Skip to content
Back to announcement

20240531_RGAS_Laporan Informasi dan Fakta Material_31645152_lamp2.pdf

Other Text extracted RGAS

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 34

Page 1 OCR 0.924
PT. Kian Santang Muliatama Tbk
» JJ, Wibawa Multi, Perum Telkom Satwika Permai
Blok AS, No.8, RT.009, RW.009, Kel. Jatiluhur,Kec. Jatiasih
P

Bekasi 17425 INDONESIA

KETERBUKAAN INFORMASI

KEPADA PEMEGANG SAHAM SEHUBUNGAN DENGAN PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

PT KIAN SANTANG MULIATAMA Tbk. (“PERSEROAN”)

Keterbukaan Informasi dibuat dalam rangka memenuhi ketentuan Otoritas Jasa Keuangan ("OJK")
sebagaimana diatur di dalam Peraturan OJK No.17/POJK.4/2020 tentang Transaksi Material dan
Perubahan Kegiatan Usaha.

Jika Anda mengalami kesulitan untuk memahami informasi sebagaimana tercantum dalam
Keterbukaan Informasi ini atau ragu-ragu dalam mengambil keputusan, sebaiknya Anda berkonsultasi
dengan perantara pedagang efek, manajer investasi, penasehat hukum, akuntan publik atau

KIAN SANTANG

(KOP Kan santana
Kegiatan Usaha:

Jasa penunjang industri gas, meliputi penyediaan
produk (spare parts) serta Engineering,
Procurement and Construction (EPC).

Berkedudukan di Bekasi, Indonesia

Alamat Kantor
Jl. Wibawa Mukti II, Perum Telkom, Satwika Permai, Blok
A5 No. 8, Kel. Jatiluhur, Kec. Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa
Barat, 17425 Telepon: (021) 82748249 Website:
www.kianmulia.com Email: corsec@kianmulia.com

DIREKSI, BAIK SECARA SENDIRI-SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG
JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN DAN KELENGKAPAN INFORMASI ATAU FAKTA
MATERIAL YANG TERCANTUM DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI, DAN SETELAH
MELAKUKAN PEMERIKSAAN YANG WAJAR, MENEGASKAN BAHWA SEPANJANG
PENGETAHUAN DAN MENURUT KEYAKINAN TERBAIK MEREKA INFORMASI YANG DIMUAT
DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI ADALAH BENAR SERTA TIDAK TERDAPAT FAKTA-
FAKTA DAN INFORMASI MATERIAL DAN RELEVAN YANG JIKA TIDAK DIUNGKAPKAN ATAU
DIHILANGKAN DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI AKAN MENYEBABKAN INFORMASI
DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI MENJADI TIDAK BENAR DAN/ATAU MENYESATKAN.

Keterbukaan Informasi ini diterbitkan di Bekasi pada tanggal 31 Mei 2024,atas revisi sebelumnya
26 April 2024

Edy Nurhamid Amin
Direktur Utama

Page 2 OCR 0.935
Pi PT. Kian Santang Muliatama Tbk
JL Wibawa Mukti Il, Perum Telkom Satwika Permai
P) Blok AS, No.8, RT.008, RY/.009, Kel. Jailuhur,Kec. Jatiasih
Bekasi 17425 - INDONESIA

Hasil Studi Kelayakan

DEFINISI

: | Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Perdagangan Besar atas Dasar Balas Jasa (Fee) atau Kontrak
(KBLI 46100) No. 00008/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/V/2024
tanggal 28 Mei 2024 atas revisi laporan sebelumnya
No. 00006/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/IV/2024 16 April 2024,
serta Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Aktivitas Penunjang Tenaga Listrik Lainnya (KBLI 35129) &
Instalasi Listrik (KBLI 43211) No. 00009/2.0113-03/BS-
FS/05/0340/1/V/2024 tanggal 28 Mei 2024 atas revisi laporan
sebelumnya No. 00007/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/IV/2024
tanggal 16 April 2024.

OJK

Singkatan dari Otoritas Jasa Keuangan, yaitu lembaga yang
independen yang mempunyai fungsi, tugas dan wewenang
pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan penyidikan
kegiatan jasa keuangan di sektor pasar modal, perasuransian,
dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa
keuangan lainnya sebagaimana dimaksud dalam Undang-
Undang No. 21 tahun 2011 tanggal 22 November 2011 tentang
Otoritas Jasa Keuangan yang merupakan badan pengganti
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan yang
mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 2013.

POJK No. 15/POJK.04/2020

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan
Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka

POJK No. 17/POJK.04/2020

Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor
17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha.

Perseroan

Berarti badan hukum yang akan melakukan Emisi yang dalam
hal ini adalah PT Kian Santang Muliatama Tbk., berkedudukan
di Bekasi, suatu perseroan terbatas yang didirikan menurut dan
berdasarkan hukum dan undang-undang Negara Republik
Indonesia.

| Penambahan KBLI

Berarti penambahan kegiatan usaha baru di dalam

Perseroan,yaitu:

a. KBLI 35129 (Aktivitas Penunjang Tenaga Listrik Lainnya)

b. KBLI 43211 (Instalasi Listrik)

Cc. KBLI 46100 (Perdagangan Besar Atas Dasar Balas Jasa)
(FEE)

Nay

Page 3 OCR 0.948
PT. Kian Santang Muliatama Tbk
JI, Wibawa Mukti Perum Telkom Satwika Permai

Blok A5, No.8, RT.000, RW.009, Kel. Jatiluhur,Kec. Jatiasih
Bekasi 17425 INDONESIA

|. PENDAH

AN

Keterbukaan Informasi kepada para Pemegang Saham Perseroan ini (“Keterbukaan Informasi")
memuat informasi mengenai Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan sebagaimana dimaksud dalam
POJK No. 17/POJK.04/2020 yang diwajibkan untuk memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang
Saham berupa penambahan bidang usaha baru sebagaimana tersebut di dalam definisi Penambahan
KBLI di pembukaan Keterbukaan Informasi ini yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal
04 Juni 2024 (“RUPS”).

Sehubungan dengan hal-hal sebagaimana disebutkan di atas, Direksi Perseroan mengumumkan
Keterbukaan Informasi ini melalui situs web Perseroan, situs web Bursa Efek Indonesia, dan situs web
penyedia e-RUPS dengan maksud untuk memberikan informasi maupun gambaran yang lebih lengkap
kepada para Pemegang Saham Perseroan mengenai rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
Perseroan juga menyediakan data mengenai Penambahan Kegiatan Usaha kepada pemegang saham
sejak saat Pengumuman RUPS serta dokumen pendukung kepada OJK dengan ketentuan
sebagaimana diatur dalam POJK No. 17/POJK.04/2020.

Keterbukaan Informasi ini menjadi dasar pertimbangan bagi para pemegang saham Perseroan untuk
memberikan persetujuan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha dalam hal ini berupa
Penambahan KBLI yang akan diusulkan oleh Perseroan kepada RUPS.

II. URAIAN SINGKAT MENGENAI PERSEROAN

1. Riwayat Singkat Perseroan

PT Kian Santang Muliatama Tbk ("Perseroan") didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 634, tanggal 28
November 2018 dari Artisa Khamelia Ramadayanti, S.H., M.Kn., Notaris di Bekasi. Akta Pendirian
Perusahaan tersebut telah memperoleh pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia melalui Surat Keputusan No. AHU-0057381.AH.01.01.Tahun 2018, tanggal 1
Desember 2018 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan pada Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia di bawah No. AHU-0162290.AH.01.11.Tahun 2018, tanggal 1
Desember 2018.

Perseroan berstatus perusahaan terbuka (public company) sejak tahun 2023. Perseroan didirikan serta
menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia dalam bidang perdagangan besar mesin peralatan dan
perlengkapan lainnya, instalasi mekanikal, serta jasa Engineering, Procurement, and Construction
(EPC) dalam industri minyak dan gas.

Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Perseroan ialah
berusaha dalam bidang Pembangunan (Kontraktor), Perdagangan, Industri, Jasa dan Pengangkutan.
Seiring dengan perkembangannya, kegiatan usaha Perseroan yang benar-benar dijalankan saat ini

adalah Perdagangan Besar Mesin Peralatan dan Perlengkapan Lainnya, Instalasi Mekanikal, Instalasi
Minyak dan Gas.

Perseroan akan melakukan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan yang dimintakan
persetujuannya dalam RUPS berupa penambahan kegiatan usaha baru. Penambahan kegiatan usaha
baru tersebut adalah penambahan KBLI 35129 yaitu Aktivitas Penunjang Tenaga Listrik Lainnya, KBLI
43211 yaitu Instalasi Listrik dan KBLI 46100 yaitu Perdagangan Besar Atas Dasar Balas Jasa (FEE)
yang ketentuannya telah disesuaikan dengan Peraturan Perundang-undangan yang mengatur
mengenai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI 2020”).

2. Kegiatan Usaha Perseroan

Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan, Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Perseroan ialah
berusaha dalam bidang Pembangunan (Kontraktor), Perdagangan, Industri, Jasa dan Pengangkutan.
Seiring dengan perkembangannya, kegiatan usaha Perseroan yang benar-benar dijalankan saat ini
adalah Perdagangan Besar Mesin Peralatan dan Perlengkapan Lainnya, Instalasi Mekanikal, Instalasi

8
| 2

Page 4 OCR 0.909
PT. Kian Santang Muliatama Tbk
/) Jl. Wibawa Mukti Il, Perum Telkom Satwvika Permai

Biok AS, No.8, RI.009, RW008, Kol Jaliluhus.Kec: Jatiasih

Bekasi 17425-INDONESIA

Minyak dan Gas. Kegiatan Usaha Perseroan berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan adalah sebagai
berikut:

Industri Pipa Plastik dan Perlengkapannya (KBLI 22230):

Perdagangan Besar Mesin, Peralatan dan Perlengkapan Lainnya (KBLI 46599):
Perdagangan Besar Barang Bekas dan Sisa-sisa Tak Terpakai (Scrap) (KBLI 46696):
Konstruksi Bangunan Sipil Pengolahan Air Bersih (KBLI 42202),

Industri Pompa Lainnya, Kompresor, Kran, dan Klep/Katup (KBLI 28130):

Konstruksi Bangunan Sipil Minyak dan Gas Bumi (KBLI 42915),

Instalasi Minyak dan Gas (KBLI 43223),

Jasa Kalibrasi/Metrologi (KBLI 71205),

Industri Alat Ukur dan Alat Uji Manual (KBLI 26511).

Instalasi Mekanikal (KBLI 43291):

Perdagangan Besar Bahan Bakar Padat, Cair dan Gas dan Produk YBDI (KBLI 4661 0):
Reparasi Alat Ukur, Alat Uji dan Peralatan Navigasi Dan Pengontrol (KBLI 33131):
Industri Alat Ukur dan Alat Uji Elektronik (KBLI 26513),

Industri Alat Ukur dan Alat Uji Elektrik (KBLI 26512),

Konstruksi Gedung Industri (KBLI 41013):

Konstruksi Bangunan Sipil Elektrikal (KBLI 42204).

LAN Rat onta ta Naa

Dari daftar di atas, kegiatan usaha yang saat ini telah benar benar dijalankan adalah Perdagangan
Besar Mesin Peralatan dan Perlengkapan Lainnya, Instalasi Mekanikal, Instalasi Minyak dan Gas.
Kegiatan usaha tersebut telah sesuai dengan kode KBLI 46599, KBLI 43291, KBLI 43223, dan KBLI
33131.

Selanjutnya Perseroan akan melakukan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan yang
dimintakan persetujuannya dalam RUPS berupa penambahan kegiatan usaha baru. Penambahan
kegiatan usaha baru tersebut adalah penambahan KBLI 35129 yaitu Aktivitas Penunjang Tenaga
Listrik Lainnya dan KBLI 43211 yaitu Instalasi Listrik, 46100 yaitu Perdagangan Besar Atas Dasar
Balas Jasa (FEE) yang ketentuannya sudah disesuaikan dengan Peraturan Perundang-undangan
yang mengatur mengenai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI 2020”).

3. Struktur Permodalan

Rincian struktur permodalan Perseroan berdasarkan laporan Biro Administrasi Efek (BAE) tanggal 8
Mei 2024 adalah sebagai berikut:

Nominal Rp40 per Saham

umlah Saham .

atkan dan
Kepemilikan (

setor Penul

1. Ir. Agus Salim 253.125.000 17,35 10.125.000.000
2. Edy Nurhamid Amin 210.937.500 14,46 8.437.500.000
3. Taufik Dwicahyono 210.937.500 14,46 8.437.500.000
4.  Fadjar Tri Ananda 168.750.000 11,56 6.750.000.000
5. PT Kian Megah Investama 140.625.000 9,64 5.625.000.000
6. PT Platinum Berkah Abadi 140.625.000 9,64 5.625.000.000
7. Masyarakat 334.200.000 22,90 13.368.000.000

Total 1.459.200.000 100,00 58.368.000.000

Naa

Page 5 OCR 0.927
Lp PT. Kian Santang Muliatama Tbk
Jl Wibawa Mukti, Perum Telkom Satvika Pemai
Bekasi 17425 - INDONESIA

4. Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan

Susunan pengurus Perseroan pada tanggal 31 Desember 2023 berdasarkan Laporan Keuangan
Perseroan Audited 2023 adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama : Irvan Surya Dewantara
Komisaris Independen : Richard Leonardus
Adikarta

Dewan Direksi

Direktur Utama : Edy Nurhamid Amin
Direktur : Sutarno

Direktur : Fadjar Tri Ananda

NI. RINGKASAN LAPORAN PENILAI

Ringkasan Studi Kelayakan berdasarkan Laporan No. 00008/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/V/2024
tanggal 28 Mei 2024 atas revisi Laporan No. 00006/2.0113-03/BS-FS/05/0340/4/IV/2024 tanggal
16 April 2024 dan No. 00009/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/V/2024 tanggal 28 Mei 2024 atas revisi
Laporan No. 00007/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/IV/2024 tanggal 16 April 2024.

Perseroan telah menunjuk KJPP Syarif, Endang & Rekan, sebagai Penilai Independen untuk
penyusunan studi kelayakan atas rencana penambahan kegiatan usaha berupa penambahan
Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) oleh Perseroan dengan tanggal pisah batas (cut
off date) adalah per 31 Desember 2023.

Maksud dan Tujuan

Mengkaji kelayakan bisnis sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha, untuk
memenuhi ketentuan-ketentuan sebagaimana diatur dalam POJK 17/2020 (untuk selanjutnya disebut
“Rencana Transaksi”).

Asumsi-Asumsi dan Kondisi Pembatas

Dalam menyusun Laporan Studi Kelayakan atas Rencana Transaksi, kami menggunakan

beberapa asumsi dan kondisi pembatas antara lain:

# Laporan Studi Kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion,

» Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam studi kelayakan:

# Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia
untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan,

# Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen dengan
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty),

» Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan penilaian studi kelayakan dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan,

# Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang
dapat mempengaruhi operasional perusahaan,

» Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan:

# Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum obyek studi kelayakan dari pemberi tugas.

Dari Kajian Kelayakan Pasar, pangsa pasar untuk produk dan jasa Perseroan adalah sektor minyak
dan gas bumi. Sumber daya alam minyak bumi dan gas (SDA migas) merupakan salah satu sumber

5

"1

Page 6 OCR 0.954
PT. Kian Santang Muliatama Tbk
// Jl. Wibawa Mukti Il, Perum Telkom Satwika Permai

Blok A5, No.8, RT.009, RW.009, Kel. Jatiluhur,Kec. Jatiasih

Bekasi 17425 - INDONESIA.

daya alam yang berlimpah di Indonesia dan merupakan salah satu komoditi ekspor penambah devisa
negara yang potensial. Pada sektor migas, usaha jasa konstruksi merupakan salah satu kegiatan
usaha penunjang yang berperan dalam pekerjaan bangunan atau konstruksi kegiatan hulu hingga hilir
migas. Jasa konstruksi migas terdiri dari jasa perencanaan konstruksi termasuk rancang bangun dan
rekayasa (design engineering), pelaksanaan konstruksi (EPC, instalasi dan komisioning), serta
pengawasan konstruksi yang salah satu kebutuhan infrastrukturnya adalah infrastruktur kelistrikan.

