Skip to content
Back to announcement

20240426_PJAA_Laporan Informasi dan Fakta Material_31630076_lamp1.pdf

Financial statement Text extracted PJAA

Source file signed link, expires in 15 minutes

This browser can't display the PDF inline. Open it in a new tab.

Extracted text 69

Page 1
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk
DAN ENTITAS ANAK

Laporan Keuangan Konsolidasian Interim
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan
31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)
Page 2
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk
DAN ENTITAS ANAK




Daftar Isi                                             Halaman



Surat Pernyataan Direksi

Laporan Keuangan Konsolidasian Interim
31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan
31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir
pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak Diaudit)

 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian Interim               1

 Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain         3
 Konsolidasian Interim

 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim             4

 Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim                      5

 Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim         6
Page 3
26
Page 4
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                     Catatan     31 Maret 2024       31 Desember 2023
ASET
ASET LANCAR
Kas dan Setara Kas                                                   3, 38, 42            282.505                  411.446
Piutang Usaha
  Pihak Berelasi                                                     4, 38, 42              3.347                    9.531
  Pihak Ketiga                                                         4, 42               38.055                   52.706
Piutang Lain-lain                                                      5,42
  Pihak Berelasi                                                                                --                  17.781
  Pihak Ketiga                                                                              5.369                    8.296
Persediaan                                                              6                   6.186                    6.057
Uang Muka                                                               7                   7.768                    1.777
Pajak Dibayar di Muka                                                  8.a                 16.872                    4.518
Biaya Dibayar di Muka                                                  10                  18.304                    4.596
Aset Lain-lain                                                                              2.573                    2.573
Jumlah Aset Lancar                                                                        380.979                  519.281

ASET TIDAK LANCAR
Uang Muka                                                                                       --                3.536
Aset Pajak Tangguhan                                                   8.d                    579                   579
Investasi pada Ventura Bersama                                          11                  5.843                 5.815
Investasi pada Entitas Asosiasi                                         12                 29.591                29.596
Investasi Jangka Panjang Lainnya                                      13, 42              128.936               128.936
Aset Real Estat                                                         14                276.235               280.043
Properti Investasi                                                      15                204.433               206.274
Aset Tetap                                                              16              2.469.550             2.455.802
Aset Hak Guna                                                           17                 67.713                78.963
Aset Lain-lain                                                          18                 31.232                34.595
Jumlah Aset Tidak Lancar                                                                3.214.112             3.224.139
JUMLAH ASET                                                                             3.595.091             3.743.420




Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan


d1/April 26, 2024                                                1                                   paraf/sign:
Page 5
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                     Catatan      31 Maret 2024       31 Desember 2023
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang Usaha
   Pihak Berelasi                                                    19, 38, 42                840                      840
   Pihak Ketiga                                                          19                 18.373                   11.327
Utang Lain-lain - Pihak Ketiga                                                              19.858                   15.422
Utang Pajak                                                            8.b                 127.226                  141.705
Beban Akrual dan Provisi                                              21, 42               211.000                  218.363
Liabilitas Jangka Panjang yang
   Jatuh Tempo dalam Satu Tahun
     Utang Bank                                                                            230.599                   40.919
     Liabilitas Sewa                                                    17                   4.958                    3.126
     Utang Obligasi                                                   23, 42                     --                 149.568
     Pendapatan Diterima di Muka dan Uang Muka Pelanggan                24                 114.793                  116.695
Jumlah Liabilitas Jangka Pendek                                                            727.647                  697.965

LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas Jangka Panjang Setelah Dikurangi
   Bagian yang Jatuh Tempo dalam Satu Tahun
   Utang Bank                                                         22, 42               467.539                  617.196
   Utang Obligasi                                                     23, 42                65.263                   65.213
   Pendapatan Diterima di Muka dan Uang Muka Pelanggan                  24                 307.475                  289.638
Liabilitas Sewa                                                         17                  84.685                   97.079
Liabilitas Pajak Tangguhan                                             8.d                 146.686                  145.863
Jaminan Pelanggan dan Deposit Lainnya                                   25                  15.689                   13.397
Liabilitas Imbalan Kerja                                                26                 150.190                  148.829
Jumlah Liabilitas Jangka Panjang                                                         1.237.527              1.377.215
JUMLAH LIABILITAS                                                                        1.965.174              2.075.180

EKUITAS
EKUITAS YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA
  PEMILIK ENTITAS INDUK
Modal Saham
  Modal Dasar sebesar 5.759.999.998
    saham terdiri dari 1 saham seri A, 1 saham seri B dengan nilai nominal
    masing-masing Rp500 (Rupiah penuh) per saham serta 5.759.999.996 saham
    seri C dengan nilai nominal Rp250 (Rupiah penuh) per saham
  Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh sebesar
    1.599.999.998 saham terdiri dari 1 saham seri A, 1 saham seri B
    dan 1.599.999.996 saham seri C                                       27                400.000                  400.000
Tambahan Modal Disetor                                                  28.a                40.404                   40.404
Saldo Laba
  Ditentukan Penggunaannya                                                                  44.810                 42.458
  Belum Ditentukan Penggunaannya                                                         1.258.847              1.299.242
Komponen Ekuitas Lainnya                                                28.b             (134.944)              (134.944)
Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
  kepada Pemilik Entitas Induk                                                           1.609.117              1.647.160
Kepentingan Nonpengendali                                               29                  20.800                   21.080
JUMLAH EKUITAS                                                                           1.629.917              1.668.240
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS                                                            3.595.091              3.743.420




Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan


d1/April 26, 2024                                                2                                    paraf/sign:
Page 6
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Tiga Bulan Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                                           31 Maret
                                                                     Catatan   2024                    2023

PENDAPATAN USAHA                                                     30, 38           255.650                   260.347

Beban Pokok Pendapatan                                                 31          (12.417)                   (7.239)
Beban Langsung                                                         31         (130.718)                 (110.109)
Beban Pokok Pendapatan dan Beban Langsung                                         (143.135)                 (117.348)

LABA BRUTO                                                                            112.515                   142.999

Pendapatan Bunga                                                                         4.221                     4.761
Pendapatan Lainnya                                                     33                4.480                     8.637
Keuntungan Penjualan Aset Tetap - Bersih                               16                    --                       53
Beban Umum dan Administrasi                                            32             (60.187)                  (53.876)
Beban Penjualan                                                        32              (3.144)                   (3.374)
Kerugian Selisih Kurs - Bersih                                                             (48)                       (3)
Beban Lain-lain                                                        34              (7.820)                   (3.116)
Jumlah Beban Usaha                                                                    (62.498)                  (46.918)

LABA USAHA                                                                             50.017                    96.081

Bagian Laba (Rugi) Bersih Entitas Asosiasi                             12                  (5)                       104
Bagian Rugi Bersih Investasi Ventura Bersama                           11                   28                         --
Beban Keuangan                                                         35             (21.401)                  (23.803)
Beban Pajak Final                                                      9               (6.071)                   (2.848)
LABA SEBELUM PAJAK                                                                     22.568                    69.534

Beban Pajak Penghasilan                                               8.c.d            (9.828)                  (24.849)

LABA BERSIH PERIODE BERJALAN                                                           12.740                    44.685


PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN                                                                --                        --

JUMLAH LABA KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN                                              12.740                    44.685

LABA (RUGI) BERSIH PERIODE BERJALAN YANG DAPAT
  DIATRIBUSIKAN KEPADA:
  Pemilik Entitas Induk                                                                13.020                    44.980
  Kepentingan Nonpengendali                                            29               (280)                     (295)
JUMLAH                                                                                 12.740                    44.685

LABA (RUGI) KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN
  YANG DAPAT DIATRIBUSIKAN KEPADA:
  Pemilik Entitas Induk                                                                13.020                    44.980
  Kepentingan Nonpengendali                                            29               (280)                     (295)
JUMLAH                                                                                 12.740                    44.685

LABA PER SAHAM DASAR (Rupiah Penuh)                                    36                    8                        28




Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan


d1/April 26, 2024                                                3                                paraf/sign:
Page 7
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Tiga Bulan Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                                  Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik Entitas Induk
                                                                     Tambahan Modal Disetor                             Saldo Laba
                                            Catatan   Modal          Agio            Selisih antara            Ditentukan        Belum Ditentukan     Komponen         Jumlah         Kepentingan     Jumlah
                                                      Disetor        Saham         Aset dan Liabilitas     Penggunaannya         Penggunaannya *)   Ekuitas Lainnya                  Nonpengendali    Ekuitas

Saldo per 31 Desember 2022                               400.000        36.709                  3.695                 40.916            1.144.401           (79.755)    1.545.966           14.963      1.560.929

Laba Bersih Periode Berjalan                                    --           --                       --                    --             44.980                 --      44.980             (295)        44.685
Saldo per 31 Maret 2023                                  400.000        36.709                  3.695                 40.916            1.189.381           (79.755)    1.590.946           14.668      1.605.614

Pembentukan Cadangan Umum                     37                --           --                       --               1.542              (1.542)                 --           --                --            --
Dividen                                       37                --           --                       --                   --            (46.400)                 --     (46.400)                --      (46.400)
Laba Bersih Tahun Berjalan                                      --           --                       --                   --            235.173                  --     235.173             6.133       241.306
Kerugian Komprehensif Lain Tahun Berjalan                       --           --                       --                   --            (32.390)           (55.189)     (87.579)              (16)      (87.595)
Saldo per 31 Desember 2023                               400.000        36.709                  3.695                 42.458            1.299.242          (134.944)    1.647.160           21.080      1.668.240

Pembentukan Cadangan Umum                     37                --           --                       --               2.352              (2.352)                 --            --              --              --
Dividen                                       37                --           --                       --                   --            (51.063)                 --     (51.063)               --       (51.063)
Laba Bersih Periode Berjalan                                    --           --                       --                   --              13.020                 --       13.020            (280)         12.740
Saldo per 31 Maret 2024                                  400.000        36.709                  3.695                 44.810            1.258.847          (134.944)    1.609.117           20.800      1.629.917




Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan


d1/April 26, 2024                                                                                          4                                                                                          paraf/sign:
Page 8
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Tiga Bulan Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                                          31 Maret
                                                                     Catatan   2024                    2023
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
  Penerimaan dari Pelanggan                                                         299.485                    257.611
  Pembayaran kepada Pemasok dan Pihak Ketiga                                      (177.272)                    (66.102)
  Pembayaran kepada Karyawan                                                       (52.749)                    (35.577)
   Kas Dihasilkan dari Operasi                                                         69.464                  155.932
   Pendapatan Bunga                                                                      4.221                    4.724
   Pembayaran Pajak                                                                    (8.800)                  (2.848)
   Pembayaran Beban Bunga dan Keuangan                                                (21.008)                 (19.986)
   Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi                                         43.877                  137.822

ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
  Perolehan Aset Tetap                                                 16             (34.864)                 (32.365)
  Perolehan Aset Takberwujud                                           18              (2.220)                    (636)
  Penerimaan Dividen dari Entitas Asosiasi                                              17.785                    2.000
   Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi                                     (19.299)                 (31.001)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
  Penerimaan Utang Bank                                                22               50.000                       --
  Pembayaran Dividen                                                   37             (51.063)                       --
   Pembayaran Utang Obligasi                                           23         (149.600)                          --
   Pembayaran Liabilitas Sewa                                          17           (2.856)                          --

   Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan                                 (153.519)                          --

KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS                                    (128.941)                    106.821

KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN                                                         411.446                  506.061

KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE                                                      282.505                  612.882




Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
laporan Keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan


d1/April 26, 2024                                                5                               paraf/sign:
Page 9
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Untuk Periode Sembilan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

1.   Umum

     1.a.   Pendirian Perusahaan
            PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (‘’Perusahaan’’) didirikan berdasarkan Akta No. 33 tanggal 10 Juli
            1992 yang dibuat dihadapan Notaris pengganti Achmad Abid, S.H., Notaris di Jakarta, yang kemudian
            telah diperbaharui dengan Akta No. 98 tanggal 22 Agustus 1992 dan Akta No. 134 tanggal
            8 September 1992 yang dibuat dihadapan Notaris Sutjipto, S.H., Notaris di Jakarta. Akta pendirian
            dan perubahan ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan surat keputusannya
            No. C2-7514.HT.01.01. TH.92 tanggal 11 September 1992, serta diumumkan dalam Berita Negara
            Republik Indonesia No. 95, tanggal 27 Nopember 1992, Tambahan No. 6071. Anggaran Dasar
            Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan Akta Notaris No. 90
            tanggal 24 Agustus 2020 dibuat oleh Aulia Taufani, S.H.,Notaris di Jakarta, antara lain mengenai
            perubahan anggaran dasar Perusahaan. Perubahan anggaran dasar tersebut telah mendapatkan
            persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat Keputusan
            No.AHU-0158739.AH.01.11 Tahun 2020 tanggal 21 September 2020.

            Pada awalnya, dalam rangka pengembangan kawasan Ancol sebagai kawasan wisata terpadu, pada
            tahun 1966, Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta (Pemda DKI) menunjuk PT Pembangunan
            Ibu Kota Jakarta Raya (PT Pembangunan Jaya) sebagai Badan Pelaksana Pembangunan Proyek
            Ancol (BPP Ancol) berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibukota Jakarta
            Raya No. 1b/3/1/26/1966 tanggal 19 Oktober 1966. Pada tahun 1966, Perusahaan memulai kegiatan
            operasinya secara komersial. Pada tanggal 10 Juli 1992, status BPP Ancol diubah menjadi suatu
            badan hukum, yaitu menjadi PT Pembangunan Jaya Ancol, dengan komposisi kepemilikan sahamnya
            adalah Pemda DKI sebesar 80% dan PT Pembangunan Jaya sebesar 20%.

            Sesuai dengan pasal 3 (tiga) Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan adalah
            berusaha dalam bidang pembangunan dan jasa. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut,
            Perusahaan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut:
            • Menjalankan usaha-usaha di bidang pembangunan, antara lain dapat bertindak sebagai
               pengembang, pemborong pada umumnya, dan pengembang wilayah pemukiman;
            • Menjalankan usaha di bidang jasa, yaitu konsultasi bidang perencanaan dan pengawasan
               pembangunan.

            Pada saat ini Perusahaan dan Entitas Anak (“Grup”) berusaha dalam bidang:
            • Real estat, yaitu pembangunan, penjualan dan penyewaan bangunan dan penjualan tanah
              kaveling;
            • Pariwisata, termasuk mengelola taman bermain dan arena rekreasi, pasar seni dan dermaga.

            Perusahaan tergabung dalam Jaya Grup. PT Pembangunan Jaya merupakan pemegang saham
            dengan pengaruh signifikan atas Perusahaan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merupakan
            entitas induk utamanya.

            Perusahaan berdomisili di Jakarta dengan kantor pusat beralamat di Gedung Ecovention, Jl. Lodan
            Timur No. 7 Kel. Ancol Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

     1.b. Komisaris, Direksi dan Karyawan
          Berdasarkan Akta No. 01/II/2023 tanggal 1 Februari 2023 dari Notaris Aulia Taufani S.H., susunan
          pengurus Perusahaan masing-masing pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
          sebagai berikut:

                                                            31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
            Komisaris Utama          :                               Sofyan A. Djalil *)
            Komisaris                :                            Yohannes Henky Wijaya
                                                                      Suhardi Alius
            *) Merangkap sebagai Komisaris Independen


                                                        6
Page 10
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                           31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
          Direktur Utama                  :                                                  Winarto
          Direktur                        :                                        Cahyo Satriyo Prakoso
                                                                                     Daniel Nainggolan
                                                                                       Eddy Prastiyo


          Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perusahaan nomor 001/KOM-PJA/III/2023 dan
          001/KOMPJA/X/2022, susunan Komite Audit Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan
          31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                           31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023

          Ketua                           :                                           Sofyan A. Djalil
          Anggota                         :                                           Teti Eko Pratiwi
                                                                                      Loso Judijanto

          Sekretaris Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:

                                                                           31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023

          Sekretaris Perusahaan           : Agung Praptono                                       Agung Praptono


          Ketua Satuan Pengendalian Internal Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember
          2023 adalah sebagai berikut:

                                                                           31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
          Ketua                           : Farida Kusuma R.                                     Farida Kusuma R.


          Jumlah karyawan per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing adalah 592 dan 641
          karyawan (tidak diaudit).

   1.c.   Entitas Anak
          Dalam laporan keuangan konsolidasian ini, Perusahaan dan Entitas Anak secara bersama - sama
          disebut sebagai “Grup”.

          Perusahaan memiliki pengendalian atas entitas anak sebagai berikut:

                      Entitas         Domisili        Jenis Usaha       Tahun    Persentase          31 Mar 2024               31 Des 2023
                       Anak                                             Operasi Kepemilikan      Jumlah   Jumlah Laba      Jumlah   Jumlah Laba
                                                                       Komersial     %            Aset    (Rugi) Bersih     Aset    (Rugi) Bersih

          PT Taman Impian             Jakarta    Pariwisata                 1972     99,99      3.120.809        21.312    3.177.022      388.880
           Jaya Ancol (PT TIJA)
          PT Seabreez                 Jakarta    Pariwisata,                1972     96,57         41.150        (1.092)     42.297           814
           Indonesia (PT SI)                     Perdagangan
                                                 dan Jasa
          PT Jaya Ancol (PT JA)       Jakarta    Pariwisata                 2009      100          22.728            39      11.154            (4)
          PT Sarana Tirta Utama       Jakarta    Jasa, Penjernihan          2010     65,00         29.699         (838)      30.603        (3.539)
           (PT STU)                              dan Pengelolaan
                                                 air bersih, Limbah,
                                                 Penyaluran dan
                                                 pendistribusian
                                                 air bersih
          PT Jaya Ancol Pratama Tol   Jakarta    Pembangunan Tol            2011     60,00         29.258            61      29.201        18.354
           (PT JAPT)                             dan Jasa




                                                                       7
Page 11
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                    Entitas    Domisili        Jenis Usaha    Tahun    Persentase       31 Mar 2024              31 Des 2023
                     Anak                                     Operasi Kepemilikan   Jumlah   Jumlah Laba     Jumlah   Jumlah Laba
                                                             Komersial     %         Aset    (Rugi) Bersih    Aset    (Rugi) Bersih
        PT Taman Impian (TI)
                               Jakarta    Pariwisata             2012     100         11.091          (20)     10.856          581
        PT Genggam Anugerah    Jakarta    Jasa Konsultan         2012     100           487            (9)       506           (45)
         Lumbung Kuliner


        Semua entitas anak berdomisili di Jakarta.

        PT TIJA mengelola pintu gerbang, taman dan pantai, dunia fantasi, kolam renang, pertunjukan
        binatang, penginapan wisata, dan penjualan merchandise.

        Berdasarkan Akta No. 53 tanggal 20 Agustus 2021 yang dibuat dihadapan Notaris Aulia Taufani, S.H.,
        Notaris di Jakarta Selatan, pemegang saham PT TIJA menyetujui untuk menerbitkan 1.179 lembar
        saham baru nilai nominal seluruhnya senilai Rp117.937, dan sehubungan dengan hal tersebut maka
        modal ditempatkan dan disetor akan berubah dari sebesar Rp5.721 menjadi Rp6.700. Akta
        perubahan ini telah disetujui oleh Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
        dalam Surat Keputusan No. AHUAH. 01.03-0440151 Tahun 2021 tanggal 24 Agustus 2021.

        Modal dasar PT TIJA sebesar Rp689.998 ditempatkan dan disetor penuh sebanyak 6.899 saham
        dengan nilai nominal sebesar Rp100 (Rupiah penuh) per saham, dengan komposisi sebagai berikut:
        - Perusahaan memiliki 99,9999976% atau sebanyak 6.899. saham dengan nilai sebesar
           Rp689.998.
        - PT Pembangunan Jaya memiliki 0,0000024% atau sebanyak 168 saham dengan nilai sebesar
           Rp16.800 (Rupiah penuh).

        PT SI mengelola penginapan wisata dan sarana transportasi di Kepulauan Seribu, restoran, dan
        penyewaan lahan.

        Berdasarkan Akta No. 28 tanggal 13 Januari 2022 dari Notaris Aulia Taufani, S.H., pemegang saham
        PT SI menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor dengan menerbitkan 844.214 lembar
        saham baru dengan nominal seluruhnya sebesar Rp21.105, yang diambil bagian oleh:
        - Perusahaan sebesar Rp20.846;
        - Tn. Slamet Budisukrisno sebesar Rp9;
        - PT TIJA sebesar Rp68; dan
        - Tn. Wardiman sebesar Rp182.

        Akta perubahan di atas telah diterima oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik
        Indonesia melalui surat No. AHUAH. 01.03-0075810 tanggal 3 Februari 2022.

        Dengan demikian, persentase kepemilikan Perusahaan dan PT TIJA pada PT SI berubah menjadi
        masing-masing sebesar 97,81% dan 0,32%.

        PT JA bergerak di bidang pariwisata. Pada tahun 2011, PT JA bersama dengan PT Jaya Konstruksi
        Pratama Tol mendirikan PT Jaya Ancol Pratama Tol (JAPT) dengan persentase kepemilikan masing-
        masing sebesar 60% dan 40%.

        PT STU bergerak di bidang jasa pengelolaan air bersih, khususnya menyelenggarakan penjernihan
        dan pengelolaan air bersih dan limbah, pengadaan dan penyaluran dan pendistribusian air bersih.
        Perusahaan bersama dengan PT Jaya Teknik Indonesia (PT JTI) mendirikan PT STU dengan
        kepemilikan masing-masing sebesar 65% dan 35%.

        PT TI bergerak di bidang pariwisata. Pada tahun 2012, PT TIJA bersama dengan PT JA mendirikan
        PT Taman Impian (PT TI) dengan persentase kepemilikan masing-masing sebesar 99% dan 1%.

        Berdasarkan akta No.1 dari Aulia Taufani, S.H., notaris di Jakarta 1 April 2021, ruang lingkup
        kegiatan PT GALK adalah jasa konsultasi manajemen. Pada tahun 2014, PT TI mengakuisisi 70%
        kepemilikan di PT GALK, sebelumnya entitas asosiasi, dan PT JA menambah kepemilikan 5% di

                                                             8
Page 12
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

             PT GALK sehingga Perusahaan secara tidak langsung memiliki PT GALK 100%. Pada tahun 2021
             PT GALK berdasarkan Akta No. 21 tanggal 23 Februari 2021 dihadapan Notaris Aulia Taufani, S.H.,
             tentang perubahan anggaran dasar, menyetujui peningkatan modal dasar dari sebesar 3.000
             lembar saham dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp3.000 menjadi 3.820 lembar saham
             dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp3.820, yang diambil bagian oleh PT TI sebesar
             Rp3.629 dan PT JA sebesar Rp191. Perubahan anggaran dasar tersebut telah mendapatkan
             persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia melalui Surat
             Keputusan No. AHU-AH.01.03-0128568. tahun 2021 tanggal 26 Februari 2021.

     1.d. Penawaran Umum Saham Perusahaan
          Pada tanggal 22 Juni 2004, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan
          Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan suratnya No. S-1915/PM/2004 untuk melakukan
          penawaran umum atas 800.000.000 saham Perusahaan kepada masyarakat. Pada tanggal 2 Juli
          2004 saham tersebut telah dicatatkan di Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia).

             Pada tanggal 30 Juni 2005, sejumlah saham Perusahaan seri C sejumlah 799.999.998 lembar
             saham telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.

             Pada tanggal 13 April 2006 para pemegang saham memutuskan pemecahan nilai nominal setiap
             saham seri C dari Rp500 menjadi Rp250 per saham. Sehingga jumlah saham seri C berubah
             menjadi 1.599.999.996 lembar saham.

