Back to announcement
20240429_PPRI_Laporan Informasi dan Fakta Material_31631366_lamp3.pdf
Financial statement Text extracted PPRISource file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 41
Page 1
PT Paperocks Indonesia Tbk
Laporan Keuangan Interim
Tanggal 31 Maret 2024 dan Periode 3 Bulan yang
berakhir pada 31 Maret 2024
20
23
Page 2
PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024
UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA
31 MARET 2024 (TIDAK DIAUDIT)
Page 3
PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024
DAFTAR ISI
Surat Pernyataan Direksi
Ekshibit
Laporan Posisi Keuangan A
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain B
Laporan Perubahan Ekuitas C
Laporan Arus Kas D
Catatan atas Laporan Keuangan E
Page 4
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS
LAPORAN KEUANGAN
31 MARET 2024
Saya yang bertanda tangan dibawah ini:
1 Nama : Catur Jatiwaluyo
Alamat Kantor : Ruko Cibubur Times Square C1 No. 23
Jalan Alternatif Cibubur (Transyogi)
Jatikarya, Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat
Alamat Domisili sesuai KTP : Raffles Hills Blok J2 No. 16 RT 002 RW 025,
Desa Sukatani, Tapos, Depok, Jawa Barat
Nomor Telepon : (021)-22816962
Jabatan : Direktur Utama
2 Nama : Dillon Sutandar
Alamat Kantor : Ruko Cibubur Times Square C1 No. 23
Jalan Alternatif Cibubur (Transyogi)
Jatikarya, Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat
Alamat Domisili sesuai KTP : Raffles Hills Blok I-5 No. 29 RT 002 RW 025,
Desa Sukatani, Tapos, Depok, Jawa Barat
Nomor Telepon : (021)-22816962
Jabatan : Direktur*
*Merupakan direktur yang membawahi Akutansi dan keuangan perusahaan
Menyatakan bahwa:
1 Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan
PT Paperocks Indonesia Tbk;
2 Laporan Keuangan PT Paperocks Indonesia Tbk Telah disusun dan disajikan sesuai dengan
Standar Akutansi Keuangan di Indonesia;
3a Semua informasi material dalam laporan keuangan PT Paperocks Indonesia Tbk telah dimuat
secara lengkap dan benar;
b Laporan Keuangan PT Paperocks Indonesia Tbk tidak mengandung informasi atau fakta material
yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi dan fakta material;
4 Kami bertanggung jawab atas system pengendalian PT Paperocks Indonesia Tbk;
Demikian Pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya
Atas nama dan mewakili Dewan Direksi,
Bekasi, 29 April 2024
Materai
10.000
Catur Jatiwaluyo Dillon Sutandar
Direktur Utama Direktur
Page 5
Ekshibit A
PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Desember 2023
ASET
Aset Lancar
Kas dan bank 4 4.313.904.780 6.910.792127
Deposito berjangka 5 38.667.500.000 38.667.500.000
Piutang usaha – Neto 6, 25a 26.171.745.026 20.035.887.297
Persediaan 7 8.638.770.353 7.534.372.630
Biaya dibayar di muka 1.099.737.035 1.025.696.758
Uang muka 473.551.142 137.933.979
Total Aset Lancar 79.365.208.336 74.312.182.791
Aset Tidak Lancar
Uang jaminan 25c 10.000.000.000 10.000.000.000
Aset tetap - Neto 8 27.089.620.241 23.373.625.539
Aset pajak tangguhan 12d 471.255.482 471.255.482
Total Aset Tidak Lancar 37.560.875.723 33.844.881.021
TOTAL ASET 116.926.084.059 108.157.063.812
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
Page 6
Ekshibit A/2
PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
LAPORAN POSISI KEUANGAN
31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Desember 2023
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang bank jangka pendek 9 592.481.566 -
Utang usaha
Pihak ketiga 10 6.112.823.818 4.932.761.113
Pihak berelasi 10, 25d 7.156.521.511 2.961.782.189
Biaya yang masih harus dibayar 871.940.200 305.519.439
Utang pajak 12a 862.706.824 603.424.849
Uang muka penjualan 25e 83.769.135 46.690.917
Utang jangka panjang – Bagian jangka pendek:
Utang bank 11 283.817.253 276.358
Liabilitas sewa 185.118.420 198.163.011
Total Liabilitas Jangka Pendek 16.149.178.727 9.048.617.876
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang jangka panjang setelah dikurangi
bagian jangka pendek:
Utang bank 11 7.650.644.356 6.974.528.144
Liabilitas sewa 68.462.758 99.767.538
Liabilitas imbalan pascakerja 13 1.234.489.053 1.239.493.182
Total Liabilitas Jangka Panjang 8.953.596.167 8.313.788.864
TOTAL LIABILITAS 25.102.774.894 17.362.406.740
EKUITAS
Modal saham
Modal dasar – 2.000.000.000 saham dengan nilai
nominal Rp 50 per saham pada 31 Maret 2024 dan
2023
Modal ditempatkan dan disetor penuh – 1.075.001.532
saham pada 31 Maret 2024 dan 1.075.000.000 saham 14 53.750.155.600 53.750.000.000
pada 31 Desember 2023
Tambahan modal disetor 15 24.436.575.133 24.436.108.333
Saldo laba
Telah ditentukan penggunaannya 16 80.000.000 80.000.000
Belum ditentukan penggunaannya 7.422.014.668 6.393.984.975
Surplus revaluasi 8 6.244.865.000 6.244.865.000
Pengukuran kembali atas imbalan pascakerja ( 110.301.236) ( 110.301.236 )
TOTAL EKUITAS 91.823.309.165 90.794.657.072
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 116.926.084.059 108.157.063.812
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
Page 7
Ekshibit B
PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 MARET 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret
Catatan 2024 2023
PENJUALAN 18 40.499.245.029 25.971.177.255
BEBAN POKOK PENJUALAN 19 ( 34.429.678.464) ( 22.558.469.720)
LABA KOTOR 6.069.566.565 3.412.707.535
Beban penjualan dan pemasaran 20 ( 1.395.964.224) ( 633.010.860)
Beban umum dan administrasi 21 ( 3.230.331.907) ( 2.122.095.961)
Pendapatan lain-lain 22 267.326.682 69.705.935
Beban lain-lain 23 ( 257.978.423) ( 326.016.309)
LABA SEBELUM (BEBAN) MANFAAT
PAJAK PENGHASILAN 1.452.618.693 401.290.340
(BEBAN) MANFAAT PAJAK PENGHASILAN 12b
Kini ( 424.589.000) ( 141.612.000)
Tangguhan - -
Beban pajak penghasilan - Neto ( 424.589.000) ( (141.612.000 )
LABA TAHUN BERJALAN 1.028.029.693 259.678.340
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos-pos yang tidak akan direklasifikasi
ke laba rugi:
Revaluasi aset tetap - -
Rugi pengukuran kembali atas
imbalan pascakerja 13 - -
Pajak penghasilan terkait 12d - -
Penghasilan komprehensif lain -
Setelah pajak - -
PENGHASILAN KOMPREHENSIF NETO 1.028.029.693 259.678.340
LABA PER SAHAM DASAR 24 0,96 0,37
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
Page 8
Ekshibit C
PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 Maret 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Modal saham Saldo laba Pengukuran
ditempatkan Telah Belum kembali atas
dan disetor Tambahan ditentukan ditentukan Surplus imbalan
Catatan penuh modal disetor penggunaannya penggunaannya revaluasi pacakerja Total ekuitas
Saldo 31 Desember 2022 40.000.000.000 3.406.000.000 80.000.000 4.141.964.756 6.244.865.000 ( 23.972.079) 53.848.857.677
Laba tahun berjalan - - - 259.678.340 - - 259.678.340
Saldo 31 Maret 2023 40.000.000.000 3.406.000.000 80.000.000 4.401.643.096 6.244.865.000 ( (23.972.079) 54.108.536.017
Saldo 31 Desember 2023 53.750.000.000 24.436.108.333 80.000.000 6.393.984.975 6.244.865.000 ( 110.301.236) 90.794.657.072
Pelaksanaan Waran 155.600 466.800 - - - - 622.400
Laba tahun berjalan - - - 1.028.029.693
Saldo 31 Maret 2024 53.750.155.600 24.436.575.133 80.000.000 7.422.014.668 6.244.865.000 ( 110.301.236) 91.823.309.165
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
Page 9
Ekshibit D
PT PAPEROCKS INDONESIA Tbk
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA
31 MARET 2024
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret
Catatan 2024 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari:
Pelanggan 34.400.465.518 25.173.319.699
Bunga 247.655.419 59.558.881
Pembayaran untuk:
Pemasok ( 30.159.274.160) ( 20.671.584.720)
Karyawan ( 2.454.279.029) ( 1.652.922.756)
Bunga ( 133.839.210) ( 175.095.903)
Pajak ( 165.307.025) ( 118.125.819)
Operasi lainnya ( 2.094.029.262) ( 1.725.242.620)
Arus kas neto diperoleh dari
(digunakan untuk) aktivitas operasi ( 358.607.749) 1.126.158.400
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap 8 ( 3.746.691.300) ( 609.587.215)
Arus kas neto digunakan
untuk aktivitas investasi ( 3.746.691.300) ( 609.587.215)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Setoran modal 14,15 622.400 -
Penerimaan pinjaman bank 2.005.444.250 11.858.437.887
Pembayaran pinjaman bank ( 453.305.577) ( 13.740.880.463)
Pembayaran liabilitas sewa ( 44.349.371) ( 41.440.153)
Arus kas neto diperoleh dari
aktivitas pendanaan 1.508.411.702 1.923.882.729
KENAIKAN NETO DALAM
KAS DAN BANK ( 2.596.887.347) ( 1.407.311.544)
KAS DAN BANK PADA AWAL PERIODE 6.910.792.127 4.369.465.008
KAS DAN BANK PADA AKHIR PERIODE 4.313.904.780 2.962.153.464
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan pada Ekshibit E terlampir
yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan secara keseluruhan
Page 10
1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Paperocks Indonesia Tbk (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan akta Notaris No. 65 tanggal 14 Februari
2011 yang dibuat oleh Buntario Tigris, S.H., S.E., M.H., Notaris di Jakarta Pusat. Akta Pendirian tersebut
telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat
Keputusan No. AHU-10842.AH.01.01.Tahun 2011 tanggal 03 Maret 2011 dan diumumkan dalam Berita
Negara Republik Indonesia No. 62 tanggal 3 Agustus 2012, Tambahan No. 31605/2012.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, antara lain berdasarkan Akta
pernyataan keputusan sirkuler para pemegang saham Perusahaan No. 2 tanggal 15 September 2022 yang
dibuat di hadapan Notaris Roza, S.H., Notaris di Bekasi, di mana pemegang saham memutuskan untuk
melakukan perubahan beberapa pasal dalam Anggaran Dasar Perusahaan. Perubahan tersebut telah
mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat
keputusannya No. AHU-0067858.AH.01.02.Tahun 2022 pada tanggal 20 September 2022.
Berdasarkan Akta No. 18 tanggal 28 September 2022 dibuat dihadapan Notaris Roza, S.H., Notaris di Bekasi,
para pemegang saham menerima dan menyetujui penetapan penggunaan laba bersih Perusahaan untuk
tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2021 untuk disisihkan sebesar Rp 40.000.000 sebagai
cadangan dan memberikan sebesar Rp 9.800.000.000 sebagai dividen saham yang berasal dari laba ditahan
tahun buku 2021 yang dikonversi menjadi setoran saham kepada masing-masing pemegang saham secara
proporsional sesuai dengan persentase kepemilikan.
Berdasarkan Akta No. 19 tanggal 28 September 2022 dibuat dihadapan Notaris Roza, S.H., Notaris di Bekasi,
para pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar Perseroan menjadi sebesar
Rp 100.000.000.000 dengan modal ditempatkan dan disetor penuh menjadi sebesar Rp 30.000.000.000.
Peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh tersebut dengan menerbitkan sebanyak 297.500 lembar
saham baru, setelah mengeluarkan 500 lembar saham dalam simpanan terlebih dahulu dengan nilai nominal
saham sebesar Rp 100.000, sehingga seluruhnya bernilai nominal sebesar Rp 29.800.000.000. Atas
persetujuan peningkatan modal Perseroan tersebut, pemegang saham menyetujui penyetoran atas
pengambilan bagian saham baru yang dilakukan dengan cara konversi dividen saham yang berasal dari laba
ditahan tahun buku 2021 sebesar Rp 9.800.000.000, menambahkan setoran modal secara tunai sebesar
Rp 20.000.000.000, serta menyetujui perubahan nilai nominal saham (stock split) yang semula sebesar
Rp 100.000 per lembar saham menjadi Rp 50 per lembar saham, sehingga jumlah saham yang dimiliki oleh
para pemegang saham adalah 600.000.000 lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
Rp 30.000.000.000. Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusannya No. AHU-0070410.AH.01.02.Tahun 2022 pada tanggal
29 September 2022.
Berdasarkan Akta No. 36 tanggal 20 Oktober 2022, yang dibuat dihadapan Notaris Yulia, S.H., Notaris di
Jakarta Selatan, para pemegang saham menyetujui rencana Perseroan untuk melakukan penawaran umum
perdana saham-saham Perusahaan kepada masyarakat dalam jumlah sebanyak-banyaknya 250.000.000
lembar saham dan mencatatkan saham-saham Perseroan tersebut pada Bursa Efek Indonesia, serta
mengubah status Perseroan dari Perseroan Tertutup menjadi Perseroan Terbuka, menyetujui rencana untuk
mengeluarkan saham baru melalui Penawaran Umum kepada masyarakat dalam jumlah sebanyak-
banyaknya 250.000.000 lembar saham dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp 50,
menyetujui rencana Perseroan untuk menerbitkan waran seri I atas nama Perseroan sebanyak-banyaknya
150.000.000 waran, menyetujui untuk mencatatkan seluruh saham dan waran Perseroan, memberikan
kuasa pada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan sehubungan dengan Penawaran Umum saham dan
jumlah pasti waran yang akan diterbitkan atas nama Perseroan, mengubah maksud dan tujuan serta
kegiatan usaha Perseroan, dan menyetujui untuk mengubah dan menyusun kembali seluruh Anggaran Dasar
Perseroan sehubungan dengan perubahan status Perseroan menjadi Perseroan Terbatas Terbuka (Tbk).
Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam surat keputusannya No. AHU-0076068.AH.01.02 Tahun 2022 pada tanggal 20 Oktober 2022.
Page 11
1. UMUM (Lanjutan)
a. Pendirian dan Informasi Umum (Lanjutan)
Berdasarkan Akta No. 129 Tanggal 22 Desember 2022 dibuat dihadapan Notaris Yulia, S.H., Notaris di
Jakarta Selatan, para pemegang saham menyetujui untuk mengubah status Perseroan yang semula
Perseroan Terbatas Terbuka (Tbk) menjadi Perseroan Tertutup, menyetujui peningkatan modal
ditempatkan dan disetor penuh dari sebesar Rp 30.000.000.000 menjadi sebesar Rp 40.000.000.000 yang
terbagi atas 800.000.000 lembar saham yang diambil bagian oleh para pemegang saham secara
proporsional, dan menyetujui untuk mengubah seluruh Anggaran Dasar Perseroan sehubungan dengan
perubahan status Perseroan menjadi Perseroan Terbatas Tertutup untuk disesuaikan dengan perundang-
undangan yang berlaku. Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusannya No. AHU-0096920.AH.01.02 Tahun 2022 pada tanggal
22 Desember 2022.
Berdasarkan Akta No. 60 tanggal 22 Februari 2023, yang dibuat dihadapan Notaris Yulia, S.H., Notaris di
Jakarta Selatan, para pemegang saham menyetujui rencana Perseroan untuk melakukan penawaran umum
perdana saham-saham Perusahaan kepada masyarakat dalam jumlah sebanyak-banyaknya 275.000.000
lembar saham dan mencatatkan saham-saham Perseroan tersebut pada Bursa Efek Indonesia, serta
mengubah status Perseroan dari Perseroan Tertutup menjadi Perseroan Terbuka, menyetujui rencana untuk
mengeluarkan saham baru melalui Penawaran Umum kepada masyarakat dalam jumlah sebanyak-
banyaknya 275.000.000 lembar saham dengan nilai nominal masing-masing saham sebesar Rp 50,
menyetujui rencana Perseroan untuk menerbitkan waran seri I atas nama Perseroan sebanyak-banyaknya
165.000.000 waran, menyetujui untuk mencatatkan seluruh saham dan waran Perseroan, memberikan
kuasa pada Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan sehubungan dengan Penawaran Umum saham dan
jumlah pasti waran yang akan diterbitkan atas nama Perseroan, mengubah maksud dan tujuan serta
kegiatan usaha Perseroan, dan menyetujui untuk mengubah dan menyusun kembali seluruh Anggaran Dasar
Perseroan sehubungan dengan perubahan status Perseroan menjadi Perseroan Terbatas Terbuka (Tbk).
Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam surat keputusannya No. AHU-0012041.AH.01.02 Tahun 2023 pada tanggal 22 Februari 2023
diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan surat No. AHU-AH.01.03-0030062 tanggal 22 Februari 2023.
Anggaran Dasar Perusahaan telah beberapa kali mengalami perubahan, perubahan terakhir berdasarkan
Akta Notaris Yulia, S.H., No. 06 tanggal 07 September 2023 mengenai peningkatan modal ditempatkan/
disetor. Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusannya No. AHU-0176387.AH.01.11.Tahun 2023 tanggal 07
September 2023 dan telah diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat No. AHU-AH.01.03-0114970 tanggal 07
September 2023.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan saat ini meliputi
perdagangan besar barang dari kertas dan karton, angkutan bermotor untuk barang umum, dan
pergudangan dan penyimpanan. Kegiatan usaha utama yang saat ini sedang dijalankan oleh Perusahaan
adalah perdagangan kemasan makanan dan minuman.
Perusahaan berlokasi di Ruko Cibubur Times Square Blok C1 No. 23, Jl. Alternatif Cibubur (Transyogi),
RT.001/RW.010, Kel. Jatikarya, Kec. Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat 17435. Perusahaan memulai
kegiatan operasinya pada bulan Mei 2011.
Dillon Sutandar, Philip Sumali dan Catur Jatiwaluyo merupakan pemegang saham Perusahaan.
b. Penawaran Umum Efek Perusahaan
Pada tanggal 31 Juli 2023, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Dewan Komisioner Otoritas
Jasa Keuangan (“OJK”) dengan surat No. S-200/D.04/2023 untuk melakukan penawaran umum perdana
saham kepada masyarakat sebanyak 275.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 50 per saham dan harga
penawaran Rp 140 per saham.
Perusahaan secara bersamaan juga menerbitkan sebanyak 165.000.000 Waran Seri I dengan nilai nominal
Rp 50 per saham dan harga pelaksanaan sebesar Rp 200 per saham.
Page 12
1. Umum (Lanjutan)
c. Penyelesaian Laporan Keuangan
Direksi Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang telah
diselesaikan dan disetujui untuk diterbitkan pada tanggal 27 Maret 2024.
d. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit, Komite Nominasi dan Remunerasi, dan Karyawan
Berdasarkan akta No. 36 tanggal 20 Oktober 2022 dibuat dihadapan Notaris Yulia, S.H., Notaris di Jakarta
Selatan, akta No. 14 tanggal 19 Januari 2021 dari Notaris Roza, S.H., Notaris di Bekasi, serta akta
No. 24 tanggal 6 Desember 2016 dari Notaris Buntario Tigris, S.H., S.E., M.H, Notaris di Bekasi, susunan
Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Komisaris Utama Philip Sumali
Komisaris Frederick Rompas
Direktur Utama Catur Jatiwaluyo
Direktur Dillon Sutandar*
*Merupakan Direktur yang membawahi bidang akuntansi dan keuangan Perusahaan.
Berdasarkan Keputusan Dewan Komisaris di Luar Rapat tanggal 31 Oktober 2022, struktur dan keanggotaan
Komite Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Komite Audit
Ketua Frederick Rompas
Anggota Wito
Anggota David
Komite Nominasi dan Remunerasi
Ketua Frederick Rompas
Anggota Zayatri Novlesia
Anggota Winda Aryuningsih
Perusahaan telah membentuk Sekretaris Perusahaan sebagaimana disyaratkan dalam POJK No. 35/2014,
berdasarkan Keputusan Direksi di Luar Rapat Perseroan nomor DIR.001/PI/II/2023 tanggal 23 Februari 2023,
Perusahaan telah menunjuk Dillon Sutandar sebagai Sekretaris Perusahaan (Corporate Secretary).
Perusahaan telah memiliki Unit Audit Internal yang berfungsi untuk melakukan pengawasan dan implementasi
dari kebijakan yang telah ditetapkan oleh manajemen Perusahaan. Berdasarkan Keputusan Direksi di Luar Rapat
Direksi Perseroan nomor DIR-KOM.002/PI/II/2024 tanggal 2 Januari 2024, Direksi Perusahaan mengangkat
Muhammad Ridwan Randika sebagai Unit Audit Internal Perusahaan.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan memiliki masing-masing 24 dan
24 karyawan tetap.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan keuangan telah disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (“SAK”) yang
merupakan Pernyataan dan Interpretasi yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan
Akuntan Indonesia dan Peraturan No. VIII.G.7 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan
Emiten atau Perusahaan Publik. Kebijakan tersebut telah diterapkan secara konsisten untuk setiap tahun
penyajian, kecuali dinyatakan lain.
Kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah selaras dengan
kebijakan akuntansi yang diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan Perusahaan tanggal 31 Desember
2021 dan tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, kecuali bagi penerapan beberapa PSAK yang telah
direvisi dan diterbitkan, diterapkan efektif tanggal 1 Januari 2022.
Laporan keuangan, kecuali laporan arus kas, telah disusun secara akrual dengan menggunakan konsep biaya
perolehan, kecuali untuk akun-akun tertentu yang dicatat berdasarkan basis lain seperti yang diungkapkan
pada kebijakan akuntansi masing-masing akun terkait.
Page 13
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
b. Perubahan Kebijakan Akuntansi
Laporan arus kas menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan bank yang dikelompokkan ke dalam
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Laporan arus kas disajikan dengan menggunakan metode
langsung.
Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan adalah mata uang Rupiah
(“Rp”), yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
Amandemen PSAK berikut, yang relevan untuk Kelompok Usaha, berlaku efektif sejak tanggal 1 Januari
2023 dan untuk memiliki pengaruh material terhadap laporan keuangan Kelompok Usaha:
• Amendemen PSAK 1 “Penyajian Laporan Keuangan” – Pengungkapan Kebijakan Akuntansi
• Amendemen PSAK 16, “Aset Tetap” tentang Hasil Sebelum Penggunaan yang Diintensikan
• Amendemen PSAK 25 “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan” – Definisi
estimasi akuntansi
• Amendemen PSAK 46 “Pajak Penghasilan” – Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang timbul
dari Transaksi Tunggal
Untuk periode akutansi dimulai pada dan setelah 1 Januari 2024, nomor referensi PSAK dan ISAK akan diurut
ulang dan diubah sebagaimana yang dipublikasikan oleh DSAK-IAI. Sebagai akibatnya, nomor referensi PSAK
dan ISAK saat ini akan berubah sejak tanggal tersebut. Hal ini tidak akan menimbulkan dampak akutansi
pada laporan keuangan.
Amandemen PSAK dan ISAK baru beriukut yang telah diterbitkan yang belum dilakukan penerapan dini oleh
Kelompok Usaha:
Berlaku efektif setelah tanggal 1 Januari 2024:
• Amendemen PSAK 1 “Penyajian Laporan Keuangan” Tentang Liabilitas Jangka Panjang dengan
konvenan; dan
• Amandemen PSAK 73, “Sewa” Tentang Liabilitas Sewa pada Transaksi Jual dan Sewa-Balik
Berlaku efektif setelah tanggal 1 Januari 2025:
• PSAK 74, “Kontrak Asuransi”; dan
• Amandemen PSAK 74, “kontrak asuransi tentang penerapan awal PSAK 74 dan PSAK 71 – Informasi
Komparatif.
Peneparan dini atas amendemen dan PSAK baru tersebut diperkenankan.
Pada tanggal penerbitan laporan keuangan ini, manajemen masih dalam proses melakukan evaluasi atas
dampak dari amendemen, penyesuaian dan PSAK baru tersebut di atas terhadap laporan keuangan
Perusahaan.
c. Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar di pasar utama atau pasar yang
paling menguntungkan pada tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat ini (yaitu harga keluar) terlepas
apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung atau diestimasi dengan menggunakan teknik
penilaian lain pada tanggal pengukuran.
Perusahaan mengukur nilai wajar suatu aset atau liabilitas menggunakan asumsi yang akan digunakan
pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar
bertindak dalam kepentingan ekonomis terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk menghasilkan
manfaat ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya atau dengan
menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi
dan terbaiknya.
Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan di mana data yang memadai
tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang
relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Perusahaan menentukan kelas aset dan liabilitas yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan risiko aset dan
liabilitas, dan level hirarki nilai wajar di mana pengukuran nilai wajar tersebut dikategorikan.
Page 14
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
d. Kas dan Bank
Kas dan bank terdiri dari saldo kas dan kas di bank, yang tidak digunakan sebagai jaminan atau tidak
dibatasi penggunaannya.
Deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari tiga bulan disajikan sebagai “deposito berjangka”,
dalam laporan posisi keuangan.
e. Instrumen Keuangan
1. Aset Keuangan
Pengakuan awal
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual
- baik dari pembayaran pokok dan bunga. Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai
berikut:
1. Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
2. Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL) atau melalui penghasilan
komprehensif lain (FVOCI).
Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal. Perusahaan
mereklasifikasi aset keuangan ketika Perusahaan mengubah tujuan model bisnis untuk pengelolaan aset
keuangan sehingga penilaian sebelumnya menjadi tidak dapat diterapkan. Ketika Perusahaan
mereklasifikasi aset keuangan, maka Perusahaan menerapkan reklasifikasi secara prospektif dari
tanggal reklasifikasi. Perusahaan tidak menyajikan kembali keuntungan, kerugian (termasuk keuntungan
atau kerugian penurunan nilai), atau bunga yang diakui sebelumnya.
Pada tanggal 31 Desember 2022, Perusahaan tidak mempunyai aset keuangan yang ditetapkan sebagai
FVTPL atau melalui FVOCI.
Pengukuran selanjutnya
Pengukuran selanjutnya dari aset keuangan tergantung pada klasifikasinya.
1. Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi
Aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi selanjutnya diukur pada biaya
perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi dengan
penurunan nilai, jika ada. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan
diskonto atau premi atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan bagian integral dari suku bunga
efektif tersebut. Amortisasi suku bunga efektif dimasukkan dalam laba rugi. Kerugian yang timbul
dari penurunan nilai juga dimasukkan dalam laba rugi.
2. Aset keuangan diukur pada FVTPL
Selanjutnya disajikan dalam laporan posisi keuangan sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai
wajar yang diakui dalam laporan laba rugi.
3. Aset keuangan diukur pada FVOCI
Aset keuangan diukur pada FVOCI yang terdiri dari investasi ekuitas di mana Perusahaan telah
memilih secara takterbatalkan untuk menyajikan keuntungan dan kerugian nilai wajar dari revaluasi
pada penghasilan komprehensif lainnya.
Pilihan dapat didasarkan pada investasi individu, namun, tidak berlaku pada investasi ekuitas yang
dimiliki untuk diperdagangkan. Keuntungan atau kerugian nilai wajar dari revaluasi investasi ekuitas,
termasuk komponen selisih kurs, diakui pada penghasilan komprehensif lainnya. Ketika investasi
ekuitas dihentikan pengakuannya, keuntungan atau kerugian nilai wajar yang sebelumnya diakui
dalam penghasilan komprehensif lainnya tidak direklasifikasi pada laba rugi. Dividen diakui pada laba
rugi ketika hak untuk menerima pembayaran telah ditetapkan.
Page 15
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Penurunan nilai aset keuangan
Perusahaan mengakui penyisihan kerugian untuk kerugian kredit ekspektasian (“ECL”) atas aset
keuangannya. Nilai kerugian kredit ekspektasian diperbarui pada tanggal pelaporan untuk
mencerminkan perubahan risiko kredit sejak pengakuan awal masing-masing instrumen keuangan.
Perusahaan selalu mengakui ECL sepanjang umurnya untuk piutang usaha. Kerugian kredit ekspektasian
atas aset keuangan diestimasi menggunakan matriks provisi berdasarkan pengalaman kerugian kredit
historis Perusahaan, disesuaikan untuk faktor spesifik debitur, kondisi ekonomi umum serta penilaian
atas arah kondisi kini dan perkiraan masa depan pada tanggal pelaporan, termasuk nilai waktu atas uang
jika tepat.
Untuk aset keuangan lainnya, Perusahaan mengakui ECL sepanjang umur ketika telah ada peningkatan
risiko kredit yang signifikan sejak pengakuan awal. Jika, sebaliknya, risiko kredit pada instrumen
keuangan tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, Perusahaan mengukur penyisihan
kerugian untuk instrumen keuangan tersebut sejumlah ECL 12 (dua belas) bulan. Penilaian apakah ECL
sepanjang umur harus diakui didasarkan pada peningkatan signifikan dalam kemungkinan terjadinya
atau pada risiko gagal bayar sejak pengakuan awal dan bukan didasarkan pada bukti aset keuangan yang
mengalami kerugian kredit pada tanggal pelaporan atau kejadian gagal bayar sebenarnya.
2. Liabilitas Keuangan
Pengakuan awal
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
2. Liabilitas keuangan yang diukur dengan FVTPL atau melalui FVTOCI.
Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal. Perusahaan
mengklasifikasikan semua liabilitas keuangannya pada biaya perolehan diamortisasi.
Pengukuran selanjutnya
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi selanjutnya diukur dengan menggunakan metode
suku bunga efektif. Amortisasi suku bunga efektif termasuk di dalam biaya keuangan dalam laba rugi.
Keuntungan atau kerugian diakui dalam laba rugi pada saat liabilitas tersebut dihentikan pengakuannya
serta melalui proses amortisasi suku bunga efektif.
3. Penghentian Pengakuan Instrumen Keuangan
Penghentian pengakuan aset keuangan
Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika, hak kontraktual atas arus kas
yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir, atau mengalihkan hak kontraktual untuk menerima
arus kas yang berasal dari aset keuangan, atau tetap memiliki hak kontraktual untuk menerima arus kas
yang berasal dari aset keuangan namun juga menanggung kewajiban kontraktual untuk membayar arus
kas yang diterima tersebut kepada satu atau lebih pihak penerima melalui suatu kesepakatan yang
memenuhi persyaratan tertentu. Ketika Perusahaan mengalihkan aset keuangan, maka Perusahaan
mengevaluasi sejauh mana Perusahaan tetap memiliki risiko dan manfaat atas kepemilikan aset
keuangan tersebut.
Penghentian pengakuan liabilitas keuangan
Perusahaan menghentikan pengakuan liabilitas keuangan jika, dan hanya jika, kewajiban Perusahaan
dilepaskan, dibatalkan atau kedaluwarsa.
4. Saling Hapus Instrumen Keuangan
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan nilai netonya dilaporkan dalam laporan
posisi keuangan jika, dan hanya jika, saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk saling hapus
atas jumlah yang telah diakui dan terdapat tujuan untuk menetapkannya secara neto (net basis), atau
untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Page 16
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
f. Transaksi dengan Pihak Berelasi
Perusahaan mengungkapkan transaksi dengan pihak-pihak berelasi. Transaksi ini dilakukan berdasarkan
persyaratan yang disetujui oleh kedua belah pihak, dimana persyaratan tersebut mungkin tidak sama
dengan transaksi lain yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak berelasi.
Semua transaksi yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan syarat dan kondisi
yang sama dengan pihak ketiga ataupun tidak, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.
g. Persediaan
Persediaan awalnya diakui pada biaya perolehannya dan kemudian pada nilai terendah antara biaya
perolehan atau nilai realisasi bersih. Biaya perolehan terdiri atas semua biaya pembelian dan biaya lainnya
yang terjadi untuk menempatkan persediaan sampai kepada lokasi dan kondisi saat ini. Biaya perolehan
ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.
Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi estimasi biaya
penyelesaian dan estimasi biaya penjualan.
h. Aset Tetap
Pada pengakuan awal, item-item aset tetap dinilai sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan meliputi harga
pembelian, biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung dan estimasi nilai kini dari seluruh biaya-
biaya masa mendatang yang tidak dapat dihindari dari pembongkaran dan pemindahan aset tetap.
Pada tahun 2022, Perusahaan melakukan perubahan kebijakan akuntansi atas tanah didalam pengukuran
setelah pengakuan awal dari model biaya menjadi model revaluasi. Perusahaan menetapkan untuk
melakukan revaluasi maksimal 5 tahun sekali.
Perusahaan telah memilih untuk menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi pengukuran aset
tetapnya kecuali untuk tanah dinyatakan sebesar nilai revaluasi. Aset tetap selain tanah dinyatakan sebesar
harga perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan penurunan nilai. Penyusutan dihitung dengan
menggunakan metode garis lurus dengan masa manfaat ekonomis berikut ini:
Tarif Tahun
Bangunan 5% 20
Kendaraan 20% 5
Peralatan kantor 10% - 33% 3 - 10
Tanah termasuk biaya pengurusan legal hak atas tanah dalam bentuk Hak Guna Bangunan (“HGB”) ketika
tanah diperoleh pertama kali dinyatakan sebesar biaya perolehan dan tidak diamortisasi karena manajemen
berpendapat bahwa kemungkinan besar hak atas tanah tersebut dapat diperbaharui/diperpanjang pada
saat masa berlakunya selesai.
Kenaikan nilai tercatat yang timbul dari revaluasi tanah dicatat sebagai “Surplus Revaluasi”. Penurunan
nilai tercatat yang timbul dari revaluasi dicatat sebagai beban pada tahun berjalan. Apabila aset tersebut
memiliki saldo “Keuntungan Revaluasi Aset Tetap” yang disajikan sebagai “Penghasilan Komprehensif
Lain”, maka selisih penurunan nilai tercatat tersebut dibebankan terhadap “Keuntungan Revaluasi Aset
Tetap” dan sisanya diakui sebagai beban tahun berjalan.
Surplus revaluasi tanah yang telah disajikan dalam ekuitas dipindahkan langsung ke saldo laba pada saat
aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Page 17
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
h. Aset Tetap (lanjutan)
Aset tetap dalam penyelesaian dicatat sebesar biaya perolehan, yang mencakup kapitalisasi beban
pinjaman dan biaya-biaya lainnya yang terjadi sehubungan dengan pendanaan aset tetap dalam
penyelesaian tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke akun “Aset Tetap” yang
bersangkutan pada saat aset tetap tersebut telah selesai dikerjakan dan siap untuk digunakan. Aset tetap
dalam penyelesaian tidak disusutkan sampai memenuhi syarat pengakuan sebagai aset tetap seperti
diungkapkan di atas.
Nilai sisa, masa manfaat dan metode penyusutan dikaji pada tiap akhir periode pelaporan, dan disesuaikan
secara prospektif, sesuai dengan keadaan.
Beban perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laba rugi pada saat terjadinya, biaya penggantian
atau inspeksi yang signifikan dikapitalisasi pada saat terjadinya jika besar kemungkinan manfaat ekonomis
di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan, dan biaya perolehan aset
dapat diukur secara andal.
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak ada manfaat ekonomis masa
depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
pengakuan aset dimasukkan dalam laba rugi pada periode aset tersebut dihentikan pengakuannya.
i. Penurunan Nilai Aset Nonkeuangan (Tidak Termasuk Persediaan dan Aset Pajak Tangguhan)
Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami penurunan
nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, maka Perusahaan mengestimasi jumlah terpulihkan aset tersebut.
Jumlah terpulihkan suatu aset atau unit penghasil kas adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar
dikurangi biaya pelepasan dan nilai pakainya. Jika jumlah terpulihkan suatu aset lebih kecil dari nilai
tercatatnya, nilai tercatat aset harus diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan. Kerugian penurunan
nilai diakui segera dalam laba rugi.
Pembalikan rugi penurunan nilai untuk aset nonkeuangan, diakui jika, dan hanya jika, terdapat perubahan
estimasi yang digunakan dalam menentukan jumlah terpulihkan aset sejak pengujian penurunan nilai
terakhir kali dilakukan. Pembalikan rugi penurunan nilai tersebut diakui segera dalam laba rugi.
j. Sewa
Perusahaan mengevaluasi pada saat insepsi kontrak bila kontrak tersebut adalah, atau mengandung sewa
yaitu jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama
suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan.
Perusahaan sebagai Penyewa
Perusahaan menerapkan pendekatan pengakuan dan pengukuran tunggal untuk semua sewa, kecuali untuk
sewa jangka pendek dan sewa dengan aset pendasar bernilai rendah. Perusahaan mengakui liabilitas sewa
untuk melakukan pembayaran sewa dan aset hak-guna yang mewakili hak untuk menggunakan aset
pendasar.
Aset hak-guna
Perusahaan mengakui aset hak-guna pada tanggal permulaan sewa. Aset hak-guna diukur pada biaya
perolehan, dikurangi akumulasi penyusutan dan rugi penurunan nilai, dan disesuaikan untuk setiap
pengukuran kembali liabilitas sewa. Biaya perolehan aset hak-guna mencakup jumlah liabilitas sewa yang
diakui, biaya langsung awal yang dikeluarkan, dan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum
tanggal mulai dikurangi insentif sewa yang diterima.
Setelah pengakuan awal, aset hak-guna diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan disusutkan selama
masa sewa menggunakan metode garis lurus.
Liabilitas sewa
Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan mengakui liabilitas sewa yang diukur pada nilai kini dari
pembayaran sewa yang akan dilakukan selama masa sewa.
Page 18
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Pembayaran sewa juga mencakup harga pelaksanaan dari opsi pembelian yang secara wajar pasti akan
dilaksanakan oleh Perusahaan dan pembayaran denda untuk penghentian sewa, jika masa sewa
mencerminkan pelaksanaan opsi untuk mengakhiri. Pembayaran sewa variabel yang tidak bergantung pada
indeks atau tarif diakui sebagai beban pada periode terjadinya peristiwa atau kondisi yang memicu
terjadinya pembayaran tersebut.
Dalam menghitung nilai kini dari pembayaran sewa, Perusahaan menggunakan Suku Bunga Pinjaman
Inkremental (“SBPI”) pada tanggal permulaan sewa karena tingkat bunga yang tersirat dalam sewa tidak
tersedia untuk ditentukan. Setelah tanggal permulaan, jumlah liabilitas sewa ditingkatkan untuk
mencerminkan peningkatan bunga dan dikurangi pembayaran sewa yang dilakukan.
