Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 25
Page 1
Nomor Surat No.S.2024.080/MBI/DIRFINANCE
Nama Emiten PT Bank Maybank Indonesia Tbk
Kode Emiten BNII
Perihal Penyampaian Laporan Keuangan Interim Yang Tidak Diaudit
Perseroan dengan ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode 3 Bulan yang berakhir pada 31/03/2024 dengan ikhtisar sebagai berikut :
Informasi mengenai anak perusahaan Perseroan sebagai berikut :
No Nama Kegiatan Lokasi Tahun Status Jumlah Aset Satuan Mata Persentase
Usaha Komersil Operasi Uang (%)
1 PT Maybank Jasa Jakarta 1991 Aktif 7.720.752 JUTAAN IDR 99.99
Indonesia Pembiayaan
Finance Konsumen
2 PT Wahana Jasa Jakarta 1982 Aktif 6.817.514 JUTAAN IDR 67.49
Ottomitra Pembiayaan
Multiartha Tbk Konsumen
Dokumen ini merupakan dokumen resmi PT Bank Maybank Indonesia Tbk yang tidak memerlukan tanda tangan karena dihasilkan secara
elektronik. PT Bank Maybank Indonesia Tbk bertanggung jawab penuh atas informasi tertera di dalam dokumen ini.
Page 2
[1000000] General information
Informasi umum General information
2024-03-31
Informasi umum General information
Nama entitas PT Bank Maybank Indonesia Tbk Entity name
Penjelasan perubahan nama dari akhir periode laporan sebelumnya Explanation of change in name from the end of the preceding reporting period
Kode entitas BNII Entity code
Nomor identifikasi entitas AA053 Entity identification number
Industri utama entitas Keuangan dan Syariah / Financial and Sharia Entity main industry
Standar akutansi yang dipilih PSAK Selected accounting standards
Sektor G. Financials Sector
Subsektor G1. Banks Subsector
Industri G11. Banks Industry
Subindustri G111. Banks Subindustry
Informasi pemegang saham pengendali Foreign Corporation Controlling shareholder information
Jenis entitas Local Company - Indonesia Jurisdiction Type of entity
Jenis efek yang dicatatkan Saham dan Obligasi / Stock and Bond Type of listed securities
Jenis papan perdagangan tempat entitas tercatat Utama / Main Type of board on which the entity is listed
Apakah merupakan laporan keuangan satu entitas atau suatu kelompok entitas Entitas grup / Group entity Whether the financial statements are of an individual entity or a group of entities
Periode penyampaian laporan keuangan Kuartal I / First Quarter Period of financial statements submissions
Tanggal Surat Pernyataan Direksi Date Of Board Of Directors' Statement Letter
Tanggal awal periode berjalan January 01, 2024 Current period start date
Tanggal akhir periode berjalan March 31, 2024 Current period end date
Tanggal akhir tahun sebelumnya December 31, 2023 Prior year end date
Tanggal awal periode sebelumnya January 01, 2023 Prior period start date
Tanggal akhir periode sebelumnya March 31, 2023 Prior period end date
Tanggal akhir 2 tahun sebelumnya December 31, 2022 Prior 2 year end date
Mata uang pelaporan Rupiah / IDR Description of presentation currency
Kurs konversi pada tanggal pelaporan jika mata uang penyajian selain rupiah Conversion rate at reporting date if presentation currency is other than rupiah
Pembulatan yang digunakan dalam penyajian jumlah dalam laporan keuangan Jutaan / In Million Level of rounding used in financial statements
Jenis laporan atas laporan keuangan Tidak Diaudit / Unaudit Type of report on financial statements
Jenis opini auditor Type of auditor's opinion
Hal yang diungkapkan dalam paragraf pendapat untuk penekanan atas suatu masalah atau paragraf penjelasan lainnya, jika ada Matters disclosed in emphasis-of-matter or other-matter paragraph, if any
Hasil penugasan review Result of review engagement
Opini Hal Audit Utama Any Key Audit Matters Opinion
Jumlah Hal Audit Utama Total Key Audit Matters
Paragraf Hal Audit Utama Key Audit Matters Paragraph
Tanggal laporan audit atau hasil laporan review Date of auditor's opinion or result of review report
Auditor tahun berjalan Current year auditor
Nama partner audit tahun berjalan Name of current year audit signing partner
Lama tahun penugasan partner yang menandatangani Number of years served as audit signing partner
Auditor tahun sebelumnya Prior year auditor
Nama partner audit tahun sebelumnya Name of prior year audit signing partner
Kepatuhan terhadap pemenuhan peraturan OJK Nomor: 75/POJK.04/2017 tentang Tanggung Jawab Direksi Atas Laporan Keuangan Ya / Yes Whether in compliance with OJK rules No. 75/POJK.04/2017 concerning responsibilities of board of directors on financial statements
Kepatuhan terhadap pemenuhan independensi akuntan yang memberikan jasa audit di pasar modal sesuai dengan POJK Nomor 13/POJK.03/2017 tentang Penggunaan Jasa Akuntan Publik dalam Ya / Yes Compliance to the independency of Accountant that provide services in Capital Market as regulated in OJK rules No. 13/POJK.03/2017 concerning The Use of Public Accountant and Auditing Firm in
Kegiatan Jasa Keuangan Financial Services Activities.
Page 3
[4220000] Statement of financial position presented using order of liquidity - Financial and Sharia Industry
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
2024-03-31 2023-12-31
Laporan posisi keuangan Statement of financial position
Aset Assets
Kas 2,118,176 1,570,030 Cash
Dana yang dibatasi penggunaannya Restricted funds
Giro pada Bank Indonesia 7,814,827 8,152,106 Current accounts with Bank Indonesia
Giro pada bank lain Current accounts with other banks
Giro pada bank lain pihak ketiga 2,365,136 2,097,274 Current accounts with other banks third parties
Giro pada bank lain pihak berelasi 89,289 96,818 Current accounts with other banks related parties
Cadangan kerugian penurunan nilai pada giro pada bank lain ( 1,375 ) ( 1,810 ) Allowance for impairment losses for current accounts with other bank
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Placements with Bank Indonesia and other banks
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain pihak ketiga 1,020,425 2,496,502 Placements with Bank Indonesia and other banks third parties
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain pihak berelasi Placements with Bank Indonesia and other banks related parties
Cadangan kerugian penurunan nilai pada penempatan pada bank lain ( 2,016 ) Allowance for impairment losses for placements with other banks
Piutang asuransi Insurance receivables
Piutang asuransi pihak ketiga Insurance receivables third parties
Piutang asuransi pihak berelasi Insurance receivables related parties
Cadangan kerugian penurunan nilai pada piutang asuransi Allowance for impairment losses for insurance receivables
Biaya akuisisi tangguhan Deferred acquisition costs
Deposito pada lembaga kliring dan penjaminan Deposits to clearing and settlement guarantee institution
Efek-efek yang diperdagangkan Marketable securities
Efek-efek yang diperdagangkan pihak ketiga 2,327,108 1,297,687 Marketable securities third parties
Efek-efek yang diperdagangkan pihak berelasi Marketable securities related parties
Cadangan kerugian penurunan nilai pada efek-efek yang diperdagangkan Allowance for impairment losses for marketable securities
Investasi pemegang polis pada kontrak unit-linked Investments of policyholder in unit-linked contracts
Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali 2,333,072 Securities purchased under agreement to resale
Wesel ekspor dan tagihan lainnya Bills and other receivables
Wesel ekspor dan tagihan lainnya pihak ketiga 696,140 410,693 Bills and other receivables third parties
Wesel ekspor dan tagihan lainnya pihak berelasi 0 Bills and other receivables related parties
Cadangan kerugian penurunan nilai pada wesel ekspor dan tagihan lainnya ( 195 ) ( 380 ) Allowance for impairment losses for bills and other receivables
Tagihan akseptasi Acceptance receivables
Tagihan akseptasi pihak ketiga 1,473,228 786,695 Acceptance receivables third parties
Tagihan akseptasi pihak berelasi 0 Acceptance receivables related parties
Cadangan kerugian penurunan nilai pada tagihan akseptasi ( 25,640 ) ( 1,065 ) Allowance for impairment losses for acceptance receivables
Tagihan derivatif Derivative receivables
Tagihan derivatif pihak ketiga 703,431 707,331 Derivative receivables third parties
Tagihan derivatif pihak berelasi 275,704 273,660 Derivative receivables related parties
Pinjaman yang diberikan Loans
Pinjaman yang diberikan pihak ketiga 114,494,646 107,804,976 Loans third parties
Pinjaman yang diberikan pihak berelasi 381,258 251,301 Loans related parties
Cadangan kerugian penurunan nilai pada pinjaman yang diberikan ( 4,035,694 ) ( 3,376,813 ) Allowance for impairment losses for loans
Piutang dari lembaga kliring dan penjaminan Receivables from clearing and settlement guarantee institution
Piutang nasabah Receivables from customers
Piutang nasabah pihak ketiga Receivables from customers third parties
Piutang nasabah pihak berelasi Receivables from customers related parties
Cadangan kerugian penurunan nilai pada piutang nasabah Allowance for impairment losses for receivables from customers
Piutang murabahah Murabahah receivables
Piutang murabahah pihak ketiga Murabahah receivables third parties
Piutang murabahah pihak berelasi Murabahah receivables related parties
Cadangan kerugian penurunan nilai pada piutang murabahah Allowance for impairment losses for murabahah receivables
Piutang istishna Istishna receivables
Piutang istishna pihak ketiga Istishna receivables third parties
Piutang istishna pihak berelasi Istishna receivables related parties
Cadangan kerugian penurunan nilai pada piutang istishna Allowance for impairment losses for istishna receivables
Piutang ijarah Ijarah receivables
Piutang ijarah pihak ketiga Ijarah receivables third parties
Piutang ijarah pihak berelasi Ijarah receivables related parties
Cadangan kerugian penurunan nilai pada piutang ijarah Allowance for impairment losses for ijarah receivables
Piutang pembiayaan konsumen Consumer financing receivables
Piutang pembiayaan konsumen pihak ketiga 7,405,457 7,945,729 Consumer financing receivables third parties
Piutang pembiayaan konsumen pihak berelasi Consumer financing receivables related parties
Cadangan kerugian penurunan nilai pada piutang pembiayaan konsumen ( 144,613 ) ( 145,288 ) Allowance for impairment losses for consumer financing receivables
Pinjaman qardh Qardh funds
Pinjaman qardh pihak ketiga Qardh funds third parties
Pinjaman qardh pihak berelasi Qardh funds related parties
Cadangan kerugian penurunan nilai pada pinjaman qardh Allowance for impairment losses for qardh funds
Pembiayaan mudharabah Mudharabah financing
Pembiayaan mudharabah pihak ketiga Mudharabah financing third parties
Pembiayaan mudharabah pihak berelasi Mudharabah financing related parties
Cadangan kerugian penurunan nilai pada pembiayaan mudharabah Allowance for impairment losses for mudharabah financing
Pembiayaan musyarakah Musyarakah financing
Pembiayaan musyarakah pihak ketiga Musyarakah financing third parties
Pembiayaan musyarakah pihak berelasi Musyarakah financing related parties
Cadangan kerugian penurunan nilai pada pembiayaan musyarakah Allowance for impairment losses for musyarakah financing
Investasi sewa Lease investments
Investasi sewa pihak ketiga Lease investments third parties
Investasi sewa pihak berelasi Lease investments related parties
Investasi sewa nilai residu yang terjamin Lease investments guaranteed residual value
Investasi sewa pendapatan pembiayaan tangguhan Lease investments deferred financing income
Investasi sewa simpanan jaminan Lease investments guarantee deposits
Cadangan kerugian penurunan nilai pada investasi sewa Allowance for impairment losses for lease investments
Tagihan anjak piutang Factoring receivables
Tagihan anjak piutang pihak ketiga Factoring receivables third parties
Tagihan anjak piutang pihak berelasi Factoring receivables related parties
Tagihan anjak piutang pada pendapatan anjak piutang tangguhan Factoring receivables on deferred factoring income
Cadangan kerugian penurunan nilai pada tagihan anjak piutang Allowance for impairment losses for factoring receivables
Piutang lainnya Other receivables
Piutang lainnya pihak ketiga Other receivables third parties
Piutang lainnya pihak berelasi Other receivables related parties
Cadangan kerugian penurunan nilai pada piutang lainnya Allowance for impairment losses for other receivables
Aset keuangan lainnya 31,570,932 30,341,264 Other financial assets
Obligasi pemerintah Government bonds
Aset tidak lancar atau kelompok lepasan diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual Non-current assets or disposal groups classified as held-for-sale
Aset tidak lancar atau kelompok lepasan diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk didistribusikan kepada pemilik Non-current assets or disposal groups classified as held-for-distribution to owners
Uang muka Advances
Biaya dibayar dimuka 496,174 128,326 Prepaid expenses
Jaminan Guarantees
Pajak dibayar dimuka Prepaid taxes
Klaim atas pengembalian pajak Claims for tax refund
Aset pajak tangguhan 665,376 690,557 Deferred tax assets
Investasi yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas Investments accounted for using equity method
Investasi pada ventura bersama dan entitas asosiasi Investments in joint ventures and associates
Investasi pada entitas ventura bersama Investments in joint ventures
Investasi pada entitas asosiasi Investments in associates
Aset reasuransi Reinsurance assets
Aset imbalan pasca kerja Post-employment benefit assets
Goodwill 7,128 7,128 Goodwill
Aset takberwujud selain goodwill 328,988 356,496 Intangible assets other than goodwill
Properti investasi Investment properties
Aset ijarah Ijarah assets
Aset tetap 3,136,333 3,146,342 Property, plant, and equipment
Aset hak guna 659,675 681,882 Right of use assets
Aset pengampunan pajak Tax amnesty assets
Agunan yang diambil alih 802,858 764,941 Foreclosed assets
Aset lainnya 3,028,622 2,989,632 Other assets
Jumlah aset 177,653,394 171,803,070 Total assets
Liabilitas, dana syirkah temporer dan ekuitas Liabilities, temporary syirkah funds and equity
Liabilitas Liabilities
Liabilitas segera 824,206 938,440 Obligations due immediately
Bagi hasil yang belum dibagikan Undistributed profit sharing
Dana simpanan syariah Sharia deposits
Simpanan nasabah Customers deposits
Giro Current accounts
Giro pihak ketiga 34,223,686 35,510,420 Current accounts third parties
Giro pihak berelasi 249,985 242,713 Current accounts related parties
Giro wadiah Wadiah demand deposits
Giro wadiah pihak ketiga Wadiah demand deposits third parties
Giro wadiah pihak berelasi Wadiah demand deposits related parties
Tabungan Savings
Tabungan pihak ketiga 23,666,538 23,201,387 Savings third parties
Tabungan pihak berelasi 59,204 41,843 Savings related parties
Page 4
Tabungan wadiah Wadiah savings
Tabungan wadiah pihak ketiga Wadiah savings third parties
Tabungan wadiah pihak berelasi Wadiah savings related parties
Deposito berjangka Time deposits
Deposito berjangka pihak ketiga 58,881,977 56,383,142 Time deposits third parties
Deposito berjangka pihak berelasi 137,245 123,003 Time deposits related parties
Deposito wakalah Wakalah deposits
Deposito wakalah pihak ketiga Wakalah deposits third parties
Deposito wakalah pihak berelasi Wakalah deposits related parties
Simpanan dari bank lain Other banks deposits
Simpanan dari bank lain pihak berelasi 1,394,579 1,439,158 Other banks deposits related parties
Simpanan dari bank lain pihak ketiga 4,586,234 3,343,738 Other banks deposits third parties
Efek yang dijual dengan janji untuk dibeli kembali 3,269,426 2,017,063 Securities sold with repurchase agreement
Liabilitas derivatif Derivative payables
Liabilitas derivatif pihak ketiga 949,358 710,428 Derivative payables third parties
Liabilitas derivatif pihak berelasi 406,196 252,713 Derivative payables related parties
Utang asuransi Insurance payables
Utang koasuransi Coinsurance liabilities
Liabilitas kepada pemegang polis unit-linked Liabilities to policyholder in unit-linked contracts
Utang bunga 334,348 263,193 Interest payables
Liabilitas akseptasi Acceptance liabilities
Liabilitas akseptasi pihak berelasi 23,259 517 Acceptance liabilities related parties
Liabilitas akseptasi pihak ketiga 1,040,957 511,522 Acceptance liabilities third parties
Utang usaha Accounts payable
Uang muka dan angsuran Advances and installments
Utang dividen Dividends payable
Utang dealer 149,134 138,158 Dealer payables
Pinjaman yang diterima Borrowings
Pinjaman yang diterima pihak ketiga 9,300,792 7,744,928 Borrowings third parties
Pinjaman yang diterima pihak berelasi Borrowings related parties
Pinjaman yang diterima utang pada lembaga kliring dan penjaminan Borrowings payables to clearing and settlement guarantee institution
Efek yang diterbitkan Securities issued
Utang obligasi 3,873,561 4,222,181 Bonds payable
Sukuk Sukuk
Obligasi subordinasi Subordinated bonds
Surat utang jangka menengah Medium term notes
Efek yang diterbitkan lainnya Others securities issued
Liabilitas kontrak asuransi Insurance contract liabilities
Utang perusahaan efek Securities company payables
Provisi Provisions
Liabilitas atas kontrak Contract liabilities
Pendapatan ditangguhkan 32,232 35,948 Deferred income
Liabilitas sewa pembiayaan 504,599 528,247 Finance lease liabilities
Estimasi kerugian komitmen dan kontinjensi 122,118 120,203 Estimated losses on commitments and contingencies
Beban akrual 658,952 704,163 Accrued expenses
Utang pajak 253,897 395,225 Taxes payable
Liabilitas pajak tangguhan Deferred tax liabilities
Liabilitas pengampunan pajak Tax amnesty liabilities
Liabilitas lainnya 538,647 517,422 Other liabilities
Kewajiban imbalan pasca kerja 1,580,712 1,521,830 Post-employment benefit obligations
Pinjaman subordinasi Subordinated loans
Pinjaman subordinasi pihak ketiga 0 Subordinated loans third parties
Pinjaman subordinasi pihak berelasi 99,459 99,451 Subordinated loans related parties
Jumlah liabilitas 147,161,301 141,007,036 Total liabilities
Dana syirkah temporer Temporary syirkah funds
Bukan bank Non-banks
Giro mudharabah Mudharabah current account
Giro mudharabah pihak ketiga Mudharabah current account third parties
Giro berjangka mudharabah pihak berelasi Mudharabah current account related parties
Tabungan mudharabah Mudharabah saving deposits
Tabungan mudharabah pihak ketiga Mudharabah saving deposits third parties
Tabungan mudharabah pihak berelasi Mudharabah saving deposits related parties
Deposito berjangka mudharabah Mudharabah time deposits
Deposito berjangka mudharabah pihak ketiga Mudharabah time deposits third parties
Deposito berjangka mudharabah pihak berelasi Mudharabah time deposits related parties
Bank Bank
Giro mudharabah Mudharabah current account
Tabungan mudharabah (ummat) Mudharabah saving deposits (ummat)
Deposito berjangka mudharabah Mudharabah time deposits
Efek yang diterbitkan bank Bank securities issued
Investasi mudharabah antar bank Interbank mudharabah investments
Sukuk mudharabah Mudharabah sukuk
Sukuk mudharabah subordinasi Subordinated mudharabah sukuk
Jumlah dana syirkah temporer Total temporary syirkah funds
Jumlah akumulasi dana tabarru Total accumulated tabarru's funds
Ekuitas Equity
Ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk Equity attributable to equity owners of parent entity
Saham biasa 3,855,908 3,855,908 Common stocks
Saham preferen Preferred stocks
Tambahan modal disetor 6,357,376 6,357,376 Additional paid-in capital
Saham treasuri Treasury stocks
Uang muka setoran modal Advances in capital stock
Opsi saham Stock options
Penjabaran laporan keuangan Translation adjustment
Cadangan revaluasi 1,979,935 1,979,935 Revaluation reserves
Cadangan selisih kurs penjabaran 40,127 42,142 Reserve of exchange differences on translation
Cadangan perubahan nilai wajar aset keuangan nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lainnya ( 238,189 ) ( 166,273 ) Reserve for changes in fair value of fair value through other comprehensive income financial assets
Cadangan keuntungan (kerugian) investasi pada instrumen ekuitas Reserve of gains (losses) from investments in equity instruments
Cadangan pembayaran berbasis saham Reserve of share-based payments
Cadangan lindung nilai arus kas Reserve of cash flow hedges
Cadangan pengukuran kembali program imbalan pasti 351,098 351,098 Reserve of remeasurements of defined benefit plans
Cadangan lainnya Other reserves
Selisih Transaksi Perubahan Ekuitas Entitas Anak/Asosiasi Difference Due to Changes of Equity in Subsidiary/Associates
Komponen ekuitas lainnya ( 57,313 ) ( 57,313 ) Other components of equity
Saldo laba (akumulasi kerugian) Retained earnings (deficit)
Saldo laba yang telah ditentukan penggunaanya Appropriated retained earnings
Cadangan umum dan wajib 771,182 771,182 General and legal reserves
Cadangan khusus Specific reserves
Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya 16,896,329 17,124,265 Unappropriated retained earnings
Jumlah ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk 29,956,453 30,258,320 Total equity attributable to equity owners of parent entity
Proforma ekuitas Proforma equity
Kepentingan non-pengendali 535,640 537,714 Non-controlling interests
Jumlah ekuitas 30,492,093 30,796,034 Total equity
Jumlah liabilitas, dana syirkah temporer dan ekuitas 177,653,394 171,803,070 Total liabilities, temporary syirkah funds and equity
Page 5
[4322000] Statement of profit or loss and other comprehensive income, OCI components presented before tax, by nature - Financial and Sharia Industry
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain Statement of profit or loss and other comprehensive income
2024-03-31 2023-03-31
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain Statement of profit or loss and other comprehensive income
Pendapatan dan beban operasional Operating income and expenses
Pendapatan bunga 3,140,398 2,836,770 Interest income
Beban bunga ( 1,387,099 ) ( 1,029,848 ) Interest expenses
Pendapatan pengelolaan dana oleh bank sebagai mudharib Revenue from fund management as mudharib