     1.e.    Penawaran Umum Obligasi Perusahaan
             Perusahaan juga telah menerbitkan obligasi dengan jumlah nilai masing-masing sebesar
             Rp731.000 pada tahun 2021, Rp269.000 pada tahun 2019 serta Rp1.000.000 pada tahun 2018 dan
             2016 yang dibagi atas 4 (empat) seri obligasi, dengan rincian sebagai berikut:

             No.              Obligasi                Jumlah     Tingkat   Pemeringkat Peringkat    Tenor      Tanggal     Tanggal         Status
                                                     (Rp Juta)   Bunga                                        Penerbitan Jatuh Tempo
              1     Obligasi Berkelanjutan I Jaya
                     Ancol Tahap I Tahun 2016
                      Seri A                          250.000    8,10%      PEFINDO      id AA-    3 Tahun    20-Sep-16    29-Sep-19    Lunas
                      Seri B                           50.000    8,20%      PEFINDO      id AA-    5 Tahun    20-Sep-16    29-Sep-21    Lunas

              2     Obligasi Berkelanjutan I Jaya
                     Ancol Tahap II Tahun 2018
                      Seri A                          350.000    6,30%      PEFINDO      id AA-    370 Hari   18-Mei-18    23-Mei-19    Lunas
                      Seri B                          350.000    7,60%      PEFINDO      id AA-    3 Tahun    18-Mei-18    18-Mei-21    Lunas

              3     Obligasi Berkelanjutan II Jaya
                     Ancol Tahap I Tahun 2019
                                                      269.000    7,85%      PEFINDO      id A+     370 Hari   02-Juli-19   12-Juli-20   Lunas

              4    Obligasi Berkelanjutan II Jaya
                    Ancol Tahap II Tahun 2021
                     Seri A                           516.000    7,25%      PEFINDO       id A     370 Hari   10-Feb-21    20-Feb-22    Lunas
                     Seri B                           149.600    8,90%      PEFINDO       id A     3 Tahun    10-Feb-21    10-Feb-24    Lunas
                     Seri C                            65.400    9,60%      PEFINDO       id A     5 Tahun    10-Feb-21    10-Feb-26    Belum Lunas


2.   Ikhtisar Kebijakan Akuntansi Signifikan

      2.a.   Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
             Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun dan disajikan sesuai dengan Standar Akuntansi
             Keuangan di Indonesia yang meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan
             Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi
             Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK – IAI), serta peraturan Pasar Modal yang berlaku
             antara lain Peraturan Otoritas Jasa Keuangan/Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga
             Keuangan (OJK/Bapepam-LK) No. VIII.G.7 tentang pedoman penyajian laporan keuangan,
             keputusan Ketua Bapepam-LK No. Kep-347/BL/2012 tentang penyajian dan pengungkapan
             laporan keuangan emiten atauperusahaan publik.




                                                                            9
Page 13
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


    2.b. Dasar Pengukuran dan Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian
         Laporan keuangan konsolidasian disusun dan disajikan berdasarkan asumsi kelangsungan usaha
         serta atas dasar akrual, kecuali laporan arus kas konsolidasian. Dasar pengukuran dalam
         penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini adalah konsep biaya perolehan, kecuali
         beberapa akun tertentu yang didasarkan pengukuran lain sebagaimana dijelaskan dalam kebijakan
         akuntansi masing-masing akun tersebut. Biaya perolehan umumnya didasarkan pada nilai wajar
         imbalan yang diserahkan dalam pemerolehan aset.

           Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung (direct method)
           dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

           Mata uang penyajian yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasian ini
           adalah Rupiah, yang merupakan mata uang fungsional Grup.

    2.c.   Pernyataan dan Interpretasi Standar Akuntansi Baru dan Revisi yang Berlaku Efektif pada
           Periode Berjalan
           Pada tanggal 1 Januari 2024, Grup menerapkan pernyataan standar akuntansi keuangan dan
           interpretasi standar akuntansi keuangan baru dan revisi yang efekti sejak tanggal tersebut.
           Penyesuaian kebijakan akuntansi Grup telah dibuat seperti yang disyaratkan, sesuai dengan
           ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi. Penerapan standar dan
           interpretasi yang baru dan revisi tidak menghasilkan perubahan besar tehadap kebijakan akuntansi
           Grup dan tidak memiliki dampak material pada jumlah yang dilaporkan untuk tahun berjalan atau
           tahun sebelumnya:
           i. PSAK 201: Penyajian Laporan
           ii. PSAK 116: Sewa
           iii. PSAK 207: Laporan Arus Kas dan PSAK 107 Instrumen Keuangan: Pengungkapan

           Implementasi standar-standar tersebut tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap jumlah yang
           dilaporkan di periode berjalan atau tahun sebelumnya.

    2.d. Prinsip-prinsip Konsolidasi
         Laporan keuangan konsolidasian mencakup laporan keuangan Perusahaan dan entitas-entitas
         anak seperti disebutkan pada (Catatan 1.c).

           Entitas anak adalah entitas yang dikendalikan oleh Perusahaan, yakni Perusahaan terekspos, atau
           memiliki hak, atas imbal hasil variabel dari keterlibatannya dengan entitas dan memiliki
           kemampuan untuk mempengaruhi imbal hasil tersebut melalui kemampuan kini untuk
           mengarahkan aktivitas relevan dari entitas (kekuasaan atas investee).

           Keberadaan dan dampak dari hak suara potensial dimana Grup memiliki kemampuan praktis untuk
           melaksanakan (yakni hak substantif) dipertimbangkan saat menilai apakah Grup mengendalikan
           entitas lain.

           Laporan keuangan konsolidasian Grup mencakup hasil usaha, arus kas, aset dan liabilitas dari
           Perusahaan dan seluruh entitas anak yang, secara langsung dan tidak langsung, dikendalikan oleh
           Perusahaan. Entitas anak dikonsolidasikan sejak tanggal efektif akuisisi, yaitu tanggal dimana
           Grup secara efektif memperoleh pengendalian atas bisnis yang diakuisisi, sampai tanggal
           pengendalian berakhir.

           Entitas induk menyusun laporan keuangan konsolidasian dengan menggunakan kebijakan
           akuntansi yang sama untuk transaksi dan peristiwa lain dalam keadaan yang serupa. Seluruh
           transaksi, saldo, laba, beban, dan arus kas dalam intra kelompok usaha terkait dengan transaksi
           antar entitas dalam Grup dieliminasi secara penuh.




                                                    10
Page 14
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

           Grup mengatribusikan laba rugi dan setiap komponen dari penghasilan komprehensif lain kepada
           pemilik entitas induk dan kepentingan nonpengendali meskipun hal tersebut mengakibatkan
           kepentingan nonpengendali memiliki saldo defisit. Grup menyajikan kepentingan nonpengendali di
           ekuitas dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, terpisah dari ekuitas pemilik entitas induk.

           Perubahan dalam bagian kepemilikan entitas induk pada entitas anak yang tidak mengakibatkan
           hilangnya pengendalian adalah transaksi ekuitas (yaitu transaksi dengan pemilik dalam
           kapasitasnya sebagai pemilik). Ketika proporsi ekuitas yang dimiliki oleh kepentingan
           nonpengendali berubah, Grup menyesuaikan jumlah tercatat kepentingan pengendali dan
           kepentingan nonpengendali untuk mencerminkan perubahan kepemilikan relatifnya dalam entitas
           anak. Selisih antara jumlah dimana kepentingan nonpengendali disesuaikan dan nilai wajar dari
           jumlah yang diterima atau dibayarkan diakui langsung dalam ekuitas dan diatribusikan pada
           pemilik dari entitas induk.

           Jika Grup kehilangan pengendalian, maka Grup:
           (a) Menghentikan pengakuan aset (termasuk goodwill) dan liabilitas entitas anak pada jumlah
               tercatatnya ketika pengendalian hilang;
           (b) Menghentikan pengakuan jumlah tercatat setiap kepentingan nonpengendali pada entitas anak
               terdahulu ketika pengendalian hilang (termasuk setiap komponen penghasilan komprehensif
               lain yang diatribusikan pada kepentingan nonpengendali);
           (c) Mengakui nilai wajar pembayaran yang diterima (jika ada) dari transaksi, peristiwa, atau
               keadaan yang mengakibatkan hilangnya pengendalian;
           (d) Mengakui sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada nilai wajarnya pada tanggal
               hilangnya pengendalian
           (e) Mereklasifikasi ke laba rugi, atau mengalihkan secara langsung ke saldo laba jika disyaratkan
               oleh SAK lain, jumlah yang diakui dalam penghasilan komprehensif lain dalam kaitan dengan
               entitas anak;
           (f) Mengakui perbedaan apapun yang dihasilkan sebagai keuntungan atau kerugian dalam laba
               rugi yang diatribusikan kepada entitas induk.

    2.e.   Transaksi dan Saldo dengan Pihak Berelasi
           Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor:
           a) Orang atau anggota keluarga dekatnya mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
              tersebut:
               i. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
               ii. memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
               iii. merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas
                    pelapor.

           b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
              i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya
                    entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lain);
              ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas
                    asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang
                    mana entitas lain tersebut adalah anggotanya);
              iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama;
              iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah
                    entitas asosiasi dari entitas ketiga;
              v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah
                    satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor
                    adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga
                    berelasi dengan entitas pelapor;
              vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam
                    huruf (a); atau
              vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (ii) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
                    merupakan personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
              viii. Entitas, atau anggota dari kelompok yang mana entitas merupakan bagian dari kelompok

                                                      11
Page 15
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                      tersebut, menyediakan jasa personil manajemen kunci kepada entitas palapor atau kepada
                      entitas induk dari entitas pelapor.

            Entitas yang berelasi dengan Pemerintah dapat berupa entitas yang dikendalikan atau dipengaruhi
            secara signifikan oleh Pemerintah Daerah yang merupakan Pemegang Saham entitas, atau entitas
            yang dikendalikan oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta sebagai entitas induk utama.

            Seluruh transaksi dan saldo yang signifikan dengan pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan
            yang relevan.

    2.f.    Instrumen Keuangan
            Pengakuan dan Pengukuran Awal
            Grup mengakui aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam laporan posisi keuangan
            konsolidasian, jika dan hanya jika, Grup menjadi salah satu pihak dalam ketentuan pada kontrak
            instrumen tersebut. Pada saat pengakuan awal aset keuangan atau liabilitas keuangan, Grup
            mengukur pada nilai wajarnya. Dalam hal aset keuangan atau liabilitas keuangan tidak diukur pada
            nilai wajar melalui laba rugi, nilai wajar tersebut ditambah atau dikurang dengan biaya transaksi
            yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan atau penerbitan aset keuangan atau
            liabilitas keuangan tersebut. Biaya transaksi yang dikeluarkan sehubungan dengan perolehan aset
            keuangan dan penerbitan liabilitas keuangan yang diklasifikasikan pada nilai wajar melalui laba
            rugi dibebankan segera.

            Pengukuran Selanjutnya Aset Keuangan
            Aset keuangan Grup diklasifikasikan sebagai berikut: aset keuangan yang diukur pada biaya
            perolehan yang diamortisasi, aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui penghasilan
            komprehensif lain, aset keuanganyang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi dengan
            menggunakan dua dasar yaitu: model bisnis Grup dalam mengelola aset keuangan dan
            karakteristik arus kas kontraktual dari asset keuangan.

           (i)    Aset Keuangan yang Diukur pada Biaya Perolehan Diamortisasi
                  Aset keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi ketika kedua kondisi berikut
                  terpenuhi:
                  (1) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
                      dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual saja; dan
                  (2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
                      tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of
                      principal and interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.

                  Aset keuangan ini diukur pada jumlah yang diakui pada awal pengakuan dikurangi dengan
                  pembayaran pokok, kemudian dikurangi atau ditambah dengan jumlah amortisasi kumulatif
                  atas perbedaan jumlah pengakuan awal dengan jumlah pada saat jatuh tempo, dan penurunan
                  nilainya.

                  Pendapatan bunga dihitung dengan menggunakan metode suku bunga efektif dan diakui di
                  laba rugi. Perubahan pada nilai wajar diakui di laba rugi ketika asset dihentikan atau
                  direklasifikasi.

                  Aset keuangan yang diklasifikasikan menjadi aset keuangan yang diukur pada biaya perolehan
                  diamortisasi dapat dijual ketika terdapat peningkatan risiko kredit. Penghentian untuk alasan
                  lain diperbolehkan namun jumlah penjualan tersebut harus tidak signifikan jumlahnya atau
                  tidak sering.

           (ii)   Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Penghasilan Komprehensif Lain
                  (”FVTOCI”)




                                                       12
Page 16
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


            Aset keuangan diukur pada FVTOCI ketika kedua kondisi berikut terpenuhi:
            (1) Aset keuangan dikelola dalam model bisnis yang bertujuan untuk memiliki aset keuangan
                dalam rangka mendapatkan arus kas kontraktual saja; dan
            (2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut memberikan hak pada tanggal
                tertentu atas arus kas yang semata dari pembayaran pokok dan bunga (solely payments of
                principal and interest - SPPI) dari jumlah pokok terutang.

                 Aset keuangan tersebut diukur sebesar nilai wajar, dimana keuntungan atau kerugian
                 diakui dalam penghasilan komprehensif lain, kecuali untuk kerugian akibat penurunan nilai
                 dan keuntungan atau kerugian akibat perubahan kurs, diakui pada laba rugi. Ketika aset
                 keuangan tersebut dihentikan pengakuannya atau direklasifikasi, keuntungan atau
                 kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain
                 direklasifikasi dari ekuitas ke laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi.

        (iii) Aset Keuangan yang Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (“FVTPL”)
              Aset keuangan yang diukur pada FVTPL adalah aset keuangan yang tidak memenuhi kriteria
              untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau untuk diukur FVTOCI.

            Setelah pengakuan awal, aset keuangan yang diukur pada FVTPL diukur pada nilai wajarnya.
            Keuntungan atau kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar asset keuangan diakui dalam
            laba rugi.

            Aset keuangan berupa derivatif dan investasi pada instrumen ekuitas tidak memenuhi kriteria
            untuk diukur pada biaya perolehan diamortisasi atau kriteria untuk diukur pada FVTOCI,
            sehingga diukur pada FVTPL. Namun demikian, Grup dapat menetapkan pilihan yang tidak
            dapat dibatalkan saat pengakuan awal atas investasi pada instrumen ekuitas yang bukan untuk
            diperjualbelikan dalam waktu dekat (held for trading) untuk diukur pada FVTOCI. Penetapan ini
            menyebabkan semua keuntungan atau kerugian disajikan di penghasilan komprehensif lain,
            kecuali pendapatan dividen tetap diakui di laba rugi. Keuntungan atau kerugian kumulatif yang
            sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain direklasifikasi ke saldo laba tidak
            melalui laba rugi.

        Pengukuran Selanjutnya Liabilitas Keuangan
        Grup mengklasifikasikan seluruh liabilitas keuangan sehingga setelah pengakuan awal liabilitas
        keuangan diukur pada biaya perolehan diamortisasi, kecuali:
        (a) Liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi. Liabilitas dimaksud, termasuk derivatif
            yang merupakan liabilitas, selanjutnya akan diukur pada nilai wajar.
        (b) Liabilitas keuangan yang timbul ketika pengalihan aset keuangan yang tidak memenuhi
            kualifikasi penghentian pengakuan atau ketika pendekatan keterlibatan berkelanjutan
            diterapkan.
        (c) Kontrak jaminan keuangan dan komitmen untuk menyediakan pinjaman dengan suku bunga
            dibawah pasar. Setelah pengakuan awal, penerbit kontrak dan penerbit komitmen selanjutnya
            mengukur kontrak tersebut sebesar jumlah yang lebih tinggi antara:
            (i) Jumlah penyisihan kerugian dan
            (ii) Jumlah yang pertama kali diakui dikurangi dengan, jika sesuai, jumlah kumulatif dari
                 penghasilan yang diakui sesuai dengan prinsip PSAK 115.
        (d) Imbalan kontijensi yang diakui oleh pihak pengakusisi dalam kombinasi bisnis ketika PSAK 103
            diterapkan. Imbalan kontijensi selanjutnya diukur pada nilai wajar dan selisihnya dalam laba
            rugi.

        Saat pengakuan awal Grup dapat membuat penetapan yang takterbatalkan untuk mengukur
        liabilitas keuangan pada nilai wajar melalui laba rugi, jika diizinkan oleh standar atau jika penetapan
        akan menghasilkan informasi yang lebih relevan, karena:
          (a) Mengeliminasi atau mengurangi secara signifikan inkosistensi pengukuran atau pengakuan
               (kadang disebut sebagai “accounting mismatch”) yang dapat timbul dari pengukuran aset atau

                                                    13
Page 17
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

            liabilitas atau pengakuan keuntungan dan kerugian atas aset atau liabilitas dengan dasar yang
            berbeda beda; atau
        (b) Sekelompok liabilitas keuangan atau aset keuangan dan liabilitas keuangan dikelola dan
            kinerjanya dievaluasi berdasarkan nilai wajar, sesuai manajemen risiko atau strategi investasi
            yang terdokumentasi, dan informasi dengan dasar nilai wajar dimaksud atas kelompok
            tersebut disediakan secara internal untuk personil manajemen kunci Grup.

        Penghentian Pengakuan Aset dan Liabilitas Keuangan
        Grup menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas
        yang berasal dari aset keuangan berakhir atau Grup mengalihkan hak kontraktual untuk menerima
        kas yang berasal dari aset keuangan atau tetap memiliki hak kontraktual untuk menerima kas
        tetapi juga menanggung kewajiban kontraktual untuk membayar arus kas yang diterima tersebut
        kepada satu atau lebih pihak penerima melalui suatu kesepakatan. Jika Grup secara substansial
        mengalihkan seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset keuangan, maka Grup
        menghentikan pengakuan aset keuangan dan mengakui secara terpisah sebagai aset atau
        liabilitas untuk setiap hak dan kewajiban yang timbul atau yang masih dimiliki dalam pengalihan
        tersebut. Jika Grup secara substansial tidak mengalihkan dan tidak memiliki seluruh risiko dan
        manfaat atas kepemilikan aset keuangan tersebut dan masih memiliki pengendalian, maka Grup
        mengakui aset keuangan sebesar keterlibatan berkelanjutan dengan aset keuangan tersebut. Jika
        Grup secara substansial masih memiliki seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset
        keuangan, maka Grup tetap mengakui aset keuangan tersebut.

        Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas keuangan
        tersebut berakhir, yaitu ketika kewajiban yang ditetapkan dalam kontrak dilepaskan atau dibatalkan
        atau kadaluwarsa.

        Penurunan Nilai Aset Keuangan
        Grup mengakui kerugian kredit ekspektasian untuk aset keuangan yang diukur pada biaya
        perolehan diamortisasi dan aset keuangan yang diukur pada FVTOCI.

        Pada setiap tanggal pelaporan, Grup mengukur penyisihan kerugian instrument keuangan
        sejumlah kerugian kredit ekspektasian sepanjang umurnya jika risiko kredit atas instrumen
        keuangan tersebut telah meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Namun, jika risiko
        kredit instrumen keuangan tersebut tidak meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal, maka
        mengakui sejumlah kerugian kredit ekspektasian 12 bulan.

        Grup menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian
        tersebut terhadap piutang usaha dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan yang signifikan.

        Grup menganggap aset keuangan gagal bayar ketika pihak ketiga tidak mampu membayar
        kewajiban kreditnya kepada Grup secara penuh. Periode maksimum yang dipertimbangkan ketika
        memperkirakan kerugian kredit ekspektasian adalah periode maksimum kontrak dimana Grup
        terekspos terhadap risiko kredit.

        Penyisihan kerugian diakui sebagai pengurang jumlah tercatat aset keuangan kecuali untuk aset
        keuangan yang diukur pada FVTOCI yang penyisihan kerugiannya diakui dalam penghasilan
        komprehensif lain. Sedangkan jumlah kerugian kredit ekspektasian (atau pemulihan kerugian
        kredit) diakui dalam laba rugi, sebagai keuntungan atau kerugian penurunan nilai.

        Pengukuran kerugian kredit ekspektasian dari instrumen keuangan dilakukan dengan suatu cara
        yang mencerminkan:
        (i)   Jumlah yang tidak bias dan rata-rata probabilitas tertimbang yang ditentukan dengan
              mengevaluasi serangkaian kemungkinan yang dapat terjadi;
        (ii)  Nilai waktu uang; dan
        (iii) Informasi yang wajar dan terdukung yang tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan pada
              tanggal pelaporan mengenai peristiwa masa lalu, kondisi kini, dan perkiraan kondisi
              ekonomi masa depan.


                                                 14
Page 18
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


        Aset keuangan dapat dianggap tidak mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak
        pengakuan awal jika aset keuangan memiliki risiko kredit yang rendah pada tanggal pelaporan.
        Risiko kredit pada instrument keuangan dianggap rendah ketika asset keuangan tersebut memiliki
        risiko gagal bayar yang rendah, peminjam memiliki kapasitas yang kuat untuk memenuhi
        kewajiban arus kas kontraktualnya dalam jangka waktu dekat dan memburuknya kondisi ekonomik
        dan bisnis dalam jangka waktu panjang mungkin, namun tidak selalu, menurunkan kemampuan
        peminjam untuk memenuhi kewajiban arus kas kontraktualnya. Untuk menentukan apakah aset
        keuangan memiliki risiko kredit rendah, Grup dapat menggunakan peringkat risiko kredit internal
        atau penilaian eksternal. Misal, asset keuangan dengan peringkat “investment grade” berdasarkan
        penilaian eksternal merupakan instrumen yang memiliki risiko kredit yang rendah, sehingga tidak
        mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan sejak pengakuan awal.

        Grup menggunakan metode roll rate untuk mengukur penurunan nilai piutang usaha.

        Metode Suku Bunga Efektif
        Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan
        diamortisasi dari aset atau liabilitas keuangan (atau kelompok aset atau liabilitas keuangan) dan
        metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau beban bunga selama periode yang
        relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi
        pembayaran atau penerimaan kas masa depan selama perkiraan umur dari instrumen keuangan,
        atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh jumlah tercatat neto
        dari aset keuangan atau liabilitas keuangan. Pada saat menghitung suku bunga efektif, Grup
        mengestimasi arus kas dengan mempertimbangkan seluruh persyaratan kontraktual dalam
        instrumen keuangan tersebut, seperti pelunasan dipercepat, opsi beli dan opsi serupa lain, tetapi
        tidak mempertimbangkan kerugian kredit masa depan. Perhitungan ini mencakup seluruh komisi
        dan bentuk lain yang dibayarkan atau diterima oleh pihak-pihak dalam kontrak yang merupakan
        bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi, dan seluruh premium atau diskonto
        lain.

        Reklasifikasi
        Grup mereklasifikasi aset keuangan ketika Grup mengubah tujuan model bisnis untuk pengelolaan
        aset keuangan sehingga penilaian sebelumnya menjadi tidak dapat diterapkan.

        Jika Grup mereklasifikasi aset keuangan, maka diperlukan untuk menerapkan reklasifikasi secara
        prospektif sejak tanggal reklasifikasi. Keuntungan, kerugian (termasuk keuntungan atau kerugian
        penurunan nilai) atau bunga yang sebelumnya diakui tidak disajikan kembali.

        Ketika Grup mereklasifikasi aset keuangan dari biaya perolehan diamortisasi menjadi FVTPL,
        maka nilai wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari
        perbedaan antara biaya perolehan diamortisasi sebelumnya dan nilai wajarnya diakui dalam
        laporan laba rugi. Sebaliknya, jika Grup mereklasifikasi aset keuangannya dari FVTPL menjadi
        biaya perolehan diamortisasi, maka nilai wajarnya pada tanggal reklasifikasi menjadi nilai tercatat
        bruto baru.

