Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 60
Page 1
Page 2
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
ASET
Catatan 31 Maret 2024 31 Desember 2023
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas 2f, 4 9.855.362.013 11.887.905.520
Piutang Usaha - Pihak Ketiga - Bersih 2g, 5 745.773.728 396.263.229
Piutang Lain-Lain:
- Pihak Ketiga 2g, 6 42.716.248 58.384.387
Persediaan 2h, 7 382.329.258 385.873.463
Perlengkapan 2h, 8 1.508.454.985 1.518.124.897
Pajak Dibayar Di Muka 2q, 16a 4.730.068.565 4.777.827.539
Uang Muka dan Biaya Dibayar Di Muka: 2i, 9 1.302.472.654 670.735.530
Jumlah Aset Lancar 18.567.177.451 19.695.114.565
ASET TIDAK LANCAR
Piutang Pihak Berelasi 2e, 6,12b 2.008.239.877 2.008.239.877
Biaya Dibayar di Muka 2i, 9 9.261.667 11.702.952
Aset Tetap 2k, 10 370.107.522.313 371.212.822.456
Aset Pajak Tangguhan 2q, 16d 3.012.052.958 3.012.052.958
Aset Lain-lain 11 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah Aset Tidak Lancar 376.337.076.815 377.444.818.243
JUMLAH ASET 394.904.254.266 397.139.932.808
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
1
Page 3
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
LIABILITAS DAN EKUITAS
Catatan 31 Maret 2024 31 Desember 2023
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Hutang Usaha - Pihak Ketiga - Bersih 2n, 13 638.787.583 492.188.083
Utang Lain-Lain:
- Pihak Ketiga 14 13.693.494 157.627.012
- Pihak Berelasi 2e, 12d 2.224.318.750 1.740.457.000
Utang Pajak 2q, 16b 963.151.525 935.493.435
Beban Akrual 15 1.591.256.691 1.844.386.627
Jaminan Pelanggan 20 489.243.219 702.173.759
Liabilitas Jangka Panjang- Bagian yang jatuh
tempo dalam Waktu Satu Tahun:
- Utang Bank 17 8.000.350.076 7.698.700.925
- Liabilitas Sewa Pembiayaan 2r, 18 60.445.000 60.445.000
Jumlah Liabiltas Jangka Pendek 13.981.246.338 13.631.471.841
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Utang Pihak Berelasi 12d, 14 98.947.499.168 95.277.499.168
Liabilitas Jangka Panjang - Setelah Dikurangi
Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu
Satu Tahun:
- Utang Bank 17 56.361.346.780 58.587.318.184
- Liabilitas Sewa Pembiayaan 2r, 18 76.930.000 93.415.000
Liabilitas Imbalan Pascakerja 2s, 19 1.515.385.440 1.515.385.440
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang 156.901.161.388 155.473.617.792
Jumlah Liabilitas 170.882.407.726 169.105.089.633
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
2
Page 4
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN
PER 31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Desember 2023
EKUITAS
Modal Saham
Modal Dasar 2.400.000.000 saham
dengan nilai nominal Rp 100 per saham
Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh
-1.000.003.979 lembar saham pada 31 Maret 2024
dan 31 Desember 2023 21 100.000.397.900 100.000.397.900
Tambahan Modal Disetor 22 14.491.453.870 14.491.453.870
Surplus Revaluasi Aset Tetap 198.532.390.144 198.532.390.144
Pendapatan Komprehensif Lainnya 1.643.304.861 1.643.304.861
Saldo Laba Ditahan (102.474.322.158) (98.485.316.929)
Jumlah Ekuitas yang Dapat Didistribusikan
kepada Pemilik Entitas Induk 212.193.224.617 216.182.229.846
Kepentingan Non Pengendali 23 11.828.621.923 11.852.613.329
Jumlah Ekuitas 224.021.846.540 228.034.843.175
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 394.904.254.266 397.139.932.808
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
3
Page 5
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Maret 2023
PENDAPATAN
Hotel 4.524.983.564 5.055.493.793
Spa 25.391.736 31.785.124
Jumlah Pendapatan 2p, 24 4.550.375.300 5.087.278.917
BEBAN POKOK PENDAPATAN
Hotel (1.706.962.758) (1.645.252.993)
Spa (15.901.652) (20.634.708)
Jumlah Beban Pokok Pendapatan 2p, 25 (1.722.864.410) (1.665.887.701)
LABA KOTOR 2.827.510.890 3.421.391.216
BEBAN USAHA
Beban Penjualan 2p, 26 (240.777.278) (171.736.273)
Beban Umum dan Administrasi 2p, 27 (4.899.673.496) (4.593.793.381)
Jumlah Beban Usaha (5.140.450.774) (4.765.529.654)
RUGI USAHA (2.312.939.884) (1.344.138.438)
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-LAIN
Pendapatan Bunga 56.417.350 23.314.066
Beban Keuangan 28 (1.739.803.983) (1.926.588.527)
Beban Pajak (88.000.000) (23.655.041)
Lain-Lain - Bersih 71.329.882 9.122.309
Jumlah Pendapatan (Beban) Lain-lain (1.700.056.751) (1.917.807.193)
RUGI SEBELUM PAJAK FINAL DAN PAJAK (4.012.996.635) (3.261.945.631)
PENGHASILAN
Pajak Final - -
RUGI SEBELUM PAJAK PENGHASILAN (4.012.996.635) (3.261.945.631)
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan - -
RUGI TAHUN BERJALAN (4.012.996.635) (3.261.945.631)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
4
Page 6
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN (Lanjutan)
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGA-TANGGAL
30 MARET 2023 DAN 31 DESEMBER 2022
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Maret 2023
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang Tidak Akan Direklasifikasikan ke
Laba Rugi:
Surplus Revaluasi Aset Tetap - -
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan Kerja - -
Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan Terkait - -
Penghasilan Komprehensif Lain Tahun Berjalan - -
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF TAHUN BERJALAN (4.012.996.635) (3.261.945.631)
RUGI TAHUN BERJALAN YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (3.989.005.229) (3.251.120.414)
Kepentingan Non-Pengendali (23.991.406) (10.825.217)
Jumlah (4.012.996.635) (3.261.945.631)
-
JUMLAH LABA KOMPREHENSIF YANG DAPAT
DIATRIBUSIKAN KEPADA:
Pemilik Entitas Induk (3.989.005.229) (3.251.120.414)
Kepentingan Non-Pengendali (23.991.406) (10.825.217)
Jumlah (4.012.996.635) (3.261.945.631)
RUGI PER SAHAM DASAR 31 (3,99) (3,25)
RUGI PER SAHAM DILUSINKAN 31 (4,99) (4,06)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
5
Page 7
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGAL-TANGGAL 31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Surplus
Tambahan Revaluasi Komponen Ekuitas Saldo Laba Kepentingan
Catatan Modal Saham Modal Disetor Aset Tetap Lainnya (Rugi) Jumlah Non-Pengendali Jumlah Ekuitas
SALDO PER 31 DESEMBER 2022 100.000.007.500 14.489.466.870 198.532.390.144 1.705.037.444 (84.871.097.518) 229.855.804.440 11.914.127.545 241.769.931.985
Rugi Tahun Berjalan - - - - (3.251.120.414) (3.251.120.414) (10.825.217) (3.261.945.631)
Pengukuran Kembali Liabilitas -
Imbalan Kerja, Setelah Pajak - - - - - - - -
Transaksi Ekuitas Lainnya - - - - - -
SALDO PER 31 MARET 2023 100.000.007.500 14.489.466.870 198.532.390.144 1.705.037.444 (88.122.217.932) 226.604.684.026 11.903.302.328 238.507.986.354
Rugi Tahun Berjalan - - - - (10.363.098.997) (10.363.098.997) (50.688.999) (10.413.787.996)
Setoran Modal 390.400 1.987.000 - 2.377.400 2.377.400
Pengukuran Kembali Liabilitas - -
Imbalan Kerja, Setelah Pajak - - - - - - - -
Transaksi Ekuitas Lainnya - (61.732.583) - (61.732.583) - (61.732.583)
SALDO PER 31 DESEMBER 2023 100.000.397.900 14.491.453.870 198.532.390.144 1.643.304.861 (98.485.316.929) 216.182.229.846 11.852.613.329 228.034.843.175
Rugi Tahun Berjalan - - - - (3.989.005.229) (3.989.005.229) (23.991.406) (4.012.996.635)
Pengukuran Kembali Liabilitas Imbalan -
Kerja, Setelah Pajak - - - - - - - -
Transaksi Ekuitas Lainnya - - - - - -
SALDO PER 31 MARET 2024 100.000.397.900 14.491.453.870 198.532.390.144 1.643.304.861 (102.474.322.158) 212.193.224.617 11.828.621.923 224.021.846.540
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
6
Page 8
PT SATRIA MEGA KENCANA, Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 2023
(Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali Dinyatakan Lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Maret 2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Kas yang Diperoleh dari Pelanggan 3.922.126.737 5.014.623.118
Kas yang Dibayarkan kepada Pemasok (2.137.092.545) (3.063.904.693)
Kas yang Dibayarkan kepada Karyawan (3.590.065.071) (2.465.683.173)
Kas yang dihasilkan dari operasi (1.805.030.879) (514.964.748)
Penerimaan (Pembayaran):
Pajak Penghasilan 31.420.670 (128.780.185)
Penerimaan Bunga 56.417.350 23.314.066
Penerimaan (Pengeluaran) Kas Lainnya (488.870.559) (259.272.921)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi (2.206.063.418) (879.703.788)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perolehan Aset Tetap 10 (7.775.000) (70.770.290)
Aset Tetap dalam Pembangunan 10 (267.381.000) (565.000.000)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (275.156.000) (635.770.290)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Peningkatan Piutang Lain-Lain - Pihak Berelasi - 435.373.582
Pembayaran Liabilitas Sewa Pembiayaan 18 (16.485.000) -
Pembayaran Utang Bank 17 (1.950.000.000) (1.800.000.000)
Peningkatan Utang Lain-Lain - Pihak Berelasi 4.153.861.750 3.760.000.000
Pembayaran bunga dari aktivitas pendanaan 17, 18, 28 (1.738.700.839) (1.898.631.944)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan 448.675.911 496.741.638
PENINGKATAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (2.032.543.507) (1.018.732.440)
KAS DAN SETARA KAS, AWAL PERIODE 2f, 4 11.887.905.520 11.831.391.813
KAS DAN SETARA KAS, AKHIR PERIODE 2f, 4 9.855.362.013 10.812.659.373
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan Keuangan Konsolidasian ini
7
Page 9
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Satria Mega Kencana Tbk ("Perusahaan") didirikan berdasarkan Akta Notaris Ilmiawan Dekrit
Supatmo, SH No.62 tanggal 16 Juni 2004. Anggaran Dasar Perusahaan telah disahkan oleh Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.C-
10271HT.01.01.TH.2005 tanggal 14 April 2005. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami
beberapa kali perubahan. Perubahan terakhir dilakukan berdasarkan Akta Notaris No.231 tanggal 20
Desember 2023 oleh Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum., M.Kn., sehubungan dengan hasil dari Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa (“RUPSLB”), antara lain tentang persetujuan pengeluaran saham
dalam simpanan/portepel Perseroan dan menawarkan/menjual saham baru yang akan dikeluarkan dari
portepel tersebut melalui Penawaran Umum kepada masyarakat. Perubahan ini telah diterima dan
dicatat oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat No.AHU-
AH.01.03-0160442 tertanggal 21 Desember 2023.
Pada tanggal 7 Juni 2023, terdapat perubahan dalam Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, di mana
kegiatan usaha Perusahaan meliputi bidang real estate yang di miliki sendiri atau di sewa; kawasan
pariwisata; kawasan industri; real estate atas dasar balas jasa (fee) atau kontrak; dan aktivitas
perusahaan holding, dan perubahan dalam Pasal 17 ayat 5 Anggaran Dasar Perusahaan mengenai
pengumuman laporan keuangan Perusahaan sebagaimana di muat dalam Akta No.75 tanggal 7 Juni
2023. Perubahan dan penyesuaian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No. AHU-0036710.AH.01.02.TAHUN
2023 tanggal 27 Juni 2023.
Pada saat ini, Perusahaan melakukan kegiatan berupa real estate dan kawasan pariwisata yang juga
melakukan investasi saham pada Entitas Anak.
Kantor pusat Perusahaan terletak di Jl. Panglima Polim Raya No.28, Kelurahan Pulo, Kecamatan
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 2013.
Pemegang saham pengendali Perusahaan adalah Herman Herry Adranacus.
b. Penawaran Umum
Pada tanggal 23 Agustus 2018, melalui Surat Pengantar Pernyataan Pendaftaran No.097/SMK-
DIR/VII/2018 serta perubahan terakhir yang disampaikan melalui Surat No. 160/SMK-DIR/XI/2018
tanggal 28 November 2018, Perusahaan telah menawarkan sahamnya kepada masyarakat melalui
pasar modal sejumlah 400.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga
penawaran Rp165 per saham. Pada tanggal 30 November 2018, berdasarkan Surat Otoritas Jasa
Keuangan No.S-171/D.04/2018, Perusahaan telah memperoleh Surat Pemberitahuan Efektif
Pernyataan Pendaftaran. Selisih lebih jumlah yang diterima dari pengeluaran saham terhadap nilai
nominalnya sebesar Rp21.299.134.834 di catat dalam akun “Tambahan Modal Disetor” setelah
dikurangi biaya emisi saham sebesar Rp4.700.865.166 (catatan 22). Pada tanggal 10 Desember 2018,
seluruh saham Perseroan telah tercatat pada Bursa Efek Indonesia.
8
Page 10
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
b. Penawaran Umum (lanjutan)
Pada tanggal 10 Desember 2018, Perusahaan menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya
200.000.000 yang diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang membeli saham baru dalam
Penawaran Umum, dan waran ini dapat dialihkan dan/atau diperjualbelikan secara terpisah dari saham
baru tersebut. Rincian waran seri I yang sudah dikonversi sejak tahun 2019 sampai dengan per 31
Desember 2023 dengan mengisi tabel sebagai berikut:
Tanggal Lembar Nilai Nominal Harga Jumlah (Rp) (lembar
Nama Waran Konversi Saham (Rp) Pelaksanaan saham x harga
Waran Seri I 11-07-2019 5 100 600 3.000
Waran Seri I 04-11-2020 10 100 600 6.000
Waran Seri I 11-02-2021 50 100 600 30.000
Waran Seri I 05-07-2021 10 100 600 6.000
Waran Seri I 30-11-2023 4 100 600 2.400
Waran Seri I 06-12-2023 800 100 600 480.000
Waran Seri I 07-12-2023 3100 100 600 1.860.000
Jumlah 3979 2.387.400
c. Entitas Anak
Pertanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan memiliki kepemilikan pada Entitas
Anak berikut ini:
Persentase Tahun
kepemilikan operasi
Entitas anak Kedudukan Jenis Usaha efektif komersial Jumlah aset sebelum eleminasi
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Kepemilikan langsung oleh Perusahaan Rp. 000 Rp. 000
PT Tanjung Karoso Permai Jakarta Belum beroperasi 90,00 - 128.317.467 128.313.312
("TKP")
PT Dwimukti Mitra Wisata Jakarta Perhotelan 99,00 2013 93.254.211 92.259.086
("DMW")
i. Pendirian Entitas Anak
Pada tanggal 14 Desember 2012, Perusahaan dan Vonny Kristiani mendirikan PT Tanjung Karoso
Permai ("TKP") dengan kepemilikan saham masing-masing sebesar 90% dan 10% saham.
9
Page 11
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
c. Entitas Anak (lanjutan)
ii. Pembelian Saham Entitas Anak
Pada tanggal 31 Januari 2013, Perusahaan membeli saham PT Dwimukti Mitra Wisata ("DMW")
dari Yudi Adranacus dan Herman Herry Adranacus masing-masing sebanyak 50 lembar saham
(atau sebesar 1% kepemilikan dalam DMW) dan 2.450 lembar saham (atau sebesar 49%
kepemilikan dalam DMW) sehingga kepemilikan saham Perusahaan setelah pembelian tersebut
adalah sebesar 50% dan sisanya dimiliki oleh Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani
masing-masing sebesar 25%. Nilai buku aset bersih entitas anak pada saat pembelian adalah
sebesar Rp5.000.000.000 dan tidak ada Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas
Sepengendali yang dicatat terkait transaksi pembelian ini.
