Skip to content
Back to announcement

20240630_PSGO_Laporan Informasi dan Fakta Material_31677173_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review PSGO

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 62

Page 1
Kusnanto & rekan
 Independent Business Appraisers
License : 2.19.0162
Indonesia
Page 2
No. : 00092/2.0162-00/BS/01/0153/1/VI/2024                                   28 Juni 2024



Kepada Yth.

PT PALMA SERASIH Tbk
Gedung Graha Arda Lt. 7 Zona B
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B-6
Jakarta Selatan 12910

U.p. : Direksi

Hal : Pendapat Kewajaran atas Transaksi


Dengan hormat,

Pada tanggal 28 Juni 2024, PT Palma Serasih Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) dan
PT Sarana Graha Wiraswasta Utama (selanjutnya disebut “SGWU”), pihak yang terafiliasi
dengan Perseroan, telah menandatangani Pembaharuan dan Pernyataan Kembali Perjanjian
Sewa Menyewa Graha Arda (selanjutnya disebut “PPKPSMGA”), dimana Perseroan telah
melakukan sewa ruang kantor yang terletak di Gedung Graha Arda Lantai 7 dan 8, Jalan H.R.
Rasuna Said Kavling B-6, Kelurahan Setia Budi, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan 12910
kepada SGWU, masing-masing dengan luas 1.169,40 m2 dan 612,65 m2 atau dengan luas
keseluruhan 1.782,05 m2 (selanjutnya disebut “Ruang Kantor”) yang dilangsungkan sejak
tanggal 1 Juli 2024 sampai dengan tanggal 30 Juni 2029 dengan biaya sewa sebesar Rp
75.000/m2/bulan atau dengan biaya sewa per tahun sebesar Rp 1,60 miliar dan biaya service
charge sebesar Rp 75.000/m2/bulan atau dengan biaya service charge per tahun sebesar Rp
1,60 miliar atau dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 16,04 miliar (selanjutnya
disebut “Transaksi”).

Sehubungan dengan Transaksi tersebut, manajemen Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa
Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut “KR” atau
“kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai independen atas kewajaran Transaksi
sesuai dengan surat penugasan No. KR/240417-001 tanggal 17 April 2024 yang telah
disetujui oleh manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan
Keputusan Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor
jasa profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”)
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK
No. STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan pendapat kewajaran
(fairness opinion) (selanjutnya disebut “Pendapat Kewajaran”) atas Transaksi.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG TRANSAKSI

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka
(publicly-held company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang
lingkup kegiatan Perseroan adalah bergerak dalam bidang perusahaan holding, konsultasi
manajemen, dan perdagangan. Perseroan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun
2008. Perseroan berdomisili di Gedung Graha Arda Lantai 7 Zone B, Jalan H.R. Rasuna Said,
Kavling B-6, Jakarta Selatan 12910 dengan nomor telepon: (021) 5277 715, nomor faksimile:
(021) 5277 716, dan email: corporate.secretary@palmaserasih.co.id.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, sebelumnya Perseroan
telah menandatangani Perjanjian Sewa Menyewa Graha Arda (selanjutnya disebut “PSMGA”)
pada tanggal 5 Juni 2023, dimana Perseroan telah menyewa Ruang Kantor dari SGWU
dengan jangka waktu sewa menyewa selama duabelas bulan atau satu tahun sejak tanggal
1 Juli 2023 sampai dengan tanggal 30 Juni 2024 per tahun yang dapat diperpanjang sesuai
kesepakatan kedua belah pihak dengan biaya sewa sebesar Rp 60.000/m2/bulan dan biaya
service charge sebesar Rp 75.000/m2/bulan. Dalam rangka penerapan strategi bisnis dan
mitigasi risiko atas ketersediaan ruang kantor, Perseroan berupaya untuk melakukan
perubahan syarat dan kondisi serta jangka waktu masa sewa Ruang Kantor guna memperoleh
kepastian atas ketersediaan Ruang Kantor tersebut untuk digunakan sebagai kantor pusat
Perseroan dimana aktivitas operasional Perseroan dilakukan sehari-hari.

Dengan melakukan Transaksi, maka terdapat perubahan masa jangka waktu sewa Ruang
Kantor menjadi lima tahun yang terhitung sejak tanggal 1 Juli 2024 sampai dengan tanggal
30 Juni 2029. Dengan adanya perubahan masa jangka waktu sewa Ruang Kantor tersebut,
maka Perseroan dapat melakukan penghematan biaya sewa kantor karena biaya sewa dan
biaya service charge yang berlaku akan tetap selama masa jangka waktu sewa, yaitu masing-
masing sebesar Rp.75.000,-/m²/bulan.

Selanjutnya, mengingat Gedung Graha Arda yang dimiliki seluruhnya oleh SGWU memiliki
kapasitas yang cukup bagi karyawan kantor pusat Perseroan dalam menjalankan aktivitas
operasional kantor pusat saat ini serta di masa yang akan datang apabila terdapat
perkembangan usaha sehingga Transaksi diharapkan dapat menciptakan efektivitas dan
efisiensi kinerja dan biaya dengan lokasi kantor pusat Perseroan yang tersentralisasi.
Transaksi merupakan salah satu langkah bisnis Perseroan dalam upaya untuk memitigasi
potensi risiko pengeluaran biaya renovasi yang harus dikeluarkan apabila hendak melakukan
relokasi kantor pusat karena pemilik Ruang Kantor menolak melanjutkan sewa Ruang Kantor.

Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan diharapkan dapat memperoleh kemudahan
koordinasi sehubungan dengan jasa dan fasilitas pendukung sewa ruang kantor dengan
manajemen gedung ruang kantor yang diperlukan oleh Perseroan dalam melaksanakan
kegiatan operasional kantor pusat sehingga hal tersebut diharapkan dapat memberikan
dukungan terhadap kinerja keuangan Perseroan.




                                           2
Page 4
Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Sebelumnya, Perseroan telah menandatangani PSMGA pada tanggal 5 Juni 2023,
    dimana Perseroan telah menyewa Ruang Kantor dari SGWU dengan jangka waktu sewa
    menyewa selama duabelas bulan atau satu tahun sejak tanggal 1 Juli 2023 sampai
    dengan tanggal 30 Juni 2024 per tahun yang dapat diperpanjang sesuai kesepakatan
    kedua belah pihak dengan biaya sewa sebesar Rp 60.000/m2/bulan dan biaya service
    charge sebesar Rp 75.000/m2/bulan. Dalam rangka penerapan strategi bisnis dan mitigasi
    risiko atas ketersediaan ruang kantor, Perseroan berupaya untuk melakukan perubahan
    syarat dan kondisi serta jangka waktu masa sewa Ruang Kantor guna memperoleh
    kepastian atas ketersediaan Ruang Kantor tersebut untuk digunakan sebagai kantor pusat
    Perseroan dimana aktivitas operasional Perseroan dilakukan sehari-hari.

•   Dengan melakukan Transaksi, maka terdapat perubahan masa jangka waktu sewa Ruang
    Kantor menjadi lima tahun yang terhitung sejak tanggal 1 Juli 2024 sampai dengan tanggal
    30 Juni 2029. Dengan adanya perubahan masa jangka waktu sewa Ruang Kantor
    tersebut, maka Perseroan dapat melakukan penghematan biaya sewa kantor karena
    biaya sewa dan biaya service charge yang berlaku akan tetap selama masa jangka waktu
    sewa, yaitu masing-masing sebesar Rp.75.000,-/m²/bulan.

•   Mengingat Gedung Graha Arda yang dimiliki seluruhnya oleh SGWU memiliki kapasitas
    yang cukup bagi karyawan kantor pusat Perseroan dalam menjalankan aktivitas
    operasional kantor pusat saat ini serta di masa yang akan datang apabila terdapat
    perkembangan usaha sehingga Transaksi diharapkan dapat menciptakan efektivitas dan
    efisiensi kinerja dan biaya dengan lokasi kantor pusat Perseroan yang tersentralisasi.
    Transaksi merupakan salah satu langkah bisnis Perseroan dalam upaya untuk memitigasi
    potensi risiko pengeluaran biaya renovasi yang harus dikeluarkan apabila hendak
    melakukan relokasi kantor pusat karena pemilik Ruang Kantor menolak melanjutkan sewa
    Ruang Kantor.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan diharapkan dapat memperoleh kemudahan
    koordinasi sehubungan dengan jasa dan fasilitas pendukung sewa ruang kantor dengan
    manajemen gedung ruang kantor yang diperlukan oleh Perseroan dalam melaksanakan
    kegiatan operasional kantor pusat sehingga hal tersebut diharapkan dapat memberikan
    dukungan terhadap kinerja keuangan Perseroan.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, mengingat bahwa
Perseroan dan SGWU berada di bawah pengendalian yang sama, dimana PT Jalinankasih
Sesama (selanjutnya disebut “JS”) merupakan pemegang saham Perseroan dan SGWU
secara langsung masing-masing dengan kepemilikan sebesar 43,50% dan 99,99% serta
terdapat kesamaan pengurus antara Perseroan dan SGWU, maka Transaksi merupakan
transaksi afiliasi, sehingga Perseroan harus memenuhi Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020
tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan”
(selanjutnya disebut “POJK 42/2020”).




                                             3
Page 5
Selanjutnya, berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
(selanjutnya disebut “KAP”) Purwantono, Sungkoro & Surja (selanjutnya disebut “PSS”),
jumlah ekuitas Perseroan adalah sebesar Rp 2.237,12 miliar. Selanjutnya, berdasarkan PSM,
nilai transaksi atas Transaksi tersebut adalah sebesar Rp 16,04 miliar.

Dengan demikian, jumlah nilai transaksi dari Transaksi tersebut mencerminkan kurang dari
20,00% ekuitas Perseroan per tanggal 31 Desember 2023, sehingga berdasarkan keterangan
yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Transaksi bukan merupakan transaksi material
sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020
tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”.

Untuk transaksi yang tergolong dalam kategori transaksi afiliasi, POJK 42/2020 mensyaratkan
adanya laporan pendapat kewajaran atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai
independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Transaksi tersebut, maka Perseroan menunjuk
penilai independen, KR untuk memberikan Pendapat Kewajaran atas Transaksi.

Selanjutnya, Pendapat Kewajaran ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan Transaksi
dan tidak dapat digunakan untuk kepentingan lainnya. Pendapat Kewajaran ini juga tidak
dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui
Transaksi atau mengambil tindakan tertentu atas Transaksi.


OBJEK TRANSAKSI PENDAPAT KEWAJARAN

Objek transaksi dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi dimana
Perseroan telah melakukan sewa Ruang Kantor kepada SGWU, masing-masing dengan luas
1.169,40 m2 dan 612,65 m2 atau dengan luas keseluruhan 1.782,05 m2 yang dilangsungkan
sejak tanggal 1 Juli 2024 sampai dengan tanggal 30 Juni 2029 dengan biaya sewa sebesar
Rp     75.000/m2/bulan     atau    dengan    biaya     sewa    per    tahun     sebesar
Rp 1,60 miliar dan biaya service charge sebesar Rp 75.000/m2/bulan atau dengan biaya
service charge per tahun sebesar Rp 1,60 miliar atau dengan nilai transaksi keseluruhan
sebesar Rp 16,04 miliar.


MAKSUD DAN TUJUAN PENDAPAT KEWAJARAN

Maksud dan tujuan penyusunan laporan pendapat kewajaran atas Transaksi adalah untuk
memberikan gambaran kepada Direksi Perseroan mengenai kewajaran Transaksi dari aspek
keuangan dan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku, yaitu POJK 42/2020.

Pendapat Kewajaran ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan
OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar
Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut
“SPI”).




                                            4
Page 6
TANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN

Pendapat Kewajaran atas Transaksi dalam Laporan Pendapat Kewajaran diperhitungkan
pada tanggal 31 Desember 2023. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan kepentingan
dan tujuan analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi.

JENIS LAPORAN

Jenis Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini merupakan laporan terinci.


DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam menyusun Pendapat Kewajaran ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi, antara lain sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
   Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00339/2.1032/AU.1/01/0685-4/1/III/2024 tanggal 27 Maret 2024 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00410/2.1032/AU.1/01/0685-1/1/III/2023 tanggal 27 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00322/2.1032/AU.1/01/0695-3/1/III/2022 tanggal 25 Maret 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00335/2.1032/AU.1/01/0695-2/1/III/2021 tanggal 29 Maret 2021 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00329/2.1032/AU.1/01/0695-1/1/III/2020 tanggal 27 Maret 2020 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

7. Laporan keuangan konsolidasian proforma Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal 31 Desember 2023 sehubungan dengan Transaksi yang disusun oleh manajemen
   Perseroan;




                                           5
Page 7
8. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 yang disusun
   oleh manajemen Perseroan;

9. PPKPSMGA

10. PSMGA;

11. Laporan Kajian atas Nilai Sewa Ruang Kantor per 31 Desember 2023 yang disusun oleh
    KJPP Suwendho Rinaldy & Rekan (selanjutnya disebut “SRR”) sebagaimana tertuang
    dalam laporannya No. 240620.001/SRR-JK/LP-A/PSGO/OR tanggal 20 Juni 2024;

12. Anggaran dasar Perseroan yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam akta No. 79
    tanggal 20 Juni 2023 oleh Yulia, S.H.;

13. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Astrida Niovita Bachtiar
    dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang
    terkait dengan Transaksi;

14. Informasi mengenai rencana-rencana bisnis yang akan dilakukan oleh Perseroan di masa
    mendatang;

15. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Transaksi;

16. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

17. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

18. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

19. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan untuk
    penugasan; dan

20. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.




                                            6
Page 8
KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Analisis Pendapat Kewajaran atas Transaksi dipersiapkan menggunakan data dan informasi
sebagaimana diungkapkan di atas, data dan informasi mana telah kami telaah. Dalam
melaksanakan analisis, kami bergantung pada keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari
semua informasi keuangan, informasi atas status hukum Perseroan dan informasi-informasi
lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum dan kami
tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut. Segala perubahan atas
data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan bahwa mereka tidak
mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami
menjadi tidak lengkap atau menyesatkan. Oleh karenanya, kami tidak bertanggung jawab atas
perubahan kesimpulan atas Pendapat Kewajaran kami dikarenakan adanya perubahan data
dan informasi tersebut.

Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi disusun
oleh manajemen Perseroan. Kami telah melakukan penelaahan atas proyeksi laporan
keuangan tersebut dan proyeksi laporan keuangan tersebut telah menggambarkan kondisi
operasi dan kinerja Perseroan. Secara garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan
yang perlu kami lakukan terhadap target kinerja Perseroan.

Kami tidak melakukan inspeksi atas aset tetap atau fasilitas Perseroan. Selain itu, kami juga
tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Transaksi. Jasa-jasa yang kami
berikan kepada Perseroan dalam kaitan dengan Transaksi hanya merupakan pemberian
Pendapat Kewajaran atas Transaksi dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Kami tidak melakukan penelitian atas keabsahan Transaksi dari aspek hukum dan implikasi
aspek perpajakan. Pendapat Kewajaran atas Transaksi hanya ditinjau dari segi ekonomis dan
keuangan. Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi bersifat non-disclaimer opinion dan
merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan. Selanjutnya, kami juga telah
memperoleh informasi atas status hukum Perseroan berdasarkan anggaran dasar Perseroan.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Transaksi tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan
merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-
prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan
untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau
penyimpangan dalam laporan keuangan, atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak
mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan
menganalisis suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya di luar Transaksi yang ada dan
mungkin tersedia untuk Perseroan serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap
Transaksi.

Pendapat Kewajaran ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Transaksi pada
tanggal Pendapat Kewajaran ini diterbitkan.




                                             7
Page 9
Dalam penyusunan Pendapat Kewajaran ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan serta semua pihak yang terlibat dalam
Transaksi. Transaksi akan dilaksanakan seperti yang telah dijelaskan sesuai dengan jangka
waktu yang telah ditetapkan serta keakuratan informasi mengenai Transaksi yang
diungkapkan oleh manajemen Perseroan.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Pendapat Kewajaran. Penyusunan Pendapat
Kewajaran ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui
analisis yang tidak lengkap.

Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal penerbitan Pendapat Kewajaran sampai
dengan tanggal terjadinya Transaksi ini tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh
secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam penyusunan Pendapat
Kewajaran ini. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi, serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan dengan benar dan kami bertanggung
jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.

Kesimpulan Pendapat Kewajaran ini berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki
dampak material terhadap Transaksi. Perubahan tersebut termasuk, namun tidak terbatas
pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun secara eksternal, yaitu
kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan, serta
peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal
Laporan Pendapat Kewajaran ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Pendapat
Kewajaran ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka Pendapat
Kewajaran atas Transaksi mungkin berbeda.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR diberikan kesempatan
untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan Laporan Pendapat
Kewajaran.




