Back to announcement
20240701_UNTR_Informasi Transaksi Afiliasi_31677850_lamp5.pdf
Asset transaction Needs review UNTRSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 87
Page 1
Page 2
DAFTAR ISI
• SURAT PENGANTAR YANG BERISIKAN RINGKASAN HASIL
PENDAPAT KEWAJARAN 1
• PERNYATAAN PENILAI 15
I. PENDAHULUAN 17
I.1 Dasar Penugasan 17
I.2 Identifikasi Status Penilai 17
I.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan 18
I.4 Identifikasi Objek Penilaian 18
I.5 Jenis Mata Uang yang Digunakan 18
I.6 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi 18
I.7 Ringkasan Rencana Transaksi 19
I.8 Maksud dan Tujuan Penilaian 21
I.9 Benturan Kepentingan Rencana Transaksi 21
I.10 Tanggal Penilaian 21
I.11 Tingkat Kedalaman Investigasi 21
I.12 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan 22
I.13 Asumsi dan Kondisi Pembatas 23
I.14 Persyaratan atas Persetujuan untuk Publikasi 25
I.15 Standar Penilaian 25
I.16 Metode dan Prosedur Penyusunan Pendapat Kewajaran 25
I.17 Kejadian-Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian
(Subsequent Events) 26
II. ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN 27
II.1 Analisis Pengaruh Transaksi Pinjam Meminjam Dana
Terhadap Keuangan Perseroan 27
II.2 Pihak-Pihak yang Bertransaksi 27
II.3 Susunan Pemegang Saham serta Susunan Dewan Komisaris
dan Direksi dari Pihak yang Bertransaksi 28
II.4 Hubungan antara Pihak-Pihak yang Bertransaksi 31
II.5 Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi 31
Page 3
II.6 Analisis Likuiditas 33
II.7 Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi 33
II.8 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi 34
II.8.1 Riwayat Singkat dan Sifat Kegiatan Usaha 34
II.8.2 Analisis Industri dan Lingkungan 37
II.8.3 Analisis Operasional dan Prospek Perseroan 39
II.8.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi 40
II.8.5 Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana
Transaksi 40
II.8.6 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan 41
II.8.7 Analisis Dampak Likuiditas 42
II.8.8 Analisis Dampak Keuangan jika Proyek yang Dibiayai
Mengalami Kegagalan 42
II.9 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi 43
II.9.1 Penilaian Kinerja Historis 43
II.9.2 Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi 47
II.9.3 Analisis Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana
Transaksi 49
II.9.4 Penilaian atas Proyeksi Keuangan 49
II.9.5 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi
Rencana Transaksi 52
II.9.6 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari
Rencana Transaksi 56
II.9.7 Analisis Yield Pinjaman Rencana Transaksi 57
II.9.8 Analisis Inkremental 57
II.9.9 Analisis Sensitivitas 59
II.10 Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas
Transaksi Pinjam Meminjam Dana 60
II.10.1 Analisis Kelayakan Investasi 60
II.10.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang 60
II.10.3 Analisis atas Faktor-Faktor Lain yang Relevan 61
II.11 Analisis atas Jaminan 61
Page 4
III. KESIMPULAN ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN 62 • INDEPENDESI PENILAI 66 • PENUTUP 66 LAMPIRAN Lampiran 1 – Data Pasar MTN Lampiran 2 – Data Term SOFR Lampiran 3 – Proyeksi Keuangan UT Sebelum Rencana Transaksi Lampiran 4 – Proyeksi Keuangan UT Sesudah Rencana Transaksi Lampiran 5 – Proyeksi Keuangan SMA Lampiran 6 – Perhitungan Pendapatan Bunga dengan Suku Bunga Rencana Transaksi Lampiran 7 – Perhitungan Pendapatan Bunga dengan Suku Bunga Pasar Lampiran 8 – Perhitungan Analisis Sensitivitas
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
Page 12
Page 13
Page 14
Page 15
Page 16
Page 17
Page 18
Page 19
15
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda
tangan di bawah ini menyatakan bahwa:
1. Laporan ini disusun untuk kepentingan Direksi Perseroan sehubungan dengan
rencana tersebut, dan tidak digunakan oleh pihak lain. Selanjutnya laporan ini
tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi kepada pemegang saham
Perseroan untuk menyetujui atau tidak menyetujui Rencana Transaksi tersebut
atau mengambil tindakan-tindakan tertentu atas Rencana Transaksi tersebut.
2. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian kesimpulan nilai akhir telah
dilakukan dengan benar sesuai dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
3. Analisis dan kesimpulan nilai akhir hanya dibatasi oleh asumsi-asumsi dan kondisi
pembatas yang diungkapkan di dalam laporan ini.
4. Penilai tidak mempunyai kepentingan terhadap hasil penilaian yang dibuat dan
tidak memiliki kepentingan pribadi maupun keberpihakan kepada pihak-pihak
lain yang memiliki kepentingan terhadap objek penilaian.
5. Imbalan jasa Penilai tidak berkaitan dengan hasil penilaian yang dilaporkan.
6. Kami telah melakukan penilaian dan menyusun laporan ini sesuai dengan
Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang
Pedoman Penilaain dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Kode
Etik Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII-2018 (KEPI & SPI
edisi VII-2018), serta Peraturan Perundangan yang berlaku.
7. Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan profesional yang ditentukan dan
diselenggarakan oleh Asosiasi Penilai yang diakui pemerintah (MAPPI).
8. Penilai memiliki pemahaman mengenai objek penilaian yang dibuat.
9. Data ekonomi dan industri dalam menyusun laporan ini diperoleh dari berbagai
sumber yang diyakini Penilai dapat dipertanggungjawabkan.
10. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam laporan ini, telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan laporan.
11. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam laporan
ini serta dipresentasikan dalam laporan ini adalah benar dan akurat sesuai
dengan pemahaman terbaik dari Penilai.
12. Kesimpulan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah
disajikan sebagai kesimpulan nilai akhir.
13. Penilai bertanggung jawab atas laporan ini.
Page 20
Page 21
17
I. PENDAHULUAN
I.1 Dasar Penugasan
Berdasarkan permintaan dari PT United Tractors Tbk untuk memberikan
Pendapat Kewajaran (Fairness Opinion) atas Rencana Transaksi
Perubahan Ketentuan dalam Perjanjian Pinjaman antara
PT United Tractors Tbk dan PT Pamapersada Nusantara, yang Merupakan
Anak Perusahaan dari PT United Tractors Tbk, dengan PT Stargate Mineral
Asia yang tertuang dalam:
• Surat Permohonan Penilaian No.LUT/065/9960/V/2024 tanggal
13 Mei 2024 dari PT United Tractors Tbk;
• Surat Penawaran No. 0309/NDR-SB/Prop/V/24 tanggal 14 Mei 2024 dari
KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan yang telah disetujui oleh
PT United Tractors Tbk;
• Surat Penunjukan No.LUT/067/9960/V/2024 tanggal 16 Mei 2024 dari
PT United Tractors Tbk;
• Surat Perjanjian Kerja No. 015/NDR-SB/SPK/V/24 tanggal 20 Mei 2024
antara KJPP Nirboyo Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan dengan
PT United Tractors Tbk;
Dengan ini kami menyatakan bahwa kami telah melakukan investigasi dan
penilaian atas kewajaran rencana transaksi di atas, serta menyampaikan
laporan ini untuk keperluan Pengguna Laporan.
I.2 Identifikasi Status Penilai
• Penilaian ini telah dilaksanakan oleh Penilai Publik Satya Bima Nugraha,
S.E., MAPPI (Cert.) yang merupakan Rekan pada KJPP Nirboyo Adiputro,
Dewi Apriyanti & Rekan (“KJPP NDR” / “kami”) dengan Izin Penilai No.
B-1.23.00654 dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia;
• Penilai tersebut di atas terdaftar pada Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia Bidang Pasar Modal dengan No. STTD.PB-58/PM.021/2024;
• Penilai dalam posisi untuk memberikan penilaian yang objektif dan tidak
memihak;
• Penilai tidak mempunyai benturan kepentingan dan/atau potensi
benturan kepentingan dengan subjek dan/atau objek penilaian;
• Penilai tidak memiliki keterlibatan material terkait dengan objek
penilaian;
• Penilai memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian dan kami tidak
menggunakan bantuan tenaga ahli dari luar KJPP NDR dalam melaksanakan
penilaian ini.
Page 22
18
I.3 Identifikasi Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
• Identitas Pemberi Tugas
Nama : PT United Tractors Tbk
Alamat : Jalan Raya Bekasi Km. 22, Cakung, Jakarta Timur
Bidang usaha : Perdagangan
Telepon/Faks : 021-24579999
Email : yudistira@unitedtractors.com
Contact Person : Bapak Yudistira
Jabatan : Corporate Finance & Accounting Division Head
PT United Tractors Tbk
Pengguna Laporan : PT United Tractors Tbk
I.4 Identifikasi Objek Penilaian
Objek penilaian adalah penyusunan Pendapat Kewajaran atas rencana
transaksi perubahan ketentuan dalam perjanjian pinjaman antara
Perseroan dan PT Pamapersada Nusantara (“PAMA”), yang merupakan anak
perusahaan dari Perseroan, dengan PT Stargate Mineral Asia (“SMA”).
Perseroan dan PAMA dalam kapasitasnya masing-masing berencana untuk
melakukan perubahan dalam (a) perjanjian pinjaman antara Perseroan
dengan SMA dan (b) perjanjian pinjaman antara PAMA dengan SMA, yang
keduanya terkait dengan perubahan ketentuan marjin dalam perhitungan
suku bunga pinjaman dari sebelumnya 2% menjadi 1,63%.
Selanjutnya dalam laporan ini rencana transaksi di atas akan disebut sebagai
“Rencana Transaksi”.
I.5 Jenis Mata Uang yang Digunakan
Rencana Transaksi dilaksanakan dengan menggunakan mata uang Dolar
Amerika Serikat (“USD”).
I.6 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
• Perseroan dan PAMA merupakan perusahaan induk dari PT Danusa
Tambang Nusantara (“DTN”) dimana Perseroan memiliki 60% saham DTN
dan PAMA memiliki 40% saham DTN;
• DTN merupakan pemegang saham yang secara langsung 66,7% saham
PT Anugerah Surya Pacific Resources (“ASPR”);
• ASPR merupakan pemegang saham yang secara langsung memiliki 30%
saham;
• DTN merupakan pemegang saham yang secara langsung memiliki 70%
saham SMA dan oleh karenanya DTN juga memiliki saham secara tidak
langsung melalui ASPR sebesar 20%;
Page 23
19
• Perseroan dan PAMA telah memberikan pinjaman kepada SMA yang
berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan akan digunakan untuk
keperluan belanja modal dalam melaksanakan kegiatan pengolahan dan
pemurnian bijih nikel dan mineral ikutannya dan pengembangan
pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian bijih nikel Rotary Kiln-
Eletric Furnace (RKEF) 2 jalur yang menghasilkan produk Nickel Pig Iron
(NPI) yang berlokasi di Kapubaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara;
• Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
dilaksanakan untuk meningkatkan profitabilitas dari SMA dengan cara
meringankan beban bunga yang dikeluarkan oleh SMA.
I.7 Ringkasan Rencana Transaksi
Perseroan dan SMA serta PAMA dan SMA telah menandatangani perjanjian
pinjaman tanggal 30 November 2023 sehubungan dengan pinjaman yang
diberikan dari Perseroan dan PAMA kepada SMA dengan total nilai pinjaman
sampai dengan USD198.000.000 dengan porsi masing-masing pinjaman
sebagai berikut:
• Perseroan akan memberikan pinjaman dengan nilai pinjaman sampai
dengan USD151.081.172;
• PAMA akan memberikan pinjaman dengan nilai pinjaman sampai dengan
USD46.918.828.
Berdasarkan perjanjian pinjaman antara Perseroan dan SMA tanggal 30
November 2023, beberapa syarat dan ketentuan yang diatur dalam draft
perjanjian pinjaman tersebut antara lain sebagai berikut:
• Jumlah maksimum pokok pinjaman sampai dengan USD151.081.172;
• Pemberi pinjaman memiliki opsi untuk mengubah nilai tukar menjadi
Rupiah dengan menggunakan referensi nilai tukar Jakarta Interbank Spot
Dollar Rate (“JISDOR”) H-1 tanggal pencairan;
• Suku bunga pinjaman akan dibayarkan setiap 3 bulanan dengan tingkat
suku bunga sebesar term Secured Overnight Financing Rate (“term SOFR”)
ditambah marjin 2% per tahun;
• Periode pinjaman berarti periode sejak tanggal perjanjian dan berlaku
untuk jangka waktu 60 bulan setelahnya;
• Periode pinjaman dapat diperpanjang sesuai kesepakatan para pihak;
• Penarikan fasilitas pinjaman dapat dilaksanakan dalam beberapa kali
penarikan sepanjang tidak melebihi jumlah pokok;
• Penerima pinjaman tidak boleh meminjam kembali bagian pinjaman yang
telah dibayar kembali.
Page 24
20
Berdasarkan perjanjian pinjaman antara PAMA dan SMA tanggal 30 November
2023, beberapa syarat dan ketentuan yang diatur dalam draft perjanjian
pinjaman tersebut antara lain sebagai berikut:
• Jumlah maksimum pokok pinjaman sampai dengan USD46.918.828;
• Pemberi pinjaman memiliki opsi untuk mengubah nilai tukar menjadi
Rupiah dengan menggunakan referensi nilai tukar Jakarta Interbank Spot
Dollar Rate (“JISDOR”) H-1 tanggal pencairan;
• Suku bunga pinjaman akan dibayarkan setiap 3 bulanan dengan tingkat
suku bunga sebesar term Secured Overnight Financing Rate (“term SOFR”)
ditambah marjin 2% per tahun;
• Periode pinjaman berarti periode sejak tanggal perjanjian dan berlaku
untuk jangka waktu 60 bulan setelahnya;
• Periode pinjaman dapat diperpanjang sesuai kesepakatan para pihak;
• Penarikan fasilitas pinjaman dapat dilaksanakan dalam beberapa kali
penarikan sepanjang tidak melebihi jumlah pokok;
• Penerima pinjaman tidak boleh meminjam kembali bagian pinjaman yang
telah dibayar kembali.
Rencana Transaksi merupakan amandemen pertama atas perjanjian pinjaman
antara Perseroan dan SMA serta PAMA dan SMA yang akan di atur dalam draft
amandemen I perjanjian pinjaman antara Perseroan dan SMA serta draft
amandemen I perjanjian pinjaman antara PAMA dan SMA.
Perubahan ketentuan yang di atur dalam draft amandemen I perjanjian
pinjaman antara Perseroan dan SMA adalah sebagai berikut:
• Perubahan ketentuan marjin. Marjin berarti 1,63% (satu koma enam puluh
tiga persen) per tahun.
Perubahan ketentuan yang di atur dalam draft amandemen I perjanjian
pinjaman antara PAMA dan SMA adalah sebagai berikut:
• Perubahan ketentuan marjin. Marjin berarti 1,63% (satu koma enam puluh
tiga persen) per tahun.
Page 25
21
I.8 Maksud dan Tujuan Penilaian
Pelaksanaan penilaian ini dimaksudkan untuk memberikan pendapat
kewajaran (fairness opinion) atas Rencana Transaksi yang ditujukan dalam
rangka memenuhi ketentuan Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal
1 Juli 2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
memenuhi ketentuan peraturan tentang transaksi afiliasi namun bukan
termasuk transaksi material karena nilai Rencana Transaksi besarannya di
bawah 20% dari ekuitas Perseroan per 31 Desember 2023 serta atas Rencana
Transaksi tidak terdapat benturan kepentingan.
Keterangan Jumlah
Pinjaman kepada SMA dalam USD penuh 198.000.000
Kurs tengah BI untuk USD per 29 Desember 2023 15.416
Pinjaman kepada SMA dalam Jutaan Rupiah 3.052.368
Nilai buku ekuitas Perseroan (IDR Mio) 84.035.563
% Nilai Rencana Transaksi terhadap Nilai buku Perseroan 3,63%
I.9 Benturan Kepentingan Rencana Transaksi
Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi tidak
terdapat benturan kepentingan.
I.10 Tanggal Penilaian
• Tanggal penilaian adalah per tanggal 31 Desember 2023
• Tanggal laporan penilaian adalah tanggal 26 Juni 2024
I.11 Tingkat Kedalaman Investigasi
Dalam melaksanakan penilaian ini kami telah melakukan investigasi untuk
mengumpulkan data dan informasi dari manajemen Perseroan dengan cara
melakukan wawancara serta melakukan verifikasi, perhitungan dan analisis
dari data dan informasi yang diperoleh dari manajemen maupun sumber-
sumber lainnya yang relevan dan dapat diandalkan.