Hak pihak ketiga atas bagi hasil dana syirkah temporer Third parties share on return of temporary syirkah funds
Pendapatan asuransi Insurance income
Pendapatan dari premi asuransi Revenue from insurance premiums
Premi reasuransi Reinsurance premiums
Premi retrosesi Retrocession premiums
Penurunan (kenaikan) premi yang belum merupakan pendapatan Decrease (increase) in unearned premiums
Penurunan (kenaikan) pendapatan premi disesikan kepada reasuradur Decrease (increase) in premium income ceded to reinsurancer
Pendapatan komisi asuransi Insurance commission income
Pendapatan bersih investasi Net investment income
Penerimaan ujrah Ujrah received
Pendapatan asuransi lainnya Other insurance income
Beban asuransi Insurance expenses
Beban klaim Claim expenses
Klaim reasuransi Reinsurance claims
Klaim retrosesi Retrocession claims
Kenaikan (penurunan) estimasi liabilitas klaim Increase (decrease) in estimated claims liability
Kenaikan (penurunan) liabilitas manfaat polis masa depan Increase (decrease) in liability for future policy benefit
Kenaikan (penurunan) provisi yang timbul dari tes kecukupan liabilitas Increase (decrease) in provision for losses arising from liability adequacy test
Kenaikan (penurunan) liabilitas asuransi yang disesikan kepada reasuradur Increase (decrease) in insurance liabilities ceded to reinsurers
Kenaikan (penurunan) liabilitas pemegang polis pada kontrak unit-linked Increase (decrease) in liabilities to policyholder in unit-linked contracts
Beban komisi asuransi Insurance commission expenses
Ujrah dibayar Ujrah paid
Beban akuisisi dari kontrak asuransi Acquisition costs of insurance contracts
Beban asuransi lainnya Other insurance expenses
Pendapatan dari pembiayaan Financing income
Pendapatan dari pembiayaan konsumen Revenue from consumer financing
Pendapatan dari sewa pembiayaan Revenue from finance lease
Pendapatan dari sewa operasi Revenue from operating lease
Pendapatan dari anjak piutang Revenue from factoring
Pendapatan sekuritas Securities income
Pendapatan kegiatan penjamin emisi dan penjualan efek Revenue from underwriting activities and selling fees
Pendapatan pembiayaan transaksi nasabah Revenue from financing transactions
Pendapatan jasa biro administrasi efek Revenue from securities administration service
Pendapatan kegiatan jasa manajer investasi Revenue from investment management services
Pendapatan kegiatan jasa penasehat keuangan Revenue from financial advisory services
Keuntungan (kerugian) dari transaksi perdagangan efek yang telah direalisasi Realised gains (losses) on trading of marketable securities
Keuntungan (kerugian) perubahan nilai wajar efek Gains (losses) on changes in fair value of marketable securities
Pendapatan operasional lainnya Other operating income
Pendapatan investasi Investments income
Pendapatan provisi dan komisi dari transaksi lainnya selain kredit 89,964 87,717 Provisions and commissions income from transactions other than loan
Pendapatan transaksi perdagangan Revenue from trading transactions
Pendapatan dividen Dividends income
Keuntungan (kerugian) yang telah direalisasi atas instrumen derivatif Realised gains (losses) from derivative instruments
Penerimaan kembali aset yang telah dihapusbukukan 90,426 148,905 Revenue from recovery of written-off assets
Keuntungan (kerugian) selisih kurs mata uang asing ( 73,799 ) 63,274 Gains (losses) on changes in foreign exchange rates
Keuntungan (kerugian) pelepasan aset tetap Gains (losses) on disposal of property and equipment
Keuntungan (kerugian) pelepasan agunan yang diambil alih Gains (losses) on disposal of foreclosed assets
Pendapatan operasional lainnya 269,597 273,612 Other operating income
Pemulihan penyisihan kerugian penurunan nilai Recovery of impairment loss
Pemulihan penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan 2,974 8,023 Recovery of impairment loss of financial assets
Pemulihan penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan - sewa pembiayaan Recovery of impairment loss of financial assets finance lease
Pemulihan penyisihan kerugian penurunan nilai aset keuangan - piutang pembiayaan konsumen Recovery of impairment loss of financial assets consumer financing receivables
Pemulihan penyisihan kerugian penurunan nilai aset non-keuangan Recovery of impairment loss of non-financial assets
Pemulihan penyisihan kerugian penurunan nilai aset non-keuangan - agunan yang diambil alih Recovery of impairment loss of non-financial assets repossessed collaterals
Pemulihan penyisihan estimasi kerugian atas komitmen dan kontinjensi Recovery of estimated loss of commitments and contingency
Pembentukan kerugian penurunan nilai Allowances for impairment losses
Pembentukan penyisihan kerugian penurunan nilai aset produktif ( 871,887 ) ( 193,835 ) Allowances for impairment losses on earnings assets
Pembentukan penyisihan kerugian penurunan nilai aset non-produktif ( 2,646 ) ( 2,324 ) Allowances for impairment losses on non-earnings assets
Pembalikan (beban) estimasi kerugian komitmen dan kontijensi ( 1,290 ) 11,912 Reversal (expense) of estimated losses on commitments and contingencies
Beban operasional lainnya Other operating expenses
Beban umum dan administrasi ( 601,280 ) ( 601,426 ) General and administrative expenses
Beban penjualan Selling expenses
Beban sewa, pemeliharaan, dan perbaikan ( 116,278 ) ( 114,312 ) Rent, maintenance and improvement expenses
Beban provisi dan komisi Other fees and commissions expenses
Beban operasional lainnya ( 802,551 ) ( 737,639 ) Other operating expenses
Jumlah laba operasional ( 263,471 ) 750,829 Total profit from operation
Pendapatan dan beban bukan operasional Non-operating income and expense
Pendapatan bukan operasional 488 627 Non-operating income
Beban bukan operasional ( 2,247 ) ( 1,727 ) Non-operating expenses
Bagian atas laba (rugi) entitas asosiasi yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas Share of profit (loss) of associates accounted for using equity method
Bagian atas laba (rugi) entitas ventura bersama yang dicatat menggunakan metode ekuitas Share of profit (loss) of joint ventures accounted for using equity method
Jumlah laba (rugi) sebelum pajak penghasilan ( 265,230 ) 749,729 Total profit (loss) before tax
Pendapatan (beban) pajak 57,677 ( 164,497 ) Tax benefit (expenses)
Jumlah laba (rugi) dari operasi yang dilanjutkan ( 207,553 ) 585,232 Total profit (loss) from continuing operations
Laba (rugi) dari operasi yang dihentikan 0 Profit (loss) from discontinued operations
Jumlah laba (rugi) ( 207,553 ) 585,232 Total profit (loss)
Pendapatan komprehensif lainnya, sebelum pajak Other comprehensive income, before tax
Pendapatan komprehensif lainnya yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi, sebelum pajak Other comprehensive income that will not be reclassified to profit or loss, before tax
Pendapatan komprehensif lainnya atas keuntungan (kerugian) hasil revaluasi aset tetap, sebelum pajak 0 Other comprehensive income for gains (losses) on revaluation of property and equipment, before tax
Pendapatan komprehensif lainnya atas pengukuran kembali kewajiban manfaat pasti, sebelum pajak Other comprehensive income for remeasurement of defined benefit obligation, before tax
Penyesuaian lainnya atas pendapatan komprehensif lainnya yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi, sebelum pajak Other adjustments to other comprehensive income that will not be reclassified to profit or loss, before tax
Jumlah pendapatan komprehensif lainnya yang tidak akan direklasifikasi ke laba rugi, sebelum pajak 0 Total other comprehensive income that will not be reclassified to profit or loss, before tax
Pendapatan komprehensif lainnya yang akan direklasifikasi ke laba rugi, sebelum pajak Other comprehensive income that may be reclassified to profit or loss, before tax
Keuntungan (kerugian) selisih kurs penjabaran, sebelum pajak ( 2,015 ) 2,741 Gains (losses) on exchange differences on translation, before tax
Penyesuaian reklasifikasi selisih kurs penjabaran, sebelum pajak Reclassification adjustments on exchange differences on translation, before tax
Keuntungan (kerugian) yang belum direalisasi atas perubahan nilai wajar aset keuangan melalui penghasilan komprehensif lain, sebelum pajak ( 91,923 ) 24,649 Unrealised gains (losses) on changes in fair value through other comprehensive income, before tax
Penyesuaian reklasifikasi atas aset keuangan nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lainnya, sebelum pajak Reclassification adjustments on fair value through other comprehensive income financial assets, before tax
Keuntungan (kerugian) lindung nilai arus kas, sebelum pajak Gains (losses) on cash flow hedges, before tax
Penyesuaian reklasifikasi atas lindung nilai arus kas, sebelum pajak Reclassification adjustments on cash flow hedges, before tax
Nilai tercatat dari aset (liabilitas) non-keuangan yang perolehan atau keterjadiannya merupakan suatu prakiraan transaksi yang kemungkinan besar terjadi yang dilindung nilai, sebelum pajak Carrying amount of non-financial asset (liability) whose acquisition or incurrence was hedged on highly probable forecast transaction, adjusted from equity, before tax
Keuntungan (kerugian) lindung nilai investasi bersih kegiatan usaha luar negeri, sebelum pajak Gains (losses) on hedges of net investments in foreign operations, before tax
Penyesuaian reklasifikasi atas lindung nilai investasi bersih kegiatan usaha luar negeri, sebelum pajak Reclassification adjustments on hedges of net investments in foreign operations, before tax
Bagian pendapatan komprehensif lainnya dari entitas asosiasi yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas, sebelum pajak Share of other comprehensive income of associates accounted for using equity method, before tax
Bagian pendapatan komprehensif lainnya dari entitas ventura bersama yang dicatat dengan menggunakan metode ekuitas, sebelum pajak Share of other comprehensive income of joint ventures accounted for using equity method, before tax
Penyesuaian lainnya atas pendapatan komprehensif lainnya yang akan direklasifikasi ke laba rugi, sebelum pajak Other adjustments to other comprehensive income that may be reclassified to profit or loss, before tax
Jumlah pendapatan komprehensif lainnya yang akan direklasifikasi ke laba rugi, sebelum pajak ( 93,938 ) 27,390 Total other comprehensive income that may be reclassified to profit or loss, before tax
Jumlah pendapatan komprehensif lainnya, sebelum pajak ( 93,938 ) 27,390 Total other comprehensive income, before tax
Pajak atas pendapatan komprehensif lainnya 20,007 ( 7,564 ) Tax on other comprehensive income
Jumlah pendapatan komprehensif lainnya, setelah pajak ( 73,931 ) 19,826 Total other comprehensive income, after tax
Jumlah laba rugi komprehensif ( 281,484 ) 605,058 Total comprehensive income
Laba (rugi) yang dapat diatribusikan Profit (loss) attributable to
Laba (rugi) yang dapat diatribusikan ke entitas induk ( 227,936 ) 565,528 Profit (loss) attributable to parent entity
Laba (rugi) yang dapat diatribusikan ke kepentingan non-pengendali 20,383 19,704 Profit (loss) attributable to non-controlling interests
Laba rugi komprehensif yang dapat diatribusikan Comprehensive income attributable to
Laba rugi komprehensif yang dapat diatribusikan ke entitas induk ( 301,867 ) 585,354 Comprehensive income attributable to parent entity
Laba rugi komprehensif yang dapat diatribusikan ke kepentingan non-pengendali 20,383 19,704 Comprehensive income attributable to non-controlling interests
Laba (rugi) per saham Earnings (loss) per share
Laba per saham dasar diatribusikan kepada pemilik entitas induk Basic earnings per share attributable to equity owners of the parent entity
Laba (rugi) per saham dasar dari operasi yang dilanjutkan ( 2.99 ) 7.42 Basic earnings (loss) per share from continuing operations
Laba (rugi) per saham dasar dari operasi yang dihentikan Basic earnings (loss) per share from discontinued operations
Laba (rugi) per saham dilusian Diluted earnings (loss) per share
Laba (rugi) per saham dilusian dari operasi yang dilanjutkan Diluted earnings (loss) per share from continuing operations
Laba (rugi) per saham dilusian dari operasi yang dihentikan Diluted earnings (loss) per share from discontinued operations
Page 6
[4410000] Statement of changes in equity - Financial and Sharia Industry
Laporan perubahan ekuitas
Reserve for changes in fair value
Reserve of exchange differences of fair value through other Reserve of gains (losses) from Reserve of remeasurements of
Common stocks Preferred stocks Additional paid-in capital Treasury stocks Advances in capital stock Stock options Translation adjustment Revaluation reserves Reserve of share-based payments Reserve of cash flow hedges Other reserves
on translation comprehensive income financial investments in equity instruments defined benefit plans Equity
assets
Cadangan perubahan nilai wajar aset
Cadangan keuntungan (kerugian) Cadangan pengukuran kembali program Selisih
Saham biasa Saham preferen Tambahan modal disetor Saham treasuri Uang muka setoran modal Opsi saham Penjabaran laporan keuangan Cadangan revaluasi Cadangan selisih kurs penjabaran keuangan nilai wajar melalui Cadangan pembayaran berbasis saham Cadangan lindung nilai arus kas Cadangan lainnya
investasi pada instrumen ekuitas imbalan pasti
pendapatan komprehensif lainnya
Laporan perubahan ekuitas [baris komponen]
Posisi ekuitas
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 3,855,908 6,357,376 1,979,935 42,142 ( 166,273 ) 351,098
Penyesuaian
Penerapan awal standar akuntansi baru dan revisi
Perubahan kebijakan akuntansi secara sukarela
Koreksi kesalahan periode lalu
Penyesuaian lainnya
Posisi ekuitas, awal periode 3,855,908 6,357,376 1,979,935 42,142 ( 166,273 ) 351,098
Laba (rugi)
Pendapatan komprehensif lainnya ( 2,015 ) ( 71,916 )
Penjabaran laporan keuangan
Pembentukan cadangan umum
Pembentukan cadangan khusus
Distribusi dividen kas
Distribusi dividen saham
Penerbitan saham biasa
Penerbitan saham preferen
Biaya emisi efek
Penerbitan instrumen yang dapat dikonversi
Kenaikan (penurunan) ekuitas melalui transaksi saham tresuri
Kenaikan (penurunan) ekuitas melalui transaksi pembayaran berbasis saham
Pelaksanaan instrumen yang dapat dikonversi
Pelaksanaan waran
Kenaikan (penurunan) ekuitas melalui transaksi dengan pemilik ekuitas
Setoran modal dari kepentingan non-pengendali
Perubahan kepentingan non-pengendali atas akuisisi entitas anak
Perubahan kepentingan non-pengendali atas pendirian entitas anak
Perubahan kepentingan non-pengendali atas pelepasan entitas anak
Perubahan kepentingan non-pengendali atas pelepasan operasi yang dihentikan
Perubahan kepentingan non-pengendali atas pelepasan sebagian kepemilikan pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian
Perubahan kepentingan non-pengendali atas transaksi lainnya dengan kepentingan non-pengendali
Eliminasi defisit dalam rangka kuasi reorganisasi
Pelaksanaan opsi saham
Dampak penerapan psak no. 70 atas aset pengampunan pajak
Saldo penyesuaian dampak penerapan retrospektif atas PSAK
Transaksi ekuitas lainnya
Posisi ekuitas, akhir periode 3,855,908 6,357,376 1,979,935 40,127 ( 238,189 ) 351,098
Page 7
[4410000] Statement of changes in equity - Financial and Sharia Industry - Prior Year
Laporan perubahan ekuitas
Reserve for changes in fair value
Reserve of exchange differences of fair value through other Reserve of gains (losses) from Reserve of remeasurements of
Common stocks Preferred stocks Additional paid-in capital Treasury stocks Advances in capital stock Stock options Translation adjustment Revaluation reserves Reserve of share-based payments Reserve of cash flow hedges Other reserves
on translation comprehensive income financial investments in equity instruments defined benefit plans Equity
assets
Cadangan perubahan nilai wajar aset
Cadangan keuntungan (kerugian) Cadangan pengukuran kembali program Selisih
Saham biasa Saham preferen Tambahan modal disetor Saham treasuri Uang muka setoran modal Opsi saham Penjabaran laporan keuangan Cadangan revaluasi Cadangan selisih kurs penjabaran keuangan nilai wajar melalui Cadangan pembayaran berbasis saham Cadangan lindung nilai arus kas Cadangan lainnya
investasi pada instrumen ekuitas imbalan pasti
pendapatan komprehensif lainnya
Laporan perubahan ekuitas [baris komponen]
Posisi ekuitas
Saldo awal periode sebelum penyajian kembali 3,855,908 6,357,376 1,980,314 40,657 ( 165,794 ) 301,375
Penyesuaian
Penerapan awal standar akuntansi baru dan revisi
Perubahan kebijakan akuntansi secara sukarela
Koreksi kesalahan periode lalu
Penyesuaian lainnya
Posisi ekuitas, awal periode 3,855,908 6,357,376 1,980,314 40,657 ( 165,794 ) 301,375
Laba (rugi)
Pendapatan komprehensif lainnya 2,741 17,085
Penjabaran laporan keuangan
Pembentukan cadangan umum
Pembentukan cadangan khusus
Distribusi dividen kas
Distribusi dividen saham
Penerbitan saham biasa
Penerbitan saham preferen
Biaya emisi efek
Penerbitan instrumen yang dapat dikonversi
Kenaikan (penurunan) ekuitas melalui transaksi saham tresuri
Kenaikan (penurunan) ekuitas melalui transaksi pembayaran berbasis saham
Pelaksanaan instrumen yang dapat dikonversi
Pelaksanaan waran
Kenaikan (penurunan) ekuitas melalui transaksi dengan pemilik ekuitas
Setoran modal dari kepentingan non-pengendali
Perubahan kepentingan non-pengendali atas akuisisi entitas anak
Perubahan kepentingan non-pengendali atas pendirian entitas anak
Perubahan kepentingan non-pengendali atas pelepasan entitas anak
Perubahan kepentingan non-pengendali atas pelepasan operasi yang dihentikan
Perubahan kepentingan non-pengendali atas pelepasan sebagian kepemilikan pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian
Perubahan kepentingan non-pengendali atas transaksi lainnya dengan kepentingan non-pengendali
Eliminasi defisit dalam rangka kuasi reorganisasi
Pelaksanaan opsi saham
Dampak penerapan psak no. 70 atas aset pengampunan pajak
Saldo penyesuaian dampak penerapan retrospektif atas PSAK
Transaksi ekuitas lainnya
Posisi ekuitas, akhir periode 3,855,908 6,357,376 1,980,314 43,398 ( 148,709 ) 301,375
Page 8
[4510000] Statement of cash flows, direct method - Financial and Sharia Industry
Laporan arus kas Statement of cash flows
2024-03-31 2023-03-31
Laporan arus kas Statement of cash flows
Arus kas dari aktivitas operasi Cash flows from operating activities
Arus kas sebelum perubahan dalam aset dan liabilitas operasi Cash flows before changes in operating assets and liabilities
Penerimaan bunga, hasil investasi, provisi, dan komisi 3,081,423 2,870,999 Interest, investment income, fees and commissions received
Pembayaran bunga dan bonus, provisi dan komisi ( 1,314,556 ) ( 1,027,714 ) Payments Of Interest And Bonus Fees And Commissions
Bunga bank dan deposito berjangka Interest from banks and time deposits
Penerimaan pendapatan pengelolaan dana sebagai mudharib Revenue receipts from fund management as mudharib
Pembayaran bagi hasil dana syirkah temporer Payments of temporary syirkah funds
Penerimaan premi asuransi Receipts from insurance premiums
Penerimaan klaim reasuransi Receipts from reinsurance claims
Penerimaan (pembayaran) komisi Receipts (payments) of commission
Penerimaan klaim retrosesi Receipts from retrocession claims
Penerimaan dari ujrah Receipts of ujrah
Penerimaan dari (pembayaran kepada) lembaga kliring dan penjaminan Receipts from (payments to) clearing and guarantee institution
Penerimaan dari (pembayaran kepada) nasabah Receipts from (payments to) customers
Pencairan (penempatan) deposito pada lembaga kliring dan penjaminan Withdrawal (placement) of deposits to clearing and guarantee institution
Pendapatan dari transaksi operasional lainnya 561,279 753,647 Income from other operating transactions
Penerimaan kembali aset yang telah dihapusbukukan Recoveries of written off assets
Pembayaran biaya akuisisi ditangguhkan Payments for deferred acquisition costs
Pembayaran atas beban keuangan dan beban administrasi bank Payments of finance costs and bank administration charges
Pembayaran gaji dan tunjangan ( 855,203 ) ( 782,382 ) Payments for salaries and allowances
Pembayaran pajak penghasilan badan ( 180,442 ) ( 215,739 ) Payments for corporate income tax
Pembayaran beban umum dan administrasi ( 617,931 ) ( 585,157 ) Payments for general and administrative expense
Laba (rugi) selisih kurs Foreign currency gains (losses)
Penerimaan pengembalian (pembayaran) pajak penghasilan Refunds (payments) of income tax
Pembayaran beban operasional lainnya Payments for other operating expenses
Penerimaan pendapatan non-operasional ( 2,222 ) ( 2,090 ) Receipts from non-operating income
Pengembalian (penempatan) uang jaminan Repayment (placement) of refundable deposits
Penerimaan (pengeluaran) kas lainnya dari aktivitas operasi Other cash inflows (outflows) from operating activities
Penurunan (kenaikan) aset operasi Decrease (increase) in operating assets
Penurunan (kenaikan) penempatan pada bank lain dan Bank Indonesia Decrease (increase) in placements with other banks and Bank Indonesia
Penurunan (kenaikan) efek yang diperdagangkan ( 1,035,650 ) ( 163,732 ) Decrease (increase) in marketable securities
Penurunan (kenaikan) efek yang dibeli dengan janji dijual kembali Decrease (increase) in securities purchased under resale agreements
Penurunan (kenaikan) investasi pemegang polis pada kontrak unit-linked Decrease (increase) in investment of policyholder in unit-linked contracts
Penurunan (kenaikan) wesel ekspor dan tagihan lainnya ( 285,446 ) 24,056 Decrease (increase) in bills and other receivables
Penurunan (kenaikan) tagihan akseptasi Decrease (increase) in acceptance receivables
Penurunan (kenaikan) pinjaman yang diberikan ( 6,938,683 ) ( 35,378 ) Decrease (increase) in loans
Penurunan (kenaikan) piutang pembiayaan konsumen 477,703 477,809 Decrease (increase) in consumer financing receivables
Penurunan (kenaikan) investasi sewa Decrease (increase) in lease investments
Penurunan (kenaikan) tagihan anjak piutang Decrease (increase) in factoring
