Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 78
Page 1
PT. BINAKARYA JAYA ABADI Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(MATA UANG RUPIAH)
Page 2
PT. BINAKARYA JAYA ABADI Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
Daftar Isi
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim.………………………………………………….... 1-2
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif lain Konsolidasian Interim…………………. 3-4
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim.……………………………………………… 5
Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim..….……………………………………………………….… 6
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim……………………………..………….... 7-75
Page 3
Page 4
PT. BINAKARYA JAYA ABADI Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 M ar e t 2024 31 De s e m be r 2023
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 2,4,35,38 67.943.060.495 74.609.401.377
Piutang usaha Pihak ketiga 2,5,35,38 9.930.161.564 9.659.588.309
Piutang non-usaha 2,6,35,38
Pihak berelasi 1.828.946.174 1.828.946.174
Pihak ketiga 8.832.182.424 8.124.705.128
Persediaan 2.7 2.444.835.211.417 2.429.213.576.634
Pajak dibayar di muka 2,20a 77.776.173.337 75.640.835.818
Uang muka dan beban dibayar di muka 2.8 27.268.045.015 25.052.087.889
Hak pakai atas hak atas tanah 9 300.540.000 300.540.000
Jum lah As e t Lancar 2.638.714.320.426 2.624.429.681.329
ASET TIDAK LANCAR
Piutang non-usaha - neto 2,6,35,38,21
Pihak berelasi 3.812.786.274 3.812.786.274
Pihak ketiga 1.485.194.934 1.685.194.934
Persediaan 2.7 79.577.636.978 79.577.636.978
Uang muka dan beban dibayar di muka 2.8 28.483.800.000 28.483.800.000
Hak pakai atas hak atas tanah 9 5.935.665.000 6.010.800.000
Investasi saham pada entitas asosiasi 2,10,35 11.339.279.027 11.638.525.442
Uang muka investasi 11 19.488.888.889 19.488.888.889
Aset tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan
sebesar Rp136.178.624.458 pada tanggal 31 Maret 2024
dan Rp133.134.357.459 pada tanggal 31 Desember 2023 2.12 136.463.817.239 139.206.367.479
Aset pajak tangguhan 2,20e 101.792.314 101.792.314
Aset lain-lain 178.513.592 178.513.592
Jum lah As e t Tidak Lancar 286.867.374.247 290.184.305.902
JUM LAH ASET 2.925.581.694.673 2.914.613.987.231
1
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian
Yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
Page 5
PT. BINAKARYA JAYA ABADI Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 M ar e t 2024 31 De s e m be r 2023
LIABILITAS DAN DEFISIENSI M ODAL
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha Pihak Ketiga 2,13,35,38 26.687.616.116 26.678.554.254
Utang Non-usaha 2,14,35,38
Pihak Berelasi 21 41.098.600.110 33.860.156.181
Pihak Ketiga 61.280.173.216 61.827.780.891
Pendapatan Diterima di Muka 2.840.647.295 2.958.151.597
Liabilitas Kontrak 2.17 1.650.331.391.289 1.633.953.815.561
Deposit Konsumen 18 168.428.858.468 145.902.127.077
Utang Pajak 2,20b 3.420.236.337 4.150.825.561
Beban Masih Harus Dibayar 2,19,35,38 12.868.915.884 10.743.526.507
Pinjaman Jangka Panjang yang Jatuh Tempo Dalam
Satu Tahun
Pinjaman Bank 2,15,35 328.714.087.234 336.245.730.636
Pembiayaan konsumen 179.842.200 217.509.600
Jum lah Liabilitas Jangk a Pe nde k 2.295.850.368.149 2.256.538.177.865
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang non-usaha 2,14,35,38,21
Pihak Berelasi 138.107.104.781 136.426.340.075
Pihak Ketiga 3.276.000.000 3.276.000.000
Pinjaman Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian
Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun
Pinjaman bank 2,15,35 866.942.756.020 867.526.150.169
Pembiayaan konsumen 387.627.600 404.337.600
Liabilitas Imbalan Karyaw an 2.22 22.231.148.971 22.231.148.971
Jum lah Liabilitas Jangk a Panjang 1.030.944.637.372 1.029.863.976.815
JUM LAH LIABILITAS 3.326.795.005.521 3.286.402.154.680
DEFISIENSI M ODAL
Def isiensi Modal yang Dapat Diatribusikan Kepada
Pemilik Entitas Induk
Modal Dasar - 1.700.000 Saham Nominal Rp.100 per
Lembar Saham - Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh - 592.280.000
Saham Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 23 59.228.000.000 59.228.000.000
Tambahan Modal Disetor 36 161.471.153.280 161.471.153.280
Penghasilan Komprehensif Lain 22 4.787.377.262 4.787.377.262
Def isit
Dicadangkan 37 100.000.000 100.000.000
Belum Dicadangkan (383.996.463.301) (375.281.297.579)
Sub-jum lah (158.409.932.759) (149.694.767.037)
KEPENTINGAN NON-PENGENDALI 3, 32 (242.803.378.089) (222.093.400.412)
JUM LAH DEFISIENSI M ODAL (401.213.310.848) (371.788.167.449)
JUM LAH LIABILITAS DAN DEFISIENSI M ODAL 2.925.581.694.673 2.914.613.987.231
2
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian
Yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
Page 6
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Maret 2023
PENDAPATAN 2,24 25.599.143.381 17.791.402.769
BEBAN POKOK PENDAPATAN 2,25 (11.418.034.696) (6.483.926.865)
LABA BRUTO 14.181.108.685 11.307.475.904
Pemasaran 2,26 (1.925.265.089) (4.229.032.604)
Umum dan administrasi 2.27 (31.073.308.029) (23.389.268.903)
Penghasilan (beban) usaha lainnya 2,28 95.836.853 (331.932.529)
0
LABA (RUGI) USAHA (18.721.627.580) (16.642.758.132)
Penghasilan keuangan 29 250.428.131 207.996.848
Beban keuangan 30 (10.953.943.950) (9.109.030.886)
LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN
PAJAK PENGHASILAN (29.425.143.399) (25.543.792.170)
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 2,20c,20e
Kini - -
Tangguhan - -
Jumlah Beban Pajak Penghasilan - -
LABA (RUGI) NETO PERIODE
BERJALAN (29.425.143.399) (25.543.792.170)
PENDAPATAN KOMPREHENSIF
LAINNYA - -
LABA KOMPREHENSIF (29.425.143.399) (25.543.792.170)
3
Catatan atas laporan keuangankonsolidasianmerupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
Laporankeuangankonsolidasiansecarakeseluruhan.
Page 7
PT BINAKARYA JAYA ABADI DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 2023 (lanjutan)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Maret 2023
LABA (RUGI) UNTUK TAHUN
YANG BERJALAN YANG
DAPATDIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (8.715.165.722) 17.895.625.089
Kepentingan Non-pengendali 3,33 (20.709.977.677) (43.439.417.259)
JUMLAH (29.425.143.399) (25.543.792.170)
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
YANG DAPATDIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (8.715.165.722) 17.895.625.089
Kepentingan Non-pengendali 3,33 (20.709.977.677) (43.439.417.259)
JUMLAH (29.425.143.399) (25.543.792.170)
4
Catatan atas laporan keuangankonsolidasianmerupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
Laporankeuangankonsolidasiansecarakeseluruhan.
Page 8
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Saldo Laba
Modal Saham yang belum yang telah Penghasilan JumlahSebelum
Ditempatkan dan Tambahan ditentukan ditentukan Komprehensif Kepentingan Kepentingan
Disetor Penuh Modal Disetor penggunaannya penggunaannya Lain Non-pengendali Non-pengendali Ekuitas - Neto
Saldo 31 Desember 2022 59.228.000.000 161.471.153.280 (356.474.307.005) 100.000.000 5.095.006.078 (130.580.147.647) (197.486.339.289) (328.066.486.936)
Laba (Rugi) bersih
Periode 31 Maret 2023 - - 17.895.625.089) - - 17.895.625.089 (43.439.417.259) (25.543.792.170)
Saldo 31 Maret 2023 59.228.000.000 161.471.153.280 (338.578.681.916) 100.000.000 5.095.006.078 (112.684.522.558) (240.925.756.548) (353.610.279.106)
Saldo 31 Desember 2023 59.228.000.000 161.471.153.280 (375.281.297.579) 100.000.000 4.787.377.262 (149.694.767.037) (222.093.400.412) (371.788.167.449)
Laba (Rugi) bersih
periode 31 Maretr 2024 - - (8.715.165.722) - - (8.715.165.722) (20.709.977.677) (29.425.143.399)
Saldo 31 Maret 2024 59.228.000.000 161.471.153.280 (383.996.463.301) 100.000.000 4.787.377.262 (158.409.932.759) (242.803.378.089) (401.213.310.848)
5
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
Laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
Page 9
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 2023 (TIDAK DIAUDIT)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2024 31 Maret 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 64.115.372.943 94.732.567.821
Pembayaran untuk:
Pemasok, karyawan dan
beban operasional lainnya (54.625.498.863) (60.266.803.358)
Bunga dan beban keuangan– neto (9.561.427.085) 220.702.008.206
Pajak penghasilan (1.088.234.374) (2.884.270.946)
Kas Neto yang Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi (1.159.787.379) 252.283.501.723
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dari penjualan aset tetap - 63.063.063
Uang muka (3.052.996.612) (5.018.523.457)
Perolehan aset tetap (301.716.759) (607.766.052)
Kas Neto yang Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Investasi (3.354.713.371) (5.563.226.446)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan pinjaman dari pihak berelasi 8.919.208.635 1.961.618.142
Penerimaan dari pinjaman bank - -
Pembayaran pinjaman bank (8.115.037.551) (229.341.938.671)
Penerimaan dari (pembayaran atas) pihak berelasi 200.000.000 (2.393.717.534)
Penerimaan dari (pembayaran atas) utang non-usaha
atas anjak piutang (3.101.633.816) (4.477.813.240)
Pembayaran atas pembiayaan konsumen (54.377.400) -
Kas Neto yang Digunakan untuk
Aktivitas Pendanaan (2.151.840.132) (234.251.851.303)
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO
KAS DAN SETARA KAS (6.666.340.882) 12.468.423.974
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 74.609.401.377 90.903.453.967
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 67.943.060.495 103.371.877.941
6
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
Laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.
Page 10
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
Pendirian Perusahaan
PT Binakarya Jaya Abadi (“Entitas Induk”), berkedudukan di Jakarta Barat, yang anggaran dasar
dan pendiriannya dibuat di hadapan Edison Jingga, S.H., Notaris di Jakarta dengan Akta No.61
tanggal 28 November 2007 dan telah mendapat pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia tanggal 6 Februari 2008 dengan No. AHU-
05879.AH.01.01.Tahun 2008.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir
berdasarkan Akta Notaris Yulia, S.H., No. 64, tanggal 31 Juli 2015, sehubungan dengan
peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan. Perubahan akta tersebut telah
dilaporkan dan dicatat dalam database Sistem Administrasi Badan Hukum Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No. AHU-AH.01.03-0958934 tanggal 25
Agustus 2015.
Perusahaan berdomisili di Mall Taman Palem Lantai 3 Blok D No. 9, Jl. Kamal Raya Outer Ring
Road, Cengkareng, Jakarta Barat 11730.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Entitas Induk, ruang lingkup Entitas Induk bergerak
dalam bidang usaha jasa, pembangunan, pengangkutan darat, perbengkelan, percetakan,
perdagangan, perindustrian, pertambangan dan pertanian. Sampai dengan saat ini Entitas Induk
menjalankan usaha dalam bidang pembangunan dan pengembangan.
Entitas Induk mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2009.
Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31
Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Nathalia Setiawan
Komisaris : Rudy Susanto
Komisaris Independen : Irma Martani
Direksi
Direktur Utama : Budianto Halim
Direktur : Ali Umar
Direktur : Leonardo Hans Halim
7
Page 11
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
Susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Ketua : Irma Martani
Anggota : Hendi Bong
Anggota : Yusup
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Grup memiliki 170 dan 170 orang karyawan
tetap.
Jumlah beban remunerasi bagi manajemen kunci yang terdiri dari Dewan Komisaris dan Direksi
Perusahaan masing-masing sebesar Rp105.000.000 dan Rp341.250.000 untuk periode yang
berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Penawaran Umum Efek Perusahaan
Perusahaan menyampaikan Pernyataan Pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
dalam rangka Penawaran Umum Saham Perdana pada tanggal 9 April 2015 melalui Surat No.
024/SK-LGL/IPO/BJA/IV/ 2015. Pada tanggal 30 Juni 2015, Perusahaan memperoleh pernyataan
efektif dari Ketua OJK melalui Surat No. S-311/D.04/2015 perihal Pemberitahuan Efektif
Pernyataan Pendaftaran dalam rangka Penawaran Umum Perdana Saham PT Binakarya Jaya
Abadi Tbk.
Perusahaan melakukan penawaran umum perdana atas 150.000.000 saham-saham barunya
dengan nilai nominal Rp100 per saham melalui Bursa Efek Indonesia dengan harga penawaran
Rp1.000 per saham yang dinyatakan efektif pada tanggal 14 Juli 2015
Struktur Entitas Anak Perusahaan
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 Perusahaan mempunyai kepemilikan saham
secara langsung maupun tidak langsung pada Entitas Anak, (selanjutnya disebut “Grup”), yang
terdiri dari:
Jumlah Aset (dalam Ribuan Rupiah)
Persentase Tahun Operasi Sebelum Eliminasi
Pemilikan Komersial 31 Maret 2024 31 Desember 2023
Entitas Anak Jenis Proyek Domisili Nama Proyek
Kepemilikan
langsung
PT Binakarya Sakti Belum operasi
- Jakarta 99,52% - 32.987.896 32.989.962
Perkasa (BSP)
PT Griya Abadi
- Jakarta 99,98% Belum operasi - 39.246.236 39.246.311
Permai (GAP)
PT Binakarya Citra Apartemen Hotel
Bogor 85,42% 2013 Bogor Valley 76.017.317 77.973.060
Buana (BCB) dan Kios
Rumah dan Ruko
PT Mitragama Inti
the Palm 3 Bekasi 36,00% - 255.749.419 242.213.339
Perkasa (MIP) 2017
Residence
8
Page 12
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Kepemilikan tidak
langsung
PT Karya Cipta
Dhayana Pura
Makmur Abadi Hotel Bali 40,00% Belum Operasi 54.094.521 54.094.596
Hotel
(KCMA)1)
PT Binakarya Mitra
- Jakarta 54,00% Belum Operasi - 47.152.193 47.152.268
Selaras (BMS)2)
PT Prasetya Agung Apartemen dan
Bandung 50,00% 2013 Gateway Pasteur 173.447.480 176.730.078
Cipta Abadi Kios
(PACA)3)
PT Binakarya
Apartemen dan Casablanca East
Agung Jakarta 73,00% 2009 181.046.743 179.329.103
Kios Residence
Propertindo
(BAP)2)
PT Binakarya Graha
- Jakarta 25,00% Belum Operasi - 72.003.906 72.007.790
Sentosa (BGS)4)
Palm Mansion,
Grand Surya Center,
Apartemen,
Royal Palm, Park
PT Satwika Permai Rumah,
Jakarta 80,00% 1984 Residence, CBD 979.724.832 972.289.052
Indah (SPI)5) Ruko dan Kavling
Lotte, Palm Mansion,
Palm Crown,
Paradise Mansion
PT Binakarya
Bangun Apartemen dan
Jakarta 46,90% 2013 Pluit Sea View 644.846.277 644.730.365
Propertindo Kios
(BBP)2)
PT Binakarya
Makmur Sentosa Hotel Jakarta 95,04% Belum Operasi Hotel Kediri 11.883.523 11.883.598
(BMST)7)
PT Binakarya Jaya
Perkasa (BJP) Hotel Jakarta 60,00% 2017 Arjuna Bali 167.534.546 166.602.886
7)
PT Binakarya
Anugrah
- Jakarta 71,00% Belum Operasi - 6.055.410 6.055.680
Pratama
(BAPA)2)
PT Triputri
Super Block Bekasi 40,00% 2010 Bekasi Town Square 156.689.364 156.062.215
Natatama (TN)8)
PT Binakarya
Makmur Abadi - Bekasi 55,00% Belum Operasi - 9.834.952 9.835.027
(BMA)2)
PT Anaamaya
Hotel Bali 87,00% 2013 Swiss-Belhotel 95.561.408 97.317.279
Selaras (AS)6)
PT Griya Karunia
Sejahtera Apartemen Jakarta 90,00% 2015 Foreque Residence 517.163.849 512.022.698
(GKS)6)
1) Kepemilikan tidak langsung melalui BCB 5) Kepemilikan tidak langsung melalui BGS
2) Kepemilikan tidak langsung melalui GAP 6) Kepemilikan tidak langsung melalui SPI
3) Kepemilikan tidak langsung melalui BMS 7) Kepemilikan tidak langsung melalui BBP
4) Kepemilikan tidak langsung melalui BAP 8) Kepemilikan tidak langsung melalui BAPA
9
Page 13
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL
Kebijakan Akuntansi dan pelaporan yang diterapkan Grup,sudah sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia. Prinsip akuntansi penting yang diterapkan secara konsisten dalam
penyusunan laporan keuangan konsolidasian pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia (SAK).
Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia, yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan
Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK”) dan Peraturan No.VIII.G.7
tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik yang
diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”).
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali laporan arus kas konsolidasian, telah disusun secara
akrual dengan menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun-akun
tertentu yang dicatat berdasarkan basis lain seperti yang diungkapkan pada kebijakan akuntansi di
setiap akun tersebut.
Laporan arus kas konsolidasian menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang
diklasifikasikan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan yang disajikan dengan
menggunakan metode langsung.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah
mata uang Rupiah (Rp), yang juga merupakan mata uang fungsional Grup.
Perubahan Kebijakan akuntansi
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) telah menerbitkan
amendemen dan interpretasi yang berlaku efektif mulai 1 Januari 2023 sebagai berikut:
• Amandemen PSAK 1, ““Penyajian Laporan Keuangan tentang pengungkapan kebijakan akuntansi
yang mengubah istilah “signifikan” menjadi “material” dan memberi penjelasan mengenai
kebijakan akuntansi material”;
• PSAK 25 “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan”;
• Amandemen PSAK 16, “Aset Tetap tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan”;
• Amandemen PSAK 46, “Pajak Tangguhan terkait aset dan liabilitas yang timbul dari transaksi
Tunggal”; dan
• Revisi PSAK 107, “Akuntasi Ijarah”.
Penerapan dari amendemen dan interpretasi di atas tidak menimbulkan perubahan substansial
atas kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki dampak signifikan terhadap laporan keuangan
konsolidasian pada tahun berjalan atau tahun sebelumnya.
Prinsip-prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan aset dan liabilitas serta hasil usaha dari Grup
dan entitas dimana Grup memiliki pengendalian. Grup memiliki pengendalian ketika Grup
terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas dan
memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas entitas.
Entitas anak dikonsolidasi sejak tanggal pengendalian beralih kepada Perusahaan atau Grup dan
10
Page 14
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
Prinsip-prinsip Konsolidasian (lanjutan)
tidak lagi dikonsolidasi sejak tanggal hilangnya pengendalian.
Bila pengendalian atas suatu entitas diperoleh dalam tahun berjalan, hasil usaha entitas tersebut
dimasukkan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sejak
tanggal pengendalian dimulai. Bila pengendalian berakhir dalam tahun berjalan, hasil usaha
entitas tersebut dimasukkan ke dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian untuk bagian tahun ketika pengendalian masih berlangsung.
Transaksi, saldo dan keuntungan atau kerugian antar entitas dalam Grup yang belum direalisasi
telah dieliminasi.
Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian telah
diterapkan secara konsisten oleh entitas anak.
Kombinasi Bisnis
Akuisisi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu
kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar
tanggal akuisisi atas seluruh aset yang dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui oleh Grup kepada
pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup
dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya-biaya terkait akuisisi diakui di
dalam laba rugi pada saat terjadinya.
Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih diakui
pada nilai wajar kecuali untuk aset dan liabilitas tertentu yang diukur sesuai dengan standar yang
relevan.
Kepentingan non-pengendalian diukur baik pada nilai wajar ataupun pada proporsi kepemilikan
kepentingan non-pengendalian atas aset neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi.
Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam suatu kombinasi bisnis termasuk aset atau liabilitas
yang berasal dari pengaturan imbalan kontinjen (contingent consideration arrangement), imbalan
kontinjen tersebut diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk sebagai bagian dari
imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis. Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan
kontinjen yang memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode pengukuran disesuaikan secara
retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill.
Penyesuaian periode pengukuran adalah penyesuaian yang berasal dari informasi tambahan
yang diperoleh selama periode pengukuran (yang tidak melebihi satu tahun sejak tanggal
akuisisi) tentang fakta-fakta dan kondisi yang ada pada tanggal akuisisi.
Perubahan selanjutnya dalam nilai wajar atas imbalan kontinjen yang tidak memenuhi syarat
sebagai penyesuaian periode pengukuran tergantung pada bagaimana imbalan kontinjen
tersebut diklasifikasikan. Imbalan kontinjen yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur
kembali pada tanggal sesudah tanggal pelaporan dan penyelesaian selanjutnya dicatat dalam
ekuitas.
Imbalan kontinjen yang diklasifikasikan sebagai aset atau liabilitas diukur setelah tanggal
pelaporan sesuai dengan standar akuntansi yang relevan dengan mengakui keuntungan atau
kerugian terkait dalam laba rugi atau dalam penghasilan komprehensif lain.
11
Page 15
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
Kombinasi Bisnis (lanjutan)
Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Grup atas pihak
terakuisisi diukur kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugiannya,
jika ada, diakui dalam laba rugi. Jumlah yang berasal dari kepemilikan sebelum tanggal akuisisi
yang sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke laba rugi
dimana perlakuan tersebut akan sesuai jika kepemilikannya dilepas/dijual.
Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat
kombinasi terjadi, Grup melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya
belum selesai dalam laporan keuangannya. Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi
menyesuaikan, aset atau liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru
yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan jika diketahui, akan
berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal tersebut.
Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi menyesuaikan, aset atau liabilitas tambahan yang
diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada
pada tanggal akuisisi dan jika diketahui, akan berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal
tersebut.
Klasifikasi Lancar dan Tidak Lancar
Grup menyajikan aset dan liabilitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan
klasifikasi lancar/tak lancar. Suatu aset disajikan lancar bila:
i. akan direalisasi, dijual atau dikonsumsi dalam siklus operasi normal;
ii. untuk diperdagangkan;
iii. akan direalisasi dalam dua belas bulan setelah tanggal pelaporan, atau
iv. kas atau setara kas kecuali yang dibatasi penggunaannya atau akan digunakan untuk
melunasi suatu liabilitas dalam paling lambat dua belas (12) bulan setelah tanggal
pelaporan.
Seluruh aset lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Suatu liabilitas disajikan lancar bila:
i akan dilunasi dalam siklus operasi normal;
ii untuk diperdagangkan;
iii akan dilunasi dalam dua belas (12) bulan setelah tanggal pelaporan, atau
iv tidak ada hak tanpa syarat untuk menangguhkan pelunasannya dalam paling tidak dua belas
(12) bulan setelah tanggal pelaporan.
Seluruh liabilitas lain diklasifikasikan sebagai tidak lancar.
Aset pajak tangguhan diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
12
Page 16
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah dengan kurs yang
berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter
dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam Rupiah menggunakan kurs tengah yang ditetapkan
Bank Indonesia pada tanggal terakhir transaksi perbankan pada periode tersebut. Laba atau rugi
yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, nilai tukar yang digunakan untuk AS$1
masing-masing adalah sebesar Rp15.853 dan Rp15.416 untuk USD1, yang merupakan kurs
tengah yang diterbitkan oleh Bank Indonesia
Transaksi dengan Pihak Berelasi
Perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi sebagaimana yang didefinisikan
dalam PSAK 7, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”.
Seluruh transaksi dan saldo yang material dengan pihak berelasi diungkapkan dalam catatan yang
relevan.
