Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 42
Page 1
Page 2
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
6
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Modern Internasional Tbk (“Perusahaan”) didirikan pada tanggal 12 Mei 1971
berdasarkan Akta Notaris Djojo Muljadi, S.H. No. 47. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri
Kehakiman dalam Surat Keputusan No. Y.A.5/205/2 tanggal 23 Agustus 1972 serta
diumumkan dalam Berita Negara No. 99 tanggal 12 Desember 1972.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan
Akta Notaris Kumala Tjahyadi Widodo S.H., M.H.,M.Kn, No.11 tangal 20 Februari 2023 terkait
dengan perubahan susunan komisaris dan direksi. Perubahanhan tersebut telah disetujui
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan
No.AHU-AH.01.09.0099375 tanggal 10 Maret 2023
Perusahaan mulai kegiatan komersialnya pada tahun 1971.
Perusahaan berkedudukan di Jalan Sultan Hasanudin No.72 Melawai, Kebayoran Baru
Jakarta 12160.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan
meliputi operasi di bidang perdagangan dan perindustrian pada umumnya. Saat ini Operasi
perusahaan meliputi bisnis industri peralatan Kesehatan dan bisnis solusi dokumen dengan
mengusung beberapa merk dan jasa yang meliputi alat teknik/mekanikal/elektrikal/mesin
fotokopi dan suku cadangnya.
b. Penawaran Umum dan tindakan Perusahaan yang mempengaruhi modal saham yang
ditempatkan dan disetor penuh.
Tindakan Perusahaan yang mempengaruhi modal saham yang ditempatkan dan disetor
penuh sejak tanggal penawaran umum perdana sampai dengan tanggal 31 Maret 2024
adalah sebagai berikut:
Ditempatkan Nilai Nominal
Tanggal Tindakan perusahan Dan disetor per Saham
16 Juli 1991 Penawaran umum perdana sejumlah 4.500.000 saham 4,500,000 1000
16 Juli 1991 Pecatatan sahamsejumlah5.500.000 saham 10,000,000 1000
26 Juni 1992 Pecatatan sahamsejumlah34.120.000 saham 44,120,000 1000
Penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih
26 Juni 1992 44,500,000
dahulu sejumlah 380.000 saham 1000
18 Agustus 1992 Penawaran umum terbatas 8.853.980 saham. 53,353,980 1000
Saham bonus sejumlah 3 saham bonus untuk setiap
30 Maret 1994 133,384,950 1000
kepemilikan 2 saham
Perubahan nominal saham dari Rp1.000 per saham
22 September 1997 266,769,900 500
menjadi Rp 500 per saham (pemecahan saham)
Penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih
18 Desember 2006 639,817,902 500
dahulu sejumlah 373.048.002 saham
Perubahan nominal saham,dari Rp.500 per saham
30 Mei 2012 3,199,089,510 100
menjadi Rp.100 per saham (pemecahan saham)
Page 10
7
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Ditempatkan Nilai Nominal
Tanggal Tindakan perusahan Dan disetor per Saham
Penawaran umum terbatas dengan hak memesan efek
18 Oktober 2012 4,158,816,363 100
terlebih dahulu sejumlah 959.726.853 saham.
Penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih
31 Oktober 2014 4,574,697,999 100
dahulu sejumlah 415.881.636 saham
Penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih
09 Agustus 2018 5,032,167,798 100
dahulu sejumlah 457.469.799 saham.
Penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih
20 Desember 2019
dahulu sejumlah 2.600.000.000 saham seri B
1. Saham Seri A 5,032,167,798 100
2. Saham Seri B 2,600,000,000 50
Seluruh saham Perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia.
c. Struktur Perusahaan dan Entitas Anak
Persentase kepemilikan Perusahaan, baik secara langsung maupun tidak langsung, dan total
aset Entitas Anak per 31 Maret 2024 adalah sebagai berikut :
Tahun
Mulai Persentase Jumlah Aktiva Jumlah Aktiva 31
Entitas Anak Lokasi Kegiatan Pokok
Operasi Pemilikan 31 Maret 2024 Desember 2023
Komersial
PT Modern Pangan Indonesia (MPI) Jakarta Perdagangan makanan dan minuman 1990 100 1,352,077,985 1,352,077,985
PT Modern Sevel Indonesia (MSI) Jakarta Usaha bidang perdagangan terutama
dalam perdagangan impor/ekspor,
1993 100 539,340,053 539,340,053
toko serba ada, dan supermarket
(Gerai 7-Eleven)
PT Modern Data Solusi (MDS) Jakarta Usaha bidang perdagangan dan jasa,
khususnya di bidang jasa yang
meliputi alat fotografi/sinematografi,
alat rumah tangga/barang elektronik, 1990 100 160,043,776,007 159,168,052,898
alat teknik/mekanikal
elektrikal/mesin fotokopi dan suku
cadangnya
PT Modern Pangan Indonesia (MPI)
Berdasarkan Akta Notaris No.2 tanggal 26 September 2017 MPI menyetujui penjualan seluruh
saham atas PT Fresh Food Indonesia (FFI) sebanyak 7.175.000 saham kepada Kho Boga
Food (KBF). Sehingga, kepemilikan MPI atas FFI menjadi nihil. Sejak sat itu, MPI tidak
mempunyai operasi komersial.
PT Modern Sevel Indonesia (MSI)
Berdasarkan akta R.M Indiarto Budioso, S.H. No. 1 tanggal 6 Mei 2020, MSI melakukan
peningkatan modal ditempatkan dan disetor dari Rp.910.000.000.000 menjadi
Rp.1.300.859.400.000 yang diambil seluruhnya oleh MDS melalui konversi dari puitang
lain-lain menjadi investasi. Kepemilikan saham MDS di MSI menjadi 4.61%. Akta tersebut
telah mendapatkan persetujuan Menteri Hukum dan Hask Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0079317.AH.01.11. Tahun 2020 tanggal 8 Mei
2020.
Page 11
8
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tanggal 11 September 2017, pengadilan Negeri atau Niaga memberikan “penundaan
Kewajiban Pembayaran Utang” (PKPU) kepada MSI karena permohonan yang diajukan
oleh kreditor tertentu. Pada tanggal 26 Oktober 2017, proses PKPU selesai dan rencana
perdamaian, yang disetujui oleh mayoritas kreditur MSI, telah dilaksanakan.
PT Modern Data Solusi (MDS)
Berdasarkan Akta Notaris No.6 tanggal 26 Juli 2022 yang dibuat oleh Notaris R.M Indiarto
Budioso, S.H., para pemegang saham MDS menyetujui peningkatan modal ditempatkan
dan disetor MDS menjadi sebesar Rp.102.350.000.000 dari Rp.70.000.000.000.
Penambahan modal disetor sebesar Rp.32.350.000.000, seluruhnya dikonversikan dari
hutang MDS pada Perusahaan sehingga kepemilikan saham perusahaan pada MDS
menjadi 100,00%
d. Dewan Komisaris, Direksi dan Komite Audit serta Karyawan
Susunan Dewan Komisaris, Direksi (manajemen kunci)Perusahaan pada tanggal 31 Maret
2024 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris : Martino
Komisaris Independen : Ign. Alit Himawan
Direksi
Direktur Utama : Sungkono Honoris
Direktur : Laurentius Linggodigdo
Sekretaris Perusahaan : Martino
Komite Audit
Ketua : Ign. Alit Himawan
Anggota : Ahmad Fauzi
Anggota : Rosalina
Susunan Dewan Komisaris, Direksi (manajemen kunci)Perusahaan pada tanggal 31
Desember 2023, adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Komisaris : Martino
Komisaris Independen : Ign. Alit Himawan
Direksi
Direktur Utama : Sungkono Honoris
Direktur : Laurentius Linggodigdo
Sekretaris Perusahaan : Martino
Komite Audit
Ketua : Ign. Alit Himawan
Anggota : Ahmad Fauzi
Anggota : Rosalina
Page 12
9
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan dan Entitas anak
(secara bersama-sama disebut sebagai (“Kelompok Usaha”) memiliki masing-masing 28 dan
31 karyawan tetap (tidak diaudit).
Perusahaan memiliki unit audit internal yang disyaratkan oleh Peraturan No. IX.I.7 dan telah
memiliki Piagam Unit Audit Internal sebagaimana disyaratkan oleh Peraturan No. IX.I.7.
Ketua unit audit internal Perusahaan per tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
adalah Ahmad Fauzi
e. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian ini telah diselesaikan dan diotorisasi untuk terbit oleh
Direksi Perusahaan pada tanggal 29 April 2024.
2. INFORMASI KEBIJAKAN AKUNTASI MATERIAL
a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian Kepatuhan
Laporan keuangan konsolidasian telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan
di Indonesia (“SAK”), yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”)
dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar
Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK”) serta Peraturan-peraturan dan
Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang dikeluarkan Badan
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) bagi perusahaan Publik.
Selain laporan arus kas konsolidasian, laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan
asas akrual, dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali untuk beberapa akun
tertentu yang disajikan berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan
akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung yang
menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan bank yang dikelompokkan ke dalam
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian
adalah Rupiah (Rp), yang merupakan mata uang fungsional Kelompok Usaha.
b. Prinsip-prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian meliputi laporan keuangan Kelompok Usaha seperti yang
disebutkan pada Catatan 1c yang dimiliki oleh Perusahaan (secara langsung atau tidak
langsung) dengan kepemilikan saham lebih dari 50%.
Laporan keuangan (konsolidasian) Entitas-entitas Anak disusun untuk periode pelaporan
yang sama dengan Perusahaan, menggunakan kebijakan akuntansi yang konsisten.
Seluruh saldo akun, transaksi, penghasilan dan beban antar perusahaan yang signifikan, dan
laba atau rugi hasil transaksi dari intra-Kelompok Usaha yang belum direalisasi telah
dieliminasi.
Entitas-entitas Anak dikonsolidasi secara penuh sejak tanggal akuisisi, yaitu tanggal
Kelompok Usaha memperoleh pengendalian, sampai dengan tanggal pada saat entitas induk
kehilangan pengendalian. Pengendalian dianggap ada ketika Perusahaan memiliki, secara
langsung atau tidak langsung melalui Entitas-entitas Anak, lebih dari setengah hak suara
entitas. Pengendalian didapat ketika Perusahaan terekspos atau memiliki hal atas imbal hasil
Page 13
10
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
variabel dari keterlibatannya dengan investee dan memiliki kemampuan untuk mempengaruhi
imbal hasil tersebut melalui kekuasaannyta atas investee.
Secara spesifik, Kelompok Usaha mengendalikan investee jika dan hanya jika Kelompok
Usaha memiliki seluruh hal berikut ini :
- Kekuasaan atas investee (misal, hak yang ada memberi kemampuan kini untuk
mengarahkan aktivitas relevan investee);
- Eksposur atau hak atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan;
- Kemampuan untuk menggunakan kekuasaanya atas investee untuk mempengaruhi
jumlah imbal hasil investor.
Ketika Kelompok Usaha memiliki kurang dari hak suara mayoritas, Kelompok Usaha dapat
mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang relevan dalam menilai apakah memiliki
kekuasaan atas investee, termasuk :
- Pengaturan kontruktual dengan pemilik hak suara yang lain.
- Hak yang timbul dari pengaturan kontraktual lain.
