Back to announcement
20260831_AISA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32143820_lamp1.pdf
Other Text extracted AISASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 14
Page 1
RAHASIA
Jakarta, 31 Agustus 2026
No : 042/FFS/CORSEC/VIII/2026 [**]
Perihal : Tanggapan PT FKS Food Sejahtera Tbk. Atas Surat Bursa Efek Indonesia
Nomor S-11063/BEI.PP1/08-2026 Tanggal 27 Agustus 2026
Kepada Yth.:
BURSA EFEK INDONESIA (“BEI”)
Indonesia Stock Exchange Building, Tower 1
Jalan Jend Sudirman, Kav. 52-53, Jakarta 12190
U.P. Yth. : Bapak Aditya Nugraha
P.H. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan I
Dengan hormat,
Merujuk pada surat BEI Nomor S-11063/BEI.PP1/08-2026 Tanggal 27 Agustus perihal
Permintaan Penjelasan (“Surat BEI”) yang disampaikan kepada PT FKS Food Sejahtera Tbk.
(“Perseroan”) dan telah diterima Perseroan pada tanggal 27 Agustus 2026, melalui surat ini
kami sampaikan tanggapan serta penjelasan atas pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan
oleh BEI dalam Surat BEI, sebagai berikut:
2. Sehubungan dengan pelaksanaan Kuasi Reorganisasi yang sudah mendapatkan persetujuan
dari Kemenkumham, Bursa meminta penjelasan mengenai hal-hal berikut.
a. Strategi Perseroan untuk menjaga dan meningkatkan kinerja operasional setelah
pelaksanaan kuasi reorganisasi, termasuk target pertumbuhan pendapatan, margin laba,
dan arus kas yang diharapkan dapat mendukung pembentukan saldo laba positif secara
berkelanjutan.
Jawaban:
Setelah pelaksanaan kuasi reorganisasi, Perseroan akan berfokus pada peningkatan kinerja
operasional melalui pertumbuhan penjualan yang sehat, peningkatan efisiensi biaya dan
produktivitas serta penguatan pengelolaan modal kerja dan arus kas. Perseroan akan
memantau pencapaian pendapatan, margin laba, profitabilitas dan arus kas secara berkala
dengan target peningkatan kinerja secara berkelanjutan.
b. Langkah konkret Perseroan untuk mempertahankan saldo laba tetap positif.
Jawaban:
Untuk mempertahankan saldo laba tetap positif, Perseroan akan berfokus pada
peningkatan kinerja operasional melalui pertumbuhan penjualan yang sehat, peningkatan
Page 2
efisiensi biaya dan produktivitas serta penguatan pengelolaan modal kerja dan arus kas.
Perseroan akan memantau pencapaian pendapatan, margin laba, profitabilitas dan arus kas
secara berkala dengan target peningkatan kinerja secara berkelanjutan.
3. Berdasarkan CALK 4, Kas dan setara kas meningkat 16,87% dari Rp133.365 juta
pada 31 Desember 2025 menjadi Rp155.863 juta pada 30 Juni 2026. Atas hal tersebut, Bursa
meminta penjelasan mengenai hal-hal berikut.
a. Kas meningkat menjadi Rp155,9 miliar dengan deposito berjangka sekitar Rp120,6 miliar
dan sebagian besar deposito berdenominasi USD. Mohon dijelaskan strategi penempatan
dana, tenor, tingkat bunga, dan eksposur kurs dari penempatan tersebut.
Jawaban:
Strategi penempatan deposito berdenominasi USD adalah sejalan dengan strategi
Perseroan yang didasarkan pada pandangan Perseroan terhadap potensi kebutuhan
Perseroan dimasa yang akan datang. Tenor atas deposito tersebut adalah dibawah 3 bulan
dengan tingkat suku bunga di antara 3,5% - 3,8%. Terkait dengan eksposur kurs dari
penempatan tersebut, sesuai dengan CALK 32b, dimana untuk meminimalkan risiko nilai
tukar, Perseroan akan selalu berhati-hati dalam melakukan transaksi mata uang asing dan
menyediakan kas dan setara kas yang cukup untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan nilai
tukar
b. Apakah terdapat kas atau deposito selain yang telah diungkapkan yang dibatasi
penggunaannya atau dijaminkan? Jelaskan.
Jawaban:
Tidak ada.
4. Berdasarkan CALK 5, Piutang usaha neto meningkat 17,90% dari Rp319.255 juta pada
31 Desember 2025 menjadi Rp376.406 juta pada 30 Juni 2026. Atas hal tersebut, Bursa
meminta penjelasan mengenai hal-hal berikut.
a. Piutang usaha meningkat 17,9%, sementara penyisihan piutang pihak ketiga masih sangat
besar, yaitu Rp122,9 miliar dari piutang bruto Rp206,0 miliar. Mohon dijelaskan aging dan
status penagihan atas saldo yang telah mengalami penurunan nilai.
