endang Ruchijat
                               : Sean Gelael



Halaman 15                                                00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 16
2.4   Hubungan Pihak-Pihak Yang Bertransaksi

      Rencana Transaksi dalam laporan ini merupakan transaksi afiliasi sebagaimana dimaksud dalam
      Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 42 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi
      Benturan Kepentingan, mengingat PT Jagonya Ayam Indonesia selaku pihak yang memberi modal
      merupakan anak perusahaan dari FFI selaku pihak yang menerbitkan saham.

      Berdasarkan Draft Keterbukaan Informasi yang telah disampaikan oleh manajemen Perseroan,
      Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan menyatakan bahwa Rencana Transaksi ini merupakan
      transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK 17 dan Rencana Transaksi ini tidak
      mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42. Sehubungan
      dengan hal-hal tersebut di atas, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang
      berlaku, khususnya POJK 17 dan POJK 42, Direksi Perseroan menyatakan bahwa Rencana
      Transaksi telah dilaksanakan sesuai dengan praktik bisnis yang berlaku umum.

2.5   Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

      Berdasarkan Perjanjian Pengambilbagian Saham Bersyarat, kondisi dan syarat yang disepakati
      dalam Rencana Transaksi antara lain adalah:

      Para Pihak

      1.    PT FAST FOOD INDONESIA TBK., suatu perseroan terbuka yang didirikan berdasarkan
           hukum Negara Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, dalam hal ini diwakili
           oleh Ferry Noviar Yosaputra, dalam kapasitasnya sebagai Wakil Direktur Utama dan Justinus
           Dalimin Juwono dalam kapasitasnya sebagai Direktur, dari dan karenanya sah bertindak
           untuk dan atas nama PT Fast Food Indonesia, Tbk;
           selanjutnya disebut sebagai "Pihak Pertama",

      2.   PT JAGONYA AYAM INDONESIA, suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan
           hukum Negara Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, yang berdasarkan
           hukum Negara Republik Indonesia, berkedudukan di Jakarta Selatan, yang dalam bal ini
           diwakili oleh Endang Ruchijat, dalam kapasitasnya selaku Direktur, dari dan karenanya sah
           bertindak untuk dan atas nama PT Jagonya Ayam Indonesia;
           (selanjutnya disebut sebagai "Pihak Kedua":

           Pihak Pertama dan Pihak Kedua secara bersama sama disebut sebagai "Para Pihak" dan
           secara sendiri-sendiri disebut sebagai "Pihak".

      Pendahuluan

      A. Bahwa Pihak Pertama merupakan perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha restoran
         Kentucky Fried Chicken dan pemegang saham yang mewakili 70% (tujuh puluh persen) dari
         seluruh modal disetor dan ditempatkan dalam Pihak Kedua.
      B. Bahwa Pihak Kedua merupakan perusahaan yang bergerak dalam kegiatan usaha Integrated
         Chicken Poultry, yang dalam hal ini hendak berencana untuk meningkatkan modal dasar,
         modal disetor dan ditempatkan Pihak Kedua yang akan diperuntukkan untuk pembangunan
         dan pengembangan kegiatan usaha Integrated Chicken Poultry termasuk namun tidak
         terbatas pada pembangunan rumah potong ayam, pabrik pengolahan daging ayam dan
         pabrik pengolahan ransum pakan ayam yang berlokasi di Kecamatan Kalibaru, Kabupaten
         Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur.

Halaman 16                                               00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 17
      C. Bahwa sehubungan dengan peningkatan modal dasar, modal disetor dan ditempatkan Pihak
         Kedua sebagaimana disebutkan pada huruf A di atas, Pihak Pertama bermaksud untuk
         mengambilbagian sebanyak-banyaknya sebesar Rp160.427.000.000 (seratus enam puluh
         miliar empat ratus dua puluh tujuh juta Rupiah) atas penerbitan saham-saham baru yang
         diterbitkan oleh Pihak Kedua (“Saham-Saham Baru")
      D. Bahwa transaksi berdasarkan Perjanjian ini merupakan rangkaian transaksi yang
         berkelanjutan dengan Perjanjian Pengambilbagian Saham Bersyarat tanggal 21 Juni 2022
         antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua guna membangun dan mengoperasikan proyek
         Integrated Chicken Poultry milik Pihak Kedua.

     Harga Pengambilan Saham-Saham Baru dan Cara Pembayarann:

      1. Dengan tetap memperhatikan Persyaratan Pendahuluan sebagaimana dimaksud dalam
         Pasal 4 Perjanjian ini, Para Pihak sepakat bahwa harga pengambil bagian atas Saham-
         Saham Baru adalah sebesar Rp160.427.000.000 (seratus enam puluh miliar empat ratus
         dua puluh tujuh juta Rupiah) ("Harga Pengambilbagian Saham Baru") yang telah dibayarkan
         oleh Pihak Pertama pada tanggal 28 Maret 2023 ("Pembayaran");
      2. Para Pihak sepakat bahwa Pihak Pertama akan melakukan konversi atas setiap dan seluruh
         Pembayaran yang telah dibayarkan Pihak Pertama kepada Pihak Kedua sebesar
         Rp160.427.000.000 (Seratus Enam Puluh Miliar Empat Ratus Dua Puluh Tujuh Juta Rupiah)
         sebagai pembayaran atas Harga Pengambilbagian Saham Baru sebagaimana dimaksud
         dalam Perjanjian ini. Pihak Kedua menyatakan menerima dan setuju atas ketentuan yang
         diatur dalam Pasal ini dan Karenanya pada saat penutupan Transaksi, Pihak Kedua
         menyatakan telah menerima seluruh Pembayaran atas Harga Pengambilbagian Saham Baru
         dari Pihak Pertama.
      3. Para Pihak sepakat bahwa Harga Pengambilbagian Salam Baru tersebut tidak akan berubah
         dan berlaku mengikat bagi Para Pihak selama berlakunya Perjanjian ini.
      4. Masing-masing Pihak akan menanggung setiap beban pajak yang timbul sesuai dengan
         kapasitasnya masing-masing selaku subyek dan wajib pajak berdasarkan peraturan
         perundang-undangan yang berlaku
      5. Bahwa atas pembayaran Harga Pengambilbagian Saham Baru yang diterima oleh Pihak
         Kedua maka membebankan Pihak Kedua untuk melaksanakan setiap kewajiban yang
         disepakati oleh Para Pihak berdasarkan Perjanjian ini, karenanya dalam hal satu atau lebih
         Pihak Kedua lalai ataupun ingkar janji untuk melaksanakan satu atau lebih kewajibannya
         berdasarkan Perjanjian ini, maka Pihak Kedua wajib mengembalikan seluruh pembayaran
         yang telah diterimanya sehubungan dengan pembayaran Harga Pengambilbagian Saham
         Baru kepada Pihak Pertama berdasarkan ketentuan Pasal 5 Ayat (5) Perjanjian ini, tapa
         menghilangkan hak-hak Pihak Pertama yang dijamin berdasarkan hukum dan undang-
         undang untuk mengajukan gagatan dan/atau tuntutan hukum apapun.

      Prasyarat Pendahuluan

      1. Penutupan Transaksi akan dilaksanakan dengan syarat-syarat pendahuluan atau kewajiban
         masing-masing Pihak yang harus terlebih dulu dipenuhi ("Prasyarat Pendahuluan") sebagai
         berikut:

         Pihak Kedua
          (a) Pihak Kedua telah secara sah mengambil keputusan yang sah pada RUPSLB
              Pihak Kedua atau telah menandatangani keputusan para pemegang saham
              Pihak Kedua yang dibuat di luar rapat umum pemegang saham Pihak Kedua yang
              menyetujui agenda -agenda sebagai berikut:

Halaman 17                                              00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 18
                i.   Peningkatan modal dasar, modal disetor dan ditemparkan Pihak Kedua dengan
                     penerbitan saham baru yang akan diambilbagian oleh para pemegang saham
                     Pihak Kedua;
                ii. Pihak Pertama sebagai pemegang saham pada Pihak Kedua mengambilbagian
                     seluruh Saham-Saham Baru yang diterbitkan Pihak
                     Kedua senilai Harga Pengambilbagian Saham Baru; dan
                iii. Melakukan perubahan anggaran dasar perseroan Pihak Kedua.

           (b) Pihak Kedua telah secara sah memegang hak atas tanah seluas 857,52 berdasarkan
               sertifikat Hak Guna Usaha No. 00020/Desa Kebonrejo di wilayah Kabupaten
               Banyuwangi ("Tanah").
           (c) Pihak Kedua telah melakukan land clearing aras Tanah guna mempersiapkan kegiatan
               usahanya.
           (d) Pihak Kedua telah secara clean and clear membebaskan Tanah dari penguasaan fisik
               pihak ketiga termasuk proses relokasi warga yang bertempat tinggal di atas Tanah.
           (e) Pihak Kedua telah mendapatkan perizinan yang diperlukan termasuk namun tidak
               terbatas pada izin usaha dan izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dalam hal
               melakukan kegiatan usahanya.
           (f) Pihak Kedua telah memperoleh izin lingkungan dan dokumen AMDAL schubungan
               dengan kegiatan usaha Pihak Kedua di atas Tanah.
           (g) Pihak Kedua telah menandatangani perjanjian kredit dengan lembaga jasa keuangan
               yang bekerjasama dengan Pihak Kedua sehubungan dengan pembiayaan kegiatan
               usaha Pihak Kedaa
           (h) Pihak Kedua telah memperoleh laporan keuangan tahun 2023 yang telah diaudit oleh
               Kantor Akuntan Publik (KAP).

           Pihak Pertama
            (a) Pihak Pertama telah mendapatkan (i) persetujuan dewan komisaris; dan/atau (in)
                persetujuan RUPSLB (masing-masing sesuai dengan ketentuan hukum dan persyaratan
                yang berlaku di bidang Pasar Modal) Pihak Pertama terkait persetujuan Transaksi
                berdasarkan Perjanjian ini.
            (b) Telah terbitnya penilaian valuasi saham Pihak Kedua tahun 2023 yang diterbitkan oleh
                Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).
            (c) Telah terbitnya penilaian kewajaran atas valuasi Saham-Saham Baru dan Transaksi
                yang diterbitkan oleh KJPP.
            (d) Telah terbitnya pendapat hukum terkait opini transaksi afiliasi dan materialitas
                sehubungan Transaksi yang dilakukan Pihak Pertama, diterbitkan oleh konsultan hukum
                pasar modal.
      2.   Prasyarat pendahuluan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ini wajib dipenuhi oleh
           masing-masing Pihak.
      3.   Para Pihak sepakat bahwa pelaksanaan penutupan Transaksi akan selambat-lambatnya
           dilakukan pada bulan Juni 2024.
      4.   Berdasarkan persetujuan tertulis oleh kedua belah Pibak, Para Pihak dapat
           mengesampingkan setiap Persyaratan Pendahuluan.




Halaman 18                                               00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 19
      Pernyataan dan Jaminan

      Pihak Kedua menyatakan dan menjamin kepada Pihak Pertama bahwa:
      1. Pihak Kedua mempunyai hak penuh dan kewenangan untuk mengadakan Perjanjian ini dan
          untuk memberikan hak yang terkandung di dalamnya serta tidak melakukan atau tidak akan
          melakukan sesuatu yang akan melanggar hak-hak Pihak Pertama dalam Perjanjian ini.
      2. Pihak Kedua menjamin bahwa dalam melaksanakan kewajiban Prasyarat Pendahuluan
          berdasarkan Pasal 4 Perjanjian ini, Pihak Kedua secara sah telah memiliki surat izin,
          persetujuan maupun kewenangan ataupun persyaratan lain yang dipersyaratkan oleh
          ketentuan peraturan yang berlaku kepada Pihak Pertama sehubungan dengan pelaksanaan
          kewajiban Pihak Kedua berdasarkan Perjanjian ini.
      3. Pihak Kedua tidak akan mengajukan gugatan maupun klaim dalam bentuk apapun kepada
          Pihak Pertama sehubungan dengan pelaksanaan kewajiban Pihak Kedua berdasarkan
          Perjanjian ini.
      4. Pihak Kedua tidak akan menyalahgunakan atau mengaku sebagai perwakilan Pihak Pertama
          atau mengakui memiliki hak dan tanggung jawab sebagai Pihak Pertama
      5. Pihak Kedua akan mengembalikan dana Pihak Pertama atas Pembayaran apabila Prasyarat
          Pendahuluan sebagaimana dimaksud pada Pasal 4 Perjanjian tidak terpenuhi.
          Pengembalian akan dilakukan oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama selambat-lambatnya
          14 (empat belas) hari setelah tanggal pengakhiran Perjanjian ini. Atas pengakhiran dan
          pengembalian tersebut Pihak Kedua menjamin untuk tidak akan mengajukan tuntutan,
          gugatan, atau upaya hukum lainnya kepada Pihak Pertama.
      6. Berkaitan dengan ketentuan Pasal 5 Ayat (5), pengembalian pembayaran Harga
          Pengambilbagian Saham Baru oleh Pihak Kedua kepada Pihak Pertama apabila melewati
          dari ketentuan 14 (empat belas) hart dari tanggal pengakhiran Perjanjian, maka Pihak Kedua
          sepakat dan setuju untuk dikenakan denda keterlambatan pengembalian pembayaran
          Harga Pengambil Saham Baru sebesar Rp 100.000.000. (Seratus Juta Rupiah) per hari.
      7. Bahwa Pihak Kedua memastikan untuk atas Saham-Saham Baru yang diambil bagian oleh
          Pihak Pertama tidak akan merubah persentase saham milik pemegang saham eksisting
          termasuk persentase saham milik Pihak Pertama pada Pihak Kedua




Halaman 19                                               00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 20
                                             BAB III
                             ANALISIS TENTANG KEWAJARAN TRANSAKSI

3.1   Pendekatan dan Metode Analisis Yang Digunakan

      Dalam menyusun laporan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi ini, kami telah melakukan
      analisis melalui pendekatan dan prosedur penilaian Rencana Transaksi yang mencakup hal-hal
      sebagai berikut:

      a. Analisis atas Rencana Transaksi
      b. Analisis kualitatif dan kuantitatif atas Rencana Transaksi
      c. Analisis kewajaran Rencana Transaksi.
      d. Analisis atas faktor lain yang relevan.

