Skip to content
Back to announcement

LK Triwulan 1 2026 - KAQI.pdf

Financial statement Text extracted KAQI

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 60

Page 1
PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
DAN ENTITAS ANAKNYA

Laporan Keuangan Konsolidasian
Pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
Dan Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2026 dan 2025
Page 2
                           SURAT PERNYATAAN DIREKSI
         TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2026
                PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk DAN ENTITAS ANAK
                        BOARD OF DIRECTORS’ STATEMENT
      REGARDING RESPONSIBILITY FOR THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS
                      FOR THE PERIOD ENDED MARCH 31, 2026
               PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk AND ITS SUBSIDIARIES
Yang bertandatangan di bawah ini / The undersigned below:
 1. Nama/ Name                            : Imam Sujono
      Alamat kantor/ Office Address       : Jl. Raya Cireundeu No.9, Pisangan, Kec. Ciputat Timur,
                                          Kota Tangerang Selatan, Banten
      Alamat domisili sesuai KTP/         : Jl. Adhyaksa, Kel. Lebak Bulus, Kec. Cilandak DKI Jakarta
      Residential Address as per ID
      Nomor Telepon / Phone Number        : 275 98 835
      Jabatan / Position                  : Direktur Utama / President Director

 2.    Nama/ Name                           : Dodon Tri Koeswardana MSc
       Alamat kantor/ Office Address        : Jl. Raya Cireundeu No.9, Pisangan, Kec. Ciputat Timur,
                                            Kota Tangerang Selatan, Banten
       Alamat domisili sesuai KTP/          : Jl. Dwijaya, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
       Residential Address as per ID
       Nomor Telepon / Phone Number         : 275 98 835
       Jabatan / Position                   : Direktur / Director
Menyatakan Bahwa/Hereby declare that :
1.​ Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian interim PT Jantra
    Grupo Indonesia Tbk dan Entitas Anak untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret
    2026 / Are responsible for the preparation and presentation of the interim consolidated financial
    statements of PT Jantra Grupo Indonesia Tbk and its subsidiaries for the three-month period ended
    March 31, 2026.
2.​ Laporan keuangan konsolidasian interim PT Jantra Grupo Indonesia Tbk dan Entitas Anak telah disusun
    dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) di Indonesia serta disajikan secara
    wajar, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas / The interim
    consolidated financial statements of PT Jantra Grupo Indonesia Tbk and its subsidiaries have been
    prepared and presented in accordance with Indonesian Financial Accounting Standards and fairly
    present, in all material respects, the financial position, financial performance, and cash flows.
3.​ a. Semua informasi dalam laporan keuangan konsolidasian interim telah dimuat secara lengkap dan benar
    / All information contained in the interim consolidated financial statements has been fully and accurately
    disclosed.
    b. Laporan keuangan konsolidasian interim tidak mengandung informasi atau fakta material yang tidak
    benar, serta bebas dari salah saji material, baik yang disebabkan oleh kesalahan maupun kecurangan / The
    interim consolidated financial statements do not contain any materially misleading information or facts
    and are free from material misstatement, whether due to error or fraud.
4.​ Bertanggung jawab atas sistem pengendalian internal dalam PT Jantra Grupo Indonesia Tbk dan Entitas
    Anak yang memadai untuk memastikan keandalan pelaporan keuangan serta penyusunan laporan
    keuangan konsolidasian interim/Are responsible for the internal control system within PT Jantra Grupo
    Indonesia Tbk and its subsidiaries that is adequate to ensure the reliability of financial reporting and the
    preparation of interim consolidated financial statements.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya/This statement is made truthfully.

                                        Tangerang Selatan, 07 Mei 2026/
                                         South Tangerang, May 07, 2026




                           Imam Sujono                        Dodon Tri Koeswardana MSc
                 Direktur Utama / President Director               Direktur /Director
Page 3
                                  PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                        DAN ENTITAS ANAKNYA
                            LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                  31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                            (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                            Catatan         31 Maret 2026       31 Desember 2025

ASET

ASET LANCAR
Kas dan setara kas                        2,5,15,26,27         27.653.272.603       26.630.019.997
Piutang usaha                               2,6,26,27             205.833.787          181.549.081
Piutang lain-lain                            2,26,27
 Pihak ketiga                                                         175.000            1.683.200
 Pihak berelasi                                25                 838.841.262          864.703.330
Persediaan                                    2,7               3.773.786.042        4.821.513.311
Uang muka dan biaya dibayar di muka             9               2.146.411.116          311.527.200
Pajak dibayar di muka                        2,13a                496.243.872          477.094.063
Perlengkapan                                    8                 662.484.439          618.680.350

Total Aset Lancar                                              35.777.048.121       33.906.770.532

ASET TIDAK LANCAR
Piutang lain-lain – pihak berelasi         2,25,26,27              3.793.142            11.551.760
Aset lain-lain                                  10                75.000.000            75.000.000
Aset pajak tangguhan                          2,13d              547.930.673           506.948.059
Aset tetap – neto                              2,11          106.388.816.508       103.404.076.360

Total Aset Tidak Lancar                                      107.015.540.323       103.997.576.179

TOTAL ASET                                                   142.792.588.444       137.904.346.711




            Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
                tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

                                                     1
Page 4
                              PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                   DAN ENTITAS ANAKNYA
                    LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
                              31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                          Catatan        31 Maret 2026        31 Desember 2025

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                              2,12,26,27
 Pihak ketiga                                                   13.225.849            525.333.825
 Pihak berelasi                              25                  1.900.000             74.866.036
Utang lain-lain                           2,26,27              208.125.000            208.125.000
Utang pajak                                 13b              1.663.609.059          1.304.671.268
Beban yang masih harus dibayar            2,26,27               43.900.305             59.290.630
Pendapatan diterima di muka                   2                 23.688.945             32.789.392
Bagian utang jangka panjang yang jatuh
 tempo dalam satu tahun:
 Liabilitas sewa                         2,14,26,27            795.000.000            960.000.000
 Utang bank                              2,15,26,27          2.013.532.042          2.004.485.844

Total Liabilitas Jangka Pendek                               4.762.981.200          5.169.561.995

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan pascakerja              2,16              2.490.593.946          2.304.309.337
Bagian utang jangka panjang setelah
  dikurangi bagian yang jatuh tempo
  dalam satu tahun:
  Liabilitas sewa                        2,14,26,27          6.700.533.359          5.294.000.000
  Utang bank                             2,15,26,27          4.797.820.559          5.304.658.414

Total Liabilitas Jangka Panjang                             13.988.947.864         12.902.967.751

TOTAL LIABILITAS                                            18.751.929.064         18.072.529.746




           Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
               tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

                                                  2
Page 5
                              PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                    DAN ENTITAS ANAKNYA
                    LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
                              31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                         Catatan         31 Maret 2026        31 Desember 2025

EKUITAS
Modal saham – nilai nominal Rp25 per
 saham pada tanggal 31 Maret 2026
 dan 31 Desember 2025
Modal dasar – 6.503.200.000 saham
 pada tanggal 31 Maret 2026 dan
 31 Desember 2025
Modal ditempatkan dan disetor –
 2.075.800.000 saham pada tanggal
 31 Maret 2026 dan 31 Desember
 2025                                     17,28             51.895.000.000         51.895.000.000
Tambahan modal disetor                    2,4,19            47.967.053.827         47.967.053.827
Saldo laba                                  18
 Dapat ditentukan penggunaannya                               451.805.463             451.805.463
 Belum dapat ditentukan
   penggunaannya                                           23.580.605.118          19.357.992.511
Penghasilan komprehensif lain               20                123.736.847             138.546.107

Ekuitas yang dapat diatribusikan
 kepada pemilik entitas induk                              124.018.201.255        119.810.397.908

Kepentingan non- pengendali                  2                  22.458.125             21.419.057

TOTAL EKUITAS                                              124.040.659.380        119.831.816.965

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                               142.792.588.444        137.904.346.711




           Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
               tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

                                                   3
Page 6
                              PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                   DAN ENTITAS ANAKNYA
       LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
         Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                         Catatan         31 Maret 2026          31 Maret 2025

PENDAPATAN                                 2,21             18.526.653.607         15.983.909.873

BEBAN POKOK PENDAPATAN                     2,22             (8.327.440.172 )       (7.147.089.648 )

LABA KOTOR                                                  10.199.213.435          8.836.820.225

Beban umum dan administrasi                2,23             (5.862.347.284 )       (7.551.875.796 )

LABA USAHA                                                   4.336.866.151          1.284.944.429

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Penghasilan keuangan                        2                  104.701.031            178.091.364
Beban keuangan                              2                 (399.652.971 )         (336.066.487 )
Lain-lain – neto                            2                  816.993.195             32.514.357

LABA SEBELUM PAJAK
 PENGHASILAN                                                 4.858.907.406          1.159.483.663

PAJAK PENGHASILAN                           2
Kini                                       13c                (672.014.873 )         (176.799.864 )
Tangguhan                                  13d                  36.795.413             36.795.413

Pajak Penghasilan – Neto                                      (635.219.460 )         (140.004.451 )

LABA BERSIH PERIODE BERJALAN                                 4.223.687.946          1.019.479.212

KERUGIAN KOMPREHENSIF LAIN

Pos yang tidak akan
 direklasifikasikan ke laba rugi
Pengukuran kembali atas imbalan
 pascakerja                                 2,16               (19.032.732)           (19.032.732)
Pajak penghasilan terkait                  2,13d                 4.187.201              4.187.201

TOTAL KERUGIAN KOMPREHENSIF
 LAIN - NETO SETELAH PAJAK                                     (14.845.531)           (14.845.531)

LABA KOMPREHENSIF PERIODE
 BERJALAN                                                    4.208.842.415          1.004.633.681




           Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
               tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

                                                   4
Page 7
                            PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                 DAN ENTITAS ANAKNYA
 LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (lanjutan)
       Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                     (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                        Catatan         31 Maret 2026          31 Maret 2025

Laba bersih periode berjalan yang
 dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                      4.222.612.607          1.018.755.321
 Kepentingan non-pengendali                                     1.075.339                723.891

Laba bersih periode berjalan                                4.223.687.946          1.019.479.212


Laba komprehensif periode berjalan
 yang dapat diatribusikan kepada:
 Pemilik entitas induk                                      4.207.803.347          1.003.946.063
 Kepentingan non-pengendali                                     1.039.068                687.618

Laba komprehensif periode berjalan                          4.208.842.415          1.004.633.681

LABA PER SAHAM                            2,24                       2,03                   0,63




          Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
              tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

                                                 5
Page 8
                                                                 PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                                                      DAN ENTITAS ANAKNYA
                                                        LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
                                            Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                                                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                               Ekuitas Yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk

                                                                       Saldo laba

                                                                 Dapat          Belum dapat       Penghasilan                            Kepentingan
                                            Tambahan          ditentukan         ditentukan      Komprehensif                               Non-
                         Modal Saham       Modal Disetor    penggunaannya      penggunaannya         Lain               Jumlah           Pengendali       Jumlah Ekuitas

Saldo 31 Desember
  2024            40.645.000.000            9.635.388.167       451.805.463      9.962.970.943      201.080.820       60.896.245.393       16.193.763      60.912.439.156
Peningkatan modal
  disetor (Catatan 17) 11.250.000.000                   -                  -                 -                  -     11.250.000.000                 -     11.250.000.000
Tambahan modal
  disetor (Catatan 19)                 -   38.331.665.660                  -                 -                  -     38.331.665.660                 -     38.331.665.660
Laba periode berjalan                  -                -                  -     1.018.755.321                  -      1.018.755.321         723.891        1.019.479.212
Kerugian
  komprehensif lain
  periode berjalan                     -                -                  -                 -       (14.809.258 )       (14.809.258 )        (36.273 )       (14.845.531 )

Saldo 31 Maret 2025 51.895.000.000         47.967.053.827       451.805.463     10.981.726.264      186.271.562      111.481.857.116       16.881.381     111.498.738.497

Saldo 31 Desember
  2025            51.895.000.000           47.967.053.827       451.805.463     19.357.992.511      138.546.107      119.810.397.908       21.419.057     119.831.816.965
Laba periode berjalan                  -                -                  -     4.222.612.607                  -      4.222.612.607        1.075.339       4.223.687.946
Kerugian
  komprehensif lain
  periode berjalan                     -                -                  -                 -       (14.809.260 )       (14.809.260 )        (36.271 )       (14.845.531 )

Saldo 31 Maret 2026 51.895.000.000         47.967.053.827       451.805.463     23.580.605.118      123.736.847      124.018.201.255       22.458.125     124.040.659.380


                                             Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
                                                 tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

                                                                                    6
Page 9
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                    DAN ENTITAS ANAKNYA
                             LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
          Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                        Catatan         31 Maret 2026          31 Maret 2025

ARUS KAS DARI AKTIVITAS
  OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan            6,21             18.493.268.451          16.130.114.080
Pembayaran kepada pemasok              7,9,12,22          (7.800.422.299)         (7.860.281.653)
Pembayaran untuk beban operasional
  lainnya                                                  (4.220.465.503)        (6.385.128.488)
Penerimaan penghasilan keuangan                               104.701.031            178.091.364
Pembayaran beban keuangan                                    (415.043.295)          (337.377.020)
Pembayaran pajak penghasilan            13b,13c              (431.175.437)          (367.483.420)

Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas
  Operasi                                                   5.730.862.948          1.357.934.863

ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS
  INVESTASI
Perolehan aset tetap                     11,30             (3.178.439.374)       (30.667.727.257)
Penjualan aset tetap                      11                            -              1.000.000
Pembayaran uang muka sewa                  9                 (900.000.000)                     -
Penerimaan piutang lain-lain pihak
  berelasi                                25                  33.620.688             130.868.046

Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas
  Investasi                                                (4.044.818.686)       (30.535.859.211)

ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS
  PENDANAAN
Peningkatan modal disetor                 17                            -         11.250.000.000
Tambahan modal disetor                    19                            -         41.850.000.000
Pembayaran biaya emisi dibayar di
  muka                                     9                            -         (1.200.289.340)
Pembayaran liabilitas sewa                14                 (165.000.000)          (825.000.000))
Pembayaran utang bank                     15                 (497.791.656)          (412.551.883)
Pembayaran utang pembiayaan
  konsumen                                                              -           (201.856.800)
Penerimaan utang lain-lain pihak
  berelasi                                25                            -            524.933.978

Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan
  untuk) Aktivitas Pendanaan                                 (662.791.656)        50.985.235.955

KENAIKAN NETO KAS DAN SETARA
  KAS                                                       1.023.252.606         21.807.311.607

KAS DAN SETARA KAS AWAL
  PERIODE                                                 26.630.019.997          18.925.727.099

KAS DAN SETARA KAS AKHIR
  PERIODE                                  5              27.653.272.603          40.733.038.706



           Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian yang
               tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan.

                                                   7
Page 10
                                       PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                            DAN ENTITAS ANAKNYA
                            CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                  Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                                (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.    UMUM

      Pendirian Perusahaan

      PT Jantra Grupo Indonesia ("Perusahaan") didirikan tanggal 26 September 2017 berdasarkan Akta
      Notaris No. 102 dibuat oleh Suhardi Hadi Santoso, S.H., Notaris di Jakarta. Akta Pendirian Perusahaan
      telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan
      No. AHU-0052824.AH.01.01.Tahun 2017 tanggal 22 November 2017.

      Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris
      No. 12 tanggal 01 Juli 2025, dibuat oleh Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., tentang perubahan
      status Perusahaan yang semula Perseroan Tertutup menjadi Perseroan Terbatas Terbuka/Publik.
      Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
      Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0154219.AH.01.11.Tahun 2025 tanggal
      09 Juli 2025.

      Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama
      bergerak di bidang perdagangan, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor dengan kegiatan
      usaha utama yaitu reparasi mobil dan perdagangan besar dan eceran suku cadang dan aksesoris mobil.

      Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, kegiatan usaha utama yang dijalankan
      Perusahaan adalah di bidang perdagangan suku cadang, reparasi dan perawatan mobil.

      Perusahaan berkedudukan di Kota Tangerang Selatan.

      PT Tahtra Kertajaya Indonesia adalah entitas induk Perusahaan dan pemegang saham pengendali
      Perusahaan.

      Struktur Entitas Anak

      Rincian Entitas Anak pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah sebagai berikut:
                                                                                                31 Maret 2026                    31 Desember 2025
                                                                                                            Total                              Total
                                                                             Mulai       Total Aset      Pendapatan        Total Aset      Pendapatan
                                                            Persentase    Operasional     Sebelum         Sebelum           Sebelum          Sebelum
 Nama Entitas         Domisili       Kegiatan Usaha         kepemilikan    Komersial     Eliminasi        Eliminasi        Eliminasi         Eliminasi

 Kepemilikan
   langsung
 Entitas anak
 PT Joen Lie         Sukoharjo    Reparasi dan perawatan      99,99%          2016      16.070.433.491      970.474.910   15.739.336.876    5.687.628.025
   Indonesia                      mobil serta perdagangan
                                        suku cadang
 PT Liantra Wil      Semarang     Reparasi dan perawatan      99,99%          2016      14.839.058.181    1.013.436.736   14.724.705.283    5.202.050.743
   Indonesia                      mobil serta perdagangan
                                        suku cadang

 Tidak langsung
 PT Jantra              Bali      Reparasi dan perawatan      99,91%          2018       7.169.720.532      697.324.041    5.538.625.596    4.098.104.447
    Mantra Kerta                  mobil serta perdagangan
    Indonesia                           suku cadang
 PT Jantra &          Jakarta     Reparasi dan perawatan      99,98%          2014      13.399.031.379    2.140.637.723   12.641.587.902   11.579.810.425
    JTRS                          mobil serta perdagangan
                                        suku cadang
 PT Jantra Wil         Kediri     Reparasi dan perawatan      99,88%          2016       4.039.512.016    1.124.685.609    3.884.669.721    3.892.771.400
   Indonesia                      mobil serta perdagangan
                                        suku cadang
 PT Jantra            Malang      Reparasi dan perawatan      99,94%          2017       6.305.278.442    1.206.238.872    6.021.659.051    5.927.611.942
   Techno                         mobil serta perdagangan
   Indonesia                            suku cadang
 PT Van Harness       Sidoarjo    Reparasi dan perawatan      99,90%          2016       3.513.914.111      814.765.563    3.410.341.619    4.905.143.675
   Indonesia                      mobil serta perdagangan
                                        suku cadang
 PT Jantra           Yogyakarta   Reparasi dan perawatan      99,97%          2016      16.356.860.527    1.433.034.929   16.483.058.202    6.299.871.737
   Traspatih                      mobil serta perdagangan
   Indonesia                            suku cadang
 PT Wildanes          Cirebon     Reparasi dan perawatan      99,94%          2018       8.210.422.288    1.079.350.074    8.151.653.598    5.266.497.337
   Kertajaya                      mobil serta perdagangan
   Indonesia                            suku cadang




                                                                          8
Page 11
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                     DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.   UMUM (lanjutan)

     Akuisisi Entitas Anak (lanjutan)

     PT Joen Lie Indonesia (JLI)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 309 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham JLI menyetujui:
     1. Memindahkan hak atas saham JLI dengan rincian sebagai berikut:
         a. Jantra Al Rasyid mengalihkan hak atas saham sebanyak 283 lembar saham atau dengan
             jumlah nilai nominal sebesar Rp283.000.000 kepada Perusahaan.
         b. Imam Sujono mengalihkan hak atas saham sebanyak 2.546 lembar saham atau dengan jumlah
             nilai nominal sebesar Rp2.546.000.000 kepada Perusahaan.
     2. Meningkatkan modal dasar dan modal ditempatkan serta modal disetor JLI sebagai berikut:
         a. Meningkatkan modal dasar yang semula sebanyak 2.830 lembar saham atau dengan nilai
             nominal sebesar Rp2.830.000.000 menjadi 47.836 lembar saham atau dengan nilai nominal
             sebesar Rp47.836.000.000.
         b. Meningkatkan modal ditempatkan dan disetor yang semula 2.830 lembar saham atau dengan
             nilai nominal sebesar Rp2.830.000.000 menjadi 11.959 lembar saham atau dengan nilai
             nominal sebesar Rp11.959.000.000 dengan cara mengeluarkan saham baru sebanyak 9.129
             lembar saham atau dengan nilai nominal Rp9.129.000.000 yang seluruhnya diambil bagian oleh
             Perusahaan.

     Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
     Indonesia No. AHU-0082315.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 29 Desember 2023.

     Akuisisi saham JLI oleh Perusahaan seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar
     Rp11.958.000.000. Kepemilikan Perusahaan atas saham JLI sebesar 11.958 lembar saham atau setara
     99,99% dari modal disetorkan JLI.

     PT Liantra Wil Indonesia (LWI)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 312 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham LWI menyetujui:
     1. Memindahkan hak atas saham LWI dengan rincian sebagai berikut:
         a. Jantra Al Rasyid mengalihkan hak atas saham sebanyak 1.767 lembar saham atau dengan
             jumlah nilai nominal sebesar Rp1.767.000.000 kepada Perusahaan.
         b. Liya Dariyah mengalihkan hak atas saham sebanyak 442 lembar saham atau dengan jumlah
             nilai nominal sebesar Rp442.000.000 kepada Perusahaan.
     2. Meningkatkan modal dasar dan modal ditempatkan serta modal disetor LWI sebagai berikut:
         a. Meningkatkan modal dasar yang semula sebanyak 2.210 lembar saham atau dengan nilai
             nominal sebesar Rp2.210.000.000 menjadi 45.864 lembar saham atau dengan nilai nominal
             sebesar Rp45.864.000.000.
         b. Meningkatkan modal ditempatkan dan disetor yang semula 2.210 lembar saham atau dengan
             nilai nominal sebesar Rp2.210.000.000 menjadi 11.466 lembar saham atau dengan nilai
             nominal sebesar Rp11.466.000.000 dengan cara mengeluarkan saham baru sebanyak 9.256
             lembar saham atau dengan nilai nominal Rp9.256.000.000 yang seluruhnya diambil bagian oleh
             Perusahaan.

     Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
     Indonesia No. AHU-0082318.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 29 Desember 2023.

     Akuisisi saham LWI oleh Perusahaan seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar
     Rp11.465.000.000. Kepemilikan Perusahaan atas saham LWI sebesar 11.465 lembar saham atau
     setara 99,99% dari modal disetorkan LWI.




                                                   9
Page 12
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                     DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.   UMUM (lanjutan)

     Akuisisi Entitas Anak (lanjutan)

     PT Jantra Mantra Kerta Indonesia (JMKI)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 322 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham JMKI menyetujui memindahkan hak atas saham
     JMKI dengan rincian sebagai berikut:
     a. Jantra Al Rasyid mengalihkan hak atas saham sebanyak 953 lembar saham atau dengan jumlah
         nilai nominal sebesar Rp953.000.000 kepada JLI.
     b. Liya Dariyah mengalihkan hak atas saham sebanyak 106 lembar saham atau dengan jumlah nilai
         nominal sebesar Rp106.000.000 kepada JLI.

     Akta tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
     Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0201447 tanggal
     29 Desember 2023.

     Akuisisi saham JMKI oleh JLI seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar Rp1.059.000.000.
     Kepemilikan JLI atas saham JMKI sebesar 1.059 lembar saham atau setara 99,91% dari modal
     disetorkan JMKI.

     PT Jantra & JTRS (JDJ)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 318 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham JDJ menyetujui:
     1. Memindahkan hak atas saham JDJ dengan rincian sebagai berikut:
         a. Imam Sujono mengalihkan hak atas saham sebanyak 2.037 lembar saham atau dengan jumlah
             nilai nominal sebesar Rp2.037.000.000 kepada JLI.
         b. Liya Dariyah mengalihkan hak atas saham sebanyak 775 lembar saham atau dengan jumlah
             nilai nominal sebesar Rp775.000.000 kepada JLI.
         c. Jantra Al Rasyid mengalihkan hak atas saham sebanyak 97 lembar saham atau dengan jumlah
             nilai nominal sebesar Rp97.000.000 kepada JLI.
     2. Meningkatkan modal dasar dan modal ditempatkan serta modal disetor JDJ sebagai berikut:
         a. Meningkatkan modal dasar yang semula sebanyak 3.000 lembar saham atau dengan nilai
             nominal sebesar Rp3.000.000.000 menjadi 20.540 lembar saham atau dengan nilai nominal
             sebesar Rp20.540.000.000.
         b. Meningkatkan modal ditempatkan dan disetor yang semula 2.910 lembar saham atau dengan
             nilai nominal sebesar Rp2.910.000.000 menjadi 5.135 lembar saham atau dengan nilai nominal
             sebesar Rp5.135.000.000 dengan cara mengeluarkan saham baru sebanyak 2.225 lembar
             saham atau dengan nilai nominal Rp2.225.000.000 yang seluruhnya diambil bagian oleh JLI.

     Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
     Indonesia No. AHU-0082259.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 29 Desember 2023.

     Akuisisi saham JDJ oleh JLI seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar Rp5.134.000.000.
     Kepemilikan JLI atas saham JDJ sebesar 5.134 lembar saham atau setara 99,98% dari modal
     disetorkan JDJ.

     PT Jantra Wil Indonesia (JWI)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 315 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham JWI menyetujui memindahkan hak atas saham JWI
     dengan rincian sebagai berikut:
     a. Liya Dariyah mengalihkan hak atas saham sebanyak 83 lembar saham atau dengan jumlah nilai
         nominal sebesar Rp83.000.000 kepada JLI.
     b. Imam Sujono mengalihkan hak atas saham sebanyak 746 lembar saham atau dengan jumlah nilai
         nominal sebesar Rp746.000.000 kepada JLI.

                                                  10
Page 13
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                     DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.   UMUM (lanjutan)

     Akuisisi Entitas Anak (lanjutan)

     PT Jantra Wil Indonesia (JWI) (lanjutan)

     Akta tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
     Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0201505 tanggal
     29 Desember 2023.

     Akuisisi saham JWI oleh JLI seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar Rp829.000.000.
     Kepemilikan JLI atas saham JWI sebesar 829 lembar saham atau setara 99,88% dari modal disetorkan
     JWI.

     PT Jantra Techno Indonesia (JTech)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 334 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham JTech menyetujui:
     1. Memindahkan hak atas saham JTech dengan rincian sebagai berikut:
         a. Imam Sujono mengalihkan hak atas saham sebanyak 142 lembar saham atau dengan jumlah
             nilai nominal sebesar Rp142.000.000 kepada LWI.
         b. Liya Dariyah mengalihkan hak atas saham sebanyak 1.287 lembar saham atau dengan jumlah
             nilai nominal sebesar Rp1.287.000.000 kepada LWI.
     2. Meningkatkan modal dasar dan modal ditempatkan serta modal disetor JTech sebagai berikut:
         a. Meningkatkan modal dasar yang semula sebanyak 1.430 lembar saham atau dengan nilai
             nominal sebesar Rp1.430.000.000 menjadi 6.504 lembar saham atau dengan nilai nominal
             sebesar Rp6.504.000.000.
         b. Meningkatkan modal ditempatkan dan disetor yang semula 1.430 lembar saham atau dengan
             nilai nominal sebesar Rp1.430.000.000 menjadi 1.626 lembar saham atau dengan nilai nominal
             sebesar Rp1.626.000.000 dengan cara mengeluarkan saham baru sebanyak 196 lembar
             saham atau dengan nilai nominal Rp196.000.000 yang seluruhnya diambil bagian oleh LWI.

     Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
     Indonesia No. AHU-0082314.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 29 Desember 2023.

     Akuisisi saham JTech oleh LWI seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar
     Rp1.625.000.000. Kepemilikan LWI atas saham JTech sebesar 1.625 lembar saham atau setara
     99,94% dari modal disetorkan JTech.

     PT Van Harness Indonesia (VHI)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 331 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham VHI menyetujui memindahkan hak atas saham VHI
     dengan rincian sebagai berikut:
     a. Imam Sujono mengalihkan hak atas saham sebanyak 908 lembar saham atau dengan jumlah nilai
         nominal sebesar Rp908.000.000 kepada LWI.
     b. Dwi Respati Iriani mengalihkan hak atas saham sebanyak 101 lembar saham atau dengan jumlah
         nilai nominal sebesar Rp101.000.000 kepada LWI.

     Akta tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
     Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0201443 tanggal
     29 Desember 2023.

     Akuisisi saham VHI oleh LWI seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar Rp1.009.000.000.
     Kepemilikan LWI atas saham VHI sebesar 1.009 lembar saham atau setara 99,90% dari modal
     disetorkan VHI.



                                                  11
Page 14
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                     DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.   UMUM (lanjutan)

     Akuisisi Entitas Anak (lanjutan)

     PT Jantra Traspatih Indonesia (Jtras)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 328 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham JTras menyetujui:
     1. Memindahkan hak atas saham JTras dengan rincian sebagai berikut:
         a. Jantra Al Rasyid mengalihkan hak atas saham sebanyak 2.087 lembar saham atau dengan
             jumlah nilai nominal sebesar Rp2.087.000.000 kepada LWI.
         b. Dwi Respati Iriani mengalihkan hak atas saham sebanyak 232 lembar saham atau dengan
             jumlah nilai nominal sebesar Rp232.000.000 kepada LWI.
     2. Meningkatkan modal dasar dan modal ditempatkan serta modal disetor JTech sebagai berikut:
         a. Meningkatkan modal dasar yang semula sebanyak 2.320 lembar saham atau dengan nilai
             nominal sebesar Rp2.320.000.000 menjadi 15.856 lembar saham atau dengan nilai nominal
             sebesar Rp15.856.000.000.
         b. Meningkatkan modal ditempatkan dan disetor yang semula 2.320 lembar saham atau dengan
             nilai nominal sebesar Rp2.320.000.000 menjadi 3.964 lembar saham atau dengan nilai nominal
             sebesar Rp3.964.000.000 dengan cara mengeluarkan saham baru sebanyak 1.644 lembar
             saham atau dengan nilai nominal Rp1.644.000.000 yang seluruhnya diambil bagian oleh LWI.

     Akta tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
     Indonesia No. AHU-0082312.AH.01.02.Tahun 2023 tanggal 29 Desember 2023.
     Akuisisi saham JTras oleh LWI seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar
     Rp3.963.000.000. Kepemilikan LWI atas saham JTras sebesar 3.963 lembar saham atau setara 99,97%
     dari modal disetorkan JTras.

     PT Wildanes Kertajaya Indonesia (WKI)

     Berdasarkan Akta Notaris No. 325 dari Rosida Rajagukguk-Siregar, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta
     tanggal 28 Desember 2023, para pemegang saham WKI menyetujui memindahkan hak atas saham
     WKI dengan rincian sebagai berikut:
     a. Jantra Al Rasyid mengalihkan hak atas saham sebanyak 1.493 lembar saham atau dengan jumlah
         nilai nominal sebesar Rp1.493.000.000 kepada LWI.
     b. Dwi Respati Iriani mengalihkan hak atas saham sebanyak 166 lembar saham atau dengan jumlah
         nilai nominal sebesar Rp166.000.000 kepada LWI.

     Akta tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui
     Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0201496 tanggal
     29 Desember 2023.

     Akuisisi saham WKI oleh LWI seluruhnya dilakukan dengan penyerahan kas sebesar Rp1.659.000.000.
     Kepemilikan LWI atas saham WKI sebesar 1.659 lembar saham atau setara 99,94% dari modal
     disetorkan WKI.

     Susunan Pengurus, Dewan Komisaris dan Direksi serta Karyawan

     Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, susunan Dewan Komisaris dan Direksi
     Perusahaan adalah sebagai berikut:

     Dewan Komisaris
     Komisaris Utama                :   Jantra Al Rasyid
     Komisaris Independen           :   Febby Andryani Tiwon

     Direksi
     Direktur Utama                 :   Imam Sujono
     Direktur                       :   Dodon Tri Koeswardana


                                                    12
Page 15
                                 PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                      DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

1.   UMUM (lanjutan)

     Susunan Dewan Komisaris dan Direksi serta Karyawan (lanjutan)

     Personil manajemen kunci Perusahaan meliputi seluruh anggota Komisaris dan Direksi. Manajemen
     kunci tersebut memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin, dan
     mengendalikan aktivitas Perusahaan.

     Untuk periode dan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2206 dan 31 Desember 2025, total beban
     kompensasi bruto bagi manajemen kunci (termasuk Dewan Komisaris dan Direksi) Kelompok Usaha
     adalah sebagai berikut:

                                             31 Maret 2026           31 Desember 2025

     Imbalan kerja jangka pendek                     468.000.000            1.565.399.300
     Imbalan pasca kerja                              39.036.146              156.144.582

     Berdasarkan Surat Penunjukan dan Pengangkatan Sekretaris, Perusahaan telah menunjuk Sekretaris
     Perusahaan sebagai berikut:

                                       No.04.072/SPb/JG/CORSEC/09/2025
                                               30 September 2025

     Sekretaris                    :   Simon Arosokhi Gulo

     Berdasarkan Surat Penunjukan dan Pengangkatan Komite Audit, Perusahaan telah menunjuk Komite
     Audit sebagai berikut:

                                       No. 04.060/SPb/JGI/CORSEC/08/2025
                                             Tanggal 27 Agustus 2025

     Ketua Komite Audit            :   Febby Adriyani Tiwon                Beni Hendrawan
     Anggota Komite Audit          :   Zain Zainuddin                      Efran Syamsumaulana, SH
     Anggota Komite Audit          :   Ruli Citrarini                      Dwi Kurnia Khoiria

     Berdasarkan Surat Penunjukan dan Pengangkatan Unit Audit Internal, Perusahaan telah menunjuk Unit
     Audit Internal sebagai berikut:

                                         No.22.138/SPnk/JGI/LGL/4/2025
                                             Tanggal 21 April 2025

     Ketua Unit Audit Internal     :   Adien Setya Suwandi                  Devino Ihsan Lazuardi
     Anggota Unit Audit Internal   :   Dini Nur Adriani                     Dini Nur Adriani
     Anggota Unit Audit Internal   :   Irma Damayanti                       Irma Damayanti

     Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan dan entitas anak masing-masing
     memiliki 317 dan 344 karyawan.

     Penerbitan Laporan Keuangan

     Laporan keuangan konsolidasian ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Dewan Direksi Perusahaan,
     selaku pihak yang bertanggung jawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan
     konsolidasian, pada tanggal 7 Mei 2026.




                                                      13
Page 16
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                     DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING

     Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

     Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anaknya (bersama-sama disebut sebagai
     “Grup”) telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar
     Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (“ISAK”) yang diterbitkan
     oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan-Ikatan Akuntan Indonesia (“DSAK-IAI”), serta Peraturan
     No. VIII.G.7, tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan
     Publik.

     Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasian

     Laporan keuangan konsolidasian, kecuali laporan arus kas, telah disusun secara akrual dengan
     menggunakan konsep biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun-akun tertentu yang diukur
     berdasarkan basis lain seperti yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi terkait.

     Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung, dan dikelompokkan
     ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

     Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian 31 Maret
     2026 konsisten dengan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian untuk
     tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2025, kecuali untuk penerapan amendemen PSAK
     yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2026 seperti yang diungkapkan dalam Catatan ini.

     Mata uang fungsional dan pelaporan yang digunakan oleh Perusahaan adalah Rupiah.

     Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan SAK Indonesia mengharuskan
     manajemen untuk membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memengaruhi penerapan
     kebijakan akuntansi dan jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun
     estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen dan pertimbangan atas kejadian dan
     tindakan saat ini, hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Hal-hal yang
     melibatkan pertimbangan atau kompleksitas yang lebih tinggi atau hal-hal di mana asumsi dan estimasi
     adalah signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasian diungkapkan dalam Catatan 3 atas laporan
     keuangan konsolidasian.

     Ketika entitas menerapkan suatu kebijakan akuntansi secara restrospektif atau membuat penyajian
     kembali pos-pos laporan keuangan atau ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan
     keuangannya maka entitas menyajikan kembali laporan posisi keuangan pada awal periode komparatif
     yang disajikan.

     Penerapan PSAK yang Baru dan Direvisi

     Grup telah menerapkan PSAK yang baru dan revisi, yang berlaku efektif tanggal 1 Januari 2026:
     - Amendemen PSAK 107: Instrumen Keuangan: Pengungkapan - Klasifikasi dan Pengungkapan
        Instrumen Keuangan
     - Amendemen PSAK 109: Instrumen Keuangan - Klasifikasi dan Pengungkapan Instrumen Keuangan
     - Amandemen PSAK 109: Instrumen Keuangan dan PSAK 107: Instrumen Keuangan: Pengungkapan
        - Kontrak yang Mengacu pada Listrik Bergantung Alam
     - Amendemen PSAK 207: Laporan Arus Kas - Metode Biaya Perolehan

     Penerapan standar yang baru dan revisi tersebut tidak mengakibatkan perubahan substansial terhadap
     kebijakan akuntansi Grup dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan untuk
     tahun berjalan.




                                                   14
Page 17
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                     DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

     Dasar Konsolidasian

     Entitas anak adalah seluruh entitas di mana Perusahaan memiliki pengendalian. Perusahaan
     mengendalikan investee ketika (a) memiliki kekuasaan atas investee, (b) eksposur atau hak atas imbal
     hasil variabel dari keterlibatannya dengan investee, dan (c) memiliki kemampuan untuk menggunakan
     kekuasaannya atas investee untuk memengaruhi jumlah imbal hasil. Perusahaan menilai kembali
     apakah Perusahaan mengendalikan investee jika fakta dan keadaan mengindikasikan adanya
     perubahan terhadap satu atau lebih dari tiga elemen pengendalian.

     Konsolidasi atas entitas anak dimulai sejak tanggal Grup memperoleh pengendalian atas entitas anak
     dan berakhir ketika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak. Penghasilan dan beban entitas
     anak dimasukkan atau dilepaskan selama tahun berjalan dalam laba rugi dari tanggal diperolehnya
     pengendalian sampai dengan tanggal ketika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak.

     Laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain diatribusikan kepada pemilik entitas
     induk dan kepentingan nonpengendali, meskipun hal tersebut mengakibatkan kepentingan
     nonpengendali memiliki saldo defisit. Jika diperlukan, dilakukan penyesuaian atas laporan keuangan
     entitas anak guna memastikan keseragaman dengan kebijakan akuntansi Grup. Mengeliminasi secara
     penuh aset dan liabilitas, penghasilan, beban, dan arus kas dalam intra grup terkait dengan transaksi
     antar entitas dalam Grup.

     Perubahan dalam bagian kepemilikan atas entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya
     pengendalian pada entitas anak dicatat sebagai transaksi ekuitas. Setiap perbedaan antara jumlah
     tercatat kepentingan nonpengendali yang disesuaikan dan nilai wajar imbalan yang dibayar atau
     diterima diakui secara langsung di ekuitas dan mengatribusikannya kepada pemilik entitas induk.