- Hak suara dan hak suara potensial Kelompok Usaha
Kelompok Usaha menilai kembali apakah investor mengendalikan investee jika fakta dan
keadaan mengindikasikan adanya perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen
pengendalian. Konsolidasi atas anak perusahaan dimulai ketika Kelompok Usaha memiliki
pengendalian atas anak perusahaan dan berhenti ketika Kelompok Usaha kehilangan
pengendalian atas anak perusahaan. Aset, liabilitas, penghasilan dan beban atas anak
perusahaan yang diakuisisi atau dilepas selama tahun tertentu termasuk dalam laporan laba
rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian dari tanggal Kelompok Usaha
memperoleh pengendalian sampai dengan tanggal kelompok Usaha menghentikan
pengendalian atas anak perusahaan.
Laba atau rugi dan setiap komponen atas penghasilan komprehensif lain diatribusikan pada
pemegang saham entitas induk Kelompok Usaha pada kepentingan non pengendali (“KNP”),
walaupun hasil di KNP mempunyai saldo defisit. Bila diperlukan, penyesuaian dilakukan pada
laporan keuangan anak perusahaan agar kebijakan akuntansinya sesuai dengan kebijakan
akuntansi Perusahaan. Semua aset dan liabilitas, ekuitas, penghasilan, beban dan arus kas
berkaitan dengan transaksi antar anggota Kelompok Usaha akan dieleminasi secara penuh
dalam proses konsolidasi.
Perubahan kepemilikan di anak perusahaan, tanpa kehilangan pengendalian, dihitung
sebagai transaksi ekuitas. Jika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian atas anak
perusahaan, maka Perusahaan :
- Menghentikan pengakuan aset (termasuk setiap goodwill) dan liabilitas entitas anak;
- Menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap KNP;
- Menghentikan pengakuan akumulasi selisih penjabaran, yang dicatat di ekuitas, jika ada;
- Mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima;
- Mengakui setiap sisa investasi pada nilai wajarnya;
- Mengakui setiap perbedaan yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam
laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian; dan
- Mereklasifikasikan ke laba rugi proporsi keuntungan dan kerugian yang telah diakui
sebelumnya dalam penghasilan komprehensif lain atau saldo laba, begitu pula menjadi
persyaratan jika Kelompok Usaha akan melepas secara langsung aset atau liabilitas
yang terkait.
Kepentingan non pengendali (KNP) mencerminkan bagian atas laba atau rugi dan aset neto
dari entitas anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung maupun tidak langsung oleh
Perusahaan, yang masing-masing disajikan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
Page 14
11
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
komprehensif lain konsolidasian dan dalam ekuitas pada laporan posisi keuangan
konsolidasian, terpisah dari bagian yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.
c. Kas dan Bank
Kas dan bank terdiri dari kas dan bank yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi dalam
penggunaan nya.
d. Piutang usaha dan piutang lain-lain
pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif, apabila dampak pensidkontoan
signifikan , dikurangi provisi atas penurunan nilai.
Kolektibilitas piutang usaha dan piutang non-usaha ditinjau secara berkala. Piutang yang
diketahui tidak tertagih, dihapuskan dengan secara langusng mengurangi nilai tercatatnya.
Akun penyisihan digunakan ketika terdapat bukti yang objektif bahwa Group tidak dapat
menagih seluruh jumlah piutang sesuai dengan persyaratan awal piutang.
e. Transaksi dengan pihak berelasi
Grup mengungkap hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi, termasuk komitmen,
dalam laporan keuangan konsolidasian dan laporan keuangan tersendiri entitas induk, dan
juga diterapkan terhadap laporan keuangan secara individual.
f. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai
realisasi neto dimana biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata bergerak, kecuali
untuk persediaan yang dijual secara eceran. Penyisihan persediaan usang dan penurunan
nilai persediaan ditentukan berdasarkan penelaahan terhadap keadaan persediaan pada
akhir tahun untuk mengurangi nilai tercatat persediaan ke nilai realisasi neto.
g. Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka dibebankan pada operasi selama masa manfaat masing-masing biaya.
h. Aset Tetap
Aset tetap, kecuali tanah, dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan rugi penurunan nilai. Biaya perolehan termasuk biaya penggantian bagian
aset tetap saat biaya tersebut terjadi, jika memenuhi kriteria pengakuan. Selanjutnya, pada
saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat
(“carrying amount”) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan.
Semua biaya perbaikan dan pemeliharaan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui
sebagai laba rugi pada saat terjadinya.
Penyusutan aset dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan dan dihitung dengan
menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis sebagai
berikut:
Tahun
Bangunan dan prasarana 2–20
Mesin dan peralatan 4–10
Inventaris 4–5
Alat-alat pengangkutan 4–5
Page 15
12
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan, karena manajemen
berpendapat bahwa kemungkinan besar hak atas tanah tersebut dapat
diperbaharui/diperpanjang pada saat jatuh tempo.
Biaya pengurusan legal hak atas tanah ketika tanah diperoleh pertama kali diakui sebagai
bagian dari biaya perolehan tanah pada akun “Aset Tetap” dan tidak diamortisasi. Sementara
biaya pengurusan atas perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah diakui sebagai
bagian dari aset tak berwujud dan diamortisasi sepanjang mana yang lebih pendek antara
umur hukum hak dan umur ekonomi tanah.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak
ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.
Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan
antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) diakui sebagai laba rugi
pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan ditelaah
kembali dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.
● Aset tetap dalam penyelesaian
Aset tetap dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Akumulasi biaya
perolehanakan dipindahkan ke masing-masing akun aset tetap yang bersangkutan pada
saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan.
● Sewa
Penentuan apakah suatu perjanjian merupakan, atau mengandung, sewa, adalah
berdasarkan substansi dari perjanjian tersebut pada penetapan awal. Perjanjian dievaluasi
apakah pemenuhannya tergantung kepada penggunaan aset atau aset-aset tertentu
secara spesifik atau perjanjian mengalihkan hak untuk menggunakan aset atau aset-aset,
walaupun hak tersebut tidak secara eksplisit disebutkan dalam perjanjian.
Sewa Pembiayaan - sebagai Lessee
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan
secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset sewa.
Sewa tersebut dikapitalisasi sebesar nilai wajar aset sewa pembiayaan atau sebesar nilai
kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar.
Pembayaran sewa minimum dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan
dan bagian yang merupakan pelunasan liabilitas, sedemikian rupa sehingga menghasilkan
suatu tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo liabilitas. Beban keuangan
dibebankan langsung ke operasi tahun berjalan.
Jika terdapat kepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan hak kepemilikan
pada akhir masa sewa, aset sewa pembiayaan disusutkan selama masa penggunaan aset
yang di estimasi berdasarkan umur manfaat aset tersebut. Jika tidak terdapat kepastian
yang memadai bahwa Kelompok Usahaakan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir
masa sewa, maka aset sewa pembiayaan disusutkan selama periode yang lebih pendek
antara umur manfaat aset sewa pembiayaan atau masa sewa. Laba atau rugi yang timbul
dari transaksi jual dan sewa-balik kembali ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa
masa sewa.
Sewa Operasi - sebagai Lessee
Page 16
13
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara
substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Dengan
demikian, pembayaran sewa diakui sebagai beban pada operasi dengan metode garis
lurus (straight-line method) selama masa sewa.
Sewa Operasi - sebagai Lessor
Sewa dimana Kelompok Usaha tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan
manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi.
i. Investasi pada entitas asosiasi
Investasi Kelompok Usaha pada entitas asosiasi diukur dengan menggunakan metode
ekuitas. Entitas asosiasi adalah suatu entitas dimana Kelompok Usaha mempunyai pengaruh
signifikan. Sesuai dengan metode ekuitas, investasi pada entitas asosiasi pada laporan posisi
keuangan konsolidasian diakui sebesar biaya perolehan dan yang selanjutnya disesuaikan
dengan perubahan pasca perolehan dalam bagian Kelompok Usaha atas aset neto dari
entitas asosiasi tersebut.
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian mencerminkan bagian
atas hasil operasi dari entitas asosiasi. Bila terdapat perubahan yang diakui langsung pada
ekuitas dari entitas asosiasi, Kelompok Usaha mengakui bagiannya atas perubahan tersebut
dan mengungkapkan hal ini, jika dapat diterapkan, dalam laporan perubahan ekuitas
konsolidasian. Laba atau rugi yang belum direalisasi yang timbul dari transaksi antara
Kelompok Usaha dengan entitas asosiasi dieliminasi pada jumlah yang sesuai dengan
kepentingan Kelompok Usaha dalam entitas asosiasi.
Kontribusi aset non-moneter kepada entitas asosiasi yang dipertukarkan dengan kepentingan
dalam entitas asosiasi diperlakukan sebagai transaksi antara Kelompok Usaha dengan
entitas asosiasi sehingga laba atau rugi yang belum direalisasi yang timbul dari transaksi
tersebut dieliminasi pada jumlah yang sesuai dengan kepentingan Kelompok Usaha dalam
entitas asosiasi.
Laporan keuangan entitas asosiasi disusun atas periode pelaporan yang sama dengan
Kelompok Usaha.
Kelompok Usaha menentukan apakah diperlukan untuk mengakui tambahan rugi penurunan
nilai atas investasi Kelompok Usaha dalam entitas asosiasi. Kelompok Usaha menentukan
pada setiap tanggal pelaporan apakah terdapat bukti yang obyektif yang mengindikasikan
bahwa investasi dalam entitas asosiasi mengalami penurunan nilai. Dalam hal ini, Kelompok
Usaha menghitung jumlah penurunan nilai berdasarkan selisih antara jumlah terpulihkan atas
investasi dalam entitas asosiasi dan nilai tercatatnya dan mengakuinya dalam laba atau rugi.
j. Penurunan nilai aset non-keuangan
Pada setiap akhir periode pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah terdapat indikasi suatu
aset mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, atau pada saat pengujian
penurunan nilai aset yaitu aset tak berwujud dengan umur manfaat tidak terbatas, atau
goodwill yang diperoleh dalam suatu kombinasi bisnis diperlukan, maka Kelompok Usaha
membuat estimasi formal jumlah terpulihkan aset tersebut.
Jumlah terpulihkan yang ditentukan untuk aset individual adalah jumlah yang lebih tinggi
antara nilai wajar aset atau Unit Penghasil Kas (“UPK”) dikurangi biaya untuk menjual dengan
nilai pakainya, kecuali aset tersebut tidak menghasilkan arus kas masuk yang sebagian besar
independen dari aset atau kelompok aset lain. Jika nilai tercatat aset lebih besar daripada
Page 17
14
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
nilai terpulihkannya, maka aset tersebut dipertimbangkan mengalami penurunan nilai dan
nilai tercatat aset diturunkan nilainya menjadi sebesar nilai terpulihkannya.
Rugi penurunan nilai dari operasi yang berkelanjutan diakui pada laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian sebagai “Rugi Penurunan Nilai”. Dalam menghitung nilai pakai,
estimasi arus kas masa depan bersih didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan tingkat
diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan
risiko spesifik atas aset.
Dalam menentukan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual, digunakan harga penawaran
pasar terakhir, jika tersedia. Jika tidak terdapat transaksi tersebut, Kelompok Usaha
menggunakan model penilaian yang sesuai untuk menentukan nilai wajar aset. Perhitungan
tersebut digabungkan dengan penilaian atau indikator nilai wajar lainnya.
