Back to announcement
20240613_IKPM_Perubahan Profesi Penunjang_31661115_lamp5.pdf
Other Text extracted IKPMSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 4
Page 1 OCR 0.957
Branch Jakarta Selatan Nexia KANAKA PURADIREDJA, SUHARTONO KPS Ref.: 259/0UO/HI/KPS-TB2/VI/24 10 Juni 2024 PT IKAPHARMINDO PUTRAMAS TBK Jl. Pulogadung Raya No. 29 Kawasan Industri Pulogadung Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung Jakarta Timur 13930 - Indonesia U.P. Bapak Ayi Saepudin, Direktur SURAT PERIKATAN JASA AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN PT IKAPHARMINDO PUTRAMAS TBK TANGG AL 31 DESEMBER 2024 DAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL TERSEBUT Dengan hormat, Kami ucapkan terima kasih atas kesempatan yang Saudara berikan kepada kami untuk menyampaikan surat perikatan audit atas laporan keuangan PT Ikapharmindo Putramas Tbk (selanjutnya disebut sebagai Perusahaan”) tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Menindaklanjuti permohonan tersebut, dengan ini kami sampaikan surat perikatan audit tersebut dengan pokok-pokok sebagai berikut: A. TUJUAN DAN LINGKUP PENUGASAN — Tujuan audit kami adalah untuk memeroleh keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan secara keseluruhan bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, dan untuk menerbitkan laporan auditor yang mencakup opini kami. Keyakinan memadai merupakan suatu tingkat keyakinan tinggi, namun bukan merupakan suatu jaminan bahwa audit yang dilaksanakan berdasarkan Standar Audit akan selalu mendeteksi kesalahan penyajian material ketika hal tersebut ada. Kesalahan penyajian dapat disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan dan dianggap material jika, baik secara individual maupun secara agregat, dapat diekspektasikan secara wajar akan memengaruhi keputusan ekonomi yang diambil oleh pengguna berdasarkan laporan keuangan tersebut. Lingkup penugasan yang tercakup dalam surat perikatan ini adalah audit atas laporan keuangan Perusahaan tanggal 31 Desember 2024 dan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan yang dimaksud terdiri dari Laporan Posisi Keuangan tanggal 31 Desember 2024, serta Laporan Laba Rugi dan Penghasilan komprehensif lain, Laporan Perubahan Ekuitas, dan Laporan Arus Kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, serta Catatan Atas Laporan Keuangan, yang berisi ikhtisar kebijakan akuntansi signifikan dan informasi penjelasan lainnya. L Jakarta Pusat Jakarta Barat Jakarta Selatan Medan Surabaya Semarang
Page 2 OCR 0.952
CS Nexia KANAKA PURADIREDJA, SUHARTONO KPS B. METODOLOGI AUDIT — Metodologi untuk melaksanakan audit atas laporan keuangan Perusahaan dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Tanggung Jawab Auditor Kami akan melaksanakan audit kami berdasarkan Standar Audit yang ditetapkan oleh Institut Akuntan Publik Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami untuk mematuhi ketentuan etika yang relevan. Sebagai bagian dari suatu audit berdasarkan Standar Audit, kami menerapkan pertimbangan profesional dan mempertahankan skeptisisme profesional selama audit. Kami juga: # mengidentifikasi dan menilai risiko kesalahan penyajian material dalam laporan keuangan, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan, mendesain dan melaksanakan prosedur audit yang responsif terhadap risiko tersebut, serta memeroleh bukti audit yang cukup dan tepat untuk menyediakan basis bagi opini kami. Risiko tidak terdeteksinya kesalahan penyajian material yang disebabkan oleh kecurangan lebih tinggi dari yang disebabkan oleh kesalahan, karena kecurangan dapat melibatkan kolusi, pemalsuan, penghilangan secara sengaja, pernyataan salah, atau pengabaian pengendalian internal: » memeroleh suatu pemahaman tentang pengendalian internal yang relevan dengan audit untuk mendesain prosedur audit yang tepat sesuai dengan kondisinya, tetapi bukan untuk tujuan menyatakan opini atas keefektivitasan pengendalian internal entitas. Namun, kami akan mengomunikasikan secara tertulis defisiensi signifikan pada pengendalian internal yang relevan dengan audit atas laporan keuangan yang telah kami identifikasi dalam pelaksanaan audit: # mengevaluasi ketepatan kebijakan akuntansi yang digunakan serta kewajaran estimasi akuntansi dan pengungkapan terkait yang dibuat oleh manajemen: # menyimpulkan ketepatan penggunaan basis akuntansi kelangsungan usaha oleh manajemen dan, berdasarkan bukti audit yang diperoleh, apakah terdapat suatu ketidakpastian material yang terkait dengan peristiwa atau kondisi yang dapat menyebabkan keraguan signifikan atas kemampuan Perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan usahanya. Ketika kami menyimpulkan bahwa terdapat suatu ketidakpastian material, kami diharuskan untuk menarik perhatian dalam laporan auditor kami ke pengungkapan terkait dalam laporan keuangan atau, jika pengungkapan tersebut tidak memadai, harus menentukan apakah perlu untuk memodifikasi opini kami. Kesimpulan kami didasarkan pada bukti audit yang diperoleh hingga tanggal laporan auditor kami. Namun, peristiwa atau kondisi masa depan dapat menyebabkan Perusahaan tidak dapat mempertahankan kelangsungan usaha: dan # mengevaluasi penyajian, struktur, dan isi laporan keuangan secara keseluruhan, termasuk pengungkapannya, dan apakah laporan keuangan tersebut mencerminkan transaksi dan peristiwa yang mendasarinya dengan suatu cara yang mencapai penyajian wajar. Kami juga akan memberikan suatu pernyataan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bahwa kami telah mematuhi ketentuan etika yang relevan mengenai independensi, dan mengomunikasikan seluruh hubungan, serta hal-hal lain yang dianggap secara wajar berpengaruh terhadap independensi kami, dan, jika relevan, pengamanan terkait. Dari hal-hal yang dikomunikasikan kepada pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, kami menentukan hal-hal tersebut yang paling signifikan dalam audit atas laporan keuangan periode kini dan oleh karenanya manjadi hal audit utama. Kami akan menguraikan hal audit utama dalam laporan auditor kami, kecuali peraturan perundang-undangan melarang pengungkapan publik tentang hal tersebut atau ketika, dalam kondisi yang sangat jarang terjadi, kami akan menentukan bahwa suatu hal tidak boleh dikomunikasikan dalam laporan kami karena konsekuensi merugikan dari mengomunikasikan hal tersebut akan diekspektasikan secara wajar melebihi manfaat kepentingan publik atas komunikasi tersebut. 2
Page 3 OCR 0.952
(O Nexia KANAKA PURADIREDJA, SUHARTONO KPS Oleh karena adanya keterbatasan inheren dari suatu audit, bersama dengan keterbatasan inheren pengendalian internal, terdapat risiko yang tidak dapat dihindari kemungkinan tidak terdeteksinya kesalahan penyajian material, meskipun audit telah direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan Standar Audit. Opini kami atas laporan keuangan tersebut tergantung dari hasil penerapan prosedur-prosedur audit yang akan kami laksanakan. Oleh karena itu, kami tidak memberikan jaminan bahwa kami dapat memberikan opini wajar tanpa modifikasian atas laporan keuangan tersebut di atas. 2. Tanggung Jawab Manajemen dan Pihak Yang Bertanggung jawab atas Tata Kelola terhadap Laporan Keuangan Manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan Perusahaan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (“SAK”) di Indonesia, dan atas pengendalian internal yang dianggap perlu oleh manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan. Dalam penyusunan laporan keuangan, manajemen bertanggung jawab untuk menilai kemampuan Perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan usahanya, mengungkapkan, sesuai dengan kondisinya, hal-hal yang berkaitan dengan kelangsungan usaha, dan menggunakan basis akuntansi kelangsungan usaha, kecuali manajemen memiliki intensi untuk metikuidasi Perusahaan atau menghentikan operasi, atau tidak memiliki alternatif yang realistis selain melaksanakannya. Pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola bertanggung jawab untuk mengawasi proses pelaporan keuangan Perusahaan. Audit kami akan dilaksanakan berdasarkan bahwa manajemen dan, jika relevan, pihak yang bertanggung jawab atas tata kelola, mengakui dan memahami tanggung jawabnya dalam: a) penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan sesuai dengan SAK di Indonesia: b) pengendalian internal yang dianggap perlu oleh manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan oleh kecurangan maupun kesalahan: dan Cc) memberikan kepada kami: (i) akses terhadap semua informasi yang dianggap relevan oleh manajemen dalam penyusunan laporan keuangan seperti catatan, dokumentasi, dan hal-hal lainnya: (ii) informasi tambahan yang kami minta dari manajemen untuk keperluan audit: dan ii) akses tidak terbatas kepada individu-individu dalam Perusahaan yang kami anggap perlu untuk memeroleh bukti audit. Audit kami mencakup penelahaan atas daftar-daftar dan informasi keuangan lainnya yang merupakan bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan pokok. Namun, audit kami tidak ditujukan untuk menyatakan pendapat terhadap penyajian wajar atas daftar dan informasi keuangan lainnya tersebut secara tersendiri, namun dalam hubungannya dengan penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Laporan keuangan disajikan dalam dwibahasa Indonesia-Inggris yang disajikan berdampingan (bilingual), termasuk pengungkapan yang memadai sesuai dengan SAK di Indonesia. Manajemen Perusahaan akan memberikan Surat Pernyataan Direksi tentang tanggung jawab di atas yang ditandatangani oleh Direksi untuk dilaporkan dalam laporan keuangan auditan. Sebagai bagian dari proses audit, kami akan meminta penegasan tertulis berupa Surat Representasi Manajemen mengenai kelengkapan dari segala pernyataan dan informasi yang diberikan Perusahaan kepada kami sehubungan dengan audit yang kami laksanakan, antara lain , t