        Ketika Grup mereklasifikasi aset keuangan dari biaya perolehan diamortisasi menjadi FVTOCI,
        nilai wajarnya diukur pada tanggal reklasifikasi. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari selisih
        antara biaya perolehan diamortisasi sebelumnya dan nilai wajar diakui pada penghasilan
        komprehensif lain. Tingkat suku bunga efektif dan pengukuran kerugian kredit yang diharapkan
        tidak disesuaikan sebagai hasil dari reklasifikasi. Sebaliknya, ketika Grup mereklasifikasi aset
        keuangannya dari FVTOCI menjadi biaya perolehan diamortisasi, asset keuangan tersebut
        direklasifikasi ke nilai wajarnya pada tanggal reklasifikasi. Namun, keuntungan atau kerugian
        kumulatif yang sebelumnya diakui dalam penghasilan komprehensif lain dihilangkan dari ekuitas
        dan disesuaikan dengan nilai wajar aset keuangan pada tanggal reklasifikasi. Akibatnya, pada
        tanggal reklasifikasi, aset keuangan diukur dengan cara yang sama seperti biaya perolehan
        diamortisasi.

                                                  15
Page 19
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


         Penyesuaian ini memengaruhi penghasilan komprehensif lain tetapi tidak memengaruhi laba rugi,
         dan karenanya bukan merupakan penyesuaian reklasifikasi. Suku bunga efektif dan pengukuran
         kerugian kredit ekspektasian tidak disesuaikan sebagai akibat dari reklasifikasi.

         Pada saat Grup mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori pengukuran FVTPL menjadi
         kategori pengukuran FVTOCI, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya. Sama halnya,
         ketika Grup mereklasifikasi aset keuangan keluar dari kategori FVTOCI menjadi kategori
         pengukuran FVTPL, aset keuangan tetap diukur pada nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian
         kumulatif yang sebelumnya diakui di penghasilan komprehensif lain direklasifikasi dari ekuitas ke
         laba rugi sebagai penyesuaian reklasifikasi pada tanggal reklasifikasi.

         Saling Hapus Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
         Aset keuangan dan liabilitas keuangan saling dihapuskan, jika dan hanya jika, Grup saat ini
         memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah
         yang telah diakui tersebut; dan berintensi untuk menyelesaikan secara neto atau untuk
         merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.

         Pengukuran Nilai Wajar
         Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan
         dibayar untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada
         tanggal pengukuran.

         Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan pengukuran
         atau untuk keperluan pengungkapan.

         Nilai wajar dikategorikan dalam level yang berbeda dalam suatu hirarki nilai wajar berdasarkan
         pada apakah input suatu pengukuran dapat diobservasi dan signifikansi input terhadap
         keseluruhan pengukuran nilai wajar:
         (i) Harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik yang
               dapat diakses pada tanggal pengukuran (Level 1).
         (ii) Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi untuk aset
               atau liabilitas, baik secara langsung maupun tidak langsung (Level 2).
         (iii) Input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas (Level 3).

         Dalam mengukur nilai wajar aset atau liabilitas, Grup sebisa mungkin menggunakan data pasar
         yang dapat diobservasi. Apabila nilai wajar aset atau liabilitas tidak dapat diobservasi secara
         langsung, Grup menggunakan teknik penilaian yang sesuai dengan keadaannya dan
         memaksimalkan penggunaan input yang dapat diobservasi yang relevan dan meminimalkan
         penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.

         Perpindahan antara level hirarki wajar diakui oleh Grup pada akhir tahun pelaporan dimana
         perpindahan terjadi.

    2.g. Investasi pada Entitas Asosiasi
         Entitas asosiasi adalah entitas dimana Grup memiliki kekuasaan untuk berpartisipasi dalam
         keputusan kebijakan keuangan dan operasional investee, tetapi tidak mengendalikan atau
         mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut (pengaruh signifikan).

         Investasi pada entitas asosiasi dicatat dengan menggunakan metode ekuitas. Dalam metode
         ekuitas, pengakuan awal investasi diakui sebesar biaya perolehan, dan jumlah tercatat ditambah
         atau dikurang untuk mengakui bagian atas laba rugi investee setelah tanggal perolehan. Bagian
         atas laba rugi investee diakui dalam laba rugi. Penerimaan distribusi dari investee mengurangi nilai
         tercatat investasi. Penyesuaian terhadap jumlah tercatat tersebut juga mungkin dibutuhkan untuk
         perubahan dalam proporsi bagian investor atas investee yang timbul dari penghasilan
         komprehensif lain, termasuk perubahan yang timbul dari revaluasi aset tetap dan selisih
         penjabaran valuta asing. Bagian investor atas perubahan tersebut diakui dalam penghasilan
         komprehensif lain.

                                                   16
Page 20
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


           Grup menghentikan penggunaan metode ekuitas sejak tanggal ketika investasinya berhenti
           menjadi investasi pada entitas asosiasi sebagai berikut:
           (a) jika investasi menjadi entitas anak.
           (b) jika sisa kepentingan dalam entitas asosiasi merupakan aset keuangan, maka Grup mengukur
               sisa kepentingan tersebut pada nilai wajar.
           (c) ketika Grup menghentikan penggunaan metode ekuitas, Grup mencatat seluruh jumlah yang
               sebelumnya telah diakui dalam penghasilan komprehensif lain yang terkait dengan investasi
               tersebut menggunakan dasar perlakuan yang sama dengan yang disyaratkan jika investee
               telah melepaskan secara langsung aset dan liabilitas terkait.

    2.h. Kas dan Setara Kas
         Kas dan setara kas termasuk kas tunai, kas di bank (rekening giro), dan deposito berjangka yang
         jatuh tempo dalam jangka waktu tiga bulan atau kurang pada saat penempatan yang tidak
         digunakan sebagai jaminan atau tidak dibatasi penggunaannya.

    2.i.   Persediaan
           Persediaan dinyatakan berdasarkan jumlah terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi
           neto. Biaya persediaan terdiri dari seluruh biaya pembelian, biaya konversi, dan biaya lain yang
           timbul sampai persediaan berada dalam kondisi dan lokasi saat ini. Biaya perolehan ditentukan
           dengan metode masuk pertama keluar pertama (MPKP). Nilai realisasi neto merupakan taksiran
           harga jual dalam kegiatan usaha biasa dikurangi estimasi biaya penyelesaian dan estimasi biaya
           yang diperlukan untuk membuat penjualan.

           Setiap penurunan nilai persediaan di bawah biaya perolehan menjadi nilai realisasi neto dan
           seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode terjadinya penurunan atau
           kerugian tersebut. Setiap pemulihan kembali penurunan nilai persediaan karena peningkatan
           kembali nilai realisasi bersih, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah beban persediaan pada
           periode terjadinya pemulihan tersebut.

    2.j.   Biaya Dibayar di Muka
           Biaya dibayar di muka merupakan biaya yang telah dibayar namun pembebanannya sebagian
           akan dilakukan pada periode yang akan datang, seperti premi asuransi dibayar di muka, bunga
           dibayar di muka, dan sewa dibayar di muka. Biaya dibayar di muka diamortisasi sesuai dengan
           masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis Iurus (straight-line method).

    2.k.   Aset Real Estat
           Aset real estat berupa tanah kosong, tanah hasil pengembangan, tanah reklamasi, rumah tinggal,
           rumah kantor, rumah toko dan apartemen dinilai berdasarkan biaya perolehan. Biaya perolehan
           ditentukan dengan metode rata-rata. Biaya perolehan rumah tinggal dan rumah tinggal dalam
           penyelesaian meliputi seluruh biaya konstruksi bangunan, diluar biaya perolehan tanah. Biaya
           perolehan tanah meliputi biaya pembelian tanah mentah, pematangan dan pengembangan tanah,
           perijinan dan jasa konsultasi. Biaya pinjaman atas pinjaman yang digunakan untuk membiayai
           perolehan aset dikapitalisasi dalam harga perolehan aset real estat selama masa konstruksi.

           Biaya yang tidak terhubung secara langsung dengan suatu proyek real estat, seperti biaya umum
           dan administrasi diakui sebagai beban pada saat terjadinya.

           Biaya yang telah dikapitalisasi ke proyek pengembangan real estat dialokasi ke setiap unit real
           estat dengan menggunakan metode identifikasi khusus yang diterapkan secara konsisten.

           Biaya pinjaman yang berhubungan dengan kegiatan pengembangan dikapitalisasi ke proyek
           pengembangan. Kapitalisasi dihentikan pada proyek pengembangan tersebut apabila secara
           substantial telah siap untuk digunakan sesuai dengan tujuannya atau aktivitas pembangunan
           ditunda atau ditangguhkan dalam suatu periode yang cukup lama.




                                                    17
Page 21
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

    2.l.   Properti Investasi
           Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau
           kedua-duanya) yang dikuasai oleh pemilik atau penyewa melalui sewa pembiayaan untuk
           menghasilkan sewa atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk digunakan
           dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif; atau dijual dalam
           kegiatan usaha sehari-hari.

           Properti investasi diakui sebagai aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomik
           masa depan yang terkait dengan properti investasi akan mengalir ke entitas; dan biaya perolehan
           properti investasi dapat diukur dengan andal.

           Properti investasi pada awalnya diukur sebesar biaya perolehan, meliputi harga harga pembelian
           dan setiap pengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung (biaya jasa hukum, pajak
           pengalihan properti, dan biaya transaksi lain). Biaya transaksi termasuk dalam pengukuran awal
           tersebut.

           Setelah pengakuan awal, Grup memilih menggunakan model biaya dan mengukur properti
           investasi sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan
           nilai aset. Hak atas tanah tidak disusutkan dan disajikan sebesar biaya perolehan. Bangunan serta
           sarana dan prasarana disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran
           umur manfaat aset Properti Investasi.
                                                                                               Tahun
            Bangunan                                                                           20-50
            Sarana dan Prasarana                                                                5-30

           Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika terdapat perubahan penggunaan
           yang ditunjukkan dengan berakhirnya pemakaian oleh pemilik, dimulainya sewa operasi ke pihak
           lain.

           Pengalihan dari properti investasi dilakukan jika, dan hanya jika terdapat perubahan penggunaan
           yang ditunjukkan dengan dimulainya penggunaan oleh pemilik atau dimulainya pengembangan
           untuk dijual.

           Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika tidak digunakan lagi
           secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang diperkirakan dari
           pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan ditentukan
           dari selisih antara hasil neto pelepasan dan jumlah tercatat aset, dan diakui dalam laba rugi pada
           periode terjadinya penghentian atau pelepasan.

    2.m. Aset Tetap
         Aset tetap pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan yang meliputi harga perolehannya dan
         setiap biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke kondisi dan lokasi yang
         diinginkan agar aset siap digunakan sesuai intensi manajemen.

           Apabila relevan, biaya perolehan juga dapat mencakup estimasi awal biaya pembongkaran dan
           pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset tetap, kewajiban tersebut timbul ketika aset tetap
           diperoleh atau sebagai konsekuensi penggunaan aset tetap selama periode tertentu untuk tujuan
           selain untuk memproduksi persediaan selama periode tersebut.

           Setelah pengakuan awal aset tetap kecuali tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan setelah
           dikurangi akumulasi penyusutan dan estimasi kerugian penurunan nilai. Tanah diakui sebesar
           harga perolehannya dan tidak disusutkan.

           Penyusutan aset tetap dimulai pada saat aset tersebut siap untuk digunakan sesuai maksud
           penggunaannya dan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan estimasi
           umur manfaat aset tetap, sebagai berikut:



                                                    18
Page 22
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                           Tahun
         Kepemilikan Langsung
          Bangunan                                                         20 - 50
          Sarana dan Prasarana                                             5 - 30
          Mesin dan Peralatan                                              5 - 40
          Perabotan dan Perlengkapan Kantor                                   5
          Alat Transportasi (Kendaraan)                                       5
          Kapal                                                               8
          Binatang                                                          5-25
         Aset Hak-Guna                                                      5-21

         Pada tahun 2018, Grup menelaah estimasi masa manfaat ekonomis untuk bangunan, sarana dan
         prasarana, dan mesin dan perlengkapan yang umurnya dapat diestimasi secara andal, yakni
         berdasarkan kegunaan yang diperkirakan oleh Grup.

         Penelaahan atas estimasi masa manfaat ekonomis Grup dilaksanakan oleh Kantor Jasa Penilai
         Publik Asrori & Rekan, Penilai Publik Independen, yang telah terdaftar di Kementrian Keuangan
         No. 2.15.00126 dengan laporannya No. 00251/FR-AS/TIJA/Studi/IX/2018.

         Perubahan ini diterapkan secara prospektif sesuai dengan PSAK 208 (Revisi 2024).

         Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehannya. Semua biaya, termasuk biaya
         pinjaman, yang terjadi sehubungan dengan konstruksi aset tersebut dikapitalisasi sebagai bagian
         dari biaya perolehan aset tetap dalam konstruksi. Biaya perolehan aset tetap dalam konstruksi
         tidak termasuk setiap laba internal, jumlah tidak normal dari biaya pemborosan yang terjadi dalam
         pemakaian bahan baku, tenaga kerja atau sumber daya lain.

         Akumulasi biaya perolehan yang akan dipindahkan ke masing-masing pos aset tetap yang sesuai
         pada saat aset tersebut selesai dikerjakan atau siap digunakan dan disusutkan sejak beroperasi.

         Nilai tercatat dari suatu aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat pelepasan atau ketika tidak
         terdapat lagi manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya.
         Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan tersebut (yang ditentukan
         sebesar selisih antara jumlah hasil pelepasan neto, jika ada, dan jumlah tercatatnya) dimasukkan
         dalam laba rugi pada saat penghentian pengakuan tersebut dilakukan.

         Pada akhir tahun pelaporan, Grup melakukan penelaahan berkala atas masa manfaat ekonomis,
         nilai residu dan metode penyusutan berdasarkan kondisi teknis dan pengaruh dari setiap perubahan
         estimasi tersebut berlaku prospektif.

    2.n. Aset Lain-lain
         Akun-akun yang tidak dapat digolongkan dalam aset lancar, investasi, maupun aset takberwujud
         disajikan dalam aset lain-lain.

    2.o. Aset Takberwujud
         Aset takberwujud diukur sebesar nilai perolehan pada pengakuan awal. Setelah pengakuan awal,
         aset takberwujud dicatat pada biaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan akumulasi rugi
         penurunan nilai. Umur manfaat aset takberwujud dinilai apakah terbatas atau tidak terbatas.

         Aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas
         Aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas diamortisasi selama umur manfaat ekonomi
         dengan metode garis lurus. Amortisasi dihitung sebagai penghapusan biaya perolehan aset,
         dikurangi nilai residunya, atas umur ekonomisnya sebagai berikut:




                                                  19
Page 23
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                        Tahun
         Perangkat Lunak Komputer                                          5
         Lisensi                                                         1-5
         Hak Atas Tanah                                                   20

         Periode amortisasi dan metode amortisasi untuk aset takberwujud dengan umur manfaat terbatas
         ditelaah setidaknya setiap akhir tahun buku.

         Aset takberwujud dengan umur manfaat tidak terbatas
         Aset takberwujud dengan umur manfaat tidak terbatas tidak diamortisasi. Masa manfaat aset
         takberwujud dengan umur tak terbatas ditelaah setiap tahun untuk menentukan apakah peristiwa
         dan kedaan dapat terus mendukung penilaian bahwa umur manfaat tetap tidak terbatas. Jika tidak,
         perubahan masa manfaat dari tidak terbatas menjadi terbatas diterapkan secara prospektif.

         Aset takberwujud dengan umur tidak terbatas diuji untuk penurunan nilai setiap tahun dan
         kapanpun terdapat suatu indikasi bahwa aset takberwujud mungkin mengalami penurunan nilai.

    2.p. Penurunan Nilai Aset
         Pada setiap akhir tahun pelaporan, Grup menilai apakah terdapat indikasi aset mengalami
         penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, Grup mengestimasi jumlah terpulihkan aset
         tersebut. Jumlah terpulihkan ditentukan atas suatu aset individual, dan jika tidak memungkinkan,
         Grup menentukan jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas dari aset tersebut.

         Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan
         dengan nilai pakainya. Nilai pakai adalah nilai kini dari arus kas yang diharapkan akan diterima dari
         aset atau unit penghasil kas. Nilai kini dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto sebelum
         pajak yang mencerminkan nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset atau unit yang penurunan
         nilainya diukur.

         Jika, dan hanya jika, jumlah terpulihkan aset lebih kecil dari jumlah tercatatnya, maka jumlah
         tercatat aset diturunkan menjadi sebesar jumlah terpulihkan. Penurunan tersebut adalah rugi
         penurunan nilai dan segera diakui dalam laba rugi.

         Rugi penurunan nilai yang telah diakui dalam periode sebelumnya untuk aset selain goodwill
         dibalik jika, dan hanya jika, terdapat perubahan estimasi yang digunakan untuk menentukan jumlah
         terpulihkan aset tersebut sejak rugi penurunan nilai terakhir diakui. Jika demikian, jumlah tercatat
         aset dinaikan ke jumlah terpulihkannya. Kenaikan ini merupakan suatu pembalikan rugi penurunan
         nilai.

    2.q. Pengaturan Bersama
         Pengaturan bersama adalah pengaturan yang dua atau lebih pihak memiliki pengendalian
         bersama, yaitu persetujuan kontraktual untuk berbagi pengendalian atas suatu pengaturan, yang
         ada hanya ketika keputusan mengenai aktivitas relevan mensyaratkan persetujuan dengan suara
         bulat dari seluruh pihak yang berbagi pengendalian.

         Grup mengklasifikasikan pengaturan bersama sebagai:
         1) Operasi Bersama
            Merupakan pengaturan bersama yang mengatur bahwa para pihak yang memiliki
            pengendalian bersama atas pengaturan memiliki hak atas aset dan kewajiban terhadap
            liabilitas, terkait dengan pengaturan tersebut. Para pihak tersebut disebut operator bersama.

             Operator bersama mengakui hal berikut terkait dengan kepentingannya dalam operasi
             bersama:
             (a) Aset, mencakup bagiannya atas setiap aset yang dimiliki bersama;
             (b) Liabilitas, mencakup bagiannya atas liabilitas yang terjadi bersama;
             (c) Pendapatan dari penjualan bagiannya atas output yang dihasilkan dari operasi bersama;
             (d) Bagiannya atas pendapatan dari penjualan output oleh operasi bersama; dan

                                                    20
Page 24
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

               (e) Beban, mencakup bagiannya atas setiap beban yang terjadi secara bersama-sama.

           2) Ventura Bersama
              Grup mengklasifikasikan pengaturan bersama sebagai ventura bersama yang mengatur
              bahwa para pihak yang memiliki pengendalian bersama atas pengaturan memiliki hak atas
              aset neto pengaturan tersebut. Para pihak tersebut disebut sebagai venturer bersama.

               Venturer bersama mengakui kepentingannya dalam ventura bersama sebagai investasi dan
               mencatat investasi tersebut dengan menggunakan metode ekuitas.

    2.r.   Biaya Emisi Saham
           Biaya emisi saham disajikan sebagai pengurang dari tambahan modal disetor dan tidak
           diamortisasi.

    2.s.   Biaya Emisi Obligasi
           Biaya emisi obligasi merupakan biaya transaksi yang harus dikurangkan langsung dari hasil emisi
           dalam rangka menentukan hasil emisi bersih obligasi. Selisih antara hasil emisi bersih dengan nilai
           nominal merupakan diskonto atau premium dan diamortisasi selama jangka waktu obligasi yang
           bersangkutan.

    2.t.   Pengakuan Pendapatan dan Beban
           Dalam menentukan pengakuan pendapatan, Grup melakukan analisa transaksi melalui lima
           langkah analisa berikut:
           1. Kontrak telah disetujui oleh pihak-pihak terkait dalam kontrak
               - Perusahaan bisa mengidentifikasi hak dari pihak-pihak terkait dan jangka waktu
                    pembayaran dari barang atau jasa yang akan dialihkan;
               - Kontrak memiliki substansi komersial;
               - Besar kemungkinan entitas akan menerima imbalan atas barang atau jasa yang dialihkan.
           2. Mengidentifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak, untuk menyerahkan barang atau jasa
               yang memiliki karakteristik yang berbeda ke pelanggan.
           3. Menentukan harga transaksi, setelah dikurangi diskon, retur, insentif penjualan, pajak
               penjualan barang mewah, pajak pertambahan nilai dan pungutan ekspor, yang berhak
               diperoleh suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang
               dijanjikan ke pelanggan.
           4. Mengalokasikan harga transaksi kepada setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan
               dasar harga jual dari setiap barang atau jasa yang dijanjikan di kontrak.
           5. Mengakui pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi (sepanjang waktu atau
               pada suatu waktu tertentu).

           Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
           - Suatu waktu tertentu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
           - Sepanjang waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
              pelaksanaan yang dipenuhi sepanjang waktu, Grup memilih ukuran penyelesaian yang sesuai
              untuk penentuan jumlah pendapatan yang dapat diakui jumlah pendapatan yang dapat diakui
              pelaksanaan.

           Suatu kewajiban pelaksanaan dipenuhi pada suatu waktu tertentu kecuali jika memenuhi salah
           satu kriteria berikut, dalam hal ini dipenuhi sepanjang waktu:
           - Pelanggan secara bersamaan menerima dan menggunakan manfaat yang diberikan oleh
               pelaksanaan Grup sebagaimana yang dilakukan Grup;

           -   Pelaksanaan Grup menciptakan atau meningkatkan aset yang dikendalikan pelanggan saat
               aset itu dibuat atau ditingkatkan; dan
           -   Pelaksanaan Grup tidak menciptakan asset dengan penggunaan alternatif untuk Grup dan
               Grup memiliki hak yang dapat diberlakukan atas pembayaran untuk pelaksanaan yang
               diselesaikan hingga saat ini.


                                                     21
Page 25
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

           Pengakuan Beban
           Beban diakui pada saat terjadinya (metode akrual), kecuali merupakan aset yang terkait dengan
           aktivitas kontrak masa depan.

           Biaya yang secara langsung berhubungan dengan kontrak, menghasilkan sumber daya untuk
           memenuhi kontrak ("biaya untuk memenuhi") atau penambahan untuk mendapatkan kontrak
           ("biaya untuk memperoleh") dan diharapkan dapat dipulihkan. Beban tersebut dengan demikian
           memenuhi syarat kapitalisasi berdasarkan PSAK 115: Pendapatan dari Kontrak dengan Pelanggan
           dan dicatat sebagai aset lancar lainnya. Beban tersebut diamortisasi dengan cara sistematis
           sejalan dengan penyerahan barang atau jasa yang terkait dengan aset tersebut.

    2.u. Biaya Pinjaman
         Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan langsung dengan perolehan, pembangunan atau
         pembuatan aset kualifikasian, dikapitalisasi sebagai bagian biaya perolehan aset tersebut. Biaya
         pinjaman lainnya diakui sebagai beban pada saat terjadi. Biaya pinjaman dapat mencakup beban
         bunga, beban keuangan dalam sewa pembiayaan atau selisih kurs yang berasal dari pinjaman
         dalam mata uang asing sepanjang selisih kurs tersebut diperlakukan sebagai penyesuaian atas
         biaya bunga.

           Kapitalisasi biaya pinjaman dimulai pada saat Grup telah melakukan aktivitas yang diperlukan
           untuk mempersiapkan aset agar dapat digunakan atau dijual sesuai dengan intensinya serta
           pengeluaran untuk aset dan biaya pinjamannya telah terjadi. Kapitalisasi biaya pinjaman dihentikan
           ketika secara substansial seluruh aktivitas yang diperlukan untuk mempersiapkan aset
           kualifikasian agar dapat digunakan atau dijual sesuai dengan intensinya telah selesai.

