Skip to content
Back to announcement

20260520_PNSE_Keterbukaan Informasi terkait Aksi Korporasi_32093083_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review PNSE

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 48

Page 1
                            KETERBUKAAN INFORMASI
                         KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM
                            PT PUDJIADI AND SONS TBK
                             (“Keterbukaan Informasi”)




                            PT PUDJIADI AND SONS Tbk
                                  (“Perseroan”)

                              Kegiatan Usaha Utama:
                                Hotel and Tourism

                                    Kantor Pusat
                            Hotel Jayakarta Jakarta Lt. 21
                        Jl. Hayam Wuruk 126 Jakarta 11180
                                Tel.: (021) 6593626,
                                Fax.: (021) 6399573
                              E-mail: pnse@cbn.net.id
                        Website: www.pudjiadiandsons.co.id

KETERBUKAAN INFORMASI INI DISUSUN DALAM RANGKA PEMENUHAN PERATURAN OTORITAS
JASA KEUANGAN NO. 17/POJK.04/2020 TENTANG TRANSAKSI MATERIAL DAN PERUBAHAN
KEGIATAN USAHA (“POJK 17/2020”) KHUSUSNYA TERKAIT DENGAN PERSETUJUAN ATAS
RENCANA PENJUALAN ASET TETAP BERUPA TANAH MILIK ANAK PERUSAHAAN. DEWAN
KOMISARIS DAN DIREKSI PERSEROAN MENYATAKAN BAHWA TRANSAKSI TERSEBUT
MERUPAKAN TRANSAKSI MATERIAL DENGAN NILAI TRANSAKSI LEBIH DARI 50% DARI EKUITAS
PERSEROAN SEBAGAIMANA DIATUR DALAM POJK 17/2020.
INFORMASI SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI PENTING
UNTUK DIBACA DAN DIPERHATIKAN OLEH PEMEGANG SAHAM PERSEROAN. APABILA TERDAPAT
KESULITAN UNTUK MEMAHAMI INFORMASI SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM KETERBUKAAN
INFORMASI INI, DAPAT DILAKUKAN KONSULTASI DENGAN PENASIHAT HUKUM, AKUNTAN
PUBLIK, PENASIHAT KEUANGAN, ATAU PROFESIONAL LAINNYA.
DIREKSI PERSEROAN MENYAMPAIKAN INFORMASI SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM
KETERBUKAAN INFORMASI INI DENGAN MAKSUD UNTUK MEMBERIKAN INFORMASI MAUPUN
GAMBARAN YANG LEBIH LENGKAP KEPADA PARA PEMEGANG SAHAM PERSEROAN MENGENAI
TRANSAKSI MATERIAL SEBAGAI BAGIAN DARI KEPATUHAN PERSEROAN ATAS POJK 17/2020.
PERSEROAN BERTANGGUNG JAWAB ATAS KEBENARAN DARI SELURUH INFORMASI MATERIAL
YANG DIMUAT DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI DAN SETELAH MELAKUKAN PENELITIAN
SECARA SEKSAMA ATAS INFORMASI-INFORMASI YANG TERSEDIA MENGENAI TRANSAKSI,
DENGAN INI PERSEROAN MENYATAKAN BAHWA SEPANJANG PENGETAHUAN DAN KEYAKINAN
DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS TIDAK ADA FAKTA PENTING ATAU MATERIAL LAINNYA YANG
RELEVAN SEHUBUNGAN DENGAN TRANSAKSI INI YANG BELUM DIUNGKAPKAN YANG DAPAT
MENYEBABKAN KETERBUKAAN INFORMASI INI MENJADI TIDAK BENAR ATAU MENYESATKAN.

                                                                                  1
Page 2
Keterbukaan informasi ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 20 Mei 2026.

                                          PENDAHULUAN

Keterbukaan informasi ini disampaikan kepada Para Pemegang Saham PT Pudjiadi and Sons Tbk.
(“Perseroan”) yang dibuat sehubungan dengan rencana penjualan aset tetap berupa tanah seluas ±
42.644 m2 (empat puluh ribu enam ratus empat puluh meter persegi) yang dimiliki oleh PT Bali Realtindo
Benoa (“BRB”), perseroan terbatas yang sahamnya dimiliki 99,99% oleh Perseroan, dengan nilai
transaksi sebesar ± Rp159.915.000.000,- (seratus lima puluh sembilan miliar sembilan ratus lima belas
juta Rupiah) setara dengan 83,18% (tujuh puluh delapan koma satu dua persen) dari total ekuitas
Perseroan per 31 Desember 2025 yaitu sebesar Rp192.242.161.802,- (seratus sembilan puluh dua miliar
dua ratus empat puluh dua juta seratus enam puluh satu ribu delapan ratus dua Rupiah) (“Rencana
Transaksi”). Berdasarkan informasi dari BRB dan PT Berkat Benoa Propertindo (“BPP”), BRB sebagai
Penjual dan BPP telah menandatangani Akta No. 16 tanggal 07 Agustus 2025, yang dibuat dihadapan I
Nyoman Suryawan, SH Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah di Kabupaten Badung antara dan PT
Berkat Benoa Propertindo (Akta Nomor 16). Sehubungan dengan adanya pengukuran ulang oleh
Badan Pertanahan Nasional (BPN) luas tanah pada objek mengalami perubahan sesuai dengan
Surat Keterangan Jual Beli Tanah.

Rencana Transaksi akan dilakukan setelah masing-masing pihak telah melakukan pemenuhan seluruh
syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagaimana dinyatakan dalam persyaratan pendahuluan
Berdasarkan Akta Nomor 16. Adapun poin-poin penting dalam Akta Nomor 16 tersebut adalah
sebagai berikut:

I.    Para Pihak
-     PT Bali Realtindo Benoa sebagai Penjual
-     PT Berkat Benoa Propertindo selaku pembeli

II.   Objek Jual Beli
      Objek Jual beli adalah 13 bidang tanah dengan luas ±23.236 m2 dan sebagian dari 8 bidang
      tanah dengan luas ±17.404 m2 atau total seluruhnya seluas ±40.640 m2

III. Harga Jual Beli dan Cara Pembayaran
     Harga jual atas 13 bidang tanah dengan luas ±23.236 m2 dan sebagian dari 8 bidang tanah dengan
     luas ±17.404 m2 atau total seluruhnya seluas ±40.640 m2 telah ditetapkan oleh para pihak adalah
     sebesar Rp152.400.000.000,- (belum termasuk PPN) yang dibagi atas beberapa tahap pembayaran.

IV. Waktu Pelaksanaan Realisasi

a)    Tahap Pertama berupa keseluruhan 13 (tiga belas) bidang tanah yang telah disebutkan pada bab
      sebelumnya, sebesar 57,18% (Lima Puluh Tujuh Koma Delapan Belas persen) dari harga transaksi
      atau sebesar Rp87.135.000.000 (Delapan Puluh Tujuh Miliar Seratus Tiga Puluh Lima Juta Rupiah).
      Pada tahap pertama ini skema pembayaran berdasarkan Akta Nomor 16 terbagi menjadi 3 tahap,
      tahap pertama adalah pembayaran tanda jadi sebesar Rp3.000.000.000 yang telah dibayarkan pada
      tanggal 05 Juli 2025, tahap pertama sebesar Rp 5.110.875.000 yang telah dibayarkan pada tanggal
      06 Agustus 2025, dan tahap kedua atau pelunasan sebesar Rp 79.024.125.000 yang akan dilakukan
      pada tanggal 10 Desember 2025.




                                                                                                    2
Page 3
       b)   Tahap Kedua berupa sebagian dari 8 (delapan) bidang tanah yang telah disebutkan pada bab
            sebelumnya sebesar 42,82% (Empat Puluh Dua Koma Delapan Puluh Dua persen) dari harga
            transaksi atau sebesar Rp65.265.000.000 (Enam Puluh Dua Miliar Dua Ratus Enam Puluh Lima Juta
            Rupiah). Pada tahap kedua ini skema pembayaran berdasarkan Akta Nomor 16 terbagi menjadi 3
            tahap, tahap pertama adalah pembayaran tanda jadi sebesar Rp 3.000.000.000 yang telah
            dibayarkan pada tanggal 05 Juli 2025, dan tahap pertama sebesar Rp 3.526.500.000 yang telah
            dibayarkan pada tanggal 06 Agustus 2025 dan tahap kedua atau pelunasan sebesar
            Rp58.738.500.000 yang akan dibayarkan pada tanggal 10 Juni 2026.

            Sehubungan dengan adanya pengukuran ulang oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) luas
            tanah pada objek mengalami perubahan sesuai dengan Surat Keterangan Jual Beli Tanah
            dengan poin-poin antara lain sebagai berikut:

  I.        Seluruh bidang tanah telah dilakukan proses pengukuran, pemecahan dann penggabungan
            pada Kantor Pertanahan Kota Denpasar dan saat ini telah diterbitkan 19 (sembilan belas)
            sertifikat hak atas tanah dengan luas keseluruhan seluar 46.450 m2.

 II.        PT Bali Realtindo Benoa berkedudukan di Kota Administrasi Jakarta Barat (Penjual) hanya
            menjual 14 (empat belas) bidang tanah kepada PT Berkat Benoa Propertindo berkedudukan
            di Kota Denpasar (pembeli), dengan luas seluruhnya 42.644 m2 dengan harga
            Rp159.915.000.000,- (Seratus Lima Puluh Sembilan Miliar Sembilan Ratus Lima Belas Juta
            Rupiah) (belum termasuk PPN) yang terbagi menjadi 2 (dua) blok tanah, masing-masing yaitu:

            Bidang tanah blok A, seluas 23.951 m2 dengan harga jual beli sebesar Rp89.816.250.000,-
            (Delapan Puluh Sembilan Miliar Delapan Ratus Enam Belas Juta Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)
            masing-masing yaitu:
       -    Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000033498.0 seluas 11.725 m 2
       -    Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000031647.0 seluas 6.322 m 2
       -    Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000034879.0 seluas 5.744 m 2
       -    Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000031654.0 seluas 160 m 2

            Bidang tanah blok B, seluas 18.693 m2 dengan harga jual beli sebesar Rp70.098.750.000,- (Tujuh
            Puluh Miliar Sembilan Puluh Delapan Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) masing-masing
            yaitu:
       -    Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000024144.0 seluas 2.525 m 2
       -    Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000031640.0 seluas 1.270 m 2
       -    Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000031651.0 seluas 635 m 2
       -    Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000031639.0 seluas 635 m 2
       -    Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000031650.0 seluas 559m 2
       -    Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000024145.0 seluas 384 m 2
       -    Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000031648.0 seluas 2.275 m 2
       -    Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000031649.0 seluas 3.755 m 2
       -    Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000017786.0 seluas 3.455 m 2
       -    Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000031656.0 seluas 3.200 m 2

III.        Cara pembayaran
            1. Untuk pelunasan pembayaran atas bidang tanah blok A akan dilakukan oleh PT Berkat
                Benoa Propertindo (pembeli) setelah Perseroan memperoleh persetujuan RUPS LB atas
                Transaksi Material.
            2. Untuk pelunasan pembayaran atas bidang tanah blok B akan dilakukan oleh PT Berkat
                                                                                                        3
Page 4
         Benoa Propertindo (pembeli) selambat-lambatnya pada 4 (empat) bulan setelah
         Perseroan memperoleh persetujuan RUPS LB atas Transaksi Material.

Berdasarkan Laporan Keuangan Perseroan periode 31 Desember 2025, total nilai ekuitas Perseroan
adalah sebesar Rp192.242.161.802,- (seratus sembilan puluh lima miliar delapan puluh delapan juta
sembilan ratus empat puluh lima ribu seratus tujuh puluh satu Rupiah). Nilai Transaksi sebagaimana
disepakati dalam Akta Nomor 16 adalah sebesar Rp159.915.000.000,- (seratus lima puluh sembilan
miliar sembilan ratus lima belas juta Rupiah) setara dengan 83,18% (tujuh puluh delapan koma satu dua
persen) dari total ekuitas Perseroan per 31 Desember 2025 yaitu sebesar Rp192.242.161.802,-(seratus
sembilan puluh dua miliar dua ratus empat puluh dua juta seratus enam puluh satu ribu delapan ratus
dua Rupiah) Oleh karenanya, Rencana Transaksi merupakan Transaksi Material sebagaimana diatur
dalam POJK 17/2020 yang mewajibkan Perseroan untuk melakukan Keterbukaan Informasi ini kepada
publik.

                             URAIAN SINGKAT MENGENAI PERSEROAN

1.   Perseroan adalah suatu Perusahaan yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia dengan nama PT
     Pudjiadi and Sons Estates Ltd. di Jakarta berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Pudjiadi
     and Sons Estates Ltd No. 34 tanggal 17 Desember 1970 yang dibuat dihadapan Ridwan Suselo, S.H.,
     Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia
     melalui Surat Keputusan No. Y.A.5/278/16 tanggal 2 Agustus 1973 dan telah diumumkan dalam
     Berita Negara Republik Indonesia No. 67 tanggal 20 Agustus 1974, Tambahan No. 405 (“Akta
     Pendirian”).

2.   Akta pendirian tersebut beberapa kali mengalami perubahan dan terakhir kali diubah dengan Akta
     Pernyataan Keputusan Rapat PT Pudjiadi and Sons Tbk. No. 3 tanggal 10 Juli 2025 yang dibuat di
     hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta Selatan, yang telah memperoleh persetujuan dari
     Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-0046084.AH.01.02.Tahun 2025 tanggal 15
     Juli 2025 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0158563.AH.01.11.Tahun 2025
     tanggal 15 Juli 2025 (“untuk selanjutnya disebut Anggaran Dasar Perseroan”).

3.   Kegiatan Usaha

     Perseroan adalah di bidang perhotelan dengan segala fasilitas dan sarana penunjang lainnya, antara
     lain jasa akomodasi, perdagangan eceran minuman beralkohol, perdagangan eceran kaki lima dan
     los pasar minuman, apartemen, restoran, jasa catering, penyedia jasa boga, real estate, sarana
     rekreasi dan hiburan yang berada di lokasi hotel.

4.   Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham Perseroan

     Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan saat ini sebagaimana dinyatakan
     dalam adalah Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perseroan
     Terbatas PT Pudjiadi and Sons Tbk. No. 43 tanggal 17 Juli 2023 yang dibuat di hadapan Fathiah
     Helmi S.H., Notaris di Jakarta Selatan, yang telah memperoleh persetujuan dari Kementerian
     Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-0045396.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 4 Agustus 2023,
     pemberitahuan anggaran dasar telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum
     sesuai dengan Surat No. AHU-AH.01.03-0101307 tanggal 4 Agustus 2023 perihal Penerimaan
     Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar PT Pudjiadi and Sons Tbk, dan telah didaftarkan dalam
     Daftar Perseroan No. AHU-0149588.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal 4 Agustus 2023 yaitu sebagai
     berikut:
                                                                                                      4
Page 5
                                                      Nilai Nominal Rp100,00 setiap Saham
                  Keterangan                                  Jumlah Nilai Nominal
                                           Jumlah Saham                             Persentase (%)
                                                                      (Rp)
     Modal Dasar                            2.480.000.000        248.000.000.000,00
     Modal Ditempatkan dan Modal Disetor
     PT Istana Kuta Ratu Prestige             444.396.400        44.439.640.000,00           55,7
     PT Jayakarta Investindo                  199.707.551        19.970.755.100,00          25,03
     Lenawati Setiadi Pudjiadi                 52.733.475         5.273.347.500,00           6,61
                                        Kepemilikan di bawah 5%
     Marianti Pudjiadi (Komisaris)             10.634.539            1.063.453.900           1,33
     Lukman Pudjiadi (Komisaris Utama)         10.482.312            1.048.231.200           1,32
     Kristian Pudjiadi (Direktur Utama)        10.464.061            1.046.406.100           1,31
     Ariyo Tejo (Direktur)                      3.352.960              335.296.000           0,42
     Masyarakat                                66.042.198             6.604.219.800          8,28
     (masing-masing di bawah 5%)
     Jumlah Modal Ditempatkan dan
                                              797.813.496           79.781.349.600           100
     Modal Disetor
     Saham Dalam Portepel                   1.682.186.504          168.218.650.400

5.   Berikut disampaikan Diagram Kepemilikan Perseroan sampai dengan tingkat pemegang saham
     individu dan yang mengendalikan:




     Berdasarkan diagram kepemilikan saham Perseroan di atas, pemegang saham pengendali
     Perseroan adalah Lenawati Setiadi Pudjiadi.

6.   Susunan Dewan Komisaris dan Direksi

     Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan yang sedang menjabat saat ini sebagaimana dinyatakan
     dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan PT Pudjiadi and Sons
     Tbk. No. 42 tanggal 17 Juli 2023 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris di Jakarta
     Selatan, pemberitahuan data perseroan telah diterima dan dicatat dalam Sistem Administrasi
     Badan Hukum sesuai dengan Surat No. AHU-AH.01.09-0146546 tanggal 1 Agustus 2023 perihal
     Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan PT Pudjiadi and Sons Tbk, dan telah


                                                                                                     5
Page 6
     didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0146277.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal 1 Agustus
     2023, yaitu sebagai berikut:

     Dewan Komisaris:
     Komisaris Utama                                          : Lukman Pudjiadi
     Komisaris                                                : Marianti Pudjiadi
     Komisaris Independen                                     : Budhi Liman

     Direksi:
     Direktur Utama                                           : Kristian Pudjiadi
     Direktur                                                 : Ariyo Tejo

7.   Ikhtisar Data Keuangan dan Rasio Keuangan Perseroan

     Laporan Posisi Keuangan Konsolidasi
                                                                                                                                                 (dalam Rupiah)
                                                                                                             ACTUAL
                                KETERANGAN                                 2021              2022              2023              2024                  2025
                                                                         Jan-Des           Jan-Des           Jan-Des           Jan-Des               Jan-Des
     ASET
     ASET LANCAR
     Kas dan Setara Kas                                                   16.967.491.323    15.942.429.602    31.544.846.417    25.730.902.133        47.330.769.235
     Piutang Usaha                                                        12.420.419.887    13.457.731.803    13.948.243.950    14.739.887.582        10.955.786.135
     Persediaan                                                           11.270.925.491    11.470.299.534    15.774.373.158    15.811.967.795        16.254.671.401
     Piutang Lain-lain
       Pihak Ketiga                                                        2.711.442.404     2.566.421.124     2.945.036.976     3.471.181.119         3.590.410.012
       Pihak Berelasi                                                        829.980.557       546.560.364       558.450.892     1.693.475.727           675.697.510
     Beban dibayar dimuka                                                  1.799.155.911     1.855.228.434       891.504.305     1.249.241.766         5.376.162.146
     Pajak dibayar di\muka                                                                                                                                31.928.262
     Investasi Jangka Pendek                                                  37.866.531               -                 -                 -
     Aset Lancar Lainnya                                                             -                 -          90.555.587       554.360.541           526.419.486
     JUMLAH ASET LANCAR                                                   46.037.282.104    45.838.670.861    65.753.011.285    63.251.016.663        84.741.844.187

     ASET TIDAK LANCAR
     Aset Tetap                                                          316.740.484.913   307.372.259.654   280.881.928.407   276.086.606.864       266.662.554.725
     Properti Investasi                                                    2.583.247.649     4.190.833.076     3.973.339.282     3.653.481.259            5429066259
     Aset Tak Berwujud                                                     3.053.887.001     3.974.296.434     4.479.186.114     4.357.513.871            3952216317
     Aset Pajak Tangguhan                                                  9.208.696.349     6.792.460.219     5.015.214.055     4.202.432.161            4201297154
     Investasi pada Entitas Asosiasi                                       2.309.011.829     2.705.491.630     3.457.311.322     4.009.256.916            4136185522
     Uang Muka Pembelian Aset Tetap dan Properti Investasi
                                                                              80.940.067       210.244.157     3.538.092.763     3.278.556.248        13.704.176.307
     Taksiran Restitusi Pajak Penghasilan                                    658.495.810               -                 -                 -
     Aset Tidak Lancar Lainnya                                             1.832.465.345     1.605.298.894     1.123.247.153     1.130.106.369             941987785
     JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                            336.467.228.963   326.850.884.064   302.468.319.096   296.717.953.688       299.027.484.069
     JUMLAH ASET                                                         382.504.511.067   372.689.554.925   368.221.330.381   359.968.970.351       383.769.328.256

     LIABILITAS DAN EKUITAS
     LIABILITAS LANCAR
     Utang Bank Jangka Pendek                                              4.900.000.000     4.900.000.000     4.900.000.000     4.900.000.000         4.900.000.000
     Utang Usaha - Pihak Ketiga                                            8.121.700.384    12.304.817.457    11.586.754.538    11.321.015.050         9.523.254.686
     Utang Lain - lain
       Pihak Ketiga                                                        9.094.509.632    14.716.131.460    15.169.173.671    13.519.565.899        66.137.999.893
       Pihak Berelasi                                                      9.335.516.061     9.150.251.787    10.411.459.013    15.829.484.335        19.715.064.365
     Beban yang masih harus dibayar
       Pihak Ketiga                                                       10.953.070.587    15.056.918.844     9.168.736.951     8.034.694.405         8.009.858.319
       Pihak Berelasi                                                      1.658.776.718     2.834.600.024     3.126.555.155     3.013.684.005         1.864.945.235
     Utang Pajak                                                           5.237.336.365     3.752.396.802     4.026.871.004     6.348.579.388         8.176.424.022
     Uang Dividen
       Pihak Berelasi                                                                -                 -                 -                 -
       Pihak Ketiga                                                          378.150.797       378.150.797       378.150.797       383.632.810           385.886.828
     Pendapatan diterima dimuka                                            8.611.706.670     8.286.421.642     8.853.895.725     9.829.470.679         8.378.830.958
     Penyisihan untuk penggantian perabotan dan peralatan hotel              593.444.036       660.906.302       667.970.805       801.867.039           770.701.403
     Liabilitas Sewa                                                       4.707.916.907     5.187.191.069               -                 -
     Bagian liabilitas jangka panjang akan jatuh tempo satu tahun         14.658.333.332    12.045.606.063    16.219.573.228    21.150.000.000        24.400.000.000
     JUMLAH LIABILITAS LANCAR                                             78.250.461.489    89.273.392.247    84.509.140.887    95.131.993.610       152.262.965.709

     LIABILITAS TIDAK LANCAR
     Bagian Liabilitas Jangka Panjang setelah dikurangi bagian jatuh      68.288.512.622    68.234.573.228    52.015.000.000    28.590.000.000         4.190.000.000
     Liabilitas Pajak Tangguhan                                              580.686.059       621.879.819       670.145.253       712.053.109           711.295.862
     Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan                                    48.935.730.962    37.663.778.052    30.615.648.317    30.967.566.005        34.362.904.883
     JUMLAH LIABILITAS TIDAK LANCAR                                      117.804.929.643   106.520.231.099    83.300.793.570    60.269.619.114        39.264.200.745
     JUMLAH LIABILITAS                                                   196.055.391.132   195.793.623.346   167.809.934.457   155.401.612.724       191.527.166.454

