Skip to content
Back to announcement

20260831_MEDS_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_32143798_lamp1.pdf

Other Text extracted MEDS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 46

Page 1
                                                                   Cimahi, 31 Agustus / August 2026
Nomor / Number        : 010/SPE/HMI/VIII/2026
Lampiran / Attachment : 1 (satu) berkas / (one) file
Perihal / Subject     : Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa
                        Response to the Exchange's Request for Explanation

Kepada Yth. / To.
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower 1 Lt. 6
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190

Dengan hormat,
Dear Sir/Madam,

Merujuk pada Surat PT Bursa Efek Indonesia nomor S-11057/BEI.PP3/08-2026 tanggal 26 Agustus 2026
perihal Permintaan Penjelasan, maka dengan ini kami sampaikan tanggapan atas pertanyaan permintaan
penjelasan sebagaimana yang terlampir dalam surat ini.
Referring to the PT Bursa Efek Indonesia Letter number S-11057/BEI.PP3/08-2026 dated 26 August 2026
regarding Request for Explanation, we now respond to the question requesting explanation as attached
to this letter.

Demikian kami sampaikan. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
Thus we convey, Thank you for your attention.

Hormat kami, / Sincerely,
PT Hetzer Medical Indonesia Tbk




dr. Yenny Marlina
Direktur Utama / President Director

Page 2
Lampiran Tanggapan atas Permintaan Penjelasan / Attachment to Response to Request for Explanation

1. Berdasarkan hasil pemantauan kami atas keterbukaan informasi yang disampaikan Perseroan, terdapat
   informasi bahwa pada tanggal 29 Juli 2026 Perseroan menyampaikan koreksi atas laporan keuangan
   periode 31 Maret 2026. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / Based
   on our monitoring of the information disclosure made by the Company, we noted that on July 29, 2026,
   the Company submitted a correction to its financial statements for the period ended March 31, 2026. In
   this regard, the Company is requested to explain the following:
   a. Latar belakang dan alasan Perseroan melakukan koreksi laporan keuangan periode 31 Maret 2026
      Background and reasons the Company made adjustments to its financial statements for the period
      ended March 31, 2026
      Tanggapan / Response:
      Koreksi laporan keuangan periode 31 Maret 2026 dilakukan berdasarkan hasil penelaahan Perseroan
      dan masukan dari Kantor Akuntan Publik untuk memindahkan pencatatan pendapatan jasa
      machining dari akun Pendapatan Lain-lain ke Pendapatan Utama, guna menyajikan informasi
      kegiatan usaha yang sebenarnya; di mana beban pokok pendapatan (HPP) untuk jasa tersebut
      dialokasikan secara proporsional berdasarkan persentase penggunaan mesin produksi yang juga
      digunakan untuk pembuatan stetoskop dan tensimeter.
      The correction to the financial statements for the period ended March 31, 2026, was conducted based
      on the Company's review and guidance from the Public Accounting Firm to reclassify machining
      service revenue from Other Income to Main Revenue, to reflect the actual business operations;
      wherein the cost of goods sold (COGS) for the service is allocated proportionally based on the
      production machine usage percentage, which is also utilized for the manufacturing of stethoscopes
      and sphygmomanometers.


   b. Alasan Perseroan baru menyampaikan koreksi atas laporan keuangan periode 31 Maret 2026 pada
      tanggal 29 Juli 2026, yang berdekatan dengan waktu penyampaian laporan keuangan periode 30 Juni
      2026. / The reason why the Company only submitted the correction to its financial statements for the
      period ended March 31, 2026, on July 29, 2026, which was close to the submission date of the
      financial statements for the period ended June 30, 2026.
      Tanggapan / Response:
      Penyampaian koreksi atas laporan keuangan periode 31 Maret 2026 dilakukan pada tanggal 29 Juli
      2026 dengan mempertimbangkan arahan OJK terkait penyampaian laporan keuangan dalam dua
      bahasa (bilingual).
      The submission of the restatement for the financial statements for the period ended March 31, 2026,
      was conducted on July 29, 2026, taking into consideration directives from the OJK regarding
      bilingual financial statement submission

Page 3
c. Penyesuaian atau perubahan dalam laporan keuangan 31 Maret 2026 dengan mengisi tabel berikut: /
   Adjustments or changes to the financial statements for the period ended March 31, 2026, by completing
   the following table:

            Informasi yang mengalami
     No                                         Sebelum           Sesudah              Dampak
                     perubahan
      1   Persediaan                                                      Menambah HPP karena
                                                                           terdapat unsur upah
                                            14.169.778.825 13.945.642.923     yang masuk ke
                                                                                persediaan
      2   Akum. Penyusutan Aset Hak                                         Mengurangi biaya
          Guna LG                                                           penyusutan karena
                                                                           adanya penyesuaian
                                             1.166.666.666 1.164.844.084
                                                                             harga perolehan
                                                                           dikurangi PV factor
      3   Pendapatan Jasa Machining                                          pindah pos/akun
                                                         -
                                                              662.033.000
      4   Pendapatan Lain-lain
                                                                             -     pindah pos/akun
                                               662.033.000
      5   HPP ST & TS - Pemakaian
          Bahan Baku & Packing LG               45.558.935        38.700.569
      6   HPP ST & TS - Biaya
          Operasional Pabrik LG                 93.792.390        11.592.739
      7   HPP ST & TS - Biaya
          Penyusutan Mesin Lg                  126.341.931        15.615.863
      8   HPP ST & TS - Biaya
          Penyusutan Peralatan Pabrik LG       182.653.787        22.576.008
      9   HPP ST & TS - Biaya                                                Menambah HPP karena
          Amortisasi Renovasi Bangunan           8.693.720         1.074.544   adanya HPP yang
     10   Beban Pokok Pendapatan - Biaya                                      dibebankan secara
          Operasional Pabrik                                      82.199.651   proporsional yang
     11   Beban Pokok Pendapatan -                                            menjadi bagian dari
          Upah, Lembur Bagian Produksi                                          pendapatan jasa
                                                                 180.787.654
          LG                                                                      machining
     12   Beban Pokok Pendapatan - Biaya
          Listrik LG                                              50.206.614
     13   Beban Pokok Pendapatan - Biaya
          Penyusutan Mesin Produksi                              110.726.068
     14   Beban Pokok Pendapatan - Biaya
          Penyusutan Peralatan Pabrik                            160.077.779
     15   Beban Pokok Pendapatan - By.
          Amortisasi Renovasi Bangunan                             7.619.176
     16   Biaya Penyusutan Aset Hak                                               Mengurangi biaya
          Guna LG                                                                 penyusutan karena
                                                97.222.241                       adanya penyesuaian
                                                                  95.399.659
                                                                                   harga perolehan
                                                                                 dikurangi PV factor

Page 4
2. Sehubungan dengan CALK 4 tentang kas dan bank, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / With respect
   to Note 4 to the Financial Statements regarding cash and banks, the Company is requested to explain the
   following:
  a. Latar belakang dan penyebab saldo kas dan bank Perseroan per 30 Juni 2026 hanya sebesar Rp252,69
     juta atau mengalami penurunan signifikan dibandingkan 31 Desember 2025 sebesar Rp779,02 juta.
     / The background and reasons for the Company’s cash and bank balance as of June 30, 2026,
     amounting to only Rp252.69 million, representing a significant decrease compared to Rp779.02
     million as of December 31, 2025.
      Tanggapan / Response:
      Dapat kami sampaikan bahwa penurunan saldo kas dan bank per 30 Juni 2026 disebabkan oleh
      peningkatan aktivitas operasional dan produksi seiring bertumbuhnya nilai penjualan atau omzet
      Perseroan. Peningkatan aktivitas tersebut juga berdampak pada kenaikan biaya operasional, terutama
      untuk alokasi pembayaran kepada supplier bahan baku, pemenuhan kewajiban cicilan pembelian
      mesin produksi, pembayaran upah tenaga kerja, serta biaya keperluan lainnya terutama tools mesin
      pabrik.
      We would like to convey that the decrease in cash and bank balances as of June 30, 2026, was driven
      by an increase in operational and production activities alongside the growth of the Company's
      revenue. This heightened activity also resulted in higher operating expenses, primarily due to
      payment allocations to raw material suppliers, installment payments for production machinery
      purchases, labor wages, and other necessary expenses, particularly factory machine tooling


  b. Strategi dan upaya Perseroan untuk memastikan kecukupan dana dalam kegiatan operasional
     mengingat saldo kas dan bank per 30 Juni 2026 sebesar Rp252,69 juta. / The Company’s strategies
     and efforts to ensure sufficient funds for its operational activities, considering that its cash and bank
     balance as of June 30, 2026, amounted to Rp252.69 million.
      Tanggapan / Response:
      Upaya untuk memastikan kecukupan dana dalam kegiatan operasional dapat dilihat dari adanya
      peningkatan aktivitas operasional dan peningkatan omzet pada tahun 2026, di mana potensi piutang
      usaha pada posisi per 30 Juni 2026 meningkat lebih dari 4 kali lipat dibandingkan dengan posisi 31
      Desember 2025; sehingga saldo kas dan bank otomatis akan bertambah dengan adanya penerimaan
      pembayaran dari piutang usaha.
      Strategi Perseroan guna memastikan kecukupan dana dalam kegiatan operasional, Perseroan fokus
      meningkatkan pendapatan melalui penambahan dan optimalisasi kegiatan usaha baru yang
      berpotensi menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan.
      Di samping itu, Perseroan juga menjalankan efisiensi biaya operasional serta mempercepat
      penagihan piutang usaha untuk memastikan ketersediaan likuiditas harian dan menjaga kelancaran
      modal kerja.
      Efforts to ensure sufficient funds for operational activities are reflected in the increase in operational
      activity and revenue in 2026, where potential trade receivables as of June 30, 2026, increased by
      more than fourfold compared to the position as of December 31, 2025; consequently, cash and bank
      balances will automatically increase upon the receipt of payments from trade receivables.
      As for the Company's strategy to ensure sufficient operational funding, the Company focuses on

Page 5
   boosting revenue through the addition and optimization of new business activities that have the
   potential to generate sustainable income.
   In addition, the Company is implementing operational cost efficiencies and accelerating the
   collection of trade receivables to ensure daily liquidity availability and maintain smooth working
   capital.


c. Latar belakang dan alasan Perseroan tidak lagi menempatkan kas di bank pada PT Bank Mandiri
   (Persero) Tbk dan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk / The background and
   reasons for the Company no longer maintaining its cash deposits with PT Bank Mandiri (Persero)
   Tbk and PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.
   Tanggapan / Response:
   Keputusan Perseroan untuk tidak lagi menempatkan kas pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan
   PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk didasari oleh pertimbangan karena
   Perseroan tidak pernah melakukan transaksi di kedua bank tersebut., dimana seluruh transaksi
   pembayaran ke supplier dan seluruh penerimaan pembayaran dari pelanggan Perseroan melalui PT
   Bank Central Asia Tbk. Langkah ini dilakukan untuk menekan biaya administrasi transaksi antar
   bank.
   The Company's decision to no longer hold cash at PT Bank Mandiri (Persero) Tbk and PT Bank
   Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk was based on the rationale that the Company
   had never conducted transactions through either bank, as all payment transactions to suppliers and
   all payment receipts from customers are processed through PT Bank Central Asia Tbk. This step was
   taken to reduce interbank transaction administration fees."


d. Strategi manajemen kas yang dilakukan Perseroan. / The Company’s cash management strategy.
   Tanggapan / Response:
   Perseroan menerapkan strategi manajemen kas secara hati-hati dan terukur dengan menjaga
   kecukupan likuiditas, mengelola penerimaan dan pengeluaran kas secara optimal, serta memastikan
   ketersediaan dana untuk memenuhi kebutuhan operasional dan kewajiban Perseroan
   The Company applies a prudent and measured cash management strategy by maintaining liquidity
   adequacy, optimally managing cash receipts and disbursements, and ensuring the availability of
   funds to meet operational needs and the Company's obligations.


e. Saldo rata-rata kas dan bank Perseroan per akhir bulan.
   Tanggapan / Response:
   Saldo rata-rata kas dan bank Perseroan per akhir bulan adalah sebesar Rp 350.065.360,-
   The Company's average monthly cash and bank balance at the end of the month was IDR
   350,065,360.

Page 6
3. Sehubungan dengan CALK 5 tentang piutang usaha, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / With
   respect to Note 5 to the Financial Statements regarding trade receivables, the Company is requested to
   explain the following:
   a. Strategi dan upaya Perseroan agar piutang usaha Perseroan dapat tertagih sesuai dengan jangka waktu
      yang telah ditentukan. / The Company’s strategies and efforts to ensure that its trade receivables are
      collected within the stipulated payment terms.
      Tanggapan / Response:
      Strategi dan upaya Perseroan agar piutang usaha Perseroan dapat tertagih sesuai dengan jangka waktu
      yang telah ditentukan, yaitu dengan melakukan penagihan piutang secara aktif melalui penyampaian
      pemberitahuan jatuh tempo, komunikasi dengan pelanggan melalui telepon maupun pertemuan
      langsung untuk memperoleh kepastian dan solusi pembayaran, termasuk pemberian kelonggaran
      pembayaran secara angsuran apabila diperlukan.
      The Company's strategy and efforts to ensure that its trade receivables are collected in accordance
      with the specified timeframe involve active receivables collection through the issuance of due date
      notices, customer engagement via telephone calls and face-to-face meetings to secure payment
      certainty and solutions, as well as providing payment concessions in installments when necessary.


   b. Upaya penagihan yang dilakukan atas piutang yang telah jatuh tempo lebih dari 90 hari. / Collection
      efforts undertaken with respect to trade receivables that have been overdue for more than 90 days.
      Tanggapan / Response:
      Perseroan telah melakukan pendekatan dan komunikasi secara aktif kepada pelanggan yang
      mempunyai piutang yang telah jatuh tempo lebih dari 90 hari untuk memperoleh kepastian
      penyelesaian dan mendorong pembayaran piutang tersebut.
      The Company has actively approached and communicated with customers holding receivables
      overdue for more than 90 days to secure settlement certainty and encourage the payment of these
      receivables.


   c. Kendala yang dihadapi Perseroan dalam menagih pembayaran ke pelanggan (jika ada). / Any
      challenges encountered by the Company in collecting payments from its customers (if any).
      Tanggapan / Response:
      Kendala yang dihadapi Perseroan dalam menagih pembayaran kepada pelanggan yaitu ketika
      pelanggan mengalami kendala finansial atau masih menunggu pembayaran dari pihak lain, sehingga
      menyebabkan keterlambatan dalam memenuhi kewajiban pembayarannya kepada Perseroan.
      The primary constraint faced by the Company in collecting customer payments occurs when
      customers experience financial difficulties or are awaiting payments from third parties, thereby
      causing delays in fulfilling their payment obligations to the Company.