3.2   Analisis Atas Rencana Transaksi

      a. Latar belakang Rencana Transaksi

         Berdasarkan Draft Keterbukaan Informasi yang telah disampaikan oleh manajemen Perseroan,
         Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan menyatakan bahwa Rencana Transaksi ini merupakan
         transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK 17 dan Rencana Transaksi ini tidak
         mengandung benturan kepentingan sebagaimana dimaksud dalam POJK 42. Sehubungan
         dengan hal-hal tersebut di atas, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan
         yang berlaku, khususnya POJK 17 dan POJK 42, Direksi Perseroan menyatakan bahwa
         Rencana Transaksi telah dilaksanakan sesuai dengan praktik bisnis yang berlaku umum.

         Berdasarkan informasi Manajemen, Perseroan didirikan dan beroperasi sebagai perusahaan
         yang menjalankan kegiatan usaha di bidang restoran. Seiring berjalannya waktu,
         pengembangan usaha Perseroan membutuhkan pasokan bahan baku yang dapat memenuhi
         kebutuhan usaha restoran milik Perseroan dengan tujuan Perseroan dapat mengakomodir
         kebutuhan bahan baku daging ayam potong dan olahan daging ayam untuk disajikan kepada
         pelanggan restoran.

         Guna memberikan kepastian pasokan dan harga bahan baku daging ayam, Perseroan
         mempertahankan persentase kepemilikan saham Perseroan dalam JAI yang sedang dalam
         proses membangun suatu peternakan ayam terintegrasi di atas lahan milik JAI seluas
         8.575.200 m2 di Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Selain itu,
         JAI dapat memenuhi kebutuhan pasokan bahan baku daging ayam dan olahan daging ayam
         sebanyak-banyaknya untuk restoran milik Perseroan.

         Oleh karena itu, dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan akan tetap
         mempertahankan persentase kepemilikan sahamnya sebanyak 70% (tujuh puluh persen) di JAI
         dan dukungan kegiatan usaha dari JAI melalui pasokan bahan baku ayam dan olahan daging
         ayam dari peternakan ayam terintegrasi yang dimiliki oleh JAI yang dapat disesuaikan dengan
         kebutuhan dan standarisasi Perseroan.




Halaman 20                                                  00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 21
      b. Analisis Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi

         1. Manfaat Rencana Transaksi
            • Perseroan tetap mempertahankan persentase kepemilikan saham sebesar 70% (tujuh
              puluh persen) di JAI yang menempatkan Perseroan sebagai pemegang saham
              pengendali pada JAI.
            • Perseroan akan mendapatkan ketersediaan bahan baku daging ayam dan olahan
              daging ayam olahan yang sesuai dengan kebutuhan Perseroan. Dengan menjadi
              pemegang saham mayoritas JAI, Perseroan akan memiliki akses langsung atas pasokan
              daging ayam dan olahan daging ayam yang terjamin kualitas dan kuantitasnya. Hal ini
              dapat membantu Perseroan untuk menjaga kontinuitas produksi dan ketersediaan
              bahan baku di restoran-restoran milik Perseroan, khususnya untuk wilayah Indonesia
              bagian timur.
            • Dengan tetap mempertahankan kepemilikan saham mayoritas, maka Perseroan dapat
              memperoleh manfaat dari efisiensi harga pasokan daging ayam dan olahan daging
              ayam dari JAI serta meningkatkan profitabilitas Perseroan dari kegiatan usaha
              peternakan ayam terintegrasi milik JAI yang meliputi usaha perkebunan, pabrik pakan,
              rumah potong ayam, dan industri pengolahan daging ayam

         2. Risiko Rencana Transaksi
            • Risiko tidak tercapaiknya proyeksi keuangan: Risiko ini berkaitan terhadap pencapaian
                kinerja keuangan JAI.

3.3   Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi

      Analisis kualitatif atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat kondisi perekonomian dan
      tinjauan terhadap kinerja industri bidang usaha yang dijalankan serta melihat potensi atau
      prospek usaha kedepannya.

      a. Tinjauan Ekonomi Makro Indonesia

         Pertumbuhan Ekonomi

      Ketidakpastian pasar keuangan global tetap tinggi di tengah prospek perekonomian Amerika
      Serikat (AS) yang kuat. Ekonomi AS tumbuh kuat ditopang oleh perbaikan permintaan domestik,
      termasuk fiskal akomodatif, dan kenaikan ekspor. Inflasi AS pada April 2024 tetap tinggi sejalan
      dengan pertumbuhan ekonomi AS yang kuat tersebut, meski melambat dibandingkan dengan
      inflasi Maret 2024. Perkembangan inflasi ini meningkatkan kemungkinan penurunan Fed Funds
      Rate (FFR) pada akhir tahun 2024. Pada saat bersamaan, risiko memburuknya ketegangan
      geopolitik sejak akhir April 2024 tidak berlanjut. Berbagai kondisi ini berdampak positif pada
      tertahannya penguatan dolar AS secara global dan menurunnya yield US Treasury dibandingkan
      dengan kondisi pada pertengahan April 2024, meski masih berada pada level yang tinggi. Aliran
      modal ke negara berkembang kembali terjadi dan mengurangi tekanan terhadap nilai tukarnya.
      Ke depan, risiko terkait arah penurunan FFR dan dinamika ketegangan geopolitik global tetap
      perlu dicermati karena dapat kembali mendorong kenaikan ketidakpastian pasar keuangan
      global, menekan mata uang negara berkembang, meningkatkan tekanan inflasi, dan
      menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi dunia. Kondisi ini memerlukan respons kebijakan
      yang kuat untuk memitigasi dampak negatif dari rambatan ketidakpastian global tersebut
      terhadap perekonomian di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.




Halaman 21                                                00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 22
     Ekonomi Indonesia tetap berdaya tahan pada periode tingginya ketidakpastian global.
     Pertumbuhan ekonomi triwulan I 2024 tercatat 5,11% (yoy), meningkat dibandingkan dengan
     pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,04% (yoy). Perkembangan ini didukung oleh
     permintaan domestik. Konsumsi swasta dan Pemerintah membaik didorong oleh dampak positif
     pelaksanaan Pemilu 2024 dan hari libur nasional terkait dengan Hari Besar Keagamaan
     Nasional.

     Investasi tumbuh baik, terutama ditopang oleh investasi bangunan seiring berlanjutnya
     pembangunan infrastruktur. Sementara itu, ekspor melambat sejalan dengan masih lemahnya
     permintaan dari mitra dagang utama. Kinerja pertumbuhan ekonomi triwulan I 2024 juga
     didukung oleh peningkatan pertumbuhan di Lapangan Usaha (LU) yang terkait mobilitas, seperti
     LU Perdagangan Besar dan Eceran, LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, serta LU
     Informasi dan Komunikasi. Secara spasial, pertumbuhan ekonomi meningkat di sebagian besar
     wilayah. Perkembangan terkini menunjukkan kegiatan ekonomi pada triwulan II 2024 tetap baik,
     sebagaimana tecermin pada kinerja positif sejumlah indikator konsumsi rumah tangga dan
     investasi, seperti Indeks Keyakinan Konsumen, Indeks Penjualan Riil, dan Purchasing Managers'
     Index (PMI) Manufaktur. Dengan berbagai perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2024
     diprakirakan berada dalam kisaran 4,7-5,5%. Bank Indonesia terus memperkuat sinergi untuk
     mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, khususnya dari sisi permintaan, melalui
     stimulus kebijakan makroprudensial yang ditempuh dengan stimulus fiskal Pemerintah.

      Tabel 3-1    Laju Pertumbuhan dan Sumber Pertumbuhan PDB Menurut Pengeluaran (%,yoy)




        Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS)

      Kinerja pertumbuhan ekonomi triwulan I 2024 juga didukung oleh peningkatan pertumbuhan
      di Lapangan Usaha (LU) yang terkait mobilitas, seperti LU Perdagangan Besar dan Eceran, LU
      Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum, serta LU Informasi dan Komunikasi. Secara spasial,
      pertumbuhan ekonomi meningkat di sebagian besar wilayah. Perkembangan terkini
      menunjukkan kegiatan ekonomi pada triwulan II 2024 tetap baik, sebagaimana tecermin pada
      kinerja positif sejumlah indikator konsumsi rumah tangga dan investasi, seperti Indeks Keyakinan
      Konsumen, Indeks Penjualan Riil, dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur. Dengan
      berbagai perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan berada dalam
      kisaran 4,7-5,5%. Bank Indonesia terus memperkuat sinergi untuk mendukung pertumbuhan
      ekonomi berkelanjutan, khususnya dari sisi permintaan, melalui stimulus kebijakan
      makroprudensial yang ditempuh dengan stimulus fiskal Pemerintah.




Halaman 22                                               00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 23
       Tabel 3-2   Pertumubuhan PDP Dunia




        Sumber: CPB, IMF, *Proyeksi Bank Indonesia

        Defisit transaksi berjalan triwulan I 2024 tetap rendah didukung oleh berlanjutnya surplus
        neraca perdagangan barang. Sementara itu, neraca transaksi modal dan finansial triwulan I
        2024 mencatat defisit, sejalan dengan ketidakpastian pasar keuangan global. Perkembangan
        terkini pada triwulan II 2024 menunjukkan NPI kembali membaik ditopang oleh berlanjutnya
        surplus neraca perdagangan pada April 2024 sebesar 3,6 miliar dolar AS didukung oleh
        ekspor nonmigas. Sementara itu, aliran masuk investasi portofolio kembali positif pada
        triwulan II 2024 (sampai dengan 20 Mei 2024) secara neto tercatat sebesar 1,8 miliar dolar
        AS didorong oleh dampak positif respons bauran kebijakan moneter Bank Indonesia. Posisi
        cadangan devisa Indonesia akhir April 2024 tetap tinggi sebesar 136,2 miliar dolar AS, setara
        dengan pembiayaan 6,1 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri
        Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
        Secara keseluruhan, NPI 2024 diprakirakan terjaga dengan transaksi berjalan dalam kisaran
        defisit rendah sebesar 0,1% sampai dengan 0,9% dari PDB. Neraca transaksi modal dan
        finansial diprakirakan tetap mencatatkan surplus didukung oleh peningkatan aliran masuk
        modal asing sejalan dengan meredanya ketidakpastian pasar keuangan global dan persepsi
        positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang
        menarik.

        Inflasi

        Inflasi tetap terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%. Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) April
        2024 tercatat menurun dari 3,05% (yoy) pada Maret 2024 menjadi sebesar 3,00% (yoy).
        Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti dan inflasi administered prices (AP) yang rendah
        masing-masing sebesar 1,82% (yoy) dan 1,54% (yoy). Sementara itu, inflasi volatile food (VF)
        menurun dari 10,33% (yoy) menjadi sebesar 9,63% (yoy) sejalan dengan penurunan harga
        komoditas pangan terutama dipengaruhi oleh mulai masuknya masa panen, serta
        berlanjutnya sinergi pengendalian inflasi oleh Bank Indonesia dan Pemerintah. Ke depan, Bank
        Indonesia meyakini inflasi IHK 2024 tetap terkendali dalam sasarannya. Inflasi inti
        diprakirakan terjaga seiring ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam sasaran, kapasitas
        perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan 23embali23, imported
        inflation yang terkendali sejalan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah Bank Indonesia, serta
        dampak positif berkembangnya digitalisasi. Inflasi VF diprakirakan juga kembali menurun
        seiring peningkatan produksi akibat masuknya musim panen dan dukungan sinergi
        pengendalian inflasi TPIP dan TPID melalui GNPIP di berbagai daerah. Bank Indonesia akan
        terus memperkuat kebijakan moneter pro-stability dan meningkatkan sinergi kebijakan dengan
        Pemerintah Pusat-Daerah sehingga inflasi tahun 2024 dan 2025 tetap terkendali dalam
        sasaran 2,5±1%.


Halaman 23                                                 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 24
        Grafik 2. Tingkat Inflasi (% yoy)




        Sumber: Bank Indonesia, 2024

        Nilai Tukar Rupiah

        Nilai tukar Rupiah secara bulanan pada Mei 2024 (hingga 21 Mei 2024) kembali menguat
        1,66% (ptp), setelah pada April 2024 melemah 2,49% (ptp). Penguatan nilai tukar Rupiah
        didorong oleh dampak positif respons bauran kebijakan moneter Bank Indonesia pada April
        2024. Respons kebijakan ini mendorong aliran masuk modal asing, terutama ke SBN dan
        SRBI, sebesar 4,2 miliar dolar AS pada bulan Mei 2024 (hingga 20 Mei 2024). Dengan
        perkembangan ini, nilai tukar Rupiah melemah 3,74% dari level akhir Desember 2023, lebih
        baik dibandingkan dengan pelemahan Peso Filipina, Won Korea, dan Baht Thailand masing-
        masing sebesar 4,91%, 5,52%, dan 5,99%. Ke depan, nilai tukar Rupiah diprakirakan stabil
        dengan kecenderungan menguat didorong oleh imbal hasil yang menarik sejalan dengan
        kenaikan BI-Rate, premi risiko yang turun, prospek ekonomi yang lebih baik, dan komitmen
        Bank Indonesia untuk terus menstabilkan nilai tukar Rupiah. Bank Indonesia juga terus
        mengoptimalkan seluruh instrumen moneter yang tersedia untuk menstabilkan nilai tukar
        Rupiah, termasuk melalui penguatan strategi operasi moneter pro-market dengan
        mengoptimalkan instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI. Bank Indonesia memperkuat koordinasi
        dengan Pemerintah, perbankan, dan dunia usaha untuk mendukung implementasi instrumen
        penempatan valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP
        Nomor 36 Tahun 2023.

        Grafik 4. Perubahan Nilai Tukar dan Volatilitas Nilai Tukar Indonesia




                  Sumber: Bank Indonesia, 2024


Halaman 24                                               00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 25
        Suku Bunga

        Suku bunga pasar uang (IndONIA) tetap bergerak dalam kisaran BI-Rate, yaitu 6,05% pada
        21 Mei 2024. Suku bunga SRBI untuk tenor 6, 9, dan 12 bulan pada tanggal 17 Mei 2024
        tercatat menarik, masing-masing pada level 7,29%, 7,38%, dan 7,48%, meningkat
        dibandingkan dengan hasil lelang pada 19 April 2024 yang masing-masing sebesar 6,81%,
        6,82%, dan 6,94% sehingga mendukung efektivitas SRBI sebagai instrumen moneter pro-
        market. Sementara itu, suku bunga perbankan tetap terjaga, dipengaruhi oleh memadainya
        likuiditas perbankan sejalan dengan bauran kebijakan Bank Indonesia serta dampak
        kebijakan transparansi SBDK yang membuat efisiensi suku bunga perbankan tetap terjaga.
        Suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada April 2024 tercatat masing-masing
        sebesar 4,59% dan 9,25%, relatif stabil dibandingkan dengan perkembangan bulan
        sebelumnya. Sementara itu, yield SBN tenor 2 dan 10 tahun meningkat pascakenaikan BI-Rate,
        yakni dari 6,31% dan 6,71% pada akhir Maret 2024 menjadi 6,86% dan 7,21% pada akhir
        April 2024, sehingga meningkatkan daya tarik imbal hasil SBN. Perkembangan terkini
        menunjukkan yield SBN kembali turun menjadi 6,70% dan 6,86% per 21 Mei 2024, seiring
        dengan kenaikan aliran modal asing ke instrumen SBN.

