Back to announcement
20240502_AXIO_Laporan Informasi dan Fakta Material_31633810_lamp2.pdf
Other Text extracted AXIOSource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 92
Page 1
YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Business & Property Valuers
LICENSE NUMBER : 2 . 20. 0170
AREA SERVED : INOONESIA & WORLDWIDE
LAPORAN STUDI KELAYAKAN
PT TERA DATA IN DON USA Tbk
("AXIO")
Tanggal Penilaian : 31 Desember 2023
Lokasi:
Wisma Exa
Jalan lnspeksi PAM No. 168, RT/RW 017/004, Cakung Barat,
Cakung, Jakarta Timur - 13910
NO. FILE: 00010/2.0170-00/BS/NB-01/0044/1/IV/ 2024
rrrusted <Business <Partner
Page 2
YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Butlnnt&Pn)pffty"Vlfuen
UCINII NUMNA : J , Jt . t170
No. File : 00010/2.0170-00/BS/N B-01/0044/1/IV/2024
Jakarta, 30 April 2024
Kepada Yth.
DIREKSI
PT Tera Data lndonusa Tbk
Wisma Exa
Jalan ln speksi PAM No. 168, RT/RW 017/004, Cakung Barat,
Cakung, Jakarta Timur - 13910
Perihal : Laporan Studi Kelayakan PT Tera Data lndonusa Tbk atas Penambahan Kegiatan
Usaha
Dengan Hormat,
PT Tera Data lndonusa Tbk ("AXIO") ada lah perusa haan yang bergerak dibid ang usaha manufaktur
dan perdagangan besar komputer serta suku cadang komputer. AXIO didirikan pada 17 September
2007 dan mulai beroperasi secara komersial pada ta hun yang sama. Saat ini, pemegang saham
mayoritas AXIO ada lah PT EXA Nu sa Persada dengan kepemilikan sebesar 59,25%. Kantor pusat AXIO
berlokasi di Wi sma Exa, Jalan ln speks i PAM No. 168, RT/RW 017/004, Cakung Barat, Cakung, Jakarta
Timur - 13910.
Sej alan dengan penerapan Revolusi lndustri 4.0. di Indonesia, Pemerintah Indonesia tengah
melaksanakan langkah-langkah yang diberi nama Roadmap Making Indonesia 4.0. dan peningkatan
kua litas Sumber Daya Manusia merupakan salah satu yang diprioritaska n.
Untuk memanfaatkan adanya teknologi atas Revo lusi lndustri 4.0 tersebut, AXIO berencana untuk
melakukan penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indones ia ("KBLI") yang tidak terka it dengan
KBLI sebelumnya, terdiri dari KBLI 72102, 58200, 62090, 62029, 62019, 30300, 46594, 26513, 46499 dan
26420, selanjutnya disebut "Penambahan Kegiatan Usaha".
Berikut adalah uraian dari KBLI terka it rencana Penambahan Kegiatan Usaha diatas:
a. 72102: Penelitian dan Pengembangan Tekno logi dan Rekayasa;
b. 58200: Penerbitan Piranti Lunak (Software);
c. 62090: Aktivitas Tekno logi lnformas i dan Jasa Komputer Lainnya;
d. 62029: Aktivitas Konsu ltas i Komputer dan Manajemen Fasi litas Komputer Lainnya;
e. 620 19: Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya;
f. 30300: lndu stri Pesawat Terbang dan Perlengkapannya;
g. 46594: Perdagangan Besar Alat Transportasi Udara, Suku Cadang dan Perlengkapannya;
h. 26513: lndu stri Alat Ukur dan Alat Uji Elektro ni k;
i. 46499: Perdagangan Besar Berbagai Barang dan Perlengkapan Ru mah Tangga Lainnya YTDL; dan
j. 26420: lndu stri Peralatan Perekam, Penerima dan Pengganda Audio dan Vid eo, bukan lndustri
Televisi.
KANTOR JASA PENH.AI PUBLIK
YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Business & Property Valuers
The M an hattan Square Bui lding
Mid Tower 15th Floor Unit F
J I. TB . Simatupang Kav. I S, Cilandak Timur
Jakarta Selata n 12560
T: +62- 21 2940 688O(Hunting)
E: info@yr.co.id
www.yr.co.id
Trusted" <Business Partner Branch Office : Begor (P)
Page 3
YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Business & Property Valuers
LICENSE NUMBER: 2. 20 . 0170
AREA SERVED ; INDONESIA & WORLDWIDE
Penambahan Kegiatan Usah a atas KBLI 72102, 58200, 62090, 62029, 62019 akan berada dibawah Divi si
Pengembangan R&D Software dan Hardware, KBLI 30300 dan 46594 akan berada di bawah Divisi Drone,
KBLI 46591, 46599 dan 46499 akan berada di bawah Divi si Robotik sedangkan KBLI 26420 akan berada
di bawah Divisi Closed Circuit Television ("CC1V").
Sehubungan dengan hal tersebut, AXIO membutuhkan pihak independen untuk melakukan kajian dan
anal isis kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
Untuk penyusunan studi kelayakan tersebut, AXIO telah menunjuk KJPP Yanuar, Rosye dan Rekan
("Y&R") yang dih arapkan dapat melakukan kajian secara obyektif dan independen sesuai dengan
kesepakatan yang tertuang dalam persetujuan atas Surat Penawaran No. PR.Y&R-
00/Y/BS/TDI/Vll/2023/ARK/0136 tanggal 11 Juli 2023 dan Surat Adendum Penawaran Jasa Studi
Kelayakan No. PR.Y&R-00/Y/BS/TDI/X/2023/ARK/0215 tangga l 26 Oktober 2023.
1. Status Penilai Publik
Penilai Publik ada lah Pemimpin Rekan dari Y&R dengan kualifikasi sebagai berikut:
Nama Penilai Publik : Yanuar Bey S.E., M.M., MAPPI (Cert.)
No. lzin Penilai Publik : B-1.08.00044
STTD : STTD.PB-37/Pj-1/PM .02/2023
Klasifikasi lzin : Penilaian Bisnis (B)
No . MAPPI : 99-S-01230
Y&R ada lah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal
serta memiliki kompetensi untuk melakukan Studi Kelayakan ini.
Y&R bertindak secara independen dalam penyusunan laporan ini tanpa adanya benturan
kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek Studi Kelayakan ataupun pihak-
pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Objek Studi Kelayakan . Y&R juga tidak memiliki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini .
Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun . lmbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan .
2. ldentitas Pemberi Tugas
• Nama Perusahaan PT Tera Data lndonusa Tbk
• Alamat : Wisma Exa,Jalan lnspeksi PAM No. 168, RT/RW 017/004, Cakung Barat,
Cakung, Jakarta Timur - 13910
• Telepon : (021) 22461 001
• Situs Web : www.terra.co.id
3. ldentitas Pengguna Laporan / Report User Identity
• Nama Perusahaan : PT Tera Data lndonusa Tbk
• Alamat : Wis ma Exa, Jalan lnspeksi PAM No. 168, RT/RW 0171004, Cakung Ba rat,
Cakung, Jakarta Timur - 13910
• Te lepon : (021) 22461001
• Situs Web : www.terra.co .id
<J'rusted <Business Partner
Page 4
YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Businoss & Proporty Valuors
LICENSE NUMBER : 2 . 20 . 0170
AREA SERVED : INDONESIA & WORLDWIDE
4. Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud dari Laporan Studi Kelayakan adalah untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan
atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha milik AXIO .
Tujuan disusunnya laporan ini adalah dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
("OJK") Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang "Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha" ("POJK 17 Tahun 2020"). Peraturan tersebut mensyaratkan adanya Laporan Studi
Kelayakan atas penambahan kegiatan usaha yang disusun oleh Penilai. Penilaian tidak digunakan
di lu ar konteks atau tujuan Stud i Kelayakan tersebut.
Tinjauan dari Laporan Stud i Kelayakan mencakup berbagai aspek yang meliputi aspek makro, aspek
pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen dan aspek keuangan.
5. Dasar Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Laporan Studi Kelayakan bertujuan untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan atas
Penambahan Kegiatan Usaha. Tinjauan dari Laporan Studi Kelayakan mencakup berbagai aspek
yang meliputi aspek makro, aspek pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen,
dan aspek keuangan.
6. Objek Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Berikut ada lah uraian dari KBLI terkait rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang akan
dilaksanakan oleh AXIO:
a. 72102: Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa;
b. 58200: Penerbitan Piranti Lunak (Software);
c. 62090: Aktivitas Teknologi lnformasi dan Jasa Komputer Lainnya;
d. 62029: Aktivitas Konsultasi Komputer dan Manajemen Fasilitas Komputer Lainnya;
e. 62019: Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya;
f. 30300: lndustri Pesawat Terbang dan Perlengkapannya;
g. 46594: Perdagangan Besar Alat Transportasi Udara, Suku Cadang dan Perlengkapannya;
h. 26513: lndustri Alat Ukur dan Alat Uji Elektronik;
i. 46499: Perdagangan Besar Berbagai Barang dan Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya VTOL;
dan
j. 26420: lndustri Pera Iatan Perekam, Penerima dan Pengganda Audio dan Video, bukan lndustri
Televisi.
7. Tanggal Studi Kelayakan
Tanggal efektif Studi Kelayakan adalah 31 Desember 2023, dimana batas tersebut diambil atas
dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan Studi Kelayakan.
Masa berlaku laporan ada lah sampa i dengan 30 Juni 2024.
8. Jen is Mata Uang yang Digunakan
Stud i Kelayakan ini dinyatakan dalam mata uang Rupiah.
rrrusted <Business <Partner
Page 5
YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Business & Proporty Valuers
LI CE NSE NUMBER : 2 . 20 . 0170
AREA SERVED : INDONESIA & WORLDWIDE
9. Tingkat Kedalaman lnspeksi
Dalam Stud i Kelayakan ini, kami telah melakukan inspeksi untuk mendapatkan keyakinan yang
memadai diantaranya dengan melakukan site visit terhadap fasilitas milik AXIO yang berlokasi di
Wisma Exa,Jalan lnspeksi PAM No. 168, RT/RW 017/004, Cakung Ba rat, Cakung,Jakarta Timur. Berita
Acara wawancara yang menjelaskan mengenai kondisi proyek dan hal-hal lain yang relevan untuk
proses penyusunan Stud i Kelayakan telah dibuat saat wawancara dilakukan.
10. Sumber dan Data lnformasi yang Dapat Dihandalkan
Dalam melakukan Studi Kelayakan ini, Y&R juga menggunakan informasi dari beberapa sumber
informasi yang relevan dan handal tan pa perlu melakukan verifikasi, yaitu:
• Dokumen hukum terkait dengan Studi Kelayakan;
• Data-data ekonomi yang diperoleh dari S&P Capital IQ, Damodaran;
• Data-data ekonomi baik yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi
terkait, seperti Bank Indonesia;
• Data-data laporan keuangan audit histori s.
11. Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi
Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini adalah:
• Y&R menghasilkan Laporan Studi Kelayakan yang bersifat non-disclaimer opinion.
• Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses
studi kelayakan.
• Dalam menyusun laporan ini, Y&R mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi
yang disediakan oleh AXIO dan / atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia
untuk publik dan informasi lainnya yang kami anggap relevan.
• Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut
penugasan studi kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada Y&R dan tidak ada
pengurangan atas fakta -fakta yang penting.
• Y&R menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan
kewajaran proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan
pencapaiannya (fiduciary duty).
• Y&R bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan
yang telah disesuaikan.
• Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informa si yang bersifat
rahasia, yang dapat mempengaruhi operasional AXIO.
• Y&R bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan.
• Y&R telah memperoleh informasi atas status hukum objek Studi Kelayakan dari pemberi
tugas.
• Laporan Studi Kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan
pemenuhan aturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan.
• Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Penambahan
Kegiatan Usaha yang akan dilakukan pada tanggal pendapat ini diterbitkan.
• Dalam penyusunan Studi Kelayakan ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban AXIO dan semua pihak yang terlibat dalam
studi kelayakan serta keakuratan informasi mengenai studi kelayakan yang diungkapkan
oleh manajemen AXIO.
rtrustecf <Business Partner
Page 6
YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Business & Proporty Valuors
LI CE NSE NUMBER : 2 . 20 . 0170
AREA SERVED : IN DO NESIA & WORLDWIDE
• Y&R mengasumsikan bahwa AXIO merupakan perusahaan yang berkelanjutan usahanya
dimasa mendatang dan dikelola oleh manajemen yang profesional dan kompeten (going
concern).
• Studi Kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara
utuh sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang
menyesatkan atas proses yang mendasari Studi Kelayakan. Penyusunan Studi Kelayakan
ini merupakan suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis
yang tidak lengkap.
• Kami juga mengasumsikan bahwa penerbitan Studi Kelayakan tidak terjadi perubahan
apapun yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
penyusunan studi kelayakan ini. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali
atau melengkapi, memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan
kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.
Batasan-batasan dalam pelaksanaan penugasan
• Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh AXIO atau yang tersedia secara umum yang pada
hakekatnya adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung
jawab untuk melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut.
Kami juga bergantung kepada jaminan dari manajemen AXIO bahwa mereka tidak
mengetahui fakta-fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada
kami menjadi tidak lengkap atau menyesatkan.
• Analisis Studi Kelayakan ini dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana
diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Oleh karenanya, kami tidak
bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas Studi Kelayakan kami dikarenakan
adanya perubahan data dan informasi tersebut.
• Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Studi Kelayakan ini . Jasa-
jasa yang kami berikan kepada AXIO hanya merupakan pemberian Studi Kelayakan atas
objek yang akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami
tidak melakukan penelitian atas keabsahan dari aspek hukum dan implikasi aspek
perpajakan tersebut.
• Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Stud i Kelayakan ini tidak merupakan dan tidak
dapat ditafsirkan merupakan dalam bentuk apap un, suatu penelaahan atau audit atau
pelaksanaan prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut
juga tidak dapat dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian
internal, kesalahan, atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran
hukum. Selain itu, kami tidak mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi
untuk mendapatkan dan menganalisa suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya diluar aksi
korporasi yang ada dan mungkin tersedia untuk AXIO serta pengaruh dari transaksi -
transaksi tersebut terhadap aksi korporasi in i.
12. Persyaratan atas Persetujuan Untuk Publikasi
Laporan Studi Kelayakan beserta lampiran yang ada pada laporan ini hanya ditujukan kepada
Pemberi Tugas dan Pengguna Laporan Studi Kelayakan sebagaimana dimaksud pada lingkup
penugasan ini. Penggunaan Laporan di luar dari ketentuan yang disebutkan dalam lingkup
Penugasan Laporan ini harus mendapatkan persetujuan tertulis dari Y&R serta Pemberi Tugas.
rtrusted (Business Partner
Page 7
YANUAR, ROSYE DAN REKAN
Busin ess & Property Valuors
LICENSE NUMBER : 2 . 20 . 0170
AREA SERVED : INDONE SIA & WORLDV.,DE
13. Konfirmasi bahwa Penuga san dilakukan berdasarkan Peraturan
Analisis, opini, dan kesimpu lan yang dibuat oleh Penilai, serta laporan studi kelayakan yang telah
dibuat dengan memenuhi POJK No. 35/P OJK.04/2020 tentang Penilaian dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis Di Pasar Modal, SEOJK 17/ 2020 tentang Pedoman Penilai an dan Penyajian Laporan
Penilaian Bisnis di Pasar Modal, POJK No. 17/POJK.04/2020 tentang Transaksi Material dan
Penambahan Kegiatan Usaha dan Kode Etik Penilai Indonesia ("KEPI") serta Standar Penila ian
Indonesia ("SPI") Edisi Vll-2018 serta peraturan perundang-undangan yang berlaku di Ind ones ia.
14. Analisis Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha
Berdasarkan ana li sis kelayakan berupa Penambahan Kegiatan Usaha dengan mempertimbangkan
asumsi-asumsi yang telah dibuat, diperoleh hasil perhitungan sebagai berikut:
Net Present Value : Rp593.981 Juta
Break Even Point : Rp30 .065 Juta
Profitability Index : 18,78% (Tahun 2028)
Return on Investment : 34,66% (rata-rata selama periode proyeksi)
15. Pendapat Mengenai Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha
Berdasarkan kajian, evaluasi aspek pasar, teknis, pola bisnis, ke layakan model manajemen dan
ana li sa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah
ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpu lkan bahwa rencana Penambahan Kegiatan Usaha
yang akan dilaksanakan oleh AXIO adalah LAYAK.
Demikian hasil penilaian yang kami lakukan dengan tetap mengacu pada kode etik dan standar
penilaian yang berlaku .
. M. MAPPI Cert.
Pemimpin Rekan
No. lzin Penilai Publik : B-1 .08.00044
No. STTD : STTD.PB-37 /PJ -1/PM .02/2023
Klasifikasi lzin : Penilaian Bisnis (B)
No. MAPPI : 99-S-01230
erusted <Business <Partner
Page 8
Page 9
Page 10
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
DAFTAR ISI
Halaman
SERTIFIKAT
PERNYATAAN PENILAI
DAFTAR ISI
DAFTAR FIGUR
DEFINISI DAN ISTILAH
BAB I 7
PENDAHULUAN ................................................................................................................................................7
1.1 Latar Belakang ........................................................................................................................................ 7
1.2 Status Penilai Publik ............................................................................................................................... 8
1.3 Identitas Pemberi Tugas ........................................................................................................................ 8
1.4 Identitas Pengguna Laporan ................................................................................................................. 8
1.5 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan ................................................................................................... 8
1.6 Tanggal Studi Kelayakan ........................................................................................................................ 9
1.7 Metode Studi Kelayakan ........................................................................................................................ 9
1.8 Asumsi dan Kondisi Pembatas .............................................................................................................. 9
1.9 Konfirmasi Bahwa Objek Studi Kelayakan Tidak Sedang atau Telah Dinilai Dalam Jangka Waktu
Tidak Lebih dari 2 (Dua) Bulan ............................................................................................................ 10
1.10 Jenis Mata Uang yang Digunakan ....................................................................................................... 11
1.11 Sumber Data dan Informasi yang Dapat Dihandalkan .................................................................... 11
1.12 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli ................................................................................... 11
1.13 Penjelasan mengenai Kejadian Penting setelah Tanggal Studi Kelayakan .................................... 11
BAB II 12
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN ..............................................................................................................12
2.1 Profil PT Tera Data Indonusa Tbk ....................................................................................................... 12
2.1.1 Pendirian................................................................................................................................................ 12
2.1.2 Aktivitas Usaha ...................................................................................................................................... 12
2.1.3 Produk dan Layanan ............................................................................................................................ 13
2.1.4 Struktur Organisasi............................................................................................................................... 14
2.1.5 Struktur Permodalan ............................................................................................................................ 14
2.1.6 Susunan Pengurus AXIO ...................................................................................................................... 15
2.2 Legalitas dan Perizinan yang dimiliki AXIO ........................................................................................ 15
2.3 Tinjauan Kinerja Keuangan.................................................................................................................. 16
2.4 Informasi Inspeksi terhadap Objek Studi Kelayakan........................................................................ 20
BAB III 21
ASPEK MAKRO EKONOMI INDONESIA DAN INDUSTRI ..............................................................................21
3.1 Makro Ekonomi Indonesia ................................................................................................................... 21
3.1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ...................................................................................................... 21
3.1.2 Inflasi ...................................................................................................................................................... 21
3.1.3 Nilai Tukar Rupiah ................................................................................................................................ 23
3.1.4 Tingkat Suku Bunga .............................................................................................................................. 23
3.2 Industri Drone ........................................................................................................................................ 24
3.3 Industri Robotik .................................................................................................................................... 26
3.4 Industri CCTV ......................................................................................................................................... 28
BAB IV 30
KBLI BARU .......................................................................................................................................................30
Halaman - 1
Page 11
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
4.1 Bisnis AXIO (Eksisting) .......................................................................................................................... 30
4.2 Rencana Penambahan KBLI AXIO ....................................................................................................... 32
4.3 Aspek Pasar ........................................................................................................................................... 33
4.3.1. Kondisi Pasar Saat Ini ........................................................................................................................... 33
4.3.2. Pangsa Pasar ......................................................................................................................................... 34
4.3.3. Persaingan Usaha ................................................................................................................................. 36
4.3.4. Potensi Pasar dan Sasaran Pasar ....................................................................................................... 38
4.3.5. Inovasi dalam Menghadapi Persaingan Usaha ................................................................................. 39
4.3.6. Strategi Pemasaran .............................................................................................................................. 39
4.4 Aspek Teknis Terkait dengan Perubahan Layanan dan Produk ..................................................... 40
4.4.1. Kapasitas................................................................................................................................................ 40
4.4.2. Ketersediaan Sumber Daya termasuk Bahan Baku, Pekerja dan Tim Ahli .................................... 41
4.4.3. Proses Operasional Penambahan Kegiatan Usaha AXIO................................................................. 42
4.5 Pola Bisnis.............................................................................................................................................. 42
4.5.1. Keunggulan Kompetitif ........................................................................................................................ 42
4.5.2. Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk ..................................................................................... 43
4.5.3. Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai .............................................................................................. 43
4.5.4. Perjanjian-Perjanjian yang dimiliki Terkait Penambahan Kegiatan Usaha .................................... 43
4.6 Aspek Model Manajemen .................................................................................................................... 44
4.6.1. Ketersediaan Tenaga Kerja .................................................................................................................. 44
4.6.2. Tenaga Ahli terkait Penambahan Kegiatan Usaha Baru .................................................................. 44
4.6.3. Manajemen Kekayaan Intelektual ...................................................................................................... 45
4.6.4. Manajemen Risiko ................................................................................................................................ 45
4.6.5. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen ........................................................................................... 46
4.6.6. Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen ............................................................................ 46
BAB V 47
SWOT DAN ANALISIS RISIKO.........................................................................................................................47
5.1 Analisis SWOT ........................................................................................................................................ 47
5.2 Analisis Risiko ........................................................................................................................................ 49
BAB VI 52
ASPEK KEUANGAN .........................................................................................................................................52
6.1 Rencana AXIO ........................................................................................................................................ 52
6.2 Biaya Pendirian, Modal Kerja dan Sumber Pembiayaan Penambahan Kegiatan Usaha ............. 52
6.3 Asumsi–Asumsi ..................................................................................................................................... 52
6.4 Tanggal Penilaian dalam Studi Kelayakan ......................................................................................... 54
6.5 Ringkasan Proyeksi Keuangan Proyek ............................................................................................... 54
6.6 Dampak Perubahan atas Penambahan Kegiatan Usaha terhadap Keuangan AXIO .................... 55
6.7 Rasio Keuangan Penting atas Penambahan Kegiatan Usaha.......................................................... 55
6.8 Penetapan Tingkat Diskonto ............................................................................................................... 56
6.9 Tingkat Pertumbuhan pada Nilai Terminal ....................................................................................... 62
6.10 Analisis Kelayakan Proyek ................................................................................................................... 62
6.11 Analisis Break Even Point ...................................................................................................................... 63
6.12 Analisis Profitabilitas ............................................................................................................................ 64
6.13 Analisis Tingkat Imbal Balik Investasi ................................................................................................. 64
6.14 Analisis Sensitivitas ............................................................................................................................... 64
6.15 Kesimpulan ............................................................................................................................................ 65
BAB VII 66
KUALIFIKASI PENILAI BISNIS ........................................................................................................................66
7.1 Kualifikasi Penilai Bisnis ....................................................................................................................... 66
● Lampiran - Lampiran
Halaman - 2
Page 12
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
DAFTAR FIGUR
Halaman
Figur 1. Service Center AXIO di Indonesia ..................................................................................................13
Figur 2. Struktur Organisasi AXIO ................................................................................................................14
Figur 3. Struktur Permodalan AXIO .............................................................................................................14
Figur 4. Laba (Rugi) AXIO ..............................................................................................................................16
Figur 5. Pertumbuhan Penjualan, Laba (Rugi) Usaha dan Laba (Rugi) Komprehensif ..........................16
Figur 6. Posisi Keuangan ...............................................................................................................................17
Figur 7. Pertumbuhan Aset, Liabilitas dan Ekuitas ....................................................................................17
Figur 8. Arus Kas ............................................................................................................................................18
Figur 9. Komposisi Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan .........................18
Figur 10. Rasio Keuangan ...............................................................................................................................19
Figur 11. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha ........................21
Figur 12. Inflasi IHK dan Komponen ..............................................................................................................22
Figur 13. Inflasi Gabungan Kota di Provinsi (%, yoy) ...................................................................................22
Figur 14. Rupiah vs Negara Kawasan ............................................................................................................23
Figur 15. Suku Bunga Perbankan...................................................................................................................24
Figur 16. Total Anggaran Tahun 2015 - 2022 ...............................................................................................25
Figur 17. Total Pendapatan berdasarkan Segmen ......................................................................................27
Figur 18. Pertumbuhan Pendapatan berdasarkan Segmen .......................................................................27
Figur 19. Proyeksi Pertumbuhan Pasar CCTV Dunia (Juta USD) .................................................................28
Figur 20. Proyeksi Pertumbuhan Pasar CCTV Asia Pasifik (Juta USD) ........................................................29
Figur 21. Merek-merek Produksi AXIO yang Telah Mendunia dan Diakui Secara Global .......................30
Figur 22. KBLI Eksisting ...................................................................................................................................31
Figur 23. KBLI atas Penambahan Kegiatan Usaha .......................................................................................32
Figur 24. KBLI Baru Berdasarkan Produk dan Industri ...............................................................................33
Figur 25. Market Share Pasar Drone ...............................................................................................................35
Figur 26. Market Share Pasar Robotik ............................................................................................................35
Figur 27. Market Share Pasar CCTV ................................................................................................................36
Figur 28. Potensi dan Sasaran Pasar untuk Penambahan Kegiatan Usaha .............................................38
Figur 29. Contoh Layanan dan Proyek atas Penambahan Kegiatan Usaha AXIO ....................................40
Figur 30. Kapasitas Produksi Penambahan Kegiatan Usaha ......................................................................40
Figur 31. Manajemen Risiko ...........................................................................................................................46
Figur 32. Rincian Investasi ..............................................................................................................................52
Figur 33. Proyeksi Laba (Rugi) ........................................................................................................................54
Figur 34. Proyeksi Posisi Keuangan ...............................................................................................................54
Figur 35. Proyeksi Arus Kas ............................................................................................................................54
Figur 36. Rasio Keuangan Penting atas Penambahan Kegiatan Usaha ....................................................55
Figur 37. Beta Levered dan Un-Levered Perusahaan Pembanding ..............................................................57
Figur 38. DER Market ........................................................................................................................................58
Figur 39. Beta Levered dan Un-Levered Perusahaan Pembanding ..............................................................58
Figur 40. DER Market ........................................................................................................................................59
Figur 41. Beta Levered dan Un-Levered Perusahaan Pembanding ..............................................................59
Figur 42. DER Market ........................................................................................................................................59
Figur 43. Biaya Modal Ekuitas ........................................................................................................................60
Figur 44. Biaya Modal Ekuitas ........................................................................................................................60
Figur 45. Biaya Modal Ekuitas ........................................................................................................................60
Figur 46. WACC Industri Drone .......................................................................................................................61
Figur 47. WACC Industri Robotik ....................................................................................................................61
Figur 48. WACC Industri CCTV ........................................................................................................................61
Figur 49. WACC Penambahan Kegiatan Usaha ............................................................................................62
Halaman - 3
Page 13
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
Figur 50. Analisis Kelayakan Proyek ..............................................................................................................62
Figur 51. Analisis Break Even..........................................................................................................................63
Figur 52. Analisis Profitabilitas .......................................................................................................................64
Figur 53. Analisis Tingkat Imbal Balik Investasi ............................................................................................64
Figur 54. Analisis Sensitivitas (Penjualan yang Menurun)...........................................................................64
Figur 55. Analisis Sensitivitas (Beban Pokok Pendapatan yang Meningkat) .............................................65
Figur 56. Analisis Sensitivitas..........................................................................................................................65
Halaman - 4
Page 14
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
DEFINISI DAN ISTILAH
Arus Kas Bersih : a. Jumlah kas yang tersedia setelah terpenuhinya kebutuhan kas
untuk kegiatan operasional;
b. Jumlah kas yang merupakan arus kas yang tersedia bagi
penyedia modal yang terdiri dari utang dan ekuitas; dan
c. Jumlah kas yang telah bebas dari kewajiban untuk
mempertahankan operasi saat ini dan untuk mengantisipasi
pertumbuhan Perusahaan.
