Skip to content
Back to announcement

PPRI Longform 31 Maret 2024_Final.pdf

Financial statement Text extracted PPRI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 41

Page 1
     PT Paperocks Indonesia Tbk
             Laporan Keuangan Interim
      Tanggal 31 Maret 2024 dan Periode 3 Bulan yang
                berakhir pada 31 Maret 2024




20
23
Page 2
    PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
            LAPORAN KEUANGAN
               31 MARET 2024
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
        31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
Page 3
                                  PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                                      LAPORAN KEUANGAN
                                        31 MARET 2024



                                            DAFTAR ISI


Surat Pernyataan Direksi


                                                               Ekshibit

Laporan Posisi Keuangan                                          A


Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain              B


Laporan Perubahan Ekuitas                                        C


Laporan Arus Kas                                                 D


Catatan atas Laporan Keuangan                                    E
Page 4
                                    SURAT PERNYATAAN DIREKSI
                                 TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS
                                       LAPORAN KEUANGAN
                                         31 MARET 2024

Saya yang bertanda tangan dibawah ini:
 1 Nama                         : Catur Jatiwaluyo
    Alamat Kantor               : Ruko Cibubur Times Square C1 No. 23
                                    Jalan Alternatif Cibubur (Transyogi)
                                    Jatikarya, Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat
    Alamat Domisili sesuai KTP : Raffles Hills Blok J2 No. 16 RT 002 RW 025,
                                    Desa Sukatani, Tapos, Depok, Jawa Barat
    Nomor Telepon               : (021)-22816962
    Jabatan                     : Direktur Utama

2   Nama                          :   Dillon Sutandar
    Alamat Kantor                 :   Ruko Cibubur Times Square C1 No. 23
                                      Jalan Alternatif Cibubur (Transyogi)
                                      Jatikarya, Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat
    Alamat Domisili sesuai KTP    :   Raffles Hills Blok I-5 No. 29 RT 002 RW 025,
                                      Desa Sukatani, Tapos, Depok, Jawa Barat
    Nomor Telepon                 :   (021)-22816962
    Jabatan                       :   Direktur*
                                      *Merupakan direktur yang membawahi Akutansi dan keuangan perusahaan



Menyatakan bahwa:
1 Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan
   PT Paperocks Indonesia Tbk;
2 Laporan Keuangan PT Paperocks Indonesia Tbk Telah disusun dan disajikan sesuai dengan
   Standar Akutansi Keuangan di Indonesia;
3a Semua informasi material dalam laporan keuangan PT Paperocks Indonesia Tbk telah dimuat
   secara lengkap dan benar;
 b Laporan Keuangan PT Paperocks Indonesia Tbk tidak mengandung informasi atau fakta material
   yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi dan fakta material;
4 Kami bertanggung jawab atas system pengendalian PT Paperocks Indonesia Tbk;

Demikian Pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya

Atas nama dan mewakili Dewan Direksi,

                                         Bekasi, 29 April 2024

                                                 Materai
                                                 10.000




                             Catur Jatiwaluyo            Dillon Sutandar
                             Direktur Utama              Direktur
Page 5
                                                                                                 Ekshibit A


                                        PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                                         LAPORAN POSISI KEUANGAN
                                               31 Maret 2024
                              (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                      Catatan       31 Maret 2024       31 Desember 2023

ASET

Aset Lancar
Kas dan bank                                              4             4.313.904.780         6.910.792127
Deposito berjangka                                        5            38.667.500.000       38.667.500.000
Piutang usaha – Neto                                   6, 25a          26.171.745.026       20.035.887.297
Persediaan                                                7             8.638.770.353        7.534.372.630
Biaya dibayar di muka                                                   1.099.737.035        1.025.696.758
Uang muka                                                                 473.551.142          137.933.979

Total Aset Lancar                                                      79.365.208.336       74.312.182.791

Aset Tidak Lancar
Uang jaminan                                            25c            10.000.000.000       10.000.000.000
Aset tetap - Neto                                        8             27.089.620.241       23.373.625.539
Aset pajak tangguhan                                    12d               471.255.482          471.255.482

Total Aset Tidak Lancar                                                37.560.875.723       33.844.881.021

TOTAL ASET                                                            116.926.084.059      108.157.063.812


                        Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir
              yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
Page 6
                                                                                                           Ekshibit A/2


                                             PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                                              LAPORAN POSISI KEUANGAN
                                                    31 Maret 2024
                                   (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                           Catatan        31 Maret 2024           31 Desember 2023

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek                                      9                  592.481.566                         -
Utang usaha
Pihak ketiga                                                 10                6.112.823.818           4.932.761.113
Pihak berelasi                                             10, 25d             7.156.521.511           2.961.782.189
Biaya yang masih harus dibayar                                                   871.940.200             305.519.439
Utang pajak                                                  12a                 862.706.824             603.424.849
Uang muka penjualan                                          25e                  83.769.135              46.690.917
Utang jangka panjang – Bagian jangka pendek:
Utang bank                                                    11                 283.817.253                 276.358
Liabilitas sewa                                                                  185.118.420             198.163.011

Total Liabilitas Jangka Pendek                                                16.149.178.727           9.048.617.876

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi
bagian jangka pendek:
Utang bank                                                    11               7.650.644.356           6.974.528.144
Liabilitas sewa                                                                   68.462.758              99.767.538
Liabilitas imbalan pascakerja                                 13               1.234.489.053           1.239.493.182

Total Liabilitas Jangka Panjang                                                8.953.596.167           8.313.788.864

TOTAL LIABILITAS                                                              25.102.774.894          17.362.406.740

EKUITAS
Modal saham
  Modal dasar – 2.000.000.000 saham dengan nilai
   nominal Rp 50 per saham pada 31 Maret 2024 dan
   2023
  Modal ditempatkan dan disetor penuh – 1.075.001.532
   saham pada 31 Maret 2024 dan 1.075.000.000 saham           14              53.750.155.600          53.750.000.000
    pada 31 Desember 2023
Tambahan modal disetor                                        15              24.436.575.133          24.436.108.333
Saldo laba
  Telah ditentukan penggunaannya                              16                  80.000.000              80.000.000
  Belum ditentukan penggunaannya                                               7.422.014.668           6.393.984.975
Surplus revaluasi                                             8                6.244.865.000           6.244.865.000
Pengukuran kembali atas imbalan pascakerja                           (           110.301.236) (          110.301.236 )

TOTAL EKUITAS                                                                 91.823.309.165           90.794.657.072

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                                                 116.926.084.059          108.157.063.812


                             Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir
                   yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
Page 7
                                                                                                     Ekshibit B


                                         PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                           LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
                                      UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
                                                31 MARET 2024
                               (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                      Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                                 31 Maret
                                                     Catatan           2024                     2023

PENJUALAN                                               18           40.499.245.029           25.971.177.255

BEBAN POKOK PENJUALAN                                   19     (     34.429.678.464) (        22.558.469.720)

LABA KOTOR                                                           6.069.566.565            3.412.707.535

Beban penjualan dan pemasaran                           20     (      1.395.964.224) (            633.010.860)
Beban umum dan administrasi                             21     (      3.230.331.907) (          2.122.095.961)
Pendapatan lain-lain                                    22              267.326.682                69.705.935
Beban lain-lain                                         23     (        257.978.423) (            326.016.309)

LABA SEBELUM (BEBAN) MANFAAT
 PAJAK PENGHASILAN                                                   1.452.618.693               401.290.340

(BEBAN) MANFAAT PAJAK PENGHASILAN                      12b
  Kini                                                         (        424.589.000) (            141.612.000)
  Tangguhan                                                                       -                         -

Beban pajak penghasilan - Neto                                 (        424.589.000) (           (141.612.000 )

LABA TAHUN BERJALAN                                                  1.028.029.693               259.678.340

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi
 ke laba rugi:
 Revaluasi aset tetap                                                              -                         -
 Rugi pengukuran kembali atas
   imbalan pascakerja                                   13                         -                         -
 Pajak penghasilan terkait                             12d                         -                         -

Penghasilan komprehensif lain -
 Setelah pajak                                                                     -                         -

PENGHASILAN KOMPREHENSIF NETO                                        1.028.029.693               259.678.340

LABA PER SAHAM DASAR                                    24                      0,96                     0,37


                        Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir
              yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
Page 8
                                                                                                                                                                   Ekshibit C

                                                          PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                                                         LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
                                                       UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
                                                                 31 Maret 2024
                                                (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                    Modal saham                                       Saldo laba                                       Pengukuran
                                    ditempatkan                                 Telah             Belum                                kembali atas
                                     dan disetor        Tambahan             ditentukan        ditentukan           Surplus              imbalan
                         Catatan       penuh           modal disetor       penggunaannya     penggunaannya         revaluasi            pacakerja             Total ekuitas

Saldo 31 Desember 2022               40.000.000.000      3.406.000.000         80.000.000      4.141.964.756       6.244.865.000 (        23.972.079)          53.848.857.677

Laba tahun berjalan                                -                   -                 -          259.678.340                -                      -          259.678.340

Saldo 31 Maret 2023                40.000.000.000       3.406.000.000         80.000.000      4.401.643.096       6.244.865.000    (    (23.972.079)          54.108.536.017


Saldo 31 Desember 2023               53.750.000.000     24.436.108.333         80.000.000      6.393.984.975       6.244.865.000   (     110.301.236)          90.794.657.072

Pelaksanaan Waran                          155.600             466.800                   -                    -                -                          -          622.400

Laba tahun berjalan                                -                   -                 -     1.028.029.693

Saldo 31 Maret 2024                  53.750.155.600     24.436.575.133         80.000.000      7.422.014.668       6.244.865.000   (     110.301.236)          91.823.309.165


                                         Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir
                               yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
Page 9
                                                                                                        Ekshibit D


                                          PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
                                               LAPORAN ARUS KAS
                                       UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
                                                 31 MARET 2024
                                (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                           Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                                      31 Maret
                                                       Catatan              2024                     2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari:
 Pelanggan                                                                34.400.465.518           25.173.319.699
 Bunga                                                                       247.655.419               59.558.881

Pembayaran untuk:
 Pemasok                                                           (      30.159.274.160) (        20.671.584.720)
 Karyawan                                                          (       2.454.279.029) (         1.652.922.756)
 Bunga                                                             (         133.839.210) (           175.095.903)
 Pajak                                                             (         165.307.025) (           118.125.819)
 Operasi lainnya                                                   (       2.094.029.262) (         1.725.242.620)

Arus kas neto diperoleh dari
  (digunakan untuk) aktivitas operasi                             (          358.607.749)           1.126.158.400

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                                      8        (       3.746.691.300) (            609.587.215)

Arus kas neto digunakan
 untuk aktivitas investasi                                         (       3.746.691.300) (            609.587.215)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Setoran modal                                           14,15                    622.400                        -
Penerimaan pinjaman bank                                                   2.005.444.250           11.858.437.887
Pembayaran pinjaman bank                                           (         453.305.577) (        13.740.880.463)
Pembayaran liabilitas sewa                                         (          44.349.371) (            41.440.153)

Arus kas neto diperoleh dari
 aktivitas pendanaan                                                       1.508.411.702            1.923.882.729

KENAIKAN NETO DALAM
 KAS DAN BANK                                                      (       2.596.887.347) (         1.407.311.544)

KAS DAN BANK PADA AWAL PERIODE                                             6.910.792.127            4.369.465.008

KAS DAN BANK PADA AKHIR PERIODE                                            4.313.904.780            2.962.153.464




                        Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir
              yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
Page 10
1. UMUM

  a. Pendirian dan Informasi Umum

    PT Paperocks Indonesia Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan akta Notaris No. 65 tanggal 14 Februari
    2011 yang dibuat oleh Buntario Tigris, S.H., S.E., M.H., Notaris di Jakarta Pusat. Akta Pendirian tersebut
    telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
    Keputusan No. AHU-10842.AH.01.01.Tahun 2011 tanggal 03 Maret 2011 dan diumumkan dalam Berita
    Negara Republik Indonesia No. 62 tanggal 3 Agustus 2012, Tambahan No. 31605/2012.

    Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, antara lain berdasarkan Akta
    pernyataan keputusan sirkuler para pemegang saham Perusahaan No. 2 tanggal 15 September 2022 yang
    dibuat di hadapan Notaris Roza, S.H., Notaris di Bekasi, di mana pemegang saham memutuskan untuk
    melakukan perubahan beberapa pasal dalam Anggaran Dasar Perusahaan. Perubahan tersebut telah
    mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat
    keputusannya No. AHU-0067858.AH.01.02.Tahun 2022 pada tanggal 20 September 2022.

    Berdasarkan Akta No. 18 tanggal 28 September 2022 dibuat dihadapan Notaris Roza, S.H., Notaris di Bekasi,
    para pemegang saham menerima dan menyetujui penetapan penggunaan laba bersih Perusahaan untuk
    tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 untuk disisihkan sebesar Rp 40.000.000 sebagai
    cadangan dan memberikan sebesar Rp 9.800.000.000 sebagai dividen saham yang berasal dari laba ditahan
    tahun buku 2021 yang dikonversi menjadi setoran saham kepada masing-masing pemegang saham secara
    proporsional sesuai dengan persentase kepemilikan.

