Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 93
Page 1
LAPORAN KEUANGAN
KONSOLIDASIAN
& ENTITAS ANAK
31 MARET 2024,
31 DESEMBER 2023,
31 MARET 2023
The East, 35th Floor, Unit 5-7 T: +62 (21) 579-38555
Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung F: +62 (21) 579-38565
Kav. E3.2 No.1 www.asiapacificfibers.com
Jakarta 12950
Page 2
DAFTAR ISI
Surat Pernyataan Direksi
Halaman
Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1–3
Laporan Laba Rugidan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 4–5
Laporan Perubahan Defisiensi Modal Konsolidasian 6
Laporan Arus Kas Konsolidasian 7
Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian 8 – 90
Page 3
Page 4
Page 5
Page 6
Page 7
Page 8
Page 9
Page 10
Page 11
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
1. UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT Asia Pacific Fibers Tbk (“Perusahaan”) memproduksi bahan kimia dan serat sintetis, pertenunan dan perajutan serta aktivitas lainnya
yang berhubungan dengan industri tekstil. Perusahaan mempunyai 2 (dua) pabrik, dan memasarkan produknya di dalam dan di luar negeri,
diantaranya ke Eropa, Amerika Serikat, Asia, Australia dan Timur Tengah.
PT Asia Pacific Fibers Tbk didirikan dalam rangka Undang-undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968. Undang undang
No. 12 tahun 1970 berdasarkan Akta No. 22 tanggal 15 Februari 1984 dari Januari Tirtaamidjaja, S.H., notaris di Jakarta. Undang-undang
diatas telah diubah dengan Undang-undang Perusahaan Terbatas Republik Indonesia No. 40 tahun 2007 tanggal 16 Agustus 2007. Akta
pendirian ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-
6107.HT.01.01.TH.84 tanggal 26 Oktober 1984 dan diumumkan dalam Tambahan No. 3247 Berita Negara Republik Indonesia No. 72
tanggal 7 September 1990
Anggaran Dasar Perusahaan mengalami perubahan dengan akta No. 92 tanggal 24 Maret 2009 oleh notaris Sutjipto, S.H., notaris di Jakarta,
untuk menyesuaikan Anggaran Dasar Perusahaan dengan Peraturan Bapepam-LK No. IX.J.1 tanggal 14 Mei 2008 tentang Pokok-Pokok
Anggaran Dasar Perusahaan yang Melakukan Penawaran Umum Efek Bersifat Ekuitas dan Perusahaan Publik. Akta notaris ini telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-0052618.AH.01.09. Tahun
2009 tanggal 14 Agustus 2009
Anggaran Dasar Perusahaan mengalami perubahan dengan akta No. 50 tanggal 10 September 2009 oleh notaris Sutjipto, S.H., notaris di
Jakarta, mengenai perubahan nama Perusahaan dari PT Polysindo Eka Perkasa Tbk menjadi PT Asia Pacific Fibers Tbk. Akta notaris ini
telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.AHU-54294.AH.01.02.Tahun
2009 tanggal 10 Nopember 2009 dan diumumkan dalam Tambahan No. 21449 Berita Negara Republik Indonesia No. 77 tanggal 24
Anggaran Dasar Perusahaan mengalami perubahan dengan akta No. 107 tanggal 23 Februari 2012 oleh notaris Aryanti Artisari, S.H.,
M.Kn., notaris di Jakarta, mengenai implementasi dari program pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan (MESOP)
berdasarkan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (BAPEPAM-LK) Indonesia No. IX.D.4. Akta notaris ini telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Keputusan No.AHU-0018443.AH.01.09. Tahun 2012 tanggal 29
Februari 2012.
Anggaran Dasar Perusahaan mengalami perubahan, dengan akta No. 30 tanggal 7 Juli 2015 oleh notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn.,
notaris di Jakarta untuk menyesuaikan Anggaran Dasar Perusahaan dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan. Akta notaris ini telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Keputusan AHU-AH.01.03-0954603., tahun 2015, tanggal 31 Juli
2015
Kemudian, Perusahaan juga telah menerima persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk melakukan ekspansi
terhadap kapasitas fiber di Karawang melalui surat persetujuan No. /B/II/PMDN/2011 tanggal 24 Februari 2011. Proyek ini dimulai pada
kuartal kedua tahun 2012.
Berdasarkan akta No. 20 tanggal 9 September 2021 oleh Notaris Aulia Taufani, S.H., tujuan dan ruang lingkup aktivitas Perusahaan sesuai
dengan pasal 3 anggaran dasar meliputi industri kimia dan serat sintetis, pertenunan, perajutan, peralatan kedokteran dan kedokteran gigi dan
perlengkapan lainnya, serta aktivitas lain yang berhubungan dengan industri kecil. Perusahaan berkedudukan di Kendal, Jawa Tengah
dengan pabrik yang berlokasi di Kendal, Jawa Tengah dan Karawang, Jawa Barat. Kantor perwakilan Perusahaan berlokasi di Gedung “The
East” , Lantai 35, Jl. DR. Ide Anak Agung Gde Agung (dahulu Jalan Lingkar Mega Kuningan) Kav. E-3.2 No. 1, Jakarta. Perusahaan mulai
berproduksi secara komersial pada tahun 1986
Perusahaan turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial di lingkungan sekitar dua lokasi pabrik yang terletak di Karawang dan Semarang.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Dalam upaya untuk mendukung kegiatan ini dengan lebih
efektif. Perusahaan telah mendirikan yayasan yang bernama “Yayasan Asia Pasific Fiber” pada tanggal 15 Januari 2010. Persetujuan
pendirian yayasan ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan No. AHU
960.AH.01.04.Tahun 2010 tanggal 15 Maret 2010
Entitas induk langsung Perusahaan adalah Damiano Investments B.V., yang didirikan di Belanda, sedangkan entitas induk utama Perusahaan
adalah ADM Capital and Spinnaker Capital Company, yang masing-masing didirikan dan berdomisili di Hong Kong dan Inggris.
8
Page 12
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
b. Penawaran Umum Efek, Wesel Bayar Perusahaan
• Pada tanggal 14 Desember 1990, Perusahaan menawarkan 12.000.000 sahamnya kepada masyarakat melalui Bursa Efek Jakarta dan
Surabaya, sekarang dikenal dengan Bursa Efek Indonesia.
• Pada tanggal 8 Oktober 1993, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM), dengan
suratnya No. S-1738/PM/1993, untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebesar
184.000.000 saham kepada pemegang saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada tanggal 1
November 1993.
• Pada tanggal 15 Desember 1994, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM. No S-2027/PM/1994, perihal
perubahan nilai nominal per saham dari Rp 1.000 menjadi Rp 500 per saham.
• Pada tanggal 20 Mei 1996, Perusahaan memperoleh surat pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM, dengan suratnya No. S-778/PM/1996,
untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas II dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebesar 1.104.000.000 saham kepada
pemegang saham. Saham-saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada tanggal 10 Juni 1996.
• Pada tanggal 11 Desember 1997, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua BAPEPAM, dengan suratnya No. S-
2844/PM/1997, untuk melakukan Penawaran Umum Terbatas III dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu sebesar 2.185.920.000 saham
kepada pemegang saham. Saham-saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta dan Surabaya pada tanggal 5 Januari 1998.
• Pada tahun 1994, Perusahaan menerbitkan Unsecured Senior Notes sebesar US$ 125.000.000 yang dicatat di Bursa Efek Luxembourg. Pada
tahun 1996, Perusahaan menawarkan kepada pemegang Unsecured Senior Notes untuk menukarkan Notes tersebut dengan Guaranteed
Senior Notes sebesar US$ 125.000.000 yang diterbitkan oleh PIFC dimana Perusahaan bertindak sebagai penjamin. Wesel ini dicatat di
Bursa Efek Luxembourg.
• Pada tahun 1996, PIFC, dengan Perusahaan sebagai penjamin, menerbitkan Secured Floating Rate Notes sebesar US$ 50.000.000 dan
Guaranteed Secured Notes sebesar US$ 260.000.000 yang tercatat di Bursa Efek Luxembourg.
• Pada tahun 1997, PIFC, dengan Perusahaan sebagai penjamin, menerbitkan Guaranteed Secured Notes sebesar US$ 250.000.000 yang
tercatat di Bursa Efek Luxembourg
• Sejak bulan Januari 2000, wesel bayar yang dikeluarkan oleh PIFC sudah tidak tercatat (delisted) dari Bursa Efek Luxembourg
• Mulai bulan Desember 2004, seluruh saham Perusahaan sejumlah 4.393.920.000 disuspensi sehubungan dengan tuntutan pailit terhadap
Perusahaan dan keterlambatan menyerahkan laporan keuangan konsolidasian Perusahaan. Saham-saham Perusahaan tetap disuspensi
walaupun Perusahaan telah lepas dari pailit. Akan tetapi, Perusahaan berusaha untuk keluar dari suspensi ini dengan menyerahkan langkah-
langkah yang akan dilakukan oleh Perusahaan. Kemudian, pada bulan Juli 2006, saham-saham Perusahaan telah diperdagangkan kembali.
• Pada tahun 2006, Perusahaan telah melakukan konversi atas utang tidak terjamin sebagai bagian dari implementasi perjanjian perdamaian
yang telah diputuskan oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dengan menerbitkan sebanyak 43.144.238.750 lembar saham dimana sesuai
dengan ketentuan Bursa Efek Indonesia. saham tersebut tidak dapat diperdagangkan dalam waktu 1 (satu) tahun. Kemudian, pada bulan
Oktober 2007, saham baru tersebut telah diperdagangkan.
• Menurut Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada tanggal 21 Februari 2008, para pemegang saham
menyetujui untuk melakukan penggabungan nilai nominal saham (reverse stock split) dengan rasio 20 berbanding 1 yang artinya 20 saham
lama akan menjadi 1 saham baru. Reverse stock ini dilakukan agar saham Perusahaan lebih likuid dan sesuai dengan kinerja Perusahaan.
Anggaran Dasar Perusahaan ini telah disetujui oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pada tanggal 3 Maret 2008. Selanjutnya,
menurut akta notaris Sutjipto, S.H. No. 122 tanggal 27 Februari 2008 tentang perjanjian pembelian sisa saham hasil reverse stock
Perusahaan, dinyatakan bahwa PT Trimegah Securities Tbk sebagai pembeli siaga. Disamping itu, jumlah saham hasil reverse stock telah
diperdagangkan di Pasar Reguler pada tanggal 14 Maret 2008.
• Pada tanggal 10 Oktober 2008, saham dari Entitas Anak (PT Texmaco Jaya Tbk) sudah tidak tercatat (delisted) di Bursa Efek Indonesia
melalui surat keputusan No. S 04741/BEI.PSR/09/2008 dan Peng-004/BEI.PSR/DEL/09-2008 akibat suspensi saham PT Texmaco Jaya
Tbk dari perdagangannya dan masalah kelangsungan hidupnya.
• Sejak tanggal 2 Desember 2009, saham Perusahaan di Bursa Efek Indonesia sudah diganti dengan menggunakan nama Perusahaan yang
baru.
9
Page 13
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
• Menurut Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada tanggal 24 Maret 2009 yang telah dikukuhkan dalam
akta notaris Sutjipto, S.H., No. 91 tanggal 24 Maret 2009, notaris di Jakarta. Pemegang Saham setuju untuk melakukan penambahan modal
tanpa hak memesan efek terlebih dahulu melalui pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan (Management Employee
Stock Option Programme / MESOP) sebanyak 118.845.397 lembar saham seri C (5% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor).
Akta notaris ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU-
0052619.AH.01.09., tahun 2009 tanggal 14 Agustus 2009. Berdasarkan rencana Perusahaan yang telah dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia
melalui surat tertanggal 17 Maret 2009, program ini telah diimplementasikan pada 1 Februari 2012.
• Kemudian, berdasarkan akta notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., No. 107 tanggal 23 Februari 2012, notaris di Jakarta, program pemberian
hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan (Management Employee Stock Option Programme / MESOP) telah
diimplementasikan dengan harga pelaksanaan sebesar Rp 45 per saham. Semua saham telah disetor penuh melalui rekening bank Perusahaan
pada tanggal 20 Februari 2012 dan 21 Februari 2012, dan telah didaftarkan di Bursa Efek Indonesia melalui pengumuman No. Peng P-
00032/BEI.PPR/03-2012 tanggal 5 Maret 2012 dan No. Peng-P- 00033/BEI.PPR/03-2012 tanggal 7 Maret 2012.
• Menurut Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada tanggal 18 Juni 2012 yang telah dikukuhkan dalam
akta notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn. No. 88 tanggal 18 Juni 2012, notaris di Jakarta. Pemegang Saham setuju untuk melakukan
penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu melalui pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan
(Management Employee Stock Option Programme / MESOP) sebanyak 74.872.600 lembar saham seri C (3% dari jumlah saham yang
ditempatkan dan disetor). Perusahaan telah mengirimkan surat No. 068/APF-CS/VI/2014 tanggal 25 Juni 2014 dan No. 071/APF-
CS/VIII/2014 tanggal 7 Juli 2014 kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang perihal pembatalan atas implementasi MESOP akibat
belum selesainya restrukturisasi hutang yang telah mengakibatkan penurunan pada harga pasar saham Perusahaan. Menurut Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada tanggal 16 Juni 2015 yang telah dikukuhkan dalam akta notaris Aryanti
Artisari, S.H., M.Kn. No. 49 tanggal 16 Juni 2015, notaris di Jakarta. Pemegang Saham setuju untuk melakukan pembatalan atas
implementasi MESOP.
c. Entitas Anak Yang Dikonsolidasi
Perusahaan induk memiliki beberapa entitas anak yang tidak aktif sebagai berikut:
Anak Perusahaan Lokasi Kegiatan Usaha Operasi / Kepemilikan Dlm Jutaan - USD
Komersiil 2023 2022
PT Texmaco Jaya Tbk Karawang Perdagangan, 1972 92 228 228
(TJ) pertenunan,perajutan dan
PT Texmaco Graha Jakarta Perdagangan tekstil dan produksi 1991 91 167 167
Busana (TGB), pakaian jadi dan asesori
dimiliki TJ dengan
kepemilikan 99%
Polysindo Belanda Jasa Keuangan 1994 100 682 682
International Finance
Company B.V.
Polysindo (Mauritius) Belanda Jasa Keuangan 100 - -
Ltd. (PML) Pra Operasi
• Pada tahun 2001, Perusahaan mengakuisisi 10.000 saham yang merupakan 100% kepemilikan di Polysindo (Mauritius) Ltd. Saham yang
diperoleh sejumlah US$ 10.000. Perbedaan antara harga perolehan dengan nilai aktiva bersih dari PML sejumlah 221.924.188 (setara
dengan US$ 21.339) dicatat pada akun” selisih restrukturisasi entitas sepengendali” sebagai bagian dari tambahan modal disetor di dalam
laporan posisi keuangan konsolidasian (Catatan 32)
• Tidak terdapat transaksi antara Perusahaan dengan Polysindo (Mauritius) Ltd., dan Polysindo International Finance Company BV selama
tahun 2023 dan 2022. Perusahaan berniat untuk menutup kegiatan Entitas Anak tersebut bersama dengan proses restrukturisasi Perusahaan.
• Terhitung bulan April 2008, operasional divisi Fleece pada PT Texmaco Jaya Tbk (TJ) telah dioperasikan oleh Perusahaan dengan sistem
maklon.
• Sejak semester kedua tahun 2004, PT Texmaco Graha Busana sudah menghentikan operasional bisnisnya.
10
Page 14
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
d. Dewan Komisaris dan Direksi, Komite Audit dan Karyawan
• Susunan Dewan Komisaris, Direksi Perusahaan dan Komite Audit (manajemen kunci) pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 adalah
sesuai dengan Akta notaris No. 6 tanggal 5 September 2023 dari Aulia Taufani, S.H notaris di Jakarta dan Akta Notaris No. 83 tanggal 21
Juli 2022 dari Aulia Taufani, S.H., notaris di Jakarta.
• Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
Dewan Komisaris
Komisaris Utama Robert Mc Carthy Robert Mc Carthy
Komisaris Independen Ir. Agus Tjahajana Wirakusumah Ir. Agus Tjahajana Wirakusumah
Sumiyati Sumiyati
Komisaris Christoper Ian Teague Christoper Ian Teague
Christopher Robert Botsford Christopher Robert Botsford
Alexander Shaik Alexander Shaik
Dewan Direksi:
Direktur Utama Vasudevan Ravi Shankar Vasudevan Ravi Shankar
Direktur Jegatheesan Seeniappa Jegatheesan Seeniappa
Peter Vinzenz Merkle Peter Vinzenz Merkle
Dr. Antonius Widyatma Sumarlin Dr. Antonius Widyatma Sumarlin
Deddy Sutrisno Deddy Sutrisno
• Untuk memenuhi Peraturan BAPEPAM No. IX.1.5 tentang Pembentukan dan Pedoman Pelaksanaan Kerja Komite Audit, Dewan Komisaris
telah membentuk Komite Audit.
Susunan Komite Audit yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Dewan Komisaris/The Resolution of The Board of Commissioners
No. 100/APF-CS/2023 tanggal 22 November 2023 sebagai berikut:
2024 2023
Ketua Sumiyati Sumiyati
Anggota Doedy Darwin Doedy Darwin
Husni Sidik Sodikin Husni Sidik Sodikin
• Corporate Secretary Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah Bapak Tunaryo.
• Pada bulan Februari 2009, Perusahaan telah membentuk departemen internal audit untuk memenuhi ketentuan BAPEPAM-LK. Ketua
internal audit adalah Bapak Yohanes Baptis Galuh Adjar Pamungkas.
• Pada tanggal 31 Maretr 2024 Perusahaan Induk memiliki 2.491 orang karyawan tetap, dan pada tanggal 31 Desember 2023 Perusahan Induk
memiliki 2.236 orang karyawan tetap, sedangkan pada tanggal pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 Entitas anak tidak
memiliki karyawan tetap dan tidak tetap.
e. Persetujuan dan Otorisasi atas Penerbitan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan Entitas Anak pada tanggal 31 Maret 2024 2023 dan untuk tahun yang berakhir pada
tanggal tersebut telah disetujui dan diotorisasi oleh Dewan Direksi pada tanggal 29 April 2024.
11
Page 15
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
2. KELANGSUNGAN HIDUP PERUSAHAAN, RESTRUKTURISASI HUTANG DAN KONDISI EKONOMI
a. Kelangsungan Hidup
Industri Poliester terus menghadapi ketidakpastian dan volatilitas selama tahun 2023 karena ketegangan geopolitik yang berkepanjangan – perang
Rusia/Ukraina, perlambatan pertumbuhan ekonomi global, inflasi yang tinggi, dan kenaikan biaya bunga. Seluruh rantai poliester berada di bawah
tekanan berat dengan permintaan yang lesu dan tantangan pasokan yang berlebihan. Banyak produsen yang mengurangi produksinya dan beberapa
di antaranya tutup karena tren penurunan ini. Pakar dan analis industri mengaitkan perlambatan ini terutama dengan jenuhnya fundamental
permintaan, yang mengakibatkan banyaknya persediaan benang di pabrik. Perusahaan manufakur di sektor hulu, terutama PTA dan MEG terus
menghadapi tekanan yang semakin menipiskan margin. Margin PTA, yang pulih pada Q1 2023, kemudian mulai turun dan tetap fluktuatif sehingga
berdampak signifikan pada margin rantai poliester.
Harga minyak mentah dan PX tetap kuat dan menunjukkan tren peningkatan selama periode tersebut. Sebaliknya, harga serat dan benang terus
merosot sehingga mengikis margin produk secara signifikan. Meskipun harga viscose hampir tidak berubah, harga kapas menunjukkan tren
penurunan selama periode tersebut dibandingkan tahun sebelumnya. Rata-rata indeks Cotton A telah turun 25% dibandingkan tahun sebelumnya
2022.
Industri poliester menjadi saksi tren harga yang fluktuatif dan menurun pada sebagian besar produk dalam rantai poliester karena sejumlah faktor
yang mempengaruhi pasokan-permintaan. Permintaan di pasar-pasar utama mengalami penurunan yang parah karena berbagai alasan; ditambah
dengan kelebihan pasokan, ketidakseimbangan paraxylene, PTA dan MEG, sementara produk poliester (seperti PET kualitas botol) juga
menghadapi nasib serupa. Di pasar yang kurang seimbang ini, harga-harga masih bergejolak karena ketidakpastian. Margin untuk banyak produk
dalam rantai nilai tertekan karena kondisi pasar dan margin berada di bawah tekanan selama paruh kedua tahun ini.
Harga dan margin rantai Poliester masih sangat tertekan karena melimpahnya pasar dan melemahnya permintaan dari sektor hilir. Tren penurunan
ini berlanjut sepanjang periode yang memaksa produsen Poliester mengurangi produksi secara signifikan untuk menghindari penumpukan
inventaris dan kerugian.
Sektor TPT (Tekstil) dalam negeri menghadapi tantangan yang cukup besar untuk mempertahankan pemulihan pascapandemi dan menjaga
momentum pertumbuhan ekonomi. Perlambatan perekonomian yang berlangsung sejak triwulan terakhir tahun 2022 berdampak pada melemahnya
pertumbuhan industri, melemahnya harga komoditas, dan gelombang besar barang impor yang menyebabkan kelebihan pasokan di pasar dalam
negeri. Krisis geopolitik global akibat dampak perang Rusia-Ukraina mulai berdampak pada dinamika perekonomian yang berdampak buruk pada
industri tekstil di Indonesia. Hilangnya pasar ekspor mengakibatkan terjadinya kelebihan stok pada sebagian besar perusahaan TPT di Indonesia.
Sementara di sisi lain, pasar dalam negeri dibanjiri produk impor – baik legal maupun ilegal – sehingga menyebabkan melimpahnya pasar. Tahun
2023 hanya mencatat ekspor TPT sebesar US$ 11,01 miliar atau lebih rendah 8,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Industri ini mencatatkan
kinerja sebesar US$ 13,02 miliar pada tahun 2022. Perlambatan serupa juga terjadi pada nilai impor tahun 2023. Industri TPT mencatat nilai impor
sebesar US$ 8,3 miliar pada tahun 2023 dibandingkan dengan US$ 10,05 miliar pada tahun 2022. Akibatnya, neraca perdagangan sektor TPT
turun signifikan menjadi US$ 2,72 miliar pada tahun 2023 dari US$ 2,96 miliar pada tahun sebelumnya. Hal ini mengkhawatirkan industri karena
angka ini bahkan lebih rendah dibandingkan tahun 2021 yang sebagian besar terganggu oleh pandemi.
Di tengah ketidakpastian dan gangguan parah pada pasar di atas, Perseroan terpaksa mengurangi operasinya secara bertahap untuk mengatasi
aktivitas hilir dan menghindari penumpukan stok. Tingkat produksi jauh di bawah optimal. Damiano Investments B.V., Belanda, pemegang saham
mayoritas kami telah meningkatkan fasilitas modal kerja menjadi US$ 102 juta dalam bentuk Letter of Credit melalui Deutsche Bank, Hong Kong
untuk menambah modal kerja guna mendukung kegiatan operasionalnya. Perusahaan telah melampaui batas penarikan modal kerja karena kerugian
EBITDA dan defisit kas selama periode tersebut.
Di tengah ketidakpastian dan gangguan parah pada pasar di atas, Perseroan terpaksa mengurangi operasinya secara bertahap untuk mengatasi
aktivitas hilir dan menghindari penumpukan stok. Tingkat produksi jauh di bawah optimal. Damiano Investments B.V., Belanda, pemegang saham
mayoritas kami telah meningkatkan fasilitas modal kerja menjadi US$ 102 juta dalam bentuk Letter of Credit melalui Deutsche Bank, Hong Kong
untuk menambah modal kerja guna mendukung kegiatan operasionalnya. Perusahaan telah melampaui batas penarikan modal kerja karena kerugian
EBITDA dan defisit kas selama periode tersebut.
Pada paruh pertama tahun 2023, harga minyak mentah berfluktuasi menyusul larangan impor minyak mentah dan produk Rusia dari Uni Eropa,
beberapa kenaikan suku bunga di antara bank sentral global, serta kekhawatiran inflasi dan resesi. Namun, harga minyak mentah Brent pada paruh
pertama tahun 2023 jauh lebih stabil dibandingkan tahun 2022, ketika harga mencapai titik tertinggi dalam beberapa tahun akibat invasi besar-
besaran Rusia ke Ukraina. Pada paruh kedua tahun 2023, ketegangan geopolitik dan kekhawatiran seputar permintaan minyak mentah
mengakibatkan lebih banyak fluktuasi harga. Harga minyak mentah Brent pada akhir tahun berada pada US$ 78/b, US$ 4 di bawah awal tahun
2023.
12
Page 16
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Tren pemulihan yang terjadi pada tahun sebelumnya tidak berlangsung lama. Perang berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina serta dampaknya
terhadap perekonomian dan perdagangan global semakin memperlambat proses pemulihan. Situasi pasar Poliester belum menunjukkan perubahan
signifikan selama tahun 2023. Sebaliknya kondisi perdagangan menjadi lebih ketat dengan lesunya permintaan dan situasi pasokan yang
berlebihan. Sebagian besar produsen di seluruh dunia telah meningkatkan operasi mereka untuk mengatasi krisis ini. Harga dan margin rantai
Poliester terus tertekan karena volatilitas harga minyak mentah dan bahan baku.
Tren pemulihan yang terjadi pada tahun sebelumnya tidak berlangsung lama. Perang berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina serta dampaknya
terhadap perekonomian dan perdagangan global semakin memperlambat proses pemulihan. Situasi pasar Poliester belum menunjukkan perubahan
signifikan selama tahun 2023. Sebaliknya kondisi perdagangan menjadi lebih ketat dengan lesunya permintaan dan situasi pasokan yang
berlebihan. Sebagian besar produsen di seluruh dunia telah meningkatkan operasi mereka untuk mengatasi krisis ini. Harga dan margin rantai
Poliester terus tertekan karena volatilitas harga minyak mentah dan bahan baku.
Tren pemulihan yang terjadi pada tahun sebelumnya tidak berlangsung lama. Perang berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina serta dampaknya
terhadap perekonomian dan perdagangan global semakin memperlambat proses pemulihan. Situasi pasar Poliester belum menunjukkan perubahan
signifikan selama tahun 2023. Sebaliknya kondisi perdagangan menjadi lebih ketat dengan lesunya permintaan dan situasi pasokan yang
berlebihan. Sebagian besar produsen di seluruh dunia telah meningkatkan operasi mereka untuk mengatasi krisis ini. Harga dan margin rantai
Poliester terus tertekan karena volatilitas harga minyak mentah dan bahan baku.
Tren pemulihan yang terjadi pada tahun sebelumnya tidak berlangsung lama. Perang berkepanjangan antara Rusia dan Ukraina serta dampaknya
terhadap perekonomian dan perdagangan global semakin memperlambat proses pemulihan. Situasi pasar Poliester belum menunjukkan perubahan
signifikan selama tahun 2023. Sebaliknya kondisi perdagangan menjadi lebih ketat dengan lesunya permintaan dan situasi pasokan yang
berlebihan. Sebagian besar produsen di seluruh dunia telah meningkatkan operasi mereka untuk mengatasi krisis ini. Harga dan margin rantai
Poliester terus tertekan karena volatilitas harga minyak mentah dan bahan baku.
Kinerja keuangan Perseroan secara keseluruhan terkena dampak negatif dari sejumlah faktor seperti penurunan produksi dan penjualan yang
signifikan, lesunya permintaan, menurunnya margin produk, dan pergerakan harga stok pakan yang fluktuatif. Perusahaan mengalami kerugian
EBITDA sebesar 6,65 juta pada tahun berjalan dibandingkan dengan EBITDA positif sebesar US$ 17,58 juta pada tahun sebelumnya. Variasi
negatif pada EBITDA terutama disebabkan oleh penutupan pabrik, rendahnya pemanfaatan kapasitas, rendahnya marjin produk, serta hilangnya
produksi dan penjualan.
Karena kerugian EBITDA sepanjang tahun ini, Perusahaan menghadapi kemunduran besar dalam posisi arus kas untuk memenuhi kebutuhan
operasional dan modal kerja, kebutuhan belanja modal yang penting, dan komitmen keuangan lainnya.
Karena tidak adanya kas yang memadai dan berkurangnya modal kerja, Perusahaan tidak dapat membayar bunga kepada kreditur tanpa jaminan
(Surat Utang Baru) sepanjang tahun. Jumlah bunga yang harus dibayar selama empat kuartal kepada kreditur tanpa jaminan dikapitalisasi sesuai
persetujuan mayoritas kreditur.
Karena tidak adanya kas yang memadai dan berkurangnya modal kerja, Perusahaan tidak dapat membayar bunga kepada kreditur tanpa jaminan
(Surat Utang Baru) sepanjang tahun. Jumlah bunga yang harus dibayar selama empat kuartal kepada kreditur tanpa jaminan dikapitalisasi sesuai
persetujuan mayoritas kreditur.
Industri poliester setelah menghadapi perubahan menyakitkan selama Pandemi terus mengalami pasang surut. Dipengaruhi oleh lonjakan nilai
minyak mentah, gas alam, dan nafta, rantai poliester juga mengalami fluktuasi harga dan erosi margin. Masa depan rantai Polyester diperkirakan
akan dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut:
1 Kelebihan kapasitas: di seluruh rantai poliester, kelebihan pasokan sedang terjadi atau sudah berjalan lancar, dan ini diperkirakan akan
memburuk pada tahun 2024.
2 Tekanan margin: kelebihan pasokan dapat membebani harga, dan menekan margin ke wilayah yang merugi, jika belum terjadi pada banyak
produsen dalam rantai; ini adalah berita buruk karena biaya hulu diperkirakan tidak akan rendah mengingat tren harga energi.
3 Rasionalisasi: karena semakin banyak produsen jatuh ke zona merah, pengurangan produksi sedang dalam proses dan aset yang kurang
kompetitif bahkan perlu menghentikan produksi; proyek yang disiapkan untuk masa depan akan mengalami penundaan atau bahkan
pembatalan langsung. Akan ada lebih banyak merger dan akuisisi dan bisa diperpanjang hingga beberapa tahun ke depan.
13
Page 17
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
4 Pemulihan permintaan: untungnya bagi produsen, konsumsi diperkirakan akan meningkat mulai tahun 2024 dan seterusnya, karena kondisi
ekonomi global stabil. Namun, rebound permintaan diperkirakan tidak akan cukup kuat untuk mengubah ketidakseimbangan pasar;
Pergeseran untuk mengkonsumsi lebih banyak poliester daur ulang bisa mengorbankan poliester perawan.
5 Mengubah arus perdagangan: langkah-langkah untuk melindungi industri dari ketidakseimbangan pasar telah diambil, dalam bentuk
hambatan perdagangan dan / undang-undang; ini harus bertahan dan memperkuat pada tahun 2024 dan mengubah atau bahkan mendistorsi
arus perdagangan.
6 Melihat ke luar China: fokus pada pasar China tetap ada, tetapi ada peningkatan perhatian yang diberikan pada pasar yang lebih baru seperti
Turki, Vietnam dan Timur Tengah, dan pasar yang bangkit kembali seperti AS, India dan Indonesia. Masa depan mungkin menantang bagi
industri secara umum, tetapi ada percikan terang di pasar-pasar lain ini.
Singkatnya, 2024 bisa menjadi tahun yang menantang, karena tema menyeluruh tentang kelebihan kapasitas menembus hampir setiap sudut pasar.
Namun demikian, permintaan pulih dan ada harapan bahwa rantai pada akhirnya dapat memperbaiki ketidakseimbangan penawaran-permintaan
setelah serangkaian rasionalisasi yang menyakitkan tetapi perlu, dan pemulihan akal di antara investor.
Perusahaan dengan kemampuannya untuk meningkatkan volume produk khusus (benang berwarna / PBT) untuk aplikasi otomotif / tekstil rumah
tangga, perawatan kesehatan, tekstil teknis, produk daur ulang dan strategi integrasinya untuk memasuki pasar baru untuk segmen tekstil dan non-
tekstil yang berorientasi pada kinerja, akan dapat memenuhi tuntutan pasar yang berubah dan meningkatkan kinerjanya di tahun-tahun mendatang.
Pabrik PTA di Karawang yang tidak beroperasi sejak akhir tahun 2015, akhirnya dinonaktifkan pada kuartal terakhir tahun ini karena
pengoperasian kembali pabrik tersebut mungkin tidak layak secara ekonomi. Persyaratan PTA terus dialihdayakan secara eksternal
Pemanfaatan kapasitas secara keseluruhan saat ini dipertahankan sekitar 68% di kedua fasilitasnya.
Selain itu, kondisi keuangan Perusahaan pada tahun 2023 menunjukkan posisi sebagai berikut:
• Rugi komprehensif tahun berjalan sebesar USD (687,629)
• Modal kerja negatif sebesar USD 992,949,530
• Defisiensi Modal sebesar USD 954,485,801
Perusahaan memperoleh laba kotor sebesar US$ 2,21 juta untuk tahun 2023 dibandingkan dengan laba kotor sebesar US$ 32,94 Juta untuk tahun
sebelumnya. EBITDA untuk Tahun 2023 adalah negatif sebesar US$ 17,60 juta karena penurunan margin di seluruh rantai poliester karena
penurunan drastis dalam permintaan pasar tekstil dan pakaian jadi secara keseluruhan, yang menunjukkan tren penurunan harga dan margin secara
keseluruhan dibandingkan dengan tahun sebelumnya 2022. Akibatnya, Perseroan tidak dapat memenuhi kewajibannya karena kesulitan kas.
Dalam situasi sulit saat ini, Perseroan terus berupaya untuk mengoptimalkan biaya secara keseluruhan melalui pemotongan biaya, mengoptimalkan
portofolio produk/bahan baku yang lebih baik untuk mengembangkan pelanggan baru untuk produk-produk khusus dan menghasilkan margin yang
lebih besar.
Analisis tren industri poliester mengkonfirmasi bahwa bagian bawah siklus poliester akan berakhir pada Q1-2024 dan pasar poliester berada di
jalur pemulihan yang lebih dapat diandalkan secara global. Di China, produsen poliester mulai beroperasi pada tingkat tinggi pada Q3-23 dan
produksi secara keseluruhan mencapai rekor tertinggi.
Perbaikan pasar domestik Cina di atas akan memberikan dampak positif secara global. Perseroan percaya bahwa di Indonesia juga akan terjadi
peningkatan permintaan pasar domestik setelah periode pasca hari raya. Pasar Eropa dan Amerika juga mengantisipasi permintaan yang lebih baik
sebagai berikut:
- Harga RM telah mencapai titik terendah
- Suku bunga tidak akan naik lagi
- Inflasi yang lebih rendah dari tingkat sebelumnya.
Indikasi di atas menunjukkan situasi pasar yang lebih baik untuk konsumen utama produk tekstil dan pakaian jadi hilir yang bersumber dari pasar
Indonesia.
Perusahaan akan terus beroperasi sebagai perusahaan yang berkelanjutan (going concern) karena pemegang saham mayoritas akan terus
menyediakan modal kerja melalui fasilitas letter of credit untuk pengadaan bahan baku.
14
Page 18
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Operasional Entitas Anak (PT Texmaco Jaya Tbk):
Sebagai konsekuensi dari pernyataan pailit PT Texmaco Jaya Tbk berdasarkan keputusan Pengadilan pada tanggal 19 Agustus 2011 dengan
mengacu pada putusan pengadilan 10/PKPU/2010/ PN.NIAGA.JKT.PST.Jo.No.71/PAILIT/2010/PN.NIAGA.JKT.PST, manajemen Perusahaan
dan penegakan proses likuidasi berada di bawah tim kurator yang ditunjuk oleh Pengadilan dan diawasi oleh hakim pengawas. Kurator dan
Pengadilan Niaga Jakarta telah mengakui dan mendaftarkan jumlah piutang sebesar Rp 1.106.832.761.717 sebagai utang tanpa jaminan. Proses
likuidasi entitas anak Perseroan masih dalam proses.
Untuk saat ini, Pengadilan telah menyetujui untuk melanjutkan kelangsungan usaha dari operasional divisi Fleece untuk mempertahankan nilai dari
aset pailit. Sesuai dengan persetujuan Pengadilan dan sesuai dengan perjanjian tolling antara tim kurator dengan PT Asia Pacific Fibers Tbk, divisi
Fleece tetap dioperasikan secara tolling
Berdasarkan PSAK 10 (Revisi 2014), Perseroan dan Entitas Anak telah menetapkan dolar AS sebagai mata uang fungsional karena transaksi
keuangan utama seperti Penjualan, Pembelian, Harga dan lain-lain, ditransaksikan dalam mata uang dolar. Oleh karena itu Perseroan dan Entitas
Anak telah memilih untuk menyusun dan menyajikan laporan keuangannya dalam mata uang Dolar AS efektif Januari 2012. Laporan keuangan
untuk tahun 2017 dan 2016 disusun sesuai dengan pedoman yang diberikan berdasarkan PSAK 10 paragraf 27-34 dan paragraf 61-62.
Laporan keuangan Konsolidasi yang menyertainya telah disusun secara berkelanjutan, dan tidak termasuk penyesuaian apa pun yang mungkin
timbul dari hasil ketidakpastian ini. Efek terkait akan dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasian saat diketahui dan dapat diperkirakan.
Hingga saat ini, operasi Perusahaan didukung melalui fasilitas letter of credit dan pinjaman Capex lainnya dari Damiano Investments B.V.,
Belanda, dan dengan kepercayaan dan dukungan dari pemasok dan pelanggannya. Selain itu, Damiano Investments B.V., Belanda menegaskan
akan memberikan bantuan kepada Perseroan dalam memperoleh fasilitas letter of credit sampai saat Perseroan dapat memperoleh fasilitas kredit
dari bank sendiri.
b. Restrukturisasi Utang
Utang Terjamin
Menanggapi himbauan dan diskusi berkelanjutan kami dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu)/PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) untuk
solusi restrukturisasi Utang dengan Agunan, Kementerian Keuangan telah menunjuk komite tingkat tinggi yang dipimpin oleh Mandiri Sekuritas
(divisi Investasi dan Keamanan Bank BUMN – Bank Mandiri) untuk mempelajari dan merekomendasikan proposal restrukturisasi untuk utang
grup Texmaco termasuk PT Asia Pacific Fibers yang dijamin utang kepada Kementerian untuk ditinjau dan persetujuan.
Dengan demikian, Komite melakukan beberapa putaran diskusi dengan Manajemen dan pemegang saham Utama Perusahaan mengenai berbagai
restrukturisasi dalam kondisi yang diberikan. Komite telah melakukan uji tuntas keuangan dan hukum Perseroan dan juga melakukan evaluasi
teknis dan penilaian aset Perseroan untuk merumuskan proposal restrukturisasi yang sesuai. Selama diskusi bilateral dengan komite, APF telah
menekankan perlunya solusi segera untuk masalah ini dan meminta agar APF dipisahkan dari grup Texmaco sebanyak tidak lagi merupakan
perusahaan afiliasi dan saham mayoritas dipegang oleh Damiano Investments B.V., Belanda, yang merupakan kreditor mayoritas Perusahaan juga.