        Grafik 5. Grafik Tingkat Suku Bunga




        Sumber: Bank Indonesia, 2024

        Pada April 2024, kredit tumbuh tinggi sebesar 13,09% (yoy) didorong oleh pertumbuhan kredit
        di banyak sektor, seperti sektor industri, jasa dunia usaha, dan perdagangan, sejalan dengan
        meningkatnya pertumbuhan ekonomi. Tingginya permintaan kredit dipengaruhi oleh sisi
        penawaran, sejalan dengan terjaganya appetite perbankan yang didukung oleh tingginya
        permodalan, berlanjutnya strategi realokasi aset ke kredit oleh perbankan, dan diterapkannya
        Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang menjaga kecukupan likuiditas
        perbankan. Pertumbuhan kredit tersebut juga ditopang oleh pertumbuhan DPK yang terus
        meningkat, yang mencapai 8,21% (yoy) pada April 2024. Dari sisi permintaan, pertumbuhan
        kredit didukung oleh kinerja korporasi dan rumah tangga yang tetap terjaga baik. Berdasarkan
        kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit ditopang oleh kredit investasi, kredit modal kerja,
        dan kredit konsumsi yang masing-masing tumbuh sebesar 15,69% (yoy), 13,25% (yoy), dan
        10,34% (yoy). Pembiayaan syariah juga tumbuh tinggi sebesar 14,88% (yoy), sementara kredit
        UMKM tumbuh sebesar 7,30% (yoy). Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan kredit
        2024 akan terus meningkat menuju batas atas kisaran prakiraan 10-12%. Bank Indonesia
        akan terus memperkuat efektivitas implementasi kebijakan makroprudensial akomodatif dan
        mempererat sinergi dengan Pemerintah, KSSK, perbankan, serta pelaku usaha untuk
        mendukung peningkatan kredit/pembiayaan bagi pertumbuhan ekonomi secara
        berkelanjutan.



Halaman 25                                               00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 26
         Grafik 6. Grafik Suku Bunga KMK, KI dan KK




         Sumber: Bank Indonesia, 2024

3.2   Gambaran Umum Konsumsi dan Industri atau Peternakan Unggas

      Perkembangan Konsumsi Unggas di Asia
      Potensi peningkatan konsumsi unggas seiring dengan perubahan pola makan yang memasukkan
      lebih banyak protein berbasis daging dari pola makan yang saat ini didominasi oleh karbohidrat.
      Dari tahun 2012 hingga 2022, pertumbuhan konsumsi daging unggas per kapita di Indonesia
      melampaui PDB per kapita Indonesia, dengan pertumbuhan CAGR 3,3% dan CAGR 2,8% pada
      periode tersebut. Daging unggas pilihan memiliki harga unggas yang relatif terjangkau, netralitas
      agama, preferensi konsumen, serta meningkatnya penetrasi dan popularitas restoran cepat saji.

      Grafik 7. Konsumsi Daging Unggas per Kapita di Asia




               Sumber: World Bank (2024),OECD (2024), Meat consumption indicator

      Menurut data Badan Pangan Nasional (Bapanas), pada 2023 rata-rata masyarakat Indonesia
      mengonsumsi daging ayam ras 7,46 kilogram/kapita/tahun. Level konsumsi tersebut meningkat
      4,3% dibanding 2022 (year-on-year/yoy), serta menjadi rekor tertinggi dalam lima tahun terakhir
      seperti terlihat pada grafik. Adapun total kebutuhan daging ayam ras untuk konsumsi rumah
      tangga nasional pada 2023 mencapai 2,08 juta ton/tahun, naik 5,4% (yoy). Bapanas juga
      mencatat, pada 2023 rata-rata masyarakat Indonesia mendapat asupan kalori dari konsumsi
      daging ayam/unggas lainnya sekitar 76 kilokalori/kapita/hari. Angka tersebut setara 3,6% dari
      total asupan kalori harian masyarakat yang rata-ratanya 2.088 kilokalori/kapita/hari.




Halaman 26                                                 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 27
     Grafik 8. Konsumsi Daging Ayam Ras per Kapita Masyarakat Indonesia (2019-2023)




     Sumber: databook – katadata.



     Perkembangan Industri Unggas

     Tren industri unggas Indonesia menunjukkan potensi pemulihan harga yang tetap terbuka, sejalan
     dengan ekspektasi pengeluaran terkait pemilu dan faktor musiman akhir tahun. Walaupun harga
     ayam hidup dan DOC (Day Old Chick) masih mengalami fluktuasi, ada peluang kuat untuk
     pemulihan harga-harga tersebut yang didorong oleh faktor musiman di akhir tahun serta
     peningkatan belanja. Meskipun daya beli melemah, harga ayam hidup cenderung menunjukkan
     tren positif (Rp/ekor). Terdapat juga korelasi positif antara harga saham sektor unggas dengan
     harga ayam hidup.


     Grafik 8. Harga Unggas bulanan (Rp/kg)




     Target pasar baru yaitu 68 juta anak muda di Indonesia (10-24 tahun) mencari makanan siap
     saji yang modern yang merupakan 28% dari total populasi. indonesia salah satu populasi anak
     muda terbesar di dunia dengan kebiasan konsumen pada umumnya mencari berusaha mencari
     makanan yang nyaman dan cepat saji tanpa mengorbankan manfaat Kesehatan. Kondisi tersebut
     menciptakan permintaan akan makanan olahan yang mudah dan bernutrisi, pasar diperkirakan
     akan tumbuh selama 2017 - 2024.




Halaman 27                                              00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 28
     Grafik 9. Boiler Price Trend (Rp/kg)




     Sumber: Indo premier securities 2023

     Perusahaan peternakan ungags merupakan perusahaan yang melakukan kegiatan pembibitan
     dan budidaya unggas. Pada tahun 2022, terdapat 446 perusahaan peternakan unggas di
     Indonesia dimana 422 perusahaan diantaranya berstatus aktif, 20 perusahaan dengan status
     tutup sementara, dan 4 perusahaan berstatus tutup. Dari 442 perusahaan peternakan unggas
     yang aktif dan tutup sementara, terdapat 176 perusahaan yang melakukan kegiatan pembibitan
     unggas dan 266 perusahaan yang melakukan kegiatan budidaya unggas. Keberadaan
     perusahaan peternakan unggas di Indonesia belum cukup merata pada seluruh provinsi. Hal ini
     terlihat dari 36,43 persen perusahaan peternakan unggas yang mengelompok di provinsi Jawa
     Barat, sedangkan 15,61 persen dan 11,54 persen Masing-masing berada di provinsi Banten dan
     provinsi Jawa Tengah dan 46,42 persen lainnya menyebar pada 22 provinsi dimana masing-
     masing jumlahnya kurang dari 10 persen.


     Menurut bentuk badan hukum, tercatat sebanyak 437 perusahaan peternakan ungags berbentuk
     PT/CV/Firma, dua perusahaan PN/PD/Perum, dua koperasi, dan satu yayasan. Status
     permodalan pada perusahaan peternakan unggas dibedakan menjadi Penanaman Modal Dalam
     Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). Sebanyak 377 perusahaan peternakan
     unggas di Indonesia (85,29 persen) menjalankan usahanya menggunakan modal dalam negeri,
     sedangkan 65 perusahaan (14,71 persen) lainnya mendapatkan investasi asing.




Halaman 28                                            00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 29
     Tabel 3-3 Jumlah Perusahaan Peternakan Unggas Menurut Provinsi dan Status Permodalan




        Sumber: BPS

     c. Analisis operasional dan prospek FFI

        Analisis Operasional

        Berdasarkan laporan laba rugi FFI periode tahun 2019 hingga 2023, terjadi pertumbuhan
        secara penyeluruh pada akun – akun pada laporan labar (rugi) FFI yaitu sebagai berikut:

        Pendapatan
        Laporan pendapatan Perseroan mencatat bahwa selama 2019 hingga 2023, Perseroan
        mengalami pertumbuhan pendapatan yang secara CAGR sebesar negative 3,01%.
        Pendapatan terendah terjadi pada tahun 2020 senilai Rp4.840.364 Juta, sedangkan
        pendapatan tertinggi terjadi pada tahun 2023, yaitu tercatat pendapatan mencapai
        Rp5.935.005 Juta.

        Beban Pokok Pendapatan
        Beban pokok pendapatan Perseroan mencatat bahwa selama 2019 hingga 2023, Perseroan
        mengalami pertumbuhan secara CAGR sebesar negative 2,50%. Beban pokok pendapatan

Halaman 29                                            00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 30
        terendah terjadi pada tahun 20210 yaitu senilai Rp1.904.776 Juta, sedangkan peningkatan
        beban pokok pendapatan terbesar terjadi pada tahun 2022 sebesar yaitu tercatat senilai
        Rp2.192.746 Juta. Sampai dengan periode 2023, Beban Pokok Pendapatan sebesar
        2.269.607 Juta.

        Laba (Rugi) Kotor
        Laba (rugi) kotor Perseroan selama periode Desember 2019 hingga Desember 2023
        cenderung mengalami peningkatan dengan CAGR sebesar negative 3,31% dengan margin
        tertinggi diperoleh pada Desember 2022 yaitu sebesar Rp3.664.728 Juta. Hingga periode
        2023, Perseroan memperoleh laba kotor senilai Rp 3.665.397 Juta.

        Laba (Rugi) Tahun Berjalan
        Laba (Rugi) Tahun Berjalan Perusahaan selama 31 Desember 2019 sampai dengan 31
        Desember 2023 cenderung mengalami penurunan. Selama periode tersebut tercatat kenaikan
        Laba (rugi) tahun berjalan terbesar pada tahun 2023 sebesar Rp418.212 Juta.

        Grafik 3.11   Laporan Laba (Rugi) FFI Periode 2019 hingga Periode 2023
         8.000.000
         7.000.000
         6.000.000
         5.000.000
         4.000.000
         3.000.000
         2.000.000
         1.000.000
                 0
        -1.000.000        2019          2020            2021              2022            2023


             Pendapatan     Beban pokok pendapatan   Laba sebelum pajak    Laba (rugi) tahun berjalan

        Sumber: Laporan Keuangan FFI, diolah

        Prospek Usaha dan Rencana Ke Depan Industri

        Prospek usaha industri poultry (unggas) di Indonesia dapat dilihat dari beberapa aspek,
        termasuk pertumbuhan pasar, permintaan konsumen, teknologi, dan regulasi pemerintah.
        Berikut adalah beberapa proyeksi utama untuk industri ini:

        1. Pertumbuhan Pasar
            • Pertumbuhan Populasi dan Pendapatan, Peningkatan populasi dan pendapatan
                masyarakat diperkirakan akan terus mendorong permintaan daging ayam dan telur.
                Ini memberikan peluang besar bagi industri poultry untuk berkembang.
            • Urbanisasi, Meningkatnya urbanisasi akan mengubah pola konsumsi dan
                memperbesar pasar untuk produk-produk unggas, terutama di daerah perkotaan.

        2. Permintaan Konsumen
           •   Konsumsi Protein. Kesadaran akan pentingnya konsumsi protein dalam diet
               masyarakat semakin meningkat, yang akan memperkuat permintaan produk unggas.
           •   Produk Olahan Permintaan untuk produk olahan dan siap saji diperkirakan akan
               meningkat seiring dengan gaya hidup yang semakin sibuk.




Halaman 30                                              00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 31
         3. Teknologi dan Inovasi
             • Adopsi Teknologi Baru. Teknologi seperti kandang tertutup (closed house system),
                otomatisasi, dan penggunaan IoT (Internet of Things) akan meningkatkan efisiensi
                produksi dan kualitas produk.
             • Pengembangan Pakan. Inovasi dalam pakan unggas, termasuk penggunaan bahan
                baku lokal yang lebih efisien dan ramah lingkungan, akan membantu mengurangi
                biaya produksi dan ketergantungan pada impor.

         4. Regulasi dan Kebijakan Pemerintah
             • Dukungan Pemerintah. Pemerintah Indonesia diperkirakan akan terus mendukung
                industri ini melalui berbagai program dan subsidi, seperti pelatihan untuk peternak
                dan bantuan teknis.
             • Kesehatan dan Keamanan Pangan. Pengetatan regulasi mengenai kesehatan dan
                keamanan pangan akan meningkatkan kualitas dan daya saing produk unggas
                Indonesia di pasar internasional.

         5. Ekspor
             • Pasar Ekspor. Potensi untuk memperluas pasar ekspor, terutama ke negara-negara
                Asia Tenggara dan Timur Tengah, yang memiliki permintaan tinggi terhadap produk
                unggas.
             • Standar Internasional. Peningkatan kualitas produk untuk memenuhi standar
                internasional akan membuka lebih banyak peluang di pasar global.

         6. Tantangan
             • Fluktuasi Harga Pakan. Harga bahan baku pakan yang tidak stabil dapat menjadi
                tantangan utama bagi peternak.
             • Penyakit Unggas. Penyakit seperti flu burung masih menjadi ancaman serius yang
                dapat mengganggu produksi dan pasokan.
             • Kompetisi Global. Persaingan dengan negara lain yang memiliki teknologi lebih maju
                dan biaya produksi lebih rendah dapat mempengaruhi daya saing produk unggas
                Indonesia.

      d. Keuntungan dan kerugian atas Rencana Transaksi

         Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
         • Rencana transaksi akan menyebabkan Perseroan akan tetap mempertahankan persentase
            kepemilikan sahamnya sebanyak 70% (tujuh puluh persen).

         Kerugian Rencana Transaksi:
         • Rencana Transaksi tidak memberikan kerugian pada Perseroan dan tidak mengganggu
            kelangsungan usaha Perseroan.