Selain itu, nilai tercatat liabilitas sewa diukur kembali jika ada modifikasi, perubahan jangka waktu sewa,
perubahan pembayaran sewa (misalnya, perubahan pembayaran masa depan yang dihasilkan dari
perubahan indeks atau kurs yang digunakan untuk menentukan pembayaran sewa) atau perubahan dalam
penilaian opsi untuk memperoleh aset pendasar.
Perusahaan menerapkan pengecualian pengakuan sewa jangka pendek untuk sewa jangka pendeknya
(yaitu, sewa yang memiliki jangka waktu sewa 12 (dua belas) bulan atau kurang dari tanggal permulaan
dan tidak memiliki opsi pembelian). Perusahaan juga menerapkan pengecualian pengakuan sewa aset
bernilai rendah untuk sewa yang dianggap bernilai rendah.
Pembayaran sewa untuk sewa jangka pendek dan sewa dari aset pendasar bernilai rendah diakui sebagai
beban dengan metode garis lurus selama masa sewa.
Perusahaan sebagai Pesewa
Sewa yang dalam pengaturannya Perusahaan tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan
manfaat yang terkait dengan kepemilikan suatu aset diklasifikasikan sebagai sewa operasi. Pendapatan
sewa yang timbul dicatat dengan metode garis lurus selama masa sewa dan disertakan dalam pendapatan
pada laba rugi karena sifat operasinya. Biaya langsung awal yang timbul dalam negosiasi dan pengaturan
sewa operasi ditambahkan ke nilai tercatat dari aset sewaan dan diakui selama masa sewa atas dasar yang
sama dengan pendapatan sewa.
k. Imbalan Kerja
Imbalan kerja jangka pendek
Imbalan kerja jangka pendek merupakan kompensasi yang diberikan oleh Perusahaan seperti gaji,
tunjangan, bonus dan iuran pensiun yang diakui pada saat diberikan kepada karyawan.
Imbalan pascakerja
Perusahaan mengakui liabilitas imbalan pascakerja yang tidak didanai sesuai dengan Undang-Undang
Ketenagakerjaan.
Beban pensiun berdasarkan program dana pensiun manfaat pasti Perusahaan ditentukan melalui
perhitungan aktuaria secara periodik dengan menggunakan metode projected-unit-credit dan menerapkan
asumsi atas tingkat diskonto, hasil yang diharapkan atas aset dana pensiun dan tingkat kenaikan manfaat
pasti pensiun tahunan.
i. Program iuran pasti
Iuran untuk program iuran pasti untuk program pensiun dibebankan pada laba rugi pada periode di mana
iuran tersebut terkait.
ii. Program imbalan pasti
Surplus dan defisit program imbalan pasti diukur pada:
• Nilai wajar dari aset yang direncanakan pada tanggal pelaporan; dikurangi
• Liabilitas program yang dihitung dengan menggunakan metode projected-unit-credit yang
didiskontokan ke nilai kini dengan menggunakan imbal hasil Obligasi Pemerintah (dikarenakan saat
ini tidak ada pasar aktif untuk obligasi Perusahaan yang berkualitas tinggi) yang tersedia yang
memiliki tanggal jatuh tempo yang mendekati persyaratan liabilitas; ditambah
• Biaya servis masa lalu yang tidak diakui; dikurangi
• Dampak persyaratan pendanaan minimum yang disetujui dengan skema waliamanat.
Page 19
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja diakui langsung dalam ekuitas. Pengukuran kembali
tersebut termasuk:
• Keuntungan dan kerugian aktuaris;
• Imbalan atas aset program (tidak termasuk bunga); dan
• Aset dengan efek batas tertinggi (tidak termasuk bunga).
Biaya jasa diakui dalam laba rugi, dan termasuk biaya jasa kini dan masa lalu, serta keuntungan dan
kerugian kurtailmen.
Beban (pendapatan) bunga neto diakui dalam laba rugi dan dihitung dengan menerapkan tingkat
diskonto untuk mengukur liabilitas imbalan pascakerja (aset) pada awal periode tahunan dengan saldo
neto liabilitas imbalan pascakerja (aset) dan mempertimbangkan dampak kontribusi dan pembayaran
manfaat selama periode.
Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan program manfaat atau program kurtailmen diakui
secara langsung dalam laba rugi.
Penyelesaian program manfaat pasti diakui dalam periode di mana penyelesaian tersebut terjadi.
iii. Manfaat jasa jangka panjang lain
Imbalan kerja lain yang diharapkan untuk diselesaikan secara keseluruhan dalam 12 (dua belas) bulan
setelah akhir periode pelaporan disajikan sebagai liabilitas jangka pendek.
Imbalan kerja lain yang tidak diharapkan untuk diselesaikan secara keseluruhan dalam 12 (dua belas)
bulan setelah akhir periode pelaporan disajikan sebagai liabilitas jangka panjang dan dihitung dengan
menggunakan metode projected-unit-credit dan kemudian didiskonto dengan menggunakan imbal hasil
Obligasi Pemerintah yang tersedia dengan tanggal jatuh tempo mendekati sisa periode yang diharapkan
untuk diselesaikan.
l. Modal Saham
Modal saham merupakan jumlah nominal atas seluruh saham yang ditempatkan dan disetor.
m. Saldo Laba
Saldo laba merupakan saldo kumulatif laba rugi dan penghasilan komprehensif lain bersih, distribusi
dividen, penyesuaian periode sebelumnya, efek dari perubahan kebijakan akuntansi dan penyesuaian modal
lainnya.
n. Pengakuan Pendapatan, Biaya dan Beban
Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
Dalam menentukan pengakuan pendapatan, Perusahaan melakukan analisa transaksi melalui lima langkah
penilaian berikut:
1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan;
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak;
3. Penetapan harga transaksi;
4. Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan berdasarkan harga jual berdiri sendiri relatif
dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Ketika tidak dapat diamati secara
langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya yang diharapkan ditambah
margin; dan
5. Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan barang atau
jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas barang atau jasa
tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan 2 (dua) cara, sebagai berikut:
a. Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
b. Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan).
Page 20
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
Pendapatan diukur berdasarkan nilai yang diharapkan dapat diterima Perusahaan atas pengalihan barang
yang dijanjikan kepada pelanggan, tidak termasuk jumlah yang ditagihkan atas nama pihak ketiga.
Pendapatan diakui ketika Perusahaan memenuhi kewajibannya untuk mengalihkan barang yang dijanjikan
kepada pelanggan, yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali atas barang atau jasa tersebut. Jumlah
pendapatan yang diakui adalah sebesar jumlah yang dialokasikan dari kewajiban yang terpenuhi.
Perusahaan telah secara umum menentukan bahwa hal itu merupakan prinsipal dalam pengaturan
pendapatannya dan mencatat pendapatan secara bruto karena Perusahaan mengendalikan barang sebelum
mengalihkannya kepada pelanggan.
Kriteria spesifik berikut juga harus dipenuhi sebelum pendapatan diakui:
Pendapatan dari penjualan barang
Untuk pendapatan dari penjualan barang, kewajiban pelaksanaan umumnya terpenuhi, dan pendapatan
diakui, pada saat pengendalian atas barang telah berpindah kepada pelanggan (pada suatu titik waktu).
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya (dasar akrual).
o. Perpajakan
Pajak Penghasilan
Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak penghasilan kini dan pajak penghasilan tangguhan. Beban pajak
kini ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak periode berjalan.
Pajak penghasilan diakui dalam laba rugi, kecuali untuk transaksi yang berhubungan dengan transaksi yang
diakui langsung dalam ekuitas atau penghasilan komprehensif lain, dalam hal ini diakui dalam ekuitas atau
penghasilan komprehensif lain.
Pajak kini
Aset pajak kini dan liabilitas pajak kini dilakukan saling hapus jika, dan hanya jika, entitas memiliki hak
yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus jumlah yang diakui; dan memiliki
intensi untuk menyelesaikan dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas
secara bersamaan.
Pajak tangguhan
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara aset dan liabilitas untuk tujuan
komersial dan untuk tujuan perpajakan setiap tanggal pelaporan. Aset pajak tangguhan diakui untuk
seluruh perbedaan temporer yang boleh dikurangkan sepanjang besar kemungkinan perbedaan temporer
yang boleh dikurangkan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba fiskal pada masa yang akan
datang. Manfaat pajak di masa mendatang, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan, diakui sejauh
besar kemungkinan realisasi atas manfaat pajak tersebut.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur pada tarif pajak yang diharapkan akan digunakan pada periode
ketika aset direalisasi atau ketika liabilitas dilunasi berdasarkan tarif pajak (dan peraturan perpajakan)
yang berlaku atau secara substansial telah diberlakukan pada akhir periode pelaporan.
Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan dilakukan saling hapus jika, dan hanya jika, entitas
memiliki hak secara hukum untuk saling hapus aset pajak kini pada liabilitas pajak kini, dan aset pajak
tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas
perpajakan atas entitas kena pajak yang sama, atau entitas kena pajak berbeda yang bermaksud untuk
memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan
liabilitas secara bersamaan, pada setiap periode masa depan yang mana jumlah signifikan atas aset atau
liabilitas pajak tangguhan diharapkan diselesaikan atau dipulihkan.
Page 21
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (Lanjutan)
p. Dividen
Dividen diakui pada saat dividen secara legal menjadi terutang. Pembagian dividen interim menjadi terutang
pada saat diumumkan oleh Direksi. Pembagian dividen final menjadi terutang pada saat disetujui oleh para
pemegang saham pada saat Rapat Umum Pemegang Saham.
q. Pelaporan Segmen
Suatu segmen adalah suatu unsur yang dapat dibedakan dari Perusahaan yang beroperasi baik di dalam
menghasilkan produk dan jasa tertentu (segmen bisnis), atau di dalam menghasilkan produk dan jasa di
antara lingkungan ekonomi tertentu (segmen geografis), yang merupakan subjek manfaat dan risiko yang
berbeda dari segmen-segmen lainnya. Segmen operasi dilaporkan secara konsisten dengan pelaporan
internal yang diberikan kepada pengambil keputusan pimpinan operasi. Pengambil keputusan pimpinan
operasi, yang bertanggung jawab di dalam mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen
operasi, telah diidentifikasi sebagai komite pengendali yang membuat keputusan strategis.
Pendapatan, beban, hasil aset dan liabilitas segmen termasuk item-item yang dapat diatribusikan langsung
kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai kepada segmen
tersebut.
Termasuk di dalamnya adalah penjelasan singkat atas segmen operasi yang digabungkan dan indikator
ekonomi yang dinilai dalam penentuan apakah segmen operasi memiliki karakteristik ekonomi serupa.
Selain dari itu, penerapan dari penyesuaian ini tidak memiliki dampak untuk tahun berjalan atau tahun
sebelumnya dan tidak akan berpengaruh di periode yang akan datang.
r. Provisi dan Kontinjensi
Provisi diakui jika Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif)
yang akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan
arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah
kewajiban tersebut dapat dibuat.
Provisi ditelaah pada setiap akhir periode pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik
yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak
terjadi, maka provisi dibatalkan.
Aset dan liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan. Liabilitas kontinjensi diungkapkan
dalam laporan keuangan, kecuali arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi
kemungkinannya kecil. Aset kontinjensi diungkapkan dalam laporan keuangan jika terdapat kemungkinan
besar arus masuk manfaat ekonomis akan diperoleh.
s. Peristiwa Setelah Periode Pelaporan
Peristiwa setelah periode pelaporan yang memberikan informasi tambahan atas posisi Perusahaan pada
akhir periode pelaporan (peristiwa yang memerlukan penyesuaian) tercermin dalam laporan keuangan.
Peristiwa setelah periode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian diungkapkan dalam catatan atas
laporan keuangan apabila material.
t. Laba Neto per Saham Dasar
Laba neto per saham dasar dihitung dengan membagi laba neto dengan rata-rata tertimbang dari jumlah
saham yang ditempatkan dan disetor penuh selama tahun yang bersangkutan.
Page 22
3. PERTIMBANGAN DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan manajemen
untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam
laporan keuangan. Sehubungan dengan adanya ketidakpastian yang melekat dalam membuat estimasi, hasil
sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda dengan jumlah estimasi yang dibuat.
Perusahaan mendasarkan asumsi dan estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan
disusun. Asumsi dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar
atau situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat
terjadinya.
a. Pertimbangan di dalam penerapan kebijakan akuntansi
Di dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, manajemen telah membuat pertimbangan
berikut, terlepas dari estimasi yang terkandung di dalamnya, yang memiliki dampak signifikan dari jumlah
yang tercantum di dalam laporan keuangan:
Pajak Penghasilan
Perusahaan memiliki eksposur pajak penghasilan. Pertimbangan signifikan diperlukan di dalam menentukan
provisi pajak penghasilan. Ada beberapa transaksi dan penghitungan di mana penentuan pajak akhir adalah
tidak pasti selama kegiatan usaha biasa. Perusahaan mengakui liabilitas bagi isu perpajakan yang
diharapkan berdasarkan estimasi apakah pajak tambahan akan jatuh tempo. Apabila terdapat perbedaan
perhitungan pajak dengan jumlah yang telah dicatat, maka jumlah tersebut akan berdampak pada pajak
penghasilan kini di dalam periode di mana penentuan tersebut dibuat.