                                             8
Page 10
INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Pendapat Kewajaran atas Transaksi, KR bertindak secara
independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memilki kepentingan
ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Pendapat
Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak manapun.
Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran kesimpulan
yang dihasilkan dari proses analisis Pendapat Kewajaran ini dan KR hanya menerima imbalan
sesuai dengan surat penugasan No. KR/240417-001 tanggal 17 April 2024 yang telah
disetujui oleh manajemen Perseroan.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL PENDAPAT KEWAJARAN (SUBSEQUENT EVENTS)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal Pendapat
Kewajaran, yaitu tanggal 31 Desember 2023, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Pendapat Kewajaran, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Pendapat Kewajaran
(subsequent events), yang secara signifikan dapat mempengaruhi Pendapat Kewajaran.


PENDEKATAN DAN PROSEDUR PENDAPAT KEWAJARAN ATAS TRANSAKSI

Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami telah melakukan analisis melalui
pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi dari hal-hal sebagai berikut:

I. Analisis atas Transaksi;
II. Analisis Kualitatif dan Kuantitatif atas Transaksi; dan
III. Analisis atas Kewajaran Transaksi.




                                               9
Page 11
I.         ANALISIS TRANSAKSI

           Berdasarkan pendekatan dan prosedur Pendapat Kewajaran atas Transaksi
           sebagaimana diuraikan di atas, analisis Transaksi adalah sebagai berikut:

I.A.       Identifikasi dan Analisis Hubungan antara Pihak-pihak yang Bertransaksi

I.A.1.     PT Palma Serasih Tbk

           Dalam Transaksi, Perseroan merupakan pihak yang telah melakukan sewa
           Ruang Kantor kepada SGWU, masing-masing dengan luas 1.169,40 m2 dan
           612,65 m2 atau dengan luas keseluruhan 1.782,05 m2 yang dilangsungkan sejak
           tanggal 1 Juli 2024 sampai dengan tanggal 30 Juni 2029 dengan biaya sewa
           sebesar Rp 75.000/m2/bulan atau dengan biaya sewa per tahun sebesar Rp 1,60
           miliar dan biaya service charge sebesar Rp 75.000/m2/bulan atau dengan biaya
           service charge per tahun sebesar Rp 1,60 miliar atau dengan nilai transaksi
           keseluruhan sebesar Rp 16,04 miliar.

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
           tanggal 31 Desember 2023, Perseroan merupakan pihak yang terafiliasi dengan
           SGWU. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham, dan kegiatan usaha
           Perseroan adalah sebagai berikut:

I.A.1.a.   Latar Belakang

           Perseroan didirikan di Jakarta Selatan berdasarkan Akta Notaris Besri Zakaria,
           S.H., No. 1 tanggal 3 Juni 2008. Akta pendirian tersebut telah memperoleh
           pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
           dengan Surat Keputusan No. AHU-44713.AH.01.01.Tahun 2008 tanggal 25 Juli
           2008.

           Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan,
           perubahan terakhir dimuat dalam Akta Notaris Yulia, S.H., No. 79 tanggal 20 Juni
           2023. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
           Republik          Indonesia           dalam           Surat          Keputusan
           No.    AHU-AH.01.09-0130113         dan    AHU-AH.01.03-0080942          tanggal
           21 Juni 2023.

           Perseroan berdomisili di Jakarta Selatan dan berkantor pusat di Gedung Graha
           Arda Lantai 7 Zona B, Jalan H.R. Rasuna Said Kavling B-6, Jakarta Selatan
           12910.




                                           10
Page 12
I.A.1.b.   Manajemen

           Susunan Dewan Komisaris dan Direksi                      Perseroan        pada    tanggal
           31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

           Dewan Komisaris
           Komisaris Utama              :        Bungaran Saragih
           Komisaris                    :        Ir. Martusin Yapriadi
           Komisaris Independen         :        Dikdik Sugiharto

           Direksi
           Direktur Utama               :        Budiono Tanbun
           Wakil Direktur Utama         :        Elisabeth Priska Chairil
           Direktur                     :        Johanes Gosal
           Direktur                     :        Angelica Octavia Chairil
           Direktur                     :        Astrida Niovita Bachtiar
           Direktur                     :        Chandra Wilson Harisun

I.A.1.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
           tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                                         (Dalam Rupiah)
                                                                    Persentase
                       Pemegang Saham            Jumlah Saham                         Jumlah Modal
                                                                    Kepemilikan
           PT Jalinankasih Sesama                   8.200.000.000           43,50%     820.000.000.000
           PT Serasih Holdico                       6.600.000.000           35,01%     660.000.000.000
           Budiono Tanbun                           1.600.000.000            8,49%     160.000.000.000
           Masyarakat                               2.450.000.000           13,00%     245.000.000.000
           Jumlah                                  18.850.000.000          100,00%    1.885.000.000.000



I.A.1.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
           perusahaan holding, konsultasi manajemen, dan perdagangan. Perseroan mulai
           beroperasi secara komersial sejak tahun 2008.




                                            11
Page 13
I.A.1.e.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
           perusahaan holding, konsultasi manajemen, dan perdagangan. Perseroan mulai
           beroperasi secara komersial sejak tahun 2008.

           Perseroan, melalui entitas anaknya bergerak dalam satu segmen usaha, yaitu
           perkebunan dan pengolahan minyak kelapa sawit (upstream) yang lokasinya
           terletak di Provinsi Kalimantan Timur dengan target pasar di Indonesia.
           Per 31 Desember 2023, Perseroan memiliki total area tertanam sebesar
           27.577 hektar dengan luas perkebunan inti 20.082 hektar dan luas perkebunan
           plasma 7.495 hektar, yang terdiri dari 97,00% tanaman menghasilkan (TM) dan
           3,00% tanaman belum menghasilkan (TBM). Umur rata-rata tanaman kelapa
           sawit Perseroan adalah sembilan tahun dan tergolong usia tanaman muda.
           Perseroan memiliki dua Pabrik Kelapa Sawit (PKS) dengan total kapasitas olah
           sebesar 150,00 ton per jam.

           Dalam kegiatan operasionalnya, Perseroan selalu berupaya untuk
           mengoptimalkan produktivitas tanamannya agar mampu memproduksi produk
           dengan kualitas tinggi. Selanjutnya, produk komoditas hasil perkebunan mudah
           mengalami risiko paparan hama dan penyakit. Untuk itu, Perseroan konsisten
           melakukan pencegahan dini terhadap potensi serangan hama seperti ulat api,
           rayap, dan tikus serta penyakit tanaman seperti serangan jamur melalui sensus
           hama dan penyakit. Untuk mengendalikan hama tanaman secara ramah
           lingkungan, Perseroan melakukan pencegahan dengan memelihara burung
           hantu, pengembangan jamur cordyceps, serta penanaman antigonon dan
           turnera sabulata sebagai tanaman inang sycanus, predator hama ulat api.

           Perseroan menjalankan strategi usahanya dalam efisiensi biaya dengan
           melakukan otomatisasi melalui peningkatan sistem dan teknologi untuk
           meningkatkan akurasi, kecepatan penyajian data, dan kontrol. Selanjutnya,
           Perseroan juga menerapkan best management practice dan digitalisasi dalam
           setiap kegiatan operasional.

           Sebagai salah satu komoditas fundamental dunia, industri minyak kelapa sawit
           memiliki prospek usaha yang menjanjikan karena penggunaannya yang
           bermanfaat di berbagai aspek. Dengan produktivitas yang tinggi, biaya produksi
           yang efisien, dan produk turunan yang bervariatif, permintaan dunia terhadap
           minyak kelapa sawit terus meningkat dari tahun ke tahun. Sebagai komoditas
           ekspor Indonesia yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional,
           Pemerintah Indonesia berkomitmen mendukung perkembangan industri minyak
           kelapa sawit dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif.




                                          12
Page 14
           Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) memprediksikan bahwa
           pertumbuhan produksi minyak kelapa sawit akan mengalami penurunan akibat
           dipengaruhi oleh rendahnya curah hujan dan pertumbuhan luas lahan
           perkebunan kelapa sawit yang relatif sangat kecil. Di sisi lain, konsumsi domestik
           minyak       kelapa      sawit        diproyeksikan           menjadi       sekitar
           25,00 juta ton untuk memenuhi kebutuhan pangan, industri oleokimia, dan
           produksi biodiesel B35. Dengan demikian, volume ekspor diperkirakan akan
           mengalami penurunan karena peningkatan konsumsi domestik.

           S&P Global memproyeksikan harga minyak kelapa sawit di industri kelapa sawit
           Indonesia dan Malaysia akan berkisar di rata-rata yang lebih tinggi. Dengan
           proyeksi harga minyak kelapa sawit yang baik di tahun 2024, Perseroan memi
             liki potensi untuk terus berkembang terlebih lagi didukung oleh pertumbuhan
           produksi tandan buah segar seiring dengan pertambahan umur tanaman
           Perseroan. Perseroan memiliki peluang yang besar untuk terus berkembang
           dengan mengoptimalkan potensinya dan melakukan perluasan usaha dengan
           melihat prospek industri minyak kelapa sawit yang masih dapat terus tumbuh
           pada masa yang akan datang.

I.A.2.     PT Sarana Graha Wiraswasta Utama

           Dalam Transaksi, SGWU merupakan pihak yang telah menyewakan Ruang
           Kantor kepada Perseroan, masing-masing dengan luas 1.169,40 m2 dan 612,65
           m2 atau dengan luas keseluruhan 1.782,05 m2 yang dilangsungkan sejak tanggal
           1 Juli 2024 sampai dengan tanggal 30 Juni 2029 dengan biaya sewa sebesar Rp
           75.000/m2/bulan atau dengan biaya sewa per tahun sebesar Rp 1,60 miliar dan
           biaya service charge sebesar Rp 75.000/m2/bulan atau dengan biaya service
           charge per tahun sebesar Rp 1,60 miliar atau dengan nilai transaksi keseluruhan
           sebesar Rp 16,04 miliar.

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, pada
           tanggal 31 Desember 2023, SGWU merupakan pihak yang terafiliasi dengan
           Perseroan. Latar belakang, manajemen, kepemilikan saham dan kegiatan usaha
           SGWU adalah sebagai berikut:

I.A.2.a.   Latar Belakang

           SGWU didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 178 tanggal 24 November 1983
           dari Kartini Muljadi, S.H., Notaris di Jakarta. Akta tersebut telah memperoleh
           persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
           No.C2-7835.HT.01.01.TH.85 tanggal 9 Desember 1985 serta diumumkan dalam
           Berita       Negara        Republik       Indonesia       No.7       Tambahan
           No. 82 tanggal 24 Januari 1986.




                                            13
Page 15
           Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan, yang terakhir dengan
           Akta Notaris No. 62 tanggal 17 Februari 2020 dibuat oleh Yulia, S.H., mengenai
           perubahan modal ditempatkan dan disetor. Akta perubahan tersebut telah
           memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
           Indonesia No. AHU-0031879.AH.01.02 tanggal 19 April 2020.

I.A.2.b.   Manajemen

           Susunan Komisaris dan Direksi SGWU pada tanggal 31 Desember 2023 adalah
           sebagai berikut:

           Komisaris                     :        Elisabeth Priska Chairil

           Direksi
           Direktur Utama                :        Ir. Martusin Yapriadi
           Direktur                      :        Kwetariko Lawandra


I.A.2.c.   Kepemilikan Saham

           Susunan pemegang saham SGWU berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
           31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                                      (Dalam Rupiah)
                                                                   Persentase
                        Pemegang Saham            Jumlah Saham                      Jumlah Modal
                                                                   Kepemilikan
           PT Jalinankasih Sesama                        154.999          99,999%    154.999.000.000
           Elisabeth Priska Chairil                            1           0,001%          1.000.000
           Jumlah                                        155.000          100,00%    155.000.000.000



I.A.2.d.   Kegiatan Usaha

           Ruang lingkup kegiatan usaha SGWU adalah bergerak dalam bidang real estate
           atau properti komersial yang disewakan.




                                             14
Page 16
I.B.   Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

       Pada tanggal 28 Juni 2024, Perseroan dan SGWU telah menandatangani
       PPKPSMGA sehubungan dengan Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting
       dalam PSM adalah sebagai berikut:

       •   Pihak-pihak yang Bertransaksi

           Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPKPSMGA adalah Perseroan
           dan SGWU.

       •   Objek Transaksi

           Objek transaksi berdasarkan PPKPSMGA adalah ruang kantor yang terletak
           di Gedung Graha Arda Lantai 7 dan 8, Jalan H.R. Rasuna Said Kavling B-6,
           Kelurahan Setia Budi, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan 12910 masing-
           masing dengan luas 1.169,40 m2 dan 612,65 m2 atau dengan luas
           keseluruhan 1.782,05 m2.

           Jangka Waktu Sewa

           Jangka Waktu Sewa berdasarkan PPKPSMGA adalah sejak tanggal
           1 Juli 2024 sampai dengan 30 Juni 2029. Jika Perseroan ingin
           memperpanjang PPKPSMGA dari tanggal berakhirnya Jangka Waktu Sewa,
           Perseroan akan memberitahukan secara tertulis kepada SGWU sekurang-
           kurangnya enam bulan sebelum Jangka Waktu Sewa berakhir.

       •   Biaya Sewa

           Biaya Sewa berdasarkan PPKPSMGA adalah sebagai berikut:
                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                       Biaya
                                                                                    Biaya Sewa per    Nilai Sewa per
                         Keterangan             Luas Lantai (m2)   Sewa/Bulan/m2                                            Nilai Sewa
                                                                                      Bulan (Rp)          Tahun
                                                                       (Rp)
           Biaya Sewa Ruang Kantor
           Lantai 7                                     1.169,40           75.000        87.705.000               1.052               5.262
           Lantai 8                                       612,65           75.000        45.948.750                 551               2.757
           Jumlah                                       1.782,05                        133.653.750               1.604               8.019
           Biaya Service Charge
           Lantai 7                                     1.169,40           75.000        87.705.000               1.052               5.262
           Lantai 8                                       612,65           75.000        45.948.750                 551               2.757
           Jumlah                                                                       133.653.750               1.604               8.019
           Jumlah Biaya Sewa + Service Charge                                           267.307.500               3.208              16.038




       •   Penyelesaian Perselisihan

           Perselisihan yang timbul sehubungan dengan PPKPSMGA ini, akan
           diselesaikan berdasarkan peraturan dari Badan Arbitrase Nasional
           Indonesia.




                                                      15
Page 17
I.C.   Analisis atas Manfaat dan Risiko dari Transaksi

       Manfaat Transaksi adalah sebagai berikut:

       •   Sebelumnya, Perseroan telah menandatangani PSMGA pada tanggal 5 Juni
           2023, dimana Perseroan telah menyewa Ruang Kantor dari SGWU dengan
           jangka waktu sewa menyewa selama duabelas bulan atau satu tahun sejak
           tanggal 1 Juli 2023 sampai dengan tanggal 30 Juni 2024 per tahun yang
           dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak dengan biaya
           sewa sebesar Rp 60.000/m2/bulan dan biaya service charge sebesar Rp
           75.000/m2/bulan. Dalam rangka penerapan strategi bisnis dan mitigasi risiko
           atas ketersediaan ruang kantor, Perseroan berupaya untuk melakukan
           perubahan syarat dan kondisi serta jangka waktu masa sewa Ruang Kantor
           guna memperoleh kepastian atas ketersediaan Ruang Kantor tersebut untuk
           digunakan sebagai kantor pusat Perseroan dimana aktivitas operasional
           Perseroan dilakukan sehari-hari.

       •   Dengan melakukan Transaksi, maka terdapat perubahan masa jangka waktu
           sewa Ruang Kantor menjadi lima tahun yang terhitung sejak tanggal 1 Juli
           2024 sampai dengan tanggal 30 Juni 2029. Dengan adanya perubahan masa
           jangka waktu sewa Ruang Kantor tersebut, maka Perseroan dapat
           melakukan penghematan biaya sewa kantor karena biaya sewa dan biaya
           service charge yang berlaku akan tetap selama masa jangka waktu sewa,
           yaitu masing-masing sebesar Rp.75.000,-/m²/bulan.

       •   Mengingat Gedung Graha Arda yang dimiliki seluruhnya oleh SGWU
           memiliki kapasitas yang cukup bagi karyawan kantor pusat Perseroan dalam
           menjalankan aktivitas operasional kantor pusat saat ini serta di masa yang
           akan datang apabila terdapat perkembangan usaha sehingga Transaksi
           diharapkan dapat menciptakan efektivitas dan efisiensi kinerja dan biaya
           dengan lokasi kantor pusat Perseroan yang tersentralisasi. Transaksi
           merupakan salah satu langkah bisnis Perseroan dalam upaya untuk
           memitigasi potensi risiko pengeluaran biaya renovasi yang harus dikeluarkan
           apabila hendak melakukan relokasi kantor pusat karena pemilik Ruang
           Kantor menolak melanjutkan sewa Ruang Kantor.

       •   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan diharapkan dapat memperoleh
           kemudahan koordinasi sehubungan dengan jasa dan fasilitas pendukung
           sewa ruang kantor dengan manajemen gedung ruang kantor yang diperlukan
           oleh Perseroan dalam melaksanakan kegiatan operasional kantor pusat
           sehingga hal tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap
           kinerja keuangan Perseroan.




