Skip to content
Back to announcement

20260512_INET_Laporan Informasi dan Fakta Material_32090788_lamp1.pdf

Asset transaction Needs review INET

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 10

Page 1
                          INFORMASI TAMBAHAN DAN/ATAU PERBAIKAN
       ATAS KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM (“KETERBUKAAN INFORMASI”)
                                      PT SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK

     KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM INI DISAMPAIKAN OLEH PERSEROAN DALAM RANGKA
     MEMENUHI KETENTUAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 17/POJK.04/2020 TENTANG TRANSAKSI
     MATERIAL DAN PERUBAHAN KEGIATAN USAHA (“POJK 17/2020”).

     INFORMASI SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI PENTING UNTUK DIBACA DAN
     DIPERHATIKAN OLEH PEMEGANG SAHAM PERSEROAN.

     JIKA ANDA MENGALAMI KESULITAN UNTUK MEMAHAMI INFORMASI SEBAGAIMANA TERCANTUM DALAM
     KETERBUKAAN INFORMASI INI SEBAIKNYA ANDA BERKONSULTASI DENGAN PENASIHAT HUKUM, AKUNTAN
     PUBLIK, PENASEHAT KEUANGAN ATAU PROFESIONAL LAINNYA.
\

     DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PERSEROAN, BAIK SECARA SENDIRI-SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA,
     BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN DAN KELENGKAPAN INFORMASI SEBAGAIMANA
     DIUNGKAPKAN DI DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI. DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS PERSEROAN
     MENYATAKANKELENGKAPAN INFORMASI SEBAGAIMANA DIUNGKAPKAN DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI
     DAN SETELAH MELAKUKAN PENELITIAN SECARA SEKSAMA, MENEGASKAN BAHWA INFORMASI YANG DIMUAT
     DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI ADALAH BENAR DAN TIDAK ADA FAKTA PENTING MATERIAL DAN RELEVAN
     YANG TIDAK DIUNGKAPKAN ATAU DIHILANGKAN DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI SEHINGGA
     MENYEBABKAN INFORMASI YANG DIBERIKAN DALAM KETERBUKAAN INFORMASI INI MENJADI TIDAK BENAR
     DAN/ATAU MENYESATKAN.




                                          PT Sinergi Inti Andalan Prima TBK.
                                                    (“Perseroan”)

                                                   Kegiatan Usaha Utama:

    Bergerak di bidang teknologi informasi sebagai penyedia jasa internet/Internet Service Provider/ISP dan
                              penyewaan Fiber Optic melalui Perusahaan Anak
                                                             .
                         Kantor Pusat :                                             Kantor Operasional :
                 Gedung Cyber 1, Lantai 10                                             Ruko Rich Palace
                  Jl. Kuningan Barat No.8,                                 Jl. Meruya Ilir Raya No. 36 – 40 Blok A1
                    Jakarta Selatan 12710                                             Jakarta Barat 11630
               Telp.: 021 – 5265943/ 5835854                                    Telp.: 021 – 5265943/ 5835854
              Email : info@sinergynetworks.co.id                              Email : info@sinergynetworks.co.id
              Website : www.siapnetworks.co.id                                 Website : www.siapnetworks.co.id



                        Keterbukaan Informasi ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 12 Mei 2026
                                                             .
Page 2
                                                   PENDAHULUAN

Informasi sebagaimana tercantum dalam Keterbukaan Informasi ini dibuat dalam rangka pemenuhan
kewajiban Perseroan untuk mengumumkan keterbukaan informasi atas Penambahan KBLI Baru
Perseroan berupa penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) Baru Perseroan
yaitu 46523 - Perdagangan Besar Telekomunikasi (selanjutnya disebut sebagai “Penambahan KBLI
Baru”).
Sehubungan dengan rencana Penambahan KBLI Baru tersebut, dan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundangan yang berlaku, khususnya ketentuan POJK 17 BAB III Pasal 22 ayat (1) butir (A), perusahaan
yang melakukan Penambahan KBLI Baru wajib terlebih dahulu memperoleh persetujuan Rapat Umum
Pemegang Saham dan mengumumkan Keterbukaan Informasi dalam paling sedikit melalui situs web
Perusahaan Terbuka dan situs web bursa efek, dalam waktu bersamaan dengan pengumuman RUPS.
Lebih lanjut, Perseroan diwajibkan menyediakan data tentang Penambahan KBLI Baru tersebut bagi
pemegang saham sejak saat pengumuman RUPS dan menyampaikan kepada OJK paling lambat pada
saat pengumuman RUPS informasi-informasi sebagaimana dimaksud dalam POJK 17.
Keterbukaan Informasi ini menjadi dasar pertimbangan bagi para pemegang saham Perseroan dalam
rangka memberikan persetujuannya terkait dengan rencana Penambahan KBLI Baru.