Dalam proses penyusunan pendapat kewajaran ini kami melakukan
wawancara dengan:
• Bapak Yudistira sebagai Corporate Finance & Accounting Division Head
Perseroan;
• Bapak Ramandhika sebagai Corporate Treasury Dept. Head Perseroan;
• Ibu Inge Teja sebagai Corporate Financial Planning Dept. Head Perseroan;
• Ibu Sofi Christiana sebagai Corporate Treasury Staff Perseroan.
Page 26
22
I.12 Sifat dan Sumber Informasi yang Dapat Diandalkan
Dalam mempersiapkan laporan ini, kami menggunakan data dan informasi
yang diperoleh dari manajemen Perseroan maupun sumber-sumber lainnya
yang relevan dan dapat diandalkan. Data dan informasi yang digunakan
adalah sebagai berikut:
1. Draft Amandemen I perjanjian pinjaman antara Perseroan dan SMA;
2. Draft Amandemen I perjanjian pinjaman antara PAMA dan SMA;
3. Perjanjian pinjaman antara Perseroan dan SMA tanggal 30 November
2023;
4. Perjanjian pinjaman antara PAMA dan SMA dengan
No. JIEP/BSD/23/015/PN-SMA/CT tanggal 30 November 2023;
5. Laporan Keuangan Perseroan per tanggal 31 Desember 2019 sampai
dengan 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja,
Wibisana, Rintis & Rekan (PwC) dengan opini wajar dalam semua hal yang
material;
6. Laporan Keuangan SMA per tanggal 31 Desember 2019 sampai dengan
31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP Tanudiredja, Wibisana,
Rintis & Rekan (PwC) dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
7. Proyeksi keuangan Perseroan berupa proyeksi laba rugi dan proyeksi
posisi keuangan;
8. Proforma keuangan Perseroan dengan adanya Rencana Transaksi;
9. Proyeksi keuangan SMA berupa proyeksi laba rugi, proyeksi posisi
keuangan dan proyeksi arus kas;
10. Dokumen legal Perseroan, PAMA, DTN dan SMA antara lain Akta Pendirian
dan Akta Perubahannya, NIB, NPWP serta dokumen-dokumen penting
lainnya;
11. Analisis ekonomi berdasarkan data dan informasi yang diperoleh dari
Economist Intelligence Unit (EIU), Bank Indonesia serta data dan
informasi lainnya yang dipublikasikan secara umum;
12. Wawancara dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan Rencana
Transaksi;
13. Berbagai sumber informasi, baik dari media cetak dan elektronik maupun
dari hasil analisis lainnya yang kami anggap relevan.
Kami berasumsi bahwa data dan informasi yang diberikan telah diungkapkan
sepenuhnya, sejujurnya, benar dan dapat dipertanggungjawabkan.
Page 27
23
I.13 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi:
1. Kami mengasumsikan bahwa Rencana Transaksi di jalankan seperti yang
telah dijelaskan oleh manajemen Pemberi Tugas dan sesuai dengan
kesepakatan serta kebenaran informasi mengenai Rencana Transaksi
yang diungkapkan oleh manajemen dalam draft amandemen I perjanjian
pinjaman antara Perseroan dan SMA , serta draft amandemen I
perjanjian pinjaman antara PAMA dan SMA yang telah kami terima;
2. Kami mengasumsikan bahwa sejak tanggal penerbitan laporan ini sampai
dengan tanggal efektifnya Rencana Transaksi tidak terjadi perubahan
apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang
digunakan di dalam analisis penyusunan pendapat kewajaran;
3. Kami mengasumsikan bahwa pihak yang bertransaksi merupakan
Perusahaan yang berkelanjutan usahanya di masa mendatang dan
dikelola oleh manajemen yang profesional dan kompeten (going
concern);
4. Seluruh data dan informasi yang diterima dari Pemberi Tugas sehubungan
dengan penilaian ini adalah relevan, benar dan dapat dipercaya;
5. Seluruh pernyataan serta data dan informasi yang terdapat di dalam
laporan penilaian adalah relevan, benar dan dapat
dipertanggungjawabkan sesuai dengan prosedur penilaian yang berlaku
umum dan disampaikan dengan itikad baik;
6. Kami memperoleh informasi atas status hukum pihak yang bertransaksi,
namun kami tidak melakukan pengecekan terhadap keabsahannya;
7. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap iklim politik,
ekonomi dan hukum dimana Perusahaan melakukan kegiatan bisnisnya;
8. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap susunan
pengurus Perusahaan;
9. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap peraturan
dan hukum yang berlaku yang mempengaruhi pendapatan Perusahaan di
dalam menjalankan bisnisnya;
10. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap biaya tenaga
kerja dan biaya lain-lain yang signifikan;
11. Tidak ada gangguan yang material dan signifikan terhadap hubungan
industrial atau asosiasi tenaga kerja;
12. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap kebijakan
akuntansi yang digunakan oleh Perusahaan;
13. Tidak ada perubahan yang material dan signifikan terhadap teknologi
industri dan kompetisi pasar dimana Perusahaan menjalankan bisnisnya.
Page 28
24 Kondisi pembatas: 1. Laporan ini bersifat non-disclaimer opinion; 2. Laporan ini dilaksanakan sesuai dengan maksud dan tujuan penilaian yang dinyatakan di dalam laporan, oleh karena itu tidak dapat digunakan dan/atau dikutip untuk tujuan lain; 3. Laporan ini terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia yang dapat mempengaruhi operasional Perusahaan; 4. Informasi yang telah diberikan oleh Pemberi Tugas kepada kami, seperti yang disebutkan di dalam laporan ini, dianggap layak dan dapat dipercaya, tetapi kami tidak bertanggung jawab jika ternyata informasi yang diberikan terbukti tidak sesuai dengan hal yang sesungguhnya. Informasi yang dinyatakan tanpa menyebutkan sumbernya merupakan hasil penelaahan kami terhadap data-data yang ada, pemeriksaan atas dokumen, ataupun keterangan dari instansi pemerintah yang berwenang. Tanggung jawab untuk memeriksa kembali kebenaran informasi tersebut sepenuhnya berada di pihak Pemberi Tugas; 5. Penilaian yang kami lakukan didasarkan pada data dan informasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas. Mengingat hasil dari penilaian kami sangat tergantung dari kelengkapan, keakuratan dan penyajian data serta asumsi-asumsi yang mendasarinya, perubahan pada data seperti adanya informasi baru dari publik, informasi yang merupakan hasil penyelidikan khusus ataupun dari sumber-sumber lainnya dapat merubah hasil dari penilaian kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil penilaian dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bersifat material. Walaupun isi dari laporan ini telah dilaksanakan dengan itikad baik dan cara yang profesional, kami tidak bertanggung jawab atas adanya kemungkinan yang terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh analisis tambahan ataupun adanya perubahan dalam data yang dijadikan sebagai dasar penilaian; 6. Kami menggunakan Proyeksi Keuangan yang diperoleh dari Pemberi Tugas dan kami telah melakukan penyesuaian yang mencerminkan kewajaran proyeksi sesuai dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang telah disesuaikan; 7. Kami bertanggung jawab atas laporan ini dan opini kewajaran; 8. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi penilaian ini akibat dari peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Laporan Penilaian (subsequent events);
Page 29
25
9. Laporan Penilaian dianggap sah apabila tertera cap (seal) KJPP Nirboyo
Adiputro, Dewi Apriyanti & Rekan pada lembar tanda tangan
penanggung jawab Laporan.
I.14 Persyaratan atas Persetujuan Untuk Publikasi
Laporan ini dan/atau referensi yang melampirinya dilaksanakan sesuai
dengan maksud dan tujuan penilaian yang dinyatakan dalam laporan serta
laporan ini bersifat terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat memengaruhi operasional Perseroan.
I.15 Standar Penilaian
Kami menyusun laporan ini sesuai dengan Peraturan OJK No.
35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal, Surat Edaran OJK No. 17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman
Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Kode Etik
Penilai Indonesia dan Standar Penilaian Indonesia Edisi VII-2018 (KEPI & SPI
edisi VII-2018), serta Peraturan Perundangan yang berlaku.
I.16 Metode Analisis Penyusunan Pendapat Kewajaran
Analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi
adalah:
• Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap keuangan
perusahaan;
• Identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak;
• Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati;
• Analisis likuiditas;
• Analisis manfaat dan risiko;
• Analisis kualitatif;
• Analisis kuantitatif;
• Analisis kelayakan rencana penggunaan dana;
• Analisis atas jaminan.
Page 30
26
I.17 Kejadian Penting Setelah Tanggal Penilaian (Subsequent Events)
Dalam penilaian atas kewajaran Rencana Transaksi per tanggal
31 Desember 2023, terdapat kejadian penting yang diketahui maupun yang
patut diketahui setelah tanggal penilaian sampai dengan tanggal laporan
dikeluarkan yang tidak memengaruhi hasil penilaian yaitu:
• Per 24 April 2024, berdasarkan akta No. 98 tanggal 24 April 2024 dari
Notaris Jose Dima Satria S.H., M.Kn terdapat pengunduran diri dari
Bapak Gidion Hasan sebagai Wakil Presiden Komisaris Perseroan dan
pengangkatan Bapak Rudy sebagai Wakil Presiden Komisaris Perseroan,
Bapak Chiew Sin Cheok sebagai Komisaris Perseroan, Bapak Bruce Malcom
Cox sebagai Komisaris Independen Perseroan, dan Ibu Vilihati Surya
sebagai Direktur Perseroan. Sehingga susunan anggota Direksi dan Dewan
Komisaris Perseroan menjadi sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Rudy
Komisaris : Chiew Sin Cheok
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjarnako
Komisaris Independen : Nanan Soekarna
Komisaris Independen : Bruce Malcolm Cox
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Edhie Sarwon
Direktur : Widjaja Kartika
Direktur : Vilihati Surya
Page 31
27
II ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
II.1 Analisis Pengaruh Transaksi Pinjam Meminjam Dana terhadap Keuangan
Berdasarkan proforma keuangan per 31 Desember 2023 yang diberikan oleh
manajemen Perseroan, kami melakukan perbandingan analisis rasio
keuangan antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi dilakukan. Hasil
analisis menunjukkan bahwa Rencana Transaksi akan memengaruhi rasio
likuiditas namun perubahannya tidak signifikan. Sedangkan untuk rasio
solvabiltas dan rasio profitabilitas tidak mengalami perubahan.
Sebelum Rencana Sesudah Rencana
Analisis Rasio Transaksi Transaksi Selisih
31-Dec-23 31-Dec-23
Rasio likuiditas
Rasio lancar 1,46 1,39 -4,62%
Rasio cepat 1,06 0,99 -6,37%
Rasio kas 0,43 0,36 -15,58%
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 22,46% 22,46% 0,00%
Debt to total assets ratio 12,25% 12,25% 0,00%
Long term debt to equity ratio 20,92% 20,92% 0,00%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 27,83% 27,83% 0,00%
Net profit margin 17,21% 17,21% 0,00%
ROA 0,14 0,14 0,00%
ROE 0,26 0,26 0,00%
II.2 Pihak yang Bertransaksi
Berdasarkan draft amandemen I perjanjian pinjaman antara Perseroan dan
SMA serta draft amandemen I perjanjian pinjaman antara PAMA dan SMA
yang kami peroleh dari manajemen Perseroan, pihak yang terlibat dalam
Rencana transaksi adalah:
• Perseroan sebagai pihak pemberi pinjaman;
• PAMA sebagai pihak pemberi pinjaman;
• SMA sebagai pihak penerima pinjaman.
Page 32
28
II.3 Susunan Pemegang Saham serta Susunan Dewan Komisaris dan Direksi dari
Pihak yang Bertransaksi
Uraian Singkat PT United Tractors Tbk
Susunan pemegang saham Perseroan per 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Nilai
Kepemilikan
PT Astra International Tbk 2.219.317.358 554.829 59,50%
Fransiscus Xaverius Laksana Kesuma 200.000 50 0,01%
Iwan Hadiantoro 166.400 42 0,00%
Loudy Irwanto Ellias 34.515 9 0,00%
Edjie Sarwono 18.100 5 0,00%
Widjaja Kartika 2.000 1 0,00%
Masyarakat selain Direksi
(masing-masing kepemilikan dibawah 5%) 1.412.070.763 353.016 37,86%
Jumlah saham beredar 3.631.809.136 907.952 97,36%
Saham treasuri 98.326.000 24.582 2,64%
Jumlah 3.730.135.136 932.534 100,00%
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan per 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Wakil Presiden Komisaris : Gidion Hasan
Komisaris : Djoko Pranoto Santoso
Komisaris : Benjamin Herrenden Birks
Komisaris Independen : Paulus Bambang Widjarnako
Komisaris Independen : Nanan Soekarna
Direksi
Presiden Direktur : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Direktur : Loudy Irwanto Ellias
Direktur : Iwan Hadiantoro
Direktur : Idot Supriadi
Direktur : Edhie Sarwono
Direktur : Widjaja Kartika
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan
pemegang saham, namun terdapat perubahan pada susunan Dewan Komisaris
dan Direksi Perseroan. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan saat
laporan ini dikeluarkan seperti yang dinyatakan dalam bab I.17.
Page 33
29
Uraian Singkat PT Pamapersada Nusantara
Susunan pemegang saham PAMA per 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Nilai
Kepemilikan
PT United Tractors Tbk 10.114.950.800 5.057.475 99,9995%
PT United Tractors Pandu Engineering 49.200 25 0,0005%
Jumlah 10.115.000.000 5.057.500 100,00%
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi PAMA per 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Djony Bunarto Tjondro
Komisaris : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Komisaris : Chiew Sin Cheok
Direksi
Presiden Direktur : Hendra Hutahean
Direktur : Chinthya Theresa Am
Direktur : Ari Sutrisno
Direktur : Warsito Subagio Surjaatmadja
Direktur : Roberto Dwi Handoko
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan
pemegang saham serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi PAMA.
Uraian Singkat PT Danusa Tambang Nusantara
Susunan pemegang saham DTN per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Nilai
Kepemilikan
PT United Tractors Tbk 1.740.777 17.407.770 60,00%
PT Pamapersada Nusantara 1.160.518 11.605.180 40,00%
Jumlah 2.901.295 29.012.950 100,00%
Page 34
30
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi DTN per 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Komisaris : Hendra Hutahean
Komisaris : Iwan Hadiantoro
Direksi
Presiden Direktur : Muliady Sutio
Direktur : Matius
Direktur : Ari Sutrisno
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan
pemegang saham serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi DTN.
Uraian Singkat PT Stargate Mineral Asia
Susunan pemegang saham SMA per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Disajikan dalam Jutaan Rupiah
Persentase
Pemegang Saham Jumlah Saham Nilai
Kepemilikan
PT Danusa Tambang Nusantara 2.100 2.100 70,00%
PT Anugerah Surya Pacific Resources 900 900 30,00%
Jumlah 3.000 3.000 100,00%
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi SMA per 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Franciscus Xaverius Laksana Kesuma
Komisaris : Hendra Hutahean
Komisaris : Eddy
Direksi
Presiden Direktur : Muliady Sutio
Direktur : Ruli Tanio
Direktur : Noviandri
Direktur : Dixon
Direktur : F Sandhy Herry Hermawan
Pada saat laporan ini dikeluarkan tidak terdapat perubahan pada susunan
pemegang saham serta susunan Dewan Komisaris dan Direksi SMA.
Page 35
31
II.4 Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi
Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi atas pihak yang
bertransaksi dalam Rencana Transaksi serta berdasarkan informasi yang
diperoleh dari manajemen Perseroan, terdapat hubungan afiliasi antara
pihak yang bertransaksi berupa hubungan kepemilikan yang disebabkan oleh:
• Perseroan dan PAMA merupakan perusahaan induk dari DTN dimana
Perseroan memiliki 60% saham DTN dan PAMA memiliki 40% saham DTN;
• DTN merupakan pemegang saham yang secara langsung memiliki 66,67%
saham dari PT Anugerah Surya Pacific Resources (“ASPR”);
• ASPR merupakan pemegang saham yang secara langsung memiliki 30%
saham SMA;
• DTN merupakan pemegang saham yang secara langsung memiliki 70%
saham SMA dan oleh karenanya DTN juga memiliki saham secara tidak
langsung dalam SMA melalui ASPR sebesar 20%.