Page 7
d. Latar belakang dan penyebab CKPN Perseroan tidak mengalami perubahan meskipun piutang
   mengalami kenaikan / The background and reasons why the Company’s allowance for impairment
   losses (CKPN) remained unchanged despite the increase in trade receivables.
   Tanggapan / Response:
   CKPN Perseroan tidak mengalami perubahan dikarenakan Piutang tidak ada yang macet dan masih
   dapat tertagih sehingga tidak memerlukan banyak CKPN. Resiko penurunan nilai tersebut masih
   dapat diatasi dan peluang pembayaran piutang tetap ada. Oleh karena itu, tidak ada kebutuhan yang
   mendesak untuk meningkatkan CKPN karena tidak ada bukti substansial yang menunjukkan risiko
   penurunan nilai yang signifikan pada saat tersebut. Selain itu Perseroan juga selalu melakukan
   pemantauan aktif terhadap piutang tersebut, termasuk komunikasi rutin dengan pihak yang
   berhutang, agar dapat segera mengidentifikasi potensi masalah pembayaran dan mengambil tindakan
   yang sesuai jika diperlukan.
   The Company's CKPN has not changed because there are no bad debts and can still be collected so
   it does not require a lot of CKPN. The risk of impairment can still be overcome and the opportunity
   for payment of receivables remains. Therefore, there is no urgent need to increase the CKPN as there
   is no substantial evidence indicating a significant risk of impairment at that time. Apart from that,
   the Company also always carries out active monitoring of these receivables, including regular
   communication with parties who owe them, so that they can immediately identify potential payment
   problems and take appropriate action if necessary.


e. Latar belakang dan penyebab piutang dari PT Buana Inti Prima Usaha tidak mengalami
   perubahan. / The background and reasons why the receivable from PT Buana Inti Prima Usaha
   remained unchanged.
   Tanggapan / Response:
   Latar belakang dan penyebab piutang usaha PT Buana Inti Prima tidak mengalami perubahan karena
   belum adanya pembayaran piutang dari PT Buana Inti Prima, sehingga saldo masih belum berubah.
   Keterlambatan pembayaran ini disebabkan oleh kesulitan likuiditas yang dialami PT Buana Inti
   Prima, karena perusahaan tersebut belum menerima pelunasan dari para pelanggannya, termasuk
   rumah sakit pemerintah yang hingga kini belum dapat melakukan pembayaran.
   The background and reasons why the trade receivable from PT Buana Inti Prima remained
   unchanged are that no payment has yet been received from PT Buana Inti Prima; therefore, the
   outstanding balance remains unchanged. The delay in payment is due to liquidity difficulties
   experienced by PT Buana Inti Prima, as the company has not yet received payments from its
   customers, including government hospitals, which have not been able to make payments to date.


f. Rata-rata jumlah hari yang dibutuhkan Perseroan untuk melakukan konversi dari piutang usaha
   menjadi kas. / The average number of days required by the Company to convert trade receivables
   into cash.
   Tanggapan / Response:
   Rata-rata waktu yang dibutuhkan Perseroan untuk mengonversi piutang usaha menjadi kas adalah 60
   hari / The Company's average collection period for converting trade receivables into cash is 60 days.

Page 8
4. Sehubungan dengan CALK 6 tentang piutang lain-lain, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / With
   respect to Note 6 to the Financial Statements regarding other receivables, the Company is requested to
   explain the following:
   a. Latar belakang dan penyebab Perseroan tidak membukukan CKPN atas piutang lain-lain. / The
      background and reasons why the Company did not recognize an allowance for impairment losses
      (CKPN) on other receivables.
      Tanggapan / Response:
      Perseroan tidak membukukan CKPN atas piutang lain-lain dikarenakan piutang lain-lain tersebut
      merupakan piutang karyawan dan pembayaran piutang lain-lain tersebut dapat terukur karena
      terdapat potensi bayar dari gaji karyawan yang berhutang tersebut. Selain itu, piutang lain-lain dapat
      tertagih dengan baik sehingga tidak diperlukan CKPN tersebut. Pembayaran atas piutang lain-lain
      tersebut memiliki pembayaran yang positif dan konsisten, tanpa adanya keterlambatan atau masalah
      signifikan.
      The Company does not record CKPN on other receivables because these other receivables are
      employee receivables and payment of other receivables can be measured because there is potential
      for payment from the salaries of employees who owe them. Apart from that, other receivables can be
      collected properly, so there is no need for CKPN. Payments for other receivables have been positive
      and consistent, without any delays or significant problems.


   b. Strategi dan upaya Perseroan agar piutang lain-lain Perseroan dapat tertagih sesuai dengan jangka
      waktu yang telah ditentukan. / The Company’s strategies and efforts to ensure that its other
      receivables are collected within the stipulated payment terms.
      Tanggapan / Response:
      Strategi dan upaya Perseroan agar piutang lain-lain Perseroan dapat tertagih sesuai dengan jangka
      waktu yang telah ditentukan, yaitu dengan dilakukannya pemotongan terhadap gaji yang diterima
      oleh karyawan setiap bulan.
      The Company's strategy and efforts to ensure that the Company's other receivables can be collected
      within the specified period are by making deductions from the salaries received by employees every
      month.


   c. Umur piutang dan pengenaan bunga atas piutang lain-lain tersebut. / The aging of the other receivables
      and the interest charged on such other receivables.
      Tanggapan / Response:
      Informasi mengenai umur dan pengenaan bunga atas piutang lain-lain tersebut yaitu tidak ada umur
      dan pengenaan bunga atas piutang lain-lain tersebut, karena piutang lain-lain berupa piutang
      karyawan internal perseroan.
      Information regarding the age and interest charges on other receivables is that there are no age and
      interest charges on these other receivables because the other receivables are in the form of
      receivables from the company's internal employees.

Page 9
  d. Strategi Perseroan untuk memastikan pemberian pinjaman tersebut tidak merugikan Perseroan dan
     pihak lain, dalam hal pemberian piutang tersebut tidak terdapat pengenaan jangka waktu jatuh tempo
     dan tidak dikenakan bunga. / The Company’s strategy to ensure that the provision of such loans does
     not adversely affect the Company or other parties, given that the loans do not have a specified
     maturity date and are not subject to interest.
      Tanggapan / Response:
      Perseroan melakukan pemotongan gaji karyawan secara berkala atas piutang karyawan tersebut
      sehingga memastikan pembayaran atas piutang tersebut. Dengan demikian, Perseroan dapat
      meminimalkan risiko kerugian dan memastikan piutang dapat diselesaikan dengan baik.
      The Company implements regular employee payroll deductions for these employee receivables to
      ensure their repayment. Consequently, the Company minimizes the risk of losses and ensures that
      the receivables are properly settled.


5. Sehubungan dengan CALK 7 tentang persediaan, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / With respect
   to Note 7 to the Financial Statements regarding inventories, the Company is requested to explain the
   following:
  a. Strategi manajemen persediaan Perseroan. / The Company’s inventory management strategy.
      Tanggapan / Response:
      Perseroan menerapkan manajemen persediaan secara efektif melalui perencanaan kebutuhan
      berdasarkan proyeksi penjualan dan kebutuhan operasional, pemantauan tingkat serta perputaran
      persediaan secara berkala, dan pengendalian persediaan minimum dan maksimum. Perseroan juga
      melakukan stock opname dan evaluasi atas persediaan secara berkala guna memastikan akurasi
      pencatatan, menjaga ketersediaan persediaan, serta meminimalkan risiko penumpukan dan
      persediaan yang tidak produktif.
      The Company implements effective inventory management through requirement planning based on
      sales projections and operational needs, periodic monitoring of inventory levels and turnover, as
      well as minimum and maximum inventory controls. The Company also conducts regular physical
      stock takes (stock opname) and inventory evaluations to ensure recording accuracy, maintain
      inventory availability, and minimize the risk of overstocking and non-productive inventory.


  b. Strategi penyimpanan persediaan Perseroan agar kualitas produk tetap terjaga. / The Company’s
     inventory storage strategy to ensure that product quality is properly maintained.
      Tanggapan / Response:
      Perseroan menerapkan strategi penyimpanan persediaan dengan memperhatikan standar kualitas dan
      karakteristik masing-masing produk. Persediaan disimpan pada fasilitas yang memenuhi ketentuan
      kebersihan, keamanan, suhu, kelembapan, dan kondisi lingkungan yang sesuai. Perseroan juga
      menerapkan sistem penataan dan rotasi persediaan secara berkala, termasuk prinsip FIFO/FEFO
      sesuai karakteristik produk, serta melakukan pemeriksaan kondisi persediaan secara rutin untuk
      mencegah kerusakan, penurunan mutu, dan kedaluwarsa. Dengan demikian, kualitas dan kelayakan
      produk tetap terjaga hingga saat digunakan atau didistribusikan kepada pelanggan.
      The Company implements inventory storage strategies that adhere to the quality standards and
      specific characteristics of each product. Inventories are stored in facilities that meet the required

Page 10
   standards for cleanliness, security, temperature, humidity, and environmental conditions. The
   Company also applies structured layout and inventory rotation systems periodically, including FIFO
   (First-In, First-Out) and FEFO (First-Expired, First-Out) principles tailored to product
   characteristics, alongside routine physical inspections to prevent damage, quality degradation, and
   expiration. Consequently, product quality and usability are preserved until use or distribution to
   customers


c. Latar belakang dan penyebab CKPN persediaan Perseroan tidak mengalami perubahan meskipun
   persediaan mengalami kenaikan. / The background and reasons why the Company’s allowance for
   impairment losses (CKPN) on inventories remained unchanged despite the increase in inventories.
   Tanggapan / Response:
   Tidak terdapat perubahan CKPN meskipun terdapat kenaikan persediaan karena perhitungan dan
   evaluasi CKPN dilakukan secara berkala oleh auditor pada akhir tahun buku.
   There was no change in the allowance for impairment losses (CKPN) despite the increase in
   inventory, as the calculation and evaluation of the allowance are conducted periodically by the
   auditor at the end of the financial year.


d. Jenis persediaan yang mengalami penurunan nilai persediaan. / The types of inventory that have
   experienced impairment.
   Tanggapan / Response:
   Jenis persediaan yang mengalami penurunan nilai persediaan antara lain sebagai berikut:
   The types of inventory that experienced impairment losses include the following:
    No                                  Nama Barang
     1    EVO PLUSMED 10 SFM 4 PLY ARMY Green
     2    EVO PLUSMED 10 SFM 4 PLY ARMY Grey

     3    EVO PLUSMED 10 SFM 4 PLY PON White

     4    EVO PLUSMED 20 SFM 4 PLY PON White

     5    EVO PLUSMED 25 SFM Orange

     6    EVO PLUSMED MERAH PUTIH SFM

     7    EVO PLUSMED SFM 4 PLY BP Square White

     8    EVO SFM Green TO


e. Kondisi atas persediaan Perseroan yang mengalami penurunan nilai persediaan. / The condition of the
   Company’s inventories that have experienced impairment.
   Tanggapan / Response:
   Persediaan yang mengalami penurunan nilai merupakan persediaan yang sudah tidak lagi diminati
   oleh pasar atau outdated.

Page 11
      Inventories experiencing impairment represent items that are no longer in market demand or are
      outdated


   f. Asuransi yang digunakan Perseroan untuk melindungi persediaan Perseroan per 30 Juni 2026
      mengingat berdasarkan CALK Perseroan hanya menyampaikan bahwa pada tahun 2025 persediaan
      telah diasuransikan pada PT China Taiping Insurance Indonesia dan belum terdapat pengungkapan
      atas asuransi persediaan per 30 Juni 2026. / The insurance coverage maintained by the Company to
      protect its inventories as of June 30, 2026, considering that, based on the Company’s Notes to the
      Financial Statements, the Company only disclosed that its inventories were insured with PT China
      Taiping Insurance Indonesia in 2025, and no disclosure has been made regarding inventory
      insurance coverage as of June 30, 2026.
      Tanggapan / Response:
      Asuransi yang digunakan Perseroan untuk melindungi persediaan Perseroan untuk tahun 2026 telah
      diasuransikan pada PT China Taiping Insurance Indonesia yang baru diperpanjang di bulan Juli 2026
      sehingga belum terdapat pengungkapan atas asuransi persediaan per 30 Juni 2026.
      The insurance coverage utilized to protect the Company's inventory for 2026 has been underwritten
      by PT China Taiping Insurance Indonesia, which was recently renewed in July 2026; hence, no
      disclosure regarding inventory insurance is reflected as of June 30, 2026


6. Sehubungan dengan CALK 8 tentang uang muka, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / With respect
   to Note 8 to the Financial Statements regarding advances, the Company is requested to explain the
   following:
   a. Latar belakang dan penyebab Perseroan mengklasifikasikan uang muka sebagai aset tidak lancar. /
      The background and reasons why the Company classified the advances as non-current assets.
      Tanggapan / Response:
      Perseroan mengklasifikasikan uang muka tersebut sebagai aset tidak lancar karena realisasinya akan
      menjadi aset tetap, yaitu berupa mesin. Yang akan dipindahkan ke aktiva tetap setelah angsuran
      mesin dilunasi.
      The Company classifies the advance payment as a non-current asset because its realization will
      result in a fixed asset, specifically in the form of machinery, which will be reclassified to fixed assets
      upon full settlement of the machinery installments.


   b. Target realisasi uang muka kepada PT Presisi Manufaktur Indonesia tersebut./ The target realization
      date for the advance payment to PT Presisi Manufaktur Indonesia.
      Tanggapan / Response:
      Target uang muka kepada PT Presisi Manufaktur Indonesia akan direalisasikan menjadi aset tetap
      mesin apabila seluruh angsuran mesin telah dilunasi oleh Perseroan.
      The advance payment to PT Presisi Manufaktur Indonesia is targeted for realization as fixed asset
      machinery once all machinery installments are fully settled by the Company.

Page 12
  c. Pembayaran yang masih harus Perseroan lakukan kepada PT Presisi Manufaktur Indonesia atas
     pembelian 10 unit mesin baru TPM-C400K. / The outstanding payment that the Company is required
     to make to PT Presisi Manufaktur Indonesia for the purchase of 10 new TPM-C400K machines.
      Tanggapan / Response:
      Pembayaran yang masih harus Perseroan lakukan kepada PT Presisi Manufaktur Indonesia atas
      pembelian 10 unit mesin baru TPM-C400K yaitu sebesar Rp 3.500.000.000,-
      The remaining payment to be made by the Company to PT Presisi Manufaktur Indonesia for the
      purchase of 10 units of new TPM-C400K machinery amounts to IDR 3,500,000,000


  d. Rencana penggunaan dalam operasional atas pembelian 10 unit mesin baru TPM-C400K. / The
     Company’s plan for the operational use of the 10 new TPM-C400K machines.
      Tanggapan / Response:
      Mesin baru tersebut telah digunakan untuk kegiatan operasional Perseroan, khususnya untuk
      mendukung proses jasa machining untuk produk-produk berbahan dasar metal dan/atau logam sesuai
      dengan kegiatan usaha Perseroan.
      The new machinery has been utilized in the Company's operational activities, specifically to support
      machining services for metal-based products in line with the Company's business activities.


7. Sehubungan dengan CALK 10 tentang aset tetap, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / With respect
   to Note 10 to the Financial Statements regarding fixed assets, the Company is requested to explain the
   following:
  a. Latar belakang dan alasan manajemen dalam menentukan tidak adanya penurunan nilai aset tetap per
     30 Juni 2026 dan per 31 Desember 2025. / The background and rationale for management’s
     determination that there was no impairment of fixed assets as of June 30, 2026, and December 31,
     2025.
      Tanggapan / Response:
      Manajemen melakukan evaluasi atas indikasi penurunan nilai aset tetap setiap akhir tahun buku
      periode pelaporan. Berdasarkan hasil evaluasi, manajemen tidak menemukan adanya indikasi
      penurunan nilai yang material setiap bulannya, baik yang berasal dari faktor internal maupun
      eksternal. Aset tetap masih digunakan dalam kegiatan operasional Perseroan dan memberikan
      manfaat ekonomi sesuai dengan tujuan penggunaannya. Selain itu, tidak terdapat perubahan
      signifikan dalam kondisi fisik aset, teknologi, lingkungan usaha, maupun kondisi pasar yang
      mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tetap tidak dapat dipulihkan. Berdasarkan pertimbangan
      tersebut, manajemen menyimpulkan bahwa penurunan nilai aset tetap yang perlu diakui akan
      dilakukan pada setiap akhir tahun buku periode pelaporan.
      Management evaluates indications of impairment for fixed assets at the end of each reporting
      period's financial year. Based on evaluation results, management has identified no material
      indications of impairment on a monthly basis, originating from either internal or external factors.
      The fixed assets remain actively used in the Company's operational activities and continue to
      generate economic benefits aligned with their intended use. Furthermore, there are no significant
      changes in the physical condition of the assets, technology, business environment, or market

Page 13
      conditions that would indicate the carrying amount of fixed assets is not recoverable. Based on these
      considerations, management concludes that any recognition of fixed asset impairment will be
      determined at the end of each reporting period's financial year.


   b. Spesifikasi dan jumlah kendaraan atas pengurangan kendaraan pada tahun 2026 dan alasan Perseroan
      menjual kendaraan tersebut. / The specifications and number of vehicles disposed of in 2026, as well
      as the reasons for the Company’s sale of such vehicles.
      Tanggapan / Response:
      Pada tahun 2026, Perseroan melakukan pengurangan kendaraan sebanyak 1 unit, yaitu mobil Innova.
      Pengurangan kendaraan tersebut dilakukan sebagai bagian dari optimalisasi dan efisiensi
      penggunaan aset Perseroan, dan juga mempertimbangkan kondisi kendaraan yang mengalami
      kerusakan dan memerlukan biaya yang cukup besar.
      In 2026, the Company disposed of one unit of vehicle, specifically an Innova car. This vehicle
      reduction was conducted as part of the Company's asset usage optimization and efficiency efforts,
      while also considering the vehicle's damaged condition and the substantial repair costs required.


