Back to announcement
20260831_MEDS_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32143798_lamp1.pdf
Other Text extracted MEDSSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 46
Page 1
Cimahi, 31 Agustus / August 2026
Nomor / Number : 010/SPE/HMI/VIII/2026
Lampiran / Attachment : 1 (satu) berkas / (one) file
Perihal / Subject : Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa
Response to the Exchange's Request for Explanation
Kepada Yth. / To.
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower 1 Lt. 6
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190
Dengan hormat,
Dear Sir/Madam,
Merujuk pada Surat PT Bursa Efek Indonesia nomor S-11057/BEI.PP3/08-2026 tanggal 26 Agustus 2026
perihal Permintaan Penjelasan, maka dengan ini kami sampaikan tanggapan atas pertanyaan permintaan
penjelasan sebagaimana yang terlampir dalam surat ini.
Referring to the PT Bursa Efek Indonesia Letter number S-11057/BEI.PP3/08-2026 dated 26 August 2026
regarding Request for Explanation, we now respond to the question requesting explanation as attached
to this letter.
Demikian kami sampaikan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Thus we convey, Thank you for your attention.
Hormat kami, / Sincerely,
PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
dr. Yenny Marlina
Direktur Utama / President Director
Page 2
Lampiran Tanggapan atas Permintaan Penjelasan / Attachment to Response to Request for Explanation
1. Berdasarkan hasil pemantauan kami atas keterbukaan informasi yang disampaikan Perseroan, terdapat
informasi bahwa pada tanggal 29 Juli 2026 Perseroan menyampaikan koreksi atas laporan keuangan
periode 31 Maret 2026. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / Based
on our monitoring of the information disclosure made by the Company, we noted that on July 29, 2026,
the Company submitted a correction to its financial statements for the period ended March 31, 2026. In
this regard, the Company is requested to explain the following:
a. Latar belakang dan alasan Perseroan melakukan koreksi laporan keuangan periode 31 Maret 2026
Background and reasons the Company made adjustments to its financial statements for the period
ended March 31, 2026
Tanggapan / Response:
Koreksi laporan keuangan periode 31 Maret 2026 dilakukan berdasarkan hasil penelaahan Perseroan
dan masukan dari Kantor Akuntan Publik untuk memindahkan pencatatan pendapatan jasa
machining dari akun Pendapatan Lain-lain ke Pendapatan Utama, guna menyajikan informasi
kegiatan usaha yang sebenarnya; di mana beban pokok pendapatan (HPP) untuk jasa tersebut
dialokasikan secara proporsional berdasarkan persentase penggunaan mesin produksi yang juga
digunakan untuk pembuatan stetoskop dan tensimeter.
The correction to the financial statements for the period ended March 31, 2026, was conducted based
on the Company's review and guidance from the Public Accounting Firm to reclassify machining
service revenue from Other Income to Main Revenue, to reflect the actual business operations;
wherein the cost of goods sold (COGS) for the service is allocated proportionally based on the
production machine usage percentage, which is also utilized for the manufacturing of stethoscopes
and sphygmomanometers.
b. Alasan Perseroan baru menyampaikan koreksi atas laporan keuangan periode 31 Maret 2026 pada
tanggal 29 Juli 2026, yang berdekatan dengan waktu penyampaian laporan keuangan periode 30 Juni
2026. / The reason why the Company only submitted the correction to its financial statements for the
period ended March 31, 2026, on July 29, 2026, which was close to the submission date of the
financial statements for the period ended June 30, 2026.
Tanggapan / Response:
Penyampaian koreksi atas laporan keuangan periode 31 Maret 2026 dilakukan pada tanggal 29 Juli
2026 dengan mempertimbangkan arahan OJK terkait penyampaian laporan keuangan dalam dua
bahasa (bilingual).
The submission of the restatement for the financial statements for the period ended March 31, 2026,
was conducted on July 29, 2026, taking into consideration directives from the OJK regarding
bilingual financial statement submission
Page 3
c. Penyesuaian atau perubahan dalam laporan keuangan 31 Maret 2026 dengan mengisi tabel berikut: /
Adjustments or changes to the financial statements for the period ended March 31, 2026, by completing
the following table:
Informasi yang mengalami
No Sebelum Sesudah Dampak
perubahan
1 Persediaan Menambah HPP karena
terdapat unsur upah
14.169.778.825 13.945.642.923 yang masuk ke
persediaan
2 Akum. Penyusutan Aset Hak Mengurangi biaya
Guna LG penyusutan karena
adanya penyesuaian
1.166.666.666 1.164.844.084
harga perolehan
dikurangi PV factor
3 Pendapatan Jasa Machining pindah pos/akun
-
662.033.000
4 Pendapatan Lain-lain
- pindah pos/akun
662.033.000
5 HPP ST & TS - Pemakaian
Bahan Baku & Packing LG 45.558.935 38.700.569
6 HPP ST & TS - Biaya
Operasional Pabrik LG 93.792.390 11.592.739
7 HPP ST & TS - Biaya
Penyusutan Mesin Lg 126.341.931 15.615.863
8 HPP ST & TS - Biaya
Penyusutan Peralatan Pabrik LG 182.653.787 22.576.008
9 HPP ST & TS - Biaya Menambah HPP karena
Amortisasi Renovasi Bangunan 8.693.720 1.074.544 adanya HPP yang
10 Beban Pokok Pendapatan - Biaya dibebankan secara
Operasional Pabrik 82.199.651 proporsional yang
11 Beban Pokok Pendapatan - menjadi bagian dari
Upah, Lembur Bagian Produksi pendapatan jasa
180.787.654
LG machining
12 Beban Pokok Pendapatan - Biaya
Listrik LG 50.206.614
13 Beban Pokok Pendapatan - Biaya
Penyusutan Mesin Produksi 110.726.068
14 Beban Pokok Pendapatan - Biaya
Penyusutan Peralatan Pabrik 160.077.779
15 Beban Pokok Pendapatan - By.
Amortisasi Renovasi Bangunan 7.619.176
16 Biaya Penyusutan Aset Hak Mengurangi biaya
Guna LG penyusutan karena
97.222.241 adanya penyesuaian
95.399.659
harga perolehan
dikurangi PV factor
Page 4
2. Sehubungan dengan CALK 4 tentang kas dan bank, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / With respect
to Note 4 to the Financial Statements regarding cash and banks, the Company is requested to explain the
following:
a. Latar belakang dan penyebab saldo kas dan bank Perseroan per 30 Juni 2026 hanya sebesar Rp252,69
juta atau mengalami penurunan signifikan dibandingkan 31 Desember 2025 sebesar Rp779,02 juta.
/ The background and reasons for the Company’s cash and bank balance as of June 30, 2026,
amounting to only Rp252.69 million, representing a significant decrease compared to Rp779.02
million as of December 31, 2025.
Tanggapan / Response:
Dapat kami sampaikan bahwa penurunan saldo kas dan bank per 30 Juni 2026 disebabkan oleh
peningkatan aktivitas operasional dan produksi seiring bertumbuhnya nilai penjualan atau omzet
Perseroan. Peningkatan aktivitas tersebut juga berdampak pada kenaikan biaya operasional, terutama
untuk alokasi pembayaran kepada supplier bahan baku, pemenuhan kewajiban cicilan pembelian
mesin produksi, pembayaran upah tenaga kerja, serta biaya keperluan lainnya terutama tools mesin
pabrik.
We would like to convey that the decrease in cash and bank balances as of June 30, 2026, was driven
by an increase in operational and production activities alongside the growth of the Company's
revenue. This heightened activity also resulted in higher operating expenses, primarily due to
payment allocations to raw material suppliers, installment payments for production machinery
purchases, labor wages, and other necessary expenses, particularly factory machine tooling
b. Strategi dan upaya Perseroan untuk memastikan kecukupan dana dalam kegiatan operasional
mengingat saldo kas dan bank per 30 Juni 2026 sebesar Rp252,69 juta. / The Company’s strategies
and efforts to ensure sufficient funds for its operational activities, considering that its cash and bank
balance as of June 30, 2026, amounted to Rp252.69 million.
Tanggapan / Response:
Upaya untuk memastikan kecukupan dana dalam kegiatan operasional dapat dilihat dari adanya
peningkatan aktivitas operasional dan peningkatan omzet pada tahun 2026, di mana potensi piutang
usaha pada posisi per 30 Juni 2026 meningkat lebih dari 4 kali lipat dibandingkan dengan posisi 31
Desember 2025; sehingga saldo kas dan bank otomatis akan bertambah dengan adanya penerimaan
pembayaran dari piutang usaha.
Strategi Perseroan guna memastikan kecukupan dana dalam kegiatan operasional, Perseroan fokus
meningkatkan pendapatan melalui penambahan dan optimalisasi kegiatan usaha baru yang
berpotensi menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan.
Di samping itu, Perseroan juga menjalankan efisiensi biaya operasional serta mempercepat
penagihan piutang usaha untuk memastikan ketersediaan likuiditas harian dan menjaga kelancaran
modal kerja.
Efforts to ensure sufficient funds for operational activities are reflected in the increase in operational
activity and revenue in 2026, where potential trade receivables as of June 30, 2026, increased by
more than fourfold compared to the position as of December 31, 2025; consequently, cash and bank
balances will automatically increase upon the receipt of payments from trade receivables.
As for the Company's strategy to ensure sufficient operational funding, the Company focuses on
Page 5
boosting revenue through the addition and optimization of new business activities that have the potential to generate sustainable income. In addition, the Company is implementing operational cost efficiencies and accelerating the collection of trade receivables to ensure daily liquidity availability and maintain smooth working capital. c. Latar belakang dan alasan Perseroan tidak lagi menempatkan kas di bank pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk / The background and reasons for the Company no longer maintaining its cash deposits with PT Bank Mandiri (Persero) Tbk and PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. Tanggapan / Response: Keputusan Perseroan untuk tidak lagi menempatkan kas pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk didasari oleh pertimbangan karena Perseroan tidak pernah melakukan transaksi di kedua bank tersebut., dimana seluruh transaksi pembayaran ke supplier dan seluruh penerimaan pembayaran dari pelanggan Perseroan melalui PT Bank Central Asia Tbk. Langkah ini dilakukan untuk menekan biaya administrasi transaksi antar bank. The Company's decision to no longer hold cash at PT Bank Mandiri (Persero) Tbk and PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk was based on the rationale that the Company had never conducted transactions through either bank, as all payment transactions to suppliers and all payment receipts from customers are processed through PT Bank Central Asia Tbk. This step was taken to reduce interbank transaction administration fees." d. Strategi manajemen kas yang dilakukan Perseroan. / The Company’s cash management strategy. Tanggapan / Response: Perseroan menerapkan strategi manajemen kas secara hati-hati dan terukur dengan menjaga kecukupan likuiditas, mengelola penerimaan dan pengeluaran kas secara optimal, serta memastikan ketersediaan dana untuk memenuhi kebutuhan operasional dan kewajiban Perseroan The Company applies a prudent and measured cash management strategy by maintaining liquidity adequacy, optimally managing cash receipts and disbursements, and ensuring the availability of funds to meet operational needs and the Company's obligations. e. Saldo rata-rata kas dan bank Perseroan per akhir bulan. Tanggapan / Response: Saldo rata-rata kas dan bank Perseroan per akhir bulan adalah sebesar Rp 350.065.360,- The Company's average monthly cash and bank balance at the end of the month was IDR 350,065,360.
Page 6
3. Sehubungan dengan CALK 5 tentang piutang usaha, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / With
respect to Note 5 to the Financial Statements regarding trade receivables, the Company is requested to
explain the following:
a. Strategi dan upaya Perseroan agar piutang usaha Perseroan dapat tertagih sesuai dengan jangka waktu
yang telah ditentukan. / The Company’s strategies and efforts to ensure that its trade receivables are
collected within the stipulated payment terms.
Tanggapan / Response:
Strategi dan upaya Perseroan agar piutang usaha Perseroan dapat tertagih sesuai dengan jangka waktu
yang telah ditentukan, yaitu dengan melakukan penagihan piutang secara aktif melalui penyampaian
pemberitahuan jatuh tempo, komunikasi dengan pelanggan melalui telepon maupun pertemuan
langsung untuk memperoleh kepastian dan solusi pembayaran, termasuk pemberian kelonggaran
pembayaran secara angsuran apabila diperlukan.
The Company's strategy and efforts to ensure that its trade receivables are collected in accordance
with the specified timeframe involve active receivables collection through the issuance of due date
notices, customer engagement via telephone calls and face-to-face meetings to secure payment
certainty and solutions, as well as providing payment concessions in installments when necessary.
b. Upaya penagihan yang dilakukan atas piutang yang telah jatuh tempo lebih dari 90 hari. / Collection
efforts undertaken with respect to trade receivables that have been overdue for more than 90 days.
Tanggapan / Response:
Perseroan telah melakukan pendekatan dan komunikasi secara aktif kepada pelanggan yang
mempunyai piutang yang telah jatuh tempo lebih dari 90 hari untuk memperoleh kepastian
penyelesaian dan mendorong pembayaran piutang tersebut.
The Company has actively approached and communicated with customers holding receivables
overdue for more than 90 days to secure settlement certainty and encourage the payment of these
receivables.
c. Kendala yang dihadapi Perseroan dalam menagih pembayaran ke pelanggan (jika ada). / Any
challenges encountered by the Company in collecting payments from its customers (if any).
Tanggapan / Response:
Kendala yang dihadapi Perseroan dalam menagih pembayaran kepada pelanggan yaitu ketika
pelanggan mengalami kendala finansial atau masih menunggu pembayaran dari pihak lain, sehingga
menyebabkan keterlambatan dalam memenuhi kewajiban pembayarannya kepada Perseroan.
The primary constraint faced by the Company in collecting customer payments occurs when
customers experience financial difficulties or are awaiting payments from third parties, thereby
causing delays in fulfilling their payment obligations to the Company.
