Skip to content
Back to announcement

20260512_INET_Laporan Informasi dan Fakta Material_32090788_lamp3.pdf

Asset transaction Needs review INET

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 88

Page 1
      LAPORAN STUDI KELAYAKAN
     PERDAGANGAN BESAR PERALATAN
       TELEKOMUNIKASI (KBLI 46523)

  PT SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK

No. 00013/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/V/2026
            Tanggal: 11 Mei 2026
                 Atas Revisi
No. 00006/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/IV/2026
            Tanggal: 7 April 2026
Page 2
      LAPORAN STUDI KELAYAKAN
     PERDAGANGAN BESAR PERALATAN
       TELEKOMUNIKASI (KBLI 46523)

  PT SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK

No. 00013/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/V/2026
            Tanggal: 11 Mei 2026
                 Atas Revisi
No. 00006/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/IV/2026
            Tanggal: 7 April 2026
Page 3
No. 00013/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/V/2026                             Bekasi, 11 Mei 2026


Kepada:
Direksi PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Gedung Cyber 1, Lantai 10
Jl. Kuningan Barat, No. 8, Jakarta Selatan


Perihal: Laporan Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha Perdagangan Besar
          Peralatan Telekomunikasi (KBLI 46523)


Dengan hormat,

PENDAHULUAN
Sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0030/SPK/MSE-03/ES/III/2026, tanggal
27 Maret 2026, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan”)
yang bergerak di bidang infrastruktur telekomunikasi dan digital, telah menunjuk KJPP
Syarif, Endang, dan Rekan, sebagai Penilai Independen untuk menyusun Laporan Studi
Kelayakan Usaha Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46523 yaitu
Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi.


Laporan ini merupakan revisi atas Laporan Penilaian sebelumnya yaitu Laporan
No. 00006/2.0113-03/BS-FS/05/0340/1/IV/2026,             tanggal   7   April   2026.   Kami
menyatakan bahwa membatalkan laporan sebelumnya. Hal-hal yang menjadi objek revisi
adalah sebagai berikut:
• Revisi pada pengungkapan akta anggaran dasar terakhir Perseroan;
• Penambahan pada sub bab pesaing usaha;
• Penambahan analisis mitigasi risiko pada tiap-tiap risiko utama;


TANGGAL PENILAIAN
Tanggal Penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2025.


IDENTITAS PEMBERI TUGAS
Nama Perusahaan      :    PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
Bidang Usaha         :    Internet service provider, aktivitas telekomunikasi dengan kabel,
                          jasa sistem komunikasi data, interkoneksi internet, dan jual
                          kembali jasa telekomunikasi.
Alamat               :    Gedung Cyber Lantai 10 Jl. Kuningan Barat No. 8, Kel. Mampang
                          Prapatan, Kec. Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
Telepon              :    021-5265943
Website              :    info@sinergynetworks.co.id
Email                :    https://siapnetworks.co.id/


                                                                                             i
Page 4
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




      MAKSUD DAN TUJUAN STUDI KELAYAKAN
      Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
      Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46523 yaitu Perdagangan Besar Peralatan
      Telekomunikasi, serta sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
      Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan
      Kegiatan Usaha (“POJK No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan perbankan ataupun
      kepentingan lainnya.

      PROSEDUR YANG DIGUNAKAN
      Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan Otoritas
      Jasa Keuangan Nomor 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020, tentang Penilaian dan
      Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan
      Nomor 17/SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
      Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang disusun
      oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode Etik Penilai
      Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait.

      INDEPENDENSI PENILAI
      Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara independen
      tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-pihak yang terkait
      dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai kepentingan atau keuntungan
      pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya, Laporan Studi Kelayakan ini tidak
      dilakukan untuk memberikan keuntungan atau kerugian pada pihak manapun. Imbalan
      yang kami terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan
      dari proses analisis kelayakan ini dan kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang
      tercantum pada Surat Perjanjian Kerja (SPK) No. 0030/SPK/MSE-03/ES/III/2026, tanggal 27
      Maret 2026.

      RUANG LINGKUP PENUGASAN
      Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu untuk
      melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan Kegiatan Usaha
      sesuai dengan KBLI 46523 yaitu Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi.


      Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
      Profesional, paling sedikit meliputi:
      1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
      2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian Profesional;
          dan
      3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.

      ASUMSI DAN KONDISI PEMBATAS
      Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
      adalah:
      a. Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.


                                                                                              ii
Page 5
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




      b. Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam
           studi kelayakan.
      c. Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan dan
           kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang diperoleh
           dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta penelitian yang
           kami anggap relevan.
      d. Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen dengan
           mencerminkan kewajaran proyeksi keuangan dan kemampuan pencapaiannya ( fiduciary
           duty).
      e. Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran proyeksi
           keuangan yang telah disesuaikan.
      f.   Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat
           rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
      g. Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
           dihasilkan.
      h. Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
           pemberi tugas.

      KEJADIAN SETELAH TANGGAL PENILAIAN
      Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai dengan
      tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang terjadi selama
      periode tersebut.


      HASIL ANALISIS KELAYAKAN
      Berdasarkan analisis kelayakan, menunjukkan bahwa penambahan kegiatan usaha oleh
      Perseroan memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-variabel sebagai berikut.


      • Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
           NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp82.776.069.000,-. Dengan demikian, hasil NPV
           yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena
           memberikan keuntungan.


      • Profitability Index (PI) > 1 → Layak
           PI yang diperoleh adalah sebesar 4,83677. Dengan demikian, hasil PI yang lebih dari 1
           menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan keuntungan dari
           pengeluaran investasi yang dilakukan.


      • Payback Period (PP)
           PP yang diperoleh adalah 1 tahun dan 0 bulan. Dengan demikian, Perseroan mampu
           mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 1 tahun dan 0 bulan.




                                                                                              iii
Page 6
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




      KESIMPULAN
      Berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis, Kelayakan Pola Bisnis,
      Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat disimpulkan bahwa
      Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46523 yaitu Perdagangan Besar Peralatan
      Telekomunikasi adalah layak.


      Seluruh kajian ini kami sampaikan dengan catatan semua asumsi yang diterapkan dalam
      Studi Kelayakan ini dapat dipenuhi.


      PENUTUP
      Penugasan untuk mempersiapkan Studi Kelayakan Usaha ini bukan dan tidak dapat
      dianggap dalam segala hal sebagai review atau audit atau pelaksanaan prosedur tertentu
      pada informasi keuangan. Penugasan kami tidak dilakukan untuk tujuan mengungkapkan
      kelemahan pengendalian internal, kesalahan dalam laporan keuangan, segala bentuk
      implikasi pajak atau pelanggaran hukum. Studi Kelayakan Usaha ini juga tidak
      dimaksudkan sebagai rekomendasi untuk menyetujui atau tidak menyetujui rencana
      proyek atau untuk mengambil tindakan tertentu atas Rencana Kegiatan Usaha.


      Demikian laporan ini kami sampaikan, atas kepercayaan yang telah diberikan kami ucapkan
      terima kasih dan kami berharap kiranya laporan ini dapat berguna bagi kemajuan usaha
      selanjutnya.

      Hormat kami,
      KJPP SYARIF, ENDANG & REKAN




      Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert)            Digitally signed by Endang Sunardi
                                                          DN: cn=Endang Sunardi, c=ID, o=KJPP Syarif
      Rekan                                               Endang dan Rekan,
                                                          email=syarifendangdanrekan@gmail.com
      MAPPI                 : No. 09-S-02341
      Izin Penilai Publik   : No. B-1.12.00340
      Klasifikasi Izin      : Penilaian Bisnis
      Register              : No. RMK-2017.00303
      STTD OJK              : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
      STTD IKNB             : No. 173/NB.122/STTD-P/2019




                                                                                                       iv
Page 7
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                                         PERNYATAAN PENILAI

      Dalam batas kemampuan dan keyakinan kami sebagai Penilai, kami yang bertanda tangan
      di bawah ini menerangkan bahwa:
      1. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini kami telah bertindak secara
          independen tanpa adanya konflik dan tidak terafiliasi dengan Perseroan, dan pihak-
          pihak yang terkait dengan perusahaan tersebut. Kami juga tidak mempunyai
          kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Selanjutnya,
          Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau
          kerugian pada pihak manapun. Imbalan yang kami terima adalah sama sekali tidak
          dipengaruhi oleh kewajaran nilai yang dihasilkan dari proses analisis kelayakan ini dan
          kami hanya menerima imbalan sesuai dengan yang tercantum pada Surat Perjanjian
          Kerja (SPK) No. 0030/SPK/MSE-03/ES/III/2026, tanggal 27 Maret 2026;
      2. Penilai bertanggung jawab atas pendapat yang diberikan dalam rangka penugasan Studi
          Kelayakan, sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
      3. Analisis Kelayakan dilaksanakan per tanggal 31 Desember 2025, parameter dan data
          yang digunakan dalam analisis menggunakan data per 31 Desember 2025;
      4. Penugasan penilaian telah dilakukan dengan pemahaman terhadap Objek Penilaian
          pada Tanggal Penilaian dan analisis telah dilakukan sesuai dengan Tujuan Penilaian
          sebagaimana diungkapkan dalam Laporan ini;
      5. Laporan Studi Kelayakan ini tidak lepas dari ketentuan-ketentuan dalam Peraturan OJK
          No. 35/POJK.04/2020, SEOJK No. 17/SEOJK.004/2020, Kode Etik Penilai Indonesia
          (KEPI), serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018 yang ditetapkan oleh
          Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (MAPPI);
      6. Opini yang dihasilkan dalam penugasan ini telah disajikan sebagai Kesimpulan pada
          Laporan Studi Kelayakan ini;
      7. Lingkup pekerjaan telah diungkapkan pada Ruang Lingkup dan data yang dianalisis
          serta data ekonomi dan industri yang diungkapkan dalam Laporan Penilaian ini pada
          Sumber     Data    diperoleh      dari   berbagai   sumber    yang    diyakini   dapat
          dipertanggungjawabkan;
      8. Laporan    ini menjelaskan semua asumsi dan syarat-syarat pembatasan               yang
          mempengaruhi analisis, pendapat dan kesimpulan yang tertera dalam Laporan ini;
      9. Kesimpulan telah sesuai dengan asumsi-asumsi dan kondisi pembatas;
      10. Pernyataan yang menjadi dasar analisis, pendapat dan kesimpulan yang diuraikan di
          dalam Laporan ini adalah benar, sesuai dengan pemahaman terbaik;
      11. Dalam mempersiapkan Laporan Studi Kelayakan ini, Penilai juga tidak mempunyai
          kepentingan atau keuntungan pribadi berkaitan dengan penugasan ini. Imbalan yang
          Penilai terima adalah sama sekali tidak dipengaruhi oleh kesimpulan yang tercantum
          pada Laporan Penilaian ini;
      12. Dalam melakukan penugasan ini, Penilai telah memenuhi persyaratan pendidikan
          profesional dalam menyiapkan Laporan Studi Kelayakan; dan
      13. Tidak seorangpun, kecuali yang disebutkan dalam Laporan ini, telah menyediakan
          bantuan profesional dalam menyiapkan Laporan Penilaian.


                                                                                                v
Page 8
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




      KJPP Syarif, Endang & Rekan menyatakan bahwa Para Penilai yang kami libatkan dalam
      penugasan Penilaian ini adalah Penilai profesional yang kompeten dan memiliki keahlian
      penilaian yang baik.


      No. Nama                                                       Tugas             Tanda Tangan




       1. Endang Sunardi, S.T., M.M., MAPPI (Cert.)           Penanggung Jawab (.......................)
           MAPPI              : No. 09-S-02341
           Izin Penilai       : No. B-1.12.00340
           Klasifikasi Izin   : Penilaian Bisnis
           Register           : No. RMK-2017.00303
           STTD OJK           :: No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
           STTD IKNB          :: No. 173/NB.122/STTD-P/2019


       2. Meilindra Indriani, S.Si.                                Reviewer          (........................)
           MAPPI              : No. 14-T-05006
           Register           : No. RMK-2017.01002




       3. Toyib Efendi, S.E., M.Ec. Dev.                          Staf Penilai       (........................)
           MAPPI              : No. 09-P-02398
           Register           : No. RMK-2021.03694




       4. Sely Fera Pramesti, S.S.                             Tenaga Inspeksi       (........................)
           MAPPI              : No. 22-A-11686




                                                                                                            vi
Page 9
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                                                               DAFTAR ISI

      SURAT PERNYATAAN ......................................................................................................... i
      PERNYATAAN PENILAI ...................................................................................................... v
      DAFTAR ISI ..................................................................................................................... vii
      DAFTAR TABEL ................................................................................................................ ix
      DAFTAR GAMBAR ............................................................................................................. x
      1         PENDAHULUAN ..................................................................................................... 1
      1.1       Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian ................................................................. 1
      1.2       Tanggal Penilaian ................................................................................................. 1
      1.3       Identitas Pemberi Tugas ....................................................................................... 1
      1.4       Latar Belakang ...................................................................................................... 1
      1.5       Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan .................................................................... 2
      1.6       Data dan Informasi yang Digunakan ..................................................................... 2
      1.7       Prosedur yang Digunakan .................................................................................... 3
      1.8       Ruang Lingkup Penugasan ................................................................................... 3
      1.9       Asumsi dan Kondisi Pembatas .............................................................................. 4
      1.10      Kualifikasi Penilai ................................................................................................. 4
      1.11      Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan ............................................................ 4
      2         INFORMASI UMUM ................................................................................................ 5
      2.1       Profil Perseroan .................................................................................................... 5
      2.1.1     Bidang Usaha ....................................................................................................... 5
      2.1.2     Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan ......................................... 6
      2.1.3     Susunan Dewan Komisaris dan Direksi ................................................................. 6
      2.1.4     Legalitas dan Izin Operasional ............................................................................. 6
      2.2       Kinerja Keuangan ................................................................................................. 7
      2.2.1     Kinerja Posisi Keuangan ....................................................................................... 7
      2.2.2     Kinerja Laba (Rugi) ............................................................................................. 11
      2.3       Produk dan Layanan Perseroan ........................................................................... 16
      2.4       Teknologi yang Digunakan ................................................................................. 16
      2.5       Pasar yang Dituju ............................................................................................... 16
      2.6       Pesaing dan Persaingan ...................................................................................... 17
      2.7       Pola Bisnis .......................................................................................................... 17
      2.8       Strategi Pemasaran ............................................................................................. 18
      2.9       Kebutuhan Produksi atau Operasi ...................................................................... 18
      2.10      Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia ............................................. 19
      2.11      Hak Atas Kekayaan Intelektual ........................................................................... 19
      2.12      Peraturan Perundang-undangan yang Terkait .................................................... 19
      2.13      Aspek Lingkungan .............................................................................................. 20
      2.14      Faktor Risiko Utama ........................................................................................... 20
      2.15      Persyaratan Modal dan Strategi Finansial ............................................................ 21
      3         KELAYAKAN PASAR ............................................................................................. 22
      3.1       Kondisi Pasar ...................................................................................................... 22
      3.2       Pangsa Pasar ...................................................................................................... 28

                                                                                                                                        vii
Page 10
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




      3.3    Kesinambungan ................................................................................................. 32
      3.4    Potensi Pasar ...................................................................................................... 33
      3.5    Sasaran .............................................................................................................. 36
      3.6    Potensi Nilai Pasar .............................................................................................. 37
      3.7    Pesaing Usaha .................................................................................................... 37
      3.8    Strategi Pemasaran ............................................................................................. 38
      4       KELAYAKAN TEKNIS ............................................................................................ 39
      4.1    Kapasitas ............................................................................................................ 39
      4.2    Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya ............................................................. 39
      4.3    Proses Produksi dan/atau Operasional ............................................................... 40
      5       KELAYAKAN POLA BISNIS .................................................................................... 42
      5.1    Keunggulan Kompetitif ....................................................................................... 42
      5.2    Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ........................................................ 42
      5.3    Kemampuan untuk Menciptakan Nilai ................................................................ 43
      6       KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN ....................................................................... 44
      6.1    Ketersediaan Tenaga Kerja ................................................................................. 44
      6.2    Manajemen Kekayaan Intelektual ....................................................................... 44
      6.3    Manajemen Risiko .............................................................................................. 44
      6.4    Kapasitas dan Kemampuan Manajemen .............................................................. 45
      6.5    Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ................................................ 46
      7       KELAYAKAN KEUANGAN ..................................................................................... 47
      7.1    Biaya Pendirian (Start Up Costs) .......................................................................... 47
      7.2    Modal Kerja ........................................................................................................ 47
      7.3    Sumber Pembiayaan ........................................................................................... 47
      7.4    Biaya Operasional ............................................................................................... 48
      7.5    Biaya Bahan Baku Mentah ................................................................................... 48
      7.6    Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan ................................................................... 48
      7.7    Proyeksi Posisi Keuangan ................................................................................... 50
      7.8    Proyeksi Laba (Rugi) ........................................................................................... 50
      7.9    Proyeksi Arus Kas ............................................................................................... 51
      7.10   Analisis Titik Impas ............................................................................................ 52
      7.11   Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas ................................................ 53
      7.12   Tingkat Imbal Balik Investasi .............................................................................. 54
      7.13   Penetapan Tingkat Diskonto ............................................................................... 55
      7.14   Analisis Kelayakan Proyek .................................................................................. 58
      7.15   Analisis Sensitivitas ............................................................................................ 61
      8       KESIMPULAN ....................................................................................................... 64
      8.1    Kajian Kelayakan Pasar ....................................................................................... 64
      8.2    Kajian Kelayakan Teknis ..................................................................................... 65
      8.3    Kajian Kelayakan Pola Bisnis ............................................................................... 66
      8.4    Kajian Kelayakan Model Manajemen ................................................................... 67
      8.5    Kajian Kelayakan Keuangan ................................................................................ 68
      8.6    Kesimpulan Studi Kelayakan ............................................................................... 68



                                                                                                                                   viii
Page 11
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                                                        DAFTAR TABEL

      Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan ................................................................... 6
      Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000).......................................................... 7
      Tabel 3 Kinerja Laba (Rugi) Perseroan (Rp.000) ............................................................... 11
      Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan ..................................................................... 14
      Tabel 5 Pertumbuhan PDB Dunia ..................................................................................... 22
      Tabel 6 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran ............... 23
      Tabel 7 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ........ 24
      Tabel 8 Neraca Pembayaran Indonesia ............................................................................. 25
      Tabel 9 Perusahaan Pesaing dengan Produk Serupa ........................................................ 37
      Tabel 10 Modal Kerja (Rp.000)......................................................................................... 47
      Tabel 11 Proyeksi Biaya Operasional (Rp.000) ................................................................. 48
      Tabel 12 Struktur Pendapatan.......................................................................................... 48
      Tabel 13 Asumsi Beban Pokok Penjualan ......................................................................... 49
      Tabel 14 Asumsi Beban Usaha ......................................................................................... 49
      Tabel 15 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000) .................................................................... 50
      Tabel 16 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000) .............................................................................. 51
      Tabel 17 Proyeksi Arus Kas (Rp.000) ............................................................................... 51
      Tabel 18 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000) ............................................................ 52
      Tabel 19 Analisis Likuiditas ............................................................................................. 53
      Tabel 20 Analisis Solvabilitas ........................................................................................... 53
      Tabel 21 Analisis Profitabilitas ......................................................................................... 54
      Tabel 22 Return on Investment ........................................................................................ 55
      Tabel 23 Surat Utang Negara ........................................................................................... 56
      Tabel 24 Biaya Modal untuk Ekuitas................................................................................. 57
      Tabel 25 Weighted Average Cost of Capital ..................................................................... 58
      Tabel 26 Perhitungan NPV (Rp.000) ................................................................................. 59
      Tabel 27 Perhitungan PI ................................................................................................... 59
      Tabel 28 Perhitungan PP .................................................................................................. 60
      Tabel 29 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000) ................................................................... 60
      Tabel 30 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000) ......................................................... 62




                                                                                                                                 ix
Page 12
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                                                     DAFTAR GAMBAR

      Gambar 1 Alur Operasional Kegiatan Perseroan ............................................................... 18
      Gambar 2 Grafik Inflasi Global ......................................................................................... 22
      Gambar 3 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan I 2025 ..................................... 24
      Gambar 4 Grafik Neraca Perdagangan ............................................................................. 25
      Gambar 5 Grafik Aliran Modal Asing ................................................................................ 25
      Gambar 6 Grafik Cadangan Devisa .................................................................................. 26
      Gambar 7 Indeks Rupiah terhadap US$, Negara Maju kecuali AS & Negara Berkembang .. 26
      Gambar 8 Grafik Inflasi IHK dan Komponen ..................................................................... 27
      Gambar 9 Inflasi IHK Provinsi ........................................................................................... 28
      Gambar 10 Pertumbuhan Tingkat Penetrasi Internet Indonesia........................................ 28
      Gambar 11 Tingkat Penetrasi Internet Berdasarkan Pulau, 2025 ...................................... 29
      Gambar 12 Cara Mengakses Internet, 2025 ..................................................................... 30
      Gambar 13 Operator Seluler yang Paling Sering Digunakan ............................................. 31
      Gambar 14 Pertumbuhan Pelanggan Internet Tetap (Fixed Broadband) ........................... 31
      Gambar 15 Penyedia Layanan Internet Tetap ................................................................... 32
      Gambar 16 Sebaran Perusahaan ISP di Indonesia, 2025 ................................................... 34
      Gambar 17 Produk Koneksi Broadband Unggulan Perusahaan ISP ................................... 35
      Gambar 18 Tantangan Selama Tahun 2024 yang Belum Teratasi Perusahaan ISP ............ 36
      Gambar 19 Brand Router yang Digunakan Perusahaan ISP ............................................... 36
      Gambar 20 Alur Operasional Kegiatan Perseroan ............................................................. 40
      Gambar 21 Struktur Organisasi Perseroan ....................................................................... 46
      Gambar 22 Analisis Sensitivitas ....................................................................................... 62




                                                                                                                                x
Page 13
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




      1     PENDAHULUAN


      1.1   Nomor dan Tanggal Laporan Penilaian


            Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang, dan Rekan telah ditunjuk oleh PT Sinergi Inti
            Andalan Prima Tbk (atau selanjutnya disebut “Perseroan”) berdasarkan Surat
            Perjanjian Kerja (SPK) No. 0030/SPK/MSE-03/ES/III/2026, tanggal 27 Maret 2026,
            sebagai Penilai Independen untuk menyusun Laporan Studi Kelayakan Usaha
            Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46523 yaitu Perdagangan Besar
            Peralatan Telekomunikasi.


      1.2   Tanggal Penilaian


            Tanggal penilaian dalam Laporan Studi Kelayakan ini adalah per 31 Desember 2025.


      1.3   Identitas Pemberi Tugas


            Pemberi tugas dalam studi kelayakan ini adalah:


            Nama Perusahaan       :   PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk
            Bidang Usaha          :   Internet service provider, aktivitas telekomunikasi dengan
                                      kabel, jasa sistem komunikasi data, interkoneksi internet,
                                      dan jual kembali jasa telekomunikasi.
            Alamat                :   Gedung Cyber Lantai 10 Jl. Kuningan Barat No. 8, Kel.
                                      Mampang Prapatan, Kec. Mampang Prapatan, Jakarta
                                      Selatan.
            Telepon               :   021-5265943
            Website               :   info@sinergynetworks.co.id
            Email                 :   https://siapnetworks.co.id/


      1.4   Latar Belakang


            PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (atau selanjutnya disebut "Perseroan") didirikan
            berdasarkan Akta Notaris No. 01, yang dibuat oleh Devi Prihartanti, S.H., tanggal 16
            Desember 2016. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak
            Asasi     Manusia   Republik     Indonesia   dalam      Surat   Keputusan    No. AHU-
            0002586.AH.01.01 Tahun 2017, tanggal 20 Januari 2017. Anggaran Dasar
            Perusahaan telah mengalami perubahan beberapa kali, terakhir dengan Akta Notaris
            No. 1327, yang dibuat oleh Mohamad Fajri Mekka Putra, S.H., M.Kn., tanggal 17
            September 2025, sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor
            penuh. Akta Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem
            Administrasi Badan Hukum dari Kementerian Hukum Republik Indonesia dalam Surat
            Penerimaan Pemberitahuan No. AHU AH.01.03-0236052, tanggal 17 September
            2025.

                                                                                                  1
Page 14
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




            Perseroan pertama kali menawarkan sahamnya kepada publik dan tercatat di Bursa
            Efek Indonesia sejak 24 Juli 2023 dengan kode saham “INET”.


            Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah
            menjalankan usaha dalam bidang informasi dan komunikasi. Saat ini, kegiatan usaha
            utama Perusahaan berupa internet service provider dan kegiatan usaha penunjang
            berupa aktivitas telekomunikasi dengan kabel, jasa sistem komunikasi data,
            interkoneksi internet, dan jual kembali jasa telekomunikasi.

            Selanjutnya Perseroan akan melakukan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan
            yang dimintakan persetujuannya dalam RUPS berupa penambahan kegiatan usaha
            baru, sehingga diperlukan studi kelayakan untuk penambahan KBLI 46523 yaitu
            Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi yang ketentuannya sudah disesuaikan
            dengan Peraturan Perundang-undangan yang mengatur mengenai Klasifikasi Baku
            Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI 2025”).