    Berdasarkan Akta No. 19 tanggal 28 September 2022 dibuat dihadapan Notaris Roza, S.H., Notaris di Bekasi,
    para pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar Perseroan menjadi sebesar
    Rp 100.000.000.000 dengan modal ditempatkan dan disetor penuh menjadi sebesar Rp 30.000.000.000.
    Peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh tersebut dengan menerbitkan sebanyak 297.500 lembar
    saham baru, setelah mengeluarkan 500 lembar saham dalam simpanan terlebih dahulu dengan nilai nominal
    saham sebesar Rp 100.000, sehingga seluruhnya bernilai nominal sebesar Rp 29.800.000.000. Atas
    persetujuan peningkatan modal Perseroan tersebut, pemegang saham menyetujui penyetoran atas
    pengambilan bagian saham baru yang dilakukan dengan cara konversi dividen saham yang berasal dari laba
    ditahan tahun buku 2021 sebesar Rp 9.800.000.000, menambahkan setoran modal secara tunai sebesar
    Rp 20.000.000.000, serta menyetujui perubahan nilai nominal saham (stock split) yang semula sebesar
    Rp 100.000 per lembar saham menjadi Rp 50 per lembar saham, sehingga jumlah saham yang dimiliki oleh
    para pemegang saham adalah 600.000.000 lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
    Rp 30.000.000.000. Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
    Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusannya No. AHU-0070410.AH.01.02.Tahun 2022 pada tanggal
    29 September 2022.

    Berdasarkan Akta No. 36 tanggal 20 Oktober 2022, yang dibuat dihadapan Notaris Yulia, S.H., Notaris di
    Jakarta Selatan, para pemegang saham menyetujui rencana Perseroan untuk melakukan penawaran umum
    perdana saham-saham Perusahaan kepada masyarakat dalam jumlah sebanyak-banyaknya 250.000.000
    lembar saham dan mencatatkan saham-saham Perseroan tersebut pada Bursa Efek Indonesia, serta
    mengubah status Perseroan dari Perseroan Tertutup menjadi Perseroan Terbuka, menyetujui rencana untuk
    mengeluarkan saham baru melalui Penawaran Umum kepada masyarakat dalam jumlah sebanyak-
    banyaknya 250.000.000 lembar saham dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp 50,
    menyetujui rencana Perseroan untuk menerbitkan waran seri I atas nama Perseroan sebanyak-banyaknya
    150.000.000 waran, menyetujui untuk mencatatkan seluruh saham dan waran Perseroan, memberikan
    kuasa pada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan sehubungan dengan Penawaran Umum saham dan
    jumlah pasti waran yang akan diterbitkan atas nama Perseroan, mengubah maksud dan tujuan serta
    kegiatan usaha Perseroan, dan menyetujui untuk mengubah dan menyusun kembali seluruh Anggaran Dasar
    Perseroan sehubungan dengan perubahan status Perseroan menjadi Perseroan Terbatas Terbuka (Tbk).
    Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
    Indonesia dalam surat keputusannya No. AHU-0076068.AH.01.02 Tahun 2022 pada tanggal 20 Oktober 2022.
Page 11
1. UMUM (Lanjutan)
  a. Pendirian dan Informasi Umum (Lanjutan)
     Berdasarkan Akta No. 129 Tanggal 22 Desember 2022 dibuat dihadapan Notaris Yulia, S.H., Notaris di
     Jakarta Selatan, para pemegang saham menyetujui untuk mengubah status Perseroan yang semula
     Perseroan Terbatas Terbuka (Tbk) menjadi Perseroan Tertutup, menyetujui peningkatan modal
     ditempatkan dan disetor penuh dari sebesar Rp 30.000.000.000 menjadi sebesar Rp 40.000.000.000 yang
     terbagi atas 800.000.000 lembar saham yang diambil bagian oleh para pemegang saham secara
     proporsional, dan menyetujui untuk mengubah seluruh Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan
     perubahan status Perseroan menjadi Perseroan Terbatas Tertutup untuk disesuaikan dengan perundang-
     undangan yang berlaku. Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
     Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusannya No. AHU-0096920.AH.01.02 Tahun 2022 pada tanggal
     22 Desember 2022.

     Berdasarkan Akta No. 60 tanggal 22 Februari 2023, yang dibuat dihadapan Notaris Yulia, S.H., Notaris di
     Jakarta Selatan, para pemegang saham menyetujui rencana Perseroan untuk melakukan penawaran umum
     perdana saham-saham Perusahaan kepada masyarakat dalam jumlah sebanyak-banyaknya 275.000.000
     lembar saham dan mencatatkan saham-saham Perseroan tersebut pada Bursa Efek Indonesia, serta
     mengubah status Perseroan dari Perseroan Tertutup menjadi Perseroan Terbuka, menyetujui rencana untuk
     mengeluarkan saham baru melalui Penawaran Umum kepada masyarakat dalam jumlah sebanyak-
     banyaknya 275.000.000 lembar saham dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp 50,
     menyetujui rencana Perseroan untuk menerbitkan waran seri I atas nama Perseroan sebanyak-banyaknya
     165.000.000 waran, menyetujui untuk mencatatkan seluruh saham dan waran Perseroan, memberikan
     kuasa pada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan sehubungan dengan Penawaran Umum saham dan
     jumlah pasti waran yang akan diterbitkan atas nama Perseroan, mengubah maksud dan tujuan serta
     kegiatan usaha Perseroan, dan menyetujui untuk mengubah dan menyusun kembali seluruh Anggaran Dasar
     Perseroan sehubungan dengan perubahan status Perseroan menjadi Perseroan Terbatas Terbuka (Tbk).
     Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
     Indonesia dalam surat keputusannya No. AHU-0012041.AH.01.02 Tahun 2023 pada tanggal 22 Februari 2023
     diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
     Republik Indonesia dengan surat No. AHU-AH.01.03-0030062 tanggal 22 Februari 2023.

     Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, perubahan terakhir berdasarkan
     Akta Notaris Yulia, S.H., No. 06 tanggal 07 September 2023 mengenai peningkatan modal ditempatkan/
     disetor. Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
     Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusannya No. AHU-0176387.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal 07
     September 2023 dan telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
     Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat No. AHU-AH.01.03-0114970 tanggal 07
     September 2023.
     Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan saat ini meliputi
     perdagangan besar barang dari kertas dan karton, angkutan bermotor untuk barang umum, dan
     pergudangan dan penyimpanan. Kegiatan usaha utama yang saat ini sedang dijalankan oleh Perusahaan
     adalah perdagangan kemasan makanan dan minuman.
     Perusahaan berlokasi di Ruko Cibubur Times Square Blok C1 No. 23, Jl. Alternatif Cibubur (Transyogi),
     RT.001/RW.010, Kel. Jatikarya, Kec. Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat 17435. Perusahaan memulai
     kegiatan operasinya pada bulan Mei 2011.

     Dillon Sutandar, Philip Sumali dan Catur Jatiwaluyo merupakan pemegang saham Perusahaan.
  b. Penawaran Umum Efek Perusahaan

     Pada tanggal 31 Juli 2023, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Dewan Komisioner Otoritas
     Jasa Keuangan (“OJK”) dengan surat No. S-200/D.04/2023 untuk melakukan penawaran umum perdana
     saham kepada masyarakat sebanyak 275.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 50 per saham dan harga
     penawaran Rp 140 per saham.

     Perusahaan secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak 165.000.000 Waran Seri I dengan nilai nominal
     Rp 50 per saham dan harga pelaksanaan sebesar Rp 200 per saham.
Page 12
1.   Umum (Lanjutan)
     c. Penyelesaian Laporan Keuangan
       Direksi Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang telah
       diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan pada tanggal 27 Maret 2024.
     d. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi, dan Karyawan
       Berdasarkan akta No. 36 tanggal 20 Oktober 2022 dibuat dihadapan Notaris Yulia, S.H., Notaris di Jakarta
       Selatan, akta No. 14 tanggal 19 Januari 2021 dari Notaris Roza, S.H., Notaris di Bekasi, serta akta
       No. 24 tanggal 6 Desember 2016 dari Notaris Buntario Tigris, S.H., S.E., M.H, Notaris di Bekasi, susunan
       Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai
       berikut:
                                                                               31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023

       Komisaris Utama                                                                    Philip Sumali
       Komisaris                                                                        Frederick Rompas

       Direktur Utama                                                                   Catur Jatiwaluyo
       Direktur                                                                         Dillon Sutandar*
       *Merupakan Direktur yang membawahi bidang akuntansi dan keuangan Perusahaan.

       Berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris di Luar Rapat tanggal 31 Oktober 2022, struktur dan keanggotaan
       Komite Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                                            31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023

       Komite Audit
       Ketua                                                                                          Frederick Rompas
       Anggota                                                                                              Wito
       Anggota                                                                                             David
       Komite Nominasi dan Remunerasi
       Ketua                                                                                         Frederick Rompas
       Anggota                                                                                        Zayatri Novlesia
       Anggota                                                                                       Winda Aryuningsih


       Perusahaan telah membentuk Sekretaris Perusahaan sebagaimana disyaratkan dalam POJK No. 35/2014,
       berdasarkan Keputusan Direksi di Luar Rapat Perseroan nomor DIR.001/PI/II/2023 tanggal 23 Februari 2023,
       Perusahaan telah menunjuk Dillon Sutandar sebagai Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary).
       Perusahaan telah memiliki Unit Audit Internal yang berfungsi untuk melakukan pengawasan dan implementasi
       dari kebijakan yang telah ditetapkan oleh manajemen Perusahaan. Berdasarkan Keputusan Direksi di Luar Rapat
       Direksi Perseroan nomor DIR-KOM.002/PI/II/2024 tanggal 2 Januari 2024, Direksi Perusahaan mengangkat
       Muhammad Ridwan Randika sebagai Unit Audit Internal Perusahaan.
       Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan memiliki masing-masing 24 dan
       24 karyawan tetap.



2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
     a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
       Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (“SAK”) yang
       merupakan Pernyataan dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan
       Akuntan Indonesia dan Peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
       Emiten atau Perusahaan Publik. Kebijakan tersebut telah diterapkan secara konsisten untuk setiap tahun
       penyajian, kecuali dinyatakan lain.
       Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah selaras dengan
       kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Perusahaan tanggal 31 Desember
       2021 dan tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, kecuali bagi penerapan beberapa PSAK yang telah
       direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2022.
       Laporan keuangan, kecuali laporan arus kas, telah disusun secara akrual dengan menggunakan konsep biaya
       perolehan, kecuali untuk akun-akun tertentu yang dicatat berdasarkan basis lain seperti yang diungkapkan
       pada kebijakan akuntansi masing-masing akun terkait.
Page 13
2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
     b. Perubahan Kebijakan Akuntansi

       Laporan arus kas menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan bank yang dikelompokkan ke dalam
       aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Laporan arus kas disajikan dengan menggunakan metode
       langsung.
       Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan adalah mata uang Rupiah
       (“Rp”), yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
       Amandemen PSAK berikut, yang relevan untuk Kelompok Usaha, berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari
       2023 dan untuk memiliki pengaruh material terhadap laporan keuangan Kelompok Usaha:
        •  Amendemen PSAK 1 “Penyajian Laporan Keuangan” – Pengungkapan Kebijakan Akuntansi
        •  Amendemen PSAK 16, “Aset Tetap” tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan
        •  Amendemen PSAK 25 “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan” – Definisi
           estimasi akuntansi
       • Amendemen PSAK 46 “Pajak Penghasilan” – Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang timbul
           dari Transaksi Tunggal
       Untuk periode akutansi dimulai pada dan setelah 1 Januari 2024, nomor referensi PSAK dan ISAK akan diurut
       ulang dan diubah sebagaimana yang dipublikasikan oleh DSAK-IAI. Sebagai akibatnya, nomor referensi PSAK
       dan ISAK saat ini akan berubah sejak tanggal tersebut. Hal ini tidak akan menimbulkan dampak akutansi
       pada laporan keuangan.

       Amandemen PSAK dan ISAK baru beriukut yang telah diterbitkan yang belum dilakukan penerapan dini oleh
       Kelompok Usaha:

       Berlaku efektif setelah tanggal 1 Januari 2024:

        •   Amendemen PSAK 1 “Penyajian Laporan Keuangan” Tentang Liabilitas Jangka Panjang dengan
            konvenan; dan
        •   Amandemen PSAK 73, “Sewa” Tentang Liabilitas Sewa pada Transaksi Jual dan Sewa-Balik

       Berlaku efektif setelah tanggal 1 Januari 2025:
        •   PSAK 74, “Kontrak Asuransi”; dan
        •   Amandemen PSAK 74, “kontrak asuransi tentang penerapan awal PSAK 74 dan PSAK 71 – Informasi
            Komparatif.
       Peneparan dini atas amendemen dan PSAK baru tersebut diperkenankan.

       Pada tanggal penerbitan laporan keuangan ini, manajemen masih dalam proses melakukan evaluasi atas
       dampak dari amendemen, penyesuaian dan PSAK baru tersebut di atas terhadap laporan keuangan
       Perusahaan.

     c. Pengukuran Nilai Wajar

       Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
       mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar di pasar utama atau pasar yang
       paling menguntungkan pada tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat ini (yaitu harga keluar) terlepas
       apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung atau diestimasi dengan menggunakan teknik
       penilaian lain pada tanggal pengukuran.

       Perusahaan mengukur nilai wajar suatu aset atau liabilitas menggunakan asumsi yang akan digunakan
       pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar
       bertindak dalam kepentingan ekonomis terbaiknya.

       Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan
       manfaat ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya atau dengan
       menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi
       dan terbaiknya.

       Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan di mana data yang memadai
       tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang
       relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

       Perusahaan menentukan kelas aset dan liabilitas yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan risiko aset dan
       liabilitas, dan level hirarki nilai wajar di mana pengukuran nilai wajar tersebut dikategorikan.
Page 14
2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

     d. Kas dan Bank

       Kas dan bank terdiri dari saldo kas dan kas di bank, yang tidak digunakan sebagai jaminan atau tidak
       dibatasi penggunaannya.

       Deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari tiga bulan disajikan sebagai “deposito berjangka”,
       dalam laporan posisi keuangan.

     e. Instrumen Keuangan

       1. Aset Keuangan

          Pengakuan awal

          Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual
          - baik dari pembayaran pokok dan bunga. Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai
          berikut:

          1. Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
          2. Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL) atau melalui penghasilan
             komprehensif lain (FVOCI).
          Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal. Perusahaan
          mereklasifikasi aset keuangan ketika Perusahaan mengubah tujuan model bisnis untuk pengelolaan aset
          keuangan sehingga penilaian sebelumnya menjadi tidak dapat diterapkan. Ketika Perusahaan
          mereklasifikasi aset keuangan, maka Perusahaan menerapkan reklasifikasi secara prospektif dari
          tanggal reklasifikasi. Perusahaan tidak menyajikan kembali keuntungan, kerugian (termasuk keuntungan
          atau kerugian penurunan nilai), atau bunga yang diakui sebelumnya.

          Pada tanggal 31 Desember 2022, Perusahaan tidak mempunyai aset keuangan yang ditetapkan sebagai
          FVTPL atau melalui FVOCI.

          Pengukuran selanjutnya

          Pengukuran selanjutnya dari aset keuangan tergantung pada klasifikasinya.

          1. Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi

             Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur pada biaya
             perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi dengan
             penurunan nilai, jika ada. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan
             diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan bagian integral dari suku bunga
             efektif tersebut. Amortisasi suku bunga efektif dimasukkan dalam laba rugi. Kerugian yang timbul
             dari penurunan nilai juga dimasukkan dalam laba rugi.

          2. Aset keuangan diukur pada FVTPL
             Selanjutnya disajikan dalam laporan posisi keuangan sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai
             wajar yang diakui dalam laporan laba rugi.
          3. Aset keuangan diukur pada FVOCI
             Aset keuangan diukur pada FVOCI yang terdiri dari investasi ekuitas di mana Perusahaan telah
             memilih secara takterbatalkan untuk menyajikan keuntungan dan kerugian nilai wajar dari revaluasi
             pada penghasilan komprehensif lainnya.
             Pilihan dapat didasarkan pada investasi individu, namun, tidak berlaku pada investasi ekuitas yang
             dimiliki untuk diperdagangkan. Keuntungan atau kerugian nilai wajar dari revaluasi investasi ekuitas,
             termasuk komponen selisih kurs, diakui pada penghasilan komprehensif lainnya. Ketika investasi
             ekuitas dihentikan pengakuannya, keuntungan atau kerugian nilai wajar yang sebelumnya diakui
             dalam penghasilan komprehensif lainnya tidak direklasifikasi pada laba rugi. Dividen diakui pada laba
             rugi ketika hak untuk menerima pembayaran telah ditetapkan.
Page 15
2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
          Penurunan nilai aset keuangan
          Perusahaan mengakui penyisihan kerugian untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) atas aset
          keuangannya. Nilai kerugian kredit ekspektasian diperbarui pada tanggal pelaporan untuk
          mencerminkan perubahan risiko kredit sejak pengakuan awal masing-masing instrumen keuangan.
          Perusahaan selalu mengakui ECL sepanjang umurnya untuk piutang usaha. Kerugian kredit ekspektasian
          atas aset keuangan diestimasi menggunakan matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit
          historis Perusahaan, disesuaikan untuk faktor spesifik debitur, kondisi ekonomi umum serta penilaian
          atas arah kondisi kini dan perkiraan masa depan pada tanggal pelaporan, termasuk nilai waktu atas uang
          jika tepat.

          Untuk aset keuangan lainnya, Perusahaan mengakui ECL sepanjang umur ketika telah ada peningkatan
          risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal. Jika, sebaliknya, risiko kredit pada instrumen
          keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, Perusahaan mengukur penyisihan
          kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah ECL 12 (dua belas) bulan. Penilaian apakah ECL
          sepanjang umur harus diakui didasarkan pada peningkatan signifikan dalam kemungkinan terjadinya
          atau pada risiko gagal bayar sejak pengakuan awal dan bukan didasarkan pada bukti aset keuangan yang
          mengalami kerugian kredit pada tanggal pelaporan atau kejadian gagal bayar sebenarnya.
       2. Liabilitas Keuangan
          Pengakuan awal
          Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai berikut:
          1. Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
          2. Liabilitas keuangan yang diukur dengan FVTPL atau melalui FVTOCI.
          Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal. Perusahaan
          mengklasifikasikan semua liabilitas keuangannya pada biaya perolehan diamortisasi.
          Pengukuran selanjutnya
          Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan metode
          suku bunga efektif. Amortisasi suku bunga efektif termasuk di dalam biaya keuangan dalam laba rugi.
          Keuntungan atau kerugian diakui dalam laba rugi pada saat liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya
          serta melalui proses amortisasi suku bunga efektif.

       3. Penghentian Pengakuan Instrumen Keuangan

          Penghentian pengakuan aset keuangan

          Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika, hak kontraktual atas arus kas
          yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir, atau mengalihkan hak kontraktual untuk menerima
          arus kas yang berasal dari aset keuangan, atau tetap memiliki hak kontraktual untuk menerima arus kas
          yang berasal dari aset keuangan namun juga menanggung kewajiban kontraktual untuk membayar arus
          kas yang diterima tersebut kepada satu atau lebih pihak penerima melalui suatu kesepakatan yang
          memenuhi persyaratan tertentu. Ketika Perusahaan mengalihkan aset keuangan, maka Perusahaan
          mengevaluasi sejauh mana Perusahaan tetap memiliki risiko dan manfaat atas kepemilikan aset
          keuangan tersebut.

          Penghentian pengakuan liabilitas keuangan

          Perusahaan menghentikan pengakuan liabilitas keuangan jika, dan hanya jika, kewajiban Perusahaan
          dilepaskan, dibatalkan atau kedaluwarsa.
       4. Saling Hapus Instrumen Keuangan

          Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya dilaporkan dalam laporan
          posisi keuangan jika, dan hanya jika, saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk saling hapus
          atas jumlah yang telah diakui dan terdapat tujuan untuk menetapkannya secara neto (net basis), atau
          untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Page 16
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

   f.    Transaksi dengan Pihak Berelasi

        Perusahaan mengungkapkan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Transaksi ini dilakukan berdasarkan
        persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama
        dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.

        Semua transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan syarat dan kondisi
        yang sama dengan pihak ketiga ataupun tidak, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.

  g. Persediaan

        Persediaan awalnya diakui pada biaya perolehannya dan kemudian pada nilai terendah antara biaya
        perolehan atau nilai realisasi bersih. Biaya perolehan terdiri atas semua biaya pembelian dan biaya lainnya
        yang terjadi untuk menempatkan persediaan sampai kepada lokasi dan kondisi saat ini. Biaya perolehan
        ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.

        Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi estimasi biaya
        penyelesaian dan estimasi biaya penjualan.

  h. Aset Tetap

        Pada pengakuan awal, item-item aset tetap dinilai sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan meliputi harga
        pembelian, biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung dan estimasi nilai kini dari seluruh biaya-
        biaya masa mendatang yang tidak dapat dihindari dari pembongkaran dan pemindahan aset tetap.

        Pada tahun 2022, Perusahaan melakukan perubahan kebijakan akuntansi atas tanah didalam pengukuran
        setelah pengakuan awal dari model biaya menjadi model revaluasi. Perusahaan menetapkan untuk
        melakukan revaluasi maksimal 5 tahun sekali.

        Perusahaan telah memilih untuk menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset
        tetapnya kecuali untuk tanah dinyatakan sebesar nilai revaluasi. Aset tetap selain tanah dinyatakan sebesar
        harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai. Penyusutan dihitung dengan
        menggunakan metode garis lurus dengan masa manfaat ekonomis berikut ini:

                                                                                        Tarif           Tahun

        Bangunan                                                                         5%               20
        Kendaraan                                                                       20%               5
        Peralatan kantor                                                              10% - 33%         3 - 10

        Tanah termasuk biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Bangunan (“HGB”) ketika
        tanah diperoleh pertama kali dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi karena manajemen
        berpendapat bahwa kemungkinan besar hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang pada
        saat masa berlakunya selesai.

        Kenaikan nilai tercatat yang timbul dari revaluasi tanah dicatat sebagai “Surplus Revaluasi”. Penurunan
        nilai tercatat yang timbul dari revaluasi dicatat sebagai beban pada tahun berjalan. Apabila aset tersebut
        memiliki saldo “Keuntungan Revaluasi Aset Tetap” yang disajikan sebagai “Penghasilan Komprehensif
        Lain”, maka selisih penurunan nilai tercatat tersebut dibebankan terhadap “Keuntungan Revaluasi Aset
        Tetap” dan sisanya diakui sebagai beban tahun berjalan.

        Surplus revaluasi tanah yang telah disajikan dalam ekuitas dipindahkan langsung ke saldo laba pada saat
        aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Page 17
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

  h. Aset Tetap (lanjutan)

     Aset tetap dalam penyelesaian dicatat sebesar biaya perolehan, yang mencakup kapitalisasi beban
     pinjaman dan biaya-biaya lainnya yang terjadi sehubungan dengan pendanaan aset tetap dalam
     penyelesaian tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun “Aset Tetap” yang
     bersangkutan pada saat aset tetap tersebut telah selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan. Aset tetap
     dalam penyelesaian tidak disusutkan sampai memenuhi syarat pengakuan sebagai aset tetap seperti
     diungkapkan di atas.

     Nilai sisa, masa manfaat dan metode penyusutan dikaji pada tiap akhir periode pelaporan, dan disesuaikan
     secara prospektif, sesuai dengan keadaan.

     Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya, biaya penggantian
     atau inspeksi yang signifikan dikapitalisasi pada saat terjadinya jika besar kemungkinan manfaat ekonomis
     di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan, dan biaya perolehan aset
     dapat diukur secara andal.

     Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat ekonomis masa
     depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
     pengakuan aset dimasukkan dalam laba rugi pada periode aset tersebut dihentikan pengakuannya.

  i. Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan (Tidak Termasuk Persediaan dan Aset Pajak Tangguhan)

     Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami penurunan
     nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka Perusahaan mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
     Jumlah terpulihkan suatu aset atau unit penghasil kas adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar
     dikurangi biaya pelepasan dan nilai pakainya. Jika jumlah terpulihkan suatu aset lebih kecil dari nilai
     tercatatnya, nilai tercatat aset harus diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan. Kerugian penurunan
     nilai diakui segera dalam laba rugi.

     Pembalikan rugi penurunan nilai untuk aset nonkeuangan, diakui jika, dan hanya jika, terdapat perubahan
     estimasi yang digunakan dalam menentukan jumlah terpulihkan aset sejak pengujian penurunan nilai
     terakhir kali dilakukan. Pembalikan rugi penurunan nilai tersebut diakui segera dalam laba rugi.

   j. Sewa

     Perusahaan mengevaluasi pada saat insepsi kontrak bila kontrak tersebut adalah, atau mengandung sewa
     yaitu jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama
     suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.

     Perusahaan sebagai Penyewa

     Perusahaan menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali untuk
     sewa jangka pendek dan sewa dengan aset pendasar bernilai rendah. Perusahaan mengakui liabilitas sewa
     untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak-guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset
     pendasar.

     Aset hak-guna

     Perusahaan mengakui aset hak-guna pada tanggal permulaan sewa. Aset hak-guna diukur pada biaya
     perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap
     pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya perolehan aset hak-guna mencakup jumlah liabilitas sewa yang
     diakui, biaya langsung awal yang dikeluarkan, dan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum
     tanggal mulai dikurangi insentif sewa yang diterima.

     Setelah pengakuan awal, aset hak-guna diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan disusutkan selama
     masa sewa menggunakan metode garis lurus.
     Liabilitas sewa
     Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini dari
     pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa.
Page 18
2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
       Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan dari opsi pembelian yang secara wajar pasti akan
       dilaksanakan oleh Perusahaan dan pembayaran denda untuk penghentian sewa, jika masa sewa
       mencerminkan pelaksanaan opsi untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada
       indeks atau tarif diakui sebagai beban pada periode terjadinya peristiwa atau kondisi yang memicu
       terjadinya pembayaran tersebut.
       Dalam menghitung nilai kini dari pembayaran sewa, Perusahaan menggunakan Suku Bunga Pinjaman
       Inkremental (“SBPI”) pada tanggal permulaan sewa karena tingkat bunga yang tersirat dalam sewa tidak
       tersedia untuk ditentukan. Setelah tanggal permulaan, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk
       mencerminkan peningkatan bunga dan dikurangi pembayaran sewa yang dilakukan.
       Selain itu, nilai tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa,
       perubahan pembayaran sewa (misalnya, perubahan pembayaran masa depan yang dihasilkan dari
       perubahan indeks atau kurs yang digunakan untuk menentukan pembayaran sewa) atau perubahan dalam
       penilaian opsi untuk memperoleh aset pendasar.
       Perusahaan menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa jangka pendeknya
       (yaitu, sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 (dua belas) bulan atau kurang dari tanggal permulaan
       dan tidak memiliki opsi pembelian). Perusahaan juga menerapkan pengecualian pengakuan sewa aset
       bernilai rendah untuk sewa yang dianggap bernilai rendah.
       Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa dari aset pendasar bernilai rendah diakui sebagai
       beban dengan metode garis lurus selama masa sewa.
       Perusahaan sebagai Pesewa
       Sewa yang dalam pengaturannya Perusahaan tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan
       manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pendapatan
       sewa yang timbul dicatat dengan metode garis lurus selama masa sewa dan disertakan dalam pendapatan
       pada laba rugi karena sifat operasinya. Biaya langsung awal yang timbul dalam negosiasi dan pengaturan
       sewa operasi ditambahkan ke nilai tercatat dari aset sewaan dan diakui selama masa sewa atas dasar yang
       sama dengan pendapatan sewa.
     k. Imbalan Kerja

       Imbalan kerja jangka pendek
       Imbalan kerja jangka pendek merupakan kompensasi yang diberikan oleh Perusahaan seperti gaji,
       tunjangan, bonus dan iuran pensiun yang diakui pada saat diberikan kepada karyawan.
       Imbalan pascakerja
       Perusahaan mengakui liabilitas imbalan pascakerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang
       Ketenagakerjaan.

       Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Perusahaan ditentukan melalui
       perhitungan aktuaria secara periodik dengan menggunakan metode projected-unit-credit dan menerapkan
       asumsi atas tingkat diskonto, hasil yang diharapkan atas aset dana pensiun dan tingkat kenaikan manfaat
       pasti pensiun tahunan.
       i. Program iuran pasti
           Iuran untuk program iuran pasti untuk program pensiun dibebankan pada laba rugi pada periode di mana
           iuran tersebut terkait.

       ii. Program imbalan pasti

           Surplus dan defisit program imbalan pasti diukur pada:

           • Nilai wajar dari aset yang direncanakan pada tanggal pelaporan; dikurangi
           • Liabilitas program yang dihitung dengan menggunakan metode projected-unit-credit yang
             didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan imbal hasil Obligasi Pemerintah (dikarenakan saat
             ini tidak ada pasar aktif untuk obligasi Perusahaan yang berkualitas tinggi) yang tersedia yang
             memiliki tanggal jatuh tempo yang mendekati persyaratan liabilitas; ditambah
           • Biaya servis masa lalu yang tidak diakui; dikurangi
           • Dampak persyaratan pendanaan minimum yang disetujui dengan skema waliamanat.
Page 19
2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

          Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja diakui langsung dalam ekuitas. Pengukuran kembali
          tersebut termasuk:

          • Keuntungan dan kerugian aktuaris;
          • Imbalan atas aset program (tidak termasuk bunga); dan
          • Aset dengan efek batas tertinggi (tidak termasuk bunga).

          Biaya jasa diakui dalam laba rugi, dan termasuk biaya jasa kini dan masa lalu, serta keuntungan dan
          kerugian kurtailmen.

          Beban (pendapatan) bunga neto diakui dalam laba rugi dan dihitung dengan menerapkan tingkat
          diskonto untuk mengukur liabilitas imbalan pascakerja (aset) pada awal periode tahunan dengan saldo
          neto liabilitas imbalan pascakerja (aset) dan mempertimbangkan dampak kontribusi dan pembayaran
          manfaat selama periode.

          Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan program manfaat atau program kurtailmen diakui
          secara langsung dalam laba rugi.

          Penyelesaian program manfaat pasti diakui dalam periode di mana penyelesaian tersebut terjadi.

       iii. Manfaat jasa jangka panjang lain

          Imbalan kerja lain yang diharapkan untuk diselesaikan secara keseluruhan dalam 12 (dua belas) bulan
          setelah akhir periode pelaporan disajikan sebagai liabilitas jangka pendek.

          Imbalan kerja lain yang tidak diharapkan untuk diselesaikan secara keseluruhan dalam 12 (dua belas)
          bulan setelah akhir periode pelaporan disajikan sebagai liabilitas jangka panjang dan dihitung dengan
          menggunakan metode projected-unit-credit dan kemudian didiskonto dengan menggunakan imbal hasil
          Obligasi Pemerintah yang tersedia dengan tanggal jatuh tempo mendekati sisa periode yang diharapkan
          untuk diselesaikan.

     l. Modal Saham

       Modal saham merupakan jumlah nominal atas seluruh saham yang ditempatkan dan disetor.

     m. Saldo Laba

       Saldo laba merupakan saldo kumulatif laba rugi dan penghasilan komprehensif lain bersih, distribusi
       dividen, penyesuaian periode sebelumnya, efek dari perubahan kebijakan akuntansi dan penyesuaian modal
       lainnya.

     n. Pengakuan Pendapatan, Biaya dan Beban

       Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan

       Dalam menentukan pengakuan pendapatan, Perusahaan melakukan analisa transaksi melalui lima langkah
       penilaian berikut:

       1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan;
       2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak;
       3. Penetapan harga transaksi;
       4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual berdiri sendiri relatif
          dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara
          langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah
          margin; dan
       5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau
          jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa
          tersebut).

       Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 (dua) cara, sebagai berikut:

       a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
       b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan).
Page 20
2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

       Pendapatan diukur berdasarkan nilai yang diharapkan dapat diterima Perusahaan atas pengalihan barang
       yang dijanjikan kepada pelanggan, tidak termasuk jumlah yang ditagihkan atas nama pihak ketiga.

       Pendapatan diakui ketika Perusahaan memenuhi kewajibannya untuk mengalihkan barang yang dijanjikan
       kepada pelanggan, yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali atas barang atau jasa tersebut. Jumlah
       pendapatan yang diakui adalah sebesar jumlah yang dialokasikan dari kewajiban yang terpenuhi.

       Perusahaan telah secara umum menentukan bahwa hal itu merupakan prinsipal dalam pengaturan
       pendapatannya dan mencatat pendapatan secara bruto karena Perusahaan mengendalikan barang sebelum
       mengalihkannya kepada pelanggan.

       Kriteria spesifik berikut juga harus dipenuhi sebelum pendapatan diakui:

       Pendapatan dari penjualan barang

       Untuk pendapatan dari penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan
       diakui, pada saat pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan (pada suatu titik waktu).

       Beban

       Beban diakui pada saat terjadinya (dasar akrual).

     o. Perpajakan

       Pajak Penghasilan

       Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak penghasilan kini dan pajak penghasilan tangguhan. Beban pajak
       kini ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak periode berjalan.

       Pajak penghasilan diakui dalam laba rugi, kecuali untuk transaksi yang berhubungan dengan transaksi yang
       diakui langsung dalam ekuitas atau penghasilan komprehensif lain, dalam hal ini diakui dalam ekuitas atau
       penghasilan komprehensif lain.

       Pajak kini

       Aset pajak kini dan liabilitas pajak kini dilakukan saling hapus jika, dan hanya jika, entitas memiliki hak
       yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus jumlah yang diakui; dan memiliki
       intensi untuk menyelesaikan dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas
       secara bersamaan.

       Pajak tangguhan

       Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan liabilitas untuk tujuan
       komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Aset pajak tangguhan diakui untuk
       seluruh perbedaan temporer yang boleh dikurangkan sepanjang besar kemungkinan perbedaan temporer
       yang boleh dikurangkan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba fiskal pada masa yang akan
       datang. Manfaat pajak di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan, diakui sejauh
       besar kemungkinan realisasi atas manfaat pajak tersebut.

       Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur pada tarif pajak yang diharapkan akan digunakan pada periode
       ketika aset direalisasi atau ketika liabilitas dilunasi berdasarkan tarif pajak (dan peraturan perpajakan)
       yang berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada akhir periode pelaporan.

       Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan dilakukan saling hapus jika, dan hanya jika, entitas
       memiliki hak secara hukum untuk saling hapus aset pajak kini pada liabilitas pajak kini, dan aset pajak
       tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas
       perpajakan atas entitas kena pajak yang sama, atau entitas kena pajak berbeda yang bermaksud untuk
       memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan
       liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa depan yang mana jumlah signifikan atas aset atau
       liabilitas pajak tangguhan diharapkan diselesaikan atau dipulihkan.
Page 21
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)

  p. Dividen

     Dividen diakui pada saat dividen secara legal menjadi terutang. Pembagian dividen interim menjadi terutang
     pada saat diumumkan oleh Direksi. Pembagian dividen final menjadi terutang pada saat disetujui oleh para
     pemegang saham pada saat Rapat Umum Pemegang Saham.

   q. Pelaporan Segmen

     Suatu segmen adalah suatu unsur yang dapat dibedakan dari Perusahaan yang beroperasi baik di dalam
     menghasilkan produk dan jasa tertentu (segmen bisnis), atau di dalam menghasilkan produk dan jasa di
     antara lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang merupakan subjek manfaat dan risiko yang
     berbeda dari segmen-segmen lainnya. Segmen operasi dilaporkan secara konsisten dengan pelaporan
     internal yang diberikan kepada pengambil keputusan pimpinan operasi. Pengambil keputusan pimpinan
     operasi, yang bertanggung jawab di dalam mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen
     operasi, telah diidentifikasi sebagai komite pengendali yang membuat keputusan strategis.

     Pendapatan, beban, hasil aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan langsung
     kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segmen
     tersebut.

     Termasuk di dalamnya adalah penjelasan singkat atas segmen operasi yang digabungkan dan indikator
     ekonomi yang dinilai dalam penentuan apakah segmen operasi memiliki karakteristik ekonomi serupa.
     Selain dari itu, penerapan dari penyesuaian ini tidak memiliki dampak untuk tahun berjalan atau tahun
     sebelumnya dan tidak akan berpengaruh di periode yang akan datang.

   r. Provisi dan Kontinjensi

     Provisi diakui jika Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif)
     yang akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan
     arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah
     kewajiban tersebut dapat dibuat.

     Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik
     yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak
     terjadi, maka provisi dibatalkan.

     Aset dan liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan. Liabilitas kontinjensi diungkapkan
     dalam laporan keuangan, kecuali arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi
     kemungkinannya kecil. Aset kontinjensi diungkapkan dalam laporan keuangan jika terdapat kemungkinan
     besar arus masuk manfaat ekonomis akan diperoleh.

   s. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan

     Peristiwa setelah periode pelaporan yang memberikan informasi tambahan atas posisi Perusahaan pada
     akhir periode pelaporan (peristiwa yang memerlukan penyesuaian) tercermin dalam laporan keuangan.

     Peristiwa setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian diungkapkan dalam catatan atas
     laporan keuangan apabila material.

   t. Laba Neto per Saham Dasar

     Laba neto per saham dasar dihitung dengan membagi laba neto dengan rata-rata tertimbang dari jumlah
     saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama tahun yang bersangkutan.
Page 22
3.   PERTIMBANGAN DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN

     Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan manajemen
     untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam
     laporan keuangan. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat dalam membuat estimasi, hasil
     sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda dengan jumlah estimasi yang dibuat.

     Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan
     disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar
     atau situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat
     terjadinya.

     a. Pertimbangan di dalam penerapan kebijakan akuntansi

        Di dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, manajemen telah membuat pertimbangan
        berikut, terlepas dari estimasi yang terkandung di dalamnya, yang memiliki dampak signifikan dari jumlah
        yang tercantum di dalam laporan keuangan:

        Pajak Penghasilan

        Perusahaan memiliki eksposur pajak penghasilan. Pertimbangan signifikan diperlukan di dalam menentukan
        provisi pajak penghasilan. Ada beberapa transaksi dan penghitungan di mana penentuan pajak akhir adalah
        tidak pasti selama kegiatan usaha biasa. Perusahaan mengakui liabilitas bagi isu perpajakan yang
        diharapkan berdasarkan estimasi apakah pajak tambahan akan jatuh tempo. Apabila terdapat perbedaan
        perhitungan pajak dengan jumlah yang telah dicatat, maka jumlah tersebut akan berdampak pada pajak
        penghasilan kini di dalam periode di mana penentuan tersebut dibuat.

        Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan

        Klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan ditetapkan oleh
        Perusahaan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK 71 dipenuhi. Dengan
        demikian aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi seperti dijelaskan
        pada Catatan 2e.

        Penentuan Mata Uang Fungsional

        Perusahaan mengukur transaksi mata uang asing di dalam mata uang fungsional Perusahaan. Di dalam
        menentukan mata uang fungsional entitas dalam Perusahaan, pertimbangan diperlukan untuk menentukan
        mata uang yang paling mempengaruhi harga jual barang dan jasa dan negara di mana kekuatan persaingan
        dan regulasi paling menentukan harga jual barang dan jasa. Mata uang fungsional entitas di dalam
        Perusahaan ditentukan berdasarkan penilaian manajemen terhadap lingkungan ekonomi di mana entitas
        beroperasi dan proses entitas di dalam menentukan harga jual.

     b. Sumber utama ketidakpastian estimasi

        Asumsi utama berkenaan dengan sumber utama dan sumber lainnya dari ketidakpastian estimasi di masa
        depan pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian
        material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas pada tahun buku mendatang, diungkapkan sebagai
        berikut:

        Penyisihan atas Penurunan Nilai Piutang Usaha

        Perusahaan mengevaluasi penggunaan cadangan kerugian ekspektasian sepanjang taksiran umur piutang
        untuk seluruh piutang usaha dan piutang lain-lain. Untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian, piutang
        usaha dan piutang lain-lain dikelompokkan berdasarkan karakteristik risiko kredit dan jatuh tempo yang
        serupa. Ketika melakukan penilaian atas cadangan kerugian kredit ekspektasian, Perusahaan mengevaluasi
        risiko gagal bayar yang mungkin terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan dalam menentukan
        jumlah kerugian kredit ekspektasian dengan mempertimbangkan ketersediaan informasi kejadian masa
        lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan.

        Penyusutan Aset Tetap

        Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
        manfaat ekonomisnya. Manajemen Perusahaan mengestimasi masa manfaat ekonomi aset tetap antara
        3 tahun sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri di mana
        Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat
Page 23
3.   PERTIMBANGAN DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)

       mempengaruhi masa manfaat ekonomik dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan
       mungkin direvisi. Penjelasan lebih rinci atas nilai tercatat aset tetap Perusahaan diungkapkan dalam
       Catatan 8.

       Aset Pajak Tangguhan

       Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan sepanjang besar
       kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer yang dapat
       dikurangkan tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen disyaratkan dalam menentukan
       jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena
       pajak dan strategi perencanaan pajak masa depan. Penjelasan lebih rinci atas nilai tercatat aset dan
       liabilitas pajak tangguhan Perusahaan diungkapkan dalam Catatan 12.

