Back to announcement
20240603_IRRA_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31645777_lamp1.pdf
Other Text extracted IRRASource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 6
Page 1
Nomor : 027/IRR/CS/Jkt/VI/2024 Jakarta, 3 Juni 2024
Lamp : -
Perihal : Penjelasan Tertulis atas Permintaan Kepada Yth.
Penjelasan atas Laporan Keuangan Bapak I Gede Nyoman Yetna
Tahunan Audit per 31 Desember 2023 Direktur
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia Tower 1 Lt. 6
Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta Selatan 12190, Indonesia
Sehubungan dengan surat dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Nomor S-05268/BEI.PP2/05-2024 tanggal 29 Mei
2024 perihal Permintaan Penjelasan Lanjutan atas Laporan Keuangan Tahunan Audit per 31 Desember 2023,
sebelumnya kami akan sampaikan beberapa hal:
1. Perseroan menyampaikan apresiasi kepada BEI yang telah meminta klarifikasi kepada Perseroan untuk dapat
lebih baik di masa mendatang.
2. Sebagai perusahaan yang berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance, Perseroan
senantiasa mematuhi dan memenuhi peraturan perundang-undangan.
Selanjutnya, berikut penjelasan Perseroan terkait poin-poin Surat a quo:
1. Berdasarkan tanggapan Perseroan nomor 1, Perseroan menjelaskan alasan Perseroan tidak membukukan
persediaan sesuai dengan nilai realisasi neto dikarenakan persediaan tersebut sementara dalam proses
claim ke principal dan lebih lanjut KAP menjelaskan bahwa penurunan nilai tersebut bersifat material
namun tidak pervasif. Agar Perseroan dapat menjelaskan lebih lanjut:
a. Apakah persediaan Perseroan yang telah kadaluwarsa tersebut masih dapat diupayakan untuk
diajukan claim? Agar dijelaskan termasuk dengan timeline Perseroan.
Penjelasan:
Perseroan masih mengajukan klaim atas persediaan yang dimaksud, namun terkait timeline pengajuan
klaim, Perseroan tidak dapat memberikan kepastian jadwal walaupun target Perseroan terselesaikan
hingga akhir tahun 2024.
b. KAP menjelaskan bahwa jumlah penurunan nilai tersebut bersifat material namun tidak pervasif
dikarenakan hanya berdampak pada akun-akun tertentu saja. Selanjutnya KAP menyampaikan dasar
Standard Audit yang digunakan adalah SA 705 – Modifikasi terhadap Opini dalam laporan auditor
independen. Agar Perseroan dapat menjelaskan:
i. Definisi pervasif yang dimaksud pada SA tersebut dan bagaimana contoh/kondisi salah saji
Perseroan tidak memenuhi kondisi pervasif tersebut.
Penjelasan:
Pervasif adalah kondisi dimana kesalahan saji berdampak secara keseluruhan atau mewakili
sebagian besar laporan keuangan. Contoh kondisi salah saji yang tidak memenuhi kondisi pervasif
yakni dampak keuangan dari kesalahan penyajian material dapat dijelaskan oleh auditor dalam
paragraf basis untuk modifikasi dalam laporan keuangan auditan yang berdampak terhadap pajak
penghasilan, laba sebelum pajak, laba bersih, dan ekuitas jika nilai persediaan dicatat terlalu tinggi
dari seharusnya namun tidak mencerminkan laporan keuangan secara keseluruhan dan laporan
1
Page 2
keuangan tetap disajikan secara wajar dan tetap dapat digunakan. Sebagai contoh, bila diketahui
terdapat kesalahan penyajian aktiva tetap yang bernilai cukup besar, hal ini kemungkinan dapat
mempengaruhi pengguna laporan keuangan, salah saji tersebut tidak memiliki pengaruh
menyeluruh pada kewajaran laporan keuangan, karena dampaknya hanya terjadi pada akun
tersebut.
ii. Contoh/kondisi di mana sebuah salah saji memenuhi kriteria pervasif.