Jawaban:
Penyisihan nilai piutang usaha sebesar Rp122,9 miliar sebagian besar berasal dari
penyisihan masa lalu. Perseroan menyampaikan bahwa proses kajian baik dari sisi
keuangan maupun hukum terkait penyelesaian piutang tersebut masih berlangsung, agar
Perseroan dapat mengambil langkah yang tepat.
b. Apa dasar Perseroan menyimpulkan bahwa penyisihan yang ada masih memadai, terutama
dengan pertumbuhan piutang pihak berelasi menjadi Rp293,3 miliar? Jelaskan.
Jawaban:
Mengacu pada PSAK 109: Instrumen Keuangan, Perseroan sudah memiliki klasifikasi
tingkat yang dianggap memadai, dimana atas hal tersebut sudah dilakukan audit oleh
Page 3
Auditor Independen untuk periode 31 Desember 2025. Berdasarkan hal tersebut,
Perseroan menggunakan metode yang sama untuk periode 30 Juni 2026. Selain itu,
Perseroan secara berkala melakukan peninjauan terhadap tingkat kolektabilitas dan
melakukan penagihan secara aktif dengan seluruh pihak Distributor.
c. Mengingat piutang kepada pihak berelasi meningkat cukup tinggi, bagaimana histori
pembayaran dan realisasi penerimaan setelah 30 Juni 2026?
Jawaban:
Piutang pihak berelasi secara umum memiliki histori pembayaran yang baik dan
penerimaan dilakukan sesuai dengan kesepakatan serta jatuh tempo yang telah ditetapkan.
Perseroan terus melakukan monitoring atas outstanding piutang untuk memastikan
penerimaan dilakukan sesuai jadwal.
5. Berdasarkan CALK 7, Persediaan meningkat 48,87% dari Rp113.553 juta pada 31 Desember
2025 menjadi Rp169.045 juta pada 30 Juni 2026. Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan
mengenai hal-hal berikut.
a. Persediaan meningkat sekitar 48,9%, termasuk bahan kemasan yang meningkat hampir dua
kali lipat. Mohon dijelaskan penyebab kenaikan tersebut dan keterkaitannya dengan
rencana produksi serta proyeksi penjualan semester II 2026.
Jawaban:
Hal tersebut sesuai dengan CALK 32b mengenai Risiko Harga, dimana untuk meminimalkan
risiko tersebut, Perseroan menjaga tingkat optimal persediaan untuk produksi yang
berkelanjutan.
b. Mengingat penyisihan justru relatif tetap sekitar Rp3,3 miliar, mohon dijelaskan dasar
penilaian bahwa allowance for obsolescence/NRV masih memadai.
Jawaban:
Hal tersebut sesuai dengan CALK 2i, dimana penyisihan tersebut berdasarkan hasil
penelaahan berkala atas kondisi fisik dan nilai realisasi neto persediaan. Apabila dalam
proses tersebut ditemukan hal-hal yang menurut Perseroan memiliki risiko penurunan
nilai persediaan, maka Perseroan membentuk penyisihan nilai. Selanjutnya apabila risiko
telah dimitigasi oleh pihak terkait, penyisihan tersebut dilakukan pembalikan.
c. Berapa nilai persediaan yang dijaminkan kepada bank dari total persediaan Rp169,0
miliar? Jelaskan.
Jawaban:
Berdasarkan CALK 17a, nilai Persediaan yang dijaminkan ke bank adalah sebesar Rp47
miliar dan Rp52 miliar, secara total Rp99 miliar
6. Berdasarkan CALK 8, Aset keuangan lainnya hanya meningkat 2,06% pada semester I 2026,
dimana sebelumnya aset keuangan lainnya yang meningkat 2.050,73% yang naik dari Rp2.435
juta pada 2024 menjadi Rp153.491 juta pada 2025. Atas hal tersebut, Bursa meminta
penjelasan mengenai hal-hal berikut.
Page 4
a. Perkembangan terakhir proses hukum terkait dana Rp150 miliar dalam rekening
penampungan KPK, termasuk kemungkinan dana tersebut dikembalikan kepada Perseroan,
estimasi waktu penyelesaian, dan dasar Perseroan tetap mengakui seluruhnya sebagai aset.
Jawaban:
Terkait dengan perkara tersebut, Perseroan menyampaikan bahwa proses penyelesaian
perkara saat ini masih berlangsung dan belum terdapat keputusan atau hasil akhir yang
dapat dijadikan dasar bagi Perseroan untuk menentukan hasil dari perkara tersebut. Oleh
karena itu, sampai dengan saat ini Perseroan belum dapat memberikan jawaban yang
definitif mengenai hasil akhir atas perkara tersebut. Perseroan akan terus memantau
perkembangan perkara tersebut dan menyampaikan informasi lebih lanjut sesuai dengan
perkembangan serta ketentuan peraturan perundang-perundangan yang berlaku.
b. Apakah terdapat risiko bahwa sebagian atau seluruh dana tersebut tidak dapat dipulihkan,
dan apakah telah dilakukan impairment assessment? Jelaskan.