Pada tanggal 29 Maret 2018, Perusahaan membeli 49% kepemilikan saham dalam DMW dari
Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-masing sebesar 1.250 lembar saham (atau
sebesar 25% kepemilikan dalam DMW) dan 1.200 lembar saham (atau sebesar 24% kepemilikan
dalam DMW) dengan harga beli Rp1.000.000 per lembar saham dengan total sebesar
Rp2.450.000.000. Setelah pembelian saham tersebut, kepemilikan saham Perusahaan adalah
99% dan sisanya dimiliki oleh Vonny Kristiani sebesar 1%. Atas pembelian ini, timbul selisih antara
nilai perolehan investasi dengan proporsi nilai buku aset bersih entitas anak sebesar
Rp6.809.670.464 yang dicatat sebagai Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali
dalam akun Tambahan Modal Disetor dalam bagian Ekuitas pada Laporan Posisi Keuangan
Konsolidasian per 31 Desember 2023 (catatan 22).
d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan
Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Stevano Rizki Adranacus Stevano Rizki Adranacus
Komisaris Independen Husni Heron Husni Heron
Direksi
Direktur Utama Martinelly Martinelly
Direktur Floreta Tane Floreta Tane
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan tanggal 7 Juni 2023, para pemegang saham
menyetujui pengangkatan kembali Floreta Tane selaku Direktur Perusahaan dan Husni Heron selaku
Komisaris Independen Perusahaan, serta mengangkat Martinelly selaku Direktur Utama Perusahaan
dan Stevano Rizki Adranacus selaku Komisaris Utama Perusahaan, terhitung sejak ditutupnya rapat.
Perubahan ini diaktakan dengan akta notaris Christina Dwi Utami, S.H., M.Hum, M.Kn. No.74 tanggal 7
Juni 2023 dan telah dicatatkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
berdasarkan Surat No.AHU-AH.01.09-0132187 tanggal 27 Juni 2023.
10
Page 12
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan (lanjutan)
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, susunan Komite Audit Perusahaan adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Ketua Husni Heron Husni Heron
Anggota Maskanah Maskanah
Aryo Kusumo Wibowo Aryo Kusumo Wibowo
Sekretaris Perusahaan Yovita Yovita
Kepala Audit Internal Anne Rahardja Anne Rahardja
Pada tanggal 4 Juli 2023 terdapat perubahan jabatan Sekretaris Perusahaan, berdasarkan surat
keputusan Direksi Perusahaan no.168/SMK-Dir/SK/VII/2023 tentang pengangkatan sekretaris
Perusahaan, mengangkat Yovita sebagai Sekretaris Perusahaan menggantikan Julia P.S. Daoriwoe.
Pengangkatan Sekretaris Perusahaan tersebut telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) melalui surat No.Ref.:169/SMK-Dir/VII/2023.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan dan Entitas Anak mempekerjakan
masing-masing 14 karyawan tetap.
e. Izin Usaha Kawasan Industri
Pada tanggal 31 Desember 2020 Perusahaan memiliki Izin Usaha Kawasan Industri yang berlokasi di
jalan Panglima Polim Raya No.28 Kelurahan Pulo Kecamatan Kebayoran Baru Jakarta Selatan dengan
luas lahan 246 m2. Adapun rencana kegiatan adalah untuk Real Estate atas dasar balas jasa (fee)
atau kontrak, kawasan pariwisata dan kawasan industri.
f. Penyelesaian Laporan Keuangan Konsolidasian
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian yang
telah diselesaikan dan diotorisasi untuk diterbitkan pada tanggal 29 April 2024
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
a. Dasar Penyusunan laporan keuangan konsolidasian
Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disusun dan disajikan sesuai Standar Akuntansi
Keuangan di Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi
Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia dan Peraturan No.VIII.G7 Lampiran Keputusan Ketua OJK
No.KEP-347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 yang terdapat di dalam Peraturan dan Pedoman Penyajian
dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Laporan Keuangan Konsolidasian Perusahaan disajikan berdasarkan konsep Biaya Perolehan
(Historical Cost), kecuali beberapa akun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam
masing-masing Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian.
11
Page 13
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
a. Dasar Penyusunan laporan keuangan konsolidasian (lanjutan)
Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia mengharuskan penggunaan estimasi dan asumsi. Hal tersebut juga mengharuskan
manajemen untuk membuat pertimbangan dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan
dan Entitas Anak. Area yang kompleks atau memerlukan tingkat pertimbangan yang lebih tinggi atau
area dimana asumsi dan estimasi dapat berdampak signifikan terhadap Laporan Keuangan
Konsolidasian diungkapkan di Catatan 2w.
Laporan Keuangan Konsolidasian disusun dengan menggunakan dasar Akrual (Accrual basis), kecuali
Laporan Arus Kas Konsolidasian. Laporan Arus Kas Konsolidasian disajikan dengan menggunakan
metode Langsung (Direct method) dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi,
investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian adalah
Rupiah yang juga merupakan mata uang fungsional Perusahaan dan Entitas Anak.
b. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (“ISAK”)
Standar baru, revisi dan interpretasi yang telah diterbitkan, dan yang berlaku efektif untuk tahun buku
•yang dimulai
PSAK No. pada atau setelah
74, “Kontrak tanggal 1 Januari 2023 namun tidak berdampak material terhadap
Asuransi”
• Amendemen PSAK No. 1, “Penyajian laporan keuangan konsolidasian - Klasifikasi Kewajiban
Lancar atau Tidak
• Amendemen PSAKLancar”
No. 1, Penyajian laporan keuangan konsolidasian - Pengungkapan Kebijakan
Akuntansi”
• Amendemen PSAK No. 16, “Aset Tetap - Hasil sebelum Penggunaan yang Diintensikan”
• Amendemen PSAK No. 25, “Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan -
• Definisi Estimasi
Amendemen Akuntansi”
PSAK No. 46, “Pajak Penghasilan - Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang
• Timbul dari Transaksi
Revisi PSAK No. 107, Tunggal”
“Akuntansi Ijarah”
• Amendemen PSAK 73 "Sewa“ tentang sewa jual dan sewa balik
Implementasi dari standar-standar tersebut tidak menghasilkan perubahan kebijakan akuntansi
Perusahaan dan tidak memiliki dampak terhadap jumlah yang dilaporkan di tahun berjalan atau tahun
sebelumnya.
Standar baru dan revisi yang telah diterbitkan namun belum berlaku efektif pada tahun berjalan adalah
sebagai berikut:
Efektif 1 Januari 2024
• Amendemen PSAK 101 “Penyajian laporan keuangan konsolidasian Syariah”
• Amendemen PSAK 109 "Zakat, Infak, dan Sedekah“ tentang akuntansi zakat, infak, dan sedekah
• Amendemen PSAK 1 "Penyajian laporan keuangan konsolidasian“ tentang liabilitas jangka panjang
dengan kovenan
12
Page 14
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
b. Perubahan atas Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar
Akuntansi Keuangan (“ISAK”) (lanjutan)
Efektif 1 Januari 2025
• Amendemen PSAK No. 74, “Kontrak Asuransi tentang Penerapan Awal PSAK No. 74 dan PSAK No.
71 - Informasi Komparatif”
Pada saat tanggal penerbitan laporan keuangan konsolidasian ini, manajemen sedang mempelajari
dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar baru dan revisi tersebut serta pengaruhnya pada
laporan keuangan konsolidasian Perusahaan.
c. Prinsip-prinsip konsolidasian
(i) Entitas anak
Entitas anak adalah seluruh entitas (termasuk entitas terstruktur) dimana Grup memiliki
pengendalian. Grup mengendalikan entitas lain ketika Grup terekspos atas, atau memiliki hak
untuk, pengembalian yang bervariasi dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki
kemampuan untuk mempengaruhi pengembalian tersebut melalui kekuasaannya atas entitas
tersebut. Entitas anak dikonsolidasikan secara penuh sejak tanggal dimana pengendalian
dialihkan kepada Grup. Entitas anak tidak dikonsolidasikan lagi sejak tanggal dimana Grup
kehilangan pengendalian.
Transaksi, saldo dan keuntungan antar entitas Grup yang belum direalisasi telah dieliminasi.
Kerugian yang belum direalisasi juga dieliminasi. Jika diperlukan, nilai yang dilaporkan oleh
entitas anak telah diubah untuk menyesuaikan dengan kebijakan akuntansi yang diadopsi oleh
Grup.
Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali dicatat berdasarkan PSAK 38 (Revisi
2012) “Kombinasi Bisnis Entitas Sepengendali” dimana selisih harga perolehan yang dibayar
dengan nilai tercatat aset neto yang diperoleh dicatat sebagai bagian akun tambahan modal
disetor di ekuitas.
Berdasarkan PSAK 38 (Revisi 2012) tersebut, unsur-unsur laporan keuangan konsolidasian dari
entitas yang bergabung, untuk periode terjadinya kombinasi bisnis entitas sepengendali dan untuk
periode komparatif, disajikan sedemikian rupa seolah-olah penggabungan tersebut telah terjadi
sejak awal periode entitas yang bergabung berada dalam sepengendalian.
(ii) Entitas asosiasi
Entitas asosiasi adalah seluruh entitas dimana Grup memiliki pengaruh signifikan namun bukan
pengendalian, biasanya melalui kepemilikan hak suara antara 20% dan 50%. Investasi pada
entitas asosiasi dicatat dengan metode ekuitas (lihat poin (iii) di bawah), setelah pada awalnya
diakui pada nilai perolehan.
13
Page 15
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
c. Prinsip-prinsip konsolidasian (lanjutan)
(ii) Entitas asosiasi (lanjutan)
Nilai perolehan diukur pada nilai wajar aset yang dialihkan, kepemilikan ekuitas yang diterbitkan,
atau liabilitas yang diakui pada tanggal transaksi, termasuk biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung dengan perolehan. Goodwill pada entitas asosiasi merupakan
selisih lebih dari nilai perolehan entitas asosiasi atas bagian Grup atas nilai wajar aset neto
teridentifikasi entitas asosiasi dan dimasukkan dalam nilai tercatat investasi. Jika bagian Grup
atas nilai wajar aset neto teridentifikasi entitas asosiasi melebihi nilai perolehannya dalam kasus
pembelian diskon, selisih tersebut diakui pada laba rugi.
(iii) Pengaturan bersama
Menurut PSAK 66, pengaturan bersama diklasifikasikan sebagai operasi bersama atau ventura
bersama bergantung pada hak dan kewajiban kontraktual para investor bukan struktur hukum dari
pengaturan bersama. Grup telah menilai sifat dari pengaturan bersama dan menentukan
pengaturan tersebut sebagai ventura bersama. Ventura bersama dicatat menggunakan metode
ekuitas, setelah pada awalnya diakui sebagai biaya pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
(iv) Metode ekuitas
Pada metode ekuitas, investasi pada awalnya dicatat pada biaya perolehan dan selanjutnya
disesuaikan untuk mengakui bagian investor atas laba rugi pasca akuisisi dari investee pada laba
rugi dan bagiannya dalam pergerakan penghasilan komprehensif lainnya dari investee pada
penghasilan komprehensif lainnya.
Keuntungan yang belum terealisasi atas transaksi antara Grup dengan entitas asosiasi atau
ventura bersama dieliminasi sebesar kepentingan Grup dalam entitas-entitas tersebut. Kerugian
yang belum direalisasi juga dieliminasi kecuali transaksi tersebut memberikan bukti penurunan
nilai atas aset yang dialihkan. Kebijakan akuntansi entitas asosiasi atau ventura bersama telah
diubah jika diperlukan untuk memastikan konsistensi dengan kebijakan yang diterapkan oleh
Grup.
Jika bagian Grup atas kerugian entitas asosiasi atau ventura bersama sama dengan atau
melebihi kepentingannya pada entitas asosiasi atau ventura bersama, termasuk piutang tanpa
agunan, Grup menghentikan pengakuan bagian kerugiannya, kecuali Grup memiliki kewajiban
atau melakukan pembayaran atas nama entitas asosiasi atau ventura bersama.
Pada setiap tanggal pelaporan, Grup menentukan apakah terdapat bukti objektif bahwa telah
terjadi penurunan nilai atas investasi pada entitas asosiasi atau ventura bersama. Jika demikian,
maka nilai tercatat dari investasi yang dicatat dengan akuntansi ekuitas diuji untuk penurunan nilai
sesuai dengan kebijakan yang dijelaskan pada Catatan 2m.
Dividen yang diterima dan yang akan diterima dari entitas asosiasi atau ventura bersama diakui
sebagai pengurang jumlah tercatat investasi.
14
Page 16
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
d. Penjabaran mata uang asing
(i) Mata uang fungsional dan penyajian
Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam Rupiah yang merupakan mata uang fungsional
Perusahaan dan mata uang penyajian Grup. Akun-akun yang tercakup dalam laporan keuangan
konsolidasian setiap entitas anak di dalam Grup diukur menggunakan mata uang dari lingkungan
ekonomi utama dimana entitas tersebut beroperasi (“mata uang fungsional”).
Untuk tujuan konsolidasi, untuk entitas anak Grup yang memiliki mata uang fungsional berbeda,
maka aset dan liabilitas entitas anak Grup ditranslasikan dengan kurs tengah Bank Indonesia
pada akhir periode pelaporan. Sementara itu, pendapatan dan beban ditranslasikan dengan kurs
rata-rata dari kurs tengah Bank Indonesia selama periode laporan laba rugi.
Selisih yang timbul dari penjabaran laporan keuangan konsolidasian entitas anak Grup tersebut
ke dalam Rupiah disajikan dalam akun “Penghasilan komprehensif lainnya” pada ekuitas dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian.
(ii) Transaksi dan saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan menjadi mata uang fungsional menggunakan kurs
yang berlaku pada tanggal transaksi.
Pada setiap tanggal pelaporan, setiap aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing
dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah disesuaikan untuk mencerminkan kurs penutup.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata uang
asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing menggunakan kurs
yang berlaku pada akhir periode pelaporan diakui di dalam laba rugi.
Kurs Dolar Amerika Serikat (Dolar AS atau AS$) terhadap Rupiah berdasarkan kurs tengah yang
diterbitkan oleh bank Indonesia per 31 Maret 2024 adalah Rp15.853 dan per 31 Desember 2023
dalam nilai penuh adalah Rp15.416.
e. Transaksi dengan Pihak Berelasi
Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak berelasi. Definisi pihak berelasi sesuai dengan yang
diatur dalam PSAK 7, "Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi".
Seluruh transaksi yang material dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan atas laporan
keuangan konsolidasian.
f. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas termasuk kas, bank dan deposito berjangka yang jatuh tempo dalam jangka waktu
tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atau tidak
dibatasi penggunaannya.
Bank dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya disajikan pada akun aset lain-lain “kas
yang dibatasi penggunaannya” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
15
Page 17
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
g. Piutang Usaha dan Piutang Lain-lain
Piutang usaha adalah jumlah tagihan dari pelanggan untuk barang yang dijual atau jasa yang diberikan
dalam transaksi bisnis pada umumnya. Piutang lain-lain adalah jumlah tagihan dari pihak ketiga atau
pihak yang berelasi di luar kegiatan usaha. Jika pembayaran piutang diharapkan selesai dalam satu
tahun atau kurang (atau dalam siklus normal operasi dari bisnis jika lebih lama), piutang tersebut
dikelompokkan sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang tersebut disajikan sebagai aset tidak lancar.
Piutang usaha dan piutang lain-lain pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan kemudian diukur pada
biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dikurangi dengan
provisi atas penurunan nilai.
Kolektibilitas piutang usaha dan piutang lain-lain ditinjau secara berkala. Piutang yang diketahui tidak
tertagih, dihapuskan dengan secara langsung mengurangi nilai tercatatnya. Akun provisi digunakan
ketika terdapat bukti yang objektif bahwa Perusahaan tidak dapat menagih seluruh atau sebagian nilai
terutang sesuai dengan persyaratan awal piutang.
Kesulitan keuangan signifikan yang dialami debitur, debitur dinyatakan pailit atau melakukan
reorganisasi keuangan dan gagal bayar atau menunggak pembayaran merupakan indikator yang
dianggap dapat menunjukan adanya penurunan nilai piutang. Arus kas terkait dengan piutang jangka
pendek tidak didiskontokan apabila efek diskonto tidak material.
Jumlah kerugian penurunan nilai diakui pada laba rugi dan disajikan sebagai “(beban)/pendapatan lain-
lain, neto” untuk piutang usaha dan piutang lain-lain. Ketika piutang usaha dan piutang lain-lain, yang
rugi penurunan nilainya telah diakui, tidak dapat ditagih pada periode selanjutnya, maka piutang
tersebut dihapusbukukan dengan mengurangi akun provisi. Jumlah yang selanjutnya dapat ditagih
kembali atas piutang yang sebelumnya telah dihapusbukukan, dikreditkan terhadap
“(beban)/pendapatan lain-lain, neto” pada laba rugi.
h. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dengan nilai realisasi bersih (the
lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan persediaan di nilai dengan menggunakan
metode Rata-rata (Average method). Penyisihan persediaan usang dan penyisihan penurunan nilai
persediaan ditentukan untuk menyesuaikan nilai persediaan ke nilai realisasi bersih.
Nilai realisasi bersih adalah taksiran harga jual dalam kegiatan usaha normal setelah dikurangi dengan
taksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan untuk melaksanakan penjualan.