3.4   Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi

      Berikut ini adalah analisa kuantitatif atas Rencana Transaksi, sebagai berikut:

      a. Penilaian kinerja historis

         Tabel 3-1 Laporan Posisi Keuangan FFI (Dalam Juta Rupiah)



Halaman 31                                                  00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 32
                                 Des               Des                Des               Des            Des
              Uraian
                                 2019             2020               2021              2022           2023
         Aset lancar            1.412.305         1.563.157          1.178.140         1.272.160       947.542
         Aset tidak lancar      1.992.381         2.163.843          2.378.851         2.550.245      2.963.002
         Total Aset             3.404.685         3.727.000          3.556.990         3.822.405      3.910.544
         Liabilitas jangka
                                  856.737         1.480.239          1.360.688         1.606.888      1.971.044
         pendek
         Liabilitas jangka
                                  888.376         1.000.076          1.277.113         1.154.494      1.215.623
         panjang
         Total Liabilitas       1.745.113         2.480.315          2.637.801         2.761.382      3.186.667
         Total Ekuitas          1.659.573         1.246.684           919.189          1.061.023       723.877
         Total Liabilitas
                                3.404.685         3.727.000          3.556.990         3.822.405      3.910.544
         dan Ekuitas


        Total aset mengalami kenaikan setiap tahunnya dengan rata-rata senilai 6,56% pada tahun
        2019 sampai 2023 disebabkan kenaikan kas dan setara kas yang setiap tahunnya meningkat
        dan investasi pada entitas asosiasi. Total aset setiap tahun meningkat dari tahun 2018 sampai
        2023. Sampai dengan 31 Desember 2023, total aset tercatat sebesar Rp3.910.544 juta.

        Total Liabilitas mengalami fluktuasi setiap tahunnya dengan rata-rata pertumbuhan sebesar
        17,80%. Kenaikan tertinggi terjadi pada tahun 2020 yaitu tercatat senilai Rp2.480.315
        disebabkan kenaikan utang usaha, utang lain-lain, utang jatuh tempo dalam satu tahun dan
        akun lainnya. Total liabilitas per 31 Desember 2023 sebesar Rp juta.

        Total Ekuitas berfluktuasi setiap tahunnya dengan rata-rata pertumbuhan senilai negatif
        11,95% pada tahun 2019 sampai 2023 disebabkan kenaikan saldo laba. Kenaikan tertinggi
        terjadi pada tahun 2021 sebesar 15,43% disebabkan saldo laba. Total Ekuitas per 31
        Desember 2023 sebesar Rp723.877 juta.

        Tabel 3-2 Laporan Laporan Laba Rugi FFI (Dalam Juta Rupiah)
                                            Des            Des              Des               Des        Des
                      Uraian
                                         2019              2020             2021           2022         2023
         Pendapatan                     6.706.376        4.840.364      4.840.596        5.857.474     5.935.005
         Beban pokok pendapatan         2.511.933        1.971.473      1.904.776        2.192.746     2.269.607
         Beban penjualan dan
                                        3.953.751        3.384.802      3.282.572        3.774.388     3.980.789
         umum
         Beban Keuangan                  (18.499)         (42.169)          (59.274)       (59.154)     (74.048)
         Laba sebelum pajak              309.651         (460.789)       (384.612)         (93.410)    (369.922)
         Laba (rugi) tahun berjalan      241.548         (377.185)       (295.738)         (77.448)    (418.212)


        Selama Periode 2019 sampai dengan periode 2023 pendapatan FFI mengalami peningkatan
        pertumbuhan dengan peningkatan rata-rata sebesar 1,16%, dengan peningkatan tertinggi
        terjadi pada periode 2022 yang tercatat sebesar 21,01%.

        Seiring dengan pendapatan, beban pokok pendapatan dan beban penjualan dan umum
        mengalami fluktuasi dengan peningkatan rata-rata masing-masing sebesar 0,13% dan 2,54%.




Halaman 32                                                        00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 33
     b. Penilaian arus kas

        Tabel 3-3      Laporan Arus Kas FFI (Dalam Juta Rupiah)
                                                  Des           Des           Des           Des          Des
                         Uraian
                                                  2019         2020          2021          2022         2023
         Arus kas dari aktivitas operasi         490.681       203.012       (18.216)      267.500     383.332
         Arus kas dari aktivitas investasi      (536.257)   (303.070)    (273.880)       (341.395)    (712.019)
         Arus kas dari aktivitas pendanaan       (79.059)      120.478         9.825        19.640     (15.565)
         Kenaikan bersih kas dan setara         (124.635)       20.419   (282.271)         (54.254)   (344.252)
         kas
         Kas dan setara kas pada awal            988.009       861.748       882.912       601.014     548.931
         tahun
         Kas dan setara kas pada akhir           861.748       882.912       601.014       548.931     208.855
         tahun


        Arus kas keluar FFI dari aktivitas operasi merupakan arus kas untuk pembayaran biaya
        operasional. Pada periode 31 Desember 2023, FFI membukukan arus kas keluar dari aktivitas
        operasional sebesar Rp383.332 juta atau setara 43,3% peningkatan dari tahun sebelumnya.

        Arus kas keluar FFI untuk aktivitas investasi merupakan arus kas untuk pembelian aset tetap,
        dan aset explorasi dan evaluasi. Pada periode 31 Desember 2023, FFI membukukan arus kas
        keluar untuk aktivitas investasi sebesar negatif Rp712.019.

        Arus kas masuk FFI dari aktivitas pendanaan merupakan arus kas yang berasal dari pemilik
        entitas induk. Pada periode 31 Desember 2023, FFI membukukan arus kas masuk untuk
        aktivitas pendanaan sebesar negative Rp15.565 juta.

        Selama periode 31 Desember 2018 – 31 Desember 2022, kas yang diterima dan digunakan
        untuk aktivitas operasi membukukan arus kas masuk untuk aktivitas operasinya.

     c. Penilaian atas proyeksi keuangan yang diperoleh dari pihak manajemen FFI

        Tabel 3-4     Perubahan Proyeksi FFI Posisi keuangan setelah transaksi (Dalam Jutaan Rupiah)
               Uraian               2024           2025               2026              2027            2028
         Aset lancar               1.110.797        996.073        1.277.068            1.409.913      1.497.830
         Aset tidak lancar         3.186.367      3.055.111        3.006.457            3.034.481      3.382.403
         Total Aset                6.172.863      5.910.351        5.816.728            5.872.777      6.568.620
         Liabilitas jangka
                                   1.800.062      1.523.858        1.488.277            1.267.944      1.203.275
         pendek
         Liabilitas jangka
                                   1.895.072      2.033.801        2.057.409            2.112.198      2.199.592
         panjang
         Total Liabilitas          3.695.134      3.557.658        3.545.687            3.380.143      3.402.866
         Total Ekuitas               602.030        493.526           737.838           1.064.252      1.477.366
         Total Liabilitas dan
                                   4.297.164      4.051.184        4.283.525            4.444.394      4.880.233
         Ekuitas

         Pendapatan                6.527.390      7.279.043        8.248.477            9.914.418     10.920.440
         Beban pokok
                                  (2.447.778)    (2.783.389)      (3.072.079)       (3.744.679)       (4.119.504)
         pendapatan
         Laba (Rugi) Kotor         4.079.612      4.495.654        5.176.398            6.169.739      6.800.936




Halaman 33                                                      00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 34
               Uraian               2024                2025                2026               2027           2028
         Laba (Rugi)
                                    (192.850)          (111.777)            295.547            621.505         738.629
         sebelum Pajak
         Beban pajak                           -                 -          (51.236)         (191.618)        (223.075)
         Laba (rugi) Tahun
                                    (192.850)          (111.777)            244.312            429.887         515.553
         Berjalan


        Tabel 3-5    Laporan Perubahan Arus Kas setelah transaksi (Dalam Jutaan Rupiah)
                        Uraian                       2024            2025           2026              2027      2028
         Arus kas dari aktivitas operasi            (173.594)        285.390        782.910       876.989      931.587
         Arus kas dari aktivitas investasi          (211.653)    (260.059)         (352.188)     (425.407)    (617.192)
         Arus kas dari aktivitas
                                                     713.958     (194.690)         (195.452)     (212.661)    (212.665)
         pendanaan
         Kenaikan bersih kas dan setara
                                                     328.712     (169.359)          235.270       238.922      101.731
         kas
         Kas dan setara kas pada awal
                                                     208.855         537.567        368.208       603.478      842.400
         tahun
         Kas dan setara kas pada akhir
                                                     537.567         368.208        603.478       842.400      944.131
         tahun


        Berdasarkan tabel proyeksi keuangan FFI pada periode 2024 sampai 2028, FFI mencatatkan
        kenaikan aset lancar pada periode 2026 hingga 2028 meskipun mengalami penurunan pada
        tahun 2025 dibandingkan periode proyeksi sebelumnya. Selain itu, terjadi kenaikan
        pendapatan dan kenaikan arus kas operasi yang dipengaruhi dampak akuisisi JAI selama
        periode proyeksi.

     d. Analisis rasio keuangan

        Analisis rasio merupakan salah satu bentuk teknis analisis laporan keuangan yang digunakan
        untuk mengetahui hubungan dari pos - pos tertentu dari laporan posisi keuangan dan laporan
        laba rugi secara individu atau kombinasi antara keduanya. Berikut adalah tabel berbagai
        macam rasio keuangan FFI.

        Tabel 3-6    Historis Rasio Keuangan FFI
             Rasio Keuangan            2019            2020          2021          2022           2023        Average
         Rasio Aktivitas
         Rasio perputaran total
                                             1,97         1,30          1,36            1,53           1,52       1,63
         aset (x)
         Rasio perputaran
                                           36,59        20,55          40,24           31,46          19,76     38,49
         piutang (x)
         Rasio perputaran
                                           19,79        14,50          15,16           14,41          11,81     16,74
         utang usaha (x)
         Rasio perputaran
                                           23,22        19,73          17,23           16,88          19,59     20,82
         persediaan (x)
         Rasio Likuiditas (x)
         Rasio lancar                        1,65         1,06          0,87            0,79           0,48       1,25
         Rasio cepat                         1,31         0,89          0,66            0,58           0,33       1,01
         Rasio kas                           1,01         0,60          0,44            0,34           0,11       0,75
         Rasio Profitabilitas (%)
         Rasio laba atas aset           7,09%         -10,12%         -8,31%        -2,03%       -10,69%       -1,25%
         Rasio laba atas ekuitas       14,55%         -30,26%        -32,17%        -7,30%       -57,77%       -8,28%


Halaman 34                                                           00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 35
             Rasio Keuangan          2019      2020      2021      2022        2023      Average
         Rasio Solvabilitas (%)
         Rasio total Liabilitas /
                                     51,26%    66,55%    74,16%    72,24%      81,49%     62,54%
         total aset
         Rasio total Liabilitas /
                                    105,15%   198,95%   286,97%   260,26%     440,22%    189,08%
         total ekuitas


        Rasio Aktivitas

        Rasio aktivitas menunjukkan efektif atau tidaknya Perseroan dalam menggunakan sumber-
        sumber dana yang tersedia.

         Rasio Perputaran Total Aset
          Perputaran total aset periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023 rata-rata sebesar
          1,63x. Pada periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 rasio perputaran total aset
          tercatat sebesar 1,52x atau selama 237 hari.

         Rasio Perputaran Piutang Usaha
          Perputaran piutang usaha periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023 rata-rata
          sebesar 38,49 kali. Pada periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 rasio perputaran
          piutang usaha tercatat sebesar 19,76 kali atau selama 18 hari.

         Rasio Perputaran Persediaan
          Perputaran persediaan periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023 rata-rata sebesar
          16,74 kali. Pada periode yang berakhir pada 31 Desember 2023 rasio perputaran
          persediaan tercatat sebesar 11,81x atau selama 30 hari.

         Rasio Perputaran Utang Usaha
          Rasio perputaran utang usaha selama periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023
          rata-rata sebesar 20,82x. Pada periode yang berakhir pada 31 Desember 2023, rasio
          perputaran utang usaha tercatat sebesar 19,59x atau selama 18 hari.

        Rasio Likuiditas

        Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh
        mana kemampuan Perseroan dalam melunasi kewajiban jangka pendeknya. Selama periode
        31 Desember 2019 – 31 Desember 2023, rata-rata rasio lancar, rasio cepat dan rasio kas
        selama 5 (lima) tahun terakhir sebesar 1,25x, 1,01x dan 0,75x. Pada 31 Desember 2023 rasio
        lancar, rasio cepat dan rasio kas Perseroan sebesar 0,48x, 0,33x dan 0,11x. Hal ini
        menunjukkan bahwa sepanjang periode historis, Perseroan mampu untuk membayar seluruh
        liabilitas jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang dimiliki.

        Rasio Profitabilitas

        Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
        laba. Rasio laba atas aset (Return on Assets /ROA) Perseroan selama periode 31 Desember
        2019 – 31 Desember 2023 rata-rata negative 1,25% per tahun.

        Ratio laba atas ekuitas (Return on Ekuitas / ROE) Perseroan selama periode 31 Desember 2019
        – 31 Desember 2023 rata-rata sebesar negative 8,28% per tahun.



Halaman 35                                              00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 36
        Rasio Solvabilitas

        Rasio solvabilitas (solvency ratio) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan
        Perseroan untuk melunasi utang-utangnya dengan ekuitas atau aset yang dimiliki jika
        dilikuidasi.

