Back to announcement
20240701_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_31677875_lamp2.pdf
Asset transaction Needs review UNTRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 79
Page 1
Page 2
DAFTAR ISI
• SURAT PENGANTAR YANG BERISIKAN RINGKASAN HASIL
PENDAPAT KEWAJARAN 1
• PERNYATAAN PENILAI 13
I. PENDAHULUAN 15
I.1 Dasar Penugasan 15
I.2 Identifikasi Status Penilai 15
I.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan 16
I.4 Identifikasi Objek Penilaian 16
I.5 Jenis Mata Uang yang Digunakan 16
I.6 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi 16
I.7 Ringkasan Rencana Transaksi 17
I.8 Maksud dan Tujuan Penilaian 18
I.9 Benturan Kepentingan Rencana Transaksi 18
I.10 Tanggal Penilaian 18
I.11 Tingkat Kedalaman Investigasi 18
I.12 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan 19
I.13 Asumsi dan Kondisi Pembatas 20
I.14 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi 22
I.15 Standar Penilaian 22
I.16 Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran 22
I.17 Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian
(Subsequent Events) 23
II. ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN 24
II.1 Analisis Pengaruh Transaksi Pinjam Meminjam Dana
Terhadap Keuangan Perseroan 24
II.2 Pihak-Pihak yang Bertransaksi 24
II.3 Susunan Pemegang Saham serta Susunan Dewan Komisaris
dan Direksi dari Pihak yang Bertransaksi 24
II.4 Hubungan antara Pihak-Pihak yang Bertransaksi 29
II.5 Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi 29
Page 3
II.6 Analisis Likuiditas 30
II.7 Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi 30
II.8 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi 31
II.8.1 Riwayat Singkat dan Sifat Kegiatan Usaha 31
II.8.2 Analisis Industri dan Lingkungan 36
II.8.3 Analisis Operasional dan Prospek Perseroan 38
II.8.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi 39
II.8.5 Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana
Transaksi 39
II.8.6 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan 40
II.8.7 Analisis Dampak Likuiditas 40
II.8.8 Analisis Dampak Keuangan jika Proyek yang Dibiayai
Mengalami Kegagalan 41
II.9 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi 41
II.9.1 Penilaian Kinerja Historis 41
II.9.2 Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi 45
II.9.3 Analisis Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana
Transaksi 47
II.9.4 Penilaian atas Proyeksi Keuangan 48
II.9.5 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi
Rencana Transaksi 51
II.9.6 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari
Rencana Transaksi 53
II.9.7 Analisis Yield Pinjaman Rencana Transaksi 53
II.9.8 Analisis Inkremental 54
II.9.9 Analisis Sensitivitas 55
II.10 Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas
Transaksi Pinjam Meminjam Dana 56
II.10.1 Analisis Kelayakan Investasi 56
II.10.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang 57
II.10.3 Analisis atas Faktor-Faktor Lain yang Relevan 57
II.11 Analisis atas Jaminan 57
Page 4
III. KESIMPULAN ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN 58 • INDEPENDESI PENILAI 61 • PENUTUP 61 LAMPIRAN Lampiran 1 – Data Pasar MTN Lampiran 2 – Data Term SOFR Lampiran 3 – Proyeksi Keuangan UT Sebelum Rencana Transaksi Lampiran 4 – Proyeksi Keuangan UT Sesudah Rencana Transaksi Lampiran 5 – Perhitungan Pendapatan Bunga dengan Suku Bunga Rencana Transaksi Lampiran 6 – Perhitungan Pendapatan Bunga dengan Suku Bunga Pasar Lampiran 7 – Perhitungan Analisis Sensitivitas
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Page 16
Page 17
13
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda
tangan di bawah ini menyatakan bahwa:
1. Laporan ini disusun untuk kepentingan Direksi Perseroan sehubungan dengan
rencana tersebut, dan tidak digunakan oleh pihak lain. Selanjutnya laporan ini
tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi kepada pemegang saham
Perseroan untuk menyetujui atau tidak menyetujui Rencana Transaksi tersebut
atau mengambil tindakan-tindakan tertentu atas Rencana Transaksi tersebut.
2. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian kesimpulan nilai akhir telah
dilakukan dengan benar sesuai dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
3. Analisis dan kesimpulan nilai akhir hanya dibatasi oleh asumsi-asumsi dan kondisi
pembatas yang diungkapkan di dalam laporan ini.
4. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap hasil penilaian yang dibuat dan
tidak memiliki kepentingan pribadi maupun keberpihakan kepada pihak-pihak
lain yang memiliki kepentingan terhadap objek penilaian.
5. Imbalan jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
6. Kami telah melakukan penilaian dan menyusun laporan ini sesuai dengan
Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang
Pedoman Penilaain dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Kode
Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII-2018 (KEPI & SPI
edisi VII-2018), serta Peraturan Perundangan yang berlaku.
7. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah (MAPPI).
8. Penilai memiliki pemahaman mengenai objek penilaian yang dibuat.
9. Data ekonomi dan industri dalam menyusun laporan ini diperoleh dari berbagai
sumber yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan.
10. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan ini, telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan laporan.
11. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
ini serta dipresentasikan dalam laporan ini adalah benar dan akurat sesuai
dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
12. Kesimpulan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah
disajikan sebagai kesimpulan nilai akhir.
13. Penilai bertanggung jawab atas laporan ini.
Page 18
Page 19
15
I. PENDAHULUAN
I.1 Dasar Penugasan
Berdasarkan permintaan dari PT United Tractors Tbk untuk memberikan
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion atas Rencana Transaksi Perubahan
Ketentuan dalam Perjanjian Pinjaman antara PT Pamapersada Nusantara,
yang Merupakan Anak Perusahaan dari PT United Tractors Tbk, dengan
PT Stargate Dua Pasific Resources yang tertuang dalam:
• Surat Permohonan Penilaian No.LUT/065/9960/V/2024 tanggal
13 Mei 2024 dari PT United Tractors Tbk;
• Surat Penawaran No. 0309/NDR-SB/Prop/V/24 tanggal 14 Mei 2024 dari
KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan yang telah disetujui oleh
PT United Tractors Tbk;
• Surat Penunjukan No.LUT/067/9960/V/2024 tanggal 16 Mei 2024 dari
PT United Tractors Tbk;
• Surat Perjanjian Kerja No. 015/NDR-SB/SPK/V/24 tanggal 20 Mei
2024antara KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan dengan
PT United Tractors Tbk.
Dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah melakukan investigasi dan
penilaian atas kewajaran rencana transaksi di atas, serta menyampaikan
laporan ini untuk keperluan Pengguna Laporan.
I.2 Identifikasi Status Penilai
• Penilaian ini telah dilaksanakan oleh Penilai Publik Satya Bima Nugraha,
S.E., MAPPI (Cert.) yang merupakan Rekan di KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi
Apriyanti & Rekan (“KJPP NDR”, “kami”) dengan Izin Penilai No.
B-1.23.00654 dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia;
• Penilai telah terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan Bidang Pasar Modal
Republik Indonesia dengan No. STTD.PB-58/PM.021/2024;
• Penilai dalam posisi untuk memberikan penilaian yang objektif dan tidak
memihak;
• Penilai tidak mempunyai benturan kepentingan dan/atau potensi
benturan kepentingan dengan subjek dan/atau objek penilaian;
• Penilai tidak memiliki keterlibatan material terkait dengan objek
penilaian;
• Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian dan kami tidak
menggunakan bantuan tenaga ahli dari luar KJPP NDR dalam melaksanakan
penilaian ini.
Page 20
16
I.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
• Identitas Pemberi Tugas
Nama : PT United Tractors Tbk
Alamat : Jalan Raya Bekasi Km. 22, Cakung, Jakarta Timur
Bidang usaha : Alat berat & Pertambangan
Telepon/Faks : 021-24579999
Email : yudistira@unitedtractors.com
Contact Person : Bpk. Yudistira
Jabatan : Corporate Finance & Accounting Division Head
Perseroan
• Pengguna Laporan : PT United Tractors Tbk
I.4 Identifikasi Objek Penilaian
Objek penilaian adalah penyusunan Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion)
atas rencana transaksi perubahan ketentuan dalam perjanjian pinjaman
antara PT Pamapersada Nusantara (“PAMA”), yang merupakan anak
perusahaan dari PT United Tractors Tbk (“Perseroan”), dengan
PT Stargate Dua Pasific Resources (“SDPR”). PAMA berencana untuk
melakukan perubahan dalam perjanjian pinjaman dengan SDPR terkait
dengan perubahan ketentuan marjin dalam perhitungan suku bunga pinjaman
dari sebelumnya 2% menjadi 1,63%.
Selanjutnya dalam laporan ini rencana transaksi di atas akan disebut sebagai
“Rencana Transaksi”.
I.5 Jenis Mata Uang yang Digunakan
Rencana Transaksi dilaksanakan dengan menggunakan mata uang Dolar
Amerika Serikat (“USD”).
I.6 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
• Perseroan dan PAMA merupakan perusahaan induk dari PT Danusa
Tambang Nusantara (“DTN”) di mana Perseroan memiliki 60% saham DTN
dan PAMA memiliki 40% saham DTN;
• DTN merupakan pemegang saham yang secara langsung memiliki 66,67%
saham dari PT Anugerah Surya Pacific Resources (“ASPR”);
• ASPR merupakan pemegang saham yang secara langsung memiliki 30%
saham dalam PT Stargate Mineral Asia (“SMA”) dan PT Stargate Pasific
Resources (“SPR”);
• DTN memiliki 70% saham SPR dan SMA. DTN secara tidak langsung memiliki
SDPR melalui SPR dengan kepemilikan sebesar 99% saham dan SMA dengan
kepemilikan sebesar 1% saham;
Page 21
17
• PAMA telah memberikan pinjaman kepada SDPR sebesar USD10.000.000.
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan dana yang diterima
oleh SDPR digunakan seluruhnya untuk pembayaran biaya akibat
pengakhiran perjanjian royalti dengan PT Energy Persada Khatulistiwa
(“EPK”);
• Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
dilaksanakan untuk meningkatkan profitabilitas dari SDPR dengan cara
meringankan beban bunga yang dikeluarkan oleh SDPR.
I.7 Ringkasan Rencana Transaksi
PAMA dan SDPR telah menandatangani perjanjian pinjaman tanggal
30 November 2023 sehubungan dengan pinjaman yang diberikan dari PAMA
kepada SDPR beberapa syarat dan ketentuan yang diatur dalam perjanjian
pinjaman tersebut antara lain sebagai berikut:
• Jumlah maksimum pokok pinjaman sampai dengan USD10.000.000;
• Pemberi pinjaman memiliki opsi untuk mengubah nilai tukar menjadi
Rupiah dengan menggunakan referensi nilai tukar Jakarta Interbank Spot
Dollar Rate (“JISDOR”) H-1 tanggal pencairan;
• Suku bunga pinjaman akan dibayarkan setiap 3 bulanan dengan tingkat
suku bunga sebesar term Secured Overnight Financing Rate (“term SOFR”)
ditambah marjin 2% per tahun;
• Periode pinjaman berarti periode sejak tanggal perjanjian dan berlaku
untuk jangka waktu 60 bulan setelahnya;
• Periode pinjaman dapat diperpanjang sesuai kesepakatan para pihak;
• Penarikan fasilitas pinjaman dapat dilaksanakan dalam beberapa kali
penarikan sepanjang tidak melebihi jumlah pokok;
• Penerima pinjaman tidak boleh meminjam kembali bagian pinjaman yang
telah dibayar kembali.
Rencana Transaksi merupakan amandemen pertama atas PAMA dan SDPR yang
akan diatur dalam draft amandemen I perjanjian pinjaman antara PAMA dan
SDPR.
Perubahan ketentuan yang diatur dalam draft amandemen I perjanjian
pinjaman antara PAMA dan SDPR adalah sebagai berikut:
• Perubahan ketentuan marjin. Marjin berarti 1,63% (satu koma enam puluh
tiga persen) per tahun.
Page 22
18
I.8 Maksud dan Tujuan Penilaian
Pelaksanaan penilaian ini dimaksudkan untuk memberikan pendapat
kewajaran (fairness opinion) atas Rencana Transaksi yang ditujukan dalam
rangka memenuhi ketentuan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal
1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi namun bukan
termasuk transaksi material karena nilai Rencana Transaksi besarannya di
bawah 20% dari ekuitas Perseroan per 31 Desember 2023 serta atas Rencana
Transaksi tidak terdapat benturan kepentingan.
Keterangan Jumlah
Pinjaman kepada SDPR dalam USD penuh 10,000,000
Kurs tengah BI untuk USD per 29 Desember 2023 15,416
Pinjaman kepada SDPR dalam Jutaan Rupiah 154,160
Nilai buku ekuitas Perseroan 84,035,563
% Nilai Rencana Transaksi terhadap Nilai Buku Perseroan 0.18%
I.9 Benturan Kepentingan Rencana Transaksi
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi tidak
terdapat benturan kepentingan.
I.10 Tanggal Penilaian
• Tanggal penilaian adalah per tanggal 31 Desember 2023;
• Tanggal laporan penilaian adalah tanggal 26 Juni 2024.
I.11 Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melaksanakan penyusunan pendapat kewajaran ini kami telah
melakukan investigasi untuk mengumpulkan data dengan cara melakukan
wawancara dengan manajemen Perseroan, serta melakukan penelaahan,
perhitungan dan analisis dari data dan informasi yang diperoleh dari
manajemen Perseroan maupun sumber-sumber lainnya yang relevan dan
dapat diandalkan.
Dalam proses penyusunan pendapat kewajaran kami melakukan wawancara
dengan:
• Bpk. Yudistira sebagai Corporate Finance & Accounting Division Head
Perseroan;
• Bpk. Ramandhika sebagai Corporate Treasury Dept. Head Perseroan;
• Ibu Inge Teja sebagai Corporate Financial Planning Dept. Head Perseroan;
• Ibu Sofi Christiana sebagai Corporate Treasury Staff Perseroan.
