Skip to content
Back to announcement

20240522_FPNI_Laporan Informasi dan Fakta Material_31642223_lamp3.pdf

Other Text extracted FPNI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 76

Page 1
Kusnanto & rekan
 Independent Business Appraisers
License : 2.19.0162
Indonesia
Page 2
No. : 00062/2.0162-00/BS/05/0153/1/V/2024                                    20 Mei 2024



Kepada Yth.

PT LOTTE CHEMICAL TITAN Tbk
Mangkuluhur City Tower 1, Lt. 32
Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 1 – 3
Karet Semanggi, Setiabudi
Jakarta Selatan 12930

U.p. : Direksi

Hal : Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha


Dengan hormat,

PT Lotte Chemical Titan Nusantara (selanjutnya disebut “LCTN”), entitas anak yang dimiliki
oleh PT Lotte Chemical Titan Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) dengan kepemilikan
sebesar 99,85%, merencanakan untuk melakukan penambahan kegiatan usaha dalam
bidang pengadaan uap panas, bidang perdagangan besar bahan dan barang kimia, serta
bidang pergudangan dan penyimpanan lainnya (selanjutnya disebut “Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha”).

Sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha tersebut, manajemen
Perseroan telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto
& rekan (selanjutnya disebut “KR” atau “kami”) untuk memberikan pendapat sebagai penilai
independen atas kelayakan dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan surat
penawaran kami No. KR/240419-001 tanggal 19 April 2024 yang telah disetujui oleh
manajemen Perseroan. Selanjutnya, kami sebagai KJPP resmi berdasarkan Keputusan
Menteri Keuangan No. 2.19.0162 tanggal 15 Juli 2019 dan terdaftar sebagai kantor jasa
profesi penunjang pasar modal di Otoritas Jasa Keuangan (selanjutnya disebut “OJK”)
dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-01/PJ-
1/PM.223/2023 (penilai bisnis), menyampaikan kelayakan atas Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha.
Page 3
ALASAN DAN LATAR BELAKANG RENCANA PENAMBAHAN KEGIATAN USAHA

Perseroan merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang perdagangan besar karet dan plastik
dalam bentuk dasar, sebagai distributor utama dan importir. Perseroan mulai beroperasi
secara komersial pada tahun 1990. Perseroan berdomisili di Mangkuluhur City Tower One,
Lantai 32, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 1 – 3, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta
Selatan 12930, dengan nomor telepon: (021) 2788 3355, nomor faksimile: (021) 2788 3366,
dan website: www.lottechem.co.id.

LCTN merupakan suatu perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held
company), didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
kegiatan LCTN terutama meliputi bidang industri polyethylene, perdagangan besar (distributor
utama dan importir) dan real estat. LCTN mulai berproduksi secara komersial sejak bulan
Februari 1993.

Dalam rangka menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan melalui LCTN memiliki fasilitas
produksi petrokimia yang berlokasi di Kota Cilegon, Provinsi Banten, dengan hasil produk
berupa polyethylene. Sehubungan dengan proses produksi yang dilakukan oleh LCTN atas
polyethylene, LCTN menggunakan boiler untuk menghasilkan uap panas (steam) sebagai
bahan baku pendukung yang menunjang kegiatan operasional produksi. Saat ini, hasil
(output) dari uap panas (steam) tersebut mengalami kelebihan (excess) sebagai bahan baku
pendukung, dimana hal tersebut memiliki potensi untuk dilakukan pengalihan steam bagi PT
Lotte Chemical Indonesia (selanjutnya disebut “LCI”), pihak yang terafiliasi dengan
Perseroan, sehingga pengalihan tersebut akan menjadi sumber pendapatan baru bagi LCTN
yang pada akhirnya akan memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan entitas anak
Perseroan serta seluruh pemegang saham Perseroan pada masa yang akan datang.

Selanjutnya, LCTN merencanakan untuk mengalihkan hidrogen kepada LCI yang akan
diperoleh dari PT Air Liquide Indonesia (selanjutnya disebut “ALI”), dimana dalam proses
penyaluran dilakukan secara langsung tanpa adanya tambahan proses, baik purifikasi
maupun proses lainnya. Penyaluran hidrogen menuju LCI dilakukan melalui pipa interkoneksi
yang dilengkapi oleh flowmeter yang digunakan untuk menghitung jumlah pengiriman
hidrogen kepada LCI sebagai potensi tambahan pendapatan dari aktivitas operasional baru
bagi LCTN.

Sehubungan dengan kebutuhan ethylene LCTN dimasa yang akan datang dipasok oleh
perusahaan yang berada disekitar pabrik LCTN melalui saluran pipa, maka tangki ethylene
beserta sarana pendukungnya (selanjutnya disebut “Tangki Ethylene”) yang saat ini
menerima ethylene impor akan tidak digunakan. Oleh karena itu, LCTN berencana untuk
memaksimalkan potensi Tangki Ethylene yang akan menjadi aset non-operasional tersebut
dengan menyewakan kepada LCI guna meningkatkan pendapatan LCTN. Hal ini merupakan
salah satu mitigasi risiko atas potensi aset non-operasional, sehingga dapat dijadikan
penghasilan arus kas bagi LCTN pada masa yang akan datang.




                                             ii
Page 4
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha merupakan salah satu upaya Perseroan untuk dapat
memaksimalkan sumber daya berlebih dan aset yang dapat digunakan oleh LCI sebagai pihak
yang terafiliasi dengan Perseroan yang diyakini dapat menciptakan sinergi dalam aktivitas
kegiatan operasional yang berkesinambungan. Hal ini juga akan memberikan kemudahan dan
keuntungan bagi LCTN yang akan memperoleh offtaker yang merupakan entitas yang
terafiliasi dengan Perseroan atas kelebihan steam dari hasil proses produksi yang dilakukan
oleh LCTN, pengalihan hidrogen dan penyewaan Tangki Ethylene bagi LCI.

Alasan dilakukannya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebagai berikut:

•   Dalam rangka menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan melalui LCTN memiliki fasilitas
    produksi petrokimia yang berlokasi di Kota Cilegon, Provinsi Banten, dengan hasil produk
    berupa polyethylene. Sehubungan dengan proses produksi yang dilakukan oleh LCTN
    atas polyethylene, LCTN menggunakan boiler untuk menghasilkan uap panas (steam)
    sebagai bahan baku pendukung yang menunjang kegiatan operasional produksi. Saat ini,
    hasil (output) dari uap panas (steam) tersebut mengalami kelebihan (excess) sebagai
    bahan baku pendukung, dimana hal tersebut memiliki potensi untuk dilakukan pengalihan
    steam bagi LCI, pihak yang terafiliasi dengan Perseroan, sehingga pengalihan tersebut
    akan menjadi sumber pendapatan baru bagi LCTN yang pada akhirnya akan memberikan
    nilai tambah bagi Perseroan dan entitas anak Perseroan serta seluruh pemegang saham
    Perseroan pada masa yang akan datang.

•   LCTN merencanakan untuk mengalihkan hidrogen kepada LCI yang akan diperoleh dari
    ALI, dimana dalam proses penyaluran dilakukan secara langsung tanpa adanya tambahan
    proses, baik purifikasi maupun proses lainnya. Penyaluran hidrogen menuju LCI dilakukan
    melalui pipa interkoneksi yang dilengkapi oleh flowmeter yang digunakan untuk
    menghitung jumlah pengiriman hidrogen kepada LCI sebagai potensi tambahan
    pendapatan dari aktivitas operasional baru bagi LCTN.

•   Sehubungan dengan kebutuhan ethylene LCTN dimasa yang akan datang dipasok oleh
    perusahaan yang berada disekitar pabrik LCTN melalui saluran pipa, maka Tangki
    Ethylene yang saat ini menerima ethylene impor akan tidak digunakan. Oleh karena itu,
    LCTN berencana untuk memaksimalkan potensi Tangki Ethylene yang akan menjadi aset
    non-operasional tersebut dengan menyewakan kepada LCI guna meningkatkan
    pendapatan LCTN. Hal ini merupakan salah satu mitigasi risiko atas potensi aset non-
    operasional, sehingga dapat dijadikan penghasilan arus kas bagi LCTN pada masa yang
    akan datang.

•   Rencana Penambahan Kegiatan Usaha merupakan salah satu upaya Perseroan untuk
    dapat memaksimalkan sumber daya berlebih dan aset yang dapat digunakan oleh LCI
    sebagai pihak yang terafiliasi dengan Perseroan yang diyakini dapat menciptakan sinergi
    dalam aktivitas kegiatan operasional yang berkesinambungan. Hal ini juga akan
    memberikan kemudahan dan keuntungan bagi LCTN yang akan memperoleh offtaker
    yang merupakan entitas yang terafiliasi dengan Perseroan atas kelebihan steam dari hasil
    proses produksi yang dilakukan oleh LCTN, pengalihan hidrogen dan penyewaan Tangki
    Ethylene bagi LCI.




                                             iii
Page 5
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK
No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang “Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan
Kepentingan”.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha tersebut bukan merupakan transaksi material, sebagaimana
diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal 20 April 2020 tentang “Transaksi
Material dan Perubahan Kegiatan Usaha” (selanjutnya disebut “POJK 17/2020”). Namun
demikian, Rencana Penambahan Kegiatan Usaha merupakan penambahan kegiatan usaha
sebagaimana diatur dalam POJK 17/2020.

Untuk penambahan kegiatan usaha, POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan studi
kelayakan atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
tersebut, maka Perseroan menunjuk penilai independen, KR untuk memberikan pendapat
atas kelayakan usaha (selanjutnya disebut “Laporan Studi Kelayakan”) atas Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha.

Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini hanya dapat digunakan sehubungan dengan
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan tidak dapat dipergunakan untuk kepentingan
lainnya. Laporan Studi Kelayakan ini juga tidak dimaksudkan untuk memberikan rekomendasi
untuk menyetujui atau tidak menyetujui Rencana Penambahan Kegiatan Usaha atau
mengambil tindakan tertentu atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.


TUJUAN DAN MAKSUD PENUGASAN

Laporan Studi Kelayakan ini bertujuan untuk mengkaji prospek usaha Perseroan (selanjutnya
disebut “Objek Penilaian”) sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha di
masa mendatang ditinjau dari berbagai aspek, meliputi:

•   Aspek kelayakan pasar;
•   Aspek kelayakan teknis;
•   Aspek kelayakan pola bisnis;
•   Aspek kelayakan model manajemen; dan
•   Aspek kelayakan keuangan,

sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.

Maksud dari Laporan Studi Kelayakan adalah untuk memberikan gambaran tentang
kelayakan dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang selanjutnya akan digunakan
sebagai rujukan dan pertimbangan oleh manajemen Perseroan dalam rangka memenuhi
POJK 17/2020.




                                            iv
Page 6
Studi Kelayakan ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar
Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK 35/2020”) serta Standar Penilaian
Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).


TANGGAL STUDI KELAYAKAN

Studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dalam Laporan Studi Kelayakan
diperhitungkan pada tanggal 31 Desember 2023. Tanggal ini dipilih atas dasar pertimbangan
kepentingan dan tujuan penyusunan Studi Kelayakan dari Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha serta dari data keuangan Perseroan yang kami terima. Data keuangan tersebut berupa
laporan keuangan konsolidasian LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Desember 2023 yang menjadi dasar penyusunan Laporan Studi Kelayakan atas Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha.


JENIS LAPORAN

Jenis laporan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ini merupakan
laporan terinci.


KEJADIAN PENTING SETELAH T ANGGAL STUDI KELAYAKAN (SUBSEQUENT EVENT)

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal studi
kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2023, sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan
Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, tidak terdapat kejadian penting
setelah tanggal studi kelayakan (subsequent event) yang secara signifikan dapat
mempengaruhi kesimpulan studi kelayakan.




                                           v
Page 7
DATA DAN INFORMASI YANG DIGUNAKAN

Dalam melakukan penugasan ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan, mengacu, atau
melaksanakan prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang
   disusun oleh manajemen Perseroan;

2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (selanjutnya disebut
   “KAP”) Purwantono, Sungkoro & Surja (selanjutnya disebut “PSS”) sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00094/2.1032/AU.1/05/0696-4/1/II/2024 tanggal 29 Februari 2024
   dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00425/2.1032/AU.1/05/0696-3/1/III/2023 tanggal 28 Maret 2023 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00254/2.1032/AU.1/05/0696-3/1/III/2022 tanggal 18 Maret 2022 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00231/2.1032/AU.1/05/0696-1/1/III/2021 tanggal 4 Maret 2021 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam
   laporannya No. 00214/2.1032/AU.1/05/0705-3/1/III/2020 tanggal 5 Maret 2020 dengan
   pendapat wajar tanpa pengecualian;

7. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023
   yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00108/2.1032/AU.1/04/0696-4/1/II/2024 tanggal 29 Februari 2024 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian;

8. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2022
   yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00426/2.1032/AU.1/04/0696-3/1/III/2023 tanggal 28 Maret 2023 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian;

9. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021
   yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
   No. 00253/2.1032/AU.1/04/0696-2/1/III/2022 tanggal 18 Maret 2022 dengan pendapat
   wajar tanpa pengecualian;




                                          vi
Page 8
10. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2020
    yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00242/2.1032/AU.1/04/0696-1/1/III/2021 tanggal 4 Maret 2021 dengan pendapat
    wajar tanpa pengecualian;

11. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019
    yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang dalam laporannya
    No. 00259/2.1032/AU.1/04/0705-3/1/II/2020 tanggal 28 Februari 2020 dengan pendapat
    wajar tanpa pengecualian;

12. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah Rencana
    Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
    31 Desember 2024 – 2033 yang disusun oleh manajemen Perseroan;

13. Anggaran dasar LCTN yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta Notaris Jimmy
    Tanal, S.H., M.Kn., No. 21 tanggal 13 Mei 2020 mengenai perbaikan maksud dan tujuan
    serta kegiatan usaha LCTN;

14. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Calvin Wiryapranata dengan
    posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar belakang, dan hal-hal lain yang terkait
    dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha;

15. Tarif pajak yang diberlakukan atas Perseroan adalah berdasarkan laba kena pajak dalam
    periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku umum,
    yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2033;

16. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan untuk
    penugasan;

17. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

18. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik antara lain website
    Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

19. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik, antara lain
    website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek Indonesia, dan
    Bloomberg;

20. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha; dan

21. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik dan hasil
    analisis lain yang kami anggap relevan.




                                            vii
Page 9
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan dan
kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain yang diberikan
kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia secara umum dan kami tidak bertanggung
jawab atas kebenaran informasi-informasi tersebut.

Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Perseroan. Jasa-jasa yang
kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan studi kelayakan atas Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan.
Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan
atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak
mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan bentuk transaksi-transaksi lainnya
yang dilakukan Perseroan.


KONDISI PEMBATAS DAN ASUMSI-ASUMSI POKOK

Studi kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku sampai dengan
tanggal penerbitan Laporan Studi Kelayakan ini.

Studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang dilakukan dengan metode
diskonto arus kas (discounted cash flow) dengan mengacu pada net present value (NPV)
yang didasarkan pada proyeksi laporan keuangan yang disusun oleh manajemen Perseroan.
Dalam penyusunan proyeksi laporan keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan
rencana manajemen di masa yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap
proyeksi laporan keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja
LCTN yang dinilai pada saat studi kelayakan ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak
ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja LCTN dan telah
mencerminkan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas
pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan
informasi manajemen LCTN terhadap proyeksi laporan keuangan LCTN tersebut.

Dalam penugasan studi kelayakan ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua kondisi dan
kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal studi kelayakan sampai
dengan tanggal diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan tidak terjadi perubahan apapun yang
berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam studi
kelayakan. Kami tidak bertanggung jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi,
memutakhirkan (update) pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta
peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
studi kelayakan telah dilakukan dengan benar dan kami bertanggungjawab atas Laporan
Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.




                                             viii
Page 10
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan LCTN atau yang tersedia secara umum yang
pada hakekatnya adalah benar, lengkap, dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan LCTN bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.


Analisis studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dipersiapkan
menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala perubahan atas
data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material.
Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan kesimpulan atas studi kelayakan kami maupun
segala kehilangan, kerusakan, biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh
ketidakterbukaan informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau
dapat disalahartikan.

Karena hasil dari studi kelayakan kami sangat tergantung dari data serta asumsi-asumsi yang
mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai data pasar akan mengubah
hasil dari studi kelayakan kami. Oleh karena itu, kami sampaikan bahwa perubahan terhadap
data yang digunakan dapat berpengaruh terhadap hasil studi kelayakan dan bahwa
perbedaan yang terjadi dapat bernilai material. Walaupun isi dari Laporan Studi Kelayakan ini
telah dilaksanakan dengan itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat
menerima tanggung jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang
disebabkan oleh adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil studi kelayakan sebagai
dasar untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang
dijadikan sebagai dasar studi kelayakan. Laporan Studi Kelayakan bersifat non-disclaimer
opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional Perseroan dan LCTN.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan
atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan
tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam
pengendalian internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau
pelanggaran hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum
Perseroan dan LCTN berdasarkan anggaran dasar Perseroan dan LCTN.


TINGKAT KEDALAMAN INVESTIGASI

Dalam menyusun laporan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, KR
diberikan kesempatan untuk melakukan inspeksi guna mendukung proses penyusunan
Laporan Studi Kelayakan.