Peluang pekerjaan jasa konstruksi dan instalasi listrik sebagai penunjang sektor migas terbuka luas
beriringan dengan permintaan, perkembangan, dan target pembangunan situs minyak dan gas
berdasarkan ketersediaan cadangan migas. Minyak dan gas bumi masih merupakan energi yang
mendominasi dalam penggunaan energi nasional, maka beberapa upaya peningkatan cadangan
minyak dan gas bumi masih terus dilakukan seperti memperluas area pencarian cadangan minyak dan
gas bumi dengan melakukan pengeboran eksplorasi dan survei seismik serta studi G&G. Semakin

masif kegiatan eksplorasi yang dilakukan, peluang ditemukannya potensi SDA migas akan semakin
besar.

Sehubungan permintaan energi dari sektor migas yang masih tinggi, dan kebutuhan layanan terkait
tenaga listrik di berbagai sektor industri, komersial, dan residensial, Perseroan memiliki peluang besar
untuk menawarkan beragam layanan penunjang seperti konstruksi dan instalasi infrastruktur
kelistrikan, perawatan peralatan listrik, konsultasi energi, dan manajemen pemeliharaan di cakupan
pemerintahan, industri jargas dan perminyakan, maupun kebutuhan rumah tangga. Pangsa pasar
untuk kegiatan usaha baru Perseroan (KBLI 35129 dan KBLI 43211) adalah perusahaan-perusahaan
BUMN serta entitas anaknya yang bergerak dalam industri minyak dan gas, serta perusahaan swasta
lainnya yang membutuhkan instalasi dan pengadaan infrastruktur listrik.

Berdasarkan hal tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha pada
aspek pasar adalah layak.

Dari Kajian Kelayakan Teknis, dalam kegiatan usaha kelistrikan yang akan dijalankan Perseroan
tidak terkait langsung dengan kapasitas. Hal ini karena kegiatan usaha Perseroan berupa jasa bidang
kelistrikan dan pengadaan yang dalam pelaksanaannya dapat dipenuhi oleh vendor yang bekerja
sama dengan Perseroan. Untuk pelayanan sepanjang masih dapat ditangani oleh sumber daya yang
ada, Perseroan akan mengoptimalkan dari sumber daya intemal yang tersedia. Selanjutnya ketika
terdapat pemesanan yang melebihi kemampuan internal maka Perseroan akan menambah kapasitas
dengan bekerja sama dengan vendor lain. Dalam kegiatan operasionalnya, tidak ada teknologi khusus
yang dipersiapkan untuk menjalankan kegiatan usaha barunya. Serta, Perseroan telah memiliki
beberapa tenaga ahli yang kompeten di bidangnya sebagai penunjang kegiatan usaha Perseroan.

Alur operasional kegiatan usaha Perseroan dimulai dari pelaksanaan koordinasi internal untuk
menyusun program secara menyeluruh. Kemudian dilakukan rekayasa dengan pengecekan hasil
perhitungan, gambar, dan dokumen lain yang telah disusun sebelum diimplementasikan. Selanjutnya
dilakukan pengadaan bahan, material, peralatan dan sub kontrak yang diperlukan, dan setelahnya
Perseroan akan memulai tahap pekerjaan konstruksi secara keseluruhan hingga tahap uji coba dan
uji operasi (testing & commissioning), sesuai dengan rencana yang telah ditentukan seperti yang
tertuang dalam jadwal pelaksanaan. Selama masa kontrak, pengawas proyek akan selalu memonitor
dan mengontrol kegiatan proyek.

Berdasarkan hal tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha pada
aspek teknis adalah layak.

Dari Kajian Kelayakan Pola Bisnis, keunggulan kompetitif utama yang saat ini dimiliki oleh
Perseroan, yaitu Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi sehingga produk Perseroan
dapat bersaing dan lebih berpotensi memenuhi kriteria untuk proyek yang menyaratkan TKDN tertentu,
kualitas produk Perseroan memiliki efisiensi penggunaan yang spesifik, mudah dirakit dan digunakan,
serta berkualitas tinggi, dan Perseroan berkomitmen untuk memberikan produk dan layanan yang
berkualitas kepada pelanggan. Keunggulan kompetitif Perseroan terkait kegiatan usaha baru adalah
efisiensi operasional. Perseroan telah memiliki pengalaman dan SDM yang kompeten untuk
menjalankan proyek dengan cara yang paling hemat biaya dan waktu namun dengan tetap
mempertahankan standar kualitas yang tinggi. Efisiensi ini akan dicapai dengan manajemen proyek

6
P,

|&

Page 7 OCR 0.946
PT. Kian Santang Muliatama Tbk
#) Jl. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika Permai

Blok AS, No.9, RT.009, RW.009, Kel. Jatiluhur,Kec. Jatiasih

Bekasi 17425 - INDONESIA.

yang efektif serta penggunaan teknologi yang meningkatkan perencanaan dan pengelolaan proyek.
Perseroan juga memiliki komitmen dalam memahami kebutuhan unik dari pelanggan sehingga dapat
memberikan pelayanan yang sangat sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pelanggan.

Kemungkinan pesaing dalam bidang usaha baru yang ditambahkan masih relatif rendah, namun
terdapat risiko pesaing-pesaing baru yang masuk ke pasar dapat mencontoh/meniru jasa yang
diberikan dari penambahan kegiatan usaha Perseroan. Upaya mitigasi yang dapat dilakukan oleh
Perseroan adalah mempertahankan kepuasan pelanggan agar menjadi loyal, meningkatkan kualitas
produk dan layanan, serta melakukan penelitian, pengembangan, serta inovasi produk dan layanan.
Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan nilai yaitu
menambah kegiatan usaha baru dengan cakupan yang lebih luas dengan mempertimbangkan
kesinambungan dari permintaan pasar, menambah sumber pendapatan baru, dan meningkatkan serta
memberikan tambahan laba untuk meningkatkan kinerja keuangan Perseroan.

Berdasarkan hal tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha pada
aspek bisnis adalah layak.

Dari Kajian Kelayakan Model Manajemen, saat ini Perseroan memiliki karyawan berjumlah 24 orang,
termasuk 3 di antaranya adalah tenaga ahli di bidang kelistrikan. Dalam menjalankan kegiatan usaha
barunya, Perseroan menggunakan tenaga kerja yang sudah ada baik tenaga ahli, tenaga produksi,
tenaga sales & marketing dan tenaga finance & accounting, dalam hal ini kebutuhan Perseroan untuk
kegiatan usaha baru adalah 10 tenaga kerja yang dialokasikan sesuai dengan kompleksitas proyek.
Melihat pekerjaan EPC dari proyek perminyakan dan gas bumi yang telah selesai dilaksanakan
Perseroan sebelumnya, Perseroan memiliki kapasitas dan mampu dalam membentuk serta
menetapkan tenaga ahli dan personel utama dengan kualifikasi sesuai dengan persyaratan yang
diminta oleh perusahaan pelanggan. Terkait Hak Atas Kekayaaan Intelektual, manajemen
berkomitmen untuk menghormati paten yang dimiliki oleh pihak lain karena salah satu kegiatan utama
Perseroan ialah perusahaan yang bergerak di bidang distributor yang juga melayani instalasi barang
yang didistribusikannya.

Dalam menjalankan usahanya, Perseroan menghadapi beberapa risiko yang dapat memengaruhi
kinerja Perseroan. Risiko utama yang dihadapi Perseroan antara lain:

1) Risiko Ekonomi

2) Risiko Persaingan Usaha

3) Risiko Pemasok dan OEM

4) Risiko Kecelakaan Kerja

5) Risiko Teknologi

6) Risiko Tenaga Kerja

7) Risiko Cuaca dan Bencana Alam

Upaya Perseroan dalam mencegah dan meminimalisir dampak maupun kerugian akibat potensi risiko
Utama adalah dengan menerapkan strategi mitigasi risiko yang efektif dengan identifikasi, evaluasi,
dan pengendalian risiko yang sesuai.

Berdasarkan hal tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha pada
aspek manajemen adalah layak.

Dari Kajian Kelayakan Keuangan, untuk penambahan kegiatan usaha atas KBLI 35129 yaitu
Aktivitas Penunjang Tenaga Listrik Lainnya dan KBLI 43211 yaitu Instalasi Listrik terdapat pembiayaan
Investasi dan modal kerja tambahan yang akan dimulai pada tahun 2024 sebesar Rp1.487.500.000,-.
Pembiayaan investasi tambahan untuk kegiatan usaha baru bersumber penuh (100,0096) dari modal
sendiri sebesar Rp887.500.000,-, serta pembiayaan modal kerja bersumber dari pinjaman bank
sebesar 30,004 atau Rp180.000.000,- dan modal sendiri sebesar 70,004 atau Rp420.000.000,-
dengan total sebesar Rp600.000.000,-. Pinjaman modal kerja yang bersumber dari pinjaman bank
akan diajukan kepada Bank Syariah Indonesia (BSI) setelah mendapat persetujuan dari RUPS.

Berdasarkan proyeksi keuangan atas adanya penambahan KBLI baru, modal kerja khusus untuk KBLI
baru yang dibutuhkan pada tahun 2024 sampai dengan tahun 2030 berturut-turut adalah sebesar

Rp196,74 juta, Rp421,89 juta, Rp452,17 juta, Rp474,77 juta, Rp498,51 juta, Rp523,43 juta, dan
Rp549,61 juta.

7
£

Page 8 OCR 0.919
| “4g PT. Kian Santang Muliatama Tbk
P) JL Wibawa Mu Perum Tekom Satvika Permai
Blok AS No.8, RLODO, RWDOO, Kat JalluhurKee, Jatiasih
Bekas 11425 MOONESIA

Dalam menjalankan kegiatan usaha baru, diasumsikan biaya operasional Perseroan adalah sebesar
Rp164,39 juta dan naik sampai Rp434,57 juta pada tahun 2030. Sementara itu, Periode proyeksi
dimulai tahun 2024 hingga tahun 2030. Struktur pendapatan Perseroan juga diasumsikan mengalami
peningkatan dari tahun 2024 yang sebesar Rp5,00 miliar naik menjadi Rp6,70 miliar di tahun 2030
dengan beban pokok pendapatan sebesar Rp2,16 miliar sampai Rp5,78 miliar pada tahun 2030.
Beban usaha perseroan juga diasumsikan mengalami peningkatan sebesar Rp164,39 juta pada tahun
2024 dan naik menjadi Rp434,57 juta pada tahun 2030. Tarif pajak PPh final diasumsikan sebesar
2,65o. Beban bunga bank yang digunakan terdiri dari hutang bank KI (Kredit Investasi) dan KMK
(Kredit Modal Kerja) yang masing-masing sebesar 9,244 dan 8,989b. Pinjaman modal kerja yang
bersumber dari bank akan diajukan pada Bank Syariah Indonesia (BSI) setelah mendapat persetujuan
dari RUPS.

Selama tahun 2024—2030, total aset diproyeksikan mengalami kenaikan. Pada tahun 2024, total aset
diproyeksikan sebesar Rp833,65 juta yang kemudian mengalami kenaikan hingga menjadi sebesar
Rp3,28 miliar pada tahun 2030. Sementara itu, selama tahun 2024-2030, total pendapatan juga
diproyeksikan mengalami kenaikan. Pada tahun 2024, total pendapatan diproyeksikan sebesar Rp2,50
miliar yang kemudian mengalami kenaikan hingga menjadi sebesar Rp6,70 miliar pada tahun 2030.
Kemudian, kas dan setara kas, secara umum diproyeksikan mengalami peningkatan hingga akhir
periode. Kas dan setara kas pada awal periode adalah Rp226,72 juta hingga akhir periode proyeksi
adalah sebesar Rp1,48 miliar.

Rata-rata Break Even Point Perseroan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha selama periode
proyeksi 2024—2028 sebesar Rp2,62 miliar. Sementara itu, diproyeksikan bahwa penambahan
kegiatan usaha memiliki dampak positif yang signifikan pada rasio profitabilitas, dimana selama tahun-
tahun proyeksi rata-rata operating profit margin dan net profit margin masing-masing sebesar 7,414
dan 4,50Yo. Kemudian, rasio ROI Perseroan pada tahun 2024—2030 diproyeksikan akan meningkat
setiap tahunnya seiring dengan peningkatan laba bersih dan total investasi Perseroan. Perseroan
diproyeksikan mencatatkan rata-rata ROI sebesar 11,0155.

Berdasarkan analisis kelayakan, menunjukkan bahwa penambahan kegiatan usaha oleh Perseroan
memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut:

e Net Present Value (NPV) » 0 — Layak
NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp2.391.374.000,-. Dengan demikian, hasil NPV yang positif
atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan keuntungan.

@ Internal Rate of Retum (IRR) » Discount Rate — Layak
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 47,056. Hasil IRR berada di atas tingkat discount rate yang
sebesar 11,87”o. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena
keuntungan lebih besar dari biaya modal (cost of capital) yang diasumsikan.

e Profitability Index (PI) 2 1 — Layak
PI yang diperoleh adalah sebesar 2,19348. Dengan demikian, hasil PI yang lebih dari 4
menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan keuntungan dari pengeluaran
investasi yang dilakukan.

# Payback Period (PP)
PP yang diperoleh adalah 5 tahun dan 1 bulan. Dengan demikian, Perseroan mampu
mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 5 tahun dan 1 bulan.

Dari analisis sensitivitas, kenaikan struktur biaya merupakan faktor yang paling sensitif terhadap
kelayakan usaha.

Berdasarkan analisis keuangan yang telah dilakukan Penilai, maka dapat kami simpulkan bahwa
penambahan kegiatan usaha pada aspek keuangan adalah layak.

Isa Kelayakan Usaha Perdagangan Besar Atas Das: Fee, u Kontrak (KBLI
46100)

Dari Kajian Kelayakan Pasar, Dapat dilihat bahwa ekonomi Indonesia tumbuh lebih baik dari
prakiraan. Pada triwulan IV 2023 pertumbuhan tercatat sebesar 5,0446 (yoy), meningkat dari 4,94
(yoy) pada triwulan sebelumnya sehingga secara keseluruhan tahun 2023 mencapai 5,054 (yoy).

8

,

Page 9 OCR 0.920
I ig Gp, PT. Klan Santang Muliatama Tbk
£ p 8. Wibawa MuKi, Perum Telkom Satsika Pariai
Blak A5, No.8, RT.O09, RW.009, Kel. Jalitukus,Kec. Jatiasih
Bekas 17429 INDONESIA

Perseroan dalam melaksanakan kegiatan usahanya berfokus pada sektor minyak dan gas bumi di
Indonesia, mengambil kesempatan dari kellmpahan Sumber Daya Alam Migas (SDA migas) di negara
ini. Industri konstruksi migas menjadi bagian penting datam rangkalan kegiatan dari hulu hingga hilir
migas, mencakup perencanaan konstruksi, pelaksanaan konstruksi, hingga pengawasan. Potensi
pasar jasa konstruks! migas sangat terbuka seiring dengan perkembangan Industri minyak dan gas
yang membutuhkan fasilitas konstruksi yang andal.