II.5 Perjanjian dan Persyaratan Rencana Transaksi
Perseroan dan SMA serta PAMA dan SMA telah menandatangani perjanjian
pinjaman tanggal 30 November 2023 sehubungan dengan pinjaman yang
diberikan dari Perseroan dan PAMA kepada SMA dengan total nilai pinjaman
sampai dengan USD198.000.000 dengan porsi masing-masing pinjaman
sebagai berikut:
• Perseroan akan memberikan pinjaman dengan nilai pinjaman sampai
dengan USD151.081.172;
• PAMA akan memberikan pinjaman dengan nilai pinjaman sampai dengan
USD46.918.828.
Berdasarkan perjanjian pinjaman antara Perseroan dan SMA tanggal
30 November 2023, beberapa syarat dan ketentuan yang diatur dalam draft
perjanjian pinjaman tersebut antara lain sebagai berikut:
• Jumlah maksimum pokok pinjaman sampai dengan USD151.081.172;
• Pemberi pinjaman memiliki opsi untuk mengubah nilai tukar menjadi
Rupiah dengan menggunakan referensi nilai tukar JISDOR H-1 tanggal
pencairan;
• Suku bunga pinjaman akan dibayarkan setiap 3 bulanan dengan tingkat
suku bunga sebesar term SOFR ditambah marjin 2% per tahun;
• Periode pinjaman berarti periode sejak tanggal perjanjian dan berlaku
untuk jangka waktu 60 bulan setelahnya;
• Periode pinjaman dapat diperpanjang sesuai kesepakatan para pihak;
• Penarikan fasilitas pinjaman dapat dilaksanakan dalam beberapa kali
penarikan sepanjang tidak melebihi jumlah pokok;
Page 36
32 • Penerima pinjaman tidak boleh meminjam kembali bagian pinjaman yang telah dibayar kembali. Berdasarkan perjanjian pinjaman antara PAMA dan SMA tanggal 30 November 2023, antara PAMA dengan SMA, beberapa syarat dan ketentuan yang diatur dalam perjanjian pinjaman tersebut antara lain sebagai berikut: • Jumlah maksimum pokok pinjaman sampai dengan USD46.918.828; • Pemberi pinjaman memiliki opsi untuk mengubah nilai tukar menjadi Rupiah dengan menggunakan referensi nilai tukar JISDOR H-1 tanggal pencairan; • Suku bunga pinjaman akan dibayarkan setiap 3 bulanan dengan tingkat suku bunga sebesar term SOFR ditambah marjin 2% per tahun; • Periode pinjaman berarti periode sejak tanggal perjanjian dan berlaku untuk jangka waktu 60 bulan setelahnya; • Periode pinjaman dapat diperpanjang sesuai kesepakatan para pihak; • Penarikan fasilitas pinjaman dapat dilaksanakan dalam beberapa kali penarikan sepanjang tidak melebihi jumlah pokok; • Penerima pinjaman tidak boleh meminjam kembali bagian pinjaman yang telah dibayar kembali. Rencana Transaksi merupakan amandemen pertama atas perjanjian pinjaman antara Perseroan dan SMA serta PAMA dan SMA yang akan di atur dalam draft amandemen I perjanjian pinjaman antara Perseroan dan SMA serta draft amandemen I perjanjian pinjaman antara PAMA dan SMA. Perubahan ketentuan yang di atur dalam draft amandemen I perjanjian pinjaman antara Perseroan dan SMA adalah sebagai berikut: • Perubahan ketentuan marjin. Marjin berarti 1,63% (satu koma enam puluh tiga persen) per tahun. Perubahan ketentuan yang di atur dalam draft amandemen I perjanjian pinjaman antara PAMA dan SMA adalah sebagai berikut: • Perubahan ketentuan marjin. Marjin berarti 1,63% (satu koma enam puluh tiga persen) per tahun.
Page 37
33
II.6 Analisis Likuiditas
Dengan Rencana Transaksi, rasio likuiditas Perseroan akan mengalami
perubahan yang disebakan sumber dana yang digunakan adalah dana internal
Perseroan. Namun perubahan yang terjadi tidak signifikan. Dengan
penurunan jumlah kas dan setara kas maka berikut merupakan hasil
perbandingan rasio likuiditas antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi:
Analisis Rasio Likuiditas
Sebelum Rencana Sesudah Rencana
Analisis Rasio Transaksi Transaksi Selisih
31-Dec-23 31-Dec-23
Rasio likuiditas
Rasio lancar 1,46 1,39 -4,62%
Rasio cepat 1,06 0,99 -6,37%
Rasio kas 0,43 0,36 -15,58%
II.7 Manfaat dan Risiko Rencana Transaksi
Manfaat Rencana Transaksi adalah:
• Bagi Perseroan dan PAMA, secara standalone berpotensi mendapatkan
tambahan pendapatan bunga dengan tingkat pengembalian lebih tinggi
dari rata-rata tingkat suku bunga pasar;
• Bagi Perseroan, secara konsolidasi berpotensi meningkatkan
profitabilitasnya dari penghematan beban bunga karena tidak ada
pembayaran beban bunga dari SMA kepada pihak ketiga;
• Bagi SMA, dapat membangun smelter nikel sesuai dengan rencana sehingga
dapat segera beroperasi secara komersial serta mengurangi beban biaya
keuangan karena suku bunga yang turun.
Risiko Rencana Transaksi adalah:
• Bagi Perseroan dan PAMA akan menanggung risiko gagal bayar baik pokok
pinjaman dan bunga pinjaman;
• Bagi SMA akan menanggung risiko pembangunan project dan kegiatan
operasional tidak berjalan sesuai rencana sehingga dapat mengganggu
cash flows perusahaan.
Page 38
34
II.8 Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
II.8.1 Riwayat Singkat dan Sifat Kegiatan Usaha
PT United Tractors Tbk
Perseroan didirikan di Indonesia pada tanggal 13 Oktober 1972 dengan nama
PT Inter Astra Motor Works, berdasarkan Akta Pendirian No. 69 di hadapan
Djojo Muljadi, S.H. Terdapat perubahan nomor 101 atas Akta Pendirian yang
disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No. Y.A.5/34/8 tanggal 6 Februari 1973 dan diumumkan dalam Lembaran
Berita Negara No. 31, Tambahan No. 281 tanggal 17 April 1973 yang
mengubah nama Perseroan menjadi PT United Tractors. Anggaran Dasar
Perseroan telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Perseroan sejak
19 September 1989 telah menjadi perusahaan publik dengan mencatatkan
sahamnya di Bursa Efek Indonesia.
Perubahan Anggaran Dasar terakhir dan perubahan pasal 3 Anggaran Dasar
mengenai maksud dan tujuan serta kegiatan usaha Perseroan sebagaimana
dituangkan dalam akta No. 79 tanggal 8 April 2022 yang dibuat di hadapan
Jose Dima Satria, S.H., M.Kn, notaris di Jakarta, yang telah mendapat
mendapat pemberitahuan penerimaan pemberitahuan perubahan Anggaran
Dasar dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai
dengan suratnya tanggal 19 April 2022 No. AHU-0028206.AH.01.02.tahun
2022.
Selain itu, Perseroan telah melakukan perubahan susunan Direksi
sebagaimana dituangkan dalam Akta No.51 tanggal 12 April 2023 yang dibuat
dihadapan Jose Dimas Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, yang telah
mendapat pemberitahuan penerimaan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia sesuai dengan suratnya tanggal 4 Mei 2023
No.AHU-AH.01.09-0114064.
Ruang lingkup kegiatan utama Perseroan dan entitas anak (bersama-sama
disebut “Grup”) meliputi penjualan dan penyewaan alat berat (“mesin
konstruksi”) beserta pelayanan purna jual; penambangan dan kontraktor
penambangan; rekayasa, perencanaan, perakitan dan pembuatan komponen
mesin, alat, peralatan dan alat berat; pembuatan kapal serta jasa
perbaikannya; penyewaan kapal dan angkutan pelayaran; industri konstruksi;
pembangkit listrik; dan energi.
Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1973. Perseroan
berkedudukan di Jakarta, Indonesia.
Page 39
35 Perseroan dikendalikan oleh induk perusahaannya yaitu PT Astra International Tbk, perusahaan yang didirikan di Indonesia. Pemegang saham terbesar PT Astra International Tbk adalah Jardine Cycle & Carriage Ltd, perusahaan yang didirikan di Singapura. Jardine Cycle & Carriage Ltd. adalah anak perusahaan dari Jardine Matheson Hodings Ltd., perusahaan yang didirikan di Bermuda. PT Pamapersada Nusantara PAMA didirikan berdasarkan Akta No. 74 dibuat di hadapan Rukmasanti Hardjasatya, Notaris di Jakarta, tertanggal 26 Agustus 1988. Akta tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-4876.HT.01.01.TH’89 tanggal 1 Juni 1989 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara No. 77 tanggal 26 September 1989, Tambahan No. 2099. Anggaran Dasar PAMA telah mengalami beberapa perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan terakhir berdasarkan pada Akta Notaris No. 29 tertanggal 10 April 2023 oleh Jose Dima Satria S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta terkait dengan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi perusahaan. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia telah menerima dan mencatat perubahan tersebut berdasarkan Surat Keputusan No. AHU- AH.01.09-0108148 tanggal 10 April 2023. PAMA dan entitas anak bergerak di bidang kontraktor pertambangan batubara dan batu kapur, pertambangan batubara di area konsesi pertambangan milik sendiri, perdagangan batubara, perawatan jalan, pengoperasian pelabuhan, penyewaan peralatan berat, dan penjualan peralatan berat terpakai. PAMA memulai aktivitas komersialnya pada bulan September 1993. PAMA merupakan entitas anak Perseroan.
Page 40
36 PT Danusa Tambang Nusantara DTN didirikan berdasarkan Akta No. 32 dibuat di hadapan Marianne Vincentia Hamdani, S.H., Notaris di Jakarta, tertanggal 22 Mei 2015. Akta tersebut disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-2443737.AH.01.01 tanggal 16 Juni 2015. Anggaran Dasar perusahaan telah mengalami beberapa perubahan dari waktu ke waktu. Perubahan terakhir berdasarkan pada Akta Notaris No. 267 tanggal 27 Desember 2023 dari Notaris Jose Dima Satria, SH, Notaris di Jakarta, tentang perubahan pemegang saham Perseroan. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia telah menerima dan mencatat perubahan tersebut berdasarkan Surat Pengakuan No. AHU-AH.01.03- 0164064 tanggal 28 Desember 2023. DTN dan anak perusahaannya bergerak di bidang usaha pertambangan mineral. DTN merupakan entitas anak Perseroan. PT Stargate Mineral Asia SMA didirikan berdasarkan Akta No. 350 Notaris Vini Suhastini, S.H., Notaris di Bekasi tanggal 29 Desember 2015. Anggaran Dasar SMA telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0003749.AH.01.01 tanggal 22 Januari 2016. Anggaran Dasar SMA terakhir diubah berdasarkan Akta Notaris No. 168 tanggal 30 November 2023 dari Jose Dima Satria, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta, mengenai di antaranya, perubahan susunan pemegang saham. Hal ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01. 09-0191185 tanggal 30 November 2023. SMA bergerak dalam bidang usaha industri pembuatan logam dasar bukan besi dan kawasan industri. Entitas induk SMA adalah DTN, yang merupakan entitas anak dari Perseroan.
Page 41
37
II.8.2 Analisis Industri dan Lingkungan
Kinerja Ekonomi Indonesia
Perekonomian dunia melambat dengan ketidakpastian pasar keuangan yang
mulai mereda. Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi global
tahun 2023 sebesar 3,0% dan melambat menjadi 2,8% pada tahun 2024.
Pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan India tahun 2023 lebih baik
dari prakiraan awal ditopang oleh konsumsi rumah tangga dan ekspansi
pemerintah. Sementara itu, ekonomi Tiongkok melemah seiring dengan
konsumsi rumah tangga dan investasi yang tumbuh terbatas. Inflasi di negara
maju, termasuk di AS, dalam kecenderungan menurun tetapi tingkatnya
masih di atas sasaran. Suku bunga kebijakan moneter, termasuk Fed Funds
Rate (FFR), diprakirakan telah mencapai puncaknya namun masih akan
bertahan tinggi dalam waktu yang lama (high for longer). Demikian pula yield
obligasi Pemerintah negara maju, termasuk US Treasury, diprakirakan dalam
kecenderungan menurun tetapi tingkatnya masih akan tinggi sejalan dengan
premi risiko jangka panjang (term-premia) terkait besarnya pembiayaan
fiskal dan utang pemerintah. Kejelasan arah kebijakan moneter di negara
maju tersebut mendorong mulai meredanya ketidakpastian pasar keuangan
global. Sehubungan dengan itu, aliran modal sejauh ini mulai kembali masuk
dan menurunkan tekanan pelemahan nilai tukar di negara emerging market,
termasuk Indonesia. Ke depan, sejumlah risiko dapat kembali meningkatkan
ketidakpastian perekonomian dunia, di antaranya masih berlanjutnya
ketegangan geopolitik, pelemahan ekonomi di sejumlah negara termasuk
Tiongkok, serta masih tingginya suku bunga kebijakan moneter dan yield
obligasi di negara maju.
Perekonomian Indonesia tetap tumbuh baik didukung oleh permintaan
domestik. Konsumsi rumah tangga dan investasi tetap tumbuh sejalan dengan
keyakinan masyarakat dan berlanjutnya penyelesaian Proyek Strategis
Nasional (PSN). Perkembangan ini dikonfirmasi oleh sejumlah indikator
utama hingga bulan Desember 2023, seperti keyakinan konsumen, penjualan
eceran, dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur. Sementara itu,
kinerja ekspor cenderung lebih baik, seiring dengan peningkatan permintaan
beberapa mitra dagang utama, seperti AS dan India. Berdasarkan Lapangan
Usaha (LU), kinerja perekonomian terutama didorong oleh Perdagangan
Besar dan Eceran, Industri Pengolahan, serta Konstruksi.
Page 42
38 Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2023 berada dalam kisaran 4,5-5,3%. Pada tahun 2024, kinerja konsumsi, baik swasta maupun Pemerintah, dan investasi diprakirakan terus meningkat sejalan dengan keyakinan konsumsi masyarakat yang tetap kuat, dampak positif pelaksanaan Pemilu, serta keberlanjutan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi tahun 2024 diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-5,5%. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan. Inflasi tetap terjaga dalam kisaran sasaran. Inflasi IHK bulan November 2023 terkendali pada 2,86% (yoy) sehingga diprakirakan inflasi IHK tahun 2023 akan berada dalam kisaran 3,0±1%. Perkembangan ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang tetap rendah sebesar 1,87% (yoy) sejalan dengan konsistensi kebijakan suku bunga dan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh Bank Indonesia. Inflasi administered prices juga rendah sebesar 2,07% (yoy). Sementara itu, inflasi kelompok volatile food naik menjadi 7,59% (yoy) dipengaruhi oleh faktor musiman yang memengaruhi produksi beberapa komoditas hortikultura. Bank Indonesia akan terus mencermati sejumlah risiko yang dapat mengganggu terkendalinya inflasi, terutama yang bersumber dari harga pangan. Untuk itu, Bank Indonesia tetap memperkuat bauran kebijakan moneter dan mempererat sinergi dengan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP di berbagai daerah untuk memastikan inflasi terkendali dalam kisaran 2,5±1% pada tahun 2024. Prospek Industri Alat Berat Industri alat berat sedang berada di dalam tekanan seiring rendahnya harga komoditas pertambangan. Berdasarkan data Himpunan Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi), produksi alat berat nasional sepanjang 2023 tercatat sebanyak 8.066 unit. Angka ini lebih rendah 8,61% year on year (YoY) dibandingkan produksi alat berat nasional pada 2022 yakni 8.826 unit. Pelemahan harga komoditas pertambangan seperti batubara dan nikel cukup mempengaruhi realisasi produksi alat berat di Indonesia. Sebab, banyak pelaku usaha tambang mengurangi pembelian alat berat baru ketika harga komoditas kurang bersahabat bagi kelangsungan bisnisnya. Tahun 2024 akan menjadi tantangan bagi industri alat berat Indonesia. Di sektor pertambangan, melandainya harga komoditas batu bara dan nikel membuat konsumen memilih bersikap wait and see menunggu perkembangan harga komoditas ke depan.
