Back to announcement
20260512_INET_Laporan Informasi dan Fakta Material_32090788_lamp3.pdf
Asset transaction Needs review INETSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 88
Page 1
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PERDAGANGAN BESAR PERALATAN
TELEKOMUNIKASI (KBLI 46523)
PT SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK
No. 00013/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/V/2026
Tanggal: 11 Mei 2026
Atas Revisi
No. 00006/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/IV/2026
Tanggal: 7 April 2026
Page 2
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PERDAGANGAN BESAR PERALATAN
TELEKOMUNIKASI (KBLI 46523)
PT SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK
No. 00013/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/V/2026
Tanggal: 11 Mei 2026
Atas Revisi
No. 00006/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/IV/2026
Tanggal: 7 April 2026
Page 3
No. 00013/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/V/2026 Bekasi, 11 Mei 2026
Kepada:
Direksi PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Gedung Cyber 1, Lantai 10
Jl. Kuningan Barat, No. 8, Jakarta Selatan
Perihal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Perdagangan Besar
Peralatan Telekomunikasi (KBLI 46523)
Dengan hormat,
PENDAHULUAN
Sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0030/SPK/MSE-03/ES/III/2026, tanggal
27 Maret 2026, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan”)
yang bergerak di bidang infrastruktur telekomunikasi dan digital, telah menunjuk KJPP
Syarif, Endang, dan Rekan, sebagai Penilai Independen untuk menyusun Laporan Studi
Kelayakan Usaha Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46523 yaitu
Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi.
Laporan ini merupakan revisi atas Laporan Penilaian sebelumnya yaitu Laporan
No. 00006/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/IV/2026, tanggal 7 April 2026. Kami
menyatakan bahwa membatalkan laporan sebelumnya. Hal-hal yang menjadi objek revisi
adalah sebagai berikut:
• Revisi pada pengungkapan akta anggaran dasar terakhir Perseroan;
• Penambahan pada sub bab pesaing usaha;
• Penambahan analisis mitigasi risiko pada tiap-tiap risiko utama;
TANGGAL PENILAIAN
Tanggal Penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2025.
IDENTITAS PEMBERI TUGAS
Nama Perusahaan : PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Bidang Usaha : Internet service provider, aktivitas telekomunikasi dengan kabel,
jasa sistem komunikasi data, interkoneksi internet, dan jual
kembali jasa telekomunikasi.
Alamat : Gedung Cyber Lantai 10 Jl. Kuningan Barat No. 8, Kel. Mampang
Prapatan, Kec. Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Telepon : 021-5265943
Website : info@sinergynetworks.co.id
Email : https://siapnetworks.co.id/
i
Page 4
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN
Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46523 yaitu Perdagangan Besar Peralatan
Telekomunikasi, serta sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan
Kegiatan Usaha (“POJK No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan perbankan ataupun
kepentingan lainnya.
PROSEDUR YANG DIGUNAKAN
Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, tentang Penilaian dan
Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang disusun
oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai
Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait.
INDEPENDENSI PENILAI
Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-pihak yang terkait
dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan
pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak
dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan
yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan
dari proses analisis kelayakan ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang
tercantum pada Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0030/SPK/MSE-03/ES/III/2026, tanggal 27
Maret 2026.
RUANG LINGKUP PENUGASAN
Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu untuk
melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
sesuai dengan KBLI 46523 yaitu Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi.
Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
Profesional, paling sedikit meliputi:
1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian Profesional;
dan
3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.
ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
adalah:
a. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
ii
Page 5
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
b. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
studi kelayakan.
c. Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan
kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh
dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang
kami anggap relevan.
d. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen dengan
mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya ( fiduciary
duty).
e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran proyeksi
keuangan yang telah disesuaikan.
f. Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
g. Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
dihasilkan.
h. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
pemberi tugas.
KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN
Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan
tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang terjadi selama
periode tersebut.
HASIL ANALISIS KELAYAKAN
Berdasarkan analisis kelayakan, menunjukkan bahwa penambahan kegiatan usaha oleh
Perseroan memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut.
• Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp82.776.069.000,-. Dengan demikian, hasil NPV
yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena
memberikan keuntungan.
• Profitability Index (PI) > 1 → Layak
PI yang diperoleh adalah sebesar 4,83677. Dengan demikian, hasil PI yang lebih dari 1
menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan keuntungan dari
pengeluaran investasi yang dilakukan.
• Payback Period (PP)
PP yang diperoleh adalah 1 tahun dan 0 bulan. Dengan demikian, Perseroan mampu
mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 1 tahun dan 0 bulan.
iii
Page 6
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
KESIMPULAN
Berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis, Kelayakan Pola Bisnis,
Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat disimpulkan bahwa
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46523 yaitu Perdagangan Besar Peralatan
Telekomunikasi adalah layak.
Seluruh kajian ini kami sampaikan dengan catatan semua asumsi yang diterapkan dalam
Studi Kelayakan ini dapat dipenuhi.
PENUTUP
Penugasan untuk mempersiapkan Studi Kelayakan Usaha ini bukan dan tidak dapat
dianggap dalam segala hal sebagai review atau audit atau pelaksanaan prosedur tertentu
pada informasi keuangan. Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan
kelemahan pengendalian internal, kesalahan dalam laporan keuangan, segala bentuk
implikasi pajak atau pelanggaran hukum. Studi Kelayakan Usaha ini juga tidak
dimaksudkan sebagai rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui rencana
proyek atau untuk mengambil tindakan tertentu atas Rencana Kegiatan Usaha.
Demikian laporan ini kami sampaikan, atas kepercayaan yang telah diberikan kami ucapkan
terima kasih dan kami berharap kiranya laporan ini dapat berguna bagi kemajuan usaha
selanjutnya.
Hormat kami,
KJPP SYARIF, ENDANG & REKAN
Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert) Digitally signed by Endang Sunardi
DN: cn=Endang Sunardi, c=ID, o=KJPP Syarif
Rekan Endang dan Rekan,
email=syarifendangdanrekan@gmail.com
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai Publik : No. B-1.12.00340
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB : No. 173/NB.122/STTD-P/2019
iv
Page 7
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
PERNYATAAN PENILAI
Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan
di bawah ini menerangkan bahwa:
1. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara
independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-
pihak yang terkait dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai
kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya,
Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak
dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini dan
kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada Surat Perjanjian
Kerja (SPK) No. 0030/SPK/MSE-03/ES/III/2026, tanggal 27 Maret 2026;
2. Penilai bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan dalam rangka penugasan Studi
Kelayakan, sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
3. Analisis Kelayakan dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan data
yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2025;
4. Penugasan penilaian telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Objek Penilaian
pada Tanggal Penilaian dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan Penilaian
sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
5. Laporan Studi Kelayakan ini tidak lepas dari ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
No. 35/POJK.04/2020, SEOJK No. 17/SEOJK.004/2020, Kode Etik Penilai Indonesia
(KEPI), serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang ditetapkan oleh
Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI);
6. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada
Laporan Studi Kelayakan ini;
7. Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada Ruang Lingkup dan data yang dianalisis
serta data ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Penilaian ini pada
Sumber Data diperoleh dari berbagai sumber yang diyakini dapat
dipertanggungjawabkan;
8. Laporan ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan yang
mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan ini;
9. Kesimpulan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di
dalam Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik;
11. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai juga tidak mempunyai
kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Imbalan yang
Penilai terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kesimpulan yang tercantum
pada Laporan Penilaian ini;
12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan
profesional dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan; dan
13. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan
bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Penilaian.
v
Page 8
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
KJPP Syarif, Endang & Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan dalam
penugasan Penilaian ini adalah Penilai profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
penilaian yang baik.
No. Nama Tugas Tanda Tangan
1. Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.) Penanggung Jawab (.......................)
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai : No. B-1.12.00340
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK :: No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB :: No. 173/NB.122/STTD-P/2019
2. Meilindra Indriani, S.Si. Reviewer (........................)
MAPPI : No. 14-T-05006
Register : No. RMK-2017.01002
3. Toyib Efendi, S.E., M.Ec. Dev. Staf Penilai (........................)
MAPPI : No. 09-P-02398
Register : No. RMK-2021.03694
4. Sely Fera Pramesti, S.S. Tenaga Inspeksi (........................)
MAPPI : No. 22-A-11686
vi
Page 9
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
DAFTAR ISI
SURAT PERNYATAAN ......................................................................................................... i
PERNYATAAN PENILAI ...................................................................................................... v
DAFTAR ISI ..................................................................................................................... vii
DAFTAR TABEL ................................................................................................................ ix
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................. x
1 PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1
1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian ................................................................. 1
1.2 Tanggal Penilaian ................................................................................................. 1
1.3 Identitas Pemberi Tugas ....................................................................................... 1
1.4 Latar Belakang ...................................................................................................... 1
1.5 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan .................................................................... 2
1.6 Data dan Informasi yang Digunakan ..................................................................... 2
1.7 Prosedur yang Digunakan .................................................................................... 3
1.8 Ruang Lingkup Penugasan ................................................................................... 3
1.9 Asumsi dan Kondisi Pembatas .............................................................................. 4
1.10 Kualifikasi Penilai ................................................................................................. 4
1.11 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan ............................................................ 4
2 INFORMASI UMUM ................................................................................................ 5
2.1 Profil Perseroan .................................................................................................... 5
2.1.1 Bidang Usaha ....................................................................................................... 5
2.1.2 Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan ......................................... 6
2.1.3 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ................................................................. 6
2.1.4 Legalitas dan Izin Operasional ............................................................................. 6
2.2 Kinerja Keuangan ................................................................................................. 7
2.2.1 Kinerja Posisi Keuangan ....................................................................................... 7
2.2.2 Kinerja Laba (Rugi) ............................................................................................. 11
2.3 Produk dan Layanan Perseroan ........................................................................... 16
2.4 Teknologi yang Digunakan ................................................................................. 16
2.5 Pasar yang Dituju ............................................................................................... 16
2.6 Pesaing dan Persaingan ...................................................................................... 17
2.7 Pola Bisnis .......................................................................................................... 17
2.8 Strategi Pemasaran ............................................................................................. 18
2.9 Kebutuhan Produksi atau Operasi ...................................................................... 18
2.10 Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia ............................................. 19
2.11 Hak Atas Kekayaan Intelektual ........................................................................... 19
2.12 Peraturan Perundang-undangan yang Terkait .................................................... 19
2.13 Aspek Lingkungan .............................................................................................. 20
2.14 Faktor Risiko Utama ........................................................................................... 20
2.15 Persyaratan Modal dan Strategi Finansial ............................................................ 21
3 KELAYAKAN PASAR ............................................................................................. 22
3.1 Kondisi Pasar ...................................................................................................... 22
3.2 Pangsa Pasar ...................................................................................................... 28
vii
Page 10
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
3.3 Kesinambungan ................................................................................................. 32
3.4 Potensi Pasar ...................................................................................................... 33
3.5 Sasaran .............................................................................................................. 36
3.6 Potensi Nilai Pasar .............................................................................................. 37
3.7 Pesaing Usaha .................................................................................................... 37
3.8 Strategi Pemasaran ............................................................................................. 38
4 KELAYAKAN TEKNIS ............................................................................................ 39
4.1 Kapasitas ............................................................................................................ 39
4.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya ............................................................. 39
4.3 Proses Produksi dan/atau Operasional ............................................................... 40
5 KELAYAKAN POLA BISNIS .................................................................................... 42
5.1 Keunggulan Kompetitif ....................................................................................... 42
5.2 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ........................................................ 42
5.3 Kemampuan untuk Menciptakan Nilai ................................................................ 43
6 KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ....................................................................... 44
6.1 Ketersediaan Tenaga Kerja ................................................................................. 44
6.2 Manajemen Kekayaan Intelektual ....................................................................... 44
6.3 Manajemen Risiko .............................................................................................. 44
6.4 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen .............................................................. 45
6.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ................................................ 46
7 KELAYAKAN KEUANGAN ..................................................................................... 47
7.1 Biaya Pendirian (Start Up Costs) .......................................................................... 47
7.2 Modal Kerja ........................................................................................................ 47
7.3 Sumber Pembiayaan ........................................................................................... 47
7.4 Biaya Operasional ............................................................................................... 48
7.5 Biaya Bahan Baku Mentah ................................................................................... 48
7.6 Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan ................................................................... 48
7.7 Proyeksi Posisi Keuangan ................................................................................... 50
7.8 Proyeksi Laba (Rugi) ........................................................................................... 50
7.9 Proyeksi Arus Kas ............................................................................................... 51
7.10 Analisis Titik Impas ............................................................................................ 52
7.11 Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas ................................................ 53
7.12 Tingkat Imbal Balik Investasi .............................................................................. 54
7.13 Penetapan Tingkat Diskonto ............................................................................... 55
7.14 Analisis Kelayakan Proyek .................................................................................. 58
7.15 Analisis Sensitivitas ............................................................................................ 61
8 KESIMPULAN ....................................................................................................... 64
8.1 Kajian Kelayakan Pasar ....................................................................................... 64
8.2 Kajian Kelayakan Teknis ..................................................................................... 65
8.3 Kajian Kelayakan Pola Bisnis ............................................................................... 66
8.4 Kajian Kelayakan Model Manajemen ................................................................... 67
8.5 Kajian Kelayakan Keuangan ................................................................................ 68
8.6 Kesimpulan Studi Kelayakan ............................................................................... 68
viii
Page 11
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
DAFTAR TABEL
Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan ................................................................... 6
Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000).......................................................... 7
Tabel 3 Kinerja Laba (Rugi) Perseroan (Rp.000) ............................................................... 11
Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan ..................................................................... 14
Tabel 5 Pertumbuhan PDB Dunia ..................................................................................... 22
Tabel 6 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ............... 23
Tabel 7 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ........ 24
Tabel 8 Neraca Pembayaran Indonesia ............................................................................. 25
Tabel 9 Perusahaan Pesaing dengan Produk Serupa ........................................................ 37
Tabel 10 Modal Kerja (Rp.000)......................................................................................... 47
Tabel 11 Proyeksi Biaya Operasional (Rp.000) ................................................................. 48
Tabel 12 Struktur Pendapatan.......................................................................................... 48
Tabel 13 Asumsi Beban Pokok Penjualan ......................................................................... 49
Tabel 14 Asumsi Beban Usaha ......................................................................................... 49
Tabel 15 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000) .................................................................... 50
Tabel 16 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000) .............................................................................. 51
Tabel 17 Proyeksi Arus Kas (Rp.000) ............................................................................... 51
Tabel 18 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000) ............................................................ 52
Tabel 19 Analisis Likuiditas ............................................................................................. 53
Tabel 20 Analisis Solvabilitas ........................................................................................... 53
Tabel 21 Analisis Profitabilitas ......................................................................................... 54
Tabel 22 Return on Investment ........................................................................................ 55
Tabel 23 Surat Utang Negara ........................................................................................... 56
Tabel 24 Biaya Modal untuk Ekuitas................................................................................. 57
Tabel 25 Weighted Average Cost of Capital ..................................................................... 58
Tabel 26 Perhitungan NPV (Rp.000) ................................................................................. 59
Tabel 27 Perhitungan PI ................................................................................................... 59
Tabel 28 Perhitungan PP .................................................................................................. 60
Tabel 29 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000) ................................................................... 60
Tabel 30 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000) ......................................................... 62
ix
Page 12
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 Alur Operasional Kegiatan Perseroan ............................................................... 18
Gambar 2 Grafik Inflasi Global ......................................................................................... 22
Gambar 3 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan I 2025 ..................................... 24
Gambar 4 Grafik Neraca Perdagangan ............................................................................. 25
Gambar 5 Grafik Aliran Modal Asing ................................................................................ 25
Gambar 6 Grafik Cadangan Devisa .................................................................................. 26
Gambar 7 Indeks Rupiah terhadap US$, Negara Maju kecuali AS & Negara Berkembang .. 26
Gambar 8 Grafik Inflasi IHK dan Komponen ..................................................................... 27
Gambar 9 Inflasi IHK Provinsi ........................................................................................... 28
Gambar 10 Pertumbuhan Tingkat Penetrasi Internet Indonesia........................................ 28
Gambar 11 Tingkat Penetrasi Internet Berdasarkan Pulau, 2025 ...................................... 29
Gambar 12 Cara Mengakses Internet, 2025 ..................................................................... 30
Gambar 13 Operator Seluler yang Paling Sering Digunakan ............................................. 31
Gambar 14 Pertumbuhan Pelanggan Internet Tetap (Fixed Broadband) ........................... 31
Gambar 15 Penyedia Layanan Internet Tetap ................................................................... 32
Gambar 16 Sebaran Perusahaan ISP di Indonesia, 2025 ................................................... 34
Gambar 17 Produk Koneksi Broadband Unggulan Perusahaan ISP ................................... 35
Gambar 18 Tantangan Selama Tahun 2024 yang Belum Teratasi Perusahaan ISP ............ 36
Gambar 19 Brand Router yang Digunakan Perusahaan ISP ............................................... 36
Gambar 20 Alur Operasional Kegiatan Perseroan ............................................................. 40
Gambar 21 Struktur Organisasi Perseroan ....................................................................... 46
Gambar 22 Analisis Sensitivitas ....................................................................................... 62
x
Page 13
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
1 PENDAHULUAN
1.1 Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian
Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang, dan Rekan telah ditunjuk oleh PT Sinergi Inti
Andalan Prima Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan”) berdasarkan Surat
Perjanjian Kerja (SPK) No. 0030/SPK/MSE-03/ES/III/2026, tanggal 27 Maret 2026,
sebagai Penilai Independen untuk menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46523 yaitu Perdagangan Besar
Peralatan Telekomunikasi.
1.2 Tanggal Penilaian
Tanggal penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2025.
1.3 Identitas Pemberi Tugas
Pemberi tugas dalam studi kelayakan ini adalah:
Nama Perusahaan : PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Bidang Usaha : Internet service provider, aktivitas telekomunikasi dengan
kabel, jasa sistem komunikasi data, interkoneksi internet,
dan jual kembali jasa telekomunikasi.
Alamat : Gedung Cyber Lantai 10 Jl. Kuningan Barat No. 8, Kel.
Mampang Prapatan, Kec. Mampang Prapatan, Jakarta
Selatan.
Telepon : 021-5265943
Website : info@sinergynetworks.co.id
Email : https://siapnetworks.co.id/
1.4 Latar Belakang
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (atau selanjutnya disebut "Perseroan") didirikan
berdasarkan Akta Notaris No. 01, yang dibuat oleh Devi Prihartanti, S.H., tanggal 16
Desember 2016. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
0002586.AH.01.01 Tahun 2017, tanggal 20 Januari 2017. Anggaran Dasar
Perusahaan telah mengalami perubahan beberapa kali, terakhir dengan Akta Notaris
No. 1327, yang dibuat oleh Mohamad Fajri Mekka Putra, S.H., M.Kn., tanggal 17
September 2025, sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor
penuh. Akta Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem
Administrasi Badan Hukum dari Kementerian Hukum Republik Indonesia dalam Surat
Penerimaan Pemberitahuan No. AHU AH.01.03-0236052, tanggal 17 September
2025.
1
Page 14
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Perseroan pertama kali menawarkan sahamnya kepada publik dan tercatat di Bursa
Efek Indonesia sejak 24 Juli 2023 dengan kode saham “INET”.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah
menjalankan usaha dalam bidang informasi dan komunikasi. Saat ini, kegiatan usaha
utama Perusahaan berupa internet service provider dan kegiatan usaha penunjang
berupa aktivitas telekomunikasi dengan kabel, jasa sistem komunikasi data,
interkoneksi internet, dan jual kembali jasa telekomunikasi.
Selanjutnya Perseroan akan melakukan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan
yang dimintakan persetujuannya dalam RUPS berupa penambahan kegiatan usaha
baru, sehingga diperlukan studi kelayakan untuk penambahan KBLI 46523 yaitu
Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi yang ketentuannya sudah disesuaikan
dengan Peraturan Perundang-undangan yang mengatur mengenai Klasifikasi Baku
Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI 2025”).
1.5 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46523 yaitu Perdagangan Besar
Peralatan Telekomunikasi serta sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas
Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
dan Penambahan Kegiatan Usaha (“POJK No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan
perbankan ataupun kepentingan lainnya.
1.6 Data dan Informasi yang Digunakan
Dalam rangka melakukan Studi Kelayakan ini, kami telah mempelajari, menganalisis
dan mempertimbangkan informasi sebagai berikut:
1. Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2022,
No. 00113/2.0961/AU.1/05/1023-1/1/IV/2023, tanggal 10 April 2023 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik David Kurniawan, CPA. dari Kantor Akuntan
Publik Morhan & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
2. Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2023,
No. 00114/2.0961/AU.1/05/1023-2/1/IV/2024, tanggal 8 April 2024 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik David Kurniawan, CPA. dari Kantor Akuntan
Publik Morhan & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
3. Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2024,
No. 00091/2.0119/AU.1/05/0165-1/1/III/2025, tanggal 27 Maret 2025 yang
telah diaudit oleh Akuntan Publik Dulgani, CPA. dari Kantor Akuntan Publik Dra.
Suhartati & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
4. Laporan Keuangan Perseroan per 31 Desember 2025,
No. 00075/2.1315/AU.1/05/1629-1/1/III/2026, tanggal 30 Maret 2026 yang
2
Page 15
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
telah diaudit oleh Akuntan Publik Ridho Fathoni, CPA. dari Kantor Akuntan Publik
Suharli, Sugiharto & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
5. Proyeksi Keuangan untuk paruh tahun 2025 sampai dengan tahun 2035;
6. Legalitas Perseroan;
7. Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
penugasan Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha, yakni dengan
Muhammad Arif sebagai Direktur Utama Perseroan dan Bapak Fagan Asabrin
sebagai Accounting manager; dan
8. Representation Letter No. 007/SP/SINERGY/IV.2026, tanggal 7 April 2026,
sehubungan dengan Penugasan Penilaian Studi Kelayakan atas Penambahan
Kegiatan Usaha KBLI 46523 yaitu Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi.