Instrumen Keuangan
Aset keuangan
i. Klasifikasi
Grup mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori pengukuran berikut:
- aset keuangan yang diukur pada nilai wajar (baik melalui laba rugi, atau melalui penghasilan
komprehensif lain), dan
- aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
Klasifikasi tersebut tergantung pada model bisnis entitas untuk mengelola aset keuangan dan
persyaratan kontraktual arus kas.
Untuk aset yang diukur pada nilai wajar, keuntungan dan kerugian akan dicatat dalam laporan
laba rugi atau penghasilan komprehensif lain. Untuk investasi pada instrumen utang, hal ini akan
bergantung pada model bisnis dimana investasi tersebut diadakan. Untuk investasi pada
instrumen ekuitas yang tidak dimiliki untuk diperdagangkan, hal ini akan tergantung pada apakah
Grup telah melakukan pemilihan tak terbatalkan pada saat pengakuan awal untuk mencatat
investasi ekuitas pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Grup mereklasifikasi investasi utang jika dan hanya jika model bisnis untuk mengelola aset
tersebut berubah.
ii. Pengukuran
13
Page 17
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
Instrumen keuangan
Pada pengakuan awal, Grup mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal
aset keuangan tidak diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan aset keuangan. Biaya transaksi dari aset
keuangan yang dicatat pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dibebankan pada laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
Pengukuran instrumen utang selanjutnya tergantung pada model bisnis Grup untuk mengelola
aset dan karakteristik arus kas aset tersebut. Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
2023, Grup memiliki aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi adalah aset yang dimiliki untuk
memperoleh arus kas kontraktual di mana arus kas tersebut semata-mata merupakan
pembayaran pokok dan bunga diukur pada biaya perolehan diamortisasi. Penghasilan bunga dari
aset keuangan ini termasuk dalam "penghasilan bunga" dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian menggunakan metode suku bunga efektif. Laba atau rugi yang
timbul dari penghentian pengakuan diakui secara langsung dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian dan disajikan sebagai “lain-lain - neto”. Kerugian
penurunan nilai disajikan sebagai item baris terpisah dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian. Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 aset
keuangan Grup yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi terdiri dari kas dan setara kas,
piutang usaha, piutang non-usaha dan investasi saham pada entitas asosiasi dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian.
Instrumen ekuitas
Grup selanjutnya mengukur semua investasi ekuitas pada nilai wajar. Jika manajemen Grup telah
memilih untuk menyajikan keuntungan dan kerugian nilai wajar atas investasi ekuitas dalam
penghasilan komprehensif lain, tidak ada reklasifikasi keuntungan dan kerugian nilai wajar ke laba
rugi setelah penghentian pengakuan investasi tersebut. Dividen dari investasi semacam itu tetap
diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain sebagai pendapatan lainnya
ketika hak Grup untuk menerima pembayaran ditetapkan.
Perubahan nilai wajar aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian diakui dalam keuntungan/ (kerugian) lain-lain dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian sebagaimana berlaku.
Kerugian penurunan nilai (dan pemulihan kerugian penurunan nilai) atas investasi ekuitas yang
diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain tidak dilaporkan secara terpisah dari
perubahan nilai wajar lainnya. Pada tanggal 31 Desember 2023, aset keuangan Grup yang diukur
pada nilai wajar terdiri atas investasi dalam bentuk saham dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian.
iii. Penurunan nilai aset keuangan
Grup melakukan penilaian masa depan atas kerugian kredit ekspektasian terkait dengan
instrumen utangnya yang dicatat pada biaya perolehan diamortisasi dan nilai wajar melalui
penghasilan komprehensif lain. Metode penurunan nilai yang diterapkan tergantung pada apakah
terdapat peningkatan risiko kredit yang signifikan.
Untuk piutang usaha dan piutang non-usaha, Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan
yang diizinkan oleh PSAK No. 71, yang mensyaratkan kerugian seumur hidup yang diharapkan
harus diakui dari pengakuan awal piutang.
14
Page 18
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
Instrumen keuangan (lanjutan)
Liabilitas keuangan
Grup mengklasifikasikan liabilitas keuangannya dalam kategori pengukuran berikut:
- liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dan
- liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Pada tanggal 31 Desember 2023, Grup hanya memiliki liabilitas keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi, yang terdiri dari utang usaha, utang non-usaha, biaya yang masih harus
dibayar, pinjaman bank dan pembiayaan konsumen. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai
liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo melebihi 12 bulan dan sebagai liabilitas jangka pendek
jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.
Setelah pengakuan awal sebesar nilai wajarnya ditambah biaya transaksi, Grup mencatat liabilitas
keuangan sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga
efektif, jika dampak diskontonya signifikan. Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya ketika
dibayar.
Penghentian pengakuan liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya jika, dan hanya jika, liabilitas Grup telah dilepaskan,
dibatalkan atau kadaluarsa. Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan
pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan dan utang diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian
Saling hapus antar instrumen keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan jumlah netonya dilaporkan pada
laporan posisi keuangan konsolidasian ketika terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk
menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara
bersamaan
Pengukuran Nilai Wajar
Pengukuran nilai wajar didasarkan pada asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset atau
mengalihkan liabilitas akan terjadi:
• di pasar utama untuk aset atau liabilitas tersebut atau; dan
• jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan untuk asset atau liabilitas tersebut
Grup harus memiliki akses ke pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan pada tanggal
pengukuran.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar
ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar
bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.
Ketika Grup menggunakan teknik penilaian, maka Grup memaksimalkan penggunaan input yang
dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat
diobservasi
15
Page 19
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
Pengukuran Nilai Wajar (lanjutan)
Seluruh aset dan liabilitas yang mana nilai wajar aset atau liabilitas tersebut diukur atau
diungkapkan, dikategorikan dalam hierarki nilai wajar sebagai berikut:
• Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik;
• Level 2 - Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung;
• Level 3 - Teknik penilaian dimana level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar
tidak dapat diobservasi.
Untuk aset dan liabilitas yang diukur pada nilai wajar secara berulang dalam laporan keuangan
konsolidasian, maka Grup menentukan apakah telah terjadi transfer di antara level hierarki dengan
menilai kembali pengkategorian level nilai wajar pada setiap akhir periode pelaporan.
Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Grup menerapkan PSAK No. 48 “Penurunan Nilai Aset”, yang mengatur lebih dalam kriteria
mengenai hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah
yang telah diakui dan kriteria penyelesaian secara neto.
Penerapkan PSAK No. 48 “Penurunan Nilai Aset”, tidak memiliki dampak yang signifikan pada
laporan keuangan konsolidasian dan pengungkapan dalam laporan keuangan konsolidasian.
Nilai tercatat dari aset yang bukan aset keuangan milik Grup, kecuali aset pajak tangguhan,
ditelaah setiap tanggal pelaporan untuk menentukan apakah terdapat indikasi penurunan nilai.
Jika indikasi tersebut ada, maka nilai yang dapat dipulihkan dari aset tersebut akan diestimasi.
Penyisihan penurunan nilai diakui jika nilai tercatat dari suatu aset melebihi nilai yang dapat
diperoleh kembali. Penyisihan penurunan nilai diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian periode berjalan.
Penyisihan penurunan nilai yang diakui pada tahun sebelumnya dinilai pada setiap tanggal
pelaporan untuk melihat adanya indikasi bahwa kerugian telah menurun atau tidak ada lagi.
Kerugian penurunan nilai dijurnal balik jika terdapat perubahan estimasi yang digunakan dalam
menentukan nilai yang dapat dipulihkan
Penyisihan kerugian penurunan nilai dijurnal balik hanya hingga nilai tercatat aset tidak melebihi
nilai tercatat yang telah ditentukan, dikurangi dengan depresiasi atau amortisasi, jika penyisihan
penurunan nilai tidak pernah diakui.
Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian terdiri dari kas, kas di bank, dan
deposito jangka pendek yang jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang dan tidak
dibatasi penggunaannya
Persediaan
Persediaan Real Estat
Aset real estat terdiri dari bangunan apartemen, hotel dan kios yang siap dijual, tanah belum
dikembangkan, tanah yang sedang dikembangkan dan bangunan yang sedang dikonstruksi,
dinyatakan sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi neto, mana yang lebih rendah
16
Page 20
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
Persediaan (lanjutan)
Tanah belum dikembangkan merupakan tanah mentah yang belum dikembangkan dan dinyatakan
sebesar biaya perolehan atau nilai realisasi neto mana yang lebih rendah. Biaya perolehan tanah
yang belum dikembangkan meliputi biaya pra-perolehan dan perolehan tanah.
Biaya perolehan akan dipindahkan ke tanah yang sedang dikembangkan pada saat
pengembangan tanah akan dimulai atau dipindahkan ke bangunan yang sedang dikonstruksi pada
saat tanah tersebut siap dibangun.
Biaya perolehan tanah yang sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah yang belum
dikembangkan ditambah dengan biaya pengembangan langsung dan tidak langsung yang dapat
diatribusikan pada aset pengembangan real estat serta biaya pinjaman. Tanah yang sedang
dikembangkan akan dipindahkan ke bangunan yang sedang dikonstruksi pada saat tanah tersebut
selesai dikembangkan.
Biaya perolehan bangunan yang sedang dikonstruksi meliputi biaya perolehan tanah yang telah
selesai dikembangkan ditambah dengan biaya konstruksi, biaya lainnya yang dapat diatribusikan
pada aktivitas pengembangan real estat dan biaya pinjaman, serta dipindahkan ke bangunan yang
siap dijual pada saat selesai dibangun dan siap dijual.
Persediaan Barang Jadi
Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.
Biaya perolehan unit ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang (weighted average method).
Nilai realisasi neto adalah estimasi nilai jual dalam transaksi usaha normal dikurangi dengan
estimasi biaya untuk penyelesaian dan biaya untuk menjual produk yang bersangkutan.
Nilai persediaan terdiri dari seluruh nilai pembelian dan biaya terkait untuk memproses sampai
dengan persediaan berada dalam kondisi dan tempat yang siap digunakan atau dijual.
Persediaan Perlengkapan dan Lainnya di Hotel
Persediaan makanan, minuman, perlengkapan dan barang dagangan hotel dinyatakan sebesar
nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto. Biaya perolehan ditentukan dengan
menggunakan metode rata-rata.
Nilai realisasi neto ditentukan berdasarkan taksiran harga jual yang wajar setelah dikurangi
taksiran biaya yang diperlukan untuk menjual persediaan tersebut. Penyisihan persediaan usang
atau persediaan yang perputarannya lambat, ditentukan, jika ada, berdasarkan penelaahan atas
kondisi masing-masing persediaan pada akhir tahun.
Penyisihan atas persediaan usang dan penurunan nilai persediaan, jika ada, dibentuk untuk
mengurangi nilai tercatat persediaan menjadi nilai realisasi neto.
Beban yang tidak berhubungan dengan proyek real-estat dan barang jadi dibebankan ke laba rugi
pada saat terjadinya.
Beban Dibayar di Muka
Beban dibayar di muka diamortisasi pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian sesuai dengan masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus.
17
Page 21
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
Investasi Pada Entitas Asosiasi
Entitas asosiasi adalah suatu entitas dimana Perusahaan memiliki paling sedikit 20% tetapi tidak
lebih dari 50% hak suara, atau dimana perusahaan memiliki pengaruh signifikan namun tidak
mengendalikan.
Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan mengunakan metode ekuitas dikurangi rugi
penurunan nilai jika ada. Dengan metode ini, biaya perolehan investasi bertambah atau
berkurangi sebesar bagian pemilikan perusahaan atas laba atau rugi bersih dan penghasilan
komprehensif lain entitas asosiasi sejak tanggal perolehan dan distribusi dividen tunai.
Kerugian yang melebihi nilai tercatat investasi diakui bila Perusahaan mempunyai komitmen untuk
memberikan bantuan keuangan atau menjamin liabilitas entitas asosiasi
Keuntungan yang belum direalisasi dari transaksi antara Perusahaan dengan entitas asosiasi
dieliminasi sampai sebatas kepemilikan Perusahaan dalam entitas asosiasi. Kerugian yang belum
direalisasi juga dieliminasi kecuali apabila terdapat bukti bahwa dalam transaksi tersebut telah
terjadi penurunan atas nilai aset yang ditransfer
Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat bukti objektif bahwa telah
terjadi penurunan nilai atas investasi pada entitas asosiasi. Jika demikian, maka Grup menghitung
besarnya penurunan nilai sebagai selisih antara jumlah yang terpulihkan dan nilai tercatat atas
investasi pada entitas asosiasi dan mengakui selisih tersebut pada “bagian atas hasil bersih
entitas asosiasi” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
Aset Tetap
Aset tetap pada awalnya dinyatakan sebesar harga perolehan. Setelah pengukuran awal, aset
tetap diukur dengan model biaya dicatat pada harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan
dan kerugian penurunan nilai.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
manfaat ekonomis aset tetap, sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan prasarana 10 – 20
Kendaraan 4–8
Mesin 4–8
Peralatan 4
Masa manfaat ekonomis aset tetap dan metode depresiasi ditelaah dan disesuaikan, jika sesuai
keadaan, pada setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian.
Tanah dinyatakan sebesar nilai perolehan dan tidak disusutkan.
Pada setiap akhir periode buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan ditelaah dan
jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian pada saat terjadinya; biaya penggantian atau inspeksi yang
signifikan dikapitalisasi pada saat terjadinya jika besar kemungkinan manfaat ekonomis dimasa
depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Grup, dan biaya perolehan aset dapat
diukur secara andal. Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak
18
Page 22
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
Aset Tetap (lanjutan)
ada manfaat ekonomi masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba
atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset dimasukkan dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Pinjaman Yang Diterima
Pinjaman yang diterima pada awalnya diukur pada nilai wajar dikurangi biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dan merupakan biaya tambahan untuk memperoleh liabilitas
keuangan tersebut dan setelah pengakuan awal diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif.
Imbalan pasca-kerja
Imbalan pasca-kerja seperti pensiun, uang pisah dan uang penghargaan masa kerja dihitung
berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Peraturan Perusahaan yang berlaku. Grup
memiliki program imbalan pasti
Program imbalan pasti
Program pensiun imbalan pasti adalah program pensiun yang menentukan jumlah imbalan
pensiun yang akan diberikan, biasanya berdasarkan pada satu faktor atau lebih seperti usia, masa
kerja atau kompensasi
Kewajiban program pensiun imbalan pasti yang diakui di laporan posisi keuangan adalah nilai kini
kewajiban imbalan pasti pada tanggal laporan posisi keuangan dikurangi nilai wajar aset program.
Kewajiban imbalan pasti dihitung setiap tahun oleh aktuaris independen dengan menggunakan
metode projected-unit-credit.
Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan arus kas keluar yang
diestimasi dengan menggunakan tingkat bunga obligasi korporat berkualitas tinggi dalam
denominasi mata uang dimana imbalan akan dibayarkan dan memiliki jangka waktu jatuh tempo
mendekati jangka waktu kewajiban pensiun. Apabila tidak terdapat pasar aktif untuk obligasi
korporat tersebut, digunakan bunga obligasi pemerintah.
Biaya jasa kini dari program pensiun imbalan pasti diakui pada beban imbalan pasca-kerja dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain yang mencerminkan peningkatan kewajiban
imbalan pasti yang dihasilkan dari jasa karyawan dalam tahun berjalan
Pengukuran kembali imbalan pasca-kerja yang terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial yang
timbul dari penyesuaian pengalaman dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial langsung
diakui seluruhnya melalui penghasilan komprehensif lainnya dan dilaporkan di saldo laba.
Keuntungan dan kerugian dari kurtailmen atau penyelesaian program manfaat pasti diakui di laba
rugi ketika kurtailmen atau penyelesaian tersebut terjadi.
Biaya jasa lalu diakui secara langsung di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian.
19
Page 23
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
Kapitalisasi Biaya Pinjaman
Bunga, biaya komitmen dan biaya pinjaman lainnya yang dapat diatribusikan langsung dengan
perolehan, pengembangan dan konstruksi proyek-proyek dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya
perolehan aset dalam penyelesaian. Kapitalisasi biaya pinjaman akan dihentikan apabila
konstruksi sudah selesai dan aset siap untuk digunakan sesuai dengan tujuannya.
Laba per Saham Dasar
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi jumlah laba tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada pemilik Perusahaan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang
beredar pada tahun yang bersangkutan.
Perusahaan tidak mempunyai efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif pada tanggal 31
Maret 2024 dan 31 Desember 2023, dan oleh karenanya, laba per saham dilusian tidak dihitung
dan disajikan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Dividen
Pembagian dividen kepada para pemegang saham Grup diakui sebagai liabilitas dalam laporan
keuangan konsolidasian pada periode ketika dividen tersebut disetujui oleh para pemegang
saham Grup.
Pajak Penghasilan
PSAK ini telah menghapuskan pajak penghasilan final sebagai bagian dari beban pajak
penghasilan. Oleh sebab itu, Grup memutuskan untuk menyajikan beban pajak penghasilan final
sehubungan dengan penghasilan sewa sebagai bagian dari beban operasi.
Pajak Penghasilan Final
Sesuai dengan peraturan perundangan perpajakan, pendapatan yang telah dikenakan pajak
penghasilan final tidak lagi dilaporkan sebagai pendapatan kena pajak dan semua beban
sehubungan dengan pendapatan yang telah dikenakan pajak penghasilan final tidak boleh
dikurangkan. Di lain pihak, baik pendapatan maupun beban tersebut dipakai dalam perhitungan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian menurut akuntansi.
Apabila nilai tercatat aset atau liabilitas yang berhubungan dengan pajak penghasilan final
berbeda dari dasar pengenaan pajaknya, maka perbedaan tersebut tidak diakui sebagai aset atau
liabilitas pajak tangguhan.
Beban pajak kini atas pendapatan yang dikenakan pajak penghasilan final diakui secara
proporsional dengan jumlah pendapatan menurut akuntansi yang diakui pada tahun bersangkutan.
Selisih antara jumlah pajak penghasilan final yang telah dibayar dan jumlah yang dibebankan
sebagai beban pajak kini dalam perhitungan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian, diakui sebagai pajak dibayar di muka atau utang pajak.
Beban pajak kini disajikan berdasarkan taksiran penghasilan kena pajak tahun berjalan. Aset dan
liabilitas pajak tangguhan diakui berdasarkan perbedaan temporer antara dasar pelaporan
komersial dan dasar pajak atas aset dan liabilitas pada masing-masing tanggal pelaporan.
Manfaat pajak masa yang akan datang, seperti akumulasi rugi fiskal yang belum digunakan diakui
sejauh terdapat cukup kemungkinan atas realisasi dari manfaat pajak tersebut.
20
Page 24
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
Pajak Penghasilan Tidak Final
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku atau
secara substansial telah berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian. Perubahan
nilai tercatat aset dan liabilitas pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak
dibebankan pada periode berjalan.
Perubahan atas liabilitas pajak dicatat ketika hasil pemeriksaan diterima atau jika banding
diajukan, ketika hasil banding diterima.
Segmen Operasi
Segmen operasi adalah suatu komponen dari Grup yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana
memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban; hasil operasinya dikaji ulang secara reguler
oleh pengambil keputusan operasional Grup untuk membuat keputusan tentang sumber daya
yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan tersedia informasi keuangan
yang dapat dipisahkan.
Jumlah setiap unsur segmen dilaporkan merupakan ukuran yang dilaporkan kepada pengambil
keputusan operasional untuk tujuan pengambilan keputusan untuk mengalokasikan sumber daya
kepada segmen dan menilai kinerjanya.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan
langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai
terhadap segmen tersebut. Segmen ditentukan sebelum saldo dan transaksi antar Grup
dieliminasi sebagai bagian dari proses konsolidasi.
Pengakuan Pendapatan dan Beban
Grup menerapkan PSAK No. 72 “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan” yang
mensyaratkan pengakuan pendapatan untuk memenuhi 5 (lima) langkah analisis sebagai berikut:
1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-
janji dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda
ke pelanggan.
3. Menetapkan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan dan pajak
pertambahan nilai, yang berhak diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas
diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.
4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga
jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak.
Ketika tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan
berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah marjin.
5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
barang atau jasa tersebut).
Pendapatan diakui ketika Grup memenuhi kewajiban pelaksanaan dengan mengalihkan barang
atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan, yaitu ketika pelanggan memperoleh pengendalian
atas barang atau jasa tersebut. Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi pada waktu tertentu atau
sepanjang waktu. Jumlah pendapatan yang diakui adalah jumlah yang dialokasikan untuk
kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi.
21
Page 25
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL (lanjutan)
Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
Piutang usaha merupakan hak Grup atas sejumlah imbalan yang tidak bersyarat (yaitu, hanya
berlalunya waktu yang diperlukan sebelum pembayaran imbalan jatuh tempo). Lihat kebijakan
akuntansi aset keuangan di bagian instrumen keuangan mengenai pengakuan awal dan
pengukuran selanjutnya.
Pendapatan/beban bunga
Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, pendapatan
atau biaya bunga dicatat dengan menggunakan metode Suku Bunga Efektif (“SBE”), yaitu suku
bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa
datang selama perkiraan umur dari instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode
yang lebih singkat, untuk nilai tercatat neto dari aset atau liabilitas keuangan.
Peristiwa Setelah Tanggal Pelaporan
Peristiwa setelah akhir tahun yang memerlukan penyesuaian dan menyediakan informasi
tambahan tentang posisi Grup pada tanggal pelaporan (adjusting event) tercermin dalam laporan
keuangan konsolidasian.
3. PERTIMBANGAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN, ESTIMASI DAN ASUMSI
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Grup mensyaratkan manajemen untuk membuat
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan atas pendapatan,
beban, aset dan liabilitas, serta pengungkapan liabilitas kontinjensi, pada akhir periode pelaporan.
Namun, ketidakpastian estimasi dan asumsi ini dapat menyebabkan hasil yang memerlukan
penyesuaian material atas nilai tercatat aset atau liabilitas yang terpengaruh di masa mendatang.
Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
Grup yang memiliki pengaruh paling material atas jumlah yang diakui dalam laporan keuangan
konsolidasian:
Klasifikasi Instrumen Keuangan
Grup menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas
keuangan dengan mempertimbangkan definisi yang ditetapkan terpenuhi. Dengan demikian, aset
keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi Grup seperti
diungkapkan pada Catatan 2.
Penentuan mata uang fungsional
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Grup, manajemen harus membuat pertimbangan
dalam penentuan mata uang fungsional Grup, yang memiliki pengaruh signifikan terhadap jumlah
yang dicatat dalam laporan keuangan konsolidasian.
Mata uang fungsional dari masing-masing entitas di dalam Grup adalah mata uang masing-masing
dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas tersebut beroperasi. Faktor utama adalah mata
uang yang mempengaruhi secara signifikan harga jual barang dan jasa dari negara yang kekuatan
persaingan dan peraturannya sebagian besar menentukan harga jual barang dan jasa; dan mata
uang yang terutama mempengaruhi beban usaha dan biaya lainnya. Faktor lainnya adalah mata
uang atas dana yang dihasilkan dari kegiatan pembiayaan.
22
Page 26
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN, ESTIMASI DAN ASUMSI
Pertimbangan (lanjutan)
Berdasarkan penilaian manajemen Grup, mata uang fungsional Grup adalah dalam Rupiah.
Kelangsungan Usaha
Dalam menerapkan kebijakan akuntansi Grup, selain yang melibatkan estimasi, manajemen telah
menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan asumsi bahwa Grup akan dapat
mempertahankan kelangsungan usaha dalam operasinya di tahun mendatang, yang merupakan
pertimbangan penting yang berdampak paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam
laporan keuangan konsolidasian. Penilaian asumsi kelangsungan usaha melibatkan pengambilan
keputusan oleh manajemen, pada titik waktu tertentu, tentang hasil masa depan dari peristiwa
atau kondisi yang secara inheren tidak pasti.
Manajemen Grup mempertimbangkan bahwa Grup memiliki kemampuan untuk melanjutkan
kelangsungan usahanya dan peristiwa atau kondisi utama, yang dapat menimbulkan risiko bisnis,
yang secara individual atau kolektif dapat menimbulkan keraguan signifikan atas asumsi
kelangsungan usaha.