     Ketika Grup kehilangan pengendalian pada entitas anak, maka Grup menghentikan pengakuan atas
     aset (termasuk goodwill), liabilitas dan komponen lain dari ekuitas terkait, sementara keuntungan atau
     kerugian yang dihasilkan diakui pada laba rugi. Bagian dari investasi yang tersisa diakui pada nilai wajar.

     Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali

     Kombinasi bisnis Grup dicatat berdasarkan PSAK 338, “Kombinasi Bisnis Grup”, dengan menggunakan
     metode penyatuan kepemilikan. Selisih antara harga pengalihan dengan nilai buku dicatat dalam akun
     “Selisih Nilai Transaksi dengan Grup” dan disajikan sebagai bagian dari akun “Tambahan Modal
     Disetor” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.

     Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

     Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah (“Rp”), yang merupakan mata uang fungsional
     Perusahaan. Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke mata uang Rupiah dengan menggunakan
     kurs yang berlaku pada tanggal transaksi.

     Pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
     dijabarkan dengan kurs yang berlaku saat itu. Pos non-moneter dalam mata uang asing yang diukur
     berdasarkan nilai historis tidak dijabarkan kembali. Selisih kurs yang timbul atas penyelesaian pos-pos
     moneter dan penjabaran kembali pos-pos moneter diakui pada laba rugi.

     Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi

     Sesuai dengan PSAK No. 224, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”, suatu pihak dianggap berelasi
     jika salah satu pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara kepemilikan, secara
     langsung atau tidak langsung) atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara partisipasi dalam
     kebijakan keuangan dan operasional) atas pihak lain dalam mengambil keputusan keuangan dan
     operasional. Seluruh transaksi signifikan dengan pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 25 atas
     laporan keuangan konsolidasian.

                                                      15
Page 18
                                 PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                      DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

     Instrumen Keuangan

     Aset Keuangan

     Aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal perdagangan di mana pembelian
     atau penjualan aset keuangan dilakukan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset
     keuangan dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh pasar yang bersangkutan.

     Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan tidak bisa melakukan
     perubahan setelah penerapan awal tersebut.

     Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual
     - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.

     Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
     - Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi.; dan
     - Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
       komprehensif lain.

     Aset keuangan Perusahaan meliputi kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain dan aset lain-
     lain (instrumen keuangan yang memiliki dan tidak memiliki kuotasi harga). Aset keuangan
     diklasifikasikan sebagai aset lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset
     keuangan ini diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.

     Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

     i)    Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi

           Perusahaan mengukur aset keuangan pada biaya diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
           (1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan arus kas
           kontraktual; dan (2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan pada tanggal yang
           ditentukan untuk arus kas yang semata- mata pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok
           yang belum dibayar.

           Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortiasi selanjutnya diukur dengan menggunakan
           metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah dikurangi dengan penurunan
           nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan diskonto atau premi
           atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR
           dicatat dalam laporan laba rugi konsolidasian. Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui
           pada laporan laba rugi konsolidasian.

     ii)   Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI

           Instrumen utang

           Perusahaan mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui OCI jika kedua kondisi berikut
           terpenuhi: (1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan
           arus kas kontraktual dan pejualan; dan (2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan
           menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus kas yang semata-mata pembayaran pokok
           dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.

           Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui OCI, pendapatan bunga, revaluasi
           selisih kurs, dan kerugian atau pembalikan penurunan nilai diakui dalam laba rugi dan dihitung
           dengan cara yang sama seperti aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
           Perubahan nilai wajar yang tersisa diakui dalam OCI. Setelah penghentian pengakuan, perubahan
           nilai wajar kumulatif yang diakui di OCI didaur ulang menjadi laba rugi.

                                                      16
Page 19
                                  PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                       DAN ENTITAS ANAKNYA
                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
             Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

     Instrumen Keuangan (lanjutan)

     Aset Keuangan (lanjutan)

     ii)    Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI (lanjutan)

            Instrumen ekuitas

            Setelah pengakuan awal, Perusahaan dapat memilih untuk mengklasifikasikan investasi
            ekuitasnya secara tidak dapat dibatalkan sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai
            wajar melalui OCI jika definisi ekuitas sesuai PSAK No. 232: Instrumen Keuangan: Penyajian dan
            tidak dimiliki untuk diperdagangkan. Klasifikasi ditentukan berdasarkan instrumen per instrumen.

            Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang menjadi keuntungan
            atau kerugian. Dividen diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laba rugi pada saat hak
            pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika Perusahaan memperoleh keuntungan dari hasil tersebut
            sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan tersebut
            adalah dicatat dalam OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak
            tunduk pada penilaian penurunan nilai.

     iii)   Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian

            Aset keuangan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian termasuk aset keuangan
            yang dimiliki untuk diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada
            nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian, atau aset keuangan yang wajib diukur pada nilai
            wajar. Aset keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh
            untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat
            yang dipisahkan, juga diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali jika ditetapkan
            sebagai instrumen lindung nilai yang efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-
            mata pembayaran pokok dan bunga diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laporan
            laba rugi konsolidasian, terlepas dari model bisnisnya.

            Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada biaya perolehan
            diamortisasi atau pada nilai wajar melalui OCI, seperti dijelaskan di atas, instrumen utang dapat
            ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika hal tersebut menghilangkan,
            atau secara signifikan mengurangi, ketidaksesuaian akuntansi.

            Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian selanjutnya
            disajikan dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai
            wajar yang diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian.

            Perusahaan tidak memiliki investasi dalam instrumen ekuitas, yang diklasifikasikan sebagai aset
            keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.

     Aset keuangan (atau mana yang lebih tepat, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset
     keuangan serupa) dihentikan pengakuannya pada saat: (1) hak untuk menerima arus kas yang berasal
     dari aset tersebut telah berakhir; atau (2) Perusahaan telah mengalihkan hak mereka untuk menerima
     arus kas yang berasal dari aset atau berkewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara
     penuh tanpa penundaan material kepada pihak ketiga dalam perjanjian “pass-through”; dan baik (a)
     Perusahaan telah secara substansial, mengalihkan seluruh risiko dan manfaat dari aset, atau (b)
     Perusahaan secara substansial tidak mengalihkan atau tidak memiliki seluruhris iko dan manfaat suatu
     aset, namun telah mengalihkan kendali atas aset tersebut.




                                                       17
Page 20
                                 PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                      DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

     Instrumen Keuangan (lanjutan)

     Liabilitas Keuangan

     Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 109 diklasifikasikan sebagai berikut:
     - Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
     - Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.

     Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.

     Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang,
     termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.

     Liabilitas keuangan Perusahaan meliputi utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih harus dibayar,
     liabilitas sewa, utang bank dan utang pembiayaan konsumen. Liabilitas keuangan diklasifikasikan
     sebagai liabilitas jangka panjang jika jatuh tempo melebihi 12 bulan dan sebagai liabilitas jangka pendek
     jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.

     Pengukuran liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:

     i)    Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi

           Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang
           dikenakan bunga) selanjutnya diukur dengan menggunakan metode EIR. Amortisasi EIR termasuk
           di dalam biaya keuangan dalam laporan laba rugi konsolidasian.

     ii)   Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian

           Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian termasuk
           liabilitas keuangan untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat
           pengakuan awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian.

     ii)   Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi konsolidasian (lanjutan)

           Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok untuk diperdagangkan jika mereka diperoleh
           untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini termasuk instrumen
           keuangan derivatif yang diambil Perusahaan yang tidak ditujukan sebagai instrumen lindung nilai
           dalam hubungan lindung nilai sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 109. Derivatif melekat
           yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali mereka
           ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif.

           Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam laporan
           laba rugi konsolidasian.

     Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau dibatalkan atau
     kadaluarsa

     Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi
     pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara
     substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas yang ada, pertukaran atau modifikasi tersebut
     diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan selisih
     antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian.




                                                      18
Page 21
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                     DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

     Instrumen Keuangan (lanjutan)

     Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai

     Metode pengakuan keuntungan atau kerugian yang timbul tergantung dari apakah derivatif tersebut
     dimaksudkan sebagai instrumen lindung nilai, dan jika demikian, sifat dari item yang dilindung nilai.

     Untuk derivatif yang dikategorikan sebagai lindung nilai arus kas, pada awal transaksi, Perusahaan
     mendokumentasikan hubungan antara instrumen lindung nilai dengan item yang dilindung nilai, beserta
     tujuan manajemen risiko dan strategi pelaksanaan transaksi lindung nilai. Perusahaan juga
     mendokumentasikan penilaiannya, pada saat dimulainya lindung nilai dan secara berkesinambungan,
     apakah derivatif yang digunakan dalam transaksi lindung nilai sangat efektif dalam menghapus dampak
     perubahan nilai wajar atas arus kas yang dilindung nilai.

     Nilai wajar penuh derivatif lindung nilai diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar atau liabilitas jangka
     panjang jika jatuh tempo yang tersisa untuk pokok yang dilindung nilai melebihi 12 bulan, dan sebagai
     aset lancar atau liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.

     Perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan dan memenuhi kriteria lindung nilai atas arus kas untuk
     tujuan akuntansi, bagian efektifnya, diakui di penghasilan komprehensif lain di dalam "cadangan lindung
     nilai arus kas". Ketika instrumen derivatif tersebut kadaluarsa atau tidak lagi memenuhi kriteria lindung
     nilai untuk tujuan akuntansi, maka keuntungan atau kerugian kumulatif di penghasilan komprehensif
     lain diakui pada laporan laba rugi konsolidasian.

     Perubahan nilai wajar derivatif yang tidak memenuhi kriteria lindung nilai untuk tujuan akuntansi diakui
     langsung pada laporan laba rugi konsolidasian di dalam "(Kerugian) keuntungan perubahan nilai wajar
     derivatif - bersih".

     Saling Hapus Antar Aset dan Liabilitas Keuangan

     Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
     keuangan konsolidasian jika, dan hanya jika, Perusahaan saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum
     untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan
     secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

     Penurunan Nilai Aset Keuangan

     Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah
     meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Perusahaan
     menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen
     keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian,
     Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat
     periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat
     pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa
     biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan
     perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak
     pengakuan awal.

     Perusahaan menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian
     tersebut terhadap piutang usaha dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan yang signifikan.

     Penentuan Nilai Wajar

     Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
     untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar di pasar utama (atau
     pasar yang paling menguntungkan) pada tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat ini (yaitu harga
     keluar) terlepas apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung atau diestimasi dengan
     menggunakan teknik penilaian lain pada tanggal pengukuran.

                                                      19
Page 22
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                     DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)

     Instrumen Keuangan (lanjutan)

     Penentuan Nilai Wajar

     Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
     terjadi:
     i)   di pasar utama (principal market) untuk aset atau liabilitas tersebut; atau
     ii) jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan (most advantageous market)
          untuk aset atau liabilitas tersebut.

     Perusahaan mengukur nilai wajar suatu aset atau liabilitas menggunakan asumsi yang akan digunakan
     pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar
     bertindak dalam kepentingan ekonomis terbaiknya.

     Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
     menghasilkan manfaat ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
     terbaiknya (highest and best use) atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan
     menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.

     Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang
     memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat
     diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

     Hirarki nilai wajar dikategorikan dalam tiga (3) level input untuk teknik penilaian yang digunakan dalam
     pengukuran nilai wajar, sebagai berikut:
     a) Input Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
          identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
     b) Input Level 2 - input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi
          untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
     c) Input Level 3 - input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.

     Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang,
     Perusahaan menentukan apakah terjadi transfer antara Level di dalam hirarki dengan cara
     mengevaluasi kategori (berdasarkan input level terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar)
     setiap akhir periode pelaporan.

     Perusahaan menentukan kelas aset dan liabilitas yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan risiko aset
     dan liabilitas, dan level hirarki nilai wajar dimana pengukuran nilai wajar tersebut dikategorikan.

     Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
     untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
     pengukuran.

     Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
     terjadi di pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan di
     mana Perusahaan memiliki akses pada tanggal tersebut.

     Jika tersedia, Perusahaan mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga
     kuotasian di pasar aktif untuk instrumen tersebut. Jika harga kuotasian tidak tersedia di pasar aktif,
     Perusahaan menggunakan teknik penilaian dengan memaksimalkan penggunaan input yang dapat
     diobservasi dan relevan serta meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

     Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-
     pihak yang berkeinginan dan memahami (recent arm’s length market transactions), penggunaan nilai
     wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama, analisa arus kas yang didiskonto, atau model
     penilaian lain.

                                                     20
Page 23
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                     DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Instrumen Keuangan (lanjutan)

     Kas dan setara kas
     Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau
     kurang sejak tanggal penempatannya dan tidak dipergunakan sebagai jaminan serta tidak dibatasi
     penggunaannya.

     Persediaan

     Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.
     Biaya perolehan persediaan meliputi seluruh biaya yang timbul sampai persediaan berada dalam
     kondisi dan lokasi saat ini, di mana ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.
     Biaya barang jadi dan barang dalam proses terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya
     langsung lain dan biaya tidak langsung yang terkait dengan produksi (berdasarkan kapasitas operasi
     normal). Nilai realisasi neto adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi
     estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan. Ketika persediaan dijual, jumlah tercatat
     persediaan tersebut diakui sebagai beban pada tahun di mana pendapatan terkait diakui.

     Penyisihan penurunan nilai persediaan karena keusangan, kerusakan, kehilangan dan lambatnya
     perputaran ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan masing-masing persediaan
     untuk mencerminkan nilai realisasi neto pada akhir tahun. Penyisihan penurunan nilai persediaan ke
     nilai realisasi neto dan seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode penurunan nilai
     atau kerugian terjadi. Jumlah setiap pemulihan penyisihan penurunan nilai persediaan karena kenaikan
     nilai realisasi neto, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah persediaan yang diakui sebagai beban
     pada periode terjadinya pemulihan tersebut.

     Aset Tetap

     Pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya perolehan yang meliputi harga pembelian,
     biaya pinjaman dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke
     lokasi dan kondisi yang diperlukan. Setelah pengakuan awal, Perusahaan menggunakan model biaya
     di mana seluruh aset tetap diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
     akumulasi kerugian penurunan nilai (jika ada).

     Biaya pengurusan legal awal untuk hak atas tanah diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah
     dan biaya ini tidak disusutkan. Biaya yang berkaitan dengan perpanjangan hak atas tanah diakui
     sebagai beban ditangguhkan dan diamortisasi selama periode hak atas tanah atau manfaat ekonomi
     tanah, mana yang lebih pendek.

     Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset yang
     terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di masa depan
     berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan dan biaya tersebut dapat diukur secara
     andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan pengakuannya pada tahun di mana
     penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laba
     rugi.

     Penyusutan dihitung sejak aset tersebut siap untuk digunakan dengan menggunakan metode garis
     lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap yang bersangkutan dengan rincian
     sebagai berikut:




                                                    21
Page 24
                                 PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                      DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Aset Tetap (lanjutan)


                                             Tahun          Persentase

     Bangunan                                15 – 30       3,33% - 6,67%
     Peralatan bengkel                        4 – 15         6,67 – 25%
     Kendaraan                                4 – 13         6,67 – 25%
     Inventaris                               4 – 10         6,67 – 25%
     Aset hak guna – bangunan                   10              10%

     Masa manfaat ekonomi, nilai residu dan metode penyusutan aset tetap ditelaah setiap akhir tahun dan
     pengaruh dari setiap perubahan estimasi akuntansi tersebut berlaku prospektif.

     Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa depan
     yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
     pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat
     dari aset tetap) diakui dalam laba rugi pada tahun aset tersebut itu dihentikan pengakuannya.

     Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

     Aset yang memiliki masa manfaat yang tidak terbatas tidak diamortisasi namun diuji penurunan nilainya
     setiap tahun, atau lebih sering apabila terdapat peristiwa atau perubahan pada kondisi yang
     mengindikasikan kemungkinan penurunan nilai. Aset yang diamortisasi ditelaah untuk penurunan nilai
     apabila terjadi kondisi atau perubahan yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset tidak dapat
     diperoleh kembali. Kerugian penurunan nilai diakui sebesar selisih jumlah tercatat aset terhadap jumlah
     terpulihkannya. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi
     biaya penjualan dengan nilai pakai.

     Untuk tujuan menguji penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus
     kas terpisah teridentifikasi (unit penghasil kas). Aset non keuangan yang mengalami penurunan nilai
     ditelaah untuk kemungkinan pembalikkan atas penurunan nilai tersebut pada setiap tanggal pelaporan.

     Sewa

     Grup sebagai penyewa

     Pada tanggal permulaan kontrak, Grup menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung, sewa.
     Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk
     mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan
     imbalan.

     Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian,
     Grup menilai apakah:
     - Grup memiliki hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan
        aset identifikasian; dan
     - Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki hak ini ketika
        Grup memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang bagaimana dan untuk tujuan
        apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:
        i) Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
        ii) Grup telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan
            apa aset akan digunakan selama periode penggunaan.




                                                     22
Page 25
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                     DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Sewa (lanjutan)

     Grup sebagai penyewa (lanjutan)

     Pada tanggal insepsi atau pada penilaian kembali atas kontrak yang mengandung sebuah komponen
     sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa berdasarkan
     harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen nonsewa.
     Namun, untuk sewa penunjang dimana Grup bertindak sebagai penyewa, Grup memutuskan untuk
     tidak memisahkan komponen nonsewa dan mencatat komponen sewa dan nonsewa tersebut sebagai
     satu komponen sewa.

     Pada tanggal permulaan sewa, Grup mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna diukur
     pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan
     dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan
     biaya langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan dikeluarkan untuk membongkar
     dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan
     dan ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima.

     Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga
     tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.

     Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan,
     didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut
     tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya, Grup
     menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.

     Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran berikut ini:
     - pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi dikurangi dengan piutang insentif
       sewa;
     - pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya
       diukur dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
     - jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
     - harga eksekusi opsi beli jika Grup cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
     - penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Grup cukup pasti untuk tidak menghentikan lebih
       awal.

     Pembayaran sewa dialokasikan menjadi bagian pokok dan biaya keuangan. Biaya keuangan
     dibebankan pada laba rugi selama periode sewa sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik
     yang konstan atas saldo liabilitas untuk setiap periode.

     Grup menyajikan aset hak-guna sebagai bagian dari “Aset tetap” dan “Liabilitas sewa” di dalam laporan
     posisi keuangan konsolidasian.

     Jika sewa mengalihkan kepemilikan aset pendasar kepada Grup pada akhir masa sewa atau jika biaya
     perolehan aset hak-guna merefleksikan Grup akan mengeksekusi opsi beli, maka Grup menyusutkan
     aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar. Jika tidak, maka Grup
     menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur
     manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.

     Sewa jangka pendek

     Grup memutuskan untuk tidak mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa untuk sewa jangkapendek
     yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang. Grup mengakui pembayaran sewa atas sewa tersebut
     sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa.




                                                   23
Page 26
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                     DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Sewa (lanjutan)

     Grup sebagai penyewa (lanjutan)

     Modifikasi sewa

     Grup mencatat modifikasi sewa sebagai sewa terpisah jika:
     - modifikasi meningkatkan ruang lingkup sewa dengan menambahkan hak untuk menggunakan satu
        aset pendasar atau lebih; dan
     - imbalan sewa meningkat sebesar jumlah yang setara dengan harga tersendiri untuk peningkatan
        dalam ruang lingkup dan penyesuaian yang tepat pada harga tersendiri tersebut untuk merefleksikan
        kondisi kontrak tertentu.