Setelah melalui beberapa kali diskusi dan mempertimbangkan kondisi terkini serta berbagai faktor ekonomi lainnya, Perusahaan telah mengajukan
proposal Restrukturisasi Utang Terjamin yang telah diperbaharui kepada Komite dan Kemenkeu pada bulan Oktober 2016. Rencana restrukturisasi
terakhir yang diajukan oleh Perusahaan adalah konversi seluruh utang yang dijamin menjadi ekuitas melalui debt-equity swap
Selanjutnya, karena tidak ada keputusan yang keluar atas proposal restrukturisasi dari Kemenkeu, Perusahaan mengadakan beberapa kali
pertemuan dengan Kemenkeu selama tahun 2017 dan 2018. Mengingat kesulitan keuangan dan ketidakmampuan Perusahaan untuk mendapatkan
fasilitas modal kerja dan untuk mengumpulkan dana untuk memenuhi investasi belanja modal yang penting dan strategis, kebutuhan untuk
Proposal Restrukturisasi Utang (DRP) yang diperbarui dan dapat dilaksanakan ditekankan kepada semua Kreditur Terjamin termasuk Kemenkeu.
15
Page 19
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Setelah mempertimbangkan masukan yang diambil dari para kreditor selama periode tersebut dan perkiraan kondisi bisnis saat ini, Perusahaan
mengajukan Proposal Restrukturisasi Hutang (Debt Restructuring Proposal) yang diperbarui dan direvisi pada tanggal 26 Maret 2018 kepada
Kementerian Keuangan dan semua Kreditur Terjamin. Rencana Restrukturisasi Hutang Terjamin (Secured Debt Restructuring Plan) mencakup
100% dari Utang Terjamin akan sepenuhnya dikonversi menjadi saham Ekuitas dengan penerbitan sejumlah 7.487.260.041 saham ekuitas yang
mewakili 75% penambahan ekuitas. Dari jumlah tersebut, 6.988.109.372 saham yang mewakili 70% dari penambahan saham akan dialokasikan
untuk semua Kreditur Terjamin dalam proporsi yang sama dengan nilai hutang pokok mereka.
Sejalan dengan tujuan untuk memfasilitasi restrukturisasi obligasi yang dijaminkan dan utang yang dijaminkan lainnya, Perusahaan telah
melakukan berbagai langkah seperti yang ditunjukkan di bawah ini.
Pada tanggal 6 Maret 2017, PT Asia Pacific Fibers Tbk mendirikan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Asia Pacific Fibers Hong
Kong Limited, sebuah perusahaan terbatas swasta yang didirikan berdasarkan hukum Hong Kong Special Administrative Reg ("HKSAR") dengan
nomor registrasi perusahaan 2493881 dan berkantor di Hong Kong.
Anak perusahaan baru, Asia Pacific Fibers Hong Kong Limited melalui pelaksanaan Akta Polling akan secara sukarela mengambil alih tanggung
jawab Penerbit dan/atau Penjamin sehubungan dengan Surat Utang yang dijamin sebesar
US$ 682,5 juta. Hal ini dimaksudkan untuk memfasilitasi restrukturisasi (antara lain) Surat Utang melalui skema pengaturan sesuai dengan pasal
673 dan 674 dari Companies Ordinance (Cap 622 hukum HKSAR) ("Skema") dan dengan cara yang menguntungkan bagi Perusahaan, Perusahaan
dan masing-masing pemangku kepentingan, termasuk (namun tidak terbatas pada) para pemegang Surat Utang.
Karena tujuan pendirian Asia Pacific Fibers Hong Kong Limited tidak dapat dicapai, langkah-langkah diambil untuk membatalkan pendaftaran
Perusahaan. Oleh karena itu, sebuah surat diserahkan kepada otoritas yang kompeten di Hong Kong pada 24 Juli 2018, dan "Tidak ada keberatan
untuk Deregistrasi" diterima pada 22 Agustus 2018. Selanjutnya pada 11 Januari 2019, Panitera Perusahaan Hong Kong telah mengeluarkan surat
pembubaran Asia Pacific Fibers Hong Kong Limited.
Kemudian, pada September 2020, Perseroan mengadakan pertemuan dengan tim koordinasi dari Kementerian Perekonomian, Investasi, Keuangan,
dan Direktorat Kekayaan Negara (DJKN) dan menekankan perlunya solusi segera atas masalah restrukturisasi utang yang sudah berlangsung lama.
APF meminta tim untuk mempertimbangkan proposal sebelumnya tentang konversi utang 100% menjadi ekuitas yang telah disetujui oleh semua
kreditur terjamin lainnya dan menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan. Berdasarkan diskusi tersebut, Perseroan mengajukan banding
kepada Yang Mulia Menteri Keuangan melalui Direktur Jenderal Kekayaan Negara pada tanggal 25 September 2020 untuk menyetujui Usulan
Restrukturisasi Utang dengan Pengamanan konversi 100% utang menjadi ekuitas.
Menanggapi permintaan Perseroan dan untuk mencari solusi, Pemerintah Indonesia telah membentuk Satuan Tugas BLBI pada April 2021 untuk
menangani seluruh klaim tertunda atas dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia yang mencakup penerbitan Restrukturisasi Utang PT Asia Pacific
Fibers. Satuan tugas ini merupakan tim independen pemerintah yang mengambil alih proses pengambilan keputusan atas proposal restrukturisasi
hutang Perseroan. Salah satu kelompok kerja di bawah Gugus Tugas di atas telah memulai diskusi dengan tim Perusahaan dan kreditur terjamin
lainnya dengan maksud untuk menyelesaikan masalah Restrukturisasi Utang Perusahaan yang telah lama tertunda. Setelah putaran awal diskusi dan
Perseroan telah menyerahkan versi terbaru Rencana Restrukturisasi Utang (DRP) untuk ditinjau oleh Tim Gugus Tugas pada tanggal 10 Agustus
2022. Ketentuan umum dari Proposal Restrukturisasi Utang (DRP) yang direvisi adalah sebagai berikut:
a Konversi atas seluruh utang berjaminan senilai US$ 934.724.747 (pada 30 Juni 2022) menjadi ekuitas.
b Penerbitan saham ekuitas kepada BPP/Kemenkeu dalam rangka pengalihan kepemilikan aset strategis tertentu (aset non-APF yang
dijaminkan kepada Kemenkeu) yang sampai saat ini digunakan/dijalankan oleh APF sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan
usahanya.
c Konversi keseluruhan notes tidak berjaminan sebesar US$ 31.241.621 menjadi ekuitas.
d Berdasarkan metodologi yang dikembangkan melalui konsultasi dengan seluruh kreditur yang dijamin, Perusahaan mengusulkan untuk
menerbitkan 18.302.191.211 saham baru dengan dilusi 88% yang akan diterbitkan kepada para Kreditur yang dijamin dan pihak-pihak lain
sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang tercantum dalam DRP yang telah diedarkan.
e Dengan demikian, 15.496.473.443 saham kembali 74,51% dari modal yang diperluas akan dibagikan kepada semua kreditur terjamin dalam
proporsi yang sama dengan nilai hutang pokok mereka.
f 1.247.876.674 saham yang mewakili 6% dari ekuitas yang diperluas akan dialokasikan kepada BPP/MoF sebagai pertimbangan atas
pengalihan aset-aset strategis tertentu yang sampai saat ini digunakan/dijalankan oleh APF sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari
usahanya.
16
Page 20
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
g 517.943.867 saham yang mewakili 2,49% dari modal yang diperluas akan diberikan kepada pemegang surat utang baru (Tanpa jaminan).
h 1.039.897.228 saham yang mewakili 5% dari modal yang diperluas akan diberikan kepada manajemen berdasarkan skema insentif
manajemen.
i Perusahaan mengusulkan untuk membayar commitment fee sebesar sepuluh miliar rupiah (Rp 10.000.000.000) kepada Pemegang Surat
Utang Pemerintah (BPP/Kemendagri) sebagai pembayaran dimuka pada saat diterimanya/disetujuinya Proposal Restrukturisasi Utang
(DRP) ini.
j Perusahaan juga mengusulkan untuk membayar biaya komitmen tambahan sebesar sepuluh miliar rupiah (Rp 10.000.000.000) kepada para
pemegang jaminan atas aset-aset setelah menerima/persetujuan atas proposal akuisisi aset-aset tersebut dan pengalihan hak atas tanah-tanah
tersebut kepada Perusahaan
k Atas komitmen tersebut, Perusahaan telah membayar sebesar satu miliar rupiah (Rp 1.000.000.000) kepada KPKNL- JAKARTA 3 pada
tanggal 19 Januari 2022.
l Prinsip yang mendasari alokasi saham kepada para kreditur didasarkan pada perlakuan yang sama terhadap semua kreditur. Jaminan atas aset-
aset Perusahaan akan dilepaskan pada saat utang dikonversi menjadi ekuitas. Aset yang tidak terjamin akan digunakan untuk pendanaan
belanja modal dan modal kerja.
Sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian ini, perseroan memahami bahwa gugus tugas & Kementerian Keuangan masih
mengevaluasi usulan restrukturisasi tersebut di atas dan komunikasi finalnya masih menunggu.
Wesel Bayar Tidak Terjamin
Perusahaan telah menandatangani perjanjian restrukturisasi dengan para kreditur tanpa jaminan yang telah disetujui oleh para kreditur dan disahkan
oleh Pengadilan. Pada tanggal 29 September 2006, kreditur tanpa jaminan yang terdiri dari Bank, PT Bina Prima Perdana, Sewa Guna Usaha, dan
Wesel Bayar telah direstrukturisasi menjadi Wesel Berbunga Tetap dengan kustodian The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited,
Hong Kong. Dengan demikian, total pinjaman tanpa jaminan setelah restrukturisasi adalah sebesar US$ 18.670.630. Pada Desember 2023, jumlah
pinjaman baru tanpa jaminan sebesar US$ 33.196.458 termasuk bunga yang dikapitalisasi sebesar US$ 14.525.828 (Catatan 22).
Perusahaan telah melakukan semua tindakan korporasi yang diperlukan untuk melaksanakan Rencana Perdamaian ("Rencana Perdamaian") yang
telah disetujui oleh para kreditur tanpa jaminan Perusahaan dan telah disahkan oleh Pengadilan Niaga. Langkah-langkah tersebut meliputi
penerbitan utang baru dengan jaminan maupun tanpa jaminan sebagai ganti dari utang lama yang tidak dijamin dan penerbitan saham untuk
mengurangi jumlah pokok utang sesuai dengan ketentuan Rencana Perdamaian. Perusahaan telah mengurangi hutang tidak terjamin sesuai dengan
Rencana Perdamaian dan meningkatkan modal sahamnya sebagai tambahan modal yang akan dialokasikan kepada para kreditur. Madison Pacific
Trust Limited bertindak sebagai Fiscal & Paying Agent untuk Surat Utang Baru Tidak Terjamin.
Pada Januari 2024, Perseroan meminta dan mendapatkan persetujuan Pemegang Surat Utang Baru Tidak Berjaminan untuk perpanjangan jatuh
tempo dari Februari 2024 menjadi Februari 2026 termasuk kapitalisasi bunga sampai dengan Februari 2024.
Karena restrukturisasi Hutang Terjamin yang masih berjalan dan belum terselesaikan, Perusahaan terus menghadapi kesulitan keuangan yang
terkait dengan ketidakmampuannya untuk meningkatkan sumber daya guna memenuhi kebutuhan Belanja Modal guna meningkatkan dan
mengoptimalkan potensi kinerjanya. Selain itu, kinerja Perseroan juga terkena dampak buruk akibat pandemi Covid 19 yang menyebabkan
pertumbuhan negatif di semua sektor perekonomian dan diikuti dengan perlambatan pasar. Akibatnya, Perseroan tidak dapat melayani surat utang
baru tanpa jaminan tersebut sesuai jadwal yang telah disepakati sebelumnya pada tahun 2022.
17
Page 21
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Mengingat kesulitan keuangan, Perusahaan telah meminta dan memperoleh persetujuan dari Pemegang Utang untuk penjadwalan ulang Utang Baru
yang akan memperpanjang jadwal pembayaran dengan periode yang sama dua tahun dengan mencabut dan mengganti tabel Tanggal Pelunasan,
sebagaimana ditetapkan di bawah ini:
Tanggal Pengembalian Jadwal Penebusan saat ini Jadwal Revisi Penebusan Revisi Penebusan termasuk bunga
15 February 2024 933,532 5%
15 February 2025 3,267,360 18%
15 February 2026 3,267,360 18% 933,532 5% 1,676,789.95
15 February 2027 3,267,360 18% 3,267,360 18% 5,868,764.93
15 February 2028 3,734,126 20% 3,267,360 18% 5,868,764.93
15 February 2029 4,200,892 23% 3,267,360 18% 5,868,764.93
15 February 2030 3,734,126 20% 6,707,159.92
15 February 2031 4,200,892 23% 7,545,554.91
Jumlah 18,670,630 100% 18,670,630 100% 33,535,799.57
**Based on the original principal amount of USD 18,670,630.00 and as increased by the
interest Capitalized to Principal (to February 15, 2024) of USD 31.535.799,62
Persetujuan atas hal tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Efek yang diselenggarakan pada Januari 2024 di Singapura (rapat
virtual), jadwal pelunasan Unsecured New Notes telah ditunda selama 2 tahun hingga Februari 2026.
c. Kondisi Ekonomi
Perekonomian global terus menghadapi tantangan inflasi dan prospek pertumbuhan yang rendah. Pertumbuhan PDB telah lebih kuat dari yang
diharapkan sejauh ini pada tahun 2023, tetapi sekarang moderat di belakang kondisi keuangan yang lebih ketat, pertumbuhan perdagangan yang
lemah dan kepercayaan bisnis dan konsumen yang lebih rendah. Risiko terhadap prospek jangka pendek tetap miring ke sisi negatifnya dan
termasuk ketegangan geopolitik yang meningkat, misalnya karena konflik yang berkembang setelah serangan teroris Hamas terhadap Israel; dan
dampak pengetatan kebijakan moneter yang lebih besar dari perkiraan. Sisi baiknya, pertumbuhan juga bisa lebih kuat jika rumah tangga
menghabiskan lebih banyak kelebihan tabungan yang terakumulasi selama pandemi.
Pertumbuhan global diproyeksikan menjadi 2,9% pada 2023, dan melemah menjadi 2,7% pada 2024. Ketika inflasi semakin mereda dan
pendapatan riil menguat, ekonomi dunia diproyeksikan tumbuh sebesar 3% pada tahun 2025. Pertumbuhan global tetap sangat bergantung pada
ekonomi Asia yang tumbuh cepat.
Dengan tidak adanya guncangan besar lebih lanjut terhadap harga pangan dan energi, proyeksi inflasi utama diperkirakan akan kembali ke tingkat
yang konsisten dengan target bank sentral di sebagian besar ekonomi utama pada akhir 2025. Inflasi utama OECD tahunan diperkirakan akan turun
secara bertahap menjadi 5,2% dan 3,8% masing-masing pada tahun 2024 dan 2025, dari 7,0% pada tahun 2023.
Pertumbuhan perdagangan global secara mengejutkan lemah selama setahun terakhir. Ini mengkhawatirkan mengingat pentingnya perdagangan
untuk produktivitas dan pengembangan. Volume perdagangan barang dagangan turun 1,5% pada paruh pertama tahun ini, sementara volume
perdagangan jasa diperkirakan telah meningkat sebesar 6,4%, karena normalisasi perjalanan yang sedang berlangsung di Asia membantu
meningkatkan pariwisata. Perdagangan yang lemah bukanlah perkembangan yang sama sekali baru. Sejak pemulihan dari pandemi, perdagangan
telah turun relatif terhadap PDB, terutama perdagangan barang dagangan.
Indonesia telah berhasil menavigasi dampak makroekonomi dari guncangan global yang tidak sinkron. Pertumbuhan tetap tangguh, inflasi dalam
tren menurun, dan volatilitas mata uang dapat dikelola. Namun demikian, akhir dari boom siklus komoditas dan prospek suku bunga global yang
lebih tinggi untuk jangka panjang menunjukkan angin sakal yang kuat ke depan dan membatasi ruang kebijakan makro. Ketika ekonomi bergerak
ke normal baru ini, reformasi struktural untuk mendorong pertumbuhan dan menciptakan lapangan kerja menjadi semakin penting.
Ekonomi Indonesia pada 2023 tumbuh sebesar 5,05 persen, lebih rendah dibandingkan capaian tahun 2022 yang tumbuh sebesar 5,31 persen.
Pertumbuhan terjadi di semua industri. Transportasi dan Penyimpanan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 13,96 persen; disusul Kegiatan
Jasa Lainnya sebesar 10,52 persen; serta Aktivitas Akomodasi dan Jasa Makan sebesar 10,01 persen. Manufaktur, yang memiliki pangsa dominan,
tumbuh sebesar 4,64 persen. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan; serta Perdagangan Grosir dan Eceran, Reparasi Kendaraan Bermotor dan
Sepeda Motor masing-masing meningkat sebesar 1,30 persen dan 4,85 persen.
Total ekspor Indonesia turun drastis menjadi US$ 258,82 miliar pada 2023, dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar US$ 291,90 miliar
pada 2022 yang mencatatkan penurunan 11,33% y-o-y. Nilai perdagangan impor juga turun 6,55% menjadi US$ 221,88 miliar dibandingkan
dengan US$ 237,45 miliar pada tahun 2022, Neraca perdagangan secara keseluruhan turun menjadi US$ 36,93 miliar dibandingkan dengan US$
54,46 miliar pada tahun sebelumnya.
18
Page 22
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Pada tahun 2023, inflasi IHK tercatat turun menjadi 2,61% (yoy), menurun dibandingkan dengan inflasi IHK 2022 sebesar 5,51% (yoy), yang
berarti Indeks Harga Konsumen (IHK) terjaga dengan baik dalam kisaran sasaran BI sebesar 3,0%±1%. Inflasi IHK tetap terkendali dipengaruhi
dampak positif sinergi kebijakan yang erat antara Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, Bank Indonesia, dan berbagai mitra strategis
lainnya untuk menurunkan laju inflasi, termasuk dampak lanjutan kenaikan harga BBM. Ke depan, Bank Indonesia meyakini inflasi tetap
terkendali dalam kisaran sasaran 2,5%±1% pada 2024.
Secara keseluruhan, kinerja NPI pada 2023 menunjukkan ketahanan sektor eksternal yang tetap baik, di tengah ketidakpastian ekonomi global yang
meningkat. NPI pada 2023 mencatat surplus 6,3 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan surplus 4,0 miliar dolar AS pada 2022, terutama
didukung oleh kinerja transaksi modal dan finansial yang tetap kuat. Sementara itu, transaksi berjalan pada 2023 mencatat defisit 1,6 miliar dolar
AS (0,1% PDB), setelah pada 2022 mencatat surplus 13,2 miliar dolar AS (1,0% PDB). Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh surplus
neraca perdagangan barang yang menurun sejalan dengan perlambatan ekonomi global dan harga komoditas yang menurun, serta permintaan
domestik yang tetap kuat.
Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Desember 2023 tercatat sebesar 146,4 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan posisi akhir
November 2023 sebesar 138,1 miliar dolar AS. Peningkatan cadangan devisa tersebut antara lain ditopang oleh penerimaan pajak dan jasa serta
penarikan pinjaman luar negeri Pemerintah. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor dan
pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
Nilai tukar Rupiah mencerminkan tren global. Rupiah tetap cukup stabil dalam tiga kuartal pertama dalam band sempit level 14.900 ~ 15.500. Kurs
rupiah acuan Bank Indonesia (Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, disingkat JISDOR), yang masih lemah di level 15.592 per Desember 2022, terus
menguat dan relatif stabil selama Januari hingga September 2023. Mata uang telah melemah pada kuartal IV dan ditutup pada 15.439 pada akhir
Desember 2023.
BI telah menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebanyak dua kali selama periode Januari &23 Oktober masing-masing sebesar 50 basis poin
menjadi 6,75% dari 6,25%, sejalan dengan fokus kebijakan moneter yang pro-stabilitas, yaitu memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah,
serta sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk menjaga inflasi dalam kisaran sasaran 2,5%±1% pada 2024.
Setelah pertumbuhan ekonomi yang solid pada tahun 2023, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 diperkirakan akan sedikit dibawah
angka 5%, sejalan dengan perlambatan ekonomi global. Pertumbuhan ekonomi global pada 2024 akan tetap melambat sesuai prakiraan risiko
resesi yang tinggi di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat (AS) dan Eropa. Perlambatan ekonomi global dipengaruhi oleh fragmentasi
ekonomi, perdagangan, dan investasi akibat berlanjutnya ketegangan politik dan dampak pengetatan kebijakan moneter yang agresif di negara
maju.
Prospek Ekonomi & Bisnis
Ekonomi Indonesia di tahun mendatang akan dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi global yang diperkirakan akan lebih rendah dari tahun ini.
Dua faktor signifikan yang akan mempengaruhi Indonesia adalah pertumbuhan China, mitra dagang utama Indonesia, yang tumbuh lebih lambat,
dan proyeksi harga komoditas primer andalan Indonesia yang akan terus terjepit. Akibatnya, kontribusi ekspor terhadap pertumbuhan ekonomi
Domestik diperkirakan akan menurun.
Dari dalam negeri, beberapa faktor diperkirakan akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi tahun depan. Konsumsi rumah tangga diperkirakan
relatif stabil namun cenderung sedikit melemah. Efek pendapatan rumah terhadap komoditas pada 2022 dan awal 2023 diperkirakan akan hilang
tahun depan. Konsumsi barang tahan lama yang mengandalkan kredit, seperti kendaraan dan layak, juga akan sedikit tertekan oleh dampak
pengetatan moneter oleh Bank Indonesia (BI) pada kuartal terakhir tahun ini.
Namun, pengeluaran yang terkait dengan kegiatan politik, termasuk pemilihan presiden, pemilihan legislatif, dan pemilihan daerah, diperkirakan
akan berdampak sementara pada konsumsi domestik. Selain itu, tingkat inflasi yang diperkirakan berada di kisaran antara 2% - 3% tidak akan
menahan laju konsumsi tahun depan, kecuali ada lonjakan inflasi volume pangan.
Dampak dari beberapa insentif fiskal oleh pemerintah dan peningkatan anggaran bantuan sosial akan sedikit berkontribusi pada pertumbuhan
konsumsi, yang berpotensi tergerus oleh rencana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12%, penerapan cukai minuman berpemanis
dalam kemasan (MBDK), dan kenaikan cukai produk tembakau.
Belanja pemerintah diperkirakan hanya memiliki efek marjinal pada pertumbuhan tahun depan. Penerimaan negara berpotensi melambat sejalan
dengan dampak perlambatan ekspor dan konsumsi domestik yang cenderung sedikit melambat. Dampak PHK terhadap industri dan startup akan
melanggengkan kemiskinan, yang menyebabkan pendapatan lebih kecil dan daya beli berkurang.
19
Page 23
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Memasuki tahun 2024, kekhawatiran inflasi dan resesi mulai mereda, dengan pertumbuhan diproyeksikan akan kembali normal sejalan dengan tren
pra-pandemi. Ini adalah tanda optimisme bahwa pasar akan bangkit kembali. Pada 2024, CRIF memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan berada
pada kisaran 4,80% (yoy) hingga 5,20% (yoy). Proyeksi kisaran pertumbuhan terendah melemah di bawah level 5% akibat tren perlambatan
ekonomi global akibat situasi geopolitik, inflasi dan suku bunga yang masih tinggi. Tingginya suku bunga kredit di Indonesia telah berkontribusi
pada perlambatan pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan meningkatnya biaya operasional bagi pelaku usaha.
Dengan mempertimbangkan kondisi proses transisi kepemimpinan nasional tahun depan, investasi asing tidak dapat diharapkan menjadi pendorong
peningkatan pertumbuhan ekonomi karena investor cenderung wait and see ketika mengambil keputusan investasi di tahun politik. CRIF juga
menilai pemilu memang akan menjadi motor penggerak konsumsi dan pertumbuhan ekonomi pada 2024. Namun, implementasinya perlu
dipertahankan untuk memastikan stabilitas politik dan ekonomi, sehingga partai demokrasi tidak memiliki potensi perselisihan hasil pemilu dan
konflik. Secara historis, dalam 4 siklus kontes politik terakhir (2004, 2009, 2014 dan 2019) pertumbuhan PDB riil lebih rendah sebelum pemilu
dan lebih tinggi setelah pemilu.
Namun demikian, Pasar Tekstil Indonesia diperkirakan akan mencatat CAGR lebih selama lima tahun ke depan – 2024 hingga 2028. Meskipun
menghadapi tantangan seperti biaya produksi yang tinggi, infrastruktur yang menua, dan persaingan global yang ketat, sektor tekstil Indonesia telah
menunjukkan ketahanan yang luar biasa.
Pemerintah yang mendukung langkah-langkah untuk melindungi sektor TPT domestik dengan membatasi impor ilegal, substitusi impor naik 35%,
menjaga bea atas barang-barang tekstil tertentu, dan rasionalisasi bea masuk dll diharapkan dapat memberikan dorongan bagi prospek pertumbuhan
sektor TPT di tahun-tahun mendatang. Pemerintah telah meluncurkan Peraturan Menteri Perdagangan Impor pada November 2023 yang akan
berlaku efektif pada Maret 2024. Peraturan ini terutama membatasi kegiatan impor dengan memindahkan pasca-perbatasan ke inspeksi perbatasan.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan meningkatnya daya beli, Indonesia menjadi tujuan yang menarik bagi industri pakaian dan tekstil.
Namun, persaingan ketat dari perusahaan internasional menimbulkan risiko dan peluang di pasar. Diproyeksikan sektor TPT dalam negeri akan
mencapai tingkat pertumbuhan sebesar 5% pada tahun 2024 didukung oleh rebound konsumsi domestik.
Berkontribusi terhadap pertumbuhan juga pergeseran fokus Indonesia ke pasar ekspor baru, memanfaatkan hubungannya dengan negara-negara
Muslim. Beberapa negara mayoritas Muslim sekarang mewakili setengah dari misi dagang dan negosiasi Indonesia, dan produk tekstil sekarang
sangat diekspor ke sana. Ketika perusahaan garmen terus mengalihkan produksi dari China, Indonesia berfungsi sebagai alternatif yang menarik.
Posisi China sebagai importir kapas global menurun dan sebagian besar ekspor kapas dialihkan ke negara-negara pesaing, termasuk Indonesia.
Selain itu, dukungan dan fokus yang kuat dari pemerintah Indonesia telah membantu memulihkan industri. Dalam masterplan pembangunan negara
"Industri 4.0", pemerintah bertujuan untuk mendorong Indonesia menjadi lima produsen tekstil teratas di dunia pada tahun 2030.
3 IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG MATERIAL
Kebijakan akuntasi utama Perusahaan dan Entitas Anak yang ditetapkan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah seperti yang
dijelaskan dibawah ini:
a Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian PT Asia Pacific Fibers Tbk ini telah di susun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di
Indonesia (“SAK”) yang mencakup Penyataan Standar Akuntasi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan
(“ISAK”), yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntansi Indonesia (“DSAK – IAI”) serta peraturan dan
pedoman penyajian laporan keuangan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (“OJK”, dahulu BAPEPAM – LK) No. VIII.G7 tentang
“Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten Perusahaan Publik” yang terdapat dalam laporan keputusan ketua BAPEPAM –
LK No. KEP – 347/BL/2012 tanggal 25 Juni 2012.
Perusahaan dan Entitas Anak memilih untuk menyajikan semua pendapatan dan beban dalam laporan tunggal (Single Statement).
Sehubungan dengan amandemen PSAK No. 4, “Laporan Keuangan Tersendiri”. Perusahaan telah mengukur investasi pada Entitas Anak
menggunakan metode biaya.
Pada tanggal 19 Agustus 2011, Pengadilan Niaga mengumumkan bahwa Entitas Anak (PT Texmaco Jaya Tbk) telah pailit dan insolven
efektif per tanggal 26 September 2011. Terhitung tanggal tersebut, pengendalian atas Entitas Anak berada dibawah Pengadilan, dan
menyebabkan Perusahaan hilang pengendalian atas Entitas Anak.
Laporan keuangan konsolidasian disusun dengan dasar pengukuran biaya perolehan, kecuali untuk beberapa akun tertentu yang disusun
berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan keuangan
konsolidasian juga disusun berdasarkan basis akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian.
20
Page 24
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dan menyajikan sumber dan penggunaan kas dan setara kas
dengan mengelompokkan arus kas atas dasar kegiatan operasi, investasi, dan pendanaan. Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank, dan
deposito berjangka yang jatuh tempo dalam waktu 3 (tiga) bulan atau kurang.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah Dolar Amerika Serikat (“US$”), yang
juga merupakan mata uang fungsional dan mata uang penyajian perusahaan. Angka-angka yang disajikan dalam laporan keuangan
konsolidasian disajikan secara penuh dalam US$, kecuali dinyatakan lain. Lihat Catatan 3c untuk informasi mata uang fungsional.
Perusahaan telah menerima persetujuan dari Bank Indonesia melalui surat No. 17/1192/DKSP tanggal 11 Agustus 2015 mengenai
penggunaan US$ sebagai mata uang fungsional sampai dengan bulan Juli 2016 dalam kaitannya dengan aturan Bank Indonesia Nomor
17/3/PBI/2015. Lebih lanjut, berdasarkan surat dari Bank Indonesia No. 23/152/DKSP-GPRP/Srt/B tertanggal 21 Juli 2022, Perusahaan
telah menerima izin untuk memperpanjang penggunaan US$ sebagai mata uang transaksi sampai dengan 30 Juni 2026. Namun, Perusahaan
telah mengganti sebagian dari transaksi domestiknya ke dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi persyaratan Bank Indonesia.
b Prinsip-prinsip Konsolidasian
a) Entitas Anak
Entitas anak adalah seluruh entitas (termasuk entitas terstruktur) dimana perusahaan memiliki pengendalian. Perusahaan mengendalikan
entitas lain ketika perusahaan terekspos atas, atau memiliki hak untuk, pengembalian yang bervariasi dari keterlibatannya dengan entitas dan
memiliki kemampuan untuk mempengaruhi pengembalian tersebut melalui kekuasaannya atas entitas tersebut. Entitas anak dikonsolidasikan
secara penuh sejak tanggal di mana pengendalian dialihkan kepada Perusahaan. Entitas anak tidak dikonsolidasikan lagi sejak tanggal
dimana perusahaan kehilangan pengendalian.
Perusahaan menerapkan metode akuisisi untuk mencatat kombinasi bisnis. Imbalan yang dialihkan untuk akuisisi suatu entitas anak adalah
sebesar nilai wajar aset yang dialihkan, liabilitas yang diakui terhadap pemilik pihak yang diakuisisi sebelumnya dan kepentingan ekuitas
yang diterbitkan oleh perusahaan. Imbalan yang dialihkan termasuk nilai wajar aset atau liabilitas yang timbul dari kesepakatan imbalan
kontinjensi. Aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas serta liabilitas kontinjensi yang diambil alih dalam suatu kombinasi bisnis
diukur pada awalnya sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi.
Perusahaan mengakui kepentingan non pengendali pada pihak yang diakuisisi baik sebesar nilai wajar atau sebesar bagian proporsional
kepentingan non pengendali atas aset neto pihak yang diakuisisi. Kepentingan non pengendali disajikan di ekuitas dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.
Biaya yang terkait dengan akuisisi dibebankan pada saat terjadinya.
Jika kombinasi bisnis diperoleh secara bertahap, nilai wajar pada tanggal akuisisi dari kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki oleh
pihak pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi diukur kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi melalui laporan laba rugi.
Imbalan kontinjensi yang masih harus dialihkan, oleh Perusahaan diakui sebesar nilai wajar pada tanggal akuisisi. Perubahan selanjutnya atas
nilai wajar imbalan kontinjensi yang diakui sebagai aset atau liabilitas dan dicatat sesuai dengan PSAK 55 (Revisi 2014) “Instrumen
Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran” dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian. Imbalan kontinjensi yang
diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali dan penyelesaian selanjutnya diperhitungkan dalam ekuitas.
Selisih lebih imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan non-pengendali pada pihak diakuisisi dan nilai wajar pada tanggal akuisisi
kepentingan ekuitas sebelumnya dimiliki oleh pihak pengakuisisi pada pihak diakuisisi atas nilai wajar aset bersih teridentifikasi yang
diperoleh akan dicatat sebagai goodwill. Jika jumlah imbalan yang dialihkan, kepentingan non pengendali yang diakui, dan kepentingan yang
sebelumnya dimiliki pengakuisisi lebih rendah dari nilai wajar aset bersih entitas anak yang diakuisisi dalam kasus pembelian dengan diskon,
selisihnya diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan konsolidasian.
Transaksi, saldo dan keuntungan antar entitas Perusahaan yang belum direalisasi telah dieliminasi. Kerugian yang belum direalisasi juga
dieliminasi. Kebijakan akuntansi Entitas Anak diubah jika diperlukan untuk memastikan konsistensi dengan kebijakan akuntansi yang
diadopsi Perusahaan.
b) Perubahan kepemilikan tanpa kehilangan pengendalian
Transaksi dengan kepentingan non pengendali yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian merupakan transaksi ekuitas. Selisih antara
nilai wajar imbalan yang dibayar dan bagian yang diakuisisi atas nilai tercatat aset neto entitas anak dicatat pada ekuitas. Keuntungan atau
kerugian pelepasan kepentingan non-pengendali juga dicatat pada ekuitas.
21
Page 25
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
c) Pelepasan Entitas Anak
Perusahaan memperlakukan transaksi dengan kepentingan non-pengendali yang tidak mengakibatkan hilangnya kontrol sebagai transaksi
dengan pemilik ekuitas Perusahaan. Perubahan dalam kepemilikan menghasilkan penyesuaian antara nilai tercatat dari kepentingan
pengendali dan non-pengendali untuk mencerminkan kepentingan relatifnya di anak perusahaan. Selisih antara jumlah penyesuaian untuk
kepentingan non-pengendali dan pertimbangan yang dibayarkan atau diterima diakui dalam cadangan terpisah dalam ekuitas yang dapat
diatribusikan kepada pemilik Perusahaan.
Ketika Perusahaan tidak lagi mengkonsolidasikan atau mencatat menggunakan metode ekuitas untuk investasi karena hilangnya
pengendalian, pengendalian bersama atau pengaruh signifikan, maka kepentingan yang masih tersisa atas entitas diukur kembali berdasarkan
nilai wajarnya, dan perubahan nilai tercatat diakui dalam laporan laba rugi. Nilai tercatat awal adalah sebesar nilai wajar untuk kepentingan
pengukuran kembali kepentingan yang tersisa sebagai entitas asosiasi, ventura bersama atau aset keuangan.
Di samping itu, jumlah yang sebelumnya diakui pada pendapatan komprehensif lain sehubungan dengan entitas tersebut dicatat seolah-olah
Perusahaan telah melepas aset atau liabilitas terkait. Hal ini dapat berarti bahwa jumlah yang sebelumnya diakui pada pendapatan
komprehensif lain direklasifikasi ke laporan laba rugi.
Jika kepemilikan saham pada ventura bersama atau perusahaan asosiasi berkurang namun pengendalian bersama atau pengaruh signifikan
dipertahankan, hanya sebagian proporsional dari jumlah yang telah diakui sebelumnya dalam pendapatan komprehensif lain yang
direklasifikasi ke laba atau rugi jika diperlukan.
c Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing
• Mata uang fungsional dan penyajian
Laporan keuangan individu masing-masing entitas Perusahaan diukur dan disajikan dalam mata uang dari lingkungan ekonomi utama
dimana entitas beroperasi (mata uang fungsional). Laporan keuangan konsolidasian dari Perusahaan disajikan dalam mata uang Dolar
Amerika Serikat yang merupakan mata uang fungsional Perusahaandan mata uang penyajian untuk laporan keuangan konsolidasian.
Dalam penyusunan laporan keuangan entitas Perusahaan, transaksi dalam mata uang selain mata uang fungsional entitas (mata uang asing)
diakui pada kurs yang berlaku pada tanggal transaksi. Pada setiap akhir periode pelaporan, pos moneter dalam valuta asing dijabarkan
kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Pos-pos non moneter yang diukur pada nilai wajar dalam valuta asing dijabarkan
kembali pada kurs yang berlaku pada tanggal ketika nilai wajar ditentukan. Pos non moneter yang diukur dalam biaya historis dalam valuta
asing tidak dijabarkan kembali.
• Transaksi dan saldo
Transaksi dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Dolar Amerika Serikat dengan menggunakan kurs yang berlaku pada
tanggal transaksi. Pada setiap tanggal pelaporan. aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Dolar
Amerika Serikat menggunakan kurs penutup. Kurs yang digunakan sebagai acuan adalah kurs yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia.
Keuntungan dan kerugian selisih kurs yang timbul dari penyelesaian transaksi dalam mata uang asing dan dari penjabaran aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing diakui di dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
Dibawah ini adalah kurs tengah yang digunakan oleh Perusahaan:
Mata Uang Asing 2024 2023 2022
IDR IDR IDR
US$ 1 15,853 15,416 15,731
JPY 1 104.51 109.55 117.57
SGD 1 11,766 11,712 11,659
GBP 1 20,022 19,760 18,926
EUR 1 17,161 17,140 16,713
22
Page 26
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
d Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
PSAK ini mensyaratkan pengungkapan hubungan, transaksi dan saldo pihak-pihak berelasi termasuk komitmen dalam laporan keuangan
konsolidasian.
PSAK ini juga memberikan pengecualian dari persyaratan umum pengungkapan pihak berelasi atas transaksi dengan pemerintah dan entitas
yang dikendalikan, dikendalikan bersama atau dipengaruhi secara signifikan oleh Pemerintah (entitas berelasi dengan Pemerintah).
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas.
Pihak berelasi dijelaskan sebagai berikut:
a Orang atau anggota keluarga orang tersebut terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:
(i) memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
(ii) memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
(iii) personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.
b Suatu entitas mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika entitas memenuhi salah satu hal berikut:
(i) entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari Perusahaan yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, berikutnya terkait dengan
entitas lain);
(ii) satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan
anggota suatu Perusahaan, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);
(iii) kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
(iv) suatu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga;
(v) entitas tersebut adalah suatu program imbalan paska kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas lain yang terkait
dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi
dengan entitas pelapor;
(vi) entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasikan dalam huruf a; dan
(vii) orang yang diidentifikasikan dalam huruf a (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau
entitas induk dari entitas).
(viii) Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok tersebut, menyediakan jasa personil
manajemen kunci kepada entitas pelapor atau kepada entitas induk dari entitas pelapor.
Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak-pihak berelasi, baik yang dilakukan dengan atau tidak dengan persyaratan dan
kondisi sebagaimana yang dilakukan dengan pihak-pihak yang tidak mempunyai hubungan pihak-pihak berelasi, telah diungkapkan dalam
catatan atas laporan keuangan konsolidasian (Catatan 46).
e Perubahan pada pernyataan standar akuntansi keuangan dan interpretasi pernyataan standar akuntansi keuangan
Efektif tanggal 1 Januari 2023, Perusahaan menerapkan PSAK baru yang berlaku efektif pada tanggal pelaporan. Perubahan kebijakan
akuntansi Perusahaan telah dibuat sesuai kebutuhan, sesuai dengan ketentuan transisi dalam masing-masing standar.
Penerapan standar baru dan amandemen yang relevan dengan operasi Perusahaan adalah sebagai berikut:
− Amandemen PSAK 1 - Penyajian Laporan Keuangan:
− Amandemen PSAK 16 - Aset Tetap mengenai aset tetap yang diperoleh sebelum digunakan;
− Amandemen PSAK 25 - Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan: Definisi Estimasi Akuntansi; dan
− Amandemen PSAK 46 - Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait aset dan liabilitas yang timbul dari satu transaksi;
Dampak dari penerapan standar akuntansi yang baru adalah sebagai berikut:
− Amandemen PSAK 1 - Penyajian Laporan Keuangan:
DSAK-IAI mengubah PSAK 1, 'Penyajian Laporan Keuangan', untuk mengharuskan perusahaan mengungkapkan informasi kebijakan akuntansi
yang material daripada kebijakan akuntansi yang signifikan. Paragraf 117 dari amandemen tersebut memberikan definisi informasi kebijakan
akuntansi yang material sebagai berikut:
23
Page 27
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Informasi kebijakan akuntansi adalah material jika, jika dipertimbangkan bersama dengan informasi lain yang termuat dalam laporan keuangan
entitas, dapat diperkirakan secara wajar dapat mempengaruhi keputusan pengguna utama laporan keuangan untuk tujuan umum yang diambil
atas dasar laporan keuangan tersebut."
Amandemen ini juga mengklarifikasi bahwa informasi kebijakan akuntansi dianggap material jika, tanpa informasi tersebut, pengguna laporan
keuangan tidak dapat memahami informasi material lainnya dalam laporan keuangan. Paragraf 117B dari amandemen tersebut memberikan
contoh ilustrasi dari informasi kebijakan akuntansi yang mungkin dianggap material terhadap laporan keuangan entitas.
Lebih lanjut, amandemen PSAK 1 mengklarifikasi bahwa informasi kebijakan akuntansi yang tidak material tidak perlu diungkapkan. Namun,
jika diungkapkan, informasi tersebut tidak boleh mengaburkan informasi kebijakan akuntansi yang material.
− Amandemen PSAK 25 - Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan: Definisi Estimasi Akuntansi;
Amandemen PSAK 25, 'Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan', mengklarifikasi bagaimana perusahaan harus
membedakan perubahan kebijakan akuntansi dari perubahan estimasi akuntansi. Estimasi akuntansi didefinisikan sebagai jumlah moneter dalam
laporan keuangan yang tunduk pada ketidakpastian pengukuran. Pembedaan ini penting, karena perubahan estimasi akuntansi diterapkan secara
prospektif untuk transaksi masa depan dan peristiwa masa depan lainnya, sedangkan perubahan kebijakan akuntansi umumnya diterapkan secara
retrospektif untuk transaksi masa lalu dan peristiwa masa lalu lainnya serta periode berjalan.
− Amandemen PSAK 16- Aset tetap mengenai hasil yang diperoleh sebelum penggunaan yang dimaksudkan;
PSAK 16, 'Aset Tetap', mensyaratkan bahwa hasil yang diterima dari penjualan hasil produksi yang dihasilkan sebelum aset tersebut siap untuk
digunakan sesuai dengan maksud penggunaannya, diakui sebagai pendapatan dalam laba rugi. Biaya produksi yang terkait diukur dengan
menggunakan panduan dalam PSAK 14, 'Persediaan', dan diakui sebagai beban dalam laba rugi pada saat penjualan.
Jika barang yang dijual merupakan hasil dari aktivitas normal entitas, maka pendapatan dan biaya diungkapkan sesuai dengan persyaratan
PSAK 72, "Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan", dan PSAK 14. Jika barang yang dijual bukan merupakan bagian dari aktivitas normal
entitas, maka amandemen PSAK 16 mensyaratkan pengungkapan jumlah dan pos dalam laporan laba rugi komprehensif dimana pendapatan dan
biaya tersebut dimasukkan
Amandemen PSAK 16 juga mengklarifikasi bahwa entitas 'menguji apakah aset berfungsi dengan baik' ketika entitas menilai kinerja teknis dan
fisik aset. Kinerja keuangan aset tidak relevan dengan penilaian ini. Oleh karena itu, suatu aset mungkin dapat beroperasi sesuai dengan tujuan
manajemen dan dikenakan penyusutan sebelum mencapai tingkat kinerja operasi yang diharapkan oleh manajemen.
− Amandemen PSAK 46 - Pajak Penghasilan mengenai Pajak tangguhan terkait aset dan liabilitas yang timbul dari satu transaksi;
DSAK-IAI telah mengamandemen PSAK 46, 'Pajak Penghasilan', untuk mengharuskan perusahaan mengakui pajak tangguhan atas transaksi
tertentu yang pada saat pengakuan awal menimbulkan jumlah yang sama antara perbedaan temporer kena pajak dan perbedaan temporer yang
dapat dikurangkan. Amandemen ini biasanya akan diterapkan pada transaksi seperti sewa untuk penyewa dan kewajiban penghentian operasi.
Paragraf 15 dan 24 dari PSAK 46 telah diamandemen untuk memasukkan kondisi tambahan di mana pengecualian pengakuan awal tidak
diterapkan. Menurut pedoman yang diamandemen, perbedaan temporer yang timbul pada saat pengakuan awal aset atau liabilitas tidak tunduk
pada pengecualian pengakuan awal jika transaksi tersebut menimbulkan jumlah yang sama antara jumlah kena pajak dan jumlah yang dapat
dikurangkan dari perbedaan temporer. Paragraf 22A telah ditambahkan untuk memberikan klarifikasi lebih lanjut atas prinsip ini. Paragraf 22(b)
dan 22(c) dari PSAK 46 juga telah diubah.
Beberapa standar dan interpretasi akuntansi baru yang telah diterbitkan yang tidak wajib diterapkan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2023 dan belum diterapkan secara dini oleh Perusahaan, dibahas pada Catatan 52.
f Aset Keuangan
Klasifikasi
Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya dalam kategori pengukuran berikut:
aset keuangan yang diukur pada nilai wajar (baik melalui penghasilan komprehensif lain, atau melalui laba rugi), dan aset keuangan yang diukur
pada biaya perolehan diamortisasi
Klasifikasi tersebut tergantung pada model bisnis entitas untuk mengelola aset keuangan dan persyaratan kontraktual arus kas.
24
Page 28
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Untuk aset yang diukur pada nilai wajar, keuntungan dan kerugian akan dicatat dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
konsolidasian. Untuk investasi pada instrumen utang, hal ini akan bergantung pada model bisnis dimana investasi tersebut diadakan. Untuk
investasi pada instrumen ekuitas yang tidak dimiliki untuk diperdagangkan, hal ini akan tergantung pada apakah Perusahaan telah melakukan
pemilihan takterbatalkan pada saat pengakuan awal untuk mencatat investasi ekuitas pada nilai wajar melalui penghasilan komprehensif lain.
Perusahaan mereklasifikasi investasi utang jika dan hanya jika model bisnis untuk mengelola aset tersebut berubah.
Pengukuran
Pada pengakuan awal, Perusahaan mengukur aset keuangan pada nilai wajarnya ditambah, dalam hal aset keuangan tidak diukur pada nilai
wajar melalui laporan laba rugi, biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan aset keuangan. Biaya transaksi dari
aset keuangan yang dicatat pada nilai wajar melalui laporan laba rugi dibebankan pada laporan laba rugi
Aset keuangan dengan derivatif melekat dipertimbangkan secara keseluruhan saat menentukan apakah arus kasnya hanya merupakan
pembayaran pokok dan bunga.
Instrumen utang
Pengukuran selanjutnya instrumen utang bergantung pada model bisnis Perusahaan dalam mengelola aset dan karakteristik arus kas dari aset
tersebut. Perusahaan mengklasifikasikan instrumen utangnya pada kategori biaya perolehan diamortisasi yaitu aset yang dimiliki untuk
mengumpulkan arus kas kontraktual dimana arus kas tersebut hanya mewakili pembayaran pokok dan bunga diukur dengan biaya perolehan
diamortisasi.
Keuntungan atau kerugian dari investasi utang yang selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan bukan merupakan bagian dari
hubungan lindung nilai, diakui dalam laporan laba rugi pada saat aset tersebut dihentikan pengakuannya atau penurunan nilainya. Pendapatan
bunga dari aset keuangan tersebut dimasukkan ke dalam pendapatan keuangan dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Instrumen keuangan disalinghapus
Aset keuangan dan liabilitas keuangan disalinghapuskan dan jumlah netonya dilaporkan pada laporan posisi keuangan konsolidasian ketika
terdapat hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan adanya niat untuk
menyelesaikan secara neto, atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara bersamaan. Hak saling hapus tidak kontinjen atas
peristiwa di masa depan dan dapat dipaksakan secara hukum dalam situasi bisnis yang normal dan dalam peristiwa gagal bayar, atau peristiwa
kepailitan atau kebangkrutan Perusahaan atau pihak lawan.
Penghentian pengakuan aset keuangan
Perusahaan menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan berakhir,
atau Perusahaan mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas
lain. Jika Perusahaan tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih
mengendalikan asset yang ditransfer, maka Perusahaan mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait
sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Perusahaan memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan
yang ditransfer, Perusahaan masih mengakui asset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima.
Pada penghentian pengakuan aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi, perbedaan antara nilai tercatat aset dan jumlah
imbalan yang diterima dan piutang diakui dalam laba rugi.
g Penurunan nilai aset keuangan
Perusahaan menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan
penilaian, Perusahaan menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen keuangan daripada
perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian, Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar yang
terjadi atas instrumen keuangan pada saat periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat
pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa biaya atau usaha, yang mengindikasikan
kenaikan risiko kredit sejak pengakuan awal.
Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur Kerugian Kredit Ekspektasian (“KKE”) yang menggunakan
cadangan KKE seumur hidup berdasarkan basis forward-looking untuk seluruh saldo piutang usaha dan kontrak aset tanpa komponen
pendanaan yang signifikan. Selain untuk piutang usaha dan kontrak aset tanpa komponen pendanaan yang signifikan, Perusahaan menerapkan
pendekatan umum untuk mengukur KKE.
25
Page 29
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Kerugian kredit ekspektasian adalah estimasi probabilitas tertimbang dari kerugian kredit. Kerugian kredit diukur sebagai nilai sekarang dari
semua kekurangan kas (yaitu perbedaan antara arus kas terutang dari entitas berdasarkan kontrak dan arus kas yang Perusahaan harapkan untuk
diterima). Kerugian kredit ekpektasian didiskontokan pada suku bunga efektif dari aset keuangan tersebut.
Cadangan kerugian untuk aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan diamortisasi dikurangkan dari jumlah tercatat bruto aset.
Jumlah tercatat bruto dari aset keuangan dihapuskan (baik sebagian atau seluruhnya) sejauh tidak ada prospek pemulihan yang realistis. Hal ini
umumnya terjadi ketika Perusahaan menentukan bahwa debitur tidak memiliki aset atau sumber pendapatan yang dapat menghasilkan arus kas
yang cukup untuk membayar jumlah yang harus dihapuskan. Namun, aset keuangan yang dihapuskan masih dapat dipaksakan secara hukum
untuk mematuhi prosedur Perusahaan untuk pemulihan jumlah yang jatuh tempo.
Perusahaan menilai dengan basis forward-looking kerugian kredit ekspektasian terkait dengan instrumen utangnya yang dicatat pada biaya
perolehan diamortisasi. Metodologi penurunan nilai yang diterapkan tergantung pada apakah telah terjadi peningkatan risiko kredit yang
signifikan.
Definisi gagal bayar
Perusahaan menganggap hal-hal berikut ini merupakan peristiwa gagal bayar untuk tujuan manajemen risiko kredit internal karena pengalaman
historis menunjukkan bahwa aset keuangan yang memenuhi salah satu kriteria berikut umumnya tidak dapat dipulihkan:
− ketika terdapat pelanggaran persyaratan keuangan oleh debitur; atau
− Informasi yang dikembangkan secara internal atau diperoleh dari sumber eksternal menunjukkan bahwa debitur kemungkinan tidak akan
membayar kreditornya, termasuk Perusahaan, secara penuh (tanpa memperhitungkan jaminan yang dimiliki oleh Perusahaan).
Terlepas dari analisis di atas, Perusahaan menganggap bahwa gagal bayar telah terjadi ketika aset keuangan tertunggak lebih dari 90 hari kecuali
jika Perusahaan memiliki informasi yang wajar dan terdukung untuk menunjukkan bahwa kriteria yang lebih panjang lebih tepat.
Kebijakan penghapusan
Perusahaan menghapuskan aset keuangan ketika ada informasi yang menunjukkan bahwa pihak lawan berada dalam kesulitan keuangan yang
buruk dan tidak ada prospek pemulihan yang realistis, contoh ketika pihak lawan dalam proses likuidasi atau telah memasuki proses
kebangkrutan, atau untuk hal piutang usaha, ketika jumlahnya sudah lebih dari 120 hari tertunggak, mana yang terjadi lebih dulu. Aset keuangan
yang dihapuskan dapat menjadi subjek aktivitas penagihan dalam prosedur pemulihan Perusahaan, dengan mempertimbangkan nasihat hukum
yang sesuai. Setiap pemulihan yang terjadi diakui dalam laba rugi.
h Kas dan setara kas
Pada laporan arus kas konsolidasian, kas dan setara kas mencakup kas, simpanan yang sewaktu-waktu bisa dicairkan dan investasi likuid jangka
pendek lainnya dengan yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dan cerukan. Pada laporan posisi keuangan konsolidasian, cerukan
disajikan bersama sebagai pinjaman dalam liabilitas jangka pendek.
i Piutang usaha dan piutang non-usaha
Piutang usaha merupakan jumlah yang terutang dari pelanggan atas penjualan barang dagangan atau jasa dalam kegiatan usaha normal. Jika
piutang diperkirakan dapat ditagih dalam waktu satu tahun atau kurang (atau dalam siklus operasi normal jika lebih panjang), piutang
diklasifikasikan sebagai aset lancar. Jika tidak, piutang disajikan sebagai aset tidak lancar.
Piutang non-usaha dari pihak berelasi merupakan saldo piutang yang terkait dengan pinjaman yang diberikan kepada pihak berelasi Perusahaan.
Setoran yang dapat dikembalikan yang diberikan oleh Perusahaan merupakan hak kontraktual untuk menerima uang tunai dari pemegang
simpanan ini.
Piutang non-usaha dari pihak berelasi merupakan saldo piutang yang terkait dengan pinjaman yang diberikan kepada pihak berelasi Perusahaan.
Piutang usaha dan piutang non-usaha pada awalnya diakui sebesar nilai wajar dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan
menggunakan metode bunga efektif, apabila dampak pendiskontoan signifikan, dikurangi provisi atas penurunan nilai.
26
Page 30
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
j Pengukuran Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam
transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran. Pengukuran nilai wajar berdasarkan asumsi bahwa transaksi untuk menjual aset
atau mengalihkan liabilitas terjadi di: pasar utama untuk aset dan liabilitas tersebut; atau dalam hal tidak terdapat pasar utama, maka pasar yang
paling menguntungkan untuk aset atau liabilitas tersebut.
Pasar utama atau pasar yang paling menguntungkan harus dapat diakses oleh Perusahaan.
Nilai wajar aset dan liabilitas di ukur menggunakan asumsi yang akan digunakan pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas
tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar bertindak dalam kepentingan ekonomi terbaiknya.
Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar,
memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Semua aset dan liabilitas yang nilai wajarnya diukur atau diungkapkan dalam laporan keuangan konsolidasian dikelompokkan dalam hirarki
nilai wajar, sebagaimana dijelaskan dibawah ini, berdasarkan tingkatan level input yang terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai
wajar secara keseluruhan: Level 1 - Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik. Level 2 - Teknik
penilaian dimana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar dapat diobservasi baik secara langsung atau tidak
langsung. Level 3 - Teknik penilaian dimana tingkat level input terendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar tidak dapat
diobservasi baik secara langsung atau tidak langsung.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan konsolidasian secara berulang, Perusahaan menentukan apakah terdapat
perpindahan antara Level dalam hirarki dengan melakukan evaluasi ulang atas penetapan kategori (berdasarkan Level masukan (input) paling
rendah yang signifikan terhadap pengukuran nilai wajar secara keseluruhan) pada tiap akhir periode pelaporan.
k Persediaan
Persediaan diukur berdasarkan biaya atau nilai realisasi neto mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata, yang
meliputi semua biaya dalam memperoleh persediaan, produksi atau biaya konversi, dan biaya lainnya yang terjadi dalam membawanya kedalam
lokasi dan kondisi yang ada. Dalam hal persediaan yang diproduksi dan barang dalam proses, biaya mencakup bagian yang sesuai atas overhead
produksi terkait berdasarkan kapasitas operasi normal. Nilai realisasi bersih adalah estimasi harga jual dalam kegiatan usaha normal dikurangi
estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan tersebut.
Penyisihan penurunan nilai sehubungan dengan persediaan yang usang dan lambat bergerak ditentukan berdasarkan estimasi penggunaan atau
penjualan masing-masing jenis persediaan pada masa mendatang. Jumlah setiap penurunan nilai persediaan menjadi nilai realisasi bersih dan
seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau kerugian tersebut. Jumlah setiap pemulihan kembali
atas penurunan nilai persediaan yang timbul dari meningkatnya nilai realisasi bersih diakui sebagai pengurang terhadap jumlah persediaan yang
diakui dan diakui sebagai beban pada periode pemulihan kembali terjadi.
l Biaya yang dibayar di muka dan Uang Muka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.
Uang muka adalah bagian dari kontrak yang dibayarkan atau diterima di muka untuk barang dan jasa. Uang muka dicatat sebagai aset pada
laporan posisi keuangan konsolidasian.
m Aset Tetap
Aset tetap diukur sebesar biaya perolehan, dikurangi dengan akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai, jika ada. Perusahaan
dan Entitas Anak memilih untuk menerapkan model biaya.
Biaya perolehan meliputi pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan aset tersebut.
Ketika bagian dari suatu aset tetap memiliki masa manfaat yang berbeda, maka aset tetap tersebut dicatat sebagai item yang terpisah dari aset
tetap secara keseluruhan (komponen utama)
Keuntungan atau kerugian atas penjualan suatu aset tetap (yang dihitung sebagai perbedaan antara hasil penjualan bersih dari pelepasan dan
jumlah tercatat dari aset tetap) diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian
Biaya-biaya setelah pengakuan awal diakui hanya jika terdapat kemungkinan besar bahwa manfaat ekonomis di masa depan akan mengalir ke
Perusahaan. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada saat terjadinya
27
Page 31
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Aset tetap disusutkan dari tanggal dimana aset tetap tersebut tersedia untuk digunakan atau pada saat dimana aset tersebut diselesaikan dan siap
untuk digunakan dalam hal aset tersebut dibangun sendiri.
Penyusutan dihitung berdasarkan biaya perolehan dari aset tetap dikurangi dengan estimasi nilai sisa dari aset tersebut dengan menggunakan
metode garis lurus berdasarkan estimasi masa manfaatnya. Penyusutan secara umum diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian, kecuali jumlah tersebut termasuk dalam nilai tercatat aset lainnya.
Tanah tidak disusutkan.
Estimasi masa manfaat aset tetap adalah sebagai berikut:
Tahun
Bangunan dan prasarana 20
Mesin dan peralatan 3 - 20
Kendaraan 5
Peralatan kantor 5
Biaya legal awal untuk mendapatkan hak legal diakui sebagai bagian biaya akuisisi tanah, biaya-biaya tersebut tidak disusutkan. Biaya terkait
dengan pembaharuan hak atas tanah diakui sebagai aset tidak berwujud dan diamortisasi sepanjang umur hukum hak.
Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif konsolidasian pada saat terjadinya;
pembaruan dan perbaikan yang signifikan dikapitalisasi.
n Aset dalam penyelesaian
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan dan disajikan sebagai bagian dari aset tetap. Akumulasi penyusutan akan
direklasifikasi ke aset tetap ketika konstruksi telah diselesaikan dan aset sudah siap untuk digunakan.
o Aset Tidak Berwujud
Biaya perpanjangan atau pembaharuan hak atas tanah diakui sebagai aset tidak berwujud dan akan diamortisasi selama dua puluh (20) tahun.
Piranti Lunak
Aset tak berwujud diukur sebesar nilai perolehan pada pengakuan awal. Setelah pengakuan awal, aset tak berwujud dicatat pada biaya perolehan
dikurangi akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi penurunan nilai. Umur manfaat aset tak berwujud dinilai apakah terbatas atau tidak terbatas.
Estimasi masa manfaat aset tetap adalah sebagai berikut:
Tahun
Hak guna bangunan 20
Perangkat lunak 5-8
Biaya yang terkait dengan pemeliharaan program piranti lunak komputer diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Biaya pengembangan yang
dapat secara langsung diatribusikan kepada desain dan pengujian produk piranti lunak yang dapat diidentifikasi dan unik yang dikendalikan oleh
Perusahaan diakui sebagai aset tak berwujud
Biaya yang dapat diatribusikan secara langsung dikapitalisasi sebagai bagian produk piranti lunak mencakup beban pekerja pengembang piranti
lunak dan bagian overhead yang relevan.
Pengeluaran pengembangan yang lain yang tidak memenuhi kriteria ini diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Biaya pengembangan yang
sebelumnya diakui sebagai beban tidak dapat diakui sebagai aset pada periode berikutnya.
Biaya pengembangan piranti lunak komputer diakui sebagai aset yang diamortisasi selama estimasi masa manfaat, yang tidak lebih dari tiga
tahun.
Amortisasi dihitung sebagai penghapusan biaya perolehan aset, dikurangi nilai residunya, periode amortisasi dan metode amortisasi untuk aset
tak berwujud dengan umur manfaat terbatas ditelaah setidaknya setiap akhir tahun buku.
28
Page 32
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
p Penurunan Nilai Aset Non Keuangan
Pada akhir setiap periode pelaporan, Perusahaan menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk menentukan apakah terdapat indikasi bahwa
aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, jumlah terpulihkan dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat
kerugian penurunan nilai (jika ada). Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi jumlah terpulihkan atas suatu aset individual, Perusahaan
mengestimasi jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas atas aset. Ketika dasar alokasi yang wajar dan konsisten dapat diidentifikasi, aset
perusahaan juga dialokasikan ke masing-masing kelompok unit penghasil kas, atau sebaliknya mereka dialokasikan ke kelompok terkecil dari
kelompok unit penghasil kas di mana dasar alokasi yang wajar dan konsisten dapat diidentifikasi.
Aset tak berwujud dengan masa manfaat tidak terbatas dan aset tak berwujud yang belum tersedia untuk digunakan diuji penurunan nilainya
setiap tahun dan ketika terdapat indikasi penurunan nilai.
Jumlah terpulihkan adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai pakai. Dalam menilai nilai pakainya, estimasi
arus kas masa depan didiskontokan ke nilai kini menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari
nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset dengan estimasi arus kas masa depan belum disesuaikan.
Jika jumlah terpulihkan dari aset nonkeuangan (unit penghasil kas) lebih kecil dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset (unit penghasil kas)
diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan dan rugi penurunan nilai segera diakui dalam laba rugi.
Ketika penurunan nilai selanjutnya dibalik, jumlah tercatat aset (atau unit penghasil kas) ditingkatkan ke estimasi yang direvisi dari jumlah
terpulihkannya, namun kenaikan jumlah tercatat tidak boleh melebihi jumlah tercatat ketika kerugian penurunan nilai tidak diakui untuk aset
(atau unit penghasil kas) pada tahun-tahun sebelumnya. Pembalikan rugi penurunan nilai diakui segera dalam laba rugi.
q Sewa
Perusahaan sebagai penyewa
Perusahaan menilai apakah sebuah kontrak mengandung sewa, pada tanggal insepsi kontrak. Perusahaan mengakui aset hak-guna dan liabilitas
sewa terkait sehubungan dengan seluruh kesepakatan sewa di mana Perusahaan merupakan penyewa, kecuali untuk sewa jangka-pendek (yang
didefinisikan sebagai sewa yang memiliki masa sewa 12 bulan atau kurang) dan sewa yang aset pendasarnya bernilai-rendah. Untuk sewa-sewa
tersebut, Perusahaan mengakui pembayaran sewa sebagai beban operasi secara garis lurus selama masa sewa kecuali dasar sistematis lainnya
lebih merepresentasikan pola konsumsi manfaat penyewa dari aset sewa.
Liabilitas sewa awalnya diukur pada nilai kini pembayaran sewa masa depan yang belum dibayarkan pada tanggal permulaan, yang
didiskontokan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa. Jika suku bunga ini tidak dapat ditentukan, Perusahaan menggunakan suku bunga
pinjaman inkremental khusus untuk penyewa.
Bunga pinjaman inkremental bergantung pada jangka waktu, mata uang dan tanggal mulai sewa, dan ditentukan berdasarkan serangkaian input,
termasuk: tingkat bebas risiko berdasarkan suku bunga obligasi pemerintah; penyesuaian risiko khusus negara; penyesuaian risiko kredit
berdasarkan imbal hasil obligasi; dan penyesuaian khusus entitas ketika profil risiko entitas yang melakukan perjanjian sewa berbeda dengan
Perusahaan dan sewa tersebut tidak memperoleh manfaat atas jaminan dari Perusahaan.
Pembayaran sewa yang diperhitungkan dalam pengukuran liabilitas sewa terdiri atas:
− pembayaran tetap (termasuk pembayaran tetap secara-substansi), dikurangai insentif sewa;
− pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya diukur dengan menggunakan indeks atau
suku bunga pada tanggal permulaan;
− jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dalam jaminan nilai residual
− harga eksekusi opsi beli jika penyewa cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
− pembayaran penalti karena penghentian sewa, jika masa sewa merefleksikan penyewa mengeksekusi opsi untuk menghentikan sewa.
Liabilitas sewa disajikan sebagai pos terpisah dalam laporan posisi keuangan konsolidasian.
Liabilitas sewa selanjutnya diukur dengan meningkatkan jumlah tercatat untuk mereflesikan bunga atas liabilitas sewa (menggunakan metode
suku bunga efektif) dan dengan mengurangi jumlah tercatat untuk merefleksikan sewa yang telah dibayar.
Aset hak-guna terdiri dari pengukuran awal atas liabilitas sewa, pembayaran sewa yang dilakukan pada saat atau sebelum permulaan sewa dan
biaya langsung awal. Aset hak-guna selanjutnya diukur sebesar biaya dikurangi akumulasi penyusutan dan kerugian penurunan nilai.
29
Page 33
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Jika Perusahaan dibebankan kewajiban atas biaya membongkar dan memindahkan aset sewa, merestorasi tempat di mana aset berada atau
merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan oleh syarat dan ketentuan sewa, provisi diakui dan diukur sesuai PSAK 57. Biaya
tersebut diperhitungkan dalam aset hak-guna terkait, kecuali jika biaya tersebut terjadi untuk memproduksi persediaan.
Aset hak-guna disusutkan selama periode yang lebih singkat antara masa sewa dan masa manfaat aset pendasar. Jika sewa mengalihkan
kepemilikan aset pendasar atau jika biaya perolehan aset hak-guna merefleksikan Perusahaan akan mengeksekusi opsi beli, aset hak-guna
disusutkan selama masa manfaat aset pendasar. Penyusutan dimulai pada tanggal permulaan sewa.
Aset hak-guna disajikan sebagai pos terpisah di laporan posisi keuangan konsolidasian
Perusahaan menerapkan PSAK 48 untuk menentukan apakah aset hak-guna mengalami penurunan nilai dan mencatat kerugian penurunan nilai
yang teridentifikasi sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan aset penurunan nilai.
Sewa variabel yang tidak bergantung pada indeks atau suku bunga tidak diperhitungkan dalam pengukuran liabilitas sewa dan aset hak-guna.
Pembayaran terkait diakui sebagai beban dalam periode di mana peristiwa atau kondisi yang memicu pembayaran tersebut terjadi dan dicatat
dalam pos "Beban umum dan administrasi" dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian.
r Liabilitas Keuangan
Perusahaan mengakui liabilitas pada tanggal diperdagangkan, yang mana pada tanggal tersebut. Perusahaan menjadi salah satu pihak yang ada
di dalam perjanjian kontrak dari suatu instrumen keuangan.
Perusahaan mengklasifikasikan liabilitas keuangan non-derivatif kedalam kategori Utang Usaha, Biaya yang masih harus dibayar, Pinjaman
Jangka Pendek, Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek, Utang Bank, Utang Terjamin, Liabilitas Keuangan Jangka Pendek Lainnya, dan
Pinjaman dari institusi keuangan lain (seperti: Wesel Bayar Tidak Terjamin dan Pinjaman Modal). Liabilitas keuangan ini pada saat pengakuan
awal diakui sebesar nilai wajarnya setelah dikurangi dengan biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung. Setelah pengakuan awal,
liabilitas keuangan ini diukur sebesar biaya perolehan yang diamortisasi. Selisih antara penerimaan (dikurangi biaya transaksi) dan nilai
pelunasan dicatat pada laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lain konsolidasian selama periode liabilitas dengan menggunakan
metode bunga efektif.
Liabilitas keuangan pada perolehan biaya perolehan diamortisasikan.
Liabilitas keuangan yang bukan merupakan 1) imbalan kontinjen dari pihak pengakuisisi dalam kombinasi bisnis, 2) dimiliki untuk
diperdagangkan, atau 3) ditetapkan sebagai FVTPL, selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku
bunga efektif.
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari liabilitas keuangan dan metode
untuk mengalokasikan biaya bunga selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan
estimasi pembayaran kas masa depan (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima yang merupakan bagian yang tak
terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur liabilitas keuangan, atau (jika
lebih tepat) digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih pada saat pengakuan awal
Utang Bank, Utang Terjamin, dan Pinjaman dari Institusi Keuangan Lain diterima untuk mendukung pendanaan jangka pendek atas operasional
Perusahaan.
Utang usaha adalah kewajiban membayar barang atau jasa yang telah diterima dalam kegiatan usaha normal dari pemasok. Utang usaha
diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka pendek jika pembayarannya jatuh tempo dalam waktu satu tahun atau kurang (atau dalam siklus operasi
normal, jika lebih lama). Jika tidak, utang tersebut disajikan sebagai liabilitas jangka panjang. Utang usaha pada awalnya diakui pada nilai wajar
dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif.
Pinjaman jangka panjang pada awalnya diakui sebesar nilai wajar, setelah dikurangi biaya transaksi. Pinjaman selanjutnya dicatat pada biaya
perolehan diamortisasi; perbedaan antara hasil (setelah dikurangi biaya transaksi) dan nilai penebusan diakui dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian selama periode pinjaman dengan menggunakan metode bunga efektif.
Pengehentian pengakuan liabilitas keuangan
Perusahaan menghapus suatu liabilitas keuangan hanya jika liabilitas tersebut dibatalkan atau kadaluarsa.
Perusahaan menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas Perusahaan telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa.
Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan dan utang diakui dalam laba rugi.
30
Page 34
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Ketika Perusahaan bertukar dengan pemberi pinjaman, satu instrumen utang menjadi instrumen lain dengan persyaratan yang berbeda secara
substansial, pertukaran tersebut dicatat sebagai penghapusan liabilitas keuangan orisinal dan pengakuan liabilitas keuangan baru. Demikian pula,
Perusahaan memperhitungkan modifikasi substansial dari ketentuan liabilitas yang ada atau bagian dari liabilitas tersebut sebagai pelepasan
liabilitas keuangan orisinal dan pengakuan liabilitas baru. Diasumsikan bahwa persyaratannya berbeda secara substansial jika nilai kini arus kas
yang didiskonto berdasarkan persyaratan yang baru, termasuk setiap imbalan (fee) yang dibayarkan setelah dikurangi setiap imbalan (fee) yang
diterima dan didiskonto menggunakan suku bunga efektif orisinal, berbeda sedikitnya 10% dari nilai kini sisa arus kas yang didiskonto yang
berasal dari liabilitas keuangan orisinal. Jika modifikasi tidak substansial, maka perbedaan antara: (1) jumlah tercatat liabilitas sebelum
modifikasi; dan (2) nilai kini dari arus kas setelah modifikasi, diakui dalam laba rugi sebagai keuntungan atau kerugian modifikasi dalam
keuntungan dan kerugian lainnya.
s Hibah Pemerintah
Hibah Pemerintah adalah bantuan Pemerintah dalam bentuk transfer sumber daya untuk suatu entitas sebagai imbalan atas masa lalu atau masa
depan sesuai dengan kondisi tertentu yang berkaitan dengan kegiatan operasional entitas. Dan hibah yang terkait dengan aset adalah hibah
Pemerintah yang kondisi utamanya adalah bahwa entitas yang memenuhi syarat harus melakukan pembelian, membangun, atau membeli aset
jangka panjang.
Hibah Pemerintah diakui jika terdapat keyakinan memadai bahwa entitas akan mematuhi kondisi yang melekat pada hibah tersebut, dan hibah
akan diterima.
Ada dua pendekatan akuntansi untuk Hibah Pemerintah diantaranya pendekatan modal, dimana hibah diakui di luar laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian, dan pendekatan penghasilan, dimana hibah diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian untuk satu atau lebih periode.
Perusahaan memilih untuk menerapkan pendekatan penghasilan dan mengakui hibah Pemerintah melalui pendapatan ditangguhkan, yang
kemudian akan diamortisasi menjadi pendapatan selama periode yang sama dengan biaya yang berhubungan dengan aset tetap tersebut secara
sistematis (20 tahun).
t Imbalan Kerja
a) Imbalan kerja jangka pendek
Liabilitas diakui atas manfaat yang menjadi hak karyawan sehubungan dengan upah dan gaji, cuti tahunan dan cuti sakit dalam periode di
mana jasa terkait diserahkan, sebesar jumlah yang tidak didiskontokan dari pembayaran manfaat ekspektasian sebagai imbalan atas jasa
tersebut.
Hak karyawan atas cuti tahunan diakui ketika karyawan mendapat hak. Provisi dibuat untuk liabilitas cuti tahunan akibat jasa yang
diserahkan oleh karyawan sampai tanggal periode pelaporan.
b) Imbalan pascakerja program imbalan pasti
Pada bulan April 2022, DSAK IAI (Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia) menerbitkan materi penjelasan melalui
siaran pers atas persyaratan pengatribusian imbalan pada periode jasa sesuai PSAK 24: Imbalan Kerja yang diadopsi dari IAS 19 Employee
Benefits. Materi penjelasan tersebut menyampaikan informasi bahwa pola fakta umum dari program pensiun berbasis undang-undang
ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia saat ini memiliki pola fakta serupa dengan yang ditanggapi dan disimpulkan dalam IFRS
Intepretation Committee (“IFRIC”) Agenda Decision Attributing Benefit to Periods of Service (IAS 19).
Perusahaan menyelenggarakan program pensiun imbalan pasti untuk semua karyawan tetapnya. Perusahaan juga memberikan imbalan pasca
kerja imbalan pasti untuk karyawan sesuai dengan Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja (Undang-Undang Cipta Kerja).
Perusahaan menghitung selisih antara imbalan yang diterima karyawan berdasarkan Undang-Undang Cipta Kerja yang berlaku dengan
manfaat yang diterima dari program pensiun untuk pensiun normal
Biaya penyediaan imbalan ditentukan dengan menggunakan metode projected unit credit dengan penilaian aktuaria yang dilakukan pada
setiap akhir periode pelaporan tahunan. Pengukuran kembali terdiri dari keuntungan dan kerugian aktuarial, dampak batas atas aset (jika ada)
dan dari imbal hasil atas aset program (tidak termasuk bunga), diakui langsung dalam laporan posisi keuangan konsolidasian yang
dibebankan atau dikreditkan ke penghasilan komprehensif lain periode terjadinya. Pengukuran kembali diakui dalam penghasilan
31
Page 35
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi ketika terjadi amandemen program atau kurtailmen, atau ketika Perusahaan mengakui biaya
restrukturisasi terkait atau pesangon, jika lebih dahulu. Bunga neto dihitung dengan mengalikan tingkat diskonto dengan liabilitas atau aset
imbalan pasti neto. Biaya imbalan pasti dibagi menjadi tiga kategori
− Biaya jasa (termasuk biaya jasa kini, biaya jasa lalu serta keuntungan dan kerugian kurtailmen dan penyelesaian)
− Beban atau pendapatan bunga neto
− Pengukuran kembali
Perusahaan menyajikan dua komponen pertama dari biaya imbalan pasti di laba rugi, Keuntungan dan kerugian kurtailmen dicatat sebagai
biaya jasa lalu.
Kewajiban imbalan pensiun yang diakui pada laporan posisi keuangan konsolidasian merupakan defisit atau surplus aktual dalam program
imbalan pasti Perusahaan. Surplus yang dihasilkan dari perhitungan ini terbatas pada nilai kini manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk
pengembalian dana program dan pengurangan iuran masa depan atas program.
c) Pesangon
Liabilitas untuk pesangon diakui mana yang terjadi lebih dulu ketika entitas tidak dapat lagi menarik penawaran imbalan tersebut dan ketika
entitas mengakui biaya restrukturisasi terkait.
u Pajak Penghasilan
Pajak kini
Pajak kini terutang berdasarkan laba kena pajak untuk suatu tahun. Laba kena pajak berbeda dari laba sebelum pajak seperti yang dilaporkan di
laba rugi karena tidak memperhitungkan penghasilan atau beban yang dikenakan pajak atau dikurangkan pada tahun berbeda dan tidak
memperhitungkan pos-pos yang tidak pernah dikenakan pajak atau tidak dapat dikurangkan. Liabilitas Perusahaan untuk pajak kini dihitung
berdasarkan tarif pajak yang telah berlaku pada akhir periode pelaporan.
Provisi diakui untuk penentuan pajak yang tidak pasti, tetapi kemungkinan besar akan mengangkibatkan arus keluar dana kepada otoritas pajak.
Provisi diukur sebesar estimasi terbaik atas jumlah ekspektasian yang terhutang. Penilaian berdasarkan pada pertimbangan professional pajak
dalam Perusahaan yang didukung dengan pengalaman lalu atas aktivitas tersebut dan dalam kasus tertentu berdasarkan saran pakar pajak
independen.