8. Sehubungan dengan CALK 11 tentang properti investasi, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / With
   respect to Note 11 to the Financial Statements regarding investment properties, the Company is requested
   to explain the following:
   a. Penggunaan properti investasi beserta pihak yang menyewa bangunan di Jl. Mekar Utama / The use
      of the investment property and the party leasing the building located on Jl. Mekar Utama.
      Tanggapan / Response:
      Perseroan tidak menyewakan properti investasi tersebut. / The Company does not lease out the
      investment property


   b. Spesifikasi (luas, jumlah lantai dan informasi terkait lainnya) atas bangunan properti investasi
      tersebut. / The specifications of the investment property building, including its area, number of floors,
      and other relevant information.
      Tanggapan / Response:
      Luas tanah: ± 253 meter persegi, dengan luas bangunan: ±300 meter persegi.


   c. Pendapatan yang diterima Perseroan atas properti investasi tersebut. / The income received by the
      Company from the investment property.
      Tanggapan / Response:
      Tidak terdapat pendapatan sewa yang diterima Perseroan atas properti investasi tersebut.
      No rental income was received by the Company from the investment property.

Page 14
9. Sehubungan dengan CALK 12 tentang utang bank jangka pendek, Perseroan agar menjelaskan
   mengenai: / With respect to Note 12 to the Financial Statements regarding short-term bank loans, the
   Company is requested to explain the following:
   a. Akta perjanjian kredit atau perjanjian yang mendasari utang bank jangka pendek dengan PT
      Bank Central Asia Tbk sebesar Rp 1.337.681.604 per 30 Juni 2026. / The credit agreement deed or
      underlying agreement for the short-term bank loan with PT Bank Central Asia Tbk amounting to
      Rp1,337,681,604 as of June 30, 2026.
      Tanggapan / Response:
      Akta perjanjian kredit atau perjanjian yang mendasari utang bank jangka pendek dengan PT
      Bank Central Asia Tbk yaitu berdasarkan Perjanjian Kredit No. 3327/7770/21 tanggal 02 Desember
      2021, dengan jangka waktu 5 tahun yaitu mulai 02 Desember 2021 sampai dengan 02 Desember
      2026.
      The credit agreement deed underlying the short-term bank loan with PT Bank Central Asia Tbk is
      based on Credit Agreement No. 3327/7770/21 dated December 2, 2021, with a 5-year tenure effective
      from December 2, 2021, to December 2, 2026.


   b. Penerimaan dan pembayaran utang bank jangka pendek sepanjang tahun 2026. / Proceeds from and
      repayments of short-term bank loans throughout 2026.
      Tanggapan / Response:
      Sepanjang tahun 2026, Perseroan melakukan penerimaan dan pembayaran atas fasilitas utang bank
      jangka pendek sebagai bagian dari pengelolaan kebutuhan operasional dan likuiditas Perseroan.
      Selama periode Januari s.d. Juni 2026, Perseroan memperoleh penerimaan dari
      penambahan/penarikan utang bank jangka pendek sebesar Rp 100.000.000. Selanjutnya, Perseroan
      melakukan pembayaran pokok utang bank jangka pendek sebesar Rp 1.294.636.252 sesuai dengan
      kewajiban berdasarkan fasilitas kredit yang dimiliki.
      Throughout 2026, the Company executed drawdowns and repayments on its short-term bank loan
      facilities as part of managing its operational and liquidity needs.
      During the period of January through June 2026, the Company obtained proceeds from the
      addition/drawdown of short-term bank loans amounting to IDR 100,000,000. Subsequently, the
      Company made principal payments on short-term bank loans totaling IDR 1,294,636,252 in
      accordance with its obligations under the credit facilities


   c. Rekonsiliasi antara perubahan utang bank jangka pendek dengan arus kas pendanaan. / A
      reconciliation between the changes in short-term bank loans and financing cash flows.
      Tanggapan / Response:
      Perseroan telah melakukan rekonsiliasi atas perubahan saldo utang bank jangka pendek selama
      periode berjalan dengan arus kas yang timbul dari aktivitas pendanaan. Rekonsiliasi perubahan utang
      bank jangka pendek adalah sebagai berikut: / The Company has reconciled the changes in short-term
      bank loan balances during the current period with cash flows arising from financing activities. The
      reconciliation of changes in short-term bank loans is as follows:

Page 15
         Uraian                                                Jumlah (Rp)
         Utang Bank Jangka Pendek Awal Tahun                      6,511,711,191
         Penambahan/Penarikan Pinjaman                             100,000,000
         Pembayaran Pokok Pinjaman                            -   1,294.636.252
         Utang Bank Jangka Pendek Akhir Tahun                     5,317,074,939
   Perubahan saldo utang bank jangka pendek terutama berasal dari penambahan/penarikan pinjaman
   sebesar Rp 100.000.000 dan pembayaran pokok pinjaman sebesar Rp 1.294.636.252.
   Dengan demikian, Perseroan telah melakukan rekonsiliasi atas perubahan utang bank jangka pendek
   dengan arus kas dari aktivitas pendanaan dan tidak terdapat perbedaan yang tidak dapat dijelaskan.
   The change in short-term bank loan balances primarily stems from loan additions/drawdowns
   amounting to IDR 100,000,000 and principal loan repayments of IDR 1,294,636,252.
   Consequently, the Company has reconciled the changes in short-term bank loans with cash flows
   from financing activities, and there are no unexplained discrepancies


d. Penggunaan utang bank dalam pembiayaan operasional Perseroan. / The use of bank loans to finance
   the Company’s operations.
   Tanggapan / Response:
   Utang bank digunakan Perseroan untuk mendukung kebutuhan operasional dan modal kerja
   Perseroan, termasuk memenuhi kebutuhan pembayaran terkait kegiatan usaha sehari-hari.
   The bank loan is utilized by the Company to support its operational and working capital needs,
   including meeting payment requirements related to day-to-day business activities


e. Rincian utang bank jangka pendek per 30 Juni 2026 dengan mengisi tabel berikut: / Details of short-
   term bank loans as of June 30, 2026, by completing the following table:
                                                                      Outstanding
     No       Nama Bank         Jenis Fasilitas       Plafon                         Jatuh Tempo
                                                                       Pinjaman


                              Fasilitas Kredit
     1    BPRKS                                    Rp2.000.000.000 Rp2.000.000.000     05-06-2027
                              Berjangka



                              Fasilitas Kredit
     2    BPRKS                                    Rp2.000.000.000 Rp1.979.393.335     05-06-2027
                              Fleksibel

Page 16
                              Fasilitas Kredit
     3   BCA                                      Rp11.200.000.000 Rp1.337.681.604      02-12-2026
                              Investasi




f. Strategi pelunasan dan sumber dana untuk pelunasan utang bank kepada PT Bank Central Asia Tbk
   sebesar Rp1.337.681.604,00 yang jatuh tempo pada tanggal 2 Desember 2026. / The repayment
   strategy and source of funds for the repayment of the bank loan to PT Bank Central Asia Tbk
   amounting to Rp1,337,681,604.00, which matures on December 2, 2026.
   Tanggapan / Response:
   Strategi pelunasan dan sumber dana untuk pelunasan yang dilakukan Perseroan adalah meningkatkan
   kapasitas dan volume produksi, memperluas penjualan, serta mengoptimalkan pendapatan dari jasa
   machining. Dengan peningkatan produksi dan penjualan tersebut, perusahaan menargetkan
   peningkatan arus kas yang akan digunakan untuk memenuhi kewajiban pelunasan utang bank pada
   saat jatuh tempo.
   The settlement strategy and funding sources for the Company's repayment involve expanding
   production capacity and volume, broadening sales, and optimizing revenue from machining services.
   Through these production and sales enhancements, the Company targets increased cash flows to
   fulfill bank loan repayment obligations upon maturity.


g. Konfirmasi mengenai apakah utang bank jangka pendek kepada PT Bank Central Asia Tbk sebesar
   Rp1.337.681.604,00 yang jatuh tempo pada 2 Desember 2026 dan disajikan dalam utang bank jangka
   pendek pada CALK 12 merupakan utang yang berasal dari Perjanjian Kredit Nomor 3327/7770/21
   tanggal 2 Desember 2021 yang sebelumnya disajikan pada CALK 19. / Confirmation as to whether
   the short-term bank loan payable to PT Bank Central Asia Tbk amounting to Rp1,337,681,604.00,
   which is due on December 2, 2026 and presented as short-term bank loans in Note 12 to the Financial
   Statements, represents the loan arising from Credit Agreement No. 3327/7770/21 dated December
   2, 2021, which was previously presented in Note 19.
   Tanggapan / Response:
   Perseroan mengonfirmasi bahwa utang bank jangka pendek kepada PT Bank Central Asia Tbk
   sebesar Rp1.337.681.604,00 yang jatuh tempo pada 2 Desember 2026 adalah benar. Utang tersebut
   berasal dari Perjanjian Kredit Nomor 3327/7770/21 tanggal 2 Desember 2021 yang sebelumnya
   disajikan pada CALK 19. Perubahan penyajian ke CALK 12 dilakukan karena fasilitas kredit tersebut
   telah memasuki masa jatuh tempo kurang dari satu tahun, sehingga wajib direklasifikasi sebagai
   utang bank jangka pendek sesuai ketentuan akuntansi yang berlaku.
   The Company confirms that the short-term bank loan to PT Bank Central Asia Tbk amounting to IDR
   1,337,681,604.00, maturing on December 2, 2026, is accurate. This debt originates from Credit
   Agreement No. 3327/7770/21 dated December 2, 2021, which was previously presented in Note 19
   to the Financial Statements (CALK 12). The reclassification to Note 12 was made because the credit
   facility entered a remaining maturity of less than one year, thereby requiring reclassification as a
   short-term bank loan in accordance with applicable accounting standards.

Page 17
    h. Alasan dan dasar Perseroan menyajikan utang bank kepada PT Bank Central Asia Tbk dalam utang
       bank jangka pendek pada CALK 12, dan tidak menyajikannya pada CALK 19 dalam hal utang jangka
       pendek tersebut merupakan utang yang berasal dari Perjanjian Kredit Nomor 3327/7770/21 tanggal
       2 Desember 2021. / The reasons and basis for the Company’s presentation of the bank loan payable
       to PT Bank Central Asia Tbk as a short-term bank loan in Note 12 to the Financial Statements, rather
       than in Note 19, if such short-term bank loan arises from Credit Agreement No. 3327/7770/21 dated
       December 2, 2021.
       Tanggapan / Response:
       Alasan dan dasar Perseroan menyajikan utang bank kepada PT Bank Central Asia Tbk pada CALK
       12 (Utang Bank Jangka Pendek) dan tidak lagi pada CALK 19 adalah karena fasilitas kredit
       berdasarkan Perjanjian Kredit Nomor 3327/7770/21 tanggal 2 Desember 2021 tersebut telah
       memasuki masa jatuh tempo kurang dari 1 tahun.
       Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku, kewajiban keuangan yang akan jatuh tempo
       dalam jangka waktu 12 bulan sejak tanggal laporan keuangan wajib direklasifikasi dan disajikan
       sebagai bagian dari utang jangka pendek.
       The reason and basis for the Company presenting the bank loan to PT Bank Central Asia Tbk under
       Note 12 (Short-Term Bank Loans) and no longer under Note 19 is that the credit facility, pursuant
       to Credit Agreement No. 3327/7770/21 dated December 2, 2021, has entered a remaining maturity
       of less than 1 year.
       Under applicable Indonesian Financial Accounting Standards (SAK), financial liabilities maturing
       within 12 months from the financial statement date must be reclassified and presented as current
       liabilities.


10. Berdasarkan CALK 12, terdapat informasi bahwa saldo utang bank pada 30 Juni 2026 terdiri atas utang
    kepada PT BPR Karyajatnika Sadaya sebesar Rp3.979.393.355,00 yang jatuh tempo pada 5 Juni 2027
    dan utang kepada PT Bank Central Asia Tbk sebesar Rp1.337.681.604,00 yang jatuh tempo pada 2
    Desember 2026. Berdasarkan penjumlahan rincian utang bank tersebut, total utang bank tercatat sebesar
    Rp5.317.074.959,00. Jumlah tersebut berbeda sebesar Rp20,00 dibandingkan dengan total utang bank
    yang disajikan dalam laporan posisi keuangan, yaitu sebesar Rp5.317.074.939,00. Perseroan agar
    menjelaskan mengenai penyebab adanya perbedaan total utang bank tersebut. / Based on Note 12 to the
    Financial Statements, the bank loan balance as of June 30, 2026 consists of a loan payable to PT BPR
    Karyajatnika Sadaya amounting to Rp3,979,393,355.00, which is due on June 5, 2027, and a loan
    payable to PT Bank Central Asia Tbk amounting to Rp1,337,681,604.00, which is due on December 2,
    2026. Based on the sum of the details of the bank loans, the total bank loans amount to
    Rp5,317,074,959.00. This amount differs by Rp20.00 from the total bank loans presented in the
    statement of financial position, which amounts to Rp5,317,074,939.00. The Company is requested to
    explain the cause of the difference in the total bank loans.
    Tanggapan / Response:
    Perbedaan sebesar Rp20,00 tersebut disebabkan oleh kesalahan pengetikan (typo) pada teks rincian
    CALK 12. Saldo utang bank kepada PT BPR Karyajatnika Sadaya yang benar adalah sebesar
    Rp3.979.393.335,00 (tertulis Rp3.979.393.355,00).
    The difference of IDR 20.00 was caused by a typographical error (typo) in the text breakdown of CALK
    12 (Notes to the Financial Statements 12). The correct bank loan balance payable to PT BPR

Page 18
    Karyajatnika Sadaya is IDR 3,979,393,335.00 (erroneously written as IDR 3,979,393,355.00)


11. Berdasarkan laporan posisi keuangan terdapat informasi penambahan utang bank jangka pendek sebesar
    Rp1.427.986.985,00 dari Rp3.889.087.954,00 pada 31 Desember 2025 menjadi Rp5.317.074.939,00
    pada 30 Juni 2026 sedangkan berdasarkan arus kas pendanaan terdapat pembayaran utang bank
    Rp1.194.636.252,00. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / Based
    on the statement of financial position, there was an increase in short-term bank loans of
    Rp1,427,986,985.00, from Rp3,889,087,954.00 as of December 31, 2025 to Rp5,317,074,939.00 as of
    June 30, 2026. Meanwhile, based on the statement of cash flows, there were repayments of bank loans
    amounting to Rp1,194,636,252.00. In this regard, the Company is requested to explain regarding:
    a. Penyebab transaksi penambahan utang bank tidak terefleksi dalam arus kas, sedangkan dalam
       laporan arus kas hanya terdapat penyajian pembayaran utang bank. / The reason why the increase in
       bank loans is not reflected in the statement of cash flows, whereas the statement of cash flows only
       presents repayments of bank loans.
       Tanggapan / Response:
       Transaksi penambahan utang bank sebesar Rp 100.000.000 di akumulasikan ke total pembayaran
       utang bank pada laporan arus kas tahun 2026. Sehingga breakdown-nya sebagai berikut:
       Penambahan utang bank Rp 100.000.000,-
       Pembayaran utang bank Rp 1.294.636.252,-
       Akumulasi penambahan dan pembayaran utang bank yaitu menjadi sebesar Rp 1.194.636.252,-
       Dengan demikian, angka pembayaran utang bank sebesar Rp 1.194.636.252 pada laporan arus kas
       merupakan nilai neto dari penambahan dan pembayaran pokok utang bank.
       The bank loan addition transaction of IDR 100,000,000 is offset against the total bank loan
       repayments on the 2026 statement of cash flows. The breakdown is as follows:
       • Bank loan additions: IDR 100,000,000
       • Bank loan repayments: IDR 1,294,636,252
       • Net amount of bank loan additions and repayments: IDR 1,194,636,252
       Consequently, the bank loan repayment figure of IDR 1,194,636,252 presented in the statement of
       cash flows represents the net value of bank loan additions and principal repayments.