Penyelenggaraan usaha gas bumi Perseroan juga bertujuan untuk memberikan kontribusi maksimal
bagi perekonomian nasional serta memperkuat posist industri dan perdagangan Indonesia. Dukungan
dari program pemerintah, seperti Peraturan Menteri ESDM Nomor 06 tahun 2016, memberikan arah
yang jelas dalam pengelolaan gas bumi untuk kebutuhan dalam negeri, terutama untuk industri,
kawasan industri, pembangkit Ilstrik, transportasi, dan rumah tangga.

Peningkatan penggunaan gas dalam negeri, tercatat sebesar 9,296 dalam periode 2015-2019,
menunjukkan kesempatan yang signifikan untuk produk-produk gas, terutama dengan pengalihan
ekspor gas ke dalam negeri setelah berakhirnya kontrak ekspor ke Korea (1998-2017) dan Taiwan
(1998-2017). Peningkatan konsumsi LPG, terutama setelah program konversi minyak tanah ke LPG
pada tahun 2007, menunjukkan potensi pasar yang terus berkembang. Program konversi BBM ke
Bahan Bakar Gas (BBG) juga menjadi dorongan bagi permintaan terhadap LPG 3 kg. Volume LPG
terus meningkat dari 5,57 juta ton pada tahun 2015 menjadi 6,84 juta ton pada tahun 2019.

Sebagai sole agent atau distributor tunggal untuk produk-produk penunjang gas dalam industri migas,
Perseroan bertujuan untuk memberikan layanan terbaik kepada pengguna dan konsumen. Dengan
fokus pada Industri minyak dan gas di Indonesia, Perseroan menegaskan komitmennya untuk menjadi
mitra terpercaya yang menyediakan produk berkualitas tinggi dan layanan yang andal.

Potensi pasar Perseroan didukung oleh pertumbuhan konsumsi energi alternatif seperti BioGas, LPG,
dan Electricity yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Kontribusi Natural Gas dalam industri
menunjukkan stabilitas yang menjanjikan permintaan yang terus konsisten. Perseroan menargetkan
Kementerian, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau anak usaha BUMN, serta perusahaan swasta
lainnya yang bergerak di industri migas. Dengan membidik industri minyak dan gas di Indonesia,
Perseroan menunjukkan strategi yang terarah dalam mengembangkan usahanya. Sasaran pasar
Perseroan yang berfokus secara nasional menandakan komitmen untuk menjadi sole agent yang
memberikan solusi terbaik bagi industri minyak dan gas di dalam negeri.

Kemudian, dari penambahan kegiatan usaha, Perseroan diproyeksikan mencatatkan tambahan laba
bersih sebesar Rp147,63 juta pada tahun 2024, Rp361,95 juta pada tahun 2025, Rp376,87 jula pada
tahun 2026, Rp392,88 juta pada tahun 2027, Rp409,96 juta pada tahun 2028, Rp428,23 juta pada
tahun 2029, dan Rp451,73 juta pada tahun 2030. Sementara itu, untuk strategi pemasaran yang akan
dilakukan Perseroan adalah pendekatan persuasif, partisipasi dalam tender, serta kegiatan sosialisasi
untuk memperluas jaringan dan menjangkau target pasar yang lebih luas.

Dengan analisis pasar tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha pada
aspek kelayakan pasar adalah layak.

Dari Kajian Kelayakan Teknis, dapat dipahami bahwa dalam hal penambahan kegiatan usaha sesuai
dengan KBLI 46100, yakni Perdagangan Besar Atas Dasar Balas Jasa (Fee) Atau Kontrak, Perseroan
tidak memiliki kapasitas produksi yang spesifik karena Perseroan hanya bergerak sebagai distributor
tunggal atau sole agent.

Perseroan dalam hal ini, memiliki kapasitas yang mencukupi untuk menyediakan diantaranya adalah
Ultrasonic Meter (USM), Turbine Meter, Electric Volume Corrector (EVC), Orrifice Meter, dan Gas
Regulator dengan stok sebagai berikut:

- Ultrassonic Meter (USM) 10 inch merk RMS sebanyak ? unit

- Turbine Meter 2 inch merk RMG sebanyak 3 unit

- Turbine Meter 3 inch merk RMG sebanyak 12 unit

- Turbine Meter 4 inch merk RMG sebanyak 4 unit

- Turbine Meter 6 inch merk RMG sebanyak 2 unit

- Electric Volume Corrector (EVC) merk RMG sebanyak 4 unit

9
£

Page 10 OCR 0.947
Jd Yg PT. Kian Santang Muliatama Tbk
Jl. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika Permai
PP, Dl Ha Ka aa Kadas Jutaan
Bekasi 17428” INDONESIA

- Gas Regulator 1 inch (ANSI 150) merk Tormene sebanyak 4 unit
- Gas Regulator 2 inch (ANSI 150) merk Tormene sebanyak 2 unit
- Gas Regulator 2 inch (ANSI 300) merk Tormene sebanyak 2 unit
- Orrifice Meter merk Canalta dengan stok yang dinamis sesuai dengan pesanan

Dengan waktu pemesanan selama 14—16 minggu, yang berarti Perseroan dapat memenuhi
permintaan sekurang-kurangnya 2 proyek per bulan.

Dikarenakan Perseroan merupakan perusahaan yang tidak bergerak di bidang manufaktur, maka
Perseroan dalam hal ini tidak terlibat dalam pengolahan bahan baku mentah.

Sementara itu, Perseroan dalam menjalankan kegiatan usaha telah memiliki 24 orang karyawan yang
didalamnya sudah termasuk 1 orang tenaga ahli sebagai Product Specialist di bidang perdagangan
besar dan terbagi menjadi beberapa posisi seperti Direksi, HSE, Manajer, Legal, Finance, Marketing
& Sales, Engineer, dan Support. Kemudian, dalam penambahan kegiatan usaha Perdagangan Besar
Atas Dasar Balas Jasa (Fee) Atau Kontrak (KBLI 46100) kebutuhan Perseroan adalah 13 tenaga kerja.
Perseroan tidak memiliki rencana untuk menambah jumlah karyawan baru. Karyawan yang sudah ada
dianggap cukup untuk menangani pekerjaan secara normal sesuai dengan kebutuhan saat ini. Namun,
apabila terdapat proyek baru yang memerlukan posisi teknisi tambahan, Perseroan akan melakukan
perekrutan karyawan tambahan untuk posisi tersebut. Perekrutan karyawan tambahan ini tidak akan
bersifat permanen, melainkan akan dilakukan secara proyek-per-proyek. Artinya, karyawan yang
direkrut akan bekerja untuk proyek tertentu dan tidak sebagai karyawan tetap Perseroan. Hal ini
dilakukan untuk menjaga efisiensi dan fleksibilitas dalam pengelolaan sumber daya manusia
Perseroan, sekaligus mengoptimalkan penggunaan tenaga kerja yang ada.

Terkait penambahan kegiatan usaha Perdagangan Besar Atas Dasar Balas Jasa (Fee) Atau Kontrak,
Perseroan telah memiliki karyawan yang sudah existing dan tidak berencana menambah karyawan
baru. Namun, dalam melaksanakan kegiatan usaha Perseroan memiliki tenaga ahli seperti Bapak
Muhammad Wildan Muhlizah yang memiliki jabatan sebagai product specialist dan memiliki
pengalaman dalam mengerjakan beberapa proyek seperti Pengadaan Konverter Kit ERGAS (KSM),
Pengadaan Regulator Gas Rumah Tangga (KSM), dan Pengadaan Material Electrofusion Fitting
(KSM).

Dalam menjalankan kegiatan usaha Perdagangan Besar Atas Dasar Balas Jasa (Fee) Atau Kontrak
(KBLI 46100), Perseroan tidak memiliki proses produksi sendiri karena fokus pada distribusi produk-
produk yang diproduksi oleh pihak ketiga sebagai pemasok (supplier) atau Original Eguipment
Manufacturer (OEM). Dengan demikian, Perseroan berperan sebagai perantara yang menghubungkan

antara produsen dengan konsumen akhir, khususnya dalam industri jasa penunjang untuk minyak dan
gas.

Alur bisnis Perseroan dimulai dari masa tender dimana Perseroan melakukan penawaran terhadap
proyek yang tersedia. Kemudian pada tahap pelaksanaan proyek, Perseroan bekerja sama dengan
pihak-pihak terkait untuk mengkoordinasikan segala aspek yang diperlukan, termasuk pengadaan
material, pengelolaan tenaga kerja, serta memastikan proyek berjalan sesuai dengan jadwal yang telah
ditetapkan. Terakhir, dalam tahap pemeliharaan, Perseroan melakukan pengecekan terhadap hasil
kerja proyek yang telah diserahkan kepada pemberi tugas.

Dengan analisis teknis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha pada
aspek kelayakan teknis adalah layak.

Dari Kajian Kelayakan Pola Bisnis, dapat diketahui bahwa keunggulan kompetitif utama yang saat
ini dimiliki oleh Perseroan, yaitu Perseroan merupakan sole agent atau distributor tunggal yang
mendagangkan produk-produk jasa penunjang untuk industri minyak dan gas. Hal ini berarti Perseroan
memiliki eksklusivitas dalam menyediakan produk-produk yang sangat dibutuhkan oleh industri ini.
Keberadaan sebagai sole agent memberikan Perseroan posisi yang unik dan strategis dalam pasar,
memungkinkan untuk memberikan pelayanan yang konsisten dan berkualitas kepada pelanggan.
Selain itu, Perseroan juga merupakan salah satu perusahaan terbuka (public company), yang berarti
saham-saham Perseroan diperdagangkan di pasar modal dan menjadi akses terbuka bagi investor
untuk berpartisipasi dalam kepemilikan perusahaan. Kehadiran sebagai perusahaan terbuka memiliki

10

|&

Page 11 OCR 0.947
PT. Kian Santang Muliatama Tbk
JI. Wibawa Mutti Il, Perum Telkom Satwika Permai

Blok AS, No.8, RT.009, RW.009, Kel. Jatiluhur, Kec. Jatiasih
Bekasi 17425 INDONESIA

sejumlah keuntungan, di antaranya adalah meningkatkan transparansi dalam pengelolaan
perusahaan, memperluas akses terhadap sumber-sumber pendanaan, serta meningkatkan citra dan
kepercayaan dari masyarakat umum serta para stakeholder. Perseroan juga telah memiliki karyawan
dan tim manajemen yang sangat kompeten serta memiliki pengalaman yang tinggi dalam industri,
sehingga mampu menjalankan operasional perusahaan dengan efektif dan efisien. Selain itu,
perseroan juga didukung oleh vendor yang kuat dan terpercaya, serta menyediakan produk-produk

yang berkualitas tinggi, inovatif, dan kompetitif, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar dengan
baik.

Sementara itu, Dalam industri perdagangan besar produk-produk jasa penunjang untuk industri minyak
dan gas, kemampuan pesaing untuk meniru produk atau usaha Perseroan memang merupakan faktor
yang perlu diperhatikan. Sebagai perusahaan yang menjadi sole agent atau distributor tunggal produk-
produk tertentu, Perseroan memiliki keunggulan dalam hal akses eksklusif terhadap produk-produk
tersebut. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa pesaing juga dapat berusaha meniru produk atau
layanan yang ditawarkan oleh Perseroan.

Untuk memitigasi potensi peniruan, Perseroan perlu memperkuat beberapa strategi perlindungan,

diantaranya:

- Kerahasiaan Informasi: Menjaga kerahasiaan terhadap informasi strategis mengenai produk-
produk, proses distribusi, serta strategi pemasaran yang dapat menjadi keunggulan Perseroan.

— Inovasi: Terus melakukan inovasi dalam produk atau layanan yang ditawarkan terhadap preferensi
pasar (migas) yang terus berkembang, sehingga Perseroan selalu menjadi yang pertama atau yang
terdepan dalam hal penyediaan solusi untuk industri minyak dan gas.

— Kemitraan Strategis: Membangun kemitraan yang kuat dengan pihak-pihak terkait, seperti supplier
produk, atau pihak-pihak lain yang dapat mendukung pengembangan produk atau layanan baru.

— Pelayanan dan Kualitas Unggulan: Fokus pada pelayanan yang berkualitas tinggi, responsif
terhadap kebutuhan pelanggan, dan memberikan nilai tambah yang signifikan.

Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan memiliki kemampuan untuk
menciptakan nilai tambah dalam berbagai aspek. Beberapa di antaranya adalah:

— Penambahan kegiatan usaha

— Menambah sumber pendapatan baru

— Meningkatkan kinerja keuangan Perseroan
— Penguatan posisi pasar

— Daya saing yang lebih kuat

Dengan demikian, kemampuan Perseroan untuk menciptakan nilai tidak hanya memberikan manfaat
bagi Perseroan sendiri, tetapi juga bagi para pemangku kepentingan (stakeholders) seperti investor,
karyawan, pelanggan, dan masyarakat umum. Dengan strategi yang tepat dalam memanfaatkan
keunggulan kompetitifnya, Perseroan dapat terus tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan

dalam industri yang dinamis seperti perdagangan besar produk-produk jasa penunjang untuk industri
minyak dan gas.

Dengan analisis pola bisnis tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha
pada aspek kelayakan pola bisnis adalah layak.

Dari Kajian Kelayakan Model Manajemen, dapat diketahui bahwa sumber daya manusia yang
berkualitas baik dan memiliki pengetahuan serta keterampilan yang cakap merupakan modal yang
penting dalam Perseroan, Strategi dan tujuan jangka panjang yang akan dicapai oleh Perseroan, juga
tergantung kepada kemampuan mendayagunakan sumber daya manusia yang dimiliki. Dalam hal ini,
Perseroan dalam menjalankan kegiatan usaha telah memiliki 24 orang karyawan yang memiliki jabatan
mulai dari Direktur utama, Direktur, HSE, Manajer, Legal, Finance, Marketing & Sales, Engineer, dan
Support, yang juga didalamnya sudah termasuk 1 orang tenaga ahli sebagai Product Specialist di
bidang perdagangan besar. Sementara itu, dalam penambahan kegiatan usaha Perdagangan Besar
Atas Dasar Balas Jasa (Fee) Atau Kontrak (KBLI 46100) kebutuhan Perseroan adalah 13 tenaga kerja.
Perseroan tidak memiliki rencana untuk menambah jumlah karyawan baru. Karyawan yang sudah ada
dianggap cukup untuk menangani pekerjaan secara normal sesuai dengan kebutuhan saat ini. Namun,
apabila terdapat proyek baru yang memerlukan posisi tambahan, Perseroan akan melakukan

“1
7

Page 12 OCR 0.941
PT. Kian Santang Muliatama Tbk
PP, “1 Mibawa Mukti, Perum Telkom Satvika Pormai

Blok AS, No.8, RT:009. RW.009, Kel atituhur.Kec. Jatiasih

Bekasi 17425 “INDONESIA

perekrutan karyawan tambahan untuk posisi tersebut. Dengan strategi ini, Perseroan dapat
menanggapi kebutuhan tambahan tenaga teknis sesuai dengan proyek yang sedang berjalan, tanpa
meningkatkan beban operasional secara signifikan dengan adanya karyawan tetap tambahan.

Terkait Hak Atas Kekayaaan Intelektual, sampai dengan laporan ini diterbitkan diperoleh informasi Hak
Atas Kekayaaan Intelektual dalam menjalankan kegiatan usaha Perdagangan Besar Atas Dasar Balas
Jasa (Fee) Atau Kontrak (KBLI 46100) diantaranya:

1. Merek Ergas dengan nomor pendaftaran IDM000920159 terkait perpanjangan waktu perlindungan
merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 4 Desember 2030 oleh Direktorat Jenderal
Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia:

2. Merek Kians dengan nomor pendaftaran IDM001026107 terkait perpanjangan waktu perlindungan
merek terdaftar yang berlaku sampai dengan tanggal 30 Agustus 2031 oleh Direktorat Jenderal
Kekayaan Intelektual, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

Sementara itu, terkait kegiatan usaha baru yang akan dijalankan Perseroan, belum ada HAKI untuk
kegiatan usaha baru tersebut yang diperoleh oleh Perseroan.