Pajak tangguhan
Pajak tangguhan diakui atas perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam laporan keuangan konsolidasian dengan dasar
pengenaan pajak yang digunakan dalam perhitungan laba kena pajak. Liabilitas pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan
temporer kena pajak. Aset pajak tangguhan umumnya diakui untuk seluruh perbedaan temporer yang dapat dikurangkan sepanjang
kemungkinan besar bahwa laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat dimanfaatkan. Aset dan liabilitas pajak tangguhan
tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari pengakuan awal (selain dari kombinasi bisnis) dari aset dan liabilitas suatu transaksi yang tidak
mempengaruhi laba kena pajak atau laba akuntansi. Selain itu, liabilitas pajak tangguhan tidak diakui jika perbedaan temporer timbul dari
pengakuan awal goodwill.
Pajak penghasilan tangguhan diakui dengan menggunakan metode balance sheet untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak
aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya pada laporan keungan konsolidasian.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan berlaku dalam periode ketika liabilitas diselesaikan
atau aset dipulihkan berdasarkan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode
pelaporan.
Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Perusahaan memperkirakan, pada
akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba
kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba rugi periode berjalan, kecuali untuk pajak penghasilan yang
timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui di luar laba rugi (baik dalam penghasilan komprehensif lain maupun secara langsung di ekuitas),
dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba rugi, atau yang timbul dari akuntansi awal kombinasi bisnis. Dalam hal kombinasi bisnis,
pengaruh pajak termasuk dalam akuntansi kombinasi bisnis.
32
Page 36
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
v Tambahan Modal Disetor
Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan emisi saham kepada masyarakat ditangguhkan dan diamortisasi dalam jangka waktu sepuluh tahun
berdasarkan metode garis lurus. Pada tahun 1997, Perusahaan mempercepat jangka waktu amortisasi menjadi lima tahun. Berdasarkan Surat
Keputusan BAPEPAM KEP–No.06/PM/2000 tanggal
13 Maret 2000, beban emisi saham secara retrospektif dibukukan pada akun “Tambahan Modal Disetor”.
w Pengakuan Pendapatan dan Beban
Perusahaan telah menerapkan PSAK 72 yang membutuhkan pendapatan pengakuan untuk memenuhi 5 langkah penilaian:
1. Identifikasi kontrak dengan pelanggan
2. Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan adalah janji dalam kontrak untuk mentransfer barang atau jasa
yang berbeda kepada pelanggan.
3. Menentukan harga transaksi. Harga transaksi adalah jumlah imbalan yang diharapkan menjadi hak entitas sebagai imbalan untuk
mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan. Jika pertimbangan yang dijanjikan dalam kontrak mencakup jumlah
variabel, Perusahaan memperkirakan jumlah imbalan yang diharapkan berhak sebagai imbalan atas pengalihan barang atau jasa yang
dijanjikan kepada pelanggan dikurangi perkiraan jumlah jaminan tingkat layanan yang akan dibayarkan selama masa kontrak.
4. Mengalokasikan harga transaksi untuk setiap kewajiban pelaksanaan atas dasar harga jual berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa
berbeda yang dijanjikan dalam kontrak. Jika hal ini tidak dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diestimasi
berdasarkan biaya ekspektasian ditambah marjin.
5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan dipenuhi dengan mentransfer barang atau jasa yang dijanjikan kepada pelanggan
(yaitu ketika pelanggan memperoleh kendali atas barang atau jasa).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dalam kondisi sebagai berikut:
a. Pada waktu tertentu (biasanya untuk janji dalam memindahkan barang ke pelanggan); atau
b. Sepanjang waktu (biasanya untuk janji dalam memberikan layanan pada pelanggan). Untuk kewajiban pelaksanaan yang dipenuhi
sepanjang waktu, Perusahaan memilih ukuran kemajuan yang sesuai untuk menentukan jumlah pendapatan yang harus diakui ketika
kewajiban pelaksanaan dipenuhi.
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui setelah imbalan yang dibayarkan oleh pelanggan kurang dari
saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Liabilitas kontrak diakui setelah imbalan yang dibayarkan oleh pelanggan lebih dari saldo
kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi.
a. Penjualan barang
Perusahaan memproduksi dan menjual serat kimia dan sintetis, tenun, rajutan, dan aktivitas terkait lainnya untuk tekstil.
Untuk penjualan lokal, Perseroan mengakui pendapatan pada saat penyerahan barang (sales delivery order). Sedangkan untuk penjualan
ekspor mengikuti incoterms yang tertera dalam bill of lading.
Untuk barang umum
Pendapatan diakui pada suatu waktu atau setelah dikirimkan ke pelanggannya. Pelanggan memperoleh kendali atas aset yang dijanjikan dan
kewajiban kinerja Perusahaan. Indikator kontrol dialihkan ke pelanggan termasuk tetapi tidak terbatas pada hal-hal berikut:
a. Perusahaan memiliki hak sekarang untuk pembayaran aset;
b. Pelanggan memiliki hak legal atas aset;
c. Perusahaan telah mengalihkan kepemilikan fisik aset;
d. Pelanggan memiliki risiko dan manfaat yang signifikan atas kepemilikan aset; dan
e. Pelanggan telah menerima aset tersebut.
33
Page 37
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Hak untuk membeli
Untuk memperhitungkan pengalihan produk dengan hak pengembalian, entitas harus mengakui semua hal berikut:
a. Pendapatan untuk produk yang ditransfer sebesar jumlah imbalan yang diharapkan menjadi hak entitas (oleh karena itu pendapatan tidak
akan diakui untuk produk yang diharapkan dikembalikan;
b. Kewajiban pengembalian uang; dan
c. Produk lain sebagai gantinya
Beban diakui pada saat pemanfaatan jasa atau pada tanggal terjadinya
Komponen pembiayaan
Perusahaan tidak memperkirakan adanya kontrak di mana jangka waktu antara pengalihan barang atau jasa yang dijanjikan kepada
pelanggan dan pembayaran oleh pelanggan melebihi satu tahun. Akibatnya, Perusahaan tidak menyesuaikan harga transaksi apa pun dengan
nilai waktu uang.
x Penghasilan Bunga
Pendapatan bunga dihitung dengan menerapkan suku bunga efektif terhadap nilai tercatat bruto dari aset keuangan kecuali untuk aset keuangan
yang kemudian mengalami penurunan nilai kredit. Untuk aset keuangan yang mengalami penurunan nilai kredit, suku bunga efektif diterapkan
ke nilai tercatat bersih dari aset keuangan (setelah dikurangi penyisihan kerugian).
Pendapatan bunga disajikan sebagai pendapatan keuangan yang diperoleh dari aset keuangan yang dimiliki untuk tujuan pengelolaan kas.
Pendapatan bunga lainnya dimasukkan ke dalam pendapatan lain.
y Laba (Rugi) per Saham
Laba (rugi) per saham dasar dihitung dengan membagi laba (rugi) bersih yang tersedia bagi pemegang saham Perusahaan dengan jumlah rata-
rata tertimbang saham biasa yang beredar pada periode berjalan.
Untuk tujuan perhitungan laba per saham dilusian, Perusahaan disesuaikan laba atau rugi yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham
biasa Perusahaan disesuaikan dengan efek setelah pajak bunga yang diakui dalam periode tersebut terkait dengan obligasi konversi.
z Informasi Segmen
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Perusahaan yang secara regular direview oleh “pengambil
keputusan operasional” dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
1 yang terlibat dalam aktivitas bisnis untuk memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan
transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
2 yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang
dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
3 dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan penillaian kinerja mereka terfokus
pada kategori dari setiap produk.
34
Page 38
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
aa Provisi
Provisi diakui ketika Perusahaan memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif) sebagai akibat peristiwa masa lalu,
kemungkinan besar Perusahaan diharuskan menyelesaikan kewajiban dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat.
Jumlah yang diakui sebagai provisi adalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir
periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur
menggunakan arus kas yang diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas (ketika
pengaruh nilai waktu uang bersifat material).
Ketika beberapa atau seluruh manfaat ekonomi untuk penyelesaian provisi yang diharapkan dapat dipulihkan dari pihak ketiga, piutang diakui
sebagai aset apabila terdapat kepastian bahwa penggantian akan diterima dan jumlah piutang dapat diukur secara andal.
Garansi
Provisi untuk biaya ekspektasian atas kewajiban garansi berdasarkan ketentuan penjualan barang lokal diakui pada tanggal penjualan barang
tersebut, sebesar estimasi terbaik direktur atas pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban Perusahaan.
ab Kontinjensi
Liabilitas kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan
konsolidasian. Namun pengungkapan tidak diperlukan jika arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi kemungkinannya kecil.
Aset kontinjensi tidak diakui dalam laporan keuangan konsolidasian tetapi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian jika
adanya kemungkinan arus masuk dari manfaat ekonomi
ac Modal Saham
Biaya tambahan yang secara langsung dapat diatribusikan kepada penerbitan saham biasa atau opsi disajikan pada ekuitas sebagai pengurang
penerimaan, setelah dikurangi pajak.
Ketika Perusahaan membeli modal saham ekuitas entitas (saham treasuri), imbalan yang dibayar, termasuk biaya tambahan yang secara
langsung dapat diatribusikan (dikurangi pajak penghasilan) dikurangkan dari ekuitas yang diatribusikan kepada pemilik ekuitas entitas sampai
saham tersebut dibatalkan atau diterbitkan kembali. Ketika saham biasa tersebut selanjutnya diterbitkan kembali, imbalan yang diterima,
dikurangi biaya tambahan transaksi yang terkait dan dampak pajak penghasilan yang terkait dimasukkan pada ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik ekuitas entitas.
ad Peristiwa Setelah Tanggal Neraca
Peristiwa setelah tanggal neraca yang menyediakan informasi tambahan tentang posisi Perusahaan pada tanggal pelaporan (peristiwa
penyesuaian) disajikan dalam laporan keuangan konsolidasian jika material. Peristiwa setelah tanggal neraca yang bukan merupakan peristiwa
penyesuaian diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasian apabila material.
4 ESTIMASI DAN PERTIMBANGAN AKUNTANSI YANG PENTING
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mewajibkan manajemen untuk membuat
estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah-jumlah yang dilaporkan dalam laporan keuangan konsolidasian. Sehubungan dengan adanya
ketidakpastian yang melekat dalam membuat estimasi, hasil sebenarnya yang dilaporkan di masa mendatang dapat berbeda dengan jumlah estimasi
yang dibuat. Estimasi dan asumsi yang mendasarinya direview dengan dasar kesinambungan. Revisi terhadap estimasi akuntansi diakui dalam suatu
periode dengan merevisi estimasi dan efeknya di periode yang akan datang
Estimasi dan asumsi yang secara signifikan berisiko menyebabkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas selama 12 bulan
kedepan dipaparkan dibawah ini.
a Pertimbangan
Di dalam proses penerapan kebijakan akuntansi, manajemen telah membuat penilaian, termasuk estimasi dan asumsi, yang memiliki pengaruh
paling signifikan terhadap jumlah yang diakui di dalam laporan keuangan konsolidasian.
Penggunaan asumsi kelangsungan usaha
35
Page 39
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Dalam menerapkan kebijakan akuntansi Perusahaan, selain yang melibatkan estimasi, manajemen telah menyusun laporan keuangan
konsolidasian dengan asumsi bahwa Perusahaan akan dapat mempertahankan kelangsungan usaha dalam operasinya di tahun mendatang, yang
merupakan pertimbangan penting yang berdampak paling signifikan terhadap jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian.
Penilaian asumsi kelangsungan usaha melibatkan pengambilan keputusan oleh manajemen, pada titik waktu tertentu, tentang hasil masa depan
dari peristiwa atau kondisi yang secara inheren tidak pasti. Manajemen Perusahaan mempertimbangkan bahwa Perusahaan memiliki
kemampuan untuk melanjutkan kelangsungan usahanya dan peristiwa atau kondisi utama, yang dapat menimbulkan risiko bisnis, yang secara
individual atau kolektif dapat menimbulkan keraguan signifikan atas asumsi kelangsungan usaha sebagaimana dijelaskan dalam Catatan 2a
terhadap laporan keuangan konsolidasian.
Mata Uang Fungsional
Mata uang fungsional dari Perusahaan adalah mata uang dari lingkungan ekonomi utama dimana entitas beroperasi. Perusahaan
mempertimbangkan beberapa faktor dalam menentukan mata uang fungsionalnya seperti mata uang yang mempengaruhi pendapatan, biaya dan
aktivitas pendanaan serta mata uang yang mana penerimaan dari aktivitas operasi pada umumnya ditahan.
Berdasarkan substansi ekonomis dari kondisi yang sesuai dengan Perusahaan, mata uang fungsional telah ditentukan berupa Dolar Amerika
Serikat (US$), karena hal ini berkaitan dengan fakta bahwa mayoritas kegiatan operasional bisnis Perusahaan dipengaruhi oleh penetapan harga
di pasar komoditas internasional Dolar Amerika Serikat (US$) sebagai lingkungan ekonomi utamanya.
Penilaian ekspektasi kerugian kredit (ECL) pada piutang dagang
Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan dalam penghitungan ECL, awalnya menggunakan matriks provisi berdasarkan tarif
default historis untuk piutang usaha dan piutang lain-lain. Matriks provisi menentukan tingkat provisi tergantung pada jumlah hari piutang usaha
dan piutang lain-lain telah lewat jatuh tempo. Perusahaan juga menggunakan pengelompokan yang tepat jika historis pengalaman kerugian
kredit menunjukkan pola kerugian yang berbeda secara signifikan untuk segmen pelanggan yang berbeda. Perusahaan kemudian menyesuaikan
historis pengalaman kerugian kredit dengan informasi berwawasan ke depan berdasarkan data yang dapat diobservasi saat ini yang
mempengaruhi setiap segmen pelanggan untuk mencerminkan pengaruh kondisi ekonomi saat ini dan yang diperkirakan.
Perusahaan menyesuaikan tarif default historis ke tarif default berwawasan ke depan dengan menentukan faktor ekonomi terkait yang
memengaruhi setiap segmen pelanggan. Perusahaan secara teratur meninjau metodologi dan asumsi yang digunakan untuk memperkirakan ECL
untuk mengurangi perbedaan antara estimasi dan pengalaman kerugian kredit yang sebenarnya.
Penentuan hubungan antara tingkat gagal bayar historis dan kondisi ekonomi yang diperkirakan merupakan estimasi akuntansi yang signifikan.
Oleh karena itu, ketentuan ECL pada piutang usaha dan piutang lain-lain sensitif terhadap perubahan asumsi tentang prakiraan kondisi ekonomi.
Perhitungan Cadangan Kerugian
Perusahaan juga menganggap aset keuangan yang telah lewat lebih dari 180 hari sebagai titik terakhir di mana ECL seumur hidup harus diakui
kecuali dapat menunjukkan bahwa hal ini tidak mewakili risiko yang signifikan dalam risiko kredit seperti ketika non-pembayaran adalah
administrasi. pengawasan daripada akibat kesulitan keuangan peminjam.
Perusahaan telah menilai bahwa ECL atas aset keuangan lainnya kas di bank dan setara kas pada biaya perolehan diamortisasi tidak material
karena transaksi yang berkaitan dengan aset keuangan ini dilakukan oleh Perusahaan hanya dengan bank dan perusahaan terkemuka dengan
reputasi kredit yang baik dan relatif risiko gagal bayar yang rendah.
Pada tanggal 31 Desember 2023, penyisihan penurunan nilai piutang Perusahaan berjumlah US$ 198.145.032 (Catatan 6, 7, 12 dan 13).
Pengakuan pendapatan
Perusahaan mengakui pendapatan sebesar US$ 288.549.682 untuk penjualan barang selama tahun berjalan. Pembeli berhak mengembalikan
barang jika konsumennya tidak puas. Berdasarkan pengalaman sebelumnya dengan penjualan serupa, Perusahaan yakin bahwa tingkat
ketidakpuasan tidak akan melebihi 0,20%.
Oleh karena itu, Perusahaan mengakui pendapatan dari transaksi ini dengan penyisihan terkait pendapatan untuk estimasi pengembalian sebesar
US$ 566.271.
36
Page 40
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Estimasi masa sewa
Dalam mengestimasi masa sewa dari masingmasing perjanjian sewa, manajemen mempertimbangkan seluruh fakta dan keadaan yang
memberikan insentif ekonomik untuk mengeksekusi opsi perpanjangan, atau untuk tidak mengeksekusi opsi penghentian, termasuk perubahan
fakta atau keadaan yang diekspektasi dari tanggal permulaan hingga tanggal eksekusi opsi. Opsi perpanjangan (atau periode setelah opsi
penghentian) hanya diperhitungkan dalam masa sewa jika sewa cukup pasti akan diperpanjang (atau tidak dihentikan).
Jaminan
Ketentuan jaminan adalah kewajiban dengan waktu atau jumlah yang tidak pasti. Tanggung jawab tersebut mungkin merupakan kewajiban
hukum atau kewajiban konstruktif. Kewajiban konstruktif muncul dari tindakan entitas, yang melalui tindakan tersebut telah menunjukkan
kepada orang lain bahwa ia akan menerima tanggung jawab tertentu, dan sebagai hasilnya telah menciptakan ekspektasi bahwa ia akan
melaksanakan tanggung jawab tersebut.
Provisi jaminan diukur pada jumlah yang secara rasional akan dibayar entitas untuk menyelesaikan kewajiban pada akhir periode pelaporan
berdasarkan informasi historis dari klaim aktual di masa lalu atau untuk mentransfernya ke pihak ketiga pada saat itu. Risiko dan ketidakpastian
diperhitungkan dalam mengukur pemberian jaminan.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya dengan penjualan serupa, Perusahaan yakin bahwa tingkat garansi sekitar 0,08% dari total penjualan.
Pada tanggal 31 Desember 2023, ketentuan jaminan sebesar US$ 23.481 (Note 18).
Penyisihan Penurunan Nilai Persediaan
Perusahaan membuat penyisihan penurunan nilai persediaan berdasarkan estimasi penggunaan persediaan pada masa mendatang. Walaupun
asumsi yang digunakan dalam mengestimasi penyisihan penurunan nilai persediaan telah sesuai dan wajar, namun perubahan signifikan atas
asumsi ini akan berdampak material terhadap penyisihan penurunan nilai persediaan, yang pada akhirnya akan mempengaruhi hasil usaha
Perusahaan. Nilai tercatat persediaan diungkapkan dalam Catatan 9.
Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, total penyisihan penurunan nilai atas persediaan yang diakui oleh Perusahaan masing masing sebesar
US$ 1.416.092 dan US$ 118.086 (Catatan 9).
Penurunan Nilai atas Aset Tetap dan Aset Tidak Berwujud
PSAK mensyaratkan bahwa penelaahan atas penurunan nilai atas aset tetap dan aset tidak berwujud harus dilakukan apabila terdapat kejadian
atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat aset tersebut tidak dapat diperoleh kembali. Penentuan jumlah yang dapat
diperoleh kembali membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan, yang akan dihasilkan dari penggunaan secara berkelanjutan dan hasil akhir
dari aset tersebut. Sementara itu, manajemen yakin bahwa asumsi yang digunakan dalam menghitung estimasi nilai wajar yang tercermin di
dalam laporan keuangan konsolidasian adalah sudah sesuai dan wajar. Maka perubahan yang signifikan dalam asumsi ini dapat secara material
mempengaruhi penilaian atas jumlah yang dapat diperoleh kembali dan kerugian atas penurunan nilai yang dihasilkan bisa memiliki dampak
yang material terhadap hasil usaha.
Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, tidak ada penurunan nilai yang diakui dalam aset tetap dan aset tidak berwujud Perusahaan (Catatan
14 dan 16).
b Asumsi dan Estimasi
Asumsi penting mengenai masa depan dan sumber utama lainnya dalam ketidakpastian estimasi pada akhir periode pelaporan memiliki risiko
signifikan yang dapat menyebabkan penyesuaian material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan dijabarkan di bawah
ini.
Penentuan Nilai Wajar atas Instrumen Keuangan
Manajemen menggunakan teknik penilaian, termasuk model diskonto arus kas dalam mengukur nilai wajar dari instrumen keuangan dimana
penawaran pasar aktif tidak tersedia.
37
Page 41
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Dalam menerapkan teknik penilaian, manajemen memanfaatkan input pasar semaksimal mungkin, dan menggunakan estimasi dan asumsi, yang
sejauh mungkin, sesuai dengan data yang dapat diobservasi oleh pelaku pasar akan digunakan di dalam penentuan harga instrumen. Dalam hal
data yang berlaku tidak dapat dicermati, maka manajemen akan menggunakan estimasi terbaik dimana asumsi akan digunakan oleh pelaku
pasar. Perkiraan ini mungkin berbeda dengan harga sebenarnya yang akan dicapai dalam transaksi wajar pada tanggal pelaporan.
Tingkat penyisihan khusus dievaluasi oleh manajemen atas dasar faktor-faktor yang mempengaruhi kolektabilitas dari piutang. Penyisihan
kolektif yang diakui didasarkan pada pengalaman kerugian historis dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti kinerja historis dari
debitur di dalam kelompok kolektif dan penilaian tentang pengaruh dari penurunan di pasar dimana debitur beroperasi serta kelemahan
struktural yang diidentifikasi atau penurunan kinerja arus kas dari debitur.
Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap, Properti Investasi dan Aset Takberwujud Lain-lain
Masa manfaat setiap aset tetap, dan aset takberwujud Perusahaan ditentukan berdasarkan periode kegunaan yang diharapkan dari aset tersebut.
Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direviu secara periodik
dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau
keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat dipengaruhi secara
signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan beban yang diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan di atas
Perubahan masa manfaat aset tetap, dan aset takberwujud dapat mempengaruhi jumlah beban penyusutan dan amortisasi yang diakui dan
penurunan nilai tercatat aset tersebut.
Nilai tercatat aset tetap, dan aset takberwujud diungkapkan dalam Catatan 14 dan 16.
Estimasi atas Pensiun dan Imbalan Kerja
Nilai kini liabilitas imbalan pasca kerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan dasar aktuaris berdasarkan beberapa asumsi.
Asumsi yang digunakan untuk menentukan biaya (penghasilan) pensiun neto mencakup tingkat diskonto. Perubahan asumsi ini akan
mempengaruhi nilai tercatat imbalan pasca kerja. Tingkat diskonto merupakan tingkat suku bunga yang harus digunakan untuk menentukan
estimasi nilai kini atas arus kas keluar di masa depan yang diharapkan untuk menyelesaikan liabilitas tersebut.
Dalam menentukan tingkat suku bunga yang sesuai, Perusahaan mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi Pemerintah yang
didenominasikan dalam mata uang dimana imbalan akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan jangka waktu liabilitas terkait.
Untuk tingkat kenaikan gaji. Perusahaan mengumpulkan semua data historis yang berhubungan dengan perubahan dasar gaji dan
mengoreksinya di dalam rencana bisnis di masa yang akan datang.
Asumsi utama liabilitas imbalan pasca kerja ditentukan berdasarkan kondisi pasar saat ini. Informasi tambahan telah dipaparkan di Catatan 28.
38
Page 42
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
5 KAS DAN SETARA KAS 2024 2023
US$ US$
Kas:
Rupiah 84,970 68,528
Dolar Amerika Serikat 3,960 2,160
Dolar Singapura 1,369 1,930
Euro Eropa 919 846
91,218 73,464
Kas di Bank:
Pihak Ketiga:
Deutsche Bank, Jakarta
Rekening Dolar Amerika Serikat 109,638 442,586
Rekening Rupiah 2,314,250 637,168
PT Bank CIMB Niaga Tbk
Rekening Dolar Amerika Serikat 1,431,273 882,946
Rekening Rupiah 907,993 340,474
Rekening Euro 322,607 1,101
PT Bank Central Asia Tbk
Rekening Dolar Amerika Serikat 19,247 26,614
Rekening Rupiah 344,073 188,955
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Rekening Rupiah 58,352 76,401
PT Bank Mandiri Tbk
Rekening Dolar Amerika Serikat 235,438 362,771
Rekening Rupiah 384,289 812,693
PT Bank SBI Indonesia
Rekening Dolar Amerika Serikat 2,661 2,660
Rekening Rupiah 159 172
PT Bank Bukopin Tbk
Rekening Rupiah 19,356 19,899
6,149,335 3,794,440
Jumlah 6,240,553 3,867,904
• Kas di bank dapat ditarik setiap saat.
• Rekening di bank memiliki tingkat suku bunga mengambang sesuai dengan tingkat penawaran pada masing-masing bank
• Perusahaan tidak mempunyai hubungan berelasi dengan bank dimana kas dan setara kas ditempatkan.
• Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas kas dan setara
kas sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
6 PIUTANG USAHA 2024 2023
US$ US$
Pihak ketiga :
Pelanggan dalam negeri 23,040,903 25,265,943
Pelanggan luar negeri 4,341,839 3,094,770
Jumlah 27,382,742 28,360,713
Dikurangi : Penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian (1,897,473) (1,897,473)
Jumlah 25,485,269 26,463,240
Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat piutang usaha dari pihak ketiga kurang lebih sama dengan nilai wajarnya.
39
Page 43
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Rincian umur piutang usaha dari pihak ketiga adalah sebagai berikut: 2024 2023
US$ US$
Sampai dengan 1 bulan 14,262,389 16,484,095
> 1 bulan – 3 bulan 7,231,218 7,826,639
> 3 bulan – 6 bulan 3,648 424,875
> 6 bulan – 1 tahun 3,988,014 186,390
> 1 tahun - 1,541,241
Jumlah 25,485,269 26,463,240
Mutasi atas penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian dari piutang usaha dari pihak ketiga adalah sebagai berikut:
2024 2023
US$ US$
Saldo awal tahun 1,897,473 1,982,746
Penyisihan (pemulihan) tahun berjalan, bersih (Catatan 45) 5,042
Pengurangan penyisihan (90,315)
Saldo akhir 1,897,473 1,897,473
Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian piutang tersebut cukup untuk menutupi kerugian dari tidak
tertagihnya piutang usaha.
Rincian piutang usaha dari pihak ketiga menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut: 2024 2023
US$ US$
Dolar Amerika Serikat 4,956,545 17,154,881
EURO 315,655
Rupiah
Rp 320.437789.374 pada tahun 2024 20,213,069
Rp 143.497.668.428 pada tahun 2023 9,308,359
25,485,269 26,463,240
Seluruh jumlah piutang usaha dari pihak ketiga tidak dikenakan bunga dan telah ditelaah ulang untuk tujuan indikasi penurunan nilai.
2024 2023
US$ US$
Pihak Berelasi:
PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) 15,657,945 15,657,945
Dikurangi: Penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian (15,657,945) (15,657,945)
Bersih - -
Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat piutang usaha dari pihak berelasi kurang lebih sama dengan nilai wajarnya.
Rincian umur piutang usaha dari pihak berelasi adalah sebagai berikut: 2024 2023
US$ US$
Sampai dengan 1 bulan - -
> 1 bulan – 3 bulan - -
> 3 bulan – 6 bulan - -
> 6 bulan – 1 tahun - -
> 1 tahun 15,657,945 15,657,945
Jumlah 15,657,945 15,657,945
Mutasi penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian untuk piutang usaha dari pihak berelasi adalah sebagai berikut:
2024 2023
US$ US$
Saldo awal tahun 15,657,945 15,657,945
Penambahan Penyisihan - -
Pengurangan Penyisihan - -
Saldo akhir 15,657,945 15,657,945
40
Page 44
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Seluruh jumlah piutang usaha dari pihak berelasi tidak dikenakan bunga dan telah ditelaah ulang untuk tujuan indikasi penurunan nilai.
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap status dari piutang usaha kepada pihak berelasi, manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat
diperkirakan telah mendekati nilai wajar.
Berdasarkan akta notaris DR. H. Teddy Anwar, S.H., No. 111 tanggal 16 Agustus 2002, saham milik PT Multikarsa Investama (MKI)
sudah dijual kepada PT Bina Prima Perdana (Catatan 31), sehingga MKI sudah bukan merupakan pemegang saham Perusahaan.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas piutang usaha
sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
Piutang usaha sejumlah US$ 45.000.000 pada tahun 2023 digunakan sebagai jaminan atas utang bank Perusahaan yang diperolehnya dari
Damiano Investments B.V., Belanda (Catatan 20).
7 PIUTANG LAIN-LAIN
2024 2023
Pihak ketiga : US$ US$
Piutang karyawan 206,527 194,311
Lain-lain 1,348
206,527 195,659
Pihak ketiga lainnya :
Uang muka operasional kepada:
PT Wismakarya Prasetya (dalam pailit) 34,267,327 34,267,327
PT Wastra Indah 15,745,733 15,745,733
PT Texmaco Perkasa Engineering Tbk 5,678,072 5,678,072
PT Wahana Perkasa Auto Jaya 5,579,991 5,579,991
PT Sumatex Subur 3,192,784 3,192,784
PT Texmaco Taman Synthetics 2,986,021 2,986,021
PT Bina Prima Perdana 366,208 366,208
PT Jaya Perkasa Engineering 277,828 277,828
PT Perkasa Heavindo Engineering 194,587 194,587
PT Raja Busana Mahameru 136,945 136,945
PT Supermitory Utama Tbk 93,407 93,407
PT Saritex Jaya Swasti 50,163 50,163
PT Devrindo Widya 25,434 25,434
PT Perkasa Indobaja 15,816 15,816
PT Perkasa Indosteel 13,327 13,327
PT Wahana Jaya Perkasa 11,102 11,102
PT Bina Peranan Busana 2,336 2,336
PT Citra Indah Textile 985 985
68,638,066 68,638,066
Dikurangi: Penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian (67,637,756) (67,637,756)
Bersih 1,000,310 1,000,310
Jumlah 1,206,837 1,195,969
Piutang lain-lain dari karyawan merupakan pinjaman yang diberikan kepada karyawan. Pinjaman ini tidak dikenakan bunga dan
pembayarannya dilakukan berdasarkan skedul pembayaran yang telah ditentukan.
Piutang lain-lain dari perusahaan-perusahaan diatas merupakan pinjaman dan uang muka untuk tujuan modal kerja. Pinjaman dan uang
muka ini tidak dikenakan bunga dan tidak ditetapkan jangka waktu pembayarannya. Sampai saat ini, perusahaan-perusahaan tersebut diatas
belum dapat membayar utangnya kepada Perusahaan karena masih mengalami kesulitan keuangan. Beberapa perusahaan perusahaan
tersebut sudah tidak beroperasi dan masih berada dalam program restrukturisasi utang dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Pada
tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, Perusahaan telah membuat penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian atas piutang lain-lain pihak
ketiga (uang muka) sebesar masing-masing US$ 67.637.756. Sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian, proses restrukturisasi
utang tersebut belum selesai.
41
Page 45
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Pembayaran yang dilakukan oleh Perusahaan kepada PT Wismakarya Prasetya (dalam pailit) merupakan kelebihan pembayaran atas jumlah
yang tertera di dalam tagihan, yang dianggap sebagai piutang lain-lain kkepada PT Wismakarya Prasetya (dalam pailit) sehubungan dengan
adanya perjanjian antara PT Wismakarya Prasetya dengan Perusahaan pada tanggal 16 Nopember 2006, dan modal kerja yang diberikan
kepada PT Wismakarya Prasetya di masa lalu untuk pembayaran kepada PT Perusahaan Gas Negara (PGN), PT Perusahaan Listrik Negara
(PLN) dan perpajakan. Perusahaan telah mengajukan klaim kepada kurator untuk nilai pokok sebesar Rp 279.593.977.457 dan bunga
sebesar Rp 206.051.448.529. Sampai dengan tanggal pengesahan laporan keuangan konsolidasian, hal ini masih didiskusikan dengan
kurator.
Sesuai dengan pernyataan didalam PSAK yang berkaitan dengan “Penurunan Nilai Piutang” dan mengingat adanya fakta bahwa PT
Wismakarya Prasetya telah dinyatakan pailit dan proses likuidasi telah dimulai, maka per tanggal 31 Desember 2023, Perusahaan telah
membuat penyisihan kerugian kredit ekspektasian atas piutang lan-lain. Namun, hal itu terus diusahakan dengan kurator untuk penyelesaian
piutang PT Wismakarya Prasetya yang telah jatuh tempo.
Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat piutang lain-lain kurang lebih sama dengan nilai wajarnya.
Mutasi penyisihan kerugian kredit ekspektasian adalah sebagai berikut: 2024 2023
US$ US$
Saldo awal 67,637,756 67,637,756
Perubahan selama tahun berjalan:
Penambahan penyisihan - -
Pengurangan penyisihan - -
Saldo akhir 67,637,756 67,637,756
Rincian piutang lain-lain menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut: 2024 2023
US$ US$
Dolar Amerika Serikat 35,107,022 35,107,022
Rupiah
Rp515.709.726.102 in 2024 32,530,734
Rp 519.930.862.348 in 2023 33,726,703
Jumlah 67,637,756 68,833,725
Seluruh jumlah piutang lain-lain telah ditelaah ulang untuk tujuan indikasi penurunan nilai. Berdasarkan hasil penelaahan terhadap status
dari piutang lain-lain secara individual, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa penyisihan kerugian kredit ekspektasian dari piutang
lain-lain adalah cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang lain-lain tersebut.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dan setiap kelas piutang lain-lain
sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
8 ASET KEUANGAN LANCAR LAINNYA
2024 2023
US$ US$
Akun ini terdiri dari:
Bank garansi / SBLC 1,893,474 2,035,641
Uang jaminan:
Pihak ketiga:
Uang jaminan atas listrik 987,060 853,302
Uang jaminan atas sewa 46,236 33,588
Uang jaminan atas gas - -
Lain-lain 25,719 39,644
1,059,015 926,534
2,952,489 2,962,175
42
Page 46
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
a. Bank Garansi / SBLC
Perusahaan dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk telah menandatangani perjanjian No. 011700.PK/HK.02/USH/2014 untuk
menyediakan gas kepada Perusahaan. Disamping itu seperti yang diungkapkan didalam perjanjian, Perusahaan juga harus membayar
penalti sebesar Rp 22.500.000.000 dalam 45 bulan. Berdasarkan pembaharuan perjanjian tanggal 20 Oktober 2015, kedua belah
pihak setuju untuk mengubah ketentuan mengenai batas maksimum pemakaian gas untuk periode 1 November 2015 sampai dengan
31 Desember 2018.
Perusahaan telah menyediakan bank garansi (SBLC) untuk memasok gas yang kira-kira setara dengan dua (2) bulan dari nilai
konsumsi gas. Untuk itu, Perusahaan menerbitkan SBLC melalui Deutsche Bank, Jakarta sebesar US$ 1.545.264 dengan Pembayaran
Obligasi sebesar US$ 1.032.800 melalui PT Jasarahardja Putera. Pada tahun 2021, Perusahaan telah memberikan SBLC kepada PT
PGN sebesar US$ 1.757.032 melalui Deutsche Bank, Jakarta yang berlaku hingga Maret 2022. Jaminan ini diberikan kepada PT PGN
setara dengan 2 bulan konsumsi gas.
Pada tahun 2023, Perusahaan telah memberikan SBLC kepada PT PGN sebesar US$ 2.035.641 melalui PT Bank Mandiri (Persero)
Tbk, Jakarta yang berlaku hingga April 2024. Jaminan ini diberikan kepada PT PGN setara dengan 2 bulan konsumsi gas.
Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat aset keuangan lancar lainnya kurang lebih sama dengan nilai wajarnya.
Rincian aset keuangan lancar lainnya menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:
2024 2023
US$ US$
Dolar Amerika Serikat 1,893,474 2,122,332
Rupiah
Rp 16.788.563.527 pada tahun 2024 1,059,015
Rp 12.947.019.688 pada tahun 2023 839,843
Jumlah 2,952,489 2,962,175
Tidak terdapat aset keuangan lancar lainnya kepada pihak yang berelasi
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas aset keuangan
lancar lainnya sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
9 PERSEDIAAN
2024 2023
US$ US$
Barang jadi 15,547,364 18,665,896
Barang dalam proses 2,461,112 2,372,519
Bahan baku 10,388,965 7,338,370
Bahan pembantu 23,293,079 24,319,200
Bahan baku dalam perjalanan - 2,114,655
Bahan pembantu dalam perjalanan - 525,413
Barang jadi dalam perjalanan - -
Jumlah 51,690,521 55,336,053
Dikurangi : Penyisihan penurunan nilai - bersih (1,416,092) (1,416,092)
Bersih 50,274,429 53,919,961
Mutasi atas penyisihan penurunan nilai persediaan adalah sebagai berikut:
2024 2023
US$ US$
Saldo awal 1,416,092 118,086
Mutasi selama periode berjalan:
Penambahan - 1,298,006
Pengurangan - -
Saldo akhir 1,416,092 1,416,092
43
Page 47
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Berdasarkan hasil penelaahan keadaan fisik persediaan pada akhir tahun, manajemen berpendapat bahwa penyisihan penurunan nilai atas
persediaan sudah memadai. Jumlah atas penambahan penurunan nilai persediaan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023 adalah sebesar US$ 1.298.006 dan dicatat sebagai bagian dari Beban Pokok Penjualan dalam laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian (Catatan 40).
Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, persediaan dilindungi oleh kebijakan dari polis asuransi (throughput) PT FPG Indonesia
meliputi risiko kebakaran dan risiko-risiko kerugian lainnya dengan jumlah pertanggungan masing-masing sebesar US$ 310.000.000 dan
US$ 405.000.000. Manajemen berpendapat bahwa jumlah pertanggungan asuransi cukup memadai untuk menutup kerugian-kerugian yang
mungkin timbul.
Persediaan sejumlah US$ 60.200.000 digunakan sebagai jaminan atas utang bank Perusahaan yang diperolehnya dari Damiano Investments
B.V., Belanda (Catatan 20).
10 UANG MUKA PEMBELIAN 2024 2023
US$ US$
Pihak ketiga
Pembelian bahan baku dan operasional 3,206,276 2,884,454
Pembelian aset tetap 26,937 144,657
Lain-lain 69,808 69,808
Jumlah 3,303,021 3,098,919
Pada tahun 2023, total uang muka aset tetap sebesar US$ 144.657 (setara dengan Rp 2.027.420.771) merupakan uang muka yang berkaitan
dengan pembelian mesin dan perlengkapan pada divisi benang filamen dengan total sebesar US$ 140.719 (setara dengan Rp
1.971.650.771) dan pembelian mesin dan perlengkapan untuk memproduksi fiber dalam rangka ekspansi dengan total sebesar US$ 3.938
(setara dengan Rp 55.770.000). Mesin dan perlengkapan tersebut akan diterima pada tahun 2024.
Pada tahun 2022, total uang muka aset tetap sebesar US$ 333.908 (setara dengan Rp 4.754.574.596) merupakan uang muka yang berkaitan
dengan pembelian mesin dan perlengkapan pada divisi benang filamen dengan total sebesar US$ 309.857 (setara dengan Rp
4.410.276.436) dan pembelian mesin dan perlengkapan untuk memproduksi fiber dalam rangka ekspansi dengan total sebesar US$ 24.051
(setara dengan Rp 344.298.160). Mesin dan perlengkapan tersebut akan diterima pada tahun 2023.