Penurunan (kenaikan) piutang dan pembiayaan syariah Decrease (increase) in sharia financing and receivables
Penurunan (kenaikan) piutang murabahah Decrease (increase) in murabahah receivables
Penurunan (kenaikan) piutang istishna Decrease (increase) in istishna receivables
Penurunan (kenaikan) piutang ijarah Decrease (increase) in ijarah receivables
Penurunan (kenaikan) pinjaman qardh Decrease (increase) in qardh funds
Penurunan (kenaikan) pembiayaan mudharabah Decrease (increase) in mudharabah financing
Penurunan (kenaikan) pembiayaan musyarakah Decrease (increase) in musyarakah financing
Penurunan (kenaikan) aset ijarah Decrease (increase) in ijarah assets
Penurunan (kenaikan) piutang lainnya Decrease (increase) in other receivables
Penurunan (kenaikan) agunan yang diambil alih Decrease (increase) in foreclosed assets
Penurunan (kenaikan) tagihan derivatif Decrease (increase) in derivative receivables
Penurunan (kenaikan) aset reasuransi Decrease (increase) in reinsurance assets
Penurunan (kenaikan) aset lainnya ( 478,869 ) ( 322,745 ) Decrease (increase) in other assets
Kenaikan (penurunan) liabilitas operasi Increase (decrease) in operating liabilities
Kenaikan (penurunan) liabilitas segera ( 103,258 ) 535,298 Increase (decrease) in obligations due immediately
Kenaikan (penurunan) giro dan tabungan simpanan nasabah ( 796,950 ) ( 590,605 ) Increase (decrease) in current accounts and customers savings
Kenaikan (penurunan) deposito berjangka nasabah 2,513,077 ( 1,504,099 ) Increase (decrease) in customers time deposits
Kenaikan (penurunan) giro wadiah simpanan nasabah Increase (decrease) in customers wadiah demand deposits
Kenaikan (penurunan) tabungan wadiah simpanan nasabah Increase (decrease) in customers wadiah saving deposits
Kenaikan (penurunan) deposito wakalah simpanan nasabah Increase (decrease) in customers wakalah deposits
Kenaikan (penurunan) simpanan dari bank lain 1,197,917 1,316,529 Increase (decrease) in other banks saving deposits
Kenaikan (penurunan) giro mudharabah Increase (decrease) in mudharabah current account
Kenaikan (penurunan) tabungan mudharabah Increase (decrease) in mudharabah savings deposits
Kenaikan (penurunan) efek yang dijual dengan janji dibeli kembali Increase (decrease) in securities sold under repurchase agreement
Kenaikan (penurunan) liabilitas akseptasi Increase (decrease) in acceptance payables
Kenaikan (penurunan) liabilitas pemegang polis pada kontrak unit-linked Increase (decrease) in liabilities to policyholder on unit-linked contracts
Kenaikan (penurunan) liabilitas derivatif Increase (decrease) in derivative payables
Kenaikan (penurunan) dana syirkah temporer Increase (decrease) in temporary syirkah funds
Kenaikan (penurunan) liabilitas lainnya 310,625 ( 274,490 ) Increase (decrease) in other liabilities
Jumlah arus kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas operasi ( 4,467,186 ) 474,207 Total net cash flows received from (used in) operating activities
Arus kas dari aktivitas investasi Cash flows from investing activities
Penerimaan dari penyertaan saham dalam klasifikasi biaya perolehan diamortisasi dan nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lainnya Proceeds from equity investments classified as amortized cost and fair value through other comprehensive income
Pencairan (penempatan) obligasi dan (atau) sukuk ( 1,292,598 ) ( 717,405 ) Withdrawal (placement) of bonds and (or) sukuk
Penerimaan dividen dari aktivitas investasi Dividends received from investing activities
Penerimaan dari penjualan (perolehan) properti investasi Proceeds from disposal (acquisition) of investment properties
Penerimaan dari penjualan (perolehan) aset tetap ( 99,127 ) ( 92,350 ) Proceeds from disposal (acquisition) of property and equipment
Penerimaan dari penjualan (perolehan) aset takberwujud selain goodwill ( 10,096 ) ( 11,931 ) Proceeds from disposal (acquisition) of intangible assets other than goodwill
Pencairan (penempatan) aset keuangan nilai wajar melalui pendapatan komprehensif lainnya Withdrawal (placement) of financial assets fair value through other comprehensive income
Penempatan aset keuangan biaya perolehan diamortisasi Placement of financial assets amotized cost investments
Pencairan aset keuangan biaya perolehan diamortisasi Withdrawal of financial assets amortized cost investments
Penerimaan dari (pembayaran kepada) pinjaman polis Receipts from (payments for) policy loans
Pembayaran untuk perolehan entitas anak Payments for acquisition of subsidiaries
Penerimaan dari pelepasan entitas anak Proceeds from sales of subsidiaries
Pembayaran untuk perolehan tambahan kepemilikan pada entitas anak Payments for acquisition of additional interests in subsidiaries
Pencairan (penempatan) efek-efek yang diperdagangkan Withdrawal (placement) of marketable securities
Penerimaan dari pelepasan kepentingan di entitas anak tanpa hilangnya pengendalian dari kegiatan investasi Proceeds from sales of interests in subsidiaries without loss of control from investing activities
Pembayaran untuk perolehan kepemilikan pada entitas asosiasi Payments for acquisition of interests in associates
Penerimaan dari pelepasan kepemilikan pada entitas asosiasi Proceeds from sales of interests in associates
Penerimaan (pengeluaran) kas lainnya dari aktivitas investasi 2,333,122 ( 1,638,416 ) Other cash inflows (outflows) from investing activities
Jumlah arus kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas investasi 931,301 ( 2,460,102 ) Total net cash flows received from (used in) investing activities
Arus kas dari aktivitas pendanaan Cash flows from financing activities
Kenaikan (penurunan) efek yang diterbitkan Increase (decrease) in securities issued
Penerbitan sukuk mudharabah Issuance of mudharabah sukuk
Penempatan sertifikat investasi mudharabah Placement of certificate of mudharabah investments
Biaya emisi sukuk mudharabah Issuance cost of mudharabah sukuk
Penerimaan pinjaman yang diterima 1,555,864 Proceeds from borrowings
Pembayaran pinjaman yang diterima ( 498,818 ) Payments for borrowings
Penerimaan pinjaman subordinasi Proceeds from subordinated loans
Pembayaran pinjaman subordinasi Payments of subordinated loans
Pembayaran bunga pinjaman Payments of interests from borrowings
Penerimaan dari penerbitan obligasi Proceeds from bonds issuance
Pembayaran utang obligasi ( 350,000 ) ( 645,500 ) Payments of bonds payable
Pembayaran biaya emisi penerbitan obligasi Payments of bonds issuance costs
Obligasi subordinasi yang diterbitkan Subordinated bonds issued
Pembayaran obligasi subordinasi Payments of subordinated bonds
Biaya emisi obligasi subordinasi yang diterbitkan Subordinated bonds issuance costs
Penerimaan dari surat utang jangka menengah Proceeds from medium term notes
Pembayaran dari surat utang jangka menengah Payments of medium term notes
Penerimaan dari penerbitan saham baru Proceeds from issuance of new stocks
Pembayaran biaya emisi saham Payments of stock issuance costs
Penerimaan setoran modal Proceeds from capital contributions
Penerimaan dari penambahan kepemilikan dari non-pengendali ( 2,074 ) 3,684 Proceed from increase of non-controlling interest
Penjualan (pembelian) dari saham tresuri Sales (purchase) of treasury stocks
Penerimaan dari program opsi saham karyawan Proceeds from employee stock options program
Penyelesaian (penempatan) transaksi derivatif Settlement (placement) of derivative transactions
Pembayaran dividen dari aktivitas pendanaan Dividends paid from financing activities
Penerimaan (pengeluaran) kas lainnya dari aktivitas pendanaan 1,198,775 2,190,648 Other cash inflows (outflows) from financing activities
Jumlah arus kas bersih yang diperoleh dari (digunakan untuk) aktivitas pendanaan 2,402,565 1,050,014 Total net cash flows received from (used in) financing activities
Jumlah kenaikan (penurunan) bersih kas dan setara kas ( 1,133,320 ) ( 935,881 ) Total net increase (decrease) in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, awal periode 14,412,730 15,739,897 Cash and cash equivalents cash flows, beginning of the period
Efek perubahan nilai kurs pada kas dan setara kas 128,443 ( 167,648 ) Effect of exchange rate changes on cash and cash equivalents
Kas dan setara kas dari entitas anak yang didekonsolidasikan Cash and cash equivalent of deconsolidated subsidiaries
Kenaikan (penurunan) kas dan setara kas lainnya Other increase (decrease) in cash and cash equivalents
Kas dan setara kas arus kas, akhir periode 13,407,853 14,636,368 Cash and cash equivalents cash flows, end of the period
Page 9
[4610000] Explanation for Significant Accounting Policy - Financial and Sharia Industry
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
2024-03-31
Kebijakan akuntansi signifikan Significant accounting policies
Dasar penyusunan laporan keuangan konsolidasian Laporan keuangan konsolidasian untuk periode/tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Laporan keuangan konsolidasian juga disusun dan disajikan sesuai Basis of preparation of consolidated financial statements
dengan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (“BAPEPAM-LK”) No. VIII.G.7 yang merupakan lampiran Keputusan Ketua BAPEPAM-LK No. KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 tentang "Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
Emiten atau Perusahaan Publik". Unit Usaha Syariah (UUS) yang beroperasi dalam bidang perbankan dengan prinsip syariah disajikan sesuai dengan PSAK No. 101 tentang “Penyajian Laporan Keuangan Syariah”, PSAK No. 102 tentang “Akuntansi Murabahah”, PSAK
No. 104 tentang “Akuntansi Istishna”, PSAK No. 105 tentang “Akuntansi Mudharabah”, PSAK No. 106 tentang “Akuntansi Musyarakah” dan PSAK No. 107 tentang “Akuntansi Ijarah”, PSAK No. 110 tentang “Akuntansi Sukuk”, PSAK No.111 tentang “Wa’d” dan Pedoman
Akuntansi Perbankan Syariah Indonesia (PAPSI) yang diterbitkan oleh Bank Indonesia dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan harga perolehan kecuali untuk beberapa akun yang dinilai menggunakan dasar pengukuran
lain sebagaimana dijelaskan pada kebijakan akuntansi dari akun tersebut. Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan metode akrual kecuali laporan arus kas konsolidasian. Bank menerapkan amandemen PSAK No. 2 (Revisi 2016), “Laporan Arus Kas (Prakarsa
Pengungkapan)” yang mengharuskan adanya pengungkapan atas perubahan liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan, termasuk perubahan yang timbul dari arus kas maupun perubahan non kas. Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan
metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas mencakup kas, giro pada Bank Indonesia dan giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia
dan bank lain dan Sertifikat Bank Indonesia yang jatuh tempo dalam 3 (tiga) bulan dari tanggal akuisisi. Kas adalah mata uang kertas dan logam baik Rupiah dan mata uang asing yang masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Kas yang telah ditentukan
penggunaannya atau kas yang tidak dapat digunakan secara bebas tidak diklasifikasi dalam kas. Pengertian kas termasuk kas besar, kas kecil, kas ATM, kas dalam perjalanan dan mata uang Rupiah dan mata uang asing yang ditarik dari peredaran dan yang masih dalam
tenggang waktu untuk penukaran ke Bank Indonesia atau bank sentral negara yang bersangkutan. Dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan standar akuntansi keuangan di Indonesia, dibutuhkan estimasi dan asumsi yang mempengaruhi: a. nilai
aset dan liabilitas dilaporkan dan pengungkapan atas aset dan liabilitas kontinjensi pada tanggal laporan keuangan konsolidasian, b. jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas
kejadian dan tindakan saat ini, hasil yang timbul mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula. Estimasi-estimasi dan asumsi-asumsi yang digunakan ditelaah secara berkesinambungan. Revisi atas taksiran akuntansi diakui pada periode dimana taksiran
tersebut direvisi dan periode-periode yang akan datang yang dipengaruhi oleh revisi estimasi tersebut. Seluruh angka dalam laporan keuangan konsolidasian ini, kecuali dinyatakan lain, dibulatkan menjadi jutaan Rupiah.
Prinsip-prinsip konsolidasi Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Bank beserta seluruh entitas anak yang berada di bawah pengendalian Bank. Dalam hal pengendalian terhadap entitas anak dimulai atau diakhiri dalam suatu tahun berjalan, maka hasil usaha entitas anak yang Principles of consolidation
diperhitungkan ke dalam laporan keuangan konsolidasian hanya sebatas hasil pada saat pengendalian tersebut mulai diperoleh atau hingga saat pengendalian atas entitas anak itu berakhir. Pengendalian didapat ketika Bank terekspos atau memiliki hak atas imbal hasil
variabel dari keterlibatannya dengan Entitas Anak dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kekuasaannya atas Entitas Anak. Bank mengendalikan Entitas Anak Jika dan hanya jika Bank memiliki hal berikut ini: a) kekuasaan atas Entitas
Anak (hak yang ada saat ini yang memberi kemampuan kini untuk mengarahkan aktivitas relevan yang secara signifikan mempengaruhi imbal hasil Entitas Anak); b) eksposur atau hak atas imbal hasil variable dari keterlibatannya dengan Entitas Anak; dan c) kemampuan
untuk menggunakan kekuasaannya atas Entitas Anak untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil Bank. Dalam mencatat akuisisi entitas anak digunakan metode pembelian. Sebelum 1 Januari 2011, biaya akuisisi diukur sebesar nilai wajar aset yang diserahkan, saham yang
diterbitkan atau liabilitas yang diambil alih pada tanggal akuisisi, ditambah biaya yang berkaitan secara langsung dengan akuisisi. Setelah 1 Januari 2011, biaya transaksi, selain biaya yang berhubungan dengan penerbitan instrumen utang atau ekuitas yang ditanggung
oleh Bank dengan kombinasi bisnis dibebankan pada saat terjadinya. Kelebihan biaya akuisisi atas nilai wajar aset neto entitas anak dicatat sebagai goodwill (Catatan 2.q.i untuk kebijakan akuntansi atas goodwill). Seluruh saldo dan transaksi antar perusahaan yang
signifikan termasuk keuntungan/kerugian yang belum direalisasi, dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha Bank dan entitas anak sebagai satu kesatuan usaha. Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan menggunakan kebijakan akuntansi
yang sama untuk peristiwa dan transaksi sejenis dalam kondisi yang sama. Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasian, telah diterapkan secara konsisten oleh entitas anak, kecuali bila dinyatakan lain. Kepentingan non-pengendali atas
laba neto dan ekuitas entitas anak dinyatakan sebesar proporsi pemegang saham minoritas atas laba neto dan ekuitas entitas anak tersebut sesuai dengan persentase kepemilikan pemegang saham minoritas pada entitas anak tersebut.
Kas dan setara kas Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas mencakup kas, giro pada Bank Indonesia dan giro pada bank lain, penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain dan Sertifikat Bank Indonesia yang jatuh tempo dalam 3 (tiga) bulan dari tanggal akuisisi. Cash and cash equivalents
Kas adalah mata uang kertas dan logam baik Rupiah dan mata uang asing yang masih berlaku sebagai alat pembayaran yang sah. Kas yang telah ditentukan penggunaannya atau kas yang tidak dapat digunakan secara bebas tidak diklasifikasi dalam kas. Pengertian kas
termasuk kas besar, kas kecil, kas ATM, kas dalam perjalanan dan mata uang Rupiah dan mata uang asing yang ditarik dari peredaran dan yang masih dalam tenggang waktu untuk penukaran ke Bank Indonesia atau bank sentral negara yang bersangkutan.
Aset tetap Sesuai dengan PSAK No. 16 (Penyesuaian 2015) tentang “Aset Tetap”, bank mengukur akuntansi untuk aset tetap berkaitan dengan pengukuran atas tanah setelah pengakuan awal. Sebelumnya Bank mengukur semua aset tetap dengan menggunakan model biaya, Fixed assets
setelah pengakuan awal, aset dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan akumulasi penurunan nilai. Pada 1 Januari 2016, Bank memilih untuk mengubah metode akuntansi untuk aset tetap tanah dari model biaya menjadi model
revaluasi, Bank berkeyakinan bahwa model revaluasi lebih efektif menunjukkan posisi keuangan atas tanah. Penilaian atas aset tersebut dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa nilai wajar aset yang direvaluasi tidak berbeda secara material dengan nilai
tercatatnya. Setelah pengakuan awal, Bank menggunakan model revaluasi, tanah akan diukur pada nilai wajar pada tanggal revaluasi dikurangi dengan akumulasi penurunan nilai. Bank menerapkan model revaluasi secara prospektif. Nilai wajar tanah ditentukan melalui
penilaian yang dilakukan oleh penilai yang memiliki kualifikasi profesional berdasarkan bukti pasar. Jika jumlah tercatat aset meningkat akibat revaluasi, maka kenaikan tersebut diakui dalam pendapatan komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas pada bagian
surplus revaluasi aset tetap. Namun, kenaikan tersebut diakui dalam laba rugi hingga sebesar jumlah penurunan nilai aset yang sama akibat revaluasi yang diakui sebelumnya dalam laba rugi. Jika jumlah tercatat aset turun akibat revaluasi, maka penurunan tersebut
diakui dalam laba rugi. Namun, penurunan nilai tersebut diakui dalam pendapatan komprehensif lain sepanjang tidak melebihi saldo surplus revaluasi aset tetap untuk aset tersebut. Penurunan nilai yang diakui dalam pendapatan komprehensif lain tersebut mengurangi
jumlah akumulasi dalam ekuitas pada bagian surplus revaluasi aset tetap. Jika nilai wajar dari aset yang direvaluasi mengalami perubahan yang signifikan dan fluktuatif, maka perlu direvaluasi secara tahunan, sedangkan jika nilai wajar dari aset yang direvaluasi tidak
mengalami perubahan yang signifikan dan fluktuatif, maka perlu dilakukan revaluasi paling kurang 3 (tiga) tahun sekali. Apabila aset tetap tidak digunakan lagi dan dijual, maka harga perolehan dan akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari laporan keuangan
konsolidasian dan keuntungan dan kerugian dari penghentian aset tetap diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Pada setiap akhir tahun buku, Bank melakukan penelaahan atas nilai residu, masa manfaat dan metode penyusutan
dan melakukan penyesuaian yang diperlukan secara prospektif. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian selama tahun dimana biaya-biaya tersebut terjadi. Biaya renovasi yang besar
dicatat sebagai bagian dari nilai tercatat aset yang bersangkutan apabila terdapat kemungkinan Bank dan entitas anak akan mendapatkan manfaat ekonomi masa depan dari aset tersebut yang melebihi standar kinerja yang diperkirakan sebelumnya. Renovasi yang besar
tersebut akan disusutkan selama sisa masa manfaat aset yang terkait. Semua biaya dan beban yang terjadi sehubungan dengan perolehan hak atas tanah, diakui sebagai biaya perolehan hak atas tanah. Biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh
pertama kali diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset tanah. Biaya pengurusan perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah diakui sebagai aset tak berwujud dan diamortisasi sepanjang umur hak hukum atau umur ekonomi tanah, mana yang lebih pendek.
Aset dalam penyelesaian merupakan aset yang masih dalam proses pembangunan dan belum siap untuk digunakan serta dimaksudkan untuk dipergunakan dalam kegiatan usaha. Aset ini dicatat sebesar biaya yang telah dikeluarkan.
Penurunan nilai aset nonkeuangan Pada setiap tanggal pelaporan, Bank mengukur penyisihan kerugian penurunan nilai instrumen keuangan sejumlah kredit ekspektasian sepanjang umurnya, jika risiko kredit atas instrumen keuangan tersebut telah meningkat secara signfikan sejak pengakuan awal. Jika Impairment of non-financial assets
pada tanggal pelaporan, risiko kredit atas instrumen keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, entitas mengukur penyisihan kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah kerugian ekspektasian 12 bulan. Kerugian dimaksud
merepresentasikan kerugian kredit ekspektasian yang timbul dari peristiwa gagal bayar instrumen keuangan yang mungkin terjadi dalam 12 bulan setelah tanggal pelaporan. Bank dan entitas anak menerapkan pendekatan tiga tahap berdasarkan kualitas kredit sejak awal
pengakuan: - Tahap 1 : Tahap 1 ini termasuk aset keuangan yang tidak memiliki peningkatan risiko kredit signifikan sejak pengakuan awal atau yang memiliki risiko kredit rendah saat tanggal pelaporan. Kerugian kredit penurunan nilai 12 bulan diakui. - Tahap 2 : Tahap 2
ini termasuk aset keuangan yang memiliki peningkatan risiko kredit signifikan sejak pengakuan awal (kecuali memiliki risiko kredit yang rendah pada tanggal pelaporan) namun tidak memiliki bukti obyektif penurunan nilai. Kerugian kredit penurunan nilai sepanjang masa
diakui. - Tahap 3 : Tahap 3 ini termasuk aset keuangan yang memiliki bukti objektif penurunan nilai pada tanggal pelaporan. Kerugian kredit penurunan nilai sepanjang masa diakui. Sesuai dengan siaran pers dari Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) pada tanggal 10 Januari
2018 dan ISAK 102 khusus untuk transaksi berbasis Syariah pengukuran penurunan nilai dari kelompok aset keuangan masih belum mengadopsi PSAK 71. Bank dan entitas anak menerapkan persyaratan penurunan nilai untuk aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain. Bank mengakui penurunan nilai atas komitmen pinjaman dan kontrak jaminan keuangan. Untuk kontrak jaminan keuangan, Bank mempertimbangkan
perubahan risiko bahwa debitur yang ditetapkan dalam kontrak akan mengalami gagal bayar. Untuk komitmen pinjaman, Bank mempertimbangkan perubahan risiko gagal bayar yang terjadi pada pinjaman yang terkait dengan komitmen pinjaman. Pengukuran kerugian
kredit ekspektasian untuk kontrak jaminan keuangan adalah pembayaran yang diekspektasi untuk mengganti pemegang jaminan atas kerugian kredit yang terjadi dikurangi jumlah yang diharapkan entitas untuk diterima dari pemegang jaminan, debitur atau pihak lain.
