Back to announcement
20240606_WOOD_Laporan Informasi dan Fakta Material_31647892_lamp1.pdf
Other Text extracted WOODSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 82
Page 1
KJPP
DASA' AT, YUDISTIRA DAN REKAN
0
LAPORAN
STUDI KELAYAKAN
PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA
PT INTEGRA INDOCABINET TBK
("WOOD")
LOKASI:
SIDOARJO, JAWA TIMUR
NO. LAPORAN: 0000S/2.0041-00/BS/NB-1/0384/1N/2024
Trusted Appraisal Services
Page 2
KJPP
DASA' AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Business & Prope: ·ty Appraise ·s
,.. .lrl .•
A.REA SERVED: INOONESiA & 1/YORLO WIDE
No. Laporan: OOOOS/2.0041-00/BS/NB-1/0384/1N/2024
Jakarta, 31 Mei 2024
Kepada Yth.
PT INTEGRA INDOCABINET Tbk
Jl. Raya Betro 678
Sedati Sidoarjo 61253
Jawa Timur, Indonesia
Dengan hormat,
KANTOR JASA PENILAI PUBLIK DASA' AT, YUDISTIRA DAN REKAN ("DYR") telah ditunjuk oleh
PT INTEGRA INDOCABINET Tbk ("WOOD") berdasarkan persetujuan atas Surat Penawaran
No. PR.DYR-00/IT /BS/II/IV /2024/ITK/0118 tanggal 25 April 2024 dengan maksud dan tujuan untuk
memberikan pendapat mengenai kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha WOOD
berupa bidang usaha sesuai dengan KBLI No. 68111 yaitu Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau
Disewa.
Studi ini merupakan hasil kajian dan analisis yang dilakukan dengan meninjau kelayakan atas
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilakukan oleh WOOD, ditinjau dari berbagai
aspek yang meliputi aspek makro, aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model
manajemen, dan aspek keuangan.
Studi ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis
di Pasar Modal, Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
No.17 /SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal, serta Kode Etik Penilai Indonesia ("KEPI") serta Standar Penilaian Indonesia ("SPI") Edisi VII
Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.
Kami telah menerbitkan Laporan Studi Kelayakan dengan Laporan No. 00004/2.0041-00/BS/NB-
1 /0384/1 /V /2024 tanggal 13 Mei 2024. Selanjutnya kami menerbitkan Laporan Studi Kelayakan
dengan Laporan No. 00005/2.0041-00/BS/NB-1 /0384/1 /V /2024 tanggal 31 Mei 2024 dengan
perbaikan sebagai berikut:
• Penyesuaian terhadap tanggal dan nomor Laporan Studi Kelayakan:
• Penambahan pengungkapan rincian kegiatan usaha pada Sub Bab 1. 1 Latar Belakang;
• Penyesuaian informasi pada Bab 2 Gambaran Umum Perseroan;
• Penambahan informasi perpajakan WOOD pada Sub Bab 2.4 Tinjauan Kinerja Keuangan;
• Penambahan anatisis mengenai potensi pasar, sasaran pasar, dan potensi nilai pasar pada
Sub Bab 4. 1 lndustri pada WOOD;
• Penambahan informasi para competitor kegiatan usaha dan analisis persaingan pada Sub
Bab 4.2 Pesaing Usaha;
• Penambahan informasi analisis kelayakan teknis yaitu analisis kapasitas, analisis
ketersediaan dan kualitas sumber daya, termasuk bahan baku mentah, pekerja, dan ahli
profesional dan analisis proses produksi pada Sub Bab 5.3 Aspek Teknis Terkait dengan
Produk dan Layanan;
Head Office
Business & Property Appraisa l (PB) :
The Manhattan Square - Mid Tower
15th Floor Unit D
JI. TB. Simatupang Kav.1 S
Cilandak Timur, Jakarta Selatan. 12560
T : +62-21 2780 8586 (Hunting)
E info@dyr.co id i
WWW dyr.co.id Trusted Appraisal Services
Branch Office :
Jakarta (P), Semarang (PB), Medan (P), Surabaya (P), Denpasar (P). Bandung (P). Pekanbaru (P)
Lampung (P). Surakarta (PS). Banyumas (PS). Sleman (PS), Balikpapan (PS}, Manado (PS)
Page 3
KJPP
DASA' AT, YUDISTIRA DAN REKAN
A~EA ERV 1 NL-ONE)IA & WI RI win::
• Penambahan informasi cara WOOD dalam mengatasi weakness dan threat dari bisnis pada
Sub Bab 6.2 Analisis SWOT;
• Penambahan informasi mitigasi risiko dan analisis mengenai manajemen kekayaan
intelektual, kapasitas dan kemampuan manajemen dan kesesuaian struktur organisasi dan
manajemen pada Sub Bab 7.2 Manajemen Risiko;
• Penambahan informasi analisis kemampuan WOOD untuk melakukan pembiayaan capUal
expenditure, analisis biaya pendirian, analisis modal kerja, analisis sumber pembiayaan,
analisis biaya operasional dan analisis biaya bahan baku mentah pada Bab VIII Aspek
Keuangan;
1. Status Penilai
Penilai adalah partner dari KJPP DASA' AT, YUDISTIRA DAN REKAN dengan kualifikasi sebagai
berikut:
Nama Penilai : Ivan Teguh Khristian, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
ljin Penilai Publik : B.1-14.00384
STTD Penunjang Pasar Modal : STTD.PB-35/PJ-1 /PM.02/2023
STTDIKNB : 086/NB.122/STTD-P/2017
MAPPI : 10-S-02664
Klasifikasi lzin : Penilaian Bisnis (8)
KJPP DASA' AT, YUDISTIRA DAN REKAN ("DYR") adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang
terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal serta memiliki kompetensi untuk
melakukan penugasan ini.
Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami bertindak secara independen tanpa
adanya benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek Studi
Kelayakan, ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Objek Studi
Kelayakan. DYR juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan
penugasan ini.
Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan
pihak manapun. lmbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang
dihasilkan.
2. ldentitas Pemberi Tugas
Nama Perusahaan PT lntegra lndocabinet Tbk
Jenis Usaha Manufaktur dan Kehutanan
Alamat Jl. Raya Betro 678
Sedati Sidoarjo 61253
Jawa Timur, Indonesia
Nomor telepon (+62) 31 891 0434 - 36
Faksimili (+62) 31 891 1391
Email marketing@iil.co. id I credo@iil.co. id
Website www.integragroup-indonesia.com
3. ldentitas Pengguna Laporan
Nama Perusahaan PT lntegra lndocabinet Tbk
Jenis Usaha Manufaktur dan Kehutanan
Alamat Jl. Raya Betro 678
Sedati Sidoarjo 61253
Jawa Timur, Indonesia
Nomor telepon (+62) 31 891 0434 - 36
Faksimili (+62) 31 891 1391
Email marketing@iil.co. id I credo@iil.co. id
Website www.integragroup-indonesia.com
ii
Trusted Appraisal Services
Page 4
KJPP
DASA' AT, YUDISTIRA DAN REKAN
'\RE~SERVEO INOCN :;:A&WORL W1D
4. Objek Studi Kelayakan
Bahwa Objek studi Kelayakan sesuai dengan infromasi yang diberikan oleh Pemberi Tugas
adatah Jasa Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha WOOD berupa bidang usaha
sesuai dengan KBLI No. 68111 yaitu Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa.
5. Jenis Mata Uang yang Digunakan
Dalam penugasan ini Studi Kelayakan dinyatakan dalam mata uang Rupiah.
6. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas penambahan
kegiatan usaha PT INTEGRA INDOCABINET TBK ("WOOD") dalam kaitan kepentingan pasar
modal yang mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17 / POJK. 04/2020
tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal, Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No.17 /SEOJK.04/2020
tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Kode
Etik Penilai Indonesia ("KEPI") serta Standar Penilaian Indonesia ("SPI") Edisi VII Tahun 2018
dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.
7. Pendekatan dan Metodologi Studi Kelayakan
Untuk melakukan studi kelayakan ini, kami akan melakukan sesuai Peraturan Otoritas Jasa
Keuangan Nomor 17 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Matera! dan Perubahan Kegiatan Usaha
dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia No.17 /SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal.
8. Tanggal Studi Kelayakan dan Waktu Pelaporan
Tanggal penilaian adalah per 31 Desember 2023 di mana batas tersebut diambil atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan penilaian. Masa berlaku laporan ini adalah 6 (enam)
bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2024.
9. Tingkat Kedalaman lnvestigasi
Dalam penilaian ini, kami telah melakukan investigasi untuk mendapatkan keyakinan yang
memadai diantaranya dengan melakukan Wawancara terhadap Manajemen WOOD, yaitu:
iii
Trusted Appraisal Services
Page 5
KJPP
DASA' AT, YUDISTIRA DAN REKAN
AF; A-:. WED ND0NEc-lA & ~..._ LO NIPE
10. Sumber lnformasi yang Dapat Diandalkan
Dalam melakukan penilaian ini, DYR juga menggunakan informasi yang beberapa sumber
informasi relevan yang handal tanpa perlu melakukan verifikasi :
•
.
Data-data laporan keuangan historis yang telah diaudit;
D L I K A d"t WOOD
Tahun Auditor Namer dan Tanggal Op1n1
KAP Teramiharja, Wajar tanpa
No: ooon/3.0251/AU.1/04/0452-3/1/IV/2020
2019 Pradhono &. modifikasian
Tanggal: 20 April 2020
Chandra
KAP Teramiharja, Wajar tanpa
No: 00059/3.0251/AU.1/04/0453-1/1/IV/2021
2020 Pradhono ft modifikasian
Tanggal: 14 April 2021
Chandra
KAP Teramiharja, Wajar tanpa
No : 00053/3.0251 / AU.1 /04/0453-2/1 /IV /2022
2021 Pradhono ft modifikasian
Tanggal : 19 April 2022
Chandra
KAP Teramiharja, Wajar tanpa
No : 0001713.0251/ AU.1 /04/0453-3/ 1 /11l/2023
2022 Pradhono ft modifikasian
Tanggal: 28 Maret 2023
Chandra
KAP Teramiharja, Wajar tanpa
No: 00017/3.0251/AU.1/04/02n-111,111,2024
2023 Pradhono ft modifikasian
Tanggal: 27 Maret 2024
Chandra
• Dokumen hukum yang terkait dengan Studi Kelayakan;
• Data-data ekonomi yang diperoleh dari S&P Global;
• Data-data ekonomi baik yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi
terkait seperti Bank Indonesia;
• Data statistik dari Badan Pusat Statistik.
Dalam melakukan penilaian ini, DYR juga menggunakan informasi yang beberapa sumber
informasi relevan yang perlu melakukan verifikasi :
• Diskusi dengan pihak rnanajemen baik Pemberi Tugas maupun Objek Studi Kelayakan;
• Data finansial terkait dengan Objek Studi Kelayakan.
Tinjauan terhadap kondisi fundamental Objek Studi Kelayakan yang menyangkut sejarah
singkatnya, struktur modal dan susunan pengurus, deskripsi bidang usaha dan kinerja
keuangan, serta memperhatikan kondisi makro yang ada.
• Data-data lainnya sebagai informasi pendukung, seperti Rencana Anggaran Biaya.
11. Asumsi dan Asumsi Khusus
Asumsi dan asumsi khusus yang akan digunakan dalam penugasan merupakan asumsi dan
asumsi khusus yang wajar dan relevan dengan memperhatikan tujuan di mana studi kelayakan
diperlukan.
Asumsi khusus adalah asumsi yang berbeda dari fakta yang sebenarnya pada tanggal studi
kelayakan atau hal yang tidak akan dibuat oleh sebagian kecil pelaku pasar dalam suatu
transaksi pada tanggal studi kelayakan. Asumsi khusus sering digunakan untuk menggambarkan
efek dari suatu situasi yang akan mempengaruhi nilai.
Dalam pelaksanaan penugasan, Penilai akan menggunakan asumsi yang wajar untuk diterima
sebagai fakta dalam konteks penugasan.
iv
Trusted Appraisal Services
Page 6
KJPP
DASA'
,. AT, YUDISTIRA DAN REKAN
.0,,RE~ ~ERV INL,C "'lE A W R W D
12. Persyaratan Atas Persetujuan Untuk Publikasi
Laporan studi kelayakan ini bersifat terbuka untuk publik, kecuali terdapat informasi rahasia
yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan. Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan
studi kelayakan ini sebagaimana yang disebutkan dalam lingkup penugasan, menginformasikan
bahwa tidak terdapat informasi rahasia yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan di
dalam laporan ini. Penggunaan Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup
Penugasan Laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari KJPP DASA'AT YUDISTIRA
DAN REKAN serta Pemberi Tugas.
Tanda tangan Penilai Publik dan cap DYR yang resmi merupakan syarat mutlak Laporan Studi
Kelayakan yang dihasilkan.
13. Konfirmasi Bahwa Penilaian dilakukan berdasarkan POJK dan KEPI & SPI
Analisis, opini dan kesimpulan yang dibuat oleh penilai, serta laporan penilaian telah dibuat
dengan memenuhi ketentuan kepada POJK Nomor 17 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Materal
dan Perubahan Kegiatan Usaha, POJK Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan Republik Indonesia No.17 /SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian
Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal serta Kode Etik Penilai Indonesia ("KEPI") serta
Standar Penilaian Indonesia ("SPI") Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.
14. Kesimpulan
Berdasarkan kajian, evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi lainnya dengan syarat
asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa
rencana penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilaksanakan oleh WOOD adalah layak.
Demikian hasil Studi Kelayakan yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada standar dan kode
etik yang berlaku.
Hormat kami,
KJPP DASA'AT, YUDISTI REKAN
lzin Penilai : No. 8.1-14.00384
STTD Penunjang Pasar Modal : No. STTD.PB-35/PJ-1 /PM.02/2023
MAPPI : No. 10-S-02664
V
Trusted Appraisal Services
Page 7
KJPP
DASA' AT, YUDISTIRA DAN RE KAN
AR A~ RVL N['ONE IA& WC R W
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda-tangan dibawah
ini menerangkan bahwa :
1. Penugasan Studi Kelayakan ini telah dilakukan terhadap Objek Studi Kelayakan dan dilakukan
secara independen;
2. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan;
3. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Studi
Kelayakan Perubahan Kegiatan Usaha;
4. Penugasan telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku;
5. Kesimpulan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
6. Pernyataan yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan yang diuraikan di
dalam laporan ini adalah benar;
7. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Studi Kelayakan diperoleh dari berbagai sumber yang
diyakini Penilai Usaha dapat dipertanggungjawabkan;
8. Selanjutnya laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat pembatasan yang mempengaruhi
analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam laporan ini;
9. Penilai bertanggung jawab sepenuhnya atas prosedur, pelaporan, dan hasil studi kelayakan
yang dilakukan;
10. Penugasan ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17 /POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
No.17 /SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal, serta Kode Etik Penilai Indonesia ("KEPI") serta Standar Penilaian Indonesia
("SPI") Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.
Jakarta, 31 Mei 2024
Ivan Teguh Khristian, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.) - Penilai Publik
No. lzin Penilai : B.1-14.00384
No. MAPPI 10-S-02664
No. RMK RMK-2017.00343
H. Andi Noviastoko, S.E. 1 M.Ec.Dev. - Reyjewer
No. MAPPI 12-T-03566
No. RMK : RMK-2017.00837
Lieke Herianto, B.Comm. - Penilai
No. MAPPI 18-T-08709
No. RMK : RMK-2021.03n1
Monica Mega Pratiwi, S.A.B. 1 - Penilai
No. MAPPI 22-P-11222
No. RMK : RMK-2023.04853
vi
Trusted Appraisal Services
Page 8
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
DAFTAR ISI
Halaman
SERTIFIKAT
PERNYATAAN PENILAI
DAFTAR ISI
DAFTAR FIGUR
BAB I P E N D A H U L U A N ............................................................................. 1
Latar Belakang .................................................................................... 1
Identitas Penilai ................................................................................... 1
Identitas Pemberi Tugas ......................................................................... 2
Identitas Pengguna Laporan ..................................................................... 2
Maksud dan Tujuan ............................................................................... 2
Metodologi ......................................................................................... 2
Pembatasan ........................................................................................ 3
BAB II GAMBARAN UMUM PERSEROAN .................................................................. 5
2.1 Profil PT INTEGRA INDOCABINET Tbk (“WOOD”) ............................................. 5
2.1.1 Pendirian ........................................................................................... 5
2.1.2 Produk dan Layanan .............................................................................. 5
2.1.3 Struktur Permodalan ............................................................................. 6
2.1.4 Susunan Pengurus ................................................................................. 6
2.2 Legalitas dan Perizinan yang Dimiliki WOOD .................................................. 6
2.3 Tenaga Kerja ...................................................................................... 7
2.4 Tinjauan Kinerja Keuangan ...................................................................... 7
BAB III ASPEK MAKRO INDONESIA....................................................................... 13
3.1 Makro Ekonomi Indonesia ....................................................................... 13
3.1.1 Pertumbuhan Ekonomi .......................................................................... 13
BAB IV ASPEK PASAR...................................................................................... 18
4.1 Industri pada WOOD ............................................................................. 18
4.2 Persaingan Usaha ................................................................................ 24
4.3 Strategi Pemasaran .............................................................................. 26
BAB V ASPEK TEKNIS ..................................................................................... 27
5.1 Bisnis WOOD ...................................................................................... 27
5.2 Rencana Kegiatan Baru WOOD ................................................................. 29
5.3 Aspek Teknis Terkait dengan Produk dan Layanan .......................................... 30
BAB VI ASPEK POLA BISNIS .............................................................................. 34
6.1 Pola Bisnis ......................................................................................... 34
6.1.1 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai ........................................................ 34
6.1.2 Keunggulan Kompetitif .......................................................................... 34
6.1.3 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ................................................... 34
6.2 Analisis SWOT..................................................................................... 34
BAB VII ASPEK MODEL MANAJEMEN ..................................................................... 36
7.1 Ketersediaan Tenaga Kerja ..................................................................... 36
7.2 Manajemen Risiko ................................................................................ 37
vii
Page 9
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
Halaman
BAB VIII ASPEK KEUANGAN ................................................................................ 39
8.1 Rencana WOOD ................................................................................... 39
8.2 Proyeksi Laba Rugi ............................................................................... 39
8.3 Proyeksi Posisi Keuangan ....................................................................... 42
8.4 Cut Off Date dalam Analisis .................................................................... 46
8.5 Penetapan Tingkat Diskonto .................................................................... 46
8.6 Analisis Kelayakan Proyek ...................................................................... 48
8.7 Analisis Break Event dengan Penambahan Usaha ........................................... 49
8.8 Analisis Profitabilitas & ROI dengan Penambahan Usaha .................................. 49
8.9 Analisis Sensitivitas Inkremental Sebelum dan Setelah Penambahan Usaha ............. 50
8.10 Kesimpulan........................................................................................ 50
LAMPIRAN KEUANGAN
viii
Page 10
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
DAFTAR FIGUR
Halaman
Figur 1. Struktur Permodalan ............................................................................... 6
Figur 2. Laba (Rugi) (dalam Jutaan Rupiah)............................................................... 7
Figur 3. Posisi Keuangan (dalam Jutaan Rupiah) ......................................................... 8
Figur 4. Arus Kas (dalam Jutaan Rupiah) ................................................................. 10
Figur 5. Rasio Keuangan..................................................................................... 11
Figur 6. Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran ........................................................ 13
Figur 7. Pertumbuhan Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan IV 2023 ............................. 14
Figur 8. Peta Inflasi Daerah Desember Tahun 2023 ..................................................... 15
Figur 9. Volume dan Nilai EKspor Industri Furnitur Indonesia (2015-2022) .......................... 19
Figur 10. Pertumbuhan Tahunan Indeks Demand Kategori Sewa (% yoy) dan Pertumbuhan Tahunan
Indeks Demand Kategori Jual (% yoy) ........................................................... 21
Figur 11. Pertumbuhan Tahunan Indeks Demand Kategori Sewa (% qtq) dan Pertumbuhan Tahunan
Indeks Demand Kategori Jual (% qtq) ........................................................... 21
Figur 12. Pertumbuhan Tahunan Indeks Supply Kategori Sewa (% yoy) dan Pertumbuhan Tahunan
Indeks Supply Kategori Jual (% yoy) ............................................................. 21
Figur 13. Pertumbuhan Triwulan Indeks Supply Kategori Sewa (% qtq) dan Pertumbuhan Triwulan
Indeks Supply Kategori Jual (% qtq) ............................................................. 22
Figur 14. Perkembangan Indeks Harga Kategori Sewa Tahunan (% yoy) dan Perkembangan Indeks
Harga Kategori Jual Tahunan (% yoy) ........................................................... 22
Figur 15. Perkembangan Indeks Harga Kategori Sewa Tahunan (% qtq) dan Perkembangan Indeks
Harga Kategori Jual Tahunan (% qtq) ........................................................... 23
Figur 16. Proyeksi Laba Rugi dengan penambahan kegiatan usaha .................................... 39
Figur 17. Proyeksi Laba Rugi tanpa penambahan kegiatan usaha ...................................... 40
Figur 18. Proyeksi Posisi Keuangan dengan penambahan kegiatan usaha ............................ 42
Figur 19. Proyeksi Posisi Keuangan tanpa penambahan kegiatan usaha ............................... 43
Figur 20. Beta .................................................................................................. 47
Figur 21. Cost of Equity ...................................................................................... 48
Figur 22. Perhitungan WACC ................................................................................. 48
Figur 23. Analisis Break Event (dalam miliar Rupiah) .................................................... 49
Figur 24. Analisis Profitabilitas Setelah Penambahan Kegiatan Usaha ................................. 50
Figur 25. Analisis Sensitivitas Pendapatan dan Biaya .................................................... 50
ix
Page 11
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
PT Integra Indocabinet Tbk (“WOOD”) didirikan berdasarkan Akta Notaris Soetjipto, S.H.,
No. 147 tanggal 19 Mei 1989, Notaris di Surabaya. Akta Pendirian ini telah disahkan oleh
Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-320.HT.01.01.TH.90
tanggal 20 Januari 1990.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar WOOD, maksud dan tujuan WOOD ialah berusaha
dalam bidang industri dan perdagangan besar. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut,
WOOD menjalankan kegiatan usaha termasuk namun tidak terbatas pada produksi mebel
berbahan dasar kayu dan produk kayu lainnya. WOOD memulai aktivitas usahanya sejak
tahun 1989.
WOOD pada awalnya memproduksi rak CD kayu dan plastik yang diekspor ke AS. Seiring
berkembangnya pengalaman mereka dalam proses produksi, perusahaan kemudian
berinvestasi untuk mesin yang memproduksi furnitur sederhana. Seiring melesatnya reputasi
berkat kualitas dan desain produk, bisnis terus berkembang pesat selama tahun-tahun ke
depan. WOOD hingga saat ini terus mempertahankan pengakuan global sebagai salah satu
perusahaan manufaktur furnitur terkemuka.
Melihat perkembangan industri manufaktur di Indonesia maupun global, WOOD menyadari
ekspansi serta pengembangannya mampu menggarap pasar yang dituju, maka dari itu WOOD
berencana untuk mengembangkan lagi lini usaha lain yaitu di bidang real estat. WOOD
berencana akan menciptakan kawasan perumahan yang berkonsep Eco City, Green, dan
Modern yang dilengkapin AI yang dikembangkan di area tidak jauh dari pusat kota, di mana
belum terdapat kawasan yang terkonsep dengan baik, dengan mengambil market terbesar
pada kustomer usia muda hingga mapan.
Sehubungan dengan hal tersebut, WOOD membutuhkan pihak Independen untuk melakukan
kajian dan analisis kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha sesuai dengan KBLI
No. 68111 yaitu Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa. Untuk penyusunan Studi
Kelayakan ini, WOOD telah menuntuk KANTOR JASA PENILAI PUBLIK DASA’AT, YUDISTIRA
DAN REKAN (“DYR”) yang diharapkan dapat melakukan kajian secara objektif dan
independen sesuai dengan kesepakatan yang teruang dalam persetujuan atas Surat
Penawaran No. PR.DYR-00/IT/BS/II/IV/2024/ITK/0118 tanggal 25 April 2024.
Identitas Penilai
Penilai adalah partner dari KJPP Dasa’at, Yudistira & Rekan dengan kualifikasi sebagai
berikut :
Nama Penilai : Ivan Teguh Khristian, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert.)
No. Izin Penilai : B.1-14.00384
No. STTD Penunjang Pasar Modal : STTD.PB-35/PJ-1/PM.02/2023
No. MAPPI : 10-S-02664
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis (B)
KJPP Dasa’at, Yudistira & Rekan (“DYR”) adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di
Kementerian Keuangan dan juga terdaftar sebagai profesi penunjang pasar modal di Otoritas
Jasa Keuangan serta memiliki kompetensi untuk melakukan penilaian ini.
Halaman - 1
Page 12
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
Dalam mempersiapkan Laporan Penilaian ini kami bertindak secara independen tanpa adanya
benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek Studi Kelayakan,
ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Objek Studi Kelayakan. DYR
juga tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Laporan Penilaian ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang
dihasilkan.
Identitas Pemberi Tugas
Nama Perusahaan : PT Integra Indocabinet Tbk
Jenis Usaha : Manufaktur dan Kehutanan
Alamat : Jl. Raya Betro 678
Sedati Sidoarjo 61253
Jawa Timur, Indonesia
Nomor telepon : (+62) 31 891 0434 - 36
Faksimili : (+62) 31 891 1391
Email : marketing@iil.co.id / credo@iil.co.id
Website : www.integragroup-indonesia.com
Identitas Pengguna Laporan
Nama Perusahaan : PT Integra Indocabinet Tbk
Jenis Usaha : Manufaktur dan Kehutanan
Alamat : Jl. Raya Betro 678
Sedati Sidoarjo 61253
Jawa Timur, Indonesia
Nomor telepon : (+62) 31 891 0434 - 36
Faksimili : (+62) 31 891 1391
Email : marketing@iil.co.id / credo@iil.co.id
Website : www.integragroup-indonesia.com
Maksud dan Tujuan
Maksud penugasan ini adalah untuk memberikan pendapat kelayakan atas Penambahan
Kegiatan Usaha PT INTEGRA INDOCABINET Tbk (“WOOD”) dalam kaitan kepentingan pasar
modal dan tidak digunakan di luar konteks atau tujuan penugasan tersebut.
Penugasan ini dilakukan dengan mengacu kepada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik
Indonesia No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) serta Standar
Penilaian Indonesia (“SPI”) Edisi VII Tahun 2018 dan SPI 330 Edisi Revisi Tahun 2020.
Metodologi
Metode yang digunakan dalam menyusun laporan Studi Kelayakan ini adalah :
• Pengumpulan data-data primer dari WOOD yang terkait dengan rencana penambahan
kegiatan usaha yang meliputi data-data identitas, perizinan, rencana usaha, serta
data-data lainnya yang terkait dengan rencana penambahan kegiatan usaha.
Halaman - 2
Page 13
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
• Analisis makro ekonomi dan analisis industri untuk mengevaluasi pengaruh dari faktor
tersebut terhadap kinerja WOOD di masa mendatang.
• Analisis kelayakan pasar ini membahas mengenai pasar konstruksi, telekomunikasi,
dan aktivitas penunjang pertambangan dan penggalian lainnya sesuai dengan rencana
penambahan kegiatan usaha.
• Analisis teknis WOOD dalam merealisasikan rencana penambahan kegiatan usahanya
menjadi perusahaan yang juga menawarkan aktivitas telekomunikasi khusus untuk
keperluan sendiri, kontruksi bangunan sipil pertambangan, dan aktivitas penunjang
pertambangan dan penggalian lainnya.
• Analisis pola bisnis menunjukan bahwa rencana penambahan kegiatan usaha WOOD
masih sejalan dengan bisnis existing.
• Analisis model manajemen yang menunjukan kesanggupan manajeman WOOD untuk
menangani rencana penambahan kegiatan usaha WOOD, dalam hal ini merupakan
kesiapan Sumber Daya Manusia.
• Analisis keuangan yang dilihat dari laporan keuangan historis serta prospektif WOOD
untuk mengevaluasi kelayakan penambahan kegiatan usaha WOOD.