Page 23
19
I.12 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
Dalam mempersiapkan laporan ini, kami menggunakan data dan informasi
yang diperoleh dari manajemen Perseroan maupun sumber-sumber lainnya
yang relevan dan dapat diandalkan. Data dan informasi yang digunakan
adalah sebagai berikut:
1. Draft amandemen I dari perjanjian pinjaman antara PAMA dengan SDPR;
2. Perjanjian pinjaman antara PAMA dengan SDPR dengan
No.JIEP/BSD/23/017/PN-SDPR/CT tanggal 30 November 2023;
3. Laporan Keuangan Perseroan per tanggal 31 Desember 2019 sampai
dengan 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan (PwC) dengan opini wajar dalam semua hal yang
material;
4. Laporan Keuangan SDPR per tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit
oleh KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC) dengan opini
wajar dalam semua hal yang material;
5. Laporan Keuangan SDPR per tanggal 31 Desember 2020 sampai dengan
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP Paul Hadiwinata, Hidajat,
Arsono, Retno, Palilingan & Rekan (PKF) dengan opini wajar dalam semua
hal yang material;
6. Proyeksi keuangan Perseroan berupa proyeksi laba rugi dan proyeksi
posisi keuangan;
7. Proforma keuangan Perseroan dengan adanya Rencana Transaksi;
8. Dokumen legal Perseroan, PAMA, DTN dan SDPR seperti Akta Pendirian
dan Akta Perubahannya, NIB, NPWP serta dokumen-dokumen penting
lainnya;
9. Analisis ekonomi berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari
Economist Intelligence Unit (EIU), Bank Indonesia serta data dan
informasi lainnya yang dipublikasikan secara umum;
10. Wawancara dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan Rencana
Transaksi;
11. Berbagai sumber informasi, baik dari media cetak dan elektronik maupun
dari hasil analisis lainnya yang kami anggap relevan.
Kami berasumsi bahwa data dan informasi yang diberikan telah diungkapkan
sepenuhnya, sejujurnya, benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Page 24
20
I.13 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi:
1. Kami mengasumsikan bahwa Rencana Transaksi di jalankan seperti yang
telah dijelaskan oleh manajemen Pemberi Tugas dan sesuai dengan
kesepakatan serta kebenaran informasi mengenai Rencana Transaksi
yang diungkapkan oleh manajemen dalam draft amandemen I perjanjian
pinjaman antara PAMA dengan SDPR yang telah kami terima;
2. Kami mengasumsikan bahwa sejak tanggal penerbitan laporan ini sampai
dengan tanggal efektifnya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan
apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang
digunakan di dalam analisis penyusunan pendapat kewajaran;
3. Kami mengasumsikan bahwa pihak yang bertransaksi merupakan
Perusahaan yang berkelanjutan usahanya di masa mendatang dan
dikelola oleh manajemen yang profesional dan kompeten (going
concern);
4. Seluruh data dan informasi yang diterima dari Pemberi Tugas sehubungan
dengan penilaian ini adalah relevan, benar dan dapat dipercaya;
5. Seluruh pernyataan serta data dan informasi yang terdapat di dalam
laporan penilaian adalah relevan, benar dan dapat
dipertanggungjawabkan sesuai dengan prosedur penilaian yang berlaku
umum dan disampaikan dengan itikad baik;
6. Kami memperoleh informasi atas status hukum pihak yang bertransaksi,
namun kami tidak melakukan pengecekan terhadap keabsahannya;
7. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap iklim politik,
ekonomi dan hukum di mana Perusahaan melakukan kegiatan bisnisnya;
8. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap susunan
pengurus Perusahaan;
9. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap peraturan
dan hukum yang berlaku yang mempengaruhi pendapatan Perusahaan di
dalam menjalankan bisnisnya;
10. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap biaya tenaga
kerja dan biaya lain-lain yang signifikan;
11. Tidak ada gangguan yang material dan signifikan terhadap hubungan
industrial atau asosiasi tenaga kerja;
12. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap kebijakan
akuntansi yang digunakan oleh Perusahaan;
13. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap teknologi
industri dan kompetisi pasar di mana Perusahaan menjalankan bisnisnya.
Page 25
21 Kondisi pembatas: 1. Laporan ini bersifat non-disclaimer opinion; 2. Laporan ini dilaksanakan sesuai dengan maksud dan tujuan penilaian yang dinyatakan di dalam laporan, oleh karena itu tidak dapat digunakan dan/atau dikutip untuk tujuan lain; 3. Laporan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perusahaan; 4. Informasi yang telah diberikan oleh Pemberi Tugas kepada kami, seperti yang disebutkan di dalam laporan ini, dianggap layak dan dapat dipercaya, tetapi kami tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi yang diberikan terbukti tidak sesuai dengan hal yang sesungguhnya. Informasi yang dinyatakan tanpa menyebutkan sumbernya merupakan hasil penelaahan kami terhadap data-data yang ada, pemeriksaan atas dokumen, ataupun keterangan dari instansi pemerintah yang berwenang. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi tersebut sepenuhnya berada di pihak Pemberi Tugas; 5. Penilaian yang kami lakukan didasarkan pada data dan informasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas. Mengingat hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari kelengkapan, keakuratan dan penyajian data serta asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada data seperti adanya informasi baru dari publik, informasi yang merupakan hasil penyelidikan khusus ataupun dari sumber-sumber lainnya dapat merubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bersifat material. Walaupun isi dari laporan ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan cara yang profesional, kami tidak bertanggung jawab atas adanya kemungkinan yang terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh analisis tambahan ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian; 6. Kami menggunakan Proyeksi Keuangan yang diperoleh dari Pemberi Tugas dan kami telah melakukan penyesuaian yang mencerminkan kewajaran proyeksi sesuai dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan; 7. Kami bertanggung jawab atas laporan ini dan opini kewajaran; 8. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi penilaian ini akibat dari peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Laporan Penilaian (subsequent events);
Page 26
22
9. Laporan Penilaian dianggap sah apabila tertera cap (seal) KJPP Nirboyo
Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan pada lembar tanda tangan
penanggung jawab Laporan.
I.14 Persyaratan atas Persetujuan Untuk Publikasi
Laporan ini dan/atau referensi yang melampirinya dilaksanakan sesuai
dengan maksud dan tujuan penilaian yang dinyatakan dalam laporan serta
laporan ini bersifat terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan.
I.15 Standar Penilaian
Kami menyusun laporan ini sesuai dengan Peraturan OJK No.
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal, Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Kode Etik
Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII-2018 (KEPI & SPI
edisi VII-2018), serta Peraturan Perundangan yang berlaku.
I.16 Metode Analisis Penyusunan Pendapat Kewajaran
Analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi
adalah:
• Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap keuangan
perusahaan;
• Identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak;
• Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati;
• Analisis likuiditas;
• Analisis manfaat dan risiko;
• Analisis kualitatif;
• Analisis kuantitatif;
• Analisis kelayakan rencana penggunaan dana;
• Analisis atas jaminan.
Page 27
23
I.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)
Dalam penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi per tanggal
31 Desember 2023, terdapat kejadian penting yang diketahui maupun yang
patut diketahui setelah tanggal penilaian sampai dengan tanggal laporan
dikeluarkan yang tidak memengaruhi hasil penilaian yaitu:
• Per 24 April 2024, berdasarkan akta No. 98 tanggal 24 April 2024 dari
Notaris Jose Dima Satria S.H., M.Kn terdapat perubahan susunan Dewan
Komisaris dan Direksi Perseroan yaitu terdapat pengunduran diri dari
Bapak Gidion Hasan sebagai Wakil Presiden Komisaris Perseroan dan
pengangkatan Bapak Rudy sebagai Wakil Presiden Komisaris Perseroan,
Bapak Chiew Sin Cheok sebagai Komisaris Perseroan, Bapak Bruce Malcom
Cox sebagai Komisaris Independen Perseroan, dan Ibu Vilihati Surya
sebagai Direktur Perseroan. Sehingga susunan anggota Direksi dan Dewan
Komisaris Perseroan menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Rudy
Komisaris : Chiew Sin Cheok
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjarnako
Komisaris Independen : Nanan Soekarna
Komisaris Independen : Bruce Malcolm Cox
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Edhie Sarwon
Direktur : Widjaja Kartika
Direktur : Vilihati Surya
Page 28
24
II ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
II.1 Analisis Pengaruh Transaksi Pinjam Meminjam Dana terhadap Keuangan
Berdasarkan proforma keuangan per 31 Desember 2023 yang diberikan oleh
manajemen Perseroan, kami melakukan perbandingan analisis rasio
keuangan antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi dilakukan. Hasil
analisis menunjukkan bahwa Rencana Transaksi tidak memengaruhi rasio
likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas dikarenakan seluruh
fasilitas pinjaman sudah dicairkan oleh SDPR.
II.2 Pihak yang Bertransaksi
Berdasarkan draft amandemen I perjanjian pinjaman antara PAMA dan SDPR
yang kami peroleh dari manajemen Perseroan, pihak yang terlibat dalam
Rencana transaksi adalah:
• PAMA sebagai pihak pemberi pinjaman;
• SDPR sebagai pihak penerima pinjaman.
II.3 Susunan Pemegang Saham serta Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
dari Pihak yang Bertransaksi
Uraian Singkat PT United Tractors Tbk
Susunan pemegang saham Perseroan per 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
Nilai Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham
(Juta Rupiah) Kepemilikan
PT Astra International Tbk 2,219,317,358 554,829 59.50%
Fransiscus Xaverius Laksana Kesuma 200,000 50 0.01%
Iwan Hadiantoro 166,400 42 0.00%
Loudy Irwanto Ellias 34,515 9 0.00%
Edjie Sarwono 18,100 5 0.00%
Widjaja Kartika 2,000 1 0.00%
Masyarakat selain Direksi
(masing-masing kepemilikan dibawah 5%) 1,412,070,763 353,018 37.86%
Jumlah saham beredar 3,631,809,136 907,952 97.36%
Saham treasuri 98,326,000 24,582 2.64%
Jumlah 3,730,135,136 932,534 100.00%
Page 29
25
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan per 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Gidion Hasan
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjarnako
Komisaris Independen : Nanan Soekarna
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Edhie Sarwono
Direktur : Widjaja Kartika
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan
pemegang saham, namun terdapat perubahan pada susunan Dewan Komisaris
dan Direksi Perseroan. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan saat
laporan ini dikeluarkan seperti yang dinyatakan dalam bab I.17.
Uraian Singkat PT Pamapersada Nusantara
Susunan pemegang saham PAMA per 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
Nilai Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham
(Juta Rupiah) Kepemilikan
PT United Tractors Tbk 10,114,950,800 5,057,475 100.00%
PT United Tractors Pandu Engineering 49,200 25 0.00%
Jumlah 10,115,000,000 5,057,500 100.00%
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PAMA per 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Komisaris : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Komisaris : Chiew Sin Cheok
Page 30
26
Direksi
Presiden Direktur : Hendra Hutahean
Direktur : Chinthya Theresa Am
Direktur : Ari Sutrisno
Direktur : Warsito Subagio Surjaatmadja
Direktur : Roberto Dwi Handoko
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan
pemegang saham serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi PAMA.
Uraian Singkat PT Danusa Tambang Nusantara
Susunan pemegang saham DTN per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Nilai Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham
(Juta Rupiah) Kepemilikan
PT United Tractors Tbk 1,740,777 17,407,770 60.00%
PT Pamapersada Nusantara 1,160,518 11,605,180 40.00%
Jumlah 2,901,295 29,012,950 100.00%
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi DTN per 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Komisaris : Hendra Hutahean
Komisaris : Iwan Hadiantoro
Direksi
Presiden Direktur : Muliady Sutio
Direktur : Matius
Direktur : Ari Sutrisno
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan
pemegang saham serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi DTN.
Page 31
27
Uraian Singkat PT Stargate Pasific Resources
Susunan pemegang saham SPR per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Nilai Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham
(Juta Rupiah) Kepemilikan
PT Danausa Tambang Nusantara 2,100 2,100 70.00%
PT Anugerah Surya Pacific Resources 900 900 30.00%
Jumlah 3,000 3,000 100.00%
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SPR per 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris utama : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Komisaris : Hendra Hutahean
Komisaris : Eddy
Direksi
Presiden Direktur : Muliady Sutio
Direktur : Ruli Tanio
Direktur : Noviandri
Direktur : Dixon
Direktur : F Shandy Herry Hermawan
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan
pemegang saham serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi SPR.
Uraian Singkat PT Stargate Mineral Asia
Susunan pemegang saham SMA per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Nilai Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham
(Juta Rupiah) Kepemilikan
PT Danausa Tambang Nusantara 2,100 2,100 70.00%
PT Anugerah Surya Pacific Resources 900 900 30.00%
Jumlah 3,000 3,000 100.00%
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SMA per 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Komisaris : Hendra Hutahean
Komisaris : Eddy
Page 32
28
Direksi
Presiden Direktur : Muliady Sutio
Direktur : Ruli Tanio
Direktur : Noviandri
Direktur : Dixon
Direktur : F Sandhy Herry Hermawan
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan
pemegang saham serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi SMA.
Uraian Singkat PT Stargate Dua Pasific Resources
Susunan pemegang saham SDPR per 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
Nilai Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham
(Juta Rupiah) Kepemilikan
PT Stargate Pasific Resources 2,970 2,970 99.00%
PT Stargate Mineral Asia 30 30 1.00%
Jumlah 3,000 3,000 100.00%
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SDPR per 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris utama : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Komisaris : Hendra Hutahean
Komisaris utama : Eddy
Direksi
Direktur utama : Muliady Sutio
Direktur : Ruli Tanio
Direktur : Noviandri
Direktur : Dixson
Direktur : F Shandy Herry Hermawan
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan
pemegang saham serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi SDPR.