1.7 Prosedur yang Digunakan
Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan
Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian
dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa
Keuangan No. 17 /SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018
yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode
Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait yaitu mencakup:
1. Kajian Kelayakan Pasar;
2. Kajian Kelayakan Teknis;
3. Kajian Kelayakan Pola Bisnis;
4. Kajian Kelayakan Model Manajemen; dan
5. Kajian Kelayakan Keuangan.
1.8 Ruang Lingkup Penugasan
Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu
untuk melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan
Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46523 yaitu Perdagangan Besar Peralatan
Telekomunikasi.
Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
Profesional, paling sedikit meliputi:
1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian
Profesional; dan
3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.
3
Page 16
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
1.9 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
adalah:
• Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
• Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
dalam studi kelayakan.
• Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan
dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang
diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta
penelitian yang kami anggap relevan.
• Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
dengan mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
• Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran
proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
• Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
• Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
dihasilkan.
• Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
pemberi tugas.
1.10 Kualifikasi Penilai
Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan
berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No. 1498/KM.1/2012, tanggal
28 Desember 2012, dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang dan Rekan
dengan Izin KJPP No. 2.12.0113.
Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai
Usaha bersertifikat MAPPI dengan perizinan sebagai berikut.
MAPPI : No. 09-S-02341
Izin Penilai Publik : No. B-1.12.00340
Klasifikasi izin : Penilaian Bisnis
Register : No. RMK-2017.00303
STTD OJK : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
STTD IKNB : No. 173/NB.122/STTD-P/2019
1.11 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan
Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai
dengan tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang
terjadi selama periode tersebut.
4
Page 17
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
2 INFORMASI UMUM
2.1 Profil Perseroan
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (atau selanjutnya disebut "Perseroan") didirikan
berdasarkan Akta Notaris No. 01, yang dibuat oleh Devi Prihartanti, S.H., tanggal 16
Desember 2016. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-
0002586.AH.01.01 Tahun 2017, tanggal 20 Januari 2017. Anggaran Dasar
Perusahaan telah mengalami perubahan beberapa kali, terakhir dengan Akta Notaris
No. 1327, yang dibuat oleh Mohamad Fajri Mekka Putra, S.H., M.Kn., tanggal 17
September 2025, sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor
penuh. Akta Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem
Administrasi Badan Hukum dari Kementerian Hukum Republik Indonesia dalam Surat
Penerimaan Pemberitahuan No. AHU AH.01.03-0236052, tanggal 17 September
2025.
Perseroan pertama kali menawarkan sahamnya kepada publik dan tercatat di Bursa
Efek Indonesia sejak 24 Juli 2023 dengan kode saham “INET”.
Perseroan memulai kegiatan operasional pada tahun 2016 dan berdomisili di Gedung
Cyber Lantai 10 Jl. Kuningan Barat No. 8, Kel. Mampang Prapatan, Kec. Mampang
Prapatan, Jakarta Selatan, Indonesia.
2.1.1 Bidang Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah
menjalankan usaha dalam bidang informasi dan komunikasi. Saat ini, kegiatan
usaha utama Perusahaan berupa internet service provider dan kegiatan usaha
penunjang berupa aktivitas telekomunikasi dengan kabel, jasa sistem komunikasi
data, interkoneksi internet, dan jual kembali jasa telekomunikasi.
Perseroan berencana melakukan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan yang
dimintakan persetujuannya dalam RUPS berupa penambahan kegiatan usaha baru
yaitu KBLI 46523, Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi, yang ketentuannya
sudah disesuaikan dengan Peraturan Perundang-undangan yang mengatur
mengenai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI 2025”). Penambahan
kegiatan usaha baru dikaji mulai dari paruh tahun 2026 dengan tanggal penilaian
laporan studi kelayakan yaitu per 31 Desember 2025.
5
Page 18
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
2.1.2 Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan
Rincian pemegang saham Perseroan dan persentase kepemilikannya adalah sebagai
berikut.
Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan
Nilai Nominal Rp10 per Saham
Jumlah Lembar Persentase
Pemegang Saham
Saham Ditempatkan Kepemilikan Jumlah (Rp)
dan Disetor Penuh (%)
1. PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara 5.360.707.200 55,95 53.607.072.000
2. Muhammad Arif 10.000 0,01 100.000
3. Masyarakat 4.220.358.096 44,04 42.203.580.960
Total 9.581.075.296 100,00 95.810.752.960
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan 31 Desember 2025
2.1.3 Susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Susunan pengurus Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut.
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Saripudin
Komisaris Independen : Dr. Ir. Cahyana Ahmadjayadi
Komisaris : Tongam Lumban Tobing
Dewan Direksi
Direktur Utama : Muhammad Arif
Direktur : Bayu Satrio
Direktur : Willy Unsulangi
2.1.4 Legalitas dan Izin Operasional
Dalam menjalankan kegiatan operasional Perseroan memiliki dokumen perizinan
usaha dan legalitas lainnya yang dikeluarkan oleh instansi terkait antara lain:
• Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 1, tanggal 16 Desember 2016, dari Devi
Prihartanti, S.H., Notaris di Tangerang Selatan.
• Pengesahan Akta Pendirian oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia, dalam Surat Keputusan No. AHU-0002586.AH.01.01 Tahun
2017, tanggal 20 Januari 2017.
• Akta Perubahan Anggaran Dasar Terakhir Akta Notaris No. 1327 oleh Mohamad
Fajri Mekka Putra, S.H., M.Kn., tanggal 17 September 2025.
• Surat penerimaan pemberitahuan perubahan data Perseroan dari Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU AH.01.03-0236052,
tanggal 17 September 2025.
6
Page 19
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
• NPWP Perseroan No. 81.148.632.3-014.000.
• NIB Perizinan Berusaha Berbasis Risiko No. 9120503152815.
2.2 Kinerja Keuangan
Berikut adalah gambaran mengenai perkembangan kinerja Perseroan dalam lima
tahun terakhir, berdasarkan data Laporan Keuangan audited per 31 Desember 2022,
31 Desember 2023, 31 Desember 2024, dan 31 Desember 2025 dengan opini wajar
dalam semua hal yang material.
2.2.1 Kinerja Posisi Keuangan
Kinerja Posisi Keuangan Perseroan selama tahun 2021 sampai dengan tahun 2025
adalah sebagai berikut.
Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000)
2025 2024 2023 2022 2021
Uraian
Audited Audited Audited Audited Audited
ASET
Aset Lancar
Kas dan setara kas 404.440.596 61.911.440 61.802.427 2.016.838 428.858
Piutang usaha
Pihak ketiga 8.520.499 4.824.019 3.660.632 3.695.387 1.862.585
Pihak berelasi - - - - -
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 2.503 1.630 116.622 143.997 70.133
Pihak berelasi - - - - 2.778.940
Pajak dibayar di muka 786.087 19.991 73.804 - -
Uang muka & Biaya dibayar di 505.666 223.376 111.308 101.543 42.062
muka
Biaya emisi ditangguhkan 2.965.711 - - 2.658.554 -
Aset lancar lainnya 61.000.000 - - - -
Total Aset Lancar 478.221.062 66.980.457 65.764.793 8.616.319 5.182.579
613,97% 1,85% 663,26% 66,26%
Aset Tidak Lancar
Aset Tetap
Biaya perolehan
Jaringan internet 167.897.286 131.740.753 6.237.909 1.665.681 1.256.575
Kendaraan 3.632.951 3.439.315 1.521.125 1.521.125 1.521.125
Peralatan kantor 1.112.260 750.064 676.183 600.903 412.805
Perbaikan prasarana 1.946.699 682.345 666.087 666.087 364.270
Perabot dan perlengkapan 75.324 75.324 75.324 75.324 65.471
Bangunan 7.595.754 - - - -
Aset dalam penyelesaian - - 73.164.230 48.150.675 -
Total biaya perolehan 182.260.274 136.687.800 82.340.859 52.679.795 3.620.245
Akumulasi penyusutan
Jaringan internet (16.400.284) (2.366.444) (1.217.675) (727.987) (338.165)
Kendaraan (1.556.988) (992.727) (662.128) (471.987) (281.846)
Peralatan kantor (713.158) (536.871) (379.608) (226.678) (103.308)
7
Page 20
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
2025 2024 2023 2022 2021
Uraian
Audited Audited Audited Audited Audited
Perbaikan prasarana (87.894) (222.650) (156.788) (90.179) (31.914)
Perabot dan perlengkapan (75.477) (72.740) (56.917) (38.086) (18.212)
Bangunan (189.894) - - - -
Total akumulasi penyusutan (19.023.694) (4.191.432) (2.473.115) (1.554.917) (773.444)
Nilai Buku 163.236.579 132.496.369 79.867.744 51.124.878 2.846.801
Uang muka dan biaya dibayar 117.652.654 - - - -
di muka
Aset pajak tangguhan 274.236 257.877 239.242 54.146 45.271
Aset hak guna 291.754 59.783 1.881.007 266.231 381.113
Bangunan 404.593 529.267 2.249.250 608.471 508.204
Kendaraan 113.274 113.274 113.274 - -
Akumulasi Penyusutan
Bangunan (134.864) (529.267) (465.784) (342.240) (127.091)
Kendaraan (91.248) (53.490) (15.732) - -
Uang muka - - 46.010.159 12.349.225 -
Goodwill 684.922 553.049 553.049 553.049 -
Uang jaminan 10.000 29.507.150 29.601.980 20.000 20.000
Total Aset Tidak Lancar 282.150.146 162.874.228 158.153.181 64.367.529 3.293.185
73,23% 2,99% 145,70% 1854,57%
TOTAL ASET 760.371.208 229.854.685 223.917.974 72.983.848 8.475.763
230,81% 2,65% 206,80% 761,09%
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha
Pihak ketiga 9.617.977 11.444.724 6.221.279 4.564.395 2.723.378
Pihak berelasi 0 0 0 0 0
Utang lain-lain
Pihak ketiga 73.397 121.400 151.000 44.027 0
Pihak berelasi 367.750 184.434 170.997 51.500 0
Utang pajak 10.344.729 184.824 366.735 340.376 418.247
Beban masih harus dibayar 1.688.603 289.123 197.100 2.113.229 0
Pendapatan diterima di muka 48.586.578 0 0 0 0
Bagian liabilitas jangka
panjang yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Utang bank jangka Panjang 1.285.714 0 0 0 0
Utang pembiayaan konsumen 340.373 330.314 174.667 248.650 277.121
Liabilitas sewa 222.080 38.547 208.900 179.127 135.065
Uang jaminan pelanggan 250.000.000 0 0 0 0
Total Liabilitas Jangka Pendek 322.527.201 12.593.365 7.490.678 7.541.305 3.553.812
2461,09% 68,12% -0,67% 112,20%
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Bagian liabilitas jangka
panjang - setelah dikurangi
bagian yang jatuh tempo
dalam satu tahun
Utang bank jangka Panjang 7.178.571 0 0 0 0
Utang pembiayaan konsumen 621.209 986.824 0 151.007 399.657
Liabilitas sewa 161.315 27.800 1.637.041 0 150.089
Liabilitas imbalan pascakerja 671.286 375.015 251.298 88.484 36.540
8
Page 21
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
2025 2024 2023 2022 2021
Uraian
Audited Audited Audited Audited Audited
Total Liabilitas Jangka Panjang 8.632.381 1.389.640 1.888.339 239.492 586.286
521,20% -26,41% 688,48% -59,15%
TOTAL LIABILITAS 331.159.582 13.983.005 9.379.016 7.780.796 4.140.097
2268,30% 49,09% 20,54% 87,94%
EKUITAS
Modal saham 95.810.753 75.000.677 75.000.000 60.000.000 510.000
PT Abadi Kreasi Unggul 53.607.072 60.304.258 60.304.258 59.999.900 -
Nusantara
Muhammad Arif 100 100 100 100 102.000
Bianca Wina - - - - 408.000
Masyarakat 42.203.581 14.696.319 14.695.642 - -
Tambahan modal disetor 302.180.211 133.514.992 133.509.507 - -
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 3.600.000 3.000.000 3.000.000 3.000.000 -
Belum ditentukan 27.623.126 4.393.626 3.065.267 2.189.574 3.815.821
penggunaannya
Pengukuran kembali (22.064) (37.691) (35.893) 13.401 9.845
liabilitas diestimasi atas
imbalan kerja karyawan
Jumlah ekuitas yang dapat 429.192.026 215.871.604 214.538.881 65.202.975 4.335.666
diatribusikan kepada
pemilik entitas induk
Kepentingan non pengendali 19.600 77 77 77 -
Total Ekuitas 429.211.627 215.871.680 214.538.957 65.203.052 4.335.666
98,83% 0,62% 229,03% 1403,88%
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 760.371.208 229.854.685 223.917.974 72.983.848 8.475.763
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Aset
• Pada 31 Desember 2021, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp8,48
miliar. Total aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp5,18 miliar dan aset tidak
lancar sebesar Rp3,29 miliar.
• Pada 31 Desember 2022, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp72,98
miliar, meningkat sebesar 761,09% dari Rp8,48 miliar yang dicatat tahun 2021.
Total aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp8,62 miliar dan aset tidak lancar
sebesar Rp64,37 miliar. Peningkatan aset terutama disebabkan oleh
meningkatnya nilai buku aset tetap, khususnya pada aset dalam penyelesaian
dan jaringan internet.
• Pada 31 Desember 2023, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp223,92
miliar, meningkat sebesar 206,80% dari Rp72,98 miliar yang dicatat tahun 2022.
Total aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp65,76 miliar dan aset tidak lancar
sebesar Rp158,15 miliar. Peningkatan aset terutama didorong oleh kenaikan kas
dan bank dari sisi aset lancar, serta kenaikan uang muka dan uang jaminan dari
sisi aset tidak lancar.
• Pada 31 Desember 2024, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp229,85
miliar, meningkat sebesar 2,65% dari Rp223,92 miliar yang dicatat tahun 2023.
9
Page 22
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Total aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp66,98 miliar dan aset tidak lancar
sebesar Rp162,87 miliar. Peningkatan aset terutama disebabkan oleh
bertambahnya nilai aset tetap pada jaringan internet.
• Pada 31 Desember 2025, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp760,37
miliar, meningkat sebesar 230,81% dari Rp229,85 miliar yang dicatat tahun
2024. Total aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp478,22 miliar dan aset tidak
lancar sebesar Rp282,15 miliar. Peningkatan aset terutama disebabkan oleh
kenaikan signifikan pada kas dan bank dan aset lancar lainnya pada sisi aset
lancar, serta peningkatan nilai buku aset tetap khususnya jaringan internet dan
uang muka dan biaya dibayar di muka pada sisi aset tidak lancar.
Liabilitas
• Pada 31 Desember 2021, total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp4,14 miliar.
Liabilitas ini terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp3,55 miliar dan
liabilitas jangka panjang sebesar Rp586,29 juta.
• Pada 31 Desember 2022, total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp7,78 miliar,
meningkat sebesar 87,94% dari Rp4,14 miliar pada 31 Desember 2021. Liabilitas
ini terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp7,54 miliar dan liabilitas jangka
panjang sebesar Rp239,49 juta. Peningkatan liabilitas terutama disebabkan oleh
kenaikan utang usaha pihak ketiga serta beban masih harus bayar.
• Pada 31 Desember 2023, total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp9,38 miliar,
meningkat sebesar 20,54% dari Rp7,78 miliar pada 31 Desember 2022. Liabilitas
ini terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp7,49 miliar dan liabilitas jangka
panjang sebesar Rp1,89 miliar. Peningkatan liabilitas terutama disebabkan oleh
kenaikan utang usaha pihak ketiga pada liabilitas jangka pendek, serta liabilitas
sewa pada bagian liabilitas jangka panjang.
• Pada 31 Desember 2024, total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp13,98
miliar, meningkat sebesar 49,09% dari Rp9,38 miliar pada 31 Desember 2023.
Liabilitas ini terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp12,59 miliar dan
liabilitas jangka panjang sebesar Rp1,39 miliar. Peningkatan liabilitas terutama
disebabkan oleh kenaikan utang usaha pihak ketiga.
• Pada 31 Desember 2025, total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp331,16
miliar, meningkat signifikan sebesar 2.268,30% dari Rp13,98 miliar pada 31
Desember 2024. Liabilitas ini terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar
Rp322,53 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp8,63 miliar. Peningkatan
liabilitas terutama disebabkan oleh kenaikan signifikan pada uang jaminan
pelanggan, pendapatan diterima di muka, serta utang pajak pada liabilitas jangka
pendek.
Ekuitas
• Pada 31 Desember 2021, total ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp4,34 miliar.
Ekuitas terutama dikontribusikan oleh modal saham serta saldo laba belum
ditentukan penggunaannya.
10
Page 23
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
• Pada 31 Desember 2022, total ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp65,20 miliar,
meningkat sebesar 1.403,88% dari Rp4,34 miliar pada tahun 2021. Peningkatan
ekuitas terutama dikontribusikan oleh peningkatan signifikan pada modal
saham.
• Pada 31 Desember 2023, total ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp214,54
miliar, meningkat sebesar 229,03% dari Rp65,20 miliar pada tahun 2022.
Peningkatan ekuitas terutama disebabkan oleh tambahan modal disetor serta
peningkatan saldo laba belum ditentukan penggunaannya.
• Pada 31 Desember 2024, total ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp215,87
miliar, meningkat sebesar 0,62% dari Rp214,54 miliar pada tahun 2023. Kenaikan
ini relatif stabil dan terutama dipengaruhi oleh peningkatan saldo laba.
• Pada 31 Desember 2025, total ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp429,21
miliar, meningkat sebesar 98,83% dari Rp215,87 miliar pada tahun 2024.
Peningkatan ekuitas terutama dikontribusikan oleh kenaikan tambahan modal
disetor serta peningkatan saldo laba belum ditentukan penggunaannya.
2.2.2 Kinerja Laba (Rugi)
Kinerja Laba (Rugi) Perseroan selama tahun 2021 sampai dengan tahun 2025 adalah
sebagai berikut.
Tabel 3 Kinerja Laba (Rugi) Perseroan (Rp.000)
2025 2024 2023 2022 2021
Uraian
Audited Audited Audited Audited Audited
201,67% 5,36% 44,82% 0,29%
PENDAPATAN 91.819.510 30.437.201 28.889.381 19.947.940 19.890.896
Penjualan Internet 91.819.511 30.437.201 28.889.382 19.947.940 19.890.896
-144,99% 5,12% -43,49% -0,92%
BEBAN POKOK PENJUALAN (47.929.588) (19.563.574) (20.619.612) (14.369.599) (14.238.824)
Bandwidth (32.970.174) (16.622.992) (19.882.939) (13.996.447) (14.023.679)
Penyusutan aset tetap (13.396.496) (1.870.187) (489.688) (318.716) (183.644)
Konstruksi (1.161.766) 0 0 0 0
Colocation server (401.153) (1.070.395) (246.985) (54.436) (31.500)
LABA KOTOR 43.889.922 10.873.627 8.269.770 5.578.341 5.652.072
303,64% 31,49% 48,25% -1,30%
BEBAN USAHA (12.909.564) (9.763.972) (6.963.622) (3.689.540) (3.472.507)
Beban Penjualan (1.612.556) 0 0 0 0
Komisi penjualan (1.137.689) 0 0 0 0
Jamuan (371.527) 0 0 0 0
Pemasaran (94.012) 0 0 0 0
Ekspedisi (9.328) 0 0 0 0
Beban Usaha (11.297.008) (9.763.972) (6.963.622) (3.689.540) (3.472.507)
Gaji dan upah (6.151.581) (6.027.708) (3.946.031) (2.222.097) (2.181.273)
Tenaga ahli (1.843.092) (765.733) (232.006) (42.550) 0
Penyusutan aset tetap (912.953) (568.964) (428.510) (380.478) (237.237)
Sewa (312.291) (558.552) (226.885) (36.168) 0
Meterai dan biaya kantor (338.641) (505.886) (611.126) (157.588) (202.545)
Transportasi (309.043) (275.779) (230.051) (193.464) (209.994)
11
Page 24
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
2025 2024 2023 2022 2021
Uraian
Audited Audited Audited Audited Audited
Jamuan 0 (238.390) (237.200) (100.808) (172.885)
Utilitas (125.053) (212.330) (175.483) (86.154) (54.363)
Penyusutan aset hak (172.622) (144.240) (198.680) (145.022) (99.679)
guna
Imbalan pascakerja (316.305) (121.415) (99.617) (41.552) (21.147)
Penyisihan penurunan (84.135) (94.365) (120.181) 0 (78.509)
nilai piutang usaha
Beban pajak (212.393) (48.069) (223.968) (28.009) (53.768)
Biaya keanggotaan (233.503) (30.135) (59.570) (96.105) (79.000)
Asuransi (56.483) (29.460) (32.634) (22.073) (12.622)
Biaya pemeliharaan (3.444) (18.600) (38.572) (83.049) (26.325)
Sumbangan 0 0 (19.900) (15.003) (19.500)
Lain-lain (225.467) (124.347) (83.207) (39.419) (23.659)
LABA USAHA 30.980.357 1.109.655 1.306.148 1.888.801 2.179.565
2691,89% -15,04% -30,85% -13,34%
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN- 460.074 586.383 3.981 (104.084) (68.666)
LAIN
Penghasilan keuangan 1.667.941 497.441 94.959 338 1.237
Beban keuangan (550.164) (111.698) (131.306) (123.018) (68.512)
Penghasilan usaha lainnya - (657.703) 200.640 40.328 18.596 (1.391)
neto
LABA SEBELUM PAJAK 31.440.432 1.696.038 1.310.129 1.784.718 2.110.899
PENGHASILAN
1753,76% 29,46% -26,59% -15,45%
BEBAN PAJAK PENGHASILAN (6.951.372) (367.679) (434.437) (410.960) (465.318)
Pajak Kini (6.972.138) (385.810) (605.630) (411.942) (482.245)
Pajak Tangguhan 20.767 18.131 171.193 983 16.928
LABA TAHUN BERJALAN 24.489.060 1.328.359 875.692 1.373.758 1.645.581
1743,56% 51,69% -36,26% -16,52%
PENGHASILAN (RUGI)
KOMPREHENSIF LAINNYA
Pos yg akan direklasifikasi ke
laba rugi:
Pengukuran kembali 0 0 0 0 0
liabilitas imbalan pasti
Pajak penghasilan terkait 0 0 0 0 0
Pos yg tidak akan
direklasifikasi ke laba rugi:
Pengukuran kembali 20.035 (2.302) (63.197) 4.559 9.023
liabilitas imbalan pasti
Pajak penghasilan terkait (4.408) 504 13.903 (1.003) (1.985)
Jumlah laba komprehensif 15.627 (1.798) (49.294) 3.556 7.038
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF 24.504.687 1.326.561 826.398 1.377.314 1.652.620
TAHUN BERJALAN
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Pendapatan
• Pada tahun 2021, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp19,89 miliar.
