Back to announcement
20240624_DOID_Laporan Informasi dan Fakta Material_31674508_lamp1.pdf
Other Text extracted DOIDSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 3
Page 1
SIARAN PERS UNTUK SEGERA DITERBITKAN
Delta Dunia Group Tunjukkan Keunggulan Operasional dan
Peningkatan Ketahanan Finansial di Kuartal Pertama 2024
▪ Pendapatan naik 4% YoY menjadi USD426 juta pada Q1 2024.
▪ EBITDA tumbuh 8% YoY, didukung oleh pertumbuhan pendapatan dan pengendalian biaya
operasional yang lebih baik, yang mengarah pada peningkatan margin EBITDA dari 20,8%
pada Q1 2023 menjadi 21,6% pada Q1 2024.
▪ Arus Kas Operasional (OCF) meningkat menjadi USD61 juta, berkontribusi pada
pertumbuhan posisi kas menjadi USD322 juta.
▪ Belanja modal (Capex) naik 80% YoY menjadi USD40 juta, sebagian besar didorong untuk
mendukung peningkatan produksi (ramp-up) site yang sudah ada dan belanja modal
perbaikan dan pemeliharaan.
▪ Rasio Utang Bersih terhadap EBITDA tetap sehat pada 1,65x per Maret 2024.
▪ Meskipun terdapat beberapa tantangan, termasuk curah hujan yang lebih tinggi yang
berdampak pada produktivitas di Indonesia, Grup tetap berada di jalur yang tepat untuk
memenuhi panduan tahunannya.
Jakarta, 24 Juni 2024 - PT Delta Dunia Makmur Tbk (“Delta Dunia Group” atau “Grup”, IDX:
DOID), perusahaan induk dari PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), BUMA Australia Pty Ltd (BUMA
Australia), PT Bukit Makmur Internasional (BUMA International), PT Bukit Teknologi Digital (BTech), dan
PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU), melaporkan kinerja operasional dan finansial yang kuat untuk
Kuartal Pertama (Q1) 2024.
Ikhtisar Pencapaian Keuangan Terkonsolidasi Utama (dalam juta USD, kecuali dinyatakan
sebaliknya):
1Q24 1Q23 Perubahan Year-
on-Year (YoY)
Pendapatan 426 409 4%
EBITDA 80 74 8%
Laba Operasional 16 14 12%
Laba/(Rugi) Bersih (19) (1) NM
Arus Kas Operasional 61 35 73%
Arus Kas Bebas 11 14 (19%)
Kinerja Grup diperkuat oleh peningkatan 1% YoY pada pengupasan tanah (overburden/OB) removal
dan volume batu bara, dengan pertumbuhan dua digit yang signifikan di Australia. Meskipun
menghadapi tantangan seperti curah hujan tinggi yang tak terduga di Indonesia yang memengaruhi
produktivitas, Grup tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai target volume sepanjang 2024.
Stabilnya OB removal di tengah kondisi cuaca buruk mencerminkan ekspansi site yang sedang
berlangsung, manajemen yang cakap, dan kesiapan strategis Grup.
Pada Q1 2024, Grup mencatatkan pendapatan sebesar USD426 juta, meningkat sebesar 4% YoY.
EBITDA Grup tumbuh 8% YoY menjadi USD80 juta yang didorong oleh peningkatan pendapatan dari
ekspansi strategis dan pengendalian biaya yang lebih baik, yang juga meningkatkan margin EBITDA
dari 20,8% di Q1 2023 menjadi 21,6% di Q1 2024. Grup juga berhasil mempertahankan manajemen
keuangan yang bijaksana, mencapai penurunan biaya operasional sebesar 9% dari USD24 juta pada
1
Page 2
Q1 2023 menjadi USD22 juta pada Q1 2024. Demikian pula, laba operasional mencapai USD16 juta,
menunjukkan peningkatan 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Belanja modal (Capex) meningkat 80% YoY menjadi USD40 juta, didorong oleh peningkatan produksi
(ramp-up) untuk pelanggan yang sedang berjalan serta biaya capex untuk perbaikan dan pemeliharaan
(repair & maintenance). Peningkatan ini masih sesuai dengan kisaran panduan setahun penung Grup
sebesar USD150 juta hingga USD190 juta. Seiring dengan ekspansi operasional Grup, pengendalian
ketat terhadap capex tetap menjadi fokus utama, mencerminkan komitmen Grup terhadap praktik
manajemen keuangan yang hati-hati.