Page 33
29
II.4 Hubungan antara Pihak yang Bertransaksi
Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi atas pihak yang
bertransaksi dalam Rencana Transaksi serta informasi yang diperoleh dari
manajemen Perseroan, terdapat hubungan afiliasi antara pihak yang
bertransaksi berupa hubungan kepemilikan yang disebabkan oleh:
• Perseroan dan PAMA merupakan perusahaan induk dari DTN di mana
Perseroan memiliki 60% saham DTN dan PAMA memiliki 40% saham DTN;
• DTN merupakan pemegang saham yang secara langsung memiliki 66,67%
saham dari PT Anugerah Surya Pacific Resources (“ASPR”);
• ASPR merupakan pemegang saham yang secara langsung memiliki 30%
saham dalam SMA dan SPR;
• DTN memiliki 70% saham SPR dan SMA. DTN secara tidak langsung memiliki
SDPR melalui SPR dengan kepemilikan sebesar 99% saham dan SMA dengan
kepemilikan sebesar 1% saham;
II.5 Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi
PAMA dan SDPR telah menandatangani perjanjian pinjaman tanggal
30 November 2023 sehubungan dengan pinjaman yang diberikan dari PAMA
kepada SDPR beberapa syarat dan ketentuan yang diatur dalam perjanjian
pinjaman tersebut antara lain sebagai berikut:
• Jumlah maksimum pokok pinjaman sampai dengan USD10.000.000;
• Pemberi pinjaman memiliki opsi untuk mengubah nilai tukar menjadi
Rupiah dengan menggunakan referensi nilai tukar JISDOR H-1 tanggal
pencairan;
• Suku bunga pinjaman akan dibayarkan setiap 3 bulanan dengan tingkat
suku bunga sebesar term SOFR ditambah marjin 2% per tahun;
• Periode pinjaman berarti periode sejak tanggal perjanjian dan berlaku
untuk jangka waktu 60 bulan setelahnya;
• Periode pinjaman dapat diperpanjang sesuai kesepakatan para pihak;
• Penarikan fasilitas pinjaman dapat dilaksanakan dalam beberapa kali
penarikan sepanjang tidak melebihi jumlah pokok;
• Penerima pinjaman tidak boleh meminjam kembali bagian pinjaman yang
telah dibayar kembali.
Rencana Transaksi merupakan amandemen pertama atas PAMA dan SDPR yang
akan diatur dalam draft amandemen I perjanjian pinjaman antara PAMA dan
SDPR.
Page 34
30
Perubahan ketentuan yang diatur dalam draft amandemen I perjanjian
pinjaman antara PAMA dan SDPR adalah sebagai berikut:
• Perubahan ketentuan marjin. Marjin berarti 1,63% (satu koma enam puluh
tiga persen) per tahun.
II.6 Analisis Likuiditas
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, rasio likuiditas Perseroan tidak
mengalami perubahan karena fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA kepada
SDPR sudah mencapai jumlah maksimum.
Analisis Rasio Likuiditas
Sesudah Rencana
Audited
Analisis Rasio Transaksi Selisih
31-Dec-23 31-Dec-23
Rasio likuiditas
Rasio lancar 1.46 1.46 0.00%
Rasio cepat 1.06 1.06 0.00%
Rasio kas 0.43 0.43 0.00%
II.7 Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
Manfaat Rencana Transaksi adalah:
• Bagi PAMA, secara standalone berpotensi mendapatkan tambahan
pendapatan bunga dengan tingkat pengembalian lebih tinggi dari rata-rata
tingkat suku bunga pasar;
• Bagi SDPR meningkatkan profitabilitas SDPR dengan cara meringankan
beban bunga yang dikeluarkan oleh SDPR.
Risiko Rencana Transaksi adalah:
• Bagi PAMA akan menanggung risiko gagal bayar baik pokok pinjaman dan
bunga pinjaman.
Page 35
31
II.8 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
II.8.1 Riwayat Singkat dan Sifat Kegiatan Usaha
PT United Tractors Tbk
Perseroan didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama
PT Inter Astra Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69, di hadapan
Djojo Muljadi, S.H. Terdapat perubahan nomor 101 atas Akta Pendirian yang
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran
Berita Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973 yang
mengubah nama Perseroan menjadi PT United Tractors. Anggaran Dasar
Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perseroan sejak
19 September 1989 telah menjadi perusahaan publik dengan mencatatkan
sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
Perubahan Anggaran Dasar terakhir dan perubahan pasal 3 Anggaran Dasar
mengenai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan sebagaimana
dituangkan dalam akta No. 79 tanggal 8 April 2022 yang dibuat di hadapan
Jose Dima Satria, S.H., M.Kn, notaris di Jakarta, yang telah mendapat
mendapat pemberitahuan penerimaan pemberitahuan perubahan Anggaran
Dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai
dengan suratnya tanggal 19 April 2022 No. AHU-0028206.AH.01.02.tahun
2022.
Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi
sebagaimana dituangkan dalam Akta No. 51 tanggal 12 April 2023 yang dibuat
di hadapan Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah
mendapat pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 4 Mei 2023
No.AHU-AH.01.09-0114064.
Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak meliputi penjualan
dan penyewaan alat berat beserta pelayanan purna jual; penambangan dan
kontraktor penambangan; rekayasa, perencanaan, perakitan, dan
pembuatan komponen mesin, alat, peralatan, dan alat berat; pembuatan
kapal serta jasa perbaikannya; penyewaan kapal dan angkutan pelayaran,
industri konstruksi; pembangkit listrik; dan energi.
Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan
berkedudukan di Jakarta, Indonesia.
Page 36
32 Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya PT Astra International Tbk, perusahaan yang didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah Jardine Cycle & Carriage Ltd., perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd. adalah anak perusahaan dari Jardine Matheson Holdings Ltd., perusahaan yang didirikan di Bermuda. PT Pamapersada Nusantara PAMA didirikan berdasarkan Akta No. 74 dibuat di hadapan Rukmasanti Hardjasatya, Notaris di Jakarta, tertanggal 26 Agustus 1988. Akta tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-4876.HT.01.01.TH’89 tanggal 1 Juni 1989 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 77 tanggal 26 September 1989, Tambahan No. 2099. Anggaran Dasar PAMA telah mengalami beberapa perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan terakhir berdasarkan pada Akta Notaris No. 29 tertanggal 10 April 2023 oleh Jose Dima Satria S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta terkait dengan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi perusahaan. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia telah menerima dan mencatat perubahan tersebut berdasarkan Surat Keputusan No. AHU- AH.01.09-0108148 tanggal 10 April 2023. PAMA dan entitas anak bergerak di bidang kontraktor pertambangan batubara dan batu kapur, pertambangan batubara di area konsesi pertambangan milik sendiri, perdagangan batubara, perawatan jalan, pengoperasian pelabuhan, penyewaan peralatan berat, dan penjualan peralatan berat terpakai. PAMA memulai aktivitas komersialnya pada bulan September 1993. PAMA merupakan entitas anak Perseroan.
Page 37
33 PT Danusa Tambang Nusantara DTN didirikan berdasarkan Akta No. 32 dibuat di hadapan Marianne Vincentia Hamdani, S.H., Notaris di Jakarta, tertanggal 22 Mei 2015. Akta tersebut disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-2443737.AH.01.01 tanggal 16 Juni 2015. Anggaran Dasar perusahaan telah mengalami beberapa perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan terakhir berdasarkan pada Akta Notaris No. 267 tanggal 27 Desember 2023 dari Notaris Jose Dima Satria, SH, Notaris di Jakarta, tentang perubahan pemegang saham DTN. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia telah menerima dan mencatat perubahan tersebut berdasarkan Surat Pengakuan No. AHU-AH.01.03-0164064 tanggal 28 Desember 2023. DTN dan anak perusahaannya bergerak di bidang usaha pertambangan mineral. DTN merupakan entitas anak Perseroan. PT Stargate Pasific Resources SPR didirikan berdasarkan Akta Notaris Hasbullah Abdul Rasyid S.H., No. 8, Notaris di Jakarta tanggal 29 Agustus 2006 atas nama PT Senasuci Sejahtera. Anggaran Dasar perusahaan telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. W7- 03075.HT.01-TH.2007 tanggal 23 Maret 2007. Perubahan Anggaran Dasar dilakukan pada tanggal 16 Mei 2017, di mana PT Setia Suci Sejahtera berubah nama menjadi PT Stargate Pasific Resources. Perubahan nama tersebut dilakukan berdasarkan Akta Notaris No. 83 tanggal 16 Mei 2007 dari Mellyani Noor, S.H., Notaris di Jakarta dan disahkan oleh Surat Keputusan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. W7-08361HT .01.04-TH.2007 tanggal 26 Juli 2017. Anggaran Dasar SPR terakhir diubah berdasarkan Akta Notaris Notaris No. 165 tanggal 30 November 2023 dari Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta, mengenai di antaranya, perubahan susunan pemegang saham. Hal ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0191193 tanggal 30 November 2023. SPR dan entitas anaknya bergerak dalam bidang industri tambang nikel dan aktivitas terkait, termasuk eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, pengangkutan dan perdagangan.
Page 38
34 Pada saat laporan ini dikeluarkan, SPR memiliki Izin Usaha Pertambangan (“IUP”) dengan No. 668/DPM-PTSP/VIII/2017, lokasi tambang nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara dengan area eksploitasi seluas 1.213,2 Ha yang berlaku sejak 18 September 2014 sampai dengan 21 Desember 2029. SPR berkewajiban untuk membayar deadrent dan royalti kepada pemerintah dan melakukan reklamasi, penutupan tambang dan kewajiban lingkungan. PT Stargate Mineral Asia SMA didirikan berdasarkan Akta No. 350 Notaris Vini Suhastini, S.H., Notaris di Bekasi tanggal 29 Desember 2015. Anggaran Dasar SMA telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0003749.AH.01.01 tanggal 22 Januari 2016. Anggaran Dasar SMA terakhir diubah berdasarkan Akta Notaris No. 168 tanggal 30 November 2023 dari Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, mengenai di antaranya, perubahan susunan pemegang saham. Hal ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01. 09-0191185 tanggal 30 November 2023. SMA bergerak dalam bidang usaha industri pembuatan logam dasar bukan besi dan kawasan industri. Entitas induk SMA adalah DTN, yang merupakan entitas anak dari Perseroan. PT Stargate Dua Pasific Resources SDPR didirikan di Indonesia berdasarkan Akta Notaris No. 75 tanggal 21 November 2019 dari Notaris Vincent Sugeng Fajar, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta. Akta Pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU- 0062137.AH.01.01.Tahun 2019 pada tanggal 22 November 2019. Anggaran Dasar Perusahaan terakhir diubah dengan Akta Notaris No. 156 tanggal 29 November 2023 dari Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., mengenai di antaranya, perubahan susunan pemegang saham. Hal ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0190678 tanggal 29 November 2023. Perusahaan bergerak dalam bidang industri tambang bijih nikel.
Page 39
35 Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Jakarta. Alamat kantor Perusahaan berada di Equity Tower, Lantai 19 Unit E, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta. Pada saat laporan ini dikeluarkan, SDPR memiliki IUP sebagai berikut: • IUP No. 772/DPM-PTSP/XII/2020, lokasi tambang nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara dengan area eksploitasi seluas 461,1 Ha yang berlaku sejak 1 Februari 2011 sampai dengan 1 Februari 2031; • Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor: Sk.117 /MENLHK/SETJEN/ PLA.0/2/2023 Tentang Pemindahtanganan Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan dan Penetapan Batas Areal Kerja Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan Untuk Kegiatan Operasi Produksi Nikel Dan Sarana Penunjangnya Seluas 431,73 Ha (Empat Ratus Tiga Puluh Satu Dan Tujuh Puluh Tiga Perseratus Hektare) atas Nama PT Stargate Pasific Resources (SPR) dengan PT Stargate Dua Pasific Resources (SDPR) Pada Kawasan Hutan Produksi Tetap Di Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara Berdasarkan Keputusan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Atas Nama Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Nomor Sk.235/ 1/Klhk/2021 dengan area eksploitasi seluas 431,73 Ha tertanggal 10 Februari 2023 yang berlaku sejak 10 Februari 2023 sampai dengan 1 Februari 2031.
Page 40
36
II.8.2 Analisis Industri dan Lingkungan
Kinerja Ekonomi Indonesia
Perekonomian dunia melambat dengan ketidakpastian pasar keuangan yang
mulai mereda. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi global
tahun 2023 sebesar 3,0% dan melambat menjadi 2,8% pada tahun 2024.
Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan India tahun 2023 lebih baik
dari prakiraan awal ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan ekspansi
pemerintah. Sementara itu, ekonomi Tiongkok melemah seiring dengan
konsumsi rumah tangga dan investasi yang tumbuh terbatas. Inflasi di negara
maju, termasuk di AS, dalam kecenderungan menurun tetapi tingkatnya
masih di atas sasaran. Suku bunga kebijakan moneter, termasuk Fed Funds
Rate (FFR), diprakirakan telah mencapai puncaknya namun masih akan
bertahan tinggi dalam waktu yang lama (high for longer). Demikian pula yield
obligasi Pemerintah negara maju, termasuk US Treasury, diprakirakan dalam
kecenderungan menurun tetapi tingkatnya masih akan tinggi sejalan dengan
premi risiko jangka panjang (term-premia) terkait besarnya pembiayaan
fiskal dan utang pemerintah. Kejelasan arah kebijakan moneter di negara
maju tersebut mendorong mulai meredanya ketidakpastian pasar keuangan
global. Sehubungan dengan itu, aliran modal sejauh ini mulai kembali masuk
dan menurunkan tekanan pelemahan nilai tukar di negara emerging market,
termasuk Indonesia.Ke depan, sejumlah risiko dapat kembali meningkatkan
ketidakpastian perekonomian dunia, di antaranya masih berlanjutnya
ketegangan geopolitik, pelemahan ekonomi di sejumlah negara termasuk
Tiongkok, serta masih tingginya suku bunga kebijakan moneter dan yield
obligasi di negara maju.
Perekonomian Indonesia tetap tumbuh baik didukung oleh permintaan
domestik. Konsumsi rumah tangga dan investasi tetap tumbuh sejalan dengan
keyakinan masyarakat dan berlanjutnya penyelesaian Proyek Strategis
Nasional (PSN). Perkembangan ini dikonfirmasi oleh sejumlah indikator
utama hingga bulan Desember 2023, seperti keyakinan konsumen, penjualan
eceran, dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur. Sementara itu,
kinerja ekspor cenderung lebih baik, seiring dengan peningkatan permintaan
beberapa mitra dagang utama, seperti AS dan India. Berdasarkan Lapangan
Usaha (LU), kinerja perekonomian terutama didorong oleh Perdagangan
Besar dan Eceran, Industri Pengolahan, serta Konstruksi.
