Back to announcement
20240531_AMMN_Tanggapan atas Permintaan Penjelasan Bursa_31644866_lamp1.pdf
Other Text extracted AMMNSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 10
Page 1
AMMAN
No: 028/CORSEC/AMI/V/2024 Jakarta, 31 Mei 2024
Kepada Yth:
PT Bursa Efek Indonesia
Gedung Bursa Efek Indonesia, Tower 1, Lantai 6
JI. Jend. Sudirman Kav. 52-53
Jakarta 12190
U.P:
1. lbu Risa E. Rustam - Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum
2. Bapak Hendra Ahmad Hidayat - P.H. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2
Perihal: Tanggapan atas Permintaan Penjelasan
Dengan hormat,
Kami merujuk pada Surat PT Bursa Efek Indonesia ("BEi") No. S-05015/BEI.PP2/05-2024 tanggal 22
Mei 2024 perihal Permintaan Penjelasan sebagaimana Perseroan terima pada tanggal 27 Mei 2024
("Surat"). Melalui surat ini kami bermaksud untuk menyampaikan tanggapan PT Amman Mineral
lnternasional Tbk ("Perseroan") dengan mengutip pertanyaan dari BEi sebagaimana kami sampaikan
dalam Lampiran surat ini.
Demikian kami sampaikan, atas perhatian Bapak/lbu, kami ucapkan terima kasih.
Hormat kami,
PT Amman Mineral lnternasional Tbk
Arief Widyawan Sidarto
Direktur
32
0
C:
ca
E
E
ca
PT AMMAN MINERAL INTERNASIONAL TBK
MENARA KARYA 6TI-i LEVEL. JALAN H.R. RASUNA SAID
BLOK X-5 KAV. 1-2 JAKARTA, INDONESIA 12950 T. +62 21 5799 4600 F. +62 21 5296 4136
Page 2
Lampiran Permintaan Penjelasan
PT Amman Mineral Internasional Tbk (“Perseroan”)
Terkait Laporan Keuangan 31 Desember 2023
1. Sehubungan dengan kegiatan usaha Perseroan mohon penjelasan:
a. Perkembangan kegiatan usaha.
b. Prospek usaha Perseroan ke depannya.
Tanggapan Perseroan untuk poin (a) dan (b):
Kegiatan penambangan bijih segar Fase 7 yang dilakukan oleh entitas anak Perseroan, PT
Amman Mineral Nusa Tenggara (“AMNT”) sedang berlangsung dan diperkirakan hingga akhir
tahun 2024. Pengupasan lapisan batuan penutup Fase 8 sedang berlangsung dan kegiatan
penambangan bijih segar Fase 8 akan dimulai pada tahun 2025 dan diperkirakan akan
memperpanjang umur tambang Batu Hijau hingga tahun 2030.
Progress smelter melalui entitas anak Perseroan, PT Amman Mineral Industri (“AMIN”) pada
Maret 2024 telah melampaui target yang dijadwalkan. Kemajuan smelter mencapai 88,1%,
yaitu 103,3% dari target sebesar 85,2%. Kemajuan Pemurnian Logam Mulia (PMR) mencapai
75,8%, yaitu 90,8% dari target sebesar 83,5%.
AMNT juga sedang dalam proses pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan
Uap (PLTGU) yang nantinya akan menjadi bagian dari proses komisioning smelter. Salah satu
dari dua turbin berbahan bakar ganda berkapasitas 50 MW di dalam PLTGU telah
dikomisioning pada bulan April 2024, tepat waktu untuk memasok listrik selama komisioning
smelter. Turbin gas berbahan bakar ganda berkapasitas 50 MW lainnya diharapkan untuk
dioperasikan pada kuartal kedua tahun 2024. Blok lain dalam PLTGU akan dioperasikan
secara berurutan berdasarkan kebutuhan operasional Perseroan hingga tahun 2025. Fasilitas
Liquified Natural Gas (LNG) akan dikomisioning pada kuartal keempat tahun 2024.
AMNT juga sedang dalam proses pembangunan proyek ekspansi pabrik konsentrator untuk
melipatgandakan kapasitasnya (dari 40 juta ton bijih per tahun menjadi 85 juta ton bijih per
tahun) yang akan digunakan untuk memproses pasokan bijih tambahan dari Fase 8 dan
tambang Elang di masa depan. Proyek ekspansi pabrik konsentrator berjalan sesuai rencana
dan penyelesaian mekanis dijadwalkan secara bertahap sejak kuartal pertama tahun 2025.
c. Perolehan atau pemutusan kontrak dengan pelanggan (jika ada).