Page 4 OCR 0.957
A Nexia KANAKA PURADIREDJA, SUHARTONO KPS seperti laporan keuangan disusun oleh manajemen dengan itikad baik, kelengkapan risalah rapat yang diselenggarakan, adanya aset yang dijaminkan, adanya keyakinan dari manajemen bahwa semua kecurangan (fraud) yang diketahui oleh manajemen telah tercermin dan diungkapkan dalam laporan keuangan, jumlah penyisihan piutang ragu-ragu yang memadai, aset/liabilitas bersyarat serta hal-hal lainnya yang dipandang perlu. Agar kami dapat melakukan penerbitan Laporan Auditor Independen, manajemen Perusahaan harus membubuhkan paraf pada setiap halaman konsep laporan keuangan yang kami sampaikan dan yang akan menyertai lembar Laporan Auditor Independen tersebut sebagai tanda persetujuan atas figur/angka dan pernyataan yang tertuang, termasuk jurnal koreksinya. Sesuai dengan peraturan yang berlaku, laporan posisi keuangan dan laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain harus ditandatangani oleh manajemen/Direksi Perusahaan, sedangkan catatan atas laporan keuangan diparaf pada setiap halaman. 3. Pendekatan terhadap pengendalian internal Audit kami juga meliputi pengujian dan evaluasi terhadap sistem pengendalian internal serta pengujian secukupnya terhadap catatan-catatan keuangan lainnya yang dipandang perlu. Meskipun demikian, audit kami tidak mencakup semua transaksi yang terjadi dalam Perusahaan karena audit ini tidak secara khusus dimaksudkan untuk mengungkapkan penyimpangan ataupun kesalahan yang mungkin terjadi. Audit kami mengandung risiko bawaan bahwa bila terdapat kekeliruan dan ketidakberesan material, termasuk kecurangan atau pemalsuan, mungkin tidak akan terdeteksi. Namun, bila kami menemukan adanya hal-hal tersebut dalam audit kami, informasi tersebut akan kami sampaikan kepada Saudara. 4. Pendekatan audit berbasis risiko Pendekatan pemeriksaan akan ditentukan berdasarkan hasil pemahaman dan evaluasi atas efektivitas pengendalian internal Perusahaan. Risiko salah saji material yang teridentifikasi pada tahap perencanaan, baik risiko salah saji pada tingkat laporan keuangan maupun risiko salah saji pada tingkat asersi, merupakan bagian yang menjadi fokus pengujian. Apabila struktur pengendalian internal menurut kami memadai untuk mencegah dan mendeteksi kesalahan yang sifatnya signifikan terhadap laporan keuangan, maka kami akan mempertimbangkan untuk melakukan pengujian melalui prosedur analitis maupun verifikasi transaksi yang nilainya signifikan, namun apabila kami memandang bahwa pengendalian internal kurang efektif, ataupun prosedur pemeriksaan substantif terhadap angka-angka laporan keuangan dianggap lebih 'cost-effective” maka kami akan melaksanakan audit berdasarkan pendekatan pemeriksaan substantif. Walaupun demikian, tidak berarti pendekatan substantif mengabaikan unsur evaluasi terhadap pengendalian internal. Dalam hal menemukan adanya kesalahan pembukuan, kami akan sejauh mungkin mengevaluasi kelemahan dalam prosedur pengendalian yang menyebabkan terjadinya kesalahan tersebut, sebagai bahan masukan untuk Perusahaan dalam perbaikan struktur pengendalian internalnya. 5. Pendekatan terhadap daftar dan informasi keuangan lainnya Audit kami mencakup audit terhadap daftar-daftar dan informasi keuangan lainnya yang merupakan bagian dari laporan keuangan pokok. Namun, audit ini tidak dimaksudkan untuk memberikan pendapat atas kewajaran dari daftar-daftar dan data keuangan lainnya secara individual, melainkan dalam kaitannya dengan kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan. 6. Inspeksi terhadap keberadaan aset tetap Inspeksi terhadap keberadaan aset tetap akan dilaksanakan secara sampling, terutama untuk aset tetap yang bernilai signifikan. Sampel akan dipilih dari rincian aset tetap yang mendukung angka yang disajikan dalam laporan keuangan. | /
Names mentioned 3 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Ayi Saepudin
p.1
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.