        Rasio rata-rata jumlah kewajiban terhadap jumlah aset dan rasio rata-rata jumlah kewajiban
        terhadap jumlah ekuitas Perseroan selama periode 31 Desember 2019 – 31 Desember 2023
        masing-masing adalah sebesar 62,54% dan 189,08%.

     e. Analisis laporan keuangan sebelum transaksi dan proforma laporan keuangan setelah
        transaksi dilakukan

        Mengacu pada Laporan Keuangan Proforma Konsolidasian Perseroan yang disiapkan oleh
        manajemen untuk periode 31 Desember 2023, maka dampak keuangan atas Rencana
        Transaksi tercermin dalam tabel dibawah ini:

        Tabel 3-7   Laporan Posisi Keuangan Ringkasan Proforma FFI (Dalam Miliar Rupiah)

                                                       Audit Report    Rencana       Proforma
                             Uraian
                                                       31 Des 2023     Transaksi    31 Des 2023

         Aset
         Aset Lancar
         Kas dan setara kas                               208.855         59.522        268.377
         Piutang lain - lain
             Pihak berelasi                               283.347                       283.347
             Pihak ketiga                                  17.058                        17.058
         Persediaan                                       302.914                       302.914
         Biaya dibayar dimuka                              25.186                        25.186
         Aset lancar lainnya                              110.183                       110.183
                                                          947.542         59.522      1.007.064
         Aset Tidak Lancar
         Investasi pada entitas asosiasi                   48.632                        48.632
         Aset tetap, neto                                 909.284                       909.284
         Biaya renovasi bangunan sewa
                                                          625.286                       625.286
         ditangguhkan, neto
         Sewa jangka panjang dibayar dimuka, neto                                             -
         Beban ditangguhkan, neto                         266.817                       266.817
         Aset hak guna, neto                              526.957                       526.957
         Aset pajak tangguhan, neto                       148.990                       148.990
         Aset tidak lancar lainnya                        437.035        (15.000)       422.035
                                                        2.963.002        (15.000)     2.948.002
         Jumlah Aset                                    3.910.544         44.522      3.955.066

         Liabilitas
         Liabilitas Jangka Pendek
         Utang obligasi, neto                                                                  -
         Utang usaha


Halaman 36                                              00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 37
                                                     Audit Report    Rencana       Proforma
                             Uraian
                                                     31 Des 2023     Transaksi    31 Des 2023

            Pihak ketiga                                437.514                      437.514
            Pihak berelasi                               64.918                       64.918
         Utang lain - lain                                                                 -
            Pihak ketiga                                402.118        (24.232)      377.887
            Pihak berelasi                                  395                          395
         Utang pajak                                    132.132                      132.132
         Utang bank jangka pendek                       381.432                      381.432
         Beban akrual                                   112.641                      112.641
         Utang yang jatuh tempo dalam satu tahun:                                          -
            Sewa pembiayaan/liabilitas sewa             121.652                      121.652
            Pembiayaan konsumen                          14.313                       14.313
            Utang bank jangka panjang                   255.000                      255.000
         Utang bunga atas obligasi                                                         -
         Liabilitas imbalan kerja jangka pendek          48.438                       48.438
         Liabilitas jangka pendek lainnya                   490                          490
                                                      1.971.044        (24.232)    1.946.812
         Liabilitas Jangka Panjang
         Utang/liabilitas sewa pembiayaan, setelah
         dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam        227.061                      227.061
         waktu satu tahun
         Utang pembiayaan konsumen, setelah
         dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam           5.544                        5.544
         waktu satu tahun
         Utang obligasi, neto                                                              -
         Utang bank jangka panjang                      249.720                      249.720
         Liabilitas imbalan kerja jangka panjang        733.298                      733.298
                                                      1.215.623               -    1.215.623
         Jumlah Liabilitas                            3.186.667        (24.232)    3.162.435

         Ekuitas
         Modal saham                                    199.514                      199.514
         Agio saham                                         944                          944
         Dikurangi saham treasuri                        (3.273)                      (3.273)
         Saldo laba
            Ditentukan penggunaannya untuk
                                                          15.925                      15.925
         cadangan umum
            Belum ditentukan penggunaannya              498.618                      498.618
                                                        711.730              -       711.730
         Kepentingan nonpengendali                       12.148         68.754        80.902
         Jumlah Ekuitas                                 723.877         68.754       792.631
         Jumlah Liabilitas dan Ekuitas                3.910.544                    3.955.066

        Asumsi - asumsi laporan posisi keuangan konsolidasian ringkasan proforma yang digunakan
        adalah sebagai berikut:



Halaman 37                                            00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 38
         1. Rencana Transaksi tidak memberikan dampak terhadap laporan proforma laba rugi
            konsolidasian FFI
         2. Pada sisi aset lancar berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi peningkatan
            kas dan setara kas senilai Rp59.522 Juta dimana hal tersebut terjadi karena adanya
            penerimaan dari kepentingan non pengendali.
         3. Pada sisi aset tetap berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi penurunan nilai
            aset tidak lancar lainnya yaitu piutang kepada pemegang saham non-pengendali senilai
            Rp15.000 Juta.
         4. Pada sisi liabilitas jangka pendek berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, terjadi
            penurunan utang lain-lain pihak ketiga senilai Rp24.232 Juta dimana terjadi karena
            adanya pembayaran pinjaman dari pihak berelasi akibat adanya Rencana Transaksi.
         5. Pada sisi ekuitas berdasarkan laporan keuangan proforma FFI, ekuitas mengalami
            peningkatan sebesar senilai Rp68.754 Juta dimana hal tersebut terjadi sebagai dampak
            atas meningkatnya non controlling interest akibat dari adanya Rencana Transaksi.

3.5   Analisis Kewajaran Atas Rencana Transaksi

      Analisis Kewajaran atas Rencana Transaksi dilakukan dengan melihat adanya incremental atau
      nilai tambah yang dapat dihasilkan atas Rencana Transaksi.

      a. Nilai Rencana Transaksi

         Berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham pada tanggal 19 Juni 2024, Total Nilai
         Rencana Transaksi adalah sebesar Rp160.427.000.000,- (“Seratus Enam Puluh Milir Empat
         Ratus Dua Puluh Tujuh Juta Rupiah”) atau 160.427 (Seratus Enam Puluh Ribu Empat Ratus Dua
         Puluh Tujuh) lembar saham Seri A lembar saham Seri A.

      b. Hasil Laporan Penilaian Saham Obyek Rencana Transaksi

         Berdasarkan kepada Laporan Penilaian Saham berupa valuasi nilai saham yang diterbitkan
         oleh KJPP FDI&R No. 00061/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024 tanggal 14 Juni 2024,
         diperoleh hasil penilaian sebagai berikut:

         Tabel 3-8  Hasil Penilaian Saham
                                 URAIAN                        SATUAN             NILAI PASAR
          Nilai Pasar 100% Saham JAI per 31 Desember 2023        Rp                51.276.000.000
          Nilai Pasar Ekuitas per Saham                          Rp                      1.025.529

      c. Analisis Kewajaran Nilai Rencana Transaksi

         Analisis kewajaran nilai transaksi dilakukan dengan membandingkan Nilai Pasar aset tetap
         berupa tanah bangunan gedung Plaza Bali yang terletak di Jalan By Pass I Gusti Ngurah Rai,
         Kelurahan Kuta, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Propinsi Bali yang telah dinilai
         oleh Penilai Independen dengan Nilai Rencana Transaksi sebagai berikut:

         Tabel 3-9   Kewajaran Nilai Rencana Transaksi

          Uraian                                                           Satuan        Jumlah

          Nilai Pasar Ekuitas per Saham                                      Rp         1.025.529
          Batas Atas (7,5%)                                                  Rp         1.102.444


Halaman 38                                               00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 39
          Uraian                                                                    Satuan      Jumlah

          Batas Bawah (7,5%)                                                          Rp          948.614
          Nilai Rencana Transaksi per Saham                                           Rp        1.000.000
          Selisih Nilai Rencana Transaksi Terhadap Nilai Pasar Ekuitas per Saham      %            -2,49%

         Nilai pasar saham JAI yang digunakan sebagai basis kewajaran adalah sebesar
         Rp1.025.529,- sebagaimana yang disajikan dalam Penilaian Saham yang diterbitkan oleh
         KJPP FDI&R tanggal 14 Juni 2024.

         Berdasarkan uraian di atas, bahwa Nilai Rencana Transaksi adalah 2,49% dibawah nilai pasar
         berada pada kisaran nilai yang sesuai dengan POJK 35/2020 mengenai batas atas dan batas
         bawah untuk kisaran nilai transaksi tidak melebihi 7,5% sehingga Rencana Transaski adalah
         Wajar.

3.6   Analisis Faktor Lain Yang Relevan

      a. Analisis Inkremental

         Analisis Nilai Tambah (Incremental Analysis) dilakukan untuk melihat manfaat Rencana
         Transaksi bagi Perseroan. Berdasarkan proyeksi keuangan Perseroan periode 2024-2028
         yang dibuat oleh Manajemen Perseroan, Analisa nilai tambah sebelum dan setelah Rencana
         Transaksi adalah sebagai berikut:

         Tabel 3-10 Laporan Inkremental Proyeksi Konsolidasi FFI (Dalam Miliar Rupiah)
                                    Des            Des          Des           Des                  Des
                  URAIAN
                                   2024           2025         2026          2027                 2028
          Total Aset
          Sebelum Transaksi          4.228.410     4.051.184       4.283.525       4.444.394     4.811.479
          Setelah Tranasksi          4.297.164     4.051.184       4.283.525       4.444.394     4.880.233
          Inkremental                   68.754             -               -               -        68.754
          Total Liabilitas
          Sebelum Transaksi          3.695.134     3.626.412       3.614.441       3.448.897     3.402.866
          Setelah Tranasksi          3.695.134     3.557.658       3.545.687       3.380.143     3.402.866
          Inkremental                        -       (68.754)        (68.754)        (68.754)            -
          Total Ekuitas
          Sebelum Transaksi            533.276        424.772        669.084         995.498     1.408.612
          Setelah Transaksi            602.030        493.526        737.838       1.064.252     1.477.366
          Inkremental                   68.754         68.754         68.754          68.754        68.754
          Total Pendapatan
          Sebelum Transaksi          6.527.390     7.279.043       8.248.477       9.914.418    10.920.440
          Setelah Transaksi          6.527.390     7.279.043       8.248.477       9.914.418    10.920.440
          Inkremental                        -             -               -               -             -
          Total Pendapatan
          Sebelum Transaksi           (192.850)     (111.777)        295.547        621.505       738.629
          Setelah Transaksi           (192.850)     (111.777)        295.547        621.505       738.629
          Inkremental                         -             -              -              -             -




Halaman 39                                                    00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 40
        Berdasarkan tabel Analisis Inkremental Proyeksi Konsolidasian, nilai tambah dengan
        terlaksananya Rencana Transaksi berupa peningkatan total aset yaitu pada akun kas dan
        setara kas dan total ekuitas yaitu pada akun non controlling interest, sedangkan pendapatan
        di tahun proyeksi yang diatribusikan kepada FFI tidak mengalami perubahan sebelum Rencana
        Transaksi.

    b. Analisis Biaya atau pendapatan yang relevan

        Biaya-biaya atau pendapatan yang relevan yang muncul akibat dilaksanakannya Rencana
        Transaksi telah diperhitungkan dalam proyeksi keuangan Perseroan yang disusun oleh
        manajemen Perseroan.

     c. Informasi non keuangan yang relevan

        Dengan dilaksanakannya Rencana Transaksi, Perseroan akan mendapatkan ketersediaan
        bahan baku daging ayam dan olahan daging ayam olahan yang sesuai dengan kebutuhan
        Perseroan. Dengan menjadi pemegang saham mayoritas JAI, Perseroan akan memiliki akses
        langsung atas pasokan daging ayam dan olahan daging ayam yang terjamin kualitas dan
        kuantitasnya. Hal ini dapat membantu Perseroan untuk menjaga kontinuitas produksi dan
        ketersediaan bahan baku di restoran-restoran milik Perseroan, khususnya untuk wilayah
        Indonesia bagian timur.

     d. Analisis Sensitivitas (Sensitivity Analysis)

        Analisis Sensitivitas

        Analisis sensitivitas Rencana Transaksi dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor yang
        memengaruhi terhadap kinerja keuangan Perseroan. Dengan melakukan perubahan penurunan
        dan atau kenaikan sebesar 2,5% terhadap pendapatan dan beban pokok penjualan Perseroan,
        sehingga dapat diketahui seberapa besar sensitivitas Rencana Transaksi terhadap laba (rugi)
        usaha, laba (rugi) bersih Perseroan. Analisis sensitivitas tersebut disajikan sebagai berikut:

        Tabel 3-11     Analisis Sensitivitas
                                          Des             Des            Des           Des           Des
                  URAIAN
                                         2024            2025           2026          2027          2028
          Kondisi Normal
          Pendapatan-neto               6.527.390       7.279.043      8.248.477     9.914.418    10.920.440
          Beban Pokok Penjualan       (2.447.778)      (2.783.389)    (3.072.079)   (3.744.679)   (4.119.504)
          Laba Kotor                    4.079.612       4.495.654      5.176.398     6.169.739     6.800.936
          Laba (Rugi) Usaha             (132.943)          13.924        407.212       808.591       975.252
          Laba (Rugi) Bersih Tahun
                                        (192.850)       (111.777)        244.312       429.887       515.553
          Berjalan
          Pendapatan Perseroan naik 2,5% daan Beban naik 2,5%
          Pendapatan                    6.690.575       7.461.019      8.454.689    10.162.278    11.193.451
          Beban Pokok Penjualan       (2.508.972)      (2.852.974)    (3.148.881)   (3.838.296)   (4.222.492)
          Laba Kotor                    4.181.603       4.608.045      5.305.808     6.323.983     6.970.959
          Laba (Rugi) Usaha               (90.860)              615      424.957       775.748       908.652
          Laba (Rugi) Bersih Tahun
                                          (90.860)              479      331.467       605.084       708.749
          Berjalan
          Pendapatan Perseroan turun 2,5% dan Beban naik 2,5%


Halaman 40                                                       00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 41
                                        Des           Des           Des           Des           Des
                   URAIAN
                                       2024          2025          2026          2027          2028
          Pendapatan                  6.364.205     7.097.067     8.042.265     9.666.557    10.647.429
          Beban Pokok Penjualan      (2.508.972)   (2.852.974)   (3.148.881)   (3.838.296)   (4.222.492)
          Laba Kotor                  3.855.233     4.244.093     4.893.385     5.828.262     6.424.937
          Laba (Rugi) Usaha           (417.230)     (363.338)        12.533       280.027       362.630
          Laba (Rugi) Bersih Tahun
                                      (417.230)     (363.338)         9.776       218.421       282.851
          Berjalan


         Berdasarkan tabel di atas, baik kenaikan maupun penurunan 2,5% pendapatan dan beban
         pokok penjualan Perseroan tidak berdampak secara signifikan pada laba bersih tahun
         berjalan. Perseroan tetap mampu mencatatkan kinerja yang baik, hal tersebut ditunjukan
         bahwa Perseroan masih mencatatkan laba bersih tahun berjalan yang serta memiliki trend
         kenaikan selama periode pengamatan.