16
Page 18
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
i. Uang Muka dan Biaya Dibayar di Muka
Pembayaran dimuka adalah biaya yang dibayar dimuka dan dicatat sebagai aset sebelum
dimanfaatkan. Akun ini terdiri dari uang muka pembelian dan biaya dibayar dimuka. Uang muka
pembelian merupakan pembayaran dimuka atas pembelian perlengkapan keperluan operasional dan
beban lainnya. Pembayaran dimuka dialokasikan selama jangka waktu pembayaran dan dibebankan
ke akun yang sesuai dalam laporan laba rugi saat terjadinya. Pembayaran dimuka yang diharapkan
akan terealisasi dalam waktu tidak lebih dari 12 bulan setelah periode pelaporan, diklasifikasikan
sebagai aset lancar, selebihnya, diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar.
j. Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan
Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan diukur pada nilai yang lebih rendah
antara jumlah tercatat dan nilai wajar setelah dikurangi biaya untuk menjual.
Investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset lepasan harus diklasifikasikan sebagai dimiliki
untuk dijual jika jumlah tercatatnya akan dipulihkan terutama melalui transaksi penjualan dari pada
melalui pemakaian berlanjut.
Kondisi ini dapat terpenuhi hanya ketika investasi dalam saham yang dikelompokkan dalam aset
lepasan berada dalam keadaan segera dapat dijual dan penjualannya harus sangat mungkin terjadi.
Manajemen harus berkomitmen terhadap rencana penjualan tersebut, yang diperkirakan memenuhi
ketentuan pengakuan sebagai penjualan dalam waktu satu tahun dari tanggal klasifikasi.
k. Aset Tetap dan Penyusutan
Pemilikan Langsung
Grup menganalisis fakta dan keadaan untuk masing-masing jenis hak atas tanah dalam menentukan
akuntansi untuk masing-masing hak atas tanah tersebut sehingga dapat merepresentasikan dengan
tepat suatu kejadian atau transaksi ekonomis yang mendasarinya. Jika hak atas tanah tersebut tidak
mengalihkan pengendalian atas aset pendasar kepada Grup, melainkan mengalihkan hak untuk
menggunakan aset pendasar, Grup menerapkan perlakuan akuntansi atas transaksi tersebut sebagai
sewa berdasarkan PSAK 73, “Sewa”. Jika hak atas tanah secara substansi menyerupai pembelian
tanah, maka Grup menerapkan PSAK 16, “Aset Tetap” yaitu hak atas tanah diakui sebesar harga
perolehan dan tidak disusutkan.
Aset tetap pemilikan langsung kecuali tanah disajikan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan dan rugi penurunan nilai aset, jika ada dan disusutkan dengan menggunakan metode
Garis Lurus (Straight-line) dengan taksiran masa manfaat keekonomian aset tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan Permanen 20
Bangunan Semi Permanen 10
Kendaraan 4-8
Perabotan dan Peralatan 4-8
17
Page 19
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
k. Aset Tetap dan Penyusutan (lanjutan)
Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan dalam laba rugi pada saat terjadinya biaya-biaya
tersebut, sedangkan pengeluaran dalam jumlah besar dan sifatnya meningkatkan kondisi aset secara
signifikan dikapitalisasi. Semua pengeluaran setelah perolehan awal aset tetap akan ditambah
(kapitalisasi) pada jumlah tercatat aset yang bersangkutan.
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat
ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang
timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil
pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laba rugi pada periode/tahun aset tersebut
dihentikan pengakuannya.
Secara berkala, nilai residu, metode penyusutan dan masa manfaat setiap aset ditelaah, dan
disesuaikan jika perlu.
Keuntungan dan kerugian yang timbul dari pelepasan aset tetap ditentukan sebesar perbedaan antara
penerimaan hasil pelepasan dan jumlah tercatat aset tersebut dan diakui dalam akun
“(Beban)/penghasilan lain-lain, bersih” di laba rugi.
Aset Tetap dalam Pembangunan
Aset tetap dalam pembangunan dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari
aset tetap. Akumulasi biaya perolehan akan direklasifikasi ke masing-masing aset tetap pada saat aset
tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan, dan penyusutan mulai dibebankan pada saat itu.
18
Page 20
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
l. Aset keuangan
(i) Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran
Grup menerapkan PSAK 71, yang mensyaratkan pengaturan instrumen keuangan terkait
klasifikasi dan pengukuran, penurunan nilai atas instrumen aset keuangan dan akuntansi lindung
nilai.
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan ditentukan berdasarkan jenis aset. Untuk aset
keuangan berupa instrumen utang, pengklasifikasiannya harus didasarkan pada model bisnis dan
arus kas kontraktual - apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
a) Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
b) Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Klasifikasi ini tergantung pada model bisnis Grup dan persyaratan kontraktual arus kas - apakah
penentuan arus kasnya semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Grup menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal.
Grup melakukan reklasifikasi instrumen utang jika dan hanya jika terdapat perubahan model
bisnis atas aset keuangan tersebut.
Untuk investasi pada instrumen ekuitas yang bukan termasuk dimiliki untuk diperdagangkan,
tergantung apakah Grup telah melakukan pemilihan yang tidak dapat dibatalkan pada saat
pengakuan awal untuk instrumen ekuitas yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan
komprehensif lain.
Grup melakukan reklasifikasi instrumen utang jika dan hanya jika terdapat perubahan model
bisnis atas aset keuangan tersebut.
19
Page 21
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
l. Aset keuangan (lanjutan)
(i) Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran (lanjutan)
Pembelian dan penjualan aset keuangan diakui pada saat tanggal perdagangan dimana, Grup
berkomitmen untuk membeli atau menjual aset keuangan. Aset keuangan dihentikan
pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari aset keuangan tersebut telah
kedaluwarsa atau dialihkan dan Grup telah mengalihkan secara substansial risiko dan manfaat
atas kepemilikan.
Saat pengakuan awal, Grup mengukur aset keuangan pada nilai wajar ditambah dengan, dalam
hal aset keuangan diukur dengan nilai wajar tidak melalui laba rugi, biaya transaksi yang dapat
diatribusikan secara langsung pada akuisisi aset keuangan. Biaya transaksi atas aset keuangan
pada nilai wajar melalui laba rugi dibebankan pada laba rugi.
Instrumen utang
Pengukuran selanjutnya atas instrumen utang bergantung kepada model bisnis Grup dalam
mengelola aset dan karakteristik dari arus kas. Berikut adalah kategori pengukuran dalam
mengklasifikan instrumen utang:
• Biaya perolehan diamortisasi: Aset yang dimiliki untuk pengumpulan arus kas kontraktual,
dimana arus kas tersebut merupakan pembayaran pokok dan bunga, diukur dengan biaya
perolehan diamortisasi. Penghasilan bunga dari aset keuangan ini termasuk dalam
penghasilan keuangan menggunakan metode suku bunga efektif. Laba atau rugi yang timbul
dari penghentian pengakuan diakui secara langsung dalam laba rugi dan disajikan dalam
keuntungan/ (kerugian) lainnya bersama dengan keuntungan dan kerugian selisih kurs.
Penurunan nilai aset keuangan disajikan terpisah dalam laba rugi.
• Nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain: Aset yang dimiliki untuk pengumpulan arus
kas kontraktual dan untuk penjualan keuangan aset, dimana arus kas aset merupakan
pembayaran pokok dan bunga diukur pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Mutasi dalam jumlah tercatat dilakukan melalui penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk
pengakuan keuntungan atau kerugian penurunan nilai, pendapatan bunga dan keuntungan
dan kerugian selisih kurs, yang diakui dalam laba rugi. Ketika aset keuangan dihentikan
pengakuannya, akumulasi keuntungan atau kerugian yang sebelumnya diakui dalam
penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi pada
pendapatan/(beban) lain-lain. Pendapatan bunga dari aset keuangan ini termasuk dalam
penghasilan keuangan menggunakan metode suku bunga efektif. Keuntungan dan kerugian
selisih kurs disajikan pada pendapatan/(beban) lain-lain, dan penurunan nilai disajikan pada
bagian terpisah dalam laba rugi.
Instrumen ekuitas
Grup selanjutnya mengukur semua investasi ekuitas pada nilai wajar. Dimana manajemen Grup
telah memilih untuk menyajikan keuntungan dan kerugian nilai wajar dari investasi ekuitas pada
penghasilan komprehensif lain. Tidak ada reklasifikasi selanjutnya atas keuntungan dan kerugian
dari nilai wajar ke laba rugi setelah penghentian pengakuan investasi. Dividen dari investasi
tersebut terus diakui dalam laba rugi sebagai penghasilan lainnya ketika hak Grup untuk
menerima pembayaran ditetapkan. Kerugian penurunan nilai pada investasi ekuitas yang diukur
pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain tidak dilaporkan secara terpisah dari
perubahan nilai wajarnya.
20
Page 22
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
l. Aset keuangan (lanjutan)
(i) Klasifikasi, pengakuan dan pengukuran (lanjutan)
Pada 31 Maret 2024 dan Desember 2023, Grup telah memilih untuk mengukur seluruh aset
keuangan instrumen ekuitas pada nilai wajar melalui laporan laba rugi komprehensif. Perubahan
nilai wajar aset keuangan tersebut dicatat pada akun penghasilan komprehensif lain di bagian
ekuitas pada neraca dan tidak akan direklasifikasi ke laba rugi pada saat dihentikan
pengakuannya.
(ii) Penghentian pengakuan
Aset keuangan dihentikan pengakuannya ketika hak untuk menerima arus kas dari investasi
tersebut telah jatuh tempo atau telah ditransfer dan Grup telah mentransfer secara substansial
seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset.
Ketika aset keuangan instrumen ekuitas yang diklasifikasikan sebagai aset keuangan pada nilai
wajar melalui penghasilan komprehensif lain dihentikan pengakuannya, akumulasi penyesuaian
nilai wajar yang diakui pada ekuitas tidak akan direklasifikasi ke laba rugi.
(iii) Saling hapus antar instrumen
Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan
posisi keuangan konsolidasian jika terdapat hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan terdapat maksud untuk
menyelesaikan secara bersih atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara
bersamaan.
Hak saling hapus tidak kontinjen atas peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara
hukum dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa
kepailitan atau kebangkrutan Grup atau pihak lawan.
m. Penurunan nilai dari aset keuangan
Grup menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur Kerugian Kredit Ekspektasian
(“KKE”) yang menggunakan cadangan KKE seumur hidup berdasarkan basis forward-looking untuk
seluruh saldo piutang usaha. Selain untuk piutang usaha, Grup menerapkan pendekatan umum untuk
mengukur KKE.
Grup menilai berdasarkan basis forward-looking untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian
terhadap instrumen utang yang diukur dengan nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Metode penurunan nilai dilakukan dengan mempertimbangkan apakah risiko kredit telah meningkat
secara signifikan.
21
Page 23
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
n. Utang usaha
Utang usaha adalah kewajiban untuk membayar barang atau jasa yang telah diperoleh dari pemasok
dalam kegiatan usaha normal. Utang usaha dikelompokkan sebagai liabilitas jangka pendek apabila
pembayaran jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang. Jika tidak, utang usaha tersebut
disajikan sebagai liabilitas jangka panjang.
Utang usaha pada awalnya diukur sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode bunga efektif.
o. Kombinasi Bisnis
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode Akuisisi. Biaya perolehan dari sebuah akuisisi
diukur pada nilai agregat imbalan yang dialihkan, diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan
jumlah setiap KNP pada pihak yang diakuisisi. Untuk setiap kombinasi bisnis, pihak pengakuisisi
mengukur KNP pada entitas yang diakuisisi baik pada nilai wajar atau pun pada proporsi kepemilikan
KNP atas aset neto yang teridentifikasi dari entitas yang diakuisisi. Biaya-biaya akuisisi yang timbul
dibebankan langsung pada tahun berjalan.
Pada tanggal akuisisi, selisih lebih antara penjumlahan imbalan yang dialihkan dan jumlah yang diakui
untuk KNP dengan aset teridentifikasi dan liabilitas yang diambil-alih (aset neto) dicatat sebagai
goodwill. Jika imbalan lebih rendah dari nilai wajar aset neto dari Perusahaan yang diakuisisi maka
selisihnya diakui dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian.
Transaksi yang dilakukan dengan entitas sepengendali diterapkan metode Penyatuan Kepemilikan.
Transaksi kombinasi bisnis antara entitas sepengendali berupa pengalihan bisnis yang dilakukan
dalam rangka reorganisasi entitas-entitas yang berada dalam suatu kelompok usaha yang sama,
bukan perubahan pemilikan dalam arti substansi ekonomi, sehingga transaksi demikian tidak
menimbulkan laba rugi bagi seluruh kelompok usaha atau bagi entitas individual dalam kelompok
usaha tersebut. Selisih antara harga pengalihan dengan jumlah tercatat dari setiap transaksi kombinasi
bisnis antara entitas sepengendali pada tanggal pengalihan dicatat sebagai “Tambahan Modal
Disetor”.
p. Pendapatan dan beban
Pendapatan
Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah penilaian:
a) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
b) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan adalah janji dalam
kontrak untuk mentransfer barang atau jasa yang berbeda kepada pelanggan.
c) Tentukan harga transaksi. Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diharapkan menjadi hak
entitas sebagai imbalan untuk mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan.
Jika pertimbangan yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah variabel, Grup memperkirakan
jumlah imbalan yang diharapkan berhak sebagai imbalan atas pengalihan barang atau jasa yang
dijanjikan kepada pelanggan dikurangi perkiraan jumlah jaminan tingkat layanan yang akan
dibayarkan selama masa kontrak.
22
Page 24
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
p. Pendapatan dan beban (lanjutan)
Pendapatan (lanjutan)
d) Alokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan atas dasar harga jual berdiri
sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak
dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diestimasi berdasarkan biaya
ekspektasian ditambah margin.
e) Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi dengan mentransfer barang atau
jasa yang dijanjikan kepada pelanggan (yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali atas barang
atau jasa tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dalam kondisi sebagai berikut:
a) Pada waktu tertentu (biasanya untuk janji dalam memindahkan barang ke pelanggan); atau
b) Sepanjang waktu (biasanya untuk janji dalam memberikan pelayanan pada pelanggan). Untuk
kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Grup memilih ukuran kemajuan yang
sesuai untuk menentukan jumlah pendapatan yang harus diakui ketika kewajiban pelaksanaan
dipenuhi.
Pendapatan Sewa
Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama
masa sewa. Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa tambahan
ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui dengan dasar Garis Lurus selama masa sewa.
Uang muka sewa yang diterima dari penyewa dicatat ke dalam akun pendapatan yang diterima dimuka
dan akan diakui sebagai pendapatan secara berkala sesuai dengan kontrak sewa yang berlaku.
Pendapatan Hotel
Pendapatan sewa hotel dan pendapatan hotel lainnya diakui pada saat jasa diberikan atau barang
diserahkan.
Pendapatan Spa
Pendapatan dari spa diakui pada saat jasa diberikan kepada pelanggan.
Beban
Beban diakui pada saat terjadi berdasarkan konsep akrual.
Pendapatan bunga dan beban bunga diakui dalam Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif
Lain Konsolidasian secara akrual menggunakan metode Suku Bunga Efektif.
23
Page 25
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
q. Pajak penghasilan kini dan tangguhan
Beban pajak penghasilan terdiri dari pajak kini dan pajak tangguhan. Pajak tersebut diakui dalam laba
rugi, kecuali jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang langsung diakui dalam
ekuitas atau dalam penghasilan komprehensif lain. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui
dalam ekuitas atau penghasilan komprehensif lain.
Pajak penghasilan kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang telah diberlakukan pada tanggal
posisi keuangan.
Pajak penghasilan tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak
atas aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya. Pajak penghasilan tangguhan diukur menggunakan
tarif pajak yang telah berlaku atau secara substantif berlaku pada tanggal pelaporan dan yang
diharapkan akan diterapkan pada saat aset pajak tangguhan yang bersangkutan direalisasi atau pada
saat liabilitas pajak tangguhan diselesaikan.
Aset pajak penghasilan tangguhan diakui apabila besar kemungkinan bahwa laba kena pajak pada
masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer yang menimbulkan aset
pajak tangguhan tersebut.
Aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dapat saling hapus apabila terdapat hak yang
berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus antara aset pajak kini dengan liabilitas pajak kini
dan apabila aset dan liabilitas pajak penghasilan tangguhan dikenakan oleh otoritas perpajakan yang
sama, baik atas entitas kena pajak yang sama ataupun berbeda dan adanya niat untuk melakukan
penyelesaian saldo-saldo tersebut secara neto.
r. Sewa
Suatu kontrak mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk mengendalikan
penggunaan aset selama jangka waktu tertentu yang dipertukarkan dengan imbalan. Entitas menyewa
aset tetap tertentu dengan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa.
Aset hak-guna diakui sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan
penurunan nilai. Aset hak guna disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur
manfaat aset hak-guna atau masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar. Setiap pembayaran sewa
dialokasikan antara porsi pelunasan liabilitas dan biaya keuangan. Liabilitas sewa, disajikan sebagai
liabilitas jangka panjang kecuali untuk bagian yang jatuh tempo dalam waktu 12 bulan atau kurang
yang disajikan sebagai liabilitas jangka pendek. Unsur bunga dalam biaya keuangan dibebankan ke
laba rugi selama masa sewa yang menghasilkan tingkat suku bunga konstan atas sisa saldo liabilitas.