                     URAIAN MENGENAI PENAMBAHAN KBLI BARU

      a.    Riwayat Singkat

            Perseroan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (“Perseroan”) didirikan berdasarkan Akta
            Pendirian No. 01 tanggal 16 Desember 2016 yang dibuat di hadapan Devi Prihartanti, S.H.,
            M.Kn., Notaris di Jakarta dan telah mendapatkan pengesahan Menkumham berdasarkan Surat
            Keputusan Menkumham No. AHU-002586.AH.01.01.TAHUN 2017 tanggal 20 Januari 2017
            serta telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan No. AHU-007821.AH.01.11.TAHUN 2017
            tanggal 20 Januari 2017 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia (“BNRI")
            No. 3645 serta Tambahan BNRI No. 19 tanggal 10 Januari 2014 (“Akta Pendirian Perseroan”).
            Anggaran Dasar Anggaran Dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, dan
            perubahan terakhir ternyata dalam Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No.
            1.327 tanggal 17 September 2025, yang dibuat di hadapan Mohamad Fajri Mekka Putra, S.H.,
            M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, yang telah (i) diberitahukan kepada Menkum berdasarkan
            Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar No. AHU-AH.01.03-0236052
            tanggal 17 September 2025, (ii) didaftarkan pada Daftar Perseroan No. AHU-
            0216220.AH.01.11.TAHUN 2025 tanggal 17 September 2025, serta telah (iii) diumumkan
            dalam BNRI No. 26707 dan Tambahan BNRI No. 76 tanggal 23 September 2025 (”Akta
            Perseroan No. 1.327/2025”),

            Perusahaan berkantor pusat Cyber Tower 1 lantai 10 jl kuningan barat Jakarta selatan

      b.    Struktur Permodalan dan Susunan Pemegang Saham

            Pada tanggal diterbitkannya Keterbukaan Informasi ini, struktur permodalan dan susunan
            pemegang saham Perseroan adalah sebagai berikut adalah sebagai berikut:
            Struktur permodalan dan susunan pemegang saham Perseroan per tanggal 31 Maret 2026
            adalah sebagai berikut:

                          Keterangan                  Jumlah Saham          Nilai Nominal ()          (%)

               Modal Dasar                                 30.000.000.000          300.000.000.000
               Modal Ditempatkan & Disetor
               Penuh
                PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara           13.373.689.331          133.736.893.310   59.77
                Muhammad Arif                                      23.333                  233.330   0,01
                Masyarakat dibawah 5%                       9.000.398.424           90.003.984.240   40.22
               Total Modal Ditempatkan &
                                                                                                     100,00
               Disetor
               Saham dalam Portepel                        21.105.447.481          211.054.474.810

                                                       2
Page 3
              Susunan Pengurus
               Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan RUPSLB PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk, No.13
               tanggal 20 Agustus 2025, dibuat di hadapan Rini Yulianti , S.H., Notaris di Jakarta Timur,
               susunan Direksi dan Komisaris Perseroan, sebagai berikut:

               DEWAN KOMISARIS
                • Komisaris Utama      :         Saripudin
                • Komisaris            :         Tongam Lumban Tobing
                • Komisaris Independen :         Cahyana Ahmad Jayadi

               DIREKSI
                • Direktur Utama         :       Muhammad Arif
                • Direktur               :       Willy Unsulangi


                       IKHTISAR DATA KEUANGAN DAN RASIO KEUANGAN



                                   IKHTISAR DATA KEUANGAN PENTING
                                            Per 31 Maret 2026

Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian

 Keterangan                             31 Maret 2026      31 Desember 2025      31 Desember 2024
                                             (Rupiah)               (Rupiah)               (Rupiah)
 Jumlah Aset Lancar                 4.853.931.957.881        478.221.061.779         66.980.456.860
 Jumlah Aset Tidak Lancar             836.619.461.893        282.150.146.476       162.874.228.243
 Jumlah Aset                        5.690.551.419.774        760.371.208.255       229.854.685.103
 Jumlah Liabilitas Jk. Pendek       1.312.187.171.070        322.527.200.724         12.593.365.343
 Jumlah LiabilitasJ k. Panjang        645.408.669.337          8.632.380.923          1.389.639.618
 Jumlah Liabilitas                  1.957.595.840.407        331.159.581.647         13.983.004.961
 Jumlah Ekuitas                     3.732.955.579.367        429.211.626.608       215.871.680.142