Asumsi : Sesuatu yang dianggap akan terjadi termasuk fakta, syarat, atau
keadaan yang mungkin dapat mempengaruhi objek Studi Kelayakan
atau pendekatan Studi Kelayakan dan kewajarannya telah dianalisis
oleh Penilai Bisnis sebagai bagian dari proses Studi Kelayakan.
AXIO : PT Tera Data Indonusa Tbk.
KBLI : Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia.
Kelangsungan Usaha / Going : Suatu kondisi yang mencerminkan usaha yang sedang beroperasi
Concern atau dalam konstruksi, atau suatu premis dalam Penilaian, dimana
Penilai Bisnis menganggap suatu perusahaan akan terus
melanjutkan operasinya secara berkelanjutan.
KEPI & SPI Edisi VII – 2018 : Kode Etik Penilai Indonesia (“KEPI”) dan Standar Penilaian Indonesia
(“SPI”) 2018 Edisi VII – 2018.
Kominfo : Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Laporan Studi Kelayakan : Laporan tertulis berisi suatu Penugasan Penilaian Profesional yang
Bisnis diberikan oleh Penilai Bisnis berupa pendapat untuk menyatakan
kelayakan suatu usaha atau proyek.
MAPPI : Masyarakat Profesi Penilai Indonesia.
Metode Studi Kelayakan : Suatu cara atau rangkaian cara tertentu dalam melakukan Studi
Kelayakan.
Nilai Terminal : Nilai dari jumlah arus kas untuk periode setelah periode waktu tetap,
dimana arus kas yang diterapkan dapat menggunakan model ekuitas
atau Modal Investasi.
Objek Studi Kelayakan : Studi Kelayakan atas Perubahan Kegiatan Usaha
OJK : Otoritas Jasa Keuangan.
Penilai : Orang perseorangan yang dengan keahliannya menjalankan kegiatan
Penilaian di pasar modal.
Penilai Bisnis : Penilai yang melakukan kegiatan penilaian bisnis sebagaimana
dimaksud dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penilai
yang melakukan kegiatan di pasar modal.
Permen : Peraturan Pemerintah.
Pihak : Orang perseorangan, perusahaan, usaha bersama, asosiasi, atau
kelompok yang terorganisasi.
POJK 17 Tahun 2020 : Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No.
17/POJK.04/2020 tentang "Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha.
POJK 35 Tahun 2020 : Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia No.
35/POJK.04/2020 tentang " Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian
Bisnis di Pasar Modal”.
Penilai Publik : Penilai yang telah memperoleh izin dari Menteri Keuangan untuk
memberikan jasa penilaian (Perpres 71 / 2012, pasal l butir 12).
Premis : Asumsi yang berhubungan dengan suatu kondisi transaksi yang
dapat digunakan pada objek Studi Kelayakan.
Tanggal Laporan : Tanggal ditandatanganinya Laporan oleh Penilai Bisnis.
Halaman - 5
Page 15
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
Tanggal Studi Kelayakan : Tanggal pada saat Studi Kelayakan dinyatakan.
Tenaga Ahli : Orang yang mempunyai keahlian dan kualifikasi pada suatu bidang
tertentu di luar ruang lingkup kegiatan Penilaian dan tidak bekerja
pada Kantor Jasa Penilai Publik.
Tingkat Diskonto : Suatu Tingkat Imbal Balik untuk mengkonversikan nilai di masa
depan ke nilai sekarang yang mencerminkan nilai waktu dari uang
dan ketidakpastian atas terealisasinya pendapatan ekonomi.
Tingkat Imbal Balik : Jumlah laba atau rugi dan/atau perubahan nilai yang direalisasikan
atau diharapkan dari suatu investasi yang dinyatakan dalam
persentase.
Y&R : Kantor Jasa Penilai Publik Yanuar, Rosye dan Rekan.
Halaman - 6
Page 16
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”) adalah perusahaan yang bergerak dibidang usaha
manufaktur dan perdagangan besar komputer serta suku cadang komputer. AXIO didirikan pada
17 September 2007 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun yang sama. Saat ini,
pemegang saham mayoritas AXIO adalah PT EXA Nusa Persada dengan kepemilikan sebesar
59,25%. Kantor pusat AXIO berlokasi di Wisma Exa, Jalan Inspeksi PAM No. 168, RT/RW 017/004,
Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur - 13910.
Sejalan dengan penerapan Revolusi Industri 4.0. di Indonesia, Pemerintah Indonesia tengah
melaksanakan langkah-langkah yang diberi nama Roadmap Making Indonesia 4.0. dan peningkatan
kualitas Sumber Daya Manusia merupakan salah satu yang diprioritaskan.
Untuk memanfaatkan adanya teknologi atas Revolusi Industri 4.0 tersebut, AXIO berencana untuk
melakukan penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (“KBLI”) yang tidak terkait
dengan KBLI sebelumnya, terdiri dari KBLI 72102, 58200, 62090, 62029, 62019, 30300, 46594,
26513, 46499 dan 26420, selanjutnya disebut “Penambahan Kegiatan Usaha”.
Berikut adalah uraian dari KBLI terkait rencana Penambahan Kegiatan Usaha diatas:
a. 72102: Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa;
b. 58200: Penerbitan Piranti Lunak (Software);
c. 62090: Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa Komputer Lainnya;
d. 62029: Aktivitas Konsultasi Komputer dan Manajemen Fasilitas Komputer Lainnya;
e. 62019: Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya;
f. 30300: Industri Pesawat Terbang dan Perlengkapannya;
g. 46594: Perdagangan Besar Alat Transportasi Udara, Suku Cadang dan Perlengkapannya;
h. 26513: Industri Alat Ukur dan Alat Uji Elektronik;
i. 46499: Perdagangan Besar Berbagai Barang dan Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya YTDL;
dan
j. 26420: Industri Peralatan Perekam, Penerima dan Pengganda Audio dan Video, bukan Industri
Televisi.
Penambahan Kegiatan Usaha atas KBLI 72102, 58200, 62090, 62029, 62019 akan berada dibawah
Divisi Pengembangan R&D Software dan Hardware, KBLI 30300 dan 46594 akan berada di bawah
Divisi Drone, KBLI 46591, 46599 dan 46499 akan berada di bawah Divisi Robotik sedangkan KBLI
26420 akan berada di bawah Divisi Closed Circuit Television (“CCTV”).
Sehubungan dengan hal tersebut, AXIO membutuhkan pihak independen untuk melakukan kajian
dan analisis kelayakan atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha.
Untuk penyusunan studi kelayakan tersebut, AXIO telah menunjuk KJPP Yanuar, Rosye dan Rekan
(“Y&R”) yang diharapkan dapat melakukan kajian secara obyektif dan independen sesuai dengan
kesepakatan yang tertuang dalam persetujuan atas Surat Penawaran No. PR.Y&R-
00/Y/BS/TDI/VII/2023/ARK/0136 tanggal 11 Juli 2023 dan Surat Adendum Penawaran Jasa Studi
Kelayakan No. PR.Y&R-00/Y/BS/TDI/X/2023/ARK/0215 tanggal 26 Oktober 2023.
Halaman - 7
Page 17
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
1.2 Status Penilai Publik
Penilai Publik adalah Pemimpin Rekan dari Y&R dengan kualifikasi sebagai berikut:
Nama Penilai Publik : Yanuar Bey S.E., M.M., MAPPI (Cert.)
No. Izin Penilai Publik : B-1.08.00044
STTD : STTD.PB-37/PJ-1/PM.02/2023
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis (B)
No. MAPPI : 99-S-01230
Y&R adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang terdaftar di Kementerian Keuangan dan Pasar Modal
serta memiliki kompetensi untuk melakukan Studi Kelayakan ini.
Y&R bertindak secara independen dalam penyusunan laporan ini tanpa adanya benturan
kepentingan dan tidak terafiliasi dengan Pemberi Tugas, Objek Studi Kelayakan ataupun pihak-
pihak yang terafiliasi dengan Pemberi Tugas dan Objek Studi Kelayakan. Y&R juga tidak memiliki
kepentingan ataupun keuntungan pribadi terkait dengan penugasan ini.
Laporan Studi Kelayakan ini tidak dilakukan untuk memberikan keuntungan atau merugikan pihak
manapun. Imbalan jasa yang kami terima sama sekali tidak dipengaruhi oleh nilai yang dihasilkan.
1.3 Identitas Pemberi Tugas
• Nama Perusahaan : PT Tera Data Indonusa Tbk
• Alamat : Wisma Exa, Jalan Inspeksi PAM No. 168, RT/RW 017/004, Cakung Barat,
Cakung, Jakarta Timur - 13910
• Telepon : (021) 22461001
• Situs Web : www.terra.co.id
1.4 Identitas Pengguna Laporan
• Nama Perusahaan : PT Tera Data Indonusa Tbk
• Alamat : Wisma Exa, Jalan Inspeksi PAM No. 168, RT/RW 017/004, Cakung Barat,
Cakung, Jakarta Timur - 13910
Telepon : (021) 22461001
• Situs Web : www.terra.co.id
1.5 Maksud dan Tujuan Studi Kelayakan
Maksud dari Laporan Studi Kelayakan adalah untuk memberikan pendapat mengenai kelayakan
atas rencana Penambahan Kegiatan Usaha milik AXIO.
Tujuan disusunnya laporan ini adalah dalam rangka memenuhi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan
(“OJK”) Republik Indonesia No. 17/POJK.04/2020 tentang “Transaksi Material dan Perubahan
Kegiatan Usaha” (“POJK 17 Tahun 2020”). Peraturan tersebut mensyaratkan adanya Laporan Studi
Kelayakan atas perubahan kegiatan usaha yang disusun oleh Penilai. Penilaian tidak digunakan di
luar konteks atau tujuan Studi Kelayakan tersebut.
Tinjauan dari Laporan Studi Kelayakan mencakup berbagai aspek yang meliputi aspek makro, aspek
pasar, aspek teknis, aspek pola bisnis, aspek model manajemen dan aspek keuangan.
Halaman - 8
Page 18
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
1.6 Tanggal Studi Kelayakan
Tanggal efektif Studi Kelayakan adalah 31 Desember 2023, dimana batas tersebut diambil atas
dasar pertimbangan kepentingan dan tujuan Studi Kelayakan.
Masa berlaku laporan adalah sampai dengan 30 Juni 2024.
1.7 Metode Studi Kelayakan
Metode yang digunakan dalam menyusun laporan studi kelayakan ini adalah:
• Pengumpulan data-data primer dari AXIO yang terkait dengan rencana Penambahan Kegiatan
Usaha yang meliputi data-data identitas, perizinan, rencana usaha serta data-data lainnya.
• Analisis makro ekonomi, analisis industri untuk mengevaluasi pengaruh dari faktor tersebut
terhadap kinerja AXIO di masa mendatang.
• Melakukan analisis kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha AXIO dengan menggunakan
indikator Net Present Value (NPV), Break Even Point (BEP), Profitability Index (PI) dan Return on
Investment (ROI).
1.8 Asumsi dan Kondisi Pembatas
Asumsi
Beberapa asumsi yang digunakan dalam penyusunan studi kelayakan ini adalah:
• Y&R menghasilkan Laporan Studi Kelayakan yang bersifat non-disclaimer opinion.
• Kami telah melakukan penelaahan atas dokumen-dokumen yang digunakan dalam proses
studi kelayakan.
• Dalam menyusun laporan ini, Y&R mengandalkan keakuratan dan kelengkapan informasi yang
disediakan oleh AXIO dan / atau data yang diperoleh dari informasi yang tersedia untuk publik
dan informasi lainnya yang kami anggap relevan.
• Pemberi tugas menyatakan bahwa seluruh informasi material yang menyangkut penugasan
studi kelayakan telah diungkapkan seluruhnya kepada Y&R dan tidak ada pengurangan atas
fakta-fakta yang penting.
• Y&R menggunakan proyeksi keuangan yang telah disesuaikan yang mencerminkan kewajaran
proyeksi keuangan yang dibuat oleh manajemen dengan kemampuan pencapaiannya
(fiduciary duty).
• Y&R bertanggung jawab atas pelaksanaan Penilaian dan kewajaran proyeksi keuangan yang
telah disesuaikan.
• Laporan yang dihasilkan terbuka untuk publik kecuali terdapat informasi yang bersifat rahasia,
yang dapat mempengaruhi operasional AXIO.
• Y&R bertanggung jawab atas Laporan Studi Kelayakan dan kesimpulan yang dihasilkan.
• Y&R telah memperoleh informasi atas status hukum objek Studi Kelayakan dari pemberi
tugas.
• Laporan Studi Kelayakan ini ditujukan untuk memenuhi kepentingan Pasar Modal dan
pemenuhan aturan OJK dan tidak untuk kepentingan perpajakan.
• Studi Kelayakan ini disusun berdasarkan kondisi pasar dan perekonomian, kondisi umum
bisnis dan keuangan, serta peraturan-peraturan Pemerintah terkait dengan Penambahan
Kegiatan Usaha yang akan dilakukan pada tanggal pendapat ini diterbitkan.
• Dalam penyusunan Studi Kelayakan ini, kami menggunakan beberapa asumsi, seperti
terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban AXIO dan semua pihak yang terlibat dalam studi
Halaman - 9
Page 19
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
kelayakan serta keakuratan informasi mengenai studi kelayakan yang diungkapkan oleh
manajemen AXIO.
• Y&R mengasumsikan bahwa AXIO merupakan perusahaan yang berkelanjutan usahanya
dimasa mendatang dan dikelola oleh manajemen yang profesional dan kompeten (going
concern).
• Studi Kelayakan ini harus dipandang sebagai satu kesatuan dan penggunaan sebagian dari
analisis dan informasi tanpa mempertimbangkan informasi dan analisis lainnya secara utuh
sebagai satu kesatuan dapat menyebabkan pandangan dan kesimpulan yang menyesatkan
atas proses yang mendasari Studi Kelayakan. Penyusunan Studi Kelayakan ini merupakan
suatu proses yang rumit dan mungkin tidak dapat dilakukan melalui analisis yang tidak
lengkap.
• Kami juga mengasumsikan bahwa penerbitan Studi Kelayakan tidak terjadi perubahan apapun
yang berpengaruh secara material terhadap asumsi-asumsi yang digunakan dalam
penyusunan studi kelayakan ini. Kami tidak bertanggungjawab untuk menegaskan kembali
atau melengkapi, memutakhirkan pendapat kami karena adanya perubahan asumsi dan
kondisi serta peristiwa-peristiwa yang terjadi setelah tanggal surat ini.
Batasan-batasan dalam pelaksanaan penugasan
• Dalam melaksanakan analisis, kami mengasumsikan dan bergantung pada keakuratan,
kehandalan dan kelengkapan dari semua informasi keuangan dan informasi-informasi lain
yang diberikan kepada kami oleh AXIO atau yang tersedia secara umum yang pada hakekatnya
adalah benar, lengkap dan tidak menyesatkan, dan kami tidak bertanggung jawab untuk
melakukan pemeriksaan independen terhadap informasi-informasi tersebut. Kami juga
bergantung kepada jaminan dari manajemen AXIO bahwa mereka tidak mengetahui fakta-
fakta yang menyebabkan informasi-informasi yang diberikan kepada kami menjadi tidak
lengkap atau menyesatkan.
• Analisis Studi Kelayakan ini dipersiapkan menggunakan data dan informasi sebagaimana
diungkapkan di atas. Segala perubahan atas data dan informasi tersebut dapat
mempengaruhi hasil akhir pendapat kami secara material. Oleh karenanya, kami tidak
bertanggungjawab atas perubahan kesimpulan atas Studi Kelayakan kami dikarenakan
adanya perubahan data dan informasi tersebut.
• Kami tidak memberikan pendapat atas dampak perpajakan dari Studi Kelayakan ini. Jasa-jasa
yang kami berikan kepada AXIO hanya merupakan pemberian Studi Kelayakan atas objek yang
akan dilakukan dan bukan jasa-jasa akuntansi, audit, atau perpajakan. Kami tidak melakukan
penelitian atas keabsahan dari aspek hukum dan implikasi aspek perpajakan tersebut.
• Pekerjaan kami yang berkaitan dengan Studi Kelayakan ini tidak merupakan dan tidak dapat
ditafsirkan merupakan dalam bentuk apapun, suatu penelaahan atau audit atau pelaksanaan
prosedur-prosedur tertentu atas informasi keuangan. Pekerjaan tersebut juga tidak dapat
dimaksudkan untuk mengungkapkan kelemahan dalam pengendalian internal, kesalahan,
atau penyimpangan dalam laporan keuangan atau pelanggaran hukum. Selain itu, kami tidak
mempunyai kewenangan dan tidak berada dalam posisi untuk mendapatkan dan menganalisa
suatu bentuk transaksi-transaksi lainnya diluar aksi korporasi yang ada dan mungkin tersedia
untuk AXIO serta pengaruh dari transaksi-transaksi tersebut terhadap aksi korporasi ini.
1.9 Konfirmasi Bahwa Objek Studi Kelayakan Tidak Sedang atau Telah Dinilai Dalam Jangka
Waktu Tidak Lebih dari 2 (Dua) Bulan
AXIO menjamin untuk memberikan konfirmasi bahwa objek studi kelayakan tidak sedang atau telah
dinilai oleh Penilai Publik lainnya untuk maksud, tujuan, pengguna laporan dan tanggal studi
kelayakan yang sama atau berdekatan (dalam jangka waktu tidak lebih dari dua bulan).
Bahwa Penilai dibebaskan dari segala bentuk tuntutan/klaim, gugatan ganti rugi yang mungkin
timbul dari pihak ketiga atau pihak lainnya atas konfirmasi objek studi kelayakan yang tidak benar
Halaman - 10
Page 20
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
dari AXIO dan AXIO akan bertanggung jawab atas segala kerugian dan/atau kewajiban yang dialami
oleh Penilai dan Y&R.
1.10 Jenis Mata Uang yang Digunakan
Studi Kelayakan ini dinyatakan dalam mata uang Rupiah.
1.11 Sumber Data dan Informasi yang Dapat Dihandalkan
Dalam melakukan Studi Kelayakan ini, Y&R menggunakan data dan informasi dari beberapa
sumber yang relevan dan handal tanpa perlu melakukan verifikasi, yaitu:
• Data-data laporan keuangan audit historis:
Nama Akuntan Publik dan Nomor
Tahun Auditor Nomor dan Tanggal Opini
Izin Akuntan Publik
31 Des
2019 Henri Martha dengan Izin Akuntan
No: 00081/3.0428/AU.1/ Wajar, dalam
31 Des Hadori Sugiarto Publik No. AP.1691 serta telah tedaftar
1691-1/1/IV/2022 tanggal 13 semua hal
2020 Adi & Rekan di OJK dengan No. STTD.AP-
April 2022 yang material
31 Des 52/NB.122/2021
2021
Henri Martha dengan Izin Akuntan
No: 00047/3.0428/AU.1/05/ Wajar, dalam
31 Des Hadori Sugiarto Publik No. AP.1691 serta telah
1725-1/1/III/2023 tanggal 29 semua hal
2022 Adi & Rekan tedaftar di OJK dengan No. STTD.AP-
Maret 2023 yang material
60/PM.223/2021
Tsun Tien Wen Lie, CPA dengan Izin
No: 00354/2.0459/AU.1/05/ Wajar, dalam
31 Des Heliantono & Akuntan Publik No. AP.1441 serta
1441-1/1/III/2024 tanggal 28 semua hal
2023 Rekan telah tedaftar di OJK dengan No.
Maret 2024 yang material
STTD.AP-03/PM.223/2022
• Proyeksi keuangan atas Penambahan Kegiatan Usaha AXIO sejak Januari 2024 - 2028 yang
disiapkan oleh Manajemen AXIO;
• Laporan Tahunan AXIO Tahun 2023;
• Legalitas perusahaan dan perijinan terkait;
• Data-data ekonomi yang diperoleh dari S&P Capital IQ, Damodaran;
• Data-data ekonomi baik yang bersifat makro ataupun mikro yang diperoleh dari instansi terkait,
seperti Bank Indonesia;
• Diskusi dengan Manajemen AXIO.
1.12 Tenaga Ahli dan Hasil Pekerjaan Tenaga Ahli
Dalam melakukan Studi Kelayakan, Y&R tidak menggunakan tenaga ahli dan hasil pekerjaan tenaga
ahli.
1.13 Penjelasan mengenai Kejadian Penting setelah Tanggal Studi Kelayakan
Berdasarkan informasi dari manajemen, tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal Studi
Kelayakan.
Halaman - 11
Page 21
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
BAB II
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.1 Profil PT Tera Data Indonusa Tbk
2.1.1 Pendirian
PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”) didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 60, tanggal
17 September 2007 oleh Agnes Ninik Mutiara Widjaja, S.H., Notaris di Surabaya. Akta Pendirian
ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat
Keputusan No. AHU-03442.AH.01.01.Tahun 2008, tanggal 24 Januari 2008 serta didaftarkan dalam
Daftar Perseroan No. AHU0005237.AH.01.09.Tahun 2008, tanggal 24 Januari 2008 serta
diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia (“BNRI”) No. 6016, tanggal 24 Januari 2008
serta Tambahan BNRI No. 39, tanggal 13 Mei 2008.
Anggaran Dasar AXIO telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta
Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa AXIO No. 22, tanggal 10
November 2023 oleh Miki Tanumiharja, S.H., Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan, yang
telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-AH.01.09.0186666, tanggal 20 November 2023.
AXIO mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2007. AXIO merupakan entitas induk dengan
2 (Dua) Entitas Anak, dimana PT Exa Nusa Persada merupakan Entitas Induk Akhir. Pihak yang
bertindak sebagai Ultimate Beneficial Owner dari AXIO adalah Michael Sugiarto, Sulistiari, Liesi
Jenny Nurjani dan Linda Caroline Tjokro.
Berdasarkan Surat Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”) No. S-125/D.04/2022 tanggal 13 Juli 2022, AXIO
telah memperoleh pernyataan umum atas 1.040.126.500 saham dengan nilai nominal Rp25 per
saham dan harga penawaran Rp140 per saham. AXIO telah mencatatkan seluruh sahamnya pada
Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 19 Juli 2022.
AXIO berkedudukan di Wisma Exa, Jalan Inspeksi PAM No. 168, RT/RW 017/004, Cakung Barat,
Cakung, Jakarta Timur - 13910.
2.1.2 Aktivitas Usaha
Sesuai dengan Pasal 3 Akta Pendirian AXIO, maksud dan tujuan dari AXIO adalah berusaha dalam
bidang Perdagangan dan Jasa. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut diatas, AXIO dapat
melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
a. Menjalankan usaha dalam bidang perdagangan umum, termasuk lokal, interinsulair, ekspor,
impor, baik untuk tanggungan sendiri maupun atas perhitungan pihak lain secara komisi
(bertindak sebagai konisioner, leveransir, supplier/pengadaan, agen/perwakilan, grosir dan
distributor/penyalur);
b. Menjalankan usaha dalam bidang jasa, kecuali jasa dalam bidang hukum dan pajak.
Saat ini AXIO menjalankan usaha manufaktur dan perdagangan besar komputer serta suku
cadang komputer.
Halaman - 12
Page 22
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
2.1.3 Produk dan Layanan
Produk yang dimiliki AXIO terdiri dari 2 (Dua) merek utama yaitu Merek Axioo untuk komputer,
laptop, tablet dan lainnya yang telah memasuki pasar pada tahun 2004 dan Merek Visipro yang
dirintis pada tahun 1997 dengan berfokus pada produksi PC RAM (DIMM).
Axioo
- Axioo Notebook & PC;
- Tablet, Router, Thermosafe; dan
- Axioo Display.
Visipro
- Dekstop Memory;
- Notebook Memory;
- Server Memory; dan
- SSD+.
Selain memasarkan produk-produk diatas, AXIO juga memiliki layanan yang menjadi sarana
pemasaran melalui Axioo Class Program (“ACP”). AXIO bekerja sama dengan SMK-SMK di seluruh
Indonesia dengan mengadakan pelatihan dan menyelenggarakan Praktek Kerja Industri
mengenai fundamental software, hardware, perakitan, perbaikan dan softskill/keahlian seperti
kewirausahaan, pemasaran, public speaking dan lain-lain. Dengan demikian siswa-siswa SMK
seluruh Indonesia sudah mengenal secara mendalam Merek Axioo, dimana tujuannya membuat
Axioo selalu in heart and mind dalam diri mereka. Program ini juga menggandeng merek lain yang
tidak berkompetisi langsung dengan AXIO untuk mendukung dari sisi biayanya. Penyelenggaraan
ACP dengan biaya relatif kecil, namun memberikan dampak yang besar untuk pemasarannya (big
impact low-cost marketing) dan membekali siswa-siswa binaan ACP untuk masa depan mereka
masing-masing.
Layanan lainnya yaitu After Sales Service/Layanan Purna Jual yang tersebar di seluruh wilayah
Indonesia, baik yang dikelola langsung oleh AXIO maupun yang bekerja sama dengan Dealer,
untuk memberikan layanan terbaik pada pelanggan. Saat ini, AXIO memiliki program layanan
yang dinamakan same day service dan menyediakan fasilitas peminjaman unit pengganti laptop
(mobile care unit) bila perbaikan laptop tidak bisa diselesaikan di hari yang sama. Layanan ini
dibagi menjadi 2 (Dua) jenis yaitu Axioo Care Platinum dan Axioo Care Gold dengan total 151 service
center yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Aceh sampai dengan Papua.