Grup tidak mengakui aset hak guna dan liabilitas sewa untuk:
- Sewa jangka-pendek yang memiliki masa sewa dua belas (12) bulan atau kurang; atau
- Sewa yang asetnya bernilai rendah. Pembayaran yang dilakukan untuk sewa tersebut dibebankan
ke laba rugi dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
24
Page 26
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
s. Liabilitas manfaat karyawan
Entitas mengakui liabilitas atas imbalan kerja karyawan berdasarkan Undang-Undang Cipta Kerja atau
Perjanjian Kerja Bersama. Nilai kini liabilitas imbalan pasti, beban jasa kini dan beban jasa lalu
ditentukan dengan menggunakan metode penilaian “Projected Unit Credit” .
Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas di masa depan
dengan menggunakan tingkat bunga obligasi pemerintah jangka panjang pada akhir periode pelaporan
dalam mata uang Rupiah sesuai dengan mata uang di mana imbalan tersebut akan dibayarkan dan
yang memiliki jangka waktu yang sesuai dengan liabilitas imbalan pensiunan yang bersangkutan.
Pengukuran kembali yang timbul dari penyesuaian dan perubahan dalam asumsi-asumsi aktuarial
langsung diakui seluruhnya melalui penghasilan komprehensif lainnya.
Biaya jasa lalu yang timbul dari amendemen atau kurtailmen program diakui sebagai beban dalam laba
rugi pada saat terjadinya.
t. Aset dan liabilitas pengampunan pajak
Grup telah menerapkan PSAK 70 mengenai "Akuntansi Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak".
PSAK ini mengatur mengenai perlakuan akuntansi atas aset dan liabilitas pengampunan pajak sesuai
dengan Undang-Undang No. 11 Tahun 2016 tentang Pengampunan Pajak.
Aset pengampunan pajak diukur sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan aset pengampunan pajak
merupakan deemed cost dan menjadi dasar bagi Grup dalam melakukan pengukuran setelah
pengakuan awal.
Liabilitas pengampunan pajak diukur sebesar kewajiban kontraktual untuk menyerahkan kas atau
setara kas untuk menyelesaikan kewajiban yang berkaitan langsung dengan perolehan aset
pengampunan pajak.
Selisih antara aset pengampunan pajak dan liabilitas pengampunan pajak diakui di ekuitas dalam pos
tambahan modal disetor. Grup mengakui uang tebusan yang dibayarkan pada laba rugi pada periode
Surat Keterangan disampaikan.
u. Provisi
Provisi diakui ketika Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum
maupun konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu, kemungkinan besar Perusahaan dan Entitas
Anak diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi andal mengenai jumlah kewajiban tersebut
dapat dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk
menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan
ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang
diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas.
25
Page 27
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
v. Laba Per Saham Dasar
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata
tertimbang saham biasa yang beredar pada tahun yang bersangkutan.
Untuk tujuan perhitungan laba per saham dilusian, Perusahaan menyesuaikan laba atau rugi yang
dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-rata tertimbang
saham yang beredar, atas dampak dari seluruh instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
Asumsi kelangsungan usaha
Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa Perusahaan tetap dapat melangsungkan usahanya. laporan
keuangan konsolidasian ini tidak mencakup penyesuaian-penyesuaian yang mungkin timbul sebagai
dampak dari ketidakpastian tersebut.
Estimasi dan asumsi ini memiliki risiko dan ketidakpastian; sehingga ada kemungkinan bahwa perubahan
situasi akan mengubah proyeksi ini, yang selanjutnya dapat mempengaruhi kelangsungan usaha
Perusahaan. Dalam keadaan seperti itu, asumsi kelangsungan usaha Perusahaan dapat berubah.
Perusahaan telah mengidentifikasi hal-hal berikut dimana diperlukan pertimbangan, estimasi, dan asumsi
dan dimana hasil aktual dapat berbeda dari estimasi tersebut jika menggunakan asumsi dan kondisi yang
berbeda dan dapat mempengaruhi secara material hasil keuangan atau posisi keuangan Perusahaan yang
dilaporkan dalam periode mendatang.
Rugi penurunan nilai piutang
Perusahaan menilai penurunan nilai piutang pada setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah
rugi penurunan nilai harus dicatat dalam laba rugi, manajemen membuat penilaian, apakah terdapat bukti
objektif bahwa kerugian telah terjadi. Manajemen juga membuat penilaian atas metodologi dan asumsi
untuk memperkirakan jumlah dan waktu arus kas masa depan yang direviu secara berkala untuk
mengurangi perbedaan antara estimasi kerugian dan kerugian aktualnya.
Pajak penghasilan dan pajak lainnya
Pertimbangan dan asumsi diperlukan dalam menentukan besaran fasilitas pengurang pajak dan investasi
(capital allowance) dan pengurangan beban tertentu untuk tujuan fiskal selama proses estimasi atas
perhitungan beban pajak penghasilan Perusahaan. Secara khusus, perhitungan beban pajak penghasilan
Perusahaan melibatkan penafsiran terhadap peraturan perpajakan dan peraturan lainnya. Banyaknya
transaksi dan perhitungan yang dapat menyebabkan ketidakpastian di dalam penentuan kewajiban pajak
selama bisnis normal.
Semua pertimbangan dan estimasi yang dibuat manajemen seperti yang diungkapkan di atas dapat
dipertanyakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (“DJP”) atau Auditor Pemerintah. Sebagai akibatnya, terjadi
ketidakpastian dalam penentuan kewajiban pajak. Resolusi posisi pajak yang diambil oleh Perusahaan,
dapat berlangsung bertahun-tahun dan sangat sulit untuk memprediksi hasil akhirnya. Apabila terdapat
perbedaan perhitungan pajak dengan jumlah yang telah dicatat, perbedaan tersebut akan berdampak pada
pajak penghasilan dan pajak tangguhan dalam tahun dimana penentuan pajak tersebut dibuat.
26
Page 28
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING (lanjutan)
Pajak penghasilan dan pajak lainnya (lanjutan)
Aset pajak tangguhan, termasuk yang timbul dari rugi fiskal, besaran capital allowance, dan perbedaan
temporer lainnya, diakui hanya apabila dianggap lebih mungkin daripada tidak bahwa mereka dapat
diterima kembali, dimana hal ini tergantung pada kecukupan pembentukan laba kena pajak di masa depan.
Sama seperti “penurunan nilai aset non-keuangan” asumsi atas laba kena pajak masa depan yang dapat
dihasilkan sangat dipengaruhi oleh estimasi dan asumsi manajemen atas volume penjualan, harga
komoditas, dan lain-lain; yang mana terpapar risiko dan ketidakpastian, sehingga terdapat kemungkinan
perubahan keadaan akan mengubah proyeksi laba kena pajak di masa mendatang.
Kewajiban imbalan pascakerja
Nilai kini kewajiban imbalan pascakerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar
aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk menentukan biaya/(penghasilan)
pensiun neto mencakup tingkat diskonto dan kenaikan gaji di masa datang. Adanya perubahan pada
asumsi ini akan mempengaruhi jumlah tercatat kewajiban imbalan pascakerja.
Perusahaan menentukan tingkat diskonto dan kenaikan gaji masa datang yang sesuai pada akhir tahun
pelaporan. Tingkat diskonto adalah tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan nilai kini
atas estimasi arus kas keluar masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan kewajiban imbalan
pascakerja. Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan mempertimbangkan tingkat
suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasikan dalam mata uang imbalan akan dibayar dan
memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu kewajiban imbalan pascakerja yang terkait.
Untuk tingkat kenaikan gaji masa datang, Perusahaan mengumpulkan data historis mengenai perubahan
gaji dasar pekerja dan menyesuaikannya dengan perencanaan bisnis masa datang.
Penurunan nilai aset nonkeuangan dan aset tetap
Jumlah nilai yang dapat dipulihkan kembali dari sebuah aset atau kelompok aset penghasil kas diukur
berdasarkan nilai yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai.
Penentuan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual atau nilai pakai mewajibkan manajemen untuk
membuat estimasi dan asumsi atas tingkat produksi yang diharapkan dan volume penjualan, harga
komoditas (mempertimbangkan harga saat ini dan harga masa lalu, tren harga dan faktor-faktor terkait),
cadangan (lihat ‘Estimasi Cadangan’), biaya operasi, biaya penutupan dan rehabilitasi serta belanja modal
di masa depan. Estimasi dan asumsi ini terpapar risiko dan ketidakpastian; sehingga terdapat kemungkinan
perubahan situasi yang dapat mengubah proyeksi ini, sehingga dapat mempengaruhi nilai aset yang dapat
dipulihkan kembali. Dalam keadaan seperti itu, sebagian atau seluruh nilai tercatat aset mungkin akan
mengalami penurunan nilai lebih lanjut atau terjadi pengurangan rugi penurunan nilai yang dampaknya akan
dicatat dalam laba rugi.
27
Page 29
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN SETARA KAS
Rincian kas dan setara kas pada 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Kas 1.185.803.610 1.191.185.291
Kas di bank
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 2.063.988.987 3.286.422.236
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 1.467.255.350 1.345.086.215
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 258.899.291 367.256.876
PT Bank CIMB Niaga Tbk 140.326.916 105.026.388
PT Bank Pan Indonesia Tbk 16.541.208 16.629.744
PT Bank Bukopin Tbk 574.803 15.983.088
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk - 350.790.134
Subtotal Kas di Bank 3.947.586.555 5.487.194.681
Deposito Berjangka
Pihak ketiga
Rupiah
PT Bank CIMB Niaga Tbk 3.130.000.000 3.130.000.000
PT Bank Capital 1.591.971.848 2.079.525.548
Subtotal Deposito 4.721.971.848 5.209.525.548
Jumlah 9.855.362.013 11.887.905.520
Deposito berjangka mempunyai jangka waktu 1 bulan dan memiliki tingkat bunga berkisar antara 5,25%-
7,25% per tahun pada 31 Maret 2024 dan 4,25% - 4,85% per tahun pada 31 Desember 2023.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 tidak terdapat bank yang dibatasi penggunaannya dan
seluruh bank ditempatkan pada pihak ketiga.
5. PIUTANG USAHA
Akun ini merupakan piutang atas jasa penyewaan kamar hotel dan spa, berikut fasilitas dan penunjang
lainnya dengan rincian per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
a. Berdasarkan pelanggan
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pelanggan yang telah check out:
Bank Bukopin 270.050.000 -
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 152.040.000 10.500.000
Kepolisian Negara Republik Indonesia 78.633.866 -
PT Mitra Global Holiday 49.200.000 85.850.000
Sub Jumlah 549.923.866 96.350.000
28
Page 30
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. PIUTANG USAHA (lanjutan)
a. Berdasarkan pelanggan (lanjutan 31 Maret 2024 31 Desember 2023
Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah 22.000.000 -
Online Travel Agent 19.156.145 4.423.704
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan 10.425.000 -
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan - 51.053.945
Lain-lain (Saldo di bawah Rp 10.000.000) 35.300.146 149.796.986
Sub jumlah pelanggan yang telah check out 636.805.157 301.624.635
Pelanggan yang belum check out 81.937.913 80.305.175
Kartu Kredit 550.000 15.801.790
Kartu Debit 31.798.579 3.849.550
Sub jumlah 751.091.649 401.581.150
Provisi atas penurunan nilai (5.317.921) (5.317.921)
Jumlah 745.773.728 396.263.229
b. Berdasarkan umur
Rincian piutang berdasarkan umur piutang per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut:
Kategori Umur 31 Maret 2024 31 Desember 2023
0 - 30 hari 596.497.053 323.935.750
31 - 60 hari 133.919.596 62.246.682
61 - 90 hari - 15.398.718
> 90 hari 20.675.000 -
Total 751.091.649 401.581.150
Kolektibilitas piutang usaha pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Rata-rata Piutang usaha - Bersih 571.018.479 272.062.544
Penjualan 4.550.375.300 5.087.278.917
Kolektibilitas Piutang 45,80 hari 19,52 hari
Seluruh piutang usaha kepada pihak ketiga merupakan piutang kepada pelanggan dalam mata uang
Rupiah serta tidak dikenakan jaminan dan bunga serta tidak digunakan sebagai jaminan kredit.
Mutasi provisi penurunan nilai piutang lain-lain adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 5.317.921 212.052.810
Penambahan (pemulihan) Penyisihan - (206.734.889)
Saldo akhir 5.317.921 5.317.921
Manajemen berpendapat bahwa provisi penurunan nilai piutang lain-lain tersebut cukup untuk menutupi
kerugian dari tidak tertagihnya piutang.
29
Page 31
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. PIUTANG LAIN-LAIN
Rincian piutang lain-lain per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Karyawan 41.675.000 57.278.243
Piutang Bunga 1.041.248 1.106.144
Lain - lain - -
Sub Jumlah 42.716.248 58.384.387
Pihak berelasi (Catatan 12b) 2.008.239.877 2.008.239.877
Jumlah 2.050.956.125 2.066.624.264
Provisi atas penurunan nilai - -
Jumlah piutang lain-lain 2.050.956.125 2.066.624.264
Bagian lancar 42.716.248 58.384.387
Bagian tidak lancar 2.008.239.877 2.008.239.877
Jumlah 2.050.956.125 2.066.624.264
Seluruh piutang lain-lain merupakan piutang kepada pelanggan dalam mata uang Rupiah serta tidak
dikenakan jaminan dan bunga.
Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat tertagih sehingga tidak perlu dilakukan
cadangan kerugian penurunan nilai.
7. PERSEDIAAN
Rincian persediaan Perseroan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Makanan 61.706.218 61.929.424
Minuman 54.565.012 60.102.109
Lain-lain 266.058.028 263.841.930
Jumlah 382.329.258 385.873.463
Jumlah persediaan yang diakui sebagai beban masing-masing sebesar Rp358.403.927 dan Rp370.576.250
untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 2023.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi fisik dari persediaan, Manajemen berkeyakinan bahwa tidak
perlu dilakukan penyisihan atas keusangan persediaan karena Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh
persediaan dapat dijual atau digunakan sesuai dengan periode peruntukannya.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, persediaan tidak diasuransikan atas resiko kerugian,
kebakaran dan bencana alam. Manajemen memahami adanya risiko yang terkait sehubungan dengan
persediaan yang tidak diasuransikan.
30
Page 32
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. PERLENGKAPAN
Rincian perlengkapan Perseroan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Linen 1.121.887.602 1.134.506.918
Barang Pecah Belah 147.529.334 147.643.147
Perkakas, Alat, Bahan bakar dan supply 147.156.874 144.093.657
Perangkat Makan Perak 28.806.704 28.806.704
Seragam 9.350.919 9.350.919
Lain-lain 53.723.552 53.723.552
Jumlah 1.508.454.985 1.518.124.897
9. UANG MUKA DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA
Rincian uang muka dan biaya dibayar dimuka Perseroan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
2023 adalah sebagai berikut :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Uang muka:
Uang muka pembelian 226.671.064 186.100.989
Uang muka karyawan 47.000.000 31.000.000
Lain-lain - 9.656.300
Jumlah uang muka 273.671.064 226.757.289
Biaya dibayar dimuka
Perijinan 463.087.786 115.313.596
Beban Tangguhan 286.782.682 -
Asuransi 151.340.612 204.631.658
Kontrak Service 82.402.177 48.294.102
Sewa 54.450.000 71.362.820
Lain-lain - 16.079.017
Jumlah biaya dibayar dimuka 1.038.063.257 455.681.193
Jumlah 1.311.734.321 682.438.482
Bagian lancar 1.302.472.654 670.735.530
Bagian tidak lancar 9.261.667 11.702.952
Jumlah 1.311.734.321 682.438.482
Beban tangguhan adalah biaya THR, dan biaya-biaya operasional lainnya yang diamortisasi selama satu
tahun.
