Back to announcement
20240625_TPIA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31674988_lamp2.pdf
Other Text extracted TPIASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 2
Page 1
Siaran Pers
Chandra Asri Group Operasikan Pabrik Bag Film Roll
untuk Produksi Kemasan Heavy Duty
Pabrik Bag Film Roll direncanakan dapat memanfaatkan material daur ulang sebesar 30%
untuk menyerap materi bekas pakai dari konsumen
Jakarta, 25 Juni 2024 – PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), Perusahaan
solusi kimia dan infrastuktur terkemuka di Indonesia, saat ini telah mengoperasikan Pabrik Bag
Film Roll (BFR) yang memproduksi Heavy Duty Sacks. Pabrik BFR memanfaatkan produk
Polyethylene dari Perseroan, yaitu Metallocene dan HDPE yang umum digunakan sebagai bahan
baku kantong plastik. Produksi BFR juga tengah dalam pengujian pemanfaatan material recycle
sebesar 30% yang mengutilisasi karung bekas konsumen atau Post Consumer Recycle (PCR).
Keberadaan Pabrik BFR diharapkan dapat meningkatkan efektivitas supply chain di internal
Perseroan serta melayani kebutuhan pelanggan lebih baik lagi.
Dalam satu tahun terakhir, Pabrik BFR telah memproduksi kemasan untuk produk-produk resin
Chandra Asri Group yaitu Asrene® dan Trilene®. Pabrik BFR mengadopsi teknologi Blown Film
dari Jerman yang memiliki keandalan khusus dalam memproduksi kemasan industri berkualitas
tinggi. Teknologi ini juga memungkinkan pabrik menghasilkan produk dengan ketebalan lebih dari
100 mikron secara stabil. Dengan spesifikasi tersebut, produk yang dihasilkan telah teruji tahan
pecah, sobek, dan tahan terhadap cuaca. Keunggulan ini membuat produk BFR cocok untuk
pengemasan produk polimer berupa pellet plastik, serta aman digunakan untuk produk pangan.
Boedijono Hadipoespito, Direktur Downstream Production Chandra Asri Group
menyampaikan, “Sebagai mitra pertumbuhan, Chandra Asri Group terus berinovasi untuk
menghasilkan produk bernilai tambah yang dibutuhkan bagi perkembangan industri petrokimia
nasional. Pendirian Pabrik BFR juga sejalan dengan upaya Perseroan untuk memaksimalkan
sumber daya di internal sekaligus memberikan perlindungan produk hingga sampai kepada
konsumen. Kedepan, Chandra Asri Group juga memiliki rencana untuk memperluas
komersialisasi Pabrik BFR dengan melayani permintaan pelanggan di tingkat Indonesia.
Pada Pabrik BFR, Chandra Asri Group menggunakan peralatan dengan sistem pendingin udara
yang efisien untuk mengurangi penggunaan energi dan air, serta secara selektif mengadopsi
teknologi terbaik untuk mengurangi tingkat kebisingan. Selain itu, Perseroan juga memastikan
bahwa bahan pendingin yang digunakan dalam proses produksi ramah lingkungan dan bebas
dari zat yang merusak lapisan ozon (non-ODS – Ozone Depleting Substance).
***
Page 2
Tentang Chandra Asri Group Chandra Asri Group adalah perusahaan solusi kimia dan infrastruktur terkemuka di Indonesia, menyediakan produk dan layanan untuk berbagai industri manufaktur di pasar domestik dan internasional. Dengan sejarah selama 31 tahun dan lebih dari 2.200 karyawan yang berdedikasi, perusahaan ini mengintegrasikan teknologi terkini dan fasilitas pendukung yang terletak secara strategis di pusat-pusat petrokimia dan industri di Cilegon dan Serang. Chandra Asri Group mengoperasikan satu-satunya naphtha cracker di Indonesia yang memproduksi olefin (Ethylene, Propylene), Polyolefin (Polyethylene, Polypropylene), Pygas, dan Mixed-C4, serta merupakan satu-satunya produsen domestik Styrene Monomer, Ethylene, Butadiene, MTBE, dan Butene, dengan pengembangan pabrik Chlor Alkali – Ethylene Dichloride berskala dunia yang tengah dilakukan. Bisnis kimia Chandra Asri Group didukung oleh aset infrastruktur inti yang mencakup fasilitas energi, listrik, air, dermaga, dan tangki penyimpanan strategis. Untuk informasi lebih lanjut hubungi: Chandra Asri Group Suryandi Chrysanthi Tarigan Director of HR & Corporate Affairs Head of Corporate Communications Telp : 021-530 5790 Telp : 021-530 7950 Email : suryandi@capcx.com Email : corporate.comm@capcx.com
Names mentioned 1 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.