Page 7
d. Latar belakang dan penyebab CKPN Perseroan tidak mengalami perubahan meskipun piutang mengalami kenaikan / The background and reasons why the Company’s allowance for impairment losses (CKPN) remained unchanged despite the increase in trade receivables. Tanggapan / Response: CKPN Perseroan tidak mengalami perubahan dikarenakan Piutang tidak ada yang macet dan masih dapat tertagih sehingga tidak memerlukan banyak CKPN. Resiko penurunan nilai tersebut masih dapat diatasi dan peluang pembayaran piutang tetap ada. Oleh karena itu, tidak ada kebutuhan yang mendesak untuk meningkatkan CKPN karena tidak ada bukti substansial yang menunjukkan risiko penurunan nilai yang signifikan pada saat tersebut. Selain itu Perseroan juga selalu melakukan pemantauan aktif terhadap piutang tersebut, termasuk komunikasi rutin dengan pihak yang berhutang, agar dapat segera mengidentifikasi potensi masalah pembayaran dan mengambil tindakan yang sesuai jika diperlukan. The Company's CKPN has not changed because there are no bad debts and can still be collected so it does not require a lot of CKPN. The risk of impairment can still be overcome and the opportunity for payment of receivables remains. Therefore, there is no urgent need to increase the CKPN as there is no substantial evidence indicating a significant risk of impairment at that time. Apart from that, the Company also always carries out active monitoring of these receivables, including regular communication with parties who owe them, so that they can immediately identify potential payment problems and take appropriate action if necessary. e. Latar belakang dan penyebab piutang dari PT Buana Inti Prima Usaha tidak mengalami perubahan. / The background and reasons why the receivable from PT Buana Inti Prima Usaha remained unchanged. Tanggapan / Response: Latar belakang dan penyebab piutang usaha PT Buana Inti Prima tidak mengalami perubahan karena belum adanya pembayaran piutang dari PT Buana Inti Prima, sehingga saldo masih belum berubah. Keterlambatan pembayaran ini disebabkan oleh kesulitan likuiditas yang dialami PT Buana Inti Prima, karena perusahaan tersebut belum menerima pelunasan dari para pelanggannya, termasuk rumah sakit pemerintah yang hingga kini belum dapat melakukan pembayaran. The background and reasons why the trade receivable from PT Buana Inti Prima remained unchanged are that no payment has yet been received from PT Buana Inti Prima; therefore, the outstanding balance remains unchanged. The delay in payment is due to liquidity difficulties experienced by PT Buana Inti Prima, as the company has not yet received payments from its customers, including government hospitals, which have not been able to make payments to date. f. Rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan Perseroan untuk melakukan konversi dari piutang usaha menjadi kas. / The average number of days required by the Company to convert trade receivables into cash. Tanggapan / Response: Rata-rata waktu yang dibutuhkan Perseroan untuk mengonversi piutang usaha menjadi kas adalah 60 hari / The Company's average collection period for converting trade receivables into cash is 60 days.
Page 8
4. Sehubungan dengan CALK 6 tentang piutang lain-lain, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / With
respect to Note 6 to the Financial Statements regarding other receivables, the Company is requested to
explain the following:
a. Latar belakang dan penyebab Perseroan tidak membukukan CKPN atas piutang lain-lain. / The
background and reasons why the Company did not recognize an allowance for impairment losses
(CKPN) on other receivables.
Tanggapan / Response:
Perseroan tidak membukukan CKPN atas piutang lain-lain dikarenakan piutang lain-lain tersebut
merupakan piutang karyawan dan pembayaran piutang lain-lain tersebut dapat terukur karena
terdapat potensi bayar dari gaji karyawan yang berhutang tersebut. Selain itu, piutang lain-lain dapat
tertagih dengan baik sehingga tidak diperlukan CKPN tersebut. Pembayaran atas piutang lain-lain
tersebut memiliki pembayaran yang positif dan konsisten, tanpa adanya keterlambatan atau masalah
signifikan.
The Company does not record CKPN on other receivables because these other receivables are
employee receivables and payment of other receivables can be measured because there is potential
for payment from the salaries of employees who owe them. Apart from that, other receivables can be
collected properly, so there is no need for CKPN. Payments for other receivables have been positive
and consistent, without any delays or significant problems.
b. Strategi dan upaya Perseroan agar piutang lain-lain Perseroan dapat tertagih sesuai dengan jangka
waktu yang telah ditentukan. / The Company’s strategies and efforts to ensure that its other
receivables are collected within the stipulated payment terms.
Tanggapan / Response:
Strategi dan upaya Perseroan agar piutang lain-lain Perseroan dapat tertagih sesuai dengan jangka
waktu yang telah ditentukan, yaitu dengan dilakukannya pemotongan terhadap gaji yang diterima
oleh karyawan setiap bulan.
The Company's strategy and efforts to ensure that the Company's other receivables can be collected
within the specified period are by making deductions from the salaries received by employees every
month.
c. Umur piutang dan pengenaan bunga atas piutang lain-lain tersebut. / The aging of the other receivables
and the interest charged on such other receivables.
Tanggapan / Response:
Informasi mengenai umur dan pengenaan bunga atas piutang lain-lain tersebut yaitu tidak ada umur
dan pengenaan bunga atas piutang lain-lain tersebut, karena piutang lain-lain berupa piutang
karyawan internal perseroan.
Information regarding the age and interest charges on other receivables is that there are no age and
interest charges on these other receivables because the other receivables are in the form of
receivables from the company's internal employees.
Page 9
d. Strategi Perseroan untuk memastikan pemberian pinjaman tersebut tidak merugikan Perseroan dan
pihak lain, dalam hal pemberian piutang tersebut tidak terdapat pengenaan jangka waktu jatuh tempo
dan tidak dikenakan bunga. / The Company’s strategy to ensure that the provision of such loans does
not adversely affect the Company or other parties, given that the loans do not have a specified
maturity date and are not subject to interest.
Tanggapan / Response:
Perseroan melakukan pemotongan gaji karyawan secara berkala atas piutang karyawan tersebut
sehingga memastikan pembayaran atas piutang tersebut. Dengan demikian, Perseroan dapat
meminimalkan risiko kerugian dan memastikan piutang dapat diselesaikan dengan baik.
The Company implements regular employee payroll deductions for these employee receivables to
ensure their repayment. Consequently, the Company minimizes the risk of losses and ensures that
the receivables are properly settled.
5. Sehubungan dengan CALK 7 tentang persediaan, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / With respect
to Note 7 to the Financial Statements regarding inventories, the Company is requested to explain the
following:
a. Strategi manajemen persediaan Perseroan. / The Company’s inventory management strategy.
Tanggapan / Response:
Perseroan menerapkan manajemen persediaan secara efektif melalui perencanaan kebutuhan
berdasarkan proyeksi penjualan dan kebutuhan operasional, pemantauan tingkat serta perputaran
persediaan secara berkala, dan pengendalian persediaan minimum dan maksimum. Perseroan juga
melakukan stock opname dan evaluasi atas persediaan secara berkala guna memastikan akurasi
pencatatan, menjaga ketersediaan persediaan, serta meminimalkan risiko penumpukan dan
persediaan yang tidak produktif.
The Company implements effective inventory management through requirement planning based on
sales projections and operational needs, periodic monitoring of inventory levels and turnover, as
well as minimum and maximum inventory controls. The Company also conducts regular physical
stock takes (stock opname) and inventory evaluations to ensure recording accuracy, maintain
inventory availability, and minimize the risk of overstocking and non-productive inventory.
b. Strategi penyimpanan persediaan Perseroan agar kualitas produk tetap terjaga. / The Company’s
inventory storage strategy to ensure that product quality is properly maintained.
Tanggapan / Response:
Perseroan menerapkan strategi penyimpanan persediaan dengan memperhatikan standar kualitas dan
karakteristik masing-masing produk. Persediaan disimpan pada fasilitas yang memenuhi ketentuan
kebersihan, keamanan, suhu, kelembapan, dan kondisi lingkungan yang sesuai. Perseroan juga
menerapkan sistem penataan dan rotasi persediaan secara berkala, termasuk prinsip FIFO/FEFO
sesuai karakteristik produk, serta melakukan pemeriksaan kondisi persediaan secara rutin untuk
mencegah kerusakan, penurunan mutu, dan kedaluwarsa. Dengan demikian, kualitas dan kelayakan
produk tetap terjaga hingga saat digunakan atau didistribusikan kepada pelanggan.
The Company implements inventory storage strategies that adhere to the quality standards and
specific characteristics of each product. Inventories are stored in facilities that meet the required
Page 10
standards for cleanliness, security, temperature, humidity, and environmental conditions. The
Company also applies structured layout and inventory rotation systems periodically, including FIFO
(First-In, First-Out) and FEFO (First-Expired, First-Out) principles tailored to product
characteristics, alongside routine physical inspections to prevent damage, quality degradation, and
expiration. Consequently, product quality and usability are preserved until use or distribution to
customers
c. Latar belakang dan penyebab CKPN persediaan Perseroan tidak mengalami perubahan meskipun
persediaan mengalami kenaikan. / The background and reasons why the Company’s allowance for
impairment losses (CKPN) on inventories remained unchanged despite the increase in inventories.
Tanggapan / Response:
Tidak terdapat perubahan CKPN meskipun terdapat kenaikan persediaan karena perhitungan dan
evaluasi CKPN dilakukan secara berkala oleh auditor pada akhir tahun buku.
There was no change in the allowance for impairment losses (CKPN) despite the increase in
inventory, as the calculation and evaluation of the allowance are conducted periodically by the
auditor at the end of the financial year.
d. Jenis persediaan yang mengalami penurunan nilai persediaan. / The types of inventory that have
experienced impairment.
Tanggapan / Response:
Jenis persediaan yang mengalami penurunan nilai persediaan antara lain sebagai berikut:
The types of inventory that experienced impairment losses include the following:
No Nama Barang
1 EVO PLUSMED 10 SFM 4 PLY ARMY Green
2 EVO PLUSMED 10 SFM 4 PLY ARMY Grey
3 EVO PLUSMED 10 SFM 4 PLY PON White
4 EVO PLUSMED 20 SFM 4 PLY PON White
5 EVO PLUSMED 25 SFM Orange
6 EVO PLUSMED MERAH PUTIH SFM
7 EVO PLUSMED SFM 4 PLY BP Square White
8 EVO SFM Green TO
e. Kondisi atas persediaan Perseroan yang mengalami penurunan nilai persediaan. / The condition of the
Company’s inventories that have experienced impairment.
Tanggapan / Response:
Persediaan yang mengalami penurunan nilai merupakan persediaan yang sudah tidak lagi diminati
oleh pasar atau outdated.
Page 11
Inventories experiencing impairment represent items that are no longer in market demand or are
outdated
f. Asuransi yang digunakan Perseroan untuk melindungi persediaan Perseroan per 30 Juni 2026
mengingat berdasarkan CALK Perseroan hanya menyampaikan bahwa pada tahun 2025 persediaan
telah diasuransikan pada PT China Taiping Insurance Indonesia dan belum terdapat pengungkapan
atas asuransi persediaan per 30 Juni 2026. / The insurance coverage maintained by the Company to
protect its inventories as of June 30, 2026, considering that, based on the Company’s Notes to the
Financial Statements, the Company only disclosed that its inventories were insured with PT China
Taiping Insurance Indonesia in 2025, and no disclosure has been made regarding inventory
insurance coverage as of June 30, 2026.
Tanggapan / Response:
Asuransi yang digunakan Perseroan untuk melindungi persediaan Perseroan untuk tahun 2026 telah
diasuransikan pada PT China Taiping Insurance Indonesia yang baru diperpanjang di bulan Juli 2026
sehingga belum terdapat pengungkapan atas asuransi persediaan per 30 Juni 2026.
The insurance coverage utilized to protect the Company's inventory for 2026 has been underwritten
by PT China Taiping Insurance Indonesia, which was recently renewed in July 2026; hence, no
disclosure regarding inventory insurance is reflected as of June 30, 2026
6. Sehubungan dengan CALK 8 tentang uang muka, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / With respect
to Note 8 to the Financial Statements regarding advances, the Company is requested to explain the
following:
a. Latar belakang dan penyebab Perseroan mengklasifikasikan uang muka sebagai aset tidak lancar. /
The background and reasons why the Company classified the advances as non-current assets.
Tanggapan / Response:
Perseroan mengklasifikasikan uang muka tersebut sebagai aset tidak lancar karena realisasinya akan
menjadi aset tetap, yaitu berupa mesin. Yang akan dipindahkan ke aktiva tetap setelah angsuran
mesin dilunasi.
The Company classifies the advance payment as a non-current asset because its realization will
result in a fixed asset, specifically in the form of machinery, which will be reclassified to fixed assets
upon full settlement of the machinery installments.
b. Target realisasi uang muka kepada PT Presisi Manufaktur Indonesia tersebut./ The target realization
date for the advance payment to PT Presisi Manufaktur Indonesia.
Tanggapan / Response:
Target uang muka kepada PT Presisi Manufaktur Indonesia akan direalisasikan menjadi aset tetap
mesin apabila seluruh angsuran mesin telah dilunasi oleh Perseroan.
The advance payment to PT Presisi Manufaktur Indonesia is targeted for realization as fixed asset
machinery once all machinery installments are fully settled by the Company.
Page 12
c. Pembayaran yang masih harus Perseroan lakukan kepada PT Presisi Manufaktur Indonesia atas
pembelian 10 unit mesin baru TPM-C400K. / The outstanding payment that the Company is required
to make to PT Presisi Manufaktur Indonesia for the purchase of 10 new TPM-C400K machines.
Tanggapan / Response:
Pembayaran yang masih harus Perseroan lakukan kepada PT Presisi Manufaktur Indonesia atas
pembelian 10 unit mesin baru TPM-C400K yaitu sebesar Rp 3.500.000.000,-
The remaining payment to be made by the Company to PT Presisi Manufaktur Indonesia for the
purchase of 10 units of new TPM-C400K machinery amounts to IDR 3,500,000,000
d. Rencana penggunaan dalam operasional atas pembelian 10 unit mesin baru TPM-C400K. / The
Company’s plan for the operational use of the 10 new TPM-C400K machines.
Tanggapan / Response:
Mesin baru tersebut telah digunakan untuk kegiatan operasional Perseroan, khususnya untuk
mendukung proses jasa machining untuk produk-produk berbahan dasar metal dan/atau logam sesuai
dengan kegiatan usaha Perseroan.
The new machinery has been utilized in the Company's operational activities, specifically to support
machining services for metal-based products in line with the Company's business activities.
7. Sehubungan dengan CALK 10 tentang aset tetap, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / With respect
to Note 10 to the Financial Statements regarding fixed assets, the Company is requested to explain the
following:
a. Latar belakang dan alasan manajemen dalam menentukan tidak adanya penurunan nilai aset tetap per
30 Juni 2026 dan per 31 Desember 2025. / The background and rationale for management’s
determination that there was no impairment of fixed assets as of June 30, 2026, and December 31,
2025.
Tanggapan / Response:
Manajemen melakukan evaluasi atas indikasi penurunan nilai aset tetap setiap akhir tahun buku
periode pelaporan. Berdasarkan hasil evaluasi, manajemen tidak menemukan adanya indikasi
penurunan nilai yang material setiap bulannya, baik yang berasal dari faktor internal maupun
eksternal. Aset tetap masih digunakan dalam kegiatan operasional Perseroan dan memberikan
manfaat ekonomi sesuai dengan tujuan penggunaannya. Selain itu, tidak terdapat perubahan
signifikan dalam kondisi fisik aset, teknologi, lingkungan usaha, maupun kondisi pasar yang
mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tetap tidak dapat dipulihkan. Berdasarkan pertimbangan
tersebut, manajemen menyimpulkan bahwa penurunan nilai aset tetap yang perlu diakui akan
dilakukan pada setiap akhir tahun buku periode pelaporan.
Management evaluates indications of impairment for fixed assets at the end of each reporting
period's financial year. Based on evaluation results, management has identified no material
indications of impairment on a monthly basis, originating from either internal or external factors.