     EKUITAS
     Modal Saham                                                          79.781.349.600    79.781.349.600    79.781.349.600    79.781.349.600        79.781.349.600
     Tambahan Modal Disetor                                               18.079.084.218    18.079.084.218    18.079.084.218    18.079.084.218        18.079.084.218
     Saldo Laba
       Dicadangkan                                                         1.900.000.000     1.900.000.000     1.900.000.000     1.900.000.000          2.000.000.000
       Belum dicadangkan                                                  26.935.469.887    18.256.294.211    29.408.480.599    31.057.930.045         17.743.723.375
     Kepentingan Non-Pengedali                                            59.753.216.230    58.879.203.550    71.242.481.507    73.748.993.763         74.638.004.609
     JUMLAH EKUITAS                                                      186.449.119.935   176.895.931.579   200.411.395.924   204.567.357.626       192.242.161.802

     JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                       382.504.511.067   372.689.554.925   368.221.330.381   359.968.970.350       383.769.328.256

                                                                                                                                                                  6
Page 7
a.   Total Aset
     Total aset Perseroan mencapai nilai tertingginya pada tahun 2021, yaitu sebesar Rp403,84 miliar.
     Setelah sempat mengalami fluktuasi, posisi total aset pada 31 Desember 2025 tercatat sebesar
     Rp383,76 miliar. Angka tersebut menunjukkan pemulihan dibandingkan posisi 31 Desember 2024
     yang sempat berada di level Rp359,96 miliar.

b.   Aset Lancar
     Pada 31 Desember 2024, Perseroan membukukan aset lancar sebesar Rp63,25 miliar, mengalami
     penurunan sebesar 3,81% dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp65,75 miliar. Namun, pada 31
     Desember 2025, nilai aset lancar meningkat signifikan menjadi Rp84,74 miliar.

c.   Aset Tidak Lancar
     Perseroan mencatat aset tidak lancar sebesar Rp296,71 miliar pada akhir tahun 2024, terkoreksi
     1,90% dari posisi tahun 2023 sebesar Rp302,46 miliar. Pada 31 Desember 2025, nilai aset tidak
     lancar tercatat stabil di angka Rp299,02 miliar.

d.   Total Liabilitas
     Secara keseluruhan, total liabilitas Perseroan menunjukkan tren yang fluktuatif. Pada tahun 2024,
     liabilitas naik sebesar 2,07% menjadi Rp204,56 miliar dari posisi tahun 2023 sebesar Rp200,41
     miliar. Namun, pada 31 Desember 2025, total liabilitas berhasil ditekan menjadi Rp192,24 miliar.

e.   Liabilitas Lancar
     Perseroan membukukan liabilitas lancar sebesar Rp95,13 miliar pada 31 Desember 2024,
     mengalami kenaikan sebesar 12,57% dibandingkan posisi tahun 2023. Adapun pada periode yang
     berakhir 31 Desember 2025, total liabilitas lancar Perseroan tercatat meningkat menjadi sebesar
     Rp152,26 miliar.

f.   Liabilitas Tidak Lancar
     Pada 31 Desember 2024, Perseroan mencatat liabilitas tidak lancar sebesar Rp60,26 miliar, yang
     menunjukkan penurunan sebesar 27,65% dibandingkan tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp83,30
     miliar. Tren penurunan ini berlanjut hingga 31 Desember 2025, di mana total liabilitas tidak lancar
     Perseroan tercatat sebesar Rp39,26 miliar.

g.   Ekuitas
     Struktur ekuitas Perseroan juga menunjukkan tren yang fluktuatif. Lonjakan signifikan terjadi pada
     tahun 2023, di mana ekuitas tumbuh 13,2% dari Rp176,89 miliar menjadi Rp200,41 miliar.
     Pertumbuhan berlanjut tipis pada tahun 2024 sebesar 2,07% ke posisi Rp204,56 miliar. Per 31
     Desember 2025, total ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp192,24 miliar.

     Secara keseluruhan, laporan posisi keuangan Perseroan mencerminkan keberhasilan manajemen dalam
     mengurangi beban utang dan meningkatkan nilai bagi pemegang saham, meskipun ada sedikit
     penurunan pada total aset yang mungkin tidak signifikan jika dibandingkan dengan perbaikan struktur
     permodalan yang terjadi.




                                                                                                      7
Page 8
Laporan Laba Rugi Konsolidasi
                                                                                                                             (dalam Rupiah)
                                                                                      ACTUAL
                          KETERANGAN              2021               2022               2023               2024                    2025
                                                Jan-Des            Jan-Des            Jan-Des            Jan-Des                 Jan-Des
Pendapatan Departmental                          69.060.494.053    143.574.826.603    221.619.050.499    241.138.264.831         227.489.884.306
 Kamar                                           38.593.437.954     85.029.186.594    129.281.036.029    140.835.413.834         138.236.942.825
 Makanan dan Minuman                             25.743.755.073     50.118.059.939     75.375.128.974     82.091.577.478          78.269.162.734
 Lain - lain                                      4.723.301.026      8.427.580.070     16.962.885.496     18.211.273.519          10.983.778.747

Beban Departemental                             (40.387.530.724)   (61.806.578.373)   (88.560.824.258)   (104.168.351.809)       (104.731.220.428)
 Kamar                                           (6.082.270.558)   (14.252.767.177)   (23.899.013.015)    (27.959.252.530)        (29.946.362.454)
 Makanan dan Minuman                            (10.165.596.038)   (18.742.785.672)   (28.423.911.351)    (30.997.252.635)        (29.746.051.426)
 Lain - lain                                     (1.936.821.002)    (2.747.048.364)    (3.876.439.993)     (3.870.171.593)         (3.661.047.232)
 Gaji, Upah dan Tunjangan Lainnya               (22.202.843.126)   (26.063.977.160)   (32.361.459.899)    (41.341.675.051)        (41.377.759.316)
LABA BRUTO                                       28.672.963.329     81.768.248.230    133.058.226.241     136.969.913.022         122.758.663.878

Beban Usaha                                     (34.877.854.900)   (50.461.237.402)   (66.982.822.127)    (74.016.728.982)        (72.545.465.996)
 Peralatan, Pemeliharaan dan Energi             (13.723.729.278)   (22.714.149.598)   (29.286.033.368)    (29.115.365.141)        (30.480.393.598)
 Gaji, Upah dan Tunjangan Lainnya               (15.978.051.256)   (17.125.773.931)   (22.912.572.760)    (27.051.651.106)        (27.135.354.684)
 Beban Umum dan Admininstrasi                    (3.972.661.953)    (8.940.620.721)   (11.928.034.215)    (14.867.243.752)        (11.530.834.619)
 Beban Pemasaran                                 (1.203.412.413)    (1.680.693.152)    (2.856.181.784)     (2.982.468.983)         (3.398.883.095)
LABA USAHA                                       (6.204.891.571)    31.307.010.828     66.075.404.114      62.953.184.040          50.213.197.882

Penyusutan Aset Tetap                           (18.528.812.049)   (15.336.363.374)   (13.429.543.824)    (13.236.613.262)        (13.443.771.420)
Penyusutan Aset Tetap (Kantor Pusat)               (112.926.756)      (121.073.316)       (50.814.321)        (34.634.135)             (3.176.917)
Penyusutan Properti Investasi                      (271.423.440)      (272.762.573)      (394.270.794)       (411.324.023)           (535.751.726)
Amortisasi Aset Tak Berwujud                       (306.358.123)      (327.631.569)      (324.824.019)       (373.398.422)           (372.107.726)
Amortisasi Perangkat Lunak                         (114.753.791)       (63.356.082)      (175.205.036)        (72.652.222)             (1.730.295)

LABA SEBELUM BUNGA DAN PAJAK                    (25.539.165.730)    15.185.823.914     51.700.746.120     48.824.561.976          35.856.659.798

Pendapatan (Beban) Lain-lain                    (10.288.320.760)   (15.137.434.422)   (11.684.956.766)    (12.538.345.377)        (12.186.925.178)
 Beban Bunga                                     (6.808.396.310)    (6.293.938.279)    (6.233.174.178)     (4.992.688.635)         (3.555.577.551)
 Pajak Bumi dan Bangunan                         (2.394.525.269)    (2.138.566.727)    (2.415.566.825)     (2.743.097.813)         (2.718.762.792)
 Asuransi                                        (1.439.764.624)    (1.409.182.500)    (1.413.256.075)     (1.243.669.804)         (1.438.284.581)
 Beban Jasa Manajemen, Insentif dan Pemasaran    (1.749.528.751)    (3.764.329.175)    (5.870.655.610)     (6.347.408.433)         (6.216.755.037)
 Laba Penjualan Aset Tetap                                  -                  -        5.688.308.910       3.251.900.000               4.700.000
 Laba Penjualan Aset Investasi                              -                  -                  -                   -
 Penghasilan Bunga                                   31.791.878         54.280.733         73.994.487         194.388.886            115.973.417
 Laba (Rugi) Selisih Kurs - Neto                    (10.606.465)           358.348        (47.995.644)         38.944.597             19.238.521
 Denda Pajak                                                -                  -                  -                   -
 Rugi Investasi Jangka Pendek                        (6.196.856)               -                  -                   -
 Lain - lain Bersih                               2.088.905.637     (1.586.056.822)    (1.466.611.831)       (696.714.175)          1.602.542.845

Pendapatan (Beban) Kantor Pusat                  (7.239.949.711)   (10.962.150.205)   (12.361.637.342)    (23.514.446.785)        (22.268.484.665)
 Gaji, Upah dan Tunjangan Lainnya                (4.832.754.466)    (9.383.345.161)   (10.797.252.222)    (19.909.909.551)        (18.220.877.704)
 Umum dan Administrasi                           (1.899.972.908)    (2.482.774.255)    (3.885.964.727)     (5.313.842.144)         (5.607.699.865)
 Bagian atas Laba Neto - Entitas Asosiasi          (354.157.046)       396.479.801        981.708.627       1.017.744.880           1.002.012.040
 Pendapatan Bunga                                    22.073.818         12.584.852        107.511.026          48.689.718              30.630.284
 Rugi Investasi Jangka Pendek                               -                  -                  -                   -
 Pendapatan Klaim Asuransi                                  -                  -                  -                   -
 Lain - lain - Neto                                (175.139.109)       494.904.558      1.232.359.954         642.870.312            527.450.580

LABA SEBELUM PAJAK                              (43.067.436.201)   (10.913.760.713)    27.654.152.012     12.771.769.814            1.401.249.955
Pajak Tangguhan                                     981.887.334     (1.591.993.150)    (2.299.373.592)    (1.117.000.729)            (614.994.640)
Pajak Kini                                                  -                  -         (206.623.010)      (172.085.453)          (2.876.608.496)
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN                      (42.085.548.867)   (12.505.753.863)    25.148.155.410     11.482.683.632           (2.090.353.181)




a.       Pendapatan Departemen
         Pendapatan departemen Perseroan menunjukkan tren pertumbuhan positif dalam periode 2021
         hingga 2024. Pada tahun 2021, pendapatan tercatat sebesar Rp69,06 miliar dan melonjak signifikan
         sebesar 107,9% menjadi Rp143,57 miliar pada tahun 2022. Puncak pendapatan tercapai pada
         tahun 2024 sebesar Rp241,13 miliar. Namun, pada 31 Desember 2025, pendapatan mengalami
         penurunan sebesar 5,66% menjadi Rp227,49 miliar.

b.       Beban Departmen dan Laba Bruto
         Pergerakan beban departemen secara umum selaras dengan tren pendapatan, di mana
         peningkatan beban paling signifikan terjadi pada tahun 2022. Hingga tahun 2024, Perseroan
         mampu mempertahankan pertumbuhan laba bruto yang konsisten meski beban meningkat.

         Pada tahun 2024, laba bruto tercatat sebesar Rp136,96 miliar dengan posisi beban departemen
         Rp(104,16) miliar. Memasuki tahun 2025, terjadi penurunan laba bruto menjadi Rp122,75 miliar
         akibat kenaikan beban departemen menjadi Rp(104,73) miliar di tengah penurunan pendapatan.
         Meskipun demikian, Perseroan dinilai masih mampu menjaga margin keuntungan dalam kategori
         sehat.


                                                                                                                                                     8
Page 9
c.     Beban Usaha
       Beban usaha Perseroan mencakup beban pelaratan, pemeliharaan dan energi, beban gaji, upah,
       dan tunjangan lainnya, beban umum dan administrasi, beban pemasaran. Rata-rata beban usaha
       terhadap pendapatan selama periode historis sebesar 35,69%. Beban usaha Perseroan pada 31
       Desember 2024 tercatat sebesar Rp(74,06) miliar, naik 10,50% jika dibandingkan dengan tahun
       sebelumnya yang tercatat sebesar Rp(66,98) miliar. Perseroan mencatat beban usaha per 31
       Desember 2025 sebesar Rp(72,54) miliar.

d.     Pendapatan (Beban) Lain-lain
       Selama periode historis, rata-rata rasio Pendapatan (Beban) Lain-lain terhadap total pendapatan
       Perseroan tercatat sebesar 8,25%. Pada tanggal 31 Desember 2024, nilai Pendapatan (Beban) Lain-
       lain berada pada angka Rp(12,53) miliar, yang menunjukkan kenaikan sebesar 7,30% jika
       dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp(11,68) miliar. Selanjutnya, pada
       periode yang berakhir 31 Desember 2025, Perseroan mencatat posisi Pendapatan (Beban) Lain-lain
       sebesar Rp(12,18) miliar.

e.     Pendapatan (Beban) Kantor Pusat
       Pendapatan (Beban) Kantor Pusat Perseroan mencakup berbagai komponen biaya dan pendapatan
       non-operasional, antara lain beban gaji, upah, dan tunjangan lainnya, beban umum dan
       administrasi, Laba Neto - Entitas Asosiasi, pendapatan bunga, rugi investasi jangka pendek, serta
       pendapatan klaim asuransi dan lain-lain neto. Selama periode historis, rata-rata rasio Pendapatan
       (Beban) Kantor Pusat terhadap total pendapatan tercatat sebesar 8,6%. Pada 31 Desember 2024,
       komponen ini tercatat sebesar Rp(23,51) miliar, yang menunjukkan lonjakan drastis sebesar
       90,22% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp(12,36) miliar. Memasuki periode 31
       Desember 2025, Perseroan membukukan nilai Pendapatan (Beban) Kantor Pusat sebesar Rp(22,26)
       miliar.

f.     Laba (Rugi) Bersih Tahun Berjalan
       Kinerja laba bersih Perseroan menunjukkan fluktuasi signifikan. Laba tertinggi dicapai pada tahun
       2023 sebesar Rp25,14 miliar, namun turun drastis menjadi Rp11,48 miliar pada 2024 akibat
       peningkatan beban. Kondisi ini berlanjut hingga tahun 2025, di mana Perseroan mencatatkan rugi
       tahun berjalan sebesar Rp(2,09) miliar, atau turun sebesar 118,2% dibandingkan tahun
       sebelumnya.

       Laporan laba rugi historis mengindikasikan bahwa meskipun pendapatan Perseroan menunjukkan
       pertumbuhan fundamental yang solid secara historis, peningkatan beban yang tidak terkendali
       telah menggerus profitabilitas. Manajemen perlu melakukan efisiensi beban secara menyeluruh
       agar pertumbuhan pendapatan dapat memberikan kontribusi positif terhadap laba bersih dan
       prospek keberlanjutan perusahaan di masa depan.

Laporan Arus Kas Konsolidasi
                                                                                                              (dalam Rupiah)
                                                                                ACTUAL
                       KETERANGAN           2021               2022               2023               2024               2025
                                          Jan-Des            Jan-Des            Jan-Des            Jan-Des            Jan-Des
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI           (11.361.900.326)     8.808.857.774     12.410.792.811     20.351.397.489     49.894.611.800
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI             999.919.656     (5.980.123.057)    13.976.022.834     (6.710.242.868)    (3.000.417.981)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN          11.321.168.222     (3.891.644.590)   (10.784.398.830)   (19.455.098.905)   (25.294.326.717)
KENAIKAN NETO KAS & SETARA KAS                959.187.552     (1.062.909.873)    15.602.416.815     (5.813.944.284)    21.599.867.102
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN              16.008.303.771     17.005.339.475     15.942.429.602     31.544.846.417     25.730.902.133
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN             16.967.491.323     15.942.429.602     31.544.846.417     25.730.902.133     47.330.769.235




                                                                                                                                9
Page 10
a.        Arus Kas dari Aktivitas Operasi
          Arus kas dari aktivitas operasi Perseroan menunjukkan tren peningkatan yang signifikan dalam lima
          tahun terakhir. Pada tahun 2021, arus kas operasi tercatat defisit sebesar Rp(11,36) miliar, namun
          melonjak drastis menjadi positif sebesar Rp8,80 miliar pada 2022 dan terus meningkat hingga
          mencapai Rp21,35 miliar pada 2024. Tren positif ini berlanjut hingga 31 Desember 2025 dengan
          pencapaian sebesar Rp49,89 miliar. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa Perseroan telah mampu
          menghasilkan kas secara optimal dari kegiatan operasional inti serta menunjukkan perbaikan
          fundamental yang berkelanjutan.

b.        Arus Kas dari Aktivitas Investasi
          Kinerja arus kas dari aktivitas investasi menunjukkan dinamika yang bervariasi antara divestasi dan
          ekspansi. Pada tahun 2021 dan 2023, Perseroan mencatat arus kas positif masing-masing sebesar
          Rp999,9 juta dan Rp13,97 miliar, yang terutama disebabkan oleh adanya penjualan aset.
          Sebaliknya, pada tahun 2022, 2024, dan 2025, arus kas investasi tercatat negatif, dengan nilai
          masing-masing sebesar Rp(5,98) miliar, Rp(6,71) miliar, dan Rp(3,00) miliar. Hal ini menunjukkan
          bahwa dalam periode tersebut, Perseroan secara aktif melakukan pengeluaran modal untuk
          keperluan ekspansi usaha.

c.        Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
          Aktivitas pendanaan Perseroan mencerminkan pergeseran dari penarikan pinjaman menuju
          pelunasan kewajiban. Pada tahun 2021, arus kas pendanaan tercatat positif sebesar Rp11,32 miliar
          yang berasal dari perolehan pinjaman bank. Namun, dalam periode 2022 hingga 2025, arus kas dari
          aktivitas pendanaan secara konsisten mencatatkan angka negatif. Kondisi ini dinilai baik karena
          mengindikasikan kemampuan Perseroan dalam melunasi kewajiban bank secara bertahap, di mana
          pada akhir tahun 2025, arus kas pendanaan tercatat sebesar Rp(25,29) miliar.

Rasio Keuangan
                                                                                   ACTUAL
                           KETERANGAN        2021                2022                2023               2024               2025
                                           Jan-Des             Jan-Des             Jan-Des            Jan-Des            Jan-Des
Rasio Likuiditas
Current Ratio                                          0,59                0,51               0,78               0,66               0,56
Quick Rasio                                            0,44                0,38               0,59               0,50               0,45
Cash Ratio                                             0,22                0,18               0,37               0,27               0,31

Rasio Aktivitas
Perputaran Piutang Usaha                               5,56               10,67              15,89              16,36              20,76
Perputaran Utang Usaha                                 4,97                5,02               7,64               9,20              11,00
Perputaran Persediaan                                  3,58                5,39               5,61               6,59               6,44
Perputaran Aset Tetap                                  0,22                0,47               0,79               0,87               0,85

Rasio Solvabilitas
Debt to Assets                                        51,26%              52,54%             45,57%             43,17%             49,91%
Debt Equity Ratio                                    105,15%             110,68%             83,73%             75,97%             99,63%

Rasio Profitabilitas
Gross Profit Margin                                   41,52%              56,95%             60,04%             56,80%             53,96%
Operating Profit Margin                               -8,98%              21,81%             29,81%             26,11%             22,07%
Net Profit Margin                                    -60,94%              -8,71%             11,35%              4,76%             -0,92%
Return on Equity                                     -22,57%              -7,07%             12,55%              5,61%             -1,09%
Return on Asset                                      -11,00%              -3,36%              6,83%              3,19%             -0,54%



a.        Rasio Likuiditas
          Rasio likuiditas merupakan suatu rasio keuangan yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana
          kemampuan perseroan dalam melunasi kewajiban jangka pendek. Secara umum, posisi likuiditas
          Perseroan berada pada level yang rentan karena mayoritas rasio berada di bawah angka 1,00.

          • Rasio Lancar (Current Ratio)
            Rasio ini merupakan perbandingan antara aset lancar dengan utang lancar. Rasio ini bertujuan
            untuk mengetahui sampai seberapa jauh jumlah aset lancar perseroan dapat menjamin utang
            jangka pendek Perseroan. Secara umum, rasio lancar yang semakin tinggi menunjukkan posisi
            likuiditas yang semakin kuat. Secara keseluruhan, rasio lancar pada tahun 2021 hingga periode
            2025 cenderung kurang dari 1,00. Perseroan menunjukkan tren penurunan kemampuan
            jaminan aset lancar terhadap utang jangka pendek. Setelah sempat mencapai 0,78 kali pada
            2023, rasio ini terus menurun menjadi 0,66 kali pada 2024 dan 0,56 kali pada 2025.

                                                                                                                                            10
Page 11
     • Rasio Cepat (Quick Ratio)
       Rasio cepat pada dasarnya mempunyai tujuan yang sama dengan rasio lancar, namun sebagian
       orang merasa bahwa hasil perhitungan rasio lancar yang menghitung seluruh aset lancar kurang
       tajam, oleh karena itu beberapa pos seperti persediaan yang dianggap kurang lancar, dikeluarkan
       dalam perhitungan rasio cepat. Dengan mengeluarkan persediaan yang dianggap kurang likuid,
       rasio cepat Perseroan pada 2025 tercatat sebesar 0,45 kali. Angka yang konsisten di bawah 1,00
       selama periode historis ini mengindikasikan keterbatasan aset cair untuk menutupi liabilitas
       jangka pendek.

     • Rasio Kas (Cash Ratio)
       Rasio kas adalah ukuran likuiditas yang paling ketat, menunjukkan kemampuan perusahaan
       untuk membayar utang jangka pendeknya hanya dengan menggunakan kas dan setara kas.
       Rasio ini memberikan gambaran tentang seberapa siap perusahaan menghadapi kebutuhan kas
       mendesak tanpa harus menjual aset lain atau menagih piutang. Secara keseluruhan,
       kemampuan membayar utang menggunakan kas dan setara kas menunjukkan fluktuasi. Rasio
       kas tertinggi dicapai pada 2023 sebesar 0,37 kali, kemudian terkoreksi menjadi 0,27 kali pada
       2024, sebelum sedikit menguat ke posisi 0,31 kali pada 2025.

b.   Rasio Aktivitas
     Rasio aktivitas menunjukkan tingkat efektivitas penggunaan aset Perseroan. Secara keseluruhan,
     operasional penagihan dan pembayaran menunjukkan peningkatan efisiensi yang signifikan.
     Adapun beberapa rasio yang termasuk dalam kategori ini adalah sebagai:

     • Rasio Perputaran Piutang Usaha (Account Receivable Turnover)
       Rasio ini mengukur seberapa efisien perusahaan dalam menagih piutang dari pelanggan. Angka
       yang lebih tinggi menunjukkan bahwa perusahaan dapat mengumpulkan piutang dengan lebih
       cepat. Berdasarkan tabel rasio perputaran piutang usaha Perseroan di atas, dapat dilihat bahwa
       Rasio ini menunjukkan tren kenaikan kuat dari 5,56 kali (2021) menjadi 16,36 kali (2024), dan
       terus meningkat hingga 20,76 kali pada 2025. Hal ini menandakan manajemen penagihan yang
       semakin efektif.