Kemudian, dalam menjalankan usahanya, Perseroan menghadapi beberapa risiko yang dapat
memengaruhi kinerja Perseroan. Risiko utama yang dihadapi Perseroan adalah:

a. Risiko Ekonomi

- Risiko Perubahan Nilai Tukar Mata Uang Asing
Nilai wajar arus kas di masa depan akan berfluktuasi karena perubahan dalam nilai tukar mata
uang. Untuk memitigasi perubahan nilai tukar mata uang asing Perseroan dapat memitigasi
dengan menerapkan kebijakan dalam pemberian fasilitas kredit antara lain pembatasan
maksimal kredit yang bisa diberikan (legal, lending, limit) dan kredit diberikan hanya kepada
pelanggan yang memiliki rekam jejak baik.

— Risiko Likuiditas
Ketidaktersediaan kas dan setara kas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan operasional
Perseroan. Untuk memitigasi hal tersebut, Perseroan dapat memantau perkiraan cadangan
likuiditas Perseroan dan mengendalikan arus kas (AR dan AP) sesuai yang diharapkan serta
menelaah kebutuhan pembiayaan untuk modal kerja dan aktivitas pendanaan secara teratur dan
pada saat dianggap perlu.

b. Risiko Persaingan Usaha
Adanya sinergi antar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat berdampak negatif kepada
Perseroan sebagai perusahaan swasta yang berpartisipasi dalam proyek-proyek Pemerintah
dan/atau BUMN. BUMN bisa saja memberikan tugas pekerjaan kepada Entitas Anak BUMN
ataupun BUMN lainnya untuk melakukan pekerjaan dengan mekanisme penunjukan langsung, lain
halnya dengan pihak swasta yang dalam prosesnya harus melalui mekanisme tender. Untuk
memitigasi risiko persaingan usaha, Perseroan senantiasa mencari vendor yang memiliki harga

lebih kompetitif atau bahan baku yang sejenis tetapi harganya lebih kompetitif dengan kualitas yang
tetap terjaga.

Cc. Risiko Pemasok dan OEM
Perseroan tidak memproduksi sendiri produk yang dijualnya, melainkan diproduksi oleh Pihak
Ketiga sebagai Pemasok (supplier) dan Original Eguipment Manufacturer (OEM). Perseroan tidak

dapat memastikan bahwa kegiatan produksi di pihak Pemasok dan/atau OEM tidak akan
mengalami kendala hingga produksi tidak selesai sesuai dengan target waktu yang telah ditentukan
dan akan memperlambat proyek Perseroan.

Hal ini menjadi salah satu risiko yang dapat berdampak negatif terhadap kegiatan usaha Perseroan.
Untuk memitigasi risiko, Perseroan telah memiliki lebih dari satu Pemasok dan OEM, sehingga
apabila terjadi kendala produksi pada salah satu Pemasok atau OEM tertentu, maka Perseroan
memiliki opsi lain untuk memproduksi produk Perseroan.

12

Page 13 OCR 0.943
1

PT. Kian Santang Muliatama Tbk ea

JI. Wibawa Mukti II, Perum Yolkom Salwika Permai sa 2
Blok A5, No.8, RT.009, RW.009, Kel. Jatiluhur,Kec. Jatiasih“ "
Bekasi 17425 INDONESIA SO 2

@. Risiko Kecelakaan Kerja

Jasa konstruksi yang dikerjakan Perseroan memerlukan kehati-hatian dalam pengerjaanya karena
termasuk dalam pekerjaan dengan risiko tinggi. Dalam hal terjadi kecelakaan kerja kepada
Karyawan dan/atau individu lain di lingkungan proyek, hal ini dapat berdampak pada kegiatan usaha
Perseroan, baik dalam hal tenaga kerja maupun dalam hal citra Perseroan. Untuk mengurangi risiko
ini, Perseroan selalu menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah disusun dengan
teliti. Hal ini bertujuan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja dan menjaga
keselamatan serta kesehatan karyawan serta individu lain yang terlibat dalam proyek.

e. Risiko Teknologi
Perubahan teknologi, terutama teknologi yang berkaitan dengan industri infrastruktur gas, dapat
menjadi faktor yang merubah industri secara keseluruhan (gamechanger). Apabila ada teknologi
baru yang dapat menggantikan produk yang dimiliki/dijual oleh Perseroan dan produk Perseroan
seperti regulator gas rumah tangga menjadi tidak diperlukan lagi, maka kegiatan usaha Perseroan
dapat terancam dan berdampak negatif pada pendapatan Perseroan. Untuk memitigasi risiko
perubahan teknologi, Perseroan berkomitmen untuk terus mengembangkan penelitian dan inovasi

guna mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Dengan demikian, Perseroan dapat

mempertahankan daya saingnya dan mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi dalam
industri tersebut.

f. Risiko Tenaga Kerja

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan memerlukan tenaga kerja terampil dan ahli
yang menguasai teknis mengenai instalasi infrastruktur/jasa konstruksi gas (secara umum),
engineering, desain konstruksi, pengembangan produk maupun pembuatan prototipe produk, dan
perakitan produk yang ditawarkan Perseroan (seperti regulator, converter kit dll). Jika tenaga kerja
Perseroan keluar dari Perseroan atau mengalami kecelakaan kerja, maka kegiatan usaha
Perseroan dapat terganggu seperti turunnya produktivitas Perseroan dan tidak tercapainya target
penjualan yang sudah ditentukan. Untuk memitigasi hal tersebut Perseroan terus melakukan
pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi karyawan-karyawan yang terlibat. Dengan
demikian, Perseroan yakin bahwa tenaga kerja yang berkualitas akan memberikan kontribusi positif
terhadap kelancaran dan produktivitas usaha Perseroan.

Kemudian, dalam melaksanakan kegiatan usaha Perdagangan Besar Atas Dasar Balas Jasa (Fee)
Atau Kontrak (KBLI 46100), manajemen Perseroan memiliki kapasitas dan kemampuan yang didukung
oleh beberapa keunggulan kompetitif yang dimiliki. Hingga saat ini, manajemen Perseroan merasa
bahwa kapasitas yang dimiliki sudah cukup memadai, terutama setelah melaksanakan pengadaan
sejenis sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen Perseroan telah memiliki pengalaman
dan keahlian dalam mengelola kegiatan usahanya, sehingga mampu menangani penambahan
kegiatan usaha baru dengan baik.

Saat ini, Perseroan telah memiliki komisaris dan direksi yang cukup memadai untuk mendukung
kegiatan usaha barunya di bidang Perdagangan Besar Atas Dasar Balas Jasa (Fee) Atau Kontrak
(KBLI 46100). Perseroan telah memperhatikan dan mempertimbangkan susunan manajemen yang
lengkap dengan adanya pembagian konsentrasi manajerial di bidang utama seperti finansial,
operasional dan pemasaran. Sementara itu, berkaitan dengan penambahan kegiatan usaha, tidak ada
perubahan/penambahan struktur organisasi, tetapi mengoptimalkan dengan struktur yang ada.

Dengan analisis model manajemen tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penambahan kegiatan
usaha pada aspek kelayakan model manajemen adalah layak.

Dari Kajian Kelayakan Keuangan, pada tahun 2024, Perseroan berencana menambah kegiatan
usaha atas KBLI 46100 Perdagangan Besar Atas Dasar Balas Jasa (Fee) Atau Kontrak. Berdasarkan
perhitungan kami, pembiayaan investasi untuk kegiatan usaha baru tersebut adalah sebesar
Rp563.250.000,-. Sementara itu, berdasarkan proyeksi keuangan atas adanya penambahan KBLI
baru, modal kerja yang dibutuhkan pada tahun 2024 sampai dengan tahun 2030 berturut-turut adalah
sebesar Rp212,65 juta, Rp459,94 juta, Rp496,99 juta, Rp521,84 juta, Rp547,93 juta, Rp575,32 juta
dan Rp604,09 juta. Kemudian, berdasarkan perhitungan kami, pembiayaan investasi tambahan untuk
kegiatan usaha baru bersumber dari modal sendiri sebesar Rp563.250.000,-, serta pembiayaan modal

13

Page 14 OCR 0.935
PT. Kian Santang Muliatama Tbk
#) 4 Mibawa Mukti 1, Perum Telkom Satvika Permai

Blok AS, No.8, RT.009, RW.009, Kel. Jatiluhur.Kec. Jatiasih

Bekasi 17425 - INDONESIA

kerja bersumber dari pinjaman bank sebesar 30,00Y6 dan modal sendiri sebesar 70,0046 dengan total
sebesar Rp600.000.000,-. Sehingga rekapitulasi biaya proyek yang akan dimulai pada tahun 2024
adalah sebesar Rp1.163.250.000,-.

Dalam menjalankan kegiatan usaha baru, diasumsikan biaya operasional Perseroan adalah sebesar
Rp206,25 juta dan naik sampai Rp442,23 juta pada tahun 2030. Sementara itu, Periode proyeksi
dimulai tahun 2024 hingga tahun 2030. Jumlah hari operasional pada tahun 2024 diasumsikan 132
hari dalam setahun, kemudian menjadi 264 hari dalam setahun untuk tahun-tahun selanjutnya. Struktur
pendapatan Perseroan juga diasumsikan mengalami peningkatan dari tahun 2024 yang sebesar
Rp5,50 miliar naik menjadi Rp7,37 miliar di tahun 2030 dengan beban pokok pendapatan sebesar
Rp2,31 miliar sampai Rp6,19 miliar pada tahun 2030. Beban usaha perseroan juga diasumsikan
mengalami peningkatan sebesar Rp215,46 juta pada tahun 2024 dan naik menjadi Rp516,08 juta pada
tahun 2030. Tarif pajak PPh final diasumsikan sebesar 2,656. Beban bunga bank yang digunakan
terdiri dari hutang bank KI (Kredit Investasi) dan KMK (Kredit Modal Kerja) yang masing-masing
sebesar 9,24” dan 8,98”. Pinjaman modal kerja yang bersumber dari bank akan diajukan pada Bank
Syariah Indonesia (BSI) setelah mendapat persetujuan dari RUPS.

Selama tahun 2024-2030, total aset diproyeksikan mengalami kenaikan. Pada tahun 2024, total aset
diproyeksikan sebesar Rp833,16 juta yang kemudian mengalami kenaikan hingga menjadi sebesar
Rp3,96 miliar pada tahun 2030. Pada tahun 2024, total ekuitas diproyeksikan sebesar Rp567,04 juta
yang kemudian mengalami kenaikan hingga menjadi sebesar Rp3,34 miliar pada tahun 2030.
Sementara itu, selama tahun 2024-2030, total penjualan juga diproyeksikan mengalami kenaikan.
Pada tahun 2024, total pendapatan diproyeksikan sebesar Rp2,75 miliar yang kemudian mengalami
kenaikan hingga menjadi sebesar Rp7,37 miliar pada tahun 2030.

Kemudian, Kas dan setara kas, secara umum diproyeksikan mengalami peningkatan hingga akhir
periode. Kas dan setara kas pada awal periode adalah Rp244,19 juta hingga akhir periode proyeksi
adalah sebesar Rp2,51 miliar.

Rata-rata Break Even Point Perseroan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha selama periode
proyeksi 2024-2028 sebesar Rp2,72 miliar. Sementara itu, diproyeksikan bahwa penambahan
kegiatan usaha memiliki dampak positif yang signifikan pada rasio profitabilitas, dimana selama tahun-
tahun proyeksi rata-rata operating profit margin dan net profit margin masing-masing sebesar 8,94Y4
dan 6,0576. Kemudian, rasio RO/ Perseroan pada tahun 2024—2030 diproyeksikan akan meningkat
setiap tahunnya seiring dengan peningkatan laba bersih dan total investasi Perseroan. Perseroan
diproyeksikan mencatatkan rata-rata RO! sebesar 15,285.

Berdasarkan analisis kelayakan proyek, menunjukkan bahwa penambahan kegiatan usaha oleh
Perseroan memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut:

— Net Present Value (NPV) » 0 — Layak
NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp5.733.580.000,-. Dengan demikian, hasil NPV yang positif
atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan keuntungan.

- Internal Rate of Return (IRR) » Discount Rate — Layak
IRR yang dihasilkan adalah sebesar 87,036. Hasil IRR berada di atas tingkat discount rate yang
sebesar 10,13”6. Dengan demikian, hasil IRR menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena
keuntungan lebih besar dari biaya modal (cost of capital) yang diasumsikan.

- Profitability Index (PI) »1 — Layak
PI yang diperoleh adalah sebesar 4,07579. Dengan demikian, hasil PI yang lebih dari 1
menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan keuntungan dari pengeluaran
investasi yang dilakukan.

- Payback Period (PP)
PP yang diperoleh adalah 3 tahun dan 2 bulan. Dengan demikian, Perseroan mampu
mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 3 tahun dan 2 bulan.

Kemudian, dari analisis sensitivitas, kenaikan struktur biaya merupakan faktor yang paling sensitif
terhadap kelayakan usaha.

Page 15 OCR 0.947
PT. Kian Santang Muliatama Tbk
PP. 'M. Wawa Mukti, Perum Tettom Satwika Permai

Blok A5, No.8, RTOOO, RW.000, Kel Jatiluhur Kec: Jatiasih

Bekasi 17425 - INDONESIA

Dengan analisis keuangan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penambahan kegiatan usaha
pada aspek kelayakan keuangan adalah layak.

Kesimpulan

Berdasarkan hasil kajian dan analisa yang telah dilakukan terhadap seluruh aspek yang terkait dalam
rangka menentukan kelayakan usaha, yakni Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis, Kelayakan Pola
Bisnis, Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, Penilai berpendapat bahwa Rencana
Transaksi berupa penambahan KBLI yang akan dilakukan oleh Perseroan adalah layak.

IV. KETERSEDIAAN TENAGA AHLI SEHUBUNGAN DENGAN RENCANA PENAMBAHAN
KEGIATAN USAHA

Melihat pekerjaan EPC dari proyek perminyakan dan gas bumi yang telah selesai dilaksanakan
Perseroan sebelumnya, Perseroan berkapasitas dan mampu dalam membentuk serta menetapkan
tenaga ahli dan personel utama dengan kualifikasi sesuai dengan persyaratan yang diminta oleh
perusahaan pelanggan. Dalam implementasinya, Perseroan mampu membentuk Tim Manajemen
Proyek, Tim Rekayasa Proyek, Tim Pengadaan, Tim Pelaksanaan Konstruksi, dan Pengawas Proyek,
yang terorganisir agar pekerjaan terstruktur dengan hasil yang baik dan memuaskan pelanggan.

Seluruh tenaga yang terdapat dalam tim adalah tenaga ahli dan/atau teknisi yang berkompeten serta
telah berpengalaman & mempunyai reputasi yang baik di dalam melaksanakan beberapa proyek
perminyakan dan gas bumi.

Jumlah tenaga kerja Perseroan saat ini adalah 24 orang, dalam hal ini untuk kegiatan usaha di bidang
kelistrikan Perseroan membutuhkan 10 tenaga kerja termasuk ke dalamnya 3 orang tenaga ahli di
bidang kelistrikan, serta untuk kegiatan usaha perdagangan besar Perseroan membutuhkan 13 tenaga
kerja termasuk 1 orang tenaga ahli sebagai product specialist.Tenaga kerja yang sudah ada akan
dialokasikan untuk keperluan penambahan kegiatan usaha baru yang disesuaikan dengan kebutuhan
di lapangan. Selanjutnya bila diperlukan, tidak menutup kemungkinan Perseroan akan melakukan
rekrutmen jika dipandang perlu untuk memenuhi kebutuhan operasional.