Klasifikasi Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset keuangan dan liabilitas keuangan ditetapkan oleh
Perusahaan dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan PSAK 71 dipenuhi. Dengan
demikian aset keuangan dan liabilitas keuangan diakui sesuai dengan kebijakan akuntansi seperti dijelaskan
pada Catatan 2e.
Penentuan Mata Uang Fungsional
Perusahaan mengukur transaksi mata uang asing di dalam mata uang fungsional Perusahaan. Di dalam
menentukan mata uang fungsional entitas dalam Perusahaan, pertimbangan diperlukan untuk menentukan
mata uang yang paling mempengaruhi harga jual barang dan jasa dan negara di mana kekuatan persaingan
dan regulasi paling menentukan harga jual barang dan jasa. Mata uang fungsional entitas di dalam
Perusahaan ditentukan berdasarkan penilaian manajemen terhadap lingkungan ekonomi di mana entitas
beroperasi dan proses entitas di dalam menentukan harga jual.
b. Sumber utama ketidakpastian estimasi
Asumsi utama berkenaan dengan sumber utama dan sumber lainnya dari ketidakpastian estimasi di masa
depan pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian
material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas pada tahun buku mendatang, diungkapkan sebagai
berikut:
Penyisihan atas Penurunan Nilai Piutang Usaha
Perusahaan mengevaluasi penggunaan cadangan kerugian ekspektasian sepanjang taksiran umur piutang
untuk seluruh piutang usaha dan piutang lain-lain. Untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian, piutang
usaha dan piutang lain-lain dikelompokkan berdasarkan karakteristik risiko kredit dan jatuh tempo yang
serupa. Ketika melakukan penilaian atas cadangan kerugian kredit ekspektasian, Perusahaan mengevaluasi
risiko gagal bayar yang mungkin terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan dalam menentukan
jumlah kerugian kredit ekspektasian dengan mempertimbangkan ketersediaan informasi kejadian masa
lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan.
Penyusutan Aset Tetap
Biaya perolehan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa
manfaat ekonomisnya. Manajemen Perusahaan mengestimasi masa manfaat ekonomi aset tetap antara
3 tahun sampai dengan 20 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri di mana
Perusahaan menjalankan bisnisnya. Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat
Page 23
3. PERTIMBANGAN DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (Lanjutan)
mempengaruhi masa manfaat ekonomik dan nilai sisa aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan
mungkin direvisi. Penjelasan lebih rinci atas nilai tercatat aset tetap Perusahaan diungkapkan dalam
Catatan 8.
Aset Pajak Tangguhan
Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan sepanjang besar
kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer yang dapat
dikurangkan tersebut dapat digunakan. Estimasi signifikan oleh manajemen disyaratkan dalam menentukan
jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena
pajak dan strategi perencanaan pajak masa depan. Penjelasan lebih rinci atas nilai tercatat aset dan
liabilitas pajak tangguhan Perusahaan diungkapkan dalam Catatan 12.
Pensiun dan Imbalan Kerja
Nilai kini liabilitas imbalan pascakerja bergantung pada faktor-faktor yang ditetapkan berdasarkan basis
akrual dengan menggunakan sejumlah asumsi. Asumsi yang digunakan di dalam menetapkan biaya
(pendapatan) neto pensiun meliputi tingkat suku bunga diskon dan tingkat kenaikan gaji di masa depan.
Semua perubahan di dalam asumsi-asumsi ini akan berdampak pada nilai kini liabilitas imbalan pascakerja.
Perusahaan menetapkan tingkat suku bunga yang sesuai dan kenaikan tingkat gaji di masa depan pada tiap
akhir periode pelaporan. Tingkat suku bunga adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk
menetapkan arus kas keluar masa depan yang diharapkan yang disyaratkan untuk menyelesaikan liabilitas
imbalan pascakerja. Di dalam menetapkan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan mempertimbangkan
tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasi oleh mata uang di mana manfaat tersebut akan
dibayarkan dan memiliki syarat-syarat jatuh tempo yang mendekati syarat-syarat liabilitas imbalan
pascakerja terkait.
Tingkat kenaikan gaji di masa depan ditentukan dengan mengumpulkan semua data historis terkait dengan
perubahan dasar gaji dan menyesuaikannya pada rencana bisnis di masa depan.
Sementara Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi tersebut adalah wajar dan sesuai, perbedaan signifikan
pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan Perusahaan dapat mempengaruhi
secara material liabilitas imbalan pascakerja yang diestimasi dan beban imbalan kerja neto.
Penjelasan lebih rinci atas nilai tercatat liabilitas imbalan pascakerja Perusahaan diungkapkan dalam
Catatan 13.
Pengukuran Nilai Wajar
Beberapa kebijakan akuntansi dan pengungkapan Perusahaan membutuhkan pengukuran nilai wajar, baik
untuk aset dan liabilitas keuangan maupun nonkeuangan. Ketika mengukur kewajaran aset atau liabilitas,
Perusahaan sebisa mungkin menggunakan data dari penelitian di pasar. Nilai wajar dikategorikan ke
beberapa tingkatan berbeda di hirarki nilai wajar berdasarkan teknik penilaian sebagai berikut:
• Tingkat 1: Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di dalam pasar aktif bagi aset maupun liabilitas yang
identikal yang dapat diakses Perusahaan pada tanggal pengukuran;
• Tingkat 2: Input selain harga kuotasian yang termasuk di dalam Tingkat 1 yang dapat diobservasi bagi
aset atau liabilitas, baik langsung (misalnya, harga) maupun tidak langsung (misalnya, derivatif harga);
dan
• Tingkat 3: Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.
Perusahaan memiliki instrumen keuangan yang disajikan sebesar jumlah tercatat baik karena jumlah
tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya atau karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara
andal.
Page 24
4. KAS DAN BANK
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Kas – Rupiah 616.000.000 616.000.000
Kas di bank – Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 2.251.984.143 5.428.308.932
PT Bank CIMB Niaga Tbk 754.216.836 433.899.115
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 501.660.803 282.392.157
PT Bank OCBC NISP Tbk 188.990.293 148.989.218
PT Bank Tabungan Pensiunan
Negara Tbk 759.793 759.793
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 292.912 442.912
Total 4.313.904.780 6.910.792.127
Seluruh saldo kas di bank ditempatkan pada pihak ketiga.
Tidak terdapat saldo kas dan kas di bank yang dibatasi penggunaannya ataupun dijaminkan oleh Perusahaan.
5. DEPOSITO BERJANGKA
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Deposito berjangka – Rupiah
PT Bank Maybank Indonesia Tbk 33.667.500.000 33.667.500.000
PT Bank OCBC NISP Tbk 5.000.000.000 5.000.000.000
Total 38.667.500.000 38.667.500.000
Suku bunga tahunan atas deposito berjangka adalah 3,25% - 4,00% untuk tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
Seluruh saldo deposito berjangka ditempatkan pada pihak ketiga.
6. PIUTANG USAHA - NETO
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
PT. Indomarco Prismatama 6.111.045.320 4.575.868.437
PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk 4.622.186.520 2.135.957.127
PT. Circleka Indonesia Utama 2.220.601.620 842.501.100
PT. Fastfood Indonesia 1.132.881.367 537.068.338
PT. Delta Raya Sejahtera 873.729.840 1.154.996.070
Ibu Suci Kusuma Ningrum - 854.660.040
PT. Sriboga Marugame Indonesia 750.113.580 1.030.663.633
PT. Bumi Berkah Boga 676.840.393 351.307.396
PT. Cahaya Subur Prima 617.123.148 301.103.428
PT. Pacific Food Indonesia 576.783.750 692.695.500
PT. Fumakilla Indonesia - 503.496.000
Lain-lain (di bawah Rp 500 juta) 8.637.339.240 6.943.222.052
Subtotal – Pihak Ketiga 26.218.644.778 19.923.539.121
Pihak Berelasi
PT Glopac Indonesia (catatan 25a) 154.909.587 314.157.515
Subtotal - Pihak Berelasi 154.909.587 314.157.515
TOTAL 26.373.554.365 20.237.696.636
Penyisihan kerugian penurunan nilai ( 201.809.339) ( 201.809.339)
Neto 26.171.745.026 20.035.887.297
Page 25
6. PIUTANG USAHA – NETO (Lanjutan)
Analisis umur piutang usaha adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Belum jatuh tempo 20.619.927.734 16.282.580.609
1 - 30 hari 4.970.759.904 3.271.220.716
31 - 60 hari 511.125.161 493.345.574
61 - 90 hari 191.741.566 145.222.965
91 – 120 hari 80.000.000 45.326.772
Total 26.373.554.365 20.237.696.636
Mutasi dari penyisihan kerugian penurunan nilai atas piutang usaha adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 201.809.339 201.809.339
Penambahan penyisihan pada
tahun berjalan - -
Total 201.809.339 201.809.339
Seluruh piutang usaha pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah dalam mata uang Rupiah.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun,
manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai tersebut cukup untuk
menutup kemungkinan kerugian atas tidak tertagihnya piutang usaha.
Tidak terdapat piutang usaha yang dijadikan sebagai jaminan untuk fasilitas pinjaman yang diperoleh dari
bank.
7. PERSEDIAAN
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Cups, Bowl dan Lids 4.239.690.337 4.652.697.557
Box, Cartoon dan Wrap 2.694.444.749 1.280.472.957
Tray dan Bag 1.132.965.751 548.794.592
Stirrer 88.600.169 95.340.169
Botol 395.679.750 32.664.750
Lain - lain 87.389.597 924.402.605
Total 8.638.770.353 7.534.372.630
Persediaan telah diasuransikan pada PT Great Eastern General Insurance Indonesia dengan jenis pertanggungan
pada produk asuransi yaitu product liability, dengan nilai pertanggungan sebesar 500.000 USD pada tanggal
31 Desember 2023. Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk
menutup kemungkinan kerugian dari risiko tersebut.
Persediaan telah diasuransikan pada PT Asuransi Sinar Mas dengan jenis pertanggungan semua risiko properti,
gangguan usaha termasuk gempa bumi dan risiko kerugian lainnya, dengan nilai pertanggungan sebesar
Rp 4.000.000.000 masing-masing pada tanggal 31 Desember 2022. Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa
nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko tersebut.
Jumlah persediaan yang diakui sebagai beban pokok penjualan adalah masing-masing sebesar
Rp 34.429.678.464 dan Rp 22.558.469.720 untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31
Maret 2023 (Catatan 19).
Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa persediaan dapat direalisasi sesuai jumlah di atas dan karenanya
tidak perlu ada penyisihan penurunan nilai persediaan.
Page 26
8. ASET TETAP - NETO
31 Maret 2024
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Revaluasi Saldo akhir
Biaya perolehan
Kepemilikan langsung
Tanah 12.874.577.495 - - - - 12.874.577.495
Bangunan 12.557.187.575 - - - - 12.557.187.575
Kendaraaan 2.004.605.201 - - - - 2.004.605.201
Peralatan kantor 1.115.211.449 41.691.300 - - - 1.156.902.749
Aset dalam - 3.705.000.000 - - - 3.705.000.000
penyelesaian
Aset hak-guna
Bangunan - 231.292.283 - - - 231.292.283
Kendaraan 698.849.360
Sub-total 29.250.431.080 3.977.983.583 - - - 33.228.414.663
Akumulasi penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan 3.194.841.984 152.783.595 - - - 3.347.625.579
Kendaraaan 1.666.027.180 50.803.706 - - - 1.716.830.886
Peralatan kantor 905.172.851 19.604.241 - - - 924.777.092
Aset hak-guna
Bangunan - 3.854.871 - - - 3.854.871
Kendaraan 110.763.526 34.942.468 - - - 145.705.994
Sub-total 5.876.805.541 261.988.881 - - - 6.138.794.422
Nilai buku neto 23.373.625.539 27.089.620.241
31 Desember 2023
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Revaluasi Saldo akhir
Biaya perolehan
Kepemilikan langsung
Tanah 11.328.000.000 1.546.577.495 - - - 12.874.577.495
Bangunan 12.222.687.575 334.500.000 - - - 12.557.187.575
Kendaraaan 2.182.787.776 361.072.196 539.254.771 - - 2.004.605.201
Peralatan kantor 1.034.518.449 80.693.000 - - - 1.115.211.449
Aset hak-guna
Kendaraan 698.849.360 - - - - 698.849.360
Sub-total 27.466.843.160 2.322.842.691 539.254.771 - - 29.250.431.080
Akumulasi penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan 2.578.132.604 616.709.380 - - - 3.194.841.984
Kendaraaan 1.895.513.251 272.564.517 502.050.588 - - 1.666.027.180
Peralatan kantor 831.017.628 74.155.223 - - - 905.172.851
Aset hak-guna
Kendaraan 55.381.763 55.381.763 - - - 110.763.526
Sub-total 5.360.045.246 1.018.810.883 502.050.588 - - 5.876.805.541
Nilai buku neto 22.106.797.914 23.373.625.539
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut:
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret
2024 2023
Beban umum dan administrasi
(Catatan 21) 257.782.808 254.479.203
Page 27
8. ASET TETAP – NETO (Lanjutan)
Aset tetap berupa bangunan dan kendaraan telah diasuransikan pada PT Asuransi Sinar Mas, PT Asuransi Umum
Mega Unit Usaha Syariah, PT Asuransi Total Bersama, PT Zurich General Takaful Indonesia dan PT Asuransi
Umum BCA, dengan jenis pertanggungan semua risiko properti, kebakaran, gangguan usaha termasuk gempa
bumi dan risiko kerugian lainnya dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar Rp 10.078.271.000 dan
Rp 10.313.420.000 pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023. Manajemen Perusahaan berkeyakinan
bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari risiko tersebut.