Laporan Laba Rugi

 Keterangan              31 Maret 2026       31 Desember 2025      31 Desember 2024      31 Maret 2025
                              (Rupiah)                 (Rupiah)              (Rupiah)         (Rupiah)
 Pendapatan Neto       383.603.471.565           91.819.511.247        30.437.200.682   12.102.472.660
 Laba Bruto             45.989.261.695           43.889.923.069        10.873.626.600    5.172.846.950
 Laba Usaha             28.618.004.470           30.322.656.374         1.310.294.737    2.011.678.054
 Laba Sebelum           17.592.569.533           31.440.433.028         1.696.037.943    2.103.296.631
 Pajak Penghasilan
 Laba Tahun             14.789.082.376          24.489.061.223         1.328.358.953     1.533.603.826
 Berjalan
 Jumlah Laba            14.789.082.376          24.504.688.191         1.326.560.902     1.533.603.826
 Komprehensif
 Tahun Berjalan




                                                      3
Page 4
 Ikhtisar Rasio Keuangan

 Rasio Keuangan                     31 Maret    31 Maret    31 Desember     31 Desember
                                    2026        2025        2025            2024

 Current Ratio (x)                  3,70x       -           1,48x           5,32x
 Debt to Equity Ratio (DER) (x)     0,52x       -           0,77x           0,06x
 Debt to Asset Ratio (DAR) (x)      0,34x       -           0,44x           0,06x

 Gross Profit Margin (GPM)          11,99%      42,74%      47,80%          35,72%
 Operating Profit Margin (OPM)      7,46%       16,62%      33,03%          4,30%
 Net Profit Margin (NPM)            3,85%       12,67%      26,67%          4,36%
 Return on Assets (ROA)             0,26%       0,67%       3,22%           0,58%
 Return on Equity (ROE)             0,40%       0,71%       5,71%           0,62%

Catatan:
• Current Ratio = Jumlah Aset Lancar / Jumlah Liabilitas Jangka Pendek
• Debt to Equity Ratio (DER) = Jumlah Liabilitas / Jumlah Ekuitas
• Debt to Asset Ratio (DAR) = Jumlah Liabilitas / Jumlah Aset
• Gross Profit Margin = Laba Bruto / Pendapatan Neto
• Operating Profit Margin = Laba Usaha / Pendapatan Neto
• Net Profit Margin = Laba Tahun Berjalan / Pendapatan Neto
• Return on Assets = Laba Tahun Berjalan / Jumlah Aset
• Return on Equity = Laba Tahun Berjalan / Jumlah Ekuitas



                            RINGKASAN LAPORAN STUDI KELAYAKAN


 Perseroan dengan ini telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang dan Rekan, sebagai penilai
 independen untuk melakukan studi kelayakan atas Rencana Penambahan Kegiatan Usaha. Kantor Jasa
 Penilai Publik Syarif, Endang dan Rekan didirikan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan
 No. 1498/KM.1/2012, tanggal 28 Desmber 2012 dan terdaftar sebagai kantor jasa profesi penunjang pasar
 modal di OJK dengan Surat Tanda Terdaftar Profesi Penunjang Pasar Modal dari OJK No. STTD.PB-08/PJ-
 1/PM.02/2023 dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang dan Rekan dengan Izin KJPP
 No. 2.12.0113. Dengan ini, Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang dan Rekan telah ditunjuk oleh
 Perseroan sebagai pihak penilai independen berdasarkan surat penugasan No. 0030/SPK/MSE-
 03/ES/III/2026, tanggal 27 Maret 2026, perihal penugasan studi kelayakan yang telah disetujui oleh
 manajemen Perseroan ter tanggal 27 Maret 2026.

 KJPP Syarif Endang dan Rekan telah mengeluarkan Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
 Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi (KBLI 46523) PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
 No. 00006/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/IV/2026, tanggal 7 April 2026.

 1. Status Penilai

    Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai Usaha bersertifikat
    MAPPI dengan perizinan sebagai berikut:

    MAPPI                         : No. 09-S-02341
    Izin Penilai Publik           : No. B-1.12.00340
    Klasifikasi izin              : Penilaian Bisnis
    Register                      : No. RMK-2017.00303
    STTD OJK                      : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
    STTD IKNB                     : No. 173/NB.122/STTD-P/2019




                                                     4
Page 5
2. Identitas Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan

  Nama Perusahaan            : PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
  Bidang Usaha               : Internet service provider, aktivitas telekomunikasi dengan kabel, jasa
                               sistem komunikasi data, interkoneksi internet, dan jual kembali jasa
                               telekomunikasi.
  Alamat                     : Gedung Cyber Lantai 10 Jl. Kuningan Barat No. 8, Kel. Mampang
                               Prapatan, Kec. Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
  Telepon                    : 021-5265943
  Website                    : https://siapnetworks.co.id/
  Email                      : info@sinergynetworks.co.id


3. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan

  Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan Penambahan
  Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46523 yaitu Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi, serta
  sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
  No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan Kegiatan Usaha (“POJK
  No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan perbankan ataupun kepentingan lainnya.