The fixed assets remain actively used in the Company's operational activities and continue to
generate economic benefits aligned with their intended use. Furthermore, there are no significant
changes in the physical condition of the assets, technology, business environment, or market
Page 13
conditions that would indicate the carrying amount of fixed assets is not recoverable. Based on these
considerations, management concludes that any recognition of fixed asset impairment will be
determined at the end of each reporting period's financial year.
b. Spesifikasi dan jumlah kendaraan atas pengurangan kendaraan pada tahun 2026 dan alasan Perseroan
menjual kendaraan tersebut. / The specifications and number of vehicles disposed of in 2026, as well
as the reasons for the Company’s sale of such vehicles.
Tanggapan / Response:
Pada tahun 2026, Perseroan melakukan pengurangan kendaraan sebanyak 1 unit, yaitu mobil Innova.
Pengurangan kendaraan tersebut dilakukan sebagai bagian dari optimalisasi dan efisiensi
penggunaan aset Perseroan, dan juga mempertimbangkan kondisi kendaraan yang mengalami
kerusakan dan memerlukan biaya yang cukup besar.
In 2026, the Company disposed of one unit of vehicle, specifically an Innova car. This vehicle
reduction was conducted as part of the Company's asset usage optimization and efficiency efforts,
while also considering the vehicle's damaged condition and the substantial repair costs required.
8. Sehubungan dengan CALK 11 tentang properti investasi, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / With
respect to Note 11 to the Financial Statements regarding investment properties, the Company is requested
to explain the following:
a. Penggunaan properti investasi beserta pihak yang menyewa bangunan di Jl. Mekar Utama / The use
of the investment property and the party leasing the building located on Jl. Mekar Utama.
Tanggapan / Response:
Perseroan tidak menyewakan properti investasi tersebut. / The Company does not lease out the
investment property
b. Spesifikasi (luas, jumlah lantai dan informasi terkait lainnya) atas bangunan properti investasi
tersebut. / The specifications of the investment property building, including its area, number of floors,
and other relevant information.
Tanggapan / Response:
Luas tanah: ± 253 meter persegi, dengan luas bangunan: ±300 meter persegi.
c. Pendapatan yang diterima Perseroan atas properti investasi tersebut. / The income received by the
Company from the investment property.
Tanggapan / Response:
Tidak terdapat pendapatan sewa yang diterima Perseroan atas properti investasi tersebut.
No rental income was received by the Company from the investment property.
Page 14
9. Sehubungan dengan CALK 12 tentang utang bank jangka pendek, Perseroan agar menjelaskan
mengenai: / With respect to Note 12 to the Financial Statements regarding short-term bank loans, the
Company is requested to explain the following:
a. Akta perjanjian kredit atau perjanjian yang mendasari utang bank jangka pendek dengan PT
Bank Central Asia Tbk sebesar Rp 1.337.681.604 per 30 Juni 2026. / The credit agreement deed or
underlying agreement for the short-term bank loan with PT Bank Central Asia Tbk amounting to
Rp1,337,681,604 as of June 30, 2026.
Tanggapan / Response:
Akta perjanjian kredit atau perjanjian yang mendasari utang bank jangka pendek dengan PT
Bank Central Asia Tbk yaitu berdasarkan Perjanjian Kredit No. 3327/7770/21 tanggal 02 Desember
2021, dengan jangka waktu 5 tahun yaitu mulai 02 Desember 2021 sampai dengan 02 Desember
2026.
The credit agreement deed underlying the short-term bank loan with PT Bank Central Asia Tbk is
based on Credit Agreement No. 3327/7770/21 dated December 2, 2021, with a 5-year tenure effective
from December 2, 2021, to December 2, 2026.
b. Penerimaan dan pembayaran utang bank jangka pendek sepanjang tahun 2026. / Proceeds from and
repayments of short-term bank loans throughout 2026.
Tanggapan / Response:
Sepanjang tahun 2026, Perseroan melakukan penerimaan dan pembayaran atas fasilitas utang bank
jangka pendek sebagai bagian dari pengelolaan kebutuhan operasional dan likuiditas Perseroan.
Selama periode Januari s.d. Juni 2026, Perseroan memperoleh penerimaan dari
penambahan/penarikan utang bank jangka pendek sebesar Rp 100.000.000. Selanjutnya, Perseroan
melakukan pembayaran pokok utang bank jangka pendek sebesar Rp 1.294.636.252 sesuai dengan
kewajiban berdasarkan fasilitas kredit yang dimiliki.
Throughout 2026, the Company executed drawdowns and repayments on its short-term bank loan
facilities as part of managing its operational and liquidity needs.
During the period of January through June 2026, the Company obtained proceeds from the
addition/drawdown of short-term bank loans amounting to IDR 100,000,000. Subsequently, the
Company made principal payments on short-term bank loans totaling IDR 1,294,636,252 in
accordance with its obligations under the credit facilities
c. Rekonsiliasi antara perubahan utang bank jangka pendek dengan arus kas pendanaan. / A
reconciliation between the changes in short-term bank loans and financing cash flows.
Tanggapan / Response:
Perseroan telah melakukan rekonsiliasi atas perubahan saldo utang bank jangka pendek selama
periode berjalan dengan arus kas yang timbul dari aktivitas pendanaan. Rekonsiliasi perubahan utang
bank jangka pendek adalah sebagai berikut: / The Company has reconciled the changes in short-term
bank loan balances during the current period with cash flows arising from financing activities. The
reconciliation of changes in short-term bank loans is as follows:
Page 15
Uraian Jumlah (Rp)
Utang Bank Jangka Pendek Awal Tahun 6,511,711,191
Penambahan/Penarikan Pinjaman 100,000,000
Pembayaran Pokok Pinjaman - 1,294.636.252
Utang Bank Jangka Pendek Akhir Tahun 5,317,074,939
Perubahan saldo utang bank jangka pendek terutama berasal dari penambahan/penarikan pinjaman
sebesar Rp 100.000.000 dan pembayaran pokok pinjaman sebesar Rp 1.294.636.252.
Dengan demikian, Perseroan telah melakukan rekonsiliasi atas perubahan utang bank jangka pendek
dengan arus kas dari aktivitas pendanaan dan tidak terdapat perbedaan yang tidak dapat dijelaskan.
The change in short-term bank loan balances primarily stems from loan additions/drawdowns
amounting to IDR 100,000,000 and principal loan repayments of IDR 1,294,636,252.
Consequently, the Company has reconciled the changes in short-term bank loans with cash flows
from financing activities, and there are no unexplained discrepancies
d. Penggunaan utang bank dalam pembiayaan operasional Perseroan. / The use of bank loans to finance
the Company’s operations.
Tanggapan / Response:
Utang bank digunakan Perseroan untuk mendukung kebutuhan operasional dan modal kerja
Perseroan, termasuk memenuhi kebutuhan pembayaran terkait kegiatan usaha sehari-hari.
The bank loan is utilized by the Company to support its operational and working capital needs,
including meeting payment requirements related to day-to-day business activities
e. Rincian utang bank jangka pendek per 30 Juni 2026 dengan mengisi tabel berikut: / Details of short-
term bank loans as of June 30, 2026, by completing the following table:
Outstanding
No Nama Bank Jenis Fasilitas Plafon Jatuh Tempo
Pinjaman
Fasilitas Kredit
1 BPRKS Rp2.000.000.000 Rp2.000.000.000 05-06-2027
Berjangka
Fasilitas Kredit
2 BPRKS Rp2.000.000.000 Rp1.979.393.335 05-06-2027
Fleksibel
Page 16
Fasilitas Kredit
3 BCA Rp11.200.000.000 Rp1.337.681.604 02-12-2026
Investasi
f. Strategi pelunasan dan sumber dana untuk pelunasan utang bank kepada PT Bank Central Asia Tbk
sebesar Rp1.337.681.604,00 yang jatuh tempo pada tanggal 2 Desember 2026. / The repayment
strategy and source of funds for the repayment of the bank loan to PT Bank Central Asia Tbk
amounting to Rp1,337,681,604.00, which matures on December 2, 2026.
Tanggapan / Response:
Strategi pelunasan dan sumber dana untuk pelunasan yang dilakukan Perseroan adalah meningkatkan
kapasitas dan volume produksi, memperluas penjualan, serta mengoptimalkan pendapatan dari jasa
machining. Dengan peningkatan produksi dan penjualan tersebut, perusahaan menargetkan
peningkatan arus kas yang akan digunakan untuk memenuhi kewajiban pelunasan utang bank pada
saat jatuh tempo.
The settlement strategy and funding sources for the Company's repayment involve expanding
production capacity and volume, broadening sales, and optimizing revenue from machining services.
Through these production and sales enhancements, the Company targets increased cash flows to
fulfill bank loan repayment obligations upon maturity.
g. Konfirmasi mengenai apakah utang bank jangka pendek kepada PT Bank Central Asia Tbk sebesar
Rp1.337.681.604,00 yang jatuh tempo pada 2 Desember 2026 dan disajikan dalam utang bank jangka
pendek pada CALK 12 merupakan utang yang berasal dari Perjanjian Kredit Nomor 3327/7770/21
tanggal 2 Desember 2021 yang sebelumnya disajikan pada CALK 19. / Confirmation as to whether
the short-term bank loan payable to PT Bank Central Asia Tbk amounting to Rp1,337,681,604.00,
which is due on December 2, 2026 and presented as short-term bank loans in Note 12 to the Financial
Statements, represents the loan arising from Credit Agreement No. 3327/7770/21 dated December
2, 2021, which was previously presented in Note 19.
Tanggapan / Response:
Perseroan mengonfirmasi bahwa utang bank jangka pendek kepada PT Bank Central Asia Tbk
sebesar Rp1.337.681.604,00 yang jatuh tempo pada 2 Desember 2026 adalah benar. Utang tersebut
berasal dari Perjanjian Kredit Nomor 3327/7770/21 tanggal 2 Desember 2021 yang sebelumnya
disajikan pada CALK 19. Perubahan penyajian ke CALK 12 dilakukan karena fasilitas kredit tersebut
telah memasuki masa jatuh tempo kurang dari satu tahun, sehingga wajib direklasifikasi sebagai
utang bank jangka pendek sesuai ketentuan akuntansi yang berlaku.
The Company confirms that the short-term bank loan to PT Bank Central Asia Tbk amounting to IDR
1,337,681,604.00, maturing on December 2, 2026, is accurate. This debt originates from Credit
Agreement No. 3327/7770/21 dated December 2, 2021, which was previously presented in Note 19
to the Financial Statements (CALK 12). The reclassification to Note 12 was made because the credit
facility entered a remaining maturity of less than one year, thereby requiring reclassification as a
short-term bank loan in accordance with applicable accounting standards.
Page 17
h. Alasan dan dasar Perseroan menyajikan utang bank kepada PT Bank Central Asia Tbk dalam utang
bank jangka pendek pada CALK 12, dan tidak menyajikannya pada CALK 19 dalam hal utang jangka
pendek tersebut merupakan utang yang berasal dari Perjanjian Kredit Nomor 3327/7770/21 tanggal
2 Desember 2021. / The reasons and basis for the Company’s presentation of the bank loan payable
to PT Bank Central Asia Tbk as a short-term bank loan in Note 12 to the Financial Statements, rather
than in Note 19, if such short-term bank loan arises from Credit Agreement No. 3327/7770/21 dated
December 2, 2021.
Tanggapan / Response:
Alasan dan dasar Perseroan menyajikan utang bank kepada PT Bank Central Asia Tbk pada CALK
12 (Utang Bank Jangka Pendek) dan tidak lagi pada CALK 19 adalah karena fasilitas kredit
berdasarkan Perjanjian Kredit Nomor 3327/7770/21 tanggal 2 Desember 2021 tersebut telah
memasuki masa jatuh tempo kurang dari 1 tahun.
Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku, kewajiban keuangan yang akan jatuh tempo
dalam jangka waktu 12 bulan sejak tanggal laporan keuangan wajib direklasifikasi dan disajikan
sebagai bagian dari utang jangka pendek.
The reason and basis for the Company presenting the bank loan to PT Bank Central Asia Tbk under
Note 12 (Short-Term Bank Loans) and no longer under Note 19 is that the credit facility, pursuant
to Credit Agreement No. 3327/7770/21 dated December 2, 2021, has entered a remaining maturity
of less than 1 year.
Under applicable Indonesian Financial Accounting Standards (SAK), financial liabilities maturing
within 12 months from the financial statement date must be reclassified and presented as current
liabilities.
10. Berdasarkan CALK 12, terdapat informasi bahwa saldo utang bank pada 30 Juni 2026 terdiri atas utang
kepada PT BPR Karyajatnika Sadaya sebesar Rp3.979.393.355,00 yang jatuh tempo pada 5 Juni 2027
dan utang kepada PT Bank Central Asia Tbk sebesar Rp1.337.681.604,00 yang jatuh tempo pada 2
Desember 2026. Berdasarkan penjumlahan rincian utang bank tersebut, total utang bank tercatat sebesar
Rp5.317.074.959,00. Jumlah tersebut berbeda sebesar Rp20,00 dibandingkan dengan total utang bank
yang disajikan dalam laporan posisi keuangan, yaitu sebesar Rp5.317.074.939,00. Perseroan agar
menjelaskan mengenai penyebab adanya perbedaan total utang bank tersebut. / Based on Note 12 to the
Financial Statements, the bank loan balance as of June 30, 2026 consists of a loan payable to PT BPR
Karyajatnika Sadaya amounting to Rp3,979,393,355.00, which is due on June 5, 2027, and a loan
payable to PT Bank Central Asia Tbk amounting to Rp1,337,681,604.00, which is due on December 2,
2026. Based on the sum of the details of the bank loans, the total bank loans amount to
Rp5,317,074,959.00. This amount differs by Rp20.00 from the total bank loans presented in the
statement of financial position, which amounts to Rp5,317,074,939.00. The Company is requested to
explain the cause of the difference in the total bank loans.
Tanggapan / Response:
Perbedaan sebesar Rp20,00 tersebut disebabkan oleh kesalahan pengetikan (typo) pada teks rincian
CALK 12. Saldo utang bank kepada PT BPR Karyajatnika Sadaya yang benar adalah sebesar
Rp3.979.393.335,00 (tertulis Rp3.979.393.355,00).
The difference of IDR 20.00 was caused by a typographical error (typo) in the text breakdown of CALK
12 (Notes to the Financial Statements 12). The correct bank loan balance payable to PT BPR
Page 18
Karyajatnika Sadaya is IDR 3,979,393,335.00 (erroneously written as IDR 3,979,393,355.00)
11. Berdasarkan laporan posisi keuangan terdapat informasi penambahan utang bank jangka pendek sebesar
Rp1.427.986.985,00 dari Rp3.889.087.954,00 pada 31 Desember 2025 menjadi Rp5.317.074.939,00
pada 30 Juni 2026 sedangkan berdasarkan arus kas pendanaan terdapat pembayaran utang bank
Rp1.194.636.252,00. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / Based
on the statement of financial position, there was an increase in short-term bank loans of
Rp1,427,986,985.00, from Rp3,889,087,954.00 as of December 31, 2025 to Rp5,317,074,939.00 as of
June 30, 2026. Meanwhile, based on the statement of cash flows, there were repayments of bank loans
amounting to Rp1,194,636,252.00. In this regard, the Company is requested to explain regarding:
a. Penyebab transaksi penambahan utang bank tidak terefleksi dalam arus kas, sedangkan dalam
laporan arus kas hanya terdapat penyajian pembayaran utang bank. / The reason why the increase in
bank loans is not reflected in the statement of cash flows, whereas the statement of cash flows only
presents repayments of bank loans.
