Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 60
Page 1
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK Laporan Keuangan Konsolidasian Interim 31 Maret 2024 (Unaudited) dan 31 Desember 2023 (Audited) Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023
Page 2
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 Dan 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
DAFTAR ISI
Halaman
Surat Pernyataan Direksi
Laporan Auditor Independen
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 4
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 6
Laporan Arus Kas Konsolidasian 8
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 9
Page 3
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Tanggal 31 Maret 2024 Dan 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Desember 2023
ASET
ASET LANCAR
)
Kas dan bank 2, 5, 30, 31 7.839.501.699 5.691.427.129
Piutang usaha 2, 6, 30, 31
Pihak ketiga 3.749.550.047 3.603.243.076
Persediaan 2, 8 155.067.078.216
- 136.006.898.737
Biaya dibayar dimuka 9 13.780.455
- 22.967.425
Pajak dibayar dimuka 2, 10 1.623.767.441
- 1.812.258.625
Total Aset Lancar 168.293.677.858 147.136.794.992
)
ASET TIDAK LANCAR )
Piutang lain - lain 2, 7, 30
Pihak ketiga 1.299.199.508 1.299.199.508
Pihak berelasi 29 603.900.000 603.500.000
Tanah dalam pengembangan 2, 11 66.497.528.272 81.549.333.390
Aset tetap - neto 2, 12 659.820.762
- 675.727.161
)
Uang muka 14 407.256.439.600
- 404.926.289.600
Properti investasi 2, 13 11.192.242.201 11.383.555.487
Total Aset Tidak Lancar 487.509.130.344 500.437.605.146
TOTAL ASET 655.802.808.203 647.574.400.138
)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
1
Page 4
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2024 Dan 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Desember 2023
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
)
Utang usaha 2, 15, 30, 31 4.412.638.819 4.402.751.319
Utang pajak 2, 18a 3.514.250 9.585.936
Pendapatan ditangguhkan 2, 17 200.440.080.866 192.795.097.548
Bagian jangka pendek dari
liabilitas jangka panjang:
Utang bank 2,19, 30, 31 46.666.796.665 46.334.075.234
Total Liabilitas Jangka )
Pendek 251.523.030.600 243.541.510.037
LIABILITAS JANGKA )
PANJANG
Utang jangka panjang - setelah
dikurangi bagian jangka pendek:
Utang bank 2, 19, 31 52.086.703.277 52.086.703.277
Liabilitas imbalan kerja 2, 20 1.042.603.654 1.042.603.654
Total Liabilitas Jangka
Panjang 53.129.306.931 53.129.306.931
)
TOTAL LIABILITAS 304.652.337.531 296.670.816.968
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
2
Page 5
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2024 Dan 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Desember 2023
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp20,-
Modal dasar - 20.120.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor 7.431.530.800
saham pada tanggal 31 Maret 2024, dan
7.177.000.382 saham pada tanggal
31 Desember 2023 21 148.630.616.000 148.630.616.000
Tambahan modal disetor 22 154.685.723.750 154.685.723.750
Saldo laba: 23
- Dicadangkan 532.475.586 532.475.586
- Tidak dicadangkan 46.610.997.892 46.367.378.690
Jumlah ekuitas yang dapat )
Diatribusikan kepada
Pemilik entitas induk 350.459.813.228 350.216.194.026
Kepentingan non - pengendali 24 690.657.444 687.389.144
TOTAL EKUITAS 351.150.470.672 350.903.583.170
)
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 655.802.808.203 647.574.400.138
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
3
Page 6
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Maret 2023
PENDAPATAN 2, 25 3.435.282.600 2.817.001.859
BEBAN POKOK PENDAPATAN 2, 26 (1.030.584.780) (1.297.441.775)
LABA BRUTO 2.404.697.820 1.519.560.085
Beban penjualan 2, 27 (826.902.016) (1.063.529.894)
Beban umum dan administrasi 2, 27 (938.031.250) (1.522.096.496)
JUMLAH BEBAN USAHA (1.764.933.266) )))) )
(2.585.626.390
LABA USAHA 639.764.554 (1.066.006.305 )
Pendapatan (beban) lain-lain
Penghasilan keuangan 2 1.251.535 9.538.095
Beban keuangan 2 (339.257.851) (3.106.306.380)
Penghasilan lain-lain - neto 2 31.011.329 292.666.985
LABA SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN 332.769.567 (3.870.167.606)
)
BEBAN PAJAK FINAL 2,18b (85.882.065) ))))
(32.744.422)
LABA NETO TAHUN BERJALAN 246.887.502 (3.902.912.027)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAINNYA
Pos yang tidak akan direklasifikasikan ke
laba rugi:
Pengukuran kembali program imbalan
kerja pasti 2, 20 - -
TOTAL LABA KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN 246.887.502 (3.902.912.027)
)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
4
Page 7
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN
KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Maret 2023
LABA BERSIH TAHUN BERJALAN YANG
DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
243.619.202 (3.647.417.152)
Pemilik entitas induk
Kepentingan non - pengendali 3.268.300 ( 255.494.875)
Total 246.887.502 ( 3.902.912.027)
LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN
YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN
KEPADA:
243.619.202 (3.647.417.152)
Pemilik entitas induk
Kepentingan non - pengendali 3.268.300 )))) )
(255.494.875
Total 246.887.502 ))
(3.902.912.027)
LABA PER SAHAM 28 0,03 0,64
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
5
Page 8
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Ekuitas yang dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk
Modal Saldo Laba
Ditempatkan Tambahan
dan Disetor Modal Tidak Kepentingan Total
Penuh Disetor Dicadangkan Dicadangkan Total Non-pengendali Ekuitas
Saldo 31 Desember
2021 143.540.007.640 154.685.723.750 532.475.586 43.795.091.085 342.553.298.061 753.587.542 343.306.885.603
Penambahan modal
saham melalui
exercise waran seri I - 26.931.520 - - 26.931.520 - 26.931.520
Laba neto tahun
berjalan - - - 889.850.089 889.850.089 354.878 890.204.967
Penghasilan
komprehensif lain - - - 376.879.423 376.879.423 (55.747.543) 321.131.880
Saldo 31 Desember
2022 143.540.007.640 154.712.655.270 532.475.586 45.061.820.597 343.846.959.093 698.194.877 344.545.153.970
Penambahan modal
saham melalui
exercise waran seri I 5.090.608.360 (26.931.520 ) - - 5.063.676.840 - 5.063.676.840
Laba neto tahun
berjalan - - - 1.250.393.910 1.250.393.910 1.537.416 1.251.931.326
Penghasilan
komprehensif lain - - - 55.164.183 55.164.183 (12.343.149) 42.821.034
Saldo 31 Desember
2023 148.630.616.000 154.685.723.750 532.475.586 46.367.378.690 350.216.194.026 687.389.144 350.903.583.170
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
6
Page 9
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Ekuitas yang dapat Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk
Modal Saldo Laba
Ditempatkan Tambahan
dan Disetor Modal Tidak Kepentingan Total
Penuh Disetor Dicadangkan Dicadangkan Total Non-pengendali Ekuitas
Saldo 31 Desember
2023 148.630.616.000 154.685.723.750 532.475.586 46.367.378.690 350.216.194.026 687.389.144 350.903.583.170
Penambahan modal
saham melalui
exercise waran seri I - - - - - - -
Laba neto tahun
berjalan - - - 243.619.202 243.619.202 3.268.300 246.887.502
Penghasilan
komprehensif lain - - - - - - -
Saldo 31 Maret 2024 148.630.616.000 154.685.723.750 532.475.586 46.610.997.892 350.459.813.228 690.657.444 351.150.470.672
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
7
Page 10
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Maret 2023
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 10.933.958.945 67.766.188.568
Pembayaran kas kepada kontraktor (1.020.697.280) (11.402.285.657)
Pembayaran kas kepada karyawan (201.919.160) (2.004.204.082)
Pembayaran kas untuk operasi lainnya (1.164.587.951) 3.523.574.758
Pembayaran kas untuk pajak final (85.882.065) (750.179.255)
Penerimaan kas dari penghasilan
keuangan dan lainnya 32.262.864 576.691.584
Pembayaran kas untuk beban keuangan (6.536.420) (7.204.979.82)
Arus Kas Neto Diperoleh dari
(Digunakan) Untuk Aktivitas Operasi 8.486.598.933 50.504.806.087
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS
INVESTASI
Uang muka tanah dan tanah dalam
pengembangan 11 (6.338.524.363) (5.043.023.282)
Piutang lain-lain pihak ketiga jangka
panjang - 4.983.294.493
Arus Kas Neto Diperoleh dari
(Digunakan) untuk Aktivitas Investasi (6.338.524.363) (59.727.789)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
PENDANAAN
Penurunan piutang kepada pihak berelasi - (184.081.173.890)
Penurunan utang lain-lain pihak berelasi - 53.251.500.709
Pembayaran pinjaman bank jangka panjang 19 - (66.445.620.339)
Penambahan modal disetor - 39.805.367.662
Arus Kas Neto Diperoleh dari
Aktivitas Pendanaan - (45.461.782.805)
KENAIKAN NETO KAS DAN BANK 2.148.074.570 4.893.295.493
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 5 5.691.427.129 6.874.385.712
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 5 7.839.501.699 11.857.681.205
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
8
Page 11
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
Pendirian Perusahaan
PT Diamond Citra Propertindo Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan Akta Notaris No. 86 tanggal
29 Desember 2014 dari Dewi Kusumawati, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian Perusahaan tersebut
telah memperoleh pengesahan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia sesuai
Surat keputusan AHU-0000274.AH.01.01.Tahun 2015 tanggal 6 Januari 2015 dan telah diumumkan
dalam Berita Negara Republik Indonesia, tertanggal 11 Juni 2021 nomor 047, Tambahan nomor 019695.
Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir berdasarkan Akta No
laba per saham Selatan, yang mengesahkan peningkatan modal ditempatkan dan disetor sebagai hasil
dari exercise Waran Seri I. Akta ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0076681.AH.01.11 Tahun 2023 tanggal 12 April
2023.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan meliputi
bidang perdagangan dan jasa, pembangunan, pengangkutan dan percetakan. Saat ini, kegiatan usaha
utama Perusahaan adalah bergerak dalam bidang real estate.
Kantor pusat Perusahaan berlokasi di Jl. Palakali Raya, Kel. Kukusan, Kec. Beji, Depok, Jawa Barat.
Perusahaan beroperasi secara komersial pada bulan Januari 2015.
PT Karya Permata Inovasi Indonesia adalah entitas induk Perusahaan dan pemegang saham
pengendali Perusahaan.
Penawaran Umum Saham
Pada tanggal 11 Februari 2020 Kelompok Usaha memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa
Keuangan (OJK) melalui Surat Nomor S-00952/BEI.PP3/02-2020 untuk melakukan Penawaran Umum
Perdana Saham sebanyak 2.147.000.000 saham biasa atas nama dengan nilai nominal Rp20 per
saham dengan harga penawaran sebesar Rp104 per saham dan 1.610.250.000 Waran Seri 1 yang
menyertai saham biasa atas nama yang dikeluarkan dalam rangka penawaran umum. Pada tanggal 14
Februari 2020, saham dan Waran Seri 1 tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
Struktur Entitas Anak
Rincian Entitas Anak pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Persentase Mulai
Kegiatan Kepemilikan Operasional Total Aset Sebelum Eliminasi
Nama Entitas Domisili Usaha 2023 2022 Komersial 2024 2023
Kepemilikan langsung
Entitas anak
Pengembang
PT Arba Propertindo Jakarta properti 99,85% 99,% 2018 530.940.889.139 529.726.405.443
Tidak langsung
Pengembang
PT Kalibata Inovasi Maju Jakarta properti 99,90% 99,90% 2020 476.849.653.440 469.915.035.798
9
Page 12
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. Umum (lanjutan)
Akuisisi Entitas Anak
PT Arba Propertindo (AP)
Berdasarkan Akta Notaris No. 110 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
tanggal 22 Juli 2019, Perusahaan melakukan akuisisi saham AP melalui setoran saham atas
peningkatan modal dasar dan disetorkan AP sebanyak 410.000 lembar saham atau setara
Rp41.000.000.000. Dalam Akta Notaris yang sama, diputuskan juga pengalihan saham AP dari PT
Karya Permata Inovasi Indonesia (KPII) ke Perusahaan yang dibeli berdasarkan Akta Jual Beli Saham
No. 111 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta tanggal 22 Juli 2019 sebanyak
376.669 lembar saham atau setara Rp37.669.000.000 sehingga kepemilikan saham Perusahaan atas
AP menjadi sebesar 786.669 lembar saham atau setara 99,44% dari modal disetorkan AP. Akta tersebut
telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia AHU-
0041113.AH.01.02.Tahun 2019 tanggal 24 Juli 2019.
Pembelian saham AP oleh Perusahaan dari KPII dilakukan dengan nilai transaksi sebesar
Rp48.957.808.285. Cara pembayaran atas pembelian saham tersebut adalah dengan set-off piutang
KPII kepada Perusahaan sebesar Rp43.913.799.254 dan sisanya sebesar Rp5.044.009.031 dengan
penyerahan kas.
PT Kalibata Inovasi Maju (KIM)
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Pemegang Saham KIM No. 44 tertanggal
17 April 2020 para pemegang saham sepakat untuk pemindahan hak atas saham PT Cipta Permata
Properti Indonesia sebanyak 24.999.999 saham kepada AP.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Pemegang Saham KIM No. 54 tertanggal
22 April 2020 para pemegang saham menyetujui untuk meningkatkan modal dasar dan modal disetor
yang semula modal dasar Perusahaan Rp250.000.000 menjadi Rp44.000.000.000 dan modal disetor
yang semula Rp250.000.000 menjadi Rp11.000.000.000.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Pemegang Saham KIM No. 06 tertanggal 9 Juni 2021
para pemegang saham menyetujui untuk meningkatkan modal dasar dan modal disetor yang semula
modal dasar Perusahaan Rp44.000.000.000 menjadi Rp600.000.000.000 dan modal disetor yang
semula Rp11.000.000.000 menjadi Rp300.000.000.000.
Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Karyawan
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, susunan Dewan Komisaris Direksi dan Komite
Audit Perusahaan adalah sebagai berikut:
Komisaris:
Komisaris Utama : Anisah
Komisaris : Tjandra Tjokrodiponto
Komisaris Independen : Iwan Gunarwan Baroto
Direksi:
Direktur Utama : Adam
Direktur : Bayu Setiawan
Komite Audit:
Ketua : Iwan Gunarwan Baroto
Anggota : Heris Risdiyanto
10
Page 13
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. Umum (lanjutan)
Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit, Sekretaris Perusahaan dan Karyawan (lanjutan)
Sekretaris Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 adalah dan Ermida Lindra.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 Perusahaan dan entitas anak (secara bersama-
sama selanjutnya disebut sebagai “Kelompok Usaha”) mempekerjakan masing-masing 18 dan 13
karyawan tetap (Tidak diaudit).
Penerbitan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Dewan Direksi Perusahaan,
selaku pihak yang bertanggung jawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan
konsolidasian pada tanggal 26 April 2024.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN
Kepatuhan terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
Laporan keuangan Kelompok Usaha telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK di Indonesia yang
meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi
Keuangan (“ISAK”) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan-Ikatan Akuntan Indonesia
(“DSAK-IAI”), serta Peraturan No. VIII.G.7 yang diterbitkan oleh BAPEPAM-LK, tentang Penyajian dan
Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali laporan arus kas konsolidasian, telah disusun secara akrual
dengan menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun-akun tertentu yang
diukur berdasarkan basis lain seperti yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi terkait.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung, dan dikelompokkan
ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian konsisten
dengan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2023, kecuali untuk penerapan PSAK yang baru dan revisi yang berlaku
efektif pada tanggal 1 Januari 2024 seperti yang diungkapkan dalam Catatan ini.
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan SAK Indonesia mengharuskan
manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memengaruhi penerapan
kebijakan akuntansi dan jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun
estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen dan pertimbangan atas kejadian dan
tindakan saat ini, hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Hal-hal yang
melibatkan pertimbangan atau kompleksitas yang lebih tinggi atau hal-hal di mana asumsi dan estimasi
adalah signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian diungkapkan dalam Catatan 3 atas laporan
keuangan konsolidasian.