Estimasi dan Asumsi
Grup mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan
keuangan konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan,
mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali Grup. Perubahan tersebut
dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Estimasi masa manfaat aset tetap
Grup mengestimasi masa manfaat aset tetap berdasarkan periode ketika aset diharapkan tersedia
untuk digunakan. Grup menelaah setiap tahunnya estimasi masa manfaat aset tetap berdasarkan
faktor-faktor yang mencakup penggunaan aset, evaluasi teknis internal, perubahan teknologi,
lingkungan dan penggunaan yang diharapkan atas aset yang dipengaruhi oleh perbandingan
informasi industri terkait. Ada kemungkinan bahwa hasil operasi di masa mendatang dapat secara
material terpengaruh oleh perubahan dalam estimasi yang disebabkan oleh perubahan faktor-
faktor yang disebut di atas. Penurunan estimasi masa manfaat aset tetap akan meningkatkan
beban penyusutan dan menurunkan aset tidak lancar. Tidak ada perubahan dalam estimasi masa
manfaat aset tetap sepanjang tahun.
Nilai tercatat aset tetap pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing
adalah sebesar Rp136.463.817.239 dan Rp139.206.367.479 (Catatan 12).
Penurunan nilai aset non-keuangan
Sumber informasi intemal dan eksternal ditelaah pada setiap tanggal pelaporan untuk
mengidentifikasi indikasi bahwa aset tetap mungkin mengalami penurunan nilai atau rugi
penurunan nilai yang diakui sebelumnya tidak lagi ada atau mungkin menurun. Jika indikasi
tersebut terjadi, jumlah terpulihkan dari aset diperkirakan. Rugi penurunan nilai diakui ketika nilai
tercatat suatu aset melebihi jumlah terpulihkan tersebut.
Grup mengevaluasi penurunan nilai aset non-keuangan apabila terdapat kejadian atau perubahan
keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset mungkin tidak wajar. Faktor-faktor yang
dianggap penting oleh Grup yang dapat memicu evaluasi penurunan nilai meliputi kinerja yang
kurang secara signifikan dibandingkan hasil masa lalu atau proyeksi hasil operasi masa depan
yang diharapkan dan industri negatif yang signifikan atau tren ekonomi.
23
Page 27
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN, ESTIMASI DAN ASUMSI
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Imbalan pasca-kerja karyawan
Nilai kini kewajiban imbalan kerja tergantung pada sejumlah faktor yang ditentukan dengan
menggunakan sejumlah asumsi aktuaria. Asumsi yang digunakan dalam menentukan biaya bersih
untuk pensiun termasuk tingkat pengembalian jangka panjang yang diharapkan atas investasi
dana program pensiun iuran pasti dan tingkat diskonto yang relevan. Setiap perubahan dalam
asumsi ini akan berdampak pada nilai tercatat kewajiban imbalan pasca-kerja.
Asumsi penting lainnya untuk kewajiban imbalan kerja sebagian didasarkan pada kondisi pasar
saat ini.
Penentuan nilai wajar instrumen keuangan
Grup mencatat aset dan liabilitas keuangan tertentu pada nilai wajar dan penentuan nilai wajar
membutuhkan penggunaan estimasi dan pertimbangan akuntansi yang ekstensif. Grup mengukur
nilai wajar dengan menggunakan hierarki dari metode berikut:
- Harga kuotasi di pasar aktif untuk instrumen keuangan yang sejenis.
- Teknik penilaian berdasarkan input yang dapat diobservasi. Termasuk dalam kategori ini
adalah instrumen keuangan yang dinilai dengan menggunakan harga kuotasi di pasar aktif
untuk instrumen yang sejenis; harga kuotasi untuk instrumen keuangan yang sejenis di
pasar yang kurang aktif; atau teknik penilaian lainnya termasuk model nilai tunai dan arus
kas yang didiskontokan, dan perbandingan dengan instrumen yang sejenis dimana terdapat
harga pasar yang dapat diobservasi.
Meskipun komponen signifikan pengukuran nilai wajar ditentukan dengan menggunakan bukti
objektif yang dapat diverifikasi, jumlah perubahan dalam nilai wajar akan berbeda jika Grup
menggunakan suatu metodologi penilaian yang berbeda. Setiap perubahan nilai wajar aset dan
liabilitas keuangan akan mempengaruhi laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian dan perubahan ekuitas pemegang saham.
Cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang usaha dan non-usaha
Bila Grup memutuskan bahwa tidak terdapat bukti objektif atas penurunan nilai pada evaluasi
individual atas piutang usaha dan non-usaha, baik yang nilainya material maupun tidak, Grup
menyertakannya dalam kelompok piutang usaha dan non-usaha dengan risiko kredit yang serupa
karakteristiknya dan melakukan evaluasi kolektif atas penurunan nilai. Karakteristik yang dipilih
mempengaruhi estimasi arus kas masa depan atas kelompok piutang usaha dan lain-lain tersebut
karena merupakan indikasi bagi kemampuan pelanggan untuk melunasi jumlah terutang dan
piutang lain-lain tersebut karena merupakan indikasi bagi kemampuan pemasok untuk melunasi
jumlah terutang.
Arus kas masa depan pada kelompok piutang usaha dan non-usaha yang dievaluasi secara
kolektif untuk penurunan nilai diestimasi berdasarkan pengalaman kerugian historis bagi piutang
usaha dan non-usaha dengan karakteristik risiko kredit yang serupa dengan piutang usaha dan
non-usaha pada kelompok tersebut.
24
Page 28
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN, ESTIMASI DAN ASUMSI
Estimasi dan Asumsi (lanjutan)
Pengakuan aset pajak tangguhan
Grup menelaah nilai tercatat aset pajak tangguhan pada setiap tanggal pelaporan dan mengurangi
aset pajak tangguhan sejauh kemungkinan bahwa laba kena pajak masa depan tidak akan
tersedia secara memadai untuk memungkinkan semua atau sebagian dari aset pajak tangguhan
dimanfaatkan. Aset pajak tangguhan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebesar
Rp101.792.314 (Catatan 20e).
4. KAS DAN SETARA KAS
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Kas 1.270.606.918 433.063.219
Bank
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.807.836.648 3.023.771.481
PT Bank DKI 3.009.888.271 3.004.902.771
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 15.247.184.229 14.555.965.502
PT Bank Central A sia Tbk 1.144.449.292 1.545.771.011
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 303.080.926 872.827.277
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 27.995.285 84.866.085
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 15.074.265.038 14.528.153.870
PT Bank A rtha Graha Internasional Tbk 158.140.083 33.574.219
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 2.265.504.588 1.704.616.732
PT Bank CIMB Niaga Tbk 72.902.546 109.763.496
PT Bank Permata Tbk 501.825.786 1.486.177
PT Bank OCBC NISP Tbk 7.464.711 7.374.969
PT Bank Jabar Banten Tbk 921.960.090 949.935.090
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk 70.267.174 131.772.744
PT Bank UOB Tbk 49.655.096 47.883.567
PT Bank KEB Hana Indonesia 40.016.035 494.340.569
PT Bank Nationalnobu Bank Tbk 36.284.624 500.567.414
PT Bank Tabungan Negara Syariah 8.094.243 8.268.845
Dolar A merika Serikat
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk 102.086.581 422.907.128
Sub-jum lah 40.848.901.246 42.028.748.947
De pos ito be r jangk a
Rupiah
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.884.507.625 2.055.424.217
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 1.753.101.700 1.863.101.700
PT Bank A rtha Graha Internasional Tbk 3.458.097.079 3.458.097.079
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 2.535.837.600 2.865.204.840
PT Bank Danamon Indonesia Tbk 1.348.219.103 2.286.667.689
PT Bank OCBC NISP Tbk 1.296.636.297 1.315.521.003
PT Bank Permata Tbk 942.735.039 794.540.019
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk 1.195.363.556 1.332.663.397
PT Bank Nationalnobu Tbk 2.307.434.826 6.446.189.761
PT Bank Negara Indonesia 69.840.000 698.400.000
PT Bank UOB 9.031.779.506 9.031.779.506
Sub-jum lah 25.823.552.331 32.147.589.211
Jum lah 67.943.060.495 74.609.401.377
Seluruh saldo bank dan deposito berjangka ditempatkan pada pihak ketiga.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, seluruh kas dan setara kas tidak ada yang
dijaminkan.
Deposito Berjangka dalam mata uang Rupiah dikenakan tingkat suku bunga masing-masing
sebesar 2,15% - 4,60% dan 2,50% - 5.50% pertahun
25
Page 29
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA
Akun ini terdiri dari:
31 M are t 2024 31 De s e m be r 2023
Pihak k e tiga
Penjualan Rumah Hunian,
Ruko, Kios dan Apartemen 2.455.235.746 2.639.561.646
Pendapatan hotel 1.868.030.041 2.627.697.023
Akad Kredit 5.606.895.777 4.392.255.777
Lain-lain 152.267.600 152.341.463
Jum lah 10.082.429.164 9.811.855.909
Cadangan kerugian
penurunan nilai (152.267.600) (152.267.600)
Jum lah piutang us aha
pihak k e tiga - ne to 9.930.161.564 9.659.588.309
Analisa umur piutang usaha - neto berdasarkan kategori umur piutang adalah sebagai berikut:
31 M ar e t 2024 31 De s e m be r 2023
Belum jatuh tempo 1.338.482.041 1.914.850.601
Telah jatuh tempo
- Sampai dengan 30 hari 1.333.908.214 1.924.260.908
- Antara 31 hari - 60 hari 1.557.916.284 1.757.331.839
- Antara 61 hari - 90 hari 5.852.122.625 4.215.412.561
Jum lah 10.082.429.164 9.811.855.909
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, sebagian piutang usaha milik Grup
dijaminkan untuk pinjaman bank (Catatan 15)
Semua piutang usaha menggunakan mata uang Rupiah.
Grup telah menerapkan metode yang disederhanakan untuk menghitung kerugian kredit
ekspektasian sesuai dengan PSAK No. 71 pada tanggal 1 Januari 2020 yang mengizinkan
penggunaan cadangan kerugian ekspetasian seumur hidup untuk seluruh piutang usaha. Untuk
mengukur kredit ekspektasian, piutang usaha telah dikelompokkan berdasarkan karakteristik
risiko kredit dan waktu jatuh tempo yang serupa
Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian penurunan nilai piutang telah memadai
untuk menutup kerugian atas piutang usaha tidak tertagih berdasarkan hasil penelaahan atas
masing-masing piutang secara kolektif pada akhir periode.
26
Page 30
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG NON-USAHA
Akun ini terdiri dari:
31 Mar et 2024 31 D esemb er 2023
Pi h ak b er el asi
PT Sepak at Maju Terus 1. 257. 000. 000 1. 257. 000. 000
PT Binak ary a Prim a Les t ari 4. 050. 000. 000 4. 050. 000. 000
Lain-lain 736. 275. 466 736. 275. 466
Su b -j u ml ah 6. 043. 275. 466 6. 043. 275. 466
Pi h ak keti g a
Kary awan 4. 689. 761. 210 4. 702. 438. 960
PT Pes ona Graha Perm ai 1. 625. 037. 183 1. 625. 037. 183
Lain-lain (di bawah R p100. 000. 000) 4. 341. 033. 596 3. 820. 878. 550
Su b -j u ml ah 10. 655. 831. 989 10. 148. 354. 693
C adangan k erugian penurunan nilai (739. 997. 649) (739. 997. 649)
Ju ml ah p i u tan g n o n -u sah a-n eto 15. 959. 109. 806 15. 451. 632. 510
Piut ang non us aha dis ajik an dalam laporan pos is i k euangan k ons olidas ian s ebagai berik ut :
31 Maret 2024 31 D es em ber 2023
As et Lanc ar 10. 661. 128. 598 9. 953. 651. 302
As et t idak lanc ar 5. 297. 981. 208 5. 497. 981. 208
Ju ml ah 15. 959. 109. 806 15. 451. 632. 510
Mutasi cadangan penurunan nilai adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal (739.997.649) (807.093.215)
Penambahan cadangan
kerugian
tahun berjalan - 67.095.566
Saldo akhir periode (739.997.649) (739.997.649)
.
Rincian transaksi dan saldo dengan pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 21.
Piutang non-usaha - pihak ketiga merupakan piutang atas tagihan sehubungan dengan kegiatan
operasional Entitas Anak.
27
Page 31
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PERSEDIAAN
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Bangunan siap jual
Park Residence 50.925.085.902 50.925.085.902
Palm Crown 37.041.611.505 37.041.611.505
Royal Palm 39.616.927.793 39.616.927.793
Palm Blossom 26.903.981.292 26.903.981.292
Bogor Valley 15.650.294.706 15.650.294.706
Paradise Mansion 12.305.341.402 12.305.341.402
CBD Palm 7.205.826.304 7.205.826.304
Palm Mansion 8.274.436.697 8.274.436.697
Casablanca East Residence 87.308.214.684 87.308.214.684
Pluit Sea View 66.064.653.991 66.064.653.991
La Palma Grande 65.819.162.551 65.819.162.551
Bekasi Town Square 41.587.626.116 41.587.626.116
Gateway Ciledug 300.805.887 300.805.887
Sub-jumlah 459.003.968.830 459.003.968.830
Bangunan dalam penyelesaian
Pluit Sea View 514.569.730.664 514.432.397.846
Gateway Pasteur 162.672.823.099 165.181.188.765
Bekasi Town Square 109.225.028.684 108.937.519.031
Casablanca East Residence 31.422.682.163 28.950.086.927
Paradise Mansion 371.892.626.420 371.241.074.690
Foresque Residence 353.982.594.336 353.841.980.920
Hotel at Jl. Arjuna 121.989.118.907 120.267.456.313
Palm Blossom 30.027.220.401 28.077.799.722
Park Residence 52.967.501.006 52.256.035.390
Royal Palm Blossom 20.643.390.329 20.155.623.033
CBD Palm 42.868.732.592 42.782.230.950
La Palma Grande 151.492.032.627 140.751.422.656
Hotel Kediri 11.831.613.574 11.831.613.574
Apartemen @ Juanda 9.645.975.459 9.645.975.459
Sub-jumlah 1.985.231.070.261 1.968.352.405.276
Hotel
Peralatan dan perlengkapan
hotel 419.353.083 1.606.045.295
Makanan dan minuman 180.819.243 251.157.233
Sub-jumlah 600.172.326 1.857.202.528
Jumlah 2.444.835.211.417 2.428.213.576.634
Persediaan Bangunan-siap jual
Mutasi persediaan bangunan siap jual “Proyek Park Residence, Palm Crown, Royal Palm, Hotel
Bogor Valley, Palm Mansion, Gateway Ciledug adalah sebagai berikut:
28
Page 32
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2024 31 Desem ber 2023
Saldo aw al 459.003.968.830 151.115.857.370
Penam bahan:
Reklasifikasi dari bangunan - -
dalam penyelesaian - 373.437.652.857
Biaya keperluan proyek 403.860.000
Pengurangan:
Reklasifikasi ke beban pokok pendapatan - (65.953.401.397)
Saldo akhir 459.003.968.830 459.003.968.830
Bangunan Dalam Penyelesaian
Bangunan dalam penyelesaian merupakan biaya perolehan atas bangunan yang masih dalam
proses konstruksi setelah dikurangi dengan pengakuan beban pokok pendapatan berdasarkan
persentase penyelesaian proyek yang bersangkutan.
Mutasi persediaan bangunan dalam penyelesaian adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desem ber 2023
Saldo aw al 1.968.352.405.276 2.196.815.992.998
Penambahan:
Biaya keperluan proyek 19.947.031.000 108.881.032.568
Reklasifikasi dari uang muka tanah - 43.507.101.686
Biaya perolehan tanah dan perijinan 2.336.500.000
Persediaan unit batal 13.572.328.532
Pengurangan:
Reklasifikasi ke bangunan siap dijual - (373.437.652.857)
Reklasifikasi ke beban pokok pendapatan (3.068.366.015) (23.322.897.651)
Saldo akhir 1.985.231.070.261 1.968.352.405.276
PT Satwika Permai Indah (SPI), Entitas Anak dari BGS
Akun ini merupakan bangunan dalam penyelesaian sehubungan dengan Proyek Paradise
Mansion, Palm Blossom, CBD Palm, Royal Plam, Taman Surya 6 dan Palm Crown.
Nilai bangunan dalam penyelesaian tersebut adalah sebesar Rp518.399.470.748 dan
Rp514.512.763.785 masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
SPI mengasuransikan proyek Apartement “Paradisen Mansion” kepada PT Asuransi Binagriya
Upakara terhadap seluruh risiko dengan nilai pertanggungan seluruhnya masing-masing adalah
sebesar Rp140.250.000.000 pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
Manajemen SPI berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi
kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
PT Binakarya Bangun Propertindo (BBP), Entitas Anak dari GAP
Akun ini merupakan persediaan bangunan dalam penyelesaian sehubungan dengan Proyek Pluit
Sea View. Nilai bangunan dalam penyelesaian tersebut adalah sebesar Rp514.569.730.664 dan
Rp514.432.397.846 masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
29
Page 33
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PERSEDIAAN
PT Binakarya Bangun Propertindo (BBP), Entitas Anak dari GAP (lanjutan)
BBP mengasuransikan proyek konstruksi Apartemen dan kios Proyek Pluit Sea View dan gedung
parkir kepada PT Binagriya General Insurance terhadap seluruh risiko dengan nilai pertanggungan
seluruhnya sebesar Rp.214.107.690.000 pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
Manajemen BBP berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi
kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
PT Binakarya Agung Propertindo (BAP), Entitas Anak dari GAP
Bangunan dalam penyelesaian merupakan biaya perolehan bangunan untuk Proyek Casablanca
East Residence sebesar Rp31.422.682.163 dan Rp28.950.086.927 masing-masing pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
BAP mengasuransikan proyek Casablanca East Residdence kepada terhadap seluruh risiko
dengan nilai pertanggungan seluruhnya adalah sebesar Rp213.234.865.000 pada tanggal 31
Desember 2023.
Manajemen BBP berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi
kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan
PT Binakarya Makmur Abadi (BMA), Entitas Anak dari GAP
Akun ini merupakan persediaan bangunan dalam penyelesaian sehubungan dengan Proyek
Apartemen @ Juanda. Nilai bangunan dalam penyelesaian tersebut adalah sebesar
Rp9.645.975.459 dan Rp9.645.975.459 masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31
Desember 2023.
PT Prasetya Agung Cipta Abadi (PACA) Entitas Anak dari BMS
Akun ini merupakan persediaan bangunan dalam penyelesaian sehubungan dengan Proyek
Apartemen Gateway Pasteur. Nilai bangunan dalam penyelesaian tersebut adalah sebesar Rp.
Rp162.672.823.099 dan Rp165.181.188.765 masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31
Desember 2023.
PT Triputri Natatama (TN), Entitas Anak dari BAPA
Akun ini merupakan persediaan bangunan dalam penyelesaian sehubungan dengan biaya
perolehan bangunan untuk Proyek Bekasi Town Square sebesar Rp109.225.028.684 dan
Rp108.937.519.031 masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
TN mengasuransikan proyek konstruksi Proyek Bekasi Town Square kepada PT Zurich General
Tafakul Indonesia terhadap seluruh risiko dengan nilai pertanggungan seluruhnya adalah sebesar
Rp146.024.083.200 pada tanggal 31 Desember 2023.
Manajemen TN berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi
kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan
30
Page 34
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PERSEDIAAN
PT Griya Karunia Sejahtera (GKS), Entitas Anak dari SPI
Akun ini merupakan biaya pengurusan untuk bangunan dalam penyelesaian atas proyek Foresque
Residence yang terletak di Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 biaya yang telah dikeluarkan untuk proyek ini
masing-masing sebesar Rp353.982.594.336 dan Rp353.841.980.920
Sampai dengan tanggal 31 Desember 2023, proyek Foresque Residence terhenti
pembangunannya
PT Binakarya Jaya Perkasa (BJP), Entitas Anak dari BBP
Akun ini merupakan persediaan bangunan dalam penyelesaian sehubungan dengan biaya
perolehan bangunan untuk Proyek Hotel Arjuna Legian Bali sebesar Rp121.989.118.907 dan
Rp120.267.456.313 pada tanggal 31 Maret 2023 dan 31 Desember 2023.
BJP mengasuransikan proyek Hotel Arjuna Legian Bali kepada PT Asuransi Binagriya Upakarya
terhadap seluruh risiko dengan nilai pertanggungan seluruhnya adalah sebesar
Rp.100.911.310.000 pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
Manajemen BJP berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi
kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan.
PT Binakarya Makmur Sentosa (BMST), Entitas Anak dari BBP
Akun ini merupakan persediaan bangunan dalam penyelesaian sehubungan dengan biaya
perolehan bangunan untuk Proyek Hotel Kediri Bali sebesar Rp11.831.613.574 dan Rp
Rp11.831.613.574 pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
PT Mitragama Inti Perkasa (MIP), Entitas Anak dari Entitas Induk
Akun ini merupakan bangunan dalam penyelesaian sehubungan dengan Proyek La Palma
Grande. Nilai bangunan dalam penyelesaian tersebut masing-masing adalah sebesar
Rp151.492.032.627 dan Rp140.751.422.656 pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
2023.
Persediaan Hotel
31 M ar e t 2024 31 De s e m be r 2023
Makanan dan minuman 180.819.243 1.606.045.295
Peralatan Hotel 419.353.083 251.157.233
Jum lah 600.172.326 1.857.202.528
31
Page 35
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PERSEDIAAN
Aset Tidak Lancar
Merupakan aset real estate yang belum dikembangkan dengan rincian sebagai berikut :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Entitas Anak
Tanah yang sedang dikembangkan
Dhay ana Pura Hotel 49.866.686.800 49.866.686.800
Tanah perwatasan 25.496.116.553 25.496.116.553
Sub-jumlah 75.362.803.353 75.362.803.353
Bangunan dalam penyelesaian
Dhay ana Pura Hotel 4.214.833.625 4.214.833.625
Sub-jumlah 4.214.833.625 4.214.833.625
Jumlah 79.577.636.978 79.577.636.978
Persediaan Tanah Yang Sedang Dikembangkan
PT Karya Cipta Makmur Abadi (KCMA), Entitas Anak dari BCB
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tanah yang sedang dikembangkan sebesar
Rp 49.866.686.800 merupakan biaya-biaya sehubungan dengan pembebasan lahan dan perizinan
atas tanah.
PT Binakarya Sakti Perkasa (BSP), Entitas Anak dari Perusahaan
Pada tanggal 31 Desember 2023, tanah yang sedang dikembangkan adalah sebesar
Rp25.496.116.553 merupakan biaya perolehan tanah dan biaya-biaya sehubungan dengan
pembebasan lahan dan perizinan atas tanah.
Bangunan dalam penyelesaian
PT Karya Cipta Makmur Abadi (KCMA), Entitas Anak dari BCB
Akun ini merupakan persediaan bangunan dalam penyelesaian sehubungan dengan biaya
perolehan bangunan untuk Proyek Dhayana Pura Hotel sebesar Rp4.214.833.625 pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
Grup melakukan peninjauan berkala atas jumlah tercatat persediaan, untuk memastikan bahwa
jumlah tercatatnya tidak melebihi nilai wajar atau nilai realisasi neto. Manajemen Grup
berrpendapat bahwa tidak terdapat penurunan nilai persediaan, sehingga tidak perlu dibentuk
penyisihan berkaitan dengan hal tersebut.
32
Page 36
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DI MUKA
Akun ini terdiri dari :
Uang Muka Pembelian Tanah
31 Mar et 2024 31 D esemb er 2023
U an g Mu ka
Pem belian t anah - 0
H ak pak ai at as hak
t anah 28. 483. 800. 000 28. 483. 800. 000
Proy ek dan k ant or 21. 705. 514. 352 19. 623. 675. 483
Lain-lain 2. 566. 297. 815 1. 595. 140. 072
Su b -j u ml ah 52. 755. 612. 167 49. 702. 615. 555
B eb an d i b ayar d i
mu ka
Bunga dari anjak
piut ang 2. 450. 899. 695 3. 439. 888. 701
As urans i 244. 137. 619 356. 614. 883
Lain-lain 301. 195. 534 36. 768. 750
Su b -j u ml ah 2. 996. 232. 848 3. 833. 272. 334
Ju ml ah 55. 751. 845. 015 53. 535. 887. 889
D ik urangi bagian y ang
jat uh t em po dalam s at u
t ahun 27. 268. 045. 015 25. 052. 087. 889
U an g mu ka d an b i aya
d i b ayar d i mu ka
setel ah d i ku r an g i
b ag i an yan g j atu h 28. 483. 800. 000 28. 483. 800. 000
Uang Muka Hak Pakai atas Hak atas Tanah
PT Binakarya Jaya Perkasa (BJP), Entitas Anak dari BBP
Akun ini merupakan uang muka untuk perpanjangan hak pakai atas hak atas tanah. Pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, saldo uang muka hak pakai atas hak atas tanah masing-
masing sebesar Rp28.483.800.000 (Catatan 9).