Jawaban:
Berdasarkan tanggapan 6.a, Perseroan belum memiliki basis yang memadai dalam
menentukan risiko dan melakukan impairment assessment terkait hal tersebut
c. Untuk piutang lain-lain yang sebagian sangat besar telah disisihkan, mohon dijelaskan
status hukum/penagihan terkini dan kemungkinan recovery-nya.
Jawaban:
Perseroan menyampaikan bahwa proses kajian baik dari sisi keuangan maupun hukum
terkait penyelesaian piutang tersebut masih berlangsung, agar Perseroan dapat mengambil
langkah yang tepat.
7. Berdasarkan CALK 9, Tagihan pajak penghasilan meningkat 45,31%, dari Rp17.340 juta
pada 31 Desember 2025 menjadi Rp25.196 juta pada 30 Juni 2026. Selain itu, Utang pajak
mengalami kenaikan sebesar 84,43% dari Rp10.185 juta pada 31 Desember 2025 menjadi
Rp18.784 juta pada 30 Juni 2026. Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan mengenai hal-
hal berikut.
a. Mohon disampaikan status terkini setiap keberatan, banding, dan peninjauan kembali
pajak yang masih berjalan, termasuk nilai exposure maksimal dan estimasi waktu
penyelesaian.
Jawaban:
Status tersebut telah dijelaskan secara rinci pada CALK 9f dan atas nilai eksposur maksimal
telah diungkapkan Perseroan pada CALK 15 terkait Beban Akrual dan Provisi – Perpajakan.
b. Mohon dijelaskan dasar pengakuan dan recoverability tagihan pajak penghasilan Rp25,2
miliar, termasuk saldo yang telah berumur lebih dari satu tahun.
Jawaban:
Perseroan memiliki keyakinan tagihan pajak penghasilan tersebut dapat diakui, dimana
Page 5
sampai dengan 31 Desember 2025, angka tersebut telah diaudit oleh Auditor Independen,
dan selanjutnya sampai dengan 30 Juni 2026, penambahan tersebut berasal dari estimasi
kelebihan pembayaran cicilan Pajak Badan atas periode berjalan. Terkait dengan tagihan
pajak yang berumur lebih dari satu tahun, dapat Perseroan sampaikan bahwa hal tersebut
disebabkan oleh proses pemeriksaan yang belum dilakukan atau masih dalam proses oleh
Kantor Pajak.
c. Mohon diberikan rekonsiliasi perubahan rugi fiskal, khususnya saldo tahun fiskal 2022, dan
pengaruh hasil keberatan/banding terhadap saldo rugi fiskal yang diakui.
Jawaban:
Saldo rugi fiskal 2022 (Rp32,9 miliar) telah habis terpakai untuk mengkompensasi laba
fiskal 2025 (Rp32,9 miliar). Laba fiskal 2026 sebesar Rp12,3 miliar dikompensasi dengan
saldo rugi fiskal 2023 sebesar Rp85,9 miliar
d. Apakah manajemen telah mempertimbangkan kemungkinan adverse outcome dari
sengketa yang sedang berlangsung dalam provisi pajak dan deferred tax? Jelaskan.
Jawaban:
Perseroan telah mempertimbangkan adverse outcome dari seluruh sengketa pajak yang
berlangsung dan telah melakukan pencadangan sesuai CALK 15 Beban Akrual dan Provisi -
Perpajakan
8. Berdasarkan CALK 11, Aset tetap neto meningkat sebesar 1,36% dari Rp1.064.465 juta
pada 31 Desember 2025 menjadi Rp1.078.916 juta pada 30 Juni 2026. Selain itu, peningkatan
juga terjadi sebesar 0,21% ke posisi 31 Desember 2025 dari senilai Rp1.062.218 pada 31
Desember 2025. Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan mengenai hal-hal berikut.
a. Aset dalam penyelesaian meningkat dari Rp50,1 miliar menjadi Rp73,2 miliar dan
seluruhnya ditargetkan selesai pada 2026. Mohon diberikan perkembangan fisik, estimasi
total biaya, dan apakah terdapat proyek yang mengalami keterlambatan atau cost overrun.
Jawaban:
Penambahan aset dalam penyelesaian sebagian besar merupakan renovasi bangunan serta
penambahan mesin untuk lini produksi, untuk persentase penyelesaian telah diungkapkan
pada CALK 11. Hingga saat ini, dapat Perseroan sampaikan bahwa tidak ada terdapat
proyek yang mengalami keterlambatan atau cost overrun.
b. Mohon dijelaskan dasar kesimpulan bahwa tidak terdapat indikasi impairment, khususnya
atas aset dengan utilisasi rendah.
Jawaban:
Terkait dengan aset dengan utilisasi rendah, Perseroan telah mengevaluasi kondisi dan
kinerja aset, serta kemampuan aset dalam menghasilkan manfaat ekonomi. Dapat
Perseroan sampaikan juga, Aset utilisasi rendah bukan berasal dari suatu lini produksi yang
dihentikan, dimana seluruh aset yang ada saat ini dapat digunakan untuk berproduksi.
Utilisasi akan meningkat seiring dengan bertumbuhnya permintaan pasar. Atas dasar
tersebut, dapat Perseroan sampaikan bahwa tidak terdapat indikasi impairment.