    2.v.   Imbalan Kerja
           Imbalan Kerja Jangka Pendek
           Imbalan kerja jangka pendek diakui ketika pekerja telah memberikan jasanya dalam suatu periode
           akuntansi, sebesar jumlah tidak terdiskonto dari imbalan kerja jangka pendek yang diharapkan
           akan dibayar sebagai imbalan atas jasa tersebut.

           Imbalan kerja jangka pendek mencakup antara lain upah, gaji, bonus dan insentif.

           Imbalan Pascakerja
           Imbalan pascakerja seperti pensiun, uang pisah dan uang penghargaan masa kerja dihitung
           berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13/2003 (”UU 13/2003”).

           Grup mengakui jumlah liabilitas imbalan pasti neto sebesar nilai kini kewajiban imbalan pasti pada
           akhir tahun pelaporan dikurangi nilai wajar aset program yang dihitung oleh aktuaris independen
           dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Nilai kini kewajiban imbalan pasti ditentukan
           dengan mendiskontokan imbalan tersebut.

           Grup mencatat tidak hanya kewajiban hukum berdasarkan persyaratan formal program imbalan
           pasti, tetapi juga kewajiban konstruktif yang timbul dari praktik informal entitas.

           Biaya jasa kini, biaya jasa lalu dan keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, serta bunga neto
           atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto diakui dalam laba rugi.

           Pengukuran kembali atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang terdiri dari keuntungan dan
           kerugian aktuarial, imbal hasil atas aset program dan setiap perubahan dampak batas atas aset
           diakui sebagai penghasilan komprehensif lain.




                                                    22
Page 26
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

         Pesangon
         Grup mengakui pesangon sebagai liabilitas dan beban pada tanggal yang lebih awal di antara:
         a) Ketika Grup tidak dapat lagi menarik tawaran atas imbalan tersebut; dan
         b) Ketika Grup mengakui biaya untuk restrukturisasi yang berada dalam ruang lingkup PSAK
            No. 57 dan melibatkan pembayaran pesangon.

         Grup mengukur pesangon pada saat pengakuan awal, dan mengukur dan mengakui perubahan
         selanjutnya, sesuai dengan sifat imbalan kerja.

    2.w. Pajak Penghasilan
         Beban pajak adalah jumlah gabungan pajak kini dan pajak tangguhan yang diperhitungkan dalam
         menentukan laba rugi pada suatu periode. Pajak kini dan pajak tangguhan diakui dalam laba rugi,
         kecuali pajak penghasilan yang timbul dari transaksi atau peristiwa yang diakui dalam penghasilan
         komprehensif lain atau secara langsung di ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing
         diakui dalam penghasilan komprehensif lain atau ekuitas.

         Manfaat terkait dengan rugi pajak yang dapat ditarik untuk memulihkan pajak kini dari periode
         sebelumnya diakui sebagai aset. Aset pajak tangguhan diakui untuk akumulasi rugi pajak belum
         dikompensasi dan kredit pajak belum dimanfaatkan sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak
         masa depan akan tersedia untuk dimanfaatkan dengan rugi pajak belum dikompensasi dan kredit
         pajak belum dimanfaatkan.

         Seluruh perbedaan temporer kena pajak diakui sebagai liabilitas pajak tangguhan, kecuali
         perbedaan temporer kena pajak yang berasal dari:
         a) pengakuan awal goodwill; atau
         b) pengakuan awal aset atau liabilitas dari transaksi yang bukan kombinasi bisnis dan pada saat
             transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak).

          Aset pajak tangguhan diakui untuk seluruh perbedaan temporer dapat dikurangkan sepanjang
          kemungkinan besar laba kena pajak akan tersedia sehingga perbedaan temporer dapat
          dimanfaatkan untuk mengurangi laba dimaksud, kecuali jika aset pajak tangguhan timbul dari
          pengakuan awal aset atau pengakuan awal liabilitas dalam transaksi yang bukan kombinasi bisnis
          dan pada saat transaksi tidak mempengaruhi laba akuntansi atau laba kena pajak (rugi pajak).

          Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diharapkan
          berlaku ketika aset dipulihkan atau liabilitas diselesaikan, berdasarkan tarif pajak (dan peraturan
          pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir tahun pelaporan.
          Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai
          dengan cara Grup memperkirakan, pada akhir tahun pelaporan, untuk memulihkan atau
          menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya.

          Jumlah tercatat aset pajak tangguhan ditelaah ulang pada akhir tahun pelaporan. Grup
          mengurangi jumlah tercatat aset pajak tangguhan jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak
          lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset
          pajak tangguhan tersebut. Setiap pengurangan tersebut dilakukan pembalikan atas aset pajak
          tangguhan hingga kemungkinan besar laba kena pajak yang tersedia jumlahnya memadai

          Grup melakukan saling hapus aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan jika dan hanya
          jika:
          a) Grup memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset
              pajak kini terhadap liabilitas pajak kini; dan
          b) Aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang
              dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama atas:
              i. entitas kena pajak yang sama; atau
              ii. entitas kena pajak yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas
                  pajak kini dengan dasar neto, atau merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitas secara
                  bersamaan, pada setiap periode masa depan dimana jumlah signifikan atas aset atau
                  liabilitas pajak tangguhan diperkirakan untuk diselesaikan atau dipulihkan.


                                                   23
Page 27
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


           Grup melakukan saling hapus atas aset pajak kini dan liabilitas pajak kini jika dan hanya jika:
           a) memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah
              yang diakui; dan
           b) bermaksud untuk menyelesaikan dengan dasar neto atau merealisasikan aset dan
              menyelesaikan liabilitas secara bersamaan.

    2.x.   Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak
           Aset Pengampunan Pajak dan Liabilitas Pengampunan Pajak diakui pada saat Surat Keterangan
           Pengampunan Pajak (SKPP) diterbitkan oleh Menteri Keuangan Republik Indonesia, dan tidak
           diakui secara neto (saling hapus). Selisih antara Aset Pengampunan Pajak dan Liabilitas
           Pengampunan Pajak diakui sebagai Tambahan Modal Disetor.
           Aset Pengampunan Pajak pada awalnya diakui sebesar nilai yang disetujui dalam SKPP.

           Liabilitas Pengampunan Pajak pada awalnya diakui sebesar nilai kas dan setara kas yang masih
           harus dibayarkan oleh Grup sesuai kewajiban kontraktual atas perolehan Aset Pengampunan
           Pajak.

           Uang tebusan yang dibayarkan oleh Grup untuk memperoleh pengampunan pajak diakui sebagai
           beban pada periode dimana SKPP diterima oleh Grup.

           Setelah pengakuan awal, Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak diukur sesuai dengan SAK yang
           relevan sesuai dengan klasifikasi masing-masing Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak.

           Sehubungan dengan Aset dan Liabilitas Pengampunan Pajak yang diakui, Grup telah
           mengungkapkan dalam laporan keuangannya:
           a. Tanggal SKPP,
           b. Jumlah yang diakui sebagai Aset Pengampunan Pajak sesuai SKPP,
           c. Jumlah yang diakui sebagai Liabilitas Pengampunan Pajak.

    2.y.   Sewa
           Grup Sebagai Penyewa (Lessee)
           Pada tanggal insepsi suatu kontrak, Grup menilai apakah suatu kontrak merupakan, atau
           mengandung, sewa. Suatu kontrak merupakan, atau mengandung sewa jika kontrak tersebut
           memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan suatu aset identifikasian selama suatu jangka
           waktu untuk dipertukarkan dengan imbalan. Untuk menilai apakah suatu kontrak memberikan hak
           untuk mengendalikan suatu aset identifikasian, Grup menilai apakah:
           (a) Kontrak melibatkan penggunaan suatu aset identifikasian – ini dapat ditentukan secara
               eksplisit atau implisit dan secara fisik dapat dibedakan atau mewakili secara substantial
               seluruh kapasitas aset yang secara fisik dapat dibedakan. Jika pemasok memiliki hak
               substitusi substantif, maka aset tersebut tidak teridentifikasi;
           (b) Grup memiliki hak untuk memperoleh secara substansial seluruh manfaat ekonomik dari
               penggunaan aset selama periode penggunaan; dan
           (c) Grup memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Grup memiliki hak ini
               ketika hak pengambilan keputusan yang paling relevan untuk mengubah bagaimana dan untuk
               tujuan apa aset tersebut digunakan. Dalam kondisi tertentu di mana semua keputusan tentang
               bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah ditentukan aset digunakan telah
               ditentukan mengarahkan penggunaan aset tersebut jika:
               - Grup memiliki hak untuk mengoperasikan aset; atau
               - Grup mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk tujuan
                   apa aset akan digunakan.

           Pada tanggal insepsi atau pada saat penilaian kembali suatu kontrak yang mengandung suatu
           komponen sewa, Grup mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen
           sewa berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa.
           Pembayaran sewa yang termasuk dalam indeks utang sewa meliputi: pembayaran sewa tetap,
           sewa variabel yang bergantung pada indeks, jumlah yang akan dibayarkan dalam jaminan nilai


                                                   24
Page 28
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

         residu dan harga eksekusi opsi beli, opsi perpanjangan atau penalty penghentikan jika Grup cukup
         pasti akan mengeksekusi opsi tersebut.
         Grup mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa pada tanggal dimulainya sewa. Aset hak-guna
         awalnya diukur pada biaya perolehan, yang terdiri dari jumlah pengukuran awal dari liabilitas sewa
         disesuaikan dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan,
         ditambah dengan biaya langsung awal yang dikeluarkan, dan estimasi biaya untuk membongkar
         dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar atau tempat di mana aset
         berada, dikurangi insentif sewa yang diterima.
         Setelah tanggal permulaan, Grup mengukur aset hak-guna dengan model biaya, yaitu biaya
         perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai, serta
         disesuaikan dengan pengukuran kembali liabilitas sewa. Aset hakguna disusutkan dengan
         menggunakan metode garis lurus.
         Jika sewa mengalihkan kepemilikan asset pendasar pada akhir masa sewa atau jika biaya
         perolehan aset hak-guna merefleksikan penyewa akan mengeksekusi opsi beli, maka penyewa
         menyusutkan aset hak-guna dari tanggal permulaan hingga akhir umur manfaat aset pendasar,
         yang mengacu pada ketentuan masa manfaat aset tetap. Jika tidak, maka aset hak-guna
         disusutkan dari tanggal permulaan hingga tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset
         hak-guna atau akhir masa sewa.
         Liabilitas sewa awalnya diukur pada nilai kini atas pembayaran sewa yang belum dibayar pada
         tanggal permulaan, didiskontokan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau, jika suku
         bunga tersebut tidak dapat ditentukan, digunakan suku bunga pinjaman inkremental Perusahaan.
         Umumnya, Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai suku bunga
         diskonto.
         Setelah tanggal permulaan, Perusahaan mengukur liablitas sewa dengan:
         (a) Meningkatkan jumlah tercatat untuk merefleksikan bunga atas liabilitas sewa;
         (b) Mengurangi jumlah tercatat untuk merefleksikan sewa yang telah dibayar;
         (c) Mengukur kembali jumlah tercatat untuk merefleksikan penilaian kembali atau modifikasi sewa
             atau untuk merefleksikan pembayaran sewa tetap secara substansi revision.

         Liabilitas sewa diukur kembali ketika ada perubahan pembayaran sewa masa depan yang timbul
         dari perubahan indeks atau suku bunga, jika ada perubahan estimasi Perusahaan atas jumlah
         yang diperkirakan akan dibayar dalam jaminan nilai residual, atau jika Perusahaan mengubah
         penilaiannya apakah akan mengeksekusi opsi beli, perpanjangan atau penghentian.

         Ketika liabilitas sewa diukur kembali dengan cara ini, penyesuaian terkait dilakukan terhadap
         jumlah tercatat aset hak-guna, atau dicatat dalam laba rugi jika jumlah tercatat aset hak-guna
         telah berkurang menjadi nol.

         Selanjutnya, pembayaran atas kontrak yang termasuk ke dalam pengecualian, yakni pembayaran
         atas sewa jangka pendek dan sewa aset bernilai rendah diakui pada metode garis lurus dan
         dibebankan pada laba rugi. Pembayaran sewa terkait dengan sewa yang dikecualikan tersebut
         diakui sebagai beban dengan menggunakan metode garis lurus selama masa sewa.

         Grup Sebagai Lessor
         Grup mengakui asset berupa piutang sewa pembiayaan di laporan keuangan sebesar jumlah yang
         sama dengan investasi sewa neto. Penerimaan piutang sewa diperlakukan sebagai pembayaran
         pokok dan pendapatan keuangan. Pengakuan pendapatan keuangan didasarkan pada suatu pola
         yang mencerminkan suatu tingkat pengembalian periodic yang konstan atas investasi neto Grup
         sebagai lessor dalam sewa pembiayaan.

         Grup menyajikan aset sebagai sewa operasi di laporan posisi keuangan sesuai sifat asset
         tersebut. Biaya langsung awal sehubungan proses negosiasi dan pengaturan sewa operasi
         ditambahkan dalam jumlah tercatat dari asset sewaan dan diakui sebagai beban selama masa
         sewa dengan dasar yang sama dengan pendapatan sewa. Sewa kontinjen, apabila ada, diakui


                                                  25
Page 29
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

           sebagai pendapatan pada periode terjadinya. Pendapatan sewa operasi diakui sebagai
           pendapatan atas dasar garis lurus selama masa sewa.

    2.z.   Sumber Ketidakpastian Estimasi dan Pertimbangan Akuntansi yang Penting
           Grup membuat estimasi dan asumsi mengenai masa depan. Estimasi dan pertimbangan yang
           digunakan dalam penyusunan laporan keuangan terus dievaluasi berdasarkan pengalaman
           historis dan faktor lainnya, termasuk ekspektasi dari peristiwa masa depan yang diyakini wajar.
           Walaupun estimasi ini dibuat berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen atas kejadian dan
           tindakan saat ini, hasil yang timbul mungkin berbeda dengan jumlah yang diestimasi semula.
           Asumsi dan pertimbangan yang memiliki pengaruh signifikan terhadap jumlah tercatat aset dan
           liabilitas diungkapkan di bawah ini.

           Estimasi Umur Manfaat
           Grup melakukan penelaahan atas masa manfaat ekonomis aset tetap dan properti investasi
           berdasarkan faktor-faktor seperti kondisi teknis dan perkembangan teknologi di masa depan. Hasil
           operasi di masa depan akan dipengaruhi atas perubahan estimasi yang diakibatkan oleh perubahan
           faktor tersebut (lihat Catatan 15 untuk nilai tercatat Properti Investasi dan Catatan 16 untuk nilai
           tercatat aset tetap).

           Imbalan Pascakerja
           Nilai kini liabilitas imbalan pascakerja tergantung pada beberapa faktor yang ditentukan dengan
           dasar aktuarial berdasarkan beberapa asumsi. Asumsi yang digunakan untuk menentukan biaya
           (penghasilan) pensiun neto mencakup tingkat diskonto. Perubahan asumsi ini akan mempengaruhi
           jumlah tercatat imbalan pascakerja. Grup menentukan tingkat diskonto yang sesuai pada akhir
           pelaporan, dengan mempertimbangkan tingkat suku bunga obligasi pemerintah yang didenominasi
           dalam mata uang imbalan yang akan dibayar dan memiliki jangka waktu yang serupa dengan
           jangka waktu liabilitas yang terkait.

           Cadangan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha
           Grup menilai penurunan nilai pada asset keuangan dengan biaya perolehan yang diamortisasi
           pada setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah rugi penurunan nilai harus dicatat
           dalam laba rugi, manajemen harus mempertimbangkan informasi yang wajar dan terdukung yang
           tersedia tanpa biaya atau upaya berlebihan pada tanggal pelaporan mengenai peristiwa masa lalu,
           kondisi kini, dan perkiraan kondisi ekonomi masa depan. Grup menerapkan pendekatan yang
           disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian yang menggunakan roll rate dan
           discounted cash flow untuk menilai kas dan setara kas, dana yang dibatasi penggunaannya,
           piutang usaha dan piutang lain-lain. Nilai tercatat aset keuangan telah diungkapkan dalam Catatan
           3, 4, dan 5.

           Pajak Penghasilan
           Menentukan provisi atas pajak penghasilan badan mewajibkan pertimbangan signifikan oleh
           manajemen. Terdapat transaksi dan perhitungan tertentu yang penentuan pajak akhirnya adalah
           tidak pasti sepanjang kegiatan usaha normal. Grup mengakui liabilitas atas pajak penghasilan
           badan berdasarkan estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan
           (Catatan 8).

           Provisi dan Kontinjensi
           Provisi diakui bila Grup memiliki kewajiban kini (baik bersifat hukum maupun konstruktif) sebagai
           akibat peristiwa masa lalu dan besar kemungkinan Grup diharuskan menyelesaikan kewajiban
           serta jumlah kewajiban tersebut dapat diestimasi secara andal.

           Jumlah diakui sebagai provisi merupakan taksiran terbaik yang diharuskan menyelesaikan
           kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan memperhatikan unsur risiko dan
           ketidakpastian yang melekat pada kewajiban tersebut. Provisi diukur menggunakan estimasi arus
           kas untuk menyelesaikan kewajiban kini dengan jumlah tercatatnya sebesar nilai kini dari arus kas
           tersebut.

                                                     26
Page 30
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


         Bila beberapa atau keseluruhan dari manfaat ekonomis mengharuskan penyelesaian provisi
         diharapkan dapat dipulihkan dari pihak ketiga, piutang diakui sebagai aset apabila terdapat
         kepastian tagihan dapat diterima dan jumlah piutang dapat diukur secara andal.

    2.ab. Laba per Saham
          Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih diatribusikan kepada pemegang
          saham biasa entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar dalam satu
          tahun.

         Untuk tujuan penghitungan laba per saham dilusian, Grup menyesuaikan laba atau rugi yang dapat
         diatribusikan kepada pemegang saham biasa entitas induk dan jumlah rata-rata tertimbang saham
         yang beredar, atas dampak dari seluruh instrumen berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.

         Jumlah rata-rata tertimbang saham beredar untuk perhitungan laba per saham dasar adalah
         sebesar 1.599.999.998 untuk tahun 30 Juni 2022 dan 31 Desember 2021.

    2.ac. Informasi Segmen
          Sebuah segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
            yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban
              (termasuk pendapatan dan beban yang terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari
              entitas yang sama);
            hasil operasinya dikaji ulang secara berkala oleh kepala operasional untuk pembuatan
              keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai
              kinerjanya; dan
            tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.

         Grup menyajikan segmen operasi berdasarkan informasi keuangan yang digunakan oleh
         pengambil keputusan operasional dalam mengevaluasi kinerja segmen dan menentukan alokasi
         sumber daya yang dimilikinya. Segmentasi berdasarkan aktivitas dari setiap kegiatan operasi
         entitas di dalam Grup.




                                                 27
Page 31
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

3.   Kas dan Setara Kas

                                                        31 Maret 2024         31 Desember 2023
     Kas                                                                924                   935
     Bank
      Rupiah
        Pihak Berelasi
          PT Bank
             Bank DKI (Catatan 38)                                30.663                   10.143
        Pihak Ketiga
          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                   4.308                   17.982
          PT Bank Central Asia Tbk                                 4.359                    3.537
          PT Bank Mandiri (Persero) Tbk                            3.854                   10.839
          PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk                   1.244                      766
          PT Bank Permata Tbk                                      1.145                    1.135
          PT Bank Maybank Indonesia Tbk                              209                      209
                                                                  45.782                   44.611
     Deposito Berjangka
      Rupiah
        Pihak Berelasi
          PT Bank DKI (Catatan 38)                               224.899                  355.000
        Pihak Ketiga
          PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk                   9.900                     9.900
          PT Bank Permata Tbk                                      1.000                     1.000
                                                                 235.799                  365.900
     Jumlah Kas dan Setara Kas                                   282.505                  411.446

     Tingkat Suku Bunga Kontraktual
       Deposito Berjangka Per Tahun (%)                 2,25% - 6,25%           2,25% - 6,55%
     Jangka Waktu                                          1 bulan             1 bulan - 3 Bulan




4.   Piutang Usaha

                                                        31 Maret 2024         31 Desember 2023

     Pihak Berelasi (Catatan 38)                                   3.347                    9.531
     Pihak Ketiga                                                105.507                  113.789
     Dikurangi:
       Cadangan Kerugian Penurunan Nilai                        (67.452)                  (61.083)
     Jumlah Pihak Ketiga - Bersih                                 38.055                   52.706
     Jumlah Bersih                                                41.402                   62.237




                                                   28
Page 32
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

     Jumlah piutang usaha berdasarkan umur (hari) adalah sebagai berikut:

                                                                       31 Maret 2024         31 Desember 2023
     Belum Jatuh Tempo                                                              6.162               12.581
     Sudah Jatuh Tempo
      1 - 30 hari                                                                   9.958               15.372
      31 - 60 hari                                                                  9.609                3.579
      61 - 90 hari                                                                  4.107                3.189
      > 91 hari                                                                    79.018               88.599
     Jumlah                                                                       108.854              123.320

     Dikurangi:
      Cadangan Kerugian Penurunan Nilai                                           (67.452)             (61.083)
     Jumlah Bersih                                                                 41.402               62.237

     Manajemen telah membentuk penyisihan kerugian penurunan nilai berdasarkan penilaian secara kelompok
     atas masing-masing debitur.

     Mutasi penyisihan kerugian penurunan nilai piutang adalah sebagai berikut:

                                                                       31 Maret 2024         31 Desember 2023
     Saldo Awal                                                                    61.083                47.853
     Penambahan (Catatan 34)                                                        6.369                25.050
     Pemulihan (Catatan 33)                                                             --             (11.820)
     Saldo Akhir                                                                   67.452               61.083

     Manajemen berpendapat bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai diatas cukup untuk menutupi kerugian
     yang mungkin timbul dari tidak tertagihnya piutang tersebut.

     Manajemen juga berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang
     kepada pihak ketiga.


5.   Piutang Lain-lain – Pihak Ketiga

     Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar Nil dan Rp17.781, piutang
     lain-lain pihak berelasi merupakan piutang pembagian dividen PT Jakarta Akses Tol Priok (Catatan 12).

     Saldo piutang lain-lain pihak ketiga pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing
     sebesar Rp5.369 dan Rp8.296.

     Piutang lain-lain pihak ketiga merupakan piutang sponsor dan tenant yang belum ditagihkan dan akrual
     pendapatan bunga.

     Manajemen berkeyakinan seluruh bahwa piutang lain-lain dapat tertagih, sehingga manajemen tidak
     mencadangkan penurunan nilai piutang lain-lain pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.

     Manajemen juga berpendapat bahwa tidak terdapat risiko yang terkonsentrasi secara signifikan atas piutang
     lain-lain.




                                                      29
Page 33
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

6.   Persediaan

                                                                    31 Maret 2024          31 Desember 2023
     Suku Cadang                                                               3.718                   3.762
     Barang Dagangan                                                           1.263                   1.026
     Makanan dan Minuman                                                       1.233                   1.249
     Supplies                                                                    335                     399
     Minyak Pelumas                                                               77                      61
     Sub Jumlah                                                                6.626                   6.497
     Dikurangi: Penyisihan Penurunan Nilai Persediaan                          (440)                   (440)
     Jumlah                                                                    6.186                   6.057


     Persediaan Grup terdiri dari persediaan dengan tingkat perputaran cepat (fast moving), antara lain
     persediaan suku cadang, makanan dan minuman, alat-alat tulis dan kerja, barang dagangan, serta minyak
     pelumas.

     Manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan kerugian penurunan nilai persediaan cukup untuk menutup
     kemungkinan kerugian akibat penurunan nilai persediaan.

7.   Uang Muka

     Saldo uang muka pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar Rp7.768
     dan Rp1.777.