                                       16
Page 18
Risiko Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan memiliki kemungkinan untuk memperoleh biaya sewa atas ruang
    kantor yang lebih rendah dibandingkan dengan biaya sewa Ruang Kantor
    saat ini disepakati dengan SGWU. Hal ini akan memberikan potensi kerugian
    bagi kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

•   Transaksi memberikan jangka waktu sewa yang lebih panjang dari kondisi
    dan syarat sebelumnya sehingga Perseroan wajib terus melakukan
    kewajiban sewa atas Ruang Kantor kepada SGWU, dimana Perseroan
    mungkin kehilangan peluang untuk melakukan sewa kantor pada lokasi lain
    pada masa yang datang.




                               17
Page 19
II.       ANALISIS KUALITATIF ATAS TRANSAKSI

II.A.     PT Palma Serasih Tbk

II.A.1.   Latar Belakang

          Perseroan didirikan di Jakarta Selatan berdasarkan Akta Notaris Besri Zakaria,
          S.H., No. 1 tanggal 3 Juni 2008. Akta pendirian tersebut telah memperoleh
          pengesahan dari Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
          dengan Surat Keputusan No. AHU-44713.AH.01.01.Tahun 2008 tanggal 25 Juli
          2008.

          Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan,
          perubahan terakhir dimuat dalam Akta Notaris Yulia, S.H., No. 79 tanggal 20 Juni
          2023. Akta tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
          Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-AH.01.09-0130113 dan
          AHU-AH.01.03-0080942 tanggal 21 Juni 2023.

          Perseroan berdomisili di Jakarta Selatan dan berkantor pusat di Gedung Graha
          Arda Lantai 7 Zona B, Jalan H.R. Rasuna Said Kavling B-6, Jakarta Selatan
          12910.

II.A.2.   Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak dalam bidang
          perusahaan holding, konsultasi manajemen, dan perdagangan. Perseroan mulai
          beroperasi secara komersial sejak tahun 2008.

II.B.     Tinjauan Industri Minyak Kelapa Sawit

II.B.1.   Tinjauan Industri Minyak Kelapa Sawit di Dunia

          Kelapa sawit sebagai tanaman penghasil minyak sawit atau crude palm oil (CPO)
          dan inti sawit atau palm kernel oil (PKO) merupakan salah satu minyak yang
          paling banyak dikonsumsi dan produktif di dunia. Terutama dalam
          negara-negara berkembang, minyak kelapa sawit digunakan sebagai bahan
          makanan nabati. Selain digunakan dalam makanan, minyak kelapa sawit juga
          digunakan dalam deterjen, kosmetik, dan sebagian kecil sebagai bahan bakar
          nabati bahkan pada negara Amerika, lebih dari separuh produk kemasan yang
          dikonsumsi mengandung minyak kelapa sawit. Sebagian besar minyak sawit
          diproduksi di kawasan Asia, Afrika, dan Amerika Latin hal ini dipicu oleh pohon
          kelapa sawit yang membutuhkan suhu hangat, sinar matahari, dan curah hujan
          tinggi untuk memaksimalkan produksinya.

          Selanjutnya, Indonesia merupakan salah satu negara produsen dan eksportir
          minyak sawit terbesar di dunia, dimana produksi minyak sawit dunia didominasi
          oleh Indonesia dan Malaysia masing-masing menghasilkan sekitar
          85,00% – 90,00% dari total produksi minyak sawit dunia.




                                          18
Page 20
                       Jumlah
      Negara
                      Produksi
Indonesia                   47.000
Malaysia                    19.000
Thailand                     3.450
Kolombia                     1.900
Nigeria                      1.500

Sumber: Statista

Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, jumlah produksi minyak sawit
dunia terbesar pada tahun 2023/2024 terdapat di Indonesia dan Malaysia
masing- masing sebesar 47,00 juta MT dan 19,00 juta MT. Kemudian diikuti oleh
Thailand, Kolombia, dan Nigeria masing-masing dengan jumlah produksi minyak
sawit sebesar 3,45 juta MT, 1,90 juta MT, dan 1,50 juta MT. Hal tersebut dipicu
oleh kebutuhan tinggi minyak goreng dunia, dimana minyak sawit menghasilkan
kira-kira 36,00% produksi minyak goreng dunia, penggunaan dalam industri
oleokimia untuk memproduksi kosmetik, produk pembersih, serta produk
derivatif minyak sawit sebagai bahan baku untuk memproduksi energi baru
terbarukan telah mendorong permintaan minyak sawit dunia.

Sementara itu, menurut data yang diperoleh dari Malaysian Palm Oil Board
(MPOB), rata-rata jumlah persediaan minyak kelapa sawit Malaysia pada
September 2023 adalah sebesar 1,83 juta ton mengalami kenaikan sebesar
4,33%, sementara ekspor mengalami penurunan sebesar 1,20 juta ton.
Selanjutnya, berdasarkan data MPOB, konsumsi minyak sawit Malaysia
mengalami peningkatan hampir dua kali lipat menjadi sebesar 494,00 ribu ton
pada September 2023 dibandingkan dengan periode yang sama di tahun
sebelumnya.

Januari – Juni 2023, mengalami kenaikan sebesar 17,20% dibandingkan dengan
rata-rata jumlah persediaan minyak kelapa sawit pada periode
Januari – Juni 2022 yaitu mencapai sebesar 1.828,15 ton. Selanjutnya pada
Agustus 2023 persediaan minyak kelapa sawit mengalami kenaikan mencapai
sebesar 23,00% kenaikan tertinggi semenjak Januari 2023 hal ini disebabkan
karena perkiraan tingkat produksi yang kuat dan melemahnya tingkat ekspor
yang terjadi.




                                 19
Page 21
Harga Bulanan untuk Minyak Sawit
Juli 2023 – Januari 2024
(Dalam USD/ MT)

   900,00
   880,00
   860,00
   840,00
   820,00
   800,00
   780,00
   760,00
                      Jul     Agst     Sept     Okt      Nov      Des      Jan
      Harga         878,50   860,82   829,60   804,26   830,47   813,51   844,90

Sumber : Statista


Berdasarkan data dari Statista, harga minyak sawit di dunia pada periode
Juli 2023 – Januari 2024 mengalami fluktuasi dimana pada bulan Agustus,
September, Oktober, dan Desember 2023 masing-masing harga minyak sawit
mengalami penurunan masing-masing sebesar USD 17,68 per MT,
USD 31,22 per MT, USD 25,34 per MT dan USD 16,96 per MT atau masing-
masing setara dengan 2,01%, 3,63%, 3,05%, dan 2,04% jika dibandingkan
dengan bulan sebelumnya. Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh dari
Fitch Ratings dalam laporannya dengan judul Asian Crude Palm Oil Monitor
4Q23, harga spot minyak sawit Malaysia pada Desember 2023 mengalami
penurunan menjadi di bawah USD 800,00 per MT, pola iklim El Nino membawa
dampak besar terhadap pasokan minyak sawit dunia.

Menurut data yang diperoleh dari Bloomberg, harga komoditas minyak sawit
pada tahun 2024, 2025, 2026, dan 2027 masing-masing diproyeksikan sebesar
MYR 3.545,00 per MT, MYR 3.380,00 per MT, MYR 3.000,00 per MT, dan
MYR 3.250,00 per MT. Pada tahun 2025 dan 2026 harga minyak sawit
mengalami penurunan masing-masing sebesar MYR 165,00 per MT dan
MYR 380,00 per MT atau masing-masing setara dengan 4,65% dan 11,24%
dibandingkan dengan bulan sebelumnya, sedangkan pada tahun 2027 harga
minyak sawit mengalami kenaikan sebesar MYR 250,00 per MT atau setara
dengan 8,33% dibandingkan dengan bulan sebelumnya.




                                      20
Page 22
          Berdasarkan laporan dari Custom Market Insights dalam laporannya dengan
          judul Palm Oil Market Size, Trends and Insights By Nature By Product Type, By
          End User, and By Region - Global Industry Overview, Statistical Data,
          Competitive Analysis, Share, Outlook, and Forecast 2024–2033, pangsa pasar
          minyak kelapa sawit dunia diproyeksikan menjadi sebesar USD 103,60 miliar,
          mengalami pertumbuhan pada tingkat laju pertumbuhan majemuk tahunan
          (compound annual growth rate/CAGR) sebesar 4,25% dihitung sejak tahun 2023
          sampai 2032. Industri minyak kelapa sawit dunia didorong oleh peningkatan
          permintaan produk minyak kelapa sawit yang berkelanjutan dipengaruhi oleh
          kesadaran akan kelestarian lingungan dan peraturan Pemerintah dunia, selain
          itu rekanan dengan organisasi lingungan dunia turut mempromosikan produk
          minyak kelapa sawit yang berkelanjutan untuk mendukung industri minyak
          kelapa sawit dalam jangka panjang di masa depan.

II.B.2.   Tinjauan Industri Minyak Kelapa Sawit di Indonesia

          Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas hasil perkebunan yang
          mempunyai peran penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia hal ini
          disebabkan oleh kemampuannya dalam menghasilkan minyak nabati yang
          banyak dibutuhkan oleh sektor industri. Sifatnya yang tahan oksidasi dengan
          tekanan tinggi dan kemampuannya melarutkan bahan kimia yang tidak larut oleh
          bahan pelarut lainnya, serta daya melapis yang tinggi membuat minyak kelapa
          sawit dapat digunakan sebagai minyak masak, minyak industri, maupun
          biodiesel. Salah satu faktor yang mendukung industri minyak kelapa sawit di
          Indonesia, yaitu kondisi geografis dimana Indonesia merupakan negara dengan
          iklim tropis yang sangat cocok dalam membudidayakan pohon kelapa sawit.
          Perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia tersebar di beberapa wilayah
          yaitu, pantai timur Sumatera, Aceh, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

          Industri minyak sawit merupakan industri strategis yang berkontribusi terhadap
          perekonomian Indonesia maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik
          dalam pembangunan ekonomi, berkontribusi atas devisa negara,
          pengembangan wilayah serta peningkatan produk domestik regional bruto, dan
          pengurangan kemiskinan pada sentra sawit. Menurut data dari GAPKI,
          perkebunan kelapa sawit merupakan rantai utama dari sistem rantai pasok
          industri minyak sawit Indonesia. Perkebunan kelapa sawit Indonesia terdiri dari
          perkebunan perusahaan swasta, Badan Usaha Milik Negara, dan perkebunan
          rakyat. Produksi kelapa sawit digunakan untuk memasok industri hilir menjadi
          berbagai produk olahan yang selanjutnya akan masuk ke pasar domestik
          maupun luar negeri.

          Menurut data yang diperoleh dari GAPKI, volume ekspor minyak sawit Indonesia
          mengalami penurunan sekitar 4,00% dari 32,00 juta ton di tahun 2023 menjadi
          sebesar 29,00 juta ton atau 30,00 juta ton di tahun 2024. Penyebab turunnya
          volume ekspor tersebut adalah faktor geopolitik dan menurunnya pertumbuhan
          ekonomi Tiongkok. Nilai ekspor minyak sawit Indonesia berpotensi mencapai
          USD 30,00 miliar pada tahun 2024, dengan harga berada di sekitar USD 900,00
          sampai USD 1.000 per ton.




                                         21
Page 23
Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari GAPKI, total konsumsi lokal
minyak kelapa sawit di Indonesia pada tahun 2023 adalah sebesar
23,13 juta ton, mengalami peningkatan sebesar 8,90%. Program biodiesel yang
telah dijalankan sejak Juli 2022 telah meningkatan konsumsi minyak sawit pada
tahun 2023 sebesar 10,65 juta ton atau setara dengan 17,68% dibandingkan
dengan tahun sebelumnya.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional, Pemerintah
Indonesia sedang berupaya untuk melakukan hilirisasi untuk industri kelapa
sawit, hilirisasi ini adalah untuk membuat produk yang berasal dari kelapa sawit
menjadi lebih bernilai. Produk yang masih diekspor oleh Indonesia adalah dalam
CPO dan PKO. Produk turunan hilir minyak kelapa sawit yang sedang
dikembangkan adalah oleo pangan, oleokimia, dan biofuel. Oleokimia
merupakan produk kimia yang berasal dari kelapa sawit, seperti kosmetik,
farmasi, kesehatan, dan pertanian yang dinilai lebih ramah lingkungan dan
biodegradable.

Selanjutnya, berdasarkan data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
Republik Indonesia, Pemerintah turut membantu para petani sawit dengan cara
melakukan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yaitu program dengan
memperbaharui kebun dengan bibit kelapa sawit yang unggul dan berkualitas,
serta untuk mengurangi resiko adanya pembukaan lahan ilegal. Lalu ada upaya
lain yang dibantu oleh Pemerintah dengan Program Sarana Prasarana yang
berupa pemberian bantuan benih, pupuk, pestisida, dan mesin pertaninan.
Menurut Menko Perekonomian, Pemerintah masih menargetkan untuk 300 ribu
petani yang akan mengikuti PSR.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Imarc dalam laporannya yang berjudul
Indonesia Palm Oil Market Report by Packaging Type, Packaging Material, Pack
Size, Application, Distribution Channel, and Region 2024-2032, nilai pasar
minyak kelapa sawit di Indonesia pada tahun 2032 diproyeksikan akan menjadi
sebesar USD 13,20 miliar, mengalami pertumbuhan pada tingkat CAGR sebesar
2,60% dihitung sejak tahun 2024 sampai 2032. Salah satu faktor pendukung
industri minyak kelapa sawit Indonesia adalah peningkatan permintaan minyak
goreng dalam industri makanan dan minuman, sebagaimana minyak goreng
digunakan dalam banyak produk turunan makanan. Selain itu, program yang
ditetapkan Pemerintah seperti Badan Pengelola Dana Perkebunan Sawit dan
sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil untuk mendukung petani sawit,
meningkatkan produksi sawit, meningkatkan ekspor, dan mempromosikan
praktik pengolahan sawit berkelanjutan diproyeksikan mendorong pertumbuhan
industri minyak kelapa sawit nasional.




                                22
Page 24
II.C.   Kegiatan Operasional dan Prospek Usaha

        Ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah bergerak dalam bidang perusahaan
        holding, konsultasi manajemen, dan perdagangan. Perseroan mulai beroperasi
        secara komersial sejak tahun 2008.

        Perseroan, melalui entitas anaknya bergerak dalam satu segmen usaha, yaitu
        perkebunan dan pengolahan minyak kelapa sawit (upstream) yang lokasinya
        terletak di Provinsi Kalimantan Timur dengan target pasar di Indonesia.
        Per 31 Desember 2023, Perseroan memiliki total area tertanam sebesar
        27.577 hektar dengan luas perkebunan inti 20.082 hektar dan luas perkebunan
        plasma 7.495 hektar, yang terdiri dari 97,00% TM dan 3,00% TBM. Umur
        rata-rata tanaman kelapa sawit Perseroan adalah sembilan tahun dan tergolong
        usia tanaman muda. Perseroan memiliki dua PKS dengan total kapasitas olah
        sebesar 150,00 ton per jam.

        Dalam kegiatan operasionalnya, Perseroan selalu berupaya untuk
        mengoptimalkan produktivitas tanamannya agar mampu memproduksi produk
        dengan kualitas tinggi. Selanjutnya, produk komoditas hasil perkebunan mudah
        mengalami risiko paparan hama dan penyakit. Untuk itu, Perseroan konsisten
        melakukan pencegahan dini terhadap potensi serangan hama seperti ulat api,
        rayap, dan tikus serta penyakit tanaman seperti serangan jamur melalui sensus
        hama dan penyakit. Untuk mengendalikan hama tanaman secara ramah
        lingkungan, Perseroan melakukan pencegahan dengan memelihara burung
        hantu, pengembangan jamur cordyceps, serta penanaman antigonon dan
        turnera sabulata sebagai tanaman inang sycanus, predator hama ulat api.

        Perseroan menjalankan strategi usahanya dalam efisiensi biaya dengan
        melakukan otomatisasi melalui peningkatan sistem dan teknologi untuk
        meningkatkan akurasi, kecepatan penyajian data, dan kontrol. Selanjutnya,
        Perseroan juga menerapkan best management practice dan digitalisasi dalam
        setiap kegiatan operasional.

        Sebagai salah satu komoditas fundamental dunia, industri minyak kelapa sawit
        memiliki prospek usaha yang menjanjikan karena penggunaannya yang
        bermanfaat di berbagai aspek. Dengan produktivitas yang tinggi, biaya produksi
        yang efisien, dan produk turunan yang bervariatif, permintaan dunia terhadap
        minyak kelapa sawit terus meningkat dari tahun ke tahun. Sebagai komoditas
        ekspor Indonesia yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional,
        Pemerintah Indonesia berkomitmen mendukung perkembangan industri minyak
        kelapa sawit dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif.