Tujuan dari persyaratan penurunan nilai adalah untuk mengakui kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya atas semua instrumen keuangan yang telah mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak pengakuan awal - baik dinilai secara individu atau
kolektif - dengan mempertimbangkan semua informasi yang wajar dan terdukung, termasuk informasi yang bersifat perkiraan masa depan (forward-looking). Dalam beberapa keadaan Bank tidak memiliki informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau
upaya berlebihan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya pada instrumen secara individual. Kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya diakui secara kolektif dengan mempertimbangkan informasi risiko kredit komprehensif. Informasi risiko
kredit komprehensif tersebut harus memasukan tidak hanya informasi tunggakan tetapi juga seluruh informasi kredit relevan, termasuk informasi makroekonomi forward-looking, untuk mendekati hasil dari pengakuan kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya ketika
terdapat kenaikan signifikan pada risiko kredit sejak pengakuan awal pada level instrumen individu. Cadangan kerugian penurunan nilai secara individual dihitung dengan menggunakan metode diskonto arus kas (discounted cash flows). Sedangkan cadangan kerugian
penurunan nilai secara kolektif dihitung dengan menggunakan metode statistik dari data historis berupa probability of default di masa lalu, waktu pengembalian dan jumlah kerugian yang terjadi (Loss Given Default) yang selanjutnya disesuaikan lagi dengan pertimbangan
manajemen terkait kondisi ekonomi dan kredit saat ini. Aset keuangan dan cadangan yang terkait tersebut dihapuskan jika tidak ada peluang yang realistis untuk pengembalian di masa datang dan semua jaminan telah direalisasi atau sudah diambil alih oleh Bank dan
entitas anak. Aset keuangan tersebut dihapus buku dengan menjurnal balik cadangan kerugian penurunan nilai. Aset keuangan tersebut dapat dihapus buku setelah semua prosedur yang diperlukan telah dilakukan dan jumlah kerugian telah ditentukan. Jika, pada suatu
periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara objektif pada peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui (seperti meningkatnya peringkat kredit debitur atau penerbit), maka kerugian penurunan nilai
yang sebelumnya diakui harus dipulihkan, dengan menyesuaikan akun cadangan. Jumlah pemulihan aset keuangan diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Penerimaan kembali atas aset keuangan yang diberikan yang telah
dihapusbukukan, pada periode berjalan dikreditkan dengan menyesuaikan akun cadangan. Penerimaan kembali atas kredit yang diberikan yang telah dihapusbukukan pada periode sebelumnya dicatat sebagai pendapatan operasional selain bunga.
Beban tangguhan Deferred charges
Pengakuan pendapatan dan beban Untuk instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan aset keuangan yang diklasifikasikan sebagai yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain, pendapatan maupun beban bunganya diakui dengan menggunakan metode Revenue and expense recognition
suku bunga efektif (EIR), yaitu suku bunga yang akan mendiskonto secara tepat estimasi pembayaran atau penerimaan kas di masa datang sepanjang perkiraan umur instrumen keuangan tersebut atau, jika lebih tepat untuk masa yang lebih singkat, sebagai nilai tercatat
neto dari aset atau liabilitas keuangan tersebut. Perhitungan dilakukan dengan mempertimbangkan seluruh syarat dan ketentuan kontraktual instrumen keuangan termasuk fee/biaya tambahan yang terkait secara langsung dengan instrumen tersebut yang merupakan
bagian tidak terpisahkan dari suku bunga efektif (EIR). Nilai tercatat aset dan liabilitas keuangan disesuaikan jika Bank merevisi estimasi pembayaran maupun penerimaan. Nilai tercatat yang disesuaikan tersebut dihitung dengan menggunakan suku bunga efektif (EIR)
awal dan perubahan nilai tercatat dicatat di laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Tetapi untuk aset keuangan yang telah direklasifikasi, dimana pada tahun berikutnya Bank meningkatkan estimasi penerimaan kas sebagai hasil dari
peningkatan pengembalian penerimaan kas, dampak peningkatan pemulihan tersebut diakui sebagai penyesuaian suku bunga efektif (EIR) sejak tanggal perubahan estimasi. Jika aset keuangan atau kelompok aset keuangan serupa telah diturunkan nilainya sebagai
akibat kerugian penurunan nilai, maka pendapatan bunga yang diperoleh setelahnya diakui atas bagian aset keuangan yang tidak mengalami penurunan nilai dari aset keuangan yang mengalami penurunan nilai, berdasarkan suku bunga yang digunakan untuk
mendiskonto arus kas masa datang dalam menghitung kerugian penurunan nilai. Pendapatan syariah terdiri dari pendapatan dari piutang murabahah, bagi hasil pembiayaan musyarakah dan mudharabah, dan pendapatan atas investasi pada efek-efek syariah.
Pendapatan murabahah yang termasuk margin ditangguhkan dan pendapatan administrasi, diakui dengan menggunakan metode setara tingkat imbal hasil efektif, yaitu tingkat imbal hasil setara yang akan mendiskonto secara tepat estimasi pembayaran atau penerimaan
kas di masa datang sepanjang perkiraan umur instrumen keuangan tersebut atau, jika lebih tepat untuk masa yang lebih singkat untuk nilai tercatat bersih dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Perhitungan dilakukan dengan memperhitungkan seluruh syarat dan
ketentuan kontraktual dari instrumen keuangan dan biaya tambahan yang timbul secara langsung untuk instrumen tersebut dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari tingkat imbal hasil efektif margin pembiayaan. Pendapatan bagi hasil musyarakah yang menjadi hak
mitra pasif diakui dalam periode terjadinya hak bagi hasil sesuai nisbah yang disepakati. Pendapatan bagi hasil pembiayaan mudharabah diakui pada saat diterima atau dalam periode terjadinya hak bagi hasil sesuai nisbah yang disepakati. Pendapatan pembiayaan
konsumen entitas anak dinyatakan sebesar pendapatan bersih setelah dikurangi dengan bagian pendapatan dari bank-bank yang terkait dengan transaksi kerjasama penerusan pinjaman, pembiayaan bersama dan pengambilalihan piutang serta penunjukkan selaku
pengelola piutang yang diambil alih tersebut (Catatan 2n). Untuk kredit yang diberikan dan pembiayaan konsumen yang pembayaran angsuran pokok atau bunganya telah lewat 90 hari atau lebih setelah jatuh tempo, atau kredit dan pembiayaan konsumen yang telah
dikategorikan sebagai yang mengalami penurunan nilai, pendapatan bunga yang sudah diakui tetapi belum ditagih akan dibatalkan pengakuannya. Pendapatan denda atas keterlambatan pembayaran angsuran pembiayaan konsumen diakui pada saat realisasi. Pelunasan
sebelum masa pembiayaan konsumen berakhir diperlakukan sebagai suatu pembatalan kontrak pembiayaan konsumen dan laba atau rugi yang timbul, diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun berjalan. Entitas anak berhak
menentukan tingkat bunga yang lebih tinggi kepada konsumen daripada tingkat bunga yang ditetapkan oleh bank-bank sehubungan dengan transaksi kerja sama penerusan pinjaman, pembiayaan bersama dan pengambilalihan piutang serta penunjukan selaku pengelola
piutang. Selisih bunga yang terjadi dari transaksi tersebut diakui sebagai pendapatan dan disajikan sebagai Pendapatan Pembiayaan Konsumen pada pendapatan bunga dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun berjalan. Beban
syariah terdiri dari beban bagi hasil dari simpanan nasabah dengan akad mudharabah dan bonus atas simpanan dengan akad wadiah. Beban, kecuali beban yang timbul pertama kali yang terkait langsung dengan piutang pembiayaan konsumen seperti dijelaskan pada
Catatan 2n, diakui pada saat terjadinya.
Penjabaran mata uang asing i. Mata uang penyajian Laporan keuangan konsolidasian dijabarkan dalam mata uang Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Bank dan entitas anak. ii. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke mata uang Foreign currency translation
Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang berlaku pada tanggal pelaporan tersebut. Keuntungan
dan kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing, diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali apabila ditangguhkan pada ekuitas
karena memenuhi kualifikasi/kriteria sebagai lindung nilai arus kas (cash flow hedges). Selisih penjabaran mata uang asing atas efek utang dan aset moneter keuangan lain yang diukur berdasarkan nilai wajar dicatat sebagai bagian dari keuntungan dan kerugian selisih
kurs. iii. Kantor cabang luar negeri Cabang Bank yang berkedudukan di luar negeri menyelenggarakan pembukuannya dalam mata uang negara tempat kedudukannya. Untuk tujuan konsolidasian, laporan keuangan kantor cabang luar negeri dijabarkan dalam Rupiah,
dengan kurs sebagai berikut: Aset dan liabilitas serta komitmen dan kontinjensi menggunakan kurs spot Reuters pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian; Pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian menggunakan
rata-rata kurs tengah Reuters pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat yang berlaku selama periode laporan; Akun modal dijabarkan dengan menggunakan kurs historis; dan Selisih yang timbul dari proses penjabaran tersebut disajikan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian pada sisi ekuitas dan pendapatan komprehensif lainnya sebagai selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dalam mata uang asing. Berikut ini adalah kurs mata uang asing utama yang digunakan untuk penjabaran ke dalam Rupiah pada tanggal 31
Maret 2024 dan 31 Desember 2023 yang menggunakan kurs tengah Reuters (Pukul 16.00 Waktu Indonesia Barat) (Rupiah penuh): 1 Dolar Amerika Serikat (USD)/Rp 15.855 100 Yen Jepang (JPY)/Rp 10.470 1 Dolar Singapura (SGD)/Rp 11.752 100 Rupee India (INR)/Rp
19.012 31 Desember 2023: 1 Dolar Amerika Serikat (USD)/Rp 15.397 100 Yen Jepang (JPY)/Rp 10.888 1 Dolar Singapura (SGD)/Rp 11.676 100 Rupee India (INR)/Rp 18.518
Transaksi dengan pihak berelasi Bank dan entitas anak melakukan transaksi dengan pihak berelasi sesuai dengan ketentuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 7 mengenai “Pengungkapan Pihak-Pihak Berelasi”. Jenis transaksi dan saldo dengan pihak berelasi, baik yang dilaksanakan Transactions with related parties
dengan ataupun tidak dilaksanakan dengan syarat serta kondisi normal yang sama untuk pihak yang tidak berelasi, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian. Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan
laporan keuangannya (entitas pelapor). Yang termasuk pihak berelasi adalah sebagai berikut: 1) Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut: a) Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas
pelapor; b) Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau c) Merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor. 2) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal sebagai berikut: a) Entitas dan
entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain); b) Suatu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura
Bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya); c) Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama; d) Suatu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang
lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga; e) Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pascakerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor; f) Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh
orang yang diidentifikasi sebagaimana dimaksud dalam angka 1); atau g) Orang yang diidentifikasi sebagaimana dimaksud dalam angka 1) huruf a) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari
entitas). 3) Pihak yang bukan merupakan pihak berelasi adalah sebagai berikut: a) Dua entitas hanya karena mereka memiliki direktur atau personil manajemen kunci yang sama atau karena personil manajemen kunci dari satu entitas mempunyai pengaruh signifikan atas
entitas lain; b) Dua venturer hanya karena mereka mengendalikan bersama atas ventura bersama; c) Penyandang dana, serikat dagang, entitas pelayanan publik dan departemen dan instansi pemerintah yang tidak mengendalikan, mengendalikan bersama atau memiliki
pengaruh signifikan atas entitas pelapor, semata-mata dalam pelaksanaan urusan normal dengan entitas (meskipun pihak-pihak tersebut dapat membatasi kebebasan entitas atau ikut serta dalam proses pengambilan keputusan); dan d) Pelanggan, pemasok, pemegang
hak waralaba, distributor atau agen umum dengan siapa entitas mengadakan transaksi usaha dengan volume signifikan, semata-mata karena ketergantungan ekonomis yang diakibatkan oleh keadaan.
Pajak penghasilan Sesuai dengan PSAK No. 46 (Revisi 2014) tentang “Pajak Penghasilan”, aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer aset dan liabilitas antara pelaporan komersial dan pajak pada setiap tanggal pelaporan. Liabilitas pajak tangguhan diakui atas Income taxes
semua perbedaan temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan diakui atas semua perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan saldo rugi pajak yang belum digunakan, apabila besar kemungkinannya bahwa jumlah laba fiskal di masa datang akan memadai untuk
dikompensasi dengan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan dan saldo rugi fiskal yang belum digunakan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang berlaku secara efektif atau secara substansial akan diberlakukan
pada tahun dimana aset tersebut direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan. Semua perbedaan temporer kena pajak diakui sebagai liabilitas pajak tangguhan, kecuali perbedaan temporer kena pajak yang berasal dari: a. pengakuan awal goodwill. b. pengakuan
awal aset atau liabilitas dari transaksi yang bukan kombinasi bisnis; dan pada waktu transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi dan laba kena pajak (rugi pajak). c. investasi pada entitas anak, cabang dan asosiasi, serta bagian partisipasi dalam ventura bersama
dimana entitas induk, investor atau venturer mampu mengendalikan waktu pembalikan perbedaan temporer dan kemungkinan besar perbedaan temporer tidak akan dibalik di masa yang akan datang. Semua perbedaan temporer kena pajak diakui sebagai aset pajak
tangguhan, kecuali perbedaan temporer kena pajak yang berasal dari: a. Pengakuan awal aset atau liabilitas dari transaksi yang bukan kombinasi bisnis; dan pada waktu transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi dan laba kena pajak (rugi pajak). b. Investasi pada
entitas anak, cabang dan asosiasi, serta bagian partisipasi dalam ventura bersama diakui sebagai aset pajak tangguhan sepanjang kemungkinan besar terjadi perbedaan temporer akan dibalik di masa depan yang dapat diperkirakan; dan laba kena pajak akan tersedia
dalam jumlah yang memadai sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan. Taksiran pajak penghasilan Bank dan entitas anak dihitung untuk masing-masing perusahaan sebagai badan hukum terpisah. Aset pajak kini (current tax assets) dan liabilitas pajak kini
(current tax liabilities) untuk badan hukum yang berbeda tidak disalinghapuskan (offset) dalam laporan keuangan konsolidasian. Koreksi terhadap liabilitas perpajakan dicatat pada saat diterimanya surat ketetapan, atau apabila diajukan permohonan keberatan atau
banding, ketika hasil keberatan atau banding sudah ditetapkan. Beban pajak kini ditentukan berdasarkan penghasilan kena pajak untuk tahun berjalan dan dihitung menggunakan tarif pajak yang berlaku. Bank harus memperhitungkan konsekuensi pajak kini dan pajak
masa depan atas pemulihan di masa depan (penyelesaian) dari jumlah tercatat aset (liabilitas) yang diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian dan transaksi-transaksi serta peristiwa lain yang terjadi dalam periode berjalan yang diakui dalam laporan keuangan.
Pinjaman Pinjaman diterima merupakan dana yang diterima dari bank lain, Bank Indonesia atau pihak lain dengan liabilitas pembayaran kembali sesuai dengan persyaratan perjanjian pinjaman. Pinjaman diterima diakui sebesar nilai wajar pada awalnya dan selanjutnya diukur Borrowings
sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif (EIR). Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan adanya diskonto atau premi terkait dengan pengakuan awal pinjaman diterima dan biaya transaksi yang
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suku bunga efektif (EIR).
Provisi Pendapatan dan beban provisi dan komisi yang jumlahnya material yang berkaitan langsung dengan kegiatan pembelian aset keuangan diakui sebagai bagian/(pengurang) atau penambah dari biaya perolehan aset keuangan yang bersangkutan dan akan diakui sebagai Provisions
pendapatan dengan cara diamortisasi berdasarkan metode suku bunga efektif (EIR) sepanjang perkiraan umur aset atau liabilitas keuangan. Saldo beban dan pendapatan provisi dan komisi yang ditangguhkan atas kredit yang diberikan yang diakhiri atau diselesaikan
sebelum jatuh tempo langsung diakui sebagai pendapatan pada saat penyelesaiannya. Provisi dan komisi yang tidak berkaitan dengan kredit yang diberikan dan pinjaman yang diterima atau jangka waktu kredit yang diberikan dan pinjaman yang diterima atau tidak
material, diakui sebagai pendapatan atau beban pada saat terjadinya transaksi. Bank dan entitas anak mengakui pendapatan sesuai dengan ketentuan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 72 mengenai “Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan”.
Imbalan kerja karyawan Imbalan kerja jangka pendek Imbalan kerja jangka pendek seperti upah, iuran jaminan sosial, tunjangan cuti jangka pendek, bonus dan imbalan non-moneter lainnya diakui selama periode jasa diberikan. Imbalan kerja jangka pendek dihitung sebesar jumlah yang tidak Employee benefits
didiskontokan. Kewajiban pensiun Sejak Mei 1996, Bank menyelenggarakan program pensiun Iuran Pasti untuk semua karyawan tetap. Iuran yang ditanggung Bank diakui sebagai beban pada tahun berjalan. Bank dan entitas anak yang berdomisili di Indonesia mengakui
kerja berdasarkan Undang-undang No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 (Bank mengakui penyisihan tersebut sebagai tambahan atas manfaat yang akan diterima karyawan dari program pensiun iuran pasti dan perjanjian kerja bersama). Bank dan entitas anak menerapkan
PSAK No. 24 (Penyesuaian 2016), “Imbalan Kerja”, yang mengatur perlakuan akuntansi dan pengungkapan atas imbalan kerja, baik jangka pendek (misalnya pembayaran cuti tahunan dan cuti sakit) dan jangka panjang (misalnya, pembayaran cuti besar dan manfaat
kesehatan pasca-kerja). Imbalan pasca-kerja secara aktuaris ditentukan berdasarkan metode Projected Unit Credit. Perkiraan liabilitas pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian merupakan nilai kini imbalan pasti pada tanggal laporan posisi keuangan
konsolidasian dikurangi nilai wajar aset program. Biaya imbalan pasca-kerja yang diakui selama tahun berjalan terdiri dari biaya jasa dalam laba rugi, bunga neto atas liabilitas imbalan pasti neto dalam laba rugi dan pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti neto dalam
penghasilan komprehensif lain. Bunga neto atas liabilitas imbalan pasti neto merupakan komponen pendapatan bunga dari aset program, biaya bunga atas liabilitas imbalan pasti dan bunga atas dampak batas atas dari aset. Pengukuran kembali liabilitas imbalan pasti
neto terdiri atas: - Keuntungan dan kerugian aktuarial - Imbal hasil atas aset program, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas imbalan pasti neto - Setiap perubahan dampak batas atas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam
bunga neto atas liabilitas imbalan pasti neto Penangguhan pengakuan keuntungan dan kerugian aktuarial tidak diizinkan. Keuntungan dan kerugian aktuarial langsung diakui dalam komponen penghasilan komprehensif lain dalam ekuitas dan dapat dialihkan ke pos lain
dalam ekuitas.
Laba per saham Penangguhan pengakuan keuntungan dan kerugian aktuarial tidak diizinkan. Keuntungan dan kerugian aktuarial langsung diakui dalam komponen penghasilan komprehensif lain dalam ekuitas dan dapat dialihkan ke pos lain dalam ekuitas. Earnings per share
Page 10
Dividen Dividends
Pelaporan segmen Segmen Operasi Segmen operasi adalah komponen Bank dan entitas anak yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban, yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk Segment reporting
membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya serta menyediakan informasi keuangan yang dapat dipisahkan. Segmen operasi terbagi dalam kelompok Perbankan Global, Perbankan Bisnis, Ritel dan Kantor
Pusat lainnya. Bank dan entitas anak melaporkan informasi geografis sebagai berikut: (a) Pendapatan dari pelanggan eksternal (i) yang diatribusikan kepada negara domisili Bank dan entitas anak dan (ii) yang diatribusikan kepada semua negara asing secara total dimana
Bank dan entitas anak memperoleh pendapatan. (b) Aset tidak lancar selain instrumen keuangan, aset pajak yang ditangguhkan, aset imbalan pasca-kerja dan hak yang timbul akibat kontrak asuransi (i) yang berlokasi di negara domisili Bank dan entitas anak dan (ii)
berlokasi di semua negara asing secara total dimana Bank dan entitas anak memiliki aset tersebut.
Instrumen keuangan derivatif Keuntungan atau kerugian dari kontrak derivatif yang tidak ditujukan untuk lindung nilai (atau tidak memenuhi kriteria untuk dapat diklasifikasikan sebagai lindung nilai) diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun berjalan. Derivatif Derivative financial instruments
melekat tidak lagi dipisahkan dari kontrak utama non derivatif yang merupakan aset keuangan. Bank dan entitas anak mengklasifikasikan aset keuangan secara keseluruhan berdasarkan model bisnis dan jangka waktu kontraktualnya sebagaimana diungkapkan dalam
Catatan 2d. Seluruh instrumen derivatif (termasuk transaksi valuta asing untuk tujuan pendanaan dan perdagangan) dicatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian berdasarkan nilai wajarnya. Nilai wajar tersebut ditentukan berdasarkan harga pasar, kurs Reuters
pada tanggal pelaporan laporan posisi keuangan konsolidasian, diskonto arus kas, model penentu harga opsi atau harga yang diberikan oleh broker (quoted price) atas instrumen lainnya yang memiliki karakteristik serupa.