     Uang muka terdiri dari uang muka operasional atas pelaksanaan proyek dan kegiatan usaha atau acara-
     acara yang diselenggarakan, dan uang muka pesangon karyawan atas pembayaran di muka (1 tahun
     sebelum masa pensiun) kepada karyawan sebesar 50% dari jumlah pesangon yang akan diterima
     karyawan.

8.   Perpajakan

     a.   Pajak Dibayar di Muka

                                                                     31 Maret 2024         31 Desember 2023
          Perusahaan
           Pajak Pertambahan Nilai                                                   462                      --
           Pajak Penghasilan
             Pasal 4 (2)                                                       10.810                  1.290
             Pasal 23                                                              10                      --
          Entitas Anak
           Pajak Hiburan                                                        3.227                  3.227
           Pajak Pertambahan Nilai                                                227                      --
           Pajak Penghasilan
             Pasal 4 (2)                                                            2                         1
             Pasal 22                                                              11                         --
             Pasal 23                                                             218                         --
             Pasal 25                                                           1.905                         --
          Jumlah                                                               16.872                  4.518




                                                        30
Page 34
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


   b.   Utang Pajak

                                                     31 Maret 2024         31 Desember 2023

        Perusahaan
         Pajak Pertambahan Nilai                                      --                    654
         Pajak Penghasilan
           Pasal 4 (2)                                            1.153                   3.202
           Pasal 21                                               2.486                   9.223
           Pasal 23                                                  86                     181
           Pasal 26                                                 137
         Sub Jumlah                                               3.862                  13.260
        Entitas Anak
         Pajak Hiburan                                            4.127                  12.478
         Pajak Pertambahan Nilai                                  5.483                   5.165
         Pajak Pembangunan                                          751                   1.402
         Pajak Penghasilan
           Pasal 4 (2)                                            5.322                   7.718
           Pasal 21                                               1.235                   4.395
           Pasal 23                                                 208                     457
           Pasal 26                                                 404                       --
           Pasal 29                                             105.834                  96.830
         Sub Jumlah                                             123.364                 128.445
        Jumlah                                                  127.226                 141.705



   c.   Pajak Kini

                                                                     31 Maret
                                                         2024                    2023
        Perusahaan
         Pajak Kini                                                   --                    154
         Pajak Tangguhan                                              --                      --
          Jumlah                                                      --                    154
        Entitas Anak
         Pajak Kini                                              (9.005)                (21.859)
         Pajak Tangguhan                                           (823)                 (3.144)
          Jumlah                                                 (9.828)                (25.003)

        Konsolidasian
         Pajak Kini                                              (9.005)                (21.705)
         Pajak Tangguhan                                           (823)                 (3.144)
        Jumlah                                                   (9.828)                (24.849)




                                        31
Page 35
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

       Rekonsiliasi antara laba sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi dan penghasilan
       komprehensif Iain konsolidasian dengan laba kena pajak adalah sebagai berikut:

                                                                                   31 Maret
                                                                        2024                  2023
       Laba Sebelum Pajak Menurut Laporan Laba Rugi
         dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian                         22.568                69.534
       Eliminasi dan Penyesuaian                                               (84.252)              (23.622)
       Laba (Rugi) Sebelum Pajak Perusahaan Induk                              (61.684)               45.912
       Bagian Laba dan Beban yang telah
        Dikenakan Pajak yang Bersifat Final                                     38.271                 7.812
       Laba (Rugi) Sebelum Pajak                                               (23.413)               53.724
       Koreksi Fiskal
        Beban Penyusutan dan Amortisasi                                         (8.913)               (1.261)
        Manfaat Karyawan                                                          6.745                 2.406
        Bonus dan Tantiem                                                       (3.999)                 1.107
        Jamuan Tamu dan Sumbangan                                                 4.189                 1.361
        Penghargaan Karyawan                                                        243                   123
        Penghasilan Bunga                                                       (5.620)               (1.766)
        Lain-lain                                                               74.675               (66.107)
       Jumlah Koreksi Fiskal                                                   67.320                (64.137)
       Laba (Rugi) Fiskal                                                      43.907                (10.413)



       Penghasilan kena pajak hasil rekonsiliasi menjadi dasar dalam pengisian SPT Tahunan PPh Badan.

       Rekonsiliasi antara beban pajak dan hasil perkalian laba akuntansi sebelum pajak dengan tarif pajak
       yang berlaku adalah sebagai berikut:

                                                                                   31 Maret
                                                                        2024                  2023
       Laba Sebelum Pajak Menurut Laporan Laba Rugi
         dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian                        22.568                69.352
       Bagian Laba (Rugi) Bersih Entitas Anak,
         Asosiasi dan Ventura Bersama                                                                      --
       Eliminasi dan Penyesuaian                                               (84.252)              (23.622)
       Bagian Laba dan Beban yang telah
         Dikenakan Pajak yang Bersifat Final                                    38.271                 7.812
       Laba Sebelum Pajak Perusahaan                                           (23.413)               53.542
       Tarif Pajak 22%                                                          (5.151)                11.779
       Koreksi Fiskal                                                           14.810               (14.110)
       Rugi Fiskal Tidak Dimanfaatkan                                             6.109                 2.331
       Beban Pajak Kini Perusahaan                                              15.768                     --




                                                    32
Page 36
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

      d. Pajak Tangguhan
         Rincian dari aset (liabilitas) pajak tangguhan adalah sebagai berikut:

                                         31 Des 2023         Dibebankan         Dibebankan ke            31 Mar 24
                                                            ke Laba Rugi         Pendapatan
                                                                                Komprehensif
                                                                                     Lain

          Aset Pajak Tangguhan
           PT SI                                   579                     --                   --                    579
           PT TI                                     --                    --                   --                      --
          Jumlah Aset
           Pajak Tangguhan                         579                     --                   --                    579

          Liabilitas Pajak Tangguhan
           PT TIJA                            (143.736)              (823)                      --            (144.559)
           PT STU                               (2.127)                 --                      --              (2.127)
          Jumlah Liabilitas
           Pajak Tangguhan                    (145.863)              (823)                   --               (146.686)


                                         31 Des 2022         Dibebankan           Dikreditkan           31 Des 2023
                                                            ke Laba Rugi        (Dibebankan) ke
                                                                                  Penghasilan
                                                                                 Komprehensif
                                                                                      Lain

          Aset Pajak Tangguhan
           PT SI                                   568               (230)                  241                       579
           PT TI                                     --                 --                    --                        --
          Jumlah Aset
           Pajak Tangguhan                         568               (230)                  241                       579

          Liabilitas Pajak Tangguhan
           PT TIJA                            (137.827)           (10.257)                4.348               (143.736)
           PT STU                               (2.694)                567                    --                (2.127)
          Jumlah Liabilitas
           Pajak Tangguhan                    (140.521)            (9.690)                4.348               (145.863)


          Berdasarkan penilaian yang dibuat oleh manajemen, Perusahaan tidak mengakui pajak tangguhan
          yang timbul dari perbedaan temporer antara pajak dan komersial karena sebagian besar penghasilan
          Perusahaan telah dikenakan pajak final sehingga dampak pajak tangguhannya dipertimbangkan
          tidak material.

9.   Pajak Final

     Jumlah beban pajak final untuk periode tiga bulan yang berakhir 31 Maret 2024 dan 2023 masing-masing
     adalah sebesar Rp5.930 dan Rp2.848 yang dihitung dari pendapatan yang dikenakan pajak final masing-
     masing sebesar Rp59.299 dan Rp29.959.

10. Biaya Dibayar di Muka
                                                                            31 Maret 2024            31 Desember 2023
     Asuransi                                                                           3.586                    4.580
     Lain-lain                                                                         14.718                       16
     Jumlah                                                                            18.304                    4.596



                                                       33
Page 37
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

11. Investasi pada Ventura Bersama
                                                                                 31 Maret 2024
                                    Domisili   Persentase       Saldo               Pengembalian        Bagian Laba (Rugi)   Saldo
                                               Kepemilikan      Awal                  Investasi           Neto Periode       Akhir
                                                                                                             Berjalan
                                                   %                Rp                  Rp                     Rp             Rp

    KSO Pembangunan Jaya Property   Jakarta            65,00             3.795                     --                  28            3.823
    KSO Ancol Batavia               Jakarta            50,00             2.020                     --                   --           2.020
    Jumlah                                                               5.815                     --                  28            5.843



                                                                            31 Desember 2023
                                    Domisili   Persentase       Saldo            Pengembalian           Bagian Laba (Rugi)   Saldo
                                               Kepemilikan      Awal               Investasi              Neto Periode       Akhir
                                                                                                             Berjalan
                                                   %                Rp                  Rp                     Rp             Rp

    KSO Pembangunan Jaya Property   Jakarta            65,00             4.569                     --               (774)            3.795
    KSO Ancol Batavia               Jakarta            50,00             2.009                     --                  11            2.020
    Jumlah                                                               6.578                     --               (763)            5.815




    KSO Pembangunan Jaya Property
    Tanggal 21 Desember 2011 Perusahaan dan PT Jaya Real Property Tbk mengadakan Perjanjian Kerjasama
    Operasi (KSO) pembangunan apartemen double decker dan kondominium di kawasan Ancol Barat beserta
    sarana dan prasarananya, dengan komposisi bagi hasil Perusahaan dan PT Jaya Real Property Tbk
    masing-masing sebesar 65% dan 35%.

    Berdasarkan addendum II Perjanjian Kerjasama Operasi (KSO) tanggal 15 Desember 2014 para pihak
    sepakat untuk tidak melanjutkan kerjasama pada proyek kondominium di atas tanah seluas 12.162 m ,                                    2


    atas addendum ini proyek yang dijalankan hanya pembangunan apartemen Double Decker seluas 2.650
    m.
     2




    Berdasarkan Berita Acara Perhitungan Pembagian Keuntungan dan Pengembalian Sebagian Investasi KSO
    Pembangunan Jaya Property tanggal 20 April 2020, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menerima sebesar
    Rp5.216 atas pembagian keuntungan sebesar 65% dari nilai laba bersih sampai dengan tahun 2019, dan
    PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk berhak menerima sebesar 65% dari total pengembalian sebagian
    investasi senilai Rp7.800.

    Berdasarkan Berita Acara Kesepakatan antara Perusahaan dengan PT Jaya Real Property Tbk No. PJA :
    001/DIR-PJA/VII/2020 No.JRP: 004/BAK/ JRP-PJA/VII/2020 tentang pengakhiran Perjanjian Kerjasama
    Operasi (KSO) Dalam Rangka Pembangunan Hunian dan Komersial di Kawasan Ancol Barat Beserta
    Dengan Sarana dan Prasarananya memutuskan bahwa Kedua belah pihak sepakat dan setuju untuk
    mengakiri Perjanjian Kerjasama yang akan dituangkan dalam Akta Notaris pengakhiran perjanjian yang
    ditunjuk dan/atau disepakati oleh kedua belah pihak. Sampai dengan tanggal laporan keuangan terbit,
    belum terdapat pengakhiran perjanjian tersebut.

    KSO Ancol Batavia
    Pada tanggal 20 April 2022 PT JA dan PT Batavia Pictures mengadakan Perjanjian Kerjasama Operasi
    (KSO) pembuatan dan pengembangan Intellectual Property (IP) dengan porsi kontribusi berupa penyertaan
    modal ke dalam KSO dengan komposisi PT JA dan PT Batavia Pictures masing-masing sebesar 50%.




                                                               34
Page 38
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

12. Investasi pada Entitas Asosiasi

    Perusahaan memiliki penyertaan saham pada entitas asosiasi yang dipertanggungjawabkan dengan metode
    ekuitas sebagai berikut:

                                                                                                     31 Maret 2024            31 Desember 2023
     PT Fauna Land Ancol (PT FLA)                                                                                15.204                         15.420
     PT Philindo Sporting Amusement
      and Tourism Corporation (PT PSATC)                                                                              6.269                      5.955
     PT Jakarta Akses Tol Priok (PT JATP)                                                                             4.887                      4.948
     PT Jaya Kuliner Lestari (PT JKL)                                                                                 2.152                      2.195
     PT Kawasan Ekonomi Khusus Marunda Jakarta (PT KEKMJ)                                                             1.079                      1.078
     Jumlah                                                                                                      29.591                         29.596

    Rincian dan mutasi investasi pada entitas asosiasi pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
    adalah sebagai berikut:

                                                                                          31 Maret 2024
                                       Domisili   Persentase        Nilai          Penambahan       Penerimaan            Bagian Laba           Saldo
                                                  Kepemilikan      Tercatat        (Pelepasan)        Dividen             (Rugi) Neto           Akhir
                                                                  Awal Tahun        Investasi                            Tahun Berjalan
                                                      %              Rp                Rp                Rp                   Rp                 Rp

    PT Fauna Land Ancol (FLA)          Jakarta            35,00       15.420                    --               --                  (216)        15.204
    PT Philindo Sporting Amusement
     and Tourism Corporation (PSATC)   Jakarta            50,00         5.955                   --               --                     314        6.269
    PT Jakarta Akses Tol
     Priok (JATP)                      Jakarta            50,00         4.948                   --               --                     (61)       4.887
    PT Jaya Kuliner Lestari (JKL)      Jakarta            25,00         2.195                   --               --                     (43)       2.152
    PT Kawasan Ekonomi Khusus
     Marunda Jakarta (KEKMJ)           Jakarta            25,00         1.078                   --               --                        1       1.079
    Jumlah                                                            29.596                    --               --                       (5)     29.591




                                                                                        31 Desember 2023
                                       Domisili   Persentase        Nilai          Penambahan     Penerimaan              Bagian Laba           Saldo
                                                  Kepemilikan      Tercatat        (Pelepasan)       Dividen              (Rugi) Neto           Akhir
                                                                  Awal Tahun        Investasi                            Tahun Berjalan
                                                      %              Rp                Rp                Rp                   Rp                 Rp

    PT Fauna Land Ancol (FLA)          Jakarta            35,00       16.212                    --               --                  (792)        15.420
    PT Philindo Sporting Amusement
     and Tourism Corporation (PSATC)   Jakarta            50,00               --                --               --                  5.955         5.955
    PT Jakarta Akses Tol
     Priok (JATP)                      Jakarta            50,00         6.429                   --        (19.781)                  18.300         4.948
    PT Jaya Kuliner Lestari (JKL)      Jakarta            25,00         2.660                   --         (1.000)                     535         2.195
    PT Kawasan Ekonomi Khusus
     Marunda Jakarta (KEKMJ)           Jakarta            25,00         1.060                   --               --                       18       1.078
    Jumlah                                                            26.361                    --        (20.781)                  24.016        29.596




    PT PSATC
    Perusahaan telah melakukan absorb rugi penuh atas investasi ini pada tahun 2022. Bagian kerugian yang
    tidak diakui sampai dengan 31 Desember 2022 sebesar Rp152. Pada 31 Desember 2023 Perusahaan
    mendapatkan porsi laba sebesar Rp6.107 dan melakukan absorb laba bersih sebesar Rp5.955.

    PT JATP
    Berdasarkan Akta No. 32 tanggal 17 Februari 2023 dari Notaris Pratiwi Handayani S.H., dan Surat
    keputusan Dewan Komisaris dan Direksi tentang Pembagian Dividen Interim tahun 2023 No.
    02/JAPT/Kpts/XII/2023 tanggal 28 Desember 2023, Komisaris, Direksi, dan pemegang saham PT JATP
    menyetujui pembagian dividen sebesar Rp19.781 kepada PT JAPT.


                                                                      35
Page 39
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

    PT JKL
    Pada tahun 2023, PT JKL melakukan pembagian dividen sebesar Rp1.000 kepada PT TI.
    Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat
    pembatasan dan risiko signifikan yang terkait dengan investasi pada entitas asosiasi.
    Berikut adalah informasi keuangan entitas asosiasi per 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023:

                                                                          31 Maret 2024         31 Desember 2023
    Jumlah Agregat Aset                                                             89.934                125.544
    Jumlah Agregat Liabilitas                                                       11.331                 46.557
    Jumlah Agregat Pendapatan                                                       19.603                 48.126
    Jumlah Agregat Laba Komprehensif                                                 (697)                 48.766

13. Investasi Jangka Panjang Lainnya

                                                                               31 Maret 2024

                             Tempat                                             Perubahan
                            Kedudukan          %           Saldo Awal           Nilai Wajar          Saldo Akhir

    PT Jakarta Tollroad
     Development (JTD)        Jakarta         5,89%             128.298                         --        128.298
    PT Jaya Bowling
     Indonesia (JBI)          Jakarta        16,75%                 638                         --            638
    Jumlah                                                      128.936                         --        128.936

                                                                             31 Desember 2023

                             Tempat                                            Perubahan
                            Kedudukan          %           Saldo Awal          Nilai Wajar           Saldo Akhir

    PT Jakarta Tollroad
     Development (JTD)        Jakarta        5,89%             183.487                    (55.189)        128.298
    PT Jaya Bowling
     Indonesia (JBI)          Jakarta        16,75%                638                          --            638
    Jumlah                                                     184.125                    (55.189)        128.936


    PT JTD
    Pada tanggal 2 Juni 2022, Perusahaan melakukan reklasifikasi investasi pada JTD yang sebelumnya
    diklasifikasikan sebagai investasi pada entitas asosiasi menjadi aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
    melalui penghasilan komprehensif lain. Pengakuan awal investasi diukur pada nilai wajar sebesar
    Rp265.669 berdasarkan perhitungan Kantor Jasa Penilai Publik Asrori dan Rekan, penilai independen,
    dalam laporannya No. 00047/2.0126-00/BS/05/0338/1/III/2023 tanggal 24 Maret 2023. Selisih antara nilai
    tercatat dengan nilai wajar diakui di laba rugi.

    Berdasarkan Akta No. 71 tanggal 28 Desember 2022 dari Notaris Aulia Taufani S.H., mengenai pernyataan
    keputusan para pemegang saham terkait dengan peningkatan modal dasar melalui penerbitan 294.026
    lembar saham seri B dengan nilai Rp1.000.000. Perusahaan tidak mengambil bagian atas penerbitan saham
    sehingga kepemilikan investasi Perusahaan di PT JTD menjadi sebesar 6,66%.

    Nilai wajar investasi saham PT JTD pada tanggal 30 November 2023 dan 31 Desember 2022 sebesar
    Rp133.575 dan Rp183.487 didasarkan pada perhitungan penilai publik oleh Kantor Jasa Penilai Publik
    Rengganis, Hamid dan Rekan serta Asrori dan Rekan, penilai independen, dalam laporannya tanggal 26
    Januari 2024 dan 24 Maret 2023. Perubahan nilai wajar masing-masing sebesar Rp55.189 dan Rp82.182
    diakui pada penghasilan komprehensif lain.

                                                      36
Page 40
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

    Berdasarkan Akta No. 50 tanggal 18 Desember 2023 dari Notaris Aulia Taufani S.H., mengenai
    pernyataan keputusan para pemegang saham terkait dengan peningkatan modal ditempatkan/disetor
    menjadi 751.035 lembar saham dengan nilai Rp1.000.000 (Rupiah Penuh). Perusahaan tidak mengambil
    bagian atas penerbitan saham sehingga kepemilikan investasi Perusahaan di PT JTD menjadi sebesar
    5,89%.

    Berdasarkan perubahan kepemilikan Perusahaan di PT JTD tersebut, maka manajemen melakukan
    penyesuaian atas nilai wajar sebesar Rp5.277 yang diakui pada penghasilan komprehensif lain. Nilai
    wajar investasi saham atas kepemilikan 5,89% Perusahaan di JTD pada tanggal 31 Desember 2023
    sebesar Rp128.298.

    Pengukuran nilai wajar menggunakan pendekatan pendapatan dengan metode arus kas terdiskonto dan
    pendekatan biaya dengan metode biaya pengganti/reproduksi tersusutkan (Tingkat 3).

14. Aset Real Estat

                                                                       31 Maret 2024          31 Desember 2023
    Tanah                                                                         202.653                204.568
    Rumah dan Apartemen                                                            73.582                 75.475
    Jumlah                                                                        276.235                280.043


    a. Mutasi tanah :

              Tahun             Saldo Awal         Penambahan            Penjualan              Saldo Akhir

        31 Maret 2024                 204.568                    --                (1.915)             202.653
        31 Desember 2023              204.021                  547                      --             204.568

       Lokasi, luas dan nilai perolehan atas tanah adalah sebagai berikut:

                                        31 Maret 2024                           31 Desember 2023
             Lokasi             Luas Tanah        Nilai Perolehan        Luas Tanah       Nilai Perolehan
                                    m2                   Rp                  m2                  Rp

       Ancol Timur                     282.468              162.582                282.628              164.497
       Ancol Barat                       5.436               20.548                  5.436               20.548
       Marunda                          26.957               18.447                 26.957               18.447
       Tugu Permai                       3.855                  929                  3.855                  929
       Sunter                            1.585                  147                  1.585                  147
       Jumlah                          320.301              202.653                320.461              204.568

       Tanah Perusahaan di Kelurahan Sunter Agung, Jakarta Utara dengan HGB No. 649 luas sebesar
       1.585 m2 dan nilai perolehan sebesar Rp147 masing-masing pada 31 Maret 2024 dan 31 Desember
       2023, tercatat atas nama PT Regional Engineering dan Alumunium Manufacturing & Co.

    b. Mutasi rumah dan apartemen :

              Tahun             Saldo Awal          Penambahan               Penjualan          Saldo Akhir

        31 Maret 2024                   75.475                    --                (1.893)             73.582
        31 Desember 2023                75.351                  124                      --             75.475




                                                     37
Page 41
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

       Lokasi, jumlah dan nilai perolehan atas rumah dan apartemen adalah sebagai berikut:

                                           31 Maret 2024                         31 Desember 2023
              Lokasi             Jumlah              Nilai Perolehan         Jumlah        Nilai Perolehan
                                  Unit                      Rp                Unit                Rp

        Ancol Timur                           20                  59.888                 22              61.781
        Pademangan                            21                  12.335                 21              12.335
        Ancol Barat                            6                   1.359                  6               1.359
        Jumlah                                47                  73.582                 49              75.475


       Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 Perusahaan telah mengasuransikan aset real
       estat kepada pihak ketiga yang tergabung dalam suatu polis asuransi gabungan bersama aset tetap
       (Catatan 16).


15. Properti Investasi

                                                                      2024
                               1 Januari        Penambahan         Pengurangan     Reklasifikasi     31 Maret
     Biaya Perolehan:
      Tanah                          4.523                   --               --               --          4.523
      Bangunan                     280.028                   --               --               --        280.028
      Sarana dan Prasarana          25.318                   --               --               --         25.318
     Jumlah                        309.869                  --               --                --        309.869
     Akumulasi Penyusutan:
      Bangunan                      84.052               1.657                --               --         85.709
      Sarana dan Prasarana          19.543                 184                --               --         19.727
     Jumlah                        103.595               1.841                --               --        105.436
     Nilai Tercatat                206.274                                                               204.433


                                                                      2023
                               1 Januari        Penambahan         Pengurangan     Reklasifikasi    31 Desember
     Biaya Perolehan:
      Tanah                          4.523                   --               --               --          4.523
      Bangunan                     280.028                   --               --               --        280.028
      Sarana dan Prasarana          25.318                   --               --               --         25.318
     Jumlah                        309.869                   --               --               --        309.869
     Akumulasi Penyusutan:
      Bangunan                      77.424               6.628                --               --         84.052
      Sarana dan Prasarana          18.807                 736                --               --         19.543
     Jumlah                         96.231               7.364                --               --        103.595
     Nilai Tercatat                213.638                                                               206.274



    Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan telah mengasuransikan properti
    investasi kepada pihak ketiga yang tergabung dalam suatu polis asuransi gabungan bersama aset tetap
    (Catatan 16).

    Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 tidak terdapat properti investasi milik Perusahaan
    yang digunakan sebagai jaminan atas pinjaman kepada pihak ketiga.


                                                       38
Page 42
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

    Pendapatan sewa yang diterima Perusahaan dari properti investasi untuk periode tiga bulan yang berakhir
    31 Maret 2024 dan 2023 masing-masing sebesar Rp526 dan Rp135 (Catatan 30).

    Beban penyusutan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 dicatat
    sebagai bagian dari beban langsung masing-masing sebesar Rp1.841 (Catatan 31).

    Beban operasi yang dikeluarkan untuk melakukan pemeliharaan properti investasi untuk periode tiga
    bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023 sebesar Rp47 dan Rp44 (Catatan 31).


16. Aset Tetap

                                                                         2024
                                     1 Januari      Penambahan        Pengurangan        Reklasifikasi        31 Maret
    Biaya Perolehan:
     Tanah                                 15.297                --                 --                --           15.297
     Bangunan                           1.166.997                --                 --           17.499         1.184.496
     Sarana dan Prasarana               1.173.341                --                 --            4.026         1.177.367
     Mesin dan Perlengkapan             1.191.779                --                 --           12.428         1.204.207
     Peralatan                             67.839                --                 --              385            68.224
     Kendaraan                              4.846                --                 --              211             5.057
     Kapal                                  5.110                --                 --                --            5.110
     Binatang                              12.438                --                 --              950            13.388
    Sub Jumlah                          3.637.647                --                 --           35.499         3.673.146
    Aset Dalam Penyelesaian               768.907         39.300                    --         (35.499)           772.708
    Jumlah Biaya Perolehan              4.406.554         39.300                    --                   --     4.445.854
    Akumulasi Penyusutan:
     Bangunan                             455.981          7.596                    --                   --       463.577
     Sarana dan Prasarana                 628.198          6.209                    --                   --       634.407
     Mesin dan Perlengkapan               662.956         10.979                    --                   --       673.935
     Peralatan                             63.969            427                    --                   --        64.396
     Kendaraan                              4.580             48                    --                   --         4.628
     Kapal                                  4.743             30                    --                   --         4.773
     Binatang                               7.329            263                    --                   --         7.592
     Jumlah                             1.827.756         25.552                    --                   --     1.853.308
    Beban Penurunan:
     Nilai Aset Tetap                         322                --                 --                   --           322
     Nilai Aset dalam Penyelesaian        122.674                --                 --                   --       122.674
    Nilai Tercatat                      2.455.802                                                               2.469.550




                                                        39
Page 43
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                    2023
                                1 Januari      Penambahan        Pengurangan          Reklasifikasi        31 Desember
   Biaya Perolehan
    Tanah                             15.297                --              --                     --             15.297
    Bangunan                       1.141.600                --         (1.619)                27.016           1.166.997
    Sarana dan Prasarana           1.156.676                --         (1.810)                18.475           1.173.341
    Mesin dan Perlengkapan         1.151.645                --            (67)                40.201           1.191.779
    Peralatan                         66.922                --             (9)                   926              67.839
    Kendaraan                          4.654                --              --                   192               4.846
    Kapal                              5.110                --              --                     --              5.110
    Binatang                          12.239                --              --                   199              12.438
    Sub Jumlah                     3.554.143                --         (3.505)                87.009           3.637.647
   Aset Dalam Penyelesaian           747.438        108.478                    --           (87.009)             768.907
   Jumlah                          4.301.581        108.478            (3.505)                        --       4.406.554
   Akumulasi Penyusutan
    Bangunan                         427.705         29.895            (1.619)                        --         455.981
    Sarana dan Prasarana             605.068         24.940            (1.810)                        --         628.198
    Mesin dan Perlengkapan           623.175         39.848               (67)                        --         662.956
    Peralatan                         62.181          1.797                (9)                        --          63.969
    Kendaraan                          4.433            147                 --                        --           4.580
    Kapal                              4.614            129                 --                        --           4.743
    Binatang                           6.356            973                 --                        --           7.329
   Jumlah                          1.733.532         97.729            (3.505)                        --       1.827.756
   Beban Penurunan Nilai
    Aset Tetap                           322              --                   --                     --             322
    Aset dalam Penyelesaian           58.289         64.385                    --                     --         122.674
   Nilai Tercatat                  2.509.439                                                                   2.455.802


   Beban penyusutan dialokasi sebagai berikut:
                                                                                           31 Maret
                                                                               2024                         2023
   Beban Langsung (Catatan 31)                                                         24.220                      21.183
   Beban Umum dan Administrasi (Catatan 33)                                             1.332                       1.409
   Jumlah                                                                              25.552                      22.592


   Perusahaan memiliki tanah yang terletak di Jakarta Utara, dengan hak legal berupa Hak Pengelolaan
   Lahan (HPL) atas nama Pemda DKI, seluas 4.779.120 m2, juga memiliki beberapa bidang tanah yang
   terletak di Jakarta Utara dengan hak legal berupa Hak Guna Bangunan (HGB) yang berjangka waktu
   20 (dua puluh) tahun yang berakhir di tahun 2027. Untuk HPL, selama tanah tersebut dipergunakan untuk
   industri, perumahan dan rekreasi, Perusahaan akan tetap mempunyai hak untuk mengelolanya.

   Penambahan aset tetap untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 berasal dari
   Inovasi Cottage Putri Duyung Ancol, Renovasi Dunia Fantasi, Ocean Dream Samudera, dan Area Taman
   Impian. Penambahan aset tetap pada tahun 2023 berasal dari Penggantian Sistem ERP SAP dan HCMS,
   Renovasi Dunia Fantasi, Ocean Dream Samudera, Atlantis Water Adventure, Seaword Ancol dan Area
   Taman Impian.

   Aset dalam penyelesaian per 31 Maret 2024 sebesar Rp772.708 dengan kenaikan bersih sebesar
   Rp3.801 pada tahun berjalan sebagian besar atas Renovasi Dunia Fantasi, Ocean Dream Samudera dan
   Area Taman Impian.

   Aset dalam penyelesaian untuk proyek perluasan kawasan pada tanggal 31 Maret 2024 sebesar
   Rp526.933 dan 31 Desember 2023 sebesar Rp521.923. Pada tanggal 24 Februari 2020, Gubernur DKI
   Jakarta secara resmi mengumumkan izin perluasan pengembangan kawasan seluas 155 hektare. Izin

                                                   40
Page 44
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

    tersebut dalam bentuk Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 237 tahun 2020 tentang Izin
    Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Dunia Fantasi seluas ± 35 Hektare Dan Kawasan Rekreasi
    Taman Impian Ancol Timur Seluas ± 120 Hektar (Catatan 40.c).

    Penambahan aset tetap yang berasal dari penambahan utang lain-lain pada tanggal 31 Maret 2024 dan
    31 Desember 2023 masing-masing sebesar Rp4.436 dan Rp6.278 (Catatan 44).

    Nilai wajar aset dalam penyelesaian untuk proyek perluasan kawasan pada tanggal 31 Desember 2022
    adalah sebesar Rp1.187.469 didasarkan pada perhitungan penilai publik oleh Kantor Jasa Penilai Publik
    Asrori dan Rekan, penilai independen, dalam laporannya No. 00046/2.0126-00/PI/05/0338/1/III/2023
    tanggal 24 Maret 2023.

    Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 seluruh properti investasi dan aset tetap kecuali
    tanah telah diasuransikan kepada PT Great Eastern General Insurance Indonesia, PT Sompo Insurance
    Indonesia, PT Asuransi MSIG Indonesia, PT Asuransi Central Asia, PT Sunday Insurance Indonesia,
    PT Mandiri Axa General Insurance, PT Asuransi Astra Buana, PT Tugu Pratama Indonesia, PT Asuransi
    FPG Indonesia, PT Asuransi Umum Mega, PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika, PT Asuransi Multi Artha
    Guna, PT Tokio Marine Indonesia dan PT Asuransi Umum BCA, pihak ketiga, terhadap risiko gempa
    bumi, kebakaran, pencurian dan risiko Iainnya dengan jumlah pertanggungan pada tanggal 31 Maret 2024
    dan 2023 masing-masing sebesar Rp6.035.723.

    Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan
    kerugian atas aset yang dipertanggungkan.

17. Aset Hak Guna dan Liabilitas Sewa

                                                                2024

                                1 Januari         Penambahan            Pengurangan            31 Maret

    Biaya Perolehan
     Tanah                            106.118                   --               (9.378)              96.740
     Bangunan                           3.027                   --                    --               3.027
     Jumlah                           109.145                   --               (9.378)              99.767

    Akumulasi Penyusutan
     Tanah                              27.912              2.438                 (717)               29.633
     Bangunan                            2.270                151                    --                2.421
     Jumlah                             30.182              2.589                 (717)               32.054

    Nilai Tercatat                      78.963                                                        67.713

                                                                2023

                                1 Januari         Penambahan           Modifikasi Sewa        31 Desember

    Biaya Perolehan
     Tanah                             106.118                  --                       --          106.118
     Bangunan                                --             3.027                        --            3.027
     Jumlah                            106.118              3.027                        --          109.145

    Akumulasi Penyusutan
     Tanah                              20.802              7.110                        --           27.912
     Bangunan                                --             2.270                        --            2.270
     Jumlah                             20.802              9.380                        --           30.182

    Nilai Tercatat                      85.316                                                        78.963


                                                   41
Page 45
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

    Pada tanggal 22 Agustus 2023, berdasarkan Akta No. 45 tentang Perjanjian Kerjasama Pemerintah
    Daerah Khusus Ibukota Jakarta dengan Perusahaan tentang Pemanfaatan dan Pendayagunaan Barang
    Milik Daerah yang berlokasi di Kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jalan Lodan Timur, Kelurahan Ancol,
    Kecamatan Pademangan, Kota Administrasi Jakarta Utara, yang tercatat pada Daftar Barang Milik Daerah
    Badan Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota dengan nilai sebesar Rp3.500 dengan
    jangka waktu sewa selama 5 tahun terhitung sejak tanggal 5 April 2020 dan berakhir pada tanggal 4 April
    2025.

    Beban penyusutan seluruhnya dialokasikan pada Beban Langsung (Catatan 31) pada 31 Maret 2024 dan
    2023 masing-masing sebesar Rp1.872 dan Rp1.778.

    Berikut ini ringkasan komponen liabilitas sewa berdasarkan jangka waktu:

                                                                      31 Maret 2024         31 Desember 2023

    Liabilitas Sewa
      Jatuh tempo dalam satu tahun                                                11.427               10.451
      Jatuh tempo dalam lebih dari satu tahun                                    117.559              141.974
    Jumlah                                                                       128.986              152.425
    Dikurangi bagian bunga                                                       (39.343)             (52.220)
    Nilai kini Pembayaran Sewa                                                    89.643              100.205
      Dikurangi: bagian jatuh tempo satu tahun                                    (4.958)              (3.126)
    Bagian Jangka Panjang                                                         84.685               97.079


    Berikut ini ringkasan komponen perubahan liabilitas yang timbul dari sewa:

                                                                      31 Maret 2024         31 Desember 2023

    Saldo Awal                                                                   100.205              101.654
    Arus Kas                                                                      (2.856)             (12.376)
    Penambahan                                                                         --                3.027
    Perubahan Nonkas
     Penambahan Bunga                                                               1.672               7.900
     Modifikasi Sewa                                                              (9.378)                   --
    Saldo Akhir                                                                   89.643              100.205



18. Aset Lain-lain

a. Aset Lain-lain Lancar

                                                                      31 Maret 2024         31 Desember 2023

    Deposito Berjangka
     PT Bank Permata Tbk                                                           2.500                2.500
     PT Bank Negara Indonesia
       (Persero) Tbk                                                                  73                   73
    Jumlah                                                                         2.573                2.573




                                                     42
Page 46
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

b. Aset Lain-lain Tidak Lancar

                                                                    31 Maret 2024         31 Desember 2023
    Dana Dibatasi penggunaannya
     Pihak Berelasi (Catatan 38)                                                7.332                 7.332
     Pihak Ketiga
       PT Bank Negara Indonesia
       (Persero) Tbk                                                                349                 349
       PT Bank Maybank Indonesia Tbk                                                243                 243
    Sub Jumlah                                                                  7.924                 7.924
    Aset Takberwujud
     Perangkat Lunak Komputer
       dan Lisensi                                                            68.982                 66.762
     Hak atas Tanah                                                           13.067                 13.067
     Jumlah                                                                   82.049                 79.829
     Dikurangi: Akumulasi Amortisasi                                         (61.329)               (58.319)
    Sub Jumlah                                                                20.720                 21.510
    Lain-lain                                                                   2.588                 5.161
    Jumlah                                                                    31.232                 34.595

   Deposito berjangka pada PT Bank Permata Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk memiliki
   tingkat suku bunga per tahun masing-masing sebesar 3,25%. Tipe dari dari deposito ini adalah Automatic
   Roll Over (ARO) dengan jangka waktu 1 tahun.
   Perangkat lunak komputer dan lisensi merupakan biaya atas pembelian piranti lunak yang bersifat spesifik
   berdasarkan proses bisnis Grup serta lisensi atas musik dan wahana.

   Pada tahun 1994, PT SI memperoleh Hak Pengelolaan atas pulau Bidadari di Kepulauan Seribu seluas
   38.220 m2 dari Pemerintah Daerah Khusus Ibukota (Pemda DKI) Jakarta, sebagaimana tersebut dalam
   Surat Izin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT) No. 3280/1.711.5 tanggal 12 Oktober 1994, dengan
   jangka waktu 20 tahun. Pada tahun 2003, telah terjadi peningkatan status SIPPT tersebut menjadi Hak
   Guna Bangunan (HGB) dan Hak Pakai sebagaimana tersebut dalam HGB No. 255 tanggal 31 Juli 2003
   dan Hak Pakai No. 19 tanggal 25 September 2003. Biaya-biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan
   pengurusan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi selama umur Hak Guna Bangunan/HGB,
   Sampai dengan laporan ini diterbitkan Grup masih dalam proses pengurusan perjanjangan Hak Guna
   Bangunan ini.
   Untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 2023, Grup mencatat beban
   amortisasi masing-masing sebesar Rp3.010 dan Rp3.651 yang dialokasikan ke beban pokok pendapatan
   dan beban langsung serta beban umum dan administrasi.

19. Utang Usaha

   Jumlah utang usaha berdasarkan umur (hari) adalah sebagai berikut:
                                                                    31 Maret 2024         31 Desember 2023
    Pihak Berelasi (Catatan 38)                                                     840                 840
    Pihak Ketiga
     PT Bumi Daya Plaza                                                         1.158                 3.599
     PT Media Prima Solutions                                                   1.059                 1.059
     PT Estetika Surya Pesona                                                     800                     --
     PT Iss Indonesia                                                             787                     --
     Lain-lain (Masing-masing dibawah Rp500 Juta)                              14.569                 6.669
      Sub Jumlah                                                               18.373                11.327
    Jumlah                                                                     19.213                12.167


                                                    43
Page 47
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

    Jumlah utang usaha berdasarkan umur (hari) adalah sebagai berikut:


                                                                    31 Maret 2024      31 Desember 2023
    Belum Jatuh Tempo                                                         11.331               5.371
    Sudah Jatuh Tempo
     1-30 hari                                                                    54                  74
     31-60 hari                                                                  492                 671
     61-90 hari                                                                1.306               1.106
     >90 hari                                                                  6.031               4.945
    Jumlah                                                                    19.213              12.167



20. Utang Lain-lain

                                                                    31 Maret 2024      31 Desember 2023

    Pihak Ketiga
     CV Istana Timur Tehnik                                                    2.323               1.731
     PT Emtu Karya Sentosa                                                     1.674               1.328
     PT Envitek Indonesia Jaya                                                 1.590                   --
     PT Deka Buana Swastamas                                                   1.181                 941
     PT Putra Anugerah Mandiri                                                 1.019                 462
     Lain-lain (masing-masing di bawah Rp1 miliar)                            12.071              10.960
      Sub Jumlah                                                              19.858              15.422
    Jumlah                                                                    19.858              15.422



21. Beban Akrual dan Provisi

                                                                    31 Maret 2024      31 Desember 2023
    Bonus dan Tantiem                                                         46.088              43.318
    Alih Daya                                                                 26.276              20.290
    Pajak Bumi dan Bangunan                                                   16.531                   --
    Operasional                                                               12.167              44.211
    Logistik                                                                   5.401               5.876
    Gaji                                                                       4.297              10.775
    Lisensi Wahana                                                             2.312               2.312
    Pemeliharaan                                                               2.168               2.168
    Iklan                                                                      1.402               1.402
    Bunga                                                                      1.046               3.265
    Lain-lain                                                                  9.178                 611
    Jumlah Beban Akrual                                                      126.865             134.228
    Provisi                                                                   84.135              84.135
    Jumlah                                                                   211.000             218.363


    Beban akrual operasional adalah utang kepada pihak ketiga dan pihak berelasi sehubungan dengan
    kegiatan operasional Perusahaan dan PT TIJA meliputi kegiatan penjualan, pemasaran, iklan, perbaikan,
    penyewaan, pemeliharaan dan beban utilitas.

    Pada tanggal 31 Desember 2020, Perusahaan membentuk provisi sehubungan dengan kewajiban
    Perusahaan atas pemenuhan Surat Ijin Penunjukan Penggunaan Tanah (SIPPT).




                                                     44
Page 48
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

22. Utang Bank

                                                                   31 Maret 2024       31 Desember 2023
    Pihak Berelasi (Catatan 38)                                             705.319              666.000
    Biaya Provisi                                                            (7.181)              (7.885)
    Jumlah                                                                  698.138              658.115
    Dikurangi:Bagian Jatuh
      Tempo Dalam Satu Tahun                                               (230.599)             (40.919)
    Bagian Jangka Panjang                                                   467.539              617.196


   PT Bank DKI
   Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) No.1489/SPPK/925/IX/2023 tanggal
   19 September 2023, tentang perpanjangan jangka waktu fasilitas Kredit Modal Kerja Pinjaman Tetap
   Berjangka (KMK PTB) dan perubahan syarat dan ketentuan fasilitas Kredit Investasi refinancing,
   Perusahaan memperoleh perpanjangan fasilitas Kredit Modal Kerja dengan limit Rp389.000 dengan
   jangka waktu 24 bulan sejak jatuh tempo fasilitas kredit atau sampai dengan 20 September 2025.
   Pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar 6,75% per tahun.

   Perjanjian kredit ini dijaminkan dengan hal-hal sebagai berikut:
   1. Tanah seluas 23.285 m2 yang terletak di Jl. R. E Martadinata kel. Ancol beserta bangunan Dunia
      Fantasi diatasnya sesuai dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan;
   2. Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas Banguan Dunia Fantasi.

   Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit (SPPK) No.2161/SPPK/910/IX/2021 tanggal
   16 September 2021, terdapat perubahan tingkat bunga semula 7,15% per tahun menjadi 7% per tahun.

   Berdasarkan Akta No. 56 tanggal 20 Desember 2021, tentang Perjanjian Kredit Investasi Refinancing,
   yang dibuat dihadapan Notaris Ashoya Ratam, S.H., Mkn, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit
   investasi dengan nilai Rp516.000 dengan jangka waktu 24 bulan untuk grace period dan 84 bulan untuk
   masa setelah grace period sejak jatuh tempo fasilitas kredit atau total jangka waktu sampai dengan 14
   Desember 2030. Pinjaman ini dikenakan suku bunga sebesar Jibor 3 bulan + margin 1,75% (selama grace
   period) dan Jibor 3 bulan + margin 3% (setelah grace period).

    Perjanjian kredit ini dijaminkan dengan hal-hal sebagai berikut:
   1. Sebidang tanah yang terdaftar sebagai SHGB No 2943, seluas 23.285 m2 sebagaimana diuraikan
       dalam Surat Ukur tanggal 13-3-2007 No.01911/Ancol/2007 dengan No. Identifikasi Bidang (NIB)
       0905070101905;
   2. Izin mendirikan bangunan atas bangunan Dunia Fantasi Pengikatan Hak Tanggungan I sebesar
       Rp850.000.

   Adapun affirmative covenants yang dipersyaratkan adalah sebagai berikut:
   1. Menggunakan fasilitas kredit sesuai tujuan penggunaan kredit.
   2. Menyampaikan laporan keuangan audited yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang ditunjuk
      oleh PT Pembangunan Jaya ancol Tbk (Sesuai Akta Perseroan KAP ditunjuk oleh Komisaris
      PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk) paling lambat 180 hari kalender setelah akhir periode laporan.
   3. Menyampaikan laporan keuangan in-house setiap triwulan paling lambat 60 hari kalender setelah akhir
      laporan.
   4. Menyampaikan laporan realisasi jumlah pengunjung bulanan, dan relaisasi pendapatan bulanan paling
      lambat 30 hari kalender setelah bulan berjalan.
   5. Memelihara Debt to Equity Ratio maksimal sebesar 2,5 kali.
   6. Dalam rangka sinergi BUMD, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk bersedia menjadikan Bank DKI
      sebagai Bank Utama Debitur termasuk dan tidak terbatas pada:
      a. Bank penerima pembayaran yang berasal dari penerimaan tiket termasuk penjualan melalui website
         dan e-commerce.


                                                  45
Page 49
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

       b. Bank penerima pembayaran yang terkait dengan kegiatan usaha debitur yang tidak melalui Bank
           DKI wajib dipindahbukukan maksimal H+2 ke Rekening debitur di Bank DKI.
       c. Menyerahkan rekening koran bulanan debitur pada bank lain paling lambat setiap tanggal 15 bulan
           berikutnya.
       d. Memberikan akses inquiry untuk system payment gateway pada website ancol.
       e. Penempatan Dana Utama (Bank DKI minimal 90% dari total kas dan bank debitur)
       f. Penggunaan CMS.
       g. Pembayaran payroll karyawan.
       h. KMG Karyawan.
       i. Memprioritaskan Bank DKI sebagai mitra apabila menyelenggarakan program-program khusus
           kepada customer.
       j. Debitur bersedia melunasi pembayaran kewajiban kepada vendor/supplier sesuai dengan perjanjian
           yang berlaku.
    7. Memiliki ijin-ijin yang dipersyaratkan untuk menjalankan kegiatan usaha sebagaimana mestinyadan
       berkewajiban untuk memperpanjang atau meperbaharui ijin-ijin dalam hal telah habis masa belakunya
       serta menyerahkan copy perpanjangan ke Bank DKI.
    8. Memberitahukan secara tertulis kepada Bank DKI, selambat-lambatnya 1 bulan sejak tanggal kejadian
       jika terdapat perubahan Anggaran Dasar Perusahaan termasuk di dalamnya perubahan pemegang
       saham, direksi, komisaris, permodalan dan nilai nominal saham.
    9. Senantiasa selalu menjaga kualitas kredit atas nama Perusahaan dan Pengurus Perusahaan.

    Pembatasan Terhadap Tindakan Nasabah (Negative Covenants):
    Selama kredit belum lunas, Perusahaan wajib memberitahukan secara tertulis kepada Bank DKI,
    selambat-lambatnya 1 bulan sejak tanggal kejadian jika:
    1. Membayar/melunasi utang pemegang saham.
    2. Mengikatkan diri sebagai penjamin utang atau menjaminkan harta kekayaan Perusahaan yang sudah
       atau belum dijaminkan ke Bank DKI kepada pihak lain.
    3. Memperoleh fasilitas kredit atau pinjaman dari bank lain dan/atau lembaga lain.

    Saldo utang bank pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 masing-masing sebesar
    Rp698.138 dan Rp658.115.