                                             ix
Page 11
INDEPENDENSI PENILAI

Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha, KR bertindak secara independen tanpa adanya benturan kepentingan dan tidak
terafiliasi dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang terafiliasi dengan Perseroan. KR juga
tidak memiliki kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
merugikan pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi
oleh analisis yang dihasilkan dari proses studi kelayakan ini dan KR hanya menerima imbalan
sesuai dengan surat penawaran kami No. KR/240419-001 tanggal 19 April 2024 yang telah
disetujui oleh manajemen Perseroan.


METODE YANG DIGUNAKAN

Analisis kelayakan dalam penugasan ini menggunakan perhitungan nilai kini atas proyeksi
laba periode/tahun berjalan Perseroan sebelum dan setelah Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha dengan mengacu pada net present value (NPV) sehingga Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha dapat dikatakan layak atau menguntungkan.


ANALISIS KELAYAKAN

Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033:

Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

                                                                                            (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan          31/12/24        31/12/25     31/12/26      31/12/27      31/12/28

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan     435.158         438.163      441.287       480.008       483.661
Beban pokok penjualan                        421.285         423.156      424.381       458.568       460.586
Laba kotor                                    13.873          15.006       16.906        21.440        23.076
Beban usaha                                   14.097          14.409       14.729        15.798        16.150
Laba (rugi) usaha                                  (224)         597        2.177         5.642         6.925
Pendapatan lain-lain                              2.936        2.943        2.961         2.935         2.943
Laba sebelum pajak penghasilan                    2.712        3.541         5.138         8.577         9.869
Beban pajak penghasilan                            (597)        (779)       (1.130)       (1.887)       (2.171)
Laba tahun berjalan                               2.116        2.762        4.008         6.690         7.698




                                              x
Page 12
                                                                                          (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan          31/12/29     31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan     547.511      551.957       556.580       561.389       566.389
Beban pokok penjualan                        516.550      514.364       516.634       518.940       521.076
Laba kotor                                    30.961       37.592        39.946        42.449        45.313
Beban usaha                                   17.797       18.195        18.604        19.022        19.452
Laba (rugi) usaha                             13.164       19.397        21.342        23.427        25.861
Pendapatan lain-lain                           2.962        2.936         2.944         2.963         2.937
Laba sebelum pajak penghasilan                16.125       22.333        24.286        26.389        28.798
Beban pajak penghasilan                       (3.548)      (4.913)       (5.343)       (5.806)       (6.335)
Laba tahun berjalan                           12.578       17.420        18.943        20.584        22.462



Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

                                                                                          (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan          31/12/24     31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan     435.158      438.163       441.287       480.008       483.661
Beban pokok penjualan                        421.285      423.156       424.381       458.568       460.586
Laba kotor                                    13.873       15.006        16.906        21.440        23.076
Beban usaha                                   14.097       14.409        14.729        15.798        16.150
Laba (rugi) usaha                               (224)         597         2.177         5.642         6.925
Pendapatan lain-lain                           3.941        3.966         3.984         3.965         3.969
Laba sebelum pajak penghasilan                 3.717         4.564         6.161         9.607       10.894
Beban pajak penghasilan                         (818)       (1.004)       (1.355)       (2.114)      (2.397)
Laba tahun berjalan                            2.899        3.560         4.806         7.494         8.497



                                                                                          (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan          31/12/29     31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan     547.511      551.957       556.580       561.389       566.389
Beban pokok penjualan                        516.550      514.364       516.634       518.940       521.076
Laba kotor                                    30.961       37.592        39.946        42.449        45.313
Beban usaha                                   17.797       18.195        18.604        19.022        19.452
Laba (rugi) usaha                             13.164       19.397        21.342        23.427        25.861
Pendapatan lain-lain                           3.978        3.945         3.948         3.958         3.925
Laba sebelum pajak penghasilan                17.141       23.342        25.290        27.384        29.786
Beban pajak penghasilan                       (3.771)      (5.135)       (5.564)       (6.025)       (6.553)
Laba tahun berjalan                           13.370       18.207        19.727        21.360        23.233



Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah laba tahun berjalan Perseroan sebelum
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebesar USD 115,26 juta. Selanjutnya,
proyeksi jumlah laba tahun berjalan Perseroan setelah Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha adalah sebesar USD 123,15 juta.

Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif tersebut di atas,
setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha menjadi efektif, Perseroan berpotensi
memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024 – 2033, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kinerja keuangan
Perseroan pada masa yang akan datang.




                                              xi
Page 13
Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024 – 2033 dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar 9,21% adalah
sebesar USD 46,80 juta.

Selanjutnya, perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan setelah
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024 – 2033 dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar 9,21% adalah
sebesar 48,84 juta.

Dengan demikian, jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan setelah
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024 – 2033 lebih besar daripada jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun
berjalan Perseroan sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033.

Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 adalah sebagai berikut:

Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

                                                                                     (Dalam ribuan USD)
                                                                   Proyeksi
                      Keterangan
                                           31/12/24    31/12/25    31/12/26    31/12/27     31/12/28
Laba tahun berjalan                            2.116       2.762       4.008       6.690         7.698
Faktor diskonto                               0,9569      0,8762      0,8023      0,7346        0,6726
Nilai kini                                     2.024       2.420       3.215       4.915         5.177



                                                                                     (Dalam ribuan USD)
                                                                   Proyeksi
                      Keterangan
                                           31/12/29    31/12/30    31/12/31    31/12/32     31/12/33
Laba tahun berjalan                           12.578      17.420      18.943      20.584        22.462
Faktor diskonto                               0,6159      0,5639      0,5163      0,4727        0,4328
Nilai kini                                     7.747       9.823       9.780       9.730         9.722
Jumlah nilai kini                             46.801



Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

                                                                                     (Dalam ribuan USD)
                                                                   Proyeksi
                      Keterangan
                                           31/12/24    31/12/25    31/12/26    31/12/27     31/12/28
Laba tahun berjalan                            2.899       3.560       4.806       7.494         8.497
Faktor diskonto                               0,9569      0,8762      0,8023      0,7346        0,6726
Nilai kini                                     2.774       3.119       3.856       5.505         5.715

                                                                                     (Dalam ribuan USD)
                                                                   Proyeksi
                      Keterangan
                                           31/12/29    31/12/30    31/12/31    31/12/32     31/12/33
Laba tahun berjalan                           13.370      18.207      19.727      21.360        23.233
Faktor diskonto                               0,6159      0,5639      0,5163      0,4727        0,4328
Nilai kini                                     8.235      10.267      10.185      10.097        10.055
Jumlah nilai kini                             48.838




                                             xii
Page 14
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima dan dengan
mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi dalam analisis
kelayakan, maka menurut pendapat kami Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, ditinjau
dari aspek kelayakan pasar, aspek kelayakan teknis, aspek kelayakan pola bisnis, aspek
kelayakan model manajemen, dan aspek keuangan adalah layak.

Kelayakan tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami peroleh dari
pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan dengan penugasan. Kami
menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah benar dan bahwa tidak ada keadaan
atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan mempengaruhi kelayakan tersebut secara
material.

Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki dampak
material terhadap Rencana Penambahan Kegiatan Usaha. Perubahan tersebut termasuk,
namun tidak terbatas pada, perubahan kondisi baik secara internal pada Perseroan maupun
secara eksternal yaitu kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan
dan keuangan, serta peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya
setelah tanggal Laporan Studi Kelayakan ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan
Studi Kelayakan ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka
kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha mungkin berbeda.




                                            xiii
Page 15
DISTRIBUSI LAPORAN STUDI KELAYAKAN

Laporan Studi Kelayakan ini ditujukan untuk kepentingan Direksi Perseroan dalam kaitannya
dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan tidak untuk digunakan oleh pihak lain
atau untuk kepentingan lain. Laporan Studi Kelayakan ini tidak merupakan rekomendasi
kepada pemegang saham untuk menyetujui Rencana Penambahan Kegiatan Usaha atau
melakukan tindakan lainnya dalam kaitannya dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
dan tidak dapat digunakan secara demikian oleh pemegang saham.

Laporan Studi Kelayakan ini juga disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian,
kondisi umum bisnis dan keuangan, serta peraturan yang ada pada saat ini. Kami tidak
bertanggung jawab untuk memutakhirkan atau melengkapi Laporan Studi Kelayakan kami
karena peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal Laporan Studi Kelayakan ini. Laporan
Studi Kelayakan ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan pihak yang berwenang dan
stempel perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.


Hormat kami,
KJPP KUSNANTO & REKAN




Willy D. Kusnanto
Pimpinan Rekan

Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PJ-1/PM.223/2023
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996




                                            xiv
Page 16
                           ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS


1. KR sama sekali tidak memiliki kepentingan keuangan atau apapun terhadap Perseroan
   untuk sekarang dan masa yang akan datang.

2. Biaya untuk studi kelayakan ini tidak tergantung pada besarnya kesimpulan yang
   diperoleh atau yang tercantum dalam laporan.

3. Kesimpulan dicantumkan dalam mata uang USD dan/atau ekuivalennya atas permintaan
   pemberi tugas.

4. Laporan disajikan hanya untuk maksud dan tujuan seperti tertulis di dalam laporan, serta
   ditujukan terbatas kepada klien dimaksud.

5. Baik seluruh maupun sebagian dari isi laporan ini tidak diizinkan untuk dipublikasikan
   melalui iklan atau media lainnya tanpa seizin dari KJPP Kusnanto & rekan.

6. Laporan Studi Kelayakan ini tidak sah apabila tidak dibubuhi tanda tangan KR dan stempel
   perusahaan (corporate seal) dari KJPP Kusnanto & rekan.




                                            xv
Page 17
                        PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI


1. KR tidak memiliki benturan kepentingan dan tidak terafiliasi dengan perusahaan yang diuji
   kelayakannya.

2. KR tidak memiliki kepentingan atau keuntungan pribadi terkait dengan usaha/saham
   perusahaan yang diuji kelayakannya.

3. KR tidak memiliki pinjaman dengan perusahaan yang diuji kelayakannya.

4. Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
   merugikan pihak manapun.

5. KR hanya menerima imbalan jasa sesuai dengan surat penugasan KR.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                                 .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PM.22/2018
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                    .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Andry Steven                                                      .....................................
No. MAPPI    : 14-P-04891



Kezia Melisa Rondonuwu                                            .....................................
No. MAPPI      : 20-P-10333




                                            xvi
Page 18
                                  SURAT PERNYATAAN


Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai penilai, kami yang bertanda tangan di
bawah ini menerangkan bahwa:

1. Pernyataan dalam laporan ini, yang menjadi dasar dari analisis, pendapat, dan kesimpulan
   yang diuraikan di dalamnya adalah benar. Laporan ini menjelaskan semua syarat-syarat
   pembatasan yang mempengaruhi analisis, pendapat, dan kesimpulan yang tertera dalam
   laporan ini dan laporan ini telah disusun sesuai dengan dan tunduk pada ketentuan
   ketentuan dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020 tentang
   “Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal” dan Standar Penilaian
   Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310, SPI320, SPI330 (SPI) serta telah dibuat
   dengan memenuhi Kode Etik Penilai Indonesia (KEPI).

2. KR bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan.

3. Semua pernyataan dan data yang tercantum dalam laporan adalah benar adanya dan
   sesuai dengan pengetahuan dan itikad baik KR.

4. Penugasan studi kelayakan profesional telah dilakukan terhadap Objek Penilaian pada
   tanggal studi kelayakan yang ditentukan, yaitu 31 Desember 2023.

5. Penugasan studi kelayakan profesional telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan
   perundang-undangan yang berlaku.

6. Analisis telah dilakukan untuk tujuan sebagaimana diungkapkan dalam Laporan Studi
   Kelayakan.

7. Perkiraan nilai yang dihasilkan dalam penugasan penilaian profesional telah disajikan
   sebagai kesimpulan nilai.

8. KR tidak memiliki kepentingan pribadi atau kecenderungan untuk berpihak berkenaan
   dengan subjek dari laporan ini maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

9. KR telah memenuhi pendidikan profesional yang ditentukan dan/atau diselenggarakan
   oleh Asosiasi Penilai yang diakui oleh Pemerintah.

10. Lingkup pekerjaan dan data yang dianalisis telah diungkapkan.

11. KR telah memiliki pemahaman mengenai Objek Penilaian yang diuji kelayakannya.

12. Imbalan jasa yang diterima oleh Penilai tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan dari
    proses analisis Objek Penilaian.

13. Analisis dan kesimpulan nilai telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas.




                                            xvii
Page 19
14. Data ekonomi dan industri dalam Laporan Studi Kelayakan ini diperoleh dari berbagai
    sumber yang diyakini KR dapat dipertanggungjawabkan.

15. Tidak seorangpun selain yang disebutkan dalam Laporan Studi Kelayakan ini telah
    menyediakan bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan ini.

16. KR telah melakukan inspeksi dan wawancara dengan manajemen Perseroan terkait
    dengan operasional, kinerja, dan prospek dari LCTN.


Tim Penilai:



Willy D. Kusnanto                                             .....................................
Izin Penilai     : B-1.09.00153
STTD             : STTD.PB-01/PM.22/2018
Klasifikasi Izin : Penilai Bisnis
MAPPI            : 06-S-01996



Erric Reynaldi                                                .....................................
No. MAPPI      : 13-P-04625



Andry Steven                                                  .....................................
No. MAPPI    : 14-P-04891



Kezia Melisa Rondonuwu                                        .....................................
No. MAPPI      : 20-P-10333




                                           xviii
Page 20
                                        DAFTAR ISI

                                                                             HALAMAN

OPINI                                                                                i

ASUMSI DAN SYARAT PEMBATAS                                                         xv

PERNYATAAN INDEPENDENSI PENILAI                                                   xvi

SURAT PERNYATAAN                                                                 xvii

DAFTAR ISI                                                                        xix

DAFTAR TABEL                                                                      xxi

DAFTAR GRAFIK                                                                    xxiii

DAFTAR LAMPIRAN                                                                  xxiv

I.      RINGKASAN EKSEKUTIF

        A. Alasan dan Latar Belakang                                               1
        B. Tujuan dan Maksud Penugasan                                             4
        C. Data dan Informasi yang Digunakan                                       4
        D. Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok                                7
        E. Tingkat Kedalaman Investigasi                                           9
        F. Kejadian Penting Setelah Tanggal Studi Kelayakan (Subsequent Event)     9
        G. Independensi Penilai                                                    9
        H. Pendekatan dan Prosedur Penilaian Studi Kelayakan                       9
        I. Metode yang Digunakan                                                  10
        J. Analisis Kelayakan                                                     10
        K. Kesimpulan                                                             13

II.     ASPEK HUKUM

        A. PT Lotte Chemical Titan Tbk                                            14
        B. PT Lotte Chemical Titan Nusantara                                      15

III.    ASPEK KELAYAKAN PASAR

        A. Tinjauan Industri Plastik di Dunia                                     17
        B. Tinjauan Industri Plastik di Indonesia                                 19
        C. Strategi Pemasaran                                                     20
        D. Pesaing Usaha                                                          21




                                              xix
Page 21
                                                                         HALAMAN

IV.     ASPEK KELAYAKAN TEKNIS

        A. Gambaran Umum Wilayah Operasional PT Lotte Chemical Titan Nusantara   22
        B. Proses Operasional PT Lotte Chemical Titan Nusantara                  22
        C. Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya                                 24

V.      ASPEK KELAYAKAN POLA BISNIS

        A. Keunggulan Kompetitif                                                 25
        B. Aktivitas Perseroan Setelah Pelaksanaan
           Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                                     26

VI.     ASPEK KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN

        A. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen                                     28
        B. Ketersediaan Tenaga Kerja                                             28
        C. Risiko Usaha                                                          29

VII.    ASPEK KELAYAKAN KEUANGAN

        A. Proyeksi Keuangan Perseroan
           Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                             31
        B. Proyeksi Keuangan Perseroan
           Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha                             38
        C. Analisis Kelayakan                                                    45

VIII.   KESIMPULAN                                                               48




                                           xx
Page 22
                                   DAFTAR TABEL

                                                                         HALAMAN

Tabel 1   Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
          PT Lotte Chemical Titan Tbk
          Untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033                            10

Tabel 2   Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
          PT Lotte Chemical Titan Tbk
          Untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033                            11

Tabel 3   Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan
          Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
          PT Lotte Chemical Titan Tbk
          Untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033                            12

Tabel 4   Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan
          Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
          PT Lotte Chemical Titan Tbk
          Untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033                            12

Tabel 5   Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
          PT Lotte Chemical Titan Tbk                                        15

Tabel 6   Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham
          PT Lotte Chemical Titan Nusantara                                  16

Tabel 7   Kenaikan Kapasitas Polyethylene Negara- negara di Dunia            17

Tabel 8   Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
          Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
          PT Lotte Chemical Titan Tbk
          Untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033                            34

Tabel 9   Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan
          Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
          PT Lotte Chemical Titan Tbk
          Untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033                            37




                                          xxi
Page 23
                                                                        HALAMAN

Tabel 10 Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
         Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
         PT Lotte Chemical Titan Tbk
         Untuk tahun yang berakhir pada
         tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033                            41

Tabel 11 Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan
         Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
         PT Lotte Chemical Titan Tbk
         Untuk tahun yang berakhir pada
         tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033                            44

Tabel 12 Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
         Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
         PT Lotte Chemical Titan Tbk
         Untuk tahun yang berakhir pada
         tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033                            45

Tabel 13 Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
         Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
         PT Lotte Chemical Titan Tbk
         Untuk tahun yang berakhir pada
         tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033                            46

Tabel 14 Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan
         Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
         PT Lotte Chemical Titan Tbk
         Untuk tahun yang berakhir pada
         tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033                            47