      1.5   Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan


            Studi Kelayakan ini dibuat untuk mengetahui kelayakan usaha sehubungan dengan
            Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46523 yaitu Perdagangan Besar
            Peralatan Telekomunikasi serta sebagai syarat pemenuhan atas Peraturan Otoritas
            Jasa Keuangan Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material
            dan Penambahan Kegiatan Usaha (“POJK No.17/2020”), dan bukan untuk kepentingan
            perbankan ataupun kepentingan lainnya.


      1.6   Data dan Informasi yang Digunakan


            Dalam rangka melakukan Studi Kelayakan ini, kami telah mempelajari, menganalisis
            dan mempertimbangkan informasi sebagai berikut:
             1. Laporan       Keuangan      Perseroan      per      31     Desember      2022,
                No. 00113/2.0961/AU.1/05/1023-1/1/IV/2023, tanggal 10 April 2023 yang
                telah diaudit oleh Akuntan Publik David Kurniawan, CPA. dari Kantor Akuntan
                Publik Morhan & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
             2. Laporan       Keuangan      Perseroan      per      31     Desember      2023,
                No. 00114/2.0961/AU.1/05/1023-2/1/IV/2024, tanggal 8 April 2024 yang
                telah diaudit oleh Akuntan Publik David Kurniawan, CPA. dari Kantor Akuntan
                Publik Morhan & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
             3. Laporan       Keuangan      Perseroan      per      31     Desember      2024,
                No. 00091/2.0119/AU.1/05/0165-1/1/III/2025, tanggal 27 Maret 2025 yang
                telah diaudit oleh Akuntan Publik Dulgani, CPA. dari Kantor Akuntan Publik Dra.
                Suhartati & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
             4. Laporan       Keuangan      Perseroan      per      31     Desember      2025,
                No. 00075/2.1315/AU.1/05/1629-1/1/III/2026, tanggal 30 Maret 2026 yang



                                                                                             2
Page 15
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                telah diaudit oleh Akuntan Publik Ridho Fathoni, CPA. dari Kantor Akuntan Publik
                Suharli, Sugiharto & Rekan dengan opini wajar dalam semua hal yang material;
             5. Proyeksi Keuangan untuk paruh tahun 2025 sampai dengan tahun 2035;
             6. Legalitas Perseroan;
             7. Wawancara dan diskusi dengan manajemen Perseroan sehubungan dengan
                penugasan Studi Kelayakan atas Penambahan Kegiatan Usaha, yakni dengan
                Muhammad Arif sebagai Direktur Utama Perseroan dan Bapak Fagan Asabrin
                sebagai Accounting manager; dan
             8. Representation Letter No. 007/SP/SINERGY/IV.2026, tanggal 7 April 2026,
                sehubungan dengan Penugasan Penilaian Studi Kelayakan atas Penambahan
                Kegiatan Usaha KBLI 46523 yaitu Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi.


      1.7   Prosedur yang Digunakan


            Dalam menyusun Studi Kelayakan ini, analisis dilakukan berdasarkan Peraturan
            Otoritas Jasa Keuangan No. 35/POJK.04/2020, tanggal 25 Mei 2020 tentang Penilaian
            dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal, Surat Edaran Otoritas Jasa
            Keuangan No. 17 /SEOJK.04/2020 Tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan
            Penilaian Bisnis di Pasar Modal, serta Standar Penilaian Indonesia (SPI) Edisi VII 2018
            yang disusun oleh Masyarakat Penilai Indonesia (MAPPI) dengan memperhatikan Kode
            Etik Penilai Indonesia (KEPI), dan peraturan yang terkait yaitu mencakup:
            1. Kajian Kelayakan Pasar;
            2. Kajian Kelayakan Teknis;
            3. Kajian Kelayakan Pola Bisnis;
            4. Kajian Kelayakan Model Manajemen; dan
            5. Kajian Kelayakan Keuangan.


      1.8   Ruang Lingkup Penugasan


            Ruang Lingkup penugasan adalah sesuai dengan tujuan dari Studi Kelayakan ini, yaitu
            untuk melakukan kajian atau analisis kelayakan sehubungan dengan Penambahan
            Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46523 yaitu Perdagangan Besar Peralatan
            Telekomunikasi.


            Berdasarkan POJK No. 35/POJK.04/2020, ruang lingkup dari Penugasan Penilaian
            Profesional, paling sedikit meliputi:
            1. Tujuan dari Penugasan Penilaian Profesional;
            2. Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam Penugasan Penilaian
               Profesional; dan
            3. Dasar Nilai dan Premis Nilai yang digunakan.




                                                                                                 3
Page 16
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




      1.9   Asumsi dan Kondisi Pembatas


            Asumsi dan kondisi pembatas yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini
            adalah:
            •   Laporan studi kelayakan ini bersifat non-disclaimer opinion.
            •   Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan
                dalam studi kelayakan.
            •   Dalam menyusun laporan studi kelayakan ini, penilai mengandalkan keakuratan
                dan kelengkapan informasi yang disediakan oleh pemberi tugas atau data yang
                diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik dan informasi lainnya serta
                penelitian yang kami anggap relevan.
            •   Penilai menggunakan proyeksi keuangan yang disampaikan oleh manajemen
                dengan     mencerminkan      kewajaran    proyeksi    keuangan   dan   kemampuan
                pencapaiannya (fiduciary duty).
            •   Penilai bertanggung jawab atas pelaksanaan studi kelayakan dan kewajaran
                proyeksi keuangan yang telah disesuaikan.
            •   Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang
                bersifat rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional perusahaan.
            •   Penilai bertanggung jawab atas laporan studi kelayakan dan kesimpulan yang
                dihasilkan.
            •   Penilai telah memperoleh informasi atas status hukum objek studi kelayakan dari
                pemberi tugas.


      1.10 Kualifikasi Penilai

            Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan
            berdasarkan        Keputusan    Menteri   Keuangan       No. 1498/KM.1/2012,   tanggal
            28 Desember 2012, dengan nama Kantor Jasa Penilai Publik Syarif, Endang dan Rekan
            dengan Izin KJPP No. 2.12.0113.


            Penilai Usaha yang menandatangani laporan penilaian usaha ini merupakan Penilai
            Usaha bersertifikat MAPPI dengan perizinan sebagai berikut.
            MAPPI                             : No. 09-S-02341
            Izin Penilai Publik               : No. B-1.12.00340
            Klasifikasi izin                  : Penilaian Bisnis
            Register                          : No. RMK-2017.00303
            STTD OJK                          : No. STTD.PB-08/PJ-1/PM.02/2023
            STTD IKNB                         : No. 173/NB.122/STTD-P/2019


      1.11 Kejadian Setelah Tanggal Studi Kelayakan

            Dari tanggal Penilaian Studi Kelayakan, yaitu tanggal 31 Desember 2025, sampai
            dengan tanggal diterbitkannya laporan ini, tidak terdapat kejadian penting yang
            terjadi selama periode tersebut.

                                                                                                4
Page 17
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




      2       INFORMASI UMUM


      2.1     Profil Perseroan


              PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (atau selanjutnya disebut "Perseroan") didirikan
              berdasarkan Akta Notaris No. 01, yang dibuat oleh Devi Prihartanti, S.H., tanggal 16
              Desember 2016. Akta pendirian ini telah disahkan oleh Kementerian Hukum dan Hak
              Asasi   Manusia    Republik    Indonesia   dalam     Surat    Keputusan   No. AHU-
              0002586.AH.01.01 Tahun 2017, tanggal 20 Januari 2017. Anggaran Dasar
              Perusahaan telah mengalami perubahan beberapa kali, terakhir dengan Akta Notaris
              No. 1327, yang dibuat oleh Mohamad Fajri Mekka Putra, S.H., M.Kn., tanggal 17
              September 2025, sehubungan dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor
              penuh. Akta Perubahan tersebut telah diterima dan dicatat di dalam database Sistem
              Administrasi Badan Hukum dari Kementerian Hukum Republik Indonesia dalam Surat
              Penerimaan Pemberitahuan No. AHU AH.01.03-0236052, tanggal 17 September
              2025.


              Perseroan pertama kali menawarkan sahamnya kepada publik dan tercatat di Bursa
              Efek Indonesia sejak 24 Juli 2023 dengan kode saham “INET”.


              Perseroan memulai kegiatan operasional pada tahun 2016 dan berdomisili di Gedung
              Cyber Lantai 10 Jl. Kuningan Barat No. 8, Kel. Mampang Prapatan, Kec. Mampang
              Prapatan, Jakarta Selatan, Indonesia.


      2.1.1    Bidang Usaha


               Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah
               menjalankan usaha dalam bidang informasi dan komunikasi. Saat ini, kegiatan
               usaha utama Perusahaan berupa internet service provider dan kegiatan usaha
               penunjang berupa aktivitas telekomunikasi dengan kabel, jasa sistem komunikasi
               data, interkoneksi internet, dan jual kembali jasa telekomunikasi.


               Perseroan berencana melakukan perubahan Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan yang
               dimintakan persetujuannya dalam RUPS berupa penambahan kegiatan usaha baru
               yaitu KBLI 46523, Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi, yang ketentuannya
               sudah disesuaikan dengan Peraturan Perundang-undangan yang               mengatur
               mengenai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI 2025”). Penambahan
               kegiatan usaha baru dikaji mulai dari paruh tahun 2026 dengan tanggal penilaian
               laporan studi kelayakan yaitu per 31 Desember 2025.




                                                                                                5
Page 18
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




      2.1.2   Struktur Permodalan dan Pemegang Saham Perseroan


              Rincian pemegang saham Perseroan dan persentase kepemilikannya adalah sebagai
              berikut.
                                         Tabel 1 Susunan Pemegang Saham Perseroan
                                                                       Nilai Nominal Rp10 per Saham
                                                             Jumlah Lembar       Persentase
                             Pemegang Saham
                                                           Saham Ditempatkan     Kepemilikan       Jumlah (Rp)
                                                           dan Disetor Penuh         (%)
                  1.    PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara         5.360.707.200         55,95      53.607.072.000
                  2.    Muhammad Arif                                   10.000             0,01         100.000
                  3.    Masyarakat                               4.220.358.096         44,04      42.203.580.960
                                     Total                       9.581.075.296       100,00       95.810.752.960
              Sumber: Laporan Keuangan Perseroan 31 Desember 2025


      2.1.3   Susunan Dewan Komisaris dan Direksi


              Susunan pengurus Perseroan per 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut.


              Dewan Komisaris
              Komisaris Utama                      : Saripudin
              Komisaris Independen                 : Dr. Ir. Cahyana Ahmadjayadi
              Komisaris                            : Tongam Lumban Tobing


              Dewan Direksi
              Direktur Utama                       : Muhammad Arif
              Direktur                             : Bayu Satrio
              Direktur                             : Willy Unsulangi


      2.1.4   Legalitas dan Izin Operasional


              Dalam menjalankan kegiatan operasional Perseroan memiliki dokumen perizinan
              usaha dan legalitas lainnya yang dikeluarkan oleh instansi terkait antara lain:


              •        Akta Pendirian Perseroan Terbatas No. 1, tanggal 16 Desember 2016, dari Devi
                       Prihartanti, S.H., Notaris di Tangerang Selatan.
              •        Pengesahan Akta Pendirian oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
                       Republik Indonesia, dalam Surat Keputusan No. AHU-0002586.AH.01.01 Tahun
                       2017, tanggal 20 Januari 2017.
              •        Akta Perubahan Anggaran Dasar Terakhir Akta Notaris No. 1327 oleh Mohamad
                       Fajri Mekka Putra, S.H., M.Kn., tanggal 17 September 2025.
              •        Surat penerimaan pemberitahuan perubahan data Perseroan dari Menteri Hukum
                       dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU AH.01.03-0236052,
                       tanggal 17 September 2025.



                                                                                                                 6
Page 19
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                •    NPWP Perseroan No. 81.148.632.3-014.000.
                •    NIB Perizinan Berusaha Berbasis Risiko No. 9120503152815.


      2.2       Kinerja Keuangan


                Berikut adalah gambaran mengenai perkembangan kinerja Perseroan dalam lima
                tahun terakhir, berdasarkan data Laporan Keuangan audited per 31 Desember 2022,
                31 Desember 2023, 31 Desember 2024, dan 31 Desember 2025 dengan opini wajar
                dalam semua hal yang material.


      2.2.1     Kinerja Posisi Keuangan


                Kinerja Posisi Keuangan Perseroan selama tahun 2021 sampai dengan tahun 2025
                adalah sebagai berikut.


                                    Tabel 2 Kinerja Posisi Keuangan Perseroan (Rp.000)
                                                 2025           2024          2023          2022          2021
                         Uraian
                                               Audited        Audited       Audited        Audited       Audited
         ASET
         Aset Lancar
            Kas dan setara kas                404.440.596     61.911.440    61.802.427     2.016.838      428.858
            Piutang usaha
              Pihak ketiga                      8.520.499      4.824.019     3.660.632     3.695.387     1.862.585
              Pihak berelasi                             -              -             -              -             -
            Piutang lain-lain
              Pihak ketiga                          2.503          1.630       116.622      143.997        70.133
              Pihak berelasi                             -              -             -              -   2.778.940
            Pajak dibayar di muka                 786.087         19.991        73.804               -             -
            Uang muka & Biaya dibayar di          505.666        223.376       111.308      101.543        42.062
              muka
            Biaya emisi ditangguhkan            2.965.711               -             -    2.658.554               -
            Aset lancar lainnya                61.000.000               -             -              -             -
         Total Aset Lancar                    478.221.062     66.980.457    65.764.793     8.616.319     5.182.579
                                                  613,97%          1,85%       663,26%       66,26%
         Aset Tidak Lancar
            Aset Tetap
              Biaya perolehan
               Jaringan internet              167.897.286    131.740.753     6.237.909     1.665.681     1.256.575
               Kendaraan                        3.632.951      3.439.315     1.521.125     1.521.125     1.521.125
               Peralatan kantor                 1.112.260        750.064       676.183      600.903       412.805
               Perbaikan prasarana              1.946.699        682.345       666.087      666.087       364.270
               Perabot dan perlengkapan            75.324         75.324        75.324       75.324        65.471
               Bangunan                         7.595.754               -             -              -             -
               Aset dalam penyelesaian                   -              -   73.164.230    48.150.675               -
            Total biaya perolehan             182.260.274    136.687.800    82.340.859    52.679.795     3.620.245
              Akumulasi penyusutan
               Jaringan internet              (16.400.284)    (2.366.444)   (1.217.675)    (727.987)     (338.165)
               Kendaraan                       (1.556.988)     (992.727)     (662.128)     (471.987)     (281.846)
               Peralatan kantor                 (713.158)      (536.871)     (379.608)     (226.678)     (103.308)




                                                                                                               7
Page 20
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                                              2025           2024           2023           2022         2021
                       Uraian
                                            Audited        Audited        Audited        Audited       Audited
             Perbaikan prasarana               (87.894)     (222.650)      (156.788)       (90.179)     (31.914)
             Perabot dan perlengkapan          (75.477)       (72.740)       (56.917)      (38.086)     (18.212)
             Bangunan                        (189.894)               -              -              -             -
          Total akumulasi penyusutan       (19.023.694)    (4.191.432)    (2.473.115)   (1.554.917)    (773.444)
          Nilai Buku                       163.236.579    132.496.369     79.867.744    51.124.878     2.846.801


           Uang muka dan biaya dibayar     117.652.654               -              -              -             -
             di muka
           Aset pajak tangguhan                274.236        257.877        239.242        54.146       45.271
           Aset hak guna                       291.754         59.783      1.881.007       266.231      381.113
               Bangunan                        404.593        529.267      2.249.250       608.471      508.204
               Kendaraan                       113.274        113.274        113.274               -             -
           Akumulasi Penyusutan
               Bangunan                      (134.864)      (529.267)      (465.784)     (342.240)     (127.091)
               Kendaraan                       (91.248)       (53.490)       (15.732)              -             -
           Uang muka                                  -              -    46.010.159    12.349.225               -
           Goodwill                            684.922        553.049        553.049       553.049               -
           Uang jaminan                         10.000     29.507.150     29.601.980        20.000       20.000
         Total Aset Tidak Lancar           282.150.146    162.874.228    158.153.181    64.367.529     3.293.185
                                                73,23%          2,99%        145,70%     1854,57%
         TOTAL ASET                        760.371.208    229.854.685    223.917.974    72.983.848     8.475.763
                                               230,81%          2,65%        206,80%       761,09%
         LIABILITAS DAN EKUITAS
         LIABILITAS JANGKA PENDEK
           Utang usaha
             Pihak ketiga                    9.617.977     11.444.724      6.221.279     4.564.395     2.723.378
             Pihak berelasi                           0              0              0              0             0
           Utang lain-lain
             Pihak ketiga                       73.397        121.400        151.000        44.027               0
             Pihak berelasi                    367.750        184.434        170.997        51.500               0
           Utang pajak                      10.344.729        184.824        366.735       340.376      418.247
           Beban masih harus dibayar         1.688.603        289.123        197.100     2.113.229               0
           Pendapatan diterima di muka      48.586.578               0              0              0             0
           Bagian liabilitas jangka
             panjang yang jatuh tempo
             dalam satu tahun
            Utang bank jangka Panjang        1.285.714               0              0              0             0
            Utang pembiayaan konsumen          340.373        330.314        174.667       248.650      277.121
            Liabilitas sewa                    222.080         38.547        208.900       179.127      135.065
           Uang jaminan pelanggan          250.000.000               0              0              0             0
         Total Liabilitas Jangka Pendek    322.527.201     12.593.365      7.490.678     7.541.305     3.553.812
                                             2461,09%          68,12%         -0,67%       112,20%
         LIABILITAS JANGKA PANJANG
           Bagian liabilitas jangka
             panjang - setelah dikurangi
             bagian yang jatuh tempo
             dalam satu tahun
            Utang bank jangka Panjang        7.178.571               0              0              0             0
            Utang pembiayaan konsumen          621.209        986.824               0      151.007      399.657
            Liabilitas sewa                    161.315         27.800      1.637.041               0    150.089
           Liabilitas imbalan pascakerja       671.286        375.015        251.298        88.484       36.540



                                                                                                             8
Page 21
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                                                2025            2024            2023            2022          2021
                         Uraian
                                              Audited         Audited          Audited         Audited       Audited
         Total Liabilitas Jangka Panjang       8.632.381       1.389.640        1.888.339       239.492       586.286
                                                 521,20%        -26,41%          688,48%        -59,15%
         TOTAL LIABILITAS                    331.159.582      13.983.005        9.379.016      7.780.796     4.140.097
                                               2268,30%          49,09%           20,54%         87,94%
         EKUITAS
           Modal saham                        95.810.753      75.000.677       75.000.000     60.000.000      510.000
           PT Abadi Kreasi Unggul             53.607.072      60.304.258       60.304.258     59.999.900               -
             Nusantara
           Muhammad Arif                               100             100             100          100       102.000
           Bianca Wina                                   -               -                -              -    408.000
           Masyarakat                         42.203.581      14.696.319       14.695.642                -             -
           Tambahan modal disetor            302.180.211     133.514.992     133.509.507                 -             -
           Saldo laba
             Ditentukan penggunaannya          3.600.000       3.000.000        3.000.000      3.000.000               -
             Belum ditentukan                 27.623.126       4.393.626        3.065.267      2.189.574     3.815.821
              penggunaannya
             Pengukuran kembali                  (22.064)       (37.691)         (35.893)        13.401         9.845
              liabilitas diestimasi atas
              imbalan kerja karyawan
           Jumlah ekuitas yang dapat         429.192.026     215.871.604     214.538.881      65.202.975     4.335.666
             diatribusikan kepada
             pemilik entitas induk
           Kepentingan non pengendali             19.600                77               77            77              -
         Total Ekuitas                       429.211.627     215.871.680     214.538.957      65.203.052     4.335.666
                                                  98,83%          0,62%          229,03%       1403,88%
         TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS        760.371.208     229.854.685     223.917.974      72.983.848     8.475.763
        Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


               Aset
               • Pada 31 Desember 2021, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp8,48
                   miliar. Total aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp5,18 miliar dan aset tidak
                   lancar sebesar Rp3,29 miliar.
               • Pada 31 Desember 2022, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp72,98
                   miliar, meningkat sebesar 761,09% dari Rp8,48 miliar yang dicatat tahun 2021.
                   Total aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp8,62 miliar dan aset tidak lancar
                   sebesar        Rp64,37   miliar.    Peningkatan      aset    terutama       disebabkan      oleh
                   meningkatnya nilai buku aset tetap, khususnya pada aset dalam penyelesaian
                   dan jaringan internet.
               • Pada 31 Desember 2023, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp223,92
                   miliar, meningkat sebesar 206,80% dari Rp72,98 miliar yang dicatat tahun 2022.
                   Total aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp65,76 miliar dan aset tidak lancar
                   sebesar Rp158,15 miliar. Peningkatan aset terutama didorong oleh kenaikan kas
                   dan bank dari sisi aset lancar, serta kenaikan uang muka dan uang jaminan dari
                   sisi aset tidak lancar.
               • Pada 31 Desember 2024, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp229,85
                   miliar, meningkat sebesar 2,65% dari Rp223,92 miliar yang dicatat tahun 2023.



                                                                                                                   9
Page 22
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                 Total aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp66,98 miliar dan aset tidak lancar
                 sebesar   Rp162,87     miliar.   Peningkatan   aset   terutama   disebabkan     oleh
                 bertambahnya nilai aset tetap pada jaringan internet.
             • Pada 31 Desember 2025, Perseroan membukukan total aset sebesar Rp760,37
                 miliar, meningkat sebesar 230,81% dari Rp229,85 miliar yang dicatat tahun
                 2024. Total aset ini terdiri atas aset lancar sebesar Rp478,22 miliar dan aset tidak
                 lancar sebesar Rp282,15 miliar. Peningkatan aset terutama disebabkan oleh
                 kenaikan signifikan pada kas dan bank dan aset lancar lainnya pada sisi aset
                 lancar, serta peningkatan nilai buku aset tetap khususnya jaringan internet dan
                 uang muka dan biaya dibayar di muka pada sisi aset tidak lancar.


              Liabilitas
             • Pada 31 Desember 2021, total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp4,14 miliar.
                 Liabilitas ini terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp3,55 miliar dan
                 liabilitas jangka panjang sebesar Rp586,29 juta.
             • Pada 31 Desember 2022, total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp7,78 miliar,
                 meningkat sebesar 87,94% dari Rp4,14 miliar pada 31 Desember 2021. Liabilitas
                 ini terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp7,54 miliar dan liabilitas jangka
                 panjang sebesar Rp239,49 juta. Peningkatan liabilitas terutama disebabkan oleh
                 kenaikan utang usaha pihak ketiga serta beban masih harus bayar.
             • Pada 31 Desember 2023, total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp9,38 miliar,
                 meningkat sebesar 20,54% dari Rp7,78 miliar pada 31 Desember 2022. Liabilitas
                 ini terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp7,49 miliar dan liabilitas jangka
                 panjang sebesar Rp1,89 miliar. Peningkatan liabilitas terutama disebabkan oleh
                 kenaikan utang usaha pihak ketiga pada liabilitas jangka pendek, serta liabilitas
                 sewa pada bagian liabilitas jangka panjang.
             • Pada 31 Desember 2024, total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp13,98
                 miliar, meningkat sebesar 49,09% dari Rp9,38 miliar pada 31 Desember 2023.
                 Liabilitas ini terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp12,59 miliar dan
                 liabilitas jangka panjang sebesar Rp1,39 miliar. Peningkatan liabilitas terutama
                 disebabkan oleh kenaikan utang usaha pihak ketiga.
             • Pada 31 Desember 2025, total liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp331,16
                 miliar, meningkat signifikan sebesar 2.268,30% dari Rp13,98 miliar pada 31
                 Desember 2024. Liabilitas ini terdiri atas liabilitas jangka pendek sebesar
                 Rp322,53 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp8,63 miliar. Peningkatan
                 liabilitas terutama disebabkan oleh kenaikan signifikan pada uang jaminan
                 pelanggan, pendapatan diterima di muka, serta utang pajak pada liabilitas jangka
                 pendek.


              Ekuitas
             • Pada 31 Desember 2021, total ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp4,34 miliar.
                 Ekuitas terutama dikontribusikan oleh modal saham serta saldo laba belum
                 ditentukan penggunaannya.



                                                                                                   10
Page 23
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




              • Pada 31 Desember 2022, total ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp65,20 miliar,
                  meningkat sebesar 1.403,88% dari Rp4,34 miliar pada tahun 2021. Peningkatan
                  ekuitas terutama dikontribusikan oleh peningkatan signifikan pada modal
                  saham.
              • Pada 31 Desember 2023, total ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp214,54
                  miliar, meningkat sebesar 229,03% dari Rp65,20 miliar pada tahun 2022.
                  Peningkatan ekuitas terutama disebabkan oleh tambahan modal disetor serta
                  peningkatan saldo laba belum ditentukan penggunaannya.
              • Pada 31 Desember 2024, total ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp215,87
                  miliar, meningkat sebesar 0,62% dari Rp214,54 miliar pada tahun 2023. Kenaikan
                  ini relatif stabil dan terutama dipengaruhi oleh peningkatan saldo laba.
              • Pada 31 Desember 2025, total ekuitas Perseroan tercatat sebesar Rp429,21
                  miliar, meningkat sebesar 98,83% dari Rp215,87 miliar pada tahun 2024.
                  Peningkatan ekuitas terutama dikontribusikan oleh kenaikan tambahan modal
                  disetor serta peningkatan saldo laba belum ditentukan penggunaannya.