Figur 1. Service Center AXIO di Indonesia
Sumber : https://www.axiooworld.com/commercial
Halaman - 13
Page 23
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
2.1.4 Struktur Organisasi
Berikut Struktur Organisasi AXIO per 31 Desember 2023:
Figur 2. Struktur Organisasi AXIO
Sumber: Laporan Tahunan AXIO, 2023
2.1.5 Struktur Permodalan
Struktur permodalan AXIO per 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Figur 3. Struktur Permodalan AXIO
Persentase
Jumlah
Pemegang Saham Jumlah Lembar Saham Kepemilikan
(Dalam Rupiah Penuh)
(%)
PT Exa Nusa Persada 3.460.240.000 86.506.000.000 59,25%
PT Primitias Ikota Jaya 972.610.400 24.315.260.000 16,65%
Anny Suhalim 120.000.000 3.000.000.000 2,05%
PT Cicecu Sukses Digital 53.200.000 1.330.000.000 0,91%
PT Mabito Karya 8.000.000 200.000.000 0,14%
PT Jatim Pratama 5.120.000 128.000.000 0,09%
Publik 1.220.956.100 30.523.902.500 20,91%
Jumlah 5.840.126.500 146.003.162.500 100,00%
Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Audit AXIO per 31 Desember 2023
Halaman - 14
Page 24
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
2.1.6 Susunan Pengurus AXIO
Struktur permodalan AXIO berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian Audit per 31 Desember
2023 adalah sebagai berikut:
Dewan Direksi
Direktur Utama : Michael Sugiarto
Direktur : Luhur Budiman
Direktur : Alex
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Sugiyanto Sutikno
Komisaris : Jessica Hartono
Komisaris Independen : Alpino Kianjaya
2.2 Legalitas dan Perizinan yang dimiliki AXIO
Legalitas, perizinan dan informasi keuangan yang telah dimiliki AXIO adalah sebagai berikut:
1. Akta Pendirian No. 60 tanggal 17 September 2007 yang dibuat dihadapan Agnes Ninik Mutiara
Widjaja, S.H., Notaris di Surabaya. Akta pendirian ini diumumkan dalam Tambahan Berita
Negara Republik Indonesia No. 39 tanggal 13 Mei 2008.
2. Akta Perubahan Anggaran Dasar Terakhir AXIO dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa No. 22 pada 10 November 2023 yang dibuat di hadapan
Miki Tanumiharja, S.H. Notaris di Kota Administrasi Jakarta Selatan yang telah mendapatkan
persetujuan melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
No. AHU-AH.01.09-0186666 dan telah ditandatangani a.n Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum pada tanggal
20 November 2023.
3. Nomor Pokok Wajib Pajak (“NPWP”) AXIO No. 02.706.870.9-056.000.
4. Nomor Induk Berusaha (“NIB”) AXIO No. 8120203840874.
5. Laporan Keuangan Audit AXIO per 31 Desember 2018 dengan angka pembanding per
31 Desember 2017 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Ishak, Saleh, Soewondo &
Rekan dengan No. 00119/2.0565/AU.1/05/1234-1/1/VI/2019 tanggal 21 Juni 2019 dengan opini
wajar dalam semua hal yang material.
6. Laporan Keuangan Konsolidasian Audit AXIO untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal –
Tanggal 31 Desember 2021, 2020 dan 2019 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik
Hadori Sugiarto Adi & Rekan dengan No. 00081/3.0428/AU.1/04/1691-1/1/IV/2022 pada
13 April 2022 dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
7. Laporan Keuangan Audit AXIO per 31 Desember 2022 dengan angka pembanding per
31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi & Rekan
dengan No. 00047/3.0428/AU.1/05/1725-1/1/III/2023 tanggal 29 Maret 2023 dengan opini wajar
dalam semua hal yang material.
8. Laporan Keuangan Audit AXIO per 31 Desember 2023 dengan angka pembanding per
31 Desember 2022 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Heliantono & Rekan dengan
No. 00354/2.0459/AU.1/05/1441-1/1/III/2024 tanggal 28 Maret 2024 dengan opini wajar dalam
semua hal yang material.
Halaman - 15
Page 25
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
2.3 Tinjauan Kinerja Keuangan
Tinjauan Laba (Rugi)
Figur 4. Laba (Rugi) AXIO
(Dalam Jutaan Rupiah)
2019 2020 2021* 2022* 2023
Keterangan
Audit Audit Audit Audit Audit
Pendapatan Bersih 167.058 329.218 1.454.146 1.491.553 1.272.200
Laba Kotor 38.136 52.928 264.977 245.012 250.253
Laba Sebelum Beban Pajak
3.187 15.927 177.469 114.944 162.254
Penghasilan
Laba Tahun Berjalan 1.972 11.681 135.135 89.933 127.043
Jumlah Laba Komprehensif
1.976 68.030 137.077 88.629 124.160
Tahun Berjalan
Sumber: Laporan Keuangan Audit AXIO
*) Angka Pembanding Laporan Keuangan perode berikutnya
Pendapatan AXIO mayoritas bersumber dari penjualan komputer dan suku cadang komputer
dengan pengelompokan commercial dan retail. Kemudian terdapat juga pendapatan dari sewa dan
jasa pemeliharaan. Figur di atas menunjukkan bahwa total pendapatan mengalami tren yang
meningkat. Peningkatan tertinggi tercatat pada 31 Desember 2021 yaitu meningkat sebesar 341,70%
atau setara dengan Rp1.124.928 Juta dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan adanya
upaya AXIO untuk merangkul partner-partner strategis yang baru seperti
PT Aneka Sakti Bakti, PT Gamma Persada Sinergi dan PT Indo Mega Vision. Pada 31 Desember 2023
tercatat AXIO telah membukukan pendapatan sebesar Rp1.272.200 Juta, menurun sebesar 14,71%
dibandingkan periode sebelumnya. Namun, laba tahun berjalan AXIO pada tahun 2023 meningkat
sebesar 41,26% yang mayoritas disebabkan oleh meningkatnya pendapatan atas selisih kurs.
Figur 5. Pertumbuhan Penjualan, Laba (Rugi) Usaha dan Laba (Rugi) Komprehensif
Sumber: Laporan Keuangan Audit AXIO (Diolah Y&R)
*) Angka Pembanding Laporan Keuangan perode berikutnya
Halaman - 16
Page 26
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
Tinjauan Posisi Keuangan
Figur 6. Posisi Keuangan
(Dalam Jutaan Rupiah)
2019 2020 2021* 2022* 2023
Keterangan
Audit Audit Audit Audit Audit
Aset Lancar 168.503 175.493 498.984 853.983 663.062
Aset Tidak Lancar 111.209 159.010 197.918 236.770 276.699
Jumlah Aset 279.712 334.502 696.901 1.090.753 939.761
Liabilitas Jangka Pendek 162.545 165.295 394.612 554.609 373.880
Liabilitas Jangka Panjang 44.694 27.526 35.263 38.898 32.067
Jumlah Liabilitas 207.238 192.822 429.875 593.507 405.947
Ekuitas 72.474 141.680 267.027 497.246 533.814
Liabilitas dan Ekuitas 279.712 334.502 696.901 1.090.753 939.761
Sumber: Laporan Keuangan Audit AXIO
*) Angka Pembanding Laporan Keuangan perode berikutnya
Berdasarkan figur di atas, Total Aset dan Total Liabilitas AXIO mengalami tren yang meningkat
sampai dengan tahun 2022 kemudian terjadi penurunan pada tahun 2023. Peningkatan Total Aset
tertinggi terjadi pada tahun 2021 yaitu sebesar 108,34% dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut terutama disebabkan adanya kenaikan nilai piutang usaha, persediaan dan
uang muka pembelian yang sejalan dengan peningkatan penjualan. Pada 31 Desember 2023, Total
Aset AXIO tercatat sebesar Rp939.761 Juta, menurun sebesar 13,84% dibandingkan tahun
sebelumnya yang mayoritas disebabkan oleh menurunnya kas dan setara kas serta aset
takberwujud AXIO.
Peningkatan liabilitas tertinggi tercatat pada tahun 2021 sebesar 122,94% yang terutama
disebabkan adanya peningkatan liabilitas jangka pendek, diantaranya yaitu kenaikan utang bank
jangka pendek, utang usaha dan utang pajak. Pada 31 Desember 2023 Total Liabilitas AXIO tercatat
sebesar Rp405.947 Juta, mengalami penurunan sebesar 31,60%. Hal ini mayoritas disebabkan oleh
berkurangnya utang bank jangka pendek.
Ekuitas AXIO mengalami tren meningkat sampai dengan tahun 2023. Peningkatan Ekuitas tertinggi
tercatat pada tahun 2020 yaitu sebesar 95,49% dibandingkan tahun sebelumnya, hal ini
dikarenakan meningkatnya laba yang dibukukan AXIO pada periode ini dan adanya surplus
revaluasi aset tetap. Pada 31 Desember 2023 Total Ekuitas AXIO tercatat sebesar Rp533.814 Juta,
menigkat sebesar 7,35% sejalan dengan laba yang diperoleh AXIO pada periode tersebut.
Figur 7. Pertumbuhan Aset, Liabilitas dan Ekuitas
Sumber: Laporan Keuangan Audit AXIO (Diolah Y&R)
*) Angka Pembanding Laporan Keuangan perode berikutnya
Halaman - 17
Page 27
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
Tinjauan Arus Kas
Figur 8. Arus Kas
(Dalam Jutaan Rupiah)
2019 2020 2021* 2022* 2023
Keterangan
Audit Audit Audit Audit Audit
Kas Bersih yang Diperoleh dari
28.011 54.315 32.484 (73.422) 250.055
(Digunakan untuk) dari Aktivitas Operasi
Kas Bersih yang Diperoleh dari
(21.863) (7.139) (71.846) (44.256) (62.590)
(Digunakan) untuk Aktivitas Investasi
Kas Bersih yang Diperoleh dari
(4.269) (46.333) 41.048 197.434 (226.837)
(Digunakan untuk) Aktivitas Pendanaan
Kenaikan (penurunan) kas dan setara
1.879 843 1.686 79.756 (39.371)
kas
Dampak Perubahan Kurs Terhadap Kas
20 (3) - - 0
Dan Setara Kas
Kas dan setara kas awal tahun 14.405 16.304 17.143 18.829 98.585
Kas dan setara kas akhir tahun 16.304 17.143 18.829 98.585 59.214
Sumber: Laporan Keuangan Audit AXIO
*) Angka Pembanding Laporan Keuangan perode berikutnya
Dari Laporan Keuangan Audit yang diperoleh, aktivitas arus kas AXIO pada periode yang berakhir
31 Desember 2023 adalah:
• Arus kas bersih yang diperoleh dan digunakan untuk aktivitas operasi tercatat kas masuk
sebesar Rp250.055 Juta, yang merupakan penerimaan kas dari pelanggan dan bunga serta
digunakan untuk pembayaran kas kepada pemasok, operasional, karyawan, pajak dan bunga.
• Arus kas bersih yang diperoleh dan digunakan untuk aktivitas investasi tercatat kas keluar
sebesar Rp62.590 Juta, yang merupakan hasil penjualan aset tetap, penambahan investasi
deposito dan perolehan aset tetap.
• Arus kas bersih yang diperoleh dan digunakan untuk aktivitas pendanaan tercatat kas keluar
sebesar Rp226.837 Juta yang merupakan penerimaan dan pembayaran atas utang bank
jangka pendek dan utang bank jangka panjang akrual, setoran modal kepentingan non
pengendali, penambahan dan pembayaran utang pihak berelasi, pembayaran utang
pembiayaan konsummen serta pembayaran dividen.
Figur 9. Komposisi Arus Kas Bersih Dari Aktivitas Operasi, Investasi dan Pendanaan
Sumber: Laporan Keuangan Audit AXIO (Diolah Y&R)
*) Angka Pembanding Laporan Keuangan perode berikutnya
Halaman - 18
Page 28
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
Rasio Keuangan
Figur 10. Rasio Keuangan
2019 2020 2021* 2022* 2023
Keterangan
Audit Audit Audit Audit Audit
RASIO LIKUIDITAS
Rasio Kas 10,03% 10,37% 4,77% 17,78% 15,84%
Rasio Lancar 103,67% 106,17% 126,45% 153,98% 177,35%
Rasio Cepat 29,95% 24,80% 45,18% 53,20% 57,84%
AKTIVITAS RASIO
Perputaran Piutang 49 26 38 47 44
Perputaran Persediaan 309 156 81 116 124
Perputaran Utang 53 58 52 83 89
RASIO SOLVABILITAS
Rasio Total Utang terhadap Ekuitas 285,95% 136,10% 160,99% 119,36% 76,05%
Rasio Total Utang terhadap Aset 74,09% 57,64% 61,68% 54,41% 43,20%
RASIO PROFITABILITAS
Margin Laba Bersih 22,39% 22,83% 16,08% 18,22% 16,43%
Tingkat Pengembalian Aset 0,58% 1,18% 3,55% 9,29% 6,03%
Tingkat Pengembalian Ekuitas 0,48% 0,70% 3,49% 19,39% 8,24%
Sumber: Laporan Keuangan Audit AXIO (Diolah Y&R)
Rasio Likuiditas
Figur diatas menunjukkan AXIO memiliki rasio likuiditas yang positif dimana AXIO memiliki
kemampuan membayar seluruh utang jangka pendeknya melalui aset lancar. Pada
31 Desember 2023, sebagian besar rasio likuiditas mengalami kenaikan. Hal ini dikarenakan
menurunnya liabilitas jangka pendek sebesar 32,59%.
Rasio Aktivitas
Semakin rendah nilai activity ratio maka semakin cepat perputarannya, begitu pula sebaliknya. Pada
31 Desember 2023, activity ratio AXIO mengalami peningkatan dari tahun 2022 yaitu pada
perputaran piutang usaha dan persediaan, sedangkan perputaran utang usaha relatif berfluktuatif.
Hal ini menunjukkan piutang usaha yang lebih lama tertagih dan persediaan yang lebih besar
dibanding dengan tahun sebelumnya.
Rasio Solvabilitas
Secara umum dapat dikatakan semakin kecil rasio solvabilitas adalah baik, karena semakin kecil
peranan utang sebagai sumber pembiayaan yang berarti juga semakin besar debt capacity-nya.
Pada 31 Desember 2023, rasio solvabilitas AXIO mengalami penurunan, hal ini dikarenakan
Liabilitas pada AXIO yang menurun sebesar 31,60%.
Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas menunjukkan kemampuan AXIO dalam menghasilkan laba. Pada
31 Desember 2023, AXIO menghasilkan laba bersih sebesar 9,99% dari total pendapatan.
Sedangkan tingkat pengembalian atas aset dan ekuitas masing-masing tercatat sebesar 6,03% dan
8,24%.
Halaman - 19
Page 29
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
2.4 Informasi Inspeksi terhadap Objek Studi Kelayakan
Kami telah melakukan inspeksi terhadap objek studi kelayakan dalam rangka memperoleh
informasi yang relevan dalam penugasan Penambahan Kegiatan Usaha AXIO.
Berikut informasi terkait pelaksanaan inspeksi studi kelayakan:
Surat Tugas : No. ST.Y&R-00/BS/TDI/XII/2023/ARK/0078
Lokasi : Wisma Exa, Jalan Inspeksi PAM No. 168, RT/RW 017/004,
Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur - 13910.
Tanggal : 20 Desember 2023
Pelaksana : 1. M. Adriansyah
2. Septi Widiani
Pendamping : 1. Alex
2. Irvan
Hasil dokumentasi inspeksi lapangan:
Kantor AXIO tampak depan Service Center AXIO
Proses Perakitan Produk AXIO Proses Packing Produk AXIO
Berdasarkan hasil diskusi/wawancara yang telah kami lakukan, diketahui bahwa saat ini AXIO
bergerak dalam bidang manufaktur dan perdagangan besar komputer serta suku cadang
komputer. Dimana AXIO telah memiliki merek-merek seperti Axioo dan Visipro. Selanjutnya, AXIO
berencana untuk melakukan Penambahan Kegiatan Usaha dengan beberapa kelompok industri
yaitu Drone, Robotik dan CCTV. Penambahan KBLI baru tersebut merupakan KBLI yang tidak terkait
dengan KBLI sebelumnya. Hal ini dilakukan AXIO dalam memanfaatkan adanya teknologi atas
Revolusi Industri 4.0.
Halaman - 20
Page 30
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
BAB III
ASPEK MAKRO EKONOMI INDONESIA DAN INDUSTRI
3.1 Makro Ekonomi Indonesia
3.1.1 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Perekonomian Indonesia tetap tumbuh baik didukung oleh permintaan domestik. Konsumsi
rumah tangga dan investasi tetap tumbuh sejalan dengan keyakinan masyarakat dan
berlanjutnya penyelesaian Proyek Strategis Nasional (PSN). Perkembangan ini dikonfirmasi oleh
sejumlah indikator utama hingga bulan Desember 2023, seperti keyakinan konsumen, penjualan
eceran, dan Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur. Sementara itu, kinerja ekspor
cenderung lebih baik, seiring dengan peningkatan permintaan beberapa mitra dagang utama,
seperti AS dan India. Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), kinerja perekonomian terutama
didorong oleh Perdagangan Besar dan Eceran, Industri Pengolahan, serta Konstruksi. Bank
Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi 2023 berada dalam kisaran 4,5-5,3%. Pada
2024, kinerja konsumsi, baik swasta maupun Pemerintah, dan investasi diprakirakan terus
meningkat sejalan dengan keyakinan konsumsi masyarakat yang tetap kuat, dampak positif
pelaksanaan Pemilu, serta keberlanjutan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN). Dengan
perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi 2024 diprakirakan meningkat dalam kisaran 4,7-
5,5%. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi stimulus fiskal Pemerintah
dengan stimulus makroprudensial Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,
khususnya dari sisi permintaan.
Figur 11. Pertumbuhan PDB Domestik dan Komponen Berdasarkan Lapangan Usaha
Sumber: Bank Indonesia Triwulan IV 2023
3.1.2 Inflasi
Inflasi tetap terjaga dalam kisaran sasaran. Inflasi IHK November 2023 terkendali pada 2,86% (yoy)
sehingga diprakirakan inflasi IHK tahun 2023 akan berada dalam kisaran 3,0±1%. Perkembangan
Halaman - 21
Page 31
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
ini dipengaruhi oleh inflasi inti yang tetap rendah sebesar 1,87% (yoy) sejalan dengan konsistensi
kebijakan suku bunga dan stabilisasi nilai tukar Rupiah oleh Bank Indonesia. Inflasi administered
prices juga rendah sebesar 2,07% (yoy). Sementara itu, inflasi kelompok volatile food naik menjadi
7,59% (yoy) dipengaruhi oleh faktor musiman yang memengaruhi produksi beberapa komoditas
hortikultura. Bank Indonesia akan terus mencermati sejumlah risiko yang dapat mengganggu
terkendalinya inflasi, terutama yang bersumber dari harga pangan. Untuk itu, Bank Indonesia
tetap memperkuat bauran kebijakan moneter dan mempererat sinergi dengan Pemerintah (Pusat
dan Daerah) dalam TPIP dan TPID melalui penguatan GNPIP di berbagai daerah untuk
memastikan inflasi terkendali dalam kisaran 2,5±1% pada 2024.
Figur 12. Inflasi IHK dan Komponen
Sumber: Bank Indonesia Triwulan IV 2023
Figur 13. Inflasi Gabungan Kota di Provinsi (%, yoy)
Sumber: Bank Indonesia Triwulan IV 2023
Halaman - 22
Page 32
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
3.1.3 Nilai Tukar Rupiah
Bank Indonesia terus memperkuat inovasi untuk meningkatkan efektivitas kebijakan moneter
dalam memastikan terkendalinya inflasi dan tetap stabilnya nilai tukar Rupiah. Dalam kaitan ini,
Bank Indonesia mengoptimalkan instrumen moneter SRBI, SVBI, dan SUVBI yang pro-market
dalam rangka memperkuat upaya pendalaman pasar uang dan mendukung upaya menarik
portfolio inflows, dengan memanfaatkan aset SBN dan surat berharga valas yang dimiliki oleh Bank
Indonesia sebagai underlying. Lelang SRBI dan SVBI hingga 19 Desember 2023 masing-masing
telah mencapai Rp229,95 triliun dan 421,50 juta dolar AS. Instrumen SRBI telah secara aktif
diperdagangkan di pasar sekunder tecermin dari kepemilikan nonresiden yang mencapai Rp52,87
triliun. Sementara itu, posisi nonresiden di SVBI tercatat sebesar 6 juta dolar AS. Selain itu, Bank
Indonesia juga menerbitkan SUVBI sebagai instrumen moneter valas yang hingga 19 Desember
2023 telah mencapai 129 juta dolar AS. Berbagai inovasi instrumen ini diharapkan dapat
mendukung strategi operasi moneter yang pro-market dan dapat menarik aliran modal masuk
untuk memperkuat ketahanan eksternal ekonomi Indonesia dari dampak rambatan global.
Figur 14. Rupiah vs Negara Kawasan
Sumber: Bank Indonesia Triwulan IV 2023
3.1.4 Tingkat Suku Bunga
Likuiditas perbankan memadai sehingga memperkuat lending capacity perbankan. Pada
November 2023, rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) tetap terjaga tinggi, yaitu
26,04%. Likuiditas perbankan yang tetap memadai tersebut didukung oleh kebijakan
makroprudensial akomodatif, antara lain implementasi Kebijakan Insentif Likuditas
Makroprudensial (KLM). Total tambahan likuiditas dari insentif KLM mencapai Rp163,3 triliun per
Desember 2023 atau meningkat sebesar Rp55 triliun sejak penerapan KLM pada 1 Oktober 2023.
Perkembangan likuiditas tersebut berdampak positif terhadap suku bunga perbankan, dengan
suku bunga deposito 1 bulan dan suku bunga kredit pada November 2023 tetap terjaga, masing-
masing di 4,46% dan 9,29%. Likuiditas yang memadai juga didukung oleh keberadaan SRBI yang
diperdagangkan di pasar sekunder sehingga meningkatkan fleksibilitas perbankan dalam
mengelola likuiditas dan turut mendukung terjaganya lending capacity perbankan. Bank Indonesia
akan terus meningkatkan efektivitas implementasi KLM untuk mendorong penyaluran
kredit/pembiayaan perbankan yang lebih tinggi pada sektor-sektor yang memiliki daya ungkit
besar dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Halaman - 23
Page 33
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
Figur 15. Suku Bunga Perbankan
Sumber: Bank Indonesia Triwulan IV 2023
3.2 Industri Drone
Pada tahun 2024, pasar Drone di Indonesia diproyeksikan akan menghasilkan pendapatan sebesar
USD7,0 juta. Pasar ini diantisipasi akan mengalami tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 6,57%
(CAGR 2024-2028). Dibandingkan dengan negara lain, China diperkirakan akan menghasilkan
pendapatan tertinggi di pasar Drone, mencapai USD1.526,0 juta pada tahun 2024.
Mempertimbangkan jumlah total populasi, pendapatan per orang di Indonesia diperkirakan
mencapai USD0,03 pada tahun 2024. Pada tahun 2028, volume pasar Drone di Indonesia
diproyeksikan mencapai 22,5 juta unit. Selain itu, pertumbuhan volume sebesar 7,7% diperkirakan
akan terjadi pada tahun 2025. Volume rata-rata per orang di pasar Drone di Indonesia diperkirakan
menjadi 0,0 buah unit pada tahun 2024. Pasar drone di Indonesia mengalami pertumbuhan yang
signifikan, didorong oleh meningkatnya permintaan untuk fotografi udara dan pengawasan di
lanskap negara yang beragam.
Asosiasi Sistem & Teknologi Tanpa Awak (“ASTTA”) memperkirakan hingga tahun 2028 potensi pasar
pesawat tanpa awak atau drone mencapai USD93 Juta atau setara Rp1,47 Triliun (kurs Rp15.875 per
USD). Sementara itu, untuk pasar dunia angkanya diproyeksikan mencapai USD48,6 Miliar.
Untuk menangkap peluang tersebut, Kementerian Perindustrian (“Kemenperin”) memfasilitasi
ASTTA ikut serta dalam pameran bergengsi skala internasional, yaitu Industrial Transformation
ASIA-PACIFIC (ITAP) 2023 di Singapura. Ajang ini, selain menunjukan kemampuan teknologi, riset
dan pengembangan industri drone di Tanah Air, juga membuka peluang membangun hubungan
kerja sama internasional.
Kemenperin menjelaskan industri drone merupakan bagian dari kelompok industri alat angkutan
yang mengalami pertumbuhan signifikan di atas pertumbuhan ekonomi nasional sejak kuartal II
tahun 2021. Pada kuartal II tahun 2023, pertumbuhan industri alat angkutan mencapai 9,66%.
Pertumbuhan positif ini disebabkan oleh pengaruh berbagai kebijakan pemerintah yang strategis
dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif, serta mengimplementasikan program Making
Indonesia 4.0. Industri drone di Indonesia telah mampu mengembangkan dan memproduksi
Halaman - 24
Page 34
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
teknologi tanpa awak yang dapat dimanfaatkan di beragam sektor, seperti perkebunan, militer dan
pengawasan.
Berdasarkan data tender yang tersedia di opentender.net, terdapat Rp1.533.516.043.999 total
anggaran pengadaan barang dan jasa yang berhubungan dengan drone, dengan tahun 2016
sebagai tahun dengan total anggaran tertinggi yaitu Rp802.403.755.407.
Figur 16. Total Anggaran Tahun 2015 - 2022
Sumber : https://astta.id/2022/11/24 - Outlook Industri Drone Indonesia 2023
Anggaran pengadaan barang dan jasa didominasi oleh 3 (Tiga) kementerian/lembaga, masing-
masing dilengkapi dengan 3 pengadaan dengan nilai terbesar, yaitu:
1. Kepolisian Republik Indonesia (total Rp866.502.679.191)
1. Pengadaan Nano Tactical Drone APBN TA. 2018 sebesar Rp103.606.800.000.
2. Pesawat Tanpa Awak Penginderaan sebesar Rp98.990.250.000.
3. Pengadaan Drone Pemantau Samapta Program APBN T.A. 2022 sebesar
Rp89.621.250.000.
2. Badan Keamanan Laut (total Rp571.747.082.307)
1. Pengadaan 2 Sistem Unmanned Air System/Drone yang Terintegrasi dengan BIIS sebesar
Rp571.747.082.307.
3. Kementerian Perhubungan (total Rp16.985.924.909)
1. Navigation Aids Inspection Drones For Safety Audit, Monitoring and Evaluation sebesar
Rp8.030.000.000.
2. Pengadaan Sistem Digitalisasi Pemetaan dan Pengendalian Pesawat Udara Tanpa Awak
sebesar Rp5.763.312.500.
3. Pengadaan Drone dan LIDAR untuk Survei Obstacle Sebagai Bahan Validasi Instrument
Flight Procedure (IFP) (Tender Tidak Mengikat) sebesar Rp2.038.756.409.
Terdapat peluang yang sangat besar di berbagai sektor antara lain:
• Minyak dan gas dalam hal pengawasan jalur pipa, pengawasan wilayah, pendaftaran aset,
inspeksi, dan lain-lain. Saat ini perusahaan migas besar seperti Conocophillips, Exxonmobil,
Medco, BP, serta Pertamina sudah mulai memiliki program rutin menggunakan drone untuk
keperluan tersebut.
• Pertambangan dalam hal survei eksplorasi, survei topografi, pengawasan tambang, progress
kemajuan tambang, dan lain-lain. Drone mulai sangat populer untuk digunakan pada tahap
eksplorasi, khususnya di wilayah-wilayah dengan topografi yang sulit untuk mempercepat
Halaman - 25
Page 35
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
proses survei. Drone juga telah menjadi peralatan standar bagi surveyor di pertambangan.
Kementerian ESDM sudah mulai memperkenalkan aturan yang mewajibkan perusahaan
tambang melaporkan kemajuan tambang berdasarkan output dari drone. Peluang besar bagi
perusahaan drone karena saat ini terdapat ~ 4,000 konsesi tambang dengan luas total sebesar
10 juta hektar.