Kelompok Usaha melakukan penilaian pada setiap akhir periode pelaporan apakah terdapat
indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset
selain goodwill mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun. Jika indikasi dimaksud
ditemukan, maka entitas mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut. Kerugian penurunan
nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill dibalik hanya jika
terdapat perubahan asumsi-asumsi yang digunakan untuk menentukan jumlah terpulihkan
aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Dalam hal ini, jumlah tercatat aset
dinaikkan ke jumlah terpulihkannya. Pembalikan tersebut dibatasi sehingga jumlah tercatat
aset tidak melebihi jumlah terpulihkannya maupun jumlah tercatat, setelah dikurangi
penyusutan, seandainya tidak ada rugi penurunan nilai yang telah diakui untuk aset tersebut
pada tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui dalam laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian. Setelah pembalikan tersebut, penyusutan aset tersebut
disesuaikan di periode mendatang untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yang direvisi,
dikurangi nilai sisanya, dengan dasar yang sistematis selama sisa umur manfaatnya.
k. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Group malakukan 5 langkah penilaian sebelum mengakui pendapatan sebagai berikut :
1. Indentifikasi kontrak dengan pelanggan
2. Indentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan adalah janji
dalam kontrak untuk mentransfer barang atau jasa yang berbeda kepada pelanggan.
3. Tentukan harga transaksi. Haraga transaksi adalah jumlah imbalan yang diharapkan
menjadi hak entitas sebagai imbalan untuk mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan
kepada pelanggan. Jika pertimbangan yang dijanjikan dalam kontrak mancakup jumlah
variabel, Group memperikirakan jumlah imbalan yang diharapkan berhak sebagai
imbalan atas pengalihan barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan dikurangi
perkiraan jumlah jaminan tingkat layanan yang akan dibayarkan selama masa kontrak.
4. Alokasi harga transaksi untu setiap kewajiban pelaksanaan atas dasar harga jual berdiri
sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal
ini tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatf siestimasi
berdasarkan biaya ekspektasian ditambah marjin.
5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi dengan mentrasfer barang
atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan (yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali
atas barang atau jasa tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dalam kondisi sebagai berikut :
a. Pada waktu tertentu (biasanya untuk janji dalam memindahkan barang ke pelanggan)
atau kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dalam kondisi sebagai berikut :
b. Sepanjang waktu (biasanya untuk janji dalam memberikan layanan pada pelanggan ).
Untuk kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Group memilih ukuran
Page 18
15
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
kemajuan yang sesuai untuk menentukan jumlah pendapatan yang harus diakui ketika
kewajiban pelaksanaan dipenuhi.
Kewajiban pelaksanaan dan waktu pengakuan pendapatan
Pendapatan dari penjualan lokal dan jasa perbaikan diakui pada saat penyerahan barang
kepada pelanggan atau pada saat jasa perbaikan telah selesai. Pendapatan dari jasa lainnya
diakui pada saat jasa telah dilaksanakan.
Pendapatan / Beban Bunga
Untuk semua instrumen keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi,
pendapatan atau beban bunga dicatat dengan menggunakan metode Suku Bunga Efektif
(”SBE”), yaitu suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi pembayaran atau
penerimaan kas di masa yang akan datang selama perkiraan umur dari instrumen keuangan,
atau jika lebih tepat, selama periode yang lebih singkat, untuk nilai tercatat neto dari aset
keuangan atau liabilitas keuangan.
Menentukan harga transaksi
Sebagian besar pendapatan Group berasal dari kontrak harga tetap dan oleh karena itu
jumlah pendapatan yang akan diperoleh dari setiap kontrak ditentukan dengan mengacu
pada harga-harga tetap itu.
Mengalokasikan jumlah untuk kewajiban pelaksanaan
Untuk sebagian besar kontrak, ada harga satuan tetap untuk setiap barang atau jasa yang
dijual. Oleh karena itu, tidak ada pertimbangan dalam mengalokasikan harga kontrak
tersebut.Jika pelanggan memesan lebih dari satu barang atau jasa, Group dapat menentukan
pemisahan dari total harga kontra antara setiap barang atau jasa dengan mengacu pada
harga jual masing-masing barang atau jasa (semua barang atau jasa mampu untuk dijual
terpisah).
Biaya untuk memperoleh kontrak jangka panjang dan biaya untuk memenuhi kontrak
Komisi tambahan yang dibayarkan kepada agen dan staf penjualan untuk pekerjaan dalam
memperoleh kontrak dengan periode lebih dari sarutahun dicacat dalam pembayaran dimuka
dan dibebankan berdasarkan pola yang sama dengan pendapatan yang diakui.
Tidak perlu penilaian untuk mengukur jumlah biaya untuk mendapatkan kontrak karena
jumlahnya sama dengan komisi yang dibayarkan.
Biaya untuk memperoleh kontrak jangka panjang dan biaya untuk memenuhi
kontrak(lanjutan)
Biaya untuk memnuhi kontrak tidak menghasilkan pengakuan aset yang terpisah karena:
- biaya tersebut termasuk dalam jumlah tercatat persediaan untuk kontrak yang melibatkan
penjualan barang;dan
- untuk layanan kontrak, pendapatan diakui sepanjang waktu dengan mengacu pada tahap
penyelesaian yang berarti bahwa pengendalian aset (layanan desain) dialihkan ke
pelanggan secara terus menerus saat pekerjaan dilakukan. Akibatnya, tidak ada aset
untuk pekerjaan dalam penyelesain yang diakui.
- Tidak memperhitungkan komponen pembiayaan yang signifikan dimana perbedaan
waktu antara menerima pertimbangan dan mengalihkan kendali barang atau jasa kepada
pelanggan adalah satu tahun atau kurang; dan
Page 19
16
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
- Beban biaya tambahan untuk mendapatkan kontrak ketika periode amortisasi aset yang
diakui akan satu tahun atau kurang.
Beban
Beban diakui saat terjadinya (accrual basis)
l. Perpajakan
Beban pajak penghasilan merupakan jumlah dari pajak penghasilan badan yang terutang
saat ini dan pajak tangguhan.
Pajak Kini
Aset dan liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan dan lalu diukur sebesar jumlah yang
diharapkan dapat direstitusi dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan. Tarif pajak dan
peraturan pajak yang digunakan untuk menghitung jumlah tersebut adalah yang telah berlaku
atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.
Koreksi terhadap liabilitas perpajakan dicatat saat surat ketetapan pajak diterima atau apabila
dilakukan banding, ketika hasil banding sudah diputuskan. Kekurangan/kelebihan
pembayaran pajak penghasilan disajikan sebagai bagian dari “Beban Pajak – Tahun
Berjalan” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Perusahaan dan entitas anak juga menyajikan bunga/denda, jika ada, sebagai bagian dari
“Beban Pajak – Tahun Berjalan”.
Pajak Final
Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak
yang bersifat final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan
walaupun atas transaksi tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.
Pajak Tangguhan
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui pada setiap tanggal pelaporan sebesar perbedaan
temporer aset dan liabilitas untuk tujuan akuntansi dan tujuan pajak. Metode ini juga
mengharuskan pengakuan manfaat pajak di masa akan datang, jika kemungkinan realisasi
manfaat tersebut di masa mendatang cukup besar (probable).
Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer yang kena pajak.
Pajak tangguhan diukur dengan metode liabilitas atas beda waktu pada tanggal pelaporan
antara dasar pengenaan pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan
pelaporan keuangan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer
kena pajak dengan beberapa pengecualian.
Aset pajak tangguhan direview pada setiap tanggal pelaporan dan jika diperlukan, dilakukan
penyesuaian pada tanggal tersebut. Efek pajak tangguhan yang timbul dari akuisisi bisnis
disajikan sebagai bagian dari akun “Aset atau Liabilitas Pajak Tangguhan”.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan di laporan posisi keuangan konsolidasian atas
dasar saling hapus (offset), kecuali aset dan liabilitas pajak tangguhan untuk entitas yang
berbeda, sesuai penyajian aset dan liabilitas pajak kini masing-masing entitas tersebut.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur berdasarkan tarif pajak yang diharapkan akan
dipakai pada tahun saat aset direalisasikan atau liabilitas diselesaikan berdasarkan peraturan
perpajakan yang berlaku atau yang telah secara substantif berlaku pada tanggal pelaporan.
Page 20
17
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
Penjualan, beban dan aset diakui neto terhadap nilai pajak penjualan (yaitu pajak
pertambahan nilai dan pajak lainnya, jika ada), kecuali :
● Situasi dimana PPN yang timbul dari pembelian aset atau jasa tidak terpulihkan dari
otoritas pajak, dalam situasi tersebut PPN terkait diakui sebagai bagian dari nilai
perolehan aset atau bagian dari beban.
● Piutang dan hutang yang diakui termasuk PPN terkait
Nilai dari PPN neto yang dipulihkan atau terhutang ke otoritas pajak dicatat sebagai bagian
dari piutang atau utang dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
m. Imbalan Kerja
Imbalan kerja jangka pendek diakui pada saat terutang kepada karyawan,
Group mengakui liabilitas imbalan kerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang
No. 11/2020 tanggal 2 Februari 2021 tentang Cipta Kerja dan Undang-Undang
Ketenagakerjaan No. 12/2003.
Penyisihan tersebut diestimasi berdasarkan perhitungan akturia independen dengan
menggunakan metode “Projected-Unit-Credit”.
Liabilitas atau asset imbalan kerja neto adalah agreget dari nilai kini liabilitas imbal kerja pasti
pada akhir periode pelaporan dikurangi dengan nilai wajar asset program (jika ada),
disesuaikan dengan dampak yang membatasi asset imbalan pasti bersih terhadap batas atas
asset.
Batas atas asset adalah nilai sekarang dari manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk
pengembalian dana dari program atau pengurangan iuran masa mendatang tersebut.
Biaya imbalan pasti terdiri dari biaya jasa kini diakui dalam laba rugi, biaya jasa lalu dan
keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, diakui dalam laba rugi, bunga neto atas
liabilitas (asset) imbalan pasti neto, diakui dalam laba rugi, dan pengukuran kembali liabilitas
(asset) imbalan pasti neto dalam penghasilan komprehensif lain.
n. Laba (rugi) per saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang
beredar pada tahun yang bersangkutan.
o. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat dalam mata uang fungsional berdasarkan kurs yang
berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang fungsional Kelompok Usaha
berdasarkan rata-rata kurs jual dan kurs beli yang diterbitkan oleh Bank Indonesia pada
tanggal terakhir transaksi perbankan pada tahun tersebut. Laba atau rugi kurs yang terjadi
dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun berjalan.
Kurs yang digunakan untuk menjabarkan aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
adalah sebagai berikut:
Page 21
18
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2024 31 Desember 2023 31 Maret 2023
Dollar Amerika Serikat 15,853 15,416 14,572
Yen Jepang 105 110 132
p. Instrumen Keuangan
Group mengakui asset keuangan atau liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian jika, dan hanya jika, Group menjadi salah satu pihak dalam ketetuan kontrak
instrumen keuangan tersebut.
i. Aset Keuangan
Asset keuangan diklasifikasikan sebagai alat keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laba rugi, pinjaman yang diberikan dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh
tempo, asset keuangan tersedia untuk dijual, aatau sebagai derivative yang ditetapkan
sebagai instrument lindung nilai dalam lindung nilai yang efektif.
Group menentukan klasifikasi asset keuangannya pada saat pengakuan awalnya,
sepanjang diperbolehkan, mengevaluasi penentunan klasifikasi asset keuangan pada
setiap akhir tahun.
Pengakuan awal dan pengukuran
Aset keuangan yang ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi, pinjaman yang
diberikan dan piutang, investasi dimiliki hingga jatuh tempo, dan aset keuangan tersedia
untuk dijual, mana yang sesuai. Kelompok Usaha menentukan klasifikasi aset keuangan
pada saat pengakuan awal dan, jika diperbolehkan dan sesuai, akan dievaluasi kembali
pengklasifikasian aset tersebut pada setiap akhir tahun pelaporan.