Mata uang fungsional dan pelaporan yang digunakan oleh Kelompok Usaha adalah Rupiah
11
Page 14
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Penerapan PSAK yang Baru dan Direvisi
Kelompok Usaha telah menerapkan PSAK yang baru dan revisi, yang berlaku efektif tanggal 1 Januari
2023:
• Amendemen PSAK 1 : Penyajian Laporan Keuangan tentang Pengungkapan Kebijakan
Akuntansi;
• Amendemen PSAK 1 : Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai
Jangka Pendek atau Jangka Panjang;
• Amendemen PSAK 16 : Aset tetap tentang hasil sebelum penggunaan yang diintensikan;
• Amendemen PSAK 25 : Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan
tentang Definisi Estimasi Akuntansi;
• Amendemen PSAK 46 : Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan
Liabilitas yang timbul dari Transaksi Tunggal.
Penerapan standar yang direvisi tidak mengakibatkan perubahan substansial terhadap kebijakan
akuntansi Kelompok Usaha dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan untuk
tahun berjalan.
Dasar konsolidasian
Entitas Anak adalah seluruh entitas di mana Kelompok Usaha memiliki pengendalian. Kelompok Usaha
mengendalikan investee ketika (a) memiliki kekuasaan atas investee, (b) eksposur atau hak atas imbal
hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan (c) memiliki kemampuan untuk menggunakan
kekuasaannya atas investee untuk mempengaruhi jumlah imbal hasil. Kelompok Usaha menilai kembali
apakah Kelompok Usaha mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya
perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.
Konsolidasi atas Entitas Anak dimulai sejak tanggal Kelompok Usaha memperoleh pengendalian atas
Entitas Anak dan berakhir ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian atas Entitas Anak.
Penghasilan dan beban Entitas Anak dimasukkan atau dilepaskan selama tahun berjalan dalam laba
rugi dari tanggal diperolehnya pengendalian sampai dengan tanggal ketika Kelompok Usaha kehilangan
pengendalian atas Entitas Anak.
Laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik Entitas
Induk dan kepentingan non pengendali, meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan non
pengendali memiliki saldo defisit. Jika diperlukan, dilakukan penyesuaian atas laporan keuangan Entitas
Anak guna memastikan keseragaman dengan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha. Mengeliminasi
secara penuh aset dan liabilitas, penghasilan, beban, dan arus kas dalam intra Kelompok Usaha terkait
dengan transaksi antar entitas dalam Kelompok Usaha.
Perubahan dalam bagian kepemilikan atas Entitas Anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
pengendalian pada Entitas Anak dicatat sebagai transaksi ekuitas. Setiap perbedaan antara jumlah
tercatat kepentingan non pengendali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau
diterima diakui secara langsung di ekuitas dan mengatribusikannya kepada pemilik Entitas Induk.
Ketika Kelompok Usaha kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka Kelompok Usaha
menghentikan pengakuan atas aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait,
sementara keuntungan atau kerugian yang dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang
tersisa diakui pada nilai wajar.
12
Page 15
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Kombinasi Bisnis
Kelompok Usaha menerapkan metode akuisisi untuk mencatat kombinasi bisnis. Imbalan yang dialihkan
untuk akuisisi suatu entitas anak adalah sebesar nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diambil
alih dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Kelompok Usaha. Beban akuisisi terkait dibebankan
pada saat terjadinya. Aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas serta liabilitas kontinjensi yang
diambil alih dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada awalnya sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi.
Imbalan kontinjensi yang akan dibayarkan oleh pihak pengakuisisi diakui pada nilai wajar pada tanggal
akuisisi. Perubahan nilai wajar atas imbalan kontinjensi setelah tanggal akuisisi yang diklasifikasikan
sebagai aset atau liabilitas, akan diakui pada laba rugi atau sebagai penghasilan komprehensif lain
sesuai dengan PSAK No. 55. Jika diklasifikasikan sebagai ekuitas, imbalan kontinjensinya tidak diukur
kembali sampai penyelesaian terakhir dalam ekuitas.
Pada akuisisi bertahap, Kelompok Usaha mengakui kepentingan non pengendali sebesar nilai wajar
atau sebesar bagian proporsional kepentingan non pengendali atas aset neto pihak yang diakuisisi.
Selisih lebih nilai agregat dari imbalan yang dialihkan, jumlah kepentingan non pengendali pada pihak
yang diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi dari kepentingan ekuitas sebelumnya pada pihak
yang diakuisisi yang melebihi nilai wajar bagian Kelompok Usaha atas aset bersih yang dapat
diidentifikasi yang diakuisisi dicatat sebagai goodwill. Jika nilai wajar atas aset neto yang diakuisisi
melebihi nilai gabungan imbalan yang dialihkan dalam kasus pembelian dengan diskon, maka selisih
tersebut diakui langsung dalam laba rugi.
Goodwill pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan, menjadi selisih lebih nilai gabungan dari imbalan
yang dialihkan dan jumlah yang diakui untuk kepentingan nonpengendali, dan setiap kepentingan yang
dimiliki sebelumnya, atas jumlah neto aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil-alih.
Dalam kasus pembelian dengan diskon, jika nilai wajar atas aset neto yang diakuisisi melebihi nilai
gabungan imbalan yang dialihkan, maka selisih tersebut diakui langsung dalam laba rugi.
Setelah pengakuan awal, goodwill diukur pada biaya perolehan dikurangi akumulasi rugi penurunan
nilai. Untuk tujuan pengujian penurunan nilai, goodwill yang diperoleh dari suatu kombinasi bisnis, sejak
tanggal akuisisi, dialokasikan ke setiap unit penghasil kas dari Kelompok Usaha yang diharapkan
bermanfaat untuk kombinasi tersebut, terlepas dari apakah aset atau liabilitas lain dari pihak yang
diakuisisi ditetapkan ke unit-unit tersebut.
Jika goodwill yang telah dialokasikan pada suatu unit penghasil kas dan bagian operasi atas unit tersebut
dilepas, maka goodwill yang terkait dengan operasi yang dilepas tersebut dimasukkan ke dalam jumlah
tercatat operasi ketika menentukan keuntungan atau kerugian dari pelepasan. Goodwill yang dilepas
dalam keadaan tersebut diukur berdasarkan nilai relatif operasi yang dilepas dan porsi unit penghasil
kas yang ditahan.
Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Sesuai dengan PSAK No. 7, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”, suatu pihak dianggap berelasi jika
salah satu pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara kepemilikan, secara langsung
atau tidak langsung) atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara partisipasi dalam kebijakan
keuangan dan operasional) atas pihak lain dalam mengambil keputusan keuangan dan operasional.
Seluruh transaksi signifikan dengan pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 29 atas laporan
keuangan.
13
Page 16
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Instrumen Keuangan
Aset Keuangan
Kelompok Usaha menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan tidak bisa
melakukan perubahan setelah penerapan awal tersebut.
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual
- apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
• Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi dan PSAK No. 72: Pendapatan dari Kontrak
dengan Pelanggan;
• Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Aset keuangan Kelompok Usaha meliputi kas dan bank, piutang usaha dan piutang lain - lain (instrumen
keuangan yang memiliki dan tidak memiliki kuotasi harga). Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset
lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai
aset tidak lancar.
Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
i) Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi
Kelompok Usaha mengukur aset keuangan pada biaya diamortisasi jika kedua kondisi berikut
terpenuhi: (1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan
arus kas kontraktual; dan (2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan pada tanggal
yang ditentukan untuk arus kas yang semata- mata pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok
yang belum dibayar.
ii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI
Instrumen utang
Kelompok Usaha mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui OCI jika kedua kondisi berikut
terpenuhi: (1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan
arus kas kontraktual dan pejualan; dan (2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan
pada tanggal yang ditentukan untuk arus kas yang semata-mata pembayaran pokok dan bunga atas
jumlah pokok yang belum dibayar.
Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui OCI, pendapatan bunga, revaluasi selisih
kurs, dan kerugian atau pembalikan penurunan nilai diakui dalam laba rugi dan dihitung dengan cara
yang sama seperti aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi. Perubahan nilai
wajar yang tersisa diakui dalam OCI. Setelah penghentian pengakuan, perubahan nilai wajar
kumulatif yang diakui di OCI didaur ulang menjadi laba rugi.
Instrumen ekuitas
Setelah pengakuan awal, Kelompok Usaha dapat memilih untuk mengklasifikasikan investasi
ekuitasnya secara tidak dapat dibatalkan sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar
melalui OCI jika definisi ekuitas sesuai PSAK No. 50: Instrumen Keuangan: Penyajian dan tidak
dimiliki untuk diperdagangkan. Klasifikasi ditentukan berdasarkan instrumen per instrumen.
14
Page 17
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
Aset Keuangan (lanjutan)
ii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI (lanjutan)
Instrumen ekuitas (lanjutan)
Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang menjadi keuntungan atau
kerugian. Dividen diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laba rugi pada saat hak pembayaran
telah ditetapkan, kecuali jika Kelompok Usaha memperoleh keuntungan dari hasil tersebut sebagai
pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan tersebut adalah
dicatat dalam OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak tunduk pada
penilaian penurunan nilai.
iii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
Aset keuangan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki untuk
diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar melalui
laporan laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur pada nilai wajar. Aset keuangan
diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual atau
dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali jika ditetapkan sebagai instrumen
lindung nilai yang efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata pembayaran
pokok dan bunga diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, terlepas dari
model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya
perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui OCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang
dapat ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika hal tersebut
menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, ketidaksesuaian akuntansi.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi selanjutnya disajikan dalam
laporan posisi keuangan sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam
laporan laba rugi.
Kelompok Usaha tidak memiliki investasi dalam instrumen ekuitas, yang diklasifikasikan sebagai
aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Aset keuangan (atau mana yang lebih tepat, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok
aset keuangan serupa) dihentikan pengakuannya pada saat: (1) hak untuk menerima arus kas yang
berasal dari aset tersebut telah berakhir; atau (2) Kelompok Usaha telah mengalihkan hak mereka
untuk menerima arus kas yang berasal dari aset atau berkewajiban untuk membayar arus kas yang
diterima secara penuh tanpa penundaan material kepada pihak ketiga dalam perjanjian “pass-
through”; dan baik (a) Kelompok Usaha telah secara substansial, mengalihkan seluruh risiko dan
manfaat dari aset, atau (b) Kelompok Usaha secara substansial tidak mengalihkan atau tidak
memiliki seluruh risiko dan manfaat suatu aset, namun telah mengalihkan kendali atas aset tersebut.
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai berikut:
• Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
• Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.
Kelompok Usaha menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
15
Page 18
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
Liabilitas Keuangan (lanjutan)
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang,
termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Liabilitas keuangan Kelompok Usaha meliputi utang usaha, utang lain-lain dan utang bank. Liabilitas
keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo melebihi 12 bulan dan
sebagai liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.
Pengukuran liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
(i) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang
dikenakan bunga) selanjutnya diukur dengan menggunakan metode EIR. Amortisasi EIR termasuk
di dalam biaya keuangan dalam laporan laba rugi.
(ii) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi termasuk liabilitas
keuangan untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan awal
untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok untuk diperdagangkan jika mereka diperoleh
untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini termasuk instrumen keuangan
derivatif yang diambil Kelompok Usaha yang tidak ditujukan sebagai instrumen lindung nilai dalam
hubungan lindung nilai sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 71. Derivatif melekat yang
dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali mereka ditetapkan
sebagai instrumen lindung nilai efektif
Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam laporan
laba rugi.
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau dibatalkan
atau kadaluarsa.
Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi
pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara
substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas yang ada, pertukaran atau modifikasi tersebut
diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan
selisih antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laporan laba rugi.
Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai
Metode pengakuan keuntungan atau kerugian yang timbul tergantung dari apakah derivatif tersebut
dimaksudkan sebagai instrumen lindung nilai, dan jika demikian, sifat dari item yang dilindung nilai.
16
Page 19
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai (lanjutan)
Untuk derivatif yang dikategorikan sebagai lindung nilai arus kas, pada awal transaksi, Kelompok Usaha
mendokumentasikan hubungan antara instrumen lindung nilai dengan item yang dilindung nilai, beserta
tujuan manajemen risiko dan strategi pelaksanaan transaksi lindung nilai. Kelompok Usaha juga
mendokumentasikan penilaiannya, pada saat dimulainya lindung nilai dan secara berkesinambungan,
apakah derivatif yang digunakan dalam transaksi lindung nilai sangat efektif dalam menghapus dampak
perubahan nilai wajar atas arus kas yang dilindung nilai.
Nilai wajar penuh derivatif lindung nilai diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar atau liabilitas jangka
panjang jika jatuh tempo yang tersisa untuk pokok yang dilindung nilai melebihi 12 bulan, dan sebagai
aset lancar atau liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.
Perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan dan memenuhi kriteria lindung nilai atas arus kas untuk
tujuan akuntansi, bagian efektifnya, diakui di penghasilan komprehensif lain di dalam "cadangan lindung
nilai arus kas". Ketika instrumen derivatif tersebut kadaluarsa atau tidak lagi memenuhi kriteria lindung
nilai untuk tujuan akuntansi, maka keuntungan atau kerugian kumulatif di penghasilan komprehensif lain
diakui pada laporan laba rugi.
Perubahan nilai wajar derivatif yang tidak memenuhi kriteria lindung nilai untuk tujuan akuntansi diakui
langsung pada laporan laba rugi di dalam "(Kerugian) keuntungan perubahan nilai wajar derivatif -
bersih".
Saling Hapus Antar Aset dan Liabilitas Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan jika, dan hanya jika, Kelompok Usaha saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara
neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Kelompok Usaha menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan
telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Kelompok Usaha
menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen
keuangan dari pada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian,
Kelompok Usaha membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada
saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat
pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa
biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan
perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak
pengakuan awal.
Kelompok Usaha menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit
ekspektasian tersebut terhadap piutang usaha dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan yang
signifikan.
Penentuan Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar di pasar utama (atau
pasar yang paling menguntungkan) pada tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat ini (yaitu harga
keluar) terlepas apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung atau diestimasi dengan
menggunakan teknik penilaian lain pada tanggal pengukuran.
17
Page 20
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Penentuan Nilai Wajar (lanjutan)
Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan
liabilitas terjadi:
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai berikut:
(a) di pasar utama (principal market) untuk aset atau liabilitas tersebut; atau
(b) jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan (most advantageous market)
untuk aset atau liabilitas tersebut.
Kelompok Usaha mengukur nilai wajar suatu aset atau liabilitas menggunakan asumsi yang akan
digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa
pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomis terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset non keuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
menghasilkan manfaat ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
terbaiknya (highest and best use) atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan
menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang
memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Hirarki nilai wajar dikategorikan dalam tiga (3) level input untuk teknik penilaian yang digunakan dalam
pengukuran nilai wajar, sebagai berikut:
(a) Input Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
(b) Input Level 2 - input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi
untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
(c) Input Level 3 - input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Kelompok Usaha
menentukan apakah terjadi transfer antara Level di dalam hirarki dengan cara mengevaluasi kategori
(berdasarkan input level terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode
pelaporan.
Kelompok Usaha menentukan kelas aset dan liabilitas yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan risiko
aset dan liabilitas, dan level hirarki nilai wajar dimana pengukuran nilai wajar tersebut dikategorikan.
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
terjadi di pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan di
mana Perusahaan memiliki akses pada tanggal tersebut.
Jika tersedia, Kelompok Usaha mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga
kuotasian di pasar aktif untuk instrumen tersebut. Jika harga kuotasian tidak tersedia di pasar aktif
Kelompok Usaha menggunakan teknik penilaian dengan memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi dan relevan serta meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
18
Page 21
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Penentuan Nilai Wajar (lanjutan)
Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-
pihak yang berkeinginan dan memahami (recent arm’s length market transactions), penggunaan nilai
wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama, analisa arus kas yang didiskonto, atau model
penilaian lain.