• Konstruksi & infrastruktur dalam hal survei pre-konstruksi, progress kemajuan konstruksi, dan
lain-lain. Kementerian PU sudah mewajibkan pembangunan infrastruktur jalan dan jalan tol
agar kontraktor menggunakan drone dalam aktivitas studi kelaikan dan pembebasan lahan,
serta dokumentasi progress kemajuan konstruksi. Peluang besar bagi perusahaan drone
karena saat ini terdapat banyak proyek infrastruktur berupa jalan dan jalan tol yang masuk ke
proyek strategis nasional (total ~ 1,500 km selesai per tahun 2024).
• Perkebunan kelapa sawit dalam hal sensus pokok, monitoring kesehatan tanaman dan lain-
lain. Peluang besar bagi perusahaan drone karena saat ini terdapat > 1,000 perusahaan kelapa
sawit dengan total luas konsesi sebesar setidaknya 15 juta hektar di seluruh Indonesia,
utamanya di pulau Sumatera dan Kalimantan.
• Hutan industri dalam hal sensus pokok, monitoring kesehatan tanaman, penyemprotan, dan
lain-lain. Saat ini semakin banyak perusahaan besar kehutanan yang memanfaatkan teknologi
drone spraying untuk kegiatan penyemprotan di kebun mereka, karena telah terbukti solusi
drone tersebut lebih efisien secara biaya dan waktu, serta lebih baik secara kualitas, sehingga
dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan kebun secara menyeluruh. Luas konsesi total
sebesar 11 juta hektar hutan industri dan 27 juta hektar hutan konversi bisa menjadi peluang
yang baik. Kementerian KLHK juga sudah mulai mewajibkan perusahaan kehutanan untuk
menggunakan teknologi pencegah dan tanggap darurat terhadap kebakaran hutan seperti fire
tower, CCTV dan drone.
• PLN dalam hal inspeksi jalur transmisi. Kantor pusat PLN telah menerbitkan aturan mengenai
penggunaan drone untuk inspeksi jalur transmisi, serta road map penyelesaian program
tersebut. Ditargetkan tahun 2024, 100% jalur transmisi yang dianggap kritikal telah dapat
selesai disurvei menggunakan drone.
• Tata ruang dan pertanahan dalam hal penyelesaian program Pendaftaran Tanah Sistematis
Lengkap (PTSL) yang mana drone mulai dipersyaratkan untuk digunakan agar dapat
mempercepat kegiatan pengambiland ata lapangan.
3.3 Industri Robotik
Proyeksi pendapatan untuk pasar Robotik Industri di Indonesia diperkirakan akan mencapai
USD93,28 Juta pada tahun 2024. Segmen pasar yang dominan dalam industri ini adalah robotik
industri lainnya, yang diproyeksikan memiliki volume pasar sebesar USD46,24 Juta pada tahun
2024.
Pendapatan di pasar ini diantisipasi tumbuh pada tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 6,19%
(CAGR 2024-2028), menghasilkan volume pasar sebesar USD118,60 Juta pada tahun 2028.
Dibandingkan dengan negara lain secara global, China diperkirakan akan menghasilkan
pendapatan tertinggi, mencapai USD1.440.000,00 pada tahun 2024.
Sektor manufaktur Indonesia yang sedang berkembang mendorong peningkatan permintaan
untuk robotik industri, karena perusahaan-perusahaan berusaha untuk meningkatkan efisiensi dan
produktivitas.
Halaman - 26
Page 36
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
Figur 17. Total Pendapatan berdasarkan Segmen
Sumber : https://www.statista.com/outlook/tmo/robotics/industrial-robotics/indonesia#revenue
Figur 18. Pertumbuhan Pendapatan berdasarkan Segmen
Sumber : https://www.statista.com/outlook/tmo/robotics/industrial-robotics/indonesia#revenue
Revolusi industri saat ini didorong oleh beberapa teknologi baru, dengan robotik industri sebagai
salah satu elemen kuncinya.
Hubungan antara robotik, data besar, komputasi awan, keamanan siber, Internet of Things, dan
inovasi teknologi lebih lanjut akan membentuk ekonomi saat ini. Hal ini memungkinkan Industri 4.0
untuk memanfaatkan sifat mesin, proses, dan produk yang saling terhubung untuk merampingkan
dan mengotomatiskannya. Oleh karena itu, kombinasi tren Industri 4.0 meningkatkan permintaan
akan robotik industri.
Namun, pada tahun 2020, 2021, dan 2022, pertumbuhan segmen Robotik Industri melambat
karena rantai pasokan yang terganggu dan kekurangan semikonduktor, yang disebabkan oleh
pandemi COVID-19 dan perang Rusia-Ukraina. Pemulihan tingkat pertumbuhan semua segmen
industri ke tingkat yang positif diperkirakan baru akan terjadi pada tahun 2023.
Halaman - 27
Page 37
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
Dalam hal distribusi pendapatan saat ini dalam segmen Robotik Industri, dua subsegmen terbesar,
Robotik Industri Otomotif dan Robotik Industri Listrik/Elektronik, menyumbang lebih dari 50% dari
segmen tersebut. Namun, Robotik Industri Lainnya diperkirakan akan menjadi subsegmen terbesar
kedua pada tahun 2026 dan subsegmen terbesar pada tahun 2027. Hal ini menunjukkan potensi
yang sangat besar untuk kasus penggunaan baru otomatisasi di industri yang belum menggunakan
robot.
3.4 Industri CCTV
CCTV atau kamera pengawas merupakan perangkat elektronik yang digunakan pada berbagai
tempat untuk mengamati kegiatan yang terjadi pada tempat tersebut yang tidak bisa selalu diawasi
oleh pengawas biasa seperti pihak security. Penggunaan CCTV pun juga membantu mengawasi
selama 24 jam sehingga pada waktu malam hari, tempat tersebut masih tetap di bawah
pengawasan. Penggunaan CCTV utamanya adalah untuk mengantisipasi adanya tindakan yang
tidak diinginkan seperti tindakan kriminal baik pada perkantoran maupun di rumah pribadi.
Prospek Industri CCTV
Secara global, pasar penjualan CCTV diperkirakan akan bertumbuh dengan pesat hingga beberapa
tahun ke depan. Hal ini dinyatakan berdasarkan hasil riset yang dilakukan oleh Persistence Market
Research yang mengatakan bahwa pertumbuhan pasar CCTV di dunia akan tumbuh dengan rata-
rata pertumbuhan sebesar 15,7% per tahun hingga tahun 2025 dengan total sebesar USD29,8
Miliar pada akhir tahun 2025. Meskipun rantai pasok industri CCTV sempat terganggu akibat
pembatasan antar negara sejak Covid-19, pandemi ini dipercaya dapat menjadi katalis untuk
perkembangan Industri CCTV kedepannya. Hasil riset pasar dari Market Research Future (MRFR)
menunjukkan bahwa Covid-19 justru memperluas kesempatan bagi Industri CCTV untuk
bertumbuh secara signifikan. Hal ini didasarkan oleh tingginya kebutuhan pengawasan dan
pemantauan mulai dari sektor perumahan, pemerintahan hingga industri diprediksi akan
meningkat tajam secara global. Peningkatan kebutuhan pada pemerintahan diprediksi akan terus
meningkat dan menjadi tinggi pada tahun 2025-2026. Sedangkan, pada sektor perumahan dan
industri, kebutuhan CCTV sudah cukup tinggi dalam waktu dekat dan akan meningkat signifikan
mulai dari tahun 2022. Pemain lama pada industri ini diprediksi akan terus berinvestasi pada riset
dan pengembangan, sementara pemain baru pada industri ini akan menawarkan harga yang
agresif.
Figur 19. Proyeksi Pertumbuhan Pasar CCTV Dunia (Juta USD)
Sumber : https://www.daya.id/usaha/artikel-daya/pengembangan-diri/gambaran-dan-prospek-
industri-cctv-di-indonesia-bagian-4-
Riset pasar dari Persistence juga menunjukkan bahwa wilayah yang dipertimbangkan akan memiliki
pertumbuhan di atas rata-rata adalah wilayah Asia Pasifik, yang mana Indonesia termasuk ke dalam
negara yang berada di wilayah Asia Pasifik. Pertumbuhan pada wilayah ini diperkirakan akan
meningkat sebesar 17,1% setiap tahunnya dengan nilai pasar mencapai USD11,8 Miliar, yang juga
Halaman - 28
Page 38
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
diperkirakan kurang lebih sebesar 40% dari total pangsa pasar CCTV di dunia. Sejalan dengan
prediksi ini, Asosiasi Teknologi dan Industri Sekuriti Indonesia (ATISI) mengatakan bahwa selama
ini, pasar CCTV di Indonesia cenderung stabil dengan pertumbuhan yang tidak pernah di bawah
10% setiap tahunnya. Pertumbuhan ini pun bisa terus bertambah mengingat saat ini, kebutuhan
CCTV mulai meningkat dengan mulai dipasangnya CCTV di berbagai daerah untuk memantau
wilayah tertentu. Pertumbuhan ini juga didasari oleh kesadaran masyarakat dan juga pemerintah
untuk menjaga keamanan dan ketertiban.
Figur 20. Proyeksi Pertumbuhan Pasar CCTV Asia Pasifik (Juta USD)
Sumber : https://www.daya.id/usaha/artikel-daya/pengembangan-diri/gambaran-dan-prospek-
industri-cctv-di-indonesia-bagian-4-
Di Indonesia sendiri, CCTV digunakan di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Surabaya.
CCTV di Ibu Kota umumnya digunakan untuk memantau aktivitas yang terjadi di jalanan serta untuk
memantau berbagai wilayah untuk dapat memberikan penanganan yang lebih cepat dan efektif,
seperti pemantauan untuk daerah banjir sehingga apabila terjadi banjir, penanganan bisa
dilakukan lebih cepat. CCTV juga banyak digunakan di berbagai lampu merah dan jalanan seperti
jalan tol untuk memantau kegiatan kendaraan bermotor yang mana selain untuk memantau
aktivitas yang melanggar peraturan, dapat juga digunakan untuk memantau traffic jalanan secara
langsung. Pemantauan CCTV di Jakarta tidak hanya bisa dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi
dapat diakses juga secara umum oleh masyarakat melalui website lewatmana.com yang memantau
berbagai wilayah di Jakarta. Sehingga, dapat dilihat bahwa kedepannya pasar CCTV di Indonesia
masih terbuka lebar dan memiliki prospek yang cukup cerah, baik produk lokal maupun produk
impor.
Halaman - 29
Page 39
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
BAB IV
KBLI BARU
4.1 Bisnis AXIO (Eksisting)
AXIO telah menjalankan bisnis komponen IT sejak tahun 1993 dan telah mengembangkan jaringan
distribusi yang luas di seluruh Indonesia, dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dalam
membangun serta meningkatkan infrastruktur IT yang solid.
Merek Visipro didirikan pada tahun 1997 di mana AXIO menjadi pelopor Garansi Seumur Hidup
untuk RAM hanya dalam waktu 3 tahun sejak diluncurkan, penjualan tahunan telah meroket,
menjadikan AXIO sebagai RAM nomor 1 di Indonesia dari tahun 2000 hingga 2007.
Merek Axioo sendiri dibentuk pada tahun 2004 di mana AXIO adalah merek pertama di Indonesia
yang meluncurkan notebook di Indonesia. Sejak saat itu penjualan AXIO telah tumbuh dengan kuat
dari tahun ke tahun dan telah menambahkan jajaran produk baru seperti tablet, AIO, desktop, 2 in
1 dan smartphone.
AXIO mengoperasikan 31 perwakilan di kota-kota besar di Indonesia, dengan lebih dari 151 pusat
layanan di seluruh Indonesia. AXIO juga memiliki kapasitas produksi kapasitas produksi hingga
200.000 unit/bulan dengan 12 jalur perakitan.
AXIO juga berfokus pada peningkatan keberlanjutan Axioo, yang merupakan satu-satunya merek
Indonesia yang memiliki industri sekolah yang komprehensif dan bermitra dengan lebih dari 800
Pendidikan Kejuruan di Indonesia sejak tahun 2009 yang dirancang untuk mempersiapkan tenaga
kerja terampil sesuai dengan kebutuhan industri.
Figur 21. Merek-merek Produksi AXIO yang Telah Mendunia dan Diakui Secara Global
Sumber: Manajemen AXIO
Dengan lini produk utama terdiri dari notebook, smartphone, tablet, serta PC desktop dan periferal,
AXIO adalah produsen perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (“TIK”) kelas dunia dengan
kemampuan desain internal dan fasilitas produksi yang terintegrasi di Indonesia.
Halaman - 30
Page 40
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
Kondisi bisnis yang ada saat ini sesuai dengan KBLI yang dimiliki diantaranya yaitu:
Figur 22. KBLI Eksisting
No. Kode KBLI Judul KBLI Uraian Kegiatan
Kelompok ini mencakup usaha
Perdagangan Besar Komputer dan Perlengkapan
1 46511 perdagangan besar komputer dan
Komputer
pelengkapan komputer
Kelompok ini mencakup usaha jasa
reparasi dan perawatan komputer
dan peralatannya, seperti komputer
desktop, laptop, disk drive magnetik,
flash drives dan media penyimpanan
lain, disk drive optik (CD-RW, CD-ROM,
DVD-ROM, DVD-RW), printer, monitor,
keyboard, mouse, joysticks dan
trackball, modem komputer internal
dan eksternal, terminal komputer,
2 95110 Reparasi Komputer dan Peralatan Sejenisnya
server komputer, scanner termasuk
scanner bar code, pembaca smart card,
virtual reality helmet dan proyektor
komputer. Termasuk jasa reparasi
dan perawatan terminal komputer
seperti automatic teller machine
(“ATM”), terminal point of sale (“POS”),
yang tidak dioperasikan secara
mekanik dan komputer genggam
(PDA)
Kelompok ini mencakup pembuatan
semi konduktor dan komponen
elektronik lainnya, seperti transistor
dan peralatan semi konduktor yang
sejenis, integrated circuits, printed
circuits, induktor, resistor, kapasitor
dan berbagai komponen elektronik
lainnya. Termasuk industri
mikroprosesor, induktor jenis
komponen elektronik (misalnya cok,
Industri Semi Konduktor dan Komponen Elektronik gulungan, trafo), kristal elektronik dan
3 26120
Lainnya crystal assemblies, solenoida, switch
dan transducer untuk aplikasi
elektronik, interface cards (misalnya
sound (kartu suara), video (kartu
video), kontroler, kartu jaringan,
modem), komponen layar (plasma,
polimer, LCD), light emitting diodes
(“LED”), IC atau integrated circuit
(analog, digital, maupun hibrid) dan
dioda. Termasuk juga pembuatan sel
fotovoltaik dan chip smartcard
Kelompok ini mencakup usaha
pembuatan berbagai macam mesin
komputasi, seperti komputer desktop,
komputer laptop, komputer
4 26210 Industri Komputer dan/atau Perakitan Komputer
mainframe, komputer ukuran tangan
(misal PDA), komputer tablet, dan
server komputer. Termasuk kegiatan
perakitan komputer
Kelompok ini mencakup usaha
perdagangan besar berbagai macam
barang yang tanpa mengkhususkan
5 46900 Perdagangan Besar Berbagai Macam Barang
barang tertentu (tanpa ada
kekhususan tertentu) termasuk
perkulakan
Kelompok ini mencakup usaha yang
6 52101 Pergudangan dan Penyimpanan melakukan kegiatan penyimpanan
barang sementara sebelum barang
Halaman - 31
Page 41
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
No. Kode KBLI Judul KBLI Uraian Kegiatan
tersebut di kirim ke tujuan akhir,
dengan tujuan komersil
Kelompok ini mencakup usaha
perdagangan besar macam-macam
46594 Perdagangan Besar Alat Transportasi Udara, Suku alat transportasi udara, termasuk
7
(Pendukung) Cadang dan Perlengkapannya usaha perdagangan besar macam-
macam suku cadang dan
perlengkapannya.
Kelompok ini mencakup pembuatan
alat-alat transmisi komunikasi
lainnya, peralatan Private Branch
Exchange (“PBX”), peralatan
komunikasi data (bridge, router,
gateway), pesawat telepon tanpa
kabel, peralatan TV kabel, antena
transmisi (pemancar) dan
penerima, peralatan studio televisi
dan radio dan peralatan siaran
8 26399 Industri Peralatan Komunikasi Lainnya
termasuk kamera televisi, modem
peralatan carrier, sistem alarm
kebakaran dan pencurian, transmitor
radio dan televisi, peralatan
infrared (misalnya remote kontrol),
EDC (Electronic Data Capture)
dan lainnya. Termasuk juga
pembuatan set top box untuk
terestrial
dan satelit.
Sumber: Manajemen AXIO
4.2 Rencana Penambahan KBLI AXIO
AXIO menjalin kemitraan dengan berbagai perusahaan teknologi informasi dan komunikasi serta
instansi – instansi pemerintah. AXIO terus mengalokasikan sumber daya yang dimiliki untuk
mencari, mengembangkan dan menghasilkan bisnis yang inovatif yang baru dan menjanjikan,
sehingga mengakselerasi transformasi digital dan Revolusi Industri 4.0. di Indonesia. Oleh karena
itu, AXIO berencana untuk melakukan Penambahan Kegiatan Usaha dalam rangka memanfaatkan
adanya teknologi terkait Revolusi Industri 4.0. tersebut. Berikut adalah rincian Penambahan
Kegiatan Usaha yang akan dilakukan oleh AXIO:
Figur 23. KBLI atas Penambahan Kegiatan Usaha
No. Kode KBLI Judul KBLI
1 72102 Penelitian dan Pengembangan Teknologi dan Rekayasa
2 58200 Penerbitan Piranti Lunak (Software)
3 62090 Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa Komputer Lainnya
4 62029 Aktivitas Konsultasi Komputer dan Manajemen Fasilitas Komputer Lainnya
5 62019 Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya
6 30300 Industri Pesawat Terbang dan Perlengkapannya
7 46594 Perdagangan Besar Alat Transportasi Udara, Suku Cadang dan Perlengkapannya
8 26513 Industri Alat Ukur dan Alat Uji Elektronik
9 46499 Perdagangan Besar Berbagai Barang dan Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya YTDL
Industri Peralatan Perekam, Penerima dan Pengganda Audio dan Video, bukan Industri
10 26420
Televisi
Sumber: Manajemen AXIO
Halaman - 32
Page 42
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
Rencana Penambahan Kegiatan Usaha tersebut telah dipetakan dalam beberapa industri yang
akan dijalan AXIO dengan rincian sebagai berikut:
Figur 24. KBLI Baru Berdasarkan Produk dan Industri
No. Kode KBLI Judul KBLI Produk Industri Terkait
Penelitian dan Pengembangan Teknologi
1 72102
dan Rekayasa
2 58200 Penerbitan Piranti Lunak (Software)
Aktivitas Teknologi Informasi dan Jasa Pengembangan
3 62090
Komputer Lainnya R & D Software dan Hardware
Aktivitas Konsultasi Komputer dan
4 62029
Manajemen Fasilitas Komputer Lainnya
5 62019 Aktivitas Pemrograman Komputer Lainnya
Industri Pesawat Terbang dan
6 30300
Perlengkapannya Axioo Sekar
Drone
Perdagangan Besar Alat Transportasi Asri
7 46594
Udara, Suku Cadang dan Perlengkapannya
8 26513 Industri Alat Ukur dan Alat Uji Elektronik
Axioo Robotik Robotik Alat Peraga
Perdagangan Besar Berbagai Barang dan
9 46499
Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya YTDL
Industri Peralatan Perekam, Penerima dan
Axioo
10 26420 Pengganda Audio dan Video, bukan Industri CCTV
Surveillance
Televisi
Sumber: Manajemen AXIO
Saat ini, AXIO secara berkesinambungan terus mempersiapkan segala hal terkait dengan rencana
Penambahan Kegiatan Usaha, antara lain sumber daya internal AXIO dan strategi pemasaran yang
jelas atas rencana dimaksud.
4.3 Aspek Pasar
4.3.1. Kondisi Pasar Saat Ini
Pasar Drone
Pasar Drone di Indonesia menunjukkan potensi yang menjanjikan. Ukuran Pasar Drone di Indonesia
pada tahun 2024 adalah sebesar USD7 juta. Asosiasi Sistem dan Teknologi Tanpa Awak (ASTTA)
menyebutkan potensi pasar drone atau pesawat tanpa awak di Indonesia akan mencapai USD93
juta pada 2028, dari total USD48,6 miliar potensi pasar drone dunia.
Tren pasar drone diperkirakan selalu naik dari 2023 sampai dengan 2028 sebesar 8.1% setiap
tahunnya. Namun, masih mengandalkan sperparts import sehingga masih tergantung dengan
kebijakan pemerintah setempat.
Menurut Statista Market Forecast, pendapatan di segmen ‘Drones’ di pasar elektronik konsumen di
Indonesia diperkirakan akan terus meningkat antara 2023 dan 2028 sebesar total USD2,9 juta
(+47,15%). Setelah delapan tahun berturut-turut mengalami peningkatan, indikator ini diperkirakan
akan mencapai USD9,08 juta dan mencapai puncak baru pada tahun 2028.
Halaman - 33
Page 43
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
Pasar Robotik
Ukuran Pasar Robotik di Indonesia diperkirakan mencapai pendapatan sebesar USD198 juta pada
tahun 2024. Segmen dominan di pasar ini adalah robotik layanan, yang diproyeksikan memiliki
volume pasar sebesar USD107.50 juta pada tahun yang sama. Tingkat Pertumbuhan pendapatan
di pasar Robotik diperkirakan akan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 3,30%
(CAGR 2023-2028), menghasilkan volume pasar sebesar USD225.70 juta pada tahun 2028.
Pasar Robotik dibentuk oleh berbagai tren, seperti Internet of Things Industri, robot otonom mobile,
robot kolaboratif, dan atau perangkat lunak open-source. Khususnya kecerdasan buatan (AI) yang
mendorong inovasi lebih lanjut dalam bidang otomatisasi.
Terdapat dua hambatan utama yang menghambat adopsi robot di kelas diantaranya yaitu biaya
dan pelatihan guru. Sekolah sering memiliki anggaran yang terbatas, membuatnya sulit untuk
berinvestasi dalam peralatan robotik yang mahal. Selain itu, guru mungkin tidak memiliki waktu
dan pelatihan yang diperlukan untuk secara efektif mengintegrasikan robotik ke dalam kurikulum
mereka.
Dengan semua tren ini yang mendorong pasar Robotik, diharapkan akan terus tumbuh di masa
depan, menghasilkan tingkat pertumbuhan pendapatan positif dalam periode perkiraan.
Mengingat faktor-faktor ini, kelayakan investasi di pasar pendidikan robotik di Indonesia
tampaknya menjanjikan. Namun, penting untuk melakukan analisis pasar yang menyeluruh dan
mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi pasar lokal sebelum membuat keputusan investasi.
Pasar CCTV
Menurut data Statista Market Forecast pendapatan pasar Security di Indonesia mencapai USD88,5
juta di tahun 2024. Angka rata-rata pertumbuhan pertahun CAGR adalah sebesar 12,46%, yang
diproyeksikan mencapai volume market sampai dengan 2028 sebesar USD141,6 Juta.
Prospek kedepan, dengan semakin meningkatnya kebutuhan perangkat CCTV, seiring dengan
perkembangan kebutuhan di bidang manukfatur, penegakan hukum, infrastruktur dan kesehatan.
4.3.2. Pangsa Pasar
Pangsa Pasar Drone
Beberapa pemain utama dalam pasar Drone yaitu DJI, CARRERA, FORCE1, PARROT, YUNEEC, HOLY
STONE dan lainnya. Dari pemain-pemain tersebut, DJI menjadi pemain terunggul dengan
mengambil pangsa pasar sebanyak 74%, sedangkan HOLY STONE menjadi pemain terendah
dengan mengambil pangsa pasar sebesar 2%.
Halaman - 34
Page 44
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
Figur 25. Market Share Pasar Drone
Sumber: Drones – Indonesia | Statista Market Forecast
Dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilakukan, AXIO memiliki strategi untuk
memasuki pasar Drone dengan mengambil pangsa pasar DJI. Hal ini dikarenakan AXIO percaya
bahwa produk miliknya memiliki harga yang lebih kompetitif dan spesifikasi yang dapat disesuaikan
dengan kebutuhan. Selain itu, untuk beberapa bagian proses produksi sudah dapat dibuat 35ndus
di Indonesia seperti bahan kerangka dan badan kerangka.
Pangsa Pasar Robotik
Dalam pasar Robotik, terdapat beberapa pemain utama yang telah menyediakan jasa layanan
maupun produk diantaranya yaitu OMRON, FANUC, ABB, KAWASAKI, MITSHUBISHI, YASKAWA,
DENSO, SHIBAURA, EPSON, STAUBLI dan lainnya. Pemain utama yang memiliki pangsa pasar
tertinggi adalah OMRON, sedangkan terendah adalah STAUBLI.
Figur 26. Market Share Pasar Robotik
Sumber: Robotics – Indonesia | Statista Market Forecast
Halaman - 35
Page 45
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
Dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilakukan, AXIO memiliki strategi untuk
memasuki pasar Robotik dengan mengambil mengambil peluang apda pemain lainnya (Other).
Sasarannya agar pada siswa dan mahasiswa bisa mempunyai pengalaman pembelajaran Industri
Robotik yang nantinya dapat diterapkan pada saat mereka terjun ke dunia industri.
Pangsa Pasar CCTV
Dalam pasar CCTV, terdapat beberapa pemain yang telah menyediakan jasa layanan maupun
produk diantaranya yaitu MOEN, REALME, TPLINK, ZACO, NANIT, RING, GOOGLE, TAPO, INFINIX,
dan BLINK. Pemain-pemain tersebut baru memiliki pangsa pasar sekitar 2,00% - 5,00%.
Figur 27. Market Share Pasar CCTV
Sumber : https://www.statista.com/outlook/cmo/smart-home/security/indonesia
Dengan rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilakukan, AXIO memiliki strategi untuk
memasuki pasar CCTV dengan mengambil peluang apda pemain lainnya (Other). Pasar CCTV masih
banyak peluang yang dapat diambil karena pertumbuhan UMKM di Indonesia cukup besar dan
pemerintahan, BUMN serta BUMND juga sedang banyak melakukan upgrade infrasruktur
khususnya CCTV untuk peningkatan keamanan.
4.3.3. Persaingan Usaha
Dalam menjalankan kegiatan usahanya, AXIO senantiasa terus meningkatkan kinerjanya, salah
satunya dengan mencari dan menambah jumlah mitra setiap tahun. Persaingan usaha yang
dihadapi AXIO umumnya berbasis pada kapasitas produksi, bahan baku dan efisiensi biaya serta
kehandalan/reputasi AXIO dalam industri. Untuk proses alat – alat TIK di area domestik, kondisi
kompetisi pasar yang dihadapi adalah adanya beberapa perusahaan yang juga bergerak dalam
ranah produk–produk dan alat–alat TIK baik untuk merek lokal ataupun merek global. Dalam
menghadapi persaingan tersebut, AXIO selalu mengutamakan kepuasan pelanggan, sehingga
kedepannya pelanggan tetap menggunakan pelayanan jasa yang disediakan oleh AXIO untuk
melayani kebutuhan pembelian atau pun lainnya. Selain itu, hubungan baik dengan pemasok juga
tetap dijaga guna menggelola ketersediaan pasokan bahan baku.