3.7   Kesimpulan

      Dengan mempertimbangkan analisis kewajaran atas Transaksi yang dilakukan meliputi analisis
      kualitatif dan analisis kuantitatif, dan analisis inkremental, maka dari segi ekonomis dan
      keuangan, menurut pendapat kami Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham JAI oleh FFI,
      adalah Wajar.

      Demikian laporan pendapat kewajaran ini kami sampaikan. Kami menyatakan dengan
      sesungguhnya, bahwa dalam melaksanakan penugasan ini, kami bertindak sebagai pihak
      independent yang tidak terikat dengan kepentingan apapun, baik saat ini maupun dimasa datang
      terkait dengan usaha FFI dan JAI maupun atas transaksi yang dilakukan.




Halaman 41                                                  00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 42
                             ASUMSI – ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS

 1. Laporan pendapat kewajaran ini bersifat non-disclaimer opinion.
 2. Penilai Bisnis telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses analisis
     pendapat kewajaran.
 3. Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya
 4. Penilai mengunakan proyeksi keuangan yang dibuat oleh manejemen.
 5. Laporan Pendapat Kewajaran ini terbuka untuk publik.
 6. Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan pendapat kewajaran telah
     disusun sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. 35/POJK.04/2020 tentang
     Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan ketentuan Standar
     Penilaian Indonesia (SPI), Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
 7. Penilai Bisnis bertanggung jawab atas Laporan Pendapat kewajaran dan Kesimpulan Opini Akhir.
 8. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum Objek Analisis Pendapat Kewajaran dari
     Pemberi Tugas.
 9. Semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam maupun di luar
     pengadilan) yang berkaitan dengan objek penilaian tidak menjadi tanggung jawab kami.
 10. Kami ingin menekankan bahwa hasil kajian, analisis, serta tanggung jawab kami secara khusus
     hanya terbatas pada aspek nilai atas objek penilaian, diluar dari aspek perpajakan dan hukum
     karena hal tersebut berada diluar lingkup penugasan kami.
 11. Perubahan-perubahan yang dilakukan oleh pihak Pemerintah maupun swasta yang berkaitan
     dengan kondisi Objek Analisis Pendapat Kewajaran , dalam hal ini kondisi pasar dan sebagainya
     bukan menjadi tanggung jawab kami.
 12. Laporan pendapat kewajaran ini disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam
     laporan dan tidak dapat digunakan untuk maksud dan tujuan lainnya dan kami tidak bertanggung
     jawab jika laporan ini digunakan untuk tujuan lain.
 13. Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
     dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai dasar
     penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan pendapat kewajaran ini semata-
     mata dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki.
 14. Laporan pendapat kewajaran ini tidak berlaku dan tidak sah apabila tidak terdapat tanda tangan
     penilai berijin beserta stempel perusahaan (corporate seal) yang resmi dari KJPP Ferdinand, Danar,
     Ichsan & Rekan.
15. Laporan pendapat kewajaran ini dibuat dan ditujukan hanya kepada pemberi tugas, sesuai dengan
     maksud dan tujuan yang diungkapkan dalam laporan pendapat kewajaran.




Halaman 42                                                 00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 43
                                      PERNYATAAN PENILAI

Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai Independen, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa:

1.  Pernyataan faktual yang dipresentasikan dalam laporan pendapat kewajarab adalah benar sesuai
    dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
2. Analisis dan kesimpulan hanya dibatasi oleh asumsi dan kondisi yang dilaporkan.
3. Kami tidak mempunyai kepentingan baik sekarang atau di masa yang akan datang, maupun
    memiliki kepentingan pribadi atau keberpihakan kepada terhadap Objek Analisis Pendapat
    Kewajaran.
4. Imbalan Jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil pendapat kewajaran yang dilaporkan.
5. Pendapat Kewajaran dilakukan dengan memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No.
    35/POJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
    Modal dan ketentuan Standar Penilaian Indonesia (SPI) dan Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).
6. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan professional yang ditentukan dan/atau
    diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui Pemerintah.
7. Penilai memiliki pemahaman mengenai jenis usaha atau industri yang menjadi objek analisis
    pendapat kewajaran.
8. Tidak ada Penilai lainnya selain yang bertandatangan di bawah ini, yang telah terlibat dalam
    pelaksanaan inspeksi, analisis, pembuatan kesimpulan, dan opini sebagaimana yang dinyatakan
    dalam laporan pendapat kewajaran ini.
9. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
    Kewajaran.
10. Kami bertanggung jawab atas laporan pendapat kewajaran yang telah kami susun berdasarkan
    data yang telah diberikan kepada kami oleh Pemberi tugas dan kami anggap akurat serta lengkap.
11. Kami tidak bertanggung jawab atas hasil laporan ini apabila data-data, dokumen dan informasi
    dari Pemberi Tugas yang diberikan kepada kami tidak sah/legal sehingga menjadi tidak lengkap
    atau menyesatkan.
12. Penugasan pendapat kewajaran telah dilakukan terhadap objek analisis pendapat kewajaran pada
    tanggal penilaian (cut off date).
13. Analisis dan kesimpulan yang dihasilkan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
    pendapat kewajaran.
14. Kesimpulan pendapat kewajaran yang dihasilkan dalam penugasan pemberian pendapat
    kewajaran profesional telah disajikan sebagai kesimpulan kewajaran rencana transaksi.
15. Penilai melakukan sesuai dengan Lingkup Penugasan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.
16. Kesimpulan pendapat kewajaran telah sesuai dengan asumsi dan kondisi pembatas.
17. Data ekonomi dan industri yang tercantum dalam laporan kami peroleh dari sumber yang telah
    terpublikasi dan diyakini kebenarannya.




Halaman 43                                              00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 44
                             Penilai                                Tanda Tangan

 Penanggung Jawab:
 M. Ichsan Suud, SP., MBA., MAPPI (Cert)
 Izin Penilai Bisnis No. : B-1.16.00453
 MAPPI No.               : 10-S-02571
 STTD Bapepam No.        : STTD.PB-50/PM.223/2020
 RMK                     : RMK-2017.01274

 Pemeriksa:
 Yuliana, MAPPI (Cert)
 Izin Penilai Bisnis No.   : B-1.23.00651
 MAPPI No.                 : 13-S-04483
 STTD Bapepam No.          : STTD.PB-59/PM.021/2024
 RMK                       : RMK-2017.01274

 Penilai :
 Bangkit Widhi Raharjo, S.E
 MAPPI No.               : 15-T-06112
 RMK                     : RMK-2017.01119




 Asisten Penilai :
 Edho Fakhri Fuady, S.E, MBA, Akt
 MAPPI No.               : 23-A-12075




Halaman 44                                            00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 45
             LAMPIRAN




Halaman 45         00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 46
Lampir an 1
ANALIS A RENCANA T RANS AK S I
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham JAI oleh FFI
Per tanggal 31 Desember 2023
                                                                                          (dalam Jutaan Rupiah)
                                                     Nilai                     Ekuitas
              K e te r angan                                                                        %
                                              Re ncana T r ansaksi               FFI
 Rencana Transaksi                                          160.427                 723.877             22,16%




                               Ur aian                                          S atuan          Jumlah

Nilai Pasar Ekuitas Per Saham                                                     Rp               1 .0 2 5 .5 2 9
Batas Atas (7 ,5 %)                                                               Rp               1 .1 0 2 .4 4 4
Batas Bawah (7 ,5 %)                                                              Rp                  9 4 8 .6 1 4
Nilai Rencana Transaksi                                                           Rp               1 .0 0 0 .0 0 0
Se lisih N ila i Re n ca n a Tr a n sa ksi Te r h a d a p Pe n e r im a
                                                                                  %                     -2 ,4 9 %
Kr e d it La p a n g a n Usa h a d a n Pe r ta m b a n g a n




Halaman 46                                                                00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 47
Lampir an 2
P ROF ORMA NERACA
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham JAI oleh FFI
Per tanggal 31 Desember 2023

                                                       Audit Re por t        Re ncana            Ne r aca P r ofor ma
                 Ur aian                    S atuan
                                                      3 1 De s 2 0 2 3       T r ansaksi          3 1 De s 2 0 2 3
Ase t
Ase t Lancar
Kas dan setara kas                          Rp Juta            208.855             59.522                   268.377
Piutang lain - lain
    Pihak berelasi                          Rp Juta            283.347                                       283.347
    Pihak ketiga                            Rp Juta             17.058                                        17.058
Persediaan                                  Rp Juta            302.914                                       302.914
Biaya dibayar dimuka                        Rp Juta             25.186                                        25.186
Aset lancar lainnya                         Rp Juta            110.183                                       110.183
                                                             9 4 7 .5 4 2         5 9 .5 2 2            1 .0 0 7 .0 6 4
Ase t T idak Lancar
Investasi pada entitas asosiasi             Rp Juta             48.632                                       48.632
Aset tetap, neto                            Rp Juta            909.284                                      909.284
Biaya renovasi bangunan sewa
                                            Rp Juta
ditangguhkan, neto                                              625.286                                      625.286
Sewa jangka panjang dibayar dimuka, neto    Rp Juta                   -                                            -
Beban ditangguhkan, neto                    Rp Juta             266.817                                      266.817
Aset hak guna, neto                         Rp Juta             526.957                                      526.957
Aset pajak tangguhan, neto                  Rp Juta             148.990                                      148.990
Aset tidak lancar lainnya                   Rp Juta             437.035            (15.000)                  422.035
                                            Rp Juta        2 .9 6 3 .0 0 2       (1 5 .0 0 0 )          2 .9 4 8 .0 0 2
Jumlah Ase t                                Rp Juta        3 .9 1 0 .5 4 4        4 4 .5 2 2            3 .9 5 5 .0 6 6

Liabilitas
Liabilitas Jangka P e nde k
Utang obligasi, neto                        Rp Juta                  -                                            -
Utang usaha
    Pihak ketiga                            Rp Juta             437.514                                      437.514
    Pihak berelasi                          Rp Juta              64.918                                       64.918
Utang lain - lain                           Rp Juta                   -                                            -
    Pihak ketiga                            Rp Juta             402.118            (24.232)                  377.887
    Pihak berelasi                          Rp Juta                   395                                          395
Utang pajak                                 Rp Juta             132.132                                      132.132
Utang bank jangka pendek                    Rp Juta             381.432                                      381.432
Beban akrual                                Rp Juta             112.641                                      112.641
Utang yang jatuh tempo dalam satu tahun:    Rp Juta                   -                                            -
    Sewa pembiayaan/liabilitas sewa         Rp Juta             121.652                                      121.652
    Pembiayaan konsumen                     Rp Juta              14.313                                       14.313
    Utang bank jangka panjang               Rp Juta             255.000                                      255.000
Utang bunga atas obligasi                   Rp Juta                   -                                            -
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek      Rp Juta              48.438                                       48.438
Liabilitas jangka pendek lainnya            Rp Juta                   490                                          490
                                            Rp Juta        1 .9 7 1 .0 4 4       (2 4 .2 3 2 )          1 .9 4 6 .8 1 2
Liabilitas Jangka P anjang
Utang/liabilitas sewa pembiayaan, setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam     Rp Juta
waktu satu tahun                                               227.061                                      227.061
Utang pembiayaan konsumen, setelah
dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam     Rp Juta
waktu satu tahun                                                   5.544                                        5.544
Utang obligasi, neto                        Rp Juta                   -                                            -
Utang bank jangka panjang                   Rp Juta             249.720                                      249.720
Liabilitas imbalan kerja jangka panjang     Rp Juta             733.298                                      733.298
                                            Rp Juta        1 .2 1 5 .6 2 3             -                1 .2 1 5 .6 2 3
Jumlah Liabilitas                           Rp Juta        3 .1 8 6 .6 6 7       (2 4 .2 3 2 )          3 .1 6 2 .4 3 5

Ekuitas
Modal saham                                 Rp Juta            199.514                                      199.514
Agio saham                                  Rp Juta                944                                          944
Dikurangi saham treasuri                    Rp Juta             (3.273)                                      (3.273)
Saldo laba
   Ditentukan penggunaannya untuk cadang    Rp Juta             15.925                                       15.925
   Belum ditentukan penggunaannya           Rp Juta            498.618                                      498.618
                                            Rp Juta          7 1 1 .7 3 0              -                  7 1 1 .7 3 0
Kepentingan nonpengendali                   Rp Juta             12.148             68.754                    80.902
Jumlah Ekuitas                              Rp Juta          7 2 3 .8 7 7         6 8 .7 5 4              7 9 2 .6 3 1
Jumlah Liabilitas dan Ekuitas               Rp Juta          3.910.544             44.522                 3.955.066



Halaman 47                                                                   00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 48
Lampir an 3
P ROF ORMA LABA RUG I
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham JAI oleh FFI
Per tanggal 31 Desember 2023

                                                                           Audit Re por t          Re ncana          Ne r aca P r ofor ma
                           Ur aian                             S atuan
                                                                          3 1 De s 2 0 2 3         T r ansaksi        3 1 De s 2 0 2 3
Pendapatan                                                      Rp Juta          5.935.005                                    5.935.005
Beban pokok pendapatan                                         Rp Juta          (2.269.607)                                  (2.269.607)
Laba br uto                                                    Rp Juta         3 .6 6 5 .3 9 7                   -          3 .6 6 5 .3 9 7

Beban penjualan dan distribusi                                 Rp Juta          (3.191.954)                                   (3.191.954)
Beban umum dan administrasi                                    Rp Juta             (788.835)                                     (788.835)
Beban operasi lainnya                                          Rp Juta               (67.699)                                      (67.699)
Penghasilan operasi lainnya                                    Rp Juta                81.156                                        81.156
Laba (Rugi) Usaha                                              Rp Juta           (3 0 1 .9 3 4 )                 -             (3 0 1 .9 3 4 )

Penghasilan keuangan                                           Rp Juta                  6.417                                        6.417
Pajak final atas penghasilan keuangan                          Rp Juta                 (1.283)                                      (1.283)
Beban keuangan                                                 Rp Juta               (74.048)                                     (74.048)
Bagian atas laba entitas asosiasi                              Rp Juta                    926                                          926
Laba S e be lum P ajak                                         Rp Juta           (3 6 9 .9 2 2 )                 -            (3 6 9 .9 2 2 )
Manfaat (beban) pajak penghasilan                              Rp Juta               (48.291)                                     (48.291)
Laba tahun be r jalan                                          Rp Juta           (4 1 8 .2 1 2 )                 -            (4 1 8 .2 1 2 )