31
Page 33
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP
Rincian Aset tetap per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
31 Maret 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan:
Pemilikan Langsung
Tanah 307.798.580.933 - - - 307.798.580.933
Bangunan 85.095.921.725 - - - 85.095.921.725
Kendaraan 8.373.340.022 - - - 8.373.340.022
Perabot dan peralatan 14.584.198.377 7.775.000 - - 14.591.973.377
Jumlah Pemilikan Langsung 415.852.041.057 7.775.000 - - 415.859.816.057
Aset Hak Guna
Kendaraan 282.600.000 - - - 282.600.000
Jumlah Aset Hak Guna 282.600.000 - - - 282.600.000
Aset Tetap dalam
Pembangunan 427.207.136 267.381.000 - - 694.588.136
Jumlah Biaya Perolehan 416.561.848.193 275.156.000 - - 416.837.004.193
31 Maret 2024
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Akumulasi Penyusutan:
Pemilikan Langsung
Bangunan 24.262.954.719 1.168.039.500 - 25.430.994.219
Kendaraan 7.842.390.639 59.542.668 - 7.901.933.307
Perabot dan peralatan 13.220.130.379 144.042.725 - 13.364.173.104
Pemilikan Langsung 45.325.475.737 1.371.624.893 - - 46.697.100.630
Aset Hak Guna
Kendaraan 23.550.000 8.831.250 - - 32.381.250
Aset Hak Guna 23.550.000 8.831.250 - - 32.381.250
Jumlah Akumulasi
Penyusutan 45.349.025.737 1.380.456.143 - - 46.729.481.880
Nilai buku - bersih 371.212.822.456 370.107.522.313
32
Page 34
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (lanjutan)
31 Desember 2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan:
Pemilikan Langsung
Tanah 307.798.580.933 - - - 307.798.580.933
Bangunan 84.623.631.725 472.290.000 - - 85.095.921.725
Kendaraan 8.535.840.022 - 162.500.000 - 8.373.340.022
Perabot dan peralatan 13.666.533.234 636.113.309 91.500.000 373.051.834 14.584.198.377
Pemilikan Langsung 414.624.585.914 1.108.403.309 254.000.000 373.051.834 415.852.041.057
Aset Hak Guna
Bangunan 4.503.363.000 - 4.503.363.000 - -
Kendaraan - 282.600.000 - - 282.600.000
Aset Hak Guna 4.503.363.000 282.600.000 4.503.363.000 - 282.600.000
Aset Tetap dalam -
Pembangunan 373.051.834 427.207.136 - (373.051.834) 427.207.136
Jumlah Biaya Perolehan 419.501.000.748 1.818.210.445 4.757.363.000 - 416.561.848.193
31 Desember 2023
Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir
Akumulasi Penyusutan:
Pemilikan Langsung
Bangunan 19.638.025.717 4.624.929.002 - - 24.262.954.719
Kendaraan 7.766.719.969 238.170.670 162.500.000 - 7.842.390.639
Perabot dan peralatan 12.800.615.025 511.015.354 91.500.000 - 13.220.130.379
Jumlah Pemilikan Langsung 40.205.360.711 5.374.115.026 254.000.000 - 45.325.475.737
-
Aset Hak Guna
Bangunan 4.503.363.000 - 4.503.363.000 - -
Kendaraan - 23.550.000 - - 23.550.000
Jumlah Aset Hak Guna 4.503.363.000 23.550.000 4.503.363.000 - 23.550.000
Nilai buku - bersih 374.792.277.037 371.212.822.456
Tanah milik Perusahaan dan Entitas Anak merupakan tanah yang berlokasi di Jakarta Pusat
(Pejompongan), Jakarta Selatan (Falatehan dan Pondok Pinang), Kepulauan Seribu, NTT (Tanjung Karoso)
dan Bali (Canggu) dengan total area seluas masing-masing seluas 1.175.063m2 pada 31 Maret 2024 dan
31 Desember 2023.
33
Page 35
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (lanjutan)
Atas tanah di Kepulauan Seribu, Perusahaan menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB)
tertanggal 8 Mei 2015 dengan PT Setia utama Island atas pembelian sebuah villa dengan total area seluas
1.500 m2 yang berlokasi di Pulau Tengah, Kepulauan Seribu dengan harga beli sebesar Rp15.800.000.000.
Aset tersebut telah diserah terima dengan baik oleh Perusahaan melalui berita acara serah terima dengan
PT Setia utama Island. Sampai saat ini, akta jual beli masih dalam proses karena harus menunggu proses
pemecahan sertifikat induk oleh penjual.
Tanah, bangunan dan perabotan dan peralatan yang berlokasi di Jalan Falatehan I No.21-22, Melawai,
Jakarta Selatan (Sotis Falatehan) dan di Jalan Raya Kayu Tulang, Desa Canggu (Sotis Villa Canggu)
digunakan oleh PT Dwimukti Mitra Wisata (Entitas Anak) untuk menjalankan kegiatan usaha perhotelan.
Pada tahun 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tanah dan bangunan di Jalan Falatehan tersebut
dijadikan sebagai jaminan sehubungan dengan pinjaman bank yang diperoleh Entitas Anak dari PT Bank
Negara Indonesia (Persero) Tbk (Catatan 17).
Penambahan aset bangunan sebesar Rp472.290.000 adalah pembangunan pagar pembatas untuk tanah
yang berlokasi NTT.
Aset dalam penyelesaian merupakan proyek pembangunan fasilitas pendukung hotel yang masih dalam
tahap penyelesaian.
Alokasi beban penyusutan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Beban umum dan administrasi (Catatan 27) 1.380.456.143 5.397.665.026
Jumlah 1.380.456.143 5.397.665.026
Selain tanah dan bangunan, tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai wajar aset tetap dengan nilai
tercatatnya.
Biaya perolehan aset tetap yang telah disusutkan penuh dan masih digunakan sebesar Rp18.647.077.706
dan Rp18.257.669.006 masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
Aset tetap tidak termasuk tanah telah diasuransikan terhadap risiko akibat kerusakan, bencana alam,
kebakaran dan risiko lainnya pada PT Asuransi Central Asia dengan nilai pertanggungan sebesar
Rp75.608.702.676 pada per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023. Manajemen akan meningkatkan nilai
pertanggungan tersebut untuk menutupi kerugian yang mungkin terjadi.
Manajemen berkeyakinan bahwa tidak ada indikasi penurunan nilai aset tetap pada tanggal 31 Maret 2024
dan 31 Desember 2023, berdasarkan evaluasi atas kondisi aset pada tanggal-tanggal tersebut.
11. ASET LAIN-LAIN
Rincian aset lain-lain per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Kas yang dibatasi penggunaannya 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah 1.200.000.000 1.200.000.000
Kas yang di batasi penggunaannya adalah uang jaminan sehubungan dengan pinjaman kredit investasi
BNI, yang dapat digunakan ketika hutang sudah lunas.
34
Page 36
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI
a. Sifat hubungan dengan pihak berelasi
Dalam kegiatan usaha normal, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan transaksi keuangan dengan
pihak-pihak berelasi.
Sifat Pihak Berelasi
Hubungan dan jenis akun atau transaksi dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
No. Pihak Berelasi Hubungan Sifat Saldo Akun/Transaksi
1. Herman Herry Adranacus Pemegang Saham dan Utang lain-lain
Komisaris Utama di Entitas
Anak
2. Vonny Kristiani Pemegang Saham Piutang lain-lain
Perusahaan dan Entitas
Anak serta Komisaris Entitas
Anak
3. Cindy Angelina Adranacus Pemegang Saham Piutang lain-lain; Utang lain-lain
Perusahaan
4. PT Dwimukti Graha Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain; Utang lain-lain
Elektrindo sama dengan Perusahaan
dan Entitas Anak
5. PT Dwimukti Inti Boga Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain; Utang lain-lain
sama dengan Perusahaan
dan Entitas Anak
6. PT Sotis Hotel Manajemen Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain; Utang lain-lain
sama dengan Perusahaan
dan Entitas Anak
7. PT Sungai Mas Propertindo Di bawah pengendali yang Piutang lain-lain
sama dengan Perusahaan
dan Entitas Anak
8. Stevano Rizki Adranacus Komisaris Utama Utang lain-lain
Perusahaan
b. Piutang lain-lain
Rincian piutang lain-lain kepada pihak berelasi per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut :
Nama Entitas 31 Maret 2024 31 Desember 2023
PT Sungai Mas Propertindo 1.595.447.266 1.595.447.266
PT Dwimukti Inti Boga 230.046.000 230.046.000
Vonny Kristiani 182.746.611 182.746.611
Jumlah piutang lain-lain Pihak Berelasi 2.008.239.877 2.008.239.877
Provisi atas penurunan nilai - -
Jumlah 2.008.239.877 2.008.239.877
35
Page 37
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
b. Piutang lain-lain (lanjutan)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Bagian lancar - -
Bagian tidak lancar 2.008.239.877 2.008.239.877
Jumlah 2.008.239.877 2.008.239.877
Persentase terhadap jumlah aset 0,51% 0,51%
c. Utang lain-lain
Rincian utang lain-lain kepada pihak berelasi per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai
berikut :
Nama Entitas 31 Maret 2024 31 Desember 2023
PT Dwimukti Graha Elektrindo 91.939.800.685 88.269.800.685
Herman Herry Adranacus 5.627.698.483 5.627.698.483
Stevano Rizki Adranacus 1.380.000.000 1.380.000.000
PT Sotis Hotel Manajemen 1.058.031.000 935.707.000
PT Dwimukti Inti Boga 1.166.287.750 804.750.000
Jumlah 101.171.817.918 97.017.956.168
Bagian lancar 2.224.318.750 1.740.457.000
Bagian tidak lancar 98.947.499.168 95.277.499.168
Jumlah 101.171.817.918 97.017.956.168
Persentase terhadap jumlah liabilitas 59,21% 57,37%
Transaksi signifikan dengan pihak berelasi adalah sebagai berikut:
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE")
Pada tahun 2024, Perusahaan dan Entitas Anak memperoleh tambahan dana dari DGE untuk
operasional sehingga saldo utang per 31 Maret 2024 menjadi sebesar Rp91.939.800.685 terdiri dari
saldo utang PT SMK sebesar Rp10.441.864.479, PT DMW sebesar Rp79.387.419.658 dan saldo utang
PT TKP sebesar Rp 2.110.516.548.
Pada tahun 2023, Perusahaan dan Entitas Anak memperoleh tambahan dana dari DGE untuk
operasional sehingga saldo utang per 31 Desember 2023 menjadi sebesar Rp88.269.800.685 terdiri
dari saldo utang PT SMK sebesar Rp10.441.864.479, PT DMW sebesar Rp75.717.419.658 dan saldo
utang PT TKP sebesar Rp 2.110.516.548.
36
Page 38
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE") (lanjutan)
a. SMK
Berdasarkan perjanjian utang piutang Nomor 042/PHP/I/2015 tertanggal 5 Januari 2015 yang telah
mengalami beberapa kali perubahan dan terakhir diubah berdasarkan Perubahan ke empat
Perjanjian Hutang Piutang Nomor 060/PPHP-IV/XII/2018 tanggal 28 Desember 2018, Perusahaan
mengakui menerima pinjaman dari DGE sebesar Rp16.072.774.169 sebagai tambahan
modal/modal kerja dan/atau keperluan operasional Perusahaan. Pinjaman tersebut tidak
dikenakan bunga dan tanpa jangka waktu pengembalian yang pasti. Berdasarkan perjanjian,
Perusahaan akan membayar pinjaman tersebut secara bertahap setiap bulannya dengan nominal
yang disesuaikan dengan arus kas Perusahaan. Pada tanggal 29 Desember 2017, Perusahaan,
DGE dan PT Dwimukti Mitra Wisata (DMW) menandatangani perjanjian novasi (Catatan 11b)
untuk mengalihkan saldo utang lain-lain Perusahaan kepada DGE sebesar Rp12.527.470.050
menjadi bagian dari saldo utang lain-lain Perusahaan kepada DMW. Setelah novasi tersebut, sisa
saldo pinjaman Perusahaan kepada DGE adalah sebesar Rp3.545.304.119 per 31 Desember
2017.
Pada tanggal 31 Mei 2018 dan 28 Desember 2018, Perusahaan dan DGE menandatangani
Perubahan Keempat Perjanjian Utang Piutang No.082/PPHP-III/V/2018 dan
No.153/PPHPIV/XII/2018 dimana Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari DGE per
tanggal perjanjian masing-masing sebesar Rp4.153.781.850 dan Rp32.894.177.830. Pada tanggal
31 Desember 2018, Perusahaan, DGE dan DMW menandatangani perjanjian novasi untuk
mengalihkan saldo utang lain-lain Perusahaan kepada DGE sebesar Rp28.740.395.980 menjadi
bagian dari saldo utang lain-lain Perusahaan kepada DMW. Setelah saldo tersebut, sisa saldo
pinjaman Perusahaan kepada DGE adalah sebesar Rp4.153.781.850 per 31 Desember 2018.
Perusahaan menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan
pembayaran atas pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2023 sisa saldo
pinjaman Perusahaan kepada DGE adalah sebesar Rp10.441.864.479. Atas saldo sisa hutang
tersebut telah dinyatakan dalam Addendum Perjanjian Utang Piutang No.289/PHP/XII/2022
tertanggal 30 Desember 2022. Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per
tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap
setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow Perusahaan.
b. DMW
Berdasarkan Perjanjian Utang Piutang No.147/PHP/XII/2016 antara DMW (Entitas Anak) dengan
DGE tanggal 28 Desember 2016, DGE setuju untuk memberikan pinjaman kepada DMW sebagai
tambahan modal/modal kerja dan atau keperluan operasional DMW dengan nilai sebanyak-
banyaknya sebesar Rp11.000.000.000 yang dapat diterima secara sekaligus ataupun secara
bertahap. Atas pinjaman tersebut, tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali secara bertahap
setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan keuangan DMW.
Perjanjian ini telah mengalami perubahan melalui Penegasan Perjanjian Utang Piutang
No.149/PPHP/XII/2017 tanggal 27 Desember 2017, dimana DMW mengakui utang kepada DGE
sebesar Rp10.825.825.978.
37
Page 39
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE") (lanjutan)
b. DMW (lanjutan)
Berdasarkan Perjanjian Utang Piutang No.150/PHP/XII/2017 antara DMW dengan DGE tanggal 28
Desember 2017, DMW setuju untuk memberikan pinjaman kepada DGE sebagai tambahan
modal/modal kerja dan atau keperluan operasional DGE sebesar Rp66.693.458.803. Atas
pinjaman tersebut, tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali secara bertahap setiap
bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan keuangan DGE.
Atas kedua Perjanjian Utang Piutang di atas (No.149/PPHP/XII/2017 dan No.150/PHP/XII/2017),
DMW dan DGE membuat Perjanjian Perjumpaan Utang (Kompensasi) pada tanggal 28 Desember
2017, dimana kedua belah pihak setuju untuk melakukan perjumpaan utang/kompensasi antara
saldo utang DGE kepada DMW sebesar Rp66.693.458.803 dengan saldo utang DMW kepada
DGE sebesar Rp10.825.825.978 sehingga saldo akhir utang DGE kepada DMW menjadi sebesar
Rp55.867.632.824.
Sehubungan dengan Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) antara Perusahaan, DMW dan
DGE, dimana DGE bermaksud melunasi sebagian utangnya kepada DMW dengan jalan
Perusahaan menyatakan mengakui utang kepada DMW sejumlah Rp12.527.470.050 maka atas
novasi tersebut, saldo utang DGE kepada DMW yang sebelumnya sebesar Rp55.867.632.824
setelah dikurangi nilai utang di dalam novasi sebesar Rp12.527.470.050 maka akan menjadi
sebesar Rp43.340.162.774.
Berdasarkan Nota Kesepahaman tanggal 29 Desember 2017 antara DMW dengan DGE, dimana
atas nilai sisa utang DGE kepada DMW sebesar Rp43.340.162.774 (“Sisa Utang”) akan dilunasi
oleh DGE dengan cara menjual kepada DMW sebidang tanah yang terletak di daerah Propinsi DKI
Jakarta, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kecamatan Kebayoran Lama, Kelurahan Pondok
Pinang yang dikenal sebagai Jalan Pinang Kuningan I sebagaimana diuraikan dalam Sertifikat Hak
Guna Bangunan No.09017/Pondok Pinang tertanggal 21 November 2017 seluas 3.239m2 yang
terdaftar atas nama DGE. Harga Jual Beli yang disepakati adalah sebesar Rp54.122.438.057 yang
pembayarannya dilakukan secara bertahap oleh DMW dengan cara sebagai berikut:
1. Sejumlah sisa utang diakui sebagai pembayaran uang muka oleh DMW kepada DGE atas
pembelian tanah pada saat tanggal penandatanganan Nota Kesepahaman.
2. Sebesar Rp10.782.275.282 akan dibayarkan selambat-lambatnya pada tanggal 29 Desember
2018 yang akan diikuti dengan penandatanganan Akta Jual Beli.
Atas nota kesepahaman di atas, DMW mencatat saldo masing-masing sebesar Rp43.340.162.774
sebagai Uang Muka Pembelian Tanah pada Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian per 31
Desember 2017.
Pada tahun 2018, DMW memperoleh pinjaman dari DGE dengan total sebesar Rp11.733.332.653
per 31 Desember 2018 yang tertuang di dalam perubahan kedua Perjanjian Utang Piutang No.
166/PPHP-II/XII/2018 tanggal 28 Desember 2018.
38
Page 40
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE") (lanjutan)
b. DMW (lanjutan)
Pada tanggal 31 Desember 2018, sesuai dengan Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) antara
DGE, DMW dan Perusahaan, bahwa Perusahaan bermaksud mengalihkan sebagian utangnya
dengan DGE menjadi utang kepada DMW dan DMW ingin melunasi sebagian utangnya kepada
DGE dengan memperhitungkan uang muka pembelian tanah Pondok Pinang sehingga jumlah
pinjaman adalah sebagai berikut:
1. Saldo utang Perusahaan kepada DGE sebesar Rp28.740.395.980 telah dialihkan menjadi
utang kepada DMW. Saldo utang Perusahaan kepada DMW per 31 Desember 2018 adalah
sebesar Rp68.832.147.811 dan saldo utang Perusahaan kepada DGE per 31 Desember 2018
adalah sebesar Rp4.153.781.850.