Penjelasan:
Tingkat materialitas tertinggi terjadi apabila terdapat probabilitas yang sangat tinggi bahwa
pengguna laporan keuangan akan membuat keputusan yang tidak benar jika pengguna tersebut
menyandarkan diri pada keseluruhan laporan keuangan dalam pembuatan keputusan mereka.
Pada tingkat ini, salah saji yang terjadi dikatakan sebagai pervasif. Contoh, apabila salah saji
terjadi terkait dengan transaksi pendapatan yang jumlahnya sangat besar, maka salah saji
tersebut memiliki pengaruh terhadap kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan sehingga
pengguna laporan keuangan dapat membuat keputusan yang salah. Dalam hal ini, transaksi
pendapatan memiliki pengaruh yang besar pada laporan keuangan karena menyangkut akun-
akun lain, seperti kas dan piutang.
iii. Sehubungan dengan dampak dari salah saji tersebut di mana Perseroan berpotensi membukukan
rugi bersih dibandingkan laba bersih, dan potensi penurunan total aset karena aset persediaan
dicatat pada nilai realisasi neto, agar Perseroan dapat menjelaskan lebih lanjut alasan kedua fakta
tersebut tidak termasuk sebagai kondisi yang pervasif.
Penjelasan:
Kesalahan penyajian pada akun persediaan dalam laporan keuangan hanya berdampak pada
akun-akun tertentu terutama akun harga pokok penjualan (COGS), namun tidak berdampak
secara menyeluruh terhadap laporan keuangan. Kesalahan penyajian tersebut dipandang material
namun tidak pervasif terhadap laporan keuangan karena perseroan mampu menyediakan bukti
audit yang cukup dan tepat, baik secara individual maupun agregat.
2. Berdasarkan tanggapan Perseroan nomor 2 terkait dengan Catatan atas Laporan Keuangan (“CALK”) No.
5 - Piutang usaha, agar Perseroan dapat menjelaskan lebih lanjut:
a. Pada tahun 2022, tidak terdapat piutang kepada PT Medika Digital Solusindo. Agar Perseroan dapat
menjelaskan alasan atas hal tersebut.
Penjelasan:
Transaksi penjualan ke PT Medika Digital Solusindo baru terjadi di tahun 2023.
b. Pada tabel pelunasan piutang Perseroan sampai saat ini, jumlah yang masih outstanding yaitu sebesar
Rp452 miliar dibandingkan dengan saldo piutang per 31 Desember 2022 sebesar Rp529 miliar (85%).
Agar Perseroan dapat menjelaskan:
i. Latar belakang piutang belum jatuh tempo Perseroan sebesar Rp467 miliar baru terlunasi sebesar
Rp65,7 miliar dan agar dijelaskan upaya yang dilakukan Perseroan untuk penagihan.
Penjelasan:
Dari sejumlah piutang di atas belum jatuh tempo, sehingga memang belum ditagihkan. Sementara
Perseroan secara rutin dan terjadwal telah mempunyai jadwal penagihan atas setiap piutang yang
jatuh tempo dan melakukan upaya penagihan dari data tersebut (Statement of Account) ke
Pelanggan.