11 BIAYA DIBAYAR DIMUKA 2024 2023
US$ US$
Premi asuransi dibayar dimuka 838,874 306,488
Lain-lain - 55
Jumlah 838,874 306,543
12 PIUTANG NON-USAHA 2024 2023
US$ US$
Akun ini terdiri dari:
Pihak ketiga:
PT Multikarsa Investama 40,489,606 40,489,606
Pihak berelasi:
PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) 107,143,626 107,132,220
147,633,232 147,621,826
Dikurangi: Penyisihan kerugian kredit ekspektasian (111,962,653) (111,962,653)
Total 35,670,579 35,659,173
Piutang non-usaha dari PT Multikarsa Investama berasal dari penerimaan AR International Limited, Hong Kong masing-masing sebesar Rp
21.313.289.128 (setara dengan US$ 1.382.543 pada tahun 2023) dan Rp 21.313.289.128 (setara dengan US$ 1.354.859 pada tahun 2022)
untuk pengembalian uang muka pembelian aset tetap (mesin dan peralatan) dan sisanya masing masing sebesar US$ 39.107.063 dan US$
39.096.747 pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 merupakan pinjaman untuk uang muka gaji karyawan dan biaya lainnya.
44
Page 48
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Mutasi penyisihan kerugian kredit ekspektasian adalah sebagai berikut: 2024 2023
US$ US$
Saldo awal 111,962,653 111,962,653
Mutasi selama periode berjalan:
Penambahan - -
Pengurangan - -
Saldo akhir 111,962,653 111,962,653
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan piutang non-usaha, manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat diperkirakan telah
mendekati nilai wajarnya. Per tanggal 31 Desember 2023, penyisihan kerugian kredit ekspektasian untuk sisa saldo PT Multikarsa
Investama sebesar US$ 38.359.958 tidak dibuat dan akan dilakukan ketika program restrukturisasi utang Perusahaan selesai. Lebih lanjut,
manajemen berkeyakinan bahwa sisa saldo piutang non-usaha tersebut dapat ditagih di kemudian hari.
Rincian piutang non-usaha menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut: 2024 2023
US$ US$
Dolar Amerika Serikat 106,410,712 106,410,712
Rupiah
Rp 653.500.607.024 pada tahun 2024 41,222,520
Rp 635.310.533.424 pada tahun 2023 41,211,114
Jumlah 147,633,232 147,621,826
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas piutang non-usaha
sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
13 ASET KEUANGAN TIDAK LANCAR LAINNYA 2024 2023
US$ US$
BPPN (PPA):
PT Bank Dharmala IDR 1,947 1,947
PT Bank Putera Multikarsa IDR 281,383 281,383
USD 701,266 701,266
PT Bank Papan Sejahtera IDR 2,687 2,687
PT Bank Umum Nasional USD 1,882 1,882
PT Bank Asia Pacific IDR 40 40
Jumlah 989,205 989,205
Dikurangi: Penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian (989,205) (989,205)
Bersih - -
Mutasi atas penyisihan atas kerugian kredit ekspektasian dari asset keuangan lancer lainny adalah sebagai berikut:
2024 2023
US$ US$
Saldo awal tahun 989,205 989,205
Penyesuaian terkait penerapan PSAK 71 - -
Saldo akhir 989,205 989,205
Perusahaan dan Entitas Anak sedang dalam proses restrukturisasi oleh Badan Penyehatan Perbankan Indonesia (BPPN), maka keseluruhan
saldo rekening bank dibatasi penggunaannya oleh BPPN.
45
Page 49
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Pemerintah Indonesia melalui Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) menghentikan izin operasi PT Bank Putera Multikarsa, yang
merupakan pihak yang berelasi, pada tanggal 28 Januari 2000; PT Bank Dharmala, PT Bank Asia Pacific dan PT Bank Papan Sejahtera
pada tanggal 13 Maret 1999; dan PT Bank Umum Nasional pada tanggal 21 Agustus 1998. Akibatnya, saldo masing masing pada tanggal
31 Desember 2023 dan 2022 sejumlah US$ 989.205, yang ada di bank tersebut disajikan sebagai aset keuangan tidak lancar lainnya di
laporan posisi keuangan konsolidasian pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022.
Perusahaan berpendapat bahwa nilai pada bank yang dibatasi penggunaannya perlu disesuaikan selama restrukturisasi utang terjamin
dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) / Kementerian Keuangan. Namun, adalah tepat untuk membuat penyisihan kerugian kredit
ekspektasian sebesar US$ 989.205.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas aset keuangan tidak
lancar lainnya sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
14 ASET TETAP
Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:
2024 2023
US$ US$
Pemilikan langsung:
Nilai tercatat 1,516,494,446 1,515,339,862
Akumulasi penyusutan (1,449,908,928) (1,448,471,195)
Nilai buku 66,585,518 66,868,667
Aset dalam penyelesaian 794,979 1,264,659
Jumlah 67,380,498 68,133,326
Pemilikan langsung:
2024 Perubahan selama periode berjalan
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
Nilai tercatat :
Tanah 15,665,079 - - - 15,665,079
Bangunan dan prasarana 48,647,708 - - 8,484 48,656,192
Mesin dan peralatan 1,441,992,349 - - 461,142 1,442,453,490
Kendaraan 5,509,976 - - - 5,509,976
Peralatan kantor 3,524,750 1,995 - - 4,209,710
1,515,339,862 1,995 - 469,625 1,516,494,446
Akumulasi penyusutan :
Bangunan dan prasarana 47,157,248 44,060 - - 47,201,308
Mesin dan peralatan 1,392,375,831 1,528,304 - - 1,393,904,135
Kendaraan 5,506,818 1,603 - - 5,508,421
Peralatan kantor 3,431,298 216,293 (352,526) - 3,295,065
1,448,471,195 1,790,259 (352,526) - 1,449,908,928
Nilai buku 66,868,667 66,585,518
46
Page 50
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
2023 Perubahan selama periode berjalan
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
Nilai tercatat :
Tanah 15,665,079 - - - 15,665,079
Bangunan dan prasarana 48,647,493 215 - - 48,647,708
Mesin dan peralatan 1,734,555,115 787,747 (296,448,393) 3,097,880 1,441,992,349
Kendaraan 5,511,172 - (1,196) - 5,509,976
Peralatan kantor 3,515,140 9,610 - - 3,524,750
1,807,893,999 797,572 (296,449,589) 3,097,880 1,515,339,862
Akumulasi penyusutan :
Bangunan dan prasarana 47,034,366 122,882 47,157,248
Mesin dan peralatan 1,683,986,382 4,520,461 (296,133,288) 2,276 1,392,375,831
Kendaraan 5,488,851 19,143 (1,176) 5,506,818
Peralatan kantor 3,353,601 77,697 3,431,298
1,739,863,200 4,740,183 (296,134,464) 2,276 1,448,471,195
Nilai buku 68,030,799 66,868,667
Perubahan selama periode berjalan US$
Saldo awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo akhir
Nilai tercatat:
Aset dalam penyelesaian
2024 1,264,659 54 469,625 794,979
2023 4,085,024 279,732 13,472 3,086,625 1,264,659
Beban penyusutan dialokasikan pada: 2024 2023
US$ US$
Pemilikan langsung:
Beban pabrikasi (Catatan 41) 1,214,131 1,061,743
Beban umum dan administrasi (Catatan 43) 55,580 61,368
1,269,711 1,123,111
2024 2023
US$ US$
Perusahaan memperoleh hasil penjualan aset tetap sebagai berikut:
Nilai buku - -
Hasil penjualan aset tetap - -
Laba dari penjualan aset tetap - -
Perusahaan memiliki beberapa bidang tanah yang berlokasi di Karawang dan Kendal seluas 755.071 m² dengan sertifikat berupa Hak Guna
Bangunan (HGB) yang berjangka waktu 20 – 30 tahun yang akan jatuh tempo antara tahun 2006 dan 2044. Pada tahun 2007, sertifikat
HGB atas tanah yang berlokasi di Semarang seluas 78.111 m² sudah diperpanjang hingga 29 November 2027.
Dan pada tahun 2014, Perusahaan juga telah memperpanjang sertifikat hak atas tanah yang berlokasi di Karawang seluas 319.755 m2
sampai dengan 3 Mei 2034. Manajemen berpendapat tidak terdapat masalah dengan perpanjangan sertifikat hak atas tanah karena seluruh
tanah diperoleh secara sah dan didukung dengan bukti pemilikan yang memadai.
Sebagian tanah Perusahaan di Karawang, dengan sertifikat berupa Hak Guna Bangunan (HGB) No. 13 seluas 33.630 m² dan Hak Guna
Bangunan (HGB) No. 14 seluas 35.380 m², dijaminkan kepada PT Bina Prima Perdana (BPP) atas utang terjamin milik PT Texmaco Jaya
Tbk (dalam pailit) (Catatan 21).
47
Page 51
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Pada tanggal 31 Desember 2023, mesin dan peralatan dalam penyelesaian sebesar US$ 1.264.659 yang terdiri dari sisa mesin dan peralatan
dalam penyelesaian tahun 2022 sebesar US$ 4.085.024 dan penambahan selama tahun 2023 sebesar US$ 279.732, pengurangan sebesar
US$ 2.217 serta reklasifikasi ke aset tetap sebesar US$ 3.097.880. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2023, total persentase penyelesaian
untuk instalasi mesin dan peralatan tersebut adalah sekitar 63% dan sudah diselesaikan pada tahun 2024. Manajemen yakin bahwa tidak
ada indikasi halangan terhadap penyelesaian dari aset dalam penyelesaian ini.
Pada bulan November 2014, Perusahaan telah membeli sebuah Gas Turbine senilai US$ 4.217.940 dari kurator PT Wismakarya Prasetya
melalui sebuah proses lelang.
Manajemen berpendapat bahwa estimasi nilai perolehan kembali dari aset tetap tersebut sudah melebihi nilai bukunya sehingga tidak perlu
dilakukan penurunan nilai atas aset tetap pada tanggal pelaporan.
Pada tahun 2023, nilai wajar atas tanah (814.764 m²) berdasarkan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) adalah sebesar Rp 225.607.632.200
(setara dengan US$ 14.634.641) dan nilai wajar atas bangunan (256.881 m²) berdasarkan NJOP adalah sebesar Rp 321.776.042.000 (setara
dengan US$ 20.872.862).
Berdasarkan laporan jasa penilai KJPP Nirboyo A., Dewi A. & Rekan tanggal 10 Desember 2021, jumlah nilai pasar atas aset tetap
Perusahaan adalah sebesar US$ 396.778.300 dengan nilai likuidasi sebesar US$ 238.506.000.
Penilaian, yang sesuai dengan Standar Penilaian Internasional, ditentukan berdasarkan transaksi pasar terkini yang dilakukan dalam
ketentuan-ketentuan yang wajar. Metode penilaian yang digunakan adalah Metode Pendekatan Data Pasar. Elemen-elemen yang digunakan
dalam perbandingan data untuk menentukan nilai wajar aset, antara lain:
a Jenis hak yang melekat pada properti
b Kondisi pasar
c Lokasi
d Karakteristik fisik dan tanah
e Karakteristik dalam menghasilkan pendapatan
Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, total nilai tercatat dari aset tetap yang telah disusutkan penuh masing-masing sebesar US$
1.416.693.599 dan US$ 1.706.847.709. Namun Perusahaan masih menggunakannya untuk kegiatan operasional.
Sebagian besar tanah, bangunan, mesin dan peralatan milik Perusahaan di Kendal digunakan sebagai jaminan atas obligasi yang dijaminkan
kepada PT Bina Prima Perdana (BPP)/ PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) (Catatan 21). Mesin dan peralatan dalam Proyek Batch Poly
(tidak termasuk pekerjaan sipil), Fiber Line, dan Proyek Otomotif dengan mesin EFK masing-masing sebesar US$ 17.700.000 pada tahun
2023 dan 2022 digunakan sebagai jaminan atas pinjaman modal kerja dari Damiano Investments B.V., Belanda (Catatan 23).
Seluruh aset tetap Perusahaan, kecuali tanah, telah diasuransikan kepada Perusahaan Asuransi Utama PT MAG terhadap risiko kebakaran
dan risiko lainnya termasuk gempa bumi dengan jumlah pertanggungan sebesar US$ 366.000.000 dan US$ 460.550.000 pada tanggal 31
Desember 2023 dan 2022. Manajemen Perusahaan berkeyakinan bahwa nilai pertanggungan asuransi tersebut di atas adalah cukup untuk
menutup kemungkinan kerugian atas risiko yang dipertanggungkan.
48
Page 52
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
15 HAK PAKAI
Tabel berikut menunjukkan rincian hak pakai aset dalam laporan posisi keuangan konsolidasian:
31 Maret 2024 Perubahan selama periode berjalan
Saldo awal Penambahan Pengurangan Saldo akhir
Nilai tercatat :
Bangunan dan prasarana 1,999,829 - - 1,999,828
Mesin dan peralatan 1,254,204 - - 1,254,204
Kendaraan 501,298 - - 501,298
Peralatan kantor 5,008 451 - 5,459
3,760,339 451 - 3,760,789
Akumulasi penyusutan :
Bangunan dan prasarana 900,664 12,003 - 912,667
Mesin dan peralatan 891,045 - - 891,045
Kendaraan 235,187 2,711 - 237,898
Peralatan kantor 1,061 - - 1,062
2,027,957 14,715 - 2,042,672
Nilai buku 1,732,382 1,718,117
31 Desember 2023 Perubahan selama periode berjalan
Saldo awal Penambahan Pengurangan Saldo akhir
Nilai tercatat :
Bangunan dan prasarana 1,205,134 1,129,210 (334,515) 1,999,829
Mesin dan peralatan 1,425,437 - (171,233) 1,254,204
Kendaraan 704,566 272,711 (475,979) 501,298
Peralatan kantor 5,498 5,458 (5,948) 5,008
3,340,635 1,407,379 (987,675) 3,760,339
Akumulasi penyusutan :
Bangunan dan prasarana 580,467 491,825 (171,628) 900,664
Mesin dan peralatan 705,793 185,252 - 891,045
Kendaraan 284,389 155,208 (204,410) 235,187
Peralatan kantor 5,948 1,061 (5,948) 1,061
1,576,597 833,346 (381,986) 2,027,957
Nilai buku 1,764,038 1,732,382
Jumlah yang diakui dalam laporan laba atau rugi dan pendapatan komprehensif lain konsolidasian:
2024 2023
US$ US$
Beban penyusutan hak pakai (Catatan 41 dan 43)
Bangunan dan Prasarana 12,003 491,825
Perlengkapan kantor - 1,061
Mesin dan Perlengkapan - 185,252
Kendaraan 2,711 155,208
14,715 833,346
Beban bunga (termasuk dalam biaya keuangan) (Catatan 44) 3,063 172,541
Beban yang berkaitan dengan sewa jangka pendek, termasuk dalam:
beban pokok penjualan (Catatan 41) - 311,515
beban umum administrasi (Catatan 43) 14,715 595,359
Sewa di luar lingkup PSAK 73 (Catatan 41) - 81,854
Arus kas keluar total untuk sewa pada tahun 2023 adalah US$ 940.838 (pokok US$ 768.297 dan bunga US$ 172.541).
49
Page 53
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
16 ASET TIDAK BERWUJUD
2024 2023
US$ US$
Biaya proses legal hak atas tanah 125,429 166,652
Dikurangi: akumulasi amortisasi 63,093 84,761
Bersih 62,336 81,891
IT Software 682,964 641,740
Dikurangi: akumulasi amortisasi 196,437 139,043
Bersih 486,527 502,697
Total aset tidak berwujud 548,863 584,588
Beban amortisasi dialokasikan pada:
Beban umum dan administrasi (Catatan 43) 259,530 142,862
Aset tidak berwujud merupakan biaya legal sehubungan dengan perpanjangan hak atas tanah yang berlokasi di Bandung (166 m²) dan
perpanjangan hak atas tanah yang berlokasi di Karawang (319.755 m²). Atas aset tidak berwujud ini diamortisasi sepanjang masa manfaat
(Hak Guna Bangunan) selama 20 tahun atau 3 Mei 2034.
Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi penurunan nilai pada aset tidak berwujud.
17 UTANG USAHA
2024 2023
US$ US$
Akun ini terdiri dari:
Pihak ketiga
Pemasok lokal 5,914,966 6,530,895
Pemasok luar negeri 7,439,646 10,290,830
Jumlah 13,354,612 16,821,725
Rincian umur utang usaha kepada pihak ketiga yang dihitung sejak tanggal faktur adalah sebagai berikut:
2024 2023
US$ US$
Sampai dengan 1 bulan 8,974,257 9,409,087
> 1 bulan – 3 bulan 1,017,547 2,449,970
> 3 bulan – 6 bulan 621,921 1,658,320
> lebih dari 6 bulan 2,740,887 3,304,348
Jumlah 13,354,613 16,821,725
50
Page 54
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Rincian utang usaha kepada pihak ketiga menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:
2024 2023
US$ US$
Dolar Amerika Serikat 10,525,062 10,123,846
Rupiah
Rp 86.034.832.780 pada tahun 2024 2,771,608
Rp 100.090.534.430 pada tahun 2023 6,492,640
Euro Eropa
EUR 91.932 pada tahun 2024 26,416
EUR 106.658,12 pada tahun 2023 117,528
Yen Jepang
YEN 2.524.392 pada tahun 2024 16,641
Yen 2.467.617 pada tahun 2023 17,535
Poundsterling
£ 5.926 pada tahun 2024 7,485
£ 48.248 pada tahun 2023 61,844
Singapore Dolar
SGD 9.972 pada tahun 2024 7,401
SGD 10.967,08 pada tahun 2023 8,332
Swiss Franc
CHF 0 pada tahun 2024
13,354,613 16,821,725
Utang usaha pihak ketiga kepada pemasok lokal dan pemasok luar negeri merupakan utang atas pembelian bahan baku dan bahan
pembantu. Utang ini tidak dikenakan bunga dan tidak ditentukan jangka waktu pelunasannya.
Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat utang usaha kurang lebih sama dengan nilai wajarnya
Tidak terdapat utang usaha yang dijaminkan.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas utang usaha
sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
18 BIAYA YANG MASIH HARUS DIBAYAR
2024 2023
US$ US$
Pihak ketiga :
Bunga 21,958,776 25,187,081
Listrik dan gas 2,250,976 2,178,051
Pemasaran 775,230 668,772
Asuransi 389,312 139,500
Sewa 83,779 118,560
Jasa profesional 102,320 98,193
Transportasi 57,197
Liabilitas klaim pelanggan 23,481
Keamanan 14,807
Lain-lain 397,019 64,284
25,957,412 28,549,926
Pihak berelasi
Bunga 25,187,081 21,239,134
Jumlah 51,144,493 49,789,060
51
Page 55
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Bagian dari biaya bunga sebesar Rp 388.284.040.664 (setara dengan US$ 25.187.081 pada tahun 2023) dan Rp 387.938.571.029 (setara
dengan US$ 24.660.770 pada tahun 2022) merupakan biaya bunga atas utang terjamin yang telah diakui pada tahun 2001 dan 2002,
dimana seluruh jumlah tersebut belum dibayarkan dan hutang bunga sampai dengan tahun 2000 telah dihapuskan berdasarkan DMOA.
Biaya bunga setelah tahun 2002 tidak dicatat oleh Perusahaan karena proses restrukturisasi belum selesai (Catatan 21).
Rincian biaya masih harus dibayar menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut: 2024 2023
US$ US$
Rupiah
Rp 411.502.858.460 pada 2024 25,957,412
Rp 437.613.145.657 pada 2023 28,386,945
Dolar Amerika Serikat 25,187,081 21,402,115
Total 51,144,493 49,789,060
Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat biaya yang masih harus dibayar kurang lebih sama dengan nilai wajarnya.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas utang usaha
sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
19 PINJAMAN JANGKA PENDEK 2024 2023
US$ US$
Pihak ketiga:
PT Bank Bukopin Tbk - -
- -
Pada tanggal 8 Agustus 2018, Perusahaan telah menandatangani perjanjian kerjasama antara PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (PLN)
distribusi Jawa Tengah area Semarang dan PT Bank Bukopin Tbk (Bukopin) tentang pembiayaan tagihan listrik untuk unit Kaliwungu
dengan pemberian fasilitas Letter of Credit sebesar Rp 72.000.000.000. Pada tanggal 31 Desember 2023, saldo pinjaman jangka pendek
kepada Bukopin sebesar US$ Nil. Pinjaman ini telah dilunasi oleh perusahaan pada tanggal 31 Maret 2023.
Pada tanggal 19 September 2018, Perusahaan telah menandatangani perjanjian kerjasama antara PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)
(PLN) distribusi Jawa Barat area Karawang dan PT Bank Bukopin Tbk tentang pembiayaan tagihan listrik untuk unit Karawang dengan
pemberian fasilitas Letter of Credit sebesar Rp 7.500.000.000. Pada tanggal 31 Desember 2021, saldo pinjaman jangka pendek kepada
Bukopin sebesar US$ 528.170. Perjanjian ini berlaku selama 6 (enam) bulan dan dapat diperpanjang atas kesepakatan bersama para pihak.
Pada tanggal 30 September 2020, Perusahaan telah menandatangani perjanjian kerjasama antara PT Perusahaan Gas Negara Tbk distribusi
Jawa Barat area Karawang dan PT Bank Bukopin Tbk tentang pembiayaan tagihan gas untuk unit Karawang dengan pemberian fasilitas
Letter of Credit sebesar Rp 45.000.000.000. Perjanjian ini berlaku selama 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang atas kesepakatan bersama
para pihak.
Bank Bukopin membiayai pembayaran PLN dan PGN melalui metode pembiayaan tagihan Flexi. Namun karena adanya perubahan
manajemen Bank Bukopin pada awal tahun 2021, bank memutuskan untuk menghentikan pemberian fasilitas kepada Perusahaan.
Sejak April / Mei 2020, Perusahaan membayar PLN dan PGN secara langsung karena fasilitas tagihan Flexi ini sudah tidak tersedia lagi.
Hingga Desember 2020, Perusahaan baru saja memperpanjang jumlah yang jatuh tempo dan membayar bunga kepada Bank Bukopin.
Perusahaan telah meminta Bank Bukopin untuk mengubah jumlah yang terutang ini menjadi pinjaman modal kerja dan dilunasi selama 24
bulan mulai tahun 2021.
Pada bulan April 2021, Bukopin menyampaikan surat persetujuan pengalihan fasilitas tagihan Flexi ke Kredit Modal Kerja dengan jangka
waktu selama 12 bulan sampai dengan Maret 2022.
Pada bulan Januari 2022, Perusahaan telah menyampaikan surat permohonan perpanjangan angsuran atas sisa pokok pinjaman untuk bulan
Maret 2022 sampai dengan April 2023. Perusahaan telah menerima surat persetujuan dari Bukopin.
Total saldo terhutang pada Desember 2024 adalah Rp Nil.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas pinjaman jangka
pendek sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
52
Page 56
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
20 UTANG BANK 2024 2023
US$ US$
Pihak berelasi:
Damiano Investment B.V., Belanda 96,681,394 95,846,330
Menurut perjanjian pinjaman tanggal 3 Maret 2006 dan pembaharuannya tanggal 31 Agustus 2006 antara Perusahaan (Peminjam).
Damiano Investments B.V., Belanda (Pemberi Pinjaman), dan PT Ferrier Hodgson (Monitoring Agent), pemberi pinjaman menyetujui
untuk menyediakan fasilitas letter of credit dengan jumlah keseluruhan sebesar US$ 50.000.000. Dengan demikian, Perusahaan juga dapat
menggunakan nama pemberi pinjaman sebagai penjamin untuk membuka Letter of Credit di Barclays Bank Plc, Hong Kong (Barclays).
Disamping itu, Perusahaan juga membayar biaya pendanaan sebesar 2,25% per bulan atas jumlah penggunaan fasilitas di Barclays kepada
Damiano Investments B.V., Belanda.
Berdasarkan pembaharuan perjanjian pinjaman tanggal 1 Januari 2009 antara Perusahaan (Peminjam). Damiano Investments B.V., Belanda
(Pemberi Pinjaman), dan PT Kordamentha (d/h PT Ferrier Hodgson) sebagai Monitoring Agent, sejak tanggal 3 April 2009, semua fasilitas
“Letter of Credit di Barclays” dipindahkan ke “Deutsche Bank AG: Fasilitas Letter of Credit”. Total biaya pendanaan yang dibebankan oleh
Damiano Investments B.V., Belanda untuk fasilitas ini adalah sebesar 1,25% per bulan.
Fasilitas Letter of Credit ini selalu berubah sesuai dengan kebutuhan Perusahaan untuk pembelian bahan baku. Berdasarkan perubahan
perjanjian pada tanggal 8 April 2011 antara Perusahaan (Peminjam) dan Damiano Investments B.V., Belanda (Pemberi Pinjaman), dan PT
Ferrier Hodgson (Monitoring Agent), pemberi pinjaman setuju untuk meningkatkan fasilitas Letter of Credit dari jumlah sebesar US$
50.000.000 menjadi US$ 80.000.000.
Berdasarkan perubahan perjanjian pada bulan Agustus 2021 antara Perusahaan (Peminjam). Damiano Investments B.V., Belanda (Pemberi
Pinjaman), dan PT Kordamentha (Monitoring Agent). Pemberi pinjaman setuju untuk meningkatkan fasilitas Letter of Credit dari jumlah
sebesar US$ 100.000.000 menjadi US$ 102.000.000.
Fasilitas yang tersedia per 31 Desember 2023 dan 2022 adalah sejumlah US$ 98.070.775 dan US$ 101.920.655. Letter of Credit yang telah
digunakan oleh Perusahaan untuk membeli bahan baku sejumlah US$ 95.846.330 pada tahun 2023 dan US$ 99.061.481 pada tahun 2022.
Seluruh utang bank dinyatakan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat. Fasilitas ini merupakan revolving facility. Jangka waktu jatuh
tempo dari fasilitas Letter of Credit ini adalah 10 Oktober 2025.
Perusahaan telah menandatangani perjanjian kerjasama atas fasilitas pembiayaan Letter of Credit dengan Deutsche bank, Jakarta pada
tanggal 24 September 2018 sejumlah US$ 20.000.000. Ini merupakan bagian (Sub-Limit) dari keseluruhan fasilitas pinjaman Letter of
Credit yang diberikan oleh Damiano Invesment B.V. melalui Deutsche Bank, Hong Kong.
Untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2023, bunga biaya pendanaan atas utang bank telah dibebaskan oleh Damiano Investments B.V.,
Belanda sesuai dengan amandemen perjanjian tanggal 9 Januari 2024.
Fasilitas Letter of Credit dijamin secara fidusia dengan piutang usaha dan persediaan yang masing-masing bernilai US$ 45.000.000 dan
US$ 60.200.000 (Catatan 6 dan 9).
Karena bersifat jangka pendek, maka jumlah tercatat pinjaman bank mendekati nilai wajarnya.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas utang bank
sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51
53
Page 57
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
21 UTANG TERJAMIN 2024 2023
US$ US$
Obligasi:
13% Guaranteed Secured Notes 122,526,000 122,526,000
Secured Floating Rate Notes 50,000,000 50,000,000
9,375% Guaranteed Secured Notes 250,000,000 250,000,000
11,375% Guaranteed Secured Notes 260,000,000 260,000,000
682,526,000 682,526,000
PT Bina Prima Perdana:
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
IDR 1.302.583.907.331 82,166,398 84,495,583
Dolar Amerika Serikat 29,055,834 29,055,834
EUR 849.872 919,987 944,888
YEN 3.001.711.400 19,787,816 21,330,357
131,930,036 135,826,662
Eks - Bank – Pinjaman Bilateral:
Damiano Investments B.V., Belanda (Eks.Credit Agricole Indosuez, Singapura) 12,117,088 12,117,088
Damiano Investments B.V., Belanda (Eks. PT Bank Finconesia) EUR 7.471.539 8,087,949 8,306,863
Damiano Investments B.V., Belanda (Eks.Union Europeene de CIC, Singapura) EUR
5.941.395 6,431,567 6,605,647
Damiano Investments B.V., Belanda (Eks. Bangkok Bank, Singapura) 1,303,097 1,303,097
Kyoa Investment Limited, British Virgin Island (Ex. Bangkok Bank, Singapore) 500,000 500,000
Sverige Financing Limited, British Virgin Island (Ex. Bangkok Bank, Singapore) 500,000 500,000
Sasando Pte. Ltd., Singapore (Ex. Bangkok Bank, Singapore) 500,000 500,000
Sverige Netherlands B.V., Netherland (Ex. Bangkok Bank, Singapore) 9,600 9,600
Lain-lain 490,400 490,400
29,939,701 30,332,695
Menteri Keuangan (Eks. BNI LC):
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Dolar Amerika Serikat 80,366,458 80,366,458
Rupiah Rp 38.468.048.072 2,426,547 2,495,333
82,793,005 82,861,791
Jumlah 927,188,741 931,547,148
Pada bulan November 2010 dan Desember 2010, PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) mengumumkan program “Penjualan aset dan saham
Perusahaan Texmaco” yang meliputi pabrik di Semarang. Namun karena beberapa alasan, program ini kemudian dibatalkan.
Damiano Investments B.V., Belanda yang memiliki sekitar 93% utang terjamin yang berupa obligasi dan bank telah menyetujui usulan
restrukturisasi tersebut. Pada bulan Februari 2014, Perusahaan telah mengirimkan revisi dari usulan restrukturisasi (SDRP) kepada PPA
(Catatan 2b) sejalan dengan tren bisnis saat ini dan keberlanjutan dari utang. Menurut revisi dari usulan restrukturisasi, utang terjamin akan
dikonversi menjadi utang yang ditahan sebesar US$ 80 juta dan sisanya akan dikonversi menjadi ekuitas. Utang baru akan dibayarkan lebih
dari 8 tahun. Ekuitas yang ada akan terdilusi sebesar 45,10% dengan adanya penerbitan 54,90% ekuitas baru yang akan dikeluarkan untuk
para kreditur terjamin atas penukaran utangnya.
Perusahaan juga telah mengajukan pembaharuan atas usulan Restrukturisasi Utang Terjamin kepada Komite dan Kementerian Keuangan
pada tanggal 26 Maret 2018.
54
Page 58
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Selanjutnya, pada September 2020, Perusahaan melakukan pertemuan dengan tim koordinator dari Kementerian Perekonomian, Penanaman
Modal, Keuangan, dan Direktorat Kekayaan Negara (DJKN) dan menekankan perlunya solusi segera atas masalah restrukturisasi utang
yang berkepanjangan. Perusahaan meminta tim untuk mempertimbangkan dengan baik usulan sebelumnya untuk mengubah 100% hutang
menjadi ekuitas yang telah disetujui oleh semua kreditur terjamin lainnya dan menunggu persetujuan dari Kementerian Keuangan.
Berdasarkan pembahasan tersebut, Perusahaan mengajukan banding kepada Menteri Keuangan melalui Direktur Jenderal Kekayaan Negara
pada tanggal 25 September 2020 untuk menyetujui Usulan Restrukturisasi Hutang Terjaminnya atas konversi 100% hutang menjadi
ekuitas.
Sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian ini, perusahaan memahami bahwa satgas & Kementerian Keuangan masih
mengevaluasi proposal restrukturisasi tersebut di atas dan masih menunggu hasil akhir dari komunikasi mereka.
Pinjaman kepada PT Bina Prima Perdana (BPP) merupakan pinjaman pada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk yang telah jatuh
tempo dan administrasinya telah dialihkan ke BPPN. Kemudian sesuai dengan skema restrukturisasi utang yang termuat dalam Master
Restructuring Agreement (MRA) tertanggal. 23 Mei 2001, pada tahun 2002 utang Perusahaan berdasarkan program restrukturisasi dengan
BPPN telah dialihkan kepada BPP. Untuk pengalihan tersebut. BPP menerbitkan Exchangeable Bond (EB) kepada BPPN. Akan tetapi,
pada tanggal 26 Februari 2004. BPPN mengeluarkan pernyataan pemberitahuan default kepada PT Bina Prima Perdana. Di dalam surat
tersebut dinyatakan bahwa PT Bina Prima Perdana sebagai perusahaan holding tekstil telah gagal membayar kupon Exchangeable Bond
(EB) yang jatuh tempo tanggal 18 Agustus 2003.
Perusahaan tidak mengakui adanya beban bunga atas utang terjamin sejak tahun 2002 dimana Perusahaan masih dalam proses
restrukturisasi, dan utang bunga tidak akan diperhitungkan nantinya. Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, Perusahaan mempunyai
utang bunga sebesar Rp 388.284.040.664 (setara dengan US$ 25.187.081 pada tahun 2023) dan Rp 387.938.572.870 (setara dengan US$
24.660.770 pada tahun 2022) dan disajikan sebagai bagian dari biaya yang masih harus dibayar di dalam laporan posisi keuangan
konsolidasian (Catatan 18).
kepemilikannya atas utang terjamin Perusahaan kepada Kyoa Investment Limited, Sverige Financing Limited, Sverige Netherland B.V.,
dan Sasando Pte. Ltd. sesuai dengan proporsi yang tertera dibawah ini:
Kreditur Jumlah Pokok Pertimbangan dalam Pembelian
Pinjaman yang dibeli Penjual menahan suatu proporsi atas
utang
Damiano Investments B.V. $1,303,097.37
Kyoa Investment Limited $500,000.00 $50,000.00
Sverige Financing Limited $500,000.00 $50,000.00
Sverige Netherland B.V. $500,000.00 $50,000.00
Sasando Pte. Ltd $500,000.00 $50,000.00
$3,303,097.37 $200,000.00
Perusahaan sejumlah US$ 490.400 kepada pihak lain dan sisanya sebesar US$ 9.600 tetap dimiliki oleh Sverige Financing Limited.
Sehingga proporsi kepemilikan atas utang terjamin Perusahaan menjadi sebagai berikut:
Kreditur Jumlah Pokok Pertimbangan dalam Pembelian
Pinjaman yang dibeli Penjual menahan suatu proporsi atas
utang
Damiano Investments B.V. $1,303,097.37
Kyoa Investment Limited $500,000.00 $50,000.00
Sverige Financing Limited $500,000.00 $50,000.00
Sverige Netherland B.V. $500,000.00 $50,000.00
Sasando Pte. Ltd $9,600.00 $50,000.00
Lain lain $490,400.00
$3,303,097.37 $200,000.00
Sebagai konsekuensinya, Perusahaan harus membayarkan utang sesuai dengan jumlah utang yang dibeli oleh masing-masing kreditur diatas
sesuai dengan proporsi dari nilai pembelian yang dimiliki oleh masing masing kreditur seperti yang dinyatakan pada tabel diatas.
55
Page 59
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Rincian utang terjamin menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut: 2024 2023
US$ US$
Dolar Amerika Serikat 807,368,477 807,368,478
Euro Eropa
EUR 14.262.806 pada tahun 2024 dan 2023 15,439,503 15,857,398
Yen Jepang
Yen 3.001.711.400 pada tahun 2024 dan 2023 19,787,816 21,330,357
Rupiah
Rp 1.341.051.955.403 pada tahun 2024 dan 2023 84,592,945 86,990,915
Jumlah 927,188,741 931,547,148
Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat utang terjamin kurang lebih sama dengan nilai wajarnya.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas utang terjamin
sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
22 WESEL BAYAR TIDAK TERJAMIN
Rincian utang terjamin menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut: 2024 2023
US$ US$
Madison Pacific Trust Limited 33,535,800 33,196,458
33,535,800 33,196,458
Perusahaan telah mengambil langkah untuk implementasi Rencana Perdamaian (Composition Plan) yang telah disetujui oleh para kreditur
tidak terjamin Perusahaan dan diratifikasi oleh Pengadilan Niaga. Pada tanggal 29 September 2006, utang tidak terjamin yang terdiri dari
Bank, PT Bina Prima Perdana, sewa guna usaha dan wesel bayar sebesar US$ 18.670.630 telah direstrukturisasi ke dalam wesel bayar
dengan tingkat bunga tetap (Fixed Rate Notes) dan berada dibawah pengawasan (Custodian) The Hongkong and Shanghai Banking
Corporation Limited, Hong Kong.
Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, jumlah utang tidak terjamin setelah direstrukturisasi masing masing sebesar US$ 33.196.458
dan US$ 31.883.604 yang terdiri dari utang pokok US$ 18.670.630 ditambah dengan utang bunga yang dikapitalisasi masing-masing
sebesar US$ 14.525.828 pada tahun 2023 dan US$ 13.212.974 pada tahun 2022.
Pada bulan Januari 2024, Perusahaan telah menerima dan mendapatkan persetujuan untuk penundaan tanggal jatuh tempo atas Surat Utang
Baru dari Februari 2026 sampai Februari 2031 termasuk kapitalisasi bunga hingga Februari 2031. Rinciannya adalah sebagai berikut:
Tahun Amortisasi
2026 5%
2027 17.5%
2028 17.5%
2029 17.5%
2030 20%
2031 22.5%
Seluruh wesel bayar tidak terjamin dinyatakan dalam mata uang Dolar Amerika Serikat.
Berdasarkan Akta Novasi dan Aksesi tanggal 28 April 2016 antara Perusahaan, Damiano Investments, B.V., Belanda, Deutsche Bank AG,
PT Pilot Asia Capital, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited, dan Madison Pacific Trust Limited, para pihak setuju
untuk mengganti jasa Agen Fiskal atas Wesel Bayar tidak Terjamin dari The Hongkong and Shanghai Banking Corporation Limited
menjadi Madison Pacific Trust Limited.
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, beban bunga atas wesel bayar tidak terjamin masing-masing
sebesar US$ 1.312.854 dan US$ 1.265.137, dan disajikan sebagai bagian dalam beban keuangan pada laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian (Catatan 44).
56
Page 60
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Nilai wajar dari liabilitas keuangan jangka panjang ditentukan dengan cara memperhitungkan nilai kini pada saat tanggal laporan posisi
keuangan konsolidasian. dengan menggunakan metode suku bunga efektif tetap yang tersedia pada Perusahaan.
Tidak ada perubahan nilai wajar yang dibukukan pada laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif konsolidasian selama tahun berjalan
sebagai liabilitas keuangan yang dinyatakan sebesar nilai amortisasi pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas wesel bayar tidak
terjamin sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
23 PINJAMAN MODAL
Rincian utang terjamin menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut: 2024 2023
US$ US$
Pihak yang berelasi:
Damiano Investments B.V.,Belanda 22,445,000 22,445,000
22,445,000 22,445,000
Berdasarkan Perjanjian Pinjaman Modal Kerja antara Perusahaan dan Damiano Investments B.V., Belanda tanggal 1 Juni 2006. Damiano
Investments B.V., Belanda setuju untuk menyediakan fasilitas pinjaman modal kerja kepada Perusahaan. Suku bunga yang dibebankan atas
pinjaman tersebut adalah 9% per tahun sampai dengan diimplementasikannya Rencana Perdamaian. Setelah Rencana Perdamaian
diimplementasikan, tingkat suku bunga akan mengikuti surat utang baru atas pinjaman yang direstrukturisasi. Fasilitas pinjaman modal
kerja ini tersedia sampai dengan tahun ke 5 (lima) sejak tanggal perjanjian ini.