Tanggapan / Response:
Transaksi penambahan utang bank sebesar Rp 100.000.000 di akumulasikan ke total pembayaran
utang bank pada laporan arus kas tahun 2026. Sehingga breakdown-nya sebagai berikut:
Penambahan utang bank Rp 100.000.000,-
Pembayaran utang bank Rp 1.294.636.252,-
Akumulasi penambahan dan pembayaran utang bank yaitu menjadi sebesar Rp 1.194.636.252,-
Dengan demikian, angka pembayaran utang bank sebesar Rp 1.194.636.252 pada laporan arus kas
merupakan nilai neto dari penambahan dan pembayaran pokok utang bank.
The bank loan addition transaction of IDR 100,000,000 is offset against the total bank loan
repayments on the 2026 statement of cash flows. The breakdown is as follows:
• Bank loan additions: IDR 100,000,000
• Bank loan repayments: IDR 1,294,636,252
• Net amount of bank loan additions and repayments: IDR 1,194,636,252
Consequently, the bank loan repayment figure of IDR 1,194,636,252 presented in the statement of
cash flows represents the net value of bank loan additions and principal repayments.
b. Rekonsiliasi perubahan utang bank dalam laporan posisi keuangan dengan arus kas
pendanaan dalam laporan arus kas. / A reconciliation of the changes in bank loans
presented in the statement of financial position with the financing cash flows
presented in the statement of cash flows.
Tanggapan / Response:
Rekonsiliasi perubahan utang bank dalam laporan posisi keuangan dengan arus kas pendanaan dalam
laporan arus kas adalah sebagai berikut:
The reconciliation of changes in bank loans on the statement of financial position with financing
cash flows on the statement of cash flows is as follows:
Page 19
Uraian Jumlah (Rp)
Saldo Utang Bank Jangka Pendek Awal Tahun 6,511,711,191
Penambahan/Penarikan Pinjaman 100,000,000
Pembayaran Pokok Pinjaman - 1,294,636,252
Penurunan Bersih Utang Bank - 1,194,636,252
Saldo Utang Bank Jangka Pendek Akhir Tahun 5.317.074.939
c. Rekonsiliasi liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan sebagaimana diatur dalam paragraf 44A
PSAK 207 tentang laporan arus kas. / A reconciliation of liabilities arising from financing activities
as required under paragraph 44A of PSAK 207 on Statements of Cash Flows.
Tanggapan / Response:
Dalam rangka memenuhi ketentuan PSAK 207 paragraf 44a mengenai pengungkapan perubahan
liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan, Perseroan telah melakukan rekonsiliasi saldo awal
dan saldo akhir liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan. Dengan rekonsiliasi sebagai berikut:
To comply with the requirements of PSAK 207 paragraph 44a regarding the disclosure of changes
in liabilities arising from financing activities, the Company has reconciled the opening and closing
balances of liabilities arising from financing activities. The reconciliation is as follows:
Uraian Jumlah (Rp)
Saldo Utang Bank Jangka Pendek per 1 Januari 6,511,711,191
2026
Perubahan dari Arus Kas Aktivitas Pendanaan:
Penerimaan Utang Bank 100,000,000
Pembayaran Pokok Utang Bank - 1,294,636,252
Penurunan Bersih dari Aktivitas Pendanaan - 1,194,636,252
Perubahan Nonkas 0
Saldo Utang Bank Jangka Pendek per 31 5.317.074.939
Desember 2026
12. Sehubungan dengan CALK 13 tentang utang usaha, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / In relation
to Note 13 to the Financial Statements regarding trade payables, the Company is requested to explain:
a. Strategi dan upaya Perseroan agar utang usaha Perseroan dapat dibayar sesuai dengan jangka waktu
yang telah ditentukan. / The Company’s strategies and efforts to ensure that its trade payables are
settled within the agreed payment terms.
Tanggapan / Response:
Guna memastikan utang usaha diselesaikan sesuai jadwal, Perseroan secara aktif mengelola jadwal
arus kas (cash flow) dengan menyelaraskan waktu penerimaan penagihan piutang pelanggan dan
Page 20
tanggal jatuh tempo pembayaran pemasok. Perseroan juga secara rutin melakukan penagihan atas
piutang usaha untuk mempercepat penerimaan kas yang selanjutnya dapat digunakan untuk
memenuhi kewajiban kepada pemasok sesuai dengan tanggal jatuh tempo. Di samping itu, Perseroan
menjaga pengeluaran operasional secara efisien agar ketersediaan dana tetap terjaga dan dapat
digunakan untuk melunasi kewajiban tepat waktu.
To ensure trade payables are settled on schedule, the Company actively manages its cash flow
schedule by aligning customer receivable collection timing with supplier payment due dates. The
Company also routinely performs trade receivable collections to accelerate cash inflows, which are
subsequently utilized to meet obligations to suppliers in accordance with their due dates.
Furthermore, the Company maintains efficient operational expenditures to preserve cash availability
and settle obligations promptly
b. Transaksi yang menyebabkan Perseroan membukukan utang kepada Bapak Sugiharto. / The
transactions that resulted in the Company recognizing a payable to Mr. Sugiharto.
Tanggapan / Response:
Utang kepada Bapak Sugiharto timbul dari transaksi pasokan bahan baku masker (wire) untuk
kebutuhan produksi Perseroan
The amount payable to Mr. Sugiharto arises from raw material supply transactions of mask wire for
the Company's production needs.
c. Umur atas utang usaha Perseroan. / The aging of the Company’s trade payables.
Tanggapan / Response:
Umur atas utang usaha Perseroan adalah 60 hari / The aging of the Company's trade payables is 60
days.
13. Sehubungan dengan CALK 14 tentang utang lain-lain, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / In
relation to Note 14 to the Financial Statements regarding other payables, the Company is requested to
explain regarding:
a. Transaksi yang menyebabkan timbulnya utang pihak ketiga beserta rencana pembayaran atas utang
tersebut. / The transactions giving rise to the third-party payables, together with the payment plan
for such payables.
Tanggapan / Response:
Utang pihak ketiga timbul dari penarikan pinjaman guna mendukung kelancaran kegiatan
operasional harian Perseroan. Pembayaran atas utang tersebut direncanakan akan dilakukan secara
bertahap dengan memanfaatkan penerimaan kas dari hasil penagihan piutang usaha serta optimalisasi
arus kas operasional Perseroan.
Third-party payables arise from loan drawdowns to support the smooth operation of the Company's
daily activities. Repayment of the debt is planned to be made in installments by utilizing cash receipts
from trade receivable collections and optimizing the Company's operational cash flows
Page 21
b. Latar belakang dan alasan Perseroan melakukan penambahan utang kepada Jemmy Kurniawan
dibandingkan dengan pendanaan dari lembaga keuangan eksternal. / The background and reasons
for the Company incurring additional debt to Jemmy Kurniawan rather than obtaining financing
from external financial institutions.
Tanggapan / Response:
Perseroan melakukan penambahan utang kepada Bapak Jemmy Kurniawan karena kapasitas beliau
sebagai owner/Pemegang saham utama yang berkomitmen untuk mendukung operasional
perusahaan. Pinjaman ini diberikan tanpa beban bunga, sehingga jauh lebih efisien dibandingkan
dengan pendanaan dari lembaga keuangan eksternal yang membutuhkan proses administrasi panjang
serta jaminan dan biaya bunga.
The Company incurred additional debt from Mr. Jemmy Kurniawan in his capacity as the
owner/ultimate controlling shareholder, who is committed to supporting the Company's operations.
This loan is interest-free, making it significantly more efficient than external financing from financial
institutions, which involves lengthy administrative processes, collateral requirements, and interest
costs.
14. Sehubungan dengan CALK 15 tentang perpajakan, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / In relation
to Note 15 to the Financial Statements regarding taxation, the Company is requested to explain regarding:
a. Transaksi yang menyebabkan Perseroan membukukan uang muka PPh 23 sebesar
Rp16.683.260,00 per 30 Juni 2026. / The transactions that resulted in the Company recognizing a
prepaid PPh Article 23 tax amounting to Rp16,683,260.00 as of June 30, 2026.
Tanggapan / Response:
Perseroan membukukan uang muka PPh 23 tersebut berdasarkan bukti potong PPh Pasal 23 yang
diterima dari pelanggan atas transaksi pendapatan jasa. Pemotongan pajak oleh pelanggan ini dicatat
sebagai pajak dibayar di muka yang nantinya dapat dikreditkan untuk mengurangi beban pajak
penghasilan perusahaan di akhir tahun.
The Company recorded the Prepaid Article 23 Income Tax (PPh 23) based on the Article 23 Income
Tax withholding slips received from customers for service revenue transactions. This tax withheld
by customers is recorded as prepaid tax, which can subsequently be credited to reduce the Company's
income tax expense at year-end
b. Transaksi yang menyebabkan Perseroan membukukan pajak dibayar di muka atas Pajak
Pertambahan Nilai sebesar Rp60.894.535,00 per 31 Desember 2025. / The transactions that resulted
in the Company recognizing prepaid Value Added Tax (VAT) amounting to Rp60,894,535.00 as of
December 31, 2025.
Tanggapan / Response:
Saldo PPN dibayar di muka (aktiva) per 31 Desember 2025 sebesar Rp60.894.535,00 merupakan
faktur pajak masukan yang dikompensasikan di tahun 2026.
The prepaid Value Added Tax (VAT) balance (asset) as of December 31, 2025, amounting to IDR
60,894,535.00, represents input tax invoices carried forward to 2026.
Page 22
c. Transaksi yang menyebabkan per 30 Juni 2026 Perseroan membukukan utang pajak PPN
sedangkan pada 31 Desember 2025 Perseroan membukukan pajak dibayar di muka atas PPN. / The
transactions that resulted in the Company recognizing VAT payable as of June 30, 2026, whereas as
of December 31, 2025, the Company recognized prepaid VAT.
Tanggapan / Response:
Pada 31 Desember 2025 Perseroan membukukan pajak dibayar di muka atas PPN (aktiva) karena
pos tersebut untuk menampung faktur pajak masukan yang diterima perseroan, baik yang sudah di
kreditkan, maupun yang belum dikreditkan.
Sedangkan per 30 Juni 2026 tidak ada pos pajak dibayar dimuka atas PPN (aktiva), karena seluruh
faktur pajak yang sudah dikreditkan maupun belum dikreditkan nilainya lebih kecil dari faktur pajak
pengeluaran, sehingga menimbulkan utang pajak PPN (pasiva)
This account is utilized to record input tax invoices received by the Company, covering both credited
and uncredited input taxes.
Meanwhile, as of June 30, 2026, there is no prepaid VAT (asset) account, as the total value of all
input tax invoices, whether credited or uncredited, was lower than the output tax invoices, thereby
resulting in a VAT payable (liability).
d. Kewajiban perpajakan yang belum dipenuhi oleh Perseroan. / Any outstanding tax obligations that
have not yet been fulfilled by the Company.
Tanggapan / Response:
Perseroan telah memenuhi seluruh kewajiban perpajakan sampai dengan periode laporan keuangan
disajikan.
The Company has fulfilled all of its tax obligations up to the period of the presented financial
statements
15. Latar belakang dan penyebab Perseroan tidak membukukan saldo beban akrual. / The background and
reasons why the Company did not recognize any accrued expenses balance.
Tanggapan / Response:
Perseroan telah membukukan beban akrual yaitu untuk beban-beban listrik, air, telepon, dan lain-lain
yang telah dibukukan ke masing-masing pos beban biaya di bulan yang bersangkutan dengan lawan
transaksi utang pihak ketiga yang ada di CALK nomor 14, yaitu sebesar Rp 90.020.474,-
The Company has recorded accrued expenses for electricity, water, telephone, and other expenses,
which were booked to their respective expense accounts for the relevant month with the counter entry
under third-party payables in Note 14 to the Financial Statements, amounting to IDR 90,020,474.
16. Informasi mengenai pencatatan oleh Perseroan atas beban (misalnya atas beban listrik, gaji, air, BPJS
maupun beban operasional lain) yang telah terjadi pada tanggal neraca namun nilainya belum dapat
dipastikan karena belum adanya tagihan yang diterima oleh Perseroan. / Information regarding the
Company’s accounting treatment for expenses (such as electricity, salaries, water, BPJS, and other
operating expenses) that have been incurred as of the reporting date but for which the amounts cannot
yet be determined because the Company has not yet received the relevant invoices.
Page 23
Tanggapan / Response:
Informasi mengenai pencatatan oleh Perseroan atas beban (misalnya atas beban listrik, gaji, air, BPJS
maupun beban operasional lain) yang telah terjadi pada tanggal neraca namun nilainya belum dapat
dipastikan karena belum adanya tagihan yang diterima oleh Perseroan; biasanya diambil dari tagihan
bulan sebelumnya
Information regarding the Company's recording of expenses incurred as of the balance sheet date (such
as electricity, salary, water, BPJS, or other operational expenses) whose amounts cannot yet be
determined with certainty due to unreceived invoices, which are typically based on the previous month's
billings.
17. Sehubungan dengan CALK 16 tentang pendapatan diterima di muka, Perseroan agar menyampaikan
informasi rincian nama pelanggan beserta jenis produknya. / In relation to Note 16 to the Financial
Statements regarding deferred revenue, the Company is requested to provide detailed information on
the names of the customers and the types of products involved.
Tanggapan / Response:
Rincian Pendapatan diterima dimuka adalah sebagai berikut: / The breakdown of Unearned Revenue is
as follows:
No Nama Pelanggan Produk Jumlah
1 Citra Jaya Agung Masker 15,439,639
2 Megah Inti Cemerlang Masker 675,675,675
3 Alexa Medika Masker 220,500,000
4 Anugerah Jaya Fordic Masker 43,500,000
5 Buana Intiprima Medika Stetoskop dan Tensi 263,995,496
1,219,110,810
18. Sehubungan dengan CALK 17 tentang utang pembiayaan konsumen, Perseroan agar menjelaskan
mengenai latar belakang dan alasan masih mengungkapkan dalam CALK meskipun per 30 Juni 2026
dan 31 Desember 2025 utang pembiayaan konsumen kepada PT BCA Finance tersebut telah dilunasi
seluruhnya. / In relation to Note 17 to the Financial Statements regarding consumer financing liabilities,
the Company is requested to explain the background and reasons for continuing to disclose the
consumer financing liability to PT BCA Finance in the Financial Statements, even though as of June
30, 2026 and December 31, 2025, the liability had been fully settled.
Tanggapan / Response:
Dikarenakan saldo utang pembiayaan konsumen sudah tidak ada saldo, seharusnya kami tidak
menyajikan CALK 17.