Pendapatan ini seluruhnya berasal dari penjualan internet.
12
Page 25
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
• Pada tahun 2022, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp19,95 miliar,
meningkat sebesar 0,29% dari tahun 2021 yang sebesar Rp19,89 miliar.
Peningkatan ini relatif stabil seiring dengan pertumbuhan penjualan internet.
• Pada tahun 2023, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp28,89 miliar,
meningkat sebesar 44,82% dari tahun 2022 yang sebesar Rp19,95 miliar.
Peningkatan pendapatan terutama didorong oleh meningkatnya penjualan
internet.
• Pada tahun 2024, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp30,44 miliar,
meningkat sebesar 5,36% dari tahun 2023 yang sebesar Rp28,89 miliar. Kenaikan
ini mencerminkan pertumbuhan yang tetap positif namun lebih moderat.
• Pada tahun 2025, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp91,82 miliar,
meningkat signifikan sebesar 201,67% dari tahun 2024 yang sebesar Rp30,44
miliar. Peningkatan pendapatan terutama dikontribusikan oleh pertumbuhan
penjualan internet yang signifikan.
Beban Pokok Pendapatan dan Laba Bruto
• Beban pokok pendapatan pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp14,24 miliar,
sehingga Perseroan membukukan laba bruto sebesar Rp5,65 miliar.
• Beban pokok pendapatan pada tahun 2022 tercatat sebesar Rp14,37 miliar,
meningkat sebesar 0,92% dari tahun 2021. Sehingga laba bruto tercatat sebesar
Rp5,58 miliar atau turun 1,30% dari tahun sebelumnya.
• Beban pokok pendapatan pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp20,62 miliar,
meningkat sebesar 43,49% dari tahun 2022. Sehingga laba bruto meningkat
48,25% menjadi Rp8,27 miliar.
• Beban pokok pendapatan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp19,56 miliar,
menurun sebesar 5,12% dari tahun 2023. Sehingga laba bruto meningkat 31,49%
menjadi Rp10,87 miliar.
• Beban pokok pendapatan pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp47,93 miliar,
meningkat signifikan sebesar 144,99% dari tahun 2024. Sehingga laba bruto
meningkat signifikan sebesar 303,64% menjadi Rp43,89 miliar.
Beban Usaha, Pajak, dan Laba Tahun Berjalan
• Beban usaha pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp3,47 miliar. Beban ini terutama
terdiri dari beban penjualan serta biaya usaha. Beban pajak penghasilan pada
tahun 2021 tercatat sebesar Rp465,32 juta. Sehingga, laba tahun berjalan
Perseroan tercatat sebesar Rp1,65 miliar.
• Beban usaha pada tahun 2022 tercatat sebesar Rp3,69 miliar, meningkat sebesar
6,25% dari tahun 2021. Beban pajak penghasilan pada tahun 2022 tercatat
sebesar Rp410,96 juta. Sehingga, laba tahun berjalan Perseroan tercatat sebesar
Rp1,37 miliar, menurun sebesar 16,52% dibandingkan tahun sebelumnya.
• Beban usaha pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp6,96 miliar, meningkat
signifikan sebesar 88,74% dari tahun 2022. Peningkatan ini terutama disebabkan
oleh kenaikan gaji dan upah serta tenaga ahli. Beban pajak penghasilan pada
13
Page 26
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
tahun 2023 tercatat sebesar Rp434,44 juta. Sehingga, laba tahun berjalan
Perseroan tercatat sebesar Rp875,69 juta, menurun sebesar 36,26% dari tahun
sebelumnya.
• Beban usaha pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp9,76 miliar, meningkat sebesar
40,21% dari tahun 2023. Peningkatan beban terutama disebabkan oleh kenaikan
gaji dan upah serta tenaga ahli. Beban pajak penghasilan pada tahun 2024
tercatat sebesar Rp367,68 juta. Sehingga, laba tahun berjalan Perseroan tercatat
sebesar Rp1,33 miliar, meningkat sebesar 51,69% dibandingkan tahun
sebelumnya.
• Beban usaha pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp12,91 miliar, meningkat
sebesar 32,22% dari tahun 2024. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan gaji
dan upah, tenaga ahli, serta beban penjualan yang mulai muncul. Beban pajak
penghasilan pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp6,95 miliar. Sehingga, laba
tahun berjalan Perseroan tercatat sebesar Rp24,49 miliar, meningkat signifikan
sebesar 1.743,56% dibandingkan tahun sebelumnya.
Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan
Uraian 2025 2024 2023 2022 2021 Rerata
A. LIQUIDITY (%)
Current Ratio 148,27% 531,87% 877,96% 114,26% 145,83% 363,64%
Quick Ratio 128,04% 529,93% 873,93% 75,75% 64,48% 334,42%
Working Capital To Total Assets 20,48% 23,66% 26,02% 1,47% 19,22% 18,17%
B. ACTIVITY
Total Assets Turnover (X) 0,12 0,13 0,13 0,27 2,35 0,60
Account Receivable Turnover (X) 10,78 6,31 7,89 5,40 10,68 8,21
Average Collection Period (Day) 34 58 46 68 34 48
Working Capital Turnover (X) 0,59 0,56 0,50 18,56 12,21 6,48
C. SOLVABILITY (%)
Total Debt to Equity Ratio 77,16% 6,48% 4,37% 11,93% 95,49% 39,09%
Total Debt to Asset Ratio 43,55% 6,08% 4,19% 10,66% 48,85% 22,67%
Long Term Debt To Equity Ratio 2,01% 0,64% 0,88% 0,37% 13,52% 3,48%
D. RENTABILITY (%)
Gross Profit Margin 47,80% 35,72% 28,63% 27,96% 28,42% 33,71%
Operating Profit Margin 33,74% 3,65% 4,52% 9,47% 10,96% 12,47%
Net Profit Margin 26,67% 4,36% 3,03% 6,89% 8,27% 9,85%
Rate of Return on Investment 3,22% 0,58% 0,39% 1,88% 19,42% 5,10%
Rate of Return on Equity 5,71% 0,62% 0,41% 2,11% 37,95% 9,36%
Sumber: Laporan Keuangan Perseroan
Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas menunjukkan rata-rata current ratio dan quick ratio Perseroan
masing-masing sebesar 363,64% dan 334,42%. Sementara itu, working capital to
total assets ratio memiliki rata-rata sebesar 18,17%. Hal ini menunjukkan bahwa
Perseroan memiliki tingkat likuiditas yang sangat baik, dimana aset lancar yang
dimiliki lebih dari cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Tingginya
14
Page 27
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
rasio ini juga mengindikasikan adanya kelebihan likuiditas, khususnya pada tahun-
tahun terakhir.
Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam memanfaatkan aset
yang dimilikinya untuk menghasilkan pendapatan. Rata-rata total assets turnover
tercatat sebesar 0,60 kali, yang menunjukkan bahwa efektivitas penggunaan aset
masih relatif rendah dan belum optimal dalam menghasilkan pendapatan.
Di sisi lain, rata-rata account receivable turnover sebesar 8,21 kali dengan average
collection period selama 48 hari, yang menunjukkan bahwa Perseroan cukup efektif
dalam mengelola penagihan piutang. Sementara itu, working capital turnover rata-
rata sebesar 6,48 kali, yang mengindikasikan bahwa modal kerja telah dimanfaatkan
cukup baik untuk mendukung operasional perusahaan.
Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk mengembalikan
pinjaman yang diberikan oleh kreditor baik dalam bentuk jangka pendek maupun
jangka panjang. Salah satu rasio solvabilitas adalah debt to equity ratio (DER)
menunjukkan besarnya porsi utang terhadap ekuitas dalam pembiayaan
perusahaan, sedangkan debt to asset ratio (DAR) menunjukkan posisi liabilitas
terhadap aset dalam pembiayaan perusahaan. Rasio solvabilitas menunjukkan rata-
rata debt to equity ratio (DER) sebesar 39,09% dan debt to asset ratio (DAR) sebesar
22,67%. Hal ini menunjukkan bahwa struktur permodalan Perseroan relatif sehat
dengan tingkat ketergantungan terhadap utang yang masih moderat.
Rasio Rentabilitas
Rasio rentabilitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
laba. Rata-rata gross profit margin tercatat sebesar 33,71%, yang menunjukkan
bahwa Perseroan mampu menjaga efisiensi beban pokok pendapatan terhadap
pendapatan yang dihasilkan. Sementara itu, rata-rata net profit margin sebesar
9,85% menunjukkan bahwa Perseroan mampu menghasilkan laba bersih dari setiap
pendapatan, meskipun masih terdapat fluktuasi antar periode.
Rata-rata return on investment (ROI) sebesar 5,10% menunjukkan bahwa tingkat
pengembalian atas total aset masih relatif rendah. Selain itu, rata-rata return on
equity (ROE) sebesar 9,36% menunjukkan bahwa Perseroan mampu menghasilkan
laba dari modal yang diinvestasikan, meskipun tingkat pengembaliannya masih
dapat ditingkatkan. Secara keseluruhan, profitabilitas Perseroan menunjukkan tren
peningkatan, terutama pada tahun 2025 yang mengalami lonjakan signifikan seiring
dengan peningkatan pendapatan dan laba bersih.
15
Page 28
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
2.3 Produk dan Layanan Perseroan
Sejalan dengan perkembangan teknologi digital, Perseroan turut mengembangkan
layanan berbasis infrastruktur jaringan yang terintegrasi, khususnya untuk
memenuhi kebutuhan segmen korporasi. Layanan tersebut mencakup penyediaan
konektivitas jaringan yang andal, solusi interkoneksi antar data center, serta layanan
jaringan berbasis cloud dan managed services yang mendukung operasional dan
transformasi digital pelanggan. Dengan fokus pada kualitas jaringan dan
fleksibilitas layanan, Perseroan memposisikan diri sebagai penyedia solusi
konektivitas dan infrastruktur digital yang terintegrasi bagi pelanggan enterprise.
Selanjutnya, Perseroan berencana untuk menambah kegiatan usaha baru berupa
Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi (KBLI 46523). Dalam rangka
penambahan kegiatan usaha tersebut, Perseroan akan memposisikan diri sebagai
penyedia solusi distribusi yang terintegrasi (solution-based distributor), dengan
portofolio produk yang mencakup:
1. Perangkat Fiber to the Home (FTTH), meliputi Optical Line Terminal (OLT),
Optical Network Terminal (ONT), serta perangkat jaringan pendukung;
2. Perangkat Fixed Wireless Access (FWA), berupa Customer Premises Equipment
(CPE); dan
3. Perangkat jaringan lainnya, termasuk router, switch, dan server.
2.4 Teknologi yang Digunakan
Dalam rangka penambahan kegiatan usaha baru KBLI 46523 (Perdagangan Besar
Peralatan Telekomunikasi), Perseroan tidak memerlukan penerapan teknologi
khusus dalam proses operasionalnya. Hal ini disebabkan karena kegiatan usaha
tersebut bersifat distribusi atau perdagangan besar semata, tanpa melibatkan
aktivitas manufaktur, perakitan, atau pengembangan teknologi secara langsung.
2.5 Pasar yang Dituju
Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya di bidang Perdagangan Besar Peralatan
Telekomunikasi (KBLI 46523), Perseroan menargetkan beberapa segmen pasar
utama yang meliputi operator telekomunikasi sebagai pengguna utama perangkat
Radio Access Network (RAN) dan backbone jaringan, Internet Service Provider (ISP)
sebagai pengguna utama perangkat Fiber to the Home (FTTH) dan Customer
Premises Equipment (CPE), serta penyedia layanan Fixed Wireless Access (FWA) yang
membutuhkan integrasi perangkat CPE. Selain itu, Perseroan juga menyasar instansi
pemerintah dan sektor publik dalam rangka mendukung digitalisasi layanan, serta
segmen korporasi dan kawasan properti, termasuk pengembang perumahan dan
kawasan industri.
16
Page 29
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
2.6 Pesaing dan Persaingan
Dalam hal pesaing dan persaingan, penting untuk terus memantau perkembangan
dan strategi perusahaan sektor serupa di pasar modal. Saat ini, beberapa pesaing
yang terdaftar dalam bursa efek dan memiliki bidang usaha yang sama dengan
Perseroan adalah sebagai berikut.
1. PT Indosat Tbk;
2. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk;
3. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk;
4. PT Bali Towerindo Sentra Tbk;
5. PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk;
6. PT Ketrosden Triasmitra Tbk;
7. PT Metrodata Electronics Tbk;
8. PT Link Net Tbk;
9. PT Mora Telematika Indonesia Tbk; dan
10. PT Remala Abadi Tbk.
Industri telekomunikasi dan infrastruktur digital di Indonesia memiliki tingkat
persaingan yang tinggi dengan beberapa pemain utama yang mendominasi pasar,
antara lain PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Indosat Tbk, dan PT XLSMART
Telecom Sejahtera Tbk.
Meskipun demikian, Perseroan masih memiliki peluang untuk bersaing melalui
fokusnya pada kegiatan perdagangan peralatan telekomunikasi dengan melakukan
pengembangan layanan, meningkatkan kualitas infrastruktur dan jaringan,
memanfaatkan perkembangan teknologi digital, serta fokus pada segmen pasar
tertentu yang masih memiliki potensi pertumbuhan seperti kebutuhan layanan
digital dan konektivitas di Indonesia.
2.7 Pola Bisnis
Dalam menjalankan kegiatan usaha di bidang Perdagangan Besar Peralatan
Telekomunikasi (KBLI 46523), Perseroan menerapkan pola bisnis yang terstruktur
dan terintegrasi. Secara umum, alur operasional kegiatan usaha Perseroan
mencakup beberapa tahapan utama, dimulai dari proses pengadaan (procurement)
perangkat dari principal, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penerimaan
dan pengiriman barang ke fasilitas penyimpanan (inbound logistics). Selanjutnya,
perangkat disimpan sementara dalam fasilitas gudang (warehousing) sebelum
dilakukan pemrosesan pesanan pelanggan (order fulfillment). Setelah pesanan
diproses, Perseroan melaksanakan kegiatan distribusi kepada pelanggan akhir
(outbound logistics). Selain itu, Perseroan juga menyediakan dukungan teknis serta
layanan purna jual (after-sales support) guna memastikan kinerja perangkat tetap
optimal serta meningkatkan kepuasan pelanggan.
17
Page 30
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Gambar 1 Alur Operasional Kegiatan Perseroan
Inbound
Procurement Warehousing
Logistics
Order Outbound After-Sales
Fulfillment Logistics Support
Sumber: Manajemen Perseroan
2.8 Strategi Pemasaran
Aspek pasar dan strategi pemasaran dalam studi rancangan usaha menempati posisi
yang penting, karena sebagai titik tolak penilaian apakah suatu usaha akan dapat
berkembang, tetap seperti saat didirikan, atau bahkan cenderung akan mengalami
penurunan. Adapun strategi pemasaran yang dilakukan Perseroan mencakup
beberapa pendekatan utama, yaitu:
1. Menerapkan pendekatan business-to-business (B2B) dengan fokus pada
segmen operator telekomunikasi, ISP, serta korporasi;
2. Mengedepankan konsep solution-based selling, yaitu menawarkan paket solusi
terintegrasi yang mencakup perangkat, konfigurasi, hingga dukungan teknis;
3. Membangun kemitraan strategis dengan principal untuk memperoleh produk
yang kompetitif, dukungan teknologi, serta efisiensi harga;
4. Mengoptimalkan keunggulan rantai pasok dan distribusi, termasuk
ketersediaan stok, kecepatan pemenuhan pesanan, dan keandalan logistik;
5. Menyediakan layanan purna jual (after-sales support) guna meningkatkan
kepuasan dan loyalitas pelanggan; serta
6. Memperluas jangkauan pasar melalui partisipasi dalam proyek pengadaan,
kerja sama dengan mitra bisnis, dan pemanfaatan kanal pemasaran digital.
2.9 Kebutuhan Produksi atau Operasi
Perseroan bukan merupakan perusahaan manufaktur sehingga dalam
operasionalnya tidak terdapat kegiatan produksi. Dalam menjalankan kegiatan
usaha baru di bidang Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi (KBLI 46523),
Perseroan akan memposisikan diri sebagai penyedia solusi distribusi yang
terintegrasi (solution-based distributor), dengan portofolio produk yang mencakup
perangkat Fiber to the Home (FTTH) seperti Optical Line Terminal (OLT), Optical
Network Terminal (ONT), serta perangkat jaringan pendukung, perangkat Fixed
Wireless Access (FWA) berupa Customer Premises Equipment (CPE), serta perangkat
jaringan lainnya seperti router, switch, dan server.
18
Page 31
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Dengan demikian, kegiatan operasional Perseroan tidak berfokus pada proses
produksi, melainkan pada aspek pengadaan, pengelolaan rantai pasok,
penyimpanan, serta distribusi produk kepada pelanggan di seluruh wilayah
Indonesia.
2.10 Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia
Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan akan
mengoptimalkan tenaga kerja yang telah ada untuk memenuhi kebutuhan
manajemen dan sumber daya manusianya. Apabila diperlukan, Perseroan akan
melakukan penambahan personel melalui proses rekrutmen guna mendukung
pelaksanaan proyek-proyek yang akan datang. Berdasarkan informasi dari
manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2025, Perseroan memiliki 41
orang karyawan. Sementara itu, pada tahap awal, jumlah tenaga kerja yang
ditugaskan secara khusus untuk mendukung operasional kegiatan usaha baru
meliputi staff operasional sebanyak 4 orang, supervisor (SPV) sebanyak 2 orang, dan
manager sebanyak 1 orang.
2.11 Hak Atas Kekayaan Intelektual
Menurut UU yang telah disahkan oleh DPR-RI pada tanggal 21 Maret 1997, Hak Atas
Kekayaan Intelektual adalah hak-hak secara hukum yang berhubungan dengan
permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang atau beberapa orang yang
berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial
(commercial reputation) dan tindakan/jasa dalam bidang komersial (goodwill).
Terkait Hak Atas Kekayaan Intelektual, sampai dengan laporan ini diterbitkan,
Perseroan belum memiliki Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) yang didaftarkan
terkait dengan penambahan kegiatan usaha baru.
2.12 Peraturan Perundang-undangan yang Terkait
Beberapa peraturan perundangan-undangan yang terkait dengan studi kelayakan
ini, antara lain adalah sebagai berikut.
1. Undang-undang Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Harmonisasi Peraturan
Perpajakan.
2. POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan
Kegiatan Usaha.
3. POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.
4. Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
Indonesia.
19
Page 32
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang
Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
2.13 Aspek Lingkungan
Dalam aspek lingkungan, Perseroan menunjukkan komitmen terhadap penerapan
prinsip tanggung jawab sosial dan keberlanjutan lingkungan hidup. Perseroan
berupaya untuk memprioritaskan penggunaan energi secara efisien, khususnya
dalam pemanfaatan energi listrik, baik pada periode berjalan maupun dalam jangka
panjang. Selain itu, Perseroan juga berkomitmen untuk menciptakan lingkungan
kerja yang aman dan nyaman bagi seluruh karyawan sebagai bagian dari upaya
mendukung keberlanjutan operasional. Dalam rangka pelestarian lingkungan,
Perseroan menerapkan prinsip Go Green melalui pengelolaan sumber daya yang
lebih bijak, termasuk penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) dalam
kegiatan operasional. Perseroan juga mengoptimalkan pemanfaatan teknologi
informasi dalam kegiatan administrasi guna mengurangi penggunaan kertas
(paperless), sehingga dapat meminimalkan dampak lingkungan yang ditimbulkan
dari aktivitas operasional. Dengan penerapan langkah-langkah tersebut, Perseroan
berupaya untuk mendukung keberlanjutan lingkungan secara berkesinambungan.
