Back to announcement
Prubhan lbh dr 20persen Aset n Liab 31Mar24.pdf
Financial statement Text extracted MICESource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 2
Page 1 OCR 0.936
PAN MULTI INDOCITRA Jakarta, 30 April 2024 No. 5/MIC/CORPSEC/IV/2024 Kepada Yth, Direksi PT Bursa Efek Indonesia Jakarta Stock Exchange Building Tower | Jl. Jend. Sudirman Kav. 51-53 Jakarta 12190 Up : Divisi Pencatatan Sektor Jasa Hal : Penjelasan Perubahan lebih dari 2096 pada Total Aset dan atau Total Liabilitas dalam Laporan Keuangan Interim Konsolidasian (Tidak DiAudit) per 31 Maret 2024 bi bandingkan dengan aporan Keuangan Konsolidasian Auditan per esember Dengan hormat, Sesuai dengan Lampiran Keputusan No. KEP-306/BEJ/07-2004, Peraturan Nomor I-£ Bursa tentang Kewajiban Penyampaian Informasi, butir III.I.4 yang berbunyi terdapat perubahan lebih »- 209 dimana terjadi kenaikan (penurunan) yang signifikan di Laporan Posisi Keuangan Interim Konsolidasian Perusahaan (Aset dan Liabilitas) per 31 Maret 2024 (Non-Audited) bila dibanding an dengan Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Perusahaan per 31 Desember 2023 (Audited) adalah se agai berikut: Berikut dibawah ini merupakan penjelasan atas kenaikan (penurunan) yang signifikan tersebut antara lain: 8 Piutang lain-lain per 31 Maret 2024 sebesar Rp31,920 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp13,598 miliar (74,218) dibandingkan saldo per 31 Desember 2023 sebesar Rp18,322 miliar dikarenakan sampai dengan tanggal 31 Maret 2024, Perusahaan belum menerima pelunasan sebagian besar dari PT Gloria Origita Cosmetics, PT Dua Berlian dan PT You Indonesia masing-masing Rp7,285 miliar, Rp1,448 miliar dan Rp2,285 miliar atas transaksi klaim activity promotion (pendapatan lain-lain) di periode Kuartal 1 (A1) tahun 2024 dan juga lebih tingginya transaksi di luar usaha yang belum diterima oleh Perusahaan di Kuartal 1 (A1) tahun 2024 dibandingkan dengan O4 tahun 2023. 8 Uang muka per 31 Maret 2024 sebesar Rp5,637 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp3,217 miliar (132,885) dibandingkan saldo per 31 Desember 2023 sebesar Rp2,420 miliar dikarenakan lebih meningkatnya pengeluaran uang muka pembelian aset tetap dan uang muka keperluan operasional lainnya oleh Perusahaan di periode Kuartal 1 (O1) tahun 2024 dibandingkan dengan A4 tahun 2023. # Pajak dibayar dimuka per 31 Maret 2024 sebesar Rp2,419 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp1,198 miliar (98,1696) dibandingkan saldo per 31 Desember 2023 sebesar Rp1,221 miliar dikarenakan terdapatnya saldo Pajak Penghasilan Pasal 22 atas pembelian import, Pajak Penghasilan Pasal 23 dan Pajak Penghasilan Pasal 25 yang belum waktunya dikreditkan di A1 tahun 2024 bila dibandingkan dengan saldo Pajak Penghasilan Pasal 22, Pajak Penghasilan Pasal 23 dan Pajak Penghasilan Pasal 25 selama tahun 2023 yang telah dikreditkan oleh Perusahaan untuk menghitung Pajak Badan tahun Fiskal 2023 di akhir tahun 2023 lalu. # Utang pajak per 31 Maret 2024 sebesar Rp15,002 miliar mengalami peningkatan sebesar Rp3,747 miliar (33,2996) dibandingkan saldo per 31 Desember 2023 sebesar Rp11,255 miliar terutama dikarenakan Perusahaan akan melakukan pembayaran utang pajak PPh 29-atas tahun buku 2023 di periode April 2024 dan Perusahaan juga melakukan accrue atas pajak kini (current tax) selama periode Januari-Maret 2024 serta masih terdapat saldo Pajak Pertambahan Nilai (PPN) — Keluaran yang belum dikreditkan dengan PPN — Masukan sampai dengan posisi per 31 Maret 2024 dan lebih tingginya saldo utang pajak Pajak Penghasilan Pasal 21 per 31 Maret 2024 dibanding 31 Desember 2023. PT MULTI CITRA Tbk. ity, Commercial Area 6 FI ajah Mada No. 188, Jakarta 11120 Indonesia P. 162 (21) 2036 8888 F. 162 (21) 2936 6191/92/93 £
Page 2 OCR 0.928
AN MULTI INDOCITRA # Beban masih harus dibayar per 31 Maret 2024 sebesar Rp4,087 miliar mengalami penurunan sebesar Rp3,016 miliar (42,464) dibandingkan saldo per 31 Desember 2023 sebesar Rp7,103 miliar dikarenakan lebih kecilnya biaya jasa bantuan teknis, jamsostek dan biaya lainnya yang terutang per 31 Maret 2024 bila dibandingkan saldo per 31 Desember 2023. # Uang muka pelanggan per 31 Maret 2024 sebesar Rp0,510 miliar mengalami penurunan sebesar Rp0,381 miliar (42,7696) dibandingkan saldo per 31 Desember 2023 sebesar Rp0,891 miliar dikarenakan lebih rendahnya penerimaan uang muka dari pelanggan per 31 Maret 2024 dibandingkan per 31 Desember 2023. # Utang pembiayaan konsumen (bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 4 bagian setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun per 31 Maret 2024 sebesar Rp1,881 miliar mengalami kenaikan sebesar Rp0,905 miliar atau naik 92,6046 jika dibandingkan saldo per 31 Desember 2023 sebesar Rp0,976 miliar dikarenakan adanya penambahan aset tetap kendaraan melalui utang pembiayaan konsumen pada A1 tahun 2024 dengan utang pokok pembiayaan sebesar Rp1,455 miliar, serta adanya pembayaran utang pokok per 31 Desember 2023 kepada lembaga pembiayaan konsumen (PT BCA Finance dan PT Maybank Indonesia Finance) selama periode Januari - Maret 2024. # Liabilitas sewa (bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun 4 bagian setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun) per 31 Maret 2024 sebesar Rp0,352 miliar mengalami penurunan sebesar Rp0,303 miliar (46,24) dibandingkan saldo per 31 Desember 2023 sebesar Rp0,655 miliar dikarenakan adanya pembayaran liabilitas sewa atas bagian yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun selama periode Januari - Maret 2024. Demikian informasi yang dapat kami sampaikan dan atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih. Hormat Kami, MuLTi INDOCITRA MULTI INDOCITRA Corporate Secretary PT MULTI INDOCITRA Tbk. Green Central City, Commercial Area 6" FI. Jl. Gajah Mada No. 188, Jakarta 11120 Indonesia P. 162 (21) 2036 8888 F. 162 (21) 2936 6191/92/93
Names mentioned 7 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Bursa Efek Indonesia Jakarta Stock Exchange Building
p.1
unresolved
org
PT Gloria Origita Cosmetics
p.1
unresolved
org
PT Dua Berlian
p.1
unresolved
org
MULTI CITRA Tbk.
p.1 ×2
unresolved
org
PT BCA Finance
p.2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.