Page 6
c. Mohon dikonfirmasi substansi angka Rp2.637 miliar dalam OCI, karena laporan laba rugi
menyebutnya sebagai revaluasi aset tetap sementara mutasi aset tetap 2026 tidak
menunjukkan tambahan surplus revaluasi.
Jawaban:
Dapat Perseroan sampaikan, bahwa total pemindahan surplus revaluasi adalah sebesar Rp
12.837 miliar, dimana terdiri dari pemindahan surplus sebesar Rp 11.987 miliar yang
mengakui pajak tangguhan serta pemindahan surplus sebesar Rp 850 juta yang tidak diakui
pajak tangguhannya.
Angka Rp2.637 miliar adalah berasal dari pengaruh pajak tangguhan (tarif pajak 22%) atas
pemindahan surplus revaluasi sebesar Rp11.987 miliar (sesuai dengan ketentuan PSAK
216 – Aset Tetap Metode Revaluasi).
Angka tersebut merupakan dampak pajak tangguhan, yang tidak berhubungan dengan
mutasi aset tetap.
9. Berdasarkan CALK 12, Aset tak berwujud turun 0,23% dari Rp234.654 juta pada 31 Desember
2024 menjadi Rp234.120 juta pada 31 Juni 2026, setelah sebelumnya mengalami kenaikan
sebesar 0,68% dari Rp233.065 juta pada 31 Desember 2024 ke posisi 31 Desember 2025. Atas
hal tersebut, Bursa meminta penjelasan mengenai hal-hal berikut.
a. Untuk merek dagang dengan nilai sekitar Rp227,7 miliar, mohon dijelaskan hasil
impairment test terakhir, asumsi utama yang digunakan, dan risiko terhadap kemungkinan
impairment.
Jawaban:
Berdasarkan penelaahan Perseroan tidak terdapat indikasi impairment, hal tersebut
ditunjukan oleh indikator tren pertumbuhan penjualan yang mencerminkan peningkatan
kinerja operasional serta prospek arus kas yang positif, sehingga tidak ada indikasi
penurunan Unit Penghasil Kas (UPK).
b. Apakah terdapat perubahan kinerja bisnis produk terkait yang dapat menjadi indikator
impairment atas merek dagang maupun goodwill?
Jawaban:
Tidak terdapat perubahan kinerja bisnis produk terkait yang dapat menjadi indikator
impairment atas merek dagang maupun goodwill.
10. Berdasarkan CALK 14, Utang usaha meningkat 28,77% dari Rp174.396 juta pada 31 Desember
2025 menjadi Rp241.352 juta pada 30 Juni 2026. Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan
mengenai hal-hal berikut.
a. Detail jadwal umur utang usaha pihak ketiga dan pihak berelasi.
Jawaban:
Berikut ini adalah detail jadwal umur piutang usaha pihak ketiga dan pihak berelasi:
Page 7
Dalam jutaan Rupiah
Belum Jatuh
Pemasok 1 - 30 31 - 60 61 - 90 >90 Total
Tempo
PT Bungasari Flour Mills Indonesia 34.518 864 - - - 35.382
PT Tereos FKS Indonesia 18.756 - - - - 18.756
PT Karya Nusa Logistika 3.998 - - - - 3.998
PT Permata Dunia Sukses Utama 1.063 - - - - 1.063
PT FKS Pangan Nusantara 323 - - - - 323
PT FKS Trukindo Utama 23 88 - - - 111
PT Padi Flour Nusantara 14 - - - - 14
Total Pihak Berelasi 58.695 952 - - - 59.647
Arena Agro Andalan, PT 15.839 - - - - 15.839
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk,
11.681 1.036 - - - 12.717
PT
Karunia Selaras Abadi, PT 8.862 746 - - - 9.608
Dynamic Poly Industry, PT 8.139 - - - - 8.139
Supernova Flexible Packaging, PT 7.859 813 - - - 8.672
Toppan Plasindo Lestari, PT 7.784 - - - - 7.784
Pura Barutama, PT 7.507 2.000 - - - 9.507
Daesang Ingredients Indonesia, PT 6.288 - - - - 6.288
Essence Indonesia, PT 5.725 1.420 - - - 7.145
Lainnya (dibawah Rp5 miliar) 88.520 2.922 - - 4.564 96.006
Total Pihak Ketiga 168.204 8.937 - - 4.564 181.705
b. Total utang usaha meningkat 28,8%, terutama utang pihak berelasi. Mohon dijelaskan
penyebab kenaikan dan apakah terdapat saldo overdue atau perubahan payment terms
dengan pemasok.
Jawaban:
Kenaikan utang usaha sebesar 28,8% adalah sejalan dengan kenaikan persediaan (bahan
baku dan bahan kemasan) sesuai dengan strategi Perseroan dalam menjaga tingkat optimal
persediaan untuk produksi yang berkelanjutan.
c. Apakah peningkatan utang usaha berkaitan langsung dengan kenaikan persediaan atau
terdapat faktor likuiditas? Jelaskan.