                                       23
Page 25
        GAPKI memprediksikan bahwa pertumbuhan produksi minyak kelapa sawit akan
        mengalami penurunan akibat dipengaruhi oleh rendahnya curah hujan dan
        pertumbuhan luas lahan perkebunan kelapa sawit yang relatif sangat kecil. Di
        sisi lain, konsumsi domestik minyak kelapa sawit diproyeksikan menjadi sekitar
        25,00 juta ton untuk memenuhi kebutuhan pangan, industri oleokimia, dan
        produksi biodiesel B35. Dengan demikian, volume ekspor diperkirakan akan
        mengalami penurunan karena peningkatan konsumsi domestik.

        S&P Global memproyeksikan harga minyak kelapa sawit di industri kelapa sawit
        Indonesia dan Malaysia akan berkisar di rata-rata yang lebih tinggi. Dengan
        proyeksi harga minyak kelapa sawit yang baik di tahun 2024, Perseroan memi
          liki potensi untuk terus berkembang terlebih lagi didukung oleh pertumbuhan
        produksi tandan buah segar seiring dengan pertambahan umur tanaman
        Perseroan. Perseroan memiliki peluang yang besar untuk terus berkembang
        dengan mengoptimalkan potensinya dan melakukan perluasan usaha dengan
        melihat prospek industri minyak kelapa sawit yang masih dapat terus tumbuh
        pada masa yang akan datang.

II.D.   Alasan Dilakukan Transaksi

        Alasan dilakukannya Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Sebelumnya, Perseroan telah menandatangani PSMGA pada tanggal 5 Juni
            2023, dimana Perseroan telah menyewa Ruang Kantor dari SGWU dengan
            jangka waktu sewa menyewa selama duabelas bulan atau satu tahun sejak
            tanggal 1 Juli 2023 sampai dengan tanggal 30 Juni 2024 per tahun yang
            dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak dengan biaya
            sewa sebesar Rp 60.000/m2/bulan dan biaya service charge sebesar Rp
            75.000/m2/bulan. Dalam rangka penerapan strategi bisnis dan mitigasi risiko
            atas ketersediaan ruang kantor, Perseroan berupaya untuk melakukan
            perubahan syarat dan kondisi serta jangka waktu masa sewa Ruang Kantor
            guna memperoleh kepastian atas ketersediaan Ruang Kantor tersebut untuk
            digunakan sebagai kantor pusat Perseroan dimana aktivitas operasional
            Perseroan dilakukan sehari-hari.

        •   Dengan melakukan Transaksi, maka terdapat perubahan masa jangka waktu
            sewa Ruang Kantor menjadi lima tahun yang terhitung sejak tanggal 1 Juli
            2024 sampai dengan tanggal 30 Juni 2029. Dengan adanya perubahan masa
            jangka waktu sewa Ruang Kantor tersebut, maka Perseroan dapat
            melakukan penghematan biaya sewa kantor karena biaya sewa dan biaya
            service charge yang berlaku akan tetap selama masa jangka waktu sewa,
            yaitu masing-masing sebesar Rp.75.000,-/m²/bulan.




                                        24
Page 26
        •   Mengingat Gedung Graha Arda yang dimiliki seluruhnya oleh SGWU
            memiliki kapasitas yang cukup bagi karyawan kantor pusat Perseroan dalam
            menjalankan aktivitas operasional kantor pusat saat ini serta di masa yang
            akan datang apabila terdapat perkembangan usaha sehingga Transaksi
            diharapkan dapat menciptakan efektivitas dan efisiensi kinerja dan biaya
            dengan lokasi kantor pusat Perseroan yang tersentralisasi. Transaksi
            merupakan salah satu langkah bisnis Perseroan dalam upaya untuk
            memitigasi potensi risiko pengeluaran biaya renovasi yang harus dikeluarkan
            apabila hendak melakukan relokasi kantor pusat karena pemilik Ruang
            Kantor menolak melanjutkan sewa Ruang Kantor.

        •   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan diharapkan dapat memperoleh
            kemudahan koordinasi sehubungan dengan jasa dan fasilitas pendukung
            sewa ruang kantor dengan manajemen gedung ruang kantor yang diperlukan
            oleh Perseroan dalam melaksanakan kegiatan operasional kantor pusat
            sehingga hal tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap
            kinerja keuangan Perseroan.

II.E.   Analisis Keuntungan dan Kerugian dari Transaksi

        Keuntungan Transaksi adalah sebagai berikut:

        •   Sebelumnya, Perseroan telah menandatangani PSMGA pada tanggal 5 Juni
            2023, dimana Perseroan telah menyewa Ruang Kantor dari SGWU dengan
            jangka waktu sewa menyewa selama duabelas bulan atau satu tahun sejak
            tanggal 1 Juli 2023 sampai dengan tanggal 30 Juni 2024 per tahun yang
            dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak dengan biaya
            sewa sebesar Rp 60.000/m2/bulan dan biaya service charge sebesar Rp
            75.000/m2/bulan. Dalam rangka penerapan strategi bisnis dan mitigasi risiko
            atas ketersediaan ruang kantor, Perseroan berupaya untuk melakukan
            perubahan syarat dan kondisi serta jangka waktu masa sewa Ruang Kantor
            guna memperoleh kepastian atas ketersediaan Ruang Kantor tersebut untuk
            digunakan sebagai kantor pusat Perseroan dimana aktivitas operasional
            Perseroan dilakukan sehari-hari.

        •   Dengan melakukan Transaksi, maka terdapat perubahan masa jangka waktu
            sewa Ruang Kantor menjadi lima tahun yang terhitung sejak tanggal 1 Juli
            2024 sampai dengan tanggal 30 Juni 2029. Dengan adanya perubahan masa
            jangka waktu sewa Ruang Kantor tersebut, maka Perseroan dapat
            melakukan penghematan biaya sewa kantor karena biaya sewa dan biaya
            service charge yang berlaku akan tetap selama masa jangka waktu sewa,
            yaitu masing-masing sebesar Rp.75.000,-/m²/bulan.




                                        25
Page 27
•   Mengingat Gedung Graha Arda yang dimiliki seluruhnya oleh SGWU
    memiliki kapasitas yang cukup bagi karyawan kantor pusat Perseroan dalam
    menjalankan aktivitas operasional kantor pusat saat ini serta di masa yang
    akan datang apabila terdapat perkembangan usaha sehingga Transaksi
    diharapkan dapat menciptakan efektivitas dan efisiensi kinerja dan biaya
    dengan lokasi kantor pusat Perseroan yang tersentralisasi. Transaksi
    merupakan salah satu langkah bisnis Perseroan dalam upaya untuk
    memitigasi potensi risiko pengeluaran biaya renovasi yang harus dikeluarkan
    apabila hendak melakukan relokasi kantor pusat karena pemilik Ruang
    Kantor menolak melanjutkan sewa Ruang Kantor.

•   Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan diharapkan dapat memperoleh
    kemudahan koordinasi sehubungan dengan jasa dan fasilitas pendukung
    sewa ruang kantor dengan manajemen gedung ruang kantor yang diperlukan
    oleh Perseroan dalam melaksanakan kegiatan operasional kantor pusat
    sehingga hal tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap
    kinerja keuangan Perseroan.

Kerugian Transaksi adalah sebagai berikut:

•   Perseroan memiliki kemungkinan untuk memperoleh biaya sewa atas ruang
    kantor yang lebih rendah dibandingkan dengan biaya sewa Ruang Kantor
    saat ini disepakati dengan SGWU. Hal ini akan memberikan potensi kerugian
    bagi kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

•   Transaksi memberikan jangka waktu sewa yang lebih panjang dari kondisi
    dan syarat sebelumnya sehingga Perseroan wajib terus melakukan
    kewajiban sewa atas Ruang Kantor kepada SGWU, dimana Perseroan
    mungkin kehilangan peluang untuk melakukan sewa kantor pada lokasi lain
    pada masa yang datang.




                                26
Page 28
III.       ANALISIS KUANTITATIF ATAS TRANSAKSI

III.A.     Analisis atas Kinerja Historis Perseroan

           Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
           tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 telah diaudit
           oleh KAP PSS masing-masing dengan pendapat wajar tanpa pengecualian.

           Ikhtisar data keuangan penting Perseroan adalah sebagai berikut:

III.A.1.   Laporan Posisi Keuangan
                                                                                                             (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                     31/12/23     31/12/22     31/12/21     31/12/20      31/12/19

           ASET
           ASET LANCAR
           Kas dan bank                                           1.543.774     807.150      367.457      200.611        406.858
           Piutang usaha
             pihak ketiga - neto                                    19.212       63.234      154.863       32.675         10.177
           Piutang lain-lain pihak ketiga                           27.460       17.519        2.115        1.865            710
           Persediaan                                              132.409      222.782       73.945       53.555         73.044
           Aset biologis                                            62.536       66.000       61.153       48.556         23.702
           Pajak dibayar di muka                                    65.392       86.005       92.482      114.790        104.174
           Uang muka dan biaya dibayar di muka                       8.289        8.647        5.983        2.671          2.775
           Piutang plasma - bagian lancar                            6.324       33.567      125.129      105.376         10.808
           Aset lancar lainnya                                           -            -       70.776            -              -
           Jumlah Aset Lancar                                     1.865.395    1.304.904     953.903      560.101        632.248
           ASET TIDAK LANCAR
           Uang muka jangka panjang                                 107.790      101.015     128.752      125.290        238.279
           Aset tetap - neto                                      1.041.527    1.108.937     971.692      950.537        675.576
           Tanaman produktif:
             Tanaman menghasilkan - neto                          1.077.059    1.333.463    1.218.946    1.111.579       930.516
             Tanaman belum menghasilkan                               9.005      164.467      304.341      286.867       493.592
             Pembibitan                                               5.821       25.378       28.795       28.306        26.977
             Persiapan lahan                                              -        1.186        1.177       98.366       112.494
           Aset takberwujud - neto                                      239          353          143          224           518
           Taksiran tagihan pajak                                    11.663        7.646        7.727        8.768         1.545
           Piutang plasma setelah dikurangi bagian lancar            14.800       37.200       44.066      176.775        83.311
           Aset pajak tangguhan - neto                                7.475       15.923       32.200       37.157        42.797
           Aset tidak lancar lainnya                                 40.411       40.385       40.165       17.753        17.753
           Jumlah Aset Tidak Lancar                               2.315.788    2.835.953    2.778.004    2.841.623     2.623.359
           JUMLAH ASET                                            4.181.184    4.140.857    3.731.908    3.401.723     3.255.607




                                                            27
Page 29
                                                                                                                          (Dalam jutaan Rupiah)

                                  Keterangan                               31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19

           LIABILITAS DAN EKUITAS
           LIABILITAS
           LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang bank jangka pendek                                          124.048       211.758        69.941        34.937         31.498
           Utang usaha - pihak ketiga                                         30.441        71.735        72.834        11.194         11.189
           Utang lain-lain                                                    43.114        15.496        30.566        32.738         53.048
           Utang pajak                                                        61.920        27.320        12.331         3.930          3.427
           Utang plasma                                                       54.370        28.822         3.758             -              -
           Uang muka pelanggan                                                92.376        64.386        68.548        86.693         59.049
           Beban akrual                                                       19.386        23.161        21.866        22.715         20.490
           Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
             satu tahun:
             Liabilitas sewa                                                   5.136         6.917         3.342         8.488              -
             Utang bank                                                      199.328       161.600       120.256        78.984         58.427
             Utang pembiayaan konsumen                                        33.569        27.553        14.224         9.830          5.796
           Imbalan pasca kerja jangka pendek                                   9.818        12.160           383             -              -
           Utang sewa pembiayaan                                                   -             -             -             -          7.998
           Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                   673.506       650.909       418.048       289.510        250.921
           LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
             jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
             Liabilitas sewa                                                    2.216        12.504         5.109         3.793             -
             Utang bank                                                     1.180.853     1.707.285     1.824.220     1.835.263     1.761.178
             Utang pembiayaan konsumen                                         36.953        38.178        14.806        13.443         8.566
             Utang sewa pembiayaan                                                  -             -             -             -         8.460
           Liabilitas pajak tangguhan - neto                                   12.489        11.492         6.391         8.286         8.387
           Liabilitas imbalan kerja                                            38.047        34.396        38.521        41.200        40.974
           Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                 1.270.557     1.803.856     1.889.047     1.901.985     1.827.565
           JUMLAH LIABILITAS                                                1.944.063     2.454.765     2.307.096     2.191.495     2.078.486
           EKUITAS
           Modal saham                                                      1.885.000     1.885.000     1.885.000     1.885.000     1.885.000
           Tambahan modal disetor                                             (21.549)      (21.549)      (21.549)      (21.549)      (21.549)
           Selisih nilai transaksi dengan kepentingan nonpengendali            (1.579)       (1.579)       (1.579)       (1.579)       (1.579)
           Penghasilan komprehensif lain                                        5.898         4.124           546          (436)       (7.424)
           Saldo laba (defisit)                                               369.048      (180.196)     (437.878)     (651.720)     (677.840)
           Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
             induk                                                          2.236.819     1.685.800     1.424.540     1.209.716     1.176.609
           Kepentingan non-pengendali                                             302           292           272           512           512
           JUMLAH EKUITAS                                                   2.237.121     1.686.092     1.424.812     1.210.228     1.177.121
           JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                    4.181.184     4.140.857     3.731.908     3.401.723     3.255.607




III.A.2.   Aset

           Jumlah aset Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021,
           2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 4.181,18 miliar,
           Rp 4.140,86 miliar, Rp 3.731,91 miliar, Rp 3.401,72 miliar, dan
           Rp 3.255,61 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar USD 40,33 miliar atau setara dengan 0,97% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan kas dan bank sebesar Rp 736,62 miliar, yang disertai dengan
           penurunan persediaan, tanaman menghasilkan - neto, dan tanaman belum
           menghasilkan       masing-masing        sebesar   Rp        90,37     miliar,
           Rp 256,40 miliar, dan Rp 155,46 miliar.




                                                                      28
Page 30
           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar USD 408,95 miliar atau setara dengan 10,96% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan kas dan bank sebesar Rp 439,69 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 330,18 miliar atau setara dengan 9,71% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh kenaikan kas dan bank serta piutang usaha – pihak ketiga neto masing-
           masing sebesar Rp 166,85 miliar dan Rp 122,19 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah aset Perseroan mengalami kenaikan
           sebesar Rp 146,12 miliar atau setara dengan 4,49% dibandingkan dengan
           jumlah aset pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama disebabkan
           oleh piutang plasma – bagian lancar, aset tetap – neto, dan tanaman
           menghasilkan      neto    masing-masing       sebesar     Rp    94,57    miliar,
           Rp 274,96 miliar, dan Rp 181,06 miliar, yang disertai dengan penurunan kas dan
           bank serta tanaman belum menghasilkan masing-masing sebesar
           Rp 206,25 miliar dan Rp 206.73 miliar.

III.A.3.   Liabilitas

           Jumlah liabilitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022,
           2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 1.944,06 miliar,
           Rp 2.454,77 miliar, Rp 2.307,10 miliar, Rp 2.191,50 miliar, dan
           Rp 2.078,49 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           penurunan sebesar Rp 510,70 miliar atau setara dengan 20,80% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2022. Penurunan ini
           terutama disebabkan oleh penurunan utang bank sebesar Rp 488,70 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 147,67 miliar atau setara dengan 6,40% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan utang bank jangka pendek sebesar
           Rp 141,82 juta.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 115,60 miliar atau setara dengan 5,27% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2020. Kenaikan ini terutama
           disebabkan     oleh      kenaikan    utang    bank   dan     utang      usaha
           masing-masing sebesar Rp 65,23 miliar dan Rp 61,64 miliar.




                                           29
Page 31
           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah liabilitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 113,01 miliar atau setara dengan 5,44% dibandingkan
           dengan jumlah liabilitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh kenaikan uang muka pelanggan dan utang bank
           masing-masing sebesar Rp 27,64 miliar dan Rp 94,64 miliar.

III.A.4.   Ekuitas

           Jumlah ekuitas Perseroan pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021,
           2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar Rp 2.237,12 miliar,
           Rp 1.686,09 miliar, Rp 1.424,81 miliar, Rp 1.210,23 miliar, dan
           Rp 1.177,12 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 551,03 juta atau setara dengan 32,68% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2022. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 549,24 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2022, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 261,28 miliar atau setara dengan 18,34% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba bersih yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 257,68 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2021, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 214,58 miliar atau setara dengan 17,73% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2021. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 213,84 miliar.

           Pada tanggal 31 Desember 2020, jumlah ekuitas Perseroan mengalami
           kenaikan sebesar Rp 33,11 miliar atau setara dengan 2,81% dibandingkan
           dengan jumlah ekuitas pada tanggal 31 Desember 2019. Kenaikan ini terutama
           disebabkan oleh laba tahun berjalan yang dibukukan oleh Perseroan sebesar
           Rp 26,50 miliar.