Pada saat pengakuan awal, aset keuangan diukur pada nilai wajar dan, dalam hal
investasi tidak diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah
dengan biaya transaksi yang dapat didistribusikan secara langsung.
Pada tanggal 31 Maret 2024 , aset keuangan Kelompok Usaha mencakup kas dan bank,
kas yang dibatasi penggunaannya, piutang usaha, piutang lain-lain, setoran jaminan dan
aset keuangan lainnya, yang seluruhnya dikategorikan sebagai pinjaman yang diberikan
dan piutang.
Pengukuran setelah pengakuan awal
Pinjaman yang diberikan dan piutang adalah aset keuangan non-derivatif dengan
pembayaran tetap atau telah ditntukan, yang tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif.
Aset keuangan tersebut dicatat sebesar biaya perolehan diamortasi dengan
menggunakan metode suku bunga aktif. Keuntungan dan kerugian diakui dalam laporan
laba-rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada saat pinjaman dan
piutang dihentikan pengakuannya atau mengalami penurunan nilai, maupun pada saat
proses amortisasi.
Penghentian pengakuan
Aset keuangan (atau mana yang berlaku, bagian dari aset keuangan atau bagian dari
kelompok aset keuangan sejenis) dihentikan pengakuannya pada saat : (1) hak untuk
menerima arus kas yang berasal dari aset tersebut telah berakhir; atau (2) Kelompok
Page 22
19
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Usaha telah mentransfer hak mereka untuk menerima arus kas yang berasal dari aset
atau berkewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara penuh tanpa
penundaan yang material kepada pihak ketiga dalam perjanjian “pass-through”, dan
salah satu diantara (a) Kelompok Usaha telah mentransfer secara substansial seluruh
risiko dan manfaat dari aset, atau (b) Kelompok Usaha tidak mentransfer atau
mempertahankan secara substansial seluruh risiko dan manfaat atas aset, namun telah
mentransfer kendali atas aset tersebut.
Penurunan nilai
Pada setiap akhir periode pelaporan Kelompok Usaha mengevaluasi apakah terdapat
bukti yang obyektif bahwa aset keuangan atau kelompok aset keuangan mengalami
penurunan nilai. Penurunan nilai atas aset keuangan atau kelompok aset keuangan
dianggap telah terjadi, jika dan hanya jika, terdapat bukti yang obyektif mengenai
penurunan nilai tersebut sebagai akibat dari salah satu atau lebih peristiwa yang terjadi
setelah pengakuan awal aset tersebut (peristiwa yang merugikan), dan peristiwa yang
merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan
atau kelompok aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal.
Bukti penurunan nilai dapat meliputi indikasi pihak peminjam atau kelompok pihak
peminjam mengalami kesulitan keuangan signifikan, wanprestasi atau tunggakan
pembayaran bunga atau pokok, terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan
dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan lainnya dan pada saat data
yang dapat diobservasi mengindikasikan adanya penurunan yang dapat diukur atas
estimasi arus kas masa datang, seperti meningkatnya tunggakan atau kondisi ekonomi
yang berkorelasi dengan wanprestasi.
Untuk pinjaman yang diberikan dan piutang yang dicatat pada biaya perolehan
diamortisasi, Kelompok Usaha pertama kali menentukan apakah terdapat bukti obyektif
mengenai penurunan nilai secara individual atas aset keuangan yang signifikan secara
individual, atau secara kolektif untuk aset keuangan yang jumlahnya tidak signifikan
secara individual.Jika Kelompok Usaha menentukan tidak terdapat bukti obyektif
mengenai penurunan nilai atas aset keuangan yang dinilai secara individual, terlepas
aset keuangan tersebut signifikan atau tidak, maka aset tersebut dimasukkan ke dalam
kelompok aset keuangan yang memiliki karakteristik risiko kredit yang sejenis dan
menilai penurunan nilai kelompok tersebut secara kolektif.
Aset yang penurunan nilainya dinilai secara individual, dan untuk itu kerugian penurunan
nilai diakui atau tetap diakui, tidak termasuk dalam penilaian penurunan nilai secara
kolektif.
Jika terdapat bukti obyektif bahwa kerugian penurunan nilai telah terjadi, jumlah kerugian
tersebut diukur sebagai selisih antara nilai tercatat aset dengan nilai kini estimasi arus
kas masa datang (tidak termasuk ekspektasi kerugian kredit masa datang yang belum
terjadi).
Nilai tercatat aset tersebut dikurangi melalui penggunaan akun penyisihan dan jumlah
kerugian tersebut diakui sebagai laba rugi. Penghasilan bunga tetap diakui berdasarkan
nilai tercatat yang telah dikurangi, berdasarkan suku bunga efektif awal aset keuangan
tersebut. Pinjaman yang diberikan dan piutang, bersama-sama dengan penyisihan
terkait, akan dihapuskan pada saat tidak terdapat kemungkinan yang realistis atas
pemulihan di masa mendatang dan seluruh agunan, jika ada, telah direalisasi atau telah
dialihkan kepada Kelompok Usaha.Jika, pada tahun berikutnya, nilai estimasi kerugian
penurunan nilai aset keuangan bertambah atau berkurang karena suatu peristiwa yang
terjadi setelah penurunan nilai diakui, maka kerugian penurunan nilai yang sebelumnya
Page 23
20
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
diakui ditambah atau dikurangi (dipulihkan) dengan menyesuaikan akun penyisihan.
Pemulihan tersebut tidak boleh mengakibatkan nilai tercatat aset keuangan melebihi
biaya perolehan diamortisasi yang seharusnya jika penurunan nilai tidak diakui pada
tanggal pemulihan dilakukan.Jumlah pemulihan aset keuangan diakui sebagai laba rugi.
Jika penghapusan kemudian dipulihkan, maka pemulihan tersebut diakui sebagai laba
rugi.
ii. Liabilitas Keuangan
Pengakuan awal dan pengukuran
Instrumen utang dan ekuitas dikelompokkan sebagai liabilitas keuangan atau sebagai
ekuitas sesuai dengan substansi pengaturan kontraksi.
Pada saat pengakuan awal, liabilitas keuangan diukur pada nilai wajar dan, dalam hal
liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi, termasuk biaya transaksi
yang dapat diatribusikan secara langsung.
Liabilitas keuangan Kelomppok usaha meliputi pinjaman bank jangka pendek, utang
usaha, utang lain-lain, utang pihak berelasi, biaya masih harus dibayar dan pinjaman
bank jangka panjang dan utang pembiayaan konsumen dan sewa pembiayaan.
Setelah pengakuan awal, liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi
yang dikenakan bunga selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode suku bunga efektif.
Keuntungan atau kerugian diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian pada saat liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya serta melalui
proses amortisasi.
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut dihentikan
atau dibatalkan atau kadaluarsa.
Ketika liabilitas keuangan awal digantikan dengan liabilitas keuangan lain dari pemberi
pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau
modifikasi secara substansial atas persyaratan liabilitas keuangan yang saat ini ada,
maka pertukaran atau modifikasi tersebut diperlakukan sebagai penghentian pengakuan
liabilitas keuangan awal dan pengakuan liabilitas keuangan baru, dan selisih antara nilai
tercatat masing-masing liabilitas keuangan diakui dalam laba atau rugi.
iii. Biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan
Biaya perolehan diamortisasi dihitung dengan menggunakan metode SBE dikurangi
cadangan atas penurunan nilai dan pembayaran pokok atau nilai yang tidak dapat
ditagih. Perhitungan tersebut mempertimbangkan premium atau diskonto pada saat
perolehan dan termasuk biaya transaksi dan fee yang merupakan bagian yang tidak
terpisahkan dari SBE.
iv. Saling hapus instrumen keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai netonya dilaporkan dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, memiliki hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atau jumlah yang telah diakui dan
terdapat maksud untuk menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan
menyelesaikan liabilitasnya secara bersamaan.
Page 24
21
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
v. Nilai wajar instrumen keuangan
Nilai wajar instrumen keuangan yang diperdagangkan secara aktif di pasar keuangan
yang terorganisasi ditentukan dengan mengacu pada kuotasi harga penawaran atau
harga yang diminta pada penutupan bisnis pada akhir tahun pelaporan. Untuk instrumen
keuangan yang tidak memiliki pasar aktif , nilai wajar ditentukan dengan menggunakan
teknik penilaian. Teknik penilaian tersebut mencakup penggunaan transaksi-transaksi
pasar yang wajar antara pihak-pihak yang mengerti dan berkeinginan (arm’s length
market transactions), referensi atas nilai wajar terkini dari instrumen lain yang secara
substansial sama, analisa arus kas yang didiskontokan, atau model penilaian lainnya.
Bila nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif tidak dapat
ditentukan secara handal, aset keuangan tersebut diakui dan diukr pada nilai
tercatatnya.
q. Informasi Segmen
Untuk tujuan manajemen, Kelompok Usaha dibagi menjadi lima segmen operasi berdasarkan
produk yang dikelola secara independen oleh masing-masing pengelola segmen yang
bertanggung jawab atas kinerja dari masing-masing segmen. Para pengelola segmen
melaporkan secara langsung kepada manajemen Perusahaan yang secara teratur mengkaji
laba segmen sebagai dasar untuk mengalokasikan sumber daya ke masing-masing segmen
dan untuk menilai kinerja segmen. Pengungkapan tambahan pada masing-masing segmen
terdapat dalam Catatan 23, termasuk faktor yang digunakan untuk mengidentifikasi segmen
yang dilaporkan dan dasar pengukuran informasi segmen.
2. SUMBER ESTIMASI KETIDAKPASTIAN
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Kelompok Usaha mengharuskan manajemen
untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah yang dilaporkan
dari pendapatan, beban, aset dan liabilitas, dan pengungkapan atas liabilitas kontinjensi, pada
akhir periode pelaporan. Ketidakpastian mengenai asumsi dan estimasi tersebut dapat
mengakibatkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas yang terpengaruh
pada periode pelaporan berikutnya.
Pertimbangan
Pertimbangan berikut ini dibuat oleh manajemen dalam rangka penerapan kebijakan akuntansi
Kelompok Usaha yang memiliki pengaruh paling signifikan atas jumlah yang diakui dalam
laporan keuangan konsolidasian:
Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai atas Piutang Usaha - Evaluasi Individual
Kelompok Usaha mengevaluasi akun tertentu jika terdapat informasi bahwa pelanggan yang
bersangkutan tidak dapat memenuhi kewajiban keuangannya. Dalam hal tersebut, Kelompok
Usaha mempertimbangkan, berdasarkan fakta dan situasi yang tersedia, termasuk namun tidak
terbatas pada, jangka waktu hubungan dengan pelanggan dan status kredit dari pelanggan
berdasarkan catatan kredit dari pihak ketiga dan faktor pasar yang telah diketahui, untuk
mencatat penyisihan spesifik atas jumlah piutang pelanggan guna mengurangi jumlah piutang
yang diharapkan dapat diterima oleh Kelompok Usaha. Penyisihan spesifik ini dievaluasi kembali
dan disesuaikan jika tambahan informasi yang diterima mempengaruhi jumlah penyisihan
penurunan nilai atas piutang usaha.
Page 25
22
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Penentuan Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional dari Kelompok Usaha adalah mata uang dari lingkungan ekonomi primer
dimana entitas beroperasi. Mata uang tersebut adalah mata uang yang mempengaruhi
pendapatan dan beban dari penjualan barang dan jasa yang diberikan.