Jawaban:
Ya, sesuai dengan tanggapan di poin 10.b.
11. Berdasarkan CALK 15, Beban akrual dan provisi meningkat 21,70% dari Rp248.554 juta pada
31 Desember 2025 menjadi sekitar Rp302.478 juta pada 30 Juni 2026. Atas hal tersebut, Bursa
meminta penjelasan mengenai hal-hal berikut.
Page 8
a. Beban akrual iklan dan promosi mencapai Rp251,9 miliar atau lebih dari 80% total
saldo. Mohon dijelaskan nature, periode jasa, dasar estimasi, serta jadwal pembayarannya.
Jawaban:
Perseroan bergerak di bidang fast moving consumer goods, atas hal tersebut, kegiatan
pemasaran maupun program promosi ke pihak Distributor dan konsumen akhir menjadi
salah satu faktor yang memiliki pengaruh besar. Periode tersebut berlangsung sepanjang
tahun dan pencatatan akrual adalah sejalan sesuai dengan periode kegiatan promosi dan
pemasaran yang dijalankan. Terkait dengan jadwal pembayaran sangat dipengaruhi oleh
tagihan dan actual claim/pertanggungjawaban yang diberikan oleh penyedia jasa atau
pihak Distributor.
b. Detail dari beban akrual jasa profesional.
Jawaban:
Akrual jasa profesional terdiri dari:
a. Akrual jasa konsultan pajak Rp5 miliar,
b. Akrual jasa audit Rp2 miliar,
c. Akrual terkait jasa corporate action Rp1 miliar, dan
d. Akrual jasa penunjang seperti jasa penilai dan konsultan transfer pricing Rp1 miliar
c. Detail terkait dengan saldo provisi perpajakan.
Jawaban:
Saldo provisi perpajakan terdiri dari:
a. Provisi pajak atas Entitas Induk Rp4 miliar dan
b. Provisi pajak atas Entitas Anak Rp6,3 miliar.
Provisi tersebut dilakukan berdasarkan exposur maksimal atas sengketa pajak yang sedang
berlangsung sesuai dengan yang telah diungkapkan di CALK 9f.
12. Berdasarkan CALK 17, Utang Bank meningkat sebesar 8,03% dari Rp208.626 juta
pada 31 Desember 2025 menjadi Rp225.387 juta pada 30 Juni 2026. Atas hal tersebut, Bursa
meminta penjelasan mengenai hal-hal berikut.
a. Utang bank jangka panjang meningkat signifikan menjadi Rp167,6 miliar. Mohon dijelaskan
penggunaan dana hasil penarikan fasilitas selama semester I 2026 antara working capital
dan capex.
Jawaban:
Kenaikan utang bank jangka Panjang disebabkan oleh penarikan saldo pinjaman sindikasi
yang akan kadaluarsa pada akhir Juni 2026. Dana pinjaman sindikasi tersebut akan
digunakan untuk penambahan atau pemeliharaan aset produktif serta untuk membiayai
rencana pengembangan bisnis di masa depan.
Page 9
b. Mohon disampaikan perhitungan covenant per 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025
terhadap batas minimum/maksimum masing-masing rasio.
Jawaban:
Batas minimum dan maksimum atas financial covenant adalah sebagai berikut:
a. Gearing ratio maksimum 1,5x untuk pinjaman Bank DBS dan 2,5x untuk pinjaman Bank
CIMB
b. EBITDA/Beban Bunga minimum 1,5x untuk pinjaman Bank DBS dan 1,25x untuk
pinjaman Bank CIMB
c. Adjusted Current Ratio minimum 1x untuk Bank CIMB
c. Mengingat terdapat cross-default dengan borrower terkait lainnya, bagaimana Perseroan
memonitor kepatuhan entitas lain agar tidak menimbulkan default terhadap Perseroan?
Jawaban:
Perseroan secara berkala berkoordinasi dengan pihak berelasi melalui Entitas Induk Tidak
Langsung terkait pemenuhan kepatuhan entitas
d. Mohon dikonfirmasi nilai fasilitas sindikasi yang benar karena versi Indonesia menyebut
Rp1.615,5 miliar, sedangkan versi Inggris Rp1.615,0 miliar.
Jawaban:
Nilai seharusnya adalah Rp1.615,5 miliar. Terima kasih atas koreksinya, Perseroan akan
menindaklanjuti koreksi ini.
13. Berdasarkan CALK 20, Tambahan modal disetor neto turun 0,14% dari Rp1.515.597 juta pada
31 Desember 2025 menjadi Rp1.513.537 juta pada 30 Juni 2026. Penurunan sebesar Rp2.060
juta berasal dari transaksi restrukturisasi antar entitas sepengendali, yang dicatat sebagai
pengurang komponen tambahan modal disetor. Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan
mengenai hal-hal berikut.
a. Mohon dijelaskan secara rinci transaksi restrukturisasi antar entitas sepengendali terkait
ESTCL yang menyebabkan tambahan modal disetor turun Rp2.060 miliar, termasuk nilai
buku aset neto, consideration, persentase kepemilikan, dan tanggal efektif transaksi.