2. Saldo uang muka pembelian tanah Pondok Pinang sebesar Rp43.340.162.774
diperhitungkan dengan utang DMW kepada DGE sebesar Rp11.733.332.653 dan pengalihan
atas utang Perusahaan kepada DGE yang diterima oleh DMW yaitu sebesar
Rp28.740.395.980 sehingga saldo uang muka pembelian tanah Pondok Pinang per 31
Desember 2018 yaitu sebesar Rp2.866.434.141.
Pada tanggal 30 Desember 2022 dibuat Penegasan Nota Kesepahaman antara DMW dengan
DGE untuk melakukan Addendum II atas Nota Kesepahaman dimana para pihak sepakat untuk
mengubah ketentuan dan menegaskan kembali pasal 2 pada MOU, sebagai berikut:
1. Sisa utang sebesar Rp2.866.434.141 diakui oleh DGE sebagai pembayaran uang muka oleh
DMW kepada DGE atas pembelian tanah Pondok Pinang.
2. Sisa pembayaran sebesar Rp51.224.865.859 akan dibayarkan selambat-lambatnya pada
tanggal 30 Desember 2024 yang diikuti dengan penandatanganan Akta Jual Beli.
3. Semua syarat dan ketentuan hutang piutang sebagaimana dinyatakan dan ditetapkan dalam
Perjanjian terdahulu yang telah ada, selama tidak dinyatakan berubah dalam Penegasan
Perjanjian, tetap berlaku sebagaimana adanya.
Pada tahun 2023, uang muka yang diberikan oleh DMW senilai Rp2.866.434.141 sesuai dengan
adendum nota kesepahaman tahun 2022 dikompensasikan menjadi pembayaran utang DMW
kepada DGE. Yang berarti DMW tidak menjadi membeli tanah Pondok Pinang dan tidak terdapat
sisa pembayaran yang harus dibayar oleh DMW.
DMW menerima pinjaman dari waktu ke waktu dari DGE dan telah melaksanakan pembayaran
atas pinjaman tersebut kepada DGE. Pada tanggal 31 Desember 2023 sisa saldo pinjaman
Perusahaan kepada DGE adalah sebesar Rp75.717.419.658. Atas saldo sisa hutang tersebut
telah dinyatakan dalam Addendum II Perjanjian Utang Piutang No.284/DGE-DMW/PHP/XII/2023
tertanggal 29 Desember 2023. Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per
tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap
setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow DMW.
Saldo piutang lain-lain DGE per 31 Desember 2023 dan 2022 masing-masing sebesar Rp0 dan
Rp6.033.100 merupakan sisa saldo piutang atas transaksi penjualan kendaraan Perusahaan kepada
DGE. Atas saldo sisa piutang tersebut telah dinyatakan dalam 284/DGE-DMW/PHP/XII/2023 tanggal 29
Desember 2023. Piutang tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa
biaya tambahan lainnya. Pembayaran dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal
yang disesuaikan dengan cash flow DGE.
39
Page 41
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
PT Dwimukti Graha Elektrindo ("DGE") (lanjutan)
c. TKP
Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.284/PHP/XII/2022 tertanggal 30 Desember
2022 TKP (Entitas Anak) mengakui dan menerima pinjaman dari DGE sebesar Rp2.110.516.548.
Pinjaman tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya
tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan
nominal yang disesuaikan dengan cash flow TKP.
Vonny Kristiani ("VK")
a. SMK
Saldo piutang lain-lain VK per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah masing-masing
sebesar Rp182.746.611. Merupakan sisa saldo piutang atas transaksi pinjaman yang diberikan
dari waktu ke waktu. Atas saldo sisa pinjaman tersebut telah dinyatakan dalam Perjanjian
Pembaharuan Utang (Novasi) No.280/SMK-VK/PHP/XII/2023 tertanggal 29 Desember 2023.
Piutang tersebut diberikan dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya
tambahan lainnya. Pembayaran dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal
yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
Herman Herry Adranacus ("HHA")
a. DMW
Saldo utang lain-lain Perseroan dan entitas anak kepada HHA per 31 Maret 2024 dan 31
Desember 2023 adalah Rp5.627.698.483.
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman Pemegang Saham No.041/PPS/I/2015 tanggal5 Januari 2015
antara DMW dengan HHA (Pihak pertama) ,dimana pihak pertama setuju untuk memberikan
pinjaman sebanyak-banyaknya Rp4.000.000.000 yang dapat diterima sekaligus ataupun secara
bertahap. Atas pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali setiap bulannya
dengan nominal yang disesuaikan dengan keuangan DMW. Saldo utang DMW per 31 Desember
2015 adalah sebesar Rp 3.712.180.219.
Perjanjian tersebut telah diubah beberapa kali yaitu sebagai berikut:
1. Penegasan Pertama No.046/PPPS/I/2016 tanggal 5 Januari 2016, dimana DMW mengakui
utang kepada pihak pertama sebesar Rp3.712.180.219. Saldo utang DMW per 31 Desember
2016 adalah sebesar Rp 3.712.180.219.
2. Penegasan Kedua No.046/PPPS/I/2017 tanggal 5 Januari 2017, dimana DMW mengakui
utang kepada pihak pertama sebesar Rp3.712.180.219. Saldo utang DMW per 31 Desember
2017 adalah sebesar Rp 3.712.180.219.
3. Perubahan Perjanjian Utang Piutang No.071B/PPHP/XII/2018 tanggal 31 Mei 2018, dimana
DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang DMW
per 31 Mei 2018 sebesar Rp 6.627.698.483.
4. Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.128/PPPS/XII/2018 tanggal 31 Desember 2018,
dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang
DMW per 31 Desember 2018 sebesar Rp 6.627.698.483.
5. Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.185A/PPPS/XII/2021 tanggal 31 Desember 2021,
dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang
DMW per 31 Desember 2021 sebesar Rp 6.627.698.483.
40
Page 42
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
Herman Herry Adranacus ("HHA") (lanjutan)
a. DMW (lanjutan)
6. Penegasan Perjanjian Utang Piutang No.285/PHP/XII/2022 tanggal 30 Desember 2022,
dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar Rp6.627.698.483. Saldo utang
DMW per 31 Desember 2022 sebesar Rp 6.627.698.483.
7. Perjanjian Pembaharuan Utang (Novasi) No.279/HH-DMW/PHP/XII/2023 tanggal 29
Desember 2023, dimana DMW mengakui utang kepada pihak pertama sebesar
Rp5.627.698.483. Saldo utang DMW per 31 Desember 2023 sebesar Rp5.627.698.483.
Atas pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga dan dibayarkan kembali setiap bulannya dengan
nominal yang disesuaikan dengan keuangan DMW.
PT Sotis Hotel Manajemen ("SHM")
Saldo piutang lain-lain per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah Rp 0. Sementara saldo utang
lain-lain Perseroan dan entitas anak kepada SHM adalah senilai Rp1.058.031.000 dan Rp935.707.000
a. DMW
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No.193a/PHP/XII/2012 tertanggal 31 Desember 2021 SHM
mengakui dan menerima pinjaman dari DMW. Pinjaman tersebut diberikan untuk keperluan
operasional SHM dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya.
Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang
disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
Sisa piutang per 31 Desember 2022 adalah sebesar Rp9.017.457 yang dicatat sebagai bagian dari
piutang lain-lain.
Berdasarkan Addendum III Perjanjian Hutang Piutang No.281/SHM-DMW/PHP/XII/2023 tertanggal
29 Desember 2023 DMW telah menerima pinjaman dari SHM dari waktu ke waktu dan saat
perjanjian pada saat perjanjian ditandatangani total pinjaman adalah sebesar Rp935.707.000.
Adapun perincian jumlah pinjaman tersebut sebagai berikut:
1. Pinjaman untuk dana operasional sebesar Rp 385.707.000.
2. Biaya Jasa Manajemen (Management Fee) yang belum dibayar atas pengoperasian Sotis
Hotel sebesar Rp550.057.000. Terhadap biaya Jasa Manajemen (Management Fee) ini tidak
dikenakan biaya tambahan berupa denda dan/atau bunga atas keterlambatan pembayaran
yang belum dilakukan oleh DMW.
41
Page 43
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
PT Sotis Hotel Manajemen ("SHM") (lanjutan)
Berdasarkan Perjanjian Manajemen Hotel No.0012/CTR/SHM/VIII/2018 tanggal 1 Agustus 2018
antara Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata) dengan PT Sotis Hotel Manajemen (SHM), bahwa
Entitas Anak bermaksud menggunakan merk Sotis, sistem manajemen serta jasa pengelolaan
hotel dari SHM. Jangka waktu perjanjian ini adalah selama periode 2 tahun mulai dari tanggal 1
Agustus 2018 sampai dengan 31 Juli 2020. Atas perjanjian ini, Entitas Anak membayar biaya
pelaksanaan pekerjaan yang terdiri dari incentive management fee sebesar Rp70.000.000 setiap
bulan untuk masing-masing hotel. Selain itu, Entitas Anak wajib mencadangkan 3% dari GOP
(Gross Operating Profit) hotel setiap bulannya sebagai cadangan untuk penggantian, penambahan
dan penyempurnaan alat terpasang dan perlengkapan hotel.
Pada tahun yang berakhir tgl 31 Maret 2024 dan 2023, Entitas Anak membayar jasa manajemen
kepada SHM masing-masing sebesar Rp450.000.000 yang dicatat sebagai “Jasa Manajemen”
sebagai bagian dari Beban Umum dan Administrasi (Catatan 27).
Stevano Rizki Adranacus ("SRA")
Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, saldo piutang Perusahaan dan entitas anak kepada SRA
sebesar Rp1.380.000.000.
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No.194a/PHP/XII/2021 tertanggal 31 Desember 2021 DMW
mengakui dan menerima pinjaman dari SRA sebesar Rp1.380.000.000. Pinjaman tersebut diberikan
untuk keperluan operasional DMW dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya
tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan
nominal yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
PT Dwimukti Inti Boga ("DIB")
Per 31 Maret 2024, saldo utang Perusahaan dan entitas anak kepada DIB sebesar Rp1.166.287.750
terdiri dari saldo utang SMK 258.537.750, DMW sebesar Rp186.750.000, dan TKP sebesar
Rp721.000.000.
Per 31 Desember 2023, saldo utang Perusahaan dan entitas anak kepada DIB sebesar Rp804.750.000
terdiri dari saldo utang DMW sebesar Rp186.750.000 dan TKP sebesar Rp618.000.000.
a. DMW
Berdasarkan Addendum II Perjanjian Hutang Piutang No.282/DIB-DMW/PHP/XII/2023 tertanggal
29 Desember 2023 DMW mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp186.750.000.
Pinjaman tersebut diberikan untuk keperluan operasional DMW dengan bunga 0% (nol persen) per
tahun dengan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap
setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
b. TKP
Berdasarkan Perjanjian Hutang Pemegang Saham No. 291/DIB-TKP/PHP/XII/2023 tertanggal 29
Desember 2023 Perusahaan mengakui dan menerima pinjaman dari DIB sebesar Rp618.000.000.
Pinjaman tersebut tidak dikenakan bunga dan tanpa biaya tambahan lainnya. Pembayaran
pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan nominal yang disesuaikan
dengan cash flow pihak peminjam. Pinjaman berakhir pada tanggal 31 Desember 2025 dan atau
ketika hutang tersebut dilunasi.
42
Page 44
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. TRANSAKSI DAN SALDO PIHAK BERELASI (lanjutan)
PT Sungai Mas Propertindo ("SMP")
Per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, saldo piutang Perusahaan dan entitas anak kepada SMP
sebesar Rp1.595.447.266.
Berdasarkan Perjanjian Hutang Piutang No.191a/PHP/XII/2021 tertanggal 31 Desember 2021 SMP
mengakui dan menerima pinjaman dari DMW sebesar Rp1.100.000.000. Pinjaman tersebut diberikan
untuk keperluan operasional SMP dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa biaya
tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan
nominal yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
Berdasarkan Addendum Perjanjian Hutang Piutang No.287/PHP/XII/2023 tertanggal 30 Desember 2022
SMP mengakui dan menerima pinjaman dari DMW sebesar Rp1.595.447.266. Pinjaman tersebut
diberikan untuk keperluan operasional SMP dengan bunga 0% (nol persen) per tahun dengan tanpa
biaya tambahan lainnya. Pembayaran pinjaman dilaksanakan secara bertahap setiap bulannya dengan
nominal yang disesuaikan dengan cash flow pihak peminjam.
13. UTANG USAHA
a. Berdasarkan nama Entitas
Rincian utang usaha berdasarkan nama pemasok per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut : 31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Rupiah
Sari Alam Supplier 167.849.137 115.621.350
CV Jasa Boga Niaga 37.608.800 13.516.500
PT Rumah Duta Pangan 28.084.975 21.100.195
Mallio Pastry 20.533.480 14.284.830
PT Trigian Prima Kasih 20.465.000 -
PT Fitra Food International 20.369.877 13.140.070
PT Sentral Sari Prima Sentosa 16.505.000 18.130.000
Makmur Stand Buah 16.138.500 21.442.500
PT Cikarang Primatex 13.153.316 6.014.240
Jayasegar Berkat Mandiri 12.922.000 -
Jeng Rince Kitchen 12.591.000 14.016.500
CV Bintang Jaya 11.925.000 5.120.000
CV Cynthia Rama Jaya 10.677.500 -
CV Cynthia Rama Jaya 10.641.533 -
Sukanda Djaya 10.243.595 9.562.100
Pratama Laundry & Dry Cleaning 8.851.600 11.603.300
Sumber Gizi Utama 6.829.350 5.920.350
CV Maju Bersama Meat Shop 5.397.750 14.064.450
PT Sari Tirta Indonesia 3.000.000 13.000.000
Lain-lain (Saldo dibawah Rp10.000.000) 205.000.170 187.036.409
Jumlah 638.787.583 492.188.083
43
Page 45
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. UTANG USAHA (lanjutan)
b. Berdasarkan umur
Rincian utang usaha dikategorikan berdasarkan tanggal tertagih adalah sebagai berikut :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
0 - 30 hari 335.149.964 268.274.983
31 - 60 hari 137.058.889 111.783.123
61 - 90 hari 46.319.048 30.654.100
> 90 hari 120.259.682 81.475.877
Jumlah 638.787.583 492.188.083
Seluruh utang usaha kepada pihak ketiga merupakan utang kepada pemasok dalam mata uang Rupiah per
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023. Seluruh utang usaha berjangka waktu 30 sampai dengan 120 hari
dan tanpa jaminan.
14. UTANG LAIN-LAIN
Rincian utang lain-lain per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga
Aktuaria Arya Bagiastra 5.722.500 -
Otoritas Jasa Keuangan 4.950.000 -
PT Asuransi Central Asia - 155.418.514
Lainnya 3.020.994 2.208.498
Sub Jumlah 13.693.494 157.627.012
Pihak berelasi (catatan 12d) 101.171.817.918 97.017.956.168
Jumlah 101.185.511.412 97.175.583.180
Bagian lancar 2.238.012.244 1.898.084.012
Bagian tidak lancar 98.947.499.168 95.277.499.168
Jumlah 101.185.511.412 97.175.583.180
Seluruh utang lain-lain kepada pihak berelasi dilakukan tanpa dikenakan bunga, tanpa jaminan dan jatuh
tempo sewaktu-waktu.
44
Page 46
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. BEBAN AKRUAL
Rincian beban akrual per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jasa Pelayanan 528.514.291 561.280.204
Kerusakan dan Penggantian 294.379.746 281.892.500
Komisi 106.398.240 88.930.114
Jasa Profesional 95.000.000 95.000.000
Gaji dan Tunjangan 80.689.634 282.652.632
Listrik & Air 61.694.490 86.743.442
Kontrak Service 48.383.678 39.391.621
Cadangan Penggantian Perlengkapan Inventaris Hotel 35.452.545 -
Lain-lain 340.744.067 408.496.114
Jumlah 1.591.256.691 1.844.386.627
16. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar dimuka
Rincian pajak dibayar dimuka per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Perusahaan
PPN 4.727.838.276 4.776.330.887
Entitas anak
Pasal 21 986.652 986.652
Pasal 23 1.243.637 510.000
Jumlah 4.730.068.565 4.777.827.539
b. Utang pajak
Rincian utang pajak per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Perusahaan
Pasal 21 121.680.370 120.757.674
Pasal 23 151.576 823.524
Pasal 4 (2) - 140.024
Denda - 200.000
Entitas anak
Pasal 29 551.751.481 551.751.481
Pajak pembangunan 1 189.165.940 237.802.028
Pasal 21 30.473.645 19.386.222
Pasal 23 3.928.513 4.632.482
Pasal 4(2) 66.000.000 4.632.482
Jumlah 963.151.525 935.493.435
45
Page 47
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
b. Utang pajak (lanjutan)
Rugi fiskal Perusahaan dapat dikompensasikan dengan laba kena pajak untuk periode lima tahun
mendatang sejak kerugian fiskal terjadi. Namun, Manajemen berpendapat bahwa Perusahaan tidak
akan memiliki laba kena pajak yang mengakibatkan akumulasi rugi fiskal tersebut dapat digunakan
sebelum tanggal kadaluarsanya, sehingga aset pajak tangguhan atas rugi fiskal tersebut tidak diakui.