2.14 Faktor Risiko Utama
Dalam menjalankan usahanya, Perseroan berpotensi menghadapi beberapa risiko
yang dapat memengaruhi kinerja Perseroan. Upaya Perseroan dalam mencegah dan
meminimalisir dampak maupun kerugian akibat potensi risiko utama adalah dengan
menerapkan strategi mitigasi risiko yang efektif dengan identifikasi, evaluasi, dan
pengendalian risiko yang sesuai. Beberapa risiko utama yang dihadapi Perseroan
antara lain:
1) Risiko Keterlambatan Pasokan (Supply Delay) dari Principal
- Mitigasi: Perseroan menerapkan diversifikasi pemasok guna menjaga
kesinambungan pasokan produk.
2) Risiko Kerusakan Barang dalam Proses Logistik
- Mitigasi: Perseroan menggunakan asuransi pengiriman dan bekerja sama
dengan mitra logistik yang memiliki standar layanan yang baik.
3) Risiko Ketidaksesuaian Spesifikasi Produk dengan Kebutuhan Pelanggan
- Mitigasi: Perseroan menerapkan quality control dan memperkuat fungsi teknis
dalam proses pre-sales.
4) Risiko Ketergantungan terhadap Vendor Tertentu
- Mitigasi: Perseroan melakukan diversifikasi vendor guna menjaga
kesinambungan operasional Perseroan.
20
Page 33
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
2.15 Persyaratan Modal dan Strategi Finansial
Dalam rangka penambahan kegiatan usaha di bidang Perdagangan Besar Peralatan
Telekomunikasi (KBLI 46523), Perseroan menyiapkan modal awal yang seluruhnya
akan dibiayai dari kas internal Perseroan. Perseroan tidak memiliki rencana investasi
(capex) karena kegiatan usaha yang dijalankan bersifat distribusi dan tidak
memerlukan pengadaan aset tetap.
21
Page 34
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
3 KELAYAKAN PASAR
3.1 Kondisi Pasar
Perkembangan Ekonomi Global
Perekonomian global jangka pendek membaik namun dengan ketidakpastian yang
perlu terus diwaspadai. Pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan menjadi
sekitar 3,2% dipengaruhi oleh kenaikan ekonomi Jepang dan India yang didukung
konsumsi rumah tangga dan kebijakan stimulus fiskal. Prospek ekonomi kawasan
Eropa tetap baik ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan kondisi
ketenagakerjaan. Sementara itu, ekonomi AS pada 2025 masih melambat
dipengaruhi dampak temporary government shutdown dan pelemahan pasar
tenaga kerja. Prospek ekonomi Tiongkok juga terus melambat dipengaruhi
permintaan domestik yang tetap lemah.
Tabel 5 Pertumbuhan PDB Dunia
Sumber: Bank Indonesia. *Proyeksi Bank Indonesia
Gambar 2 Grafik Inflasi Global
Sumber: Bank Indonesia
22
Page 35
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Di pasar keuangan global, Fed Funds Rate (FFR) turun 25 bps pada Desember 2025
dengan kecenderungan penurunan yang lebih terbatas ke depan. Tingkat imbal
hasil (yield) US Treasury tenor 2 tahun cenderung bergerak naik,
sementara yield US Treasury tenor 10 tahun tetap tinggi sejalan dengan tingginya
tingkat utang Pemerintah AS. Perkembangan ini menyebabkan indeks mata uang AS
(DXY) masih tinggi dan tetap terbatasnya aliran masuk modal asing ke emerging
market (EM).
Kondisi Ekonomi Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik dan perlu terus didorong agar sesuai
dengan kapasitas perekonomian. Konsumsi rumah tangga triwulan IV 2025
membaik didukung oleh belanja sosial Pemerintah, serta keyakinan rumah tangga
terhadap kondisi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja yang terus
meningkat. Perkembangan ini mendorong meningkatnya penjualan eceran pada
berbagai kelompok barang. Investasi, khususnya nonbangunan, membaik
dipengaruhi oleh meningkatnya keyakinan pelaku usaha yang tercermin pada pola
ekspansi Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur. Permintaan domestik
tersebut perlu makin diperkuat sejalan dengan kinerja ekspor yang diprakirakan
melambat seiring berakhirnya frontloading ekspor ke AS serta menurunnya ekspor
besi baja ke Tiongkok dan minyak kelapa sawit (CPO) ke India.
Secara sektoral, Lapangan Usaha (LU) utama, yakni LU Industri Pengolahan, LU
Perdagangan Besar dan Eceran, LU Transportasi dan Pergudangan, serta LU
Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menunjukkan kinerja positif.
Tabel 6 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran
Sumber: Bank Indonesia
23
Page 36
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Tabel 7 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
Sumber: Bank Indonesia
Gambar 3 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan I 2025
Sumber: Bank Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia
Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) meningkat dan mendukung ketahanan
eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Oktober 2025 sebesar
US$2,4 miliar didukung oleh ekspor nonmigas berbasis sumber daya alam seperti
batu bara serta minyak dan lemak nabati (CPO), serta ekspor produk manufaktur
seperti besi dan baja. Dari transaksi modal dan finansial, investasi portofolio pada
triwulan IV 2025 (hingga 15 Desember 2025) mencatat net inflows sebesar US$5,0
24
Page 37
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
miliar ditopang oleh penerbitan global bond Pemerintah dan inflows pada
instrumen saham dan SRBI.
Tabel 8 Neraca Pembayaran Indonesia
Sumber: Bank Indonesia. *Angka sementara; **Angka sangat sementara
Gambar 4 Grafik Neraca Perdagangan
Sumber: Bank Indonesia
Gambar 5 Grafik Aliran Modal Asing
Sumber: Bank Indonesia. *Angka sementara;**Angka sangat sementara
25
Page 38
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2025 meningkat menjadi
sebesar US$150,1 miliar, setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan
impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar
kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Gambar 6 Grafik Cadangan Devisa
Sumber: Bank Indonesia
Nilai Tukar Rupiah
Gambar 7 Indeks Rupiah terhadap US$, Negara Maju kecuali AS & Negara
Berkembang
Sumber: Bank Indonesia
Nilai tukar Rupiah terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan
aliran masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik. Nilai tukar Rupiah pada
26
Page 39
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
16 Desember 2025 tercatat sebesar Rp16.685 per US$, relatif stabil bila
dibandingkan dengan level akhir November 2025. Perkembangan nilai tukar Rupiah
masih sejalan dengan pergerakan mata uang regional dan mitra dagang Indonesia,
bahkan tercatat menguat bila dibandingkan dengan mata uang negara maju, kecuali
AS. Perkembangan ini didukung oleh langkah stabilisasi Bank Indonesia melalui
intervensi pasar NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF), di pasar spot, dan
pembelian SBN di pasar sekunder serta inflows pada saham dan SRBI. Selain itu,
tambahan pasokan valas dari korporasi, termasuk dari peningkatan konversi valas
ke Rupiah oleh eksportir seiring penerapan penguatan kebijakan Devisa Hasil
Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), juga mendukung tetap terkendalinya nilai
tukar Rupiah.
Inflasi
Inflasi secara umum tetap terjaga dalam kisaran sasaran, dengan inflasi IHK pada
November 2025 tercatat sebesar 2,72% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi inflasi
inti yang tetap terjaga sebesar 2,36% (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi yang
masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan
moneter Bank Indonesia dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan
sasarannya dan imported inflation yang tetap terkendali. Inflasi
kelompok administered prices (AP) terjaga rendah sebesar 1,58% (yoy). Sementara
itu, inflasi kelompok volatile food (VF) masih relatif tinggi sebesar 5,48% (yoy)
disumbang terutama oleh komoditas bawang merah seiring pasokan yang terbatas
akibat gangguan cuaca dan kenaikan harga benih.
Gambar 8 Grafik Inflasi IHK dan Komponen
Sumber: Bank Indonesia
27
Page 40
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Gambar 9 Inflasi IHK Provinsi
Sumber: Bank Indonesia
3.2 Pangsa Pasar
Berdasarkan data perkembangan penetrasi internet di Indonesia, jumlah penduduk
yang terkoneksi internet menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dalam
beberapa tahun terakhir. Tingkat penetrasi internet tercatat sebesar 64,80% pada
tahun 2018, kemudian meningkat menjadi 73,70% pada tahun 2020, dan kembali
naik menjadi 77,01% pada tahun 2022. Tren pertumbuhan tersebut berlanjut pada
tahun 2023 dan 2024 dengan masing-masing sebesar 78,19% dan 79,50%. Pada
tahun 2025, tingkat penetrasi internet di Indonesia diproyeksikan mencapai 80,66%.
Sejalan dengan peningkatan tersebut, jumlah penduduk yang terkoneksi internet
pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 229.428.417 jiwa dari total populasi
sebesar 284.438.900 jiwa. Hal ini mencerminkan tingginya adopsi teknologi digital
di masyarakat serta menunjukkan potensi pasar yang masih terus berkembang,
khususnya dalam mendukung kebutuhan infrastruktur dan layanan telekomunikasi
di Indonesia.
Gambar 10 Pertumbuhan Tingkat Penetrasi Internet Indonesia
100,00%
77,01% 78,19% 79,50% 80,66% 2018
80,00% 73,70%
64,80%
2020
60,00%
2022
40,00%
2023
20,00%
2024
0,00%
Sumber: APJII
28
Page 41
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Berdasarkan persebaran penetrasi internet di Indonesia, terlihat adanya perbedaan
tingkat adopsi antar wilayah. Pulau Jawa mencatat tingkat penetrasi tertinggi
sebesar 84,69% dengan kontribusi terbesar terhadap total pengguna internet
nasional, yaitu sebesar 58,14%. Hal ini menunjukkan bahwa Jawa masih menjadi
pusat utama aktivitas digital di Indonesia.
Di luar Pulau Jawa, wilayah Sumatera mencatat tingkat penetrasi sebesar 77,12%
dengan kontribusi sebesar 20,51%, menjadikannya sebagai kontributor terbesar
kedua. Sementara itu, Kalimantan memiliki tingkat penetrasi sebesar 78,72%
dengan kontribusi sebesar 6,05%, diikuti oleh Sulawesi dengan penetrasi sebesar
71,64% dan kontribusi sebesar 6,46%. Pada wilayah Bali dan Nusa Tenggara, tingkat
penetrasi tercatat sebesar 76,86% dengan kontribusi sebesar 5,13%. Adapun
wilayah Maluku dan Papua memiliki tingkat penetrasi terendah, yaitu sebesar
69,26%, serta kontribusi sebesar 3,71% terhadap total pengguna internet nasional.
Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan bahwa meskipun penetrasi internet
di Indonesia sudah relatif tinggi, masih terdapat kesenjangan antar wilayah,
khususnya antara wilayah barat dan timur Indonesia. Kondisi ini mencerminkan
adanya peluang pengembangan infrastruktur telekomunikasi, terutama di wilayah
dengan tingkat penetrasi yang masih relatif rendah.
Gambar 11 Tingkat Penetrasi Internet Berdasarkan Pulau, 2025
Sumber: APJII
Berdasarkan jenis akses internet yang digunakan masyarakat, mobile data dari
operator seluler masih menjadi pilihan utama dengan tingkat penggunaan tertinggi.
Pada tahun 2025, proporsi pengguna mobile data tercatat sebesar 68,02%,
meskipun mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 74,27%.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun dominan, penggunaan mobile data mulai
diimbangi oleh peningkatan akses berbasis jaringan tetap (fixed broadband).
29
Page 42
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Penggunaan WiFi yang terpasang di rumah menunjukkan tren peningkatan, dari
22,38% pada tahun 2024 menjadi 28,43% pada tahun 2025. Kenaikan ini
mengindikasikan adanya pergeseran preferensi masyarakat menuju koneksi
internet yang lebih stabil dan berkapasitas tinggi, terutama untuk kebutuhan rumah
tangga. Sementara itu, penggunaan WiFi di kantor, sekolah, atau kampus relatif
stabil dengan porsi sebesar 1,68% pada tahun 2024 dan 1,75% pada tahun 2025.
Penggunaan WiFi di ruang publik juga menunjukkan tingkat yang rendah dan
cenderung stabil, yaitu sebesar 1,03% pada tahun 2024 dan 1,07% pada tahun 2025.
Adapun akses internet melalui hotspot atau tethering dari perangkat lain memiliki
proporsi paling kecil, yaitu sebesar 0,64% pada tahun 2024 dan sedikit meningkat
menjadi 0,73% pada tahun 2025.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan adanya tren peningkatan penggunaan
WiFi rumah sebagai alternatif utama selain mobile data, yang mencerminkan potensi
pertumbuhan layanan berbasis FTTH maupun FWA dalam memenuhi kebutuhan
konektivitas yang lebih stabil dan berkualitas.
Gambar 12 Cara Mengakses Internet, 2025
Sumber: APJII
Dalam peta persaingan operator seluler di Indonesia, grup Telkomsel (termasuk
Simpati, by.U, dan Halo) mengukuhkan dominasinya dengan kenaikan pangsa pasar
yang cukup signifikan dari 45,79% pada tahun 2024 menjadi 47,71% di tahun 2025.
Di posisi kedua, Indosat Ooredoo Hutchison (termasuk Three) mengalami tren
penurunan dari 29,31% menjadi 25,97%, yang menunjukkan adanya perpindahan
sebagian basis penggunanya ke penyedia layanan lain. Sementara itu, XL Axiata /
Axis menunjukkan pertumbuhan tipis dari 19,75% ke angka 20,53%, diikuti oleh
Smartfren yang juga mengalami sedikit kenaikan dari 5,15% menjadi 5,79% pada
tahun 2025. Secara keseluruhan, Telkomsel masih menjadi pilihan utama bagi
30
Page 43
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
hampir separuh pengguna internet seluler di tanah air, sementara operator lain
terus bersaing ketat untuk memperebutkan sisa pangsa pasar yang ada.
Gambar 13 Operator Seluler yang Paling Sering Digunakan
Sumber: APJII
Pertumbuhan penetrasi internet tetap atau Fixed Broadband di Indonesia
menunjukkan tren positif yang sangat signifikan, dengan kenaikan sebesar 11,30%
dalam kurun waktu satu tahun. Tercatat pada tahun 2024, proporsi masyarakat
yang menjadi pelanggan Fixed Broadband baru mencapai 27,40%, namun angka ini
melonjak tajam menjadi 38,70% pada tahun 2025. Seiring dengan peningkatan
tersebut, kelompok masyarakat yang Bukan Pelanggan Fixed Broadband mengalami
penyusutan dari 72,60% di tahun 2024 menjadi 61,30% di tahun 2025. Data ini
mengonfirmasi bahwa layanan internet berbasis kabel atau WiFi rumah semakin
diminati dan mulai menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat Indonesia untuk
mendukung aktivitas digital mereka yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Gambar 14 Pertumbuhan Pelanggan Internet Tetap (Fixed Broadband)
Sumber: APJII
Berdasarkan data APJII (2024-2025) mengenai pangsa pasar penyedia layanan
internet tetap (Fixed Broadband), Indihome tetap menjadi pemimpin pasar yang
31
Page 44
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
sangat dominan meskipun mengalami penurunan pangsa pasar dari 51,13% di
tahun 2024 menjadi 43,96% di tahun 2025. Sebaliknya, IConnet menunjukkan
pertumbuhan positif dengan kenaikan dari 4,24% menjadi 5,98%, sementara Biznet
mengalami sedikit penurunan ke angka 3,11%. Penurunan pangsa pasar juga terlihat
pada beberapa penyedia lain seperti MyRepublic (1,51%), Oxygen (0,65%), dan MNC
Play (1,41%). Menariknya, terdapat peningkatan pada kategori Lainnya yang
mencapai 19,53% serta kelompok responden yang tidak tahu/tidak menjawab
sebesar 11,60%, yang mengindikasikan semakin banyaknya pemain baru di pasar
internet tetap atau kurangnya literasi merek dari pengguna terhadap penyedia
layanan yang mereka gunakan di rumah.
Gambar 15 Penyedia Layanan Internet Tetap
Sumber: APJII
Berdasarkan data ekspor nonmigas, subsektor elektronik yang mencakup produk
terkait teknologi informasi dan telekomunikasi menunjukkan kinerja yang relatif
fluktuatif dalam jangka pendek, namun mencatat pertumbuhan yang signifikan
secara tahunan. Nilai ekspor pada Juni 2025 tercatat sebesar US$1,19 miliar,
mengalami penurunan sebesar 15,26% dibandingkan bulan sebelumnya (month-
on-month). Meskipun demikian, secara tahunan subsektor ini menunjukkan
pertumbuhan yang cukup kuat, dengan peningkatan sebesar 64,13% dibandingkan
periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year). Hal ini mencerminkan adanya
peningkatan permintaan global terhadap produk-produk elektronik, termasuk
perangkat yang berkaitan dengan infrastruktur telekomunikasi dan teknologi
digital.
3.3 Kesinambungan
Dalam upaya menjaga kesinambungan usaha, Perseroan berencana untuk
menambah kegiatan usaha baru di bidang Perdagangan Besar Peralatan
32
Page 45
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Telekomunikasi (KBLI 46523). Sebelumnya, Perseroan telah menjalankan kegiatan
usaha sebagai penyedia jasa infrastruktur di bidang teknologi informasi, yang
meliputi layanan Data Center Interconnect, Local Loop/Local Access, Collocation,
serta Managed Service.
Dengan pengalaman tersebut, Perseroan telah memiliki kapabilitas teknis, jaringan
pelanggan, serta pemahaman yang memadai terhadap kebutuhan infrastruktur
telekomunikasi. Penambahan kegiatan usaha baru ini diharapkan dapat
menciptakan sinergi dengan lini bisnis yang telah ada, khususnya dalam
mendukung penyediaan solusi konektivitas yang lebih terintegrasi.
Dengan memasuki kegiatan usaha ini, Perseroan diharapkan dapat memperluas
portofolio layanan dari yang sebelumnya berfokus pada jasa infrastruktur menjadi
mencakup penyediaan perangkat dan solusi jaringan secara end-to-end. Langkah
ini akan memperkuat posisi Perseroan dalam ekosistem industri telekomunikasi,
meningkatkan daya saing, serta menciptakan kesinambungan usaha yang lebih
berkelanjutan di masa mendatang.
3.4 Potensi Pasar
Berdasarkan data sebaran operasional dari total 300 perusahaan ISP di Indonesia
pada tahun 2025, terlihat konsentrasi pasar yang sangat kuat di wilayah Pulau Jawa.
Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah ISP terbanyak, yaitu mencapai 69 ISP
(23,00%), disusul oleh DKI Jakarta dan Jawa Timur yang masing-masing memiliki 47
ISP (15,67%). Wilayah Jawa lainnya seperti Jawa Tengah menyumbang 27 ISP (9,00%),
Banten 18 ISP (6,00%), dan DIY 7 ISP (2,33%). Secara kumulatif, Pulau Jawa
mendominasi sekitar 71,67% dari total populasi ISP nasional.
Di luar Pulau Jawa, wilayah Sumatera menunjukkan aktivitas yang cukup signifikan
dengan sebaran di beberapa provinsi seperti Riau (12 ISP/4,00%) dan Lampung (9
ISP/3,00%). Sementara itu, untuk wilayah Indonesia Tengah dan Timur, Sulawesi
Selatan mencatatkan 7 ISP (2,33%) dan Kalimantan Timur memiliki 4 ISP (1,33%).
Provinsi-provinsi lain di wilayah Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua umumnya
memiliki jumlah ISP yang lebih terbatas, dengan kisaran antara 1 hingga 2 ISP saja.
Data ini mengonfirmasi bahwa peluang ekspansi dan kebutuhan perangkat
infrastruktur masih sangat terpusat di kota-kota besar di Jawa, sekaligus
menunjukkan potensi pasar yang masih luas di wilayah luar Jawa yang jumlah
penyedia layanannya masih minim.
33
Page 46
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Gambar 16 Sebaran Perusahaan ISP di Indonesia, 2025
Sumber: APJII
Berdasarkan jenis produk koneksi broadband yang ditawarkan oleh perusahaan ISP,
layanan fixed broadband internet merupakan produk yang paling dominan dengan
porsi sebesar 78,00%. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas ISP di Indonesia
berfokus pada penyediaan layanan internet berbasis jaringan tetap, seperti fiber
optik (FTTH), yang menawarkan koneksi yang lebih stabil dan berkapasitas tinggi.
Sementara itu, layanan berbasis satelit ( satellite broadband) dan wireless access
(frekuensi publik non-lisensi) masing-masing memiliki porsi sebesar 6,33%. Hal ini
mencerminkan peran layanan alternatif dalam menjangkau wilayah yang belum
terlayani jaringan kabel, terutama di daerah terpencil.
Di sisi lain, layanan fixed wireless access (frekuensi khusus berlisensi) dan mobile
broadband memiliki porsi yang relatif lebih kecil, masing-masing sebesar 4,34%.
Meskipun demikian, kedua jenis layanan ini tetap memiliki peran penting dalam
melengkapi ekosistem konektivitas, khususnya dalam menyediakan fleksibilitas
akses internet di berbagai kondisi geografis.
Secara keseluruhan, struktur produk broadband ini menunjukkan bahwa layanan
berbasis fixed broadband masih menjadi tulang punggung konektivitas di
Indonesia, namun terdapat peluang pertumbuhan pada layanan berbasis nirkabel
seperti FWA dalam mendukung perluasan akses internet di wilayah yang belum
terjangkau infrastruktur fiber.