2
Page 3
ii. Perincian piutang usaha >1 tahun sebesar Rp46,4 miliar yang belum terlunasi berdasarkan nama
pihak dengan melengkapi tabel berikut ini:
Jumlah
Jumlah piutang > 1 Tanggal Akhir Nominal
Nama Pihak pencadangan Latar belakang belum dilakukan pelunasan
tahun Pembayaran Pembayaran
piutang
PT. Cakramas Sumber Makmur 6.740.055.000 558.283.761 Pelunasan secara cicilan 16-May-24 21.635.000
PT. Aayu Waras Sentosa 5.234.640.000 433.589.118 SOMASI 19-Jan-23 186.480.000
PT. Wego Medika Indonesia 5.067.231.000 419.722.506 SOMASI 17-May-24 128.760.000
PT. Jayakarta Medika Bhakti 2.786.185.000 230.781.772 Dikompensasikan dengan aset properti 28-May-24 1.241.640.000
PT. Putra Karya Sentosa 2.547.176.000 210.984.480 Pelunasan secara cicilan 29-May-24 25.000.000
PT. Sarta Tiga Medika 2.472.932.712 204.834.853 SOMASI 01-Mar-23 50.000.000
PT. Semesta Medika Indonesia 1.969.978.126 163.174.751 Dalam Proses Penagihan - -
PMI Lampung 712.800.000 59.041.753 Pelunasan secara cicilan 31-May-24 50.000.000
PMI Kab. Tasikmalaya 546.656.000 45.279.922 Pelunasan secara cicilan 31-May-24 34.166.000
PT. Nusantara Langlang Buana 303.600.000 25.147.413 Dalam Proses Penagihan - -
PT. Arna Cahaya Medika 291.000.000 24.103.746 SOMASI - -
PT. Nindy Dot Indo 281.600.000 23.325.137 SOMASI - -
PT. Wanbass Timur Persada 274.655.042 22.749.881 Pelunasan secara cicilan 31-May-24 51.237.378
PMI Pusat 231.844.306 19.203.836 Pelunasan secara cicilan 04-Oct-23 41.964.660
PMI Cabang Kota Banda Aceh 204.000.000 16.897.472 Pelunasan secara cicilan 24-Nov-23 30.000.000
Lainnya (masing-masing dibawah
16.829.063.644 1.393.963.838 Pelunasan secara cicilan
Rp 100.000.000)
iii. Alasan dan penyebab tidak terdapat penambahan penyisihan piutang tak tertagih oleh Perseroan.
Penjelasan:
Karena adanya pemulihan piutang dari customer yang sudah dicadangkan piutangnya di tahun
sebelumnya. Perseroan telah membentuk tambahan cadangan piutang pada tahun 2023 ter-net
off dengan pencadangan piutang pada tahun sebelumnya sehingga secara net antara kedua item
diatas menunjukkan total yang tidak mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun
sebelumnya.
3. Berdasarkan tanggapan Perseroan nomor 6 terkait dengan CALK No. 10 – Uang Muka Investasi,
Perseroan menjelaskan bahwa status penyelesaian investasi Perseroan kepada PT Oneject Indonesia
yaitu menunggu kepastian nilai valuasi dari PT Oneject Indonesia dan timeline realisasi uang muka tersebut
pada RUPST Perseroan selanjutnya. Agar Perseroan dapat menjelaskan:
a. Sehubungan dengan investasi kepada PT Oneject Indonesia yang sudah dilakukan sejak tahun 2021,
agar dapat dijelaskan latar belakang nilai valuasi dari PT Oneject Indonesia belum diselesaikan.
Penjelasan:
Karena nilai valuasi dari PT Oneject Indonesia per hari ini belum dapat dipastikan penilaian pastinya
dikarenakan persiapan PT Oneject Indonesia untuk melaksanakan Initial Public Offering.
b. Apakah terdapat indikasi penurunan nilai uang muka investasi tersebut? Agar dapat dijelaskan dan
disampaikan dasar ketentuan SAK yang mendukung penjelasan Perseroan.
Penjelasan:
Tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas uang muka investasi untuk aset keuangan berupa uang
muka investasi karena Perseroan akan membukukan dengan nilai yang sama pada saat realisasi.
c. Tujuan jangka pendek dan jangka panjang yang ingin dicapai Perseroan dari investasi Perseroan di
PT Oneject Indonesia.
Penjelasan:
3
Page 4
Tujuan Jangka Pendek:
Memperoleh revenue dan profit dari PT Oneject Indonesia.