• Dalam melakasanakan penugasan ini, analisis dilakukan terhadap kelayakan
penambahan kegiatan usaha. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan indikator Net
Present Value (NPV), Profitability Index (PI), Internal Rate of Return (IRR), dan Break
Even.
Pembatasan
Pembatasan pada studi kelayakan ini adalah sebagai berikut :
• Laporan Studi Kelayakan merupakan hasil analisis KJPP DYR atas rencana penambahan
Kegiatan Usaha WOOD yang juga dimaksudkan untuk digunakan sebagai pemenuhan
ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 17/POJK.04/2020 tentang
Transaksi Materal dan Perubahan Kegiatan Usaha, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 35/POJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
Pasar Modal dan Salinan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
No.17/SEOJK.04/2020 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal.
• Besaran investasi yang digunakan dalam proyeksi merujuk pada rencana dan
pertimbangan manajemen dengan tetap memperhatikan data pasar.
• Penyusunan laporan studi ini merupakan intepretasi kami atas data dan informasi yang
diperoleh dan tersedia yang kami anggap benar pada saat penyusunan laporan ini
dilakukan. Asumsi-asumsi yang digunakan mungkin tidak lagi berlaku apabila terjadi
sesuai atau kondisi tertentu yang mempengaruhi ketepatan asumsi-asumsi tersebut,
seperti diberlakukannya peraturan-peraturan pemerintah yang baru maupun
perubahan-perubahan penting di manajemen, bidang politik, sosial, dan ekonomi.
• Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian sebagai akibat dari kesalahan opini atau
kesimpulan yang terjadi karena adanya data atau informasi WOOD yang relevan dan
signifikan pengaruhnya terhadap opini atau kesimpulan kami, yang tidak dan/atau
belum kami terima dari WOOD.
• Kami berasumsi bahwa WOOD mentaati semua peraturan yang ditetapkan Pemerintah,
khususnya yang terkait dengan operasional perusahaan, baik di masa lalu maupun di
masa mendatang.
• Kami tidak melaksanakan pemeriksanaan terhadap legalitas aset yang dimiliki oleh
WOOD. Kami berasumsi bahwa tidak ada masalah legalitas berkenaan dengan aset-aset
WOOD, baik saat ini maupun di masa yang akan datang.
• Kami berasumsi bahwa WOOD telah dan akan memenuhi kewajiban berkenaan dengan
perpajakan, retribusi pungutan-pungutan, dan/atau kewajiban lainnya sesuai dengan
peraturan yang berlaku.
Halaman - 3
Page 14
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
• Kami telah melakukan penelahaan atas dokumen yang digunakan dalam proses
penyusunan Studi Kelayakan.
• Kami mengandalkan data-data dari manajemen, adapun laporan keuangan audit per cut
off date, kami peroleh dari manajemen.
• Data dan informasi diperoleh dari sumber dan data yang dapat dipercaya.
• Kami menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
pencapaian (fiduciary duty).
• Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan penyusunan Studi Kelayakan dan kewajaran
proyeksi keuangan.
• Kami bukan konsultan yang berkompetensi masalah lingkungan hidup dan karenanya
tidak bertanggung jawab terhadap setiap kewajiban aktual atau potensial yang terkait
dengan permasalahan lingkungan.
• Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non disclaimer opinion.
• Penilai bertanggung jawab pada laporan Studi Kelayakan ini dan kesimpulan akhir dari
laporan ini.
Halaman - 4
Page 15
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
BAB II
GAMBARAN UMUM PERSEROAN
2.1 Profil PT INTEGRA INDOCABINET Tbk (“WOOD”)
2.1.1 Pendirian
PT Integra Indocabinet Tbk (“WOOD”) didirikan berdasarkan Akta Notaris Soetjipto, S.H.,
No. 147 tanggal 19 Mei 1989, Notaris di Surabaya. Akta Pendirian ini telah disahkan oleh
Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan
No. C2-320.HT.01.01.TH.90 tanggal 20 Januari 1990.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir
berdasarkan akta notaris Dyah Ayu Ambarwati, S.H., M.Kn., No. 6 tanggal 20 Juli 2022
menyetujui perubahan pasal 3 mengenai maksud dan tujuan Perusahaan. Perubahan ini
telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. AHU-0055698.AH.01.02.Tahun 2022 tanggal 8 Agustus 2022.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar WOOD, maksud dan tujuan WOOD ialah berusaha
dalam bidang industry dan perdagangan besar. Untuk mencapai maksud dan tujuan
tersebut, WOOD menjalankan kegiatan usaha termasuk namun tidak terbatas pada
produksi mebel berbahan dasar kayu dan produk kayu lainnya.
WOOD memulai aktivitas usaha komersialnya sejak tahun 1989. WOOD berdomisili di
Jl. Raya Betro No.678 Sedati Sidoarjo Jawa Timur, Indonesia. Entitas induk langsung WOOD
adalah PT Integra Indo Lestari, yang merupakan entitas induk terakhir perusahaan.
WOOD berencana akan menciptakan kawasan perumahan yang berkonsep Eco City, Green,
dan Modern yang dilengkapin AI yang dikembangkan di area tidak jauh dari pusat kota, di
mana belum terdapat kawasan yang terkonsep dengan baik, dengan mengambil market
terbesar pada kustomer usia muda hingga mapan.
2.1.2 Produk dan Layanan
Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar WOOD, maksud dan tujuan WOOD adalah untuk
berusaha dalam bidang industri dan perdagangan besar. Untuk mencapai maksud dan
tujuan tersebut di atas WOOD dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai perusahaan
manufaktur terintegrasi, telah memperluas mata rantai bisnis konstruksi dengan
mendirikan Entitas Anak untuk menyediakan pelayanan yang terpadu. WOOD bersama
dengan Entitas Anak saat ini bergerak dalam bidang sebagai berikut :
a. Kehutanan
Grup telah memposisikan dirinya sebagai perusahaan furnitur untuk berbagai proyek
dengan mempertimbangkan kelestarian alam. Hal ini dibuktikan dengan adanya
perluasan rantai bisnis di bidang kehutanan untuk menjaga keberlangsungan sumber
daya alam sebagai bahan baku produk. Selain itu bidang ini juga memberikan program
berkelanjutan kehutanan dan pengembangan masyarakat sekitar hutan menuju
produksi pengelolaan hutan alam yang berkelanjutan sehingga dapat melindungi aset
negara berupa sumber daya hutan dan keanekaragaman hayati.
b. Manufaktur
Grup telah memperluas kemampuan bisnisnya di ranah manufaktur. Dalam proses
bisnisnya, grup melayani bisnis komponen kayu dengan pertumbuhan tinggi,
menekankan pada produksi kerai venetian kayu dan komponen bangunan.
Halaman - 5
Page 16
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
c. Perdagangan
Selain memproduksi berbagai produk furnitur, grup juga memasarkan produk hingga
ke penjuru dunis melalui kegiatan ekspor dan perdagangan domestik guna memperluas
perdagangan.
WOOD
2.1.3 Struktur Permodalan
Berdasarkan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2023, susunan pemegang saham
WOOD adalah sebagai berikut :
Figur 1. Struktur Permodalan
Jumlah Saham
Persentase
Pemegang Saham Ditempatkan dan Jumlah
Kepemilikan
Disetor Penuh
PT Integra Indo Lestari Komisaris 4.573.835.000 71,05% 457.383.500.000
Stephanie Kane Ilham 10.000.000 0,15% 1.000.000.000
Halim Rusli 25.000.000 0,39% 2.500.000.000
Widjaja Karli 20.000.000 0,31% 2.000.000.000
Sjany Tjandra 10.000.000 0,15% 1.000.000.000
Wang Sutrisno 10.000.000 0,15% 1.000.000.000
Masyarakat 1.615.121.900 25,09% 161.512.190.000
Saham treasuri 173.543.100 2,71% 17.354.310.000
Total 6.437.500.000 100% 643.750.000.000
Sumber : Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2023
2.1.4 Susunan Pengurus
Berdasarkan Laporan Keuangan Audit per 31 Desember 2023, susunan Dewan Komisaris dan
Direksi WOOD adalah sebagai berikut :
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Bing Hartono Poernomosidi
Komisaris : Stephanie Kane Ilham
Direksi
Direktur Utama : Halim Rusli
Direktur : Widjaja Karli
Direktur : Syany tjandra
Direktur Independen : Wang Sutrisno
2.2 Legalitas dan Perizinan yang Dimiliki WOOD
Legalitas dan Perizinan yang telah dimiliki WOOD adalah sebagai berikut :
1. Akta Pendirian No. 147 tanggal 19 Mei 1989 oleh Soetjipto, S.H., Notaris di Surabaya.
Akta Pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan
Surat Keputusan No. C2-320.HT.01.01.TH.90 tanggal 20 Januari 1990.
2. Akta Perubahan Terakhir No. 1 tanggal 6 Desember 2022 oleh Dyah Ayu Ambarwati,
S.H.,M.Kn Notaris di Kabupaten Pasuruan mengenai Perubahan Perubahan Anggaran
Dasar WOOD. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0007286 tanggal
16 Januari 2023.
Halaman - 6
Page 17
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
3. Nomor Induk Berusaha (NIB) No. 9120000302194 yang dicetak pada tanggal 28 Juni 2023.
4. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) No. 01.497.306.9-641.000.
2.3 Tenaga Kerja
Berdasarkan Laporan Keuangan Audit WOOD per 31 Desember 2023, Perusahaan dan Entitas
Anaknya memiliki jumlah tenaga kerja sebanyak 1.544 karyawan tetap.
2.4 Tinjauan Kinerja Keuangan
Profil keuangan WOOD telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Teramihardja, Pradhono &
Chandra per 31 Desember 2019 hingga 31 Desember 2023. Berikut adalah profil keuangan
WOOD :
Tinjauan Laba (Rugi)
Figur 2. Laba (Rugi) (dalam Jutaan Rupiah)
2019 2020 2021 2022 2023
Uraian
Audited Audited Audited Audited Audited
Penjualan bersih 2.136.286 2.968.618 5.416.332 4.526.700 2.186.034
Beban pokok penjualan 1.392.344 1.972.070 3.499.321 3.119.034 1.446.763
Laba Bruto 743.942 996.548 1.917.011 1.407.665 739.271
Beban penjualan (118.735) (188.270) (792.436) (815.957) (256.549)
Beban umum dan administrasi (134.830) (166.358) (163.622) (158.573) (140.389)
Beban bunga (211.504) - - - -
Beban administrasi bank (7.943) - - - -
Beban keuangan - (241.944) (255.032) (251.277) (252.053)
Laba (rugi) selisih kurs - bersih (5.125) 2.864 4.313 32.894 (6.550)
Penjualan barang afalan - - - 23.249 28.468
Penghasilan bunga 679 152 2.695 4.185 7.881
Laba (rugi) pelepasan aset tetap 1.733 2.020 2.038 (5.446) 26.400
Rugi revaluasi aset tetap - - - - (4.523)
Beban denda kehutanan - - - - (8.040)
Bagian rugi entitas asosiasi - - (7.476) - -
Lain-lain bersih 15.487 7.433 (3.068) (2.909) 1.093
Laba Sebelum Manfaat (Beban) Pajak 283.704 412.446 704.423 233.830 135.008
Manfaat (Beban) Pajak
Kini (80.013) (106.058) (163.799) (61.321) (37.673)
Tangguhan 14.373 8.100 2.865 4.616 (2.741)
Final - (1) - - -
Jumlah beban pajak - bersih (65.640) (97.959) (160.935) (56.706) (40.413)
Laba Sebelum Efek Penyesuaian Proforma 218.064 314.487 543.488 177.124 94.594
Efek penyesuaian proforma - (113) (8.193) - -
Laba Tahun Berjalan 218.064 314.373 535.296 177.124 94.594
Sumber : Laporan Keuangan WOOD
Penjualan Bersih
Penjualan bersih WOOD bersumber dari penjualan ekspor manufaktur dan penjualan lokal
manufaktur dan kehutanan. Penjualan bersih dari 2019 hingga 2023 mengalami pertumbuhan
yang fluktuatif. Pada tahun 2019 hingga 2021, penjualan bersih mengalami peningkatan
dengan rata-rata sebesar 60,71%. Sedangkan pada tahun 2022 hingga 2023, penjualan bersih
mengalami penurunan dengan rata-rata sebesar 34,07%. Hal ini disebabkan salah satunya
Halaman - 7
Page 18
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
karena penjualan segmen furnitur dan building component WOOD yang didominasi oleh
ekspor berkorelasi tinggi dengan situasi pasar properti terutama ke padar AS. Tingkat suku
bunga kredit perumahan AS yang mencapai lebih dari 7% berpengaruh signifikan terhadap
perlambatan permintaan produk furnitur dan building component WOOD sepanjang tahun
2023. Penjualan bersih WOOD pada 31 Desember 2023 tercatat sebesar Rp2.186.034 juta.
Beban Pokok Penjualan
Porsi beban pokok penjualan WOOD terhadap penjualan pada tahun 2019 hingga tahun 2023
tercatat rata-rata sebesar 66,26%. Porsi beban pokok penjualan terhadap penjualan tersebut
tertinggi tercatat pada tahun 2022 yaitu sebesar 68,90%. Pada 31 Desember 2023, WOOD
membukukan beban pokok pendapatan sebesar Rp1.446.763 juta.
Laba Bruto
Dengan demikian, laba bruto WOOD pada tahun 2019 hingga 2023 WOOD juga mengalami
pertumbuhan yang fluktuatif, dengan rata-rata sebesar 13,07%. Laba bruto tertinggi tercatat
pada tahun 2021 sebesar Rp1.917.011 juta. Laba bruto pada 31 Desember 2023 tercatat
sebesar Rp739.271 juta.
Laba Tahun Berjalan
Laba tahun berjalan WOOD juga tercatat tumbuh fluktuatif pada tahun 2019 hingga 2023,
dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 0,23%. Laba tahun berjalan tertinggi juga tercatat
pada tahun 2021 sebesar Rp535.296 juta. WOOD mencatat laba tahun berjalan pada
31 Desember 2023 sebesar Rp94.594 juta.
Tinjauan Posisi Keuangan
Figur 3. Posisi Keuangan (dalam Jutaan Rupiah)
2019 2020 2021 2022 2023
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 23.692 42.105 116.906 267.210 200.031
Dana yang dibatasi penggunaannya - - - 40.000 -
Piutang usaha - bersih
Pihak ketiga 935.957 685.120 698.823 344.715 449.571
Pihak berelasi 377 2.301 7.171 7.401 4.521
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 24.647 30.877 139.764 145.271 165.319
Pihak ketiga 31 1.538 29.341 8.504 19.951
Persediaan - bersih 1.775.706 2.112.620 2.603.605 2.515.305 2.843.452
Pajak dibayar di muka 56.836 63.209 225.052 34.894 77.448
Biaya dibayar di muka 9.486 6.357 7.761 7.120 4.828
Uang muka pembelian 222.736 448.836 477.134 1.071.335 979.106
Tagihan pajak 2.301 - 5.066 - 10.375
Jumlah Aset Lancar 3.051.770 3.392.962 4.310.623 4.441.755 4.754.603
ASET TIDAK LANCAR
Taksiran tagihan pajak 21.180 32.815 3.733 48.929 35.246
Uang muka pembelian 26.902 25.177 62.857 34.739 246.227
Aset pajak tangguhan 25.177 26.283 17.874 18.092 4.468
Penyertaan saham 21.134 25.300 39.470 44.139 26.273
Aset biologis - 1.654 14.285 14.558 -
Aset tetap - bersih 2.363.095 2.334.406 2.251.984 2.002.882 2.221.153
Properti investasi - - - 237.720 237.720
Aset hak guna - bersih - 105.529 93.851 88.432 57.067
Halaman - 8
Page 19
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
2019 2020 2021 2022 2023
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Aset lain-lain - bersih 6.125 4.881 6.358 25.100 80.164
Jumlah Aset Tidak Lancar 2.463.615 2.556.045 2.490.412 2.514.590 2.908.318
JUMLAH ASET 5.515.385 5.949.007 6.801.035 6.956.345 7.662.921
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank 1.936.906 2.008.471 1.461.305 1.536.031 1.743.634
Utang usaha
Pihak ketiga 160.385 202.895 172.717 86.965 69.947
Pihak berelasi - 6.061 22 8 1.313
Utang lain-lain
Pihak ketiga 8.644 9.906 5.486 3.464 4.674
Pihak berelasi 1.436 2.950 1.700 1.687 1.460
Beban akrual 15.340 17.385 41.652 26.096 26.895
Utang pajak 50.130 92.649 130.885 17.679 9.546
Uang muka pelanggan 20.988 19.049 - - -
Liabilitas kontrak - - 62.197 11.409 64.382
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun:
Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank 129.502 161.999 85.683 119.378 113.017
Liabilitas sewa 25.060 29.156 27.821 23.416 14.261
Utang obligasi - - 42.180 - 407.402
Sukuk mudharabah - - 52.500 - 97.500
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 2.348.391 2.550.520 2.084.148 1.826.133 2.554.032
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang, setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank 173.325 93.328 467.996 419.584 333.955
Liabilitas sewa 37.663 30.761 25.450 18.178 8.765
Utang obligasi - - 404.901 654.464 248.980
Sukuk mudharabah - - 97.500 206.530 109.030
Utang lain-lain pihak berelasi 149.874 149.615 - - -
Laba ditangguhkan atas transaksi penjualan dan
4.294 2.362 814 176 -
penyewaan kembali
Liabilitas pajak tangguhan 44.252 40.377 43.674 40.528 65.805
Liabilitas imbalan kerja 53.977 52.206 34.014 30.145 30.494
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 463.385 368.649 1.074.349 1.369.605 797.028
JUMLAH LIABILITAS 2.811.776 2.919.169 3.158.497 3.195.738 3.351.061
EKUITAS
Modal saham 630.625 630.625 636.250 643.750 643.750
Tambahan modal disetor 226.788 223.992 299.314 314.164 314.163
Saham treasuri - - - (49.643) (89.957)
Komponen ekuitas lainnya - 147.648 147.798 147.798 238.898
Selisih kurs karena penjabaran laporan
141.425 - - - -
keuangan
Selisih transaksi nilai ekuitas dengan pihak non-
6.223 - - - -
pengendali
Penghasilan komprehensif lain 902.522 896.016 884.592 871.889 1.179.694
Saldo laba 786.041 1.121.196 1.663.977 1.822.469 1.940.759
Halaman - 9
Page 20
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
2019 2020 2021 2022 2023
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Kepentingan non-pengendali 9.984 10.361 10.607 10.181 84.554
JUMLAH EKUITAS 2.703.608 3.029.837 3.642.538 3.760.607 4.311.861
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 5.515.385 5.949.007 6.801.035 6.956.345 7.662.921
Sumber : Laporan Keuangan Audited WOOD
Aset
Aset WOOD selama 2019 hingga 2023 didominasi oleh aset lancar. Pada tahun 2019 hingga
2023 aset lancar WOOD mayoritas didominasi oleh persediaan dengan rata-rata sebesar
35,85% terhadap jumlah aset. WOOD mencatat jumlah aset pada 31 Desember 2023 sebesar
Rp7.662.921 juta.
Liabilitas dan Ekuitas
Di sisi liabilitas, pada periode historis 2019 hingga 2023 liabilitas WOOD mayoritas membiayai
aset WOOD, yaitu liabilitas jangka pendek. Pada tahun 2019 hingga 2023, didominasi oleh
utang bank dan lembaga keuangan bukan bank dengan rata-rata porsi terhadap aset sebesar
27,04%. WOOD mencatat liabilitas sebesar Rp3.351.061 juta dan ekuitas sebesar
Rp4.311.861 juta pada 31 Desember 2023.
Tinjauan Arus Kas
Figur 4. Arus Kas (dalam Jutaan Rupiah)
2019 2020 2021 2022 2023
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Arus kas dari aktivitas operasi (406.186) 170.620 (51.753) 88.059 (316.830)
Arus kas dari aktivitas investasi (208.100) (140.928) (10.761) (40.115) (147.592)
Arus kas dari aktivitas pendanaan 538.729 (18.010) 154.361 96.056 366.629
Kenaikan (penurunan) bersih kas, setara kas dan
(75.557) 11.683 91.847 144.000 (97.793)
serukan
Kas dan setara kas dari entitas anak yang
- - 1.312 - -
dikonsolidasikan
Dampak bersih perubahan nilai tukar atas kas dan
888 (166) (2.522) (7.676) 1.660
setara kas
Kas, setara kas, dan cerukan awal tahun 64.166 (10.503) 1.014 91.651 227.975
Kas, setara kas, dan cerukan akhir tahun (10.503) 1.014 91.651 227.975 131.842
Sumber : Laporan Keuangan Audited WOOD
Arus kas dari aktivitas operasi
Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi WOOD tercatat arus kas masuk pada
tahun 2022 sebesar Rp88.089 juta. Sementara pada tahun 2023 tercatat arus kas keluar
sebesar Ro316.830 juta. Hal ini terutama disebabkan karena meningkatnya pembayaran kas
kepada pemasok, direksi, karyawan, dan beban operasional lain-lain.
Arus kas dari aktivitas investasi
Arus kas bersih untuk aktivitas investasi WOOD pada tahun 2022 tercatat arus kas keluar
pada tahun 2022 sebesar Rp40.115 juta. Lalu pada tahun 2023 tercatat arus kas keluar
sebesar Rp147.592 juta yang disebabkan pembelian aset tetap.
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Arus kas bersih yang dari aktivitas pendanaan pada tahun 2023 tercatat arus kas masuk
sebesar Rp366.629 juta yang naik sebesar 281,68% dibanding 2022 yang disebabkan
penambahan utang bank dan lembaga keuangan bukan bank.
Halaman - 10
Page 21
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
Rasio Keuangan
Figur 5. Rasio Keuangan
2019 2020 2021 2022 2023
Keterangan
Audited Audited Audited Audited Audited
Rasio Likuiditas (x)
Rasio Lancar 1,30 1,33 2,07 2,43 1,86
Rasio Cepat 0,54 0,50 0,82 1,05 0,75
Rasio Kas 0,01 0,02 0,06 0,15 0,08
Rasio Aktivitas (x)
Rasio Perputaran Persediaan 1 1 1 1 1
Rasio Perputaran Piutang Usaha 2 4 8 13 5
Rasio Perputaran Utang Usaha 9 9 20 36 20
Rasio Solvabilitas
Rasio Utang Terhadap Aset 50,98% 49,07% 46,44% 45,94% 43,73%
Rasio Utang Terhadap Ekuitas 104,00% 96,35% 86,71% 84,98% 77,72%
Rasio Profitabilitas
Margin Laba Bruto 34,82% 33,57% 35,39% 31,10% 33,82%
Margin Laba Sebelum Manfaat (Beban) Pajak 13,28% 13,89% 13,01% 5,17% 6,18%
Margin Laba Tahun Berjalan 10,21% 10,59% 9,88% 3,91% 4,33%
Rasio Pengembalian Aset 3,95% 5,28% 7,87% 2,55% 1,23%
Rasio Pengembalian Ekuitas 8,07% 10,38% 14,70% 4,71% 2,19%
Sumber : Laporan Keuangan Audited WOOD, Diolah oleh DYR
1. Rasio Likuiditas
Rasio Likuiditas merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
memenuhi kewajiban atau membayar utang jangka pendeknya. Rasio inilah yang dapat
digunakan untuk mengukur seberapa likuidnya suatu perusahaan. Berikut jenis-jenis
Rasio Likuiditas WOOD:
a. Rasio Lancar
Rasio Lancar WOOD pada 31 Desember 2023 tercatat dengan angka di atas 1 yaitu
sebesar 1,86 kali. Hal itu menunjukkan bahwa pada 31 Desember 2023 WOOD sudah
mampu memenuhi kewajibannya dengan menggunakan aset lancar.
b. Rasio Cepat
Rasio Cepat WOOD pada 31 Desember 2023 tercatat dengan angka di bawah 1 yaitu
sebesar 0,75 kali. Artinya, selama periode tersebut WOOD belum mampu melunasi
kewajiannya tanpa harus melikuidasi persediaan.
c. Rasio Kas
Rasio Kas WOOD pada 31 Desember 2023 menunjukkan angka di bawah 1 yaitu
sebesar 0,08 kali. Artinya, pada 31 Desember 2023 WOOD belum mampu memenuhi
kewajibannya dengan menggunakan kas.
2. Rasio Aktivitas
Rasio Aktivitas adalah rasio yang megukur seberapa efektif suatu perusahaan dalam
mengelola aset, dalam rangka untuk meraih manfaat ekonomis. Berikut jenis-jenis
Rasio Aktivitas WOOD:
a. Rasio Perputaran Persediaan
Rasio Perputaran Persediaan WOOD pada 31 Desember 2023 menunjukkan angka 1
kali.
b. Rasio Perputaran Piutang Usaha
Rasio Perputaran Piutang Usaha WOOD pada 31 Desember 2023 menunjukkan angka
5 kali.
Halaman - 11
Page 22
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
c. Rasio Perputaran Utang Usaha
Rasio Perputaran Utang Usaha WOOD pada 31 Desember 2023 menunjukkan angka
20 kali.
3. Rasio Solvabilitas
Rasio Solvabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur sejauh mana aktiva
perusahaan dibiayai dengan utang. Artinya, berapa besar beban utang
yang ditanggung perusahaan dibandingkan dengan aktivanya. Berikut jenis-jenis Rasio
Solvabilitas WOOD:
a. Rasio Liabilitas terhadap Aset
Rasio Liabilitas terhadap Aset WOOD pada 31 Desember 2023 menunjukkan angka
43,73%. Artinya, aset WOOD dibiayai oleh ekuitas pada periode tersebut.
b. Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas WOOD pada 31 Desember 2023 menunjukkan
angka 77,72%. Artinya, struktur modal WOOD didominasi oleh ekuitas pada periode
tersebut.
4. Rasio Profitabilitas
Rasio Profitabilitas merupakan merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan
dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. Berikut jenis-jenis
Rasio Profitabilitas WOOD:
a. Rasio Margin Laba Bruto, Margin Laba Sebelum Manfaat (Beban) Pajak, dan Margin
Laba Tahun Berjalan WOOD pada 31 Desember 2023 masing-masing menunjukkan
angka 33,82%, 6,18%, dan 4,33%.
b. Rasio Return on Assets
Rasio Return on Assets WOOD pada 31 Desember 2023 menunjukkan angka 1,23%.
c. Rasio Return on Equity
Rasio Return on Equity WOOD pada 31 Desember 2023 menunjukkan angka 2,19%.
Informasi Perpajakan
Berdasarkan Laporan Keuangan Audited WOOD per 31 Desember 2023, tercatat beban pajak
penghasilan kini sebesar Rp37.672 juta dan beban pajak penghasilan tangguhan sebesar
Rp2.740 juta.
Informasi Investigasi Lapangan
Kami telah melakukan investigasi lapangan dalam rangka memperoleh informasi yang
relevan dalam penugasan Penamabahan Kegiatan Usaha WOOD.
Berikut informasi terkait pelaksanaan investigasi lapangan :
Surat tugas : ST-00/IT/BS/II/IV/2024/ITK/0118
Lokasi : Sidoarjo, Jawa Timur
Tanggal : 02 Mei 2024
Pelaksana : Ivan Teguh Khristian, S.E., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert)
H. Andi Noviastoko, S.E., M.Ec.Dev
Lieke Herianto, B.Comm
Halaman - 12
Page 23
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
BAB III
ASPEK MAKRO INDONESIA
3.1 Makro Ekonomi Indonesia
3.1.1 Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi 2023 diperkirakan dalam kisaran 4,5-5,3% didorong oleh konsumsi
dan investasi sejalan dengan akselerasi belanja Pemerintah pada akhir tahun dan
percepatan penyelesaian beberapa Proyek Strategis Nasional (PSN). Pada 2024,
pertumbuhan ekonomi diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-5,5% didukung oleh
permintaan domestik utamanya berlanjutnya pertumbuhan konsumsi, termasuk dampak
positif penyelenggaraan pemilu, serta peningkatan investasi khususnya bangunan sejalan
dengan berlanjutnya pembangunan PSN termasuk Ibu Kota Nusantara (IKN). Sementara itu,
kinerja ekspor diprakirakan belum kuat sebagai dampak perlambatan ekonomi global dan
penurunan harga komoditas. Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), prospek LU Industri
Pengolahan, Perdagangan Besar dan Eceran, Informasi dan Komunikasi, Konstruksi, serta
Transportasi dan Pergudangan diprakirakan tetap tumbuh baik. Sementara secara spasial,
pertumbuhan yang baik diprakirakan terjadi di seluruh wilayah, terutama Sulawesi-Maluku-
Papua (Sulampua) sejalan dengan dampak positif hilirisasi mineral, serta Jawa akibat
permintaan domestik yang masih kuat. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat
sinergi stimulus fiskal Pemerintah dengan stimulus makroprudensial Bank Indonesia untuk
mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan domestik.