Page 41
37 Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2023 berada dalam kisaran 4,5-5,3%. Pada tahun 2024, kinerja konsumsi, baik swasta maupun Pemerintah, dan investasi diprakirakan terus meningkat sejalan dengan keyakinan konsumsi masyarakat yang tetap kuat, dampak positif pelaksanaan Pemilu, serta keberlanjutan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi tahun 2024 diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-5,5%. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan. Inflasi tetap terjaga dalam kisaran sasaran. Inflasi IHK bulan November 2023 terkendali pada 2,86% (yoy) sehingga diprakirakan inflasi IHK tahun 2023 akan berada dalam kisaran 3,0±1%. Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang tetap rendah sebesar 1,87% (yoy) sejalan dengan konsistensi kebijakan suku bunga dan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh Bank Indonesia. Inflasi administered prices juga rendah sebesar 2,07% (yoy). Sementara itu, inflasi kelompok volatile food naik menjadi 7,59% (yoy) dipengaruhi oleh faktor musiman yang memengaruhi produksi beberapa komoditas hortikultura. Bank Indonesia akan terus mencermati sejumlah risiko yang dapat mengganggu terkendalinya inflasi, terutama yang bersumber dari harga pangan. Untuk itu, Bank Indonesia tetap memperkuat bauran kebijakan moneter dan mempererat sinergi dengan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP di berbagai daerah untuk memastikan inflasi terkendali dalam kisaran 2,5±1% pada tahun 2024. Prospek Industri Alat Berat Industri alat berat sedang berada di dalam tekanan seiring rendahnya harga komoditas pertambangan. Berdasarkan data Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi), produksi alat berat nasional sepanjang 2023 tercatat sebanyak 8.066 unit. Angka ini lebih rendah 8,61% year on year (YoY) dibandingkan produksi alat berat nasional pada 2022 yakni 8.826 unit. Pelemahan harga komoditas pertambangan seperti batubara dan nikel cukup mempengaruhi realisasi produksi alat berat di Indonesia. Sebab, banyak pelaku usaha tambang mengurangi pembelian alat berat baru ketika harga komoditas kurang bersahabat bagi kelangsungan bisnisnya. Tahun 2024 akan menjadi tantangan bagi industri alat berat Indonesia. Di sektor pertambangan, melandainya harga komoditas batu bara dan nikel membuat konsumen memilih bersikap wait and see menunggu perkembangan harga komoditas ke depan.
Page 42
38
Risiko penurunan harga komoditas yang dibarengi perlambatan ekonomi
masih menjadi ancaman bagi para produsen alat berat. Sektor pertambangan
diperkirakan masih menjadi kontributor utama penjualan alat berat nasional.
Terlepas dari turunnya harga komoditas, aktivitas produksi pada dasarnya
tetap berjalan. Alhasil, kebutuhan terhadap alat berat baru di sektor
tambang tetap ada, kendati belum tentu setinggi periode sebelumnya.
Persaingan di pasar alat berat juga diyakini akan semakin ketat seiring
kehadiran pemain-pemain baru di industri tersebut.
II.8.3 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan
Perseroan mengantisipasi volatilitas harga batu bara dengan terus menjaga
dan meningkatkan keunggulan operasional dan efisiensi berkelanjutan.
Walaupun kondisi bisnis tidak sebaik tahun 2022 dengan indeks harga acuan
batu bara yang turun signifikan, Perseroan dapat mempertahankan
pencapaian kinerja yang positif. Perseroan membukukan pendapatan
konsolidasian pada tahun 2023 sebesar Rp128,6 triliun atau naik 4% dari
Rp123,6 triliun pada tahun 2022.
Beban pokok pendapatan pada tahun 2023 sebesar Rp92,8 triliun atau naik
4% dari Rp88,8 triliun dan menghasilkan laba bruto sebesar Rp35,8 triliun,
naik 3% dari Rp34,8 triliun pada tahun 2022. Perseroan memperoleh laba
tahun berjalan tercatat pada tahun 2023 sebesar Rp22,1 triliun, sedikit turun
sebesar 4% dari Rp23,0 triliun pada tahun 2022.
Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar
Rp20,6 triliun, sedikit turun sebesar 2% dari Rp21,0 triliun pada tahun 2022
dikarenakan adanya kenaikan biaya keuangan dan kerugian nilai tukar mata
uang asing.
Pada tahun 2023, Perseroan melalui DTN resmi memasuki industri nikel
dengan mengakuisisi 19,99% saham Nickel Industries Limited (NIC) serta 70%
saham SPR, perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi
Nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara dan SMA, perusahaan pemegang
Izin Usaha Industri yang akan mengembangkan pembangunan smelter nikel
dan 66,67% saham ASPR yang merupakan perusahaan induk dengan
kepemilikan 30% saham SPR dan SMA.
Page 43
39
Aksi korporasi ini adalah implementasi strategi diversifikasi ke bisnis non
batu bara dan masuk ke pasar yang sama sekali baru bagi Perseroan. Saat ini
nikel banyak dibutuhkan sebagai komoditas seiring dengan menjamurnya
produksi kendaraan listrik skala global. Sebab nikel merupakan salah satu
komponen utama pembuatan kendaraan listrik, khususnya pada komponen
baterai.
II.8.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
• Perseroan dan PAMA merupakan perusahaan induk dari DTN di mana
Perseroan memiliki 60% saham DTN dan PAMA memiliki 40% saham DTN;
• DTN merupakan pemegang saham yang secara langsung memiliki 66,67%
saham dari PT Anugerah Surya Pacific Resources (“ASPR”);
• ASPR merupakan pemegang saham yang secara langsung memiliki 30%
saham dalam SMA dan SPR;
• DTN memiliki 70% saham SPR dan SMA. DTN secara tidak langsung memiliki
SDPR melalui SPR dengan kepemilikan sebesar 99% saham dan SMA dengan
kepemilikan sebesar 1% saham;
• PAMA memberikan pinjaman kepada SDPR sebesar USD10.000.000.
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan dana yang diterima
oleh SDPR sudah digunakan seluruhnya untuk pembayaran biaya akibat
pengakhiran perjanjian royalti dengan EPK;
• Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
dilaksanakan untuk meningkatkan profitabilitas dari SDPR dengan cara
meringankan beban bunga yang dikeluarkan oleh SDPR.
II.8.5 Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana Transaksi
Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
• Bagi PAMA, dapat mendapatkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi
dibandingkan rata-rata tingkat suku bunga pasar.
Kerugian Rencana Transaksi adalah:
• Bagi PAMA, imbal hasil yang diharapkan dari Rencana Transaksi baru akan
dinikmati dalam beberapa tahun yang akan datang, dibandingkan investasi
pada instrumen keuangan lainnya yang dapat segera diperoleh hasilnya.
Page 44
40
II.8.6 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, rasio solvabilitas Perseroan tidak
mengalami perubahan karena per 31 Desember 2023 fasilitas pinjaman sudah
mencapai jumlah maksimum.
Analisis Rasio Solvabilitas
Sesudah Rencana
Audited
Analisis Rasio Transaksi Selisih
31-Dec-23 31-Dec-23
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio (DER) 22.46% 22.46% 0.00%
Debt to total assets ratio (DAR) 12.25% 12.25% 0.00%
Long term debt to equity ratio 20.92% 20.92% 0.00%
Kami juga melakukan perbandingan debt to equity ratio Perseroan dengan
debt to equity ratio industri Metals & Mining berdasarkan data Damodaran
selama 5 tahun terakhir. Hasil perbandingan adalah sebagai berikut:
Analisis Debt To Equity Ratio Industri
Debt to equity ratio
Periode
Industri UT
2019 58,64% 23,06%
2020 45,93% 19,77%
2021 29,91% 12,79%
2022 33,93% 3,35%
2023 35,00% 22,46%
Minimum 29,91% 3,35%
Maksimum 58,64% 23,06%
Median 35,00% 19,77%
Rata-rata 40,68% 16,29%
Dari perbandingan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam 5 tahun terakhir
dan per 31 Desember 2023, posisi leverage Perseroan lebih baik dibandingkan
dari rata-rata industri.
II.8.7 Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan Penerima Pinjaman
Berdasarkan penjelasan Manajemen Perseroan, akan dilakukan injeksi modal
dari SPR kepada SDPR yang dana tersebut akan digunakan oleh SDPR untuk
melakukan pembayaran atas pinjaman kepada PAMA.
Page 45
41
II.8.8 Analisis Dampak Keuangan jika Proyek yang Dibiayai Mengalami
Kegagalan
Berdasarkan analisis rasio keuangan sesudah Rencana Transaksi menunjukkan
bahwa rasio likuiditas Perseroan tidak mengalami perubahan karena fasilitas
pinjaman sudah mencapai jumlah maksimum.
Untuk meminimalisasi risiko gagal bayar, Perseroan sebagai perusahaan
pengendali dari pihak penerima pinjaman dapat menetapkan kebijakan
perusahaan dan akan selalu mengawasi kinerja penerima pinjaman agar
menghindari risiko gagal bayar. Serta, Perseroan memiliki hak untuk
menentukan anggota Dewan Komisaris dan Direksi di pihak penerima
pinjaman.
II.9 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
II.9.1 Penilaian Kinerja Historis
Berdasarkan data Laporan Keuangan Auditan Perseroan per
31 Desember 2019 sampai dengan per 31 Desember 2023 yang kami peroleh
dari manajemen Perseroan, kondisi keuangan Perseroan adalah sebagai
berikut:
Laporan Posisi Keuangan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Aset
Aset lancar
Jumlah aset lancar 50,826,955 44,195,782 60,604,068 78,930,048 62,667,105
Aset tidak lancar
Jumlah aset tidak lancar 60,886,420 55,605,181 51,957,288 61,548,172 91,361,143
Jumlah aset 111,713,375 99,800,963 112,561,356 140,478,220 154,028,248
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Jumlah liabilitas jangka pendek 32,585,529 20,943,824 30,489,218 42,037,402 43,038,299
Liabilitas jangka panjang
Jumlah liabilitas jangka panjang 18,017,772 15,709,999 10,249,381 8,926,993 26,954,386
Jumlah liabilitas 50,603,301 36,653,823 40,738,599 50,964,395 69,992,685
Ekuitas
Jumlah ekuitas 61,110,074 63,147,140 71,822,757 89,513,825 84,035,563
Jumlah liabilitas & ekuitas 111,713,375 99,800,963 112,561,356 140,478,220 154,028,248
Page 46
42
Jumlah aset sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan rata-rata tahunan Compound Annual Growth Rate (“CAGR”)
sebesar 8,36%.
Jumlah liabilitas sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
penurunan rata-rata tahunan CAGR sebesar 8,45%.
Jumlah ekuitas sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 8,29%.
Laporan Laba Rugi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Pendapatan 84,430,478 60,346,784 79,460,503 123,607,460 128,583,264
Beban pokok pendapatan (63,199,825) (47,357,491) (59,795,542) (88,848,772) (92,797,027)
Laba kotor 21,230,653 12,989,293 19,664,961 34,758,688 35,786,237
Beban penjualan (1,039,971) (1,342,063) (1,125,733) (1,064,580) (1,321,419)
Beban umum & administrasi (3,585,671) (3,353,253) (3,663,613) (4,561,392) (4,741,675)
Penghasilan lain-lain 501,446
Beban lain-lain (312,886) (824,035) (980,291) (560,803) (885,424)
Penghasilan keuangan 616,712 758,513 871,973 998,148 1,126,994
Biaya keuangan (2,333,765) (1,539,907) (754,155) (759,935) (1,879,411)
Bagian atas laba bersih entitas asosiasi &
400,367 322,638 449,108 635,915 635,038
ventura bersama
Laba sebelum pajak penghasilan 15,476,885 7,011,186 14,462,250 29,446,041 28,720,340
Beban pajak penghasilan (4,342,244) (1,378,761) (3,853,983) (6,452,368) (6,590,244)
Laba tahun berjalan 11,134,641 5,632,425 10,608,267 22,993,673 22,130,096
Jumlah pendapatan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 11,09%.
Jumlah laba bruto sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 13,94%.
Jumlah laba tahun berjalan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 18,73%.
Page 47
43
Laporan Arus Kas
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Arus kas dari aktivitas operasi
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas
9,435,985 18,557,088 23,284,854 32,891,585 26,346,848
operasi
Arus kas dari aktivitas investasi
Kas bersih yang digunakan untuk
(9,757,541) (2,594,328) (3,158,997) (10,401,292) (33,439,773)
aktivitas investasi
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Kas bersih yang (digunakan untuk) /
(830,690) (7,834,254) (7,419,838) (18,653,279) (12,230,036)
diperoleh dari aktivitas pendanaan
Kenaikan bersih kas & bank (1,152,246) 8,128,506 12,706,019 3,837,014 (19,322,961)
Dampak perubahan selisih kurs
(195,268) 279,407 117,148 1,122,758 (361,943)
terhadap kas & bank
Kas & bank - awal 13,438,175 12,090,661 20,498,574 33,321,741 38,281,513
Kas & bank - akhir 12,090,661 20,498,574 33,321,741 38,281,513 18,596,609
Sejak tahun 2019 sampai dengan 2023, aktivitas operasi Perseroan secara
keseluruhan mampu untuk memenuhi kebutuhan aktivitas investasi dan
pendanaan.