Penerapan standar akutansi baru Bank dan entitas anak telah menerapkan standar akuntansi berikut pada tanggal 1 Januari 2023 yang dianggap relevan dengan Bank: Amandemen PSAK 1, “Penyajian Laporan Keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi”. Amendemen PSAK 1 tersebut The implementation of new statements of accounting standards
mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan “informasi kebijakan akuntansi material” yang sebelumnya “Kebijakan akuntansi signifikan” dan mengklarifikasi bahwa tidak seluruh informasi kebijakan akuntansi terkait dengan transaksi, kejadian atau kondisi material lainnya
adalah material terhadap laporan keuangan. Amandemen PSAK 1 mengklarifikasi bahwa liabilitas diklasifikasikan sebagai lancar atau tidak lancar, tergantung pada hak yang ada pada akhir periode pelaporan. Amandemen PSAK 16, “Aset Tetap tentang Hasil Sebelum
Penggunaan yang Diintensikan”. Amendemen ini mengklarifikasi contoh biaya yang dapat diatribusikan secara langsung ke dalam nilai perolehan aset. Amandemen ini menambahkan pengaturan atas: Pengakuan hasil penjualan dan biaya perolehan atas item yang
dihasilkan saat membawa aset tetap ke lokasi dan kondisi yang diperlukan sesuai dengan intensi manajemen dalam Laba Rugi. Pengukuran biaya perolehan atas item tersebut dengan menerapkan persyaratan pengukuran dalam PSAK 14: Persediaan. Amendemen
PSAK 25: “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan tentang Definisi Estimasi Akuntansi”. Amendemen PSAK 25 ini memperkenalkan definisi estimasi Akuntansi dan mengklarifikasi: Teknik estimasi dan teknik penilaian merupakan contoh dari
teknik pengukuran yang digunakan dalam mengembangkan estimasi akuntansi. Perubahan dalam estimasi akuntansi sebagai hasil informasi baru atau perkembangan baru yang bukan merupakan koreksi kesalahan. Amendemen PSAK 46: “Pajak Penghasilan tentang
Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang Timbul dari Transaksi Tunggal”. Amandemen PSAK 46 ini mengharuskan perusahaan untuk mengakui pajak tangguhan atas transaksi yang pada pengakuan awal menimbulkan jumlah yang sama dari perbedaan
sementara kena pajak dan yang dapat dikurangkan. Amendemen PSAK 107: “Ijarah”. Amandemen PSAK 107 ini untuk mengakomodasi perkembangan bisnis syariah, tidak hanya di sektor keuangan tetapi juga sektor riil yang menggunakan pengaturan ijarah. Siaran Pers
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) mengenai “Pengatribusian Imbalan pada Periode Jasa” Pada bulan April 2022, DSAK IAI mengeluarkan siaran pers mengenai “Pengatribusian Imbalan pada Periode Jasa” sebagai bahan
penjelasan terhadap persyaratan yang relevan dari PSAK 24, “Imbalan Kerja”, yang secara khusus menjelaskan cara mengatribusikan imbalan pensiun pada periode jasa program pensiun dengan pola tertentu berdasarkan undang-undang yang berlaku di Indonesia.
Siaran pers tersebut diterbitkan sehubungan dengan IFRS Interpretation Committee (IFRIC) Agenda Decision IAS 19 Employee Benefits mengenai Attributing Benefit to Periods of Service pada bulan Mei 2021. DSAK IAI menilai bahwa pola fakta program pensiun berbasis
Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia saat ini memiliki pola fakta serupa dengan pola fakta dalam IFRIC Agenda Decision tersebut. Dengan pola fakta yang serupa tersebut, maka perlakuan akuntansi dalam IFRIC Agenda Decision relevan untuk
diterapkan dalam program pensiun berbasis Undang-Undang Ketenagakerjaan. Setiap perubahan kewajiban imbalan pasca kerja setelah penerapan atribusi imbalan sebagaimana dijelaskan dalam siaran pers ini dianggap sebagai perubahan kebijakan akuntansi, dan
dampaknya pada saldo awal periode komparatif harus diperhitungkan secara retrospektif, jika material. Bank dan entitas anaknya telah menerapkan persyaratan dari siaran pers dan telah melakukan perikatan dengan aktuaris independen untuk menghitung dampak dari
perubahan kebijakan akuntansi ini sejak awal periode komparatif yang disajikan. Dampak terhadap laporan posisi keuangan konsolidasian 31 Desember 2021 dam 1 Januari 2021 serta pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian untuk tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 diungkapkan pada Catatan 55.
Kombinasi bisnis Business combination
Penentuan nilai wajar Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran dengan kondisi pasar saat ini. Bank menggunakan teknik Determination of fair value
penilaian yang sesuai dengan keadaan dan dimana data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi. Seluruh instrumen
keuangan yang diukur pada nilai wajar dikategorikan sesuai dengan hirarki berikut: Tingkat 1: harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif aset atau liabilitas yang identik. Tingkat 2: teknik lain atas semua input yang memiliki efek signifikan terhadap nilai wajar yang
tercatat dapat diobservasi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Tingkat 3: teknik yang menggunakan input yang memiliki pengaruh signifikan terhadap nilai wajar yang tercatat yang tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi.
Transaksi dan saldo dalam mata uang asing i. Mata uang penyajian Laporan keuangan konsolidasian dijabarkan dalam mata uang Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Bank dan entitas anak. ii. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari transaksi Foreign currency transactions and balances
dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing, diakui pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian, kecuali apabila ditangguhkan pada ekuitas karena memenuhi kualifikasi/kriteria sebagai
lindung nilai arus kas (cash flow hedges). Selisih penjabaran mata uang asing atas efek utang dan aset moneter keuangan lain yang diukur berdasarkan nilai wajar dicatat sebagai bagian dari keuntungan dan kerugian selisih kurs.
Giro pada Bank Indonesia dan bank lain Pada tanggal 29 Maret 2018, Bank Indonesia mengeluarkan PBI No. 20/3/PBI/2018 tentang Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan Valuta Asing bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Berdasarkan kebijakan tersebut, Bank Current accounts with Bank Indonesia and other banks
Indonesia memperkenalkan instrumen kebijakan baru, yaitu: - GWM Primer menjadi GWM GWM terdiri dari GWM Rupiah dan Valas. GWM adalah simpanan minimum yang wajib dipelihara oleh Bank, dalam bentuk saldo Rekening Giro pada Bank Indonesia. - GWM
Sekunder menjadi Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) PLM adalah cadangan likuiditas minimum yang wajib dipelihara oleh Bank, berupa Sertifikat Bank Indonesia, Sertifikat Deposito Bank Indonesia dan Surat Berharga Negara yang besarnya ditetapkan oleh
Bank Indonesia sebesar persentase tertentu dari Dana Pihak Ketiga (“DPK”) Bank. - LFR menjadi Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) RIM merupakan rasio hasil perbandingan antara kredit yang diberikan dan surat berharga korporasi yang dimiliki Bank yang
memenuhi persyaratan terhadap dana pihak ketiga Bank dan surat berharga yang diterbitkan Bank yang memenuhi persyaratan. - GWM LFR menjadi GWM RIM GWM RIM sebesar hasil perkalian antara Parameter Disinsentif Bawah atau Parameter Disinsentif Atas,
selisih antara RIM Bank dan Target RIM, serta DPK Rupiah dengan memperhatikan selisih antara KPMM Bank dan KPMM Insentif. PBI tersebut mulai berlaku pada tanggal 16 Juli 2018, kecuali ketentuan pemenuhan kewajiban GWM dalam valuta asing bagi BUK secara
harian dan rata-rata serta ketentuan pemenuhan kewajiban GWM dalam Rupiah secara harian dan rata-rata dan GWM dalam valuta asing bagi BUS dan UUS yang mulai berlaku pada tanggal 1 Oktober 2018. Berdasarkan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada
tanggal 29 Maret 2019, Bank Indonesia mengeluarkan Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) No 21/5/PADG/2019 tentang “Perubahan Ketiga atas PADG No 20/11/PADG/2018 tanggal 31 Mei 2018 tentang RIM dan PLM bagi Bank Umum Konvensional, Bank
Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah”. Perubahan utama dalam Perubahan Ketiga PADG RIM dan PLM meliputi: - penyesuaian besaran batas bawah Target RIM dari 80% menjadi 84% dan batas atas Target RIM dari 92% menjadi 94%. - Penyesuaian besaran batas
bawah Target RIM Syariah dari 80% menjadi 84% dan batas atas Target RIM Syariah dari 92% menjadi 94%. Penyesuaian tersebut telah diberlakukan pada tanggal 1 Juli 2019 dan pengenaan sanksi terkait perubahan batas bawah dan batas atas target RIM dan target
RIM Syariah, mulai berlaku pada tanggal 1 Oktober 2019. Pada tanggal 24 Maret 2020, Bank Indonesia mengeluarkan PBI No 22/3/PBI/2020 tentang Perubahan atas Peraturan Bank indonesia No 20/3/PBI/2018 tentang Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan Valuta
Asing Bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Berdasarkan peraturan tersebut, Bank Indonesia mengatur mengenai kewenangan pemberian kelonggaran atas kewajiban pemenuhan GWM dalam rupiah yang wajib dipenuhi secara
harian untuk Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah dalam rangka kebijakan makroprudensial. Adapun pengaturan mengenai pemberian kelonggaran kewajiban pemenuhan GWM tersebut akan diatur dalam PBI lain tentang insentif bagi
bank untuk kebijakan makroprudensial. PBI ini mulai berlaku pada tanggal 26 Maret 2020. Pada tanggal 28 Juli 2020, Bank Indonesia mengeluarkan PBI No. 22/10/PBI/2020 tentang Perubahan Kedua atas PBI No. 20/3/PBI/2018 tentang Giro Wajib Minimum dalam Rupiah
dan Valuta Asing bagi Bank Umum Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Perubahannya meliputi sebagai berikut: - Pemberian kewenangan Bank Indonesia untuk memberikan jasa giro kepada BUK. - Pengaturan lebih lanjut mengenai besaran
bagian tertentu dari pemenuhan kewajiban GWM dalam Rupiah yang diberikan jasa giro, tingkat suku bunga jasa giro dan tata cara pemberian jasa giro dalam PADG. - Pengaturan bahwa penempatan GWM bagi BUS dan UUS menggunakan prinsip wadi’ah yad aman ah
khusus. - Pemberian kewenangan Bank Indonesia untuk memberikan insentif GWM berupa pemberian (‘athaya) sesuai prinsip syariah kepada BUS dan UUS. - Pemberian insentif GWM berupa pemberian (‘athaya) sesuai prinsip syariah kepada BUS dan UUS diberikan
secara sukarela oleh Bank Indonesia. - Pengaturan lebih lanjut tentang pemberian insentif GWM berupa pemberian (‘athaya) dalam PADG. Perubahan tersebut telah diberlakukan pada tanggal 1 Agustus 2020. Berdasarkan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada
tanggal 29 Juli 2020, Bank Indonesia mengeluarkan Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) No. 22/19/PADG/2020 tentang Perubahan Keenam atas PADG No. 20/10/PADG/2018 tentang Giro Wajib Minimum Dalam Rupiah dan Valuta Asing Bagi Bank Umum
Konvensional, Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah. Perubahannya meliputi sebagai berikut: - Pengaturan mengenai kewenangan BI dalam memberi jasa giro bagi BUK. - Pengaturan mengenai kewenangan BI dalam memberi insentif GWM berupa pemberian
(‘athaya) bagi BUS dan UUS. Berdasarkan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 5 Oktober 2020, Bank Indonesia mengeluarkan Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) No. 22/30/PADG/2020 tentang Perubahan Kedua atas PADG No.
21/22/PADG/2019 tentang Rasio Intermediasi Makroprudensial dan Penyangga Likuiditas Makroprudensial bagi BUK, BUS dan UUS. Peraturan ini mengatur penyesuaian pengaturan PLM yaitu penambahan jenis Operasi Pasar Terbuka (OPT) yang menggunakan surat
berharga untuk pemenuhan kewajiban PLM bagi BUK, BUS dan UUS, sehingga meliputi transaksi repo maupun transaksi Pengelolaan Likuiditas berdasarkan Prinsip Syariah Bank Indonesia (PaSBI). Perubahan tersebut telah diberlakukan pada tanggal 5 Oktober 2020.
Berdasarkan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 31 Desember 2021, Bank Indonesia mengeluarkan PADG No. 23/31/PADG/2021 tentang Perubahan Keempat atas PADG No. 21/22/PADG/2019 tentang RIM dan PLM bagi BUK, BUS dan UUS. PADG
ini berlaku sejak 3 Januari 2022. Perubahan tersebut telah diberlakukan pada tanggal 1 Agustus 2020. Pada tanggal 25 Februari 2022, Bank Indonesia mengeluarkan PBI No. 24/4/PBI/2022 tentang Perubahan Keempat atas PBI No. 20/3/PBI/2018 tentang Giro Wajib
Minimum dalam Rupiah dan Valuta Asing bagi BUK, BUS dan UUS. Perubahan dalam peraturan ini terkait pelonggaran atas kewajiban pemenuhan GWM dalam rupiah yang dapat diberikan kepada BUK, BUS dan UUS atas pemenuhan GWM dalam rupiah secara harian
dan/atau secara rata-rata berdasarkan pertimbangan kebijakan makroprudensial Bank Indonesia. PBI ini berlaku sejak 1 Maret 2022. Berdasarkan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 1 Juli 2022, Bank Indonesia mengeluarkan PADG No.
24/8/PADG/2022 tentang Peraturan Pelaksanaan Pemenuhan Giro Wajib Minimum dalam Rupiah dan Valuta Asing bagi BUK, BUS dan UUS. Perubahan pengaturan dalam PADG ini meliputi: - Kewajiban minimum GWM Rupiah untuk BUK naik menjadi 7,5% mulai 1 Juli
2022 dan 9,0% mulai 1 September 2022; - Kewajiban minimum GWM Rupiah untuk BUS dan UUS naik 6,0% mulai 1 Juli 2022 dan 7,5% mulai 1 September 2022; - Pemberian remunerasi terhadap pemenuhan kewajiban GWM. PADG ini berlaku sejak 1 Juli 2022. Pada
saat PADG ini berlaku, PADG No. 20/10/PADG/2018 yang diubah terakhir dengan PADG No. 24/3/PADG/2022 dicabut. Berdasarkan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 1 November 2022, Bank Indonesia mengeluarkan PADG No. 24/14/PADG/2022
tentang Perubahan Kelima atas PADG No. 21/22/PADG/2019 tentang RIM dan PLM bagi BUK, BUS dan UUS. Perubahan pengaturan dalam PADG ini meliputi pelonggaran target RIM atau RIM Syariah bagi Bank tertentu, pengecualian pemenuhan target RIM atau RIM
Syariah dan PLM atau PLM Syariah untuk Bank tertentu, penyesuaian sumber data dan penyempurnaan pengaturan pemenuhan dan penghentian pemenuhan RIM atau RIM Syariah dan/atau PLM atau PLM Syariah. Peraturan ini telah berlaku sejak 31 Oktober 2022.
Pada tanggal 24 Maret 2023, PADG No. 2 Tahun 2023 tentang Perubahan atas PADG No 24/8/PADG/2022 tentang Peraturan Pelaksanaan Pemenuhan GWM dalam Rupiah dan Valuta Asing Bagi BUK, BUS dan UUS ditetapkan. Pada PADG tersebut, terdapat
perubahan besaran insentif makroprudensial dari sebelumnya paling banyak 2% menjadi 2,8%. Peraturan ini telah berlaku efektif sejak 1 April 2023.
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain merupakan penanaman dana dalam bentuk call money, penempatan fixed term, deposito berjangka, Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (FASBI), Fasilitas Simpanan Bank Indonesia Syariah (FASBIS) dan lain-lain. Placements with Bank Indonesia and other banks
Penempatan pada Bank Indonesia dinyatakan sebesar saldo penempatan dikurangi dengan pendapatan bunga yang ditangguhkan. Pada awal transaksi penempatan pada bank lain dinilai berdasarkan nilai wajar ditambah biaya transaksi tambahan langsung, jika ada, dan
selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif (EIR). Pada setiap tanggal pelaporan, Bank dan entitas anak mengukur penyisihan kerugian kredit ekspektasian menggunakan metodologi penurunan nilai
sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2o.
Efek-efek Efek-efek yang diperdagangkan terdiri dari Surat Utang Negara, Obligasi Korporasi, Sertifikat Bank Indonesia dan Surat Perbendaharaan Negara yang dikategorikan aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi. Keuntungan atau kerugian yang Securities
belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan nilai wajar disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun berjalan. Pendapatan bunga dari efek utang dicatat dalam laporan laba rugi sesuai dengan persyaratan dalam kontrak.
Atas penjualan portofolio efek yang diperdagangkan, selisih antara harga jual dengan harga perolehan diakui sebagai keuntungan atau kerugian penjualan pada tahun dimana efek tersebut dijual. Tidak ada penyisihan kerugian kredit ekspektasian yang diakui untuk aset
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.
Investasi jangka pendek Short-term investment
Aset hak guna PSAK 73 memperkenalkan model akuntansi penyewa tunggal dan mensyaratkan penyewa untuk mengakui aset dan liabilitas untuk semua sewa dengan pengecualian sewa jangka pendek dan aset dengan nilai rendah. Penyewa diharuskan untuk mengakui aset hak-guna Right of use assets
yang mewakili haknya untuk menggunakan aset sewaan dan liabilitas sewa yang mewakili kewajibannya untuk melakukan pembayaran sewa. PSAK 73 secara substansial masih menggunakan persyaratan akuntansi atas pesewa (lessor) sesuai PSAK 30 Sewa. Oleh
karena itu, pesewa masih akan menggunakan klasifikasi sewa dalam sewa operasi atau pembiayaan, dan perlakuan atas kedua tipe sewa tersebut. Dampak penerapan PSAK 73 adalah Bank sebagai penyewa atas kontrak sewa property, data center dan ruang ATM.
Bank telah memilih simplified approach dalam melakukan transisi dan tidak melakukan penyajian kembali untuk informasi komparatif. Dengan demikian, informasi komparatif tetap dilaporkan sesuai dengan PSAK 30, “Sewa”. Pada tanggal 1 Januari 2020, Bank mengakui
liabilitas sewa, sebagai pembayaran sewa yang tersisa termasuk atas opsi perpanjangan dimana perpanjangan hampir dapat dipastikan, didiskontokan menggunakan tingkat bunga pinjaman inkremental pada tanggal penerapan awal. Aset hak-guna yang diakui adalah
jumlah yang sama dengan liabilitas sewa, yang disesuaikan dengan jumlah pembayaran sewa dibayar dimuka atau terutang terkait sewa tersebut. Beban keuangan dicatat dalam laporan laba rugi konsolidasian. Aset sewa (disajikan sebagai bagian aset tetap) disusutkan
selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset sewa dan periode masa sewa, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa Bank akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa.
Properti investasi Investment properties
Goodwill Goodwill merupakan selisih neto antara harga perolehan investasi dan bagian Bank atas nilai wajar aset neto entitas anak yang diakuisisi pada tanggal akuisisi. Goodwill tidak diamortisasi dan selanjutnya disajikan sebesar nilai tercatat dikurangi dengan akumulasi Goodwill
penurunan nilai (Catatan 2o).
Investasi pada entitas asosiasi Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan POJK No. 22 Tahun 2022, tentang Kegiatan Penyertaan Modal oleh Bank Umum, penyertaan modal oleh Bank dalam bentuk saham hanya dapat dilakukan untuk investasi jangka panjang dan tidak dimaksudkan untuk jual Investment in associates
beli saham. Karena itu semua investasi Bank dalam bentuk penyertaan saham diklasifikasikan sebagai Diukur pada Nilai Wajar melalui Penghasilan Komprehensif Lain (FVOCI). Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasikan dari kenaikan atau penurunan nilai
wajar penyertaan diakui dan disajikan sebagai komponen ekuitas dan setelah penghentian pengakuan, keuntungan dan kerugian dalam pendapatan komprehensif lain tidak dipindahkan ke laba atau rugi (“without recycling”).
Aset takberwujud Aset tidak berwujud terdiri dari perangkat lunak dan goodwill. Aset tidak berwujud diakui jika, dan hanya jika, biaya perolehan aset tersebut dapat diukur secara andal dan kemungkinan besar Bank dan entitas anak akan memperoleh manfaat ekonomis masa depan dari Intangible assets
aset tersebut.
Beban dibayar dimuka Terdiri dari aset yang tidak material yang tidak dapat digolongkan dalam pos-pos sebelumnya. Aset lain-lain dinyatakan sebesar nilai tercatat, yaitu harga perolehan setelah dikurangi dengan akumulasi amortisasi, cadangan kerugian penurunan nilai atau penyisihan Prepaid expenses
kerugian. Beban dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat menggunakan metode garis lurus (straight line method).