Figur 6. Pertumbuhan Ekonomi Sisi Pengeluaran
Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2023
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI)
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2023 diprakirakan mencatat surplus sehingga
mendukung ketahanan eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Desember
2023 yang tercatat 3,3 miliar dolar AS dipengaruhi oleh kinerja ekspor komoditas utama
Indonesia yang tetap kuat, seperti batu bara serta besi dan baja. Perkembangan ini
mendukung transaksi berjalan 2023 tetap sehat dan diprakirakan dalam kisaran surplus
0,4% sampai dengan defisit 0,4% dari PDB. Aliran masuk modal asing dalam bentuk investasi
portofolio ke pasar keuangan domestik juga terus berlanjut dengan net inflows hingga
Halaman - 13
Page 24
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
akhir tahun 2023 tercatat sebesar 5,4 miliar dolar AS dan pada Januari 2024 (hingga
15 Januari 2024) tercatat sebesar 3,0 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa Indonesia
pada akhir Desember 2023 tercatat meningkat menjadi 146,4 miliar dolar AS, setara
dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar
negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan
impor. Pada tahun 2024, NPI diprakirakan tetap surplus dengan defisit transaksi berjalan
yang rendah dalam kisaran defisit 0,1% sampai dengan defisit 0,9% dari PDB. Sementara
itu, surplus neraca transaksi modal dan finansial diprakirakan berlanjut didukung oleh
aliran masuk modal asing sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek
perekonomian domestik yang lebih baik dan imbal hasil investasi yang menarik.
Figur 7. Pertumbuhan Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan IV 2023
Keterangan : *Angka sementara; ** Angka sangat sementara
Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2023.
Nilai Tukar Rupiah
Nilai tukar Rupiah hingga 16 Januari 2024 relatif stabil, hanya melemah 1,24% dari akhir
Desember 2023, dengan kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan kembali masuknya aliran
portofolio asing, sejalan dengan tetap menariknya imbal hasil aset keuangan domestik dan
tetap positifnya prospek ekonomi Indonesia. Perkembangan nilai tukar Rupiah tersebut
relatif lebih baik dibandingkan dengan mata uang regional lainnya, seperti Ringgit
Malaysia, Baht Thailand, dan Won Korea Selatan yang masing-masing tercatat melemah
sebesar 1,95%, 2,82%, dan 3,24%. Ke depan, nilai tukar Rupiah akan tetap stabil dengan
kecenderungan menguat didukung oleh meredanya ketidakpastian global, kecenderungan
penurunan yield obligasi negara maju, dan menurunnya tekanan penguatan dolar AS.
Positifnya perkembangan nilai tukar Rupiah ke depan didukung oleh kebijakan stabilisasi
Bank Indonesia serta penguatan strategi operasi moneter pro-market melalui optimalisasi
instrumen SRBI, SVBI, dan SUVBI dalam rangka menarik aliran masuk portofolio asing dan
pendalaman pasar uang. Koordinasi erat Bank Indonesia dengan Pemerintah, perbankan,
dan dunia usaha terus diperkuat untuk mendukung implementasi instrumen penempatan
valas Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP Nomor 36 Tahun
2023.
Halaman - 14
Page 25
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
Perkembangan Inflasi
Inflasi IHK Desember 2023 tercatat sebesar 2,61% (yoy) menurun dari tahun sebelumnya
sebesar 5,51% (yoy) sehingga berada dalam kisaran 3,0±1%. Penurunan inflasi dipengaruhi
oleh terjaganya berbagai komponen inflasi sebagai hasil nyata konsistensi kebijakan
moneter Bank Indonesia yang pro-stability serta sinergi erat kebijakan Bank Indonesia
dengan Pemerintah Pusat dan Daerah. Inflasi inti 2023 terjaga rendah sebesar 1,80% (yoy)
dipengaruhi oleh imported inflation yang rendah, ekspektasi inflasi yang terjangkar dalam
sasaran, dan kapasitas perekonomian yang masih besar dan dapat merespons permintaan
domestik. Inflasi volatile food juga terkendali sebesar 6,73% (yoy) didukung oleh eratnya
sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dengan TPIP dan TPID melalui penguatan
GNPIP di berbagai daerah dalam mengendalikan harga pangan, termasuk dari dampak El
Nino. Inflasi kelompok administered prices tercatat sebesar 1,72% (yoy), sejalan
minimalnya kebijakan penyesuaian harga komoditas yang diatur oleh Pemerintah. Ke
depan, Bank Indonesia terus memperkuat kebijakan moneter yang pro-stability dan
mempererat sinergi kebijakan dengan Pemerintah guna memastikan inflasi 2024 berada
dalam kisaran 2,5±1%.
Figur 8. Peta Inflasi Daerah Desember Tahun 2023
Sumber : Bank Indonesia, Laporan Kebijakan Moneter Triwulan IV 2023
Perkembangan Suku Bunga
Bank Indonesia terus memperkuat respons kebijakan moneter dan inovasi untuk
meningkatkan efektivitasnya dalam memastikan terkendalinya inflasi dan tetap stabilnya
nilai tukar Rupiah. Respons kebijakan moneter tersebut terutama melalui kebijakan suku
bunga dan stabilisasi nilai tukar Rupiah. Di samping itu, Bank Indonesia terus
mengoptimalkan berbagai instrumen moneter pro-market yang telah diterbitkan selama
tahun 2023, yaitu SRBI, SVBI, dan SUVBI untuk memperkuat upaya pendalaman pasar uang
dan mendukung aliran masuk ke dalam negeri. Lelang SRBI dan SVBI hingga 16 Januari 2024
masing-masing telah mencapai Rp296,03 triliun dan 896,50 juta dolar AS. Instrumen SRBI
juga telah secara aktif diperdagangkan di pasar sekunder tecermin dari kepemilikan
nonresiden yang mencapai Rp 75,44 triliun. Lelang SUVBI yang diterbitkan sebagai
instrumen moneter valas telah mencapai 244 juta dolar AS hingga periode yang sama.
Berbagai inovasi instrumen yang telah diterbitkan diharapkan dapat terus memperkuat
ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dari dampak rambatan global.
Halaman - 15
Page 26
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
Transmisi kebijakan moneter berjalan dengan baik. Suku bunga pasar uang (IndONIA)
bergerak dalam kisaran BI-Rate sebesar 5,81% pada 16 Januari 2024. Suku bunga SRBI
tercatat menarik pada level 6,68%, 6,78% dan 6,87% masing-masing untuk tenor 6, 9, dan
12 bulan pada 15 Januari 2024 sehingga mendukung efektivitas SRBI sebagai instrumen
moneter yang pro-market. Sementara itu, suku bunga perbankan tetap rendah dipengaruhi
oleh likuiditas perbankan yang memadai serta kebijakan transparansi SBDK yang
meningkatkan efisiensi suku bunga perbankan. Dengan kaitan ini, suku bunga deposito 1
bulan dan suku bunga kredit pada Desember 2023 tercatat rendah masing-masing sebesar
4,69% dan 9,25%. Imbal hasil SBN tenor 2 dan 10 tahun menurun seiring dengan
ketidakpastian yang mereda.
Pertumbuhan kredit pada 2023 mencapai 10,38% (yoy), berada dalam kisaran atas
prakiraan Bank Indonesia 9-11%. Dari sisi permintaan, peningkatan kredit tersebut sejalan
dengan kinerja positif korporasi dan rumah tangga. Dari sisi penawaran, peningkatan kredit
didorong oleh risk appetite perbankan dan kapasitas likuiditas perbankan yang terjaga
baik, termasuk dampak positif dari kebijakan likuiditas Bank Indonesia seperti KLM dan
Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM). Berdasarkan kelompok penggunaan,
pertumbuhan kredit terutama ditopang oleh kredit investasi dan kredit modal kerja,
masing-masing sebesar 12,26% dan 10,05%. Sementara secara sektoral, pertumbuhan kredit
terutama ditopang oleh kinerja sektor Pengangkutan, Jasa Sosial, Perdagangan, dan
Listrik, Gas, Air. Pembiayaan syariah pada Desember 2023 juga tumbuh sebesar 15,80%
(yoy), sementara pertumbuhan kredit UMKM mencapai 8,03% (yoy). Ke depan,
pertumbuhan kredit diprakirakan meningkat dalam kisaran 10-12% pada 2024, sejalan
dengan tetap kuatnya pertumbuhan ekonomi domestik. Bank Indonesia akan terus menjaga
efektivitas implementasi KLM dan memperkuat sinergi dengan Pemerintah, otoritas
keuangan, Kementerian/Lembaga dan perbankan, serta pelaku usaha untuk mendorong
penyaluran kredit/pembiayaan perbankan pada sektor-sektor berdaya ungkit besar untuk
mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Ketahanan perbankan tetap kuat. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR)
tercatat pada level yang tinggi sebesar 27,86% pada November 2023. Likuiditas perbankan
tetap memadai, tecermin dari rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) pada
Desember 2023 yang terjaga tinggi pada 28,73%. Terjaganya likuiditas perbankan sejalan
dengan masih tingginya penempatan perbankan pada surat berharga yang tergolong likuid
dan implementasi KLM. Kapasitas likuiditas perbankan (lending capacity) juga didukung
oleh penguatan strategi operasi moneter yang pro-market melalui antara lain perdagangan
SRBI di pasar sekunder, yang memberikan fleksibilitas bank dalam mengelola likuiditas.
Sementara itu, rasio kredit bermasalah perbankan (Non-Performing Loan/NPL) tercatat
rendah, sebesar 2,19% (bruto) dan 0,75% (neto). Secara keseluruhan, ketahanan perbankan
yang kuat tersebut didukung oleh kemampuan bayar korporasi dan rumah tangga yang
tetap baik, sejalan dengan kinerja korporasi dan ekspektasi penghasilan rumah tangga yang
terus membaik. Hasil stress-test Bank Indonesia menunjukkan ketahanan perbankan tetap
kuat dalam menghadapi berbagai risiko ketidakpastian ke depan. Bank Indonesia akan terus
memperkuat sinergi kebijakan bersama KSSK dalam memitigasi berbagai risiko tersebut
yang berpotensi mengganggu stabilitas sistem keuangan.
Pada tahun 2023, nilai transaksi digital banking tercatat Rp58.478,24 triliun atau tumbuh
sebesar 13,48% (yoy) dan diproyeksikan meningkat 9,11% (yoy) hingga mencapai
Rp63.803,77 triliun pada tahun 2024. Sementara nilai transaksi Uang Elektronik (UE)
meningkat 43,45% (yoy) sehingga mencapai Rp835,84 triliun dan diproyeksikan meningkat
25,77% (yoy) hingga mencapai Rp1.051,24 triliun pada tahun 2024. Nominal transaksi QRIS
tercatat tumbuh 130,01% (yoy) dan mencapai Rp229,96 triliun, dengan jumlah pengguna
45,78 juta dan jumlah merchant 30,41 juta yang sebagian besar merupakan UMKM.
Sementara itu, nilai transaksi pembayaran menggunakan kartu ATM, kartu debit, dan kartu
kredit mencapai Rp8.178,69 triliun atau turun sebesar 0,81% (yoy). Dari sisi pengelolaan
uang Rupiah, jumlah Uang Kartal Yang Diedarkan (UYD) pada Desember 2023 meningkat
7,33% (yoy) sehingga menjadi Rp1.101,75 triliun.
Halaman - 16
Page 27
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
Transaksi BI-FAST dan BI-Real Time Gross Settlement (RTGS) terus meningkat dimana BI-
FAST tercatat masih menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan transfer dana. Stabilitas
sistem pembayaran yang baik tecermin dari tidak terdapatnya reject transaksi BI-RTGS dan
BI-Scripless Securities Settlement System (SSSS) yang terkait dengan permasalahan
likuiditas. SPBI juga berjalan baik karena didukung oleh kelancaran sisi operasional,
tecermin dari system availability yang tetap terjaga 100%. Bank Indonesia terus
memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang
terjaga di seluruh wilayah NKRI melalui program pengedaran uang Rupiah ke daerah
Terluar, Terdepan, Terpencil (3T) serta kegiatan Kas Keliling, Kas Titipan, dan Ekspedisi
Rupiah Berdaulat.
Halaman - 17
Page 28
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
BAB IV
ASPEK PASAR
4.1 Industri pada WOOD
Industri Furnitur
Mebel atau Furnitur merupakan alat perabot rumah tangga yang mencakup semua barang
seperti kursi, meja, dan lainnya. Perlu anda ketahui bahwa mebel berasal dari kata movable,
yang artinya bisa bergerak. Sedangkan kata furniturberasal dari bahasa Prancis furnitur atau
1520-30 Masehi. Furnitur mempunyai asal kata fournir yang artinya furnish atau ruangan
atau perabot rumah. Walaupun mebel dan furniturmempunyai arti yang berbeda, tetapi
mempunyai penunjukan yang sama yaitu meja, kursi, lemari, dan lainnya. Mebel atau
Furnitursudah mempunyai umur yang sangat tua dan masih bertahan sampai sekarang. Mebel
yang tertua yang ditemukan hingga ini merupakan mebel peninggalan zaman neolithic tahun
3100 sampai 2500 sebelum masehi.
Mebel mempunyai manfaat untuk kenyamanan dan kerapian sebuah rumah atau hunian.
Selain itu, mebel juga mengusung makna–makna sosial yang menegaskan status sosial. Mebel
juga tidak hanya berguna untuk kerapian dan kenyamanan rumah saja namun mengusung
makna sosial yang menegaskan status sosial. Mebel di Asia agak berbeda dengan mebel
Barat. Dan mebel Asia mengembangkan gayanya sendiri, namun kadang dipengaruhi oleh
barat karena orang Asia dengan orang barat melalui kolonialisme, informasi dan pendidikan.
Industri furnitur merupakan salah satu sektor yang potensial dikembangkan karena didukung
dengan ketersediaan sumber daya alam di dalam negeri. Di kancah global, industri furnitur
nasional mampu berdaya saing karena produknya yang inovatif. Industri furntur sebagai
sektor padat karya dan berorientasi ekpsor, juga berperan penting dalam memberikan
kontribusi yang signfikan terhadap upaya pemulihan ekonomi nasional.
Pada triwulan I tahun 2021, kinerja industri furnitur mampu bangkit dan tumbuh positif
sebesar 8,04% setelah pada periode yang sama tahun lalu mengalami kontraksi 7,28% karena
dampak pandemi Covid-19. Sumbangan sebesar 2,60% berasala dari subsektor industri kayu,
barang dari kayu, rotan dan furnitur terhadap pertumbuhan kelompok industri agro. Ini
menunjukan industri furnitur dan kerajinan terbukti memiliki tingkat resiliensi yang tinggi
di saat pandemi. Kementerian Perindustrian terus menjaga ketersediaan bahan baku dan
mendorong pelaku industri furnitur untuk aktif melakukan inovasi agar dapat memacu
produktivitas dan daya saing. Peluang pasar furnitur dan kerajinan yang terus tumbuh,
dengan didukung dengan penyediaan faktor-faktor produksi yang utama, antara lain bahan
baku, modal, dan tenaga kerja. Bahan baku industri furnitur dan kerajinan di Indonesia
dapat dikatakan cukup melimpah, terutama berasal dari hutan produksi yang memiliki luas
68,8 juta hektare. Iklim tropis Indonesia sangat menguntungkan, berbagai jenis pohon dapat
tumbuh dengan cepat, selain itu Indonesia merupakan penghasil 80% bahan baku rotan
dunia, yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera.
Halaman - 18
Page 29
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
Figur 9. Volume dan Nilai EKspor Industri Furnitur Indonesia (2015-2022)
Sumber : Databoks
Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang 2022 volume ekspor
industri furnitur Indonesia mencapai 619 ribu ton, turun 11% dibanding tahun sebelumnya
(year-on-year/yoy). Meski demikian, nilai ekspornya hanya terkontraksi sekitar 2% (yoy)
menjadi USD 2,8 miliar. Penurunan kinerja ini terjadi setelah industri furnitur tumbuh pesat
selama tiga tahun berturut-turut, bahkan sempat mencapai rekor tertinggi pada 2021 seperti
terlihat pada grafik.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong perkembangan industri furnitur
tanah air. Dengan karakteristik sebagai industri padat karya dan berorientasi ekspor, industri
furnitur perlu terus didorong pertumbuhan dan perkembangannya. Kemenperin telah
menggulirkan beberapa kebijakan untuk mendukung pertumbuhan industri furnitur, antara
lain fasilitasi Pusat Logistik Bahan Baku Industri Furnitur sebagai upaya perbaikan rantai
pasok bahan baku industri furnitur, pendirian Politeknik Furnitur dan Pengolahan Kayu di
Kendal untuk mencetak SDM terbaik di industri furnitur, program restrukturisasi
mesin/peralatan industri pengolahan kayu, dan pemberdayaan IKM Furnitur melalui sentra-
sentra IKM furnitur.
Di tengah ancaman resesi global yang sebelumnya membuat pertumbuhan industri furnitur
mengalami kontraksi, pada kuartal pertama tahun 2023 pertumbuhan industri furnitur telah
menunjukkan peningkatan dibandingkan triwulan II-2022. Indeks Kepercayaan Industri (IKI)
yang dirilis Kemenperin mencapai nilai 51,38 atau berada pada level ekspansi, termasuk
salah satunya industri furnitur. Senada dengan nilai IKI yang menunjukkan level ekspansi,
nilai ekspor industri furnitur tahun 2023 sampai dengan bulan Maret mencapai US$ 501 juta.
Dan pada Tahun 2023 Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) mencatat
penurunan kinerja ekspor mebel atau furnitur sebesar 28%. Anjloknya ekspor disebabkan
kondisi geopolitik dan inflasi besar di negara tujuan ekspor. Adapun, berdasarkan catatan
HIMKI ekspor mebel dan kerajinan tahun 2023 sebesar US$1,8 miliar turun 28% (year-on-
year/yoy) dari tahun 2022 sebesar US$2,5 miliar. Hal ini disebabkan oleh kondisi geopolitik
dan inflasi yang tengah melanda pasar global. Penyebab lain penurunan ekspor yakni harga
jual produk lokal yang dianggap terlalu tinggi dibandingkan dengan produk mebel asal
Malaysia, Vietnam dan China. Kendati demikian, Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan
Indonesia (HIMKI) tetap optimis industri mebel dan kerajinan akan bertumbuh pada tahun
ini.
Halaman - 19
Page 30
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
Prospek Industri Furnitur
Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) menargetkan industri
furnitur nasional bisa tumbuh di angka 20% pada tahun 2024. Proyeksi tersebut
mempertimbangkan kondisi perekonomian global yang terus berfluktuasi saat ini. Target
yang cukup moderat lantaran ketidakpastian ekonomi dengan pasar utama ekspor seperti
Jepang, Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Eropa ekonominya sedang tidak baik-baik saja.
Dan beberapa pasar potensial untuk mendorong ekspor seperti Afrika, Timur Tengah, dan
perluasan pasar di Asia. Para pengusaha akan memperluas ekspor ke Cina yang relatif lebih
baik dibandingkan pasar tradisional.
Inovasi lainnya dalam mengejar target pertumbuhan 20% adalah dengan memproduksi
furnitur ramah lingkungan. Upaya ini dilakukan dengan mengganti barang-barang berbahan
plastik dengan rotan dan kayu. Adapun pertumbuhan permintaan terhadap furnitur ramah
lingkungan diperkirakan mencapai 8,6% atau dua kali lipat dibandingkan pertumbuhan
terhadap furnitur secara keseluruhan yang hanya 4,3%. Dari sisi nilainya, Dedy menyebut,
furnitur ramah lingkungan diperkirakan mencapai US$ 51,02 miliar pada tahun 2022.
Kendati demikian, angka ini baru mencapai 6,7% dibandingkan dengan permintaan furnitur
secara keseluruhan, yakni sebesar US$ 766 miliar. Sedangkan tahun 2060 permintaan furnitur
ramah lingkungan diperkirakan mencapai lebih dari 25% dari keseluruhan permintaan
furnitur. Kawasan Asia menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar furnitur. Tercatat,
permintaan furnitur ramah lingkungan di kawasan Asia tumbuh 10% per tahun, lebih tinggi
dibandingkan pertumbuhan pasar furnitur secara keseluruhan yaitu 8,18% per tahun.
Sedangkan nilainya diperkirakan mencapai US$ 179,2 miliar pada 2024 dan US$ 9,37 miliar
atau 5,23% di antaranya disumbangkan oleh furnitur ramah lingkungan.
Perkembangan Industri Properti
Properti memiliki konrtibusi sebagai salah satu sektor unggulan untuk menggerakkan
perekonomian Indonesia. Industri properti juga turut memberikan multiplier effect bagi
industri pendukung serta mempengaruhi perkembangan sektor keuangan sekaligus menyerap
tenaga kerja secara signifikan. Pembangunan berkelanjutan dalam konteks kota ramah
lingkungan sangat penting. pembangunan proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) yang akan
dibangun dengan visi kota hijau merupakan salash satu konsep yang terwujud. Indonesia
telah menjadi tujuan investasi properti terbaik di dunia. Dengan jumlah penduduk terbesar
keempat di dunia yakni sekitar 273 juta jiwa, dan bonus demografi yang akan terjadi sampai
beberapa tahun ke depan, permintaan properti di Indonesia khususnya untuk smart and
green city, akan semakin meningkat pula.
Indeks Permintaan Properti Komersial untuk kategon sewa pada triwulan IV 2023 secara
tahunan tumbuh 1,91% (yoy), melambat dibandingkan 6.22% (yoy) pada tiwulan III 2023
Perlambatan indeks permintaan untuk kategori sewa terjadi pada mayoritas segmen
terkecuali segmen ntel. Perlambatan tersebut terutama disebabkan oleh menurunnya indeks
permintaan segmen hotel di Semarang. Sementara itu, Indeks Permintaan Properti Komersial
untuk kategori jual pada triwulan IV 2023 tumbuh sebesar 0,34% (yoy), relatif stabil
dibandingkan pertumbuhan triwulan sebelumnya sebesar 0,39% (yoy). Hal tersebut
dipengaruhi oleh terjaganya permintaan segmen pergudangan dan lahan industri.
Halaman - 20
Page 31
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
Figur 10. Pertumbuhan Tahunan Indeks Demand Kategori Sewa (% yoy) dan Pertumbuhan
Tahunan Indeks Demand Kategori Jual (% yoy)
Sumber : Perkembangan Properti Komersial (PPKOM), Triwulan IV 2023
Sejalan dengan perkembangan tahunan, secara triwulanan pertumbuhan Indeks Permintaan
Propert Komersial pada kategon sewa melambat dan 2,48% (qtq) pada triwulan sebelumnya
menjadi sebesar 2,11% (qtq) pada triwulan IV 2023 (Grafik 3) Perlambatan indeks permintaan
terjadi pada segmen hotel di Jakarta, Banten, Makassar, dan Denpasar, serta menurunnya
indeks permintaan pada segmen apartemen sewa di Jakarta. Sementara itu, Indeks
Permintaan Properti Komersial triwulan IV 2023 pada kategon jual tumbüh sebesar 0,10%
(qtq), relatif stabil dibandingkan triwulan III 2023 yang tumbuh 0,08% (qtq) (Grafik 4)
Terjaganya pertumbuhan permintaan ini terutama disebabkan oleh pertumbuhan
permintaan pada segmen perkantoran jual di Surabaya dan Jakarta.
Figur 11. Pertumbuhan Tahunan Indeks Demand Kategori Sewa (% qtq) dan Pertumbuhan
Tahunan Indeks Demand Kategori Jual (% qtq)
Sumber : Perkembangan Properti Komersial (PPKOM), Triwulan IV 2023
Permintaan Pasokan Properti Komersial
Indeks Pasokan Properti Komersial untuk kategon sewa pada triwulan IV 2023 tumbuh 1,30%
(yoy) lebih tinggi dibandingkan triwulan III 2023 yang tumbuh 1,03% (yoy). Hal ini didorong
peningkatan indeks pasokan pada segmen nitel sewa, apartemen sewa, dan hotel. Di sisi
lain, Indeks Pasokan untuk kategori jual melambat dan 0,19% (yoy) pada tiwulan sebelumnya
menjadi 0,03% (yoy). Kondisi ini terutama dipengaruhi oleh melambatnya pasokan
perkantoran jual d Jakarta dan lahan industri di Medan.
Figur 12. Pertumbuhan Tahunan Indeks Supply Kategori Sewa (% yoy) dan Pertumbuhan
Tahunan Indeks Supply Kategori Jual (% yoy)
Sumber : Perkembangan Properti Komersial (PPKOM), Triwulan IV 2023
Halaman - 21
Page 32
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
Secara triwulanan, Indeks Pasokan Properti Komersial kategon sewa pada tnwulan IV
202meningkat 0,13% (qtq), setelah sebelumnya terkontraksi sebesar 0,03% (qtq) (Grafik 7).
Kondisi ini terutama didorong oleh peningkatan indeks pasokan pada segmen apartemen
sewa di Bandung dan Denpasar, serta segmen nitel sewa di Banten. Terdapat penambahan
pasokan unit apartemen sewa di Bandung selama tiwulan IV 2023 karena permindahan fungsi
dan kepemilikan. Unit-unit yang sebelumnya dioperasikan sebagai hotel, saat ini
dikembalikan ke masing-masing pemilik dan dioperasikan sebagai apartemen sewa untuk
sewa jangka panjang. Permintaan apartemen sewa di Bandung mayoritas berasal dari
mahasiswa, khususnya terhadap apartemen yang berlokasi dekat dengan perguruan tinggi
Sementara itu, peningkatan indeks pasokan apartemen sewa di Denpasar didorong
pembukaan kembali apartemen sewa yang sempat tutup selama pandemi sering peningkatan
permintaan dan tum mancanegara. Selanjutnya, Indeks Pasokan Properti Komersial kategon
jual juga mengalami peningkatan 0,01% (qtq) setelah mengalami kontraks pada triwulan
sebelumnya sebesar 0,02% (qtq), didorong oleh peningkatan pasokan perkantoran jual di
Surabaya.
Figur 13. Pertumbuhan Triwulan Indeks Supply Kategori Sewa (% qtq) dan Pertumbuhan
Triwulan Indeks Supply Kategori Jual (% qtq)
Sumber : Perkembangan Properti Komersial (PPKOM), Triwulan IV 2023
Perkembangan Harga Properti Komersial
Indeks Pasokan Properti Komersial yang meningkat di tengah perlambatan Indeks Permintaan
Propert Komersial mendorong perlambatan pada indeks Harga Properti Komersial terutama
untuk kategon sewa, Indeks Harga Properti Komersial untuk kategon sewa pada triwulan IV
2023 sebesar 2,03% (yoy), melambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya
sebesar 3,57% (yoy). Hal ini terutama disebabkan penurunan indeks harga pada segmen hotel
di Banten. Selanjutnya, perkembangan Indeks Harga Properti Komersial untuk kategori jual
pada tiwulan IV 2023 mengalami kenaikan 0,64% (yoy), lebih tinggi dibandingkan kenaikan
triwulanill 2023 sebesar 0,48% (Grafik 101 Hal ini seiring peningkatan indeks harga segmen
perkantoran jual di Surabaya dan segmen lahan industri di Semarang.