Tabel 15 Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan
         Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
         PT Lotte Chemical Titan Tbk
         Untuk tahun yang berakhir pada
         tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033                            47




                                        xxii
Page 24
                                   DAFTAR GRAFIK

                                                                               HALAMAN

Grafik 1 Proyeksi Nilai Pasar Kemasan Plastik di Dunia
         Tahun 2024 – 2030                                                         18

Grafik 2 Pendapatan Industri Pembuatan Produk Karet dan Plastik di Indonesia
         Tahun 2020 – 2023                                                         19

Grafik 3 Proyeksi Pendapatan Sektor Mainan Plastik & Lainnya di Indonesia
         Tahun 2023 – 2028                                                         20

Grafik 4 Proyeksi Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
         PT Lotte Chemical Titan Tbk
         Tahun 2024 – 2033                                                         32

Grafik 5 Proyeksi Beban Pokok Penjualan
         PT Lotte Chemical Titan Tbk
         Tahun 2024 – 2033                                                         33

Grafik 6 Proyeksi Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
         PT Lotte Chemical Titan Tbk
         Tahun 2024 – 2033                                                         39

Grafik 7 Proyeksi Beban Pokok Penjualan
         PT Lotte Chemical Titan Tbk
         Tahun 2024 – 2033                                                         40




                                          xxiii
Page 25
                                DAFTAR LAMPIRAN

                                                                            HALAMAN

Lampiran A   Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
             Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
             PT Lotte Chemical Titan Tbk
             Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
             31 Desember 2024 – 2033                                            50

             Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain
             Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
             PT Lotte Chemical Titan Tbk
             Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
             31 Desember 2024 – 2033                                            50

Lampiran B   Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan
             Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
             PT Lotte Chemical Titan Tbk
             Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
             31 Desember 2024 – 2033                                            51

             Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan
             Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
             PT Lotte Chemical Titan Tbk
             Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
             31 Desember 2024 – 2033                                            51




                                         xxiv
Page 26
I.     RINGKASAN EKSEKUTIF

I.A.   Alasan dan Latar Belakang

       PT Lotte Chemical Titan Tbk (selanjutnya disebut “Perseroan”) merupakan suatu
       perseroan terbatas berstatus perusahaan terbuka (publicly-held company),
       didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
       kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang perdagangan besar karet dan
       plastik dalam bentuk dasar, sebagai distributor utama dan importir. Perseroan
       mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1990. Perseroan berdomisili di
       Mangkuluhur City Tower One, Lantai 32, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kavling 1 –
       3, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan 12930, dengan nomor telepon:
       (021) 2788 3355, nomor faksimile: (021) 2788 3366, dan website:
       www.lottechem.co.id.

       PT Lotte Chemical Titan Nusantara (selanjutnya disebut “LCTN”) merupakan suatu
       perseroan terbatas berstatus perusahaan tertutup (privately-held company),
       didirikan dan menjalankan kegiatan usahanya di Indonesia. Ruang lingkup
       kegiatan LCTN terutama meliputi bidang industri polyethylene, perdagangan besar
       (distributor utama dan importir) dan real estat. LCTN mulai berproduksi secara
       komersial sejak bulan Februari 1993.

       Dalam rangka menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan melalui LCTN memiliki
       fasilitas produksi petrokimia yang berlokasi di Kota Cilegon, Provinsi Banten,
       dengan hasil produk berupa polyethylene. Sehubungan dengan proses produksi
       yang dilakukan oleh LCTN atas polyethylene, LCTN menggunakan boiler untuk
       menghasilkan uap panas (steam) sebagai bahan baku pendukung yang
       menunjang kegiatan operasional produksi. Saat ini, hasil (output) dari uap panas
       (steam) tersebut mengalami kelebihan (excess) sebagai bahan baku pendukung,
       dimana hal tersebut memiliki potensi untuk dilakukan pengalihan steam bagi
       PT Lotte Chemical Indonesia (selanjutnya disebut “LCI”), pihak yang terafiliasi
       dengan Perseroan, sehingga pengalihan tersebut akan menjadi sumber
       pendapatan baru bagi LCTN yang pada akhirnya akan memberikan nilai tambah
       bagi Perseroan dan entitas anak Perseroan serta seluruh pemegang saham
       Perseroan pada masa yang akan datang.

       Selanjutnya, LCTN merencanakan untuk mengalihkan hidrogen kepada LCI yang
       akan diperoleh dari PT Air Liquide Indonesia (selanjutnya disebut “ALI”), dimana
       dalam proses penyaluran dilakukan secara langsung tanpa adanya tambahan
       proses, baik purifikasi maupun proses lainnya. Penyaluran hidrogen menuju LCI
       dilakukan melalui pipa interkoneksi yang dilengkapi oleh flowmeter yang digunakan
       untuk menghitung jumlah pengiriman hidrogen kepada LCI sebagai potensi
       tambahan pendapatan dari aktivitas operasional baru bagi LCTN.




                                         1
Page 27
Sehubungan dengan kebutuhan ethylene LCTN dimasa yang akan datang dipasok
oleh perusahaan yang berada disekitar pabrik LCTN melalui saluran pipa, maka
tangki ethylene beserta sarana pendukungnya (selanjutnya disebut “Tangki
Ethylene”) yang saat ini menerima ethylene impor akan tidak digunakan. Oleh
karena itu, LCTN berencana untuk memaksimalkan potensi Tangki Ethylene yang
akan menjadi aset non-operasional tersebut dengan menyewakan kepada LCI
guna meningkatkan pendapatan LCTN. Hal ini merupakan salah satu mitigasi risiko
atas potensi aset non-operasional, sehingga dapat dijadikan penghasilan arus kas
bagi LCTN pada masa yang akan datang.

Rencana Penambahan Kegiatan Usaha merupakan salah satu upaya Perseroan
untuk dapat memaksimalkan sumber daya berlebih dan aset yang dapat digunakan
oleh LCI sebagai pihak yang terafiliasi dengan Perseroan yang diyakini dapat
menciptakan    sinergi    dalam    aktivitas  kegiatan     operasional     yang
berkesinambungan. Hal ini juga akan memberikan kemudahan dan keuntungan
bagi LCTN yang akan memperoleh offtaker yang merupakan entitas yang terafiliasi
dengan Perseroan atas kelebihan steam dari hasil proses produksi yang dilakukan
oleh LCTN, pengalihan hidrogen dan penyewaan Tangki Ethylene bagi LCI.

Alasan dilakukannya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebagai
berikut:

•   Dalam rangka menjalankan strategi bisnisnya, Perseroan melalui LCTN
    memiliki fasilitas produksi petrokimia yang berlokasi di Kota Cilegon, Provinsi
    Banten, dengan hasil produk berupa polyethylene. Sehubungan dengan proses
    produksi yang dilakukan oleh LCTN atas polyethylene, LCTN menggunakan
    boiler untuk menghasilkan uap panas (steam) sebagai bahan baku pendukung
    yang menunjang kegiatan operasional produksi. Saat ini, hasil (output) dari uap
    panas (steam) tersebut mengalami kelebihan (excess) sebagai bahan baku
    pendukung, dimana hal tersebut memiliki potensi untuk dilakukan pengalihan
    steam bagi LCI, pihak yang terafiliasi dengan Perseroan, sehingga pengalihan
    tersebut akan menjadi sumber pendapatan baru bagi LCTN yang pada
    akhirnya akan memberikan nilai tambah bagi Perseroan dan entitas anak
    Perseroan serta seluruh pemegang saham Perseroan pada masa yang akan
    datang.

•   LCTN merencanakan untuk mengalihkan hidrogen kepada LCI yang akan
    diperoleh dari ALI, dimana dalam proses penyaluran dilakukan secara
    langsung tanpa adanya tambahan proses, baik purifikasi maupun proses
    lainnya. Penyaluran hidrogen menuju LCI dilakukan melalui pipa interkoneksi
    yang dilengkapi oleh flowmeter yang digunakan untuk menghitung jumlah
    pengiriman hidrogen kepada LCI sebagai potensi tambahan pendapatan dari
    aktivitas operasional baru bagi LCTN.




                                   2
Page 28
•   Sehubungan dengan kebutuhan ethylene LCTN dimasa yang akan datang
    dipasok oleh perusahaan yang berada disekitar pabrik LCTN melalui saluran
    pipa, maka Tangki Ethylene yang saat ini menerima ethylene impor akan tidak
    digunakan. Oleh karena itu, LCTN berencana untuk memaksimalkan potensi
    Tangki Ethylene yang akan menjadi aset non-operasional tersebut dengan
    menyewakan kepada LCI guna meningkatkan pendapatan LCTN. Hal ini
    merupakan salah satu mitigasi risiko atas potensi aset non-operasional,
    sehingga dapat dijadikan penghasilan arus kas bagi LCTN pada masa yang
    akan datang.

•   Rencana Penambahan Kegiatan Usaha merupakan salah satu upaya
    Perseroan untuk dapat memaksimalkan sumber daya berlebih dan aset yang
    dapat digunakan oleh LCI sebagai pihak yang terafiliasi dengan Perseroan
    yang diyakini dapat menciptakan sinergi dalam aktivitas kegiatan operasional
    yang berkesinambungan. Hal ini juga akan memberikan kemudahan dan
    keuntungan bagi LCTN yang akan memperoleh offtaker yang merupakan
    entitas yang terafiliasi dengan Perseroan atas kelebihan steam dari hasil
    proses produksi yang dilakukan oleh LCTN, pengalihan hidrogen dan
    penyewaan Tangki Ethylene bagi LCI.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana
diatur dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tanggal 1 Juli 2020 tentang
“Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan”.

Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan,
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha tersebut bukan merupakan transaksi
material, sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK No. 17/POJK.04/2020 tanggal
20 April 2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha”
(selanjutnya disebut “POJK 17/2020”). Namun demikian, Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha merupakan penambahan kegiatan usaha sebagaimana diatur
dalam POJK 17/2020.

Untuk penambahan kegiatan usaha, POJK 17/2020 mensyaratkan adanya laporan
studi kelayakan atas transaksi tersebut, yang disiapkan oleh penilai independen.

Dengan demikian, dalam rangka pelaksanaan Rencana Penambahan Kegiatan
Usaha tersebut, maka Perseroan menunjuk penilai independen, Kantor Jasa
Penilai Publik (selanjutnya disebut “KJPP”) Kusnanto & rekan (selanjutnya disebut
“KR”) untuk memberikan pendapat atas kelayakan usaha (selanjutnya disebut
“Laporan Studi Kelayakan”) atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.

Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini hanya dapat digunakan sehubungan
dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan tidak dapat dipergunakan
untuk kepentingan lainnya. Laporan Studi Kelayakan ini juga tidak dimaksudkan
untuk memberikan rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha atau mengambil tindakan tertentu atas Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha.



                                  3
Page 29
I.B.   Tujuan dan Maksud Penugasan

       Laporan Studi Kelayakan ini bertujuan untuk mengkaji prospek usaha Perseroan
       (selanjutnya disebut “Objek Penilaian”) sehubungan dengan Rencana
       Penambahan Kegiatan Usaha di masa mendatang ditinjau dari berbagai aspek,
       meliputi:

       •   Aspek kelayakan pasar;
       •   Aspek kelayakan teknis;
       •   Aspek kelayakan pola bisnis;
       •   Aspek kelayakan model manajemen; dan
       •   Aspek kelayakan keuangan,

       sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.

       Maksud dari Laporan Studi Kelayakan adalah untuk memberikan gambaran
       tentang kelayakan dari Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang selanjutnya
       akan digunakan sebagai rujukan dan pertimbangan oleh manajemen Perseroan
       dalam rangka memenuhi POJK 17/2020.

       Studi Kelayakan ini disusun dengan memenuhi ketentuan-ketentuan dalam
       Peraturan OJK No. 35/POJK.04/2020 tentang “Penilaian dan Penyajian Laporan
       Penilaian Bisnis di Pasar Modal” tanggal 25 Mei 2020 (selanjutnya disebut “POJK
       35/2020”) serta Standar Penilaian Indonesia 2018, Edisi Revisi SPI300, SPI310,
       SPI320, SPI330 (selanjutnya disebut “SPI”).

I.C.   Data dan Informasi yang Digunakan

       Dalam melakukan penugasan ini, kami telah menelaah, mempertimbangkan,
       mengacu, atau melaksanakan prosedur atas data dan informasi sebagai berikut:

       1. Keterbukaan Informasi sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan
          Usaha yang disusun oleh manajemen Perseroan;

       2. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal 31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
          (selanjutnya disebut “KAP”) Purwantono, Sungkoro & Surja (selanjutnya
          disebut     “PSS”)     sebagaimana      tertuang     dalam      laporannya
          No. 00094/2.1032/AU.1/05/0696-4/1/II/2024 tanggal 29 Februari 2024 dengan
          pendapat wajar tanpa pengecualian;

       3. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
          tanggal 31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana
          tertuang dalam laporannya No. 00425/2.1032/AU.1/05/0696-3/1/III/2023
          tanggal 28 Maret 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;




                                        4
Page 30
4. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana
   tertuang dalam laporannya No. 00254/2.1032/AU.1/05/0696-3/1/III/2022
   tanggal 18 Maret 2022 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

5. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal 31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana
   tertuang dalam laporannya No. 00231/2.1032/AU.1/05/0696-1/1/III/2021
   tanggal 4 Maret 2021 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

6. Laporan keuangan konsolidasian Perseroan untuk tahun yang berakhir pada
   tanggal 31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana
   tertuang dalam laporannya No. 00214/2.1032/AU.1/05/0705-3/1/III/2020
   tanggal 5 Maret 2020 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

7. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2023 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00108/2.1032/AU.1/04/0696-4/1/II/2024 tanggal
   29 Februari 2024 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

8. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00426/2.1032/AU.1/04/0696-3/1/III/2023 tanggal
   28 Maret 2023 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

9. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal
   31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang
   dalam laporannya No. 00253/2.1032/AU.1/04/0696-2/1/III/2022 tanggal
   18 Maret 2022 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

10. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2020 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang
    dalam laporannya No. 00242/2.1032/AU.1/04/0696-1/1/III/2021 tanggal
    4 Maret 2021 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

11. Laporan keuangan LCTN untuk tahun yang berakhir pada tanggal
    31 Desember 2019 yang telah diaudit oleh KAP PSS sebagaimana tertuang
    dalam laporannya No. 00259/2.1032/AU.1/04/0705-3/1/II/2020 tanggal
    28 Februari 2020 dengan pendapat wajar tanpa pengecualian;

12. Proyeksi laporan keuangan konsolidasian Perseroan sebelum dan setelah
    Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada
    tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 yang disusun oleh manajemen
    Perseroan;




                               5
Page 31
13. Anggaran dasar LCTN yang terakhir sebagaimana dinyatakan dalam Akta
    Notaris Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., No. 21 tanggal 13 Mei 2020 mengenai
    perbaikan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha LCTN;

14. Hasil wawancara dengan pihak manajemen Perseroan, yaitu Calvin
    Wiryapranata dengan posisi sebagai Direktur, mengenai alasan, latar
    belakang, dan hal-hal lain yang terkait dengan Rencana Penambahan Kegiatan
    Usaha;

15. Tarif pajak yang diberlakukan atas Perseroan adalah berdasarkan laba kena
    pajak dalam periode yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak
    yang berlaku umum, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2033;

16. Informasi lain dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang
    relevan untuk penugasan;

17. Data dan informasi industri berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

18. Data dan informasi pasar berdasarkan media cetak maupun elektronik antara
    lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website Bursa Efek
    Indonesia, dan Bloomberg;

19. Data dan informasi ekonomi berdasarkan media cetak maupun elektronik,
    antara lain website Aswath Damodaran, website Bank Indonesia, website
    Bursa Efek Indonesia, dan Bloomberg;

20. Dokumen-dokumen lain yang berhubungan dengan Rencana Penambahan
    Kegiatan Usaha; dan

21. Berbagai sumber informasi baik berdasarkan media cetak maupun elektronik
    dan hasil analisis lain yang kami anggap relevan.

Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-
informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan atau yang tersedia
secara umum dan kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran informasi-
informasi tersebut.




                                 6
Page 32
       Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Perseroan.
       Jasa-jasa yang kami berikan kepada Perseroan hanya merupakan studi kelayakan
       atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit,
       atau perpajakan. Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan tidak
       merupakan dan tidak dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu
       penelaahan atau audit atau pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi
       keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat dimaksudkan untuk
       mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan atau
       penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami
       tidak mempunyai kewenangan dan tidak mencoba mendapatkan bentuk
       transaksi-transaksi lainnya yang dilakukan Perseroan.

I.D.   Kondisi Pembatas dan Asumsi-Asumsi Pokok

       Studi kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi
       umum bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah yang berlaku
       sampai dengan tanggal penerbitan Laporan Studi Kelayakan ini.

       Studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang dilakukan
       dengan metode diskonto arus kas (discounted cash flow) dengan mengacu pada
       net present value (NPV) yang didasarkan pada proyeksi laporan keuangan yang
       disusun oleh manajemen Perseroan. Dalam penyusunan proyeksi laporan
       keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan rencana manajemen di
       masa yang akan datang. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi
       laporan keuangan tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan
       kinerja LCTN yang dinilai pada saat studi kelayakan ini dengan lebih wajar. Secara
       garis besar, tidak ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap
       target kinerja LCTN dan telah mencerminkan kemampuan pencapaiannya
       (fiduciary duty). Kami bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan
       kewajaran proyeksi laporan keuangan berdasarkan informasi manajemen LCTN
       terhadap proyeksi laporan keuangan LCTN tersebut.