Since the consumer financing payables balance is nil, Note 17 to the Financial Statements should not
be presented
Page 24
19. Sehubungan dengan CALK 18 tentang utang sewa, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / In relation
to Note 18 to the Financial Statements regarding lease liabilities, the Company is requested to explain:
a. Penggunaan bangunan yang disewa dari Supardi Kurniawan. / The use of the building leased from
Supardi Kurniawan.
Tanggapan / Response:
Perseroan menyewa bangunan dari Bapak Supardi Kurniawan sebagai area pabrik produksi. Pabrik
tersebut digunakan khusus untuk mendukung operasional pembuatan stetoskop, tensimeter, dan
pengerjaan jasa machining.
The Company leases a building from Mr. Supardi Kurniawan as a production plant area. The plant
is specifically utilized to support operations for manufacturing stethoscopes, sphygmomanometers,
and machining service operations
b. Jangka waktu sewa atas bangunan yang disewa dari Supardi Kurniawan. / The lease term of the
building leased from Supardi Kurniawan.
Tanggapan / Response:
Jangka waktu sewa atas bangunan tersebut yaitu 2 tahun (periode 01 Februari 2026 s/d 31 Januari
2028) / The lease term for the building is 2 years (for the period from February 1, 2026 to January
31, 2028)
c. Hubungan afiliasi antara Perseroan dan manajemen Perseroan dengan Supardi Kurniawan. / The
affiliation relationship, if any, between the Company and its management and Supardi Kurniawan.
Tanggapan / Response:
Tidak ada hubungan afiliasi antara Perseroan dan manajemen Perseroan dengan Supardi Kurniawan
There is no affiliated relationship between the Company and its management with Supardi
Kurniawan
20. Sehubungan dengan CALK 20 tentang liabilitas imbalan kerja, Perseroan agar menjelaskan
mengenai: / In relation to Note 20 to the Financial Statements regarding employee benefits liabilities, the
Company is requested to explain regarding:
a. Latar belakang dan penyebab saldo liabilitas imbalan kerja tidak mengalami perubahan. / The
background and reasons why the balance of employee benefits liabilities has remained unchanged.
Tanggapan / Response:
Saldo liabilitas imbalan kerja per 30 Juni 2026 tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan 31
Desember 2025 karena penentuan nilai liabilitas tersebut didasarkan pada perhitungan aktuaris
independen yang dilakukan secara berkala 1 (satu) kali dalam setahun pada akhir tahun buku.
The employee benefits liability balance as of June 30, 2026, remained unchanged compared to
December 31, 2025, as the valuation of such liability is based on an independent actuarial
calculation conducted periodically 1 (one) time a year at the end of the financial year.
Page 25
b. Latar belakang dan alasan Perseroan tidak menyajikan perhitungan liabilitas imbalan kerja periode
30 Juni 2026. / The background and reasons why the Company did not present the calculation of
employee benefits liabilities for the period ended June 30, 2026.
Tanggapan / Response:
Sebagaimana telah dijelaskan pada poin sebelumnya, Perseroan tidak menyajikan perhitungan
liabilitas imbalan kerja per 30 Juni 2026 karena jasa penilaian oleh aktuaris independen dilakukan
secara berkala 1 kali dalam setahun, yaitu pada setiap akhir tahun buku (per 31 Desember).
Penyesuaian nilai aktuaris terbaru akan kembali dihitung dan disajikan pada Laporan Keuangan
Tahunan per 31 Desember 2026.
As explained in the previous point, the Company does not present the calculation of employee benefits
liabilities as of June 30, 2026, because valuation services by an independent actuary are conducted
periodically once a year at the end of each financial year (as of December 31). The latest actuarial
adjustment will be recalculated and presented in the Annual Financial Statements as of December
31, 2026.
21. Sehubungan dengan CALK 22 tentang saldo laba (defisit), agar dijelaskan latar belakang dan penyebab
saldo laba yang belum dapat ditentukan penggunaannya pada CALK 22 yaitu sebesar (13.201.539.580)
nilainya tidak sama dengan nilai saldo laba pada laporan posisi keuangan yaitu sebesar
(13.201.539.579). / In relation to Note 22 to the Financial Statements regarding retained earnings
(deficit), the Company is requested to explain the background and reasons why the balance of
unappropriated retained earnings (deficit) presented in Note 22, amounting to (Rp13,201,539,580),
differs from the retained earnings (deficit) presented in the statement of financial position, amounting
to (Rp13,201,539,579).
Tanggapan / Response:
Selisih sebesar Rp 1 (satu rupiah) antara saldo laba pada CALK 22 (Rp13.201.539.580) dan Laporan
Posisi Keuangan (Rp13.201.539.579) murni disebabkan oleh faktor pembulatan desimal dalam sistem
pencatatan keuangan. Perseroan akan melakukan penyesuaian pada periode selanjutnya agar nilai yang
tercantum pada CALK dan Laporan Posisi Keuangan tersaji secara konsisten.
The difference of IDR 1 (one rupiah) between the retained earnings balance in Note 22 to the Financial
Statements (IDR 13,201,539,580) and the Statement of Financial Position (IDR 13,201,539,579) is
purely caused by decimal rounding in the financial recording system. The Company will make
adjustments in the subsequent period to ensure that the amounts presented in the Notes to the Financial
Statements and the Statement of Financial Position are consistently presented.
22. Sehubungan dengan CALK 23 tentang penjualan, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / In relation to
Note 23 to the Financial Statements regarding sales, the Company is requested to provide an explanation
regarding:
a. Latar belakang dan penyebab penjualan periode 30 Juni 2026 mengalami kenaikan signifikan
dibandingkan dibandingkan periode 30 Juni 2025. / The background and reasons for the significant
increase in sales for the period ended June 30, 2026, compared to the period ended June 30, 2025.
Tanggapan / Response:
Peningkatan signifikan atas penjualan per 30 Juni 2026 karena bertambahnya pesanan produk masker
dalam jumlah lebih besar dibandingkan periode sebelumnya, hal ini disebabkan adanya penambahan
distributor baru dan juga kerja sama dengan distributor yang sudah ada berjalan secara berkelanjutan,
Page 26
serta adanya penambahan pendapatan dari jasa machining. The significant increase in sales as of June 30, 2026, was driven by a larger volume of mask product orders compared to the previous period, resulting from the acquisition of new distributors and ongoing cooperation with existing distributors, as well as additional revenue generated from machining services b. Latar belakang dan penyebab penjualan masker plus untuk periode 30 Juni 2026 mengalami kenaikan signifikan dibandingkan dibandingkan periode 30 Juni 2025. / The background and reasons for the significant increase in sales of Masker Plus for the period ended June 30, 2026, compared to the period ended June 30, 2025. Tanggapan / Response: Kenaikan penjualan masker plus yang signifikan per 30 Juni 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya disebabkan adanya penambahan distributor baru dan juga kerja sama dengan distributor yang sudah ada berjalan secara berkelanjutan. The significant increase in sales of plus masks as of June 30, 2026, compared to the same period in the previous year, was driven by the acquisition of new distributors as well as ongoing, sustainable cooperation with existing distributors. c. Transaksi yang menyebabkan Perseroan membukukan pendapatan bahan baku ST. / The transactions that resulted in the Company recognizing revenue from ST raw materials. Tanggapan / Response: Pendapatan bahan baku ST dibukukan atas transaksi penjualan suku cadang (parts) stetoskop dan tensimeter kepada pihak ketiga/pelanggan untuk memenuhi kebutuhan komponen perakitan alat kesehatan tersebut. Raw material ST revenue is recorded for sales transactions of stethoscope and sphygmomanometer parts to third parties/customers to meet component assembly requirements for these medical devices d. Strategi Perseroan untuk meningkatkan penjualan Perseroan sehingga dapat meningkatkan profitabilitas Perseroan. / The Company’s strategies to increase sales and thereby improve its profitability. Tanggapan / Response: Strategi Perseroan untuk meningkatkan penjualan dan profitabilitas dilakukan melalui memperluas jangkauan penjualan ke pasar modern serta menambah distributor baru, memaksimalkan kapasitas produksi untuk memenuhi pesanan dari kegiatan usaha baru, dan menekan biaya operasional agar Perseroan dapat memperoleh laba. The Company's strategy to increase sales and profitability is executed by expanding sales reach into modern markets and acquiring new distributors, maximizing production capacity to fulfill orders from new business activities, and controlling operational costs to drive profitability.
Page 27
e. Pelanggan atas pendapatan jasa machining yang dibukukan oleh Perseroan. / The customers from
whom the Company recognized machining service revenue.
Tanggapan / Response:
Pendapatan jasa machining Perseroan diperoleh dari pelanggan atas jasa machining yang diberikan
sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi produksinya.
The Company's machining service revenue is derived from customers for machining services
provided in accordance with their production needs and specifications
f. Produk yang dijual Perseroan kepada PT Megah Inti Cemerlang untuk periode yang berakhir 30 Juni
2026. / The products sold by the Company to PT Megah Inti Cemerlang for the period ended June
30, 2026.
Tanggapan / Response:
Produk yang dijual oleh Perseroan kepada PT Megah Inti Cemerlang untuk periode yang berakhir
pada tanggal 30 Juni 2026 adalah produk masker plus.
The products sold by the Company to PT Megah Inti Cemerlang for the period ended June 30, 2026,
were mask plus products
g. Rincian pendapatan Perseroan setiap bulan selama tahun 2026. / A monthly breakdown of the
Company’s revenue for 2026.
Tanggapan / Response:
Bulan Penjualan Diskon Penjualan Neto
Jan-26 2.552.793.558 37.939.490 2.514.854.068
Feb-26 1.666.794.530 30.658.104 1.636.136.426
Mar-26 1.304.950.451 26.539.828 1.278.410.623
Apr-26 1.835.595.026 33.847.259 1.801.747.767
May-26 2.102.156.252 29.894.516 2.072.261.736
Jun-26 2.255.192.571 24.503.265 2.230.689.306
Total 11.717.482.389 183.382.463 11.534.099.926
23. Sehubungan dengan CALK 24 tentang beban pokok penjualan, Perseroan agar menjelaskan
mengenai: / In relation to Note 24 to the Financial Statements regarding cost of goods sold, the Company
is requested to explain regarding:
a. Latar belakang dan penyebab pembelian bahan baku dan kemasan untuk periode 30 Juni 2026 lebih
besar dibandingkan periode 30 Juni 2025. / The background and reasons why purchases of raw
materials and packaging for the period ended June 30, 2026 were higher than those for the period
ended June 30, 2025.
Tanggapan / Response:
Peningkatan pembelian bahan baku dan kemasan per 30 Juni 2026 dibandingkan dengan periode
yang sama pada tahun 2025 disebabkan oleh meningkatnya volume produksi masker Perseroan untuk
Page 28
memenuhi permintaan dan pesanan pelanggan yang meningkat.
The increase in raw material and packaging purchases as of June 30, 2026, compared to the same
period in 2025, was driven by higher production volumes of the Company's mask products to meet
growing customer demand and orders.
b. Latar belakang dan penyebab kenaikan signifikan atas upah bagian produksi untuk periode 30 Juni
2026 lebih besar dibandingkan periode 30 Juni 2025. Perseroan agar menyampaikan informasi
jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam produksi masing-masing periode. / The background and
reasons for the significant increase in production wages for the period ended June 30, 2026,
compared to the period ended June 30, 2025. The Company is requested to provide information on
the number of employees involved in production during each period.
Tanggapan / Response:
Kenaikan atas upah bagian produksi per 30 Juni 2026 dibandingkan dengan periode 30 Juni 2025
disebabkan oleh meningkatnya volume produksi masker secara signifikan, yang berdampak pada
penambahan tenaga kerja produksi dari 32 orang pada Juni 2025 menjadi 122 orang pada Juni 2026.
The increase in production labor costs as of June 30, 2026, compared to the period ended June 30,
2025, was driven by a significant rise in mask production volume, which resulted in an expansion of
the production workforce from 32 personnel in June 2025 to 122 personnel in June 2026.
24. Latar belakang dan penyebab tidak terdapat CALK nomor 25. / The background and reasons why there is
no Note 25 in the Financial Statements.
Tanggapan / Response:
Ketidakterdapatan nomor CALK 25 disebabkan oleh kesalahan penomoran dalam pengurutan bab, di
mana pengungkapan mengenai Beban Pokok Penjualan yang seharusnya menjadi CALK 25 secara tidak
sengaja terlewat atau tertukar urutannya. Perseroan akan melakukan perbaikan dan penyesuaian
penomoran tersebut pada penerbitan laporan keuangan periode selanjutnya agar tersaji secara runtut dan
konsisten.
The absence of Note 25 to the Financial Statements was caused by a numbering error in the chapter
sequence, wherein the disclosure regarding Cost of Goods Sold—which should have been Note 25—
was inadvertently omitted or misplaced in sequence. The Company will make corrections and numbering
adjustments in the subsequent financial statement issuance to ensure consistent and sequential
presentation
25. Sehubungan dengan CALK 26 tentang beban penjualan, agar dijelaskan latar belakang dan penyebab
rincian beban penjualan tidak disajikan berurutan dari nilai terbesar. / In relation to Note 26 to the
Financial Statements regarding selling expenses, the Company is requested to provide an explanation
regarding the background and reasons why the details of selling expenses are not presented in
descending order of value.
Tanggapan / Response:
Penyajian rincian beban penjualan pada CALK 26 tidak diurutkan berdasarkan nilai terbesar karena
Perseroan menyajikannya berdasarkan urutan jenis dan kategori biaya. Format tersebut diterapkan
Page 29
secara konsisten sejak periode-periode sebelumnya.
The details of selling expenses in Note 26 to the Financial Statements are not presented in order of
magnitude because the Company presents them based on the sequence of expense types and categories.
This format has been consistently applied since prior periods.
26. Sehubungan dengan CALK 27 tentang beban umum dan administrasi, Perseroan agar menjelaskan
mengenai: / In relation to Note 27 to the Financial Statements regarding general and administrative
expenses, the Company is requested to explain regarding:
a. Latar belakang dan penyebab beban umum dan administrasi periode 30 Juni 2026 mengalami
penurunan dibandingkan periode 30 Juni 2025. / The background and reasons for the decrease in
general and administrative expenses for the period ended June 30, 2026, compared to the period
ended June 30, 2025.
Tanggapan / Response:
Penurunan beban umum dan administrasi per 30 Juni 2026 dibandingkan dengan periode 30 Juni
2025 disebabkan oleh adanya efisiensi pada beberapa biaya dalam beban umum dan administrasi.
The decrease in general and administrative expenses as of June 30, 2026, compared to the period
ended June 30, 2025, was driven by cost efficiencies across several components of general and
administrative expenses.
b. Latar belakang dan penyebab Perseroan tetap menuliskan nama beban meskipun bersaldo nihil. / The
background and reasons why the Company continues to present expense line items even though they
have nil balances.
Tanggapan / Response:
Pencantuman akun bersaldo nihil pada periode berjalan sebelumnya dilakukan untuk menjaga
kesesuaian format pencatatan internal. Perseroan menerima masukan yang diberikan dan akan
menyempurnakan penyajian Laporan Keuangan pada periode selanjutnya dengan menghilangkan
pos/akun yang bersaldo nihil, guna meningkatkan efisiensi dan kejelasan informasi keuangan bagi
pengguna laporan.