    b. Rekonsiliasi perubahan utang bank dalam laporan posisi keuangan dengan arus kas
       pendanaan dalam laporan arus kas. / A reconciliation of the changes in bank loans
       presented in the statement of financial position with the financing cash flows
       presented in the statement of cash flows.
       Tanggapan / Response:
       Rekonsiliasi perubahan utang bank dalam laporan posisi keuangan dengan arus kas pendanaan dalam
       laporan arus kas adalah sebagai berikut:
       The reconciliation of changes in bank loans on the statement of financial position with financing
       cash flows on the statement of cash flows is as follows:

Page 19
                              Uraian                                           Jumlah (Rp)
         Saldo Utang Bank Jangka Pendek Awal Tahun                                        6,511,711,191
         Penambahan/Penarikan Pinjaman                                100,000,000
         Pembayaran Pokok Pinjaman                               -   1,294,636,252
         Penurunan Bersih Utang Bank                                                    - 1,194,636,252
         Saldo Utang Bank Jangka Pendek Akhir Tahun                                       5.317.074.939


    c. Rekonsiliasi liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan sebagaimana diatur dalam paragraf 44A
       PSAK 207 tentang laporan arus kas. / A reconciliation of liabilities arising from financing activities
       as required under paragraph 44A of PSAK 207 on Statements of Cash Flows.
       Tanggapan / Response:
       Dalam rangka memenuhi ketentuan PSAK 207 paragraf 44a mengenai pengungkapan perubahan
       liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan, Perseroan telah melakukan rekonsiliasi saldo awal
       dan saldo akhir liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan. Dengan rekonsiliasi sebagai berikut:
       To comply with the requirements of PSAK 207 paragraph 44a regarding the disclosure of changes
       in liabilities arising from financing activities, the Company has reconciled the opening and closing
       balances of liabilities arising from financing activities. The reconciliation is as follows:
                              Uraian                                           Jumlah (Rp)
         Saldo Utang Bank Jangka Pendek per 1 Januari                                     6,511,711,191
         2026
         Perubahan dari Arus Kas Aktivitas Pendanaan:
         Penerimaan Utang Bank                                        100,000,000
         Pembayaran Pokok Utang Bank                             -   1,294,636,252
         Penurunan Bersih dari Aktivitas Pendanaan                                      - 1,194,636,252
         Perubahan Nonkas                                                                              0
         Saldo Utang Bank Jangka Pendek per 31                                            5.317.074.939
         Desember 2026


12. Sehubungan dengan CALK 13 tentang utang usaha, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / In relation
    to Note 13 to the Financial Statements regarding trade payables, the Company is requested to explain:
    a. Strategi dan upaya Perseroan agar utang usaha Perseroan dapat dibayar sesuai dengan jangka waktu
       yang telah ditentukan. / The Company’s strategies and efforts to ensure that its trade payables are
       settled within the agreed payment terms.
       Tanggapan / Response:
       Guna memastikan utang usaha diselesaikan sesuai jadwal, Perseroan secara aktif mengelola jadwal
       arus kas (cash flow) dengan menyelaraskan waktu penerimaan penagihan piutang pelanggan dan

Page 20
       tanggal jatuh tempo pembayaran pemasok. Perseroan juga secara rutin melakukan penagihan atas
       piutang usaha untuk mempercepat penerimaan kas yang selanjutnya dapat digunakan untuk
       memenuhi kewajiban kepada pemasok sesuai dengan tanggal jatuh tempo. Di samping itu, Perseroan
       menjaga pengeluaran operasional secara efisien agar ketersediaan dana tetap terjaga dan dapat
       digunakan untuk melunasi kewajiban tepat waktu.
       To ensure trade payables are settled on schedule, the Company actively manages its cash flow
       schedule by aligning customer receivable collection timing with supplier payment due dates. The
       Company also routinely performs trade receivable collections to accelerate cash inflows, which are
       subsequently utilized to meet obligations to suppliers in accordance with their due dates.
       Furthermore, the Company maintains efficient operational expenditures to preserve cash availability
       and settle obligations promptly


    b. Transaksi yang menyebabkan Perseroan membukukan utang kepada Bapak Sugiharto. / The
       transactions that resulted in the Company recognizing a payable to Mr. Sugiharto.
       Tanggapan / Response:
       Utang kepada Bapak Sugiharto timbul dari transaksi pasokan bahan baku masker (wire) untuk
       kebutuhan produksi Perseroan
       The amount payable to Mr. Sugiharto arises from raw material supply transactions of mask wire for
       the Company's production needs.


    c. Umur atas utang usaha Perseroan. / The aging of the Company’s trade payables.
       Tanggapan / Response:
       Umur atas utang usaha Perseroan adalah 60 hari / The aging of the Company's trade payables is 60
       days.


13. Sehubungan dengan CALK 14 tentang utang lain-lain, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / In
    relation to Note 14 to the Financial Statements regarding other payables, the Company is requested to
    explain regarding:
    a. Transaksi yang menyebabkan timbulnya utang pihak ketiga beserta rencana pembayaran atas utang
       tersebut. / The transactions giving rise to the third-party payables, together with the payment plan
       for such payables.
       Tanggapan / Response:
       Utang pihak ketiga timbul dari penarikan pinjaman guna mendukung kelancaran kegiatan
       operasional harian Perseroan. Pembayaran atas utang tersebut direncanakan akan dilakukan secara
       bertahap dengan memanfaatkan penerimaan kas dari hasil penagihan piutang usaha serta optimalisasi
       arus kas operasional Perseroan.
       Third-party payables arise from loan drawdowns to support the smooth operation of the Company's
       daily activities. Repayment of the debt is planned to be made in installments by utilizing cash receipts
       from trade receivable collections and optimizing the Company's operational cash flows

Page 21
    b. Latar belakang dan alasan Perseroan melakukan penambahan utang kepada Jemmy Kurniawan
       dibandingkan dengan pendanaan dari lembaga keuangan eksternal. / The background and reasons
       for the Company incurring additional debt to Jemmy Kurniawan rather than obtaining financing
       from external financial institutions.
        Tanggapan / Response:
        Perseroan melakukan penambahan utang kepada Bapak Jemmy Kurniawan karena kapasitas beliau
        sebagai owner/Pemegang saham utama yang berkomitmen untuk mendukung operasional
        perusahaan. Pinjaman ini diberikan tanpa beban bunga, sehingga jauh lebih efisien dibandingkan
        dengan pendanaan dari lembaga keuangan eksternal yang membutuhkan proses administrasi panjang
        serta jaminan dan biaya bunga.
        The Company incurred additional debt from Mr. Jemmy Kurniawan in his capacity as the
        owner/ultimate controlling shareholder, who is committed to supporting the Company's operations.
        This loan is interest-free, making it significantly more efficient than external financing from financial
        institutions, which involves lengthy administrative processes, collateral requirements, and interest
        costs.


14. Sehubungan dengan CALK 15 tentang perpajakan, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / In relation
    to Note 15 to the Financial Statements regarding taxation, the Company is requested to explain regarding:
    a. Transaksi yang menyebabkan Perseroan membukukan uang muka PPh 23 sebesar
       Rp16.683.260,00 per 30 Juni 2026. / The transactions that resulted in the Company recognizing a
       prepaid PPh Article 23 tax amounting to Rp16,683,260.00 as of June 30, 2026.
        Tanggapan / Response:
        Perseroan membukukan uang muka PPh 23 tersebut berdasarkan bukti potong PPh Pasal 23 yang
        diterima dari pelanggan atas transaksi pendapatan jasa. Pemotongan pajak oleh pelanggan ini dicatat
        sebagai pajak dibayar di muka yang nantinya dapat dikreditkan untuk mengurangi beban pajak
        penghasilan perusahaan di akhir tahun.
        The Company recorded the Prepaid Article 23 Income Tax (PPh 23) based on the Article 23 Income
        Tax withholding slips received from customers for service revenue transactions. This tax withheld
        by customers is recorded as prepaid tax, which can subsequently be credited to reduce the Company's
        income tax expense at year-end


    b. Transaksi yang menyebabkan Perseroan membukukan pajak dibayar di muka atas Pajak
       Pertambahan Nilai sebesar Rp60.894.535,00 per 31 Desember 2025. / The transactions that resulted
       in the Company recognizing prepaid Value Added Tax (VAT) amounting to Rp60,894,535.00 as of
       December 31, 2025.
        Tanggapan / Response:
        Saldo PPN dibayar di muka (aktiva) per 31 Desember 2025 sebesar Rp60.894.535,00 merupakan
        faktur pajak masukan yang dikompensasikan di tahun 2026.
        The prepaid Value Added Tax (VAT) balance (asset) as of December 31, 2025, amounting to IDR
        60,894,535.00, represents input tax invoices carried forward to 2026.

Page 22
    c. Transaksi yang menyebabkan per 30 Juni 2026 Perseroan membukukan utang pajak PPN
       sedangkan pada 31 Desember 2025 Perseroan membukukan pajak dibayar di muka atas PPN. / The
       transactions that resulted in the Company recognizing VAT payable as of June 30, 2026, whereas as
       of December 31, 2025, the Company recognized prepaid VAT.
       Tanggapan / Response:
       Pada 31 Desember 2025 Perseroan membukukan pajak dibayar di muka atas PPN (aktiva) karena
       pos tersebut untuk menampung faktur pajak masukan yang diterima perseroan, baik yang sudah di
       kreditkan, maupun yang belum dikreditkan.
       Sedangkan per 30 Juni 2026 tidak ada pos pajak dibayar dimuka atas PPN (aktiva), karena seluruh
       faktur pajak yang sudah dikreditkan maupun belum dikreditkan nilainya lebih kecil dari faktur pajak
       pengeluaran, sehingga menimbulkan utang pajak PPN (pasiva)
       This account is utilized to record input tax invoices received by the Company, covering both credited
       and uncredited input taxes.
       Meanwhile, as of June 30, 2026, there is no prepaid VAT (asset) account, as the total value of all
       input tax invoices, whether credited or uncredited, was lower than the output tax invoices, thereby
       resulting in a VAT payable (liability).


    d. Kewajiban perpajakan yang belum dipenuhi oleh Perseroan. / Any outstanding tax obligations that
       have not yet been fulfilled by the Company.
       Tanggapan / Response:
       Perseroan telah memenuhi seluruh kewajiban perpajakan sampai dengan periode laporan keuangan
       disajikan.
       The Company has fulfilled all of its tax obligations up to the period of the presented financial
       statements


15. Latar belakang dan penyebab Perseroan tidak membukukan saldo beban akrual. / The background and
    reasons why the Company did not recognize any accrued expenses balance.
    Tanggapan / Response:
    Perseroan telah membukukan beban akrual yaitu untuk beban-beban listrik, air, telepon, dan lain-lain
    yang telah dibukukan ke masing-masing pos beban biaya di bulan yang bersangkutan dengan lawan
    transaksi utang pihak ketiga yang ada di CALK nomor 14, yaitu sebesar Rp 90.020.474,-
    The Company has recorded accrued expenses for electricity, water, telephone, and other expenses,
    which were booked to their respective expense accounts for the relevant month with the counter entry
    under third-party payables in Note 14 to the Financial Statements, amounting to IDR 90,020,474.


16. Informasi mengenai pencatatan oleh Perseroan atas beban (misalnya atas beban listrik, gaji, air, BPJS
    maupun beban operasional lain) yang telah terjadi pada tanggal neraca namun nilainya belum dapat
    dipastikan karena belum adanya tagihan yang diterima oleh Perseroan. / Information regarding the
    Company’s accounting treatment for expenses (such as electricity, salaries, water, BPJS, and other
    operating expenses) that have been incurred as of the reporting date but for which the amounts cannot
    yet be determined because the Company has not yet received the relevant invoices.

Page 23
    Tanggapan / Response:
    Informasi mengenai pencatatan oleh Perseroan atas beban (misalnya atas beban listrik, gaji, air, BPJS
    maupun beban operasional lain) yang telah terjadi pada tanggal neraca namun nilainya belum dapat
    dipastikan karena belum adanya tagihan yang diterima oleh Perseroan; biasanya diambil dari tagihan
    bulan sebelumnya
    Information regarding the Company's recording of expenses incurred as of the balance sheet date (such
    as electricity, salary, water, BPJS, or other operational expenses) whose amounts cannot yet be
    determined with certainty due to unreceived invoices, which are typically based on the previous month's
    billings.


17. Sehubungan dengan CALK 16 tentang pendapatan diterima di muka, Perseroan agar menyampaikan
    informasi rincian nama pelanggan beserta jenis produknya. / In relation to Note 16 to the Financial
    Statements regarding deferred revenue, the Company is requested to provide detailed information on
    the names of the customers and the types of products involved.
    Tanggapan / Response:
    Rincian Pendapatan diterima dimuka adalah sebagai berikut: / The breakdown of Unearned Revenue is
    as follows:
        No           Nama Pelanggan                   Produk                Jumlah
       1      Citra Jaya Agung                 Masker                        15,439,639
       2      Megah Inti Cemerlang             Masker                       675,675,675
       3      Alexa Medika                     Masker                       220,500,000
       4      Anugerah Jaya Fordic             Masker                        43,500,000
       5      Buana Intiprima Medika           Stetoskop dan Tensi          263,995,496
                                                                         1,219,110,810


18. Sehubungan dengan CALK 17 tentang utang pembiayaan konsumen, Perseroan agar menjelaskan
    mengenai latar belakang dan alasan masih mengungkapkan dalam CALK meskipun per 30 Juni 2026
    dan 31 Desember 2025 utang pembiayaan konsumen kepada PT BCA Finance tersebut telah dilunasi
    seluruhnya. / In relation to Note 17 to the Financial Statements regarding consumer financing liabilities,
    the Company is requested to explain the background and reasons for continuing to disclose the
    consumer financing liability to PT BCA Finance in the Financial Statements, even though as of June
    30, 2026 and December 31, 2025, the liability had been fully settled.
    Tanggapan / Response:
    Dikarenakan saldo utang pembiayaan konsumen sudah tidak ada saldo, seharusnya kami tidak
    menyajikan CALK 17.
    Since the consumer financing payables balance is nil, Note 17 to the Financial Statements should not
    be presented

Page 24
19. Sehubungan dengan CALK 18 tentang utang sewa, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / In relation
    to Note 18 to the Financial Statements regarding lease liabilities, the Company is requested to explain:
    a. Penggunaan bangunan yang disewa dari Supardi Kurniawan. / The use of the building leased from
       Supardi Kurniawan.
        Tanggapan / Response:
        Perseroan menyewa bangunan dari Bapak Supardi Kurniawan sebagai area pabrik produksi. Pabrik
        tersebut digunakan khusus untuk mendukung operasional pembuatan stetoskop, tensimeter, dan
        pengerjaan jasa machining.
        The Company leases a building from Mr. Supardi Kurniawan as a production plant area. The plant
        is specifically utilized to support operations for manufacturing stethoscopes, sphygmomanometers,
        and machining service operations


    b. Jangka waktu sewa atas bangunan yang disewa dari Supardi Kurniawan. / The lease term of the
       building leased from Supardi Kurniawan.
        Tanggapan / Response:
        Jangka waktu sewa atas bangunan tersebut yaitu 2 tahun (periode 01 Februari 2026 s/d 31 Januari
        2028) / The lease term for the building is 2 years (for the period from February 1, 2026 to January
        31, 2028)


    c. Hubungan afiliasi antara Perseroan dan manajemen Perseroan dengan Supardi Kurniawan. / The
       affiliation relationship, if any, between the Company and its management and Supardi Kurniawan.
        Tanggapan / Response:
        Tidak ada hubungan afiliasi antara Perseroan dan manajemen Perseroan dengan Supardi Kurniawan
        There is no affiliated relationship between the Company and its management with Supardi
        Kurniawan


20. Sehubungan dengan CALK 20 tentang liabilitas imbalan kerja, Perseroan agar menjelaskan
    mengenai: / In relation to Note 20 to the Financial Statements regarding employee benefits liabilities, the
    Company is requested to explain regarding:
    a. Latar belakang dan penyebab saldo liabilitas imbalan kerja tidak mengalami perubahan. / The
       background and reasons why the balance of employee benefits liabilities has remained unchanged.
        Tanggapan / Response:
        Saldo liabilitas imbalan kerja per 30 Juni 2026 tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan 31
        Desember 2025 karena penentuan nilai liabilitas tersebut didasarkan pada perhitungan aktuaris
        independen yang dilakukan secara berkala 1 (satu) kali dalam setahun pada akhir tahun buku.
        The employee benefits liability balance as of June 30, 2026, remained unchanged compared to
        December 31, 2025, as the valuation of such liability is based on an independent actuarial
        calculation conducted periodically 1 (one) time a year at the end of the financial year.