23. Utang Obligasi

                                                                   31 Maret 2024        31 Desember 2023
    Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol
      Tahap II Tahun 2021                                                    65.400               215.000
    Biaya Emisi Obligasi                                                      (274)                 (371)
    Akumulasi Amortisasi                                                        137                   152
    Jumlah                                                                   65.263               214.781
    Dikurangi: Bagian Jatuh
      Tempo Dalam Satu Tahun                                                       --            (149.568)
    Bagian Jangka Panjang                                                    65.263                65.213


    Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021
    Pada tanggal 10 Februari 2021, Perusahaan telah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa
    Keuangan (OJK) atas penerbitan Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021 yaitu:
    a. Seri A senilai Rp516.000 dengan suku bunga 7,25% per tahun, akan jatuh tempo tanggal
       20 Februari 2022.
    b. Seri B senilai Rp149.600 dengan suku bunga 8,90% per tahun, akan jatuh tempo tanggal
       10 Februari 2024.
    c. Seri C senilai Rp65.400 dengan suku bunga 9,60% per tahun, akan jatuh tempo tanggal
       10 Februari 2026.



                                                   46
Page 50
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

    Total dana yang diterima Perusahaan pada tanggal 10 Februari 2021, dari hasil penerbitan Obligasi
    Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021 adalah sebesar Rp731.000. Sesuai perjanjian dengan
    PT Bank Permata Tbk selaku Wali Amanat dan prospektus utang obligasi Perusahaan.

    Obligasi ditawarkan dengan nilai 100% dari jumlah pokok. Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan.
    Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021 mendapatkan peringkat idA (Single A) untuk
    penerbitan obligasi dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO). Peringkat tersebut memiliki sedikit
    perbedaan dengan peringkat tertinggi yang diberikan dan kemampuan Obligor untuk memenuhi komitmen
    keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan obligor lainnya di Indonesia
    adalah sangat kuat.
    a. Perbandingan Total Pinjaman terhadap Total Ekuitas tidak lebih dari 2:1.
    b. Perbandingan Profit sebelum Beban Pajak Penghasilan dan Penyusutan dan Amortisasi terhadap
       Beban Bunga Pinjaman tidak kurang dari 2:1.

    Pada tanggal 8 Februari 2022, Perusahaan telah melunasi Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II
    Tahun 2021 Seri A senilai Rp516.000 dan pada tanggal 10 Februari 2024, Perusahaan telah melunasi
    Obligasi Berkelanjutan II Jaya Ancol Tahap II Tahun 2021 Seri B senilai Rp149.600.


24. Pendapatan Diterima di Muka dan Uang Muka Pelanggan

                                                                   31 Maret 2024         31 Desember 2023
    Pendapatan Diterima di Muka
     Sewa                                                                   205.340                210.285
     Proyek Ancol Beach City                                                132.684                135.051
     Uang Muka E-Commerce                                                    39.914                 10.408
     Uang Titipan                                                            29.880                 29.922
     Uang Muka Rombongan                                                      8.345                  8.345
     Sponsor                                                                  3.525                  4.320
     Lain-lain                                                                2.221                  5.462
      Sub Jumlah                                                            421.909                403.793
    Uang Muka Pelanggan Penjualan Tanah dan Bangunan                               359               2.540
    Jumlah                                                                  422.268                406.333
    Dikurangi : Bagian Jatuh Tempo dalam Satu Tahun                        (114.793)              (116.695)
    Bagian Jangka Panjang                                                   307.475                289.638


    Pendapatan sewa diterima di muka terutama merupakan penyewaan lahan Perusahaan untuk
    pengembangan jaringan di pipa gas bumi milik PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PT PGN)
    (Catatan 40.d) dan jaringan di pipa gas bumi milik PT Pertamina Gas (PT Pertagas) (Catatan 41.d).

    Pendapatan diterima di muka atas proyek Ancol Beach City berdasarkan Berita Acara Serah Terima
    Pengoperasian Bangunan Music Stadium No. 021/DIRPJA/XII/2012 tanggal 20 Desember 2012 dan
    31 Juli 2013, Perusahaan sepakat dan setuju untuk menyerahkan bangunan tersebut untuk dioperasikan
    oleh PT Wahana Agung Indonesia Propertindo (WAIP) selama 25 (dua puluh lima) tahun.


25. Jaminan Pelanggan dan Deposit Lainnya

                                                                   31 Maret 2024         31 Desember 2023
    Jaminan Tiket                                                            10.833                  1.676
    Jaminan Penyewa                                                           4.856                 11.721
    Jumlah                                                                   15.689                 13.397

    Uang Jaminan yang diterima merupakan uang yang dibayarkan tenant kepada PT TIJA sebagai jaminan
    usaha di kawasan Ancol.

                                                      47
Page 51
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

    Jaminan tiket sebagian besar merupakan uang deposit tiket melalui kerjasama dengan platform
    e-commerce.

26. Liabilitas Imbalan Kerja

    Grup membukukan manfaat karyawan sesuai dengan peraturan Grup dan peraturan perundang-undangan
    yang berlaku. Jumlah karyawan yang berhak atas imbalan manfaat karyawan tersebut adalah masing-
    masing sebanyak 568 pada 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023. Liabilitas imbalan kerja karyawan
    terdiri dari liabilitas imbalan pascakerja sesuai undang-undang tenaga kerja dan liabilitas imbalan kerja
    lainnya berupa manfaat cuti besar dan penghargaan masa kerja.

    Program Imbalan Pasti
    Pada 31 Desember 2022, Perusahaan dan PT TIJA telah menempatkan dana sebesar Rp13.291 pada
    Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) AXA Mandiri untuk kompensasi pesangon pegawai.

    Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya
    Imbalan kerja jangka panjang lainnya terdiri dari:
     Imbalan Penghargaan Masa Kerja dalam bentuk cincin pengabdian terbuat dari 10 (sepuluh) gram
       emas. Penghargaan diberikan kepada karyawan yang telah menjalani masa kerja 10 (sepuluh) tahun
       secara terus-menerus tanpa terputus sejak diangkat menjadi karyawan tetap;
     Imbalan Cuti Panjang berupa tunjangan cuti panjang sebesar 1 (satu) kali gaji bulanan diberikan
       kepada karyawan yang telah menjalani setiap kelipatan 5 (lima) tahun masa kerja.

    Total liabilitas imbalan pascakerja pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai
    berikut:

                                                                       31 Maret 2024        31 Desember 2023
    Nilai Kini Kewajiban Imbalan Pasti                                          150.190               157.308
    Nilai Wajar Aset Program                                                          --               (8.479)
    Liabilitas Imbalan Kerja                                                    150.190               148.829


    Mutasi liabilitas imbalan pascakerja bersih di laporan posisi keuangan adalah sebagai berikut:
                                                                       31 Maret 2024        31 Desember 2023
    Liabilitas Imbalan Pasti Neto Awal Periode                                  148.829                98.114
    Biaya yang diakui pada Laporan Laba/Rugi (Catatan 32)                          5.201               20.820
    Kontribusi Pemberi Kerja Periode Berjalan                                    (3.840)               (5.040)
    Pembayaran Imbalan oleh Perusahaan                                                 --              (2.060)
    Pendapatan yang diakui pada
      Penghasilan Komprehensif Lain                                                    --              36.995
    Liabilitas Imbalan Pasti Neto Akhir Periode                                 150.190               148.829

    Mutasi Kerugian Komprehensif Lain adalah sebagai berikut:

                                                                       31 Maret 2024        31 Desember 2023
    Penghasilan Komprehensif Lain Awal Periode                                    92.699               38.988
    Penghasilan Komprehensif Lain Periode Berjalan                                     --              36.995
    Akumulasi Pajak Penghasilan Terkait                                                --              16.716
    Beban Komprehensif Lain Akhir Periode Setelah Pajak                           92.699               92.699




                                                       48
Page 52
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

   Saldo liabilitas imbalan kerja dan imbalan lainnya pada 31 Desember 2022 didasarkan pada perhitungan
   aktuaria oleh Kantor Konsultan Aktuaria Steven & Mourits, aktuaris independen, dalam laporannya
   tertanggal 8 Maret 2023 menggunakan asumsi sebagai berikut:

                                      31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023

    Tingkat Kematian                            Mengikuti Tabel Mortalita Indonesia VI Tahun 2019

    Umur Pensiun Normal                                             55 tahun

    Tingkat Cacat                                                 10% per tahun

    Kenaikan Gaji                                                6,7% per tahun

    Tingkat Diskonto                                          7,25%-7,30% per tahun

    Tingkat Pengunduran Diri      1% pada usia 20 tahun dan menurun secara linier sampai dengan usia 55 tahun


   Program liabilitas imbalan pasti memberikan eksposur Grup terhadap risiko aktuarial seperti risiko tingkat
   bunga, dan risiko gaji.

   Risiko Investasi
   Nilai kini kewajiban imbalan pasti pensiun kesehatan dihitung menggunakan tingkat diskonto yang
   ditetapkan dengan mengacu pada imbal hasil obligasi korporasi berkualitas tinggi; jika pengembalian aset
   program di bawah tingkat tersebut, hal itu akan mengakibatkan defisit program.

   Risiko Tingkat Bunga
   Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan menggunakan tingkat diskonto yang ditetapkan dengan
   mengacu pada imbal pasti hasil obligasi korporasi berkualitas tinggi. Penurunan suku bunga obligasi akan
   meningkatkan liabilitas program.

   Risiko Gaji
   Nilai kini kewajiban imbalan pasti dihitung dengan mengacu pada gaji masa depan peserta program.
   Dengan demikian, kenaikan gaji peserta program akan meningkatkan liabilitas program itu.

   Asumsi aktuarial yang signifikan untuk penentuan liabilitas imbalan pasti adalah tingkat diskonto dan
   kenaikan gaji yang diharapkan. Sensitivitas analisis dibawah ini ditentukan berdasarkan masing-masing
   perubahan asumsi yang mungkin terjadi pada akhir tahun pelaporan, dengan semua asumsi yang lain
   konstan.

27. Modal Saham

                                                               31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
                                                           Jumlah         Persentase       Jumlah Modal
                Nama Pemegang Saham                        Saham           Pemillikan         Disetor
    Pemerintah DKI Jakarta
     Saham Seri A                                                     1         0,0000001%            0,00050
     Saham Seri C                                         1.151.999.998        71,9999999%            288.000
    Jumlah                                                1.151.999.999        72,0000000%            288.000
    PT Pembangunan Jaya
     Saham Seri B                                                    1          0,0000001%            0,00050
     Saham Seri C                                          288.099.998         18,0099999%             72.025
    Jumlah                                                 288.099.999         18,0100000%             72.025
    Masyarakat
     (masing-masing dibawah 5%, Saham Seri C)               159.900.000      9,9900000%                39.975
    Jumlah                                                1.599.999.998    100,0000000%               400.000




                                                     49
Page 53
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

   Perusahaan mengeluarkan saham Seri A, Seri B, dan Seri C dengan keterangan sebagai berikut:
   1. Saham Seri A
      Merupakan saham yang memberikan hak istimewa kepada Pemerintah DKI Jakarta untuk
      mencalonkan sebanyak-banyaknya 2 orang direktur dan 4 orang komisaris (termasuk 1 orang
      komisaris utama). Pencalonan tersebut mengikat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
   2. Saham Seri B
      Merupakan saham yang memberikan hak istimewa kepada PT Pembangunan Jaya untuk
      mencalonkan direktur utama dan sebanyak-banyaknya 2 orang direktur serta 1 orang komisaris.
      Pencalonan tersebut mengikat RUPS.
   3. Saham Seri C
      Saham Seri C memiliki hak yang sama dengan hak yang dimiliki saham Seri A dan Seri B, kecuali hak-
      hak istimewa yang dimiliki saham Seri A dan Seri B sebagaimana dijelaskan.


28. Tambahan Modal Disetor dan Komponen Ekuitas Lainnya

                                                                                        31 Maret 2024            31 Desember 2023
    Pengeluaran 80.000.000 Saham melalui Penawaran Umum
     Tahun 2004:
       Agio Saham                                                                                   42.000                           42.000
       Biaya Emisi Saham                                                                            (5.291)                          (5.291)
    Tambahan Modal Disetor dari Selisih antara Aset dan
     Liabilitas Pengampunan Pajak                                                                     3.695                            3.695
    Jumlah                                                                                          40.404                           40.404

   Pada tahun 2017 perusahaan telah melaporkan aset Pengampunan Pajak atas Perseroan sebesar
   Rp3.695 sesuai Surat Keterangan Pengampunan Pajak Nomor KET-643/PP/WPJ.07/2017 yang dicatat
   sebagai tambahan modal disetor.


29. Kepentingan Nonpengendali

   Akun ini merupakan kepentingan nonpengendali atas aset bersih dan laba bersih Entitas Anak sebagai
   berikut:

                                                                                31 Maret 2024
                                Kepemilikan   Nilai Tercatat         Bagian Laba        Tambahan Setoran       Dampak           Nilai Tercatat
                                               Awal Tahun        (Rugi) Komprehensif        Modal pada      Dilusi Saham        Akhir Periode
                                                                   Periode Berjalan        Entitas Anak
                                     %              Rp                    Rp                    Rp               Rp                  Rp
    PT Jaya Ancol Pratama Tol      40,00%               11.541                     24                  --                  --           11.565
    PT Sarana Tirta Utama          35,00%                9.078                  (284)                  --                  --            8.794
    PT Seabreez Indonesia           1,87%                  461                   (20)                  --                  --              441
    Jumlah                                              21.080                  (280)                  --                  --           20.800


                                                                             31 Desember 2023
                                Kepemilikan   Nilai Tercatat         Bagian Laba      Tambahan Setoran         Dampak           Nilai Tercatat
                                               Awal Tahun        (Rugi) Komprehensif      Modal pada        Dilusi Saham        Akhir Tahun
                                                                   Periode Berjalan      Entitas Anak
                                    %              Rp                     Rp                  Rp                Rp                   Rp
   PT Jaya Ancol Pratama Tol      40,00%               4.200                    7.341                 --               --              11.541
   PT Sarana Tirta Utama          35,00%              10.317                  (1.239)                 --               --               9.078
   PT Seabreez Indonesia           1,87%                 446                       15                 --               --                 461
   Jumlah                                             14.963                   6.117                  --               --              21.080




                                                                   50
Page 54
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

30. Pendapatan Usaha

                                                                       31 Maret
                                                             2024                 2023
    Pendapatan Real Estat
     Tanah dan Bangunan                                               5.676                    --
    Pendapatan Tiket
     Wahana Wisata                                                  109.788              129.591
     Pintu Gerbang                                                   64.260               55.820
     Sub Jumlah                                                     174.048              185.411
    Pendapatan Hotel dan Restoran
     Restoran                                                         9.144               11.748
     Kamar                                                            6.641                7.763
     Sub Jumlah                                                      15.785               19.511
    Pendapatan Usaha Lainnya
     Penyewaan Kios, Lahan, dan Gedung                               31.085               28.379
     Pengelolaan Perumahan                                            7.659                8.517
     Sponsor                                                          5.928                7.236
     Barang Dagangan                                                  5.792                3.390
     Uang Sandar dan Iuran                                            2.150                1.580
     Logistik Acara                                                   1.713                1.337
     Loker dan Permainan                                              1.644                1.489
     Bagi Hasil                                                       1.347                3.455
     Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 Miliar)                     3.157                2.256
     Sub Jumlah                                                      60.475               57.639
    Jumlah                                                          255.984              262.561
     Dikurangi: Potongan Penjualan                                    (334)              (2.214)
    Bersih                                                          255.650              260.347


31. Beban Pokok Pendapatan dan Beban Langsung

                                                                       31 Maret
                                                             2024                 2023
    Beban Pokok Pendapatan
     Makanan dan Minuman                                              4.476                5.198
     Tanah dan Bangunan                                               3.808                    --
     Barang Dagangan                                                  2.903                1.307
     Logistik Acara                                                   1.230                  734
     Sub Jumlah                                                      12.417                7.239
    Beban Langsung
     Penyusutan dan Amortisasi (Catatan 15, 16, 17 dan 18)           29.203               24.835
     Sub Kontrak Tenaga Kerja                                        22.930               20.159
     Gaji dan Upah                                                   22.199               17.995
     Pajak Hiburan                                                   17.698               17.270
     Telepon, Listrik dan Air                                        13.395               13.486
     Penyelenggaraan Pertunjukan                                      9.712                5.575
     Pemeliharaan                                                     9.020                4.568
     Alat Kerja dan Operasi                                           2.668                1.536
     Sewa                                                             1.325                1.085
     Jasa Layanan Aplikasi                                            1.117                2.209
     Perjalanan dan Survei                                              818                1.193
     Lain-lain (masing-masing dibawah Rp500 Juta)                       633                  198
     Sub Jumlah                                                     130.718              110.109
    Jumlah                                                          143.135              117.348


                                                        51
Page 55
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


32. Beban Penjualan dan Umum dan Administrasi

                                                                       31 Maret
                                                             2024                 2023
    Beban Penjualan
     Promosi dan Penjualan                                           3.144                3.374
    Beban Umum dan Administrasi
     Gaji dan Upah                                                  23.002               22.230
     Pajak Bumi dan Bangunan                                        16.934               16.085
     Imbalan Kerja (Catatan 26)                                      5.201                4.147
     Penyusutan dan Amortisasi (Catatan 15, 16, 17 dan 18)           3.069                2.311
     Jasa Profesional                                                2.933                1.604
     Humas dan Jamuan Tamu                                           2.751                1.370
     Asuransi                                                        1.434                1.455
     Fasilitas Karyawan                                              1.299                  562
     Telepon, Listrik dan Air                                        1.143                  803
     Pemeliharaan                                                      704                1.075
     Sub Kontrak Tenaga Kerja                                          605                1.116
     Administrasi Bank                                                 282                  264
     Transportasi dan Perjalanan Dinas                                   --                  98
     Lain-lain (masing-masing dibawah Rp100 Juta)                      830                  756
      Sub Jumlah                                                    60.187               53.876
    Jumlah                                                          63.331               57.250



33. Pendapatan Lainnya

                                                                       31 Maret
                                                             2024                 2023
    Ancol Beach City (Catatan 40.b)                                  2.367                2.367
    Klaim Asuransi Aset                                              1.452                    --
    Pemulihan Cadangan Kerugian Piutang Usaha                            --               2.395
    Lain-lain (Masing-masing di bawah Rp500 juta)                      661                3.875
    Jumlah                                                           4.480                8.637


34. Beban Lain - Lain

                                                                       31 Maret
                                                             2024                 2023
    Penyisihan Kerugian Penurunan Nilai Piutang Usaha                6.498                2.407
    Lain-lain (masing-masing dibawah Rp1 milliar)                    1.322                  709
    Jumlah                                                           7.820                3.116


35. Beban Keuangan

                                                                       31 Maret
                                                             2024                 2023
    Bunga Bank                                                      15.547               16.846
    Bunga Obligasi                                                   3.789                4.898
    Bunga Liabilitas Sewa                                            1.672                1.874
    Amortisasi Biaya Emisi                                             393                  185
    Jumlah                                                          21.401               23.803


                                                        52
Page 56
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

36. Laba Per Saham

    Berikut ini adalah data yang digunakan untuk perhitungan laba per saham dasar:

                                                                                                        31 Maret
                                                                                           2024                       2023

    Laba (Rugi) yang Diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk                                   13.020                     44.980
    Rata-rata Tertimbang Jumlah Saham Biasa yang
     Beredar (Catatan 2.ab)                                                               1.599.999.996              1.599.999.996
    Laba (Rugi) per Saham Dasar (Rupiah Penuh)                                                        8                         28

    Perusahaan tidak memiliki efek berpotensi saham yang bersifat dilutif sehingga tidak ada dampak dilusian
    pada perhitungan laba per saham.

37. Dividen dan Cadangan Umum

    Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tanggal 23 Februari 2024 sebagaimana
    tercantum dalam Akta No. 23 tanggal 23 Februari 2024 dari Notaris Aulia Taufani, S.H., pemegang saham
    menyetujui pembagian dividen untuk tahun buku 2023 sebesar 21,77% dari laba bersih tahun buku 2023
    atau sebesar Rp32 (dalam rupiah penuh) per lembar saham atau seluruhnya sebesar Rp51.200 yang
    telah dibayarkan di tahun 2024 dan menetapkan tambahan cadangan umum sebesar Rp2.352.

38. Sifat Transaksi dan Hubungan dengan Pihak-pihak Berelasi

    Hubungan dengan Pihak-pihak Berelasi

          Pihak-pihak Berelasi                       Sifat Hubungan                                Jenis Transaksi
    PT Bank DKI (Bank DKI)                Entitas yang pemegang sahamnya sama           Penyimpanan Uang dan Pinjaman Bank
                                          dengan pemegang saham Perusahaan,
                                          yaitu Pemda DKI
    PT Jakarta Propertindo                Entitas yang pemegang sahamnya sama           Pemanfaatan Lahan
    (Perseroda)                           dengan pemegang saham Perusahaan,
                                          yaitu Pemda DKI
    PT Jaya Kuliner Lestari               Entitas Asosiasi                              Piutang Usaha
    PT Arkonin                            Entitas yang pemegang sahamnya sama           Penagihan Jasa Konstruksi
                                          dengan pemegang saham Perusahaan,
                                          yaitu PT Pembangunan Jaya
    Manajemen Kunci                       Pengendali Kegiatan Perusahaan                Tantiem dan Bonus


   Saldo dan transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi adalah sebagai berikut :
                                                                                              Persentase Terhadap Jumlah Aset,
                                                                                              Liabilitas, Pendapatan dan Beban
                                                31 Maret 2024        31 Desember 2023        31 Maret 2024         31 Desember 2023
                                                     Rp                     Rp                    %                       %
    Kas dan Setara Kas (Catatan 3)
     Bank
      PT Bank DKI                                         30.663                10.143                      0,01                 0,00
     Deposito Berjangka
      PT Bank DKI                                        224.899               355.000                      0,06                 0,09
    Jumlah                                               255.562               365.143                      0,07                 0,10

    Piutang Usaha (Catatan 4)
     PT Jakarta Propertindo (Perseroda)                    2.544                 8.577                      0,00                 0,00
     PT Bank DKI                                              66                   382                      0,00                 0,00
     PT Jaya Kuliner Lestari                                 737                   572                      0,00                 0,00
     Sub Jumlah                                            3.347                 9.531                      0,00                 0,00
    Aset Lain-lain (Catatan 18)
     PT Bank DKI                                           7.332                 9.832                      0,00                 0,00




                                                                53
Page 57
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


                                                                                             Persentase Terhadap Jumlah Aset,
                                                                                             Liabilitas, Pendapatan dan Beban
                                                  31 Maret 2024          31 Desember 2023    31 Maret 2024       31 Desember 2023
                                                       Rp                       Rp                %                     %
    Utang Usaha (Catatan 19)
     PT Arkonin                                                   840                 840                0,00                   0,00
    Jumlah                                                        840                 840                0,00                   0,00

    Utang Bank (Catatan 22)
     PT Bank DKI                                           698.138                 658.115               0,19                   0,18
    Jumlah                                                 698.138                 658.115               0,19                   0,18
    Pendapatan (Catatan 30)
     PT Jakarta Propertindo (Perseroda)                             --               6.814                  --                  0,00
     PT Bank DKI                                                  401                  719               0,00                   0,00
    Jumlah                                                        401                7.533               0,00                   0,00




   Transaksi dengan pihak berelasi terutama merupakan pengadaan atau penyediaan jasa subkontraktor/
   supplier. Pengadaan ini diselenggarakan oleh Perusahaan dengan mengadakan tender yang pesertanya
   adalah pihak ketiga dan pihak berelasi yang terdaftar dalam daftar rekanan Perusahaan. Mekanisme
   pengadaan sesuai dengan standar pengadaan yang ditetapkan oleh Perusahaan.