Berdasarkan pembaharuan kedua atas Perjanjian Pinjaman Modal Kerja pada tanggal 1 Juni 2011, jangka waktu pelunasan telah
diperbaharui dari 5 (lima) tahun menjadi 7 (tujuh) tahun.
Berdasarkan pembaharuan ketiga atas Perjanjian Pinjaman Modal Kerja pada tanggal 1 Agustus 2013, jangka waktu pelunasannya kembali
diperbaharui dari 7 (tujuh) tahun menjadi 9 (sembilan) tahun.
Berdasarkan pembaharuan keempat atas Perjanjian Pinjaman Modal Kerja pada tanggal 1 Juni 2015, jangka waktu pelunasannya kembali
diperbaharui dari 9 (sembilan) tahun menjadi 11 (sebelas) tahun. Manajemen menginformasikan bahwa pinjaman akan diperpanjang
selama 2 (dua) tahun lebih ketika berakhir pada bulan Juni 2017.
Perubahan Kedelapan dari Pinjaman Ketiga
Berdasarkan perjanjian amandemen kedelapan tertanggal 1 Juni 2023 antara Perusahaan dengan Damiano Investments B.V., Belanda,
jangka waktu pinjaman diperpanjang dari 1 Juni 2023 menjadi 1 Juni 2025.
Perubahan Kedua dari Pinjaman Keempat
Berdasarkan perjanjian amandemen kedua tanggal 5 November 2021 antara Perseroan dengan Damiano Investments B.V., Belanda, jangka
waktu pinjaman diperpanjang dari tanggal 5 November 2021 sampai dengan 5 November 2024.
Untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, beban bunga atas pinjaman modal kerja dari Damiano
Investment B.V., Belanda masing-masing sebesar US$ 3.211.217 dan US$ 3.072.158 dan disajikan sebagai beban keuangan pada laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian (Catatan 44).
Nilai wajar dari liabilitas keuangan jangka panjang ditentukan dengan cara memperhitungkan nilai kini pada saat tanggal laporan posisi
keuangan konsolidasian dengan menggunakan metode suku bunga efektif tetap yang tersedia pada Perusahaan. Tidak ada perubahan nilai
wajar yang dibukukan pada laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif konsolidasian selama tahun berjalan sebagai liabilitas keuangan
yang dinyatakan sebesar nilai amortisasi pada laporan posisi keuangan konsolidasian.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas pinjaman modal
sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
57
Page 61
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
24 UTANG KREDIT PEMBIAYAAN
Berdasarkan perjanjian tanggal 8 Juli 2019, Perusahaan memperoleh pembiayaan kredit dari PT BCA Indonesia Finance untuk pembelian
New Innova 2.4 Venturer sebesar Rp 433.200.500 dengan tingkat bunga efektif 9,21% per tahun, dibayarkan dengan cicilan bulanan mulai
7 Agustus 2019 hingga 7 Juni 2022. Pada 2024 dan 2023, saldo hutang kredit pembiayaan sebesar Rp Nil.
Jumlah beban bunga atas utang kredit pembiayaan yang telah dibayar untuk tahun-tahun yang berakhir pada 2024 dan 2023 masing-masing
sebesar Rp Nil dan disajikan pada beban keuangan pada laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lain konsolidasian
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas utang kredit
pembiayaan sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
25 LIABILITAS KEUANGAN JANGKA PENDEK LAINNYA 2024 2023
US$ US$
Liabilitas kontrak - 1,418,416
PT Pacific Poly 1,041,436 990,124
Pengangkutan dan transportasi 980,227 1,008,876
Sewa 43,704 453,731
Lainnya 3,600,388 212,775
Jumlah 5,665,756 4,083,922
Rincian liabilitas keuangan jangka pendek lainnya menurut jenis mata uang adalah sebagai berikut:
2024 2023
US$ US$
Rupiah
Rp 49.433.396.517 pada 2023 3,206,629
Rp 72.481.781.898 pada 2024 4,572,118
Dolar Amerika Serikat 1,093,638 877,293
Jumlah 5,665,756 4,083,922
Karena jatuh temponya yang pendek, jumlah tercatat liabilitas keuangan jangka pendek lainnya kurang lebih sama dengan nilai wajarnya.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas liabilitias keuangan
jangka pendek lainnya sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
26 PENDAPATAN DITANGGUHKAN 2024 2023
US$ US$
Hibah Pemerintah 246,027 246,027
Dikurangi: Akumulasi amortisasi (137,147) (134,006)
Bersih 108,880 112,021
Pendapatan amortisasi dialokasikan pada:
Pendapatan lain-lain, bersih (Catatan 45) 3,141 12,563
Pendapatan ditangguhkan merupakan bantuan Pemerintah yang berhubungan dengan pembelian mesin EFK Multi Spindel Texturing and
EFK Coolflex senilai Rp 37.629.356.188 (setara dengan US$ 3.972.862). Mesin tersebut berlokasi di Semarang, Jawa Tengah.
Bantuan Pemerintah tersebut didasarkan pada Surat Perjanjian Pemberian Hibah untuk Program Revitalisasi dan Pertumbuhan Industri
melalui Restrukturisasi Mesin/Peralatan Industri TPT serta IAK dari Kementerian Perindustrian No. 0043/BIM.5/SPPB-TL/A/5/2013
tanggal 10 Mei 2013, yang menyatakan bahwa Perusahaan mendapatkan bantuan atas pembelian mesin sebesar Rp 2.388.181.818 (setara
dengan US$ 246.027). Dan atas bantuan Pemerintah ini diamortisasi selama masa manfaat mesin (20 tahun).
27 LIABILITAS IMBALAN KERJA JANGKA PENDEK
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sebesarUS$ 308.191. Akun ini merupakan
liabilitas atas bonus untuk karyawan, pensiun, gaji, tunjangan kesehatan, dan tunjangan karyawan lainnya.Eksposur maksimum terhadap
risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas liabilitias keuangan jangka pendek lainnya
sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
58
Page 62
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
28 LIABILITAS IMBALAN PASCA KERJA JANGKA PANJANG
Pada tanggal 20 Juni 2000, Menteri Tenaga Kerja menerbitkan Keputusan No. Kep-150/Men/2000 mengenai aturan besarnya kompensasi
disertai ketentuan yang mendasari pemberian kompensasi tersebut, yang mengharuskan entitas untuk membayar uang jasa dan kompensasi
sehubungan dengan pengunduran diri karyawan atas dasar jumlah tahun masa kerja dan gaji, apabila pengunduran diri memenuhi
ketentuan yang diatur dalam Keputusan tersebut.
Kemudian pada bulan April 2003, Pemerintah Republik Indonesia mengeluarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No. 13/2003
menggantikan Keputusan No. KEP-150/Men/2000.
Perusahaan mempunyai perencanaan imbalan pasti yang melindungi seluruh karyawan tetap yang mempunyai syarat. Saldo imbalan pasca
kerja jangka panjang pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 masing-masing sebesar US$ 8.543.281 dan US$ 8.793.967, dihitung oleh
aktuaris independen secara tahunan, seperti yang terdapat pada laporan aktuaris tertanggal 12 Maret 2024.
Sebagai tambahan, Perusahaan telah membuat provisi atas liabilitas imbalan kerja jangka panjang bagi senior manajemen berdasarkan
Undang – Undang Tenaga Kerja No. 13 Tahun 2003 untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, masing masing
sebesar US$ 1.155.766 dan US$ 1.254.556 dan diakui sebagai biaya jasa kini pada laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
konsolidasian.
Jumlah yang diakui di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut: 2023
US$
Nilai kini liabilitas imbalan pasti 8,543,281
Nilai wajar aset program -
Liabilitas bersih 8,543,281
Mutasi dari nilai kini liabilitas imbalan pasti selama tahun berjalan adalah sebagai berikut: 2023
US$
Saldo Awal 10,048,523
Biaya jasa kini 556,065
Biaya bunga 532,349
Biaya jasa lalu 640,683
Keuntungan aktuarial dari penyesuaian pengalaman (844,049)
Keuntungan perubahan asumsi keuangan 230,988
Pembayaran manfaat (1,645,201)
(Laba) rugi selisih kurs - bersih 179,689
Saldo akhir 9,699,047
Pada tanggal 31 Desember 2023 seluruh liabilitas imbalan pasti tidak didanai sehingga tidak terdapat nilai wajar dari aset yang
direncanakan.
Jumlah yang diakui di dalam laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif konsolidasian adalah sebagai berikut: 2023
US$
Biaya jasa kini 556,065
Biaya bunga 532,349
Biaya jasa lalu 640,683
Jumlah (Catatan 43) 1,729,097
Mutasi liabilitas bersih di dalam laporan posisi keuangan konsolidasian adalah sebagai berikut: 2023
US$
Saldo awal 8,793,967
Keuntungan aktuarial dari penyesuaian pengalaman (844,049)
Keuntungan dari perubahan asumsi keuangan 230,988
Pembayaran manfaat (1,645,201)
Beban tahun berjalan 1,827,887
Laba selisih kurs - bersih 179,689
Saldo akhir 8,543,281
59
Page 63
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Perhitungan aktuaria tersebut di atas telah dihitung oleh aktuaris Kantor Kosultan Aktuaria Indra Catarya Situmeang dan Rekan dengan
menggunakan asumsi sebagai berikut:
Tingkat diskonto 6.53% setahun pada tahun 2023
Tingkat kenaikan gaji 7% setahun pada tahun 2023
Tingkat mortalitas Tabel Mortalitas di Indonesia tahun 2019
Usia pensiun normal 10% pada usia 20 tahun dan menurun sampai dengan usia 55 tahun
Tingkat kemungkinan pengunduran diri 1% dari tingkat mortalitas
Metode pendanaan Projected Unit Credit
Asumsi yang berhubungan dengan pengalaman mortalitas masa depan ditentukan berdasarkan saran aktuaris menurut statistik yang telah
diterbitkan dan pengalaman setiap wilayah. Di Indonesia, asumsi mortalitas yang digunakan adalah berdasarkan Tabel Mortalitas di
Indonesia tahun 2019 (“TMI 2019”).
Manajemen telah menelaah asumsi yang digunakan dan berpendapat bahwa asumsi tersebut telah memadai dan juga berpendapat bahwa
provisi atas uang jasa telah memadai untuk menutup liabilitas yang ditentukan oleh UU Ketenagakerjaan No. 13/2003.
Durasi rata-rata tertimbang dari kewajiban manfaat untuk Perusahaan per tanggal 31 Desember 2023 adalah 16,29 tahun.
Perkiraan jumlah manfaat imbalan kerja yang akan jatuh tempo sesuai dengan rata-rata durasi tertimbang adalah sebagai berikut:
2023
Kurang dari satu tahun 748,869
Satu sampai dengan dua tahun 965,260
Dua sampai dengan lima tahun 2,474,840
Lima sampai dengan sepuluh tahun 2,774,869
Lebih dari sepuluh tahun 1,579,443
Jumlah 8,543,281
Sensitivitas nilai kini kewajiban imbalan pasti dan biaya jasa kini terhadap perubahan asumsi utama sebesar 1% adalah sebagai berikut:
Tingkat Diskonto 6.5%
US$ %
31 Desember 2023:
Nilai kini kewajiban pasti ######## 5.98%
Biaya jasa kini 714,471 9.10%
Tingkat Kenaikan Upah 7%
31 Desember 2023: US$ %
Nilai kini kewajiban pasti ######## -6.17%
Biaya jasa kini 597,369 -8.78
Informasi historis atas nilai kini liabilitas imbalan pasti dan penyesuaian pengalaman pada liabilitas program adalah sebagai berikut:
In US$ 2023 2022 2021 2020 2019
Nilai kini kewajiban imbalan pasti 8,543,281 8,793,967 9,893,474 12,175,676 14,395,516
Nilai wajar aset program - - - - -
Defisit program 8,543,281 8,793,967 9,893,474 12,175,676 14,395,516
Penyesuaian pengalaman pd liabilitas program (844,049) (130,692) (618,297) (1,428,215) 25,588
Penyesuaian pengalaman pada aset program - - - - -
60
Page 64
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
29 PERPAJAKAN 2024 2023
US$ US$
a Pajak Dibayar Di Muka
Lebih bayar atas pajak penghasilan badan:
2021 - 1,415,401
2022 2,119,363 2,119,363
2023 1,780,975 1,780,975
Pajak pertambahan nilai 7,360,344 6,671,445
11,260,682 11,987,184
b Utang pajak
Pajak penghasilan pasal 21 104,356 106,967
Pajak penghasilan pasal 23 14,978 14,740
Pajak penghasilan pasal 26 11,349 12,191
Pajak penghasilan pasal 4-2 11,604 7,314
142,286 141,212
c Pajak Penghasilan Badan
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum taksiran pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif lain
konsolidasian dengan taksiran laba (rugi) fiskal yang dihitung oleh Perusahaan induk untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal
31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
US$ US$
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain konsolidasian 493,924 (22,486,699)
Laba Entitas Anak sebelum pajak penghasilan - -
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain Perusahaan Induk 493,924 (22,486,699)
Penyesuaian fiskal terdiri dari:
Beda tetap:
Pajak penghasilan pasal 21 407,997 1,472,825
Beban pajak 89 218,355
Sumbangan 50,185 205,643
Sewa rumah 44,890 116,365
Perjamuan dan representasi 18,061 79,642
Listrik dan air ekspatriat 11,906 28,781
Penghasilan bunga (78,326) (22,665)
Rugi bersih atas selisih kurs (4,134,385) (13,990,628)
Lainnya 13,302 10,342
(3,666,281) (11,881,340)
Beda waktu:
Beban penyusutan aset tetap (1,228,940) 49,809,882
Liabilitas imbalan pasca kerja jangka panjang - 263,836
Aset tidak berwujud - (211,502)
Amortisasi pendapatan ditangguhkan - (12,565)
Amortisasi beban tangguhan (18,707) (74,828)
Beban penyusutan hak pakai aset dan Beban bunga PSAK 73 - 158,422
Liabilitas klaim pelanggan PSAK 72 - (26,473)
Liabilitas pengembalian PSAK 72 - 4,636
Cadangan kerugian piutang tak tertagih - (85,264)
Cadangan persediaan usang - 1,416,092
(1,247,647) 51,242,236
61
Page 65
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Taksiran laba fiskal tahun berjalan sebelum kompensasi kerugian tahun sebelumnya (3,191,823) 16,874,197
Akumulasi rugi fiskal tahun sebelumnya (83,712,545) (87,544,404)
Jumlah taksiran akumulasi rugi fiskal (86,904,368) (70,670,207)
Taksiran pajak penghasilan badan - -
Pajak dibayar dimuka:
Pajak penghasilan pasal 22 (1,019,683) (1,780,975)
Taksiran lebih bayar pajak penghasilan badan (1,019,683) (1,780,975)
Perusahaan telah melaporkan kelebihan pajak penghasilan badan tahun 2022 pada SPT pajak penghasilan badan tahun 2022 sebesar
Rp 33,074,069,000 , dan SPT pajak penghasilan badan tersebut telah dilaporkan kepada kantor pajak pada bulan Juni 2023 dan
pembetulan 1 pada bulan Juni 2023, setelah penerbitan laporan audit. Pemeriksaan pajak oleh Direktorat Jenderal Pajak terkait
dengan kelebihan pembayaran pajak penghasilan ini masih berlangsung.
Pada tanggal 20 February 2023, Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar Dua mengeluarkan surat
ketetapan Pajak Penghasilan Badan untuk periode 2021. Berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Pajak No. 00001/206/21/092/23,
Perusahaan mempunyai lebih bayar pajak Rp 20.140.372.000. Pada tanggal 16 February 2024, Berdasarkan SPMKP No. KEP-
00025/PPH/KPP.1902/2024 pengembalian lebih bayar sudah dikabulkan sebesar Rp 16. 655.220.000, namun perusahaan sedang
menyampaikan surat keberatan atau melakukan aju banding ke Direktorat Jenderal Pajak Kantor Pelayanan Pajak Wajib Pajak Besar
Dua.
Rekonsiliasi jumlah estimasi rugi fiskal antara jumlah yang diperhitungkan berdasarkan mata uang fungsional/penyajian dengan mata
uang untuk tujuan perpajakan untuk tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2024 dan 2023 adalah sebagai berikut:
31 Desember 2024
Mata uang Pelaporan Kurs Mata uang pelaporan IDR
Pajak US$ Pajak Fungsional
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif konsolidasian lain (393,594,859,672) 493,924 493,924
Laba (rugi) Entitas Anak sebelum pajak penghasilan - - -
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain Perusahaan (393,594,859,672) 493,924 493,924
Induk
Penyesuaian fiskal terdiri dari:
Beda tetap:
Pajak penghasilan pasal 21 6,429,860,379 15,760 407,997 407,997
Beban pajak 1,398,999 15,673 89 89
Sumbangan 786,934,001 15,681 50,185 50,185
Sewa rumah 701,341,561 15,624 44,890 44,890
Perjamuan dan representasi 282,652,443 15,650 18,061 18,061
Listrik dan air ekspatriat 186,451,663 15,660 11,906 11,906
Penghasilan bunga 936,236,639 (11,953) (78,326) (78,326)
Rugi bersih atas selisih kurs 349,152,081,763 (84,451) (4,134,385) (4,134,385)
Lainnya 208,414,395 15,668 13,302 13,302
358,685,371,843 (3,666,281) (3,666,281)
62
Page 66
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Beda waktu:
Beban penyusutan aset tetap (15,192,096,084) 12,362 (1,228,940) (1,228,940)
Liabilitas imbalan pasca kerja jangka panjang - -
Aset tidak berwujud - -
Amortisasi pendapatan ditangguhkan - -
Amortisasi beban tangguhan (41,956,579) 2,243 (18,707) (18,707)
Beban penyusutan hak pakai aset dan Beban bunga -
PSAK 73 - -
Liabilitas klaim pelanggan PSAK 72 - -
Liabilitas pengembalian PSAK 72 - -
Cadangan kerugian piutang tak tertagih - -
Cadangan persediaan usang - -
(15,234,052,662) (1,247,647) (1,247,647)
Taksiran rugi fiskal Perusahaan sebelum kompensasi
kerugian tahun sebelumnya (50,143,540,491) 15,710 (3,191,823) (3,191,823)
Akumulasi rugi fiskal tahun sebelumnya (1,305,424,914,096) 15,594 (83,712,545) (83,712,545)
Jumlah taksiran akumulasi rugi fiskal (1,355,568,454,587) (86,904,368) (86,904,368)
Pajak dibayar dimuka:
Pajak penghasilan pasal 22 15,930,046,982 15,623 1,019,683 1,019,683
Taksiran lebih bayar pajak Penghasilan badan 15,930,046,982 1,019,683 1,019,683
31 Desember 2023
Mata uang Pelaporan Kurs Mata uang pelaporan IDR
Pajak US$ Pajak Fungsional
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif konsolidasian lain 29,156,483,816 (22,486,699) (22,486,699)
Laba (rugi) Entitas Anak sebelum pajak penghasilan - - -
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan
laba rugi dan penghasilan komprehensif lain Perusahaan 29,156,483,816 (22,486,699) (22,486,699)
Induk
Penyesuaian fiskal terdiri dari:
Beda tetap:
Pajak penghasilan pasal 21 22,419,795,654 15,222 1,472,825 1,472,825
Beban pajak 3,431,714,905 15,716 218,355 218,355
Sumbangan 3,116,503,237 15,155 205,643 205,643
Sewa rumah 1,748,564,031 15,027 116,365 116,365
Perjamuan dan representasi 1,207,293,331 15,159 79,642 79,642
Listrik dan air ekspatriat 438,645,064 15,241 28,781 28,781
Penghasilan bunga (342,688,147) 15,120 (22,665) (22,665)
Rugi bersih atas selisih kurs (3,058,097,248) 219 (13,990,628) (13,990,628)
Lainnya 156,391,536 15,122 10,342 10,342
29,118,122,363 (11,881,340) (11,881,340)
63
Page 67
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Beda waktu:
Beban penyusutan aset tetap 188,711,834,517 3,789 49,809,882 49,809,882
Liabilitas imbalan pasca kerja jangka panjang 902,132,070 3,419 263,836 263,836
Aset tidak berwujud (3,123,345,814) 14,767 (211,502) (211,502)
Amortisasi pendapatan ditangguhkan (121,949,711) 9,706 (12,565) (12,565)
Amortisasi beban tangguhan (167,826,315) 2,243 (74,828) (74,828)
Beban penyusutan hak pakai aset dan Beban bunga -
PSAK 73 (100,629,585) (635) 158,422 158,422
Liabilitas klaim pelanggan PSAK 72 (430,413,476) 16,259 (26,473) (26,473)
Liabilitas pengembalian PSAK 72 (24,676,211) (5,323) 4,636 4,636
Cadangan kerugian piutang tak tertagih (1,938,996,067) 22,741 (85,264) (85,264)
Cadangan persediaan usang 21,830,473,308 15,416 1,416,092 1,416,092
205,536,602,716 51,242,236 51,242,236
Taksiran rugi fiskal Perusahaan sebelum kompensasi
kerugian tahun sebelumnya 263,811,208,895 15,634 16,874,197 16,874,197
Akumulasi rugi fiskal tahun sebelumnya (1,365,332,192,390) 15,596 (87,544,404) (87,544,404)
Jumlah taksiran akumulasi rugi fiskal (1,101,520,983,495) (70,670,207) (70,670,207)
Pajak dibayar dimuka:
Pajak penghasilan pasal 22 27,139,482,100 15,239 1,780,975 1,780,975
Taksiran lebih bayar pajak Penghasilan badan 27,139,482,100 1,780,975 1,780,975
Dalam laporan keuangan konsolidasian ini jumlah laba fiskal untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 sebesar US$
16.874.197 didasarkan atas perhitungan sementara
d Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan
Dikreditkan Dikreditkan Penyesuaian
01 Januari
2024 (dibebankan) (dibebankan)
Pada tanggal 31 Maret
pada laporan pada laba
2023
laba rugi (rugi)
konsolidasian komprehensif
Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan:
Akumulasi rugi fiscal 14,601,877 702,201 15,304,078
Penyisihan Penilaian (14,601,877) (702,201) (15,304,078)
Beban Penyusutan Aset Tetap (2,561,832) (270,367) 599,017 (2,233,182)
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja Jangka Panjang 2,133,791 2,133,791
Aset Tidak Berwujud (65,387) (65,387)
Amortisasi Pendapatan Ditangguhkan 24,644 24,644
Amortisasi Beban tangguhan 470,607 (4,116) 466,491
Beban penyusutan hak pakai aset dan beban bunga 21,952 21,952
Liabilitas klaim pelanggan 5,166 5,166
Liabilitas pengembalian 5,766 5,766
Cadangan kerugian piutang tak tertagih 417,444 417,444
Cadangan 311,540 311,540
Jumlah liabilitas pajak tangguhan 763,691 (274,482) - 599,017 1,088,226
64
Page 68
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Dikreditkan Dikreditkan Penyesuaian
01 Januari
2023 (dibebankan) (dibebankan)
Pada tanggal 31
pada laporan pada laba
Desember 2023
laba rugi (rugi)
konsolidasian komprehensif
Aset (Liabilitas) Pajak Tangguhan:
Akumulasi rugi fiscal 37,926,696 (23,324,819) 14,601,877
Penyisihan Penilaian (37,926,696) 23,324,819 (14,601,877)
Beban Penyusutan Aset Tetap (13,520,006) 10,958,174 (2,561,832)
Liabilitas Imbalan Pasca Kerja Jangka Panjang 2,210,620 57,989 (134,873) 55 2,133,791
Aset Tidak Berwujud (18,857) (46,530) (65,387)
Amortisasi Pendapatan Ditangguhkan 27,409 2,764 (5,529) 24,644
Amortisasi Beban tangguhan 487,069 (16,462) 470,607
Beban penyusutan hak pakai aset dan beban bunga (12,901) 34,853 21,952
Liabilitas klaim pelanggan 10,990 (5,824) 5,166
Liabilitas pengembalian 4,746 1,020 5,766
Cadangan kerugian piutang tak tertagih 436,202 (18,758) 417,444
Cadangan - 311,540 311,540
Jumlah liabilitas pajak tangguhan (10,374,728) 11,278,766 (134,873) (5,474) 763,691
Pengakuan aset pajak penghasilan yang ditangguhkan oleh Perusahaan adalah berdasarkan perkiraan dari manajemen akan hasil di
masa mendatang termasuk perkiraan atas tingkat produksi dan harga komoditi atas produk Perusahaan, waktu dan sifat penyelesaian
atas liabilitas pajak tangguhan serta strategi perencanaan pajak. Berdasarkan perkiraan tersebut, manajemen berpendapat bahwa
kemungkinan besar Perusahaan dan Entitas Anak tidak dapat merealisasikan aset pajak tangguhannya yang timbul dari rugi fiskal
kumulatif. Oleh karena itu, manajemen membentuk penyisihan penilaian yang masing-masing sebesar US$ 14.601.877 dan US$
14.601.877 yang dicadangkan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
Dasar rincian atas pengakuan dari aset pajak tangguhan ditelaah secara regular oleh manajemen.
Rekonsiliasi antara jumlah beban dan jumlah yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak efektif terhadap rugi sebelum pajak
penghasilan adalah sebagai berikut:
2024 2023
US$ US$
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain konsolidasian 493,924 (22,486,699)
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut
Laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian Laba Entitas Anak sebelum - -
Laba (rugi)sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif
lain Perusahaan 493,924 (22,486,699)
Manfaat (beban) pada tarif 22% 108,663 (4,947,074)
Rugi fiskal selama tahun berjalan pada tarif 22% 702,201 (3,712,323)
Pengaruh pajak atas beban yang tidak diperkenankan (penghasilan kena pajak final): (806,582) (2,613,895)
Penyesuaian - -
Jumlah beban pajak 4,283 (11,273,292)
e Beban Pajak 2024 2023
US$ US$
(Beban)/manfaat pajak tangguhan - bersih:
Perusahaan 4,283 (11,273,292)
Entitas Anak - -
Jumlah beban pajak (4,283) 11,273,292
65
Page 69
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
f Surat Ketetapan Pajak
Pada tanggal 14 Maret 2023, berdasarkan Surat Pengajuan Koreksi No. Ref.018/APF-PJK/III/2023 perusahaan mengajukan koreksi
atas perhitungan SKPKB PPh Pasal 26 No. 00006/204/21/092/23 sebesar Rp 58.654.219.
g Administrasi
Perubahan tarif pajak
Pada tanggal 31 Maret 2020, Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Republik Indonesia
No. 1 Tahun 2020 yang telah menjadi Undang-Undang (UU) No. 2 Tahun 2020, serta menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 30
Tahun 2020 tentang Penurunan Tarif Pajak Penghasilan bagi Wajib Pajak Badan Dalam Negeri yang Berbentuk Perusahaan Terbuka
dan berlaku sejak tanggal 19 Juni 2020. Aturan tersebut menetapkan penurunan tarif pajak penghasilan wajib pajak badan dalam
negeri dan bentuk usaha tetap dari semula 25% menjadi 22% untuk tahun pajak 2020 dan 2021 dan 20% mulai tahun pajak 2022 dan
seterusnya.
Pada tanggal 29 Oktober 2021, Pemerintah menerbitkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi
Peraturan Perpajakan. Aturan tersebut menetapkan tarif pajak penghasilan wajib pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap sebesar
22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022 dan seterusnya, dan pengurangan tarif pajak sebesar 3% untuk wajib pajak dalam
negeri yang memenuhi persyaratan tertentu dan kenaikan tarif pajak pertambahan nilai dari sebelumnya 10% menjadi 11% efektif
mulai dari 1 April 2022 dan menjadi 12% paling lambat 1 Januari 2025.
Berdasarkan Undang-Undang Perpajakan yang berlaku di Indonesia. Perusahaan menghitung menetapkan dan membayar sendiri
besarnya jumlah pajak yang terhutang secara individu. Berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku Direktorat Jenderal
Pajak (“DJP”) dapat menetapkan atau mengubah jumlah pajak terhutang dalam jangka waktu tertentu. Untuk tahun pajak 2007 dan
sebelumnya jangka waktu tersebut adalah sepuluh (10) tahun sejak saat terutangnya pajak tetapi tidak lebih dari tahun 2013
sedangkan untuk tahun 2008 dan seterusnya, jangka waktunya adalah lima (5) tahun sejak saat terutangnya pajak.
Manajemen Perusahaan berpendapat bahwa Perusahaan dan Entitas Anak telah patuh terhadap peraturan perpajakan yang ada.
30 KEWAJIBAN SEWA
Tabel berikut menunjukkan rincian liabilitas sewa dalam laporan posisi keuangan konsolidasian: 2024 2023
US$ US$
Liabilitas sewa
Lancar - 753,312
Tidak Lancar 1,536,469 1,079,301
Total liabilitas sewa 1,536,469 1,832,613
Pembayaran sewa pembiayaan minimum di masa mendatang, serta nilai kini atas pembayaran minimum sewa pembiayaan pada tanggal 31
Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
US$ US$
Liabilitas sewa pembiayaan bruto
Pembayaran sewa minimum
Tidak lebih dari 1 tahun - 871,016
Lebih dari 1 tahun dan kurang 5 Tahun - 817,465
Lebih dari 5 tahun - 839,107
Beban keuangan di masa depan atas sewa pembiayaan - (694,975)
Nilai kini liabilitas Sewa - 1,832,613
Nilai kini liabilitas sewa adalah sebagai berikut:
Tidak lebih dari 1 tahun - 753,312
Lebih dari 1 tahun dan kurang dari 5 tahun 1,079,301 538,379
Lebih dari 5 tahun 457,168 540,922
1,536,469 1,832,613
66
Page 70
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Tidak ada pembatasan signifikan yang ditetapkan oleh Pesewa dalam perjanjian sewa pembiayaan dengan Perusahaan terkait dengan
penggunaan aset atau pencapaian kinerja keuangan tertentu.
Eksposur maksimum terhadap risiko kredit pada akhir periode pelaporan adalah senilai jumlah tercatat dari setiap kelas kewajiban sewa
sebagaimana yang dijabarkan pada Catatan 51.
31 MODAL SAHAM
Berdasarkan akta notaris Januar Tirtaamidjaja, S.H., No. 22 tanggal 15 Februari 1984, modal dasar Perusahaan adalah sebesar Rp
15.000.000.000 yang terdiri dari 600 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 25.000.000 per lembar. Modal ditempatkan sebesar
Rp 7.500.000.000 (setara dengan US$ 6.710.179) atau sebanyak 300 lembar saham.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham dengan akta notaris Aulia Taufani, S.H., No. 100 tanggal 27 Desember 2002, para pemegang
saham Perusahaan menyetujui rencana perubahan Modal Dasar dari semula Rp 8.500.000.000.000 menjadi Rp 16.000.000.000.000 dan
Modal Ditempatkan dan Disetor dari semula Rp 2.196.960.000.000 menjadi Rp 4.174.224.000.000.
Berdasarkan akta notaris Aulia Taufani. SH. No. 12 tanggal 4 Juli 2006 tentang perubahan Anggaran Dasar Perusahaan dan Rapat Luar
Biasa Pemegang Saham dengan akta notaris Aulia Taufani, S.H., No. 111 tanggal 21 Juni 2006, para pemegang saham telah menyetujui
beberapa hal sebagai berikut:
• Modal dasar Perusahaan sebesar Rp 16.000.000.000.000, modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 4.174.224.000.000
• Alokasi 83.484.480.000 lembar saham baru (seri C) dengan nilai nominal Rp 2 per saham berdasarkan konversi utang menjadi
modal. Saham baru sebesar 43.144.238.750 lembar untuk kreditur tidak terjamin dan pemberi fasilitas modal kerja baru sedangkan
sisanya sebanyak 40.340.241.250 lembar saham untuk kreditur terjamin.
• Membukukan agio saham hasil konversi saham menjadi modal sebesar Rp 5.574.513.535.500 (setara dengan US$ 618.017.022).
Akta notaris tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia berdasarkan keputusannya No. C-
25038.HT.01.04.TH.2006 tanggal 28 Agustus 2006 dan telah didaftarkan di Departemen Industri dan Perdagangan No. 233/BH-1/IX/2006
tanggal 1 September 2006.
Pada tanggal 31 Desember 2006, modal dasar Perusahaan sebesar Rp 16.000.000.000.000 terdiri dari 247.145.100.800 lembar saham
dengan pengelompokkan sebagai berikut:
• 17.000.000.000 lembar saham seri A dengan nilai nominal Rp 500 per saham.
• 146.660.620.800 lembar saham seri B dengan nilai nominal Rp 50 per saham.
• 83.484.480.000 lembar saham seri C dengan nilai nominal Rp 2 per saham.
Dan modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp 2.283.248.477.500 yang terdiri dari 4.393.920.000 lembar saham seri A dan
43.144.238.750 lembar saham seri C.
Pada bulan Februari 2008, Perusahaan melakukan perubahan Anggaran Dasar Perusahaan sehubungan reverse stock yang dilakukan dengan
rasio 20 : 1. Dan menurut akta notaris Sutjipto, S.H., No. 91 tanggal 21 Februari 2008 tentang Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan,
modal saham Perusahaan sebesar Rp 16.000.000.000.000 terbagi atas 12.357.255.040 lembar saham dengan pengelompokan sebagai
berikut:
• 850.000.000 lembar saham seri A dengan nilai nominal Rp 10.000 per saham.
• 7.333.031.040 lembar saham seri B dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham.
• 4.174.224.000 lembar saham seri C dengan nilai nominal Rp 40 per saham.
Modal ditempatkan dan disetor penuh seluruhnya sebesar Rp 4.174.224.000.000 (26%) terbagi atas:
•
219.696.000 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 10.000 per saham atau seluruhnya sebesar Rp 2.196.960.000.000.
• 1.890.975.522 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 1.000 per saham atau seluruhnya sebesar Rp 1.890.975.522.000.
•
2.157.211.950 lembar saham dengan nilai nominal sebesar Rp 40 per saham atau seluruhnya sebesar Rp 86.288.478.000.
67
Page 71
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Susunan pemegang saham pada tanggal 21 Februari 2008 menurut akta notaris adalah sebagai berikut:
Pemegang Saham Jumlah lembar Persentase Jumlah
Rp US$
Saham seri A 219,696,000 5.15 2,196,960,000,000 625,598,841
Saham seri B 1,890,975,522 44.3 1,890,975,522,000 209,642,519
Saham seri C 2,157,211,950 50.55 86,288,478,000 9,566,350
4,267,883,472 100 4,174,224,000,000 844,807,710
Akta notaris tersebut telah disetujui oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan keputusannya No.
AHU-10588.AH.01.02 Tahun 2008 tanggal 3 Maret 2008.
Menurut Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada tanggal24 Maret 2009 yang telah dikukuhkan dalam
akta notaris Sutjipto, S.H., notaris di Jakarta, No. 91 tanggal 24 Maret 2009. Pemegang Saham setuju untuk melakukan penambahan modal
tanpa hak memesan efek terlebih dahulu melalui pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan (Management Employee
Stock Option Programme / MESOP) Tahap 1. Saham yang dikeluarkan adalah sebanyak 5% dari jumlah saham yang ditempatkan dan
disetor (sebanyak 118.845.397 lembar saham seri C). Akta notaris ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. AHU 0052619.AH.01.09.Tahun 2009 tanggal 14 Agustus 2009. Berdasarkan rencana
Perusahaan yang telah dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia melalui surat tertanggal 17 Maret 2009, program ini akan diimplementasikan
pada periode sebagai berikut:
Periode Periode Implementasi
I 5 (lima) hari bursa dimulai dari 1 April 2009
II 5 (lima) hari bursa dimulai dari 1 Oktober 2009
III 5 (lima) hari bursa dimulai dari 1 April 2010
IV 5 (lima) hari bursa dimulai dari 1 Oktober 2010
V 5 (lima) hari bursa dimulai dari 1 April 2011
VI 5 (lima) hari bursa dimulai dari 3 Oktober 2011
VII 5 (lima) hari bursa dimulai dari 1 Februari 2012
Berdasarkan akta notaris dari Aryanti Artisari, S.H., M.Kn. No. 107 tanggal 23 Februari 2012, pemegang saham setuju bahwa harga
eksekusi saham tanpa hak memesan efek terlebih dahulu melalui pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan Tahap 1
adalah sebesar Rp 45 per lembar saham. Dan pada tanggal 5 Maret 2012. Perusahaan telah mengeluarkan 118.845.397 lembar saham seri C
tersebut dengan nilai nominal sebesar Rp 40 per lembar saham atau total sebesar Rp 4.753.815.880 (setara dengan US$ 524.125). Akta
notaris ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No.AHU-
0018443.AH.01.09., Tahun 2012, tanggal 29 Februari 2012.
Susunan kepemilikan saham Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 berdasarkan catatan pemegang saham yang dikeluarkan
oleh Kantor Administrasi Saham, PT Datindo Entrycom adalah sebagai berikut:
68
Page 72
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Jumlah lembar saham Persentase Jumlah
IDR US$
Pemegang Saham
Saham Seri A:
PT Multikarsa Investama (saham dijual
kepada PT Bina Prima Perdana) 131,394,719 5.26 1,313,947,195,000 374,155,125
Publik (masing-masing dibawah 5%) 88,301,281 3.24 883,012,805,000 251,443,716
219,696,000 8.5 2,196,960,000,000 625,598,841
Saham Seri B: - - - -
Saham Seri C:
Damiano Investments B.V., Belanda 1,443,805,382 57.85 57,752,215,280 6,402,685
Lain-lain 649,611,983 26.03 25,984,479,320 2,880,763
Yang belum diambil 182,639,982 7.32 7,305,599,320 807,027
2,276,057,347 33.35 91,042,293,920 10,090,475
Saham Seri C yang belum diambil merupakan saham baru yang belum ditukarkan oleh kreditur (melalui The Hong kong and Shanghai
Banking Corporation Limited. Hong Kong – custodian). Sehingga nama pemegang sahamnya belum didaftarkan di PT Datindo Entrycom
(administrator saham).