Page 43
39
Risiko penurunan harga komoditas yang dibarengi perlambatan ekonomi
masih menjadi ancaman bagi para produsen alat berat. Sektor pertambangan
diperkirakan masih menjadi kontributor utama penjualan alat berat nasional.
Terlepas dari turunnya harga komoditas, aktivitas produksi pada dasarnya
tetap berjalan. Alhasil, kebutuhan terhadap alat berat baru di sektor
tambang tetap ada, kendati belum tentu setinggi periode sebelumnya.
Persaingan di pasar alat berat juga diyakini akan semakin ketat seiring
kehadiran pemain-pemain baru di industri tersebut.
II.8.3 Analisis Operasional dan Prospek Perusahaan
Perseroan mengantisipasi volatilitas harga batu bara dengan terus menjaga
dan meningkatkan keunggulan operasional dan efisiensi berkelanjutan.
Walaupun kondisi bisnis tidak sebaik tahun 2022 dengan indeks harga acuan
batu bara yang turun signifikan, Perseroan dapat mempertahankan
pencapaian kinerja yang positif. Perseroan membukukan pendapatan
konsolidasian pada tahun 2023 sebesar Rp128,6 triliun atau naik 4% dari
Rp123,6 triliun pada tahun 2022.
Beban pokok pendapatan pada tahun 2023 sebesar Rp92,8 triliun atau naik
4% dari Rp88,8 triliun dan menghasilkan laba bruto sebesar Rp35,8 triliun,
naik 3% dari Rp34,8 triliun pada tahun 2022. Perseroan memperoleh laba
tahun berjalan tercatat pada tahun 2023 sebesar Rp22,1 triliun, sedikit turun
sebesar 4% dari Rp23,0 triliun pada tahun 2022.
Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar
Rp20,6 triliun, sedikit turun sebesar 2% dari Rp21,0 triliun pada tahun 2022
dikarenakan adanya kenaikan biaya keuangan dan kerugian nilai tukar mata
uang asing.
Pada tahun 2023, Perseroan melalui DTN resmi memasuki industri nikel
dengan mengakuisisi 19,99% saham Nickel Industries Limited (NIC) serta 70%
saham SPR, perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi
Nikel di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara dan SMA, perusahaan pemegang
Izin Usaha Industri yang akan mengembangkan pembangunan smelter nikel
dan 66,67% saham ASPR yang merupakan perusahaan induk dengan
kepemilikan 30% saham SPR dan SMA. Aksi korporasi ini adalah implementasi
strategi diversifikasi ke bisnis non batu bara dan masuk ke pasar yang sama
sekali baru bagi Perseroan. Saat ini nikel banyak dibutuhkan sebagai
komoditas seiring dengan menjamurnya produksi kendaraan listrik skala
global. Sebab nikel merupakan salah satu komponen utama pembuatan
kendaraan listrik, khususnya pada komponen baterai.
Page 44
40
II.8.4 Alasan dan Latar Belakang Rencana Transaksi
• Perseroan dan PAMA merupakan perusahaan induk dari DTN dimana
Perseroan memiliki 60% saham DTN dan PAMA memiliki 40% saham DTN;
• DTN merupakan pemegang saham yang secara langsung 66,7% saham dari
PT Anugerah Surya Pacific Resources (“ASPR”);
• ASPR merupakan pemegang saham yang secara langsung memiliki 30%
saham SMA;
• DTN merupakan pemegang saham yang secara langsung memiliki 70%
saham SMA dan oleh karenanya DTN juga memiliki saham secara tidak
langsung dalam SMA melalui ASPR sebesar 20%;
• Perseroan dan PAMA telah memberikan pinjaman kepada SMA yang
berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan akan digunakan untuk
keperluan belanja modal dalam melaksanakan kegiatan pengolahan dan
pemurnian bijih nikel dan mineral ikutannya dan pengembangan
pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian bijih nikel Rotary Kiln-
Eletric Furnace (RKEF) 2 jalur yang menghasilkan produk Nickel Pig Iron
(NPI) yang berlokasi di Kapubaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara;
• Berdasarkan penjelasan dari manajemen Perseroan, Rencana Transaksi
dilaksanakan untuk meningkatkan profitabilitas dari SMA dengan cara
meringankan beban bunga yang dikeluarkan oleh SMA.
II.8.5 Keuntungan dan Kerugian atas Dilakukannya Rencana Transaksi
Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
• Bagi Perseroan dan PAMA, dapat mendapatkan tingkat pengembalian yang
lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat suku bunga pasar;
• Bagi SMA, mendapatkan kepastian dana yang akan digunakan untuk
pembangunan smelter nikel dengan teknologi rotary klin electric furnance
sesuai dengan rencana produksi.
Kerugian Rencana Transaksi adalah:
• Bagi Perseroan dan PAMA, imbal hasil yang diharapkan dari pemberian
pinjaman kepada SMA baru akan dinikmati dalam beberapa tahun yang
akan datang, dibandingkan investasi pada instrumen keuangan lainnya
yang dapat segera diperoleh hasilnya.
Page 45
41
II.8.6 Analisis Dampak Leverage pada Keuangan
Dengan Rencana Transaksi, rasio solvabilitas Perseroan tidak akan mengalami
perubahan karena sumber dana yang digunakan Perseroan dan PAMA untuk
melakukan Rencana Transaksi merupakan dana internal perusahaan.
Analisis Rasio Solvabilitas
Sebelum Rencana Sesudah Rencana
Analisis Rasio Transaksi Transaksi Selisih
31-Dec-23 31-Dec-23
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 22,46% 22,46% 0,00%
Debt to total assets ratio 12,25% 12,25% 0,00%
Long term debt to equity ratio 20,92% 20,92% 0,00%
Kami juga melakukan perbandingan debt to equity ratio Perseroan dengan
debt to equity ratio industri metals & mining berdasarkan data Damodaran
selama 5 tahun terakhir. Hasil perbandingan adalah sebagai berikut:
Analisis Debt To Equity Ratio Industri
Debt to equity ratio
Periode
Industri UT
2019 58,64% 23,06%
2020 45,93% 19,77%
2021 29,91% 12,79%
2022 33,93% 3,35%
2023 35,00% 22,46%
Minimum 29,91% 3,35%
Maksimum 58,64% 23,06%
Median 35,00% 19,77%
Rata-rata 40,68% 16,29%
Dari perbandingan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam 5 tahun terakhir
dan per 31 Desember 2023, posisi leverage Perseroan lebih baik dibandingkan
dari rata-rata industri. Selain itu Rencana Transaksi tidak akan mengalami
perubahan yang disebabkan sumber dana yang digunakan adalah dana
internal Perseroan.
Page 46
42
II.8.7 Analisis Dampak Likuiditas pada Keuangan Penerima Pinjaman
Berdasarkan proyeksi keuangan SMA yang diberikan oleh manajemen
Perseroan, pada akhir tahun 2028, SMA belum memiliki jumlah kas & setara
yang mencukupi untuk melunasi pinjaman kepada Perseroan dan PAMA hal
ini disebabkan pembangunan smelter nikel akan memakan waktu 2 tahun.
Sehingga pada akhir tahun 2028, SMA dapat melakukan:
• Pelunasan sebagian pinjaman dengan menggunakan kas & setara kas yang
tersedia. Atas sisa dari pinjaman, SMA melakukan perpanjangan jangka
waktu dengan kondisi pihak pemberi pinjaman dan pihak penerima
pinjaman sepakat; atau
• Pelunasan pinjaman dengan menggunakan sumber pendanaan lain untuk
melunasi sisa pinjaman tersebut.
II.8.8 Analisis Dampak Keuangan jika Proyek yang Dibiayai Mengalami Kegagalan
Berdasarkan analisis rasio keuangan sesudah Rencana Transaksi menunjukkan
bahwa rasio likuiditas Perseroan tidak mengalami perubahan yang signifikan,
sehingga apabila SMA sebagai pihak penerima pinjaman mengalami gagal
bayar untuk mengembalikan kewajibannya kepada Perseroan dan PAMA,
maka Perseroan tetap dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya.
Untuk meminimalisasi risiko gagal bayar, Perseroan sebagai perusahaan
pengendali dari pihak penerima pinjaman dapat menetapkan kebijakan
perusahaan dan akan selalu mengawasi kinerja penerima pinjaman agar
menghindari risiko gagal bayar. Serta, Perseroan memiliki hak untuk
menentukan anggota Dewan Komisaris dan Direksi di pihak penerima
pinjaman.
Page 47
43
II.9 Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
II.9.1 Penilaian Kinerja Historis
Berdasarkan data Laporan Keuangan Auditan Perseroan per
31 Desember 2019 sampai dengan per 31 Desember 2023 yang kami peroleh
dari manajemen Perseroan, kondisi keuangan Perseroan adalah sebagai
berikut:
Laporan Posisi Keuangan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Aset
Aset lancar
Jumlah aset lancar 50.826.955 44.195.782 60.604.068 78.930.048 62.667.105
Aset tidak lancar
Jumlah aset tidak lancar 60.886.420 55.605.181 51.957.288 61.548.172 91.361.143
Jumlah aset 111.713.375 99.800.963 112.561.356 140.478.220 154.028.248
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Jumlah liabilitas jangka pendek 32.585.529 20.943.824 30.489.218 42.037.402 43.038.299
Liabilitas jangka panjang
Jumlah liabilitas jangka panjang 18.017.772 15.709.999 10.249.381 8.926.993 26.954.386
Jumlah liabilitas 50.603.301 36.653.823 40.738.599 50.964.395 69.992.685
Ekuitas
Jumlah ekuitas 61.110.074 63.147.140 71.822.757 89.513.825 84.035.563
Jumlah liabilitas & ekuitas 111.713.375 99.800.963 112.561.356 140.478.220 154.028.248
Jumlah aset sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan rata-rata tahunan Compound Annual Growth Rate (“CAGR”)
sebesar 8,36%.
Jumlah liabilitas sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
penurunan rata-rata tahunan CAGR sebesar 8,45%.
Jumlah ekuitas sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 8,29%.
Page 48
44
Laporan Laba Rugi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Pendapatan 84.430.478 60.346.784 79.460.503 123.607.460 128.583.264
Beban pokok pendapatan (63.199.825) (47.357.491) (59.795.542) (88.848.772) (92.797.027)
Laba kotor 21.230.653 12.989.293 19.664.961 34.758.688 35.786.237
Beban penjualan (1.039.971) (1.342.063) (1.125.733) (1.064.580) (1.321.419)
Beban umum & administrasi (3.585.671) (3.353.253) (3.663.613) (4.561.392) (4.741.675)
Penghasilan lain-lain 501.446
Beban lain-lain (312.886) (824.035) (980.291) (560.803) (885.424)
Penghasilan keuangan 616.712 758.513 871.973 998.148 1.126.994
Biaya keuangan (2.333.765) (1.539.907) (754.155) (759.935) (1.879.411)
Bagian atas laba bersih entitas asosiasi &
400.367 322.638 449.108 635.915 635.038
ventura bersama
Laba sebelum pajak penghasilan 15.476.885 7.011.186 14.462.250 29.446.041 28.720.340
Beban pajak penghasilan (4.342.244) (1.378.761) (3.853.983) (6.452.368) (6.590.244)
Laba tahun berjalan 11.134.641 5.632.425 10.608.267 22.993.673 22.130.096
Jumlah pendapatan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 11,09%.
Jumlah laba bruto sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 13,94%.
Jumlah laba tahun berjalan sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023
mengalami peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 18,73%.
Laporan Arus Kas
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Arus kas dari aktivitas operasi
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas
9.435.985 18.557.088 23.284.854 32.891.585 26.346.848
operasi
Arus kas dari aktivitas investasi
Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
(9.757.541) (2.594.328) (3.158.997) (10.401.292) (33.439.773)
investasi
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Kas bersih yang (digunakan untuk) /
(830.690) (7.834.254) (7.419.838) (18.653.279) (12.230.036)
diperoleh dari aktivitas pendanaan
Kenaikan bersih kas & bank (1.152.246) 8.128.506 12.706.019 3.837.014 (19.322.961)
Dampak perubahan selisih kurs terhadap
(195.268) 279.407 117.148 1.122.758 (361.943)
kas & bank
Kas & bank - awal 13.438.175 12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513
Kas & bank - akhir 12.090.661 20.498.574 33.321.741 38.281.513 18.596.609
Sejak tahun 2019 sampai dengan 2023, aktivitas operasi Perseroan secara
keseluruhan mampu untuk memenuhi kebutuhan aktivitas investasi dan
pendanaan.
Page 49
45
Analisis Rasio
Audit Audit Audit Audit Audit
Analisis Rasio
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Rasio likuiditas
Rasio lancar 1,56 2,11 1,99 1,88 1,46
Rasio cepat 1,22 1,73 1,68 1,51 1,06
Rasio kas 0,37 0,98 1,09 0,91 0,43
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 23,06% 19,77% 12,79% 3,35% 22,46%
Debt to total assets ratio 12,61% 12,51% 8,16% 2,14% 12,25%
Long term debt to equity ratio 17,37% 13,36% 4,15% 1,13% 20,92%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 25,15% 21,52% 24,75% 28,12% 27,83%
Net profit margin 13,19% 9,33% 13,35% 18,60% 17,21%
ROA 9,97% 5,64% 9,42% 16,37% 14,37%
ROE 18,22% 8,92% 14,77% 25,69% 26,33%
Rasio Likuiditas
Rasio lancar menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar
kewajiban jangka pendek dengan aset lancar yang dimilikinya. Pada tahun
2019, rasio lancar adalah 1,56 dan meningkat signifikan pada tahun 2020
menjadi 2,11. Namun, rasio ini menurun secara bertahap hingga mencapai
1,46 pada tahun 2023. Meskipun terjadi penurunan, rasio ini masih
menunjukkan bahwa perusahaan memiliki cukup aset lancar untuk menutupi
kewajiban jangka pendeknya.
Rasio cepat, yang mengukur likuiditas perusahaan tanpa memperhitungkan
persediaan, menunjukkan tren yang mirip dengan rasio lancar. Rasio cepat
meningkat dari 1,22 pada tahun 2019 menjadi 1,73 pada tahun 2020, tetapi
kemudian menurun hingga 1,06 pada tahun 2023. Penurunan ini menunjukkan
penurunan likuiditas yang lebih cepat dibandingkan rasio lancar.
Rasio kas menunjukkan jumlah kas dan setara kas dibandingkan dengan
kewajiban lancar. Rasio ini menunjukkan fluktuasi yang signifikan,
meningkat dari 0,37 pada tahun 2019 menjadi 0,98 pada tahun 2020 dan
mencapai puncaknya pada 1,09 pada tahun 2021 sebelum menurun drastis ke
0,43 pada tahun 2023. Penurunan ini mengindikasikan penurunan
ketersediaan kas untuk memenuhi kewajiban jangka pendek.
Page 50
46 Rasio Solvabilitas Rasio solvabilitas mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka panjangnya. Debt to equity ratio menunjukkan penurunan signifikan dari 23,06% pada tahun 2019 menjadi 3,35% pada tahun 2022, sebelum meningkat kembali menjadi 22,46% pada tahun 2023. Debt to total assets ratio juga menunjukkan tren penurunan dari 12,61% pada tahun 2019 menjadi 2,14% pada tahun 2022, dengan peningkatan kembali ke 12,25% pada tahun 2023. Long term debt to equity ratio mencerminkan pengurangan drastis dari 17,37% pada tahun 2019 menjadi 1,13% pada tahun 2022 sebelum naik ke 20,92% pada tahun 2023. Mulai dari tahun 2020, Perseroan secara bertahap mengurangi jumlah utang yang dimilikinya, terutama pada tahun 2021. Keputusan ini diambil karena Perseroan memiliki posisi kas yang mencukupi. Pada tahun 2023 menambah utang bank jangka panjang karena merupakan salah satu cara pendanaan untuk melakukan kegiatan investasi terutama kegiatan akusisi dan kebutuhan modal kerja. Rasio Profitabilitas Gross profit margin mengalami sedikit penurunan dari 25,15% pada tahun 2019 menjadi 21,52% pada tahun 2020, kemudian meningkat hingga mencapai 28,12% pada tahun 2022 sebelum sedikit menurun ke 27,83% pada tahun 2023. Net profit margin menunjukkan tren yang serupa, menurun dari 13,19% pada tahun 2019 menjadi 9,33% pada tahun 2020 dan kemudian meningkat ke 18,60% pada tahun 2022 sebelum sedikit turun ke 17,21% pada tahun 2023. Return on Assets (ROA) menurun dari 9,97% pada tahun 2019 menjadi 5,64% pada tahun 2020, namun kemudian meningkat signifikan hingga mencapai 16,37% pada tahun 2022 sebelum sedikit menurun ke 14,37% pada tahun 2023. Return on Equity (ROE) menurun dari 18,22% pada tahun 2019 menjadi 8,92% pada tahun 2020, namun meningkat drastis hingga mencapai 25,69% pada tahun 2022 dan 26,33% pada tahun 2023.