     • Rasio Perputaran Utang Usaha (Account Payable Turnover)
       Rasio ini untuk mengukur tingkat perputaran utang usaha perusahaan kepada pemasok.
       Perputaran yang cepat akan lebih menyenangkan pemasok karena umur utang usaha
       perusahaan yang pendek. Sejalan dengan piutang, perputaran utang meningkat dari 4,97 kali
       (2021) ke 9,20 kali (2024), dan mencapai 11,00 kali pada 2025. Ini menunjukkan Perseroan
       semakin cepat dalam melunasi kewajiban kepada pemasok.

     • Rasio Perputaran Persediaan (Inventory Turnover)
       Rasio ini mengukur seberapa sering persediaan perusahaan terjual dan digantikan selama
       periode tertentu. Rasio yang lebih tinggi umumnya menunjukkan manajemen persediaan yang
       efisien. Perputaran persediaan relatif stabil dengan tren meningkat hingga 6,59 kali pada 2024,
       meski mengalami sedikit penurunan menjadi 6,44 kali pada 2025.

     • Rasio Perputaran Aset Tetap (Fixed Asset Turnover)
       Rasio ini digunakan mengukur seberapa produktif dan efisien perusahaan menggunakan aset
       tetapnya untuk menghasilkan pendapatan. Semakin tinggi rasio, maka akan semakin baik
       karena perusahaan dapat menghasilkan lebih banyak pendapatan untuk setiap aset tetap yang
       dimilikinya. Perputaran aset tetap menunjukkan Perseroan semakin efektif memanfaatkan aset
       tetap untuk menghasilkan pendapatan, terlihat dari kenaikan rasio dari 0,22 kali (2021) menjadi
       stabil di level 0,85 kali pada 2024 dan 2025.



                                                                                                   11
Page 12
c.   Rasio Solvabilitas (Leverage)
     Rasio solvabilitas (leverage) adalah rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan
     untuk melunasi utangnya. Adapun rasio yang termasuk dalam kategori ini Adalah rasio total utang
     terhadap total aset (liabilities to total assets) dan rasio total utang terhadap total ekuitas (liabilities
     to total equity).

     • Rasio Total Utang terhadap Total Aset (Liabilities to Total Assets)
       Rasio ini menunjukkan persentase aset perusahaan yang didanai oleh utang. Semakin tinggi
       rasio total utang terhadap total aset maka akan semakin besar risiko keuangan Perseroan.
       Perseroan sempat menunjukkan pengurangan ketergantungan utang dari 52,54% (2022)
       menjadi 43,17% (2024). Namun, risiko keuangan kembali meningkat tipis pada 2025 menjadi
       49,91%.

     • Rasio Total Utang terhadap Total Ekuitas (Debt to Total Equity Ratio/DER)
       Rasio total utang terhadap total ekuitas merupakan perbandingan antara total liabilitas
       terhadap total ekuitas atau modal perusahaan. Rasio yang rendah menunjukkan bahwa
       perusahaan menggunakan lebih sedikit utang daripada ekuitas untuk mendanai operasinya.
       DER Perseroan menunjukkan perbaikan signifikan dari 110,68% (2021) menjadi 75,97% (2024).
       Meski naik kembali menjadi 99,63% pada 2025, total utang Perseroan pada periode tersebut
       secara teknis masih lebih rendah dibandingkan modal atau ekuitas yang dimiliki.

d.   Rasio Profitabilitas
     Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba.
     Beberapa rasio yang termasuk dalam kategori ini antara lain adalah:

     • Rasio laba kotor (gross profit margin)
       Rasio ini mengukur tingkat profitabilitas suatu produk atau jasa setelah dikurangi biaya pokok
       penjualan. Rasio laba kotor Perseroan menunjukkan stabil yang dari 41,52% di tahun 2021
       menjadi 60,04% di tahun 2023 dan turun di tahun 2024 (56,80%) dan berlanjut di tahun 2025
       (53,96%). Walaupun fluktuatif untuk ratio laba kotor tetapi masih stabil positif bahwa Perseroan
       berhasil efisiensi biaya atau menaikkan pendapatan. Rasio laba kotor Perseroan secara rata –rata
       dari tahun 2021 hingga 2025 adalah sebesar 48,21%. Pada tahun 2025, rasio laba kotor tercatat
       53,85%.

     • Rasio laba operasi (operating profit margin)
       Rasio laba operasi mengukur profitabilitas dari operasi inti perusahaan setelah dikurangi semua
       beban operasional. Perseroan berhasil membalikkan posisi rasio laba operasi dari negatif 8,98%
       (2021) menjadi positif 29,81% (2023). Namun, pada 2025 turun menjadi 22,07%,
       mengindikasikan adanya peningkatan beban operasional yang melebihi laju pendapatan.
       Adapun Rata-rata rasio laba operasi Perseroan dari tahun 2020 hingga 2025 sebesar 18,16%.

     • Rasio laba bersih (net profit margin)
       Rasio ini mengukur hasil akhir dari seluruh aktivitas perusahaan. Rasio ini menunjukkan
       persentase pendapatan yang tersisa sebagai laba bersih setelah dikurangi semua biaya,
       termasuk pajak dan bunga. Kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba bersih masih
       belum stabil, di mana setelah mencapai 11,35% (2023), rasio kembali jatuh menjadi 4,76%
       (2024) dan negatif 0,92% pada 2025.

     • Rasio laba atas ekuitas (return on equity/ROE)
       ROE mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan modal untuk menghasilkan laba
       bersih. Rasio ini sangat penting bagi investor karena menunjukkan pengembalian atas investasi
       ekuitas mereka. ROE menunjukkan tidak stabil. Pada tahun 2021, ROE Perseroan berada di
       angka -22,57%. Kemudian, terjadi perbaikan namun masih negatif di tahun 2022 (-7,07%) dan
       mencapai puncak di tahun 2023 (12,55%). Peningkatan drastis ini mengindikasikan bahwa

                                                                                                            12
Page 13
   Perseroan sangat efisien dalam menghasilkan laba dari modal yang diinvestasikan. Namun, rasio
   ini anjlok tajam di tahun 2024 (5,61%), kemudian turun kembali tahun 2025 (-1,09%). Angka
   rasio ini menunjukkan bahwa perusahaan masih harus berjuang untuk memberikan
   pengembalian yang baik kepada para pemegang saham.


• Rasio laba atas aset (return on assets/ROA)
   ROA mengukur seberapa efisien perusahaan menggunakan total asetnya untuk
   menghasilkan laba bersih. Rasio ini memberikan gambaran tentang produktivitas aset
   perusahaan. ROA menunjukkan tren yang mirip dengan ROE. Rasio ini di tahun 2021
   menjadi -11,00% di tahun 2022 berhasil menekan naik menjadi -3,36% dan mencapai
   puncaknya di tahun 2023 (6,83%). Peningkatan ini menunjukkan bahwa aset
   perusahaan digunakan dengan sangat efisien untuk menghasilkan keuntungan.
   Namun, sama seperti ROE, rasio ini anjlok di tahun 2024 (3,19%). Setelah itu, ROA
   menunjukkan penurunan kembali di tahun 2025 (-0,54%). Ketidakstabilan selama 5
   tahun menunjukkan adanya tantangan besar dalam profitabilitas atau efisiensi aset.
   Namun, diharapkan adanya perbaikan dalam manajemen aset dan kemampuan
   perusahaan untuk menghasilkan laba dari aset yang dimilikinya.




                                                                                             13
Page 14
                        URAIAN SINGKAT MENGENAI RENCANA TRANSAKSI

BRB sebagai penjual dan BBP sebagai pembeli telah menandatangani Akta Nomor 16 Sehubungan
dengan adanya pengukuran ulang oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) luas tanah pada objek
analisis kewajaran mengalami perubahan sesuai dengan Surat Keterangan Jual Beli Tanah, Perseroan
melalui BRB bermaksud untuk menjual aset tetap berupa tanah dengan luas 42.644 m2 (empat puluh
dua ribu enam ratus empat puluh empat meter persegi) yang dimiliki oleh BRB.

A.   OBJEK RENCANA TRANSAKSI DAN NILAI RENCANA TRANSAKSI

     1.   Objek Rencana Transaksi adalah aset tetap berupa tanah seluas ± 42.644 m2 (empat puluh
          dua ribu enam ratus empat puluh empat meter persegi) dengan harga sebesar
          Rp159.915.000.000,00 (seratus lima puluh sembilan miliar sembilan ratus lima belas juta
          Rupiah) (belum termasuk PPN) yang dimiliki oleh BRB yang terbagi menjadi 2 (dua) Blok
          Tanah dengan rincian sebagai berikut:

          a. Bidang Tanah Blok A, seluas 23.951 m2 (dua puluh tiga ribu sembulan ratus lima puluh
             satu meter persegi) dengan harga jual beli sebesar Rp89.816.250.000,00 (delapan puluh
             sembilan miliar delapan ratus enam belas juta dua ratus lima puluh ribu Rupiah), masing-
             masing yaitu sebagai berikut:
              i. SHGB NIB. 22.09.000033498.0 seluas 11.725 m2 (sebelas ribu tujuh ratus dua puluh
                 lima meter persegi);
             ii. SHGB NIB. 22.09.000031647.0 seluas 6.322 m2 (enam ribu tiga ratus dua puluh dua
                 meter persegi);
            iii. SHGB NIB. 22.09.000034879.0 seluas 5.744 m2 (lima ribu tujuh ratus empat puluh
                 empat meter persegi);
            iv. SHGB NIB. 22.09.000031654.0 seluas 160 m2 (seratus enam puluh meter persegi).

          b. Bidang Tanah Blok B, seluas 18.693 m2 (delapan belas ribu enam ratus sembilan puluh
              tiga meter persegi) dengan harga jual beli sebesar Rp70.098.750.000,00 (tujuh puluh
              miliar sembilan puluh delapan juta tujuh ratus lima puluh Rupiah, masing-masing yaitu
              sebagai berikut:
               i.    SHGB NIB. 22.09.000024144.0 seluas 2.525 m2 (dua ribu lima ratus dua puluh lima
                     meter persegi);
              ii.    SHGB NIB. 22.09.000031640.0 seluas 1.270 m2 (seribu dua ratus tujuh puluh meter
                     persegi);
            iii.     SHGB NIB. 22.09.000031651.0 seluas 635 m2 (enam ratus tiga puluh lima meter
                     persegi);
             iv.     SHGB NIB. 22.09.000031639.0 seluas 635 m2 (enam ratus tiga puluh lima meter
                     persegi);
              v.     SHGB NIB. 22.09.000031650.0 seluas 559 m2 (lima ratus lima puluh sembilan meter
                     persegi);
             vi.     SHGB NIB. 22.09.000024145.0 seluas 384 m2 (tiga ratus delapan puluh empat
                     meter persegi);
            vii.     SHGB NIB. 22.09.000031648.0 seluas 2.275 m2 (dua ribu dua ratus tujuh puluh lima
                     meter persegi);
           viii.     SHGB NIB. 22.09.000031649.0 seluas 3.755 m2 (tiga ribu tujuh ratus lima puluh lima
                     meter persegi);



                                                                                                    14
Page 15
            ix.    SHGB NIB. 22.09.000017786.0 seluas 3.455 m2 (tiga ribu empat ratus lima puluh
                   lima meter persegi);
            x.     SHGB NIB. 22.09.000031656.0 seluas 3.200 m2 (tiga ribu dua ratus meter persegi).

     2.   Nilai Rencana Transaksi berdasarkan Akta Nomor 16 adalah sebesar ± Rp159.915.000.000,-
          (seratus lima puluh sembilan miliar sembilan ratus lima belas juta Rupiah) setara dengan
          83,18% (tujuh puluh delapan koma satu dua persen) dari total ekuitas Perseroan per 31
          Desember 2025 yaitu sebesar Rp192.242.161.802,- (seratus sembilan puluh dua miliar dua
          ratus empat puluh dua juta seratus enam puluh satu ribu delapan ratus dua Rupiah)

B.   RANGKAIAN RENCANA TRANSAKSI

     Rangkaian Rencana Transaksi yang merupakan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dari Akta
     Nomor 16 yang harus dipenuhi antara lain yaitu:


                  Syarat dan Ketentuan                   Tindak Lanjut dan Progress Per Tanggal
                                                                 Keterbukaan informasi

      Pemecahan dan penggabungan telah selesai        Pemecahan Sertifikat dan penggabungan sudah
      dilaksanakan;                                   selesai.

      Persetujuan Kesesuaian Kegiatan                 PKKPR sudah selesai semua
      Pemanfaatan Ruang (PKKPR) untuk BRB dan
      BBP telah selesai

      Mutasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)            Mutasi Pajak Bumi dan Bangunan sudah selesai
      untuk menyesuaikan luas tanah dengan            untuk tahap A (Blok A), Tahap B (Blok B) masih
      sertipikat hasil penggabungan yang baru         dalam proses.
      diterbitkan oleh Kantor Pertanahan Kota
      Denpasar telah selesai dilaksanakan

      Pengecekan sertipikat secara online telah       Pengecekan sertifikat secara online telah
      selesai dilaksanakan dengan hasil tanpa ada     selesai, dengan hasil sertipikat bebas blokir dan
      blokir/sitaan, catatan-catatan (tidak terjadi   sengketa sehingga dapat ditransaksikan
      sengketa yang tidak dapat diselesaikan) di
      dalam buku tanah sehingga sertipikat
      tersebut dapat ditransaksikan

      Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan                Akan        dilaksanakan           menjelang
      Bangunan (BPHTB) telah dibayar dan telah        penandatanganan Akta Jual Beli Tanah
      divalidasi oleh badan pendapatan daerah
      kota Denpasar

     Syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan di atas merupakan salah satu syarat pendahuluan yang
     disyaratkan dalam Akta Nomor 16 untuk dapat dilakukannya penandatanganan Akta Jual Beli.
     Berdasarkan laporan penilaian yang telah dikeluarkan oleh penilai independen, nilai Rencana
     Transaksi yang akan dialihkan tersebut adalah sebesar ± Rp159.915.000.000,- (seratus lima puluh
     sembilan miliar sembilan ratus lima belas juta Rupiah).




                                                                                                   15
Page 16
C.   PENJELASAN, PERTIMBANGAN, DAN ALASAN DILAKUKANNYA RENCANA TRANSAKSI SERTA
     PENGARUH RENCANA TRANSAKSI PADA KONDISI KEUANGAN PERSEROAN

     1.   Pertimbangan dan Alasan Rencana Transaksi
          Rencana Transaksi dilakukan dengan pertimbangan adanya kebutuhan Perseroan untuk
          membayar kewajiban pokok kepada perbankan dan modal kerja Perseroan. Selain itu
          Perseroan belum mampu membiayai capital expenditure dan operational expenditure untuk
          melakukan renovasi aset Perseroan dalam rangka mempertahankan daya saing.
          Mempertimbangkan biaya untuk pengembangan tanah oleh BRB cukup besar, maka dengan
          kondisi keuangan Perseroan saat ini, tidak memungkinkan bagi Perseroan untuk melakukan
          injeksi kepada BRB. Oleh karenanya penjualan sebagian tanah BRB yang belum
          dimanfaatkan diharapkan dapat membantu BRB dalam rangka mengembangkan sisa tanah
          yang masih dimiliki.

          Maksud dan tujuan dari dilakukan Rencana Transaksi ini adalah optimalisasi aset,
          penyederhanaan struktur keuangan, pemanfaatan dana, dan mendukung pertumbuhan.
          Perseroan akan mendapatkan keuntungan atas penjualan aset tersebut secara langsung,
          dimana akan meningkatkan laba Perseroan dan posisi kas. Dengan menjual ini bisa tercermin
          seperti pada di bawah ini :
             ● Aset total menurun, tetapi efisiensi aset meningkat (karena yang tersisa lebih
                produktif).
             ● Return on Assets (ROA) bisa meningkat, sebab laba bersih dibandingkan dengan aset
                yang lebih efisien.
          Dalam hal ini terlihat pada rasio Return on Assets Perusahaan pada proforma sebelum
          transaksi sebesar -0,54% dan setelah transaksi 29,31% yang mengindikasikan bahwa
          penjualan aset ini sangat berpengaruh pada efektivitas aset perusahaan dalam memperoleh
          pendapatan. Hal ini pun juga berdampak pada kinerja keuangan terlihat lebih sehat di mata
          investor dan kreditur.

          Rencana strategis jangka Panjang Perseroan yang akan dilakukan setelah pelaksanaan
          rencana transaksi adalah untuk meningkatkan kompetensi Perseroan sebagai perusahaan
          perhotelan dengan melakukan perbaikan sistem manajemen hotel, renovasi kamar, dan
          lainnya agar daya saing hotel-hotel perseroan meningkat.




                                                                                                16
Page 17
2.    Pengaruh Rencana Transaksi Pada Kondisi Keuangan Perseroan
                                                                                                               (dalam Rupiah)
                                                             HISTORICAL                                  Proforma Konsolidasian
                        URAIAN                                                   Penyesuaian Proforma
                                                          Before Transaction                               After Transaction
 ASET
 ASET LANCAR
 Kas dan Setara Kas                                             47.330.769.235       115.841.212.500               163.171.981.735
 Piutang Usaha                                                  10.955.786.135                   -                  10.955.786.135
 Persediaan                                                     16.254.671.401                   -                  16.254.671.401
 Piutang Lain-lain
    Pihak Ketiga                                                 3.590.410.012         7.515.000.000                11.105.410.012
    Pihak Berelasi                                                 675.697.510                   -                     675.697.510
 Beban dibayar dimuka                                            5.376.162.146 -       2.737.971.875                 2.638.190.271
 Pajak dibayar di\muka                                              31.928.262                   -                      31.928.262
 Investasi Jangka Pendek                                                   -                     -                             -
 Aset Lancar Lainnya                                               526.419.486                   -                     526.419.486
 JUMLAH ASET LANCAR                                             84.741.844.187       120.618.240.625               205.360.084.812

 ASET TIDAK LANCAR
 Aset Tetap                                                    266.662.554.725        (20.309.560.927)             246.352.993.798
 Properti Investasi                                              5.429.066.259                    -                  5.429.066.259
 Aset Tak Berwujud                                               3.952.216.317                    -                  3.952.216.317
 Aset Pajak Tangguhan                                            4.201.297.154                    -                  4.201.297.154
 Investasi pada Entitas Asosiasi                                 4.136.185.522                    -                  4.136.185.522
 Uang Muka Pembelian Aset Tetap dan Properti
 Investasi                                                      13.704.176.307                   -                  13.704.176.307
 Taksiran Restitusi Pajak Penghasilan                                      -                     -                             -
 Aset Tidak Lancar Lainnya                                         941.987.785                   -                     941.987.785
 JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                      299.027.484.069       (20.309.560.927)              278.717.923.142
 JUMLAH ASET                                                   383.769.328.256       100.308.679.698               484.078.007.954

 LIABILITAS DAN EKUITAS
 LIABILITAS LANCAR
 Utang Bank Jangka Pendek                                        4.900.000.000                    -                  4.900.000.000
 Utang Usaha - Pihak Ketiga                                      9.523.254.686                    -                  9.523.254.686
 Utang Lain - lain
    Pihak Ketiga                                                66.137.999.893        (54.149.437.500)              11.988.562.393
    Pihak Berelasi                                              19.715.064.365                    -                 19.715.064.365
 Pihak Ketiga                                                    8.009.858.319          8.456.078.125               16.465.936.444
 Pihak Berelasi                                                  1.864.945.235                    -                  1.864.945.235
 Utang Pajak                                                     8.176.424.022         21.588.525.000               29.764.949.022
 Utang Dividen
    Pihak Berelasi                                                         -                      -                            -
    Pihak Ketiga                                                   385.886.828                    -                    385.886.828
 Pendapatan diterima dimuka                                      8.378.830.958                    -                  8.378.830.958
 Penyisihan untuk penggantian perabotan dan
 peralatan hotel                                                   770.701.403                    -                    770.701.403
 Bagian liabilitas jangka panjang akan jatuh tempo satu
 tahun                                                          24.400.000.000                    -                 24.400.000.000
 JUMLAH LIABILITAS LANCAR                                      152.262.965.709        (24.104.834.375)             128.158.131.334
                                                                                                                       1,28158E+11
 LIABILITAS TIDAK LANCAR
 Bagian Liabilitas Jangka Panjang setelah dikurangi
 bagian jatuh tempo satu tahun                                   4.190.000.000                    -                  4.190.000.000
 Liabilitas Pajak Tangguhan                                        711.295.862                    -                    711.295.862
 Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan                              34.362.904.883                    -                 34.362.904.883
 JUMLAH LIABILITAS TIDAK LANCAR                                 39.264.200.745                    -                 39.264.200.745
 JUMLAH LIABILITAS                                             191.527.166.454        (24.104.834.375)             167.422.332.079

 EKUITAS
 Modal Saham                                                    79.781.349.600                    -                 79.781.349.600
 Tambahan Modal Disetor                                         18.079.084.218                    -                 18.079.084.218
 Saldo Laba
    Dicadangkan                                                  2.000.000.000                   -                   2.000.000.000
    Belum dicadangkan                                           17.743.723.375       124.413.514.073               142.157.237.448
 Kepentingan Non-Pengedali                                      74.638.004.609                   -                  74.638.004.609
 JUMLAH EKUITAS                                                192.242.161.802       124.413.514.073               316.655.675.875
 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                 383.769.328.256       100.308.679.698               484.078.007.954




                                                                                                                                     17
Page 18
Adapun penjelasan atas penyesuaian proforma yaitu sebagai berikut:

• Berdasarkan proforma Laporan Posisi Keuangan, Rencana Transaksi atas penjualan
  aset tetap ini berdampak pada peningkatan aset lancar Perseroan sebesar
  Rp120.618.240.625,- menjadi Rp205.360.084.812,-, yang didorong secara dominan
  oleh kenaikan kas dan setara kas sebesar Rp115.841.212.500,- dari hasil penjualan
  aset tetap beserta PPN. Kemudian adanya penambahan piutang lain-lain sebesar
  Rp7.515.000.000,- akibat penambahan luasan tanah yang ditransaksikan, serta
  penurunan pada akun beban dibayar dimuka sebesar Rp2.737.971.875,- karena
  adanya penyesuaian prepaid komisi dan lain-lain. Sementara itu, Aset Tidak Lancar

                                                                                18
Page 19
  Perseroan    mengalami      penurunan     sebesar    Rp20.309.560.927 menjadi
  Rp278.717.923.142, di mana nilai penurunan tersebut merepresentasikan biaya
  perolehan atas aset tetap yang dilepaskan dalam transaksi ini.