Tanggapan Perseroan:
Tidak ada pemutusan kontrak dengan pelanggan. Perseroan telah mengantisipasi pelarangan
ekspor konsentrat setelah 31 Mei 2024 dan berkoordinasi dengan pelanggan terkait hal
tersebut.
d. Modal kerja yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan operasional di tahun 2024.
Tanggapan Perseroan:
Modal kerja Perseroan untuk kegiatan operasional di tahun 2024 sudah dipersiapkan dengan
sumber dana internal dan pinjaman bank.
e. Pemutusan hubungan kerja karyawan (jika ada).
Tanggapan Perseroan:
Tidak ada pemutusan hubungan kerja karyawan.
f. Kendala-kendala lainnya yang sedang dihadapi Perseroan.
Tanggapan Perseroan:
2
Page 3
Kendala utama yang dihadapi Perseroan yaitu terkait regulasi, di mana peraturan yang berlaku
saat ini melarang ekspor konsentrat tembaga setelah 31 Mei 2024. Walaupun Perseroan
optimis bahwa Pemerintah akan memberi kelonggaran, hal ini mengakibatkan tantangan bagi
kesinambungan hasil usaha Perseroan untuk menopang biaya modal yang tinggi untuk
penyelesaian proyek. Perseroan telah menyusun strategi pendanaan melalui pinjaman bank
untuk mengantisipasi gangguan atas kesinambungan ekspor konsentrat setelah 31 Mei 2024.
2. Perincian atas strategi Perseroan yang telah dan akan dilakukan untuk meningkatkan kinerja
operasional dan keuangan.
Tanggapan Perseroan:
Seperti telah kami ungkapkan di Nomor 1 di atas serta di dalam Prospektus IPO, strategi Perseroan
untuk meningkatkan kinerja operasional dan keuangan adalah dengan memastikan realisasi atas
rencana investasi smelter, ekpansi pabrik konsentrator, serta ekspansi fasilitas pendukung
lainnya. Untuk memastikan kesinambungan realisasi rencana investasinya, Perseroan juga
melakukan pencadangan dana segar baik dari hasil usaha internal maupun pinjaman bank, hingga
dapat dipastikannya pemberian kelonggaran ekspor konsentrat tembaga setelah 31 Mei 2024.
Perseroan juga terus melakukan komunikasi yang berkesinambungan dengan para pelanggan
terkait dengan kemunginan kelonggaran ekspor konsentrat setelah 31 Mei 2024 dan juga prospek
penjualan katoda tembaga dan produk hasil smelter lainnya di paruh kedua 2024.
3. Sebagaimana pada Laporan Realiasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum per 31
Desember 2023 nomor 004/AMI/I/2024 tanggal 15 Januari 2023, Perseroan melakukan
penyetoran modal kepada entitas anak Perseroan yaitu PT Amman Mineral Industri (AMIN)
dan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Atas hal tersebut agar dijelaskan secara rinci
dengan mengisi tabel berikut:
Tanggapan Perseroan:
No. Keterangan/ Kegiatan dan Jumlah Modal Rincian Penggunaan
Transaksi Lokasi Spesifik Disetor (Rp) Modal Disetor pada
Operasional Entitas Anak
Entitas Anak
1. Penyetoran Industri 1.795.504.030.000 Membiayai belanja
modal kepada PT pengolahan modal atas Proyek
Amman Mineral logam/ lokasi Smelter AMIN.
Industri opersional AMIN
di Maluk,
Sumbawa Barat,
Nusa Tenggara
Barat, Indonesia
2. Penyetoran Pertambangan / 5.483.750.000.000 Membiayai Proyek
modal kepada PT lokasi tambang Ekspansi Pabrik
Amman Mineral dan pengolahan Konsentrator dan
Nusa Tenggara AMNT di Baju Proyek Pembangkit
Hijau, Nusa Listrik Tenaga Gas dan
Tenggara Barat, Uap di AMNT.
Indonesia
4. Terdapat sisa dana hasil penawaran umum sebesar Rp152,9 miliar. Agar dapat dijelaskan
rencana penggunaan sisa dana tersebut dan rencana tanggal penggunaannya.
Tanggapan Perseroan:
Sisa dana hasil penawaran umum tersebut sudah disalurkan dalam bentuk penyetoran modal
kepada entitas anak AMNT untuk membiayai Proyek Ekspansi Pabrik Konsentrator dan Proyek
Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap di AMNT. Hal ini akan dilaporkan Perseroan kepada
OJK/BEI pada laporan penggunaan dana hasil penawaran umum berikutnya.