Kas dan bank
Kas dan bank terdiri dari kas dan giro di bank yang dapat dicairkan sewaktu-waktu, tidak dipergunakan
sebagai jaminan serta tidak dibatasi penggunaannya.
Persediaan
Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 14, “Persediaan”. Persediaan terdiri dari bangunan apartemen
dan kios yang siap dijual, tanah yang sedang dikembangkan dan bangunan dalam penyelesaian,
dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dengan nilai realisasi bersih.
Biaya perolehan tanah yang sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah untuk
pengembangan, biaya pengembangan langsung dan tidak langsung terkait kegiatan pengembangan
apartemen serta biaya pinjaman. Tanah yang sedang dikembangkan akan dipindahkan ke persediaan
pada saat tanah tersebut selesai dikembangkan. Seluruh biaya pengembangan tanah, termasuk tanah
yang digunakan sebagai jalan dan prasarana atau area yang tidak dapat dijual lainnya, dialokasikan
kepada luas area yang dapat dijual.
Biaya perolehan bangunan dalam penyelesaian meliputi biaya perolehan tanah yang telah selesai
dikembangkan ditambah dengan biaya konstruksi, biaya lainnya yang dapat diatribusikan pada aktivitas
pengembangan apartemen dan biaya pinjaman. Biaya yang dikapitalisasi pada bangunan dalam
penyelesaian dialokasikan untuk setiap unit apartemen menggunakan metode area yang dapat dijual.
Biaya perolehan bangunan dalam penyelesaian dipindahkan ke bangunan tersedia untuk dijual pada
saat pembangunan telah selesai.
Untuk proyek properti komersial, pada saat selesainya pengembangan dan pembangunan infrastruktur,
harga perolehan akan tetap disajikan sebagai bagian dari persediaan atau direklasifikasi ke aset tetap
atau properti investasi, mana yang lebih sesuai.
Biaya pemeliharaan dan perbaikan yang terjadi atas proyek yang sudah selesai dan secara substansial
siap untuk digunakan sesuai tujuannya dibebankan ke laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain konsolidasian pada saat terjadinya.
Pengkajian atas estimasi biaya dilakukan pada setiap akhir tahun pelaporan sampai proyek selesai
secara substansial, jika terjadi perubahan atas rencana pemanfaatan dan penggunaan, Kelompok
Usaha akan melakukan revisi dan realokasi biaya.
Beban yang tidak berhubungan dengan proyek apartemen dibebankan ke laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian pada saat terjadinya.
Nilai realisasi bersih merupakan estimasi harga jual setelah dikurangi dengan taksiran biaya untuk
menyelesaikan dan menjual persediaan barang jadi yang dihasilkan, jika material, dikurangi taksiran
biaya penyelesaian dan taksiran biaya untuk melaksanakan penjualan.
19
Page 22
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Tanah dalam Pengembangan
Tanah dalam pengembangan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan
nilai realisasi neto. Biaya perolehan tanah untuk pengembangan, yang terdiri dari biaya pra-perolehan
dan perolehan tanah, dicatat pada tanah yang sedang dikembangkan pada saat pengembangan tanah
dimulai.
Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat setiap biaya, dengan menggunakan metode
garis lurus.
Aset Tetap
Aset tetap pada awalnya dicatat sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset terdiri dari harga
pembelian dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi
dan kondisi yang diinginkan supaya aset siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen. Setelah
pengakuan awal, aset tetap, kecuali tanah, diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai.
Penyusutan aset tetap dihitung dengan menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan jumlah
tersusutkan selama estimasi masa manfaat aset sebagai berikut:
Tahun Persentase
Bangunan kantor 20 5%
Peralatan Kantor 4 25%
Sarana dan Prasarana 4 25%
Masa manfaat, nilai residu dan metode penyusutan direviu setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap
perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa depan
yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari
penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai selisih antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah
tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Properti Investasi
Kelompok Usaha menerapkan PSAK No. 13, “Properti Investasi”. Properti investasi adalah properti
(tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya) yang dikuasai oleh pemilik
atau penyewa melalui sewa pembiayaan untuk menghasilkan sewa atau untuk kenaikan nilai atau
kedua- duanya, dan tidak untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk
tujuan administratif; atau dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Properti investasi diakui sebagai aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomik masa
depan yang terkait dengan properti investasi akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan properti
investasi dapat diukur dengan andal.
Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan, meliputi harga pembelian dan setiap
pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung (biaya jasa hukum, pajak pengalihan properti
dan biaya transaksi lain). Biaya transaksi termasuk dalam pengukuran awal tersebut.
20
Page 23
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Properti Investasi (lanjutan)
Setelah pengakuan awal, Kelompok Usaha memilih menggunakan model biaya dan mengukur properti
investasi sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai
aset.
Penyusutan properti investasi dihitung dengan menggunakan metode garis lurus untuk mengalokasikan
jumlah tersusutkan selama estimasi masa manfaat aset sebagai berikut:
Tahun
Bangunan kantor 20
Sarana dan Prasarana 20
Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya, sedangkan
pemugaran dan penambahan dikapitalisasi.
Pengalihan ke properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang
ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik dan dimulainya sewa operasi kepada pihak
lain.
Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika, terdapat perubahan penggunaan yang
ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik dan dimulainya pengembangan untuk dijual.
Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak digunakan lagi
secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang diperkirakan dari
pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan ditentukan dari
selisih antara hasil bersih pelepasan dan jumlah tercatat aset, dan diakui dalam laba rugi pada periode
terjadinya penghentian atau pelepasan.
Penurunan Nilai Aset Non - keuangan
Aset yang memiliki masa manfaat yang tidak terbatas tidak diamortisasi namun diuji penurunan nilainya
setiap tahun, atau lebih sering apabila terdapat peristiwa atau perubahan pada kondisi yang
mengindikasikan kemungkinan penurunan nilai. Aset yang diamortisasi ditelaah untuk penurunan nilai
apabila terjadi kondisi atau perubahan yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset tidak dapat
diperoleh kembali. Kerugian penurunan nilai diakui sebesar selisih jumlah tercatat aset terhadap jumlah
terpulihkannya. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi biaya
penjualan dengan nilai pakai.
Untuk tujuan menguji penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus
kas terpisah teridentifikasi (unit penghasil kas). Aset non-keuangan yang mengalami penurunan nilai
ditelaah untuk kemungkinan pembalikkan atas penurunan nilai tersebut pada setiap tanggal pelaporan.
Biaya Pinjaman
Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan, pembangunan atau pembuatan
aset kualifikasian dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Biaya pinjaman lainnya
diakui sebagai beban pada saat terjadi. Biaya pinjaman dapat mencakup beban bunga, beban keuangan
dalam sewa pembiayaan atau selisih kurs yang berasal dari pinjaman dalam mata uang asing sepanjang
selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian atas biaya bunga.
21
Page 24
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Liabilitas Imbalan Kerja
Kelompok Usaha menyediakan imbalan kerja pasti kepada karyawannya sesuai dengan Undang-
undang Ketenagakerjaan Indonesia No. 13/2003. Program imbalan pasti ini tidak didanai.
Liabilitas neto Kelompok Usaha atas program imbalan pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan
pascakerja pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada. Perhitungan
liabilitas imbalan pascakerja dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit dalam
perhitungan aktuaria yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan.
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja, meliputi a) keuntungan dan kerugian aktuarial, b)
imbal hasil atas aset program, tidak termasuk bunga, dan c) setiap perubahan dampak batas atas aset,
tidak termasuk bunga, diakui di penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya. Pengukuran
kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya.
Ketika program imbalan berubah atau terdapat kurtailmen atas program, bagian imbalan yang berubah
terkait biaya jasa lalu, atau keuntungan atau kerugian kurtailmen, diakui di laba rugi pada saat terdapat
perubahan atau kurtailmen atas program.
Kelompok Usaha menentukan (penghasilan) beban bunga neto atas (aset) liabilitas imbalan pascakerja
neto dengan menerapkan tingkat bunga diskonto pada awal periode pelaporan tahunan untuk mengukur
liabilitas imbalan pascakerja selama periode berjalan.
Kelompok Usaha mengakui keuntungan dan kerugian atas penyelesaian liabilitas imbalan pascakerja
pada saat penyelesaian terjadi. Keuntungan atau kerugian atas penyelesaian merupakan selisih antara
nilai kini liabilitas imbalan pascakerja yang ditetapkan pada tanggal penyelesaian dengan harga
penyelesaian, termasuk setiap aset program yang dialihkan dan setiap pembayaran yang dilakukan
secara langsung oleh Kelompok Usaha sehubungan dengan penyelesaian tersebut.
Kelompok Usaha mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa lalu, dan setiap
keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, dan (2) penghasilan atau beban bunga neto di laba rugi
pada saat terjadinya.
Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
(i) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
(ii) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji dalam
kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke pelanggan.
(iii) Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh suatu
entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan. Jika
imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat variabel, maka Kelompok
Usaha membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang diharapkan berhak diterima atas
diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan
kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode kontrak.
(iv) Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual
berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak
dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang
diharapkan ditambah marjin.
(v) Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang
atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau
jasa tersebut).
22
Page 25
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan (lanjutan)
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
• Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
• Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu Kelompok Usaha memilih ukuran
penyelesaian yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah
terpenuhinya kewajiban pelaksanaan.
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah
penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban
kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang
telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas kontrak disajikan dalam
"Pendapatan diterima di muka".
Penjualan unit apartemen
Pendapatan dari penjualan unit apartemen diakui pada saat risiko dan manfaat kepemilikan secara
signifikan telah dialihkan kepada pelanggan. Hal ini biasanya terjadi pada saat unit rumah diserahkan
dan pelanggan telah menerima unit apartemen tersebut.
Beban
Biaya yang secara langsung berhubungan dengan kontrak, menghasilkan sumber daya untuk memenuhi
kontrak ("biaya untuk memenuhi") atau penambahan untuk mendapatkan kontrak ("biaya untuk
memperoleh") dan diharapkan dapat dipulihkan. Beban tersebut dengan demikian memenuhi syarat
kapitalisasi berdasarkan PSAK No. 72 dan diakui sebagai aset lancar lain-lain. Beban tersebut
diamortisasi dengan cara sistematis sejalan dengan penyerahan barang atau jasa yang terkait dengan
aset tersebut.
Beban lain-lain diakui pada saat terjadinya.
Laba Neto per Saham
Laba neto per saham dasar dihitung dengan membagi laba neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar selama tahun tersebut
Laba per saham dilusian dihitung manakala Kelompok Usaha memiliki instrumen berpotensi saham
biasa yang bersifat dilutif.
Selisih Nilai Transaksi Entitas dengan Sepengendali
Kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK No. 38, “Kombinasi Bisnis Entitas
Sepengendali”, dengan menggunakan metode penyatuan kepemilikan. Selisih antara harga pengalihan
dengan nilai buku dicatat dalam akun “Selisih Nilai Transaksi dengan Entitas Sepengendali” dan
disajikan sebagai bagian dari akun “Tambahan Modal Disetor” dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian.
23
Page 26
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Pajak Penghasilan
Pajak Final
Peraturan perpajakan di Indonesia mengatur beberapa jenis penghasilan dikenakan pajak yang bersifat
final. Pajak final yang dikenakan atas nilai bruto transaksi tetap dikenakan walaupun atas transaksi
tersebut pelaku transaksi mengalami kerugian.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 71 tanggal 4 November 2008 yang telah
diganti dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 34 tanggal 8 Agustus 2016 tentang Pajak
Penghasilan atas Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan, dan Perjanjian
Pengikatan Jual Beli atas Tanah dan/atau Bangunan beserta Perubahannya diatur bahwa besarnya
Pajak Penghasilan dari Pengalihan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan dikenakan pajak bersifat final
sebagai berikut:
a. 2,5% dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan selain pengalihan hak atas
tanah dan/atau bangunan berupa Rumah Sederhana atau Rumah Susun Sederhana yang dilakukan
oleh Wajib Pajak yang usaha pokoknya melakukan pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan.
b. 1% dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan berupa Rumah Sederhana
atau Rumah Susun Sederhana yang dilakukan oleh Wajib Pajak yang usaha pokoknya melakukan
pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan.
c. 0% atas pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan kepada Pemerintah, Badan Usaha Milik
Negara yang mendapat penugasan khusus dari Pemerintah, atau Badan Usaha Milik Daerah yang
mendapat penugasan khusus dari Kepala Daerah, sebagaimana dimaksud dalam undang-undang
yang mengatur mengenai pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum.
Mengacu pada PSAK 46 tentang Akuntansi Pajak Penghasilan, Kelompok Usaha menggunakan konsep
akrual dalam mengakui beban, aset dan kewajiban perpajakan sehingga setiap penghasilan menurut
akuntansi harus diperhitungkan dampak pajak yang harus dibayar pada masa mendatang atau telah
dibayar pada masa sekarang. Pajak final tidak termasuk dalam lingkup yang diatur oleh PSAK 46, oleh
karena itu, Kelompok Usaha memutuskan untuk menyajikan beban pajak final sehubungan dengan
penjualan tanah dan bangunan sebagai pos tersendiri.
Pajak Kini
Untuk kegiatan lainnya, apabila ada, maka pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam
tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak dan peraturan pajak yang telah berlaku
atau secara substantif telah berlaku pada tanggal pelaporan.
Aset dan liabilitas pajak kini untuk tahun berjalan diukur sebesar jumlah yang diharapkan dapat direstitusi
dari atau dibayarkan kepada otoritas perpajakan.
Perubahan terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat diterimanya surat ketetapan pajak atau, jika
Kelompok Usaha mengajukan keberatan, pada saat keputusan atas keberatan tersebut ditetapkan.
Segmen operasi
Segmen adalah bagian khusus dari Kelompok Usaha yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan
jasa (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu
(segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk akun-akun yang dapat diatribusikan
langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada
segmen tersebut.
24
Page 27
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI PENTING
Penyusunan laporan keuangan Kelompok Usaha mengharuskan manajemen untuk membuat
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah pendapatan, beban, aset dan
liabilitas yang dilaporkan serta pengungkapan atas liabilitas kontinjensi pada setiap akhir periode
pelaporan. Namun, hasil aktual dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi, ketidakpastian atas
asumsi serta estimasi tersebut dapat menimbulkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset
dan liabilitas pada tahun berikutnya.
Pertimbangan
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Kelompok Usaha, manajemen telah membuat
pertimbangan berikut, selain yang telah tercakup dalam estimasi, yang memiliki dampak signifikan atas
jumlah-jumlah yang diakui dalam laporan keuangan:
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Kelompok Usaha menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset dan liabilitas
keuangan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan dalam PSAK No. 71 telah
terpenuhi. Aset dan liabilitas keuangan diakui dan dikelompokkan sesuai dengan kebijakan akuntansi
Perusahaan seperti diungkapkan pada Catatan 2 atas laporan keuangan.
Sumber Estimasi Ketidakpastian
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan yang
memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas untuk
tahun/periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Kelompok Usaha mendasarkan asumsi dan estimasi
pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi mengenai
perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar kendali
Kelompok Usaha. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Penurunan Nilai Piutang Usaha dan Piutang Lain-Lain
Penurunan piutang dan piutang lain-lain terjadi jika terdapat bukti objektif bahwa Kelompok Usaha tidak
dapat menagih seluruh atau sebagian nilai piutang sesuai dengan persyaratan awal piutang. Penilaian
dilakukan pada setiap tanggal laporan posisi keuangan untuk menentukan ada tidaknya indikasi
penurunan nilai atau apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang sebelumnya diakui pada
tahun-tahun sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun.
Ketika hasil aktual berbeda dari jumlah yang awalnya dinilai, perbedaan tersebut akan mengakibatkan
penyesuaian material terhadap jumlah tercatat piutang usaha dan lain-lain dalam laporan keuangan
tahun berikutnya. Jumlah tercatat dari piutang usaha diungkapkan pada Catatan 6 atas laporan
keuangan.