Halaman - 36
Page 46
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
Persaingan Usaha di Pasar Drone
Persaingan di pasar Drone dibidang agrikultur sangatlah menantang, dimana penjualan drone saat
ini lebih banyak ke Petani dan Perusahaan swasta yang memiliki bisnis dibidang agrikultur.
Penjualan drone juga membutuhkan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (“TKDN”) sebagai
persyataran penjualan drone ke lembaga Pemerintah, BUMN dan Instansi. Berikut merupakan
beberapa pesaing dalam Drone Agrikultur di Indonesia:
• Terra Drone Indonesia: Perusahaan yang bergerak di bidang drone dan teknologi terkait,
dengan kantor pusat di Jakarta.
• Halo Robotics: Authorized distributor dan Service Center resmi DJI Enterprise di Indonesia.
• PT Famindo Innovation Technology: Perusahaan yang bergerak di bidang teknologi drone
dan terus berinovasi di sektor drone.
Persaingan Usaha di Pasar Robotik
Persaingan di bidang Robotik edukasi di Indonesia cukup menarik. Peluang bisnis untuk pendidikan
robotik dilihat sebagai unik dan sangat diminati, terutama oleh generasi muda. Hampir semua anak
menyukai robot dan ini telah dialami oleh pelopor bisnis pendidikan robotik di Indonesia. Berikut
merupakan beberapa pesaing dalam pasar Robotik di dunia Pendidikan:
• Rakindo
• Otodidac
• Duta Nusantara
• Richmind
• Lucas Nuele
• Festo
Persaingan Usaha di Pasar CCTV
Persaingan di pasar Drone di Indonesia sudah cukup menantang. Selain permintaan yang semakin
tinggi, jumlah pemain dalam bidang ini juga terus meningkat, sehingga masing-masing pemain
perlu adanya spesifikasi yang khas untuk dapat bersaing dalam pasar Drone. Berikut merupakan
beberapa pemain besar dalam pasar Drone di Indonesia:
• CCTV Hikvision
• CCTV Dahua
• CCTV Samsung
• CCTV Panasonic
• CCTV IMOU
• CCTV Uniarch
• CCTV TVT
Namun, perlu dicatat bahwa persaingan bisnis secara keseluruhan di Indonesia telah meningkat
pada tahun 2021, menurut laporan tahunan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (“KPPU”). KPPU
mengukur Indeks Persaingan Usaha (“IPU”) dengan sistem penilaian pada skala 1-7, di mana skor 1
menunjukkan persaingan rendah, dan skor 7 menunjukkan persaingan tinggi. Pada tahun 2021,
indeks persaingan bisnis di Indonesia dinilai sebesar 4,81, tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Halaman - 37
Page 47
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
4.3.4. Potensi Pasar dan Sasaran Pasar
Dalam melakukan bisnisnya, AXIO telah memiliki daftar potensi dan sasaran pasar untuk
Penambahan Kegiatan Usaha yaitu sebanyak 7 proyek dengan total nilai proyek sebesar
Rp121.876.760.000 dengan rincian sebagai berikut:
Figur 28. Potensi dan Sasaran Pasar untuk Penambahan Kegiatan Usaha
No. Nama Proyek Keterangan (Layanan) Nilai Proyek
Hunian Hankam (WP1A) 60
CCTV,VMS,ACS ,Server & Videowall 72.000.000.000
1 Tower
Pertamina Hulu Rokan
2 (NORTH) Phase 1 FR CCTV ,Server , Dashboard, Videowall 2.779.000.000
(Implementasi AI-PSIM)
Pertamina Hulu Rokan
Phase 2 (Implementasi AI -
3 FR CCTV ,Server , Dashboard, Videowall 3.850.000.000
PSIM-Bigdata (Medical
Records)
Pertamina Hulu Rokan
4 VMS Integrated with FR CCTV 8.000.000.000
(SOUTH) Phase 3 PSIM
5 SMK2 Yogyakarta Axioo Robotik colaborative 6 axis 9pcs 5.400.000.000
6 SMTIK Padang Axioo Robotik manipulator 4 axis 447.760.000
7 Project Drone PDIP Pengadaaan 300 unit drone Penyemprotan 29.400.000.000
Total 121.876.760.000
Sumber: Manajemen AXIO
Dari 7 potensi pasar yang sedang menjadi taget AXIO tersebut, proyek terbesar yaitu untuk pasar
CCTV dengan nilai proyek sebesar Rp86.629.000.000. Dalam proyek CCTV tersebut, AXIO
mengggandeng Hankam dan Pertamina Hulu Rokan dengan beberapa jenis layanan seperti
Videowall, FR CCTV, Server dan lainnya.
Dalam potensi pasar Robotik, AXIO memiliki sasaran pasar pada Sekolah Menengah Kejuruan
dengan total nilai proyek sebesar Rp5.847.760.000. AXIO menggandeng SMK 2 Yogyakarta dan
AMTIK Padang dengan memberikan layanan Axioo Robotik colaborative 6 axis dan Axioo Robotik
Manipulator 4 Axis.
Sedangkan pada pasar Drone, AXIO baru memiliki 1 (satu) potensi pasar yaitu dengan layanan
Pengadaaan 300 unit drone Penyemprotan kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dengan
nilai proyek sebesar Rp29.400.000.000.
Kedepannya, AXIO berkeyakinan untuk terus berkembang dengan memanfaatkan peluang yang
ada. Hal ini diyakini AXIO karena seiring berjalannya waktu, Pemerintah terus menunjukkan
dukungannya pada digitalisasi UMKM dan digitalisasi sektor pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP,
SMA, hingga tingkat Universitas.
Selain itu, adanya Peraturan Presiden Perpres No. 12/2021 yang di dalamnya menyatakan bahwa
seluruh Kementerian dan Lembaga Pemerintahan wajib menggunakan produk dalam negeri
apabila terdapat produk dalam negeri yang memiliki nilai TKDN dan BMP tinggi menjadikan AXIO
semakin yakin bahwa produk AXIO dapat bersaing dalam pasar dalam negeri. Produk AXIO
sebelumnya juga telah digunakan pada beberapa Kementerian seperti Kementerian Pendidikan,
Kebudayaan dan Riset Teknologi, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Kementerian
Perindustrian dan Pemerintah Daerah.
Halaman - 38
Page 48
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
4.3.5. Inovasi dalam Menghadapi Persaingan Usaha
Untuk menghadapi persaingan usaha AXIO tentu telah merencanakan inovasi-inovasi untuk
kedepannya baik dari segi tenaga ahli maupun sistem dan produk yang dibangun. Terkait industri
Drone, AXIO melakukan riset dan pengembangan terkait dengan metode spray yang lebih efektif
terkait dengan timing penyemprotan, kapasitas tangki dan jumlah nozle yang dipakai untuk
penyemprotan supaya hasilnya bisa lebih efektif dan efisien sehingga menjadi daya jual yang lebih
kompetitif dibandingkan dengan kompetitor. Salah satu inovasi Drone yang dimiliki AXIO adalah
“Axioo Drone Sekar Agri”.
Pada industri Robotik, AXIO akan fokus dalam bidang robotik edukasi. Dengan adanya kerjasama
antara AXIO dengan sekolah SMK maupun Unversitas sebelumnya, dapat mempermudah AXIO
dalam menjalankan kegiatan usaha baru dalam bidang robotik edukasi. Inovasi yang direncanakan
AXIO diantaranya yaitu:
1. Penggunaan Robot Tutor: Salah satu inovasi terbaik di bidang pendidikan adalah
penggunaan robot tutor. Misalnya, Van Robotics ABii, sebuah robot tutor yang dirancang
untuk menutup kesenjangan kemampuan matematika dan membaca siswa sekolah
dasar. Inovasi ini menggunakan kamera untuk mendeteksi perubahan perhatian siswa dan
mengoptimalkan pendekatan bimbingan belajarnya agar sesuai dengan masing-masing siswa.
2. Pengembangan Aplikasi Pembelajaran: Duolingo ABC adalah aplikasi pembelajaran bahasa
yang dirancang untuk anak prasekolah hingga kelas satu. Aplikasi ini seperti segmen Sesame
Street interaktif yang mengajarkan anak-anak tentang dasar-dasar membaca dengan pelajaran
yang menyenangkan dan sederhana.
Sistem-sistem edukasi seperti ini diharapkan dapat menjadi daya tarik tersendiri dan menjadi
inovasi baru dalam pembelajaran di Indonesia.
Selain itu, dengan memiliki tenaga ahli yang kompeten dibidangnya, AXIO secara berkelanjutan
mengembangkan produk CCTV baik dari segi spesifikasi dan fungsi untuk memenuhi kebutuhan
pasar di Indonesia. Pengembangan terkait dengan software yang digabungkan dengan teknologi
Artificial Intellegent (“AI”) sehingga secara fungsional CCTV bisa lebih maksimal.
4.3.6. Strategi Pemasaran
Strategi Pemasaran Industri Drone
Strategi pemasaran memainkan peran penting dalam menghadapi persaingan bisnis, termasuk di
bidang drone agrikultur. Berikut beberapa strategi yang telah diterapkan dalam industri Drone yang
akan dilaksanakan AXIO:
- Dengan melakukan pengembangan produk Drone Sprayer dilengkapi dengan AI untuk
mengoptimalkan penyemprotan sehingga bisa lebih efektif dan efisien.
- Melakukan Event Marketing dengan bekerja sama dengan Kementerian Perindustian dan
Pertanian untuk melakukan penyuluhan dan pengenalan terkait dengan transisi teknologi
dalam bidang Pertanian dan Perkebunan untuk produktivitas yang lebih baik.
Strategi Pemasaran Industri Robotik
Strategi pemasaran yang telah diterapkan dalam industri Robotik yang akan dilaksanakan AXIO
diantaranya yaitu dengan bekerjasama dengan 900 Sekolah Menengah Kejuruan (“SMK”) yang
bekerja sama dengan Axioo Class Program untuk menjadi perluasan layanan Purna Jual Axioo
diseluruh Indonesia.
Halaman - 39
Page 49
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
Strategi Pemasaran Industri CCTV
Strategi pemasaran yang akan dilakukan khususnya untuk produk commercial adalah dengan
melakukan:
- Mengikuti Bussiness Matching yang diselenggarakan oleh instansi dan pemerintah pusat dan
daerah.
- Melakukan roadshow sosialiasi produk dan solusi ke daerah-daerah yang potensial dengan
menggandeng system integrator didaerah tersebut.
Selain melakukan strategi-strategi pemasaran tersebut, AXIO juga telah memiliki 151 service center
di seluruh Indonesia untuk mendukung penjualannya.
4.4 Aspek Teknis Terkait dengan Perubahan Layanan dan Produk
Penambahan Kegiatan Usaha AXIO mencakup KBLI baru yang bertujuan untuk mengakomodir
peluang bisnis baru yang tidak terkait dengan KBLI sebelumnya serta untuk memanfaatkan adanya
penerapan Revolusi Industri 4.0 di Indonesia yang dilakukan oleh Pemerintah. Dari kelompok KBLI
diatas, berikut adalah gambaran layanan yang terkait:
Figur 29. Contoh Layanan dan Proyek atas Penambahan Kegiatan Usaha AXIO
No Kategori KBLI Kategori Layanan Proyek
Modul Alat Peraga Robotik
1. 46591, 46599, 46499 Laboratorium Sekolah SMK dan Universitas
Industri
Drone Penyemprotan untuk Swasta dan pemerintah Agribisnis dan konversi
2. 30300, 46594
Pertanian dan Perkebunan pertanian konvensional
Pemerintah & Transportasi, Banking, Commercial
3. 26420 CCTV Surveilannce system office building, Hospitality & Healthcare, Resindential,
Industrial & Manufacturing
Sumber: Manajemen AXIO
4.4.1. Kapasitas
Sebelumnya AXIO memiliki fasilitas produksi terintegrasi untuk produk Axioo dan Visipro dengan
kapasitas 200.000 unit per bulan dan terdiri dari 12 lini produksi untuk notebokk, dekstop, AIO,
smart screen dan tablet. Selain itu, AXIO memiliki proses end-to-end yang terintegrasi, mulai dari
pengembangan produk, pasokan & manufaktur, saluran & distribusi, dukungan purna jual, hingga
proses pemasaran yang terintegrasi, sehingga membuat proses operasional bisnis AXIO berjalan
lancar. Hal tersebut mendukung juga proses operasional yang akan dijalankan untuk Penambahan
Kegiatan Usaha. Berikut adalah kapasitas produksi untuk masing-masing industri dalam 5 (lima)
tahun kedepan:
Figur 30. Kapasitas Produksi Penambahan Kegiatan Usaha
(Dalam Unit)
Nama Produk 2024 2025 2026 2027 2028
Drone 250 350 400 450 500
Robotik 600 600 800 900 1.200
CCTV 27.000 35.000 42.000 50.000 60.000
Sumber: Manajemen AXIO
Halaman - 40
Page 50
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
4.4.2. Ketersediaan Sumber Daya termasuk Bahan Baku, Pekerja dan Tim Ahli
Penambahan Kegiatan Usaha AXIO merupakan kegiatan perakitan produk yang dalam
pelaksanaannya membutuhkan adanya bahan baku yaitu berupa part/komponen yang dibeli baik
secara impor maupun lokal. Selain itu, yang menjadi penentu dalam keberhasilan dalam produksi
produk-produk Penambahan Kegiatan Usaha adalah adanya pekerja dan tenaga ahli.
Berikut adalah pekerja dan tenaga ahli yang diperlukan masing-masing industri Penambahan
Kegiatan Usaha:
Industri Drone
Dalam 5 (lima) tahun kedepan jumlah karyawan yang dibutuhkan AXIO yaitu Operator sebanyak 9
orang dan SPV produksi sebanyak 1 orang.
Peralatan yang dibutuhkan dalam produksi drone diantaranya yaitu:
- Meja produksi
- Obeng elektrik
- Solder
- Avometer
- Komputer
- Scanner
- Obeng manual.
Industri Robotik
Selama tahun 2024 sampai dengan tahun 2025, AXIO akan menyiapkan Operator produksi
sebanyak 10 orang dan SPV produksi sebanyak 1 orang. Dan pada tahun 2026 dan 2028 akan
dilakukan penambahan masing-masing sebanyak 3 orang Operator.
Peralatan yang dibutuhkan dalam produksi robotik diantaranya yaitu:
- Meja kursi
- Obeng elektrik
- Solder
- Avometer
- Komputer
- Scanner
- Obeng manual.
Industri CCTV
Untuk industri CCTV, AXIO akan menyediakan Operator sebanyak 32 orang dan SPV produksi
sebanyak 1 orang untuk tahun 2024 sampai dengan 2026. Pada tahun 2027 sampai dengan 2028
akan ada penambahan Operator sebanyak 25 orang. Untuk peralatan yang dibutuhkan dalam
produksi drone akan ditambah pada tahun 2027.
Peralatan yang dibutuhkan dalam produksi CCTV diantaranya yaitu:
- Line produksi
- Obeng elektrik
- Solder
- Avometer
- Komputer
- Scanner
- Obeng manual
- Network switch.
Halaman - 41
Page 51
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
4.4.3. Proses Operasional Penambahan Kegiatan Usaha AXIO
Proses kegiatan usaha pada Penambahan Kegiatan Usaha merupakan kegiatan usaha terkait
dengan kegiatan produksi Drone, Robotik dan CCTV.
Alur proses produksi atas Penambahan Kegiatan Usaha terdapat pada Lampiran Proses Produksi.
4.5 Pola Bisnis
4.5.1. Keunggulan Kompetitif
Sebelumnya, AXIO telah memiliki keunggulan-keunggulan yang kompetitif dengan produk yang
telah dimiliki, beberapa diantaranya yaitu:
1. Melalui Visipro, sebuah merek yang telah diluncurkan AXIO pada tahun 1997, AXIO berhasil
menjadi Global Pioneer sebagai produk RAM pertama yang memberikan lifetime guarantee
kepada konsumen.
2. Melalui Axioo menjadi salah satu merek pertama yang meluncurkan prosesor INTEL CORE i7
(2nd gen) di dunia dan merek pertama yang meluncurkan Phablet, Netbook dan Windroid di
Indonesia.
3. Pada tahun 2021, Axioo kembali membuat inovasi terbarunya dengan mengeluarkan notebook
dengan layar resolusi 2.5K dengan harga yang terjangkau dengan jargon “Layar Sultan Harga
Teman” dan telah memenangkan lebih dari 40% proyek nasional pengadaan Chromebook di
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.
4. Axioo kembali memenangkan proyek nasional pengadaan Chromebook di Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dan telah dipercayakan untuk proyek - proyek
pengadaan Notebook, AIO, dan PC.
Dengan pengalaman dan kepercayaan yang dimiliki AXIO sebelumya, dapat menjadi peluang dan
keunggulan kompetitif dalam menjalankan Penambahan Kegiatan Usaha yang baru.
Selain itu, salah satu produk yang akan dikeluarkan AXIO yaitu “Drone Axioo Sekar Agri” diproduksi
secara lokal sehingga spesifikasi dapat diubah disesuaikan dengan keinginan pelanggan seperti
kapasitas tangki penampung, jenis motor dan kapasitas battery, serta atas perubahan tersebut
dapat cepat dilakukan karena merupakan produksi lokal. Kemudian, system kendali pada drone
tidak mudah diakses oleh orang lain dan tidak mudah ditiru. Manfaat atas pemakaian produk ini
juga akan menambah keunggulan kompetitif dimana dapat membantu Petani dari penyakit yang
disebabkan karena kontak langsung dengan pestisida, mempercepat proses penyemprotan dan
menghemat biaya pertanian.
AXIO telah memiliki sertifikat TKDN, sehingga dapat menjadi keunggulan tersendiri untuk
peluncuran produk baru di industri robotik. Kemudian, adanya kurikulum pembelajaran, module
training yang lengkap serta sertifikasi robotik akan semakin menambah keunggulan kompetitif
AXIO.
Untuk produk CCTV yang akan dikeluarkan AXIO, baik produk dan teknologi akan sama dengan
yang ada di pasar. Namun AXIO akan memiliki spesialisasi dalam integrasi dengan software dengan
memanfaatkan partner-partner yang dimiliki, sehingga akan lebih mudah dalam penjualan dan
implementasi dalam proyek pelanggan.
Halaman - 42
Page 52
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
4.5.2. Kemampuan Pesaing untuk Meniru Produk
Kemampuan pesaing untuk meniru produk Drone terdapat pada bagian spesifikasi umum, baik
berupa battery, motor dan tangki. Namun dalam pengembangan drone, bukan hanya 3 komponen
tersebut yang akan diperhatikan, melainkan juga terkait dengan desain kerangka drone yang juga
menentukan stablitas terbang dari drone tersebut. Disamping itu, setting parameter yang di input
pada sistem drone juga akan menentukan kemampuan drone untuk dapat berfungsi lebih efektif
dan efisien.
Kemampuan pesaing dalam meniru Produk Axioo Robotic hanya pada sebatas hardware saja, tetapi
yang tidak dapat ditiru adalah metode pemasaran dan paket penjualan yang ditawarkan kepada
konsumen sehingga konsumen tidak hanya membeli produk saja melainkan sudah termasuk
dengan training dan metode pembelajaran robotik yang baik dan efisien agar proses pembelajaran
menjadi lebih mudah.
Kemampuan pesaing dalam meniru Produk CCTV milik AXIO hanya sebatas pada produk dan
teknologi, namun pengembangan software yang diterapkan AXIO akan mampu membuat produk
CCTV AXIO dapat bersaing di pasar.
Dengan didukung kondisi-kondisi tersebut, beberapa pesaing AXIO dalam bisnis yang akan
dijalankankan terkait Penambahan Kegiatan Usaha memiliki peluang untuk masuk ke dalam bisnis
tersebut seperti Drone, Robotik dan CCTV. Namun, mengingat AXIO memiliki inovasi tersendiri
dengan spesifikasi tertentu, maka diperkirakan AXIO dapat bersaing di pasar.
4.5.3. Kemampuan Untuk Menciptakan Nilai
Dalam menjalankan operasional bisnisnya, AXIO memiliki posisi yang unik 43ertic kepemilikan
merek dan distribusi diperankan dalam satu 43ertical43n yang sama. AXIO memiliki kemampuan
untuk dapat menciptakan produk yang dapat beradaptasi dengan cepat dengan pasar di Indonesia.
Selain itu, AXIO memiliki jaringan distribusi yang mampu mendistribusikan produk sesuai dengan
prioritas secara cepat, luas dan merata. AXIO mendapatkan informasi pasar lebih akurat dan real
time untuk mengoptimalkan penjualan. Selain itu, AXIO memilik hubungan secara langsung owner
to owner dengan dealer yang sudah terbangun dari tahun ke tahun. Pada akhirnya, dengan adanya
proses operasional yang terintegrasi secara 43ertical AXIO memiliki kesempatan untuk dapat
menekan biaya dengan melakukan efisiensi proses yang efektif.
Penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilakukan oleh AXIO juga akan disiapkan dengan
operasional bisnis yang sebelumnya telah dijalankan serta dikembangkan dengan proses-proses
tambahan sesuai dengan kualifikasi masing-masing produk. Hal ini akan menciptakan nilai dari
produk-produk baru yang akan dikeluarkan AXIO.
4.5.4. Perjanjian-Perjanjian yang dimiliki Terkait Penambahan Kegiatan Usaha
Saat ini, AXIO belum memiliki perjanjian-perjanjian terkait dengan Penambahan Kegiatan Usaha
yang akan dilaksanakan.
Halaman - 43
Page 53
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
4.6 Aspek Model Manajemen
4.6.1. Ketersediaan Tenaga Kerja
Sumber Daya Manusia (”SDM”) adalah komponen penting untuk memastikan keberlanjutan bisnis
AXIO. AXIO secara konsisten memberikan pelatihan, fasilitas, dan kinerja dengan review remunerasi
untuk meningkatkan kualitas. SDM AXIO yang diatur dalam peraturan yang berlaku. Berikut
beberapa upaya yang dilakukan AXIO dalam meningkatkan kualitas SDM:
1. Pelatihan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
AXIO senantiasa memberikan program pendidikan dan pelatihan untuk seluruh karyawan
sesuai dengan tugas, fungsi dan tanggung jawab karyawan dalam AXIO. Materi pelatihan
mencakup antara lain pelatihan keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan serta sistem
manajemen mutu.
3. Fasilitas Dan Kesejahteraan Karyawan
AXIO menyediakan beberapa macam tunjangan, fasilitas dan program kesejahteraan bagi
karyawan. Fasilitas dan program kesejahteraan tersebut diperuntukkan bagi karyawan AXIO
dengan kualifikasi tertentu.
Untuk mengoptimalkan sumber daya manusia yang ada, Penambahan Kegiatan Usaha akan
didukung oleh tenaga ahli yang ada pada AXIO. Walaupun dalam pelaksanaannya, AXIO juga tetap
akan melakukan penambahan tenaga kerja pada level operator dan SPV.
4.6.2. Tenaga Ahli terkait Penambahan Kegiatan Usaha Baru
Dalam pelaksanaan Penambahan Kegiatan Usaha, AXIO akan menggunakan sumber daya manusia
eksisting yang disesuaikan dengan spesifikasi jenis proyek yang akan dilaksanakan. Kondisi ini
memberikan keuntungan bagi AXIO karena sumber daya manusia merupakan salah satu kunci
utama untuk mendapatkan proyek yang ditargetkan. Selain itu, AXIO bekerja sama dengan supplier
untuk transfer knowledge terkait dengan spesifikasi masing-masing produk yang akan dihasilkan.
Dari segi industri, belum ada kewajiban adanya sertifikasi khusus untuk tenaga ahli dalam
menjalankan Penambahan Kegiatan Usaha ini, namun untuk kedepannya apabila diperlukan AXIO
akan memenuhi syarat sertifikasi tersebut ataupun uji kelayakan untuk produk sesuai ketentuan
dari Kementerian Perhubungan.
Berikut adalah CV dari tenaga ahli yang dapat mendukung Penambahan Kegiatan Usaha:
Robotik
Nama : Alward Jevon Sumitro Putra, M.Sc
NIK : A1995
Jabatan : Product Manager
Unit Bisnis : Notebook
Lokasi : Jakarta
Halaman - 44
Page 54
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
Pengalaman:
1. Product Manager Notebook 2022 - Present
2. Account Manager 2021 – 2022
CCTV dan Drone
Nama : Rubi Sutanto
NIK : R4640
Jabatan : Business Development Manager
Unit Bisnis : RAM, Storage Solution & Peripheral
Lokasi : Jakarta
Pengalaman:
1. Business Development Manager 2023 - Present
2. Deputy General Manager - PT Alcomexindo - 2021-2022
3. Sales and Business Development Director - CV Inter Digital Solutions - 2014 – 2021
4. Product Manager & Project Manager - PT Tera Data Indonusa - 2013-2014
4.6.3. Manajemen Kekayaan Intelektual
Dengan fokus bisnis perusahaan yang mengembangkan business solution, manajemen kekayaan
intelektual dilakukan bersama mitra teknologi khusus dan mitra khusus untuk jasa-jasa yang
bekerja sama dengan mitra teknologi seperti:
1. Bekerja sama dengan SMK binaan AXIO untuk memperluas jaringan layanan purna jual (after
sales service)
2. Managed ICT (layanan berupa Cloud and Digitalitation, Cyber Security, Managed IT and Data
Center, Training and Consultation Services dan Advanced Managed Connectivity).
3. Bekerjasama dengan software solution untuk menciptakan satu Solusi baru untuk
pengembangan perangkat hardware yang sudah ada.
Dengan Penambahan Kegiatan Usaha, AXIO akan memiliki beberapa merek baru seperti Axioo
Drone Sekar Agri dan beberapa merek untuk Axioo Robotik. Oleh karena itu, AXIO akan
mendaftarkan nama merek-merek tersebut sebagai kekayaan intelektual, agar tidak disalah
gunakan oleh pihak lain.
4.6.4. Manajemen Risiko
Seluruh jajaran manajemen AXIO bertanggung jawab atas berjalannya sistem manajemen risiko
yang memadai di unit bisnisnya, diantaranya dengan melaksanakan proses identifikasi dan tata
kelola risiko sesuai dengan wewenang yang melekat pada masing-masing unit terkait.
AXIO mengidentifikasi risiko utama yang berpotensi memiliki dampak terhadap operasional bisnis,
serta dirumuskan langkah mitigasi yang bertujuan mengendalikan dampak dari risiko yang
dihadapi. Untuk mengelola dan meminimalkan risiko dalam menjalankan kegiatan usahanya, AXIO
dan Entitas Anak AXIO menggunakan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG). Hal ini
sejalan dengan visi AXIO yaitu menjembatani jurang di dunia teknologi dengan menyediakan solusi
produk−produk inovativ dan terjangkau. (Bridging the world technology gap through
innovative−yet−affordable (IYA) solutions), dengan misi melakukan akselerasi dalam distribusi
Halaman - 45
Page 55
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
produk−produk IYA melalui para partner yang sinergis (Accelerating broad−based distribution of IYA
products via our synergistic partnership), mengadopsi strategi−strategi yang relevan dalam
meluncurkan produk ke pasar dan selalu menggunakan data dalam mengambil keputusan
(Adopting relevant go−to−market strategies & data driven decision making disciplines), menyediakan
produk yang tepat, pada saat yang tepat dan dengan harga yang sesuai (Delivering the right product,
at the right time, at the right price).