3
Page 4
5. Terkait dengan beberapa entitas anak Perseroan yang lain, agar dapat dijelaskan:
a. Target operasional secara komersil PT Amman Mineral Industri.
b. Kendala atau pertimbangan manajemen sehubungan dengan belum operasionalnya PT
Amman Mineral Industri untuk saat ini.
Tanggapan Perseroan untuk poin (a) dan (b):
Saat ini PT Amman Mineral Industri sedang menyelesaikan pembangunan fasilitas smelter dan
precious metals refinery, dengan target akan memasuki tahap final, dengan kemajuan yang
diverifikasi di atas 90%, pada Mei 2024, yang akan diikuti periode commisioning dengan
rencana produksi katoda tembaga pertama pada paruh kedua tahun 2024.
c. Target operasional secara komersil PT Amman Nusa Propertindo.
d. Kendala atau pertimbangan manajemen sehubungan dengan belum operasionalnya PT
Amman Nusa Propertindo untuk saat ini.
Tanggapan Perseroan untuk poin (c) dan (d):
PT Amman Nusa Propertindo adalah perusahaan subholding yang kami siapkan untuk
beberapa proyek pengembangan properti/pariwisata di sekitar kawasan Batu Hijau.
Perseroan saat ini masih mengutamakan penyelesaian atas proyek smelter di PT Amman
Mineral Industri serta ekspansi pabrik konsentrator, pembangunan PLTGU dan ekspansi
fasilitas lainnya di PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Terkait dengan PT Amman Nusa
Propertindo, saat ini Perseroan masih mengkaji prospek pengembangan properti/pariwisata
di sekitar Kawasan Batu Hijau.
e. Target operasional secara komersil PT Amman Nusantara Gas.
f. Kendala atau pertimbangan manajemen sehubungan dengan belum operasionalnya PT
Amman Nusantara Gas untuk saat ini.
Tanggapan Perseroan untuk poin (e) dan (f):
PT Amman Nusantara Gas saat ini sedang pembangunan fasilitas LNG storage dan terminal
regasifikasi di pelabuhan Benete, dengan rencana komisioning secara bertahap dimulai pada
kuartal keempat tahun 2024. Fasilitas LNG storage dan terminal regasifikasi PT Amman
Nusantara Gas nantinya akan digunakan untuk menyalurkan pasokan gas ke pembangkit listrik
AMNT di Batu Hijau. Perseroan telah mengantisipasi rencana waktu penyelesaian LNG storage
dan terminal regasifikasi ini, dengan menggunakan bahan bakar non-gas untuk dua turbin gas
berbahan bakar ganda yang akan diperlukan untuk commisioning fasilitas smelter.
g. Target operasional secara komersil PT Amman Aviasi Indonesia.
h. Kendala atau pertimbangan manajemen sehubungan dengan belum operasionalnya PT
Amman Aviasi Indonesia untuk saat ini.
Tanggapan Perseroan untuk poin (g) dan (h):
Saat ini PT Amman Aviasi Indonesia kami persiapkan untuk membangun fasilitas transportasi
udara di area Sumbawa Barat sekitar Batu Hijau. Proyek ini masih dalam tahap persiapan
awal.
6. Berdasarkan pada Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) No. 4 – Kas dan Setara Kas, terdapat
kenaikan kas dan setara kas sebagaimana dicatat dalam periode 31 Desember 2023 sebesar
50% atau USD 410 juta, agar dapat dijelaskan sebagaimana berikut:
a. Perseroan mencatatkan kenaikan pada akun kas di bank – pihak ketiga dalam dolar
Amerika Serikat per Desember 2023 sebesar USD 989 juta yang sebelumnya tercatat
sebesar USD 750 juta per Desember 2022. Agar dapat dijelaskan latar belakang kenaikan
dan sumber dana yang didapat oleh Perseroan.
Tanggapan Perseroan:
Kenaikan pada akun kas di bank – pihak ketiga dalam dolar Amerika Serikat terutama
disebabkan oleh penerimaan dari penjualan dan penerimaan dari penarikan pinjaman bank
4
Page 5
AMNT dan AMIN sebagai antisipasi untuk memastikan kelancaran operasional, untuk
memenuhi tantangan regulasi dan untuk mendanai proyek ekspansi dan fasilitas smelter
Perseroan.
b. Terdapat kenaikan pada akun kas di bank – pihak ketiga dalam rupiah per Desember 2023
yang dicatatkan sebesar USD 149,1 juta yang sebelumnya dicatatkan sebesar USD 29 juta
per Desember 2022. Agar dapat dijelaskan latar belakang kenaikan tersebut dan
pertimbangan Perseroan mencatatkan proporsi kas rupiah lebih kecil dibandingkan kas
dolar.