• Dari sisi Liabilitas jangka pendek, terjadi penurunan liabilitas sebesar
  Rp24.104.834.375,- menjadi Rp128.158.131.334,- disebabkan oleh adanya
  penambahan biaya-biaya yang diperoleh dari penjualan aset sebesar
  Rp8.456.078.125,- (Biaya Notaris sebesar 3% dari Nilai Transaksi yaitu sejumlah
  Rp4.797.450.000,- + sisa Biaya Komisi sebesar 4% dari Nilai Transaksi sejumlah
  Rp3.658.628.125,-), pengurangan utang lain-lain sebesar Rp54.149.437.500,-
  menjadi Rp11.988.562.393,- disebabkan adanya pembayaran uang muka dan
  pembayaran tahap 1 dari penjualan tanah, kemudian ada penambahan utang pajak
  sebesar Rp21.588.525.000,- menjadi Rp29.764.949.022,- yang merupakan dampak
  dari adanya PPN dan Pajak Final. Sementara itu, Liabilitas Jangka Panjang tidak
  mengalami perubahan. Dari sisi Ekuitas, terjadi kenaikan pada Saldo Laba yang belum
  dicadangkan sebesar Rp124.413.514.073,- yang merupakan keuntungan atas
  penjualan aset. Hal ini berdampak pada kenaikan ekuitas Perseroan menjadi sebesar
  Rp316.655.675.875,-.

• Berdasarkan proforma Laba Rugi Perseroan sebelum dan sesudah Rencana Transaksi,
  terlihat bahwa dengan dilakukannya Rencana Transaksi mengakibatkan kenaikan
  keuntungan penjualan aset tetap sebesar Rp139.605.439.073,- menjadi
  Rp139.610.139.073,- setelah penyesuaian. Kemudian terdapat penurunan
  Pendapatan (Beban) Kantor Pusat Lain-lain - Neto sebesar Rp15.191.925.000,-
  dengan perhitungan sebagai berikut: Biaya Pajak Final sebesar 2,5% sebesar
  Rp3.997.875.000,- + Biaya Notaris sebesar 3% dari Nilai Transaksi atau sebesar
  Rp4.797.450.000 + Biaya Komisi sebesar 4% dari Nilai Transaksi atau sebesar
  Rp6.396.600.000.

                                   HISTORICAL               Penyesuaian      Proforma Konsolidasian
                 RASIO          Before Transaction                              After Transaction
                                                             Proforma
    Rasio Likuiditas
    Current Ratio                                    0,56            1,05                       1,60
    Quick Rasio                                      0,45            1,03                       1,48
    Cash Ratio                                       0,31            0,96                       1,27

    Rasio Aktivitas
    Perputaran Piutang Usaha                     20,76                -                        20,76
    Perputaran Utang Usaha                       11,00                -                        11,00
    Perputaran Persediaan                         6,44                -                         6,44
    Perputaran Aset Tetap                         0,85               0,07                       0,92

    Rasio Solvabilitas
    Debt to Assets                              49,91%             -15,32%                    34,59%
    Debt Equity Ratio                           99,63%             -46,76%                    52,87%

    Rasio Profitabilitas
    Gross Profit Margin                         53,96%               0,00%                    53,96%
    Operating Profit Margin                     22,07%               0,00%                    22,07%
    Net Profit Margin                           -0,92%              54,69%                    53,77%
    Return on Equity                            -1,09%              39,72%                    38,63%
    Return on Asset                             -0,54%              25,81%                    25,27%


 Berikut adalah analisis mengenai perubahan yang terjadi setelah Rencana Transaksi
 dilaksanakan:

                                                                                                 19
Page 20
a.   Rasio Likuiditas
     Secara keseluruhan, posisi likuiditas mencakup Current Ratio, Cash Ratio, dan
     Quick Ratio Perseroan menunjukkan peningkatan. Peningkatan ini menunjukkan
     bahwa perusahaan sedikit lebih mampu memenuhi utang jangka pendeknya.

b.   Rasio Aktivitas
     Berdasarkan laporan proforma, rasio aktivitas hanya berdampak pada Perputaran
     aset tetap yang mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan kondisi
     sebelum transaksi dilakukan. Hal ini mencerminkan adanya perbaikan dalam
     pemanfaatan aset tetap sehingga efisiensi penggunaan aset jangka panjang
     menjadi lebih baik setelah transaksi.

c.   Rasio Solvabilitas
     Penurunan pada rasio Debt to Assets dan Debt to Equity pada penyesuaian
     proforma menunjukkan bahwa setelah transaksi, proporsi utang terhadap aset
     maupun ekuitas mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini mengindikasikan
     adanya perbaikan struktur permodalan dengan berkurangnya tingkat leverage,
     sehingga risiko keuangan entitas cenderung menurun.

d.   Rasio Profitabilitas
     Rasio Gross dan Operating Margin tidak berdampak pada laporan proforma
     Perseroan menunjukkan bahwa efisiensi operasional inti tidak mengalami
     perubahan. Sedangkan pada rasio Net profit margin, ROA dan ROE menunjukkan
     peningkatan yang signifikan yang beralih dari posisi negatif menjadi positif setelah
     transaksi dilakukan, hal ini mengindikasikan bahwa Perseroan berhasil
     meningkatkan kinerja laba secara substansial setelah transaksi. Peningkatan
     profitabilitas secara keseluruhan kemungkinan didorong oleh faktor non-
     operasional atau perbaikan struktur biaya dan beban lainnya. Secara keseluruhan,
     kondisi ini mencerminkan peningkatan kemampuan Perseroan dalam
     menghasilkan laba serta pengembalian atas aset dan ekuitasnya.

Berdasarkan proforma konsolidasian setelah transaksi, dapat disimpulkan bahwa
rencana transaksi menghasilkan perubahan signifikan pada seluruh rasio keuangan.
Secara keseluruhan, hal ini menunjukkan bahwa transaksi yang direncanakan akan
meningkatkan profitabilitas dan efisiensi operasional.




                                                                                      20
Page 21
3.     Analisis Proyeksi Keuangan Perseroan
       Laporan Laba Rugi Perseroan
       Proyeksi Laporan Laba Rugi Sebelum Transaksi
                                                                                                                               (dalam Rupiah)
                                                                                PROYEKSI - SEBELUM TRANSAKSI
                   KETERANGAN
                                                      2026               2027                2028                2029                2030
     Pendapatan Departmental                       214.532.679.201    216.743.023.795     220.179.522.070     222.712.057.047     225.731.969.069
         Kamar                                     139.621.675.000    141.525.981.879     143.740.961.593     145.379.965.828     147.329.646.273
         Makanan dan Minuman                        70.567.350.356     70.843.527.686      72.029.910.780      72.898.111.262      73.937.737.497
         Lain - lain                                 4.343.653.845      4.373.514.230       4.408.649.697       4.433.979.957       4.464.585.299

     Beban Departmental                            (97.449.957.179)   (99.063.097.953)   (101.183.461.418)   (103.109.581.389)   (105.228.889.812)
         Kamar                                     (28.950.025.355)   (29.366.367.068)    (29.852.222.335)    (30.209.100.948)    (30.635.493.638)
         Makanan dan Minuman                       (32.364.029.347)   (32.600.859.689)    (33.075.733.455)    (33.430.525.790)    (33.850.158.880)
         Lain - lain                                  (696.023.081)      (718.306.402)       (721.207.561)       (723.299.096)       (725.826.199)
         Gaji, Upah dan Tunjangan Lainnya          (35.439.879.396)   (36.377.564.795)    (37.534.298.068)    (38.746.655.555)    (40.017.411.096)
     LABA BRUTO                                    117.082.722.022    117.679.925.841      118.996.060.652     119.602.475.658     120.503.079.257

     Beban Usaha                                   (66.699.251.277)   (67.116.444.812)    (68.389.140.759)    (69.558.943.296)    (70.839.031.255)
        Peralatan, Pemeliharaan dan Energi         (31.221.885.906)   (31.405.910.043)    (31.799.040.509)    (32.094.581.972)    (32.442.840.666)
        Gaji, Upah dan Tunjangan Lainnya           (25.276.516.982)   (25.835.659.701)    (26.562.689.226)    (27.324.143.665)    (28.121.737.794)
        Beban Umum dan Admininstrasi                (6.659.560.704)    (6.727.053.593)     (6.831.740.243)     (6.909.096.097)     (7.001.191.848)
        Beban Pemasaran                             (3.541.287.685)    (3.147.821.476)     (3.195.670.780)     (3.231.121.563)     (3.273.260.948)

     LABA USAHA                                    50.383.470.745     50.563.481.029      50.606.919.893      50.043.532.362      49.664.048.002

     Penyusutan Aset Tetap                         (14.412.838.938)   (15.816.347.087)    (15.444.067.683)    (14.682.570.843)    (14.222.363.589)
     Penyusutan Properti Investasi                    (545.192.844)      (545.192.844)       (545.192.844)       (545.192.844)       (545.192.844)

     LABA SEBELUM BUNGA DAN PAJAK                  35.425.438.963     34.201.941.099      34.617.659.366      34.815.768.675      34.896.491.569

     Pendapatan (Beban) Lain-lain                  (12.573.206.145)   (13.840.276.346)    (13.918.462.584)    (14.051.870.791)    (14.153.839.838)
        Beban Bunga                                 (3.577.483.160)    (4.623.918.750)     (4.537.500.000)     (4.537.500.000)     (4.537.500.000)
        Pajak Bumi dan Bangunan                     (3.010.580.564)    (3.072.787.437)     (3.136.860.516)     (3.202.855.787)     (3.222.982.597)
        Asuransi                                    (1.341.272.040)    (1.341.272.040)     (1.341.272.040)     (1.341.272.040)     (1.341.272.040)
        Beban Jasa Manajemen, Insentif dan
        Pemasaran                                   (5.882.934.517)    (5.896.218.803)     (5.964.144.932)     (5.997.882.921)     (6.046.080.882)
        Laba (Rugi) Selisih Kurs - Neto                 12.000.000         12.000.000          12.000.000          12.000.000          12.000.000
        Lain - lain Bersih                           1.227.064.135      1.081.920.684       1.049.314.904       1.015.639.957         981.995.681
     Pendapatan (Beban) Kantor Pusat               (16.161.733.201)   (17.664.384.052)    (17.813.773.784)    (20.650.325.221)    (21.374.296.167)
        Gaji, Upah dan Tunjangan Lainnya           (19.084.936.331)   (19.882.327.328)    (20.716.450.758)    (21.589.080.501)    (22.502.077.875)
        Umum dan Administrasi                       (2.622.745.588)    (2.668.306.414)     (2.719.844.223)     (2.772.398.818)     (2.825.990.393)
        Bagian atas Laba Neto - Entitas Asosiasi       530.707.447        550.000.000         861.544.967         567.864.580         568.169.583
        Pendapatan Bunga                               124.095.124        557.533.980         702.845.238         579.111.411         578.472.008
        Beban Bunga                                   (422.291.000)               -                   -                   -                   -
        Lain - lain - Neto                           5.313.437.147      3.778.715.709       4.058.130.992       2.564.178.106       2.807.130.510

     LABA SEBELUM PAJAK                             6.690.499.616      2.697.280.701        2.885.422.998        113.572.663         (631.644.436)
     Pajak Tangguhan                                (6.643.287.923)    (6.257.959.669)     (6.141.793.075)     (5.891.940.777)     (5.671.507.809)
     Pajak Kini                                        (68.340.152)       (64.376.243)        (63.181.226)        (60.610.971)        (58.343.355)
     LABA BERSIH TAHUN BERJALAN                        (21.128.459)    (3.625.055.211)     (3.319.551.303)     (5.838.979.084)     (6.361.495.600)




                                                                                                                                             21
Page 22
Proyeksi Laporan Laba Rugi Setelah Transaksi
                                                                                                                          (dalam Rupiah)
                                                                            PROYEKSI - SETELAH TRANSAKSI
              KETERANGAN
                                                  2026               2027               2028               2029                 2030
Pendapatan Departmental                       235.693.030.423    240.196.252.720    246.489.829.139    250.838.172.843     255.706.156.382
   Kamar                                      146.512.860.005    149.365.561.440    152.644.899.609    155.367.682.536     158.420.837.761
   Makanan dan Minuman                         84.836.516.573     86.457.177.051     89.436.279.832     91.036.510.350      92.820.733.322
   Lain - lain                                  4.343.653.845      4.373.514.230      4.408.649.697      4.433.979.957       4.464.585.299

Beban Departmental                            (97.449.957.179) (98.663.615.033) (102.101.930.508) (104.765.007.964) (107.634.858.247)
   Kamar                                      (28.950.025.355) (29.263.638.146) (29.880.507.328) (30.370.855.094) (30.933.207.213)
   Makanan dan Minuman                        (32.364.029.347) (32.436.549.716) (33.580.339.963) (34.194.323.472) (34.877.957.999)
   Lain - lain                                   (696.023.081)    (449.448.633)     (452.349.792)     (454.441.327)     (456.968.430)
   Gaji, Upah dan Tunjangan Lainnya           (35.439.879.396) (36.513.978.538) (38.188.733.424) (39.745.388.072) (41.366.724.605)
LABA BRUTO                                    138.243.073.243 141.532.637.688    144.387.898.631   146.073.164.879   148.071.298.136

Beban Usaha                                   (66.395.818.110)   (67.607.265.700)   (70.554.607.962)   (71.931.735.521)     (74.421.143.476)
 Peralatan, Pemeliharaan dan Energi           (31.221.885.906)   (31.659.202.527)   (32.536.469.761)   (33.164.922.658)     (33.852.147.444)
 Gaji, Upah dan Tunjangan Lainnya             (25.276.516.982)   (26.389.739.178)   (27.581.532.311)   (28.645.206.877)     (29.750.517.663)
 Beban Umum dan Admininstrasi                  (6.659.560.704)    (6.745.184.740)    (6.917.243.601)    (7.033.995.802)      (7.166.215.782)
 Beban Pemasaran                               (3.237.854.517)    (2.813.139.255)    (3.519.362.288)    (3.087.610.183)      (3.652.262.587)

LABA USAHA                                     71.847.255.133     73.925.371.987     73.833.290.670     74.141.429.358      73.650.154.659

Penyusutan Aset Tetap                         (14.912.838.938)   (17.116.347.087)   (16.944.067.683)   (16.282.570.843)     (15.922.363.589)
Penyusutan Properti Investasi                    (545.192.844)      (545.192.844)      (545.192.844)      (545.192.844)        (545.192.844)

LABA SEBELUM BUNGA DAN PAJAK                   56.389.223.351     56.263.832.057     56.344.030.143     57.313.665.672      57.182.598.226

Pendapatan (Beban) Lain-lain                  122.234.031.435     (9.922.920.813)   (10.144.547.584)   (10.106.281.632)      (9.980.543.095)
   Beban Bunga                                   (574.464.403)               -                  -                  -                    -
   Pajak Bumi dan Bangunan                     (3.010.580.564)    (3.072.787.437)    (3.136.860.516)    (3.202.855.787)      (3.222.982.597)
   Asuransi                                    (1.341.272.040)    (1.341.272.040)    (1.341.272.040)    (1.341.272.040)      (1.341.272.040)
   Beban Jasa Manajemen, Insentif dan
   Pemasaran                                   (6.797.272.077)    (6.800.820.638)    (6.942.281.407)    (7.025.067.325)      (7.123.168.917)
   Laba Penjualan Aset Tetap                  139.605.439.073                -                  -                  -                    -
   Penghasilan Bunga                               29.971.315         85.538.618        177.051.474        435.273.563          712.884.777
   Laba (Rugi) Selisih Kurs - Neto                 12.000.000         12.000.000         12.000.000         12.000.000           12.000.000
   Lain - lain Bersih                          (5.689.789.870)     1.194.420.684      1.086.814.904      1.015.639.957          981.995.681
Pendapatan (Beban) Kantor Pusat               (18.119.794.795)   (20.088.316.895)   (17.763.067.915)   (18.985.711.630)     (20.085.781.698)
   Gaji, Upah dan Tunjangan Lainnya           (19.084.936.331)   (22.818.500.589)   (20.880.984.823)   (22.374.049.764)     (23.605.920.960)
   Umum dan Administrasi                       (2.622.745.588)    (2.671.746.414)    (2.724.534.223)    (2.778.138.818)      (2.833.095.393)
   Bagian atas Laba Neto - Entitas Asosiasi       549.999.999        550.000.000        550.000.001        550.000.000          550.000.000
   Pendapatan Bunga                             1.585.626.375      1.073.214.398      1.234.320.139      1.321.236.525        1.265.041.824
   Lain - lain - Neto                           1.452.260.750      3.778.715.709      4.058.130.992      4.295.240.427        4.538.192.831
LABA SEBELUM PAJAK                            160.503.459.991     26.252.594.349     28.436.414.644     28.221.672.410      27.116.273.433
Pajak Tangguhan                                (6.643.287.923)    (6.257.959.669)    (6.141.793.075)    (5.891.940.777)      (5.671.507.809)
Pajak Kini                                        (68.340.152)       (64.376.243)       (63.181.226)       (60.610.971)         (58.343.355)
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN                    153.791.831.916     19.930.258.437     22.231.440.343     22.269.120.662      21.386.422.269



Pada sisi perbandingan Laporan Laba Rugi, Rencana Transaksi tidak berpengaruh
terhadap pendapatan Perseroan dikarenakan objek yang ditransaksikan merupakan
aset non operasional yang tidak berkontribusi langsung terhadap pendapatan utama
dari Perseroan.

Rencana transaksi ini akan meningkatkan penghasilan bunga Perseroan seiring dengan
akumulasi saldo kas yang tumbuh signifikan dari hasil keuntungan penjualan aset tetap.
Dampak signifikan ini terlihat pada tahun 2026, di mana laba penjualan aset tetap
tercatat sebesar Rp135.611.314.073,-. Hal tersebut mengubah laba besih Perseroan dari
proyeksi awal yang merugi sebesar Rp21.128.459,- pada tahun 2026 menjadi positif
sebesar Rp153.791.831.916,- setelah Rencana Transaksi.

                                                                                                                                       22
Page 23
  Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Sebelum Transaksi
                                                                                                                                     (dalam Rupiah)
                                                                                             PROYEKSI - SEBELUM TRANSAKSI
                       KETERANGAN
                                                                2026              2027                    2028               2029              2030
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas                                              60.940.758.446    49.816.835.070        58.398.732.628       56.566.795.299    59.696.248.904
Piutang Usaha                                                   18.152.448.038    12.190.056.746        12.220.050.548       12.250.148.947    12.280.352.279
Persediaan                                                      13.575.884.017    13.575.884.017        13.575.884.017       13.575.884.017    13.575.884.017
Piutang Lain-lain
     Pihak Ketiga                                                2.481.849.028     2.481.849.028         2.481.849.028        2.481.849.028     2.481.849.028
     Pihak Berelasi                                              1.911.086.727     1.911.086.727         1.911.086.727        1.911.086.727     1.911.086.727
Beban dibayar dimuka                                             2.206.671.953     2.206.671.953         2.206.671.953        2.206.671.953     2.206.671.953
Pajak dibayar dimuka                                                28.422.114        28.422.114            28.422.114           28.422.114        28.422.114
Aset Lancar Lainnya                                              3.469.348.182     3.469.348.182         3.469.348.182        3.469.348.182     3.469.348.182
JUMLAH ASET LANCAR                                             102.766.468.505    85.680.153.838        94.292.045.198       92.490.206.267    95.649.863.204
ASET TIDAK LANCAR
Aset Tetap                                                     270.221.685.073   262.275.195.962       247.200.986.255      232.888.273.388   219.035.767.775
Properti Investasi                                               4.883.873.415     4.338.680.571         3.793.487.727        3.248.294.883     2.703.102.039
Aset Tak Berwujud                                                3.550.705.627     3.139.597.651         2.769.739.675        2.399.881.699     2.030.023.723
Aset Pajak Tangguhan                                             4.590.365.507     4.590.365.507         4.590.365.507        4.590.365.507     4.590.365.507
Investasi pada Entitas Asosiasi                                  4.619.030.594     5.234.180.716         5.862.916.064        6.498.399.011     7.143.521.549
Uang Muka Pembelian Aset Tetap dan Properti Investasi              385.181.434       385.181.434           385.181.434          385.181.434       385.181.434
Piutang kepada Pihak Berelasi                                      402.447.741       402.447.741           402.447.741          402.447.741       402.447.741
Aset Tidak Lancar Lainnya                                          361.235.691       361.235.691           361.235.691          361.235.691       361.235.691
JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                       289.014.525.082   280.726.885.272       265.366.360.094      250.774.079.353   236.651.645.459
JUMLAH ASET                                                    391.780.993.586   366.407.039.110       359.658.405.292      343.264.285.621   332.301.508.663

LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Utang Bank Jangka Pendek                                         4.900.000.000               -                     -                    -                 -
Utang Usaha - Pihak Ketiga                                       8.025.209.443     8.666.395.526         6.869.604.909        6.869.604.909     6.869.604.909
Utang Lain - lain
     Pihak Ketiga                                               42.618.743.917    31.232.618.237        29.571.182.711       20.375.024.047    19.346.247.175
     Pihak Berelasi                                             15.914.063.091    15.666.182.535        15.666.182.535       17.539.610.932    17.539.610.932
Beban yang masih harus dibayar                                  10.747.522.700     7.616.624.099         7.251.847.326        7.210.082.648     7.201.583.022
Utang Pajak                                                      7.376.263.776     6.627.678.363         6.588.086.853        6.581.743.497     6.583.415.657
Utang Dividen - Pihak Ketiga                                       385.886.828       385.886.828           385.886.828          385.886.828       385.886.828
Pendapatan diterima dimuka                                       8.491.330.958     6.884.984.542         6.884.984.542        6.884.984.542     6.884.984.542
Penyisihan untuk penggantian perabotan dan peralatan hotel       1.094.219.883     1.094.219.883         1.094.219.883        1.094.219.883     1.094.219.883
Bagian liabilitas jangka panjang akan jatuh tempo satu tahun     4.190.000.000               -                     -                    -                 -
JUMLAH LIABILITAS LANCAR                                       103.743.240.596    78.174.590.013        74.311.995.587       66.941.157.286    65.905.552.948

LIABILITAS TIDAK LANCAR
Bagian Liabilitas Jangka Panjang setelah dikurangi bagian
jatuh tempo satu tahun                                          55.000.000.000    55.000.000.000        55.000.000.000       55.000.000.000    55.000.000.000
Liabilitas Pajak Tangguhan                                         711.295.861       711.295.861           711.295.861          711.295.861       711.295.861
Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan                               34.362.904.883    34.362.904.883        34.362.904.883       34.362.904.883    34.362.904.883
JUMLAH LIABILITAS TIDAK LANCAR                                  90.074.200.744    90.074.200.744        90.074.200.744       90.074.200.744    90.074.200.744
JUMLAH LIABILITAS                                              193.817.441.340   168.248.790.757       164.386.196.331      157.015.358.030   155.979.753.692