Page 51
47
II.9.2 Analisis Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
Berdasarkan proforma keuangan yang telah disusun oleh manajemen
Perseroan, dengan asumsi:
• Jumlah total fasilitas pinjaman di dalam perjanjian pinjaman adalah
USD198.000.000. per Desember 2023 sudah melakukan penarikan sebesar
USD10.000.000. sehingga saat ini tersisa USD188.000.000;
• Asumsi nilai tukar yang digunakan adalah kurs tengah Bank Indonesia per
29 Desember 2023 dimana USD1 setara dengan Rp15.416;
• Dana yang digunakan dalam Rencana Transaksi adalah dana internal
perusahaan.
Maka dampak dari Rencana Transaksi terhadap performa keuangan Perseroan
per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
Proforma Posisi Keuangan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Sebelum Rencana Sesudah Rencana
Keterangan Transaksi Penyesuaian Transaksi
31-Dec-23 31-Dec-23
Aset
Aset lancar
Kas & setara kas 18.596.609 (2.898.208) 15.698.401
Jumlah aset lancar 62.667.105 (2.898.208) 59.768.897
Aset tidak lancar
Aset tetap 36.001.559 2.898.208 38.899.767
Jumlah aset tidak lancar 91.361.143 2.898.208 94.259.351
Jumlah aset 154.028.248 0 154.028.248
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Jumlah liabilitas jangka
43.038.299 0 43.038.299
pendek
Liabilitas jangka panjang
Jumlah liabilitas jangka
26.954.386 0 26.954.386
panjang
Jumlah liabilitas 69.992.685 0 69.992.685
Ekuitas
Jumlah ekuitas 84.035.563 0 84.035.563
Jumlah liabilitas & ekuitas 154.028.248 0 154.028.248
Proforma posisi keuangan Perseroan menunjukkan bahwa Rencana Transaksi
mempengaruhi:
• Kas & setara kas berkurang sebesar Rp2.898.208 Juta sesuai dengan
jumlah sisa fasilitas pinjaman yang masih tersedia;
• Aset tetap bertambah sebesar Rp2.898.208 Juta yang disebabkan belanja
modal infrastruktur dan eksplorasi penambangan.
Page 52
48
Proforma Laba Rugi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Sebelum Rencana Sesudah Rencana
Keterangan Transaksi Penyesuaian Transaksi
31-Dec-23 31-Dec-23
Pendapatan 128.583.264 128.583.264
Beban pokok pendapatan (92.797.027) (92.797.027)
Laba kotor 35.786.237 0 35.786.237
Beban penjualan (1.321.419) (1.321.419)
Beban umum & administrasi (4.741.675) (4.741.675)
Penghasilan lain-lain
Beban lain-lain (885.424) (885.424)
Penghasilan keuangan 1.126.994 1.126.994
Biaya keuangan (1.879.411) (1.879.411)
Bagian atas laba bersih entitas asosiasi &
635.038 635.038
ventura bersama
Laba sebelum pajak penghasilan 28.720.340 0 28.720.340
Beban pajak penghasilan (6.590.244) (6.590.244)
Laba tahun berjalan 22.130.096 0 22.130.096
Proforma laba rugi Perseroan menunjukkan bahwa Rencana Transaksi tidak
mempengaruhi laba rugi Perseroan.
Page 53
49
II.9.3 Analisis Rasio Keuangan Sebelum dan Sesudah Rencana Transaksi
Sebelum Rencana Sesudah Rencana
Analisis Rasio Transaksi Transaksi Selisih
31-Dec-23 31-Dec-23
Rasio likuiditas
Rasio lancar 1,46 1,39 -4,62%
Rasio cepat 1,06 0,99 -6,37%
Rasio kas 0,43 0,36 -15,58%
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio 22,46% 22,46% 0,00%
Debt to total assets ratio 12,25% 12,25% 0,00%
Long term debt to equity ratio 20,92% 20,92% 0,00%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 27,83% 27,83% 0,00%
Net profit margin 17,21% 17,21% 0,00%
ROA 0,14 0,14 0,00%
ROE 0,26 0,26 0,00%
Dari tabel di atas, dapat diperoleh informasi bahwa Rencana Transaksi dapat
mempengaruhi performa keuangan Perseroan per 31 Desember 2023
khususnya pada rasio likuiditas Perseroan yang disebabkan oleh sumber dana
yang digunakan Perseroan dan PAMA untuk memberikan pinjaman merupakan
dana internal perusahaan namun perubahannya tidak signifikan. Sedangkan
untuk rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas tidak mengalami perubahan.
II.9.4 Penilaian atas Proyeksi Keuangan
Dalam menyusun proyeksi keuangan, asumsi utama yang digunakan oleh
manajemen Perseroan adalah sebagai berikut:
• Asumsi penarikan fasilitas pinjaman akan dilakukan pada tahun 2024
sebesar USD 102.158.744 tahun 2025 sebesar USD 84.000.000 dan
tahun 2028 sebesar USD 1.841.256;
• Asumsi nilai tukar yang digunakan adalah USD1 setara dengan Rp16.000;
• Dalam proyeksi keuangan sebelum Rencana Transaksi, suku bunga
pinjaman adalah term SOFR ditambah marjin 2% per tahun;
• Dalam proyeksi keuangan sesudah Rencana Transaksi, suku bunga
pinjaman adalah term SOFR ditambah marjin 1,63% per tahun;
• Term SOFR yang digunakan adalah per 29 Desember 2023 sebesar 5,33%.
Atas proyeksi keuangan Perseroan yang kami terima, kami melakukan
penyesuaian proyeksi keuangan dengan melihat kepada tingkat kewajaran
atas profitabilitas Perseroan selama periode proyeksi berdasarkan data
historis dan asumsi-asumsi yang disampaikan oleh manajemen.
Page 54
50
Perbandingan antara proyeksi keuangan sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi adalah sebagai berikut:
Analisis Proyeksi Laba Rugi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Pendapatan
Sebelum Rencana Transaksi 123.271.796 122.936.826 125.970.335 130.997.661 135.508.498
Sesudah Rencana Transaksi 123.271.796 122.936.826 125.970.335 130.997.661 135.508.498
Selisih (sesudah - sebelum) 0 0 0 0 0
% selisih 0,0000% 0,0000% 0,0000% 0,0000% 0,0000%
Laba Kotor
Sebelum Rencana Transaksi 29.415.408 27.601.295 29.634.996 31.177.795 32.392.367
Sesudah Rencana Transaksi 29.415.408 27.601.295 29.634.996 31.177.795 32.392.367
Selisih (sesudah - sebelum) 0 0 0 0 0
% selisih 0,0000% 0,0000% 0,0000% 0,0000% 0,0000%
EBIT
Sebelum Rencana Transaksi 22.909.838 20.955.873 22.640.054 23.898.860 24.910.789
Sesudah Rencana Transaksi 22.909.838 20.955.873 22.640.054 23.898.860 24.910.789
Selisih (sesudah - sebelum) 0 0 0 0 0
% selisih 0,0000% 0,0000% 0,0000% 0,0000% 0,0000%
Laba Sebelum Pajak
Sebelum Rencana Transaksi 21.595.107 19.995.718 21.757.244 23.013.125 24.140.744
Sesudah Rencana Transaksi 21.595.107 19.995.718 21.755.902 23.011.917 24.139.767
Selisih (sesudah - sebelum) 0 0 (1.342) (1.208) (977)
% selisih 0,0000% 0,0000% -0,0062% -0,0052% -0,0040%
Laba Tahun Berjalan
Sebelum Rencana Transaksi 16.941.321 15.713.117 17.074.334 18.020.942 18.917.421
Sesudah Rencana Transaksi 16.941.321 15.713.117 17.072.992 18.019.734 18.916.444
Selisih (sesudah - sebelum) 0 0 (1.342) (1.208) (977)
% selisih 0,0000% 0,0000% -0,0079% -0,0067% -0,0052%
Dari perbandingan proyeksi laba rugi sebelum dan sesudah Rencana Transaksi
menunjukkan bahwa ada penurunan namun perubahannya tidak signifikan.
Penurunan terjadi akibat porsi kepentingan non pengendali menjadi lebih
besar akibat peningkatan profitabilitas pada SMA imbas turunnya suku bunga
dari term SOFR+2% marjin menjadi SOFR+1,63% marjin. Pada dua tahun
pertama periode proyeksi tidak ada perubahan dikarenakan SMA masih dalam
proses pembangunan smelter.
Page 55
51
Analisis Proyeksi Posisi Keuangan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Aset Lancar
Sebelum Rencana Transaksi 61.495.393 63.066.660 69.096.941 70.828.133 72.671.430
Sesudah Rencana Transaksi 61.495.393 63.066.660 69.096.941 70.828.133 72.671.430
Selisih (sesudah - sebelum) 0 0 0 0 0
% selisih 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Aset Tidak Lancar
Sebelum Rencana Transaksi 104.579.948 109.627.760 107.688.736 112.045.717 111.911.428
Sesudah Rencana Transaksi 104.579.948 109.627.760 107.688.736 112.045.717 111.911.428
Selisih (sesudah - sebelum) 0 0 0 0 0
% selisih 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Liabilitas Jangka Pendek
Sebelum Rencana Transaksi 39.410.662 46.383.464 46.829.182 47.689.425 46.849.938
Sesudah Rencana Transaksi 39.410.662 46.383.464 46.829.182 47.689.425 46.849.938
Selisih (sesudah - sebelum) 0 0 0 0 0
% selisih 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Liabilitas Jangka Panjang
Sebelum Rencana Transaksi 31.214.306 24.822.755 18.186.963 19.916.920 18.847.136
Sesudah Rencana Transaksi 31.214.306 24.822.755 18.186.963 19.916.920 18.847.136
Selisih (sesudah - sebelum) 0 0 0 0 0
% selisih 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Ekuitas
Sebelum Rencana Transaksi 95.450.373 101.488.201 111.769.532 115.267.505 118.885.783
Sesudah Rencana Transaksi 95.450.373 101.488.201 111.769.532 115.267.505 118.885.783
Selisih (sesudah - sebelum) 0 0 0 0 0
% selisih 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Dari perbandingan proyeksi posisi keuangan sebelum dan sesudah Rencana
Transaksi menunjukkan bahwa tidak terjadi perubahan antara sebelum dan
sesudah Rencana Transaksi.
Page 56
52
II.9.5 Analisis Kemampuan Penerima Pinjaman untuk Melunasi Pinjaman
Berdasarkan data Laporan Keuangan Auditan SMA per 31 Desember 2019
sampai dengan per 31 Desember 2023 yang kami peroleh dari manajemen
Perseroan, kondisi keuangan SMA adalah sebagai berikut:
Laporan Posisi Keuangan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Aset
Aset lancar
Jumlah aset lancar 76 270 1.450 558 157.977
Aset tidak lancar
Jumlah aset tidak lancar 9.506 12.419 26.116 54.198 84.357
Jumlah aset 9.581 12.689 27.566 54.756 242.334
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Jumlah liabilitas jangka pendek 166 244 937 95.257 286.689
Liabilitas jangka panjang
Jumlah liabilitas jangka panjang 12.023 17.497 43.686 0 756
Jumlah liabilitas 12.189 17.741 44.623 95.257 287.445
Ekuitas / (defisiensi ekuitas)
Jumlah ekuitas / (defisiensi ekuitas) (2.608) (5.053) (17.057) (40.501) (45.111)
Jumlah liabilitas & ekuitas / (defisiensi
9.581 12.689 27.566 54.756 242.334
ekuitas)
Jumlah aset sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 124,26%.
Jumlah liabilitas sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 120,37%.
Jumlah ekuitas sejak tahun 2019 sampai dengan tahun 2023 mengalami
peningkatan rata-rata tahunan CAGR sebesar 103,94%.
Page 57
53
Laporan Laba Rugi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Beban umum & administrasi (5.364) (2.824) (14.025) (19.074) (4.630)
Pendapatan keuangan 1 2 1 1 16
Beban keuangan (279) (426) (934) (10) (11)
Kerugian lainnya 0 0 (0) (39) 15
Laba / (rugi) sebelum pajak penghasilan (5.643) (3.249) (14.959) (19.122) (4.610)
Manfaat / (beban) pajak penghasilan 0 0 0 0 0
Laba / (rugi) tahun berjalan (5.643) (3.249) (14.959) (19.122) (4.610)
Sejak 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2023 SMA belum
beroperasi secara komersial.
Laporan Arus Kas
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Audit Audit Audit Audit Audit
Keterangan
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Arus kas dari aktivitas operasi
Kas bersih yang digunakan untuk
(5.203) (2.746) (13.333) (17.253) (8.209)
aktivitas operasi
Arus kas dari aktivitas investasi
Kas bersih yang digunakan untuk
(6.925) (2.913) (13.697) (28.089) (21.061)
aktivitas investasi
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas
12.174 5.853 28.210 44.412 183.397
pendanaan
Kenaikan bersih kas & setara kas 46 194 1.180 (930) 154.127
Kas & setara kas - awal 0 46 240 1.420 490
Kas & setara kas - akhir 46 240 1.420 490 154.616
Sejak 31 Desember 2019 sampai dengan 31 Desember 2023, untuk memenuhi
aktivitas operasi dan investasi, SMA memerlukan pendanaan dari pemegang
sahamnya.
Page 58
54
Analisis Rasio
Audit Audit Audit Audit Audit
Analisis Rasio
31-Dec-19 31-Dec-20 31-Dec-21 31-Dec-22 31-Dec-23
Rasio likuiditas
Rasio lancar 0,46 1,11 1,55 0,01 0,55
Rasio cepat 0,46 1,11 1,55 0,01 0,55
Rasio kas 0,28 0,98 1,52 0,01 0,54
Rasio solvabilitas
Debt to equity ratio -461,07% -346,31% -256,12% -228,19% -612,13%
Debt to total assets ratio 125,48% 137,90% 158,48% 168,78% 113,95%
Long term debt to equity ratio -461,07% -346,31% -256,12% 0,00% 0,00%
Rasio profitabilitas
Gross profit margin 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Net profit margin 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
ROA -58,89% -25,61% -54,27% -34,92% -1,90%
ROE 216,39% 64,31% 87,70% 47,21% 10,22%
Rasio Likuiditas
Rasio lancar mengalami peningkatan dari 0,46 pada tahun 2019 menjadi 0,55
pada 2023. Rasio cepat mengalami peningkatan dari 0,46 pada tahun 2019
menjadi 0,55 pada 2023. Rasio kas mengalami peningkatan dari 0,28 pada
tahun 2019 menjadi 0,54 pada 2023.
Sejak tahun 2019 sampai 2023, secara keseluruhan aset lancar
SMA tidak mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya karena rasio
likuiditas secara keseluruhan berada di bawah 1.
Rasio Solvabilitas
Sejak tahun 2019 sampai 2023 porsi utang berbunga SMA mengalami
penurunan.
Rasio Profitabilitas
Sejak tahun 2019 sampai 2023 SMA belum beroperasi secara komersial.
Page 59
55
Proyeksi Laba Rugi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Pendapatan 0 0 2.116.921 3.830.852 3.830.852
Beban pokok pendapatan 0 0 (995.476) (2.001.821) (2.001.821)
Laba kotor 0 0 1.121.445 1.829.032 1.829.032
Beban operasi 0 0 (119.386) (240.214) (240.214)
Laba Operasi 0 0 1.002.058 1.588.818 1.588.818
Penghasilan/(beban) lain-lain 0 0 (235.224) (201.527) (155.738)
Laba sebelum pajak penghasilan 0 0 766.834 1.387.291 1.433.080
Beban pajak penghasilan 0 0 (168.704) (305.204) (315.278)
Laba tahun berjalan 0 0 598.131 1.082.087 1.117.803
Berdasarkan informasi dari manajemen, pada tahun 2024 dan 2025 SMA masih
belum beroperasi dan sedang dalam tahap pembangunan smelter nikel
sehingga baru mendapatkan pendapatan pada tahun 2026. Jumlah
pendapatan mengalami pertumbuhan rata-rata tahun CAGR sebesar 34,52%
sejak tahun 2026 sampai dengan tahun 2028. Jumlah laba operasi mengalami
pertumbuhan rata-rata tahun CAGR sebesar 25,92% sejak tahun 2026 sampai
dengan tahun 2027. Jumlah laba tahun berjalan mengalami pertumbuhan
rata-rata tahun CAGR sebesar 36,71% sejak tahun 2026 sampai dengan tahun
2028.