Piutang dan utang asuransi Insurance receivables and payables
Piutang pembiayaan konsumen Piutang pembiayaan konsumen disajikan setelah dikurangi dengan bagian yang dibiayai bank-bank sehubungan dengan transaksi kerjasama penerusan pinjaman dan pembiayaan bersama, pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui dan cadangan kerugian Consumer financing receivables
penurunan nilai. Berdasarkan perjanjian kerjasama pembiayaan bersama konsumen tanpa jaminan (without recourse), entitas anak hanya menyajikan porsi jumlah angsuran piutang yang dibiayai entitas anak (pendekatan neto). Pendapatan pembiayaan konsumen
disajikan setelah dikurangi dengan bagian yang merupakan hak bank-bank dalam rangka transaksi tersebut. Untuk pembiayaan bersama konsumen dengan jaminan (with recourse), piutang pembiayaan konsumen merupakan seluruh jumlah angsuran dari pelanggan dan
kredit yang disalurkan oleh penyedia dana dicatat sebagai liabilitas (pendekatan bruto). Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui, yang merupakan selisih antara jumlah seluruh pembayaran angsuran yang akan diterima dari konsumen dengan jumlah pokok
Page 11
pembiayaan konsumen, diakui sebagai pendapatan sesuai dengan jangka waktu kontrak pembiayaan konsumen berdasarkan tingkat suku bunga efektif piutang pembiayaan konsumen. Selisih neto antara pendapatan administrasi yang diperoleh dari konsumen pada saat
pertama kali perjanjian pembiayaan konsumen ditandatangani dan biaya-biaya yang timbul pertama kali yang terkait langsung dengan kredit pembiayaan konsumen ditangguhkan dan disajikan sebagai bagian dari “Piutang Pembiayaan Konsumen” pada laporan posisi
keuangan konsolidasian dan diakui sebagai penyesuaian atas imbal hasil selama periode pembiayaan konsumen berdasarkan tingkat suku bunga efektif dan disajikan sebagai bagian dari “Pendapatan Pembiayaan Konsumen - Neto” pada pendapatan bunga dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian tahun berjalan. Cadangan kerugian kredit ekspektasian dihitung menggunakan metodologi penurunan nilai sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2o. Termasuk dalam piutang pembiayaan konsumen
adalah piutang pembiayaan murabahah. Akad murabahah secara substansi merupakan suatu pembiayaan, sehingga pengakuan margin dilakukan berdasarkan standar yang mengatur pembiayaan, seperti yang disebutkan dalam kebijakan pembiayaan konsumen. Piutang
yang tak tertagih dihapuskan berdasarkan evaluasi manajemen entitas anak dan setelah menunggak masing-masing lebih dari 210 (dua ratus sepuluh) hari dan 180 (seratus delapan puluh) hari untuk WOM dan MIF. Penerimaan dari piutang yang telah dihapusbukukan
diakui sebagai pendapatan lain-lain pada saat terjadinya.
Liabilitas atas kontrak Contract liabilities
Simpanan nasabah dan simpanan dari bank lain Simpanan nasabah adalah dana yang dipercayakan oleh nasabah (di luar bank lain) kepada Bank berdasarkan perjanjian penyimpanan dana. Simpanan nasabah terdiri dari giro, tabungan dan deposito berjangka. Simpanan termasuk simpanan Syariah dan investasi tidak Deposits from customers and deposits from other banks
terikat yang terdiri dari: a. Wadiah merupakan wadiah yad-adhamanah yakni titipan dana dalam bentuk giro dan tabungan dimana pemilik dana mendapatkan pendapatan bonus. b. Investasi tidak terikat dalam bentuk tabungan mudharabah yang merupakan simpanan
dana nasabah yang memberikan imbalan bagi hasil untuk nasabah dari pendapatan unit Syariah atas penggunaan dana sesuai dengan nisbah yang telah ditetapkan dan disetujui sebelumnya. c. Investasi tidak terikat dalam bentuk deposito berjangka mudharabah
merupakan simpanan dana nasabah yang memberikan imbalan bagi hasil untuk nasabah dari pendapatan unit Syariah atas penggunaan dana sesuai dengan nisbah yang telah ditetapkan dan disetujui sebelumnya. Giro, tabungan dan deposito berjangka diakui sebesar
nilai wajar pada awalnya dan selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi. Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan adanya diskonto atau premi terkait dengan pengakuan awal simpanan nasabah dan biaya transaksi yang merupakan
bagian yang tak terpisahkan dari suku bunga efektif (EIR). Simpanan dari bank lain terdiri dari liabilitas terhadap bank lain, baik lokal maupun luar negeri, dalam bentuk giro, tabungan, interbank call money dengan periode jatuh tempo menurut perjanjian kurang dari atau
sama dengan 90 (sembilan puluh) hari dan deposito berjangka. Simpanan dari bank lain diakui sebesar nilai wajar pada awalnya dan selanjutnya diukur sebesar biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif (EIR). Biaya perolehan
diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan adanya diskonto atau premi terkait dengan pengakuan awal simpanan dari bank lain dan biaya transaksi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suku bunga efektif (EIR). Simpanan dari bank lain termasuk
simpanan Syariah dalam bentuk giro wadiah dan investasi tidak terikat yang terdiri dari deposito berjangka mudharabah.
Obligasi subordinasi Obligasi subordinasi diakui sebesar nilai wajar pada awalnya dan selanjutnya diukur sebesar nilai biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif (EIR). Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan adanya diskonto atau Subordinated bonds
premi terkait dengan pengakuan awal obligasi subordinasi dan biaya transaksi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari suku bunga efektif (EIR).
Efek-efek yang dibeli dengan janji dibeli kembali Efek yang dibeli dengan janji dijual kembali (reverse repo) diakui sebesar harga jual kembali efek yang bersangkutan dikurangi pendapatan bunga yang belum diamortisasi. Selisih antara harga beli dengan harga jual diperlakukan sebagai pendapatan bunga yang belum Securities purchased under resell agreements
diamortisasi dan diakui sebagai pendapatan bunga selama jangka waktu sejak tanggal akuisisi hingga tanggal dijual kembali dengan menggunakan metode suku bunga efektif (EIR). Efek yang dijual dengan janji dibeli kembali (repo) diakui sebesar harga pembelian
kembali yang disepakati dikurangi beban bunga yang belum diamortisasi. Beban bunga yang belum diamortisasi merupakan selisih antara harga jual dan harga beli kembali yang disepakati dan diakui sebagai beban bunga selama jangka waktu sejak efek dijual hingga
dibeli kembali dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Efek yang dijual tetap dicatat sebagai aset dalam laporan posisi keuangan konsolidasian karena secara substansi kepemilikan efek tetap berada pada pihak Bank sebagai penjual. Beban bunga diamortisasi
dengan menggunakan metode suku bunga efektif. Pada setiap tanggal pelaporan Bank mengukur penyisihan kerugian kredit ekspektasian menggunakan metode penurunan nilai sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2o.
Saham treasuri Treasury stock
Modal saham Share capital
Pengaturan pembayaran berbasis saham Share-based payment arrangement
Biaya emisi efek ekuitas Stock issuance cost
Instrumen keuangan Pengakuan dan Pengukuran Klasifikasi aset keuangan menggunakan pendekatan model bisnis dan karakteristik arus kas kontraktual dari aset keuangan tersebut. Setelah pengakuan awal, aset keuangan diukur dengan biaya perolehan diamortisasi, nilai wajar melalui Financial instruments
penghasilan komprehensif lain dan nilai wajar melalui laporan laba rugi berdasarkan pada model bisnis yang diadopsi. Semua instrumen keuangan pada saat pengakuan awal diukur sebesar nilai wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur
pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau liabilitas keuangan tersebut.
Aset tidak lancar yang diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual Non-current assets classified as held for sale
Peristiwa setelah tanggal periode pelaporan Events after reporting period
Penerapan standar akuntansi baru Bank dan entitas anak telah menerapkan standar akuntansi berikut pada tanggal 1 Januari 2023 yang dianggap relevan dengan Bank: Amandemen PSAK 1, “Penyajian Laporan Keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan Akuntansi”. Amendemen PSAK 1 tersebut Adoption of new accounting standards
mensyaratkan entitas untuk mengungkapkan “informasi kebijakan akuntansi material” yang sebelumnya “Kebijakan akuntansi signifikan” dan mengklarifikasi bahwa tidak seluruh informasi kebijakan akuntansi terkait dengan transaksi, kejadian atau kondisi material lainnya
adalah material terhadap laporan keuangan. Dalam menentukan informasi materialitas diperlukan pertimbangan ukuran dan sifat transaksi, kejadian-kejadian serta kondisi-kondisi lainnya. Amandemen PSAK 1, “Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas
sebagai Jangka Pendek atau Jangka Panjang”. Amandemen PSAK 1 mengklarifikasi bahwa liabilitas diklasifikasikan sebagai lancar atau tidak lancar, tergantung pada hak untuk menunda penyelesaian liabilitas yang ada pada akhir periode pelaporan. Amandemen PSAK
16, “Aset Tetap tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan”. Amendemen ini mengklarifikasi contoh biaya yang dapat diatribusikan secara langsung ke dalam nilai perolehan aset. Amandemen ini menambahkan pengaturan atas: • Larangan pengurangan biaya
perolehan aset pada pengakuan hasil penjualan dan biaya perolehan atas item yang dihasilkan saat membawa aset tetap ke lokasi dan kondisi yang diperlukan sesuai dengan intensi manajemen dalam Laba Rugi. • Pengukuran biaya perolehan atas item tersebut dengan
menerapkan persyaratan pengukuran dalam PSAK 14: Persediaan. Amendemen PSAK 25: “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan tentang Definisi Estimasi Akuntansi”. Amendemen PSAK 25 ini memperkenalkan definisi estimasi akuntansi
dan mengklarifikasi: • Teknik estimasi dan teknik penilaian merupakan contoh dari teknik pengukuran yang digunakan dalam mengembangkan estimasi akuntansi. • Perubahan dalam estimasi akuntansi sebagai hasil informasi baru atau perkembangan baru yang bukan
merupakan koreksi kesalahan. Amendemen PSAK 46: “Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang Timbul dari Transaksi Tunggal”. Amandemen PSAK 46 ini mengharuskan perusahaan untuk mengakui pajak tangguhan atas transaksi
yang pada pengakuan awal menimbulkan jumlah yang sama dari perbedaan sementara kena pajak dan yang dapat dikurangkan. Amendemen PSAK 107: “Ijarah”. Amandemen PSAK 107 ini untuk mengakomodasi perkembangan bisnis syariah, tidak hanya di sektor
keuangan tetapi juga sektor riil yang menggunakan pengaturan ijarah. Siaran Pers Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI) mengenai “Pengatribusian Imbalan pada Periode Jasa” Pada bulan April 2022, DSAK IAI mengeluarkan siaran
pers mengenai “Pengatribusian Imbalan pada Periode Jasa” sebagai bahan penjelasan terhadap persyaratan yang relevan dari PSAK 24, “Imbalan Kerja”, yang secara khusus menjelaskan cara mengatribusikan imbalan pensiun pada periode jasa program pensiun
dengan pola tertentu berdasarkan undang-undang yang berlaku di Indonesia. Siaran pers tersebut diterbitkan sehubungan dengan IFRS Interpretation Committee (IFRIC) Agenda Decision IAS 19 Employee Benefits mengenai Attributing Benefit to Periods of Service pada
bulan Mei 2021. DSAK IAI menilai bahwa pola fakta program pensiun berbasis Undang-Undang Ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia saat ini memiliki pola fakta serupa dengan pola fakta dalam IFRIC Agenda Decision tersebut. Dengan pola fakta yang serupa
tersebut, maka perlakuan akuntansi dalam IFRIC Agenda Decision relevan untuk diterapkan dalam program pensiun berbasis Undang-Undang Ketenagakerjaan. Bank dan entitas anaknya telah menerapkan persyaratan dari siaran pers dan telah melakukan perikatan
dengan aktuaris independen untuk menghitung dampak dari perubahan kebijakan akuntansi ini sejak awal periode komparatif yang disajikan.
Standar akuntansi yang telah disahkan namun belum berlaku efektif Mulai efektif berlaku pada atau setelah tanggal 1 Januari 2024 Pilar Standar Akuntansi Keuangan Standar ini memberikan persyaratan dan pedoman bagi entitas untuk menerapkan standar akuntansi keuangan yang benar dalam menyusun laporan keuangan bertujuan Accounting standards issued but not yet effective
umum. Akan ada 4 (empat) standar akuntansi keuangan yang saat ini diterapkan di Indonesia, yaitu: 1. Pilar 1 Standar Akuntansi Keuangan Internasional, 2. Pilar 2 Standar Akuntansi Keuangan Indonesia (PSAK), 3. Pilar 3 Standar Akuntansi Keuangan Indonesia untuk
Entitas Swasta/Standar Akuntansi Keuangan Indonesia untuk Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik, dan 4. Pilar 4 Standar Akuntansi Keuangan Indonesia untuk Entitas Mikro Kecil dan Menengah. Standar Akuntansi Keuangan Internasional Standar ini merupakan adopsi
penuh dari International Financial Reporting Standards (“IFRS”) yang diterjemahkan kata demi kata dan tidak ada modifikasi dari Standar IFRS, termasuk tanggal efektifnya. Entitas yang memenuhi persyaratan dapat menerapkan standar ini, sejak tanggal efektif.
Nomenklatur Standar Akuntansi Keuangan Standar ini ini mengatur penomoran baru untuk standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia yang diterbitkan oleh DSAK IAI. Amandemen PSAK 1: Liabilitas Jangka Panjang dengan Kovenan Amandemen ini
menentukan persyaratan untuk mengklasifikasikan suatu liabilitas sebagai jangka pendek atau jangka panjang dan menjelaskan: • hal yang dimaksud sebagai hak untuk menangguhkan pelunasan, • hak untuk menangguhkan pelunasan harus ada pada akhir periode
pelaporan, • klasifikasi tersebut tidak dipengaruhi oleh kemungkinan entitas akan menggunakan hakya untuk menangguhkan liabilitas, dan • hanya jika derivatif melekat pada liabilitas konversi tersebut adalah suatu instrumen ekuitas, maka syarat dan ketentuan dari suatu
liabilitas konversi tidak akan berdampak pada klasifikasinya. Selain itu, persyaratan telah diperkenalkan untuk mewajibkan pengungkapan ketika suatu kewajiban timbul dari pinjaman perjanjian diklasifikasikan sebagai tidak lancar dan hak entitas untuk menunda
penyelesaian bergantung pada kepatuhan terhadap persyaratan di masa depan dalam waktu dua belas bulan. Amendemen tersebut berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024 secara retrospektif dengan penerapan dini
diperkenankan. Grup saat ini sedang menilai dampak dari amandemen tersebut untuk menentukan dampaknya terhadap pelaporan keuangan Grup. Amandemen PSAK 73: Liabilitas Sewa dalam Jual Beli dan Sewa-balik Amandemen PSAK 73 Sewa menetapkan
persyaratan yang digunakan penjual-penyewa dalam mengukur kewajiban sewa yang timbul dalam transaksi jual beli dan sewa-balik, untuk memastikan penjual-penyewa tidak mengakui jumlah setiap keuntungan atau kerugian yang terkait dengan hak guna yang
dipertahankan. Amandemen berlaku secara retrospektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024. Penerapan dini diperkenankan. Grup saat ini sedang menilai dampak dari amandemen tersebut untuk menentukan dampaknya
terhadap pelaporan keuangan Grup. Amandemen PSAK 2 dan PSAK 60: Pengaturan Pembiayaan Pemasok Amandemen PSAK 2 dan PSAK 60 mengklarifikasi karakteristik pengaturan pembiayaan pemasok dan mensyaratkan pengungkapan tambahan atas pengaturan
pembiayaan pemasok tersebut. Persyaratan pengungkapan dalam amandemen ini dimaksudkan untuk membantu pengguna laporan keuangan dalam memahami dampak pengaturan pembiayaan pemasok terhadap liabilitas, arus kas, dan eksposur terhadap risiko
likuiditas suatu entitas. Amandemen ini akan berlaku efektif untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2024. Penerapan dini diperkenankan, namun perlu diungkapkan. Amandemen tersebut diperkirakan tidak mempunyai dampak material
terhadap laporan keuangan Grup. Amandemen PSAK 10: Pengaruh Perubahan Kurs Valuta Asing - Kekurangan Ketertukaran Amendemen PSAK 10 mengatur ketika kondisi ekonomi suatu negara memburuk, misalnya hiperinflasi, akan menyebabkan kesulitan dalam
menentukan apakah mata uang negara tersebut tertukarkan menjadi mata uang lain serta kurs yang digunakan ketika mata uang tersebut tidak tertukarkan. Amandemen berlaku untuk periode pelaporan tahunan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025. Penerapan
dini diperkenankan.