Jumlah tercatat bruto dari setiap aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan masing-masing
sebesar Rp 1.806.596344 dan Rp 1.730.731.527 pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
Menurut penilaian manajemen Perusahaan, tidak akan ada kejadian ataupun perubahan keadaan yang
merupakan indikasi penurunan nilai aset tetap masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
2023.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, aset tetap berupa tanah dan bangunan dijaminkan untuk
fasilitas pinjaman bank (Catatan 9 dan 11).
9. UTANG BANK JANGKA PENDEK
31 Maret 2024 31 Desember 2023
PT Bank CIMB Niaga Tbk 592.481.566 -
a. PT Bank CIMB Niaga Tbk
Pada tanggal 27 Juni 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas Pembiayaan Rekening Koran iB – Musyarakah
Mutanaqisah (PRK iB MMQ) dari CIMB maksimal sebesar Rp 5.000.000.000. Fasilitas pembiayaan tersebut
digunakan untuk pembiayaan modal kerja operasional Perusahaan dan take over fasilitas dari BTPN, dengan
jangka waktu pinjaman berakhir masing-masing pada tanggal 27 Juni 2024. Seluruh fasilitas dikenakan
bunga tetap tahunan masing-masing sebesar 8%, 7,50% dan 7,50%.
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:
- Tanah dan bangunan sebanyak lima (5) Sertifikat Hak Milik seluas 2.832 meter persegi yang terletak di
Bekasi, Jawa Barat.
- Tanah dan bangunan sebanyak dua (2) Sertifikat Hak Guna Bangunan seluas 100 meter persegi yang
terletak di Bekasi, Jawa Barat.
10. UTANG USAHA
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
PT Wijaya Inti Packindo 1.540.833.180 904.151.610
PT Putra Kemas Makmur 907.991.100 646.153.200
PT Tekarindo Sejahtera 751.867.380 499.340.160
PT Camiloplas Jaya Makmur 630.219.150 778.416.360
PT Ekstindo Laminasi 392.597.010 223.612.830
PT Graphic Packaging International Indonesia 334.451.325 174.114.600
PT Griya Grafika Utama 324.982.470 397.900.368
PT Asiaplast Industries, TBK 198.362.550 120.035.400
CV Bungur Jaya - 183.566.250
PT Kevin Persada Mandiri 181.013.250 279.370.616
PT Mulia Karya Packindo 155.400.000 77.700.000
PT Alpack Tectona Indonesia 107.692.200 29.650.320
Dibawah Rp 100 juta 587.414.203 618.749.399
Subtotal pihak ketiga 6.112.823.818 4.932.761.113
Pihak berelasi
PT Glopac Indonesia (Catatan 25d) 7.156.521.511 2.961.782.189
Total 13.269.345.329 7.894.543.302
Page 28
10. UTANG USAHA (Lanjutan)
Utang usaha tidak dijamin, tidak dikenakan bunga dan umumnya dikenakan syarat pembayaran antara
30 hari sampai dengan 60 hari.
Analisis umur utang usaha adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Belum jatuh tempo 11.261.971.316 6.536.184.160
1 - 30 hari 1.916.571.880 1.280.074.097
31 - 60 hari 2.278.723 314.829
61 - 90 hari 1.882.882 3.268.728
91 – 120 hari 86.640.528 74.701.488
Total 13.269.345.329 7.894.543.302
Sumber dana yang digunakan untuk melunasi utang-utang tersebut berasal dari internal kas Perusahaan yang
merupakan hasil operasi Perusahaan.
11. UTANG BANK JANGKA PANJANG
31 Maret 2024 31 Desember 2023
PT Bank Cimb Niaga Tbk 7.934.461.609 6.974.804.502
Total pokok pinjaman 6.974.804.502
Dikurangi: bagian jangka pendek ( 283.817.253) ( 276.358)
Utang bank jangka panjang – Setelah
dikurangi bagian jangka pendek 7.650.644.356 6.974.528.144
a. PT Bank CIMB Niaga Tbk
Pada tanggal 27 Juni 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas Pembiayaan Transaksi Khusus – Musyarakah
Mutanaqisah-2 dari Bank CIMB Niaga Tbk sebesar Rp 6.975.000.000; Fasilitas pembiayaan transaksi khusus
digunakan untuk pengambilalihan porsi kepemilikan Asset MMQ Nasabah atas tanah dan bangunan berupa
ruko, dengan jangka waktu pinjaman berakhir pada tanggal 27 Juni 2028. Fasilitas Pembiayaan Transaksi
Khusus dikenakan bunga imbal hasil sebesar 7,50% (fix 5 tahun).
Pada tanggal 15 Agustus 2023, Perusahaan memperoleh fasilitas Pembiayaan Transaksi Khusus – Musyarakah
Mutanaqisah-2 dari Bank CIMB Niaga Tbk sebesar Rp 906.148.333; Fasilitas pembiayaan transaksi khusus
digunakan untuk pengambilalihan porsi kepemilikan Asset MMQ Nasabah atas tanah dan bangunan berupa
ruko, dengan jangka waktu pinjaman berakhir pada tanggal 15 Agustus 2025. Fasilitas Pembiayaan Transaksi
Khusus dikenakan bunga imbal hasil sebesar 7,50% (fix 5 tahun).
Fasilitas pinjaman ini dijamin dengan:
- Tanah dan bangunan sebanyak lima (5) Sertifikat Hak Guna Bangunan yang terletak di kel Jatikarya, Kec
Jati Sampurna, Bekasi, Jawa Barat.
- Tanah dan bangunan sebanyak dua (2) Sertifikat Hak Guna Bangunan yang terletak di kel Jatikarya, Kec
Jati Sampurna, Bekasi, Jawa Barat.
Page 29
12. PERPAJAKAN
a. Utang Pajak
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pajak penghasilan:
Pajak penghasilan pasal 4(2) 4.508.174 4.201.163
Pajak penghasilan pasal 21 51.399.208 96.099.240
Pajak penghasilan pasal 23 7.891.649 4.044.829
Pajak penghasilan pasal 25 228.784.640 9.370.902
Pajak penghasilan pasal 29 297.014.385 297.014.205
Pajak pertambahan nilai - keluaran 145.533.874 192.694.510
Total 735.131.930 603.424.849
b. (Beban) Manfaat Pajak Penghasilan
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret
2024 2023
Kini ( 424.589.000) ( 141.698.452)
Tangguhan
Neto ( 424.589.000) ( 141.698.452)
c. Perhitungan Pajak
Rekonsiliasi antara laba sebelum (beban) manfaat pajak penghasilan, sesuai dengan laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain dengan taksiran penghasilan kena pajak masing-masing untuk tahun-tahun
yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret
2024 2023
Laba sebelum (beban) manfaat
pajak penghasilan 1.452.618.693 401.290.340
Beda temporer
Penyisihan imbalan kerja - -
karyawan
Provisi bonus karyawan 445.000.000 -
Beban depresiasi - -
Beda tetap
Biaya – biaya yang tidak dapat
dikurangkan 32.332.917 242.400.012
Taksiran penghasilan kena pajak 1.929.951.610 643.690.352
Beban pajak penghasilan 424.589.000 141.612.000
Dikurangi pajak penghasilan
dibayar di muka:
PPh Pasal 23 ( 103.500) ( 450.112)
PPh Pasal 25 ( 297.014.326) ( 141.248.304)
Utang pajak penghasilan badan 127.471.174 86.416
Page 30
12. PERPAJAKAN (Lanjutan)
Laba kena pajak hasil rekonsiliasi tahun 2023 dan 2022 menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan
PPh Badan yang disampaikan kepada otoritas perpajakan.
Pada tanggal 31 Maret 2020, Pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
Nomor 1 Tahun 2020 (“Perpu No.1 2020”) tentang kebijakan keuangan negara dan stabilitas sistem
keuangan untuk menangani pandemi Coronavirus disease 2019 ("COVID-19"). Melalui peraturan ini,
Pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan baru dan salah satunya terkait dengan penyesuaian tarif
pajak penghasilan wajib pajak badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebagai berikut:
- Tarif pajak penghasilan sebesar 22% yang berlaku pada tahun pajak 2020 dan 2021, dan
- Tarif pajak penghasilan sebesar 20% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 dan selanjutnya.
Pada tanggal 7 Oktober 2021, Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat mengesahkan Undang-Undang
Harmonisasi Peraturan Perpajakan No. 7 (UU No. 7 Tahun 2021). Dalam undang-undang ini terdapat
perubahan tarif pajak penghasilan badan dalam negeri dan bentuk usaha tetap dari semula 20% menjadi
22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 dan selanjutnya.
d. Pajak Tangguhan
31 Maret 2024
Dikreditkan
ke
Dikreditkan penghasilan
(dibebankan) komprehensif
Saldo awal ke laba rugi lain Penyesuaian Saldo akhir
Liabilitas imbalan pascakerja 272.688.500 272.688.500
Provisi bonus karyawan 103.400.000 103.400.000
Penyisihan kerugian
penurunan nilai 44.398.055 44.398.055
Aset tetap 50.768.927 50.768.927
Aset pajak tangguhan 471.255.482 471.255.482
31 Desember 2023
Dikreditkan
ke
Dikreditkan penghasilan
(dibebankan) komprehensif
Saldo awal ke laba rugi lain Penyesuaian Saldo akhir
Liabilitas imbalan pascakerja 184.757.492 64.382.559 24.349.249 ( 800.800) 272.688.500
Provisi bonus karyawan 48.400.000 55.000.000 - - 103.400.000
Penyisihan kerugian
penurunan nilai 44.398.055 - - - 44.398.055
Aset tetap 40.035.981 ( 10.732.946 - - 50.768.927
Aset pajak tangguhan 317.591.528 130.115.505 24.349.249 ( 800.800) 471.255.482
e. Administrasi
Sesuai dengan peraturan perpajakan di Indonesia, Perusahaan melaporkan/menyetorkan pajak
berdasarkan prinsip self-assessment. Direktorat Jenderal Pajak dapat menetapkan/mengubah pajak-pajak
tersebut dalam jangka waktu tertentu sesuai peraturan yang berlaku.
Page 31
13. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Perusahaan menghitung dan membukukan liabilitas imbalan pascakerja untuk seluruh karyawan yang berhak
yang memenuhi kualifikasi sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Peraturan Perusahaan.
Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, Perusahaan mencatat liabilitas imbalan pascakerja berdasarkan
laporan aktuaris yang dihitung oleh Kantor Konsultan Aktuaria Riana & Rekan sesuai nomor laporan
6706/II/24/KKA-RM dan 3482/II/23/KKA-RM masing-masing pada tanggal 25 Februari 2024 dan
10 Februari 2023 dengan asumsi-asumsi utama sebagai berikut:
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Tingkat diskonto 6,75%
Tingkat kenaikan gaji 8,00%
Tingkat mortalitas 100% TMI 4
Tingkat cacat 5% TMI4
Usia pensiun normal 56
5% sampai dengan usia 35 tahun, dan
Tingkat pengunduran diri menurun secara linier hingga 0% pada
56 tahun
Jumlah yang diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Beban yang diakui pada laba rugi
Biaya jasa kini - 229.244.412
Biaya bunga - 63.560.746
Pengukuran kembali liabilitas imbalan - -
pasti neto atas penghargaan masa ( 157.162)
kerja -
Total - 294.647.996
Kerugian (keuntungan) yang diakui
pada penghasilan komprehensif lain
Kerugian (keuntungan) aktuarial
yang timbul dari:
- asumsi pengalaman - 58.526.424
- asumsi keuangan - 52.151.982
Total - 110.678.406
Mutasi nilai kini kewajiban imbalan pasti adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Deseber 2023
Saldo awal 1.239.493.182 839.806.780
Penyesuaian atas pengatribusian imbalan - -
Biaya yang diakui pada laporan
laba rugi - 292.647.996
Pembayaran manfaat oleh Perusahaan - ( 3.640.000 )
Kerugian (keuntungan) yang diakui
pada penghasilan komprehensif lain - 110.678.406
Saldo akhir 1.239.493.182 1.239.493.182
Analisis sensitivitas didasarkan pada perubahan asumsi ketika menganggap asumsi lainnya adalah tetap.