      2.2.2   Kinerja Laba (Rugi)


              Kinerja Laba (Rugi) Perseroan selama tahun 2021 sampai dengan tahun 2025 adalah
              sebagai berikut.


                                     Tabel 3 Kinerja Laba (Rugi) Perseroan (Rp.000)
                                          2025           2024           2023            2022            2021
                   Uraian
                                         Audited        Audited        Audited         Audited         Audited
                                           201,67%          5,36%          44,82%          0,29%
       PENDAPATAN                       91.819.510     30.437.201      28.889.381     19.947.940      19.890.896
         Penjualan Internet             91.819.511     30.437.201      28.889.382     19.947.940      19.890.896
                                          -144,99%          5,12%         -43,49%         -0,92%
       BEBAN POKOK PENJUALAN           (47.929.588)   (19.563.574)    (20.619.612)   (14.369.599)    (14.238.824)
         Bandwidth                     (32.970.174)   (16.622.992)    (19.882.939)   (13.996.447)    (14.023.679)
         Penyusutan aset tetap         (13.396.496)    (1.870.187)      (489.688)      (318.716)       (183.644)
         Konstruksi                     (1.161.766)               0              0               0               0
         Colocation server                (401.153)    (1.070.395)      (246.985)        (54.436)        (31.500)
       LABA KOTOR                       43.889.922     10.873.627       8.269.770      5.578.341       5.652.072
                                           303,64%         31,49%          48,25%         -1,30%
       BEBAN USAHA                     (12.909.564)    (9.763.972)     (6.963.622)    (3.689.540)     (3.472.507)
         Beban Penjualan                (1.612.556)               0              0               0               0
          Komisi penjualan              (1.137.689)               0              0               0               0
          Jamuan                          (371.527)               0              0               0               0
          Pemasaran                        (94.012)               0              0               0               0
          Ekspedisi                         (9.328)               0              0               0               0
         Beban Usaha                   (11.297.008)    (9.763.972)     (6.963.622)    (3.689.540)     (3.472.507)
          Gaji dan upah                 (6.151.581)    (6.027.708)     (3.946.031)    (2.222.097)     (2.181.273)
          Tenaga ahli                   (1.843.092)     (765.733)       (232.006)        (42.550)                0
          Penyusutan aset tetap           (912.953)     (568.964)       (428.510)      (380.478)       (237.237)
          Sewa                            (312.291)     (558.552)       (226.885)        (36.168)                0
          Meterai dan biaya kantor        (338.641)     (505.886)       (611.126)      (157.588)       (202.545)
          Transportasi                    (309.043)     (275.779)       (230.051)      (193.464)       (209.994)



                                                                                                            11
Page 24
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                                           2025         2024          2023          2022          2021
                      Uraian
                                         Audited       Audited       Audited       Audited       Audited
           Jamuan                                  0   (238.390)      (237.200)    (100.808)     (172.885)
           Utilitas                       (125.053)    (212.330)      (175.483)      (86.154)     (54.363)
           Penyusutan aset hak            (172.622)    (144.240)      (198.680)    (145.022)      (99.679)
             guna
           Imbalan pascakerja             (316.305)    (121.415)       (99.617)      (41.552)     (21.147)
           Penyisihan penurunan             (84.135)     (94.365)     (120.181)              0    (78.509)
             nilai piutang usaha
           Beban pajak                    (212.393)      (48.069)     (223.968)      (28.009)     (53.768)
           Biaya keanggotaan              (233.503)      (30.135)      (59.570)      (96.105)     (79.000)
           Asuransi                         (56.483)     (29.460)      (32.634)      (22.073)     (12.622)
           Biaya pemeliharaan                (3.444)     (18.600)      (38.572)      (83.049)     (26.325)
           Sumbangan                               0             0     (19.900)      (15.003)     (19.500)
           Lain-lain                      (225.467)    (124.347)       (83.207)      (39.419)     (23.659)
       LABA USAHA                        30.980.357    1.109.655      1.306.148    1.888.801     2.179.565
                                          2691,89%       -15,04%       -30,85%       -13,34%
       PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-             460.074      586.383          3.981    (104.084)      (68.666)
         LAIN
           Penghasilan keuangan           1.667.941      497.441         94.959            338       1.237
           Beban keuangan                 (550.164)    (111.698)      (131.306)    (123.018)      (68.512)
       Penghasilan usaha lainnya -        (657.703)      200.640         40.328       18.596        (1.391)
         neto
       LABA SEBELUM PAJAK                31.440.432    1.696.038      1.310.129    1.784.718     2.110.899
         PENGHASILAN
                                          1753,76%        29,46%       -26,59%       -15,45%
       BEBAN PAJAK PENGHASILAN           (6.951.372)   (367.679)      (434.437)    (410.960)     (465.318)
           Pajak Kini                    (6.972.138)   (385.810)      (605.630)    (411.942)     (482.245)
           Pajak Tangguhan                   20.767       18.131       171.193             983      16.928
       LABA TAHUN BERJALAN               24.489.060    1.328.359       875.692     1.373.758     1.645.581
                                          1743,56%        51,69%       -36,26%       -16,52%
       PENGHASILAN (RUGI)
       KOMPREHENSIF LAINNYA
       Pos yg akan direklasifikasi ke
         laba rugi:
         Pengukuran kembali                        0             0             0             0             0
         liabilitas imbalan pasti
         Pajak penghasilan terkait                 0             0             0             0             0
       Pos yg tidak akan
         direklasifikasi ke laba rugi:
         Pengukuran kembali                  20.035       (2.302)      (63.197)        4.559         9.023
         liabilitas imbalan pasti
         Pajak penghasilan terkait           (4.408)           504       13.903       (1.003)       (1.985)
       Jumlah laba komprehensif              15.627       (1.798)      (49.294)        3.556         7.038
       JUMLAH LABA KOMPREHENSIF          24.504.687    1.326.561       826.398     1.377.314     1.652.620
         TAHUN BERJALAN
      Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


                Pendapatan
                • Pada tahun 2021, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp19,89 miliar.
                      Pendapatan ini seluruhnya berasal dari penjualan internet.



                                                                                                     12
Page 25
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




             • Pada tahun 2022, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp19,95 miliar,
                meningkat sebesar 0,29% dari tahun 2021 yang sebesar Rp19,89 miliar.
                Peningkatan ini relatif stabil seiring dengan pertumbuhan penjualan internet.
             • Pada tahun 2023, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp28,89 miliar,
                meningkat sebesar 44,82% dari tahun 2022 yang sebesar Rp19,95 miliar.
                Peningkatan pendapatan terutama didorong oleh meningkatnya penjualan
                internet.
             • Pada tahun 2024, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp30,44 miliar,
                meningkat sebesar 5,36% dari tahun 2023 yang sebesar Rp28,89 miliar. Kenaikan
                ini mencerminkan pertumbuhan yang tetap positif namun lebih moderat.
             • Pada tahun 2025, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp91,82 miliar,
                meningkat signifikan sebesar 201,67% dari tahun 2024 yang sebesar Rp30,44
                miliar. Peningkatan pendapatan terutama dikontribusikan oleh pertumbuhan
                penjualan internet yang signifikan.


             Beban Pokok Pendapatan dan Laba Bruto
             • Beban pokok pendapatan pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp14,24 miliar,
                sehingga Perseroan membukukan laba bruto sebesar Rp5,65 miliar.
             • Beban pokok pendapatan pada tahun 2022 tercatat sebesar Rp14,37 miliar,
                meningkat sebesar 0,92% dari tahun 2021. Sehingga laba bruto tercatat sebesar
                Rp5,58 miliar atau turun 1,30% dari tahun sebelumnya.
             • Beban pokok pendapatan pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp20,62 miliar,
                meningkat sebesar 43,49% dari tahun 2022. Sehingga laba bruto meningkat
                48,25% menjadi Rp8,27 miliar.
             • Beban pokok pendapatan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp19,56 miliar,
                menurun sebesar 5,12% dari tahun 2023. Sehingga laba bruto meningkat 31,49%
                menjadi Rp10,87 miliar.
             • Beban pokok pendapatan pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp47,93 miliar,
                meningkat signifikan sebesar 144,99% dari tahun 2024. Sehingga laba bruto
                meningkat signifikan sebesar 303,64% menjadi Rp43,89 miliar.


             Beban Usaha, Pajak, dan Laba Tahun Berjalan
             • Beban usaha pada tahun 2021 tercatat sebesar Rp3,47 miliar. Beban ini terutama
                terdiri dari beban penjualan serta biaya usaha. Beban pajak penghasilan pada
                tahun 2021 tercatat sebesar Rp465,32 juta. Sehingga, laba tahun berjalan
                Perseroan tercatat sebesar Rp1,65 miliar.
             • Beban usaha pada tahun 2022 tercatat sebesar Rp3,69 miliar, meningkat sebesar
                6,25% dari tahun 2021. Beban pajak penghasilan pada tahun 2022 tercatat
                sebesar Rp410,96 juta. Sehingga, laba tahun berjalan Perseroan tercatat sebesar
                Rp1,37 miliar, menurun sebesar 16,52% dibandingkan tahun sebelumnya.
             • Beban usaha pada tahun 2023 tercatat sebesar Rp6,96 miliar, meningkat
                signifikan sebesar 88,74% dari tahun 2022. Peningkatan ini terutama disebabkan
                oleh kenaikan gaji dan upah serta tenaga ahli. Beban pajak penghasilan pada



                                                                                                13
Page 26
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                 tahun 2023 tercatat sebesar Rp434,44 juta. Sehingga, laba tahun berjalan
                 Perseroan tercatat sebesar Rp875,69 juta, menurun sebesar 36,26% dari tahun
                 sebelumnya.
             • Beban usaha pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp9,76 miliar, meningkat sebesar
                 40,21% dari tahun 2023. Peningkatan beban terutama disebabkan oleh kenaikan
                 gaji dan upah serta tenaga ahli. Beban pajak penghasilan pada tahun 2024
                 tercatat sebesar Rp367,68 juta. Sehingga, laba tahun berjalan Perseroan tercatat
                 sebesar     Rp1,33 miliar, meningkat sebesar              51,69% dibandingkan tahun
                 sebelumnya.
             • Beban usaha pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp12,91 miliar, meningkat
                 sebesar 32,22% dari tahun 2024. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan gaji
                 dan upah, tenaga ahli, serta beban penjualan yang mulai muncul. Beban pajak
                 penghasilan pada tahun 2025 tercatat sebesar Rp6,95 miliar. Sehingga, laba
                 tahun berjalan Perseroan tercatat sebesar Rp24,49 miliar, meningkat signifikan
                 sebesar 1.743,56% dibandingkan tahun sebelumnya.


                                        Tabel 4 Analisis Rasio Keuangan Perseroan
                             Uraian                  2025      2024      2023      2022      2021     Rerata

               A. LIQUIDITY (%)
                  Current Ratio                     148,27%   531,87%   877,96%   114,26%   145,83%   363,64%
                  Quick Ratio                       128,04%   529,93%   873,93%    75,75%    64,48%   334,42%
                  Working Capital To Total Assets    20,48%    23,66%    26,02%     1,47%    19,22%    18,17%
               B. ACTIVITY
                  Total Assets Turnover (X)            0,12      0,13      0,13      0,27      2,35      0,60
                  Account Receivable Turnover (X)     10,78      6,31      7,89      5,40     10,68      8,21
                  Average Collection Period (Day)       34        58        46        68        34         48
                  Working Capital Turnover (X)         0,59      0,56      0,50     18,56     12,21      6,48
               C. SOLVABILITY (%)
                  Total Debt to Equity Ratio         77,16%     6,48%     4,37%    11,93%    95,49%    39,09%
                  Total Debt to Asset Ratio          43,55%     6,08%     4,19%    10,66%    48,85%    22,67%
                  Long Term Debt To Equity Ratio      2,01%     0,64%     0,88%     0,37%    13,52%     3,48%
               D. RENTABILITY (%)
                  Gross Profit Margin                47,80%    35,72%    28,63%    27,96%    28,42%    33,71%
                  Operating Profit Margin            33,74%     3,65%     4,52%     9,47%    10,96%    12,47%
                  Net Profit Margin                  26,67%     4,36%     3,03%     6,89%     8,27%     9,85%
                  Rate of Return on Investment        3,22%     0,58%     0,39%     1,88%    19,42%     5,10%
                  Rate of Return on Equity            5,71%     0,62%     0,41%     2,11%    37,95%     9,36%
             Sumber: Laporan Keuangan Perseroan


             Rasio Likuiditas
             Rasio likuiditas menunjukkan rata-rata current ratio dan quick ratio Perseroan
             masing-masing sebesar 363,64% dan 334,42%. Sementara itu, working capital to
             total assets ratio memiliki rata-rata sebesar 18,17%. Hal ini menunjukkan bahwa
             Perseroan memiliki tingkat likuiditas yang sangat baik, dimana aset lancar yang
             dimiliki lebih dari cukup untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Tingginya




                                                                                                          14
Page 27
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




             rasio ini juga mengindikasikan adanya kelebihan likuiditas, khususnya pada tahun-
             tahun terakhir.


             Rasio Aktivitas
             Rasio aktivitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam memanfaatkan aset
             yang dimilikinya untuk menghasilkan pendapatan. Rata-rata total assets turnover
             tercatat sebesar 0,60 kali, yang menunjukkan bahwa efektivitas penggunaan aset
             masih relatif rendah dan belum optimal dalam menghasilkan pendapatan.


             Di sisi lain, rata-rata account receivable turnover sebesar 8,21 kali dengan average
             collection period selama 48 hari, yang menunjukkan bahwa Perseroan cukup efektif
             dalam mengelola penagihan piutang. Sementara itu, working capital turnover rata-
             rata sebesar 6,48 kali, yang mengindikasikan bahwa modal kerja telah dimanfaatkan
             cukup baik untuk mendukung operasional perusahaan.


             Rasio Solvabilitas
             Rasio solvabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk mengembalikan
             pinjaman yang diberikan oleh kreditor baik dalam bentuk jangka pendek maupun
             jangka panjang. Salah satu rasio solvabilitas adalah debt to equity ratio (DER)
             menunjukkan       besarnya     porsi   utang   terhadap   ekuitas   dalam   pembiayaan
             perusahaan, sedangkan debt to asset ratio (DAR) menunjukkan posisi liabilitas
             terhadap aset dalam pembiayaan perusahaan. Rasio solvabilitas menunjukkan rata-
             rata debt to equity ratio (DER) sebesar 39,09% dan debt to asset ratio (DAR) sebesar
             22,67%. Hal ini menunjukkan bahwa struktur permodalan Perseroan relatif sehat
             dengan tingkat ketergantungan terhadap utang yang masih moderat.


             Rasio Rentabilitas
             Rasio rentabilitas menggambarkan kemampuan Perseroan dalam menghasilkan
             laba. Rata-rata gross profit margin tercatat sebesar 33,71%, yang menunjukkan
             bahwa Perseroan mampu menjaga efisiensi beban pokok pendapatan terhadap
             pendapatan yang dihasilkan. Sementara itu, rata-rata net profit margin sebesar
             9,85% menunjukkan bahwa Perseroan mampu menghasilkan laba bersih dari setiap
             pendapatan, meskipun masih terdapat fluktuasi antar periode.

              Rata-rata return on investment (ROI) sebesar 5,10% menunjukkan bahwa tingkat
              pengembalian atas total aset masih relatif rendah. Selain itu, rata-rata return on
              equity (ROE) sebesar 9,36% menunjukkan bahwa Perseroan mampu menghasilkan
              laba dari modal yang diinvestasikan, meskipun tingkat pengembaliannya masih
              dapat ditingkatkan. Secara keseluruhan, profitabilitas Perseroan menunjukkan tren
              peningkatan, terutama pada tahun 2025 yang mengalami lonjakan signifikan seiring
              dengan peningkatan pendapatan dan laba bersih.




                                                                                                15
Page 28
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




      2.3     Produk dan Layanan Perseroan


             Sejalan dengan perkembangan teknologi digital, Perseroan turut mengembangkan
             layanan berbasis infrastruktur jaringan yang terintegrasi, khususnya untuk
             memenuhi kebutuhan segmen korporasi. Layanan tersebut mencakup penyediaan
             konektivitas jaringan yang andal, solusi interkoneksi antar data center, serta layanan
             jaringan berbasis cloud dan managed services yang mendukung operasional dan
             transformasi digital pelanggan. Dengan fokus pada kualitas jaringan dan
             fleksibilitas layanan, Perseroan memposisikan diri sebagai penyedia solusi
             konektivitas dan infrastruktur digital yang terintegrasi bagi pelanggan enterprise.


             Selanjutnya, Perseroan berencana untuk menambah kegiatan usaha baru berupa
             Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi (KBLI 46523). Dalam rangka
             penambahan kegiatan usaha tersebut, Perseroan akan memposisikan diri sebagai
             penyedia solusi distribusi yang terintegrasi (solution-based distributor), dengan
             portofolio produk yang mencakup:
             1.   Perangkat Fiber to the Home (FTTH), meliputi Optical Line Terminal (OLT),
                  Optical Network Terminal (ONT), serta perangkat jaringan pendukung;
             2.   Perangkat Fixed Wireless Access (FWA), berupa Customer Premises Equipment
                  (CPE); dan
             3.   Perangkat jaringan lainnya, termasuk router, switch, dan server.

      2.4     Teknologi yang Digunakan


              Dalam rangka penambahan kegiatan usaha baru KBLI 46523 (Perdagangan Besar
              Peralatan Telekomunikasi), Perseroan tidak memerlukan penerapan teknologi
              khusus dalam proses operasionalnya. Hal ini disebabkan karena kegiatan usaha
              tersebut bersifat distribusi atau perdagangan besar semata, tanpa melibatkan
              aktivitas manufaktur, perakitan, atau pengembangan teknologi secara langsung.


      2.5     Pasar yang Dituju


              Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya di bidang Perdagangan Besar Peralatan
              Telekomunikasi (KBLI 46523), Perseroan menargetkan beberapa segmen pasar
              utama yang meliputi operator telekomunikasi sebagai pengguna utama perangkat
              Radio Access Network (RAN) dan backbone jaringan, Internet Service Provider (ISP)
              sebagai pengguna utama perangkat Fiber to the Home (FTTH) dan Customer
              Premises Equipment (CPE), serta penyedia layanan Fixed Wireless Access (FWA) yang
              membutuhkan integrasi perangkat CPE. Selain itu, Perseroan juga menyasar instansi
              pemerintah dan sektor publik dalam rangka mendukung digitalisasi layanan, serta
              segmen korporasi dan kawasan properti, termasuk pengembang perumahan dan
              kawasan industri.




                                                                                                16
Page 29
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




      2.6     Pesaing dan Persaingan


             Dalam hal pesaing dan persaingan, penting untuk terus memantau perkembangan
             dan strategi perusahaan sektor serupa di pasar modal. Saat ini, beberapa pesaing
             yang terdaftar dalam bursa efek dan memiliki bidang usaha yang sama dengan
             Perseroan adalah sebagai berikut.
             1.   PT Indosat Tbk;
             2.   PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk;
             3.   PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk;
             4.   PT Bali Towerindo Sentra Tbk;
             5.   PT Centratama Telekomunikasi Indonesia Tbk;
             6.   PT Ketrosden Triasmitra Tbk;
             7.   PT Metrodata Electronics Tbk;
             8.   PT Link Net Tbk;
             9.   PT Mora Telematika Indonesia Tbk; dan
             10. PT Remala Abadi Tbk.


             Industri telekomunikasi dan infrastruktur digital di Indonesia memiliki tingkat
             persaingan yang tinggi dengan beberapa pemain utama yang mendominasi pasar,
             antara lain PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Indosat Tbk, dan PT XLSMART
             Telecom Sejahtera Tbk.


             Meskipun demikian, Perseroan masih memiliki peluang untuk bersaing melalui
             fokusnya pada kegiatan perdagangan peralatan telekomunikasi dengan melakukan
             pengembangan      layanan, meningkatkan      kualitas infrastruktur   dan   jaringan,
             memanfaatkan perkembangan teknologi digital, serta fokus pada segmen pasar
             tertentu yang masih memiliki potensi pertumbuhan seperti kebutuhan layanan
             digital dan konektivitas di Indonesia.


      2.7     Pola Bisnis


             Dalam menjalankan kegiatan usaha di bidang Perdagangan Besar Peralatan
             Telekomunikasi (KBLI 46523), Perseroan menerapkan pola bisnis yang terstruktur
             dan terintegrasi. Secara umum, alur operasional kegiatan usaha Perseroan
             mencakup beberapa tahapan utama, dimulai dari proses pengadaan (procurement)
             perangkat dari principal, yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penerimaan
             dan pengiriman barang ke fasilitas penyimpanan (inbound logistics). Selanjutnya,
             perangkat disimpan sementara dalam fasilitas gudang (warehousing) sebelum
             dilakukan pemrosesan pesanan pelanggan (order fulfillment). Setelah pesanan
             diproses, Perseroan melaksanakan kegiatan distribusi kepada pelanggan akhir
             (outbound logistics). Selain itu, Perseroan juga menyediakan dukungan teknis serta
             layanan purna jual (after-sales support) guna memastikan kinerja perangkat tetap
             optimal serta meningkatkan kepuasan pelanggan.



                                                                                               17
Page 30
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                                Gambar 1 Alur Operasional Kegiatan Perseroan

                                                 Inbound
                          Procurement                                  Warehousing
                                                 Logistics



                            Order              Outbound            After-Sales
                          Fulfillment          Logistics            Support

                      Sumber: Manajemen Perseroan


      2.8     Strategi Pemasaran

             Aspek pasar dan strategi pemasaran dalam studi rancangan usaha menempati posisi
             yang penting, karena sebagai titik tolak penilaian apakah suatu usaha akan dapat
             berkembang, tetap seperti saat didirikan, atau bahkan cenderung akan mengalami
             penurunan. Adapun strategi pemasaran yang dilakukan Perseroan mencakup
             beberapa pendekatan utama, yaitu:
             1.   Menerapkan pendekatan business-to-business (B2B) dengan fokus pada
                  segmen operator telekomunikasi, ISP, serta korporasi;
             2.   Mengedepankan konsep solution-based selling, yaitu menawarkan paket solusi
                  terintegrasi yang mencakup perangkat, konfigurasi, hingga dukungan teknis;
             3.   Membangun kemitraan strategis dengan principal untuk memperoleh produk
                  yang kompetitif, dukungan teknologi, serta efisiensi harga;
             4.   Mengoptimalkan        keunggulan    rantai   pasok    dan   distribusi,   termasuk
                  ketersediaan stok, kecepatan pemenuhan pesanan, dan keandalan logistik;
             5.   Menyediakan layanan purna jual (after-sales support) guna meningkatkan
                  kepuasan dan loyalitas pelanggan; serta
             6.   Memperluas jangkauan pasar melalui partisipasi dalam proyek pengadaan,
                  kerja sama dengan mitra bisnis, dan pemanfaatan kanal pemasaran digital.


      2.9     Kebutuhan Produksi atau Operasi


              Perseroan   bukan     merupakan        perusahaan   manufaktur      sehingga    dalam
              operasionalnya tidak terdapat kegiatan produksi. Dalam menjalankan kegiatan
              usaha baru di bidang Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi (KBLI 46523),
              Perseroan akan memposisikan diri sebagai penyedia solusi distribusi yang
              terintegrasi (solution-based distributor), dengan portofolio produk yang mencakup
              perangkat Fiber to the Home (FTTH) seperti Optical Line Terminal (OLT), Optical
              Network Terminal (ONT), serta perangkat jaringan pendukung, perangkat Fixed
              Wireless Access (FWA) berupa Customer Premises Equipment (CPE), serta perangkat
              jaringan lainnya seperti router, switch, dan server.




                                                                                                 18
Page 31
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




              Dengan demikian, kegiatan operasional Perseroan tidak berfokus pada proses
              produksi,    melainkan   pada   aspek     pengadaan,   pengelolaan   rantai   pasok,
              penyimpanan, serta distribusi produk kepada pelanggan di seluruh wilayah
              Indonesia.


      2.10    Kebutuhan Manajemen dan Sumber Daya Manusia


             Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan akan
             mengoptimalkan tenaga kerja yang telah ada untuk memenuhi kebutuhan
             manajemen dan sumber daya manusianya. Apabila diperlukan, Perseroan akan
             melakukan penambahan personel melalui proses rekrutmen guna mendukung
             pelaksanaan proyek-proyek yang akan datang. Berdasarkan informasi dari
             manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2025, Perseroan memiliki 41
             orang karyawan. Sementara itu, pada tahap awal, jumlah tenaga kerja yang
             ditugaskan secara khusus untuk mendukung operasional kegiatan usaha baru
             meliputi staff operasional sebanyak 4 orang, supervisor (SPV) sebanyak 2 orang, dan
             manager sebanyak 1 orang.


      2.11    Hak Atas Kekayaan Intelektual


             Menurut UU yang telah disahkan oleh DPR-RI pada tanggal 21 Maret 1997, Hak Atas
             Kekayaan Intelektual adalah hak-hak secara hukum yang berhubungan dengan
             permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang atau beberapa orang yang
             berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial
             (commercial reputation) dan tindakan/jasa dalam bidang komersial (goodwill).