Tanggapan Perseroan:
Kenaikan pada akun kas di bank – pihak ketiga dalam rupiah terutama disebabkan oleh
penerimaan dari penarikan pinjaman bank AMNT. Perseroan mencatatkan kas rupiah lebih
kecil dibandingkan dengan kas dolar Amerika Serikat terutama disebabkan karena seluruh
penjualan Perseroan adalah dalam mata uang dolar Amerika Serikat.
7. Berdasarkan CALK no. 8 – Perpajakan, Perseroan mencatatkan adanya kenaikan saldo piutang
pajak lainnya entitas anak bagian lancar per Desember 2023 yang dicatatkan sebesar USD
265,7 juta dibandingkan dengan pencatatan di periode sebelumnya sebesar USD 122,9 juta.
Agar dapat dijelaskan:
a. Latar belakang Perseroan membukukan pajak dibayar dimuka untuk tahun pajak 2023
sebesar USD 41,7 juta per Desember 2023 dibandingkan dengan per Desember 2022 yang
nihil.
Tanggapan Perseroan:
Dikarenakan perhitungan pajak badan AMNT per Desember 2023 dalam posisi prepaid,
dimana pajak penghasilan badan AMNT tahun 2023 lebih kecil dibandingkan dengan kredit
pajak AMNT, sedangkan per Desember 2022, AMNT dalam posisi utang, dimana pajak
penghasilan badan AMNT tahun 2022 lebih besar dibandingkan dengan kredit pajak AMNT.
b. Perseroan membukukan kenaikan tagihan untuk PPN yang dicatatkan sebesar USD 214,3
juta untuk periode Desember 2023 dibandingkan dengan periode sebelumnya sebesar
USD 113,2 juta. Agar dapat dijelaskan kenaikan tersebut.
Tanggapan Perseroan:
Kenaikan tagihan untuk PPN periode Desember 2023 terutama disebabkan oleh aktivitas
investasi Perseroan, terlihat pada peningkatan signifikan pada belanja modal Perseroan di
tahun 2023.
8. Terdapat kenaikan pada akun aset tetap sebagaimana mengacu pada CALK no. 9 – Aset Tetap,
Bersih dalam periode Desember 2023 dicatatkan sebesar USD 2,8 miliar dibandingkan
dengan saldo per Desember 2022 sebesar USD 1,2 miliar. Agar dapat dijelaskan:
a. Dalam informasi mengenai aset tetap dalam penyelesaian, Perseroan mencatatkan
besarnya akumulasi biaya untuk bangunan, fasilitas dan aset lainnya sebesar USD 1,4
miliar dengan estimasi penyelesaian sekitar Triwulan I 2024 – Triwulan 2025. Agar dapat
dijelaskan lebih rinci terkait bangunan atau fasilitas yang sedang dibangun.
Tanggapan Perseroan:
Aset tetap dalam penyelesaian untuk kategori bangunan, fasilitas dan aset lainnya, terutama
terdiri atas Ekspansi Pabrik Konsentrator, Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU),
Fasilitas Regasifikasi dan Penyimpanan Liquefied Natural Gas (LNG) dan lainnya yang saat ini
untuk keseluruhan pengeluaran yang terjadi dikategorikan terlebih dahulu dalam kategori
bangunan, fasilitas dan aset lainnya hingga adanya serah terima proyek dari EPC kontraktor
kepada Perseroan.
5
Page 6
b. Progress penyelesaian kategori bangunan, fasilitas dan aset lainnya hingga saat ini.
Tanggapan Perseroan:
Saat ini progress penyelesaian kategori bangunan, fasilitas dan aset lainnya beragam mulai
dari 0.1%-96.1%.
Status untuk PLTGU, Fasilitas Regasifikasi dan Penyimpanan LNG, per tanggal 31 Desember
2023 adalah sebagai berikut 2 unit 50 MW dual-fired gas turbines sedang dalam proses
instalasi dan pemasangan komponen-komponen hingga siap untuk memasuki tahap
commissioning pada semester kedua tahun 2024. Pada waktu yang tepat untuk memasok
kebutuhan listrik Smelter saat tahap commissioning. Progress untuk Fasilitas Regasifikasi dan
Penyimpanan LNG masih sesuai dengan rencana Perseroan untuk melakukan commissioning
nya pada semester kedua tahun 2024.