4. Tanggal Penilaian

  Tanggal Penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2025.

5. Prosedur yang Digunakan

  Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
  No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di
  Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 17/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian
  dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi
  VII 2018 yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik
  Penilai Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait yaitu mencakup:
  1. Kajian Kelayakan Pasar,
  2. Kajian Kelayakan Teknis,
  3. Kajian Kelayakan Pola Bisnis,
  4. Kajian Kelayakan Model Manajemen, dan
  5. Kajian Kelayakan Keuangan.

6. Independensi Penilai

  Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen tanpa
  adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-pihak yang terkait dengan perusahaan
  tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan
  ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
  kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh
  kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini dan kami hanya menerima imbalan
  sesuai dengan yang tercantum pada Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0030/SPK/MSE-03/ES/III/2026,
  tanggal 27 Maret 2026.

7. Asumsi dan Kondisi Pembatas

  Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini adalah:
  -  Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
  -  Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam studi kelayakan.
  -  Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan kelengkapan
     informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia
     untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang kami anggap relevan.
  -  Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen dengan
     mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya (fiduciary duty).
                                                 5
Page 6
     -      Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran proyeksi keuangan
            yang telah disesuaikan.
     -      Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia, yang
            dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
     -      Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan.
     -      Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari pemberi tugas.



8. Hasil Analisis Kelayakan

A.       KBLI 46523 – Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi

         Kelayakan Pasar

         Dari Kajian Kelayakan Pasar, dapat terlihat Pertumbuhan penetrasi internet di Indonesia yang
         diproyeksikan mencapai 80,66% atau setara dengan 229,4 juta jiwa pada tahun 2025 merupakan sinyal
         positif bagi Perseroan dalam menjalankan usaha perdagangan besar peralatan telekomunikasi. Tren
         pergeseran preferensi masyarakat dari mobile data ke WiFi rumah (Fixed Broadband) yang melonjak
         signifikan menjadi 28,43% membuka peluang besar bagi penjualan perangkat FTTH seperti OLT, ONT,
         router, dan switch. Dominasi Pulau Jawa dengan tingkat penetrasi 84,69% menjadi pasar awal yang
         matang, namun kesenjangan akses di wilayah luar Jawa menunjukkan adanya ruang pertumbuhan
         jangka panjang bagi operator dan ISP yang menjadi target pelanggan utama Perseroan. Dengan
         menyediakan perangkat berkualitas serta dukungan teknis dan layanan purna jual (value-added
         services), Perseroan dapat mengoptimalkan pendapatan baik dari margin distribusi maupun loyalitas
         pelanggan di tengah masifnya adopsi teknologi digital nasional.

         Potensi pasar bagi Perseroan sangat terbuka lebar mengingat layanan Fixed Broadband Internet
         menjadi produk unggulan ISP dengan porsi dominan sebesar 78,00%, yang secara langsung
         meningkatkan permintaan akan perangkat infrastruktur jaringan tetap. Keberadaan 300 perusahaan ISP
         yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan konsentrasi terbesar di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa
         Timur, merupakan basis pelanggan potensial yang membutuhkan suplai perangkat telekomunikasi
         secara berkelanjutan. Selain itu, adanya layanan alternatif seperti Satellite Broadband (6,33%) dan
         Fixed Wireless Access (4,34%) memberikan peluang bagi Perseroan untuk memasarkan perangkat
         CPE guna mendukung konektivitas di wilayah pedesaan dan area terpencil. Strategi diversifikasi target
         pasar yang mencakup operator, instansi pemerintah untuk program digitalisasi, hingga sektor korporasi
         dan properti, akan memperkuat posisi Perseroan dalam menghadapi tantangan infrastruktur nasional
         sekaligus menciptakan stabilitas pendapatan yang berkelanjutan.

         Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya, Perseroan menargetkan beberapa segmen pasar utama
         yang meliputi operator telekomunikasi sebagai pengguna utama perangkat Radio Access Network
         (RAN) dan backbone jaringan, Internet Service Provider (ISP) sebagai pengguna utama perangkat Fiber
         to the Home (FTTH) dan Customer Premises Equipment (CPE), serta penyedia layanan Fixed Wireless
         Access (FWA) yang membutuhkan integrasi perangkat CPE. Selain itu, Perseroan juga menyasar
         instansi pemerintah dan sektor publik dalam rangka mendukung digitalisasi layanan, serta segmen
         korporasi dan kawasan properti, termasuk pengembang perumahan dan kawasan industri.

         Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya, Perseroan diproyeksikan akan mencatatkan tambahan
         laba bersih dari penambahan kegiatan usaha baru sebesar 4,66 miliar pada tahun 2026, 9,23 miliar
         pada tahun 2027, 11,67 miliar pada tahun 2028, 14,60 miliar pada tahun 2029, dan terus naik hingga
         15,72 miliar pada tahun 2030.