             Terkait Hak Atas Kekayaan Intelektual, sampai dengan laporan ini diterbitkan,
             Perseroan belum memiliki Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) yang didaftarkan
             terkait dengan penambahan kegiatan usaha baru.


      2.12    Peraturan Perundang-undangan yang Terkait


             Beberapa peraturan perundangan-undangan yang terkait dengan studi kelayakan
             ini, antara lain adalah sebagai berikut.
             1.   Undang-undang Nomor 7 Tahun 2021 Tentang Harmonisasi Peraturan
                  Perpajakan.
             2.   POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan Penambahan
                  Kegiatan Usaha.
             3.   POJK No. 15/POJK.04/2020 tentang Rencana dan Penyelenggaraan Rapat
                  Umum Pemegang Saham Perusahaan Terbuka.
             4.   Peraturan BPS Nomor 2 Tahun 2020 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha
                  Indonesia.




                                                                                               19
Page 32
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




             5.   Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 Tentang
                  Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.


      2.13    Aspek Lingkungan


              Dalam aspek lingkungan, Perseroan menunjukkan komitmen terhadap penerapan
              prinsip tanggung jawab sosial dan keberlanjutan lingkungan hidup. Perseroan
              berupaya untuk memprioritaskan penggunaan energi secara efisien, khususnya
              dalam pemanfaatan energi listrik, baik pada periode berjalan maupun dalam jangka
              panjang. Selain itu, Perseroan juga berkomitmen untuk menciptakan lingkungan
              kerja yang aman dan nyaman bagi seluruh karyawan sebagai bagian dari upaya
              mendukung keberlanjutan operasional. Dalam rangka pelestarian lingkungan,
              Perseroan menerapkan prinsip Go Green melalui pengelolaan sumber daya yang
              lebih bijak, termasuk penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) dalam
              kegiatan operasional. Perseroan juga mengoptimalkan pemanfaatan teknologi
              informasi dalam kegiatan administrasi guna mengurangi penggunaan kertas
              (paperless), sehingga dapat meminimalkan dampak lingkungan yang ditimbulkan
              dari aktivitas operasional. Dengan penerapan langkah-langkah tersebut, Perseroan
              berupaya untuk mendukung keberlanjutan lingkungan secara berkesinambungan.


      2.14    Faktor Risiko Utama


              Dalam menjalankan usahanya, Perseroan berpotensi menghadapi beberapa risiko
              yang dapat memengaruhi kinerja Perseroan. Upaya Perseroan dalam mencegah dan
              meminimalisir dampak maupun kerugian akibat potensi risiko utama adalah dengan
              menerapkan strategi mitigasi risiko yang efektif dengan identifikasi, evaluasi, dan
              pengendalian risiko yang sesuai. Beberapa risiko utama yang dihadapi Perseroan
              antara lain:
             1)   Risiko Keterlambatan Pasokan (Supply Delay) dari Principal
               - Mitigasi:   Perseroan      menerapkan   diversifikasi   pemasok   guna   menjaga
                  kesinambungan pasokan produk.
             2)   Risiko Kerusakan Barang dalam Proses Logistik
               - Mitigasi: Perseroan menggunakan asuransi pengiriman dan bekerja sama
                  dengan mitra logistik yang memiliki standar layanan yang baik.
             3)   Risiko Ketidaksesuaian Spesifikasi Produk dengan Kebutuhan Pelanggan
               - Mitigasi: Perseroan menerapkan quality control dan memperkuat fungsi teknis
                  dalam proses pre-sales.
             4)   Risiko Ketergantungan terhadap Vendor Tertentu
               - Mitigasi:   Perseroan      melakukan    diversifikasi   vendor    guna   menjaga
                  kesinambungan operasional Perseroan.




                                                                                              20
Page 33
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




      2.15    Persyaratan Modal dan Strategi Finansial


              Dalam rangka penambahan kegiatan usaha di bidang Perdagangan Besar Peralatan
              Telekomunikasi (KBLI 46523), Perseroan menyiapkan modal awal yang seluruhnya
              akan dibiayai dari kas internal Perseroan. Perseroan tidak memiliki rencana investasi
              (capex) karena kegiatan usaha yang dijalankan bersifat distribusi dan tidak
              memerlukan pengadaan aset tetap.




                                                                                                21
Page 34
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




         3      KELAYAKAN PASAR

         3.1    Kondisi Pasar

                Perkembangan Ekonomi Global


                Perekonomian global jangka pendek membaik namun dengan ketidakpastian yang
                perlu terus diwaspadai. Pertumbuhan ekonomi dunia 2025 diprakirakan menjadi
                sekitar 3,2% dipengaruhi oleh kenaikan ekonomi Jepang dan India yang didukung
                konsumsi rumah tangga dan kebijakan stimulus fiskal. Prospek ekonomi kawasan
                Eropa tetap baik ditopang konsumsi rumah tangga, investasi, dan kondisi
                ketenagakerjaan. Sementara itu, ekonomi AS pada 2025 masih melambat
                dipengaruhi dampak temporary government shutdown dan pelemahan pasar
                tenaga kerja. Prospek ekonomi Tiongkok juga terus melambat dipengaruhi
                permintaan domestik yang tetap lemah.


                                            Tabel 5 Pertumbuhan PDB Dunia




                      Sumber: Bank Indonesia. *Proyeksi Bank Indonesia


                                             Gambar 2 Grafik Inflasi Global




                   Sumber: Bank Indonesia


                                                                                          22
Page 35
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




             Di pasar keuangan global, Fed Funds Rate (FFR) turun 25 bps pada Desember 2025
             dengan kecenderungan penurunan yang lebih terbatas ke depan. Tingkat imbal
             hasil   (yield) US Treasury    tenor    2      tahun   cenderung   bergerak   naik,
             sementara yield US Treasury tenor 10 tahun tetap tinggi sejalan dengan tingginya
             tingkat utang Pemerintah AS. Perkembangan ini menyebabkan indeks mata uang AS
             (DXY) masih tinggi dan tetap terbatasnya aliran masuk modal asing ke emerging
             market (EM).

             Kondisi Ekonomi Indonesia


             Pertumbuhan Ekonomi


             Pertumbuhan ekonomi Indonesia membaik dan perlu terus didorong agar sesuai
             dengan kapasitas perekonomian. Konsumsi rumah tangga triwulan IV 2025
             membaik didukung oleh belanja sosial Pemerintah, serta keyakinan rumah tangga
             terhadap kondisi penghasilan dan ketersediaan lapangan kerja yang terus
             meningkat. Perkembangan ini mendorong meningkatnya penjualan eceran pada
             berbagai   kelompok     barang.   Investasi,    khususnya   nonbangunan,   membaik
             dipengaruhi oleh meningkatnya keyakinan pelaku usaha yang tercermin pada pola
             ekspansi Purchasing    Managers' Index (PMI) manufaktur. Permintaan domestik
             tersebut perlu makin diperkuat sejalan dengan kinerja ekspor yang diprakirakan
             melambat seiring berakhirnya frontloading ekspor ke AS serta menurunnya ekspor
             besi baja ke Tiongkok dan minyak kelapa sawit (CPO) ke India.


             Secara sektoral, Lapangan Usaha (LU) utama, yakni LU Industri Pengolahan, LU
             Perdagangan Besar dan Eceran, LU Transportasi dan Pergudangan, serta LU
             Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menunjukkan kinerja positif.


                Tabel 6 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Pengeluaran




            Sumber: Bank Indonesia




                                                                                             23
Page 36
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




              Tabel 7 Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha




             Sumber: Bank Indonesia


                       Gambar 3 Peta Pertumbuhan Ekonomi Regional Triwulan I 2025




             Sumber: Bank Indonesia


             Neraca Pembayaran Indonesia


             Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) meningkat dan mendukung ketahanan
             eksternal. Surplus neraca perdagangan berlanjut pada Oktober 2025 sebesar
             US$2,4 miliar didukung oleh ekspor nonmigas berbasis sumber daya alam seperti
             batu bara serta minyak dan lemak nabati (CPO), serta ekspor produk manufaktur
             seperti besi dan baja. Dari transaksi modal dan finansial, investasi portofolio pada
             triwulan IV 2025 (hingga 15 Desember 2025) mencatat net inflows sebesar US$5,0




                                                                                              24
Page 37
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




             miliar   ditopang   oleh   penerbitan global   bond Pemerintah   dan inflows pada
             instrumen saham dan SRBI.


                                    Tabel 8 Neraca Pembayaran Indonesia




            Sumber: Bank Indonesia. *Angka sementara; **Angka sangat sementara


                                    Gambar 4 Grafik Neraca Perdagangan




             Sumber: Bank Indonesia


                                     Gambar 5 Grafik Aliran Modal Asing




                  Sumber: Bank Indonesia. *Angka sementara;**Angka sangat sementara



                                                                                           25
Page 38
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




             Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir November 2025 meningkat menjadi
             sebesar US$150,1 miliar, setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan
             impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar
             kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.


                                      Gambar 6 Grafik Cadangan Devisa




             Sumber: Bank Indonesia


             Nilai Tukar Rupiah


                  Gambar 7 Indeks Rupiah terhadap US$, Negara Maju kecuali AS & Negara
                                               Berkembang




                  Sumber: Bank Indonesia


             Nilai tukar Rupiah terkendali didukung kebijakan stabilisasi Bank Indonesia dan
             aliran masuk modal asing ke instrumen keuangan domestik. Nilai tukar Rupiah pada




                                                                                          26
Page 39
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




             16 Desember 2025 tercatat sebesar Rp16.685 per US$, relatif stabil bila
             dibandingkan dengan level akhir November 2025. Perkembangan nilai tukar Rupiah
             masih sejalan dengan pergerakan mata uang regional dan mitra dagang Indonesia,
             bahkan tercatat menguat bila dibandingkan dengan mata uang negara maju, kecuali
             AS. Perkembangan ini didukung oleh langkah stabilisasi Bank Indonesia melalui
             intervensi pasar NDF baik di off-shore maupun on-shore (DNDF), di pasar spot, dan
             pembelian SBN di pasar sekunder serta inflows pada saham dan SRBI. Selain itu,
             tambahan pasokan valas dari korporasi, termasuk dari peningkatan konversi valas
             ke Rupiah oleh eksportir seiring penerapan penguatan kebijakan Devisa Hasil
             Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA), juga mendukung tetap terkendalinya nilai
             tukar Rupiah.


             Inflasi


             Inflasi secara umum tetap terjaga dalam kisaran sasaran, dengan inflasi IHK pada
             November 2025 tercatat sebesar 2,72% (yoy). Perkembangan ini dipengaruhi inflasi
             inti yang tetap terjaga sebesar 2,36% (yoy), sejalan pertumbuhan ekonomi yang
             masih di bawah kapasitas serta didukung konsistensi suku bunga kebijakan
             moneter Bank Indonesia dalam menjangkar ekspektasi inflasi sesuai dengan
             sasarannya      dan imported     inflation yang   tetap     terkendali.    Inflasi
             kelompok administered prices (AP) terjaga rendah sebesar 1,58% (yoy). Sementara
             itu, inflasi kelompok volatile food (VF) masih relatif tinggi sebesar 5,48% (yoy)
             disumbang terutama oleh komoditas bawang merah seiring pasokan yang terbatas
             akibat gangguan cuaca dan kenaikan harga benih.


                                 Gambar 8 Grafik Inflasi IHK dan Komponen




                Sumber: Bank Indonesia




                                                                                            27
Page 40
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                                        Gambar 9 Inflasi IHK Provinsi




             Sumber: Bank Indonesia

      3.2    Pangsa Pasar


             Berdasarkan data perkembangan penetrasi internet di Indonesia, jumlah penduduk
             yang terkoneksi internet menunjukkan tren peningkatan yang konsisten dalam
             beberapa tahun terakhir. Tingkat penetrasi internet tercatat sebesar 64,80% pada
             tahun 2018, kemudian meningkat menjadi 73,70% pada tahun 2020, dan kembali
             naik menjadi 77,01% pada tahun 2022. Tren pertumbuhan tersebut berlanjut pada
             tahun 2023 dan 2024 dengan masing-masing sebesar 78,19% dan 79,50%. Pada
             tahun 2025, tingkat penetrasi internet di Indonesia diproyeksikan mencapai 80,66%.
             Sejalan dengan peningkatan tersebut, jumlah penduduk yang terkoneksi internet
             pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 229.428.417 jiwa dari total populasi
             sebesar 284.438.900 jiwa. Hal ini mencerminkan tingginya adopsi teknologi digital
             di masyarakat serta menunjukkan potensi pasar yang masih terus berkembang,
             khususnya dalam mendukung kebutuhan infrastruktur dan layanan telekomunikasi
             di Indonesia.


                         Gambar 10 Pertumbuhan Tingkat Penetrasi Internet Indonesia
               100,00%
                                                 77,01%   78,19%   79,50%   80,66%      2018
                80,00%                  73,70%
                               64,80%
                                                                                        2020
                60,00%
                                                                                        2022
                40,00%
                                                                                        2023
                20,00%
                                                                                        2024
                 0,00%

             Sumber: APJII



                                                                                            28
Page 41
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




             Berdasarkan persebaran penetrasi internet di Indonesia, terlihat adanya perbedaan
             tingkat adopsi antar wilayah. Pulau Jawa mencatat tingkat penetrasi tertinggi
             sebesar 84,69% dengan kontribusi terbesar terhadap total pengguna internet
             nasional, yaitu sebesar 58,14%. Hal ini menunjukkan bahwa Jawa masih menjadi
             pusat utama aktivitas digital di Indonesia.


             Di luar Pulau Jawa, wilayah Sumatera mencatat tingkat penetrasi sebesar 77,12%
             dengan kontribusi sebesar 20,51%, menjadikannya sebagai kontributor terbesar
             kedua. Sementara itu, Kalimantan memiliki tingkat penetrasi sebesar 78,72%
             dengan kontribusi sebesar 6,05%, diikuti oleh Sulawesi dengan penetrasi sebesar
             71,64% dan kontribusi sebesar 6,46%. Pada wilayah Bali dan Nusa Tenggara, tingkat
             penetrasi tercatat sebesar 76,86% dengan kontribusi sebesar 5,13%. Adapun
             wilayah Maluku dan Papua memiliki tingkat penetrasi terendah, yaitu sebesar
             69,26%, serta kontribusi sebesar 3,71% terhadap total pengguna internet nasional.
             Secara keseluruhan, data tersebut menunjukkan bahwa meskipun penetrasi internet
             di Indonesia sudah relatif tinggi, masih terdapat kesenjangan antar wilayah,
             khususnya antara wilayah barat dan timur Indonesia. Kondisi ini mencerminkan
             adanya peluang pengembangan infrastruktur telekomunikasi, terutama di wilayah
             dengan tingkat penetrasi yang masih relatif rendah.


                        Gambar 11 Tingkat Penetrasi Internet Berdasarkan Pulau, 2025




             Sumber: APJII


             Berdasarkan jenis akses internet yang digunakan masyarakat, mobile data dari
             operator seluler masih menjadi pilihan utama dengan tingkat penggunaan tertinggi.
             Pada tahun 2025, proporsi pengguna mobile data tercatat sebesar 68,02%,
             meskipun mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang sebesar 74,27%.
             Hal ini menunjukkan bahwa meskipun dominan, penggunaan mobile data mulai
             diimbangi oleh peningkatan akses berbasis jaringan tetap (fixed broadband).




                                                                                            29
Page 42
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




             Penggunaan WiFi yang terpasang di rumah menunjukkan tren peningkatan, dari
             22,38% pada tahun 2024 menjadi 28,43% pada tahun 2025. Kenaikan ini
             mengindikasikan adanya pergeseran preferensi masyarakat menuju koneksi
             internet yang lebih stabil dan berkapasitas tinggi, terutama untuk kebutuhan rumah
             tangga. Sementara itu, penggunaan WiFi di kantor, sekolah, atau kampus relatif
             stabil dengan porsi sebesar 1,68% pada tahun 2024 dan 1,75% pada tahun 2025.
             Penggunaan WiFi di ruang publik juga menunjukkan tingkat yang rendah dan
             cenderung stabil, yaitu sebesar 1,03% pada tahun 2024 dan 1,07% pada tahun 2025.
             Adapun akses internet melalui hotspot atau tethering dari perangkat lain memiliki
             proporsi paling kecil, yaitu sebesar 0,64% pada tahun 2024 dan sedikit meningkat
             menjadi 0,73% pada tahun 2025.


             Secara keseluruhan, data ini menunjukkan adanya tren peningkatan penggunaan
             WiFi rumah sebagai alternatif utama selain mobile data, yang mencerminkan potensi
             pertumbuhan layanan berbasis FTTH maupun FWA dalam memenuhi kebutuhan
             konektivitas yang lebih stabil dan berkualitas.


                                  Gambar 12 Cara Mengakses Internet, 2025




                               Sumber: APJII

             Dalam peta persaingan operator seluler di Indonesia, grup Telkomsel (termasuk
             Simpati, by.U, dan Halo) mengukuhkan dominasinya dengan kenaikan pangsa pasar
             yang cukup signifikan dari 45,79% pada tahun 2024 menjadi 47,71% di tahun 2025.
             Di posisi kedua, Indosat Ooredoo Hutchison (termasuk Three) mengalami tren
             penurunan dari 29,31% menjadi 25,97%, yang menunjukkan adanya perpindahan
             sebagian basis penggunanya ke penyedia layanan lain. Sementara itu, XL Axiata /
             Axis menunjukkan pertumbuhan tipis dari 19,75% ke angka 20,53%, diikuti oleh
             Smartfren yang juga mengalami sedikit kenaikan dari 5,15% menjadi 5,79% pada
             tahun 2025. Secara keseluruhan, Telkomsel masih menjadi pilihan utama bagi




                                                                                            30
Page 43
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




             hampir separuh pengguna internet seluler di tanah air, sementara operator lain
             terus bersaing ketat untuk memperebutkan sisa pangsa pasar yang ada.


                          Gambar 13 Operator Seluler yang Paling Sering Digunakan




                                   Sumber: APJII


             Pertumbuhan penetrasi internet tetap atau Fixed Broadband di Indonesia
             menunjukkan tren positif yang sangat signifikan, dengan kenaikan sebesar 11,30%
             dalam kurun waktu satu tahun. Tercatat pada tahun 2024, proporsi masyarakat
             yang menjadi pelanggan Fixed Broadband baru mencapai 27,40%, namun angka ini
             melonjak tajam menjadi 38,70% pada tahun 2025. Seiring dengan peningkatan
             tersebut, kelompok masyarakat yang Bukan Pelanggan Fixed Broadband mengalami
             penyusutan dari 72,60% di tahun 2024 menjadi 61,30% di tahun 2025. Data ini
             mengonfirmasi bahwa layanan internet berbasis kabel atau WiFi rumah semakin
             diminati dan mulai menjadi kebutuhan pokok bagi masyarakat Indonesia untuk
             mendukung aktivitas digital mereka yang lebih stabil dan berkelanjutan.


                    Gambar 14 Pertumbuhan Pelanggan Internet Tetap (Fixed Broadband)




                                 Sumber: APJII


             Berdasarkan data APJII (2024-2025) mengenai pangsa pasar penyedia layanan
             internet tetap (Fixed Broadband), Indihome tetap menjadi pemimpin pasar yang



                                                                                         31
Page 44
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




             sangat dominan meskipun mengalami penurunan pangsa pasar dari 51,13% di
             tahun 2024 menjadi 43,96% di tahun 2025. Sebaliknya, IConnet menunjukkan
             pertumbuhan positif dengan kenaikan dari 4,24% menjadi 5,98%, sementara Biznet
             mengalami sedikit penurunan ke angka 3,11%. Penurunan pangsa pasar juga terlihat
             pada beberapa penyedia lain seperti MyRepublic (1,51%), Oxygen (0,65%), dan MNC
             Play (1,41%). Menariknya, terdapat peningkatan pada kategori Lainnya yang
             mencapai 19,53% serta kelompok responden yang tidak tahu/tidak menjawab
             sebesar 11,60%, yang mengindikasikan semakin banyaknya pemain baru di pasar
             internet tetap atau kurangnya literasi merek dari pengguna terhadap penyedia
             layanan yang mereka gunakan di rumah.


                                 Gambar 15 Penyedia Layanan Internet Tetap




                                 Sumber: APJII


             Berdasarkan data ekspor nonmigas, subsektor elektronik yang mencakup produk
             terkait teknologi informasi dan telekomunikasi menunjukkan kinerja yang relatif
             fluktuatif dalam jangka pendek, namun mencatat pertumbuhan yang signifikan
             secara tahunan. Nilai ekspor pada Juni 2025 tercatat sebesar US$1,19 miliar,
             mengalami penurunan sebesar 15,26% dibandingkan bulan sebelumnya (month-
             on-month). Meskipun demikian, secara tahunan subsektor ini menunjukkan
             pertumbuhan yang cukup kuat, dengan peningkatan sebesar 64,13% dibandingkan
             periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year). Hal ini mencerminkan adanya
             peningkatan permintaan global terhadap produk-produk elektronik, termasuk
             perangkat yang berkaitan dengan infrastruktur telekomunikasi dan teknologi
             digital.


      3.3    Kesinambungan

             Dalam upaya menjaga kesinambungan usaha, Perseroan berencana untuk
             menambah      kegiatan   usaha   baru   di   bidang   Perdagangan   Besar   Peralatan



                                                                                               32
Page 45
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




             Telekomunikasi (KBLI 46523). Sebelumnya, Perseroan telah menjalankan kegiatan
             usaha sebagai penyedia jasa infrastruktur di bidang teknologi informasi, yang
             meliputi layanan Data Center Interconnect, Local Loop/Local Access, Collocation,
             serta Managed Service.


             Dengan pengalaman tersebut, Perseroan telah memiliki kapabilitas teknis, jaringan
             pelanggan, serta pemahaman yang memadai terhadap kebutuhan infrastruktur
             telekomunikasi.    Penambahan    kegiatan   usaha   baru   ini   diharapkan   dapat
             menciptakan sinergi dengan lini bisnis yang telah ada, khususnya dalam
             mendukung penyediaan solusi konektivitas yang lebih terintegrasi.


             Dengan memasuki kegiatan usaha ini, Perseroan diharapkan dapat memperluas
             portofolio layanan dari yang sebelumnya berfokus pada jasa infrastruktur menjadi
             mencakup penyediaan perangkat dan solusi jaringan secara end-to-end. Langkah
             ini akan memperkuat posisi Perseroan dalam ekosistem industri telekomunikasi,
             meningkatkan daya saing, serta menciptakan kesinambungan usaha yang lebih
             berkelanjutan di masa mendatang.


      3.4    Potensi Pasar


             Berdasarkan data sebaran operasional dari total 300 perusahaan ISP di Indonesia
             pada tahun 2025, terlihat konsentrasi pasar yang sangat kuat di wilayah Pulau Jawa.
             Jawa Barat menjadi wilayah dengan jumlah ISP terbanyak, yaitu mencapai 69 ISP
             (23,00%), disusul oleh DKI Jakarta dan Jawa Timur yang masing-masing memiliki 47
             ISP (15,67%). Wilayah Jawa lainnya seperti Jawa Tengah menyumbang 27 ISP (9,00%),
             Banten 18 ISP (6,00%), dan DIY 7 ISP (2,33%). Secara kumulatif, Pulau Jawa
             mendominasi sekitar 71,67% dari total populasi ISP nasional.


             Di luar Pulau Jawa, wilayah Sumatera menunjukkan aktivitas yang cukup signifikan
             dengan sebaran di beberapa provinsi seperti Riau (12 ISP/4,00%) dan Lampung (9
             ISP/3,00%). Sementara itu, untuk wilayah Indonesia Tengah dan Timur, Sulawesi
             Selatan mencatatkan 7 ISP (2,33%) dan Kalimantan Timur memiliki 4 ISP (1,33%).
             Provinsi-provinsi lain di wilayah Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua umumnya
             memiliki jumlah ISP yang lebih terbatas, dengan kisaran antara 1 hingga 2 ISP saja.
             Data ini mengonfirmasi bahwa peluang ekspansi dan kebutuhan perangkat
             infrastruktur masih sangat terpusat di kota-kota besar di Jawa, sekaligus
             menunjukkan potensi pasar yang masih luas di wilayah luar Jawa yang jumlah
             penyedia layanannya masih minim.




                                                                                             33
Page 46
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                             Gambar 16 Sebaran Perusahaan ISP di Indonesia, 2025




             Sumber: APJII


             Berdasarkan jenis produk koneksi broadband yang ditawarkan oleh perusahaan ISP,
             layanan fixed broadband internet merupakan produk yang paling dominan dengan
             porsi sebesar 78,00%. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas ISP di Indonesia
             berfokus pada penyediaan layanan internet berbasis jaringan tetap, seperti fiber
             optik (FTTH), yang menawarkan koneksi yang lebih stabil dan berkapasitas tinggi.
             Sementara itu, layanan berbasis satelit ( satellite broadband) dan wireless access
             (frekuensi publik non-lisensi) masing-masing memiliki porsi sebesar 6,33%. Hal ini
             mencerminkan peran layanan alternatif dalam menjangkau wilayah yang belum
             terlayani jaringan kabel, terutama di daerah terpencil.


