Skip to content
Back to announcement

FINAL_Penjelasan Laporan Keuangan_31 Mar 2024.pdf

Financial statement Text extracted BTPN

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 4

Page 1

          
Page 2
6. Klaim pengembalian pajak
   Klaim pengembalian pajak pada 31 Maret 2024 sebesar Rp 257,63 milyar mengalami peningkatan
   sebesar Rp 190,29 milyar atau sebesar 283% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu
   sebesar Rp 67,34 milyar. Peningkatan ini disebabkan karena adanya kelebihan pembayaran pajak yang
   dilakukan oleh Bank dan Anak Perusahaan berupa angsuran pph pasal 25 dan pajak yang sedang
   dalam proses sengketa.

7. Aset tetap
   Aset tetap pada 31 Maret 2024 sebesar Rp 2,50 trilyun mengalami peningkatan sebesar Rp 448,33
   milyar atau sebesar 22% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp 2,05 trilyun.
   Peningkatan ini disebabkan oleh penambahan aset tetap dari akuisisi Entitas Anak.

8. Aset tak berwujud
   Aset tak berwujud pada 31 Maret 2024 sebesar Rp 3,06 trilyun mengalami peningkatan sebesar
   Rp 1,97 trilyun atau sebesar 181% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar
   Rp 1,09 trilyun. Peningkatan ini disebabkan oleh penambahan aset tak berwujud dan efek goodwill
   dari akuisisi Entitas Anak.

9. Aset lain-lain
   Aset lain-lain pada 31 Maret 2024 sebesar Rp 1,39 trilyun mengalami peningkatan sebesar Rp 496,80
   milyar atau sebesar 56% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp 891,39
   milyar. Peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh peningkatan uang muka dan agunan yang
   diambil alih sebagai dampak dari akuisisi Entitas Anak.

10. Liabilitas segera
    Liabilitas segera pada 31 Maret 2024 sebesar Rp 116,81 milyar mengalami peningkatan sebesar
    Rp 45,20 milyar atau sebesar 63% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar
    Rp 71,61 milyar. Peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh transaksi surat berharga yang belum
    terselesaikan pada akhir periode.

11. Simpanan dari bank-bank lain
    Simpanan dari bank-bank lain pada 31 Maret 2024 sebesar Rp 1,23 trilyun mengalami penurunan
    sebesar Rp 9,59 trilyun atau sebesar 89% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu
    sebesar Rp 10,82 trilyun. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh berkurangnya pinjaman mata
    uang asing dan peningkatan penyaluran kredit baik dalam rupiah maupun valas.
Page 3
12. Liabilitas derivatif
    Liabilitas derivatif pada 31 Maret 2024 sebesar Rp 1,55 trilyun mengalami kenaikan sebesar
    Rp 480,92 milyar atau sebesar 45% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar
    Rp 1,07 trilyun. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh penambahan liabilitas derivatif sebagai
    dampak dari akuisisi Entitas Anak.

13. Liabilitas akseptasi
    Liabilitas akseptasi pada 31 Maret 2024 sebesar Rp 3,08 trilyun mengalami kenaikan sebesar
    Rp 754,81 milyar atau sebesar 32% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar
    Rp 2,32 trilyun. Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh pertambahan transaksi akseptasi Bank.

14. Utang pajak
    Utang pajak pada 31 Maret 2024 sebesar Rp 475,06 milyar mengalami peningkatan sebesar Rp 237,14
    milyar atau sebesar 100% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar Rp 237,92
    milyar. Peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh kenaikan utang PPh pasal 21 dari pembayaran
    bonus dan THR.

15. Utang obligasi
    Utang obligasi pada 31 Maret 2024 sebesar Rp 1,20 trilyun mengalami peningkatan sebesar
    Rp 994,47 milyar atau sebesar 492% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar
    Rp 202,08 milyar. Peningkatan ini sebagian besar disebabkan oleh penambahan obligasi sebagai
    dampak dari akuisisi Entitas Anak.

16. Pinjaman yang diterima
    Pinjaman yang diterima pada 31 Maret 2024 sebesar Rp 52,30 trilyun mengalami kenaikan sebesar
    Rp 20,94 trilyun atau sebesar 67% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar
    Rp 31,36 trilyun. Peningkatan pinjaman yang diterima dilakukan untuk mendukung pertumbuhan
    kredit dan juga meningkatkan rasio likuiditas Bank.

17. Liabilitas sewa
    Liabilitas sewa pada 31 Maret 2024 sebesar Rp 440,22 milyar mengalami peningkatan sebesar
    Rp 86,23 milyar atau sebesar 24% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar
    Rp 353,99 milyar. Peningkatan sebagian besar disebabkan oleh penambahan liabilitas sewa sebagai
    dampak dari akuisisi Entitas Anak.
Page 4
18. Liabilitas lain-lain
    Liabilitas lain-lain pada 31 Maret 2024 sebesar Rp 2,31 trilyun mengalami peningkatan sebesar
    Rp 1,23 trilyun atau sebesar 114% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2023 yaitu sebesar
    Rp 1,08 trilyun. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh hutang dividen dan penambahan liabilitas
    lain-lain sebagai dampak dari akuisisi Entitas Anak.

File

File Open PDF
Source IDX
Size0.39 MB
Published30 Apr 2024
Pages4
Characters4,681
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 0 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

The name pass has not read this document yet.

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result