Berdasarkan substansi ekonomi dari kondisi mendasari yang relevan, mata uang fungsional dan
penyajian Kelompok Usaha adalah Rupiah.
Estimasi dan Asumsi
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal
pelaporan yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat
aset dan liabilitas untuk tahun berikutnya, diungkapkan dibawah ini. Kelompok usaha
mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan
konsolidasian disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan, mungkin
berubah akibat perubahan pasar atau situasi diluar kendali Kelompok usaha. Perubahan
tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Penyisihan Penurunan Nilai atas Piutang Usaha - Evaluasi Kolektif
Bila Kelompok Usaha memutuskan bahwa tidak terdapat bukti obyektif atas penurunan nilai
pada evaluasi individual atas piutang usaha, baik yang nilainya signifikan maupun tidak,
Kelompok Usaha menyertakannya dalam kelompok piutang usaha dengan risiko kredit yang
serupa karakteristiknya dan melakukan evaluasi kolektif atas penurunan nilai. Karakteristik yang
dipilih mempengaruhi estimasi arus kas masa depan atas kelompok piutang usaha tersebut
karena merupakan indikasi bagi kemampuan pelanggan untuk melunasi jumlah terutang.
Arus kas masa depan pada kelompok piutang usaha yang dievaluasi secara kolektif untuk
penurunan nilai diestimasi berdasarkan pengalaman kerugian historis bagi piutang usaha
dengan karakteristik risiko kredit yang serupa dengan piutang usaha pada kelompok tersebut.
Imbalan Kerja
Penentuan liabilitas imbalan kerja Kelompok Usaha bergantung pada pemilihan asumsi yang
digunakan oleh aktuaris independen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut
termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri
karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian. Hasil aktual yang
berbeda dari asumsi yang ditetapkan Kelompok Usaha langsung diakui dalam laba atau rugi
pada saat terjadinya. Sementara Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah
wajar dan sesuai, perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam
asumsi yang ditetapkan Kelompok Usaha dapat mempengaruhi secara material liabilitas
diestimasi atas imbalan kerja dan imbalan kerja neto.
Penyusutan Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap
antara 4 sampai 20 tahun Ini adalah umur secara umum diharapkan dalam insudtri dimana group
menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat
mempengaruhi masa manfaat ekonomis dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan
masa depan mungkin direvisi.
Page 26
23
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pajak Penghasilan
Estimasi signifikan dilakukan dalam menentukan provisi atas pajak penghasilan badan. Terdapat
transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah tidak pasti sepanjang
kegiatan usaha normal. Kelompok Usaha mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan
berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan, Kelompok
Usaha menerapkan pertimbangan yang sama yang akan mereka gunakan dalam menentukan
jumlah cadangan yang harus diakui sesuai dengan PSAK No. 57, “Provisi, Liabilitas Kontijensi,
dan Aset Kontijensi”. Kelompok Usaha membuat analisa untuk semua posisi pajak terkait
dengan pajak penghasilan untuk menentukan jika liabilitas pajak untuk manfaat pajak yang
belum diakui harus diakui.
Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum digunakan sepanjang besar
kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal tersebut
dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen diisyaratkan dalam menentukan jumlah
aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan
kena pajak dan strategi perencanaan pajak masa depan.
Penyisihan Persediaan Usang dan Penurunan Nilai
Penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan diestimasi berdasarkan fakta dan
situasi yang tersedia, termasuk namun tidak terbatas kepada, kondisi fisik persediaan yang
dimiliki, harga jual pasar, estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang timbul untuk
penjualan. Provisi dievaluasi kembali dan disesuaikan jika terdapat tambahan informasi yang
mempengaruhi jumlah yang diestimasi.
3. KAS DAN SETARA KAS
Kas dan setara kas terdiri dari :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Kas - Rupiah 29,539,966 29,500,000
Bank
Pihak ketiga
Rekening Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 1,044,472,528 293,012,920
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 21,793,951 94,849,713
PT Bank Sinarmas Tbk 402,672,942 402,672,942
PT Bank Permata Tbk 20,243,184 33,246,783
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. 73,585,200 73,585,200
Rekening Dolar Amerika Serikat
PT Bank Central Asia Tbk 26,896,871 30,737,191
Sub- Total Kas dan Bank 1,589,664,676 928,104,749
Total Kas dan Setara Kas 1,619,204,642 957,604,749
4. PIUTANG USAHA
Akun ini merupakan piutang yang timbul dari penjualan barang dagangan dan jasa serta jasa
perbaikan dan perakitan kepada :
Page 27
24
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Dalam Rupiah 9,691,843,581 8,512,901,737
Dikurangi penyisihan kerugian
Penurunan nilai
Pihak ketiga (2,309,161,827) (2,309,161,827)
Neto 7,382,681,754 6,203,739,910
Rincian umur piutang usaha – pihak ketiga adalah sebagai berikut :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Lancar dan belum mengalami 3,253,174,155 2,437,789,148
penurunan nilai
Telah jatuh tempo namun tidak
mengalami penurunan nilai
1 - 30 hari 1,515,131,535 1,546,705,156
31 - 90 hari 359,415,377 749,403,298
91 - 120 hari 295,485,572 84,425,592
121 - 365 hari 1,032,091,924 1,044,397,125
lebih dari 365 hari 927,383,191 341,019,591
Lewat jatuh tempo dan mengalami
penurunan nilai 2,309,161,827 2,309,161,827
Total 9,691,843,581 8,512,901,737
Penyisihan kerugian penurunan nilai (2,309,161,827) (2,309,161,827)
Neto 7,382,681,754 6,203,739,910
Berdasarkan hasil penelaahan akhir tahun, manajemen berpendapat bahwa penyisihan
penurunan nilai yang dibentuk adalah cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas tidak
tertagihnya piutang usaha.
5. TRANSAKSI DAN SALDO DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan Anak perusahaan melakukan transaksi usaha
dengan pihak-pihak berelasi, terutama yang berhubungan dengan transaksi penjualan dan
pembelian berdasarkan pada tingkat harga yang disepakati.
Ringkasan pihak-pihak berelasi, sifat hubungandan jenis transaksinya adalah sebagai berikut:
Pihak-pihak berelasi Sifat dan hubungan Sifat dari transaksi
Sungkono Honoris Direktur Utama Perusahaan Utang lain-lain dan
Jaminan pribadi pinjaman bank Grup
Penjualan dan pembelian dari pihak-pihak berelasi dilakukan pada harga yang disepakati
tergantung jenis produk terkait dan/atau berdasarkan harga pasar. Saldo terkait pada akhir tahun
adalah tanpa jaminan, tanpa bunga dan penyelesaian dilakukan dalam bentuk tunai.
Page 28
25
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG LAIN-LAIN
31 Maret 2023 31 Desember 2023
Pihak Ketiga
Lain-lain (di bawah Rp. 1.000.000.000) 1,053,232,607 926,119,213
Total 1,053,232,607 926,119,213
Penyisihan kerugian penurunan nilai - -
Piutang lain-lain, neto 1,053,232,607 926,119,213
Akun ini terdiri dari piutang pihak ketiga dalam mata uang rupiah sebagai berikut :
Pada periode 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, berdasarkan evaluasi manajemen Group
tidak terdapat pencadangan kerugian penurunan nilai atas piutang ini.
7. PERSEDIAAN
Persediaan terdiri dari :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Perdagangan
Produk fotokopi 21,982,447,059 22,204,369,322
Penyisihan Persediaan Usang dan
(3,458,665,895) (3,458,665,895)
Penurunan Nilai
Persediaan, neto 18,523,781,164 18,745,703,427
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap harga pasar dan kondisi fisik dari persediaan pada
tanggal pelaporan, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan tersebut di atas cukup untuk
menutup kemungkinan kerugian dari keusangan dan penurunan nilai pasar persediaan.
Persediaan digunakan sebagai jaminan untuk pinjaman jangka pendek dan pinjaman jangka
panjang.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, persediaan Kelompok Usaha dengan nilai
tercatat sebesar Rp. 21.982.447.059 dan Rp. 22.204.369.322 dan diasuransikan dengan nilai
pertanggungan Rp.18.591.942.641 yang menurut pendapat manajemen cukup untuk menutupi
kemungkinan kerugian atas persediaan yang ditanggungkan.
8. PENYERTAAN SAHAM
Investasi pada saham merupakan 15% kepemilikan Perusahaan atas PT Saison Modern
Finance (SMF) sebesar 29.766.540.000 dan 29.766.540.000 pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31
Desember 2023.
Pada 11 November 2022, Perusahaan dan SMF menandatangi nota kesepahaman mengenai
skema pembayaran utang. Berdasarkan perjanjian tersebut para pihak menyepakati hal-hal
sebagai berikut.
a. Perusahaan akan menjual kepemilikannya atas 30.000 saham SMF kepada SMF (atau
nomineenya) dengan nilai per saham Rp.992.218 atau sejumlah Rp.29.766.540.000.
b. Nilai jual yang jatuh tempo dan terutang oleh SMF akan dihapuskan seluruhnya terhadap
sisa pinjaman Perusahaan dan MSI
c. Setelah penghapusan seperti diatas, saldo sisa pinjaman Perusahaan dan MSI akan
dilakukan secara negosiasi dan disepakai melalui itikad baik antara para pihak termasuk
Page 29
26
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
opsi yang dapat dilaksanakan oleh SMF untuk menghapus saldo sisa pinjaman sehingga
dianggap lunas oleh Perusahaan.
d. Perusahaan diberikan opsi untuk membeli kembali seluruh atau sebagian saham yang telah
dijual dengan harga pembelian yang disetujui oleh Perusahaan dan SMF. Opsi akan
tersedia dalam 3 tahun sejak tanggal eksekusi.
Pada tahun 2022, Group dan SMF sepakat untuk menghapus sisa utang jangka panjang PT
Modern Sevel Indonesia, entitas anak, sebesar Rp.21.814.664.087.
Pada tahun 2022, Group juga melakukan penilaian kembali penyertaan saham SMF yang dicatat
sebagai asset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain
sehingga diperoleh “Penghasilan dari pengukuran kembali investasi pada saham” yang dicatat
dalam penghasilan komprehensif lain sebesar Rp 10.483.440.863.