       Pensiun dan Imbalan Kerja

       Nilai kini liabilitas imbalan pascakerja bergantung pada faktor-faktor yang ditetapkan berdasarkan basis
       akrual dengan menggunakan sejumlah asumsi. Asumsi yang digunakan di dalam menetapkan biaya
       (pendapatan) neto pensiun meliputi tingkat suku bunga diskon dan tingkat kenaikan gaji di masa depan.
       Semua perubahan di dalam asumsi-asumsi ini akan berdampak pada nilai kini liabilitas imbalan pascakerja.

       Perusahaan menetapkan tingkat suku bunga yang sesuai dan kenaikan tingkat gaji di masa depan pada tiap
       akhir periode pelaporan. Tingkat suku bunga adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk
       menetapkan arus kas keluar masa depan yang diharapkan yang disyaratkan untuk menyelesaikan liabilitas
       imbalan pascakerja. Di dalam menetapkan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan mempertimbangkan
       tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasi oleh mata uang di mana manfaat tersebut akan
       dibayarkan dan memiliki syarat-syarat jatuh tempo yang mendekati syarat-syarat liabilitas imbalan
       pascakerja terkait.

       Tingkat kenaikan gaji di masa depan ditentukan dengan mengumpulkan semua data historis terkait dengan
       perubahan dasar gaji dan menyesuaikannya pada rencana bisnis di masa depan.

       Sementara Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan
       pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan dapat mempengaruhi
       secara material liabilitas imbalan pascakerja yang diestimasi dan beban imbalan kerja neto.

       Penjelasan lebih rinci atas nilai tercatat liabilitas imbalan pascakerja Perusahaan diungkapkan dalam
       Catatan 13.

       Pengukuran Nilai Wajar

       Beberapa kebijakan akuntansi dan pengungkapan Perusahaan membutuhkan pengukuran nilai wajar, baik
       untuk aset dan liabilitas keuangan maupun nonkeuangan. Ketika mengukur kewajaran aset atau liabilitas,
       Perusahaan sebisa mungkin menggunakan data dari penelitian di pasar. Nilai wajar dikategorikan ke
       beberapa tingkatan berbeda di hirarki nilai wajar berdasarkan teknik penilaian sebagai berikut:

       • Tingkat 1: Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di dalam pasar aktif bagi aset maupun liabilitas yang
         identikal yang dapat diakses Perusahaan pada tanggal pengukuran;
       • Tingkat 2: Input selain harga kuotasian yang termasuk di dalam Tingkat 1 yang dapat diobservasi bagi
         aset atau liabilitas, baik langsung (misalnya, harga) maupun tidak langsung (misalnya, derivatif harga);
         dan
       • Tingkat 3: Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.

       Perusahaan memiliki instrumen keuangan yang disajikan sebesar jumlah tercatat baik karena jumlah
       tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara
       andal.
Page 24
4.   KAS DAN BANK

                                                                       31 Maret 2024          31 Desember 2023

     Kas – Rupiah                                                            616.000.000             616.000.000

     Kas di bank – Rupiah
      PT Bank Central Asia Tbk                                             2.251.984.143           5.428.308.932
      PT Bank CIMB Niaga Tbk                                                 754.216.836             433.899.115
      PT Bank Maybank Indonesia Tbk                                          501.660.803             282.392.157
      PT Bank OCBC NISP Tbk                                                  188.990.293             148.989.218
      PT Bank Tabungan Pensiunan
        Negara Tbk                                                               759.793                 759.793
      PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                                     292.912                 442.912


     Total                                                                4.313.904.780           6.910.792.127

     Seluruh saldo kas di bank ditempatkan pada pihak ketiga.

     Tidak terdapat saldo kas dan kas di bank yang dibatasi penggunaannya ataupun dijaminkan oleh Perusahaan.

5. DEPOSITO BERJANGKA

                                                                       31 Maret 2024          31 Desember 2023

     Deposito berjangka – Rupiah
      PT Bank Maybank Indonesia Tbk                                       33.667.500.000          33.667.500.000
      PT Bank OCBC NISP Tbk                                                5.000.000.000           5.000.000.000

     Total                                                                38.667.500.000          38.667.500.000
     Suku bunga tahunan atas deposito berjangka adalah 3,25% - 4,00% untuk tahun yang berakhir pada tanggal
     31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
     Seluruh saldo deposito berjangka ditempatkan pada pihak ketiga.

6. PIUTANG USAHA - NETO

                                                                       31 Maret 2024          31 Desember 2023

     Pihak ketiga
       PT. Indomarco Prismatama                                            6.111.045.320           4.575.868.437
       PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk                                  4.622.186.520           2.135.957.127
       PT. Circleka Indonesia Utama                                        2.220.601.620             842.501.100
       PT. Fastfood Indonesia                                              1.132.881.367             537.068.338
       PT. Delta Raya Sejahtera                                              873.729.840           1.154.996.070
       Ibu Suci Kusuma Ningrum                                                         -             854.660.040
       PT. Sriboga Marugame Indonesia                                        750.113.580           1.030.663.633
       PT. Bumi Berkah Boga                                                  676.840.393             351.307.396
       PT. Cahaya Subur Prima                                                617.123.148             301.103.428
       PT. Pacific Food Indonesia                                            576.783.750             692.695.500
       PT. Fumakilla Indonesia                                                         -             503.496.000
       Lain-lain (di bawah Rp 500 juta)                                    8.637.339.240           6.943.222.052

     Subtotal – Pihak Ketiga                                             26.218.644.778          19.923.539.121

     Pihak Berelasi
       PT Glopac Indonesia (catatan 25a)                                     154.909.587             314.157.515

     Subtotal - Pihak Berelasi                                               154.909.587             314.157.515

     TOTAL                                                                26.373.554.365          20.237.696.636

     Penyisihan kerugian penurunan nilai                        (            201.809.339) (          201.809.339)

     Neto                                                                26.171.745.026          20.035.887.297
Page 25
6. PIUTANG USAHA – NETO (Lanjutan)

   Analisis umur piutang usaha adalah sebagai berikut:

                                                                  31 Maret 2024          31 Desember 2023

  Belum jatuh tempo                                                   20.619.927.734            16.282.580.609
  1 - 30 hari                                                          4.970.759.904             3.271.220.716
  31 - 60 hari                                                           511.125.161               493.345.574
  61 - 90 hari                                                           191.741.566               145.222.965
  91 – 120 hari                                                           80.000.000                45.326.772

  Total                                                              26.373.554.365            20.237.696.636

  Mutasi dari penyisihan kerugian penurunan nilai atas piutang usaha adalah sebagai berikut:

                                                                  31 Maret 2024          31 Desember 2023

  Saldo awal                                                             201.809.339              201.809.339
  Penambahan penyisihan pada
    tahun berjalan                                                                  -                        -

  Total                                                                  201.809.339              201.809.339

  Seluruh piutang usaha pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah dalam mata uang Rupiah.

  Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun,
  manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai tersebut cukup untuk
  menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.

  Tidak terdapat piutang usaha yang dijadikan sebagai jaminan untuk fasilitas pinjaman yang diperoleh dari
  bank.

7. PERSEDIAAN

                                                              31 Maret 2024             31 Desember 2023

  Cups, Bowl dan Lids                                              4.239.690.337                4.652.697.557
  Box, Cartoon dan Wrap                                            2.694.444.749                1.280.472.957
  Tray dan Bag                                                     1.132.965.751                  548.794.592
  Stirrer                                                             88.600.169                   95.340.169
  Botol                                                              395.679.750                   32.664.750
  Lain - lain                                                         87.389.597                  924.402.605

  Total                                                           8.638.770.353                7.534.372.630

  Persediaan telah diasuransikan pada PT Great Eastern General Insurance Indonesia dengan jenis pertanggungan
  pada produk asuransi yaitu product liability, dengan nilai pertanggungan sebesar 500.000 USD pada tanggal
  31 Desember 2023. Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk
  menutup kemungkinan kerugian dari risiko tersebut.

  Persediaan telah diasuransikan pada PT Asuransi Sinar Mas dengan jenis pertanggungan semua risiko properti,
  gangguan usaha termasuk gempa bumi dan risiko kerugian lainnya, dengan nilai pertanggungan sebesar
  Rp 4.000.000.000 masing-masing pada tanggal 31 Desember 2022. Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa
  nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko tersebut.

  Jumlah persediaan yang diakui sebagai beban pokok penjualan adalah masing-masing sebesar
  Rp 34.429.678.464 dan Rp 22.558.469.720 untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31
  Maret 2023 (Catatan 19).

  Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa persediaan dapat direalisasi sesuai jumlah di atas dan karenanya
  tidak perlu ada penyisihan penurunan nilai persediaan.
Page 26
8. ASET TETAP - NETO

                                                                     31 Maret 2024
                             Saldo awal        Penambahan       Pengurangan        Reklasifikasi          Revaluasi             Saldo akhir

  Biaya perolehan
  Kepemilikan langsung
    Tanah                  12.874.577.495                 -                  -                       -                   -     12.874.577.495
    Bangunan               12.557.187.575                 -                  -                       -                   -     12.557.187.575
    Kendaraaan              2.004.605.201                 -                  -                       -                   -      2.004.605.201
    Peralatan kantor        1.115.211.449        41.691.300                  -                       -                   -      1.156.902.749
    Aset dalam                          -     3.705.000.000                  -                       -                   -      3.705.000.000
    penyelesaian

  Aset hak-guna
    Bangunan                            -       231.292.283                  -                       -                   -        231.292.283
    Kendaraan                 698.849.360

  Sub-total               29.250.431.080      3.977.983.583                  -                       -                   -     33.228.414.663

  Akumulasi penyusutan
  Kepemilikan langsung
   Bangunan                  3.194.841.984      152.783.595                  -                       -                   -      3.347.625.579
   Kendaraaan                1.666.027.180       50.803.706                  -                       -                   -      1.716.830.886
   Peralatan kantor            905.172.851       19.604.241                  -                       -                   -        924.777.092

  Aset hak-guna
    Bangunan                            -         3.854.871                  -                       -                   -          3.854.871
    Kendaraan                 110.763.526        34.942.468                  -                       -                   -        145.705.994

  Sub-total                5.876.805.541        261.988.881                  -                       -                   -      6.138.794.422

  Nilai buku neto         23.373.625.539                                                                                      27.089.620.241

                                                                 31 Desember 2023
                          Saldo awal         Penambahan       Pengurangan        Reklasifikasi           Revaluasi            Saldo akhir

  Biaya perolehan
  Kepemilikan langsung
    Tanah                11.328.000.000   1.546.577.495                  -                       -                   -       12.874.577.495
    Bangunan             12.222.687.575     334.500.000                  -                       -                   -       12.557.187.575
    Kendaraaan            2.182.787.776     361.072.196        539.254.771                       -                   -        2.004.605.201
    Peralatan kantor      1.034.518.449      80.693.000                  -                       -                   -        1.115.211.449

  Aset hak-guna
    Kendaraan               698.849.360                 -                -                       -                   -         698.849.360

  Sub-total              27.466.843.160   2.322.842.691        539.254.771                       -                   -       29.250.431.080

  Akumulasi penyusutan
  Kepemilikan langsung
   Bangunan               2.578.132.604       616.709.380                -                       -                   -        3.194.841.984
   Kendaraaan             1.895.513.251       272.564.517      502.050.588                       -                   -        1.666.027.180
   Peralatan kantor         831.017.628        74.155.223                -                       -                   -          905.172.851

  Aset hak-guna
    Kendaraan                55.381.763        55.381.763                -                       -                   -         110.763.526

  Sub-total               5.360.045.246   1.018.810.883        502.050.588                       -                   -        5.876.805.541

  Nilai buku neto        22.106.797.914                                                                                      23.373.625.539



  Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:

                                                                                 Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                                            31 Maret
                                                                                   2024                   2023

  Beban umum dan administrasi
   (Catatan 21)                                                                       257.782.808                            254.479.203
Page 27
8.   ASET TETAP – NETO (Lanjutan)

     Aset tetap berupa bangunan dan kendaraan telah diasuransikan pada PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Umum
     Mega Unit Usaha Syariah, PT Asuransi Total Bersama, PT Zurich General Takaful Indonesia dan PT Asuransi
     Umum BCA, dengan jenis pertanggungan semua risiko properti, kebakaran, gangguan usaha termasuk gempa
     bumi dan risiko kerugian lainnya dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp 10.078.271.000 dan
     Rp 10.313.420.000 pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023. Manajemen Perusahaan berkeyakinan
      bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko tersebut.

     Jumlah tercatat bruto dari setiap aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan masing-masing
     sebesar Rp 1.806.596344 dan Rp 1.730.731.527 pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.


     Menurut penilaian manajemen Perusahaan, tidak akan ada kejadian ataupun perubahan keadaan yang
     merupakan indikasi penurunan nilai aset tetap masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
     2023.

   Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, aset tetap berupa tanah dan bangunan dijaminkan untuk
   fasilitas pinjaman bank (Catatan 9 dan 11).
9. UTANG BANK JANGKA PENDEK

                                                                    31 Maret 2024         31 Desember 2023

     PT Bank CIMB Niaga Tbk                                               592.481.566                        -

     a. PT Bank CIMB Niaga Tbk

        Pada tanggal 27 Juni 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas Pembiayaan Rekening Koran iB – Musyarakah
        Mutanaqisah (PRK iB MMQ) dari CIMB maksimal sebesar Rp 5.000.000.000. Fasilitas pembiayaan tersebut
        digunakan untuk pembiayaan modal kerja operasional Perusahaan dan take over fasilitas dari BTPN, dengan
        jangka waktu pinjaman berakhir masing-masing pada tanggal 27 Juni 2024. Seluruh fasilitas dikenakan
        bunga tetap tahunan masing-masing sebesar 8%, 7,50% dan 7,50%.

        Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:
        - Tanah dan bangunan sebanyak lima (5) Sertifikat Hak Milik seluas 2.832 meter persegi yang terletak di
        Bekasi, Jawa Barat.
        - Tanah dan bangunan sebanyak dua (2) Sertifikat Hak Guna Bangunan seluas 100 meter persegi yang
        terletak di Bekasi, Jawa Barat.

10. UTANG USAHA

                                                                    31 Maret 2024         31 Desember 2023

      Pihak ketiga

       PT Wijaya Inti Packindo                                           1.540.833.180            904.151.610
       PT Putra Kemas Makmur                                               907.991.100            646.153.200
       PT Tekarindo Sejahtera                                              751.867.380            499.340.160
       PT Camiloplas Jaya Makmur                                           630.219.150            778.416.360
       PT Ekstindo Laminasi                                                392.597.010            223.612.830
       PT Graphic Packaging International Indonesia                        334.451.325            174.114.600
       PT Griya Grafika Utama                                              324.982.470            397.900.368
       PT Asiaplast Industries, TBK                                        198.362.550            120.035.400
       CV Bungur Jaya                                                                -            183.566.250
       PT Kevin Persada Mandiri                                            181.013.250            279.370.616
       PT Mulia Karya Packindo                                             155.400.000             77.700.000
       PT Alpack Tectona Indonesia                                         107.692.200             29.650.320
       Dibawah Rp 100 juta                                                 587.414.203            618.749.399

      Subtotal pihak ketiga                                              6.112.823.818          4.932.761.113

      Pihak berelasi
       PT Glopac Indonesia (Catatan 25d)                                 7.156.521.511          2.961.782.189

      Total                                                           13.269.345.329           7.894.543.302
Page 28
10. UTANG USAHA (Lanjutan)
  Utang usaha tidak dijamin, tidak dikenakan bunga dan umumnya dikenakan syarat pembayaran antara
  30 hari sampai dengan 60 hari.
  Analisis umur utang usaha adalah sebagai berikut:
                                                                 31 Maret 2024           31 Desember 2023

    Belum jatuh tempo                                                11.261.971.316           6.536.184.160
    1 - 30 hari                                                       1.916.571.880           1.280.074.097
    31 - 60 hari                                                          2.278.723                 314.829
    61 - 90 hari                                                          1.882.882               3.268.728
    91 – 120 hari                                                        86.640.528              74.701.488

    Total                                                           13.269.345.329           7.894.543.302

  Sumber dana yang digunakan untuk melunasi utang-utang tersebut berasal dari internal kas Perusahaan yang
  merupakan hasil operasi Perusahaan.


11. UTANG BANK JANGKA PANJANG

                                                                 31 Maret 2024           31 Desember 2023

  PT Bank Cimb Niaga Tbk                                              7.934.461.609            6.974.804.502

  Total pokok pinjaman                                                                         6.974.804.502

  Dikurangi: bagian jangka pendek                            (          283.817.253) (              276.358)

  Utang bank jangka panjang – Setelah
   dikurangi bagian jangka pendek                                     7.650.644.356            6.974.528.144


  a. PT Bank CIMB Niaga Tbk

     Pada tanggal 27 Juni 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas Pembiayaan Transaksi Khusus – Musyarakah
     Mutanaqisah-2 dari Bank CIMB Niaga Tbk sebesar Rp 6.975.000.000; Fasilitas pembiayaan transaksi khusus
     digunakan untuk pengambilalihan porsi kepemilikan Asset MMQ Nasabah atas tanah dan bangunan berupa
     ruko, dengan jangka waktu pinjaman berakhir pada tanggal 27 Juni 2028. Fasilitas Pembiayaan Transaksi
     Khusus dikenakan bunga imbal hasil sebesar 7,50% (fix 5 tahun).

     Pada tanggal 15 Agustus 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas Pembiayaan Transaksi Khusus – Musyarakah
     Mutanaqisah-2 dari Bank CIMB Niaga Tbk sebesar Rp 906.148.333; Fasilitas pembiayaan transaksi khusus
     digunakan untuk pengambilalihan porsi kepemilikan Asset MMQ Nasabah atas tanah dan bangunan berupa
     ruko, dengan jangka waktu pinjaman berakhir pada tanggal 15 Agustus 2025. Fasilitas Pembiayaan Transaksi
     Khusus dikenakan bunga imbal hasil sebesar 7,50% (fix 5 tahun).

     Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:
     - Tanah dan bangunan sebanyak lima (5) Sertifikat Hak Guna Bangunan yang terletak di kel Jatikarya, Kec
       Jati Sampurna, Bekasi, Jawa Barat.
     - Tanah dan bangunan sebanyak dua (2) Sertifikat Hak Guna Bangunan yang terletak di kel Jatikarya, Kec
       Jati Sampurna, Bekasi, Jawa Barat.
Page 29
12. PERPAJAKAN

   a. Utang Pajak

                                                                      31 Maret 2024          31 Desember 2023

      Pajak penghasilan:

       Pajak penghasilan pasal 4(2)                                          4.508.174                4.201.163
       Pajak penghasilan pasal 21                                           51.399.208               96.099.240
       Pajak penghasilan pasal 23                                            7.891.649                4.044.829
       Pajak penghasilan pasal 25                                          228.784.640                9.370.902
       Pajak penghasilan pasal 29                                          297.014.385              297.014.205
      Pajak pertambahan nilai - keluaran                                   145.533.874              192.694.510

      Total                                                                735.131.930              603.424.849

   b. (Beban) Manfaat Pajak Penghasilan

                                                                        Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                                   31 Maret
                                                                          2024                   2023

      Kini                                                        (         424.589.000) (         141.698.452)
      Tangguhan

      Neto                                                        (         424.589.000) (          141.698.452)

   c. Perhitungan Pajak

      Rekonsiliasi antara laba sebelum (beban) manfaat pajak penghasilan, sesuai dengan laporan laba rugi dan
      penghasilan komprehensif lain dengan taksiran penghasilan kena pajak masing-masing untuk tahun-tahun
      yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                      Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                                 31 Maret
                                                                        2024                   2023

      Laba sebelum (beban) manfaat
       pajak penghasilan                                              1.452.618.693              401.290.340

      Beda temporer
       Penyisihan imbalan kerja                                                   -                        -
        karyawan
       Provisi bonus karyawan                                          445.000.000                         -
       Beban depresiasi                                                          -                         -

      Beda tetap
       Biaya – biaya yang tidak dapat
        dikurangkan                                                     32.332.917               242.400.012

      Taksiran penghasilan kena pajak                                 1.929.951.610              643.690.352

      Beban pajak penghasilan                                          424.589.000               141.612.000

      Dikurangi pajak penghasilan
       dibayar di muka:
       PPh Pasal 23                                           (             103.500) (               450.112)
       PPh Pasal 25                                           (         297.014.326) (           141.248.304)

      Utang pajak penghasilan badan                                      127.471.174                  86.416
Page 30
12. PERPAJAKAN (Lanjutan)

      Laba kena pajak hasil rekonsiliasi tahun 2023 dan 2022 menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan
      PPh Badan yang disampaikan kepada otoritas perpajakan.

      Pada tanggal 31 Maret 2020, Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
      Nomor 1 Tahun 2020 (“Perpu No.1 2020”) tentang kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem
      keuangan untuk menangani pandemi Coronavirus disease 2019 ("COVID-19"). Melalui peraturan ini,
      Pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan baru dan salah satunya terkait dengan penyesuaian tarif
      pajak penghasilan wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebagai berikut:

      - Tarif pajak penghasilan sebesar 22% yang berlaku pada tahun pajak 2020 dan 2021, dan
      - Tarif pajak penghasilan sebesar 20% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 dan selanjutnya.

      Pada tanggal 7 Oktober 2021, Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan Undang-Undang
      Harmonisasi Peraturan Perpajakan No. 7 (UU No. 7 Tahun 2021). Dalam undang-undang ini terdapat
      perubahan tarif pajak penghasilan badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap dari semula 20% menjadi
      22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 dan selanjutnya.

   d. Pajak Tangguhan

                                                                      31 Maret 2024
                                                                       Dikreditkan
                                                                            ke
                                                       Dikreditkan     penghasilan
                                                      (dibebankan)    komprehensif
                                      Saldo awal       ke laba rugi        lain         Penyesuaian       Saldo akhir

      Liabilitas imbalan pascakerja   272.688.500                                                          272.688.500
      Provisi bonus karyawan          103.400.000                                                          103.400.000
      Penyisihan kerugian
       penurunan nilai                 44.398.055                                                           44.398.055
      Aset tetap                       50.768.927                                                           50.768.927

      Aset pajak tangguhan            471.255.482                                                          471.255.482


                                                                    31 Desember 2023
                                                                       Dikreditkan
                                                                            ke
                                                       Dikreditkan     penghasilan
                                                      (dibebankan)    komprehensif
                                      Saldo awal       ke laba rugi        lain      Penyesuaian          Saldo akhir

      Liabilitas imbalan pascakerja   184.757.492        64.382.559      24.349.249 (        800.800)      272.688.500
      Provisi bonus karyawan           48.400.000        55.000.000         -                -             103.400.000
      Penyisihan kerugian
       penurunan nilai                 44.398.055                 -              -                    -     44.398.055
      Aset tetap                       40.035.981 (      10.732.946              -           -              50.768.927

      Aset pajak tangguhan            317.591.528       130.115.505      24.349.249 (        800.800)      471.255.482



   e. Administrasi

      Sesuai dengan peraturan perpajakan di Indonesia, Perusahaan melaporkan/menyetorkan pajak
      berdasarkan prinsip self-assessment. Direktorat Jenderal Pajak dapat menetapkan/mengubah pajak-pajak
      tersebut dalam jangka waktu tertentu sesuai peraturan yang berlaku.
Page 31
13. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
   Perusahaan menghitung dan membukukan liabilitas imbalan pascakerja untuk seluruh karyawan yang berhak
   yang memenuhi kualifikasi sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Peraturan Perusahaan.

   Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, Perusahaan mencatat liabilitas imbalan pascakerja berdasarkan
   laporan aktuaris yang dihitung oleh Kantor Konsultan Aktuaria Riana & Rekan sesuai nomor laporan
   6706/II/24/KKA-RM dan 3482/II/23/KKA-RM masing-masing pada tanggal 25 Februari 2024 dan
   10 Februari 2023 dengan asumsi-asumsi utama sebagai berikut:

                                                                        31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023

   Tingkat diskonto                                                                   6,75%
   Tingkat kenaikan gaji                                                              8,00%
   Tingkat mortalitas                                                               100% TMI 4
   Tingkat cacat                                                                     5% TMI4
   Usia pensiun normal                                                                   56
                                                                        5% sampai dengan usia 35 tahun, dan
   Tingkat pengunduran diri                                             menurun secara linier hingga 0% pada
                                                                                     56 tahun

    Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai berikut:

                                                                   31 Maret 2024                    31 Desember 2023

         Beban yang diakui pada laba rugi
         Biaya jasa kini                                                             -                    229.244.412
         Biaya bunga                                                                 -                     63.560.746
         Pengukuran kembali liabilitas imbalan                                       -                              -
         pasti neto atas penghargaan masa                                                       (            157.162)
         kerja                                                                       -
         Total                                                                       -                    294.647.996

         Kerugian (keuntungan) yang diakui
         pada penghasilan komprehensif lain
         Kerugian (keuntungan) aktuarial
         yang timbul dari:
         - asumsi pengalaman                                                         -                     58.526.424
         - asumsi keuangan                                                           -                     52.151.982
         Total                                                                       -                    110.678.406

    Mutasi nilai kini kewajiban imbalan pasti adalah sebagai berikut:

                                                                          31 Maret 2024             31 Deseber 2023

         Saldo awal                                                         1.239.493.182                 839.806.780
         Penyesuaian atas pengatribusian imbalan                                        -                           -
         Biaya yang diakui pada laporan
         laba rugi                                                                        -               292.647.996
         Pembayaran manfaat oleh Perusahaan                                               - (               3.640.000 )
         Kerugian (keuntungan) yang diakui
         pada penghasilan komprehensif lain                                               -               110.678.406

         Saldo akhir                                                        1.239.493.182               1.239.493.182

   Analisis sensitivitas didasarkan pada perubahan asumsi ketika menganggap asumsi lainnya adalah tetap.
   Dalam prakteknya, hal ini tidak mungkin terjadi, dan perubahan beberapa asumsi mungkin saling berkorelasi.
   Apabila menghitung sensitivitas kewajiban imbalan terhadap asumsi pokok, metode yang sama (nilai kini
   liabilitas imbalan pascakerja dihitung menggunakan metode Projected Unit Credit di akhir periode) telah
   diterapkan.
Page 32
13. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (Lanjutan)

                                                                      31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023

    Analisis sensitivitas
    Tingkat diskonto
    Kenaikan 1%                                                                                 1.138.259.023
    Penurunan 1%                                                                                1.354.117.312

    Analisis sensitivitas
    Kenaikan gaji
    Kenaikan 1%                                                                                 1.355.088.748
    Penurunan 1%                                                                                1.135.527.219

    Pembayaran kontribusi yang diharapkan dari kewajiban imbalan kerja pada tahun mendatang adalah sebagai
    berikut:

                                                                      31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023

    Dalam 12 bulan mendatang                                                                       18.296.410
    Antara 1 sampai 2 tahun                                                                       172.343.281
    Antara 2 sampai 5 tahun                                                                       717.642.614
    Diatas 5 tahun                                                                              8.220.440.461
                                                                                                9.128.722.766
    Total

    Durasi rata-rata tertimbang liabilitas imbalan pascakerja masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31
    Desember 2023 masing-masing adalah 12,74 tahun dan 13,53 tahun.