Page 25
    b. Latar belakang dan alasan Perseroan tidak menyajikan perhitungan liabilitas imbalan kerja periode
       30 Juni 2026. / The background and reasons why the Company did not present the calculation of
       employee benefits liabilities for the period ended June 30, 2026.
        Tanggapan / Response:
        Sebagaimana telah dijelaskan pada poin sebelumnya, Perseroan tidak menyajikan perhitungan
        liabilitas imbalan kerja per 30 Juni 2026 karena jasa penilaian oleh aktuaris independen dilakukan
        secara berkala 1 kali dalam setahun, yaitu pada setiap akhir tahun buku (per 31 Desember).
        Penyesuaian nilai aktuaris terbaru akan kembali dihitung dan disajikan pada Laporan Keuangan
        Tahunan per 31 Desember 2026.
        As explained in the previous point, the Company does not present the calculation of employee benefits
        liabilities as of June 30, 2026, because valuation services by an independent actuary are conducted
        periodically once a year at the end of each financial year (as of December 31). The latest actuarial
        adjustment will be recalculated and presented in the Annual Financial Statements as of December
        31, 2026.

21. Sehubungan dengan CALK 22 tentang saldo laba (defisit), agar dijelaskan latar belakang dan penyebab
    saldo laba yang belum dapat ditentukan penggunaannya pada CALK 22 yaitu sebesar (13.201.539.580)
    nilainya tidak sama dengan nilai saldo laba pada laporan posisi keuangan yaitu sebesar
    (13.201.539.579). / In relation to Note 22 to the Financial Statements regarding retained earnings
    (deficit), the Company is requested to explain the background and reasons why the balance of
    unappropriated retained earnings (deficit) presented in Note 22, amounting to (Rp13,201,539,580),
    differs from the retained earnings (deficit) presented in the statement of financial position, amounting
    to (Rp13,201,539,579).
    Tanggapan / Response:
    Selisih sebesar Rp 1 (satu rupiah) antara saldo laba pada CALK 22 (Rp13.201.539.580) dan Laporan
    Posisi Keuangan (Rp13.201.539.579) murni disebabkan oleh faktor pembulatan desimal dalam sistem
    pencatatan keuangan. Perseroan akan melakukan penyesuaian pada periode selanjutnya agar nilai yang
    tercantum pada CALK dan Laporan Posisi Keuangan tersaji secara konsisten.
    The difference of IDR 1 (one rupiah) between the retained earnings balance in Note 22 to the Financial
    Statements (IDR 13,201,539,580) and the Statement of Financial Position (IDR 13,201,539,579) is
    purely caused by decimal rounding in the financial recording system. The Company will make
    adjustments in the subsequent period to ensure that the amounts presented in the Notes to the Financial
    Statements and the Statement of Financial Position are consistently presented.

22. Sehubungan dengan CALK 23 tentang penjualan, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / In relation to
    Note 23 to the Financial Statements regarding sales, the Company is requested to provide an explanation
    regarding:
    a. Latar belakang dan penyebab penjualan periode 30 Juni 2026 mengalami kenaikan signifikan
       dibandingkan dibandingkan periode 30 Juni 2025. / The background and reasons for the significant
       increase in sales for the period ended June 30, 2026, compared to the period ended June 30, 2025.
        Tanggapan / Response:
        Peningkatan signifikan atas penjualan per 30 Juni 2026 karena bertambahnya pesanan produk masker
        dalam jumlah lebih besar dibandingkan periode sebelumnya, hal ini disebabkan adanya penambahan
        distributor baru dan juga kerja sama dengan distributor yang sudah ada berjalan secara berkelanjutan,

Page 26
   serta adanya penambahan pendapatan dari jasa machining.
   The significant increase in sales as of June 30, 2026, was driven by a larger volume of mask product
   orders compared to the previous period, resulting from the acquisition of new distributors and
   ongoing cooperation with existing distributors, as well as additional revenue generated from
   machining services


b. Latar belakang dan penyebab penjualan masker plus untuk periode 30 Juni 2026 mengalami kenaikan
   signifikan dibandingkan dibandingkan periode 30 Juni 2025. / The background and reasons for the
   significant increase in sales of Masker Plus for the period ended June 30, 2026, compared to the
   period ended June 30, 2025.
   Tanggapan / Response:
   Kenaikan penjualan masker plus yang signifikan per 30 Juni 2026 dibandingkan periode yang sama
   tahun sebelumnya disebabkan adanya penambahan distributor baru dan juga kerja sama dengan
   distributor yang sudah ada berjalan secara berkelanjutan.
   The significant increase in sales of plus masks as of June 30, 2026, compared to the same period in
   the previous year, was driven by the acquisition of new distributors as well as ongoing, sustainable
   cooperation with existing distributors.


c. Transaksi yang menyebabkan Perseroan membukukan pendapatan bahan baku ST. / The transactions
   that resulted in the Company recognizing revenue from ST raw materials.
   Tanggapan / Response:
   Pendapatan bahan baku ST dibukukan atas transaksi penjualan suku cadang (parts) stetoskop dan
   tensimeter kepada pihak ketiga/pelanggan untuk memenuhi kebutuhan komponen perakitan alat
   kesehatan tersebut.
   Raw material ST revenue is recorded for sales transactions of stethoscope and sphygmomanometer
   parts to third parties/customers to meet component assembly requirements for these medical devices

d. Strategi Perseroan untuk meningkatkan penjualan Perseroan sehingga dapat meningkatkan
   profitabilitas Perseroan. / The Company’s strategies to increase sales and thereby improve its
   profitability.
   Tanggapan / Response:
   Strategi Perseroan untuk meningkatkan penjualan dan profitabilitas dilakukan melalui memperluas
   jangkauan penjualan ke pasar modern serta menambah distributor baru, memaksimalkan kapasitas
   produksi untuk memenuhi pesanan dari kegiatan usaha baru, dan menekan biaya operasional agar
   Perseroan dapat memperoleh laba.
   The Company's strategy to increase sales and profitability is executed by expanding sales reach into
   modern markets and acquiring new distributors, maximizing production capacity to fulfill orders
   from new business activities, and controlling operational costs to drive profitability.

Page 27
    e. Pelanggan atas pendapatan jasa machining yang dibukukan oleh Perseroan. / The customers from
       whom the Company recognized machining service revenue.
        Tanggapan / Response:
        Pendapatan jasa machining Perseroan diperoleh dari pelanggan atas jasa machining yang diberikan
        sesuai dengan kebutuhan dan spesifikasi produksinya.
        The Company's machining service revenue is derived from customers for machining services
        provided in accordance with their production needs and specifications


    f. Produk yang dijual Perseroan kepada PT Megah Inti Cemerlang untuk periode yang berakhir 30 Juni
       2026. / The products sold by the Company to PT Megah Inti Cemerlang for the period ended June
       30, 2026.
        Tanggapan / Response:
        Produk yang dijual oleh Perseroan kepada PT Megah Inti Cemerlang untuk periode yang berakhir
        pada tanggal 30 Juni 2026 adalah produk masker plus.
        The products sold by the Company to PT Megah Inti Cemerlang for the period ended June 30, 2026,
        were mask plus products


    g. Rincian pendapatan Perseroan setiap bulan selama tahun 2026. / A monthly breakdown of the
       Company’s revenue for 2026.
        Tanggapan / Response:
           Bulan           Penjualan               Diskon          Penjualan Neto
           Jan-26       2.552.793.558             37.939.490       2.514.854.068
           Feb-26       1.666.794.530             30.658.104       1.636.136.426
           Mar-26       1.304.950.451             26.539.828       1.278.410.623
           Apr-26       1.835.595.026             33.847.259       1.801.747.767
           May-26       2.102.156.252             29.894.516       2.072.261.736
           Jun-26       2.255.192.571             24.503.265       2.230.689.306
            Total      11.717.482.389            183.382.463      11.534.099.926


23. Sehubungan dengan CALK 24 tentang beban pokok penjualan, Perseroan agar menjelaskan
    mengenai: / In relation to Note 24 to the Financial Statements regarding cost of goods sold, the Company
    is requested to explain regarding:
    a. Latar belakang dan penyebab pembelian bahan baku dan kemasan untuk periode 30 Juni 2026 lebih
       besar dibandingkan periode 30 Juni 2025. / The background and reasons why purchases of raw
       materials and packaging for the period ended June 30, 2026 were higher than those for the period
       ended June 30, 2025.
        Tanggapan / Response:
        Peningkatan pembelian bahan baku dan kemasan per 30 Juni 2026 dibandingkan dengan periode
        yang sama pada tahun 2025 disebabkan oleh meningkatnya volume produksi masker Perseroan untuk

Page 28
       memenuhi permintaan dan pesanan pelanggan yang meningkat.
       The increase in raw material and packaging purchases as of June 30, 2026, compared to the same
       period in 2025, was driven by higher production volumes of the Company's mask products to meet
       growing customer demand and orders.


    b. Latar belakang dan penyebab kenaikan signifikan atas upah bagian produksi untuk periode 30 Juni
       2026 lebih besar dibandingkan periode 30 Juni 2025. Perseroan agar menyampaikan informasi
       jumlah tenaga kerja yang terlibat dalam produksi masing-masing periode. / The background and
       reasons for the significant increase in production wages for the period ended June 30, 2026,
       compared to the period ended June 30, 2025. The Company is requested to provide information on
       the number of employees involved in production during each period.
       Tanggapan / Response:
       Kenaikan atas upah bagian produksi per 30 Juni 2026 dibandingkan dengan periode 30 Juni 2025
       disebabkan oleh meningkatnya volume produksi masker secara signifikan, yang berdampak pada
       penambahan tenaga kerja produksi dari 32 orang pada Juni 2025 menjadi 122 orang pada Juni 2026.
       The increase in production labor costs as of June 30, 2026, compared to the period ended June 30,
       2025, was driven by a significant rise in mask production volume, which resulted in an expansion of
       the production workforce from 32 personnel in June 2025 to 122 personnel in June 2026.


24. Latar belakang dan penyebab tidak terdapat CALK nomor 25. / The background and reasons why there is
    no Note 25 in the Financial Statements.
    Tanggapan / Response:
    Ketidakterdapatan nomor CALK 25 disebabkan oleh kesalahan penomoran dalam pengurutan bab, di
    mana pengungkapan mengenai Beban Pokok Penjualan yang seharusnya menjadi CALK 25 secara tidak
    sengaja terlewat atau tertukar urutannya. Perseroan akan melakukan perbaikan dan penyesuaian
    penomoran tersebut pada penerbitan laporan keuangan periode selanjutnya agar tersaji secara runtut dan
    konsisten.
    The absence of Note 25 to the Financial Statements was caused by a numbering error in the chapter
    sequence, wherein the disclosure regarding Cost of Goods Sold—which should have been Note 25—
    was inadvertently omitted or misplaced in sequence. The Company will make corrections and numbering
    adjustments in the subsequent financial statement issuance to ensure consistent and sequential
    presentation


25. Sehubungan dengan CALK 26 tentang beban penjualan, agar dijelaskan latar belakang dan penyebab
    rincian beban penjualan tidak disajikan berurutan dari nilai terbesar. / In relation to Note 26 to the
    Financial Statements regarding selling expenses, the Company is requested to provide an explanation
    regarding the background and reasons why the details of selling expenses are not presented in
    descending order of value.
    Tanggapan / Response:
    Penyajian rincian beban penjualan pada CALK 26 tidak diurutkan berdasarkan nilai terbesar karena
    Perseroan menyajikannya berdasarkan urutan jenis dan kategori biaya. Format tersebut diterapkan

Page 29
    secara konsisten sejak periode-periode sebelumnya.
    The details of selling expenses in Note 26 to the Financial Statements are not presented in order of
    magnitude because the Company presents them based on the sequence of expense types and categories.
    This format has been consistently applied since prior periods.


26. Sehubungan dengan CALK 27 tentang beban umum dan administrasi, Perseroan agar menjelaskan
    mengenai: / In relation to Note 27 to the Financial Statements regarding general and administrative
    expenses, the Company is requested to explain regarding:
    a. Latar belakang dan penyebab beban umum dan administrasi periode 30 Juni 2026 mengalami
       penurunan dibandingkan periode 30 Juni 2025. / The background and reasons for the decrease in
       general and administrative expenses for the period ended June 30, 2026, compared to the period
       ended June 30, 2025.
       Tanggapan / Response:
       Penurunan beban umum dan administrasi per 30 Juni 2026 dibandingkan dengan periode 30 Juni
       2025 disebabkan oleh adanya efisiensi pada beberapa biaya dalam beban umum dan administrasi.
       The decrease in general and administrative expenses as of June 30, 2026, compared to the period
       ended June 30, 2025, was driven by cost efficiencies across several components of general and
       administrative expenses.


    b. Latar belakang dan penyebab Perseroan tetap menuliskan nama beban meskipun bersaldo nihil. / The
       background and reasons why the Company continues to present expense line items even though they
       have nil balances.
       Tanggapan / Response:
       Pencantuman akun bersaldo nihil pada periode berjalan sebelumnya dilakukan untuk menjaga
       kesesuaian format pencatatan internal. Perseroan menerima masukan yang diberikan dan akan
       menyempurnakan penyajian Laporan Keuangan pada periode selanjutnya dengan menghilangkan
       pos/akun yang bersaldo nihil, guna meningkatkan efisiensi dan kejelasan informasi keuangan bagi
       pengguna laporan.
       The inclusion of nil-balance accounts in prior periods was intended to maintain consistency with
       internal accounting formats. The Company acknowledges the feedback provided and will refine the
       presentation of its Financial Statements in subsequent periods by omitting nil-balance
       items/accounts to enhance efficiency and the clarity of financial information for statement users.


    c. Latar belakang dan penyebab rincian beban tidak disajikan berurutan dari nilai terbesar. / The
       background and reasons why the details of expenses are not presented in descending order of value.
       Tanggapan / Response:
       Penyajian rincian beban tidak diurutkan berdasarkan nilai terbesar karena Perseroan menyajikannya
       berdasarkan urutan jenis dan kategori biaya. Format tersebut diterapkan secara konsisten sejak
       periode-periode sebelumnya.
       The details of expenses are not presented in order of magnitude because the Company presents them

Page 30
       based on the sequence of expense types and categories. This format has been consistently applied
       since prior periods.