Analisis Rasio
Audit Audit Audit Audit Audit
Analisis Rasio
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Rasio likuiditas
Rasio lancar 1.56 2.11 1.99 1.88 1.46
Rasio cepat 1.22 1.73 1.68 1.51 1.06
Rasio kas 0.37 0.98 1.09 0.91 0.43
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 23.06% 19.77% 12.79% 3.35% 22.46%
Debt to total assets ratio 12.61% 12.51% 8.16% 2.14% 12.25%
Long term debt to equity ratio 17.37% 13.36% 4.15% 1.13% 20.92%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 25.15% 21.52% 24.75% 28.12% 27.83%
Net profit margin 13.19% 9.33% 13.35% 18.60% 17.21%
ROA 9.97% 5.64% 9.42% 16.37% 14.37%
ROE 18.22% 8.92% 14.77% 25.69% 26.33%
Rasio Likuiditas
Rasio lancar menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar
kewajiban jangka pendek dengan aset lancar yang dimilikinya. Pada tahun
2019, rasio lancar adalah 1,56 dan meningkat signifikan pada tahun 2020
menjadi 2,11. Namun, rasio ini menurun secara bertahap hingga mencapai
1,46 pada tahun 2023. Meskipun terjadi penurunan, rasio ini masih
menunjukkan bahwa perusahaan memiliki cukup aset lancar untuk menutupi
kewajiban jangka pendeknya.
Page 48
44 Rasio cepat yang mengukur likuiditas perusahaan tanpa memperhitungkan persediaan, menunjukkan tren yang mirip dengan rasio lancar. Rasio cepat meningkat dari 1,22 pada tahun 2019 menjadi 1,73 pada tahun 2020, tetapi kemudian menurun hingga 1,06 pada tahun 2023. Penurunan ini menunjukkan penurunan likuiditas yang lebih cepat dibandingkan rasio lancar. Rasio kas menunjukkan jumlah kas dan setara kas dibandingkan dengan kewajiban lancar. Rasio ini menunjukkan fluktuasi yang signifikan, meningkat dari 0,37 pada tahun 2019 menjadi 0,98 pada tahun 2020 dan mencapai puncaknya pada 1,09 pada tahun 2021 sebelum menurun drastis ke 0,43 pada tahun 2023. Penurunan ini mengindikasikan penurunan ketersediaan kas untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. Rasio Solvabilitas Rasio solvabilitas mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Debt to equity ratio menunjukkan penurunan signifikan dari 23,06% pada tahun 2019 menjadi 3,35% pada tahun 2022, sebelum meningkat kembali menjadi 22,46% pada tahun 2023. Debt to total assets ratio juga menunjukkan tren penurunan dari 12,61% pada tahun 2019 menjadi 2,14% pada tahun 2022, dengan peningkatan kembali ke 12,25% pada tahun 2023. Long term debt to equity ratio mencerminkan pengurangan drastis dari 17,37% pada tahun 2019 menjadi 1,13% pada tahun 2022 sebelum naik ke 20,92% pada tahun 2023. Mulai dari tahun 2020, Perseroan secara bertahap mengurangi jumlah utang yang dimilikinya, terutama pada tahun 2021. Keputusan ini diambil karena Perseroan memiliki posisi kas yang mencukupi. Pada tahun 2023 menambah utang bank jangka panjang karena merupakan salah satu cara pendanaan untuk melakukan kegiatan investasi terutama kegiatan akusisi dan kebutuhan modal kerja. Rasio Profitabilitas Gross profit margin mengalami sedikit penurunan dari 25,15% pada tahun 2019 menjadi 21,52% pada tahun 2020, kemudian meningkat hingga mencapai 28,12% pada tahun 2022 sebelum sedikit menurun ke 27,83% pada tahun 2023. Net profit margin menunjukkan tren yang serupa, menurun dari 13,19% pada tahun 2019 menjadi 9,33% pada tahun 2020 dan kemudian meningkat ke 18,60% pada tahun 2022 sebelum sedikit turun ke 17,21% pada tahun 2023.
Page 49
45
Return on Assets (ROA) menurun dari 9,97% pada tahun 2019 menjadi 5,64%
pada tahun 2020, namun kemudian meningkat signifikan hingga mencapai
16,37% pada tahun 2022 sebelum sedikit menurun ke 14,37% pada tahun
2023. Return on Equity (ROE) menurun dari 18,22% pada tahun 2019 menjadi
8,92% pada tahun 2020, namun meningkat drastis hingga mencapai 25,69%
pada tahun 2022 dan 26,33% pada tahun 2023.
II.9.2 Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
Berdasarkan proforma keuangan yang diberikan oleh manajemen Perseroan
dengan asumsi:
• Jumlah total fasilitas pinjaman di dalam perjanjian pinjaman adalah
USD10.000.000. per Desember 2023 sudah melakukan penarikan sebesar
USD10.000.000. Sehingga fasilitas pinjaman sudah mencapai jumlah
maksimum.
• Nilai tukar yang digunakan adalah kurs tengah Bank Indonesia per
29 Desember 2023 di mana USD1 setara dengan Rp15.416.
Page 50
46
Maka dampak dari Rencana Transaksi terhadap performa keuangan Perseroan
per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
Proforma Posisi Keuangan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Sesudah Rencana
Audited
Penyesuaian Transaksi
31-Dec-23 31-Dec-23
Aset
Aset lancar
Kas & setara kas 18,596,609 18,596,609
Jumlah aset lancar 62,667,105 0 62,667,105
Aset tidak lancar
Jumlah aset tidak lancar 91,361,143 0 91,361,143
Jumlah aset 154,028,248 0 154,028,248
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Jumlah liabilitas jangka pendek 43,038,299 0 43,038,299
Liabilitas jangka panjang
Jumlah liabilitas jangka panjang 26,954,386 0 26,954,386
Jumlah liabilitas 69,992,685 0 69,992,685
Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
79,250,552 0 79,250,552
pemiliki entitas induk
Kepentingan nonpengendali 4,785,011 4,785,011
Jumlah ekuitas 84,035,563 0 84,035,563
Jumlah liabilitas & ekuitas 154,028,248 0 154,028,248
Proforma posisi keuangan mengenai pengaruh Rencana Transaksi
menunjukkan tidak adanya perbedaan antara sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi pada tanggal 31 Desember 2023.
Page 51
47
Proforma Laba Rugi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Sesudah Rencana
Audited
Penyesuaian Transaksi
31-Dec-23 31-Dec-23
Pendapatan 128,583,264 128,583,264
Beban pokok pendapatan (92,797,027) (92,797,027)
Laba kotor 35,786,237 0 35,786,237
Beban penjualan (1,321,419) (1,321,419)
Beban umum & administrasi (4,741,675) (4,741,675)
Penghasilan lain-lain
Beban lain-lain (885,424) (885,424)
Penghasilan keuangan 1,126,994 1,126,994
Biaya keuangan (1,879,411) (1,879,411)
Bagian atas laba bersih entitas asosiasi &
635,038 635,038
ventura bersama
Laba sebelum pajak penghasilan 28,720,340 0 28,720,340
Beban pajak penghasilan (6,590,244) (6,590,244)
Laba tahun berjalan 22,130,096 0 22,130,096
Proforma laba rugi Perseroan menunjukkan bahwa Rencana Transaksi tidak
memengaruhi laba rugi Perseroan.
II.9.3 Analisis Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
Berdasarkan proforma keuangan per 31 Desember 2023 yang diberikan oleh
manajemen Perseroan, kami melakukan perbandingan analisis rasio
keuangan antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi dilakukan. Hasil
analisis adalah sebagai berikut:
Analisis Rasio
Sesudah Rencana
Audited
Analisis Rasio Transaksi Selisih
31-Dec-23 31-Dec-23
Rasio likuiditas
Rasio lancar 1.46 1.46 0.00%
Rasio cepat 1.06 1.06 0.00%
Rasio kas 0.43 0.43 0.00%
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio (DER) 22.46% 22.46% 0.00%
Debt to total assets ratio (DAR) 12.25% 12.25% 0.00%
Long term debt to equity ratio 20.92% 20.92% 0.00%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 27.83% 27.83% 0.00%
Net profit margin 17.21% 17.21% 0.00%
Return on Asset (ROA) 0.14 0.14 0.00%
Return on Equity (ROE) 0.26 0.26 0.00%
Page 52
48
Dari tabel di atas, dapat diperoleh informasi bahwa per 31 Desember 2023
Rencana Transaksi tidak berdampak pada rasio keuangan karena dana
fasilitas sudah mencapai jumlah maksimum.
II.9.4 Penilaian atas Proyeksi Keuangan
Kami melakukan perbandingan atas proyeksi keuangan sebelum dan sesudah
Rencana Transaksi yang sudah disiapkan oleh manajemen Perseroan. Asumsi
utama yang digunakan adalah bahwa:
• Dalam proyeksi sebelum dan sesudah Rencana Transaksi di asumsikan SPR
melakukan penambahan modal di SDPR;
• Asumsi nilai tukar yang digunakan adalah kurs di mana USD1 setara dengan
Rp16.000;
• Proyeksi sebelum Rencana Transaksi suku bunga term SOFR+2% marjin;
• Proyeksi sesudah Rencana Transaksi suku bunga term SOFR+1,63% marjin;
• Term SOFR yang digunakan adalah per 29 Desember 2023 sebesar 5,33%;
Atas proyeksi keuangan Perseroan yang kami terima, kami melakukan
penyesuaian proyeksi keuangan dengan melihat kepada tingkat kewajaran
atas profitabilitas Perseroan selama periode proyeksi berdasarkan data
historis dan asumsi-asumsi yang disampaikan oleh manajemen.
Page 53
49
Hasil perbandingan adalah sebagai berikut:
Analisis Proyeksi Laba Rugi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Pendapatan
Sebelum Rencana Transaksi 123,271,796 122,936,826 125,970,335 130,997,661 135,508,498
Sesudah Rencana Transaksi 123,271,796 122,936,826 125,970,335 130,997,661 135,508,498
Selisih (sesudah - sebelum) 0 0 0 0 0
% selisih 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
Laba Kotor
Sebelum Rencana Transaksi 29,415,408 27,601,295 29,634,996 31,177,795 32,392,367
Sesudah Rencana Transaksi 29,415,408 27,601,295 29,634,996 31,177,795 32,392,367
Selisih (sesudah - sebelum) 0 0 0 0 0
% selisih 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
EBIT
Sebelum Rencana Transaksi 22,909,838 20,955,873 22,640,054 23,898,860 24,910,789
Sesudah Rencana Transaksi 22,909,838 20,955,873 22,640,054 23,898,860 24,910,789
Selisih (sesudah - sebelum) 0 0 0 0 0
% selisih 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
Laba Sebelum Pajak Penghasilan
Sebelum Rencana Transaksi 21,595,107 19,995,718 21,757,244 23,013,125 24,140,744
Sesudah Rencana Transaksi 21,595,107 19,995,718 21,757,244 23,013,125 24,140,744
Selisih (sesudah - sebelum) 0 0 0 0 0
% selisih 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
Laba Tahun Berjalan
Sebelum Rencana Transaksi 16,941,321 15,713,117 17,074,334 18,020,942 18,917,421
Sesudah Rencana Transaksi 16,941,321 15,713,117 17,074,334 18,020,942 18,917,421
Selisih (sesudah - sebelum) 0 0 0 0 0
% selisih 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
Dari perbandingan proyeksi laba rugi sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
menunjukkan bahwa tidak ada perubahan pada proyeksi laba rugi imbas
turunnya suku bunga dari term SOFR+2% marjin menjadi term SOFR+1,63%
marjin.
Page 54
50
Analisis Proyeksi Posisi Keuangan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Aset Lancar
Sebelum Rencana Transaksi 61,495,393 63,066,660 69,096,941 70,828,133 72,671,430
Sesudah Rencana Transaksi 61,495,393 63,066,660 69,096,941 70,828,133 72,671,431
Selisih (sesudah - sebelum) 0 0 0 0 0
% selisih 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
Aset Tidak Lancar
Sebelum Rencana Transaksi 104,579,948 109,627,760 107,688,736 112,045,717 111,911,428
Sesudah Rencana Transaksi 104,579,948 109,627,760 107,688,736 112,045,717 111,911,428
Selisih (sesudah - sebelum) 0 0 0 0 0
% selisih 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
Liabilitas Jangka Pendek
Sebelum Rencana Transaksi 39,410,662 46,383,464 46,829,182 47,689,425 46,849,938
Sesudah Rencana Transaksi 39,410,662 46,383,464 46,829,182 47,689,425 46,849,938
Selisih (sesudah - sebelum) (0) 0 (0) 0 0
% selisih 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
Liabilitas Jangka Panjang
Sebelum Rencana Transaksi 31,214,306 24,822,755 18,186,963 19,916,920 18,847,136
Sesudah Rencana Transaksi 31,214,306 24,822,755 18,186,963 19,916,920 18,847,136
Selisih (sesudah - sebelum) 0 0 0 0 0
% selisih 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
Ekuitas
Sebelum Rencana Transaksi 95,450,373 101,488,201 111,769,532 115,267,505 118,885,783
Sesudah Rencana Transaksi 95,450,373 101,488,201 111,769,532 115,267,506 118,885,784
Selisih (sesudah - sebelum) 0 0 0 0 0
% selisih 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
Dari perbandingan proyeksi posisi keuangan sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan antara sebelum dan
sesudah Rencana Transaksi.
Page 55
51
II.9.5 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi Pinjaman
Berdasarkan data Laporan Keuangan Auditan SDPR per 31 Desember 2020
sampai dengan per 31 Desember 2023 yang kami peroleh dari manajemen
Perseroan, kondisi keuangan SDPR adalah sebagai berikut:
Laporan Posisi Keuangan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Unaudit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Aset
Aset lancar
Jumlah aset lancar 3,000 2,768 71 30 44
Aset tidak lancar
Jumlah aset tidak lancar 0 0 0 4,127 4,148
Jumlah aset 3,000 2,768 71 4,157 4,192
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Jumlah liabilitas jangka pendek 0 4 3 8,902 167,441
Liabilitas jangka panjang
Jumlah liabilitas jangka panjang 0 0 684 0 0
Jumlah liabilitas 0 4 688 8,902 167,441
Ekuitas / (defisiensi ekuitas)
Jumlah ekuitas 3,000 2,764 (616) (4,745) (163,249)
Jumlah liabilitas & ekuitas 3,000 2,768 71 4,157 4,192
Sejak tahun 2019 sampai dengan 31 Desember 2023 SDPR belum beroperasi
secara komersial.