Utang pembiayaan konsumen Consumer financing liabilities
Page 12
[4611000_BD] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement (breakdown) - Financial and Sharia Industry
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap [baris komponen]
Aset tetap Penambahan aset tetap Pengurangan aset tetap Reklasifikasi aset tetap Penjabaran laporan keuangan aset tetap Entitas anak baru aset tetap Revaluasi aset tetap Penurunan (pemulihan) nilai aset tetap Aset tetap
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 2,428,488 0 (0) 0 2,428,488 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan fasilitasnya, dimiliki langsung 696,642 6,376 ( 465 ) 0 702,553 Building and leasehold improvement, directly owned
Mesin dan peralatan, dimiliki langsung Machinery and equipment, directly owned
Alat berat, dimiliki langsung Heavy equipment, directly owned
Alat pengangkutan, dimiliki langsung Transportation equipment, directly owned
Perabot dan peralatan kantor, dimiliki langsung 1,627,903 51,251 ( 45,157 ) 139 1,634,136 Furniture and office equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki langsung 90,230 2,529 ( 1,162 ) 22 91,619 Motor vehicle, directly owned
Pesawat, dimiliki langsung Aircraft, directly owned
Kapal, dimiliki langsung Vessels, directly owned
Menara telekomunikasi, dimiliki langsung BTS Tower, directly owned
Jaringan Fiber Optik, dimiliki langsung Fiber Optic Network, directly owned
Infrastruktur Telekomunikasi, dimiliki langsung Telecommunication Infrastructure, directly owned
Peralatan Teknikal, dimiliki langsung Technical Equipment, directly owned
Lainnya, dimiliki langsung 420,078 8,802 ( 7,938 ) 17 420,959 Others, directly owned
Dimiliki langsung 5,263,341 68,958 ( 54,722 ) 178 5,277,755 Directly owned
Mesin, aset hak guna Machinery, right of use assets
Alat pengangkutan, aset hak guna Transportation equipment, right of use assets
Alat berat, aset hak guna Heavy equipment, right of use assets
Bangunan, aset hak guna Building, right of use assets
Perabot dan peralatan kantor, aset hak guna Furniture and office equipment, rights of use assets
Kendaraan bermotor, aset hak guna Motor vehicle, rights of use assets
Pesawat, aset hak guna Aircraft, right of use assets
Kapal, aset hak guna Vessels, right of use assets
Menara telekomunikasi, aset hak guna BTS Tower, right of use assets
Jaringan Fiber Optik, aset hak guna Fiber Optic Network, right of use assets
Infrastruktur Telekomunikasi, aset hak guna Telecommunication Infrastructure, right of use assets
Peralatan Teknikal, aset hak guna Technical Equipment, right of use assets
Lainnya, aset hak guna Others, right of use assets
Aset hak guna Right of use assets
Bangunan, dalam penyelesaian Building, assets under construction
Mesin dan alat berat, dalam penyelesaian Machinery and heavy equipment, assets under construction
Menara telekomunikasi, dalam penyelesaian BTS Tower, assets under construction
Jaringan Fiber Optik, dalam penyelesaian Fiber Optic Network, assets under construction
Infrastruktur Telekomunikasi, dalam penyelesaian Telecommunication Infrastructure, assets under construction
Peralatan Teknikal, dalam penyelesaian Technical Equipment, assets under construction
Lainnya, dalam penyelesaian Others, assets under construction
Aset dalam penyelesaian Assets under construction
Aset tetap 5,263,341 68,958 ( 54,722 ) 178 5,277,755 Property, plant, and equipment
Akumulasi depresiasi Tanah, dimiliki langsung Land, directly owned Carrying amount, accumulated depreciation
Bangunan dan fasilitasnya, dimiliki langsung 541,906 6,988 ( 465 ) 0 548,429 Building and leasehold improvement, directly owned
Mesin dan peralatan, dimiliki langsung Machinery and equipment, directly owned
Alat berat, dimiliki langsung Heavy equipment, directly owned
Alat pengangkutan, dimiliki langsung Transportation equipment, directly owned
Perabot dan peralatan kantor, dimiliki langsung 1,133,885 36,332 ( 17,114 ) 115 1,153,218 Furniture and office equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki langsung 55,501 3,150 ( 808 ) 16 57,859 Motor vehicle, directly owned
Pesawat, dimiliki langsung Aircraft, directly owned
Kapal, dimiliki langsung Vessels, directly owned
Menara telekomunikasi, dimiliki langsung BTS Tower, directly owned
Jaringan Fiber Optik, dimiliki langsung Fiber Optic Network, directly owned
Infrastruktur Telekomunikasi, dimiliki langsung Telecommunication Infrastructure, directly owned
Peralatan Teknikal, dimiliki langsung Technical Equipment, directly owned
Lainnya, dimiliki langsung 385,707 4,107 ( 7,915 ) 17 381,916 Others, directly owned
Dimiliki langsung 2,116,999 50,577 ( 26,302 ) 148 2,141,422 Directly owned
Mesin, aset hak guna Machinery, right of use assets
Alat pengangkutan, aset hak guna Transportation equipment, right of use assets
Alat berat, aset hak guna Heavy equipment, right of use assets
Bangunan, aset hak guna Building, right of use assets
Perabot dan peralatan kantor, aset hak guna Furniture and office equipment, rights of use assets
Kendaraan bermotor, aset hak guna Motor vehicle, rights of use assets
Pesawat, aset hak guna Aircraft, right of use assets
Kapal, aset hak guna Vessels, right of use assets
Menara telekomunikasi, aset hak guna BTS Tower, right of use assets
Jaringan Fiber Optik, aset hak guna Fiber Optic Network, right of use assets
Infrastruktur Telekomunikasi, aset hak guna Telecommunication Infrastructure, right of use assets
Peralatan Teknikal, aset hak guna Technical Equipment, right of use assets
Lainnya, aset hak guna Others, right of use assets
Aset hak guna Right of use assets
Bangunan, dalam penyelesaian Building, assets under construction
Mesin dan alat berat, dalam penyelesaian Machinery and heavy equipment, assets under construction
Menara telekomunikasi, dalam penyelesaian BTS Tower, assets under construction
Jaringan Fiber Optik, dalam penyelesaian Fiber Optic Network, assets under construction
Infrastruktur Telekomunikasi, dalam penyelesaian Telecommunication Infrastructure, assets under construction
Peralatan Teknikal, dalam penyelesaian Technical Equipment, assets under construction
Lainnya, dalam penyelesaian Others, assets under construction
Aset dalam penyelesaian Assets under construction
Aset tetap 2,116,999 50,577 ( 26,302 ) 148 2,141,422 Property, plant, and equipment
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap [baris komponen]
Aset tetap Penambahan aset tetap Pengurangan aset tetap Reklasifikasi aset tetap Penjabaran laporan keuangan aset tetap Entitas anak baru aset tetap Revaluasi aset tetap Penurunan (pemulihan) nilai aset tetap Aset tetap
Nilai perolehan Aset tetap 3,146,342 18,381 ( 28,420 ) 30 3,136,333 Property, plant, and equipment Carrying amount
Page 13
[4611000_BD] Notes to the financial statements - Property, Plant, and Equipement (breakdown) - Financial and Sharia Industry - Prior Year
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap [baris komponen]
Aset tetap Penambahan aset tetap Pengurangan aset tetap Reklasifikasi aset tetap Penjabaran laporan keuangan aset tetap Entitas anak baru aset tetap Revaluasi aset tetap Penurunan (pemulihan) nilai aset tetap Aset tetap
Nilai perolehan, kotor Tanah, dimiliki langsung 2,433,936 3,607 ( 2,756 ) ( 5,920 ) ( 379 ) 2,428,488 Land, directly owned Carrying amount, gross
Bangunan dan fasilitasnya, dimiliki langsung 666,446 32,701 ( 2,346 ) ( 159 ) 696,642 Building and leasehold improvement, directly owned
Mesin dan peralatan, dimiliki langsung 0 Machinery and equipment, directly owned
Alat berat, dimiliki langsung 0 Heavy equipment, directly owned
Alat pengangkutan, dimiliki langsung 0 Transportation equipment, directly owned
Perabot dan peralatan kantor, dimiliki langsung 1,571,058 336,965 ( 190,494 ) ( 89,626 ) 1,627,903 Furniture and office equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki langsung 112,483 20,368 ( 42,608 ) ( 13 ) 90,230 Motor vehicle, directly owned
Pesawat, dimiliki langsung 0 Aircraft, directly owned
Kapal, dimiliki langsung 0 Vessels, directly owned
Menara telekomunikasi, dimiliki langsung BTS Tower, directly owned
Jaringan Fiber Optik, dimiliki langsung Fiber Optic Network, directly owned
Infrastruktur Telekomunikasi, dimiliki langsung Telecommunication Infrastructure, directly owned
Peralatan Teknikal, dimiliki langsung Technical Equipment, directly owned
Lainnya, dimiliki langsung 417,314 22,041 ( 19,189 ) ( 88 ) 420,078 Others, directly owned
Dimiliki langsung 5,201,237 415,682 ( 257,393 ) ( 95,806 ) ( 379 ) 5,263,341 Directly owned
Mesin, aset hak guna Machinery, right of use assets
Alat pengangkutan, aset hak guna Transportation equipment, right of use assets
Alat berat, aset hak guna Heavy equipment, right of use assets
Bangunan, aset hak guna Building, right of use assets
Perabot dan peralatan kantor, aset hak guna Furniture and office equipment, rights of use assets
Kendaraan bermotor, aset hak guna Motor vehicle, rights of use assets
Pesawat, aset hak guna Aircraft, right of use assets
Kapal, aset hak guna Vessels, right of use assets
Menara telekomunikasi, aset hak guna BTS Tower, right of use assets
Jaringan Fiber Optik, aset hak guna Fiber Optic Network, right of use assets
Infrastruktur Telekomunikasi, aset hak guna Telecommunication Infrastructure, right of use assets
Peralatan Teknikal, aset hak guna Technical Equipment, right of use assets
Lainnya, aset hak guna Others, right of use assets
Aset hak guna Right of use assets
Bangunan, dalam penyelesaian Building, assets under construction
Mesin dan alat berat, dalam penyelesaian Machinery and heavy equipment, assets under construction
Menara telekomunikasi, dalam penyelesaian BTS Tower, assets under construction
Jaringan Fiber Optik, dalam penyelesaian Fiber Optic Network, assets under construction
Infrastruktur Telekomunikasi, dalam penyelesaian Telecommunication Infrastructure, assets under construction
Peralatan Teknikal, dalam penyelesaian Technical Equipment, assets under construction
Lainnya, dalam penyelesaian Others, assets under construction
Aset dalam penyelesaian Assets under construction
Aset tetap 5,201,237 415,682 ( 257,393 ) ( 95,806 ) ( 379 ) 5,263,341 Property, plant, and equipment
Akumulasi depresiasi Tanah, dimiliki langsung Land, directly owned Carrying amount, accumulated depreciation
Bangunan dan fasilitasnya, dimiliki langsung 482,810 60,240 ( 988 ) ( 156 ) 541,906 Building and leasehold improvement, directly owned
Mesin dan peralatan, dimiliki langsung Machinery and equipment, directly owned
Alat berat, dimiliki langsung Heavy equipment, directly owned
Alat pengangkutan, dimiliki langsung Transportation equipment, directly owned
Perabot dan peralatan kantor, dimiliki langsung 1,229,775 133,048 ( 188,771 ) ( 40,167 ) 1,133,885 Furniture and office equipment, directly owned
Kendaraan bermotor, dimiliki langsung 84,343 11,741 ( 40,580 ) (3) 55,501 Motor vehicle, directly owned
Pesawat, dimiliki langsung Aircraft, directly owned
Kapal, dimiliki langsung Vessels, directly owned
Menara telekomunikasi, dimiliki langsung BTS Tower, directly owned
Jaringan Fiber Optik, dimiliki langsung Fiber Optic Network, directly owned
Infrastruktur Telekomunikasi, dimiliki langsung Telecommunication Infrastructure, directly owned
Peralatan Teknikal, dimiliki langsung Technical Equipment, directly owned
Lainnya, dimiliki langsung 393,108 11,857 ( 19,173 ) ( 85 ) 385,707 Others, directly owned
Dimiliki langsung 2,190,036 216,886 ( 249,512 ) ( 40,411 ) 2,116,999 Directly owned
Mesin, aset hak guna Machinery, right of use assets
Alat pengangkutan, aset hak guna Transportation equipment, right of use assets
Alat berat, aset hak guna Heavy equipment, right of use assets
Bangunan, aset hak guna Building, right of use assets
Perabot dan peralatan kantor, aset hak guna Furniture and office equipment, rights of use assets
Kendaraan bermotor, aset hak guna Motor vehicle, rights of use assets
Pesawat, aset hak guna Aircraft, right of use assets
Kapal, aset hak guna Vessels, right of use assets
Menara telekomunikasi, aset hak guna BTS Tower, right of use assets
Jaringan Fiber Optik, aset hak guna Fiber Optic Network, right of use assets
Infrastruktur Telekomunikasi, aset hak guna Telecommunication Infrastructure, right of use assets
Peralatan Teknikal, aset hak guna Technical Equipment, right of use assets
Lainnya, aset hak guna Others, right of use assets
Aset hak guna Right of use assets
Bangunan, dalam penyelesaian Building, assets under construction
Mesin dan alat berat, dalam penyelesaian Machinery and heavy equipment, assets under construction
Menara telekomunikasi, dalam penyelesaian BTS Tower, assets under construction
Jaringan Fiber Optik, dalam penyelesaian Fiber Optic Network, assets under construction
Infrastruktur Telekomunikasi, dalam penyelesaian Telecommunication Infrastructure, assets under construction
Peralatan Teknikal, dalam penyelesaian Technical Equipment, assets under construction
Lainnya, dalam penyelesaian Others, assets under construction
Aset dalam penyelesaian Assets under construction
Aset tetap 2,190,036 216,886 ( 249,512 ) ( 40,411 ) 2,116,999 Property, plant, and equipment
Aset tetap Property, plant, and equipment
Aset tetap [baris komponen]
Aset tetap Penambahan aset tetap Pengurangan aset tetap Reklasifikasi aset tetap Penjabaran laporan keuangan aset tetap Entitas anak baru aset tetap Revaluasi aset tetap Penurunan (pemulihan) nilai aset tetap Aset tetap
Nilai perolehan Aset tetap 3,011,201 198,796 ( 7,881 ) ( 55,395 ) ( 379 ) 3,146,342 Property, plant, and equipment Carrying amount
Page 14
[4611100] Disclosure of Notes to the financial statements - Property, Plant and Equipment - Financial and Sharia Industry
Pengungkapan Disclosure
2024-03-31
Pengungkapan Disclosure
Pengungkapan catatan atas aset tetap Pada tahun 2021 (sebelumnya pernah dilakukan juga pada tahun 2016 dan 2018), Bank melakukan penilaian kembali aset tetap berupa tanah yang berada di Indonesia. Berdasarkan laporan dari Penilai Independen dari KJPP Susan Widjojo dan Rekan yang Disclosure of notes for property, plant and equipment
ditandatangani Susan Widjojo, MAPPI (Cert) pada 28 Desember 2021, metode yang digunakan dalam penilaian kembali aset tetap adalah metode pendekatan data pasar. Tanggal penilaian adalah 30 November 2021. Penilaian dilakukan sesuai dengan dan tunduk
kepada ketentuan-ketentuan dari Kode Etik Penilai Indonesia, Standar Penilaian Indonesia dan Peraturan BAPEPAM-LK No. VIII.C.4 tentang Pedoman Penilaian dan Penyajian Laporan Penilai Properti di Pasar Modal. Konsep dan Prinsip Umum Penilaian (KPUP) poin 17
tahun 2015, ditentukan berdasarkan transaksi pasar terkini dan dilakukan dengan ketentuan-ketentuan yang lazim dan menggunakan pendekatan penilaian. Dalam pengukuran nilai wajar tanah, Penilai Independen memperhitungkan kemampuan peserta pasar untuk
menghasilkan manfaat ekonomi dengan penggunaan tertinggi dan terbaik atas aset atau dengan menjual aset ke peserta pasar lain yang akan menggunakan aset pada kondisi tertinggi dan penggunaan terbaik. Penilaian kembali yang dilakukan atas tanah menghasilkan
kenaikan nilai tercatat sebesar Rp160.604 dan dicatat sebagai bagian dari ekuitas sebagai surplus revaluasi aset tetap dan penghasilan komprehensif lain. Bank dan entitas anak memiliki sejumlah bidang tanah dengan hak kepemilikan berupa Hak Guna Bangunan yang
akan jatuh tempo antara tahun 2024 sampai 2054 yang tersebar di seluruh Indonesia di mana cabang Bank berada. Manajemen berpendapat hak atas tanah tersebut dapat diperpanjang. Manajemen berpendapat tidak terdapat indikasi penurunan nilai atas aset tetap yang
dimiliki Bank. Aset tetap Bank, kecuali tanah, diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan pencurian pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 kepada perusahaan asuransi pihak terkait Bank yaitu PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia dan perusahaan
asuransi pihak ketiga Bank yaitu Asuransi Sinar Mas, Asuransi Harta Aman, Asuransi Allianz Utama Indonesia, Great Eastern Insurance Indonesia dan Zurich Asuransi Indonesia dengan nilai pertangggungan sebesar Rp2.121.872 dan USD7.405.285. Manajemen
berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset yang dipertanggungkan. Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, jumlah tercatat bruto dari setiap aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih
digunakan adalah masing-masing sebesar Rp 1.675.444 dan Rp1.366.726. Penambahan dan pengurangan aset tetap Bank pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 terutama terdiri dari perangkat keras komputer, mesin ATM, tanah, bangunan dan kendaraan
bermotor yang digunakan untuk aktivitas operasional Bank.
Page 15
[4612000_BD] Notes to the financial statements - Right of Use Assets (breakdown) - Financial and Sharia Industry
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna [baris komponen]
Penjabaran laporan keuangan aset hak Penurunan (pemulihan) nilai aset hak
Aset hak guna Penambahan aset hak guna Pengurangan aset hak guna Reklasifikasi aset hak guna Entitas anak baru aset hak guna Revaluasi aset hak guna Aset hak guna
guna guna
Nilai perolehan, kotor Mesin, aset hak guna Machinery, right of use assets Carrying amount, gross
Alat pengangkutan, aset hak guna 64,997 64,997 Transportation equipment, right of use assets
Alat berat, aset hak guna Heavy equipment, right of use assets
Bangunan, aset hak guna 847,721 20,587 ( 15,537 ) 852,771 Building, right of use assets
Pesawat, aset hak guna Aircraft, right of use assets
Kapal, aset hak guna Vessels, right of use assets
Lainnya, aset hak guna 129,112 129,112 Others, right of use assets
Aset hak guna 1,041,830 20,587 ( 15,537 ) 1,046,880 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Mesin, aset hak guna Machinery, right of use assets Carrying amount, accumulated depreciation
Alat pengangkutan, aset hak guna 51,943 3,263 55,206 Transportation equipment, right of use assets
Alat berat, aset hak guna Heavy equipment, right of use assets
Bangunan, aset hak guna 239,870 33,679 ( 15,537 ) 258,012 Building, right of use assets
Pesawat, aset hak guna Aircraft, right of use assets
Kapal, aset hak guna Vessels, right of use assets
Lainnya, aset hak guna 68,135 5,852 73,987 Others, right of use assets
Aset hak guna 359,948 42,794 ( 15,537 ) 387,205 Right of use assets
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna [baris komponen]
Penjabaran laporan keuangan aset hak Penurunan (pemulihan) nilai aset hak
Aset hak guna Penambahan aset hak guna Pengurangan aset hak guna Reklasifikasi aset hak guna Entitas anak baru aset hak guna Revaluasi aset hak guna Aset hak guna
guna guna
Nilai perolehan Aset hak guna 681,882 ( 22,207 ) (0) 659,675 Right of use assets Carrying amount
Page 16
[4612000_BD] Notes to the financial statements - Right of Use Assets (breakdown) - Financial and Sharia Industry - Prior Year
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna [baris komponen]
Penjabaran laporan keuangan aset hak Penurunan (pemulihan) nilai aset hak
Aset hak guna Penambahan aset hak guna Pengurangan aset hak guna Reklasifikasi aset hak guna Entitas anak baru aset hak guna Revaluasi aset hak guna Aset hak guna
guna guna
Nilai perolehan, kotor Mesin, aset hak guna Machinery, right of use assets Carrying amount, gross
Alat pengangkutan, aset hak guna 64,997 64,997 Transportation equipment, right of use assets
Alat berat, aset hak guna Heavy equipment, right of use assets
Bangunan, aset hak guna 789,074 471,879 ( 413,465 ) 233 847,721 Building, right of use assets
Pesawat, aset hak guna Aircraft, right of use assets
Kapal, aset hak guna Vessels, right of use assets
Lainnya, aset hak guna 129,112 129,112 Others, right of use assets
Aset hak guna 983,183 471,879 ( 413,465 ) 233 1,041,830 Right of use assets
Akumulasi depresiasi Mesin, aset hak guna Machinery, right of use assets Carrying amount, accumulated depreciation
Alat pengangkutan, aset hak guna 38,891 13,052 51,943 Transportation equipment, right of use assets
Alat berat, aset hak guna Heavy equipment, right of use assets
Bangunan, aset hak guna 466,709 186,300 ( 413,239 ) 100 239,870 Building, right of use assets
Pesawat, aset hak guna Aircraft, right of use assets
Kapal, aset hak guna Vessels, right of use assets
Lainnya, aset hak guna 44,728 23,407 68,135 Others, right of use assets
Aset hak guna 550,328 222,759 ( 413,239 ) 100 359,948 Right of use assets
Aset hak guna Right of use assets
Aset hak guna [baris komponen]
Penjabaran laporan keuangan aset hak Penurunan (pemulihan) nilai aset hak
Aset hak guna Penambahan aset hak guna Pengurangan aset hak guna Reklasifikasi aset hak guna Entitas anak baru aset hak guna Revaluasi aset hak guna Aset hak guna
guna guna
Nilai perolehan Aset hak guna 432,855 249,120 ( 226 ) 133 681,882 Right of use assets Carrying amount
Page 17
[4613100a_BD] Notes to the financial statements - Loans and Sharia receivables - by Economic Sector (breakdown) - Financial and Sharia Industry
2024-03-31
Pinjaman berdasarkan sektor ekonomi Loans by economic sector Pinjaman berdasarkan sektor ekonomi Loans by ec
Jumlah pinjaman, kotor Jumlah pinjaman, kotor
Total loans, gross Total loans, gross
Current Special mention Substandard Doubtful Loss Total Loans by collectibility Current Special mention Substandard Doubtful Loss Total Loans by collectibility
Jumlah Pinjaman berdasarkan Jumlah Pinjaman berdasarkan
Lancar Dalam perhatian khusus Kurang lancar Diragukan Macet Lancar Dalam perhatian khusus Kurang lancar Diragukan Macet
kolektibilitas kolektibilitas
Rupiah Perindustrian 10,534,245 139,779 6,437 5,792 591,132 11,277,385 Rupiah Manufacturing Rupiah Perindustrian 10,325,590 128,768 33,150 31,013 602,738 11,121,259 Rupiah
Perdagangan, restoran dan hotel 13,487,273 238,967 23,072 47,916 1,125,015 14,922,243 Trading, restaurants and hotels Perdagangan, restoran dan hotel 13,115,800 200,358 26,406 44,601 1,167,899 14,555,064 Trading, r
Pertanian 876,904 9,490 0 0 32,700 919,094 Agriculture Pertanian 1,044,378 9,757 0 0 33,865 1,088,000
Jasa dunia usaha 18,251,155 30,207 0 0 87,547 18,368,909 Business services Jasa dunia usaha 16,248,461 4,488 0 0 102,426 16,355,375
Konstruksi 10,422,357 526,363 1,167 1,660 155,943 11,107,490 Construction Konstruksi 10,281,923 519,155 7,993 7,176 147,010 10,963,257
Pengangkutan, pergudangan dan komunikasi 2,802,561 40,915 0 16,330 74,421 2,934,227 Transportation, warehousing and communications Pengangkutan, pergudangan dan komunikasi 2,070,701 4,368 0 18,842 72,172 2,166,083 Transportation, warehousing