AXIO juga menetapkan Risk & Compliance Department yang akan membantu Direksi dalam
mengelola risiko korporasi, serta mengimplementasikan manajemen risiko dalam tata kelola AXIO.
Terkait dengan Penambahan Kegiatan Usaha AXIO, berikut adalah Manajemen Risiko yang ada:
Figur 31. Manajemen Risiko
Industri Nama Aset Risiko Mitigasi
Robotik Memiliki kemampuan untuk Belum memiliki KBLI terkait Bekerja sama dengan rekan bisnis
menghasilkan produk baru, bisnis Robotik. yang sudah memiliki KBLI.
namun tidak memenuhi
persyaratan tender dan tidak
sesuai dengan peraturan.
Drone Memiliki kemampuan untuk Persaingan drone yang semakin Melakukan inovasi layanan after
menghasilkan produk baru, ketat dengan banyak merk luar sales service yang dapat
dengan harga yang competitive yang mulai melirik pasar drone menjadikan nilai tambah produk
namun tidak memenuhi untuk segmen pertanian dan yang dijual.
persyaratan tender dan tidak perkebunan.
sesuai dengan peraturan.
CCTV Memiilki kemampuan untuk Keterbatasan penjualan hanya Bekerja sama dengan rekan bisnis
menghasilkan produk, namun mengandalkan hardware saja dalam pengembang software
memiliki keterbatasan dalam sehingga jadi kurang untuk menciptakan nilai tambah
pengembangan software kompetitif. produk.
sebagai satu solusi.
Sumber: Manajemen AXIO
4.6.5. Kapasitas dan Kemampuan Manajemen
Manajemen dan Tenaga Ahli yang digunakan dan dipilih dalam Penambahan Kegiatan Usaha
merupakan sumber daya manusia eksisting dengan kemampuan yang mumpuni. Tenaga ahli
dipilih dengan kriteria telah memiliki pengalaman yang sesuai dengan masing-masing KBLI dan
sertifikasi terkait dengan kompetensi tenaga ahli dibidang AI. Selain itu, AXIO memerlukan tenaga
ahli yang mampu dan paham terkait dengan penyusunan kurikulum guna menunjang Axioo
Robotik untuk edukasi.
4.6.6. Kesesuaian Struktur Organisasi dan Manajemen
Penambahan Kegiatan Usaha menggunakan sistem yang ada pada AXIO, termasuk struktur
organisasi dan tenaga ahli. Pada Penambahan Kegiatan Usaha ini, AXIO tidak memiliki manajemen
khusus. Kegiatan usaha tersebut dikerjakan oleh tenaga ahli yang memiliki kemampuan terkait
pengetahuan Drone, Robotik dan CCTV.
Halaman - 46
Page 56
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
BAB V
SWOT DAN ANALISIS RISIKO
5.1 Analisis SWOT
Analisis SWOT (strength, weakness, opportunity and threat) terdiri atas faktor internal yang bisa
dikontrol dan faktor eksternal atau lingkungan yang mungkin sulit dikontrol. Kedua sisi dianalisis
supaya dapat disusun suatu strategi sehingga tercapai keberhasilan dan mempunyai daya saing.
Dari faktor internal bisa diidentifikasi kekuatan dan kelemahan (strength and weakness) sedangkan
dari faktor eksternal berupa peluang dan ancaman (opportunity and threat). Berikut adalah analisis
SWOT AXIO dalam menjalankan kegiatan usaha baru:
Strengths
Drone
• AXIO telah memiliki merek yang kuat dan sudah dianggap sebagai perusahaan IT besar
di Indonesia, sehingga memiliki brand image yang sudah dikenal dengan baik.
• Kemampuan penyediaan produk dan layanan purna jual/after sales service yang cepat.
• Memiliki tenaga ahli yang kompeten di bidangnya.
• AXIO memiliki 151 service center di seluruh indonesia.
• Sasaran pasar produk drone milik AXIO adalah Niche Market, sehingga memiliki strategi
pemasaran yang fokus pada segmen pasar yang spesifik.
Robotik
• AXIO sudah memiliki jalur distribusi penjualan di pasar pendidikan yang terstruktur.
• Axioo Robotik memberikan solusi alat peraga yang full solution yaitu akan dilengkapi dengan
kurikulum, pelatihan dan sertifikasi robotik.
• Konsep bisnis Axioo Robotik tidak mudah ditiru oleh kompetitor alat peraga pendidikan.
• AXIO sudah memiliki CSR Pendidikan yaitu Axioo Class Program yang bisa dijadikan sarana
untuk memperkenalkan produk Axioo Robotik secara massive.
CCTV
• Brand image Axioo yang telah dikenal dengan baik.
• Kemampuan penyediaan produk dan layanan purna jual/after sales service yang cepat.
• AXIO memiliki 151 service center di seluruh indonesia.
• Memiliki tenaga ahli yang kompeten dibidang IT.
Weakness
Drone
• Memiliki target pasar yang kecil dikarenakan dipasarkan pada Niche Market.
• Diperlukan usaha agar produk drone yang dihasilkan dapat bersaing dengan produk impor
baik dari sisi harga maupun desain.
• Kapasitas produksi yang direncanakan masih relatif rendah.
• Dibutuhkan upaya panjang untuk mengedukasi pasar sebelum proses order.
• Keikutsertaan event besar yang belum banyak dilakukan untuk memperkenalkan produk
drone AXIO ke pasar.
Robotik
• Produk Axioo Robotik hanya ditawarkan pada segmen pendidikan dan pelatihan.
Halaman - 47
Page 57
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
• Tim sales distributor Axioo Robotik belum memiliki product knowledge yang mumpuni di
bidang pemasaran alat peraga robotik.
• Dibutuhkan upaya ekstra untuk mengedukasi pasar mengenai pasar terkait Robotik.
CCTV
• Brand baru untuk produk CCTV.
• Line up masih terbatas untuk produk CCTV.
Opportunities
Drone
• Kebutuhan pangan yang terus meningkat sedangkan tenaga kerja pertanian yang semakin
menurun sehingga dibutuhkan teknologi untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi
pertanian.
• Penggunaan drone sprayer untuk pertanian di Indonesia semakin lama semakin meningkat,
seiring dengan meningkatknya pemahaman masyarakat terkait teknologi drone.
• Potensi pasar yang terus meningkat mulai dari pemerintahan, pertanian, perusahaan
perkebunan dan perusahaan pupuk.
• Drone masih terus dikembangkan untuk meningkatkan kualitasnya, baik dari segi design
maupun fungsi.
Robotik
• Kebutuhan akan alat peraga pendidikan yang memiliki standar industri meningkat
dikarenakan arahan dari Pemerintah untuk dunia pendidikan mempersiapkan SDM industri
yang sesuai dengan perkembangan teknologi 4.0, salah satunya teknologi robotik.
• AXIO melalui CSR Axioo Class Program sudah memiliki kerja sama dengan Kementerian
Peridustrian dan Kementerian Pendidikan.
• AXIO melalui CSR Axioo Class Program sudah melakukan kerja sama dengan Maspion IT yang
memiliki database sekolah vokasi di Indonesia.
• Program Pemerintah “Roadmap Making Indonesia 4.0” membuat pendidikan vokasi berbenah
melengkapi laboratorium robotik dan peningkatan kompetensi robotik.
CCTV
• Kebutuhan akan produk CCTV dan Surveillance yang meningkat dikarenakan kemajuan
industri dan proyek Pemerintah dibidang infrastruktur dan pengamanan.
• Dengan berkembangnya industri manufaktur, infrastruktur dan kesehatan, memungkinkan
perkembangan kebutuhan akan Camera dan Storage untuk penyimpanan data.
Threats
Drone
• Kompetitor lokal menyusul dengan sertifikat TKDN dan Test Report.
• Masih mengandalkan sperpart impor sehingga masih tergantung dengan kebijakan
pemerintah setempat.
• Persaingan terbuka yang berdampak pada harga yang ditawarkan.
Robotik
• Terdapat pemain alat peraga pendidikan yang berpengalaman dalam menjual produk
berTKDN.
• Kecepatan distributor Axioo Robotik bersaing dengan kompetitor.
• Regulasi Pemerintah.
Halaman - 48
Page 58
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
CCTV
• Persaingan tenaga ahli dengan perusahaan kompetitor.
• Perubahan peraturan Pemerintah dan kelangkaan tenaga ahli.
• Beberapa komponen masih diperoleh secara impor, sehingga ketergantungan dengan
produsen komponen luar negeri.
5.2 Analisis Risiko
Dalam menjalankan usahanya, AXIO dihadapkan pada berbagai macam risiko, untuk
meminimalkan risiko−risiko tersebut, maka AXIO melakukan pengelolaan risiko. Berikut adalah
beberapa jenis risiko yang dihadapi oleh AXIO:
1. Risiko Terkait Ketergantungan Terhadap Penyediaan Komponen dan Ketersediaan
Komponen
AXIO melakukan eksplorasi dari para distributor dan dealer mengenai produk−produk yang
dibutuhkan pasar industri teknologi informasi dan komunikasi. Dengan demikian AXIO dapat
melakukan proyeksi jenis produk dan komponen−komponen yang dibutuhkan dan
merencanakan pembelian komponen−komponen secara efektif dan efisien sesuai kebutuhan
pasar.
Selain itu, AXIO melakukan assessment terhadap para supplier dan menjaga hubungan bisnis
yang baik dengan mereka, serta membagi pembelian komponen dengan tujuan untuk
meminimalkan ketergantungan kepada supplier tertentu.
2. Risiko Persaingan Usaha
AXIO akan secara konsisten meningkatkan daya saing melalui peningkatan kompetensi inti
AXIO yang didasarkan pada perluasan jaringan distribusi yang sudah dimiliki di seluruh
wilayah Indonesia untuk mendistribusikan produk−produknya secara merata dengan cepat.
Selain itu AXIO secara terus menerus menawarkan produk−produk inovatif dengan harga yang
terjangkau. Hal−hal ini dilakukan untuk menghindarkan risiko persaingan usaha dan risiko
menurunnya daya beli pelanggan.
3. Risiko Tidak Dapat Mengimbangi Perubahan Teknologi dan Perubahan Standard atau
Preferensi Pelanggan.
AXIO berbekal pengalaman 30 tahun dan kompetensi dalam melakukan pengembangan
produk yang dibangun bersama partner−partner utama dalam industri seperti Intel dan AMD
untuk merencanakan roadmap produk yang relevan dengan perkembangan teknologi global
sambil mengakomodasi kebutuhan pelanggan lokal.
AXIO juga memiliki fasilitas perakitan di Indonesia yang memberikan fleksibilitas untuk
melakukan transisi produk dengan lebih cepat.
4. Risiko Kondisi Ekonomi dan Kemampuan Daya Beli Pelanggan Mempengaruhi Kinerja
AXIO
AXIO akan beradaptasi dengan penurunan daya beli pelanggan untuk menciptakan
peluang−peluang baru untuk meningkatkan pangsa pasar karena umumnya pelanggan akan
lebih mencari produk yang memberikan nilai lebih baik dengan anggaran yang dimiliki.
Halaman - 49
Page 59
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
Dimana hal ini sesuai dengan visi AXIO untuk menghadirkan produk−produk Innovative Yet
Affordable (“IYA”).
5. Risiko Kehilangan Kontrak dan Kepastian Mendapatkan Kontrak Dimasa Mendatang
AXIO tidak bergantung pada satu kontrak utama saja, melainkan memiliki peluang untuk
mendapatkan multiple kontrak dari banyak pihak.
6. Risiko Ketergantungan Pada Para Distributor dan Dealer
AXIO memiliki jaringan distribusi (jumlah distributor dan dealer) yang luas di seluruh wilayah
Indonesia sehingga meminimalkan risiko ketergantungan pada distributor dan dealer
tertentu.
7. Risiko Kegagalan Dalam Melindungi Nama Merek dan Kekayaan Intelektual Lainnya
AXIO menyadari arti penting kepemilikan kekayaan intelektual dan nama merek sebagai
identitas produk milik AXIO. Oleh karena itu, AXIO sudah mendaftarkan nama merek sebagai
kekayaan intelektual, agar tidak disalah gunakan oleh pihak lain. AXIO selalu melakukan
perpanjangan merek sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan.
8. Risiko Kegagalan Dalam Menjalankan Strategi Pertumbuhan
AXIO melakukan evaluasi berkala mengenai operasional dan pelaksanaan strategi
pertumbuhan, serta melakukan perubahan−perubahan yang diperlukan untuk mengikuti
perkembangan pasar.
9. Risiko Terkait Investasi atau Aksi Korporasi Yang Dilakukan Oleh AXIO
AXIO selalu mempertimbangkan dan menggunakan prinsip kehati−hatian terkait rasio−rasio
keuangan penting dalam strategi pengembangan baik organic maupun unorganic dalam
bentuk akuisisi dan lain −lain.
10. Risiko Ketidakcukupan Asuransi Yang Dimiliki AXIO
AXIO melakukan peninjauan secara berkala asuransi yang ada dan menilai apakah diperlukan
penyesuaian pertanggungan asuransi untuk meminimalkan kerugian yang muncul dengan
biaya yang efektif.
11. Risiko Kenaikan Biaya Tenaga Kerja di Indonesia Dapat Mengurangi Laba AXIO
AXIO akan selalu mengevaluasi rasio produktivitas karyawan sehingga bisa meminimalisasi
risiko penurunan laba atas kenaikan biaya tenaga kerja.
Halaman - 50
Page 60
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
12. Risiko Atas Kondisi Perekonomian Makro Dan Global
AXIO berusaha meminimalkan biaya tetap (General Administration dan overhead) sehingga
dimasa−masa tekanan ekonomi makro dan global, AXIO dapat bertahan dan lebih sehat
sehingga berpotensi untuk tumbuh lebih cepat saat perekonomian meningkat kembali.
13. Risiko Perubahan Nilai Tukar Mata Uang Asing
Untuk meminimalkan risiko perubahan nilai tukar mata uang asing, AXIO berusaha melakukan
pengelolaan risiko antara jumlah hutang dalam mata uang asing dengan jumlah inventory yang
seimbang. Pada umumnya harga pasar akan mengikuti fluktuasi nilai mata uang asing.
14. Risiko Kepatuhan Terhadap Peraturan Perundang-Undangan yang Berlaku Terkait
Dengan Bidang Usaha
AXIO menjalankan prinisip Good Corporate Government dengan senantiasa taat pada
peraturan perundang−undangan yang berlaku dalam menjalankan operasional AXIO dengan
melakukan review jika terdapat peraturan perundang−undangan yang baru dan dampaknya
terhadap AXIO untuk kemudian menyesuaikan kebijakan AXIO dan taat pada peraturan
perundang−undangan yang berlaku.
15. Risiko Terkait Tuntutan atau Gugatan Hukum
AXIO menjalankan prinisip Good Corporate Government, AXIO senantiasa taat dan melengkapi
dokumen−dokumen hukum yang dibutuhkan baik untuk pemenuhan kewajiban hukum
terhadap pemerintah, pelanggan, supplier maupun stakeholder lainnya. Untuk itu AXIO
memiliki departemen hukum yang membuat dokumen−dokumen pendukung yang akan
melindungi AXIO dari tuntutan atau gugatan hukum.
Halaman - 51
Page 61
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
BAB VI
ASPEK KEUANGAN
6.1 Rencana AXIO
AXIO adalah perusahaan yang bergerak dibidang usaha manufaktur dan perdagangan besar
komputer serta suku cadang komputer. Dengan adanya teknologi atas Revolusi Industri 4.0., AXIO
berencana untuk melakukan penambahan KBLI baru yang tidak terkait dengan KBLI sebelumnya,
terdiri dari KBLI 72102, 58200, 62090, 62029, 62019, 30300, 46594, 26513, 46499 dan 26420.
6.2 Biaya Pendirian, Modal Kerja dan Sumber Pembiayaan Penambahan Kegiatan Usaha
Untuk melakukan Penambahan Kegiatan Usaha ini, AXIO memerlukan adanya tambahan investasi.
Total investasi yang dibutuhkan diperkirakan sebesar Rp2.288 Juta, dengan rincian jenis investasi
per tahun sebagai berikut:
Figur 32. Rincian Investasi
(Dalam Jutaan Rupiah)
Keterangan 2024 2025 2026 2027 2028
Equipment 1.084 0 181 903 0
Other 60 0 60 0 0
Total 1.144 0 241 903 0
Sumber: Manajemen AXIO
Investasi yang dibutuhkan oleh AXIO dalam menjalankan Penambahan Kegiatan Usaha adalah
equipment dan other berupa inventaris laptop, scanner, obeng elektronik, avometer, network
switching dan meja produksi.
Sumber dana yang digunakan atas investasi terkait Penambahan Kegiatan Usaha untuk tahun 2024
berasal dari dana sendiri dan untuk periode proyeksi selanjutnya menggunakan dana hasil kegiatan
operasional atas Penambahan Kegiatan Usaha. Berdasarkan Laporan Keuangan Audit
Konsolidasian per 31 Desember 2023, tercatat kas dan setara kas AXIO sebesar Rp59.214 Juta,
sedangkan kebutuhan capex pada tahun 2024 sebesar Rp1.144 Juta atau setara dengan 1,93%
terhadap posisi kas dan setara kas.
6.3 Asumsi–Asumsi
Berdasarkan informasi terkait keberadaan AXIO yang didukung oleh pernyataan dan keyakinan
Manajemen AXIO tentang kelangsungan usahanya, analisis Studi Kelayakan atas Penambahan
Kegiatan Usaha didasarkan atas premis “going concern”.
Proyeksi keuangan yang digunakan merupakan proyeksi keuangan atas Penambahan Kegiatan
Usaha yang telah disiapkan oleh Manajemen AXIO dan telah disusun berdasarkan data pasar
maupun rata-rata historikal untuk layanan yang sejenis dengan Penambahan Kegiatan Usaha yang
akan dilaksanakan.
Adapun asumsi-asumsi utama yang digunakan dalam analisis ini terkait Penambahan Kegiatan
Usaha adalah:
• Jangka waktu periode proyeksi adalah 01 Januari 2024 sampai dengan
31 Desember 2028.
Halaman - 52
Page 62
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Nomor 35/POJK.04/2020
tentang Penilaian dan Penyajian Laporan Penilaian Bisnis di Pasar Modal Pasal 87 “Periode
proyeksi pendapatan ekonomis wajib dilakukan dalam jangka waktu paling singkat 5 (lima)
tahun ke depan atau disesuaikan dengan sisa umur dari fasilitas produksi utama objek
Penilaian”. Berdasarkan peraturan tersebut, maka proyeksi keuangan yang digunakan adalah
mulai tahun 2024 sampai dengan tahun 2028.
• Penjualan diperoleh atas jual beli drone, robotik, dan CCTV, dengan rincian sebagai berikut:
- AXIO menetapkan targeted market share berdasarkan peluang atas market yang ada dan
keunggulan kompetitif dari produk yang akan dijual oleh AXIO.
- Penjualan atas drone didasarkan pada Total Available Market (”TAM”) Agriculture dengan
pertumbuhan diasumsikan sebesar 7% selama periode proyeksi. Target pasar Penjualan
atas drone adalah TAM Agriculture dikarenakan drone yang akan dipasarkan berupa drone
sprayer yang digunakan untuk penyemprotan pada industri Agriculture. AXIO menargetkan
Penjualan drone terhadap TAM Agriculture sebesar 10%-12% selama periode proyeksi.
- Penjualan atas robotics berdasarkan atas TAM Industrial Robotics dengan pertumbuhan
diasumsikan sebesar 6% selama periode proyeksi. AXIO menargetkan Penjualan robotics
terhadap TAM Industrial Robotics sebesar 3%-4% per periode proyeksi.
- Penjualan atas CCTV berdasarkan atas TAM CCTV dengan pertumbuhan diasumsikan
sebesar 12% selama periode proyeksi. AXIO menargetkan Penjualan CCTV terhadap TAM
CCTV sebesar 10% selama periode proyeksi.
• Beban pokok penjualan merupakan beban atas bahan baku, beban produksi, barang dalam
proses dan barang jadi, dengan asumsi rata-rata beban pokok penjualan terhadap penjualan
sebesar 73% selama periode proyeksi. Hal ini didasarkan oleh historikal HPP AXIO selama ini
pada segmen commercial yaitu sekitar 79%. Penjualan terkait Penambahan Kegiatan Usaha
merupakan bisnis yang terkait Solusi, sehingga akan terdapat nilai tambah yang bisa diperoleh
pelanggan. Oleh karena itu, AXIO optimis untuk menekan historis HPP yang ada menjadi rata-
rata sebesar 73% selama periode proyeksi.
• Beban penjualan diasumsikan dengan memperhatikan kondisi historis yang ada pada AXIO,
dengan asumsi sebagai berikut :
- Komisi : 0,5% (terhadap penjualan)
- Gaji dan tunjangan : 5% (pertumbuhan)
- Promosi : 0,55% (terhadap penjualan)
- Pengiriman : 0,13% (terhadap penjualan)
- Perjamuan : 0,1% (terhadap penjualan)
- Perjalanan Dinas : 0,08% (terhadap penjualan)
- Garansi Produk : 0,6% (terhadap penjualan)
- Perlengkapan : 0,14% (terhadap penjualan)
- Lain-lain : 0,1% (terhadap penjualan)
• Beban umum dan administrasi diasumsikan mengalami pertumbuhan sebesar 5% selama
periode proyeksi sedangkan beban perjalanan dinas pada beban umum dan administrasi
diasumsikan sebesar 0,04% selama periode proyeksi.
• Pajak yang diterapkan sebesar 22% sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia
Nomor 17 Tahun 2021 Tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan Pasal 17 ayat (1) butir b.
• Asumsi perputaran modal kerja ditentukan berdasarkan rencana kontrak dengan distributor
dan supplier. Perputaran modal kerja setiap tahun selama periode proyeksi rata-rata
diasumsikan sebagai berikut:
Piutang Usaha
- Drone : 30 Hari
- Robotik : 30 Hari
- CCTV : 30 Hari
Persediaan
- Drone : 30 Hari
- Robotik : 90 Hari
Halaman - 53
Page 63
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
- CCTV : 15 Hari
Utang Usaha
- Drone : 30 Hari
- Robotik : 30 Hari
- CCTV : 30 Hari
6.4 Tanggal Penilaian dalam Studi Kelayakan
Dalam melakukan analisis Studi Kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha ini, kami menggunakan
tanggal penilaian per 31 Desember 2023, dimana batas tersebut diambil atas dasar pertimbangan
kepentingan dan tujuan dilaksanakan studi kelayakan Penambahan Kegiatan Usaha.
6.5 Ringkasan Proyeksi Keuangan Proyek
Berdasarkan asumsi-asumsi yang disampaikan diatas, berikut adalah ringkasan proyeksi keuangan
proyek untuk Penambahan Kegiatan Usaha adalah:
Figur 33. Proyeksi Laba (Rugi)
(Dalam Jutaan Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Penjualan 169.662 186.270 227.921 249.763 273.911
Beban Pokok Penjualan 125.303 136.925 166.082 181.850 199.276
Laba (Rugi) Kotor 44.359 49.344 61.839 67.913 74.635
Laba (Rugi) Usaha 37.354 41.814 53.129 59.433 65.966
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 37.354 41.814 53.129 59.433 65.966
Laba (Rugi) Tahun Berjalan 29.136 32.615 41.441 46.358 51.454
Jumlah Laba (Rugi) Komprehensif 29.136 32.615 41.441 46.358 51.454
Sumber: Manajemen AXIO
Figur 34. Proyeksi Posisi Keuangan
(Dalam Jutaan Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Aset Lancar 50.478 85.836 131.397 180.537 235.654
Aset Tidak Lancar 858 572 467 798 512
Jumlah Aset 51.336 86.408 131.864 181.335 236.166
Liabilitas Jangka Pendek 22.200 24.657 28.672 31.786 35.163
Liabilitas Jangka Panjang 0 0 0 0 0
Jumlah Liabilitas 22.200 24.657 28.672 31.786 35.163
Ekuitas 29.136 61.751 103.192 149.549 201.003
Liabilitas dan Ekuitas 51.336 86.408 131.864 181.335 236.166
Sumber: Manajemen AXIO
Figur 35. Proyeksi Arus Kas
(Dalam Jutaan Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Kas Bersih Yang Diperoleh Dari (Digunakan
25.408 33.092 38.250 46.950 51.842
Untuk) Dari Aktivitas Operasi
Kas Bersih Yang Diperoleh Dari (Digunakan
(1.144) 0 (241) (903) 0
Untuk) Untuk Aktivitas Investasi
Halaman - 54
Page 64
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Kas Bersih Yang Diperoleh Dari (Digunakan
0 0 0 0 0
Untuk) Aktivitas Pendanaan
Kenaikan (Penurunan) Bersih Kas dan Setara
24.264 33.092 38.009 46.047 51.842
Kas
Kas dan Setara Kas Awal Tahun 0 24.264 57.356 95.365 141.412
Kas dan Setara Kas Akhir Tahun 24.264 57.356 95.365 141.412 193.253
Sumber: Manajemen AXIO
6.6 Dampak Perubahan atas Penambahan Kegiatan Usaha terhadap Keuangan AXIO
Dampak terhadap kinerja keuangan atas Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebagai berikut:
1. Rata-rata penjualan atas Penambahan Kegiatan Usaha selama tahun 2024-2028 sebesar 17%
terhadap pendapatan AXIO per 31 Desember 2023. Pendapatan tersebut akan menjadi nilai
tambah bagi AXIO secara Konsolidasi.
2. Rata-rata net profit margin atas Penambahan Kegiatan Usaha tahun 2024-2028 sebesar 18%.
Laba tersebut akan menjadi nilai tambah bagi AXIO secara Konsolidasi.
3. Nilai kas dan setara kas atas Penambahan Kegiatan Usaha pada akhir periode proyeksi
tercatat sebesar 326% terhadap kas dan setara kas AXIO per 31 Desember 2023. Kas dan
setara kas tersebut akan menjadi nilai tambah bagi AXIO secara Konsolidasi.
4. Nilai total aset atas Penambahan Kegiatan Usaha pada akhir periode proyeksi tercatat sebesar
25% terhadap total aset AXIO per 31 Desember 2023. Total aset tersebut akan menjadi nilai
tambah bagi AXIO secara Konsolidasi.
6.7 Rasio Keuangan Penting atas Penambahan Kegiatan Usaha
Beberapa Rasio Keuangan Penting adalah sebagai berikut:
Figur 36. Rasio Keuangan Penting atas Penambahan Kegiatan Usaha
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Rasio Likuiditas
Rasio Lancar 227,38% 348,12% 458,27% 567,98% 670,18%
Rasio Kas 109,30% 232,61% 332,60% 444,89% 549,59%
Rasio Solvabilitas
Rasio total Liabilitas terhadap Ekuitas 76,19% 39,93% 27,79% 21,25% 17,49%
Rasio total Liabilitas terhadap Aset 43,24% 28,54% 21,74% 17,53% 14,89%
Rasio Profitabilitas
Gross Profit Margin 26,15% 26,49% 27,13% 27,19% 27,25%
Net Profit Margin 17,17% 17,51% 18,18% 18,56% 18,78%
Rate of Return on Investments 56,76% 37,74% 31,43% 25,56% 21,79%
Sumber: Manajemen AXIO (Diolah oleh Y&R)
Rasio Likuiditas
Figur diatas menunjukkan AXIO memiliki rasio likuiditas yang positif dimana AXIO memiliki
kemampuan membayar seluruh utang jangka pendeknya melalui aset lancar. Pada tahun 2028,
rasio lancar dan rasio kas tercatat masing-masing sebesar 670,18% dan 549,59%.