EKUITAS
Modal Saham                                                     79.781.349.600    79.781.349.600        79.781.349.600       79.781.349.600    79.781.349.600
Tambahan Modal Disetor                                          18.079.084.218    18.079.084.218        18.079.084.218       18.079.084.218    18.079.084.218
Saldo Laba
   Dicadangkan                                                   2.000.000.000     2.000.000.000         2.000.000.000        2.000.000.000     2.000.000.000
   Belum dicadangkan                                            17.074.763.302    12.801.876.478         8.834.493.562        2.347.682.864    (4.661.644.349)
Kepentingan Non-Pengedali                                       81.028.355.126    85.495.938.057        86.577.281.580       84.040.810.908    81.122.965.502
JUMLAH EKUITAS                                                 197.963.552.246   198.158.248.352       195.272.208.960      186.248.927.591   176.321.754.971
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                  391.780.993.586   366.407.039.110       359.658.405.292      343.264.285.621   332.301.508.663




                                                                                                                                                       23
Page 24
 Proyeksi Laporan Posisi Keuangan Perseroan Setelah Transaksi
                                                                                                                             (dalam Rupiah)
                                                                                    PROYEKSI - SETELAH TRANSAKSI
                     KETERANGAN
                                                             2026              2027              2028              2029              2030
 ASET
 ASET LANCAR
 Kas dan Setara Kas                                      123.537.964.024   118.157.560.742   154.321.162.053   187.340.073.533   204.486.363.219
 Piutang Usaha                                            15.351.596.387    15.777.717.450    16.273.227.549    16.592.269.101    17.916.557.216
 Persediaan                                               13.575.884.017    13.575.884.017    13.575.884.017    13.575.884.017    14.575.884.017
 Piutang Lain-lain
     Pihak Ketiga                                          2.481.849.028     2.481.849.028     2.481.849.028     2.481.849.028     2.481.849.028
     Pihak Berelasi                                          402.447.741     2.313.534.468     2.313.534.468     2.313.534.468     2.313.534.468
 Beban dibayar dimuka                                      2.206.671.953     2.206.671.953     2.206.671.953     2.206.671.953     2.206.671.953
 Pajak dibayar dimuka                                         28.422.114        28.422.114        28.422.114        28.422.114        28.422.114
 Aset Lancar Lainnya                                         731.376.307       731.376.307       731.376.307       731.376.307       731.376.307
 JUMLAH ASET LANCAR                                      158.316.211.571   155.273.016.079   191.932.127.488   225.270.080.521   244.740.658.321
 ASET TIDAK LANCAR
 Aset Tetap                                              259.412.124.146   261.665.635.035   246.091.425.328   232.178.712.461   218.626.206.849
 Properti Investasi                                        4.883.873.415     4.338.680.571     3.793.487.727     3.248.294.883     2.703.102.039
 Aset Tak Berwujud                                         3.550.705.627     3.139.597.651     2.769.739.675     2.399.881.699     2.030.023.723
 Aset Pajak Tangguhan                                      4.590.365.507     4.590.365.507     4.590.365.507     4.590.365.507     4.590.365.507
 Investasi pada Entitas Asosiasi                           4.619.030.593     5.415.101.083     6.239.463.726     7.077.713.248     7.935.513.987
 Uang Muka Pembelian Aset Tetap dan Properti Investasi       455.331.434       455.331.434       455.331.434       455.331.434       455.331.434
 Aset Tidak Lancar Lainnya                                   291.085.691       291.085.691       291.085.691       291.085.691       291.085.691
 JUMLAH ASET TIDAK LANCAR                                277.802.516.413   279.895.796.971   264.230.899.088   250.241.384.923   236.631.629.229
 JUMLAH ASET                                             436.118.727.984   435.168.813.050   456.163.026.577   475.511.465.444   481.372.287.550
 LIABILITAS DAN EKUITAS
 LIABILITAS LANCAR
 Utang Usaha - Pihak Ketiga                                7.621.465.590     4.847.323.118     8.574.044.720    10.317.650.817     5.797.379.565
 Utang Lain - lain
     Pihak Ketiga                                          6.525.736.166     4.278.110.985     2.811.655.729     3.493.138.980     2.154.259.941
     Pihak Berelasi                                       11.414.063.091    15.666.182.535    15.666.182.535    17.539.610.932    17.539.610.932
 Beban yang masih harus dibayar
     Pihak Ketiga                                          7.636.234.829     8.302.639.431     8.398.162.748     8.319.240.665     6.333.448.681
     Pihak Berelasi
 Utang Pajak                                               7.375.903.776     7.243.565.241     7.236.916.473     7.265.754.740     7.309.008.895
 Utang Dividen - Pihak Ketiga                                385.886.828       385.886.828       385.886.828       385.886.828       385.886.828
 Pendapatan diterima dimuka                                6.884.984.542     6.772.484.542     6.734.984.542     6.734.984.542     6.561.533.652
 Penyisihan untuk penggantian perabotan dan peralatan
 hotel                                                     1.094.219.883     1.094.219.883     1.094.219.883     1.094.219.883     1.094.219.883
 JUMLAH LIABILITAS LANCAR                                 48.938.494.705    48.590.412.562    50.902.053.457    55.150.487.387    47.175.348.377
 LIABILITAS TIDAK LANCAR
 Liabilitas Pajak Tangguhan                                  711.295.861       711.295.861       711.295.861       711.295.861       711.295.861
 Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan                        34.362.904.883    34.362.904.883    34.362.904.883    34.362.904.883    34.362.904.883
 JUMLAH LIABILITAS TIDAK LANCAR                           35.074.200.744    35.074.200.744    35.074.200.744    35.074.200.744    35.074.200.744
 JUMLAH LIABILITAS                                        84.012.695.449    83.664.613.306    85.976.254.201    90.224.688.131    82.249.549.121
 EKUITAS
 Modal Saham                                              79.781.349.600    79.781.349.600    79.781.349.600    79.781.349.600    79.781.349.600
 Tambahan Modal Disetor                                   18.079.084.218    18.079.084.218    18.079.084.218    18.079.084.218    18.079.084.218
 Saldo Laba
    Dicadangkan                                            2.000.000.000     2.000.000.000     2.000.000.000     2.000.000.000     2.000.000.000
    Belum dicadangkan                                    169.891.050.690   165.239.072.634   182.833.613.884   200.465.835.453   217.215.358.629
 Kepentingan Non-Pengedali                                82.354.548.027    86.404.693.292    87.492.724.674    84.960.508.043    82.046.945.982
 JUMLAH EKUITAS                                          352.106.032.535   351.504.199.744   370.186.772.375   385.286.777.314   399.122.738.429
 JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                           436.118.727.984   435.168.813.051   456.163.026.577   475.511.465.444   481.372.287.551



Rencana Transaksi penjualan aset tetap akan memberikan dampak signifikan terhadap
struktur posisi keuangan Perseroan, di mana aset lancar akan mengalami peningkatan karena
adanya kas masuk dari penjualan aset pada tahun 2026. Sementara akun aset tidak lancar
akan mengalami penurunan akibat dari penjualan aset tetap tersebut. Pada posisi kas dan
setara kas, terdapat biaya-biaya yang akan dikeluarkan Perseroan atas Rencana Transaksi
dengan total sebesar Rp15.191.925.000,- yang dialokasikan untuk biaya notaris (3%) sebesar
Rp4.797.450.000,-, pajak final (2,5%) sebesar Rp3.997.875.000,-, serta biaya komisi (4%)
sebesar Rp6.396.600.000,-. Dalam hal ini juga, akun aset tetap Perseroan akan mengalami
penurunan yang disebabkan oleh pelepasan tanah dengan nilai perolehan sebesar
Rp20.309.560.927,-.

Kemudian, untuk Liabilitas Jangka Panjang Perseroan tidak mengalami perubahan setelah
Rencana Transaksi. Sementara pada sisi liabilitas lancar, Rencana Transaksi akan menurunkan

                                                                                                                                            24
Page 25
     jumlah liabilitas lancar pada tahun proyeksi disebabkan adanya pembayaran utang jangka
     pendek di tahun 2026 sehingga terjadi penurunan liabilitas dari Rp103,74 miliar sebelum
     Rencana Transaksi menjadi Rp48,93 miliar setelah Rencana Transaksi. Pada sisi Ekuitas,
     ekuitas setelah Rencana Transaksi akan mengalami kenaikan pada tahun 2026 di mana saldo
     laba yang belum dicadangkan akan berbalik positif dari sebesar Rp17.074.763.302,- menjadi
     surplus Rp169.891.050.690,-. Penguatan ekuitas ini merupakan hasil dari pengakuan
     keuntungan atas penjualan aset tetap yang secara langsung memperbaiki posisi permodalan
     Perseroan.

4.    Analisis Inkremental
      A. Kontribusi Nilai Tambah
                                            2026               2027                2028                2029                2030
                 KETERANGAN
                                          Jan - Des          Jan - Des           Jan - Des           Jan - Des           Jan - Des
                  Rasio Keuangan
         Aset Lancar
         Sebelum Transaksi              102.766.468.505     85.680.153.838     94.292.045.198      92.490.206.267      95.649.863.204
         Sesudah Transaksi              158.316.211.571    155.273.016.079    191.932.127.488     225.270.080.521     244.740.658.321
         Selisih                         55.549.743.066     69.592.862.241     97.640.082.291     132.779.874.254     149.090.795.117
         Selisih (%)                             54,05%             81,22%            103,55%             143,56%             155,87%

         Aset Tidak Lancar
         Sebelum Transaksi              289.014.525.082    280.726.885.272    265.366.360.094     250.774.079.353     236.651.645.459
         Sesudah Transaksi              277.802.516.413    279.895.796.971    264.230.899.088     250.241.384.923     236.631.629.229
         Selisih                        (11.212.008.668)      (831.088.301)    (1.135.461.006)       (532.694.431)        (20.016.230)
         Selisih (%)                              -3,88%             -0,30%             -0,43%              -0,21%              -0,01%

         Liabilitas Lancar
         Sebelum Transaksi              103.743.240.596     78.174.590.013      74.311.995.587      66.941.157.286      65.905.552.948
         Sesudah Transaksi               48.938.494.705     48.590.412.562      50.902.053.457      55.150.487.387      47.175.348.377
         Selisih                        (54.804.745.891)   (29.584.177.451)    (23.409.942.130)    (11.790.669.899)    (18.730.204.571)
         Selisih (%)                             -52,83%            -37,84%             -31,50%             -17,61%             -28,42%

         Ekuitas
         Sebelum Transaksi              197.963.552.246    198.158.248.352    195.272.208.960     186.248.927.591     176.321.754.971
         Sesudah Transaksi              352.106.032.535    351.504.199.744    370.186.772.375     385.286.777.314     399.122.738.429
         Selisih                        154.142.480.289    153.345.951.392    174.914.563.415     199.037.849.723     222.800.983.458
         Selisih (%)                             77,86%             77,39%             89,57%             106,87%             126,36%

         Pendapatan
         Sebelum Transaksi              214.532.679.201    216.743.023.795    220.179.522.070     222.712.057.047     225.731.969.069
         Sesudah Transaksi              235.693.030.423    240.196.252.720    246.489.829.139     250.838.172.843     255.706.156.382
         Selisih                         21.160.351.221     23.453.228.926     26.310.307.068      28.126.115.796      29.974.187.313
         Selisih (%)                              9,86%             10,82%             11,95%              12,63%              13,28%

         Beban Pokok Penjualan
         Sebelum Transaksi              (97.449.957.179)   (99.063.097.953)   (101.183.461.418)   (103.109.581.389)   (105.228.889.812)
         Sesudah Transaksi              (97.449.957.179)   (98.663.615.033)   (102.101.930.508)   (104.765.007.964)   (107.634.858.247)
         Selisih                                    -          399.482.921        (918.469.089)     (1.655.426.575)     (2.405.968.435)
         Selisih (%)                              0,00%              -0,40%              0,91%               1,61%               2,29%

         Laba Kotor
         Sebelum Transaksi              117.082.722.022    117.679.925.841    118.996.060.652     119.602.475.658     120.503.079.257
         Sesudah Transaksi              138.243.073.243    141.532.637.688    144.387.898.631     146.073.164.879     148.071.298.136
         Selisih                         21.160.351.221     23.852.711.846     25.391.837.979      26.470.689.221      27.568.218.879
         Selisih (%)                             18,07%             20,27%             21,34%              22,13%              22,88%

         Pendapatan (Beban) Lain-lain
         Sebelum Transaksi              (12.573.206.145)   (13.840.276.346)    (13.918.462.584)    (14.051.870.791)    (14.153.839.838)
         Sesudah Transaksi              122.234.031.435     (9.922.920.813)    (10.144.547.584)    (10.106.281.632)     (9.980.543.095)
         Selisih                        109.660.825.290      3.917.355.533       3.773.915.000       3.945.589.159       4.173.296.743
         Selisih (%)                            872,18%             28,30%              27,11%              28,08%              29,49%

         Laba Bersih
         Sebelum Transaksi                  (21.128.459)    (3.625.055.211)    (3.319.551.303)     (5.838.979.084)     (6.361.495.600)
         Sesudah Transaksi              153.791.831.916     19.930.258.437     22.231.440.343      22.269.120.662      21.386.422.269
         Selisih                        153.770.703.456     16.305.203.226     18.911.889.040      16.430.141.578      15.024.926.669
         Selisih (%)                         727789,47%            449,79%            569,71%             281,39%             236,19%




                                                                                                                               25
Page 26
  Hasil analisis menunjukkan bahwa Rencana Transaksi ini akan memberikan perbaikan
  kepada variabel-variabel yang dianalisa terutama pada variabel Pendapatan (Beban)
  Lain-lain dan laba bersih Perseroan. Pada sisi proyeksi posisi keuangan, aset lancar
  perusahaan mengalami peningkatan utamanya diakibatkan adanya kas masuk dari
  penjualan aset dan juga peningkatan arus kas bersih yang masuk ke Perseroan di
  tahun-tahun proyeksi. Dalam hal ini terlihat selisih dari sebelum dan sesudah
  transaksi, selisih aset lancar perusahaan rata-rata berada di angka 107,65% yang
  mengindikasi kan perbaikan di aset lancar Perseroan.

  Aset tetap menurun pada tahun-tahun proyeksi dikarenakan penjualan aset tetap
  dan pembayaran liabilitas lancar. Dalam hal ini terlihat selisih dari sebelum dan
  sesudah transaksi, selisih Perseroan rata-rata berada di angka -0,96% yang
  mengindikasikan perbaikan pada aset yang tidak berkontribusi pada pendapatan.
  Liabilitas lancar menurun pada tahun-tahun proyeksi dikarenakan penjualan aset
  tetap dan peningkatan pendapatan lain-lain berupa penjualan aset oleh Perseroan di
  tahun-tahun proyeksi. Dalam hal ini terlihat selisih dari sebelum dan sesudah
  transaksi, selisih Liabilitas lancar Perseroan rata-rata berada di angka -33,64% yang
  mengindikasikan perbaikan.

  Ekuitas meningkat pada tahun-tahun proyeksi dikarenakan penjualan aset tetap yang
  di catat di dalam saldo laba yang belum dicadangkan. Dalam hal ini terlihat selisih
  dari sebelum dan sesudah transaksi, selisih Ekuitas Perseroan rata-rata berada di
  angka 95,61% yang mengindikasikan perbaikan.

  Pendapatan meningkat pada tahun-tahun proyeksi dikarenakan penjualan aset
  tetap, Dalam hal ini terlihat selisih dari sebelum dan sesudah transaksi, selisih
  pendapatan Perseroan rata-rata berada di angka 11,71% yang mengindikasikan
  perbaikan. Beban Pokok Penjualan meningkat pada tahun-tahun proyeksi
  dikarenakan penjualan aset tetap, Dalam hal ini terlihat selisih dari sebelum dan
  sesudah transaksi, selisih Beban Pokok Penjualan Perseroan rata-rata berada di
  angka 0,88% yang mengindikasikan perbaikan.

  Laba Kotor meningkat pada tahun-tahun proyeksi dikarenakan penjualan aset tetap,
  Dalam hal ini terlihat selisih dari sebelum dan sesudah transaksi, selisih laba Kotor
  Perseroan rata-rata berada di angka 20,94% yang mengindikasikan perbaikan. Laba
  Bersih meningkat pada tahun-tahun proyeksi dikarenakan penjualan aset tetap,
  Dalam hal ini terlihat selisih dari sebelum dan sesudah transaksi, selisih Laba Bersih
  Perseroan rata-rata berada di angka 145865% yang mengindikasikan perbaikan.

B. Biaya dan pendapatan yang relevan

  Dari sisi aset tetap, Perseroan mendapatkan keuntungan dari penjualan aset tetap
  dikarenakan aset yang akan ditransaksikan merupakan aset non operasional yang
  tidak berkontribusi pada pendapatan utama perseroan. Laba yang didapatkan dari
  Rencana Transaksi sebesar Rp159.915.000.000,- dan setelah dikurangi dengan nilai
  buku dari aset tetap yang ditransaksi kan hanya Rp20.309.560.927,- dan
  menghasilkan laba bersih sebesar Rp139.605.439.073,- setelah dikurangi dengan
  nilai buku aset tetap.




                                                                                     26
Page 27
    C. Informasi non keuangan yang relevan

       Berdasarkan informasi yang kami terima dari Manajemen, sampai dengan laporan
       ini diterbitkan tidak ada informasi non keuangan yang relevan terkait Rencana
       Transaksi

    D. Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan Rencana
       dan nilai transaksi dengan memperhatikan alternatif lain

       Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses
       pengambilan keputusan atas Transaksi telah dilakukan melalui proses yang sesuai
       prosedur internal Perseroan. Setelah menentukan rencana atas Transaksi, Direktur
       harus memperoleh persetujuan dari Direktur Utama dan Dewan Komisaris. Sebelum
       Direktur mengusulkan usulan rencana atas Transaksi, Direktur telah melalui tahapan
       proses analisis internal, sebagaimana konfirmasi dengan manajemen Perseroan.
       Dengan demikian, manajemen telah mengikuti prosedur pengambilan keputusan
       oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai transaksi dengan
       memperhatikan alternatif lain

    E. Hal material lainnya yang dapat memberikan keyakinan bagi penilai bisnis dalam
       memberikan opini kewajaran transaksi

       Berdasarkan analisis proyeksi sebelum dan sesudah transaksi, dapat terlihat bahwa
       transaksi tersebut sangat menguntungkan dari segi selisih antara nilai buku aset
       sebesar Rp20.309.560.927,- dan penjualan aset tetap sebesar Rp159.915.000.000,-
       dan menghasilkan laba bersih sebesar Rp139.605.439.073,- setelah dikurangi dengan
       nilai buku aset tetap. Dan juga hal ini sangat sejalan dengan rencana dari Perseroan
       yang akan merestrukturisasi dengan pengoptimalisasian aset-aset yang tidak
       berkontribusi terhadap Pendapatan Perseroan dan merestrukturisasi utangnya dan
       bisa untuk memenuhi kebutuhan belanja modal untuk mempertahankan daya saing
       yang semakin menurun jika tidak menjual tanah tersebut.

5. Analisis Dampak rasio


  Untuk memastikan bahwa rencana nilai transaksi memberikan nilai tambah, maka dilakukan
  analisis dampak terhadap rasio sebagai berikut:



  Dampak Rasio Likuiditas

  Rasio likuiditas pada periode proyeksi adalah sebagai berikut:

                    Rasio Likuiditas pada Keuangan Perseroan (Sebelum Transaksi)

                                                  PROYEKSI - SEBELUM TRANSAKSI
            KETERANGAN
                                    2026        2027    2028       2029    2030           Rata-rata
     Rasio Likuiditas
     Current Ratio                      0,99       1,10        1,27       1,38     1,45          1,24
     Quick Rasio                        0,86       0,92        1,09       1,18     1,25          1,06
     Cash Ratio                         0,59       0,64        0,79       0,85     0,91          0,75

                                                                                            27
Page 28
                      Rasio Likuiditas pada Keuangan Perseroan (Setelah Transaksi)

                                                PROYEKSI - SETELAH TRANSAKSI
        KETERANGAN
                                   2026       2027    2028       2029     2030                    Rata-rata
 Rasio Likuiditas
 Current Ratio                        3,24       3,20        3,77           4,08           5,19         3,89
 Quick Rasio                          2,96       2,92        3,50           3,84           4,88         3,62
 Cash Ratio                           2,52       2,43        3,03           3,40           4,33         3,14

 Likuiditas Perseroan sebelum transaksi berada pada tingkat yang stabil dan cukup untuk
 memenuhi kewajiban jangka pendek, tercermin dari nilai Current Ratio, Quick Ratio, dan
 Cash Ratio yang moderat. Setelah transaksi, rasio likuiditas meningkat signifikan yang
 menunjukkan penguatan posisi aset lancar, meskipun sempat mengalami penurunan
 pada beberapa periode akibat penggunaan dana untuk operasional dan investasi.
 Secara keseluruhan, kondisi likuiditas setelah transaksi tetap lebih baik dibandingkan
 sebelum transaksi dan masih berada pada tingkat yang aman.

Analisis Dampak Rasio Aktivitas

Rasio likuiditas pada periode proyeksi adalah sebagai berikut:

                    Rasio Aktivitas pada Keuangan Perseroan (Sebelum Transaksi)

                                               PROYEKSI - SEBELUM TRANSAKSI
           KETERANGAN
                                  2026       2027     2028      2029    2030               Rata-rata
    Rasio Aktivitas
    Perputaran Piutang Usaha        11,82     17,78     18,02       18,18          18,38       16,84
    Perputaran Utang Usaha          12,14     11,43     14,73       15,01          15,32       13,73
    Perputaran Persediaan            7,18      7,30      7,45        7,60           7,75        7,45
    Perputaran Aset Tetap            0,79      0,83      0,89        0,96           1,03        0,90

                    Rasio Aktivitas pada Keuangan Perseroan (Setelah Transaksi)

                                               PROYEKSI - SETELAH TRANSAKSI
          KETERANGAN
                                  2026       2027    2028       2029     2030              Rata-rata
    Rasio Aktivitas
    Perputaran Piutang Usaha        15,35     15,22     15,15       15,12      14,27           15,02
    Perputaran Utang Usaha          12,79     20,35     11,91       10,15      18,57           14,75
    Perputaran Persediaan            7,18      7,27      7,52        7,72       7,38            7,41
    Perputaran Aset Tetap            0,91      0,92      1,00        1,08       1,17            1,02


 Penurunan dan fluktuasi rasio aktivitas setelah transaksi menunjukkan adanya
 penyesuaian operasional yang berdampak pada efisiensi pengelolaan aset dan liabilitas
 perusahaan. Perputaran piutang usaha cenderung lebih stabil namun sedikit menurun,
 mencerminkan penyesuaian dalam kebijakan kredit, sementara perputaran utang
 usaha mengalami fluktuasi yang mengindikasikan perubahan strategi pembayaran
 kewajiban. Di sisi lain, perputaran persediaan relatif stabil serta perputaran aset tetap
 yang meningkat menandakan pemanfaatan aset yang lebih optimal setelah transaksi.




                                                                                                       28
Page 29
 Secara keseluruhan, meskipun terjadi penurunan pada beberapa rasio, kinerja aktivitas
 Perseroan masih dalam batas wajar dan berpotensi membaik seiring optimalisasi dan
 pengelolaan setelah transaksi.