34
Page 47
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Gambar 17 Produk Koneksi Broadband Unggulan Perusahaan ISP
90,00% 78,00%
80,00%
70,00%
60,00%
50,00%
40,00%
30,00%
20,00%
6,33% 6,33% 4,34% 4,34%
10,00%
0,00%
Fixed Broadband Satellite Broadband Wireless Access Fixed Wireless Mobile Broadband
Internet (Frequency Public- Access (Frekuensi
non licensed) Khusus- Licenses)
Sumber: APJII
Sektor penyedia layanan internet masih menghadapi berbagai tantangan
operasional yang signifikan, di mana kendala Infrastruktur menjadi hambatan
utama yang meningkat dari 29,50% menjadi 34,44%. Selain itu, aspek Pendanaan
dan Regulasi Pemerintah/Pemerintah Daerah tetap menjadi isu krusial yang
masing-masing mengalami kenaikan menjadi 21,33% dan 19,58%. Di sisi lain,
tantangan terkait Sumber Daya Manusia (SDM) justru menunjukkan penurunan dari
17,15% ke 11,19%, serupa dengan beban Pajak & PNBP yang juga menyusut menjadi
5,07%. Sementara itu, beban Hutang Perusahaan tercatat mengalami kenaikan tipis
menjadi 6,29%, diikuti oleh kendala Lainnya sebesar 2,10%. Secara keseluruhan,
peningkatan hambatan pada sektor infrastruktur dan regulasi menunjukkan bahwa
percepatan perluasan jaringan masih sangat bergantung pada kemudahan izin serta
ketersediaan fasilitas fisik di lapangan.
Secara keseluruhan, sektor penyedia layanan internet di Indonesia masih
menghadapi tantangan utama pada aspek infrastruktur dan regulasi, yang
menunjukkan bahwa percepatan pengembangan jaringan sangat bergantung pada
ketersediaan fasilitas fisik serta kemudahan perizinan. Kondisi ini sekaligus
membuka peluang bagi pelaku usaha dalam rantai pasok telekomunikasi, termasuk
distribusi perangkat, untuk mendukung kebutuhan ekspansi infrastruktur yang
terus meningkat.
Dalam aspek infrastruktur perangkat keras, Mikrotik tampil sebagai merek router
yang paling mendominasi pasar ISP dengan tingkat penggunaan mencapai 53,00%,
yang menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap keandalan perangkat tersebut
untuk skala operasional penyedia layanan. Di posisi kedua, merek Huawei dan
kategori Lainnya berbagi persentase yang sama sebesar 13,00%, disusul oleh TP-
Link yang digunakan oleh 8,33% perusahaan. Sementara itu, merek-merek lain
seperti Xiaomi (4,33%), Asus (3,00%), dan Prolink (2,67%) memiliki pangsa pasar
yang lebih kecil, diikuti oleh penggunaan terbatas pada perangkat Totolink (1,34%),
D-Link (1,00%), serta Netgear (0,33%). Data ini menegaskan dominasi mutlak
35
Page 48
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Mikrotik sebagai standar utama dalam ekosistem perangkat router bagi para pelaku
industri ISP di Indonesia.
Gambar 18 Tantangan Selama Tahun 2024 yang Belum Teratasi Perusahaan ISP
Sumber: APJII
Gambar 19 Brand Router yang Digunakan Perusahaan ISP
Sumber: APJII
Secara keseluruhan, dominasi penggunaan perangkat router oleh merek tertentu,
khususnya Mikrotik, menunjukkan adanya standar preferensi teknologi di industri
ISP. Hal ini mencerminkan bahwa pasar perangkat telekomunikasi memiliki pola
permintaan yang relatif terarah, sehingga memberikan peluang bagi Perseroan
untuk fokus pada penyediaan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi
utama pelaku industri.
3.5 Sasaran
Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya di bidang Perdagangan Besar Peralatan
Telekomunikasi (KBLI 46523), Perseroan menargetkan beberapa segmen pasar
utama yang meliputi operator telekomunikasi sebagai pengguna utama perangkat
36
Page 49
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Radio Access Network (RAN) dan backbone jaringan, Internet Service Provider (ISP)
sebagai pengguna utama perangkat Fiber to the Home (FTTH) dan Customer
Premises Equipment (CPE), serta penyedia layanan Fixed Wireless Access (FWA) yang
membutuhkan integrasi perangkat CPE. Selain itu, Perseroan juga menyasar instansi
pemerintah dan sektor publik dalam rangka mendukung digitalisasi layanan, serta
segmen korporasi dan kawasan properti, termasuk pengembang perumahan dan
kawasan industri.
3.6 Potensi Nilai Pasar
Perseroan diproyeksikan mencatatkan tambahan laba bersih dari penambahan
kegiatan usaha baru sebesar Rp4,66 miliar pada tahun 2026, Rp9,23 miliar pada
tahun 2027, Rp11,67 miliar pada tahun 2028, Rp14,60 miliar pada tahun 2029, dan
terus naik hingga Rp15,72 miliar pada tahun 2030.
3.7 Pesaing Usaha
Dalam hal pesaing dan persaingan, penting untuk terus memantau perkembangan
dan strategi perusahaan sektor serupa di pasar modal. Saat ini, beberapa pesaing
yang terdaftar dalam bursa efek dan memiliki bidang usaha yang sama dengan
Perseroan adalah sebagai berikut.
Tabel 9 Perusahaan Pesaing dengan Produk Serupa
No. Kode Nama Perusahaan Alamat
1 ISAT.JK PT Indosat Tbk Jl. Medan Merdeka Barat No. 21, Jakarta
Pusat 10110, Indonesia
2 EXCL.JK PT XLSMART Telecom XL Axiata Tower, Jl. H.R. Rasuna Said X-5
Sejahtera Tbk Kav. 11–12, Kuningan Timur, Setiabudi,
Jakarta Selatan 12950, Indonesia
3 TLKM.JK PT Telkom Indonesia Telkom Landmark Tower, Jl. Jend. Gatot
(Persero) Tbk Subroto Kav. 52, Jakarta Selatan, Indonesia
(operational HQ)
4 BALI.JK PT Bali Towerindo Sentra Centennial Tower Lantai 26 Unit D, Jl. Jend.
Tbk Gatot Subroto Kav. 24–25, Jakarta Selatan,
Indonesia
5 CENT.JK PT Centratama Wisma 46 – Kota BNI, Jl. Jend. Sudirman
Telekomunikasi Indonesia Kav. 1, Jakarta Pusat, Indonesia
Tbk
6 KETR.JK PT Ketrosden Triasmitra Graha Sentraland, Jl. Jend. Sudirman Kav.
Tbk 52–53, Jakarta Selatan, Indonesia
7 MTDL.JK PT Metrodata Electronics APL Tower (Central Park), Jl. Letjen S.
Tbk Parman Kav. 28, Jakarta Barat, Indonesia
8 LINK.JK PT Link Net Tbk APL Tower Lantai 37, Jl. Letjen S. Parman
Kav. 28, Jakarta Barat, Indonesia
37
Page 50
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
No. Kode Nama Perusahaan Alamat
9 MORA.JK PT Mora Telematika Graha 9, Jl. Panjang No. 8A, Jakarta Barat,
Indonesia Tbk Indonesia
10 DATA.JK PT Remala Abadi Tbk Jl. KH. Hasyim Ashari No. 125, Jakarta
Pusat, Indonesia
3.8 Strategi Pemasaran
Aspek pasar dan strategi pemasaran dalam studi rancangan usaha menempati posisi
yang penting, karena sebagai titik tolak penilaian apakah suatu usaha akan dapat
berkembang, tetap seperti saat didirikan, atau bahkan cenderung akan mengalami
penurunan. Adapun strategi pemasaran yang dilakukan Perseroan mencakup
beberapa pendekatan utama, yaitu:
1. Menerapkan pendekatan business-to-business (B2B) dengan fokus pada
segmen operator telekomunikasi, ISP, serta korporasi;
2. Mengedepankan konsep solution-based selling, yaitu menawarkan paket solusi
terintegrasi yang mencakup perangkat, konfigurasi, hingga dukungan teknis;
3. Membangun kemitraan strategis dengan principal untuk memperoleh produk
yang kompetitif, dukungan teknologi, serta efisiensi harga;
4. Mengoptimalkan keunggulan rantai pasok dan distribusi, termasuk
ketersediaan stok, kecepatan pemenuhan pesanan, dan keandalan logistik;
5. Menyediakan layanan purna jual (after-sales support) guna meningkatkan
kepuasan dan loyalitas pelanggan; serta
6. Memperluas jangkauan pasar melalui partisipasi dalam proyek pengadaan,
kerja sama dengan mitra bisnis, dan pemanfaatan kanal pemasaran digital.
Dengan kombinasi strategi ini, Perseroan mampu menjalankan bisnisnya dengan
lebih dinamis dan berdaya saing tinggi, serta berpotensi untuk meraih proyek-
proyek yang signifikan dalam industri yang bersangkutan.
38
Page 51
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
4 KELAYAKAN TEKNIS
4.1 Kapasitas
Dalam menjalankan kegiatan usaha baru di bidang Perdagangan Besar Peralatan
Telekomunikasi (KBLI 46523), kapasitas operasional Perseroan difokuskan pada
peran sebagai distributor perangkat telekomunikasi yang mencakup dua ekosistem
utama, yaitu Fiber to the Home (FTTH) dan Fixed Wireless Access (FWA). Pada
ekosistem FTTH, Perseroan menyediakan berbagai perangkat utama seperti Optical
Line Terminal (OLT), Optical Network Terminal (ONT), serta perangkat jaringan
pendukung lainnya termasuk router dan switch. Sementara itu, pada ekosistem
FWA, Perseroan menyediakan perangkat Customer Premises Equipment (CPE)
berupa modem atau router yang digunakan di sisi pelanggan.
Dengan cakupan tersebut, kapasitas kegiatan operasional Perseroan tidak
mencakup proses manufaktur, melainkan berfokus pada fungsi pengadaan,
pengelolaan rantai pasok, penyimpanan, serta distribusi perangkat kepada
pelanggan. Selain itu, Perseroan juga didukung oleh kemampuan dalam
menyediakan solusi perangkat yang terintegrasi guna memenuhi kebutuhan
infrastruktur jaringan pelanggan.
4.2 Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya
Bahan Baku Mentah
Dalam rencana penambahan kegiatan usaha baru, Perseroan tidak memerlukan
bahan baku karena bukan merupakan perusahaan manufaktur atau sejenisnya.
Pekerja
Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan akan
mengoptimalkan tenaga kerja yang telah ada untuk memenuhi kebutuhan
manajemen dan sumber daya manusianya. Apabila diperlukan, Perseroan akan
melakukan penambahan personel melalui proses rekrutmen guna mendukung
pelaksanaan proyek-proyek yang akan datang. Berdasarkan informasi dari
manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2025, Perseroan memiliki 41
orang karyawan. Sementara itu, pada tahap awal, jumlah tenaga kerja yang
ditugaskan secara khusus untuk mendukung operasional kegiatan usaha baru
meliputi staff operasional sebanyak 4 orang, supervisor (SPV) sebanyak 2 orang,
dan manager sebanyak 1 orang.
39
Page 52
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Tenaga Ahli
Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan tidak memerlukan
tenaga ahli khusus, mengingat kegiatan usaha baru yang dijalankan berfokus pada
distribusi perangkat telekomunikasi, bukan pada kegiatan manufaktur maupun
instalasi teknis yang kompleks.
4.3 Proses Produksi dan/atau Operasional
Dalam menjalankan kegiatan usaha di bidang Perdagangan Besar Peralatan
Telekomunikasi (KBLI 46523), Perseroan menerapkan alur operasional yang
terstruktur guna memastikan kelancaran proses distribusi perangkat
telekomunikasi, dengan tahapan sebagai berikut.
Gambar 20 Alur Operasional Kegiatan Perseroan
Procurement Inbound Logistics Warehousing
Outbound After-Sales
Order Fulfillment
Logistics Support
Sumber: Manajemen Perseroan
1. Procurement (Pengadaan Barang)
Pada tahap ini, Perseroan melakukan pengadaan perangkat telekomunikasi dari
principal atau pemasok utama. Proses pengadaan dilakukan dengan
mempertimbangkan aspek harga, kualitas produk, serta ketersediaan barang
guna memastikan kontinuitas pasokan sesuai dengan kebutuhan pasar.
2. Inbound Logistics (Penerimaan dan Pengiriman ke Gudang)
Setelah proses pengadaan, barang dikirim dari pemasok menuju fasilitas
penyimpanan Perseroan. Pada tahap ini, Perseroan memastikan proses
pengiriman berjalan dengan baik melalui koordinasi dengan mitra logistik serta
pengawasan terhadap kondisi barang selama proses pengangkutan.
3. Warehousing (Penyimpanan)
Barang yang telah diterima kemudian disimpan sementara di gudang sebelum
didistribusikan kepada pelanggan. Perseroan menerapkan pengelolaan
persediaan yang terorganisir untuk menjaga kualitas produk, mengoptimalkan
ketersediaan stok, serta mendukung efisiensi distribusi.
40
Page 53
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
4. Order Fulfillment (Pemrosesan Pesanan)
Pada tahap ini, Perseroan menerima dan memproses pesanan dari pelanggan.
Proses ini mencakup verifikasi pesanan, penyiapan barang, hingga pengemasan
sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan pelanggan guna memastikan ketepatan
pengiriman.
5. Outbound Logistics (Distribusi ke Pelanggan)
Selanjutnya, barang didistribusikan kepada pelanggan akhir melalui jaringan
logistik yang dimiliki atau bekerja sama dengan pihak ketiga. Perseroan
memastikan ketepatan waktu dan keamanan pengiriman sebagai bagian dari
upaya menjaga kualitas layanan.
6. After-Sales Support (Layanan Purna Jual)
Setelah proses distribusi, Perseroan menyediakan dukungan teknis dan layanan
purna jual kepada pelanggan. Layanan ini mencakup bantuan instalasi,
penanganan keluhan, serta pemeliharaan perangkat guna memastikan kinerja
produk tetap optimal dan meningkatkan kepuasan pelanggan.
41
Page 54
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
5 KELAYAKAN POLA BISNIS
5.1 Keunggulan Kompetitif
Perseroan memiliki sejumlah keunggulan kompetitif yang menjadi landasan kuat
dalam menjalankan kegiatan usahanya, dalam hal penambahan kegiatan usaha
baru, keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan diantaranya adalah sebagai
berikut.
• Perseroan merupakan salah satu perusahaan terbuka (public company) yang
sahamnya diperdagangkan di pasar modal. Status ini memberikan berbagai
keuntungan strategis, antara lain meningkatkan transparansi dan akuntabilitas
dalam pengelolaan perusahaan, memperluas akses terhadap sumber
pendanaan, serta memperkuat citra dan kredibilitas di mata masyarakat,
investor, maupun pemangku kepentingan lainnya. Dengan menjadi perusahaan
terbuka, Perseroan juga memiliki peluang yang lebih besar untuk memperluas
jangkauan pasar, menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, serta memperoleh
sumber daya yang lebih baik guna mendukung pertumbuhan dan
pengembangan usaha secara berkelanjutan.
• Perseroan memiliki keunggulan melalui jejaring distribusi langsung dengan para
principal. Hubungan kerja sama yang terjalin secara langsung tersebut
memberikan kepastian harga (pricing), kejelasan waktu pengadaan (timeline),
serta jaminan layanan purna jual (after sales service) atas setiap produk yang
ditawarkan. Keunggulan ini menjadikan Perseroan lebih kompetitif
dibandingkan dengan perusahaan sejenis, karena mampu menghadirkan solusi
yang cepat, transparan, dan andal dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.
• Perseroan juga didukung oleh pengalaman manajemen yang kuat di industri
telekomunikasi dengan pengalaman lebih dari 18 tahun.
• Perseroan memiliki portofolio produk yang terintegrasi yang mencakup
ekosistem Fiber to the Home (FTTH) dan Fixed Wireless Access (FWA). Kombinasi
kedua teknologi tersebut memberikan keunggulan bagi Perseroan dalam
menangkap peluang pasar hybrid connectivity.
5.2 Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk
Kemungkinan pesaing dalam bidang usaha ini cukup besar, dimana risiko adanya
pesaing-pesaing baru yang mungkin meniru/mencontoh jasa yang diberikan oleh
Perseroan merupakan risiko yang melekat pada kegiatan bisnis Perseroan.
Kemampuan pesaing untuk meniru produk atau jasa memang tidak dapat dihindari,
sehingga membuat kegiatan usaha dalam bidang ini menjadi sangat kompetitif.
Upaya mitigasi yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya sebagai berikut.
42
Page 55
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
• Membuat metode pembayaran berjangka yang dapat dilakukan oleh pelanggan
(term of payment);
• Memberikan tarif yang kompetitif kepada calon customer (tarif tersebut sesuai
dengan fasilitas, lokasi dan kondisi aset);
• Menetapkan layanan purna jual yakni segala bentuk bantuan dan dukungan yang
diberikan kepada pelanggan setelah mereka melakukan pembelian;
• Memberikan layanan total solutions kepada calon customer;
• Melakukan inovasi produk dan layanan secara berkelanjutan; dan
• Memperkuat loyalitas konsumen terhadap produk dan layanan Perseroan.
5.3 Kemampuan untuk Menciptakan Nilai
Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan
nilai yang diantaranya:
1. Penambahan kegiatan usaha baru
Penambahan kegiatan usaha ini diharapkan dapat memperluas pangsa pasar,
menciptakan produk yang bernilai tambah, serta mendukung keberlanjutan
bisnis Perseroan dalam jangka panjang.
2. Menambah sumber pendapatan baru
Permintaan yang berkesinambungan dari pasar dapat dimanfaatkan oleh
Perseroan atas penambahan kegiatan usaha yang akan dijalankan sehingga
dapat menambah sumber pendapatan baru bagi Perseroan.
3. Meningkatkan kinerja keuangan Perseroan
Penjualan atas penambahan kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan akan
menghasilkan laba bagi Perseroan sehingga akan meningkatkan kinerja
keuangan Perseroan.
Ketiga hal di atas dapat memberikan kontribusi yang positif dan nilai tambah bagi
Perseroan. Rencana penambahan kegiatan usaha baru yang dilakukan Perseroan
akan meningkatkan kinerja keuangan Perseroan dan memberikan nilai tambah
investasi bagi para pemegang saham Perseroan.
43
Page 56
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
6 KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN
6.1 Ketersediaan Tenaga Kerja
Sumber daya manusia yang berkualitas baik dan memiliki pengetahuan serta
keterampilan yang cakap merupakan modal penting bagi Perseroan. Strategi dan
tujuan jangka panjang yang akan dicapai oleh Perseroan juga bergantung kepada
kemampuan mendayagunakan sumber daya manusia yang dimiliki. Berdasarkan
informasi dari manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2025, Perseroan
memiliki 41 orang karyawan. Sementara itu, pada tahap awal, jumlah tenaga kerja
yang ditugaskan secara khusus untuk mendukung operasional kegiatan usaha baru
meliputi staff operasional sebanyak 4 orang, supervisor (SPV) sebanyak 2 orang,
dan manager sebanyak 1 orang.
Dalam rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan akan mengoptimalkan
tenaga kerja yang telah ada untuk memenuhi kebutuhan manajemen dan sumber
daya manusianya. Apabila diperlukan, Perseroan akan melakukan penambahan
personel melalui proses rekrutmen guna mendukung pelaksanaan proyek-proyek
yang akan datang.
6.2 Manajemen Kekayaan Intelektual
Menurut UU yang telah disahkan oleh DPR-RI pada tanggal 21 Maret 1997, Hak Atas
Kekayaan Intelektual adalah hak-hak secara hukum yang berhubungan dengan
permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang atau beberapa orang yang
berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial
(commercial reputation) dan tindakan/jasa dalam bidang komersial (goodwill).
Terkait Hak Atas Kekayaan Intelektual, sampai dengan laporan ini diterbitkan,
Perseroan belum memiliki Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) yang didaftarkan
terkait dengan penambahan kegiatan usaha baru.
6.3 Manajemen Risiko
Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya, Perseroan mungkin menghadapi
beberapa risiko yang dapat memengaruhi kinerja usahanya. Risiko utama yang
mungkin dihadapi Perseroan adalah sebagai berikut.
1) Risiko Keterlambatan Pasokan (Supply Delay) dari Principal
Keterlambatan pasokan perangkat dari principal berpotensi menghambat
proses pemenuhan pesanan pelanggan serta mempengaruhi tingkat layanan
Perseroan. Untuk memitigasi risiko tersebut, Perseroan menerapkan strategi
44
Page 57
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
diversifikasi pemasok (multi-principal strategy) guna mengurangi
ketergantungan pada satu sumber serta menjaga kesinambungan pasokan.
2) Risiko Kerusakan Barang dalam Proses Logistik
Dalam proses distribusi, terdapat risiko kerusakan barang baik pada saat
pengiriman dari pemasok maupun kepada pelanggan akhir. Risiko ini dapat
menimbulkan kerugian finansial serta menurunkan kepuasan pelanggan.
Sebagai langkah mitigasi, Perseroan menggunakan asuransi pengiriman serta
bekerja sama dengan mitra logistik yang memiliki standar layanan yang baik.
3) Risiko Ketidaksesuaian Spesifikasi Produk dengan Kebutuhan Pelanggan
Ketidaksesuaian antara spesifikasi produk dengan kebutuhan pelanggan dapat
menyebabkan ketidakpuasan, potensi pengembalian barang, serta
terganggunya hubungan bisnis. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Perseroan
menerapkan quality control pada saat penerimaan barang serta memperkuat
fungsi teknis dalam proses pre-sales guna memastikan kesesuaian produk
sebelum dilakukan transaksi.