14. MODAL SAHAM

   Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:

                                                                                                 Modal
                                                                                             ditempatkan
                                                                           Persentase         dan disetor
    Nama pemegang saham                             Jumlah saham          kepemilikan           penuh

    Dillon Sutandar                                     280.000.000               26,05%      14.000.000.000
    Philip Sumali                                       280.000.000               26,05%      14.000.000.000
    Catur Jatiwaluyo                                    240.000.000               22,32%      12.000.000.000
    Masyarakat lain – lain
       (masing – masing dibawah 5%)                     275.003.112               25,58%      13.750.155.600

    Total                                             1.075.003.112                 100%      53.750.155.600

   Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                                                 Modal
                                                                                             ditempatkan
                                                                           Persentase         dan disetor
    Nama pemegang saham                             Jumlah saham          kepemilikan           penuh

    Dillon Sutandar                                     280.000.000               26,05%      14.000.000.000
    Philip Sumali                                       280.000.000               26,05%      14.000.000.000
    Catur Jatiwaluyo                                    240.000.000               22,32%      12.000.000.000
    Masyarakat lain-lain
         (masing – masing dibawah 5%)                   275.000.000               25,58%      13.750.000.000

    Total                                             1.075.000.000                 100%      53.750.000.000
Page 33
14. MODAL SAHAM (Lanjutan)

   Berdasarkan Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham di Luar Rapat sebagai Pengganti Keputusan Rapat
   Umum Pemegang Saham Luar Biasa dalam akta Notaris Roza, S.H., Notaris di Kabupaten Bekasi,
   No. 19 tanggal 28 September 2022, para pemegang saham Perusahaan menyetujui beberapa keputusan
   sebagai berikut:
   1) Menyetujui peningkatan modal dasar perseroan dari sebesar Rp 250.000.000 menjadi sebesar
      Rp 100.000.000.000, dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh Perusahaan dari
      Rp 200.000.000 menjadi sebesar Rp 30.000.000.000 dengan nilai per lembar saham sebesar Rp 100.000.
      Perusahaan mengalihkan pembagian dividen sebesar Rp 9.800.000.000 sebagai tambahan modal
      ditempatkan dan disetor penuh.
   2) Atas peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh tersebut, Perusahaan menerbitkan sebanyak
      298.000 lembar saham yang terdiri dari 297.500 lembar saham baru dan 500 lembar saham dalam
      simpanan.
   3) Menyetujui pemecahan nilai nominal saham (stock split), dari semula sebesar Rp 100.000 per lembar
      saham menjadi Rp 50 per lembar saham.
   4) Susunan pemegang saham Perusahaan menjadi:
      a. Philip Sumali memiliki 210.000.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 10.500.000.000.
      b. Dillon Sutandar memiliki 210.000.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 10.500.000.000.
      c. Catur Jatiwaluyo memiliki 180.000.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 9.000.000.000.

    Perubahan Anggaran Dasar ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
    No. AHU-0070410.AH.01.02.Tahun 2022 pada tanggal 29 September 2022.

    Berdasarkan Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham dalam akta Notaris Yulia, S.H., Notaris di Kota
    Jakarta Selatan, No. 129 tanggal 22 Desember 2022, para pemegang saham Perusahaan menyetujui
    peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan dari sebesar Rp 30.000.000.000 menjadi
    sebesar Rp 40.000.000.000 dengan nilai per lembar saham sebesar Rp 50, sehingga susunan pemegang saham
    Perusahaan menjadi:
    a. Philip Sumali memiliki 280.000.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp14.000.000.000.
    b. Dillon Sutandar memiliki 280.000.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp14.000.000.000.
    c. Catur Jatiwaluyo memiliki 240.000.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp12.000.000.000.
    Perubahan Anggaran Dasar ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
    No. AHU-0096920.AH.01.02.Tahun 2022 pada tanggal 26 Desember 2022.

    Berdasarkan Akta Notaris Yulia, S.H., No. 60 tanggal 02 Februari 2023, para pemegang saham Perusahaan
    menyetujui pengeluaran saham dalam simpanan atau portepel Perseroan dalam jumlah sebanyak-banyaknya
    275.000.000 (dua ratus tujuh puluh lima juta) saham dengan masing-masing saham bernilai nominal Rp 50
    (seratus Rupiah) (selanjutnya disebut sebagai “Saham Baru”) untuk ditawarkan kepada masyarakat melalui
    Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO). Pada tanggal 8 Agustus 2023, Perusahaan
    telah menyelesaikan penawaran umum perdana atas 275.000.000 saham kepada publik.
    Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
    Indonesia dalam surat keputusannya No. AHU-0012041.AH.01.02 Tahun 2023 pada tanggal 22 Februari 2023
    diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
    Republik Indonesia dengan surat No. AHU-AH.01.03-0030062 tanggal 22 Februari 2023.


15. TAMBAHAN MODAL DISETOR

                                                                   31 Maret 2024           31 Desember 2023

    Tambahan Modal Disetor                                            24.436.108.333            3.406.000.000
    Penambahan modal dari penawaran
      umum perdana saham                                                           -           24.750.000.000
    Pelaksanaan Warran                                                       466.800                        -
    Biaya emisi saham                                                              -   (        3.719.891.667)

    Total                                                             24.436.575.133           24.436.108.333
Page 34
16. CADANGAN UMUM

   Berdasarkan Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham di Luar Rapat sebagai Pengganti Keputusan Rapat
   Umum Pemegang Saham Luar Biasa dalam akta Notaris Roza, S.H., Notaris di Kabupaten Bekasi,
   No. 18 tanggal 28 September 2022, para pemegang saham Perusahaan memutuskan untuk menyisihkan
   cadangan umum atas saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya sebesar Rp 40.000.000.
17. DIVIDEN

    Berdasarkan Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham di Luar Rapat sebagai Pengganti Keputusan Rapat
    Umum Pemegang Saham Luar Biasa dalam akta Notaris Roza, S.H., Notaris di Kabupaten Bekasi,
    No. 18 tanggal 28 September 2022, para pemegang saham Perusahaan memutuskan untuk membagikan
    dividen sebesar Rp 9.800.000.000 yang berasal dari laba ditahan tahun 2021.

18. PENJUALAN
                                                                     Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                                31 Maret
                                                                       2024                   2023

    Cups, Bowl dan Lids                                               20.887.478.871        15.589.266.868
    Box, Cartoon dan Wrap                                             14.729.202.413         7.497.625.940
    Tray dan Bag                                                       2.523.835.660         2.847.248.260
    Stirrer                                                                8.423.600             2.956.800
    Botol                                                              1.192.441.688            29.738.467
    Lain-lain                                                          1.215.072.299            38.959.600

    Total                                                           40.556.454.531         26.005.795.935

    Potongan penjualan                                        (          57.209.502)            34.618.680 )

    Neto                                                            40.499.245.029         25.971.177.255
    Pada tahun 2023, terdapat penjualan kepada pelanggan pihak ketiga yang melebihi 10% dari jumlah
    penjualan, yaitu PT Indomarco Prismatama dengan persentase sebesar 20,95% dan PT Indofood CBP Sukses
    Makmur Tbk sebesar 17,15%.
    Pada tahun 2022, terdapat penjualan kepada pelanggan pihak ketiga yang melebihi 10% dari jumlah
    penjualan, yaitu PT Indomarco Prismatama dengan persentase sebesar 17,36% dan PT Indofood CBP Sukses
    Makmur Tbk sebesar 13,65%.
    Seluruh penjualan yang dilakukan Perusahaan merupakan penjualan kepada pihak ketiga.

19. BEBAN POKOK PENJUALAN
                                                                    Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                               31 Maret
                                                                      2024                    2023

    Cups, Bowl dan Lids                                              17.837.330.400         13.602.257.715
    Box, Cartoon dan Wrap                                            12.603.128.322          6.645.203.061
    Tray dan Bag                                                      2.021.098.442          2.248.002.944
    Botol                                                               969.570.000             23.058.000
    Stirrer                                                               6.740.000              2.352.000
    Lain-lain                                                           991.811.300             37.596.000

    Total                                                          34.429.678.464          22.558.469.720
    terdapat pembelian kepada penjual yang melebihi 10% dari jumlah penjualan, yaitu PT Glopac Indonesia,
    pihak berelasi, dengan persentase sebesar 77,78% dan 87,10% masing – masing pada tanggal
    31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023.
    Seluruh beban pokok penjualan yang dimiliki Perusahaan merupakan beban pokok penjualan dari pihak ketiga
    dan pihak berelasi (Catatan 25f).
Page 35
20. BEBAN PENJUALAN DAN PEMASARAN

                                             Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                        31 Maret
                                               2024                   2023

   Pengiriman                                   437.322.279             13.822.908
   Bahan bakar, parkir dan tol kantor           324.649.220             163.318.247
   Pergudangan                                   57.675.964             219.766.100
   Perkakas kantor                              150.128.206              54.444.456
   Insentif penjualan                            50.483.000              58.092.000
   Lain-lain (di bawah Rp 100 juta)             375.705.555             123.567.149

   Total                                     1.395.964.224             633.010.860



21. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
                                             Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                        31 Maret
                                               2024                   2023

   Gaji dan lembur                            1.197.072.273           1.057.622.038
   Penyusutan aset tetap (Catatan 8)            261.637.679             254.479.203
   Tunjangan karyawan                           179.174.372             228.803.647
   Jasa profesional                             146.038.462                       -
   Pajak                                         90.823.410             157.101.183
   Bonus, insentif dan THR                      921.703.333             153.199.650
   Sewa kendaraan                               126.638.776              45.918.369
   Beban imbalan kerja (Catatan 13)                       -                       -
   BPJS ketenagakerjaan                          63.905.641              51.596.238
   Premi asuransi                                15.514.523              12.299.039
   Air, listrik, telepon, fax dan internet       90.403.074              33.780.344
   Lain-lain (di bawah Rp 100 juta)             137.420.363             127.296.250

   Total                                     3.230.331.907           2.122.095.961

22. PENDAPATAN LAIN-LAIN

                                             Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                        31 Maret
                                               2024                   2023



   Pendapatan bunga deposito                   247.655.419              58.352.020
   Pendapatan jasa giro                          13.471.356              1.206.861
   Lain-lain                                      6.199.907             10.147.054

   Total                                       267.326.682             69.705.935
Page 36
23. BEBAN LAIN-LAIN
                                                                     Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                                31 Maret
                                                                       2023                   2022


    Bunga pinjaman bank                                       (         129.423.920)    (          167.375.824 )
    Administrasi bank                                         (          18.048.642)    (           19.281.578 )
    Bunga Leasing                                             (           4.415.290)    (            7.720.079 )
    Selisih persediaan                                        (          83.014.118)    (           26.532.549 )
    Provisi bank                                                                   -                         -
    Lain-lain                                                 (          23.076.453)    (          105.106.279 )

    Total                                                     (         257.978.423) (             326.016.309 )

24. LABA PER SAHAM DASAR

    Berikut ini adalah data yang digunakan untuk perhitungan laba per saham dasar:

                                                                     Tahun yang berakhir pada tanggal
                                                                                31 Maret
                                                                       2024                   2023

    Laba neto
    Laba neto untuk perhitungan
     laba per saham dasar                                              2.252.020.219             2.952.763.855

    Jumlah saham
    Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa
     untuk perhitungan laba per saham dasar                              910.000.000               800.000.000

    Laba per saham dasar                                                         2,47                     3,69

25. SIFAT HUBUNGAN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI

    Sifat hubungan

    Pihak–pihak berelasi                                                Sifat hubungan

    PT Glopac Indonesia                                                  Entitas afiliasi

    Transaksi dengan pihak berelasi

    Transaksi pihak berelasi dilakukan dengan ketentuan yang setara dengan yang berlaku dalam transaksi yang
    wajar, hanya jika pernyataan tersebut dapat dibuktikan. Penjualan dan pembelian dari pihak berelasi
    dilakukan pada harga yang disepakati tergantung jenis produk terkait yang mengacu pada harga pasar.
    Transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:

    a. Piutang Usaha

                                                                  31 Maret 2024             31 Desember 2023

       PT Glopac Indonesia                                               154.909.587               314.157.515

       Persentase terhadap total aset                                          0,13%                     0,29%
Page 37
25. SIFAT HUBUNGAN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (Lanjutan)

    b. Piutang lain - lain

                                                                  31 Maret 2024         31 Desember 2023

       PT Glopac Indonesia                                                         -                       -
       Karyawan                                                                    -                       -


       Total                                                                       -                       -

       Persentase terhadap total aset                                              -                       -

    c. Uang jaminan

                                                                  31 Maret 2024         31 Desember 2023

       PT Glopac Indonesia                                           10.000.000.000          10.000.000.000

       Persentase terhadap total aset                                         9,25%                  13,75%

       Pada tanggal 16 September 2022, Perusahaan dan PT Glopac Indonesia (GI), pihak berelasi,
       menandatangani perjanjian kerja sama, dimana GI memberikan jaminan penyediaan kemasan dari plastik
       SIFAT HUBUNGAN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (Lanjutan)

       dan karton (packaging) secara terus menerus untuk memenuhi kebutuhan Perusahaan dalam menjalankan
       kegiatan usahanya, sedangkan Perusahaan setuju untuk membayarkan uang jaminan sebesar
       Rp 10.000.000.000. Perjanjian ini berlaku selama 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan
       kesepakatan kedua belah pihak.

    d. Utang usaha
                                                                  31 Maret 2024         31 Desember 2023

       PT Glopac Indonesia                                             7.156.521.511          2.961.782.189

       Persentase terhadap total liabilitas                                  28,81%                  17,06%
       Total pembelian Perusahaan dari pihak berelasi adalah sebesar Rp - dan Rp 71.093.709.619 atau sebesar
       -% dan 78,81% dari total pembelian Perusahaan masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir pada
       tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.