Mengesampingkan kerugian selisih kurs (forex translation loss), laba bersih Grup tetap stabil dan
sebanding dengan tahun sebelumnya, mencerminkan kinerja keuangan yang konsisten pada Q1 2024.
Meskipun Grup melaporkan rugi bersih sebesar USD19 juta, yang lebih tinggi USD18 juta dibandingkan
periode yang sama pada 2023, hal ini terutama disebabkan oleh kerugian selisih kurs sebesar USD17
juta akibat depresiasi Rupiah Indonesia (IDR) dan Dolar Australia (AUD).
Kemenangan Kontrak dan Diversifikasi Mendorong Pertumbuhan
Grup secara strategis memprioritaskan pelanggan berkualitas tinggi, yang dipertegas dengan
keberhasilan perpanjangan kontrak dengan Blackwater Operations Pty Ltd, anak perusahaan
Whitehaven Coal Mining Limited, untuk jasa pertambangan pre-strip di Tambang Blackwater, Australia,
untuk 2 tahun tambahan. Pendekatan aktif dengan beberapa klien lain untuk menyelesaikan negosiasi
kontrak menegaskan komitmen kami terhadap hubungan jangka panjang dan perluasan basis
pelanggan. Pendekatan ini tidak hanya memastikan aliran pendapatan yang stabil, tetapi juga
memperkuat reputasi Grup di industri.
Selain itu, Grup terus melakukan diversifikasi secara geografis dan ke dalam future-facing commodities
dengan mengakuisisi Atlantic Carbon Group, Inc. (ACG), produsen antrasit terbesar kedua di Amerika
Serikat yang mengoperasikan empat tambang antrasit berkadar sangat tinggi (Ultra-High-Grade/UHG
Anthracite) di Pennsylvania, Amerika Serikat. Akuisisi ini, yang diharapkan selesai pada Juni 2024,
menandai tonggak penting bagi Grup dalam berekspansi dari penyedia jasa pertambangan menjadi
pemilik tambang global, serta mengakselerasi perwujudan komitmen Grup untuk mengurangi
ketergantungan pada pendapatan dari batu bara termal. Yang tidak kalah penting, akuisisi ini
menempatkan Grup sebagai pemain kunci di pasar global UHG antrasit, yang krusial untuk produksi
baja rendah karbon (low carbon steel).
Dian Andyasuri, Direktur Delta Dunia Group, mengatakan, "Dalam menghadapi tantangan dan
peluang, Grup telah menunjukkan ketangguhan dan wawasan strategis dalam mempertahankan
momentum pertumbuhan. Dengan memprioritaskan kemitraan berkualitas tinggi dan berekspansi ke
wilayah dan komoditas baru, kami terus memperkuat posisi kami di industri sambil terus melangkah
menuju tujuan jangka panjang kami dan memitigasi potensi risiko-risiko yang berada di luar kendali
kami."
Meningkatkan Ketahanan Finansial Melalui Pembiayaan Ulang yang Strategis
Pada Q1 2024, Grup terus memperkuat neraca keuangannya, mencapai rasio Utang Bersih terhadap
EBITDA yang sehat sebesar 1,65x pada Maret 2024, meningkat dari 2,15x pada Q1 2023. Arus kas
operasional meningkat signifikan menjadi USD61 juta, dari USD35 juta pada Q1 2023. Sementara arus
kas bebas sebesar USD11 juta, posisi kas Grup meningkat menjadi USD322 juta. Arus kas bebas yang
2
Page 3
lebih rendah mencerminkan investasi tambahan di Solar United Network Pte Ltd (SUN Energy), sebuah
perusahaan rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC)
panel surya serta pengembang dengan portofolio proyek internasional di Asia Pasifik. Investasi Ini
menegaskan komitmen Grup untuk bertransisi menuju ekonomi yang lebih rendah karbon.