4) Risiko Ketergantungan terhadap Vendor Tertentu
Ketergantungan pada vendor tertentu dapat membatasi fleksibilitas Perseroan
dalam pengadaan produk serta mempengaruhi daya tawar dalam hal harga dan
ketersediaan barang. Dalam rangka mitigasi, Perseroan melakukan diversifikasi
vendor serta memperkuat kapabilitas teknis dan layanan after-sales guna
menjaga kualitas layanan dan kesinambungan operasional.
6.4 Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Berdasarkan keunggulan kompetitif yang dimiliki, Perseroan menunjukkan
kapasitas dan kemampuan manajemen yang kuat dalam mengembangkan kegiatan
usaha baru. Status Perseroan sebagai perusahaan terbuka mencerminkan
transparansi, akuntabilitas, serta akses yang luas terhadap pendanaan dan jaringan
strategis, yang menjadi modal penting dalam mendukung ekspansi usaha. Selain
itu, Perseroan memiliki manajemen yang memiliki pengalaman lebih dari 18 tahun
di industri telekomunikasi dan memiliki pemahaman yang mendalam terhadap
dinamika industri, perkembangan teknologi, serta kebutuhan pelanggan.
Manajemen Perseroan juga memiliki kemampuan dalam membangun jejaring
distribusi langsung dengan para principal. Hubungan kerja sama yang terjalin
langsung ini mencerminkan kapasitas manajemen dalam menjalin dan
mempertahankan kemitraan strategis yang berkontribusi terhadap kepastian harga,
efisiensi waktu pengadaan, serta jaminan layanan purna jual atas setiap produk
45
Page 58
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
yang ditawarkan. Dengan pengalaman dan rekam jejak tersebut, manajemen
Perseroan dinilai memiliki kemampuan yang memadai untuk mengelola dan
mengembangkan kegiatan usaha baru di bidang Perdagangan Besar Peralatan
Telekomunikasi (KBLI 46523).
6.5 Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen
Dalam menganalisis kesesuaian struktur organisasi dan manajemen, penting untuk
memahami bagaimana struktur organisasi yang ada mendukung pencapaian dari
Penambahan Kegiatan Usaha baru. Berkaitan dengan rencana penambahan kegiatan
usaha baru ini, Perseroan tidak melakukan perubahan/penambahan terhadap
struktur organisasi.
Gambar 21 Struktur Organisasi Perseroan
RUPS Dewan
Komisaris
Komite Komite
Direktur Utama Audit
Nominasi dan
Remunerasi
Sekretaris Audit
Perusahaan Internal
Direktur Direktur Direktur
Division Division
Finance & Division
Product
Accounting Brand & Marketing
Development and
Partnership
Division Division Division
Tax & Internal Operation and Corporate Planning
Audit Customer Service
Division
Division
Human Resources
Sales & Growth
& People
Development
Sumber: Manajemen Perseroan
46
Page 59
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
7 KELAYAKAN KEUANGAN
Aspek keuangan adalah salah satu aspek yang dikaji dalam studi kelayakan. Kajian
ini menganalisis besaran investasi dan pendapatan pertahunnya sehingga
didapatkan suatu kesimpulan apakah suatu proyek/rencana layak dilaksanakan
ataupun tidak.
Dalam studi kelayakan ini, Penilai mengkaji beberapa hal berikut: kebutuhan
investasi, proyeksi keuangan, penentuan tingkat diskonto (discount rate), kelayakan
investasi, dan analisis sensitivitas.
7.1 Biaya Pendirian (Start Up Costs)
Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan tidak
memerlukan biaya pendirian maupun biaya investasi (capex), sehingga Perseroan
akan melakukan pendanaan yang bersumber dari kas yang tersedia.
7.2 Modal Kerja
Asumsi modal kerja yang diperlukan adalah sebagai berikut:
Perputaran persediaan : 30 hari
Perputaran piutang usaha : 30 hari
Perputaran utang usaha : 30 hari
Proyeksi Modal Kerja tahun 2026—2030 adalah sebagai berikut.
Tabel 10 Modal Kerja (Rp.000)
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
PERHITUNGAN MODAL KERJA
Aset Lancar 9.693.493 19.386.986 22.928.989 27.118.115 28.972.090
Hutang Lancar (4.819.830) (9.273.597) (10.668.700) (12.617.872) (13.381.514)
Modal Kerja 4.873.663 10.113.389 12.260.289 14.500.243 15.590.576
Perubahan Modal Kerja 4.873.663 5.239.726 2.146.900 2.239.955 1.090.333
Sumber: Proyeksi Keuangan
Berdasarkan proyeksi keuangan atas adanya penambahan KBLI baru, modal kerja
yang dibutuhkan pada tahun 2025 sampai dengan tahun 2030 berturut-turut
adalah sebesar Rp4,87 miliar, Rp10,11 miliar, Rp12,26 miliar, Rp14,50 miliar, dan
Rp15,59 miliar.
7.3 Sumber Pembiayaan
Sumber pembiayaan investasi terkait rencana Penambahan Kegiatan Usaha
seluruhnya berasal dari kas Perseroan yang tersedia.
47
Page 60
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
7.4 Biaya Operasional
Biaya operasional pada tahun 2026—2030 diproyeksikan seperti tabel dibawah ini:
Tabel 11 Proyeksi Biaya Operasional (Rp.000)
2026 2027 2028 2029 2030
Uraian
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
Tenaga Kerja 402.000 914.550 958.100 1.001.650 1.045.200
Beban Umum dan Administrasi 3.187.500 6.375.000 6.693.750 7.028.438 7.379.859
TOTAL 3.589.500 7.289.550 7.651.850 8.030.088 8.425.059
Sumber: Proyeksi Keuangan
Pada tahun 2026, beban operasional Perseroan diproyeksikan sebesar Rp3,59
miliar. Beban ini meningkat setiap tahunnya, mencapai Rp8,43 miliar pada tahun
2030.
7.5 Biaya Bahan Baku Mentah
Perseroan tidak membutuhkan bahan baku mentah karena akan mengimpor
finished product dari manufaktur pihak ketiga dan/atau pihak berelasi, maka tidak
terdapat biaya untuk bahan baku mentah.
7.6 Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan
Berikut ini merupakan asumsi-asumsi yang digunakan dalam studi kelayakan.
Waktu Operasional
Periode proyeksi dimulai pada tahun 2026 hingga akhir tahun 2030. Jumlah hari
operasional diasumsikan selama 132 hari pada tahun 2026, selanjutnya selama 264
hari dalam setahun dan diasumsikan tetap selama masa proyeksi.
Struktur Pendapatan dan Biaya
Pendapatan untuk tahun-tahun proyeksi diasumsikan sebagai berikut.
Tabel 12 Struktur Pendapatan
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
REVENUE
CPE (Customer Premises 100% 18% 18% 7%
Equipment)
- Unit 75.000 150.000 177.405 209.817 224.161
- Harga per unit (Rp/unit) 850.000 850.000 850.000 850.000 850.000
- Nominal 63.750.000.000 127.500.000.000 150.794.250.000 178.344.359.475 190.537.168.851
Sumber: Proyeksi Keuangan
48
Page 61
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Struktur Biaya
a. Beban Pokok Pendapatan (Cost of Good Sold)
Beban pokok penjualan terdiri dari biaya untuk CPE (Customer Premises
Equipment) yang diasumsikan sama selama tahun-tahun proyeksi dengan
rincian sebagai berikut:
Tabel 13 Asumsi Beban Pokok Penjualan
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
Cost of Good Sold
CPE (Customer Premises 54.187.500.000 108.375.000.000 128.175.112.500 151.592.705.554 161.956.593.523
Equipment (Rp)
Gross Profit (Rp) 9.562.500.000 19.125.000.000 22.619.137.500 26.751.653.921 28.580.575.328
Sumber: Proyeksi Keuangan
b. Beban Usaha
Beban usaha terdiri dari beban tenaga kerja dan beban administrasi & umum
dengan rincian sebagai berikut.
Tabel 14 Asumsi Beban Usaha
2026 2027 2028 2029 2030
Uraian
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
Beban Tenaga Kerja
(Manpower)
Increment Salary Cost 5% 5% 5% 5%
Effective Month 6 13 13 13 13
Staff (Rp7,00 Juta) 4 4 4 4 4
SPV (Rp12,00 Juta) 2 2 2 2 2
Manager (Rp15,00 Juta) 1 1 1 1 1
Salary/Manpower 402.000.000 914.550.000 958.100.000 1.001.650.000 1.045.200.000
Allocation (Rp)
Beban Administrasi &
Umum (Rp)
Beban Administrasi & 5,00% 5,00%
umum (To Sales)
Growth 5,00% 5,00% 5,00%
Sumber: Proyeksi Keuangan
Beban Bunga Bank
Beban bunga bank terdiri dari hutang bank KI dan hutang bank KMK yang masing-
masing sebesar 8,59% dan 8,22%.
49
Page 62
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Tarif Pajak
Pajak penghasilan badan (PPh Badan) diproyeksikan sebesar 22,00% dan
diasumsikan tetap selama masa proyeksi.
7.7 Proyeksi Posisi Keuangan
Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan pada tahun 2026—2030 ditunjukkan pada tabel
berikut ini.
Tabel 15 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000)
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
ASET
Aset Lancar 14.478.770 28.164.188 41.233.775 57.785.769 74.270.713
Aset Tidak Lancar - - - - -
TOTAL ASET 14.478.770 28.164.188 41.233.775 57.785.769 74.270.713
LIABILITAS & EKUITAS
Liabilitas Jangka Pendek 4.819.830 9.273.597 10.668.700 12.617.872 13.381.514
Liabilitas Jangka Panjang - - - - -
Total Liabilitas 4.819.830 9.273.597 10.668.700 12.617.872 13.381.514
Ekuitas 9.658.940 18.890.591 30.565.075 45.167.897 60.889.200
TOTAL LIABILITAS & EKUITAS 14.478.770 28.164.188 41.233.775 57.785.769 74.270.713
Sumber: Proyeksi Keuangan
Selama tahun 2026—2030, total aset diproyeksikan mengalami kenaikan atas
adanya penambahan kegiatan usaha baru. Pada tahun 2026, total aset yang
dikontribusikan atas adanya penambahan kegiatan usaha baru diproyeksikan
sebesar Rp14,48 miliar hingga menjadi sebesar Rp74,27 miliar pada tahun 2030.
Pada tahun 2026—2030 total liabilitas juga diproyeksikan mengalami kenaikan.
Pada tahun 2026 total liabilitas Perseroan diproyeksikan sebesar Rp4,82 miliar
hingga menjadi sebesar Rp13,38 miliar pada tahun 2030. Total ekuitas juga
diproyeksikan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Pada tahun 2026, total ekuitas
diproyeksikan sebesar Rp9,66 miliar hingga menjadi sebesar Rp60,89 miliar pada
tahun 2030.
7.8 Proyeksi Laba (Rugi)
Proyeksi Laba Rugi Perseroan tahun 2026—2030 ditunjukkan pada tabel berikut.
50
Page 63
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Tabel 16 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000)
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
Penjualan 63.750.000 127.500.000 150.794.250 178.344.359 190.537.169
Beban Pokok Penjualan (54.187.500) (108.375.000) (128.175.113) (151.592.706) (161.956.594)
Laba (Rugi) Kotor 9.562.500 19.125.000 22.619.138 26.751.654 28.580.575
Beban Usaha (3.589.500) (7.289.550) (7.651.850) (8.030.088) (8.425.059)
Laba (Rugi) Usaha - EBITDA 5.973.000 11.835.450 14.967.288 18.721.566 20.155.516
Beban Penyusutan & - - - - -
Amortisasi
Pendapatan (Beban) Lain - - - - -
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 5.973.000 11.835.450 14.967.288 18.721.566 20.155.516
Pajak Final (1.314.060) (2.603.799) (3.292.803) (4.118.745) (4.434.214)
Laba (Rugi) Bersih 4.658.940 9.231.651 11.674.484 14.602.822 15.721.302
Sumber: Proyeksi Keuangan
Selama tahun 2026—2030, total penjualan diproyeksikan mengalami kenaikan.
Pada tahun 2026, total penjualan diproyeksikan sebesar Rp63,75 miliar yang
kemudian mengalami kenaikan hingga menjadi sebesar Rp190,54 miliar pada tahun
2030.
Setelah diakumulasi dengan beban pokok penjualan, beban usaha, beban lainnya,
dan pajak final, Perseroan diproyeksikan mencatatkan tambahan laba bersih dari
penambahan kegiatan usaha baru sebesar Rp4,66 miliar pada tahun 2026, Rp9,23
miliar pada tahun 2027, Rp11,67 miliar pada tahun 2028, Rp14,60 miliar pada
tahun 2029, dan terus naik hingga Rp15,72 miliar pada tahun 2030.
7.9 Proyeksi Arus Kas
Proyeksi Arus Kas Perseroan tahun 2026—2030 ditunjukkan pada tabel berikut ini:
Tabel 17 Proyeksi Arus Kas (Rp.000)
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Usaha 58.510.274 117.020.548 138.400.202 163.685.919 174.876.580
Penerimaan Piutang - 5.239.726 10.479.452 12.394.048 14.658.441
Penerimaan dari Pendapatan - - - - -
Lain-lain
Pembayaran Kepada Supplier (53.821.437) (108.375.000) (128.407.416) (151.568.268) (162.044.778)
Penerimaan dari (pembayaran - - - - -
untuk) operasi lainnya
Biaya Operasional (3.589.500) (7.289.550) (7.651.850) (8.030.088) (8.425.059)
Pajak Final (1.314.060) (2.603.799) (3.292.803) (4.118.745) (4.434.214)
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI (214.723) 3.991.925 9.527.585 12.362.867 14.630.970
(UNTUK) AKTIVITAS OPERASI
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
INVESTASI
51
Page 64
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
2026 2027 2028 2029 2030
Keterangan
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
Capital Expenditures, CAPEX - - - - -
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI - - - - -
(UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Modal Sendiri - MK 5.000.000 - - - -
Pembayaran Hutang Pemegang - - - - -
Saham
Biaya Provisi - - - - -
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI
(UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN 5.000.000 - - - -
KENAIKAN (PENURUNAN) KAS 4.785.277 3.991.925 9.527.585 12.362.867 14.630.970
KAS AWAL TAHUN 0 4.785.277 8.777.202 18.304.787 30.667.654
KAS AKHIR TAHUN 4.785.277 8.777.202 18.304.787 30.667.654 45.298.623
Sumber: Proyeksi Keuangan
Arus kas atas adanya penambahan kegiatan usaha baru diproyeksikan terus
meningkat. Kas dan setara kas pada awal periode tahun 2026 adalah nihil yang
kemudian pada akhir periode proyeksi tahun 2030 menjadi sebesar Rp45,30 miliar.
7.10 Analisis Titik Impas
Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak
memperoleh laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha
dikatakan impas jika jumlah pendapatan ( revenue) sama dengan jumlah biaya, atau
apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja.
BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:
Total Biaya Tetap
BEP =
(1- (Total Biaya Variabel))
Penjualan
Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh BEP dalam Rupiah untuk
masing-masing periode selama masa proyeksi. Nilai BEP dalam rupiah
mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan
BEP untuk Rupiah pada proyeksi Dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha
adalah sebagai berikut.
Tabel 18 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000)
Tahun Pendapatan Variable Cost Fixed Cost BEP
2026 63.750.000 54.187.500 3.589.500 23.930.000
2027 127.500.000 108.375.000 7.289.550 48.597.000
2028 150.794.250 128.175.113 7.651.850 51.012.333
52
Page 65
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Tahun Pendapatan Variable Cost Fixed Cost BEP
2029 178.344.359 151.592.706 8.030.088 53.533.917
2030 190.537.169 161.956.594 8.425.059 56.167.063
BEP Rata-rata 46.648.063
BEP Rata-rata (%) 33,80%
Sumber: Proyeksi Keuangan
Dari hasil perhitungan BEP, apabila Perseroan ingin mencatatkan keuntungan, maka
Perseroan harus mencatatkan pendapatan di tahun 2026 sebesar Rp23,93 miliar,
tahun 2027 sebesar Rp48,60 miliar, tahun 2028 sebesar Rp51,01 miliar, tahun 2029
sebesar Rp53,53 miliar, dan tahun 2030 sebesar Rp56,17 miliar. Sehingga rata-rata
BEP Perseroan atas penambahan kegiatan usaha baru selama periode proyeksi
adalah sebesar Rp46,65 miliar.
7.11 Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas
Analisis likuiditas adalah analisis keuangan yang dilakukan dengan menghitung
rasio likuiditas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi
kewajiban keuangan jangka pendek dengan menggunakan aset lancar.
Tabel 19 Analisis Likuiditas
Working Capital to
Tahun Current Ratio Quick Ratio
Total Assets Ratio
2026 300,40% 207,99% 66,71%
2027 303,70% 207,65% 67,07%
2028 386,49% 287,75% 74,13%
2029 457,97% 359,22% 78,16%
2030 555,02% 455,55% 81,98%
Average 400,72% 303,63% 73,61%
Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa adanya peningkatan dari rasio likuiditas
setelah adanya penambahan kegiatan usaha.
Analisis solvabilitas adalah rasio yang berfungsi menilai kemampuan perusahaan
dalam melunasi semua kewajibannya, baik dalam jangka pendek, maupun jangka
Panjang dengan jaminan aset atau kekayaan yang dimiliki perusahaan.
Tabel 20 Analisis Solvabilitas
Tahun Debt to Equity Ratio Debt to Assets Ratio
2026 49,90% 33,29%
2027 49,09% 32,93%
2028 34,90% 25,87%
2029 27,94% 21,84%
53
Page 66
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Tahun Debt to Equity Ratio Debt to Assets Ratio
2030 21,98% 18,02%
Average 36,76% 26,39%
Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa adanya penurunan dari rasio solvabilitas,
hal ini dikarenakan adanya penyelesaian kewajiban setelah adanya penambahan
kegiatan usaha.
Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan
dalam usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait
penjualan. Jenis-jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa
besar laba atau keuntungan yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai
gambaran bagaimana Perseroan mendapatkan laba atas penambahan kegiatan
usaha barunya terdapat pada tabel berikut ini.
Tabel 21 Analisis Profitabilitas
Gross Profit Operating
Tahun Net Profit Margin
Margin Profit Margin
2026 15,00% 9,37% 7,31%
2027 15,00% 9,28% 7,24%
2028 15,00% 9,93% 7,74%
2029 15,00% 10,50% 8,19%
2030 15,00% 10,58% 8,25%
Average 15,00% 9,93% 7,75%
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa dari penambahan kegiatan usaha baru
memberikan dampak positif yang signifikan pada rasio profitabilitas, dimana
selama tahun-tahun proyeksi rata-rata operating profit margin dan net profit
margin masing-masing sebesar 9,93% dan 7,75%.
7.12 Tingkat Imbal Balik Investasi
Return on Investment (ROI) adalah rasio yang menunjukkan hasil dari jumlah aktiva
yang digunakan dalam perusahaan atau suatu ukuran tentang efisiensi manajemen.
Rasio ini menunjukkan hasil dari seluruh aktiva yang dikendalikan dengan
mengabaikan sumber pendanaan. Dengan ROI, Perseroan dapat mengetahui
seberapa efisien perusahaan guna memanfaatkan aktiva untuk kegiatan operasional
dan dapat memberikan informasi ukuran profitabilitas Perseroan.
Berikut adalah ROI yang diproyeksikan atas Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan:
54
Page 67
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Tabel 22 Return on Investment
Laba Bersih Total Investasi
Tahun ROI
(Rp.000) (Rp.000)
2026 4.658.940 14.478.770 32,18%
2027 9.231.651 28.164.188 32,78%
2028 11.674.484 41.233.775 28,31%
2029 14.602.822 57.785.769 25,27%
2030 15.721.302 74.270.713 21,17%
Average 27,94%
Rasio ROI Perseroan pada tahun 2026—2030 diproyeksikan akan meningkat setiap
tahunnya seiring dengan peningkatan laba bersih dan total investasi Perseroan.
Perseroan diproyeksikan mencatatkan rata-rata ROI sebesar 27,94%.
7.13 Penetapan Tingkat Diskonto
Faktor diskonto yang digunakan adalah Weighted Average Cost of Capital yang
dihitung dengan rumus sebagai berikut:
WACC = (Kd*(1-t)* % Debt) + (Ke* % Equity)
Keterangan:
WACC = Weighted average cost of capital (tingkat biaya tertimbang atas
modal)
Kd Cost of debt (tingkat bunga hutang perusahaan)
Ke = The required rate of return (biaya ekuitas)
T = Tax rate (tarif pajak)
% Debt = Proportion of Debt in the Capital structure (proporsi hutang dalam
struktur kapital)
% Equity = Proportion of Equity in the Capital structure (proporsi ekuitas dalam
struktur kapital)
Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto yang
akan digunakan dalam Penilaian.
Cost of Debt (tingkat biaya hutang)
Tingkat biaya hutang (cost of debt) diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
faktor sebagai berikut:
• Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif atas dana pinjaman investasi
yang akan digunakan yaitu sebesar 8,59%.
• Tingkat pajak yang digunakan adalah sebesar 22,00% berdasarkan tingkat pajak
korporasi di Indonesia (Undang-undang Nomor 1 Tahun 2020 - PPh Badan).