27. Berdasarkan CALK 36 tentang kelangsungan usaha terdapat informasi bahwa Perseroan melaporkan
    saldo akumulasi kerugian pada tanggal 30 Juni 2026 sebesar Rp12.498.575.279,00 dan Perseroan telah
    melakukan langkah-langkah. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan agar menjelaskan mengenai: /
    Based on Note 36 to the Financial Statements regarding going concern, the Company reported an
    accumulated loss balance of Rp12,498,575,279.00 as of June 30, 2026, and the Company has taken
    certain measures. In this regard, the Company is requested to explain the following:
    a. Strategi konkret yang telah dilakukan Perseroan beserta dampak bagi Perseroan atas upaya menjaga
       dan meningkatkan pangsa pasar domestik / The specific strategies implemented by the Company,
       together with their impact on the Company, to maintain and increase its domestic market share.
       Tanggapan / Response:
       Strategi konkret yang telah dilakukan Perseroan beserta dampak bagi Perseroan atas upaya menjaga
       dan meningkatkan pangsa pasar domestik yaitu Perseroan telah memperluas jaringan dengan
       menambah jaringan distributor baru ke berbagai daerah.
       The concrete strategy executed by the Company and its impact on maintaining and expanding
       domestic market share include extending its reach by adding new distribution networks across
       various regions.

    b. Strategi konkret yang telah dilakukan Perseroan beserta dampak bagi Perseroan atas upaya
       meneruskan ekspansi pemasaran dengan mencari pelanggan baru; / The specific strategies
       implemented by the Company, together with their impact on the Company, in continuing its
       marketing expansion efforts by acquiring new customers.
       Tanggapan / Response:
       Strategi konkret yang telah dilakukan Perseroan dampaknya bagi Perseroan dapat terlihat dari angka
       penjualan produk masker meningkat cukup signifikan sejak Januari 2026 sampai dengan Juni 2026,
       dikarenakan adanya distributor baru.
       The impact of the concrete strategy executed by the Company is reflected in the significant increase
       in mask product sales from January 2026 to June 2026, driven by the addition of new distributors


    c. Strategi konkret yang telah dilakukan Perseroan beserta dampak bagi Perseroan atas upaya
       melanjutkan peningkatan kualitas dan produktivitas sumber daya manusianya secara terus menerus;
       / The specific strategies implemented by the Company, together with their impact on the Company, in
       continuously improving the quality and productivity of its human resources.
       Tanggapan / Response:
       Perseroan telah menambah jumlah tenaga kerja dan memberikan pelatihan keterampilan kerja secara
       intensif. Program ini berdampak pada meningkatnya kapasitas dan efisiensi produksi secara drastis
       untuk menyelesaikan peningkatan order tepat waktu dengan standar kualitas yang terjaga.
       The Company has expanded its workforce and provided intensive job skills training. This program
       resulted in a drastic increase in production capacity and efficiency, enabling the timely completion

Page 31
        of increased orders while maintaining quality standards.


    d. Strategi konkret yang telah dilakukan Perseroan beserta dampak bagi Perseroan atas upaya efisiensi
       biaya melalui pemantauan anggaran dan perbaikan sistem. / The specific strategies implemented by
       the Company, together with their impact on the Company, to achieve cost efficiencies through budget
       monitoring and system improvements.
        Tanggapan / Response:
        Perseroan lebih ketat memantau pengeluaran harian dan mencari harga bahan baku yang lebih hemat
        dari pemasok. Usaha ini berhasil menekan biaya operasional yang tidak perlu, sehingga keuntungan
        yang didapat dari penjualan bisa lebih maksimal.
        The Company has implemented stricter monitoring of daily expenditures and sourced more cost-
        effective raw materials from suppliers. These efforts successfully eliminated unnecessary operational
        costs, thereby maximizing sales profitability


    e. Strategi usaha lain untuk mempertahankan keberlangsungan usaha Perseroan / Other business
       strategies implemented by the Company to maintain its business continuity.
        Tanggapan / Response:
        Perseroan fokus memperkuat pengelolaan arus kas operasional dan terus menjajaki peluang
        pengembangan bisnis baru yang memiliki potensi margin tinggi. Selain itu, Perseroan menjaga
        hubungan baik dengan pemasok dan pelanggan utama untuk memastikan keberlanjutan usaha jangka
        panjang.
        The Company focuses on strengthening operational cash flow management while actively exploring
        new business development opportunities with high margin potential. Additionally, the Company
        maintains strong relationships with key suppliers and customers to ensure long-term business
        sustainability


28. Dalam laporan laba rugi, Perseroan tidak mengakui beban/manfaat pajak penghasilan untuk periode 30
    Juni 2025 dan 2026 sedangkan berdasarkan PSAK 234 paragraf 28 mensyaratkan penerapan kebijakan
    akuntansi yang sama pada laporan keuangan interim sebagaimana yang diterapkan dalam laporan
    keuangan tahunan. Dalam hal Perseroan menerapkan ketentuan tersebut, Perseroan mengakui
    beban/manfaat pajak penghasilan untuk satu periode interim berdasarkan estimasi terbaik dari rata-rata
    tertimbang tarif pajak tahunan yang diperkirakan untuk tahun buku penuh. Sehubungan dengan hal
    tersebut, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / In the statement of profit or loss, the Company did not
    recognize income tax expense/benefit for the periods ended June 30, 2025 and 2026, whereas paragraph
    28 of PSAK 234 requires the same accounting policies to be applied in interim financial statements as
    those applied in the annual financial statements. If the Company applies this requirement, the Company
    should recognize income tax expense/benefit for an interim period based on the best estimate of the
    weighted-average annual tax rate expected for the full financial year. In this regard, the Company is
    requested to explain the following:

Page 32
a. Latar belakang Perseroan tidak mengakui beban/manfaat pajak penghasilan pada laporan laba rugi
   periode 30 Juni 2025 dan 2026. / The background and reasons why the Company did not recognize
   income tax expense/benefit in the statement of profit or loss for the periods ended June 30, 2025 and
   2026.
   Tanggapan / Response:
   Perseroan belum mengakui beban/manfaat pajak penghasilan pada Laporan Laba Rugi periode 30
   Juni 2025 dan 2026 karena perhitungannya mengacu pada posisi laba/rugi fiskal secara keseluruhan
   dalam satu tahun buku (per 31 Desember). Mengingat laporan posisi Juni merupakan laporan
   keuangan interim, perhitungan beban/manfaat pajak secara rinci dan final baru akan disesuaikan serta
   diakui secara penuh pada laporan keuangan tahunan.
   The Company has not recognized income tax expense/benefit in the Statement of Profit or Loss for
   the periods ended June 30, 2025 and 2026, as the calculation is based on the overall fiscal profit/loss
   position for the full financial year (as of December 31). Given that the June financial statements are
   interim reports, the detailed and final income tax expense/benefit calculation will be adjusted and
   fully recognized in the annual financial statements


b. Latar belakang Perseroan mengakui beban pajak penghasilan pada periode tahun buku penuh tetapi
   tidak mengakui beban pajak penghasilan pada periode interim. Perseroan diharapkan untuk
   menyertakan pendapat/pertimbangan akuntan publik yang mengaudit laporan keuangan tahunan
   Perseroan / The background and reasons why the Company recognized income tax expense for the
   full financial year but did not recognize income tax expense for the interim period. The Company is
   expected to include the public accountant's opinion and considerations regarding the Company’s
   annual financial statements.
   Tanggapan / Response:
   Perseroan tidak melakukan pengakuan beban/manfaat pajak penghasilan pada periode interim karena
   sejak awal Perseroan melakukan perhitungan beban pajak terutang dihitung secara kumulatif
   berdasarkan hasil usaha dan posisi laba/rugi fiskal untuk satu tahun buku penuh (per 31 Desember).
   Selanjutnya, Perseroan akan menyertakan pendapat/pertimbangan akuntan publik serta
   pertimbangan teknisnya pada pelaporan periode berikutnya.
   The Company does not recognize income tax expense/benefit in interim periods as the calculation of
   tax payable is cumulatively computed based on the operating results and fiscal profit/loss position
   for the full financial year (as of December 31). Going forward, the Company will include the
   independent public accountant's opinion/considerations and technical rationale in subsequent
   reporting periods.


c. Penjabaran rinci atas akuntansi untuk beban/manfaat pajak penghasilan untuk keperluan pelaporan
   keuangan. Perseroan diminta untuk menjelaskan dalam penjabaran tersebut bagaimana Perseroan
   mencapai kesimpulan bahwa beban/manfaat pajak penghasilan tidak diakui selama periode interim.
   A detailed explanation of the accounting treatment for income tax expense/benefit for financial
   reporting purposes. In this explanation, the Company is requested to describe how it concluded that
   income tax expense/benefit should not be recognized during the interim period.

Page 33
       Tanggapan / Response:
       Perseroan mencatat masukan yang disampaikan dan saat ini sedang menyelaraskan penerapan
       kebijakan akuntansi terkait pengakuan pajak penghasilan interim. Penjabaran rinci mengenai
       perlakuan akuntansi serta dasar kesimpulan atas pengakuan beban/manfaat pajak penghasilan
       tersebut akan disajikan secara lengkap oleh Perseroan pada laporan keuangan periode berikutnya.
       The Company notes the feedback provided and is currently aligning the application of its accounting
       policies regarding interim income tax recognition. A detailed explanation of the accounting
       treatment and the basis of conclusion for recognizing income tax expense/benefit will be fully
       presented by the Company in the subsequent period's financial statements


29. Sehubungan dengan laporan arus kas, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / In relation to the statement
    of cash flows, the Company is requested to explain regarding:
    a. Latar belakang dan alasan Perseroan untuk periode 30 Juni 2026 tidak membukukan pembayaran
       pajak penghasilan. / The background and reasons why the Company did not record any income tax
       payments for the period ended June 30, 2026.
       Tanggapan / Response:
       Perseroan untuk periode 30 Juni 2026 tidak membukukan pembayaran pajak penghasilan
       dikarenakan perhitungan pajak penghasilan badan Perseroan secara komprehensif dilakukan
       berdasarkan hasil usaha selama satu tahun buku, yaitu periode Januari sampai dengan Desember
       2026, dengan menghitung koreksi fiskal dari seluruh transaksi yang terjadi selama tahun berjalan;
       dan diakumulasikan dengan laba rugi periode-periode tahun sebelumnya. Dikarenakan laba periode
       30 Juni 2026 apabila diakumulasikan terhadap laba rugi periode-periode sebelumnya masih dalam
       keadaan rugi maka belum ada kewajiban untuk membayar pajak penghasilan.
       For the period ended June 30, 2026, the Company did not record any income tax payments because
       the comprehensive corporate income tax calculation is determined based on the operating results
       for the full financial year, covering the period from January to December 2026, by accounting for
       fiscal adjustments across all transactions occurring during the year and accumulating them with
       prior periods' profits or losses. Since the accumulated results as of June 30, 2026—when combined
       with prior periods' profits and losses—remain in a net loss position, no corporate income tax
       payment obligation has arisen


    b. Latar belakang dan alasan Perseroan untuk periode 30 Juni 2026 tidak membukukan pembayaran
       kepada karyawan. / The background and reasons why the Company did not record any payments to
       employees for the period ended June 30, 2026.
       Tanggapan / Response:
       Pembayaran kepada karyawan selama periode berjalan telah dilakukan oleh Perseroan dan telah
       tercermin dalam laporan keuangan; pembayaran tersebut telah disajikan dalam laporan arus kas yaitu
       termasuk di dalam pos pembayaran untuk beban operasional lainnya.
       Employee payments during the current period were executed by the Company and are reflected in
       the financial statements; such payments are presented in the statement of cash flows within the line
       item for payments for other operating expenses

Page 34
30. Latar belakang dan penyebab terdapat perbedaan saldo laba yang belum ditentukannya dalam laporan
    posisi keuangan sebesar Rp(13.201.539.579) sedangkan saldo laba yang belum ditentukannya dalam
    laporan perubahan ekuitas Rp(13.201.539.580). / The background and reasons for the difference in the
    balance of unappropriated retained earnings (deficit), amounting to Rp(13,201,539,579) as presented
    in the statement of financial position, compared to Rp(13,201,539,580) as presented in the statement of
    changes in equity.
    Tanggapan / Response:
    Perbedaan sebesar Rp 1 (satu rupiah) pada saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya antara
    Laporan Posisi Keuangan dan Laporan Perubahan Ekuitas murni disebabkan oleh pembulatan angka
    dalam sistem penyusunan laporan keuangan. Perseroan akan melakukan penyesuaian pada periode
    selanjutnya agar nilai yang tercantum pada CALK dan Laporan Posisi Keuangan tersaji secara konsisten.
    The Rp 1 (one Rupiah) variance in retained earnings between the Statement of Financial Position and
    the Statement of Changes in Equity is purely due to numerical rounding in the financial reporting
    system. The Company will make adjustments in the subsequent period to ensure consistent presentation
    across the Notes to Financial Statements and the Statement of Financial Position


31. Berdasarkan pemantauan kami sejak saham Perseroan tercatat di Bursa pada 10 Agustus 2022, kinerja
    keuangan Perseroan mengalami penurunan, sebagaimana terefleksi dari saldo laba yang terus menurun.
    Berdasarkan laporan keuangan periode 30 Juni 2024 sampai dengan 30 Juni 2026 Perseroan telah
    membukukan saldo defisit. Sehubungan dengan hal tersebut, Perseroan agar menjelaskan mengenai: /
    Based on our monitoring since the Company’s shares were listed on the Stock Exchange on August 10,
    2022, the Company’s financial performance has continued to decline, as reflected in the decreasing
    retained earnings balance. Based on the Company’s financial statements for the periods ended June 30,
    2024 through June 30, 2026, the Company has reported deficit balances. In this regard, the Company
    is requested to explain the following:
    a. Penyebab kinerja keuangan Perseroan terus mengalami penurunan sejak saham Perseroan tercatat di
       Bursa dan justru saat ini Perseroan membukukan saldo defisit. / The reasons for the continued decline
       in the Company’s financial performance since the Company’s shares were listed on the Stock
       Exchange, resulting in the Company currently reporting a deficit balance.
        Tanggapan / Response:
        Penurunan kinerja keuangan hingga membukukan saldo defisit disebabkan oleh periode tersebut ;
        pasar alat kesehatan mengalami penurunan, dan ditunjang pula oleh periode sebelumnya yang
        terdapat kondisi covid-19 yang mengakibatkan peningkatan kebutuhan akan masker berlipat;
        kemudian kembali ke fase normal pascapandemi. Hal ini membuat permintaan barang dan harga
        jual produk utama seperti masker mengalami penurunan drastis, sementara biaya operasional tetap
        harus dibayar, sehingga hasil penjualan belum mampu menutup seluruh biaya dan akumulasi
        kerugian perusahaan.
        The decline in financial performance resulting in a deficit balance was driven by a market downturn
        in the medical device sector during the period, compounded by the transition from the prior COVID-
        19 period—which had seen a multiplied surge in mask demand—back to a normal post-pandemic
        phase. Consequently, demand and selling prices for primary products such as masks dropped
        drastically while fixed operational expenses persisted, leaving sales revenues insufficient to cover
        total costs and accumulated corporate losses.