9. ASET TETAP
31 Maret 2024
Penambahan / Pengurangan /
Saldo Awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan - Pemilikan Langsung
Tanah 99,583,025,257 - - 99,583,025,257
Bangunan dan Prasarana 19,998,965,611 - - 19,998,965,611
Mesin dan Peralatan 186,091,106,557 2,623,220,763 (1,010,934,565) 187,703,392,755
Peralatan dan Inventaris Kantor 135,308,033,247 161,842,532 - 135,469,875,779
Alat-alat Pengangkutan 7,787,528,037 - - 7,787,528,037
Total 448,768,658,709 2,785,063,295 (1,010,934,565) 450,542,787,439
Aset Dalam Pembangunan
Mesin dan Peralatan 2,811,074,653 1,847,420,395 (3,230,937,541) 1,427,557,507
Total 2,811,074,653 1,847,420,395 (3,230,937,541) 1,427,557,507
Total Biaya Perolehan 451,579,733,362 4,632,483,690 (4,241,872,106) 451,970,344,946
Akumulasi Penyusutan - Pemilikan Langsung 143,954,552,161
Bangunan dan Prasarana 14,327,001,667 106,331,497 - 14,433,333,164
Mesin dan Peralatan 150,751,680,397 2,157,430,308 (157,958,530) 152,751,152,175
Peralatan dan Inventaris Kantor 134,758,971,100 59,949,616 - 134,818,920,716
Alat-alat Pengangkutan 7,787,528,037 - - 7,787,528,037
Total 307,625,181,201 2,323,711,421 (157,958,530) 309,790,934,092
Total Akumulasi Penyusutan 307,625,181,201 2,323,711,421 (157,958,530) 309,790,934,092
Nilai Tercatat Neto 143,954,552,161 142,179,410,854
Aset tetap terdiri dari:
31 Desember 2023
Penambahan / Pengurangan /
Saldo Awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan - Pemilikan Langsung
Tanah 99,738,025,257 - (155,000,000) 99,583,025,257
Bangunan dan Prasarana 20,097,666,542 - (98,700,931) 19,998,965,611
Mesin dan Peralatan 187,985,360,126 - (1,894,253,569) 186,091,106,557
Peralatan dan Inventaris Kantor 135,121,215,049 186,818,198 - 135,308,033,247
Alat-alat Pengangkutan 7,787,528,037 - - 7,787,528,037
Total 450,729,795,011 186,818,198 (2,147,954,500) 448,768,658,709
Aset Dalam Pembangunan
Mesin dan Peralatan 2,536,695,442 6,173,267,571 (5,898,888,360) 2,811,074,653
Total 2,536,695,442 6,173,267,571 (5,898,888,360) 2,811,074,653
Total Biaya Perolehan 453,266,490,453 6,360,085,769 (2,147,954,500) 451,579,733,362
Page 30
27
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Desember 2023
Penambahan / Pengurangan /
Saldo Awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo Akhir
Akumulasi Penyusutan - Pemilikan Langsung
Bangunan dan Prasarana 14,168,619,044 257,083,554 (98,700,931) 14,327,001,667
Mesin dan Peralatan 149,918,812,370 8,526,395,154 (7,693,527,127) 150,751,680,397
Peralatan dan Inventaris Kantor 134,523,820,535 235,150,565 - 134,758,971,100
Alat-alat Pengangkutan 7,787,528,037 - - 7,787,528,037
Total 306,398,779,986 9,018,629,273 (7,792,228,058) 307,625,181,201
Total Akumulasi Penyusutan 306,398,779,986 9,018,629,273 (7,792,228,058) 307,625,181,201
Nilai Tercatat Neto 146,867,710,467 143,954,552,161
Berdasarkan penilaian manajemen Kelompok Usaha, tidak ada kejadian-kejadian atau
perubahan-perubahan keadaan yang mengindikasikan adanya penurunan nilai aset tetap pada
tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
10. PINJAMAN BANK DAN NON BANK JANGKA PENDEK
Pinjaman non bank jangka pendek merupakan pinjaman dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Non-Bank
Perusahaan
PT Saison Modern Finance 24,573,240,881 24,573,240,881
Bagian Jangka Pendek 24,573,240,881 24,573,240,881
Pinjaman non-bank
Perusahaan
PT Saison Modern Finance (SMF)
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, jumlah saldo pinjaman sebesar
Rp.24.573.240.881.
11. UTANG USAHA
Akun ini merupakan utang kepada pemasok luar negeri dan lokal untuk transaksi pembelian
barang dagang dan transaksi lainnya dengan rincian sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak Ketiga
Dalam Rupiah 1,408,875,210 1,550,585,442
Dalam Dollar AS 2,338,151,757 2,478,678,826
Total utang usaha 3,747,026,967 4,029,264,268
Akun-akun tersebut di atas merupakan utang dari pembelian mesin fotokopi.
Page 31
28
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. PERPAJAKAN
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pajak Penghasilan
Pasal 21 10,009,050,515 9,566,481,834
Pasal 23 37,174,203 37,844,234
Pasal 25 796,817,989 796,817,989
Pasal 4 (2) 87,484,623 87,484,623
Pajak Pertambahan Nilai 12,039,284,846 11,451,296,782
Total 22,969,812,176 21,939,925,462
Pengaruh pajak tangguhan atas beda temporer antara pelaporan komersial dan pajak adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Perusahaan
Liabilitas pajak tangguhan
Pengukuran kembali investasi pada saham (2,306,356,990) (2,306,356,990)
Entitas Anak
Liabilitas imbalan kerja karyawan 352,731,500 352,731,500
Piutang usaha dan piutang lain-lain 334,118,484 334,118,484
Aset tetap (6,848,618,046) (6,848,618,046)
Utang sewa pembiayaan (905,373) (905,373)
Rugi fiskal 6,860,495,629 6,860,495,629
Liabilitas pajak tangguhan 697,822,194 697,822,194
Aset Pajak Tangguhan konsolidasian (1,608,534,796) (1,608,534,796)
Untuk penyajian dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, klasifikasi aset atau liabilitas
pajak tangguhan untuk setiap perbedaan temporer di atas ditentukan berdasarkan posisi pajak
tangguhan neto (aset neto atau liabilitas neto) setiap entitas.
13. PINJAMAN BANK DAN NON BANK JANGKA PANJANG
Pinjaman bank jangka panjang terdiri dari :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak Ketiga
Entitas Anak
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 89,471,338,129 89,607,838,132
PT Bank Permata Tbk 9,471,767,311 9,471,767,311
PT Bank Sinar Mas Tbk 24,563,367,291 24,563,367,291
Total 123,506,472,731 123,642,972,734
Dikurangi bagian jatuh tempo dalam satu
tahun (1,679,602,986) (1,816,102,989)
Bagian Jangka Panjang 121,826,869,745 121,826,869,745
Page 32
29
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Pinjaman non bank jangka panjang terdiri dari :
31 Maret 2024 31 Desember 2024
Non-Bank
Perusahaan
Pihak ketiga
PT Transpasific Finance 172,795,724,998 172,795,724,998
PT Paramitra Multifinance 39,094,459,374 39,094,459,374
PT Equity Finance Indonesia 25,190,178,431 25,190,178,431
Entitas anak
Pihak ketiga
PT Transpasific Finance 19,725,843,644 19,725,843,644
PT BFI Finance Indonesia 428,155,790 731,045,868
PT Artha Asia Finance 5,950,750,342 5,950,750,342
Bagian Jangka Panjang 263,185,112,579 263,488,002,657
Dikurangi bagian jangka pendek (3,953,846,220) (3,953,846,220)
Bagian Jangka Panjang 259,231,266,359 259,534,156,437
PT Modern Sevel Indonesia
.
Bank Mandiri
Pada bulan September 2018, berdasarkan surat No. SAW/LW02.05/2018, PT Bank Mandiri (
Persero) Tbk telah setuju untuk melakukan restrukturisasi Pinjaman MSI dengan rincian
sebagai berikut :
- fasilitas kredit modal kerja;
- fasilitas pinjaman transaksi khusus a; dan
- fasilitas pinjaman transaksi khusus 2.
Jumlah pokok pinjaman yang di restrukturisasi adalah sebesar Rp.164.691.634.247 yang akan
dibagi antara MSI dan MDS masing-masing sebesar Rp.104.691.634.247 dan
Rp.60.000.000.000.
Pinjaman yang direstrukturisasi MSI dengan jumlah pokok sebesar Rp.104.691.634.247 akan
jatuh tempo 120 bulan sejak tanggal perjanjian kredit ditandatangani dan dengan suku bunga
sebesar 4% per tahun dibayar setiap bulan dan dapat berubah sewaktu-waktu. Bunga selama
dua tahun akan ditangguhkan dan akan dibayarkan pada saat jatuh tempo pinjaman.
Pokok pinjaman sebesar Rp.50.000.000.000 akan dibayar dari penjualan agunan dalam waktu 2
tahun sejak tanggal perjanjian kredit. Setelah 2 tahun, jumlah yang tersisa akan dibayarkan
sesuai dengan skema.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sisa saldo pinjaman ini adalah
Rp.84.786.553.132 dan Rp.84.786.553.132 MSI saat ini sedang dalam proses restrukturisasi
persyaratan pinjaman.
Page 33
30 PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain) Entitas Anak – PT Modern Data Solusi Bank Permata Pinjaman yang di restrukturisasi Term Loan - 4 Pada tanggal 25 Mei 2018, PT Bank Permata Tbk telah setuju melakukan restrukturisasi selurus sisa fasiliats MDS menjadi Term Loan 4 (TL4) dengan jumlah limit pinjaman sebesar Rp.22.900.000.000. Fasilitas dikenakan suku bunga tahunan sebesar 9,00%. Jangka waktu fasilitas ini adalah 60 bulan. Seluruh fasilitas Pinjaman ini dijamin dengan mesin yang dibiayai oleh tiap fasilitas dan juga dijamin dengan tanah dan bangunan PT Modern Internasional Tbk. Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sisa saldo pinjaman ini adalah Rp.9.471.767.311 dan Rp.9.741.767.311. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (Bank Mandiri) Berdasarkan perjanjian No. SAM.SA1/LW02.06/2018, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyetujui novasi sebagian fasilitas kredit PT Modern Sevel Indonesia kepada PT Modern Data Solusi sebesar Rp.60.000.000.000 dengan suku bunga sebesar 9% per tahun dan berjangka waktu 10 tahun. Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sisa saldo pinjaman ini adalah Rp.4.684.784.997 dan Rp.4.821.285.000. PT Bank Sinarmas Tbk. Pada 10 Maret 2021, PT Bank Sinarmas Tbk telah setuju melakukan restrukturisasi pinjaman bank jangka pendek MDS. Jumlah pokok pinjaman yang direstrukturisasi adalah sebesar Rp.25.665.29.937 dan jangka waktu pinjaman diperpanjang sampai 20 Februari 2025 dengan suku bunga 12% per tahun. Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sisa saldo pinjaman ini adalah Rp.24.563.367.291 dan Rp.24.563.367.291. Pinjaman non-bank Perusahaan PT Transpasific Finance Berdasarkan perjanjian pinjaman tanggal 17 November 2016, PT Transpasific Finance setuju untuk memberikan pinjaman kepada Perusahaan sebesar Rp.120.000.000.000. Pinjaman ini terdiri dari 2 fasilitas. Fasilitas pertama dan kedua sebesar masing-masing Rp.50.000.000.000 dan Rp.70.000.000.000. Fasilitas pinjaman pertama sebesar Rp.50.000.000.000 dikenakan bunga sebesar 19,00% dan berjangka waktu 4 tahun dan akan jatuh tempo tanggal 17 November 2020. Fasilitas pinjaman kedua sebesar Rp.70.000.000.000 dikenakan bunga sebesar 21,00% dan berjangka 2 tahun atau akan jatuh tempo pada tanggal 17 November 2018. Kedua fasilitas tersebut telah direkstrurisasi pada bulan Juli 2018 dengan jangka waktu 9 tahun dari tanggal perjanjian dan dikenakan suku bunga 5,00% per tahun untuk tahun pertama dan akan bertambah 1,00% setiap tahunnya. Berdasarkan perjanjian pinjaman tanggal 25 Juli 2018, PT Transpasific Finance setuju untuk memberikan fasilitas pinjaman tambahan sebesar Rp.37.000.000.000 yang dikenakan suku
Page 34
31
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
bunga sebesar 13,50% per tahun dan berjangka waktu 5 tahun. Fasilitas ini digunakan untuk
melunasi utang Perusahaan ke Bank CIMB Niaga.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, saldo fasilitas pinjaman ini adalah masing-
maisng sebesar Rp.172.795.724.998 dan Rp.172.795.724.998
PT Paramitra Multifinance
Pinjaman jangka pendek Perusahaan dan utang sewa pembiayaan MSI dari PT Paramitra
Multifinance telah direkstrurisasi pada bulan Juli 2018 dengan jangka waktu 9 tahun dari tanggal
perjanjian dan dikenakan suku bunga 5,00% per tahun untuk tahun pertama dan akan bertambah
1,00% setiap tahunnya.