P e nghasilan (be ban) kompr e he nsif lain:
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi
  Rugi pengukuran kembali atas program imbalan pasti           Rp Juta               85.079                                        85.079
  Pajak penghasilan terkait                                    Rp Juta              (18.717)                                      (18.717)
  Bagian penghailan komprehensif lain entitas asosiasi, neto   Rp Juta                    -                                             -
P e nghasilan kompr e he nsif lain tahun be r jalan,
                                                               Rp Juta
se te lah pajak                                                                     6 6 .3 6 2                   -               6 6 .3 6 2
T OT AL P ENG HAS ILAN K OMP REHENS IF T AHUN
                                                               Rp Juta
BERJALAN                                                                         (3 5 1 .8 5 1 )                 -            (3 5 1 .8 5 1 )




Halaman 48                                                                  00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 49
Lampir an 4
P ROYEK S I NERACA
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham JAI oleh FFI
Per tanggal 31 Desember 2023

                                                                                  BEF ORE T RANS ACT ION                                                                         AF T ER T RANS ACT ION
                                                       De s               De s             De s          De s                      De s               De s               De s               De s         De s                     De s
               URAIAN                   S atuan
                                                      2024               2025             2026          2027                      2028               2024               2025              2026          2027                     2028

Asse ts

Cur r e nt Asse ts
   Cash and cash equivalents            Rp Juta         468.813            473.040            735.902            908.948            952.060            537.567            448.976            691.383            847.043            944.131
   Other receivables                                              -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
         Related parties                 Rp Juta         38.514             32.737             27.826             23.652             20.105             38.514             32.737             27.826             23.652             20.105
         Third parties                   Rp Juta        171.406            164.853            182.452            163.912            149.251            171.406            164.853            182.452            163.912            149.251
   Inventories                           Rp Juta        292.018            241.085            269.776            284.618            301.010            292.018            241.085            269.776            284.618            301.010
   Parent Stock - asset                  Rp Juta                  -         18.498             28.151             23.885             25.694                      -         18.498             28.151             23.885             25.694
   Prepaid taxes                         Rp Juta           3.610                     -                  -                  -                  -           3.610                     -                  -                  -                  -
   Prepaid expenses                      Rp Juta         22.129             19.680             17.712             15.941             14.347             22.129             19.680             17.712             15.941             14.347
   Advance payment                      Rp Juta          45.154             69.844             59.367             50.462             42.893             45.154             69.844             59.367             50.462             42.893
   Other current assets                 Rp Juta               400                400                400                400                400                400                400                400                400                400
T otal Cur r e nt Asse ts               Rp Juta    1 .0 4 2 .0 4 3    1 .0 2 0 .1 3 7    1 .3 2 1 .5 8 7    1 .4 7 1 .8 1 8    1 .5 0 5 .7 5 9    1 .1 1 0 .7 9 7       9 9 6 .0 7 3    1 .2 7 7 .0 6 8    1 .4 0 9 .9 1 3    1 .4 9 7 .8 3 0
                                                                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
Non Current Assets                       Rp Juta                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
   Investment                            Rp Juta         48.632             48.632             48.632             48.632             48.632             48.632             48.632             48.632             48.632             48.632
   Deferred tax assets                   Rp Juta        151.239            151.239            147.553            147.553            147.553            151.239            151.239            147.553            147.553            147.553
   Fixed assets                          Rp Juta        908.461         1.459.385          1.396.711          1.367.404          1.405.685             908.461         1.459.385          1.396.711          1.367.404          1.405.685
   Renovation cost of rented buildings, Rp Juta         615.459            621.341            662.066            719.137            983.891            615.459            621.341            662.066            719.137            983.891
   Right of Use Assets, Net              Rp Juta        438.411            420.078            438.871            476.040            542.959            438.411            420.078            438.871            476.040            542.959
   Deferred Charges, net                 Rp Juta        220.056            179.280            142.910            110.831             93.088            220.056            179.280            142.910            110.831             93.088
   Other non-current assets              Rp Juta        804.109            151.092            125.196            102.980             83.910            804.109            175.156            169.714            164.885            160.594
T otal Non-Cur r e nt Asse ts           Rp Juta    3 .1 8 6 .3 6 7    3 .0 3 1 .0 4 7    2 .9 6 1 .9 3 8    2 .9 7 2 .5 7 7    3 .3 0 5 .7 2 0    3 .1 8 6 .3 6 7    3 .0 5 5 .1 1 1    3 .0 0 6 .4 5 7    3 .0 3 4 .4 8 1    3 .3 8 2 .4 0 3
                                                                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
T OT AL AS S ET S                       Rp Juta    4 .2 2 8 .4 1 0    4 .0 5 1 .1 8 4    4 .2 8 3 .5 2 5    4 .4 4 4 .3 9 4    4 .8 1 1 .4 7 9    4 .2 9 7 .1 6 4    4 .0 5 1 .1 8 4    4 .2 8 3 .5 2 5    4 .4 4 4 .3 9 4    4 .8 8 0 .2 3 3
                                                                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
Liabilitie s                                                      -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
                                                                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
Cur r e nt Liabilitie s                 Rp Juta                   -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
   Short-term loan                      Rp Juta         522.982            679.350            693.976            618.905            554.467            522.982            610.596            625.222            550.151            554.467
   Trade payables                       Rp Juta                   -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
         Third parties                  Rp Juta         313.620            221.187            243.019            190.245            195.278            313.620            221.187            243.019            190.245            195.278
         Related parties                                 46.535             32.224             35.303             27.968             28.759             46.535             32.224             35.303             27.968             28.759
   Other payables                       Rp Juta                   -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
         Third parties                  Rp Juta         321.906            271.343            230.641            184.513            147.610            321.906            271.343            230.641            184.513            147.610
         Related parties                Rp Juta                   -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
   Taxes payables                       Rp Juta         119.069            107.803            104.142             95.237             87.391            119.069            107.803            104.142             95.237             87.391
   Accrued expenses                     Rp Juta          75.118             41.709             37.538             33.785             30.406             75.118             41.709             37.538             33.785             30.406
   Current Portion of:                  Rp Juta                   -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
         Lease liabilities              Rp Juta          79.770             69.706             64.906             64.545             64.507             79.770             69.706             64.906             64.545             64.507
         Consumer Finance Loans         Rp Juta          17.135             25.362             33.578             37.573             40.928             17.135             25.362             33.578             37.573             40.928
         Long-term bank loans           Rp Juta         255.000             95.000             65.000             35.000               5.000           255.000             95.000             65.000             35.000               5.000
         Employee benefit liabilities   Rp Juta          48.438             48.438             48.438             48.438             48.438             48.438             48.438             48.438             48.438             48.438
   Other current liabilities            Rp Juta               490                490                490                490                490                490                490                490                490                490
T otal cur r e nt liabilitie s          Rp Juta    1 .8 0 0 .0 6 2    1 .5 9 2 .6 1 2    1 .5 5 7 .0 3 1    1 .3 3 6 .6 9 8    1 .2 0 3 .2 7 5    1 .8 0 0 .0 6 2    1 .5 2 3 .8 5 8    1 .4 8 8 .2 7 7    1 .2 6 7 .9 4 4    1 .2 0 3 .2 7 5

Non Cur r e nt Liabilitie s
   Long-term loans                       Rp Juta        788.082            768.254            615.937            485.430            375.963            788.082            768.254            615.937            485.430            375.963
   Employee benefits liability           Rp Juta        887.548         1.051.054          1.224.370          1.408.085          1.602.822             887.548         1.051.054          1.224.370          1.408.085          1.602.822
   Lease Rental Liabilities              Rp Juta        208.018            197.585            194.717            193.636            193.521            208.018            197.585            194.717            193.636            193.521
   Consumer Finance                      Rp Juta         11.424             16.908             22.385             25.048             27.285             11.424             16.908             22.385             25.048             27.285
   Other non-current liabilities         Rp Juta                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
T otal Non-cur r e nt liabilitie s      Rp Juta    1 .8 9 5 .0 7 2    2 .0 3 3 .8 0 1    2 .0 5 7 .4 0 9    2 .1 1 2 .1 9 8    2 .1 9 9 .5 9 2    1 .8 9 5 .0 7 2    2 .0 3 3 .8 0 1    2 .0 5 7 .4 0 9    2 .1 1 2 .1 9 8    2 .1 9 9 .5 9 2
                                                                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
T otal Liabilitie s                     Rp Juta    3 .6 9 5 .1 3 4    3 .6 2 6 .4 1 2    3 .6 1 4 .4 4 1    3 .4 4 8 .8 9 7    3 .4 0 2 .8 6 6    3 .6 9 5 .1 3 4    3 .5 5 7 .6 5 8    3 .5 4 5 .6 8 7    3 .3 8 0 .1 4 3    3 .4 0 2 .8 6 6


Equity
   Share capital issued and fully paid   Rp Juta        199.514            199.514            199.514            199.514            199.514            199.514            199.514            199.514            199.514            199.514
   Additional paid-in capital            Rp Juta              944                944                944                944                944                944                944                944                944                944
   Treasury Stocks                       Rp Juta          (3.273)                    -                  -                  -                  -          (3.273)                    -                  -                  -                  -
   Capital stock advance                 Rp Juta                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
   Retained Earning                      Rp Juta                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -                  -
         Appropriated for general reser Rp Juta          15.925              15.925            15.925             17.062             18.708             15.925             15.925             15.925             17.062             18.708
         Un-appropriated                 Rp Juta        310.410            233.967            461.347            752.888         1.122.586             310.410            233.967            461.347            752.888         1.122.586
   Non Controlling Interest              Rp Juta           9.755            (25.579)            (8.647)           25.089             66.860             78.509             43.175             60.107             93.843            135.614
T otal Equity                           Rp Juta       5 3 3 .2 7 6       4 2 4 .7 7 2       6 6 9 .0 8 4       9 9 5 .4 9 8    1 .4 0 8 .6 1 2       6 0 2 .0 3 0       4 9 3 .5 2 6       7 3 7 .8 3 8    1 .0 6 4 .2 5 2    1 .4 7 7 .3 6 6

T otal Liabilitie s and Equity          Rp Juta    4 .2 2 8 .4 1 0    4 .0 5 1 .1 8 4    4 .2 8 3 .5 2 5    4 .4 4 4 .3 9 4    4 .8 1 1 .4 7 9    4 .2 9 7 .1 6 4    4 .0 5 1 .1 8 4    4 .2 8 3 .5 2 5    4 .4 4 4 .3 9 4    4 .8 8 0 .2 3 3




Halaman 49                                                                                                                             00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 50
Lampir an 5
P ROYEK S I LABA RUG I
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham JAI oleh FFI
Per tanggal 31 Desember 2023

                                                                         BEF ORE T RANS ACT ION                                                                                    AF T ER T RANS ACT ION
                                                De s                De s            De s          De s                            De s                   De s                 De s            De s          De s                           De s
             URAIAN              S atuan
                                               2024                2025            2026          2027                            2028                   2024                 2025            2026          2027                           2028
Revenue                          Rp Juta      6.527.390            7.279.043      8.248.477     9.914.418                       10.920.440             6.527.390            7.279.043       8.248.477     9.914.418                      10.920.440
                                                      -                     -             -             -                                -                     -                    -               -             -                               -
COGS                             Rp Juta     (2.447.778)          (2.783.389)    (3.072.079)   (3.744.679)                      (4.119.504)           (2.447.778)          (2.783.389)     (3.072.079)   (3.744.679)                     (4.119.504)

G r oss P r ofit                 Rp Juta    4 .0 7 9 .6 1 2      4 .4 9 5 .6 5 4      5 .1 7 6 .3 9 8      6 .1 6 9 .7 3 9      6 .8 0 0 .9 3 6      4 .0 7 9 .6 1 2      4 .4 9 5 .6 5 4      5 .1 7 6 .3 9 8      6 .1 6 9 .7 3 9      6 .8 0 0 .9 3 6

Operating income (Exp)           Rp Juta                   -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -                    -
    Selling and distribution     Rp Juta     (3.397.954)          (3.598.316)          (3.815.291)          (4.385.368)          (4.795.782)          (3.397.954)          (3.598.316)          (3.815.291)          (4.385.368)          (4.795.782)
    General and administrative   Rp Juta        (835.106)            (893.780)            (927.774)            (962.748)         (1.012.910)             (835.106)            (893.780)            (927.774)            (962.748)         (1.012.910)
    Other operating expenses     Rp Juta          (63.519)             (76.105)           (117.779)              (65.388)             (69.348)             (63.519)             (76.105)           (117.779)              (65.388)             (69.348)
    Other operating income       Rp Juta           84.023               86.470              91.658                52.355               52.355               84.023               86.470              91.658                52.355               52.355
Total Opex                       Rp Juta   (4 .2 1 2 .5 5 5 )   (4 .4 8 1 .7 3 0 )   (4 .7 6 9 .1 8 7 )   (5 .3 6 1 .1 4 9 )   (5 .8 2 5 .6 8 4 )   (4 .2 1 2 .5 5 5 )   (4 .4 8 1 .7 3 0 )   (4 .7 6 9 .1 8 7 )   (5 .3 6 1 .1 4 9 )   (5 .8 2 5 .6 8 4 )

Profit from Operation            Rp Juta      (1 3 2 .9 4 3 )         1 3 .9 2 4         4 0 7 .2 1 2         8 0 8 .5 9 1         9 7 5 .2 5 2        (1 3 2 .9 4 3 )         1 3 .9 2 4         4 0 7 .2 1 2         8 0 8 .5 9 1         9 7 5 .2 5 2

Finance income                   Rp Juta             6.449               6.636                7.035                8.640                8.640                 6.449               6.636                7.035                8.640                8.640
Tax on Finance Income            Rp Juta            (1.290)             (1.327)              (1.407)              (1.728)              (1.728)               (1.290)             (1.327)              (1.407)              (1.728)              (1.728)
Finance costs                    Rp Juta          (65.066)           (131.010)            (117.292)             (94.271)             (84.500)              (65.066)           (131.010)            (117.292)             (94.271)             (84.500)
Investment in associates         Rp Juta                 0                   -                    (0)           (99.727)            (159.035)                     0                   -                    (0)           (99.727)            (159.035)