Jawaban:
Perseroan mengakuisisi 100% kepemilikan ESTCL melalui Entitas Anak, BBP, sebesar Rp98
juta dari Enerfo Pte Ltd (Entitas Sepengendali). Nilai aset neto ESCTL adalah negatif
Rp1.962 miliar. Kedua nilai tersebut dikombinasikan sehingga menghasilkan nilai Rp2.060
miliar dengan tanggal efektif transaksi 2 Juni 2026
b. Apa dasar akuntansi yang digunakan dalam menentukan selisih transaksi tersebut?
Jelaskan.
Jawaban:
Dasar akuntansinya adalah PSAK 338 – Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali
Page 10
14. Berdasarkan CALK 21, Penghasilan komprehensif lainnya turun 2,24% dari Rp455.497 juta
pada 31 Desember 2025 menjadi Rp445.297 juta pada 30 Juni 2026. Atas hal tersebut, Bursa
meminta penjelasan mengenai hal-hal berikut.
a. Rekonsiliasi penurunan saldo OCI dari Rp455,5 miliar menjadi Rp445,3 miliar, termasuk
transfer surplus revaluasi Rp12.837 miliar.
Jawaban:
Rekonsiliasi sudah diungkapkan di CALK 21. Transfer surplus revaluasi mengacu sesuai
dengan dasar akuntansi PSAK 216 terkait penerapan metode revaluasi
b. Mohon diklarifikasi nature angka Rp2.637 miliar pada OCI dan konsistensinya dengan CALK
aset tetap dan pajak tangguhan.
Jawaban:
Penjelasan dapat mengacu ke poin 8c
15. Berdasarkan CALK 22, Penjualan neto meningkat 10,43% dari Rp951.700 juta pada 30 Juni
2025 menjadi Rp1.050.936 juta pada 30 Juni 2026. Selain itu, penjualan neto selama 2025
meningkat 1,95% dari Rp1.920.620 juta pada 31 Desember 2024. Atas hal tersebut, Bursa
meminta penjelasan mengenai hal-hal berikut.
a. Penjualan tumbuh 10,4%, namun diskon, rabat, dan retur meningkat sekitar 27,7%. Mohon
dijelaskan penyebab kenaikan tersebut dan apakah terdapat perubahan kebijakan trade
promotion/rebate.
Jawaban:
Peningkatan diskon bertujuan memberikan fleksibilitas kepada Distributor untuk
melakukan penetrasi pasar yang lebih luas. Penetrasi pasar masih dalam tahap
pengembangan oleh Distributor sehingga belum meningkatkan penjualan secara
langsung.
b. Penjualan kepada PT FKS Pangan Nusantara mencapai 71,79% dari penjualan neto.
Bagaimana manajemen melihat sustainability dan risiko konsentrasi pelanggan tersebut?
Jelaskan.
Jawaban:
Perseroan terus berupaya secara maksimal untuk memperluas jaringan distribusi melalui
PT FKS Pangan Nusantara ataupun melalui pihak lain yang memiliki kompetensi yang baik.
Sampai dengan tanggapan ini dibuat, Perseroan telah menjalin kerjasama dengan
distributor pihak ketiga, terlihat dari perubahan kontribusi penjualan kepada pihak ketiga
dari 26% di tahun 2025 menjadi 28% di tahun 2026
c. Pertumbuhan penjualan berdasarkan volume, harga, dan product mix.
Jawaban:
Volume meningkat sebanyak 2.978 Ton. Harga terdapat kenaikan untuk produk cooking
sebesar 5% - 10% sejak minggu kedua April 2026. Product mix snacking meningkat dari
Page 11
55% ke 56%, sedangkan cooking turun dari 41% ke 40%, export masih stabil di 4%.
16. Berdasarkan CALK 23, Beban pokok penjualan meningkat 14,29%, dari Rp588.235 juta menjadi
Rp672.275 juta, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan penjualan sebesar 10,43%. Kenaikan
terutama berasal dari penggunaan bahan baku dan bahan kemasan, tenaga kerja, serta factory
overhead. Sebaliknya, beban pokok penjualan turun 1,47% dari Rp1.212.923 juta pada
31 Desember 2024 menjadi Rp1.195.110 juta pada 31 Desember 2025. Atas hal tersebut, Bursa
meminta penjelasan mengenai hal-hal berikut.
a. Beban pokok penjualan tumbuh sekitar 14,3%, lebih tinggi daripada pertumbuhan
penjualan 10,4%. Mohon dijelaskan faktor utama kenaikan, termasuk harga bahan baku,
tenaga kerja, factory overhead, dan product mix.
Jawaban:
Peningkatan beban pokok penjualan sebagian besar dari peningkatan harga bahan baku
terutama corn starch dan peningkatan harga bahan pengemas berupa plastik
b. Mohon dijelaskan “beginning inventory – acquisition impact” sebesar Rp1,121 miliar dan
keterkaitannya dengan akuisisi Enerfo Shanghai Trading Co,. Ltd. (ESTCL).