Uang Muka Proyek dan kantor
Akun ini merupakan uang muka proyek dan kantor yang berasal dari beberapa entitas anak
dengan nilai keseluruhan masing-masing adalah sebesar Rp21.705.514.352 dan
Rp19.623.675.483 pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
33
Page 37
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. HAK PAKAI ATAS HAK ATAS TANAH
Akun ini terdiri dari :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Harga perolehan 9.016.200.000 9.016.200.000
Akum ulas i am ortis as i (2.779.995.000) (2.704.860.000)
Nilai buku neto 6.236.205.000 6.311.340.000
Dikurangi bagian yang jatuh tem po
dalam s atu tahun 300.540.000 300.540.000
Hak pakai atas hak atas tanah -
setelah dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun 5.935.665.000 6.010.800.000
PT Binakarya Jaya Perkasa (BJP), Entitas Anak dari BBP
Akun ini merupakan biaya pakai hak atas tanah sekitar 3.900 m2 yang berlokasi di Kabupaten
Badung, Bali, berdasarkan akta notaris BF. Harry Prastawa, S.H., No. 18 tanggal 13 Desember
2012, yang diperoleh dari Agung Ngurah Sudarsana dan Agung Ngurah Surya Kencana pihak
ketiga.
Berdasarkan Akta Pemberian Hak Guna Bangunan (HGB) atas Hak Milik No. 111/2014 tanggal 23
Desember 2014, Perusahaan memperoleh HGB atas Hak Milik.
Jangka waktu dimulai pada tanggal 23 Desember 2014 untuk jangka waktu 30 tahun dan berakhir
pada tanggal 23 Desember 2044. Nilai perolehan tersebut sebesar Rp9.016.200.000.
10. INVESTASI SAHAM PADA ENTITAS ASOSIASI
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024
_____
Akumulasi Rugi Penjualan Persentase
Entitas Asosiasi/ Investasi/ Kepemilikan saham/
Harga Perolehan/ Accumulated Loss Sale of Nilai investasi/ Percentage of
AcquisitionCost of Associates Investment Investment Value Share Ownership
PT Binakarya Prima
Lestari*) 10.000.000.000 (5.349.647.613) - 4.650.352.387 40,00%
PT Palem Indah
Permai*) 4.500.000.000 2.188.926.640 - 6.688.926.640 45,00%
Jumlah 14.500.000.000 (3.160.720.973) - 11.339.279.027
31 December 2023
_____
Akumulasi Rugi Penjualan Persentase
Entitas Asosiasi/ Investasi/ Kepemilikan saham/
Harga Perolehan/ Accumulated Loss Sale of Nilai investasi/ Percentage of
AcquisitionCost of Associates Investment Investment Value Share Ownership
PT Binakarya Prima
Lestari*) 10.000.000.000 (5.512.432.615) - 4.487.567.385 40,00%
PT Palem Indah
Permai*) 4.500.000.000 2.650.958.057 - 7.150.958.057 45,00%
Jumlah 14.500.000.000 (2.861.474.558) - 11.638.525.442
*) Merupakan investasi saham milik PT Satwika Permai Indah (SPI), Entitas Anak dari BGS.
34
Page 38
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Mutasi akumulasi laba pada Entitas Asosiasi adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
__________________________ _________________________
Saldo awal (2.861.474.558) (4.470.908.656)
Deviden -
Perubahan tahun berjalan bagian
laba neto entitas anak
kepemilikan langsung (299.246.415) 1.609.434.098
Saldo akhir (3.160.720.973) (2.861.474.558)
11. UANG MUKA INVESTASI
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, akun ini merupakan uang muka investasi
saham pada PT Binakarya Cipta Abadi sebesar Rp19.488.888.889.
12. ASET TETAP
Aset tetap terdiri dari:
31 Maret 2024 Saldo awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Saldo Akhir/
Harga perolehan
Tanah 655.824.236 - - - 655.824.236
Bangunan dan
prasarana 223.679.481.903 - - - 223.679.481.903
Kendaraan 9.491.111.138 - - - 9.491.111.138
Peralatan 38.514.307.661 301.716.759 - - 38.816.024.420
Jumlah 272.340.724.938 301.716.759 - - 272.642.441.698
Akumulasi penyusutan
Bangunan dan
prasarana 89.201.710.217 2.725.877.068 - - 91.927.587.285
Kendaraan 8.535.545.484 63.120.864 - - 8.598.666.348
Peralatan 35.397.101.758 255.269.068 - - 35.652.370.826
Jumlah 133.134.357.459 3.044.267.000 - - 136.178.624.459
Nilai buku neto 139.206.367.479 136.463.817.239
31 Desember 2023 Saldo awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Saldo Akhir/
Harga perolehan
Tanah 655.824.236 - - - 655.824.236
Bangunan dan
prasarana 223.677.796.903 1.685.000 - - 223.679.481.903
Kendaraan 9.681.575.009 835.659.038 1.026.122.909 - 9.491.111.138
Peralatan 36.067.683.499 2.454.539.162 7.915.000 - 38.514.307.661
Jumlah 270.082.879.647 3.291.883.200 1.034.037.909 - 272.340.724.938
35
Page 39
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Akumulasi penyusutan
Bangunan dan
prasarana 78.261.464.753 10.940.245.464 - - 89.201.710.217
Kendaraan 9.409.854.625 151.813.768 1.026.122.909 - 8.535.545.484
Peralatan 34.503.688.404 898.977.312 5.563.958 - 35.397.101.758
Jumlah 122.175.007.782 11.991.036.544 1.031.686.687 - 133.134.357.459
Nilai buku neto 147.907.871.865 139.206.367.479
Biaya penyusutan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
masing-masing sebesar Rp3.044.267.000 dan Rp11.991.036.544 dibebankan sebagai bagian
dari beban umum dan administrasi (Catatan 27)
Grup mengasuransikan aset tetap terhadap seluruh risiko dengan nilai pertanggungan seluruhnya
masing-masing adalah sebesar Rp2.355.600.000 pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
2023.
Manajemen Grup berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan untuk seluruh aset tetap tersebut di
atas adalah cukup untuk menutupi seluruh kemungkinan risiko atas aset yang dipertanggungkan
Berdasarkan penelaahan atas jumlah aset yang dapat diperoleh kembali, Manajemen Grup
berkeyakinan bahwa tidak terdapat peristiwa atau perubahan keadaan yang mungkin
menimbulkan indikasi penurunan nilai aset tetap masing-masing pada tanggal-tanggal 31 Maret
2024 dan 31 Desember 2023.
13. UTANG USAHA
31 Maret 2024 31 Desember 2023
PT Hutama Karya 6.493.205.686 4.140.838.463
PT Petra Nusa Kencana 3.725.845.550 3.725.845.550
PT Graha Perkasa Abadi 7.501.544.506 7.501.544.506
PT Recta Construction - 1.602.385.051
PT Triadi Casa Recta
PT Surya Mandiri Sarana 1.125.112.997 1.125.112.997
PT Waringin Megah 2.978.024.337 2.978.024.337
PT Hardi Agung Perkasa - -
PT Sapta Kencana Kharisma 359.965.426 359.965.426
Lain-lain (dibawah
Rp.300.000.000) 4.503.917.614 5.244.837.924
Jumlah 26.687.616.116 26.678.554.254
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, semua utang usaha merupakan utang Grup
kepada kontraktor dan konsumen dari pihak ketiga dalam mata uang Rupiah.
36
Page 40
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. UTANG NON-USAHA
Akun ini terdiri dari
31 maret 2024 31 Desember 2023
__________ ______________
Pihak berelasi (Catatan 21) 179.205.704.891 170.286.496.256
Pihak ketiga
Utang anjak piutang
PT Bank Artha Graha International Tbk 10.153.316.206 13.254.950.022
Jossy Widyantara 1.500.000.000 1.500.000.000
Mitra Sukses Cipta Property 7.655.000.000 7.355.000.000
Prajitno Sugondo 1.776.000.000 1.776.000.000
PT Deloitte Konsultan Indonesia 1.886.507.000 1.865.336.000
PT Griya Jaya Persada 3.858.250.000 3.858.250.000
Lain-lain (dibawah Rp.1.000.000.000) 37.727.100.010 33.294.244.869
____________ ____________
Sub - Jumlah 64.556.173.216. 65.103.780.891
Jumlah 243.761.878.107 235.390.277.147
============ ============
Utang non usaha disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
__________ _______________
Liabilitas jangka pendek 102.378.773.326 95.687.937.072
Liabilitas jangka panjang 141.383.104.781 139.702.340.075
___________________ _____________________
Jumlah 243.761.878.107 235.390.277.147
____________________ ____________________
PT Bank Artha Graha Internasional Tbk (BAGI)
Akun ini merupakan utang anjak piutang kepada BAGI atas hak tagih atas penjualan rumah dan
apartemen yang dimiliki oleh SPI dan TN.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 saldo utang anjak piutang masing-masing
adalah sebesar Rp10.153.316.206 dan Rp13.254.950.022.
37
Page 41
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PINJAMAN BANK
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk 872.551.886.113 1.093.692.910.127
PT Bank Nationalnobu Tbk 45.364.581.657 52.887.962.582
PT Bank DKI 27.165.069.425 27.165.069.425
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk 11.553.011.019 11.704.048.571
PT Bank KEB Hana Indonesia 17.421.890.101 18.321.890.100
________________________ ____________________________
Jumlah 974.056.438.315 1.203.771.880.805
Dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun:
PT Bank Tabungan Negara
(Persero) Tbk 57.836.711.276 57.940.711.276
PT Bank DKI 6 .750.000.000 6.750.000.000
PT Bank KEB Hana Indonesia 8.573.960.000 9.100.565.850
PT Bank Nationalnobu Tbk 22.400.000.000 29.150.000.000
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk 11.553.011.019 11.704.048.571
_______________________ _____________________
Sub-jumlah 107.113.682.295 114.645.325.697
31 Maret 2024 31 Desember 2023
__________ ______________
Bunga ditangguhkan
PT Bank Tabungan Negara
(persero) Tbk 220.827.024.014 220.827.024.014
PT Bank Nationalnobu Tbk 773.380.925 773.380.925
____________ _______________
Sub - Jumlah 221.600.404.939 221.600.404.939
Bagian jatuh tempo dalam
satu tahun 328.714.087.234 336.245.730.636
____________ _________________________
Saldo bagian jangka panjang
pinjaman bank 866.942.756.020 867.526.150.169
Entitas Anak
PT Binakarya Agung Propertindo (BAP), Entitas anak dari GAP
PT Bank KEB Hana Indonesia (HANA)
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 66 tanggal 19 Oktober 2017, sebagaimana telah diubah
berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit Restruktur Fasilitas Kredit tanggal 20 April
2020 No 32/010/SPPK/IV/2020, BAP memperoleh fasilitas Kredit Modal Kerja dari HANA untuk
pembiayaan kembali Apartemen Casablanca East Residence dengan jumlah kredit maksimum
sebesar Rp30.000.000.000.
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit No. 32/010/SPPK/IV/2020 tanggal 20 April
2020, HANA menyetujui permohonan restrukturisasi atas fasilitas Kredit Modal Kerja (Investment
Loan 1 dan Investment Loan 2) dengan jumlah saldo pinjaman masing-masing adalah sebesar
Rp7.696.119.586 dan Rp3.986.987.021. Pinjaman ini jatuh tempo masing-masing pada tanggal
23 Oktober 2021 dan 23 Maret 2021 dengan grace periode selama 12 bulan sejak April 2020.
38
Page 42
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PINJAMAN BANK
PT Binakarya Agung Propertindo (BAP), Entitas anak dari GAP (lanjutan)
PT Bank KEB Hana Indonesia (HANA) (lanjutan)
Fasilitas ini dikenakan bunga sebesar 12,5% per tahun. Pinjaman ini berlaku untuk jangka waktu 5
tahun sejak penandatanganan akta hingga 23 Oktober 2022. Perjanjian ini dapat diperpanjang
atas persetujuan Bank.
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit No. 020/SPPK/Combank 2/III/2021 tanggal
25 Maret 2021, HANA menyetujui permohonan restrukturisasi ke-2 atas fasilitas Kredit Modal
Kerja (Investment Loan 1 dan Investment Loan 2) dengan jumlah saldo pinjaman masing-masing
adalah sebesar Rp7.757.762.188 dan Rp3.986.987.020. Pinjaman ini jatuh tempo masing-masing
pada tanggal 23 Oktober 2024 dan 23 September 2022. Fasilitas ini dikenakan bunga sebesar
11,75% per tahun.
Dalam persyaratan perjanjian fasilitas perbankan, Fasilitas ini dijamin dengan, antara lain, sebagai
berikut:
i. Sertifikat HGB No. 06849/Pondok Bambu sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 18
Agustus 2014, No. 00203/2014, seluas 4.371m2;
ii. Sertifikat HGB No. 06790/Pondok Bambu sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur
tertanggal 28 November 2013 No. 00141/Pondok Bambu/2013, seluas 6.741m2;
iii. Cessie atas piutang yang berkaitan dengan penjualan unit-unit Apartemen yang dibiayai oleh
bank.
Selama seluruh utang yang timbul atas perjanjian ini belum dinyatakan lunas oleh Bank HANA,
maka tanpa persetujuan tertulis dari Bank HANA, BAP dilarang melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Mengubah bentuk atau status hukum BAP;
2. Merubah anggaran dasar dan pengurus BAP;
3. Memberikan pinjaman kepada siapapun juga, kecuali kepada karyawan BAP atau anak
perusahaan atau jika pinjaman tersebut diberikan dalam rangka kegiatan usaha sehari-hari:
4. Mengajukan permohonan pailit;
Pada 9 Juni 2023, BAP telah melunasi seluruh pinjaman kepada HANA.
PT Satwika Permai Indah (SPI), Entitas Anak dari BGS
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN)
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 43 dari Notaris Siswadji, S.H., tanggal 26 September
2014, SPI memperoleh fasilitas pinjaman Kredit Konstruksi dari BTN melalui Surat Persetujuan
Permohonan Kredit (SP2K) tanggal 26 September 2014 No. 632/S/Bks.Ut/HCLU/IX/2014 untuk
keperluan pembangunan proyek Apartemen Paradise Mansion beserta sarana dan prasarana,
yang berlokasi di Jalan Satu Maret, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Kotamadya
Jakarta Barat, Jakarta. Dan berdasarkan Addendum Perjanjian Kredit No. 8 tanggal 29 September
2017.
Jumlah maksimum fasilitas adalah sebesar Rp275.000.000.000 dengan tingkat suku bunga
sebesar 12,5% per tahun. Jangka waktu Perjanjian Kredit ini adalah 60 (enam puluh) bulan dan
jatuh tempo pada tanggal 26 September 2021.
39
Page 43
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PINJAMAN BANK
PT Satwika Permai Indah (SPI), Entitas Anak dari BGS (lanjutan)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) (lanjutan)
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit No. 97/S/CMBD/CLMR/XII/ 2021 tanggal 21
Februari 2021, BTN menyetujui permohonan restrukturisasi kredit konstruksi atas fasilitas
pembiayaan KYG Proyek Apartemen Paradise Mansion dengan jumlah maksimum fasilitas adalah
sebesar Rp275.000.000.000 dengan tingkat suku bunga sebesar 9,75% per tahun dan jangka
waktu Perjanjian Kredit ini adalah 24 (dua puluh empat) bulan dan jatuh tempo pada tanggal 26
Desember 2026.
Berdasarkan Addendum Perjanjian Kredit No. 107 tanggal 31 Juli 2023, mengubah ketentuan
sebagai berikut:
a. Perpanjangan jangka waktu kredit sampai dengan tanggal 26 Desember 2030.
b. Pembayaran bunga:
I. Penurunan suku bunga menjadi 6% per tahun.
II. Pembayaran bunga normal 100% sampai dengan jatuh tempo kredit.
III.Bunga yang tertunggak dan/atau ditunda dibayarkan secara prorata mulai bulan Januari
2016 sampai jatuh tempo kredit.
c. Perubahan jadwal pembayaran pokok.
Jaminan yang diberikan SPI atas fasilitas ini adalah sebagai berikut:
1. Tanah berikut bangunan yang berdiri yang ada maupun yang akan ada diatas lahan lokasi
proyek Apartemen Paradise Mansion, yang terletak di Jalan Satu Maret, Kelurahan
Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Kotamadya Jakarta Barat, dengan bukti kepemilikan
berupa pecahan dari Sertifikat Hak Guna Bangunan No. 12407/Pegadungan seluas lebih
kurang 22.358 m2;
2. Jaminan Perusahaan dari PT Binakarya Graha Sentosa;
3. Standing Instruction (SI);
4. Cessie atas piutang yang berkaitan dengan penjualan unit-unit rumah/rumah kantor yang
dibiayai oleh bank.
Selama seluruh hutang yang timbul atas perjanjian ini belum dinyatakan lunas oleh Bank BTN,
maka tanpa persetujuan tertulis dari Bank BTN, SPI dilarang melakukan hal-hal sebagai berikut:
1. Memperoleh fasilitas kredit dari pihak lain sehubungan dengan pelaksanaan proyek tersebut,
kecuali pinjaman dari pemegang saham dan transaksi dagang yang lazim;
2. Mengikat diri sebagai penjamin dan atau menjamin harta;
3. Merubah anggaran dasar dan pengurus SPI;
4. Mengajukan permohonan pailit;
5. Melakukan merger atau akuisisi;
6. Melunasi utang kepada pemegang saham;
7. Menyewakan SPI kepada pihak ketiga;
8. Membagi deviden SPI; dan
9. Memindahtangankan proyek dalam bentuk apapun atau dengan maksud apapun juga kepada
pihak ketiga.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, saldo pinjaman dari fasilitas kredit tersebut
adalah sebesar Rp167.000.000.000 dan Rp167.000.000.000. Dan bunga ditangguhkan hingga
31 Desember 2023 sebesar Rp25.347.000.000
40
Page 44
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PINJAMAN BANK
PT Satwika Permai Indah (SPI), Entitas Anak dari BGS (lanjutan)
PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU)
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 125 dari Notaris Edison Jingga, S.H., tanggal
20 Desember 2013, SPI memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap Angsuran (PTA) dari NOBU untuk
pembangunan Waterpark “Palmbay Waterpark” sebesar Rp20.000.000.000. Tingkat suku bunga
fasilitas kredit tersebut sebesar 12% per tahun dan provisi sebesar 0,25% per tahun. Jangka
waktu Perjanjian Kredit ini adalah 60 bulan dan jatuh tempo pada tanggal 20 Desember 2018.
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 188 dari Notaris Edison Jingga, S.H., tanggal
27 Februari 2014, SPI memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap Angsuran - 2 (PTA-2) dari NOBU
untuk pembangunan Waterpark “Palmbay Waterpark” sebesar Rp10.000.000.000. Tingkat suku
bunga fasilitas kredit tersebut sebesar 12% per tahun dan provisi sebesar 0,25% per tahun.
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 61 dari Notaris Edison Jingga, S.H., tanggal 7 Agustus
2015, SPI memperoleh fasilitas Pinjaman Rekening Koran (PRK) sebesar Rp6.000.000.000,
Pinjaman Tetap Angsuran (PTA) sebesar Rp20.000.000.000 dan Pinjaman Tetap Angsuran - 2
(PTA-2) sebesar Rp10.000.000.000 dari NOBU untuk cadangan modal kerja dan pembangunan
Waterpark “Palmbay Waterpark”.
Berdasarkan perjanjian kredit No. 112/EXT/CL/ KP-PLS/III/2021 tanggal 22 Maret 2021,
Perusahaan memperoleh kembali perpanjangan fasilitas kredit berupa fasilitas Pinjaman Tetap
Angsuran-On Demand (PTA-OD), Fasilitas Tetap (PT) dan Fasilitas Tetap Angsuran 3 (PTA 3)
dengan tingkat suku bunga masing-masing adalah sebesar 10,50% per tahun.
Berdasarkan perjanjian kredit No. 623/EXT/CL/KP-PLS/VIII/2022 tanggal 25 Agustus 2022,
Perusahaan memperoleh kembali perpanjangan fasilitas kredit berupa fasilitas Pinjaman Tetap
Angsuran-On Demand 2 (PTA-OD) 2, Fasilitas Tetap (PT) dan Fasilitas Tetap Angsuran 1 (PTA 1)
dengan tingkat suku bunga masing-masing adalah sebesar 10,50%, 10,50% dan 10,75% per
tahun.
Fasilitas Pinjaman Tetap Angsuran-On Demand 2 (PTA-OD) 2
SPI memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap Angsuran-On Demand (PTA-OD) 2 dari NOBU untuk
pembangunan “Palmbay Blossom”, SPI memperoleh penambahan jangka waktu 36 (tiga puluh
enam) bulan.
Fasilitas Pinjaman Tetap (PT)
SPI memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap, SPI memperoleh penambahan jangka waktu sampai
dengan 18 Juli 2020.
SPI memperoleh perpanjangan atas fasilitas Pinjaman Tetap (PT) dari NOBU dengan jangka
waktu sampai dengan 18 Juli 2023.
41
Page 45
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PINJAMAN BANK
PT Satwika Permai Indah (SPI), Entitas Anak dari BGS (lanjutan)
PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) (lanjutan)
Fasilitas Pinjaman Tetap Angsuran 1 (PTA 1)
SPI memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap Angsuran (PTA) dari NOBU untuk pembangunan
Waterpark “Palmbay Waterpark”, SPI memperoleh penambahan jangka waktu sampai dengan 16
Maret 2025.
Sesuai dengan perjanjian pinjaman, fasilitas ini dijamin dengan:
1. Sebidang tanah seluas 28.053m2, SHBG No.13163, 13493, 15569, 15576, 15578, 15579,
15573, 15570, 15571, 15572, 15577, 1574, terletak di Jl. Bulak Simpul, Kelurahan
Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat;
2. Sebidang tanah seluas 1.349m2, SHGB No. 13159/Pegadungan, Surat Ukur tanggal 29
Desember 2010 No. 00377/2010 terletak di Pegadungan, Jakarta Barat;
3. Sebidang tanah seluas 305m2, SHGB No. 13165/Pegadungan, Surat Ukur tanggal 29
Desember 2010 No. 00374/2010 terletak di Pegadungan, Jakarta Barat; dan
4. Sebidang tanah seluas 1.085m2, SHGB No. 13164/Pegadungan, Surat Ukur tanggal 29
Desember 2010 No. 00382/2010 terletak di Pegadungan, Jakarta Barat.
Berdasarkan Surat Persetujuan Perubahan Jaminan atas Fasilitas Kredit No.
1145/EXT/CL/KP/X/2023 tanggal 11 Oktober 2023, jaminan berjalan sebagai berikut:
1. Sebidang tanah seluas 30.521m2, terletak di Perumahan Taman Surya V, Kelurahan
Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.
2. Sebidang tanah seluas 3.795m2, SHGB No. 16570 terletak di Perumahan Taman Surya V
Blok PP - 3, Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.
3. Sebidang tanah seluas 1.349m2, SHGB No. 13159/Pegadungan, Surat Ukur tanggal 29
Desember 2010 No. 00377/2010 terletak di Pegadungan, Jakarta Barat;
4. Sebidang tanah seluas 305m2, SHGB No. 13165/Pegadungan, Surat Ukur tanggal 29
Desember 2010 No. 00374/2010 terletak di Pegadungan, Jakarta Barat; dan
5. Sebidang tanah seluas 1.085m2, SHGB No. 13164/Pegadungan, Surat Ukur tanggal 29
Desember 2010 No. 00382/2010 terletak di Pegadungan, Jakarta Barat.