Rekonsiliasi antara rugi sebelum pajak final dan pajak penghasilan konsolidasian dengan taksiran rugi
fiskal Perusahaan diatas menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan.
c. Pengampunan Pajak
Pada tahun 2017 dan 2016, Perusahaan dan Entitas Anak ikut berpartisipasi dalam program
pengampunan pajak. Perusahaan dan Entitas Anak telah melaporkan Surat Pernyataan Harta untuk
Pengampunan Pajak (SPHPP) kepada Direktorat Jenderal Pajak antara tanggal 28 September 2016
sampai dengan 31 Maret 2017. Aset dan liabilitas pengampunan pajak yang dideklarasikan oleh
Perusahaan dan Entitas Anak adalah sebagai berikut:
Jenis Aset/Liabilitas Jumlah
Kas 22.205.650.000
Bank 16.857.636
Investasi dalam saham 2.500.000.000
Investasi dalam Saham yang Dikelompokkan dalam Aset Lepasan 4.950.000.000
Tanah 41.899.430.000
Bangunan 4.176.000.000
Kendaraan 1.798.600.000
Utang Bank (516.930.801)
Utang Lain-lain (11.850.000.000)
Liabilitas Sewa Pembiayaan (80.846.577)
Jumlah 65.098.760.258
Seluruh aset dan liabilitas terkait dengan pengampunan pajak yang dideklarasikan oleh Perusahaan
dan Entitas Anak telah diakui, diukur dan dibukukan sesuai dengan kriteria yang ditentukan dalam
Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) umum.
Perusahaan dan Entitas Anak membayar uang tebusan sebesar Rp197.500.000 pada tahun 2017 dan
dicatat sebagai bagian dari Beban Pajak dalam akun Penghasilan (Beban) Lain-lain.
d. Ketetapan Pajak
Pada 31 Desember 2023, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak (”STP”) untuk berbagai jenis
pajak tahun fiskal 2019 dan 2020 yang menyatakan sanksi administrasi atas keterlambatan pelaporan
sebesar Rp3.000.000. Perusahaan telah menyetujui tagihan pajak tersebut dan dicatat sebagai beban
pajak pada laba atau rugi tahun 2023.
46
Page 48
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. PERPAJAKAN (lanjutan)
e. Administrasi
Undang-undang perpajakan yang berlaku di Indonesia mengatur bahwa Perusahaan menghitung,
menetapkan dan membayar sendiri besarnya jumlah pajak yang terutang secara individu. Berdasarkan
peraturan perundang-undangan yang berlaku, DJP dapat menetapkan atau mengubah jumlah pajak
terutang dalam jangka waktu 5 (lima) tahun.
Pemerintah mengurangi tarif Pajak Penghasilan Badan menjadi 22% untuk tahun 2020-2021 dan 20%
untuk tahun 2022 dan seterusnya, sesuai dengan Pasal 5 bagian 1 dari Perppu No. 1 tahun 2020.
Kebijakan ini mulai berlaku sejak 31 Maret 2020, setelah dikeluarkannya Peraturan sebagai Pengganti
Undang-Undang tentang Kebijakan Stabilitas Sistem Keuangan dan Kebijakan Sistem Keuangan
sehubungan dengan Wabah Virus Corona 2019 (“COVID-19”) dan/atau untuk mengantisipasi ancaman
yang akan membahayakan Ekonomi Nasional dan/atau Stabilitas Sistem Keuangan Negara. Perppu
tersebut telah diundangkan dalam Undang-undang No. 2 Tahun 2020 yang berlaku efektif 18 Mei
2020.
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 7
Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (“UU HPP”). Aturan tersebut menetapkan tarif
pajak penghasilan badan menjadi sebesar 22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 dan
seterusnya.
17. UTANG BANK
Rincian utang bank per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 64.750.000.000 66.700.000.000
Dikurangi:
Biaya Transaksi Utang Bank yang Belum
Diamortisasi (388.303.144) (413.980.891)
Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun (8.000.350.076) (7.698.700.925)
Bagian yang Jatuh Tempo Lebih dari Satu Tahun 56.361.346.780 58.587.318.184
47
Page 49
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK (lanjutan)
Entitas Anak
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Berdasarkan Perjanjian Kredit No.240/JRM/PK-KI/2017 tanggal 15 Desember 2017 antara
PT Dwimukti Mitra Wisata (Entitas Anak) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Entitas Anak
mendapatkan Fasilitas Kredit Investasi dengan maksimum kredit sebesar Rp100.000.000.000 untuk
keperluan refinancing pembiayaan Hotel Sotis Falatehan dan Sotis Residence Penjernihan berikut sarana
prasarana, mesin dan perlengkapan.
Jangka waktu kredit diberikan selama 144 bulan terhitung sejak tanggal 15 Desember 2017 sampai dengan
14 Desember 2029. Pinjaman ini dikenakan bunga mengambang dan memiliki jadwal pembayaran atas
angsuran pokok setiap bulannya yang berkisar antara Rp300.000.000-Rp1.300.000.000 per bulan selama
jangka waktu kredit. Tingkat suku bunga yang dikenakan atas pinjaman di tahun 2023 dan 2022 adalah
sebesar 12% per tahun.
Jaminan yang diberikan atas fasilitas kredit tersebut adalah:
- Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1458/melawai seluas 523 m2 di Jalan Falatehan I No.21 dan 22,
Jakarta Selatan yang terdaftar atas nama PT Satria Mega Kencana (Perusahaan).
- Sertifikat Hak Guna Bangunan No.1256/bendungan hilir seluas 567 m2 di Jalan Penjernihan I No.10B,
Jakarta Pusat yang terdaftar atas nama PT Dwimukti Graha Elektrindo.
- Jaminan perusahaan oleh PT Satria Mega Kencana (Perusahaan) dan PT Dwimukti Graha Elektrindo.
- Jaminan perorangan oleh Vonny Kristiani.
Jumlah pembayaran pokok pinjaman atas fasilitas tersebut sebesar Rp1.950.000.000 dan Rp1.800.000.000
untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023.
Saldo utang pinjaman per 31 Desember 2023 dan 2022 masing-masing sebesar Rp64.361.696.856 dan
Rp66.286.019.109.
Atas fasilitas tersebut, terdapat beberapa batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas
Anak yaitu:
a. Mengubah bentuk atau status hukum Entitas Anak, anggaran dasar, memindah tangankan saham
Entitas Anak yang mengakibatkan perubahan pemegang saham dominan;
b. Mengubah susunan pengurus, direksi, komisaris dan kepemilikan saham Entitas Anak;
c. Mengadakan merger dan/atau konsolidasi;
d. Melakukan akuisisi/pengambilalihan aset milik pihak ketiga;
e. Mengijinkan pihak lain menggunakan Entitas Anak untuk kegiatan pihak lain;
f. Melunasi seluruh atau sebagian utang ke pemegang saham atau perusahaan afiliasi;
g. Menjual atau menyewakan harta kekayaan atau barang-barang agunan;
h. Melakukan interfinancing dengan perusahaan afiliasi, induk, entitas anak tanpa underlying transaction;
i. Mengalihkan seluruh atau sebagian hak dan kewajiban berdasarkan perjanjian kredit kepada pihak lain;
j. Menggunakan dana Entitas Anak untuk tujuan diluar usaha yang dibiayai dengan fasilitas kredit;
k. Menerima fasilitas kredit baru dari bank lain;
l. Mengikatkan diri sebagai penjamin dan menjaminkan harta kekayaan yang telah dijaminkan kepada
m. pihak lain; dividen;
Membayar
n. Melakukan likuidasi;
48
Page 50
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK (lanjutan)
o. Melakukan investasi yang melebihi proceed Entitas Anak;
p. Membuka usaha baru yang tidak terkait dengan usaha yang telah ada;
q. Membuat perjanjian dan transaksi tidak wajar, namun tidak terbatas pada:
- Mengadakan atau membatalkan kontrak yang dapat mempengaruhi kelancaran usaha.
- Mengadakan kerjasama yang mengancam keberlangsungan usaha.
- Mengadakan transaksi dengan pihak lain dengan cara-cara yang berada di luar kebiasaan yang
wajar.
Disamping itu, terdapat juga rasio-rasio keuangan yang harus dipenuhi oleh Entitas Anak yaitu:
a. Current Ratio (Rasio Lancar) minimal 1 kali;
b. Debt to Equity Ratio maksimal 2,5 kali;
c. Debt Service Coverage minimal 100%.
Per tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, rasio-rasio keuangan DMW (Entitas Anak) sebagai
berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Current Ratio 0,98 kali 1,09 kali
Debt to Equity Ratio -2,43 kali -2,45 kali
Debt Service Coverage 8,15% 23,23%
Per tanggal 31 Maret 2024, Perusahaan masih belum dapat memenuhi batasan Rasio Lancar sebesar
minimal 1 kali, Debt Debt to Equity Ratio (DER) 2,5 kali, dan Debt Service Coverage (DSCR) 100%.
Pada tanggal 17 Juli 2018, Entitas Anak mendapatkan surat tertulis dari BNI No.JRM/1/365/R terkait
batasan yang tidak diperkenankan untuk dilakukan oleh Entitas Anak, yaitu membayar dividen. Berdasarkan
surat tersebut, Entitas Anak dapat membagi dividen tanpa persetujuan BNI selama Entitas Anak masih
memenuhi financial convenant yang ditetapkan oleh BNI. Pemberitahuan wajib dilakukan 7 hari kerja
sebelum tanggal efektif pembayaran dividen.
18. LIABILITAS SEWA PEMBIAYAAN
Rincian liabilitas sewa pembiayaan per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Jumlah utang sewa guna usaha 197.820.000 197.820.000
Pembayaran (60.445.000) (43.960.000)
Sub Jumlah 137.375.000 153.860.000
Dikurangi:
Bagian jangka pendek 60.445.000 60.445.000
Bagian jangka panjang 76.930.000 93.415.000
Liabilitas sewa pembiayaan merupakan sewa pembiayaan kepada Bank Central Asia yang dilakukan oleh
entitas anak DMW pada unit Sotis Falatehan untuk kendaraan operasional. Jangka waktu nya adalah 3
tahun dengan bunga 2,66% setiap tahunnya
49
Page 51
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA
Perusahaan dan Entitas Anak mencatat liabilitas imbalan pasca kerja sesuai UU CIPTAKERJA No.11/2020
berdasarkan perhitungan aktuaris independen, Kantor Konsultan Aktuaria Arya Bagiastra yang dalam
laporannya tertanggal 29 Februari 2024 untuk perhitungan per 31 Desember 2023 dengan menggunakan
metode Proyeksi Kredit Unit. Sementara untuk 31 Maret 2024 Perseroan tidak menghitung liabilitas imbalan
masa kerja. Berikut adalah asumsi dari Aktuaria :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Usia pensiun normal - 55 tahun
Tingkat bunga diskonto (per tahun) - 6,47% - 6,73%
Tingkat kenaikan gaji (per tahun) - 10,00%
Tingkat kematian - TMI IV
Tingkat cacat dari tingkat kematian - 10% dari TMI IV
Beban imbalan pasca kerja karyawan untuk tahun 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Biaya jasa lalu - -
Biaya jasa kini - 171.793.467
Biaya bunga liabilitas manfaat pasti, neto - 91.304.607
Biaya terminasi - (88.963.126)
Pengakuan Segera dari Biaya Jasa Lalu yang Vested - -
Jumlah - 174.134.948
Mutasi liabilitas manfaat karyawan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 1.515.385.440 1.440.231.155
Beban yang diakui di laporan laba rugi - 174.134.948
Pembayaran tahun berjalan - (178.125.000)
Biaya terminasi - -
Penyesuaian liabilitas atas pengakuan masa kerja lalu - 79.144.337
Jumlah 1.515.385.440 1.515.385.440
Jumlah tercantum pada laporan posisi keuangan yang timbul dari liabilitas Entitas dalam rangka liabilitas
imbalan pasca kerja adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nilai kini liabilitas imbalan pasti 1.515.385.440 1.515.385.440
Jumlah 1.515.385.440 1.515.385.440
50
Page 52
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA (lanjutan)
Analisa sensitivitas kuantitatif untuk asumsi-asumsi yang signifikan pada tanggal 31 Desember 2023 adalah
sebagai berikut:
Pengaruh atas nilai kini liabilitas
Pemegang saham Persentase imbalan pasca kerja
Tingkat diskonto
Kenaikan 1,00% 1.419.495.039
Penurunan 1,00% 1.622.788.431
Kenaikan gaji di masa depan
Kenaikan 1,00% 1.612.606.735
Penurunan 1,00% 1.426.470.897
Perseroan tidak melakukan perhitungan nilai liabilitas imbalan masa kerja per 31 Maret 2024, perhitungan
hanya dilakukan secara tahunan menggunakan jasa aktuaris.
20. JAMINAN PELANGGAN
Rincian jaminan pelanggan per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga 489.243.219 702.173.759
Jumlah 702.173.759 702.173.759
Jaminan Pelanggan merupakan uang muka atau deposit yang diberikan terlebih dahulu oleh pelanggan
sebelum menggunakan jasa hotel.
21. MODAL SAHAM
Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.12 tertanggal 4 Mei 2018, para
pemegang saham Perusahaan telah menyetujui untuk:
- Meningkatkan modal dasar Perusahaan dari semula sebesar Rp 10.000.000.000 menjadi sebesar
Rp240.000.000.000.
- Meningkatkan modal ditempatkan dan modal disetor Perusahaan dari semula sebesar
Rp10.000.000.000 yang terbagi atas 10.000 saham menjadi sebesar Rp60.000.000.000 yang terbagi
atas 60.000 saham. Peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan dilakukan dengan
menerbitkan saham baru dalam simpanan yaitu sebanyak 50.000 saham dengan nilai nominal sebesar
Rp1.000.000, seluruhnya diambil bagian dan disetor oleh Herman Herry Adranacus.
Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0010228.AH.01.02. Tahun 2018
tanggal 8 Mei 2018.
Berdasarkan Akta Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.27 tertanggal 9 Mei 2018, para
pemegang saham Perusahaan telah menyetujui untuk merubah nilai nominal saham Perusahaan dari
semula sebesar Rp 1.000.000 per saham menjadi sebesar Rp 100 per saham.
51
Page 53
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM (lanjutan)
Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi
Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Keputusan No.AHU-0010551.AH.01.02. Tahun 2018
tanggal 14 Mei 2018.
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diaktakan dalam Akta Notaris
Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn No.49 tertanggal 25 Juli 2018, para pemegang saham Perusahaan
telah menyetujui untuk:
1. Merubah jumlah saham yang dikeluarkan dalam simpanan/portepel Perusahaan yang akan
ditawarkan/dijual ke masyarakat melalui Penawaran Umum dari semula sebanyak-banyaknya
150.000.000 saham baru menjadi sebanyak-banyaknya 400.000.000 saham baru dengan nilai nominal
masing-masing saham sebesar Rp100, dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang
berlaku termasuk peraturan Pasar Modal dan Peraturan Bursa Efek di Indonesia yang berlaku.
2. Menerbitkan Waran Seri I sebanyak-banyaknya 200.000.000 yang diberikan secara cuma-cuma kepada
masyarakat yang membeli saham baru dalam Penawaran Umum, dan waran ini dapat dialihkan
dan/atau diperjualbelikan secara terpisah dari saham baru tersebut, dengan memperhatikan peraturan
perundang-undangan yang berlaku termasuk peraturan Pasar Modal dan Peraturan Bursa Efek di
Indonesia yang berlaku.
3. Mencatatkan Waran Seri I dan saham-saham hasil pelaksanaan Waran Seri I pada Bursa Efek
Indonesia serta mendaftarkan saham-saham Perusahaan dalam Penitipan Kolektif sesuai dengan
Peraturan Kustodian Sentral Efek Indonesia.
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham No.59 tanggal 21 September 2018 dan Akta
Hibah Saham No.60 tanggal 22 September 2018 dari Notaris Christina Dwi Utami, SH, M.Hum, M.Kn., para
pemegang saham Perusahaan menyetujui pengalihan saham dalam Perusahaan yang dimiliki oleh Herman
Herry Adranacus kepada Stevano Rizki Adranacus sebanyak 240.000.000.
Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan tersebut telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak
Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat Penerimaan Pemberitahuan Perubahan Data
Perusahaan No. AHU-AH.01.03-0245655 tanggal 24 September 2018.