                                          30
Page 32
III.A.5.   Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan                          31/12/23      31/12/22      31/12/21      31/12/20      31/12/19

           Penjualan neto                                               2.049.488     1.972.825     1.766.255      930.504        728.563
           Beban pokok penjualan                                        1.480.090     1.408.516     1.329.816      662.204        600.698
           Laba bruto                                                     569.398       564.309      436.438       268.299        127.864
           Beban penjualan                                                (98.277)      (69.486)     (52.453)      (52.739)       (68.058)
           Beban umum dan administrasi                                   (119.684)     (101.120)     (75.312)      (81.852)       (86.749)
           Laba atas perubahan nilai wajar aset biologis                    2.557         4.847       12.597        24.854         10.092
           Pendapatan usaha lainnya                                        57.284        65.874       50.263        28.321         16.015
           Beban usaha lainnya                                            (23.505)         (792)      (3.454)      (10.209)       (42.060)
           Laba usaha                                                     387.773       463.631       368.079       176.674       (42.896)
           Keuntungan atas pelepasan investasi                            399.742             -             -             -             -
           Beban keuangan                                                (147.501)     (152.581)     (147.616)     (148.233)     (137.568)
           Pendapatan keuangan                                             24.926         9.557         5.811         6.912         5.280
           Pajak final terkait dengan pendapatan keuangan                  (4.985)       (1.911)       (1.162)       (1.382)       (1.056)
           Laba sebelum manfaat (beban) pajak final dan penghasilan       659.955      318.696       225.112        33.970       (176.240)
           Beban pajak final                                                 (327)        (162)         (167)       (3.719)            (0)
           Manfaat (beban) pajak penghasilan                             (110.384)     (60.852)      (11.103)       (3.750)        15.252
           Laba tahun berjalan                                           549.244       257.682       213.842        26.501       (160.988)
           Pendapatan komprehensif lainnya                                 1.775         3.578           982         6.987         (2.979)
           Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                       551.019       261.260       214.824        33.488       (163.967)
           Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
             Pemilik entitas induk                                       549.244       257.682       213.842        26.501       (160.988)
             Kepentingan non-pengendali                                       (0)            0            (0)           (0)             0




III.A.6    Penjualan Neto

           Penjualan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 masing-masing adalah sebesar
           Rp 2.049,49 miliar, Rp 1.972,83 miliar, Rp 1.766,26 miliar,
           Rp 930,50 miliar, dan Rp 728,56 miliar.

           Penjualan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 76,66 miliar atau setara
           dengan 3,89% dibandingkan dengan penjualan neto untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2022.

           Penjualan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 206,57 miliar atau setara
           dengan 11,70% dibandingkan dengan penjualan neto untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2021.

           Penjualan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar 835,75 miliar atau setara
           dengan 89,82% dibandingkan dengan penjualan neto untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2020.

           Penjualan neto Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 201,94 miliar atau setara
           dengan 27,72% dibandingkan dengan penjualan neto untuk tahun yang berakhir
           pada tanggal 31 Desember 2019.




                                                                  31
Page 33
III.A.7.   Laba Tahun Berjalan

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2020 masing-masing adalah sebesar
           Rp 549,24 miliar, Rp 257,68 miliar, Rp 213,84 miliar, dan Rp 26,50 miliar. Rugi
           tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2019 adalah sebesar Rp 160,99 miliar.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2023 mengalami kenaikan sebesar Rp 291,56 miliar atau setara
           dengan 113,15% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2022.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2022 mengalami kenaikan sebesar Rp 43,84 miliar atau setara
           dengan 20,50% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2021.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp 187,34 miliar atau setara
           dengan 706,93% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2020.

           Laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
           31 Desember 2020 mengalami kenaikan sebesar Rp 187,49 miliar atau setara
           dengan 116,46% dibandingkan dengan laba tahun berjalan untuk tahun yang
           berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.




                                          32
Page 34
III.A.8.   Laporan Arus Kas
                                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)

                                Keterangan                           31/12/23      31/12/22       31/12/21       31/12/20       31/12/19

           ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
           Penerimaan dari pelanggan                                  2.109.332     2.061.305      1.624.545        935.392        724.527
           Penerimaan dari pendapatan usaha lainnya                      55.352        48.265         18.957         35.030          7.570
           Penerimaan pendapatan keuangan                                19.941         7.645          4.649          5.529          4.224
           Pembayaran kepada pemasok                                 (1.096.500)   (1.289.767)    (1.092.102)      (477.022)      (415.912)
           Pembayaran kepada karyawan                                  (278.250)     (173.646)      (141.302)      (134.185)      (116.739)
           Pembayaran untuk pajak penghasilan                           (63.736)      (31.031)       (42.457)       (84.900)      (133.608)
           Pembayaran beban operasional                                 (73.921)      (88.116)        (3.285)          (438)        (1.545)
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Operasi                                          672.218       534.656        369.005        279.406         68.517
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
           Penerimaan dari penjualan entitas anak                      568.243             -              -               -          5.098
           Penerimaan atas piutang plasma - neto                        28.768       104.073        146.253         (67.231)       (65.489)
           Penerimaan penjualan aset tetap                                 150           927              -           3.918          3.612
           Penambahan uang muka jangka panjang - aset tetap            (90.862)      (62.048)        (3.698)        (18.242)      (191.463)
           Perolehan aset tetap                                        (71.719)      (60.867)       (57.144)       (188.088)      (106.938)
           Penambahan tanaman belum menghasilkan                        (8.802)      (28.257)       (53.561)        (83.150)       (25.628)
           Penarikan (penempatan) pada kas yang dibatasi
            penggunaannya                                                (4.183)      70.557         (93.189)             -              -
           Penambahan pembibitan                                         (1.510)      (1.392)         (4.344)        (5.596)        (9.313)
           Penambahan persiapan lahan                                       (31)        (176)         (8.202)       (16.296)       (49.681)
           Perolehan aset takberwujud                                         -         (314)            (48)             -            (91)
           Penambahan uang muka perkebunan                                    -            -          (7.815)       (14.481)             -
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Investasi                                        420.052        22.504         (81.747)      (389.167)      (439.894)
           ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
           Penerimaan atas pinjaman kepada entitas anak yang
            didekonsolidasi                                             87.674             -              -              -              -
           Penarikan pinjaman bank jangka panjang                       44.152        42.867        111.073        148.681        288.225
           Setoran modal milik kepentingan nonpengendali pada
            entitas anak                                                     10            20           (240)             -              -
           Pembayaran pinjaman bank jangka panjang                     (182.659)     (119.756)       (81.500)       (55.350)       (29.200)
           Pembayaran beban keuangan                                   (150.255)     (158.335)      (164.227)      (176.830)      (179.434)
           Penarikan (pembayaran) utang bank jangka pendek              (87.350)      142.409         35.004          3.439       (642.225)
           Pembayaran utang pembiyaan konsumen                          (36.552)      (18.980)       (11.116)        (7.181)       (14.388)
           Pembayaran liabilitas sewa                                    (8.096)       (5.690)        (9.406)        (9.245)             -
           Penambahan modal disetor                                           -             -              -              -        507.800
           Pembayaran dividen kas kepada kepentingan nonpengendali
            oleh entitas anak                                                (0)              -              -              -           -
           Penambahan modal ditempatkan dan disetor penuh                     -               -              -              -           -
            melalui penawaran umum perdana saham                              -               -              -              -     293.754
           Penerimaan dari pihak berelasi                                     -               -              -              -           5
           Pembayaran untuk akuisisi entitas anak dari kepentingan            -               -              -              -           -
            nonpengendali                                                     -               -              -              -      (7.838)
           Kas Bersih Diperoleh dari (Digunakan untuk)
            Aktivitas Pendanaan                                        (333.076)     (117.466)      (120.413)       (96.486)      216.699
           KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN
            SETARA KAS                                                 759.194       439.693        166.845        (206.247)      (154.678)
           Kas dan setara kas entitas anak yang di dekonsolidasi        (22.570)              -              -              -      (10.694)
           KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN                          807.150       367.457        200.611        406.858        572.229
           KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN                        1.543.774      807.150        367.457        200.611        406.858




                                                              33
Page 35
Arus Kas Dari Aktivitas Operasi

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019
masing-masing adalah sebesar Rp 672,22 miliar, Rp 534,66 miliar,
Rp 369,01 miliar, Rp 279,41 miliar, dan Rp 68,52 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 672,22 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan dan penerimaan dari pendapatan usaha
lainnya     masing-masing       sebesar        Rp     2.109,33     miliar    dan
Rp 55,35 miliar, yang disertai dengan pembayaran kepada pemasok,
pembayaran kepada karyawan, pembayaran untuk pajak penghasilan, dan
pembayaran beban operasional masing-masing sebesar Rp 1.096,50 miliar,
Rp 278,25 miliar, Rp 63,74 miliar, dan Rp 73,92 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 534,66 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 2.061,31 miliar, yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada karyawan,
dan      pembayaran      beban      operasional       masing-masing      sebesar
Rp 1.289,77 miliar, Rp 173,65 miliar, dan Rp 88,12 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 369,01 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 1.624,55 miliar, yang
disertai dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada karyawan,
dan pembayaran untuk pajak penghasilan masing-masing sebesar
Rp 1.092,10 miliar, Rp 141,30 miliar, dan Rp 42,46 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 279,41 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 935,39 miliar, yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada karyawan, dan
pembayaran untuk pajak penghasilan masing-masing sebesar Rp 477,02 miliar,
Rp 134,19 miliar, dan Rp 84,90 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 68,52 miliar terutama
berasal dari penerimaan dari pelanggan sebesar Rp 724,53 miliar, yang disertai
dengan pembayaran kepada pemasok, pembayaran kepada karyawan, dan
pembayaran untuk pajak penghasilan masing-masing sebesar Rp 415,91 miliar,
Rp 116,74 miliar, dan Rp 133,61 miliar.




                                34
Page 36
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
masing-masing adalah sebesar Rp 420,05 miliar dan Rp 22,50 miliar. Arus kas
bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2021, 2020, dan 2019
masing-masing adalah sebesar Rp 81,75 miliar, Rp 389,17 miliar, dan
Rp 439,89 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 420,05 miliar
terutama berasal dari penerimaan dari penjualan entitas anak sebesar
Rp 568,24 miliar, yang disertai dengan penambahan uang muka jangka panjang
– aset tetap dan perolehan aset tetap masing-masing sebesar
Rp 90,86 miliar dan Rp 71,72 miliar.

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 22,50 miliar terutama
berasal dari penerimaan atas piutang plasma – neto dan penarikan pada kas
yang       dibatasi       penggunaannya          masing-masing        sebesar
Rp 104,07 miliar dan Rp 70,56 miliar, yang disertai dengan penambahan uang
muka jangka panjang – aset tetap, perolehan aset tetap, dan penambahan
tanaman belum menghasilkan masing-masing sebesar Rp 62,05 miliar,
Rp 60,87 miliar, dan Rp 28,26 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 81,75 miliar terutama
berasal dari perolehan aset tetap, penambahan tanaman belum menghasilkan,
dan penempatan pada kas yang dibatasi penggunaannya masing-masing
sebesar Rp 57,14 miliar, Rp 53,56 miliar, dan Rp 93,19 miliar, yang disertai
dengan     penerimaan      atas     piutang   plasma      –    neto   sebesar
Rp 146,25 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 389,17 miliar
terutama berasal dari penerimaan atas piutang plasma – neto, perolehan aset
tetap, dan penambahan tanaman belum menghasilkan masing-masing sebesar
Rp 67,23 miliar, Rp 188,09 miliar, dan Rp 83,15 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi Perseroan untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 439,89 miliar
terutama berasal penerimaan piutang plasma – neto, penambahan uang muka
jangka panjang- aset tetap, perolehan aset tetap, dan penambahan persiapan
lahan     masing-masing sebesar Rp 65,49 miliar, Rp 191,46 miliar,
Rp 106,94 miliar, dan Rp 49,68 miliar.




                               35
Page 37
Arus Kas Dari (Untuk) Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, dan
2020 masing-masing adalah sebesar Rp 333,08 miliar, Rp 117,47 miliar,
Rp 120,41 miliar, dan Rp 96,49 miliar. Arus kas bersih yang diperoleh dari
aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2019 adalah sebesar Rp 216,70 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar Rp 333,08 miliar
terutama berasal dari pembayaran pinjaman bank jangka panjang, pembayaran
beban keuangan, pembayaran utang bank jangka pendek, dan pembawyaran
utang pembiayaan konsumen masing-masing sebesar Rp 182,66 miliar,
Rp 150,26 miliar, Rp 87,35 miliar, dan Rp 36,55 miliar, yang disertai dengan
penerimaan atas pinjaman kepada entitas anakyang didekonsolidasi dan
penarikan pinjaman bank jangka panjang masing-masing sebesar
Rp 87.67 miliar dan Rp 44,15 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022 sebesar Rp 117,47 miliar
terutama berasal dari pembayaran pinjaman bank jangka panjang dan
pembayaran beban keuangan masing-masing sebesar Rp 119,76 miliar dan
Rp 158,34 miliar, yang disertai dengan penarikan pinjaman bank jangka panjang
dan penarikan utang bank jangka pendek masing-masing sebesar
Rp 42,87 miliar dan Rp 142,41 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 sebesar Rp 120,41 miliar
terutama berasal dari pembayaran pinjaman bank jangka panjang dan
pembayaran beban keuangan masing-masing sebesar Rp 81,50 miliar dan
Rp 164,28 miliar, yang disertai dengan penarikan pinjaman jangka panjang dan
penarikan utang bank jangka pendek masing-masing sebesar Rp 111,07 miliar
dan Rp 35,00 miliar.

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp 96,49 miliar
terutama berasal dari pembayaran pinjaman bank jangka panjang dan
pembayaran beban keuangan masing-masing sebesar Rp 55,35 miliar dan
Rp 176,83 miliar, yang disertai dengan penarikan pinjaman bank jangka panjang
sebesar Rp 148,68 miliar.




                               36
Page 38
            Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan Perseroan untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019 sebesar Rp 216,70 miliar
            terutama berasal dari penarikan pinjaman bank jangka panjang, penambahan
            modal disetor, dan penambahan modal ditempatkan dan disetor penuh melalui
            penawaran umum perdana saham masing-masing sebesar Rp 288,23 miliar,
            Rp 507,80 miliar, dan Rp 293,75 miliar, yang disertai dengan pembayaran beban
            keuangan dan pembayaran utang bank jangka pendek masing-masing sebesar
            Rp 179,43 miliar dan Rp 642,23 miliar.

III.A.9.    Rasio-rasio Keuangan


                                    Keterangan            31/12/23    31/12/22    31/12/21    31/12/20    31/12/19

            Rasio Likuiditas
            Lancar                                             2,77        2,00        2,28        1,93        2,52
            Rasio Pengelolaan Aset
            Perputaran jumlah aset                             0,49        0,48        0,47        0,27        0,22
            Ekuitas terhadap jumlah aset                       0,54        0,41        0,38        0,36        0,36
            Rasio Solvabilitas
            Jumlah liabilitas terhadap jumlah aset             0,46        0,59        0,62        0,64        0,64
            Jumlah liabilitas terhadap ekuitas                 0,87        1,46        1,62        1,81        1,77
            Rasio Profitabilitas
            Marjin laba kotor                                27,78%      28,60%      24,71%      28,83%       17,55%
            Marjin laba (rugi) usaha                         18,92%      23,50%      20,84%      18,99%       -5,89%
            Marjin laba (rugi) bersih                        26,80%      13,06%      12,11%       2,85%      -22,10%
            Laba (rugi) usaha terhadap jumlah aset            9,27%      11,20%       9,86%       5,19%       -1,32%
            Imbal hasil aset                                 13,14%       6,22%       5,73%       0,78%       -4,94%
            Laba (rugi) usaha terhadap ekuitas               17,33%      27,50%      25,83%      14,60%       -3,64%
            Imbal hasil ekuitas                              24,55%      15,28%      15,01%       2,19%      -13,68%




III.A.10.   Pengelolaan Aset

            Rasio perputaran jumlah aset mencerminkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan pendapatan dari jumlah investasi Perseroan. Pada
            tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 rasio
            perputaran jumlah aset masing-masing adalah 0,49; 0,48; 0,47; 0,27; dan 0,22.

            Rasio ekuitas terhadap jumlah aset menunjukkan perbandingan ekuitas
            Perseroan terhadap jumlah aset Perseroan. Pada tanggal-tanggal
            31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019 rasio ekuitas terhadap jumlah
            aset masing-masing adalah 0,54; 0,41; 0,38; 0,36; dan 0,36.

III.A.11.   Solvabilitas

            Solvabilitas menunjukkan kemampuan Perseroan untuk memenuhi seluruh
            liabilitasnya, yang diukur dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu melalui
            perbandingan antara jumlah liabilitas dan jumlah aset dan melalui perbandingan
            antara jumlah liabilitas dengan ekuitas.

            Pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, 2020, dan 2019, rasio
            jumlah liabilitas terhadap jumlah aset masing-masing adalah 0,46; 0,59; 0,62;
            0,64; dan 0,64, sedangkan rasio jumlah liabilitas terhadap ekuitas
            masing-masing adalah 0,87; 1,46; 1,62; 1,81; dan 1,77.