The inclusion of nil-balance accounts in prior periods was intended to maintain consistency with
internal accounting formats. The Company acknowledges the feedback provided and will refine the
presentation of its Financial Statements in subsequent periods by omitting nil-balance
items/accounts to enhance efficiency and the clarity of financial information for statement users.
c. Latar belakang dan penyebab rincian beban tidak disajikan berurutan dari nilai terbesar. / The
background and reasons why the details of expenses are not presented in descending order of value.
Tanggapan / Response:
Penyajian rincian beban tidak diurutkan berdasarkan nilai terbesar karena Perseroan menyajikannya
berdasarkan urutan jenis dan kategori biaya. Format tersebut diterapkan secara konsisten sejak
periode-periode sebelumnya.
The details of expenses are not presented in order of magnitude because the Company presents them
Page 30
based on the sequence of expense types and categories. This format has been consistently applied
since prior periods.
27. Berdasarkan CALK 36 tentang kelangsungan usaha terdapat informasi bahwa Perseroan melaporkan
saldo akumulasi kerugian pada tanggal 30 Juni 2026 sebesar Rp12.498.575.279,00 dan Perseroan telah
melakukan langkah-langkah. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan agar menjelaskan mengenai: /
Based on Note 36 to the Financial Statements regarding going concern, the Company reported an
accumulated loss balance of Rp12,498,575,279.00 as of June 30, 2026, and the Company has taken
certain measures. In this regard, the Company is requested to explain the following:
a. Strategi konkret yang telah dilakukan Perseroan beserta dampak bagi Perseroan atas upaya menjaga
dan meningkatkan pangsa pasar domestik / The specific strategies implemented by the Company,
together with their impact on the Company, to maintain and increase its domestic market share.
Tanggapan / Response:
Strategi konkret yang telah dilakukan Perseroan beserta dampak bagi Perseroan atas upaya menjaga
dan meningkatkan pangsa pasar domestik yaitu Perseroan telah memperluas jaringan dengan
menambah jaringan distributor baru ke berbagai daerah.
The concrete strategy executed by the Company and its impact on maintaining and expanding
domestic market share include extending its reach by adding new distribution networks across
various regions.
b. Strategi konkret yang telah dilakukan Perseroan beserta dampak bagi Perseroan atas upaya
meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru; / The specific strategies
implemented by the Company, together with their impact on the Company, in continuing its
marketing expansion efforts by acquiring new customers.
Tanggapan / Response:
Strategi konkret yang telah dilakukan Perseroan dampaknya bagi Perseroan dapat terlihat dari angka
penjualan produk masker meningkat cukup signifikan sejak Januari 2026 sampai dengan Juni 2026,
dikarenakan adanya distributor baru.
The impact of the concrete strategy executed by the Company is reflected in the significant increase
in mask product sales from January 2026 to June 2026, driven by the addition of new distributors
c. Strategi konkret yang telah dilakukan Perseroan beserta dampak bagi Perseroan atas upaya
melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus;
/ The specific strategies implemented by the Company, together with their impact on the Company, in
continuously improving the quality and productivity of its human resources.
Tanggapan / Response:
Perseroan telah menambah jumlah tenaga kerja dan memberikan pelatihan keterampilan kerja secara
intensif. Program ini berdampak pada meningkatnya kapasitas dan efisiensi produksi secara drastis
untuk menyelesaikan peningkatan order tepat waktu dengan standar kualitas yang terjaga.
The Company has expanded its workforce and provided intensive job skills training. This program
resulted in a drastic increase in production capacity and efficiency, enabling the timely completion
Page 31
of increased orders while maintaining quality standards.
d. Strategi konkret yang telah dilakukan Perseroan beserta dampak bagi Perseroan atas upaya efisiensi
biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem. / The specific strategies implemented by
the Company, together with their impact on the Company, to achieve cost efficiencies through budget
monitoring and system improvements.
Tanggapan / Response:
Perseroan lebih ketat memantau pengeluaran harian dan mencari harga bahan baku yang lebih hemat
dari pemasok. Usaha ini berhasil menekan biaya operasional yang tidak perlu, sehingga keuntungan
yang didapat dari penjualan bisa lebih maksimal.
The Company has implemented stricter monitoring of daily expenditures and sourced more cost-
effective raw materials from suppliers. These efforts successfully eliminated unnecessary operational
costs, thereby maximizing sales profitability
e. Strategi usaha lain untuk mempertahankan keberlangsungan usaha Perseroan / Other business
strategies implemented by the Company to maintain its business continuity.
Tanggapan / Response:
Perseroan fokus memperkuat pengelolaan arus kas operasional dan terus menjajaki peluang
pengembangan bisnis baru yang memiliki potensi margin tinggi. Selain itu, Perseroan menjaga
hubungan baik dengan pemasok dan pelanggan utama untuk memastikan keberlanjutan usaha jangka
panjang.
The Company focuses on strengthening operational cash flow management while actively exploring
new business development opportunities with high margin potential. Additionally, the Company
maintains strong relationships with key suppliers and customers to ensure long-term business
sustainability
28. Dalam laporan laba rugi, Perseroan tidak mengakui beban/manfaat pajak penghasilan untuk periode 30
Juni 2025 dan 2026 sedangkan berdasarkan PSAK 234 paragraf 28 mensyaratkan penerapan kebijakan
akuntansi yang sama pada laporan keuangan interim sebagaimana yang diterapkan dalam laporan
keuangan tahunan. Dalam hal Perseroan menerapkan ketentuan tersebut, Perseroan mengakui
beban/manfaat pajak penghasilan untuk satu periode interim berdasarkan estimasi terbaik dari rata-rata
tertimbang tarif pajak tahunan yang diperkirakan untuk tahun buku penuh. Sehubungan dengan hal
tersebut, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / In the statement of profit or loss, the Company did not
recognize income tax expense/benefit for the periods ended June 30, 2025 and 2026, whereas paragraph
28 of PSAK 234 requires the same accounting policies to be applied in interim financial statements as
those applied in the annual financial statements. If the Company applies this requirement, the Company
should recognize income tax expense/benefit for an interim period based on the best estimate of the
weighted-average annual tax rate expected for the full financial year. In this regard, the Company is
requested to explain the following:
Page 32
a. Latar belakang Perseroan tidak mengakui beban/manfaat pajak penghasilan pada laporan laba rugi periode 30 Juni 2025 dan 2026. / The background and reasons why the Company did not recognize income tax expense/benefit in the statement of profit or loss for the periods ended June 30, 2025 and 2026. Tanggapan / Response: Perseroan belum mengakui beban/manfaat pajak penghasilan pada Laporan Laba Rugi periode 30 Juni 2025 dan 2026 karena perhitungannya mengacu pada posisi laba/rugi fiskal secara keseluruhan dalam satu tahun buku (per 31 Desember). Mengingat laporan posisi Juni merupakan laporan keuangan interim, perhitungan beban/manfaat pajak secara rinci dan final baru akan disesuaikan serta diakui secara penuh pada laporan keuangan tahunan. The Company has not recognized income tax expense/benefit in the Statement of Profit or Loss for the periods ended June 30, 2025 and 2026, as the calculation is based on the overall fiscal profit/loss position for the full financial year (as of December 31). Given that the June financial statements are interim reports, the detailed and final income tax expense/benefit calculation will be adjusted and fully recognized in the annual financial statements b. Latar belakang Perseroan mengakui beban pajak penghasilan pada periode tahun buku penuh tetapi tidak mengakui beban pajak penghasilan pada periode interim. Perseroan diharapkan untuk menyertakan pendapat/pertimbangan akuntan publik yang mengaudit laporan keuangan tahunan Perseroan / The background and reasons why the Company recognized income tax expense for the full financial year but did not recognize income tax expense for the interim period. The Company is expected to include the public accountant's opinion and considerations regarding the Company’s annual financial statements. Tanggapan / Response: Perseroan tidak melakukan pengakuan beban/manfaat pajak penghasilan pada periode interim karena sejak awal Perseroan melakukan perhitungan beban pajak terutang dihitung secara kumulatif berdasarkan hasil usaha dan posisi laba/rugi fiskal untuk satu tahun buku penuh (per 31 Desember). Selanjutnya, Perseroan akan menyertakan pendapat/pertimbangan akuntan publik serta pertimbangan teknisnya pada pelaporan periode berikutnya. The Company does not recognize income tax expense/benefit in interim periods as the calculation of tax payable is cumulatively computed based on the operating results and fiscal profit/loss position for the full financial year (as of December 31). Going forward, the Company will include the independent public accountant's opinion/considerations and technical rationale in subsequent reporting periods. c. Penjabaran rinci atas akuntansi untuk beban/manfaat pajak penghasilan untuk keperluan pelaporan keuangan. Perseroan diminta untuk menjelaskan dalam penjabaran tersebut bagaimana Perseroan mencapai kesimpulan bahwa beban/manfaat pajak penghasilan tidak diakui selama periode interim. A detailed explanation of the accounting treatment for income tax expense/benefit for financial reporting purposes. In this explanation, the Company is requested to describe how it concluded that income tax expense/benefit should not be recognized during the interim period.
Page 33
Tanggapan / Response:
Perseroan mencatat masukan yang disampaikan dan saat ini sedang menyelaraskan penerapan
kebijakan akuntansi terkait pengakuan pajak penghasilan interim. Penjabaran rinci mengenai
perlakuan akuntansi serta dasar kesimpulan atas pengakuan beban/manfaat pajak penghasilan
tersebut akan disajikan secara lengkap oleh Perseroan pada laporan keuangan periode berikutnya.
The Company notes the feedback provided and is currently aligning the application of its accounting
policies regarding interim income tax recognition. A detailed explanation of the accounting
treatment and the basis of conclusion for recognizing income tax expense/benefit will be fully
presented by the Company in the subsequent period's financial statements
29. Sehubungan dengan laporan arus kas, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / In relation to the statement
of cash flows, the Company is requested to explain regarding:
a. Latar belakang dan alasan Perseroan untuk periode 30 Juni 2026 tidak membukukan pembayaran
pajak penghasilan. / The background and reasons why the Company did not record any income tax
payments for the period ended June 30, 2026.
Tanggapan / Response:
Perseroan untuk periode 30 Juni 2026 tidak membukukan pembayaran pajak penghasilan
dikarenakan perhitungan pajak penghasilan badan Perseroan secara komprehensif dilakukan
berdasarkan hasil usaha selama satu tahun buku, yaitu periode Januari sampai dengan Desember
2026, dengan menghitung koreksi fiskal dari seluruh transaksi yang terjadi selama tahun berjalan;
dan diakumulasikan dengan laba rugi periode-periode tahun sebelumnya. Dikarenakan laba periode
30 Juni 2026 apabila diakumulasikan terhadap laba rugi periode-periode sebelumnya masih dalam
keadaan rugi maka belum ada kewajiban untuk membayar pajak penghasilan.
For the period ended June 30, 2026, the Company did not record any income tax payments because
the comprehensive corporate income tax calculation is determined based on the operating results
for the full financial year, covering the period from January to December 2026, by accounting for
fiscal adjustments across all transactions occurring during the year and accumulating them with
prior periods' profits or losses. Since the accumulated results as of June 30, 2026—when combined
with prior periods' profits and losses—remain in a net loss position, no corporate income tax
payment obligation has arisen
b. Latar belakang dan alasan Perseroan untuk periode 30 Juni 2026 tidak membukukan pembayaran
kepada karyawan. / The background and reasons why the Company did not record any payments to
employees for the period ended June 30, 2026.
Tanggapan / Response:
Pembayaran kepada karyawan selama periode berjalan telah dilakukan oleh Perseroan dan telah
tercermin dalam laporan keuangan; pembayaran tersebut telah disajikan dalam laporan arus kas yaitu
termasuk di dalam pos pembayaran untuk beban operasional lainnya.
Employee payments during the current period were executed by the Company and are reflected in
the financial statements; such payments are presented in the statement of cash flows within the line
item for payments for other operating expenses
Page 34
30. Latar belakang dan penyebab terdapat perbedaan saldo laba yang belum ditentukannya dalam laporan
posisi keuangan sebesar Rp(13.201.539.579) sedangkan saldo laba yang belum ditentukannya dalam
laporan perubahan ekuitas Rp(13.201.539.580). / The background and reasons for the difference in the
balance of unappropriated retained earnings (deficit), amounting to Rp(13,201,539,579) as presented
in the statement of financial position, compared to Rp(13,201,539,580) as presented in the statement of
changes in equity.
Tanggapan / Response:
Perbedaan sebesar Rp 1 (satu rupiah) pada saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya antara
Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Perubahan Ekuitas murni disebabkan oleh pembulatan angka
dalam sistem penyusunan laporan keuangan. Perseroan akan melakukan penyesuaian pada periode
selanjutnya agar nilai yang tercantum pada CALK dan Laporan Posisi Keuangan tersaji secara konsisten.
The Rp 1 (one Rupiah) variance in retained earnings between the Statement of Financial Position and
the Statement of Changes in Equity is purely due to numerical rounding in the financial reporting
system. The Company will make adjustments in the subsequent period to ensure consistent presentation
across the Notes to Financial Statements and the Statement of Financial Position
31. Berdasarkan pemantauan kami sejak saham Perseroan tercatat di Bursa pada 10 Agustus 2022, kinerja
keuangan Perseroan mengalami penurunan, sebagaimana terefleksi dari saldo laba yang terus menurun.
Berdasarkan laporan keuangan periode 30 Juni 2024 sampai dengan 30 Juni 2026 Perseroan telah
membukukan saldo defisit. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan agar menjelaskan mengenai: /
Based on our monitoring since the Company’s shares were listed on the Stock Exchange on August 10,
2022, the Company’s financial performance has continued to decline, as reflected in the decreasing
retained earnings balance. Based on the Company’s financial statements for the periods ended June 30,
2024 through June 30, 2026, the Company has reported deficit balances. In this regard, the Company
is requested to explain the following:
a. Penyebab kinerja keuangan Perseroan terus mengalami penurunan sejak saham Perseroan tercatat di
Bursa dan justru saat ini Perseroan membukukan saldo defisit. / The reasons for the continued decline
in the Company’s financial performance since the Company’s shares were listed on the Stock
Exchange, resulting in the Company currently reporting a deficit balance.
Tanggapan / Response:
Penurunan kinerja keuangan hingga membukukan saldo defisit disebabkan oleh periode tersebut ;
pasar alat kesehatan mengalami penurunan, dan ditunjang pula oleh periode sebelumnya yang
terdapat kondisi covid-19 yang mengakibatkan peningkatan kebutuhan akan masker berlipat;
kemudian kembali ke fase normal pascapandemi. Hal ini membuat permintaan barang dan harga
jual produk utama seperti masker mengalami penurunan drastis, sementara biaya operasional tetap
harus dibayar, sehingga hasil penjualan belum mampu menutup seluruh biaya dan akumulasi
kerugian perusahaan.