Dalam persyaratan perjanjian fasilitas ini, SPI dilarang untuk:
1. Mengadakan merger dengan pihak lain;
2. Mendapat pinjaman dari pihak lain atau meminjamkan uang kepada pihak lain manapun
termasuk kepada afiliasi SPI kecuali untuk usaha sehari-hari;
3. Mengadakan perubahan anggaran dasar perusahaan yang menyangkut pengunduran diri
dan/atau pemasukkan sekutu yang baru;
4. Melakukan pembagian deviden dan/atau saham bonus;
5. Melakukan transaksi dengan cara di luar praktik-praktik dan kebiasaan-kebiasaan dagang
yang ada yang merugikan perusahaan sendiri;
6. Merubah kegiatan usaha atau merubah bentuk/status SPI atau bubar/dibubarkannya SPI; dan
7. Mengadakan investasi baru atau penyertaan pada suatu usaha.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 pinjaman dari fasilitas kredit tersebut
masing-masing sebesar Rp17.900.000.000 dan Rp.23.150.000.000. Dan bunga ditangguhkan
hingga 31 Desember 2023 sebesar Rp461.122.265.
42
Page 46
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PINJAMAN BANK
Entitas Anak (lanjutan)
PT Binakarya Citra Buana (BCB), Entitas Anak dari Entitas Induk
PT Bank KEB Hana Indonesia
Berdasarkan Surat Persetujuan Pemberian Kredit No. 28/231/SPPK/PI/I/2016 tanggal 26 Januari
2016, BCB, memperoleh fasilitas Kredit Investment Loan dari HANA untuk pembiayaan kembali
Hotel dengan jumlah kredit maksimum sebesar Rp40.000.000.000.
Fasilitas ini dikenakan bunga sebesar 13% per tahun. Pinjaman ini berlaku untuk jangka waktu 7
tahun sejak penandatanganan akta hingga Januari 2023. Perjanjian ini dapat diperpanjang atas
persetujuan Bank.
Berdasarkan Surat Perjanjian Persetujuan Kredit restruktur Fasilitas Kredit terdampak Covid-19
No. 003/SPPK/Combank1/II/2022 tanggal 14 Februari 2022, untuk Investment loan (IL), BCB
memperoleh penurunan suku bunga menjadi 11% per tahun dan penambahan jangka waktu kredit
jatuh tempo sampai dengan tanggal 3 Februari 2026.
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit restrukturisasi ke-5 Fasilitas Kredit
terdampak Covid-19 No. 35/015/SPPK/Com2/Kredit/III/2023 tanggal 28 Maret 2023, untuk IL,
dengan suku bunga 11% per tahun dan jatuh tempo kredit sampai dengan tanggal 3 Februari
2026.
Dalam persyaratan perjanjian fasilitas perbankan, Fasilitas ini dijamin dengan, antara lain,
sebagai berikut:
1. Tanah dan bangunan Hotel Arnava (129 Unit Rental Condotel) yang berlokasi di Jalan Kyai
Haji Sholeh Iskandar No. 5, Kelurahan Kedung Badak, Bogor sesuai dengan SHMASRS
No. S37/Kedungbadak atas nama BCB, Entitas Anak;
2. Jaminan Perusahaan atas nama PT Binakarya Agung Propertindo; dan
3. Jaminan pribadi atas nama Go Hengky Setiawan dan Budianto Halim.
Dalam persyaratan perjanjian fasilitas ini, BCB dilarang untuk:
1. Merubah anggaran dasar dan susunan pengurus;
2. Penurunan modal yang telah disetor dan perubahan pemegang saham;
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, saldo pinjaman dari fasilitas kredit tersebut
masing-masing adalah sebesar Rp.17.421.890.100 dan Rp18.321.890.100.
PT Binakarya Bangun Propertindo (BBP), Entitas Anak dari GAP
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN)
Berdasarkan Perjanjian Kredit yang telah diaktakan pada tanggal 24 Oktober 2013
No. 21 di hadapan Notaris Gamal Wahidin, S.H., BBP telah mengadakan perjanjian kredit dengan
BTN untuk pekerjaan konstruksi sebesar Rp190.000.000.000 yang akan digunakan untuk proyek
pembangungan 3.596 unit apartemen “Pluit Sea View” yang terletak di Jalan Muara Baru, Rukun
Tetangga 001, Rukun Warga 017, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Kotamadya
Jakarta Utara.
43
Page 47
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PINJAMAN BANK
Entitas Anak (lanjutan)
PT Binakarya Bangun Propertindo (BBP), Entitas Anak dari GAP (lanjutan)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) (lanjutan)
Perjanjian kredit sebesar Rp 190.000.000.000 yang diberikan oleh BTN telah digunakan sebesar
Rp 57.000.000.000. Perjanjian kredit ini akan jatuh tempo 4 tahun, sampai dengan tanggal 24
Oktober 2017.Besarnya bunga yang dikenakan sebesar 12,50% per tahun (sewaktu-waktu dapat
berubah sesuai dengan ketentuan BTN). Bunga dibayarkan setiap bulan dalam tenggang waktu
mulai tanggal 26 sampai akhir bulan. Sanksi terhadap keterlambatan pembayaran bunga akan
dikenakan denda sebesar 2% di atas suku bunga kredit bank yang berlaku.
Berdasarkan Surat Persetujuan Restrukturisasi Kredit Konstruksi Ke-5 No.
154/S/CMBD/CLMR/VI/2022 tanggal 8 Juni 2022. Skema restrukturisasi sebagai berikut:
a. Penurunan suku bunga menjadi 11,5% per tahun.
b. Perpanjangan jangka waktu kredit jatuh tempo sampai dengan tanggal 27 Juni 2026.
c. Pembayaran bunga:
i. Penundaan pembayaran kewajiban bunga sebesar 85% selama 12 bulan (Mei 2022 - April 2023).
ii. Penundaan pembayaran kewajiban bunga sebesar 80% selama 9 bulan (Mei 2023 - Januari 2024).
iii. Pembayaran bunga normal 100% dimulai bulan Februari 2024 s/d jatuh tempo kredit
d. Nominal pengembalian pokok per unit tetap sesuai dengan yang tercantum dalam akta perjanjian kredit
sindikasi No. 27 tanggal 27 Juni 2016 yang dibuat dihadapan Notaris Gamal Wahidin, S.H.
e. Perubahan jadwal pembayaran pokok
f. Penambahan Agunan Lain:
i. Jaminan Perusahaan atas nama PT Bumi Arta Sedayu selaku induk holding PT Agung Artomoro
Utama dan PT Dwi Jaya Graha Kencana.
ii Personal Guarantee atas nama bapak Victor selaku Direktur PT Bumi Arta Sedayu
Berdasarkan Akta Notaris Michael, S.H., S.T., M.Kn., No. 170 tanggal 30 Juni 2022, BBP
memperoleh addendum perjanjian kredit untuk Proyek Apartemen Pluit Sea View, dengan suku
bunga 11,25% per tahun dan jatuh tempo kredit sampai dengan tanggal 27 Juni 2026.
Sesuai dengan perjanjian pinjaman, fasilitas ini dijamin agunan kredit dengan:
a. Agunan pokok berupa tanah lokasi proyek bangunan dan bangunan yang telah ada maupun
yang akan berdiri di atas lahan Proyek Apartemen Pluit Sea View yang berlokasi di Jalan
Muara Baru, Kelurahan Penjaringan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.
b. Seluruh agunan dipastikan terpasang Hak Tanggungan sampai dengan kredit lunas;
c. Hutang prestasi proyek dapat diselesaikan segera dan PT Binakarya Bangun Propertindo
memuat komitmen tertulis akan menyelesaikan kekurangan prestasi proyek dengan
menyampaikan sumber sef/financing tersebut. (Informasi: Pencairan telah 100% dan biaya
penyelesaian bangunan ±Rp163,9 Miliar setara dengan 12,82%);
d. BTN KC Jakarta Kuningan memastikan hasil penjualan seluruh unit yang dibiayai dimonitor
masuk ke Rekening Virtual Account/ Escrow Account PT Binakarya Bangun Propertindo di
Bank BTN, seluruh cash flow hasil pendapatan penjualan dalam control dan pengawasan Bank
BTN. Kekurangan pembayaran pokok ±Rp200 Miliar dari hasil penjualan unit agar ditagihkan
oleh KC Jakarta Kuningan;
e. BTN KC Jakarta Kuningan memastikan menjaga rasio RPC min > 100% dan rasio agunan >
130% selama jangka waktu kredit. Rasio DER wajib < 500% dan rasio modal < 10% selama
jangka waktu kredit PT Binakarya Bangun Propertindo wajib menyetorkan modal jika
diperlukan untuk memenuhi rasio Financial Covenant sesuai ketentuan Bank;
f. Seluruh legalitas proyek (IMB, rekomendasi PDAM dan listrik) telah terbit sesuai ketentuan dan
Dokumen Asli telah dalam penguasaan oleh Bank BTN;
44
Page 48
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PINJAMAN BANK
Entitas Anak (lanjutan)
PT Binakarya Bangun Propertindo (BBP), Entitas Anak dari GAP (lanjutan)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) (lanjutan)
a. Rekapitulasi penjualan unit wajib dilaporkan kepada Bank BTN setiap bulan oleh Debitur dan
Notaris yang ditunjuk Bank. KC Jakarta Kuningan wajib memverifikasi data tersebut untuk
memastikan tingkat kecukupan sumber RPC sesuai perjanjian kredit;
b. Proses restrukturisasi harus sesuai ketentuan yang berlaku dan memegang teguh prinsip Good
Corporate Governance; dan
c. Seluruh penandatanganan Addendum Perjanjian Kredit, legalitas proyek dipastikan telah
lengkap seluruhnya sesuai dengan compliance checklist selt-assessment sesuai ketentuan
Bank.
Terdapat pembatasan terhadap tindakan BBP dalam hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh BBP
selama kredit belum lunas tanpa persetujuam dari BTN, antara lain:
a. Memperoleh fasilitas kredit/kredit dari pihak/bank lain sehubungan dengan kredit proyek
"Apartemen Pluit Sea View" kecuali pinjaman dari pemegang saham atau transaksi dagang
yang lazim;
b. Mengikat diri sebagai penjamin hutang atau menjaminkan harta perusahaan yang menjadi
agunan atau proyek yang dibiayai Bank BTN;
c. Merubah Anggaran Dasar Perusahaan (terkait modal, kepemilikan dan pengurus);
d. Melakukan merger atau akuisisi;
e. Membayar dividen perusahaan;
f. Melunasi utang kepada pemegang saham, pengurus perusahaan atau pihak lain sebelum
seluruh utang kepada Bank BTN Lunas;
g. Menyewakan perusahaan kepada pihak ketiga;
h. Membubarkan perusahaan dan meminta dinyatakan pailit
i. Memindahtangankan perusahaan dan/atau proyek yang dibiayai Bank BTN dengan maksud
dan tujuan apapun kepada pihak lain;
d. Melakukan penjualan tunai (tunai keras atau bertahap) dan/atau KPA pada bank lain;
dan
e. Melakukan serah terima unit kepada konsumen tanpa melakukan pembayaran pokok
kredit Bank.
Pada tanggal 5 Februari 2024, BBP memperoleh surat peringatan 1 sehubungan dengan
kewajiban pembayaran kredit (Catatan 42).
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, saldo pinjaman pinjaman bank sebesar
Rp254.686.000.000 dan Rp.254.790.000.000 Dan bunga ditangguhkan hingga 31 Maret 2024
dan 31 Desember 2022 sebesar Rp. 87.812.000.000
PT Triputri Natatama (TN), Entitas Anak dari BAPA
PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk (BMI)
Berdasarkan Surat Persetujuan Pemberian Kredit No. 005/OL/EMB/VI/2016 tanggal 28 Juni
2016, TN memperoleh fasilitas kredit dari BMI berupa Line Facility Al Murabahah sebesar
Rp25.000.000.000 digunakan untuk Investasi Penyelesaian Pembangunan Apartemen Lagoon
Tower A Betos dan Al Qardh Wal Wakalah bil Ujroh sebesar Rp40.000.000.000 digunakan untuk
Talangan atas piutang dan tangihan piutang pembeli Apartemen Lagoon Tower A Betos
45
Page 49
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PINJAMAN BANK
Entitas Anak (lanjutan)
PT Triputri Natatama (TN), Entitas Anak dari BAPA (lanjutan)
PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk (BMI) (lanjutan)
Perjanjian ini berlaku selama 32 bulan dengan tingkat suku bunga sebesar 12,5% per tahun.
Dalam persyaratan perjanjian fasilitas perbankan, Fasilitas ini dijamin dengan, antara lain, sebagai
berikut:
1. Tanah dan bangunan yang dibuktikan dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No.
3922/Margahayu atas nama TN, dengan luas tanah 97.320m2 yang terletak di Jalan Cut
Mutia, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kabupaten Bekasi, Propinsi Jawa
Barat dengan nilai pasar Rp605.886.800.000 dengan APHT Rp81.250.000.000 atau collateral
coverage 125%;
2. Fidusia tagihan piutang nasabah yang ditujukan dengan bukti pembelian dari customer TN
senilai Rp81.250.000.000; dan
3. Jaminan Pribadi dari Budianto Halim, Go Hengky Setiawan, Leonardi Setiawan dan Suharta.
Berdasarkan Surat Perjanjian Persetujuan Kredit restruktur Fasilitas Kredit terdampak Covid-19
No. 080/OL/CBD/IX/2020 tanggal 15 September 2020, TN memperoleh penambahan jangka
waktu kredit menjadi sampai dengan Agustus 2021.
TN melakukan beberapa kali penebusan/penarikan sebagian atas jaminan tanah dan bangunan
sehingga jaminan kredit menjadi sebagai berikut:
a. Tanah dan Bangunan Apartemen dengan bukti kepemilikan berupa Sertifikat Hak Guna
Bangunan (SHGB) No. 3992/Margahayu atas nama TN, seluas 72.924m2;
b. Fiducia Tagihan Piutang Nasabah yang ditunjukan dengan Bukti Pembelian dari Customer
senilai total Rp81.250.000.000; dan
c. Personal Guarantee dari Bapak Budianto Halim, Bapak Go Hengky Setiawan, Bapak
Leonardi Setiawan, dan Bapak Suharta
Berdasarkan Surat Persetujuan Prinsip Pembiayaan (SP3) – Restrukturisasi Fasilitas Pembiayaan
No. 022/B/SAM-OL/VII/2023 tanggal 12 Juli 2023. TN memperoleh penambahan jangka waktu
kredit menjadi bulan September 2024 dan perubahan jadwal pembayaran angsuran.
Dalam persyaratan perjanjian fasilitas ini, TN dilarang untuk:
1. Merubah anggaran dasar dan susunan pengurus;
2. Membubarkan diri atau menyatakan pailit;
3. Menarik kembali modal yang telah disetor;
4. Menjaminkan aset kepada bank atau pihak lain;
5. Memindahtangankan barang jaminan;
6. Melakukan penjualan, menjaminkan dan mentransfer sebagian atau seluruh aset TN kecuali
dalam hal transaksi bisnis yang normal/wajar, aset yang menjadi barang dagangan dan
bukan merupakan jaminan Nasabah kepada Bank;
7. Melakukan merger dan penggabungan TN;
8. Mengubah sifat atau luas lingkup usaha Nasabah;
9. Mengikatkan diri sebagai penjamin utang atau menjaminkan harta kekayaan TN kepada
pihak lain; dan
10. Melakukan penarikan dividen dan pelunasan fasilitas kredit kepada perusahaan afiliasi dan
utang pemegang saham.
46
Page 50
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PINJAMAN BANK
Entitas Anak (lanjutan)
PT Triputri Natatama (TN), Entitas Anak dari BAPA (lanjutan)
PT Bank Muamalat Indonesia, Tbk (BMI) (lanjutan)
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, saldo pinjaman bank TN adalah sebesar
Rp11.553.011.019 dan Rp11.704.048.571.
PT Anaamaya Selaras (AS), Entitas Anak dari SPI
PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU)
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 61 dari Notaris BF. Harry Prastawa, S.H., tanggal 23
Maret 2017, AS memperoleh fasilitas Pinjaman Tetap Angsuran (PTA) dari NOBU untuk
pembangunan Swiss Bell Hotel Kuta Bali sebesar Rp60.000.000.000.
Tingkat suku bunga fasilitas kredit tersebut sebesar 11,50% per tahun dan provisi sebesar 0,50%
per tahun. Jangka waktu Perjanjian Kredit ini adalah 72 bulan dan jatuh tempo pada tanggal 23
Maret 2023.
Sesuai dengan perjanjian pinjaman, fasilitas ini dijamin dengan:
Tanah Hak Guna Bangunan yang dibuktikan dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No.
1020/Kuta atas nama AS, dengan luas tanah 7.564m2 yang terletak di Jl. Kubu Anyar No. 31,
Kuta, Badung, Bali.
Dalam persyaratan perjanjian fasilitas ini, AS dilarang untuk:
1. Mengadakan merger dengan pihak lain;
2. Mendapat pinjaman dari pihak lain atau meminjamkan uang kepada pihak lain manapun
termasuk kepada afiliasi AS kecuali untuk usaha sehari-hari;
3. Mengadakan perubahan anggaran dasar perusahaan yang menyangkut pengunduran diri
dan/atau pemasukkan sekutu yang baru;
4. Melakukan pembagian dividen dan/atau saham bonus;
5. Melakukan transaksi dengan cara di luar praktik-praktik dan kebiasaan-kebiasaan dagang
yang ada yang merugikan Perusahaan sendiri;
6. Merubah kegiatan usaha atau merubah bentuk/status AS atau bubar/ dibubarkannya AS; dan
7. Mengadakan investasi baru atau penyertaan pada suatu usaha.
Berdasarkan Surat Perjanjian Persetujuan Kredit restruktur Fasilitas Kredit No. 270/EXT/CL/KP-
PLS/IV/2022 tanggal 19 April 2022, pembangunan Swiss Bell Hotel Kuta : Pinjaman Tetap
Angsuran-on Demand (PTA-OD), AS memperoleh penurunan suku bunga menjadi 10% dan
penambahan jangka waktu kredit sampai dengan 25 Maret 2025 (termasuk grace period 12
bulan).
Berdasarkan Surat Persetujuan Perubahan Fasilitas Kredit No. 0238/EXT/CL/KP-PLS/III/2023
tanggal 16 Maret 2023, untuk Pinjaman Tetap Angsuran-On Demand (PTA-OD), AS memperoleh
penurunan suku bunga menjadi 11,5% per tahun dan penambahan jangka waktu kredit sampai
dengan tanggal 23 Maret 2026.
47
Page 51
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PINJAMAN BANK
Entitas Anak (lanjutan)
PT Anaamaya Selaras (AS), Entitas Anak dari SPI (lanjutan)
PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) (lanjutan)
Syarat dan ketentuan perjanjian fasilitas ini adalah sebagai berikut:
Apabila dari sisa 159 unit condotel terjual, maka hasil penjualan harus dipakai untuk melunasi
sebagian pinjaman dengan ketentuan sebagai berikut:
i. Type Deluxe sebesar Rp500.000.000/unit;
ii. Type Deluxe Superior A & B sebesar Rp600.000.000/unit;
iii. Type Grand Deluxe A & B Rp700.000.000/unit; dan
iv. Type Suite sebesar Rp1.000.000/unit
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 saldo pinjaman dari fasilitas tersebut masing-
masing sebesar Rp27.464.581.657 dan Rp28.964.581.657. Dan bunga ditangguhkan hingga 31
Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sebesar Rp312.258.660.
PT Prasetya Agung Cipta Abadi (PACA), Entitas Anak dari BMS
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN)
Berdasarkan Akta Notaris dari Dr. Ranti Fauza Mayana, S.H., No.389, tanggal 26 Maret 2015,
PACA mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja (KMK) dari PT Bank Tabungan Negara(Persero)
Tbk (BTN) sebesar Rp325.000.000.000.
Tujuan penggunaan dari Kredit Modal Kerja ini adalah untuk take overkredit dari PT Bank
Maybank Indonesia Tbk (Maybank) dan pemenuhan modal kerja penyelesaian sebanyak 4 Tower
pada proyek Gateway Pasteur Apartemen.
Jangka waktu Fasilitas Kredit tersebut ditetapkan selama 48 (empat puluh delapan) bulan. Atas
Fasilitas Kredit, PACA wajib membayar bunga kepada BTN sebesar 12,5% per tahun.
Berdasarkan Surat Persetujuan Restrukturisasi Kredit (SPRK) No. 842/BDG/BCSU/VIII/2020
tanggal 18 Agustus 2020, PACA mengajukan permohonan restrukturisasi kredit terdampak Covid-
19 sebagai berikut:
a. Deferred bunga 80% selama 6 (enam) bulan terhitung mulai tanggal (tmt) Mei 2020 sampai
dengan Oktober 2020 dan deferred bunga 50% selama 5 (lima) bulan tmt November 2020
sampai dengan Maret 2021;
b. Akumulasi bunga ditangguhkan dibayarkan secara prorata sejak April 2021 sampai dengan
kredit jatuh tempo; dan
c. Penjadwalan ulang pembayaran pokok.
Berdasarkan Surat Penyesuaian Suku Bunga Kredit No. 15/S/CMBD/CLMR/VIII/2021 suku bunga
mengalami penurunan dari 12% per tahun menjadi 9,75% pertahun sejak Mei 2021
48
Page 52
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PINJAMAN BANK
Entitas Anak (lanjutan)
PT Prasetya Agung Cipta Abadi (PACA), Entitas Anak dari BMS (lanjutan)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) (lanjutan)
Dalam persyaratan perjanjian fasilitas ini, PACA dilarang untuk:
1. Memperoleh fasilitas kredit dari pihak lain sehubungan dengan proyek ini, kecuali pinjaman
dari pemegang saham dan transaksi dagang yang lazim;
2. Mengikat diri sebagai penjamin dan/atau menjaminkan harta perusahaan;
3. Merubah anggaran dasar dan pengurus PACA;
4. Melakukan merger atau akuisisi;
5. Melunasi hutang kepada pemegang saham;
6. Membubarkan PACA dan meminta dinyatakan pailit;
7. Menyewakan PACA kepada pihak ketiga; dan
8. Memindahtangankan dalam bentuk apapun atau dengan nama apapun dan dengan
maksudapapun juga kepada pihak ketiga.
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan Tanah berikut bangunan yang berdiri di atasnya baik yang
ada rnaupun yang akan ada pada proyek "Gateway Pasteur Apartemen" yang terletak di
Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Propinsi Jawa Barat, dengan total
seluas minimal 32.037 m2 dengan bukti kepemilikan.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, saldo pinjaman fasiitas masing-masing
adalah sebesar Rp98.450.711.276 dan Rp98.660.711.276.
PT Griya Karunia Sejahtera (GKS), Entitas Anak dari SPI
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN)
Berdasarkan Surat Persetujuan Pemberian Kredit Modal Kerja Konstruksi BTN (KYG) No.
228/DPK.I/CMLU/VI/2015, tanggal 11 Juni 2015, GKS mendapatkan fasilitas Kredit Modal Kerja
Konstruksi (KYG) dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) untuk keperluan
pembangunan 588 unit apartemen di Foresque Residence, Provinsi DKI Jakarta.
Jumlah maksimum fasilitas adalah sebesar Rp400.000.000.000 dengan tingkat suku bunga
sebesar 13,00% per tahun. Jangka waktu Perjanjian Kredit ini adalah 60 (enam puluh) bulan
termasuk grace period 24 (dua puluh empat) bulan.
Selain digunakan untuk keperluan pembangunan, pinjaman ini digunakan untuk pemberian
pinjaman kepada pihak berelasi.