Penurunan Nilai Persediaan
Manajemen melakukan penilaian analisis umur persediaan pada setiap tanggal pelaporan dan
membentuk penyisihan untuk persediaan usang dan persediaan yang memiliki perputaran yang lambat
yang diidentifikasi tidak lagi sesuai untuk digunakan dalam produksi, dengan mempertimbangkan nilai
realisasi neto dari persediaan barang jadi dan barang dalam proses berdasarkan pada harga jual dan
kondisi pasar saat ini. Jumlah tercatat persediaan diungkapkan di dalam Catatan 8 atas laporan
keuangan.
25
Page 28
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ESTIMASI DAN ASUMSI PENTING (lanjutan)
Sumber Estimasi Ketidakpastian (lanjutan)
Mengestimasi Masa Manfaat Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap antara 4
sampai dengan 20 tahun, suatu kisaran yang umumnya diperkirakan dalam industri sejenis. Perubahan
dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan teknologi dapat memengaruhi masa manfaat
ekonomis serta nilai sisa aset dan karenanya biaya penyusutan masa depan memiliki kemungkinan
untuk diubah.
Jumlah tercatat aset tetap Kelompok Usaha pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
diungkapkan dalam Catatan 12 atas laporan keuangan.
Penurunan Nilai Aset Non - Keuangan
Penilaian penurunan untuk aset non-keuangan, selain goodwill dilakukan ketika indikator penurunan nilai
tertentu yang hadir. Sedangkan untuk goodwill, pengujian penurunan nilai wajib dilakukan minimal setiap
tahun terlepas dari apakah atau tidak ada indikasi penurunan nilai.
Menentukan nilai wajar aset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari
penggunaan lanjutan dan disposisi akhir dari aset tersebut. Setiap perubahan signifikan dalam asumsi
yang digunakan dalam menentukan nilai wajar material dapat memengaruhi penilaian nilai dipulihkan
dan kerugian penurunan nilai yang dihasilkan bias memiliki dampak material terhadap hasil usaha.
Liabilitas Diestimasi atas Imbalan Pasca Kerja Karyawan
Penentuan imbalan pasca kerja dan beban imbalan kerja Kelompok Usaha bergantung pada pemilihan
asumsi yang digunakan oleh manajemen dalam menghitung jumlah-jumlah tersebut. Asumsi tersebut
termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan
tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun dan tingkat kematian.
Hasil aktual yang berbeda dengan jumlah yang diestimasi diperlakukan sesuai dengan kebijakan
sebagaimana diatur dalam Catatan 2 atas laporan keuangan konsolidasian. Sementara manajemen
Kelompok Usaha berpendapat bahwa asumsi yang digunakan adalah wajar dan sesuai, perbedaan
signifikan dari hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan secara material
dapat memengaruhi perkiraan jumlah liabilitas imbalan kerja jangka panjang dan beban imbalan kerja
karyawan. Jumlah tercatat liabilitas imbalan kerja jangka panjang Kelompok Usaha diungkapkan pada
Catatan 20 atas laporan keuangan konsolidasian.
Perpajakan
Kelompok Usaha menghitung liabilitas perpajakannya secara self assessment berdasarkan pada
peraturan pajak yang berlaku. Perhitungan tersebut dianggap benar selama belum terdapat ketetapan
dari Direktorat Jenderal Pajak atas jumlah pajak yang terutang atau ketika sampai dengan jangka waktu
lima (5) tahun (masa kedaluwarsa pajak) tidak terdapat ketetapan pajak yang diterbitkan.
Perbedaan jumlah pajak penghasilan yang terutang dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti
pemeriksaan pajak, penemuan bukti-bukti pajak baru dan perbedaan interpretasi antara manajemen dan
pejabat kantor pajak terhadap peraturan pajak tertentu. Perbedaan hasil aktual dan jumlah tercatat
tersebut dapat memengaruhi jumlah tagihan pajak, utang pajak, aset pajak tangguhan dan beban
pajak.
26
Page 29
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KOMBINASI BISNIS ENTITAS SEPENGENDALI DAN PENYAJIAN KEMBALI LAPORAN
KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Seperti yang diungkapkan pada Catatan 1 atas laporan keuangan konsolidasian, pada tanggal 17 April
2020, PT Arba Propertindo (AP) melakukan penyertaan saham pada PT Kalibata Inovasi Maju (KIM)
yang merupakan pihak yang berada di bawah pengendalian yang sama, sehingga sesuai dengan PSAK
No. 38 “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”, laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan
Entitas Anak untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2019 disajikan kembali untuk
mencerminkan dampak proforma seolah-olah penggabungan tersebut terjadi sejak awal periode entitas
yang bergabung berada dalam sepengendalian.
Ringkasan dari transaksi penyertaan saham adalah sebagai berikut:
Jumlah aset neto terindikasi ) (1.003.287.943 )
Dikurangi kepentingan nonpengendali ) (40 )
Jumlah aset neto terindikasi yang diterima (dilepas) ) (1.003.287.903 )
Dikurangi imbalan yang dibayarkan ) 249.999.990
)
Selisih Nilai Transaksi Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali (1.253.287.893 )
Pada tanggal 22 Juli 2019, Kelompok Usaha melakukan penyertaan saham pada PT Arba Propertindo
(AP) yang merupakan pihak yang berada di bawah pengendalian yang sama.
Ringkasan dari transaksi penyertaan saham adalah sebagai berikut:
Jumlah aset neto terindikasi ) 73.033.296.404
)
Dikurangi kepentingan nonpengendali ) 408.696.799
)
Jumlah aset neto terindikasi yang diterima (dilepas) ) 72.624.599.605
)
Dikurangi imbalan yang dibayarkan ) 82.625.000.000
)
Selisih Nilai Transaksi Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali (10.000.400.395 )
Selisih nilai transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat di akun “Tambahan Modal Disetor”
sebagai bagian dari ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
27
Page 30
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. KAS DAN BANK
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Kas 41.837.568 27.457.568
Bank:
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 2.605.019.684 2.337.079.887
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk 1.497.158.885 1.597.391.992
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 1.874.436.646 728.225.926
PT Bank Central Asia Tbk 1.411.604.993 591.308.659
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 302.093.140 302.109.224
PT Oke Bank Indonesia Tbk 68.561.214 68.586.214
PT Bank UOB Indonesia 21.441.739 21.441.739
PT Bank Panin Tbk 17.347.830 17.825.920
Total 7.839.501.699 5.691.427.129
6. PIUTANG USAHA
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak Ketiga
Penjualan apartemen, bangunan komersil dan kios 6.880.804.355 6.734.497.384
Penyisihan penurunan nilai piutang (3.131.254.308 ) (3.131.254.308 )
Total 3.749.550.047 3.603.243.076
Rincian piutang usaha berdasarkan umur adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Belum jatuh tempo - -
Telah jatuh tempo:
1 - 30 hari 146.306.971 1.621.915.047
31 - 60 hari - 212.805.972
61 - 90 hari 2.022.657.250 187.936.231
≥ 90 hari 1.580.585.826 1.580.585.826
Total 3.749.550.047 3.603.243.076
Berdasarkan telaah atas piutang usaha masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen
Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa Penyisihan penurunan nilai piutang tersebut cukup untuk
menutupi kerugian yang mungkin timbul dari penurunan nilai piutang.
28
Page 31
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PIUTANG LAIN-LAIN
Piutang Lain-lain Jangka Panjang
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak Ketiga
PT Cipta Permata Properti Indonesia 1.299.199.508 1.299.199.508
Pihak Berelasi (Catatan 29)
PT Diamond Karya Abadi 603.500.000 603.500.000
Total 1.902.699.508 1.902.699.508
Pada tanggal 31 Desember 2023 Kelompok Usaha melakukan konversi piutang lain - lain menjadi uang
muka perolehan tanah sebesar Rp334.378.546.625 (Catatan 14). Pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023 saldo piutang lain - lain masing - masing sebesar Rp1.902.699.506.
Berdasarkan telaah atas status dari masing-masing piutang lain-lain pada tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023, manajemen Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa piutang lain-lain dapat tertagih
seluruhnya, sehingga tidak diperlukan cadangan kerugian penurunan nilai untuk piutang lain-lain.
8. PERSEDIAAN
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Apartemen dengan hak strata tersedia untuk
dijual:
Dave 73.799.602.725 73.796.740.725
Apple 1 62.469.283.716 62.210.158.012
Apple 3 18.798.191.775 -
Total 155.067.078.216 136.006.898.737
Mutasi persediaan selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Apartemen Dave
Saldo awal 73.796.740.725 75.393.774.618
Penambahan:
Pembangunan konstruksi 32.517.000 1.237.056.530
Kapitalisasi biaya pinjaman - -
Pengurangan:
Beban pokok pendapatan (29.655.000)) (2.834.090.423 )
Saldo Akhir 73.799.602.725 73.796.740.725
Apple Residence
Saldo awal 62.210.158.012 84.202.990.386
Penambahan:
Pembangunan konstruksi 272.200.964 -
Kapitalisasi biaya pinjaman - -
Pengurangan:
Pengalihan - (17.649.962.917
Beban pokok pendapatan (Catatan 26) (13.075.260 ) (4.342.869.457 )
Saldo Akhir 62.469.283.716 62.210.158.012
29
Page 32
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. PERSEDIAAN (lanjutan)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Apple 3 -
Saldo awal -
Penambahan:
Pembangunan konstruksi 19.813.776.555 -
Kapitalisasi biaya pinjaman - -
Pengurangan:
Pengalihan - -
Beban pokok pendapatan (Catatan 26) (1.015.584.780 ) -
Saldo Akhir 18.798.191.775 -
Total 155.067.078.216 -
Apartemen Dave (Perusahaan)
Hak legal atas tanah Apartemen Dave berupa Sertifikat Hak Guna Bangunan atas nama Perusahaan:
a. No. 14 Tahun 2015, berjangka waktu 25 tahun, yang akan jatuh tempo pada tahun 2040.
b. No. 15 Tahun 2015, berjangka waktu 25 tahun, yang akan jatuh tempo pada tahun 2040.
c. No. 17 Tahun 2015, berjangka waktu 25 tahun, yang akan jatuh tempo pada tahun 2040.
Ketiga hak legal atas tanah tersebut kini tergabung di dalam Hak Guna Bangunan Induk No. 19 Tahun
2018, yang akan jatuh tempo pada tahun 2040.
Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa tidak terdapat hambatan dalam proses perpanjangan
sertifikasi hak atas tanah dan balik nama karena seluruh tanah diperoleh secara sah dan didukung
dengan bukti pemilikan yang memadai.
Estimasi Nilai wajar persediaan pada tanggal 31 Maret 2024 diatas harga perolehan persediaan,
ditentukan berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh penilai independen Kantor Jasa Penilai Publik
Firman Suryantoro Sugeng Suzy Hartomo dan Rekan dalam laporannya
No. 00008/2.0074-01/PI/03/0141/1/X/2022 tertanggal 9 Januari 2023 dengan menggunakan metode
pendekatan pasar, pendapatan dan biaya.
Pada tanggal 31 Maret 2024, asuransi apartemen Perusahaan terhadap risiko gempa bumi dan risiko
lainnya kepada pihak ketiga, sedang dalam proses perpanjangan asuransi. Manajemen Perusahaan
berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup memadai untuk menutup kemungkinan
kerugian atas risiko tersebut.
PT Arba Propertindo (AP)
Apartemen Apple 1
Jumlah biaya pinjaman yang di kapitalisasi ke persediaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
2023 masing-masing sebesar Rp0 (Catatan 19).
Persentase penyelesaian proyek Apartemen Apple 1 pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
2023 masing-masing sebesar 99,80%. Manajemen berkeyakinan bahwa tidak terdapat hambatan yang
dapat mempengaruhi penyelesaian apartemen dalam penyelesaian apartemen tersebut.
30
Page 33
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. PERSEDIAAN (lanjutan)
PT Arba Propertindo (AP) (Lanjutan)
Hak legal atas tanah Apartemen Apple 1 berupa Hak Guna Bangunan atas nama PT AP, entitas anak:
a. No. 1585 Tahun 2003, berjangka waktu 39 tahun, yang akan jatuh tempo pada tahun 2042, dengan
total luas tanah sebesar 1.502 m2.
b. No. 1603 Tahun 2015, berjangka waktu 27 tahun, yang akan jatuh tempo pada tahun 2042, dengan
total luas tanah sebesar 1.503 m2.
PT Kalibata Inovasi Maju (KIM)
Apartemen Apple 3
Pada tanggal 31 Maret 2024 PT KIM mengakui persediaan atas pembangunan Apartemen Apple 3.
Pada tanggal 31 Desember 2023, asuransi apartemen Apple 3 terhadap risiko gempa bumi dan risiko
lainnya kepada pihak ketiga, sedang dalam proses perpanjangan asuransi. Manajemen Perusahaan
berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan cukup memadai untuk menutup kemungkinan kerugian atas
risiko tersebut.
Pada 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, persediaan digunakan sebagai jaminan atas fasilitas
pinjaman bank jangka panjang yang diperoleh Kelompok Usaha (Catatan 19).
9. BIAYA DIBAYAR DIMUKA
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, akun ini seluruhnya merupakan biaya yang
dikeluarkan Perusahaan dan Entitas anaknya untuk asuransi apartemen dan persediaan terhadap resiko
gempa bumi, kebakaran dan resiko bencana lainnya dengan jumlah masing - masing sebesar
Rp13.780.455,- dan Rp22.967.425,.
10. PAJAK DIBAYAR DIMUKA
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pajak pertambahan nilai masukan 1.623.767.441 1.812.258.625
PPh Pasal 21 - -
Total 1.623.767.441 1.812.258.625
11. TANAH DALAM PENGEMBANGAN
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, akun ini seluruhnya merupakan biaya-biaya yang
dikeluarkan oleh KIM untuk tanah yang akan dikembangkan oleh KIM pada masa mendatang untuk proyek
Apple 3 dan Low Rise Appartment masing - masing sebesar Rp66.497.528.272,- dan Rp81.549.333.390,.
31
Page 34
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. ASET TETAP
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024
Penambahan / Pengurangan /
Saldo Awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Kepemilikan langsung
Bangunan kantor 959.739.290 - - 959.739.290
Peralatan kantor 799.903.550 - - 799.903.550
Sarana dan prasarana 1.833.832.021 - - 1.833.832.021
Total Biaya Perolehan 3.593.474.861 - - 3.593.474.861
Akumulasi Penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan kantor 287.739.787 12.178.741 - 299.918.528
Peralatan kantor 796.175.893 3.727.658 - 799.903.551
Sarana dan prasarana 1.833.832.020 - 1.833.832.020
Total Akumulasi
Penyusutan 2.917.747.700 15.906.399 - 2.933.654.099
Nilai Buku 675.727.161 659.820.762
31 Desember 2023
Penambahan / Pengurangan /
Saldo Awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Kepemilikan langsung
Bangunan kantor 959.739.290 - - 959.739.290
Peralatan kantor 799.903.550 - - 799.903.550
Sarana dan prasarana 1.833.832.021 - - 1.833.832.021
Total Biaya Perolehan 3.593.474.861 - - 3.593.474.861
Akumulasi Penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan kantor 239.752.823 47.986.964 - 287.739.787
Peralatan kantor 649.522.835 146.653.058 - 796.175.893
Sarana dan prasarana 1.718.158.416 115.673.604 - 1.833.832.020
Total Akumulasi
Penyusutan 2.607.434.074 310.313.626 - 2.917.747.700
Nilai Buku 986.040.787 675.727.161
32
Page 35
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. ASET TETAP (lanjutan)
Beban penyusutan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
masing-masing sebesar Rp15.906.399 dan Rp310.313.626 pada beban usaha (Catatan 27).
Bangunan kantor merupakan unit kantor Perusahaan di Apartemen Dave, Depok, Jawa Barat, dengan
luas area 120 m2.
Aset tetap diasuransikan bersama dengan persediaan dan properti investasi (Catatan 8 dan 13).
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup memadai untuk menutup
kemungkinan kerugian atas aset tetap.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, sebagian aset tetap digunakan sebagai jaminan
atas fasilitas pinjaman bank jangka panjang yang diperoleh Kelompok Usaha (Catatan 19).