     Untuk modifikasi sewa yang tidak dicatat sebagai sewa terpisah, pada tanggal efektif modifikasi sewa,
     Grup :
     - mengukur kembali dan mengalokasikan imbalan kontrak modifikasian;
     - menentukan masa sewa dari sewa modifikasian;
     - mengukur kembali liabilitas sewa dengan mendiskontokan pembayaran sewa revisian
        menggunakan tingkat diskonto revisian berdasarkan sisa umur sewa dan sisa pembayaran sewa
        dengan melakukan penyesuaian terhadap aset hak-guna. Tingkat diskonto revisian ditentukan
        sebagai suku bunga pinjaman inkremental Grup pada tanggal efektif modifikasi;
     - menurunkan jumlah tercatat aset hak-guna untuk merefleksikan penghentian sebagian atau
        sepenuhnya sewa untuk modifikasi sewa yang menurunkan ruang lingkup sewa. Grup mengakui
        dalam laba rugi setiap laba rugi yang terkait dengan penghentian sebagian atau sepenuhnya sewa
        tersebut; dan
     - membuat penyesuaian terkait dengan aset hak-guna untuk seluruh modifikasi sewa lainnya.

     Liabilitas Imbalan Kerja

     Pada tanggal 31 Desember 2025 dan 2024, Grup menyediakan imbalan kerja pasti kepada
     karyawannya sesuai dengan Peraturan Pemerintah (“PP”) No. 35 tahun 2021 untuk Undang-Undang
     Nomor 11 Tahun 2020 (Undang-Undang Cipta Kerja) yang diundangkan pada November 2020,
     sebagaimana diubah menjadi Undang-Undang Republik Indonesia No. 6 tahun 2023 tentang Peraturan
     Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-
     Undang. Program imbalan pasti ini tidak didanai.

     Liabilitas neto Grup atas program imbalan pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan pascakerja pasti
     pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada. Perhitungan liabilitas imbalan
     pascakerja dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit dalam perhitungan aktuaria
     yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan.

     Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja, meliputi a) keuntungan dan kerugian aktuarial,
     b) imbal hasil atas aset program, tidak termasuk bunga, dan c) setiap perubahan dampak batas atas
     aset, tidak termasuk bunga, diakui di penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya. Pengukuran
     kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya.

     Ketika program imbalan berubah atau terdapat kurtailmen atas program, bagian imbalan yang berubah
     terkait biaya jasa lalu, atau keuntungan atau kerugian kurtailmen, diakui di laba rugi pada saat terdapat
     perubahan atau kurtailmen atas program.

     Grup menentukan (penghasilan) beban bunga neto atas (aset) liabilitas imbalan pascakerja neto
     dengan menerapkan tingkat bunga diskonto pada awal periode pelaporan tahunan untuk mengukur
     liabilitas imbalan pascakerja selama periode berjalan.




                                                       24
Page 27
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                     DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Liabilitas Imbalan Kerja (lanjutan)

     Grup mengakui keuntungan dan kerugian atas penyelesaian liabilitas imbalan pascakerja pada saat
     penyelesaian terjadi. keuntungan atau kerugian atas penyelesaian merupakan selisih antara nilai kini
     liabilitas imbalan pascakerja yang ditetapkan pada tanggal penyelesaian dengan harga penyelesaian,
     termasuk setiap aset program yang dialihkan dan setiap pembayaran yang dilakukan secara langsung
     oleh Grup sehubungan dengan penyelesaian tersebut.

     Grup mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa lalu, dan setiap keuntungan
     atau kerugian atas penyelesaian, dan (2) penghasilan atau beban bunga neto di laba rugi pada saat
     terjadinya.

     Pengakuan Pendapatan dan Beban

     Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan

     Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
     i)   Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
     ii) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji
          dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke
          pelanggan.
     iii) Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh
          suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke
          pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat
          variabel, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang
          diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan
          dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode
          kontrak.
     iv) Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual
          berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak
          dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya
          yang diharapkan ditambah marjin.
     v) Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
          barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
          barang atau jasa tersebut).

     Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
     - Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
     - Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
       pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu Perusahaan memilih ukuran penyelesaian
       yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya
       kewajiban pelaksanaan.

     Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah
     penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban
     kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang
     telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas kontrak disajikan dalam
     "Pendapatan diterima di muka".

     Penjualan barang

     Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat risiko dan manfaat kepemilikan secara signifikan
     telah dialihkan kepada pelanggan. Hal ini biasanya terjadi pada saat barang diserahkan dan pelanggan
     telah menerima barang tersebut.

     Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).

                                                      25
Page 28
                                 PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                      DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Laba per Saham

     Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan
     kepada pemilik entitas induk dengan rata-rata tertimbang jumlah saham yang beredar selama tahun
     tersebut.

     Laba per saham dilusian dihitung manakala Perusahaan memiliki instrumen berpotensi saham biasa
     yang bersifat dilutif.

     Pajak Penghasilan

     Beban pajak penghasilan terdiri dari jumlah beban pajak kini dan pajak tangguhan.

     Beban pajak penghasilan untuk periode berjalan terdiri dari pajak penghasilan kini dan pajak tangguhan.
     Beban pajak penghasilan diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
     konsolidasian, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang diakui di
     penghasilan komprehensif lain atau langsung diakui ke ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-
     masing diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau ekuitas.

     i)    Pajak Kini

           Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan
           keuangan, dan ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen
           secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT”)
           sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika
           perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada
           otoritas pajak.

           Bunga dan denda untuk kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan, jika ada,
           dicatat sebagai bagian dari “Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan” dalam laporan laba rugi dan
           penghasilan komprehensif lain konsolidasian.

           Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”)
           diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
           konsolidasian tahun berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah
           tambahan pokok pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya
           sepanjang memenuhi kriteria pengakuan aset.

     ii)   Pajak Tangguhan

           Pajak tangguhan diakui berdasarkan perbedaan temporer pada tanggal pelaporan antara dasar
           pengenaan pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan
           keuangan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dengan
           beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh
           dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba kena pajak
           pada masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi fiskal.

           Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan, dan mengurangi
           jumlah tercatat jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang
           memadai untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Aset pajak
           tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap akhir periode pelaporan dan diakui
           sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang akan memungkinkan aset pajak
           tangguhan tersedia untuk dipulihkan.




                                                    26
Page 29
                                 PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                      DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

2.   IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     ii)   Pajak Tangguhan (lanjutan)

           Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada periode
           saat aset direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undang-undang pajak
           yang berlaku atau berlaku secara substantif pada akhir periode laporan keuangan konsolidasian.
           Pengaruh pajak terkait dengan penyisihan dan/atau pemulihan semua perbedaan temporer selama
           tahun berjalan, termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, untuk transaksi-transaksi yang
           sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.

           Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat dipaksakan
           secara hukum ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini, atau aset pajak
           tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan berkaitan dengan entitas kena pajak yang sama, atau
           Perusahaan bermaksud untuk menyelesaikan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.

     Segmen operasi

     Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa
     (segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu
     (segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.

     Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk akun-akun yang dapat diatribusikan
     langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai
     kepada segmen tersebut.


3.   PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI PENTING

     Penyusunan laporan keuangan konsolidasian Perusahaan mengharuskan manajemen untuk membuat
     pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memengaruhi jumlah-jumlah pendapatan, beban, aset dan
     liabilitas yang dilaporkan serta pengungkapan atas liabilitas kontinjensi pada setiap akhir periode
     pelaporan. Namun, hasil aktual dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi, ketidakpastian atas
     asumsi serta estimasi tersebut dapat menimbulkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset
     dan liabilitas pada tahun berikutnya.

     Pertimbangan dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi

     Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, manajemen telah membuat pertimbangan
     berikut, selain yang telah tercakup dalam estimasi, yang memiliki dampak signifikan atas jumlah-jumlah
     yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian:

     Penyisihan Pajak Penghasilan

     Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan.
     Terdapat transaksi dan perhitungan pajak tertentu yang penentuan akhirnya adalah tidak pasti dalam
     kegiatan usaha normal.

     Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan estimasi apakah akan
     terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Ketika hasil pajak yang dikeluarkan berbeda dengan
     jumlah yang awalnya diakui, perbedaan tersebut akan berdampak pada pajak penghasilan dan
     penyisihan pajak tangguhan pada periode di mana penentuan tersebut dilakukan.

     Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum dikompensasi sejauh besar
     kemungkinan bahwa laba fiskal akan tersedia untuk dikompensasi dengan saldo rugi fiskal yang dapat
     dikompensasikan. Penentuan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui berdasarkan perbedaan
     waktu dan laba kena pajak di masa mendatang bersama-sama dengan strategi perencanaan pajak
     masa depan membutuhkan pertimbangan signifikan dari manajemen.

                                                     27
Page 30
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                     DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3.   PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Pertimbangan dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi (lanjutan)

     Penyisihan Pajak Penghasilan (lanjutan)

     Jumlah tercatat utang pajak penghasilan dan aset pajak tangguhan Perusahaan, diungkapkan pada
     Catatan 13a dan 13c laporan keuangan konsolidasian.

     Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan

     Perusahaan menetapkan klasifikasi atas aset dan liabilitas tertentu sebagai aset dan liabilitas keuangan
     dengan mempertimbangkan apakah definisi yang ditetapkan dalam PSAK No. 109 dipenuhi. Dengan
     demikian, aset dan liabilitas keuangan dicatat dan dikelompokkan sesuai dengan kebijakan akuntansi
     Perusahaan sebagaimana diungkapkan dalam Catatan 2 atas laporan keuangan konsolidasian.

     Sumber Estimasi Ketidakpastian

     Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan
     yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas
     untuk tahun/periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan
     estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan konsolidasian disusun. Asumsi
     dan situasi mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau
     situasi di luar kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat
     terjadinya.

     Penurunan Nilai Piutang Usaha dan Piutang Lain-Lain

     Penurunan piutang usaha dan piutang lain-lain terjadi jika terdapat bukti objektif bahwa Perusahaan
     tidak dapat menagih seluruh atau sebagian nilai piutang sesuai dengan persyaratan awal piutang.
     Penilaian dilakukan pada setiap tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian untuk menentukan ada
     tidaknya indikasi penurunan nilai atau apakah terdapat indikasi bahwa rugi penurunan nilai yang
     sebelumnya diakui pada tahun-tahun sebelumnya mungkin tidak ada lagi atau mungkin telah menurun.

     Ketika hasil aktual berbeda dari jumlah yang awalnya dinilai, perbedaan tersebut akan mengakibatkan
     penyesuaian material terhadap jumlah tercatat piutang usaha dan lain-lain dalam laporan keuangan
     konsolidasian tahun berikutnya. Jumlah tercatat dari piutang usaha dan piutang lain-lain diungkapkan
     pada Catatan 6 dan 25 atas laporan keuangan konsolidasian.

     Nilai Wajar atas Instrumen Keuangan

     Bila nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan posisi keuangan
     konsolidasian tidak tersedia di pasar aktif, ditentukan dengan menggunakan berbagai teknik penilaian
     termasuk penggunaan model matematika. Masukan (input) untuk model ini berasal dari data pasar yang
     bisa diamati sepanjang data tersebut tersedia. Bila data pasar yang bisa diamati tersebut tidak tersedia,
     pertimbangan manajemen diperlukan untuk menentukan nilai wajar. Nilai wajar atas instrumen
     keuangan diungkapkan dalam Catatan 26.

     Penurunan Nilai Persediaan

     Manajemen melakukan penilaian analisis umur persediaan pada setiap tanggal pelaporan dan
     membentuk penyisihan untuk persediaan usang dan persediaan yang memiliki perputaran yang lambat
     yang diidentifikasi tidak lagi sesuai untuk digunakan dalam produksi, dengan mempertimbangkan nilai
     realisasi neto dari persediaan barang jadi dan barang dalam proses berdasarkan pada harga jual dan
     kondisi pasar saat ini. Jumlah tercatat persediaan diungkapkan di dalam Catatan 7 atas laporan
     keuangan konsolidasian.




                                                      28
Page 31
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                     DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3.   PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Sumber Estimasi Ketidakpastian (lanjutan)

     Penyusutan Aset Tetap

     Aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat
     ekonomis aset yang bersangkutan. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis aset tetap
     antara 4 sampai dengan 15 tahun. Ini adalah umur yang secara umum diharapkan dalam industri di
     mana Perusahaan menjalankan bisnisnya.

     Perubahan tingkat pemakaian dan perkembangan teknologi dapat mempengaruhi masa manfaat
     ekonomis dan nilai residu aset, dan karenanya biaya penyusutan masa depan mungkin direvisi. Jumlah
     tercatat neto aset tetap Perusahaan diungkapkan dalam Catatan 11 atas laporan keuangan
     konsolidasian.

     Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan

     Penilaian penurunan untuk aset non-keuangan, selain goodwill dilakukan ketika indikator penurunan
     nilai tertentu yang hadir. Sedangkan untuk goodwill, pengujian penurunan nilai wajib dilakukan minimal
     setiap tahun terlepas dari apakah atau tidak ada indikasi penurunan nilai.

     Menentukan nilai wajar aset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari
     penggunaan lanjutan dan disposisi akhir dari aset tersebut. Setiap perubahan signifikan dalam asumsi
     yang digunakan dalam menentukan nilai wajar material dapat memengaruhi penilaian nilai dipulihkan
     dan kerugian penurunan nilai yang dihasilkan bias memiliki dampak material terhadap hasil usaha.

     Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan

     Penentuan liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan Perusahaan bergantung pada pemilihan
     asumsi aktuarial yang digunakan. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat
     kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun
     dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan sebelumnya, diperlakukan
     sesuai dengan kebijakan akuntansi sebagaimana diuraikan dalam Catatan 2 atas laporan keuangan
     konsolidasian.

     Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi pada tanggal pelaporan tersebut adalah wajar dan sesuai.
     Perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan
     Perusahaan dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan dan
     beban imbalan kerja karyawan. Jumlah tercatat liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan
     diungkapkan dalam Catatan 16 atas laporan keuangan konsolidasian.

     Aset Pajak Tangguhan

     Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum digunakan sepanjang besar
     kemungkinannya bahwa penghasilan kena pajak akan tersedia sehingga rugi fiskal tersebut dapat
     digunakan.

     Estimasi signifikan oleh manajemen diharuskan dalam menentukan jumlah aset pajak tangguhan yang
     dapat diakui, berdasarkan saat penggunaan dan tingkat penghasilan kena pajak serta strategi
     perencanaan pajak masa depan. Jumlah tercatat aset pajak tangguhan diungkapkan dalam Catatan
     13d atas laporan keuangan konsolidasian.




                                                    29
Page 32
                                 PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                      DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

3.   PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI PENTING (lanjutan)

     Sumber Estimasi Ketidakpastian (lanjutan)

     Pajak Penghasilan

     Perusahaan selaku wajib pajak menghitung liabilitas perpajakannya secara self assessment
     berdasarkan pada peraturan pajak yang berlaku. Perhitungan tersebut dianggap benar selama belum
     terdapat ketetapan dari Direktorat Jenderal Pajak atas jumlah pajak yang terutang atau ketika sampai
     dengan jangka waktu lima (5) tahun (masa daluarsa pajak) tidak terdapat ketetapan pajak yang
     diterbitkan. Perbedaan jumlah pajak yang terutang dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti
     pemeriksaan pajak, penemuan bukti-bukti pajak baru dan perbedaan interpretasi antara manajemen
     dan pejabat kantor pajak terhadap peraturan pajak tertentu. Perbedaan hasil aktual dan jumlah tercatat
     tersebut dapat mempengaruhi jumlah tagihan pajak, utang pajak, aset pajak tangguhan dan beban
     pajak. Jumlah tercatat utang pajak diungkapkan dalam Catatan 13a atas laporan keuangan
     konsolidasian.


4.   KOMBINASI BISNIS ENTITAS SEPENGENDALI

     Seperti yang diungkapkan pada Catatan 1 atas laporan keuangan konsolidasian, pada tanggal
     28 Desember 2023, Perusahaan melakukan penyertaan saham pada PT Joen Lie Indonesia (JLI) dan
     PT Liantra Wil Indonesia (LWI) yang merupakan pihak yang berada di bawah pengendalian yang sama,
     sehingga menerapkan PSAK No. 338 “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali”, dengan
     mengkonsolidasikan laporan keuangan Entitas Anak sejak awal periode terjadi sepengendalian, yaitu
     sejak 1 Januari 2023.

     Ringkasan dari transaksi penyertaan saham adalah sebagai berikut:

                                                      Kepemilikan Langsung


                                                                                      Entitas Anak
                                                       JLI             LWI          Tidak Langsung         Jumlah

     Jumlah aset neto terindikasi                 12.846.492.505   13.192.737.435    22.310.563.962      48.349.793.902
     Dikurangi kepentingan nonpengendali               1.074.211        1.150.596        11.180.928          13.405.735

     Jumlah aset neto terindikasi yang diterima   12.845.418.294   13.191.586.839    22.299.383.034      48.336.388.167
     Dikurangi imbalan yang dibayarkan            11.958.000.000   11.465.000.000    15.278.000.000      38.701.000.000

     Selisih Nilai Transaksi Kombinasi Bisnis
       Entitas Sepengendali                         887.418.294     1.726.586.839     7.021.383.034       9.635.388.167


     Selisih nilai transaksi kombinasi bisnis entitas sepengendali dicatat di akun “Tambahan Modal Disetor”
     sebagai bagian dari ekuitas pada laporan posisi keuangan konsolidasian.


5.   KAS DAN SETARA KAS

     Akun ini terdiri dari :
                                                                    31 Maret 2026            31 Desember 2025

     Kas – Rupiah                                                        6.289.619.219                 5.724.114.898

     Bank – Rupiah
        PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                                   8.165.958.576                 11.357.024.088
        PT Bank Central Asia Tbk                                       11.375.887.564                  8.106.491.661
        PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                            580.475.259                    238.668.811
        PT Bank Maybank Tbk                                               238.962.916                    201.174.055


                                                             30
Page 33
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                     DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

5.   KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)

                                                           31 Maret 2026        31 Desember 2025

     Bank – Rupiah (lanjutan)
       PT Bank Mega Tbk                                            2.369.069               2.413.771
        PT Bank Victoria International Tbk                                 -                 132.713

        Sub-jumlah                                            20.363.653.384         19.905.905.099

     Deposito – Rupiah
       PT Bank Capital Indonesia Tbk                           1.000.000.000           1.000.000.000

     Jumlah                                                   27.653.272.603         26.630.019.997


     Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, tidak terdapat saldo kas dan setara kas yang
     ditempatkan kepada pihak berelasi.

     Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, tidak terdapat saldo kas dan setara kas yang
     signifikan yang tidak dapat digunakan oleh Grup.


6. PIUTANG USAHA

     Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, akun ini seluruhnya merupakan piutang dari pihak
     ketiga atas pendapatan reparasi dan perawatan mobil dengan saldo masing-masing sebesar
     Rp205.833.787 dan Rp181.549.081.

     Seluruh piutang usaha jatuh tempo kurang dari 30 hari. Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh
     piutang usaha dapat tertagih, sehingga tidak diperlukan cadangan penurunan nilai piutang.


7.   PERSEDIAAN

     Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, akun ini merupakan persediaan suku cadang dan
     persediaan hadiah untuk program undian berhadiah dengan rincian sebagai berikut:

                                                           31 Maret 2026        31 Desember 2025

     Suku cadang                                               3.502.500.044          4.821.513.311
     Hadiah                                                      271.285.998                      -

     Jumlah                                                    3.773.786.042           4.821.513.311


     Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat persediaan tersebut di atas tidak melebihi realisasi
     bersihnya dan oleh karena itu, tidak diperlukan penyisihan untuk menyesuaikan jumlah tercatat
     persediaan ke nilai realisasi netonya.