Listrik, gas dan air 347,732 0 4,517 0 0 352,249 Electricity, gas and water Listrik, gas dan air 385,697 0 0 0 0 385,697
Jasa sosial 270,235 1,203 0 7,404 13,717 292,559 Social services Jasa sosial 239,748 7,303 0 0 13,717 260,768
Pertambangan 129,453 0 0 0 5,316 134,769 Mining Pertambangan 118,480 0 0 0 5,316 123,796
Properti 0 0 0 0 0 0 Property Properti 0 0 0 0 0 0
Lain-lain 33,541,594 2,121,427 140,448 136,946 580,858 36,521,273 Other sectors Lain-lain 32,951,581 1,727,795 122,908 115,905 604,675 35,522,864
Subjumlah Pinjaman berdasarkan sektor ekonomi 90,663,509 3,108,351 175,641 216,048 2,666,649 96,830,198 Subtotal Loans by economic sector Subjumlah Pinjaman berdasarkan sektor ekonomi 86,782,359 2,601,992 190,457 217,537 2,749,818 92,542,163 Subtotal Loan
Mata uang asing Perindustrian 8,891,626 376,521 0 0 0 9,268,147 Foreign currencies Manufacturing Mata uang asing Perindustrian 8,052,020 367,956 0 0 6,115 8,426,091 Foreign currencies
Perdagangan, restoran dan hotel 2,097,111 182 0 0 2 2,097,295 Trading, restaurants and hotels Perdagangan, restoran dan hotel 542,672 439 0 1 0 543,112 Trading, r
Pertanian 49,921 0 0 0 0 49,921 Agriculture Pertanian 49,365 0 0 0 0 49,365
Jasa dunia usaha 1,180,657 0 0 0 0 1,180,657 Business services Jasa dunia usaha 1,043,412 0 0 2 0 1,043,414
Konstruksi 10,217 0 0 0 0 10,217 Construction Konstruksi 13,165 0 0 0 0 13,165
Pengangkutan, pergudangan dan komunikasi 47,873 0 0 0 0 47,873 Transportation, warehousing and communications Pengangkutan, pergudangan dan komunikasi 131,046 0 0 0 0 131,046 Transportation, warehousing
Listrik, gas dan air 1,366,662 549,259 0 0 0 1,915,921 Electricity, gas and water Listrik, gas dan air 1,323,043 545,261 0 0 0 1,868,304
Jasa sosial 7,652 0 0 0 0 7,652 Social services Jasa sosial 8,152 0 0 0 0 8,152
Pertambangan 3,468,023 0 0 0 0 3,468,023 Mining Pertambangan 3,431,465 0 0 0 0 3,431,465
Properti 0 0 0 0 0 0 Property Properti 0 0 0 0 0 0
Lain-lain 0 0 0 0 0 0 Other sectors Lain-lain 0 0 0 0 0 0
Subjumlah Pinjaman berdasarkan sektor ekonomi 17,119,742 925,962 0 0 2 18,045,706 Subtotal Loans by economic sector Subjumlah Pinjaman berdasarkan sektor ekonomi 14,594,340 913,656 0 3 6,115 15,514,114 Subtotal Loan
2024-03-31
Pinjaman berdasarkan sektor ekonomi Loans by economic sector Pinjaman berdasarkan sektor ekonomi
Jumlah pinjaman, kotor Jumlah pinjaman, kotor
Total loans, gross Total loans, gross
Current Special mention Substandard Doubtful Loss Total Loans by collectibility Current Special mention Substandard Doubtful Loss Total Loans by collectibility
Jumlah Pinjaman berdasarkan Jumlah Pinjaman berdasarkan
Lancar Dalam perhatian khusus Kurang lancar Diragukan Macet Lancar Dalam perhatian khusus Kurang lancar Diragukan Macet
kolektibilitas kolektibilitas
Subjumlah Seluruh Mata Uang Subjumlah Pinjaman berdasarkan sektor ekonomi 107,783,251 4,034,313 175,641 216,048 2,666,651 114,875,904 Subtotal on all Currencies Subtotal Loans by economic sector Subjumlah Seluruh Mata Uang Subjumlah Pinjaman berdasarkan sektor ekonomi 101,376,699 3,515,648 190,457 217,540 2,755,933 108,056,277 Subtotal on all Currencies
2024-03-31
Pinjaman berdasarkan sektor ekonomi Loans by economic sector Pinjaman berdasarkan sektor ekonomi Loans by economic sector
Current Special mention Substandard Doubtful Loss Total Loans by collectibility Current Special mention Substandard Doubtful Loss Total Loans by collectibility
Jumlah Pinjaman berdasarkan Jumlah Pinjaman berdasarkan
Lancar Dalam perhatian khusus Kurang lancar Diragukan Macet Lancar Dalam perhatian khusus Kurang lancar Diragukan Macet
kolektibilitas kolektibilitas
Jumlah pinjaman berdasarkan sektor ekonomi Total loans by economic sector Jumlah pinjaman berdasarkan sektor ekonomi Total loans by economic sector
Jumlah pinjaman, kotor 107,783,251 4,034,313 175,641 216,048 2,666,651 114,875,904 Total loans, gross Jumlah pinjaman, kotor 101,376,699 3,515,648 190,457 217,540 2,755,933 108,056,277 Total loans, gross
Cadangan kerugian penurunan nilai pada pinjaman yang diberikan ( 1,644,360 ) ( 1,330,365 ) ( 45,771 ) ( 73,569 ) ( 941,629 ) ( 4,035,694 ) Allowance for impairment losses for loans Cadangan kerugian penurunan nilai pada pinjaman yang diberikan ( 1,194,546 ) ( 1,079,721 ) ( 36,926 ) ( 71,670 ) ( 993,950 ) ( 3,376,813 ) Allowance for impairment losses for loans
Jumlah pinjaman, bersih 106,138,891 2,703,948 129,870 142,479 1,725,022 110,840,210 Total loans, net Jumlah pinjaman, bersih 100,182,153 2,435,927 153,531 145,870 1,761,983 104,679,464 Total loans, net
Page 18
[4614100] Notes to the financial statements - Loans and Sharia receivables - Other Information - Financial and Sharia Industry
Informasi penting lainnya Loans other information
2024-03-31 2023-12-31
Informasi penting lainnya Loans other information
Tingkat suku bunga rata-rata (yield) dan kisaran bagi hasil per tahun Annual average yield rate and indicative profit sharing
Tingkat suku bunga rata-rata per tahun Annual yield rate
Tingkat suku bunga rata-rata per tahun rupiah Annual yield rate of rupiah loans
Tingkat suku bunga rata-rata per tahun mata uang asing Annual yield rate of foreign currencies loans
Kisaran bagi hasil per tahun Annual indicative profit sharing
Kisaran bagi hasil per tahun piutang murabahan dan istishna Indicative profit sharing of murabahah and istishna receivables
Kisaran bagi hasil per tahun pembiayaan musyarakah Indicative profit sharing of musyarakah financing
Kisaran bagi hasil per tahun pembiayaan syariah lainnya Indicative profit sharing of other sharia financing
Cadangan kerugian penurunan nilai Movement of allowance for impairment losses on loans
Cadangan kerugian penurunan nilai, awal periode 3,376,813 3,235,997 Allowance for impairment of losses, beginning period
Pembentukan selama tahun berjalan 776,487 859,528 Provision during the year of allowance for impairment losses on loans
Penghapusbukuan ( 152,726 ) ( 727,198 ) Writing off of allowance for impairment losses on loans
Pemulihan pinjaman yang telah dihapusbukukan Recoveries of written-off of allowance for impairment losses on loans
Cadangan lain-lain Others allowance for impairment losses on loans
Dampak selisih akibat perbedaan kurs terhadap cadangan kerugian penurunan nilai pinjaman diberikan 35,120 8,486 Foreign exchange translation impact on allowance for impairment losses on loans
Cadangan kerugian penurunan nilai, akhir periode 4,035,694 3,376,813 Allowance for impairment of losses, ending period
Rasio pinjaman Loan ratios
Non-performing financing - gross 2.67 3.37 Non-performing financing - gross
Non-performing financing - net 1.37 2.25 Non-performing financing - net
Page 19
[4621100_BD] Notes to the financial statements - Current Accounts and Wadiah Demand deposits (breakdown) - Financial and Sharia Industry
2024-03-31
Giro dan giro wadiah Current accounts and wadiah demand deposits Giro dan giro wadiah Current accounts and wadiah demand deposits
Giro Pihak berelasi Rupiah 220,460 Rupiah Related parties Current accounts Giro Pihak berelasi Rupiah 214,521 Rupiah Related parties Current accounts
Mata uang asing 29,525 Foreign currencies Mata uang asing 28,192 Foreign currencies
Subjumlah Seluruh Mata Uang 249,985 Subtotal on all Currencies Subjumlah Seluruh Mata Uang 242,713 Subtotal on all Currencies
Pihak ketiga Rupiah 20,769,375 Rupiah Third parties Pihak ketiga Rupiah 21,396,423 Rupiah Third parties
Mata uang asing 13,454,311 Foreign currencies Mata uang asing 14,113,997 Foreign currencies
Subjumlah Seluruh Mata Uang 34,223,686 Subtotal on all Currencies Subjumlah Seluruh Mata Uang 35,510,420 Subtotal on all Currencies
Giro wadiah Pihak berelasi Rupiah Rupiah Related parties Wadiah demand deposits Giro wadiah Pihak berelasi Rupiah Rupiah Related parties Wadiah demand deposits
Mata uang asing Foreign currencies Mata uang asing Foreign currencies
Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies
Pihak ketiga Rupiah Rupiah Third parties Pihak ketiga Rupiah Rupiah Third parties
Mata uang asing Foreign currencies Mata uang asing Foreign currencies
Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies
2024-03-31
Giro dan giro wadiah Current accounts and wadiah demand deposits Giro dan giro wadiah Current accounts and wadiah demand deposits
Giro Subjumlah Seluruh Pihak Subjumlah Seluruh Mata Uang 34,473,671 Subtotal on all Currencies Subtotal on all Parties Current accounts Giro Subjumlah Seluruh Pihak Subjumlah Seluruh Mata Uang 35,753,133 Subtotal on all Currencies Subtotal on all Parties Current accounts
Giro wadiah Subjumlah Seluruh Pihak Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies Subtotal on all Parties Wadiah demand deposits Giro wadiah Subjumlah Seluruh Pihak Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies Subtotal on all Parties Wadiah demand deposits
Page 20
[4622100_BD] Notes to the financial statements - Savings Deposits and Wadiah Savings Deposits (breakdown) - Financial and Sharia Industry
2024-03-31
Tabungan dan tabungan wadiah Savings deposits and wadiah savings deposits Tabungan dan tabungan wadiah Savings deposits and wadiah savings deposits
Tabungan Pihak berelasi Rupiah 56,700 Rupiah Related parties Savings deposits Tabungan Pihak berelasi Rupiah 37,323 Rupiah Related parties Savings deposits
Mata uang asing 2,504 Foreign currencies Mata uang asing 4,520 Foreign currencies
Subjumlah Seluruh Mata Uang 59,204 Subtotal on all Currencies Subjumlah Seluruh Mata Uang 41,843 Subtotal on all Currencies
Pihak ketiga Rupiah 20,741,474 Rupiah Third parties Pihak ketiga Rupiah 20,022,092 Rupiah Third parties
Mata uang asing 2,925,064 Foreign currencies Mata uang asing 3,179,295 Foreign currencies
Subjumlah Seluruh Mata Uang 23,666,538 Subtotal on all Currencies Subjumlah Seluruh Mata Uang 23,201,387 Subtotal on all Currencies
Tabungan wadiah Pihak berelasi Rupiah Rupiah Related parties Wadiah savings deposits Tabungan wadiah Pihak berelasi Rupiah Rupiah Related parties Wadiah savings deposits
Mata uang asing Foreign currencies Mata uang asing Foreign currencies
Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies
Pihak ketiga Rupiah Rupiah Third parties Pihak ketiga Rupiah Rupiah Third parties
Mata uang asing Foreign currencies Mata uang asing Foreign currencies
Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies
2024-03-31
Tabungan dan tabungan wadiah Savings deposits and wadiah savings deposits Tabungan dan tabungan wadiah Savings deposits and wadiah savings deposits
Tabungan Subjumlah Seluruh Pihak Subjumlah Seluruh Mata Uang 23,725,742 Subtotal on all Currencies Subtotal on all Parties Savings deposits Tabungan Subjumlah Seluruh Pihak Subjumlah Seluruh Mata Uang 23,243,230 Subtotal on all Currencies Subtotal on all Parties Savings deposits
Tabungan wadiah Subjumlah Seluruh Pihak Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies Subtotal on all Parties Wadiah savings deposits Tabungan wadiah Subjumlah Seluruh Pihak Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies Subtotal on all Parties Wadiah savings deposits
Page 21
[4623100_BD] Notes to the financial statements - Time deposits and Wakalah deposits (breakdown) - Financial and Sharia Industry
2024-03-31
Deposito berjangka dan deposito wakalah Time deposits and wakalah deposits Deposito berjangka dan deposito wakalah Time deposits and wakalah deposits
Deposito berjangka Pihak berelasi Rupiah 123,060 Rupiah Related parties Time deposits Deposito berjangka Pihak berelasi Rupiah 111,815 Rupiah Related parties Time deposits
Mata uang asing 14,185 Foreign currencies Mata uang asing 11,188 Foreign currencies
Subjumlah Seluruh Mata Uang 137,245 Subtotal on all Currencies Subjumlah Seluruh Mata Uang 123,003 Subtotal on all Currencies
Pihak ketiga Rupiah 48,063,140 Rupiah Third parties Pihak ketiga Rupiah 46,353,191 Rupiah Third parties
Mata uang asing 10,818,837 Foreign currencies Mata uang asing 10,029,951 Foreign currencies
Subjumlah Seluruh Mata Uang 58,881,977 Subtotal on all Currencies Subjumlah Seluruh Mata Uang 56,383,142 Subtotal on all Currencies
Deposito wakalah Pihak berelasi Rupiah Rupiah Related parties Wakalah deposits Deposito wakalah Pihak berelasi Rupiah Rupiah Related parties Wakalah deposits
Mata uang asing Foreign currencies Mata uang asing Foreign currencies
Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies
Pihak ketiga Rupiah Rupiah Third parties Pihak ketiga Rupiah Rupiah Third parties
Mata uang asing Foreign currencies Mata uang asing Foreign currencies
Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies
2024-03-31
Deposito berjangka dan deposito wakalah Time deposits and wakalah deposits Deposito berjangka dan deposito wakalah Time deposits and wakalah deposits
Deposito berjangka Subjumlah Seluruh Pihak Subjumlah Seluruh Mata Uang 59,019,222 Subtotal on all Currencies Subtotal on all Parties Time deposits Deposito berjangka Subjumlah Seluruh Pihak Subjumlah Seluruh Mata Uang 56,506,145 Subtotal on all Currencies Subtotal on all Parties Time deposits
Deposito wakalah Subjumlah Seluruh Pihak Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies Subtotal on all Parties Wakalah deposits Deposito wakalah Subjumlah Seluruh Pihak Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies Subtotal on all Parties Wakalah deposits
Page 22
[4624100] Notes to the financial statements - Annual average interest rate Third Party Funds - Financial and Sharia Industry
2024-03-31
Tingkat bunga rata-rata per tahun dana pihak ketiga Annual average interest rate third party funds Tingkat bunga rata-rata per tahun dana pihak ketiga Annual average interest rate third party funds
Tingkat bunga giro Rupiah 0.0318 Rupiah Current accounts interest rate Tingkat bunga giro Rupiah 0.0283 Rupiah Current accounts interest rate
Mata uang asing 0.0275 Foreign currencies Mata uang asing 0.0165 Foreign currencies
Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies
Imbal hasil giro wadiah Rupiah Rupiah Wadiah demand deposits return Imbal hasil giro wadiah Rupiah Rupiah Wadiah demand deposits return
Mata uang asing Foreign currencies Mata uang asing Foreign currencies
Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies
Tingkat bunga tabungan Rupiah 0.0134 Rupiah Savings deposits interest rate Tingkat bunga tabungan Rupiah 0.010996723945708513 Rupiah Savings deposits interest rate
Mata uang asing 0.0035 Foreign currencies Mata uang asing 0.0032 Foreign currencies
Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies
Imbal hasil tabungan wadiah Rupiah Rupiah Wadiah savings deposits return Imbal hasil tabungan wadiah Rupiah Rupiah Wadiah savings deposits return
Mata uang asing Foreign currencies Mata uang asing Foreign currencies
Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies
Tingkat bunga deposito berjangka Rupiah 0.0354 Rupiah Time deposits interest rate Tingkat bunga deposito berjangka Rupiah 0.0349 Rupiah Time deposits interest rate
Mata uang asing 0.0117 Foreign currencies Mata uang asing 0.0095 Foreign currencies
Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies
Imbal hasil deposito wakalah Rupiah Rupiah Wakalah deposits return Imbal hasil deposito wakalah Rupiah Rupiah Wakalah deposits return
Mata uang asing Foreign currencies Mata uang asing Foreign currencies
Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies Subjumlah Seluruh Mata Uang Subtotal on all Currencies
Page 23
[4631100] Notes to the financial statements - Interest and Sharia Income - Financial and Sharia Industry
Pendapatan bunga dan syariah Interest and sharia income
2024-03-31 2023-03-31
Pendapatan bunga dan syariah Interest and sharia income
Pendapatan bunga Interest income
Kredit yang diberikan 1,489,898 1,345,323 Loans interest income
Obligasi pemerintah Government bonds interest income
Pendapatan pembiayaan konsumen 557,041 504,399 Consumer financing receivables - net interest income
Efek-efek 398,312 316,394 Marketable securities income
Penempatan pada Bank Indonesia dan bank lain 60,501 69,684 Placements with Bank Indonesia and other banks income
Lain-lain 150 543 Other interest income
Subjumlah pendapatan bunga 2,505,902 2,236,343 Subtotal interest income
Pendapatan syariah dan pendapatan pengelolaan dana oleh bank sebagai mudharib Sharia income
Pendapatan keuntungan murabahah dan pendapatan bersih istishna Murabahah and istishna income
Pendapatan bagi hasil musyarakah Musyrakah profit sharing
Pendapatan bagi hasil mudharabah Mudharabah profit sharing
Pendapatan ujrah dari pinjaman qardh Ujrah income from qardh financing
Pendapatan bersih ijarah Ijarah income
Lain-lain 634,496 600,427 Other sharia income
Subjumlah pendapatan syariah dan pendapatan pengelolaan dana oleh bank sebagai mudharib 634,496 600,427 Subtotal sharia income
Jumlah pendapatan bunga dan syariah 3,140,398 2,836,770 Total interest and sharia income
Page 24
[4632100] Notes to the financial statements - Interest and Sharia Expense - Financial and Sharia Industry
Beban bunga dan syariah Interest and sharia expense
2024-03-31 2023-03-31
Beban bunga dan syariah Interest and sharia expense
Beban bunga Interest expense
Deposito berjangka 489,269 311,733 Time deposits interest expense
Tabungan 64,005 40,034 Saving deposits interest expense
Pinjaman yang diterima 167,682 145,453 Borrowings interest expense
Premi penjaminan dana pihak ketiga 61,723 56,769 Premium on third party fund guarantees
Giro 187,281 135,330 Current accounts interest expense
Efek-efek yang diterbitkan 75,861 86,486 Securities issued interest expense
Pinjaman dan efek-efek subordinasi 1,961 19,605 Subordinated securities interest expense
Lain-lain 23,911 2,553 Others interest expense interest expense
Subjumlah beban bunga 1,071,693 797,963 Subtotal interest expense
Beban syariah dan hak pihak ketiga atas bagi hasil dana syirkah temporer Sharia expense
Beban deposito mudharabah Mudharabah deposits expense
Beban tabungan mudharabah Mudharabah savings expense
Beban giro mudharabah Mudharabah demand deposits expense
Beban pinjamam mudharabah Mudharabah financing expense
Beban investasi terikat Related investment expense
Musytarakah - mudharabah musytarakah Musytarakah - mudharabah musytarakah expense
Sertifikat investasi mudharabah antarbank Mudharabah investment certificate expense
Sukuk Sukuk expense
Piutang murabahah Murabahah receivables expense
Pinjaman qardh Qardh fund expense
Lain-lain 315,406 231,885 Other sharia expense
Subjumlah beban syariah dan hak pihak ketiga atas bagi hasil dana syirkah temporer 315,406 231,885 Subtotal sharia expense
Jumlah beban bunga dan syariah 1,387,099 1,029,848 Total interest and sharia expense
Page 25
[4634000a] Notes to the financial statements - Bonds Payable - Financial and Sharia Industry
Catatan untuk utang obligasi Notes for bonds payable
Utang obligasi, nilai dalam mata uang
Nama obligasi Mata uang Jumlah obligasi, kotor Jatuh tempo obligasi Bunga Jenis bunga
asing
Bonds payable, amount in foreign
Bond name Currency Total bonds payable, gross Due date for bonds payable Interest rate Interest rate type
currency
Nama obligasi 1 Obligasi Berkelanjutan II Bank Rupiah 300,000 2024-07-11 0.085 Tetap Bond name 1
Maybank Indonesia Tahap I Tahun
2017 Seri B
Nama obligasi 2 Obligasi Berkelanjutan II Bank Rupiah 100,000 2027-07-11 0.0865 Tetap Bond name 2
Maybank Indonesia Tahap I Tahun
2017 Seri C
Nama obligasi 3 Obligasi Berkelanjutan III Bank Rupiah 68,000 2024-07-03 0.087 Tetap Bond name 3
Maybank Indonesia Tahap I Tahun
2019 Seri C
Nama obligasi 4 Obligasi Berkelanjutan IV Bank Rupiah 300,000 2025-07-08 0.0625 Tetap Bond name 4
Maybank Indonesia Tahap I Tahun
2022 Seri B
Nama obligasi 5 Obligasi Berkelanjutan IV Bank Rupiah 300,000 2027-07-08 0.068 Tetap Bond name 5
Maybank Indonesia Tahap I Tahun
2022 Seri C
Nama obligasi 6 Bond name 6
Nama obligasi 7 Bond name 7
Nama obligasi 8 Bond name 8
Nama obligasi 9 Bond name 9
Nama obligasi 10 Bond name 10
Obligasi lainnya Obligasi Anak Perusahaan Rupiah 2,811,000 21-Apr-24 - 11-Apr-26 5,80% - 7,00% Tetap Other bonds
Nama obligasi 3,879,000 Bond name
Catatan untuk utang obligasi Notes for bonds payable
Utang obligasi, nilai dalam mata uang
Nama obligasi Mata uang Jumlah obligasi, kotor Jatuh tempo obligasi Bunga Jenis bunga
asing
Bonds payable, amount in foreign
Bond name Currency Total bonds payable, gross Due date for bonds payable Interest rate Interest rate type
currency
Nama obligasi 1 Obligasi Berkelanjutan II Bank Rupiah 300,000 2024-07-11 0.085 Tetap Bond name 1
Maybank Indonesia Tahap I Tahun
2017 Seri B
Nama obligasi 2 Obligasi Berkelanjutan II Bank Rupiah 100,000 2027-07-11 0.0865 Tetap Bond name 2
Maybank Indonesia Tahap I Tahun
2017 Seri C
Nama obligasi 3 Obligasi Berkelanjutan III Bank Rupiah 68,000 2024-07-03 0.087 Tetap Bond name 3
Maybank Indonesia Tahap I Tahun
2019 Seri C
Nama obligasi 4 Obligasi Berkelanjutan IV Bank Rupiah 300,000 2025-07-08 0.0625 Tetap Bond name 4
Maybank Indonesia Tahap I Tahun
2022 Seri B
Nama obligasi 5 Obligasi Berkelanjutan IV Bank Rupiah 300,000 2027-07-08 0.068 Tetap Bond name 5
Maybank Indonesia Tahap I Tahun
2022 Seri C
Nama obligasi 6 Bond name 6
Nama obligasi 7 Bond name 7
Nama obligasi 8 Bond name 8
Nama obligasi 9 Bond name 9
Nama obligasi 10 Bond name 10
Obligasi lainnya Obligasi Anak Perusahaan Rupiah 3,161,000 2-Apr-24 - 11-Apr-26 5,80% - 9,35% Tetap Other bonds
Nama obligasi 4,229,000 Bond name
Catatan untuk utang obligasi Notes for bonds payable
2024-03-31 2023-12-31
Catatan untuk utang obligasi Notes for bonds payable
Jumlah obligasi, kotor 3,879,000 4,229,000 Total bonds payable, gross
Biaya penerbitan obligasi yang belum diamortisasi ( 5,439 ) ( 6,819 ) Unamortized bond issuance cost
Jumlah utang obligasi, bersih 3,873,561 4,222,181 Total bonds payable, net
Liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun atas utang obligasi Current maturities of bonds payable
Liabilitas jangka panjang atas utang obligasi Long-term bonds payable
Names mentioned 18 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
PT Wahana
p.1
unresolved
org
Pembiayaan Multiartha Tbk
p.1
unresolved
org
Foreign Corporation
p.2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.3 ×56
unresolved
org
Bank Indonesia Giro
p.3
unresolved
org
Bank Giro
p.4
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.9
unresolved
org
BAPEPAM-LK
p.9 ×6
unresolved
org
Bank Umum Syariah
p.10 ×6
unresolved
org
Bank Indonesia. PBI
p.10
unresolved
org
KJPP Susan Widjojo dan Rekan
p.14
unresolved
person
Susan Widjojo
p.14
unresolved
org
PT Asuransi Etiqa Internasional Indonesia
p.14
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.