             Di sisi lain, layanan fixed wireless access (frekuensi khusus berlisensi) dan mobile
             broadband memiliki porsi yang relatif lebih kecil, masing-masing sebesar 4,34%.
             Meskipun demikian, kedua jenis layanan ini tetap memiliki peran penting dalam
             melengkapi ekosistem konektivitas, khususnya dalam menyediakan fleksibilitas
             akses internet di berbagai kondisi geografis.


             Secara keseluruhan, struktur produk broadband ini menunjukkan bahwa layanan
             berbasis fixed broadband masih menjadi tulang punggung konektivitas di
             Indonesia, namun terdapat peluang pertumbuhan pada layanan berbasis nirkabel
             seperti FWA dalam mendukung perluasan akses internet di wilayah yang belum
             terjangkau infrastruktur fiber.




                                                                                              34
Page 47
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                         Gambar 17 Produk Koneksi Broadband Unggulan Perusahaan ISP
                90,00%        78,00%
                80,00%
                70,00%
                60,00%
                50,00%
                40,00%
                30,00%
                20,00%
                                                   6,33%                6,33%               4,34%               4,34%
                10,00%
                 0,00%
                          Fixed Broadband   Satellite Broadband    Wireless Access      Fixed Wireless     Mobile Broadband
                              Internet                            (Frequency Public-   Access (Frekuensi
                                                                    non licensed)      Khusus- Licenses)


               Sumber: APJII


             Sektor      penyedia        layanan    internet        masih       menghadapi          berbagai       tantangan
             operasional yang signifikan, di mana kendala Infrastruktur menjadi hambatan
             utama yang meningkat dari 29,50% menjadi 34,44%. Selain itu, aspek Pendanaan
             dan Regulasi Pemerintah/Pemerintah Daerah tetap menjadi isu krusial yang
             masing-masing mengalami kenaikan menjadi 21,33% dan 19,58%. Di sisi lain,
             tantangan terkait Sumber Daya Manusia (SDM) justru menunjukkan penurunan dari
             17,15% ke 11,19%, serupa dengan beban Pajak & PNBP yang juga menyusut menjadi
             5,07%. Sementara itu, beban Hutang Perusahaan tercatat mengalami kenaikan tipis
             menjadi 6,29%, diikuti oleh kendala Lainnya sebesar 2,10%. Secara keseluruhan,
             peningkatan hambatan pada sektor infrastruktur dan regulasi menunjukkan bahwa
             percepatan perluasan jaringan masih sangat bergantung pada kemudahan izin serta
             ketersediaan fasilitas fisik di lapangan.


             Secara keseluruhan, sektor penyedia layanan internet di Indonesia masih
             menghadapi tantangan utama pada aspek infrastruktur dan regulasi, yang
             menunjukkan bahwa percepatan pengembangan jaringan sangat bergantung pada
             ketersediaan fasilitas fisik serta kemudahan perizinan. Kondisi ini sekaligus
             membuka peluang bagi pelaku usaha dalam rantai pasok telekomunikasi, termasuk
             distribusi perangkat, untuk mendukung kebutuhan ekspansi infrastruktur yang
             terus meningkat.


             Dalam aspek infrastruktur perangkat keras, Mikrotik tampil sebagai merek router
             yang paling mendominasi pasar ISP dengan tingkat penggunaan mencapai 53,00%,
             yang menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap keandalan perangkat tersebut
             untuk skala operasional penyedia layanan. Di posisi kedua, merek Huawei dan
             kategori Lainnya berbagi persentase yang sama sebesar 13,00%, disusul oleh TP-
             Link yang digunakan oleh 8,33% perusahaan. Sementara itu, merek-merek lain
             seperti Xiaomi (4,33%), Asus (3,00%), dan Prolink (2,67%) memiliki pangsa pasar
             yang lebih kecil, diikuti oleh penggunaan terbatas pada perangkat Totolink (1,34%),
             D-Link (1,00%), serta Netgear (0,33%). Data ini menegaskan dominasi mutlak




                                                                                                                              35
Page 48
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




             Mikrotik sebagai standar utama dalam ekosistem perangkat router bagi para pelaku
             industri ISP di Indonesia.


               Gambar 18 Tantangan Selama Tahun 2024 yang Belum Teratasi Perusahaan ISP




                               Sumber: APJII


                           Gambar 19 Brand Router yang Digunakan Perusahaan ISP




             Sumber: APJII


             Secara keseluruhan, dominasi penggunaan perangkat router oleh merek tertentu,
             khususnya Mikrotik, menunjukkan adanya standar preferensi teknologi di industri
             ISP. Hal ini mencerminkan bahwa pasar perangkat telekomunikasi memiliki pola
             permintaan yang relatif terarah, sehingga memberikan peluang bagi Perseroan
             untuk fokus pada penyediaan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi
             utama pelaku industri.


      3.5    Sasaran


             Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya di bidang Perdagangan Besar Peralatan
             Telekomunikasi (KBLI 46523), Perseroan menargetkan beberapa segmen pasar
             utama yang meliputi operator telekomunikasi sebagai pengguna utama perangkat




                                                                                          36
Page 49
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




             Radio Access Network (RAN) dan backbone jaringan, Internet Service Provider (ISP)
             sebagai pengguna utama perangkat Fiber to the Home (FTTH) dan Customer
             Premises Equipment (CPE), serta penyedia layanan Fixed Wireless Access (FWA) yang
             membutuhkan integrasi perangkat CPE. Selain itu, Perseroan juga menyasar instansi
             pemerintah dan sektor publik dalam rangka mendukung digitalisasi layanan, serta
             segmen korporasi dan kawasan properti, termasuk pengembang perumahan dan
             kawasan industri.


      3.6    Potensi Nilai Pasar


             Perseroan diproyeksikan mencatatkan tambahan laba bersih dari penambahan
             kegiatan usaha baru sebesar Rp4,66 miliar pada tahun 2026, Rp9,23 miliar pada
             tahun 2027, Rp11,67 miliar pada tahun 2028, Rp14,60 miliar pada tahun 2029, dan
             terus naik hingga Rp15,72 miliar pada tahun 2030.


      3.7    Pesaing Usaha


             Dalam hal pesaing dan persaingan, penting untuk terus memantau perkembangan
             dan strategi perusahaan sektor serupa di pasar modal. Saat ini, beberapa pesaing
             yang terdaftar dalam bursa efek dan memiliki bidang usaha yang sama dengan
             Perseroan adalah sebagai berikut.


                               Tabel 9 Perusahaan Pesaing dengan Produk Serupa
               No.     Kode           Nama Perusahaan                         Alamat
               1     ISAT.JK    PT Indosat Tbk             Jl. Medan Merdeka Barat No. 21, Jakarta
                                                           Pusat 10110, Indonesia
               2     EXCL.JK    PT XLSMART Telecom         XL Axiata Tower, Jl. H.R. Rasuna Said X-5
                                Sejahtera Tbk              Kav. 11–12, Kuningan Timur, Setiabudi,
                                                           Jakarta Selatan 12950, Indonesia
               3     TLKM.JK    PT Telkom Indonesia        Telkom Landmark Tower, Jl. Jend. Gatot
                                (Persero) Tbk              Subroto Kav. 52, Jakarta Selatan, Indonesia
                                                           (operational HQ)
               4     BALI.JK    PT Bali Towerindo Sentra   Centennial Tower Lantai 26 Unit D, Jl. Jend.
                                Tbk                        Gatot Subroto Kav. 24–25, Jakarta Selatan,
                                                           Indonesia
               5     CENT.JK    PT Centratama              Wisma 46 – Kota BNI, Jl. Jend. Sudirman
                                Telekomunikasi Indonesia   Kav. 1, Jakarta Pusat, Indonesia
                                Tbk
               6     KETR.JK    PT Ketrosden Triasmitra    Graha Sentraland, Jl. Jend. Sudirman Kav.
                                Tbk                        52–53, Jakarta Selatan, Indonesia
               7     MTDL.JK    PT Metrodata Electronics   APL Tower (Central Park), Jl. Letjen S.
                                Tbk                        Parman Kav. 28, Jakarta Barat, Indonesia
               8     LINK.JK    PT Link Net Tbk            APL Tower Lantai 37, Jl. Letjen S. Parman
                                                           Kav. 28, Jakarta Barat, Indonesia




                                                                                                    37
Page 50
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




               No.     Kode          Nama Perusahaan                               Alamat
               9     MORA.JK    PT Mora Telematika              Graha 9, Jl. Panjang No. 8A, Jakarta Barat,
                                Indonesia Tbk                   Indonesia
               10    DATA.JK    PT Remala Abadi Tbk             Jl. KH. Hasyim Ashari No. 125, Jakarta
                                                                Pusat, Indonesia


      3.8    Strategi Pemasaran

             Aspek pasar dan strategi pemasaran dalam studi rancangan usaha menempati posisi
             yang penting, karena sebagai titik tolak penilaian apakah suatu usaha akan dapat
             berkembang, tetap seperti saat didirikan, atau bahkan cenderung akan mengalami
             penurunan. Adapun strategi pemasaran yang dilakukan Perseroan mencakup
             beberapa pendekatan utama, yaitu:
             1.     Menerapkan pendekatan business-to-business (B2B) dengan fokus pada
                    segmen operator telekomunikasi, ISP, serta korporasi;
             2.     Mengedepankan konsep solution-based selling, yaitu menawarkan paket solusi
                    terintegrasi yang mencakup perangkat, konfigurasi, hingga dukungan teknis;
             3.     Membangun kemitraan strategis dengan principal untuk memperoleh produk
                    yang kompetitif, dukungan teknologi, serta efisiensi harga;
             4.     Mengoptimalkan     keunggulan      rantai    pasok      dan    distribusi,   termasuk
                    ketersediaan stok, kecepatan pemenuhan pesanan, dan keandalan logistik;
             5.     Menyediakan layanan purna jual (after-sales support) guna meningkatkan
                    kepuasan dan loyalitas pelanggan; serta
             6.     Memperluas jangkauan pasar melalui partisipasi dalam proyek pengadaan,
                    kerja sama dengan mitra bisnis, dan pemanfaatan kanal pemasaran digital.


             Dengan kombinasi strategi ini, Perseroan mampu menjalankan bisnisnya dengan
             lebih dinamis dan berdaya saing tinggi, serta berpotensi untuk meraih proyek-
             proyek yang signifikan dalam industri yang bersangkutan.




                                                                                                        38
Page 51
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




      4       KELAYAKAN TEKNIS

      4.1    Kapasitas


              Dalam menjalankan kegiatan usaha baru di bidang Perdagangan Besar Peralatan
              Telekomunikasi (KBLI 46523), kapasitas operasional Perseroan difokuskan pada
              peran sebagai distributor perangkat telekomunikasi yang mencakup dua ekosistem
              utama, yaitu Fiber to the Home (FTTH) dan Fixed Wireless Access (FWA). Pada
              ekosistem FTTH, Perseroan menyediakan berbagai perangkat utama seperti Optical
              Line Terminal (OLT), Optical Network Terminal (ONT), serta perangkat jaringan
              pendukung lainnya termasuk router dan switch. Sementara itu, pada ekosistem
              FWA, Perseroan menyediakan perangkat Customer Premises Equipment (CPE)
              berupa modem atau router yang digunakan di sisi pelanggan.


              Dengan cakupan tersebut, kapasitas kegiatan operasional Perseroan tidak
              mencakup proses manufaktur, melainkan berfokus pada fungsi pengadaan,
              pengelolaan rantai pasok, penyimpanan, serta distribusi perangkat kepada
              pelanggan. Selain    itu,   Perseroan   juga   didukung   oleh   kemampuan   dalam
              menyediakan solusi perangkat yang terintegrasi guna memenuhi kebutuhan
              infrastruktur jaringan pelanggan.


      4.2    Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya

              Bahan Baku Mentah


              Dalam rencana penambahan kegiatan usaha baru, Perseroan tidak memerlukan
              bahan baku karena bukan merupakan perusahaan manufaktur atau sejenisnya.


              Pekerja


              Sehubungan dengan rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan akan
              mengoptimalkan tenaga kerja yang telah ada untuk memenuhi kebutuhan
              manajemen dan sumber daya manusianya. Apabila diperlukan, Perseroan akan
              melakukan penambahan personel melalui proses rekrutmen guna mendukung
              pelaksanaan proyek-proyek yang akan datang. Berdasarkan informasi dari
              manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2025, Perseroan memiliki 41
              orang karyawan. Sementara itu, pada tahap awal, jumlah tenaga kerja yang
              ditugaskan secara khusus untuk mendukung operasional kegiatan usaha baru
              meliputi staff operasional sebanyak 4 orang, supervisor (SPV) sebanyak 2 orang,
              dan manager sebanyak 1 orang.




                                                                                             39
Page 52
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




              Tenaga Ahli

              Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan tidak memerlukan
              tenaga ahli khusus, mengingat kegiatan usaha baru yang dijalankan berfokus pada
              distribusi perangkat telekomunikasi, bukan pada kegiatan manufaktur maupun
              instalasi teknis yang kompleks.


      4.3    Proses Produksi dan/atau Operasional


             Dalam menjalankan kegiatan usaha di bidang Perdagangan Besar Peralatan
             Telekomunikasi (KBLI 46523), Perseroan menerapkan alur operasional yang
             terstruktur    guna    memastikan      kelancaran     proses   distribusi    perangkat
             telekomunikasi, dengan tahapan sebagai berikut.


                               Gambar 20 Alur Operasional Kegiatan Perseroan


                        Procurement              Inbound Logistics          Warehousing




                                                   Outbound                 After-Sales
                     Order Fulfillment
                                                   Logistics                 Support


                   Sumber: Manajemen Perseroan


             1. Procurement (Pengadaan Barang)
                Pada tahap ini, Perseroan melakukan pengadaan perangkat telekomunikasi dari
                principal   atau   pemasok      utama.    Proses   pengadaan   dilakukan     dengan
                mempertimbangkan aspek harga, kualitas produk, serta ketersediaan barang
                guna memastikan kontinuitas pasokan sesuai dengan kebutuhan pasar.


             2. Inbound Logistics (Penerimaan dan Pengiriman ke Gudang)
                Setelah proses pengadaan, barang dikirim dari pemasok menuju fasilitas
                penyimpanan Perseroan. Pada tahap ini, Perseroan memastikan proses
                pengiriman berjalan dengan baik melalui koordinasi dengan mitra logistik serta
                pengawasan terhadap kondisi barang selama proses pengangkutan.


             3. Warehousing (Penyimpanan)
                Barang yang telah diterima kemudian disimpan sementara di gudang sebelum
                didistribusikan    kepada    pelanggan.     Perseroan   menerapkan       pengelolaan
                persediaan yang terorganisir untuk menjaga kualitas produk, mengoptimalkan
                ketersediaan stok, serta mendukung efisiensi distribusi.




                                                                                                 40
Page 53
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




             4. Order Fulfillment (Pemrosesan Pesanan)
                Pada tahap ini, Perseroan menerima dan memproses pesanan dari pelanggan.
                Proses ini mencakup verifikasi pesanan, penyiapan barang, hingga pengemasan
                sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan pelanggan guna memastikan ketepatan
                pengiriman.


             5. Outbound Logistics (Distribusi ke Pelanggan)
                Selanjutnya, barang didistribusikan kepada pelanggan akhir melalui jaringan
                logistik yang dimiliki atau bekerja sama dengan pihak ketiga. Perseroan
                memastikan ketepatan waktu dan keamanan pengiriman sebagai bagian dari
                upaya menjaga kualitas layanan.


             6. After-Sales Support (Layanan Purna Jual)
                Setelah proses distribusi, Perseroan menyediakan dukungan teknis dan layanan
                purna jual kepada pelanggan. Layanan ini mencakup bantuan instalasi,
                penanganan keluhan, serta pemeliharaan perangkat guna memastikan kinerja
                produk tetap optimal dan meningkatkan kepuasan pelanggan.




                                                                                         41
Page 54
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




      5      KELAYAKAN POLA BISNIS

      5.1    Keunggulan Kompetitif


              Perseroan memiliki sejumlah keunggulan kompetitif yang menjadi landasan kuat
              dalam menjalankan kegiatan usahanya, dalam hal penambahan kegiatan usaha
              baru, keunggulan kompetitif yang dimiliki Perseroan diantaranya adalah sebagai
              berikut.


             •   Perseroan merupakan salah satu perusahaan terbuka (public company) yang
                 sahamnya diperdagangkan di pasar modal. Status ini memberikan berbagai
                 keuntungan strategis, antara lain meningkatkan transparansi dan akuntabilitas
                 dalam    pengelolaan    perusahaan,         memperluas   akses    terhadap   sumber
                 pendanaan, serta memperkuat citra dan kredibilitas di mata masyarakat,
                 investor, maupun pemangku kepentingan lainnya. Dengan menjadi perusahaan
                 terbuka, Perseroan juga memiliki peluang yang lebih besar untuk memperluas
                 jangkauan pasar, menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, serta memperoleh
                 sumber    daya   yang      lebih     baik   guna   mendukung      pertumbuhan    dan
                 pengembangan usaha secara berkelanjutan.
             •   Perseroan memiliki keunggulan melalui jejaring distribusi langsung dengan para
                 principal. Hubungan kerja sama yang terjalin secara langsung tersebut
                 memberikan kepastian harga (pricing), kejelasan waktu pengadaan (timeline),
                 serta jaminan layanan purna jual (after sales service) atas setiap produk yang
                 ditawarkan.    Keunggulan          ini   menjadikan   Perseroan    lebih   kompetitif
                 dibandingkan dengan perusahaan sejenis, karena mampu menghadirkan solusi
                 yang cepat, transparan, dan andal dalam memenuhi kebutuhan pelanggan.
             •   Perseroan juga didukung oleh pengalaman manajemen yang kuat di industri
                 telekomunikasi dengan pengalaman lebih dari 18 tahun.
             •   Perseroan memiliki portofolio produk yang terintegrasi yang mencakup
                 ekosistem Fiber to the Home (FTTH) dan Fixed Wireless Access (FWA). Kombinasi
                 kedua teknologi tersebut memberikan keunggulan bagi Perseroan dalam
                 menangkap peluang pasar hybrid connectivity.


      5.2    Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk


              Kemungkinan pesaing dalam bidang usaha ini cukup besar, dimana risiko adanya
              pesaing-pesaing baru yang mungkin meniru/mencontoh jasa yang diberikan oleh
              Perseroan merupakan risiko yang melekat pada kegiatan bisnis Perseroan.
              Kemampuan pesaing untuk meniru produk atau jasa memang tidak dapat dihindari,
              sehingga membuat kegiatan usaha dalam bidang ini menjadi sangat kompetitif.
              Upaya mitigasi yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya sebagai berikut.




                                                                                                   42
Page 55
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




             •   Membuat metode pembayaran berjangka yang dapat dilakukan oleh pelanggan
                 (term of payment);
             •   Memberikan tarif yang kompetitif kepada calon customer (tarif tersebut sesuai
                 dengan fasilitas, lokasi dan kondisi aset);
             •   Menetapkan layanan purna jual yakni segala bentuk bantuan dan dukungan yang
                 diberikan kepada pelanggan setelah mereka melakukan pembelian;
             •   Memberikan layanan total solutions kepada calon customer;
             •   Melakukan inovasi produk dan layanan secara berkelanjutan; dan
             •   Memperkuat loyalitas konsumen terhadap produk dan layanan Perseroan.


      5.3    Kemampuan untuk Menciptakan Nilai


              Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan
              nilai yang diantaranya:

              1. Penambahan kegiatan usaha baru
                 Penambahan kegiatan usaha ini diharapkan dapat memperluas pangsa pasar,
                 menciptakan produk yang bernilai tambah, serta mendukung keberlanjutan
                 bisnis Perseroan dalam jangka panjang.
              2. Menambah sumber pendapatan baru
                 Permintaan yang berkesinambungan dari pasar dapat dimanfaatkan oleh
                 Perseroan atas penambahan kegiatan usaha yang akan dijalankan sehingga
                 dapat menambah sumber pendapatan baru bagi Perseroan.
              3. Meningkatkan kinerja keuangan Perseroan
                 Penjualan atas penambahan kegiatan usaha yang dijalankan Perseroan akan
                 menghasilkan laba bagi Perseroan sehingga akan meningkatkan kinerja
                 keuangan Perseroan.

              Ketiga hal di atas dapat memberikan kontribusi yang positif dan nilai tambah bagi
              Perseroan. Rencana penambahan kegiatan usaha baru yang dilakukan Perseroan
              akan meningkatkan kinerja keuangan Perseroan dan memberikan nilai tambah
              investasi bagi para pemegang saham Perseroan.




                                                                                            43
Page 56
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




      6       KELAYAKAN MODEL MANAJEMEN

      6.1    Ketersediaan Tenaga Kerja


              Sumber daya manusia yang berkualitas baik dan memiliki pengetahuan serta
              keterampilan yang cakap merupakan modal penting bagi Perseroan. Strategi dan
              tujuan jangka panjang yang akan dicapai oleh Perseroan juga bergantung kepada
              kemampuan mendayagunakan sumber daya manusia yang dimiliki. Berdasarkan
              informasi dari manajemen, sampai dengan tanggal 31 Desember 2025, Perseroan
              memiliki 41 orang karyawan. Sementara itu, pada tahap awal, jumlah tenaga kerja
              yang ditugaskan secara khusus untuk mendukung operasional kegiatan usaha baru
              meliputi staff operasional sebanyak 4 orang, supervisor (SPV) sebanyak 2 orang,
              dan manager sebanyak 1 orang.


             Dalam rencana penambahan kegiatan usaha, Perseroan akan mengoptimalkan
             tenaga kerja yang telah ada untuk memenuhi kebutuhan manajemen dan sumber
             daya manusianya. Apabila diperlukan, Perseroan akan melakukan penambahan
             personel melalui proses rekrutmen guna mendukung pelaksanaan proyek-proyek
             yang akan datang.


      6.2    Manajemen Kekayaan Intelektual


             Menurut UU yang telah disahkan oleh DPR-RI pada tanggal 21 Maret 1997, Hak Atas
             Kekayaan Intelektual adalah hak-hak secara hukum yang berhubungan dengan
             permasalahan hasil penemuan dan kreativitas seseorang atau beberapa orang yang
             berhubungan dengan perlindungan permasalahan reputasi dalam bidang komersial
             (commercial reputation) dan tindakan/jasa dalam bidang komersial (goodwill).

             Terkait Hak Atas Kekayaan Intelektual, sampai dengan laporan ini diterbitkan,
             Perseroan belum memiliki Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) yang didaftarkan
             terkait dengan penambahan kegiatan usaha baru.


      6.3    Manajemen Risiko

             Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya, Perseroan mungkin menghadapi
             beberapa risiko yang dapat memengaruhi kinerja usahanya. Risiko utama yang
             mungkin dihadapi Perseroan adalah sebagai berikut.


              1) Risiko Keterlambatan Pasokan (Supply Delay) dari Principal


                 Keterlambatan pasokan perangkat dari principal berpotensi menghambat
                 proses pemenuhan pesanan pelanggan serta mempengaruhi tingkat layanan
                 Perseroan. Untuk memitigasi risiko tersebut, Perseroan menerapkan strategi




                                                                                            44
Page 57
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                 diversifikasi    pemasok       (multi-principal      strategy)     guna     mengurangi
                 ketergantungan pada satu sumber serta menjaga kesinambungan pasokan.


              2) Risiko Kerusakan Barang dalam Proses Logistik


                 Dalam proses distribusi, terdapat risiko kerusakan barang baik pada saat
                 pengiriman dari pemasok maupun kepada pelanggan akhir. Risiko ini dapat
                 menimbulkan kerugian finansial serta menurunkan kepuasan pelanggan.
                 Sebagai langkah mitigasi, Perseroan menggunakan asuransi pengiriman serta
                 bekerja sama dengan mitra logistik yang memiliki standar layanan yang baik.


              3) Risiko Ketidaksesuaian Spesifikasi Produk dengan Kebutuhan Pelanggan


                 Ketidaksesuaian antara spesifikasi produk dengan kebutuhan pelanggan dapat
                 menyebabkan         ketidakpuasan,      potensi      pengembalian        barang,     serta
                 terganggunya hubungan bisnis. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Perseroan
                 menerapkan quality control pada saat penerimaan barang serta memperkuat
                 fungsi teknis dalam proses pre-sales guna memastikan kesesuaian produk
                 sebelum dilakukan transaksi.


              4) Risiko Ketergantungan terhadap Vendor Tertentu


                 Ketergantungan pada vendor tertentu dapat membatasi fleksibilitas Perseroan
                 dalam pengadaan produk serta mempengaruhi daya tawar dalam hal harga dan
                 ketersediaan barang. Dalam rangka mitigasi, Perseroan melakukan diversifikasi
                 vendor serta memperkuat kapabilitas teknis dan layanan after-sales guna
                 menjaga kualitas layanan dan kesinambungan operasional.