Figur 14. Perkembangan Indeks Harga Kategori Sewa Tahunan (% yoy) dan Perkembangan
Indeks Harga Kategori Jual Tahunan (% yoy)
Sumber : Perkembangan Properti Komersial (PPKOM), Triwulan IV 2023
Halaman - 22
Page 33
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
Secara triwulanan, Indeks Harga Properti Komersial untuk kategori sewa pada tiwulan V2023
nak 1,76% (qtq) sedikit melambat dibandingkan kenaikan triwulan sebelumnya sebesar 1,79%
(qtq) (Grafik 11). Perlambatan indeks harga tersebut terutama disebabkan penurunan indeks
harga di Jakarta dan Surabaya. Di sisi lain, Indeks Harga Properti Komersial untuk kategori
jual pada triwulan M 2023 naik 0,23% (qtq) sedikit lebih tinggi daripada kenaikan triwulan
sebelumnya sebesar 0, 19% (qt) (Grafik 12). Hal ini didorong oleh peningkatan indeks harga
pada segmen lahan industri di Semarang.
Figur 15. Perkembangan Indeks Harga Kategori Sewa Tahunan (% qtq) dan Perkembangan
Indeks Harga Kategori Jual Tahunan (% qtq)
Sumber : Perkembangan Properti Komersial (PPKOM), Triwulan IV 2023
Prospek Industri Properti Indonesia
Prospek sektor properti global di 2024 diperkirakan diwarnai ketidakpastian, seiring dengan
prospek pertumbuhan ekonomi yang masih berjalan lambat. Sejumlah lembaga
internasional, seperti IMF dan World Bank dan lembaga lainnya telah
mempublikasikan outlook-nya pada tahun 2024.Hasilnya, sebagian besar memproyeksikan
bahwa pertumbuhan ekonomi di 2024 lebih rendah diban ding tahun lalu. IMF, misalnya,
pada 30 Oktober 2023 lalu memperkirakan pertumbuhan ekonomi global di 2024 mencapai
2,9% lebih rendah dengan perkiraan tahun 2023 yang mencapai 3,0%. Perlambatan
pertumbuhan tersebut antara lain dipengaruhi oleh perlambatan ekonomi di Amerika Serikat
(AS), Eropa dan China.
Seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang melambat, diperkirakan hal
tersebut akan mempengaruhi kinerja sektor properti. Bahkan di China, kinerja sektor
properti yang buruk akibat berbagai kasus kebangkrutan yang menimpa beberapa korporasi
besar di bidang properti dalam beberapa tahun terakhir ini justru menjadi sumber
perlambatan pertumbuhan ekonomi.
Perkembangan ini mencerminkan upaya industri properti di Indonesia dalam menghadapi
tantangan dan memanfaatkan peluang untuk pertumbuhan yang berkelanjutan. Dengan
terus menerapkan inovasi, keberlanjutan, dan tata kelola yang baik, industri ini dapat terus
berkembang secara positif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Baru WOOD
Potensi Pasar Real Estat
Sidoarjo merupakan salah satu kota yang berada di Jawa Timur yang cukup berkembang
dalam segi ekonomi dan pariwisata. Perkembangan ini membuat Kota Sidoarjo memiliki
potensi pasar real estat yang cukup menjanjikan. Potensi ini dapat dilihat dari berbagai
faktor yang mempengaruhi perkembangan sektor properti di Kota Sidoarjo. Berikut adalah
beberapa alasan mengapa pasar real estat di Sidoarjo memiliki prospek yang baik:
1. Lokasi Strategis
Sidoarjo terletak di dekat kota besar Surabaya, yang merupakan pusat ekonomi dan
bisnis di Jawa Timur. Kedekatan ini membuat Sidoarjo menjadi pilihan menarik bagi
mereka yang mencari alternatif tempat tinggal di luar Surabaya yang lebih tenang dan
kurang padat, namun tetap memiliki akses mudah ke kota besar tersebut.
Halaman - 23
Page 34
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
2. Pertumbuhan Infrastuktur
Sejak tahun 2017, Sidoarjo menjalankan program "Sidoarjo Smart City," dan berhasil
masuk jajaran 25 kota menuju 100 smart city di Indonesia. Selain itu, wilayah ini maju
dalam pembangunan infrastruktur dengan adanya Tol KLBM yang menghubungkan
Sidoarjo dengan Gresik, Krian, Legundi, Bunder, dan Manyar. Sarana transportasi publik
di Sidoarjo juga lengkap dan berkondisi prima, membuatnya mudah diakses baik dari
jalur darat maupun udara, serta menunjang mobilitas masyarakat.
3. Ketersediaan Lahan
Sidoarjo memiliki ketersediaan lahan yang relatif lebih luas dibandingkan dengan
Surabaya. Hal ini memberikan peluang besar bagi pengembang properti untuk
mengembangkan berbagai jenis proyek real estate, mulai dari perumahan, apartemen,
hingga kawasan komersial dan industri.
4. Permintaan Perumahan
Permintaan perumahan di Sidoarjo cukup tinggi, terutama dari kalangan keluarga muda
dan profesional yang bekerja di Surabaya tetapi mencari tempat tinggal yang lebih
terjangkau dan nyaman. Selain itu, peningkatan jumlah penduduk dan urbanisasi juga
turut mendorong kebutuhan akan perumahan.
5. Pengembangan Kawasan Industri
Sidoarjo juga dikenal dengan kawasan industrinya yang berkembang pesat. Kehadiran
kawasan industri ini tidak hanya menyediakan lapangan kerja, tetapi juga
meningkatkan kebutuhan akan hunian bagi para pekerja dan eksekutif yang ingin tinggal
dekat dengan tempat kerja mereka.
6. Fasilitas Pendidikan dan Kesehatan
Sidoarjo memiliki berbagai fasilitas pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, yang
menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat yang ingin menetap di daerah tersebut.
Kehadiran fasilitas ini menambah nilai investasi properti di Sidoarjo.
7. Kualitas Hidup
Lingkungan yang relatif lebih hijau dan tenang dibandingkan dengan Surabaya
menjadikan Sidoarjo tempat yang nyaman untuk tinggal. Hal ini menarik minat banyak
orang untuk membeli atau menyewa properti di sini.
8. Harga Properti yang Kompetitif
Harga properti di Sidoarjo cenderung lebih terjangkau dibandingkan dengan Surabaya,
namun dengan prospek kenaikan nilai yang cukup menjanjikan. Hal ini membuat
Sidoarjo menjadi pilihan investasi yang menarik bagi pembeli dan investor properti.
Sasaran Pasar Real Estat
Dalam rencana penambahan kegiatan usaha baru, WOOD menetapkan sasaran pasar nya pada
customer yang enggan untuk berpindah dari Sidoarjo timur/utara/selatan karena kedekatan
dengan pusat kota dan customer yang berasal dari Surabaya dengan aktivitas di Sidoarjo dan
sekitarnya dengan daya beli dibawah CitraGarden/Kahuripan/Puri Surya. WOOD juga
menetapkan sasaran pasar pada customer yang punya kemampuan beli lebih tinggi
kebutuhan investasi juga menjadi pertimbangan dalam memilih rumah.
Potensi Nilai Pasar
Potensi nilai pasar usaha real estat di Sidoarjo meningkat signifikan dengan penambahan
bangunan perumahan. Program "Sidoarjo Smart City" dan kemajuan infrastruktur, termasuk
Tol KLBM yang menghubungkan wilayah ini dengan kota-kota lain, menjadikan Sidoarjo lebih
menarik bagi penghuni dan investor. Lengkapnya sarana dan prasarana umum serta
transportasi publik yang prima, mempermudah akses dan mobilitas, semakin menambah
daya tarik bagi pasar real estat. Dengan demikian, potensi pasar real estat di Sidoarjo,
terutama untuk sektor perumahan, memiliki prospek yang cerah dan menjanjikan.
4.2 Persaingan Usaha
Sebagai sebuah perusahaan yang bergerak di bidang furnitur, WOOD akan mempunyai
tambahan job desk di bidang real estat. Meninjau perkembangan industri WOOD, berikut
merupakan list pesaing dari lini usaha WOOD :
Halaman - 24
Page 35
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
• PT Pakuwon Jati Tbk
PT Pakuwon Jati Tbk merupakan perusahaan pengembang real estat yang berlokasi
di Surabaya, Jakarta, Bekasi, Yogyakarta, Solo, Bali, dan Batam. Produk yang
dihasilkan oleh PT Pakuwon Jati adalah:
9. Pakuwon City Township, berlokasi di Kota Surabaya.
10. Educity Residence, berlokasi di Kota Surabaya.
11. One Icon Reisdence, berlokasi di Kota Surabaya.
• PT Lippo Karawaci Tbk
PT Lippo Karawaci Tbk merupakan perusahaan pengembangan real estat yang
berlokasi di Kabupaten Tangerang. Produk yang dihasilkan oleh PT Lippo Karawaci
Tbk adalah:
1. Lippo Village, berlokasi di Kota Tangerang.
2. Lippo Cikarang, berlokasi di Kabupaten Bekasi.
3. Tanjung Bunga, berlokasi di Kota Makassar.
• PT Summarecon Agung Tbk
PT Summarecon Agung Tbk merupakan perusahaan pengembangan real estat di
Jakarta. Produk yang dihasilkan oleh PT Summarecon Agung Tbk adalah:
1. Summarecon Bekasi, berlokasi di Kota Bekasi.
2. Summarecon Kelapa Gading, berlokasi di Jakarta.
3. Summarecon Bandung, berlokasi di Kota Bandung.
• PT Bumi Serpong Damai Tbk
PT Bumi Serpong Damai Tbk merupakan perusahaan pengembang real estat yang
berlokasi di Tangerang Selatan. Produk yang dihasilkan oleh PT Bumi Serpong Damai
Tbk adalah:
1. Navapark, berlokasi di Tangerang Selatan.
2. Avezza, berlokasi di Tangerang Selatan.
3. Jadeite, berlokasi di Tangerang Selatan.
• PT Ciputra Development Tbk
PT Ciputra Development Tbk merupakan perusahaan pengembang real estat yang
berlokasi di Jakarta. Produk yang dihasilkan oleh PT Ciputra Development Tbk
adalah:
1. CitraLand Surabaya, berlokasi di Surabaya.
2. CitraRaya Tangerang, berlokasi di Tangerang.
3. Citra Maja Raya, berlokasi di Banten.
• PT Intiland Development Tbk
PT Intiland Development Tbk merupakan perusahaan pengembang real estat yang
berlokasi di Jakarta. Produk yang dihasilkan oleh PT Intiland Development Tbk
adalah:
1. Graha Natura, berlokasi di Surabaya.
2. Graha Famili, berlokasi di Surabaya.
3. Brezza, berlokasi di Jakarta.
Dari beberapa pesaing WOOD di atas, PT Ciputra Development Tbk, PT Pakuwon Jati Tbk,
dan PT Intiland Development Tbk merupakan pesaing yang mendekati pasar WOOD di bidang
real estat di daerah Sidoarjo. Peluang WOOD untuk bersaing dengan kompetitor yaitu WOOD
memiliki konsep perumahan yang dikembangkan sebagai perumahan menengah dan bawah
serta berlokasi di daerah industri.
Halaman - 25
Page 36
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
4.3 Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran yang dilakukan oleh WOOD adalah dengan mulai menawarkan properti
pada pelanggan dengan usia muda karena pelanggan dengan usia muda lebih dominan. Selain
itu WOOD juga membuat rencana penjualan dengan menetapkan beberapa tahap untuk
memasarkan propertinya.
Strategi yang dibuat WOOD ini dibagi menjadi 5 tahapan yang dapat diselesaikan dalam
waktu 8 tahun.
Halaman - 26
Page 37
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
BAB V
ASPEK TEKNIS
5.1 Bisnis WOOD
WOOD didirikan pada 1989 yang awalnya memproduksi rak kayu dan plastik yang diekpor ke
Amerika Serikat. Seiring berkembangnya pengalaman WOOD dalam proses produksi, maka
WOOD kemudian berinvestasi untuk mesin yang memproduksi furniture sederhana. Seiring
melesatnya reputasi berkat kualitas dan desain produk dan bisnisnya terus berkembang
pesat selama bertahun-tahun hingga saat ini maka WOOD dikenal sebagai salah satu
perusahaan manufaktur furnitur terkemuka di Indonesia.
WOOD dikenal dengan visi untuk menjadi produsen kayu tintegrasi yang terbaik dengan
menggunakan bahan yang berkelanjutan dengan tujuan untuk menjaga lingkungan hidup.
Selama beberapa dekade, komitmen WOOD untuk sumber daya alam berkelanjutan yang
sehat tidak pernah berubah, termasuk upaya berkelanjutan menuju manufaktur lean,
pengadaan dan distribusi yang bertanggung jawab, pengurangan limbah dan emisi material,
serta pengembangan produk yang sadar lingkungan.
Selama bertahun-tahun, WOOD bangga bekerja sama dengan organisasi independen, seperti
Global Forest & Trade Network (GFTN) dari WWF Indonesia untuk menjaga masa depan hutan
dunia, melindungi satwa liar, dan menghormati mata pencaharian masyarakat setempat.
WOOD telah menerima banyak penghargaan dan sertifikat atas tindakan yang baik dan
bertanggung jawab pada lingkungan hidup.
WOOD selalu fokus pada pengerjaan proyek yang baik dan berkualitas. Hingga kini, WOOD
sudah banyak memasarkan produknya ke seluruh penjuru dunia, yang dibuktikan dengan
angka penjualan ekspor WOOD mencapai 85,5% dan penjualan domestic sebesar 14,5%.
Dalam mengerjakan proyeknya, WOOD senantiasa memberikan pelayanan terbaik dan
terintegrasi bagi pelanggannya, dimulai dari produk bahan mentah menjadi perabot rakit
atau perabot jadi. WOOD konsisten mengembangkan kapabilitas untuk menjadi yang
terdepan di bidangnya.
Halaman - 27
Page 38
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
Berikut merupakan contoh beberapa produk yang dihasilkan WOOD.
PERABOT JADI
PERABOT RAKIT
PELENGKAP BANGUNAN
Natural Fibre
Millwork
Plywood
Halaman - 28
Page 39
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
Tirai Kayu
Pintu
Panil Dinding
Lantai Truk
Dalam menghasilkan produk-produk di atas, WOOD melakukan beberapa tahapan berikut.
Perabot Jadi Perabot Rakit Pelengkap Bangunan
1. Gudang kayu Kering 1. Gudang kayu Kering 1. Gudang kayu Kering
2. Proses 2. Proses 2. Proses
3. Sanding 3. Tahap Sanding Akhir 3. Pengemasan
4. Perakitan 4. Finishing 4. Gudang Barang Jadi
5. Tahap Sanding Akhir 5. Pengemasan 5. Pembeli
6. Finishing 6. Gudang Barang Jadi
7. Pengemasan 7. Pembeli
8. Gudang Barang Jadi
9. Pembeli
5.2 Rencana Kegiatan Baru WOOD
Rencana penambahan kegiatan baru WOOD adalah di bidang properti atau dengan KBLI
No. 68111 yaitu Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa.
Halaman - 29
Page 40
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
5.3 Aspek Teknis Terkait dengan Produk dan Layanan
Seiring dengan tumbuhnya populasi masyarakat dan kebutuhan tempat tinggal di Jawa Timur
khususnya di sekitar Kota Sidoarjo dan Kota Surabaya, WOOD memanfaatkan peluang dengan
menambah kegiatan usaha yang bergerak di bidang properti. WOOD memiliki strategi yaitu
mengambil customer yang enggan untuk berpindah dari Sidoarjo Timur/Utara/Selatan
karena kedekatan dengan pusat kota dan kustomer yang berasal dari Surabaya dengan
aktivitas di Sidoarjo dan sekitarnya dengan daya beli di bawah Citra Garden, Kahuripan, atau
Puri Surya.
Dengan penambahan KBLI No. 68111 yang mana WOOD akan menambah kegiatan usahanya
yaitu Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa, WOOD berencana akan menciptakan
kawasan perumahan yang berkonsep Eco City, Green, dan Modern yang dilengkapin AI yang
dikembangkan di area tidak jauh dari pusat kota, di mana belum terdapat kawasan yang
terkonsep dengan baik, dengan mengambil market terbesar pada kustomer usia muda hingga
mapan.
Lokasi Proyek
Lokasi proyek WOOD berada di Jl. Lingkar Timur, Kedung Mulya, Wedoro Klurak, Candi,
Sidoarjo, Jawa Timur.
Halaman - 30
Page 41
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
Akses Lokasi dan Fasilitas Disekitar Lokasi
Akses menuju lokasi dapat dilalui dari arah Jl. Raya Candi menuju ke arah JL. Lingkar Timur.
Lokasi berada di pusat kota dan merupakan Kawasan industri dengan fasilitas terdekat seperti :
1. Alun-alun Kota
2. Sun City Mall
3. Plaza Sidoarjo
4. Gelora Delta Sidoarjo
5. Pasar Larangan
6. Rumah Sakit Daerah
7. Rumah Sakit Siti Hajar
8. Pusat Pendidikan Muhamadyah (TK s/d Univ)
9. Pasar Larangan
Karakteristik Site
Eksisting tanah merupakan sawah aktif, dengan jenis tanah Aluvial (tanah yang terjadi dari
endapan lumpur karena terbawa aliran sungai) Planosol (lapisan bawah lempung). Elevasi
merupakan area dengan kelandaian rendah, tanah sawah yang mempunyai elevasi lebih rendah
dari sungai sekitarnya yang berfungsi sebagai sungai irigasi. Sehingga lokasi ini rawan banjir.
Halaman - 31
Page 42
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
Analisis Kapasitas
Komposisi area saleable yaitu residensial, commercial, mixed used, dan club house sebesar 55%
dari total area atau sebesar 220.593 m 2. Sedangkan area non saleable yaitu road network, green
area, fasum, parkir, lake, dan main gate sebesar 45% dari total area atau sebesar 179.233 m 2.
Ketersediaan Proyek
Lokasi WOOD yang berada berdekatan dengan beberapa pesaing seperti Green Park Regency dan
Perumahan Taman Puspa, serta kedekatannya dengan area pergudangan dan kantor
pemerintahan, menawarkan peluang signifikan untuk pengembangan usaha di daerah tersebut.
Kehadiran kompleks perumahan yang mapan menciptakan permintaan tinggi untuk berbagai
layanan dan fasilitas, seperti kebutuhan akan ruang hijau, pusat perbelanjaan, dan fasilitas
rekreasi. Selain itu, kedekatan dengan pergudangan dapat menarik bisnis yang membutuhkan
akses mudah ke fasilitas penyimpanan dan distribusi. Proximitas dengan kantor pemerintahan juga
meningkatkan peluang kerjasama dan akses terhadap berbagai layanan publik, yang pada
gilirannya dapat meningkatkan aktivitas bisnis di wilayah tersebut.
Semua faktor ini menjadikan lokasi ini sangat strategis bagi WOOD untuk memperluas jangkauan
bisnis dan memaksimalkan potensi pasar yang ada, dengan memanfaatkan ketersediaan properti
yang ada dan mengembangkan proyek yang sesuai dengan kebutuhan dan permintaan lokal.
Dengan kondisi demikian maka, ketersediaan bahan baku seperti bahan bangunan dan tenaga
pekerja juga tersedia di lokasi tersebut.
Proses Produksi
Dalam melaksanakan kegiatan usaha baru, WOOD melalui beberapa tahapan yaitu:
1. Perencanaan
Pada tahap perencanaan, WOOD membuat design terkait kerawanan banjir, sirkulasi jalan,
sirkulasi drainase kawasan, dan masterplan.
Halaman - 32
Page 43
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
2. Pengembangan
Pada tahap pengembangan, WOOD membuat Mega Cluster yang memungkinkan efektivitas
pengelolaan estate terutama dalam pengawasan keamanan. Selain itu, WOOD juga membuat
berbagai fasilitas dalam setiap Cluster, sehingga tidak diperlukan danau retensi ataupun club
house dalam setiap clusternya.
3. Pemasaran
Pada tahap pemasaran, WOOD melakukan design cluster yang memiliki keunggulan, yang
nantinya akan memudahkan WOOD dalam me-launching cluster-2 dalam setiap pentahapan.
WOOD juga mengcover makam dengan fasilitas club keluarga sehingga cluster akan tetap
menarik dan menjual.
4. Penjualan
Dalam tahap penjualan, WOOD membagi ke dalam 5 tahap.
Halaman - 33
Page 44
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
BAB VI
ASPEK POLA BISNIS
6.1 Pola Bisnis
6.1.1 Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
Dengan adanya kemampuan untuk mengelola bisnis properti, WOOD melalui rencana
penambahan kegiatan usahanya, berencana akan mulai mengerjakan pembangunan
perumahan yang berlokasi di Sidoarjo. Dengan begitu manajemen meyakini rencana
penambahan kegiatan usaha berupa Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa ini akan
membawa keuntungan bagi WOOD.
6.1.2 Keunggulan Kompetitif
Pada dasarnya WOOD merupakan perusahaan yang bergerak di bidang furnitur. Dengan
adanya penambahan kegiatan usaha properti ini akan memperluas pasar WOOD mengingat
properti pasti membutuhkan furnitur untuk menlengkapi fasilitas di dalamnya.
6.1.3 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk
Industri properti merupakan bisnis yang juga dikenal sebagai industri perumahan. Dengan
adanya pesaing yang menawarkan perumahan yang sudah ada terlebih dahulu di daerah
Sidoarjo, WOOD harus membuat keunikan dengan inovasi dan karakteristik yang belum
dimiliki oleh pesaingnya.
6.2 Analisis SWOT
Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) terdiri atas faktor internal
yang bisa dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol.
Kedua sisi dianalisis supaya dapat disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan
dan mempunyai daya saing. Dari faktor internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan
(strength and weakness) sedangkan dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman
(opportunity and threat).
Berikut adalah analisa SWOT WOOD setelah penambahan Kegiatan Usaha :
• Strengths
1. Lokasi area Lingkar Timur Sidoarjo.
2. Lokasi di daerah industri, memiliki potensi kustomer di karyawan industri.
3. 8-12 menit ke sekolah Santa Maria 1, Petra 4, dan Muhammadiyah 2.
4. 15-20 menit ke pusat kota dan exit Tol Delta Surya.
5. Jalur pipa gas di sisi luar lokasi.
• Weakness
1. Lokasi tidak di nol jalan Lingkar Timur.
Cara mengatasi:
• Memberikan informasi akses transportasi public terdekat kepada calon
customer.
2. Bau peternakan ayam di beberapa titik lokasi.
Halaman - 34
Page 45
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
Cara mengatasi:
• Menanam area fasilitas sosial dan fasilitas umum dengan berbagai macam
tumbuhan yang dapat bertindak sebagai penghalang bau.
3. Bersebelah dengan makam Delta Praloyo.
Cara mengatasi:
• Membangun club house di bagian bidang lahan yang bersebelahan dengan
makam sehingga kawasan hunian tidak bersebelahan dengan makam.
• Opportunities
1. Konsep perumahan Menengah yang terkonsep baik, modern, dan hijau karena area
Lingkar Timur tidak terdapat perumahan yang terkonsep baik, sebagian besar
dikembangkan sebagai perumahan menengahdan bawah.
• Threats
1. 6,35 km ke pusat titik Lapindo.
Cara mengatasi:
• Mematuhi arahan pemerintah dan otoritas lokal mengenai lokasi yang sudah
100% aman tidak terdampak lumpur lapindo.
• Memastikan sumber air tidak tercemar lumpur lapindo.
2. Rata-rata elevasi existing masih di bawah elevasi sungai di sekitar lokasi, ada
ancaman banjir bila pengurugan tidak mencapai peil banjir.
Cara mengatasi:
• Pembangunan rumah dan bangunan lainnya disesuaikan ketinggiannya.
Halaman - 35
Page 46
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
BAB VII
ASPEK MODEL MANAJEMEN
7.1 Ketersediaan Tenaga Kerja
Sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI No. 68111
yaitu Real Estat yang Dimiliki Sendiri atau Disewa, WOOD memiliki sumber daya manusia dan
manajemen yang kompeten dan memadai.
Berikut merupakan struktur organisasi WOOD :
Sumber : Manajemen
Struktur organisasi dari WOOD sudah cukup memadai untuk menjalankan penambahan
kegiatan usaha ini. Sumber Daya Manusia yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan
operasional WOOD saat ini 1.544 orang karyawan tetap yang mana memiliki kapasitas
ataupun pengalaman yang memadai. Berikut adalah cv dari tenaga kerja yang dapat
mendukung penambahan Kegiatan Usaha WOOD :
Halaman - 36
Page 47
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
No. Nama Deskripsi
1. Eko Cahyono Universitas Surabaya (2005)
Pendidikan:
• (2001-2005) Fakultas Ekonomi Management,
Universitas Surabaya.
• (1998-2001) SMUK Santo Yusuf, Malang.
• (1995-1998) SMP Katolik Santo Yosep,
Mojokerto.
• (1989-1995) SD Katolik Wijana Sejati,
Mojokerto.
Dalam melaksanakan project ini, WOOD juga menggandeng mitra yang memiliki kapasitas
dan kemampuan untuk menjalankan bisnis real estat. Oleh karena itu, hal ini dapat
menunjang kapasitas manajemen WOOD.
7.2 Manajemen Risiko
Seperti halnya kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan lainnya, kegiatan usaha yang
dilakukan oleh WOOD melalui penambahan kegiatan usahanya bidang ini tidak terlepas dari
faktor risiko usaha yang disebabkan oleh berbagai faktor dan pada akhirnya dapat
mempengaruhi tingkat pertumbuhan dan kesehatan, sebagai berikut :
Risiko Mata Uang Asing
Risiko nilai tukar adalah risiko di mana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu
instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar dalam mata uang asing.
Dalam memanage risiko mata uang asing, manajemen akan me-riview secara berkala
transaksi usaha dalam mata uang asing atas eksposur mata uang asing tersebut.
Untuk memitigasi risiko mata uang asing, WOOD mengedepankan penggunaan bahan lokal
serta transaksi rencana penjualan menggunakan mata uang rupiah. Adapun dampak
pelemahan atau penguatan rupiah terhadap mata uang asing memberikan dampak yang tidak
signifikan (dampak tidak langsung) terhadap harga bangunan.
Risiko Tingkat Suku Bunga
Risiko tingkat suku bunga Kelompok Usaha terutama timbul dari pinjaman untuk tujuan
modal kerja dan investasi. Pinjaman pada berbagai tingkat suku bunga variabel
menunjukkan Kelompok Usaha kepada nilai wajar risiko tingkat suku bunga. Manajemen
meminimalkan risiko bunga, dengan melakukan penelaahan berbagai suku bunga yang
ditawarkan oleh kreditur untuk mendapatkan suku bunga yang menguntungkan sebelum
mengambil keputusan untuk melakukan perikatan utang.
Untuk memitigasi risiko tingkat suku bunga, WOOD perlu melakukan peninjauan berbagai
suku bunga yang ditawarkan oleh kreditur secara berkala untuk mendapatkan suku bunga
yang paling optimal sebelum mengambil keputusan untuk berutang. Evaluasi alternatif
pembiayaan juga perlu dilakukan untuk memilih opsi yang memiliki risiko tingkat suku bunga
paling rendah.
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas merujuk pada kemampuan perusahaan atau individu untuk mengubah aset
menjadi uang tunai dengan cepat tanpa mengalami kerugian signifikan dalam nilai.
Tanggung jawab utama untuk manajemen risiko likuiditas terletak pada dewan direksi, yang
telah membangun kerangka manajemen risiko likuiditas yang sesuai untuk manajemen
likuiditas dan pendanaan jangka pendek, menengah dan jangka panjang.
Halaman - 37
Page 48
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
Untuk mengelola risiko likuiditas, WOOD harus menerapkan manajemen kas yang efektif
untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki kas yang cukup untuk memenuhi kewajiban
jangka pendeknya. Mempertahankan cadangan likuiditas dalam bentuk aset likuid seperti
kas dan setara kas atau fasilitas kredit yang belum digunakan juga penting. Perencanaan
keuangan yang tepat, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang, harus dilakukan
untuk memastikan bahwa perusahaan dapat memenuhi kebutuhan likuiditasnya pada semua
periode. Selain itu, diversifikasi sumber pendanaan dapat membantu mengurangi
ketergantungan pada satu sumber tertentu, seperti pinjaman bank atau penerbitan obligasi.
Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko kerugian keuangan yang timbul jika pelanggan Kelompok Usaha
gagal memenuhi kewajiban kontraktualnya kepada Kelompok Usaha. Risiko kredit terutama
berasal dari piutang usaha dari pelanggan yang timbul dari aktivitas perdagangan serta
penempatan rekening koran dan deposito berjangka pada bank. Risiko kredit atas
penempatan rekening koran dikelola oleh manajemen sesuai dengan kebijakan Kelompok
Usaha. Investasi atas kelebihan dana dibatasi untuk bank dan kebijakan ini dievaluasi setiap
tahun oleh direksi. Batas tersebut ditetapkan untuk meminimalkan risiko konsentrasi kredit
sehingga mengurangi kemungkinan kerugian akibat kebangkrutan bank tersebut.
Untuk mengurangi risiko kredit, WOOD perlu melakukan evaluasi kredit yang ketat sebelum
memberikan kredit kepada pelanggan untuk menilai kemampuan mereka dalam memenuhi
kewajiban kontraktualnya. Menetapkan batasan untuk mencegah konsentrasi risiko kredit
pada satu pelanggan atau sekelompok pelanggan tertentu juga penting. Pemantauan piutang
usaha secara berkala dan melakukan upaya penagihan yang proaktif dapat mengurangi risiko
piutang tak tertagih. Selain itu, membatasi penempatan dana berlebih hanya pada bank-
bank yang memiliki reputasi baik dan stabilitas keuangan yang kuat, serta mengevaluasi
kebijakan ini secara tahunan, dapat membantu mengurangi risiko kredit. Menggunakan
asuransi kredit juga dapat melindungi perusahaan dari kerugian akibat pelanggan yang gagal
membayar.
Halaman - 38
Page 49
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
BAB VIII
ASPEK KEUANGAN
8.1 Rencana WOOD
WOOD adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang furnitur di mana saat ini WOOD
berencana menambah usaha melalui rencana penambahan kegiatan usaha sebagai Real Estat
yang Dimiliki Sendiri atau Disewa. Untuk melakukan penambahan Kegiatan Usahanya ini,
WOOD memerlukan adanya tambahan investasi, agar usahanya dapat berjalan sesuai dengan
yang direncanakan.
8.2 Proyeksi Laba Rugi
Adapun proyeksi yang digunakan dalam analisis ini adalah :
Figur 16. Proyeksi Laba Rugi Dengan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Laba Dengan Penambahan Usaha
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Des Des Des Des Des Des Des Des
Penjualan 2.186.034 2.770.038 3.956.611 5.265.208 6.270.783 6.473.798 6.636.713 6.828.673
Beban pokok penjualan (1.359.241) (1.772.779) (2.523.029) (3.353.485) (3.995.112) (4.125.065) (4.226.490) (4.347.901)
Penyusutan dan amortisasi (87.522) (86.126) (78.130) (85.577) (96.738) (106.718) (112.683) (117.605)
Laba Kotor 739.271 911.133 1.355.453 1.826.146 2.178.932 2.242.015 2.297.539 2.363.168
Beban Operasi
Beban penjualan (256.549) (285.494) (423.036) (569.626) (676.477) (697.357) (718.882) (741.071)
Beban umum dan administrasi (133.060) (136.533) (140.097) (143.753) (147.505) (151.355) (155.305) (159.359)
Beban overhead dan marketing penambahan -usaha (28.104) (23.891) (24.675) (31.455) (33.561) (30.168) (29.552)
Manajemen fee - (7.026) (5.973) (6.169) (7.864) (8.390) (7.542) (7.388)
Penyusutan dan amortisasi (7.329) (7.212) (6.543) (7.166) (8.101) (8.937) (9.436) (9.848)
Jumlah (396.939) (464.369) (599.538) (751.389) (871.401) (899.600) (921.333) (947.218)
Laba (Rugi) Usaha 342.332 446.764 755.915 1.074.757 1.307.531 1.342.416 1.376.206 1.415.950
Beban keuangan (252.053) (272.375) (260.127) (243.085) (161.268) (50.083) - -
Laba (rugi) selisih kurs - bersih (6.550) - - - - - - -
Penjualan barang afalan 28.468 - - - - - - -
Penghasilan bunga 7.881 - - - - - - -
Laba (rugi) pelepasan aset tetap 26.400 - - - - - - -
Rugi revaluasi aset tetap (4.523) - - - - - - -
Beban denda kehutanan (8.040) - - - - - - -
Bagian rugi entitas asosiasi - - - - - - - -
Lain-lain bersih 1.093 - - - - - - -
Jumlah (207.325) (272.375) (260.127) (243.085) (161.268) (50.083) - -
Laba Sebelum Pajak 135.008 174.388 495.787 831.671 1.146.263 1.292.333 1.376.206 1.415.950
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
Pajak kini (37.673) (38.365) (109.073) (182.968) (252.178) (284.313) (302.765) (311.509)
Pajak tangguhan (2.741)
Jumlah (40.413) (38.365) (109.073) (182.968) (252.178) (284.313) (302.765) (311.509)
Laba Tahun Berjalan 94.594 136.023 386.714 648.703 894.085 1.008.020 1.073.441 1.104.441
Halaman - 39
Page 50
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
Proyeksi Laba Dengan Penambahan Usaha
Keterangan 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des
Penjualan 6.988.959 7.182.391 7.403.762 7.672.299 7.926.244 8.076.655 8.281.696 8.476.963
Beban pokok penjualan (4.446.672) (4.568.282) (4.709.061) (4.882.490) (5.045.215) (5.134.807) (5.262.243) (5.382.312)
Penyusutan dan amortisasi (90.664) (89.921) (84.259) (83.121) (85.115) (87.098) (89.144) (91.255)
Laba Kotor 2.451.622 2.524.188 2.610.442 2.706.688 2.795.914 2.854.750 2.930.309 3.003.395
Beban Operasi
Beban penjualan (763.945) (787.525) (811.833) (836.891) (862.723) (889.352) (916.803) (945.101)
Beban umum dan administrasi (163.518) (167.786) (172.165) (176.659) (181.269) (186.001) (190.855) (195.837)
Beban overhead dan marketing penambahan
(24.405)
usaha (22.484) (23.139) (28.655) (31.595) (21.261) (16.606) (9.876)
Manajemen fee (6.101) (5.621) (5.785) (7.164) (7.899) (5.315) (4.152) (2.469)
Penyusutan dan amortisasi (7.592) (7.530) (7.056) (6.961) (7.128) (7.294) (7.465) (7.642)
Jumlah (965.562) (990.946) (1.019.978) (1.056.329) (1.090.614) (1.109.222) (1.135.881) (1.160.925)
Laba (Rugi) Usaha 1.486.060 1.533.242 1.590.463 1.650.359 1.705.301 1.745.528 1.794.428 1.842.471
Beban keuangan - - - - - - - -
Laba (rugi) selisih kurs - bersih - - - - - - - -
Penjualan barang afalan - - - - - - - -
Penghasilan bunga - - - - - - - -
Laba (rugi) pelepasan aset tetap - - - - - - - -
Rugi revaluasi aset tetap - - - - - - - -
Beban denda kehutanan - - - - - - - -
Bagian rugi entitas asosiasi - - - - - - - -
Lain-lain bersih - - - - - - - -
Jumlah - - - - - - - -
Laba Sebelum Pajak 1.486.060 1.533.242 1.590.463 1.650.359 1.705.301 1.745.528 1.794.428 1.842.471
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
Pajak kini (326.933) (337.313) (349.902) (363.079) (375.166) (384.016) (394.774) (405.344)
Pajak tangguhan
Jumlah (326.933) (337.313) (349.902) (363.079) (375.166) (384.016) (394.774) (405.344)
Laba Tahun Berjalan 1.159.127 1.195.929 1.240.561 1.287.280 1.330.134 1.361.512 1.399.654 1.437.127
Figur 17. Proyeksi Laba Rugi Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Laba Tanpa Penambahan Usaha
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Des Des Des Des Des Des Des Des
Penjualan 2.186.034 2.535.841 3.757.523 5.059.579 6.008.662 6.194.127 6.385.316 6.582.407
Beban pokok penjualan (1.359.241) (1.608.430) (2.383.318) (3.209.184) (3.811.168) (3.928.804) (4.050.071) (4.175.082)
Penyusutan dan amortisasi (87.522) (82.668) (73.943) (81.317) (92.405) (102.312) (112.027) (117.240)
Laba Kotor 739.271 844.743 1.300.263 1.769.078 2.105.089 2.163.010 2.223.218 2.290.085
Beban Operasi
Beban penjualan (256.549) (285.494) (423.036) (569.626) (676.477) (697.357) (718.882) (741.071)
Beban umum dan administrasi (133.060) (136.533) (140.097) (143.753) (147.505) (151.355) (155.305) (159.359)
Penyusutan dan amortisasi (7.329) (6.923) (6.192) (6.810) (7.738) (8.568) (9.381) (9.818)
Jumlah (396.939) (428.950) (569.324) (720.188) (831.720) (857.280) (883.569) (910.248)
Laba (Rugi) Usaha 342.332 415.793 730.939 1.048.890 1.273.369 1.305.730 1.339.649 1.379.837
Beban keuangan (252.053) (272.375) (260.127) (243.085) (161.268) (50.083) - -
Laba (rugi) selisih kurs - bersih (6.550) - - - - - - -
Penjualan barang afalan 28.468 - - - - - - -
Penghasilan bunga 7.881 - - - - - - -
Laba (rugi) pelepasan aset tetap 26.400 - - - - - - -
Rugi revaluasi aset tetap (4.523) - - - - - - -
Beban denda kehutanan (8.040) - - - - - - -
Bagian rugi entitas asosiasi - - - - - - - -
Lain-lain bersih 1.093 - - - - - - -
Jumlah (207.325) (272.375) (260.127) (243.085) (161.268) (50.083) - -
Laba Sebelum Pajak 135.008 143.417 470.811 805.804 1.112.101 1.255.648 1.339.649 1.379.837
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
Pajak kini (37.673) (31.552) (103.578) (177.277) (244.662) (276.242) (294.723) (303.564)
Pajak tangguhan (2.741)
Jumlah (40.413) (31.552) (103.578) (177.277) (244.662) (276.242) (294.723) (303.564)
Laba Tahun Berjalan 94.594 111.865 367.233 628.527 867.439 979.405 1.044.926 1.076.273
Halaman - 40
Page 51
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
Proyeksi Laba Tanpa Penambahan Usaha
Keterangan 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des
Penjualan 6.785.581 6.995.026 7.210.936 7.433.510 7.662.955 7.899.481 8.143.308 8.394.662
Beban pokok penjualan (4.303.951) (4.436.798) (4.573.745) (4.714.919) (4.860.451) (5.010.474) (5.165.129) (5.324.557)
Penyusutan dan amortisasi (90.300) (89.557) (83.895) (82.756) (84.750) (86.806) (88.925) (91.109)
Laba Kotor 2.391.330 2.468.672 2.553.297 2.635.835 2.717.754 2.802.201 2.889.255 2.978.995
Beban Operasi
Beban penjualan (763.945) (787.525) (811.833) (836.891) (862.723) (889.352) (916.803) (945.101)
Beban umum dan administrasi (163.518) (167.786) (172.165) (176.659) (181.269) (186.001) (190.855) (195.837)
Penyusutan dan amortisasi (7.562) (7.500) (7.025) (6.930) (7.097) (7.269) (7.447) (7.630)
Jumlah (935.025) (962.811) (991.024) (1.020.480) (1.051.090) (1.082.622) (1.115.105) (1.148.567)
Laba (Rugi) Usaha 1.456.305 1.505.861 1.562.273 1.615.355 1.666.664 1.719.579 1.774.150 1.830.428
Beban keuangan - - - - - - - -
Laba (rugi) selisih kurs - bersih - - - - - - - -
Penjualan barang afalan - - - - - - - -
Penghasilan bunga - - - - - - - -
Laba (rugi) pelepasan aset tetap - - - - - - - -
Rugi revaluasi aset tetap - - - - - - - -
Beban denda kehutanan - - - - - - - -
Bagian rugi entitas asosiasi - - - - - - - -
Lain-lain bersih - - - - - - - -
Jumlah - - - - - - - -
Laba Sebelum Pajak 1.456.305 1.505.861 1.562.273 1.615.355 1.666.664 1.719.579 1.774.150 1.830.428
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
Pajak kini (320.387) (331.289) (343.700) (355.378) (366.666) (378.307) (390.313) (402.694)
Pajak tangguhan
Jumlah (320.387) (331.289) (343.700) (355.378) (366.666) (378.307) (390.313) (402.694)
Laba Tahun Berjalan 1.135.918 1.174.571 1.218.573 1.259.977 1.299.998 1.341.272 1.383.837 1.427.734
Perubahan asumsi terlihat pada asumsi penjualan di mana pada saat dilakukannya
penambahan kegiatan usaha, WOOD juga memperoleh penjualan tambahan yang di mana
berdampak juga pada beban pokok penjualan tambahan WOOD. Sumber pembiayaan capex
berasal dari kas internal perusahaan serta modal kerja internal perusahaan. Hal ini terlihat
dalam tidak terlihatnya penambahan utang ke Lembaga pembiayaan (bank) pada sisi pasiva
WOOD with and without penambahan kegiatan usaha. Adapun pergerakan lebih kepada akun
kas dan modal kerja.
Halaman - 41
Page 52
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
8.3 Proyeksi Posisi Keuangan
Figur 18. Proyeksi Posisi Keuangan Dengan Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Neraca Dengan Penambahan
Deskripsi 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 200.031 8.898 174.537 809.272 524.184 588.245 1.655.217 2.731.091
Piutang usaha - bersih - 227.674 325.201 432.757 515.407 532.093 545.483 561.261
Pihak ketiga 449.571 -
Pihak berelasi 4.521 -
Piutang lain-lain -
Pihak berelasi 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319
Pihak ketiga 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951
Persediaan - bersih 2.843.452 3.234.714 3.532.240 3.041.106 2.966.234 2.893.196 2.964.333 3.049.486
Pajak dibayar di muka 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448
Biaya dibayar di muka 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828
Uang muka pembelian 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106
Tagihan pajak 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375
Jumlah Aset Lancar 4.754.603 4.728.314 5.289.006 5.540.162 5.262.852 5.270.562 6.422.061 7.598.866
ASET TIDAK LANCAR
Taksiran tagihan pajak 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246
Uang muka pembelian 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227
Aset pajak tangguhan 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468
Penyertaan saham 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273
Aset tetap - bersih 2.221.153 2.148.528 2.103.406 2.061.655 2.017.297 1.963.978 1.906.107 1.844.873
Properti investasi 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720
Aset hak guna - bersih 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067
Aset lain-lain - bersih 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164
Jumlah Aset Tidak Lancar 2.908.318 2.835.693 2.790.572 2.748.820 2.704.462 2.651.144 2.593.273 2.532.039
JUMLAH ASET 7.662.921 7.564.007 8.079.578 8.288.982 7.967.314 7.921.706 9.015.333 10.130.905
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank dan lembaga keuangan bukan
bank 1.743.634 1.525.679 1.307.725 1.089.771 871.817 - - -
Utang usaha - 177.866 231.826 235.262 322.212 333.043 353.230 364.361
Pihak ketiga 69.947 -
Pihak berelasi 1.313 -
Utang lain-lain -
Pihak ketiga 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674
Pihak berelasi 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460
Beban akrual 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895
Utang pajak 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546
Liabilitas kontrak 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382
Utang jangka panjang yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun: -
Utang bank dan lembaga keuangan bukan
bank 113.017 98.890 84.763 - - - - -
Liabilitas sewa 14.261 11.409 8.557 5.704 - - - -
Utang obligasi 407.402 356.477 305.552 224.071 - - - -
Sukuk mudharabah 97.500 85.313 73.125 60.938 - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 2.554.032 2.362.592 2.118.506 1.722.704 1.300.986 440.001 460.187 471.318
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang, setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun: -
Utang bank dan lembaga keuangan bukan
bank 333.955 292.211 666.907 625.163 192.643 - - -
Liabilitas sewa 8.765 7.012 5.259 3.506 - - - -
Utang obligasi 248.980 248.980 248.980 248.980 - - - -
Sukuk mudharabah 109.030 109.030 109.030 109.030 - - - -
Liabilitas pajak tangguhan 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805
Liabilitas imbalan kerja 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 797.028 753.531 1.126.475 1.082.977 288.942 96.299 96.299 96.299
JUMLAH LIABILITAS 3.351.061 3.116.123 3.244.980 2.805.681 1.589.928 536.300 556.487 567.618
EKUITAS
Modal saham 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750
Tambahan modal disetor 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163
Saham treasuri (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957)
Komponen ekuitas lainnya 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898
Penghasilan komprehensif lain 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694
Saldo laba 1.940.759 2.076.782 2.463.496 3.112.200 4.006.285 5.014.304 6.087.745 7.192.186
Kepentingan non-pengendali 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554
JUMLAH EKUITAS 4.311.861 4.447.884 4.834.598 5.483.301 6.377.386 7.385.406 8.458.847 9.563.287
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 7.662.921 7.564.007 8.079.578 8.288.982 7.967.314 7.921.706 9.015.333 10.130.905
Halaman - 42
Page 53
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
Proyeksi Neraca Dengan Penambahan
Deskripsi 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 3.844.587 4.977.742 6.132.856 7.307.915 8.531.022 9.835.879 11.157.132 12.518.391
Piutang usaha - bersih 574.435 590.334 608.528 630.600 651.472 663.835 680.687 696.737
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319
Pihak ketiga 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951
Persediaan - bersih 3.118.762 3.204.055 3.302.794 3.424.431 3.538.562 3.601.399 3.690.778 3.774.992
Pajak dibayar di muka 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448
Biaya dibayar di muka 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828
Uang muka pembelian 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106
Tagihan pajak 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375
Jumlah Aset Lancar 8.794.812 10.029.158 11.301.206 12.619.974 13.978.084 15.358.140 16.785.625 18.247.147
ASET TIDAK LANCAR
Taksiran tagihan pajak 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246
Uang muka pembelian 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227
Aset pajak tangguhan 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468
Penyertaan saham 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273
Aset tetap - bersih 1.814.868 1.787.762 1.768.951 1.753.600 1.738.382 1.722.986 1.707.810 1.692.860
Properti investasi 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720
Aset hak guna - bersih 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067
Aset lain-lain - bersih 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164
Jumlah Aset Tidak Lancar 2.502.033 2.474.927 2.456.116 2.440.765 2.425.548 2.410.151 2.394.975 2.380.025
JUMLAH ASET 11.296.845 12.504.085 13.757.322 15.060.739 16.403.631 17.768.291 19.180.600 20.627.171
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank dan lembaga keuangan bukan
bank - - - - - - - -
Utang usaha 371.174 382.486 395.162 411.298 424.056 427.204 439.859 449.303
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Utang lain-lain
Pihak ketiga 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674
Pihak berelasi 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460
Beban akrual 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895
Utang pajak 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546
Liabilitas kontrak 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382
Utang jangka panjang yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun:
Utang bank dan lembaga keuangan bukan
bank - - - - - - - -
Liabilitas sewa - - - - - - - -
Utang obligasi - - - - - - - -
Sukuk mudharabah - - - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 478.132 489.444 502.120 518.256 531.014 534.161 546.817 556.261
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang, setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo dalam waktu
satu tahun:
Utang bank dan lembaga keuangan bukan
bank - - - - - - - -
Liabilitas sewa - - - - - - - -
Utang obligasi - - - - - - - -
Sukuk mudharabah - - - - - - - -
Liabilitas pajak tangguhan 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805
Liabilitas imbalan kerja 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 96.299 96.299 96.299 96.299 96.299 96.299 96.299 96.299
JUMLAH LIABILITAS 574.431 585.743 598.419 614.555 627.313 630.461 643.116 652.560
EKUITAS
Modal saham 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750
Tambahan modal disetor 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163
Saham treasuri (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957)
Komponen ekuitas lainnya 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898
Penghasilan komprehensif lain 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694
Saldo laba 8.351.313 9.547.241 10.787.802 12.075.083 13.405.217 14.766.729 16.166.383 17.603.510
Kepentingan non-pengendali 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554
JUMLAH EKUITAS 10.722.414 11.918.343 13.158.904 14.446.184 15.776.319 17.137.830 18.537.484 19.974.611
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 11.296.845 12.504.085 13.757.322 15.060.739 16.403.631 17.768.291 19.180.600 20.627.171
Halaman - 43
Page 54
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
Figur 19. Proyeksi Posisi Keuangan Tanpa Penambahan Kegiatan Usaha
Proyeksi Neraca Tanpa Penambahan
Deskripsi 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 200.031 282.679 354.350 896.860 582.132 615.090 1.639.853 2.683.973
Piutang usaha - bersih - 208.425 308.838 415.856 493.863 509.106 524.820 541.020
Pihak ketiga 449.571
Pihak berelasi 4.521
Piutang lain-lain -
Pihak berelasi 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319
Pihak ketiga 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951
Persediaan - bersih 2.843.452 2.934.835 3.336.645 2.910.247 2.829.662 2.755.545 2.840.598 2.928.277
Pajak dibayar di muka 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448
Biaya dibayar di muka 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828
Uang muka pembelian 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106
Tagihan pajak 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375
Jumlah Aset Lancar 4.754.603 4.682.966 5.256.860 5.479.990 5.162.684 5.136.768 6.262.299 7.410.297
ASET TIDAK LANCAR
Taksiran tagihan pajak 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246
Uang muka pembelian 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227
Aset pajak tangguhan 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468
Penyertaan saham 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273
Aset tetap - bersih 2.221.153 2.131.562 2.089.003 2.051.472 2.011.415 1.962.477 1.904.922 1.843.688
Properti investasi 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720
Aset hak guna - bersih 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067
Aset lain-lain - bersih 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164
Jumlah Aset Tidak Lancar 2.908.318 2.818.727 2.776.168 2.738.638 2.698.581 2.649.642 2.592.087 2.530.853
JUMLAH ASET 7.662.921 7.501.693 8.033.027 8.218.628 7.861.264 7.786.410 8.854.386 9.941.150
LIABILITAS DAN EKUITAS 955.588.355.174 1.375.588.355.174 1.116.588.355.174 1.309.231.259.105
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank 1.743.634 1.525.679 1.307.725 1.089.771 871.817 - - -
Utang usaha 139.711 228.915 228.722 306.623 316.824 339.873 350.364
Pihak ketiga 69.947
Pihak berelasi 1.313
Utang lain-lain
Pihak ketiga 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674
Pihak berelasi 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460
Beban akrual 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895
Utang pajak 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546
Liabilitas kontrak 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank 113.017 98.890 84.763 - - - - -
Liabilitas sewa 14.261 11.409 8.557 5.704 - - - -
Utang obligasi 407.402 356.477 305.552 224.071 - - - -
Sukuk mudharabah 97.500 85.313 73.125 60.938 - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 2.554.032 2.324.436 2.115.594 1.716.164 1.285.398 423.781 446.831 457.322
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang, setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank 333.955 292.211 666.907 625.163 192.643 - - -
Liabilitas sewa 8.765 7.012 5.259 3.506 - - - -
Utang obligasi 248.980 248.980 248.980 248.980 - - - -
Sukuk mudharabah 109.030 109.030 109.030 109.030 - - - -
Liabilitas pajak tangguhan 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805
Liabilitas imbalan kerja 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 797.028 753.531 1.126.475 1.082.977 288.942 96.299 96.299 96.299
JUMLAH LIABILITAS 3.351.061 3.077.967 3.242.069 2.799.142 1.574.340 520.081 543.130 553.621
EKUITAS
Modal saham 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750
Tambahan modal disetor 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163
Saham treasuri (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957)
Komponen ekuitas lainnya 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898
Penghasilan komprehensif lain 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694
Saldo laba 1.940.759 2.052.625 2.419.857 3.048.385 3.915.823 4.895.228 5.940.155 7.016.427
Kepentingan non-pengendali 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554
JUMLAH EKUITAS 4.311.861 4.423.726 4.790.959 5.419.486 6.286.925 7.266.330 8.311.256 9.387.529
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 7.662.921 7.501.693 8.033.027 8.218.628 7.861.264 7.786.410 8.854.386 9.941.150
Halaman - 44
Page 55
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
Proyeksi Neraca Tanpa Penambahan
Deskripsi 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 3.753.627 4.856.063 5.991.142 7.161.008 8.367.507 9.611.786 10.895.029 12.218.457
Piutang usaha - bersih 557.719 574.934 592.680 610.973 629.832 649.272 669.313 689.972
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319
Pihak ketiga 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951
Persediaan - bersih 3.018.661 3.111.836 3.207.887 3.306.902 3.408.974 3.514.196 3.622.666 3.734.484
Pajak dibayar di muka 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448
Biaya dibayar di muka 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828
Uang muka pembelian 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106
Tagihan pajak 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375
Jumlah Aset Lancar 8.587.035 9.799.861 11.048.736 12.335.911 13.663.340 15.032.282 16.444.035 17.899.940
ASET TIDAK LANCAR
Taksiran tagihan pajak 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246
Uang muka pembelian 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227
Aset pajak tangguhan 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468
Penyertaan saham 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273
Aset tetap - bersih 1.813.682 1.786.576 1.767.765 1.752.414 1.737.196 1.722.116 1.707.178 1.692.385
Properti investasi 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720
Aset hak guna - bersih 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067
Aset lain-lain - bersih 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164
Jumlah Aset Tidak Lancar 2.500.847 2.473.741 2.454.931 2.439.580 2.424.362 2.409.282 2.394.343 2.379.551
JUMLAH ASET 11.087.882 12.273.602 13.503.667 14.775.491 16.087.702 17.441.563 18.838.378 20.279.491
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank - - - - - - - -
Utang usaha 361.178 372.326 383.819 395.666 407.879 420.468 433.446 446.825
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Utang lain-lain
Pihak ketiga 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674
Pihak berelasi 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460
Beban akrual 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895
Utang pajak 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546
Liabilitas kontrak 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun:
Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank - - - - - - - -
Liabilitas sewa - - - - - - - -
Utang obligasi - - - - - - - -
Sukuk mudharabah - - - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 468.136 479.284 490.777 502.624 514.836 527.426 540.404 553.783
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang, setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank - - - - - - - -
Liabilitas sewa - - - - - - - -
Utang obligasi - - - - - - - -
Sukuk mudharabah - - - - - - - -
Liabilitas pajak tangguhan 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805
Liabilitas imbalan kerja 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 96.299 96.299 96.299 96.299 96.299 96.299 96.299 96.299
JUMLAH LIABILITAS 564.435 575.583 587.076 598.923 611.135 623.725 636.703 650.082
EKUITAS
Modal saham 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750
Tambahan modal disetor 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163
Saham treasuri (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957)
Komponen ekuitas lainnya 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898
Penghasilan komprehensif lain 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694
Saldo laba 8.152.345 9.326.917 10.545.490 11.805.467 13.105.465 14.446.737 15.830.573 17.258.307
Kepentingan non-pengendali 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554
JUMLAH EKUITAS 10.523.447 11.698.018 12.916.591 14.176.568 15.476.566 16.817.838 18.201.675 19.629.408
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 11.087.882 12.273.602 13.503.667 14.775.491 16.087.702 17.441.563 18.838.378 20.279.491
Halaman - 45
Page 56
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
8.4 Cut Off Date dalam Analisis
Dalam melakukan Analisis Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha ini, kami
menggunakan cut off date 31 Desember 2023 di mana batas tersebut diambil atas dasar
pertimbangan kepentingan dan tujuan dilaksanakan studi kelayakan penambahan Kegiatan
Usaha.
8.5 Penetapan Tingkat Diskonto
Penentuan Biaya Modal untuk Ekuitas
Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan model Capital Asset
Pricing Model (CAPM). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko
ditambah premium unutk menutup risiko sistematis dari sekuritas saham. Dengan formula
sebagai berikut :
Ke = Rf + ß (Rm-Rf)
Ke = Rf + ß Rp
Di mana :
Rf = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
ß = risiko sistimatis
Rm = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
Rp = selisih antara Rm dengan Rf
Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap
tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko yang
dapat dipilih adalah tingkat bunga obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2023, maka
instrumen bebas risiko yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah dengan bunga tetap
yang dikeluarkan oleh Pemerintah, yaitu Surat Utang Negara (SUN) dengan tenor
30 tahun, yield tertimbang sebesar 6,89%, dan angka tersebut akan digunakan sebagai
tingkat kembalian bebas risiko (Rf).