                                                     37
Page 39
III.A.12.   Profitabilitas

            Tingkat imbal hasil aset menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari aset yang dimilikinya. Imbal hasil aset untuk tahun
            yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021, dan 2020,
            masing-masing adalah sebesar 13,14%, 6,22%, 5,73%, dan 0,78%.

            Tingkat imbal hasil ekuitas menunjukkan kemampuan Perseroan dalam
            menghasilkan laba bersih dari ekuitas yang ditanamkan. Imbal hasil ekuitas
            untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023, 2022, 2021,
            dan 2020 masing-masing adalah sebesar 24,55%, 15,28%, 15,01%, dan 2,19%.




                                            38
Page 40
III.C.   Analisis atas Laporan Proforma

         Analisis atas Proforma Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Sebelum
         dan Setelah Transaksi.

         Tabel di bawah ini menunjukkan ikhtisar mengenai proforma laporan posisi
         keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Transaksi yang
         disusun oleh manajemen Perseroan.

         Ikhtisar data keuangan penting proforma pada tanggal 31 Desember 2023:


                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                Setelah
                                Keterangan                     31/12/23      Penyesuaian
                                                                                             Transaksi
         ASET
         ASET LANCAR
         Kas dan bank                                            1.543.774                -        1.543.774
         Piutang usaha
           pihak ketiga - neto                                      19.212               -           19.212
         Piutang lain-lain pihak ketiga                             27.460               -           27.460
         Persediaan                                                132.409               -          132.409
         Aset biologis                                              62.536               -           62.536
         Pajak dibayar di muka                                      65.392              44           65.436
         Uang muka dan biaya dibayar di muka                         8.289               -            8.289
         Piutang plasma - bagian lancar                              6.324               -            6.324
         Jumlah Aset Lancar                                      1.865.395              44         1.865.440
         ASET TIDAK LANCAR
         Uang muka jangka panjang                                  107.790                -          107.790
         Aset tetap - neto                                       1.041.527            6.111        1.047.638
         Tanaman produktif:
           Tanaman menghasilkan - neto                           1.077.059                -        1.077.059
           Tanaman belum menghasilkan                                9.005                -            9.005
           Pembibitan                                                5.821                -            5.821
         Aset takberwujud - neto                                       239                -              239
         Taksiran tagihan pajak                                     11.663                -           11.663
         Piutang plasma setelah dikurangi bagian lancar             14.800                -           14.800
         Aset pajak tangguhan - neto                                 7.475                -            7.475
         Aset tidak lancar lainnya                                  40.411                -           40.411
         Jumlah Aset Tidak Lancar                                2.315.788            6.111        2.321.899
         JUMLAH ASET                                             4.181.184            6.155        4.187.339




                                                          39
Page 41
                                                                                     (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                              Setelah
                       Keterangan                           31/12/23       Penyesuaian
                                                                                           Transaksi
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                        124.048                -           124.048
Utang usaha - pihak ketiga                                       30.441                -            30.441
Utang lain-lain                                                  43.114              405            43.519
Utang pajak                                                      61.920               40            61.960
Utang plasma                                                     54.370                -            54.370
Uang muka pelanggan                                              92.376                -            92.376
Beban akrual                                                     19.386                -            19.386
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu
  satu tahun:
  Liabilitas sewa                                                 5.136             1.243            6.379
  Utang bank                                                    199.328                 -          199.328
  Utang pembiayaan konsumen                                      33.569                 -           33.569
Imbalan pasca kerja jangka pendek                                 9.818                 -            9.818
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                 673.506             1.688          675.194
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas jangka panjang setelah dikurangi bagian yang
  jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
  Liabilitas sewa                                                 2.216             4.651            6.867
  Utang bank                                                  1.180.853                 -        1.180.853
  Utang pembiayaan konsumen                                      36.953                 -           36.953
Liabilitas pajak tangguhan - neto                                12.489                 -           12.489
Liabilitas imbalan kerja                                         38.047                 -           38.047
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                              1.270.557             4.651        1.275.208
JUMLAH LIABILITAS                                             1.944.063             6.339        1.950.402
EKUITAS
Modal saham                                                   1.885.000                 -        1.885.000
Tambahan modal disetor                                          (21.549)                -          (21.549)
Selisih nilai transaksi dengan kepentingan non-pengendali        (1.579)                -           (1.579)
Penghasilan komprehensif lain                                     5.898                 -            5.898
Saldo laba                                                      369.048              (184)         368.864
Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
  Induk                                                       2.236.819              (184)       2.236.635
Kepentingan non-pengendali                                          302                 -              302
JUMLAH EKUITAS                                                2.237.121              (184)       2.236.937
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                 4.181.184             6.155        4.187.339




                                                40
Page 42
                                                                                         (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                                  Setelah
                                 Keterangan                     31/12/23       Penyesuaian
                                                                                               Transaksi
         Penjualan neto                                           2.049.488                 -        2.049.488
         Beban pokok penjualan                                    1.480.090                 -        1.480.090
         Laba bruto                                                 569.398                 -          569.398
         Beban penjualan                                            (98.277)                -          (98.277)
         Beban umum dan administrasi                               (119.684)             (104)        (119.787)
         Laba atas perubahan nilai wajar aset biologis                2.557                 -            2.557
         Pendapatan usaha lainnya                                    57.284                 -           57.284
         Beban usaha lainnya                                        (23.505)                -          (23.505)
         Laba usaha                                                 387.773              (104)         387.669
         Keuntungan atas pelepasan investasi                        399.742                 -          399.742
         Beban keuangan                                            (147.501)              (80)        (147.581)
         Pendapatan keuangan                                         24.926                 -           24.926
         Pajak final terkait dengan pendapatan keuangan              (4.985)                -           (4.985)
         Laba sebelum beban pajak final dan penghasilan             659.955              (184)         659.771
         Beban pajak final                                             (327)                -             (327)
         Beban pajak penghasilan                                   (110.384)                -         (110.384)
         Laba tahun berjalan                                        549.244              (184)         549.060
         Pendapatan komprehensif lainnya                              1.775                 -            1.775
         Jumlah laba komprehensif tahun berjalan                    551.019              (184)         550.835
         Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
           Pemilik entitas induk                                    549.244              (184)         549.060
           Kepentingan non-pengendali                                    (0)               (0)              (0)



III.D.   Analisis atas Laporan Kajian atas Nilai Sewa Ruang Kantor

         SRR telah diberikan penugasan oleh manajemen Perseroan untuk memberikan
         pendapat sebagai penilai independen atas nilai sewa (rental value) dari properti
         milik/atas nama SGWU yang berupa unit kantor Graha Arda Lantai 7 seluas
         1.169,40 m² dan Lantai 8 seluas 612,64 m² yang terletak di Jalan H.R. Rasuna
         Said Kavling B-6, Kelurahan Setiabudi, Kecamatan Setiabudi, Kotamadya
         Jakarta Selatan, Propinsi DKI Jakarta (“Objek Kajian”), sesuai dengan surat
         penawaran SRR No. 240417.001/SRR-JK/SPN-A/PSGO/OR tanggal
         17 April 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan, maka dengan ini
         SRR menyatakan bahwa SRR telah melakukan kajian atas nilai sewa Objek
         Kajian dengan tujuan untuk mengungkapkan pendapat mengenai nilai sewa
         Objek Kajian per meter persegi per bulan pada tanggal 31 Desember 2023.

         1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

             Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi adalah Perseroan dan
             SGWU.

         2. Objek Kajian

             Objek yang dikaji dalam kajian ini adalah Objek Kajian, yaitu properti yang
             berupa unit kantor Graha Arda Lantai 7 seluas 1.169,40 m² dan Lantai 8
             seluas 612,64 m² yang terletak di Jalan H.R. Rasuna Said Kavling B-6,
             Kelurahan Setiabudi, Kecamatan Setiabudi, Kotamadya Jakarta Selatan,
             Propinsi DKI Jakarta.




                                                          41
Page 43
3. Tujuan dan Maksud Kajian

   Tujuan kajian Objek Kajian adalah untuk memberikan pendapat mengenai
   nilai sewa dari Objek Kajian per meter persegi per bulan.

   Penugasan kajian atas nilai sewa Objek Kajian dilaksanakan untuk
   memenuhi kebutuhan Perseroan dalam rangka kepentingan rencana sewa
   meyewa Objek Kajian.

4. Tanggak Inspeksi Lapangan

   Peninjauan fisik atas Objek Kajian dilakukan pada tanggal 30 Mei 2024.

5. Pendekatan yang Digunakan

   Pendekatan yang digunakan pada kajian ini adalah pendekatan pasar.
   Pendekatan pasar adalah pendekatan kajian yang menggunakan data
   transaksi atau penawaran atas properti yang sebanding dan sejenis dengan
   Objek Kajian yang didasarkan pada suatu proses perbandingan dan
   penyesuaian.

   Pendekatan         pasar  dilakukan     dengan       memperhatikan       dan
   mempertimbangkan data transaksi sewa dan atau data penawaran sewa
   properti yang sebanding dan sejenis serta memiliki kesamaan karakteristik
   baik dalam hal fisik seperti lokasi, umur properti, dan fasilitas lingkungan,
   serta lain-lain bila ada.

   Data      tersebut    kemudian       dianalisa   dengan      memberikan
   penyesuaianpenyesuaian/adjustment terhadap perbedaan dan kesamaan
   karakteristik dalam hal fisik seperti lokasi, umur properti, dan fasilitas
   lingkungan, serta lain-lain bila ada, antara objek kajian dengan data
   pembanding properti yang berhasil dikumpulkan untuk menghasilkan indikasi
   nilai sewa Objek Kajian.




                               42
Page 44
6. Prosedur Kajian

   Sesuai dengan pendekatan dan metode yang telah diuraikan di atas, untuk
   menentukan nilai sewa Obyek Kajian berdasarkan pendekatan pasar, kami
   melakukan perhitungan berdasarkan kondisi pasar dengan prosedur yang
   dijelaskan dalam uraian berikut ini:

   a. Mengumpulkan Data Sewa Properti Pembanding

      Data sewa atas properti pembanding yang sejenis dan sebanding yang
      tersedia di pasar dan memiliki kesamaan karakteristik dengan Objek
      Kajian harus dikumpulkan terlebih dahulu untuk dapat melakukan proses
      penilaian selanjutnya.

   b. Penyesuaian (Adjustment)

      Penyesuaian dilakukan dengan langsung membandingkan secara
      keseluruhan perbedaan dan kesamaan karakteristik dalam hal fisik
      seperti lokasi, umur properti, dan fasilitas lingkungan, serta lain-lain bila
      ada, antara Objek Kajian dengan data pembanding properti yang berhasil
      dikumpulkan. Prosedur penyesuaian yang dilakukan dalam proses
      penilaian dengan menggunakan pendekatan pasar adalah sebagai
      berikut:

      -   Data pembanding yang berupa data penawaran sewa properti yang
          sebanding dan sejenis dengan Objek Kajian diberi diskon untuk
          merefleksikan estimasi harga transaksi sewa.

      -   Setelah estimasi harga transaksi sewa untuk masing-masing data
          pembanding        diperoleh,   dilakukan     penyesuaian     untuk
          perbedaan-perbedaan dalam hal karakteristik antara Objek Kajian
          dan tiap-tiap data pembanding, antara lain seperti lokasi, umur
          properti, dan fasilitas lingkungan dengan tujuan untuk sedapat
          mungkin menyamakan masingmasing data pembanding dengan
          Objek Kajian. Apabila data pembanding memiliki karakteristik yang
          lebih baik daripada Objek Kajian maka dilakukan penyesuaian
          negatif, sedangkan apabila data pembanding memiliki karakteristik
          yang lebih jelek daripada Objek Kajian, maka dilakukan penyesuaian
          positif.

      -   Setelah penyesuaian untuk masing-masing data pembanding
          dilakukan, kesimpulan indikasi nilai sewa Objek Kajian diperoleh
          dengan melakukan rata-rata tertimbang dari indikasi nilai sewa
          masing-masing data pembanding yang telah disesuaikan. Bobot dari
          tiap-tiap data pembanding ditentukan berdasarkan besar kecilnya
          penyesuaian yang dilakukan. Data pembanding dengan penyesuaian
          yang lebih besar (secara absolut) diberi bobot yang lebih kecil,
          sedangkan data pembanding dengan penyesuaian yang lebih kecil
          (secara absolut) diberi bobot yang lebih besar.


                                43
Page 45
             c. Nilai Sewa Pasar Objek Kajian

                Indikasi nilai sewa Objek Kajian diproleh dengan membandingkan data
                penawaran yang tersedia di pasar atas properti yang sebanding dan
                sejenis kemudian dilakukan penyesuaian atas Obyek Kajian dengan
                memberikan pembobotan untuk masing-masing perbedaan karakteristik
                antara Obyek Kajian dengan properti pembanding.

         7. Kesimpulan Penilaian

             Berdasarkan hal-hal di atas dan faktor-faktor yang erat hubungannya dengan
             penilaian, SRR berkesimpulan bahwa nilai sewa per meter persegi per bulan
             dari Objek Kajian pada tanggal 31 Desembr 2023 adalah sebesar Rp
             77.500/m2/bulan dan nilai sewa service charge per meter persegi per bulan
             dari Objek Kajian pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar Rp
             77.200/m2/bulan.

III.E.   Analisis Inkremental

         Dalam evaluasi Pendapat Kewajaran atas Transaksi ini, kami juga melakukan
         analisis inkremental dengan mempertimbangkan hal-hal antara lain sebagai
         berikut:

         •   Kontribusi nilai tambah terhadap perusahaan sebagai akibat dari transaksi
             yang akan dilakukan, termasuk dampaknya terhadap proyeksi keuangan
             Perseroan;
         •   Biaya atau pendapatan yang relevan;
         •   Informasi non-keuangan yang relevan; dan
         •   Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan
             rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




                                        44
Page 46
III.E.1.   Kontribusi Nilai Tambah terhadap Perseroan

           Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun
           yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2029:

           Sebelum Transaksi
                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan               31/12/24        31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29

           Penjualan neto                                    2.489.214       2.563.891    2.640.807    2.696.553    2.794.928     2.913.798
           Beban pokok penjualan                             1.902.520       1.947.311    2.003.565    2.039.052    2.099.825     2.175.005
           Laba bruto                                            586.694      616.579      637.242      657.501      695.104        738.793
           Beban usaha                                           229.758      236.479      243.401      248.418      257.272        267.970
           Laba usaha                                            356.936      380.101      393.841      409.083      437.831        470.823
           Pendapatan (beban lain-lain)                          (82.063)     (64.240)     (43.515)     (17.037)       5.830         25.351
           Laba sebelum beban pajak final dan penghasilan        274.874      315.860      350.326      392.046      443.661        496.175
           Beban pajak final dan pajak penghasilan               (60.472)     (69.489)     (77.072)     (86.250)     (97.605)      (109.158)
           Laba tahun berjalan                                   214.402      246.371      273.254      305.796      346.056        387.016




           Sesudah Transaksi
                                                                                                                       (Dalam jutaan Rupiah)

                                   Keterangan               31/12/24        31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29

           Penjualan neto                                    2.489.214       2.563.891    2.640.807    2.696.553    2.794.928     2.913.798
           Beban pokok penjualan                             1.902.520       1.947.311    2.003.565    2.039.052    2.099.825     2.175.005
           Laba bruto                                            586.694      616.579      637.242      657.501      695.104        738.793
           Beban usaha                                           229.577      236.064      242.933      247.897      256.697        267.683
           Laba usaha                                            357.117      380.515      394.308      409.604      438.406        471.110
           Pendapatan (beban lain-lain)                          (82.544)     (64.697)     (43.883)     (17.309)       5.661         25.294
           Laba sebelum beban pajak final dan penghasilan        274.573      315.818      350.426      392.295      444.067        496.404
           Beban pajak final dan pajak penghasilan               (60.340)     (69.459)     (77.092)     (86.394)     (97.887)      (109.332)
           Laba tahun berjalan                                   214.233      246.359      273.333      305.901      346.180        387.073




           Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah penjualan neto dan laba
           tahun berjalan Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp
           16.099,19 miliar dan Rp 1.772,89 miliar.

           Selanjutnya, proyeksi jumlah penjualan neto dan laba tahun berjalan Perseroan
           setelah Transaksi masing-masing adalah sebesar Rp 16.099,19 miliar dan
           Rp 1.773,08 miliar.

           Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif tersebut
           di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi memperoleh
           tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024 – 2029, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja
           keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

III.E.2.   Biaya atau Pendapatan yang Relevan

           Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, tidak
           terdapat biaya atau pendapatan yang relevan yang signifikan terkait dengan
           Transaksi, selain yang telah diungkapkan dalam Laporan Pendapat Kewajaran.