Manajemen Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa tidak terdapat kondisi atau peristiwa yang
menimbulkan indikasi penurunan nilai atas jumlah tercatat aset tetap, sehingga tidak diperlukan
cadangan kerugian penurunan nilai untuk aset tetap.
13. PROPERTI INVESTASI
Rincian dan mutasi properti investasi adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Bangunan 11.045.319.571 - - 11.045.319.571
Sarana dan prasarana 4.259.743.339 - - 4.259.743.339
Total Biaya Perolehan 15.305.062.910 - - 15.305.062.910
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 2.574.356.508 138.066.494 - 2.712.423.002
Sarana dan prasarana 1.347.150.915 53.246.792 - 1.400.397.707
Total Akumulasi
Penyusutan 3.921.507.423 191.313.286 - 4.112.820.709
Nilai Buku Neto 11.383.555.487 11.192.242.201
31 Desember 2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Bangunan 11.045.319.571 - - 11.045.319.571
Sarana dan prasarana 4.259.743.339 - - 4.259.743.339
Total Biaya Perolehan 15.305.062.910 - - 15.305.062.910
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 2.022.090.530 552.265.978 - 2.574.356.508
Sarana dan prasarana 1.134.163.748 212.987.167 - 1.347.150.915
Total Akumulasi
Penyusutan 3.156.254.278 765.253.145 - 3.921.507.423
Nilai Buku Neto 12.148.808.632 11.383.555.487
33
Page 36
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. PROPERTI INVESTASI (lanjutan)
Kelompok Usaha memiliki properti investasi berupa unit apartment (guest house), ruang meeting, kios,
dan business 34rea lainnya yang terletak di Apartemen Dave, Jl. Palakali Raya, Kel. Kukusan, Kec. Beji,
Depok, Jawa Barat.
Beban penyusutan masing-masing sebesar Rp191.313.286 dan Rp765.253.145 untuk periode yang
berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 dibebankan ke beban pokok pendapatan
(Catatan 26).
Manajemen Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa tidak terdapat kondisi atau peristiwa yang
menimbulkan indikasi penurunan nilai atas jumlah tercatat properti investasi karena nilai wajar yang
meningkat tiap tahunnya, sehingga tidak diperlukan cadangan kerugian penurunan nilai untuk properti
investasi.
Properti investasi diasuransikan bersama dengan persediaan dan aset tetap (Catatan 8 dan 12). Pada
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, sebagian properti investasi digunakan sebagai jaminan atas
fasilitas pinjaman bank jangka panjang yang diperoleh Kelompok Usaha (Catatan 19).
14. UANG MUKA
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Uang muka perolehan tanah
Perusahaan:
Cilodong 38.000.000.000 38.000.000.000
KIM, Entitas Anak
Desa Cijujung 186.551.105.678 184.220.955.678
Kelurahan Cilodong 89.698.120.204 89.698.120.204
Kelurahan Pejaten Barat 60.459.470.743 60.459.470.743
Kelurahan Sepinggan Raya 32.547.742.975 32.547.742.975
Total 407.256.439.600 404.926.289.600
Pada tanggal 31 Desember 2023 Entitas Anak KIM melakukan konversi piutang menjadi uang muka
perolehan tanah sebesar Rp334.378.546.625.
Lokasi tanah tersebut adalah sebagai berikut:
1. Tanah kosong di Kelurahan Cilodong dari PT Adam Inovasi Utama dengan luas 17.199 m2.
Nilai pasar dari tanah tersebut adalah sebesar Rp160.633.000.000.
2. Tanah kosong di Desa Cijujung dari PT Cipta Permata Properti Indonesia dengan luas 35.198 m2.
Nilai pasar dari tanah tersebut adalah sebesar Rp210.329.000.000.
3. Tanah kosong di Kelurahan Pejaten Barat dari PT Arba Propertindo Utama dengan luas 3.391 m2.
Nilai pasar dari tanah tersebut adalah sebesar Rp85.206.000.000.
Manajemen Kelompok Usaha berkeyakinan bahwa tidak terdapat kondisi atau peristiwa yang
menimbulkan indikasi penurunan nilai atas jumlah tercatat uang muka perolehan tanah karena nilai wajar
yang meningkat tiap tahunnya, sehingga tidak diperlukan cadangan kerugian penurunan nilai.
Berdasarkan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 261 tanggal 30 September 2021, Perusahaan
membeli 6 bidang tanah di Kelurahan Cilodong dari PT Adam Inovasi Utama dengan luas 17.096 m2.
Harga jual beli 6 bidang tanah tersebut adalah sebesar Rp85.580.000.000. Sampai dengan
31 Desember 2023, dan perusahaan telah membayar uang muka sebesar Rp38.000.000.000
34
Page 37
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. UANG MUKA (Lanjutan)
Berdasarkan Akta Perjanjian Pengikatan Jual Beli No. 260 tanggal 15 September 2021, KIM membeli 6
bidang tanah di Kelurahan Sepinggan Raya dari PT Diyatama Putera Mandiri Pariwisata denga rincian
sebagai berikut:
1. HGB No. 20/ Kel. Sepinggan Raya sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 25 September
2013 No. 00015/Sepinggan Raya/2013 seluas 913 m2.
2. HGB No. 21/ Kel. Sepinggan Raya sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 25 September
2013 No. 00016/Sepinggan Raya/2013 seluas 93 m2.
3. HGB No. 23/ Kel. Sepinggan Raya sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 25 September
2013 No. 00018/Sepinggan Raya/2013 seluas 404 m2.
4. HGB No. 24/ Kel. Sepinggan Raya sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 25 September
2013 No. 00017/Sepinggan Raya/2013 seluas 888 m2.
5. HGB No. 25/ Kel. Sepinggan Raya sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 25 September
2013 No. 00013/Sepinggan Raya/2013 seluas 782 m2.
6. HGB No. 00128/ Kel. Sepinggan Raya sebagaimana diuraikan dalam Surat Ukur tanggal 3 Juni 2016
No. 000358/2016 seluas 93 m2.
Harga jual beli 6 bidang tanah tersebut adalah sebesar Rp54.960.000.000. Sampai dengan 31 Maret
2024, dan KIM telah membayar uang muka sebesar Rp32.547.742.975
16. UTANG USAHA - PIHAK KETIGA
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Kontraktor dan konsultan:
PT Abadi Prima Intikarya 734.483.478 734.483.478
PT Trimatra Liguna 2.426.697.261 2.426.697.261
Lain-lain 1.251.458.080 1.241.570.580
Total 4.412.638.819 4.402.751.319
Rincian utang usaha - pihak ketiga berdasarkan umur adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Belum jatuh tempo -
Telah jatuh tempo:
1 - 30 hari - 7.500.000
31 - 60 hari - -
61 - 90 hari - 461.419.807
> 90 hari 4.412.638.819 3.933.831.512
Total 4.412.638.819 4.402.751.319
Tidak ada jaminan yang diberikan oleh Kelompok Usaha sehubungan dengan utang usaha di atas.
35
Page 38
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. PENDAPATAN DITANGGUHKAN
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Apple Residence dan Apple 3, Low Rise Appartment 181.114.137.215 173.893.169.897
Apartemen Dave 19.325.943.651 18.901.927.651
Total 200.440.080.866 192.795.097.548
18. PERPAJAKAN
a. Utang Pajak
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Perusahaan
Pajak penghasilan:
Pasal 21 480.000 1.832.500
Sub-total 480.000 1.832.500
Entitas Anak
Pajak penghasilan:
Pasal 21 3.034.250 7.753.436
Pajak pertambahan nilai - keluaran - -
Sub-total 3.034.250 7.753.436
Total 3.514.250 9.585.936
b. Pajak Penghasilan Final
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Pendapatan yang dikenakan pajak final pada tarif
pajak yang berlaku 3.466.293.929 2.817.001.859
Beban pajak penghasilan final 85.882.065 32.744.422
Perhitungan pajak tersebut menjadi dasar dalam pengisian Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak
Penghasilan Badan oleh Perusahaan.
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 34/2016 tanggal 8 Agustus 2016, efektif tanggal
8 September 2016, penghasilan atas transaksi penjualan atau pengalihan hak atas tanah dan/atau
bangunan dikenakan pajak final sebesar 2,5% dari nilai penjualan atau pengalihan.
Berdasarkan Undang - Undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia. Kelompok Usaha
menghitung, menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang. Direktorat
Jenderal Pajak (DJP) dapat menetapkan atau mengubah kewajiban pajak dalam batas waktu 5
(lima) tahun sejak saat terutangnya pajak. Koreksi terhadap kewajiban pajak Kelompok Usaha diakui
pada saat Surat Ketetapan Pajak diterima atau jika Kelompok Usaha mengajukan keberatan pada
saat keputusan atas keberatan Kelompok Usaha tersebut telah ditetapkan.
36
Page 39
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN BANK JANGKA PANJANG
Rincian pinjaman bank jangka panjang adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk 42.756.075.243 42.756.075.243
PT Oke Bank Indonesia Tbk 28.102.586.468 28.102.586.468
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 15.211.000.000 15.211.000.000
PT Bank Aceh Syariah 12.683.838.231 12.351.116.800
Sub-total 98.753.499.942 98.420.778.511
Dikurangi bagian yang jatuh tempo
dalam waktu satu tahun (46.666.796.665) (46.334.075.234)
Bagian Jangka Panjang 52.086.703.277 52.086.703.277
Rekonsiliasi saldo awal dan akhir dari pinjaman bank jangka panjang adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 98.753.499.942 89.407.292.722
Penerimaan/peningkatan utang bank - 15.000.000.000
Pembayaran/pelunasan utang bank - (5.986.514.211)
Saldo Akhir 98.753.499.942 98.420.778.511
Perusahaan
PT Bank Oke Indonesia Tbk
Berdasarkan surat No. 216/BOI/BLC1/VII/2022 perihal permohonan perusahaan mengenai penarikan
jaminan dengan sertifikat unit ET 25/15 SHMSRS No. 10.27.05.04.7.00886 karena sudah laku terjual,
Bank menyetujui permohonan tersebut dengan pertimbangan sebagai berikut:
- Menyetujui penarikan jaminan dan pelunasan Sebagian dengan nilai tebus sebesar Rp461.343.750,-
- Nominal tersebut akan disetorkan langsung dari BTN Kuningan selaku Bank penyedia KPA atas unit tersebut
- Untuk proses surat roya, pengambilan sertifikat akan dilakukan setelah penandatanganan bawah tangan
penarikan jaminan dan pelunasan Sebagian dan penarikan jaminan akan berlangsung H+3 dari pelunasan.
37
Page 40
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN BANK JANGKA PANJANG (Lanjutan)
Perusahaan (lanjutan)
PT Bank Oke Indonesia Tbk (lanjutan)
Berdasarkan surat persetujuan perjanjian pinjaman surat No 113/BOI/SME2/V/2021 tanggal 6 Mei 2021,
perusahaan memperoleh fasilitas kredit investasi dari PT Bank Oke Indonesia Tbk, dengan rincian
sebagai berikut:
Plafond : Rp38.000.000.000
Tujuan : Tambahan modal untuk penyelesaian pembangunan proyek
Suku bunga : 11% per tahun
Jangka waktu : 72 bulan sejak perjanjian kredit ditandatangani
Provisi : 1% per tahun flat dari limit kredit dan dibayar dimuka
Fasilitas pinjaman dijamin antara lain:
1. Apartemen ”Diamond Amara Avenue”: yang terletak di Jalan Palakali Raya, Kelurahan
Kukusan,Kecamatan Beji, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, tercatat atas nama PT Diamond Citra
Propetindo, sebanyak 170 (seratus tujuh puluh) unit. Jaminan tersebut akan dipasang Hak
Tangguhan peringkat I untuk kepentingan Bank sebesar Rp45. 611.000.000, dengan rincian pada
masing-masing sertifikat terpasang sebesar Rp268.300.000/sertifikat.
2. Pemberian Jaminan Pribadi atas nama Adam.
Pembatasan dan kewajiban Atas pinjaman yang diterima Perusahaan, Oke Bank mensyaratkan adanya
pembatasan-pembatasan dan kewajiban tertentu yang harus dipenuhi oleh Perusahaan antara lain:
1. Jaminan wajib diasuransikan dengan asuransi rekanan Bank yang bersifat banker’s clause. Untuk
calon debitur yang berasa dari take over bank lain, asuransinya harus dengan asuransi rekanan
Bank, dan apabila calon debitur akan melanjutkan asuransi sebelumnya yang bukan rekanan Bank,
maka apabila telah jatuh tempo harus langsung dipindahkan ke asuransi rekanan Bank.
2. Jaminan wajib diikat secara notarial (kecuali jaminan back to back Deposito atau Giro), dan tersedia
covernote notaris bahwa setelah proses pengikatan selesai, dokumen jaminan dan pengikatan
diserahkan kepada Bank.
3. Setiap penarikan unit Dave Apartemen yang menjadi agunan di Bank (apabila akan dijual), debitur
harus melunasi fasilitas KI terebih dagulu dengan perhitungan nilai tebus [Nilai Jual Rill - Pajak
(12,5%)] atau [Nilai Pasar sesuai Appraisal x 70%]. Pilih mana yang lebih tinggi.
4. Dilakukan Kerjasama pembiayaan KPA untuk end user yang akan melakukan pembelian unit
apartemen Diamond Land.
PT Bank Aceh Syariah
Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Perubahan Objek Syirkah dan Pergantian Agunan
Pembiayaan Refinancing Aset PT Diamond Citra Propertindo Tbk, No. 112/JKT.04/SPPP/II/2023 pada
tanggal 1 Februari 2023, PT Bank Aceh Syariah telah memberikan fasilitas pembiayaan kepada
Kelompok Usaha.
Adapun rincian fasilitas pinjaman sebagai berikut:
Jenis pembiayaan/akad : Pembiayaan Refinancing Aset / Musyarakah Mutanaqishah (MMq)
Orientasi penggunaan : Investasi
Sifat pembiayaan : Non Revolving (On Liquidation Basis)
Total objek MMq : 45 unit Dave Apartement
Tujuan Pembiayaan : Refinancing Aset 45 unit apartement untuk finishing proyek property
Sebagai berikut:
-Apart House Chrstal Blok M
-Apart House Puri Mutiara Kemang
-Apart House Vanadium Intercon.
38
Page 41
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN BANK JANGKA PANJANG (Lanjutan)
Perusahaan (lanjutan)
PT Bank Aceh Syariah (lanjutan)
Fasilitas yang belum dilakukan realisasi:
(a) Akad MMq 2
Objek MMq : 9 unit Dave Apartment
Porsi kepemilikan modal Bank : Rp3.096.702.000,- (70%)
Porsi kepemilikan modal nasabah : Rp1.313.298.000,- (30%)
Total modal syirkah : Rp4.410.000.000,- (100%)
Jangka waktu : 60 bulan
Nilai per unit hisbah : Rp100,- / unit
Hishbah awal : Bank : Rp30.967.020 unit (70%)
Nasabah : Rp13.132.980 unit (30%)
Proyeksi total ujroh : Rp3.993.612.257,32,-
Angsuran ujroh perbulan : Rp66.560.204,29,-
Proyeksi total bagi hasil Bank : Rp896.910.257,- (Eq. Rate setara 10.50% p.a)
Proyeksi bagi hasil Bank perbulan : Rp14.948.504,-
Kewajiban pembayaran (buyback)
Penyertaan Bank perbulan : Rp51.611.700,-
Nisbah bagi hasil porsi Bank
Perbulan : (22,46%)
Nisbah bagi hasil porsi Nasabah
Perbulan : (77,54%)
Pengikatan akad : Notarill
(b) Akad MMq 3
Objek MMq : 9 unit Dave Apartment
Porsi kepemilikan modal Bank : Rp2.970.306.000,- (70%)
Porsi kepemilikan modal nasabah : Rp1.259.694.000,- (30%)
Total modal syirkah : Rp4.230.000.000,- (100%)
Jangka waktu : 60 bulan
Nilai per unit hisbah : Rp100,- / unit
Hishbah awal : Bank : Rp29.703.060 unit (70%)
Nasabah : Rp12.596.940 unit (30%)
Proyeksi total ujroh : Rp3.830.607.675,39,-
Angsuran ujroh perbulan : Rp63.843.461,26,-
Proyeksi total bagi hasil Bank : Rp860.301.675,- (Eq. Rate setara 10.50% p.a)
Proyeksi bagi hasil Bank perbulan : Rp14.338.361,-
Kewajiban pembayaran (buyback)
Penyertaan Bank perbulan : Rp49.505.100,-
Nisbah bagi hasil porsi Bank
Perbulan : (22,46%)
Nisbah bagi hasil porsi Nasabah
Perbulan : (77,54%)
Pengikatan akad : Notarill
39
Page 42
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN BANK JANGKA PANJANG (Lanjutan)
Perusahaan (lanjutan)
PT Bank Aceh Syariah (lanjutan)
Hal-hal yang dianggap penting selama masa pembiayaan:
- Objek fasilitas pembiayaan per masing-masing akad pembiayaan MMq merupakan satu
kesatuanyang utuh dan tidak boleh dilakukan penjualan/penarikan selama jangka waktu
pembiayaan.