8.   PERLENGKAPAN

     Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, akun ini merupakan perlengkapan kantor dengan
     saldo masing-masing sebesar Rp662.484.439 dan Rp618.680.350.




                                                  31
Page 34
                                 PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                      DAN ENTITAS ANAKNYA
                      CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
            Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

9.   UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DI MUKA

     Akun ini terdiri dari:
                                                             31 Maret 2026          31 Desember 2025

     Uang muka
     Uang muka sewa                                                 900.000.000                       -
     Uang muka pembelian aset                                       610.125.796                       -
     Uang muka pembelian hadiah                                     104.171.622                       -
     Uang muka pembelian suku cadang                                 77.990.960                       -
     Uang muka pembelian aplikasi                                             -             246.527.200

     Sub-jumlah                                                  1.692.288.378              246.527.200

     Biaya dibayar di muka
     Asuransi                                                        71.838.958              65.000.000
     Lain-lain                                                      382.283.780                       -

     Sub-jumlah                                                     454.122.738              65.000.000

     Jumlah                                                      2.146.411.116              311.527.200


     Rincian uang muka pembelian aplikasi adalah sebagai berikut:

                                                             31 Maret 2026          31 Desember 2025

     Aplikasi Jantra Royale Appkey                                             -            164.227.200
     PT Nusajaya Qualiti Indonesia                                             -             80.000.000
     Lain-lain (masing-masing di bawah Rp10.000.000)                           -              2.300.000

     Jumlah                                                                    -            246.527.200


     Berdasarkan Akta Perjanjian Sewa Menyewa No. 108 tanggal 16 Februari 2026, Perusahaan telah
     memberikan uang muka sebesar Rp 900.000.000 untuk sewa tanah dan bangunan kepada Lim Ping
     Ming yang akan digunakan sebagai bengkel dan berlokasi di Jl.Sukasari III, Tajur, Bogor Timur, Bogor,
     Jawa Barat. Sewa tanah dan bangunan tersebut berlaku selama 10 tahun yang akan dimulai sejak
     tanggal 3 Mei 2026 sampai dengan 2 Mei 2036 dengan jumlah nilai sewa keseluruhan sebesar
     Rp3.254.250.000.

     Pada tanggal 31 Maret 2026, uang muka pembelian aset merupakan uang muka untuk pengadaan
     perlengkapan operasional dan kantor


10. ASET LAIN-LAIN

     Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, akun ini merupakan uang jaminan sewa kepada
     Hence Gunawan, Hendra Wijaya, PT Poin Sejahtera Land dan G.M Idawati Santoso untuk sewa
     bangunan, masing-masing sebesar Rp75.000.000 dan Rp75.000.000.




                                                   32
Page 35
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                    DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

11. ASET TETAP

   Akun ini terdiri dari:
                                                           31 Maret 2026
                                               Penambahan /       Pengurangan/
                              Saldo Awal        Reklasifikasi     Reklasifikasi       Saldo Akhir
   Biaya Perolehan
   Kepemilikan langsung
     Tanah                    44.091.119.866                  -                   -    44.091.119.866
     Bangunan                 32.321.755.488       737.133.820                    -    33.058.889.308
     Kendaraan                 8.877.418.015                  -                   -     8.877.418.015
     Peralatan bengkel        14.061.104.129       179.522.526                    -    14.240.626.655
     Inventaris                3.196.288.782       205.139.460                    -     3.401.428.242
     Bangunan dalam proses        41.575.000     1.041.517.771                    -     1.083.092.771
   Aset hak guna
     Bangunan                 17.825.601.677     1.811.533.359                    -    19.637.135.036
   Jumlah Biaya Perolehan    120.414.862.957    3.974.846.936                     -   124.389.709.893
   Akumulasi Penyusutan
   Kepemilikan langsung
     Bangunan                  3.060.846.038        303.114.925                   -     3.363.960.963
     Kendaraan                 4.398.820.301        119.385.436                   -     4.518.205.737
     Peralatan bengkel         5.267.001.592        137.054.619                   -     5.404.056.211
     Inventaris                1.562.697.696         59.926.847                   -     1.622.624.543
   Aset hak guna
     Bangunan                  2.721.420.970        370.624.961                   -     3.092.045.931
   Jumlah Akumulasi
    Penyusutan                17.010.786.597        990.106.788                   -    18.000.893.385

   Nilai Buku                103.404.076.360                                          106.388.816.508


                                                         31 Desember 2025
                                               Penambahan /       Pengurangan/
                              Saldo Awal        Reklasifikasi     Reklasifikasi       Saldo Akhir
   Biaya Perolehan
   Kepemilikan langsung
     Tanah                    18.681.732.899   25.409.386.967                   -      44.091.119.866
     Bangunan                 17.368.902.090   14.952.853.398                   -      32.321.755.488
     Kendaraan                 8.069.963.848      807.454.167                   -       8.877.418.015
     Peralatan bengkel         8.338.320.785    5.728.788.844           6.005.500      14.061.104.129
     Inventaris                2.113.629.814    1.095.235.968          12.577.000       3.196.288.782
     Bangunan dalam proses                 -       41.575.000                   -          41.575.000
   Aset hak guna
     Bangunan                  6.070.601.677   12.100.000.000         345.000.000      17.825.601.677
   Jumlah Biaya Perolehan     60.643.151.113   60.135.294.344         363.582.500     120.414.862.957
   Akumulasi Penyusutan
   Kepemilikan langsung
     Bangunan                  2.245.271.078        815.574.960                 -       3.060.846.038
     Kendaraan                 3.954.953.338        443.866.963                 -       4.398.820.301
     Peralatan bengkel         4.691.505.125        579.375.019         3.878.552       5.267.001.592
     Inventaris                1.314.490.647        259.878.111        11.671.062       1.562.697.696
   Aset hak guna
     Bangunan                  1.660.649.937     1.405.771.033        345.000.000       2.721.420.970
   Jumlah Akumulasi
    Penyusutan                13.866.870.125    3.504.466.086         360.549.614      17.010.786.597

   Nilai Buku                 46.776.280.988                                          103.404.076.360



                                               33
Page 36
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                     DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

11. ASET TETAP (lanjutan)

    Aset tetap berupa tanah dan bangunan dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman bank yang diterima
    Grup (Catatan 15).

    Beban penyusutan untuk periode yang berakhir 31 Maret 2026 dan untuk tahun 2025, dialokasikan
    pada akun-akun sebagai berikut:
                                                            31 Maret 2026        31 Desember 2025

   Beban pokok penjualan (Catatan 22)                             715.339.135          2.490.238.932
   Beban umum dan administrasi (Catatan 23)                       274.767.653          1.014.227.154

   Total                                                          990.106.788          3.504.466.086


    Perhitungan kerugian penjualan aset tetap adalah sebagai berikut:
                                                            31 Maret 2026        31 Desember 2025

   Hasil penjualan                                                          -              1.000.000
   Nilai buku neto                                                          -              3.032.886

   Kerugian Penjualan Aset Tetap                                            -              (2.032.886 )


    Manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi perubahan keadaan yang menyebabkan terjadinya
    penurunan nilai atas nilai tercatat aset tetap pada 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025.

    Pada periode tiga bulan yang berakhir tanggal 31 Maret 2026, aset tetap Perusahaan dan Entitas Anak
    berupa bangunan telah diasuransikan pada PT Asuransi Asuransi Ramayana, PT Asuransi Multi Artha,
    PT Asuransi Allianz Utama Indonesia dan PT Asuransi Umum Mega terhadap risiko kerugian dengan
    nilai pertanggungan sebesar Rp6.067.850.000 yang menurut pendapat manajemen cukup untuk
    menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.

    Pada tahun 2025, aset tetap Perusahaan dan Entitas Anak berupa bangunan telah diasuransikan pada
    PT Asuransi Asuransi Ramayana, PT Asuransi Multi Artha, PT Asuransi Allianz Utama Indonesia dan
    PT Asuransi Umum Mega terhadap risiko kerugian dengan nilai pertanggungan sebesar
    Rp6.067.850.000 yang menurut pendapat manajemen cukup untuk menutup kemungkinan kerugian
    atas risiko tersebut.

    Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, tidak terdapat aset tetap yang tidak dipakai
    sementara.

    Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, nilai perolehan aset tetap Perusahaan yang telah
    disusutkan penuh namun masih digunakan masing-masing adalah sebagai berikut:

                                                            31 Maret 2026        31 Desember 2025

   Kendaraan                                                      485.033.000            485.033.000
   Peralatan bengkel                                            1.252.059.165          1.252.059.165
   Inventaris                                                     664.089.357            664.089.357

   Jumlah                                                       2.401.181.522          2.401.181.522




                                                  34
Page 37
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                    DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

12. UTANG USAHA

   Akun ini terdiri dari:
                                                         31 Maret 2026         31 Desember 2025

   Pihak ketiga – Rupiah                                        13.225.849            525.333.825
   Pihak berelasi – Rupiah (Catatan 25)                          1.900.000             74.866.036

   Jumlah                                                       15.125.849            600.199.861


  Utang usaha merupakan utang atas pembelian suku cadang. Tidak terdapat syarat dan kondisi tertentu
  terkait utang usaha tersebut.

  Rincian utang usaha berdasarkan umur utang adalah sebagai berikut:

                                                         31 Maret 2026         31 Desember 2025

   Belum jatuh tempo                                                      -            95.472.253
   Telah jatuh tempo:
   1 – 30 hari                                                  15.125.849            373.388.940
   31 – 60 hari                                                          -             66.593.507
   61 – 90 hari                                                          -             30.835.165
   > 90 hari                                                             -             33.909.996

   Jumlah                                                       15.125.849            600.199.861



13. PERPAJAKAN

   a. Pajak dibayar di muka

      Akun ini terdiri dari:
                                                         31 Maret 2026         31 Desember 2025

      Pajak Penghasilan pasal 28A                             495.220.476             475.792.667
      Deposit Pajak                                             1.023.396               1.301.396

      Jumlah                                                   496.243.872            477.094.063


   b. Utang pajak

      Akun ini terdiri dari:
                                                         31 Maret 2026         31 Desember 2025

      Perusahaan
      Pajak Penghasilan
         Pasal 4 ayat 2                                         5.500.000               5.500.000
         Pasal 21                                              60.794.164               2.459.053
         Pasal 23                                              22.151.664              58.034.150
         Pasal 25                                                       -              41.674.682
         Pasal 29                                             349.097.380                       -
      Pajak Pertambahan Nilai                                 127.633.707             162.844.419

      Sub-jumlah                                              565.176.915             270.512.304




                                               35
Page 38
                              PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                   DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13. PERPAJAKAN (lanjutan)

   b. Utang pajak (lanjutan)
                                                        31 Maret 2026        31 Desember 2025

      Entitas Anak
      Pajak Penghasilan
         Pasal 4 ayat 2                                       43.083.400            13.208.400
         Pasal 21                                             45.361.621             9.809.339
         Pasal 23                                             19.362.689             7.107.436
         Pasal 25                                              4.130.029            92.825.164
         Pasal 29                                            735.586.773           694.047.091
      Pajak Pertambahan Nilai                                250.907.632           217.161.534

      Sub-jumlah                                           1.098.432.144          1.034.158.964

      Jumlah                                               1.663.609.059          1.304.671.268


   c. Pajak penghasilan kini

      Beban pajak penghasilan kini terdiri dari:
                                                        31 Maret 2026         31 Maret 2025

      Perusahaan                                             449.808.383                     -
      Entias Anak                                            222.206.490           176.799.864

      Jumlah                                                 672.014.873           176.799.864


      Perhitungan taksiran tagihan pajak penghasilan, beban pajak kini dan taksiran utang pajak
      penghasilan Perusahaan adalah sebagai berikut:

                                                        31 Maret 2026         31 Maret 2025

      Laba sebelum pajak menurut laporan laba rugi
         dan penghasilan komprehensif lain
         konsolidasian                                     4.858.907.406          1.159.483.663
      Dikurang: Laba Entitas Anak sebelum pajak
         penghasilan                                       2.057.286.360          2.134.951.714

      Laba (rugi) Perusahaan sebelum pajak
        penghasilan yang diatribusikan ke
        Perusahaan                                         2.801.621.046           (975.468.051 )

      Beda temporer:
        Imbalan pasca kerja karyawan                          93.409.399            93.409.399

      Beda tetap:
        Pendapatan jasa giro                                  (3.590.783 )          (30.335.000 )
        Sumbangan dan jamuan                                  19.651.360             12.500.000
        Lainnya yang tidak diakui secara pajak                 2.495.376              6.426.277

      Taksiran laba kena pajak                             2.913.586.398           (893.467.375 )




                                                   36
Page 39
                              PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                   DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

13. PERPAJAKAN (lanjutan)

   c. Pajak penghasilan kini (lanjutan)

                                                              31 Maret 2026              31 Maret 2025

      Taksiran laba kena pajak – dibulatkan                        2.913.586.000                              -

      Beban Pajak Kini Perusahaan                                    449.808.383                              -
      Dikurangi kredit pajak:
         Pajak Penghasilan pasal 23                                   17.361.639                        172.350
         Pajak penghasilan pasal 25                                   83.349.364                     46.371.281

      Taksiran utang pajak penghasilan pasal 29
        (pajak penghasilan dibayar di muka pasal
        28A) Perusahaan                                              349.097.380                  (46.543.631 )


      Laba kena pajak (rugi fiskal) hasil rekonsiliasi di atas menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan
      PPh Badan Perusahaan.

   d. Pajak penghasilan tangguhan

                                                                     31 Maret 2026
                                                                                Dikreditkan
                                                                              (Dibebankan) ke
                                                                                penghasilan
                                                           Dikreditkan ke      komprehensif
                                         Saldo awal           laba rugi             lain                Saldo Akhir

      Perusahaan
      Imbalan pasca kerja karyawan        139.137.098           20.550.068            (2.727.678 )        156.959.488
      Entitas Anak
      Imbalan pasca kerja karyawan        367.810.961           16.245.345            6.914.879           390.971.185

      Jumlah                              506.948.059           36.795.413            4.187.201           547.930.673


                                                                   31 Desember 2025
                                                                                Dikreditkan
                                                                              (Dibebankan) ke
                                                                                penghasilan
                                                           Dikreditkan ke      komprehensif
                                         Saldo awal           laba rugi             lain                Saldo Akhir

      Perusahaan
      Imbalan pasca kerja karyawan         67.847.537           82.200.271           (10.910.710 )        139.137.098
      Entitas Anak
      Imbalan pasca kerja karyawan        284.722.684           58.728.762           24.359.515           367.810.961

      Jumlah                              352.570.221          140.929.033           13.448.805           506.948.059




14. LIABILITAS SEWA

   Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, akun ini terdiri dari:

                                                              31 Maret 2026           31 Desember 2025

   Ny. G.M. Idawati Santoso (Surabaya)                             2.550.000.000              2.550.000.000
   Tn. Rambat Pramono (Semarang)                                   2.000.000.000              2.000.000.000
   I Wayan Sura Seputra (Bali)                                     1.406.533.359                          -


                                                      37
Page 40
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                    DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

14. LIABILITAS SEWA (lanjutan)
                                                            31 Maret 2026      31 Desember 2025

   Tn. Hence Gunawan (Bandung)                                 1.209.000.000         1.209.000.000
   PT Poin Sejahtera Land                                        330.000.000           495.000.000

   Sub-jumlah                                                  7.495.533.359         6.254.000.000
   Dikurang bagian yang jatuh tempo dalam satu
      tahun                                                      795.000.000           960.000.000

   Bagian Jangka Panjang                                       6.700.533.359          5.294.000.000


    Berdasarkan Perjanjian Sewa Menyewa tanggal 28 November 2024, Perusahaan telah melakukan
    sewa bangunan kepada PT Poin Sejahtera Land yang akan digunakan sebagai bengkel dan berlokasi
    di Pusat Otomotif Indonesia (POIN), Jl. Sudirman Blok C02, Pantai Indah Kapuk 2. Sewa bangunan
    tersebut berlaku selama 10 tahun yang akan dimulai sejak tanggal 1 November 2024 sampai dengan
    31 Oktober 2034. Jumlah nilai sewa keseluruhan adalah sebesar Rp1.831.500.000 sudah termasuk
    PPN 11%.

    Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa Menyewa tanggal 1 November 2024, Perusahaan telah melakukan
    sewa bangunan kepada Hence Gunawan yang akan digunakan sebagai bengkel dan berlokasi di Desa
    Margahayu Tengah, Margahayu, Bandung, Jawa Barat. Sewa bangunan tersebut berlaku selama 10
    tahun yang akan dimulai sejak tanggal 23 Februari 2025 sampai dengan 22 Februari 2035 dengan
    jumlah nilai sewa keseluruhan sebesar Rp1.550.000.000.

    Berdasarkan Akta Perjanjian Sewa Menyewa tanggal 24 Juli 2025, Perusahaan telah melakukan sewa
    bangunan kepada G.M Idawati Santoso yang akan digunakan sebagai bengkel dan berlokasi di Jl. Arif
    Rachman Hakim 179, Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya. Sewa bangunan
    tersebut berlaku selama 10 tahun yang akan dimulai sejak tanggal 24 September 2025 sampai dengan
    23 September 2035 dengan jumlah nilai sewa keseluruhan sebesar Rp4.250.000.000.

    Berdasarkan Akta Perjanjian Sewa Menyewa tanggal 26 September 2025, Perusahaan telah
    melakukan sewa bangunan kepada Rambat Pramono yang akan digunakan sebagai bengkel dan
    berlokasi di Jl. WR. Supratman Kav. 22, Kelurahan Ngemplak Simongan, Kecamatan Semarang Barat,
    Kota Semarang. Sewa bangunan tersebut berlaku selama 10 tahun yang akan dimulai sejak tanggal
    1 November 2025 sampai dengan 31 Oktober 2035 dengan jumlah nilai sewa keseluruhan sebesar
    Rp3.000.000.000.

    Berdasarkan Akta Perjanjian Sewa Menyewa No. 01 tanggal 9 Februari 2026, JMKI telah melakukan
    sewa tanah dan bangunan kepada I Wayan Sura Seputra yang akan digunakan sebagai bengkel dan
    berlokasi di Desa Singapadu, Sukawati, Gianyar, Bali. Sewa tanah dan bangunan tersebut berlaku
    selama 12 tahun yang akan dimulai sejak tanggal 10 Maret 2026 sampai dengan 10 Maret 2038 dengan
    jumlah nilai sewa keseluruhan sebesar Rp1.811.533.359.


15. UTANG BANK

    Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, akun ini terdiri dari:

                                                            31 Maret 2026      31 Desember 2025
   Perusahaan
   PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                               1.999.999.978         2.399.999.980

   Entitas Anak
   PT Bank Maybank Indonesia Tbk                               4.811.352.623         4.909.144.278

   Sub-jumlah                                                  6.811.352.601         7.309.144.258


                                                  38
Page 41
                              PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                   DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. UTANG BANK (lanjutan)

                                                             31 Maret 2026          31 Desember 2025

   Dikurang bagian yang jatuh tempo dalam satu
      tahun                                                      2.013.532.042            2.004.485.844

   Bagian Jangka Panjang                                         4.797.820.559             5.304.658.414


   Perusahaan

   Berdasarkan Perjanjian Kredit No. RCO.YOG/0073/KI/2021 tanggal 17 Desember 2021 dan telah
   diubah pada Addendum ke-1 tanggal 7 April 2022, Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit Investasi
   dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan limit kredit tidak melebihi Rp4.000.000.000. Fasilitas Kredit
   tersebut digunakan untuk pembelian Tanah dan Bangunan Gudang di Kelurahan Pisangan, Kecamatan
   Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten. Fasilitas Kredit tersebut memiliki jangka waktu 5 tahun
   dan dikenakan bunga sebesar 9,5% per tahun.