Kemudian, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan pada tanggal 18 Juni 2012 yang telah
dikukuhkan dalam akta notaris Aryanti Artisari, S.H., M.Kn., notaris di Jakarta. No 88 tanggal 18 Juni 2012. Pemegang Saham setuju
untuk melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu sebanyak 74.872.600 lembar saham seri C (3% dari jumlah
saham yang ditempatkan dan disetor) melalui pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan (Management Employee
Stock Option Programme / MESOP) tahap 2. Berdasarkan rencana Perusahaan yang telah dilaporkan kepada PT Bursa Efek Indonesia
tanggal 17 Maret 2012, program ini akan diimplementasikan pada periode sebagai berikut:
Periode Periode Implementasi
I Mulai tanggal 15 Desember 2012 sampai dengan 22 Desember 2012
II Mulai tanggal 18 Juni 2013 sampai dengan tanggal 24 Juni 2013
III Mulai tanggal 18 Desember 2013 sampai dengan 24 Desember 2013
IV Mulai tanggal 2 Juni 2014 sampai dengan 24 Juni 2014
Perusahaan telah mengirimkan surat No. 068/APF-CS/VI/2014 tanggal 25 Juni 2014 dan No. 071/APF CS/VII/2014 tanggal 7 Juli 2014
kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehubungan dengan pembatalan atas implementasi MESOP akibat dari belum selesainya proses
restrukturisasi hutang berjaminan. Lebih lanjut, berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar biasa yang diadakan pada tanggal 16
Juni 2015 yang dikukuhkan dengan akta notaris dari Aryanti Artisari, S.H., MKn., No. 49 tanggal 16 Juni 2015, para pemegang saham
Perusahaan menyetujui pembatalan atas implementasi MESOP ini.
Berdasarkan akta notaris DR. H. Teddy Anwar, S.H., Spn. No. 111 tanggal 16 Agustus 2002, sebagian saham PT Multikarsa Investama
sebanyak 2.454.081.290 saham (atau 122.704.064 saham setelah penggabungan saham) telah dijual kepada PT Bina Prima Perdana.
Namun menurut catatan yang dibuat oleh PT Datindo Entrycom masih terdaftar atas nama PT Multikarsa Investama.
69
Page 73
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, jumlah saham yang dimiliki oleh publik termasuk saham yang dimiliki oleh Direktur
Perusahaan dengan rincian sebagai berikut:
2024 2023
Bapak Seeniappa Jegatheesan 10,701,700 10,701,700
Bapak Peter Vinzenz Merkle - -
Bapak Prawira Atmadja - -
Jumlah 10,701,700 10,701,700
32 TAMBAHAN MODAL DISETOR 2024 2023
US$ US$
Selisih antara nilai nominal dengan hasil penjualan saham Perusahaan pada penawaran umum kepada
masyarakan pada tahun 1990 13,571,804 13,571,804
Biaya emisi saham (7,263,223) (7,263,223)
Sub total 6,308,581 6,308,581
Selisih restrukturisasi atas entitas sepengendali Pada tahun 2001 (Catatan 1c) (21,339) (21,339)
Selisih antara nilai nominal dari hasil konversi utang ke modal pada tahun 2006 618,017,022 618,017,022
Selisih antara nilai nominal dengan hasil MESOP tahap 1 pada tahun 2012 65,516 65,516
Biaya emisi saham (46,612) (46,612)
18,904 18,904
Jumlah 624,323,168 624,323,168
Menurut usulan restrukturisasi (Rencana Perdamaian), Perusahaan telah menerbitkan sebanyak 16.780.718.747 lembar saham seri C
kepada para kreditur utang tidak terjamin dan 26.363.520.000 lembar saham seri C untuk Damiano Investments B.V., Belanda, sehubungan
dengan konversi utang menjadi saham sebesar Rp 5.660.802.013.000.
Kemudian, berdasarkan perubahan anggaran dasar Perusahaan tanggal 4 Juli 2006 melalui akta notaris Aulia Taufani, S.H., No. 12,
Perusahaan telah mencatat saham yang diterbitkan sebesar Rp 5.660.802.013.000, modal ditempatkan dan disetor penuh sebesar Rp
86.288.477.500 dan tambahan modal disetor sebesar Rp 5.574.513.535.500 (setara dengan US$ 618.017.022).
Kemudian. melalui program pemberian hak opsi kepada manajemen dan karyawan Perusahaan (Management Employee Stock Option
Programme/MESOP) tahap 1 pada tanggal 23 Februari 2012. Perusahaan menerima sebesar Rp 5.348.042.865 untuk penerbitan saham
sebanyak 118.845.397 lembar saham seri C dengan nilai nominal sebesar Rp 40 per lembar saham. Tarif konversi yang digunakan adalah
sebesar Rp 9.070.
33 SALDO LABA YANG DITENTUKAN PENGGUNANNYA
Berdasarkan Undang-undang Perusahaan Terbatas. Perusahaan diharuskan untuk membuat penyisihan cadangan wajib hingga sekurang-
kurangnya 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh.
Berdasarkan Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan sebagaimana tercantum dalam akta No. 351 tanggal 23 Juni 1997 dan
akta No. 402 tanggal 24 Juni 1996 dari Adam Kasdarmadji. S.H., notaris di Jakarta, disetujui penyisihan cadangan umum sebesar Rp
8.280.000.000 (setara dengan US$ 2.345.301) dari saldo laba guna memenuhi ketentuan pasal 61 Undang-undang No. 1 tahun 1995
tentang Perusahaan Terbatas. Pada tahun 2021 dan 2020, Perusahaan tidak membuat tambahan cadangan karena akumulasi defisitnya.
70
Page 74
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
34 LABA (RUGI) PER SAHAM 2024 2023
US$ US$
Jumlah laba (rugi) bersih tahun berjalan 687,629 (11,213,407)
Jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar 2,495,753,347 2,495,753,347
Laba (rugi) per saham dasar yang diatribusikan kepada pemilik Entitas Induk 0.0003 (0.0045)
35 TRANSAKSI NON-KAS
Pada tahun 2023 dan 2022, transaksi non-cash yang penting adalah sebagai berikut:
a Reklasifikasi hutang bunga dari biaya yang masih harus dibayar ke wesel bayar tidak terjamin sebagaimana yang telah dijabarkan
dalam Catatan 18 dan 22
36 INFORMASI TAMBAHAN ARUS KAS
Berikut ini adalah ikhtisar pergerakan liabilitas keuangan sesuai dengan PSAK No. 2, laporan arus kas konsolidasian:
Saldo 1 Januari Pergerakan Lain-lain
Arus kas.Neto Saldo 31 Maret 2024
2024 valuta asing
Utang terjamin 931,547,148 (4,358,405) 927,188,743
Utang bank 95,846,330 835,064 96,681,394
Wesel bayar tidak terjamin 33,196,458 339,342 33,535,800
Pinjaman modal 22,445,000 - 22,445,000
Utang kredit pembiayaan - -
Pinjaman jangka pendek - -
1,083,034,936 - (3,184,000) - 1,079,850,936
Saldo 1 Januari Pergerakan Lain-lain Saldo 31 Desember
Arus kas.Neto
2023 valuta asing 2023
Utang terjamin 930,203,787 - 1,343,361 931,547,148
Utang bank 99,061,481 (3,215,151) 95,846,330
Wesel bayar tidak terjamin 31,883,604 - 1,312,854 33,196,458
Pinjaman modal 22,445,000 - 22,445,000
Utang kredit pembiayaan - - -
Pinjaman jangka pendek 582,170 (582,170) -
1,084,176,042 (3,797,321) 1,343,361 1,312,854 1,083,034,936
37 PENYELESAIAN ATAS KLAIM ASURANSI, BERSIH 2024 2023
US$ US$
Penerimaan klaim asuransi atas kerugian Persediaan yang rusak atau hilang - 580
- 580
71
Page 75
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
38 PENDAPATAN BERSIH
31 Maret 2023 31 Maret 2023
US$ US$
Lokal
Benang 23,993,888 32,766,006
Fibre 25,864,497 33,363,957
Chips 5,627,212 7,578,585
Fleece (Pemintalan) 351,509 706,750
55,837,106 74,415,298
Ekspor
Benang 6,438,891 10,688,189
Fibre 2,056,386 1,359,541
Chips 181,250 113,000
Fleece (Pemintalan) 36,656 43,891
8,713,183 12,204,620
Jumlah 64,550,289 86,619,918
Pada tahun 2023 dan 2022, total penjualan bersih fleece (pemintalan) masing-masing sebesar US$ 1.960.252 dan US$ 2.019.117
merupakan penjualan kepada pihak ketiga. Produk ini diproduksi oleh PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) berdasarkan sistem maklon.
Pada tahun 2023 dan 2022, tidak ada penjualan kepada pihak yang berelasi.
Pada tahun 2023 dan 2022, tidak terdapat penjualan kepada pihak ketiga yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan usaha
39 PENDAPATAN USAHA LAINNYA
31 Maret 2023 31 Maret 2023
US$ US$
Produk tidak standar dan lainnya - 520,973
Barang pembantu rusak 391,964 -
Jumlah 391,964 520,973
Pada tahun 2023 dan 2022, pendapatan usaha lainnya dari Fleece (Pemintalan) masing-masing sebesar US$ 94.896 dan US$ 21.211 yang
merupakan pendapatan usaha lain dari pihak ketiga. Produk ini diproduksi oleh PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) berdasarkan sistem
maklon.
Pada tahun 2023 dan 2022, tidak terdapat penjualan kepada pihak yang berelasi.
Pada tahun 2023 dan 2022, tidak terdapat pendapatan usaha lainnya yang diterima dari pihak ketiga yang melebihi 10% dari jumlah
pendapatan usaha.
72
Page 76
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
40 BEBAN POKOK PENJUALAN 31 Maret 2023 31 Maret 2023
US$ US$
Bahan baku dan bahan pembantu
Bahan baku yang digunakan 41,681,876 59,745,315
Bahan pembantu yang digunakan 6,007,921 9,445,255
Upah tenaga kerja langsung 2,864,461 3,017,709
Beban pabrikasi (Catatan 41) 8,544,215 11,408,461
Jumlah beban produksi 59,098,472 83,616,740
Persediaan barang dalam proses
Pada awal tahun 2,018,704 3,076,473
Pada akhir tahun (2,461,112) (3,556,518)
Beban pokok produksi 58,656,064 83,136,695
Persediaan barang jadi
Pada awal tahun 19,563,593 18,619,423
Pada akhir tahun (15,007,302) (17,703,300)
Penambahan nilai persediaan (Catatan 9) -
Hak pengembalian persediaan (540,062) (430,995)
Jumlah 62,672,293 83,621,823
Pada tahun 2024 dan 2023, bahan baku dan bahan pembantu yang digunakan mencakup bahan baku yang digunakan untuk produk fleece
(pemintalan) setelah dieliminasi dengan akun intercompany masing masing sebesar Nil dan US$ 732.966.
Pada tahun 2023 dan 2022, tidak ada pembelian dari pihak yang berelasi.
Pada tahun 2023 dan 2022, pembelian dari pihak ketiga yang melebihi 10% dari jumlah pembelian:
31 Maret 2024
US$ %
PT Ineos Aromatics Indonesia 26,911,517 45.93%
PT Mitsubishi Chemical Indonesia 7,678,089 13.11%
Kolmar Group AG 6,818,516 11.64%
2023
US$ %
PT Ineos Aromatics Indonesia 65,529,846 28.81%
PT Mitsubishi Chemical Indonesia 78,069,948 34.32%
Kolmar Group AG 37,774,936 16.61%
73
Page 77
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
41 BEBAN PABRIKASI
31 Maret 2024 31 Maret 2023
US$ US$
Listrik dan gas 6,476,149 8,500,751
Beban penyusutan aset tetap (Catatan 14) 1,214,131 1,061,743
Asuransi 327,516 408,980
Perbaikan dan pemeliharaan 202,593 424,313
Pengangkutan 145,841 357,319
Biaya proses (jasa maklon) 36,317 489,995
Sewa (Catatan 15) 68,122 117,577
Beban penyusutan hak pakai mesin dan perlengkapan (Catatan 15) 5,733 -
Beban penyusutan hak pakai bangunan dan prasarana (Catatan 15) - -
Lain-lain 67,814 47,782
Jumlah 8,544,215 11,408,461
Pada tahun 2023, biaya proses (jasa maklon) sebesar US$ 1.010.111 merupakan biaya proses yang dibayarkan kepada PT Texmaco Jaya
Tbk (dalam pailit) sebesar US$ 226.337 dan PT Multikarsa Investama sebesar US$ 783.774. Pada tahun 2022, biaya proses (jasa maklon)
sebesar US$ 1.940.347 merupakan biaya proses yang dibayarkan kepada PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) sebesar US$ 254.514 dan PT
Multikarsa Investama sebesar US$ 1.685.833 (Catatan 46).
42 BEBAN PENJUALAN
31 Maret 2024 31 Maret 2023
US$ US$
Pengangkutan 574,133 874,464
Beban ekspor 525,595 423,632
Beban administrasi penjualan 111,062 -
Klaim pelanggan 7,716 5,547
Pemasaran 13,030 353,197
Iklan dan promosi 272 5,043
Jumlah 1,231,808 1,661,882
43 BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
31 Maret 2024 31 Maret 2023
US$ US$
Gaji, upah dan tunjangan 2,417,224 2,638,657
Imbalan paska kerja (Catatan 28) - -
Jasa profesional 73,694 143,723
Sewa (Catatan 15) 211,840 259,054
Perjalanan bisnis 96,630 102,435
Beban Pajak 89 85,059
Komunikasi 47,860 54,671
Beban keamanan 32,374 47,053
Sumbangan dan tanggung jawab sosial perusahaan 50,185 44,595
Beban Landscaping 45,125
Penyusutan hak pakai kendaraan dan perlengkapan kantor (Catatan 15) 17,777 16,433
Amortisasi aset tidak berwujud (Catatan 16) 1,577 1,577
Perbaikan dan pemeliharaan 37,594 23,287
Beban legalisasi 18,040 28,382
Beban pelatihan 6,448 2,158
Alat tulis dan fotokopi 140,818 25,007
Perjamuan dan representasi 18,061 19,840
Beban penyusutan aset tetap (Catatan 14) 55,580 61,368
Listrik dan air 11,906 10,765
Asuransi 133,401 127,441
Lain-lain - 194,462
Jumlah 3,416,224 3,885,966
74
Page 78
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
44 BEBAN KEUANGAN, BERSIH
31 Maret 2024 31 Maret 2023
US$ US$
Beban keuangan:
Beban bunga dari pinjaman modal (Catatan 23) 1,130,597 1,115,843
Beban bunga dari wesel bayar tidak terjamin (Catatan 22)
Beban bunga dari utang kredit pembiayaan (Catatan 24) 8,005
Bunga atas hak pakai aset (Catatan 15)
Jumlah beban bunga 1,130,597 1,123,848
Administrasi bank 142,600 691,896
Jumlah beban keuangan 1,273,198 1,815,744
Penghasilan keuangan:
Pendapatan bunga dari jasa giro dan deposito Berjangka (1,451) (14,609)
Jumlah 1,271,747 1,801,135
45 PENDAPATAN LAIN-LAIN, BERSIH
31 Maret 2024 31 Maret 2023
US$ US$
Amortisasi atas pendapatan ditangguhkan (Catatan 26) 3,141 (3,141)
Penyisihan piutang atas kerugian kredit ekspektasian dari piutang usaha - (6,478)
Penghapusan piutang (877)
Lain-lain 7,094 278,046
Jumlah 9,358 268,427
46 TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK BERELASI
Perusahaan dikendalikan oleh Damiano Investments B.V., (berdomisili di Belanda) yang memiliki 1.443.805.382 saham Perusahaan
(57,85%). Induk utama Perusahaan adalah ADM Capital dan Spinnaker Capital Company, yang masing-masing berdomisili di Hong Kong
dan Inggris.
Nama pihak-pihak yang berelasi Sifat relasi Sifat Transaksi
Damiano Investments B.V., Belanda Pemegang saham Pinjaman, pemegang saham
PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit ) Perusahaan afiliasi Pinjaman, maklon
Kyoa Investment Limited Pemegang saham Pinjaman, pemegang saham
PT Pacific Poly Perusahaan afiliasi Rental
Bapak Agus Tjahajana Wirakusumah Komisaris Independen Kompensasi dan renumerasi
Ibu Sumiyati Komisaris Independen Kompensasi dan renumerasi
Bapak Vasudevan Ravi Shankar Direktur Utama Kompensasi dan renumerasi
Bapak Seeniappa Jegatheesan Direktur Kompensasi dan renumerasi
Bapak Peter Vinzez Merkle Direktur Kompensasi dan renumerasi
Bapak Deddy Sutrisno Direktur Kompensasi dan renumerasi
Bapak Antonius Widyatma Sumarlin Direktur Kompensasi dan renumerasi
75
Page 79
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Transaksi dengan pihak yang berelasi
Dalam kegiatan normal usahanya, Perusahaan dan Entitas Anak melakukan bisnis dan transaksi keuangan tertentu dengan pihak-pihak
berelasi. Transaksi ini dilakukan pada harga dan kondisi normal seperti yang dilakukan kepada pihak yang tidak berelasi. Transaksi tersebut
meliputi antara lain:
Persentase terhadap Total Aset /
Liablitas/ Beban
2024 2023
US$ US$
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya 1,041,436 1,184,989
Percentage 0.09 0.10
Biaya yang masih harus dibayar 21,958,776 21,239,134
Percentage 1.89 1.80
Utang bank 96,681,394 95,846,330
Percentage 8.32 8.12
Utang terjamin (bonds) 682,526,000 682,526,000
Percentage 58.72 57.87
Pinjaman modal 22,445,000 22,445,000
Percentage 1.93 1.90
Biaya manufaktur yang dibayarkan kepada pihak berelasi pada tahun-tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022
masing-masing sebesar 0,55% dan 0,51% (Catatan 41).
Rincian atas biaya proses (jasa maklon) dan biaya sewa kepada pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
2024 2023
US$ US$
PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) 36,317 226,337
• Kompensasi manajemen kunci
Personel manajemen kunci Perusahaan adalah Dewan Komisaris dan Dewan Direksi seperti yang telah diungkapkan pada Catatan 1d.
Imbalan berupa gaji yang diberikan kepada Komisaris dan Direktur Perusahaan untuk tahun tahun yang berakhir pada tanggal 31
Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing masing sebesar Rp 3.927.690.884 dan Rp 16.872.204.261. Tidak ada imbalan berupa
manfaat pensiun, uang jasa karyawan dan manfaat khusus lainnya yang diberikan selama tahun 2024 dan 2023.
47 PERJANJIAN PENTING
Perjanjian Maklon dengan PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit)
Pada tanggal 1 April 2008, Perusahaan mengadakan perjanjian sewa dan maklon dengan PT Texmaco Jaya Tbk untuk periode 12 bulan dan
dapat diperbaharui. Perjanjian ini dibuat karena PT Texmaco Jaya Tbk tidak mempunyai modal kerja yang cukup untuk melayani
permintaan dari para pelanggannya. Berdasarkan perjanjian ini, Perusahaan harus membayar biaya yang terdiri dari biaya maklon, sewa
gedung dan sewa mesin kepada PT Texmaco Jaya Tbk setiap bulannya. Biaya maklon diperhitungkan berdasarkan hasil produksi.
Pada tanggal 3 Agustus 2009, Perusahaan mengadakan pembaharuan perjanjian maklon dengan PT Texmaco Jaya Tbk untuk periode tiga
(3) bulan dan dapat diperbaharui. Berdasarkan perjanjian ini, Perusahaan harus membayar biaya maklon sebesar US$ 1,20 per yard dengan
hasil produksi minimum sebesar 100.000 yards kepada PT Texmaco Jaya Tbk setiap bulannya. Pada tanggal 23 Oktober 2009, Perusahaan
setuju untuk memperpanjang perjanjian maklon untuk periode tujuh (7) bulan dari tanggal 1 November 2009 sampai dengan 30 Juni 2010.
76
Page 80
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Pada tanggal 15 Juli 2010, Perusahaan mengadakan pembaharuan perjanjian maklon dengan PT Texmaco Jaya Tbk untuk perpanjangan
periode selama lima belas (15) bulan yang dimulai dari tanggal 1 Juli 2010 sampai dengan 30 September 2011 dan dapat diperbaharui.
Berdasarkan perjanjian ini, Perusahaan harus membayar biaya maklon sebesar US$ 1,20 per yard untuk periode tanggal 1 Juli 2010 sampai
dengan 30 September 2010 dan US$ 0,75 per yard untuk periode dari tanggal 1 Oktober 2010 sampai dengan 30 September 2011.
Pada tanggal 10 Januari 2011, Perusahaan mengadakan pembaharuan perjanjian maklon dengan PT Texmaco Jaya Tbk untuk perpanjangan
periode selama lima (5) tahun yang dimulai dari tanggal 1 Januari 2011 sampai dengan 30 Desember 2016 dan dapat diperbaharui untuk
periode tiga (3) tahun kemudian. Berdasarkan perjanjian ini, Perusahaan harus membayar biaya maklon sebesar US$ 0,30 per kgs dan
minimal sebesar US$ 50.000 setiap bulannya.
Selanjutnya, berdasarkan amandemen perjanjian tolling dengan PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit) tanggal 23 Maret 2012, Perusahaan
setuju untuk membayar tolling fee sebesar US$ 0,30 per kg dengan biaya minimum sebesar US$ 64.000 per bulan. Efektif pada bulan Juli
2023, biaya tolling akan menjadi minimal Rp 150.000.000 per bulan sesuai dengan perjanjian amandemen No. 016/APF/VII/2023 tanggal
3 Juli 2023.
Berdasarkan perjanjian sewa tanah tanggal 15 Juni 2009 antara Perusahaan dengan PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit), Perusahaan setuju
untuk menyewa tanah tersebut untuk pemasangan pipa gas sepanjang 950 meter, pipa air sepanjang 1.500 meter, fasilitas pompa air
sepanjang 800 meter dan kabel listrik sepanjang 1.000 meter. Perjanjian ini berlaku selama tiga puluh (30) tahun terhitung sejak tanggal 1
Januari 2010 sampai dengan tanggal 31 Desember 2040. Sebagai konsekuensinya, Perusahaan harus membayar biaya sewa sebesar Rp
100.000.000 per bulan.
Perjanjian sewa gudang dengan PT Texmaco Taman Synthetics
Berdasarkan perjanjian sewa tanggal 1 Agustus 2011 antara Perusahaan dengan PT Texmaco Taman Synthetics, Perusahaan setuju untuk
menyewa gudang guna menempatkan peralatan laboratorium selama lima (5) tahun. Berdasarkan perjanjian terakhir tanggal 31 Januari
2022, Perusahaan setuju untuk memperpanjang sewa gudang dari tanggal 1 Februari 2022 sampai dengan tanggal 31 Juli 2022. Lebih
lanjut, berdasarkan amandemen 1, perusahaan setuju untuk memperpanjang sewa dari tanggal 1 Agustus 2022 sampai dengan 31 Januari
2023 dengan membayar biaya sewa dengan total sebesar Rp 200.000.000. Pada tanggal 26 Januari 2023, Perusahaan setuju untuk
memperpanjang sewa dari tanggal 1 Februari 2023 sampai dengan tanggal 31 Juli 2023.
Perjanjian Gas Turbin dengan PT Wismakarya Prasetya
Berdasarkan pada surat korespondensi tertanggal 27 Maret 2013, Perusahaan setuju untuk membayar biaya tambahan masing-masing
sebesar US$ 250.000 per bulan selama 6 (enam) bulan. Perusahaan telah membayar sejumlah US$ 250.000 per bulan untuk periode 3 (tiga)
bulan, yang dimulai pada bulan April 2013 sampai dengan Juni 2013. PT Wismakarya Prasetya (WKP), yang menyediakan 100%
kebutuhan energi pada fasilitas Perusahaan di Karawang telah dinyatakan pailit, berdasarkan pada klaim hutang yang diajukan oleh
krediturnya, oleh Mahkamah Agung Jakarta dalam Putusan No. 440k/Pdt.sus.PAILIT/2013 tanggal 22 Oktober 2013, yang terhitung efektif
pada tanggal 22 Oktober 2013. Bagaimanapun, Pengadilan telah memutuskan untuk menjaga kelangsungan usaha dari WKP akibat adanya
faktor dalam penyediaan kebutuhan energi bagi fasilitas Perusahaan di Karawang melalui Keputusan No.440K/PDT.SUS/PAILIT/2013 j.o.
No: 05/Pdt.sus/PKPU/2013/PN. Niaga.Jkt.Pst. pada tanggal 13 Februari 2014.
Berdasarkan perjanjian penyediaan atas peralatan listrik dan uap tanggal 16 April 2014 antara Perusahaan dan PT Wismakarya Prasetya
(dalam pailit). Perusahaan setuju untuk menyewa peralatan selama 5 (lima) tahun yang terhitung sejak 1 Januari 2014 sampai dengan 31
Desember 2018. Peralatan disini terdiri dari 4 (empat) buah gas turbine “Cogen Mitsubishi with capacity 12.50 MW + HRSG” dan 1 buah
gas turbine “ABB/Siemens with capacity 20 MW + HRSG”. Sebagai konsekuensinya, Perusahaan harus membayar biaya sewa sebesar US$
40.800 per bulan. Pada tanggal 5 November 2014, 1 buah gas turbine “ABB/Siemens with capacity 20 MW telah dibeli oleh Perusahaan
pada proses lelang dari Kurator melalui fasilitas Fourth Loan dari Damiano Investments B.V., Belanda.
Kemudian, berdasarkan pembaharuan perjanjian tanggal 24 Nopember 2014 antara Perusahaan dan PT Wismakarya Prasetya (dalam pailit),
biaya sewa telah diubah dari US$ 40.800 menjadi US$ 30.600 per bulan. yang merupakan biaya sewa untuk untuk 4 (empat) buah gas
turbine. Perjanjian ini berlaku untuk periode 4 (empat) tahun yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2015 sampai dengan 31 Desember 2018.
77
Page 81
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Berdasarkan pembaharuan perjanjian tanggal 18 Desember 2015 antara Perusahaan dan PT Wismakarya Prasetya (dalam pailit), biaya sewa
telah diubah dari US$ 30.600 menjadi Rp 210.375.000 per bulan, yang merupakan biaya sewa untuk untuk 2 (dua) buah gas turbine.
Perjanjian ini berlaku untuk periode 3 (tiga) tahun yang dimulai pada tanggal 1 Januari 2016 sampai dengan 31 Desember 2018. Lebih
lanjut, berdasarkan pembaharuan perjanjian tanggal 21 Desember 2021 antara Perusahaan dan PT Wismakarya Prasetya (dalam pailit),
masa sewa gas turbine diperpanjang untuk jangka waktu dari 1 Januari 2022 sampai dengan tanggal 31 Desember 2024. Beban sewa telah
diubah dari 210.375.000 menjadi Rp 105.000.000 setiap bulannya untuk sewa 2 (dua) buah turbin.
Perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT Wismakarya Prasetya untuk menyewa 53 unit rumah. Sesuai dengan amandemen perjanjian
tanggal 29 Desember 2017, perjanjian ini akan berlaku untuk 1 (satu) tahun. Berdasarkan perjanjian perpanjangan tanggal 22 Desember
2023, jangka waktu sewa diperpanjang dari tanggal 1 Januari 2024 sampai dengan 31 Desember 2024. Oleh karena itu, Perusahaan harus
membayar beban sewa sebesar Rp 123.000.000 per bulan.
Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)
Berdasarkan perjanjian tanggal 17 Oktober 2016 antara Perusahaan dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) (“PLN”), PLN setuju
untuk memberikan layanan jasa listrik Premium Bronze kepada Perusahaan. Dalam perjanjian ini. PLN akan menyalurkan tenaga listrik
tegangan tinggi 150kV ke instalasi listrik milik Perusahaan yang berlokasi di Kendal, Jawa Tengah. Layanan ini akan efektif mulai bulan
November 2016 dan atas jasa ini maka Perusahaan akan dikenakan penyesuaian uang jaminan langganan sebesar Rp 18.917.000.000 dan
akan dibayarkan secara cicilan selama 60 bulan.
Perjanjian Sewa dengan PT Pacific Poly
Perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT Pacific Poly untuk penggunaan mesin, tanah, dan bangunan (fasilitas) melalui sewa.
Berdasarkan amandemen atas perjanjian sewa tanggal 1 Januari 2016, besarnya nilai sewa telah direvisi menjadi US$ 50.000 per kuartal.
Perjanjian sewa ini berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2018. Berdasarkan pembaharuan perjanjian tanggal 4 Desember 2018,
para pihak setuju untuk memperpanjang masa sewa sampai dengan 31 Desember 2020. Selanjutnya, berdasarkan Perjanjian Perubahan
Keempat tanggal 6 Desember 2023, para pihak sepakat untuk memperpanjang jangka waktu sewa sampai dengan tanggal 31 Desember
2027.
48 KONTINJENSI
• Efektif tanggal 19 Agustus 2011, Entitas Anak (PT Texmaco Jaya Tbk) menjadi berada dibawah pengendalian Pengadilan, dan
menyebabkan Perusahaan kehilangan pengendaliannya. Pengadilan juga sudah menetapkan Hakim Pengawas dan tim kurator untuk
menjaga aset pailit dan memonitor operasional dan arus kas Entitas Anak tersebut. Liabilitas bersih Entitas Anak pada tanggal
tersebut adalah sebesar Rp 656.593.951.279. PT Asia Pacific Fibers Tbk yang merupakan Entitas Induk tidak ada liabilitas atas utang
kreditur dari Entitas Anak tersebut.
• Berdasarkan surat koresponden dengan PT Bina Prima Perdana tanggal 8 Agustus 2011, PT Bina Prima Perdana mengajukan klaim
terhadap Perusahaan selaku pemberi garansi atas beberapa pinjaman yang diberikannya kepada Entitas Anak dari Bank Dharmala dan
Bank Arya. Namun, manajemen Perusahaan menyatakan bahwa garansi (promisory note) tersebut tidak pernah didaftarkan oleh PT
Bina Prima Perdana selama proses verifikasi utang yang dilakukan oleh kurator PT Asia Pacific Fibers Tbk (dahulu PT Polysindo Eka
Perkasa Tbk) dalam proses pailit pada tahun 2005 dan sebagai konsekuensinya, klaim dari PT Bina Prima Perdana tersebut adalah
tidak sah. Disamping itu, proses restrukturisasi utang tidak terjamin PT Asia Pacific Fibers Tbk telah selesai dilakukan.
• Sertifikat tanah Perusahaan dengan HGB No. 13 dan HGB No. 14 yang berlokasi di Kiara Payung, Kecamatan Klari, Karawang
dijaminkan kepada PT Bina Prima Perdana sehubungan dengan utang terjamin milik PT Texmaco Jaya Tbk (dalam pailit). PT Bina
Prima Perdana telah mengajukan klaim kepada Perusahaan melalui suratnya tertanggal 21 Februari 2013 sebesar Rp 19 miliar untuk
membebaskan jaminan tersebut. Hal ini sedang dalam proses diskusi dengan PT Bina Prima Perdana (Catatan 21).
• Kementerian Keuangan Republik Indonesia telah membentuk Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana Bantuan Likuiditas
Bank Indonesia (SATGAS BLBI) pada 6 April 2021 melalui Kepres No. 6 tahun 2021, yang akan bertugas sampai dengan 31
Desember 2023, untuk melakukan penyelesaian dari para debitur termasuk penyelesaian dari Perusahaan Texmaco sesuai dengan
Master Restructuring Agreement dimana di dalamnya termasuk PT Asia Pacific Fibers Tbk. Pada tanggal 20 Januari 2022 Satgas
BLBI telah melakukan penyitaan terhadap aset yang menjadi jaminan yaitu tanah yang ada di Nolokerto dan Sumberejo Kaliwungu,
Kendal, Jawa Tengah dan sebagian tanah yang ada di Kiara Payung, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Namun
demikian karena Perusahaan masih beroperasi dan masih mempekerjakan karyawan kunci yang telah berpengalaman serta merupakan
produsen bahan baku untuk industri tekstil nasional maka Satgas BLBI lebih memilih untuk penyelesaian dengan restrukturisasi
hutang Perusahaan.
• Dalam beberapa kali pembahasan dengan Satgas BLBI, manajemen Perusahaan menyampaikan permohonan Restrukturisasi yang
hingga saat ini masih dalam diskusi intens dengan Perusahaan.
• Perusahaan berharap permohonan Restrukturisasi Perusahaan dapat segera diselesaikan sehingga kedepan akan ada solusi dalam
mencari pendanaan untuk memenuhi kebutuhan modal kerja bagi Perusahaan.
78
Page 82
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
49 INFORMASI SEGMEN
Dewan Direksi adalah pengambil keputusan operasional Perusahaan. Manajemen telah menentukan segmen operasi berdasarkan informasi
yang ditelaah oleh Dewan Direksi dan ditujukan untuk mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja Perusahaan.
Perusahaan dikelola dan dikelompokkan ke dalam segmen usaha yang terdiri dari pabrik-pabrik yang terletak di lokasi sebagai berikut:
Tahun yang berakhir 31 Maret 2024 Tahun yang berakhir 31 Maret 2023
Semarang Karawang Semarang Karawang
Penjualan 30,737,242 34,205,012 44,228,965 131,369,856
Beban pokok penjualan (28,268,401) (34,403,892) (50,641,924) (48,953,211)
Laba (rugi) kotor 2,468,841 (198,880) (6,412,959) 82,416,645
Beban-beban 459,809 (2,235,845.76) 4,374,193 2,656,882
Laba (Rugi) bersih 2,928,650 (2,434,726) (2,038,766) 85,073,528
Aset segmen 69,206,290 101,904,779 122,136,309 106,941,934
Liabilitas segmen 1,044,470,754 116,785,255 1,060,015,492 124,214,182
Dewan Direksi mempertimbangkan bisnis baik dari perspektif geografis maupun dari perspektif produk. Secara geografis, manajemen
mempertimbangkan kinerja di Indonesia, Asia, Amerika, Eropa, Australia dan Afrika. Namun dari perspektif produk, manajemen secara
terpisah mempertimbangkan segmen bisnis sebagai berikut:
1 Industri kimia dan benang sintetis
2 Pertenunan dan perajutan
Walaupun segmen pertenunan dan perajutan tidak memenuhi batas kuantitatif yang diisyaratkan PSAK No. 5 sebagai segmen yang dapat
dilaporkan, manajemen menyimpulkan bahwa segmen ini harus dilaporkan, karena dimonitor secara ketat oleh Dewan Direksi sebagai
segmen yang memiliki potensi pertumbuhan dan diharapkan akan berkontribusi secara signifikan terhadap pertumbuhan pendapatan
Perusahaan di masa yang akan datang.
31 Maret 2024 Industri kimia dan Pertenunan dan Lain-lain Eliminas Jumlah
dan benang sintetis Perajutan
PENJUALAN SEGMEN:
Penjualan eksternal
Lokal 55,877,322 - - - 55,877,322
Ekspor
Eropa 3,476,021 - - - 3,476,021
Amerika 2,113,834 20,935 - - 2,134,769
Asia 1,218,051 367,470 - - 1,585,521
Afrika 1,342,645 - - - 1,342,645
Australia 525,975 - - - 525,975
Jumlah Penjualan 64,553,848.94 388,404.54 - - 64,942,253
Penjualan antar Inter Unit 18,640,853 - (18,640,853) -
Jumlah penjualan segmen 83,194,701.53 388,404.54 - (18,640,853) 64,942,253
Hasil segmen (615,169) 33,103 - - (582,066)
Beban yang tidak dapat dialokasikan (1,776,036)
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan (615,168.78) 33,102.69 - - (2,358,103)
Beban pajak 193,704
Jumlah rugi bersih tahun berjalan (2,164,398)
Pendapatan komprehensif lain, setelah pajak -
Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan (2,164,398)
79
Page 83
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Industri kimia dan Pertenunan dan Lain-lain Eliminas Jumlah
dan benang sintetis Perajutan
LAPORAN POSISI KEUANGAN:
Aset segmen 211,124,648 (1,622,485) (1,791,493) 207,710,669
Liabilitas segmen 1,160,360,286 895,722 940,462 1,162,196,471
INFORMASI LAINNYA:
Pengeluaran modal 1,995 - 1,995
Beban Penyusutan 681,946 35,354 717,300
31 Maret 2023 Industri kimia dan Pertenunan dan Lain-lain Eliminas Jumlah
dan benang sintetis Perajutan
PENJUALAN SEGMEN:
Penjualan eksternal
Lokal 74,208,689 727,581 74,936,271
Ekspor
Eropa 2,685,136 2,685,136
Amerika 2,547,662 15,345 2,563,007
Asia 1,074,464 1,074,464
Afrika 5,722,309 28,546 5,750,854
Australia 131,159 131,159
Jumlah Penjualan 86,369,419 771,472 - - 87,140,891
Penjualan antar Inter Unit 26,570,434 13,691 (26,584,126) -
Jumlah penjualan segmen 112,939,853 785,163 - (26,584,126) 87,140,891
Hasil segmen 3,143,291 39,090 3,182,381
Beban yang tidak dapat dialokasikan (12,603,417) (347,395) (12,950,812)
Laba (rugi) sebelum pajak penghasilan (9,460,126) (308,305) - - (9,768,431)
Beban pajak (1,249,376)
Jumlah rugi bersih tahun berjalan (11,017,807)
Pendapatan komprehensif lain, setelah pajak
Jumlah rugi komprehensif tahun berjalan (11,017,807)
Industri kimia dan Pertenunan dan Lain-lain Eliminas Jumlah
dan benang sintetis Perajutan
LAPORAN POSISI KEUANGAN:
Aset segmen 233,905,623 5,786,887 (10,614,268) 229,078,243
Liabilitas segmen 1,190,146,863 904,552 (6,821,742) 1,184,229,673
INFORMASI LAINNYA:
Pengeluaran modal 57,441 57,441
Beban Penyusutan 1,082,580 40,532 1,123,111
Tabel berikut ini menunjukkan bahwa nilai tercatat dari segmen aset tidak lancar dan penambahan aset tetap berdasarkan area geografis
dimana aset tersebut ditempatkan adalah sebagai berikut:
Nilai Tercatat dari Aset Tidak Tetap Penambahan Aset Tetap dan Aset
31 Maret Tidak Berwujud 31 Maret
US$ 2024 US$ 2023 US$ 2024 US$ 2023
Indonesia 67,380,498 71,079,554 - 57,441
80
Page 84
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
50 ASET DAN LIABILITAS MONETER BERSIH DALAM MATA UANG ASING
Perusahaan dan Anak Perusahaan memiliki aset dan liabilitas dalam mata uang asing sebagai berikut:
2024 2023
Mata uang Asing Setara dalam US$ Mata uang Asing Setara dalam US$
Aset:
Kas dan setara kas IDR 65,210,383,661 4,113,441 33,056,338,560 2,144,288
EUR 298,868 323,525 1,751 1,947
SGD 1,845 1,369 2,541 1,930
Piutang usaha Pihak ketiga IDR 320,437,789,374 20,213,069 143,497,668,428 9,308,359
EUR 291,597 315,655
Piutang lain-lain IDR 515,709,726,102 32,530,734 519,930,862,348 33,726,703
Aset keuangan lancar lainnya IDR 16,788,563,527 1,059,015 12,947,019,688 839,843
Piutang non-usaha IDR 653,500,607,024 41,222,520 635,310,533,424 41,211,114
Aset keuangan tidak lancar lainnya IDR 4,534,861,621 286,057 4,409,854,712 286,057
Jumlah aset 100,065,385.50 87,520,241
Liabilitas:
Utang Usaha Pihak ketiga IDR 43,938,296,868 2,771,608 100,090,534,430 6,492,640
EUR 24,403 26,416 106,658 117,528
SGD 9,972 7,401 10,967 8,332
YEN 2,524,392 16,641 2,467,617 17,535
GBP 5,926 7,485 48,248 61,844
Biaya yang masih harus dibayar IDR 411,502,858,460 25,957,412 437,613,145,657 28,386,945
Pinjaman jangka pendek IDR - - - -
Utang terjamin IDR 1,341,051,955,403 ############## 86,990,916
EUR 14,262,806 14,262,806 15,857,398
YEN 3,001,711,400 3,001,711,400 21,330,357
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya IDR 72,481,781,898 4,572,118 49,433,396,517 3,206,629
Utang kredit pembiayaan IDR - - - -
Imbalan pasca kerja jangka panjang IDR 149,520,510,928 9,699,047 149,520,510,928 9,699,047
Jumlah liabilitas 43,058,127.84 172,169,171
Liabilitas bersih 143,123,513.34 (84,648,930)
Aset dan liabilitas moneter diatas dijabarkan menggunakan kurs penutup Bank Indonesia per 31 Maret 2024 dan 2023.
