Skip to content
Back to announcement

20260518_DATA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32091962_lamp1.pdf

Other Text extracted DATA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 18

Page 1
No. 026/SPE-KI/RA/V/2026                                   Jakarta, 18 Mei 2026

Kepada Yth.
PT Bursa Efek Indonesia
u.p. Divisi Penilaian Perusahaan 2
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 Lt. 6
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta Selatan

Perihal: Tanggapan atas Permintaan Penjelasan

Dengan hormat,

Sehubungan dengan surat PT Bursa Efek Indonesia Nomor S-05204/BEI.PP2/05-
2026 tanggal 04 Mei 2026 dan diterima pada tanggal 05 Mei 2026 perihal
Permintaan Penjelasan Berdasarkan pada :
 1. Surat PT Remala Abadi Tbk (Perseroan) nomor 024/SPE-KI/RA/I/2026
     tanggal 12 Januari 2026 perihal Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran
     Umum.
 2. Surat Perseroan nomor 007/RA-LK/CS/III/2026 tanggal 30 Maret 2026 dan
     31 Maret 2026 perihal Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan dan
     Penyampaian Laporan Keuangan Tahunan (Koreksi).
 Bersama ini kami sampaikan tanggapan Perseroan sebagai berikut:

Terkait Laporan Keuangan Perseroan

Sehubungan dengan peningkatan total aset Perseroan per 31 Desember 2025
sebesar Rp625,55 miliar atau 164,1%, dari Rp381,20 miliar di tahun 2024 menjadi
Rp1.006,75 miliar di tahun 2025, kami mencermati bahwa kenaikan tersebut
terutama berasal dari peningkatan aset tidak lancar sebesar Rp508,41 miliar atau
182,5% hingga mencapai Rp786,92 miliar, serta aset lancar yang meningkat sebesar
Rp117,14 miliar atau 114,1% menjadi Rp219,83 miliar. Atas hal tersebut, agar
dijelaskan:

1. Berdasarkan CALK nomor 9 – Uang Muka, terdapat kenaikan signifikan pada
   uang muka sebesar Rp217,59 miliar atau 5.213,7%, dari Rp4,17 miliar pada
   tahun 2024 menjadi Rp221,76 miliar pada tahun 2025. Kenaikan ini terutama
   berasal dari uang muka tidak lancar untuk perolehan hak penggunaan jaringan
   telekomunikasi sistem kabel bawah laut sebesar Rp137,86 miliar serta perolehan
   piranti lunak sebesar Rp737,02 juta, serta peningkatan uang muka perolehan aset
   tetap dan penyertaan saham. Agar dijelaskan:
Page 2
a. Latar belakang strategis peningkatan signifikan uang muka tidak lancar
   tersebut, serta bagaimana keterkaitannya dengan rencana jangka panjang
   Perseroan?

    Tanggapan:
    Peningkatan signifikan pada uang muka tidak lancar terutama didorong oleh
    komitmen strategis Perseroan dalam meningkatkan kapasitas serta kualitas
    layanan telekomunikasi. Investasi pada hak penggunaan jaringan kabel
    bawah laut merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperluas
    jangkauan backbone jaringan fiber optic dan meningkatkan kapasitas, baik
    domestik maupun internasional serta memperkuat posisi kompetitif Perseroan
    di industri telekomunikasi dan layanan digital.

b. Rincian pihak mitra, vendor, atau kontraktor utama pada proyek jaringan
   kabel bawah laut, termasuk struktur perjanjian dan mekanisme pembiayaan.
   Tanggapan:

-    Perseroan menyetujui Perjanjian Penyediaan Fiber Optic Core Dalam
     Jaringan Telekomunikasi Jakarta-Batam Submarine Cable System Secara
     Indefeasible Right Of Use (IRU) dengan PT Jejaring Mitra Persada pada
     tanggal 18 Juni 2025 untuk memanfaatkan kabel FO milik PT Jejaring Mitra
     Persada selama 15 tahun yang memiliki nominal kontrak sebesar
     Rp194.880.000.000 dengan mekanisme 2x pembayaran yaitu pada tahun
     2025 dan 2026.
-    Perseroan menyetujui Perjanjian Penyediaan Fiber Optic Core Dalam
     Jaringan Telekomunikasi Jakarta-Surabaya (Jayabaya) Secara Indefeasible
     Right Of Use (IRU) dengan PT Jejaring Mitra Persada pada tanggal 29
     Desember 2025 untuk memanfaatkan kabel FO milik PT Jejaring Mitra
     Persada selama 15 tahun yang memiliki nominal kontrak sebesar
     Rp70.850.300.000 dengan mekanisme 2x pembayaran yaitu pada tahun
     2025 dan 2026.

c. Progres realisasi, tahap implementasi, serta estimasi waktu penyelesaian dari
   masing-masing uang muka tersebut hingga 31 Desember 2025.
   Tanggapan:

    Hingga 31 Desember 2025, uang muka tersebut secara umum berada pada
    tahap pengadaan dan pembangunan. Perseroan memperkirakan penyelesaian
    atas realisasi beberapa uang muka tersebut akan dilakukan secara bertahap
    pada tahun 2026 sesuai target penyelesaian.
Page 3
2. Berdasarkan CALK nomor 6 – Piutang Lain-lain, terdapat kenaikan piutang lain-
   lain dari pihak ketiga sebesar Rp150,38 miliar atau 1.143,8%, dari Rp13,13
   miliar pada tahun 2024 menjadi Rp163,51 miliar pada tahun 2025, yang antara
   lain berasal dari munculnya pihak ketiga baru seperti Wukong Technology
   Partners Limited, PT Maxindo Mitra Solusi, dan PT Darpa Balakosa Semesta.
   Agar dijelaskan:

  a. Latar belakang transaksi yang menyebabkan munculnya piutang lain-lain
     kepada pihak ketiga baru tersebut.
     Tanggapan:

     Pihak ketiga tersebut merupakan piutang pemegang saham entitas anak.

  b. Latar belakang piutang lain-lain kepada Wukong Technology Partners
     Limited, PT Maxindo Mitra Solusi, dan PT Darpa Balakosa Semesta baru
     terdapat pada tahun 2025 dan statusnya langsung tidak lancar disertai aging
     schedule secara lengkap.
     Tanggapan:

     Pihak ketiga tersebut merupakan mitra bisnis sekaligus pemegang saham
     entitas anak yang akan merealisasikan investasi secara bertahap dengan
     mempertimbangkan kebutuhan pengembangan bisnis jangka panjang.

  c. Karakteristik hubungan bisnis dengan masing-masing pihak tersebut.
     Tanggapan:

      -   Wukong Technology Partners Limited merupakan mitra bisnis dari
          entitas anak PT Fiber Kerumah Indonesia dalam bidang pengembangan
          jaringan fiber optic pada segmen retail;
      -   PT Maxindo Mitra Solusi merupakan mitra bisnis dari entitas anak PT
          Mitra Integrasi Bersama dalam bidang pengembangan jaringan fiber
          optic pada segmen korporasi;
      -   PT Darpa Balakosa Semesta merupakan mitra bisnis dari entitas anak PT
          Akselerasi Informasi Indonesia dalam bidang aplikasi dan perangkat
          lunak.

  d. Kebijakan kredit dan jangka waktu penagihan atas piutang tersebut.
     Tanggapan:

     Penagihan kepada para pihak mempertimbangkan kebutuhan pengembangan
     bisnis jangka panjang.
Page 4
  e. Penjelasan mengenai perhitungan expected credit loss (ECL) yang diterapkan
     Perseroan atas piutang tersebut, termasuk asumsi utama yang digunakan
     dalam penentuan probability of default, loss given default, serta exposure at
     default.
     Tanggapan:

     Perseroan melakukan pengelompokan piutang berdasarkan umur (aging
     analysis) dan menerapkan tarif Expected Credit Loss (ECL) yang berbeda
     pada setiap kelompok umur sesuai dengan tingkat risiko kredit masing-
     masing.

3. Berdasarkan CALK nomor 10 – Aset Tetap, aset tetap – neto Perseroan
   meningkat sebesar Rp349,40 miliar atau 146,2%, dari Rp238,98 miliar pada
   tahun 2024 menjadi Rp588,39 miliar pada tahun 2025. Kenaikan ini terutama
   berasal dari penambahan hak atas tanah, bangunan, peralatan kantor, kendaraan,
   serta peningkatan aset dalam penyelesaian dan infrastruktur jaringan. Agar
   dijelaskan:

  a. Rincian investasi aset tetap utama yang dilakukan sepanjang tahun 2025.
     Tanggapan:

     Investasi aset tetap utama yang dilakukan sepanjang tahun 2025 terutama
     berupa pembelian tanah dan bangunan, serta pengembangan infrastruktur
     jaringan yang digunakan untuk mendukung perluasan jangkauan operasional
     dan peningkatan kapasitas layanan Perseroan. Investasi tersebut merupakan
     bagian dari strategi Perseroan dalam memperkuat infrastruktur dan
     mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang, seiring dengan
     meningkatnya kebutuhan operasional dan pengembangan layanan kepada
     pelanggan.

  b. Apakah peningkatan aset tetap telah disertai studi kelayakan internal (internal
     feasibility assessment) yang memadai, termasuk expected return atas
     investasi tersebut?
     Tanggapan:

     Peningkatan aset tetap yang dilakukan Perseroan telah melalui proses
     evaluasi dan studi kelayakan internal (internal feasibility assessment) yang
     memadai sebelum realisasi investasi dilakukan.
Page 5
  c. Tingkat utilisasi aset yang telah selesai dibangun, dan apakah terdapat
     indikasi underutilization pada aset tertentu?
     Tanggapan:

     Tingkat utilisasi aset yang telah selesai dibangun berada pada tingkat yang
     memadai dan telah digunakan untuk mendukung kegiatan operasional
     Perseroan sesuai dengan tujuan investasinya. Sampai dengan periode
     pelaporan, tidak terdapat indikasi underutilization yang material pada aset
     tertentu yang dapat mempengaruhi kinerja operasional maupun nilai tercatat
     aset secara signifikan.

  d. Strategi penggunaan aset tetap tersebut dalam mendukung peningkatan
     pendapatan Perseroan.
     Tanggapan:

     Strategi penggunaan aset tetap Perseroan digunakan untuk mendapatkan
     pendapatan telekomunikasi berupa jasa internet dan penyewaan infrastruktur
     jaringan pada segmen retail, korporasi, dan pemerintahan.

  e. Rincian penambahan aset tetap tahun 2025 dalam bentuk tabel berikut:
   Nilai Penambahan      Tanggal       Status       Lokasi     Estimasi     Keterangan
          (Rp)          Perolehan   (Selesai/CIP)              Utilisasi
       18.836.957.802    2025         Selesai       Beberapa   90-100%     Hak atas tanah
       37.291.673.158    2025         Selesai       Beberapa   90-100%     Bangunan
      140.664.090.432    2025         Selesai       Beberapa    70-90%     Infrastruktur
                                                                             jaringan
        3.029.563.653    2025         Selesai       Beberapa   90-100%     Peralatan
                                                                             kantor
        5.387.000.000    2025         Selesai       Beberapa   90-100%     Kendaraan
      178.473.437.082    2025         CIP           Beberapa    0%         Aset dalam
                                                                             penyelesaian


Sehubungan dengan peningkatan total liabilitas Perseroan per 31 Desember 2025
sebesar Rp494,02 miliar atau 418,2%, dari Rp118,13 miliar pada tahun 2024
menjadi Rp612,15 miliar pada tahun 2025, kami mencermati bahwa kenaikan
tersebut terutama berasal dari liabilitas jangka pendek yang meningkat sebesar
Rp503,85 miliar atau 787,9% menjadi Rp567,80 miliar. Agar dijelaskan:

4. Berdasarkan CALK nomor 14 – Utang Bank, terdapat kenaikan signifikan utang
   bank jangka pendek sebesar Rp415,18 miliar atau 3.790,7%, dari Rp10,95 miliar
   pada tahun 2024 menjadi Rp426,14 miliar pada tahun 2025, yang terutama
   berasal dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Maybank Indonesia Tbk,
   serta PT Bank Central Asia Tbk. Agar dijelaskan:
Page 6
a. Tujuan utama peningkatan fasilitas utang bank tersebut.
   Tanggapan:

  Peningkatan fasilitas utang bank jangka pendek terutama ditujukan untuk
  mendukung kebutuhan likuiditas dan operasional Perseroan yang meningkat
  seiring dengan ekspansi kegiatan usaha dan percepatan realisasi proyek-
  proyek strategis, sekaligus menjaga keseimbangan antara kebutuhan
  pendanaan dan efisiensi biaya keuangan.

b. Penggunaan dana dari masing-masing fasilitas kredit.
   Tanggapan:

  Penggunaan dana dari masing-masing fasilitas kredit secara keseluruhan
  digunakan untuk percepatan realisasi proyek-proyek strategis, sekaligus
  menjaga keseimbangan antara kebutuhan pendanaan dan efisiensi biaya
  keuangan sesuai dengan tujuan penggunaan dananya.

c. Seluruh utang bank jangka pendek akan jatuh tempo antara Februari-Juli
   2026. Bagaimana rencana refinancing atau pelunasan fasilitas tersebut dan
   apakah sudah terdapat komitmen dari bank untuk perpanjangan?
   Tanggapan:

  Perseroan telah memperpanjang fasilitas kredit yang akan jatuh tempo pada
  Februari 2026 yang telah tertuang dalam Laporan Keuangan pada Catatan 40.
  Kemudian untuk utang bank yang jatuh tempo pada Juni-Juli 2026 Perseroan
  telah berkomunikasi dengan Bank untuk mempersiapkan perpanjangan
  fasilitas kredit, sehingga risiko likuiditas dapat dikelola dengan baik.

d. Dampaknya terhadap struktur pendanaan dan risiko keuangan Perseroan.
   Tanggapan:
   Meskipun terdapat peningkatan utang bank dalam jumlah signifikan,
   Perseroan menilai bahwa hal tersebut tidak akan memberikan dampak
   material terhadap struktur permodalan. Hal ini didukung oleh kemampuan
   Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara utang dan ekuitas, serta
   didukung oleh kinerja operasional dan arus kas yang memadai untuk
   memenuhi kewajiban keuangan secara tepat waktu.
Page 7
  e. Apabila terdapat pelanggaran covenant atau potensi breach selama periode
     pelaporan, agar dijelaskan kondisi tersebut beserta langkah mitigasi yang
     telah dilakukan, termasuk adanya waiver atau restrukturisasi.
     Tanggapan:

     Tidak terdapat pelanggaran covenant atau potensi breach selama periode
     pelaporan.