- Apabila terjadi penjualan/penarikan dari unit salah satu fasilitas pembiayaan MMq, maka nasabah
wajib melinaskan fasilitas MMq pada rekening tersebut.
- Penjualan/penarikan objek MMq (unit) wajib disampaikan kepada Bank secara tertulis.
Perubahan Agunan dan Objek Syirkah Pembiayaan:
1. Agunan Utama dan Objek Syirkah sebelum dilakukan perubahan;
Agunan utama dan objek Refinancing berupa Fasilitas MMq Rekening 1, Fasilitas MMq Rekening
2, Fasilitas MMq Rekening 3, Fasilitas MMq Rekening 4, Fasilitas MMq Rekening 5 masing-masing
sejumlah 9 Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS).
2. Usulan Agunan dan Objek Syirkah yang akan dilakukan perubahan;
Berdasarkan Bank Aceh Cabang Jakarta No. 1141/JKT.04/SPPP/XII/2022 tanggal 26 Desember
2022, Agunan dan Objek Syirkah yang diserahkan, antara lain:
a. Fasilitas MMq 2 sejumlah 9 Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS).
Agunan dan Objek Syirkah sejumlah 1 SHMSRS telah terjual sebelum dilakukan akad dan
akan diganti dengan sertifikat SHMSRS yang lain.
b. Fasilitas MMq 3 sejumlah 9 Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS).
Sejumlah 1 SHMSRS telah terjual sebelum dilakukan akad dan akan dirubah dengan sertifikat
SHMSRS yang lain.
Agunan yang akan dirubah tersebut telah dinilai KJPP Firman Suryantoro, Sugeng Suzy
Hartomo & Rekan No.00008/2.0074-01/PI/03/0141/1/I/2023 tertanggal 9 Januari 2023, dan
Agunan tersebut memiliki nilai, bentuk dan lokasi yang sama berupa apartemen studio.
Keterangan Agunan
Agunan Utama
1. Seluruh agunan utama SHMSRS Fasilitas MMq 1, MMq 4 dan MMq 5 telah dilakukan pengikatan
HT sesuai dengan cover note notaris DR. H. Syafran, SH, M.Hum No. 003/NOT-SS/CN/I/2023.
2. Seluruh agunan utama SHMSRS Fasilitas MMq Rekening 3 akan dilakukan pengikatan HT oleh
notaris rekanan Bank Aceh
3. Seluruh jaminanagunan tidak dapat ditarik, dipindahtangankan/dialihkan sebelum pembiayaan
per fasilitas pembiayaan MMq dinyatakan lunas oleh Bank Aceh.
4. Warkat/fisik asli jaminan/agunan dan pengikatannya wajib dikuasai oleh Bank Aceh Syariah.
5. Agunan wajib diikat Hak Tanggungan (HT) dan fidusia (FEO) sebesar minimal 125% dari
Plafond pembiayaan.
6. Agunan yang diserahkan wajib dilakukan retaksasi oleh penilai eksternal/independent (KJPP)
setiap 2 tahun sekali dan wajib didampingi oleh petugas Bank.
40
Page 43
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN BANK JANGKA PANJANG (Lanjutan)
Perusahaan (lanjutan)
PT Bank Aceh Syariah (lanjutan)
Keterangan Agunan (lanjutan)
Agunan Tambahan
1. Agunan tambahan berupa piutang usaha senilai Rp8.000.000.000,- dan telah dilakukan
pengikatan akta fidusia secara cross collateral untuk fasilitas Rekening MMq 1, MMq 4 dan MMq
5 senilai Rp4.000.000.000,- oleh notaris rekanan Bank Aceh akan dilakukan Roya dan akan
dilakukan pengikatan utang fidusia secara notaril dan cross collateral terhadap fasilitas
Rekening MMq 1, MMq 2, MMq 3, MMq 4, MMq 5 dan didaftarkan ke Kantor Pendaftaran Fidusia
untuk keseluruhan fasilitas MMq.
2. Daftar piutang usaha akan dievaluasi setiap triwulan, jika hasil review nilai piutang tidak
mengcover lagi nilai pasar sebesar Rp8.000.000.000,- maka plafond pembiayaan harus
diturunkan sehingga coverage ratio mengcover 125%dari total fasilitas plafond pembiayaan
MMq.
3. Daftar piutang usaha diikat secara cross collateral untuk menjamin keseluruhan fasilitas MMq.
PT Arba Propertindo (AP)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN)
Berdasarkan surat persetujuan perpanjangan jangka waktu kredit PT AP No. 1245/S/CBC/JKT-
RY/XI/2022 tanggal 28 November 2022, perusahaan memperoleh perpanjangan fasilitas kredit modal
kerja pembangunan dari BTN,dengan rincian sebagai berikut:
Plafond : Rp44.000.000.000
Tujuan : Penyelesaian pembiayaan pembangunan apartement beserta sarana dan
prasarananya pada proyek D’Apple apartemen yang terletak di Jl. Raya
Jatipadang, Kecamatan Pasar Minggu, Kota Jakarta Selatan.
Bentuk : Non-revolving
Suku bunga : 12,5% efektif p.a
Jangka waktu : diperpanjang 36 bulan s.d 6 November 2025 (empat puluh delapan) bulan
Provisi : 0,75% dari plafond kredit perpanjangan.
Biaya administrasi : 0,25% dari plafond kredit perpanjangan.
Denda : 2% di atas suku bunga yang berlaku.
Fasilitas pinjaman dijamin antara lain dengan:
a. Agunan pokok berupa 307 Sertifikat Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (SHMSRS) atas nama
PT Arba Propertindo.
b. Personal Guarantee atas nama Adam Balfagih, Tjandra Tjokrodiponto dan Bayu Setiawan.
c. Corporate Guarantee atas nama PT Cipta Permata Internasional dan PT Karya Permata Inovasi
Indonesia.
41
Page 44
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN BANK JANGKA PANJANG (Lanjutan)
PT Arba Propertindo (AP) (lanjutan)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) (lanjutan)
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. 10 tanggal 6 November 2018, AP memperoleh fasilitas Kredit
Modal Kerja Pembangunan dari BTN, dengan rincian sebagai berikut:
Plafond : Rp70.000.000.000
Tujuan : Modal kerja pelengkap pembangunan Apartemen Apple
Bentuk : Non-revolving
Suku bunga : 12,5% efektif p.a
Jangka waktu : 48 (empat puluh delapan) bulan
Provisi : 0,50% dari plafond kredit dan wajib dibayarkan sebelum penandatangan
Perjanjian Kredit (PK).
Biaya administrasi : 0,25% dari plafond kredit dan wajib dibayarkan sebelum penandatangan
Perjanjian Kredit (PK).
Denda : 2% di atas suku bunga yang berlaku atas tunggakan bunga
Biaya cadangan HT : 0,50% dari plafond kredit atau jumlah tertentu, bilamana biaya yang dikeluarkan
untuk Sertifikat Hak Tanggungan melebihi dana cadangan tersebut, maka debitur
berjanji mengikatkan diri untuk menanggung kekurangan beban biaya tersebut.
Fasilitas pinjaman dijamin antara lain dengan:
a. Agunan pokok berupa tanah beserta bangunan yang telah terbangun maupun yang akan dibangun
kemudian diatas lahan Proyek Apartemen Apple yang berlokasi di Jalan Raya Jatipadang No. 03
dan 42A, Kel. Jatipadang, Kec. Pasar Minggu, Jakarta Selatan sesuai bukti kepemilikan berupa
SHGB No.1585 dan No. 1603 atas nama AP dengan luas 3.005 m2.
b. Personal Guarantee atas nama Adam Balfagih, Tjandra Tjokrodiponto dan Bayu Setiawan.
c. Corporate Guarantee atas nama PT Cipta Permata Internasional dan PT Karya Permata Inovasi
Indonesia.
Fasilitas pinjaman dijamin antara lain dengan (lanjutan)
d. Standing Instruction (SI) melalui BTN Cabang Kebon Jeruk. Apabila penjualan unit-unit apartemen
dilakukan melalui fasilitas kredit Bank lain, maka AP harus menerbitkan SI yang telah memperoleh
persetujuan dari Pemberi Kredit, serta wajib memindahbukukan/mentransfer seluruh hasil
penerimaan realisasi kredit maupun bentuk penjualan lain ke rekening giro escrow atas nama AP di
BTN Kantor Cabang Jakarta Kebon Jeruk.
e. Cessie/ fiducia atas piutang AP yang berkaitan dengan semua penerimaan proyek Apartemen Apple.
f. Akta Subordinasi yang menyatakan bahwa AP tidak akan melunasi utang kepada pemegang saham
atau tidak pihak terafiliasi lainnya sebelum kredit pada BTN telah lunas.
42
Page 45
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN BANK JANGKA PANJANG (Lanjutan)
PT Arba Propertindo (AP) (lanjutan)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) (lanjutan)
Pembatasan dan kewajiban
Atas pinjaman yang diterima AP, BTN mensyaratkan adanya pembatasan-pembatasan dan kewajiban
tertentu yang harus dipenuhi oleh AP antara lain:
- Memperoleh fasilitas kredit dari pihak lain sehubungan dengan proyek tersebut kecuali pinjaman dari
pemegang saham dan transaksi yang lazim.
- Mengikatkan diri sebagai penjamin utang.
- Mengubah Anggaran Dasar Perusahaan (terkait modal, kepemilikan dan pengurus).
- Melakukan merger atau akuisisi.
- Melunasi utang kepada pemegang saham/ Perusahaan afiliasi/ Kelompok Usaha.
- Membayar dividen.
- Membubarkan dan menyatakan pailit.
- Menyewakan kepada pihak ketiga.
- Memindahtangankan dalam bentuk apapun atau dengan nama apapun dan dengan maksud apapun
juga kepada pihak ketiga.
Atas pinjaman tersebut, AP wajib mempertahankan kinerja keuangan dengan indikator rasio keuangan
(Financial Covenant), sebagai berikut:
- DER dibawah 500%
- RPC di atas 100%
AP telah memenuhi seluruh Financial Covenant yang diwajibkan oleh bank.
Berdasarkan Surat BTN No,8516/S/JKJ.I/BCSU/XII/2019 tanggal 30 Desember 2019 perihal: Keputusan
Atas Permohonan Perubahan Klausula Negative Covenant dan Anggaran Dasar PT ARBA Propertindo,
BTN telah menyetujui perubahan klausula Negative Covenant sebagai berikut:
1. Mengubah ketentuan pada Pasal 10 Angka 6 Perjanjian Kredit No.10 tanggal 6 November 2018
menjadi:
- “Perseroan diperkenankan melakukan pembagian dividen kepada pemegang saham Perseroan
tanpa memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari BTN melainkan cukup pemberitahuan.”
2. Menambahkan syarat teknis tambahan berupa pemenuhan financial covenant:
- Dalam hal akan dilakukan tindakan pembagian dividen PT Arba Propertindo kepada Induk
Usaha, PT Arba Propertindo wajib melakukan hal-hal sebagai berikut:
a. Tidak ada pelanggaran terhadap klausula perjanjian kredit;
b. Tidak ada tunggakan kewajiban pokok, bunga, dan denda PT Arba Propertindo atas kredit
kepada BTN; Menjaga rasio DER maksimal 500%;
c. Menjaga RPC (repayment capacity) terhadap kewajiban Bank meliputi pokok, bunga, dan
denda (apabila ada) minimal 120%; Menjaga coverage rasio agunan minimal sebesar 125%;
d. Pembayaran dividen wajib melalui rekening BTN.
- Financial covenant tersebut menjadi satu kesatuan dengan Perjanjian Kredit.
43
Page 46
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN BANK JANGKA PANJANG (Lanjutan)
PT Arba Propertindo (AP) (lanjutan)
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) (lanjutan)
Pembatasan dan kewajiban (lanjutan)
Berdasarkan Surat BTN No,8516/S/JKJ.I/BCSU/XII/2019 tanggal 30 Desember 2019 perihal: Keputusan
Atas Permohonan Perubahan Klausula Negative Covenant dan Anggaran Dasar PT ARBA Propertindo,
BTN telah menyetujui perubahan klausula Negative Covenant sebagai berikut: (lanjutan)
2. Menambahkan syarat teknis tambahan berupa pemenuhan financial covenant: (lanjutan)
- Melaporkan hasil keputusan yang berkaitan tentang pembagian dividen selambat-lambatnya 14
(empat belas) hari sejak dilaksanakannya RUPS Tahunan PT Diamond Citra Propertindo melalui
surat yang ditandatangani oleh Direksi dan Komisaris kepada BTN;
- Transaksi dana hasil IPO a.n.PT Diamond Citra Propertindo melalui BTN;
- Menyerahkan surat komitmen dalam rangka peningkatan penggunaan layanan jasa
perbankan BTN oleh PT Arba Propertindo dalam kegiatan operasional maupun kredit
konsumsi (KPR/KPA) seperti:
a. Mengaktifkan penggunaan fasilitas financial service dari BTN Cash Management System (CMS)
untuk kegiatan transaksional perusahaan dan penegasan penggunaan virtual account BTN;
b. Pencairan fasilitas Kredit Konstruksi harus disertai dengan progress fisik, progress
pemasaran, dan realisasi share PT Arba Propertindo sesuai ketentuan.
Dalam Surat yang sama BTN juga telah menyetujui perubahan anggaran dasar ARBA terkait perubahan
modal dasar dan modal disetor sehubungan dengan rencana penggunaan dana IPO dan Waran PT
Diamond Citra Propertindo.
Berdasarkan Surat No. 5824/S/JKJ.I/BCSU/IX/2019 tanggal 4 September 2019, BTN menyetujui
perubahan anggaran dasar dan susunan pemegang saham AP dapat disetujui dengan syarat dan
ketentuan sebagai berikut:
i. AP wajib melakukan hal-hal sebagai berikut: - Menyampaikan corporate guarantee dan personal
guarantee terhadap Anisah dan Kasimun atas fasilitas kredit konstruksi atas nama AP pada BTN
(Akta Corporate Guarantee dan Personal Guarantee wajib Notarial). Menyampaikan akta perubahan
pemegang saham dan anggaran dasar AP beserta pengesahan Menkumham.
ii. PT AP wajib membuat surat pernyataan yang berisi bahwa akan tetap mematuhi dan mengikuti
ketentuan yang tertuang dalam Perjanjian Kredit No. 10 tanggal 6 November 2018 antara BTN
Kantor Cabang. Jakarta Kebon Jeruk yang dibuat dihadapan Gamal Wasidin S.H., Notaris di Jakarta
Pusat
iii Terhadap perubahan sebagaimana butir 1.a diatas, maka akan dilakukan Adendum Perjanjian Kredit
secara Notarial.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI)
Berdasarkan Akta Perjanjian Kredit No. BDM/1/078A/R tanggal 27 Maret 2020, AP memperoleh fasilitas
Kredit Modal Kerja Pembangunan dari BNI, dengan rincian sebagai berikut:
Plafond : Rp37.000.000.000
Tujuan : Tambahan modal kerja pembangunan 5 proyek Aparthouse yaitu Puri (64 unit),
Condo (132 unit), Emerald (34unit) dan Crystal (41unit)
Bentuk : Plafond menurun/Aflopend
Suku bunga : 11,75% per tahun efektif
Jangka waktu : 60 bulan sejak Perjanjian Kredit ditandatangani
Provisi : 0,25% per tahun yang dipungut proporsional pada saat Penandatanganan
perjanjian kredit
44
Page 47
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN BANK JANGKA PANJANG (Lanjutan)
PT Arba Propertindo (AP) (lanjutan)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) (lanjutan)
Fasilitas pinjaman dijamin antara lain dengan:
a. 3 (tiga) bidang tanah dalam satu hamparan beserta bangunan apartemen diatasnya terletak di Jl.