Analisis Dampak Rasio Solvabilitas

Rasio solvabilitas pada periode proyeksi adalah sebagai berikut:

                  Rasio Solvabilitas pada Keuangan Perseroan (Sebelum Transaksi)

                                                   PROYEKSI - SEBELUM TRANSAKSI
         KETERANGAN
                                      2026       2027    2028       2029    2030                 Rata-rata
 Rasio Solvabilitas
 Debt to Assets                       49,47%      45,92%      45,71%     45,74%         46,94%          0,47
 Debt Equity Ratio                    50,53%      54,08%      54,29%     54,26%         53,06%          0,53

                       Rasio Solvabilitas pada Keuangan Perseroan (Setelah Transaksi)

                                                 PROYEKSI - SETELAH TRANSAKSI
         KETERANGAN
                                    2026       2027    2028       2029     2030           Rata-rata
  Rasio Solvabilitas
  Debt to Assets                    19,26%     19,23%      18,85%    18,97%     17,09%           0,19
  Debt Equity Ratio                 23,86%     23,80%      23,23%    23,42%     20,61%           0,23

 Berdasarkan rata-rata, rasio solvabilitas setelah transaksi menunjukkan perbaikan
 dibandingkan sebelum transaksi. Hal ini terlihat dari Debt to Assets Ratio yang menurun
 dari sekitar 0,47 menjadi 0,19, serta Debt to Equity Ratio yang juga menurun dari sekitar
 0,53 menjadi 0,23. Penurunan kedua rasio ini mengindikasikan bahwa proporsi
 penggunaan utang terhadap aset maupun ekuitas menjadi lebih kecil, sehingga tingkat
 risiko keuangan Perseroan cenderung menurun. Secara keseluruhan, kondisi ini
 mencerminkan struktur permodalan yang lebih sehat dan kemampuan Perseroan yang
 lebih baik dalam mengelola kewajibannya pasca transaksi.

Analisis Dampak Rasio Profitabilitas Perseroan

Rasio profitabilitas pada periode proyeksi adalah sebagai berikut:

                 Rasio Profitabilitas pada Keuangan Perseroan (Sebelum Transaksi)

                                                   PROYEKSI - SEBELUM TRANSAKSI
         KETERANGAN
                                      2026       2027    2028       2029    2030                 Rata-rata
 Rasio Profitabilitas
 Gross Profit Margin                  54,58%      54,29%      54,05%     53,70%         53,38%           0,54
 Operating Profit Margin              23,49%      23,33%      22,98%     22,47%         22,00%           0,23
 Net Profit Margin                    -0,01%      -1,67%      -1,51%     -2,62%         -2,82%          -0,02
 Return on Equity                     -0,01%      -1,83%      -1,70%     -3,14%         -3,61%          -0,02
 Return on Asset                      -0,01%      -0,99%      -0,92%     -1,70%         -1,91%          -0,01




                                                                                                    29
Page 30
                   Rasio Profitabilitas pada Keuangan Perseroan (Setelah Transaksi)
                                                 PROYEKSI - SETELAH TRANSAKSI
           KETERANGAN
                                   2026        2027    2028       2029     2030                Rata-rata
    Rasio Profitabilitas
    Gross Profit Margin             58,65%      58,92%     58,58%      58,23%         57,91%        0,58
    Operating Profit Margin         30,48%      30,78%     29,95%      29,56%         28,80%        0,30
    Net Profit Margin               65,25%       8,30%      9,02%       8,88%          8,36%        0,20
    Return on Equity                43,68%       5,67%      6,01%       5,78%          5,36%        0,13
    Return on Asset                 35,26%       4,58%      4,87%       4,68%          4,44%        0,11

   Pada rasio profitabilitas setelah transaksi menunjukkan rata-rata peningkatan yang
   signifikan dibandingkan sebelum transaksi. Seluruh indikator profitabilitas mengalami
   perbaikan, di mana margin laba menjadi lebih tinggi dan rasio pengembalian yang
   sebelumnya negatif berubah menjadi positif. Peningkatan Return on Equity (ROE)
   menunjukkan bahwa Perseroan semakin efektif dalam menghasilkan laba bagi pemegang
   saham, sementara peningkatan Return on Assets (ROA) mencerminkan kemampuan
   Perseroan dalam memanfaatkan aset secara lebih efisien untuk menghasilkan
   keuntungan. Secara keseluruhan, kondisi ini mencerminkan kinerja keuangan yang lebih
   baik dan prospek yang lebih positif pasca transaksi.


6. Analisis Manfaat Rencana Transaksi

     Adapun manfaat dari Rencana Transaksi adalah sebagai berikut:

     1) Manfaat Keuangan

         Meningkatkan Likuiditas (Cash Inflow), penjualan tanah menghasilkan kas masuk
         langsung tanpa adanya modal tambahan yang bisa digunakan untuk membayar
         utang jangka pendek atau bunga pinjaman, membiayai operasional harian, atau
         menambah modal kerja. Hal ini berdampak dapat meningkatkan rasio likuiditas
         (current ratio dan quick ratio), sehingga memperbaiki kepercayaan kreditor dan
         investor.

        Mengurangi Beban Utang dan Risiko Finansial, dana hasil penjualan dapat
        digunakan untuk restrukturisasi utang:
         - Melunasi pinjaman berbunga tinggi
         - Mengurangi beban bunga
         - Memperpanjang tenor atau menegosiasikan ulang struktur utang

         Hal ini berdampak dapat memperbaiki leverage ratio dan menurunkan risiko
         kebangkrutan

         Meningkatkan kinerja laporan keuangan, dengan menjual aset non-produktif:
         - Aset total menurun, tetapi efisiensi aset meningkat (karena yang tersisa lebih
             produktif).
         - Return on Assets (ROA) bisa meningkat, sebab laba bersih dibandingkan
             dengan aset yang lebih efisien.
         Hal ini berdampak pada kinerja keuangan terlihat lebih sehat di mata investor dan
         kreditur.

                                                                                                  30
Page 31
      2) Manfaat Operasional

          Fokus pada aset ini, penjualan aset yang tidak digunakan membantu manajemen
          fokus pada aset dan lini bisnis yang produktif.

          Efisiensi Biaya Pemeliharaan, tanah yang belum diolah sering menimbulkan biaya
          pajak dan perawatan tanpa manfaat langsung. Menjualnya menghilangkan beban
          biaya ini.

          Fleksibilitas Operasional, kas tambahan memungkinkan perusahaan lebih fleksibel
          untuk mendanai restrukturisasi operasional (seperti efisiensi produksi atau
          pembenahan SDM).

      3) Manfaat Strategis

          Menarik Investor Baru, perusahaan yang menunjukkan langkah proaktif
          menyehatkan keuangan akan lebih menarik bagi investor.

          Meningkatkan nilai perusahaan dalam jangka panjang, perusahaan Dengan
          likuiditas yang lebih baik dan utang yang lebih rendah, nilai ekuitas dan stabilitas
          perusahaan cenderung meningkat.

          Mendukung Transformasi Bisnis, dana hasil penjualan dapat digunakan untuk
          investasi baru atau diversifikasi bisnis ke sektor yang lebih menguntungkan.

7. Secara kualitatif, dapat diketahui bahwa pihak–pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi
   ini adalah Perseroan dan Pembeli. Rencana Transaksi ini bukan merupakan transaksi yang
   mengandung unsur transaksi afiliasi sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas
   Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020, karena Perseroan dan Pembeli tidak memiliki beberapa
   pengurus atau pemegang saham yang sama. Rencana Transaksi yang akan dilakukan bukan
   merupakan transaksi benturan kepentingan karena memberikan solusi kelangsungan usaha
   bagi Perseroan dan diselenggarakan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku dan
   menguntungkan Perseroan.

    Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp159.915.000.000,- sedangkan jumlah ekuitas
    Perseroan berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025 adalah sebesar
    Rp192.242.161.802,- dengan demikian Rencana Transaksi tersebut merupakan transaksi
    material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
    17/POJK.04/2020, karena nilai transaksi lebih dari 20% ekuitas Perseroan. Secara umum,
    manfaat dari Transaksi ini dilakukan dalam rangka adanya kebutuhan atau dalam rangka
    memperbaiki struktur keuangan Perseroan dengan menjual tanah yang belum
    dimanfaatkan.

    Secara kuantitatif Rencana Transaksi dapat memperbaiki rasio likuiditas, aktivitas, dan
    solvabilitas   Perseroan.      Rencana    Transaksi   juga    memberikan       manfaat
    reorganisasi/restrukturisasi dan/atau pengelompokan aset yang dimiliki dan/atau dikelola
    oleh Perseroan, sehingga akan memaksimalkan aset sesuai dengan fungsinya.

    Berdasarkan analisis batas wajar atas dan bawah nilai Rencana Transaksi penjualan ini
    dimana batas atas adalah Rp171.908.625.000,- sedangkan batas bawah adalah


                                                                                           31
Page 32
         Rp147.921.375.000,- sedangkan nilai Rencana Transaksi adalah Rp159.915.000.000,-
         (seratus lima puluh sembilan miliar sembilan ratus lima belas juta Rupiah), dapat
         disimpulkan Rencana Transaksi tersebut masih berada pada batas wajar.

         Dengan demikian, hasil kajian dan analisis yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang
         terkait dalam rangka menentukan dampak positif secara kualitatif, kuantitatif, dan
         kelayakan dari Rencana Transaksi yang akan dilakukan, maka kami berpendapat bahwa
         Rencana Transaksi yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah Wajar.




                 URAIAN SINGKAT MENGENAI PENJELASAN YANG BERTRANSAKSI

A.   PT Bali Realtindo Benoa sebagai Penjual

     1. Riwayat Singkat
        BRB adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Negara Republik
        Indonesia, berkedudukan di Jakarta Barat dan beralamatkan di Hotel Jayakarta lantai 21,
        Jalan Hayam Wuruk No. 126, Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat, Kota Administrasi
        Jakarta Barat, DKI Jakarta. BRB didirikan dengan nama PT Bali Bagus Bena berdasarkan Akta
        Perseroan Terbatas PT Bali Bagus Benoa No. 38 tanggal 7 April 1997 yang dibuat di hadapan
        Achmad Bajumi, S.H., berdasarkan Surat Penetapan Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat
        di Jakarta tanggal 6 Maret 1997 No. 07/CN/1997/PN.Jkt.Pst. pengganti dari Imas Fatimah,
        S.H., Notaris di Jakarta, yang telah memperoleh Pengesahan sesuai dengan Keputusan
        Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C2-
        5990.HT.01.01.TH.1997 tanggal 2 Juli 1997 dan telah diumumkan dalam Berita Negara
        Republik Indonesia No. 98 tanggal 20 Agustus 1974, Tambahan No. 5783 (“Akta Pendirian
        BRB”).

        Akta Pendirian BRB tersebut beberapa kali mengalami perubahan dan terakhir kali diubah
        dengan Akta Pernyataan Keputusan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
        PT Bali Realtindo Benoa No. 50 tanggal 29 Juli 2024 yang dibuat di hadapan Herlina, S.H.,
        M.Kn., LL.M., Notaris di Jakarta Utara, perubahan anggaran dasar telah diterima dan dicatat
        dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
        Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran
        Dasar No. AHU-AH.01.03-0178705 tanggal 2 Agustus 2024 dan telah didaftarkan dalam
        Daftar Perseroan No. AHU-0160192.AH.01.11.Tahun 2024 tanggal 2 Agustus 2024.

     2. Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
        Struktur permodalan dan susunan pemegang saham BRB sebagaimana dinyatakan dalam
        Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bali Realtindo
        Benoa No. 56 tanggal 30 September 2014 yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, S.H., Notaris
        di Jakarta Selatan dan dicatat dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum
        dan Hak Asasi Manusia sesuai dengan Surat No. AHU-01374.40.27.2014 tanggal 1 Oktober
        2014 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0100536.40.80.2014 tanggal 1
        Oktober 2014 adalah sebagai berikut:




                                                                                                 32
Page 33
                                                    Nilai Nominal Rp1.000.000,00 setiap Saham
                      Keterangan                    Jumlah     Jumlah Nilai Nominal Persentase
                                                    Saham               (Rp)              (%)
         Modal Dasar                                  50.000        50.000.000.000,00
         Modal Ditempatkan dan Modal Disetor
         PT Pudjiadi and Sons Tbk                     44.999          44.999.000.000,00       99,9999
         Lukman Pudjiadi                                   1               1.000.000,00        0,0001
         Jumlah Modal Ditempatkan dan
                                                      45.000          45.000.000.000,00           100
         Modal Disetor
         Saham Dalam Portepel                          5.000           5.000.000.000,00



     3. Kegiatan Usaha
        Berdasarkan informasi dari pihak manajemen, sampai dengan laporan ini diterbitkan, BRB merupakan
        perusahaan non-operasional.

     4. Izin Usaha
        Nomor Induk Berusaha Berbasis Risiko No. 1801240061213 tanggal 18 Januari 2024 atas
        nama BRB yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia c.q Lembaga Pengawasan
        dan Penyelenggaraan OSS.

     5. Pengurusan dan Pengawasan
        Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar
        Biasa PT Bali Realtindo Benoa No. 50 tanggal 29 Juli 2024 yang dibuat di hadapan Herlina,
        S.H., M.Kn., LL.M., Notaris di Jakarta Utara, yang penerimaan pemberitahuannya telah
        diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan
        Hak Asasi Manusia sesuai Surat No. AHU-AH.01.03-0178705 tanggal 2 Agustus 2024 dan telah
        didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-0160192.AH.01.11.Tahun 2024 tanggal 2
        Agustus 2024, susunan Direksi dan Dewan Komisaris terakhir sebagaimana dinyatakan dalam
        akta adalah sebagai berikut:

        Dewan Komisaris
        Komisaris Utama                 :        Kristian Pudjiadi
        Komisaris                       :        Ariyo Tejo

        Direksi
        Direktur Utama                  :        Lukman Pudjiadi
        Direktur                        :        Dra. Ramini

B.   PT Berkat Benoa Propertindo sebagai Pembeli

     BBP merupakan pihak ketiga yang bukan merupakan pihak afiliasi dari Perseroan.

     1. Riwayat Singkat
        BBP adalah suatu perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Negara Republik
        Indonesia, berkedudukan di Kota Denpasar dan beralamatkan di Jalan Pura Mertasari,
        RT000/RW000, Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali. BBP didirikan dengan nama
        PT Berkat Benoa Propertindo berdasarkan Akta Pendirian Perseroan Terbatas PT Berkat
        Benoa Propertindo No. 4 tanggal 14 Juli 2025 yang dibuat di hadapan Hendry Prambakat
        Wirasasmita, S.H., Notaris di Kota Denpasar, yang telah memperoleh pengesahan sesuai

                                                                                                     33
Page 34
     dengan Keputusan Menteri Hukum Republik Indonesia No. AHU-0059479.AH.01.01.Tahun
     2025 tanggal 18 Juli 2025, telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-
     0162781.AH.01.11.Tahun 2025 tanggal 18 Juli 2025, dan telah diumumkan dalam Berita
     Negara Republik Indonesia No. 61, Tambahan No. 020833 (“Akta Pendirian BBP”).

 2. Struktur Permodalan dan Kepemilikan Saham
    Struktur permodalan dan susunan pemegang saham BBP sebagaimana dinyatakan dalam
    Akta Pendirian adalah sebagai berikut:


                                              Nilai Nominal Rp1.000.000,00 setiap Saham
                  Keterangan                  Jumlah     Jumlah Nilai Nominal Persentase
                                              Saham               (Rp)              (%)
      Modal Dasar                               15.000        15.000.000.000,00
      Modal Ditempatkan dan Modal Disetor
      PT Bangkit Mitra Investama                 14.850       14.850.000.000,00      99,00
      Bernike Stevany Gloria                        150          150.000.000,00       1,00
      Jumlah Modal Ditempatkan dan
                                                 15.000       15.000.000.000,00        100
      Modal Disetor

 3. Kegiatan Usaha
    Kegiatan usaha BBP berdasarkan Anggaran Dasar dan atau KBLI adalah di bidang Real Estat
    Yang Dimiliki Sendiri Atau Disewa (68111).

 4. Izin Usaha
    Nomor Induk Berusaha Berbasis Risiko No.0708250153642 tanggal 7 Agustus 2025 atas nama
    BBP yang diterbitkan oleh Pemerintah Republik Indonesia c.q Lembaga Pengawasan dan
    Penyelenggaraan OSS.

 5. Pengurusan dan Pengawasan
    Berdasarkan Akta Pendirian BBP, susunan Direksi dan Dewan Komisaris terakhir sebagaimana
    dinyatakan dalam akta adalah sebagai berikut:

     Dewan Komisaris
     Komisaris              : Dwiputra Christiarin

     Direksi
     Direktur               : Josef Ferdinandus Dedy Winata

Perseroan tidak memiliki hubungan afiliasi dengan BBP.




                                                                                         34
Page 35
                                  RINGKASAN LAPORAN PENILAI

Perseroan telah menunjuk KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan sebagai penilai independen sesuai
dengan surat penawaran No. 00542/2.0131-00/PAS/KJPPSPR/APP-BS/II/2026 19 Februari 2026
dengan untuk memberikan pendapat kewajaran sehubungan dengan aksi korporasi yang dilakukan
oleh Perseroan dalam rangkaian transaksi jual beli aset berupa penjualan Aset Tetap berupa Tanah
dengan total luas tanah 42.644 m2 yang terletak di Jalan Pesanggaran, Kelurahan Pedungan,
Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Provinsi Bali yang dimiliki oleh anak perusahaan dalam
hal ini adalah PT Bali Realtindo Benoa sebagai penjual dengan pihak ketiga yaitu PT Berkat Benoa
Propertindo sebagai pembeli.

Sehubungan dengan Rencana Transaksi KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan telah menerbitkan
Pendapat Kewajaran No. 00583/2.0131-00/BS-FO/10/0375/1/IV/2026 tanggal 23 April 2026. Dalam
melakukan analisis, sebagai dasar dan pertimbangan bagi kami dalam memberikan pendapat
kewajaran atas transaksi tersebut, kami melandaskan dan berdasarkan pada informasi dan data
sebagaimana diberikan oleh manajemen Perseroan, yang mana kami mengasumsikan bahwa
informasi dan data yang telah diberikan oleh manajemen Perseroan adalah benar, lengkap, dapat
diandalkan, dan tidak menyesatkan. Kami tidak melakukan audit ataupun verifikasi secara mendetail
atas semua informasi dan data yang telah diberikan oleh manajemen Perseroan, baik lisan maupun
tulisan, dan dengan demikian kami tidak dapat memberikan jaminan atau bertanggung-jawab apabila
informasi dan data yang diberikan tersebut menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Penilai Publik yang bertanggung jawab sekaligus yang bertanda tangan di dalam Laporan Pendapat
Kewajaran ini adalah Ir. Budi Prasodjo, M.Ec.Dev, MAPPI (Cert.), merupakan Penilai Publik Properti &
Bisnis dengan Nomor Izin Penilai Publik Properti No. PB-1.13.00375 berdasarkan Surat Keputusan
Menteri Keuangan Nomor 511/KM.1/2013 Tanggal 23 Juli 2023. Penilai Publik juga telah terdaftar
sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal di Otoritas Jasa Keuangan/OJK (d/h Bapepam-LK) dengan
Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. STTD.PPB-09/PJ-1/PM.2/2023 Tanggal 20
Maret 2023.

Penilai Publik bertindak atas nama Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan yang
beralamat di 18 Office Park Lantai 3 Unit A-3E, Jl. TB Simatupang, Kelurahan Kebagusan, Kecamatan
Pasar Minggu, Kotamadya Jakarta Selatan, Provinsi DKI Jakarta. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan
memiliki Izin Usaha resmi dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia No. 2.15.0131 berdasarkan
Kepmenkeu No. 722/KM.1/2015 tanggal 9 September 2015 dari Menteri Keuangan Republik
Indonesia. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan adalah perusahaan penilai independen yang terdaftar di
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI) dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan/OJK (d/h
Bapepam-LK) berdasarkan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal No. S-
859/PM.223/2015 tanggal 17 November 2015.

Pihak-pihak yang melakukan transaksi dalam Rangkaian Rencana Transaksi ini adalah PT Bali Realtindo
Benoa sebagai anak perusahaan dari PT Pudjiadi and Sons Tbk atau penjual, dan PT Berkat Propertindo
Benoa sebagai pembeli.

Objek analisis pendapat kewajaran dalam hal ini adalah rangkaian rencana transaksi penjualan aset
tetap berupa Tanah dengan total luas tanah ± 42.644 m2 yang terletak di Jalan Pesanggaran,
Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Provinsi Bali yang dimiliki oleh
anak Perusahaan Perseroan yaitu PT Bali Realtindo Benoa sebagai penjual dengan pihak ketiga yaitu
PT Berkat Propertindo Benoa sebagai pembeli.




                                                                                                 35
Page 36
Maksud dan tujuan penugasan adalah memberikan Pendapat Kewajaran atas Rencana Transaksi
dengan tujuan memenuhi POJK No.17/POJK.04/2020 sesuai dengan SEOJK No. 17/SEOJK.04/2020.