IV. PENJELASAN, PERTIMBANGAN DAN ALASAN DILAKUKANNYA PENAMBAHAN
KEGIATAN USAHA

Pertimbangan dan alasan dilakukannya penambahan kegiatan usaha adalah untuk meningkatkan
kinerja keuangan dan memberikan tambahan keuntungan bagi para pemegang saham Perseroan.
Perseroan mengharapkan tercipta suatu sinergi antara kegiatan usaha yang sudah ada dengan
penambahan KBLI baru. Dengan adanya KBLI 35129, KBLI 43211, dan KBLI 46100 Perseroan
memiliki prospek untuk memasuki segmen pasar ke perusahaan-perusahaan BUMN serta entitas
anaknya yang bergerak dalam industri minyak dan gas, serta perusahaan-perusahaan swasta lainnya
yang membutuhkan pelayanan dan produk baru yang akan ditawarkan oleh Perseroan.

Dengan penambahan bidang usaha KBLI 35129, KBLI 43211, dan KBLI 46100 tersebut diharapkan
Perseroan juga akan meningkatkan daya saing Perseroan terutama dalam pekerjaan instrumentasi
dan kontrol spesifik serta perdagangan besar pada owner proyek yang mensyaratkan adanya KBLI
pada bidang ini.

VI. PENJELASAN TENTANG PENGARUH PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA PADA
KONDISI KEUANGAN PERSEROAN

Atas penambahan kegiatan usaha baru, terdapat peningkatan pendapatan yang akan diperoleh dari
kegiatan usaha. Untuk penambahan kegiatan usaha listrik terdapat penambahan yaitu sebesar Rp2,50
miliar untuk perolehan pada semester kedua tahun 2024. Berikutnya pada tahun 2025—2030,
tambahan pendapatan mencapai rata-rata Rp5,25—6,70 miliar. Adapun untuk penambahan kegiatan
usaha perdagangan besar terdapat penambahan yaitu sebesar Rp2,75 miliar untuk perolehan pada
semester kedua tahun 2024. Berikutnya pada tahun 2025—2030, tambahan pendapatan mencapai
rata-rata Rp5,78—7,37 miliar.

15
/

Page 16 OCR 0.937
PT. Kian Santang Muliatama Tbk
Jl. Wibawa Mutt IL, Perum Telkom Satvika Permai

Blok A5. No.8, RT.000, RW009, Kel Yalluhur Kee: Jatiasih
Bekasi 17425. INDONESIA

Sementara itu, Jumlah tenaga kerja Perseroan saat ini adalah 24 orang, dalam hal ini untuk kegiatan
usaha di bidang kelistrikan Perseroan membutuhkan 10 tenaga kerja termasuk ke dalamnya 3 orang
tenaga ahli di bidang kelistrikan, serta untuk kegiatan usaha perdagangan besar Perseroan
membutuhkan 13 tenaga kerja termasuk 1 orang tenaga ahli sebagai product specialist.Tenaga kerja
yang sudah ada akan dialokasikan untuk keperluan penambahan kegiatan usaha baru yang
disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Selanjutnya bila diperlukan, tidak menutup kemungkinan
Perseroan akan melakukan rekrutmen jika dipandang perlu untuk memenuhi kebutuhan operasional.
Saat ini Perseroan memiliki sumber daya manusia termasuk tenaga ahli yang memadai yang selain
memiliki pengalaman dalam bidang perminyakan dan gas bumi, juga memiliki keahlian dalam bidang
kelistrikan dan dalam hal pengadaan barang dan alat yang diperlukan untuk operasional perdagangan
besar. Selanjutnya, Perseroan telah memiliki fasilitas kantor yang memadai, serta memiliki aset berupa

workshop dan gudang sehingga Perseroan memiliki modal besar untuk menjalankan kegiatan usaha
baru,

Dengan penambahan bidang usaha KBLI 35129, KBLI 43211, KBLI 46100 tersebut diharapkan
Perseroan akan meningkatkan daya saing Perseroan terutama dalam pekerjaan instrumentasi dan
kontrol spesifik serta perdagangan besar pada owner proyek yang mensyaratkan adanya KBLI pada
bidang ini.

VII FORMASI TAMBAHAN

Apabila Para Pemegang Saham memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi
Perseroanpada hari dan jam kerja (Senin-Jumat pukul 08.00-17.00), dengan alamat kantor
Jl. Wibawa Mukti Il, Perum Telkom, Satwika Permai, Blok A5 No. 8, Kel. Jatiluhur, Kec.
Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat, 17425 Telepon: (021) 82748249 Website:
www.kianmulia.com Email: corsec@kianmulia.com

VII. RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM

Persetujuan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha, akan dimohonkan persetujuan pada Rapat
Umum Pemegang Saham (“RUPS”) yang akan diselenggarakan oleh Perseroan pada:

Tanggal :04 Juni 2024

Tempat — : Menara Peninsula Hotel Jakarta
Jl. Letjen S Parman Kav 78 Slipi Palmerah
Jakarta Barat, DKI Jakarta, 11410, Indonesia
Ballroom Cengkeh 1, Lantai 1

Sesuai dengan ketentuan POJK 17/2020, Perubahan Kegiatan Usaha sebagaimana dijelaskan dalam
Keterbukaan Informasi ini akan dimintakan persetujuannya kepada pemegang saham Perseroan
dalam RUPS Perseroan yang rencananya akan diselenggarakan pada hari Selasa, tanggal 04 Juni
2024. Lebih lanjut, di dalam Mata Acara RUPS terkait Perubahan Kegiatan Usaha akan terdapat
pembahasan mengenai studi kelayakan tentang Perubahan Kegiatan Usaha Perseroan. Mata acara
yang akan dimintakan persetujuan dalam RUPS adalah sebagai berikut:

1. Persetujuan atas Laporan Tahunan termasuk Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris serta
Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023. (Y4#1) dari jumlah seluruh saham yang hadir rapat

. Persetujuan penggunaan laba bersih Perseroan tahun buku 2023. (141) dari jumlah seluruh saham
yang hadir rapat

N

»

. Persetujuan penetapan gaji alau honorarium dan tunjangan lainnya bagi anggota Direksi dan
Dewan Komisaris Perseroan untuk tahun buku 2024. (/4#1) dari jumlah seluruh saham yang hadir
rapat

Page 17 OCR 0.930
Pi PT. Kian Santang Muliatama Tbk
Wibawa Mu 1, Perum Talkom Satvika Permai
#/ Blok A5, No.8, RT.009, RW.009, Kel. Jatiluhur,Kec. Jatiasih
Bekasi 17425 - INDONESIA

4. Persetujuan Penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk Mengaudit Laporan Keuangan Perseroan
untuk Tahun Buku 2024. (4#1) dari jumlah seluruh saham yang hadir rapat

5. Laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum. (21) dari jumlah seluruh saham
yang hadir rapat

6. Pembahasan Studi Kelayakan tentang Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan. (2/3) dari jumlah
seluruh saham yang hadir rapat

7. Persetujuan Perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan Penambahan
Kegiatan Usaha Perseroan dengan memperhatikan Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020

tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha. (2/3) dari jumlah seluruh saham yang
hadir rapat

8. Persetujuan untuk menjaminkan sebagian besar atau seluruh harta kekayaan Perseroan untuk
kepentingan Perseroan dalam rangka memperoleh fasilitas pinjaman Bank. (3/4) dari jumlah
seluruh saham yang hadir rapat

Sementara itu, kuorum kehadiran dan kuorum keputusan RUPS dengan memperhatikan pengaturan
yang relevan dalam POJK Nomor 15/POJK.04/2020 adalah sebagai berikut:

-  Kuorum kehadiran dari jumlah seluruh saham dengan hak suara yang sah
—  Kuorum keputusan dari jumlah seluruh saham yang hadir dalam rapat

Sehubungan dengan penyelenggaraan Rapat tersebut, Perseroan akan melakukan Pengumuman
pada tanggal 26 April 2024, Recording Date pada tanggal 08 Mei 2024 dan Pemanggilan Rapat pada
tanggal 13 Mei 2024 melalui situs web Bursa Efek Indonesia, situs web penyedia e-RUPS dan situs
web Perseroan.

PT KIAN SANTANG MULIATAMA TBK.

Alamat Kantor
Jl. Wibawa Mukti II, Perum Telkom, Satwika Permai, Blok
A5 No. 8, Kel. Jatiluhur, Kec. Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa
Barat, 17425 Telepon: (021) 82748249 Website:
www.kianmulia.com Email: corsec@kianmulia.com

Bekasi, 31 Mei 2024
Hormat kami,
Direksi Perseroan

Page 18 OCR 0.911
PT. Kian Santang Muliatama Tbk
JI. Wibawa Muli, Perum Telkom Satvika Permai

Blok A5. No.8, RT008, RW.003, Kel. Jatluhur,Kec: Jatiasih
Bokasi 17425” INDONESIA

DISCLOSURE OF INFORMATION

TO SHAREHOLDERS IN CONNECTION WITH ADDITIONAL BUSINESS ACTIVITIES PT KIAN
SANTANG MULIATAMA Tbk. ("COMPANY")

Information Disclosure is made in order to fulfill the provisions of the Financial Services Authority
("OJK") as regulated in OJK Regulation No.17/POJK.4/2020 concerning Material Transactions and
Changes in Business Activities.

If you have difficulty understanding the information as stated in this Disclosure of Information or are
unsure about making a decision, you should consult with a securities broker, investment manager,
legal advisor, public accountant or other professional advisor.

(OP) | KA sarang

Business Activity:
Gas industry support services, including product
supply (spare parts) as well as Engineering,
Procurement and Construction (EPC).

Domiciled in Bekasi, Indonesia

Office Address
Wibawa Mukti II Street, Perum Telkom, Satwika Permai,
Block A5 No. 8, Kel. Jatiluhur, Kec. Jatiasih, Bekasi City,
West Java, 17425 Telephone: (021) 82748249 Website:
www.kianmulia.com Email: corsec@kianmulia.com

THE BOARD OF DIRECTORS, WHETHER INDIVIDUALLY OR JOINTLY, ARE FULLY
RESPONSIBLE FOR THE TRUTH AND COMPLETENESS OF THE INFORMATION OR MATERIAL
FACTS CONTAINED IN THIS INFORMATION DISCLOSURE, AND AFTER CONDUCTING A
REASONABLE INVESTIGATION, CONFIRMED THAT TO THE FULLEST OF THEIR
KNOWLEDGE AND ACCORDING TO THEIR BEST BELIEF THE INFORMATION LOADED IN THE
DISCLOSURE OF THIS INFORMATION IS TRUE AND THERE ARE NO MATERIAL AND
RELEVANT FACTS AND INFORMATION WHICH IF NOT DISCLOSED OR OMISSED IN THIS
INFORMATION DISCLOSURE WILL CAUSE THE INFORMATION IN THIS INFORMATION
DISCLOSURE TO BE INCORRECT AND/OR MISLEADING.

This Information Disclosure was published in Bekasi on May 31"' 2024, based on previous
revisions

Edy Nurhamid Amin
President Director

Page 19 OCR 0.906
PT. Kian Santang Muliatama Tbk
Blok AS, No.8, RT.009, RW.009, Kel. Jatiluhur,Kec. Jatiasih
Bekasi 17425 “INDONESIA

Be an Se |

Feasibility Study Results

Feasibility Study Report on Additional Wholesale Trading
Business Activities on the Basis of Fees or Contracts (KBLI
46100) No. 00008/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/V/2024 dated
28 May 2024 regarding the revision of previous report No,
00006/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/IV/2024 16 April 2024, as
well as Feasibility Study Report on Additional Business
Activities for Other Electric Power Supporting Activities (KBLI
35129) & Electrical Installatons (KBLI 43211) No.
00009/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1///2024 dated 28 May 2024
regarding the revision of previous report No. 00007/2.0113-
03/BS-FS/05/0340/1/1V/2024 dated 16 April 2024,

OJK

Abbreviation for Financial Services Authority, namely an
independent institution that has the functions, duties and
authority to regulate, supervise, examine and investigate
financial services activities in the capital markets, insurance,
pension funds, financial institutions and other financial services
institutions as intended in the Law. Law No. 21 of 2011 dated
22 November 2011 concerning the Financial Services Authority
which is the replacement body for the Capital Market and
Financial Institutions Supervisory Agency which came into
effect on 1 January 2013.

POJK No. 15/POJK.04/2020

Republic of Indonesia Financial Services Authority Regulation
Number 15/POJK.04/2020 concerning Planning and Organizing
General Meetings of Shareholders of Public Companies

POJK No. 17/POJK.04/2020

Republic of Indonesia Financial Services Authority Regulation
Number 17/POJK.04/2020 conceming Material Transactions
and Changes in Business Activities.

Company

This means the legal entity that will Carry out the emissions,
which in this case is PT Kian Santang Muliatama Tbk.,
domiciled in Bekasi, a limited liability company established in
accordance with and based on the laws and regulations of the
Republic of Indonesia.

Addition of KBLI

Means the addition of new business activities within the
Company, namely:

a. KBLI 35129 (Other Electric Power Supporting Activities)
b. KBLI 43211 (Electrical installation)

GC. KBLI 46100 (Large Trade Based on Remuneration) (FEE)

Sx

Page 20 OCR 0.911
PT. Kian Santang Muliatama Tbk
PP, U, bawa MI Perum Tebom Savita Pemai
Blok A5, No.8, R.002, RW009, Ke. Jatiluhur Kee- Jatiasih
Bekasi 17425 INDONESIA
ILINTRODUCTION “3 . " f

This Information Disclosure to the Company's Shareholders (“Information Disclosure") contains
information regarding Changes in the Company's Business Activities as referred to in POJK No.
17/POJK.04/2020 which is reguired to obtain approval from the General Meeting of Shareholders in
the form of adding new business fields as stated in the definition of Additional KBLI in the opening of
this Information Disclosure which is planned to be held on 04 June 2024 ("GMS").

In according with the matters as mentioned above, the Company's Board of Directors announces this
Information Disclosure via the Company's website, the Indonesian Stock Exchange website, and the
e-GMS provider's website with the aim of providing more complete information and description to the
Company's Shareholders regarding plans for additional business activities. The Company also
provides data regarding additional business activities to shareholders since the announcement of the
GMS as well as supporting documents to the OJK with the provisions as regulated in POJK No.
17IPOJK.04/2020.

This disclosure of information is the basis for consideration for the Company's shareholders to give
approval to the plan for additional business activities, in this case in the form of additional KBLI which
will be proposed by the Company to the GMS.

II. BRIEF DESCRIPTION OF THE COMPANY

1. Brief Company History

PT Kian Santang Muliatama Tbk ("Company") was established based on Notarial Deed No. 634, dated
28 November 2018 from Artisa Khamelia Ramadayanti, S.H., M.Kn., Notary in Bekasi. The Company's
Deed of Establishment has received approval from the Minister of Law and Human Rights of the
Republic of Indonesia through Decree No. AHU-0057381.AH.01.01.Year 2018, dated 1 December
2018 and has been registered in the Company Register at the Ministry of Law and Human Rights of
the Republic of Indonesia under No. AHU-0162290.AH.01.11.Year 2018, December 1 2018.

The Company has the status of a public company (public company) since 2023. The Company was
founded and carries out its business activities in Indonesia in the field of wholesale trade in machinery
and other eguipment, mechanical installations, as well as Engineering, Procurement and Construction
(EPC) services in the oil and gas industry.

Based on Article 3 of the Company Articles of Association, the Company's aims and objectives and
activities are to operate in the fields of development (contractors), trade, industry, services and
transportation. In line with its development, the Company's current business activities are wholesale
trade in machinery, eguipment and other eguipment, mechanical installations, oil and gas installations.