The decline in financial performance resulting in a deficit balance was driven by a market downturn
in the medical device sector during the period, compounded by the transition from the prior COVID-
19 period—which had seen a multiplied surge in mask demand—back to a normal post-pandemic
phase. Consequently, demand and selling prices for primary products such as masks dropped
drastically while fixed operational expenses persisted, leaving sales revenues insufficient to cover
total costs and accumulated corporate losses.
Page 35
b. Strategi Perseroan untuk memulihkan kondisi saldo rugi dapat menjadi saldo laba positif agar pada
masa mendatang Perseroan dapat membagikan dividen kepada pemegang saham. / The Company’s
strategies to restore its accumulated losses and achieve a positive retained earnings balance, so that
the Company may be able to distribute dividends to its shareholders in the future.
Tanggapan / Response:
Perseroan berfokus untuk meningkatkan penjualan melalui perluasan pasar dan penambahan
distributor baru, serta meningkatkan pendapatan jasa machining. Di sisi biaya, Perseroan melakukan
efisiensi melalui optimalisasi proses produksi, pengendalian biaya operasional, dan pencarian
pemasok bahan baku yang lebih kompetitif dengan tetap menjaga kualitas.
Melalui peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya tersebut, Perseroan menargetkan peningkatan
laba secara bertahap untuk mengurangi saldo defisit hingga kembali menjadi saldo laba positif.
Dengan demikian, apabila kondisi keuangan dan ketentuan yang berlaku telah terpenuhi, Perseroan
dapat kembali membagikan dividen kepada pemegang saham di masa mendatang.
The Company is focused on boosting sales by expanding its market reach, adding new distributors,
and increasing machining service revenue. On the cost side, the Company is driving efficiencies
through production process optimization, operational expense control, and sourcing more
competitive raw material suppliers without compromising quality. Through this combination of
revenue growth and cost management, the Company targets a gradual increase in profitability to
reduce its accumulated deficit and restore a positive retained earnings balance. Consequently, once
financial conditions and applicable regulatory requirements are met, the Company will be positioned
to resume dividend distributions to shareholders in the future.
c. Kendala yang dihadapi Perseroan dalam merealisasikan strategi Perseroan untuk memulihkan
kondisi saldo rugi/defisit tersebut dapat menjadi saldo laba positif / The challenges faced by the
Company in implementing its strategies to restore the deficit balance and achieve a positive retained
earnings balance.
Tanggapan / Response:
Dalam upaya memulihkan kinerja dan mengubah saldo rugi menjadi saldo laba positif, Perseroan
masih menghadapi beberapa kendala, terutama kenaikan biaya bahan baku akibat fluktuasi nilai tukar
USD.
Untuk mengatasinya, Perseroan terus melakukan efisiensi produksi, mencari pemasok dengan harga
yang lebih kompetitif, serta mengoptimalkan pengelolaan pembelian dan biaya guna meningkatkan
margin dan mendukung perbaikan kinerja Perseroan secara berkelanjutan.
In its efforts to recover performance and turn accumulated losses into a positive retained earnings
balance, the Company continues to face several challenges, primarily rising raw material costs due
to USD exchange rate fluctuations. To address this, the Company actively pursues production
efficiencies, sources suppliers offering more competitive pricing, and optimizes procurement and
cost management to enhance margins and support sustainable performance recovery
32. Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek dan Laporan Kepemilikan atau Setiap
Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka terdapat informasi adanya perubahan kepemilikan
Page 36
saham dari Bapak Jemmy Kurniawan selaku pengendali Perseroan. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / Based on the Monthly Report on the Registration of Securities Holders and the Report on Share Ownership or Any Changes in Share Ownership of the Public Company, there is information regarding a change in the share ownership of Mr. Jemmy Kurniawan, as the Company’s controlling shareholder. In this regard, the Company is requested to explain regarding: a. Latar belakang Bapak Jemmy Kurniawan melakukan penjualan atas kepemilikan saham Perseroan. / The background and reasons for Mr. Jemmy Kurniawan’s sale of his shares in the Company. Tanggapan / Response: Penjualan saham Perseroan oleh Bapak Jemmy Kurniawan dilakukan sebagai bagian dari pengurangan kepemilikan saham pribadi, yang merupakan keputusan investasi pribadi. Setelah transaksi tersebut, Bapak Jemmy Kurniawan tetap menjadi pemegang saham pengendali Perseroan dan tetap berkomitmen untuk mendukung pengembangan usaha serta pertumbuhan Perseroan ke depan. The sale of the Company's shares by Mr. Jemmy Kurniawan was carried out as part of a reduction in his personal shareholding and constituted a personal investment decision. Following the transaction, Mr. Jemmy Kurniawan remains the controlling shareholder of the Company and continues to be committed to supporting the Company's business development and future growth. b. Rencana Bapak Jemmy Kurniawan terhadap sisa kepemilikan saham Perseroan. / Mr. Jemmy Kurniawan’s plans regarding his remaining shareholding in the Company. Tanggapan / Response: Saat ini Bapak Jemmy Kurniawan berencana untuk tetap mempertahankan sisa kepemilikan sahamnya di Perseroan sebagai pemegang saham pengendali. Beliau tetap berkomitmen untuk mendukung pengembangan usaha, pelaksanaan strategi bisnis, dan pertumbuhan jangka panjang Perseroan. At present, Mr. Jemmy Kurniawan intends to retain his remaining shareholding in the Company and maintain his position as the controlling shareholder. He remains committed to supporting the Company’s business development, the implementation of its business strategies, and its long-term growth. c. Rencana Bapak Jemmy Kurniawan untuk kembali melakukan penjualan saham Perseroan. / Mr. Jemmy Kurniawan’s plans to sell additional shares in the Company. Tanggapan / Response: Sampai dengan saat ini, Bapak Jemmy Kurniawan belum memiliki rencana untuk kembali melakukan penjualan saham Perseroan. Apabila terdapat rencana atau perubahan terkait kepemilikan saham di masa mendatang, Perseroan akan memenuhi ketentuan keterbukaan informasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. As of the date hereof, Mr. Jemmy Kurniawan has no plan to undertake any further sale of the Company’s shares. Should there be any plan or change in share ownership, the Company will comply with the applicable disclosure requirements in accordance with prevailing laws and regulations.
Page 37
d. Dampak operasional dan keuangan bagi Perseroan atas adanya penjualan saham oleh Bapak Jemmy
Kurniawan tersebut. / The operational and financial impact on the Company of Mr. Jemmy
Kurniawan’s sale of the Company’s shares.
Tanggapan / Response:
Transaksi penjualan saham oleh Bapak Jemmy Kurniawan merupakan transaksi pribadi pemegang
saham. Namun demikian, dukungan pendanaan berupa pinjaman kepada Perseroan memberikan
dampak positif dalam memenuhi kebutuhan operasional dan mendukung kelangsungan usaha
Perseroan.
The share sale transaction by Mr. Jemmy Kurniawan was a personal shareholder transaction.
Nevertheless, the financial support provided in the form of a loan to the Company has yielded a
positive impact
e. Ada tidaknya rencana perubahan pengendalian Perseroan. / Whether there are any plans for a change
in control of the Company.
Tanggapan / Response:
Berdasarkan informasi dari Bapak Jemmy Kurniawan, sampai dengan saat ini tidak terdapat rencana
perubahan pengendalian dalam Perseroan. Penjualan saham tersebut tidak memengaruhi struktur
pemegang saham pengendali yang ada saat ini.
According to information provided by Mr Jemmy Kurniawan, there are currently no plans for a
change in control of the Company. The sale of these shares does not affect the current structure of
controlling shareholders.
f. Rincian penjualan saham Perseroan oleh Bapak Jemmy Kurniawan sepanjang tahun 2025 dan 2026.
Perseroan agar menyampaikan informasi jumlah total saham yang dijual Perseroan selama tahun
2025 dan 2026. / Details of the sale of the Company’s shares by Mr. Jemmy Kurniawan throughout
2025 and 2026. The Company is requested to provide information on the total number of shares sold
by Mr. Jemmy Kurniawan during 2025 and 2026
Tanggapan / Response:
Tanggal Transaksi Jumlah Transaksi
No
Transaction Date Number of Transactions
1 11 September 2025 5.000.000
2 15 September 2025 10.000.000
3 02 Desember / December 2025 1.364.700
4 03 Desember / December 2025 8.830.000
5 04 Desember / December 2025 15.805.300
6 05 Desember / December 2025 4.770.000
7 08 Desember / December 2025 3.500.000
8 23 Desember / December 2025 19.230.000
9 30 Desember / December 2025 4.500.000
10 02 Januari / January 2026 7.390.000
11 06 Januari / January 2026 1.500.000
12 07 Januari / January 2026 2.000.000
13 22 Januari / January 2026 3.247.800
14 23 Januari / January 2026 5.700.000
Page 38
15 26 Januari / January 2026 3.373.700
16 29 Januari / January 2026 12.000.000
17 04 Februari / February 2026 11.689.500
18 05 Februari / February 2026 9.600.000
19 06 Februari / February 2026 4.274.700
20 19 Februari / February 2026 5.853.400
21 20 Februari / February 2026 3.000.000
22 26 Februari / February 2026 50.000.000
23 02 April 2026 4.300.000
24 07 April 2026 1.000.000
25 20 April 2026 7.000.000
26 21 April 2026 4.500.000
27 24 April 2026 1.500.000
28 28 April 2026 1.500.000
29 06 Mei / May 2026 1.500.000
30 08 Mei / May 2026 12.000.000
31 11 Mei / May 2026 9.500.000
32 23 Juli / July 2026 2.683.600
33 28 Juli / July 2026 1.000.000
34 05 Agustus / August 2026 11.067.000
35 06 Agustus / August 2026 7.000.000
36 07 Agustus / August 2026 6.000.000
37 10 Agustus / August 2026 6.501.000
38 13 Agustus / August 2026 3.000.000
39 14 Agustus / August 2026 3.500.000
40 18 Agustus / August 2026 10.506.800
41 19 Agustus / August 2026 3.000.000
Total 289.687.500
g. Korelasi antara penjualan saham Perseroan oleh Bapak Jemmy Kurniawan dengan kenaikan utang
lain-lain Perseroan kepada Bapak Jemmy Kurniawan. / The correlation between the sale of the
Company’s shares by Mr. Jemmy Kurniawan and the increase in the Company’s other payables to
Mr. Jemmy Kurniawan.
Tanggapan / Response:
Dapat kami sampaikan bahwa kedua transaksi tersebut saling berhubungan, penjualan saham
Perseroan oleh Bapak Jemmy Kurniawan adalah transaksi pribadi, untuk membantu kebutuhan
operasional Perseroan.
We would like to convey that the two transactions are interrelated; the sale of the Company's shares
by Mr. Jemmy Kurniawan is a personal transaction conducted to support the Company's operational
needs
33. Kondisi terkini atas operasional Perseroan. Perseroan agar menyampaikan informasi kondisi dari
masing-masing lokasi pabrik dan lini usaha yang dimiliki Perseroan. / The current condition of the
Company’s operations. The Company is requested to provide information on the current condition of
Page 39
each factory location and business line owned by the Company.
Tanggapan / Response:
Kegiatan operasional Perseroan saat ini berjalan normal. Lokasi kantor Blue Sky Industrial beroperasi
secara aktif untuk mendukung kegiatan administrasi kantor serta berfokus pada produksi alat kesehatan,
khususnya masker. Sedangkan lokasi di Leuwigajah beroperasi khusus untuk mendukung kegiatan
usaha stetoskop, tensimeter, dan juga usaha jasa machining.
The Company's operational activities are currently running normally. The Blue Sky Industrial office
location is actively operating to support office administrative activities and focuses on the production
of medical devices, particularly face masks. Meanwhile, the Leuwigajah location operates specifically
to support business activities for stethoscopes, tensiometers, as well as machining services.
34. Rencana strategi pengembangan yang akan dilakukan Perseroan. / The Company’s plans and strategies
for future business development.
Tanggapan / Response:
Sampai dengan saat ini belum ada rencana strategi pengembangan yang akan dilakukan Perseroan,
Perseroan memilih untuk fokus memproduksi produk-produk yang ada saat ini.
To date, the Company has no strategic development plans; the Company chooses to focus on producing
its existing products
35. Rencana Perseroan untuk meluncurkan produk atau jenis produk baru. / The Company’s plans to launch
new products or new product lines.
Tanggapan / Response:
Saat ini Perseroan memilih untuk fokus pada optimalisasi dan pengembangan lini produk yang sudah
ada agar menghasilkan profitabilitas yang maksimal, sehingga Perseroan belum merencanakan
peluncuran jenis produk baru dalam waktu dekat.
Currently, the Company chooses to focus on optimizing and developing its existing product lines to
achieve maximum profitability, and therefore has no immediate plans to launch new product types
36. Sehubungan dengan KBLI 22299, 32509, 46691, 13993, dan 22194 yang telah dijalankan Perseroan pada
saat pencatatan perdana saham Perseroan di Bursa, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / In relation
to KBLI 22299, 32509, 46691, 13993, and 22194, which were carried out by the Company at the time
of the initial listing of the Company’s shares on the Stock Exchange, the Company is requested to explain
regarding:
a. Kondisi operasional terkini masing-masing aktivitas kegiatan usaha KBLI 22299, 32509, 46691,
13993, dan 22194. / The current operational condition of each business activity under KBLI 22299,
32509, 46691, 13993, and 22194.
Page 40
Tanggapan / Response:
KBLI Kegiatan Usaha Kondisi Terkini
Business Activity Current Status
22299 Industri barang dari plastik Kegiatan usaha beroperasi secara normal untuk
lainnya yang tidak termasuk mencakup aktivitas produksi masker
dalam lainnya (YTDL)
Business activities are operating normally,
Other plastic product covering mask production activities.
manufacturing not
elsewhere classified (n.e.c.)
32509 Industri Peralatan Kegiatan usaha beroperasi secara normal untuk
Kedokteran dan Kedokteran mencakup aktivitas produksi stetoskop dan
Gigi, Perlengkapan tensimeter
Orthopedic dan Prosthetic
Business activities are operating normally,
Medical and dental covering stethoscope and tensiometer production
instrument, orthopedic and activities.
prosthetic device
manufacturing
46691 Perdagangan besar alat Kegiatan usaha telah berjalan dengan lancar
laboratorium, alat farmasi, melalui penjualan dan distribusi produk alat
dan alat kedokteran untuk kesehatan.
manusia
Business activities are running smoothly through
Wholesale trade of the sales and distribution of medical device
laboratory equipment, products.
pharmaceutical goods, and
human medical devices
13993 Industri Non Woven (bukan Kegiatan usaha beroperasi secara normal untuk
Tenunan) mencakup aktivitas produksi bouffant cap dan
masker.
Non-woven fabric
manufacturing Business activities are operating normally,
covering bouffant cap and mask production
activities.
22194 Industri Barang dari Karet Kegiatan usaha beroperasi secara normal untuk
untuk Kesehatan mencakup aktivitas produksi parts dari stetoskop
dan tensimeter, yang mana merupakan bagian dari
Rubber products
KBLI 32509.
manufacturing for medical
purposes Business activities are operating normally,
covering the production of stethoscope and
tensiometer parts, which are component activities
under KBLI 32509.