Pendapat kewajaran ini berdasarkan dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas sebagai berikut:
    • Bahwa kami tidak mempunyai kepentingan finansial terhadap objek yang dianalisis dan hasil
       dari pendapat kewajaran yang dilakukan;
    • Bahwa dengan dilandasi itikad baik, semua dokumen yang diberikan atau diperlihatkan oleh
       Pemberi Tugas dan pihak ketiga kepada kami dalam rangka pemberian pendapat kewajaran
       ini adalah sah, benar, lengkap dan sesuai dengan kenyataan sebenarnya dan bahwa
       dokumen-dokumen yang diberikan kepada kami dalam bentuk foto copy, turunan dan/atau
       salinan adalah sesuai dengan aslinya dan dokumen tersebut adalah sah, benar, lengkap serta
       sesuai dengan kenyataan sebenarnya;
    • Bahwa dokumen-dokumen, pernyataan-pernyataan dan keterangan-keterangan yang
       diberikan oleh Pemberi Tugas atau pihak ketiga kepada kami untuk tujuan pemberian
       pendapat kewajaran ini adalah benar, akurat, lengkap dan sesuai dengan keadaan
       sebenarnya, serta tidak mengalami perubahan sampai dengan tanggal diberikannya
       pendapat kewajaran ini;
    • Bahwa semua tanda tangan, materai, coretan dan tanda yang terdapat dalam setiap
       dokumen yang diberikan dan/atau diperlihatkan oleh Pemberi Tugas kepada kami adalah
       benar dan tanda yang terdapat dalam setiap dokumen fotokopi, turunan dan/atau salinan
       yang diberikan oleh Pemberi Tugas kepada kami adalah sesuai dengan yang terdapat dalam
       dokumen aslinya dan tanda tangan, materai, coretan dan tanda yang terdapat pada dokumen
       adalah benar adanya;
    • Bahwa instansi Pemerintah dan/atau pihak yang mengeluarkan dan/atau menerbitkan izin,
       persetujuan, lisensi dan/atau bukti tanda pendaftaran kepada Pemberi Tugas adalah pejabat
       dan/atau pihak yang berwenang untuk melakukan tindakan-tindakan tersebut dan diwakili
       oleh orang-(orang) yang berhak dan mempunyai izin, persetujuan, lisensi, dan/atau bukti
       tanda pendaftaran yang bersangkutan;
    • Kecuali dinyatakan secara tegas dalam pendapat kewajaran ini, tidak dapat diasumsikan
       bahwa kami berkewajiban dan telah melakukan pemeriksaan legalitas atas objek yang
       dianalisis;
    • Bahwa semua sengketa dalam bentuk perkara pidana maupun perdata (baik di dalam
       maupun di luar Pengadilan) yang berkaitan dengan objek yang dinilai tidak menjadi tanggung
       jawab kami;
    • Bahwa dalam pendapat kewajaran ini didasarkan pada analisa dan perhitungan atas objek
       yang dianalisis sebagaimana ditunjukkan dalam laporan keuangan yang diberikan dan
       dokumen – dokumen pendukung lain yang terbatas;
    • Bahwa biaya penugasan ditentukan berdasarkan hari – orang (man-day) dan bukan
       ditentukan berdasarkan hasil yang diberikan dalam Laporan Pendapat Kewajaran;
    • Bahwa Laporan Pendapat Kewajaran ini dianggap sah apabila terdapat cap dan tanda tangan
       asli dari pihak kami;
    • Bahwa tanggung jawab kami terbatas kepada pemberi tugas dimaksud dan kami tidak
       bertanggung jawab terhadap pihak lain yang menggunakan Laporan Pendapat Kewajaran ini;
    • Laporan pendapat kewajaran ini sebagai salah satu informasi untuk dijadikan dasar pemikiran
       dalam mengambil keputusan, akan tetapi tidak mengikat dan tidak dapat dijadikan sebagai
       dasar penentu suatu keputusan yang berakibat hukum, karena laporan ini semata-mata
       dibuat berdasarkan kajian disiplin ilmu dan kemampuan yang kami miliki;
    • Bahwa tanggung jawab material dalam pendapat kewajaran ini adalah sebatas fee yang
       sudah kami terima.
    • Pendapat Kewajaran merupakan laporan yang bersifat non-disclaimer opinion.
    • Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses

                                                                                              36
Page 37
        penyusunan Pendapat Kewajaran.
    •   Data dan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang dapat dipercaya keakuratannya.
    •   Analisis dalam penyusunan Pendapat Kewajaran dilakukan dengan menggunakan proyeksi
        keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan yang
        dibuat oleh manajemen Perseroan dengan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
    •   Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Pendapat Kewajaran dan kewajaran
        proyeksi keuangan.
    •   Pendapat Kewajaran merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat
        informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan.
    •   Kami bertanggung jawab atas Pendapat Kewajaran dan kesimpulan Pendapat Kewajaran.
    •   Kami telah memperoleh informasi atas syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan dalam
        perjanjian-perjanjian yang terkait dengan Rencana Transaksi dari Perseroan.

Dalam menilai kewajaran Transaksi, kami menggunakan metodologi analisis sebagai berikut:
1.     Analisis atas Rencana Transaksi
2.     Analisis Kualitatif atas Rencana Transaksi
3.     Analisis Kuantitatif atas Rencana Transaksi
4.     Analisis Kewajaran Nilai Transaksi

Secara kualitatif, dapat diketahui bahwa pihak–pihak yang terlibat dalam Rencana Transaksi ini adalah
Perseroan dan Pembeli. Rencana Transaksi ini bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana
didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020, karena Perseroan dan
Pembeli tidak memiliki pengurus atau pemegang saham yang sama. Rencana Transaksi yang akan
dilakukan bukan merupakan transaksi benturan kepentingan karena memberikan solusi kelangsungan
usaha bagi Perseroan dan diselenggarakan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku dan
menguntungkan Perseroan.

Secara kualitatif, PT Pudjiadi and Sons Tbk bergerak dibidang perhotelan dengan segala fasilitas dan
sarana penunjang lainnya, antara lain jasa akomodasi, perdagangan eceran minuman beralkohol,
perdagangan eceran kaki lima dan los pasar minuman, apartemen, restoran, jasa catering, penyedia
jasa boga, real estate, sarana rekreasi dan hiburan yang berada di lokasi hotel.

Transaksi ini dilakukan dalam rangka reorganisasi/restrukturisasi dan/atau pengelompokan aset yang
dimiliki dan/atau dikelola oleh Perseroan, sehingga akan memaksimalkan aset sesuai dengan
fungsinya. Aset Tetap yang dimiliki oleh Perseroan melalui anak perusahaan Perseroan yang saat ini
merupakan aset non-operasional.

Industri perhotelan Indonesia sepanjang tahun 2025 menghadapi tantangan berat akibat tekanan
ekonomi dan perubahan perilaku konsumen. Di tengah pemulihan pasca-pandemi, sektor ini justru
mengalami penurunan okupansi yang signifikan, terutama di kota-kota besar yang selama ini
bergantung pada segmen bisnis dan perjalanan dinas. Pemangkasan anggaran pemerintah untuk
kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition) menjadi pukulan telak bagi hotel-hotel
yang selama ini mengandalkan pendapatan dari acara korporat dan instansi.

Kondisi makroekonomi yang belum stabil turut memperburuk situasi. Inflasi yang tinggi dan
melemahnya daya beli masyarakat menyebabkan penurunan minat terhadap perjalanan wisata, baik
domestik maupun internasional. Di sisi lain, pelaku usaha hotel harus menghadapi kenaikan biaya
operasional seperti listrik, air, dan gaji karyawan, sehingga margin keuntungan semakin tertekan.
Banyak hotel kelas menengah dan non-berbintang terpaksa melakukan efisiensi, bahkan menutup
operasional sementara.



                                                                                                  37
Page 38
Meski menghadapi tekanan, investasi di sektor perhotelan tetap berjalan, terutama di kawasan wisata
prioritas seperti Labuan Bajo, Mandalika, dan Likupang. Pemerintah dan swasta terus mendorong
pembangunan hotel berbintang dan resort untuk mendukung target kunjungan wisatawan
mancanegara. Proyek-proyek infrastruktur pariwisata seperti bandara, pelabuhan, dan jalan akses
juga menjadi katalis pertumbuhan jangka panjang.

Hotel berbintang lima dan empat masih mampu bertahan dengan strategi layanan premium dan
loyalitas pelanggan. Mereka mengandalkan segmen wisatawan asing dan kalangan atas yang tetap
melakukan perjalanan. Sebaliknya, hotel non-berbintang dan kelas menengah lebih rentan terhadap
fluktuasi pasar. Banyak hotel kecil yang terpaksa tutup atau beralih fungsi menjadi kos-kosan atau
properti sewa jangka panjang.

Strategi bertahan yang diterapkan pelaku usaha hotel mencakup efisiensi operasional, pengurangan
tenaga kerja, dan kolaborasi dengan platform digital. Inovasi layanan seperti paket kerja-dari-hotel,
wedding venue, dan retreat spiritual menjadi alternatif pendapatan baru. Beberapa hotel juga mulai
mengembangkan konsep eco-hotel dan wellness resort untuk menarik segmen pasar yang lebih
spesifik dan berkelanjutan.

Meskipun tahun 2025 penuh tantangan, prospek jangka panjang industri perhotelan tetap positif.
Dengan pemulihan ekonomi global, peningkatan mobilitas masyarakat, dan dukungan pemerintah
terhadap pariwisata, sektor perhotelan diperkirakan akan kembali tumbuh dalam beberapa tahun ke
depan. Adaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen, digitalisasi layanan, dan diversifikasi produk
akan menjadi kunci keberhasilan industri ini di masa mendatang.

Berikut analisis operasional dan prospek Perseroan atas Rencana Transaksi:

1) Analisis Operasional

   Peningkatan Fokus pada Aset Produktif, Penjualan tanah yang belum dimanfaatkan tersebut
   berarti perusahaan melepas aset yang tidak memberikan kontribusi terhadap kegiatan inti,
   sehingga sumber daya (tenaga, waktu, dan dana) dapat difokuskan pada aset produktif seperti
   fasilitas produksi, infrastruktur operasional, atau lini bisnis utama. Dampak: efisiensi
   operasional meningkat dan manajemen dapat memusatkan perhatian pada peningkatan
   kinerja inti.

   Efisiensi Biaya Operasional, Tanah yang belum diolah sering menimbulkan biaya tersembunyi,
   seperti Pajak bumi dan bangunan (PBB), Biaya pengamanan dan pemeliharaan lahan, dan
   Biaya administrasi aset. Dengan menjualnya, perusahaan mengurangi pengeluaran rutin non
   produktif. Dampak: margin operasional dan arus kas operasional meningkat.

   Meningkatkan Likuiditas Operasional, Dana tunai dari penjualan tanah dapat digunakan
   untuk menutupi kebutuhan kas jangka pendek (seperti gaji, bahan baku, atau utilitas), dan
   membiayai program efisiensi atau investasi kecil yang langsung berdampak pada kinerja
   operasi. Dampak: stabilitas kegiatan operasional meningkat dan ketergantungan pada
   pinjaman jangka pendek berkurang.

   Mendukung Program Restrukturisasi Operasional, Dalam konteks restrukturisasi, dana hasil
   penjualan tanah bisa dialokasikan untuk modernisasi alat produksi, digitalisasi proses bisnis,
   penataan ulang rantai pasok (supply chain), atau pembiayaan pesangon dalam program
   efisiensi SDM.



                                                                                                  38
Page 39
   Fokus utama adalah membayar utang jangka pendek atau bunga pinjaman, membiayai
   operasional harian dan menambah modal kerja, namun setelah itu dana hasil penjualan tanah
   bisa dialokasikan untuk modernisasi alat produksi, digitalisasi proses bisnis, penataan ulang
   rantai pasok atau pembiayaan pesangon dalam program efisiensi SDM. Hal ini sejalan dengan
   rencana manajemen. Dampak: memperkuat daya saing jangka menengah melalui peningkatan
   produktivitas dan penurunan biaya tetap

2) Analisis Prospek Perusahaan

   Perbaikan Struktur Keuangan Meningkatkan Daya Saing, dengan posisi kas yang lebih kuat
   dan rasio utang yang lebih sehat, perusahaan memiliki ruang manuver lebih luas untuk
   melakukan ekspansi atau inovasi, dan kemampuan lebih baik untuk mendapatkan pembiayaan
   baru dari investor atau bank. Dampak: prospek keberlanjutan (going concern) meningkat.

   Meningkatkan Kepercayaan Pemangku Kepentingan, restrukturisasi yang ditopang oleh hasil
   penjualan aset non-produktif menunjukkan manajemen proaktif dan rasional, bukan reaktif
   dan adanya komitmen untuk memperbaiki kinerja dan transparansi keuangan. Dampak:
   memperbaiki persepsi pasar, meningkatkan kepercayaan investor, kreditur, dan mitra bisnis.

   Potensi Reposisi Bisnis, dana hasil penjualan tanah dapat dimanfaatkan untuk diversifikasi
   usaha ke bidang yang lebih menguntungkan atau lebih relevan dengan tren pasar, investasi
   teknologi untuk efisiensi, atau peningkatan kapabilitas SDM. Dampak: prospek pertumbuhan
   jangka panjang meningkat, meskipun aset fisik berkurang.

Risiko terhadap Prospek

Meski banyak manfaat, ada beberapa risiko prospektif yang perlu diperhatikan yaitu:
- Kehilangan potensi masa depan: jika tanah tersebut di lokasi strategis, nilai jual bisa melonjak
  di masa depan.
- Ketergantungan pada aset yang tersisa: jika tidak diimbangi investasi baru, kapasitas ekspansi
  perusahaan bisa terbatas.
- Sinyal negatif jangka pendek: pasar bisa menafsirkan penjualan aset sebagai tanda tekanan
  keuangan, terutama jika dilakukan tergesa-gesa.

Pertimbangan penjualan tanah tetap dilaksanakan karena Perseroan dihadapkan kepada
restrukturisasi utangnya dan tidak bisa memenuhi kebutuhan belanja modal untuk
mempertahankan daya saing yang semakin menurun jika tidak menjual tanah tersebut. Serta
Peningkatan nilai dari sisa tanah yang belum dijual karena lingkungan yang lebih tertata dan
matang. Mitigasi: pastikan komunikasi publik yang jelas bahwa penjualan dilakukan dalam rangka
efisiensi dan optimalisasi aset, bukan darurat keuangan.

Keuntungan dan Kerugian Rencana Transaksi Secara Kualitatif

Keuntungan (Manfaat) Kualitatif

1) Meningkatkan Likuiditas dan Stabilitas Keuangan, penjualan tanah yang belum diolah
   memberikan tambahan kas tanpa harus berutang.
   - Perusahaan menjadi lebih likuid dan mampu memenuhi kewajiban jangka pendek.
   - Memberikan ruang gerak lebih luas dalam proses restrukturisasi keuangan atau investasi
     produktif.



                                                                                               39
Page 40
   Makna kualitatif: menunjukkan kemampuan perusahaan mengelola aset secara bijak dan
   adaptif terhadap tekanan keuangan.

2) Optimalisasi Portofolio Aset, tanah yang belum diolah biasanya tidak menghasilkan
   pendapatan dan bahkan memerlukan biaya pemeliharaan (pajak, pengamanan, dll). Dengan
   menjual aset yang tidak produktif, perusahaan memusatkan sumber daya pada aset yang
   mendukung kegiatan inti (core business).

   Makna kualitatif: mencerminkan efisiensi dan fokus strategis dalam manajemen aset.

3) Meningkatkan Citra dan Kepercayaan Pemangku Kepentingan, langkah menjual aset non-
   produktif sering dilihat sebagai keputusan rasional dan disiplin finansial. Investor, kreditur,
   dan mitra bisnis dapat menilai bahwa manajemen memiliki komitmen kuat untuk
   menyehatkan perusahaan.

   Makna kualitatif: memperkuat reputasi perusahaan sebagai entitas yang bertanggung jawab
   dan adaptif terhadap kondisi pasar.

4) Mendukung Program Restrukturisasi dan Efisiensi, Dana hasil penjualan dapat digunakan
   untuk membayar utang, menutup kerugian operasional, dan membiayai proyek restrukturisasi
   atau modernisasi.

   Makna kualitatif: membantu transisi menuju struktur organisasi dan keuangan yang lebih
   sehat, mempercepat pemulihan kinerja.

5) Fleksibilitas Strategis, dengan tambahan kas perusahaan memiliki keleluasaan untuk
   berinvestasi di sektor baru, mengantisipasi peluang pasar, atau memperkuat cadangan kas
   menghadapi ketidakpastian ekonomi.

Makna kualitatif: memperluas kemampuan adaptasi jangka menengah dan panjang.

Kerugian (Risiko) Kualitatif

1) Kehilangan Potensi Nilai Aset di Masa Depan, Jika tanah tersebut berada di lokasi strategis
   atau wilayah berkembang, penjualan saat ini dapat mengorbankan potensi keuntungan besar
   di masa depan.

   Makna kualitatif: keputusan jangka pendek yang memperkuat keuangan saat ini bisa
   melemahkan peluang pertumbuhan jangka panjang.

2) Persepsi Negatif dari Pasar, Jika penjualan dilakukan dalam situasi tekanan keuangan, publik
   atau investor bisa menafsirkan bahwa perusahaan sedang kesulitan keuangan, atau menjual
   aset untuk bertahan hidup.

   Makna kualitatif: bisa menurunkan kepercayaan sementara dan memengaruhi harga saham
   atau reputasi bisnis.

3) Dampak terhadap Struktur Aset dan Neraca, Menjual tanah mengurangi total aset
   perusahaan. Secara kualitatif, ini bisa mempersempit ruang ekspansi dan mengurangi aset
   jaminan di masa depan.



                                                                                               40
Page 41
   Makna kualitatif: menurunkan kapasitas perusahaan untuk menarik pembiayaan berbasis
   aset.

4) Risiko Penggunaan Dana yang Tidak Produktif, Jika hasil penjualan tidak diarahkan ke
   kegiatan yang produktif (misalnya hanya untuk menutup defisit sementara), maka manfaat
   jangka panjang akan hilang.

   Makna kualitatif: menunjukkan kelemahan dalam perencanaan strategis dan tata kelola
   keuangan.

5) Kehilangan Aset Strategis untuk Pengembangan, tanah yang belum diolah bisa menjadi
   cadangan ekspansi di masa depan, misalnya untuk pembangunan pabrik, gudang, atau proyek
   baru.

   Makna kualitatif: menjualnya bisa membatasi fleksibilitas pertumbuhan jangka panjang
   perusahaan.

Sehubungan adanya Rencana Transaksi yang disepakati para pihak adalah Akta Nomor 16 yaitu
antara PT Bali Realtindo Benoa sebagai penjual dengan PT Berkat Propertindo Benoa sebagai pembeli.

Berdasarkan informasi BRB dan BPP telah membuat Akta Nomor 16. Adapun poin-poin penting dalam
Akta Nomor 16 tersebut adalah sebagai berikut:
a) Tahap Pertama berupa keseluruhan 13 (tiga belas) bidang tanah yang telah disebutkan pada bab
   sebelumnya, sebesar 57,18% (Lima Puluh Tujuh Koma Delapan Belas persen) dari harga transaksi
   atau sebesar Rp87.135.000.000 (Delapan Puluh Tujuh Miliar Seratus Tiga Puluh Lima Juta Rupiah).
   Pada tahap pertama ini skema pembayaran berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli terbagi
   menjadi 3 tahap, tahap pertama adalah pembayaran tanda jadi sebesar Rp3.000.000.000 yang
   telah dibayarkan pada tanggal 05 Juli 2025, tahap pertama sebesar Rp 5.110.875.000 yang telah
   dibayarkan pada tanggal 06 Agustus 2025, dan tahap kedua atau pelunasan sebesar Rp
   79.024.125.000 yang akan dilakukan pada tanggal 10 Desember 2025.
b) Tahap Kedua berupa sebagian dari 8 (delapan) bidang tanah yang telah disebutkan pada bab
   sebelumnya sebesar 42,82% (Empat Puluh Dua Koma Delapan Puluh Dua persen) dari harga
   transaksi atau sebesar Rp65.265.000.000 (Enam Puluh Dua Miliar Dua Ratus Enam Puluh Lima Juta
   Rupiah). Pada tahap kedua ini skema pembayaran berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli
   terbagi menjadi 3 tahap, tahap pertama adalah pembayaran tanda jadi sebesar Rp 3.000.000.000
   yang telah dibayarkan pada tanggal 05 Juli 2025, dan tahap pertama sebesar Rp 3.526.500.000
   yang telah dibayarkan pada tanggal 06 Agustus 2025 dan tahap kedua atau pelunasan sebesar
   Rp58.738.500.000 yang akan dibayarkan pada tanggal 10 Juni 2026.

   Sehubungan dengan adanya pengukuran ulang oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) luas
   tanah pada objek analisis kewajaran mengalami perubahan sesuai dengan Surat Keterangan
   Jual Beli Tanah dengan poin-poin antara lain sebagai berikut:
   I. Seluruh bidang tanah telah dilakukan proses pengukuran, pemecahan dann penggabungan
       pada Kantor Pertanahan Kota Denpasar dan saat ini telah diterbitkan 19 (sembilan belas)
       sertifikat hak atas tanah dengan luas keseluruhan seluar 46.450 m2.
   II. PT Bali Realtindo Benoa berkedudukan di Kota Administrasi Jakarta Barat (Penjual) hanya
       menjual 14 (empat belas) bidang tanah kepada PT Berkat Benoa Propertindo
       berkedudukan di Kota Denpasar (pembeli), dengan luas seluruhnya 42.644 m2 dengan
       harga Rp159.915.000.000,- (Seratus Lima Puluh Sembilan Miliar Sembilan Ratus Lima Belas
       Juta Rupiah) (belum termasuk PPN) yang terbagi menjadi 2 (dua) blok tanah, masing-
       masing yaitu:

                                                                                               41
Page 42
         Bidang tanah blok A, seluas 23.951 m2 dengan harga jual beli sebesar Rp89.816.250.000,-
       (Delapan Puluh Sembilan Miliar Delapan Ratus Enam Belas Juta Dua Ratus Lima Puluh Ribu
       Rupiah) masing-masing yaitu:
   -   Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000033498.0 seluas 11.725 m 2
   -   Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000031647.0 seluas 6.322 m 2
   -   Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000034879.0 seluas 5.744 m 2
   -   Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000031654.0 seluas 160 m 2

       Bidang tanah blok B, seluas 18.693 m2 dengan harga jual beli sebesar Rp70.098.750.000,-
       (Tujuh Puluh Miliar Sembilan Puluh Delapan Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah) masing-
       masing yaitu:
   -   Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000024144.0 seluas 2.525 m 2
   -   Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000031640.0 seluas 1.270 m 2
   -   Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000031651.0 seluas 635 m 2
   -   Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000031639.0 seluas 635 m 2
   -   Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000031650.0 seluas 559m 2
   -   Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000024145.0 seluas 384 m 2
   -   Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000031648.0 seluas 2.275 m 2
   -   Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000031649.0 seluas 3.755 m 2
   -   Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000017786.0 seluas 3.455 m 2
   -   Sertifikat Hak Guna Bangunan, NIB: 22.09.000031656.0 seluas 3.200 m 2

   III. Cara pembayaran
   1. Untuk pelunasan pembayaran atas bidang tanah blok A akan dilakukan oleh PT Berkat
         Benoa Propertindo (pembeli) selambat-lambatnya pada tanggal 26 Mei 2026.
   2. Untuk pelunasan pembayaran atas bidang tanah blok B akan dilakukan oleh PT Berkat
         Benoa Propertindo (pembeli) selambat-lambatnya pada tanggal 26 September 2026.

Secara kuantitatif, dapat diketahui bahwa pihak–pihak yang terlibat dalam transaksi ini adalah anak
Perusahaan Perseroan dengan Pembeli. Rencana Transaksi ini merupakan transaksi yang mengandung
unsur transaksi material sebagaimana didefinisikan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No.
17/POJK.04/2020, karena nilai transaksi lebih dari 20% ekuitas perusahaan selain itu juga nilai
transaksi melebihi 50% dari ekuitas. Rencana Transaksi dapat memperbaiki rasio likuiditas, aktivitas,
dan solvabilitas Perseroan.

Analisis Kinerja Historis Secara keseluruhan, kinerja keuangan Perseroan menunjukkan kondisi
yang cukup stabil dengan perbaikan struktur keuangan, meskipun profitabilitas mengalami
tekanan di periode terakhir. Dari sisi neraca, total aset sempat mengalami fluktuasi namun
menunjukkan pemulihan pada 2025. Perseroan juga berhasil menurunkan total liabilitas,
terutama liabilitas jangka panjang, yang mencerminkan upaya penguatan struktur permodalan.
Sementara itu, ekuitas sempat meningkat hingga 2024, namun mengalami sedikit penurunan
pada 2025.