Page 35
    b. Strategi Perseroan untuk memulihkan kondisi saldo rugi dapat menjadi saldo laba positif agar pada
       masa mendatang Perseroan dapat membagikan dividen kepada pemegang saham. / The Company’s
       strategies to restore its accumulated losses and achieve a positive retained earnings balance, so that
       the Company may be able to distribute dividends to its shareholders in the future.
       Tanggapan / Response:
       Perseroan berfokus untuk meningkatkan penjualan melalui perluasan pasar dan penambahan
       distributor baru, serta meningkatkan pendapatan jasa machining. Di sisi biaya, Perseroan melakukan
       efisiensi melalui optimalisasi proses produksi, pengendalian biaya operasional, dan pencarian
       pemasok bahan baku yang lebih kompetitif dengan tetap menjaga kualitas.
       Melalui peningkatan pendapatan dan efisiensi biaya tersebut, Perseroan menargetkan peningkatan
       laba secara bertahap untuk mengurangi saldo defisit hingga kembali menjadi saldo laba positif.
       Dengan demikian, apabila kondisi keuangan dan ketentuan yang berlaku telah terpenuhi, Perseroan
       dapat kembali membagikan dividen kepada pemegang saham di masa mendatang.
       The Company is focused on boosting sales by expanding its market reach, adding new distributors,
       and increasing machining service revenue. On the cost side, the Company is driving efficiencies
       through production process optimization, operational expense control, and sourcing more
       competitive raw material suppliers without compromising quality. Through this combination of
       revenue growth and cost management, the Company targets a gradual increase in profitability to
       reduce its accumulated deficit and restore a positive retained earnings balance. Consequently, once
       financial conditions and applicable regulatory requirements are met, the Company will be positioned
       to resume dividend distributions to shareholders in the future.


    c. Kendala yang dihadapi Perseroan dalam merealisasikan strategi Perseroan untuk memulihkan
       kondisi saldo rugi/defisit tersebut dapat menjadi saldo laba positif / The challenges faced by the
       Company in implementing its strategies to restore the deficit balance and achieve a positive retained
       earnings balance.
       Tanggapan / Response:
       Dalam upaya memulihkan kinerja dan mengubah saldo rugi menjadi saldo laba positif, Perseroan
       masih menghadapi beberapa kendala, terutama kenaikan biaya bahan baku akibat fluktuasi nilai tukar
       USD.
       Untuk mengatasinya, Perseroan terus melakukan efisiensi produksi, mencari pemasok dengan harga
       yang lebih kompetitif, serta mengoptimalkan pengelolaan pembelian dan biaya guna meningkatkan
       margin dan mendukung perbaikan kinerja Perseroan secara berkelanjutan.
       In its efforts to recover performance and turn accumulated losses into a positive retained earnings
       balance, the Company continues to face several challenges, primarily rising raw material costs due
       to USD exchange rate fluctuations. To address this, the Company actively pursues production
       efficiencies, sources suppliers offering more competitive pricing, and optimizes procurement and
       cost management to enhance margins and support sustainable performance recovery



32. Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek dan Laporan Kepemilikan atau Setiap
    Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka terdapat informasi adanya perubahan kepemilikan

Page 36
saham dari Bapak Jemmy Kurniawan selaku pengendali Perseroan. Sehubungan dengan hal tersebut,
Perseroan agar menjelaskan mengenai: / Based on the Monthly Report on the Registration of Securities
Holders and the Report on Share Ownership or Any Changes in Share Ownership of the Public
Company, there is information regarding a change in the share ownership of Mr. Jemmy Kurniawan,
as the Company’s controlling shareholder. In this regard, the Company is requested to explain
regarding:
a. Latar belakang Bapak Jemmy Kurniawan melakukan penjualan atas kepemilikan saham
   Perseroan. / The background and reasons for Mr. Jemmy Kurniawan’s sale of his shares in the
   Company.
   Tanggapan / Response:
   Penjualan saham Perseroan oleh Bapak Jemmy Kurniawan dilakukan sebagai bagian dari
   pengurangan kepemilikan saham pribadi, yang merupakan keputusan investasi pribadi. Setelah
   transaksi tersebut, Bapak Jemmy Kurniawan tetap menjadi pemegang saham pengendali Perseroan
   dan tetap berkomitmen untuk mendukung pengembangan usaha serta pertumbuhan Perseroan ke
   depan.
   The sale of the Company's shares by Mr. Jemmy Kurniawan was carried out as part of a reduction
   in his personal shareholding and constituted a personal investment decision. Following the
   transaction, Mr. Jemmy Kurniawan remains the controlling shareholder of the Company and
   continues to be committed to supporting the Company's business development and future growth.


b. Rencana Bapak Jemmy Kurniawan terhadap sisa kepemilikan saham Perseroan. / Mr. Jemmy
   Kurniawan’s plans regarding his remaining shareholding in the Company.
   Tanggapan / Response:
   Saat ini Bapak Jemmy Kurniawan berencana untuk tetap mempertahankan sisa kepemilikan
   sahamnya di Perseroan sebagai pemegang saham pengendali. Beliau tetap berkomitmen untuk
   mendukung pengembangan usaha, pelaksanaan strategi bisnis, dan pertumbuhan jangka panjang
   Perseroan.
   At present, Mr. Jemmy Kurniawan intends to retain his remaining shareholding in the Company and
   maintain his position as the controlling shareholder. He remains committed to supporting the
   Company’s business development, the implementation of its business strategies, and its long-term
   growth.


c. Rencana Bapak Jemmy Kurniawan untuk kembali melakukan penjualan saham Perseroan. / Mr.
   Jemmy Kurniawan’s plans to sell additional shares in the Company.
   Tanggapan / Response:
   Sampai dengan saat ini, Bapak Jemmy Kurniawan belum memiliki rencana untuk kembali
   melakukan penjualan saham Perseroan. Apabila terdapat rencana atau perubahan terkait kepemilikan
   saham di masa mendatang, Perseroan akan memenuhi ketentuan keterbukaan informasi sesuai
   dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
   As of the date hereof, Mr. Jemmy Kurniawan has no plan to undertake any further sale of the
   Company’s shares. Should there be any plan or change in share ownership, the Company will comply
   with the applicable disclosure requirements in accordance with prevailing laws and regulations.

Page 37
d. Dampak operasional dan keuangan bagi Perseroan atas adanya penjualan saham oleh Bapak Jemmy
   Kurniawan tersebut. / The operational and financial impact on the Company of Mr. Jemmy
   Kurniawan’s sale of the Company’s shares.
   Tanggapan / Response:
   Transaksi penjualan saham oleh Bapak Jemmy Kurniawan merupakan transaksi pribadi pemegang
   saham. Namun demikian, dukungan pendanaan berupa pinjaman kepada Perseroan memberikan
   dampak positif dalam memenuhi kebutuhan operasional dan mendukung kelangsungan usaha
   Perseroan.
   The share sale transaction by Mr. Jemmy Kurniawan was a personal shareholder transaction.
   Nevertheless, the financial support provided in the form of a loan to the Company has yielded a
   positive impact


e. Ada tidaknya rencana perubahan pengendalian Perseroan. / Whether there are any plans for a change
   in control of the Company.
   Tanggapan / Response:
   Berdasarkan informasi dari Bapak Jemmy Kurniawan, sampai dengan saat ini tidak terdapat rencana
   perubahan pengendalian dalam Perseroan. Penjualan saham tersebut tidak memengaruhi struktur
   pemegang saham pengendali yang ada saat ini.
   According to information provided by Mr Jemmy Kurniawan, there are currently no plans for a
   change in control of the Company. The sale of these shares does not affect the current structure of
   controlling shareholders.


f. Rincian penjualan saham Perseroan oleh Bapak Jemmy Kurniawan sepanjang tahun 2025 dan 2026.
   Perseroan agar menyampaikan informasi jumlah total saham yang dijual Perseroan selama tahun
   2025 dan 2026. / Details of the sale of the Company’s shares by Mr. Jemmy Kurniawan throughout
   2025 and 2026. The Company is requested to provide information on the total number of shares sold
   by Mr. Jemmy Kurniawan during 2025 and 2026
   Tanggapan / Response:
                             Tanggal Transaksi                     Jumlah Transaksi
      No
                             Transaction Date                    Number of Transactions
      1      11 September 2025                                                5.000.000
      2      15 September 2025                                               10.000.000
      3      02 Desember / December 2025                                      1.364.700
      4      03 Desember / December 2025                                      8.830.000
      5      04 Desember / December 2025                                     15.805.300
      6      05 Desember / December 2025                                      4.770.000
      7      08 Desember / December 2025                                      3.500.000
      8      23 Desember / December 2025                                     19.230.000
      9      30 Desember / December 2025                                      4.500.000
      10     02 Januari / January 2026                                        7.390.000
      11     06 Januari / January 2026                                        1.500.000
      12     07 Januari / January 2026                                        2.000.000
      13     22 Januari / January 2026                                        3.247.800
      14     23 Januari / January 2026                                        5.700.000

Page 38
          15     26 Januari / January 2026                                          3.373.700
          16     29 Januari / January 2026                                         12.000.000
          17     04 Februari / February 2026                                       11.689.500
          18     05 Februari / February 2026                                        9.600.000
          19     06 Februari / February 2026                                        4.274.700
          20     19 Februari / February 2026                                        5.853.400
          21     20 Februari / February 2026                                        3.000.000
          22     26 Februari / February 2026                                       50.000.000
          23     02 April 2026                                                      4.300.000
          24     07 April 2026                                                      1.000.000
          25     20 April 2026                                                      7.000.000
          26     21 April 2026                                                      4.500.000
          27     24 April 2026                                                      1.500.000
          28     28 April 2026                                                      1.500.000
          29     06 Mei / May 2026                                                  1.500.000
          30     08 Mei / May 2026                                                 12.000.000
          31     11 Mei / May 2026                                                  9.500.000
          32     23 Juli / July 2026                                                2.683.600
          33     28 Juli / July 2026                                                1.000.000
          34     05 Agustus / August 2026                                          11.067.000
          35     06 Agustus / August 2026                                           7.000.000
          36     07 Agustus / August 2026                                           6.000.000
          37     10 Agustus / August 2026                                           6.501.000
          38     13 Agustus / August 2026                                           3.000.000
          39     14 Agustus / August 2026                                           3.500.000
          40     18 Agustus / August 2026                                          10.506.800
          41     19 Agustus / August 2026                                           3.000.000
                                                              Total               289.687.500


    g. Korelasi antara penjualan saham Perseroan oleh Bapak Jemmy Kurniawan dengan kenaikan utang
       lain-lain Perseroan kepada Bapak Jemmy Kurniawan. / The correlation between the sale of the
       Company’s shares by Mr. Jemmy Kurniawan and the increase in the Company’s other payables to
       Mr. Jemmy Kurniawan.
       Tanggapan / Response:
       Dapat kami sampaikan bahwa kedua transaksi tersebut saling berhubungan, penjualan saham
       Perseroan oleh Bapak Jemmy Kurniawan adalah transaksi pribadi, untuk membantu kebutuhan
       operasional Perseroan.
       We would like to convey that the two transactions are interrelated; the sale of the Company's shares
       by Mr. Jemmy Kurniawan is a personal transaction conducted to support the Company's operational
       needs


33. Kondisi terkini atas operasional Perseroan. Perseroan agar menyampaikan informasi kondisi dari
    masing-masing lokasi pabrik dan lini usaha yang dimiliki Perseroan. / The current condition of the
    Company’s operations. The Company is requested to provide information on the current condition of

Page 39
    each factory location and business line owned by the Company.
    Tanggapan / Response:
    Kegiatan operasional Perseroan saat ini berjalan normal. Lokasi kantor Blue Sky Industrial beroperasi
    secara aktif untuk mendukung kegiatan administrasi kantor serta berfokus pada produksi alat kesehatan,
    khususnya masker. Sedangkan lokasi di Leuwigajah beroperasi khusus untuk mendukung kegiatan
    usaha stetoskop, tensimeter, dan juga usaha jasa machining.
    The Company's operational activities are currently running normally. The Blue Sky Industrial office
    location is actively operating to support office administrative activities and focuses on the production
    of medical devices, particularly face masks. Meanwhile, the Leuwigajah location operates specifically
    to support business activities for stethoscopes, tensiometers, as well as machining services.



34. Rencana strategi pengembangan yang akan dilakukan Perseroan. / The Company’s plans and strategies
    for future business development.
    Tanggapan / Response:
    Sampai dengan saat ini belum ada rencana strategi pengembangan yang akan dilakukan Perseroan,
    Perseroan memilih untuk fokus memproduksi produk-produk yang ada saat ini.
    To date, the Company has no strategic development plans; the Company chooses to focus on producing
    its existing products


35. Rencana Perseroan untuk meluncurkan produk atau jenis produk baru. / The Company’s plans to launch
    new products or new product lines.
    Tanggapan / Response:
    Saat ini Perseroan memilih untuk fokus pada optimalisasi dan pengembangan lini produk yang sudah
    ada agar menghasilkan profitabilitas yang maksimal, sehingga Perseroan belum merencanakan
    peluncuran jenis produk baru dalam waktu dekat.
    Currently, the Company chooses to focus on optimizing and developing its existing product lines to
    achieve maximum profitability, and therefore has no immediate plans to launch new product types


36. Sehubungan dengan KBLI 22299, 32509, 46691, 13993, dan 22194 yang telah dijalankan Perseroan pada
    saat pencatatan perdana saham Perseroan di Bursa, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / In relation
    to KBLI 22299, 32509, 46691, 13993, and 22194, which were carried out by the Company at the time
    of the initial listing of the Company’s shares on the Stock Exchange, the Company is requested to explain
    regarding:
    a. Kondisi operasional terkini masing-masing aktivitas kegiatan usaha KBLI 22299, 32509, 46691,
       13993, dan 22194. / The current operational condition of each business activity under KBLI 22299,
       32509, 46691, 13993, and 22194.

Page 40
Tanggapan / Response:
    KBLI                Kegiatan Usaha                     Kondisi Terkini
                    Business Activity                       Current Status
 22299         Industri barang dari plastik Kegiatan usaha beroperasi secara normal untuk
               lainnya yang tidak termasuk mencakup aktivitas produksi masker
               dalam lainnya (YTDL)
                                             Business activities are operating normally,
               Other     plastic    product covering mask production activities.
               manufacturing             not
               elsewhere classified (n.e.c.)
 32509         Industri          Peralatan Kegiatan usaha beroperasi secara normal untuk
               Kedokteran dan Kedokteran mencakup aktivitas produksi stetoskop dan
               Gigi,         Perlengkapan tensimeter
               Orthopedic dan Prosthetic
                                           Business activities are operating normally,
               Medical      and     dental covering stethoscope and tensiometer production
               instrument, orthopedic and activities.
               prosthetic           device
               manufacturing
 46691         Perdagangan besar alat Kegiatan usaha telah berjalan dengan lancar
               laboratorium, alat farmasi, melalui penjualan dan distribusi produk alat
               dan alat kedokteran untuk kesehatan.
               manusia
                                           Business activities are running smoothly through
               Wholesale      trade     of the sales and distribution of medical device
               laboratory       equipment, products.
               pharmaceutical goods, and
               human medical devices
 13993         Industri Non Woven (bukan Kegiatan usaha beroperasi secara normal untuk
               Tenunan)                   mencakup aktivitas produksi bouffant cap dan
                                          masker.
               Non-woven           fabric
               manufacturing              Business activities are operating normally,
                                          covering bouffant cap and mask production
                                          activities.
 22194         Industri Barang dari Karet Kegiatan usaha beroperasi secara normal untuk
               untuk Kesehatan            mencakup aktivitas produksi parts dari stetoskop
                                          dan tensimeter, yang mana merupakan bagian dari
               Rubber            products
                                          KBLI 32509.
               manufacturing for medical
               purposes                   Business activities are operating normally,
                                          covering the production of stethoscope and
                                          tensiometer parts, which are component activities
                                          under KBLI 32509.