       Dalam penugasan studi kelayakan ini, kami mengasumsikan terpenuhinya semua
       kondisi dan kewajiban Perseroan. Kami juga mengasumsikan bahwa dari tanggal
       studi kelayakan sampai dengan tanggal diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan
       tidak terjadi perubahan apapun yang berpengaruh secara material terhadap
       asumsi-asumsi yang digunakan dalam studi kelayakan. Kami tidak bertanggung
       jawab untuk menegaskan kembali atau melengkapi, memutakhirkan (update)
       pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan kondisi serta peristiwa-
       peristiwa yang terjadi setelah tanggal laporan ini. Perhitungan dan analisis dalam
       studi kelayakan telah dilakukan dengan benar dan kami bertanggungjawab atas
       Laporan Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.




                                         7
Page 33
Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada
keakuratan, kehandalan, dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan
informasi-informasi lain yang diberikan kepada kami oleh Perseroan dan LCTN
atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya adalah benar, lengkap,
dan tidak menyesatkan dan kami tidak bertanggung jawab untuk melakukan
pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen Perseroan dan LCTN bahwa mereka
tidak mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang
diberikan kepada kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.

Analisis studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha dipersiapkan
menggunakan data dan informasi sebagaimana diungkapkan di atas. Segala
perubahan atas data dan informasi tersebut dapat mempengaruhi hasil akhir
pendapat kami secara material. Kami tidak bertanggung jawab atas perubahan
kesimpulan atas studi kelayakan kami maupun segala kehilangan, kerusakan,
biaya, ataupun pengeluaran apapun yang disebabkan oleh ketidakterbukaan
informasi sehingga data yang kami peroleh menjadi tidak lengkap dan atau dapat
disalahartikan.

Karena hasil dari studi kelayakan kami sangat tergantung dari data serta asumsi-
asumsi yang mendasarinya, perubahan pada sumber data serta asumsi sesuai
data pasar akan mengubah hasil dari studi kelayakan kami. Oleh karena itu, kami
sampaikan bahwa perubahan terhadap data yang digunakan dapat berpengaruh
terhadap hasil studi kelayakan dan bahwa perbedaan yang terjadi dapat bernilai
material. Walaupun isi dari Laporan Studi Kelayakan ini telah dilaksanakan dengan
itikad baik dan dengan cara yang profesional, kami tidak dapat menerima tanggung
jawab atas kemungkinan terjadinya perbedaan kesimpulan yang disebabkan oleh
adanya analisis tambahan, diaplikasikannya hasil studi kelayakan sebagai dasar
untuk melakukan analisis transaksi ataupun adanya perubahan dalam data yang
dijadikan sebagai dasar studi kelayakan. Laporan Studi Kelayakan bersifat non-
disclaimer opinion dan merupakan laporan yang terbuka untuk publik kecuali
terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional
Perseroan dan LCTN.

Pekerjaan kami yang berkaitan dengan studi kelayakan atas Rencana
Penambahan Kegiatan Usaha tidak merupakan dan tidak dapat ditafsirkan dalam
bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit, atau pelaksanaan prosedur-prosedur
tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal,
kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
hukum. Selanjutnya, kami juga telah memperoleh informasi atas status hukum
Perseroan dan LCTN berdasarkan anggaran dasar Perseroan dan LCTN.




                                  8
Page 34
I.E.   Tingkat Kedalaman Investigasi

       Dalam menyusun laporan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
       Usaha, KR diberikan kesempatan untuk melakukan inspeksi guna mendukung
       proses penyusunan Laporan Studi Kelayakan.

I.F.   Kejadian Penting Setelah Tanggal Studi Kelayakan (Subsequent Event)

       Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari manajemen Perseroan, dari tanggal
       studi kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2023, sampai dengan tanggal
       diterbitkannya Laporan Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan
       Usaha, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal studi kelayakan
       (subsequent event) yang secara signifikan dapat mempengaruhi kesimpulan studi
       kelayakan.

I.G.   Independensi Penilai

       Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan atas Rencana Penambahan
       Kegiatan Usaha, KR bertindak secara independen tanpa adanya benturan
       kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Perseroan ataupun pihak-pihak yang
       terafiliasi dengan Perseroan. KR juga tidak memiliki kepentingan ataupun
       keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini. Selanjutnya, laporan Studi
       Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
       manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh
       analisis yang dihasilkan dari proses studi kelayakan ini dan KR hanya menerima
       imbalan sesuai dengan surat penawaran kami No. KR/240419-001 tanggal
       19 April 2024 yang telah disetujui oleh manajemen Perseroan.

I.H.   Pendekatan dan Prosedur Penilaian Studi Kelayakan

       Dalam evaluasi studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, kami
       telah melakukan analisis melalui pendekatan dan prosedur studi kelayakan atas
       Rencana Penambahan Kegiatan Usaha ditinjau dari berbagai aspek, meliputi:

       •   Aspek kelayakan pasar;
       •   Aspek kelayakan teknis;
       •   Aspek kelayakan pola bisnis;
       •   Aspek kelayakan model manajemen; dan
       •   Aspek kelayakan keuangan,

       sehubungan dengan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha.




                                        9
Page 35
I.I.   Metode yang Digunakan

       Analisis kelayakan dalam penugasan ini menggunakan perhitungan nilai kini atas
       proyeksi laba periode/tahun berjalan Perseroan sebelum dan setelah Rencana
       Perubahan Kegiatan Usaha dengan mengacu pada net present value (NPV)
       sehingga Rencana Perubahan Kegiatan Usaha dapat dikatakan layak atau
       menguntungkan.

I.J.   Analisis Kelayakan

       Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun
       yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033:

       Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
       Tabel 1
       PT Lotte Chemical Titan Tbk
       Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
       Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033

                                                                                                             (Dalam ribuan USD)

                              Keterangan                     31/12/24      31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28

       Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                 435.158       438.163      441.287       480.008       483.661
       Beban pokok penjualan                                    421.285       423.156      424.381       458.568       460.586
       Laba kotor                                                13.873        15.006       16.906        21.440        23.076
       Beban usaha                                               14.097        14.409       14.729        15.798        16.150
       Laba (rugi) usaha                                           (224)          597        2.177         5.642         6.925
       Pendapatan lain-lain                                       2.936         2.943        2.961         2.935         2.943
       Laba sebelum pajak penghasilan                             2.712         3.541         5.138         8.577         9.869
       Beban pajak penghasilan                                     (597)         (779)       (1.130)       (1.887)       (2.171)
       Laba tahun berjalan                                        2.116         2.762        4.008         6.690         7.698



                                                                                                             (Dalam ribuan USD)

                              Keterangan                     31/12/29      31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33

       Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                 547.511       551.957       556.580       561.389       566.389
       Beban pokok penjualan                                    516.550       514.364       516.634       518.940       521.076
       Laba kotor                                                30.961        37.592        39.946        42.449        45.313
       Beban usaha                                               17.797        18.195        18.604        19.022        19.452
       Laba (rugi) usaha                                         13.164        19.397        21.342        23.427        25.861
       Pendapatan lain-lain                                       2.962         2.936         2.944         2.963         2.937
       Laba sebelum pajak penghasilan                            16.125        22.333        24.286        26.389        28.798
       Beban pajak penghasilan                                   (3.548)       (4.913)       (5.343)       (5.806)       (6.335)
       Laba tahun berjalan                                       12.578        17.420        18.943        20.584        22.462




                                                        10
Page 36
Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Tabel 2
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033

                                                                                                         (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan                      31/12/24      31/12/25      31/12/26      31/12/27       31/12/28

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                  435.158       438.163       441.287       480.008        483.661
Beban pokok penjualan                                     421.285       423.156       424.381       458.568        460.586
Laba kotor                                                 13.873        15.006        16.906        21.440         23.076
Beban usaha                                                14.097        14.409        14.729        15.798         16.150
Laba (rugi) usaha                                            (224)          597         2.177         5.642          6.925
Pendapatan lain-lain                                        3.941         3.966         3.984         3.965          3.969
Laba sebelum pajak penghasilan                              3.717         4.564         6.161         9.607         10.894
Beban pajak penghasilan                                      (818)       (1.004)       (1.355)       (2.114)        (2.397)
Laba tahun berjalan                                         2.899         3.560         4.806         7.494          8.497



                                                                                                       (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan                     31/12/29       31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                  547.511      551.957       556.580       561.389         566.389
Beban pokok penjualan                                     516.550      514.364       516.634       518.940         521.076
Laba kotor                                                 30.961       37.592        39.946        42.449          45.313
Beban usaha                                                17.797       18.195        18.604        19.022          19.452
Laba (rugi) usaha                                          13.164       19.397        21.342        23.427          25.861
Pendapatan lain-lain                                        3.978        3.945         3.948         3.958           3.925
Laba sebelum pajak penghasilan                             17.141       23.342        25.290        27.384          29.786
Beban pajak penghasilan                                    (3.771)      (5.135)       (5.564)       (6.025)         (6.553)
Laba tahun berjalan                                        13.370       18.207        19.727        21.360          23.233



Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah laba tahun berjalan
Perseroan sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebesar
USD 115,26 juta. Selanjutnya, proyeksi jumlah laba tahun berjalan Perseroan
setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebesar USD 123,15 juta.

Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif tersebut
di atas, setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha menjadi efektif, Perseroan
berpotensi memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033, sehingga diharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan sebelum
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
tanggal 31 Desember 2024 – 2033 dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar
9,21% adalah sebesar USD 46,80 juta.

Selanjutnya, perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan
Perseroan setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 dengan menggunakan
tingkat diskonto sebesar 9,21% adalah sebesar 48,84 juta.




                                                 11
Page 37
Dengan demikian, jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan
setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 lebih besar daripada jumlah nilai kini
dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024 – 2033.

Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 adalah
sebagai berikut:

Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Tabel 3
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033

                                                                                                       (Dalam ribuan USD)
                                                                                    Proyeksi
                      Keterangan
                                                        31/12/24      31/12/25      31/12/26     31/12/27     31/12/28
Laba tahun berjalan                                          2.116         2.762        4.008        6.690         7.698
Faktor diskonto                                             0,9569        0,8762       0,8023       0,7346        0,6726
Nilai kini                                                    2.024        2.420        3.215        4.915         5.177



                                                                                                       (Dalam ribuan USD)
                                                                                    Proyeksi
                      Keterangan
                                                        31/12/29      31/12/30      31/12/31     31/12/32     31/12/33
Laba tahun berjalan                                          12.578       17.420        18.943      20.584        22.462
Faktor diskonto                                              0,6159       0,5639        0,5163      0,4727        0,4328
Nilai kini                                                    7.747         9.823        9.780        9.730         9.722



Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

Tabel 4
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033

                                                                                                       (Dalam ribuan USD)
                                                                                    Proyeksi
                      Keterangan
                                                        31/12/24      31/12/25      31/12/26     31/12/27     31/12/28
Laba tahun berjalan                                           2.899         3.560        4.806        7.494         8.497
Faktor diskonto                                              0,9569        0,8762       0,8023       0,7346        0,6726
Nilai kini                                                    2.774         3.119        3.856        5.505         5.715



                                                                                                       (Dalam ribuan USD)
                                                                                    Proyeksi
                      Keterangan
                                                        31/12/29      31/12/30      31/12/31     31/12/32     31/12/33
Laba tahun berjalan                                          13.370       18.207        19.727      21.360        23.233
Faktor diskonto                                              0,6159       0,5639        0,5163      0,4727        0,4328
Nilai kini                                                    8.235       10.267        10.185      10.097        10.055
Jumlah nilai kini                                            48.838




                                                   12
Page 38
I.K.   Kesimpulan

       Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
       dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
       dalam analisis kelayakan, maka menurut pendapat kami Rencana Penambahan
       Kegiatan Usaha, ditinjau dari aspek kelayakan pasar, aspek kelayakan teknis,
       aspek kelayakan pola bisnis, aspek kelayakan model manajemen, dan aspek
       keuangan adalah layak.

       Kelayakan tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
       peroleh dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
       dengan penugasan. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah
       benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan
       mempengaruhi kelayakan tersebut secara material.

       Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki
       dampak material terhadap Rencana Penambahan Kegiatan Usaha. Perubahan
       tersebut termasuk, namun tidak terbatas pada, perubahan kondisi baik secara
       internal pada Perseroan maupun secara eksternal yaitu kondisi pasar dan
       perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan, serta peraturan-
       peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah tanggal
       Laporan Studi Kelayakan ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal Laporan Studi
       Kelayakan ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di atas, maka
       kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha mungkin berbeda.




                                        13
Page 39
II.       ASPEK HUKUM

II.A.     PT Lotte Chemical Titan Tbk

II.A.1.   Latar Belakang

          Perseroan didirikan di Republik Indonesia dengan nama PT Indofatra Plastik
          Industri berdasarkan Akta Notaris Rukmasanti Hardjasatya, S.H., No. 19 tanggal
          9 Desember 1987 dan kemudian berganti nama menjadi PT Fatrapolindo Nusa
          Industri berdasarkan Akta No. 53 tanggal 18 Juli 1988 dari Notaris Rukmasanti
          Hardjasatya, S.H. Akta pendirian beserta perubahannya tersebut disahkan oleh
          Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C2-6603.HT.01.01.TH.’88 tanggal
          30 Juli 1988, dan diumumkan dalam Berita Negara No. 80, Tambahan No. 3831
          tanggal 5 Oktober 1990.

          Anggaran dasar Perseroan telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
          terakhir berdasarkan Akta No. 6 tanggal 11 Juni 2021 yang dibuat di hadapan
          Notaris Fathiah Helmi, S.H., antara lain, untuk disesuaikan dengan POJK 15/2020
          dan POJK 16/2020 serta menyusun kembali seluruh Anggaran Dasar Perseroan.
          Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan
          Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
          sebagaimana dinyatakan dalam Suratnya tertanggal 6 Juli 2021
          No. AHU-AH.01.03-0420842.

          Perseroan berkantor pusat di Mangkuluhur City Tower One, Lantai 32, Jalan
          Jenderal Gatot Subroto Kavling 1 – 3, Karet Semanggi, Setiabudi, Jakarta Selatan
          12930.

II.A.2.   Manajemen

          Susunan Dewan Komisaris dan Direksi                  Perseroan   pada   tanggal
          31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

          Dewan Komisaris
          Komisaris Utama                       :   Park Hyun Chul
          Komisaris Independen                  :   Hendang Tanusdjadja

          Direksi
          Direktur Utama                        :   Jang Seon Pyo
          Direktur                              :   Jojok Hadrijanto
          Direktur                              :   Calvin Wiryapranata




                                           14
Page 40
II.A.3.   Kepemilikan Saham

          Susunan pemegang saham Perseroan berikut dengan kepemilikannya pada
          tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

          Tabel 5
          PT Lotte Chemical Titan Tbk
          Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                                   (Dalam USD)
                                                                              Persentase
                       Pemegang Saham                     Jumlah Saham                         Jumlah Modal
                                                                              Kepemilikan
          Lotte Chemical Titan International Sdn. Bhd.        5.148.902.750           92,50%       151.549.408
          Masyarakat (masing-masing dengan
            dengan kepemilikan di bawah 5,00%)                 417.511.250            7,50%         12.288.751
          Jumlah                                              5.566.414.000          100,00%       163.838.159



II.A.4    Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan usaha Perseroan adalah bergerak di bidang perdagangan
          besar karet dan plastik dalam bentuk dasar, sebagai distributor utama dan importir.
          Perseroan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1990.

II.B.     PT Lotte Chemical Titan Nusantara

II.B.1.   Latar Belakang

          LCTN didirikan di Republik Indonesia pada tahun 1990 dengan nama
          PT Petrokimia Nusantara Interindo berdasarkan Akta Notaris Moendjiati Soegito,
          S.H., No. 68 tanggal 19 Juli 1990. Akta pendirian tersebut disahkan oleh Menteri
          Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C2-4808.HT.01.01-TH.90 tanggal
          15 Agustus 1990, dan diumumkan dalam Berita Negara No. 84, Tambahan
          No. 4257 tanggal 19 Oktober 1990.

          Anggaran dasar LCTN telah beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan
          terakhir dilakukan berdasarkan Akta Notaris Jimmy Tanal, S.H., M.Kn., No. 21
          tanggal 13 Mei 2020, mengenai perbaikan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha
          LCTN. Perubahan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
          Manusia       Republik   Indonesia     melalui   Keputusan       No.      AHU-
          0036353.AH.01.02.TAHUN 2020 tanggal 18 Mei 2020.




                                                         15
Page 41
II.B.2.   Manajemen

          Komisaris dan Direksi LCTN pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai
          berikut:

          Komisaris                                           :   Park Hyun Chul

          Direksi
          Presiden Direktur                                   :   Jang Seon Pyo
          Direktur                                            :   Jojok Hadrijanto
          Direktur                                            :   Robin Wahyudi Handoko

II.B.3.   Kepemilikan Saham

          Susunan pemegang saham LCTN berikut dengan kepemilikannya pada tanggal
          31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

          Tabel 6
          PT Lotte Chemical Titan Nusantara
          Daftar Kepemilikan dan Struktur Pemegang Saham

                                                                                                     (Dalam USD)
                                                                                Persentase
                       Pemegang Saham                     Jumlah Saham                           Jumlah Modal
                                                                                Kepemilikan
          PT Lotte Chemical Titan Tbk                             128.562.500           99,85%       128.562.500
          Lotte Chemical Titan International Sdn. Bhd.                187.500            0,15%           187.500
          Jumlah                                                  128.750.000          100,00%       128.750.000



II.B.4    Kegiatan Usaha

          Ruang lingkup kegiatan LCTN terutama meliputi bidang industri polyethylene,
          perdagangan besar (distributor utama dan importir) dan real estat. LCTN mulai
          berproduksi secara komersial sejak bulan Februari 1993.