Halaman - 55
Page 65
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
Rasio Solvabilitas
Secara umum dapat dikatakan semakin kecil rasio solvabilitas adalah baik, karena semakin kecil
peranan utang sebagai sumber pembiayaan yang berarti juga semakin besar debt capacity-nya.
Periode proyeksi 2028, mengalami rasio solvabilitas yang tercatat atas rasio total liabilitas terhadap
ekuitas dan rasio total liabilitas terhadap aset masing-masing sebesar 17,49% dan 14,89%.
Rasio Profitabilitas
Figur di atas menunjukkan bahwa Penambahan Kegiatan Usaha mampu mencatatkan
kemampulabaanya dengan profitability ratio yang positif. Pada tahun 2024 tercatat net profit margin
sebesar 17,17%, kemudian meningkat hingga tahun 2028 menjadi sebesar 18,78%.
6.8 Penetapan Tingkat Diskonto
Dalam menentukan tingkat diskonto untuk Penambahan Kegiatan Usaha AXIO, akan terkait dengan
beberapa industri yaitu Pengembangan R&D Software dan Hardware, Drone, Robotik dan CCTV.
Namun, untuk industri Pengembangan R&D Software dan Hardware sudah tercakup dalam masing-
masing industri lainnya, sehingga dalam penentuan tingkat diskonto akan mengacu pada industri
Drone, Robotik dan CCTV. Masing-masing tingkat diskonto dari industri tersebut akan dibobot
dengan porsi pendapatan sesuai dengan proyeksi keuangan yang telah disiapkan Manajemen AXIO.
Biaya Modal Untuk Ekuitas (Cost of Equity)
Mengacu pada ketentuan-ketentuan yang tercantum di POJK 35 Tahun 2020, penentuan biaya
modal untuk ekuitas wajib mengaplikasikan model Capital Asset Pricing Model (“CAPM”). Model ini
menyatakan bahwa biaya ekuitas adalah bunga bebas risiko ditambah premium untuk menutup
risiko sistimatis dari sekuritas saham, dengan formula sebagai berikut:
Ke = Rf + ß (Rm-Rf) + α
Dimana :
Rf = tingkat kembalian untuk investasi bebas risiko
ß = risiko sistimatis
Rm = tingkat kembalian yang diharapkan oleh pasar ekuitas
Rp = selisih antara Rm dengan Rf
α = risiko spesifik
Rf (Risk free rate), adalah tingkat suku bunga untuk instrumen-instrumen yang dianggap tidak
memiliki kemungkinan gagal bayar. Untuk kasus Indonesia, instrumen bebas risiko yang dapat
dipilih adalah yield obligasi Pemerintah untuk jangka panjang.
Terkait dengan tanggal penilaian yang jatuh pada 31 Desember 2023, maka instrumen bebas risiko
yang dipilih didasarkan pada obligasi Pemerintah dengan bunga tetap yang dikeluarkan oleh
Pemerintah, yaitu SUN dalam mata uang Rupiah dengan tenor 30 tahun, yield sebesar 6,89% yang
merujuk pada S&P Capital IQ. Angka tersebut akan digunakan sebagai tingkat kembalian bebas
risiko (Rf).
Rp (Equity Risk Premium-ERP), adalah selisih antara tingkat bunga investasi bebas risiko dengan
tingkat kembalian investasi dalam bentuk penyertaan. Penentuan equity market risk premium
memasukkan premi untuk risiko spesifik negara (country-specific risk premiums) seperti volatilitas
harga saham untuk menghasilkan base equity market risk premium. Dengan mengikutkan risiko-
Halaman - 56
Page 66
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
risiko ini, dihasilkan tingkat diskonto yang mengakomodasi perubahan-perubahan sentimen jangka
pendek di sekuritas pada pasar negara berkembang (emerging market).
Premi risiko pasar (Rm-Rf) ditentukan dengan menggunakan rujukan dari hasil Penelitian
Damodaran yang dimutakhirkan pada 01 Januari 2024 dengan risk premium untuk pasar negara
berkembang seperti Indonesia adalah sebesar 7,38% untuk Risk Premium Market dan sebesar
2,07% untuk Country Default Spread.
ß (Beta), Beta merupakan pengukur tingkat kepekaan pengembalian saham terhadap
pengembalian pasar saham secara keseluruhan (seperti index yang dikeluarkan oleh S&P 500 atau
IHSG). Koefisien beta kemudian digunakan dalam menghitung CAPM yang selanjutnya menjadi
dasar penentuan discount factor. Koefisien beta tersebut berasal dari data rata-rata industri yang
sejenis, yaitu industri Drone, Robotik dan CCTV.
Beta dari perusahaan-perusahaan pembanding digunakan untuk menghitung cost of equity, dimana
beta tersebut dihitung dari rata-rata unlevered beta. Cara ini dilakukan untuk menetralisir pengaruh
leverage yang ada di masing-masing perusahaan terhadap beta. Perusahaan yang sama dengan
leverage yang berbeda akan memiliki cost of equity yang berbeda pula, oleh karena itu pengaruh
leverage yang ada di tiap perusahaan perlu dinetralisir dengan cara menghitung unlevered beta.
Unlevered beta dihitung dengan formula sebagai berikut :
βL
βu =
1 + (1-T) x DER
Dimana :
T = Tarif Pajak Penghasilan Badan
DER = Debt to equity ratio
βL = Beta levered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara
objektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan
pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar
dengan pengaruh utang
βu = Beta unlevered, yaitu ukuran risiko sistematis dari suatu saham yang diukur secara
objektif dari responsivitas pengembalian perusahaan terhadap pergerakan
pengembalian portofolio pasar apabila dibandingkan dengan portofolio pasar
tanpa pengaruh utang.
Adapun Beta perusahaan pembanding Industri Drone adalah sebagai berikut:
Figur 37. Beta Levered dan Un-Levered Perusahaan Pembanding
Effective
Beta Total Debt/ Beta
No. Perusahaan Tax Rate
Levered Market Cap Unlevered
(5 years)
1 Zhejiang Dahua Technology Co., Ltd. 1,39 4,5% 5,0% 1,21
2 Beijing BDStar Navigation Co., Ltd. 0,98 0,2% 17,2% 0,99
3 Shanghai Huace Navigation Technology Ltd 1,18 1,5% 11,0% 1,11
4 Drone Volt SA 0,69 30,8% 23,2% 0,64
5 Skymoons technology, Inc. 0,20 0,0% 0,0% 0,46
6 VSTECS Holdings Limited 0,57 137,1% 18,9% 0,34
7 DroneShield Limited 1,23 1,2% 12,0% 1,14
8 ACSL Ltd. 0,16 17,4% 0,0% 0,38
Halaman - 57
Page 67
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
Effective
Beta Total Debt/ Beta
No. Perusahaan Tax Rate
Levered Market Cap Unlevered
(5 years)
Universal Scientific Industrial (Shanghai)
9 1,31 25,7% 12,1% 0,98
Co., Ltd.
10 JCH Systems, Inc. 1,26 16,3% 27,6% 1,05
Average 0,83
Sumber : S&P Capital IQ
Figur 38. DER Market
Market Capitalization Total Debt
No. Perusahaan
(Dalam Ribuan Rupiah) (Dalam Ribuan Rupiah)
1 Zhejiang Dahua Technology Co., Ltd. 131.391.998.338 5.901.074.880
2 Beijing BDStar Navigation Co., Ltd. 37.320.762.748 72.830.925
Shanghai Huace Navigation Technology
3 36.663.043.833 540.700.250
Ltd
4 Drone Volt SA 255.945.667 78.955.695
5 Skymoons technology, Inc. 299.833.734 0
6 VSTECS Holdings Limited 12.154.702.759 16.658.104.560
7 DroneShield Limited 2.379.837.922 27.585.533
8 ACSL Ltd. 1.323.916.070 230.725.586
Universal Scientific Industrial (Shanghai)
9 71.821.909.147 18.426.229.837
Co., Ltd.
10 JCH Systems, Inc. 1.101.250.481 178.974.339
Total 294.713.200.700 42.115.181.605
DER Market 14,29%
Sumber : S&P Capital IQ
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini adalah
sebesar 0,83 kemudian di-relever dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar yaitu sebesar
14,29% dengan formula sebagai berikut:
βL = βu x (1 + (1-T) x DER)
βL = 0,83 x (1 + (1 – 22,00%) x 14,29%)
= 0,92
Adapun Beta perusahaan pembanding Industri Robotik adalah sebagai berikut:
Figur 39. Beta Levered dan Un-Levered Perusahaan Pembanding
Effective
Beta Total Debt/ Beta
No. Perusahaan Tax Rate
Levered Market Cap Unlevered
(5 years)
1 Kinpo Electronics, Inc. 1,05 195,6% 50,7% 0,52
2 Rainbow Robotics Co.,Ltd. 1,65 0,0% 22,4% 1,43
3 Yuil Robotics Co., Ltd. 1,61 3,3% 5,0% 1,36
4 Shape Robotics A/S 0,61 14,5% 2,8% 0,65
5 ROBOTIS Co., Ltd. 1,46 2,4% 75,9% 1,30
6 Ecovacs Robotics Co., Ltd. 1,34 7,2% 10,4% 1,15
7 iRobot Corporation 0,76 21,7% 17,7% 0,71
8 Doosan Robotics Inc. 2,30 0,1% 0,0% 1,86
Average 1,12
Sumber : S&P Capital IQ
Halaman - 58
Page 68
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
Figur 40. DER Market
Market Capitalization Total Debt
No. Perusahaan
(Dalam Ribuan Rupiah) (Dalam Ribuan Rupiah)
1 Kinpo Electronics, Inc. 12.107.592.481 23.676.652.614
2 Rainbow Robotics Co.,Ltd. 40.910.772.001 650.753
3 Yuil Robotics Co., Ltd. 2.848.662.248 94.162.175
4 Shape Robotics A/S 948.739.740 137.201.383
5 ROBOTIS Co., Ltd. 4.630.086.744 111.068.356
6 Ecovacs Robotics Co., Ltd. 51.928.391.461 3.759.087.687
7 iRobot Corporation 16.681.472.053 3.611.900.964
8 Doosan Robotics Inc. 90.526.115.890 61.821.758
Total 220.581.832.618 31.452.545.690
DER Market 14,26%
Sumber : S&P Capital IQ
Unlevered beta median perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini adalah
sebesar 1,12 kemudian di-relever dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar yaitu sebesar
14,26% dengan formula sebagai berikut:
βL = βu x (1 + (1-T) x DER)
βL = 1,12 x (1 + (1 – 22,00%) x 14,26%)
= 1,25
Adapun Beta perusahaan pembanding Industri CCTV adalah sebagai berikut:
Figur 41. Beta Levered dan Un-Levered Perusahaan Pembanding
Effective
Beta Total Debt/ Beta
No. Perusahaan Tax Rate
Levered Market Cap Unlevered
(5 years)
1 HannStar Display Corporation 1,20 11,9% 1,4% 1,02
2 OPTRONTEC Inc. 1,40 156,9% 40,4% 0,66
3 SNS Network Technology Berhad 0,56 14,3% 25,2% 0,64
4 Ranjeet Mechatronics Limited 0,01 47,0% 26,5% 0,25
5 EverFocus Electronics Corporation 0,54 9,9% 8,3% 0,64
6 SD SYSTEM Co., Ltd 0,19 0,2% 0,5% 0,46
Innovative Ideals and Services (India)
7 -0,14 58,5% 25,4% 0,17
Limited
8 AV TECH Corporation 0,54 0,0% 24,5% 0,69
Average 0,56
Sumber : S&P Capital IQ
Figur 42. DER Market
Market Capitalization Total Debt
No. Perusahaan
(Dalam Ribuan Rupiah) (Dalam Ribuan Rupiah)
1 HannStar Display Corporation 2.462.010.157 355.197.700
2 OPTRONTEC Inc. 3.664.446.493 8.667.886.777
3 SNS Network Technology Berhad 298.181.194 292.685.252
4 Ranjeet Mechatronics Limited 13.791.317.426 1.314.244.678
5 EverFocus Electronics Corporation 595.265.274 854.550.000
6 SD SYSTEM Co., Ltd 380.243.358.799 82.216.664.000
Halaman - 59
Page 69
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
Market Capitalization Total Debt
No. Perusahaan
(Dalam Ribuan Rupiah) (Dalam Ribuan Rupiah)
Innovative Ideals and Services (India)
7 72.268.933.524 32.667.401.144
Limited
8 AV TECH Corporation 4.069.116.699 11.849.555
Total 21.830.143.727 4.004.728.812
DER Market 18,34%
Sumber : S&P Capital IQ
Unlevered beta rata-rata perusahaan pembanding yang diperoleh dari perhitungan ini adalah
sebesar 0,56 kemudian di-relever dengan tingkat leverage yang berlaku dipasar yaitu sebesar
18,34% dengan formula sebagai berikut:
βL = βu x (1 + (1-T) x DER)
βL = 0,56 x (1 + (1 – 22,00%) x 18,34%)
= 0,65
α (Alpha), Faktor alpha merupakan risiko spesifik perusahaan yang mungkin mencerminkan jenis
properti, perusahaan dan premi risiko lainnya. Pada penilaian ini, faktor Alpha atau risiko spesifik
perusahaan adalah nol disebabkan telah dilakukan penyesuaian pada asumsi proyeksi AXIO.
Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Industri Drone adalah:
Figur 43. Biaya Modal Ekuitas
Keterangan Persentase
Risk Free Rate (Rf) 6,89%
Risk Premium Market (Rpm) 7,38%
Country Default Spread (CDS) 2,07%
β (Beta) 0,92
Alpha 0,00%
COST OF EQUITY 11,62%
Sumber : S&P Capital IQ (Diolah Y&R)
Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Industri Robotik adalah:
Figur 44. Biaya Modal Ekuitas
Keterangan Persentase
Risk Free Rate (Rf) 6,89%
Risk Premium Market (Rpm) 7,38%
Country Default Spread (CDS) 2,07%
β (Beta) 1,25
Alpha 0,00%
COST OF EQUITY 14,04%
Sumber : S&P Capital IQ (Diolah Y&R)
Berdasarkan uraian di atas, maka biaya modal ekuitas Industri CCTV adalah:
Figur 45. Biaya Modal Ekuitas
Keterangan Persentase
Risk Free Rate (Rf) 6,89%
Risk Premium Market (Rpm) 7,38%
Halaman - 60
Page 70
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
Keterangan Persentase
Country Default Spread (CDS) 2,07%
β (Beta) 0,65
Alpha 0,00%
COST OF EQUITY 9,58%
Sumber : S&P Capital IQ (Diolah Y&R)
Biaya Utang (Cost of Debt)
Sesuai dengan AKB yang digunakan, yaitu arus kas bersih untuk perusahaan (free cash flow to firm),
maka tingkat diskonto yang digunakan adalah tingkat diskonto yang merupakan rata-rata
tertimbang biaya modal, baik yang berasal dari kreditor (pinjaman) maupun yang berasal dari
(investor) penyertaan. Penentuan posisi tingkat leverage yang optimal adalah mencari titik dimana
tambahan penghematan pajak yang berasal dari tambahan utang akan sama dengan tambahan
biaya bunga sebagai akibat dari risiko gagal bayar yang diantisipasi dari keberadaan keseluruhan
utang.
Dalam penilaian ini, untuk biaya bunga untuk utang digunakan tingkat bunga pinjaman rata-rata
dalam mata uang IDR yang berlaku yang bersumber dari pinjaman kredit investasi (Perusahaan)
Bank Indonesia Desember 2023. Berdasarkan biaya bunga tersebut maka diperoleh biaya modal
dengan perhitungan sebagai berikut:
Kd = i x (1-T)
Kd = 9,41% x (1 – 22,00%)
Biaya Modal =
Tertimbang
7,34%
Berikut adalah perhitungan WACC untuk Industri Drone per 31 Desember 2023:
Figur 46. WACC Industri Drone
Jenis Modal Biaya Modal Komposisi Tertimbang
Biaya Utang 7,34% 12,50% 0,92%
Biaya Ekuitas 11,62% 87,50% 10,17%
WACC 11,09%
Sumber : S&P Capital IQ (Diolah Y&R)
Berikut adalah perhitungan WACC untuk Industri Robotik per 31 Desember 2023:
Figur 47. WACC Industri Robotik
Jenis Modal Biaya Modal Komposisi Tertimbang
Biaya Utang 7,34% 12,48% 0,92%
Biaya Ekuitas 14,04% 87,52% 12,29%
WACC 13,21%
Sumber : S&P Capital IQ (Diolah Y&R)
Berikut adalah perhitungan WACC untuk Industri CCTV per 31 Desember 2023:
Figur 48. WACC Industri CCTV
Jenis Modal Biaya Modal Komposisi Tertimbang
Biaya Utang 7,34% 15,50% 1,14%
Halaman - 61
Page 71
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
Jenis Modal Biaya Modal Komposisi Tertimbang
Biaya Ekuitas 9,58% 84,50% 8,10%
WACC 9,24%
Sumber : S&P Capital IQ (Diolah Y&R)
Berdasarkan masing-masing WACC Industri Drone, Robotik dan CCTV di atas, berikut hasil
pembobotan atas WACC berdasarkan rata-rata porsi pendapatan selama periode proyeksi
keuangan:
Figur 49. WACC Penambahan Kegiatan Usaha
Industri WACC Komposisi Tertimbang
Drone 9,24% 55,42% 5,12%
Robotik 11,09% 18,03% 2,00%
CCTV 13,21% 26,55% 3,51%
WACC Penambahan Kegiatan Usaha 10,62%
Sumber : S&P Capital IQ (Diolah Y&R)
Dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas dan kekuatan atau kelebihan serta risiko yang
dihadapi, kami berpendapat bahwa tingkat diskonto untuk Penambahan Kegiatan Usaha AXIO per
31 Desember 2023 sebesar 10,62% adalah wajar.
6.9 Tingkat Pertumbuhan pada Nilai Terminal
Untuk melakukan penilaian suatu bisnis dengan premis going concern dimana terdapat proyeksi
untuk periode waktu tetap dan periode waktu kekal, Penilai Bisnis perlu menghitung nilai bisnis
untuk periode waktu tetap dan periode waktu kekal. Nilai bisnis tersebut adalah jumlah dari nilai
periode waktu tetap dan periode waktu kekal yang disebut sebagai nilai terminal. Metode yang
digunakan untuk mengestimasi nilai terminal adalah Metode Kapitalisasi Pendapatan.
Dalam hal ini, asumsi yang digunakan terhadap Objek Studi Kelayakan adalah perusahaan yang
bersifat going concern, dimana perusahaan diperkirakan akan berjalan terus untuk jangka waktu
yang tidak terhingga, meskipun terjadi pergantian pemilik atau manajemen. Dalam studi kelayakan
ini, kami menggunakan nilai terminal sebesar 3,55% berdasarkan pada Dataset: Economic Outlook
No. 103 – July 2018 – Longterm baseline projections.
6.10 Analisis Kelayakan Proyek
Berdasarkan asumsi-asumsi yang telah disampaikan diatas, maka analisis kelayakan akan dilakukan
dengan menggunakan parameter Net Present Value (“NPV”). NPV merupakan selisih antara nilai sekarang
dari arus kas yang masuk dengan nilai sekarang dari arus kas yang keluar pada periode waktu tertentu.
NPV positif terjadi jika bisnis yang dipilih layak untuk dijalankan dan mendatangkan keuntungan,
sehingga bisnis yang dianalisis termasuk kedalam rekomendasi untuk segera dimulai, begitu pula
sebaliknya. Berikut adalah hasil perhitungan NPV atas Penambahan Kegiatan Usaha:
Figur 50. Analisis Kelayakan Proyek
(Dalam Jutaan Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
PROJECT ANALYSIS
Halaman - 62
Page 72
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Laba Bersih 29.136 32.615 41.441 46.358 51.454
Bunga * (1-Pajak) - - - - -
Depresiasi 286 286 346 572 286
Capital Expenditures (1.144) - (241) (903) -
Perubahan Modal Kerja (4.014) 191 (3.537) 20 102
Terminal Value 3,55% 753.640
TOTAL 24.264 33.092 38.009 46.047 805.482
Discount Factor 10,62% 0,90 0,82 0,74 0,67 0,60
Present Value 21.934 27.041 28.076 30.746 486.184
Net Present Value 593.981
Besaran NPV yang diperoleh dari Penambahan Kegiatan Usaha adalah sebesar Rp593.981 Juta
(Lima Ratus Sembilan Puluh Tiga Miliar Sembilan Ratus Delapan Puluh Satu Juta Rupiah).
6.11 Analisis Break Even Point
Untuk mengetahui sebuah titik dimana biaya atau pengeluaran dan pendapatan adalah seimbang
sehingga tidak ada kerugian atau keuntungan, maka dilakukan analisis Break Even Point. Apabila
nilai Break Even Point lebih rendah dibandingkan dengan pendapatan yang diperoleh, maka dapat
disimpulkan proyek tersebut layak. Berikut adalah hasil perhitungan Break Even Point atas
Penambahan Kegiatan Usaha:
Figur 51. Analisis Break Even
(Dalam Jutaan Rupiah)
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
FIXED COST
Expenses 7.005 7.531 8.710 8.481 8.669
Interest 0 0 0 0 0
Subtotal Fixed Cost 7.005 7.531 8.710 8.481 8.669
VARIABEL COST 125.303 136.925 166.082 181.850 199.276
REVENUE 169.662 186.270 227.921 249.763 273.911
BREAK EVEN (2024-2028)
In Rupiah 30.065 26.791 28.427 32.102 31.189 31.815
In % to Revenue 13,85% 15,79% 15,26% 14,08% 12,49% 11,61%
Penambahan Kegiatan Usaha menghasilkan Break Even Point rata-rata selama tahun 2024-2028
sebesar Rp30.065 Juta (Tiga Puluh Miliar Enam Puluh Lima Juta Rupiah).
Halaman - 63
Page 73
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
6.12 Analisis Profitabilitas
Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari
keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu. Untuk mengukur kemampuan perusahaan
dalam menghasilkan laba, berikut hasil analasisis profitabilitas atas Penambahan Kegiatan Usaha:
Figur 52. Analisis Profitabilitas
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Penjualan 169.662 186.270 227.921 249.763 273.911
Laba (Rugi) Bersih 29.136 32.615 41.441 46.358 51.454
Net Profit Margin 17,17% 17,51% 18,18% 18,56% 18,78%
Rasio profitabilitas di atas menunjukkan kemampuan menghasilkan laba atas Penambahan
Kegiatan Usaha selama periode proyeksi. Penambahan Kegiatan Usaha, menghasilkan laba bersih
pada akhir periode proyeksi sebesar 18,78% dari total pendapatan.
6.13 Analisis Tingkat Imbal Balik Investasi
Return on Invesment merupakan rasio yang menunjukan seberapa banyak laba bersih yang bisa
diperoleh dari seluruh kekayaan yang dimiliki perusahaan. Untuk mengukur hal tersebut, berikut
Return on Invesment yang dihasilkan:
Figur 53. Analisis Tingkat Imbal Balik Investasi
2024 2025 2026 2027 2028
Analisa Tingkat Imbal Balik Investasi
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Total Aset 51.336 86.408 131.864 181.335 236.166
Laba (Rugi) Bersih 29.136 32.615 41.441 46.358 51.454
Rate of Return on Invesment 56,76% 37,74% 31,43% 25,56% 21,79%
Return on Invesment di atas menunjukkan angka positif, dengan imbal hasil atas investasi pada akhir
periode proyeksi sebesar 21,79% dan rata-rata sebesar 34,66%.
6.14 Analisis Sensitivitas
Untuk menguji kepekaan suatu proyek terhadap berbagai faktor ekonomi, maka berikut ini
disajikan analisa sensitivitas terhadap rencana Penambahan Kegiatan Usaha yang akan dilakukan
oleh AXIO:
Figur 54. Analisis Sensitivitas (Penjualan yang Menurun)
Analisis Sensitivitas Normal 1,00% 2,00% 3,00% 4,00% 5,00%
Penurunan Penjualan
Net Present Value (NPV) 593.981 568.805 543.630 518.454 493.279 468.103
Return On Investment (ROI) 34,66% 34,22% 33,76% 33,27% 32,74% 32,18%
Profitability Index (PI) 76,91 73,69 70,47 67,26 64,04 60,82
Break Even Point (BEP) - - - - -
In Rupiah (Average) 30.065 30.915 31.833 32.829 33.912 35.094
In % to Revenue (Average) 13,85% 14,38% 14,97% 15,59% 16,28% 17,03%
Halaman - 64
Page 74
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
Figur 55. Analisis Sensitivitas (Beban Pokok Pendapatan yang Meningkat)
Analisis Sensitivitas Normal 1,00% 2,00% 3,00% 4,00% 5,00%
Peningkatan Beban Pokok
Penjualan
Net Present Value (NPV) 593.981 575.641 557.300 538.960 520.620 502.280
Return On Investment (ROI) 34,66% 34,34% 34,01% 33,67% 33,31% 32,93%
Profitability Index (PI) 76,91 74,57 72,22 69,88 67,53 65,19
Break Even Point (BEP) - - - - -
In Rupiah (Average) 30.065 30.906 31.796 32.739 33.739 34.802
In % to Revenue (Average) 13,85% 14,24% 14,65% 15,08% 15,55% 16,04%
Figur 56. Analisis Sensitivitas
Analisis Sensitivitas
700.000
600.000
500.000
400.000
300.000
200.000
100.000
-
Normal 1,00% 2,00% 3,00% 4,00% 5,00%
Penurunan Pendapatan Peningkatan Beban Pokok Penjualan
Dari analisis sensitivitas yang dilakukan, terlihat bahwa rencana AXIO relatif lebih sensitif terhadap
penurunan penjualan.
6.15 Kesimpulan
Berdasarkan kajian, evaluasi aspek pasar, teknis, pola bisnis, kelayakan model manajemen dan
analisa keuangan serta proyeksi-proyeksi lainnya dengan syarat asumsi-asumsi yang telah
ditetapkan dapat terpenuhi, maka dapat disimpulkan bahwa rencana Penambahan Kegiatan Usaha
yang akan dilaksanakan oleh AXIO adalah LAYAK.
Halaman - 65
Page 75
KJPP YANUAR, ROSYE & REKAN
Studi Kelayakan – PT Tera Data Indonusa Tbk (“AXIO”)
BAB VII
KUALIFIKASI PENILAI BISNIS
7.1 Kualifikasi Penilai Bisnis
Kami adalah Kantor Jasa Penilai Publik yang secara resmi telah ditetapkan berdasarkan
Keputusan Menteri Keuangan No. 365/KM.1/2020 tanggal 27 Juli 2020, dengan nama KANTOR JASA
PENILAI PUBLIK YANUAR, ROSYE DAN REKAN (“Y&R”) dengan Izin KJPP No. 2.20.0170.