Page 60
56
Proyeksi Posisi Keuangan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Aset
Aset lancar
Kas & setara kas 218.948 451.216 569.787 735.850 285.906
Jumlah aset lancar 240.322 472.590 761.743 1.098.388 615.127
Aset tidak lancar
Jumlah aset tidak lancar 1.655.730 2.912.039 3.146.326 3.004.644 2.862.962
Jumlah aset 1.896.052 3.384.629 3.908.069 4.103.032 3.478.089
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Jumlah liabilitas jangka pendek 11.657 46.305 456.540 326.205 325.214
Liabilitas jangka panjang
Jumlah liabilitas jangka panjang 1.929.506 3.383.435 3.197.574 2.981.829 1.798.976
Jumlah liabilitas 1.941.163 3.429.740 3.654.115 3.308.034 2.124.190
Ekuitas
Jumlah ekuitas (45.111) (45.111) 253.954 794.998 1.353.899
Jumlah liabilitas & ekuitas 1.896.052 3.384.629 3.908.069 4.103.032 3.478.089
Pada akhir tahun 2028, SMA belum memiliki jumlah kas & setara yang
mencukupi untuk melunasi pinjaman kepada Perseroan dan PAMA hal ini
disebabkan pembangunan smelter nikel akan memakan waktu 2 tahun.
Sehingga pada akhir tahun 2028, SMA dapat melakukan:
• Pelunasan sebagian pinjaman dengan menggunakan kas & setara kas yang
tersedia. Atas sisa dari pinjaman, SMA melakukan perpanjangan jangka
waktu dengan kondisi pihak pemberi pinjaman dan pihak penerima
pinjaman sepakat; atau
• Pelunasan pinjaman dengan menggunakan sumber pendanaan lain untuk
melunasi sisa pinjaman tersebut.
II.9.6 Analisis Cash Management dan Financial Covenant dari Rencana Transaksi
Dalam perjanjian pinjaman antara Perseroan dan SMA serta perjanjian
pinjaman antara PAMA dan SMA tidak diatur mengenai financial covenant
berupa penyampaian laporan keuangan kepada pemberi pinjaman. Namun
dengan pertimbangan bahwa pemberi pinjaman merupakan induk
perusahaan maka pemberi pinjaman mendapatkan askes untuk laporan
keuangan perusahaan. Serta untuk meminimalisasi risiko gagal bayar,
Perseroan sebagai perusahaan pengendali dari pihak penerima pinjaman
dapat menetapkan kebijakan perusahaan dan akan selalu mengawasi kinerja
penerima pinjaman agar menghindari risiko gagal bayar. Selain itu Perseroan
juga memiliki hak untuk menentukan anggota Dewan Komisaris dan Direksi
di pihak penerima pinjaman.
Page 61
57
II.9.7 Analisis Yield Pinjaman Rencana Transaksi
Berdasarkan draft amandemen I perjanjian pinjaman antara Perseroan dan
SMA serta draft amandemen I perjanjian pinjaman antara PAMA dan SMA,
suku bunga pinjaman yang disepakati adalah sebesar term SOFR ditambah
marjin 1,63% per tahun dan pembayaran bunga akan dibayarkan setiap 3
bulanan.
Per 29 Desember 2023, tingkat suku bunga untuk term SOFR 3 bulanan adalah
sebesar 5,33% per tahun. Sehingga dalam laporan ini, suku bunga pinjaman
yang disepakati dalam Rencana Transaksi adalah 6,96% per tahun.
Kami melakukan analisis dengan membandingkan tingkat suku bunga
pinjaman dalam Rencana Transaksi dengan rata-rata tingkat suku bunga
pasar. Untuk menentukan tingkat suku bunga pasar, kami menggunakan suku
bunga pinjaman yang diberikan dari Medium Term Notes (“MTN”) untuk
jangka waktu 3 sampai dengan 5 tahun yang dikeluarkan dalam mata uang
USD dengan periode pembayaran suku bunga pinjaman setiap
3 dan 6 bulanan. Berdasarkan analisis yang kami lakukan atas data MTN dalam
mata uang USD yang dikeluarkan pada tahun 2021 sampai dengan 2023,
tingkat suku bunga yang ditawarkan berada dikisaran 4,00% sampai dengan
7,00% per tahun dengan rata-rata 5,80% per tahun.
Dari analisis perbandingan antara tingkat suku bunga pinjaman dalam
Rencana Transaksi dengan tingkat suku bunga pasar disimpulkan bahwa
tingkat suku bunga pinjaman dalam Rencana Transaksi berada di kisaran
tingkat suku bunga pasar.
II.9.8 Analisis Inkremental
Kontribusi Nilai Tambah
Dalam analisis ini kami melakukan membandingkan pendapatan bunga yang
akan diperoleh dari suku bunga pinjaman Rencana Transaksi dengan
pendapatan bunga yang akan diperoleh apabila Perseroan menempatkan
dana yang tersedia di MTN dengan rata-rata tingkat suku bunga pasar.
Dalam analisis ini diasumsikan bahwa jumlah maksimum pokok pinjaman
sebesar USD198.000.000 akan dilakukan dalam satu kali penarikan.
Dengan asumsi rencana penarikan pinjaman di atas, serta dengan
mengasumsikan bahwa rata-rata suku bunga MTN sebesar 5,80% per tahun
sebagai rata-rata tingkat suku bunga pasar, maka berikut merupakan analisis
perbandingan pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh
dengan suku bunga pinjaman Rencana Transaksi dan rata-rata tingkat suku
bunga pasar:
Page 62
58
Disajikan dalam USD
Pendapatan Bunga
Suku Bunga Rata-rata Suku Bunga
Rencana Transaksi Pasar
Jumlah pinjaman 198.000.000 198.000.000
Suku bunga 6,96% 5,80%
Periode pinjaman 5 5
Total pendapatan bunga selama
38.154.824 31.517.842
periode pinjaman
Selisih (6.636.982)
Selisih % -17,39%
Dari analisis kontribusi nilai tambah diperoleh informasi bahwa total
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh dengan rata-rata
tingkat suku bunga pasar lebih rendah 17,39% dibandingkan total pendapatan
bunga dengan tingkat suku bunga pinjaman Rencana Transaksi.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi lebih menguntungkan
dibandingkan apabila Perseroan dan PAMA menempatkan dana yang tersedia
di MTN dengan rata-rata tingkat suku bunga pasar.
Biaya atau Pendapatan yang Relevan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan
31-Dec-23 31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27
Laba Tahun Berjalan
Sebelum Rencana Transaksi 16.941.321 15.713.117 17.074.334 18.020.942 18.917.421
Sesudah Rencana Transaksi 16.941.321 15.713.117 17.072.992 18.019.734 18.916.444
Lembar saham 3.730.135.136
Laba Per Saham (Rupiah)
Sebelum Rencana Transaksi 4.542 4.212 4.577 4.831 5.072
Sesudah Rencana Transaksi 4.542 4.212 4.577 4.831 5.071
Selisih (sesudah - sebelum) 0,0000 0,0000 (0,3598) (0,3238) (0,2618)
% selisih 0,0000% 0,0000% -0,0079% -0,0067% -0,0052%
Berdasarkan proyeksi keuangan sesudah Rencana Transaksi yang diterima
dari manajemen Perseroan menunjukkan bahwa laba per saham sesudah
Rencana Transaksi akan mengalami perubahan tetapi tidak signifikan.
Informasi Non Keuangan Yang Relevan
Rencana Transaksi dilaksanakan untuk meningkatkan profitabilitas dari SMA
dengan cara meringankan beban bunga yang dikeluarkan oleh SMA.
Page 63
59
II.9.9 Analisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas dilakukan dengan melihat pengaruh perubahan rata-rata
tingkat suku bunga pasar terhadap selisih antara total pendapatan bunga
selama periode pinjaman dengan tingkat suku bunga pinjaman Rencana
Transaksi dengan total pendapatan bunga selama periode pinjaman dengan
rata-rata tingkat suku bunga pasar. Dalam analisis ini kami mengasumsikan
bahwa rata-rata tingkat suku bunga pasar akan mengalami kenaikan dan
penurunan sebesar 5% dan 10%. Hasil analisis adalah sebagai berikut:
Disajikan dalam USD
Pendapatan Bunga
Suku Bunga Rata-rata Suku Rata-rata Suku Rata-rata Suku Rata-rata Suku
Rata-rata Suku
Rencana Bunga Pasar Bunga Pasar Bunga Pasar Bunga Pasar
Bunga Pasar
Transaksi Naik 5% Naik 10% Turun 5% Turun 10%
Jumlah pinjaman 198.000.000 198.000.000 198.000.000 198.000.000 198.000.000 198.000.000
Suku bunga 6,96% 5,80% 6,09% 6,38% 5,51% 5,22%
Periode pinjaman 5 5 5 5 5 5
Total pendapatan bunga
38.154.824 31.517.842 33.165.028 34.818.918 29.877.373 28.243.634
selama periode pinjaman
Selisih (6.636.982) (4.989.796) (3.335.906) (8.277.451) (9.911.190)
% selisih -17,39% -13,08% -8,74% -21,69% -25,98%
% selisih dengan selisih -24,82% -49,74% 24,72% 49,33%
Dari analisis di atas diperoleh informasi bahwa:
• Apabila rata-rata tingkat suku bunga pasar mengalami kenaikan 5% maka
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh dengan rata-
rata tingkat suku bunga pasar lebih rendah 13,08% dibandingkan total
pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pinjaman Rencana
Transaksi. Perubahan ini lebih rendah 24,82% dari selisih awal pendapatan
bunga;
• Apabila rata-rata tingkat suku bunga pasar mengalami kenaikan 10% maka
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh dengan rata-
rata tingkat suku bunga pasar lebih rendah 8,74% dibandingkan total
pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pinjaman Rencana
Transaksi. Perubahan ini lebih rendah 49,74% dari selisih awal pendapatan
bunga;
• Apabila rata-rata tingkat suku bunga pasar mengalami penurunan 5% maka
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh dengan rata-
rata tingkat suku bunga pasar lebih rendah 21,69% dibandingkan total
pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pinjaman Rencana
Transaksi. Perubahan ini lebih tinggi 24,72% dari selisih awal pendapatan
bunga;
• Apabila rata-rata tingkat suku bunga pasar mengalami penurunan 10%
maka pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh dengan
rata-rata tingkat suku bunga pasar lebih rendah 25,98% dibandingkan total
pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pinjaman Rencana
Transaksi. Perubahan ini lebih tinggi 49,33% dari selisih awal pendapatan
bunga.
Page 64
60
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi sensitif terhadap
perubahan tingkat suku bunga pasar.
II.10 Analisis Kelayakan Rencana Penggunaan Dana atas Transaksi Pinjam
Meminjam Dana
II.10.1 Analisis Kelayakan Investasi
Bagi Perseroan dan PAMA, dapat mendapatkan tingkat pengembalian sebesar
6,96% per 31 Desember 2023 yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat
suku bunga pasar sebesar 5,80%. Sementara bagi SMA, mendapatkan
kepastian dana yang akan digunakan untuk pembangunan smelter nikel
dengan teknologi rotary klin electric furnance sesuai dengan rencana
produksi.
II.10.2 Analisis Kelayakan Pelunasan Utang
Berdasarkan proyeksi keuangan SMA yang diberikan oleh manajemen
Perseroan, pada akhir tahun 2028, SMA belum memiliki jumlah kas & setara
yang mencukupi untuk melunasi pinjaman kepada Perseroan dan PAMA hal
ini disebabkan pembangunan smelter nikel akan memakan waktu 2 tahun.
Sehingga pada akhir tahun 2028, SMA dapat melakukan:
• Pelunasan sebagian pinjaman dengan menggunakan kas & setara kas yang
tersedia. Atas sisa dari pinjaman, SMA melakukan perpanjangan jangka
waktu dengan kondisi pihak pemberi pinjaman dan pihak penerima
pinjaman sepakat; atau
• Pelunasan pinjaman dengan menggunakan sumber pendanaan lain untuk
melunasi sisa pinjaman tersebut.
Untuk meminimalisasi risiko gagal bayar, Perseroan sebagai perusahaan
pengendali dari pihak penerima pinjaman dapat menetapkan kebijakan
perusahaan dan akan selalu mengawasi kinerja penerima pinjaman agar
menghindari risiko gagal bayar. Selain itu Perseroan juga memiliki hak untuk
menentukan anggota Dewan Komisaris dan Direksi di pihak penerima
pinjaman.
Page 65
61
II.10.3 Analisis atas Faktor-Faktor lain yang Relevan
Dengan pertimbangan bahwa dana yang diterima oleh SMA akan digunakan
seperti yang sudah dinyatakan dalam laporan ini, maka kami berkesimpulan
bahwa tidak terdapat faktor-faktor lain yang relevan.
II.11 Analisis atas Jaminan
Dalam perjanjian pinjaman dan draft amandemen I antara Perseroan dengan
SMA serta perjanjian pinjaman dan draft amandemen I antara PAMA dengan
SMA tidak diatur mengenai jaminan, namun untuk meminimalisasi risiko
gagal bayar, Perseroan sebagai perusahaan pengendali dari pihak penerima
pinjaman dapat menetapkan kebijakan perusahaan dan akan selalu
mengawasi kinerja penerima pinjaman agar menghindari risiko gagal bayar.
Selain itu Perseroan juga memiliki hak untuk menentukan anggota Dewan
Komisaris dan Direksi di pihak penerima pinjaman.
Page 66
62
III KESIMPULAN ANALISIS PENDAPAT KEWAJARAN
Hasil analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana Transaksi
adalah sebagai berikut:
• Analisis pengaruh transaksi pinjam meminjam dana terhadap keuangan
perusahaan:
Berdasarkan proforma keuangan per 31 Desember 2023 yang diberikan
oleh manajemen Perseroan, kami melakukan perbandingan analisis rasio
keuangan antara sebelum dan sesudah Rencana Transaksi dilakukan. Hasil
analisis menunjukkan bahwa Rencana Transaksi akan memengaruhi rasio
likuiditas namun perubahannya tidak signifikan. Sedangkan untuk rasio
solvabiltas dan rasio profitabilitas tidak mengalami perubahan.
• Identifikasi dan hubungan antara pihak-pihak:
a. Pihak yang terlibat dalam Rencana transaksi adalah:
• Perseroan sebagai pihak pemberi pinjaman;
• PAMA sebagai pihak pemberi pinjaman;
• SMA sebagai pihak penerima pinjaman.
b. Berdasarkan analisis terhadap dokumen korporasi atas pihak yang
bertransaksi dalam Rencana Transaksi serta berdasarkan informasi
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, terdapat hubungan afiliasi
antara pihak yang bertransaksi berupa hubungan kepemilikan yang
disebabkan oleh:
• Perseroan dan PAMA merupakan perusahaan induk dari DTN dimana
Perseroan memiliki 60% saham DTN dan PAMA memiliki 40% saham
DTN;
• DTN merupakan pemegang saham yang secara langsung memiliki
66,67% saham dari PT Anugerah Surya Pacific Resources (“ASPR”);
• ASPR merupakan pemegang saham yang secara langsung memiliki
30% saham SMA;
• DTN merupakan pemegang saham yang secara langsung memiliki
70% saham SMA dan oleh karenanya DTN juga memiliki saham secara
tidak langsung dalam SMA melalui ASPR sebesar 20%.
• Analisis perjanjian dan persyaratan yang disepakati:
Berdasarkan draft amandemen I atas perjanjian pinjaman Perseroan dan
SMA serta draft amandemen I atas perjanjian pinjaman PAMA dan SMA,
perubahan ketentuan dalam Amandemen I adalah:
• Perubahan ketentuan Marjin. Marjin berarti 1,63% (satu koma enam
puluh tiga persen) per tahun.
Page 67
63
• Analisis likuiditas:
Dengan dilakukannya Rencana Transaksi, rasio likuiditas Perseroan akan
mengalami perubahan karena sumber dana yang digunakan Perseroan dan
PAMA untuk melakukan Rencana Transaksi merupakan dana internal
perusahaan namun perubahannya tidak signifikan.