Dalam prakteknya, hal ini tidak mungkin terjadi, dan perubahan beberapa asumsi mungkin saling berkorelasi.
Apabila menghitung sensitivitas kewajiban imbalan terhadap asumsi pokok, metode yang sama (nilai kini
liabilitas imbalan pascakerja dihitung menggunakan metode Projected Unit Credit di akhir periode) telah
diterapkan.
Page 32
13. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (Lanjutan)
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Analisis sensitivitas
Tingkat diskonto
Kenaikan 1% 1.138.259.023
Penurunan 1% 1.354.117.312
Analisis sensitivitas
Kenaikan gaji
Kenaikan 1% 1.355.088.748
Penurunan 1% 1.135.527.219
Pembayaran kontribusi yang diharapkan dari kewajiban imbalan kerja pada tahun mendatang adalah sebagai
berikut:
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
Dalam 12 bulan mendatang 18.296.410
Antara 1 sampai 2 tahun 172.343.281
Antara 2 sampai 5 tahun 717.642.614
Diatas 5 tahun 8.220.440.461
9.128.722.766
Total
Durasi rata-rata tertimbang liabilitas imbalan pascakerja masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31
Desember 2023 masing-masing adalah 12,74 tahun dan 13,53 tahun.
14. MODAL SAHAM
Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 adalah sebagai berikut:
Modal
ditempatkan
Persentase dan disetor
Nama pemegang saham Jumlah saham kepemilikan penuh
Dillon Sutandar 280.000.000 26,05% 14.000.000.000
Philip Sumali 280.000.000 26,05% 14.000.000.000
Catur Jatiwaluyo 240.000.000 22,32% 12.000.000.000
Masyarakat lain – lain
(masing – masing dibawah 5%) 275.003.112 25,58% 13.750.155.600
Total 1.075.003.112 100% 53.750.155.600
Susunan pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
Modal
ditempatkan
Persentase dan disetor
Nama pemegang saham Jumlah saham kepemilikan penuh
Dillon Sutandar 280.000.000 26,05% 14.000.000.000
Philip Sumali 280.000.000 26,05% 14.000.000.000
Catur Jatiwaluyo 240.000.000 22,32% 12.000.000.000
Masyarakat lain-lain
(masing – masing dibawah 5%) 275.000.000 25,58% 13.750.000.000
Total 1.075.000.000 100% 53.750.000.000
Page 33
14. MODAL SAHAM (Lanjutan)
Berdasarkan Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham di Luar Rapat sebagai Pengganti Keputusan Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa dalam akta Notaris Roza, S.H., Notaris di Kabupaten Bekasi,
No. 19 tanggal 28 September 2022, para pemegang saham Perusahaan menyetujui beberapa keputusan
sebagai berikut:
1) Menyetujui peningkatan modal dasar perseroan dari sebesar Rp 250.000.000 menjadi sebesar
Rp 100.000.000.000, dengan peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh Perusahaan dari
Rp 200.000.000 menjadi sebesar Rp 30.000.000.000 dengan nilai per lembar saham sebesar Rp 100.000.
Perusahaan mengalihkan pembagian dividen sebesar Rp 9.800.000.000 sebagai tambahan modal
ditempatkan dan disetor penuh.
2) Atas peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh tersebut, Perusahaan menerbitkan sebanyak
298.000 lembar saham yang terdiri dari 297.500 lembar saham baru dan 500 lembar saham dalam
simpanan.
3) Menyetujui pemecahan nilai nominal saham (stock split), dari semula sebesar Rp 100.000 per lembar
saham menjadi Rp 50 per lembar saham.
4) Susunan pemegang saham Perusahaan menjadi:
a. Philip Sumali memiliki 210.000.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 10.500.000.000.
b. Dillon Sutandar memiliki 210.000.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 10.500.000.000.
c. Catur Jatiwaluyo memiliki 180.000.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 9.000.000.000.
Perubahan Anggaran Dasar ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
No. AHU-0070410.AH.01.02.Tahun 2022 pada tanggal 29 September 2022.
Berdasarkan Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham dalam akta Notaris Yulia, S.H., Notaris di Kota
Jakarta Selatan, No. 129 tanggal 22 Desember 2022, para pemegang saham Perusahaan menyetujui
peningkatan modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan dari sebesar Rp 30.000.000.000 menjadi
sebesar Rp 40.000.000.000 dengan nilai per lembar saham sebesar Rp 50, sehingga susunan pemegang saham
Perusahaan menjadi:
a. Philip Sumali memiliki 280.000.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp14.000.000.000.
b. Dillon Sutandar memiliki 280.000.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp14.000.000.000.
c. Catur Jatiwaluyo memiliki 240.000.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp12.000.000.000.
Perubahan Anggaran Dasar ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
No. AHU-0096920.AH.01.02.Tahun 2022 pada tanggal 26 Desember 2022.
Berdasarkan Akta Notaris Yulia, S.H., No. 60 tanggal 02 Februari 2023, para pemegang saham Perusahaan
menyetujui pengeluaran saham dalam simpanan atau portepel Perseroan dalam jumlah sebanyak-banyaknya
275.000.000 (dua ratus tujuh puluh lima juta) saham dengan masing-masing saham bernilai nominal Rp 50
(seratus Rupiah) (selanjutnya disebut sebagai “Saham Baru”) untuk ditawarkan kepada masyarakat melalui
Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO). Pada tanggal 8 Agustus 2023, Perusahaan
telah menyelesaikan penawaran umum perdana atas 275.000.000 saham kepada publik.
Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
Indonesia dalam surat keputusannya No. AHU-0012041.AH.01.02 Tahun 2023 pada tanggal 22 Februari 2023
diterima dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan surat No. AHU-AH.01.03-0030062 tanggal 22 Februari 2023.
15. TAMBAHAN MODAL DISETOR
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Tambahan Modal Disetor 24.436.108.333 3.406.000.000
Penambahan modal dari penawaran
umum perdana saham - 24.750.000.000
Pelaksanaan Warran 466.800 -
Biaya emisi saham - ( 3.719.891.667)
Total 24.436.575.133 24.436.108.333
Page 34
16. CADANGAN UMUM
Berdasarkan Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham di Luar Rapat sebagai Pengganti Keputusan Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa dalam akta Notaris Roza, S.H., Notaris di Kabupaten Bekasi,
No. 18 tanggal 28 September 2022, para pemegang saham Perusahaan memutuskan untuk menyisihkan
cadangan umum atas saldo laba yang telah ditentukan penggunaannya sebesar Rp 40.000.000.
17. DIVIDEN
Berdasarkan Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham di Luar Rapat sebagai Pengganti Keputusan Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa dalam akta Notaris Roza, S.H., Notaris di Kabupaten Bekasi,
No. 18 tanggal 28 September 2022, para pemegang saham Perusahaan memutuskan untuk membagikan
dividen sebesar Rp 9.800.000.000 yang berasal dari laba ditahan tahun 2021.
18. PENJUALAN
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret
2024 2023
Cups, Bowl dan Lids 20.887.478.871 15.589.266.868
Box, Cartoon dan Wrap 14.729.202.413 7.497.625.940
Tray dan Bag 2.523.835.660 2.847.248.260
Stirrer 8.423.600 2.956.800
Botol 1.192.441.688 29.738.467
Lain-lain 1.215.072.299 38.959.600
Total 40.556.454.531 26.005.795.935
Potongan penjualan ( 57.209.502) 34.618.680 )
Neto 40.499.245.029 25.971.177.255
Pada tahun 2023, terdapat penjualan kepada pelanggan pihak ketiga yang melebihi 10% dari jumlah
penjualan, yaitu PT Indomarco Prismatama dengan persentase sebesar 20,95% dan PT Indofood CBP Sukses
Makmur Tbk sebesar 17,15%.
Pada tahun 2022, terdapat penjualan kepada pelanggan pihak ketiga yang melebihi 10% dari jumlah
penjualan, yaitu PT Indomarco Prismatama dengan persentase sebesar 17,36% dan PT Indofood CBP Sukses
Makmur Tbk sebesar 13,65%.
Seluruh penjualan yang dilakukan Perusahaan merupakan penjualan kepada pihak ketiga.
19. BEBAN POKOK PENJUALAN
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret
2024 2023
Cups, Bowl dan Lids 17.837.330.400 13.602.257.715
Box, Cartoon dan Wrap 12.603.128.322 6.645.203.061
Tray dan Bag 2.021.098.442 2.248.002.944
Botol 969.570.000 23.058.000
Stirrer 6.740.000 2.352.000
Lain-lain 991.811.300 37.596.000
Total 34.429.678.464 22.558.469.720
terdapat pembelian kepada penjual yang melebihi 10% dari jumlah penjualan, yaitu PT Glopac Indonesia,
pihak berelasi, dengan persentase sebesar 77,78% dan 87,10% masing – masing pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023.
Seluruh beban pokok penjualan yang dimiliki Perusahaan merupakan beban pokok penjualan dari pihak ketiga
dan pihak berelasi (Catatan 25f).
Page 35
20. BEBAN PENJUALAN DAN PEMASARAN
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret
2024 2023
Pengiriman 437.322.279 13.822.908
Bahan bakar, parkir dan tol kantor 324.649.220 163.318.247
Pergudangan 57.675.964 219.766.100
Perkakas kantor 150.128.206 54.444.456
Insentif penjualan 50.483.000 58.092.000
Lain-lain (di bawah Rp 100 juta) 375.705.555 123.567.149
Total 1.395.964.224 633.010.860
21. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret
2024 2023
Gaji dan lembur 1.197.072.273 1.057.622.038
Penyusutan aset tetap (Catatan 8) 257.782.808 254.479.203
Tunjangan karyawan 179.174.372 228.803.647
Jasa profesional 146.038.462 -
Pajak 90.823.410 157.101.183
Bonus, insentif dan THR 921.703.333 153.199.650
Sewa kendaraan 126.638.776 45.918.369
Beban imbalan kerja (Catatan 13) - -
BPJS ketenagakerjaan 63.905.641 51.596.238
Premi asuransi 15.514.523 12.299.039
Air, listrik, telepon, fax dan internet 90.403.074 33.780.344
Lain-lain (di bawah Rp 100 juta) 137.420.363 127.296.250
Total 3.226.477.035 2.122.095.961
22. PENDAPATAN LAIN-LAIN
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret
2024 2023
Pendapatan bunga deposito 247.655.419 58.352.020
Laba penjualan aset tetap (Catatan 8) -
Hasil penjualan aset tetap -
Pendapatan jasa giro 13.471.356 1.206.861
Lain-lain 6.199.907 10.147.054
Total 267.326.682 69.705.935
Page 36
23. BEBAN LAIN-LAIN
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret
2023 2022
Bunga pinjaman bank ( 129.423.920) ( 167.375.824 )
Denda Pajak - -
Administrasi bank ( 18.048.642) ( 19.281.578 )
Bunga Leasing ( 4.415.290) ( 7.720.079 )
Selisih persediaan ( 83.014.118) ( 26.532.549 )
Provisi bank - -
Lain-lain ( 22.255.876) ( 105.106.279 )
Total ( 257.157.846) ( 326.016.309 )
24. LABA PER SAHAM DASAR
Berikut ini adalah data yang digunakan untuk perhitungan laba per saham dasar:
Tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret
2024 2023
Laba neto
Laba neto untuk perhitungan
laba per saham dasar 2.252.020.219 2.952.763.855
Jumlah saham
Jumlah rata-rata tertimbang saham biasa
untuk perhitungan laba per saham dasar 910.000.000 800.000.000
Laba per saham dasar 2,47 3,69
25. SIFAT HUBUNGAN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI
Sifat hubungan
Pihak–pihak berelasi Sifat hubungan
PT Glopac Indonesia Entitas afiliasi
Transaksi dengan pihak berelasi
Transaksi pihak berelasi dilakukan dengan ketentuan yang setara dengan yang berlaku dalam transaksi yang
wajar, hanya jika pernyataan tersebut dapat dibuktikan. Penjualan dan pembelian dari pihak berelasi
dilakukan pada harga yang disepakati tergantung jenis produk terkait yang mengacu pada harga pasar.
Transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
a. Piutang Usaha
31 Maret 2024 31 Desember 2023
PT Glopac Indonesia 154.909.587 314.157.515
Persentase terhadap total aset 0,13% 0,29%
Page 37
25. SIFAT HUBUNGAN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (Lanjutan)
b. Piutang lain - lain
31 Maret 2024 31 Desember 2023
PT Glopac Indonesia - -
Karyawan - -
Total - -
Persentase terhadap total aset - -
c. Uang jaminan
31 Maret 2024 31 Desember 2023
PT Glopac Indonesia 10.000.000.000 10.000.000.000
Persentase terhadap total aset 9,25% 13,75%
Pada tanggal 16 September 2022, Perusahaan dan PT Glopac Indonesia (GI), pihak berelasi,
menandatangani perjanjian kerja sama, dimana GI memberikan jaminan penyediaan kemasan dari plastik
SIFAT HUBUNGAN DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (Lanjutan)
dan karton (packaging) secara terus menerus untuk memenuhi kebutuhan Perusahaan dalam menjalankan
kegiatan usahanya, sedangkan Perusahaan setuju untuk membayarkan uang jaminan sebesar
Rp 10.000.000.000. Perjanjian ini berlaku selama 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan
kesepakatan kedua belah pihak.
d. Utang usaha
31 Maret 2024 31 Desember 2023
PT Glopac Indonesia 7.156.521.511 2.961.782.189
Persentase terhadap total liabilitas 28,81% 17,06%
Total pembelian Perusahaan dari pihak berelasi adalah sebesar Rp - dan Rp 71.093.709.619 atau sebesar
-% dan 78,81% dari total pembelian Perusahaan masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir pada
tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
e. Beban pokok penjualan
Total beban pokok penjualan dari pihak berelasi adalah sebesar Rp 26.778.790.967 dan Rp
19.648.354.659 atau sebesar 77,78% dan 87,10% dari total beban pokok penjualan Perusahaan
masing-masing untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023.
f. Hubungan manajemen atau karyawan kunci perusahaan
Gaji dan kompensasi lainnya yang dibayarkan kepada Direksi dan Komisaris untuk tahun - tahun yang
berakhir pada 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 adalah sebesar Rp 390.000.000 dan
Rp 390.000.000.
Page 38
26. SEGMEN OPERASI
Tabel berikut ini menyajikan informasi pendapatan dan laba dan aset dan liabilitas tertentu sehubungan
dengan segmen usaha Perusahaan:
31 Maret 2024
Jawa Luar Jawa Total
Penjualan segmen 37.430.041.920 3.069.203.109 40.499.245.029
Beban pokok penjualan segmen ( 32.064.947.280) ( 2.364.731.184) ( 34.429.678.464 )
Laba kotor 6.069.566.565
Beban penjualan dan pemasaran ( 1.395.964.224)
Beban umum dan administrasi ( 3.230.331.907)
Beban lain-lain - Neto 9.348.259
Laba sebelum beban pajak penghasilan 1.452.618.693
Beban pajak penghasilan - Neto ( 424.589.000)
Laba neto tahun berjalan 1.028.029.693
Penghasilan (rugi) komprehensif lain
- Setelah pajak -
Penghasilan komprehensif
neto tahun berjalan 1.028.029.693
Aset segmen 116.926.084.059
Liabilitas segmen 25.102.774.894
Pengeluaran modal 2.322.842.691
Penyusutan 1.018.810.883
Page 39
26. SEGMEN OPERASI (lanjutan)
31 Desember 2023
Jawa Luar Jawa Total
Penjualan segmen 95.556.295.559 11.064.946.519 106.621.242.078
Beban pokok penjualan segmen ( 81.787.936.626 ) ( 8.417.603.990) ( 90.205.540.616)
16.415.701.462
Laba kotor
( 2.538.803.834)
Beban penjualan dan pemasaran ( 9.774.779.234)
Beban umum dan administrasi ( 978.871.621)
3.123.246.773
Laba sebelum beban pajak penghasilan
( 871.226.554)
Laba neto tahun berjalan 2.252.020.219
Penghasilan komprehensif lain 86.329.157
- Setelah pajak
Penghasilan komprehensif 2.165.691.062
neto tahun berjalan
Aset segmen 108.157.063.812
Liabilitas segmen 17.362.406.740
Pengeluaran modal 2.322.842.691
Penyusutan 1.018.810.883
27. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Risiko utama dari instrumen keuangan Perusahaan adalah risiko tingkat suku bunga, risiko kredit dan risiko
likuiditas. Direksi menelaah dan menyetujui kebijakan untuk mengelola masing-masing risiko tersebut yang
dijelaskan dengan lebih rinci sebagai berikut:
a. Risiko tingkat suku bunga atas nilai wajar dan arus kas
Risiko tingkat suku bunga Perusahaan terutama timbul dari pinjaman untuk modal kerja dan investasi.
Pinjaman pada berbagai suku bunga menimbulkan risiko suku bunga atas nilai wajar kepada Perusahaan.
Tidak terdapat pinjaman bank Perusahaan yang dikenakan suku bunga tetap.
Saat ini, Perusahaan tidak mempunyai kebijakan formal lindung nilai atas risiko suku bunga.
b. Risiko kredit
Risiko kredit adalah risiko dimana pihak yang berhubungan dengan Perusahaan terkait dengan instrumen
keuangan atau kontrak pelanggan tidak akan memenuhi kewajibannya sehingga menyebabkan kerugian
keuangan. Risiko kredit Perusahaan terutama berasal dari piutang usaha dan piutang lain lain. Untuk aset
keuangan lainnya (termasuk kas dan bank dan deposito berjangka), Perusahaan meminimalkan risiko
kredit dengan berurusan secara khusus dengan pihak yang mempunyai kredibilitas tinggi.
Tujuan Perusahaan adalah meningkatkan pendapatan dan mengurangi kerugian yang timbul dari
peningkatan risiko kredit. Transaksi Perusahaan hanya dengan pihak ketiga yang diakui dan kredibel serta
menggunakan prosedur verifikasi kredit untuk semua transaksi dengan pelanggan secara kredit. Selain
itu, saldo piutang dimonitor secara terus-menerus sehingga piutang tak tertagih Perusahaan tidak
signifikan.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023, maksimum eksposur Perusahaan untuk risiko kredit
disajikan sebesar nilai tercatat setiap aset keuangan yang diakui dalam laporan posisi keuangan.
b. Risiko likuiditas
Perusahaan mengelola profil likuiditasnya untuk membiayai belanja modal dan melunasi utang yang jatuh
tempo dengan menyediakan kas dan bank yang cukup, dan ketersediaan pendanaan melalui kecukupan
jumlah fasilitas kredit yang diterima.
Page 40
27. TUJUAN DAN KEBIJAKAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
Perusahaan secara teratur mengevaluasi informasi arus kas proyeksi dan aktual dan terus-menerus
memantau kondisi pasar keuangan untuk mengidentifikasikan kesempatan melakukan penggalangan dana
yang mencakup utang bank.
Tabel di bawah ini merangkum profil jatuh tempo liabilitas keuangan Perusahaan, berdasarkan arus kas
kontraktual yang tidak terdiskonto:
31 Maret 2024
Sewaktu-waktu Lebih dari
dan dalam 1 tahun sampai Lebih dari
waktu 1 tahun dengan 5 tahun 5 tahun Total
Liabilitas keuangan
Utang bank jangka pendek 592.481.566 - - 592.481.566
Utang usaha 13.269.345.329 - - 13.269.345.329
Biaya masih harus dibayar 871.940.200 - - 871.940.200
Utang jangka panjang 283.817.253 7.650.644.356 - 7.934.461.609
Liabilitas sewa 185.118.420 68.462.758 - 253.581.178
Total 15.202.702.768 7.719.107.114 - 22.921.809.882
31 Desember 2023
Sewaktu-waktu Lebih dari
dan dalam 1 tahun sampai Lebih dari
waktu 1 tahun dengan 5 tahun 5 tahun Total
Liabilitas keuangan
Utang bank jangka pendek - - - -
Utang usaha 7.894.543.302 - - 7.894.543.302
Biaya masih harus dibayar 305.519.439 - - 305.519.439
Utang jangka panjang 276.358 6.974.528.144 - 6.974.804.502
Liabilitas sewa 198.163.011 99.767.538 - 297.930.549
Total 8.398.502.110 7.074.295.682 - 15.472.797.792
28. MANAJEMEN PERMODALAN
Tujuan utama manajemen permodalan Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan tingkat kredit
yang kuat dan rasio permodalan yang sehat untuk mendukung usaha dan memaksimalkan nilai pemegang
saham.
Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian berdasarkan strategi dan kondisi
keuangan Perusahaan, serta kondisi ekonomi global dan domestik. Untuk memelihara atau menyesuaikan
struktur permodalan, Perusahaan dapat menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham,
pengembalian modal kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru.
Selanjutnya, Perusahaan memiliki kebijakan kas manajemen untuk mengelola modal. Perusahaan
menerapkan manajemen keuangan terpusat untuk menjaga fleksibilitas pembiayaan dan mengurangi risiko
likuiditas. Perusahaan juga berusaha untuk mempertahankan kebutuhan modal kerja yang memadai.
Page 41
29. NILAI WAJAR INSTRUMEN KEUANGAN
31 Desember 2023 31 Desember 2023
Nilai tercatat Nilai wajar** Nilai tercatat Nilai wajar**
Aset keuangan
Kas dan bank 4.313.904.780 4.313.904.780 6.910.792.127 6.910.792.127
Deposito berjangka 38.667.500.000 38.667.500.000 38.667.500.000 38.667.500.000
Piutang usaha dari
pihak ketiga – Neto 19.721.729.782 19.721.729.782
Piutang usaha dari
pihak Berelasi – Neto 314.157.515 314.157.515
Piutang lain-lain dari
pihak berelasi - -
Uang jaminan 10.000.000.000 10.000.000.000 10.000.000.000 10.000.000.000
Total aset keuangan 75.614.179.424 75.614.179.424
Liabilitas keuangan
Utang bank jangka
Pendek 592.481.566 592.481.566 - -
Utang usaha
Pihak ketiga 6.112.823.818 6.112.823.818 4.932.761.113 4.932.761.113
Pihak berelasi 7.156.521.511 7.156.521.511 2.961.782.189 2.961.782.189
Utang lain-lain - - - -
Biaya yang masih
harus dibayar 871.940.200 871.940.200 305.519.439 305.519.439
Utang jangka panjang 7.934.461.609 7.934.461.609,0 6.974.804.502 6.974.804.502
Total liabilitas
keuangan 15.174.867.243 15.174.867.243
**) Diukur dengan hirarki pengukuran nilai wajar Tingkat 3.
Manajemen Perusahaan menetapkan bahwa nilai tercatat kas dan bank, deposito berjangka, piutang usaha,
piutang lain-lain, uang jaminan, utang bank jangka pendek, utang usaha, utang lain-lain dan biaya yang
masih harus dibayar kurang lebih sebesar nilai wajarnya karena dampak dari diskonto yang tidak signifikan.
Nilai tercatat dari utang bank jangka panjang dengan tingkat suku bunga mengambang kurang lebih sebesar
nilai wajarnya karena dinilai ulang secara berkala.
Names mentioned 59 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Buntario Tigris
· Notaris
p.10 ×2
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.10 ×8
unresolved
person
Roza
· Notaris
p.10 ×9
unresolved
person
Yulia
· Notaris
p.10 ×8
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.11 ×3
unresolved
person
Akta Notaris Yulia
p.11 ×2
unresolved
—
Frederick Romp
· Direktur Utama
p.12 ×3
unresolved
person
Zayatri Novlesia
· Anggota
p.12
unresolved
person
Winda Aryuningsih
· Anggota
p.12
unresolved
org
Bank Tabungan Pensiunan Negara Tbk
p.24 ×2
unresolved
org
PT. Indomarco Prismatama
p.24 ×3
unresolved
org
PT. Circleka Indonesia Utama
p.24
unresolved
org
PT. Fastfood Indonesia
p.24
unresolved
org
PT. Delta Raya Sejahtera
p.24
unresolved
person
Suci Kusuma Ningrum
p.24
unresolved
org
PT. Sriboga Marugame Indonesia
p.24
unresolved
org
PT. Bumi Berkah Boga
p.24
unresolved
org
PT. Cahaya Subur Prima
p.24
unresolved
org
PT. Pacific Food Indonesia
p.24
unresolved
org
PT. Fumakilla Indonesia
p.24
unresolved
org
PT Glopac Indonesia
p.24 ×9
unresolved
org
PT Great Eastern General Insurance Indonesia
p.25
unresolved
org
PT Asuransi Sinar Mas
p.25 ×2
unresolved
org
PT Asuransi Umum Mega Unit Usaha Syariah
p.27
unresolved
org
PT Zurich General Takaful Indonesia
p.27
unresolved
org
PT Asuransi Umum BCA
p.27
unresolved
org
PT Wijaya Inti Packindo
p.27
unresolved
org
PT Putra Kemas Makmur
p.27
unresolved
org
PT Tekarindo Sejahtera
p.27
unresolved
org
PT Camiloplas Jaya Makmur
p.27
unresolved
org
PT Ekstindo Laminasi
p.27
unresolved
org
PT Graphic Packaging International Indonesia
p.27
unresolved
org
PT Griya Grafika Utama
p.27
unresolved
org
PT Kevin Persada Mandiri
p.27
unresolved
org
PT Mulia Karya Packindo
p.27
unresolved
org
PT Alpack Tectona Indonesia
p.27
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.30
unresolved
org
Kantor Konsultan Aktuaria Riana & Rekan
p.31
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU-
p.33 ×2
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.