5. Berdasarkan CALK nomor 17 – Beban Akrual, beban akrual Perseroan
   meningkat sebesar Rp17,64 miliar atau 262,2%, dari Rp6,74 miliar pada tahun
   2024 menjadi Rp24,41 miliar pada tahun 2025, yang terutama disebabkan oleh
   peningkatan gaji dan kesejahteraan karyawan, serta munculnya beban akrual
   baru seperti pemeliharaan, komisi, bunga, dan sewa. Agar dijelaskan:
   a. Faktor utama peningkatan beban akrual tersebut.
      Tanggapan:

     Peningkatan beban akrual merupakan peningkatan keakurasian dalam
     menjalankan prinsip matching cost and revenue dalam laporan keuangan
     tahun 2025.

  b. Sifat keberlanjutan dari beban akrual baru yang muncul pada tahun 2025.
     Tanggapan:

     Beban akrual yang muncul pada tahun 2025 akan terealisasi pada periode
     berikutnya atau pada saat pembayaran terjadi. Beban tersebut merupakan
     kegiatan yang akan tetap berlanjut seiring dengan kegiatan operasional
     Perseroan.

  c. Apakah peningkatan beban akrual mencerminkan penundaan pembayaran
     (payment deferral strategy) atau peningkatan aktivitas operasional aktual?
     Tanggapan:

     Peningkatan beban akrual mencerminkan pertumbuhan aktivitas operasional
     aktual Perseroan, yang ditandai dengan meningkatnya volume transaksi dan
     penggunaan sumber daya, sehingga timbul kewajiban yang telah diakui
     secara akuntansi meskipun pembayaran kasnya belum dilakukan pada
     periode berjalan.
Page 8
  d. Kebijakan pengakuan accrual dibandingkan dengan realisasi kas, dan apakah
     terdapat perubahan kebijakan akuntansi.
     Tanggapan:

     Perseroan mengakui pendapatan dan beban menggunakan basis akrual,
     sehingga pengakuan dilakukan pada saat hak dan kewajiban timbul, terlepas
     dari waktu penerimaan atau pembayaran kas. Perbedaan antara pencatatan
     akrual dan realisasi kas dikelola melalui pengakuan akun-akun akrual yang
     relevan.

  e. Risiko understatement atau overstatement beban periode berjalan akibat
     timing recognition.
     Tanggapan:

     Tidak terjadi risiko understatement atau overstatement pada beban periode
     berjalan yang material.

  f. Dampak terhadap beban operasional periode berikutnya.
     Tanggapan:

     Tidak terdapat dampak terhadap beban operasional pada periode berikutnya,
     mengingat pengakuan beban telah dilakukan secara akrual dan
     mencerminkan kondisi yang sebenarnya pada periode berjalan, sehingga
     tidak menimbulkan pergeseran beban ke periode selanjutnya.

6. Berdasarkan CALK nomor 11b – Liabilitas Sewa, liabilitas sewa Perseroan
   mengalami penurunan sebesar Rp12,32 miliar atau 85,2%, dari Rp14,46 miliar
   pada tahun 2024 menjadi Rp2,13 miliar pada tahun 2025. Namun demikian,
   terdapat penurunan utang bank jangka panjang dan peningkatan signifikan
   liabilitas pajak tangguhan sebesar Rp11,83 miliar yang sebelumnya tidak
   tercatat. Agar dijelaskan:

  a. Latar belakang penurunan signifikan liabilitas sewa.
     Tanggapan:

     Penurunan signifikan liabilitas sewa dikarenakan adanya pelunasan atas
     pemanfaatan Penyediaan Kabel Fiber Optic Core IRU Jaringan
     Telekomunikasi UJB kepada PT Jejaring Mitra Persada.
Page 9
  b. Penyebab tidak adanya saldo utang bank jangka panjang pada tahun 2025.
     Tanggapan:

     Seluruh utang bank jangka panjang telah dilunasi oleh Perseroan lebih awal
     pada tanggal 9 Mei 2025 yang telah tercermin dalam Laporan Keuangan pada
     Catatan 14.

  c. Faktor yang menyebabkan munculnya liabilitas pajak tangguhan pada tahun
     2025.
     Tanggapan:

     Liabilitas pajak tangguhan timbul akibat perbedaan masa manfaat aset tetap
     antara pencatatan komersial dan fiskal pada entitas anak Perseroan.