   Agunan atas Fasilitas Kredit ini adalah tanah dan bangunan yang terletak di Kelurahan Pisangan,
   Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten (Catatan 11) dengan bukti kepemilikan
   sebagai berikut:
   1. SHM No. 06955 tanggal terbit 5 Juli 2011 atas nama Sondrajati Gosali, yang akan dibalik nama
      menjadi atas nama PT Jantra Grupo Indonesia. Akan diikat Hak Tanggungan Peringkat I sebesar
      Rp4.000.000.000.
   2. SHM No. 10483 tanggal terbit 20 Desember 2017 atas nama Sondrajati Gosali, yang akan dibalik
      nama menjadi atas nama PT Jantra Grupo Indonesia. Akan diikat Hak Tanggungan Peringkat I
      sebesar Rp100.000.000.

   Berdasarkan Perjanjian Kredit No. RCO.YOG/0080/KI/2022 tanggal 23 Desember 2022 dan telah
   diubah pada Addendum ke-1 tanggal 30 Desember 2022, Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit
   Investasi dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan limit kredit tidak melebihi Rp4.000.000.000.
   Fasilitas Kredit tersebut digunakan untuk pembelian Tanah dan Bangunan Gudang dengan bukti SHGB
   No. 05009 atas nama PT Jantra Grupo Indonesia yang terletak di Kelurahan Pisangan, Kecamatan
   Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. Fasilitas Kredit tersebut memiliki jangka waktu 5 tahun dan
   dikenakan bunga sebesar 10% per tahun.

   Agunan atas Fasilitas Kredit ini adalah sebidang tanah dan bangunan sebagaimana diuraikan dalam
   SHGB No. 05009, terletak di Kota Tangerang Selatan, Kecamatan Ciputat Timur, Kelurahan Pisangan,
   Banten atas nama PT Jantra Grupo Indonesia (Catatan 11).

   Hal-hal yang wajib dilaksanakan oleh Perusahaan adalah sebagai berikut:
   a. Menjaga rata-rata saldo rekening giro dan/atau tabungan atas nama Perusahaan di Bank sehingga
       tercermin minimal 5% dari limit kredit paling lambat 6 bulan sejak tanggal penandatanganan
       Perjanjian Kredit.
   b. Mengijinkan Bank atau pihak lain yang ditunjuk untuk sewaktu-waktu melakukan
       pemeriksaan/pengawasan kegiatan usaha dan laporan keuangan Perusahaan dimana biaya yang
       timbul sepenuhnya menjadi beban Perusahaan.
   c. Mencadangkan dana di rekening giro dan/atau tabungan atas nama Perusahaan di Bank, sebesar
       1 kali kewajiban pokok dan bunga atau sebesar Rp99.388.000 dan dilakukan blokir serta bersedia
       untuk mengisi kembali apabila pencadangan tersebut telah digunakan.
   d. Menyampaikan laporan kegiatan usaha yaitu pembelian, persediaan, penjualan dan piutang usaha
       setiap semesteran yang dirinci per bulan dan paling lambat telah diterima Bank 60 hari setelah akhir
       periode laporan.
   e. Menyampaikan laporan keuangan tahunan un-audited paling lambat diterima Bank 90 hari setelah
       akhir periode laporan.




                                                   39
Page 42
                              PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                   DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. UTANG BANK (lanjutan)

   Perusahaan (lanjutan)

   f. Menyalurkan aktivitas keuangan usaha pada rekening giro dan/atau tabungan atas nama
      Perusahaan di Bank, sehingga mutasi kredit yang merupakan hasil usaha tercermin minimal 70%
      dari penjualan dalam waktu 6 bulan pertama sejak tanggal penandatanganan Perjanjian Kredit.
      Apabila tidak terpenuhi, maka suku bunga akan direview.
   g. Menyerahkan copy bukti pengurusan IMB/PBG atas SHM No. 10389 atas nama Supriadi S, Sri
      Sukaesih, Suryani dan Mulyadi yang akan dibalik nama menjadi atas nama PT Jantra Grupo
      Indonesia.

   Hal-hal yang tidak boleh dilakukan Perusahaan selama belum membayar lunas Fasilitas Kredit ini tanpa
   persetujuan tertulis dari PT Bank Mandiri (Persero) Tbk adalah sebagai berikut:
   a. Memindahtangankan objek agunan kredit.
   b. Pindah lokasi kantor/tempat usaha atau mengganti nomor telepon Perusahaan tanpa seijin PT Bank
       Mandiri (Persero) Tbk. Apabila Perusahaan akan melakukan perubahan lokasi kantor/lokasi/tempat
       usaha/nomor telepon, maka Perusahaan wajib melaporkan dan meminta ijin kepada PT Bank
       Mandiri (Persero) Tbk.
   c. Melakukan inisiatif atau Langkah-langkah strategis yang dapat mempengaruhi aktivitas keuangan
       dan usaha.
   d. Melakukan perubahan anggaran dasar perusahaan termasuk didalamnya pemegang saham,
       pengurus, permodalan dan nilai saham.
   e. Mengikatkan diri sebagai penjamin hutang atau menjaminkan harta kekayaan kepada pihak lain.
   f. Mengambil bagian barang jaminan kecuali persediaan dalam rangka kegiatan usaha.
   g. Mengajukan restrukturisasi COVID-19 atas fasilitas kredit produktif di PT Bank Mandiri (Persero)
       Tbk.
   h. Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman dari bank/lembaga pembiayaan lain, yang dapat
       menambah risiko termasuk namun tidak terbatas pada fasilitas/transaksi derivatif.
   i. Menyewakan modal untuk keperluan di luar usaha yang melebihi laba bersih tahun sebelumnya.
   j. Mengambil bagian dividen atau modal melebihi laba tahun berjalan.

   Berdasarkan Surat Penawaran Pemberian Kredit (SPPK) No.JRB.R07/SME.YOG.367/2024 tanggal
   12 Juni 2024, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk telah menyetujui permohonan Perusahaan, yaitu
   pelaksanaan Negative Covenant sebagai berikut:
   - Melakukan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan termasuk didalamnya pemegang saham,
      pengurus Perusahaan, permodalan dan nilai nominal saham.
   - Mengambil bagian dividen atau modal melebihi lava tahun berjalan.

   Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, Perusahaan telah memenuhi seluruh pembatasan
   dan kewajiban yang diwajibkan oleh bank.

   Entitas Anak

   PT Jantra Traspatih Indonesia (JTras)

   Berdasarkan Surat Penegasan Pembiayaan No.S.2024.198/DIR tanggal 17 Mei 2024, JTras
   memperoleh Fasilitas Pembiayaan dari PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank) dengan rincian
   sebagai berikut:

    1.   Jenis Fasilitas Syariah   :   Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) PB 1 - New
         Plafond Baru              :   Rp5.450.000.000
         Tujuan                    :   Investasi pembelian tempat usaha
         Jangka Waktu              :   3 Juni 2024 – 3 Juni 2034
         Tk. Keuntungan Sewa       :   Indikatif eq 8,88% per tahun (fixed 5 tahun)




                                                   40
Page 43
                              PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                   DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. UTANG BANK (lanjutan)

   Entitas Anak (lanjutan)

   PT Jantra Traspatih Indonesia (JTras) (lanjutan)

    2.   Jenis Fasilitas Syariah   :   Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) PB 2 - New
         Plafond Baru              :   Rp400.000.000
         Tujuan                    :   Refinancing investasi
         Jangka Waktu              :   3 Juni 2024 – 3 Juni 2031
         Tk. Keuntungan Sewa       :   Indikatif eq 8,88% per tahun (fixed 5 tahun)

    3.   Jenis Fasilitas Syariah   :   Musyarakah Mutanaqisah (MMQ) PB 3 - New
         Plafond Baru              :   Rp300.000.000
         Tujuan                    :   Refinancing investasi
         Jangka Waktu              :   3 Juni 2024 – 3 Juni 2029
         Tk. Keuntungan Sewa       :   Indikatif eq 8,88% per tahun (fixed 5 tahun)

   Agunan atas Fasilitas Pembiayaan ini adalah sebagai berikut:
   1. Gudang dengan nomor bukti kepemilikan SHGB 1732 yang akan dibalik nama ke atas nama
      PT Jantra Traspatih Indonesia, yang terletak di Jalan Damai, Mudal RT 001 RW 019 Kelurahan
      Sariharjo.
   2. Corporate Guarantee No. 02 atas nama PT Liantra Wil Indonesia.

   Syarat dan kondisi fasilitas adalah sebagai berikut:
   a. Nasabah wajib mengaktifkan rekening Maybank.
   b. Di samping membuka rekening untuk membukukan pembiayaan, Nasabah harus membuka rekening
      operasional untuk aktivitas usaha Nasabah.
   c. Nasabah wajib mengaktifkan secara proporsional transaksi aktivitas keuangan Nasabah melalui
      rekening operasional Nasabah di Bank dan menyalurkan aktivitas keuangan lainnya secara
      proporsional serta menggunakan produk perbankan yang disediakan oleh Bank antara lain namun
      tidak terbatas pada ativitas keuangan ekspor/impor dan transaksi lainnya.
   d. Wajib memiliki rekening operasional untuk aktivitas usahanya selain rekening PRK.
   e. Khusus untuk kredit investasi pembiayaan property, pembayaran uang muka harus di transfer via
      rekening Maybank nasabah bersamaan dengan porsi pembiayaan dari bank. Atau jika telah dibayar,
      maka debitur harus menyerahkan asli bukti transfer atau copy giro dan bukti debet rekeningnya.
   f. Sinking fund sebesar 1 kali cicilan (khusus untuk fasilitas PB).
   g. Pembiayaan Syariah wajib menggunakan asuransi Syariah rekanan bank dan seluruh agunan wajib
      diasuransikan pada perusahaan asuransi Syariah rekanan Bank atas beban biaya Nasabah dengan
      banker’s clause kepada Bank. Agunan yang telah diasuransikan pada perusahaan asuransi lain
      akan langsung diperpanjang di asuransi Syariah rekanan Bank dengan nilai pertanggungan yang
      cukup sejak polis tersebut jatuh tempo sampai dengan jatuh tempo fasilitas.
   h. Bank berhak untuk memperpanjang polis asuransi pada saat jatuh tempo dan mendebet biaya
      kontribusi asuransi dari rekening Nasabah.
   i. Bank berhak untuk sewaktu-waktu dengan pemberitahuan secara tertulis kepada Nasabah
      mengubah atau meninjau kembali besarnya tingkat margin/sewa/nisbah bagi hasil dan/atau tingkat
      keuntungan sewa pembiayaan yang akan dikenakan oleh Bank kepada Nasabah. Pemberlakuan
      dari perubahan tingkat imbal hasil mengacu pada ketentuan yang berlaku.
   j. Biaya keterlambatan pembayaran kewajiban atau kelebihan Tarik ditetapkan sebesar Eq4% per
      bulan (untuk fasilitas IDR) dari jumlah yang terlambat dibayar atau kelebihan tariknya. Biaya
      keterlambatan akan digunakan Bank untuk Ganti Rugi (Ta’widh) dan Denda (Ta’zir). Biaya
      keterlambatan pembayaran kewajiban atau kelebihan tarik dengan mata uang non IDR, akan
      dikenakan beban administrasi denda sebesar 2% per bulan atau 24% per tahun atau sesuai dengan
      kebijakan yang berlaku di Maybank Indonesia, dan akan masuk ke dana sosial.
   k. Jaminan sekaligus obyek MMQ berupa SHM 495 tidak diperkenankan disewakan kepada pihak lain
      tanpa oersetujuan tertulis dari Bank. Jika disewakan maksimum 3 tahun.




                                                   41
Page 44
                              PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                   DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

15. UTANG BANK (lanjutan)

   Entitas Anak (lanjutan)

   PT Jantra Traspatih Indonesia (JTras) (lanjutan)

   l. Nasabah wajib mengajukan permohonan atau memberitahukan pelunasan minimal 14 hari kalender
      sebelum tanggal pelunasan, baik pelunasan sebelum jatuh tempo maupun pada saat jatuh tempo
      pembiayaan.
   m. Pelunasan sebelum jatuh tempo, baik Sebagian maupun seluruh fasilitas, dikenakan biaya
      pelunasan maksimal Rp163.500.000,- (PB1), Rp12.000.000,- (PB2), Rp9.000.000,- (PB MMq 3)
      (atau setara Eq. 3% dari outstanding termasuk limit yang belum dicairkan yang (akan dilunasi) untuk
      pembiayaan berjangka).
   n. Nasabah wajib memberikan seluruh dokumen yang dibutuhkan untuk proses perpanjangan fasilitas
      paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum jatuh tempo fasilitas.
   o. Bank berhak melakukan kunjungan ke lokasi usaha dan review atas kondisi usaha sewaktu-waktu
      bilamana diperlukan.
   p. Khusus untuk kredit investasi pembiayaan property (ruko, gudang, tanah, dll), property yang dibiayai
      harus digunakan untuk kepentingan usaha nasabah.
   q. Pembayaran imbal hasil pembiayaan PRKS tanggal 5 setiap bulannya dan untuk PPB tanggal 1
      setiap bulannya, sedangkan angsuran pembiayaan (PB) sesuai dengan daftar cicilan setiap
      bulannya. Apabila tanggal tersebut jatuh pada hari libur maka pembebanan imbal hasil dilakukan 1-
      2 hari kerja sebelumnya.
   r. Fasilitas pembiayaan syariah dipergunakan untuk kegiatan usaha atau pengadaan barang/jasa yang
      tidak bertentangan dengan prinsip syariah.
   s. AJB dan balik nama SHM 495 ke atas nama debitur melalui notaris rekanan Maybank (setelah
      proses turun waris dari pihak penjual selesai.
   t. APHT min 125% limit kredit (meskipun melebihi nilai taksasi), jika diperlukan SKMHT max 1 kali dan
      tidak boleh berulang dilengkapi CN Notaris rekanan Maybank.
   u. Corporate Guarantee PT Liantra Wil Indonesia, PT JTR Auto Parts Indonesia, PT Joen Lie Indonesia.
   v. PB 1 MMQ Rp5.450 jt untuk pembelian FA SHM 495 dengan nilai transaksi Rp7 Milliar Bank finance
      78% dari nilai transaksi atau 85% dari nilai taksasi T&B.
   w. PB 2 MMQ Rp400 jt digunakan untuk renovasi bangunan di atas SHM 495 dengan nilai RAB
      Rp999.962.220 (Bank Finance 40% dari nilai RAB).
   x. PB 3 MMQ digunakan untuk pembelian peralatan/mesin bengkel dengan max bank finance 70% dari
      nilai transaksi.
   y. Akan dilakukan Adendum PK untuk penambahan CG untuk PT Joen Lie Indonesia dan
      PT JTR Auto Parts.

   Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, JTras telah memenuhi seluruh persyaratan dan
   ketentuan yang diwajibkan oleh bank.


16. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA

   Perusahaan memiliki program pensiun manfaat pasti yang sepenuhnya tidak didanai untuk mencakup
   seluruh karyawan tetap. Perusahaan mencadangkan liabilitas imbalan kerja jangka panjang sesuai
   dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 tanggal 25 Oktober 2003, Omnibus Law No. 11 Tahun
   2020 dan Peraturan Pemerintah No. 35 Tahun 2021. Liabilitas imbalan kerja pada tanggal 31 Desember
   2025, didasarkan pada laporan Kantor Konsultan Aktuaria Agus Susanto, aktuaris independen, maisng-
   masing tanggal 10 Februari 2026. Liabilitas tersebut dihitung menggunakan metode “Projected Unit
   Credit”, dengan asumsi-asumsi utama sebagai berikut:
                                                            31 Maret 2026          31 Desember 2025

   Tingkat diskonto                                                      6,8%                     6,8%
   Kenaikan gaji                                                10% per tahun            10% per tahun
   Umur pensiun normal                                               56 tahun                 56 tahun
   Tingkat mortalitas                                             TMI IV 2019              TMI IV 2019


                                                  42
Page 45
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                     DAN ENTITAS ANAKNYA
                     CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
           Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                         (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

16. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (lanjutan)

   Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pasti dan jumlah yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan
   komprehensif lain konsolidasian adalah sebagai berikut:

                                                                                31 Maret 2026                 31 Desember 2025

   Saldo awal – Perusahaan                                                           2.304.309.337                    1.602.591.898
   Beban yang diakui dalam laba rugi (Catatan 23)
      Biaya jasa kini                                                                    94.366.277                      377.465.109
      Biaya bunga                                                                        28.446.006                      113.784.025
      Biaya ditangan                                                                     23.720.279                       94.881.115
      Biaya jasa lalu                                                                    20.719.315                       82.877.262

       Sub-jumlah                                                                      167.251.877                       669.007.511

   Pembayaran benefit                                                                                  -                 (43.421.000)
   Pengukuran kembali yang diakui dalam
     penghasilan komprehensif lain                                                       19.032.732                       76.130.928

   Jumlah                                                                            2.490.593.946                    2.304.309.337



17. MODAL SAHAM

   Rincian pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah
   sebagai berikut:
   _____________________________________________________________________________________________________________________________ __________
                                                   Jumlah Saham
                                                  Ditempatkan dan                    Persentase
         Pemegang Saham                            Disetor Penuh                    Pemilikan (%)                     Jumlah
   PT Tahtra Kertajaya Indonesia                       1.625.792.000                   78,3212%                       40.644.800.000
   Masyarakat                                           450.000.000                    21,6784%                       11.250.000.000
   Imam Sujono                                             4.000                       0,00020%                              100.000
   Jantra Al Rasyid                                        4.000                       0,00020%                              100.000
   Jumlah                                              2.075.800.000                      100%                        51.895.000.000


   Berdasarkan Akta Keputusan Para Pemegang Saham Perusahaan No. 60 tanggal 10 Mei 2025 dari
   Notaris Rosida Rajaguguk Siregar, S.H., M.Kn., para pemegang saham Perusahaan menyetujui:
   1. Rencana Perusahaan untuk melakukan Penawaran Umum Perdana atas saham-saham dalam
      Perusahaan kepada masyarakat dan mencatatkan saham-saham Perusahaan tersebut pada BEI
      (Company Listing) serta menyetujui untuk mendaftarkan saham-saham Perusahaan dalam
      Penitipan Kolektif yang dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku
      di bidang pasar modal Indonesia.
   2. Menyetujui dalam rangka Penawaran Umum:
       a. Pengeluaran saham dalam simpanan (portepel) Perseroan sebanyak 450.000.000 lembar
           saham telah ditempatkan dan disetor setelah penawaran umum atau dengan nilai sebesar
           Rp11.250.000.000 masing-masing saham bernilai nominal Rp25,00 melalui penawaran umum
           perdana.
       b. Modal dasar perseroan berjumlah Rp162.580.000.000 terbagi atas 6.503.200.000 lembar
           saham masing-masing bernilai nominal Rp25,00.
       c. Modal dasar ditempatkan dan disetor sejumlah 2.075.800.000 lembar saham dengan nilai
           nominal seluruhnya sebesar Rp51.895.000.000 oleh Para Pemegang Saham.