The Company will make changes to Article 3 of the Company's Articles of Association for which
approval is reguested at the GMS in the form of adding new business activities. The addition of new
business activities is the addition of KBLI 35129, namely Other Electric Power Supporting Activities,
KBLI 43211, namely Electrical Installations and KBLI 46100, namely Wholesale Trade on the Basis of
Fees for Services (FEE), the provisions of which have been adjusted to the Legislative Regulations
governing the Standard Classification of Business Fields. Indonesia (“KBLI 2020”).

2. Company Business Activities

Based on Article 3 of the Companys Articles of Association, the Company's aims and objectives and
activities are to operate in the fields of development (contractors), trade, industry, services and
transportation. In line with its development, the Company's current business activities are Wholesale
Trading of Machinery, Eguipment and Other Supplies, Mechanical Installation, Oil and Gas Installation.
The Company's Business Activities based on the Company's Articles of Association are as follows:

»

Page 21 OCR 0.905
PT. Kian Santang Muliatama Tbk

#/ J. Wara Mt, PerrTetom Sabit Pmmai
Blok A5, No.8, RT.009, RW.009, Kel. Jatiluhur,Kec. Jatiasih
Bekasi 17425” INDONESIA

Plastic Pipe and Fittings Industry (KBLI 22230),

Wholesale Trade in Machinery, Eguipment and Other Supplies (KBLI 46599):
Wholesale Trade in Used Goods and Unused Remains (Scrap) (KBLI 46696),
Clean Water Processing Civil Building Construction (KBLI 42202),

Other Pump, Compressor, Faucet and Valve Industries (KBLI 28130):

Oil and Gas Civil Building Construction (KBLI 4291 5),

Oil and Gas Installations (KBLI 43223):

Calibration/Metrology Services (KBLI 71205):

Manual Measuring Instrument and Test Eguipment Industry (KBLI 26511).
Mechanical Installation (KBLI 43291):

Wholesale Trade in Solid, Liguid and Gas Fuels and YBDI Products (KBLI 46610):
Repair of Measuring Instruments, Test Eguipment and Navigation and Control Eguipment (KBLI
33131),

. Electronic Measuring Instruments and Test Eguipment Industry (KBLI 26513),
Electrical Measuring Instruments and Test Eguipment Industry (KBLI 26512):
Industrial Building Construction (KBLI 41013):

Civil Electrical Building Construction (KBLI 42204).

Trerrempangp

923

From the list above, the business activities that are currently being carried out are wholesale trade in
machinery, eguipment and other eguipment, mechanical installations, oil and gas installations. These
business activities are in accordance with the KBLI codes 46599, KBLI 43291, KBLI 43223, and KBLI
33131.

Next, the Company will make changes to Article 3 of the Companys Articles of Association for which
approval is reguested at the GMS in the form of adding new business activities. The addition of new
business activities is the addition of KBLI 35129, namely Other Electrical Power Supporting Activities
and KBLI 43211, namely Electrical Installations, 46100, namely Wholesale Trade on the Basis of Fees
for Services (FEE), the provisions of which have been adjusted to the Legislative Regulations
governing the Standard Classification of Indonesian Business Fields. (“KBLI 2020”).

3. Capital Structure

Details of the Company's capital structure based on the Securities Administration Bureau (BAE) report
dated May 8 2024 are as follows:

1. Ir. Agus Salim 253.125.000 17,35 10.125.000.000
2. Edy Nurhamid Amin 210.937.500 14,46 8.437.500.000
3. Taufik Dwicahyono 210.937.500 14,46 8.437.500.000
4.  Fadjar Tri Ananda 168.750.000 11,56 6.750.000.000
5. PT Kian Megah Investama 140.625.000 9,64 5.625.000.000
6. PT Platinum Berkah Abadi 140.625.000 9,64 5.625.000.000
7. Masyarakat 334.200.000 22,90 13.368.000.000

Total 1.459.200.000 100,00 58.368.000.000

4. Composition of the Company's Board of Commissioners and Directors

The composition of the Company's management as of December 31, 2023 based on the Company's
2023 Audited Financial Report is as follows:

Na

Page 22 OCR 0.912
PT. Kian Santang Muliatama Tbk
#) Jl, Wibawa Muli 1, Perum Telkom Satvika Permai

Blok A5, No.8, RT.009, RW.009, Kel. Jatiluhur,Kec. Jatiasih

Bekasi 17825 - INDONESIA

Board of Commissioners

President Commissioner : Irvan Surya Dewantara

Independent Commissioner : Richard Leonardus Adikarta
TS

President Director : Edy Nurhamid Amin

Director : Sutarno

Director : Fadjar Tri Ananda

II. APPRAISAL ORT SUMMARY

Summary of Feasibility Study based on Report No. 00008/2.0113-03/BS-FS/05/0340/4/V/2024
dated 28 May 2024 regarding the revision of Report No. 00006/2.0113-03/8S-
FS/05/0340/1/IV/2024 dated 16 April 2024 and No. 00009/2.011 3-03/BS-FS/05/0340/1/V/2024 dated
28 May 2024 regarding the revision of Report No. 00007/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/1V/2024
dated 16 April 2024.

The Company has appointed KJPP Syarif, Endang & Partners, as Independent Appraisers for the
preparation of a feasibility study on plans for additional business activities in the form of additional
Standard Classification of Indonesian Business Fields (KBLI) by the Company with a cut-off date of 31
December 2023.

Purpose and Objectives

Review the feasibility of the business in connection with plans for additional business activities, to
comply with the provisions as regulated in POJK 17/2020 (hereinafter referred to as the "Transaction
Plan").

Assumptions and Limiting Conditions

In preparing the Feasibility Study Report on the Transaction Plan, we used several assumptions and
limiting conditions, among others:

» This Feasibility Study Report is a non-disclaimer opinion:

» We have reviewed the documents used in the feasibility study:

# In preparing this feasibility study report, the appraiser relies on the accuracy and completeness of
the information provided by the assignor or data obtained from publicly available information and
other information and research that we consider relevant:

«The appraiser uses financial projections submitted by management to reflect the fairness of the
financial projections and the ability to achieve them (fiduciary duty),

» The appraiser is responsible for carrying out the assessment of the feasibility study and the fairness
of the adjusted financial projections,

“The reports produced are open to the public unless there is confidential information that could affoct
the company's operations,
» The appraiser is responsible for the feasibility study report and the resulting conclusions,

» The appraiser has obtained information on the legal status of the feasibility study object from the
task provider.

Busi easibility Analysis of Ot! lectric Power Suppot vities (KBLI 35129 ctrical
Installations (KBLI 43211)

From the Market Feasibility Study, the market share for the Company's products and services is the
oil and gas sector. Natural resources oil and gas (SDA oil and gas) are one of the abundant natural
resources in Indonesia and are one of the export commodities that have the potential to increase the
country's foreign exchange. In the oil and gas sector, the construction services business is one of the
supporting business activities that plays a role in building or construction work In Upstream to
downstream oil and gas activities. Oil and gas construction services consist of construction planning

5

Page 23 OCR 0.932
PT. Kian Santang Muliatama Tbk
Blok AS, No.8, RT.O09, RW009, Kel Jtluhur.Kec, Jatiasih
Bekasi 17425 INDONESIA

services including design and engineering (design engineering), construction implementation (EPC,
installation and commissioning), as well as construction supervision, one of the infrastructure needs of
which is electrical infrastructure.

Job opportunities for construction and electrical installation services to support the oil and gas sector
are wide open in line with demand, development and development targets for oil and gas sites based
on the avallability of oil and gas reserves. Oil and natural gas are still the dominant energy in national
energy use, so several efforts to increase oil and natural gas reserves are still being carried out, such
as expanding the search area for oil and natural gas reserves by carrying out exploration drilling and
seismic surveys as well as G&G studies. The more massive the exploration activities carried out, the
greater the opportunity to discover potential oil and gas natural resources.

Due to the still high demand for energy from the oil and gas sector, and the need for services related
to electricity in various industrial, commercial and residential sectors, the Company has a great
opportunity to offer a variety of supporting services such as construction and installation of electrical
infrastructure, maintenance of electrical eguipment, energy consulting, and maintenance management
within the scope of government, the gas and oil industry, as well as household needs. The market
share for the Company's new business activities (KBLI 35129 and KBLI 43211) Is state-owned
companies and their subsidiary entities engaged in the oil and gas industry, as well as other private
companies that reguire the installation and procurement of electricity infrastructure.

Based on this, we can conclude that additional business activities in the market aspect are feasible.

From the Technical Feasibility Study, the electricity business activities that the Company will carry
out are not directly related to capacity. This is because the Company's business activities consist of
electricity and procurement services which can be implemented by vendors who collaborate with the
Company. For services as long as they can be handled by existing resources, the Company will
optimize the available internal resources. Furthermore, when there are orders that exceed internal
capabilities, the Company will increase capacity by collaborating with other vendors. In its operational
activities, there is no special technology prepared to carry out its new business activities. Also, the
Company has several competent experts in their fields to support the Company's business activities.

The operational flow of the Company's business activities starts from implementing internal
coordination to develop a comprehensive program. Then engineering is carried out by checking the
calculation results, drawings and other documenis that have been prepared before implementation.
Next, the necessary materials, materials, eguipment and subcontracts will be procured, and after that
the Company will begin the overall construction work phase up to the trial and operation test (testing &
commissioning) phase, in accordance with the predetermined plan as stated in the implementation

schedule. During the contract period, the project supervisor will always monitor and control project
activities.

Based on this, we can conclude that adding business activities to the technical aspect is feasible.

From the Business Pattern Feasibility Study, the main competitive advantage that the Company
currently has is a high Domestic Component Level (TKDN) so that the Company's products can
compete and have more potential to meet the criteria for projects that reguire certain TKON, the guality
of the Company's products has high usage efficiency. specific, easy to assemble and use, and of high
guality, and the Company is committed to providing guality products and services to customers. The
Company's competitive advantage regarding new business activities is operational efficiency. The
Company has the experience and competent human resources to carry out projects in the most cost
and time efficient manner while still maintaining high guality standards. This efficiency will be achieved
by effective project management and the use of technology that improves project planning and
management. The Company is also committed to understanding the unigue needs of customers so
that it can provide services that best suit customer needs and reguests.

The possibility of competitors in the new business fields being added is still relatively low, however
there is arisk that new competitors entering the market could copy/imitate the services. provided by the
Company's additional business activities. Mitigation efforts that can be carried out by

-)

Page 24 OCR 0.897
PT. Kian Santang Muliatama Tbk
K #/ JI. Wibawa Mukti Il, Perum Teikom Satwika Permai

Blok A5, No.8, RT.009, RW.009, Kel. Jatiluhur.Kec. Jatiasih

Bekasi 17425 - INDONESIA

The Company's goal is to maintain customer satisfaction so that they become loyal and improve guality
products and services, as weli as conducting research, development and product and service
Innovation.

With the competitive advantages it already has, the Company can create value, nameiy adding new
business activities with a wider scope by considering the sustainabillty of market demand, adding new

sources of income, and increasing and providing additional profits to improve the Company's financial
performance.

Based on this, we can conclude that adding business activities to the business aspectis feasible,

From the Management Model Feasibility Study, Currentiy the Company has 24 employees,
Inctuding 3 of whom are experts in the electrical sector. In carrying out its new business activities, the
Company uses its existing workforce, including experts, production staff, sales & marketing staff and
finance & accounting staff, in this case the Company's need for new business activities Is 10 workers
allocated according to the complexity of the project. Looking at the EPC work from oil and natural gas
projects that the Company has previously completed, the Company has the capacity and Is capable of
forming and appointing experis and key personnel with gualifications in accordance with the
rogulrements reguested by customer companies. Regarding Intellectual Property Rights, management
Is committed to respecting patents owned by other parties because one of the Company's main
activities is a company engaged In the distribution sector which also provides Installation services for
the goods It distributes.

In carrying out Its business, the Company faces several risks that can affect ihe Company's
performance. The main risks faced by the Company include:

1) Economic Risk

2) Business Competition Risk

3) Supplier and OEM risks

4) Risk of Work Accidents

5) Technology Risk

6) Labor Risk

7) Weather and Natural Disaster Risk

The Company's efforts to prevent and minimize impacts and losses due to potential major risks are by

implementing effective risk mitigation strategies with appropriate risk Identification, evaluation and
control,

Based on this, we can conclude that adding business activities to the management aspect is feasiblo,

From the Financial Feasibility Study, for additional business activities on KBLI 35129, namely Other
Eleciric Power Supporting Activities and KBLI 43211, namely Electrical Installations, there is
Investment financing and additional working capital which will start in 2024 amounting to IDR
1,487,500,000.-. Additional investment financing for new business activities is fully sourced (100.004)
from own capital amounting to IDR 887,500,000,-, as weli as working capital financing sourced from
bank loans amounting to 30.004 or IDR 180,000,000,- and own capital amounting to IDR 70.00,-. 00Y4
or IDR 420,000,000,- for a total of IDR 600,000,000,-. Working capital loans originating from bank loans.
will be submitted to Bank Syariah Indonesia (BSI) after receiving approval from the GMS.

Based on financial projections regarding the addition of new KBLI, the special working capital reguired
for new KBLI from 2024 to 2030 is IDR 196.74 million, IDR 421.89 million, IDR 452.17 million, IDR
474.77 million, IDR 498 million, respectively. .51 million, IDR 523.43 million, and IDR 549.61 million.

In canying out new business actlvitles, It Is assumed that the Company's operational cosis will be IDR
164.39 million and wili increase to IDR 434.57 million in 2030. Meanwhile, the projection pertod staris
from 2024 to 2030. The Company's revenue structure is also assumed to increase from 2024 which is
amounting to IDR 5.00 billion, increasing to IDR 6.70 billion In 2030 with a cost of revenue of IDR 2.16
billion to IDR 5.78 billion In 2030. The company's operating expenses are also assumed to increase by
IDR 164.39 million In 2024 and increase to IDR 434.57 million in 2030. The final PPh tax rate is
assumed to be 2.6545. The bank interest expense used consists of bank debt Ki (Investment Credit)

7
2

Pas

Page 25 OCR 0.899
" PT. Kian Santang Muliatama Tbk
: 5 4. Wibawa Multi Il, Perum Taikorn Satwika Permai
lak A5, No.8, RT.009, RW.909, Kel. Jatiluhur,Kec. Jatiasih
Bekasi 17425 - INDONESIA

and KMK (Working Capital Credit) which are 9.2484 and 8.9895 respectively. Working capital loans

originating from banks will be submitted to Bank Syariah Indonesia (BSI) after receiving approval from
the GMS.

During 2024-2030, total assets are projected to increase. In 2024, total assets are projected to be IDR
833.65 million, which will then increase to IDR 3.28 billion in 2030. Meanwhila, during 2024-2030, tota!
income is also projected to increase. In 2024, total revenue is projected to be IDR 2.50 billion, which
will then increase to IDR 6.70 billion in 2030. Then, cash and cash eguivalents are generally projected
to increase until the end of the period. Cash and cash egulvalents at the beginning of the period was
IDR 226.72 million until the end of the projection period was IDR 1.48 billion.

The Company's average Break Even Point for Planned Additional Business Activitles during the 2024-
2028 projection period Is IDR 2.62 billion. Meanwhile, it is projected that additional business activities
will have a significant positive impact on profitability ratios, where over the projected years the average
operating profit margin and net profit margin are 7.414 and 4.509, respectively. Then, the Company's
ROI ratio in 2024-2030 is projected fo Increase every year in Ilne with the increase in net profit and the
Company's total investment. The company is projected to record an average ROI of 11.0195.

Based on the feasibility analysis, it shows that the additlon of business activities by the Company meets
the feasibility criteria with the following variables:

» Net Present Value (NPV) » 0 — Feasible

The resulting NPV is IDR 2,391,374,000.-. Thus, a positive NPV rasult or more than zero indicates
that the project is worth working on because it provides profits.