P r ofit be for e income tax     Rp Juta      (1 9 2 .8 5 0 )      (1 1 1 .7 7 7 )       2 9 5 .5 4 7         6 2 1 .5 0 5         7 3 8 .6 2 9        (1 9 2 .8 5 0 )      (1 1 1 .7 7 7 )       2 9 5 .5 4 7         6 2 1 .5 0 5         7 3 8 .6 2 9
Corporate Income Tax             Rp Juta                   -                    -           (51.236)           (191.618)            (223.075)                       -                    -           (51.236)           (191.618)            (223.075)
P r ofit afte r tax              Rp Juta      (1 9 2 .8 5 0 )      (1 1 1 .7 7 7 )       2 4 4 .3 1 2         4 2 9 .8 8 7         5 1 5 .5 5 3        (1 9 2 .8 5 0 )      (1 1 1 .7 7 7 )       2 4 4 .3 1 2         4 2 9 .8 8 7         5 1 5 .5 5 3




Halaman 50                                                                                                                                00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 51
Lampir an 6
P ROYEK S I ARUS K AS
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham JAI oleh FFI
Per tanggal 31 Desember 2023

                                                                                            BEF ORE T RANS ACT ION                                                                   AF T ER T RANS ACT ION
                                                                De s               De s               De s          De s                  De s                De s              De s            De s       De s                       De s
                     URAIAN                       S atuan
                                                               2024               2025              2026           2027                  2028                2024              2025           2026        2027                       2028
Cash flow fr om ope r ating activitie s
  Receipt from customers                          Rp Juta       6.670.813          7.428.557         8.389.871         9.232.149        10.231.101 6.670.813 7.428.557 8.389.871 9.232.149 10.231.101
  Receipts of interest                            Rp Juta             5.159             5.309              5.628            5.965             6.323         5.159          5.309        5.628        5.965        6.323
  Paymet to suppliers                             Rp Juta      (3.187.939)        (3.006.741)       (3.186.529)       (3.523.575)       (3.821.268) (3.187.939) (3.006.741) (3.186.529) (3.523.575) (3.821.268)
  Parent Stock                                    Rp Juta                    -        (18.498)            (9.653)           4.266            (1.809)               -     (18.498)      (9.653)       4.266       (1.809)
  Payment of operating expenses                   Rp Juta      (2.108.034)        (2.458.998)       (2.698.420)       (2.951.401)       (3.276.151) (2.108.034) (2.483.062) (2.718.874) (2.968.787) (3.290.929)
  Payments to employees                           Rp Juta      (1.454.793)        (1.509.659)       (1.539.612)       (1.704.787)       (1.829.571) (1.454.793) (1.509.659) (1.539.612) (1.704.787) (1.829.571)
  Payments of corporate income tax                Rp Juta                    -             492          (40.628)          (64.524)        (270.695)                -          492     (40.628)     (64.524)   (270.695)
  Payment of interest loans                       Rp Juta           (98.799)        (131.010)         (117.292)         (103.718)           (91.564)      (98.799)     (131.010)    (117.292)    (103.718)      (91.564)
Ne t cash pr ovide d by ope r ating activitie s   Rp Juta       (1 7 3 .5 9 4 )    3 0 9 .4 5 4      8 0 3 .3 6 5      8 9 4 .3 7 5      9 4 6 .3 6 6 (1 7 3 .5 9 4 ) 2 8 5 .3 9 0 7 8 2 .9 1 0 8 7 6 .9 8 9 9 3 1 .5 8 7

Cash flows fr om inve sting activitie s
  Addition to fixed assets                        Rp Juta          (53.139)           (67.525)          (98.263)        (123.062)         (181.419)            (53.139)          (67.525)          (98.263)        (123.062)         (181.419)
  Additions to renovations                        Rp Juta                   -                  -                 -                 -                 -                  -                 -                 -                 -                 -
      Costs of rented buildings                   Rp Juta        (151.110)          (178.096)         (233.520)         (275.307)         (395.650)          (151.110)         (178.096)         (233.520)         (275.307)         (395.650)
  Addition do deferred charges                    Rp Juta            (7.404)          (14.438)          (20.405)          (27.037)          (40.123)            (7.404)          (14.438)          (20.405)          (27.037)          (40.123)
Ne t cash use d in inve sting activitie s         Rp Juta      (2 1 1 .6 5 3 )    (2 6 0 .0 5 9 )   (3 5 2 .1 8 8 )   (4 2 5 .4 0 7 )   (6 1 7 .1 9 2 )    (2 1 1 .6 5 3 )   (2 6 0 .0 5 9 )   (3 5 2 .1 8 8 )   (4 2 5 .4 0 7 )   (6 1 7 .1 9 2 )

Cash flows fr om financing activitie s
  Receipt Long-term Bank Loans                    Rp Juta         711.245                      -                 -                 -                  -       711.245                     -                 -                 -                 -
  Resell Treasury Stock                           Rp Juta                   -           3.273                    -                 -                  -                 -          3.273                    -                 -                 -
  Proceed from Non-Controlling Interest           Rp Juta           (9.232)                    -                 -                 -                  -         59.522                    -                 -                 -                 -
  Receipt short-term                              Rp Juta           68.568                     -                 -                 -                  -         68.568                    -                 -                 -                 -
  Payment long-term bank loans                    Rp Juta          (95.000)         (172.982)         (174.828)         (152.317)          (130.508)           (95.000)        (172.982)         (174.828)         (152.317)         (130.508)
  Payments of obligation under finance lease      Rp Juta          (13.327)           (11.712)           (3.844)                   -                  -        (13.327)          (11.712)           (3.844)                   -                 -
  Payment of consumer finance                     Rp Juta          (17.050)           (13.269)          (16.779)          (23.963)           (29.507)          (17.050)          (13.269)          (16.779)          (23.963)          (29.507)
  Payments of cash dividends                      Rp Juta                   -                  -                 -        (36.381)           (52.649)                   -                 -                 -        (36.381)          (52.649)
Ne t cash use d in financing activitie s          Rp Juta       6 4 5 .2 0 4      (1 9 4 .6 9 0 )   (1 9 5 .4 5 2 )   (2 1 2 .6 6 1 )    (2 1 2 .6 6 5 )    7 1 3 .9 5 8     (1 9 4 .6 9 0 )   (1 9 5 .4 5 2 )   (2 1 2 .6 6 1 )   (2 1 2 .6 6 5 )

Ne t incr e ase in cash and cash e quivale nt     Rp Juta       2 5 9 .9 5 8      (1 4 5 .2 9 5 )    2 5 5 .7 2 5      2 5 6 .3 0 8       1 1 6 .5 0 9      3 2 8 .7 1 2     (1 6 9 .3 5 9 )    2 3 5 .2 7 0      2 3 8 .9 2 2      1 0 1 .7 3 1

Cash and cash e quivale nt at be ginning of ye a Rp Juta          208.855            468.813           323.518           579.243           835.551            208.855           537.567           368.208           603.478           842.400

Cash and cash e quivale nt at e nd of pe r iod    Rp Juta       4 6 8 .8 1 3       3 2 3 .5 1 8      5 7 9 .2 4 3      8 3 5 .5 5 1       9 5 2 .0 6 0      5 3 7 .5 6 7      3 6 8 .2 0 8      6 0 3 .4 7 8      8 4 2 .4 0 0      9 4 4 .1 3 1




Halaman 51                                                                                                                     00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 52
Lampir an 7
ANALIS A INK REMENT AL
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham JAI oleh FFI
Per tanggal 31 Desember 2023


                                                        De s               De s           De s             De s             De s
               URAIAN                    S atuan
                                                       2024               2025           2026             2027             2028
T otal Ase t
Sebelum Rencana Transaksi                 Rp Juta     4.228.410       4.051.184         4.283.525        4.444.394         4.811.479
Setelah Rencana Transaksi                 Rp Juta     4.297.164       4.051.184         4.283.525        4.444.394         4.880.233
Inkr e me ntal                           Rp Juta        6 8 .7 5 4            -                 -                -           6 8 .7 5 4

T otal Liabilitas
Sebelum Rencana Transaksi                 Rp Juta     3.695.134       3.626.412         3.614.441        3.448.897         3.402.866
Setelah Rencana Transaksi                 Rp Juta     3.695.134       3.557.658         3.545.687        3.380.143         3.402.866
Inkr e me ntal                           Rp Juta              -        (6 8 .7 5 4 )     (6 8 .7 5 4 )    (6 8 .7 5 4 )            -

T otal Ekuitas
Sebelum Rencana Transaksi                 Rp Juta       533.276            424.772        669.084          995.498         1.408.612
Setelah Rencana Transaksi                 Rp Juta       602.030            493.526        737.838        1.064.252         1.477.366
Inkr e me ntal                           Rp Juta        6 8 .7 5 4         6 8 .7 5 4     6 8 .7 5 4       6 8 .7 5 4        6 8 .7 5 4


                                                        De s               De s           De s             De s             De s
               URAIAN                    S atuan
                                                       2024               2025           2026             2027             2028
P e ndapatan
Sebelum Rencana Transaksi                 Rp Juta     6.527.390       7.279.043         8.248.477        9.914.418        10.920.440
Setelah Rencana Transaksi                 Rp Juta     6.527.390       7.279.043         8.248.477        9.914.418        10.920.440
Inkr e me ntal                           Rp Juta              -               -                 -                -                 -

Laba T ahun Be r jalan
Sebelum Rencana Transaksi                 Rp Juta      (192.850)          (111.777)       295.547          621.505           738.629
Setelah Rencana Transaksi                 Rp Juta      (192.850)          (111.777)       295.547          621.505           738.629
Inkr e me ntal                           Rp Juta              -                  -              -                -                 -




Halaman 52                                                                   00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 53
Lampir an 8
ANALIS A S ENS IT IV IT AS
Pendapat Kewajaran Rencana Transaksi Pengambilbagian Saham JAI oleh FFI
Per tanggal 31 Desember 2023

                                                                           De s        De s          De s           De s          De s
                          URAIAN                        S AT UAN
                                                                          2024        2025          2026           2027          2028
K ondisi Nor mal
Pendapatan                                               Rp Juta      6.527.390       7.279.043     8.248.477     9.914.418     10.920.440
COGS                                                     Rp Juta     (2.447.778)     (2.783.389)   (3.072.079)   (3.744.679)     (4.119.504)
Laba (Rugi) Kotor                                        Rp Juta      4.079.612       4.495.654     5.176.398     6.169.739       6.800.936
Laba (Rugi) Operasional                                  Rp Juta       (132.943)         13.924       407.212       808.591         975.252
Laba (Rugi) Bersih                                       Rp Juta       (192.850)       (111.777)      244.312       429.887         515.553

P e ndapatan Naik 2 ,5 % dan Be ban Naik 2 ,5 %
Pendapatan                                               Rp Juta      6.690.575       7.461.019     8.454.689    10.162.278     11.193.451
COGS                                                     Rp Juta     (2.508.972)     (2.852.974)   (3.148.881)    (3.838.296)    (4.222.492)
Laba (Rugi) Kotor                                        Rp Juta      4.181.603       4.608.045     5.305.808      6.323.983      6.970.959
Laba (Rugi) Operasional                                  Rp Juta         (90.860)           615       424.957        775.748        908.652
Laba (Rugi) Bersih                                       Rp Juta         (90.860)           479       331.467        605.084        708.749

P e ndapatan T ur un 2 ,5 % dan Be ban Naik 2 ,5 %
Pendapatan                                               Rp Juta      6.364.205       7.097.067     8.042.265     9.666.557     10.647.429
COGS                                                     Rp Juta     (2.508.972)     (2.852.974)   (3.148.881)   (3.838.296)     (4.222.492)
Laba (Rugi) Kotor                                        Rp Juta      3.855.233       4.244.093     4.893.385     5.828.262       6.424.937
Laba (Rugi) Operasional                                  Rp Juta       (417.230)       (363.338)       12.533       280.027         362.630
Laba (Rugi) Bersih                                       Rp Juta       (417.230)       (363.338)        9.776       218.421         282.851




Halaman 53                                                                          00069/2.0176-00/BS/05/0453/1/VI/2024
Page 54

          
Page 55

          
Page 56

          

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.76 MB
Published2 Jul 2024
Pages56
Characters177,245
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 52 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Fast Food Indonesia Tbk p.1 ×24
linked org PT Gelael Pratama p.13
linked — BBH Luxembourg p.13
linked person Benny Setiawan Santoso p.13 ×2
linked person Elisabeth Gelael p.13
linked person Gunawan Solaiman · Komisaris Independen p.14
linked person Achmad Baiquni p.14
linked person Ricardo Gelael p.14 ×2
linked person Ferry Noviar p.14 ×2
linked person Justinus Dalimin p.14 ×2
linked person Cahyadi Wijaya p.14
linked person Fabian Gelael p.14
linked person Adhi Indrawan p.14
linked person Wachjudi Martono p.14 ×2
linked person Omar Luthfi Anwar p.14
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1 ×13
possible person Mochamad Ichsan p.6
possible org Negara Republik Indonesia p.13 ×4
possible person Anthoni Salim p.13
possible person Yuliana p.44
unresolved org PT JAGONYA AYAM INDONESIA OLEH p.1
unresolved org KJPP Ferdinand p.1 ×6
unresolved org Ichsan dan Rekan p.1 ×4
unresolved org KJPP FDI p.1 ×10
unresolved org PT Jagonya Ayam Indonesia p.1 ×9
unresolved org BAPEPAM-LK p.1 ×8
unresolved person MBA. p.4 ×2
unresolved org Bapepam p.4 ×6
unresolved org Rekan · Penilai p.6
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.6 ×2
unresolved — Telepon/Fax p.6
unresolved — PIC/Contact p.6
unresolved org Kantor Akuntan Publik Purwantono p.9 ×6
unresolved person Akta Notaris Sri Rahayu p.13 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.13
unresolved org Pengadilan Negeri p.13
unresolved person Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito p.13 ×2
unresolved person Noni Rosalia Gelael Barki · Wakil Komisaris Utama p.13 ×3
unresolved person Akta Notaris Humberg Lie p.14 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.14
unresolved org Menteri p.15
unresolved person Muhammad Hanafi p.15
unresolved org PT Jagonya Ayam Indonesia Susunan Pengurus JAI p.15
unresolved person Ir. Endang Ruchijat p.15
unresolved org Bank Indonesia p.22 ×18
unresolved org Pusat Statistik p.22
unresolved org Bank Indonesia Defisit p.23
unresolved org Pangan Nasional p.26
unresolved org Ichsan & Rekan p.42
unresolved person Bangkit Widhi Raharjo p.44
unresolved person Edho Fakhri Fuady p.44

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.455 8908 ms 12 Sep 2026 23:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': '.................................................................................................. '
                            '12'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '.................................................................................................. '
                '12',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '20'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result