                                                                  43
Page 46
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                    DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

17. MODAL SAHAM (lanjutan)

   3. Menegaskan peningkatan modal ditempatkan dan disetor melalui setoran tunai oleh para
      Pemegang Saham Perusahaan sebesar Rp51.895.000.000, yang terbagi sebagai berikut:
      a. PT Tahtra Kertajaya Indonesia, sebanyak 1.625.792.000 lembar saham dengan nilai nominal
         seluruhnya sebesar Rp40.644.800.000.
      b. Imam Sujono, sebanyak 4.000 lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
         Rp100.000.
      c. Jantra Al Rasyid, sebanyak 4.000 lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
         Rp100.000.
      d. Masyarakat sebanyak 450.000.000 lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
         Rp11.250.000.000.

   Dalam surat yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek yaitu PT Snartama Gunita, tertanggal
   17 Maret 2025 nomor 65/SG-CA/KAQI/III/2025, mengenai komposisi pemegang saham Perseroan.

   Akta tersebut telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. AHU-0103314.AH.01.11.
   TAHUN 2025 tanggal 13 Mei 2025 dan dicatat di dalam Sistem Administrasi Badan Hukum melalui
   Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan No. AHU-AH.01.03-
   0128183 tanggal 13 Mei 2025.


18. SALDO LABA

   Mutasi saldo laba adalah sebagai berikut:
                                                           31 Maret 2026        31 Desember 2025

   Saldo awal                                                19.357.992.511          9.962.970.943
   Penyisihan cadangan saldo laba                                         -                      -
   Laba bersih periode berjalan                               4.222.612.607          9.395.021.568

   Total saldo laba - belum dapat ditentukan
      penggunaannya                                          23.580.605.118         19.357.992.511



19. TAMBAHAN MODAL DISETOR

   Akun ini terdiri dari:
                                                           31 Maret 2026        31 Desember 2025

   Agio saham setelah Penawaran Umum                         41.850.000.000         41.850.000.000
   Selisih Nilai Transaksi Kombinasi Bisnis Entitas
      Sepengendali (Catatan 4)                                9.635.388.167          9.635.388.167
   Biaya emisi saham                                         (3.518.334.340 )       (3.518.334.340 )

   Jumlah                                                    47.967.053.827         47.967.053.827



20. PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
                                                           31 Maret 2026        31 Desember 2025

   Saldo awal                                                   138.546.107           201.080.820
   Pengukuran kembali atas imbalan pascakerja                   (19.032.732 )         (76.130.928 )
   Pajak penghasilan terkait                                      4.187.201            13.448.805
   Kepentingan non-pengendali                                        36.271               147.410

   Jumlah                                                       123.736.847           138.546.107


                                                      44
Page 47
                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                    DAN ENTITAS ANAKNYA
                    CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
          Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

21. PENDAPATAN

   Akun ini terdiri dari:
                                                          31 Maret 2026           31 Maret 2025

   Pendapatan jasa reparasi dan perawatan mobil              14.270.443.750           8.806.854.684
   Penjualan suku cadang                                      4.256.209.857           7.177.055.189

   Jumlah                                                    18.526.653.607          15.983.909.873


   Pada periode tiga bulan yang berakhir tanggal 31 Maret 2026 dan 2025, akun ini seluruhnya merupakan
   pendapatan jasa reparasi dan perawatan mobil serta penjualan suku cadang kepada pihak ketiga.

   Pada periode tiga tahun yang berakhir tanggal 31 Maret 2026 dan 2025, tidak ada pelanggan dengan
   nilai transaksi yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan.


22. BEBAN POKOK PENDAPATAN

   Akun ini terdiri dari:
                                                          31 Maret 2026           31 Maret 2025

   Beban pokok pendapatan jasa reparasi dan
    perawatan mobil                                           3.480.433.050           4.113.163.174
   Gaji dan tunjangan                                         3.741.806.360           2.049.878.509
   Penyusutan (lihat Catatan 11)                                715.339.135             738.615.694
   Operasional bengkel                                          389.861.627             245.432.271

   Jumlah                                                     8.327.440.172           7.147.089.648


   Pada tiga bulan yang berakhir tanggal 31 Maret 2026 dan 2025, pemasok dengan nilai transaksi yang
   melebihi 10% dari pembelian adalah pembelian dari PT JTR Autoparts Indonesia masing-masing
   sebesar Rp1.368.811.457 dan Rp1.872.398.060.


23. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI

   Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut:

                                                          31 Maret 2026           31 Maret 2025

   Gaji dan tunjangan                                         3.450.654.698           3.907.583.400
   Umum                                                         757.317.530           1.886.339.158
   Penyusutan (Catatan 11)                                      274.767.653             429.380.079
   Listrik dan air                                              230.270.356             130.417.716
   Jasa profesional                                             173.608.618                       -
   Langsung lainnya                                             168.277.951             104.988.468
   Imbalan pascakerja karyawan (Catatan 16)                     167.251.877             432.679.806
   Transportasi                                                 135.096.333             106.608.618
   Beban Pemeliharaan Aset                                      113.781.665              49.715.609
   Kantor                                                       107.328.273              54.835.908
   Internet dan telepon                                          87.280.835             102.129.395
   Operasional                                                   34.561.515             190.291.572
   Sumbangan                                                     79.351.824              74.903.400
   Kendaraan                                                     30.573.139              44.776.382
   Beban perlengkapan                                            28.051.794              37.226.285



                                                  45
Page 48
                              PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                   DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

23. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI (lanjutan)

                                                           31 Maret 2026           31 Maret 2025

   Pembelajaran dan pelatihan                                     20.469.267                        -
   Beban Asuransi                                                  3.703.956                        -

   Jumlah                                                      5.862.347.284           7.551.875.796



24. LABA PER SAHAM

   Laba per saham dihitung dengan membagi laba bersih periode berjalan dengan rata-rata tertimbang
   jumlah saham biasa yang ditempatkan penuh, yang beredar pada periode bersangkutan sebagai
   berikut:
                                                           31 Maret 2026           31 Maret 2025

   Jumlah laba bersih periode berjalan yang dapat
     diatribusikan kepada entitas induk                        4.222.612.607           1.018.755.321
   Rata-rata tertimbang jumlah lembar saham
     beredar (Catatan 17)                                      2.075.800.000           1.625.800.000

   Laba per saham                                                       2,03                     0,63



25. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI

   Berikut ini transaksi signifikan antara Perusahaan dan pihak berelasi sesuai dengan persyaratan yang
   ditetapkan antara pihak-pihak terkait:

                                                           31 Maret 2026         31 Desember 2025

   Aset lancar
   Piutang lain-lain
      PT Wilal Mantra Kerta Indonesia                            750.969.816             776.831.886
      PT Wiltras Darmalaksana Indonesia                           56.836.974              56.836.974
      PT JKK Serang                                               31.034.472              31.034.470

   Sub-jumlah                                                    838.841.262             864.703.330

   Aset tidak lancar
   Piutang lain-lain
      PT JKK Serang                                                3.793.142              11.551.760

   Jumlah                                                        842.634.404             876.255.090

   Persentase terhadap total aset                                      0,60%                   0,64%


   Jangka pendek
   Utang usaha (Catatan 12)
      PT JTR Autopart Indonesia                                    1.900.000              74.866.036

   Persentase terhadap total liabilitas                                0,01%                   0,41%




                                                 46
Page 49
                              PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                   DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

25. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI (lanjutan)

                                                             31 Maret 2026         31 Desember 2025

   Pembelian
     PT JTR Autopart Indonesia                                   1.368.811.457           11.620.386.703

   Persentase terhadap total pembelian                                  62,48%                       29,05%


   Sifat hubungan dan transaksi dengan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:

       Pihak-Pihak Berelasi                 Sifat Hubungan                       Sifat Transaksi

   PT JKK Serang                      Kesamaan manajemen kunci                   Piutang lain-lain
   PT Wilal Mantra Kerta                                                         Piutang lain-lain
      Indonesia                       Kesamaan manajemen kunci
   PT Wiltras Darmalaksana                                                       Piutang lain-lain
      Indonesia                       Kesamaan manajemen kunci
   PT JTR Autopart Indonesia          Kesamaan manajemen kunci               Utang usaha, Pembelian

   Berdasarkan perjanjian utang piutang tanggal 1 Mei 2023, Perusahaan memberi pinjaman kepada
   PT Wilal Mantra Kerta Indonesia. Pinjaman ini memiliki jangka waktu 3 tahun dan dikenakan bunga 24%
   per tahun.

   Berdasarkan perjanjian utang piutang tanggal 1 Maret 2023, Perusahaan memberi pinjaman kepada
   PT Wiltras Darmalaksana Indonesia. Pinjaman ini memiliki jangka waktu 3 tahun dan dikenakan bunga
   24% per tahun.


26. INSTRUMEN KEUANGAN

   Pengelompokan aset keuangan telah diklasifikasikan menjadi pinjaman yang diberikan dan piutang.
   Demikian halnya dengan liabilitas keuangan telah diklasifikasikan menjadi liabilitas keuangan yang
   diukur pada biaya perolehan diamortisasi.

   Seluruh jumlah tercatat aset dan liabilitas keuangan yang diakui di dalam laporan posisi keuangan
   konsolidasian, kecuali liabilitas sewa, utang bank dan utang pembiayaan konsumen, telah mendekati
   nilai wajarnya karena merupakan instrumen keuangan yang berjangka pendek. Utang bank dan utang
   pembiayaan konsumen telah dikenakan suku bunga pasar sehingga jumlah tercatatnya telah
   mencerminkan nilai wajarnya.


27. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN

   Perusahaan memiliki beberapa eksposur risiko keuangan dalam bentuk risiko kredit dan risiko likuiditas.
   Manajemen senantiasa memonitor proses manajemen risiko Perusahaan guna memastikan kesesuaian
   antara risiko dan pengendalian terhadap risiko tersebut. Kebijakan dan sistem manajemen risiko secara
   rutin dikaji untuk mengantisipasi perubahan dari kondisi pasar dan aktivitas Perusahaan.

   a. Risiko Kredit

       Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu pihak yang terikat dalam kontrak atas instrumen
       keuangan gagal memenuhi liabilitasnya sehingga menyebabkan pihak lain mengalami kerugian
       keuangan. Eksposur risiko kredit yang dihadapi Perusahaan terutama terkait dengan penempatan
       di bank dan piutang.




                                                  47
Page 50
                              PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                   DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

27. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

   a. Risiko Kredit (lanjutan)

       Guna meminimumkan eksposur yang ada atas simpanan dana di bank, Perusahaan hanya akan
       menempatkan dana pada bank yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Manajemen juga
       senantiasa memantau kesehatan bank serta mempertimbangkan keikutsertaan bank di dalam
       Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS).

       Selain itu, Perusahaan hanya melakukan transaksi dengan pihak ketiga yang memiliki reputasi dan
       kredibilitas yang baik. Ini adalah kebijakan Perusahaan bahwa semua nasabah harus melalui
       prosedur verifikasi. Lebih jauh, saldo piutang dipantau secara terus menerus dengan tujuan bahwa
       eksposur atas piutang tak tertagih tidak siginifikan.

       Pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025, kualitas kredit pada setiap klasifikasi aset
       keuangan adalah sebagai berikut:

                                                                 31 Maret 2026

                                                Telah Jatuh
                             Belum Jatuh       Tempo tetapi
                              Tempo dan            Tidak
                                Tidak           Mengalami         Mengalami       Penyisihan
                              Mengalami         Penurunan         Penurunan       Penurunan
                            Penurunan Nilai        Nilai             Nilai           Nilai            Total
       Kas dan setara kas    27.653.272.603                -                  -                -   27.653.272.603
       Piutang usaha                      -      205.833.787                  -                -      205.833.787
       Piutang lain-lain
          Pihak ketiga                     -        175.000                   -                -         175.000
          Pihak berelasi         842.634.404              -                   -                -     842.634.404
       Aset lain-lain             75.000.000              -                   -                -      75.000.000

       Total                 28.570.907.007      206.008.787                  -                -   28.776.915.794


                                                               31 Desember 2025

                                                Telah Jatuh
                             Belum Jatuh       Tempo tetapi
                              Tempo dan            Tidak
                                Tidak           Mengalami         Mengalami       Penyisihan
                              Mengalami         Penurunan         Penurunan       Penurunan
                            Penurunan Nilai        Nilai             Nilai           Nilai            Total
       Kas dan setara kas    26.630.019.997                -                  -                -   26.630.019.997
       Piutang usaha                      -      181.549.081                  -                -      181.549.081
       Piutang lain-lain
          Pihak ketiga                     -       1.683.200                  -                -       1.683.200
          Pihak berelasi         876.255.090               -                  -                -     876.255.090
       Aset lain-lain             75.000.000               -                  -                -      75.000.000

       Total                 27.581.275.087      183.232.281                  -                -   27.764.507.368


   b. Risiko Likuiditas

       Risiko likuiditas adalah risiko di mana posisi arus kas Perusahaan menunjukkan pendapatan jangka
       pendek tidak cukup untuk menutupi pengeluaran jangka pendek.

       Perusahaan mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan bank yang mencukupi
       dalam memenuhi komitmen Perusahaan untuk operasi normal Perusahaan dan secara rutin
       mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, serta jadwal tanggal jatuh tempo aset dan
       liabilitas keuangan.



                                                   48
Page 51
                              PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                   DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

27. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)

   b. Risiko Likuiditas (lanjutan)

       Tabel di bawah berikut merupakan profil liabilitas keuangan Perusahaan berdasarkan kontrak
       pembayaran tanpa diskonto pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025:

                                                                31 Maret 2026
                                          < 1 tahun              1 – 5 tahun                Total
       Liabilitas keuangan
       Utang usaha                             15.125.849                         -            15.125.849
       Utang lain-lain                        208.125.000                         -           208.125.000
       Beban yang masih harus
         dibayar                               43.900.305                       -               43.900.305
       Liabilitas sewa                        795.000.000           6.700.533.359            7.495.533.359
       Utang bank                           2.013.532.042           4.797.820.559            6.811.352.601

       Jumlah                               3.075.683.196          11.498.353.918          14.574.037.114


                                                             31 Desember 2025
                                          < 1 tahun              1 – 5 tahun                Total
       Liabilitas keuangan
       Utang usaha                            600.199.861                         -           600.199.861
       Utang lain-lain pihak ketiga           208.125.000                         -           208.125.000
       Beban yang masih harus
         dibayar                               59.290.630                       -               59.290.630
       Liabilitas sewa                        960.000.000           5.294.000.000            6.254.000.000
       Utang bank                           2.004.485.844           5.304.658.414            7.309.144.258

       Jumlah                               3.832.101.335          10.598.658.414          14.430.759.749



28. MANAJEMEN RISIKO MODAL

   Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan peringkat kredit
   yang baik dan rasio modal yang sehat guna mendukung usaha dan memaksimalkan nilai pemegang
   saham.

   Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan
   kondisi ekonomi. Untuk memelihara atau menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat
   menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham, imbalan modal kepada pemegang
   saham atau menerbitkan saham baru. Tidak terdapat perubahan tujuan, kebijakan atau proses selama
   tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 dan selama tahun 2025.

   Perusahaan mengelola permodalan dengan menggunakan rasio pengungkit. Kebijakan Perusahaan
   adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran yang umum dalam industri sejenis dengan tujuan untuk
   mengamankan pendanaan terhadap biaya yang rasional.

   Rasio utang terhadap modal dihitung sebagai hutang bersih dibagi dengan total modal. Hutang bersih
   dihitung berdasarkan jumlah liabilitas dikurangi kas dan setara kas. Total modal dihitung sebagai jumlah
   ekuitas.




                                                   49
Page 52
                              PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                   DAN ENTITAS ANAKNYA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

28. MANAJEMEN RISIKO MODAL (lanjutan)

   Perhitungan rasio utang terhadap modal pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025 adalah
   sebagai berikut:

                                                       31 Maret 2026         31 Desember 2025

   Jumlah liabilitas                                     18.751.929.064          18.072.529.746
   Dikurangi: kas dan setara kas                         27.653.272.603          26.630.019.997

   Utang neto                                             (8.901.343.539 )       (8.557.490.251 )

   Total ekuitas                                        124.040.659.380         119.831.816.965

   Rasio utang terhadap modal                                      (0,07 )                (0,07 )




                                              50
Page 53
                                                                                    PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                                                                         DAN ENTITAS ANAKNYA
                                                                         CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                                               Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                                                                             (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

29. SEGMEN OPERASI

    Dalam pengambilan keputusan oleh manajemen, Grup digolongkan menjadi unit usaha berdasarkan segmentasi geografi.