      6.4    Kapasitas dan Kemampuan Manajemen


              Berdasarkan      keunggulan   kompetitif    yang     dimiliki,   Perseroan   menunjukkan
              kapasitas dan kemampuan manajemen yang kuat dalam mengembangkan kegiatan
              usaha baru. Status Perseroan         sebagai perusahaan terbuka mencerminkan
              transparansi, akuntabilitas, serta akses yang luas terhadap pendanaan dan jaringan
              strategis, yang menjadi modal penting dalam mendukung ekspansi usaha. Selain
              itu, Perseroan memiliki manajemen yang memiliki pengalaman lebih dari 18 tahun
              di industri telekomunikasi dan memiliki pemahaman yang mendalam terhadap
              dinamika   industri,    perkembangan       teknologi,    serta    kebutuhan     pelanggan.
              Manajemen Perseroan juga memiliki kemampuan dalam membangun jejaring
              distribusi langsung dengan para principal. Hubungan kerja sama yang terjalin
              langsung   ini     mencerminkan     kapasitas      manajemen        dalam    menjalin    dan
              mempertahankan kemitraan strategis yang berkontribusi terhadap kepastian harga,
              efisiensi waktu pengadaan, serta jaminan layanan purna jual atas setiap produk




                                                                                                        45
Page 58
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                yang ditawarkan. Dengan pengalaman dan rekam jejak tersebut, manajemen
                Perseroan dinilai memiliki kemampuan yang memadai untuk mengelola dan
                mengembangkan kegiatan usaha baru di bidang Perdagangan Besar Peralatan
                Telekomunikasi (KBLI 46523).


      6.5      Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen


                Dalam menganalisis kesesuaian struktur organisasi dan manajemen, penting untuk
                memahami bagaimana struktur organisasi yang ada mendukung pencapaian dari
                Penambahan Kegiatan Usaha baru. Berkaitan dengan rencana penambahan kegiatan
                usaha baru ini, Perseroan tidak melakukan perubahan/penambahan terhadap
                struktur organisasi.


                                          Gambar 21 Struktur Organisasi Perseroan


                             RUPS                                         Dewan
                                                                         Komisaris




                                                             Komite                  Komite
                      Direktur Utama                                                 Audit
                                                          Nominasi dan
                                                           Remunerasi

             Sekretaris                 Audit
            Perusahaan                 Internal




                          Direktur                     Direktur                      Direktur



                           Division                   Division
                          Finance &                                                   Division
                                                       Product
                          Accounting                                             Brand & Marketing
                                                   Development and
                                                     Partnership



                        Division                       Division                       Division
                     Tax & Internal                 Operation and                Corporate Planning
                         Audit                     Customer Service




                       Division
                                                        Division
                    Human Resources
                                                    Sales & Growth
                       & People
                      Development


         Sumber: Manajemen Perseroan




                                                                                                      46
Page 59
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




      7       KELAYAKAN KEUANGAN

              Aspek keuangan adalah salah satu aspek yang dikaji dalam studi kelayakan. Kajian
              ini menganalisis besaran investasi dan pendapatan pertahunnya sehingga
              didapatkan suatu kesimpulan apakah suatu proyek/rencana layak dilaksanakan
              ataupun tidak.


              Dalam studi kelayakan ini, Penilai mengkaji beberapa hal berikut: kebutuhan
              investasi, proyeksi keuangan, penentuan tingkat diskonto (discount rate), kelayakan
              investasi, dan analisis sensitivitas.

      7.1    Biaya Pendirian (Start Up Costs)

              Sehubungan dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha, Perseroan tidak
              memerlukan biaya pendirian maupun biaya investasi (capex), sehingga Perseroan
              akan melakukan pendanaan yang bersumber dari kas yang tersedia.


      7.2    Modal Kerja


              Asumsi modal kerja yang diperlukan adalah sebagai berikut:
              Perputaran persediaan                      : 30 hari
              Perputaran piutang usaha                   : 30 hari
              Perputaran utang usaha                     : 30 hari


              Proyeksi Modal Kerja tahun 2026—2030 adalah sebagai berikut.


                                          Tabel 10 Modal Kerja (Rp.000)
                       Keterangan            2026         2027         2028         2029         2030

               PERHITUNGAN MODAL KERJA
                  Aset Lancar               9.693.493   19.386.986   22.928.989   27.118.115   28.972.090
                  Hutang Lancar           (4.819.830)   (9.273.597) (10.668.700) (12.617.872) (13.381.514)
               Modal Kerja                  4.873.663   10.113.389   12.260.289   14.500.243   15.590.576
               Perubahan Modal Kerja        4.873.663    5.239.726    2.146.900    2.239.955    1.090.333
             Sumber: Proyeksi Keuangan


              Berdasarkan proyeksi keuangan atas adanya penambahan KBLI baru, modal kerja
              yang dibutuhkan pada tahun 2025 sampai dengan tahun 2030 berturut-turut
              adalah sebesar Rp4,87 miliar, Rp10,11 miliar, Rp12,26 miliar, Rp14,50 miliar, dan
              Rp15,59 miliar.


      7.3    Sumber Pembiayaan


              Sumber pembiayaan investasi terkait rencana Penambahan Kegiatan Usaha
              seluruhnya berasal dari kas Perseroan yang tersedia.




                                                                                                        47
Page 60
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




      7.4        Biaya Operasional

                 Biaya operasional pada tahun 2026—2030 diproyeksikan seperti tabel dibawah ini:


                                         Tabel 11 Proyeksi Biaya Operasional (Rp.000)
                                                       2026            2027              2028       2029          2030
                             Uraian
                                                       1,00            2,00              3,00       4,00          5,00
                  Tenaga Kerja                         402.000          914.550          958.100   1.001.650     1.045.200
                  Beban Umum dan Administrasi         3.187.500       6.375.000      6.693.750     7.028.438     7.379.859
                  TOTAL                               3.589.500       7.289.550      7.651.850     8.030.088     8.425.059

                 Sumber: Proyeksi Keuangan

                 Pada tahun 2026, beban operasional Perseroan diproyeksikan sebesar Rp3,59
                 miliar. Beban ini meningkat setiap tahunnya, mencapai Rp8,43 miliar pada tahun
                 2030.

      7.5        Biaya Bahan Baku Mentah

                 Perseroan tidak membutuhkan bahan baku mentah karena akan mengimpor
                 finished product dari manufaktur pihak ketiga dan/atau pihak berelasi, maka tidak
                 terdapat biaya untuk bahan baku mentah.


      7.6        Asumsi-Asumsi Proyeksi Keuangan


                 Berikut ini merupakan asumsi-asumsi yang digunakan dalam studi kelayakan.


                 Waktu Operasional


                 Periode proyeksi dimulai pada tahun 2026 hingga akhir tahun 2030. Jumlah hari
                 operasional diasumsikan selama 132 hari pada tahun 2026, selanjutnya selama 264
                 hari dalam setahun dan diasumsikan tetap selama masa proyeksi.


                 Struktur Pendapatan dan Biaya


                 Pendapatan untuk tahun-tahun proyeksi diasumsikan sebagai berikut.


                                                      Tabel 12 Struktur Pendapatan
                                         2026                 2027            2028                 2029            2030
                Keterangan
                                          1,00                2,00                3,00             4,00             5,00
       REVENUE
       CPE (Customer Premises                                        100%                 18%              18%                7%
       Equipment)
       - Unit                                75.000             150.000             177.405          209.817             224.161
       - Harga per unit (Rp/unit)           850.000             850.000             850.000          850.000             850.000
       - Nominal                      63.750.000.000 127.500.000.000 150.794.250.000 178.344.359.475 190.537.168.851
      Sumber: Proyeksi Keuangan



                                                                                                                         48
Page 61
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




               Struktur Biaya


              a.    Beban Pokok Pendapatan (Cost of Good Sold)


                    Beban pokok penjualan terdiri dari biaya untuk CPE (Customer Premises
                    Equipment) yang diasumsikan sama selama tahun-tahun proyeksi dengan
                    rincian sebagai berikut:

                                                  Tabel 13 Asumsi Beban Pokok Penjualan
                                           2026                2027               2028                 2029               2030
               Keterangan
                                           1,00                2,00               3,00                 4,00               5,00
          Cost of Good Sold
          CPE (Customer Premises     54.187.500.000      108.375.000.000     128.175.112.500       151.592.705.554    161.956.593.523
           Equipment (Rp)
          Gross Profit (Rp)              9.562.500.000      19.125.000.000    22.619.137.500        26.751.653.921     28.580.575.328

         Sumber: Proyeksi Keuangan


              b.    Beban Usaha


                    Beban usaha terdiri dari beban tenaga kerja dan beban administrasi & umum
                    dengan rincian sebagai berikut.


                                                  Tabel 14 Asumsi Beban Usaha
                                                     2026             2027           2028               2029              2030
                            Uraian
                                                     1,00             2,00           3,00                4,00             5,00
                Beban Tenaga Kerja
                (Manpower)
                Increment Salary Cost                                        5%             5%                  5%               5%
                Effective Month                               6              13             13                  13               13
                   Staff (Rp7,00 Juta)                        4               4                4                 4                4
                   SPV (Rp12,00 Juta)                         2               2                2                 2                2
                   Manager (Rp15,00 Juta)                     1               1                1                 1                1
                Salary/Manpower                   402.000.000     914.550.000     958.100.000 1.001.650.000 1.045.200.000
                Allocation (Rp)
                Beban Administrasi &
                Umum (Rp)
                   Beban Administrasi &                  5,00%           5,00%
                   umum (To Sales)
                   Growth                                                                5,00%                5,00%          5,00%
              Sumber: Proyeksi Keuangan


                Beban Bunga Bank


                Beban bunga bank terdiri dari hutang bank KI dan hutang bank KMK yang masing-
                masing sebesar 8,59% dan 8,22%.




                                                                                                                             49
Page 62
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




               Tarif Pajak


               Pajak penghasilan badan (PPh Badan) diproyeksikan sebesar 22,00% dan
               diasumsikan tetap selama masa proyeksi.


      7.7    Proyeksi Posisi Keuangan


             Proyeksi Posisi Keuangan Perseroan pada tahun 2026—2030 ditunjukkan pada tabel
             berikut ini.


                                      Tabel 15 Proyeksi Posisi Keuangan (Rp.000)
                                              2026          2027          2028          2029          2030
                         Keterangan
                                               1,00          2,00          3,00          4,00         5,00
               ASET
               Aset Lancar                  14.478.770    28.164.188    41.233.775    57.785.769    74.270.713
               Aset Tidak Lancar                      -             -             -             -            -
               TOTAL ASET                   14.478.770    28.164.188    41.233.775    57.785.769    74.270.713


               LIABILITAS & EKUITAS
               Liabilitas Jangka Pendek      4.819.830     9.273.597    10.668.700    12.617.872    13.381.514
               Liabilitas Jangka Panjang              -             -             -             -            -
               Total Liabilitas              4.819.830     9.273.597    10.668.700    12.617.872    13.381.514
               Ekuitas                       9.658.940    18.890.591    30.565.075    45.167.897    60.889.200
               TOTAL LIABILITAS & EKUITAS   14.478.770    28.164.188    41.233.775    57.785.769    74.270.713
             Sumber: Proyeksi Keuangan


             Selama tahun 2026—2030, total aset diproyeksikan mengalami kenaikan atas
             adanya penambahan kegiatan usaha baru. Pada tahun 2026, total aset yang
             dikontribusikan atas adanya penambahan kegiatan usaha baru diproyeksikan
             sebesar Rp14,48 miliar hingga menjadi sebesar Rp74,27 miliar pada tahun 2030.


              Pada tahun 2026—2030 total liabilitas juga diproyeksikan mengalami kenaikan.
             Pada tahun 2026 total liabilitas Perseroan diproyeksikan sebesar Rp4,82 miliar
             hingga menjadi sebesar Rp13,38 miliar pada tahun 2030. Total ekuitas juga
             diproyeksikan mengalami kenaikan setiap tahunnya. Pada tahun 2026, total ekuitas
             diproyeksikan sebesar Rp9,66 miliar hingga menjadi sebesar Rp60,89 miliar pada
             tahun 2030.


      7.8    Proyeksi Laba (Rugi)


             Proyeksi Laba Rugi Perseroan tahun 2026—2030 ditunjukkan pada tabel berikut.




                                                                                                             50
Page 63
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                                             Tabel 16 Proyeksi Laba Rugi (Rp.000)
                                                  2026           2027            2028            2029            2030
                           Keterangan
                                                  1,00            2,00            3,00            4,00            5,00
                 Penjualan                      63.750.000     127.500.000     150.794.250     178.344.359     190.537.169
                 Beban Pokok Penjualan         (54.187.500)   (108.375.000)   (128.175.113)   (151.592.706)   (161.956.594)
                 Laba (Rugi) Kotor               9.562.500      19.125.000      22.619.138      26.751.654      28.580.575
                 Beban Usaha                    (3.589.500)     (7.289.550)     (7.651.850)     (8.030.088)     (8.425.059)
                 Laba (Rugi) Usaha - EBITDA      5.973.000      11.835.450      14.967.288      18.721.566      20.155.516
                 Beban Penyusutan &                       -              -               -               -               -
                   Amortisasi
                 Pendapatan (Beban) Lain                  -              -               -               -               -
                 Laba (Rugi) Sebelum Pajak       5.973.000      11.835.450      14.967.288      18.721.566      20.155.516
                 Pajak Final                    (1.314.060)     (2.603.799)     (3.292.803)     (4.118.745)     (4.434.214)
                 Laba (Rugi) Bersih              4.658.940       9.231.651      11.674.484      14.602.822      15.721.302
               Sumber: Proyeksi Keuangan


               Selama tahun 2026—2030, total penjualan diproyeksikan mengalami kenaikan.
               Pada tahun 2026, total penjualan diproyeksikan sebesar Rp63,75 miliar yang
               kemudian mengalami kenaikan hingga menjadi sebesar Rp190,54 miliar pada tahun
               2030.


               Setelah diakumulasi dengan beban pokok penjualan, beban usaha, beban lainnya,
               dan pajak final, Perseroan diproyeksikan mencatatkan tambahan laba bersih dari
               penambahan kegiatan usaha baru sebesar Rp4,66 miliar pada tahun 2026, Rp9,23
               miliar pada tahun 2027, Rp11,67 miliar pada tahun 2028, Rp14,60 miliar pada
               tahun 2029, dan terus naik hingga Rp15,72 miliar pada tahun 2030.


      7.9      Proyeksi Arus Kas


               Proyeksi Arus Kas Perseroan tahun 2026—2030 ditunjukkan pada tabel berikut ini:


                                             Tabel 17 Proyeksi Arus Kas (Rp.000)
                                                  2026           2027            2028            2029            2030
                    Keterangan
                                                   1,00           2,00            3,00            4,00            5,00
       ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
            Penerimaan Usaha                    58.510.274     117.020.548     138.400.202     163.685.919     174.876.580
            Penerimaan Piutang                            -      5.239.726      10.479.452      12.394.048      14.658.441
            Penerimaan dari Pendapatan                    -              -               -               -               -
               Lain-lain
            Pembayaran Kepada Supplier         (53.821.437) (108.375.000)     (128.407.416)   (151.568.268)   (162.044.778)
            Penerimaan dari (pembayaran                   -              -               -               -               -
               untuk) operasi lainnya
            Biaya Operasional                   (3.589.500)     (7.289.550)     (7.651.850)     (8.030.088)     (8.425.059)
            Pajak Final                         (1.314.060)     (2.603.799)     (3.292.803)     (4.118.745)     (4.434.214)
       ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI               (214.723)      3.991.925       9.527.585      12.362.867      14.630.970
         (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI


       ARUS KAS DARI AKTIVITAS
         INVESTASI




                                                                                                                    51
Page 64
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                                                2026            2027           2028             2029              2030
                  Keterangan
                                                1,00            2,00           3,00             4,00              5,00
          Capital Expenditures, CAPEX                    -              -                -              -                -
       ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI                      -              -                -              -                -
         (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI


       ARUS KAS DARI AKTIVITAS
         PENDANAAN
          Modal Sendiri - MK                   5.000.000                -                -              -                -
          Pembayaran Hutang Pemegang                     -              -                -              -                -
             Saham
          Biaya Provisi                                  -              -                -              -                -
       ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI
         (UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN           5.000.000                -                -              -                -
       KENAIKAN (PENURUNAN) KAS                4.785.277       3.991.925       9.527.585       12.362.867     14.630.970
       KAS AWAL TAHUN                                   0      4.785.277       8.777.202       18.304.787     30.667.654
       KAS AKHIR TAHUN                         4.785.277       8.777.202      18.304.787       30.667.654     45.298.623
      Sumber: Proyeksi Keuangan


             Arus kas atas adanya penambahan kegiatan usaha baru diproyeksikan terus
             meningkat. Kas dan setara kas pada awal periode tahun 2026 adalah nihil yang
             kemudian pada akhir periode proyeksi tahun 2030 menjadi sebesar Rp45,30 miliar.


      7.10   Analisis Titik Impas


             Titik impas atau break even point (BEP) adalah keadaan suatu usaha yang tidak
             memperoleh laba dan tidak menderita rugi atau dengan kata lain suatu usaha
             dikatakan impas jika jumlah pendapatan ( revenue) sama dengan jumlah biaya, atau
             apabila laba kontribusi hanya dapat digunakan untuk menutup biaya tetap saja.


             BEP dalam Rupiah dapat diformulasikan sebagai berikut:
                                                             Total Biaya Tetap
                                         BEP    =
                                                       (1- (Total Biaya Variabel))
                                                                 Penjualan


             Berdasarkan persamaan BEP dalam Rupiah, diperoleh BEP dalam Rupiah untuk
             masing-masing        periode        selama       masa     proyeksi.      Nilai   BEP   dalam     rupiah
             mencerminkan pendapatan minimal yang diperlukan agar terjadi BEP. Perhitungan
             BEP untuk Rupiah pada proyeksi Dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha
             adalah sebagai berikut.


                                  Tabel 18 Analisis Kelayakan Proyek BEP (Rp.000)
                    Tahun               Pendapatan            Variable Cost        Fixed Cost               BEP

                     2026               63.750.000             54.187.500          3.589.500           23.930.000
                     2027           127.500.000               108.375.000          7.289.550           48.597.000
                     2028           150.794.250               128.175.113          7.651.850           51.012.333




                                                                                                                    52
Page 65
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                   Tahun            Pendapatan          Variable Cost         Fixed Cost             BEP

                   2029            178.344.359          151.592.706           8.030.088       53.533.917
                   2030            190.537.169          161.956.594           8.425.059       56.167.063
                                                                             BEP Rata-rata     46.648.063
                                                                          BEP Rata-rata (%)           33,80%
             Sumber: Proyeksi Keuangan


             Dari hasil perhitungan BEP, apabila Perseroan ingin mencatatkan keuntungan, maka
             Perseroan harus mencatatkan pendapatan di tahun 2026 sebesar Rp23,93 miliar,
             tahun 2027 sebesar Rp48,60 miliar, tahun 2028 sebesar Rp51,01 miliar, tahun 2029
             sebesar Rp53,53 miliar, dan tahun 2030 sebesar Rp56,17 miliar. Sehingga rata-rata
             BEP Perseroan atas penambahan kegiatan usaha baru selama periode proyeksi
             adalah sebesar Rp46,65 miliar.


      7.11   Analisis Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas


             Analisis likuiditas adalah analisis keuangan yang dilakukan dengan menghitung
             rasio likuiditas untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi
             kewajiban keuangan jangka pendek dengan menggunakan aset lancar.


                                            Tabel 19 Analisis Likuiditas
                                                                                        Working Capital to
                      Tahun                 Current Ratio          Quick Ratio
                                                                                        Total Assets Ratio
                       2026                   300,40%                   207,99%               66,71%
                       2027                   303,70%                   207,65%               67,07%
                       2028                   386,49%                   287,75%               74,13%
                       2029                   457,97%                   359,22%               78,16%
                       2030                   555,02%                   455,55%               81,98%
                      Average                 400,72%                   303,63%               73,61%


             Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa adanya peningkatan dari rasio likuiditas
             setelah adanya penambahan kegiatan usaha.


             Analisis solvabilitas adalah rasio yang berfungsi menilai kemampuan perusahaan
             dalam melunasi semua kewajibannya, baik dalam jangka pendek, maupun jangka
             Panjang dengan jaminan aset atau kekayaan yang dimiliki perusahaan.


                                            Tabel 20 Analisis Solvabilitas
                                Tahun            Debt to Equity Ratio         Debt to Assets Ratio
                                2026                    49,90%                      33,29%
                                2027                    49,09%                      32,93%
                                2028                    34,90%                      25,87%
                                2029                    27,94%                      21,84%




                                                                                                           53
Page 66
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                             Tahun            Debt to Equity Ratio      Debt to Assets Ratio
                               2030                 21,98%                     18,02%
                            Average                 36,76%                     26,39%


             Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa adanya penurunan dari rasio solvabilitas,
             hal ini dikarenakan adanya penyelesaian kewajiban setelah adanya penambahan
             kegiatan usaha.


             Analisis profitabilitas adalah analisis untuk mengetahui kemampuan perusahaan
             dalam usahanya mendapatkan laba (profit) dari pendapatan (earning) terkait
             penjualan. Jenis-jenis rasio profitabilitas dipakai untuk memperlihatkan seberapa
             besar laba atau keuntungan yang diperoleh dari kinerja suatu perusahaan. Sebagai
             gambaran bagaimana Perseroan mendapatkan laba atas penambahan kegiatan
             usaha barunya terdapat pada tabel berikut ini.


                                        Tabel 21 Analisis Profitabilitas
                                              Gross Profit       Operating
                           Tahun                                                 Net Profit Margin
                                                Margin         Profit Margin
                            2026                15,00%               9,37%              7,31%
                            2027                15,00%               9,28%              7,24%
                            2028                15,00%               9,93%              7,74%
                            2029                15,00%               10,50%             8,19%
                            2030                15,00%               10,58%             8,25%
                           Average              15,00%               9,93%              7,75%


             Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa dari penambahan kegiatan usaha baru
             memberikan dampak positif yang signifikan pada rasio profitabilitas, dimana
             selama tahun-tahun proyeksi rata-rata operating profit margin dan net profit
             margin masing-masing sebesar 9,93% dan 7,75%.

      7.12   Tingkat Imbal Balik Investasi


             Return on Investment (ROI) adalah rasio yang menunjukkan hasil dari jumlah aktiva
             yang digunakan dalam perusahaan atau suatu ukuran tentang efisiensi manajemen.
             Rasio ini menunjukkan hasil dari seluruh aktiva yang dikendalikan dengan
             mengabaikan sumber pendanaan. Dengan ROI, Perseroan dapat mengetahui
             seberapa efisien perusahaan guna memanfaatkan aktiva untuk kegiatan operasional
             dan dapat memberikan informasi ukuran profitabilitas Perseroan.


             Berikut adalah ROI yang diproyeksikan atas Penambahan Kegiatan Usaha Perseroan:




                                                                                                     54
Page 67
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                                         Tabel 22 Return on Investment
                                         Laba Bersih        Total Investasi
                         Tahun                                                   ROI
                                            (Rp.000)           (Rp.000)
                          2026                  4.658.940        14.478.770            32,18%
                          2027                  9.231.651        28.164.188            32,78%
                          2028               11.674.484          41.233.775            28,31%
                          2029               14.602.822          57.785.769            25,27%
                          2030               15.721.302          74.270.713            21,17%
                        Average                                                        27,94%


             Rasio ROI Perseroan pada tahun 2026—2030 diproyeksikan akan meningkat setiap
             tahunnya seiring dengan peningkatan laba bersih dan total investasi Perseroan.
             Perseroan diproyeksikan mencatatkan rata-rata ROI sebesar 27,94%.


      7.13   Penetapan Tingkat Diskonto


             Faktor diskonto yang digunakan adalah Weighted Average Cost of Capital yang
             dihitung dengan rumus sebagai berikut:


                                  WACC = (Kd*(1-t)* % Debt) + (Ke* % Equity)


              Keterangan:
             WACC        = Weighted average cost of capital (tingkat biaya tertimbang atas
                            modal)
             Kd            Cost of debt (tingkat bunga hutang perusahaan)
             Ke          = The required rate of return (biaya ekuitas)
             T           = Tax rate (tarif pajak)
             % Debt      = Proportion of Debt in the Capital structure (proporsi hutang dalam
                            struktur kapital)
             % Equity    = Proportion of Equity in the Capital structure (proporsi ekuitas dalam
                            struktur kapital)
             Berikut adalah asumsi yang digunakan untuk mengestimasi tingkat diskonto yang
             akan digunakan dalam Penilaian.


             Cost of Debt (tingkat biaya hutang)

             Tingkat biaya hutang (cost of debt) diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
             faktor sebagai berikut:

             • Rata-rata tertimbang tingkat suku bunga efektif atas dana pinjaman investasi
                  yang akan digunakan yaitu sebesar 8,59%.

             • Tingkat pajak yang digunakan adalah sebesar 22,00% berdasarkan tingkat pajak
                  korporasi di Indonesia (Undang-undang Nomor 1 Tahun 2020 - PPh Badan).




                                                                                                55
Page 68
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




             Dengan pertimbangan faktor-faktor tersebut, maka tingkat biaya hutang (cost of
             debt) yang diaplikasikan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:

             Kd = i x ((1-T)
             Kd = 8,59% x (1-22,00%) = 6,70%


             Cost of Equity (biaya modal untuk ekuitas)

             Tingkat diskonto untuk ekuitas diperoleh dengan mengaplikasikan Model CAPM
             (Capital Asset Pricing Model). Model ini menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah
             bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup risiko sistematis dari
             sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut:


                                             Ke = Rf + (Rm – Rf) β + Rs
                                              Ke = Rf + (Rp x β) + Rs


             Keterangan:
             Rf       = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
             Rm       = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
             Rp       = market risk premium untuk pasar ekuitas secara keseluruhan
             β        = ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara objektif dari
                          responsivitas   pengembalian       perusahaan   terhadap      pergerakan
                          pengembalian portofolio pasar
             Rs       = tingkat kembalian tambahan spesifik untuk Perusahaan


             Tingkat biaya modal untuk ekuitas diperoleh dengan mempertimbangkan faktor-
             faktor sebagai berikut:


             Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang
             dianggap tidak memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia,
             instrumen bebas risiko yang dapat dipilih adalah tingkat bunga Surat Utang Negara
             (most active government bond).