Sehubungan dengan peningkatan total ekuitas Perseroan per 31 Desember 2025
sebesar Rp131,53 miliar atau 50,0%, dari Rp263,07 miliar pada tahun 2024 menjadi
Rp394,60 miliar pada tahun 2025, kami mencermati bahwa peningkatan tersebut
terutama berasal dari kenaikan saldo laba ditahan sebesar Rp102,01 miliar,
tambahan modal disetor sebesar Rp2,49 miliar, serta peningkatan kepentingan non-
pengendali sebesar Rp27,14 miliar. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

7. Berdasarkan CALK nomor 23 – Kepentingan Non-Pengendali, terdapat
   peningkatan signifikan kepentingan non-pengendali terutama pada beberapa
   entitas anak seperti PT Fiber Kerumah Indonesia, PT Fiber Media Indonesia, PT
   Akselerasi Informasi Indonesia, PT PC 24 Cyber Indonesia, PT Mitra Integrasi
   Bersama, dan PT Clara Dinamika Abadi. Agar dijelaskan:
   a. Faktor utama peningkatan kepentingan non-pengendali tersebut.
        Tanggapan:

       Peningkatan kepentingan non-pengendali terutama berasal dari
       pertumbuhan laba entitas anak yang diatribusikan kepada pemegang saham
       non-pengendali.
Page 10
  b.   Struktur kepemilikan masing-masing entitas anak setelah perubahan.
       Tanggapan:


                       Entitas Anak                       % Kepemilikan

                                                           RA         KNP

        PT Fiber Media Indonesia                              85%           15%

        PT PC24 Cyber Indonesia                               99%           1%

        PT Fiber Kerumah Indonesia                            51%           49%

        PT Akselerasi Informasi Indonesia                     51%           49%

        PT Solusi Aplikasi Andalan Semesta                    88%           12%

        PT Mitra Integrasi Bersama                            51%           49%

        PT Clara Dinamika Abadi                             72,5%      27,5%

  c.   Dampak perubahan tersebut terhadap pengendalian Perseroan.
       Tanggapan:

       Perubahan tersebut tidak mengakibatkan perubahan pengendalian, sehingga
       Perseroan tetap memiliki kendali atas entitas anak.

Sehubungan dengan peningkatan laba usaha Perseroan per 31 Desember 2025
sebesar Rp6,22 miliar atau 6,3%, dari Rp99,44 miliar pada tahun 2024 menjadi
Rp105,61 miliar pada tahun 2025, yang sejalan dengan peningkatan laba kotor
sebesar Rp55,98 miliar atau 21,2% menjadi Rp319,56 miliar, kami mencermati
adanya dinamika pada pendapatan, beban, serta laba sebelum pajak yang justru
mengalami penurunan sebesar Rp6,01 miliar atau 4,1%. Atas hal tersebut, agar
dijelaskan:

8. Berdasarkan CALK nomor 24 – Pendapatan, pendapatan Perseroan meningkat
   sebesar Rp82,15 miliar menjadi Rp430,34 miliar, namun terdapat penurunan
   pada pendapatan non-telekomunikasi sebesar Rp22,03 miliar. Agar dijelaskan:
   a. Faktor pendorong utama peningkatan pendapatan telekomunikasi.
      Tanggapan:
Page 11
     Peningkatan pendapatan telekomunikasi mencerminkan pertumbuhan
     volume penjualan pada layanan utama yang menjadi kontributor utama
     pendapatan Perseroan.

  b. Penyebab penurunan signifikan pada segmen non-telekomunikasi.
     Tanggapan:

     Segmen non-telekomunikasi berfungsi sebagai layanan pendukung,
     sementara layanan telekomunikasi tetap menjadi bisnis inti Perseroan. Pada
     tahun 2025, strategi Perseroan difokuskan pada peningkatan volume
     penjualan layanan telekomunikasi sebagai kontributor utama pendapatan.

  c. Strategi Perseroan dalam menjaga keseimbangan kontribusi masing-masing
     segmen.
     Tanggapan:

     Strategi Perseroan dalam menjaga keseimbangan kontribusi masing-masing
     segmen pendapatan dilakukan melalui optimalisasi portofolio bisnis dengan
     tetap mempertahankan fokus pada layanan inti telekomunikasi sebagai
     kontributor utama, sekaligus mengembangkan segmen non-telekomunikasi
     secara selektif untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang. Perseroan
     juga melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja setiap segmen,
     pengalokasian sumber daya secara efisien, serta penguatan sinergi antar unit
     bisnis guna memastikan kontribusi pendapatan yang seimbang dan
     berkelanjutan.