51 MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Perusahaan dan Entitas Anak memiliki beragam eksposur risiko yang berasal dari pengunaan instrumen keuangan diantaranya:
• Risiko Kredit
• Risiko Likuiditas
• Risiko Pasar
81
Page 85
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Catatan ini menyajikan informasi tentang eksposur Perusahaan dan Entitas Anak terhadap setiap risiko diatas, tujuan, kebijakan dan proses
Perusahaan dan Entitas Anak dalam mengukur dan mengelola risiko, serta manajemen modal atas Perusahaan dan Entitas Anak. Tujuan
utama Perusahaan dan Entitas Anak dalam melakukan instrumen keuangan adalah untuk membiayai operasional dan belanja modal.
Perusahaan dan Entitas Anak tidak aktif terlibat dalam perdagangan aset keuangan untuk tujuan spekulasi atau opsi. Dewan Direksi secara
keseluruhan bertanggung jawab untuk membentuk dan mengawasi kerangka kerja dari manajemen risiko atas Perusahaan dan Entitas Anak.
Dewan Direksi juga bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memonitor kebijakan serta manajemen risiko dari Perusahaan dan
Entitas Anak.
Kebijakan manajemen risiko Perusahaan dan Entitas Anak dibentuk untuk mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang dihadapi oleh
Perusahaan dan Entitas Anak, untuk menetapkan batas risiko dan pengendalian yang tepat, serta memonitor risiko dan kepatuhan terhadap
batas yang telah ditentukan. Kebijakan dari sistem dan manajemen risiko ditelaah secara berkala untuk mencerminkan setiap perubahan
dalam kondisi pasar dan setiap kegiatan Perusahaan dan Entitas Anak. Semua risiko yang dihadapi oleh Perusahaan dan Entitas Anak
tergabung dalam anggaran operasional secara tahunan. Mitigasi dari strategi dan prosedur juga dirancang untuk mengatasi risiko yang pasti
terjadi sehingga tidak mempengaruhi operasional dan hasil yang diperkirakan dari Perusahaan dan Entitas Anak. Perusahaan dan Entitas
Anak, melalui pelatihan dan kebijakan serta prosedur manajemen memiliki tujuan untuk mengembangkan lingkungan pengendalian secara
disiplin dan konstruktif dimana semua karyawan akan memahami peran dan kewajibannya.
Dewan Direksi melakukan pengawasan atas fungsi pelaporan keuangan, khususnya di bidang pengelolaan kredit, likuiditas, pasar dan risiko
lainnya terhadap Perusahaan. Dewan Direksi juga melakukan penelaahan atas pengendalian dan prosedur manajemen risiko serta
memastikan integritas dari kegiatan pengendalian internal yang akan mempengaruhi sistem pelaporan keuangan dari Perusahaan.
a Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko dimana Perusahaan dan Entitas Anak akan mengalami kerugian yang timbul jika pelanggan atau rekanan
gagal dalam memenuhi kewajiban kontraktualnya. Informasi keuangan Perusahaan dan Entitas Anak serta eksposur maksimal atas
risiko kredit pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022, tanpa mempertimbangkan adanya efek agunan dan teknik risiko mitigasi
lainnya. adalah seperti yang disajikan dibawah ini:
2024 2023
US$ US$
Kas dan setara kas 6,240,553 3,867,904
Piutang usaha, bersih 25,485,269 26,463,240
Piutang lain-lain, bersih 1,206,836 1,195,969
Aset keuangan lancar lainnya 2,952,489 2,962,175
Piutang non-usaha 35,670,579 35,659,173
Jumlah aset keuangan 71,555,726 70,148,461
(a) Kas dan Setara Kas
Manajemen mengevaluasi kondisi keuangan dari industri perbankan dan deposito/investasi bank terhadap reputasi bank
tersebut. Untuk bank, hanya dengan peringkat kredit dari penilai independen dengan minimum ”A” yang dapat diterima.
Kualitas kredit dapat dinilai dengan mengacu pada peringkat kredit eksternal sebagai berikut:
2023
US$
Dengan pihak yang memiliki peringkat kredit eksternal:
- Fitch:
F1+ 1,102,483
F3 1,391,033
- Pefindo:
idAAA 76,401
idAA+ 1,224,523
3,794,440
Dengan pihak yang tidak memiliki peringkat kredit eksternal: 73,464
Jumlah kas dan setara kas 3,867,904
82
Page 86
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Perusahaan memiliki jenis aset keuangan berikut yang menjadi subjek kerugian pada kredit yang diharapkan:
• Piutang usaha untuk penjualan persediaan;
• Piutang lainnya, dan
• Aset keuangan lancar lainnya
• Piutang non-usaha
• Aset kuangan tidak lancar lainnya.
Sementara kas dan setara kas serta piutang lain-lain dari pihak berelasi juga termasuk subjek dari penurunan nilai PSAK No.
71, kerugian penurunan nilai yang teridentifikasi tidak material.
(b) Piutang Usaha
Perusahaan menerapkan pendekatan sederhana PSAK 71 untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian yang menggunakan
penyisihan kerugian ekspektasian sepanjang umurnya untuk semua piutang usaha dan aset kontrak.
Untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian, piutang usaha dan aset kontrak telah dikelompokkan berdasarkan karakteristik
risiko kredit bersama dan hari jatuh tempo. Aset kontrak terkait dengan pekerjaan yang belum tertagih dan secara substansial
memiliki karakteristik risiko yang sama dengan piutang usaha untuk jenis kontrak yang sama. Oleh karena itu, Perusahaan
menyimpulkan bahwa tingkat kerugian yang diharapkan untuk piutang usaha adalah perkiraan yang wajar dari tingkat kerugian
untuk aset kontrak.
Tingkat kerugian yang diharapkan didasarkan pada profil pengumpulan penjualan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31
Desember 2022 dan 31 Desember 2021 masing-masing dan kerugian kredit historis terkait yang dialami dalam periode ini.
Tingkat kerugian historis disesuaikan untuk mencerminkan arus dan informasi berwawasan ke depan mengenai faktor
makroekonomi yang mempengaruhi kemampuan pelanggan dalam melunasi piutang. Perusahaan telah mengidentifikasi PDB
Indonesia di mana ia menjual barang-barangnya sebagai faktor yang paling relevan, dan karenanya menyesuaikan tingkat
kerugian historis berdasarkan perubahan yang diharapkan pada faktor-faktor ini.
Atas dasar itu, penyisihan kerugian pada tanggal 31 Desember 2023 dan 31 Desember 2022 (dengan penerapan PSAK 71)
ditetapkan sebagai berikut untuk piutang usaha dan aset keuangan tidak lancar lainnya:
31 Desember 2023
Cadangan untuk (pemulihan
Tingkat kerugian
dari) kerugian kredit
ekspektasian
ekspektasian
Piutang usaha
Lancar 2.81% 24,329
1-30 hari 8.20% 4,193
31-90 hari 11.01% 44,138
91-180 hari 18.30% 207,282
Lebih dari 180 hari 100.00% 1,617,531
Jumlah 1,897,473
c) Aset keuangan tidak lancar lainnya
Cadangan untuk (pemulihan
Tingkat kerugian
dari) kerugian kredit
ekspektasian
ekspektasian
Aset keuangan tidak lancar lainnya
Lancar 0%
1-30 hari 0%
31-90 hari 0%
91-180 hari 0%
Lebih dari 180 hari 100% 989,205
Jumlah 989,205
Piutang usaha dan aset kontrak dihapuskan jika tidak ada ekspektasi pemulihan yang wajar. Indikator bahwa tidak ada
ekspektasi pemulihan yang wajar mencakup, antara lain, kegagalan debitur untuk terlibat dalam rencana pembayaran kembali
dengan Perusahaan, dan kegagalan melakukan pembayaran kontraktual untuk jangka waktu lebih dari 365 hari lewat jatuh
tempo.
83
Page 87
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Kerugian penurunan nilai piutang usaha dan aset kontrak disajikan sebagai kerugian penurunan nilai bersih dalam laba operasi.
Pemulihan selanjutnya dari jumlah yang dihapuskan sebelumnya dikreditkan ke item baris yang sama
Mayoritas risiko kredit Perusahaan adalah dari piutang yang dapat diatribusikan kepada aktivitas yang dipengaruhi oleh
karakteristik individual untuk setiap pelanggan dan uang muka tanpa bunga yang diterima oleh Perusahaan dan Entitas Anak
dengan aktivitas operasional yang serupa. Demografi dari pelanggan Perusahaan mencakup risiko kegagalan dalam industri dan
wilayah dimana pelanggan beroperasi, yang memiliki pengaruh terhadap risiko kredit.
Sehubungan dengan piutang usaha, Perusahaan tidak memiliki eksposur yang signifikan terhadap risiko kredit dari para
pelanggan baik, secara individual maupun secara Perusahaan. Piutang usaha terdiri dari banyak pelanggan. Berdasarkan
informasi historis, tingkat kegagalan dalam pelunasan piutang dari para pelanggan adalah kecil karena pembayaran dari
pelanggan biasanya diterima oleh Perusahaan dalam batas waktu kredit. Lagipula, beberapa penjualan ekspor dilakukan dengan
penerimaan uang muka terlebih dahulu dari pelanggan (prefinance). Dengan demikian, manajemen berpendapat bahwa kualitas
kredit atas saldo piutang usaha tidak diperlukan adanya penurunan nilai.
Dewan Direksi telah menetapkan kebijakan kredit untuk setiap jumlah uang muka yang diterima dari setiap pelanggan/rekanan
baru dengan menganalisa secara individual untuk setiap kreditnya seperti yang dinyatakan dalam persyaratan kondisi dalam
kebijakan kredit yang telah ditentukan.
Penelaahan yang dilakukan oleh Perusahaan mencakup persyaratan untuk memperbaharui dokumen aplikasi kredit, verifikasi
kredit atas tidak adanya catatan yang negatif dan daftar rekening yang di-blacklisted, serta menganalisa kinerja keuangan untuk
memastikan kapasitas kredit telah memadai. Status dari masing-masing akun pada awalnya akan diperika sebelum jumlah uang
muka ditetapkan
Kualitas kredit aset keuangan baik yang belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai, dan jatuh tempo tetapi tidak
mengalami penurunan nilai dapat dinilai dengan mengacu pada informasi historis mengenai tingkat gagal bayar dari debitur:
31 December 2023
Jumlah Bruto Penyisihan
kerugian kredit
ekspektasian
Dengan pihak yang tidak memiliki peringkat kredit eksternal:
Perusahaan 1 24,310,734 -
Perusahaan 2 2,152,506 1,897,473
Perusahaan 3 15,657,945 15,657,945
Jumlah 42,121,185 17,555,418
• Perusahaan 1 – pelanggan / pihak-pihak berelasi (kurang dari enam bulan).
• Perusahaan 2 – pelanggan / pihak-pihak berelasi (lebih dari enam bulan) tanpa adanya kasus gagal bayar di masa lalu.
• Perusahaan 3 – pelanggan / pihak-pihak berelasi (lebih dari enam bulan) dengan beberapa kejadian gagal bayar pada masa lalu.
(d) Piutang Non-usaha
Piutang non-usaha merupakan piutang kepada PT Multikarsa Investama. Manajemen Perusahaan menyatakan bahwa tidak ada
indikasi penurunan nilai yang dapat diukur dari estimasi arus kas di masa yang akan datang, karena PT Multikarsa Investama
sedang dalam proses restrukturisasi dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Disamping itu, nilai tercatat akan disesuaikan
pada waktu restrukturisasi selesai.
(e) Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya
Perusahaan berpendapat bahwa nilai pada bank yang dibatasi penggunaannya perlu disesuaikan selama restrukturisasi utang
terjamin dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) / Kementerian Keuangan. Namun, adalah tepat untuk membuat
penyisihan kerugian kredit ekspektasian sebesar US$ 989.205.
84
Page 88
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
b Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko yang terjadi saat Perusahaan tidak dapat memenuhi kewajibannya yang terkait dengan liabilitas
keuangan yang akan diselesaikan dengan cara memberikan uang tunai atau aset keuangan lainnya.
Perusahaan mengelola risiko liabilitas dengan memproyeksikan arus kas dan menjaga keseimbangan serta fleksibilitas dari
kesinambungan dalam pendanaan. Pengendalian dan prosedur treasuri digunakan untuk memastikan bahwa kas yang memadai akan
dipertahankan untuk menutupi kebutuhan modal operasional secara harian dan berkala.
Manajemen terus memonitor liabilitas Perusahaan di masa depan dan juga untuk liabilitas kontinjensinya, serta mengatur cadangan
kas yang diperlukan menurut kebutuhan internal.
Berikut ini adalah liabilitas keuangan kontraktual berdasarkan jatuh temponya, yang termasuk estimasi pembayaran bunga dan tidak
termasuk dampak dari perjanjian saling hapus Perusahaan dan Entitas Anak:
Lancar Tidak Lancar
Dalam 6 bulan 6 sampai 12bulan 1 sampai 5 tahun Lebih dari 5
tahun
31 Maret 2024:
Utang usaha 10,613,725 2,740,887
Biaya yang masih harus dibayar 51,144,493
Utang bank 96,681,394
Utang terjamin 927,188,743
Wesel bayar tidak terjamin 14,525,828 19,009,972
Pinjaman modal 22,445,000
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 308,191
Bagian lancar dari liabilitas sewa 1,536,469
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya 5,665,756
Jumlah 1,091,602,302 2,740,887 38,507,297 19,009,972
Lancar Tidak Lancar
Dalam 6 bulan 6 sampai 12bulan 1 sampai 5 tahun Lebih dari 5
tahun
31 Desember 2023:
Utang usaha 11,859,057 4,962,668
Biaya yang masih harus dibayar 49,789,060
Utang bank 95,846,330
Utang terjamin 931,547,148
Wesel bayar tidak terjamin - 14,525,828 18,670,630
Pinjaman modal - 22,445,000 .
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 308,191
Bagian lancar dari liabilitas sewa 753,312 1,079,301
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya 4,083,922
Jumlah 1,094,187,020 4,962,668 38,050,129 18,670,630
c Risiko Pasar
Risiko pasar adalah risiko dimana terdapat perubahan harga pasar, seperti suku bunga, nilai tukar mata uang asing, dan harga pasar
lainnya yang akan mempengaruhi penghasilan Perusahaan serta nilai kepemilikan atas instrumen keuangan. Tujuan pengelolaan
risiko pasar adalah untuk mengelola dan mengendalikan eksposur risiko pasar dalam parameter yang dapat diterima, sekaligus untuk
mengoptimalkan pengembaliannya.
Perusahaan memiliki beberapa eksposur terhadap risiko pasar yang terdiri dari risiko suku bunga dan risiko nilai tukar mata uang
asing
85
Page 89
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
(1) Risiko Tingkat Suku Bunga
Risiko tingkat suku bunga merupakan dampak dari perubahan suku bunga pada aset dan liabilitas Perusahaan. Risiko tingkat
suku bunga pada umumnya disebabkan karena perubahan dari suku bunga tetap dan suku bunga mengambang. Ketika
mempertimbangkan risiko tingkat suku bunga, lindung nilai atas suku bunga merupakan salah satu cara untuk mengurangi
risiko nilai wajar yang berhubungan dengan aset dan liabilitas dengan suku bunga tetap serta risiko arus kas yang berhubungan
dengan aset dan liabilitas dengan suku bunga mengambang.
Kebijakan Perusahaan adalah untuk meminimalkan eksposur risiko arus kas pendanaan jangka panjang. Bunga atas pinjaman
jangka panjang biasanya dalam tingkat suku bunga tetap (fixed interest rates). Pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022.
Perusahaan mempunyai tingkat bunga tetap (fixed interest rates) atas pinjaman kepada pihak bank, pihak ketiga dan pihak
berelasi, dengan demikian, tidak terdapat risiko tingkat bunga pada Perusahaan.
(2) Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing
Mayoritas transaksi Perusahaan dilakukan dalam beberapa mata uang asing. Eksposur terhadap nilai tukar mata uang asing
timbul karena transaksi aktivitas operasional Perusahaan yang didominasi dalam mata uang Rupiah dan mata uang lainnya,
selain Dolar Amerika Serikat.
Perusahaan juga peduli terhadap risiko pasar yang timbul dari fluktuasi nilai tukar. Manajemen telah menentukan kebijakan
yang meminta Perusahaan untuk menjaga risiko nilai tukar terhadap mata uang fungsional. Tidak ada perjanjian spesifik untuk
mengurangi risiko melalui instrumen derivatif dan lindung nilai. Risiko nilai tukar timbul ketika transaksi komersial dimasa
yang akan datang terjadi atau pada saat pengakuan aset dan liabilitas yang dinyatakan dalam mata uang selain mata uang
fungsional.
Untuk mengurangi risiko terhadap risiko nilai tukar mata uang asing. Perusahaan selalu memonitor arus kas dalam mata uang
asingnya. Aset dan liabilitas keuangan dalam mata uang asing, dijabarkan ke Dolar Amerika Serikat dengan kurs tengah Bank
Indonesia yang telah dijabarkan dalam Aset dan Liabilitas Moneter dalam Mata Uang Asing (Catatan 51).
Manajemen berpendapat bahwa Perusahaan pada dasarnya telah melakukan lindung nilai terhadap risiko nilai tukar. Risiko ini
diukur dengan menggunakan rencana arus kas di dalam analisa sensitivitas. Tabel dibawah ini merangkum analisa sensitivitas
terhadap kemungkinan perubahan kurs mata uang asing, dengan pertimbangan semua faktor lainnya adalah konstan, terhadap
laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2023:
2023
US$
IDR meningkat 1,49% (702,776)
EUR meningkat 2,28% 15,972,122
YEN meningkat 5,09% (7,471,926)
SGD meningkat 1,71% 6,401
GBP meningkat 1,00% 61,842
Rugi bersih 7,865,663
Manajemen melakukan survei melalui bank untuk mendapatkan estimasi atas nilai tukar mata uang asing sampai dengan
tanggal pelaporan. Estimasi perubahan mata uang asing meningkat sebesar 1,49% untuk Indonesia Rupiah, meningkat sebesar
2,28% untuk Euro Eropa, meningkat 1,00% untuk Poundsterling, meningkat 1,71% untuk Dolar Singapura, dan meningkat
5,09% untuk Yen Jepang jika dibandingkan dengan nilai tukar mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2023.
Kebijakan Perusahaan untuk mengelola aset keuangannya dalam mata uang asing yang dilakukan dengan menyediakan dana
guna menyelesaikan liabilitas keuangan dalam mata uang asing. Pada tanggal 31 Desember 2023, liabilitas keuangan dalam
mata uang asing telah melebihi jumlah aset keuangan dalam mata uang asing sebesar US$ 84.648.930. Hal ini disebabkan
karena adanya utang terjamin milik Perusahaan yang belum selesai direstrukturisasi. Jika utang terjamin yang dinyatakan dalam
mata uang Rupiah dan mata uang lainnya selain Dolar Amerika Serikat tidak dipertimbangkan, maka tidak ada selisih lebih
liabilitas keuangan diatas aset keuangan. Jumlah ini menggambarkan nilai yang akan dibayarkan saat jatuh tempo.
86
Page 90
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Pengaturan Pembiayaan
Pada 31 Desember 2023, Perusahaan memiliki fasilitas letter of credit yang difasilitasi dari Damiano Investment, B.V., melalui
Deutsche Bank (Hongkong) sejumlah US$ 95.846.330. Fasilitas ini tersedia dalam beberapa periode sampai dengan Agustus 2024.
Pada tanggal 31 Desember 2022, porsi yang digunakan adalah US$ 99.061.481.
Estimasi Nilai Wajar
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan.
PSAK 60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan” mensyaratkan pengungkapan atas pengukuran nilai wajar dengan tingkat hirarki
nilai wajar sebagai berikut:
1 Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (tingkat 1).
Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan kuotasi nilai pasar pada
tanggal pelaporan. Kuotasi nilai pasar yang digunakan untuk aset keuangan adalah harga penawaran, sedangkan untuk liabilitas
keuangan adalah harga jual.
2 Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara
langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya derivasi dari harga) (tingkat 2), dan
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan pada pasar aktif (misalnya derivatif over-the-counter) ditentukan
dengan teknik penilaian. Teknik penilaian tersebut memaksimumkan penggunaan data pasar yang dapat diobservasi apabila
tersedia dan sedapat mungkin meminimalisir penggunaan estimasi yang bersifat spesifik dari entitas. Jika seluruh input yang
dibutuhkan untuk menentukan nilai wajar instrumen keuangan dapat diobservasi, instrumen tersebut termasuk dalam tingkat 2.
3 Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang tidak dapat diobservasi)
(tingkat 3).
Jika satu atau lebih input yang signifikan tidak berdasarkan pada data pasar yang dapat diobservasi, instrumen ini termasuk
dalam tingkat 3.
Teknik penilaian tertentu digunakan untuk menentukan nilai instrumen keuangan yang mencakup:
a Penggunaan harga yang diperoleh dari bursa atau pedagang efek untuk instrumen sejenis, dan
b Teknik lain, seperti analisis arus kas yang didiskontokan, digunakan untuk menentukan nilai wajar instrumen keuangan lainnya
Aset dan liabilitas keuangan Perusahaan diukur dan diakui dengan hirarki tingkat pengukuran nilai wajar tingkat 2 dan tingkat 3.
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Nilai tercatat US$ Nilai Wajar US$ Nilai tercatat US$ Nilai Wajar US$
Aset Keuangan
Aset Lancar
Kas dan setara kas 6,240,553 6,240,553 3,867,904 3,867,904
Piutang usaha, bersih 25,485,269 25,485,269 26,463,240 26,463,240
Piutang lain-lain, bersih 1,206,836 1,206,836 1,195,969 1,195,969
Aset keuangan lancar lainnya 2,952,489 2,952,489 2,962,175 2,962,175
Aset tidak lancar
Piutang non-usaha 35,670,579 35,670,579 35,659,173 35,659,173
Jumlah aset keuangan 71,555,726 71,555,726 70,148,461 70,148,461
87
Page 91
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Liabilitas keuangan:
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 13,354,612 13,354,612 16,821,725 16,821,725
Biaya yang masih harus dibayar 51,144,493 51,144,493 49,789,060 49,789,060
Pinjaman jangka pendek - - - -
Bagian lancar dari liabilitas sewa - - 753,312 753,312
Utang bank 96,681,394 96,681,394 95,846,330 95,846,330
Utang terjamin 927,188,743 927,188,743 931,547,148 931,547,148
Bagian lancar atas liabilitas jangka panjang:
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 308,191 308,191 308,191 308,191
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya 5,665,756 5,665,756 4,083,922 4,083,922
Liabilitas Jangka Panjang:
Wesel bayar tidak terjamin 33,535,800 33,535,800 33,196,458 33,196,458
Pinjaman modal 22,445,000 22,445,000 22,445,000 22,445,000
Kewajiban sewa 1,536,469 1,536,469 1,079,301 1,079,301
Jumlah liabilitas keuangan 1,151,860,458 1,151,860,458 1,155,870,447 1,155,870,447
Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu (1) tahun atau kurang (kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-
lain, aset keuangan lancar lainnya, utang usaha, biaya yang masih harus dibayar, liabilitas imbalan kerja jangka pendek, pinjaman
jangka pendek, utang terjamin, dan liabilitas keuangan lancar lainnya). Nilai tercatat dari aset dan liabilitas keuangan ini
dipertimbangkan telah mendekati nilai wajarnya karena merupakan jangka pendek.
Instrumen keuangan jangka panjang dengan jatuh tempo lebih dari satu (1) tahun. Nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan ini
diperhitungkan dengan menggunakan diskonto arus kas di masa yang akan datang dengan menggunakan tingkat suku bunga yang
dapat diobservasi pada pasar dari transaksi instrumen dengan kondisi, risiko kredit dan waktu jatuh tempo yang sama.
Berdasarkan tingkatan nilai wajar yang berbeda-beda, tabel dibawah ini merupakan aset dan liabilitas keuangan Perusahaan yang
diukur pada nilai wajar pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022:
31 Maret 2024 Tingkat 1 US$ Tingkat 2 US$ Tingkat 3 US$ Total US$
Aset Keuangan
Aset Lancar
Kas dan setara kas - 6,240,553 - 6,240,553
Piutang usaha, bersih - 25,485,269 - 25,485,269
Piutang lain-lain, bersih - 1,206,836 - 1,206,836
Aset keuangan lancar lainnya - 2,952,489 - 2,952,489
Aset tidak lancar - - - -
Piutang non-usaha dari pihak berelasi - - 35,670,579 35,670,579
Jumlah aset keuangan - 35,885,147 35,670,579 71,555,726
Liabilitas keuangan:
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha - 13,354,612 - 13,354,612
Biaya yang masih harus dibayar - 51,144,493 - 51,144,493
Pinjaman jangka pendek - - - -
Bagian lancar dari liabilitas sewa - - - -
Utang bank - 96,681,394 - 96,681,394
Utang terjamin - - 927,188,743 927,188,743
Bagian lancar atas liabilitas jangka panjang: - - - -
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek - 308,191 - 308,191
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya - 5,665,756 - 5,665,756
Liabilitas Jangka Panjang: - - - -
Wesel bayar tidak terjamin - 33,535,800 - 33,535,800
Pinjaman modal - 22,445,000 - 22,445,000
Kewajiban sewa - 1,536,469 - 1,536,469
Jumlah liabilitas keuangan - 224,671,715 927,188,743 1,151,860,458
88
Page 92
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
31 Desember 2023 Tingkat 1 US$ Tingkat 2 US$ Tingkat 3 US$ Total US$
Aset Keuangan
Aset Lancar
Kas dan setara kas 3,867,904 3,867,904
Piutang usaha, bersih 26,463,240 26,463,240
Piutang lain-lain, bersih 1,195,969 1,195,969
Aset keuangan lancar lainnya 2,962,175 2,962,175
Aset tidak lancar -
Piutang non-usaha dari pihak berelasi 35,659,173 35,659,173
Jumlah aset keuangan 34,489,288 35,659,173 70,148,461
Liabilitas keuangan:
Liabilitas Jangka Pendek
Utang usaha 16,821,725 16,821,725
Biaya yang masih harus dibayar 49,789,060 49,789,060
Pinjaman jangka pendek - -
Bagian lancar dari liabilitas sewa 753,312 753,312
Utang bank 95,846,330 95,846,330
Utang terjamin 931,547,148 931,547,148
Bagian lancar atas liabilitas jangka panjang: -
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 308,191 308,191
Liabilitas keuangan jangka pendek lainnya 4,083,922 4,083,922
Liabilitas Jangka Panjang: -
Wesel bayar tidak terjamin 33,196,458 33,196,458
Pinjaman modal 22,445,000 22,445,000
Kewajiban sewa 1,079,301 1,079,301
Jumlah liabilitas keuangan 224,323,299 931,547,148 1,155,870,447
Tabel dibawah ini merupakan mutasi dari instrumen tingkat 3:
31 Maret 2024 Piutang jangka panjang Utang Terjamin Jumlah
dari Pihak berelasi
Saldo awal (894,238,189) - (894,238,189)
Keuntungan (kerugian) selisih kurs, bersih (1,649,786) - (1,649,786)
Saldo akhir (895,887,975) - (895,887,975)
31 Desember 2023 Piutang jangka panjang Utang Terjamin Jumlah
dari Pihak berelasi
Saldo awal 35,965,598 (930,203,787) (894,238,189)
Keuntungan (kerugian) selisih kurs, bersih (306,425) (1,343,361) (1,649,786)
Saldo akhir 35,659,173 (931,547,148) (895,887,975)
89
Page 93
PT ASIA PACIFIC FIBERS Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN
31 Maret 2024 , 31 Desember 2023 dan 31 Maret 2023
Manajemen risiko permodalan
Tujuan Perusahaan dalam pengelolaan permodalan adalah untuk mempertahankan kelangsungan usaha Perusahaan dan Entitas Anak
guna memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan manfaat kepada pemangku kepentingan lainnya serta mengelola struktur
modal yang optimal untuk meminimalisasi biaya modal yang efektif.
Perusahaan mengkaji dan mengelola struktur modal secara aktif dan berkala untuk memastikan struktur modal dan pengembalian
kepada pemegang saham sudah optimal dengan mempertimbangkan kebutuhan modal di masa depan dan defisiensi modal dari
Perusahaan, serta memproyeksikan tingkat keuntungan, arus kas bersih dari operasional, belanja modal dan kesempatan investasi
yang strategis. Dalam rangka mempertahankan atau menyesuaikan struktur permodalan. Perusahaan selalu menyesuaikan jumlah
saham baru yang diterbitkan serta menambah/mengurangi jumlah utang dari waktu ke waktu.
Konsisten dengan entitas lain dalam industri yang sama, Perusahaan memonitor permodalan berdasarkan gearing ratio. Gearing ratio
per tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
US$ US$
Jumlah pinjaman 1,079,850,936 1,083,034,936
Dikurangi:
Kas dan setara kas (6,240,553) (3,867,904)
Aset keuangan lancar lainnya (2,952,489) (2,962,175)
Liabilitas bersih 1,070,657,894 1,076,204,857
Jumlah defisiensi (954,485,801) (955,173,431)
Gearing ratio (0.891) (0.890)
Jumlah liabilitas mencakup jumlah utang terjamin yang belum direstrukturisasi sebesar US$ 955.173.431. Perusahaan akan
merestrukturisasi utang ini pada tingkat yang berkelanjutan dimana tahap negosiasi dengan kreditur terjamin termasuk PPA/BPP
sedang berlangsung. Jika usulan Perusahaan mengenai konversi utang menjadi modal diterima, maka hal ini akan memperbaiki
struktur permodalan Perusahaan.
52 STANDAR AKUNTANSI BARU DAN AMANDEMENNYA
Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK-IAI) telah menerbitkan amandemen Standar Akuntansi Keuangan
("SAK") berikut ini. Amandemen standar akuntansi ini berlaku efektif atau diterapkan untuk laporan keuangan konsolidasian Perseroan
yang periodenya dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2024:
-. Amandemen PSAK 1: Penyajian laporan keuangan terkait dengan liabilitas tidak lancar dengan persyaratan; dan
-. Amandemen terhadap PSAK 73: Liabilitas sewa dalam sewa dan sewa-balik;
Amandemen standar yang berlaku efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2025, dengan penerapan dini
diperkenankan, adalah sebagai berikut:
-. PSAK 74: Kontrak asuransi; dan
-. Amandemen PSAK 74: Kontrak asuransi mengenai penerapan awal PSAK 74 dan PSAK 71 Informasi komparatif.
Sampai dengan tanggal pengesahan laporan keuangan konsolidasian ini, manajemen Perusahaan masih mengevaluasi dampak dari
penerapan standar akuntansi baru tersebut terhadap laporan keuangan konsolidasian.
90
Names mentioned 137 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
person
DR. Ide Anak Agung Gde Agung
p.1 ×2
unresolved
person
Tirtaamidjaja
p.11
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.11 ×7
unresolved
person
Sutjipto
p.11 ×6
unresolved
org
Bapepam-LK
p.11 ×6
unresolved
org
Polysindo Eka Perkasa Tbk
p.11 ×4
unresolved
person
Aryanti Artisari
p.11 ×8
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan
p.11
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
p.11 ×3
unresolved
org
Koordinasi Penanaman Modal
p.11
unresolved
person
Aulia Taufani
p.11 ×6
unresolved
org
Yayasan Asia Pasific Fiber
p.11
unresolved
org
Pengawas Pasar Modal
p.12
unresolved
org
BAPEPAM
p.12 ×8
unresolved
org
Pengadilan Niaga Jakarta Pusat
p.12
unresolved
org
Trimegah Securities Tbk
p.12 ×2
unresolved
org
Texmaco Jaya Tbk
p.12 ×56
unresolved
org
PT Texmaco Graha
p.13
unresolved
org
International Finance Company B.V.
p.13
unresolved
org
PT Texmaco Graha Busana
p.13
unresolved
person
Robert Mc Carthy
· Komisaris Utama
p.14
unresolved
person
Ir. Agus Tjahajana Wirakusumah Sumiyati
· Komisaris Independen
p.14 ×5
unresolved
person
Christoper Ian Teague
· Komisaris
p.14
unresolved
person
Vasudevan Ravi Shankar
· Direktur Utama
p.14 ×2
unresolved
person
Dr. Antonius Widyatma Sumarlin Deddy Sutrisno
· Direktur
p.14 ×3
unresolved
person
Tunaryo.
p.14
unresolved
person
Yohanes Baptis Galuh Adjar Pamungkas.
p.14
unresolved
org
Pengadilan Niaga
p.18
unresolved
org
Kementerian Keuangan
p.18 ×8
unresolved
org
Bank BUMN
p.18
unresolved
org
Asia Pacific Fibers Hong Kong Limited
p.19 ×4
unresolved
org
Kementerian Perekonomian
p.19 ×2
unresolved
org
Menteri Keuangan
p.19 ×3
unresolved
org
Bank Indonesia
p.19 ×13
unresolved
org
PT Asia Pacific Fibers. Satuan
p.19
unresolved
org
PT Bina Prima Perdana
p.20 ×17
unresolved
org
Shanghai Banking Corporation Limited
p.20 ×5
unresolved
org
Madison Pacific Trust Limited
p.20 ×4
unresolved
org
Menteri Perdagangan Impor
p.23
unresolved
org
PT Bank SBI Indonesia Rekening Dolar Amerika Serikat
p.42
unresolved
org
Bank Bukopin Tbk
p.42 ×13
unresolved
person
DR. H. Teddy Anwar
p.44 ×4
unresolved
org
PT Wismakarya Prasetya
p.44 ×15
unresolved
org
PT Wastra Indah
p.44
unresolved
org
Texmaco Perkasa Engineering Tbk
p.44 ×2
unresolved
org
PT Wahana Perkasa Auto Jaya
p.44
unresolved
org
PT Sumatex Subur
p.44
unresolved
org
PT Texmaco
p.44 ×3
unresolved
org
PT Jaya Perkasa Engineering
p.44
unresolved
org
PT Perkasa Heavindo Engineering
p.44
unresolved
org
PT Raja Busana Mahameru
p.44
unresolved
org
Supermitory Utama Tbk
p.44 ×2
unresolved
org
PT Saritex Jaya Swasti
p.44
unresolved
org
PT Devrindo Widya
p.44
unresolved
org
PT Perkasa Indobaja
p.44
unresolved
org
PT Perkasa Indosteel
p.44
unresolved
org
PT Wahana Jaya Perkasa
p.44
unresolved
org
PT Bina Peranan Busana
p.44
unresolved
org
PT Citra Indah Textile
p.44
unresolved
org
Bank Garansi
p.46
unresolved
org
PT Jasarahardja Putera.
p.46
unresolved
org
PT PGN
p.46 ×4
unresolved
org
PT FPG Indonesia
p.47
unresolved
org
AR International Limited
p.47
unresolved
org
PT Bank Dharmala
p.48 ×3
unresolved
org
PT Bank Putera Multikarsa
p.48 ×2
unresolved
org
PT Bank Papan Sejahtera
p.48 ×2
unresolved
org
PT Bank Asia Pacific
p.48 ×2
unresolved
org
Penyehatan Perbankan Indonesia
p.48
unresolved
org
Penyehatan Perbankan Nasional
p.49
unresolved
org
Kementerian Keuangan. Namun
p.49 ×2
unresolved
org
KJPP Nirboyo A.
p.51
unresolved
org
Dewi A. & Rekan
p.51
unresolved
org
PT MAG
p.51
unresolved
org
Bank Bukopin. Perusahaan
p.55
unresolved
—
Belanda
· Pemberi Pinjaman
p.56 ×3
unresolved
org
PT Ferrier Hodgson
p.56 ×3
unresolved
org
PT Kordamentha
p.56 ×2
unresolved
org
Damiano Invesment B.V.
p.56
unresolved
org
PT Bank Finconesia
p.57
unresolved
org
Kyoa Investment Limited
p.57 ×5
unresolved
org
Sverige Financing Limited
p.57 ×5
unresolved
org
Sasando Pte. Ltd.
p.57 ×4
unresolved
org
Sverige Netherlands B.V.
p.57
unresolved
org
PT Bina Prima Perdana. Di
p.58
unresolved
org
Sverige Netherland B.V.
p.58 ×3
unresolved
org
PT Pilot Asia Capital
p.59
unresolved
org
PT BCA Indonesia Finance
p.61
unresolved
org
PT Pacific Poly
p.61 ×3
unresolved
org
Kementerian Perindustrian
p.61
unresolved
org
Menteri Tenaga Kerja
p.62
unresolved
org
Kantor Kosultan Aktuaria Indra Catarya Situmeang dan Rekan
p.63
unresolved
org
Rekonsiliasi
p.64
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.65 ×3
unresolved
org
Negeri
p.69
unresolved
person
Januar Tirtaamidjaja
p.70
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia
p.70
unresolved
org
Departemen Industri dan Perdagangan
p.70
unresolved
org
Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.71
unresolved
org
PT Datindo Entrycom
p.71 ×3
unresolved
org
PT Bina Prima Perdana. Namun
p.72
unresolved
person
Peter Vinzenz Merkle
p.73
unresolved
org
PT Ineos Aromatics Indonesia
p.76 ×2
unresolved
org
PT Mitsubishi Chemical Indonesia
p.76 ×2
unresolved
org
Transaksi Damiano Investments B.V.
p.78
unresolved
person
Kompensasi
· Komisaris Independen
p.78 ×7
unresolved
person
Peter Vinzez Merkle
· Direktur
p.78
unresolved
org
Mahkamah Agung
p.80
unresolved
org
PT Pacific Poly Perusahaan
p.81
unresolved
org
Bank Arya. Namun
p.81
unresolved
org
Kementerian Keuangan Republik Indonesia
p.81
unresolved
org
PT Multikarsa Investama. Manajemen Perusahaan
p.87
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.