    e. Beban pokok penjualan

       Total beban pokok penjualan dari pihak berelasi adalah sebesar Rp 26.778.790.967 dan Rp
       19.648.354.659 atau sebesar 77,78% dan 87,10% dari total beban pokok penjualan Perusahaan
       masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023.

    f. Hubungan manajemen atau karyawan kunci perusahaan

       Gaji dan kompensasi lainnya yang dibayarkan kepada Direksi dan Komisaris untuk tahun - tahun yang
       berakhir pada 31 Maret 2024 dan          31 Maret 2023 adalah sebesar Rp 390.000.000 dan
       Rp 390.000.000.
Page 38
26.   SEGMEN OPERASI

      Tabel berikut ini menyajikan informasi pendapatan dan laba dan aset dan liabilitas tertentu sehubungan
      dengan segmen usaha Perusahaan:

                                                                     31 Maret 2024
                                                  Jawa                 Luar Jawa                Total

      Penjualan segmen                           37.430.041.920          3.069.203.109         40.499.245.029
      Beban pokok penjualan segmen           (   32.064.947.280) (       2.364.731.184) (      34.429.678.464 )

      Laba kotor                                                                                6.069.566.565

      Beban penjualan dan pemasaran                                                     (       1.395.964.224)
      Beban umum dan administrasi                                                       (       3.230.331.907)
      Beban lain-lain - Neto                                                                        9.348.259

      Laba sebelum beban pajak penghasilan                                                      1.452.618.693

      Beban pajak penghasilan - Neto                                                    (         424.589.000)

      Laba neto tahun berjalan                                                                  1.028.029.693

      Penghasilan (rugi) komprehensif lain
       - Setelah pajak                                                                                         -

      Penghasilan komprehensif
       neto tahun berjalan                                                                      1.028.029.693

      Aset segmen                                                                             116.926.084.059

      Liabilitas segmen                                                                        25.102.774.894

      Pengeluaran modal                                                                         2.322.842.691

      Penyusutan                                                                                1.018.810.883
Page 39
26.   SEGMEN OPERASI (lanjutan)
                                                                        31 Desember 2023
                                                     Jawa                   Luar Jawa                  Total

      Penjualan segmen                             95.556.295.559           11.064.946.519        106.621.242.078
      Beban pokok penjualan segmen           (     81.787.936.626 ) (        8.417.603.990) (      90.205.540.616)
                                                                                                   16.415.701.462
      Laba kotor
                                                                                           (           2.538.803.834)
      Beban penjualan dan pemasaran                                                        (           9.774.779.234)
      Beban umum dan administrasi                                                          (             978.871.621)
                                                                                                       3.123.246.773
      Laba sebelum beban pajak penghasilan
                                                                                           (            871.226.554)

      Laba neto tahun berjalan                                                                         2.252.020.219

      Penghasilan komprehensif lain                                                                      86.329.157
       - Setelah pajak

      Penghasilan komprehensif                                                                         2.165.691.062
       neto tahun berjalan

      Aset segmen                                                                                 108.157.063.812

      Liabilitas segmen                                                                            17.362.406.740

      Pengeluaran modal                                                                                2.322.842.691

      Penyusutan                                                                                       1.018.810.883

27.   TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
      Risiko utama dari instrumen keuangan Perusahaan adalah risiko tingkat suku bunga, risiko kredit dan risiko
      likuiditas. Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan untuk mengelola masing-masing risiko tersebut yang
      dijelaskan dengan lebih rinci sebagai berikut:
      a. Risiko tingkat suku bunga atas nilai wajar dan arus kas
         Risiko tingkat suku bunga Perusahaan terutama timbul dari pinjaman untuk modal kerja dan investasi.
         Pinjaman pada berbagai suku bunga menimbulkan risiko suku bunga atas nilai wajar kepada Perusahaan.
         Tidak terdapat pinjaman bank Perusahaan yang dikenakan suku bunga tetap.
         Saat ini, Perusahaan tidak mempunyai kebijakan formal lindung nilai atas risiko suku bunga.
      b. Risiko kredit
         Risiko kredit adalah risiko dimana pihak yang berhubungan dengan Perusahaan terkait dengan instrumen
         keuangan atau kontrak pelanggan tidak akan memenuhi kewajibannya sehingga menyebabkan kerugian
         keuangan. Risiko kredit Perusahaan terutama berasal dari piutang usaha dan piutang lain lain. Untuk aset
         keuangan lainnya (termasuk kas dan bank dan deposito berjangka), Perusahaan meminimalkan risiko
         kredit dengan berurusan secara khusus dengan pihak yang mempunyai kredibilitas tinggi.
         Tujuan Perusahaan adalah meningkatkan pendapatan dan mengurangi kerugian yang timbul dari
         peningkatan risiko kredit. Transaksi Perusahaan hanya dengan pihak ketiga yang diakui dan kredibel serta
         menggunakan prosedur verifikasi kredit untuk semua transaksi dengan pelanggan secara kredit. Selain
         itu, saldo piutang dimonitor secara terus-menerus sehingga piutang tak tertagih Perusahaan tidak
         signifikan.
         Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023, maksimum eksposur Perusahaan untuk risiko kredit
         disajikan sebesar nilai tercatat setiap aset keuangan yang diakui dalam laporan posisi keuangan.
      b. Risiko likuiditas
         Perusahaan mengelola profil likuiditasnya untuk membiayai belanja modal dan melunasi utang yang jatuh
         tempo dengan menyediakan kas dan bank yang cukup, dan ketersediaan pendanaan melalui kecukupan
         jumlah fasilitas kredit yang diterima.
Page 40
27. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
      Perusahaan secara teratur mengevaluasi informasi arus kas proyeksi dan aktual dan terus-menerus
      memantau kondisi pasar keuangan untuk mengidentifikasikan kesempatan melakukan penggalangan dana
      yang mencakup utang bank.
      Tabel di bawah ini merangkum profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan, berdasarkan arus kas
      kontraktual yang tidak terdiskonto:

                                                                   31 Maret 2024
                                       Sewaktu-waktu         Lebih dari
                                         dan dalam        1 tahun sampai     Lebih dari
                                       waktu 1 tahun      dengan 5 tahun      5 tahun            Total

      Liabilitas keuangan
      Utang bank jangka pendek              592.481.566                 -                 -      592.481.566
      Utang usaha                        13.269.345.329                 -                 -   13.269.345.329
      Biaya masih harus dibayar             871.940.200                 -                 -      871.940.200
      Utang jangka panjang                  283.817.253     7.650.644.356                 -    7.934.461.609
      Liabilitas sewa                       185.118.420        68.462.758                 -      253.581.178

      Total                              15.202.702.768     7.719.107.114                 -   22.921.809.882


                                                                 31 Desember 2023
                                       Sewaktu-waktu         Lebih dari
                                         dan dalam        1 tahun sampai    Lebih dari
                                       waktu 1 tahun      dengan 5 tahun      5 tahun            Total

      Liabilitas keuangan
      Utang bank jangka pendek                        -                 -                 -                -
      Utang usaha                         7.894.543.302                 -                 -    7.894.543.302
      Biaya masih harus dibayar             305.519.439                 -                 -      305.519.439
      Utang jangka panjang                      276.358     6.974.528.144                 -    6.974.804.502
      Liabilitas sewa                       198.163.011        99.767.538                 -      297.930.549

      Total                               8.398.502.110     7.074.295.682                 -   15.472.797.792

28. MANAJEMEN PERMODALAN

    Tujuan utama manajemen permodalan Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan tingkat kredit
    yang kuat dan rasio permodalan yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan nilai pemegang
    saham.

    Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian berdasarkan strategi dan kondisi
    keuangan Perusahaan, serta kondisi ekonomi global dan domestik. Untuk memelihara atau menyesuaikan
    struktur permodalan, Perusahaan dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham,
    pengembalian modal kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru.

    Selanjutnya, Perusahaan memiliki kebijakan kas manajemen untuk mengelola modal. Perusahaan
    menerapkan manajemen keuangan terpusat untuk menjaga fleksibilitas pembiayaan dan mengurangi risiko
    likuiditas. Perusahaan juga berusaha untuk mempertahankan kebutuhan modal kerja yang memadai.
Page 41
29. NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN

                                                31 Desember 2023                             31 Desember 2023
                                        Nilai tercatat     Nilai wajar**            Nilai tercatat       Nilai wajar**

     Aset keuangan
     Kas dan bank                         4.313.904.780            4.313.904.780      6.910.792.127        6.910.792.127
     Deposito berjangka                  38.667.500.000           38.667.500.000     38.667.500.000       38.667.500.000
     Piutang usaha dari
       pihak ketiga – Neto               26.016.835.439           26.016.835.439     19.721.729.782       19.721.729.782
     Piutang usaha dari
       pihak Berelasi – Neto                154.909.587              154.909.587        314.157.515          314.157.515
     Piutang lain-lain dari
       pihak berelasi                                                                             -                    -
     Uang jaminan                        10.000.000.000           10.000.000.000     10.000.000.000       10.000.000.000

     Total aset keuangan                 79.153.149.806           79.153.149.806     75.614.179.424       75.614.179.424

     Liabilitas keuangan
     Utang bank jangka
       Pendek                               592.481.566              592.481.566                  -                      -
     Utang usaha
       Pihak ketiga                       6.112.823.818            6.112.823.818      4.932.761.113        4.932.761.113
       Pihak berelasi                     7.156.521.511            7.156.521.511      2.961.782.189        2.961.782.189
     Utang lain-lain                                  -                        -                  -                    -
     Biaya yang masih
       harus dibayar                        871.940.200               871.940.200       305.519.439          305.519.439
     Utang jangka panjang                 7.934.461.609           7.934.461.609,0     6.974.804.502        6.974.804.502

    Total liabilitas
      Keuangan                        22.668.228.704          22.668.228.704         15.174.867.243       15.174.867.243
    **) Diukur dengan hirarki pengukuran nilai wajar Tingkat 3.

    Manajemen Perusahaan menetapkan bahwa nilai tercatat kas dan bank, deposito berjangka, piutang usaha,
    piutang lain-lain, uang jaminan, utang bank jangka pendek, utang usaha, utang lain-lain dan biaya yang
    masih harus dibayar kurang lebih sebesar nilai wajarnya karena dampak dari diskonto yang tidak signifikan.

    Nilai tercatat dari utang bank jangka panjang dengan tingkat suku bunga mengambang kurang lebih sebesar
    nilai wajarnya karena dinilai ulang secara berkala.

File

File Open PDF
Source IDX
Size3.37 MB
Published29 Apr 2024
Pages41
Characters140,368
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 59 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org Paperocks Indonesia Tbk p.1 ×41
linked person Catur Jatiwaluyo · Direktur Utama p.4 ×9
linked person Dillon Sutandar · Sekretaris Perusahaan p.4 ×11
linked person Philip Sumali · Komisaris Utama p.11 ×7
linked person Frederick Rompas · Komisaris p.12 ×5
linked org Bank Central Asia Tbk p.24 ×2
linked org Bank CIMB Niaga Tbk p.24 ×20
linked org Bank Maybank Indonesia Tbk p.24 ×4
linked org Bank OCBC NISP Tbk p.24 ×5
linked org Indofood CBP Sukses Makmur Tbk p.24 ×8
linked org Sinar Mas p.25 ×2
linked org Asuransi Umum Mega p.27
linked org PT Asiaplast Industries p.27
possible org Negara Republik Indonesia p.10
possible org Bursa Efek Indonesia p.10 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.11
possible person Wito · Anggota p.12
possible person David · Anggota p.12
possible person Muhammad Ridwan p.12
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.24 ×2
unresolved person Buntario Tigris · Notaris p.10 ×2
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.10 ×8
unresolved person Roza · Notaris p.10 ×9
unresolved person Yulia · Notaris p.10 ×8
unresolved org Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.11 ×3
unresolved person Akta Notaris Yulia p.11 ×2
unresolved — Frederick Romp · Direktur Utama p.12 ×3
unresolved person Zayatri Novlesia · Anggota p.12
unresolved person Winda Aryuningsih · Anggota p.12
unresolved org Bank Tabungan Pensiunan Negara Tbk p.24 ×2
unresolved org PT. Indomarco Prismatama p.24 ×3
unresolved org PT. Circleka Indonesia Utama p.24
unresolved org PT. Fastfood Indonesia p.24
unresolved org PT. Delta Raya Sejahtera p.24
unresolved person Suci Kusuma Ningrum p.24
unresolved org PT. Sriboga Marugame Indonesia p.24
unresolved org PT. Bumi Berkah Boga p.24
unresolved org PT. Cahaya Subur Prima p.24
unresolved org PT. Pacific Food Indonesia p.24
unresolved org PT. Fumakilla Indonesia p.24
unresolved org PT Glopac Indonesia p.24 ×9
unresolved org PT Great Eastern General Insurance Indonesia p.25
unresolved org PT Asuransi Sinar Mas p.25 ×2
unresolved org PT Asuransi Umum Mega Unit Usaha Syariah p.27
unresolved org PT Zurich General Takaful Indonesia p.27
unresolved org PT Asuransi Umum BCA p.27
unresolved org PT Wijaya Inti Packindo p.27
unresolved org PT Putra Kemas Makmur p.27
unresolved org PT Tekarindo Sejahtera p.27
unresolved org PT Camiloplas Jaya Makmur p.27
unresolved org PT Ekstindo Laminasi p.27
unresolved org PT Graphic Packaging International Indonesia p.27
unresolved org PT Griya Grafika Utama p.27
unresolved org PT Kevin Persada Mandiri p.27
unresolved org PT Mulia Karya Packindo p.27
unresolved org PT Alpack Tectona Indonesia p.27
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.30
unresolved org Kantor Konsultan Aktuaria Riana & Rekan p.31
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.33 ×2

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

FinancialStatement-2024-I-PPRI.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result