Status untuk Ekspansi Pabrik Konsentrator adalah sesuai dengan rencana Perseroan untuk
penyelesaian mekanisnya pada kuartal pertama tahun 2025. Saat ini, sekitar 36% dari
pemasangan fondasi dan 7% dari pemasangan struktur telah selesai di lakukan, termasuk juga
94% untuk proses procurement telah selesai dilakukan.
c. Ekspektasi Perseroan dengan adanya penambahan tersebut, utamanya dari aspek
finansial dan operasional.
Tanggapan Perseroan:
Perseroan senantiasa berkomitmen untuk terus melakukan berbagai upaya pengembangan
yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan daya saing di industri ini. Tambahan
berbagai fasilitas baru tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang kami untuk
memastikan keberlanjutan operasional dan memperkuat fondasi bisnis Perseroan. Kami
terus mengkaji dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek yang terkait
dengan proyek ini, termasuk aspek finansial dan operasional, guna memastikan bahwa
setiap langkah yang diambil memberikan manfaat optimal bagi Perseroan dan seluruh
pemangku kepentingan.
Kami juga ingin menekankan bahwa Perseroan selalu mengedepankan prinsip-prinsip tata
kelola yang baik dan senantiasa bekerja sesuai dengan regulasi dan standar industri yang
berlaku. Dalam pelaksanaan proyek ini, kami berupaya untuk menjalankan berbagai praktik
terbaik yang dapat mendukung tujuan jangka panjang Perseroan.
d. Mengenai aset tetap dalam penyelesaian kategori mesin dan peralatan sebesar USD 565,3
juta, agar dapat dijelaskan lebih rinci terkait mesin dan peralatan yang sedang dibangun.
Tanggapan Perseroan:
Aset tetap dalam penyelesaian untuk kategori bangunan, fasilitas dan aset lainnya, terutama
terdiri atas Proyek Smelter dan Pemurnian Logam Mulia, infrastruktur pertambangan, dan
lainnya.
e. Progress penyelesaian kategori mesin dan peralatan hingga saat ini.
Tanggapan Perseroan:
Saat ini progress penyelesaian kategori mesin dan peralatan beragam mulai dari 0.1%-96.8%.
Per 31 Desember 2023, progress Pembangunan smelter telah mencapai 76,1%, atau 105,1%
dari target akhir tahun yang dijadwalkan sebesar 72,4%, menurut penilaian yang diverifikasi
secara independen. Kemajuan Pemurnian Logam Mulia telah mencapai 72,7%, atau 100,7%
dari target akhir tahun yang dijadwalkan sebesar 72,2%. Kedua fasilitas tersebut diharapkan
untuk memasuki tahap final dan penyelesaian mekanis untuk mulai komisioning dan
beroperasi pada semester kedua tahun 2024.
9. Sebagaimana mengacu pada CALK no. 11 – Biaya Pengupasan Lapisan Tanah yang
Ditangguhkan, Bersih, Perseroan mencatatkan kenaikan dengan nilai per Desember 2023
sebesar USD 2,2 miliar jika dibandingkan pada periode sebelumnya sebesar USD 1,5 miliar.
Agar dapat dijelaskan latar belakang kenaikan tersebut.
6
Page 7
Tanggapan Perseroan:
Kenaikan pada biaya pengupasan lapisan tanah yang ditangguhkan, bersih Perseroan, terutama
disebabkan oleh lebih tingginya kapitalisasi biaya pengupasan lapisan tanah untuk Fase 8, karena
aktifitas penambangan Perseroan di tahun 2023 merupakan aktifitas pemindahan atas 300 juta
ton lapisan tanah Fase 8. Biaya pengupasan lapisan tanah Fase 8 ini kemudian dikompensasi oleh
amortisasi biaya pengupasan lapisan tanah untuk tambang Batu Hijau Fase 7.
10. Sehubungan dengan CALK no. 16 – Pinjaman Bank Jangka Pendek, Perseroan mencatatkan
nilai pinjaman bank jangka pendek per Desember 2023 sebesar USD 197,6 juta dan per
Desember 2022 sebesar USD 99 juta. Agar dapat dijelaskan:
a. Terdapat pinjaman baru kepada Bank Permata dan Bank UOB dengan total USD 110 juta
per 2023. Agar dapat dijelaskan pertimbangan Perseroan untuk menambah dana dari
kedua pihak tersebut.