55
Page 68
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Dengan pertimbangan faktor-faktor tersebut, maka tingkat biaya hutang (cost of
debt) yang diaplikasikan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:
Kd = i x ((1-T)
Kd = 8,59% x (1-22,00%) = 6,70%
Cost of Equity (biaya modal untuk ekuitas)
Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan Model CAPM
(Capital Asset Pricing Model). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah
bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari
sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut:
Ke = Rf + (Rm – Rf) β + Rs
Ke = Rf + (Rp x β) + Rs
Keterangan:
Rf = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
Rm = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
Rp = market risk premium untuk pasar ekuitas secara keseluruhan
β = ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan
pengembalian portofolio pasar
Rs = tingkat kembalian tambahan spesifik untuk Perusahaan
Tingkat biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
faktor sebagai berikut:
Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang
dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia,
instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Surat Utang Negara
(most active government bond).
Dalam penilaian Perseroan digunakan Surat Utang Negara dengan rata-rata yield
adalah sebesar 6,51%. Angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian
bebas risiko (Rf).
Tabel 23 Surat Utang Negara
Bond Maturity Yield
FR0108 15-Jul-36 6,1097%
FR0106 15-Aug-40 6,4290%
FR0107 15-Aug-45 6,5390%
FR0102 15-Jul-54 6,7094%
56
Page 69
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Bond Maturity Yield
FR0105 15-Jul-64 6,7535%
Rata-rata 6,5081%
Sumber: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan RI,
16 Desember 2025
Rp (Market Risk Premium - MRP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas
risiko dengan tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas.
Premi risiko pasar (Rm-Rf) atau MRP ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi
pasar modal Indonesia sebagai pasar modal yang emerging.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan Aswath Damodaran per Januari 2026,
diprediksi market risk premium adalah sebesar 6,69%.
Beta (β), adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.
Untuk memperoleh faktor Beta yang sesuai dan akan digunakan dalam perhitungan
Nilai Pasar, kami menggunakan beta pembanding berdasarkan penelitian yang
dilakukan Aswath Damodaran dalam industri Telecom. Equipment per Januari 2026
dengan rata-rata sebesar 1,53.
Rs (Specific Company Risk Premium). Sebagian dari risiko yang dihadapi oleh
Indonesia telah tercermin dalam perhitungan equity risk premium namun belum
mencerminkan risiko yang berkaitan dengan karakteristik spesifik yang dimiliki oleh
suatu perusahaan.
Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Perseroan adalah sebagai
berikut.
Tabel 24 Biaya Modal untuk Ekuitas
Keterangan Biaya Modal untuk Ekuitas
Biaya Modal untuk Ekuitas
a. Risk Free Rate ( Rf ) 6,51%
b. Risk Premium Ekuitas ( Rm ) 6,69%
c. β (Beta) 1,53
c. Specific Risk 0,00%
Biaya Modal untuk Ekuitas-CAPM 16,73%
Credit Default Spread 1,62%
Biaya Modal untuk Ekuitas 15,11%
57
Page 70
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Pada formulasi di atas, yield tingkat bunga bebas risiko sebenarnya telah
memperhatikan semua risiko pasar, sehingga dalam perhitungan tingkat diskonto
yang berlaku di Indonesia, yield tersebut harus dikoreksi dengan credit default
spread sebesar 1,62%, sehingga biaya modal ekuitas yang diterapkan dalam
penilaian Perseroan menjadi 15,11%.
Berdasarkan asumsi tersebut, besarnya Weighted Average Cost of Capital (WACC)
yang kami gunakan sebagai tingkat diskonto dalam penilaian Perseroan adalah
sebesar 14,39% seperti pada tabel berikut.
Tabel 25 Weighted Average Cost of Capital
Jenis Modal Biaya Modal Bobot Tertimbang
Cost of Debt ( Kd = i x (1-T)) 6,70% 8,59% 0,58%
Cost of Equity ( Ke = Rf + ( Rm-Rf ) * Beta 15,11% 91,41% 13,81%
Weighted Average Cost of Capital (WACC) 14,39%
7.14 Analisis Kelayakan Proyek
a. Net Present Value (NPV)
NPV merupakan nilai dari total investasi yang dikeluarkan pada awal periode
setelah ditambah arus kas bersih yang akan diterima oleh Perseroan setiap
tahun sampai akhir tahun periode proyek. Dengan membandingkan antara total
investasi yang dikeluarkan pada awal periode proyek dan total arus kas yang
akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui apabila proyek tersebut
menghasilkan NPV positif maka proyek ini layak dikerjakan apabila
menghasilkan NPV negatif maka proyek ini tidak layak dikerjakan.
𝑇
𝐶𝐹𝑡
𝑁𝑃𝑉 = ∑ − 𝐶𝐹0
(1 + 𝑟)𝑡
𝑡−1
NPV : Net Present Value
CFt : arus kas pada periode t
CF0 : arus kas investasi awal pada periode 0
r : tingkat diskonto
Berikut adalah perhitungan NPV dari Rencana penambahan kegiatan usaha:
58
Page 71
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Tabel 26 Perhitungan NPV (Rp.000)
Discount
Tahun FCFF PV FCFF
Factor
2026 (214.723) 0,874235 (187.718)
2027 3.991.925 0,764287 3.050.977
2028 9.527.585 0,668167 6.366.016
2029 12.362.867 0,584135 7.221.583
2030 14.630.970 0,510671 7.471.617
Terminal Value (1,50%) 115.247.488 0,510671 58.853.593
NPV 82.776.069
a. Profitability Index (PI)
PI merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari
investasi yang dilakukan pada awal periode perusahaan. Nilai tambah yang
didapat dari investasi diperhitungkan dengan membagi total investasi proyek
pada awal periode dengan jumlah arus kas yang dihasilkan selama periode
berjalannya proyek. Apabila PI dihasilkan dari suatu proyek sama dengan 1
(satu) maka arus kas dari proyek setiap tahun tidak menghasilkan nilai tambah,
apabila PI lebih besar dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari
proyek setiap tahun menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan sedangkan PI
lebih kecil dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap
tahun tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI
suatu proyek maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1 (satu).
∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹1 )
𝑃𝐼 =
∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹0 )
PI : Profitability Index
CFI : nilai kini seluruh arus kas masuk
CFo : nilai kini seluruh arus kas keluar
Berikut adalah perhitungan PI dari Rencana penambahan kegiatan usaha:
Tabel 27 Perhitungan PI
PV FCFF
Keterangan
(Rp.000)
Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
Arus kas masuk 104.350.496
Arus kas keluar (21.574.427)
PI 4,83677
b. Payback Period (PP)
Payback Period tidak ada kriteria, hanya menunjukkan tingkat pengembalian
investasi.
59
Page 72
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Tabel 28 Perhitungan PP
NCF
No Tahun Faktor
(Rp.000)
1 (214.723) 2026 1,00
2 3.777.202 2027 0,05
3 13.304.787 2028 0,00
4 25.667.654 2029 0,00
5 40.298.623 2030 0,00
Total 1,05
Payback Period 1 Tahun 0 Bulan
Berdasarkan analisis kelayakan yang telah dilakukan terhadap penambahan
kegiatan usaha Perseroan, diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:
Tabel 29 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000)
2026 2027 2028 2029
Keterangan
1,00 2,00 3,00 4,00
EBITDA 5.973.000 11.835.450 14.967.288 18.721.566
CASH OUT FLOW
- Tax (1.314.060) (2.603.799) (3.292.803) (4.118.745)
+/- Working Capital (4.873.663) (5.239.726) (2.146.900) (2.239.955)
TOTAL (6.187.723) (7.843.525) (5.439.703) (6.358.699)
NET CASH FLOW (214.723) 3.991.925 9.527.585 12.362.867
Terminal Value (1,50%) 0 0 0 0
Discount factor (14,39%) 0,87424 0,76429 0,66817 0,58413
DISCOUNTED CASH FLOW (187.718) 3.050.977 6.366.016 7.221.583
PROCEED (214.723) 3.777.202 13.304.787 25.667.654
PRESENT VALUE KAS MASUK 5.221.807 9.045.683 10.000.645 10.935.922
PRESENT VALUE KAS KELUAR (5.409.525) (5.994.706) (3.634.629) (3.714.339)
2030
Keterangan TOTAL
5,00
EBITDA 20.155.516 71.652.820
CASH OUT FLOW
- Tax (4.434.214) (15.763.620)
+/- Working Capital (1.090.333) (15.590.576)
TOTAL (5.524.546) (31.354.196)
NET CASH FLOW 14.630.970 40.298.623
Terminal Value (1,50%) 115.247.488
Discount factor (14,39%) 0,51067
60
Page 73
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
2030
Keterangan TOTAL
5,00
DISCOUNTED CASH FLOW 66.325.211 82.776.069
PROCEED 40.298.623
PRESENT VALUE KAS MASUK 69.146.438 104.350.496
PRESENT VALUE KAS KELUAR (2.821.228) (21.574.427)
NET PRESENT VALUE, NPV 82.776.069
PROFITABILITY INDEX, PI 4,83677
PAYBACK PERIOD, PP 1 Tahun 0 Bulan
• Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp82.776.069.000,- Dengan demikian, hasil
NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan
karena memberikan keuntungan.
• Profitability Index (PI) > 1 → Layak
PI yang diperoleh adalah sebesar 4,83677. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.
• Payback Period (PP)
PP yang diperoleh adalah 1 tahun dan 0 bulan. Dengan demikian, Perseroan
mampu mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 1 tahun
dan 0 bulan.
7.15 Analisis Sensitivitas
Untuk menguji kepekaan usaha terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya,
maka berikut ini disajikan analisis sensitivitas terhadap kelayakan usaha, yaitu:
− Pendapatan turun dengan perubahan kondisi penurunan sebesar 2,50%, 5,00%,
7,50%, dan 10,00%.
− Struktur biaya naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
7,50%, dan 10,00%.
− Discount rate naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
7,50%, dan 10,00%.
61
Page 74
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Tabel 30 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000)
KONDISI PERUBAHAN KONDISI
Keterangan
NORMAL 2,50% 5,00% 7,50% 10,00%
1. PENDAPATAN TURUN
Net Present Value (NPV) 82.776.069 60.312.111 37.848.154 15.384.196 (7.079.761)
Return On Investment 27,94% 24,56% 20,03% 13,51% 2,77%
(ROI)
Profitability Index (PI) 4,83677 4,19328 3,33631 2,13849 0,34601
Payback Period (PP) 1 Th 0 Bln 1 Th 8 Bln 2 Th 8 Bln 4 Th 6 Bln 13 Th 0 Bln
BEP
a. Rp.000 46.648.063 53.382.316 63.560.357 80.625.974 114.910.532
b. % terhadap pendapatan 33,80% 39,66% 48,47% 63,14% 92,49%
2. STRUKTUR BIAYA NAIK
Net Present Value (NPV) 82.776.069 61.549.298 40.322.528 19.095.757 (2.131.014)
Return On Investment 27,94% 24,62% 20,34% 14,52% 5,86%
(ROI)
Profitability Index (PI) 4,83677 4,18381 3,35949 2,28616 0,83093
Payback Period (PP) 1 Th 0 Bln 1 Th 9 Bln 2 Th 8 Bln 4 Th 3 Bln 11 Th 2 Bln
BEP
a. Rp.000 46.648.063 55.538.113 67.942.836 86.460.030 117.084.620
b. % terhadap pendapatan 33,80% 40,24% 49,23% 62,64% 84,84%
3. DISCOUNT RATE NAIK
Net Present Value (NPV) 82.776.069 80.001.741 77.379.701 74.898.101 72.546.285
Return On Investment 27,94% 27,94% 27,94% 27,94% 27,94%
(ROI)
Profitability Index (PI) 4,83677 4,73917 4,64668 4,55892 4,47553
Payback Period (PP) 1 Th 0 Bln 1 Th 0 Bln 1 Th 0 Bln 1 Th 0 Bln 1 Th 0 Bln
BEP
a. Rp.000 46.648.063 46.648.063 46.648.063 46.648.063 46.648.063
b. % terhadap pendapatan 33,80% 33,80% 33,80% 33,80% 33,80%
Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan usaha akan
terlihat seperti pada grafik di bawah ini.
Gambar 22 Analisis Sensitivitas
90.000.000
80.000.000
70.000.000
60.000.000
50.000.000
NPV (Rp.000)
40.000.000
30.000.000
20.000.000
10.000.000
0
(10.000.000) NORMAL 2,50% 5,00% 7,50% 10,00%
(20.000.000)
PENDAPATAN TURUN STRUKTUR BIAYA NAIK DISCOUNT RATE NAIK
Sumber: Proyeksi Keuangan
62
Page 75
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Berdasarkan analisis sensitivitas, pada kondisi normal NPV yang dihasilkan adalah
sebesar Rp82,78 miliar, jika terjadi perubahan terhadap pendapatan, dimana
pendapatan turun sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
negatif Rp7,08 miliar. Sedangkan, apabila terjadi perubahan terhadap struktur
biaya, dimana struktur biaya naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan
adalah sebesar negatif Rp2,13 miliar. Kemudian, apabila terjadi perubahan pada
discount rate, dimana discount rate naik sampai dengan 10,00%, maka NPV yang
dihasilkan adalah sebesar Rp72,55 miliar.
Dari analisis sensitivitas di atas, penurunan penjualan dan kenaikan struktur biaya
merupakan faktor yang paling sensitif terhadap kelayakan usaha.
63
Page 76
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
8 KESIMPULAN
8.1 Kajian Kelayakan Pasar
Dari Kajian Kelayakan Pasar, dapat terlihat Pertumbuhan penetrasi internet di
Indonesia yang diproyeksikan mencapai 80,66% atau setara dengan 229,4 juta jiwa
pada tahun 2025 merupakan sinyal positif bagi Perseroan dalam menjalankan usaha
perdagangan besar peralatan telekomunikasi. Tren pergeseran preferensi
masyarakat dari mobile data ke WiFi rumah (Fixed Broadband) yang melonjak
signifikan menjadi 28,43% membuka peluang besar bagi penjualan perangkat FTTH
seperti OLT, ONT, router, dan switch. Dominasi Pulau Jawa dengan tingkat penetrasi
84,69% menjadi pasar awal yang matang, namun kesenjangan akses di wilayah luar
Jawa menunjukkan adanya ruang pertumbuhan jangka panjang bagi operator dan
ISP yang menjadi target pelanggan utama Perseroan. Dengan menyediakan
perangkat berkualitas serta dukungan teknis dan layanan purna jual ( value-added
services), Perseroan dapat mengoptimalkan pendapatan baik dari margin distribusi
maupun loyalitas pelanggan di tengah masifnya adopsi teknologi digital nasional.
Potensi pasar bagi Perseroan sangat terbuka lebar mengingat layanan Fixed
Broadband Internet menjadi produk unggulan ISP dengan porsi dominan sebesar
78,00%, yang secara langsung meningkatkan permintaan akan perangkat
infrastruktur jaringan tetap. Keberadaan 300 perusahaan ISP yang tersebar di
seluruh Indonesia, dengan konsentrasi terbesar di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa
Timur, merupakan basis pelanggan potensial yang membutuhkan suplai perangkat
telekomunikasi secara berkelanjutan. Selain itu, adanya layanan alternatif seperti
Satellite Broadband (6,33%) dan Fixed Wireless Access (4,34%) memberikan peluang
bagi Perseroan untuk memasarkan perangkat CPE guna mendukung konektivitas di
wilayah pedesaan dan area terpencil. Strategi diversifikasi target pasar yang
mencakup operator, instansi pemerintah untuk program digitalisasi, hingga sektor
korporasi dan properti, akan memperkuat posisi Perseroan dalam menghadapi
tantangan infrastruktur nasional sekaligus menciptakan stabilitas pendapatan yang
berkelanjutan.
Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya, Perseroan menargetkan beberapa
segmen pasar utama yang meliputi operator telekomunikasi sebagai pengguna
utama perangkat Radio Access Network (RAN) dan backbone jaringan, Internet
Service Provider (ISP) sebagai pengguna utama perangkat Fiber to the Home (FTTH)
dan Customer Premises Equipment (CPE), serta penyedia layanan Fixed Wireless
Access (FWA) yang membutuhkan integrasi perangkat CPE. Selain itu, Perseroan juga
menyasar instansi pemerintah dan sektor publik dalam rangka mendukung
digitalisasi layanan, serta segmen korporasi dan kawasan properti, termasuk
pengembang perumahan dan kawasan industri.
64
Page 77
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya, Perseroan diproyeksikan akan
mencatatkan tambahan laba bersih dari penambahan kegiatan usaha baru sebesar
Rp4,66 miliar pada tahun 2026, Rp9,23 miliar pada tahun 2027, Rp11,67 miliar
pada tahun 2028, Rp14,60 miliar pada tahun 2029, dan terus naik hingga Rp15,72
miliar pada tahun 2030.
Strategi pemasaran yang dilakukan Perseroan mencakup beberapa pendekatan
utama, yaitu (1) Menerapkan pendekatan business-to-business (B2B); (2)
Mengedepankan konsep solution-based selling, (3) Membangun kemitraan strategis
dengan principal; (4) Mengoptimalkan keunggulan rantai pasok dan distribusi; (5)
Menyediakan layanan purna jual (after-sales support); (6) Memperluas jangkauan
pasar melalui partisipasi dalam proyek pengadaan, kerja sama dengan mitra bisnis,
dan pemanfaatan kanal pemasaran digital.
Dengan analisis pasar tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pasar adalah layak.
8.2 Kajian Kelayakan Teknis
Dari Kajian Kelayakan Teknis, dalam menjalankan kegiatan usaha baru di bidang
Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi (KBLI 46523), kapasitas operasional
Perseroan difokuskan pada peran sebagai distributor perangkat telekomunikasi
yang mencakup dua ekosistem utama, yaitu Fiber to the Home (FTTH) dan Fixed
Wireless Access (FWA). Dengan cakupan tersebut, kapasitas kegiatan operasional
Perseroan tidak mencakup proses manufaktur, melainkan berfokus pada fungsi
pengadaan, pengelolaan rantai pasok, penyimpanan, serta distribusi perangkat
kepada pelanggan. Selain itu, Perseroan juga didukung oleh kemampuan dalam
menyediakan solusi perangkat yang terintegrasi guna memenuhi kebutuhan
infrastruktur jaringan pelanggan.
Dalam rencana penambahan kegiatan usaha baru, Perseroan tidak memerlukan
bahan baku karena bukan merupakan perusahaan manufaktur atau sejenisnya.
Sementara itu, pada tahap awal operasional jumlah tenaga kerja yang ditugaskan
secara khusus untuk mendukung operasional kegiatan usaha baru meliputi staff
operasional sebanyak 4 orang, supervisor (SPV) sebanyak 2 orang, dan manager
sebanyak 1 orang. Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan tidak
memerlukan tenaga ahli khusus, mengingat kegiatan usaha baru yang dijalankan
berfokus pada distribusi perangkat telekomunikasi, bukan pada kegiatan
manufaktur maupun instalasi teknis yang kompleks.
Dalam menjalankan kegiatan usaha di bidang Perdagangan Besar Peralatan
Telekomunikasi (KBLI 46523), alur kegiatan usaha Perseroan secara umum meliputi
65
Page 78
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
tahapan sebagai berikut: Procurement; Inbound Logistics; Warehousing; Order
Fulfillment; Outbound Logistics; dan After-Sales Support.
Dengan analisis teknis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan teknis adalah layak.
8.3 Kajian Kelayakan Pola Bisnis
Dari Kajian Kelayakan Pola Bisnis, Perseroan memiliki sejumlah keunggulan
kompetitif yang menjadi landasan kuat dalam menjalankan kegiatan usahanya, di
antaranya adalah 1) Kehadiran Perseroan sebagai perusahaan terbuka memiliki
sejumlah keuntungan, di antaranya adalah meningkatkan transparansi dalam
pengelolaan perusahaan, memperluas akses terhadap sumber-sumber pendanaan,
serta meningkatkan citra dan kepercayaan dari masyarakat umum serta para
stakeholder; 2) Perseroan memiliki keunggulan melalui jejaring distribusi langsung
dengan para principal. Hubungan kerja sama yang terjalin secara langsung tersebut
memberikan kepastian harga (pricing), kejelasan waktu pengadaan (timeline), serta
jaminan layanan purna jual (after sales service) atas setiap produk yang ditawarkan;
3) Perseroan didukung oleh pengalaman manajemen yang kuat di industri
telekomunikasi yang dengan pengalaman lebih dari 18 tahun; dan 4) Perseroan
memiliki portofolio produk yang terintegrasi yang mencakup ekosistem FTTH dan
FWA, yang memberikan keunggulan untuk menangkap peluang pasar Hybrid.
Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan
nilai yaitu 1) Penambahan kegiatan usaha baru; 2) Menambah sumber pendapatan
baru; dan 3) Meningkatkan kinerja keuangan Perseroan.
Kemampuan pesaing untuk meniru produk memang tidak dapat dihindari, sehingga
membuat kegiatan usaha dalam bidang ini menjadi sangat kompetitif. Upaya
mitigasi yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya adalah 1) Membuat
metode pembayaran berjangka yang dapat dilakukan oleh pelanggan ( Term of
Payment); 2) Memberikan tarif yang kompetitif kepada calon customer (tarif tersebut
sesuai dengan fasilitas, lokasi dan kondisi aset); 3) Menetapkan layanan purna jual
yakni segala bentuk bantuan dan dukungan yang diberikan kepada pelanggan
setelah mereka melakukan pembelian; 4) Memberikan layanan Total Solutions
kepada calon customer; 5) Melakukan inovasi produk dan layanan secara
berkelanjutan; dan 6) Memperkuat loyalitas konsumen terhadap produk dan layanan
Perseroan.
Dengan analisis pola bisnis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa
Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pola bisnis adalah layak.