         Strategi pemasaran yang dilakukan Perseroan mencakup beberapa pendekatan utama, yaitu (1)
         Menerapkan pendekatan business-to-business (B2B); (2) Mengedepankan konsep solution-based
         selling, (3) Membangun kemitraan strategis dengan principal; (4) Mengoptimalkan keunggulan rantai
         pasok dan distribusi; (5) Menyediakan layanan purna jual (after-sales support); (6) Memperluas
         jangkauan pasar melalui partisipasi dalam proyek pengadaan, kerja sama dengan mitra bisnis, dan
         pemanfaatan kanal pemasaran digital.

         Dengan analisis pasar tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha pada
         aspek kelayakan pasar adalah layak.
                                                       6
Page 7
Kelayakan Teknis

Dari Kajian Kelayakan Teknis, dalam menjalankan kegiatan usaha baru di bidang Perdagangan Besar
Peralatan Telekomunikasi (KBLI 46523), kapasitas operasional Perseroan difokuskan pada peran
sebagai distributor perangkat telekomunikasi yang mencakup dua ekosistem utama, yaitu Fiber to the
Home (FTTH) dan Fixed Wireless Access (FWA). Dengan cakupan tersebut, kapasitas kegiatan
operasional Perseroan tidak mencakup proses manufaktur, melainkan berfokus pada fungsi
pengadaan, pengelolaan rantai pasok, penyimpanan, serta distribusi perangkat kepada pelanggan.
Selain itu, Perseroan juga didukung oleh kemampuan dalam menyediakan solusi perangkat yang
terintegrasi guna memenuhi kebutuhan infrastruktur jaringan pelanggan.

Dalam rencana penambahan kegiatan usaha baru, Perseroan tidak memerlukan bahan baku karena
bukan merupakan perusahaan manufaktur atau sejenisnya. Sementara itu, pada tahap awal
operasional jumlah tenaga kerja yang ditugaskan secara khusus untuk mendukung operasional
kegiatan usaha baru meliputi staff operasional sebanyak 4 orang, supervisor (SPV) sebanyak 2 orang,
dan manager sebanyak 1 orang. Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan tidak
memerlukan tenaga ahli khusus, mengingat kegiatan usaha baru yang dijalankan berfokus pada
distribusi perangkat telekomunikasi, bukan pada kegiatan manufaktur maupun instalasi teknis yang
kompleks.

Dalam menjalankan kegiatan usaha di bidang Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi (KBLI
46523), alur kegiatan usaha Perseroan secara umum meliputi tahapan sebagai berikut: Procurement;
Inbound Logistics; Warehousing; Order Fulfillment; Outbound Logistics; dan After-Sales Support.

Dengan analisis teknis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha
pada aspek kelayakan teknis adalah layak.

Kelayakan Pola Bisnis

Dari Kajian Kelayakan Pola Bisnis, Perseroan memiliki sejumlah keunggulan kompetitif yang menjadi
landasan kuat dalam menjalankan kegiatan usahanya, di antaranya adalah 1) Kehadiran Perseroan
sebagai perusahaan terbuka memiliki sejumlah keuntungan, di antaranya adalah meningkatkan
transparansi dalam pengelolaan perusahaan, memperluas akses terhadap sumber-sumber pendanaan,
serta meningkatkan citra dan kepercayaan dari masyarakat umum serta para stakeholder; 2) Perseroan
memiliki keunggulan melalui jejaring distribusi langsung dengan para principal. Hubungan kerja sama
yang terjalin secara langsung tersebut memberikan kepastian harga (pricing), kejelasan waktu
pengadaan (timeline), serta jaminan layanan purna jual (after sales service) atas setiap produk yang
ditawarkan; 3) Perseroan didukung oleh pengalaman manajemen yang kuat di industri telekomunikasi
yang dengan pengalaman lebih dari 18 tahun; dan 4) Perseroan memiliki portofolio produk yang
terintegrasi yang mecakup ekosistem FTTH dan FWA, yang memberikan keunggulan untuk menangkap
peluang pasar Hybrid. Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat
menciptakan nilai yaitu 1) Penambahan kegiatan usaha baru; 2) Menambah sumber pendapatan baru;
dan 3) Meningkatkan kinerja keuangan Perseroan.