Berdasarkan Surat Persetujuan Restrukturisasi Kredit Konstruksi No. 58/S/CMBD/CLMR/X/2021
tanggal 28 Oktober 2021, GKS memperoleh persetujuan diantaranya:
i. Penundaan pembayaran kewajiban bunga sebesar 95% dan dibayarkan 5% selama 12 (dua
belas) bulan terhitung mulai bulan Juli 2021 sampai dengan Juni 2022.
ii. Penundaan pembayaran kewajiban bunga sebesar 85% dan dibayarkan 15% selama 6 (enam)
bulan berikutnya terhitung mulai bulan Juli sampai dengan Desember 2022.
iii. Pembayaran bunga normal 100% dimulai bulan ke-19 sejak pelaksanaan Addendum Perjanjian
Kredit.
iv. Bunga yang tertunggak dan/atau ditunda akan dibayarkan mulai bulan ke-25 sejak penandatanganan
Addendum Perjanjian Kredit sampai dengan jatuh tempo kredit
49
Page 53
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PINJAMAN BANK
Entitas Anak (lanjutan)
PT Griya Karunia Sejahtera (GKS), Entitas Anak dari SPI (lanjutan)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) (lanjutan)
v. Penurunan suku bunga fasilitas kredit semula 11,50% menjadi 9,00% per tahun.
vi. Jatuh tempo perjanjian kredit diperpanjang sampai dengan tanggal 12 Desember 2024
Jaminan yang diberikan GKS atas fasilitas ini adalah sebagai berikut:
1. Tanah dan bangunan lokasi di atas sertifikat Hak Guna Bangunan No.1498, 1499 dan 1502
yang terletak di Jl. Raya Saco, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta
selatan;
2. Tanah yang terletak di Perumahan Taman Surya 5 Jl. Taman Soka Blok PP No. 02,
Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Provinsi DKI Jakarta;
3. Jaminan Perusahaan dari Perseroan Terbatas GKS;
4. Standing Instruction (SI); dan
5. Fiducia/cessie atas piutang yang berkaitan dengan penjualan unit-unit apartemen yang
dibiayai oleh Bank.
Pada saat mengadakan perjanjian kredit, GKS dilarang untuk:
1. Memperoleh fasilitas kredit dari pihak lain sehubungan dengan proyek tersebut kecuali
pinjaman dari pemegang saham dan transaksi dagang yang lazim;
2. Mengikatkan diri sebagai penjamin utang dan/atau menjaminkan harta perusahaan;
3. Mengubah Anggaran Dasar dan pengurus GKS;
4. Melakukan merger atau akuisisi;
5. Melunasi utang kepada pemegang saham;
6. Melakukan penarikan dividen;
7. Membubarkan GKS dan meminta dinyatakan pailit;
8. Menyewakan GKS kepada pihak ketiga; dan
9. Memindahtangankan dalam bentuk apapun atau dengan nama apapun dan dengan maksud
apapun juga kepada pihak ketiga.
Berdasarkan surat permohonan restrukturisasi No. 002/CC/GKS-FOR/XI/2022 tanggal 30
November 2022, GKS telah mengajukan permohonan restrukturisasi kepada BTN sehubungan
dengan akan berakhirnya masa restrukturisasi penundaan pembayaran pada Desember 2022.
Mulai Januari 2023, GKS telah wajib membayar tagihan bunga secara normal atau 100%
pembayaran dan cicilan pokok pinjaman yang akan jatuh tempo pada bulan Maret 2023. Atas
ketidakmampuan membayar kewajiban tersebut, GKS mengajukan restrukturisasi ke BTN.
Berdasarkan surat Persetujuan Penundaan Sementara Pembayaran Kewajiban Kredit Selama
Masa PKPU Kredit KYG No. 171/S/CMBD/CLMR/V/2023 tanggal 22 Mei 2023. Skema selama
masa PKPU sebagai berikut:
a. Penundaan sementara kewajiban pembayaran bunga sebesar 100% dan tidak melakukan
pembayaran pokok kredit selama kurun waktu PKPU sampai dengan adanya putusan
perdamaian/homologasi dan tidak melebihi 270 hari sejak putusan PKPU sementara (10 April
2023 s/d 5 Januari 2024), atau terbitnya keputusan pengadilan dikurun waktu tersebut
b. Apabila telah terdapat putusan homologasi, maka terhadapa skema pembayaran bunga dan
pokok kredit akan dilakukan review kembali sesuai dengan prospeknya.
c. Apabila putusan homologasi tidak terjadi maka didowngrade ke kolektibilitas 5.
50
Page 54
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PINJAMAN BANK
Entitas Anak (lanjutan)
PT Griya Karunia Sejahtera (GKS), Entitas Anak dari SPI (lanjutan)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) (lanjutan)
Berdasarkan surat Persetujuan Proposal Perdamaian/Homologasi No.
400/S/CMBD/CLMR/XI/2023 tanggal 23 November 2023. GKS memperoleh penurunan suku
bunga menjadi 6% per tahun, perpanjangan jangka waktu kredit selama 72 bulan sejak putusan
homologasi dan pembayaran pokok akan dibayarkan setiap 3 bulan dimulai pada bulan ke-30.
Berdasarkan surat Putusan Homologasi No. 81/Pdt.Sus-PKPU/2023/PN.Niaga.Jkt.Pst. tanggal 22
Januari 2024. Mengadili sebagai berikut:
a. Menyatakan sah perdamaian yang dilakukan antara Pemohon Penundaan Kewajiban
Pembayaran Utang (PKPU) GKS dengan para kreditornya, sebagaimana yang telah
disepakati bersama pada Rabu, tanggal 11 Desember 2023.
b. Menghukum GKS dan Para Kreditor untuk mentaati isi perdamaian tersebut
c. Menyatakan PKPU GKS dalam perkara Nomor:81/Pdt.SusPKPU/2023/PN.Niaga.Jkt.Pst.,
demi Hukum berakhir
d. Menghukum GKS untuk membayar biaya pengurusan dan imbalan jasa pengurus
berdasarkan surat kesepakatan pembayaran biaya pengurusan dan imbalan jasa GKS
tertanggal 11 Januari 2024.
e. Menghukum termohon PKPU GKS membayar biaya perkara sejumlah Rp12.770.000
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, saldo pinjaman bank sebesar
Rp352.415.174.837 dan Rp352.415.174.837. Dan bunga ditangguhkan 31 Maret 2024 dan 31
Desember 2023 sebesar Rp107.668.024.014.
PT Binakarya Jaya Perkasa (BJP), Entitas Anak dari BBP
PT Bank DKI
Berdasarkan Surat Persetujuan Pemberian Kredit Investasi No. 1658/GKK/XII/2014, tanggal 3
Desember 2014, BJP mendapatkan fasilitas Kredit Investasi (KI) dari PT Bank DKI (DKI). BJP
memperoleh fasilitas KI dari DKI dengan jumlah maksimum sebesar Rp75.700.000.000 untuk
Kredit Investasi Efektif dan Rp8.700.000.000 untuk Kredit Investasi IDC. Fasilitas ini dikenakan
bunga 13% per tahun.
Jangka waktu Perjanjian Kredit ini adalah 84 (delapan puluh empat) bulan termasuk grace period
18 (delapan belas) bulan.
Pinjaman tersebut akan digunakan untuk pembangunan "Hotel Arjuna" di Bali.
Berdasarkan Akta Notaris Muchlis Patahna, S.H., M.Kn., No. 20 tanggal 25 April 2022 mengenai
Adendum ke V Perjanjian Persetujuan Kredit Investasi, DKI menetapkan kembali jumlah
maksimum limit Kredit Investasi Efektif sebesar Rp27.519.662.468 dan Kredit Investasi IDC
sebesar Rp2.345.406.957. Dan BJP memperoleh penurunan suku bunga menjadi 9%, perubahan
jangka waktu kredit sampai dengan 25 Juni 2026.
51
Page 55
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. PINJAMAN BANK
Entitas Anak (lanjutan)
PT Binakarya Jaya Perkasa (BJP), Entitas Anak dari BBP (lanjutan)
PT Bank DKI (lanjutan)
Jaminan yang diberikan BJP atas fasilitas ini adalah sebagai berikut:
1. Jaminan Aktiva Tetap
a. Tanah Seluas 3.900 m2 di Jalan Arjuna, Kelurahan Legian Kecamatan Kuta Kabupaten
Badung dengan bukti kepemilikan berupa SHG No.65 Tanggal 27 Februari 2015 berlaku
sampai dengan 23 Desember 2044 tercatat atas nama PT Binakarya Jaya Perkasa;
2. Jaminan Aktiva Tidak Tetap
a. Personal Guarantee atas nama Go Hengky Setiawan beserta deklarasi asset
b. Personal Guarantee atas nama Budianto Halim beserta deklarasi aset;
c. Payment Guarantee Notariil dari seluruh Pemegang Saham Perusahaan yang
menyatakan akan membayar seluruh kewajiban atas fasilitas kredit di Bank DKI sampai
dengan lunas; dan
d. Tagihan Pendapatan Hotel ke Swiss-Bel Hotel Arjuna Legian akan dilakukan pengikatan
Fidusia Notariil sebesar Rp4.500.000.
Terdapat pembatasan terhadap tindakan BJP dalam hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh BJP
selama kredit belum lunas tanpa persetujuam dari DKI, antara lain:
a. Melakukan Penjualan unit (Sharing Unit) Swiss-Bel Hotel Arjuna Legian di Bali;
b. Memindahtangankan barang jaminan;
c. Membagikan dividen;
d. Membayar/melunasi utang pemegang saham dan Perusahaan afiliasi;
e. Melakukan Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan termasuk didalamnya perubahan
pemegang saham, direksi, komisaris, permodalan dan nilai nominal saham;
f. Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman dari pihak lain, kecuali dalam transaksi usaha
yang wajar;
g. Mengikatkan diri sebagai penjamin hutang atau menjaminkan harta kekayaan perusaahan
kepada pihak lain; dan
h. Mengalihkan/ menyerahkan kepada pihak lain, sebagian atau seluruhnya atas hak dan
kewajiban yang timbul terkait dengan fasilitas kredit Debitur.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, saldo pinjaman bank sebesar
Rp27.165.069.425 dan Rp27.165.069.425.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Grup telah memenuhi semua persyaratan
pinjaman-pinjaman tersebut diatas seperti disebutkan dalam perjanjian kredit terkait.
52
Page 56
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PEMBIAYAAN KONSUMEN
Akun ini terdiri dari :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
-------------------- -------------------------
PT BCA Finance 389.229.800 426.897.200
PT Toyota Astra Finance Services 178.240.000 194.950.000
--------------------- --------------------------
Jumlah 567.469.800 621.847.200
Dikurangi bagian yang jatuh
Tempo dalam satu tahun 179.842.200 217.509.600
---------------------- --------------------------
Utang pembiayaan konsumen –
Setelah dikurangi bagian yang
Jatuh tempo dalam satu tahun 387.627.600 404.337.600
============= ===============
PT Mitragama Inti Perkasa (MIP), entitas anak dari Perusahaan
Pada tahun 2023, MIP mengadakan perjanjian pembiayaan konsumen dengan PT Toyota Astra
Financial Services atas 1 unit kendaraan dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun yang akan berakhir
pada 7 November 2026 dan tingkat bunga sebesar 4,40% flat atau 8,76% efektif per tahun.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, saldo utang pembiayaan konsumen tersebut
masing-masing adalah sebesar Rp.178.240.000 dan Rp194.950.000.
PT Satwika Permai Indah (SPI), Entitas anak dari BGS
Pada tahun 2023, SPI mengadakan perjanjian pembiayaan konsumen dengan PT BCA Finance
atas 1 unit kendaraan dengan jangka waktu 3 (tiga) tahun yang akan berakhir pada 7 November
2026 dan tingkat bunga sebesar 2,60% flat atau 5,23% efektif per tahun
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, saldo utang pembiayaan konsumen tersebut
masing-masing adalah sebesar Rp389.229.800 dan Rp426.897.200
53
Page 57
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. LIABILITAS KONTRAK
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
_____
Penjualan Unit :
Gateway Pasteur 15.232.189.316 17.154.688.021
Bekasi Town Square 93.418.355.201 93.362.434.210
La Palma Grande 145.774.955.433 137.506.162.567
Pulit Sea View 379.115.766.798 379.020.539.445
Foresque Residence 217.301.966.352 217.301.966.352
Palm Blossom 255.811.388.824 195.266.999.802
Casablanca East Residence 200.841.069.935 200.781.266.332
Paradise Mansion 174.960.109.121 172.669.295.780
Royal Palm Blossom 54.022.478.591
Palm Mansion 4.835.793.622 4.632.810.617
Palm Crown 12.496.794.718 12.496.794.718
Royal Palm 1.566.906.736 1.566.906.735
Bogor Valley 7.457.529.942 7.457.529.943
Park Residence 59.892.533.869 59.892.533.869
CBD Palm 39.765.791.628 38.961.168.785
Kavling 4.671.045.822 4.671.045.822
Pendapatan sewa :
Hotel Arjuna 36.629.062.746 36.629.062.745
Lain-lain
Gateway Ciledug 227.272.726 227.272.727
Lain-lain 332.858.500 332.858.500
Jumlah 1.650.331.391.289 1.633.953.815.561
====================== =====================
18. DEPOSIT KONSUMEN
Akun ini merupakan deposit dari konsumen atas booking fee dan pembelian apartemen dari
pelanggan masing-masing adalah sebesar sebesar Rp168.428.858.468 dan Rp145.902.127.077
pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023. Seluruh deposit konsumen adalah dalam
mata uang Rupiah.
19. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Return on Investment 3.631.374.013 3.629.064.059
Listrik dan air 329.789.011 350.947.552
Service Charge 1.327.035.228 784.048.263
Jasa manajemen 820.406.088 769.243.901
Lain-lain (di bawah Rp100.000.000) 6.760.311.544 5.210.222.732
Jumlah 12.868.915.884 10.743.526.507
54
Page 58
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. PERPAJAKAN
a. Pajak Dibayar Di Muka
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pajak Pertambahan Nilai 8.757.191.913 7.005.547.987
Pajak Penghasilan Pasal 4 (2) 68.980.171.830 68.620.825.771
Pajak Penghasilan Pasal 21 14.462.060 14.462.060
Pajak Penghasilan Pasal 23 24.347.534 -
Jumlah 77.776.173.337 75.640.835.818
b. Utang Pajak
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pajak Pertambahan nilai 555.194.108 1.339.975.038
Pajak Penghasilan
Pasal 21 900.098.730 290.688.535
Pasal 23 20.306.747 46.811.607
Pasal 26 5.058.825 -
Pasal 29 132.590.040 137.648.866
Pasal 4 (2) 1.230.633.747 1.297.644.844
Pajak pembangunan – 1 565.824.904 917.320.651
Pajak hiburan 10.529.236 101.415.180
Surat ketetapan pajak kurang bayar - 19.320.840
Jumlah 3.420.236.337 4.150.825.561
c. Beban Pajak Penghasilan Kini
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan seperti yang disajikan dalam
laporan laba rugi komprehensif konsolidasian dengan taksiran penghasilan kena pajak untuk
periode/tahun yang berakhir pada 31 Maret 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut
31 Maret 2024 31 Maret 2023
_ _____________ ___________________
Laba (rugi) sebelum beban
pajak penghasilan
menurut laporan laba
rugi komprehensif
konsolidasian (29.425.143.396) (25.543.792.170)
Dikurangi:
Laba (rugi) sebelum pajak
penghasilan-
Entitas Anak (29.499.625.270) (25.623.147.347)
____
Laba (rugi) sebelum pajak
penghasilan -
Entitas Induk 74.481.874 79.355.178
Beda tetap:
55
Page 59
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Bagian laba (rugi) dari
Entitas Asosiasi - -
Penyusutan - 6.750.000
Lain-lain 21.170.829 21.779.949
Penghasilan yang
pajaknya bersifat final:
Pendapatan jasa giro (202.650) (198.792)
Taksiran laba (rugi) fiskal -
tahun berjalan 95.450.053 107.686.335
Pajak Final:
Entitas Induk - -
Entitas Anak (169.768.327) (39.138.149)
Jumlah (169.768.327) (39.138.149)
d. Pajak Tangguhan
Rincian pajak tangguhan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
101.792.314
Saldo Awal 72.438.083
Dikreditkan ke laporan Laba rugi
dan penghasilan komprehensif
16.852.485
lain ‐
Penghasilan komprehensif lain ‐
12.501.746
Aset Pajak Tangguhan 101.792.314
101.792.314
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Grup (kecuali Peusahaan) tidak
mempunyai perbedaan temporer yang berdampak terhadap pengakuan aset dan liabilitas
pajak tangguhan karena penghasilan Grup telah dikenakan pajak penghasilan final atau
bukan merupakan objek pajak.
e. Administrasi
Berdasarkan peraturan perpajakan Indonesia, Manajemen Grup menghitung, menetapkan
dan membayar sendiri jumlah pajak yang terutang. Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) dapat
menetapkan dan mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu sepuluh tahun sejak tanggal
terutangnya pajak atau sampai dengan akhir tahun 2013, mana lebih dahulu, untuk tahun-
tahun pajak sebelum 2008. Berdasarkan peraturan pajak yang berlaku mulai tahun 2008, DJP
dapat menetapkan dan mengubah liabilitas pajak dalam batas waktu lima tahun sejak tanggal
terutangnya pajak.
56
Page 60
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usaha normal, Grup melakukan transaksi dengan pihak-pihak berelasi.
Transaksi-transaksi tersebut adalah sebagai berikut:
Persentase Terhadap Saldo
Aset/Liabilitas Yang
Saldo/ Balances Bersangkutan
31 Maret 2024 31 Desember 2023 31 Maret 2024 31 Desember 2023
Piutang non-usaha
PT Binakarya Prim a Lestari 4.050.000.000 4.050.000.000 0.14% 0.14%
PT Sepakat Maju Terus 1.257.000.000 1.257.000.000 0.04% 0.04%
Lain-lain (dibawah
Rp.200.000.000) 736.275.466 736.275.466 0.03% 0.03%
Sub-jumlah 6.043.275.466 6.043.275.466 0.21% 0.21%
Cadangan kerugian
nilai (401.543.018) (401.543.018) - -
Jumlah piutang non usaha
neto 5.641.732.448 5.641.732.448 0.21% 0.21%
31 M are t 2024 31 De s e m be r 2023 31 M are t 2024 31 De s e m be r 2023
Utang non-us aha
PT Binakarya Mandiri Jaya 37.180.734.558 37.180.734.558 1.12% 1.13%
Budianto Halim 37.310.492.050 31.320.492.050 1.12% 0.95%
Liliana Setiaw an 24.283.187.850 24.283.187.850 0.73% 0.74%
PT Alty Investindo 2.550.000.000 2.550.000.000 0.08% 0.08%
Hendra Susanto 5.000.000.000 5.000.000.000 0.15% 0.15%
JO Binakarya Alty Investindo 7.319.515.152 7.319.515.152 0.22% 0.22%
PT Binakarya Cahaya Mulia 4.271.106.923 4.271.106.923 0.13% 0.13%
PT Binakarya Cita Lestari 20.241.513.810 18.426.513.810 0.61% 0.56%
Rudy Susanto 22.971.200.000 21.975.000.000 0.69% 0.67%
PT Binakarya Sejahtera Utama 1.770.000.000 1.770.000.000 0.05% 0.05%
PT Sarana Jaya Abadi 1.575.000.000 1.575.000.000 0.05% 0.05%
Willy Yonathan 1.375.000.000 1.375.000.000 0.04% 0.04%
PT Binakarya Kreasindo Utama 1.408.000.000 1.408.000.000 0.04% 0.04%
Ali Umar 1.400.000.000 1.400.000.000 0.04% 0.04%
Sintaw ati Halim 1.200.000.000 1.200.000.000 0.04% 0.04%
Haryanto Limin Loamayer 1.330.000.000 1.330.000.000 0.04% 0.04%
Lain-lain (dibaw ah
dibaw ah Rp.500.000.000,- 8.019.954.548 7.901.945.913 0.24% 0.24%
Jum lah 179.205.704.891 170.286.496.256 5.39% 5.17%
Dalam kegiatan usaha normal, Grup melakukan transaksi keuangan dengan pihak berelasi,
dimana transaksi-transaksi tersebut merupakan pembebanan biaya dan/atau talangan untuk
modal kerja yang tidak dikenakan bunga, tidak disertai jaminan dan seluruhnya dapat tertagih.
Manajemen berkeyakinan bahwa cadangan kerugian penurunan nilai piutang telah memadai untuk
menutup kerugian atas piutang usaha tidak tertagih berdasarkan hasil penelaahan atas masing-
masing piutang secara kolektif pada akhir periode.
Tidak terdapat transaksi dengan pihak-pihak yang berelasi baik yang langsung atau tidak
langsung berhubungan dengan kegiatan usaha utama Grup, yang didefinisikan sebagai transaksi
benturan kepentingan berdasarkan peraturan OJK No. IX.E.1 “Transaksi Afiliasi dan Benturan
Kepentingan Transaksi Tertentu”.
57
Page 61
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
Jumlah beban remunerasi bagi manajemen kunci yang terdiri dari Dewan Komisaris dan Direksi
Perusahaan masing-masing adalah sebesar Rp105.000.000 dan Rp341.250.000 untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
Sifat hubungan dengan pihak berelasi
Pihak Berelasi Hubungan Sifat Transaksi
PT. Binakarya Citra Lestari Entitas dalam pengendalian oleh Piutang non-usaha
pemegang saham yang sama
PT.Sepakat Maju Terus Entitas dalam pengendalian oleh Piutang non-usaha
pemegang saham yang sama
PT. Binakarya Prima Lestari Entitas asosiasi dan entitas dalam Piutang non-usaha
pengendalian oleh pemegang saham yang
sama
Budianto Halim Pemegang saham Piutang non-usaha
Go Frankie Gotama Anggota keluarga dekat dari pemegang Utang non-usaha
saham entitas induk
PT.Binakarya Mandiri Jaya Entitas dalam pengendalian oleh Utang non-usaha
pemegang saham yang sama
Rudy Susanto Komisaris Perusahaan Utang non-usaha
PT Alty Investindo Entitas dalam pengendalian oleh salah satu Utang non-usaha
pemegang saham dan Direktur Perusahaan
Hendra Susanto Anggota keluarga dekat dari pemegang Utang non-usaha
saham yang sama Perusahaan
JO Binakarya Alty Investindo Entitas dalam pengendalian oleh Utang non-usaha
pemegang saham yang sama
PT Binakarya Mandiri Jaya Entitas dalam pengendalian oleh Utang non-usaha
pemegang saham yang sama
PT Binakarya Cahaya Mulia Entitas dalam pengendalian oleh Utang non-usaha
pemegang saham yang sama
58
Page 62
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
22. LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN
Grup menghitung dan mengakui imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai
dengan Undang-undang No. 11/2020 tentang Cipta Kerja (“Undang-Undang Cipta Kerja”)
Pada tanggal 31 Desember 2023, akrual atas liabilitas ini ditentukan berdasarkan perhitungan
yang dilakukan oleh Kantor Konsultan Aktuaria Bambang Sudradjad, aktuaris independen.
PT Binakarya Sakti Perkasa, PT Griya Abadi Permai, PT Karya Cipta Makmur Abadi,
PT Binakarya Mitra Selaras, PT Binakarya Graha Sentosa, PT Binakarya Makmur Sentosa, PT
Binakarya Anugrah Pratama dan PT Binakarya Makmur Abadi belum melakukan perhitungan
liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan, karena tidak memiliki karyawan tetap.