Rp (Equity Risk Premium - ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko
dengan tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk
premium memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk premium.
Dengan mengikutkan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi
perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang
(emerging market).
Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan rujukan dari hasil Damodaran
per tanggal 1 Juli 2023 dengan risk premium untuk pasar negara berkembang seperti
Indonesia adalah sekitar 7,89%. Dengan Country Default Spread sebesar 2,04%.
ß (Beta) Beta merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap
pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500
atau IHSG). Untuk WOOD kami menggunakan Beta dari industri pada sektor yang sama yang
terdapat di Bursa Efek Indonesia.
Dalam perhitungan digunakan beta dari perusahaan-perusahaan tersebut sebagai beta untuk
menghitung cost of equity WOOD, dimana beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered
beta. Cara ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh leverage yang ada di masing-masing
perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang sama dengan leverage yang berbeda akan
memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh leverage yang ada di
tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.
Halaman - 46
Page 57
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut :
βL
βu =
1 + (1-T) x DER
Di mana :
T = Tarif Pajak Penghasilan Badan
DER = Debt to equity ratio
βL = Beta levered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
secara objektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
portofolio pasar dengan pengaruh hutang
βu = Beta unlevered. yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur
secara objektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap
pergerakan pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan
portofolio pasar tanpa pengaruh hutang
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini
kemudian di-relevered dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar untuk memperoleh
beta yang sesuai untuk mendiskonto tersebut dengan formula sebagai berikut :
Figur 20. Beta
Data Pembanding Ticker Beta Unleverage
PT Jaya Real Property, Tbk. IDX:JRPT 0,65
PT Puradelta Lestari Tbk IDX:DMAS 0,93
PT Ciputra Development Tbk IDX:CTRA 1,00
PT Metropolitan Land Tbk IDX:MTLA 0,41
PT Intiland Development Tbk IDX:DILD 0,31
PT Bumi Citra Permai Tbk IDX:BCIP 0,37
PT Makmur Berkah Amanda Tbk IDX:AMAN 0,17
PT Suryamas Dutamakmur Tbk IDX:SMDM 0,60
Average 0,56
Sumber : S&P Global
Dari figur di atas, tampak bahwa rata-rata dari unlevered beta dari perusahaan yang
digunakan sebagai dasar perhitungan adalah sebesar 0,56.
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini
kemudian di-relevered dengan tingkat leverage yang berlaku di pasar yaitu sebesar 31,13%
untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto AKB tersebut dengan formula
sebagai berikut :
βL = βu x (1 + (1-T) x DER)
βL = 0,56 x (1 + (1-22%) x 31,13%)
βL = 0,69
Dengan demikian nilai dari beta re-levered adalah sebesar 0,69. Berdasarkan uraian di atas,
maka biaya modal ekuitas adalah :
Halaman - 47
Page 58
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
Figur 21. Cost of Equity
KETERANGAN PERSENTASE
Tingkat Bunga Bebas Risiko (Risk Free Rate) 6,89%
Risk Premium Market 7,89%
Levered Beta 0,69
CDS (Country Default Spread) 2,04%
Biaya Modal untuk Ekuitas (Cost Of Equity) 10,29%
Sesuai dengan AKB yang digunakan, yaitu arus kas bersih untuk perusahaan (free cash flow
to firm), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan
rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari kreditor (pinjaman) maupun yang
berasal dari (investor) penyertaan.
Dalam penilaian ini, untuk biaya bunga hutang digunakan tingkat bunga pinjaman rata-rata
dalam mata uang Rupiah berdasarkan suku bunga pinjaman investasi dari Bank Persero
berdasarkan data yang dipublikasikan Bank Indonesia per Desember 2023, yaitu 9,41%.
Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya utang bersih setelah pajak adalah
sebesar 7,34% (dengan tarif pajak 22%) dengan perhitungan sebagai berikut :
Wd = i x ((1-T))
Wd = 9,41% x (1-22%) = 7,34%
Komposisi pendanaan dihitung berdasarkan DER market sebesar 31,13%. Berikut adalah
perhitungan WACC.
Figur 22. Perhitungan WACC
Keterangan Biaya Modal Komposisi Tertimbang
COST OF DEBT (Kd = I X (1-T)) 7,34% 23,74% 1,74%
COST OF EQUITY (Ke = Rf + (Rpm) * Beta 10,29% 76,26% 7,85%
Weighted Average Cost of Capital (WACC) 9,59%
Berdasarkan perhitungan di atas, maka tingkat diskonto yang digunakan dalam penilaian
adalah 9,59% menurut kami merupakan tingkat diskonto yang wajar.
8.6 Analisis Kelayakan Proyek
Analsia kelayakan proyek, dilakukan dengan membandingakan antara pengorbanan ekonomis
yang dilakukan WOOD dalam kaitannya penambahan kegiatan usaha berupa aktivitas real
estat yang dimiliki sendiri atau disewa.
Kelayakan dari Penambahan Kegiatan Usaha ini dihitung dari manfaat ekonomis yang
diantisipasi dimasa mendatang dari Penambahan Kegiatan Usaha yang dihitung dari selisih
dari Free Cash Flow To Firm WOOD sebelum penambahan, dengan Free Cash Flow To Firm
setelah penambahan. Selanjutnya dibandingkan dengan Initial investment.
Berdasarkan analisis kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha dengan mempertimbangkan
asumsi-asumsi yang telah dilakukan diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut :
▪ Net Present Value (NPV) : Rp 79.773 Juta
▪ Internal Rate of Return (IRR) : 16,60% (lebih tinggi dari tingkat diskonto 9,59%)
▪ Profitability Index (PI) : 1,51
▪ Payback Period (PP) : 5 Tahun 8 Bulan
Halaman - 48
Page 59
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
Net Present Value (NPV) adalah perbedaan antara nilai sekarang dari arus kas yang masuk
dan nilai sekarang dari arus kas keluar pada sebuah waktu periode. NPV biasanya digunakan
untuk alokasi modal untuk menganalisis keuntungan dalam sebuah proyek yang akan
dilaksanakan. NPV positif menandakan bahwa proyeksi pendapatan yang dihasilkan oleh
sebuah proyek atau investasi melebihi dari proyek biaya yang dikeluarkan. Berdasarkan
perhitungan dan analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa NPV sebesar Rp79.773 Juta.
Nilai NPV yang dihasilkan >0 yang mana menunjukkan bahwa proyek tersebut layak untuk
direalisasikan.
Internal Rate Of Return (IRR) adalah tingkat suatu investasi di mana pada saat itu NPV adalah
nol. Suatu investasi dapat dikatakan layak dan menguntungkan untuk dijalankan apabila nilai
IRR lebih besar dari Cost of Capital yang ditentukan. Analisis IRR pada studi kelayakan
penambahan kegiatan usaha ini menunjukkan bahwa nilai perhitungan adalah 16,60%. Dari
hasil tersebut menunjukkan bahwa IRR yang diperoleh lebih besar dibandingkan dnegan
tingkat diskonto (discount rate) yang ditetapkan, yaitu sebesar 9,59% sehingga proyek
tersebut Layak untuk direalisasikan.
Profitability Index (PI) adalah metode penghitungan kelayakan proyek dengan
membandingkan antara jumlah present value nilai arus kas dengan nilai investasi dari
proyek. Berdasarkan perhitungan dan analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa PI > 1
yang mana investasi dapat diterima.
Payback Period (PP) merupakan penentuan jangka waktu yang dibutuhkan untuk menutup
initial investment dari suatu proyek dengan menggunakan cash flow yang dihasilkan dari
proyek tersebut. Berdasarkan perhitungan dan analisis yang diperoleh, perusahaan akan
mampu mengembalikan seluruh investasi sesudah berjalan selama 5 tahun 8 bulan.
8.7 Analisis Break Even dengan Penambahan Usaha
Untuk mengetahui sebuah titik di mana biaya atau pengeluaran dan pendapatan adalah
seimbang sehingga tidak ada kerugian atau keuntungan, maka dilakukan analisis break
event. Berikut break even dengan adanya penambahan usaha :
Figur 23. Analisis Break Even (dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028 2019 2030
Penjualan 2.770.038 3.956.611 5.265.208 6.270.783 6.473.798 6.636.713 6.828.673
Beban pokok 1.772.779 2.523.029 3.353.485 3.995.112 4.125.065 4.226.490 4.347.901
Beban
464.369 599.538 751.389 871.401 899.600 921.333 947.218
operasional
BEP 1.289.856 1.654.693 2.069.454 2.401.212 2.479.560 2.536.953 2.607.351
Keterangan 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Penjualan 6.988.959 7.182.391 7.403.762 7.672.299 7.926.244 8.076.655 8.281.696 8.476.963
Beban pokok 4.446.672 4.568.282 4.709.061 4.882.490 5.045.215 5.134.807 5.262.243 5.382.312
Beban
965.562 990.946 1.019.978 1.056.329 1.090.614 1.109.222 1.135.881 1.160.925
operasional
BEP 2.654.412 2.722.672 2.802.417 2.905.027 3.000.480 3.045.299 3.115.473 3.180.041
8.8 Analisis Profitabilitas & ROI dengan Penambahan Usaha
Untuk mengukur kemampuan perusahan dalam menghasilkan laba, berikut Profitability yang
dihasilkan :
Halaman - 49
Page 60
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
Figur 24. Analisis Profitabilitas Setelah Penambahan Kegiatan Usaha
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030
Net Profit Margin 4,3% 4,9% 9,8% 12,3% 14,3% 15,6% 16,2% 16,2%
Gross Profit Margin 33,8% 32,9% 34,3% 34,7% 34,7% 34,6% 34,6% 34,6%
Opeating Profit Margin 15,7% 16,1% 19,1% 20,4% 20,9% 20,7% 20,7% 20,7%
Return on Asset 1,2% 1,8% 4,8% 7,8% 11,2% 12,7% 11,9% 10,9%
Return on Equity 2,2% 3,1% 8,0% 11,8% 14,0% 13,6% 12,7% 11,5%
Keterangan 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Net Profit Margin 16,6% 16,7% 16,8% 16,8% 16,8% 16,9% 16,9% 17,0%
Gross Profit Margin 35,1% 35,1% 35,3% 35,3% 35,3% 35,3% 35,4% 35,4%
Opeating Profit Margin 21,3% 21,3% 21,5% 21,5% 21,5% 21,6% 21,7% 21,7%
Return on Asset 10,3% 9,6% 9,0% 8,5% 8,1% 7,7% 7,3% 7,0%
Return on Equity 10,8% 10,0% 9,4% 8,9% 8,4% 7,9% 7,6% 7,2%
8.9 Analisis Sensitivitas Inkremental Sebelum dan Setelah Penambahan Usaha
Untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor ekonomi, maka berikut ini
disajikan analisis sensitivitas terhadap rencana yang akan dilakukan oleh WOOD :
Figur 25. Analisis Sensitivitas Pendapatan dan Biaya
Perubahan Pendapatan -10% -5% 0% 5% 10%
NET PRESENT VALUE (NPV) (53.930) 12.922 79.773 146.625 213.477
INTERNAL RATE OF RETURN (IRR) 4,81% 10,73% 16,60% 22,49% 28,48%
PROFITABILITY INDEX (PI) 0,51 1,01 1,51 2,01 2,51
Perubahan Biaya -10% -5% 0% 5% 10%
NET PRESENT VALUE (NPV) 203.297 141.535 79.773 18.012 (43.750)
INTERNAL RATE OF RETURN (IRR) 29,38% 22,63% 16,60% 11,11% 6,04%
PROFITABILITY INDEX (PI) 2,57 2,02 1,51 1,04 0,61
Dari analisis sensitivitas inkremental sebelum dan setelah penambahan usaha yang
dilakukan, terlihat bahwa rencana WOOD relatif sensitif terhadap perubahan biaya dan
pendapatan.
8.10 Analisis Kemampuan Perseroan Untuk Melakukan Pembiayaan Capital Expenditure
Sumber pembiayaan capex berasal dari kas internal WOOD, lembaga pembiayaan, serta
modal kerja internal WOOD.
8.11 Analisis Biaya
Biaya pendirian WOOD diperkirakan sekitar 10% dari total biaya, sedangkan modal kerja
sekitar 90%. Sumber pembiayaan berasal dari utang lembaga pembiayaan dan piutang dari
pelanggan. Biaya operasional akan digabungkan dengan modal kerja, sementara tidak ada
biaya untuk bahan baku mentah.
Halaman - 50
Page 61
KJPP DASA’AT, YUDISTIRA DAN REKAN
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha – PT Integra Indocabinet (“WOOD”)
8.12 Kesimpulan
Berdasarkan kajian, evaluasi dan analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan
syarat asumsi-asumsi yang telah ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa
rencana penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilaksanakan oleh WOOD layak.
Halaman - 51
Page 62
Page 63
PT Integra Indocabinet Tbk
Asumsi
cut off 31 Des 2023
dalam Rupiah
Asumsi Tanpa Penambahan Usaha
URAIAN 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
Jumlah hari dalam setahun Hari 365 365 365 365 365 365 365 365 365 365 365 365 365 365 365
Jumlah bulan dalam setahun Bulan 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12
Inflasi % 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61%
Asumsi Existing
%busplan 16,00% 48,18% 34,65% 18,76% 3,09% 3,09% 3,09% 3,09% 3,09% 3,09% 3,09% 3,09% 3,09% 3,09% 3,09%
Beban Pokok Penjualan % to sale 63,43% 63,43% 63,43% 63,43% 63,43% 63,43% 63,43% 63,43% 63,43% 63,43% 63,43% 63,43% 63,43% 63,43% 63,43%
Beban Operasional
Beban penjualan % Growth 11,26% 11,26% 11,26% 11,26% 11,26% 11,26% 11,26% 11,26% 11,26% 11,26% 11,26% 11,26% 11,26% 11,26% 11,26%
Beban umum dan administrasi % Inflation 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61%
Piutang Usaha Hari 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Utang usaha Hari 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Page 64
PT Integra Indocabinet Tbk
Asumsi
cut off 31 Des 2023
dalam Rupiah
Asumsi Dengan Penambahan Usaha
URAIAN 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
Jumlah hari dalam setahun Hari 365 365 365 365 365 365 365 365 365 365 365 365 365 365 365
Jumlah bulan dalam setahun Bulan 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12 12
Inflasi % 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61%
Asumsi
Penjualan Existing %Growth busplan 16,00% 48,18% 34,65% 18,76% 3,09% 3,09% 3,09% 3,09% 3,09% 3,09% 3,09% 3,09% 3,09% 3,09% 3,09%
Penjualan Penambahan Usaha %Growth busplan -15% 3% 27% 7% -10% -2% -17% -8% 3% 24% 10% -33% -22% -41%
Beban Pokok Penjualan Existing % to sale 63,43% 63,43% 63,43% 63,43% 63,43% 63,43% 63,43% 63,43% 63,43% 63,43% 63,43% 63,43% 63,43% 63,43% 63,43%
Beban Pokok Penjualan Penambahan Usaha % to sale 70,18% 70,18% 70,18% 70,18% 70,18% 70,18% 70,18% 70,18% 70,18% 70,18% 70,18% 70,18% 70,18% 70,18% 70,18%
Beban Operasional
Beban penjualan % Growth 11,26% 11,26% 11,26% 11,26% 11,26% 11,26% 11,26% 11,26% 11,26% 11,26% 11,26% 11,26% 11,26% 11,26% 11,26%
Beban umum dan administrasi % Inflation 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61% 2,61%
Overhead dan marketing Penambhan Usaha % to sale 12,00% 12,00% 12,00% 12,00% 12,00% 12,00% 12,00% 12,00% 12,00% 12,00% 12,00% 12,00% 12,00% 12,00% 12,00%
Manajemen fee % to sale 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00% 3,00%
Piutang Usaha Hari 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Utang usaha Hari 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30 30
Page 65
PT Integra Indocabinet Tbk
Probase
cut off 31 Des 2023
dalam Jutaan Rupiah (000.000)
Proyeksi Penjualan Tanpa Penambahan Usaha
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
Penjualan 2.186.034 2.535.841 3.757.523 5.059.579 6.008.662 6.194.127 6.385.316 6.582.407 6.785.581 6.995.026 7.210.936 7.433.510 7.662.955 7.899.481 8.143.308 8.394.662
Jumlah 2.186.034 2.535.841 3.757.523 5.059.579 6.008.662 6.194.127 6.385.316 6.582.407 6.785.581 6.995.026 7.210.936 7.433.510 7.662.955 7.899.481 8.143.308 8.394.662
Piutang usaha
Saldo awal 352.117 454.092 208.425 308.838 415.856 493.863 509.106 524.820 541.020 557.719 574.934 592.680 610.973 629.832 649.272 669.313
Saldo akhir (454.092) (208.425) (308.838) (415.856) (493.863) (509.106) (524.820) (541.020) (557.719) (574.934) (592.680) (610.973) (629.832) (649.272) (669.313) (689.972)
Penerimaan piutang usaha 2.084.059 2.781.508 3.657.111 4.952.561 5.930.655 6.178.883 6.369.602 6.566.207 6.768.881 6.977.811 7.193.190 7.415.217 7.644.096 7.880.041 8.123.268 8.374.002
Proyeksi Beban Pokok Penjualan Tanpa Penambahan Usaha
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
Beban pokok pendapatan
COGS 1.359.241 1.608.430 2.383.318 3.209.184 3.811.168 3.928.804 4.050.071 4.175.082 4.303.951 4.436.798 4.573.745 4.714.919 4.860.451 5.010.474 5.165.129 5.324.557
Jumlah 1.359.241 1.608.430 2.383.318 3.209.184 3.811.168 3.928.804 4.050.071 4.175.082 4.303.951 4.436.798 4.573.745 4.714.919 4.860.451 5.010.474 5.165.129 5.324.557
0,634278928 0,634278928 0,634278928 0,634278928 0,634278928 0,634278928 0,634278928 0,634278928
Proyeksi Beban Operasional Tanpa Penambahan Penjualan
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
Beban operasional
Beban penjualan 256.549 285.494 423.036 569.626 676.477 697.357 718.882 741.071 763.945 787.525 811.833 836.891 862.723 889.352 916.803 945.101
Beban umum dan administrasi 133.060 136.533 140.097 143.753 147.505 151.355 155.305 159.359 163.518 167.786 172.165 176.659 181.269 186.001 190.855 195.837
Beban bunga 252.053 272.375 260.127 243.085 161.268 50.083 - - - - - - - - - -
Penyusutan & amortisasi 7.329 89.591 80.135 88.126 100.143 110.880 121.408 127.058 97.861 97.056 90.920 89.686 91.847 94.075 96.372 98.739
Jumlah 648.992 783.993 903.394 1.044.590 1.085.394 1.009.675 995.596 1.027.488 1.025.325 1.052.368 1.074.918 1.103.236 1.135.840 1.169.428 1.204.030 1.239.677
Page 66
Proyeksi Beban Bunga Tanpa Penambahan Usaha
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
Jangka Pendek Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank 153.821 133.312 112.802 92.293 41.019 - - - - - - - - - -
Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank 9.970 8.641 3.988 - - - - - - - - - - - -
Liabilitas sewa
Utang obligasi 36.762 31.860 25.488 10.783 - - - - - - - - - - -
Sukuk mudharabah 8.798 7.625 6.452 2.933 - - - - - - - - - - -
Jangka Panjang Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank 29.461 45.127 60.792 38.478 9.064 - - - - - - - - - -
Liabilitas sewa - - - - - - - - - - - - - - -
Utang obligasi 23.342 23.342 23.342 11.671 - - - - - - - - - - -
Sukuk mudharabah 10.222 10.222 10.222 5.111 - - - - - - - - - - -
Beban bunga pinjaman 252.053 272.375 260.127 243.085 161.268 50.083 - - - - - - - - - -
Jangka Pendek Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank 1.743.634 1.525.679 1.307.725 1.089.771 871.817 - - - - - - - - - -
Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank 113.017 98.890 84.763 - - - - - - - - - - - -
Liabilitas sewa 14.261 11.409 8.557 5.704 - - - - - - - - - - -
Utang obligasi 407.402 356.477 305.552 224.071 - - - - - - - - - - -
Sukuk mudharabah 97.500 85.313 73.125 60.938 - - - - - - - - - - -
Jangka Panjang Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank 333.955 292.211 666.907 625.163 192.643 - - - - - - - - - -
Liabilitas sewa 8.765 7.012 5.259 3.506 - - - - - - - - - - -
Utang obligasi 248.980 248.980 248.980 248.980 - - - - - - - - - - -
Sukuk mudharabah 109.030 109.030 109.030 109.030 - - - - - - - - - - -
Saldo awal - 3.076.544 2.735.000 2.809.897 2.367.163 1.064.460 - - - - - - - - - -
Page 67
Pinjaman bank 416.441 192.643
Jangka Pendek Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank (217.954) (217.954) (217.954) (217.954) (871.817) - - - - - - -
Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank (14.127) (14.127) (84.763) - - - - -
Liabilitas sewa (2.852) (2.852) (2.852) (5.704) -
Utang obligasi (50.925) (50.925) (81.480) (224.071) - - - -
Sukuk mudharabah (12.188) (12.188) (12.188) (60.938) - - - -
Jangka Panjang Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank (41.744) (41.744) (41.744) (625.163) (192.643) - - - - - - - - - -
Liabilitas sewa (1.753) (1.753) (1.753) (3.506) -
Utang obligasi - (248.980) -
Sukuk mudharabah - (109.030) - - - -
Pembayaran pokok - (341.544) (341.544) (442.734) (1.495.346) (1.064.460) - - - - - - - - - -
Jangka Pendek Utang bank dan lembaga keuangan buk 1.743.634 1.525.679 1.307.725 1.089.771 871.817 - - - - - - - - - - -
Utang bank dan lembaga keuangan buk 113.017 98.890 84.763 - - - - - - - - - - - - -
Liabilitas sewa 14.261 11.409 8.557 5.704 - - - - - - - - - - - -
Utang obligasi 407.402 356.477 305.552 224.071 - - - - - - - - - - - -
Sukuk mudharabah 97.500 85.313 73.125 60.938 - - - - - - - - - - - -
Jangka Panjang Utang bank dan lembaga keuangan bukan 333.955 292.211 666.907 625.163 192.643 - - - - - - - - - - -
Liabilitas sewa 8.765 7.012 5.259 3.506 - - - - - - - - - - - -
Utang obligasi 248.980 248.980 248.980 248.980 - - - - - - - - - - - -
Sukuk mudharabah 109.030 109.030 109.030 109.030 - - - - - - - - - - - -
Saldo akhir utang 3.076.544 2.735.000 2.809.897 2.367.163 1.064.460 - - - - - - - - - - -
Posisi kas 200.031 282.679 354.350 896.860 582.132 615.090 1.639.853 2.683.973 3.753.627 4.856.063 5.991.142 7.161.008 8.367.507 9.611.786 10.895.029 12.218.457
1.396.185 1.458.697 1.199.697 1.392.340 - - -
Proyeksi Persediaan Tanpa Penambahan Usaha
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
Persediaan
Saldo awal 2.515.305 2.843.452 2.934.835 3.336.645 2.910.247 2.829.662 2.755.545 2.840.598 2.928.277 3.018.661 3.111.836 3.207.887 3.306.902 3.408.974 3.514.196 3.622.666
Pemakaian 1.359.241 1.608.430 2.383.318 3.209.184 3.811.168 3.928.804 4.050.071 4.175.082 4.303.951 4.436.798 4.573.745 4.714.919 4.860.451 5.010.474 5.165.129 5.324.557
Pembelian 1.687.388 1.699.813 2.785.128 2.782.786 3.730.583 3.854.687 4.135.125 4.262.760 4.394.336 4.529.972 4.669.795 4.813.934 4.962.522 5.115.697 5.273.599 5.436.375
Saldo akhir (2.843.452) (2.934.835) (3.336.645) (2.910.247) (2.829.662) (2.755.545) (2.840.598) (2.928.277) (3.018.661) (3.111.836) (3.207.887) (3.306.902) (3.408.974) (3.514.196) (3.622.666) (3.734.484)
Proyeksi Utang Usaha Tanpa Penamabahan Usaha
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
Utang usaha
Saldo awal 86.973 71.260 139.711 228.915 228.722 306.623 316.824 339.873 350.364 361.178 372.326 383.819 395.666 407.879 420.468 433.446
Pembelian 1.687.388 1.699.813 2.785.128 2.782.786 3.730.583 3.854.687 4.135.125 4.262.760 4.394.336 4.529.972 4.669.795 4.813.934 4.962.522 5.115.697 5.273.599 5.436.375
Saldo akhir (71.260) (139.711) (228.915) (228.722) (306.623) (316.824) (339.873) (350.364) (361.178) (372.326) (383.819) (395.666) (407.879) (420.468) (433.446) (446.825)
Pembayaran utang usaha 1.703.100 1.631.362 2.695.924 2.782.979 3.652.681 3.844.487 4.112.075 4.252.270 4.383.521 4.518.824 4.658.303 4.802.087 4.950.310 5.103.107 5.260.621 5.422.996
Page 68
PT Integra Indocabinet Tbk
Probase
cut off 31 Des 2023
dalam Jutaan Rupiah (000.000)
Proyeksi Penjualan Dengan Penambahan Usaha
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
Penjualan Existing 2.186.034 2.535.841 3.757.523 5.059.579 6.008.662 6.194.127 6.385.316 6.582.407 6.785.581 6.995.026 7.210.936 7.433.510 7.662.955 7.899.481 8.143.308 8.394.662
Penjualan Penambahan Usaha 234.197 199.088 205.629 262.121 279.671 251.397 246.267 203.378 187.365 192.826 238.788 263.289 177.174 138.387 82.302
Jumlah 2.186.034 2.770.038 3.956.611 5.265.208 6.270.783 6.473.798 6.636.713 6.828.673 6.988.959 7.182.391 7.403.762 7.672.299 7.926.244 8.076.655 8.281.696 8.476.963
Piutang usaha
Saldo awal 352.117 454.092 227.674 325.201 432.757 515.407 532.093 545.483 561.261 574.435 590.334 608.528 630.600 651.472 663.835 680.687
Saldo akhir (454.092) (227.674) (325.201) (432.757) (515.407) (532.093) (545.483) (561.261) (574.435) (590.334) (608.528) (630.600) (651.472) (663.835) (680.687) (696.737)
Penerimaan piutang usaha 2.084.059 2.996.455 3.859.085 5.157.652 6.188.133 6.457.112 6.623.323 6.812.896 6.975.785 7.166.493 7.385.567 7.650.227 7.905.372 8.064.292 8.264.843 8.460.914
Proyeksi Penjualan Dengan Penambahan Usaha
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
Beban pokok pendapatan
COGS Existing 1.359.241 1.608.430 2.383.318 3.209.184 3.811.168 3.928.804 4.050.071 4.175.082 4.303.951 4.436.798 4.573.745 4.714.919 4.860.451 5.010.474 5.165.129 5.324.557
COGS Penambahan Usaha 164.349 139.711 144.301 183.945 196.261 176.419 172.819 142.722 131.485 135.317 167.571 184.765 124.332 97.114 57.756
Jumlah 1.359.241 1.772.779 2.523.029 3.353.485 3.995.112 4.125.065 4.226.490 4.347.901 4.446.672 4.568.282 4.709.061 4.882.490 5.045.215 5.134.807 5.262.243 5.382.312
Proyeksi Penjualan Dengan Penambahan Usaha