• Analisis manfaat dan risiko:
a. Manfaat Rencana Transaksi adalah:
• Bagi Perseroan dan PAMA, secara standalone berpotensi
mendapatkan tambahan pendapatan bunga dengan tingkat
pengembalian lebih tinggi dari rata-rata tingkat suku bunga pasar;
• Bagi SMA, dapat membangun smelter nikel sesuai dengan rencana
sehingga dapat segera beroperasi secara komersial.
b. Risiko Rencana Transaksi adalah:
• Bagi Perseroan dan PAMA akan menanggung risiko gagal bayar baik
pokok pinjaman dan bunga pinjaman;
• Bagi SMA akan menanggung risiko pembangunan project dan
kegiatan operasional tidak berjalan sesuai rencana sehingga dapat
mengganggu cash flows perusahaan.
• Analisis kualitatif:
a. Berdasarkan proyeksi keuangan SMA yang diberikan oleh manajemen
Perseroan, pada akhir tahun 2028, SMA belum memiliki jumlah kas &
setara yang mencukupi untuk melunasi pinjaman kepada Perseroan
dan PAMA hal ini disebabkan pembangunan smelter nikel akan
memakan waktu 2 tahun. Sehingga pada akhir tahun 2028, SMA dapat
melakukan:
• Pelunasan sebagian pinjaman dengan menggunakan kas & setara
kas yang tersedia. Atas sisa dari pinjaman, SMA melakukan
perpanjangan jangka waktu dengan kondisi pihak pemberi
pinjaman dan pihak penerima pinjaman sepakat; atau
• Pelunasan pinjaman dengan menggunakan sumber pendanaan lain
untuk melunasi sisa pinjaman tersebut.
b. Keuntungan Rencana Transaksi adalah:
• Bagi Perseroan dan PAMA, dapat mendapatkan tingkat
pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata tingkat suku
bunga pasar;
• Bagi SMA, mendapatkan kepastian dana yang akan digunakan untuk
pembangunan smelter nikel dengan teknologi rotary klin electric
furnance sesuai dengan rencana produksi.
Page 68
64
c. Kerugian Rencana Transaksi adalah:
• Bagi Perseroan dan PAMA, imbal hasil yang diharapkan dari
pemberian pinjaman kepada SMA baru akan dinikmati dalam
beberapa tahun yang akan datang, dibandingkan investasi pada
instrumen keuangan lainnya yang dapat segera diperoleh hasilnya.
• Analisis kuantitatif:
a. Dari hasil analisis atas proforma keuangan sebelum dan sesudah
Rencana Transaksi dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi akan
memengaruhi rasio likuiditas Perseroan, namun perubahannya tidak
signifikan. Sedangkan untuk rasio solvabilitas dan rasio profitabilitas
tidak mengalami perubahan.
b. Dari analisis perbandingan antara tingkat suku bunga pinjaman dalam
Rencana Transaksi dengan tingkat suku bunga pasar disimpulkan
bahwa tingkat suku bunga pinjaman dalam Rencana Transaksi lebih
tinggi dibandingkan rata-rata tingkat suku bunga pasar;
c. Dari analisis kontribusi nilai tambah diperoleh informasi bahwa total
pendapatan bunga selama periode pinjaman yang diperoleh dengan
rata-rata tingkat suku bunga pasar lebih rendah 17,39% dibandingkan
total pendapatan bunga dengan tingkat suku bunga pinjaman Rencana
Transaksi.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Rencana Transaksi lebih
menguntungkan dibandingkan apabila Perseroan menempatkan dana
yang tersedia di MTN dengan rata-rata tingkat suku bunga pasar.
• Analisis kelayakan rencana penggunaan dana:
a. Bagi Perseroan dan PAMA, dapat mendapatkan tingkat pengembalian
sebesar 6,96% per 31 Desember 2023 yang lebih tinggi dibandingkan
rata-rata tingkat suku bunga pasar sebesar 5,80%. Sementara bagi
SMA, mendapatkan kepastian dana yang akan digunakan untuk
pembangunan smelter nikel dengan teknologi rotary klin electric
furnance sesuai dengan rencana produksi;
Page 69
65
b. Berdasarkan proyeksi keuangan SMA yang diberikan oleh manajemen
Perseroan, pada akhir tahun 2028, SMA belum memiliki jumlah kas &
setara yang mencukupi untuk melunasi pinjaman kepada Perseroan
dan PAMA hal ini disebabkan pembangunan smelter nikel akan
memakan waktu 2 tahun. Sehingga pada akhir tahun 2028 SMA dapat
melakukan:
• Pelunasan sebagian pinjaman dengan menggunakan kas & setara kas
yang tersedia dan atas sisa dari pinjaman, SMA melakukan
perpanjangan jangka waktu dengan kondisi pihak pemberi pinjaman
dan pihak penerima pinjaman sepakat; atau
• Pelunasan pinjaman dengan menggunakan sumber pendanaan lain
untuk melunasi sisa pinjaman tersebut.
• Analisis atas jaminan:
Dalam perjanjian pinjaman dan draft amandemen I antara Perseroan
dengan SMA serta perjanjian pinjaman dan draft amandemen I antara
PAMA dengan SMA tidak diatur mengenai jaminan, namun untuk
meminimalisasi risiko gagal bayar, Perseroan sebagai perusahaan
pengendali dari pihak penerima pinjaman dapat menetapkan kebijakan
perusahaan dan akan selalu mengawasi kinerja penerima pinjaman agar
menghindari risiko gagal bayar. Selain itu Perseroan juga memiliki hak
untuk menentukan anggota Dewan Komisaris dan Direksi di pihak penerima
pinjaman.
Kesimpulan
Atas dasar analisis pendapat kewajaran yang kami lakukan atas Rencana
Transaksi, maka kami berkesimpulan bahwa Rencana Transaksi Perubahan
Ketentuan dalam Perjanjian Pinjaman antara PT United Tractors Tbk dan
PT Pamapersada Nusantara, yang Merupakan Anak Perusahaan dari
PT United Tractors Tbk dengan PT Stargate Mineral Asia per tanggal
31 Desember 2023 adalah Wajar.
Page 70
Page 71
Lampiran 1
Data Pasar MTN
Disajikan dalam Ribuan USD
Medium Term Note (Sorted)
NO Nama Surat Berharga Penerbit Mata uang Nominal Jatuh tempo Kupon Pembayaran Status
1 MTN SUPARMA III TAHUN 2021 TAHAP I Suparma Tbk, PT $'000 5.000 17-Jun-2026 5,50% 6 bulanan Aktif
MTN I PT PINDO DELI PULP AND PAPER MILLS PINDO DELI PULP AND PAPER
2 $'000 260 18-Jul-2026 7,00% 3 bulanan Aktif
TAHUN 2023 TAHAP III SERI A MILLS, PT
MTN I PT PINDO DELI PULP AND PAPER MILLS
3 PINDO DELI PULP AND PAPER MILLS,
$'000
PT 270 28-Mar-2026 7,00% 3 bulanan Aktif
TAHUN 2023 TAHAP I SERI D
4 MTN PT SUPARMA TBK IV TAHUN 2023 TAHAP I Suparma Tbk, PT $'000 4.000 5-Apr-2028 5,50% 6 bulanan Aktif
MTN USD I PT JAYA SWARASA AGUNG TBK TAHUN
5 Jaya Swarasa Agung Tbk,PT $'000 2.000 22-Jun-2027 4,00% 6 bulanan Aktif
2023
Minimum 4,00%
Maksimum 7,00%
Median 5,50%
Mean 5,80%
Page 72
Lampiran 2
Term SOFR per 29 Desember 2023
Term SOFR USD
Date 1M 3M 6M 1Y
29/12/2023 5,35 5,33 5,16 4,77
Page 73
Lampiran 3
PT UNITED TRACTORS Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan - Sebelum Rencana Transaksi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Aset
Aset lancar
Kas & setara kas 15.478.252 16.119.235 18.289.902 18.496.460 19.151.416
Piutang usaha 20.545.175 20.462.625 21.372.216 22.084.802 22.618.985
Persediaan 17.303.776 19.422.914 21.922.147 22.473.001 22.876.566
Uang muka 1.918.782 1.279.662 1.262.607 1.294.524 1.327.264
Biaya dibayar di muka 2.909 548.163 523.332 605.347 672.150
Aset lancar lain-lain 6.246.499 5.234.060 5.726.736 5.873.999 6.025.050
Jumlah aset lancar 61.495.393 63.066.660 69.096.941 70.828.133 72.671.430
Aset tidak lancar
Piutang dari pemegang saham 1.836.743 1.498.411 1.498.411 1.536.976 1.576.533
Investasi pada entitas asosiasi & ventura
21.238.054 20.856.400 21.922.714 23.221.345 23.282.216
bersama
Aset tetap 66.679.989 74.020.672 71.443.144 74.491.355 75.086.393
Properti pertambangan 0 0 0 0 0
Aset pajak tangguhan 3.509.155 3.360.952 3.422.978 3.510.852 3.600.979
Beban eksplorasi & pengembangan tangguhan 7.165.135 5.079.586 4.746.337 4.373.834 3.658.318
Goodwill 2.392.764 2.393.696 2.393.696 2.455.302 2.518.495
Aset tidak lancar lain-lain 1.758.107 2.418.045 2.261.457 2.456.053 2.188.493
Jumlah aset tidak lancar 104.579.948 109.627.760 107.688.736 112.045.717 111.911.428
Jumlah aset 166.075.341 172.694.420 176.785.677 182.873.851 184.582.858
Page 74
Lampiran 3-1
PT UNITED TRACTORS Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan - Sebelum Rencana Transaksi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Utang usaha 22.970.049 22.371.452 23.263.294 24.128.595 24.842.269
Akrual 6.862.237 10.189.202 10.868.536 12.423.778 12.791.590
Utang pajak 2.500.428 1.774.323 1.789.603 1.906.995 1.959.645
Liabilitas jangka pendek lain-lain 7.077.948 12.048.486 10.907.750 9.230.057 7.256.434
Jumlah liabilitas jangka pendek 39.410.662 46.383.464 46.829.182 47.689.425 46.849.938
Liabilitas jangka panjang
Liabilitas pajak tangguhan 4.575.553 4.301.948 4.128.609 4.069.871 4.083.272
Pinjaman bank jangka panjang 20.757.307 13.576.407 7.206.907 8.826.368 7.570.267
Liabilitas imbalan kerja 5.057.487 6.098.845 6.143.096 6.310.720 6.482.050
Liabilitas jangka panjang lain-lain 823.958 845.556 708.352 709.962 711.546
Jumlah liabilitas jangka panjang 31.214.306 24.822.755 18.186.963 19.916.920 18.847.136
Jumlah liabilitas 70.624.968 71.206.219 65.016.145 67.606.345 65.697.075
Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
90.348.974 97.012.572 106.950.971 110.087.272 113.601.554
pemiliki entitas induk
Kepentingan nonpengendali 5.101.399 4.475.629 4.818.561 5.180.233 5.284.229
Jumlah ekuitas 95.450.373 101.488.201 111.769.532 115.267.505 118.885.783
Jumlah liabilitas & ekuitas 166.075.341 172.694.420 176.785.677 182.873.851 184.582.858
Page 75
Lampiran 3-2
PT UNITED TRACTORS Tbk
Proyeksi Laba Rugi - Sebelum Rencana Transaksi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Pendapatan 123.271.796 122.936.826 125.970.335 130.997.661 135.508.498
Beban pokok pendapatan (93.856.387) (95.335.531) (96.335.339) (99.819.866) (103.116.132)
Laba kotor 29.415.408 27.601.295 29.634.996 31.177.795 32.392.367
Beban operasi (6.505.571) (6.645.422) (6.994.942) (7.278.935) (7.481.578)
EBIT 22.909.838 20.955.873 22.640.054 23.898.860 24.910.789
Keuntungan/(kerugian) nilai tukar 0 0 0 0 0
Penghasilan/(beban) keuangan (1.968.739) (2.194.492) (2.119.023) (2.080.769) (1.935.627)
Penghasilan/(beban) lain-lain 654.008 1.234.338 1.236.212 1.195.033 1.165.582
Laba sebelum pajak penghasilan 21.595.107 19.995.718 21.757.244 23.013.125 24.140.744
Beban pajak penghasilan (4.653.786) (4.282.601) (4.682.910) (4.992.183) (5.223.323)
Laba tahun berjalan 16.941.321 15.713.117 17.074.334 18.020.942 18.917.421
Page 76
Lampiran 4
PT UNITED TRACTORS Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan - Sesudah Rencana Transaksi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Aset
Aset lancar
Kas & setara kas 15.478.252 16.119.235 18.289.902 18.496.460 19.151.416
Piutang usaha 20.545.175 20.462.625 21.372.216 22.084.802 22.618.985
Persediaan 17.303.776 19.422.914 21.922.147 22.473.001 22.876.566
Uang muka 1.918.782 1.279.662 1.262.607 1.294.524 1.327.264
Biaya dibayar di muka 2.909 548.163 523.332 605.347 672.150
Aset lancar lain-lain 6.246.499 5.234.060 5.726.736 5.873.999 6.025.050
Jumlah aset lancar 61.495.393 63.066.660 69.096.941 70.828.133 72.671.430
Aset tidak lancar
Piutang dari pemegang saham 1.836.743 1.498.411 1.498.411 1.536.976 1.576.533
Investasi pada entitas asosiasi & ventura
21.238.054 20.856.400 21.922.714 23.221.345 23.282.216
bersama
Aset tetap 66.679.989 74.020.672 71.443.144 74.491.355 75.086.393
Properti pertambangan 0 0 0 0 0
Aset pajak tangguhan 3.509.155 3.360.952 3.422.978 3.510.852 3.600.979
Beban eksplorasi & pengembangan tangguhan 7.165.135 5.079.586 4.746.337 4.373.834 3.658.318
Goodwill 2.392.764 2.393.696 2.393.696 2.455.302 2.518.495
Aset tidak lancar lain-lain 1.758.107 2.418.045 2.261.457 2.456.053 2.188.493
Jumlah aset tidak lancar 104.579.948 109.627.760 107.688.736 112.045.717 111.911.428
Jumlah aset 166.075.341 172.694.420 176.785.677 182.873.851 184.582.858
Page 77
Lampiran 4-1
PT UNITED TRACTORS Tbk
Proyeksi Posisi Keuangan - Sesudah Rencana Transaksi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Utang usaha 22.970.049 22.371.452 23.263.294 24.128.595 24.842.269
Akrual 6.862.237 10.189.202 10.868.536 12.423.778 12.791.590
Utang pajak 2.500.428 1.774.323 1.789.603 1.906.995 1.959.645
Liabilitas jangka pendek lain-lain 7.077.948 12.048.486 10.907.750 9.230.057 7.256.434
Jumlah liabilitas jangka pendek 39.410.662 46.383.464 46.829.182 47.689.425 46.849.938
Liabilitas jangka panjang
Liabilitas pajak tangguhan 4.575.553 4.301.948 4.128.609 4.069.871 4.083.272
Pinjaman bank jangka panjang 20.757.307 13.576.407 7.206.907 8.826.368 7.570.267
Liabilitas imbalan kerja 5.057.487 6.098.845 6.143.096 6.310.720 6.482.050
Liabilitas jangka panjang lain-lain 823.958 845.556 708.352 709.962 711.546
Jumlah liabilitas jangka panjang 31.214.306 24.822.755 18.186.963 19.916.920 18.847.136
Jumlah liabilitas 70.624.968 71.206.219 65.016.145 67.606.345 65.697.075
Ekuitas
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada
90.348.974 97.012.572 106.949.629 110.084.723 113.598.028
pemiliki entitas induk
Kepentingan nonpengendali 5.101.399 4.475.629 4.819.903 5.182.783 5.287.755
Jumlah ekuitas 95.450.373 101.488.201 111.769.532 115.267.505 118.885.783
Jumlah liabilitas & ekuitas 166.075.341 172.694.420 176.785.677 182.873.851 184.582.858