Asumsi aktuaria yang digunakan dalam menentukan beban dan liabilitas imbalan kerja karyawan
adalah sebagai berikut :
31 Desember 2023
Tingkat diskonto:
PT Binakarya Jaya Abadi Tbk 6,49%
PT Binakarya Bangun Propertindo 6,67%
PT Binakarya Agung Propertindo 6,66%
PT Triputri Natatama 6,52%
PT Prasetya Agung Cipta Abadi 6,98%
PT Griya Karunia Sejahtera 6,72%
PT Satwika Permai Indah 6,64%
PT Mitragama Inti Perkasa 6,65%
Estimasi kenaikan gaji 10% per tahun
Tingkat cacat 10% per tahun dari
tingkat mortalita
Usia pensiun normal 55 tahun
Tingkat mortalita TMI- 2019
Liabilitas diestimasi imbalan kerja karyawan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
________
Nilai kini liabilitas imbalan
Pasti 22.231.148.971 22.231.148.971
Mutasi liabilitas diestimasi imbalan kerja karyawan di laporan posisi keuangan konsolidasian
adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
_______________________________ ______________________________
Saldo awal tahun 22.231.148.971 20.151.107.917
Beban imbalan kerja
yang diakui - 2.697.584.151
Pembayaran manfaat - (175.040.784)
Penghasilan komprehensif lain - (442.502.313)
_________ ______ _______________
Saldo akhir tahun 22.231.148.971 22.231.148.971
59
Page 63
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. MODAL SAHAM
Susunan pemegang saham Perusahaan dan kepemilikan sahamnya pada tanggal 31 Maret
2024 dan 31 Desember 2023, berdasarkan catatan yang dibuat oleh PT Kustodian Sentral Efek
Indonesia, biro administrasi efek, adalah sebagai berikut:
Modal saham
Jumlah Saham ditempatkan
Ditempatkan dan Persentase/ dan disetor/
Disetor Penuh pemilikan (Rp)
Liliana Setiawan 200.912.700 33.92% 20.091.270.000
Budianto Halim 189.662.100 32.02% 18.966.210.000
Ali Umar 30.083.100 5.08% 3.008.310.000
Masyarakat 171.622.100 28.98% 17.162.210.000
Jumlah 592.280.000 100,00% 59.228.000.000
24. PENDAPATAN
Rincian pendapatan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Apartemen 4.200.952.314 -
Wahana air 698.943.090 1.069.750.365
Hotel
Kamar 11.241.310.187 9.609.113.553
Makanan dan minuman 5.511.630.069 4.309.175.543
Lainnya 2.663.820.561 2.039.870.123
Lain-lain 1.282.487.160 763.493.185
Jumlah 25.599.143.381 17.791.402.769
25. BEBAN POKOK PENDAPATAN
Rincian beban pokok pendapatan adalah sebagai berikut:
31 M are t 2024 31 Mare t 2023
Apartem en 3.068.366.015 -
Wahana Air 252.718.569 279.784.605
Hotel
Kam ar - -
Makanan dan m inum an 4.490.338.272 3.192.176.978
Lainnya 3.606.611.840 3.011.965.282
Lain-lain - -
Jum lah 11.418.034.696 6.483.926.865
60
Page 64
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. BEBAN PEMASARAN
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
____________________ ___________________
Komisi penjualan 1.268.851.687 3.253.066.030
Iklan dan promosi 393.635.217 915.485.021
Event organizer 71.835.843 60.481.553
Pajak dan perizinan 61.446.400 -
Lain-lain
(di bawah Rp10.000.000) 129.495.942 -
_________________ ____________________
Jumlah 1.925.265.089 4.229.032.604
_________________ ___________________
27. BEBAN UMUM & ADMINISTRASI
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Gaji dan Kesejahteraan
karyawan 13.355.981.724 9.944.704.421
Biaya Pajak Final 169.768.327 49.657.707
Penyusutan
(Catatan 13) 3.044.267.000 2.986.731.247
Perlengkapan Kantor 2.677.907.176 2.274.030.868
Pajak dan perizinan 1.064.929.365 220.657.909
Tenaga Ahli 5.351.074.427 994.266.893
Listrik, telepon,
gas dan air 1.866.536.286 1.564.427.703
Jamuan dan sumbangan 13.903.000 1.983.750
Alat tulis kantor 70.783.020 54.797.820
Sewa 339.305.317 244.043.198
Keamanan dan kebersihan 430.713.223 690.941.757
Transportasi 257.781.379 41.570.400
Fotokopi dan cetakan 45.880.300 1.455.000
Biaya Manajemen 365.216.962 224.244.523
Pengelola lagoon 13.475.039 31.378.548
Asuransi 289.496.707 442.198.666
Pemeliharaan dan perbaikan 162.756.957 217.150.137
Perjalanan Dinas 104.000 73.748.948
Biaya Pajak 27.609.931 21.238.319
Hak atas tanah 75.135.000 75.135.000
Biaya operasional lainnya 386.527.900 -
Lain-lain
(di bawah Rp100.000.000) 1.064.154.989 3.234.906.089
Jumlah 31.073.308.029 23.389.268.903
61
Page 65
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
28. PENGHASILAN (BEBAN) USAHA LAINNYA
Akun ini terdiri dari :
31 Maret 2024 31 Maret 2023
____________ _______________
Bagian laba dari Entitas Asosiasi (299.246.415) (714.018.294)
Laba (rugi) selisih kurs (23.417.183) (14.215.028)
Lain-lain 418.500.451 396.300.793
_____________ ____________
Jumlah 95.836.853 331.932.529
_____________ ____________
29. PENGHASILAN KEUANGAN
Akun ini terdiri dari :
31 Maret 2024 31 Maret 2023
____________ _______________
Bunga dari deposito 229.180.647 173.086.609
Bunga dari giro 21.247.484 34.910.239
____________ _____________
Jumlah 250.428.131 207.996.848
________________ _______________
30. BEBAN KEUANGAN
Akun ini terdiri dari :
31 Maret 2024 31 Maret 2023
____________ _______________
Beban bunga 9.811.855.216 8.952.621.484
Beban administrasi bank 1.141.088.734 35.116.882
Beban pajak 1.000.000 121.292.520
____________ _____________
Jumlah 10.953.943.950 9.109.030.886
_____________ ____________
31. LABA PER SAHAM
Perhitungan laba per saham dasar adalah sebagai berikut:
Laba Periode/
Tahun Berjalan Yang Rata-rata
Dapat Diatribusikan Tertimbang
Kepada Pemilik Saham Biasa
Periode/Tahun Entitas Induk yang beredar Laba per Saham
31 Maret 2024 (8.715.165.722) 592.280.000 (14.71)
31 Maret 2023 17.895.625.089 592.280.000 30.21
62
Page 66
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. KEPENTINGAN NON-PENGENDALI
Kepentingan non-pengendali atas aset neto Entitas Anak adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
PT Binakarya Agung Propertindo (56.528.312.911) (46.619.002.311)
PT Griya Abadi Permai (195.424.688.176) (192.463.585.376)
PT Binakarya Anugrah Pratama 15.396.143.955 15.571.845.951
PT Binakarya Jaya Abadi Tbk 22.113.054.639 24.284.447.691
PT Binakarya Graha Sentosa (40.211.539.160) (36.908.455.935)
PT Satwika Permai Indah (23.763.488.842) (23.242.312.918)
PT Binakarya Bangun Propertindo (580.978.385) (538.457.073)
PT Binakarya Mitra Selaras 6.105.161.459 7.730.805.227
PT Binakarya Citra Buana 30.091.269.332 30.091.314.332
Jumlah (242.803.378.089) (222.093.400.412)
Kepentingan non-pengendali atas laba (rugi) komprehensif yang dapat diatribusikan kepada Entitas Anak
adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
PT Binakarya Mitra Selaras (1.625.643.767) -
PT Griya Abadi Permai (2.961.102.800) (29.032.853.302)
PT Satwika Permai Indah (521.175.924) (2.545.722.450)
PT Binakarya Agung Propertindo (9.909.310.595) (7.707.560.678)
PT Binakarya Anugrah Pratama (175.701.995) (87.919.373)
PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (2.171.393.052) (3.711.541.293)
PT Binakarya Graha Sentosa (3.303.083.225) 14.485.218
PT Binakarya Bangun Propertindo (42.521.319) (368.260.382)
PT Binakarya Citra Buana (45.000) (45.000)
Jumlah (20.709.977.677) (43.439.417.260)
33. SEGMEN USAHA
31 Maret 2024
Properti Hotel Manufaktur Eliminasi Jumlah
PENDAPATAN 6.942.671.349 18.976.472.032 - (320.000.000) 25.599.143.381
BEBAN POKOK
PENDAPATAN ( 3.401.561.295) (8.016.473.401) - - (11.418.034.696)
LABA BRUTO 3.541.110.054 10.959.998.631 - (320.000.000) 14.181.108.685
Pemasaran (1.925.265.089) - - - (1.925.265.089)
Umum dan administrasi (25.052.263.029) (6.341.044.999) - 320.000.000 (31.073.308.029)
Penghasilan (beban)
usaha lainnya 98.083.036 (2.246.183) - - 95.836.853
LABA USAHA (23.338.335.029) 4.616.707.449 - - (18.721.627.580)
Penghasilan keuangan 249.766.104 662.027 - - 250.428.131
Beban keuangan (10.953.331.368) (612.582) - - (10.953.943.950)
63
Page 67
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
LABA (RUGI) SEBELUM
BEBAN PAJAK
PENGHASILAN (34.041.900.293) 4.616.756.894 - - (29.425.143.399)
BEBAN PAJAK
PENGHASILAN
Kini - - - - -
Tangguhan - - - - -
JumlahBeban
PajakPenghasilan - - - - -
LABA (RUGI) NETO
PERIODE BERJALAN (34.041.900.293) 4.616.756.894 - - (29.425.143.399)
RUGI UNTUK
PERIODE YANG
BERJALAN DAN
LABA (RUGI)
KOMPREHENSIF
YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN
KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (8.715.165.722)
Kepentingan Non-pengendali (20.709.977.677)
JUMLAH (29.425.143.399)
RUGI PER SAHAM
DASAR YANG
DIATRIBUSIKAN KEPADA
PEMILIK ENTITAS INDUK (14.71)
INFORMASI LAINNYA
Aset Segmen 3.132.752.869.407 7.718.493.709 - (214.918.874.325) 2.925.552.488.791
Liabilitas Segmen 3.351.604.451.409 10.284.688.239 - (35.094.134.131) 3.326.795.005.517
Penyusutan 2.866.632.815 177.634.186 - - 3.044.267.001
31 Maret 2023
Properti/ Hotel/ Manufaktur/ Eliminasi/
Properties Hotel Manufacturing Elimination Jumlah/Total
PENDAPATAN 2.870.918.264 15.550.484.505 - (630.000.000) 17.791.402.769
BEBAN POKOK
PENDAPATAN (378.120.823) (6.105.806.042) - - (6.483.926.865)
LABA BRUTO 2.492.797.441 9.444.678.463 - (630.000.000) 11.307.475.904
BEBAN USAHA
Pemasaran (4.229.032.604) - - - (4.229.032.604)
Umum dan administrasi (19.155.989.769) (4.863.279.134) - 630.000.000 (23.389.268.903)
Penghasilan (beban)
Usaha lainnya (339.497.501) 7.564.972 - - (331.932.529)
LABA USAHA (21.231.722.433) 4.588.964.301 - - (16.642.758.132)
Penghasilan Keuangan 201.885.156 6.111.692 - - 207.996.848
Beban keuangan (9.108.132.586) (898.300) - - (9.109.030.886)
LABA SEBELUM
BEBAN PAJAK
PENGHASILAN (30.137.969.863) 4.594.177.693 - - (25.543.792.170)
BEBAN PAJAK
PENGHASILAN
Kini - - - - -
Tangguhan - - - - -
Jumlah Beban
Pajak Penghasilan - - - - -
64
Page 68
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
LABA NETO
PERIODE BERJALAN (30.137.969.863) 4.594.177.693 - - (25.543.792.170)
LABA UNTUK
TAHUN YANG
BERJALAN DAN
LABA (RUGI)
KOMPREHENSIF
YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN
KEPADA:
Pemilik Entitas Induk 17.895.625.089
Kepentingan Non-pengendali (43.439.417.259)
JUMLAH (25.543.792.170)
LABA PER SAHAM
DASAR YANG
DIATRIBUSIKAN KEPADA
PEMILIK ENTITAS INDUK 30.21
INFORMASI LAINNYA
Aset Segmen 3.154.894.177.595 6.600.136.203 - (213.421.271.425) 2.948.073.042.372
Liabilitas Segmen 3.327.506.373.178 7.773.479.533 - (33.596.531.231) 3.301.683.321.480
Penyusutan 2.928.841.891 57.889.357 - - 2.986.731.248
33. PERIKATAN DAN PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING
Entitas Anak
PT Triputri Natatama (TN), Entitas Anak dari Bapa
Pada tanggal 25 Januari 2012, TN membuat Addendum Perjanjian Kerjasama
No. 001/644.1/4971/TRIPUTRI/95/2012 atau 511.2/06/1-AKS/2012 perihal kontrak bagi
keuntungan dalam rangka pembangunan Rumah Susun/Hunian, Rumah Toko/Rumah Kantor,
Hotel, Pasar Modern dan Sarana Penunjang lainnya dengan Pemerintah Kabupaten Daerah
Tingkat II Bekasi (Pemda Bekasi), yang mengubah ketentuan di dalam perjanjian sebelumnya
No. 644.1/4971/Huk/95.
Addendum tersebut mengubah ketentuan-ketentuan berikut ini:
i. Ketentuan judul perjanjian diubah menjadi “Kontrak bagi keuntungan dalam rangka
pembangunan Rumah Susun/Hunian, Rumah Toko/Rumah Kantor, Hotel, Pasar Modern dan
Sarana Penunjang lainnya”;
ii. Pihak Pemda Bekasi menunjuk dan memberikan izin kepada TN untuk melaksanakan
pembangunan rumah susun/hunian, rumah toko/rumah kantor, hotel, pasar modern dan
sarana penunjang lainnya di atas tanah HPL Pemerintah Kabupaten Bekasi yang terletak di
Jalan Cut Mutia, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur;
iii. Kedua pihak sepakat bahwa pelaksanaan pembangunan dilaksanakan secara bertahap
sesuai dengan persentasi anggaran:
- Tahap pertama 30% setelah perjanjian ini berlaku selama 24 bulan;
- Tahap kedua 30% setelah tahap pertama selesai selama 24 bulan;
- Tahap ketiga 40% setelah tahap kedua selesai selama 24 bulan
iv. Keuntungan atas penjualan bangunan rumah susun/hunian, rumah toko/rumah kantor, pasar
modern, hotel dan sarana penunjang lainnya dibagi atas dasar perbandingan investasi TN
65
Page 69
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. PERIKATAN DAN PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING
Entitas Anak (lanjutan)
PT Triputri Natatama (TN), Entitas Anak dari Bapa (lanjutan)
v. dan Pemda Bekasi yaitu 3,7:1 atau yang harus disetor TN ke Pemda Bekasi adalah sebesar
Rp 2.500.000.000;
vi. Ketentuan menurut ayat (1) huruf b dan f pasal ini, Pemda Bekasi wajib menyetor minimal
sebesar Rp5.000.000.000 kepada TN, dengan rincian:
- Tahap I sudah dibayarkan sebelum ditandatangani perubahan perjanjian ini sebesar Rp
2.500.000.000;
- Tahap II dibayarkan pada saat dimulainya pembangunan dan penjualan sebesar Rp
1.000.000.000;
- Tahap III satu tahun setelah pembayaran Tahap II sebesar Rp 1.500.000.000; dan
- Apabila penjualan telah selesai pada tahap ke II, maka pembayaran tahap II dan tahap III
akan dibayarkan sekaligus pada tahap II.
Pengelolaan bangunan dan sarana penunjang diserahkan ke TN, dengan kewajiban memberikan
bagian keuntungan usaha pengelolaan sarana penunjang dengan perbandingan antara TN dan
Pemda Bekasi yaitu 3:7.
PT Binakarya Bangun Propertindo (BBP), Entitas Anak dari GAP
Pada tanggal 25 Juli 2019, BBP telah telah menandatangani Perjanjian Perdamaian oleh dan
antara BBP (Debitor) dengan para kreditor dimana BBP dengan ini berjanji dan mengikatkan diri
untuk memenuhi dan mematuhi seluruh isi Rencana Perdamaian yang merupakan satu kesatuan
yang tidak terpisahkan dengan Perjanjian Perdamaian.
Tujuan utama dari Perjanjian Perdamaiansebagai berikut:
1. Pencapaian kepastian hukum bagi semua kreditur yaitu seluruh instansi, Perusahaan,
Kontraktor, Supplier dan Pihak Ketiga yang mempunyai Perikatandengan BBP.
2. Perlakuan yang adil bagi seluruh kreditur;
3. Kepastian penyerahan unit;
4. Peningkatan nilai jual kios dan apartemen Pluit Sea View secara komersial yang ada pada
akhirnya akan dapat juga meningkatkan nilai asset kreditur selaku pembeli unit.
BBP, akan melakukan penyelesaian pembangunan dimulai dengan serah terima unit-unit. Tower
Belize dalam waktu 60 (enampuluh) hari kalender sejak disetujuinya Perjanjian ini. Kemudian
dilanjutkan ke Tower Ibiza dan diselesaikan maksimal dalam 360 hari kalender atas semua unit
yang telah dilunasi oleh Kreditur di kedua Tower tersebut.
Penyelesaian sertifikasi unit-unit kios dan unit unit apartemen di Tower Maldives diharapkan
dapat diselesaikan dalam 12 (dua belas) bulan. Sedangkan Tower Belize dan Tower Ibiza
diharapkan dapat diselesaikan selambat lambatnya 36 (tiga puluh enam) bulan sejak tanggal
Pengesahan Perjanjian Perdamaian (Homologasi).
Akta Jual Beli kepada masing-masing kreditur akan dilaksanakan apabila Sertifikasi atas unit
yang bersangkutan telah diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) sesuai jadwal.
66
Page 70
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. INSTRUMEN KEUANGAN
Nilai wajar didefinisikan sebagai jumlah dimana instrumen tersebut dapat dipertukarkan di dalam
transaksi jangka pendek antara pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan yang
memadai melalui suatu transaksi yang wajar, selain di dalam penjualan terpaksa atau penjualan
likuidasi. Nilai wajar didapatkan dari kuotasi harga pasar, model arus kas diskonto dan model
penentuan harga opsi yang sewajarnya.
Instrumen keuangan Grup terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang non-usaha,
investasi saham pada entitas asosiasi, utang usaha, utang non-usaha, beban yang masih harus
dibayar, utang pembiayaan konsumen dan pinjaman bank.
Tabel berikut menyajikan nilai tercatat dan taksiran nilai wajar dari instrumen keuangan yang
dicatat di laporan posisi keuangan pada tanggal 30 September 2023 dan 31 Desember 2022.
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nilai tercatat Nilai wajar Nilai tercatat Nilai wajar
Aset keuangan
Kas dan setara kas 67.943.060.495 67.943.060.495 74.609.401.377 74.609.401.377
Piutang usaha
Pihak ketiga 9.930.161.564 9.930.161.564 9.659.588.309 9.659.588.309
Piutang non-usaha
Pihak ketiga 10.317.377.358 10.317.377.358 9.809.900.062 9.809.900.062
Pihak berelasi 5.641.732.448 5.641.732.448 5.641.732.448 5.641.732.448
Investasi pada entitas
asosiasi 11.339.279.027 11.339.279.027 11.638.525.442 11.638.525.442
Liabilitas keuangan
Utang usaha
Pihak ketiga 26.687.616.116 26.687.616.116 26.678.554.254 26.678.554.254
Utang non-usaha
Pihak berelasi 179.205.704.891 179.205.704.891 170.286.496.256 170.286.496.256
Pihak ketiga 64.556.173.216 64.556.173.216 65.103.780.891 65.103.780.891
Beban masih harus
dibayar 12.868.915.884 12.868.915.884 10.743.526.507 10.743.526.507
Utang pembiayaan
konsumen 567.469.800 567.469.800 621.847.200 621.847.200
Pinjaman bank 1.195.656.843.254 1.195.656.843.254 1.203.771.880.805 1.203.771.880.805
Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan untuk menentukan nilai wajar masing-
masing kelompok dan instrumen Grup:
a. Kas dan setara kas, piutang usaha - neto, dan piutang non-usaha – neto jangka pendek.
Seluruh aset keuangan di atas merupakan aset keuangan jangka pendek yang akan jatuh
tempo dalam waktu 12 bulan sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut telah
mencerminkan nilai wajar dari aset keuangan tersebut.
b. Piutang non usaha – neto jangka panjang
Aset keuangan di atas merupakan aset keuangan jangka panjang yang akan jatuh tempo
dalam waktu lebih dari 12 bulan sehingga nilai tercatat aset keuangan tersebut telah
mencerminkan nilai wajar dari aset keuangan tersebut.
67
Page 71
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
c. Investasi saham pada entitas asosiasi, nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal, oleh
karena itu dicatat sebagai harga perolehan.
d. Utang usaha, utang non-usaha jangka pendek dan beban yang masih harus di bayar.
Seluruh liabilitas keuangan di atas merupakan liabilitas jangka pendek yang akan jatuh tempo
dalam waktu 12 bulan sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut telah mencerminkan
nilai wajar
e. Pinjaman bank dan utang pembiayaan konsumen
Seluruh liabilitas keuangan di atas merupakan pinjaman yang memiliki suku bunga variabel
dan tetap yang disesuaikan dengan pergerakan suku bunga pasar sehingga nilai tercatat
liabilitas keuangan tersebut telah mencerminkan nilai wajar
Hierarki nilai wajar
Aset dan liabilitas keuangan diklasifikasikan secara keseluruhan berdasarkan tingkat terendah
dari masukan (input) yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar. Penilaian dampak
signifikan dari suatu input tertentu terhadap pengukuran nilai wajar membutuhkan pertimbangan
dan dapat mempengaruhi penilaian dari aset dan liabilitas yang diukur dan penempatannya
dalam hierarki nilai wajar.
Bukti terbaik dari nilai wajar adalah harga yang dikuotasikan (quoted prices) dalam sebuah pasar
yang aktif. Jika pasar untuk sebuah instrumen keuangan tidak aktif, entitas menetapkan nilai
wajar dengan menggunakan metode penilaian. Tujuan dari penggunaan metode penilaian
adalah untuk menetapkan harga transaksi yang terbentuk pada tanggal pengukuran dalam
sebuah transaksi pertukaran yang wajar dengan pertimbangan bisnis normal.
Metode penilaian termasuk penggunaan harga
dalam transaksi pasar yang wajar (arm’s length) terakhir antara pihak yang memahami dan
berkeinginan, jika tersedia, referensi kepada nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara
substansial sama, analisis arus kas yang didiskontokan dan model harga opsi (option pricing
models).
Jika terdapat metode penilaian yang biasa digunakan oleh para peserta pasar untuk menentukan
harga dari instrumen dan metode tersebut telah didemonstrasikan untuk menyediakan estimasi
yang andal atas harga yang diperoleh dari transaksi pasar yang aktual, entitas harus
menggunakan metode tersebut. Metode penilaian yang dipilih membuat penggunaan maksimum
dari input pasar dan bergabung sedikit mungkin atas input yang spesifik untuk entitas (entity-
specific input). Metode tersebut memperhitungkan semua faktor yang akan dipertimbangkan oleh
peserta pasar dalam menentukan sebuah harga dan selaras dengan metode ekonomis untuk
penilaian sebuah instrumen keuangan. Secara berkala, Grup menelaah metode penilaian dan
mengujinya untuk validitas dengan menggunakan harga dari transaksi pasar terkini yang dapat
diobservasi untuk instrumen yang sama (yaitu, tanpa modifikasi dan pengemasan kembali) atau
berdasarkan data pasar yang tersedia dan dapat diobservasi.
68
Page 72
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. TAMBAHAN MODAL DISETOR
a) Akuisisi Anak Perusahaan
Pada bulan Maret 2013, PT Griya Abadi Permai (GAP), Entitas Anak, membeli 71,58%
kepemilikan PT Binakarya Bangun Propertindo (BBP) yang dimiliki oleh
Go Hengky Setiawan dan Budianto Halim, pihak yang berelasi, dengan total nilai pembelian
sebesar Rp 9.100.000.000. Atas penyertaan tersebut, GAP memperoleh 71,58% kepemilikan
saham pada BBP. Jumlah aset neto BBP yang menjadi bagian GAP pada tanggal akuisisi
dan penyertaan saham adalah sebesar Rp 5.116.640.985. Selisih antara nilai pembelian
dengan jumlah aset neto atas penyertaan saham GAP di BBP tersebut sebesar Rp
3.983.359.015 dicatat dan dibukukan pada akun “Tambahan Modal Disetor” pada Ekuitas di
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian.
Pada bulan Maret 2013, PT Griya Abadi Permai (GAP), Entitas Anak, membeli 73,00%
kepemilikan PT Binakarya Agung Propertindo (BAP) yang dimiliki oleh Go Hengky Setiawan
dan Budianto Halim, pihak yang berelasi, dengan total nilai pembelian sebesar Rp
5.475.000.000. Atas penyertaan tersebut, GAP memperoleh 73,00% kepemilikan saham
pada BAP. Jumlah aset neto BAP yang menjadi bagian GAP pada tanggal akuisisi dan
penyertaan saham adalah sebesar Rp 34.645.423.000. Selisih antara nilai pembelian dengan
jumlah aset neto atas penyertaan saham GAP di BAP tersebut sebesar (Rp 29.170.423.000)
dicatat dan dibukukan pada akun “Tambahan Modal Disetor” pada Ekuitas di Laporan Posisi
Keuangan Konsolidasian.