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
Beban operasional
Beban penjualan 256.549 285.494 423.036 569.626 676.477 697.357 718.882 741.071 763.945 787.525 811.833 836.891 862.723 889.352 916.803 945.101
Beban umum dan administrasi 133.060 136.533 140.097 143.753 147.505 151.355 155.305 159.359 163.518 167.786 172.165 176.659 181.269 186.001 190.855 195.837
Beban overhead dan marketing penambaha - 28.104 23.891 24.675 31.455 33.561 30.168 29.552 24.405 22.484 23.139 28.655 31.595 21.261 16.606 9.876
Manajemen fee 7.026 5.973 6.169 7.864 8.390 7.542 7.388 6.101 5.621 5.785 7.164 7.899 5.315 4.152 2.469
Beban bunga 252.053 272.375 260.127 243.085 161.268 50.083 - - - - - - - - - -
Penyusutan & amortisasi 7.329 93.338 84.672 92.743 104.839 115.655 122.120 127.453 98.257 97.452 91.315 90.081 92.242 94.391 96.609 98.897
Jumlah 648.992 822.870 937.795 1.080.052 1.129.408 1.056.401 1.034.016 1.064.823 1.056.227 1.080.868 1.104.238 1.139.450 1.175.728 1.196.320 1.225.025 1.252.180
Page 69
Proyeksi Penjualan Dengan Penambahan Usaha
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
Jangka Pen Utang bank dan lembaga keuan - 153.821 133.312 112.802 92.293 41.019 - - - - - - - - - -
Utang bank dan lembaga keuan - 9.970 8.641 3.988 - - - - - - - - - - - -
Liabilitas sewa - - - - - - - - - - - - - - - -
Utang obligasi - 36.762 31.860 25.488 10.783 - - - - - - - - - - -
Sukuk mudharabah - 8.798 7.625 6.452 2.933 - - - - - - - - - - -
Jangka Pa Utang bank dan lembaga keuang - 29.461 45.127 60.792 38.478 9.064 - - - - - - - - - -
Liabilitas sewa - - - - - - - - - - - - - - - -
Utang obligasi - 23.342 23.342 23.342 11.671 - - - - - - - - - - -
Sukuk mudharabah - 10.222 10.222 10.222 5.111 - - - - - - - - - - -
Beban bunga pinjaman 252.053 272.375 260.127 243.085 161.268 50.083 - - - - - - - - - -
Jangka Pen Utang bank dan lembaga keuan - 1.743.634 1.525.679 1.307.725 1.089.771 871.817 - - - - - - - - - -
Utang bank dan lembaga keuan - 113.017 98.890 84.763 - - - - - - - - - - - -
Liabilitas sewa - 14.261 11.409 8.557 5.704 - - - - - - - - - - -
Utang obligasi - 407.402 356.477 305.552 224.071 - - - - - - - - - - -
Sukuk mudharabah - 97.500 85.313 73.125 60.938 - - - - - - - - - - -
Jangka Pa Utang bank dan lembaga keuang - 333.955 292.211 666.907 625.163 192.643 - - - - - - - - - -
Liabilitas sewa - 8.765 7.012 5.259 3.506 - - - - - - - - - - -
Utang obligasi - 248.980 248.980 248.980 248.980 - - - - - - - - - - -
Sukuk mudharabah - 109.030 109.030 109.030 109.030 - - - - - - - - - - -
Saldo awal - 3.076.544 2.735.000 2.809.897 2.367.163 1.064.460 - - - - - - - - - -
Page 70
Pinjaman bank - 416.441 - 192.643 - - - - - - - - - - -
Jangka Pen Utang bank dan lembaga keuangan bukan ban (217.954) (217.954) (217.954) (217.954) (871.817) - - - - - - - - - -
Utang bank dan lembaga keuangan bukan ban (14.127) (14.127) (84.763) - - - - - - - - - - - -
Liabilitas sewa (2.852) (2.852) (2.852) (5.704) - - - - - - - - - - -
Utang obligasi (50.925) (50.925) (81.480) (224.071) - - - - - - - - - - -
Sukuk mudharabah (12.188) (12.188) (12.188) (60.938) - - - - - - - - - - -
Jangka Pa Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank (41.744) (41.744) (41.744) (625.163) (192.643) - - - - - - - - - -
Liabilitas sewa (1.753) (1.753) (1.753) (3.506) - - - - - - - - - - -
Utang obligasi - - - (248.980) - - - - - - - - - - -
Sukuk mudharabah - - - (109.030) - - - - - - - - - - -
Pembayaran pokok - (341.544) (341.544) (442.734) (1.495.346) (1.064.460) - - - - - - - - - -
Jangka Pen Utang bank dan lembaga keuan1.743.634 1.525.679 1.307.725 1.089.771 871.817 - - - - - - - - - - -
Utang bank dan lembaga keuan
113.017 98.890 84.763 - - - - - - - - - - - - -
Liabilitas sewa 14.261 11.409 8.557 5.704 - - - - - - - - - - - -
Utang obligasi 407.402 356.477 305.552 224.071 - - - - - - - - - - - -
Sukuk mudharabah 97.500 85.313 73.125 60.938 - - - - - - - - - - - -
Jangka Pa Utang bank dan lembaga keuang 333.955 292.211 666.907 625.163 192.643 - - - - - - - - - - -
Liabilitas sewa 8.765 7.012 5.259 3.506 - - - - - - - - - - - -
Utang obligasi 248.980 248.980 248.980 248.980 - - - - - - - - - - - -
Sukuk mudharabah 109.030 109.030 109.030 109.030 - - - - - - - - - - - -
Saldo akhir utang 3.076.544 2.735.000 2.809.897 2.367.163 1.064.460 - - - - - - - - - - -
Posisi kas 200.031 8.898 174.537 809.272 524.184 588.245 1.655.217 2.731.091 3.844.587 4.977.742 6.132.856 7.307.915 8.531.022 9.835.879 11.157.132 12.518.391
Proyeksi Penjualan Dengan Penambahan Usaha
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
Persediaan
Saldo awal 2.515.305 2.843.452 3.234.714 3.532.240 3.041.106 2.966.234 2.893.196 2.964.333 3.049.486 3.118.762 3.204.055 3.302.794 3.424.431 3.538.562 3.601.399 3.690.778
Pemakaian 1.359.241 1.772.779 2.523.029 3.353.485 3.995.112 4.125.065 4.226.490 4.347.901 4.446.672 4.568.282 4.709.061 4.882.490 5.045.215 5.134.807 5.262.243 5.382.312
Pembelian 1.687.388 2.164.041 2.820.555 2.862.351 3.920.240 4.052.027 4.297.627 4.433.054 4.515.948 4.653.575 4.807.800 5.004.127 5.159.346 5.197.644 5.351.622 5.466.526
Saldo akhir (2.843.452) (3.234.714) (3.532.240) (3.041.106) (2.966.234) (2.893.196) (2.964.333) (3.049.486) (3.118.762) (3.204.055) (3.302.794) (3.424.431) (3.538.562) (3.601.399) (3.690.778) (3.774.992)
Proyeksi Penjualan Dengan Penambahan Usaha
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
Utang usaha
Saldo awal 86.973 71.260 177.866 231.826 235.262 322.212 333.043 353.230 364.361 371.174 382.486 395.162 411.298 424.056 427.204 439.859
Pembelian 1.687.388 2.164.041 2.820.555 2.862.351 3.920.240 4.052.027 4.297.627 4.433.054 4.515.948 4.653.575 4.807.800 5.004.127 5.159.346 5.197.644 5.351.622 5.466.526
Saldo akhir (71.260) (177.866) (231.826) (235.262) (322.212) (333.043) (353.230) (364.361) (371.174) (382.486) (395.162) (411.298) (424.056) (427.204) (439.859) (449.303)
Pembayaran utang usaha 1.703.100 2.057.435 2.766.595 2.858.916 3.833.290 4.041.195 4.277.441 4.421.923 4.509.135 4.642.264 4.795.124 4.987.991 5.146.588 5.194.496 5.338.967 5.457.082
Page 71
PT Integra Indocabinet Tbk
Aset Tetap
cut off 31 Des 2023
dalam Jutaan Rupiah (000.000)
Proyeksi Aset Tetap Dengan Penambahan Usaha
URAIAN 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
Penambahan
Tanah
Bangunan
Sarana dan prasarana
Instalasi listrik
Mesin dan peralatan
Alat-alat berat
Kendaraan
Inventaris
Aset dalam penyelesaian
Pra-Op 18.737
Capex 1.976 39.551 50.991 60.482 62.337 64.248 66.219 68.251 70.345 72.505 74.730 77.025 78.995 81.433 83.947
Jumlah - 20.713 39.551 50.991 60.482 62.337 64.248 66.219 68.251 70.345 72.505 74.730 77.025 78.995 81.433 83.947
Perolehan
Tanah 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979
Bangunan 598.978 598.978 598.978 598.978 598.978 598.978 598.978 598.978 598.978 598.978 598.978 598.978 598.978 598.978 598.978 598.978
Sarana dan prasarana 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922
Instalasi listrik 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716
Mesin dan peralatan 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314
Alat-alat berat 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193
Kendaraan 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981
Inventaris 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386
Aset dalam penyelesaian 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396
Pra-Op 18.737 18.737 18.737 18.737 18.737 18.737 18.737 18.737 18.737 18.737 18.737 18.737 18.737 18.737 18.737
Capex - 1.976 41.528 92.519 153.000 215.337 279.585 345.805 414.056 484.401 556.906 631.636 708.661 787.656 869.089 953.035
Jumlah 2.627.865 2.648.578 2.688.129 2.739.120 2.799.602 2.861.939 2.926.187 2.992.406 3.060.658 3.131.003 3.203.508 3.278.238 3.355.263 3.434.258 3.515.691 3.599.637
Penyusutan
Tanah - - - - - - - - - - - - - - - -
Bangunan 261.919 19.671 19.671 19.671 19.671 19.671 19.671 19.671 19.671 19.671 19.671 19.671 19.671 19.671 19.671 19.671
Sarana dan prasarana 11.500 11.500 11.500 11.500 11.500 11.500 11.500 11.500 11.500 11.500 3.330 - - - - -
Instalasi listrik 3.894 3.894 3.894 3.894 3.894 2.242 - - - - - - - - - -
Mesin dan peralatan 35.426 35.426 35.426 35.426 35.426 35.426 35.426 35.426 2.778 - - - - - - -
Alat-alat berat 185.727 - - - - - - - - - - - - - - -
Kendaraan 24.731 16.751 - - - - - - - - - - - - - -
Inventaris 2.348 2.348 2.128 - - - - - - - - - - - - -
Aset dalam penyelesaian - - - - - - - - - - - - - - - -
Pra-Op 3.747 3.747 3.747 3.747 3.747 - - - - - - - - - -
Capex - - 8.306 18.504 30.600 43.067 55.522 60.855 64.307 66.280 68.314 70.410 72.571 74.720 76.938 79.226
Jumlah 525.545 93.338 84.672 92.743 104.839 115.655 122.120 127.453 98.257 97.452 91.315 90.081 92.242 94.391 96.609 98.897
Akumulasi Penyusutan
Tanah - - - - - - - - - - - - - - - -
Bangunan 8.841 28.512 48.184 67.855 87.526 107.197 126.868 146.540 166.211 185.882 205.553 225.225 244.896 264.567 284.238 303.910
Sarana dan prasarana 64.090 75.590 87.091 98.591 110.091 121.591 133.091 144.592 156.092 167.592 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922
Instalasi listrik 34.897 38.791 42.685 46.579 50.473 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716
Mesin dan peralatan 210.552 245.978 281.405 316.831 352.257 387.684 423.110 458.536 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314
Alat-alat berat 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193
Kendaraan 59.230 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981
Inventaris 25.910 28.258 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386
Aset dalam penyelesaian - - - - - - - - - - - - - - - -
Pra-Op 3.747 7.495 11.242 14.989 18.737 18.737 18.737 18.737 18.737 18.737 18.737 18.737 18.737 18.737 18.737
Capex - 8.306 26.809 57.409 100.477 155.999 216.854 281.161 347.442 415.755 486.165 558.737 633.457 710.394 789.620
Jumlah 406.712 500.050 584.723 677.466 782.305 897.960 1.020.080 1.147.533 1.245.790 1.343.241 1.434.557 1.524.638 1.616.881 1.711.272 1.807.881 1.906.778
Nilai Buku
Tanah 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979
Bangunan 590.137 570.466 550.795 531.123 511.452 491.781 472.110 452.438 432.767 413.096 393.425 373.753 354.082 334.411 314.740 295.069
Sarana dan prasarana 106.832 95.332 83.832 72.332 60.831 49.331 37.831 26.331 14.830 3.330 - - - - - -
Instalasi listrik 17.819 13.925 10.031 6.137 2.242 - - - - - - - - - - -
Mesin dan peralatan 250.762 215.336 179.909 144.483 109.057 73.630 38.204 2.778 - - - - - - - -
Alat-alat berat - - - - - - - - - - - - - - - -
Kendaraan 16.751 - - - - - - - - - - - - - - -
Inventaris 4.475 2.128 - - - - - - - - - - - - - -
Aset dalam penyelesaian 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396
Pra-Op - 14.989 11.242 7.495 3.747 - - - - - - - - - - -
Capex - 1.976 33.222 65.709 95.591 114.860 123.587 128.951 132.894 136.960 141.150 145.471 149.924 154.199 158.695 163.415
Jumlah 2.221.153 2.148.528 2.103.406 2.061.655 2.017.297 1.963.978 1.906.107 1.844.873 1.814.868 1.787.762 1.768.951 1.753.600 1.738.382 1.722.986 1.707.810 1.692.860
Page 72
PT Integra Indocabinet Tbk
Aset Tetap
cut off 31 Des 2023
dalam Jutaan Rupiah (000.000)
Proyeksi Aset Tetap Tanpa Penambahan Usaha
URAIAN 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
Penambahan
Tanah
Bangunan
Sarana dan prasarana
Instalasi listrik
Mesin dan peralatan
Alat-alat berat
Kendaraan
Inventaris
Aset dalam penyelesaian
Capex 37.575 50.596 60.087 61.941 63.853 65.824 67.856 69.950 72.109 74.335 76.630 78.995 81.433 83.947
Jumlah - - 37.575 50.596 60.087 61.941 63.853 65.824 67.856 69.950 72.109 74.335 76.630 78.995 81.433 83.947
Perolehan
Tanah 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979
Bangunan 598.978 598.978 598.978 598.978 598.978 598.978 598.978 598.978 598.978 598.978 598.978 598.978 598.978 598.978 598.978 598.978
Sarana dan prasarana 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922
Instalasi listrik 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716
Mesin dan peralatan 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314
Alat-alat berat 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193
Kendaraan 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981
Inventaris 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386
Aset dalam penyelesaian 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396
-
Capex - - 37.575 88.171 148.258 210.199 274.052 339.876 407.732 477.682 549.792 624.127 700.756 779.751 861.184 945.131
Jumlah 2.627.865 2.627.865 2.665.440 2.716.036 2.776.123 2.838.064 2.901.917 2.967.741 3.035.597 3.105.547 3.177.657 3.251.992 3.328.621 3.407.616 3.489.049 3.572.996
Penyusutan
Tanah - - - - - - - - - - - - - - - -
Bangunan 261.919 19.671 19.671 19.671 19.671 19.671 19.671 19.671 19.671 19.671 19.671 19.671 19.671 19.671 19.671 19.671
Sarana dan prasarana 11.500 11.500 11.500 11.500 11.500 11.500 11.500 11.500 11.500 11.500 3.330 - - - - -
Instalasi listrik 3.894 3.894 3.894 3.894 3.894 2.242 - - - - - - - - - -
Mesin dan peralatan 35.426 35.426 35.426 35.426 35.426 35.426 35.426 35.426 2.778 - - - - - - -
Alat-alat berat 185.727 - - - - - - - - - - - - - - -
Kendaraan 24.731 16.751 - - - - - - - - - - - - - -
Inventaris 2.348 2.348 2.128 - - - - - - - - - - - - -
Aset dalam penyelesaian - - - - - - - - - - - - - - - -
-
Capex - - 7.515 17.634 29.652 42.040 54.810 60.460 63.912 65.885 67.919 70.015 72.176 74.404 76.700 79.068
Jumlah 525.545 89.591 80.135 88.126 100.143 110.880 121.408 127.058 97.861 97.056 90.920 89.686 91.847 94.075 96.372 98.739
Akumulasi Penyusutan
Tanah - - - - - - - - - - - - - - - -
Bangunan 8.841 28.512 48.184 67.855 87.526 107.197 126.868 146.540 166.211 185.882 205.553 225.225 244.896 264.567 284.238 303.910
Sarana dan prasarana 64.090 75.590 87.091 98.591 110.091 121.591 133.091 144.592 156.092 167.592 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922 170.922
Instalasi listrik 34.897 38.791 42.685 46.579 50.473 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716 52.716
Mesin dan peralatan 210.552 245.978 281.405 316.831 352.257 387.684 423.110 458.536 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314 461.314
Alat-alat berat 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193 3.193
Kendaraan 59.230 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981 75.981
Inventaris 25.910 28.258 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386 30.386
Aset dalam penyelesaian - - - - - - - - - - - - - - - -
-
Capex - 7.515 25.149 54.801 96.841 151.651 212.111 276.023 341.908 409.827 479.842 552.018 626.422 703.122 782.190
Jumlah 406.712 496.303 576.438 664.564 764.707 875.587 996.996 1.124.054 1.221.915 1.318.971 1.409.891 1.499.577 1.591.425 1.685.500 1.781.871 1.880.610
Nilai Buku
Tanah 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979 1.225.979
Bangunan 590.137 570.466 550.795 531.123 511.452 491.781 472.110 452.438 432.767 413.096 393.425 373.753 354.082 334.411 314.740 295.069
Sarana dan prasarana 106.832 95.332 83.832 72.332 60.831 49.331 37.831 26.331 14.830 3.330 - - - - - -
Instalasi listrik 17.819 13.925 10.031 6.137 2.242 - - - - - - - - - - -
Mesin dan peralatan 250.762 215.336 179.909 144.483 109.057 73.630 38.204 2.778 - - - - - - - -
Alat-alat berat - - - - - - - - - - - - - - - -
Kendaraan 16.751 - - - - - - - - - - - - - - -
Inventaris 4.475 2.128 - - - - - - - - - - - - - -
Aset dalam penyelesaian 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396 8.396
-
Capex - - 30.060 63.022 93.457 113.358 122.401 127.765 131.709 135.774 139.965 144.285 148.738 153.329 158.062 162.941
Jumlah 2.221.153 2.131.562 2.089.003 2.051.472 2.011.415 1.962.477 1.904.922 1.843.688 1.813.682 1.786.576 1.767.765 1.752.414 1.737.196 1.722.116 1.707.178 1.692.385
Page 73
PT Integra Indocabinet Tbk
Neraca
cut off 31 Des 2023
dalam Jutaan Rupiah (000.000)
Proyeksi Neraca Tanpa Penambahan
Deskripsi 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 200.031 282.679 354.350 896.860 582.132 615.090 1.639.853 2.683.973 3.753.627 4.856.063 5.991.142 7.161.008 8.367.507 9.611.786 10.895.029 12.218.457
Piutang usaha - bersih - 208.425 308.838 415.856 493.863 509.106 524.820 541.020 557.719 574.934 592.680 610.973 629.832 649.272 669.313 689.972
Pihak ketiga 449.571
Pihak berelasi 4.521
Piutang lain-lain -
Pihak berelasi 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319
Pihak ketiga 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951
Persediaan - bersih 2.843.452 2.934.835 3.336.645 2.910.247 2.829.662 2.755.545 2.840.598 2.928.277 3.018.661 3.111.836 3.207.887 3.306.902 3.408.974 3.514.196 3.622.666 3.734.484
Pajak dibayar di muka 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448
Biaya dibayar di muka 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828
Uang muka pembelian 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106
Tagihan pajak 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375
Jumlah Aset Lancar 4.754.603 4.682.966 5.256.860 5.479.990 5.162.684 5.136.768 6.262.299 7.410.297 8.587.035 9.799.861 11.048.736 12.335.911 13.663.340 15.032.282 16.444.035 17.899.940
ASET TIDAK LANCAR
Taksiran tagihan pajak 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246
Uang muka pembelian 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227
Aset pajak tangguhan 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468
Penyertaan saham 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273
Aset tetap - bersih 2.221.153 2.131.562 2.089.003 2.051.472 2.011.415 1.962.477 1.904.922 1.843.688 1.813.682 1.786.576 1.767.765 1.752.414 1.737.196 1.722.116 1.707.178 1.692.385
Properti investasi 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720
Aset hak guna - bersih 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067
Aset lain-lain - bersih 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164
Jumlah Aset Tidak Lancar 2.908.318 2.818.727 2.776.168 2.738.638 2.698.581 2.649.642 2.592.087 2.530.853 2.500.847 2.473.741 2.454.931 2.439.580 2.424.362 2.409.282 2.394.343 2.379.551
JUMLAH ASET 7.662.921 7.501.693 8.033.027 8.218.628 7.861.264 7.786.410 8.854.386 9.941.150 11.087.882 12.273.602 13.503.667 14.775.491 16.087.702 17.441.563 18.838.378 20.279.491
LIABILITAS DAN EKUITAS 955.588.355.174 1.375.588.355.174 1.116.588.355.174 1.309.231.259.105
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank 1.743.634 1.525.679 1.307.725 1.089.771 871.817 - - - - - - - - - - -
Utang usaha 139.711 228.915 228.722 306.623 316.824 339.873 350.364 361.178 372.326 383.819 395.666 407.879 420.468 433.446 446.825
Pihak ketiga 69.947
Pihak berelasi 1.313
Utang lain-lain
Pihak ketiga 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674
Pihak berelasi 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460
Beban akrual 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895
Utang pajak 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546
Liabilitas kontrak 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank 113.017 98.890 84.763 - - - - - - - - - - - - -
Liabilitas sewa 14.261 11.409 8.557 5.704 - - - - - - - - - - - -
Utang obligasi 407.402 356.477 305.552 224.071 - - - - - - - - - - - -
Sukuk mudharabah 97.500 85.313 73.125 60.938 - - - - - - - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 2.554.032 2.324.436 2.115.594 1.716.164 1.285.398 423.781 446.831 457.322 468.136 479.284 490.777 502.624 514.836 527.426 540.404 553.783
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang, setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun:
Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank 333.955 292.211 666.907 625.163 192.643 - - - - - - - - - - -
Liabilitas sewa 8.765 7.012 5.259 3.506 - - - - - - - - - - - -
Utang obligasi 248.980 248.980 248.980 248.980 - - - - - - - - - - - -
Sukuk mudharabah 109.030 109.030 109.030 109.030 - - - - - - - - - - - -
Liabilitas pajak tangguhan 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805
Liabilitas imbalan kerja 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 797.028 753.531 1.126.475 1.082.977 288.942 96.299 96.299 96.299 96.299 96.299 96.299 96.299 96.299 96.299 96.299 96.299
JUMLAH LIABILITAS 3.351.061 3.077.967 3.242.069 2.799.142 1.574.340 520.081 543.130 553.621 564.435 575.583 587.076 598.923 611.135 623.725 636.703 650.082
EKUITAS
Modal saham 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750
Tambahan modal disetor 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163
Saham treasuri (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957)
Komponen ekuitas lainnya 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898
Penghasilan komprehensif lain 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694
Saldo laba 1.940.759 2.052.625 2.419.857 3.048.385 3.915.823 4.895.228 5.940.155 7.016.427 8.152.345 9.326.917 10.545.490 11.805.467 13.105.465 14.446.737 15.830.573 17.258.307
Kepentingan non-pengendali 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554
JUMLAH EKUITAS 4.311.861 4.423.726 4.790.959 5.419.486 6.286.925 7.266.330 8.311.256 9.387.529 10.523.447 11.698.018 12.916.591 14.176.568 15.476.566 16.817.838 18.201.675 19.629.408
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 7.662.921 7.501.693 8.033.027 8.218.628 7.861.264 7.786.410 8.854.386 9.941.150 11.087.882 12.273.602 13.503.667 14.775.491 16.087.702 17.441.563 18.838.378 20.279.491
Page 74
PT Integra Indocabinet Tbk
Neraca
cut off 31 Des 2023
dalam Jutaan Rupiah (000.000)
Proyeksi Neraca Dengan Penambahan
Deskripsi 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
ASET
ASET LANCAR
Kas dan setara kas 200.031 8.898 174.537 809.272 524.184 588.245 1.655.217 2.731.091 3.844.587 4.977.742 6.132.856 7.307.915 8.531.022 9.835.879 11.157.132 12.518.391
Piutang usaha - bersih - 227.674 325.201 432.757 515.407 532.093 545.483 561.261 574.435 590.334 608.528 630.600 651.472 663.835 680.687 696.737
Pihak ketiga 449.571 -
Pihak berelasi 4.521 -
Piutang lain-lain -
Pihak berelasi 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319 165.319
Pihak ketiga 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951 19.951
Persediaan - bersih 2.843.452 3.234.714 3.532.240 3.041.106 2.966.234 2.893.196 2.964.333 3.049.486 3.118.762 3.204.055 3.302.794 3.424.431 3.538.562 3.601.399 3.690.778 3.774.992
Pajak dibayar di muka 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448 77.448
Biaya dibayar di muka 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828 4.828
Uang muka pembelian 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106 979.106
Tagihan pajak 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375 10.375
Jumlah Aset Lancar 4.754.603 4.728.314 5.289.006 5.540.162 5.262.852 5.270.562 6.422.061 7.598.866 8.794.812 10.029.158 11.301.206 12.619.974 13.978.084 15.358.140 16.785.625 18.247.147
ASET TIDAK LANCAR
Taksiran tagihan pajak 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246 35.246
Uang muka pembelian 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227 246.227
Aset pajak tangguhan 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468 4.468
Penyertaan saham 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273 26.273
Aset tetap - bersih 2.221.153 2.148.528 2.103.406 2.061.655 2.017.297 1.963.978 1.906.107 1.844.873 1.814.868 1.787.762 1.768.951 1.753.600 1.738.382 1.722.986 1.707.810 1.692.860
Properti investasi 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720 237.720
Aset hak guna - bersih 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067 57.067
Aset lain-lain - bersih 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164 80.164
Jumlah Aset Tidak Lancar 2.908.318 2.835.693 2.790.572 2.748.820 2.704.462 2.651.144 2.593.273 2.532.039 2.502.033 2.474.927 2.456.116 2.440.765 2.425.548 2.410.151 2.394.975 2.380.025