Page 41
b. Pendapatan usaha dari masing-masing aktivitas kegiatan usaha KBLI 22299, 32509, 46691, 13993,
dan 22194 untuk periode 30 Juni 2026. / Revenue generated from each business activity under KBLI
22299, 32509, 46691, 13993, and 22194 for the period ended June 30, 2026.
Tanggapan / Response:
KBLI Kegiatan Usaha Produk Pendapatan Usaha
Business Activity Products
22299 Industri barang dari plastik 9.491.878.743
lainnya yang tidak termasuk
dalam lainnya (YTDL)
Masker
Other plastic product
manufacturing not elsewhere
classified (n.e.c.)
32509 Industri Peralatan Kedokteran 75.077.554
dan Kedokteran Gigi,
Perlengkapan Orthopedic dan
Prosthetic
Stetoskop dan Tensimeter
Medical and dental
instrument, orthopedic and
prosthetic device
manufacturing
13993 Industri Non Woven (bukan 259.129.637
Tenunan)
bouffant cap
Non-woven fabric
manufacturing
22194 Industri Barang dari Karet parts dari stetoskop dan 21.748.869
untuk Kesehatan tensimeter (yang mana
merupakan bagian dari
Rubber products
KBLI 32509)
manufacturing for medical
purposes Parts for stethoscopes
and tensiometers (which
form part of KBLI 32509)
Page 42
c. Kontribusi pendapatan dari masing-masing aktivitas kegiatan usaha KBLI 22299, 32509, 46691,
13993, dan 22194 dibandingkan total pendapatan untuk periode 30 Juni 2026. / The contribution of
revenue from each business activity under KBLI 22299, 32509, 46691, 13993, and 22194 to the
Company’s total revenue for the period ended June 30, 2026.
Tanggapan / Response:
KBLI Kegiatan Usaha Kontribusi
pendapatan
Business Activity
22299 Industri barang dari plastik lainnya yang tidak 82,29%
termasuk dalam lainnya (YTDL)
Other plastic product manufacturing not elsewhere
classified (n.e.c.)
32509 Industri Peralatan Kedokteran dan Kedokteran Gigi, 0,65%
Perlengkapan Orthopedic dan Prosthetic
Medical and dental instrument, orthopedic and
prosthetic device manufacturing
13993 Industri Non Woven (bukan Tenunan) 2,25%
Non-woven fabric manufacturing
22194 Industri Barang dari Karet untuk Kesehatan 0,19%
Rubber products manufacturing for medical
purposes
37. Sehubungan dengan penambahan KBLI 25999 yang telah disetujui RUPSLB pada 22 Juni 2026,
Perseroan agar menjelaskan mengenai: / In relation to the addition of KBLI 25999, which was approved
at the Company’s Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS) on June 22, 2026, the
Company is requested to provide an explanation regarding:
a. Kondisi operasional terkini aktivitas kegiatan usaha KBLI 25999. / The current operational condition
of the business activity under KBLI 25999.
Tanggapan / Response:
Aktivitas kegiatan usaha KBLI 25999 telah berjalan lancar dan sudah menghasilkan pendapatan.
Business activities under KBLI 25999 have been running smoothly and have generated revenue
b. Pendapatan usaha dari aktivitas kegiatan usaha KBLI 25999 untuk periode 30 Juni 2026. / Revenue
generated from the business activity under KBLI 25999 for the period ended June 30, 2026.
Tanggapan / Response:
Pendapatan usaha Perseroan yang diperoleh dari aktivitas kegiatan usaha KBLI 25999 (Industri
Barang Logam Lainnya YTD) untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 adalah sebesar
Rp1.686.265.122,-
Page 43
The Company's business revenue derived from business activities under KBLI 25999 (Other Fabricated Metal Products Manufacturing n.e.c.) for the period ended June 30, 2026, amounted to IDR 1,686,265,122 c. Kontribusi pendapatan dari aktivitas kegiatan usaha KBLI 25999 dibandingkan total pendapatan untuk periode 30 Juni 2026. / The contribution of revenue from the business activity under KBLI 25999 to the Company’s total revenue for the period ended June 30, 2026. Tanggapan / Response: Kontribusi pendapatan usaha dari aktivitas kegiatan usaha KBLI 25999 (Industri Barang Logam Lainnya YTD) adalah sebesar 14% dari total pendapatan Perseroan untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026. The revenue contribution from business activities under KBLI 25999 (Other Fabricated Metal Products Manufacturing n.e.c.) accounted for 14% of the Company's total revenue for the period ended June 30, 2026. d. Pendapatan usaha dari aktivitas kegiatan usaha KBLI 25999 dibandingkan dengan proyeksi pendapatan sebagaimana disampaikan pada laporan studi kelayakan. / Revenue generated from the business activity under KBLI 25999 compared to the projected revenue as stated in the feasibility study report. Tanggapan / Response: Adapun realisasi pendapatan usaha sampai dengan 30 Juni 2026 yaitu sebesar Rp1.686.265.122,- atau setara 34,93% dari proyeksi pendapatan usaha dalam studi kelayakan untuk periode s/d 30 Juni 2026 sebesar Rp 4.827.500.000,- The realized business revenue up to June 30, 2026, amounted to IDR 1,686,265,122, or equivalent to 34.93% of the projected business revenue in the feasibility study for the period ending June 30, 2026, which was IDR 4,827,500,000 e. Penyebab dan kendala yang dihadapi Perseroan dalam hal realisasi atas proyeksi pendapatan sebagaimana disampaikan pada laporan studi kelayakan tidak tercapai. / The reasons and challenges faced by the Company if the projected revenue as stated in the feasibility study report was not achieved. Tanggapan / Response: Penyebab utama belum tercapainya realisasi proyeksi pendapatan sebagaimana disampaikan dalam laporan studi kelayakan adalah adanya keterlambatan ketersediaan dan pengiriman material dari pemberi kerja untuk pekerjaan jasa machining yang telah direncanakan. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian pekerjaan belum dapat direalisasikan sesuai dengan jadwal dan target pendapatan yang diproyeksikan. Namun demikian, selama menunggu ketersediaan material tersebut, Perseroan tetap menjalankan kegiatan operasional dengan mengerjakan pekerjaan lain yang tersedia. Perseroan juga terus melakukan koordinasi dengan pemberi kerja terkait jadwal kedatangan material agar pekerjaan yang telah direncanakan dapat segera direalisasikan setelah material tersedia.
Page 44
Dengan demikian, belum tercapainya proyeksi pendapatan terutama disebabkan oleh pergeseran
waktu pelaksanaan pekerjaan akibat keterlambatan material, dan bukan disebabkan oleh kendala
kapasitas maupun kesiapan operasional Perseroan.
The main reason for not achieving the projected revenue realization as presented in the feasibility
study report is the delayed availability and delivery of materials from the employer for the planned
machining services work. This condition resulted in a portion of the work being unable to be realized
according to the schedule and projected revenue targets.
However, while awaiting the availability of these materials, the Company continues its operational
activities by executing other available work. The Company also maintains continuous coordination
with the employer regarding the material delivery schedule so that the planned work can be promptly
executed once the materials become available.
Accordingly, the non-achievement of the revenue projection is primarily caused by a shift in the work
execution timeline due to material delays, rather than issues concerning the Company's operational
capacity or readiness.
f. Dampak penambahan KBLI 25999 terhadap kinerja keuangan Perseroan khususnya yang telah
terefleksi pada laporan keuangan periode 30 Juni 2026. / The impact of the addition of KBLI 25999
on the Company’s financial performance, particularly as reflected in the financial statements for the
period ended June 30, 2026.
Tanggapan / Response:
Penambahan KBLI 25999 berdampak positif dengan menambah pendapatan usaha Perseroan.
Meskipun kontribusinya masih bertahap, yaitu sebesar 14% per 30 Juni 2026 karena kegiatan usaha
ini baru berjalan di tahun 2026.
The addition of KBLI 25999 has had a positive impact by increasing the Company's business revenue,
although its contribution is progressing gradually at 14% as of June 30, 2026, as this business
activity only commenced in 2026
38. Sehubungan dengan penambahan KBLI 30921, 32501, 32502, dan 26602 yang telah disetujui RUPSLB
pada 9 Agustus 2024, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / In relation to the addition of KBLI 30921,
32501, 32502, and 26602, which were approved at the Company’s Extraordinary General Meeting of
Shareholders (EGMS) on August 9, 2024, the Company is requested to explain regarding:
a. Kondisi operasional terkini masing-masing aktivitas kegiatan usaha KBLI 30921, 32501, 32502, dan
26602. / The current operational condition of each business activity under KBLI 30921, 32501,
32502, and 26602.
Tanggapan / Response:
Dapat kami sampaikan bahwa hingga saat ini, kegiatan usaha KBLI 30921, 32501, 32502, dan 26602
belum direalisasikan secara operasional. Hal ini dikarenakan kondisi pasar yang saat ini sedang tidak
mendukung serta tingginya biaya investasi awal dan pengurusan perizinan. Selain itu, mengingat
sebagian besar belanja alat kesehatan nasional masih bergantung pada anggaran pemerintah yang
saat ini mengalami pengetatan, Perseroan memilih bersikap hati-hati dan mengkaji ulang kelayakan
komersialnya demi menjaga likuiditas serta stabilitas keuangan Perseroan.
Page 45
We would like to convey that to date, business activities under KBLI 30921, 32501, 32502, and 26602 have not been operationally realized. This is due to currently unsupportive market conditions as well as high initial investment costs and licensing procedures. Furthermore, given that the majority of national medical device spending still relies on government budgets that are currently experiencing tightening, the Company has chosen to remain cautious and reassess their commercial feasibility in order to maintain liquidity and financial stability. b. Pendapatan usaha dari masing-masing aktivitas kegiatan usaha KBLI 30921, 32501, 32502, dan 26602 untuk periode 30 Juni 2026. / Revenue generated from each business activity under KBLI 30921, 32501, 32502, and 26602 for the period ended June 30, 2026. Tanggapan / Response: Dapat kami sampaikan bahwa tidak terdapat pendapatan usaha yang diperoleh dari masing-masing aktivitas kegiatan usaha KBLI 30921, 32501, 32502, dan 26602 untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026, dikarenakan lini kegiatan usaha tersebut belum beroperasi secara komersial. We would like to convey that no business revenue was generated from each of the business activities under KBLI 30921, 32501, 32502, and 26602 for the period ended June 30, 2026, as these business lines have not yet commenced commercial operations. c. Kontribusi pendapatan dari masing-masing aktivitas kegiatan usaha KBLI 30921, 32501, 32502, dan 26602 dibandingkan total pendapatan untuk periode 30 Juni 2026. / The contribution of revenue from each business activity under KBLI 30921, 32501, 32502, and 26602 to the Company’s total revenue for the period ended June 30, 2026. Tanggapan / Response: Tidak ada kontribusi pendapatan dari masing-masing aktivitas kegiatan usaha KBLI 30921, 32501, 32502, dan 26602 dibandingkan total pendapatan untuk periode 30 Juni 2026 There was no revenue contribution from each of the business activities under KBLI 30921, 32501, 32502, and 26602 relative to total revenue for the period ended June 30, 2026 d. Pendapatan usaha dari masing-masing aktivitas kegiatan usaha KBLI 30921, 32501, 32502, dan 26602 dibandingkan dengan proyeksi pendapatan sebagaimana disampaikan pada laporan studi kelayakan. / Revenue generated from each business activity under KBLI 30921, 32501, 32502, and 26602 compared to the projected revenue as stated in the feasibility study report. Tanggapan / Response: Belum ada pendapatan usaha dari masing-masing aktivitas kegiatan usaha KBLI 30921, 32501, 32502, dan 26602 dibandingkan dengan proyeksi pendapatan sebagaimana disampaikan pada laporan studi kelayakan. There is no business revenue from each of the business activities under KBLI 30921, 32501, 32502, and 26602 compared to the projected revenue as presented in the feasibility study report.
Page 46
e. Penyebab dan kendala yang dihadapi Perseroan dalam hal realisasi atas proyeksi pendapatan sebagaimana disampaikan pada laporan studi kelayakan tidak tercapai. / The reasons and challenges faced by the Company if the projected revenue as stated in the feasibility study report was not achieved. Tanggapan / Response: Dapat kami sampaikan bahwa tidak tercapainya realisasi proyeksi pendapatan atas KBLI tersebut disebabkan oleh belum dioperasikannya kegiatan usaha ini secara komersial. Hal ini dikarenakan kondisi pasar yang saat ini sedang tidak mendukung serta tingginya biaya investasi awal dan pengurusan perizinan. Selain itu, mengingat sebagian besar belanja alat kesehatan nasional masih bergantung pada anggaran pemerintah yang saat ini mengalami pengetatan, Perseroan memilih bersikap hati-hati dan mengkaji ulang kelayakan komersialnya demi menjaga likuiditas serta stabilitas keuangan Perseroan We would like to convey that the non-achievement of the revenue projections for the aforementioned KBLIs is due to these business activities not yet being operationally launched on a commercial basis. This is driven by currently unsupportive market conditions as well as high initial investment costs and licensing procedures. Furthermore, given that the majority of national medical device spending remains reliant on government budgets that are currently undergoing tightening, the Company chooses to exercise caution and reassess their commercial feasibility to safeguard the Company's liquidity and financial stability. f. Dampak penambahan KBLI 30921, 32501, 32502, dan 26602 terhadap kinerja keuangan Perseroan khususnya yang telah terefleksi pada laporan keuangan periode 30 Juni 2026. / The impact of the addition of KBLI 30921, 32501, 32502, and 26602 on the Company’s financial performance, particularly as reflected in the financial statements for the period ended June 30, 2026. Tanggapan / Response: Penambahan KBLI 30921, 32501, 32502, dan 26602 belum memberikan dampak terhadap kinerja keuangan Perseroan, khususnya pada pendapatan usaha untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026. The addition of KBLI 30921, 32501, 32502, and 26602 has not yet had an impact on the Company's financial performance, specifically on business revenue for the period ended June 30, 2026
Names mentioned 21 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat
p.5 ×4
unresolved
org
Banten Tbk
p.5 ×4
unresolved
org
PT Buana Inti Prima
p.7 ×8
unresolved
org
PT China Taiping Insurance Indonesia
p.11 ×4
unresolved
org
PT Presisi Manufaktur Indonesia
p.11 ×7
unresolved
org
PT Presisi Manufaktur Indonesia. Tanggapan
p.11
unresolved
org
PT BPR Karyajatnika Sadaya
p.17 ×3
unresolved
org
PT BPR
p.17
unresolved
person
Sugiharto. Tanggapan
p.20
unresolved
org
PT BCA Finance
p.23 ×2
unresolved
person
Supardi Kurniawan
p.24 ×2
unresolved
org
PT Megah Inti Cemerlang
p.27 ×4
unresolved
person
Jemmy Kurniawan. Tanggapan
p.38
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.