" Internal Rate of Return (IRR) » Discount Rate — Eligible

The resulting IRR was 47.0596. The IRR results are above the discount rate of 11.8795. Thus, the
IRR results show that the project is worth working on because the profits are greater than the
assumed cost of capital.

“ Profitability Index (PI) » 1 — Feasible

The PI obtained is 2.19348. Thus, a PI result of more than 1 indicates that the project is worth
working on because it provides benefits from the investment expenditure made.

» Payback Period (PP)

The PP obtained is 5 years and 1 month. Thus, the Company was able to return the entire
invesiment after the project had been running for 5 years and 1 month.

From the sensitivity analysis, the increase in cost structure is the most sensitive factor to business
feasibillty.

Based on the financial analysis that has been carriad out by the Appraiser, we can conclude that
additional business activities In the financial aspect are feasible.

FeasIbility Analysis of Wholesale Trading Businesses on the Basis of Fees or Coniracis (KBLI 46190)

From the Market Feaslbility Study, it can be seen that the Indonesian economy Is growing better
than forecast. In the fourth guarter of 2023, growth was recorded at 5.044 (yoy), an increase from
4.945 (yoy) in the previous guarter so that overall in 2023 it reached 5.054 (yoy). In carrying out its
business activities, fhe Company focuses on the oil and gas sector in Indonesia, taking advantage of
the abundance of natural oll and gas resources (SDA oil and gas) in this country. The oil and gas
construction indusiry is an important part of the series of activities from upstream to downstream oil
and gas, including construction planning, construction implementation, and supervision. The market
potential for oil and gas construction services is very open along with the development of ihe oil and
gas Industry which reguires reliable construction facilities.

The Company's natural gas business also aims to provide maximum contributlon to the natlonal
economy and strengthan the position of Indonesian industry and trade. Support

from govemment programs, such as Minister of Energy and Mineral Resources Regulation Number 06
of 2018, provides direction

which is ciear in the management of natural gas for domestic needs, especially for industry, industrial

Ng 00

Page 26 OCR 0.926
PT. Kian Santang Muliatama Tbk
P) Wibawa Muli 1, Perum Telkom Satvika Permai

Blok AS, No.8, RT.009, RWO09, Kel. atluhur,Kec: Jatiasih

Bokasi 17429 INDONESIA

areas, power plants, transportation and households.

The increase in domestic gas use, recorded at 9.244 in the 2015-2019 period, shows significant
opportunities for gas products, especially with the diversion of gas exports to the country after the end
of export contracts to Korea (1998-2017) and Taiwan (1998-2017) and Taiwan (1998-2017). 1998-
2017). The increase in LPG consumption, especially after the kerosene to LPG conversion program in
2007, shows the market potential continues to grow. The BBM to Gas Fuel (BBG) conversion program
has also driven demand for 3 kg LPG. LPG volume continues to increase from 5.57 million tonnes in
2015 to 6.84 million tonnes in 2019.

As the sole agent or sole distributor for gas supporting products in the oil and gas industry, the
Company aims to provide the best service to users and consumers. By focusing on the oil and gas
industry in Indonesia, the Company emphasizes its commitment to being a trusted partner that provides
high guality products and reliable services.

The Company's market potential is supported by the growth in consumption of alternative energy such
as BioGas, LPG and Electricity which continues to increase from year to year. Natural Gas's
contribution to the Industry shows stability which promises consistent demand. The company targets
Ministries, State-Owned Enterprises (BUMN) or BUMN subsidiaries, as well as other private companies
operating in the oil and gas industry. By targeting the oil and gas industry in Indonesia, the Company
is demonstrating a focused strategy in developing its business. The Company's nationally focused
market target indicates its commitment to become the sole agent that provides the best solutions for
the domestic oil and gas industry.

Then, from additional business activities, the Company is projected to record additional net profit of
IDR 147.63 million in 2024, IDR 361.95 million in 2025, IDR 376.87 million in 2026, IDR 392.86 million
in 2027, IDR 409.96 million in 2028, IDR 428.23 million in 2029, and IDR 451.73 million in 2030.
Meanuhile, the marketing strategy that the Company will implement is a persuasive approach,

participation in tenders, as well as outreach activities to expand the network and reach target markets.
wider.

With this market analysis, it can be concluded that additional business activities in the market feasibility
aspect are feasible.

From the Technical Feasibility Study, it can be understood that in terms of additional business
activities in accordance with KBLI 46100, namely Wholesale Trade on the Basis of Fees or Contracts,
the Company does not have a specific production capacity because the Company only operates as a
sole distributor or sole agent.

In this case, the Company has sufficient capacity to provide, among others, Ultrasonic Meter (USM),
Turbine Meter, Electric Volume Corrector (EVC), Orrifice Meter, and Gas Regulator with the following
stock.:

- Ultrassonic Meter (USM) 10 inch merk RMG 2 unit

Turbine Meter 2 inch merk RMG 3 unit

Turbine Meter 3 inch merk RMG 12 unit

Turbine Meter 4 inch merk RMG 4 unit

Turbine Meter 6 inch merk RMG 2 unit

Electric Volume Corrector (EVC) merk RMG 4 unit

Gas Regulator 1 inch (ANSI 150) merk Tormene 4 unit

Gas Regulator 2 inch (ANSI 150) merk Tormene 2 unit

Gas Regulator 2 inch (ANSI 300) merk Tormene 2 unit

Canalta brand Orrifice Meter with dynamic stock according to orders

With an ordering time of 14-16 weeks, this means the Company can fulfill reguests for at least 2 projects
per month.

Because the Company is a company that does not operate in the manufacturing sector, the Company
is not involved in the processing of raw materials in this case.

9
Z

5 | e@S|

Page 27 OCR 0.909
PT. Kian Santang Muliatama Tbk
4 4. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika Permai

“Blok AS, No.8, RT.G09, RW009, Kel. Jafiluhur,Kec. Jatiasih

Bekasi 12825 “INDONESIA

Meanwhile, In carrying out Its business activities, the Company has 24 employees, including 1 expert
asa Product Specialist In the wholesale trade sector and divided Into several positions such as Director,
HSE, Manager, Legal, Finance, Marketing & Sales, Engineer, and Support, Then, in adding Wholesale
Trading business activities on the basis of Fees or Contracts (KBL! 46100), the Company's need is 13
workers. The company has no plans to increase the number of new employees. Existing employses
are considered sufficient to handle work normmaliy in accordance with current needs. However, if ihere
isa new project ihat reguires additional technician positions, the Company will recruit additional
employees for ihese positions. The recruitment of additional emptoyees will not be permanent, but will
be carried out on a project-by-project basis. This means that the employees recruited will work for
certain projects and not as permanent emptoyees of the Company. This is done to maintain efficiency
and flexibility in managing the Company's human resources, while optimizing the use of existing
workforce,

Regarding the addition of wholesale trading business activitles on ihe basis of fees or contracis, the
Company already has existing empioyees and does not plan to add new employees. However, in
carrying out business activities the Company has experts such as Mr. Muhammad Wildan Muhlizah
who has the position of product specialist and has experience in working on several projects such as
Procurement of ERGAS Converter Kits (KSM), Procurement of Household Gas Regulators (KSM), and
Procurement of Elecirofusion Fittings Materials (KSM).

In carrying out wholesale trading business activities on the basis of fees or contracis (KBLI 46100), the
Company does not have its own production process because It focuses on distributing products
produced by third parties as suppliers or Original Egulpment Manufacturer (OEM). . In this way, the
Company acts as an intermediary connecting producers with end consumers, especially in the oll and
gas supporting services Industry.

The Company's business flow starts from the tender period where the Company makes offers for
available projects. Then at the project implementation stage, the Company collaborates with related
parties to coordinate all necessary aspects, including material procurement, labor management, and
ensuring the project runs according to the predetermined schedule. Finally, In the maintenance stage,
the Company checks the project work results that have been submitted to the task provider.

With this technical analysis, it can be concluded that additional business activities In the techinicai
feasibility aspect are feasible.

From the Business Pattem Feasibility Study, it can be seen that the main competitive advantage
currently possessed by the Company is that the Company is the sole agent or sole distributor that
trades supporting service producfs for the oil and gas Industry. This means that the Company has
exclusivity In providing products that are really needed by this industry. Being a sole agent gives the

Company a unigue and strategic position in the market, enabling it to provide consistent and guality
service to customers.

Apart from that, the Company is also a public company, which means that the Company's shares are
traded on the capital market and provide open access for investors to participate in company
ownership. Being a public company has a number of advantages, including increasing transparency in
company management, expanding access to funding sources, and improving ihe image and trust of
the general public and stakeholders. The company also has employees and a management team who
are very competent and have high experience In the industry, s0 they are able to run thea company's
Operations effectively and efficientiy. Apart from that, the company is also supported by strong and
trusted vendors, and provides high guality, innovative and competitive products, so that ii can meot
market needs well.

Meanwhile, in the wholesale trade industry of supporting service products for the oil and gas industry,
the ability of competitors to Imitate the Company's producis or business is a factor that needs to be
considered. As a company that is the sole agent or sole distributor of certain products, the Company
has the advantage of exclusive access to these products, However, it cannot be denied that
compelitors may also try to imitate the products or services offered by ihe Company.

10
PA

Page 28 OCR 0.922
PT. Kian Santang Muliatama Tbk
#/) Jl. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika Permai

Blok AS, No.8, RT.009, RW.009, Kel Jatluhur,Kec. Jatiasih

Bekasi 17425” INDONESIA

To mitigate the potential for imitation, the Company needs to strengthen several protection strategies,
including:

-  Confidentiality of Information: Maintaining the confidentiality of strategic Information regarding
products, distribution processes and marketing strategies that can be an advantage for the
Company.

— Innovation: Continuously innovate in the products or services offered to market preferences (oil
and gas), which continue to develop, so that the Company is always the first or at the forefront
in providing solutions for the oil and gas industry.

— Strategic Partnerships: Building strong partnerships with related parties, such as product
suppliers, or other parties who can support the development of new products or services.

— Superior Service and Guality: Focus on high guality service, responsive to customer needs, and
providing significant added value.

With the competitive advantages it already has, the Company has the ability to create added value in
various aspects. Some of them are:

— Additional business activities

— Add new sources of income

—  Improving the Company's financial performance

—  Strengthening market position

— Stronger competitiveness

Thus, the Company's ability to create value not only provides benefits for the Company itself, but also
for stakeholders such as investors, employees, customers and the general public. With the right
strategy in ulilizing its competitive advantages, the Company can continue to grow and develop
sustainably in a dynamic industry such as wholesale trade in supporting services products for the oil
and gas industry.

By analyzing the business pattern, it can be concluded that adding business activities to the feasibility
aspect of the business pattern is feasible.

From the Feasibility Study of the Management Model, It can be seen that human resources that
are of good guality and have competent knowledge and skills are important capital in the Company.
The strategy and long-term goals that will be achieved by the Company also depend on the ability to
utilize the human resources it has. In this case, the Company in carrying out business activities has 24
employees with positions ranging from Main Director, Director, HSE, Manager, Legal, Finance,
Marketing & Sales, Engineer, and Support, which also includes 1 expert as a Product Specialist in the
wholesale trade sector. Meanwhile, in adding wholesale trading business activities based on fees or
contracts (KBLI 46100), the Company's reguirement is 13 workers. The company has no plans to
Increase the number of new employees. Existing employees are considered sufficient to handle work
normally in accordance with current needs. However, if there is a new project that reguires additional
positions, the Company will recruit additional employees for these positions. With this strategy, the
Company can respond to the need for additional technical personnel in accordance with ongoing
projects, without significantly increasing operational costs with additional permanent employees..

Regarding Intellectual Property Rights, until this report was published, information on Intellectual
Property Rights in carrying out wholesale trade business activities on the basis of fees or contracts
(KBLI 46100) was obtained, including:

1. Brand Ergas with registration number IDM000920159 regarding the extension of the registered
mark protection period which is valid until December 4 2030 by the Directorate General of
Intellectual Property, Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia:

2. Brand Kians with registration number IDMO01026107 regarding the extension of the registered
mark protection period which is valid until 30 August 2031 by the Directorate General of Intellectual
Property, Minister of Law and Human Rights of the Republic of Indonesia.

Meanwhile, regarding the new business activities that will be carried out by the Company, no IPRs for
these new business activities have been obtained by the Company.

Page 29 OCR 0.925
PT. Kian Santang Muliatama Tbk
#) U Wara Mu Perum Telkom Satria Permai

Blok A5, No.8, RT.009, RW.009, Kel. Jatiluhur,Kec. Jatiasih

Bekasi 17425 “INDONESIA

Then, in carrying out its business, the Company faces several risks that can affect the Company's
performance. The main risks faced by the Company are::

a. Economic Risk

- Risk of Changes in Foreign Currency Exchange Rates
The fair value of future cash flows will fluctuate due to changes in currency exchange rates. To
mitigate changes in foreign currency exchange rates, the Company can mitigate this by
implementing policies in providing credit facilities, including limiting the maximum credit that can
be given (legal, lending, limit) and credit is given only to customers who have a good track
record..

-  Liguidity Risk
Unavailability of sufficient cash and cash eguivalents to meet the Company's operational needs.
To mitigate this, he Company can monitor the Company's estimated liguidity reserves and
control cash flows (AR and AP) as expected and review financing needs for working capital and
funding activities regularly and when deemed necessary..

b. Business Competition Risk

The existence of synergies between State-Owned Enterprises (BUMN) can have anegative impact
on the Company as a private company participating in Government and/or BUMN projects. BUMN
can give work assignments to BUMN Subsidiaries or other BUMN to Carry out work using a direct
appointment mechanism, unlike the private sector where the process must go through a tender
mechanism. To mitigate the risk of business competition, the Company always looks for vendors
who have more competitive prices or similar raw materials but whose prices are more competitive
with guality that is maintained..

C. Supplier and OEM Risk
The Company does not produce the products it sells itself, but is produced by third parties as
suppliers and original eguipment manufacturers (OEM). The Company does not

can ensure that production activities on the part of the Supplier and/or OEM will not experience
problems so that production is not completed according to the predetermined time target and will
slow down the Company's projects.

This is one of the risks that can have a negative impact on the Company's business activities. To
mitigate risk, the Company has more than one Supplier and OEM, so that if production problems
occur with one particular Supplier or OEM, the Company has other options for producing the
Company's products.

d. Risk of Work Accidents

The construction services carried out by the Company reguire caution in carrying out them because
they are considered high risk work. In the event that a work accident occurs to employees and/or
other Individuals in the project environment, this could have an impact on the Company's business
activities, both in terms of workforce and in terms of the Company's image. To reduce this risk, the
Company always applies Standard Operating Procedures (SOP) which have been prepared with
thorough. This aims to minimize the possibility of work accidents and maintain the safety and health
Of employees and other individuals involved in the project.

e. Technology Risk

Technological changes, especially technology related to the gas Infrastructure industry, can be a
factor that changes the industry as a whole (gamechanger). If there is new technology that can
replace the products owned/sold by the Company and the Company's products such as household
gas regulators become no longer needed, then the Company's business activities could be
threatened and have a negative impact on the Company's income. To mitigate the risk of
technological change, the Company is committed to continuing to develop research and innovation
to keep up with existing technological developments. In this way, the Company can maintain its
competitiveness and anticipate changes that may occur in the industry.

12

Page 30 OCR 0.926
PT. Kian Santang Muliatama Tbk
JL Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika Permai

Blok A5, No.8, RT.009, RW.009, Kel. Jatiluhur,Kec. Jatiasih
Bekasi 17425 - INDONESIA

f. Labor Risk

In carrying out its business activities, the Company reguires skilled and expert workers who master
the technical aspecis of gas infrastructure installation/conslruction services (in general),
engineering, construction design, product development and product prototype making, and
assembly of the products offered by the Company (such as regulators, converters kits etc). If the
Company's workforce leaves the Company or suffers a work accident, the Company's business
activities may be disrupted, such as a decrease in the Company's productivity and the
predetermined sales target not being achieved. To mitigate this, the Company continues to carry
out training and skills development for the employees involved. Thus, the Company believes that a
guality workforce will make a positive contribution to the smoothness and productivity of the
Company's business.