66
Page 79
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
8.4 Kajian Kelayakan Model Manajemen
Dari Kelayakan Model Manajemen, Perseroan memiliki 41 orang karyawan yang akan
dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan manajemen dan sumber daya
manusianya untuk menjalankan kegiatan usaha baru. Apabila diperlukan, Perseroan
akan menambah personel melalui proses rekrutmen untuk mendukung pelaksanaan
proyek yang akan datang. Sementara itu, pada tahap awal operasional jumlah
tenaga kerja yang ditugaskan secara khusus untuk mendukung operasional
kegiatan usaha baru meliputi staff operasional sebanyak 4 orang, supervisor (SPV)
sebanyak 2 orang, dan manager sebanyak 1 orang.
Terkait Hak Atas Kekayaan Intelektual, sampai dengan laporan ini diterbitkan,
Perseroan belum memiliki Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) yang didaftarkan
terkait dengan penambahan kegiatan usaha baru.
Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya, Perseroan mungkin menghadapi
beberapa risiko yang dapat memengaruhi kinerja usahanya. Risiko utama yang
mungkin dihadapi Perseroan adalah 1) Risiko Keterlambatan Pasokan (Supply Delay)
dari Principal; 2) Risiko Kerusakan Barang dalam Proses Logistik; 3) Risiko
Ketidaksesuaian Spesifikasi Produk dengan Kebutuhan Pelanggan; dan 4) Risiko
Ketergantungan terhadap Vendor Tertentu.
Perseroan menunjukkan kapasitas dan kemampuan manajemen yang kuat dalam
mengembangkan kegiatan usaha baru. Status Perseroan sebagai perusahaan
terbuka mencerminkan transparansi, akuntabilitas, serta akses yang luas terhadap
pendanaan dan jaringan strategis, yang menjadi modal penting dalam mendukung
ekspansi usaha. Selain itu, Perseroan didukung oleh manajemen Perseroan yang
memiliki pengalaman lebih dari 18 tahun di industri telekomunikasi. Manajemen
Perseroan juga memiliki kemampuan dalam membangun jejaring distribusi
langsung dengan para principal. Hubungan kerja sama yang terjalin langsung ini
mencerminkan kapasitas manajemen dalam menjalin dan mempertahankan
kemitraan strategis yang berkontribusi terhadap kepastian harga, efisiensi waktu
pengadaan, serta jaminan layanan purna jual atas setiap produk yang ditawarkan.
Dengan pengalaman dan rekam jejak tersebut, manajemen Perseroan dinilai
memiliki kemampuan yang memadai untuk mengelola dan mengembangkan
kegiatan usaha baru di bidang Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi (KBLI
46523).
Berkaitan dengan rencana penambahan kegiatan usaha baru ini, Perseroan tidak
melakukan perubahan/penambahan terhadap struktur organisasi.
Dengan analisis model manajemen tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa
Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan model manajemen adalah layak.
67
Page 80
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
8.5 Kajian Kelayakan Keuangan
Dari Kajian Kelayakan Keuangan, analisis kelayakan proyek menunjukkan bahwa
Penambahan Kegiatan Usaha ini memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-
variabel sebagai berikut:
• Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp82.776.069.000,- Dengan demikian, hasil
NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan
karena memberikan keuntungan.
• Profitability Index (PI) > 1 → Layak
PI yang diperoleh adalah sebesar 4,83677. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.
• Payback Period (PP)
PP yang diperoleh adalah 1 tahun dan 0 bulan. Dengan demikian, Perseroan
mampu mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 1
tahun dan 0 bulan.
Kemudian, dari analisis sensitivitas, penurunan pendapatan dan kenaikan struktur
biaya merupakan faktor yang paling sensitif terhadap kelayakan usaha.
Dengan analisis keuangan tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa
Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan keuangan adalah layak.
8.6 Kesimpulan Studi Kelayakan
Dengan demikian, berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis,
Kelayakan Pola Bisnis, Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat
disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46523 yaitu
Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi adalah layak.
68
Page 81
LAMPIRAN PROYEKSI KEUANGAN
Page 82
PT SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK
INDUSTRI : PERDAGANGAN BESAR PERALATAN TELEKOMUNIKASI
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI Lampiran 1
ASUMSI
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
UMUM
Jumlah Hari Dalam Setahun Hari 365 365 365 365 365
Jumlah Hari Operasional Dalam Setahun Hari 132 264 264 264 264
Jumlah Bulan Operasional Dalam Setahun Bulan 6 12 12 12 12
STRUKTUR PENDAPATAN DAN BIAYA
REVENUE
CPE (Customer Premises Equipment) 100% 18% 18% 7%
- Unit Unit 75.000 150.000 177.405 209.817 224.161
- Harga per unit Rp/Unit 850.000 850.000 850.000 850.000 850.000
- Nominal 63.750.000.000 127.500.000.000 150.794.250.000 178.344.359.475 190.537.168.851
COST OF GOOD SOLD
- CPE (Customer Premises Equipment) Rp 54.187.500.000 108.375.000.000 128.175.112.500 151.592.705.554 161.956.593.523
Gross Profit Rp 9.562.500.000 19.125.000.000 22.619.137.500 26.751.653.921 28.580.575.328
Manpower
Increment Salary Cost 5% 5% 5% 5%
Effective Month 6 13 13 13 13
Staff 7.000.000 4 4 4 4 4
SPV 12.000.000 2 2 2 2 2
Manager 15.000.000 1 1 1 1 1
Salary / Manpower Allocations (IDR) Rp 402.000.000 914.550.000 958.100.000 1.001.650.000 1.045.200.000
Beban Administrasi dan Umum
Beban Administrasi dan Umum To Sales 5,00% 5,00%
Growth 5,00% 5,00% 5,00%
TINGKAT BUNGA
KI p.a. 8,59% 8,59% 8,59% 8,59% 8,59%
KMK p.a. 8,22% 8,22% 8,22% 8,22% 8,22%
TARIF PAJAK
PPh Badan To Sales 22,00% 22,00% 22,00% 22,00% 22,00%
TURNOVER
Persediaan Hari 30 30 30 30 30
Piutang Usaha Hari 30 30 30 30 30
Hutang Usaha Hari 30 30 30 30 30
Page 83
PT SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK
INDUSTRI : PERDAGANGAN BESAR PERALATAN TELEKOMUNIKASI
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
PROYEKSI POSISI KEUANGAN Lampiran 2
IDR.000
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
ASET
Aset Lancar
Kas & Setara Kas 4.785.277 8.777.202 18.304.787 30.667.654 45.298.623
Piutang Usaha 5.239.726 10.479.452 12.394.048 14.658.441 15.660.589
Piutang lain-lain 0 0 0 0 0
Persediaan 4.453.767 8.907.534 10.534.941 12.459.674 13.311.501
Total Aset Lancar 14.478.770 28.164.188 41.233.775 57.785.769 74.270.713
Aset Tidak Lancar
Total Aset Tidak Lancar 0 0 0 0 0
TOTAL ASET 14.478.770 28.164.188 41.233.775 57.785.769 74.270.713
LIABILITAS & EKUITAS
Liabilitas Lancar
Hutang Usaha 4.819.830 9.273.597 10.668.700 12.617.872 13.381.514
Utang lain-lain 0 0 0 0 0
Utang Pajak 0 0 0 0 0
Total Liabilitas Lancar 4.819.830 9.273.597 10.668.700 12.617.872 13.381.514
Liabilitas Tidak Lancar
Liabilitas pajak tangguhan 0 0 0 0 0
Total Liabilitas Tidak Lancar 0 0 0 0 0
Total Liabilitas 4.819.830 9.273.597 10.668.700 12.617.872 13.381.514
Ekuitas
Modal 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000 5.000.000
Saldo Laba (Rugi) Ditahan 0 4.658.940 13.890.591 25.565.075 40.167.897
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 4.658.940 9.231.651 11.674.484 14.602.822 15.721.302
Total Ekuitas 9.658.940 18.890.591 30.565.075 45.167.897 60.889.200
TOTAL LIABILITAS & EKUITAS 14.478.770 28.164.188 41.233.775 57.785.769 74.270.713
Page 84
PT SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK
INDUSTRI : PERDAGANGAN BESAR PERALATAN TELEKOMUNIKASI
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
PROYEKSI LABA RUGI Lampiran 3
IDR.000
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
PENJUALAN 63.750.000 127.500.000 150.794.250 178.344.359 190.537.169
BEBAN POKOK PENJUALAN -54.187.500 -108.375.000 -128.175.113 -151.592.706 -161.956.594
% To Sales 85,00% 85,00% 85,00% 85,00% 85,00%
LABA (RUGI) KOTOR 9.562.500 19.125.000 22.619.138 26.751.654 28.580.575
Gross Profit Margin 15,00% 15,00% 15,00% 15,00% 15,00%
BEBAN USAHA -3.589.500 -7.289.550 -7.651.850 -8.030.088 -8.425.059
% To Sales 5,63% 5,72% 5,07% 4,50% 4,42%
LABA (RUGI) USAHA - EBITDA 5.973.000 11.835.450 14.967.288 18.721.566 20.155.516
Operating Profit Margin 9,37% 9,28% 9,93% 10,50% 10,58%
BEBAN PENYUSUTAN & AMORTISASI 0 0 0 0 0
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan Lain-lain 0 0 0 0 0
Beban Lain-lain 0 0 0 0 0
TOTAL 0 0 0 0 0
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK 5.973.000 11.835.450 14.967.288 18.721.566 20.155.516
% To Sales 9,37% 9,28% 9,93% 10,50% 10,58%
Pajak Badan -1.314.060 -2.603.799 -3.292.803 -4.118.745 -4.434.214
LABA (RUGI) BERSIH 4.658.940 9.231.651 11.674.484 14.602.822 15.721.302
Net Profit Margin 7,31% 7,24% 7,74% 8,19% 8,25%
SALDO LABA (RUGI) AWAL TAHUN 0 4.658.940 13.890.591 25.565.075 40.167.897
Adjustment 0 0 0 0 0
SALDO LABA (RUGI) AKHIR TAHUN 4.658.940 13.890.591 25.565.075 40.167.897 55.889.200
Page 85
PT SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK
INDUSTRI : PERDAGANGAN BESAR PERALATAN TELEKOMUNIKASI
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
PROYEKSI ARUS KAS Lampiran 4
IDR.000
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
I. ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan Usaha 58.510.274 117.020.548 138.400.202 163.685.919 174.876.580
Penerimaan Piutang 0 5.239.726 10.479.452 12.394.048 14.658.441
Penerimaan dari Pendapatan Lain-lain 0 0 0 0 0
Pembayaran Kepada Supplier -53.821.437 -108.375.000 -128.407.416 -151.568.268 -162.044.778
Penerimaan dari (pembayaran untuk) operasi lainnya 0 0 0 0 0
Biaya Operasional -3.589.500 -7.289.550 -7.651.850 -8.030.088 -8.425.059
Pajak Final -1.314.060 -2.603.799 -3.292.803 -4.118.745 -4.434.214
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI -214.723 3.991.925 9.527.585 12.362.867 14.630.970
II. ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Capital Expenditures, CAPEX 0 0 0 0 0
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI 0 0 0 0 0
III. ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Modal Sendiri - MK 5.000.000 0 0 0 0
Pembayaran Hutang Pemegang Saham 0 0 0 0 0
Biaya Provisi 0 0 0 0 0
ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI (UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN 5.000.000 0 0 0 0
IV. KENAIKAN (PENURUNAN) KAS 4.785.277 3.991.925 9.527.585 12.362.867 14.630.970
V. KAS AWAL TAHUN 0 4.785.277 8.777.202 18.304.787 30.667.654
VI. KAS AKHIR TAHUN 4.785.277 8.777.202 18.304.787 30.667.654 45.298.623
Page 86
PT SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK
INDUSTRI : PERDAGANGAN BESAR PERALATAN TELEKOMUNIKASI
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
PROYEKSI RATIO KEUANGAN Lampiran 10
Keterangan 2026 2027 2028 2029 2030 Average
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
I. RATIO LIKUIDITAS
Current Ratio 300,40% 303,70% 386,49% 457,97% 555,02% 400,72%
Quick (Acid Test) Ratio 207,99% 207,65% 287,75% 359,22% 455,55% 303,63%
Working Capital To Total Assets Ratio 66,71% 67,07% 74,13% 78,16% 81,98% 73,61%
II. RATIO LEVERAGE
Total Debt To Equity Ratio DER 49,90% 49,09% 34,90% 27,94% 21,98% 36,76%
Total Debt To Total Assets Ratio DAR 33,29% 32,93% 25,87% 21,84% 18,02% 26,39%
III. RATIO AKTIVITAS
Total Assets Turnover Kali 4,40 4,53 3,66 3,09 2,57 3,65
Receivables Turnover Kali 12,17 12,17 12,17 12,17 12,17 12,17
Collection Period Hari 30 30 30 30 30 30
Payable Turnover Kali 12,2 12,2 12,2 12,2 12,2 12,17
Collection Period Hari 30 30 30 30 30 30
Inventory Turnover( Total ) Kali 12,17 12,17 12,17 12,17 12,17 12,17
Average Day'a Inventory Hari 30 30 30 30 30 30
Working Capital Turnover Kali 6,60 6,75 4,93 3,95 3,13 5,07
IV. RATIO KEUANGAN
Gross Profit Margin 15,00% 15,00% 15,00% 15,00% 15,00% 15,00%
Operating Profit Margin 9,37% 9,28% 9,93% 10,50% 10,58% 9,93%
Net Profit Margin 7,31% 7,24% 7,74% 8,19% 8,25% 7,75%
Return On Investment, ROI 32,18% 32,78% 28,31% 25,27% 21,17% 27,94%
Return On Equity, ROE 48,23% 48,87% 38,20% 32,33% 25,82% 38,69%
Page 87
PT SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK
INDUSTRI : PERDAGANGAN BESAR PERALATAN TELEKOMUNIKASI
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
ANALISA KELAYAKAN PROYEK Lampiran 11
IDR.000
Keterangan TOTAL 2026 2027 2028 2029 2030
1,00 2,00 3,00 4,00 5,00
EBITDA 71.652.820 5.973.000 11.835.450 14.967.288 18.721.566 20.155.516
CASH OUT FLOW
- Tax -15.763.620 -1.314.060 -2.603.799 -3.292.803 -4.118.745 -4.434.214
+ / - Working Capital -15.590.576 -4.873.663 -5.239.726 -2.146.900 -2.239.955 -1.090.333
TOTAL -31.354.196 -6.187.723 -7.843.525 -5.439.703 -6.358.699 -5.524.546
NET CASH FLOW 40.298.623 -214.723 3.991.925 9.527.585 12.362.867 14.630.970
Terminal Value 1,50% 0 0 0 0 115.247.488
Discount Factor 14,39% 0,87424 0,76429 0,66817 0,58413 0,51067
DISCOUNTED CASH FLOW 82.776.069 -187.718 3.050.977 6.366.016 7.221.583 66.325.211
PROCEED -214.723 3.777.202 13.304.787 25.667.654 40.298.623
PRESENT VALUE KAS MASUK 104.350.496 5.221.807 9.045.683 10.000.645 10.935.922 69.146.438
PRESENT VALUE KAS KELUAR -21.574.427 -5.409.525 -5.994.706 -3.634.629 -3.714.339 -2.821.228
NET PRESENT VALUE, NPV 82.776.069
PROFITABILITY INDEX, PI 4,83677
PAYBACK PERIOD, PP 1 Tahun 0 Bulan
BREAK EVEN POINT, BEP
Penjualan 63.750.000 127.500.000 150.794.250 178.344.359 190.537.169
Variable Cost 54.187.500 108.375.000 128.175.113 151.592.706 161.956.594
Fixed Cost 3.589.500 7.289.550 7.651.850 8.030.088 8.425.059
BEP 23.930.000 48.597.000 51.012.333 53.533.917 56.167.063
BEP Rata-rata ( Rp.000 ) 46.648.063 37,54% 38,12% 33,83% 30,02% 29,48%
BEP Rata-rata ( % ) 33,80%
PERHITUNGAN MODAL KERJA
Aset Lancar 0 9.693.493 19.386.986 22.928.989 27.118.115 28.972.090
Hutang Lancar 0 -4.819.830 -9.273.597 -10.668.700 -12.617.872 -13.381.514
TOTAL 0 4.873.663 10.113.389 12.260.289 14.500.243 15.590.576
+ / - Working Capital 0 4.873.663 5.239.726 2.146.900 2.239.955 1.090.333
Rounded 5.240.000
Page 88
PT SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK
INDUSTRI : PERDAGANGAN BESAR PERALATAN TELEKOMUNIKASI
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
ANALISIS SENSITIVITAS PROYEK Lampiran 12
KONDISI PERUBAHAN KONDISI
Keterangan
NORMAL 2,50% 5,00% 7,50% 10,00%
1. PENDAPATAN TURUN
Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.000 82.776.069 60.312.111 37.848.154 15.384.196 -7.079.761
Return On Investment (ROI) 27,94% 24,56% 20,03% 13,51% 2,77%
Profitability Index (PI) 4,83677 4,19328 3,33631 2,13849 0,34601
Payback Period (PP) 1 Th 0 Bln 1 Th 8 Bln 2 Th 8 Bln 4 Th 6 Bln 13 Th 0 Bln
BEP a. Dalam Rp.000 46.648.063 53.382.316 63.560.357 80.625.974 114.910.532
b. Dalam % Terhadap Pendapatan 33,80% 39,66% 48,47% 63,14% 92,49%
2. STRUKTUR BIAYA NAIK
Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.000 82.776.069 61.549.298 40.322.528 19.095.757 -2.131.014
Return On Investment (ROI) 27,94% 24,62% 20,34% 14,52% 5,86%
Profitability Index (PI) 4,83677 4,18381 3,35949 2,28616 0,83093
Payback Period (PP) 1 Th 0 Bln 1 Th 9 Bln 2 Th 8 Bln 4 Th 3 Bln 11 Th 2 Bln
BEP a. Dalam Rp.000 46.648.063 55.538.113 67.942.836 86.460.030 117.084.620
b. Dalam % Terhadap Pendapatan 33,80% 40,24% 49,23% 62,64% 84,84%
3. DISCOUNT RATE NAIK
Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.000 82.776.069 80.001.741 77.379.701 74.898.101 72.546.285
Return On Investment (ROI) 27,94% 27,94% 27,94% 27,94% 27,94%
Profitability Index (PI) 4,83677 4,73917 4,64668 4,55892 4,47553
Payback Period (PP) 1 Th 0 Bln 1 Th 0 Bln 1 Th 0 Bln 1 Th 0 Bln 1 Th 0 Bln
BEP a. Dalam Rp.000 46.648.063 46.648.063 46.648.063 46.648.063 46.648.063
b. Dalam % Terhadap Pendapatan 33,80% 33,80% 33,80% 33,80% 33,80%
Names mentioned 65 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
KJPP Syarif
p.3 ×2
unresolved
org
Rekan
· Penilai
p.3
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.4 ×2
unresolved
org
ENDANG & REKAN
p.6 ×2
unresolved
org
REKAN Endang Sunardi
p.6
unresolved
org
KJPP Syarif Rekan
p.6
unresolved
org
Endang dan Rekan
p.6 ×2
unresolved
person
Endang Sunardi
p.8
unresolved
person
Meilindra Indriani
p.8
unresolved
person
Toyib Efendi
p.8
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Syarif
p.13 ×2
unresolved
person
Devi Prihartanti
p.13 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi
p.13 ×2
unresolved
person
Mohamad Fajri Mekka Putra
p.13 ×3
unresolved
org
Kementerian Hukum Republik Indonesia
p.13 ×2
unresolved
person
Akuntan Publik David Kurniawan
p.14 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan
p.14 ×2
unresolved
person
Akuntan Publik Dulgani
p.14
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Dra. Suhartati & Rekan
p.14
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Dra. Suhartati
p.14
unresolved
person
Dra. Suhartati
p.14
unresolved
person
Akuntan Publik Ridho Fathoni
p.15
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Suharli
p.15
unresolved
org
Sugiharto & Rekan
p.15
unresolved
person
Fagan Asabrin
p.15
unresolved
org
KJPP
p.16
unresolved
person
Dr. Ir. Cahyana Ahmadjayadi
p.18
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.18
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU AH.
p.18
unresolved
org
Remala Abadi Tbk.
p.29 ×4
unresolved
org
Bank Indonesia
p.34 ×16
unresolved
org
Bank Indonesia Gambar
p.34 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia
p.36
unresolved
org
Bank Indonesia Nilai Tukar Rupiah Gambar
p.38
unresolved
org
Sejahtera Tbk
p.49
unresolved
org
Gatot (Persero) Tbk
p.49
unresolved
org
PT Centratama
p.49
unresolved
org
Indonesia Tbk
p.49 ×2
unresolved
org
Sudirman
p.49
unresolved
org
PT Mora Telematika
p.50
unresolved
person
KH. Hasyim Ashari
p.50
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko
p.69
unresolved
org
Kementerian Keuangan RI
p.69
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
Rule parser
Needs review
confidence 0.091
5975 ms
12 Sep 2026 22:23
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
'appraiser_name': '',
'assets': [],
'currency': None,
'fact_type': '',
'issuer_name': '',
'kind': 'MATERIAL',
'kjpp_name': '',
'letter_number': '',
'object_text': '',
'object_truncated': False,
'parties': [],
'pct_of_equity': None,
'reference_period': '',
'requires_rups': None,
'rups_date': None,
'ticker': '',
'transaction_date': None,
'valuation_date': None,
'value': None}