                                                            45
Page 47
III.E.3.     Informasi Non-Keuangan yang Relevan

III.E.3.a.   Produk yang dihasilkan

             Ruang lingkup kegiatan Perseroan adalah bergerak dalam bidang perusahaan
             holding, konsultasi manajemen, dan perdagangan. Berdasarkan keterangan
             yang diperoleh dari manajemen Perseroan, hingga akhir tahun 2023, Perseroan
             hanya mengoperasikan satu segmen usaha, yaitu perkebunan dan pengolahan
             minyak kelapa sawit (upstream) yang seluruhnya berada di Provinsi Kalimantan
             Timur, Indonesia. Dengan demikian. Produk yang dihasilkan oleh Perseroan
             adalah tandah buah segar, minyak kelapa sawit, dan inti kelapa sawit.

III.E.3.b.   Pasar Geografis

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pasar geografis Perseroan berada di
             Balikpapan di Provinsi Kalimantan Timur, serta Tarjun, Pulau Laut, dan Batu
             Licin di Provinsi Kalimantan Selatan.

III.E.3.c.   Pesaing Usaha

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, pesaing usaha Perseroan adalah
             sebagai berikut:

             •   PT Bima Palma Nugraha;
             •   PT Kemilau Indah Nusantara;
             •   PT Kutai Balian Nauli;
             •   PT Fairco Agro Mandiri; dan
             •   PT Kalimantan Agro Nusantara.

III.E.3.d.   Strategi dan Rencana Masa Depan (Business Plan)

             Dalam menjalankan kegiatan usahanya, strategi dan rencana masa depan
             Perseroan adalah sebagai berikut:

             •   Mengoptimalkan potensi kinerja Perseroan dengan melakukan transformasi
                 organisasi, mewujudkan operational excellence dalam setiap proses bisnis,
                 serta optimalisasi kinerja melalui efisiensi dan perluasan target pasar;
             •   Mempersiapkan sumber daya manusia melalui rencana suksesi untuk
                 mendukung keberlangsungan usaha Perseroan, evaluasi kinerja berbasis
                 KPI, program pengembangan kompetensi, dan manajemen karir; dan
             •   Meningkatkan dan mengembangkan ruang lingkup dan kapasitas aplikasi
                 mobile dalam rangka meningkatkan kontrol, dan percepatan laporan dalam
                 rangka pengambilan keputusan.




                                            46
Page 48
III.E.3.e.   Prosedur Pengambilan Keputusan atas Transaksi

             Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
             pengambilan keputusan atas Transaksi telah dilakukan melalui proses yang
             sesuai prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana atas
             Transaksi, Direktur harus memperoleh persetujuan dari Direktur Utama dan
             Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan rencana atas
             Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis internal, sebagaimana
             konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan demikian, manajemen telah
             mengikuti prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam
             menentukan rencana dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain.




                                            47
Page 49
IV.   ANALISIS ATAS KEWAJARAN TRANSAKSI

      Analisis kewajaran Transaksi secara lengkap adalah sebagai berikut:

      1. Berdasarkan PSM, Perseroan telah melakukan Ruang Kantor kepada
         SGWU, masing-masing dengan luas 1.169,40 m2 dan 612,65 m2 atau
         dengan luas keseluruhan 1.782,05 m2 yang dilangsungkan sejak tanggal
         1 Juli 2024 sampai dengan tanggal 30 Juni 2029 dengan biaya sewa sebesar
         Rp 75.000/m2/bulan atau dengan biaya sewa per tahun sebesar
         Rp 1,60 miliar dan biaya service charge sebesar Rp 75.000/m2/bulan atau
         dengan biaya service charge per tahun sebesar Rp 1,60 miliar atau dengan
         nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 16,04 miliar, dengan rincian sebagai
         berikut:
                                                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)
                                                             Biaya             Biaya Service
                                                                                                  Nilai Transaksi per   Jangka Waktu        Keseluruhan Nilai
                     Keterangan   Luas Lantai (m2)     Sewa/Bulan/m2 (Rp)     Charge/Bulan/m2
                                                                                                      Bulan (Rp)        Sewa (Bulan)            Transaksi
                                                             (Rp)                  (Rp)
          Lantai 7                          1.169,40                 75.000              75.000           175.410.000                  60                 10.525
          Lantai 8                            612,65                 75.000              75.000            91.897.500                  60                  5.514
          Jumlah                            1.782,05                                                                                                      16.038




         Selanjutnya, berdasarkan Laporan Kajian atas Nilai Sewa Ruang Kantor per
         31 Desember 2023 yang disusun oleh KJPP SRR sebagaimana tertuang
         dalam laporannya No. 240620.001/SRR-JK/LP-A/PSGO/OR tanggal 20 Juni
         2024, biaya sewa rata-rata Ruang Kantor adalah sebesar Rp
         77.500/m2/bulan atau dengan biaya sewa rata-rata per tahun sebesar Rp
         1,66 miliar dan biaya service charge sebesar Rp 77.200/m2/bulan atau
         dengan biaya service charge per tahun sebesar Rp 1,65 miliar atau dengan
         nilai keseluruhan sebesar Rp 16,54 miliar, dengan rincian sebagai berikut:
                                                                                                                                            (Dalam jutaan Rupiah)
                                                             Biaya             Biaya Service
                                                                                                  Nilai Transaksi per   Jangka Waktu        Keseluruhan Nilai
                     Keterangan   Luas Lantai (m2)     Sewa/Bulan/m2 (Rp)     Charge/Bulan/m2
                                                                                                      Bulan (Rp)        Sewa (Bulan)            Transaksi
                                                             (Rp)                  (Rp)
          Lantai 7                          1.169,40                 77.500              77.200           180.906.180                  60                 10.854
          Lantai 8                            612,65                 77.500              77.200            94.776.955                  60                  5.687
          Jumlah                            1.782,05                                                                                                      16.541




         Dengan demikian, jumlah keseluruhan nilai transaksi atas Transaksi sebesar
         Rp 16,04 miliar adalah lebih rendah dari jumlah keseluruhan harga sewa
         rata-rata Ruang Kantor sebesar Rp 16,54 miliar, sehingga Perseroan
         berpotensi membukukan keuntungan. Selisih nilai transaksi sebesar 3,04%
         tersebut telah sesuai dengan Peraturan POJK 35/2020, persentase mana
         tidak melebihi 7,50% dari jumlah keseluruhan harga sewa rata-rata Ruang
         Kantor sebesar Rp 16,54 miliar.




                                                         48
Page 50
2. Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk
   tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2029:

   Sebelum Transaksi
                                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan                    31/12/24     31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29

   Penjualan neto                                         2.489.214    2.563.891    2.640.807    2.696.553    2.794.928     2.913.798
   Beban pokok penjualan                                  1.902.520    1.947.311    2.003.565    2.039.052    2.099.825     2.175.005
   Laba bruto                                              586.694      616.579      637.242      657.501      695.104        738.793
   Beban usaha                                             229.758      236.479      243.401      248.418      257.272        267.970
   Laba usaha                                              356.936      380.101      393.841      409.083      437.831        470.823
   Pendapatan (beban lain-lain)                            (82.063)     (64.240)     (43.515)     (17.037)       5.830         25.351
   Laba sebelum beban pajak final dan penghasilan          274.874      315.860      350.326      392.046      443.661        496.175
   Beban pajak final dan pajak penghasilan                 (60.472)     (69.489)     (77.072)     (86.250)     (97.605)      (109.158)
   Laba tahun berjalan                                     214.402      246.371      273.254      305.796      346.056        387.016




   Sesudah Transaksi
                                                                                                                 (Dalam jutaan Rupiah)

                           Keterangan                    31/12/24     31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29

   Penjualan neto                                         2.489.214    2.563.891    2.640.807    2.696.553    2.794.928     2.913.798
   Beban pokok penjualan                                  1.902.520    1.947.311    2.003.565    2.039.052    2.099.825     2.175.005
   Laba bruto                                              586.694      616.579      637.242      657.501      695.104        738.793
   Beban usaha                                             229.577      236.064      242.933      247.897      256.697        267.683
   Laba usaha                                              357.117      380.515      394.308      409.604      438.406        471.110
   Pendapatan (beban lain-lain)                            (82.544)     (64.697)     (43.883)     (17.309)       5.661         25.294
   Laba sebelum beban pajak final dan penghasilan          274.573      315.818      350.426      392.295      444.067        496.404
   Beban pajak final dan pajak penghasilan                 (60.340)     (69.459)     (77.092)     (86.394)     (97.887)      (109.332)
   Laba tahun berjalan                                     214.233      246.359      273.333      305.901      346.180        387.073




   Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah penjualan neto dan
   laba tahun berjalan Perseroan sebelum Transaksi masing-masing adalah
   sebesar Rp 16.099,19 miliar dan Rp 1.772,89 miliar.

   Selanjutnya, proyeksi jumlah penjualan neto dan laba tahun berjalan
   Perseroan    setelah    Transaksi    masing-masing adalah  sebesar
   Rp 16.099,19 miliar dan Rp 1.773,08 miliar.

   Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   tersebut di atas, setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan berpotensi
   memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2029, sehingga diharapkan dapat
   meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.




                                                    49
Page 51
3. Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian
   Perseroan sebelum dan setelah Transaksi untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2029 masing-masing adalah sebesar
   Rp 1.335,52 miliar dan Rp 1.336,61 miliar. Dengan demikian, jumlah nilai kini
   dari proyeksi laba tahun berjalan konsolidasian Perseroan setelah Transaksi
   untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2029
   lebih besar daripada jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan
   konsolidasian Perseroan sebelum Transaksi untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2029. Dalam perhitungan nilai kini,
   digunakan tingkat diskonto sebesar 9,22%, yang merupakan biaya modal
   kapital Perseroan, yang ditentukan dengan menggunakan formula sebagai
   berikut:

   Untuk mendiskonto AKB untuk kapital, tingkat diskonto yang digunakan
   adalah biaya modal rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost of
   capital) yang ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

   WACC           =       (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)

   Dimana:

   ke    =       Biaya modal ekuitas/saham biasa
   kd    =       Biaya modal utang
   We    =       Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
   Wd    =       Bobot utang dalam struktur kapital
   t     =       Pajak penghasilan perusahaan

   Biaya Modal untuk Ekuitas

   Biaya modal ekuitas, yang ditentukan dengan capital asset pricing model
   (CAPM) dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

   ke    =        Rf + ( β x RPm ) – RBDS

   dimana:

   ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu,
                 atau biaya modal ekuitas/saham biasa
   Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko
                 (risk free rate)
   β         =   Beta
   RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                 premium)




                                  50
Page 52
Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko
yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka
panjang. Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal
31 Desember 2023, maka instrumen bebas risiko yang dipakai yaitu obligasi
Indonesia berjangka panjang dalam mata uang Rupiah dengan jangka waktu
10 tahun dengan tingkat yield rata-rata sebesar 6,60%, yang diperoleh dari
Indonesia Bond Pricing Agency (IBPA) dan angka tersebut akan digunakan
sebagai tingkat balikan bebas risiko.

RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk
premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific
risk premiums) seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base
equity market risk premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini,
dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan
sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara yang bersangkutan.
Untuk penilaian ini, kami menggunakan tingkat premi risiko sebesar 7,38%,
yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran (New York University Business
School) tahun 2023 yang diterbitkan pada bulan Januari tahun 2024.

Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari riset
Aswath Damodaran (New York University Business School) sampai dengan
tahun 2023 sebesar 0,54 yang kemudian di-relever dengan tingkat leverage
yang berlaku di pasar untuk memperoleh beta yang sesuai dengan formula
sebagai berikut:

βL     =    βU x (1 + (1-T) x DER)

Dalam penilaian ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER)
dari perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 57,95% untuk
memperoleh beta Perseroan. Tarif pajak yang digunakan untuk Perseroan
sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah sebesar 22,00%.
Dengan demikian, maka diperoleh beta Perseroan sebesar 0,78 dengan
rincian perhitungan sebagai berikut:

βL =       0,54 x (1 + (1 – 22,00%) x 57,95%)= 0,78

Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan
CAPM dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar
2,07%, diperoleh biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak
dalam perhitungan di bawah ini:

ke     =    Rf + (β x RPm) – RBDS
       =    6,60% + 0,78 x 7,38% – 2,07% = 10,32%




                               51
Page 53
Biaya Modal untuk Utang

Karena perhitungan nilai ekuitas Perseroan dilakukan dengan mendiskonto
tingkat balikan terhadap keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free
cash flows to invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah
tingkat diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang
berasal dari pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun
yang berasal dari ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).

Dalam perhitungan ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku
bunga pinjaman dalam mata uang Rupiah yang diambil dari suku bunga
kredit investasi bank persero untuk bulan Desember 2023 yang
dipublikasikan oleh Bank Indonesia sebesar 9,41%.

Weighted Average Cost of Capital

Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot
ekuitas sebesar 63,31% dan bobot utang sebesar 36,69%, yang diolah dari
data DER Perseroan serta menggunakan tarif pajak penghasilan sebesar
22,00%, maka weighted average cost of capital (WACC) adalah sebagai
berikut:

WACC                   =           (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
                       =           (10,32% x 63,31%) + (9,41% x [1 – 22,00%] x 36,69%)
                       =           9,22%

Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2028
adalah sebagai berikut:

Sebelum Transaksi
                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                               Proyeksi
                      Keterangan
                                                31/12/24     31/12/25    31/12/26    31/12/27     31/12/28      31/12/29
Laba tahun berjalan                               214.402      246.371     273.254      305.796      346.056       387.016
Faktor diskonto                                    0,9568       0,8760      0,8020       0,7343       0,6723        0,6155
Nilai kini                                        205.139      215.821     219.150      224.546      232.653       238.208
Jumlah nilai kini                                1.335.518




Setelah Transaksi
                                                                                                      (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                               Proyeksi
                      Keterangan
                                                31/12/24     31/12/25    31/12/26    31/12/27     31/12/28     31/12/29
Laba tahun berjalan                               214.233      246.359     273.333     305.901      346.180        387.073
Faktor diskonto                                    0,9568       0,8760      0,8020      0,7343       0,6723         0,6155
Nilai kini                                        204.978      215.811     219.213     224.623      232.737        238.243
Jumlah nilai kini                                1.335.606




                                           52
Page 54
             4. Sebelumnya, Perseroan telah menandatangani PSMGA pada tanggal 5 Juni
                2023, dimana Perseroan telah menyewa Ruang Kantor dari SGWU dengan
                jangka waktu sewa menyewa selama duabelas bulan atau satu tahun sejak
                tanggal 1 Juli 2023 sampai dengan tanggal 30 Juni 2024 per tahun yang
                dapat diperpanjang sesuai kesepakatan kedua belah pihak dengan biaya
                sewa sebesar Rp 60.000/m2/bulan dan biaya service charge sebesar Rp
                75.000/m2/bulan. Dalam rangka penerapan strategi bisnis dan mitigasi risiko
                atas ketersediaan ruang kantor, Perseroan berupaya untuk melakukan
                perubahan syarat dan kondisi serta jangka waktu masa sewa Ruang Kantor
                guna memperoleh kepastian atas ketersediaan Ruang Kantor tersebut untuk
                digunakan sebagai kantor pusat Perseroan dimana aktivitas operasional
                Perseroan dilakukan sehari-hari.

             5. Dengan melakukan Transaksi, maka terdapat perubahan masa jangka waktu
                sewa Ruang Kantor menjadi lima tahun yang terhitung sejak tanggal 1 Juli
                2024 sampai dengan tanggal 30 Juni 2029. Dengan adanya perubahan masa
                jangka waktu sewa Ruang Kantor tersebut, maka Perseroan dapat
                melakukan penghematan biaya sewa kantor karena biaya sewa dan biaya
                service charge yang berlaku akan tetap selama masa jangka waktu sewa,
                yaitu masing-masing sebesar Rp.75.000,-/m²/bulan.

             6. Mengingat Gedung Graha Arda yang dimiliki seluruhnya oleh SGWU
                memiliki kapasitas yang cukup bagi karyawan kantor pusat Perseroan dalam
                menjalankan aktivitas operasional kantor pusat saat ini serta di masa yang
                akan datang apabila terdapat perkembangan usaha sehingga Transaksi
                diharapkan dapat menciptakan efektivitas dan efisiensi kinerja dan biaya
                dengan lokasi kantor pusat Perseroan yang tersentralisasi. Transaksi
                merupakan salah satu langkah bisnis Perseroan dalam upaya untuk
                memitigasi potensi risiko pengeluaran biaya renovasi yang harus dikeluarkan
                apabila hendak melakukan relokasi kantor pusat karena pemilik Ruang
                Kantor menolak melanjutkan sewa Ruang Kantor.

             7. Setelah Transaksi menjadi efektif, Perseroan diharapkan dapat memperoleh
                kemudahan koordinasi sehubungan dengan jasa dan fasilitas pendukung
                sewa ruang kantor dengan manajemen gedung ruang kantor yang diperlukan
                oleh Perseroan dalam melaksanakan kegiatan operasional kantor pusat
                sehingga hal tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap
                kinerja keuangan Perseroan.