Tujuan Jangka Panjang:
Mempermudah Perseroan untuk mendiversifikasi produk melalui pengembangan industri alat
kesehatan yang dilakukan oleh PT Oneject Indonesia sehingga Perseroan tidak hanya sebagai
distributor/konsumen melainkan sebagai pemegang saham.
4. Berdasarkan tanggapan Perseroan nomor 7 terkait dengan CALK No. 11 - Aset Tetap Bersih, Perseroan
menjelaskan tanah yang dibeli oleh Perseroan sebesar Rp29 miliar pada tahun 2023 merupakan tanah
yang berlokasi di Kawasan Industri Terpadu Indonesia China, Kab. Serang Baru, Kab. Bekasi, Jawa Barat
yang dibeli dari PT Shuang Shi Indonesia. Agar Perseroan dapat menjelaskan:
a. Apakah terdapat hubungan afiliasi antara Perseroan dengan PT Shuang Shi Indonesia? Agar dapat
dijelaskan.
Penjelasan:
Tidak ada hubungan afiliasi antara Perseroan dengan PT Shuang Shi Indonesia sesuai dengan
tanggapan pada surat sebelumnya.
b. Dasar penentuan nilai tanah Perseroan sebesar Rp29 miliar.
Penjelasan:
Hasil negosiasi Perseroan dengan PT Shuang Shi Indonesia.
c. Pada tanggapan Perseroan nomor 7a (ii), Perseroan menjelaskan bahwa tanah tersebut mengalami
penundaan penggunaan sesuai dengan intensi awal. Agar Perseroan dapat menjelaskan:
i. Latar belakang penundaan tersebut.
Penjelasan:
Terdapat perubahan tujuan dari intensi awal.
ii. Timeline Perseroan untuk menggunakan tanah tersebut sesuai dengan intensi awal Perseroan.
Penjelasan:
Timeline tidak tersedia sehubungan dengan perubahan perencanaan awal.
iii. Status penggunaan tanah tersebut saat ini.
Penjelasan:
Tanah tersebut saat ini tidak digunakan.
5. Berdasarkan tanggapan Perseroan nomor 9 terkait dengan CALK No. 15 – utang bank jangka pendek,
agar Perseroan dapat menjelaskan:
a. Perincian pelunasan pembayaran utang bank jangka pendek Perseroan sampai saat ini:
4
Page 5
Saldo terhutang Saldo per 30
Nama bank Jenis Fasilitas Pembayaran Penarikan Outstanding
per 31 Des 2023 April 2024
Omnibus T rade Finance 1
PT Bank Danamon Indonesia T bk 156.104.441.016 132.826.790.541 83.554.551.657 106.832.202.132 106.832.202.132
Omnibus T rade Finance 2
Letter of Credit (LC)
T rust Receipt (T R)
Clean T rust Receipt (CT R)
PT Bank UOB Indonesia Bank Garansi 83.110.946.158 82.227.225.162 79.341.005.394 80.224.726.390 80.224.726.390
T erm Loan (T L)
Revolving Credit Facility (RCF)
Foreign Exchange (FX)
Total 239.215.387.174 215.054.015.703 162.895.557.051 187.056.928.522 187.056.928.522
b. Pada tabel persyaratan perjanjian pinjaman, beberapa covenant yang disyaratkan oleh PT Bank UOB
Indonesia selaku kreditur pinjaman tidak dipenuhi yaitu tangible networth dan tangible bank borrowing
/ EBITDA. Agar Perseroan dapat menjelaskan:
i. Latar belakang Perseroan tidak memperoleh waiver atas kondisi tidak dipenuhinya covenant
tersebut.