Berdasarkan perjanjian pinjaman tanggal 25 Juli 2018, PT Paramitra Multifinance setuju untuk
memberikan fasilitas pinjaman tambahan sebesar Rp.9.400.000.000 yang dikenakan suku bunga
sebesar 13,50% per tahun dan berjangka waktu 5 tahun. Fasilitas ini digunakan untuk melunasi
utang Perusahaan ke Bank CIMB Niaga.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, saldo fasilitas pinjaman ini adalah masing-
maisng sebesar Rp.39.094.459.374 dan Rp.39.094.094.374.
PT Equity Finance Indonesia
Pinjaman jangka pendek Perusahaan PT Equity Finance Indonesia telah direkstrurisasi pada 10
Oktober 2018 dengan pokok sebesar Rp.25.476.000.000 dan jangka waktu 10 tahun dari tanggal
perjanjian dan dikenakan suku bunga 4,00% per tahun akan mulai dibayarkan pada tahun kedua
sampai dengan tahun kesepuluh.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, saldo fasilitas pinjaman sebesar
Rp.25.190.178.431 dan Rp.25.190.178.431.
PT Artha Asia Finance
Pada Bulan Mei 2018, PT Artha Asia Finance telah setuju untuk melakukan restrukturisasi
pinjaman MSI.
Jumlah pokok pinjaman yang direstrukturisasi sebesar Rp.5.590.750.342 dengan jangka waktu 10
tahun dari tanggal perjanjian dan kenakan suku bunga 4% per tahun.
.
PT Modern Data Solusi
PT Transpasific Finance
Berdasarkan perjanjian pinjaman tanggal 25 Juli 2018, PT Transoasific Finance setuju untuk
memberikan fasilitas pinjaman dengan jumlah maksimum sebesar Rp.30.000.000.000. Jangka
waktu fasilitas ini adalah 3 tahun dikenakan suku bunga sebesar 15,00% per tahun.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, saldo fasilitas pinjaman adalah
Rp.19.725.843.644 dan Rp.19.725.843.644.
PT BFI Finance Indonesia Tbk
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, saldo fasilitas pinjaman adalah
Rp.428.155.790 dan Rp.731.045.868.
Page 35
32
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. MODALSAHAM
Susunan pemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 berdasarkan catatan yang
dibuat oleh PT EDI Indonesia, Biro Administrasi Efek, adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024
Jumlah Saham
Pemegang Saham Ditempatkan dan Persentase Jumlah
Disetor Penuh
Sungkono Honoris 2,689,080,200 35.23% 138,908,020,000
PT Bukit Hedama Permai 1,608,446,427 21.07% 160,844,642,700
Asialink Electronics Pte., Ltd. 602,931,700 7.90% 60,293,170,000
CIMB Private Equity SDN BHD (Slurpee) 473,640,818 6.21% 47,364,081,800
Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 2,258,068,653 29.59% 225,806,865,300
Total 7,632,167,798 100.00% 633,216,779,800
31 Desember 2023
Jumlah Saham
Pemegang Saham Ditempatkan dan Persentase Jumlah
Disetor Penuh
Sungkono Honoris 2,689,080,200 35.23% 138,908,020,000
PT Bukit Hedama Permai 1,608,446,427 21.07% 160,844,642,700
Asialink Electronics Pte., Ltd. 602,931,700 7.90% 60,293,170,000
CIMB Private Equity SDN BHD (Slurpee) 473,640,818 6.21% 47,364,081,800
Masyarakat (masing-masing di bawah 5%) 2,258,068,653 29.59% 225,806,865,300
Total 7,632,167,798 100.00% 633,216,779,800
Berdasarkan akta Notaris Kumala Tjahjani Widodo, S.H., M.Kn., No. 60 tanggal 20 Desember
2019, para pemegang saham menyetujui untuk melakukan perubahan anggaran dasar sebagai
berikut :
a. Perubahan klasifikasi modal dasar dari yang semula semua saham seri A menjadi sebagai
berikut :
1. Saham seri A sebanyak 10.700.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham
2. Saham seri B sebanyak 2.600.000.000 saham degan nilai nominal Rp 50 per saham
b. Perubahan modal ditempatkan dan disetor penuh dari 5.032.167.798 saham menjadi
7.632.167.798 saham dengan klasifikasi sebagai berikut :
1. Saham seri A sebanyak 5.032.167.798 saham
2. Saham seri B sebanyak 2.600.000.000 saham
Pengelolaan Modal
Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan terpeliharanya debt to
equity ratio yang dipersyaratan oleh pihak kreditur.
Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan
perubahan kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan,
Page 36
33
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Perusahaan dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham, menerbitkan
saham baru atau mengusahakan pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas
tujuan, kebijakan maupun proses selama periode penyajian.
Kebijakan Perusahaan adalah mempertahankan struktur permodalan yang sehat untuk
mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang wajar.
15. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Selisih lebih kas yang diterima dari penerbitan saham atas jumlah nilai nominal saham dan
selisih lebih harga teoritis atas jumlah nilai nominal saham yang didistribusikan sebagai dividen
saham disajikan sebagai tambahan modal disetor. Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31
Desember 2023, tambahan modal disetor sebasar Rp.671.395.823.551.
16. DIVIDEN
Pada 31 Maret 2024, tidak ada pembagian dividen tunai kepada pemegang saham oleh
Perusahaan.
17. LIABILITAS IMBALAN KERJA JANGKA PANJANG
Berikut ini merupakan rangkuman komponen beban imbalan kerja neto yang diakui pada laporan
laba rugi komprehensif konsolidasian dan liabilitas atas imbalan kerja yang diakui di laporan
posisi keuangan konsolidasian yang dihitung oleh aktuaris independen, Biro Pusat Aktuaria,
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 berdasarkan laporannya
tanggal 20 Maret 2024 dengan menggunakan metode “Projected Unit Credit” dengan asumsi
sebagai berikut:
Tingkat diskonto : 6.37% - 7,09%
Tingkat kematian : 100% TMI 1
Kenaikan gaji dan upah : 3,00 %
Tingkat sakit atau cacat : 10% TMI 1
Tingkat pengunduran diri : 0 - 10% p.a
Usia pensiun : 55 tahun
18. PENDAPATAN NETO
Penjualan bersih merupakan pendapatan yang diperoleh dari sumber-sumber sebagai berikut :
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Pihak Ketiga
Barang Dagangan dan Jasa
Produk Industrial 11,847,825,395 14,743,324,862
Total 11,847,825,395 14,743,324,862
19. BEBAN POKOK PENJUALAN
Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut :
Page 37
34
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Pihak Ketiga
Barang Dagangan dan Jasa
Produk Industrial 3,801,254,233 6,936,915,358
Total 3,801,254,233 6,936,915,358
20. BEBAN USAHA
a. Beban penjualan terutama terdiri dari iklan dan promosi, gaji, upah dan kesejahteraan
karyawan, sewa, penyusutan, pengepakan dan pengiriman barang, perjalanan dan
transportasi, dan pemeliharaan dan perbaikan.
b. Beban umum dan administrasi terutama terdiri dari gaji, upah dan kesejahteraan karyawan,
penyusutan, pemakaian listrik, air, dan telepon , jasa professional, perjalanan dan
transportasi, sumbangan dan representasi, pemeliharan dan perbaikan.
21. PENDAPATAN OPERASI LAIN
Rincian pendapatan operasi lain adalah sebagai berikut :
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Lain-lain 100,137,603 108,709,521
Total 100,137,603 108,709,521
22. BEBAN OPERASI LAIN
Rincian beban operasi lain adalah sebagai berikut :
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Lain-lain 35,770,747 23,621
Total 35,770,747 23,621
23. INFORMASI SEGMEN
Informasi segmen berikut ini dilaporkan berdasarkan informasi yang digunakan oleh manajemen
untuk mengevaluasi kinerja setiap segmen dan menentukan alokasi sumber daya.
Segmen Usaha
Kegiatan Kelopmpok usaha dikelompokkan dalam divisi usaha yang terdiri dari produk-produk
industrial, dan lain-lain.
Informasi segmen Kelompok Usaha adalah sebagai berikut :
Page 38
35
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2024
Ricoh Medical Other Total
Pendapatan
Penjualan 11,210,012,783 637,812,612 - 11,847,825,395
Penjualan, neto 11,210,012,783 637,812,612 - 11,847,825,395
Hasil (Beban) yang tidak dapat Dialokasikan
Hasil Segmen 8,046,571,161
Beban Penjualan (6,560,634,082)
Beban Umum dan Administrasi (1,440,172,867)
Beban Keuangan (27,704,466)
Pendapatan Keuangan 239,838
Pendapatan Operasi Lain 100,137,603
Beban Operasi Lain (35,770,747)
Laba Tahun Berjalan 82,666,442
Ricoh Medical Other Total
Aset dan Liabilitas
Aset Segmen 33,162,329,526 1,356,605,594 - 34,518,935,120
Aset yang Tidak dapat Dialokasikan 176,027,174,364
Total Aset 210,546,109,484
31 Maret 2023
Ricoh Medical Other Total
Pendapatan
Penjualan 13,956,895,002 765,103,187 21,326,673 14,743,324,862
Penjualan, neto 13,956,895,002 765,103,187 21,326,673 14,743,324,862
Hasil (Beban) yang tidak dapat Dialokasikan
Hasil Segmen 7,806,409,504
Beban Penjualan (6,169,675,707)
Beban Umum dan Administrasi (1,348,684,733)
Beban Keuangan (78,584,285)
Pendapatan Keuangan 1,597,345
Pendapatan Operasi Lain 108,709,521
Beban Operasi Lain (23,622)
Laba Tahun Berjalan 319,748,024
Aset dan Liabilitas
Aset Segmen 34,913,508,738 1,469,834,531 - 36,383,343,269
Aset yang Tidak dapat Dialokasikan 188,268,120,969
Total Aset 224,651,464,238
Segmen Geografis
Segmen geografis ditentukan berdasarkan lokasi aset atau operasi Perusahaan, yakni Pulau
Jawa, Pulau Sumatera, Pulau Sulawesi, Pulau Kalimantan, Pulau Bali, Pulau Batam dan lainnya.
Informasi berdasarkan geografis adalah sebagai berikut :
Penjualan
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Pulau
Jawa 11,253,507,593 13,210,900,733
Bali 112,000,229 376,953,894
Batam 432,396,968 600,527,857
Sumatera 6,400,000 312,681,824
Sulawesi 43,520,605 242,260,554
Penjualan. neto 11,847,825,395 14,743,324,862
Page 39
36
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Aset
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Pulau
Jawa 30,828,303,741 38,637,180,587
Bali 209,323,414 -
Batam 422,263,900 -
Sumatera 66,897,050 354,832,000
Sulawesi 174,554,266 106,822,247
Total 31,701,342,371 39,098,834,834
Aset yang tidak dapat dialokasikan 178,844,767,112 207,786,467,411
Total Aset 210,546,109,484 246,885,302,245
24. PERJANJIAN-PERJANJIAN PENTING DAN IKATAN
Perusahaan
Berdasarkan notarial cersificate pada tanggal 12 September 2023, perusahaan mangadakan
perjanjian dealer dengan Samsung Electronics Co.,Ltd dimana Perusahaan ditunjuk sebagai
dealer non-eksklusif untuk memasarkan dan/atau menjual produknya di Indonesia. Perjanjian
kerjasama ini berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun, terhitung sejak tanggal 1 September
2023 sampai dengan tanggal 31 Agustus 2028.