Kemampuan pesaing untuk meniru produk memang tidak dapat dihindari, sehingga membuat kegiatan
usaha dalam bidang ini menjadi sangat kompetitif. Upaya mitigasi yang dapat dilakukan oleh Perseroan
diantaranya adalah 1) Membuat metode pembayaran berjangka yang dapat dilakukan oleh pelanggan
(Term of Payment); 2) Memberikan tarif yang kompetitif kepada calon costumer (tarif tersebut sesuai
dengan fasilitas, lokasi dan kondisi aset); 3) Menetapkan layanan purna jual yakni segala bentuk
bantuan dan dukungan yang diberikan kepada pelanggan setelah mereka melakukan pembelian; 4)
Memberikan layanan Total Solutions kepada calon costumer; 5) Melakukan inovasi produk dan layanan
secara berkelanjutan; dan 6) Memperkuat loyalitas konsumen terhadap produk dan layanan Perseroan.

Dengan analisis pola bisnis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha
pada aspek kelayakan pola bisnis adalah layak.




                                              7
Page 8
Kelayakan Model Manajemen

Dari Kelayakan Model Manajemen, Perseroan memiliki 41 orang karyawan yang akan dioptimalkan
untuk memenuhi kebutuhan manajemen dan sumber daya manusianya untuk menjalankan kegiatan
usaha baru. Apabila diperlukan, Perseroan akan menambah personel melalui proses rekrutmen untuk
mendukung pelaksanaan proyek yang akan datang. Sementara itu, pada tahap awal operasional jumlah
tenaga kerja yang ditugaskan secara khusus untuk mendukung operasional kegiatan usaha baru
meliputi staff operasional sebanyak 4 orang, supervisor (SPV) sebanyak 2 orang, dan manager
sebanyak 1 orang.

Terkait Hak Atas Kekayaaan Intelektual, sampai dengan laporan ini diterbitkan, Perseroan belum
memiliki Hak Atas Kekayaaan Intelektual (HAKI) yang didaftarkan terkait dengan penambahan kegiatan
usaha baru.

Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya, Perseroan mungkin menghadapi beberapa risiko yang
dapat memengaruhi kinerja usahanya. Risiko utama yang mungkin dihadapi Perseroan adalah 1) Risiko
Keterlambatan Pasokan (Supply Delay) dari Principal; 2) Risiko Kerusakan Barang dalam Proses
Logistik; 3) Risiko Ketidaksesuaian Spesifikasi Produk dengan Kebutuhan Pelanggan; dan 4) Risiko
Ketergantungan terhadap Vendor Tertentu.

Perseroan menunjukkan kapasitas dan kemampuan manajemen yang kuat dalam mengembangkan
kegiatan usaha baru. Status Perseroan sebagai perusahaan terbuka mencerminkan transparansi,
akuntabilitas, serta akses yang luas terhadap pendanaan dan jaringan strategis, yang menjadi modal
penting dalam mendukung ekspansi usaha. Selain itu, Perseroan didukung oleh manajemen Perseroan
yang memiliki pengalaman lebih dari 18 tahun di industri telekomunikasi. Manajemen Perseroan juga
memiliki kemampuan dalam membangun jejaring distribusi langsung dengan para principal. Hubungan
kerja sama yang terjalin langsung ini mencerminkan kapasitas manajemen dalam menjalin dan
mempertahankan kemitraan strategis yang berkontribusi terhadap kepastian harga, efisiensi waktu
pengadaan, serta jaminan layanan purna jual atas setiap produk yang ditawarkan. Dengan pengalaman
dan rekam jejak tersebut, manajemen Perseroan dinilai memiliki kemampuan yang memadai untuk
mengelola dan mengembangkan kegiatan usaha baru di bidang Perdagangan Besar Peralatan
Telekomunikasi (KBLI 46523).

Berkaitan dengan rencana penambahan kegiatan usaha baru ini, Perseroan tidak melakukan
perubahan/penambahan terhadap struktur organisasi.

Dengan analisis model manajemen tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan model manajemen adalah layak

Kelayakan Keuangan

Analisis kelayakan proyek menunjukkan bahwa Kegiatan Usaha Perseroan memenuhi kriteria
kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut.

• Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
  NPV yang dihasilkan adalah sebesar 82.776.069.000,- Dengan demikian, hasil NPV yang positif
  atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan keuntungan.
• Profitability Index (PI) > 1 → Layak
  PI yang diperoleh adalah sebesar 4,83677. Dengan demikian, hasil PI yang lebih dari 1 menunjukkan
  bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan keuntungan dari pengeluaran investasi yang
  dilakukan.
• Payback Period (PP)
  PP yang diperoleh adalah 1 tahun dan 0 bulan. Dengan demikian, Perseroan mampu
  mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 2 tahun dan 11 bulan.

Kemudian, dari analisis sensitivitas, penurunan pendapatan dan kenaikan struktur biaya merupakan
faktor yang paling sensitif terhadap kelayakan usaha.

Berdasarkan hasil analisis keuangan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan usaha Perseroan
pada aspek kelayakan keuangan adalah layak.