Page 78
Lampiran 4-2
PT UNITED TRACTORS Tbk
Proyeksi Laba Rugi - Sesudah Rencana Transaksi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Pendapatan 123.271.796 122.936.826 125.970.335 130.997.661 135.508.498
Beban pokok pendapatan (93.856.387) (95.335.531) (96.335.339) (99.819.866) (103.116.132)
Laba kotor 29.415.408 27.601.295 29.634.996 31.177.795 32.392.367
Beban operasi (6.505.571) (6.645.422) (6.994.942) (7.278.935) (7.481.578)
EBIT 22.909.838 20.955.873 22.640.054 23.898.860 24.910.789
Keuntungan/(kerugian) nilai tukar 0 0 0 0 0
Penghasilan/(beban) keuangan (1.968.739) (2.194.492) (2.119.023) (2.080.769) (1.935.627)
Penghasilan/(beban) lain-lain 654.008 1.234.338 1.234.870 1.193.826 1.164.605
Laba sebelum pajak penghasilan 21.595.107 19.995.718 21.755.902 23.011.917 24.139.767
Beban pajak penghasilan (4.653.786) (4.282.601) (4.682.910) (4.992.183) (5.223.323)
Laba tahun berjalan 16.941.321 15.713.117 17.072.992 18.019.734 18.916.444
Page 79
Lampiran 5
PT STARGATE MINERAL ASIA
Proyeksi Laba Rugi
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Pendapatan 0 0 2.116.921 3.830.852 3.830.852
Beban pokok
0 0 (995.476) (2.001.821) (2.001.821)
pendapatan
Laba kotor 0 0 1.121.445 1.829.032 1.829.032
Beban operasi 0 0 (119.386) (240.214) (240.214)
Laba Operasi 0 0 1.002.058 1.588.818 1.588.818
Penghasilan/(beban) lain-
0 0 (235.224) (201.527) (155.738)
lain
Laba sebelum pajak
0 0 766.834 1.387.291 1.433.080
penghasilan
Beban pajak penghasilan 0 0 (168.704) (305.204) (315.278)
Laba tahun berjalan 0 0 598.131 1.082.087 1.117.803
Page 80
Lampiran 5-1
PT STARGATE MINERAL ASIA
Proyeksi Posisi Keuangan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Aset
Aset lancar
Kas & setara kas 218.948 451.216 569.787 735.850 285.906
Piutang usaha 0 0 170.582 341.164 307.847
Uang dimuka 17.216 17.216 17.216 17.216 17.216
Pajak dibayar dimuka 1.769 1.769 1.769 1.769 1.769
Biaya dibayar dimuka 2.374 2.374 2.374 2.374 2.374
Aset lancar lainnya 14 14 14 14 14
Jumlah aset lancar 240.322 472.590 761.743 1.098.388 615.127
Aset tidak lancar
Investasi dalam saham 729 729 729 729 729
Aset tetap 1.655.001 2.911.310 3.145.597 3.003.915 2.862.233
Jumlah aset tidak
1.655.730 2.912.039 3.146.326 3.004.644 2.862.962
lancar
Jumlah aset 1.896.052 3.384.629 3.908.069 4.103.032 3.478.089
Page 81
Lampiran 5-2
PT STARGATE MINERAL ASIA
Proyeksi Posisi Keuangan
Disajikan dalam jutaan Rupiah
Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi Proyeksi
Keterangan
31-Dec-24 31-Dec-25 31-Dec-26 31-Dec-27 31-Dec-28
Liabilitas
Liabilitas jangka pendek
Utang usaha 2.567 37.216 447.451 317.115 316.124
Akrual 8.662 8.662 8.662 8.662 8.662
Utang pajak 428 428 428 428 428
Jumlah liabilitas jangka
11.657 46.305 456.540 326.205 325.214
pendek
Liabilitas jangka panjang
Jumlah liabilitas jangka
1.929.506 3.383.435 3.197.574 2.981.829 1.798.976
panjang
Jumlah liabilitas 1.941.163 3.429.740 3.654.115 3.308.034 2.124.190
Ekuitas
Modal saham 3.000 3.000 3.000 3.000 3.000
Tambahan modal disetor 1.638 1.638 1.638 1.638 1.638
Laba ditahan (49.749) (49.749) 249.316 790.360 1.349.261
Jumlah ekuitas (45.111) (45.111) 253.954 794.998 1.353.899
Jumlah liabilitas &
1.896.052 3.384.629 3.908.069 4.103.032 3.478.089
ekuitas
Page 82
Lampiran 6
PT UNITED TRACTORS Tbk
Perhitungan Pendapatan Bunga
Disajikan dalam USD
Penarikan pinjaman 198.000.000
Tingkat bunga 6,96%
Tenor 5 Tahun
Pendapatan
Pinjaman Angsuran Pokok
bunga
31-Dec-23
01-Jan-24 198.000.000
1 189.638.152 11.807.741 8.361.848 3.445.893
2 181.130.778 11.807.741 8.507.374 3.300.368
3 172.475.346 11.807.741 8.655.432 3.152.309
4 163.669.280 11.807.741 8.806.067 3.001.675
5 154.709.957 11.807.741 8.959.323 2.848.418
6 145.594.711 11.807.741 9.115.246 2.692.495
7 136.320.827 11.807.741 9.273.884 2.533.858
8 126.885.545 11.807.741 9.435.282 2.372.460
9 117.286.057 11.807.741 9.599.489 2.208.253
10 107.519.503 11.807.741 9.766.553 2.041.188
11 97.582.978 11.807.741 9.936.526 1.871.216
12 87.473.522 11.807.741 10.109.456 1.698.285
13 77.188.126 11.807.741 10.285.396 1.522.345
14 66.723.728 11.807.741 10.464.398 1.343.344
15 56.077.214 11.807.741 10.646.515 1.161.226
16 45.245.412 11.807.741 10.831.801 975.940
17 34.225.100 11.807.741 11.020.313 787.429
18 23.012.995 11.807.741 11.212.105 595.637
19 11.605.760 11.807.741 11.407.235 400.507
20 (0) 11.807.741 11.605.760 201.981
236.154.824 198.000.000 38.154.824
Page 83
Lampiran 7
PT UNITED TRACTORS Tbk
Perhitungan Pendapatan Bunga
Disajikan dalam USD
Rata-rata tingkat suku bunga pasar
Penarikan pinjaman 198.000.000
Tingkat bunga 5,80%
Tenor 5 Tahun
Pendapatan
Pinjaman Angsuran Pokok
bunga
31-Dec-23
01-Jan-24 198.000.000
1 189.395.108 11.475.892 8.604.892 2.871.000
2 180.665.445 11.475.892 8.729.663 2.746.229
3 171.809.202 11.475.892 8.856.243 2.619.649
4 162.824.543 11.475.892 8.984.659 2.491.233
5 153.709.607 11.475.892 9.114.936 2.360.956
6 144.462.504 11.475.892 9.247.103 2.228.789
7 135.081.318 11.475.892 9.381.186 2.094.706
8 125.564.105 11.475.892 9.517.213 1.958.679
9 115.908.893 11.475.892 9.655.213 1.820.680
10 106.113.680 11.475.892 9.795.213 1.680.679
11 96.176.436 11.475.892 9.937.244 1.538.648
12 86.095.102 11.475.892 10.081.334 1.394.558
13 75.867.589 11.475.892 10.227.513 1.248.379
14 65.491.777 11.475.892 10.375.812 1.100.080
15 54.965.516 11.475.892 10.526.261 949.631
16 44.286.623 11.475.892 10.678.892 797.000
17 33.452.887 11.475.892 10.833.736 642.156
18 22.462.062 11.475.892 10.990.825 485.067
19 11.311.870 11.475.892 11.150.192 325.700
20 0 11.475.892 11.311.870 164.022
229.517.842 198.000.000 31.517.842
Page 84
Lampiran 8
PT UNITED TRACTORS Tbk
Perhitungan Sensitivitas Pendapatan Bunga Pasar
Disajikan dalam USD
Sensitivitas naik 5%
Penarikan pinjaman 198.000.000
Tingkat bunga 6,09%
Tenor 5 Tahun
Pendapatan
Pinjaman Angsuran Pokok
bunga
31-Dec-23
01-Jan-24 198.000.000
1 189.456.299 11.558.251 8.543.701 3.014.550
2 180.782.519 11.558.251 8.673.779 2.884.472
3 171.976.682 11.558.251 8.805.838 2.752.414
4 163.036.775 11.558.251 8.939.906 2.618.345
5 153.960.759 11.558.251 9.076.016 2.482.235
6 144.746.560 11.558.251 9.214.199 2.344.053
7 135.392.075 11.558.251 9.354.485 2.203.766
8 125.895.168 11.558.251 9.496.907 2.061.344
9 116.253.671 11.558.251 9.641.497 1.916.754
10 106.465.381 11.558.251 9.788.289 1.769.962
11 96.528.065 11.558.251 9.937.316 1.620.935
12 86.439.454 11.558.251 10.088.612 1.469.640
13 76.197.243 11.558.251 10.242.211 1.316.041
14 65.799.095 11.558.251 10.398.148 1.160.103
15 55.242.635 11.558.251 10.556.460 1.001.791
16 44.525.452 11.558.251 10.717.182 841.069
17 33.645.101 11.558.251 10.880.351 677.900
18 22.599.096 11.558.251 11.046.005 512.247
19 11.384.916 11.558.251 11.214.180 344.071
20 0 11.558.251 11.384.916 173.335
231.165.028 198.000.000 33.165.028
Page 85
Lampiran 8-1
PT UNITED TRACTORS Tbk
Perhitungan Sensitivitas Pendapatan Bunga Pasar
Disajikan dalam USD
Sensitivitas naik 10%
Penarikan pinjaman 198.000.000
Tingkat bunga 6,38%
Tenor 5 Tahun
Pendapatan
Pinjaman Angsuran Pokok
bunga
31-Dec-23
01-Jan-24 198.000.000
1 189.517.154 11.640.946 8.482.846 3.158.100
2 180.899.007 11.640.946 8.618.147 3.022.799
3 172.143.400 11.640.946 8.755.607 2.885.339
4 163.248.141 11.640.946 8.895.259 2.745.687
5 154.211.003 11.640.946 9.037.138 2.603.808
6 145.029.723 11.640.946 9.181.280 2.459.666
7 135.702.001 11.640.946 9.327.722 2.313.224
8 126.225.502 11.640.946 9.476.499 2.164.447
9 116.597.853 11.640.946 9.627.649 2.013.297
10 106.816.643 11.640.946 9.781.210 1.859.736
11 96.879.422 11.640.946 9.937.220 1.703.725
12 86.783.703 11.640.946 10.095.719 1.545.227
13 76.526.957 11.640.946 10.256.746 1.384.200
14 66.106.617 11.640.946 10.420.341 1.220.605
15 55.520.071 11.640.946 10.586.545 1.054.401
16 44.764.670 11.640.946 10.755.401 885.545
17 33.837.721 11.640.946 10.926.949 713.996
18 22.736.487 11.640.946 11.101.234 539.712
19 11.458.188 11.640.946 11.278.299 362.647
20 0 11.640.946 11.458.188 182.758
232.818.918 198.000.000 34.818.918
Page 86
Lampiran 8-2
PT UNITED TRACTORS Tbk
Perhitungan Sensitivitas Pendapatan Bunga Pasar
Disajikan dalam USD
Sensitivitas turun 5%
Penarikan pinjaman 198.000.000
Tingkat bunga 5,51%
Tenor 5 Tahun
Pendapatan
Pinjaman Angsuran Pokok
bunga
31-Dec-23
01-Jan-24 198.000.000
1 189.333.581 11.393.869 8.666.419 2.727.450
2 180.547.783 11.393.869 8.785.799 2.608.070
3 171.640.960 11.393.869 8.906.823 2.487.046
4 162.611.445 11.393.869 9.029.514 2.364.354
5 153.457.549 11.393.869 9.153.896 2.239.973
6 144.177.558 11.393.869 9.279.991 2.113.878
7 134.769.736 11.393.869 9.407.823 1.986.046
8 125.232.320 11.393.869 9.537.416 1.856.453
9 115.563.527 11.393.869 9.668.793 1.725.075
10 105.761.546 11.393.869 9.801.981 1.591.888
11 95.824.542 11.393.869 9.937.003 1.456.865
12 85.750.657 11.393.869 10.073.886 1.319.983
13 75.538.003 11.393.869 10.212.653 1.181.215
14 65.184.671 11.393.869 10.353.333 1.040.536
15 54.688.721 11.393.869 10.495.950 897.919
16 44.048.189 11.393.869 10.640.532 753.337
17 33.261.084 11.393.869 10.787.105 606.764
18 22.325.387 11.393.869 10.935.697 458.171
19 11.239.051 11.393.869 11.086.336 307.532
20 (0) 11.393.869 11.239.051 154.818
227.877.373 198.000.000 29.877.373
Page 87
Lampiran 8-3
PT UNITED TRACTORS Tbk
Perhitungan Sensitivitas Pendapatan Bunga Pasar
Disajikan dalam USD
Sensitivitas turun 10%
Penarikan pinjaman 198.000.000
Tingkat bunga 5,22%
Tenor 5 Tahun
Pendapatan
Pinjaman Angsuran Pokok
bunga
31-Dec-23
01-Jan-24 198.000.000
1 189.271.718 11.312.182 8.728.282 2.583.900
2 180.429.532 11.312.182 8.842.186 2.469.996
3 171.471.956 11.312.182 8.957.576 2.354.605
4 162.397.483 11.312.182 9.074.473 2.237.709
5 153.204.589 11.312.182 9.192.895 2.119.287
6 143.891.727 11.312.182 9.312.862 1.999.320
7 134.457.332 11.312.182 9.434.395 1.877.787
8 124.899.819 11.312.182 9.557.514 1.754.668
9 115.217.580 11.312.182 9.682.239 1.629.943
10 105.408.988 11.312.182 9.808.592 1.503.589
11 95.472.393 11.312.182 9.936.594 1.375.587
12 85.406.126 11.312.182 10.066.267 1.245.915
13 75.208.494 11.312.182 10.197.632 1.114.550
14 64.877.783 11.312.182 10.330.711 981.471
15 54.412.257 11.312.182 10.465.527 846.655
16 43.810.155 11.312.182 10.602.102 710.080
17 33.069.696 11.312.182 10.740.459 571.723
18 22.189.074 11.312.182 10.880.622 431.560
19 11.166.459 11.312.182 11.022.614 289.567
20 0 11.312.182 11.166.459 145.722
226.243.634 198.000.000 28.243.634
Names mentioned 69 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Nirboyo Adiputro
p.21 ×4
unresolved
org
Dewi Apriyanti & Rekan
p.21 ×4
unresolved
person
Penilai Publik Satya Bima Nugraha
p.21
unresolved
org
KJPP NDR
p.21 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.21
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.21
unresolved
—
Telepon/Faks
p.22
unresolved
person
Yudistira
p.22 ×2
unresolved
org
PT Anugerah Surya Pacific Resources
p.22 ×5
unresolved
person
Ramandhika
p.25
unresolved
person
Inge Teja
p.25
unresolved
person
Sofi Christiana
p.25
unresolved
org
Tanudiredja
p.26 ×2
unresolved
org
Rintis & Rekan
p.26 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.26 ×9
unresolved
person
Jose Dima Satria S.H.
· Notaris
p.30 ×5
unresolved
person
Bruce Malcom Cox
· Komisaris Independen
p.30
unresolved
—
Loudy Irwanto Elli
· Direktur
p.30 ×2
unresolved
org
PT Pamapersada Nusantara Susunan
p.33
unresolved
org
PT Danusa Tambang Nusantara Susunan
p.33
unresolved
org
PT Stargate Mineral Asia Susunan
p.34
unresolved
org
PT Inter Astra Motor Works
p.38
unresolved
person
Djojo Muljadi
p.38
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.38 ×2
unresolved
org
PT United Tractors. Anggaran Dasar
p.38
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.38 ×6
unresolved
person
Jose Dimas Satria
p.38
unresolved
org
Carriage Ltd
p.39 ×2
unresolved
org
Jardine Matheson Hodings Ltd.
p.39
unresolved
org
PT Pamapersada Nusantara PAMA
p.39
unresolved
person
Rukmasanti Hardjasatya
· Notaris
p.39
unresolved
org
PT Danusa Tambang Nusantara DTN
p.40
unresolved
person
Marianne Vincentia Hamdani
· Notaris
p.40
unresolved
org
Kementerian
p.40
unresolved
org
PT Stargate Mineral Asia SMA
p.40
unresolved
person
Vini Suhastini
p.40
unresolved
org
Bank Indonesia. Inflasi
p.42
unresolved
org
Nickel Industries Limited
p.43
unresolved
org
PT MTN I
p.71
unresolved
org
PT STARGATE MINERAL ASIA Proyeksi Laba Rugi Disajikan
p.79
unresolved
org
PT STARGATE MINERAL ASIA Proyeksi Posisi Keuangan Disajikan
p.80 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
4936 ms
12 Sep 2026 23:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'CONFLICT',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}