Tanggapan Perseroan:
Pinjaman baru dari Bank Permata dan Bank UOB merupakan pinjaman modal kerja dengan
jangka waktu pendek yang dilakukan untuk menjembatani kebutuhan kas AMNT saat AMNT
diwajibkan untuk meng-endapkan 30% dari hasil penjualan ekspor konsentratnya (devisa
hasil ekspor) pada rekening khusus, sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia.
b. Rencana penggunaan pinjaman bank jangka pendek tersebut.
Tanggapan Perseroan:
AMNT menggunakan pinjaman bank jangka pendek tersebut untuk modal kerja, dikarenakan
30% hasil penjualan ekspor konsentrat AMNT wajib untuk disimpan selama 3 bulan dalam
rekening khusus devisa hasil ekspor.
11. Sehubungan dengan CALK no. 17 – Pinjaman Bank Jangka Panjang, Bersih, Perseroan
mencatatkan nilai pinjaman bank jangka panjang, bersih, per Desember 2023 sebesar USD
2,9 miliar yang naik jika dibandingkan nilai per Desember 2022 sebesar USD 1,6 miliar. Agar
dapat dijelaskan:
a. Terdapat kenaikan atas pinjaman bank jangka panjang oleh entitas anak PT Amman
Mineral Nusa Tenggara (AMNT) sehingga secara total Perseroan mencatatkan nilai bagian
jangka panjang, bersih dari AMNT sebesar USD 1,4 miliar. Agar dapat dijelaskan latar
belakang penambahan pinjaman bank jangka panjang tersebut.
Tanggapan Perseroan:
Latar belakang penarikan Pinjaman Bank Jangka Panjang adalah sebagai antisipasi
pelarangan ekspor konsentrat setelah 31 Mei 2024, sehingga untuk memenuhi kebutuhan
AMNT dalam membiayai belanja modal (pendanaan proyek-proyek yang sedang berjalan)
dan kesinambungan usaha, AMNT melakukan penarikan pinjaman bank jangka Panjang.
b. Status kelancaran pembayaran pinjaman jangka panjang dari AMNT.
Tanggapan Perseroan:
AMNT selalu melakukan pembayaran pokok dan bunga Pinjaman Jangka Panjang tepat waktu
sesuai dengan skedul pembayaran yang sudah disepakati dalam Perjanjian Kredit.
c. Terdapat kenaikan atas pinjaman bank jangka panjang oleh entitas anak PT Amman
Mineral Industri (AMIN) sehingga secara total Perseroan mencatatkan nilai bagian jangka
panjang, bersih dari AMIN sebesar USD 450 juta. Agar dapat dijelaskan latar belakang
penambahan pinjaman bank jangka panjang tersebut.
Tanggapan Perseroan:
Latar belakang penambahan Pinjaman Bank Jangka Panjang tersebut adalah untuk membiyai
pengembangan proyek Pembangunan Smelter terutama pembayaran kontrak EPC kepada
kontraktor.
d. Status kelancaran pembayaran pinjaman jangka panjang dari AMIN.
Tanggapan Perseroan:
7
Page 8
AMIN selalu melakukan pembayaran Pinjaman Jangka Panjang tepat waktu sesuai dengan
skedul pembayaran yang sudah disepakati dalam Perjanjian Kredit.
12. Dalam CALK no. 21 – Liabilitas Lainnya, agar dapat dijelaskan lebih lanjut terkait:
a. Nature dari liabilitas pembiayaan.
Tanggapan Perseroan:
Nature dari liabilitas pembiayaan adalah bentuk pembiayaan di mana perusahaan menyewa
aset modal (peralatan tambang) dari pihak lain dengan hak opsi untuk membeli aset tersebut
setelah jangka waktu tertentu (sale and lease back).
b. Latar belakang baru dibukukannya liabilitas pembiayaan sebesar USD 25,6 juta karena
nilai pada tahun 2022 adalah nihil.
Tanggapan Perseroan:
Latar belakang dibukukannya liabilitas pembiayaan adalah karena baru ditandatanganinya
Perjanjian Jasa Pertambangan Baru pada bulan Februari 2023, bersamaan dengan
berakhirnya perjanjian sebelumnya. Sesuai dengan syarat dari Perjanjian Jasa Pertambangan
Baru ini, Macmahon Indonesia hanya akan melanjutkan kepemilikan peralatan pertambangan
bergerak yang akan digunakan untuk lingkup jasa pertambangan lanjutan Tahap 7 yang telah
disepakati.