Palakali raya RT 05/RW 07, Kel. Kukusan, Kec. Beji, Depok, dengan rincian sebagai berikut:
- SHGB No. 14 atas nama Perusahaan.
- SHGB No. 15 atas nama Perusahaan.
- SHGB No. 17 atas nama Perusahaan.
- Luas total tanah 3.885 m2
- Luas total bangunan 28.264 m2
- IMB No.640/2846/IMB/BPMP2T/2015
b. Personal Guarantee atas nama Adam Balfagih.
c. Corporate Guarantee atas nama PT Karya Permata Inovasi Indonesia.
d. 9 unit hunian dan 30 unit non-hunian Dave Apartemen yang berlokasi di Jl, Palakali Raya
e. Tanah kavling di perumahan D'Marco Residence - Cluster Casablanca 1
f. 3 tanah kavling di perumahan D'Marco Residence - Cluster Casablanca 2
g. 21 tanah kavling di perumahan D'Marco Residence - Cluster Tangier
h. Tanah dan bangunan rumah tinggal di perumahan D'Crown Residence blok O No. 11-12
i. Piutang dari end user posisi 29 Februari 2020, akan diikat Fidusia Notariil
j. Akan diikat SOL atas hutang kepada pemegang saham
k. Akan diikat personal guarantee an. Adam
Pembatasan dan kewajiban
Atas pinjaman yang diterima AP, BNI mensyaratkan adanya pembatasan-pembatasan dan kewajiban
tertentu yang harus dipenuhi oleh AP antara lain:
- Mengadakan penggabungan usaha (merger), atau konsolidasi dengan perusahaan lain.
- Melakukan akuisisi/pengambilalihan aset milik pihak ketiga.
- Mengubah susunan pengurus, Direksi, Komisaris dan pemilikan saham AP.
- Melakukan investasi, penyertaan modal atau pengambilalihan saham pada perusahaan lain.
- Mengizinkan pihak lain menggunakan AP untuk kegiatan usaha pihak lain.
- Merubah bentuk atau status hukum AP, merubah Anggaran Dasar (kecuali meningkatkan modal
AP), memindahtangankan resipis atau saham AP baik antar pemegang saham maupun kepada
pihak lain.
- Melunasi seluruh atau sebagian hutang AP kepada pesero dan/atau perusahaan afiliasi yang belum
atau telah didudukkan sebagai pinjaman subordinasi fasilitas kredit BNI (Sub-Ordinated Loan).
- Membagikan dividen atau keuntungan usaha (laba) dalam bentuk apapun juga.
- Memberikan pinjaman kepada siapapun juga, termasuk kepada para persero, kecuali jika pinjaman
tersebut diberikan dalam rangka transaksi dagang yang berkaitan langsung dengan kegiatan
usahanya.
- Menerima pinjaman dari pihak lain (termasuk menerbitkan obligasi), kecuali jika pinjaman tersebut
diterima dalam rangka transaksi dagang yang berkaitan langsung dengan kegiatan usahanya.
- Mengambil lease dari perusahaan leasing.
- Mengikatkan diri sebagai Penjamin (Borg), menjaminkan harta kekayaan dalam bentuk dan maksud
apapun (baik yang belum dan/atau telah dijaminkan oleh AP kepada BNI) kepada pihak lain.
- Menjual dan/atau menyewakan harta kekayaan atau barang-barang agunan.
- Membubarkan AP dan meminta menyatakan pailit.
- Menggunakan dana AP untuk tujuan di luar usaha yang biayai dengan fasilitas kredit dari BNI.
- Menggadaikan atau dengan cara lain mempertanggungkan saham perusahaan kepada pihak
manapun.
- Mengubah bidang usaha.
- Melakukan interfinancing dengan perusahaan afiliasi, induk perusahaan dan/atau anak perusahaan.
45
Page 48
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. PINJAMAN BANK JANGKA PANJANG (Lanjutan)
PT Arba Propertindo (AP) (lanjutan)
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) (lanjutan)
Pembatasan dan kewajiban
- Menyerahkan atau mengalihkan seluruh atau sebagian dari hak dan/atau kewajiban AP yang timbul
berdasarkan Perjanjian Kredit dan/atau dokumen jaminan kepada pihak lain.
Atas pinjaman tersebut, AP wajib mempertahankan kinerja keuangan dengan indikator rasio keuangan
(Financial Covenant), sebagai berikut:
- Current Ratio minimal 1,00 kali
- Debt to Equity Ratio maksimal 2,50 kali
- Debt Service Coverage minimal 100%
AP telah memenuhi seluruh Financial Covenant yang diwajibkan oleh bank.
20. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA KARYAWAN
Perusahaan memiliki program pensiun manfaat pasti yang sepenuhnya tidak didanai untuk mencakup
seluruh karyawan tetap. Perusahaan mencadangkan liabilitas imbalan kerja jangka panjang sesuai
dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 tanggal 25 Maret 2003. Liabilitas imbalan kerja pada
tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 didasarkan pada laporan aktuaria aktuaris independen, KKA Bambang
Sudradjad masing - masing pada tanggal 4 Maret 2024 dan 6 Maret 2023 dengan laporan No. 1107-P /
TEK - BS / III / 2024 dan No. 124 / TEK - BS / III / 2023. Sedangkan entitas anak PT Arba Propertindo
pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 masing - masing dengan laporan aktuaria No. 1106-P / TEK - BS
/ III / 2024 dan No. 123 / TEK - BS / III / 2023, dan untuk PT Kalibata Inovasi Maju pada tanggal 31 Maret
dan 2023 masing - masing dengan laporan aktuaria No. 1108-P / TEK - BS / III / 2024 dan No. 125 /
TEK - BS / III / 2023. Liabilitas tersebut dihitung menggunakan metode “Projected Unit Credit”, dengan
asumsi-asumsi utama sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Usia pension 55 tahun 55 tahun
Tingkat diskonto 6,54% - 6,69% 6,54% - 6,69%
Tingkat kenaikan gaji 7,00% 7,00%
Tingkat mortalitas TMI - 2019 TMI - 2019
Tingkat cacat 10.00% TMI - 2019 10.00% TMI - 2019
Perubahan pada liabilitas imbalan pasca kerja adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Kewajiban awal tahun 1.042.603.654 1.624.026.821
Beban (Pendapatan) yang diakui di laba/rugi - (538.602.133)
Penghasilan komprehensif lainnya - (42.821.034)
Total 1.042.603.654 1.042.603.654
46
Page 49
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM
Rincian pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Jumlah Saham
Ditempatkan dan Persentase Jumlah
Pemegang Saham Disetor Penuh Kepemilikan Modal Disetor
PT Karya Permata Inovasi
Indonesia 4.995.000.000 67.21% 99.900.000.000
Tjandra Tjokrodiponto 35.000.000 0.47% 700.000.000
Modal Masyarakat 2.401.530.800 32.32% 48.030.616.000
Total 7.431.530.800 100% 148.630.616.000
Berdasarkan Akta Perusahaan No 104 tanggal 30 Maret 2023, tentang Pernyataan Keputusan Para
Pemegang Saham Perusahaan yang dibuat di hadapan Notaris Elizabeth Karina Leonita, SH., M. Kn.,
Notaris di Jakarta Selatan. Akta perubahan ini telah dilaporkan dan diterima oleh Menteri Hukum dan
Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat No. AHU-0076681.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal
12 April 2023, para pemegang saham antara lain memutuskan bahwa sebagai hasil exercise Penerbitan
Waran Seri I, modal ditempatkan dan disetor Perseroan mengalami peningkatan. Sebelumnya sejumlah
7.177.000.000 saham dengan nominal seluruhnya sebesar Rp143.540.000.000, selanjutnya mengalami
peningkatan menjadi sejumlah 7.431.530.800 saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
Rp148.630.616.000.
22. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 154.685.723.750 154.712.655.270
Penambahan modal saham melalui exercise waran seri - (26.931.520)
Total 154.685.723.750 154.685.723.750
23. SALDO LABA
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal:
- Dicadangkan 532.475.586 532.475.586
- Tidak dicadangkan 46.367.378.690 45.061.820.597
Laba tahun berjalan 243.619.202 1.250.393.910
Penghasilan komprehensif lain - 55.164.183
Saldo akhir 47.143.473.478 46.899.854.276
Berdasarkan Keputusan Pemegang Saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang diaktakan
dalam Akta No. 1 tanggal 1 September 2020 oleh Dyah Madya Ruth S.N.,S.H.,M.Kn. Notaris di
Kabupaten Bogor, para pemegang saham menyetujui penyisihan saldo laba bersih tahun 2019 sebesar
Rp532.475.586.
47
Page 50
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. KEPENTINGAN NON - PENGENDALI
Mutasi kepentingan non - pengendali adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 687.389.144 698.194.877
Laba tahun berjalan 3.268.300 1.537.416
Penghasilan komprehensif lain
))
- (12.343.149)
Saldo Akhir 690.657.444 687.389.144
25. PENDAPATAN USAHA
Rincian pendapatan usaha adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Penjualan unit:
Apple 3 3.385.282.600 -
Apartemen Dave 50.000.000 810.000.000
Apple 1 - 2.007.001.859
Total 3.435.282.600 2.817.001.859
Tidak terdapat transaksi penjualan kepada satu pelanggan yang melebihi 10% dari penjualan bersih
untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023.
26. BEBAN POKOK PENDAPATAN
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Apartemen, bangunan komersil dan kios 839.271.494 845.100.558
Penyusutan properti investasi (Catatan 13) 191.313.286 452.341.217
Total 1.030.584.780 1.297.441.775
Tidak terdapat transaksi pembelian kepada satu kontraktor dan pemasok yang melebihi 10% dari beban
pokok pendapatan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023.
48
Page 51
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. BEBAN USAHA
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Beban Penjualan dan Pemasaran
Komisi marketing 282.880.840 173.162.079
Operasional Marketing 199.517.316 101.501.438
Lain-lain 344.503.860 788.866.377
Sub-total 826.902.016 1.063.529.894
Beban Umum dan Administrasi
Tenaga ahli 255.679.604 261.646.904
Gaji dan tunjangan 201.919.160 69.101.994
Keperluan kantor 118.407.589 194.634.366
Perijinan 53.050.000 99.783.367
Penyusutan (Catatan 12) 15.906.399 531.235.839
Imbalan pascakerja (Catatan 20) - 496.713.223
Pajak - 282.475.928
Asuransi - 103.389.851
Lain-lain 293.068.498 340.664.688
Sub-total 938.031.250 1.522.096.496
Total 1.764.933.266 2.585.626.390
28. LABA PER SAHAM DASAR
Perhitungan laba per saham dasar adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Jumlah laba yang digunakan dalam perhitungan
laba per saham dasar:
Jumlah laba bersih yang diatribusikan kepada
pemilik entitas induk 243.619.202 889.850.089
Jumlah rata-rata tertimbang saham (dalam lembar
saham penuh) 7.431.530.800 7.178.346.958
Laba per Saham Dasar 0,03 0,64
29. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG BERELASI
Dalam kegiatan usaha normal, Kelompok Usaha melakukan transaksi usaha dan keuangan dengan
pihak-pihak berelasi tertentu. Kelompok Usaha melakukan transaksi berdasarkan persyaratan dan
ketentuan yang disepakati bersama dengan pihak-pihak berelasi yang sama dengan pihak ketiga dalam
transaksi yang wajar (arm’s length basis). Saldo akun-akun yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi
adalah sebagai berikut:
49
Page 52
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG BERELASI (lanjutan)
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Aset
Piutang Lain-lain
PT Diamond Karya Abadi 603.900.000 -
PT Karya Permata Inovasi Indonesia - 113.260.787.950
PT Arba Propertindo Utama - 35.020.000.000
Total 603.900.000 148.280.787.950
Persentase terhadap Total Aset 0,09% 22,45%
Utang lain-lain
PT Karya Permata Inovasi Indonesia - 601.998.947
Lain-lain - 145.734.095
Total - 747.733.042
.
Persentase terhadap Total Liabilitas 0,00% 0,20%
Utang kepada pihak berelasi ke PT Karya Permata Inovasi Indonesia merupakan utang modal kerja
proyek pembangunan.
Transaksi dengan pihak yang berelasi dilakukan berdasarkan syarat dan kondisi yang disepakati antar
Perusahaan dengan pihak-pihak yang berelasi.
Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
Pihak Berelasi Hubungan dengan Perusahaan Transaksi
PT Karya Permata Piutang Lain-lain dan Utang
Pemegang saham
Inovasi Indonesia Lain-lain
PT Arba Propertindo Entitas dengan pengendalian yang Piutang lain-lain
Utama Sama
PT Diamond Karya Abadi Entitas dengan pengendalian yang Piutang lain - lain
Sama
30. INSTRUMEN KEUANGAN
Pengelompokan aset keuangan telah diklasifikasikan menjadi pinjaman yang diberikan dan piutang.
Demikian halnya dengan liabilitas keuangan telah diklasifikasikan menjadi liabilitas keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Metode dan asumsi yang digunakan untuk estimasi nilai wajar adalah sebagai berikut:
- Nilai wajar kas dan bank, piutang usaha, piutang lain-lain, utang usaha, utang lain-lain, mendekati nilai
tercatat karena jangka waktu jatuh tempo yang singkat atas instrumen keuangan tersebut.
- Nilai wajar pinjaman bank jangka panjang ditentukan dengan menggunakan metode arus kas yang
didiskonto berdasarkan tingkat bunga masing-masing pinjaman yang diutilisasi.
- Nilai wajar piutang dan utang kepada pihak berelasi tidak dapat ditentukan dengan andal sehingga
dinyatakan dengan nilai nominal. Penentuan estimasi nilai wajar menjadi tidak praktis karena tidak
memiliki jadwal pembayaran yang pasti.
Nilai tercatat dari aset dan liabilitas keuangan lainnya mendekati nilai wajarnya karena sifat jangka
pendek dari instrumen keuangan.
50
Page 53
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Kelompok Usaha memiliki beberapa eksposur risiko keuangan dalam bentuk risiko kredit dan risiko likuiditas.
Manajemen senantiasa memonitor proses manajemen risiko Kelompok Usaha guna memastikan kesesuaian
antara risiko dan pengendalian terhadap risiko tersebut. Kebijakan dan sistem manajemen risiko secara rutin
dikaji untuk mengantisipasi perubahan dari kondisi pasar dan aktivitas Kelompok Usaha.
a. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko bahwa pihak ketiga tidak akan memenuhi kewajibannya berdasarkan
instrumen keuangan atau kontrak pelanggan, yang menyebabkan kerugian keuangan. Perusahaan
dihadapkan pada risiko kredit dari kegiatan operasi dan dari aktivitas pendanaan, termasuk
deposito pada bank dan instrumen keuangan lainnya.
Guna meminimumkan eksposur yang ada atas simpanan dana di bank, Kelompok Usaha hanya
akan menempatkan dana pada bank yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Manajemen
juga senantiasa memantau kesehatan bank serta mempertimbangkan keikutsertaan bank di dalam
Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS).