Pada bulan Maret 2013, PT Griya Abadi Permai (GAP), Entitas Anak, membeli 55,00%
kepemilikan PT Binakarya Makmur Abadi (BMA) yang dimiliki oleh Leonardo Hans Halim dan
Go Hengky Setiawan, pihak yang berelasi, dengan total nilai pembelian sebesar
Rp1.375.000.000. Atas penyertaan tersebut, GAP memperoleh 55,00% kepemilikan saham
pada BMA.
Jumlah aset neto BMA yang menjadi bagian GAP pada tanggal akuisisi dan penyertaan
saham adalah sebesar Rp 1.150.905.594. Selisih antara nilai pembelian dengan jumlah aset
neto atas penyertaan saham GAP di BMA tersebut sebesar Rp 224.094.406 dicatat dan
dibukukan pada akun “Tambahan Modal Disetor” pada Ekuitas di Laporan Posisi Keuangan
Konsolidasian.
Pada bulan April 2013, PT Griya Abadi Permai (GAP), Entitas Anak, membeli 54,00%
kepemilikan PT Binakarya Mitra Selaras (BMS) yang dimiliki oleh Go Hengky Setiawan dan
Budianto Halim, pihak yang berelasi, dengan total nilai pembelian sebesar Rp 2.700.000.000.
Atas penyertaan tersebut, GAP memperoleh 54,00% kepemilikan saham pada BMS. Jumlah
aset neto BMS yang menjadi bagian GAP pada tanggal akuisisi dan penyertaan saham
adalah sebesar (Rp 2.212.811.412). Selisih antara nilai pembelian dengan jumlah aset neto
atas penyertaan saham GAP di BMS tersebut sebesar Rp 4.912.811.412 dicatat dan
dibukukan pada akun “Tambahan Modal Disetor” pada ekuitas di Laporan Posisi Keuangan
Konsolidasian.
Pada bulan Mei 2013, PT Griya Abadi Permai (GAP), Entitas Anak, membeli 76,00%
kepemilikan PT Binakarya Anugrah Pratama (BAPA) yang dimiliki oleh Hengky Setiawan dan
Budianto Halim, pihak yang berelasi, dengan total nilai pembelian sebesar Rp 3.800.000.000.
Atas penyertaan tersebut, GAP memperoleh 76,00% kepemilikan saham pada BAPA. Jumlah
aset neto BAPA yang menjadi bagian GAP pada tanggal akuisisi dan penyertaan saham
adalah sebesar (Rp 1.547.334.729).
69
Page 73
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. TAMBAHAN MODAL DISETOR (lanjutan)
a) Akuisisi Anak Perusahaan (lanjutan)
Selisih antara nilai pembelian dengan jumlah aset neto atas penyertaan saham GAP di BAPA
tersebut sebesar Rp 5.347.334.729 dicatat dan dibukukan pada akun “Tambahan Modal
Disetor” pada ekuitas di Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian.
PT Binakarya PT Binakarya
Bangun PT Binakarya Agung Abadi PT Binakarya PT Binakarya
Propertindo Anugrah Propertindo MakmurAbadi Mitra Selaras
(BBP) Pratama (BAPA) (BAP) (BMA) (BMS) Jumlah/Total
Nilai Aset Neto/
Net Assets Value 5.116.640.985 (1.547.334.729) 34.645.423.000 1.150.905.594 (2.212.811.412) 37.152.823.438
Harga Akuisisi/ 9.100.000.000 3.800.000.000 5.475.000.000 1.375.000.000 2.700.000.000 22.450.000.000
Acquisition Costs
Selisih Nilai
Transaksi
Restrukturisasi
Antara Entitas
Sepengendali/
Difference of
Restructuring (3.983.359.015) (5.347.334.729) 29.170.423.000 (224.094.406) (4.912.811.412) 14.702.823.438
Transaction Value
Among Entities
Under Common
Control
b) Agio
Akun ini merupakan agio saham yang berasal dari penawaran perdana yang dilakukan pada
tahun 2015, sebagai berikut:
Selisih lebih harga penawaran
umum perdana saham dengan
nilai nominal saham 135.000.000.000
Biaya emisi saham (12.574.975.700)
Jumlah 122.425.024.300
c) Pengampunan Pajak
Akun ini merupakan tambahan modal disetor berupa aset melalui program pengampunan
pajak yang telah diikuti oleh Perusahaan dan Entitas Anak.
Saldo pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing adalah sebesar
Rp24.343.305.541.
70
Page 74
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
37. SALDO LABA DICADANGKAN
Undang-Undang Perseroan Terbatas Republik Indonesia No. 1/1995 yang diterbitkan di bulan
Maret 1995 dan telah diubah dengan Undang-Undang No. 40/2007 yang diterbitkan pada bulan
Agustus 2007, mengharuskan pembentukan cadangan umum dari laba neto sejumlah minimal
20% dari jumlah modal Perseroan yang ditempatkan dan disetor penuh. Undang-undang tersebut
tidak mengatur jangka waktu untuk pembentukan penyisihan tersebut.
Berdasarkan hasil RUPS Tahunan perseroan yang diselenggarakan pada tanggal 28 Juni 2016,
para pemegang saham menyetujui pembentukan cadangan modal dari penghasilan komprehensif
Perusahaan sebesar Rp.100.000.000,- sebagai laba yang ditentukan penggunaannya.
38. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Risiko utama yang timbul dari instrumen keuangan Grup adalah risiko kredit, risiko likuiditas dan
pengelolaan permodalan. Tujuan manajemen risiko Grup adalah untuk secara efektif
mengendalikan risiko-risiko ini dan meminimalisasi pengaruh merugikan yang dapat terjadi
terhadap kinerja keuangan mereka.
Direksi menelaah dan menyetujui semua kebijakan untuk mengelola setiap risiko, termasuk juga
risiko ekonomi dan risiko usaha Grup, yang dirangkum di bawah ini dan juga memantau risiko
harga pasar yang timbul dari semua instrumen keuangan.
Risiko Kredit
Aset keuangan Grup yang memiliki potensi konsentrasi secara signifikan risiko kredit pada
dasarnya terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang non-usaha. Grup memiliki
kebijakan kredit dan prosedur untuk memastikan berlangsungnya evaluasi kredit dan
pemantauan akun secara aktif.
Eksposur Grup terhadap risiko kredit timbul dari wanprestasi pihak lain, dengan eksposur
maksimum sebesar nilai tercatat aset keuangan Grup, sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Setara kas 66.672.453.577 74.176.338.158
Piutang usaha - neto 9.930.161.564 9.659.588.309
Piutang non-usaha - neto 15.959.109.806 15.451.632.510
Jumlah 92.561.724.947 99.287.558.977
Grup mempunyai kebijakan dan prosedur kredit untuk memastikan evaluasi kredit yang
berkesinambungan dan pemantauan saldo secara aktif. Grup mengelola risiko kredit yang terkait
dengan simpanan yang di bank dengan memonitor reputasi, peringkat kredit dan membatasi
risiko agregat dari masing-masing pihak dalam kontrak. Tidak terdapat konsentrasi risiko kredit
yang signifikan terkait dengan piutang usaha.
Analisis umur aset keuangan yang belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai dan
yang lewat jatuh tempo pada akhir periode pelaporan tetapi tidak mengalami penurunan nilai
adalah sebagai berikut:
71
Page 75
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Risiko Kredit (lanjutan)
31 Maret 2024
Lancar dan Telah Jatuh Tempo Namun Telah jatuh
tidak Tidak Mengalami Penurunan Nilai/ tempo dan/
Mengalami atau mengalami
Jumlah penurunan nilai kurang dari 3 bulan 3 bulan - 6 bulan 6 bulan - 1 tahun penurunan nilai
Setara kas 66.672.453.577 66.557.620.159 - - 114.833.418 - -
Piutang usaha 9.930.161.564 405.350.255 461.462.204 1.312.366.998 7.647.307.107 103.675.000
Piutang non-usaha 15.959.109.806 - 784.528.077 76.161.250 13.541.194.229 1.557.226.250
Jumlah 92.561.724.947 66.962.970.414 1.245.990.281 1.388.528.248 21.303.334.754 1.660.901.250
31 Desember 2023
Lancar dan Telah Jatuh Tempo Namun Telah jatuh
tidak Tidak Mengalami Penurunan Nilai/ tempo dan/
Mengalami atau mengalami
Jumlah penurunan nilai kurang dari 3 bulan 3 bulan - 6 bulan 6 bulan - 1 tahun penurunan nilai
Setara kas 94.176.338.158 73.316.256.985 745.247.755 - 114.833.418 -
Piutang usaha - neo 9.659.588.309 1.914.850.601 1.924.260.908 1.757.331.839 3.959.469.961 103.675.000
Piutang non-usaha
- Neto 15.451.632.510 56.812.425 2.118.059.580 66.664.756 11.652.869 499 1.557.226.250
Jumlah 99.287.558.977 75.287.920.011 4.787.568.243 1.823.996.595 15.727.172.878 1.660.901.250
Risiko Likuiditas
Manajemen risiko likuiditas yang hati-hati termasuk mangatur kas yang cukup untuk menunjang
aktivitas usaha secara tepat waktu. Grup mengatur keseimbangan melalui kesinambungan
kolektibilitas piutang dan penggunaan pinjaman bank dan lainnya.
Tabel di bawah ini menunjukkan analisis jatuh tempo liabilitas keuangan Grup dalam rentang
waktu yang menunjukkan jatuh tempo kontraktual untuk semua liabilitas keuangan non-derivatif
dan instrumen keuangan derivatif yang diperlukan dalam pemahaman jatuh tempo kebutuhan
arus kas. Jumlah yang diungkapkan dalam tabel adalah arus kas kontraktual yang tidak
terdiskonto.
31 Maret 2024
Nilai Arus Kas Kontraktual
Sampai dengan Lebih dari 1 tahun
1 tahun sampai 5 tahun Lebih dari 5 tahun
Utang usaha 12.254.340.059 14.344.437.016 88.839.041
Utang non-usaha 41.404.281.225 196.541.444.506 5.816.152.376
Biaya masih harus
dibayar 4.368.475.222 8.500.440.662 -
Jumlah 58.027.096.506 219.386.322.184 5.904.991.417
72
Page 76
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Risiko Likuiditas (lanjutan)
31 Desember 2023
Nilai Arus Kas Kontraktual
Sampai dengan Lebih dari 1 tahun
1 tahun sampai 5 tahun Lebih dari 5 tahun
Utang usaha 16.246.868.254 10.342.846.959 88.839.041
Utang non-usaha 34.862.025.983 196.429.985.163 4.098.261.001
Biaya masih harus
dibayar 2.243.085.845 8.500.440.662 -
Jumlah 53.351.980.082 215.273.272.784 4.187.105.042
Pengelolaan Permodalan
Tujuan utama dari pengelolaan permodalan Grup adalah untuk memastikan bahwa
dipertahankannya peringkat kredit yang kuat dan rasio modal yang sehat agar dapat mendukung
kelancaran usahanya dan memaksimalkan nilai dari pemegang saham. Grup mengelola struktur
modalnya dan membuat penyesuaian-penyesuaian sehubungan dengan perubahan kondisi
ekonomi dan karakteristik dari risiko usahanya.
Agar dapat menjaga dan menyesuaikan struktur modalnya, Grup akan menyesuaikan jumlah
dari pembayaran dividen kepada para pemegang saham atau tingkat pengembalian modal atau
menerbitkan surat saham. Tidak ada perubahan dalam tujuan, kebijakan dan proses dan sama
seperti penerapan tahun-tahun sebelumnya.
39. KELANGSUNGAN USAHA
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022, Grup mengalami kerugian sebesar
Rp177.893.377.255. Kondisi keuangan Grup memburuk terutama karena pandemik Covid-19
yang diikuti dengan terhentinya beberapa proyek pembangunan dan menurunnya permintaan
terhadap properti menyebabkan penurunan penjualan properti yang signifikan yang berdampak
pada operasi dan likuiditas Grup, sehingga memerlukan pendanaan dari utang dan
restrukturisasi pinjaman yang memasuki masa standstill dan pengaturan cash waterfall oleh
Grup.
Kegiatan operasional Grup terdampak serius akibat dari pandemi ini, namun dampak spesifik
terhadap pendapatan dan nilai terpulihkan dari aset dan liabilitas Grup belum dapat ditentukan
pada tahap ini. Dampak-dampak tersebut akan dilaporkan dalam laporan keuangan
konsolidasian saat dampak tersebut dapat diketahui dan diestimasi.
Kondisi tersebut, antara lain, mengindikasikan adanya ketidakpastian material yang dapat
menimbulkan keraguan signifikan terhadap kemampuan Grup untuk melanjutkan kelangsungan
usahanya dan, oleh karena itu, Grup mungkin tidak dapat merealisasikan aset dan melunasi
kewajibannya dalam kegiatan usaha normal. Laporan keuangan konsolidasian tidak mencakup
penyesuaian yang mungkin timbul sebagai akibat dari ketidakpastian tersebut.
Manajemen Grup secara aktif memantau situasi di atas dan mengeksplorasi dan menjalankan
strategi-strategi berikut sebagai upaya dalam mengatasi potensi dampak buruk pada kinerja
keuangan dan keberlangsungan usaha Grup, antara lain sebagai berikut:
73
Page 77
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
• Menggerakkan kembali pembangunan proyek apartemen Pluit Sea View, apartemen
Cassablanca East Residence, perumahaan La Palma Grande dengan percepatan finishing
sehingga dapat membangkitkan kembali brand image dalam penyelesaian proyek sehingga
unit bisa cepat diserahkan ke konsumen dan siap untuk dipasarkan kembali
• Grup masih berusaha untuk mendapatkan persetujuan restrukturisasi atas pinjaman dari
Bank dan diharapkan dapat memperkuat modal dan cashflow Grup.
• Grup sedang melakukan proses peminjaman dana terhadap bank dan dana ini diharapkan
dapat memperkuat modal dan cashflow Grup.
• Grup akan selalu memperbaiki fasilitas dan prasarana hotel sehingga bisa menjadi salah satu
hotel terbaik di Kuta Bali dan Bogor, serta bisa menjadi salah satu tujuan menginap bagi turis
atau wisatawan yang berkunjung ke hotel tesebut.
• Mempercepat dan menggerakkan kembali proses pembangunan hotel yang terhambat
sehingga dapat selesai dalam waktu dekat sehingga dapat segera beroperasi
• Membentuk kemitraan strategis dengan pihak-pihak yang tertarik untuk masuk dengan
memberikan tambahan ekuitas, baik melalui Perusahaan Induk maupun anak-anak
perusahaannya secara langsung.
• Melakukan penjajakan dengan berbagai investor dan institusi finansial baik dari dalam
maupun luar negeri yang mampu untuk memberikan pinjaman situasi khusus (special
situations fund) maupun bentuk-bentuk pendanaan lainnya
• Melepas aset-aset Grup maupun afiliasi berupa tanah-tanah di berbagai lokasi kepada para
investor dan developer lain
• Berupaya menawarkan unit-unit properti milik Grup kepada para investor retail dalam bentuk
penjualan berjumlah besar (bulk-sales) dan harga yang khusus dengan melakukan
perencanaan yang matang dengan segenap tim agar jika mulai ada cashflow yang
didapatkan, maka pekerjaan pembangunan dan pemasaran proyek Apartemen, Rumah,
Ruko dan Kios dapat dijalankan kembali dengan seefisien dan seoptimal mungkin. Hal ini
diharapkan dapat meyakinkan para pembeli.
• Meningkatkan penjualan dengan cara memperkuat tim sales in-house, bekerja-sama dengan
agen-agen properti, dan memperbaiki penetrasi promosi baik di online (media sosial situs
pemasaran) maupun offline (pameran, open table, canvasing, dsb).
• Bekerjasama dengan vendor-vendor F&B makanan, fitness center, sekolah dan lain-lain yang
ber-level nasional untuk meningkatkan traffic dan menjadi daya tarik keramaian di Palm City.
• Meningkatkan intensitas progres pembangunan baik produk-produk komersial, residensial
maupun apartemen agar dapat melakukan serah terima unit dengan lebih awal. Hal ini juga
diharapkan dapat memberikan keyakinan lebih terhadap calon konsumen-konsumen yang
berniat tinggal atau melakukan investasi di Palm City.
• Menggerakkan kembali pembangunan Apartemen Paradise Mansion untuk Tower 1 yang
sempat terhenti saat pandemi Covid-19. Dengan berjalannya pembangunan tersebut, kami
optimis dapat melakukan serah terima dengan baik dan mempercepat tingkat penjualannya
• Senantiasa melakukan inovasi serta perbaikan perbaikan dalam strategi penjualan,
pengembangan produk, serta layanan purna jual terhadap konsumen kami.
74
Page 78
PT BINAKARYA JAYA ABADI Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PADA TANGGAL 31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
DAN UNTUK PERIODE TIGA BULAN
YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
39. KELANGSUNGAN USAHA (lanjutan)
• Meluncurkan produk baru yaitu klaster residensial Royal Palm Blossom I dan II, dan blok
komersial Palm CBD II untuk menjawab tingginya kebutuhan masyarakat di sekitar Jakarta
Barat.
• Grup senantiasa melakukan perawatan, peremajaan, dan perbaikan terhadap fasilitas-
fasilitas umum, taman-taman, dsb, yang berada pada kawasan perumahan dan apartemen.
75
Names mentioned 130 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT BINAKARYA JAYA ABADI DAN ENTITAS ANAK
p.7
unresolved
person
Edison Jingga
· Notaris
p.10 ×4
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.10
unresolved
person
Akta Notaris Yulia
p.10
unresolved
org
Menteri
p.10
unresolved
org
PT Binakarya Sakti
p.11
unresolved
org
PT Griya Abadi
p.11
unresolved
org
PT Binakarya Citra
p.11
unresolved
org
PT Mitragama Inti
p.11
unresolved
org
PT Karya Cipta Dhayana Pura Makmur Abadi
p.12
unresolved
org
PT Binakarya Mitra
p.12
unresolved
org
PT Prasetya Agung
p.12
unresolved
org
PT Binakarya Apartemen
p.12
unresolved
org
PT Binakarya Graha
p.12
unresolved
org
PT Satwika Permai
p.12
unresolved
org
PT Binakarya Bangun
p.12 ×2
unresolved
org
PT Binakarya Makmur Sentosa
p.12 ×3
unresolved
org
PT Binakarya Jaya Perkasa
p.12 ×7
unresolved
org
PT Binakarya Anugrah
p.12
unresolved
org
PT Triputri Super Block
p.12
unresolved
org
PT Binakarya Makmur Abadi
p.12 ×4
unresolved
org
PT Anaamaya Hotel
p.12
unresolved
org
PT Griya Karunia Sejahtera
p.12 ×6
unresolved
org
Bank Indonesia
p.16 ×2
unresolved
org
PT Bank DKI
p.28 ×6
unresolved
org
PT Bank Central A
p.28
unresolved
org
Graha Internasional Tbk
p.28 ×2
unresolved
org
Bank Jabar Banten Tbk
p.28 ×2
unresolved
org
Bank Muamalat Indonesia Tbk
p.28 ×9
unresolved
org
Bank UOB Tbk
p.28 ×3
unresolved
org
PT Bank Tabungan Negara Syariah
p.28
unresolved
org
PT Sepak
p.30
unresolved
org
PT Binak
p.30
unresolved
org
PT Pes
p.30
unresolved
org
PT Satwika Permai Indah
p.32 ×10
unresolved
org
PT Asuransi Binagriya Upakara
p.32
unresolved
org
PT Binakarya Bangun Propertindo
p.32 ×12
unresolved
org
PT Binagriya General Insurance
p.33
unresolved
org
PT Binakarya Agung Propertindo
p.33 ×8
unresolved
org
PT Prasetya Agung Cipta Abadi
p.33 ×4
unresolved
org
PT Triputri Natatama
p.33 ×7
unresolved
org
PT Zurich General Tafakul Indonesia
p.33
unresolved
org
PT Asuransi Binagriya Upakarya
p.34
unresolved
org
PT Mitragama Inti Perkasa
p.34 ×3
unresolved
org
PT Karya Cipta Makmur Abadi
p.35 ×3
unresolved
org
PT Binakarya Sakti Perkasa
p.35 ×2
unresolved
person
BF. Harry Prastawa
p.37 ×2
unresolved
org
PT Binakarya Prima Lestari
p.37 ×3
unresolved
org
PT Palem Indah Permai
p.37 ×2
unresolved
org
PT Binakarya Cipta Abadi
p.38
unresolved
org
PT Petra Nusa Kencana
p.39
unresolved
org
PT Graha Perkasa Abadi
p.39
unresolved
org
PT Recta Construction
p.39
unresolved
org
PT Triadi Casa Recta
p.39
unresolved
org
PT Surya Mandiri Sarana
p.39
unresolved
org
PT Waringin Megah
p.39
unresolved
org
PT Hardi Agung Perkasa
p.39
unresolved
org
PT Sapta Kencana Kharisma
p.39
unresolved
org
Bank Artha Graha International Tbk
p.40 ×2
unresolved
org
PT Deloitte Konsultan Indonesia
p.40
unresolved
org
PT Griya Jaya Persada
p.40
unresolved
org
Bank HANA
p.42 ×2
unresolved
person
Siswadji
p.42
unresolved
org
PT Binakarya Graha Sentosa
p.43 ×4
unresolved
org
PT Binakarya Citra Buana
p.46 ×3
unresolved
org
PT Bank KEB Hana Indonesia Berdasarkan Surat Persetujuan
p.46
unresolved
person
Gamal Wahidin
p.46 ×2
unresolved
org
PT Bumi Arta Sedayu
p.47
unresolved
org
PT Agung Artomoro Utama
p.47
unresolved
org
PT Dwi Jaya Graha Kencana.
p.47
unresolved
—
Victor
· Direktur
p.47
unresolved
person
Bumi Arta Sedayu Berdasarkan Akta Notaris Michael
p.47
unresolved
org
Bank BTN. Kekurangan
p.47
unresolved
org
Bank BTN Lunas
p.48
unresolved
person
Go Hengky Setiawan
p.49
unresolved
person
Leonardi Setiawan
p.49
unresolved
person
Suharta Berdasarkan Surat Persetujuan Prinsip Pembiayaan
p.49
unresolved
org
PT Anaamaya Selaras
p.50 ×2
unresolved
person
Dr. Ranti Fauza Mayana
p.51 ×2
unresolved
org
PT Bank DKI Berdasarkan Surat Persetujuan Pemberian Kredit
p.54
unresolved
person
Bali. Berdasarkan Akta Notaris Muchlis Patahna
p.54
unresolved
org
PT BCA Finance
p.56 ×2
unresolved
org
PT Toyota Astra Finance Services
p.56
unresolved
org
PT Toyota Astra Financial Services
p.56
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.59
unresolved
org
PT Binakarya Prim
p.60
unresolved
org
PT Sepakat Maju Terus
p.60
unresolved
org
PT Binakarya Mandiri Jaya
p.60 ×2
unresolved
org
PT Alty Investindo
p.60 ×2
unresolved
org
PT Binakarya Cahaya Mulia
p.60 ×2
unresolved
org
PT Binakarya Cita Lestari
p.60
unresolved
org
PT Binakarya Sejahtera Utama
p.60
unresolved
org
PT Sarana Jaya Abadi
p.60
unresolved
org
PT Binakarya Kreasindo Utama
p.60
unresolved
org
PT. Binakarya Citra Lestari
p.61
unresolved
org
PT Griya Abadi Permai
p.62 ×8
unresolved
org
PT Binakarya Mitra Selaras
p.62 ×4
unresolved
org
PT Binakarya Anugrah Pratama
p.62 ×4
unresolved
org
PT Kustodian Sentral Efek Indonesia
p.63
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Bekasi
p.68
unresolved
org
Pemerintah Kabupaten Bekasi
p.68
unresolved
org
Pertanahan Nasional
p.69
unresolved
org
PT Binakarya
p.73 ×3
unresolved
org
PT Binakarya Propertindo
p.73
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.