                                              8
Page 9
B. Kesimpulan Studi Kelayakan

Berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis, Kelayakan Pola Bisnis, Kelayakan Model
Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha sesuai
dengan KBLI 46523 yaitu Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi adalah layak.

               PENJELASAN, PERTIMBANGAN, DAN ALASAN DILAKUKANNYA
                              PENAMBAHAN KBLI BARU

Penambahan KBLI 46523 (Perdagangan Besar Telekomunikasi) pada anggaran kegiatan usaha PT Sinergi
Inti Andalan Prima Tbk merupakan langkah strategis yang sejalan dengan core business perusahaan
sebagai penyedia jasa internet dan penyewaan fiber optik. Dengan memasukkan kegiatan perdagangan
besar telekomunikasi, perusahaan dapat memperluas rantai nilai dari sekadar penyedia infrastruktur dan
layanan konektivitas menjadi pelaku aktif dalam distribusi perangkat, komponen, dan solusi telekomunikasi
seperti switch, router, optical transceivers, kabel serat optik, panel distribusi, serta perangkat akses dan
agregasi. Integrasi vertikal ini memungkinkan efisiensi operasional—mulai dari pengadaan komponen yang
lebih kompetitif melalui pembelian dalam jumlah besar, pengendalian kualitas perangkat yang digunakan
dalam pemasangan dan pemeliharaan jaringan, hingga margin bisnis yang lebih besar dari kegiatan
perdagangan. Selain itu, penambahan KBLI ini mendukung fleksibilitas bisnis untuk melayani segmen
pelanggan yang lebih luas, termasuk ISP lain, kontraktor jaringan, dan koorasi yang membutuhkan solusi
jaringan end-to-end; sehingga memperkuat posisi pasar perusahaan dalam ekosistem telekomunikasi
nasional. Dari perspektif kepatuhan dan akuntabilitas, pencantuman KBLI yang relevan juga memperjelas
ruang lingkup usaha di dokumen resmi seperti akta, izin usaha, dan laporan kepada otoritas terkait, yang
memberi kepastian hukum dan memudahkan perusahaan dalam menjalin kemitraan bisnis maupun proses
tender yang mensyaratkan kegiatan perdagangan perangkat telekomunikasi.

Pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan ini meliputi analisis pasar, risiko operasional, kebutuhan
investasi awal, serta dampak terhadap tata kelola dan sumber daya manusia. Secara pasar, permintaan
perangkat telekomunikasi di Indonesia terus tumbuh seiring percepatan digitalisasi, serta peningkatan
kebutuhan bandwidth koorasi—membuka peluang margin perdagangan yang menarik. Namun, kegiatan
perdagangan besar membawa kebutuhan modal kerja yang lebih besar, manajemen inventori, dan jaringan
pemasok yang andal; sehingga perusahaan perlu menyiapkan sistem E, gudang, dan kebijakan kredit yang
matang. Dari sisi risiko, masuknya bisnis perdagangan memerlukan kepatuhan terhadap standar teknis,
garansi produk, serta manajemen after-sales; oleh karena itu investasi pada tim teknis, layanan purna jual,
dan sertifikasi produk menjadi penting. Strategis lainnya adalah sinergi antara unit operasi jaringan dan
perdagangan, yang bisa mengurangi lead time proyek serta meningkatkan kontrol biaya proyek instalasi dan
pemeliharaan. Secara keseluruhan, penambahan KBLI 46523 didorong oleh tujuan memperkuat kapabilitas
end-to-end, meningkatkan margin dan diversifikasi pendapatan, serta memperbesar peluang kemitraan dan
kontrak besar—dengan catatan dilaksanakan melalui perencanaan bisnis, penguatan sistem pengadaan,
dan pengelolaan risiko yang komprehensif.