13. Terkait dengan saldo cadangan lainnya pada posisi ekuitas, Perseroan mencatatkan nilai
cadangan lainnya per Desember 2023 sebesar negatif USD 1,9 juta yang menurun
dibandingkan dengan nilai per Desember 2022 sebesar USD 8,1 juta. Agar dapat dijelaskan:
a. Nature dari akun cadangan lainnya.
Tanggapan Perseroan:
Akun cadangan lainnya pada posisi ekuitas terutama merepresentasikan perubahan nilai
wajar atas transaksi derivatif yang dimiliki Perseroan dan pengukuran kembali liabilitas
imbalan kerja.
b. Latar belakang penurunan saldo cadangan lainnya dalam periode Desember 2023.
Tanggapan Perseroan:
Penurunan saldo cadangan lainnya disebabkan posisi yang tidak menguntungkan pada kuartal
keempat tahun 2023 yang merupakan dampak dari lebih rendahnya perkiraan suku bunga
atas transaksi derivatif Perusahaan (kontrak IRS dan CCS).
14. Dalam laporan laba rugi Perseroan dicatatkan untuk nilai pendapatan bersih per Desember
2023 sebesar USD 2 miliar yang mengalami penurunan 28% atau sebesar USD 796,7 juta
dibandingkan dengan pendapatan periode sebelumnya yang tercatat sebesar USD 2,8 miliar
sehingga mengakibatkan laba bruto Perseroan turun sebesar 44%. Agar dapat dijelaskan latar
belakang atas penurunan pendapatan bersih tersebut, khususnya karena penjualan emas
ekspor yang menurun.
Tanggapan Perseroan:
Penurunan laba bersih Perseroan terutama disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi
(Oktober 2022 hingga April 2023), sehingga AMNT memproses bijih dengan kadar rendah dari
stockpiles, sehingga menghasilkan penjualan tembaga 33% lebih rendah (303.7mlbs vs.
451.4mlbs) dan emas 35% lebih rendah (454.6koz vs. 703.5koz), namun diimbangi dengan
kenaikan rata-rata harga jual dari tembaga dan emas yang masing-masing sebesar 6% ($3.78/lb
vs $3.56/lb) dan 12% ($1,948/oz vs $1,737/oz). Tidak terdapat penjualan pada periode bulan
April-Juli 2023 karena belum didapatkannya izin ekspor AMNT dari pemerintah pada saat itu.
Selain faktor penurunan penjualan bersih 2023 tersebut penurunan pendapatan bersih juga
sangat dipengaruhi oleh adanya peraturan-peraturan pemerintah baru antara lain kenaikan
bea ekspor menjadi sebesar 10% (sebelumnya 0%) dan kewajiban bagi hasil (IUPK PNBP) yakni
sebesar 10% dari total laba setelah pajak penghasilan AMNT, berdasarkan laporan keuangan
setiap tahunnya.
8
Page 9
15. Terdapat penerimaan negara bukan pajak sebesar USD 206,5 juta dalam periode Desember
2023. agar dapat dijelaskan:
a. Nature dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (“PNBP”) yang timbul terkait adanya Izin Usaha
Pertambangan Khusus (IUPK) AMNT.
b. Latar belakang tidak terdapat penerimaan negara bukan pajak tersebut dalam periode
Desember 2022.
Tanggapan Perseroan:
PNBP tersebut merupakan dana bagi hasil yang ditetapkan di dalam Undang Undang Minerba dan
IUPK AMNT. Namun, peraturan implementasi dan pemberitahuan tagihan kepada AMNT baru
diterbitkan di tahun 2023, sehingga PNBP tersebut baru kami catat di tahun 2023 dan tidak di
periode Desember 2022.
16. Pada laporan arus kas Perseroan, khususnya untuk arus kas dari aktivitas operasi, Perseroan
membukukan pencatatan arus kas bersih dari aktivitas operasi per Desember 2023 sebesar
negatif USD 121,2 juta yang menurun jika dibandingkan dengan nilai per Desember 2022
sebesar USD 990 juta. Agar disampaikan:
a. Latar belakang atau kondisi usaha dalam periode tahun 2023 yang membedakan dengan
periode tahun 2022.
b. Ekspektasi atau target Perseroan untuk dapat membukukan arus kas dari aktivitas
operasi selama setahun penuh di angka positif.