                                                         16
Page 42
III.     ASPEK KELAYAKAN PASAR

III.A.   Tinjauan Industri Plastik di Dunia

         Industri plastik merupakan salah satu sektor ekonomi yang besar serta memainkan
         peran penting dalam berbagai sektor lainnya seperti kemasan, otomotif, konstruksi,
         dan elektronik. Adanya proses pembentukan plastik melalui tahap polyethylene
         merupakan salah satu kunci dalam produksi plastik. Polyethylene merupakan
         suatu proses penggabungan dari beberapa molekul sederhana atau monomer
         menjadi molekul besar yang disebut makromolekul atau polimer melalui suatu
         proses kimia. Bahan plastik mudah dibentuk sesuai dengan apa yang dibutuhkan
         ketika bahan plastik tersebut terpapar oleh tekanan dan suhu panas.
         Bermacam-macam bentuk dari bahan plastik antara lain seperti batangan, balok,
         hingga silinder. Semua bentuk dasar tersebut kemudian dapat diolah kembali
         menjadi plastik kresek, pembungkus makanan, kemasan botol, dan lain
         sebagainya. Salah satu jenis plastik yang paling umum digunakan dan diproduksi
         pada saat ini adalah polietilena yang merupakan campuran sejenis polimer dari
         etilen yang memiliki dua tipe kepadatan yaitu kepadatan tinggi dan kepadatan
         rendah.

          Tabel 7
          Kenaikan Kapasitas Polyethylene Negara-negara di Dunia
          Periode Q4/2022 - Q4/2023

                                                                                        (Dalam ribuan ton)
                                                                                           Jumlah
                             Produsen                                  Lokasi
                                                                                         Kapasitas
          JG Summit Olefins Corporation                          Filipina                             250
          Pangerang Refining and Petrochemical                   Malaysia                             400
          Long Son Petrochemical                                 Vietnam                              450
          Phulo Khari                                            India                                450
          Nova Chemicals                                         Kanada                               454
          Dow Chemical                                           Amerika Serikat (AS)                 600
          Baystar Bayport Polymers LLC                           AS                                   626
          Petrochina Guangdong Petrochemical                     Tiongkok                             800

         Sumber: Independence Commodity Intelligence Services (ICIS)


         Berdasarkan data yang diperoleh dari ICIS, pada Q4/2022 – Q4/2023 negara yang
         mengalami kenaikan kapasitas polyethylene tertinggi yaitu Tiongkok sebesar 800
         ribu ton dengan produsen Petrochina Guangdong Petrochemical. Selanjutnya
         diikuti oleh AS masing-masing sebesar 600 ribu ton dan 626 ribu ton dengan
         produsen masing-masing Dow Chemical dan Baystar Bayport Polymers LLC.
         Selain itu, untuk jumlah ekspor polyethylene di AS adalah sebesar 45,00% dari
         jumlah penjualan.




                                                     17
Page 43
Menurut laporan yang berjudul Plastic Packaging Market Size, Share & Trends
Analysis Report By Material, By Product (Rigid, Flexible), By Technology (Injection
Molding, Extrusion, Blow Molding, Thermoforming), By Application, By Region, And
Segment Forecasts, 2024 – 2030 yang dipublikasikan oleh Grand View Research,
pada tahun 2023 pasar kemasan plastik di dunia adalah sebesar
USD 384,35 miliar. Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan terutama disebabkan
oleh meningkatnya produk untuk pribadi dan rumah tangga, farmasi, serta
makanan dan minuman. Selain itu tekstur plastik yang fleksibel, ringan, dan
transparan menjadi salah satu faktor yang mendorong penggunaan dari beberapa
sektor industri tersebut dibandingkan dengan bahan sejenis kaca atau logam.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada tahun 2023 ukuran pasar
industri plastik di dunia adalah sebesar USD 712,00 miliar dan diperkirakan
mengalami pertumbuhan mencapai USD 1,05 triliun pada tahun 2033 dengan
tingkat pertumbuhan majemuk tahunan/compound annual growth rate (CAGR)
sebesar 4,00%.

Grafik 1
Proyeksi Nilai Pasar Kemasan Plastik di Dunia
Tahun 2024 – 2030
(Dalam miliar USD)

 400,00

                                                                            340,03
 350,00

 300,00                                                            286,86
                                                          271,83
                                                 258,59
                                        246,84
 250,00                       236,32
            218,18   226,82

 200,00

 150,00

 100,00

  50,00

   0,00
            2023*    2024     2025      2026     2027     2028     2029     2030

*Aktual
Sumber: Statista


Selanjutnya, berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada tahun
2024 – 2030 nilai pasar kemasan plastik di dunia mengalami kenaikan masing-
masing sebesar USD 8,64 miliar, USD 9,50 miliar, USD 10,52 miliar,
USD 11,75 miliar, USD 13,24 miliar, USD 15,03 miliar, dan USD 53,17 miliar atau
setara dengan 3,96%, 4,19%, 4,45%, 4,76%, 5,12%, 5,53%, dan 18,54%. Dengan
adanya tren positif tersebut, maka industri plastik di dunia diperkirakan memiliki
kinerja yang positif pada masa mendatang.

                                       18
Page 44
III.B.   Tinjauan Industri Plastik di Indonesia

         Industri plastik nasional memiliki peranan penting sekaligus berkaitan erat dengan
         industri lainnya, seperti industri makanan dan minuman, kosmetik, farmasi,
         elektronika, pertanian, otomotif, barang-barang rumah tangga, serta mainan.
         Industri plastik di Indonesia menjadi rantai pasok produksi bagi sektor strategis
         lainnya.

         Menurut laporan yang diperoleh dari Kementerian Koordinator Bidang
         Perekonomian, industri plastik berhubungan erat dengan sektor manufaktur
         dengan peluang pasar yang cukup besar karena dibutuhkan sebagai bahan baku
         dari berbagai industri lain. Berdasarkan data yang diperoleh dari Kementerian
         Perindustrian, sektor manufaktur di Indonesia pada Q3/2023 mengalami
         pertumbuhan sebesar 5,20% dibandingkan dengan Q3/2022 dan menjadi sumber
         pertumbuhan ekonomi tertinggi.

         Potensi konsumsi produk plastik di Indonesia masih cukup besar dan hal ini
         memberikan peluang dalam rangka mendorong pertumbuhan industri pengolahan
         plastik. Konsumsi plastik yang meningkat salah satunya tercermin dari nilai impor
         yang besar dimana menurut laporan yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik,
         pada tahun 2023 nilai impor plastik dan barang dari plastik mencapai
         USD 9,40 miliar.

         Grafik 2
         Pendapatan Industri Pembuatan Produk Karet dan Plastik di Indonesia
         Tahun 2020 – 2023
         (Dalam miliar USD)

          22,50
                                                                           22,00
          22,00
                                                         21,46
          21,50                         21,18
          21,00
                            20,46
          20,50

          20,00

          19,50
                            2020        2021              2022             2023

         *Proyeksi
         Sumber: Statista


         Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada tahun 2021 – 2023
         pendapatan industri pembuatan produk karet dan plastik di Indonesia jika
         dibandingkan dengan tahun sebelumnya terus mengalami kenaikan yaitu sebesar
         USD 0,72 miliar, USD 0,28 miliar, dan USD 0,54 miliar atau masing-masing setara
         dengan 3,52%, 1,32%, dan 2,52%.




                                           19
Page 45
         Grafik 3
         Proyeksi Pendapatan Sektor Mainan Plastik & Lainnya di Indonesia
         Tahun 2023 – 2028
         (Dalam miliar USD)

          250,00
                                                                            208,50
                                                                197,40
          200,00                                     185,00
                                          173,40
                                151,80
          150,00       133,90

          100,00

           50,00

            0,00
                       2023*    2024       2025       2026       2027       2028

         *Aktual
         Sumber: Statista


         Berdasarkan data yang diperoleh dari Statista, pada tahun 2024 – 2028
         pendapatan sektor mainan plastik dan lainnya terus mengalami kenaikan jika
         dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu masing-masing sebesar
         USD 17,90 miliar, USD 21,60 miliar, USD 11,60 miliar, USD 12,40 miliar, dan
         USD 11,10 miliar atau setara dengan 13,37%, 14,23%, 6,69%, 6,70%, dan 5,62%
         dengan CAGR sebesar 8,26%. Dengan mempertimbangkan kebutuhan dari sektor
         industri lainnya terhadap industri plastik dan tren perkembangan yang ada maka
         diperkirakan industri plastik di Indonesia menunjukkan kinerja positif pada masa
         mendatang.

III.C.   Strategi Pemasaran

         Dalam menjalankan kegiatan usahanya, LCTN akan bergerak lebih dinamis untuk
         mengikuti perubahan di pasar. Komitmen LCTN adalah menunjukkan eksistensi
         dengan selalu mengembangkan diri dan up-to-date mengikuti keadaan nyata di
         lingkungan bisnis. Perubahan kebutuhan dan perilaku pelanggan pada khususnya
         menuntut LCTN untuk dapat berkembang mengikuti perubahan tersebut dengan
         selalu memberikan produk dan pelayanan yang diinginkan. LCTN juga akan selalu
         berusaha menjaga hubungan baik dengan pelanggan yang ada serta membina
         hubungan baik dengan calon pelanggan yang berpotensi.

         Dari sisi operasional, prioritas LCTN adalah memastikan kesinambungan proses
         usaha untuk senantiasa berjalan dengan normal tanpa ada kendala.




                                          20
Page 46
III.D.   Pesaing Usaha

         Dalam hal penjualan low pressure steam, merupakan layanan khusus yang tidak
         memiliki pesaing langsung di pasaran. Pada umumnya, steam digunakan sebagai
         utilitas pabrik itu sendiri dan tidak diperdagangkan. Selanjutnya, untuk penjualan
         hidrogen tidak melibatkan produksi hidrogen secara mandiri, melainkan
         mengandalkan penyaluran dari pemasok pihak ketiga. Dengan demikian, dalam
         bidang usaha penjualan low pressure dan penjualan hidrogen, LCTN tidak memiliki
         pesaing usaha.

         Selanjutnya, dalam bidang usaha penyewaan Tangki Ethylene sebagai fasilitas
         penyimpanan material, pesaing usaha LCTN adalah sebagai berikut:

         •   PT Vopak Indonesia;
         •   Linc Group;
         •   PT Dover Chemical; dan
         •   PT Redeco Petrolin Utama.




                                           21
Page 47
IV.     ASPEK KELAYAKAN TEKNIS

IV.A.   Gambaran Umum Wilayah Operasional PT Lotte Chemical Titan Nusantara

        Dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang usaha penjualan low pressure
        steam, bidang usaha penjualan hidrogen, dan bidang usaha penyewaan Tangki
        Ethylene, seluruh penjualan tersebut akan dilakukan kepada LCI, pihak yang
        terafiliasi dengan Perseroan dan LCTN. Dengan demikian, pasar geografis LCTN
        bidang usaha penjualan low pressure steam, bidang usaha penjualan hidrogen,
        dan bidang usaha penyewaan Tangki Ethylene adalah wilayah kota Cilegon,
        Provinsi Banten, Indonesia.

IV.B.   Proses Kegiatan Operasional PT Lotte Chemical Nusantara

        Dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang usaha penjualan low pressure
        steam, proses kegiatan operasional LCTN adalah sebagai berikut:

                                   Medium Pressure      Pemakaian pribadi
                                        Steam                 LCTN




         Demineralized
         water produksi   Boiler
             LCTN




                                    Low Pressure        Pemakaian pribadi
                                       Steam                  LCTN




                                                        Pengiriman menuju
                                                                                             Billing berdasarkan
                                                            raw water
                                                                            Pemakaian oleh   flowmeter dikirim     Pembayaran atas
                                                         treatment (RWT)
                                                                               RWT unit         ke LCI setiap      pemakaian steam
                                                         system unit LCI
                                                                                                  bulannya
                                                          melalui piping




        Proses kegiatan operasional penyaluran low pressure steam dimulai dari
        pengadaan industrial water untuk pembuatan demineralized water sebagai bahan
        baku steam. Steam yang diproduksi oleh LCTN memiliki dua jenis dengan
        perbedaan tekanan, yitu medium pressure steam (7 barg) dipergunakan untuk
        pemakaian pribadi LCTN, sedangkan low pressure steam (3,50 barg) selain
        dipergunakan secara pribadi dikirimkan secara intermittent menuju unit RWT
        (water treatment) LCI. Pengiriman ini dilakukan melalui pipa interkoneksi antara
        LCTN dan LCI yang dilengkapi dengan flowmeter yang digunakan untuk
        menghitung jumlah pengiriman low pressure steam menuju LCI. Pemakaian low
        pressure steam oleh LCI akan dikalkulasi setiap akhir bulan dan akan dikirimkan
        invoice berdasarkan total pemakaian untuk pembayaran.




                                                   22
Page 48
Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang usaha penjualan
hidrogen, proses kegiatan operasional LCTN adalah sebagai berikut:

                                                                     Biling berdasarkan
 Hidrogen dari PT Air         Penerimaan       Pengiriman hidrogen                          Pembayaran kepada
                                                                     flowmeter dikirim
  Liquide Indonesia       Hidrogen oleh LCTN   menuju LCI melalui                               LCTN atas
                                                                       ke LCI setiap
        (ALI)                   dari ALI        pipa interkoneksi                           pemakaian hidrogen
                                                                          bulannya




                                                Pembayaran oleh
                                                    LCTN ke ALI
                                               berdasarkan biling
                                                 setiap bulannya




Proses kegiatan operasional penjualan hidrogen tidak melibatkan produksi
hidrogen secara mandiri, melainkan mengandalkan penyaluran hidrogen dari
pemasok pihak ketiga, dalam hal ini adalah ALI sebagai pemasok hidrogen LCTN.
Penyaluran dilakukan secara langsung tanpa adanya tambahan proses, baik
purifikasi maupun proses lainnya. Penyaluran hidrogen menuju LCI dilakukan
melalui pipa interkoneksi yang dilengkapi oleh flowmeter yang digunakan untuk
menghitung jumlah pengiriman hidrogen. Pemakaian hidrogen oleh LCI akan
dikalkulasi setiap akhir bulan dan akan dikirimkan invoice berdasarkan jumlah
pemakaian untuk pembayaran.

Selanjutnya, dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang usaha penyewaan
Tangki Ethylene, proses kegiatan operasional LCTN adalah sebagai berikut:

                        Penerimaan material    Transfer material         Penyimpanan
                          (liquid ) melalui    dari kapal menuju     material pada tangki
                          dermaga LCTN          tangki ethylene            ethylene




Proses kegiatan operasional penyewaan Tangki Ethylene sebagai fasilitas
penyimpanan dimulai dengan penerimaan material melalui dermaga LCTN.
Material kemudian disalurkan ke Tangki Ethylene LCTN melalui jaringan pipa.




                                               23
Page 49
IV.C.   Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

        Dalam menjalankan kegiatan usahanya di bidang usaha penjualan low pressure
        steam, bidang usaha penjualan hidrogen, dan bidang usaha penyewaan Tangki
        Ethylene, LCTN didukung oleh manajemen kunci yang berdedikasi dan
        berkompeten dalam bidang kegiatan usaha LCTN. Manajemen merupakan suatu
        faktor yang dominan untuk kelangsungan kegiatan operasional. Selain itu, LCTN
        juga telah memastikan bahwa LCTN telah memiliki tenaga kerja operasional yang
        berpengalaman dan mempunyai kompetensi untuk menangani kegiatan usaha
        bidang usaha penjualan low pressure steam, bidang usaha penjualan hidrogen,
        dan bidang usaha penyewaan Tangki Ethylene yang akan dijalankan. Dengan
        demikian, LCTN dapat memastikan bahwa kegiatan usaha LCTN dapat terus
        beroperasi dengan baik.

        Untuk memenuhi ketersediaan tenaga ahli, LCTN akan memanfaatkan sumber
        daya manusia dan tenaga kerja dari dalam (internal recruitment) yang sudah ahli
        dan berpengalaman pada bidangnya masing-masing untuk mengisi kebutuhan
        sumber daya manusia dan tenaga kerja di LCTN.




                                        24
Page 50
V.     ASPEK KELAYAKAN POLA BISNIS

V.A.   Keunggulan Kompetitif

       LCTN mempunyai keunggulan kompetitif sebagai berikut:

       •   Kecepatan pengiriman yang dapat dilakukan secara langsung melalui pipa
           interkoneksi antara LCTN dan LCI yang telah terpasang.

       •   Dengan biaya lebih rendah, penjualan low steam pressure LCTN
           menggunakan bahan demineralized water produksi sendiri sehingga memiliki
           harga bahan baku lebih rendah dibandingkan pembelian dari pihak ketiga.

       •   Fleksibilitas pasokan, tidak terikat pada suatu kontrak dengan minimum take-
           or-pay tertentu.

       Selanjutnya, penggunaan Tangki Ethylene milik LCTN sebagai fasilitas
       penyimpanan mempunyai keunggulan kompetitif sebagai berikut:

       •   Jenis tangki adalah tangki cryogenic yang mampu menyimpan material hingga
           suhu -103o celcius dan dilengkapi dengan tiga pompa cryogenic masing-
           masing dengan kapasitas 37 ton/jam.