Jawaban:
Nilai Rp1.121 miliar adalah saldo persediaan ESTCL ketika awal diakuisisi, sehingga tidak
tepat untuk dikategorikan sebagai persediaan barang jadi awal tahun maupun pembelian
persediaan barang jadi.
17. Berdasarkan CALK 24 dan 25, Beban usaha neto meningkat sekitar 9,11%, dari Rp297.708 juta
pada 30 Juni 2025 menjadi Rp324.821 juta pada 30 Juni 2026. Selain itu, Beban usaha neto
meningkat sekitar 10,09% dari Rp573.458 juta pada 31 Desember 2024 menjadi Rp631.312
juta pada 31 Desember 2025. Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan mengenai hal-hal
berikut.
a. Beban meningkat 17,3%, terutama promosi/pemasaran dan pengangkutan. Mohon
dijelaskan efektivitas/ROI pengeluaran promosi dan penyebab kenaikan freight cost.
Jawaban:
Peningkatan biaya tersebut sebagian besar untuk aktivitas branding produk Perseroan,
dimana atas hal tersebut tercermin dari peningkatan penjualan Perseroan. Peningkatan
biaya pengangkutan disebabkan oleh meningkatnya porsi pengiriman keluar Pulau Jawa,
serta meningkatnya tarif pengiriman terutama di area Luar Jawa.
b. Mohon dijelaskan nature jasa logistik baru sebesar Rp3.417 miliar dan apakah
terdapat transaksi dengan pihak berelasi.
Jawaban:
Merupakan biaya atas pengelolaan Distribution Center baru. Transaksi tersebut dilakukan
dengan pihak berelasi – PT Karya Nusa Logistika, dan telah diungkapkan di CALK 6
Transaksi dengan Pihak Berelasi. Atas transaksi tersebut telah dilaporkan melalui
Keterbukaan Informasi tanggal 2 Juli 2026 dengan nomor surat
Page 12
018/FFS/CORSEC/VII/2026.
c. Jasa profesional meningkat dari Rp2.481 miliar menjadi Rp6.616 miliar. Mohon dijelaskan
nature jasa, pihak pemberi jasa, dan apakah kenaikan bersifat recurring atau one-off.
Jawaban:
Kenaikan tersebut sebagian besar merupakan biaya one-off yang berkaitan dengan
corporate action yang dilakukan oleh Perseroan dan jasa konsultan properti terkait
aktivitas sewa.
d. Mohon dijelaskan dasar perhitungan management fee Rp5.036 miliar kepada PT
FKS Management Service dan manfaat jasa yang diterima Grup.
Jawaban:
Management Fee yang dibayarkan kepada PT FKS Management Service merupakan imbalan
atas penyediaan jasa tenaga ahli yang dibutuhkan oleh Grup dalam menunjang kegiatan
operasional. Biaya management fee Grup sebesar Rp 5.036 miliar masih berada dalam
rentang nilai transaksi wajar berdasarkan prinsip kewajaran dan kelaziman usaha.
18. Berdasarkan CALK 32 Instrumen Keuangan dan Manajemen Risiko Keuangan, mengapa
liabilitas keuangan jangka pendek lainnya sebesar Rp83.963 miliar dikategorikan “maturity not
determined”, dan bagaimana rencana penyelesaiannya? Jelaskan.
Jawaban:
Sesuai dengan CALK 8c, di dalam liabilitas keuangan jangka pendek lainnya, termasuk utang
masa lalu yang sudah timbul sebelum pengendalian oleh manajemen baru sebesar Rp33 miliar
(laporan keuangan audit 2025 CALK 8c), atas hal tersebut proses penyelesaiannya masih dalam
tahap kajian. Selain hal tersebut, Perseroan akan mengevaluasi kembali penyajian liabilitas
keuangan jangka pendek lainnya di CALK 32
19. Berdasarkan CALK 33 Perjanjian, Komitmen, dan Kontingensi Signifikan, diketahui terdapat
informasi PKPU dan Homologasi Rencana Perdamaian yang melibatkan entitas anak PT
Balaraja Bisco Paloma (BBP) dan PT Putra Taro Paloma (PTP) dengan pada krediturnya. Atas
hal tersebut, Bursa meminta penjelasan mengenai hal-hal berikut.
a. Mohon diberikan saldo kewajiban PKPU BBP dan PTP yang masih outstanding per 30 Juni
2026, termasuk pembayaran setelah tanggal laporan.
Jawaban:
Saldo kewajiban PKPU PTP adalah sebesar Rp 14.077 juta yang akan jatuh tempo pada
bulan Desember 2026.
b. Beberapa kewajiban PTP jatuh tempo pada 31 Desember 2026. Bagaimana rencana
pendanaan untuk memastikan seluruh kewajiban tersebut dapat dipenuhi tepat waktu?