             Dalam penilaian Perseroan digunakan Surat Utang Negara dengan rata-rata yield
             adalah sebesar 6,51%. Angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian
             bebas risiko (Rf).


                                            Tabel 23 Surat Utang Negara
                              Bond                        Maturity                   Yield
                 FR0108                                 15-Jul-36                            6,1097%
                 FR0106                                15-Aug-40                             6,4290%
                 FR0107                                15-Aug-45                             6,5390%
                 FR0102                                 15-Jul-54                            6,7094%




                                                                                                  56
Page 69
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                               Bond                          Maturity                     Yield
               FR0105                                       15-Jul-64                               6,7535%
                                             Rata-rata                                              6,5081%
             Sumber: Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan RI,
                         16 Desember 2025


             Rp (Market Risk Premium - MRP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas
             risiko dengan tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas.


             Premi risiko pasar (Rm-Rf) atau MRP ditentukan dengan mempertimbangkan kondisi
             pasar modal Indonesia sebagai pasar modal yang emerging.


             Berdasarkan penelitian yang dilakukan Aswath Damodaran per Januari 2026,
             diprediksi market risk premium adalah sebesar 6,69%.


             Beta (β), adalah faktor untuk meliput risiko sistematis dari suatu ekuitas. Beta akan
             dikalikan dengan market risk premium untuk mendapatkan equity risk premium.


             Untuk memperoleh faktor Beta yang sesuai dan akan digunakan dalam perhitungan
             Nilai Pasar, kami menggunakan beta pembanding berdasarkan penelitian yang
             dilakukan Aswath Damodaran dalam industri Telecom. Equipment per Januari 2026
             dengan rata-rata sebesar 1,53.


             Rs (Specific Company Risk Premium). Sebagian dari risiko yang dihadapi oleh
             Indonesia telah tercermin dalam perhitungan equity risk premium namun belum
             mencerminkan risiko yang berkaitan dengan karakteristik spesifik yang dimiliki oleh
             suatu perusahaan.


             Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Perseroan adalah sebagai
             berikut.


                                             Tabel 24 Biaya Modal untuk Ekuitas
                                        Keterangan                      Biaya Modal untuk Ekuitas

                        Biaya Modal untuk Ekuitas
                        a. Risk Free Rate ( Rf )                                             6,51%
                        b. Risk Premium Ekuitas ( Rm )                                       6,69%
                        c.   β (Beta)                                                         1,53
                        c.   Specific Risk                                                   0,00%
                        Biaya Modal untuk Ekuitas-CAPM                                      16,73%
                        Credit Default Spread                                                1,62%
                        Biaya Modal untuk Ekuitas                                           15,11%




                                                                                                         57
Page 70
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




             Pada formulasi di atas, yield tingkat bunga bebas risiko sebenarnya telah
             memperhatikan semua risiko pasar, sehingga dalam perhitungan tingkat diskonto
             yang berlaku di Indonesia, yield tersebut harus dikoreksi dengan credit default
             spread sebesar 1,62%, sehingga biaya modal ekuitas yang diterapkan dalam
             penilaian Perseroan menjadi 15,11%.


             Berdasarkan asumsi tersebut, besarnya Weighted Average Cost of Capital (WACC)
             yang kami gunakan sebagai tingkat diskonto dalam penilaian Perseroan adalah
             sebesar 14,39% seperti pada tabel berikut.


                                      Tabel 25 Weighted Average Cost of Capital
                             Jenis Modal                        Biaya Modal         Bobot        Tertimbang

              Cost of Debt ( Kd = i x (1-T))                           6,70%             8,59%           0,58%
              Cost of Equity ( Ke = Rf + ( Rm-Rf ) * Beta             15,11%         91,41%            13,81%
                              Weighted Average Cost of Capital (WACC)                                  14,39%


      7.14   Analisis Kelayakan Proyek


              a. Net Present Value (NPV)
                 NPV merupakan nilai dari total investasi yang dikeluarkan pada awal periode
                 setelah ditambah arus kas bersih yang akan diterima oleh Perseroan setiap
                 tahun sampai akhir tahun periode proyek. Dengan membandingkan antara total
                 investasi yang dikeluarkan pada awal periode proyek dan total arus kas yang
                 akan diterima setiap tahun, maka dapat diketahui apabila proyek tersebut
                 menghasilkan         NPV   positif   maka        proyek   ini   layak    dikerjakan   apabila
                 menghasilkan NPV negatif maka proyek ini tidak layak dikerjakan.

                                                            𝑇
                                                                    𝐶𝐹𝑡
                                                𝑁𝑃𝑉 = ∑                    − 𝐶𝐹0
                                                                  (1 + 𝑟)𝑡
                                                            𝑡−1




                    NPV           :   Net Present Value
                    CFt           :   arus kas pada periode t
                    CF0           :   arus kas investasi awal pada periode 0
                    r             :   tingkat diskonto


                 Berikut adalah perhitungan NPV dari Rencana penambahan kegiatan usaha:




                                                                                                           58
Page 71
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                                            Tabel 26 Perhitungan NPV (Rp.000)
                                                                        Discount
                              Tahun                     FCFF                                PV FCFF
                                                                          Factor
                               2026                      (214.723)             0,874235        (187.718)
                               2027                     3.991.925              0,764287        3.050.977
                               2028                     9.527.585              0,668167        6.366.016
                               2029                    12.362.867              0,584135        7.221.583
                               2030                    14.630.970              0,510671       7.471.617
                    Terminal Value (1,50%)            115.247.488              0,510671      58.853.593
                               NPV                                                           82.776.069


              a. Profitability Index (PI)
                 PI merupakan rasio yang digunakan untuk mengetahui nilai tambah dari
                 investasi yang dilakukan pada awal periode perusahaan. Nilai tambah yang
                 didapat dari investasi diperhitungkan dengan membagi total investasi proyek
                 pada awal periode dengan jumlah arus kas yang dihasilkan selama periode
                 berjalannya proyek. Apabila PI dihasilkan dari suatu proyek sama dengan 1
                 (satu) maka arus kas dari proyek setiap tahun tidak menghasilkan nilai tambah,
                 apabila PI lebih besar dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari
                 proyek setiap tahun menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan sedangkan PI
                 lebih kecil dari 1 (satu), maka nilai arus kas yang dihasilkan dari proyek setiap
                 tahun tidak menghasilkan nilai tambah bagi Perseroan. Dalam menganalisis PI
                 suatu proyek maka kelayakan dapat dinilai apabila nilai PI lebih dari 1 (satu).

                                                                ∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹1 )
                                                        𝑃𝐼 =
                                                                ∑ 𝑃𝑉(𝐶𝐹0 )

                        PI           :    Profitability Index
                        CFI          :    nilai kini seluruh arus kas masuk
                        CFo          :    nilai kini seluruh arus kas keluar


                 Berikut adalah perhitungan PI dari Rencana penambahan kegiatan usaha:


                                                   Tabel 27 Perhitungan PI
                                                                                          PV FCFF
                                                 Keterangan
                                                                                          (Rp.000)
                   Arus kas bersih untuk perusahaan (FCFF)
                        Arus kas masuk                                                    104.350.496
                        Arus kas keluar                                                   (21.574.427)
                   PI                                                                         4,83677


              b. Payback Period (PP)
                 Payback Period tidak ada kriteria, hanya menunjukkan tingkat pengembalian
                 investasi.



                                                                                                         59
Page 72
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                                                 Tabel 28 Perhitungan PP
                                           NCF
                           No                                   Tahun               Faktor
                                      (Rp.000)
                            1         (214.723)                 2026                    1,00
                            2         3.777.202                 2027                    0,05
                            3        13.304.787                 2028                    0,00
                            4        25.667.654                 2029                    0,00
                            5        40.298.623                 2030                    0,00
                                                   Total                                1,05
                                             Payback Period                    1 Tahun 0 Bulan


              Berdasarkan analisis kelayakan yang telah dilakukan terhadap penambahan
              kegiatan usaha Perseroan, diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:


                                     Tabel 29 Analisis Kelayakan Proyek (Rp.000)
                                                   2026            2027          2028            2029
                        Keterangan
                                                   1,00            2,00          3,00            4,00
               EBITDA                              5.973.000     11.835.450    14.967.288      18.721.566


               CASH OUT FLOW
               - Tax                             (1.314.060)     (2.603.799)   (3.292.803)     (4.118.745)
               +/- Working Capital               (4.873.663)     (5.239.726)   (2.146.900)     (2.239.955)
               TOTAL                             (6.187.723)     (7.843.525)   (5.439.703)     (6.358.699)


               NET CASH FLOW                       (214.723)      3.991.925     9.527.585      12.362.867
               Terminal Value    (1,50%)                   0               0              0             0
               Discount factor   (14,39%)            0,87424        0,76429       0,66817         0,58413
               DISCOUNTED CASH FLOW                (187.718)      3.050.977     6.366.016        7.221.583


               PROCEED                             (214.723)      3.777.202    13.304.787      25.667.654


               PRESENT VALUE KAS MASUK             5.221.807      9.045.683    10.000.645      10.935.922
               PRESENT VALUE KAS KELUAR          (5.409.525)     (5.994.706)   (3.634.629)     (3.714.339)


                                                   2030
                        Keterangan                                TOTAL
                                                   5,00
               EBITDA                             20.155.516     71.652.820


               CASH OUT FLOW
               - Tax                              (4.434.214)   (15.763.620)
               +/- Working Capital                (1.090.333)   (15.590.576)
               TOTAL                              (5.524.546)   (31.354.196)


               NET CASH FLOW                      14.630.970     40.298.623
               Terminal Value    (1,50%)         115.247.488
               Discount factor   (14,39%)            0,51067




                                                                                                         60
Page 73
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                                             2030
                       Keterangan                           TOTAL
                                             5,00
               DISCOUNTED CASH FLOW         66.325.211     82.776.069


               PROCEED                      40.298.623


               PRESENT VALUE KAS MASUK      69.146.438    104.350.496
               PRESENT VALUE KAS KELUAR     (2.821.228)   (21.574.427)


               NET PRESENT VALUE, NPV                     82.776.069
               PROFITABILITY INDEX, PI                       4,83677
               PAYBACK PERIOD, PP                     1 Tahun 0 Bulan


             • Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
                  NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp82.776.069.000,- Dengan demikian, hasil
                  NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan
                  karena memberikan keuntungan.


             • Profitability Index (PI) > 1 → Layak
                  PI yang diperoleh adalah sebesar 4,83677. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
                  dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
                  keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.


             • Payback Period (PP)
                  PP yang diperoleh adalah 1 tahun dan 0 bulan. Dengan demikian, Perseroan
                  mampu mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 1 tahun
                  dan 0 bulan.


      7.15   Analisis Sensitivitas


              Untuk menguji kepekaan usaha terhadap berbagai faktor yang mempengaruhinya,
              maka berikut ini disajikan analisis sensitivitas terhadap kelayakan usaha, yaitu:


              −   Pendapatan turun dengan perubahan kondisi penurunan sebesar 2,50%, 5,00%,
                  7,50%, dan 10,00%.
              −   Struktur biaya naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
                  7,50%, dan 10,00%.
              −   Discount rate naik dengan perubahan kondisi kenaikan sebesar 2,50%, 5,00%,
                  7,50%, dan 10,00%.




                                                                                                  61
Page 74
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




                                              Tabel 30 Perhitungan Analisis Sensitivitas (Rp.000)
                                                                KONDISI                       PERUBAHAN KONDISI
                                Keterangan
                                                                NORMAL         2,50%         5,00%         7,50%         10,00%
                      1.       PENDAPATAN TURUN
                               Net Present Value (NPV)          82.776.069    60.312.111    37.848.154    15.384.196     (7.079.761)
                               Return On Investment                 27,94%       24,56%        20,03%        13,51%            2,77%
                                (ROI)
                               Profitability Index (PI)            4,83677      4,19328       3,33631       2,13849         0,34601
                               Payback Period (PP)               1 Th 0 Bln    1 Th 8 Bln    2 Th 8 Bln    4 Th 6 Bln    13 Th 0 Bln
                               BEP
                               a. Rp.000                        46.648.063    53.382.316    63.560.357    80.625.974    114.910.532
                               b. % terhadap pendapatan             33,80%       39,66%        48,47%        63,14%           92,49%
                      2.       STRUKTUR BIAYA NAIK
                               Net Present Value (NPV)          82.776.069    61.549.298    40.322.528    19.095.757     (2.131.014)
                               Return On Investment                 27,94%       24,62%        20,34%        14,52%            5,86%
                                (ROI)
                               Profitability Index (PI)            4,83677      4,18381       3,35949       2,28616         0,83093
                               Payback Period (PP)               1 Th 0 Bln    1 Th 9 Bln    2 Th 8 Bln    4 Th 3 Bln    11 Th 2 Bln
                               BEP
                               a. Rp.000                        46.648.063    55.538.113    67.942.836    86.460.030    117.084.620
                               b. % terhadap pendapatan             33,80%       40,24%        49,23%        62,64%           84,84%
                      3.       DISCOUNT RATE NAIK
                               Net Present Value (NPV)          82.776.069    80.001.741    77.379.701    74.898.101     72.546.285
                               Return On Investment                 27,94%       27,94%        27,94%        27,94%           27,94%
                                (ROI)
                               Profitability Index (PI)            4,83677      4,73917       4,64668       4,55892         4,47553
                               Payback Period (PP)               1 Th 0 Bln    1 Th 0 Bln    1 Th 0 Bln    1 Th 0 Bln     1 Th 0 Bln
                               BEP
                               a. Rp.000                        46.648.063    46.648.063    46.648.063    46.648.063     46.648.063
                               b. % terhadap pendapatan             33,80%       33,80%        33,80%        33,80%           33,80%


              Berdasarkan uji sensitivitas tersebut, kondisi parameter kelayakan usaha akan
              terlihat seperti pada grafik di bawah ini.


                                                          Gambar 22 Analisis Sensitivitas
                              90.000.000
                              80.000.000
                              70.000.000
                              60.000.000
                              50.000.000
               NPV (Rp.000)




                              40.000.000
                              30.000.000
                              20.000.000
                              10.000.000
                                          0
                              (10.000.000)        NORMAL          2,50%          5,00%          7,50%          10,00%
                              (20.000.000)

                                        PENDAPATAN TURUN           STRUKTUR BIAYA NAIK          DISCOUNT RATE NAIK

             Sumber: Proyeksi Keuangan



                                                                                                                         62
Page 75
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




             Berdasarkan analisis sensitivitas, pada kondisi normal NPV yang dihasilkan adalah
             sebesar Rp82,78 miliar, jika terjadi perubahan terhadap pendapatan, dimana
             pendapatan turun sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan adalah sebesar
             negatif Rp7,08 miliar. Sedangkan, apabila terjadi perubahan terhadap struktur
             biaya, dimana struktur biaya naik sampai dengan 10,00% maka NPV yang dihasilkan
             adalah sebesar negatif Rp2,13 miliar. Kemudian, apabila terjadi perubahan pada
             discount rate, dimana discount rate naik sampai dengan 10,00%, maka NPV yang
             dihasilkan adalah sebesar Rp72,55 miliar.


             Dari analisis sensitivitas di atas, penurunan penjualan dan kenaikan struktur biaya
             merupakan faktor yang paling sensitif terhadap kelayakan usaha.




                                                                                             63
Page 76
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




      8       KESIMPULAN

      8.1    Kajian Kelayakan Pasar


             Dari Kajian Kelayakan Pasar, dapat terlihat Pertumbuhan penetrasi internet di
             Indonesia yang diproyeksikan mencapai 80,66% atau setara dengan 229,4 juta jiwa
             pada tahun 2025 merupakan sinyal positif bagi Perseroan dalam menjalankan usaha
             perdagangan      besar   peralatan    telekomunikasi.   Tren   pergeseran   preferensi
             masyarakat dari mobile data ke WiFi rumah (Fixed Broadband) yang melonjak
             signifikan menjadi 28,43% membuka peluang besar bagi penjualan perangkat FTTH
             seperti OLT, ONT, router, dan switch. Dominasi Pulau Jawa dengan tingkat penetrasi
             84,69% menjadi pasar awal yang matang, namun kesenjangan akses di wilayah luar
             Jawa menunjukkan adanya ruang pertumbuhan jangka panjang bagi operator dan
             ISP yang menjadi target pelanggan utama Perseroan. Dengan menyediakan
             perangkat berkualitas serta dukungan teknis dan layanan purna jual ( value-added
             services), Perseroan dapat mengoptimalkan pendapatan baik dari margin distribusi
             maupun loyalitas pelanggan di tengah masifnya adopsi teknologi digital nasional.


             Potensi pasar bagi Perseroan sangat terbuka lebar mengingat layanan Fixed
             Broadband Internet menjadi produk unggulan ISP dengan porsi dominan sebesar
             78,00%, yang      secara   langsung    meningkatkan     permintaan   akan   perangkat
             infrastruktur jaringan tetap. Keberadaan 300 perusahaan ISP yang tersebar di
             seluruh Indonesia, dengan konsentrasi terbesar di Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa
             Timur, merupakan basis pelanggan potensial yang membutuhkan suplai perangkat
             telekomunikasi secara berkelanjutan. Selain itu, adanya layanan alternatif seperti
             Satellite Broadband (6,33%) dan Fixed Wireless Access (4,34%) memberikan peluang
             bagi Perseroan untuk memasarkan perangkat CPE guna mendukung konektivitas di
             wilayah pedesaan dan area terpencil. Strategi diversifikasi target pasar yang
             mencakup operator, instansi pemerintah untuk program digitalisasi, hingga sektor
             korporasi dan properti, akan memperkuat posisi Perseroan dalam menghadapi
             tantangan infrastruktur nasional sekaligus menciptakan stabilitas pendapatan yang
             berkelanjutan.


             Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya, Perseroan menargetkan beberapa
             segmen pasar utama yang meliputi operator telekomunikasi sebagai pengguna
             utama perangkat Radio Access Network (RAN) dan backbone jaringan, Internet
             Service Provider (ISP) sebagai pengguna utama perangkat Fiber to the Home (FTTH)
             dan Customer Premises Equipment (CPE), serta penyedia layanan Fixed Wireless
             Access (FWA) yang membutuhkan integrasi perangkat CPE. Selain itu, Perseroan juga
             menyasar instansi pemerintah dan sektor publik dalam rangka mendukung
             digitalisasi layanan, serta segmen korporasi dan kawasan properti, termasuk
             pengembang perumahan dan kawasan industri.




                                                                                                64
Page 77
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




             Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya, Perseroan diproyeksikan akan
             mencatatkan tambahan laba bersih dari penambahan kegiatan usaha baru sebesar
             Rp4,66 miliar pada tahun 2026, Rp9,23 miliar pada tahun 2027, Rp11,67 miliar
             pada tahun 2028, Rp14,60 miliar pada tahun 2029, dan terus naik hingga Rp15,72
             miliar pada tahun 2030.


             Strategi pemasaran yang dilakukan Perseroan mencakup beberapa pendekatan
             utama,     yaitu   (1)   Menerapkan    pendekatan   business-to-business (B2B); (2)
             Mengedepankan konsep solution-based selling, (3) Membangun kemitraan strategis
             dengan principal; (4) Mengoptimalkan keunggulan rantai pasok dan distribusi; (5)
             Menyediakan layanan purna jual (after-sales support); (6) Memperluas jangkauan
             pasar melalui partisipasi dalam proyek pengadaan, kerja sama dengan mitra bisnis,
             dan pemanfaatan kanal pemasaran digital.


             Dengan analisis pasar tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
             Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pasar adalah layak.


      8.2    Kajian Kelayakan Teknis


             Dari Kajian Kelayakan Teknis, dalam menjalankan kegiatan usaha baru di bidang
             Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi (KBLI 46523), kapasitas operasional
             Perseroan difokuskan pada peran sebagai distributor perangkat telekomunikasi
             yang mencakup dua ekosistem utama, yaitu Fiber to the Home (FTTH) dan Fixed
             Wireless Access (FWA). Dengan cakupan tersebut, kapasitas kegiatan operasional
             Perseroan tidak mencakup proses manufaktur, melainkan berfokus pada fungsi
             pengadaan, pengelolaan rantai pasok, penyimpanan, serta distribusi perangkat
             kepada pelanggan. Selain itu, Perseroan juga didukung oleh kemampuan dalam
             menyediakan solusi perangkat yang terintegrasi guna memenuhi kebutuhan
             infrastruktur jaringan pelanggan.


             Dalam rencana penambahan kegiatan usaha baru, Perseroan tidak memerlukan
             bahan baku karena bukan merupakan perusahaan manufaktur atau sejenisnya.
             Sementara itu, pada tahap awal operasional jumlah tenaga kerja yang ditugaskan
             secara khusus untuk mendukung operasional kegiatan usaha baru meliputi staff
             operasional sebanyak 4 orang, supervisor (SPV) sebanyak 2 orang, dan manager
             sebanyak 1 orang. Dalam rencana penambahan kegiatan usaha ini, Perseroan tidak
             memerlukan tenaga ahli khusus, mengingat kegiatan usaha baru yang dijalankan
             berfokus    pada     distribusi   perangkat   telekomunikasi,   bukan   pada   kegiatan
             manufaktur maupun instalasi teknis yang kompleks.


             Dalam menjalankan kegiatan usaha di bidang Perdagangan Besar Peralatan
             Telekomunikasi (KBLI 46523), alur kegiatan usaha Perseroan secara umum meliputi




                                                                                                 65
Page 78
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




             tahapan sebagai berikut: Procurement; Inbound Logistics; Warehousing; Order
             Fulfillment; Outbound Logistics; dan After-Sales Support.

             Dengan analisis teknis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa Penambahan
             Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan teknis adalah layak.


      8.3    Kajian Kelayakan Pola Bisnis


             Dari Kajian Kelayakan Pola Bisnis, Perseroan memiliki sejumlah keunggulan
             kompetitif yang menjadi landasan kuat dalam menjalankan kegiatan usahanya, di
             antaranya adalah 1) Kehadiran Perseroan sebagai perusahaan terbuka memiliki
             sejumlah keuntungan, di antaranya adalah meningkatkan transparansi dalam
             pengelolaan perusahaan, memperluas akses terhadap sumber-sumber pendanaan,
             serta meningkatkan citra dan kepercayaan dari masyarakat umum serta para
             stakeholder; 2) Perseroan memiliki keunggulan melalui jejaring distribusi langsung
             dengan para principal. Hubungan kerja sama yang terjalin secara langsung tersebut
             memberikan kepastian harga (pricing), kejelasan waktu pengadaan (timeline), serta
             jaminan layanan purna jual (after sales service) atas setiap produk yang ditawarkan;
             3) Perseroan didukung oleh pengalaman manajemen yang kuat di industri
             telekomunikasi yang dengan pengalaman lebih dari 18 tahun; dan 4) Perseroan
             memiliki portofolio produk yang terintegrasi yang mencakup ekosistem FTTH dan
             FWA, yang memberikan keunggulan untuk menangkap peluang pasar Hybrid.
             Dengan keunggulan kompetitif yang sudah dimiliki, Perseroan dapat menciptakan
             nilai yaitu 1) Penambahan kegiatan usaha baru; 2) Menambah sumber pendapatan
             baru; dan 3) Meningkatkan kinerja keuangan Perseroan.


             Kemampuan pesaing untuk meniru produk memang tidak dapat dihindari, sehingga
             membuat kegiatan usaha dalam bidang ini menjadi sangat kompetitif. Upaya
             mitigasi yang dapat dilakukan oleh Perseroan diantaranya adalah 1) Membuat
             metode pembayaran berjangka yang dapat dilakukan oleh pelanggan ( Term of
             Payment); 2) Memberikan tarif yang kompetitif kepada calon customer (tarif tersebut
             sesuai dengan fasilitas, lokasi dan kondisi aset); 3) Menetapkan layanan purna jual
             yakni segala bentuk bantuan dan dukungan yang diberikan kepada pelanggan
             setelah mereka melakukan pembelian; 4) Memberikan layanan Total Solutions
             kepada calon customer; 5) Melakukan inovasi produk dan layanan secara
             berkelanjutan; dan 6) Memperkuat loyalitas konsumen terhadap produk dan layanan
             Perseroan.


             Dengan analisis pola bisnis tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa
             Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan pola bisnis adalah layak.




                                                                                              66
Page 79
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




      8.4    Kajian Kelayakan Model Manajemen


             Dari Kelayakan Model Manajemen, Perseroan memiliki 41 orang karyawan yang akan
             dioptimalkan    untuk   memenuhi   kebutuhan   manajemen     dan   sumber   daya
             manusianya untuk menjalankan kegiatan usaha baru. Apabila diperlukan, Perseroan
             akan menambah personel melalui proses rekrutmen untuk mendukung pelaksanaan
             proyek yang akan datang. Sementara itu, pada tahap awal operasional jumlah
             tenaga kerja yang ditugaskan secara khusus untuk mendukung operasional
             kegiatan usaha baru meliputi staff operasional sebanyak 4 orang, supervisor (SPV)
             sebanyak 2 orang, dan manager sebanyak 1 orang.