       •   Inspeksi dan perawatan tangki senantiasa telah dilakukan secara rutin, baik
           dari sisi ketebalan tangki, ketebalan insulasi tangki, serta aksesoris pendukung
           lainnya.

       •   Tangki dilengkapi dengan fasilitas pemadam api yang memadai.

       •   Tangki dilengkapi fasilitas gas detector untuk mendeteksi kebocoran gas dan
           lightning protection untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya ledakan
           tangki akibat sambaran petir.

       •   Tangki dilengkapi dengan fasilitas boil off gas sehingga tekanan dalam tangki
           dapat dikontrol secara aman dan dapat meminimalisasi terjadinya material loss
           akibat flaring.

       •   LCTN memiliki dermaga, yang memudahkan penerimaan material kedalam
           tangki.

       •   LCTN dan LCI memiliki pipa interkoneksi yang menjadikan penyaluran material
           menjadi lebih mudah dan cepat.




                                          25
Page 51
V.B.   Aktivitas Perseroan Setelah Pelaksanaan Rencana Penambahan Kegiatan
       Usaha

       Setelah dilaksanakannya Rencana Penambahan Kegiatan Usaha, maka
       Perseroan akan secara aktif melakukan kegiatan usaha di bidang pengadaan uap
       panas, bidang perdagangan besar bahan dan barang kimia, serta bidang
       pergudangan dan penyimpanan lainnya. Strategi-strategi usaha baru yang
       diterapkan oleh Perseroan dan LCTN dalam menjalankan kegiatan usaha
       diharapkan dapat memperkuat eksistensi Perseroan di mata konsumen serta
       dapat memberikan pelayanan terbaik sebagai lini distribusi bagi konsumen.




                                      26
Page 52
VI.   ASPEK KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN

      Perseroan dan LCTN telah memiliki sumber daya manusia yang unggul sebagai
      bagian dari organisasi dan senantiasa melakukan pengembangan sumber daya
      manusia agar dapat menjadi yang terbaik sebagai pelaku industri yang diharapkan
      dapat mendorong pertumbuhan di masa yang akan datang. Sistem organisasi dan
      manajemen yang baik sendiri sangat diperlukan untuk mendukung terciptanya
      suatu struktur perusahaan yang sistematis dalam pengendalian internal sehingga
      dapat membentuk struktur perusahaan yang stabil. Struktur organisasi dan
      manajemen yang baik sangat erat hubungannya dengan koordinasi kerja yang
      terpadu dan terarah guna mendukung Perseroan dan LCTN dalam mencapai
      tujuan perusahaannya.

      Selanjutnya, dalam setiap organisasi diperlukan ketegasan dalam pembagian
      tugas yang disesuaikan dengan struktur organisasi, delegasi wewenang yang
      jelas, dan koordinasi kerja yang terpadu. Penempatan tenaga kerja yang sesuai
      dengan pengalaman, keahlian, dan keterampilannya merupakan faktor yang
      penting dalam menerapkan kebijaksanaan perusahaan. Hal ini juga akan
      memperlancar delegasi terhadap rencana kerja kepada unit di bawahnya atau
      sebaliknya, yang pada akhirnya diharapkan dapat memperlancar kinerja
      perusahaan.

      Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha menjadi efektif, LCTN akan terus
      mengembangkan usahanya pada masa yang akan datang. Oleh karena itu,
      struktur organisasi LCTN dan harus dijadikan pedoman dalam menjalankan
      kegiatan usahanya. Struktur organisasi yang dimiliki oleh LCTN adalah sebagai
      berikut:

                                                      Manufactoring
                                                        Director




                                                     Manufacturing Sr.
                                                           GM




                                Technical/ PPIC GM                         Production GM




                                  Technical/PPIC
                                                                           Plant Manager
                                     Manager




                                    Technical                                  Plant
                                  Superintendent                           Superintendent




                                 Process Engineer                        Production Engineer
                                                                                               Shift Leader Utility
                                      Utility                                  Utility




                                                                                                Boardman Utility




                                                                                                Field technician
                                                                                                     Utility




                                              27
Page 53
VI.A.   Kapasitas dan Kemampuan Manajemen

        Pada perkembangan selanjutnya, struktur organisasi LCTN akan berkembang
        sesuai dengan perkembangan industri. Kapasitas dan kapabilitas manajemen dan
        karyawan yang ada pada saat ini sudah sangat mencukupi untuk menjalankan
        kegiatan usaha baru yang akan dijalankan tersebut. Namun demikian, untuk
        pertumbuhan di masa yang akan datang, LCTN akan senantiasa melakukan
        peninjauan ulang dan analisis secara berkala terkait keperluan perekrutan sumber
        daya manusia baru, yang diutamakan memiliki keahlian yang dapat memberikan
        nilai tambah bagi produk dan jasa yang akan diberikan oleh LCTN kepada pada
        pelanggan.

VI.B.   Ketersediaan Tenaga Kerja

        LCTN akan senantiasa berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi standar
        kualitas dan kuantitas terhadap sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk
        menjalankan kegiatan usahanya. LCTN akan senantiasa fokus terhadap
        pengembangan kemampuan sumber daya manusia, yang terdiri dari beberapa
        aspek, antara lain matriks kompetensi yang harus dicapai atau dipenuhi oleh
        karyawan, internalisasi pembagian tugas yang dipetakan berdasarkan tingkatan
        setiap departemen, kompetensi masing-masing karyawan berdasarkan detail atas
        ruang lingkup pekerjaan, serta kompetensi yang akan dicapai melalui pemberian
        pelatihan atau sertifikasi dan uji kompetensi.

        Selanjutnya, LCTN memiliki budaya perusahaan dimana setiap sumber daya
        manusia merupakan tulang punggung perusahaan sehingga LCTN senantiasa
        mendorong pemberdayaan sumber daya manusia secara optimal. Sebagai contoh,
        LCTN senantiasa mengadakan berbagai aktivitas karyawan dengan tujuan
        meningkatkan rasa kebersamaan dan kepercayaan antar anggota tim, serta
        aktivitas yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup karyawan.




                                         28
Page 54
VI.C.   Risiko Usaha

        Dalam menjalankan kegiatan usahanya, Perseroan melalui LCTN tidak terlepas
        dari berbagai risiko usaha yang dihadapi. Analisis risiko usaha terhadap LCTN
        adalah sebagai berikut:

        1. Risiko Perekonomian

           Kegiatan operasional yang dijalankan LCTN rentan terhadap kondisi ekonomi
           nasional, regional, dan global. Penurunan tingkat konsumsi masyarakat secara
           umum pada akhirnya berpotensi mengakibatkan penurunan terhadap tingkat
           permintaan produk LCTN. Untuk mengantisipasi dampak dari risiko
           perekonomian, LCTN senantiasa akan melakukan penelaahan secara berkala
           terkait kondisi perekonomian nasional, regional, dan global pada saat
           mengembangkan suatu strategi bisnis yang akan dijalankan.

        2. Risiko Persaingan Usaha

           LCTN senantiasa menyiapkan diri untuk menghadapi persaingan di pasar
           Indonesia dengan memberikan produk dan layanan terbaik untuk melayani
           pertumbuhan pasar di Indonesia yang diperkirakan masih akan terus
           berkembang. Sebagai bentuk antisipasi terhadap dampak dari risiko
           persaingan usaha, LCTN senantiasa menjalin hubungan baik dengan setiap
           pelanggan yang akan selalu dijaga dan ditingkatkan, termasuk mempelajari
           kondisi pasar yang berpotensi meningkatkan pangsa pasar atas kegiatan
           operasional LCTN di masa yang akan datang.

        3. Risiko Keuangan

           Dalam menjalankan kegiatan usahanya, LCTN tidak terlepas dari berbagai
           risiko keuangan, antara lain risiko kredit, risiko likuiditas, risiko harga
           komoditas, risiko nilai tukar, dan risiko suku bunga. Dalam meminimalisasi
           dampak risiko tersebut, manajemen LCTN senantiasa akan melakukan
           evaluasi dan membuat kebijakan dalam melakukan pengelolaan terhadap
           masing-masing risiko kredit, risiko likuiditas, risiko harga komoditas, risiko nilai
           tukar, dan risiko suku bunga tersebut.




                                           29
Page 55
4. Risiko Perubahan Iklim Bisnis

   Sebagai bagian dari strategi perusahaan yang agresif, LCTN akan bergantung
   pada kemampuan untuk berinvestasi dalam sektor pertumbuhan baru untuk
   menciptakan aliran pendapatan baru dan membuat keputusan yang tepat
   berdasarkan tren bisnis yang terjadi di pasar. Kegagalan untuk memprediksi
   preferensi konsumen yang senantiasa berubah, pola pengeluaran konsumen,
   dan keputusan gaya hidup konsumen dapat memberikan dampak bagi kinerja
   keuangan LCTN di masa yang akan datang. Untuk melakukan antisipasi
   terhadap dampak risiko tersebut, manajemen LCTN senantiasa akan
   melakukan evaluasi terhadap tren bisnis di pasar dan membuat kebijakan
   dalam melakukan riset terhadap potensi investasi yang akan dilakukan di masa
   yang akan datang.

5. Risiko Litigasi

   Dalam menjalankan kegiatan usahanya, LCTN akan menghadapi risiko litigasi
   dan kepatuhan terhadap peraturan serta peraturan perundang-undangan yang
   berlaku di Indonesia. Pelanggaran terhadap kewajiban hukum dan peraturan
   yang berlaku dapat memberikan dampak bagi bisnis, hasil operasi, kondisi
   keuangan, arus kas, reputasi, dan kredibilitas LCTN. Terkait risiko ini, LCTN
   senantiasa melakukan pembaruan serta pemahaman teknis terhadap
   kebijakan-kebijakan serta peraturan-peraturan yang ada, baik terhadap
   peraturan yang ada pada saat ini maupun di masa yang akan datang sehingga
   risiko litigasi ini dapat diminimalisasi dengan baik.

6. Risiko Kebijakan Pemerintah

   Perubahan peraturan dan kebijakan Pemerintah, khususnya di bidang industri
   terkait yang dijalankan oleh LCTN dapat memberikan dampak bagi kinerja
   operasional LCTN. Perubahan peraturan dan kebijakan Pemerintah ini juga
   dapat menyebabkan perubahan iklim persaingan usaha dalam industri LCTN
   beroperasi. Dalam mengantisipasi risiko ini, LCTN senantiasa melakukan
   kepatuhan dan pemahaman teknis terhadap peraturan dan kebijakan
   Pemerintah sehingga risiko kebijakan Pemerintah ini dapat diminimalisasi
   dengan baik.




                                30
Page 56
VII.       ASPEK KELAYAKAN KEUANGAN

VII.A.     Proyeksi Keuangan Perseroan Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan
           Usaha

VII.A.1.   Proyeksi Keuangan

           Perhitungan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang
           dilakukan didasarkan pada proyeksi keuangan Perseroan. Dalam penyusunan
           proyeksi keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja
           Perseroan pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen
           di masa yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi dan saran yang
           relevan diberikan oleh Perseroan sehubungan dengan perubahan-perubahan
           pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah ditetapkan juga turut menjadi
           bahan pertimbangan. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi
           tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan yang
           diuji pada saat studi kelayakan ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak
           ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja
           Perseroan yang diuji kelayakannya.

           Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi laporan
           keuangan yang digunakan dalam perhitungan studi kelayakan.

VII.A.1.a. Umum

           •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi,
               hukum, atau undang-undang yang akan mempengaruhi Perseroan, industri,
               atau negara di mana Perseroan beroperasi.
           •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai
               tukar mata uang, dan suku bunga yang dipergunakan dalam proyeksi laporan
               keuangan yang dapat mempengaruhi kinerja Perseroan selain yang telah
               diproyeksikan.
           •   Tidak akan ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama
               Perseroan atau pada sumber utama penghasilan Perseroan selain yang telah
               diproyeksikan.
           •   Tidak akan ada perubahan yang material pada manajemen Perseroan.
           •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari
               perselisihan industri atau pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat
               mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan.
           •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti atas penawaran bahan baku,
               bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual kepada
               Perseroan.
           •   Tidak akan ada perubahan yang material terhadap harga bahan baku, bahan-
               bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual, beban tenaga kerja,
               beban pabrikasi, dan beban-beban lain seperti yang berlaku sekarang ini dan
               yang diproyeksikan.
           •   Tidak akan ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.




                                             31
Page 57
         •   Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat oleh Perseroan
             atas kewajiban kontijen atau arbritase, ancaman atau sebaliknya, piutang tak
             tertagih yang luar biasa, kontrak, atau aset lain yang belum dipenuhi.
         •   Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan
             ketentuan-ketentuan yang ada.
         •   Sesuai dengan sifat industri, manajemen Perseroan mempersiapkan proyeksi
             laporan keuangan untuk tahun 2024 – 2033.

VII.A.1.b. Asumsi-asumsi yang Digunakan Dalam Perhitungan Studi Kelayakan

         1. Proyeksi Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan

             Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan dalam penilaian ini terutama terdiri
             dari pendapatan atas penjualan polyethylene.

             Grafik berikut menunjukkan proyeksi pendapatan dari kontrak dengan
             pelanggan Perseroan untuk tahun 2024 – 2033.

             Grafik 4
             PT Lotte Chemical Titan Tbk
             Proyeksi Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan Tahun 2024 – 2033
             (Dalam jutaan USD)

                            Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
                  600


                  500


                  400


                  300


                  200


                  100
                         2024   2025   2026    2027   2028   2029   2030   2031   2032   2033




                                              32
Page 58
2. Proyeksi Beban Pokok Penjualan

   Beban pokok penjualan Perseroan terutama terdiri dari beban pemakaian
   bahan baku serta upah dan biaya pabrikasi. Beban pokok penjualan untuk
   tahun 2024 – 2033 diproyeksikan sebesar 92% – 97% dari pendapatan dari
   kontrak dengan pelanggan.

   Grafik berikut menunjukkan proyeksi beban pokok penjualan Perseroan untuk
   tahun 2024 – 2033.

   Grafik 5
   PT Lotte Chemical Titan Tbk
   Proyeksi Beban Pokok Penjualan Tahun 2024 – 2033
   (Dalam jutaan USD)

                             Beban Pokok Pendapatan
        600


        500


        400


        300


        200


        100
               2024   2025   2026    2027   2028   2029   2030   2031   2032   2033




3. Beban Usaha

   Beban usaha Perseroan terutama terdiri dari beban pengangkutan serta beban
   gaji, upah, dan kesejahteraan karyawan. Beban usaha untuk tahun 2024 –
   2033 diprediksikan 3% dari pendapatan dari kontrak dengan pelanggan.

4. Pajak

   Mengingat Perseroan adalah perusahaan yang berdomisili di Indonesia, maka
   tarif pajak yang diberlakukan atas Perseroan adalah tarif pajak yang berlaku
   umum di Indonesia, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2033.




                                    33
Page 59
5. Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif

   Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   Perseroan sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 adalah sebagai
   berikut:
   Tabel 8
   PT Lotte Chemical Titan Tbk
   Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
   Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033

                                                                                                         (Dalam ribuan USD)

                          Keterangan                     31/12/24      31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28

   Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                 435.158       438.163      441.287       480.008       483.661
   Beban pokok penjualan                                    421.285       423.156      424.381       458.568       460.586
   Laba kotor                                                13.873        15.006       16.906        21.440        23.076
   Beban usaha                                               14.097        14.409       14.729        15.798        16.150
   Laba (rugi) usaha                                           (224)          597        2.177         5.642         6.925
   Pendapatan lain-lain                                       2.936         2.943        2.961         2.935         2.943
   Laba sebelum pajak penghasilan                             2.712         3.541         5.138         8.577         9.869
   Beban pajak penghasilan                                     (597)         (779)       (1.130)       (1.887)       (2.171)
   Laba tahun berjalan                                        2.116         2.762        4.008         6.690         7.698



                                                                                                         (Dalam ribuan USD)

                          Keterangan                     31/12/29      31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33

   Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                 547.511       551.957      556.580       561.389       566.389
   Beban pokok penjualan                                    516.550       514.364      516.634       518.940       521.076
   Laba kotor                                                30.961        37.592       39.946        42.449        45.313
   Beban usaha                                               17.797        18.195       18.604        19.022        19.452
   Laba (rugi) usaha                                         13.164        19.397       21.342        23.427        25.861
   Pendapatan lain-lain                                       2.962         2.936        2.944         2.963         2.937
   Laba sebelum pajak penghasilan                            16.125        22.333       24.286        26.389        28.798
   Beban pajak penghasilan                                   (3.548)       (4.913)      (5.343)       (5.806)       (6.335)
   Laba tahun berjalan                                       12.578        17.420       18.943        20.584        22.462




   Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dari kontrak
   dengan pelanggan dan laba tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana
   Penambahan      Kegiatan      Usaha      masing-masing     adalah     sebesar
   USD 5.062,10 juta dan USD 115,26 juta.