Entitas Anak – MDS
Efektif tanggal 1 April 2012, MDS mengadakan perjanjian distribusi dengan Ricoh Asia Pacific
Operations Limited (Ricoh), dimana Ricoh menunjuk MDS sebagai distributor non-eksklusif atas
produknya di Indonesia. Perjanjian kerjasama ini berlaku sejak perjanjian ditanda tangani dan
tidak mempunyai batas waktu, kecuali saat kedua pihak sepakat mengakhiri perjanjian.
25. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN
Tabel berikut menyajikan nilai tercatat dan estimasi nilai wajar dari instrumen keuangan
Kelompok Usaha pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset
Aset keuangan yang diukur
29,766,540,000 29,766,540,000 29,766,540,000 29,766,540,000
pada FVOCI
Biaya yang diamortisasi
Kas dan bank 1,863,795,662 1,863,795,662 928,104,748 928,104,748
Piutang Usaha 7,782,181,754 7,782,181,754 6,203,739,910 6,203,739,910
Piutang lain-lain 1,053,232,607 1,053,232,607 926,119,213 926,119,213
Total 40,465,750,023 40,465,750,023 37,824,503,871 37,824,503,871
Page 40
37
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar
Liabilitas
Utang jangka pendek 24,573,240,881 24,573,240,881 24,573,240,881 24,573,240,881
Utang Usaha 3,747,026,967 3,747,026,967 4,029,264,268 4,029,264,268
Utang lain-lain 27,732,134,966 27,732,134,966 19,216,322,858 19,216,322,858
Beban yang masih harus dibayar 27,732,134,966 27,732,134,966 26,745,594,103 26,745,594,103
Utang lain-lain - jangka panjang 8,731,584,543 8,731,584,543 8,731,584,543 8,731,584,543
Utang jangka panjang 386,691,585,310 386,691,585,310 387,130,975,391 387,130,975,391
Liabiltas Sewa 3,236,956,366 3,236,956,366 3,250,031,323 3,250,031,323
Total Liabilitas Keuangan 482,444,663,999 482,444,663,999 473,677,013,367 473,677,013,367
Nilai tercatat instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian dicatat sebesar nilai wajar atau pada biaya perolehan diamortisasi, atau disajikan
sebesar jumlah tercatat baik karena jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya
atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal. Penjelasan lebih lanjut diberikan
pada paragraf-paragraf berikut.
Instrumen keuangan dengan nilai tercatat yang kurang lebih sebesar nilai wajarnya
Manajemen menetapkan bahwa nilai tercatat (berdasarkan jumlah nasional) kas dan setara kas,
piutang usaha, piutang lain-lain, setoran jaminan, pinjaman jangka pendek, utang usaha, utang
lain-lain, utang pihak berelasi, biaya masih harus dibayar dan utang jangka panjang jatuh tempo
dalam satu tahun kurang lebih sebesar nilai wajarnya karena instrumen keuangan tersebut
berjangka pendek.
Aset lancar lainnya dicatat pada biaya perolehan karena tidak praktis untuk memperkirakan nilai
wajar dari setoran jaminan, karena tidak memiliki jangka waktu pembayaran yang tetap
mesikipun tidak diharapkan dapat diselesaikan dalam waktu 12 (dua belas) bulan setelah
tanggal laporan posisi keuangan.
Instrumen keuangan yang dicatat sebesar nilai wajar atau biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas jangka panjang disajikan pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan
metode suku bunga efektif, dan tingkat diskonto yang digunakan mengacu kepada suku bunga
pinjaman pasar saat itu bagi pinjaman yang serupa. Nilai wajar dari pinjaman jangka panjang
kurang lebih sebesar nilai tercatatnya karena dinilai secara terus menerus.
26. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Kebijakan manajemen risiko keuangan Group bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis
risiko-risiko keuangan yang dihadapi Group, menetapkan batasan risiko dan pengenadalian yang
sesuai serta untuk mengawasi kepatuhan terhadap batasan yang telah ditetapkan.
Dewan Direksi memiliki tanggung jawab keseluruhan untuk menetapkan dan mengawasi
kerangka manjemen risiko. Dewan Direksi telah menetapkan fungsi keuangan yang bertabggung
jawab untuk mengembangkan dan mamantau kebijakan manajemen risiko Group.
Sedang fungsi internal audit memiliki tanggung jawab untuk memantau kepatuhan terhadap
kebijakan dan prosedur manajemen risiko dan untuk menelaah kecukupan kerangka manajemen
risiko yang terkait dengan risiko-risiko yang dihadapi oleh Group dengan memberikan
laporannya kepada Dewan Direksi.
Page 41
38
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Direksi Kelompok Usaha menelaah dan menyetujui kebijakan untuk mengelola risiko-risiko yang
dirangkum di bawah ini.
a. Risiko suku bunga
Risiko suku bunga atas nilai wajar atau arus kas adalah risiko dimana nilai wajar atau arus
kas masa datang dari suatu instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan suku
bunga pasar. Eksposur Kelompok Usaha terhadap risiko perubahan suku bunga pasar
terutama terkait dengan pinjaman bank jangka pendek dan pinjaman jangka panjangnya.
Fluktuasi suku bunga mempengaruhi biaya atas pinjaman baru dan bunga atas saldo
pinjaman Kelompok Usaha yang dikenakan suku bunga mengambang.
Kebijakan Kelompok Usaha terkait dengan risiko suku bunga adalah dengan mengelola biaya
bunga melalui kombinasi pinjaman dengan suku bunga tetap dan variabel. Kelompok Usaha
mengevaluasi perbandingan suku bunga tetap terhadap suku bunga mengambang dari
pinjaman bank jangka panjang sejalan dengan perubahan suku bunga yang relevan di pasar
uang. Berdasarkan penilaian manajemen, pembiayaan baru akan ditentukan harganya pada
suku bunga tetap atau mengambang.
b. Risiko mata uang
Risiko mata uang adalah risiko dimana nilai wajar atau arus kas masa datang dari suatu
instrumen keuangan akan berfluktuasi akibat perubahan nilai tukar mata uang asing.
Eksposur Kelompok Usaha terhadap fluktuasi nilai tukar terutama berasal dari utang usaha
dari pembelian dalam mata uang asing dan pinjaman bank dalam mata uang asing.
Apabila terjadi penurunan/penguatan nilai tukar mata uang Rupiah terhadap mata uang asing
yang berlaku pada tanggal 31 Maret 2024, mata uang dalam mata uang asing akan
meningkat/berkurang dalam mata uang Rupiah.
c. Risiko kredit
Risiko kredit adalah risiko dimana salah satu pihak atas instrumen keuangan akan gagal
memenuhi liabilitasnya dan menyebabkan pihak lain mengalami kerugian keuangan. Risiko
kredit yang dihadapi Kelompok Usaha berasal dari kredit yang diberikan kepada pelanggan.
Kelompok Usaha melakukan hubungan usaha hanya dengan pihak ketiga yang diakui dan
kredibel. Kelompok usaha memiliki kebijakan untuk semua pelanggan yang akan melakukan
perdagangan secara kredit harus melalui prosedur verifikasi kredit. Sebagai tambahan,
jumlah piutang dipantau secara terus menerus untuk mengurangi risiko piutang yang tidak
tertagih. Tidak ada risiko kredit yang terpusat secara signifikan.
d. Risiko likuiditas
Risiko likuiditas didefinisikan sebagai risiko saat posisi arus kas Kelompok Usaha
menunjukkan bahwa pendapatan jangka pendek tidak cukup menutupi pengeluaran jangka
pendek.
Kebutuhan likuiditas Kelompok Usaha secara historis timbul dari kebutuhan untuk membiayai
aktivitas bisnis Kelompok Usaha.
Dalam mengelola risiko likuiditas, Kelompok Usaha memantau dan menjaga tingkat kas dan
setara kas yang dianggap memadai untuk membiayai operasional Kelompok Usaha dan
untuk mengatasi dampak dari fluktuasi arus kas. Kelompok Usaha juga secara rutin
mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, termasuk jadwal jatuh tempo pinjaman
jangka panjang mereka, dan terus menelaah kondisi pasar keuangan untuk memelihara
fleksibilitas pendanaan dengan cara menjaga ketersediaan komitmen fasilitas kredit.
Page 42
39
PT MODERN INTERNASIONAL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Kegiatan ini meliputi pinjaman bank dan pinjaman pihak-pihak berelasi. Kelompok Usaha
menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengelola risiko likuiditas dengan menjaga saldo
kas yang cukup.
27. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
Pada tanggal 31 Maret 2024 Kelompok usaha memiliki aset dan liabilitas moneter dalam
mata uang asing sebagai berikut:
31 Maret 2024
(Tanggal Laporan
Posisi Keuangan
Mata Uang Asing Konsolidasian)
Aset Moneter
Kas dan setara kas
Dalam Dollar Amerika Serikat 1,697 26,896,870
Total Aset Moneter Dalam Mata Uang Asing 26,896,870
Liabilitas Moneter
Utang Usaha
Dalam Dollar Amerika Serikat 147,490 2,149,217,650
Dalam Euro - -
Total Liabilitas Moneter Dalam Mata Uang Asing 2,149,217,650
Liabilitas Moneter Neto Dalam Mata Uang Asing (2,122,320,780)
28. LABA PER SAHAM
Laba per saham dihitung dengan membagi laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada
pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun
bersangkutan.
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Laba per saham :
Laba rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada
82,666,441 319,748,024
pemilik entitas induk
Rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar - dasar 7,632,167,798 7,632,167,798
Laba per saham - dasar (dalam satuan rupiah) 0.01 0.04
Laba per saham dilusian adalah sama dengan Laba perusahaan dasar karena Perusahaan tidak
memiliki efek berpotensi dilusian.
Names mentioned 36 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Akta Notaris Djojo Muljadi
p.9
unresolved
org
Menteri Kehakiman
p.9
unresolved
person
Akta Notaris Kumala Tjahyadi Widodo S.H.
p.9
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9
unresolved
org
PT Modern Sevel Indonesia
p.10 ×5
unresolved
org
PT Fresh Food Indonesia
p.10
unresolved
person
Indiarto Budioso
p.10 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hask Asasi Manusia Republik Indonesia
p.10
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.12
unresolved
org
BAPEPAM-LK
p.12 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.20
unresolved
org
PT Saison Modern Finance
p.28 ×3
unresolved
org
Bank Sinar Mas Tbk
p.31 ×2
unresolved
org
PT Transpasific Finance
p.32 ×6
unresolved
org
PT Paramitra Multifinance
p.32 ×3
unresolved
org
PT Artha Asia Finance
p.32 ×2
unresolved
org
PT Modern Data Solusi Bank Permata Pinjaman
p.33
unresolved
org
PT Paramitra Multifinance Pinjaman
p.34
unresolved
org
PT Artha Asia Finance Pada Bulan
p.34
unresolved
org
PT Transoasific Finance
p.34
unresolved
org
PT Bukit Hedama Permai
p.35 ×2
unresolved
person
Kumala Tjahjani Widodo
p.35
unresolved
org
Samsung Electronics Co.,Ltd
p.39
unresolved
org
Ricoh Asia Pacific Operations Limited
p.39
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.