JUMLAH ASET 7.662.921 7.564.007 8.079.578 8.288.982 7.967.314 7.921.706 9.015.333 10.130.905 11.296.845 12.504.085 13.757.322 15.060.739 16.403.631 17.768.291 19.180.600 20.627.171
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank 1.743.634 1.525.679 1.307.725 1.089.771 871.817 - - - - - - - - - - -
Utang usaha - 177.866 231.826 235.262 322.212 333.043 353.230 364.361 371.174 382.486 395.162 411.298 424.056 427.204 439.859 449.303
Pihak ketiga 69.947 -
Pihak berelasi 1.313 -
Utang lain-lain -
Pihak ketiga 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674 4.674
Pihak berelasi 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460 1.460
Beban akrual 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895 26.895
Utang pajak 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546 9.546
Liabilitas kontrak 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382 64.382
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun:-
Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank 113.017 98.890 84.763 - - - - - - - - - - - - -
Liabilitas sewa 14.261 11.409 8.557 5.704 - - - - - - - - - - - -
Utang obligasi 407.402 356.477 305.552 224.071 - - - - - - - - - - - -
Sukuk mudharabah 97.500 85.313 73.125 60.938 - - - - - - - - - - - -
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek 2.554.032 2.362.592 2.118.506 1.722.704 1.300.986 440.001 460.187 471.318 478.132 489.444 502.120 518.256 531.014 534.161 546.817 556.261
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang, setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo- dalam waktu satu tahun:
Utang bank dan lembaga keuangan bukan bank 333.955 292.211 666.907 625.163 192.643 - - - - - - - - - - -
Liabilitas sewa 8.765 7.012 5.259 3.506 - - - - - - - - - - - -
Utang obligasi 248.980 248.980 248.980 248.980 - - - - - - - - - - - -
Sukuk mudharabah 109.030 109.030 109.030 109.030 - - - - - - - - - - - -
Liabilitas pajak tangguhan 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805 65.805
Liabilitas imbalan kerja 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494 30.494
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 797.028 753.531 1.126.475 1.082.977 288.942 96.299 96.299 96.299 96.299 96.299 96.299 96.299 96.299 96.299 96.299 96.299
JUMLAH LIABILITAS 3.351.061 3.116.123 3.244.980 2.805.681 1.589.928 536.300 556.487 567.618 574.431 585.743 598.419 614.555 627.313 630.461 643.116 652.560
EKUITAS
Modal saham 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750 643.750
Tambahan modal disetor 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163 314.163
Saham treasuri (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957) (89.957)
Komponen ekuitas lainnya 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898 238.898
Penghasilan komprehensif lain 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694 1.179.694
Saldo laba 1.940.759 2.076.782 2.463.496 3.112.200 4.006.285 5.014.304 6.087.745 7.192.186 8.351.313 9.547.241 10.787.802 12.075.083 13.405.217 14.766.729 16.166.383 17.603.510
Kepentingan non-pengendali 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554 84.554
JUMLAH EKUITAS 4.311.861 4.447.884 4.834.598 5.483.301 6.377.386 7.385.406 8.458.847 9.563.287 10.722.414 11.918.343 13.158.904 14.446.184 15.776.319 17.137.830 18.537.484 19.974.611
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 7.662.921 7.564.007 8.079.578 8.288.982 7.967.314 7.921.706 9.015.333 10.130.905 11.296.845 12.504.085 13.757.322 15.060.739 16.403.631 17.768.291 19.180.600 20.627.171
Page 75
PT Integra Indocabinet Tbk
Arus Kas
cut off 31 Des 2023
dalam Jutaan Rupiah (000.000)
Proyeksi Arus Kas Tanpa Penambahan
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
Arus Kas Operasional
Penerimaan piutang 2.781.508 3.657.111 4.952.561 5.930.655 6.178.883 6.369.602 6.566.207 6.768.881 6.977.811 7.193.190 7.415.217 7.644.096 7.880.041 8.123.268 8.374.002
Pembayaran utang usaha (1.631.362) (2.695.924) (2.782.979) (3.652.681) (3.844.487) (4.112.075) (4.252.270) (4.383.521) (4.518.824) (4.658.303) (4.802.087) (4.950.310) (5.103.107) (5.260.621) (5.422.996)
Beban penjualan (285.494) (423.036) (569.626) (676.477) (697.357) (718.882) (741.071) (763.945) (787.525) (811.833) (836.891) (862.723) (889.352) (916.803) (945.101)
Beban umum & administrasi (136.533) (140.097) (143.753) (147.505) (151.355) (155.305) (159.359) (163.518) (167.786) (172.165) (176.659) (181.269) (186.001) (190.855) (195.837)
Beban keuangan (272.375) (260.127) (243.085) (161.268) (50.083) - - - - - - - - - -
Beban pajak (31.552) (103.578) (177.277) (244.662) (276.242) (294.723) (303.564) (320.387) (331.289) (343.700) (355.378) (366.666) (378.307) (390.313) (402.694)
Jumlah - 424.191 34.349 1.035.841 1.048.061 1.159.359 1.088.617 1.109.944 1.137.510 1.172.387 1.207.189 1.244.201 1.283.128 1.323.274 1.364.676 1.407.374
Arus Kas Investasi
Setoran modal - - - - - - - - - - - - - -
Capex - - (37.575) (50.596) (60.087) (61.941) (63.853) (65.824) (67.856) (69.950) (72.109) (74.335) (76.630) (78.995) (81.433) (83.947)
Jumlah - - (37.575) (50.596) (60.087) (61.941) (63.853) (65.824) (67.856) (69.950) (72.109) (74.335) (76.630) (78.995) (81.433) (83.947)
Arus Kas Pendanaan
Pinjaman - 416.441 - 192.643 - - - - - - - - - - -
Pembayaran pokok hutang (341.544) (341.544) (442.734) (1.495.346) (1.064.460) - - - - - - - - - -
Jumlah - (341.544) 74.897 (442.734) (1.302.703) (1.064.460) - - - - - - - - - -
Surplus (Defisit) Kas - 82.647 71.671 542.511 (314.728) 32.958 1.024.764 1.044.120 1.069.654 1.102.436 1.135.079 1.169.866 1.206.499 1.244.279 1.283.243 1.323.428
Saldo awal kas 200.031 282.679 354.350 896.860 582.132 615.090 1.639.853 2.683.973 3.753.627 4.856.063 5.991.142 7.161.008 8.367.507 9.611.786 10.895.029
Saldo akhir kas 200.031 282.679 354.350 896.860 582.132 615.090 1.639.853 2.683.973 3.753.627 4.856.063 5.991.142 7.161.008 8.367.507 9.611.786 10.895.029 12.218.457
Page 76
PT Integra Indocabinet Tbk
Arus Kas
cut off 31 Des 2023
dalam Jutaan Rupiah (000.000)
Proyeksi Arus Kas Dengan Penambahan
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
Arus Kas Operasional
Penerimaan piutang 2.996.455 3.859.085 5.157.652 6.188.133 6.457.112 6.623.323 6.812.896 6.975.785 7.166.493 7.385.567 7.650.227 7.905.372 8.064.292 8.264.843 8.460.914
Pembayaran utang usaha (2.057.435) (2.766.595) (2.858.916) (3.833.290) (4.041.195) (4.277.441) (4.421.923) (4.509.135) (4.642.264) (4.795.124) (4.987.991) (5.146.588) (5.194.496) (5.338.967) (5.457.082)
Beban penjualan (285.494) (423.036) (569.626) (676.477) (697.357) (718.882) (741.071) (763.945) (787.525) (811.833) (836.891) (862.723) (889.352) (916.803) (945.101)
Beban umum & administrasi (136.533) (140.097) (143.753) (147.505) (151.355) (155.305) (159.359) (163.518) (167.786) (172.165) (176.659) (181.269) (186.001) (190.855) (195.837)
(28.104)
Beban overhead dan marketing penambahan usaha (23.891) (24.675) (31.455) (33.561) (30.168) (29.552) (24.405) (22.484) (23.139) (28.655) (31.595) (21.261) (16.606) (9.876)
Manajemen fee (7.026) (5.973) (6.169) (7.864) (8.390) (7.542) (7.388) (6.101) (5.621) (5.785) (7.164) (7.899) (5.315) (4.152) (2.469)
Beban keuangan (272.375) (260.127) (243.085) (161.268) (50.083) - - - - - - - - - -
Beban pajak (38.365) (109.073) (182.968) (252.178) (284.313) (302.765) (311.509) (326.933) (337.313) (349.902) (363.079) (375.166) (384.016) (394.774) (405.344)
Jumlah - 171.123 130.294 1.128.460 1.078.096 1.190.858 1.131.220 1.142.094 1.181.747 1.203.500 1.227.619 1.249.789 1.300.132 1.383.851 1.402.686 1.445.206
Arus Kas Investasi
Setoran modal - - - - - - - - - - - - - -
Capex - (20.713) (39.551) (50.991) (60.482) (62.337) (64.248) (66.219) (68.251) (70.345) (72.505) (74.730) (77.025) (78.995) (81.433) (83.947)
Jumlah - (20.713) (39.551) (50.991) (60.482) (62.337) (64.248) (66.219) (68.251) (70.345) (72.505) (74.730) (77.025) (78.995) (81.433) (83.947)
Arus Kas Pendanaan
Pinjaman - 416.441 - 192.643 - - - - - - - - - - -
Pembayaran pokok hutang (341.544) (341.544) (442.734) (1.495.346) (1.064.460) - - - - - - - - - -
Jumlah - (341.544) 74.897 (442.734) (1.302.703) (1.064.460) - - - - - - - - - -
Surplus (Defisit) Kas - (191.134) 165.640 634.735 (285.088) 64.062 1.066.971 1.075.875 1.113.496 1.133.155 1.155.115 1.175.059 1.223.107 1.304.857 1.321.253 1.361.259
Saldo awal kas 200.031 8.898 174.537 809.272 524.184 588.245 1.655.217 2.731.091 3.844.587 4.977.742 6.132.856 7.307.915 8.531.022 9.835.879 11.157.132
Saldo akhir kas 200.031 8.898 174.537 809.272 524.184 588.245 1.655.217 2.731.091 3.844.587 4.977.742 6.132.856 7.307.915 8.531.022 9.835.879 11.157.132 12.518.391
Page 77
PT Integra Indocabinet Tbk
Laba Rugi
cut off 31 Des 2023
dalam Jutaan Rupiah (000.000)
Proyeksi Laba Dengan Penambahan Usaha
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
Penjualan 2.186.034 2.770.038 3.956.611 5.265.208 6.270.783 6.473.798 6.636.713 6.828.673 6.988.959 7.182.391 7.403.762 7.672.299 7.926.244 8.076.655 8.281.696 8.476.963
Beban pokok penjualan (1.359.241) (1.772.779) (2.523.029) (3.353.485) (3.995.112) (4.125.065) (4.226.490) (4.347.901) (4.446.672) (4.568.282) (4.709.061) (4.882.490) (5.045.215) (5.134.807) (5.262.243) (5.382.312)
Penyusutan dan amortisasi (87.522) (86.126) (78.130) (85.577) (96.738) (106.718) (112.683) (117.605) (90.664) (89.921) (84.259) (83.121) (85.115) (87.098) (89.144) (91.255)
Laba Kotor 739.271 911.133 1.355.453 1.826.146 2.178.932 2.242.015 2.297.539 2.363.168 2.451.622 2.524.188 2.610.442 2.706.688 2.795.914 2.854.750 2.930.309 3.003.395
Beban Operasi
Beban penjualan (256.549) (285.494) (423.036) (569.626) (676.477) (697.357) (718.882) (741.071) (763.945) (787.525) (811.833) (836.891) (862.723) (889.352) (916.803) (945.101)
Beban umum dan administrasi (133.060) (136.533) (140.097) (143.753) (147.505) (151.355) (155.305) (159.359) (163.518) (167.786) (172.165) (176.659) (181.269) (186.001) (190.855) (195.837)
Beban overhead dan marketing penambahan usaha- (28.104) (23.891) (24.675) (31.455) (33.561) (30.168) (29.552) (24.405) (22.484) (23.139) (28.655) (31.595) (21.261) (16.606) (9.876)
Manajemen fee - (7.026) (5.973) (6.169) (7.864) (8.390) (7.542) (7.388) (6.101) (5.621) (5.785) (7.164) (7.899) (5.315) (4.152) (2.469)
Penyusutan dan amortisasi (7.329) (7.212) (6.543) (7.166) (8.101) (8.937) (9.436) (9.848) (7.592) (7.530) (7.056) (6.961) (7.128) (7.294) (7.465) (7.642)
Jumlah (396.939) (464.369) (599.538) (751.389) (871.401) (899.600) (921.333) (947.218) (965.562) (990.946) (1.019.978) (1.056.329) (1.090.614) (1.109.222) (1.135.881) (1.160.925)
Laba (Rugi) Usaha 342.332 446.764 755.915 1.074.757 1.307.531 1.342.416 1.376.206 1.415.950 1.486.060 1.533.242 1.590.463 1.650.359 1.705.301 1.745.528 1.794.428 1.842.471
Beban keuangan (252.053) (272.375) (260.127) (243.085) (161.268) (50.083) - - - - - - - - - -
Laba (rugi) selisih kurs - bersih (6.550) - - - - - - - - - - - - - - -
Penjualan barang afalan 28.468 - - - - - - - - - - - - - - -
Penghasilan bunga 7.881 - - - - - - - - - - - - - - -
Laba (rugi) pelepasan aset tetap 26.400 - - - - - - - - - - - - - - -
Rugi revaluasi aset tetap (4.523) - - - - - - - - - - - - - - -
Beban denda kehutanan (8.040) - - - - - - - - - - - - - - -
Bagian rugi entitas asosiasi - - - - - - - - - - - - - - - -
Lain-lain bersih 1.093 - - - - - - - - - - - - - - -
Jumlah (207.325) (272.375) (260.127) (243.085) (161.268) (50.083) - - - - - - - - - -
Laba Sebelum Pajak 135.008 174.388 495.787 831.671 1.146.263 1.292.333 1.376.206 1.415.950 1.486.060 1.533.242 1.590.463 1.650.359 1.705.301 1.745.528 1.794.428 1.842.471
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
Pajak kini (37.673) (38.365) (109.073) (182.968) (252.178) (284.313) (302.765) (311.509) (326.933) (337.313) (349.902) (363.079) (375.166) (384.016) (394.774) (405.344)
Pajak tangguhan (2.741)
Jumlah (40.413) (38.365) (109.073) (182.968) (252.178) (284.313) (302.765) (311.509) (326.933) (337.313) (349.902) (363.079) (375.166) (384.016) (394.774) (405.344)
Laba Tahun Berjalan 94.594 136.023 386.714 648.703 894.085 1.008.020 1.073.441 1.104.441 1.159.127 1.195.929 1.240.561 1.287.280 1.330.134 1.361.512 1.399.654 1.437.127
Page 78
PT Integra Indocabinet Tbk
Laba Rugi
cut off 31 Des 2023
dalam Jutaan Rupiah (000.000)
Proyeksi Laba Tanpa Penambahan Usaha
Keterangan 2023 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
Penjualan 2.186.034 2.535.841 3.757.523 5.059.579 6.008.662 6.194.127 6.385.316 6.582.407 6.785.581 6.995.026 7.210.936 7.433.510 7.662.955 7.899.481 8.143.308 8.394.662
Beban pokok penjualan (1.359.241) (1.608.430) (2.383.318) (3.209.184) (3.811.168) (3.928.804) (4.050.071) (4.175.082) (4.303.951) (4.436.798) (4.573.745) (4.714.919) (4.860.451) (5.010.474) (5.165.129) (5.324.557)
Penyusutan dan amortisasi (87.522) (82.668) (73.943) (81.317) (92.405) (102.312) (112.027) (117.240) (90.300) (89.557) (83.895) (82.756) (84.750) (86.806) (88.925) (91.109)
Laba Kotor 739.271 844.743 1.300.263 1.769.078 2.105.089 2.163.010 2.223.218 2.290.085 2.391.330 2.468.672 2.553.297 2.635.835 2.717.754 2.802.201 2.889.255 2.978.995
Beban Operasi
Beban penjualan (256.549) (285.494) (423.036) (569.626) (676.477) (697.357) (718.882) (741.071) (763.945) (787.525) (811.833) (836.891) (862.723) (889.352) (916.803) (945.101)
Beban umum dan administrasi (133.060) (136.533) (140.097) (143.753) (147.505) (151.355) (155.305) (159.359) (163.518) (167.786) (172.165) (176.659) (181.269) (186.001) (190.855) (195.837)
Penyusutan dan amortisasi (7.329) (6.923) (6.192) (6.810) (7.738) (8.568) (9.381) (9.818) (7.562) (7.500) (7.025) (6.930) (7.097) (7.269) (7.447) (7.630)
Jumlah (396.939) (428.950) (569.324) (720.188) (831.720) (857.280) (883.569) (910.248) (935.025) (962.811) (991.024) (1.020.480) (1.051.090) (1.082.622) (1.115.105) (1.148.567)
Laba (Rugi) Usaha 342.332 415.793 730.939 1.048.890 1.273.369 1.305.730 1.339.649 1.379.837 1.456.305 1.505.861 1.562.273 1.615.355 1.666.664 1.719.579 1.774.150 1.830.428
Beban keuangan (252.053) (272.375) (260.127) (243.085) (161.268) (50.083) - - - - - - - - - -
Laba (rugi) selisih kurs - bersih (6.550) - - - - - - - - - - - - - - -
Penjualan barang afalan 28.468 - - - - - - - - - - - - - - -
Penghasilan bunga 7.881 - - - - - - - - - - - - - - -
Laba (rugi) pelepasan aset tetap 26.400 - - - - - - - - - - - - - - -
Rugi revaluasi aset tetap (4.523) - - - - - - - - - - - - - - -
Beban denda kehutanan (8.040) - - - - - - - - - - - - - - -
Bagian rugi entitas asosiasi - - - - - - - - - - - - - - - -
Lain-lain bersih 1.093 - - - - - - - - - - - - - - -
Jumlah (207.325) (272.375) (260.127) (243.085) (161.268) (50.083) - - - - - - - - - -
Laba Sebelum Pajak 135.008 143.417 470.811 805.804 1.112.101 1.255.648 1.339.649 1.379.837 1.456.305 1.505.861 1.562.273 1.615.355 1.666.664 1.719.579 1.774.150 1.830.428
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan
Pajak kini (37.673) (31.552) (103.578) (177.277) (244.662) (276.242) (294.723) (303.564) (320.387) (331.289) (343.700) (355.378) (366.666) (378.307) (390.313) (402.694)
Pajak tangguhan (2.741)
Jumlah (40.413) (31.552) (103.578) (177.277) (244.662) (276.242) (294.723) (303.564) (320.387) (331.289) (343.700) (355.378) (366.666) (378.307) (390.313) (402.694)
Laba Tahun Berjalan 94.594 111.865 367.233 628.527 867.439 979.405 1.044.926 1.076.273 1.135.918 1.174.571 1.218.573 1.259.977 1.299.998 1.341.272 1.383.837 1.427.734
Page 79
Tanpa Penambahan Usaha
Free Cash Flow Tanpa Tambahan Usaha Tahun
2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
EAT 111.865 367.233 628.527 867.439 979.405 1.044.926 1.076.273 1.135.918 1.174.571 1.218.573 1.259.977 1.299.998 1.341.272 1.383.837 1.427.734
Interest*(1-T) 212.453 202.899 189.607 125.789 39.065 - - - - - - - - - -
Depresiasi 89.591 80.135 88.126 100.143 110.880 121.408 127.058 97.861 97.056 90.920 89.686 91.847 94.075 96.372 98.739
Capex - (37.575) (50.596) (60.087) (61.941) (63.853) (65.824) (67.856) (69.950) (72.109) (74.335) (76.630) (78.995) (81.433) (83.947)
CNWC 222.735 (413.018) 319.187 80.479 69.073 (77.718) (93.387) (96.270) (99.241) (102.304) (105.462) (108.717) (112.073) (115.532) (119.098)
Free Cash Flow To Firm 636.644 199.673 1.174.852 1.113.764 1.136.482 1.024.764 1.044.120 1.069.654 1.102.436 1.135.079 1.169.866 1.206.499 1.244.279 1.283.243 1.323.428
Check - - - - - - - - - - - - - - -
Tahun
URAIAN 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
CFO 424.191 34.349 1.035.841 1.048.061 1.159.359 1.088.617 1.109.944 1.137.510 1.172.387 1.207.189 1.244.201 1.283.128 1.323.274 1.364.676 1.407.374
Interest*(1-T) 212.453 202.899 189.607 125.789 39.065 - - - - - - - - - -
Capex - (37.575) (50.596) (60.087) (61.941) (63.853) (65.824) (67.856) (69.950) (72.109) (74.335) (76.630) (78.995) (81.433) (83.947)
Free Cash Flow To Firm 636.644 199.673 1.174.852 1.113.764 1.136.482 1.024.764 1.044.120 1.069.654 1.102.436 1.135.079 1.169.866 1.206.499 1.244.279 1.283.243 1.323.428
Page 80
Dengan Penambahan Usaha
Free Cash Flow Dengan Tambahan Usaha Tahun
2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
EAT 136.023 386.714 648.703 894.085 1.008.020 1.073.441 1.104.441 1.159.127 1.195.929 1.240.561 1.287.280 1.330.134 1.361.512 1.399.654 1.437.127
Interest*(1-T) 212.453 202.899 189.607 125.789 39.065 - - - - - - - - - -
Depresiasi 93.338 84.672 92.743 104.839 115.655 122.120 127.453 98.257 97.452 91.315 90.081 92.242 94.391 96.609 98.897
Capex (20.713) (39.551) (50.991) (60.482) (62.337) (64.248) (66.219) (68.251) (70.345) (72.505) (74.730) (77.025) (78.995) (81.433) (83.947)
CNWC (58.238) (341.093) 387.014 79.172 67.184 (64.341) (89.800) (75.637) (89.880) (104.257) (127.572) (122.245) (72.052) (93.577) (90.819)
Free Cash Flow To Firm 362.863 293.642 1.267.076 1.143.404 1.167.586 1.066.971 1.075.875 1.113.496 1.133.155 1.155.115 1.175.059 1.223.107 1.304.857 1.321.253 1.361.259
Check - - - - - - - - - - - - - - -
Tahun
URAIAN 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
CFO 171.123 130.294 1.128.460 1.078.096 1.190.858 1.131.220 1.142.094 1.181.747 1.203.500 1.227.619 1.249.789 1.300.132 1.383.851 1.402.686 1.445.206
Interest*(1-T) 212.453 202.899 189.607 125.789 39.065 - - - - - - - - - -
Capex (20.713) (39.551) (50.991) (60.482) (62.337) (64.248) (66.219) (68.251) (70.345) (72.505) (74.730) (77.025) (78.995) (81.433) (83.947)
Free Cash Flow To Firm 362.863 293.642 1.267.076 1.143.404 1.167.586 1.066.971 1.075.875 1.113.496 1.133.155 1.155.115 1.175.059 1.223.107 1.304.857 1.321.253 1.361.259
Free Cash Flow Inkremental Tahun
2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
EAT 24.158 19.481 20.176 26.647 28.614 28.514 28.168 23.209 21.357 21.989 27.303 30.136 20.240 15.817 9.393
Interest*(1-T) - - - - - - - - - - - - - - -
Depresiasi 3.747 4.538 4.617 4.696 4.775 711 395 395 395 395 395 395 316 237 158
Capex (20.713) (1.976) (395) (395) (395) (395) (395) (395) (395) (395) (395) (395) - - -
CNWC (280.973) 71.926 67.826 (1.308) (1.890) 13.377 3.587 20.633 9.361 (1.953) (22.110) (13.528) 40.021 21.956 28.280
Free Cash Flow To Firm (273.781) 93.969 92.224 29.640 31.104 42.208 31.755 43.842 30.718 20.036 5.193 16.608 60.578 38.010 37.831
Growth 0,00%
Salvage - - - - - - - - - - 45.269
FCFF 345.203 (273.781) 93.969 92.224 29.640 31.104 42.208 31.755 43.842 30.718 20.036 5.193 16.608 60.578 38.010 83.100
Discount Factor 9,59% 0,91247 0,83261 0,75973 0,69324 0,63256 0,57719 0,52667 0,48058 0,43851 0,40013 0,36511 0,33315 0,30399 0,27739 0,25311
NPV 79.773 (249.818) 78.239 70.066 20.547 19.675 24.362 16.725 21.069 13.470 8.017 1.896 5.533 18.415 10.543 21.033
IRR 16,60%
PROFITABILITY INDEX, PI 1,51
Present Value Cash In Flow 25.463 19.999 18.836 21.728 21.121 16.869 15.043 11.343 9.539 8.956 10.113 10.172 6.249 4.453 2.418
Present Value Cash Out Flow (275.281) 58.241 51.230 (1.180) (1.446) 7.493 1.681 9.726 3.932 (940) (8.217) (4.639) 12.166 6.090 7.158
Penerimaan 27.905 24.019 24.793 31.343 33.389 29.226 28.563 23.604 21.752 22.384 27.698 30.532 20.556 16.054 9.551
Pengeluaran (301.686) 69.950 67.431 (1.703) (2.285) 12.982 3.192 20.238 8.966 (2.348) (22.505) (13.923) 40.021 21.956 28.280
-273.781 -179.812 -87.588 -57.948 -26.844 15.364 47.119 90.960 121.678 141.714 146.907 163.515 224.093 262.103 299.934
PAYBACK PERIOD, PP 5 tahun, -0,91 1,29 0,43 -8,51 -2,35 -0,20 -2,11 -0,56 -1,51 6,03 0,59 0,98 -0,43 -0,85 -0,71
8 bulan
Tahun
Analisis BEP 2024 2025 2026 2027 2028 2029 2030 2031 2032 2033 2034 2035 2036 2037 2038
Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des Des
Penjualan 2.770.038 3.956.611 5.265.208 6.270.783 6.473.798 6.636.713 6.828.673 6.988.959 7.182.391 7.403.762 7.672.299 7.926.244 8.076.655 8.281.696 8.476.963
Beban pokok 1.772.779 2.523.029 3.353.485 3.995.112 4.125.065 4.226.490 4.347.901 4.446.672 4.568.282 4.709.061 4.882.490 5.045.215 5.134.807 5.262.243 5.382.312
Beban operasional 464.369 599.538 751.389 871.401 899.600 921.333 947.218 965.562 990.946 1.019.978 1.056.329 1.090.614 1.109.222 1.135.881 1.160.925
BEP 1.289.856 1.654.693 2.069.454 2.401.212 2.479.560 2.536.953 2.607.351 2.654.412 2.722.672 2.802.417 2.905.027 3.000.480 3.045.299 3.115.473 3.180.041
BEP Average 2.564.327
Page 81
Analisa Sensitifitas Perubahan Pendapatan 0% -10% -5% 5% 10% NET PRESENT VALUE (NPV) 79.773 (53.930) 12.922 146.625 213.477 INTERNAL RATE OF RETURN, IRR 16,60% 4,81% 10,73% 22,49% 28,48% PROFITABILITY INDEX, PI 1,51 0,51 1,01 2,01 2,51 Perubahan Biaya 0% -10% -5% 5% 10% NET PRESENT VALUE (NPV) 79.773 203.297 141.535 18.012 (43.750) INTERNAL RATE OF RETURN, IRR 16,60% 29,38% 22,63% 11,11% 6,04% PROFITABILITY INDEX, PI 1,51 2,57 2,02 1,04 0,61
Page 82
WACC
Weighted Average Cost of Capital
JENIS MODAL Biaya Modal Komposisi Tertimbang
COST OF DEBT (Kd = I X (1-T)) 7,34% 23,74% 1,74%
COST OF EQUITY (Ke = Rf + (Rpm) * Beta 10,29% 76,26% 7,85%
Weighted Average Cost of capital (WACC) 9,59%
PERHITUNGAN COST OF EQUITY PERHITUNGAN COST OF DEBT
Risk Free Rate (Rf) 6,89% a Bunga Bank 9,41%
Risk Premium Market (Rpm) 7,89% b Pajak 22,00%
β (Beta) 0,69
CDS 2,04%
COST OF EQUITY 10,29% COST OF DEBT 7,34%
Unleverage Beta ==========> 0,56 BL
BU =
1 + (( 1 - t ) x (Wd/We))
Leverage Beta Perusahaan Dinilai ==========> 0,69 BL = BU x (1+(1-T) x (Wd/We))
Keterangan :
Rf : Tingkat Balikan Bebas Risiko
Rpm : Tingkat Balikan Yang Diharapkan Oleh Pasar Ekuitas
β : Ukuran Risiko Sistematis
Rs : Premi Untuk Risiko Spesifik Perusahaan
Names mentioned 49 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP DASA' AT
p.1 ×65
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.2 ×7
unresolved
org
Kementerian Keuangan dan Pasar Modal
p.3
unresolved
org
PT lntegra lndocabinet Tbk
· Nama Perusahaan
p.3 ×2
unresolved
org
Teramiharja
p.5 ×5
unresolved
org
Bank Indonesia
p.5 ×22
unresolved
org
Pusat Statistik.
p.5 ×2
unresolved
org
KJPP DASA'
p.6
unresolved
org
KJPP DASA'AT YUDISTIRA DAN REKAN
p.6
unresolved
person
H. Andi Noviastoko
p.7 ×4
unresolved
—
Identit
· Penilai
p.8 ×2
unresolved
person
Akta Notaris Soetjipto
p.11 ×2
unresolved
org
Menteri Kehakiman Republik Indonesia
p.11 ×2
unresolved
org
Yudistira & Rekan
p.11 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.11
unresolved
org
KJPP DYR
p.13
unresolved
person
Dyah Ayu Ambarwati
· Notaris
p.15 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.15 ×2
unresolved
person
Soetjipto
· Notaris
p.16
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Teramihardja
p.17
unresolved
org
Kota Nusantara
p.23 ×2
unresolved
org
Kementerian Perindustrian
p.28 ×2
unresolved
—
Eko Cahyono
p.47
unresolved
org
DER
p.57
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.