Penilai Bisnis yang menandatangani laporan penilaian bisnis ini merupakan Penilai Bisnis
bersertifikat MAPPI dengan perizinan sebagai berikut:
No. Izin Penilai Publik : B-1.08.00044
STTD : STTD.PB-37/PJ-1/PM.02/2023
Klasifikasi Izin : Penilaian Bisnis (B)
No. MAPPI : 99-S-01230
Halaman - 66
Page 76
LAMPIRAN - LAMPIRAN
Page 77
LAMPIRAN KEUANGAN
Page 78
Penambahan dan Perubahan Kegiatan Usaha
PT Tera Data Indonusa Tbk dan Entitas Anak
Asumsi
Dalam Jutaan Rupiah 1,0 2,0 3,0 4,0 5,0
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Jumlah Hari Dalam Setahun 366 365 365 365 366
Jumlah Bulan Dalam Setahun 12 12 12 12 12
Total Available Market ("TAM") Industrial
20.000 21.238 22.553 23.949 25.431
Robotics (Nasional)
Target AXIO % 3% 3% 4% 4% 4%
Unit 600 637 902 958 1.017
Nilai Proyek Per Unit IDR MN 71,90 71,90 71,90 71,90 71,90
TAM Agriculture (Nasional) 2.500 2.664 2.839 3.026 3.225
Target AXIO % 10% 10% 12% 12% 12%
Unit 250 266 341 363 387
Nilai Proyek Per Unit IDR MN 124,08 124,08 124,08 124,08 124,08
TAM CCTV (Nasional) 270.000 303.642 341.476 384.024 431.873
Target AXIO % 10% 10% 10% 10% 10%
Unit 27.000 30.364 34.148 38.402 43.187
Nilai Proyek Per Unit IDR MN 3,54 3,54 3,54 3,54 3,54
Penjualan IDR MN 169.662 186.270 227.921 249.763 273.911
Beban Pokok Penjualan
Bahan Baku
Saldo Awal
Drone Rp Juta - 756 810 1.020 1.085
Robotics Rp Juta - 4.894 5.103 7.146 7.585
CCTV Rp Juta - 253 281 303 327
Pembelian
Drone Rp Juta 22.270 21.940 28.421 29.894 31.850
Robotics Rp Juta 36.000 30.607 46.014 46.143 48.965
CCTV Rp Juta 69.834 75.550 84.953 95.538 107.428
Saldo akhir
Drone Rp Juta (756) (810) (1.020) (1.085) (1.148)
Robotics Rp Juta (4.894) (5.103) (7.146) (7.585) (8.018)
CCTV Rp Juta (253) (281) (303) (327) (341)
Pemakaian Bahan Baku Rp Juta 122.201 127.049 156.304 170.026 186.650
Pemakaian Bahan Baku
Drone 66% 21.514 21.886 28.211 29.828 31.788
Robotics 66% 31.106 30.398 43.972 45.704 48.533
CCTV 70% 69.581 75.521 84.931 95.514 107.415
Biaya Pabrikasi
Drone 2% 620 661 846 901 960
Robotics 3% 1.294 916 1.297 1.378 1.463
CCTV 2% 1.910 2.148 2.416 2.717 3.055
Gaji dan Tunjangan
Drone 829 871 914 960 1.008
Robotics 846 888 933 979 1.028
CCTV 4.007 4.207 4.417 4.638 4.870
Penyusutan Aset Tetap
Drone - - - - -
Robotics - - - - -
CCTV - - - - -
Sub-Jumlah Beban Produksi Rp Juta 131.708 137.497 167.937 182.618 200.120
Barang Dalam Proses
Saldo Awal
Drone - 427 455 581 619
Robotics - 1.780 1.890 2.676 2.841
CCTV - 1.393 1.566 1.761 1.981
Saldo Akhir
Drone (427) (455) (581) (619) (660)
Robotics (1.780) (1.890) (2.676) (2.841) (3.017)
CCTV (1.393) (1.566) (1.761) (1.981) (2.228)
Jumlah Beban Produksi Rp Juta 128.109 137.185 166.829 182.195 199.656
Page 79
Penambahan dan Perubahan Kegiatan Usaha
PT Tera Data Indonusa Tbk dan Entitas Anak
Asumsi
Dalam Jutaan Rupiah 1,0 2,0 3,0 4,0 5,0
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Barang Jadi
Saldo Awal
Drone - 614 655 837 892
Robotics - 854 907 1.284 1.364
CCTV - 1.337 1.504 1.691 1.902
Pembelian
Drone - - - - -
Robotics - - - - -
CCTV - - - - -
Saldo Akhir
Drone (614) (655) (837) (892) (951)
Robotics (854) (907) (1.284) (1.364) (1.448)
CCTV (1.337) (1.504) (1.691) (1.902) (2.139)
Jumlah Beban Pokok Penjualan Rp Juta 125.303 136.925 166.082 181.850 199.276
Beban Penjualan
Komisi to Sales 848,31 931,35 1.139,60 1.248,81 1.369,56
Gaji dan Tunjangan to Sales 1.017,97 1.068,87 1.122,31 1.178,43 1.237,35
Promosi to Sales 933,14 1.024,48 1.253,56 1.373,70 1.506,51
Pengiriman to Sales 220,56 242,15 296,30 324,69 356,08
Perjamuan to Sales 169,66 186,27 227,92 249,76 273,91
Perjalanan Dinas to Sales 135,73 149,02 182,34 199,81 219,13
Garansi Produk to Sales 1.017,97 1.117,62 1.367,53 380,96 275,94
Perlengkapan to Sales 237,53 260,78 319,09 349,67 383,48
Lain-Lain to Sales 169,66 186,27 227,92 249,76 273,91
Jumlah Beban Penjualan 4.750,53 5.166,80 6.136,57 5.555,60 5.895,87
2,80% 2,77% 2,69% 2,22% 2,15%
Beban Umum dan Administrasi
Gaji dan Tunjangan Rp Juta 1.035 1.087 1.141 1.198 1.258
Penyusutan Aset Tetap Rp Juta 286 286 346 572 286
Outsourcing Rp Juta 526 552 580 609 639
Perjalanan Dinas Rp Juta 68 75 91 100 110
Jasa Profesional Rp Juta 170 178 187 196 206
Perawatan dan Pemeliharaan Rp Juta 170 186 228 250 274
Pertumbuhan Beban Umum dan Administrasi
Gaji dan Tunjangan Growth 5,00% 5,00% 5,00% 5,00%
Outsourcing Growth 5,00% 5,00% 5,00% 5,00%
Perjalanan Dinas To Sales 0,04% 0,04% 0,04% 0,04% 0,04%
Jasa Profesional Growth 5,00% 5,00% 5,00% 5,00%
Tax 22% 22% 22% 22% 22%
Turn Over
Piutang Usaha
Drone Hari 30 30 30 30 30
Robotics Hari 30 30 30 30 30
CCTV Hari 30 30 30 30 30
Persediaan
Drone Hari 30 30 30 30 30
Robotics Hari 90 90 90 90 90
CCTV Hari 15 15 15 15 15
Utang Usaha
Drone Hari 30 30 30 30 30
Robotics Hari 30 30 30 30 30
CCTV Hari 90 90 90 90 90
Capex
Modal Sendiri / Cash Rp Juta 1.144 - 241 903 -
Page 80
Penambahan dan Perubahan Kegiatan Usaha
PT Tera Data Indonusa Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Penjualan
Dalam Jutaan Rupiah
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Penjualan 169.662 186.270 227.921 249.763 273.911
Penambahan dan Perubahan Kegiatan Usaha
PT Tera Data Indonusa Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Beban Pokok Penjualan
Dalam Jutaan Rupiah
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Beban Pokok Penjualan 125.303 136.925 166.082 181.850 199.276
Penambahan dan Perubahan Kegiatan Usaha
PT Tera Data Indonusa Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Beban Usaha
Dalam Jutaan Rupiah
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Beban Usaha
Beban Penjualan 4.751 5.167 6.137 5.556 5.896
Beban Umum dan Administrasi 2.254 2.364 2.573 2.925 2.773
Total Beban Usaha 7.005 7.531 8.710 8.481 8.669
Penambahan dan Perubahan Kegiatan Usaha
PT Tera Data Indonusa Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Aset Tetap
Dalam Jutaan Rupiah
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Penambahan
Equipment 1.084 0 181 903 0
Other 60 0 60 0 0
Total Penambahan 1.144 0 241 903 0
Nilai Perolehan
Equipment 1.084 1.084 1.265 2.168 2.168
Other 60 60 120 120 120
Total Nilai Perolehan 1.144 1.144 1.385 2.288 2.288
Penyusutan
Equipment 271 271 316 542 271
Other 15 15 30 30 15
Total Penyusutan 286 286 346 572 286
Akumulasi Penyusutan
Equipment 271 542 858 1.400 1.671
Other 15 30 60 90 105
Total Akumulasi Penyusutan 286 572 918 1.490 1.776
Nilai Buku
Equipment 813 542 407 768 497
Other 45 30 60 30 15
Total Nilai Buku 858 572 467 798 512
Page 81
Penambahan dan Perubahan Kegiatan Usaha
PT Tera Data Indonusa Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Utang
Dalam Jutaan Rupiah
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Bank
Saldo Awal 0 0 0 0 0
Penarikan 0 0 0 0 0
Bunga 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Beban Bunga 0 0 0 0 0
Pembayaran Bunga 0 0 0 0 0
Pembayaran Pokok 0 0 0 0 0
Saldo Akhir 0 0 0 0 0
Pemegang saham
Saldo Awal 0 0 0 0 0
Penarikan 0 0 0
Bunga 0,00% 0,00% 0,00% 0,00% 0,00%
Beban Bunga 0 0 0 0 0
Pembayaran Bunga 0 0 0 0 0
Pembayaran Pokok
Saldo Akhir 0 0 0 0 0
Penambahan dan Perubahan Kegiatan Usaha
PT Tera Data Indonusa Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Laba (Rugi)
Dalam Jutaan Rupiah
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Penjualan 169.662 186.270 227.921 249.763 273.911
9,79% 22,36% 9,58% 9,67%
Beban Pokok Penjualan 125.303 136.925 166.082 181.850 199.276
73,85% 73,51% 72,87% 72,81% 72,75%
Laba (Rugi) Kotor 44.359 49.344 61.839 67.913 74.635
26,15% 26,49% 27,13% 27,19% 27,25%
Beban Usaha 7.005 7.531 8.710 8.481 8.669
4,13% 4,04% 3,82% 3,40% 3,16%
Laba (Rugi) Usaha 37.354 41.814 53.129 59.433 65.966
22,02% 22,45% 23,31% 23,80% 24,08%
Penghasilan (Beban) Lain-Lain
Pendapatan Lainnya 0 0 0 0 0
Bunga Bank 0 0 0 0 0
Beban Lainnya 0 0 0 0 0
Total Penghasilan (Beban) Lain-Lain 0 0 0 0 0
Laba (Rugi) Sebelum Pajak 37.354 41.814 53.129 59.433 65.966
Pajak
Pajak Kini (8.218) (9.199) (11.688) (13.075) (14.513)
Total Pajak (8.218) (9.199) (11.688) (13.075) (14.513)
Laba (Rugi) Bersih 29.136 32.615 41.441 46.358 51.454
17,17% 17,51% 18,18% 18,56% 18,78%
Penghasilan (Beban) Komprehensif Lain 0 0 0 0 0
Jumlah Laba (Rugi) Komprehensif Tahun Berjalan 29.136 32.615 41.441 46.358 51.454
17,17% 17,51% 18,18% 18,56% 18,78%
Page 82
Penambahan dan Perubahan Kegiatan Usaha
PT Tera Data Indonusa Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Posisi Keuangan
Dalam Jutaan Rupiah
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Aset
Aset Lancar
Kas dan bank 24.264 57.356 95.365 141.412 193.253
Piutang Usaha 13.907 15.310 18.733 20.528 22.452
Persediaan 12.307 13.170 17.299 18.597 19.949
Aset Lancar Lainnya 0 0 0 0 0
Total Aset Lancar 50.478 85.836 131.397 180.537 235.654
Aset Tidak Lancar
Aset tetap 858 572 467 798 512
Total Aset Tidak Lancar 858 572 467 798 512
Total Aset 51.336 86.408 131.864 181.335 236.166
Liabilitas dan Ekuitas
Liabilitas Lancar
Utang Usaha 22.200 24.657 28.672 31.786 35.163
Utang Lain-Lain 0 0 0 0 0
Total Liabilitas Lancar 22.200 24.657 28.672 31.786 35.163
Liabilitas Tidak Lancar
Utang Jangka Panjang > 1 Tahun 0 0 0 0 0
Utang Pemegang Saham 0 0 0 0 0
Imbalan Kerja 0 0 0 0 0
Total Liabilitas Tidak Lancar 0 0 0 0 0
Total Liabilitas 22.200 24.657 28.672 31.786 35.163
Ekuitas
Modal Saham 0 0 0 0 0
Tambahan Modal 0 0 0 0 0
Saldo Laba 29.136 61.751 103.192 149.549 201.003
Total Ekuitas 29.136 61.751 103.192 149.549 201.003
Total Liabilitas dan Ekuitas 51.336 86.408 131.864 181.335 236.166
Cek - - - - -
Penambahan dan Perubahan Kegiatan Usaha
PT Tera Data Indonusa Tbk dan Entitas Anak
Proyeksi Arus Kas
Dalam Jutaan Rupiah
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Laba Bersih 29.136 32.615 41.441 46.358 51.454
Depresiasi dan Amortisasi 286 286 346 572 286
Piutang Usaha (13.907) (1.403) (3.423) (1.795) (1.923)
Persediaan (12.307) (863) (4.129) (1.298) (1.352)
Utang Usaha 22.200 2.457 4.015 3.114 3.377
Total Arus Kas dari Aktivitas Operasi 25.408 33.092 38.250 46.950 51.842
Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Aset Tetap (1.144) 0 (241) (903) 0
Total Arus Kas dari Aktivitas Investasi (1.144) 0 (241) (903) 0
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan
Utang Bank 0 0 0 0 0
Utang Lain (pihak ketiga) 0 0 0 0 0
Modal Saham 0 0 0 0 0
Total Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan 0 0 0 0 0
Kenaikan (Penurunan) Kas Berjalan 24.264 33.092 38.009 46.047 51.842
Saldo Kas Awal 0 24.264 57.356 95.365 141.412
Saldo Kas Akhir 24.264 57.356 95.365 141.412 193.253
Page 83
Penambahan dan Perubahan Kegiatan Usaha
PT Tera Data Indonusa Tbk dan Entitas Anak
Analisis
Dalam Jutaan Rupiah
1,0 2,0 3,0 4,0 5,0
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Analisis
Laba Bersih 29.136 32.615 41.441 46.358 51.454
Bunga * (1-Pajak) - - - - -
Depresiasi 286 286 346 572 286
Capital Expenditures (1.144) - (241) (903) -
Perubahan Modal Kerja (4.014) 191 (3.537) 20 102
Terminal Value 3,55% 753.640
TOTAL 24.264 33.092 38.009 46.047 805.482
Discount Factor 10,62% 0,90 0,82 0,74 0,67 0,60
Present Value 21.934 27.041 28.076 30.746 486.184
Cash In 26.596 26.885 30.867 31.336 486.122
Cash Out (4.662) 156 (2.791) (589) 62
Analisis
Free Cash Flow 24.264 33.092 38.009 46.047 805.482
Net Present Value 593.981 Positive >>>>>> FEASIBLE
Profitability Index 76,91 >>>>>> FEASIBLE
Return On Investment 56,76% 37,74% 31,43% 25,56% 21,79%
Average Rate of Return on Investment 34,66%
Penambahan dan Perubahan Kegiatan Usaha
PT Tera Data Indonusa Tbk dan Entitas Anak
Break Even Point
Dalam Jutaan Rupiah
1,0 2,0 3,0 4,0 5,0
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Fixed Cost
Expenses 7.005 7.531 8.710 8.481 8.669
Interest 0 0 0 0 0
Subtotal Fixed Cost 7.005 7.531 8.710 8.481 8.669
Variabel Cost 125.303 136.925 166.082 181.850 199.276
Sales 169.662 186.270 227.921 249.763 273.911
Break Even
In Rupiah (Average) 30.065 26.791 28.427 32.102 31.189 31.815
In % to Revenue (Average) 13,85% 15,79% 15,26% 14,08% 12,49% 11,61%
Page 84
Penambahan dan Perubahan Kegiatan Usaha
PT Tera Data Indonusa Tbk dan Entitas Anak
Rasio Keuangan
1,0 2,0 3,0 4,0 5,0
2024 2025 2026 2027 2028
Keterangan
Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des Jan-Des
Rasio Likuiditas
Rasio Lancar 227,38% 348,12% 458,27% 567,98% 670,18%
Rasio Kas 109,30% 232,61% 332,60% 444,89% 549,59%
Rasio Solvabilitas
Rasio total Liabilitas terhadap Ekuitas 76,19% 39,93% 27,79% 21,25% 17,49%
Rasio total Liabilitas terhadap Aset 43,24% 28,54% 21,74% 17,53% 14,89%
Rasio Profitabilitas
Gross Profit Margin 26,15% 26,49% 27,13% 27,19% 27,25%
Net Profit Margin 17,17% 17,51% 18,18% 18,56% 18,78%
Rate of Return on Investments 56,76% 37,74% 31,43% 25,56% 21,79%
Penambahan dan Perubahan Kegiatan Usaha
PT Tera Data Indonusa Tbk dan Entitas Anak
Analisis Sensitivitas
Perubahan
Keterangan Normal
1,00% 2,00% 3,00% 4,00% 5,00%
Penurunan Pendapatan 99,00% 98,00% 97,00% 96,00% 95,00%
Net Present Value (NPV) 593.981 568.805 543.630 518.454 493.279 468.103
Return On Investment (ROI) 34,66% 34,22% 33,76% 33,27% 32,74% 32,18%
Profitability Index (PI) 76,91 73,69 70,47 67,26 64,04 60,82
Break Even Point (BEP) - - - - -
In Rupiah (Average) 30.065 30.915 31.833 32.829 33.912 35.094
to Revenue (Average)
In % 13,85% 14,38% 14,97% 15,59% 16,28% 17,03%
Peningkatan Beban Pokok Penjualan 101,00% 102,00% 103,00% 104,00% 105,00%
Net Present Value (NPV) 593.981 575.641 557.300 538.960 520.620 502.280
Return On Investment (ROI) 34,66% 34,34% 34,01% 33,67% 33,31% 32,93%
Profitability Index (PI) 76,91 74,57 72,22 69,88 67,53 65,19
Break Even Point (BEP) - - - - -
In Rupiah (Average) 30.065 30.906 31.796 32.739 33.739 34.802
In % to Revenue (Average) 13,85% 14,24% 14,65% 15,08% 15,55% 16,04%
Page 85
Cost of Capital : Weighted Average Cost of Capital Calculation - Drone
Penambahan dan Perubahan Kegiatan Usaha
PT Tera Data Indonusa Tbk dan Entitas Anak
CAPITAL TYPE Cost of Capital Composition Weighted
COST OF DEBT (Kd = I X (1-T)) 7,34% 12,50% 0,92%
COST OF EQUITY (Ke = Rf + (Rpm) * Beta 11,62% 87,50% 10,17%
Weighted Average Cost of capital (WACC) 11,09%
COST OF EQUITY CALCULATION COST OF DEBT CALCULATION
Risk Free Rate (Rf) 6,89% a Bank Interest Rate 9,41%
Risk Premium Mark et (Rpm) 7,38% b Tax 22,00%
Country Default Spread (CDS) 2,07%
β (Beta) 0,92
Alpha 0,00%
COST OF EQUITY 11,62% COST OF DEBT 7,34%
Unleverage Beta ==========> 0,83 BU = BL
1 + (( 1 - t ) x (Kd/Ke))
Leverage Beta Valuation Object ==========> 0,92 BL = BU x (1+(1-T) x (Kd/Ke))
Description :
Rf : Risk Free Rate
Rpm : Mark et Risk Premium (Rm - Rf)
β : Beta
Rs : Company Specific Risk
Page 86
Cost of Capital : Weighted Average Cost of Capital Calculation - Robotics
Penambahan dan Perubahan Kegiatan Usaha
PT Tera Data Indonusa Tbk dan Entitas Anak
CAPITAL TYPE Cost of Capital Composition Weighted
COST OF DEBT (Kd = I X (1-T)) 7,34% 12,48% 0,92%
COST OF EQUITY (Ke = Rf + (Rpm) * Beta 14,04% 87,52% 12,29%
Weighted Average Cost of capital (WACC) 13,21%
COST OF EQUITY CALCULATION COST OF DEBT CALCULATION
Risk Free Rate (Rf) 6,89% a Bank Interest Rate 9,41%
Risk Premium Mark et (Rpm) 7,38% b Tax 22,00%
Country Default Spread (CDS) 2,07%
β (Beta) 1,25
Alpha 0,00%
COST OF EQUITY 14,04% COST OF DEBT 7,34%
Unleverage Beta ==========> 1,12 BU = BL
1 + (( 1 - t ) x (Kd/Ke))
Leverage Beta Valuation Object ==========> 1,25 BL = BU x (1+(1-T) x (Kd/Ke))
Description :
Rf : Risk Free Rate
Rpm : Mark et Risk Premium (Rm - Rf)
β : Beta
Rs : Company Specific Risk
Page 87
Cost of Capital : Weighted Average Cost of Capital Calculation - CCTV
Penambahan dan Perubahan Kegiatan Usaha
PT Tera Data Indonusa Tbk dan Entitas Anak
CAPITAL TYPE Cost of Capital Composition Weighted
COST OF DEBT (Kd = I X (1-T)) 7,34% 15,50% 1,14%
COST OF EQUITY (Ke = Rf + (Rpm) * Beta 9,58% 84,50% 8,10%
Weighted Average Cost of capital (WACC) 9,24%
COST OF EQUITY CALCULATION COST OF DEBT CALCULATION
Risk Free Rate (Rf) 6,89% a Bank Interest Rate 9,41%
Risk Premium Mark et (Rpm) 7,38% b Tax 22,00%
Country Default Spread (CDS) 2,07%
β (Beta) 0,65
Alpha 0,00%
COST OF EQUITY 9,58% COST OF DEBT 7,34%
Unleverage Beta ==========> 0,56 BU = BL
1 + (( 1 - t ) x (Kd/Ke))
Leverage Beta Valuation Object ==========> 0,65 BL = BU x (1+(1-T) x (Kd/Ke))
Description :
Rf : Risk Free Rate
Rpm : Mark et Risk Premium (Rm - Rf)
β : Beta
Rs : Company Specific Risk
Page 88
Weighted Average Cost of Capital Calculation - Gabungan
Penambahan dan Perubahan Kegiatan Usaha
PT Tera Data Indonusa Tbk dan Entitas Anak
Tingkat Diskonto per
Industri Komposisi Weighted
Industri
Drone 11,09% 18,03% 2,00%
Robotik 13,21% 26,55% 3,51%
CCTV 9,24% 55,42% 5,12%
10,62%
Page 89
LAMPIRAN Alur Proses Produksi Penambahan Kegiatan Usaha
Page 90
Alur Proses Produksi - Drone
Proses Order Proses
Produksi
N
o
Ye
s
Page 91
Alur Proses Produksi - Robotik
Proses Order Proses
N
o
Ye
s
Page 92
Alur Proses Produksi -CCTV
Proses Penjualan & Produksi
SALES Warehouse Production Delivery Customer
• Sales Order • Check Stok • Production Order • Delivery Finished • Receive Products
• Invoicing • Production Process Goods
SALES Warehouse Purchasing Production Warehouse
• Sales Order • Check Stok • Purchase process • Production Order • Store Finished Goods
• Invoicing • Only for out of stock • Production Process
components • Quality Control Check
• Cleaning Packaging
Names mentioned 82 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
TERA DATA IN DON USA Tbk
p.1 ×2
unresolved
org
PT Tera Data
p.2 ×5
unresolved
org
PT EXA Nu
p.2
unresolved
org
KJPP Yanuar
p.3 ×68
unresolved
org
Rosye dan Rekan
p.3 ×3
unresolved
person
Yanuar Bey S.E.
p.3 ×2
unresolved
org
Kementerian Keuangan dan Pasar Modal
p.3 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.5 ×19
unresolved
org
ROSYE & REKAN
p.10 ×66
unresolved
org
Kementerian Komunikasi dan Informatika.
p.14
unresolved
org
Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia
p.14 ×3
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.14 ×2
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Yanuar
p.15
unresolved
org
Adi & Rekan
p.20 ×2
unresolved
person
Agnes Ninik Mutiara Widjaja
· Notaris
p.21 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.21 ×3
unresolved
person
Miki Tanumiharja
· Notaris
p.21 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-AH.
p.24
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Ishak
p.24
unresolved
org
Soewondo & Rekan
p.24
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi & Rekan
p.24 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Hadori Sugiarto Adi
p.24 ×2
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Heliantono & Rekan
p.24
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik Heliantono
p.24
unresolved
org
PT Aneka Sakti Bakti
p.25
unresolved
org
PT Gamma Persada Sinergi
p.25
unresolved
org
PT Indo Mega Vision.
p.25
unresolved
org
Bank Indonesia Triwulan IV
p.30 ×5
unresolved
org
Bank Indonesia. Inflasi
p.31
unresolved
org
Kementerian Perindustrian
p.33
unresolved
org
Keamanan Laut
p.34
unresolved
org
Kementerian Perhubungan
p.34
unresolved
org
Kementerian ESDM
p.35
unresolved
org
Kementerian PU
p.35
unresolved
org
Kementerian KLHK
p.35
unresolved
org
PT Famindo Innovation Technology
p.46
unresolved
org
Komisi Pengawas Persaingan
p.46
unresolved
org
KPPU
p.46 ×2
unresolved
org
Kementerian Pendidikan
p.47 ×3
unresolved
org
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
p.47
unresolved
org
Kementerian Perindustrian dan Pemerintah Daerah. Halaman
p.47
unresolved
org
Kementerian Perindustian
p.48
unresolved
org
Kementerian Perhubungan. Berikut
p.53
unresolved
person
Alward Jevon Sumitro Putra
p.53
unresolved
—
NIK
p.53 ×2
unresolved
org
PT Alcomexindo
p.54
unresolved
org
Kementerian Peridustrian dan Kementerian Pendidikan.
p.57
unresolved
org
DER
p.66
unresolved
org
Zhejiang Dahua Technology Co., Ltd.
p.66 ×2
unresolved
org
Beijing BDStar Navigation Co., Ltd.
p.66 ×2
unresolved
org
Shanghai Huace Navigation Technology Ltd
p.66
unresolved
org
VSTECS Holdings Limited
p.66 ×2
unresolved
org
DroneShield Limited
p.66 ×2
unresolved
org
ACSL Ltd.
p.66 ×2
unresolved
org
Rainbow Robotics Co.,Ltd.
p.67 ×2
unresolved
org
Yuil Robotics Co., Ltd.
p.67 ×2
unresolved
org
ROBOTIS Co., Ltd.
p.67 ×2
unresolved
org
Ecovacs Robotics Co., Ltd.
p.67 ×2
unresolved
org
Doosan Robotics Inc.
p.67 ×2
unresolved
org
HannStar Display Corporation
p.68 ×2
unresolved
org
OPTRONTEC Inc.
p.68 ×2
unresolved
org
Ranjeet Mechatronics Limited
p.68 ×2
unresolved
org
EverFocus Electronics Corporation
p.68 ×2
unresolved
org
SD SYSTEM Co., Ltd
p.68 ×2
unresolved
org
AV TECH Corporation
p.68 ×2
unresolved
org
KJPP
p.75
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.