Penjelasan:
Perseroan beranggapan bahwa Perseroan masih mampu mengelola hutang bank dan selalu
melakukan pembayaran sesuai jadwal pembayaran, juga memiliki aset jaminan untuk menjamin
hutang tersebut. Perseroan tetap berhubungan baik dengan pihak bank dalam operasi bisnis.
ii. Dampak dari tidak dipenuhinya covenant tersebut, termasuk potensi pengenaan sanksi atau
denda kepada Perseroan.
Penjelasan:
Tidak ada dampak dan potensi pengenaan sanksi atau denda kepada Perseroan mengingat
Perseroan tidak pernah gagal dalam melakukan pembayaran kembali sesuai jadwal pembayaran.
6. Berdasarkan tanggapan Perseroan nomor 14 terkait dengan CALK No. 32 – Instrumen Keuangan dan
Manajemen Risiko, Perseroan menyampaikan tabel jatuh tempo aset keuangan dan liabilitas keuangan di
mana pada tahun 2024 terdapat defisit sebesar Rp1,9 miliar dan pada tahun >2026 terdapat defisit sebesar
Rp23,2 miliar. Agar Perseroan dapat menjelaskan:
a. Mitigasi jangka pendek Perseroan untuk dapat menutupi defisit sebesar Rp1,9 miliar pada tahun 2024.
Penjelasan:
Perseroan akan menutup defisit tersebut melalui kas operasional.
b. Bagaimana upaya dan strategi Perseroan untuk dapat melakukan pelunasan utang bank jangka
panjang sebesar Rp23,2 miliar.
Penjelasan:
Utang bank jangka panjang tersebut dibayarkan secara berkala selama lima tahun melalui kas
operasional yang diperoleh dari penagihan piutang ke pelanggan.
c. Pada laporan posisi keuangan Perseroan, tidak terdapat utang bank yang disajikan sebagai utang
bank jangka panjang. Namun pada tabel yang disampaikan Perseroan tersebut, sejumlah Rp23,2
miliar dari utang bank tersebut akan jatuh tempo >2026 atau lebih dari 1 tahun. Agar dapat dijelaskan
perbedaan informasi/keterangan tersebut.
5
Page 6
Penjelasan:
Informasi yang benar adalah bahwa terdapat utang bank jangka panjang sejumlah Rp 23,2 miliar
dimana pinjaman tersebut untuk pembelian tanah yang pembayarannya akan dicicil sampai dengan
tahun 2026.
Demikian penjelasan ini kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
PT Itama Ranoraya Tbk
Viertin M.L. Tobing
Direktur
6
Names mentioned 28 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
I Gede Nyoman Yetna
p.1
unresolved
org
PT Medika Digital Solusindo. Agar
p.2
unresolved
org
PT Medika Digital Solusindo
p.2
unresolved
—
pencadangan
· Nama Pihak
p.3
unresolved
org
PT. Cakramas Sumber Makmur
p.3
unresolved
org
PT. Aayu Waras Sentosa
p.3
unresolved
org
PT. Wego Medika Indonesia
p.3
unresolved
org
PT. Jayakarta Medika Bhakti
p.3
unresolved
org
PT. Putra Karya Sentosa
p.3
unresolved
org
PT. Sarta Tiga Medika
p.3
unresolved
org
PT. Semesta Medika Indonesia
p.3
unresolved
org
PT. Nusantara Langlang Buana
p.3
unresolved
org
PT. Arna Cahaya Medika
p.3
unresolved
org
PT. Nindy Dot Indo
p.3
unresolved
org
PT. Wanbass Timur Persada
p.3
unresolved
org
PT Oneject Indonesia
p.3 ×7
unresolved
org
PT Oneject Indonesia. Penjelasan
p.3
unresolved
org
PT Oneject Indonesia. Tujuan Jangka Panjang
p.4
unresolved
org
PT Shuang Shi Indonesia. Agar
p.4
unresolved
org
PT Shuang Shi Indonesia
p.4 ×3
unresolved
org
Bank Garansi
p.5
unresolved
person
Viertin M.L. Tobing
· Direktur
p.6
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.