Jawaban:
Rencana pendanaan terkait dengan pelunasan sisa homologasi PTP adalah dengan
menggunakan saldo kas yang tersedia serta dana yang dihasilkan dari kegiatan operasional
Page 13
PTP. Perseroan telah melakukan perencanaan dan monitoring arus kas secara berkala
untuk memastikan ketersediaan dana yang memadai pada saat kewajiban tersebut jatuh
tempo.
c. Apakah terdapat risiko ketidakpatuhan terhadap homologasi yang dapat
menimbulkan acceleration, default, atau konsekuensi hukum lainnya?
Jawaban:
Dapat Perseroan sampaikan bahwa tidak terdapat Risiko ketidakpatuhan terhadap
homologasi, hal ini tercermin dalam Laporan Keuangan Triwulan 2 tahun 2026, dimana
saldo homologasi Perseroan adalah sebesar Rp 14.077 juta yang akan jatuh tempo pada
bulan Desember 2026.
20. Berikut informasi mengenai rasio keuangan Perseroan:
Rasio 30-Jun-26 30-Jun-25 31-Dec-25 31-Dec-24
Gross Profit Margin 36,03% 38,19% 38,96% 36,85%
Net Profit Margin 3,99% 4,55% 4,55% 3,62%
ROA 1,85% 2,06% 4,26% 3,54%
ROE 3,53% 3,97% 7,79% 6,64%
Current Ratio 0,95 1,10 0,81 1,06
Debt to Equity Ratio (DER) 0,91 0,92 0,83 0,88
Debt to Asset Ratio (DAR) 0,48 0,48 0,45 0,47
Atas hal tersebut, Bursa meminta penjelasan mengenai hal-hal berikut.
a. Penyebab penurunan GPM turun dari 38,19% pada Juni 2025 menjadi 36,03% pada Juni
2026, serta Apakah Perseroan memiliki strategi untuk memulihkan GPM pada semester II
2026? Jelaskan.
Jawaban:
Penurunan GPM pada Juni 2026 dibandingkan tahun lalu adalah disebabkan kenaikan
harga bahan baku dan bahan kemas yang diakibatkan oleh kondisi geopolitik yang sedang
berlangsung.
b. Penyebab NPM turun dari 4,55% pada Juni 2025 menjadi 3,99% pada Juni 2026.
Jawaban:
Penurunan NPM pada Juni 2026 dibandingkan tahun lalu adalah sebagian besar disebabkan
oleh penurunan Gross Profit Margin (GPM) sebagai akibat dari kenaikan harga bahan baku
dan bahan kemas. Selain hal tersebut, Perseroan masih menjalankan strategi-strategi yang
dinilai baik oleh Perseroan salah satunya investasi dalam hal pemasaran untuk
meningkatkan kesadaran akan produk-produk Perseroan kepada masyarakat. Dapat
Perseroan sampaikan juga, bahwa Perseroan juga melakukan penyesuaian harga jual,
sebagai akibat dari kenaikan harga bahan produksi, yang secara parsial Perseroan lakukan
pada bulan April – Mei 2026 atas beberapa produk Perseroan.
c. Current Ratio membaik dari 0,81x pada Desember 2025 menjadi 0,95x pada Juni 2026,
Page 14
tetapi masih di bawah 1x dan lebih rendah dari 1,10x pada Juni 2025. Mohon dijelaskan
strategi Perseroan untuk memperkuat likuiditas dan memastikan kecukupan aset lancar
dalam memenuhi kewajiban jangka pendek.
Jawaban:
Dalam hal memperkuat likuiditas dan memastikan kecukupan asset lancar dalam
memenuhi kewajiban jangka pendek, Perseroan menjalankan beberapa strategi utama
seperti:
a. Optimalisasi modal kerja, melalui monitoring penagihan piutang usaha dan
Pengelolaan persediaan yang lebih efisien
b. Pengelolaan hutang usaha yang lebih terstruktur seperti negosiasi dengan supplier
untuk tenor yang lebih Panjang, dan
c. Peningkatan profitabilitas dan arus kas operasional melalui program efisiensi biaya
serta peningkatan produktivitas.
d. Strategi untuk memperbaiki margin, meningkatkan cash conversion, serta menjaga struktur
permodalan dan likuiditas pada level yang sehat.
Jawaban:
Perseroan senantiasa fokus terhadap efisiensi operasi di produksi, mengoptimalkan supply
chain, serta senantiasa melakukan monitoring atas piutang usaha untuk memastikan proses
penagihan dilakukan tepat waktu dan dari sisi persediaan memastikan tingkat optimal
persediaan bahan baku untuk produksi yang berkelanjutan.
Demikian tanggapan Perseroan ini disampaikan. Atas perhatian, dukungan, dan bimbingan BEI
kepada Perseroan selama ini, Perseroan menyampaikan terima kasih.
Names mentioned 19 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
Indonesia Stock Exchange
p.1
unresolved
person
Aditya Nugraha P.H. Kepala Divisi Penilaian
p.1
unresolved
org
PT Bungasari Flour Mills Indonesia
p.7
unresolved
org
PT Tereos FKS Indonesia
p.7
unresolved
org
PT FKS Trukindo Utama
p.7
unresolved
org
PT Karunia Selaras Abadi
p.7
unresolved
org
PT FKS Management Service
p.12 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.