                                                34
Page 60
VII.A.2.   Penentuan Tingkat Diskonto

           Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang
           digunakan adalah biaya modal rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost
           of capital) yang ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

           WACC      =   (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)

           Dimana:

           ke        =   Biaya modal ekuitas/saham biasa
           kd        =   Biaya modal utang
           We        =   Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
           Wd        =   Bobot utang dalam struktur kapital
           t         =   Pajak penghasilan perusahaan

VII.A.2.a. Biaya Modal untuk Ekuitas

           ke        =   Rf + (β x RPm) – RBDS

           Dimana:

           ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu atau
                         biaya modal ekuitas/saham biasa
           Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk
                         free rate)
           β         =   Beta
           RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                         premium)

           Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
           memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang
           dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
           Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2023,
           maka instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu obligasi Indonesia berjangka
           panjang dalam mata uang USD dengan jangka waktu 47 tahun dengan tingkat yield
           rata-rata sebesar 11,17% yang diperoleh dari Bloomberg dan angka tersebut akan
           digunakan sebagai tingkat balikan bebas resiko.

           RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
           balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
           memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
           seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
           premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
           yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
           pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
           tingkat premi risiko sebesar 7,38%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
           (New York University Business School) tahun 2023 yang dikeluarkan pada bulan
           Januari 2024.


                                                35
Page 61
           Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
           dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.

           Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari riset Aswath
           Damodaran (New York University Business School) sampai dengan tahun 2023
           sebesar 0,81 yang kemudian di-relever dengan tingkat leverage yang berlaku di
           pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto AKB Perseroan
           tersebut dengan formula sebagai berikut:

           βL   = βU x (1 + (1-T) x DER)

           Dalam studi kelayakan ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER)
           dari perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 42,98% untuk memperoleh
           beta Perseroan. Tarif pajak yang digunakan untuk Perseroan sesuai dengan tarif
           pajak yang berlaku umum adalah sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2033.
           Dengan demikian, maka diperoleh beta Perseroan sebesar 1,08 untuk tahun 2024
           – 2033 dengan rincian perhitungan sebagai berikut:

           βL         = 0,81 x (1 + (1 – 22,00%) x 22,00%) = 1,08

           Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
           dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar 2,07%, diperoleh
           biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak dalam perhitungan di
           bawah ini:

           ke         = Rf + β x RPm – RBDS
                      = 6,89% + 1,08 x 7,38% – 2,07% = 12,82%

VII.A.3.   Biaya Modal untuk Utang

           Karena perhitungan nilai ekuitas keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free
           cash flow to invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat
           diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
           pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang berasal dari
           ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).

           Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
           pinjaman dalam mata uang USD yang diambil dari suku bunga kredit investasi
           bank Persero untuk bulan Desember 2023 yang dipublikasikan oleh Bank
           Indonesia sebesar 6,73%.




                                              36
Page 62
VII.A.4.   Weighted Average Cost of Capital

           Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas
           sebesar 69,94% dan bobot utang sebesar 30,06%, yang diolah dari data rata-rata
           DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis dengan tarif pajak yang
           berlaku untuk Perseroan sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah
           sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2033 maka weighted average cost of capital
           (WACC) adalah sebagai berikut:

           WACC                     = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
                                    = (10,92% x 69,94%) + (6,73% x [1 – 22,00%] x 30,06%) = 9,21%

VII.A.5.   Perhitungan Jumlah Nilai Kini Rugi Periode/Tahun Berjalan

           Dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar 9,21%, perhitungan jumlah nilai
           kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana Penambahan
           Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024 – 2033 adalah sebesar USD 46,80 juta.

           Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan sebelum
           Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
           tanggal 31 Desember 2024 – 2033 adalah sebagai berikut:
           Tabel 9
           PT Lotte Chemical Titan Tbk
           Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
           Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033

                                                                                                                  (Dalam ribuan USD)
                                                                                               Proyeksi
                                 Keterangan
                                                                   31/12/24     31/12/25       31/12/26     31/12/27     31/12/28
           Laba tahun berjalan                                          2.116         2.762        4.008        6.690         7.698
           Faktor diskonto                                             0,9569        0,8762       0,8023       0,7346        0,6726
           Nilai kini                                                   2.024         2.420        3.215        4.915         5.177



                                                                                                                  (Dalam ribuan USD)
                                                                                               Proyeksi
                                 Keterangan
                                                                   31/12/29     31/12/30       31/12/31     31/12/32     31/12/33
           Laba tahun berjalan                                         12.578        17.420        18.943       20.584        22.462
           Faktor diskonto                                             0,6159        0,5639        0,5163       0,4727        0,4328
           Nilai kini                                                   7.747         9.823         9.780        9.730         9.722
           Jumlah nilai kini                                           46.801




                                                             37
Page 63
VII.B.     Proyeksi Keuangan Perseroan Setelah Rencana Penambahan Kegiatan
           Usaha

VII.B.1.   Proyeksi Keuangan

           Perhitungan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang
           dilakukan didasarkan pada proyeksi keuangan Perseroan. Dalam penyusunan
           proyeksi keuangan, berbagai asumsi dikembangkan berdasarkan kinerja
           Perseroan pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan rencana manajemen
           di masa yang akan datang. Di samping itu, berbagai informasi dan saran yang
           relevan diberikan oleh Perseroan sehubungan dengan perubahan-perubahan
           pada setiap faktor dalam jangka waktu yang telah ditetapkan juga turut menjadi
           bahan pertimbangan. Kami telah melakukan penyesuaian terhadap proyeksi
           tersebut agar dapat menggambarkan kondisi operasi dan kinerja Perseroan yang
           diuji pada saat studi kelayakan ini dengan lebih wajar. Secara garis besar, tidak
           ada penyesuaian yang signifikan yang kami lakukan terhadap target kinerja
           Perseroan yang diuji kelayakannya.

           Berikut adalah penjelasan mengenai hal-hal pokok dalam proyeksi laporan
           keuangan yang digunakan dalam perhitungan studi kelayakan.

VII.B.1.a. Umum

           •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai kondisi politik, ekonomi,
               hukum, atau undang-undang yang akan mempengaruhi Perseroan, industri,
               atau negara di mana Perseroan Perseroan.
           •   Tidak akan ada perubahan yang material mengenai tarif pajak, bea cukai, nilai
               tukar mata uang, dan suku bunga yang dipergunakan dalam proyeksi laporan
               keuangan yang dapat mempengaruhi kinerja Perseroan selain yang telah
               diproyeksikan.
           •   Tidak akan ada perubahan yang material pada struktur dan aktivitas utama
               Perseroan atau pada sumber utama penghasilan Perseroan selain yang telah
               diproyeksikan.
           •   Tidak akan ada perubahan yang material pada manajemen Perseroan.
           •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti yang berasal dari
               perselisihan industri atau pengadaan tenaga kerja atau hal-hal lain yang dapat
               mempengaruhi kegiatan usaha Perseroan.
           •   Tidak akan ada hambatan-hambatan yang berarti atas penawaran bahan baku,
               bahan-bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual kepada
               Perseroan.
           •   Tidak akan ada perubahan yang material terhadap harga bahan baku, bahan-
               bahan lainnya, produk-produk, serta jasa-jasa yang dijual, beban tenaga kerja,
               beban pabrikasi, dan beban-beban lain seperti yang berlaku sekarang ini dan
               yang diproyeksikan.
           •   Tidak akan ada pembelian aset tetap yang material selain yang diproyeksikan.
           •   Tidak ada pengecualian atas pencadangan yang harus dibuat oleh Perseroan
               atas kewajiban kontijen atau arbritase, ancaman atau sebaliknya, piutang tak
               tertagih yang luar biasa, kontrak, atau aset lain yang belum dipenuhi.



                                             38
Page 64
         •   Tidak ada perubahan yang material terhadap perjanjian-perjanjian dan
             ketentuan-ketentuan yang ada.
         •   Sesuai dengan sifat industri, manajemen Perseroan mempersiapkan proyeksi
             laporan keuangan untuk tahun 2024 – 2033.

VII.B.1.b. Asumsi-asumsi yang Digunakan Dalam Perhitungan Studi Kelayakan

         1. Proyeksi Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan

             Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan dalam penilaian ini terutama terdiri
             dari pendapatan atas penjualan polyethylene, low steam pressure, hydrogen,
             dan penyewaan Tangki Ethylene.

             Grafik berikut menunjukkan proyeksi pendapatan Perseroan untuk tahun 2024
             – 2033.

             Grafik 6
             PT Lotte Chemical Titan Tbk
             Proyeksi Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan Tahun 2024 – 2033
             (Dalam jutaan USD)

                            Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
                  600

                  500

                  400

                  300

                  200

                  100

                    -
                         2024   2025   2026    2027   2028   2029   2030   2031   2032   2033




                                              39
Page 65
2. Proyeksi Beban Pokok Penjualan

   Beban pokok penjualan Perseroan terutama terdiri dari beban pemakaian
   bahan baku serta upah dan biaya pabrikasi. Beban pokok penjualan untuk
   tahun 2024 – 2033 diproyeksikan sebesar 92% – 97% dari pendapatan dari
   kontrak dengan pelanggan.

   Grafik berikut menunjukkan proyeksi beban pokok penjualan Perseroan untuk
   tahun 2024 – 2033.

   Grafik 7
   PT Lotte Chemical Titan Tbk
   Proyeksi Beban Pokok PenjualanTahun 2024 – 2033
   (Dalam jutaan USD)

                             Beban Pokok Penjualan
        600

        500

        400

        300

        200

        100

           -
               2024   2025   2026    2027   2028   2029   2030   2031   2032   2033




3. Beban Usaha

   Beban usaha Perseroan terutama terdiri dari beban pengangkutan serta beban
   gaji, upah, dan kesejahteraan karyawan. Beban usaha untuk tahun 2024 –
   2033 diprediksikan sebesar 3% dari pendapatan dari kontrak dengan
   pelanggan.

4. Pajak

   Mengingat Perseroan adalah perusahaan yang berdomisili di Indonesia, maka
   tarif pajak yang diberlakukan atas Perseroan adalah tarif pajak yang berlaku
   umum di Indonesia, yaitu sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2033.




                                    40
Page 66
5. Proyeksi Laporan Laba Rugi Komprehensif

   Berdasarkan asumsi-asumsi untuk proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   sebagaimana dijelaskan di atas, proyeksi laporan laba rugi komprehensif
   Perseroan setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang
   berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 adalah sebagai
   berikut:
   Tabel 10
   PT Lotte Chemical Titan Tbk
   Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
   Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033

                                                                                                            (Dalam ribuan USD)

                          Keterangan                      31/12/24      31/12/25      31/12/26      31/12/27       31/12/28

   Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                  435.158      438.163       441.287       480.008         483.661
   Beban pokok penjualan                                     421.285      423.156       424.381       458.568         460.586
   Laba kotor                                                 13.873       15.006        16.906        21.440          23.076
   Beban usaha                                                14.097       14.409        14.729        15.798          16.150
   Laba (rugi) usaha                                            (224)         597         2.177         5.642           6.925
   Pendapatan lain-lain                                        3.941        3.966         3.984         3.965           3.969
   Laba sebelum pajak penghasilan                              3.717         4.564         6.161         9.607         10.894
   Beban pajak penghasilan                                      (818)       (1.004)       (1.355)       (2.114)        (2.397)
   Laba tahun berjalan                                         2.899        3.560         4.806         7.494           8.497



                                                                                                            (Dalam ribuan USD)

                          Keterangan                      31/12/29      31/12/30      31/12/31      31/12/32        31/12/33

   Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                  547.511       551.957       556.580       561.389         566.389
   Beban pokok penjualan                                     516.550       514.364       516.634       518.940         521.076
   Laba kotor                                                 30.961        37.592        39.946        42.449          45.313
   Beban usaha                                                17.797        18.195        18.604        19.022          19.452
   Laba (rugi) usaha                                          13.164        19.397        21.342        23.427          25.861
   Pendapatan lain-lain                                        3.978         3.945         3.948         3.958           3.925
   Laba sebelum pajak penghasilan                             17.141        23.342        25.290        27.384          29.786
   Beban pajak penghasilan                                    (3.771)       (5.135)       (5.564)       (6.025)         (6.553)
   Laba tahun berjalan                                        13.370        18.207        19.727        21.360          23.233




   Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah pendapatan dari kontrak
   dengan pelanggan dan laba tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana
   Penambahan Kegiatan Usaha masing-masing adalah sebesar USD 5.062,10
   juta dan USD 123,15 juta.




                                                 41
Page 67
VII.B.2.   Penentuan Tingkat Diskonto

           Untuk mendiskonto arus kas bersih tiap-tiap tahun, tingkat diskonto yang
           digunakan adalah biaya modal rata-rata tertimbang (WACC/weighted average cost
           of capital) yang ditentukan dengan menggunakan persamaan sebagai berikut:

           WACC      =   (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)

           Dimana:

           ke        =   Biaya modal ekuitas/saham biasa
           kd        =   Biaya modal utang
           We        =   Bobot ekuitas dalam struktur ekuitas
           Wd        =   Bobot utang dalam struktur kapital
           t         =   Pajak penghasilan perusahaan

VII.B.2.a. Biaya Modal untuk Ekuitas

           ke        =   Rf + (β x RPm) – RBDS

           Dimana:

           ke        =   Tingkat balikan yang diharapkan dari suatu sekuritas tertentu atau
                         biaya modal ekuitas/saham biasa
           Rf        =   Tingkat balikan yang tersedia untuk suatu sekuritas bebas risiko (risk
                         free rate)
           β         =   Beta
           RPm       =   Premi risiko ekuitas untuk pasar secara keseluruhan (equity risk
                         premium)

           Rf adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
           memiliki kemungkinan gagal bayar. Di Indonesia, instrumen bebas risiko yang
           dapat dipilih adalah tingkat bunga Obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
           Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada tanggal 31 Desember 2023,
           maka instrumen bebas risiko yang dipakai, yaitu obligasi Indonesia berjangka
           panjang dalam mata uang USD dengan jangka waktu 47 tahun dengan tingkat yield
           rata-rata sebesar 11,17% yang diperoleh dari Bloomberg dan angka tersebut akan
           digunakan sebagai tingkat balikan bebas resiko.

           RPm adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan tingkat
           balikan investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
           memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums)
           seperti volatilitas harga saham untuk menghasilkan base equity market risk
           premium. Dengan mengikutsertakan risiko-risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto
           yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka pendek di sekuritas
           pada pasar negara yang bersangkutan. Untuk penilaian ini, kami menggunakan
           tingkat premi risiko sebesar 7,38%, yang diperoleh dari riset Aswath Damodaran
           (New York University Business School) tahun 2023 yang dikeluarkan pada bulan
           Januari 2024.


                                                42
Page 68
           Beta (β) adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
           dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.

           Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding diperoleh dari riset Aswath
           Damodaran (New York University Business School) sampai dengan tahun 2023
           sebesar 0,81 yang kemudian di-relever dengan tingkat leverage yang berlaku di
           pasar untuk memperoleh beta yang sesuai untuk mendiskonto AKB Perseroan
           tersebut dengan formula sebagai berikut:

           βL   = βU x (1 + (1-T) x DER)

           Dalam studi kelayakan ini, kami menggunakan rata-rata debt to equity ratio (DER)
           dari perusahaan-perusahaan publik sejenis sebesar 42,98% untuk memperoleh
           beta Perseroan. Tarif pajak yang digunakan untuk Perseroan sesuai dengan tarif
           pajak yang berlaku umum adalah sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2033.
           Dengan demikian, maka diperoleh beta Perseroan sebesar 1,08 untuk tahun 2024
           – 2033 dengan rincian perhitungan sebagai berikut:

           βL         = 0,81 x (1 + (1 – 22,00%) x 22,00%) = 1,08

           Berdasarkan nilai beta tersebut, maka dengan menggunakan persamaan CAPM
           dengan memperhitungkan rating-based default spread sebesar 2,07%, diperoleh
           biaya modal atas ekuitas Perseroan sebagaimana tampak dalam perhitungan di
           bawah ini:

           ke         = Rf + β x RPm – RBDS
                      = 6,89% + 1,08 x 7,38% – 2,07% = 12,82%

VII.B.3.   Biaya Modal untuk Utang

           Karena perhitungan nilai ekuitas keseluruhan modal (AKB untuk kapital atau free
           cash flow to invested capital), maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat
           diskonto yang merupakan rata-rata tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari
           pinjaman jangka panjang (biaya modal untuk utang) maupun yang berasal dari
           ekuitas (biaya modal untuk ekuitas).

           Dalam penilaian ini, biaya modal untuk utang yang digunakan adalah suku bunga
           pinjaman dalam mata uang USD yang diambil dari suku bunga kredit investasi
           bank Persero untuk bulan Desember 2023 yang dipublikasikan oleh Bank
           Indonesia sebesar 6,73%.




                                              43
Page 69
VII.B.4.   Weighted Average Cost of Capital

           Berdasarkan biaya modal untuk ekuitas, biaya modal untuk utang, bobot ekuitas
           sebesar 69,94% dan bobot utang sebesar 30,06%, yang diolah dari data rata-rata
           DER dari perusahaan-perusahaan publik yang sejenis dengan tarif pajak yang
           berlaku untuk Perseroan sesuai dengan tarif pajak yang berlaku umum adalah
           sebesar 22,00% untuk tahun 2024 – 2033 maka weighted average cost of capital
           (WACC) adalah sebagai berikut:

           WACC                     = (ke x We) + (kd [1-t] x Wd)
                                    = (10,92% x 69,94%) + (6,73% x [1 – 22,00%] x 30,06%) = 9,21%

VII.B.5.   Perhitungan Jumlah Nilai Kini Laba Bersih Tahun Berjalan

           Dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar 9,21%, perhitungan jumlah nilai
           kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan setelah Rencana Penambahan
           Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
           31 Desember 2024 – 2033 adalah sebesar USD 48,84 juta.

           Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan setelah
           Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
           tanggal 31 Desember 2024 – 2033 adalah sebagai berikut:

           Tabel 11
           PT Lotte Chemical Titan Tbk
           Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
           Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033

                                                                                                                 (Dalam ribuan USD)
                                                                                               Proyeksi
                                 Keterangan
                                                                   31/12/24      31/12/25      31/12/26    31/12/27     31/12/28
           Laba tahun berjalan                                           2.899         3.560       4.806       7.494         8.497
           Faktor diskonto                                              0,9569        0,8762      0,8023      0,7346        0,6726
           Nilai kini                                                    2.774         3.119       3.856       5.505         5.715



                                                                                                                 (Dalam ribuan USD)
                                                                                               Proyeksi
                                 Keterangan
                                                                   31/12/29      31/12/30      31/12/31    31/12/32     31/12/33
           Laba tahun berjalan                                          13.370       18.207       19.727      21.360        23.233
           Faktor diskonto                                              0,6159       0,5639       0,5163      0,4727        0,4328
           Nilai kini                                                    8.235       10.267       10.185      10.097        10.055
           Jumlah nilai kini                                            48.838




                                                              44
Page 70
VII.C   Analisis Kelayakan

        Berikut adalah proyeksi laporan laba rugi komprehensif Perseroan untuk tahun
        yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033:

        Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
        Tabel 12
        PT Lotte Chemical Titan Tbk
        Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
        Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033

                                                                                                              (Dalam ribuan USD)

                               Keterangan                     31/12/24      31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28

        Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                 435.158       438.163      441.287       480.008       483.661
        Beban pokok penjualan                                    421.285       423.156      424.381       458.568       460.586
        Laba kotor                                                13.873        15.006       16.906        21.440        23.076
        Beban usaha                                               14.097        14.409       14.729        15.798        16.150
        Laba (rugi) usaha                                           (224)          597        2.177         5.642         6.925
        Pendapatan lain-lain                                       2.936         2.943        2.961         2.935         2.943
        Laba sebelum pajak penghasilan                             2.712         3.541         5.138         8.577         9.869
        Beban pajak penghasilan                                     (597)         (779)       (1.130)       (1.887)       (2.171)
        Laba tahun berjalan                                        2.116         2.762        4.008         6.690         7.698



                                                                                                              (Dalam ribuan USD)

                               Keterangan                     31/12/29      31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33

        Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                 547.511       551.957       556.580       561.389       566.389
        Beban pokok penjualan                                    516.550       514.364       516.634       518.940       521.076
        Laba kotor                                                30.961        37.592        39.946        42.449        45.313
        Beban usaha                                               17.797        18.195        18.604        19.022        19.452
        Laba (rugi) usaha                                         13.164        19.397        21.342        23.427        25.861
        Pendapatan lain-lain                                       2.962         2.936         2.944         2.963         2.937
        Laba sebelum pajak penghasilan                            16.125        22.333        24.286        26.389        28.798
        Beban pajak penghasilan                                   (3.548)       (4.913)       (5.343)       (5.806)       (6.335)
        Laba tahun berjalan                                       12.578        17.420        18.943        20.584        22.462




                                                         45
Page 71
Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Tabel 13
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033

                                                                                                         (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan                      31/12/24      31/12/25      31/12/26      31/12/27       31/12/28

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                  435.158      438.163       441.287       480.008         483.661
Beban pokok penjualan                                     421.285      423.156       424.381       458.568         460.586
Laba kotor                                                 13.873       15.006        16.906        21.440          23.076
Beban usaha                                                14.097       14.409        14.729        15.798          16.150
Laba (rugi) usaha                                            (224)         597         2.177         5.642           6.925
Pendapatan lain-lain                                        3.941        3.966         3.984         3.965           3.969
Laba sebelum pajak penghasilan                              3.717         4.564         6.161         9.607         10.894
Beban pajak penghasilan                                      (818)       (1.004)       (1.355)       (2.114)        (2.397)
Laba tahun berjalan                                         2.899        3.560         4.806         7.494           8.497



                                                                                                         (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan                      31/12/29      31/12/30      31/12/31      31/12/32       31/12/33

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                  547.511      551.957       556.580       561.389         566.389
Beban pokok penjualan                                     516.550      514.364       516.634       518.940         521.076
Laba kotor                                                 30.961       37.592        39.946        42.449          45.313
Beban usaha                                                17.797       18.195        18.604        19.022          19.452
Laba (rugi) usaha                                          13.164       19.397        21.342        23.427          25.861
Pendapatan lain-lain                                        3.978        3.945         3.948         3.958           3.925
Laba sebelum pajak penghasilan                             17.141       23.342        25.290        27.384          29.786
Beban pajak penghasilan                                    (3.771)      (5.135)       (5.564)       (6.025)         (6.553)
Laba tahun berjalan                                        13.370       18.207        19.727        21.360          23.233



Berdasarkan analisis tersebut di atas, proyeksi jumlah laba tahun berjalan
Perseroan sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebesar
USD 115,26 juta. Selanjutnya, proyeksi jumlah laba tahun berjalan Perseroan
setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebesar USD 123,15 juta.

Dengan demikian, berdasarkan proyeksi laporan laba rugi komprehensif tersebut
di atas, setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha menjadi efektif, Perseroan
berpotensi memperoleh tambahan laba tahun berjalan untuk tahun yang berakhir
pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033, sehingga diharapkan dapat
meningkatkan kinerja keuangan Perseroan pada masa yang akan datang.

Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan sebelum
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-
tanggal 31 Desember 2024 – 2033 dengan menggunakan tingkat diskonto sebesar
9,21% adalah sebesar USD 46,80 juta.

Selanjutnya, perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan
Perseroan setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang
berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 dengan menggunakan
tingkat diskonto sebesar 9,21% adalah sebesar USD 48,84 juta.




                                                 46
Page 72
Dengan demikian, jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan
setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada
tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 lebih besar daripada jumlah nilai kini
dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan sebelum Rencana Penambahan
Kegiatan Usaha untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal
31 Desember 2024 – 2033.

Perhitungan jumlah nilai kini dari proyeksi laba tahun berjalan Perseroan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 – 2033 adalah
sebagai berikut:

Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Tabel 14
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033

                                                                                                       (Dalam ribuan USD)
                                                                                    Proyeksi
                      Keterangan
                                                         31/12/24     31/12/25      31/12/26     31/12/27     31/12/28
Laba tahun berjalan                                           2.116         2.762        4.008        6.690         7.698
Faktor diskonto                                              0,9569        0,8762       0,8023       0,7346        0,6726
Nilai kini                                                    2.024         2.420        3.215        4.915         5.177



                                                                                                       (Dalam ribuan USD)
                                                                                    Proyeksi
                      Keterangan
                                                         31/12/29      31/12/30     31/12/31     31/12/32     31/12/33
Laba tahun berjalan                                          12.578        17.420       18.943       20.584        22.462
Faktor diskonto                                              0,6159        0,5639       0,5163       0,4727        0,4328
Nilai kini                                                    7.747         9.823        9.780        9.730         9.722
Jumlah nilai kini                                            46.801



Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha

Tabel 15
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033

                                                                                                       (Dalam ribuan USD)
                                                                                    Proyeksi
                      Keterangan
                                                        31/12/24      31/12/25      31/12/26     31/12/27     31/12/28
Laba tahun berjalan                                           2.899         3.560       4.806        7.494         8.497
Faktor diskonto                                              0,9569        0,8762      0,8023       0,7346        0,6726
Nilai kini                                                    2.774         3.119       3.856        5.505         5.715



                                                                                                       (Dalam ribuan USD)
                                                                                    Proyeksi
                      Keterangan
                                                         31/12/29     31/12/30      31/12/31     31/12/32     31/12/33
Laba tahun berjalan                                          13.370        18.207       19.727       21.360        23.233
Faktor diskonto                                              0,6159        0,5639       0,5163       0,4727        0,4328
Nilai kini                                                    8.235        10.267       10.185       10.097        10.055
Jumlah nilai kini                                            48.838




                                                   47
Page 73
VIII.   Kesimpulan

        Berdasarkan hasil analisis atas seluruh data dan informasi yang telah kami terima
        dan dengan mempertimbangkan semua faktor yang relevan yang mempengaruhi
        dalam analisis kelayakan, maka menurut pendapat kami Rencana Penambahan
        Kegiatan Usaha, ditinjau dari aspek kelayakan pasar, aspek kelayakan teknis,
        aspek kelayakan pola bisnis, aspek kelayakan model manajemen, dan aspek
        keuangan adalah layak.

        Kelayakan tersebut kami tentukan berdasarkan data dan informasi yang kami
        peroleh dari pihak manajemen Perseroan serta pihak-pihak lain yang relevan
        dengan penugasan. Kami menganggap bahwa semua informasi tersebut adalah
        benar dan bahwa tidak ada keadaan atau hal-hal yang tidak terungkap yang akan
        mempengaruhi kelayakan tersebut secara material.

        Kesimpulan akhir di atas berlaku bilamana tidak terdapat perubahan yang memiliki
        dampak material terhadap Rencana Penambahan Kegiatan Usaha. Perubahan
        tersebut termasuk, namun tidak terbatas pada, perubahan kondisi baik secara
        internal pada Perseroan maupun secara eksternal yaitu kondisi pasar dan
        perekonomian, kondisi umum bisnis, perdagangan dan keuangan, serta
        peraturan-peraturan pemerintah Indonesia dan peraturan terkait lainnya setelah
        tanggal Laporan Studi Kelayakan ini dikeluarkan. Bilamana setelah tanggal
        Laporan Studi Kelayakan ini dikeluarkan terjadi perubahan-perubahan tersebut di
        atas, maka kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha mungkin
        berbeda.




                                         48
Page 74
                                                                                                         Lampiran A

PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033

                                                                                                      (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan                     31/12/24      31/12/25      31/12/26      31/12/27      31/12/28

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                 435.158       438.163      441.287       480.008       483.661
Beban pokok penjualan                                    421.285       423.156      424.381       458.568       460.586
Laba kotor                                                13.873        15.006       16.906        21.440        23.076
Beban usaha                                               14.097        14.409       14.729        15.798        16.150
Laba (rugi) usaha                                           (224)          597        2.177         5.642         6.925
Pendapatan lain-lain                                       2.936         2.943        2.961         2.935         2.943
Laba sebelum pajak penghasilan                             2.712         3.541         5.138         8.577         9.869
Beban pajak penghasilan                                     (597)         (779)       (1.130)       (1.887)       (2.171)
Laba tahun berjalan                                        2.116         2.762        4.008         6.690         7.698



                                                                                                      (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan                     31/12/29      31/12/30      31/12/31      31/12/32      31/12/33

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                 547.511       551.957      556.580       561.389       566.389
Beban pokok penjualan                                    516.550       514.364      516.634       518.940       521.076
Laba kotor                                                30.961        37.592       39.946        42.449        45.313
Beban usaha                                               17.797        18.195       18.604        19.022        19.452
Laba (rugi) usaha                                         13.164        19.397       21.342        23.427        25.861
Pendapatan lain-lain                                       2.962         2.936        2.944         2.963         2.937
Laba sebelum pajak penghasilan                            16.125        22.333       24.286        26.389        28.798
Beban pajak penghasilan                                   (3.548)       (4.913)      (5.343)       (5.806)       (6.335)
Laba tahun berjalan                                       12.578        17.420       18.943        20.584        22.462




                                                         49
Page 75
PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033

                                                                                                         (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan                      31/12/24      31/12/25      31/12/26      31/12/27       31/12/28

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                  435.158      438.163       441.287       480.008         483.661
Beban pokok penjualan                                     421.285      423.156       424.381       458.568         460.586
Laba kotor                                                 13.873       15.006        16.906        21.440          23.076
Beban usaha                                                14.097       14.409        14.729        15.798          16.150
Laba (rugi) usaha                                            (224)         597         2.177         5.642           6.925
Pendapatan lain-lain                                        3.941        3.966         3.984         3.965           3.969
Laba sebelum pajak penghasilan                              3.717         4.564         6.161         9.607         10.894
Beban pajak penghasilan                                      (818)       (1.004)       (1.355)       (2.114)        (2.397)
Laba tahun berjalan                                         2.899        3.560         4.806         7.494           8.497



                                                                                                         (Dalam ribuan USD)

                       Keterangan                      31/12/29      31/12/30      31/12/31      31/12/32       31/12/33

Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan                  547.511      551.957       556.580       561.389         566.389
Beban pokok penjualan                                     516.550      514.364       516.634       518.940         521.076
Laba kotor                                                 30.961       37.592        39.946        42.449          45.313
Beban usaha                                                17.797       18.195        18.604        19.022          19.452
Laba (rugi) usaha                                          13.164       19.397        21.342        23.427          25.861
Pendapatan lain-lain                                        3.978        3.945         3.948         3.958           3.925
Laba sebelum pajak penghasilan                             17.141       23.342        25.290        27.384          29.786
Beban pajak penghasilan                                    (3.771)      (5.135)       (5.564)       (6.025)         (6.553)
Laba tahun berjalan                                        13.370       18.207        19.727        21.360          23.233




                                                         50
Page 76
                                                                                                       Lampiran B

PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Sebelum Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033

                                                                                                      (Dalam ribuan USD)
                                                                                    Proyeksi
                      Keterangan
                                                        31/12/24      31/12/25      31/12/26    31/12/27     31/12/28
Laba tahun berjalan                                           2.116         2.762       4.008       6.690         7.698
Faktor diskonto                                              0,9569        0,8762      0,8023      0,7346        0,6726
Nilai kini                                                    2.024         2.420       3.215       4.915         5.177



                                                                                                      (Dalam ribuan USD)
                                                                                    Proyeksi
                      Keterangan
                                                        31/12/29      31/12/30      31/12/31    31/12/32     31/12/33
Laba tahun berjalan                                          12.578        17.420      18.943      20.584        22.462
Faktor diskonto                                              0,6159        0,5639      0,5163      0,4727        0,4328
Nilai kini                                                    7.747         9.823       9.780       9.730         9.722
Jumlah nilai kini                                            46.801



PT Lotte Chemical Titan Tbk
Proyeksi Nilai Kini Laba Tahun Berjalan Setelah Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2024 - 2033

                                                                                                      (Dalam ribuan USD)
                                                                                    Proyeksi
                      Keterangan
                                                        31/12/24      31/12/25      31/12/26    31/12/27     31/12/28
Laba tahun berjalan                                           2.899         3.560       4.806       7.494         8.497
Faktor diskonto                                              0,9569        0,8762      0,8023      0,7346        0,6726
Nilai kini                                                    2.774         3.119       3.856       5.505         5.715



                                                                                                      (Dalam ribuan USD)
                                                                                    Proyeksi
                      Keterangan
                                                        31/12/29      31/12/30      31/12/31    31/12/32     31/12/33
Laba tahun berjalan                                          13.370        18.207      19.727      21.360        23.233
Faktor diskonto                                              0,6159        0,5639      0,5163      0,4727        0,4328
Nilai kini                                                    8.235        10.267      10.185      10.097        10.055
Jumlah nilai kini                                            48.838




                                                           51

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.73 MB
Published22 May 2024
Pages76
Characters185,115
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 42 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org LOTTE CHEMICAL TITAN Tbk p.2 ×154
linked — Lotte Chemical p.3 ×3
linked person Calvin Wiryapranata p.8 ×3
linked person Park Hyun Chul p.39 ×2
linked person Jang Seon Pyo p.39 ×2
linked person Jojok Hadrijanto p.39 ×2
possible person Gatot Subroto p.2 ×4
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.2 ×2
possible org Bursa Efek Indonesia p.8 ×6
unresolved org PT Lotte Chemical Titan Nusantara p.2 ×7
unresolved org Menteri Keuangan p.2
unresolved org PT Lotte Chemical Indonesia p.3 ×2
unresolved org PT Air Liquide Indonesia p.3 ×2
unresolved org PSS p.7 ×18
unresolved person Akta Notaris Jimmy Tanal p.8 ×3
unresolved org Bank Indonesia p.8 ×8
unresolved org KJPP Kusnanto p.15 ×4
unresolved org KJPP KUSNANTO & REKAN p.15
unresolved person Willy D. Kusnanto · Pimpinan Rekan p.15
unresolved org PT Indofatra Plastik Industri p.39
unresolved person Akta Notaris Rukmasanti Hardjasatya p.39 ×2
unresolved org PT Fatrapolindo Nusa Industri p.39
unresolved org Menteri Kehakiman p.39 ×2
unresolved person Fathiah Helmi p.39
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.39
unresolved — USD · Pemegang Saham p.40 ×2
unresolved org Modal Kepemilikan Lotte Chemical Titan International Sdn. Bhd. p.40
unresolved org PT Lotte Chemical Titan Nusantara II. p.40
unresolved org PT Petrokimia Nusantara Interindo p.40
unresolved person Akta Notaris Moendjiati Soegito p.40
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia p.40
unresolved org PT Lotte Chemical Titan Nusantara Daftar Kepemilikan p.41
unresolved org Lotte Chemical Titan International Sdn. Bhd. p.41
unresolved org Lokasi Kapasitas JG Summit Olefins Corporation p.42
unresolved org Baystar Bayport Polymers LLC p.42 ×2
unresolved org Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian p.44
unresolved org Kementerian Perindustrian p.44
unresolved org Pusat Statistik p.44
unresolved org PT Vopak Indonesia p.46
unresolved org PT Dover Chemical p.46
unresolved org PT Redeco Petrolin Utama. p.46
unresolved org PT Lotte Chemical Nusantara p.47

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result