Laporan Laba Rugi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Unaudit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Beban umum & administrasi 0 (236) (3,380) (4,128) (3,388)
Beban bunga 0 0 (0) (1) 26
Pendapatan bunga 0 0 (0) 0 (982)
Lain-lain 0 0 0 0 (154,160)
Laba / (rugi) sebelum pajak penghasilan 0 (236) (3,380) (4,129) (158,504)
Manfaat / (beban) pajak penghasilan 0 0 0 0 0
Laba / (rugi) tahun berjalan 0 (236) (3,380) (4,129) (158,504)
Laba / (rugi) komprehensif lainnya 0 0 0 0 0
Jumlah laba / (rugi) komprehensif tahun
0 (236) (3,380) (4,129) (158,504)
berjalan
Sejak tahun 2019 sampai dengan 31 Desember 2023 SDPR belum beroperasi
secara komersial.
Page 56
52
Laporan Arus Kas
Disajikan dalam jutaan Rupiah
UnAudit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Arus kas dari aktivitas operasi
Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
0 (232) (3,381) (3,689) (157,381)
operasi
Arus kas dari aktivitas investasi
Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
0 0 0 (4,127) (25)
investasi
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas
0 232 3,423 7,805 157,419
pendanaan
Kenaikan bersih kas & setara kas 0 0 41 (11) 14
Kas & setara kas - awal 0 0 0 41 30
Kas & setara kas - akhir 0 0 41 30 44
Sejak tahun 2019 sampai dengan 31 Desember 2023, untuk memenuhi
aktivitas operasional dan investasi SDPR memerlukan dana dari pemegang
sahamnya karena perusahaan belum beroperasi secara komersial.
Analisis Rasio
Unaudit Audit Audit Audit Audit
Analisis Rasio
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Rasio likuiditas
Rasio lancar 0.00 645.30 21.74 0.00 0.00
Rasio cepat 0.00 645.30 21.74 0.00 0.00
Rasio kas 0.00 0.00 12.59 0.00 0.00
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 0.00% 0.00% -111.04% -0.51% -7.39%
Debt to total assets ratio 0.00% 0.00% 959.76% 0.58% 287.91%
Long term debt to equity ratio 0.00% 0.00% -111.04% 0.00% 0.00%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
Net profit margin 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
ROA 0.00% -8.52% -4740.73% -99.32% -3781.34%
ROE 0.00% -8.54% 548.47% 87.01% 97.09%
Rasio Likuiditas
Sejak tahun 2019 sampai dengan 31 Desember 2023 SDPR belum beroperasi
secara komersial.
Rasio Solvabilitas
Sejak tahun 2019 sampai dengan 31 Desember 2023 SDPR belum beroperasi
secara komersial.
Rasio Profitabilitas
Sejak tahun 2019 sampai dengan 31 Desember 2023 SDPR belum beroperasi
secara komersial.
Page 57
53
II.9.6 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Rencana
Transaksi
Dalam perjanjian pinjaman antara PAMA dan SDPR tidak diatur mengenai
financial covenant berupa penyampaian laporan keuangan kepada pemberi
pinjaman. Namun dengan pertimbangan bahwa pemberi pinjaman
merupakan induk perusahaan maka pemberi pinjaman mendapatkan askes
untuk laporan keuangan perusahaan. Serta untuk meminimalisasi risiko gagal
bayar, Perseroan sebagai perusahaan pengendali dari pihak penerima
pinjaman dapat menetapkan kebijakan perusahaan dan akan selalu
mengawasi kinerja penerima pinjaman agar menghindari risiko gagal bayar.
Selain itu Perseroan juga memiliki hak untuk menentukan anggota Dewan
Komisaris dan Direksi di pihak penerima pinjaman.
II.9.7 Analisis Yield Pinjaman Rencana Transaksi
Berdasarkan draft amandemen I perjanjian pinjaman antara PAMA dengan
SDPR, suku bunga pinjaman yang disepakati adalah sebesar term SOFR
ditambah marjin 1,63% per tahun dan pembayaran bunga akan dibayarkan
setiap 3 bulanan.
Per 31 Desember 2023, tingkat suku bunga untuk term SOFR 3 bulanan adalah
sebesar 5,33% per tahun. Sehingga dalam laporan ini, suku bunga pinjaman
yang disepakati dalam Rencana Transaksi adalah 6,96% per tahun.
Kami melakukan analisis dengan membandingkan tingkat suku bunga
pinjaman dalam Rencana Transaksi dengan rata-rata tingkat suku bunga
pasar. Untuk menentukan tingkat suku bunga pasar, kami menggunakan suku
bunga pinjaman yang diberikan dari Medium Term Notes (“MTN”) untuk
jangka waktu 3 sampai dengan 5 tahun yang dikeluarkan dalam mata uang
USD dengan periode pembayaran suku bunga pinjaman setiap
3 dan 6 bulanan. Berdasarkan analisis yang kami lakukan atas data MTN dalam
mata uang USD yang dikeluarkan pada tahun 2021 sampai dengan 2023,
tingkat suku bunga yang ditawarkan berada dikisaran 4,00% sampai dengan
7,00% per tahun dengan rata-rata 5,80% per tahun.
Dari analisis perbandingan antara tingkat suku bunga pinjaman dalam
Rencana Transaksi dengan tingkat suku bunga pasar disimpulkan bahwa
tingkat suku bunga pinjaman dalam Rencana Transaksi lebih tinggi
dibandingkan rata-rata tingkat suku bunga pasar.
Page 58
54
II.9.8 Analisis Inkremental
Kontribusi Nilai Tambah
Dalam analisis ini kami melakukan membandingkan pendapatan bunga yang
akan diperoleh dari suku bunga pinjaman Rencana Transaksi dengan
pendapatan bunga yang akan diperoleh apabila Perseroan menempatkan
dana yang tersedia di MTN dengan rata-rata tingkat suku bunga pasar.
Dalam analisis ini diasumsikan bahwa jumlah maksimum pokok pinjaman
sebesar USD10.000.000 akan dilakukan dalam satu kali penarikan.
Dengan asumsi rencana penarikan pinjaman di atas, serta dengan
mengasumsikan bahwa rata-rata suku bunga MTN sebesar 5,80% per tahun
sebagai rata-rata tingkat suku bunga pasar, maka berikut merupakan analisis
perbandingan pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh
dengan suku bunga pinjaman Rencana Transaksi dan rata-rata tingkat suku
bunga pasar:
Disajikan dalam USD
Pendapatan Bunga
Suku Bunga Rata-rata Suku Bunga
Rencana Transaksi Pasar
Jumlah pinjaman 10,000,000 10,000,000
Suku bunga 6.96% 5.80%
Periode pinjaman 5 5
Total pendapatan bunga selama
1,927,011 1,591,810
periode pinjaman
Selisih (335,201)
Selisih % -17.39%
Dari analisis kontribusi nilai tambah diperoleh informasi bahwa total
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh dengan rata-rata
tingkat suku bunga pasar lebih rendah 17,39% dibandingkan total pendapatan
bunga dengan tingkat suku bunga pinjaman Rencana Transaksi.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi lebih menguntungkan
dibandingkan apabila Perseroan dan PAMA menempatkan dana yang tersedia
di MTN dengan rata-rata tingkat suku bunga pasar.
Page 59
55
Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Laba Tahun Berjalan
Sebelum Rencana Transaksi 16,941,321 15,713,117 17,074,334 18,020,942 18,917,421
Sesudah Rencana Transaksi 16,941,321 15,713,117 17,074,334 18,020,942 18,917,421
Lembar saham 3,631,809,136
Laba Per Saham (Rupiah)
Sebelum Rencana Transaksi 4,665 4,327 4,701 4,962 5,209
Sesudah Rencana Transaksi 4,665 4,327 4,701 4,962 5,209
Selisih (sesudah - sebelum) 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
% selisih 0.00% 0.00% 0.00% 0.00% 0.00%
Berdasarkan proyeksi keuangan sesudah Rencana Transaksi yang diterima
dari manajemen Perseroan menunjukkan bahwa laba per saham sesudah
Rencana Transaksi tidak mengalami perubahan.
Informasi Non Keuangan Yang Relevan
Berdasarkan data yang diterima dari manajemen Perseroan, kami tidak
menemukan adanya informasi non keuangan material lainnya yang relevan
atas Rencana Transaksi selain dari informasi yang sudah kami sampaikan
dalam laporan ini.
II.9.9 Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas dilakukan dengan melihat pengaruh perubahan rata-rata
tingkat suku bunga pasar terhadap selisih antara total pendapatan bunga
selama periode pinjaman dengan tingkat suku bunga pinjaman Rencana
Transaksi dengan total pendapatan bunga selama periode pinjaman dengan
rata-rata tingkat suku bunga pasar. Dalam analisis ini kami mengasumsikan
bahwa rata-rata tingkat suku bunga pasar akan mengalami kenaikan dan
penurunan sebesar 5% dan 10%. Hasil analisis adalah sebagai berikut:
Disajikan dalam USD
Pendapatan Bunga
Rata-rata Suku Rata-rata Suku Rata-rata Suku Rata-rata Suku
Suku Bunga Rata-rata Suku
Bunga Pasar Bunga Pasar Bunga Pasar Bunga Pasar
Rencana Transaksi Bunga Pasar
Naik 5% Naik 10% Turun 5% Turun 10%
Jumlah pinjaman 10,000,000 10,000,000 10,000,000 10,000,000 10,000,000 10,000,000
Suku bunga 6.96% 5.80% 6.09% 6.38% 5.51% 5.22%
Periode pinjaman 5 5 5 5 5 5
Total pendapatan bunga selama
1,927,011 1,591,810 1,675,001 1,758,531 1,508,958 1,426,446
periode pinjaman
Selisih (335,201) (252,010) (168,480) (418,053) (500,565)
% selisih -17.39% -13.08% -8.74% -21.69% -25.98%
% selisih dengan selisih awal -24.82% -49.74% 24.72% 49.33%
Page 60
56
Dari analisis di atas diperoleh informasi bahwa:
• Apabila rata-rata tingkat suku bunga pasar mengalami kenaikan 5% maka
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh dengan rata-
rata tingkat suku bunga pasar lebih rendah 13,08% dibandingkan total
pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pinjaman Rencana
Transaksi. Perubahan ini lebih tinggi 24,83% dari selisih awal pendapatan
bunga;
• Apabila rata-rata tingkat suku bunga pasar mengalami kenaikan 10% maka
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh dengan rata-
rata tingkat suku bunga pasar lebih rendah 8,74% dibandingkan total
pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pinjaman Rencana
Transaksi. Perubahan ini lebih rendah 49,74% dari selisih awal pendapatan
bunga;
• Apabila rata-rata tingkat suku bunga pasar mengalami penurunan 5% maka
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh dengan rata-
rata tingkat suku bunga pasar lebih rendah 21,69% dibandingkan total
pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pinjaman Rencana
Transaksi. Perubahan ini lebih tinggi 24,72% dari selisih awal pendapatan
bunga;
• Apabila rata-rata tingkat suku bunga pasar mengalami penurunan 10%
maka pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh dengan
rata-rata tingkat suku bunga pasar lebih rendah 25,98% dibandingkan total
pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pinjaman Rencana
Transaksi. Perubahan ini lebih tinggi 49,33% dari selisih awal pendapatan
bunga.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi sensitif terhadap
perubahan tingkat suku bunga pasar.
II.10 Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Transaksi Pinjam
Meminjam Dana
II.10.1 Analisis Kelayakan Investasi
Bagi PAMA, dapat mendapatkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi
dibandingkan rata-rata tingkat suku bunga pasar. Sementara bagi SDPR
turunnya suku bunga dari term SOFR+2% marjin menjadi term SOFR+1,63%
marjin meringankan beban keuangan pada tingkat anak perusahaan.
Page 61
57
II.10.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Sejak tahun 2019 sampai dengan 31 Desember 2023 SDPR belum beroperasi
secara komersial. Sehingga untuk melunasi pinjaman kepada PAMA,
berdasarkan penjelasan manajemen Perseroan SDPR akan menggunakan dana
yang diterima dari tambahan modal perusahaan oleh SPR sebesar
USD11.000.000.
Untuk meminimalisasi risiko gagal bayar, Perseroan sebagai perusahaan
pengendali dari pihak penerima pinjaman dapat menetapkan kebijakan
perusahaan dan akan selalu mengawasi kinerja penerima pinjaman agar
menghindari risiko gagal bayar serta Perseroan juga memiliki hak untuk
menentukan anggota Dewan Komisaris dan Direksi di pihak penerima
pinjaman.
II.10.3 Analisis atas Faktor-Faktor Lain yang Relevan
Dengan pertimbangan bahwa dana yang diterima oleh SPR akan digunakan
seperti yang sudah dinyatakan dalam laporan ini, maka kami berkesimpulan
bahwa tidak terdapat faktor-faktor lain yang relevan.
II.11 Analisis atas Jaminan
Dalam perjanjian pinjaman dan draft amandemen I antara PAMA dengan
SDPR tidak diatur mengenai jaminan, namun untuk meminimalisasi risiko
gagal bayar, Perseroan sebagai perusahaan pengendali dari pihak penerima
pinjaman dapat menetapkan kebijakan perusahaan dan akan selalu
mengawasi kinerja penerima pinjaman agar menghindari risiko gagal bayar.
Selain itu Perseroan juga memiliki hak untuk menentukan anggota Dewan
Komisaris dan Direksi di pihak penerima pinjaman.
Page 62
58
III KESIMPULAN ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
Hasil analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi
adalah sebagai berikut:
• Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap keuangan
perusahaan:
Berdasarkan proforma keuangan per 31 Desember 2023 yang diberikan
oleh manajemen Perseroan, kami melakukan perbandingan analisis rasio
keuangan antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi dilakukan. Hasil
analisis menunjukkan bahwa Rencana Transaksi tidak memengaruhi rasio
likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas dikarenakan seluruh
fasilitas pinjaman sudah dicairkan oleh SDPR.
• Identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak:
a. Berdasarkan draft amandemen I perjanjian pinjaman antara PAMA dan
SDPR yang kami peroleh dari manajemen Perseroan, pihak yang
terlibat dalam Rencana transaksi adalah:
• PAMA sebagai pihak pemberi pinjaman;
• SDPR sebagai pihak penerima pinjaman.
b. Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi atas pihak yang
bertransaksi dalam Rencana Transaksi serta informasi yang diperoleh
dari manajemen Perseroan, terdapat hubungan afiliasi antara pihak
yang bertransaksi berupa hubungan kepemilikan yang disebabkan
oleh:
• Perseroan dan PAMA merupakan perusahaan induk dari DTN di mana
Perseroan memiliki 60% saham DTN dan PAMA memiliki 40% saham
DTN;
• DTN merupakan pemegang saham yang secara langsung memiliki
66,67% saham dari PT Anugerah Surya Pacific Resources (“ASPR”);
• ASPR merupakan pemegang saham yang secara langsung memiliki
30% saham dalam SMA dan SPR;
• DTN memiliki 70% saham SPR dan SMA. DTN secara tidak langsung
memiliki SDPR melalui SPR dengan kepemilikan sebesar 99% saham
dan SMA dengan kepemilikan sebesar 1% saham;
• Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati:
Berdasarkan draft amandemen I antara PAMA dengan SDPR, perubahan
ketentuan dalam draft amandemen I adalah:
• Perubahan ketentuan Marjin. Marjin berarti 1,63% (satu koma enam
puluh tiga persen) per tahun.
Page 63
59
• Analisis likuiditas:
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, rasio likuiditas Perseroan tidak
mengalami perubahan karena fasilitas pinjaman yang diberikan PAMA
kepada SDPR sudah mencapai jumlah maksimum.
• Analisis manfaat dan risiko:
a. Manfaat Rencana Transaksi adalah:
• Bagi PAMA, secara standalone berpotensi mendapatkan tambahan
pendapatan bunga dengan tingkat pengembalian lebih tinggi dari
rata-rata tingkat suku bunga pasar;
• Bagi SDPR meningkatkan profitabilitas SDPR dengan cara
meringankan beban bunga yang dikeluarkan oleh SDPR.
b. Risiko Rencana Transaksi adalah:
• Bagi PAMA akan menanggung risiko gagal bayar baik pokok pinjaman
dan bunga pinjaman.
• Analisis kualitatif:
a. Berdasarkan penjelasan Manajemen Perseroan, akan dilakukan injeksi
modal dari SPR kepada SDPR yang dana tersebut akan digunakan oleh
SDPR untuk melakukan pembayaran atas pinjaman kepada PAMA.
b. Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
• Bagi PAMA, dapat mendapatkan tingkat pengembalian yang lebih
tinggi dibandingkan rata-rata tingkat suku bunga pasar.
c. Kerugian Rencana Transaksi adalah:
• Bagi PAMA, imbal hasil yang diharapkan dari Rencana Transaksi baru
akan dinikmati dalam beberapa tahun yang akan datang,
dibandingkan investasi pada instrumen keuangan lainnya yang
dapat segera diperoleh hasilnya.
• Analisis kuantitatif:
a. Dari hasil analisis atas proforma keuangan sebelum dan sesudah
Rencana Transaksi dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi tidak
akan memengaruhi rasio likuiditas, rasio solvabilitas dan rasio
profitabilitas;
b. Dari analisis perbandingan antara tingkat suku bunga pinjaman dalam
Rencana Transaksi dengan tingkat suku bunga pasar disimpulkan
bahwa tingkat suku bunga pinjaman dalam Rencana Transaksi lebih
tinggi dibandingkan rata-rata tingkat suku bunga pasar;
c. Dari analisis kontribusi nilai tambah diperoleh informasi bahwa total
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh dengan
rata-rata tingkat suku bunga pasar lebih rendah 17,39% dibandingkan
Page 64
60
total pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pinjaman Rencana
Transaksi.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi lebih
menguntungkan dibandingkan apabila Perseroan dan PAMA
menempatkan dana yang tersedia di MTN dengan rata-rata tingkat
suku bunga pasar.
• Analisis kelayakan rencana penggunaan dana:
a. Bagi PAMA, dapat mendapatkan tingkat pengembalian yang lebih
tinggi dibandingkan rata-rata tingkat suku bunga pasar. Sementara
bagi SDPR turunnya suku bunga dari term SOFR+2% marjin menjadi
term SOFR+1,63% marjin meringankan beban keuangan pada tingkat
anak perusahaan.
b. Sejak tahun 2019 sampai dengan 31 Desember 2023 SDPR belum
beroperasi secara komersial. Sehingga untuk melunasi pinjaman
kepada PAMA, berdasarkan penjelasan manajemen Perseroan SDPR
akan menggunakan dana yang diterima dari tambahan modal
perusahaan oleh SPR sebesar USD11.000.000.
• Analisis atas jaminan:
Dalam perjanjian pinjaman dan draft amandemen I antara PAMA dengan
SDPR tidak diatur mengenai jaminan, namun untuk meminimalisasi risiko
gagal bayar, Perseroan sebagai perusahaan pengendali dari pihak
penerima pinjaman dapat menetapkan kebijakan perusahaan dan akan
selalu mengawasi kinerja penerima pinjaman agar menghindari risiko
gagal bayar. Selain itu Perseroan juga memiliki hak untuk menentukan
anggota Dewan Komisaris dan Direksi di pihak penerima pinjaman.
Kesimpulan
Atas dasar analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi,
maka kami berkesimpulan bahwa Rencana Transaksi Perubahan Ketentuan dalam
Perjanjian Pinjaman antara PT Pamapersada Nusantara, yang Merupakan Anak
Perusahaan dari PT United Tractors Tbk dengan PT Stargate Dua Pasific Resources
per tanggal 31 Desember 2023 adalah Wajar.
Page 65
Page 66
Lampiran 1
Data Pasar MTN
Disajikan dalam Ribuan USD
Medium Term Note (Sorted)
NO Nama Surat Berharga Penerbit Mata uang Nominal Jatuh tempo Kupon Pembayaran Status
1 MTN SUPARMA III TAHUN 2021 TAHAP I Suparma Tbk, PT $'000 5.000 17-Jun-2026 5,50% 6 bulanan Aktif
MTN I PT PINDO DELI PULP AND PAPER MILLS PINDO DELI PULP AND PAPER
2 $'000 260 18-Jul-2026 7,00% 3 bulanan Aktif
TAHUN 2023 TAHAP III SERI A MILLS, PT
MTN I PT PINDO DELI PULP AND PAPER MILLS
3 PINDO DELI PULP AND PAPER MILLS,
$'000
PT 270 28-Mar-2026 7,00% 3 bulanan Aktif
TAHUN 2023 TAHAP I SERI D
4 MTN PT SUPARMA TBK IV TAHUN 2023 TAHAP I Suparma Tbk, PT $'000 4.000 5-Apr-2028 5,50% 6 bulanan Aktif
MTN USD I PT JAYA SWARASA AGUNG TBK TAHUN
5 Jaya Swarasa Agung Tbk,PT $'000 2.000 22-Jun-2027 4,00% 6 bulanan Aktif
2023
Minimum 4,00%
Maksimum 7,00%
Median 5,50%
Mean 5,80%
Page 67
Lampiran 2
Term SOFR per 29 Desember 2023
Term SOFR USD
Date 1M 3M 6M 1Y
29/12/2023 5,35 5,33 5,16 4,77
Page 68
Lampiran 3-1
PT UNITED TRACTORS Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan - Sebelum Rencana Transaksi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Aset
Aset lancar
Kas & setara kas 15,478,252 16,119,235 18,289,902 18,496,460 19,151,416
Piutang usaha 20,545,175 20,462,625 21,372,216 22,084,802 22,618,985
Persediaan 17,303,776 19,422,914 21,922,147 22,473,001 22,876,566
Uang muka 1,918,782 1,279,662 1,262,607 1,294,524 1,327,264
Biaya dibayar di muka 2,909 548,163 523,332 605,347 672,150
Aset lancar lain-lain 6,246,499 5,234,060 5,726,736 5,873,999 6,025,050
Jumlah aset lancar 61,495,393 63,066,660 69,096,941 70,828,133 72,671,430
Aset tidak lancar
Piutang dari pemegang saham 1,836,743 1,498,411 1,498,411 1,536,976 1,576,533
Investasi pada entitas asosiasi & ventura
21,238,054 20,856,400 21,922,714 23,221,345 23,282,216
bersama
Aset tetap 66,679,989 74,020,672 71,443,144 74,491,355 75,086,393
Properti pertambangan 0 0 0 0 0
Aset pajak tangguhan 3,509,155 3,360,952 3,422,978 3,510,852 3,600,979
Beban eksplorasi & pengembangan tangguhan 7,165,135 5,079,586 4,746,337 4,373,834 3,658,318
Goodwill 2,392,764 2,393,696 2,393,696 2,455,302 2,518,495
Aset tidak lancar lain-lain 1,758,107 2,418,045 2,261,457 2,456,053 2,188,493
Jumlah aset tidak lancar 104,579,948 109,627,760 107,688,736 112,045,717 111,911,428
Jumlah aset 166,075,341 172,694,420 176,785,677 182,873,851 184,582,858
Page 69
Lampiran 3-2
PT UNITED TRACTORS Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan - Sebelum Rencana Transaksi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Utang usaha 22,970,049 22,371,452 23,263,294 24,128,595 24,842,269
Akrual 6,862,237 10,189,203 10,868,536 12,423,778 12,791,590
Utang pajak 2,500,428 1,774,323 1,789,603 1,906,995 1,959,645
Liabilitas jangka pendek lain-lain 7,077,948 12,048,486 10,907,750 9,230,057 7,256,434
Jumlah liabilitas jangka pendek 39,410,662 46,383,464 46,829,182 47,689,425 46,849,938
Liabilitas jangka panjang
Liabilitas pajak tangguhan 4,575,553 4,301,948 4,128,609 4,069,871 4,083,272
Pinjaman bank jangka panjang 20,757,307 13,576,407 7,206,907 8,826,368 7,570,267
Liabilitas imbalan kerja 5,057,487 6,098,845 6,143,096 6,310,720 6,482,050
Liabilitas jangka panjang lain-lain 823,958 845,556 708,352 709,962 711,546
Jumlah liabilitas jangka panjang 31,214,306 24,822,755 18,186,963 19,916,920 18,847,136
Jumlah liabilitas 70,624,968 71,206,219 65,016,145 67,606,345 65,697,075
Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
90,348,974 97,012,572 106,950,971 110,087,272 113,601,554
pemiliki entitas induk
Kepentingan nonpengendali 5,101,399 4,475,629 4,818,561 5,180,233 5,284,229
Jumlah ekuitas 95,450,373 101,488,201 111,769,532 115,267,505 118,885,783
Jumlah liabilitas & ekuitas 166,075,341 172,694,420 176,785,677 182,873,851 184,582,858
Page 70
Lampiran 3-3
PT UNITED TRACTORS Tbk
Proyeksi Laba Rugi - Sebelum Rencana Transaksi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Pendapatan 123,271,796 122,936,826 125,970,335 130,997,661 135,508,498
Beban pokok pendapatan (93,856,387) (95,335,531) (96,335,339) (99,819,866) (103,116,132)
Laba kotor 29,415,408 27,601,295 29,634,996 31,177,795 32,392,367
Beban operasi (6,505,571) (6,645,422) (6,994,942) (7,278,935) (7,481,578)
EBIT 22,909,838 20,955,873 22,640,054 23,898,860 24,910,789
Keuntungan/(kerugian) nilai tukar 0 0 0 0 0
Penghasilan/(beban) keuangan (1,968,739) (2,194,492) (2,119,023) (2,080,769) (1,935,627)
Penghasilan/(beban) lain-lain 654,008 1,234,338 1,236,212 1,195,033 1,165,582
Laba sebelum pajak penghasilan 21,595,107 19,995,718 21,757,244 23,013,125 24,140,744
Beban pajak penghasilan (4,653,786) (4,282,601) (4,682,910) (4,992,183) (5,223,323)
Laba tahun berjalan 16,941,321 15,713,117 17,074,334 18,020,942 18,917,421
Page 71
Lampiran 4-1
PT UNITED TRACTORS Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan - Sesudah Rencana Transaksi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Aset
Aset lancar
Kas & setara kas 15,478,252 16,119,236 18,289,903 18,496,460 19,151,416
Piutang usaha 20,545,175 20,462,625 21,372,216 22,084,802 22,618,985
Persediaan 17,303,776 19,422,914 21,922,147 22,473,001 22,876,566
Uang muka 1,918,782 1,279,662 1,262,607 1,294,524 1,327,264
Biaya dibayar di muka 2,909 548,163 523,332 605,347 672,150
Aset lancar lain-lain 6,246,499 5,234,060 5,726,736 5,873,999 6,025,050
Jumlah aset lancar 61,495,393 63,066,660 69,096,941 70,828,133 72,671,431
Aset tidak lancar
Piutang dari pemegang saham 1,836,743 1,498,411 1,498,411 1,536,976 1,576,533
Investasi pada entitas asosiasi & ventura
21,238,054 20,856,400 21,922,714 23,221,345 23,282,216
bersama
Aset tetap 66,679,989 74,020,672 71,443,144 74,491,355 75,086,393
Properti pertambangan 0 0 0 0 0
Aset pajak tangguhan 3,509,155 3,360,952 3,422,978 3,510,852 3,600,979
Beban eksplorasi & pengembangan tangguhan 7,165,135 5,079,586 4,746,337 4,373,834 3,658,318
Goodwill 2,392,764 2,393,696 2,393,696 2,455,302 2,518,495
Aset tidak lancar lain-lain 1,758,107 2,418,045 2,261,457 2,456,053 2,188,493