KESIMPULAN

Berdasarkan ruang lingkup pekerjaan, asumsi-asumsi, data, dan informasi yang diperoleh dari
manajemen Perseroan yang digunakan dalam penyusunan laporan ini, penelaahan atas
dampak keuangan Transaksi sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini, kami berpendapat bahwa Transaksi adalah wajar.




                                            53
Page 55
DISTRIBUSI PENDAPAT KEWAJARAN INI

Pendapat Kewajaran ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Transaksi dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain atau untuk kepentingan lain.
Pendapat Kewajaran ini tidak merupakan rekomendasi kepada pemegang saham untuk
menyetujui Transaksi atau melakukan tindakan lainnya dalam kaitan dengan Transaksi dan
tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.

Pendapat Kewajaran ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian
dari analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan isi Pendapat Kewajaran ini secara
keseluruhan dapat menyebabkan pandangan yang menyesatkan atas proses yang mendasari
Pendapat Kewajaran ini.

Pendapat Kewajaran ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
umum bisnis dan keuangan serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak bertanggung
jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Pendapat Kewajaran kami karena peristiwa-
peristiwa yang terjadi setelah tanggal Pendapat Kewajaran ini. Pendapat Kewajaran ini tidak
sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan stempel perusahaan
(corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.



Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            54
Page 56
                                                                             Lampiran A

                                PERNYATAAN PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun
   pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan
   Perseroan.

4. Laporan Pendapat Kewajaran ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
   merugikan pihak manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.

6. Perhitungan dan analisis dalam rangka pemberian Pendapat Kewajaran telah dilakukan
   dengan benar dan kami bertanggung jawab atas Laporan Pendapat Kewajaran.




                                           55
Page 57
                                                                                                                     Lampiran B
PT Palma Serasih Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2029

                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                      31/12/24        31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29

Penjualan neto                                            2.489.214      2.563.891    2.640.807    2.696.553    2.794.928     2.913.798
Beban pokok penjualan                                     1.902.520      1.947.311    2.003.565    2.039.052    2.099.825     2.175.005
Laba bruto                                                 586.694        616.579      637.242      657.501      695.104        738.793
Beban usaha                                                229.758        236.479      243.401      248.418      257.272        267.970
Laba usaha                                                 356.936        380.101      393.841      409.083      437.831        470.823
Pendapatan (beban lain-lain)                               (82.063)       (64.240)     (43.515)     (17.037)       5.830         25.351
Laba sebelum beban pajak final dan penghasilan             274.874        315.860      350.326      392.046      443.661        496.175
Beban pajak final dan pajak penghasilan                    (60.472)       (69.489)     (77.072)     (86.250)     (97.605)      (109.158)
Laba tahun berjalan                                        214.402        246.371      273.254      305.796      346.056        387.016



PT Palma Serasih Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2029

                                                                                                                   (Dalam jutaan Rupiah)

                        Keterangan                      31/12/24        31/12/25     31/12/26     31/12/27     31/12/28     31/12/29

Penjualan neto                                            2.489.214      2.563.891    2.640.807    2.696.553    2.794.928     2.913.798
Beban pokok penjualan                                     1.902.520      1.947.311    2.003.565    2.039.052    2.099.825     2.175.005
Laba bruto                                                 586.694        616.579      637.242      657.501      695.104        738.793
Beban usaha                                                229.577        236.064      242.933      247.897      256.697        267.683
Laba usaha                                                 357.117        380.515      394.308      409.604      438.406        471.110
Pendapatan (beban lain-lain)                               (82.544)       (64.697)     (43.883)     (17.309)       5.661         25.294
Laba sebelum beban pajak final dan penghasilan             274.573        315.818      350.426      392.295      444.067        496.404
Beban pajak final dan pajak penghasilan                    (60.340)       (69.459)     (77.092)     (86.394)     (97.887)      (109.332)
Laba tahun berjalan                                        214.233        246.359      273.333      305.901      346.180        387.073




                                                                   56
Page 58
                                                                                                                      Lampiran C
PT Palma Serasih Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2029

                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                           Proyeksi
                      Keterangan
                                                         31/12/24        31/12/25    31/12/26    31/12/27       31/12/28     31/12/29
Laba tahun berjalan                                         214.402        246.371     273.254        305.796     346.056        387.016
Faktor diskonto                                              0,9568         0,8760      0,8020         0,7343      0,6723         0,6155
Nilai kini                                                  205.139        215.821     219.150        224.546     232.653        238.208
Jumlah nilai kini                                         1.335.518



PT Palma Serasih Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Transaksi
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2029

                                                                                                                    (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                                           Proyeksi
                      Keterangan
                                                         31/12/24        31/12/25    31/12/26    31/12/27       31/12/28     31/12/29
Laba tahun berjalan                                         214.233        246.359     273.333        305.901     346.180        387.073
Faktor diskonto                                              0,9568         0,8760      0,8020         0,7343      0,6723         0,6155
Nilai kini                                                  204.978        215.811     219.213        224.623     232.737        238.243
Jumlah nilai kini                                         1.335.606




                                                                    57
Page 59
                                                                                                                                        Lampiran D

Analisis Perjanjian dan Persyaratan yang Disepakati dalam Transaksi

Pada tanggal 28 Juni 2024, Perseroan dan SGWU telah menandatangani PPKPSMGA
sehubungan dengan Transaksi. Pokok-pokok kesepakatan penting dalam PSM adalah
sebagai berikut:

•   Pihak-pihak yang Bertransaksi

    Pihak-pihak yang bertransaksi berdasarkan PPKPSMGA adalah Perseroan dan SGWU.

•   Objek Transaksi

    Objek transaksi berdasarkan PPKPSMGA adalah ruang kantor yang terletak di Gedung
    Graha Arda Lantai 7 dan 8, Jalan H.R. Rasuna Said Kavling B-6, Kelurahan Setia Budi,
    Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan 12910 masing-masing dengan luas 1.169,40 m2
    dan 612,65 m2 atau dengan luas keseluruhan 1.782,05 m2.

    Jangka Waktu Sewa

    Jangka    Waktu   Sewa       berdasarkan  PPKPSMGA       adalah  sejak    tanggal
    1 Juli 2024 sampai dengan 30 Juni 2029. Jika Perseroan ingin memperpanjang
    PPKPSMGA dari tanggal berakhirnya Jangka Waktu Sewa, Perseroan akan
    memberitahukan secara tertulis kepada SGWU sekurang-kurangnya enam bulan sebelum
    Jangka Waktu Sewa berakhir.

•   Biaya Sewa

    Biaya Sewa berdasarkan PPKPSMGA adalah sebagai berikut:
                                                                                                                (Dalam jutaan Rupiah)
                                                                Biaya
                                                                             Biaya Sewa per    Nilai Sewa per
                  Keterangan             Luas Lantai (m2)   Sewa/Bulan/m2                                            Nilai Sewa
                                                                               Bulan (Rp)          Tahun
                                                                (Rp)
    Biaya Sewa Ruang Kantor
    Lantai 7                                     1.169,40           75.000        87.705.000               1.052               5.262
    Lantai 8                                       612,65           75.000        45.948.750                 551               2.757
    Jumlah                                       1.782,05                        133.653.750               1.604               8.019
    Biaya Service Charge
    Lantai 7                                     1.169,40           75.000        87.705.000               1.052               5.262
    Lantai 8                                       612,65           75.000        45.948.750                 551               2.757
    Jumlah                                                                       133.653.750               1.604               8.019
    Jumlah Biaya Sewa + Service Charge                                           267.307.500               3.208              16.038




•   Penyelesaian Perselisihan

    Perselisihan yang timbul sehubungan dengan PPKPSMGA ini, akan diselesaikan
    berdasarkan peraturan dari Badan Arbitrase Nasional Indonesia.




                                                                        58
Page 60
                                                                               Lampiran E

Analisis atas Laporan Kajian atas Nilai Sewa Ruang Kantor

SRR telah diberikan penugasan oleh manajemen Perseroan untuk memberikan pendapat
sebagai penilai independen atas nilai sewa (rental value) dari properti milik/atas nama SGWU
yang berupa unit kantor Graha Arda Lantai 7 seluas 1.169,40 m² dan Lantai 8 seluas 612,64
m² yang terletak di Jalan H.R. Rasuna Said Kavling B-6, Kelurahan Setiabudi, Kecamatan
Setiabudi, Kotamadya Jakarta Selatan, Propinsi DKI Jakarta (“Objek Kajian”), sesuai dengan
surat penawaran SRR No. 240417.001/SRR-JK/SPN-A/PSGO/OR tanggal 17 April 2024
yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan, maka dengan ini SRR menyatakan bahwa
SRR telah melakukan kajian atas nilai sewa Objek Kajian dengan tujuan untuk
mengungkapkan pendapat mengenai nilai sewa Objek Kajian per meter persegi per bulan
pada tanggal 31 Desember 2023.

1. Pihak-pihak yang Bertransaksi

   Pihak-pihak yang bertransaksi dalam Transaksi adalah Perseroan dan SGWU.

2. Objek Kajian

   Objek yang dikaji dalam kajian ini adalah Objek Kajian, yaitu properti yang berupa unit
   kantor Graha Arda Lantai 7 seluas 1.169,40 m² dan Lantai 8 seluas 612,64 m² yang
   terletak di Jalan H.R. Rasuna Said Kavling B-6, Kelurahan Setiabudi, Kecamatan
   Setiabudi, Kotamadya Jakarta Selatan, Propinsi DKI Jakarta.

3. Tujuan dan Maksud Kajian

   Tujuan kajian Objek Kajian adalah untuk memberikan pendapat mengenai nilai sewa dari
   Objek Kajian per meter persegi per bulan.

   Penugasan kajian atas nilai sewa Objek Kajian dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan
   Perseroan dalam rangka kepentingan rencana sewa meyewa Objek Kajian.

4. Tanggak Inspeksi Lapangan

   Peninjauan fisik atas Objek Kajian dilakukan pada tanggal 30 Mei 2024.

5. Pendekatan yang Digunakan

   Pendekatan yang digunakan pada kajian ini adalah pendekatan pasar. Pendekatan pasar
   adalah pendekatan kajian yang menggunakan data transaksi atau penawaran atas
   properti yang sebanding dan sejenis dengan Objek Kajian yang didasarkan pada suatu
   proses perbandingan dan penyesuaian.

   Pendekatan pasar dilakukan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan data
   transaksi sewa dan atau data penawaran sewa properti yang sebanding dan sejenis serta
   memiliki kesamaan karakteristik baik dalam hal fisik seperti lokasi, umur properti, dan
   fasilitas lingkungan, serta lain-lain bila ada.




                                            59
Page 61
   Data        tersebut        kemudian           dianalisa         dengan        memberikan
   penyesuaianpenyesuaian/adjustment terhadap perbedaan dan kesamaan karakteristik
   dalam hal fisik seperti lokasi, umur properti, dan fasilitas lingkungan, serta lain-lain bila
   ada, antara objek kajian dengan data pembanding properti yang berhasil dikumpulkan
   untuk menghasilkan indikasi nilai sewa Objek Kajian.

6. Prosedur Kajian

   Sesuai dengan pendekatan dan metode yang telah diuraikan di atas, untuk menentukan
   nilai sewa Obyek Kajian berdasarkan pendekatan pasar, kami melakukan perhitungan
   berdasarkan kondisi pasar dengan prosedur yang dijelaskan dalam uraian berikut ini:

   d. Mengumpulkan Data Sewa Properti Pembanding

      Data sewa atas properti pembanding yang sejenis dan sebanding yang tersedia di
      pasar dan memiliki kesamaan karakteristik dengan Objek Kajian harus dikumpulkan
      terlebih dahulu untuk dapat melakukan proses penilaian selanjutnya.

   e. Penyesuaian (Adjustment)

      Penyesuaian dilakukan dengan langsung membandingkan secara keseluruhan
      perbedaan dan kesamaan karakteristik dalam hal fisik seperti lokasi, umur properti,
      dan fasilitas lingkungan, serta lain-lain bila ada, antara Objek Kajian dengan data
      pembanding properti yang berhasil dikumpulkan. Prosedur penyesuaian yang
      dilakukan dalam proses penilaian dengan menggunakan pendekatan pasar adalah
      sebagai berikut:

      -   Data pembanding yang berupa data penawaran sewa properti yang sebanding dan
          sejenis dengan Objek Kajian diberi diskon untuk merefleksikan estimasi harga
          transaksi sewa.

      -   Setelah estimasi harga transaksi sewa untuk masing-masing data pembanding
          diperoleh,              dilakukan                penyesuaian                    untuk
          perbedaan-perbedaan dalam hal karakteristik antara Objek Kajian dan tiap-tiap
          data pembanding, antara lain seperti lokasi, umur properti, dan fasilitas lingkungan
          dengan tujuan untuk sedapat mungkin menyamakan masingmasing data
          pembanding dengan Objek Kajian. Apabila data pembanding memiliki karakteristik
          yang lebih baik daripada Objek Kajian maka dilakukan penyesuaian negatif,
          sedangkan apabila data pembanding memiliki karakteristik yang lebih jelek
          daripada Objek Kajian, maka dilakukan penyesuaian positif.

      -   Setelah penyesuaian untuk masing-masing data pembanding dilakukan,
          kesimpulan indikasi nilai sewa Objek Kajian diperoleh dengan melakukan rata-rata
          tertimbang dari indikasi nilai sewa masing-masing data pembanding yang telah
          disesuaikan. Bobot dari tiap-tiap data pembanding ditentukan berdasarkan besar
          kecilnya penyesuaian yang dilakukan. Data pembanding dengan penyesuaian
          yang lebih besar (secara absolut) diberi bobot yang lebih kecil, sedangkan data
          pembanding dengan penyesuaian yang lebih kecil (secara absolut) diberi bobot
          yang lebih besar.


                                              60
Page 62
   f.   Nilai Sewa Pasar Objek Kajian

        Indikasi nilai sewa Objek Kajian diproleh dengan membandingkan data penawaran
        yang tersedia di pasar atas properti yang sebanding dan sejenis kemudian dilakukan
        penyesuaian atas Obyek Kajian dengan memberikan pembobotan untuk masing-
        masing perbedaan karakteristik antara Obyek Kajian dengan properti pembanding.

7. Kesimpulan Penilaian

   Berdasarkan hal-hal di atas dan faktor-faktor yang erat hubungannya dengan penilaian,
   SRR berkesimpulan bahwa nilai sewa per meter persegi per bulan dari Objek Kajian pada
   tanggal 31 Desembr 2023 adalah sebesar Rp 77.500/m2/bulan dan nilai sewa service
   charge per meter persegi per bulan dari Objek Kajian pada tanggal 31 Desember 2023
   adalah sebesar Rp 77.200/m2/bulan.




                                            61

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.56 MB
Published30 Jun 2024
Pages62
Characters166,813
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 45 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PALMA SERASIH Tbk p.2 ×23
linked person Astrida Niovita Bachtiar p.7 ×2
linked person Bungaran Saragih p.12
linked person Ir. Martusin Yapriadi p.12 ×3
linked person Dikdik Sugiharto p.12
linked — Budiono Tanbun p.12 ×2
linked person Elisabeth Priska Chairil p.12 ×3
linked person Johanes Gosal p.12
linked person Angelica Octavia Chairil p.12
linked person Chandra Wilson Harisun p.12
linked org PT Serasih Holdico p.12
possible person Setia Budi p.2 ×3
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2
possible org PT Jalinankasih Sesama p.4 ×5
possible org Bursa Efek Indonesia p.7 ×3
unresolved org PT Sarana Graha Wiraswasta Utama p.2
unresolved org Menteri Keuangan p.2
unresolved org PSS p.6 ×6
unresolved org KJPP Suwendho Rinaldy & Rekan p.7
unresolved org KJPP Suwendho Rinaldy p.7
unresolved person Yulia p.7 ×2
unresolved org Bank Indonesia p.7 ×4
unresolved person Akta Notaris Besri Zakaria p.11 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.11 ×2
unresolved person Akta Notaris Yulia p.11 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik p.11
unresolved org PT Sarana Graha Wiraswasta Utama Dalam Transaksi p.14
unresolved person Kartini Muljadi p.14
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.14
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.15
unresolved org Arbitrase Nasional Indonesia. p.16 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.19
unresolved org Milik Negara p.22
unresolved org Riset dan Inovasi Nasional p.23
unresolved org Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia p.23
unresolved org Pengelola Dana Perkebunan Sawit p.23
unresolved org PT Bima Palma Nugraha p.47
unresolved org PT Kemilau Indah Nusantara p.47
unresolved org PT Kutai Balian Nauli p.47
unresolved org PT Fairco Agro Mandiri p.47
unresolved org PT Kalimantan Agro Nusantara. III. p.47
unresolved org KJPP SRR p.49
unresolved org KJPP Kusnanto p.55 ×2
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.55
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.55

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.500 6551 ms 12 Sep 2026 23:01
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah '
                            'transaksi dimana'}],
 'currency': 'IDR',
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL_FACT',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'dalam Pendapat Kewajaran atas Transaksi adalah transaksi '
                'dimana',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '16.04'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result