9. Berdasarkan CALK nomor 25 – Beban Pokok Pendapatan, beban pokok
   pendapatan meningkat sebesar Rp26,17 miliar menjadi Rp110,78 miliar,
   terutama akibat kenaikan sewa peralatan, penyusutan aset tetap, serta beban
   operasional jaringan. Agar dijelaskan:
   a. Faktor utama peningkatan beban pokok pendapatan.
      Tanggapan:

     Peningkatan beban pokok pendapatan sejalan dengan peningkatan volume
     dan kompleksitas aktivitas operasional Perseroan dalam mendukung
     penyediaan layanan utama.

  b. Keterkaitan kenaikan beban dengan ekspansi infrastruktur jaringan.
     Tanggapan:

     Kenaikan beban pokok pendapatan secara umum berkaitan dengan ekspansi
     infrastruktur jaringan yang dilakukan Perseroan, di mana perluasan kapasitas
Page 12
     dan peningkatan pemanfaatan jaringan berdampak pada bertambahnya biaya
     operasional, termasuk biaya sewa peralatan, penyusutan aset tetap, serta
     beban operasional jaringan. Seiring dengan meningkatnya skala infrastruktur
     untuk mendukung pertumbuhan layanan, beban yang timbul juga mengalami
     penyesuaian sejalan dengan tingkat penggunaan dan pengelolaan aset
     jaringan tersebut.

10. Berdasarkan CALK nomor 26 – Beban Penjualan dan Pemasaran, beban
   penjualan meningkat sebesar Rp26,41 miliar menjadi Rp54,30 miliar, terutama
   dari komisi dan iklan. Agar dijelaskan:

    a. Struktur kenaikan beban komisi dan iklan.
       Tanggapan:

      Struktur kenaikan beban komisi dan iklan terutama didominasi oleh
      peningkatan beban komisi yang dibayarkan kepada mitra penjualan seiring
      dengan meningkatnya volume penjualan layanan Perseroan. Selain itu,
      terdapat kenaikan beban iklan dan promosi yang digunakan untuk
      mendukung aktivitas pemasaran, penguatan brand awareness, serta akuisisi
      pelanggan baru.

    b. Efektivitas beban pemasaran terhadap pertumbuhan pendapatan.
       Tanggapan:

      Secara keseluruhan, peningkatan kedua komponen tersebut mencerminkan
      intensifikasi aktivitas penjualan dan strategi pemasaran Perseroan dalam
      mendorong pertumbuhan pendapatan.

    c. Evaluasi efisiensi biaya penjualan.
       Tanggapan:

      Perseroan melakukan evaluasi terhadap efisiensi biaya penjualan untuk
      memastikan bahwa setiap pengeluaran, termasuk beban komisi dan iklan,
      memberikan kontribusi yang optimal terhadap pertumbuhan pendapatan.
      Evaluasi dilakukan dengan membandingkan pertumbuhan beban penjualan
      terhadap peningkatan volume penjualan dan akuisisi pelanggan, serta
      mengukur efektivitas aktivitas pemasaran yang dijalankan.
Page 13
11.Berdasarkan CALK nomor 27 – Beban Umum dan Administrasi, beban
   meningkat sebesar Rp7,30 miliar menjadi Rp96,97 miliar, terutama pada gaji,
   honorarium tenaga ahli, dan imbalan pasca kerja. Agar dijelaskan:
    a. Faktor kenaikan beban SDM dan tenaga ahli.
       Tanggapan:

      Faktor utama kenaikan beban SDM dan tenaga ahli terutama disebabkan
      oleh peningkatan biaya gaji dan tunjangan karyawan seiring penyesuaian
      skala organisasi serta penyesuaian kompensasi. Selain itu, terdapat
      peningkatan penggunaan jasa tenaga ahli dan konsultan untuk mendukung
      kebutuhan operasional dan pengembangan bisnis Perseroan. Kenaikan juga
      dipengaruhi oleh bertambahnya beban imbalan pasca kerja yang dihitung
      berdasarkan perhitungan aktuaria terkini, termasuk penyesuaian asumsi
      aktuaria yang digunakan.

    b. Kebijakan pengelolaan biaya operasional kantor.
       Tanggapan:

      Perseroan menerapkan kebijakan pengelolaan biaya operasional kantor
      secara efisien melalui pengendalian anggaran dan menerapkan prinsip cost
      efficiency dalam setiap aktivitas operasional. Pengeluaran biaya kantor juga
      dievaluasi secara berkala untuk memastikan kesesuaiannya dengan
      kebutuhan operasional.

    c. Dampak terhadap efisiensi operasional Perseroan.
       Tanggapan:

      Penerapan kebijakan pengelolaan biaya operasional kantor memberikan
      dampak positif terhadap efisiensi operasional Perseroan, melalui
      pengendalian pengeluaran yang lebih terukur serta optimalisasi penggunaan
      sumber daya. Langkah tersebut membantu meningkatkan efektivitas proses
      operasional, mengurangi biaya yang tidak diperlukan, serta memastikan
      alokasi anggaran lebih fokus pada aktivitas yang mendukung pencapaian
      kinerja bisnis.
Page 14
12.Berdasarkan CALK nomor 28 – Beban Lainnya, Perseroan mencatat kenaikan
   beban lainnya sebesar Rp17,42 miliar yang sebelumnya merupakan penghasilan
   lainnya, terutama dari penurunan nilai aset, persediaan, dan piutang. Agar
   dijelaskan:
   a. Faktor penyebab perubahan dari penghasilan menjadi beban lainnya.
      Tanggapan:

     Pada tahun 2025, Perseroan melakukan penyisihan penurunan nilai atas aset,
     persediaan, dan piutang sebagai bentuk penerapan prinsip kehati-hatian
     (prudence) dalam pelaporan keuangan. Penyisihan tersebut dilakukan untuk
     mencerminkan estimasi yang lebih konservatif terhadap nilai yang dapat
     direalisasikan dari aset, khususnya piutang yang memiliki risiko tidak tertagih
     serta persediaan yang mengalami penurunan nilai atau tidak lagi memiliki
     nilai realisasi yang sesuai. Langkah ini bertujuan untuk menyajikan posisi
     keuangan Perseroan secara lebih wajar dan sesuai dengan standar akuntansi
     yang berlaku.

  b. Komponen utama penurunan nilai yang terjadi.
     Tanggapan:

     Penurunan nilai piutang terutama berasal dari peningkatan risiko
     ketidakpastian penagihan, sedangkan penurunan nilai aset dan persediaan
     disebabkan oleh kondisi slow moving atau penurunan nilai realisasi bersih.

  c. Langkah mitigasi risiko penurunan nilai aset ke depan.
     Tanggapan:

     Langkah mitigasi risiko penurunan nilai aset ke depan dilakukan melalui
     penguatan proses evaluasi dan monitoring secara berkala terhadap kualitas
     aset, termasuk penagihan piutang secara lebih intensif, pengelolaan
     persediaan untuk menghindari kondisi slow moving atau usang, serta
     peninjauan berkala terhadap aset tetap untuk memastikan kesesuaian nilai
     tercatat dengan nilai yang dapat dipulihkan.
Page 15
13.Berdasarkan CALK nomor 29 – Beban Keuangan, beban keuangan meningkat
   sebesar Rp12,25 miliar yang memengaruhi penurunan laba sebelum pajak. Agar
   dijelaskan:
   a. Faktor peningkatan beban bunga dan pinjaman.
        Tanggapan:

       Peningkatan beban bunga dan pinjaman terutama disebabkan oleh
       meningkatnya beban bunga atas pinjaman bank yang dimiliki Perseroan.

  b.   Struktur pembiayaan yang mendorong kenaikan beban keuangan.
       Tanggapan:

       Struktur pendorong kenaikan beban keuangan adalah pembayaran beban
       bunga atas pinjaman bank yang dimiliki Perseroan.

  c.   Strategi pengelolaan utang Perseroan.
       Tanggapan:

       Strategi pengelolaan utang Perseroan dilakukan melalui optimalisasi
       struktur pendanaan, pengelolaan profil jatuh tempo, pemantauan kepatuhan
       covenant, serta pemanfaatan arus kas operasional.

14. Sehubungan dengan peningkatan saldo kas dan setara kas Perseroan per 31
   Desember 2025 sebesar Rp22,97 miliar menjadi Rp24,25 miliar, yang didorong
   oleh peningkatan arus kas operasi sebesar Rp73,81 miliar menjadi Rp137,27
   miliar, namun di sisi lain terjadi peningkatan signifikan arus kas investasi
   sebesar Rp404,98 miliar menjadi Rp533,66 miliar, kami mencermati adanya
   tekanan pada arus kas akibat ekspansi investasi. Atas hal tersebut agar
   dijelaskan:
   a. Faktor utama peningkatan arus kas operasi, khususnya dari pelanggan dan
        penghasilan keuangan.
        Tanggapan:

       Peningkatan arus kas operasi terutama didorong oleh meningkatnya
       penerimaan dari pelanggan sejalan dengan pertumbuhan volume penjualan
       layanan utama Perseroan, serta peningkatan efektivitas penagihan piutang
       usaha.
Page 16
  b.    Peningkatan signifikan arus kas investasi yang terutama berasal dari
        perolehan aset tetap dan uang muka investasi, serta dampaknya terhadap
        likuiditas.
        Tanggapan:

        Peningkatan signifikan arus kas investasi terutama berasal dari realisasi
        perolehan aset tetap yang digunakan untuk mendukung ekspansi dan
        pengembangan infrastruktur jaringan, serta peningkatan uang muka
        investasi sehubungan dengan rencana pengembangan bisnis dan proyek
        strategis Perseroan. Aktivitas investasi tersebut mencerminkan komitmen
        Perseroan dalam memperkuat kapasitas operasional jangka panjang. Namun
        demikian, peningkatan arus kas investasi tersebut memberikan tekanan
        terhadap likuiditas dalam jangka pendek, yang dikelola melalui penguatan
        arus kas operasi serta perencanaan pendanaan yang memadai untuk menjaga
        keseimbangan likuiditas Perseroan.

  c.    Strategi pendanaan untuk menutup kebutuhan investasi yang meningkat
        selama tahun 2025.
        Tanggapan:

        Strategi pendanaan yang diterapkan Perseroan untuk mendukung kebutuhan
        investasi yang meningkat selama tahun 2025 dilakukan melalui kombinasi
        optimalisasi arus kas internal, khususnya dari arus kas operasi, serta
        pemanfaatan fasilitas pendanaan eksternal seperti pinjaman bank sesuai
        kebutuhan.