    Segmen operasi Grup berdasarkan segmentasi geografi adalah sebagai berikut:

                                                                                                                                        31 Maret 2026

                               Tangerang,
                                  PIK 2,
                                Bandung,
                                 Bekasi,
                               Surabaya,                                                                                                                              Kediri,
                               Semarang             Jakarta           Cirebon          Semarang           Sukoharjo           Yogyakarta            Malang            Godean           Sidoarjo             Bali             Eliminasi            Jumlah

  Pendapatan                    8.046.705.150      2.140.637.723     1.079.350.074      1.013.436.736        970.474.910       1.433.034.929       1.206.238.872     1.124.685.609       814.765.563       697.324.041                    -     18.526.653.607
  Beban pokok pendapatan       (3.464.649.890 )     (774.244.596 )    (597.130.826 )     (627.947.829 )     (545.491.737 )      (618.092.690 )      (515.559.444 )    (444.748.807 )    (350.433.030 )    (389.141.323 )                  -     (8.327.440.172 )
  Laba kotor                    4.582.055.260      1.366.393.127       482.219.248        385.488.907        424.983.173         814.942.239         690.679.428       679.936.802       464.332.533       308.182.718                    -     10.199.213.435
  Beban umum dan
    administrasi               (2.047.748.611 )     (698.985.561)     (414.695.109 )     (342.388.302 )     (344.976.949 )        (441.063.048 )    (432.036.898 )    (406.038.739 )    (433.418.594 )    (300.995.473 )                  -     (5.862.347.284 )
  Laba usaha                    2.534.306.649        667.407.566        67.524.139         43.100.605         80.006.224           373.879.191       258.642.530       273.898.063        30.913.939         7.187.245                    -      4.336.866.151
  Penghasilan (beban) lain-
    lain - neto                   267.314.397        70.571.768         27.844.420         36.644.451        37.458.100           (134.019.634 )    (35.348.169 )      17.447.184         45.735.634      188.393.104                     -        522.041.255
  Laba sebelum pajak            2.801.621.046       737.979.334         95.368.559         79.745.056       117.464.324            239.859.557      223.294.361       291.345.247         76.649.573      195.580.349                     -      4.858.907.406
  Beban pajak - neto             (429.258.316 )     (81.266.398 )      (10.172.865 )       (8.946.317 )     (12.479.129 )          (26.043.445 )    (24.833.517 )     (31.155.906 )       (7.125.184 )     (3.938.383 )                   -       (635.219.460 )
  Laba bersih periode
    berjalan                    2.372.362.730       656.712.936         85.195.694         70.798.739       104.985.195           213.816.112       198.460.844       260.189.341         69.524.389      191.641.966                     -      4.223.687.946

  Aset segmen                 112.339.760.992     13.399.031.379     8.210.422.288     14.839.058.181     16.070.433.491      16.356.860.527       6.305.278.442     4.039.512.016     3.513.914.111     7.169.720.532     (59.451.403.515)    142.792.588.444
  Aset yang tidak dapat
    dialokasikan                            -                  -                 -                  -                  -                   -                   -                 -                 -                 -                   -                   -
  Jumlah aset                 112.339.760.992     13.399.031.379     8.210.422.288     14.839.058.181     16.070.433.491      16.356.860.527       6.305.278.442     4.039.512.016     3.513.914.111     7.169.720.532     (59.451.403.515)    142.792.588.444

  Liabilitas segmen           16.907.070.596        880.977.647      4.358.152.728       238.339.275        796.146.247        8.521.993.636        550.098.998      2.718.714.872      603.302.962      3.139.247.333     (19.962.115.230 )    18.751.929.064
  Liabilitas yang tidak dapat
    dialokasikan                           -                   -                 -                 -                  -                    -                  -                  -                -                  -                   -                   -
  Jumlah liabilitas           16.907.070.596        880.977.647      4.358.152.728       238.339.275        796.146.247        8.521.993.636        550.098.998      2.718.714.872      603.302.962      3.139.247.333     (19.962.115.230 )    18.751.929.064




                                                                                                                             51
Page 54
                                                                                  PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                                                                       DAN ENTITAS ANAKNYA
                                                                       CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
                                                             Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                                                                           (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

29. SEGMEN OPERASI (lanjutan)

                                                                                                                                   31 Desember 2025

                             Tangerang,
                                PIK 2,
                              Bandung,
                               Bekasi,
                             Surabaya,                                                                                                                              Kediri,
                             Semarang             Jakarta           Cirebon           Semarang           Sukoharjo           Yogyakarta           Malang            Godean             Sidoarjo              Bali             Eliminasi            Jumlah

  Pendapatan                 23.980.442.021     11.579.810.425      5.266.497.337      5.202.050.743      5.687.628.025       6.299.871.737      5.927.611.942      3.892.771.400      4.905.143.675      4.098.104.447                    -     76.839.931.752
  Beban pokok pendapatan (13.355.634.134 )      (5.512.357.155 )   (2.553.479.900 )   (2.952.805.371 )   (2.680.073.953 )    (2.742.860.059 )   (2.395.688.858 )   (2.273.876.543 )   (2.458.158.782 )   (1.747.529.821 )                  -    (38.672.464.576 )
  Laba kotor                 10.624.807.887      6.067.453.270      2.713.017.437      2.249.245.372      3.007.554.072       3.557.011.678      3.531.923.084      1.618.894.857      2.446.984.893      2.350.574.626                    -     38.167.467.176
  Beban umum dan
    administrasi            (11.930.956.705 )   (2.361.114.606 )   (1.603.511.527 )   (1.229.740.119 )   (1.368.168.095 )    (1.888.149.914 )   (1.396.056.565 )   (1.571.496.014 )   (1.579.088.666 )   (1.261.077.854 )                  -    (26.189.360.065 )
  Laba usaha                 (1.306.148.818 )    3.706.338.664      1.109.505.910      1.019.505.253      1.639.385.977       1.668.861.764      2.135.866.519         47.398.843        867.896.227      1.089.496.772                    -     11.978.107.111
  Penghasilan (beban) lain-
    lain - neto                 469.157.937       (180.277.020 )     (32.325.967 )       (49.410.940 )      (39.631.206 )      (477.748.579 )      (1.754.493 )       (67.505.711 )     (29.020.451 )      285.855.049         (788.288.280)       (910.949.661 )
  Laba sebelum pajak           (836.990.881 )    3.526.061.644     1.077.179.943         970.094.313      1.599.754.771       1.191.113.185     2.134.112.026         (20.106.868 )     838.875.776      1.375.351.821         (788.288.280)     11.067.157.450
  Beban pajak - neto             82.200.271       (639.615.133 )    (132.308.611 )      (119.251.432 )     (209.018.014 )      (165.673.415 )    (277.407.385 )         4.079.564       (91.135.240 )     (118.633.783 )                  -      (1.666.763.178 )
  Laba bersih tahun
    berjalan setelah
    dampak penyesuaian
    proforma                   (754.790.610 )    2.886.446.511       944.871.332        850.842.881       1.390.736.757       1.025.439.770     1.856.704.641         (16.027.304 )     747.740.536      1.256.718.038         (788.288.280)      9.400.394.272

  Aset segmen              109.160.871.231      12.641.587.902     8.151.653.598      14.724.705.283     15.739.336.876      16.483.058.202     6.021.659.051      3.884.669.721      3.410.341.619      5.538.625.596      (57.852.162.368)    137.904.346.711
  Aset yang tidak dapat
                                           -                  -                  -                  -                  -                   -                  -                  -                  -                  -                   -
    dialokasikan                                                                                                                                                                                                                                              -
  Jumlah aset              109.160.871.231      12.641.587.902     8.151.653.598      14.724.705.283     15.739.336.876      16.483.058.202     6.021.659.051      3.884.669.721      3.410.341.619      5.538.625.596      (57.852.162.368)    137.904.346.711

  Liabilitas segmen           16.110.214.420      812.625.183      4.379.550.086        190.157.402        565.998.293        8.862.724.116       445.260.251      2.815.703.155        560.797.304      1.692.373.618      (18.362.874.082 )    18.072.529.746
  Liabilitas yang tidak dapat
                                           -                  -                  -                  -                  -                   -                  -                  -                  -                  -                   -
    dialokasikan                                                                                                                                                                                                                                              -
  Jumlah liabilitas           16.110.214.420      812.625.183      4.379.550.086        190.157.402        565.998.293       8.862.724.116        445.260.251      2.815.703.155        560.797.304      1.692.373.618      (18.362.874.082 )    18.072.529.746




                                                                                                                            52
Page 55
                                PT JANTRA GRUPO INDONESIA
                   CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
         Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

30. AKTIVITAS YANG TIDAK MEMPENGARUHI ARUS KAS

   Aktivitas yang tidak memengaruhi arus kas adalah sebagai berikut:

                                                           31 Maret 2026          31 Desember 2025

   Perolehan aset tetap melalui liabilitas sewa                1.406.533.359            5.759.000.000
   Perolehan aset tetap melalui realisasi uang muka
     sewa                                                                    -             60.000.000


31. PENERBITAN AMENDEMEN DAN PENYESUAIAN PSAK, PSAK DAN ISAK BARU

   DSAK-IAI telah menerbitkan amendemen dan penyesuaian PSAK, PSAK dan ISAK baru yang akan
   berlaku efektif atas laporan keuangan untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal
   sebagai berikut:

  1 Januari 2027
   - PSAK 118: Penyajian dan Pengungkapan dalam Laporan Keuangan

   Grup masih mengevaluasi dampak dari amendemen dan penyesuaian PSAK, PSAK dan ISAK baru di
   atas dan belum dapat menentukan dampak yang timbul terkait dengan hal tersebut terhadap laporan
   keuangan konsolidasian secara keseluruhan.




                                                 53
Page 56
                                                                                      Lampiran

                                 PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                        ENTITAS INDUK SAJA
                                    LAPORAN POSISI KEUANGAN
                                 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                          31 Maret 2026       31 Desember 2025

ASET

ASET LANCAR
Kas dan bank                                                 6.278.400.947         5.210.571.331
Piutang usaha                                                  103.140.814           114.607.331
Piutang lain-lain
   Pihak ketiga                                                     27.800               242.200
   Pihak berelasi                                            5.376.216.602         5.100.490.849
Persediaan                                                     632.051.402           529.935.671
Pajak dibayar dimuka                                           432.041.883           432.319.853
Uang muka dan biaya dibayar di muka                          1.650.962.613           244.227.200
Perlengkapan                                                   457.540.950           440.333.663

Total Aset Lancar                                           14.930.383.011        12.072.728.098

ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan                                           156.959.488           139.137.098
Aset tetap – neto                                           73.754.418.493        73.451.006.035
Investasi saham                                             23.423.000.000        23.423.000.000
Aset lain-lain                                                  75.000.000            75.000.000

Total Aset Tidak Lancar                                     97.409.377.981        97.088.143.133

TOTAL ASET                                                 112.339.760.992       109.160.871.231




                                               54
Page 57
                                                                                      Lampiran

                                 PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                        ENTITAS INDUK SAJA
                              LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)
                                 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
                          (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                         31 Maret 2026        31 Desember 2025

LIABILITAS DAN EKUITAS

LIABILITAS

LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha                                                      6.653.535          365.644.568
Utang pajak                                                    565.176.915          270.512.304
Utang lain-lain – pihak ketiga                                 208.125.000          208.125.000
Beban yang masih harus dibayar                                   8.296.296           22.962.962
Uang muka penjualan                                             14.444.425            6.020.683
Bagian utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
 satu tahun:
 Liabilitas sewa                                               795.000.000           960.000.000
 Utang bank                                                  1.600.000.000         1.600.000.000

Total Liabilitas Jangka Pendek                               3.197.696.171         3.433.265.517

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan pascakerja                                  713.452.218           632.441.354
Utang lain-lain – pihak berelasi                             7.301.922.228         5.950.507.565
Bagian utang jangka panjang setelah dikurangi bagian
  yang jatuh tempo dalam satu tahun:
  Liabilitas sewa                                            5.294.000.000         5.294.000.000
  Utang bank                                                   399.999.978           799.999.988

Total Liabilitas Jangka Panjang                             13.709.374.424        12.676.948.907

TOTAL LIABILITAS                                            16.907.070.595        16.110.214.424

EKUITAS
Modal saham – nilai nominal Rp25 per saham pada
 tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
Modal dasar – 6.503.200.000 saham pada tanggal
 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025
Modal ditempatkan dan disetor – 2.075.800.000 saham
 pada tanggal 31 Maret 2026 dan 31 Desember 2025            51.895.000.000        51.895.000.000
Tambahan modal disetor                                      38.331.665.660        38.331.665.660
Saldo laba
 Dapat ditentukan penggunaannya                                451.805.463           451.805.463
 Belum dapat ditentukan penggunaannya                        4.656.093.816         2.283.731.082
Penghasilan komprehensif lain                                   98.125.458            88.454.602

TOTAL EKUITAS                                               95.432.690.397        93.050.656.807

TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS                               112.339.760.992       109.160.871.231




                                                55
Page 58
                                                                                    Lampiran

                               PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                      ENTITAS INDUK SAJA
               LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
           Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                        (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                      31 Maret 2026         31 Maret 2025

PENDAPATAN                                                8.046.705.150         4.157.388.106

BEBAN POKOK PENDAPATAN                                   (3.464.649.890 )      (1.923.345.749 )

LABA KOTOR                                                4.582.055.260         2.234.042.357

Beban umum dan administrasi                              (2.047.748.611 )      (3.100.107.758 )

LABA (RUGI) USAHA                                         2.534.306.649          (866.065.401 )

PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Penghasilan keuangan                                         16.406.700            30.335.000
Beban keuangan                                             (135.554.076 )        (135.781.880 )
Lain-lain – neto                                            386.461.776            (3.955.770 )

LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK PENGHASILAN                     2.801.621.049          (975.468.051 )

PAJAK PENGHASILAN
Kini                                                       (449.808.383 )                   -
Tangguhan                                                    20.550.068            20.550.068

Pajak Penghasilan – Neto                                   (429.258.315 )          20.550.068

LABA (RUGI) BERSIH PERIODE BERJALAN                       2.372.362.734          (954.917.983 )

PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN

Pos yang tidak akan direklasifikasikan ke laba rugi
Pengukuran kembali atas imbalan pascakerja                  12.398.534             12.398.534
Pajak penghasilan terkait                                   (2.727.678 )           (2.727.678 )

TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN -
 NETO SETELAH PAJAK                                           9.670.856             9.670.856

LABA (RUGI) KOMPREHENSIF PERIODE
 BERJALAN                                                 2.382.033.590          (945.247.127 )

LABA (RUGI) PER SAHAM                                              1,14                  (0,59 )




                                               56
Page 59
                                                                                                                                                     Lampiran

                                                              PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                                                     ENTITAS INDUK SAJA
                                                               LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
                                         Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                                                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                                                                 Saldo laba

                                                               Tambahan           Dapat ditentukan   Belum dapat ditentukan       Penghasilan
                                            Modal Saham       Modal Disetor       penggunaannya         penggunaannya           Komprehensif Lain    Jumlah Ekuitas

Saldo 31 Desember 2024                      40.645.000.000                 -           451.805.463            3.038.521.692            49.771.175     44.185.098.330

Peningkatan modal disetor (Catatan 18)      11.250.000.000                    -                  -                         -                     -    11.250.000.000
Tambahan modal disetor (Catatan 20)                       -   38.331.665.660                     -                         -                     -    38.331.665.660
Rugi periode berjalan                                     -                   -                  -             (954.917.983 )                    -      (954.917.983 )
Penghasilan komprehensif lain periode
  berjalan                                                -                   -                  -                         -             9.670.856         9.670.856

Saldo 31 Maret 2025                         51.895.000.000    38.331.665.660           451.805.463            2.083.603.709            59.442.031     92.821.516.863



Saldo 31 Desember 2025                      51.895.000.000    38.331.665.660           451.805.463            2.283.731.082            88.454.602     93.050.656.807
Laba periode berjalan                                     -                   -                  -            2.372.362.734                      -     2.372.362.734
Penghasilan komprehensif lain periode
  berjalan                                                -                   -                  -                         -             9.670.856         9.670.856

Saldo 31 Maret 2026                         51.895.000.000    38.331.665.660           451.805.463            4.656.093.816            98.125.458     95.432.690.397




                                                                                  57
Page 60
                                                                                        Lampiran

                              PT JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk
                                     ENTITAS INDUK SAJA
                                     LAPORAN ARUS KAS
         Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2026 dan 2025
                       (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)


                                                          31 Maret 2026        31 Maret 2025

ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan                                8.066.595.405        4.209.218.763
Pembayaran kepada pemasok                                   (3.863.692.037 )     (1.997.520.155 )
Pembayaran untuk beban operasional lainnya                  (1.345.713.899 )     (2.113.514.794 )
Penerimaan penghasilan keuangan                                 16.406.700           30.335.000
Pembayaran beban keuangan                                     (150.220.742 )       (135.781.880 )
Pembayaran pajak penghasilan                                  (142.385.685 )         (5.478.133 )

Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
  Aktivitas Operasi                                          2.580.989.742          (12.741.199 )

ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan aset tetap                                        (1.123.849.034 )    (29.794.035.089 )
Pembayaran uang muka sewa                                     (900.000.000 )                  -
Penurunan (kenaikan) piutang lain-lain – pihak berelasi       (275.725.753 )     (8.003.000.000 )

Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas Investasi                (2.299.574.787 )    (37.797.035.089 )

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Peningkatan modal disetor                                                -       11.250.000.000
Peningkatan tambahan modal disetor                                       -       41.850.000.000
Pembayaran biaya emisi saham                                             -       (1.200.289.340 )
Pembayaran liabilitas sewa                                    (165.000.000 )        415.000.000
Pembayaran utang bank                                         (400.000.002 )        259.999.998
Kenaikan (penurunan) utang lain-lain – pihak berelasi        1.351.414.663        6.361.097.978

Kas Neto Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan                    786.414.661       58.935.808.636

KENAIKAN NETO KAS DAN BANK                                   1.067.829.616       21.126.032.348

KAS DAN BANK AWAL PERIODE                                    5.210.571.331        2.401.492.334

KAS DAN BANK AKHIR PERIODE                                   6.278.400.947       23.527.524.682




                                                  58

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.51 MB
Published7 May 2026
Pages60
Characters211,178
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 73 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org JANTRA GRUPO INDONESIA Tbk p.1 ×207
linked person Imam Sujono p.2 ×10
linked person Dodon Tri Koeswardana p.2 ×3
linked org Tahtra Kertajaya p.10 ×3
linked person Jantra Al Rasyid p.11 ×9
linked person Simon Arosokhi Gulo p.15
linked person Febby Adriyani Tiwon p.15
linked person Beni Hendrawan p.15
linked person Zain Zainuddin p.15
linked person Efran Syamsumaulana p.15
linked person Ruli Citrarini p.15
linked person Adien Setya Suwandi p.15
linked person Devino Ihsan Lazuardi p.15
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.32 ×26
linked org Bank Central Asia Tbk p.32 ×2
linked org Bank Mega Tbk p.33 ×2
linked org Bank Victoria International Tbk p.33 ×2
linked org Bank Capital Indonesia Tbk p.33 ×2
linked org Asuransi Ramayana p.36 ×2
linked org Multi Artha p.36 ×2
linked org PT Asuransi Umum Mega p.36 ×3
linked org Pantai Indah Kapuk p.40
linked org Bank Maybank Indonesia Tbk p.40 ×4
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk p.32 ×2
possible org Bank Maybank Tbk p.32 ×2
possible person Hendra Wijaya p.34
possible org PT Asuransi Asuransi Ramayana p.36 ×2
possible org Perusahaan. p.39
possible person Agus Susanto p.44
unresolved person Suhardi Hadi Santoso · Notaris p.10
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.10 ×6
unresolved person Rosida Rajagukguk-Siregar p.10 ×10
unresolved org PT Tahtra Kertajaya Indonesia p.10 ×3
unresolved org PT Joen Lie p.10
unresolved org PT Liantra Wil p.10
unresolved org PT Jantra p.10 ×5
unresolved org PT Jantra Wil p.10
unresolved org PT Van Harness p.10
unresolved org PT Wildanes p.10
unresolved org PT Joen Lie Indonesia p.11 ×4
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia No. AHU- p.11 ×5
unresolved org PT Liantra Wil Indonesia p.11 ×3
unresolved org PT Jantra Mantra Kerta Indonesia p.12
unresolved org PT Jantra Wil Indonesia p.12 ×2
unresolved org PT Jantra Techno Indonesia p.13
unresolved org PT Van Harness Indonesia p.13
unresolved org PT Jantra Traspatih Indonesia p.14 ×5
unresolved org PT Wildanes Kertajaya Indonesia p.14
unresolved org Direktorat Jenderal Pajak p.32
unresolved org PT Nusajaya Qualiti Indonesia p.34
unresolved org PT Poin Sejahtera Land p.34 ×3
unresolved org PT Asuransi Multi Artha p.36 ×2
unresolved org PT Asuransi Allianz Utama Indonesia p.36 ×2
unresolved person G.M. Idawati Santoso p.39
unresolved person Rambat Pramono p.39
unresolved person Hence Gunawan p.40
unresolved org PT Jantra Grupo Indonesia. Akan p.41 ×2
unresolved org PT Jantra Grupo Indonesia. Hal-hal p.42
unresolved org PT Liantra Wil Indonesia. Syarat p.43
unresolved org PT JTR Auto Parts Indonesia p.44
unresolved org PT JTR Auto Parts. p.44
unresolved person Rosida Rajaguguk Siregar p.45
unresolved org PT Snartama Gunita p.46
unresolved org PT JTR Autoparts Indonesia p.47
unresolved org PT Wilal Mantra Kerta Indonesia p.48
unresolved org PT Wiltras Darmalaksana Indonesia p.48
unresolved org PT JKK Serang p.48 ×3
unresolved org PT JTR Autopart Indonesia p.48 ×3
unresolved org PT Wilal Mantra Kerta p.49
unresolved org PT Wiltras Darmalaksana p.49
unresolved org PT Wilal Mantra Kerta Indonesia. Pinjaman p.49
unresolved org PT Wiltras Darmalaksana Indonesia. Pinjaman p.49
unresolved org PT JANTRA GRUPO INDONESIA CATATAN ATAS p.55

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 6

FinancialStatement-2026-I-KAQI.xlsx done
inlineXBRL.zip done
↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result