Tanggapan Perseroan:
Perseroan membukukan pencatatan arus kas bersih dari aktivitas operasi yang menurun jika
dibandingkan dengan nilai per Desember 2022, sebagian besar dikarenakan oleh penurunan
penerimaan kas dari pelanggan dan pembayaran royalti, pajak dan penerimaan negara bukan
pajak yang diuraikan seperti dibawah ini:
Pada tahun 2023, Perseroan sempat mengalami beberapa tantangan, seperti tertundanya
penerbitan atas perpanjangan ijin ekspor, curah hujan tinggi yang menyebabkan penurunan
produksi bijih tambang, serta kenaikan pembayaran ke pemerintah (bea keluar dan PNBP/dana
bagi hasil). Di sisi lain, operasional tambang (waste removal/pemindahan batuan penutup) terus
kami lanjutkan. Hal-hal tersebut mengakibatkan penurunan arus kas bersih dari aktivitas
operasional di tahun 2023.
Target Perseroan di tahun 2024 dan selanjutnya adalah untuk membukukan arus kas bersih
positif dengan cara menghindari dan meminimalisir gangguan operasional yang bisa di antisipasi.
Terkait Laporan Keuangan 31 Maret 2024
17. Sehubungan dengan adanya kenaikan kas dan setara kas sebagaimana dicatat dalam periode
31 Maret 2024 sebesar USD 1,4 miliar yang lebih besar dibandingkan saldo per Desember 2023
sebesar USD 1,2 miliar, agar dapat dijelaskan sebagaimana berikut:
a. Perseroan mencatatkan kenaikan pada akun kas di bank – pihak ketiga dalam dolar
Amerika Serikat per Maret 2024 sebesar USD 1,2 miliar yang sebelumnya tercatat sebesar
USD 989,3 juta per Desember 2023. Agar dapat dijelaskan latar belakang kenaikan dan
sumber dana yang didapat oleh Perseroan.
Tanggapan Perseroan:
Kenaikan pada akun kas di bank – pihak ketiga dalam dolar Amerika Serikat terutama
disebabkan oleh penerimaan dari penjualan dan penerimaan dari penarikan pinjaman bank
AMIN sebagai antisipasi untuk memastikan kelancaran operasional dan untuk mendanai
proyek ekspansi dan Smelter Perseroan.
b. Terdapat penurunan pada akun kas di bank – pihak ketiga dalam rupiah per Maret 2024
sebesar USD 98,6 juta yang sebelumnya dicatatkan sebesar USD 149,1 juta per Desember
2023. Agar dapat dijelaskan latar belakang penurunan tersebut dan pertimbangan
Perseroan mencatatkan proporsi kas rupiah lebih kecil dibandingkan kas dolar.
9
Page 10
Tanggapan Perseroan:
Penurunan pada akun kas di bank – pihak ketiga dalam Rupiah terutama disebabkan oleh
diperolehnya pinjaman bank AMNT dalam Rupiah yang lebih besar pada tahun 2023 dan juga
perbedaan waktu pembayaran ke pemasok dalam mata uang Rupiah pada periode tersebut.
c. Tidak terdapat saldo pada akun deposito berjangka – pihak ketiga dalam mata uang
rupiah yang sebelumnya dicatatkan sebesar USD 22,7 juta per Desember 2023. Agar
dapat dijelaskan latar belakang dan pertimbangan investasi Perseroan terkait hal ini.
Tanggapan Perseroan:
Penempatan deposito pada Desember 2023 tersebut dikarenakan oleh perbedaan waktu
antara ketersediaan dana Rupiah dibandingkan dengan pembayaran kepada pemasuk dalam
mata uang Rupiah.
18. Informasi/fakta/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi harga Efek
Perseroan serta kelangsungan hidup Perseroan yang belum diungkapkan kepada publik.
Tanggapan Perseroan:
Sampai dengan tanggal surat ini, tidak ada informasi material yang dapat mempengaruhi harga
efek yang belum diungkapkan kepada publik.
10
Names mentioned 14 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Hendra Ahmad Hidayat
p.1
unresolved
org
PT Amman Mineral
p.1 ×2
unresolved
org
PT Amman Mineral Nusa Tenggara
p.2 ×3
unresolved
org
PT Amman Mineral Industri
p.2 ×7
unresolved
org
PT Amman Nusa Propertindo.
p.4 ×4
unresolved
org
PT Amman Mineral Nusa Tenggara. Terkait
p.4
unresolved
org
PT Amman Nusantara Gas.
p.4 ×4
unresolved
org
PT Amman Aviasi Indonesia.
p.4 ×3
unresolved
org
Bank UOB
p.7 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.7
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.