Page 41
b. Pendapatan usaha dari masing-masing aktivitas kegiatan usaha KBLI 22299, 32509, 46691, 13993,
   dan 22194 untuk periode 30 Juni 2026. / Revenue generated from each business activity under KBLI
   22299, 32509, 46691, 13993, and 22194 for the period ended June 30, 2026.
   Tanggapan / Response:
       KBLI             Kegiatan Usaha                      Produk             Pendapatan Usaha
                       Business Activity                   Products
    22299         Industri barang dari plastik                                     9.491.878.743
                  lainnya yang tidak termasuk
                  dalam lainnya (YTDL)
                                                            Masker
                  Other       plastic product
                  manufacturing not elsewhere
                  classified (n.e.c.)
    32509         Industri Peralatan Kedokteran                                       75.077.554
                  dan      Kedokteran     Gigi,
                  Perlengkapan Orthopedic dan
                  Prosthetic
                                                    Stetoskop dan Tensimeter
                  Medical      and      dental
                  instrument, orthopedic and
                  prosthetic           device
                  manufacturing
    13993         Industri Non Woven (bukan                                         259.129.637
                  Tenunan)
                                                          bouffant cap
                  Non-woven                fabric
                  manufacturing
    22194         Industri Barang dari Karet        parts dari stetoskop dan          21.748.869
                  untuk Kesehatan                   tensimeter (yang mana
                                                    merupakan bagian dari
                  Rubber            products
                                                         KBLI 32509)
                  manufacturing for medical
                  purposes                            Parts for stethoscopes
                                                     and tensiometers (which
                                                    form part of KBLI 32509)

Page 42
    c. Kontribusi pendapatan dari masing-masing aktivitas kegiatan usaha KBLI 22299, 32509, 46691,
       13993, dan 22194 dibandingkan total pendapatan untuk periode 30 Juni 2026. / The contribution of
       revenue from each business activity under KBLI 22299, 32509, 46691, 13993, and 22194 to the
       Company’s total revenue for the period ended June 30, 2026.
       Tanggapan / Response:
            KBLI                          Kegiatan Usaha                          Kontribusi
                                                                                  pendapatan
                                         Business Activity
         22299          Industri barang dari plastik lainnya yang tidak                   82,29%
                        termasuk dalam lainnya (YTDL)
                        Other plastic product manufacturing not elsewhere
                        classified (n.e.c.)
         32509          Industri Peralatan Kedokteran dan Kedokteran Gigi,                 0,65%
                        Perlengkapan Orthopedic dan Prosthetic
                        Medical and dental instrument, orthopedic and
                        prosthetic device manufacturing
         13993          Industri Non Woven (bukan Tenunan)                                 2,25%
                        Non-woven fabric manufacturing
         22194          Industri Barang dari Karet untuk Kesehatan                         0,19%
                        Rubber products      manufacturing     for   medical
                        purposes


37. Sehubungan dengan penambahan KBLI 25999 yang telah disetujui RUPSLB pada 22 Juni 2026,
    Perseroan agar menjelaskan mengenai: / In relation to the addition of KBLI 25999, which was approved
    at the Company’s Extraordinary General Meeting of Shareholders (EGMS) on June 22, 2026, the
    Company is requested to provide an explanation regarding:
    a. Kondisi operasional terkini aktivitas kegiatan usaha KBLI 25999. / The current operational condition
       of the business activity under KBLI 25999.
       Tanggapan / Response:
       Aktivitas kegiatan usaha KBLI 25999 telah berjalan lancar dan sudah menghasilkan pendapatan.
       Business activities under KBLI 25999 have been running smoothly and have generated revenue


    b. Pendapatan usaha dari aktivitas kegiatan usaha KBLI 25999 untuk periode 30 Juni 2026. / Revenue
       generated from the business activity under KBLI 25999 for the period ended June 30, 2026.
       Tanggapan / Response:
       Pendapatan usaha Perseroan yang diperoleh dari aktivitas kegiatan usaha KBLI 25999 (Industri
       Barang Logam Lainnya YTD) untuk periode yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2026 adalah sebesar
       Rp1.686.265.122,-

Page 43
   The Company's business revenue derived from business activities under KBLI 25999 (Other
   Fabricated Metal Products Manufacturing n.e.c.) for the period ended June 30, 2026, amounted to
   IDR 1,686,265,122


c. Kontribusi pendapatan dari aktivitas kegiatan usaha KBLI 25999 dibandingkan total
   pendapatan untuk periode 30 Juni 2026. / The contribution of revenue from the business activity
   under KBLI 25999 to the Company’s total revenue for the period ended June 30, 2026.
   Tanggapan / Response:
   Kontribusi pendapatan usaha dari aktivitas kegiatan usaha KBLI 25999 (Industri Barang Logam
   Lainnya YTD) adalah sebesar 14% dari total pendapatan Perseroan untuk periode yang berakhir pada
   tanggal 30 Juni 2026.
   The revenue contribution from business activities under KBLI 25999 (Other Fabricated Metal
   Products Manufacturing n.e.c.) accounted for 14% of the Company's total revenue for the period
   ended June 30, 2026.


d. Pendapatan usaha dari aktivitas kegiatan usaha KBLI 25999 dibandingkan dengan proyeksi
   pendapatan sebagaimana disampaikan pada laporan studi kelayakan. / Revenue generated from the
   business activity under KBLI 25999 compared to the projected revenue as stated in the feasibility
   study report.
   Tanggapan / Response:
   Adapun realisasi pendapatan usaha sampai dengan 30 Juni 2026 yaitu sebesar Rp1.686.265.122,-
   atau setara 34,93% dari proyeksi pendapatan usaha dalam studi kelayakan untuk periode s/d 30 Juni
   2026 sebesar Rp 4.827.500.000,-
   The realized business revenue up to June 30, 2026, amounted to IDR 1,686,265,122, or equivalent
   to 34.93% of the projected business revenue in the feasibility study for the period ending June 30,
   2026, which was IDR 4,827,500,000


e. Penyebab dan kendala yang dihadapi Perseroan dalam hal realisasi atas proyeksi pendapatan
   sebagaimana disampaikan pada laporan studi kelayakan tidak tercapai. / The reasons and challenges
   faced by the Company if the projected revenue as stated in the feasibility study report was not
   achieved.
   Tanggapan / Response:
   Penyebab utama belum tercapainya realisasi proyeksi pendapatan sebagaimana disampaikan dalam
   laporan studi kelayakan adalah adanya keterlambatan ketersediaan dan pengiriman material dari
   pemberi kerja untuk pekerjaan jasa machining yang telah direncanakan. Kondisi tersebut
   menyebabkan sebagian pekerjaan belum dapat direalisasikan sesuai dengan jadwal dan target
   pendapatan yang diproyeksikan.
   Namun demikian, selama menunggu ketersediaan material tersebut, Perseroan tetap menjalankan
   kegiatan operasional dengan mengerjakan pekerjaan lain yang tersedia. Perseroan juga terus
   melakukan koordinasi dengan pemberi kerja terkait jadwal kedatangan material agar pekerjaan yang
   telah direncanakan dapat segera direalisasikan setelah material tersedia.

Page 44
       Dengan demikian, belum tercapainya proyeksi pendapatan terutama disebabkan oleh pergeseran
       waktu pelaksanaan pekerjaan akibat keterlambatan material, dan bukan disebabkan oleh kendala
       kapasitas maupun kesiapan operasional Perseroan.
       The main reason for not achieving the projected revenue realization as presented in the feasibility
       study report is the delayed availability and delivery of materials from the employer for the planned
       machining services work. This condition resulted in a portion of the work being unable to be realized
       according to the schedule and projected revenue targets.
       However, while awaiting the availability of these materials, the Company continues its operational
       activities by executing other available work. The Company also maintains continuous coordination
       with the employer regarding the material delivery schedule so that the planned work can be promptly
       executed once the materials become available.
       Accordingly, the non-achievement of the revenue projection is primarily caused by a shift in the work
       execution timeline due to material delays, rather than issues concerning the Company's operational
       capacity or readiness.


    f. Dampak penambahan KBLI 25999 terhadap kinerja keuangan Perseroan khususnya yang telah
       terefleksi pada laporan keuangan periode 30 Juni 2026. / The impact of the addition of KBLI 25999
       on the Company’s financial performance, particularly as reflected in the financial statements for the
       period ended June 30, 2026.
       Tanggapan / Response:
       Penambahan KBLI 25999 berdampak positif dengan menambah pendapatan usaha Perseroan.
       Meskipun kontribusinya masih bertahap, yaitu sebesar 14% per 30 Juni 2026 karena kegiatan usaha
       ini baru berjalan di tahun 2026.
       The addition of KBLI 25999 has had a positive impact by increasing the Company's business revenue,
       although its contribution is progressing gradually at 14% as of June 30, 2026, as this business
       activity only commenced in 2026


38. Sehubungan dengan penambahan KBLI 30921, 32501, 32502, dan 26602 yang telah disetujui RUPSLB
    pada 9 Agustus 2024, Perseroan agar menjelaskan mengenai: / In relation to the addition of KBLI 30921,
    32501, 32502, and 26602, which were approved at the Company’s Extraordinary General Meeting of
    Shareholders (EGMS) on August 9, 2024, the Company is requested to explain regarding:
    a. Kondisi operasional terkini masing-masing aktivitas kegiatan usaha KBLI 30921, 32501, 32502, dan
       26602. / The current operational condition of each business activity under KBLI 30921, 32501,
       32502, and 26602.
       Tanggapan / Response:
       Dapat kami sampaikan bahwa hingga saat ini, kegiatan usaha KBLI 30921, 32501, 32502, dan 26602
       belum direalisasikan secara operasional. Hal ini dikarenakan kondisi pasar yang saat ini sedang tidak
       mendukung serta tingginya biaya investasi awal dan pengurusan perizinan. Selain itu, mengingat
       sebagian besar belanja alat kesehatan nasional masih bergantung pada anggaran pemerintah yang
       saat ini mengalami pengetatan, Perseroan memilih bersikap hati-hati dan mengkaji ulang kelayakan
       komersialnya demi menjaga likuiditas serta stabilitas keuangan Perseroan.

Page 45
   We would like to convey that to date, business activities under KBLI 30921, 32501, 32502, and 26602
   have not been operationally realized. This is due to currently unsupportive market conditions as well
   as high initial investment costs and licensing procedures. Furthermore, given that the majority of
   national medical device spending still relies on government budgets that are currently experiencing
   tightening, the Company has chosen to remain cautious and reassess their commercial feasibility in
   order to maintain liquidity and financial stability.


b. Pendapatan usaha dari masing-masing aktivitas kegiatan usaha KBLI 30921, 32501, 32502, dan
   26602 untuk periode 30 Juni 2026. / Revenue generated from each business activity under KBLI
   30921, 32501, 32502, and 26602 for the period ended June 30, 2026.
   Tanggapan / Response:
   Dapat kami sampaikan bahwa tidak terdapat pendapatan usaha yang diperoleh dari masing-masing
   aktivitas kegiatan usaha KBLI 30921, 32501, 32502, dan 26602 untuk periode yang berakhir pada
   tanggal 30 Juni 2026, dikarenakan lini kegiatan usaha tersebut belum beroperasi secara komersial.
   We would like to convey that no business revenue was generated from each of the business activities
   under KBLI 30921, 32501, 32502, and 26602 for the period ended June 30, 2026, as these business
   lines have not yet commenced commercial operations.


c. Kontribusi pendapatan dari masing-masing aktivitas kegiatan usaha KBLI 30921, 32501, 32502, dan
   26602 dibandingkan total pendapatan untuk periode 30 Juni 2026. / The contribution of revenue from
   each business activity under KBLI 30921, 32501, 32502, and 26602 to the Company’s total revenue
   for the period ended June 30, 2026.
   Tanggapan / Response:
   Tidak ada kontribusi pendapatan dari masing-masing aktivitas kegiatan usaha KBLI 30921, 32501,
   32502, dan 26602 dibandingkan total pendapatan untuk periode 30 Juni 2026
   There was no revenue contribution from each of the business activities under KBLI 30921, 32501,
   32502, and 26602 relative to total revenue for the period ended June 30, 2026


d. Pendapatan usaha dari masing-masing aktivitas kegiatan usaha KBLI 30921, 32501, 32502, dan
   26602 dibandingkan dengan proyeksi pendapatan sebagaimana disampaikan pada laporan studi
   kelayakan. / Revenue generated from each business activity under KBLI 30921, 32501, 32502, and
   26602 compared to the projected revenue as stated in the feasibility study report.
   Tanggapan / Response:
   Belum ada pendapatan usaha dari masing-masing aktivitas kegiatan usaha KBLI 30921, 32501,
   32502, dan 26602 dibandingkan dengan proyeksi pendapatan sebagaimana disampaikan pada laporan
   studi kelayakan.
   There is no business revenue from each of the business activities under KBLI 30921, 32501, 32502,
   and 26602 compared to the projected revenue as presented in the feasibility study report.

Page 46
e. Penyebab dan kendala yang dihadapi Perseroan dalam hal realisasi atas proyeksi pendapatan
   sebagaimana disampaikan pada laporan studi kelayakan tidak tercapai. / The reasons and challenges
   faced by the Company if the projected revenue as stated in the feasibility study report was not
   achieved.
   Tanggapan / Response:
   Dapat kami sampaikan bahwa tidak tercapainya realisasi proyeksi pendapatan atas KBLI tersebut
   disebabkan oleh belum dioperasikannya kegiatan usaha ini secara komersial. Hal ini dikarenakan
   kondisi pasar yang saat ini sedang tidak mendukung serta tingginya biaya investasi awal dan
   pengurusan perizinan. Selain itu, mengingat sebagian besar belanja alat kesehatan nasional masih
   bergantung pada anggaran pemerintah yang saat ini mengalami pengetatan, Perseroan memilih
   bersikap hati-hati dan mengkaji ulang kelayakan komersialnya demi menjaga likuiditas serta
   stabilitas keuangan Perseroan
   We would like to convey that the non-achievement of the revenue projections for the aforementioned
   KBLIs is due to these business activities not yet being operationally launched on a commercial basis.
   This is driven by currently unsupportive market conditions as well as high initial investment costs
   and licensing procedures. Furthermore, given that the majority of national medical device spending
   remains reliant on government budgets that are currently undergoing tightening, the Company
   chooses to exercise caution and reassess their commercial feasibility to safeguard the Company's
   liquidity and financial stability.


f. Dampak penambahan KBLI 30921, 32501, 32502, dan 26602 terhadap kinerja keuangan Perseroan
   khususnya yang telah terefleksi pada laporan keuangan periode 30 Juni 2026. / The impact of the
   addition of KBLI 30921, 32501, 32502, and 26602 on the Company’s financial performance,
   particularly as reflected in the financial statements for the period ended June 30, 2026.
   Tanggapan / Response:
   Penambahan KBLI 30921, 32501, 32502, dan 26602 belum memberikan dampak terhadap kinerja
   keuangan Perseroan, khususnya pada pendapatan usaha untuk periode yang berakhir pada 30 Juni
   2026.
   The addition of KBLI 30921, 32501, 32502, and 26602 has not yet had an impact on the Company's
   financial performance, specifically on business revenue for the period ended June 30, 2026


File

File Open PDF
Source IDX
Size1.07 MB
Published31 Aug 2026
Pages46
Characters139,307
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 21 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Hetzer Medical Indonesia Tbk p.1 ×2
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.5 ×11
linked org Bank Central Asia Tbk. p.5 ×53
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.1 ×4
possible person dr. Yenny Marlina · Direktur Utama / President Director p.1
possible person Sugiharto. p.20 ×3
possible person Jemmy Kurniawan’s p.36 ×62
unresolved org PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat p.5 ×4
unresolved org Banten Tbk p.5 ×4
unresolved org PT Buana Inti Prima p.7 ×8
unresolved org PT China Taiping Insurance Indonesia p.11 ×4
unresolved org PT Presisi Manufaktur Indonesia p.11 ×7
unresolved org PT Presisi Manufaktur Indonesia. Tanggapan p.11
unresolved org PT BPR Karyajatnika Sadaya p.17 ×3
unresolved org PT BPR p.17
unresolved person Sugiharto. Tanggapan p.20
unresolved org PT BCA Finance p.23 ×2
unresolved person Supardi Kurniawan p.24 ×2
unresolved org PT Megah Inti Cemerlang p.27 ×4
unresolved person Jemmy Kurniawan. Tanggapan p.38

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result