Dari sisi laba rugi, pendapatan Perseroan tumbuh kuat hingga mencapai puncaknya pada 2024,
namun mengalami penurunan pada 2025. Meskipun laba bruto masih terjaga, peningkatan
beban usaha dan beban lainnya menyebabkan penurunan laba bersih secara signifikan hingga
Perseroan mencatatkan rugi pada 2025. Hal ini menunjukkan adanya tantangan dalam
pengendalian biaya yang berdampak langsung pada profitabilitas. Sementara itu, dari sisi arus

                                                                                                  42
Page 43
kas, kinerja Perseroan justru menunjukkan perbaikan yang sangat positif. Arus kas operasi
meningkat signifikan dan menjadi kuat pada 2025, mencerminkan kemampuan menghasilkan kas
dari kegiatan inti. Arus kas investasi cenderung negatif pada beberapa tahun terakhir yang
mengindikasikan adanya ekspansi usaha, sedangkan arus kas pendanaan yang negatif
menunjukkan upaya Perseroan dalam mengurangi ketergantungan terhadap utang melalui
pelunasan kewajiban. Dengan demikian, meskipun secara operasional dan likuiditas Perseroan
menunjukkan perbaikan, tantangan utama ke depan adalah meningkatkan efisiensi biaya agar
pertumbuhan pendapatan dapat kembali menghasilkan laba yang berkelanjutan.

Analisis Proyeksi Keuangan Secara umum, sebelum Rencana Transaksi, proyeksi keuangan
Perseroan menunjukkan kondisi yang kurang ekspansif dan cenderung melemah. Meskipun
pendapatan masih tumbuh secara terbatas, Perseroan diproyeksikan terus mencatatkan rugi
bersih hingga 2030, dengan tekanan berasal dari beban yang relatif tinggi. Dari sisi neraca, total
aset, aset lancar, dan aset tidak lancar menunjukkan tren penurunan, begitu juga dengan ekuitas
yang tergerus secara konsisten. Hal ini mengindikasikan adanya risiko penurunan kapasitas usaha
dan nilai perusahaan jika tidak dilakukan aksi strategis. Sebaliknya, setelah Rencana Transaksi,
kondisi keuangan Perseroan menunjukkan perbaikan yang relatif lebih baik. Pendapatan
diproyeksikan tumbuh lebih tinggi dibandingkan sebelum transaksi, disertai dengan efisiensi
beban yang tercermin dari penurunan rasio beban terhadap pendapatan. Meskipun laba bersih
masih berfluktuasi, tekanan kerugian cenderung lebih terkendali. Dari sisi posisi keuangan, total
aset dan ekuitas menunjukkan tren yang lebih stabil (cenderung stagnan hingga sedikit
meningkat), yang mencerminkan adanya upaya menjaga keberlanjutan usaha.

Secara keseluruhan, Rencana Transaksi memberikan dampak positif berupa perbaikan kinerja
operasional, efisiensi biaya, dan stabilisasi struktur keuangan, meskipun tantangan profitabilitas
masih perlu menjadi fokus utama Perseroan ke depan.

Analisis Rasio Keuangan Secara umum, kondisi keuangan Perseroan menunjukkan risiko
likuiditas dan profitabilitas yang perlu menjadi perhatian, meskipun terdapat perbaikan pada
efisiensi operasional dan struktur permodalan. Dari sisi likuiditas, seluruh rasio (current, quick,
dan cash ratio) berada di bawah 1,00, yang mengindikasikan keterbatasan kemampuan
Perseroan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dengan aset lancar yang dimiliki.

Dari sisi aktivitas, Perseroan menunjukkan kinerja yang semakin efisien. Hal ini tercermin dari
peningkatan signifikan pada perputaran piutang, utang usaha, serta aset tetap, yang
menandakan perbaikan dalam pengelolaan operasional dan pemanfaatan aset. Perputaran
persediaan juga relatif stabil, meskipun sedikit mengalami penurunan pada 2025. Pada rasio
solvabilitas, Perseroan sempat menurunkan ketergantungan terhadap utang hingga 2024, namun
kembali mengalami peningkatan pada 2025. Meski demikian, secara umum struktur permodalan
masih cukup terjaga karena proporsi utang relatif seimbang dengan ekuitas. Sementara itu, dari
sisi profitabilitas, kinerja Perseroan cenderung tidak stabil. Meskipun margin laba kotor masih
terjaga pada level yang baik, margin laba operasi dan laba bersih mengalami penurunan, bahkan
mencatatkan nilai negatif pada 2025. Hal ini berdampak pada penurunan ROE dan ROA, yang
menunjukkan bahwa kemampuan Perseroan dalam menghasilkan laba dari modal dan aset masih
menghadapi tantangan.

Secara keseluruhan, risiko utama Perseroan terletak pada tekanan likuiditas jangka pendek dan
penurunan profitabilitas, sehingga diperlukan pengendalian biaya yang lebih efektif serta
penguatan arus kas untuk menjaga keberlanjutan kinerja keuangan ke depan.




                                                                                                43
Page 44
Analisis Proforma Keuangan Perseroan Ringkasan analisis proforma menunjukkan bahwa
pelaksanaan Rencana Transaksi berupa penjualan aset tetap memberikan dampak signifikan
terhadap kinerja keuangan Perseroan. Dari sisi posisi keuangan, terjadi peningkatan aset lancar
yang didorong oleh kenaikan kas dan setara kas hasil penjualan, sementara aset tidak lancar
menurun akibat pelepasan aset tetap. Liabilitas jangka pendek meningkat terutama karena
timbulnya biaya transaksi dan kewajiban pajak, sedangkan liabilitas jangka panjang tidak
mengalami perubahan. Ekuitas mengalami peningkatan yang berasal dari kenaikan laba ditahan
akibat keuntungan penjualan aset.

Pada laporan laba rugi, transaksi menghasilkan lonjakan laba yang signifikan dari keuntungan
penjualan aset, meskipun diikuti peningkatan beban lain-lain terkait pajak dan biaya transaksi.
Dari sisi rasio keuangan, likuiditas dan solvabilitas menunjukkan perbaikan, mencerminkan
kemampuan yang lebih baik dalam memenuhi kewajiban serta penurunan tingkat leverage.
Efisiensi penggunaan aset tetap juga meningkat, meskipun kinerja operasional inti relatif tidak
berubah. Sementara itu, profitabilitas mengalami peningkatan signifikan, terutama pada net
profit margin, ROA, dan ROE yang beralih ke posisi positif. Secara keseluruhan, transaksi ini
berdampak positif terhadap kondisi keuangan Perseroan, terutama dalam meningkatkan
profitabilitas, likuiditas, dan struktur permodalan.

Analisis Inkremental

A. Analisis Kontribusi Nilai Tambah
   Analisis inkremental menunjukkan bahwa Rencana Transaksi memberikan dampak positif
   yang signifikan terhadap kinerja keuangan Perseroan. Peningkatan terbesar terlihat pada aset
   lancar dan ekuitas yang didorong oleh masuknya kas dari penjualan aset, sementara liabilitas
   lancar menurun secara substansial sehingga memperbaiki struktur keuangan. Meskipun aset
   tetap mengalami sedikit penurunan, hal ini mencerminkan optimalisasi aset yang kurang
   produktif. Dari sisi kinerja operasional, pendapatan, laba kotor, dan terutama laba bersih
   mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Proses pengambilan keputusan juga telah
   dilakukan sesuai prosedur internal dengan mempertimbangkan berbagai alternatif. Secara
   keseluruhan, transaksi ini dinilai menguntungkan karena menghasilkan nilai tambah besar,
   memperkuat posisi keuangan, serta mendukung strategi restrukturisasi dan peningkatan daya
   saing Perseroan.

B. Biaya dan pendapatan yang relevan

  Dari sisi aset tetap, Perseroan mendapatkan keuntungan dari penjualan aset tetap
  dikarenakan aset yang akan ditransaksikan merupakan aset non operasional yang tidak
  berkontribusi pada pendapatan utama perseroan. Laba yang diperoleh dari Rencana Transaksi
  sebesar Rp159.915.000.000,- dan setelah dikurangi dengan nilai buku dari aset tetap yang
  ditransaksi kan hanya Rp20.309.560.927,- dan menghasilkan laba bersih sebesar
  Rp139.605.439.073,- setelah dikurangi dengan nilai buku aset tetap.

C. Informasi non keuangan yang relevan

  Berdasarkan informasi yang kami terima dari Manajemen, sampai dengan laporan ini
  diterbitkan tidak ada informasi non keuangan yang relevan terkait Rencana Transaksi




                                                                                            44
Page 45
D. Prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan Rencana dan nilai
   transaksi dengan memperhatikan alternatif lain

   Berdasarkan informasi yang diperoleh dari manajemen Perseroan, proses pengambilan
   keputusan atas Transaksi telah dilakukan melalui proses yang sesuai prosedur internal
   Perseroan. Setelah menentukan rencana atas Transaksi, Direktur harus memperoleh
   persetujuan dari Direktur Utama dan Dewan Komisaris. Sebelum Direktur mengusulkan usulan
   rencana atas Transaksi, Direktur telah melalui tahapan proses analisis internal, sebagaimana
   konfirmasi dengan manajemen Perseroan. Dengan demikian, manajemen telah mengikuti
   prosedur pengambilan keputusan oleh perusahaan dalam menentukan rencana dan nilai
   transaksi dengan memperhatikan alternatif lain

E. Hal material lainnya yang dapat memberikan keyakinan bagi penilai bisnis dalam
   memberikan opini kewajaran transaksi

   Berdasarkan analisis proyeksi sebelum dan sesudah transaksi, dapat terlihat bahwa transaksi
   tersebut sangat menguntungkan dari segi selisih antara nilai buku aset sebesar
   Rp20.309.560.927,- dan penjualan aset tetap sebesar Rp159.915.000.000,- dan menghasilkan
   laba bersih sebesar Rp139.605.439.073,- setelah dikurangi dengan nilai buku aset tetap. Dan
   juga hal ini sangat sejalan dengan rencana dari Perseroan yang akan merestrukturisasi dengan
   pengoptimalisasian aset-aset yang tidak berkontribusi terhadap Pendapatan Perseroan dan
   merestrukturisasi utangnya dan bisa untuk memenuhi kebutuhan belanja modal untuk
   mempertahankan daya saing yang semakin menurun jika tidak menjual tanah tersebut.

Nilai Rencana Transaksi adalah sebesar Rp159.915.000.000,-. Nilai buku ekuitas Perseroan
berdasarkan laporan keuangan audited per 31 Desember 2025 adalah sebesar
Rp192.242.161.802,-, dengan demikian Rencana Transaksi tersebut merupakan transaksi
material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 17/POJK.04/2020,
karena nilai transaksi lebih besar dari 20% ekuitas Perseroan yaitu sebesar 83,18%.

Berdasarkan Laporan Penilaian yang diterbitkan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Sugianto
Prasodjo Dan Rekan dengan Nomor: 00553/2.0131-00/PI/10/0576/1/IV/2026 tanggal 20 April 2026,
Nilai Pasar dari objek transaksi adalah senilai Rp154.371.000.000,- dengan menggunakan Pendekatan
Pasar. Rincian nilai sebagai berikut:




                                                                                              45
Page 46
    No.                                Uraian                                             Luas (m²)                          Nilai Pasar (Rp.)

     I    Lokasi: 1
          Jalan Pesanggaran
          Kelurahan Pedungan
          Kecamatan Denpasar Selatan
          Kota Denpasar
          Provinsi Bali

          Tanah
          - SHGB NIB. 22.09.000024144.0                                                              2.525 m²
          - SHGB NIB. 22.09.000031640.0                                                              1.270 m²
          - SHGB NIB. 22.09.000031639.0                                                                635 m²
          - SHGB NIB. 22.09.000031651.0                                                                635 m²
          - SHGB NIB. 22.09.000031650.0                                                                635 m²
          - SHGB NIB. 22.09.000024145.0                                                                600 m²
          - SHGB NIB. 22.09.000031648.0                                                              2.275 m²
          - SHGB NIB. 22.09.000031649.0                                                              3.755 m²
          - SHGB NIB. 22.09.000017786.0                                                              3.300 m²
          - SHGB NIB. 22.09.000031647.0                                                              6.185 m²
          - SHGB NIB. 22.09.000033498.0                                                             11.725 m²
          - SHGB NIB. 22.09.000031656.0                                                              3.200 m²
          - SHGB NIB. 22.09.000034879.0                                                              5.744 m²
                              Total Tanah                                                           42.484 m²                        153.792.080.000
                                   Jumlah                                                                                            153.792.080.000

     II   Lokasi: 2
          Jalan Pesanggaran
          Kelurahan Pedungan
          Kecamatan Denpasar Selatan
          Kota Denpasar
          Provinsi Bali

          Tanah
          - SHGB NIB. 22.09.000031654.0                                                                160 m²
                              Total Tanah                                                              160 m²                             579.200.000
                                   Jumlah                                                                                                 579.200.000
                           Jumlah Total 1+2                                                           42.644 m²                      154.371.280.000
                             Pembulatan                                                                                              154.371.000.000


Berdasarkan hasil penilaian aset tersebut diperoleh nilai pasar sebesar Rp154.371.000.000,-
(Seratus Lima Puluh Empat Miliar Tiga Ratus Tujuh Puluh Satu Juta Rupiah), dapat diketahui
bahwa besaran Rencana Transaksi yang telah disepakati sebesar Rp159.915.000.000,- (Seratus
Lima Puluh Sembilan Miliar Sembilan Ratus Lima Belas Juta Rupiah). Berikut adalah
perbandingan rencana transaksi dengan hasil penilaian aset dari objek transaksi:

                               Perbandingan Rencana Transaksi dengan Hasil Penilaian Aset
                                                                                                                                 Kewajaran: Harga
                                                                                                 Harga Transaksi
                                  Objek     Luas                                                                              Transaksi Berada dalam
              Keterangan                             Harga Transaksi (Rp) Hasil Penilaian (Rp)   Terhadap Hasil    Kisaran
                                Transaksi   (m²)                                                                                Kisaran +/- 7,5% dari
                                                                                                    Penilaian
                                                                                                                                   Hasil Penilaian

              Batas Atas                                                      171.908.625.000       107,50%        7,50%

           Rencana Transaksi     Tanah      42.644      159.915.000.000      154.371.000.000         96,53%        -3,47%             Wajar

             Batas Bawah                                                      147.921.375.000        92,50%        -7,50%



Tabel di atas menunjukkan analisis kewajaran terhadap Rencana Transaksi, untuk menguji

                                                                                                                                                        46
Page 47
kewajaran, nilai Rencana Transaksi dibandingkan dengan hasil penilaian KJPP. Dapat diketahui
bahwa besaran Rencana Transaksi yang telah disepakati yakni sebesar Rp159.915.000.000 di
mana lebih besar 3,47% dibandingkan dengan hasil penilaian yaitu sebesar Rp154.371.000.000.
Nilai ini berada dalam kisaran wajar yang ditetapkan berdasarkan POJK 35/POJK.04/2020, yaitu
antara 92,50% (batas bawah) hingga 107,50% (batas atas), atau dengan kata lain, berada dalam
rentang ±7,5% dari nilai pasar aset yang dijadikan acuan maka kami berpendapat rencana
transaksi WAJAR.

                       PERNYATAAN DARI DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS

Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan menyatakan bahwa:
a.     Semua informasi material telah diungkapkan dalam Keterbukaan Informasi ini dan informasi
       tersebut tidak menyesatkan.
b.     Rencana Transaksi bukan merupakan Transaksi Afiliasi atau Transaksi Benturan Kepentingan
       sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang
       Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan.

                        KETERANGAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM

Perseroan telah mengumumkan pemberitahuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa
sehubungan dengan pelaksanaan Transaksi Material (“Rapat”) melalui situs web Bursa Efek Indonesia
www.idx.co.id, platform eASY.KSEI, dan situs web Perseroan www.pudjiadiandsons.co.id pada tanggal
20 Mei 2026, yang mana Rapat akan diselenggarakan pada:
Hari/Tanggal           : Selasa, 30 Juni 2026
Pukul                  : 10.00 WIB sampai dengan selesai
Tempat Rapat Fisik     : Ruangan Bella Vista IV, Lantai 12
                         Hotel Jayakarta SP Jakarta
                         Jalan Hayam Wuruk No. 126 Jakarta Barat

Mata Acara Rapat adalah sebagai berikut:

Berikut disampaikan mata acara RUPSLB, yaitu:

Persetujuan atas Transaksi Material sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha yaitu sehubungan
dengan penjualan aset tetap berupa tanah seluas ±42.644 m2 (empat puluh dua ribu enam ratus
empat puluh empat meter persegi) yang dimiliki oleh PT Bali Realtindo Benoa (“BRB”) perseroan
terbatas yang sahamnya dimiliki 99,99% oleh Perseroan, dengan nilai transaksi sebesar
±Rp159.915.000.000,00 (seratus lima puluh sembilan miliar sembilan ratus lima belas juta Rupiah)
setara dengan 83,18% (tujuh puluh delapan koma satu dua persen) dari total ekuitas Perseroan per
31 Desember 2025
(“Rencana Transaksi”).

Sesuai ketentuan dalam Pasal 14 ayat 2 angka (5) Anggaran Dasar Perseroan, RUPS dalam rangka
menyetujui Rencana Transaksi dilaksanakan dengan ketentuan sebagai berikut:

Kuorum kehadiran dan kuorum keputusan RUPS untuk mata acara mengalihkan kekayaan Perseroan
yang merupakan lebih dari 50% mengalihkan kekayaan Perseroan yang merupakan lebih dari 50%
(lima puluh persen) jumlah kekayaan bersih Perseroan dalam 1 (satu) transaksi atau lebih baik yang
berkaitan satu sama lain maupun tidak, menjadikan jaminan utang kekayaan Perseroan yang
merupakan lebih dari 50% (lima puluh persen) jumlah kekayaan bersih Perseroan dalam 1 (satu)

                                                                                               47
Page 48
transaksi atau lebih baik yang berkaitan satu sama lain maupun tidak, penggabungan, peleburan,
pengambilalihan, pemisahan, pengajuan permohonan agar Perseroan dinyatakan pailit, dan
pembubaran Perseroan, dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

a.   RUPS dapat dilangsungkan jika RUPS dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili paling
     sedikit 3/4 (tiga per empat) bagian dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah,
     kecuali anggaran dasar Perseroan menentukan jumlah kuorum yang lebih besar;
b.   Keputusan RUPS sebagaimana dimaksud pada huruf a adalah sah jika disetujui oleh lebih dari
     3/4 (tiga per empat) bagian dari seluruh saham dengan hak suara yang hadir dalam RUPS.
c.   Dalam hal kuorum sebagaimana dimaksud pada huruf a tidak tercapai, RUPS kedua dapat
     diadakan dengan ketentuan RUPS kedua sah dan berhak mengambil keputusan jika RUPS
     dihadiri oleh pemegang saham yang mewakili paling 2/3 (dua per tiga) bagian dari jumlah
     seluruh saham dengan hak suara yang sah, kecuali anggaran dasar Perseroan menentukan
     jumlah kuorum yang lebih besar;
d.   Keputusan RUPS kedua adalah sah jika disetujui oleh lebih dari 3/4 (tiga per empat) bagian dari
     seluruh saham dengan hak suara yang hadir dalam RUPS; dan
e.   Dalam hal kuorum kehadiran pada RUPS kedua sebagaimana dimaksud pada huruf c tidak
     tercapai, RUPS ketiga dapat diadakan dengan ketentuan RUPS ketiga sah dan berhak mengambil
     keputusan jika dihadiri oleh pemegang saham dari saham dengan hak suara yang sah dalam
     kuorum kehadiran dan kuorum keputusan yang ditetapkan oleh OJK atas permohonan
     Perseroan.

                                     INFORMASI TAMBAHAN

Apabila Para Pemegang Saham memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Perseroan
dengan alamat:

                                     PT Pudjiadi and Sons Tbk
                                    Hotel Jayakarta Jakarta Lt. 21
                               Jl. Hayam Wuruk 126 Jakarta 11180
                             Tel.: (021) 6593626, Fax.: (021) 6399573
                                      E-mail: pnse@cbn.net.id
                              Website: www.pudjiadiandsons.co.id


                                       Jakarta,20 Mei 2026
                                          Hormat kami,
                                        Direksi Perseroan




                                                                                                 48

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.81 MB
Published20 May 2026
Pages48
Characters187,762
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 50 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked person Marianti Pudjiadi p.5 ×2
linked person Lukman Pudjiadi p.5 ×4
linked person Kristian Pudjiadi p.5 ×3
linked person Ariyo Tejo p.5 ×3
possible org OTORITAS JASA KEUANGAN p.1 ×10
possible org Negara Republik Indonesia p.4 ×5
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.33 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.47
unresolved org PUDJIADI AND SONS TBK p.1 ×4
unresolved org PT Pudjiadi p.2 ×12
unresolved org Sons Tbk. p.2 ×10
unresolved org PT Bali Realtindo Benoa p.2 ×13
unresolved org PT Berkat Benoa Propertindo p.2 ×12
unresolved person I Nyoman Suryawan · Notaris p.2
unresolved org Pertanahan Nasional p.2 ×4
unresolved org PT Berkat p.3
unresolved org Sons Estates Ltd. p.4 ×2
unresolved person Ridwan Suselo · Notaris p.4
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.4
unresolved person Fathiah Helmi · Notaris p.4 ×6
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU- p.4 ×2
unresolved org PT Jayakarta Investindo p.5
unresolved org Departemen Pendapatan p.8
unresolved org PT Bali Bagus Bena p.32
unresolved org PT Bali Bagus Benoa p.32
unresolved person Achmad Bajumi p.32
unresolved org Pengadilan Negeri Jakarta Pusat p.32
unresolved person Imas Fatimah p.32
unresolved org Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. C p.32
unresolved person Herlina · Notaris p.32 ×3
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.32
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia p.32
unresolved org Kementerian p.33
unresolved person Dra. Ramini B. p.33
unresolved person Hendry Prambakat Wirasasmita · Notaris p.33
unresolved org Menteri Hukum Republik Indonesia No. AHU- p.34
unresolved org PT Bangkit Mitra Investama p.34
unresolved org KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan p.35
unresolved org KJPP Sugianto Prasodjo p.35 ×4
unresolved org Rencana Transaksi KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan p.35
unresolved person Ir. Budi Prasodjo p.35 ×2
unresolved org Menteri Keuangan p.35
unresolved org Bapepam-LK p.35 ×4
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo dan Rekan p.35
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Sugianto Prasodjo p.35
unresolved org Provinsi DKI Jakarta. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan p.35
unresolved org Kementerian Keuangan Republik Indonesia p.35
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia. KJPP Sugianto Prasodjo dan Rekan p.35
unresolved org PT Berkat Propertindo Benoa p.35 ×3

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.455 7286 ms 12 Sep 2026 22:21
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [{'area_sqm': None,
             'category': 'OTHER',
             'description': 'adalah senilai Rp154.371.000.000,- dengan '
                            'menggunakan Pendekatan'}],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': 'adalah senilai Rp154.371.000.000,- dengan menggunakan '
                'Pendekatan',
 'object_truncated': True,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': '50'}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result