Then, in carrying out wholesale trade business activities on the basis of fees or contracts (KBLI 46100),
the Company's management has the capacity and capabilites which are supported by several
competitive advantages. To date, the Company's management feels that its capacity is sufficient,
especially after carrying out similar procurement previously. This shows that the Company's
management has experience and expertise in managing its business activities, so that it is able to
handle the addition of new business activities well.

Currently, the Company has sufficient commissioners and directors to support its new business
activities in the field of Wholesale Trade on the Basis of Fees or Contracts (KBLI 46100). The Company
has paid attention and considered a complete management structure with a division of managerial
concentration in main areas such as finance, operations and marketing. Meanwhile, with regard to
additional business activities, there are no changes/additions to the organizational structure, but
optimization of the existing structure.

By analyzing the management model, it can be concluded that adding business activities to the
feasibility aspect of the management model is feasible.

From the Financial Feasibility Study, in 2024, the Company plans to increase business activities on
KBLI 46100 Wholesale Trade on the Basis of Fees or Contracts. Based on

Our calculations are that the investment financing for this new business activity is IDR 563,250,000.
Meanuhile, based on financial projections for parent business activities including the addition of new
KBLI, the working capital reguired in 2024 to 2024

2030 respeclively amounted to IDR 212.65 million, IDR 459.94 million, IDR 496.99 million, IDR 521.84
million, IDR 547.93 million, IDR 575.32 million and IDR 604.09 million. Then, based on our calculations,
additional investment financing for new business activities comes from own capital amounting to IDR
563,250,000,-, and working capital financing comes from bank loans amounting to 30.00Y6 and own
capital amounting to 70.0096 for a total of IDR 600. 000,000,-. So the recapitulation of project costs
which will start in 2024 is IDR 1,163,250,000. Working capital loans originating from bank loans will be
submitted to Bank Syariah Indonesia (BSI) after receiving approval from the GMS.

In carrying out new business activities, it is assumed that the Company's operational costs are IDR
206.25 million and will increase to IDR 442.23 million in 2030. Meanwhile, the projection period starts
from 2024 to 2030. The number of operational days in 2024 is assumed to be 132 days a year. , then
becomes 264 days a year for subseguent years. The Company's revenue structure is also assumed to
increase from IDR 5.50 billion in 2024 to IDR 7.37 billion in 2030 with a cost of revenue of IDR 2.31
billion to IDR 6.49 billion in 2030. The final PPh tax rate is assumed to be 2.659. The bank interest
@xpense used consists of bank debt KI (Investment Credit) and KMK (Working Capital Credit) which
are 9.24 and 8.98 respectively. Working capital loans originating from banks will be submitted to
Bank Syariah Indonesia (BSI) after receiving approval from the GMS

During 2024-2030, total assets are projected to increase. In 2024, total assets are projected to be IDR
833.16 million, which will then increase to IDR 3.96 billion in 2030. In 2024, total eguity is projected to
be IDR 567.04 million, which will then increase to IDR 3.34 billion. in 2030. Meanuhile, during 2024-
2030, total sales are also projected to increase. In 2024, total revenue is projected to be IDR 2.75

13

Page 31 OCR 0.885
PT. Kian Santang Muliatama Tbk
#/ di. Wibawa Mukti it, Perum Telkom Satwika Permai

Blok A5, No.3, RTGOS, RIW.OO9, Ket. Jatluhur,Kec. Jaiasih

Bekasi 17425 INDONESIA

bilion, which wili then increase to IDR 7.37 billion in 2030.

Then, cash and cash eguivalents are generaily projected to increase until the end of the period. Cash
and cash eguivalenis at the beginning of the period was IDR 244.19 milfion until the end of the
projection period was IDR 2,51 billion,

"The Company's average Break Even Point for Planned Additional Business Activities during the 2024-
2028 projection period is IDR 2.72 billion. Meanwhile, it is projected that additional business activities
will have a significant positive Impact on profitability ratics, where over the projectad years the average
operating profit margin and net profit margin are 8.945 and 5.059, respectively. Then, the Company's
ROI ratio In 2024-2030 is projected to increase every year in line with the increase in net profit and the
Company's total Investment. The company is projected to record an average ROI of 15.2896.

Based on the project feasibility analysis, It shows that the addition of business activities by the
Company meets the feasibility criteria with the following variables:

« Net Present Value (NPV) » 0 — Worthy
The resulting NPV is IDR 5,733,580,060,-, Thus, a positive NPV result or more than zero indicates
that the project is worih working on because it provides profits.

— Internal Rate of Return (IRR) » Discount Rate —» Worthy
The resulting IRR was 87.039. The IRR results are above the discount rate level
amounting to 10.1395. Thus, the IRR results show that the project is worth working on because ihe
profits are greater than the assumed cost of capital.

- Profitabllity Index (PI) 541 — Worthy
The PI obtained is 4.07579. Thus, a PI resuit of more than 1 Indicates that the project Is worth
working on because it provides benefits from the investment expenditure made.

- Payback Perlod( PP)
The PP obtained is 3 years and 2 months. Thus, ihe Company was able to retum the entire
Investment after the project had been running for 3 years and 2 months.

Then, from the sensitivity analysis, the increase in cost structure is ihe most sensitive factor to business.
feasibility.

With this financial analysis, it can be concluded that additional business activities in the financial
feasibllity aspect are feasibte.

Sonclusion

Based on fhe results of studies and analyzes that have been carried out on all aspects related to
determining business feasibility, namely Market Feasibility, Technical Feaslbillty, Business Pattern
Feasibility, Management Model Feasibility, and Financial Feasibility, the Appraiser is of the opinion that

the Transaction Plan is in Ihe form of additional KBLI which wil be carried out by The Company is
viable.

IVFAVAILABILITY-OF EXPERTSIN CONNECTION WITH PLANS. FOR ADDITIONAL BUSINESS.
ACTIVITIES

Looking at the EPC work from oil and natural gas projects that the Company has previously completed,
the Company has the capacity and capability to form and assign experts and key personnel with
gualifications in accordance with the reguirements reguested by customer companies. In its
implementation, ihe Company was able to form a Project Management Team, Project Engineering
Team, Procurement Team, Construction Implementation Team, and Project Supervisor, which were
organized so that the work was structured with good results and satisfied customers.

All staff in the team are experts and/or technicians who are competent and have experlence & have a
good reputation in carrying out several oil and natural gas projects.

14

Page 32 OCR 0.926
PT. Kian Santang Muliatama Tbk
Jl. Wibawa Mukti II, Perum Telkom Satwika Permai

Blok A5, No.8 RT.000, RW009, el. Jaluhur,Kec. Jatiasih
Bekasi 17425 - INDONESIA

The Company's current workforce is 24 people, in this case, for business activities in the electricity
sector, the Company reguires 10 workers, including 3 experts in the electricity sector, and for large
trading business activities, the Company reguires 13 workers, including 1 expert as a product specialist.
Existing workforce will be allocated for the need to add new business activities that are tailored to
needs In the field. Furthermore, if necessary, itis possible that the Company will carry out recruitment
if itis deemed necessary to meet operational needs.

IV. EXPLANATION, CONSIDERATIONS AND REASONS FOR ADDITIONAL BUSINESS
ACTIVITIES

The considerations and reasons for carrying out additional business activities are to improve financial
performance and provide additional profits for the Company's shareholders. The company hopes to
create a synergy between existing business activities and the addition of new KBLI. With the existence
of KBLI 35129, KBLI 43211, and KBLI 46100, the Company has the prospect of entering the market
segment of state-owned companies and their subsidiaries engaged in the oil and gas industry, as well
as other private companies that need new services and producis that will be offered by Company.

With the addition of the KBLI 35129, KBLI 43211, and KBLI 46100 business fields, it is hoped that the
Company will also increase the Company's competitiveness, especially in specific instrumentation and
control work as well as large trades for project owners who reguire KBLI in this field.

VI. EXPLANATION OF THE EFFECT OF ADDITIONAL BUSINESS ACTIVITIES ON THE
COMPANY'S FINANCIAL CONDITION

Due to the addition of new business activities, there will be an increase in income that will be obtained
from business activities. For additional electricity business activities, there will be an additional amount
of Rp. 2.50 billion for income in the second semester of 2024. Next, in 2025-2030, additional income
will reach an average of Rp. 5.25-6.70 billion. As for the addition of large trading business activities,
there will be an increase of IDR 2.75 billion for the proceeds in the second semester of 2024. Next, in
2025-2030, the additional income will reach an average of IDR 5.78-7.37 billion. In detail, the impact
of the planned transaction for additional business activities of KBLI 35129, KBLI 43211 and KBLI 46100
is as follows:

Meanwhile, the Company's current workforce is 24 people, in this case for business activities in the
electricity sector the Company reguires 10 workers including 3 experts in the electricity sector, and for
large trading business activities the Company reguires 13 workers including 1 expert as a product
specialist. The existing workforce will be allocated for additional new business activities that are tailored
to needs in the field. Furthermore, ifnecessary, it is possible that the Company will carry out recruitment
if itis deemed necessary to meet operational needs. Currentiy the Company has adeguate human
resources including experts who, apart from having experience in the oil and natural gas sector, also
have expertise in the electricity sector and in the procurement of goods and tools reguired for wholesale
trading operations. Furthermore, the Company has adeguate office facilites, and has assets in the
form of workshops and warehouses so that the Company has large capital to carry out new business
activities.

With the addition of the KBLI 35129, KBLI 43211, KBLI 46100 business fields, it is hoped that the
Company will increase the Company's competitiveness, especially in specific instrumentation and
control work as weli as large trades for project owners who reguire KBLI in this field.

Page 33 OCR 0.931
Pi PT. Kian Santang Muliatama Tbk
PP. Blok A5, No.8, RT.009, RW.009, Kel. Jatiluhur,Kec. Jatiasih
Bekasi 17425 - INDONESIA

ADDITIONAL INFORMATION

If Shareholders reguire further information, they can contact the Company on working days
and hours (Monday-Friday 08.00-17.00), at the office address Jl. Wibawa Mukti II, Perum
Telkom, Satwika Permai, Block AS No. 8, Ex. Jatiluhur, District. Jatiasih, Bekasi City, West
Java, 17425 Telephone: (021) 82748249 Website: www.kianmulia.com Email:
corsec@kianmulia.com.

VII. GENER,

MEETING OF SHAREHOLDERS

Approval of the plan for Additional Business Activities will be sought for approval atthe General Meeting
of Shareholders ("GMS") which will be held by the Company on:

Date 104 June 2024
Place : Harmony Meeting Room
HARPER MT Haryono, Cawang
Letjen M.T. Haryono Street No.Kav. 6-7, Cawang,
Jatinegara District, East Jakarta City,
Special Capital Region of Jakarta 13340

In accordance with the provisions of POJK 17/2020, changes to business activities as described in this
Disclosure of Information will be sought for approval from the Company's shareholders at the
Company's GMS which is planned to be held on Tuesday, 04 June 2024. Furthermore, in the GMS
Agenda regarding Changes Business Activities there will be a discussion regarding the feasibility study
regarding Changes to the Company's Business Activities. The agenda items that will be sought for
approval at the GMS are as follows:

1. Approval of the Annual Report including the Supervisory Duties Report of the Board of
Commissioners and Ratification of the Company's Financial Report for the financial year ending 31
December 2023. (7441) of the total number of shares attending the meeting:

2. Approval of the use of the Company's net profit for the 2023 financial year (441) from the total
number of shares present at the meeting,

3. Approval of the determination of salary or honorarium and other allowances for members of the
Company's Board of Directors and Board of Commissioners for the 2024 financial year. (4441) from
the total number of shares attending the meeting,

4. Approval of the Appointment of a Public Accounting Firm to Audit the Company's Financial
Statements for the 2024 Financial Year. (14#1) of the total number of shares attending the meeting:

5. Report on the realization of the use of funds from the Public Offering. (Y4#1) of the total number of
shares attending the meeting:

6. Discussion of the Feasibility Study regarding Additional Business Activities of the Company. (2/3)
of the total shares attending the meeting:

7. Approval of changes to Article 3 of the Company's Articles of Association in connection with
additional business activities of the company, taking into account OJK Regulation Number
17/IPOJK.04/2020 concerning Material Transactions and Changes in Business Activities. (2/3) of
the total shares attending the meeting,

8. Approval to pledge most or all of the Company's assets for the benefit of the Company in order to
obtain Bank loan facilities. (3/4) of the total number of shares attending the meeting.

Page 34 OCR 0.912
PT. Kian Santang Muliatama Tbk
Blok AS, No.8, RT.009, RW.009, Kel. Jatiluhur,Kec. Jatiasih
Bekasi 17425" INDONESIA

Meanmhile, the attendance guorum and GMS decision guorum taking into account the relevant
regulations in POJK Number 15/POJK.04/2020 are as follows:

- The presence of a guorum of the total number of shares with valid voting rights,
- The decision guorum is the total number of shares present at the meeting.

In connection with holding the Meeting, the Company will make an Announcement on 26 April 2024, a
Recording Date on 08 May 2024 and an Invitation to the Meeting on 13 May 2024 via the Indonesian
Stock Exchange website, the e-GMS provider website and the Company website.

PT KIAN SANTANG MULIATAMA TBK.

Office Address
Wibawa Mukti II Street, Perum Telkom, Satwika Permai,
Blok A5 No. 8, Kel. Jatiluhur, Kec. Jatiasih, Bekasi City,
West Java, 17425 Telephone: (021) 82748249 Website:
www.kianmulia.com Email: corsec@kianmulia.com

Bekasi, 31" May 2024
Best Regards,
Company Directors

File

File Open PDF
Source IDX
Size7.61 MB
Published31 May 2024
Pages34
Characters122,514
Text sourceOCR
OCR confidence0.925

Names mentioned 34 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Kian Santang Muliatama Tbk p.1 ×122
linked person Edy Nurhamid Amin · Direktur Utama p.1 ×8
linked person Ir. Agus Salim p.4 ×3
linked — Taufik Dwicahyono p.4 ×2
linked person Fadjar Tri Ananda · Direktur p.4 ×5
linked org Bank Syariah Indonesia p.7 ×13
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.1 ×3
possible org Negara Republik Indonesia p.2
possible org Bursa Efek Indonesia p.3 ×2
possible org PT Kian Megah Investama p.4 ×3
possible org PT Platinum Berkah Abadi p.4 ×3
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.2
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.2 ×2
unresolved person Artisa Khamelia Ramadayanti p.3 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.3 ×2
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.3
unresolved person Irvan Surya Dewantara · Komisaris Utama p.5 ×3
unresolved person Sutarno · Direktur p.5 ×2
unresolved org KJPP Syarif p.5 ×2
unresolved org Endang & Rekan p.5
unresolved org Rekan · Penilai p.5
unresolved org Klan Santang Muliatama Tbk p.9 ×2
unresolved org Menteri ESDM p.9
unresolved org Milik Negara p.9 ×2
unresolved person Muhammad Wildan Muhlizah p.10 ×2
unresolved org Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual p.12 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Sementara p.12
unresolved org Financial Services Authority p.18 ×5
unresolved org Minister of Law and Human Rights p.20 ×3
unresolved org Ministry of Law and Human Rights p.20
unresolved person Richard Leonardus Adikarta · Commissioner p.22 ×2
unresolved org Endang & Partners p.22
unresolved org Minister of Energy and Mineral Resources Regulation p.25
unresolved org Directorate General of Intellectual Property p.28 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result