             Terkait Hak Atas Kekayaan Intelektual, sampai dengan laporan ini diterbitkan,
             Perseroan belum memiliki Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) yang didaftarkan
             terkait dengan penambahan kegiatan usaha baru.


             Dalam menjalankan kegiatan usaha barunya, Perseroan mungkin menghadapi
             beberapa risiko yang dapat memengaruhi kinerja usahanya. Risiko utama yang
             mungkin dihadapi Perseroan adalah 1) Risiko Keterlambatan Pasokan (Supply Delay)
             dari Principal; 2) Risiko Kerusakan Barang dalam Proses Logistik; 3) Risiko
             Ketidaksesuaian Spesifikasi Produk dengan Kebutuhan Pelanggan; dan 4) Risiko
             Ketergantungan terhadap Vendor Tertentu.


             Perseroan menunjukkan kapasitas dan kemampuan manajemen yang kuat dalam
             mengembangkan kegiatan usaha baru. Status Perseroan sebagai perusahaan
             terbuka mencerminkan transparansi, akuntabilitas, serta akses yang luas terhadap
             pendanaan dan jaringan strategis, yang menjadi modal penting dalam mendukung
             ekspansi usaha. Selain itu, Perseroan didukung oleh manajemen Perseroan yang
             memiliki pengalaman lebih dari 18 tahun di industri telekomunikasi. Manajemen
             Perseroan juga memiliki kemampuan dalam membangun jejaring distribusi
             langsung dengan para principal. Hubungan kerja sama yang terjalin langsung ini
             mencerminkan kapasitas manajemen dalam menjalin dan mempertahankan
             kemitraan strategis yang berkontribusi terhadap kepastian harga, efisiensi waktu
             pengadaan, serta jaminan layanan purna jual atas setiap produk yang ditawarkan.
             Dengan pengalaman dan rekam jejak tersebut, manajemen Perseroan dinilai
             memiliki kemampuan yang memadai untuk mengelola dan mengembangkan
             kegiatan usaha baru di bidang Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi (KBLI
             46523).


             Berkaitan dengan rencana penambahan kegiatan usaha baru ini, Perseroan tidak
             melakukan perubahan/penambahan terhadap struktur organisasi.


             Dengan analisis model manajemen tersebut, maka dapat kami simpulkan bahwa
             Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan model manajemen adalah layak.



                                                                                           67
Page 80
Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk




      8.5    Kajian Kelayakan Keuangan


             Dari Kajian Kelayakan Keuangan, analisis kelayakan proyek menunjukkan bahwa
             Penambahan Kegiatan Usaha ini memenuhi kriteria kelayakan dengan variabel-
             variabel sebagai berikut:


             • Net Present Value (NPV) > 0 → Layak
                NPV yang dihasilkan adalah sebesar Rp82.776.069.000,- Dengan demikian, hasil
                NPV yang positif atau lebih dari nol menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan
                karena memberikan keuntungan.


             • Profitability Index (PI) > 1 → Layak
                PI yang diperoleh adalah sebesar 4,83677. Dengan demikian, hasil PI yang lebih
                dari 1 menunjukkan bahwa proyek layak dikerjakan karena memberikan
                keuntungan dari pengeluaran investasi yang dilakukan.


             • Payback Period (PP)
                PP yang diperoleh adalah 1 tahun dan 0 bulan. Dengan demikian, Perseroan
                mampu mengembalikan seluruh investasi setelah proyek berjalan selama 1
                tahun dan 0 bulan.


             Kemudian, dari analisis sensitivitas, penurunan pendapatan dan kenaikan struktur
             biaya merupakan faktor yang paling sensitif terhadap kelayakan usaha.


             Dengan    analisis   keuangan   tersebut,   maka   dapat   kami   simpulkan   bahwa
             Penambahan Kegiatan Usaha pada aspek kelayakan keuangan adalah layak.


      8.6    Kesimpulan Studi Kelayakan


             Dengan demikian, berdasarkan analisis atas Kelayakan Pasar, Kelayakan Teknis,
             Kelayakan Pola Bisnis, Kelayakan Model Manajemen, dan Kelayakan Keuangan, dapat
             disimpulkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha sesuai dengan KBLI 46523 yaitu
             Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi adalah layak.




                                                                                              68
Page 81
LAMPIRAN PROYEKSI KEUANGAN
Page 82
PT SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK
INDUSTRI : PERDAGANGAN BESAR PERALATAN TELEKOMUNIKASI
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI                                                                                                             Lampiran 1
ASUMSI

               Keterangan                                             2026               2027               2028               2029               2030
                                                                      1,00               2,00               3,00               4,00               5,00

UMUM
  Jumlah Hari Dalam Setahun                  Hari                              365                365                365                365                365
  Jumlah Hari Operasional Dalam Setahun      Hari                              132                264                264                264                264
  Jumlah Bulan Operasional Dalam Setahun    Bulan                                6                 12                 12                 12                 12

STRUKTUR PENDAPATAN DAN BIAYA
REVENUE
CPE (Customer Premises Equipment)                                                              100%                 18%                18%                 7%
- Unit                                      Unit                           75.000            150.000            177.405            209.817            224.161
- Harga per unit                           Rp/Unit                        850.000            850.000            850.000            850.000            850.000
- Nominal                                                          63.750.000.000    127.500.000.000    150.794.250.000    178.344.359.475    190.537.168.851

COST OF GOOD SOLD
- CPE (Customer Premises Equipment)          Rp                    54.187.500.000    108.375.000.000    128.175.112.500    151.592.705.554    161.956.593.523

Gross Profit                                 Rp                     9.562.500.000     19.125.000.000     22.619.137.500     26.751.653.921     28.580.575.328

Manpower
Increment Salary Cost                                                                             5%                 5%                 5%                 5%
Effective Month                                                                 6                 13                 13                 13                 13

Staff                                                  7.000.000                4                  4                  4                  4                  4
SPV                                                   12.000.000                2                  2                  2                  2                  2
Manager                                               15.000.000                1                  1                  1                  1                  1

Salary / Manpower Allocations (IDR)          Rp                      402.000.000        914.550.000        958.100.000       1.001.650.000      1.045.200.000

Beban Administrasi dan Umum
   Beban Administrasi dan Umum             To Sales                          5,00%              5,00%
   Growth                                                                                                          5,00%              5,00%              5,00%

TINGKAT BUNGA
   KI                                        p.a.                            8,59%              8,59%              8,59%              8,59%              8,59%
   KMK                                       p.a.                            8,22%              8,22%              8,22%              8,22%              8,22%

TARIF PAJAK
   PPh Badan                               To Sales                       22,00%             22,00%             22,00%             22,00%             22,00%

TURNOVER
  Persediaan                                 Hari                               30                 30                 30                 30                 30
  Piutang Usaha                              Hari                               30                 30                 30                 30                 30
  Hutang Usaha                               Hari                               30                 30                 30                 30                 30
Page 83
PT SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK
INDUSTRI : PERDAGANGAN BESAR PERALATAN TELEKOMUNIKASI
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
PROYEKSI POSISI KEUANGAN                                                                       Lampiran 2
IDR.000

                   Keterangan              2026         2027         2028         2029          2030
                                            1,00         2,00         3,00         4,00          5,00

ASET
Aset Lancar
    Kas & Setara Kas                       4.785.277     8.777.202   18.304.787   30.667.654    45.298.623
    Piutang Usaha                          5.239.726    10.479.452   12.394.048   14.658.441    15.660.589
    Piutang lain-lain                              0             0            0            0             0
    Persediaan                             4.453.767     8.907.534   10.534.941   12.459.674    13.311.501
Total Aset Lancar                         14.478.770    28.164.188   41.233.775   57.785.769    74.270.713

Aset Tidak Lancar


Total Aset Tidak Lancar                            0            0            0            0             0

TOTAL ASET                                14.478.770    28.164.188   41.233.775   57.785.769    74.270.713

LIABILITAS & EKUITAS
Liabilitas Lancar
    Hutang Usaha                           4.819.830     9.273.597   10.668.700   12.617.872    13.381.514
    Utang lain-lain                                0             0            0            0             0
    Utang Pajak                                    0             0            0            0             0
Total Liabilitas Lancar                    4.819.830     9.273.597   10.668.700   12.617.872    13.381.514

Liabilitas Tidak Lancar
    Liabilitas pajak tangguhan                     0            0            0            0             0
Total Liabilitas Tidak Lancar                      0            0            0            0             0

Total Liabilitas                           4.819.830     9.273.597   10.668.700   12.617.872    13.381.514

Ekuitas
   Modal                                   5.000.000     5.000.000    5.000.000    5.000.000     5.000.000
   Saldo Laba (Rugi) Ditahan                       0     4.658.940   13.890.591   25.565.075    40.167.897
   Laba (Rugi) Tahun Berjalan              4.658.940     9.231.651   11.674.484   14.602.822    15.721.302
   Total Ekuitas                           9.658.940    18.890.591   30.565.075   45.167.897    60.889.200

TOTAL LIABILITAS & EKUITAS                14.478.770    28.164.188   41.233.775   57.785.769    74.270.713
Page 84
PT SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK
INDUSTRI : PERDAGANGAN BESAR PERALATAN TELEKOMUNIKASI
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
PROYEKSI LABA RUGI                                                                                Lampiran 3
IDR.000

        Keterangan                     2026           2027           2028           2029           2030
                                        1,00           2,00           3,00           4,00           5,00

PENJUALAN                              63.750.000    127.500.000    150.794.250    178.344.359    190.537.169

BEBAN POKOK PENJUALAN                  -54.187.500   -108.375.000   -128.175.113   -151.592.706   -161.956.594
   % To Sales                              85,00%         85,00%         85,00%         85,00%         85,00%
LABA (RUGI) KOTOR                        9.562.500     19.125.000     22.619.138     26.751.654     28.580.575
   Gross Profit Margin                     15,00%         15,00%         15,00%         15,00%         15,00%
BEBAN USAHA                             -3.589.500     -7.289.550     -7.651.850     -8.030.088     -8.425.059
   % To Sales                               5,63%          5,72%          5,07%          4,50%          4,42%
LABA (RUGI) USAHA - EBITDA               5.973.000     11.835.450     14.967.288     18.721.566     20.155.516
   Operating Profit Margin                  9,37%          9,28%          9,93%         10,50%         10,58%
BEBAN PENYUSUTAN & AMORTISASI                    0              0              0              0              0

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
   Pendapatan Lain-lain                         0              0              0              0              0
   Beban Lain-lain                              0              0              0              0              0
TOTAL                                           0              0              0              0              0

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK                5.973.000    11.835.450     14.967.288     18.721.566     20.155.516
    % To Sales                              9,37%         9,28%          9,93%         10,50%         10,58%
Pajak Badan                             -1.314.060    -2.603.799     -3.292.803     -4.118.745     -4.434.214

LABA (RUGI) BERSIH                      4.658.940      9.231.651     11.674.484     14.602.822     15.721.302
   Net Profit Margin                       7,31%          7,24%          7,74%          8,19%          8,25%
SALDO LABA (RUGI) AWAL TAHUN                    0      4.658.940     13.890.591     25.565.075     40.167.897
   Adjustment                                   0              0              0              0              0
SALDO LABA (RUGI) AKHIR TAHUN           4.658.940     13.890.591     25.565.075     40.167.897     55.889.200
Page 85
PT SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK
INDUSTRI : PERDAGANGAN BESAR PERALATAN TELEKOMUNIKASI
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
PROYEKSI ARUS KAS                                                                                                          Lampiran 4
IDR.000

                      Keterangan                                2026           2027           2028           2029           2030
                                                                 1,00           2,00           3,00           4,00           5,00

I. ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
   Penerimaan Usaha                                              58.510.274    117.020.548    138.400.202    163.685.919    174.876.580
   Penerimaan Piutang                                                     0      5.239.726     10.479.452     12.394.048     14.658.441
   Penerimaan dari Pendapatan Lain-lain                                   0              0              0              0              0
   Pembayaran Kepada Supplier                                   -53.821.437   -108.375.000   -128.407.416   -151.568.268   -162.044.778
   Penerimaan dari (pembayaran untuk) operasi lainnya                     0              0              0              0              0
   Biaya Operasional                                             -3.589.500     -7.289.550     -7.651.850     -8.030.088     -8.425.059
   Pajak Final                                                   -1.314.060     -2.603.799     -3.292.803     -4.118.745     -4.434.214
   ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI          -214.723      3.991.925      9.527.585     12.362.867     14.630.970

II. ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
    Capital Expenditures, CAPEX                                          0              0              0              0              0
    ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI (UNTUK) AKTIVITAS INVESTASI             0              0              0              0              0

III. ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
     Modal Sendiri - MK                                          5.000.000              0              0              0              0
     Pembayaran Hutang Pemegang Saham                                    0              0              0              0              0
     Biaya Provisi                                                       0              0              0              0              0
     ARUS KAS NETO DIPEROLEH DARI (UNTUK) AKTIVITAS PENDANAAN    5.000.000              0              0              0              0

IV. KENAIKAN (PENURUNAN) KAS                                     4.785.277      3.991.925      9.527.585     12.362.867     14.630.970

V. KAS AWAL TAHUN                                                        0      4.785.277      8.777.202     18.304.787     30.667.654

VI. KAS AKHIR TAHUN                                              4.785.277      8.777.202     18.304.787     30.667.654     45.298.623
Page 86
PT SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK
INDUSTRI : PERDAGANGAN BESAR PERALATAN TELEKOMUNIKASI
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
PROYEKSI RATIO KEUANGAN                                                                                       Lampiran 10


         Keterangan                               2026        2027        2028        2029        2030         Average
                                                   1,00        2,00        3,00        4,00        5,00

I. RATIO LIKUIDITAS
   Current Ratio                                  300,40%     303,70%     386,49%     457,97%     555,02%         400,72%
   Quick (Acid Test) Ratio                        207,99%     207,65%     287,75%     359,22%     455,55%         303,63%
   Working Capital To Total Assets Ratio           66,71%      67,07%      74,13%      78,16%      81,98%          73,61%

II. RATIO LEVERAGE
    Total Debt To Equity Ratio         DER          49,90%      49,09%      34,90%      27,94%      21,98%        36,76%
    Total Debt To Total Assets Ratio   DAR          33,29%      32,93%      25,87%      21,84%      18,02%        26,39%

III. RATIO AKTIVITAS
     Total Assets Turnover                 Kali       4,40        4,53        3,66        3,09        2,57          3,65
     Receivables Turnover                  Kali       12,17       12,17       12,17       12,17       12,17        12,17
     Collection Period                     Hari          30          30          30          30          30           30
     Payable Turnover                      Kali       12,2        12,2        12,2        12,2        12,2         12,17
     Collection Period                     Hari          30          30          30          30          30           30
     Inventory Turnover( Total )           Kali       12,17       12,17       12,17       12,17       12,17        12,17
     Average Day'a Inventory               Hari          30          30          30          30          30           30
     Working Capital Turnover              Kali        6,60        6,75        4,93        3,95        3,13         5,07

IV. RATIO KEUANGAN
    Gross Profit Margin                             15,00%      15,00%      15,00%      15,00%      15,00%        15,00%
    Operating Profit Margin                          9,37%       9,28%       9,93%      10,50%      10,58%         9,93%
    Net Profit Margin                                7,31%       7,24%       7,74%       8,19%       8,25%         7,75%
    Return On Investment, ROI                       32,18%      32,78%      28,31%      25,27%      21,17%        27,94%
    Return On Equity, ROE                           48,23%      48,87%      38,20%      32,33%      25,82%        38,69%
Page 87
PT SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK
INDUSTRI : PERDAGANGAN BESAR PERALATAN TELEKOMUNIKASI
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
ANALISA KELAYAKAN PROYEK                                                                                       Lampiran 11
IDR.000

         Keterangan                      TOTAL           2026         2027          2028          2029           2030
                                                         1,00         2,00          3,00          4,00           5,00

EBITDA                                    71.652.820     5.973.000    11.835.450    14.967.288    18.721.566     20.155.516

CASH OUT FLOW
 - Tax                                    -15.763.620   -1.314.060    -2.603.799    -3.292.803    -4.118.745     -4.434.214
+ / - Working Capital                     -15.590.576   -4.873.663    -5.239.726    -2.146.900    -2.239.955     -1.090.333
TOTAL                                     -31.354.196   -6.187.723    -7.843.525    -5.439.703    -6.358.699     -5.524.546

NET CASH FLOW                             40.298.623     -214.723      3.991.925     9.527.585    12.362.867     14.630.970
   Terminal Value               1,50%                           0              0             0             0    115.247.488
   Discount Factor             14,39%                    0,87424        0,76429       0,66817       0,58413        0,51067
DISCOUNTED CASH FLOW                      82.776.069     -187.718      3.050.977     6.366.016     7.221.583     66.325.211

PROCEED                                                   -214.723     3.777.202    13.304.787    25.667.654     40.298.623

PRESENT VALUE KAS MASUK                  104.350.496     5.221.807     9.045.683    10.000.645    10.935.922     69.146.438
PRESENT VALUE KAS KELUAR                 -21.574.427    -5.409.525    -5.994.706    -3.634.629    -3.714.339     -2.821.228

NET PRESENT VALUE, NPV                    82.776.069
PROFITABILITY INDEX, PI                     4,83677
PAYBACK PERIOD, PP                                 1    Tahun                 0    Bulan

BREAK EVEN POINT, BEP
   Penjualan                                            63.750.000   127.500.000   150.794.250   178.344.359    190.537.169
   Variable Cost                                        54.187.500   108.375.000   128.175.113   151.592.706    161.956.594
   Fixed Cost                                            3.589.500     7.289.550     7.651.850     8.030.088      8.425.059
BEP                                                     23.930.000    48.597.000    51.012.333    53.533.917     56.167.063
BEP Rata-rata ( Rp.000 )                  46.648.063       37,54%        38,12%        33,83%        30,02%         29,48%
BEP Rata-rata ( % )                          33,80%

PERHITUNGAN MODAL KERJA
      Aset Lancar                                  0     9.693.493    19.386.986    22.928.989    27.118.115     28.972.090
      Hutang Lancar                                0    -4.819.830    -9.273.597   -10.668.700   -12.617.872    -13.381.514
TOTAL                                              0     4.873.663    10.113.389    12.260.289    14.500.243     15.590.576
+ / - Working Capital                              0     4.873.663     5.239.726     2.146.900     2.239.955      1.090.333
Rounded                                                                5.240.000
Page 88
PT SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK
INDUSTRI : PERDAGANGAN BESAR PERALATAN TELEKOMUNIKASI
STUDI KELAYAKAN USAHA PENAMBAHAN KBLI
ANALISIS SENSITIVITAS PROYEK                                                                                           Lampiran 12

                                                             KONDISI                       PERUBAHAN KONDISI
                    Keterangan
                                                             NORMAL          2,50%         5,00%         7,50%         10,00%

  1. PENDAPATAN TURUN
        Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.000                 82.776.069    60.312.111    37.848.154    15.384.196       -7.079.761
        Return On Investment (ROI)                                 27,94%        24,56%        20,03%        13,51%           2,77%
        Profitability Index (PI)                                 4,83677       4,19328       3,33631       2,13849          0,34601
        Payback Period (PP)                                     1 Th 0 Bln    1 Th 8 Bln    2 Th 8 Bln    4 Th 6 Bln     13 Th 0 Bln
        BEP                a. Dalam Rp.000                     46.648.063    53.382.316    63.560.357    80.625.974     114.910.532
                           b. Dalam % Terhadap Pendapatan          33,80%        39,66%        48,47%        63,14%          92,49%


  2. STRUKTUR BIAYA NAIK
        Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.000                 82.776.069    61.549.298    40.322.528    19.095.757       -2.131.014
        Return On Investment (ROI)                                 27,94%        24,62%        20,34%        14,52%           5,86%
        Profitability Index (PI)                                 4,83677       4,18381       3,35949       2,28616          0,83093
        Payback Period (PP)                                     1 Th 0 Bln    1 Th 9 Bln    2 Th 8 Bln    4 Th 3 Bln     11 Th 2 Bln
        BEP                a. Dalam Rp.000                     46.648.063    55.538.113    67.942.836    86.460.030     117.084.620
                           b. Dalam % Terhadap Pendapatan          33,80%        40,24%        49,23%        62,64%          84,84%


  3. DISCOUNT RATE NAIK
         Net Present Value (NPV) - Dalam Rp.000                82.776.069    80.001.741    77.379.701    74.898.101      72.546.285
         Return On Investment (ROI)                                27,94%        27,94%        27,94%        27,94%          27,94%
         Profitability Index (PI)                                4,83677       4,73917       4,64668       4,55892         4,47553
         Payback Period (PP)                                    1 Th 0 Bln    1 Th 0 Bln    1 Th 0 Bln    1 Th 0 Bln      1 Th 0 Bln
         BEP                a. Dalam Rp.000                    46.648.063    46.648.063    46.648.063    46.648.063      46.648.063
                            b. Dalam % Terhadap Pendapatan         33,80%        33,80%        33,80%        33,80%          33,80%

File

File Open PDF
Source IDX
Size2.77 MB
Published12 May 2026
Pages88
Characters248,567
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 65 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org SINERGI INTI ANDALAN PRIMA TBK · Nama Perusahaan p.1 ×279
linked org Negara Maju p.12 ×2
linked person Muhammad Arif · Direktur Utama p.15 ×4
linked person Tongam Lumban Tobing p.18
linked org PT Abadi Kreasi Unggul p.21
linked org XLSMART Telecom Sejahtera Tbk p.29 ×5
linked org Bali Towerindo Sentra Tbk p.29 ×4
linked org Ketrosden Triasmitra Tbk p.29 ×4
linked org Metrodata Electronics Tbk p.29 ×4
linked org Link Net Tbk p.29 ×4
linked org Mora Telematika Indonesia Tbk p.29 ×2
linked — Ooredoo Hutchison p.42
linked org PT XLSMART Telecom p.49
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.4 ×4
possible org Bursa Efek Indonesia p.14 ×2
possible org Indosat Tbk p.29 ×6
possible org Telkom Indonesia (Persero) Tbk p.29 ×7
possible org Pemerintah Republik Indonesia p.32
possible — XL Axiata p.42 ×2
possible person Gatot Subroto p.49
unresolved org KJPP Syarif p.3 ×2
unresolved org Rekan · Penilai p.3
unresolved org Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia p.4 ×2
unresolved org ENDANG & REKAN p.6 ×2
unresolved org REKAN Endang Sunardi p.6
unresolved org KJPP Syarif Rekan p.6
unresolved org Endang dan Rekan p.6 ×2
unresolved person Endang Sunardi p.8
unresolved person Meilindra Indriani p.8
unresolved person Toyib Efendi p.8
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Syarif p.13 ×2
unresolved person Devi Prihartanti p.13 ×3
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi p.13 ×2
unresolved person Mohamad Fajri Mekka Putra p.13 ×3
unresolved org Kementerian Hukum Republik Indonesia p.13 ×2
unresolved person Akuntan Publik David Kurniawan p.14 ×2
unresolved org Kantor Akuntan Publik Morhan & Rekan p.14 ×2
unresolved person Akuntan Publik Dulgani p.14
unresolved org Kantor Akuntan Publik Dra. Suhartati & Rekan p.14
unresolved org Kantor Akuntan Publik Dra. Suhartati p.14
unresolved person Dra. Suhartati p.14
unresolved person Akuntan Publik Ridho Fathoni p.15
unresolved org Kantor Akuntan Publik Suharli p.15
unresolved org Sugiharto & Rekan p.15
unresolved person Fagan Asabrin p.15
unresolved org KJPP p.16
unresolved person Dr. Ir. Cahyana Ahmadjayadi p.18
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.18
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU AH. p.18
unresolved org Remala Abadi Tbk. p.29 ×4
unresolved org Bank Indonesia p.34 ×16
unresolved org Bank Indonesia Gambar p.34 ×3
unresolved org Bank Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia Neraca Pembayaran Indonesia p.36
unresolved org Bank Indonesia Nilai Tukar Rupiah Gambar p.38
unresolved org Sejahtera Tbk p.49
unresolved org Gatot (Persero) Tbk p.49
unresolved org PT Centratama p.49
unresolved org Indonesia Tbk p.49 ×2
unresolved org Sudirman p.49
unresolved org PT Mora Telematika p.50
unresolved person KH. Hasyim Ashari p.50
unresolved org Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko p.69
unresolved org Kementerian Keuangan RI p.69

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

Rule parser Needs review confidence 0.091 5975 ms 12 Sep 2026 22:23
Raw output
{'appraiser_exempt': None,
 'appraiser_name': '',
 'assets': [],
 'currency': None,
 'fact_type': '',
 'issuer_name': '',
 'kind': 'MATERIAL',
 'kjpp_name': '',
 'letter_number': '',
 'object_text': '',
 'object_truncated': False,
 'parties': [],
 'pct_of_equity': None,
 'reference_period': '',
 'requires_rups': None,
 'rups_date': None,
 'ticker': '',
 'transaction_date': None,
 'valuation_date': None,
 'value': None}
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result