Per Maret 2024, total utang Grup menurun menjadi USD1,01 miliar, turun dari USD1,22 miliar, berkat
pelunasan obligasi lebih awal sebesar USD153 juta dan pengurangan lebih lanjut dari amortisasi
pinjaman dan sewa. Penurunan ini, ditambah dengan diversifikasi sumber permodalan yang efektif,
telah memfasilitasi keberhasilan pembiayaan kembali (refinancing) kewajiban pembayaran utang di
2026, sehingga meningkatkan profil jatuh tempo utang Grup.
Iwan Fuad Salim, Direktur Delta Dunia Group, berkomentar, "Keberhasilan refinancing kami yang
sukses merupakan langkah besar yang signifikan bagi Grup, memperpanjang jatuh tempo utang kami
hingga 2029 dan memungkinkan jadwal pembayaran yang lebih merata. Penyesuaian yang dilakukan
secara cermat ini memastikan ketahanan finansial yang lebih besar untuk meningkatkan ketangguhan,
sekaligus memberikan fleksibilitas untuk mengejar berbagai inisiatif pertumbuhan. Keberhasilan
refinancing ini menunjukkan kepercayaan dan keyakinan yang kuat dari semua mitra keuangan kami
terhadap kinerja dan strategi Grup. Kami berada dalam posisi yang baik untuk memanfaatkan peluang
diversifikasi yang muncul, memperluas cakupan geografis kami, meningkatkan ESG (Lingkungan,
Sosial, dan Tata Kelola) kami, serta mendorong penciptaan nilai yang berkelanjutan bagi para
pemangku kepentingan kami."
***
Tentang PT Delta Dunia Makmur Tbk (Delta Dunia Group):
Didirikan pada 1990, PT Delta Dunia Makmur Tbk (Delta Dunia Group) adalah sebuah perusahaan induk terkemuka yang
beroperasi di Indonesia, Australia dan pada saat penyelesaian transaksi ini, Amerika Serikat. Anak perusahaan utama kami,
PT Bukit Makmur Utama (BUMA), merupakan penyedia layanan pertambangan terkemuka untuk sejumlah perusahaan
tambang terbesar di Indonesia dan Australia (melalui BUMA Australia Pty Ltd).
Pada 2023, Delta Dunia Group memperluas portofolionya dengan penambahan dua anak perusahaan baru: PT Bukit
Teknologi Digital (BTech), yang menawarkan solusi teknologi pertambangan komprehensif yang memberdayakan
perusahaan-perusahaan di industri pertambangan, dan PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU), sebuah entitas sosial yang
didedikasikan untuk pendidikan, sekolah-sekolah kejuruan, dan memajukan ekonomi berkelanjutan.
Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Kode IDX: DOID), Delta Dunia Group berkantor pusat di Jakarta, Indonesia, dan didukung
oleh lebih dari 16.000 karyawan di seluruh Indonesia dan Australia. Pada Juni 2024, Delta Dunia Group diakui sebagai salah
satu dari 200 perusahaan teratas dalam peringkat perdana FORTUNE Southeast Asia 500, sebuah daftar prestisius yang
mengidentifikasi perusahaan-perusahaan terbesar di kawasan Asia Tenggara berdasarkan pendapatan.
Untuk informasi lebih lanjut mohon hubungi:
PT Delta Dunia Makmur Tbk
Corporate Communications
South Quarter Tower A, Penthouse Floor
Jl R.A. Kartini Kav. 8, Cilandak Barat Jakarta 12430
Phone: +6221 3043 2080
Email: communications@deltadunia.com
Website: www.deltadunia.com
3
Names mentioned 12 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
BUMA Australia Pty Ltd
p.1 ×2
unresolved
org
PT Bukit Makmur Internasional
p.1
unresolved
org
PT Bukit Teknologi Digital
p.1 ×2
unresolved
org
PT BISA Ruang Nuswantara
p.1 ×2
unresolved
org
Blackwater Operations Pty Ltd
p.2
unresolved
org
Whitehaven Coal Mining Limited
p.2
unresolved
org
Solar United Network Pte Ltd
p.3
unresolved
org
PT Bukit Makmur Utama
p.3
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.