15.Sehubungan dengan penurunan berbagai indikator rasio keuangan Perseroan per
   31 Desember 2025, antara lain penurunan Current Ratio dari 1,61 menjadi 0,39,
   penurunan Cash Ratio dari 0,19 menjadi 0,04, serta peningkatan Debt-to-Equity
   Ratio dari 0,45 menjadi 1,55, kami mencermati adanya peningkatan risiko
   likuiditas dan leverage. Atas hal tersebut, agar dijelaskan:

  a. Faktor utama penurunan likuiditas Perseroan.
     Tanggapan:

       Faktor utama penurunan likuiditas Perseroan terutama disebabkan oleh
       peningkatan signifikan arus kas investasi yang digunakan untuk perolehan
       aset tetap dan uang muka investasi dalam rangka ekspansi infrastruktur
       jaringan serta pengembangan bisnis.
Page 17
b. Penyebab meningkatnya ketergantungan terhadap pembiayaan utang.
   Tanggapan:

  Meningkatnya pembiayaan utang disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan
  pendanaan untuk mendukung ekspansi usaha dan realisasi investasi selama
  tahun 2025, khususnya terkait perolehan aset tetap, pengembangan
  infrastruktur jaringan, serta kebutuhan modal kerja operasional. Peningkatan
  penggunaan utang tersebut juga merupakan bagian dari strategi optimalisasi
  struktur permodalan Perseroan dengan tetap mempertimbangkan kemampuan
  pembayaran dan pengelolaan risiko keuangan secara prudent.

c. Strategi manajemen dalam memperbaiki struktur permodalan dan likuiditas
   jangka pendek.

  Tanggapan:
  Strategi manajemen dalam memperbaiki struktur permodalan dan likuiditas
  jangka pendek dilakukan melalui kombinasi penguatan arus kas operasional,
  pengendalian belanja modal secara lebih selektif, serta optimalisasi
  pengelolaan modal kerja. Perseroan berfokus pada peningkatan efektivitas
  penagihan piutang dan efisiensi biaya operasional guna memperkuat posisi
  kas dan menjaga fleksibilitas likuiditas jangka pendek.

d. Evaluasi atas keberlanjutan kinerja profitabilitas di tengah penurunan margin
   dan ROA/ROE.

  Tanggapan:
  Perseroan menyampaikan bahwa penurunan margin profitabilitas serta rasio
  ROA dan ROE per 31 Desember 2025 terutama dipengaruhi oleh fase
  ekspansi usaha dan peningkatan skala operasional Perseroan yang masih
  berada pada tahap pengembangan dan implementasi. Peningkatan aset dan
  liabilitas yang signifikan pada periode berjalan belum sepenuhnya diikuti
  oleh kontribusi pendapatan dan laba secara optimal pada tahun 2025.

  Perseroan melakukan evaluasi secara berkala terhadap efektivitas
  penggunaan aset dan struktur pendanaan guna memastikan bahwa investasi
  dan ekspansi yang dilakukan dapat memberikan tingkat pengembalian yang
  optimal dalam jangka menengah dan panjang dengan cara meningkatkan
  efisiensi operasional dan pengendalian biaya, mengoptimalkan utilisasi aset
  dan kapasitas operasional, dan memperluas basis pelanggan dan sumber
  pendapatan usaha.
Page 18
Demikian kami sampaikan penjelasan dan konfirmasi ini, atas perhatian dan
kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.33 MB
Published18 May 2026
Pages18
Characters33,008
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 18 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PT Jejaring Mitra Persada p.2 ×9
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.5 ×2
linked org Bank Maybank Indonesia Tbk p.5 ×2
linked org Bank Central Asia Tbk. p.5 ×2
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×3
unresolved org Remala Abadi Tbk p.1 ×2
unresolved org Wukong Technology Partners Limited p.3 ×3
unresolved org PT Maxindo Mitra Solusi p.3 ×3
unresolved org PT Darpa Balakosa Semesta. Agar p.3
unresolved org PT Darpa Balakosa Semesta p.3 ×2
unresolved org PT Fiber Kerumah Indonesia p.3 ×3
unresolved org PT Mitra Integrasi Bersama p.3 ×3
unresolved org PT Akselerasi Informasi Indonesia p.3 ×3
unresolved org PT Fiber Media Indonesia p.9 ×2
unresolved org PT PC p.9 ×2
unresolved org PT Clara Dinamika Abadi. Agar p.9
unresolved org PT Solusi Aplikasi Andalan Semesta p.10
unresolved org PT Clara Dinamika Abadi p.10

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result