Berdasarkan Laporan dari Biro Administrasi Efek PT Adimitra Jasa Korpora, susunan pemegang saham per
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 MaretPersentase
Jumlah saham 2024 & 31 Desember 2023
Pemegang saham ditempatkan dan kepemilikan Jumlah
Herman Herry Adranacus 260.000.000 26,00 26.000.000.000
Stevano Rizki Adranacus 247.967.600 24,80 24.796.760.000
Indjun 143.375.700 14,34 14.337.570.000
Vonny Kristiani 99.000.000 9,90 9.900.000.000
Cindy Angelina Adranacus 1.000.000 0,10 100.000.000
Masyarakat 248.660.679 24,86 24.866.067.900
Jumlah 1.000.003.979 100,00 100.000.397.900
52
Page 54
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. MODAL SAHAM (lanjutan)
Sesuai dengan Daftar Pemegang Saham per tanggal 31 Desember 2023, jumlah saham yang telah
dikeluarkan oleh Perseroan dalam rangka pelaksanaan Waran sampai dengan tanggal 31 Desember 2023,
adalah sebanyak 3.979 (tiga ribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan) saham dengan nilai nominal
seluruhnya sebesar Rp397.900 (tiga ratus sembilan puluh tujuh ribu sembilan ratus rupiah), sehingga
jumlah seluruh saham yang telah dikeluarkan oleh Perseroan adalah sebanyak 1.000.003.979 (satu milyar
tiga ribu sembilan ratus tujuh puluh sembilan) saham, dengan nilai nominal seluruhnya sebesar
Rp100.000.397.900 (seratus milyar tiga ratus sembilan puluh tujuh ribu sembilan ratus rupiah).
22. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Rincian tambahan modal disetor per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Agio Saham - Penawaran Umum Perdana 26.000.000.000 26.000.000.000
Biaya Emisi Saham - Penawaran Umum Perdana (4.700.865.166) (4.700.865.166)
Sub Jumlah 21.299.134.834 21.299.134.834
Agio Saham - Saham Waran 1.989.500 1.989.500
Selisih Nilai Transaksi Rekstrukturisasi Entitas
Sepengendali (6.809.670.464) (6.809.670.464)
Bagian yang Jatuh Tempo Lebih dari Satu Tahun 14.491.453.870 14.491.453.870
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali merupakan tambahan modal disetor atas
peningkatan modal saham Perusahaan di Entitas Anak (PT Dwimukti Mitra Wisata (DMW)). Peningkatan
dilakukan melalui pembelian saham DMW dari Herman Herry Adranacus dan Vonny Kristiani masing-
masing sebesar 1.250 lembar saham dan 1.200 lembar saham dengan harga beli seluruhnya sebesar
Rp2.450.000.000. Atas pembelian ini, timbul selisih antara harga pengalihan dengan proporsi nilai liabilitas
bersih entitas anak pada saat pembelian sebesar Rp6.809.670.464 yang dicatat sebagai Selisih Nilai
Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali.
23. KEPENTINGAN NON PENGENDALI
Kepentingan non pengendali atas aset bersih entitas anak per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Vonny Kristiani 11.828.621.923 11.852.613.329
Jumlah 11.828.621.923 11.852.613.329
Kepentingan non pengendali atas rugi bersih entitas anak:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Vonny Kristiani (23.991.406) (10.825.217)
Jumlah (23.991.406) (10.825.217)
Mutasi kepentingan non pengendali adalah:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 11.852.613.329 11.914.127.545
Rugi Tahun Berjalan (23.991.406) (61.514.216)
Jumlah 11.828.621.923 11.852.613.329
53
Page 55
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. PENDAPATAN USAHA
Rincian penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Pendapatan Hotel
Kamar 3.091.163.523 3.675.344.387
Makanan dan Minuman 1.412.308.109 1.357.750.106
Lain-lain 21.511.932 22.399.300
Sub Jumlah 4.524.983.564 5.055.493.793
Pendapatan Spa 25.391.736 31.785.124
Jumlah 4.550.375.300 5.087.278.917
Pendapatan kamar merupakan pendapatan atas penggunaan kamar hotel Sotis Falatehan, hotel Sotis
Penjernihan dan Sotis Villa Canggu.
Pendapatan makanan dan minuman merupakan pendapatan atas penjualan dari restoran dan bar hotel
Sotis Falatehan, hotel Sotis Penjernihan dan Sotis Villa Canggu.
Pendapatan lain-lain merupakan pendapatan dari telepon, laundry, business center, listrik dan parkir.
Tidak terdapat pendapatan dari pihak berelasi maupun pelanggan dengan transaksi lebih dari 10% total
nilai pendapatan konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 dan
2022.
25. BEBAN POKOK PENDAPATAN
Rincian beban pokok pendapatan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Gaji dan Tunjangan 848.601.682 814.136.877
Makanan dan Minuman 450.784.368 404.760.941
Perlengkapan Kantor dan Rumah 134.107.505 137.038.794
Pemeliharaan 83.633.064 73.273.325
Internet dan TV Kabel 77.508.313 80.594.805
Reservasi 46.758.895 46.854.657
Bahan Bakar 31.950.000 31.079.000
Kerusakan Perlengkapan dan Alat 14.909.674 16.745.851
Transportasi dan Perjalanan Dinas 1.553.000 12.892.250
Lain-lain 17.156.257 27.876.493
Sub Jumlah 1.706.962.758 1.645.252.993
Beban Operasional Spa 15.901.652 20.634.708
Jumlah 1.722.864.410 1.665.887.701
Sampai dengan tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023, tidak terdapat transaksi dengan
pihak berelasi maupun transaksi dengan pemasok yang berjumlah lebih dari 10% dari jumlah beban
konsolidasian.
54
Page 56
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. BEBAN PENJUALAN
Rincian beban penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 adalah sebagai
berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Gaji dan tunjangan 133.637.133 127.045.922
Komisi 60.185.500 -
Transportasi dan Perjalanan Dinas 20.500.226 9.913.221
Sumbangan dan Hadiah 8.495.750 11.947.710
Iklan dan Promosi 7.205.457 15.079.222
Lain-lain 10.753.212 7.750.198
Jumlah 240.777.278 171.736.273
27. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Rincian beban penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 adalah sebagai
berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Gaji dan Tunjangan 2.052.374.087 1.597.982.938
Penyusutan dan Amortisasi (catatan 10) 1.380.456.143 1.324.600.574
Jasa Manajemen 450.000.000 450.000.000
Listrik, Air dan Telekomunikasi 309.745.909 350.513.901
Perbaikan dan Pemeliharaan 219.052.958 389.268.647
Perijinan dan Legalitas 141.106.072 106.328.496
Jasa Profesional 67.390.000 1.000.000
Asuransi 56.806.357 54.219.310
Keamanan 50.100.000 18.850.000
Transportasi dan Perjalanan Dinas 44.256.506 35.053.012
Administrasi Bank 7.273.768 12.053.599
Perlengkapan Kantor dan Rumah 12.717.472 9.543.477
Lain-lain 108.394.224 244.379.427
Jumlah 4.899.673.496 4.593.793.381
28. BEBAN KEUANGAN
Rincian beban keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 adalah sebagai
berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Beban Bunga Pinjaman Bank 1.737.385.039 1.924.912.991
Beban Bunga dari Liabilitas Sewa Pembiayaan 1.315.800 -
Biaya Administrasi Bank 1.103.144 1.675.536
Jumlah 1.739.803.983 1.926.588.527
55
Page 57
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN
Instrumen keuangan yang disajikan di dalam laporan posisi keuangan dicatat sebesar nilai wajar, atau
disajikan dalam jumlah tercatat apabila jumlah tersebut adalah kurang lebih sebesar nilai wajarnya atau
karena nilai wajarnya tidak dapat diukur secara handal.
Manajemen menetapkan bahwa nilai tercatat kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi penggunaannya,
piutang usaha, piutang lain-lain, uang muka pembelian, utang usaha, utang lain-lain, beban yang masih
harus dibayar, utang pembelian aset tetap dan liabilitas sewa kurang lebih sebesar nilai wajarnya karena
instrumen keuangan tersebut sebagian besar berjangka pendek.
Tabel berikut menyajikan aset dan liabilitas keuangan Entitas pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31
Desember 2023
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nilai Tercatat Nilai Wajar Nilai Tercatat Nilai Wajar
Aset Keuangan
Kas dan Setara Kas 9.855.362.013 9.855.362.013 11.887.905.520 11.887.905.520
Piutang usaha 745.773.728 745.773.728 396.263.229 396.263.229
Piutang lain-lain 2.050.956.125 2.050.956.125 2.066.624.264 2.066.624.264
Aset lain-lain 1.200.000.000 1.200.000.000 1.200.000.000 1.200.000.000
Jumlah 13.852.091.866 13.852.091.866 15.550.793.013 15.550.793.013
Liabilitas Keuangan
Utang Usaha 638.787.583 638.787.583 492.188.083 492.188.083
Utang lain-lain 101.185.511.412 101.185.511.412 97.175.583.180 97.175.583.180
Beban akrual 1.591.256.691 1.591.256.691 1.844.386.627 1.844.386.627
Jaminan pelanggan 489.243.219 489.243.219 702.173.759 702.173.759
Pinjaman bank 64.750.000.000 64.361.696.856 66.700.000.000 66.286.019.109
Liabilitas sewa 137.375.000 137.375.000 153.860.000 153.860.000
Jumlah 167.068.191.649 166.654.210.758 167.068.191.649 166.654.210.758
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk
mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.
Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
terjadi:
a. Di pasar
Jika tidakutama untukpasar
terdapat aset dan liabilitas
utama, tersebut,
di pasar yangatau
paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas
b. tersebut.
56
Page 58
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. NILAI WAJAR DARI INSTRUMEN KEUANGAN (lanjutan)
Grup harus memiliki akses ke pasar utama.
Nilai wajar aset atau liabilitas diukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika
menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam
kepentingan ekonomi terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar atas aset non-keuangan mempertimbangkan kemampuan pelaku pasar dalam
menghasilkan keuntungan ekonomi dengan penggunaan aset pada kemampuan tertinggi dan terbaik aset
atau dengan menjualnya ke pelaku pasar yang lain yang akan menggunakan aset di kemampuan tertinggi
dan terbaik.
Grup menggunakan teknik penilaian yang tepat sesuai keadaan dan di mana tersedia kecukupan data untuk
mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan
meminimalisir penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
PSAK 60, "Instrumen Keuangan: Pengungkapan", mensyaratkan pengungkapan atas pengukuran nilai
wajar dengan tingkat hirarki nilai wajar sebagai berikut:
(i) Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (tingkat
1);
(ii) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau
liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya deviasi dari
harga) (tingkat 2), dan;
(iii) Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang
tidak dapat diobservasi) (tingkat 3).
Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan kuotasi
nilai pasar pada tanggal pelaporan. Instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 1.
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan menggunakan
teknik penilaian tertentu. Teknik tersebut menggunakan data pasar yang dapat diobservasi sepanjang
tersedia, dan seminimal mungkin mengacu pada estimasi. Apabila seluruh input signifikan atas nilai wajar
dapat diobservasi, instrumen keuangan ini termasuk dalam tingkat 2.
Jika satu atau lebih input yang signifikan tidak berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi, maka
instrumen tersebut masuk ke dalam tingkat 3.
Entitas tidak mempunyai aset dan liabilitas keuangan yang diukur dan diakui pada nilai wajar (tingkat 1 dan
2). The Entity does not have financial asset and liability which is measured and recognized on fair value
(level 1 and 2). Berikut ini adalah metode dan asumsi yang digunakan dalam mengestimasi nilai wajar dari
setiap golongan instrumen keuangan Entitas:
1. Kas dan setara kas, saldo bank yang dibatasi pengguaannya, piutang usaha, dan piutang lain-lain.
Untuk aset keuangan yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, nilai tercatat aset keuangan
tersebut dianggap telah mencerminkan nilai wajar dari aset keuangan tersebut.
2. Utang usaha, utang lain-lain dan beban yang masih harus dibayar.
Seluruh liabilitas keuangan di atas merupakan liabilitas yang akan jatuh tempo dalam waktu 12 bulan
sehingga nilai tercatat liabilitas keuangan tersebut telah mencerminkan nilai wajar.
3. Liabilitas sewa dan utang pembelian aset tetap
Liabilitas keuangan di atas memiliki suku bunga variabel yang disesuaikan dengan pergerakan suku
bunga pasar sehingga jumlah terutang liabilitas keuangan tersebut telah mendekati nilai wajar.
57
Page 59
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. PENGELOLAAN MODAL
Tujuan utama pengelolaan modal Grup adalah untuk memastikan pemeliharaan rasio modal yang sehat
untuk mendukung usaha dan memaksimalkan imbalan bagi pemegang saham.
Grup dipersyaratkan oleh Undang-Undang No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, efektif sejak
2007, untuk mengalokasikan sampai dengan 20% dari modal saham diterbitkan dan dibayar penuh ke
dalam dana cadangan yang tidak boleh didistribusikan. Persyaratan permodalan eksternal tersebut telah
dipertimbangkan oleh Grup bahwa pembentukan dana cadangan belum bisa dilakukan.
Grup mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, bila diperlukan, berdasarkan perubahan
kondisi ekonomi. Untuk memelihara dan menyesuaikan struktur permodalan, Grup dapat mengusahakan
pendanaan melalui pinjaman. Tidak ada perubahan atas tujuan, kebijakan maupun proses selama tahun
yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2023 dan 2022.
Grup mengawasi modal dengan menggunakan rasio pengungkit, dengan membagi jumlah utang yang
berdampak bunga dengan jumlah ekuitas. Kebijakan Grup adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran
dari perusahaan terkemuka di Indonesia untuk mengamankan akses terhadap pendanaan pada biaya yang
rasional. Termasuk dalam total pinjaman berdampak bunga adalah liabilitas sewa dan utang pembelian aset
tetap.
Rasio pengungkit pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Utang bank 64.361.696.856 66.286.019.109
Liabilitas sewa 137.375.000 153.860.000
Dikurangi: Kas dan setara kas (9.855.362.013) (11.887.905.520)
Utang Bersih 54.551.973.589 54.551.973.589
Jumlah Ekuitas 224.021.846.540 228.034.843.175
Rasio pengungkit 24,35% 23,92%
58
Page 60
PT SATRIA MEGA KENCANA Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL
31 MARET 2024 DAN 31 DESEMBER 2023
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. RUGI PER SAHAM DASAR
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Rugi untuk perhitungan Rugi Bersih per saham (3.989.005.229) (3.251.120.414)
Jumlah Lembar Saham
Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa yang Beredar
untuk perhitungan Rugi Bersih per saham Dasar 1.000.000.000 1.000.000.000
Pengaruh Efek Berpotensi Saham Biasa yang Dilutif -
Waran 199.996.021 199.999.925
Jumlah Rata-rata Tertimbang Saham Biasa untuk
Perhitungan Rugi Bersih per Saham Dilusian 800.003.979 800.000.075
Rugi per saham:
- Dasar (3,99) (3,25)
- Dilusian (4,99) (4,06)
32. KEJADIAN SETELAH TANGGAL LAPORAN POSISI KEUANGAN
Tidak ada kejadian penting setelah tanggal Laporan Posisi Keuangan
33. LIABILITAS BERSYARAT
Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki liabilitas bersyarat pada tanggal-tanggal 31 Maret 2024 dan 31
Desember 2023.
59
Names mentioned 50 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
Akta Notaris Ilmiawan Dekrit Supatmo
p.9
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.9 ×6
unresolved
org
PT Tanjung Karoso Permai
p.10 ×2
unresolved
org
PT Dwimukti Mitra Wisata
p.10 ×7
unresolved
person
Floreta Tane
· Direktur
p.11 ×2
unresolved
person
Martinelly
· Direktur Utama
p.11 ×2
unresolved
org
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.11
unresolved
person
Maskanah
· Anggota
p.12
unresolved
person
Yovita
· Sekretaris Perusahaan
p.12 ×2
unresolved
org
Bank Indonesia
p.16 ×3
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.27 ×2
unresolved
org
Bank Bukopin Tbk
p.29 ×3
unresolved
org
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
p.29
unresolved
org
PT Mitra Global Holiday
p.29
unresolved
org
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
p.30
unresolved
org
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
p.30
unresolved
org
PT Setia
p.35 ×2
unresolved
org
PT Dwimukti Graha
p.36
unresolved
—
Di bawah pengendali
p.36 ×4
unresolved
org
PT Dwimukti Inti Boga
p.36 ×4
unresolved
org
PT Sotis Hotel Manajemen
p.36 ×5
unresolved
org
PT Sungai Mas Propertindo
p.36 ×3
unresolved
org
PT Dwimukti Graha Elektrindo
p.37 ×8
unresolved
org
PT SMK
p.37 ×2
unresolved
org
PT DMW
p.37 ×2
unresolved
org
PT TKP
p.37 ×2
unresolved
org
PT Rumah Duta Pangan
p.44
unresolved
org
PT Trigian Prima Kasih
p.44
unresolved
org
PT Fitra Food International
p.44
unresolved
org
PT Sentral Sari Prima Sentosa
p.44
unresolved
org
PT Cikarang Primatex
p.44
unresolved
org
PT Sari Tirta Indonesia
p.44
unresolved
person
Akta Notaris Christina Dwi Utami
p.52 ×6
unresolved
org
Sentral Efek Indonesia
p.53
unresolved
org
PT Adimitra Jasa Korpora
p.53
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.