Jumlah aset tidak lancar 104,579,948 109,627,760 107,688,736 112,045,717 111,911,428
Jumlah aset 166,075,341 172,694,421 176,785,677 182,873,851 184,582,858
Page 72
Lampiran 4-2
PT UNITED TRACTORS Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan - Sesudah Rencana Transaksi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Utang usaha 22,970,049 22,371,452 23,263,294 24,128,595 24,842,269
Akrual 6,862,237 10,189,203 10,868,536 12,423,778 12,791,590
Utang pajak 2,500,428 1,774,323 1,789,603 1,906,995 1,959,645
Liabilitas jangka pendek lain-lain 7,077,948 12,048,486 10,907,750 9,230,057 7,256,434
Jumlah liabilitas jangka pendek 39,410,662 46,383,464 46,829,182 47,689,425 46,849,938
Liabilitas jangka panjang
Liabilitas pajak tangguhan 4,575,553 4,301,948 4,128,609 4,069,871 4,083,272
Pinjaman bank jangka panjang 20,757,307 13,576,407 7,206,907 8,826,368 7,570,267
Liabilitas imbalan kerja 5,057,487 6,098,845 6,143,096 6,310,720 6,482,050
Liabilitas jangka panjang lain-lain 823,958 845,556 708,352 709,962 711,546
Jumlah liabilitas jangka panjang 31,214,306 24,822,755 18,186,963 19,916,920 18,847,136
Jumlah liabilitas 70,624,968 71,206,219 65,016,145 67,606,345 65,697,075
Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
90,348,974 97,012,572 106,950,971 110,087,273 113,601,555
pemiliki entitas induk
Kepentingan nonpengendali 5,101,399 4,475,629 4,818,561 5,180,233 5,284,229
Jumlah ekuitas 95,450,373 101,488,201 111,769,532 115,267,506 118,885,784
Jumlah liabilitas & ekuitas 166,075,341 172,694,421 176,785,677 182,873,851 184,582,858
Page 73
Lampiran 4-3
PT UNITED TRACTORS Tbk
Proyeksi Laba Rugi - Sesudah Rencana Transaksi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Pendapatan 123,271,796 122,936,826 125,970,335 130,997,661 135,508,498
Beban pokok pendapatan (93,856,387) (95,335,531) (96,335,339) (99,819,866) (103,116,132)
Laba kotor 29,415,408 27,601,295 29,634,996 31,177,795 32,392,367
Beban operasi (6,505,571) (6,645,422) (6,994,942) (7,278,935) (7,481,578)
EBIT 22,909,838 20,955,873 22,640,054 23,898,860 24,910,789
Keuntungan/(kerugian) nilai tukar 0 0 0 0 0
Penghasilan/(beban) keuangan (1,968,739) (2,194,492) (2,119,023) (2,080,769) (1,935,627)
Penghasilan/(beban) lain-lain 654,008 1,234,338 1,236,212 1,195,033 1,165,582
Laba sebelum pajak penghasilan 21,595,107 19,995,718 21,757,244 23,013,125 24,140,744
Beban pajak penghasilan (4,653,786) (4,282,601) (4,682,910) (4,992,183) (5,223,323)
Laba tahun berjalan 16,941,321 15,713,117 17,074,334 18,020,942 18,917,421
Page 74
Lampiran 5
PT UNITED TRACTORS Tbk
Perhitungan Pendapatan Bunga
Disajikan dalam USD
Penarikan pinjaman 10,000,000
Tingkat bunga 6.96%
Tenor 5 Tahun
Pendapatan
Pinjaman Angsuran Pokok
bunga
31-Dec-23
01-Jan-24 10,000,000
1 9,577,684 596,351 422,316 174,035
2 9,148,019 596,351 429,665 166,685
3 8,710,876 596,351 437,143 159,208
4 8,266,125 596,351 444,751 151,600
5 7,813,634 596,351 452,491 143,860
6 7,353,268 596,351 460,366 135,985
7 6,884,890 596,351 468,378 127,973
8 6,408,361 596,351 476,529 119,821
9 5,923,538 596,351 484,823 111,528
10 5,430,278 596,351 493,260 103,090
11 4,928,433 596,351 501,845 94,506
12 4,417,855 596,351 510,579 85,772
13 3,898,390 596,351 519,464 76,886
14 3,369,885 596,351 528,505 67,846
15 2,832,183 596,351 537,703 58,648
16 2,285,122 596,351 547,061 49,290
17 1,728,540 596,351 556,581 39,769
18 1,162,272 596,351 566,268 30,083
19 586,150 596,351 576,123 20,228
20 0 596,351 586,150 10,201
11,927,011 10,000,000 1,927,011
Page 75
Lampiran 6
PT UNITED TRACTORS Tbk
Perhitungan Pendapatan Bunga
Disajikan dalam USD
Rata-rata tingkat suku bunga pasar
Penarikan pinjaman 10,000,000
Tingkat bunga 5.80%
Tenor 5 Tahun
Pendapatan
Pinjaman Angsuran Pokok
bunga
31-Dec-23
01-Jan-24 10,000,000
1 9,565,409 579,591 434,591 145,000
2 9,124,517 579,591 440,892 138,698
3 8,677,232 579,591 447,285 132,306
4 8,223,462 579,591 453,771 125,820
5 7,763,111 579,591 460,350 119,240
6 7,296,086 579,591 467,025 112,565
7 6,822,289 579,591 473,797 105,793
8 6,341,621 579,591 480,667 98,923
9 5,853,984 579,591 487,637 91,954
10 5,359,277 579,591 494,708 84,883
11 4,857,396 579,591 501,881 77,710
12 4,348,237 579,591 509,158 70,432
13 3,831,696 579,591 516,541 63,049
14 3,307,665 579,591 524,031 55,560
15 2,776,036 579,591 531,629 47,961
16 2,236,698 579,591 539,338 40,253
17 1,689,540 579,591 547,158 32,432
18 1,134,448 579,591 555,092 24,498
19 571,307 579,591 563,141 16,449
20 0 579,591 571,307 8,284
11,591,810 10,000,000 1,591,810
Page 76
Lampiran 7-1
PT UNITED TRACTORS Tbk
Perhitungan Sensitivitas Pendapatan Bunga Pasar
Disajikan dalam USD
Sensitivitas naik 5%
Penarikan pinjaman 10,000,000
Tingkat bunga 6.09%
Tenor 5 Tahun
Pendapatan
Pinjaman Angsuran Pokok
bunga
31-Dec-23
01-Jan-24 10,000,000
1 9,568,500 583,750 431,500 152,250
2 9,130,430 583,750 438,070 145,680
3 8,685,691 583,750 444,739 139,011
4 8,234,181 583,750 451,510 132,240
5 7,775,796 583,750 458,385 125,365
6 7,310,432 583,750 465,364 118,386
7 6,837,984 583,750 472,449 111,301
8 6,358,342 583,750 479,642 104,108
9 5,871,398 583,750 486,944 96,806
10 5,377,039 583,750 494,358 89,392
11 4,875,155 583,750 501,885 81,865
12 4,365,629 583,750 509,526 74,224
13 3,848,346 583,750 517,283 66,467
14 3,323,187 583,750 525,159 58,591
15 2,790,032 583,750 533,155 50,596
16 2,248,760 583,750 541,272 42,478
17 1,699,248 583,750 549,513 34,237
18 1,141,368 583,750 557,879 25,871
19 574,996 583,750 566,373 17,377
20 (0) 583,750 574,996 8,754
11,675,001 10,000,000 1,675,001
Page 77
Lampiran 7-2
PT UNITED TRACTORS Tbk
Perhitungan Sensitivitas Pendapatan Bunga Pasar
Disajikan dalam USD
Sensitivitas naik 10%
Penarikan pinjaman 10,000,000
Tingkat bunga 6.38%
Tenor 5 Tahun
Pendapatan
Pinjaman Angsuran Pokok
bunga
31-Dec-23
01-Jan-24 10,000,000
1 9,571,573 587,927 428,427 159,500
2 9,136,313 587,927 435,260 152,667
3 8,694,111 587,927 442,202 145,724
4 8,244,856 587,927 449,255 138,671
5 7,788,435 587,927 456,421 131,505
6 7,324,733 587,927 463,701 124,226
7 6,853,636 587,927 471,097 116,829
8 6,375,025 587,927 478,611 109,316
9 5,888,780 587,927 486,245 101,682
10 5,394,780 587,927 494,001 93,926
11 4,892,900 587,927 501,880 86,047
12 4,383,015 587,927 509,885 78,042
13 3,864,998 587,927 518,017 69,909
14 3,338,718 587,927 526,280 61,647
15 2,804,044 587,927 534,674 53,253
16 2,260,842 587,927 543,202 44,725
17 1,708,976 587,927 551,866 36,060
18 1,148,307 587,927 560,668 27,258
19 578,696 587,927 569,611 18,316
20 0 587,927 578,696 9,230
11,758,531 10,000,000 1,758,531
Page 78
Lampiran 7-3
PT UNITED TRACTORS Tbk
Perhitungan Sensitivitas Pendapatan Bunga Pasar
Disajikan dalam USD
Sensitivitas turun 5%
Penarikan pinjaman 10,000,000
Tingkat bunga 5.51%
Tenor 5 Tahun
Pendapatan
Pinjaman Angsuran Pokok
bunga
31-Dec-23
01-Jan-24 10,000,000
1 9,562,302 575,448 437,698 137,750
2 9,118,575 575,448 443,727 131,721
3 8,668,735 575,448 449,840 125,608
4 8,212,699 575,448 456,036 119,412
5 7,750,381 575,448 462,318 113,130
6 7,281,695 575,448 468,686 106,762
7 6,806,552 575,448 475,143 100,305
8 6,324,865 575,448 481,688 93,760
9 5,836,542 575,448 488,323 87,125
10 5,341,492 575,448 495,050 80,398
11 4,839,623 575,448 501,869 73,579
12 4,330,841 575,448 508,782 66,666
13 3,815,051 575,448 515,791 59,657
14 3,292,155 575,448 522,896 52,552
15 2,762,057 575,448 530,098 45,349
16 2,224,656 575,448 537,401 38,047
17 1,679,853 575,448 544,803 30,645
18 1,127,545 575,448 552,308 23,140
19 567,629 575,448 559,916 15,532
20 0 575,448 567,629 7,819
11,508,958 10,000,000 1,508,958
Page 79
Lampiran 7-4
PT UNITED TRACTORS Tbk
Perhitungan Sensitivitas Pendapatan Bunga Pasar
Disajikan dalam USD
Sensitivitas turun 10%
Penarikan pinjaman 10,000,000
Tingkat bunga 5.22%
Tenor 5 Tahun
Pendapatan
Pinjaman Angsuran Pokok
bunga
31-Dec-23
01-Jan-24 10,000,000
1 9,559,178 571,322 440,822 130,500
2 9,112,603 571,322 446,575 124,747
3 8,660,200 571,322 452,403 118,919
4 8,201,893 571,322 458,307 113,016
5 7,737,606 571,322 464,288 107,035
6 7,267,259 571,322 470,347 100,976
7 6,790,774 571,322 476,485 94,838
8 6,308,072 571,322 482,703 88,620
9 5,819,070 571,322 489,002 82,320
10 5,323,686 571,322 495,383 75,939
11 4,821,838 571,322 501,848 69,474
12 4,313,441 571,322 508,397 62,925
13 3,798,409 571,322 515,032 56,290
14 3,276,656 571,322 521,753 49,569
15 2,748,094 571,322 528,562 42,760
16 2,212,634 571,322 535,460 35,863
17 1,670,187 571,322 542,447 28,875
18 1,120,660 571,322 549,526 21,796
19 563,963 571,322 556,698 14,625
20 0 571,322 563,963 7,360
11,426,446 10,000,000 1,426,446
Names mentioned 82 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Nirboyo Adiputro
p.19 ×4
unresolved
org
Dewi Apriyanti & Rekan
p.19 ×4
unresolved
person
Penilai Publik Satya Bima Nugraha
p.19
unresolved
org
KJPP NDR
p.19 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.19
unresolved
—
Telepon/Faks
p.20
unresolved
person
Yudistira
p.20 ×2
unresolved
org
PT Anugerah Surya Pacific Resources
p.20 ×6
unresolved
org
PT Energy Persada Khatulistiwa
p.21
unresolved
person
Ramandhika
p.22
unresolved
person
Inge Teja
p.22
unresolved
person
Sofi Christiana
p.22
unresolved
org
Tanudiredja
p.23 ×2
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.23 ×2
unresolved
org
Paul Hadiwinata
p.23
unresolved
org
Palilingan & Rekan
p.23
unresolved
org
Bank Indonesia
p.23 ×9
unresolved
person
Jose Dima Satria S.H.
· Notaris
p.27 ×8
unresolved
person
Bruce Malcom Cox
· Komisaris Independen
p.27
unresolved
—
Loudy Irwanto Elli
· Direktur
p.27 ×2
unresolved
org
PT Pamapersada Nusantara Susunan
p.29
unresolved
org
PT Danusa Tambang Nusantara Susunan
p.30
unresolved
org
PT Stargate Pasific Resources Susunan
p.31
unresolved
org
PT Danausa Tambang Nusantara
p.31 ×2
unresolved
org
PT Stargate Mineral Asia Susunan
p.31
unresolved
org
PT Stargate Dua Pasific Resources Susunan
p.32
unresolved
org
PT Inter Astra Motor Works
p.35
unresolved
person
Djojo Muljadi
p.35
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.35 ×2
unresolved
org
PT United Tractors. Anggaran Dasar
p.35
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.35 ×10
unresolved
org
Carriage Ltd.
p.36 ×2
unresolved
org
Jardine Matheson Holdings Ltd.
p.36
unresolved
org
PT Pamapersada Nusantara PAMA
p.36
unresolved
person
Rukmasanti Hardjasatya
· Notaris
p.36
unresolved
org
PT Danusa Tambang Nusantara DTN
p.37
unresolved
person
Marianne Vincentia Hamdani
· Notaris
p.37
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.37
unresolved
org
PT Stargate Pasific Resources SPR
p.37
unresolved
org
PT Senasuci Sejahtera. Anggaran Dasar
p.37
unresolved
org
PT Setia Suci Sejahtera
p.37
unresolved
person
Mellyani Noor
p.37
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. W
p.37
unresolved
org
PT Stargate Mineral Asia SMA
p.38
unresolved
person
Vini Suhastini
p.38
unresolved
org
PT Stargate Dua Pasific Resources SDPR
p.38
unresolved
person
Vincent Sugeng Fajar
p.38
unresolved
org
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
p.39
unresolved
org
Bank Indonesia. Inflasi
p.41
unresolved
org
Nickel Industries Limited
p.42
unresolved
org
PT MTN I
p.66
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
12744 ms
12 Sep 2026 23:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}