Selain itu, Kelompok Usaha hanya melakukan transaksi dengan pihak ketiga yang memiliki reputasi
dan kredibilitas yang baik. Ini adalah kebijakan Kelompok Usaha bahwa semua nasabah harus
melalui prosedur verifikasi. Lebih jauh, saldo piutang dipantau secara terus menerus dengan tujuan
bahwa eskposur atas piutang tak tertagih tidak siginifikan.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 kualitas kredit pada setiap klasifikasi aset keuangan adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2024
Telah Jatuh
Belum Jatuh Tempo tetapi
Tempo dan Tidak
Tidak Mengalami Mengalami Penyisihan
Mengalami Penurunan Penurunan Penurunan
Penurunan Nilai Nilai Nilai Nilai Total
Kas dan Bank 7.839.501.699 - - - 7.839.501.699
Piutang usaha
Pihak ketiga - 3.749.550.047 3.131.254.308 (3.131.254.308 ) 3.749.550.047
Piutang lain-lain
Pihak ketiga 1.299.199.508 - - - 1.299.199.508
Pihak berelasi 603.900.000 - - - 603.900.000
Total 9.742.601.207 3.749.550.047 3.131.254.308 (3.131.254.308 ) 13.492.151.254
31 Desember 2023
Telah Jatuh
Belum Jatuh Tempo tetapi
Tempo dan Tidak
Tidak Mengalami Mengalami Penyisihan
Mengalami Penurunan Penurunan Penurunan
Penurunan Nilai Nilai Nilai Nilai Total
Kas dan Bank 5.691.427.129 - - - 5.691.427.129
Piutang usaha
Pihak ketiga 3.603.243.076 1.926.637.062 (1.926.637.062 ) 3.603.243.076
Pihak berelasi - - - -
Piutang lain - lain
Pihak ketiga 1.299.199.508 - - - 1.299.199.508
Pihak berelasi 603.500.000 - - - 603.500.000
Total 7.594.126.637 3.603.243.076 1.926.637.062 (1.926.637.062 ) 11.197.369.713
51
Page 54
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
b. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko di mana posisi arus kas Kelompok Usaha menunjukkan pendapatan
jangka pendek tidak cukup untuk menutupi pengeluaran jangka pendek.
Untuk mengatur risiko likuiditas, Kelompok Usaha menerapkan manajemen risiko sebagai berikut:
1. Memonitor dan menjaga level kas dan bank yang diperkirakan cukup untuk mendanai
operasional Kelompok Usaha dan mengurangi pengaruh fluktuasi dalam arus kas.
2. Secara rutin melakukan monitor atas perkiraan arus kas dan arus kas aktual.
3. Melakukan monitor atas profil jatuh tempo pinjaman.
4. Secara terus-menerus menilai kondisi pasar keuangan untuk kesempatan memperoleh dana.
5. Sebagai tambahan, Kelompok Usaha juga mengatur untuk memiliki fasilitas stand-by loan yang
dapat ditarik sesuai dengan permintaan untuk mendanai kegiatan operasi pada saat diperlukan.
Tabel berikut memperlihatkan liabilitas keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi
berdasarkan sisa umur jatuh temponya:
31 Maret 2024
Jumlah tercatat Dibawah 1 tahun 1 – 3 tahun Nilai wajar
Liabilitas Keuangan
Utang usaha - pihak ketiga 4.412.638.819 - 4.412.638.819 4.412.638.819
Pinjaman bank jangka Panjang 98.753.499.942 46.666.796.665 52.086.703.277 89.407.292.722
Total 103.166.138.761 46.666.796.665 56.499.342.096 103.166.138.761
31 Maret 2023
Jumlah tercatat Dibawah 1 tahun 1 – 3 tahun Nilai wajar
Liabilitas Keuangan -
Utang usaha - pihak ketiga 10.055.720.593 - 10.055.720.593 10.055.720.593
Utang lain-lain - pihak ketiga 34.030.233.374 - 34.030.233.374 34.030.233.374
Utang lain-lain - pihak berelasi 645.487.011 - 645.487.011 645.487.011
Pinjaman bank jangka Panjang 89.407.292.722 27.175.761.126 62.231.531.596 89.407.292.722
Total 134.138.733.700 27.175.761.126 106.962.972.574 134.138.733.700
32. MANAJEMEN RISIKO MODAL
Tujuan utama pengelolaan modal Kelompok Usaha adalah untuk memastikan pemeliharaan peringkat
kredit yang baik dan rasio modal yang sehat guna mendukung usaha dan memaksimalkan nilai
pemegang saham.
Kelompok Usaha mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan
kondisi ekonomi. Untuk memelihara atau menyesuaikan struktur permodalan, Kelompok Usaha dapat
menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham, imbalan modal kepada pemegang
saham atau menerbitkan saham baru. Tidak terdapat perubahan tujuan, kebijakan atau proses selama
periode yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023.
Kelompok Usaha mengelola permodalan dengan menggunakan rasio pengungkit. Kebijakan Kelompok
Usaha adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran yang umum dalam industri sejenis dengan tujuan
untuk mengamankan pendanaan terhadap biaya yang rasional.
52
Page 55
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. MANAJEMEN RISIKO MODAL (lanjutan)
Rasio utang terhadap modal dihitung sebagai hutang bersih dibagi dengan total modal. Hutang bersih
dihitung sebagai pinjaman (pinjaman bank, kewajiban di bawah sewa pembiayaan, surat utang senior
dan utang pemegang saham) ditambah perdagangan dan utang lainnya dikurangi kas dan bank. Total
modal dihitung sebagai ekuitas ditambah utang bersih.
Perhitungan rasio utang terhadap modal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Jumlah utang 304.652.337.534 315.880.366.336
Dikurangi: Kas dan Bank 7.839.501.699 6.874.385.712
Utang neto 296.812.835.835 309.005.980.624
Total ekuitas 351.150.470.672 344.545.153.970
Rasio utang terhadap modal 0,85 0,90
33. SEGMEN OPERASI
Dalam pengambilan keputusan oleh manajemen, Kelompok Usaha digolongkan menjadi unit usaha
berdasarkan segmentasi produksi.
Segmen operasi Kelompok Usaha berdasarkan segmentasi produksi adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024
Apartemen Properti Investasi Total
Pendapatan 3.435.282.600 - 3.435.282.600
Beban pokok penjualan (839.271.494) (191.313.286) (1.030.584.780)
Laba (rugi) kotor 2.596.011.106 (191.313.286) 2.404.697.820
Beban penjualan dan pemasaran (826.902.016) - (826.902.016)
Beban umum dan administrasi (938.031.250) ) - - (938.031.250)
)
Beban penurunan nilai - - -
Penghasilan keuangan 1.251.535 - 1.251.535
Beban keuangan (339.257.851) - (339.257.851)
Pendapatan (Beban) lain-lain-neto 31.011.329 - 31.011.329
Laba sebelum beban pajak final dan pajak
penghasilan 524.082.853 (191.313.286) 332.769.567
Beban pajak final (85.882.065) - (85.882.065)
Laba neto tahun berjalan 438.200.788 (191.313.286) 246.887.502
31 Maret 2023
Apartemen Properti Investasi Total
Pendapatan 2.817.001.859 - 2.817.001.859
Beban pokok penjualan (845.100.558) (452.341.217) (1.297.441.775)
Laba (rugi) kotor 1.971.901.301 (452.341.217) 1.519.560.084
Beban penjualan dan pemasaran (1.063.529.894) - (1.063.529.894)
Beban umum dan administrasi (1.522.096.496) - (1.522.096.496)
Penghasilan keuangan 9.538.095 - 9.538.095
Beban keuangan (3.106.306.380) - (3.106.306.380)
Pendapatan (Beban) lain-lain-neto 292.666.985 - 292.666.985
Laba sebelum beban pajak final dan pajak
penghasilan (3.417.826.389) (452.341.217) (3.870.167.606)
Beban pajak final (32.744.422) - (32.744.422)
Laba neto tahun berjalan (3.450.570.811) (452.341.217) (3.902.912.028)
53
Page 56
PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
Pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Serta Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
34. PERJANJIAN PENTING
PT Kalibata Inovasi Maju (KIM)
Perjanjian Kerjasama Usaha
Berdasarkan akta notaris Rosida Rajagukguk-Siregar, SH., M.Kn., No. 22 tanggal 7 September 2020,
PT Kalibata Inovasi Maju (KIM) dan PT Javateafurn (JAV) menandatangi perjanjian kerja sama
operasional (KSO) untuk pembangunan properti di lahan seluas 4.800 m2 yang berlokasi di Perumahan
Bumi Karang indah, Jalan Karang Tengah Raya, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta
Selatan. Berdasarkan perjanjian ini KIM dan JAV sepakat dalam hal-hal dibawah ini:
a. JAV adalah pemilik lahan seluas 4.800 m2 yang berlokasi di Perumahan Bumi Karang indah, Jalan
Karang Tengah Raya, Kelurahan Lebak Bulus, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.
b. KIM dan JAV sepakat untuk membangun low rise dilahan tersebut dimana KIM bertanggung jawab
atas segala bentuk operasional atau penyelengaraan proyek dan berkewajiban serta bertanggung
jawab atas kegiatan prapembangunan, membiayai seluruh bangunan sampai selesai dan
pemasaran, dimana JAV bertanggung jawab sebagai kepemilikan lahan yang sah dan hanya
bertindak sebagai penyedia lahan.
c. KIM dan JAV sepakat atas untuk melakukan bagi hasil dengan komposisi bagi hasil masing masing
65% dan 35%.
d. Secara bersama-sama KIM dan JAV dapat melakukan Kelompok Usaha baru yang bertujuan untuk
melakukan manajemen proyek dan penjualan.
35. PENERBITAN AMENDEMEN DAN PENYESUAIAN PSAK, PSAK DAN ISAK BARU
DSAK-IAI telah menerbitkan amandemen dan penyesuaian PSAK, PSAK dan ISAK baru yang akan
berlaku efektif atas laporan keuangan untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal
sebagai berikut:
(a) 1 Januari 2024
Amandemen PSAK 1 : Penyajian Laporan Keuangan terkait Liabilitas Jangka Panjang dangan
Kovenan
Amandemen PSAK 73: Sewa terkait Liabilitas Sewa pada transaksi Jual dan Sewa-balik
(b) 1 Januari 2025
PSAK 74: Kontrak Asuransi
Amandemen PSAK 74: Kontrak Asuransi Tentang Penerapan Awal PSAK 74 dan PSAK 71 -
Informasi Komparatif
Kelompok Usaha masih mengevaluasi dampak dari amendemen dan penyesuaian PSAK, PSAK dan
ISAK baru di atas dan belum dapat menentukan dampak yang timbul terkait dengan hal tersebut
terhadap laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan
54
Page 57
Lampiran PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN ENTITAS INDUK SAJA
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 1.009.929.848 1.032.637.339
Piutang usaha
Pihak ketiga 448.189.825 439.002.855
Piutang lain-lain
Pihak ketiga - -
Persediaan 73.799.602.725 73.796.740.725
Pajak dibayar dimuka 183.889.902 -
Biaya dibayar dimuka 13.780.455 22.967.425
TOTAL ASET LANCAR 75.455.392.755 75.291.348.344
ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 21.785.559.900 21.785.159.900
Aset tetap - neto 659.820.762 675.545.160
Uang muka 74.299.851.590 74.299.851.590
Tanah dalam pengembangan 10.234.702.311 10.234.702.311
Properti investasi 11.192.242.201 11.383.555.487
Investasi 299.625.000.000 299.625.000.000
TOTAL ASET TIDAK LANCAR 417.797.176.764 418.003.814.448
TOTAL ASET 493.252.569.519 493.295.162.792
55
Page 58
Lampiran PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN ENTITAS INDUK SAJA
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
)
Utang usaha 2.253.240.384 2.243.352.884
Utang pajak 1.832.500 1.832.500
Utang lain - lain
Pihak ketiga - -
Pendapatan ditangguhkan 19.324.591.151 18.901.927.651
Bagian jangka pendek dari
liabilitas jangka panjang:
Utang bank 9.832.721.431 9.500.000.000
Total Liabilitas Jangka )
Pendek 31.412.385.466 30.647.113.035
LIABILITAS JANGKA )
PANJANG
Utang lain - lain
Pihak berelasi 59.393.484.574 59.393.484.574
Utang jangka Panjang - setelah
dikurangi bagian jangka pendek:
Utang bank 30.953.703.269 30.953.703.269
Liabilitas imbalan kerja 516.576.601 516.576.601
Total Liabilitas Jangka
Panjang 90.863.764.444 90.863.764.444
)
TOTAL LIABILITAS 122.276.149.910 121.510.877.479
56
Page 59
Lampiran PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN ENTITAS INDUK SAJA
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp20,-
Modal dasar - 20.120.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor
7.431.530.800 saham pada tanggal
31 Maret 2024, 7.177.000.382 saham
pada tanggal 31 Desember 2023 148.630.616.000 148.630.616.000
Tambahan modal disetor 171.675.066.656 171.675.066.656
Saldo laba 50.670.736.953 51.478.602.657
TOTAL EKUITAS 370.976.419.609 371.784.285.313
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 493.252.569.519 493.295.162.792
)
57
Page 60
Lampiran PT DIAMOND CITRA PROPERTINDO Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
ENTITAS INDUK SAJA
Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir Pada 31 Maret 2024 dan 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31 Maret 2024 31 Maret 2023
PENDAPATAN 50.000.000 810.000.000
BEBAN POKOK PENDAPATAN (15.000.000
)) ( 695.341.217)
LABA BRUTO 35.000.000 114.658.783
Beban penjualan ( 48.823.337 ) ( 268.081.064 )
Beban umum dan administrasi ( 456.523.632 ) ( 1.151.687.464 )
JUMLAH BEBAN USAHA (505.346.582
)) ) (1.419.768.528 )
LABA USAHA (470.346.582)
)) ) (1.305.109.745)
Pendapatan (beban) lain-lain
Penghasilan keuangan 148.315 6.488.369
Beban keuangan (337.417.437) ( 1.439.292.436 )
Penghasilan (beban) lain-lain – neto 1.000.000 162.086.438
LABA SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN (806.615.704 ) (1.270.717.629)
))
BEBAN PAJAK FINAL (1.250.000 ) -
LABA NETO TAHUN BERJALAN (807.865.704 ) (2.575.827.374)
)
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAINNYA
Pengukuran kembali program imbalan
kerja pasti - -
TOTAL LABA KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN (809.803.561 ) ))
(2.575.827.374)
58
Names mentioned 56 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Dewi Kusumawati
p.11
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.11 ×2
unresolved
org
PT Arba Propertindo
p.11 ×22
unresolved
org
PT Kalibata Inovasi Maju
p.11 ×7
unresolved
person
Rosida Rajagukguk-Siregar
p.12 ×3
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia AHU-
p.12
unresolved
org
PT Cipta Permata Properti Indonesia
p.12 ×3
unresolved
org
BAPEPAM-LK
p.13 ×2
unresolved
org
Milik Negara
p.26
unresolved
org
Milik Daerah
p.26
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.28
unresolved
org
Bank Indonesia
p.30 ×2
unresolved
org
PT Diamond Karya Abadi
p.31 ×3
unresolved
org
Kantor Jasa Penilai Publik Firman
p.32
unresolved
org
PT AP
p.33 ×3
unresolved
org
PT KIM
p.33
unresolved
org
PT Adam Inovasi Utama
p.36 ×2
unresolved
org
PT Arba Propertindo Utama
p.36 ×2
unresolved
org
PT Diyatama Putera Mandiri Pariwisata
p.37
unresolved
org
PT Abadi Prima Intikarya
p.37
unresolved
org
PT Trimatra Liguna
p.37
unresolved
org
PT Bank Aceh Syariah
p.39 ×6
unresolved
org
PT Diamond Citra Propetindo
p.40
unresolved
org
PT Bank Aceh Syariah Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan
p.40
unresolved
org
Bank Perbulan
p.41 ×2
unresolved
org
Bank Aceh Cabang
p.42
unresolved
org
KJPP Firman Suryantoro
p.42
unresolved
org
Sugeng Suzy Hartomo & Rekan
p.42
unresolved
person
DR. H. Syafran
p.42 ×2
unresolved
org
Bank Aceh
p.42 ×3
unresolved
org
PT Cipta Permata Internasional
p.43 ×2
unresolved
org
PT Karya Permata Inovasi Indonesia. Fasilitas
p.44
unresolved
person
Gamal Wasidin S.H.
· Notaris
p.46
unresolved
person
Elizabeth Karina Leonita
p.49
unresolved
org
Menteri
p.49
unresolved
person
Dyah Madya Ruth S.N.
· Notaris
p.49
unresolved
org
PT Javateafurn
p.56
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.