               PENJELASAN TENTANG PENGARUH PENAMBAHAN KBLI BARU
                          TERHADAP KONDISI KEUANGAN PERSEROAN

Penambahan KBLI 46523 akan berdampak langsung pada struktur pendapatan perusahaan dengan
membuka sumber pendapatan baru dari aktivitas perdagangan besar perangkat dan komponen
telekomunikasi. Secara positif, diversifikasi ini berpotensi meningkatkan total pendapatan dan margin kotor
karena perdagangan perangkat biasanya menawarkan margin perdagangan yang berbeda—seringkali lebih
tinggi pada produk bernilai tambah atau solusi bundling—dibandingkan sekadar pendapatan layanan sewa
fiber. Namun, efek ini bergantung pada kemampuan perusahaan mengelola harga beli, negosiasi supplier,
serta strategi penetapan harga pelanggan. Di sisi lain, perlu dicatat bahwa pendapatan yang lebih fluktuatif
dapat muncul karena siklus penjualan perangkat yang bersifat proyek-sensitif dan musiman; sehingga
proyeksi arus kas harus disesuaikan untuk mencerminkan ketidakpastian permintaan. Secara akuntansi,
penambahan aktivitas perdagangan akan menambah pos persediaan, piutang usaha, dan potensi
pengakuan pendapatan dari penjualan barang—yang mempengaruhi rasio likuiditas (current ratio, quick
ratio) dan rasio perputaran persediaan. Kenaikan pendapatan bruto pun akan diimbangi oleh kenaikan biaya
penjualan, biaya pemasaran, serta biaya logistik dan gudang, sehingga penting melakukan analisis margin
                                                       9
Page 10
 kontribusi per lini produk untuk memastikan profitabilitas jangka panjang. Adapun pos-pos keuangan yang
 terdampak terkait penambahan KBLI tersebut adalah pos persediaan, piutang usaha, pendapatan usaha,
 biaya usaha, kebutuhan modal kerja, serta rasio likuiditas dan profitabilitas Perseroan.

 Dampak pada kebutuhan modal dan struktur permodalan juga signifikan: perdagangan besar menuntut
 tambahan modal kerja untuk pembelian persediaan dalam volume besar, pembiayaan kredit pemasok, dan
 pembiayaan piutang bagi pelanggan.

 Secara keseluruhan, jika dijalankan dengan manajemen modal kerja dan pengendalian biaya yang baik,
 penambahan KBLI dapat meningkatkan nilai perusahaan melalui pertumbuhan pendapatan dan margin
 diversifikasi; namun tanpa perencanaan keuangan yang memadai, perubahan ini berisiko menekan
 likuiditas, menurunkan profitabilitas sementara, dan memperbesar beban keuangan.

                                   INFORMASI PENYELENGGARAAN RUPS


 Perseroan akan menyelenggarakan RUPS sehubungan dengan rencana Penambahan KBLI Baru pada hari
 Senin, tanggal 19 Mei 2026. Lebih lanjut, akan terdapat pembahasan mengenai studi kelayakan tentang
 penambahan KBLI Baru Perseroan sebagaimana diwajibkan berdasarkan POJK 17.

 Pengumuman RUPS dilakukan pada tanggal yang sama dengan Keterbukaan Informasi ini, yaitu 10 April
 2026. Sesuai dengan ketentuan Pasal 17 ayat (1) dan Pasal 52 ayat (1) Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
 No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan
 Terbuka (“POJK 15/2020”) dan Anggaran Dasar Perseroan, Pemanggilan RUPS akan diumumkan kepada
 para Pemegang Saham Perseroan melalui situs web PT Bursa Efek Indonesia, situs web Perseroan dan situs
 web eASY.KSEI pada hari Senin, tanggal 27 April 2026.

 Sesuai dengan ketentuan Pasal 23 ayat (2) POJK No.15/2020, pemegang saham yang berhak hadir atau
 diwakili dalam Rapat adalah pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham
 Perseroan pada tanggal 24 April 2026.


                                                  INFORMASI TAMBAHAN
Bagi para Pemegang Saham yang memerlukan informasi tambahan dapat menghubungi Perseroan dalam jam
kerja dengan alamat:
                                                  Corporate Secretary
                                            PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk


                        Kantor Pusat :                                            Kantor Operasional :
                Gedung Cyber 1, Lantai 10                                            Ruko Rich Palace
                 Jl. Kuningan Barat No.8,                                Jl. Meruya Ilir Raya No. 36 – 40 Blok A1
                   Jakarta Selatan 12710                                            Jakarta Barat 11630
              Telp.: 021 – 5265943/ 5835854                                   Telp.: 021 – 5265943/ 5835854
             Email : info@sinergynetworks.co.id                             Email : info@sinergynetworks.co.id
             Website : www.siapnetworks.co.id                                Website : www.siapnetworks.co.id




                                                           10

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.51 MB
Published12 May 2026
Pages10
Characters37,482
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 17 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK · Nama Perusahaan p.1 ×23
linked person Muhammad Arif p.2 ×2
linked person Tongam Lumban Tobing p.3
possible org OTORITAS JASA KEUANGAN p.1 ×4
possible org Negara Republik Indonesia p.2
possible person Cahyana Ahmad Jayadi p.3
possible org PT Bursa Efek Indonesia p.10
unresolved person Devi Prihartanti · Notaris p.2
unresolved person Mohamad Fajri Mekka Putra · Notaris p.2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Syarif p.4 ×3
unresolved org Endang dan Rekan p.4 ×4
unresolved org Menteri Keuangan p.4
unresolved org KJPP p.4
unresolved org KJPP Syarif Endang dan Rekan p.4
unresolved org KJPP Syarif Endang p.4
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.5

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 2798 ms 12 Sep 2026 22:23
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result