   Jumlah remunerasi jangka pendek yang diterima oleh Dewan Komisaris pada periode 31 Maret 2024 dan
   2023, masing-masing sebesar Rp1.178 dan Rp883.

   Jumlah remunerasi jangka pendek yang diterima oleh Direksi pada periode 31 Maret 2024 dan 2023,
   masing-masing sebesar Rp3.177 dan Rp1.990.

   Seluruh transaksi dengan pihak berelasi telah diungkapkan dalam catatan ini.


39. Segmen Operasi

   Untuk tujuan pelaporan manajemen, saat ini membagi segmen operasi sesuai dengan produk dan jasa
   kegiatan usahanya yaitu: pariwisata, real estat serta perdagangan dan jasa. Kelompok-kelompok tersebut
   menjadi dasar pelaporan segmen informasi.

   Kegiatan utama kelompok tersebut terdiri dari:

    Pariwisata                            :   Mengelola kawasan wisata, pertunjukan keliling dan penginapan wisata
    Real Estat                            :   Pembangunan, penjualan dan penyewaan properti
    Perdagangan dan Jasa                  :   Penjualan barang dagangan, jasa sarana transportasi laut dan
                                              pengelolaan restoran dan air bersih

    Berikut ini adalah informasi segmen berdasarkan segmen operasi:




                                                                  54
Page 58
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                          31 Maret 2024
                                             Pariwisata    Real Estat     Perdagangan     Eliminasi      Jumlah
                                                                            dan Jasa
                                                Rp            Rp              Rp             Rp           Rp
    Pendapatan dari
     Pelanggan Eksternal                         183.462       55.756          49.867         (33.435)    255.650

    Hasil
     Hasil Segmen                              (118.738)       (15.027)        (30.496)       28.379     (135.882)
     Beban Langsung tidak
      dapat Dialokasikan                                                                                   (7.253)
    Laba Bruto                                                                                            112.515
     Penghasilan Bunga                                                                                       4.221
     Penghasilan Lainnya                                                                                     4.480
     Keuntungan Penjualan Aset Tetap                                                                             --
     Beban Umum dan Administrasi                                                                          (60.187)
     Beban Penjualan                                                                                       (3.144)
     Kerugian Selisih Kurs                                                                                     (48)
     Beban Lain-lain                                                                                       (7.820)
     Jumlah Beban Usaha                                                                                   (62.498)
    Rugi Sebelum Pajak
     dan Beban Keuangan                                                                                    50.017
     Beban Pajak Final                                                                                     (6.071)
     Beban Keuangan                                                                                       (21.401)
     Bagian Laba Bersih
      Investasi Ventura Bersama                                                                                   28
     Bagian Rugi Bersih
      Entitas Asosiasi                                                                                          (5)
    Rugi Sebelum Pajak                                                                                     22.568
     Beban Pajak Penghasilan                                                                               (9.828)
    Rugi Bersih Tahun Berjalan                                                                             12.740
     Penghasilan Komprehensif
      Lain Setelah Pajak                                                                                          --
    Jumlah Rugi Komprehensif
     Tahun Berjalan                                                                                        12.740

     Kepentingan Non-pengendali                                                                              (280)
    Aset
     Aset Segmen                              2.006.917      1.271.893        159.064      (2.520.427)     917.448
     Aset yang Tidak Dapat Dialokasi                                                                     2.677.643
    Total Aset                                                                                           3.595.091

    Liabilitas
     Liabilitas Segmen                          465.422       541.239          34.093       (489.049)     551.705
     Liabilitas yang Tidak Dapat Dialokasi                                                               1.413.469
    Total Liabilitas                                                                                     1.965.174

     Pengeluaran Modal                                                                                     39.300
     Penyusutan dan Amortisasi                                                                             31.939
     Beban Nonkas selain Penyusutan dan
      Amortisasi Tidak Dapat
      Dialokasikan                                                                                          5.201




                                                55
Page 59
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                         31 Desember 2023
                                              Pariwisata    Real Estat      Perdagangan   Eliminasi      Jumlah
                                                                              dan Jasa
                                                 Rp            Rp               Rp           Rp             Rp
    Pendapatan dari
     Pelanggan Eksternal                        1.010.077      131.464         141.623         (9.330)    1.273.834

    Hasil
     Hasil Segmen                                499.952        46.520          49.598          8.818       604.889
     Beban Langsung tidak
      dapat Dialokasikan                                                                                 (1.181.772)
    Laba Bruto                                                                                              696.951
     Penghasilan Bunga                                                                                       23.775
     Penghasilan Lainnya                                                                                         33
     Kerugian Selisih Kurs - Bersih                                                                       (250.260)
     Beban Penjualan                                                                                       (28.331)
     Beban Umum dan Administrasi                                                                              (551)
     Beban Lain-lain                                                                                       (98.246)
     Jumlah Beban Usaha                                                                                   (249.739)
    Laba Sebelum Pajak
     dan Beban Keuangan                                                                                     447.212

     Beban Pajak Final                                                                                     (16.981)
     Beban Keuangan                                                                                        (96.369)
     Bagian Rugi Bersih
      Investasi Ventura Bersama                                                                               (763)
     Bagian Rugi Bersih
      Entitas Asosiasi                                                                                       24.016
    Laba Sebelum Pajak                                                                                      357.115
     Beban Pajak Penghasilan                                                                              (115.809)
    Laba Bersih Tahun Berjalan                                                                              241.306
     Kerugian Komprehensif
      Lain Setelah Pajak                                                                                   (87.595)
    Jumlah Laba Komprehensif
     Tahun Berjalan                                                                                         153.711

     Kepentingan Non-pengendali                                                                              (6.117)
    Aset
     Aset Segmen                               2.064.720      1.329.696        213.880     (2.508.554)    1.099.742
     Aset yang Tidak Dapat Dialokasi                                                                      2.643.678
    Total Aset                                                                                            3.743.420

    Liabilitas
     Liabilitas Segmen                           483.883       559.700          77.512       (397.132)      723.963
     Liabilitas yang Tidak Dapat Dialokasi                                                                1.351.217
    Total Liabilitas                                                                                      2.075.180

     Pengeluaran Modal                                                                                      199.889
     Penyusutan dan Amortisasi                                                                               92.306
     Beban Nonkas selain Penyusutan
      dan Amortisasi Tidak Dapat
      Dialokasikan                                                                                           18.726


   Grup tidak menyajikan segmen geografis karena seluruh usaha Grup terkonsentrasi pada satu lokasi di
   Ancol, Jakarta Utara.




                                                 56
Page 60
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

40. Perjanjian dan Informasi Penting Lainnya

   a. Berdasarkan Ketetapan Walikotamadya Jakarta Utara selaku Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T)
      Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum Wilayah Kotamadya Jakarta Utara No.
      02/PPT/JU/111/95 tanggal 16 Maret 1995, tanah yang digunakan untuk jalan tol yang termasuk dalam
      HPL No. 1 milik Perusahaan adalah seluas 143.574 m2 dengan nilai ganti rugi sebesar Rp92.842.
      Selisih perhitungan nilai antara Ketetapan Walikotamadya Jakarta Utara tersebut dengan dana ganti
      rugi yang diterima Perusahaan yaitu sebesar Rp16.582 belum dicatat sebagai pendapatan
      Perusahaan, karena menurut manajemen Perusahaan:
      1. Secara yuridis formal, sisa tagihan belum dapat dikategorikan sebagai piutang Perusahaan karena
           penentuan jumlah nilai seluruh ganti rugi dilakukan secara sepihak oleh Panitia Pengadaan Tanah
           untuk Kepentingan Umum Jalan Tol Pluit - Cilincing (Harbour Road) Kotamadya Jakarta Utara.
           Tidak ada perjanjian kesepakatan jumlah ganti rugi yang melibatkan Perusahaan selaku entitas
           usaha berbadan hukum, sehingga secara validitas, tidak ada dasar bagi Perusahaan untuk
           mengakui sisa tagihan ganti rugi sebagai piutang maupun pendapatan;
      2. Ditjen Binamarga dengan suratnya No. T.10.100.06.06/729 tanggal 22 September 1999 yang
           ditujukan kepada Gubernur DKI Jakarta, memohon untuk mempertimbangkan agar sisa
           kekurangan pembayaran ganti rugi dapat diselesaikan tanpa ganti rugi, mengingat hal-hal berikut:
                Kondisi keuangan negara saat ini dan ketersediaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja
                 Negara (APBN) yang cenderung semakin terbatas, dan
                Prasarana publik yang dibangun di atas tanah Perusahaan juga memberikan manfaat yang
                 sangat besar terhadap pengembangan proyek Perusahaan.

       Berdasarkan surat Perusahaan No. 048/DIR-PJA/II/2002 tanggal 5 Februari 2002 kepada Menteri
       Pemukiman dan Prasarana Wilayah, Perusahaan telah meminta realisasi atas kekurangan ganti rugi
       yang belum diterima. Sampai dengan tanggal laporan ini, penyelesaian selisih tersebut masih dalam
       proses.

   b. Pada tanggal 10 Agustus 2004, Perusahaan mengadakan perjanjian kerja sama dengan PT Paramitha
      Bangun Cipta Sarana (PBCS) untuk membangun, mengalihkan serta mengelola hak atas sarana music
      stadium di area Perusahaan seluas 39.000 m². PBCS memiliki hak pengelolaan atas proyek tersebut
      selama 25 tahun. Setelah masa perjanjian berakhir, PBCS akan mengembalikan pengelolaan kepada
      Perusahaan. PBCS memiliki hak opsi untuk memperpanjang masa pengelolaan maksimal
      25 tahun atas persetujuan tertulis Perusahaan. Atas kerjasama tersebut, Perusahaan berhak
      mendapatkan imbalan sebesar 5% dari sewa jangka panjang dan 6% dari sewa jangka pendek yang
      merupakan bagian dari pendapatan kotor setiap tahunnya. Apabila PBCS terlambat melaksanakan
      penyerahan atas pembagian hasil transaksi penjualan maka dikenakan denda keterlambatan yang
      besarnya denda ditentukan berdasarkan rata-rata bunga deposito 1 (satu) tahun dari 3 (tiga) bank
      pemerintah terkemuka.

       Pada tanggal 26 April 2007, melalui Akta Notaris No. 208 dari Sutjipto S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta,
       Perusahaan telah memberikan persetujuan kepada PBCS untuk mengalihkan kerjasama kepada
       PT Wahana Agung Indonesia (WAI), sebagai perusahaan afiliasi PBCS, yang berlaku sejak tanggal
       ditandatanganinya perjanjian pengalihan.
       Pembagian pendapatan yang disetujui berdasarkan perjanjian adalah:
           Pendapatan yang bersumber dari sewa jangka panjang pihak ketiga yaitu sebesar 5% (lima
            persen) dari pendapatan bruto;
           Pendapatan yang bersumber dari sewa jangka pendek dari pihak ketiga yaitu 6% (enam persen)
            dari pendapatan bruto, dan
           WAI wajib melakukan pembayaran minimal ke Perusahaan sebesar Rp3.250 pada tahun pertama
            pengoperasian dan untuk tahun berikutnya dengan kenaikan minimal 5% (lima persen) per tahun,
            pembayaran tahun pertama sudah diterima.

       Sehubungan keterlambatan pembangunan fisik sehingga mundurnya pelaksanaan pengoperasian
       proyek secara keseluruhan, maka dengan itikad baik Perusahaan, WAI dan PT Wahana Agung
       Indonesia Propertindo (WAIP) sepakat membuat Perjanjian Pengalihan Kerjasama Pembangunan,

                                                     57
Page 61
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

       Pengalihan dan Pengoperasian “Music Stadium“ dari WAI ke WAIP yang tertuang dalam perjanjian
       tertanggal 28 Agustus 2009, selanjutnya proyek tersebut akan dilakukan oleh WAIP dan dijadwalkan
       dapat diselesaikan tanggal 30 Nopember 2010 untuk proyek sisi utara dan 30 Juni 2011 untuk proyek
       sisi selatan. Pada tanggal 29 Agustus 2011 dilakukan addendum I (pertama) mengenai penyelesaian
       proyek di sisi Utara yang semula tanggal 30 Nopember 2010 menjadi 29 Agustus 2011 dan dari 30
       Juni 2011 menjadi 29 Desember 2011 untuk sisi selatan. Pada tanggal 18 Desember 2012 dilakukan
       addendum II (kedua) mengenai penyelesaian proyek dari 29 Agustus 2011 untuk sisi utara dan 28
       Desember 2011 untuk sisi selatan, menjadi 20 Desember 2012 untuk pengalihan proyek secara parsial
       dan 31 Juli 2013 untuk pengalihan proyek secara keseluruhan.

       Kemudian Perusahaan melakukan berita acara serah terima secara parsial Pengalihan dan
       Pengoperasian Bangunan Music Stadium masing-masing melalui Berita Acara (BA) No.
       021/DIRPJA/XII/2012 - 001/BA/DIR-WAIP/ XII/2012 dan No. 020/DIR-PJA/XII/2012 - No.
       002/BA/DIRWAIP/XII/2012 tanggal 20 Desember 2012 dan secara keseluruhan Pengalihan dan
       Pengoperasian Bangunan Music Stadium masing-masing melalui Berita Acara (BA) No. 003/DIR-
       PJA/VII/2013 - No. 003/BA/DIR-WAIP/VII/2013 dan No. 004/DIR-PJA/VII/2013 - 004/BA/DIR-
       WAIP/VII/2013 tanggal 31 Juli 2013, dengan ini perusahaan sepakat dan setuju untuk menyerahkan
       bangunan tersebut untuk dioperasikan oleh WAIP selama 25 tahun.

  c.   Kelanjutan proyek reklamasi Pantai Utara Jakarta yang berada di kawasan Ancol mengalami
       penyesuaian dengan adanya perencanaan ulang penataan ruang kawasan reklamasi Pantai Utara
       Jakarta yang diatur melalui Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 121 Tahun 2012 tentang
       Penataan Ruang Kawasan Reklamasi Pantai Utara Jakarta dan peraturan perundang-undangan terkait
       lainnya, sehingga kemudian dilakukan penyesuaian terhadap izin-izin reklamasi yang sebelumnya
       telah diterbitkan dan diperoleh Perusahaan. Izin-izin reklamasi baru yang diperoleh Perusahaan
       setelah dilakukan penyesuaian sebagaimana dimaksud di atas menjadi sebagai berikut:
         - Izin Prinsip Reklamasi Pulau I dengan Surat Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 1275/-1.794.2
           tanggal 21 September 2012 dengan luas 202,5 Ha, yang kemudian diperpanjang dengan Surat
           Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 994/-1/794.2 tanggal 7 September 2015.
         - Izin Prinsip Reklamasi Pulau J dengan Surat Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 1276/-1.794.2
           tanggal 21 September 2012 dengan luas 316 Ha, yang kemudian diperpanjang dengan Surat
           Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 995/-1.794.2 tanggal 7 September 2015.
         - Izin Prinsip Reklamasi Pulau K dengan Surat Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 1295/-1.794.2
           tanggal 21 September 2012 dengan luas 32 Ha, yang kemudian diperpanjang dengan Surat
           Gubernur Propinsi DKI Jakarta No. 540/-1.794.2 tanggal 10 Juni 2014. Bahwa kemudian terhadap
           izin prinsip Pulau K tersebut telah terbit Surat Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 2485
           Tahun 2015 tentang Pemberian Izin Pelaksanaan Reklamasi Pulau K kepada Perusahaan pada
           tanggal 17 November 2015.
         - Izin Prinsip Reklamasi Pulau L dengan Surat Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 1296/-1.794.2
           tanggal 21 September 2012 dengan luas 481 Ha.

       Bahwa pada tanggal 26 September 2018 Gubernur Provinsi DKI Jakarta melalui jumpa pers di
       Balaikota Jakarta secara resmi mengumumkan pemberhentian proyek reklamasi Pantai Utara Jakarta,
       yang kemudian diikuti dengan pencabutan izin-izin reklamasi yang telah diterbitkan sebelumnya,
       termasuk izin-izin reklamasi yang diperoleh Perusahaan sebagaimana dimaksud di atas. Terhadap
       keputusan pemberhentian tersebut, kemudian Perusahaan menerima surat keputusan pencabutan
       terhadap izin-izin reklamasi yang dimiliki Perusahaan sebagai berikut:
       1. Surat Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 1041/-1.794.2 tanggal 6 September 2018 Perihal
          Pencabutan:
          a) Surat Gubernur Provinsi DKI Jakarta tanggal 21 September 2012 No. 1276/-1.794.2 (Pulau J);
          b) Surat Gubernur Provinsi DKI Jakarta tanggal 21 September 2012 No. 1296/-1.794.2 (Pulau L);
          c) Surat Gubernur Provinsi DKI Jakarta tanggal 21 September 2012 No. 1275/-1.794.2 (Pulau I).




                                                    58
Page 62
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

      2. Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 1410 Tahun 2018 Tentang Pencabutan Keputusan
         Gubernur No. 2485 Tahun 2015 Tentang Pemberian Izin Pelaksanaan Reklamasi Pulau K Kepada
         Perusahaan.

      Bahwa Perusahaan kemudian melakukan koordinasi intensif kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta
      dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membahas
      rencana kerja Perusahaan kedepannya. Rencana kerja tersebut kemudian disampaikan oleh
      Perusahaan kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta melalui Surat No. 011/DIR-PJA/EXT/XI/2018
      tanggal 27 November 2018 tentang rencana pengembangan ikon Dunia Fantasi dengan melakukan
      perluasan kawasan rekreasi Dunia Fantasi melalui pembangunan wahana Ocean Fantasi yang
      terintegrasi dengan wahana Dunia Fantasi eksisting dan rencana perluasan kawasan rekreasi kawasan
      Taman Impian pada area Ancol Timur. Melalui surat yang sama, terhadap rencana kerja tersebut
      kemudian Perusahaan mengajukan permohonan kepada Gubernur Provinsi DKI Jakarta untuk dapat
      menerbitkan izin prinsip perluasan kawasan rekreasi Dunia Fantasi seluas ± 35 Ha dan Kawasan
      Rekreasi Taman Impian pada area Ancol Timur seluas ± 120 Ha.

      Bahwa berdasarkan persetujuan prinsip perluasan kawasan rekreasi Dunia Fantasi (DUFAN) seluas ±
      35 Ha dan kawasan rekreasi Taman Impian Ancol Timur seluas ± 120 Ha berdasarkan surat Gubernur
      DKI Jakarta tanggal 24 Mei 2019 Nomor 462/-1.711.511 dan berdasarkan surat Perusahaan Nomor
      010/DIR-PJA/EXT/II/2020 tanggal 13 Februari 2020 perihal Permohonan Penerbitan Izin Pelaksanaan
      Perluasan Kawasan, pada tanggal 24 Februari 2020 diterbitkan Keputusan Gubernur DKI Jakarta
      Nomor 237 Tahun 2020 tentang Izin Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Dunia Fantasi
      (DUFAN) seluas ± 35 Ha dan Kawasan Rekreasi Taman Impian Ancol Timur seluas ± 120 Ha, yang
      pada intinya memberikan Izin Pelaksanaan Perluasan Kawasan Rekreasi Dunia Fantasi (DUFAN)
      seluas ± 35 Ha dan Kawasan Rekreasi Taman Impian Ancol Timur seluas ± 120 Ha kepada
      Perusahaan dengan ketentuan-ketentuan yang wajib dipenuhi oleh Perusahaan sebelum
      pelaksanaannya dan dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

      Bahwa kemudian sebagai tindak lanjut atas pengembangan kawasan ancol tersebut di atas dan
      dengan berdasarkan pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, pada tanggal 13
      September 2023 Perusahaan telah memperoleh Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan
      Ruang Laut Nomor 13092310513100010 seluas 202.95 Ha yang diterbitkan melalui sistem Perizinan
      Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission yang ditandatangani secara
      elektronik oleh Menteri Investasi / Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal atas nama Menteri
      Kelautan dan Perikanan. Izin sebagaimana dimaksud menjadi dasar bagi Perusahaan untuk
      melanjutkan pengurusan izin pengembangan kawasan ancol selanjutnya sesuai ketentuan peraturan
      perundang-undangan yang berlaku.

  d. Berikut ini adalah pihak yang signifikan terkait dengan perjanjian sewa dan sponsorship:

       Entitas                 Pihak                 Periode Kontrak             Bagi Hasil              Nilai Kontrak   Pendapatan
                                                                                                                          Mar 2024
        PJA      PT Pertamina Gas                      2014 - 2039     Penyewaan Lahan                         84.675           847
        PJA      PT Pertamina Gas                      2016 - 2041     Penyewaan Lahan                         79.660           797
        PJA      PT Perusahaan Gas Negara              2015 - 2040     Penyewaan Lahan                         79.660           797
        PJA      PT Perusahaan Gas Negara              2013 - 2038     Penyewaan Lahan                         44.357           444
        TIJA     PT Fauna Land Ancol                   2016 - 2035     Penyewaan Lahan                         24.500           322
        PJA      PT Indosat Tbk                        2020 - 2025     Penyewaan Lahan                         22.681         1.134
        PJA      PT Inti Bangun Sejahtera Tbk          2019 - 2029     Penyewaan Lahan                         41.500         1.038
        PJA      PT Ketrosden Triasmitra               2012 - 2032     Penyewaan Lahan                          7.331            76
        TIJA     PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk     2021 - 2024     Kerjasama Promosi dan Penjualan          7.128           980




                                                             59
Page 63
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

   e. Berikut ini adalah pihak yang signifikan terkait dengan perjanjian sewa berdasarkan persentase bagi
      hasil:

        Entitas                  Pihak               Periode Kontrak        Presentase       Pendapatan
                                                                            Bagi Hasil       Maret 2024
         TIJA     PT Djamanmas Pangan Nusa               2020 - 2025           6%                     2.453
         TIJA     PT Rekso Nasional Food                 2019 - 2024           15%                    1.398
         TIJA     PT Arif Cipta Mandiri                  2019 - 2023           20%                    1.262
         TIJA     PT Jimbaran Jaya                       2003 - 2028           20%                      956
         TIJA     PT Seribu Satu Rasa                    2023 - 2024           10%                      892
         TIJA     CV Nusa Prima Pangan                   2022 - 2028           15%                      855
         TIJA     PT Multirasa Nusantara                 2020 - 2025           16%                      685
         TIJA     Kalaha Tan                             2018 - 2024           25%                      571
         TIJA     PT Prima Usaha Era Mandiri             2018 - 2025           10%                      211
         TIJA     Simpang Raya                           2023 - 2024           11%                      158

   f.   Perusahaan menandatangani Perjanjian Kerja Sama terkait pemanfaatan tanah/lahan di Kawasan
        Ancol untuk Penyelenggaraan Acara/Event dengan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) Nomor X/DIR-
        PJA/XI/2021 pada tanggal 17 November 2021 dengan jangka waktu kerjasama penggunaan lahan
        dalam perjanjian tersebut selama 3 tahun, adapun penggunaan area obyek pemanfaatan dalam jangka
        waktu tersebut mengikuti kalender acara penyelenggaraan event sesuai penggunaan PT Jakarta
        Propertindo (Perseroda) dalam jangka waktu tersebut.

41. Perkara Hukum

    a. Pada tanggal 25 Oktober 2022, PT Arkindo (selaku Penggugat) mengajukan gugatan perbuatan
       melawan hukum tertanggal 25 Oktober 2022 ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara terhadap:
       1. PT Taman Impian Jaya Ancol (PT TIJA) (selaku Tergugat I);
       2. PT PJA (selaku Tergugat II);
       3. PT Bank DKI c.q. Bank DKI Kantor Layanan Pintu Besar Selatan (selaku Turut Tergugat I);
       4. PT Jamkrida Jakarta (selaku Turut Tergugat).

        Berdasarkan dokumen gugatan diperoleh informasi bahwa gugatan didasarkan pada kontrak Nomor:
        001/P/DIR-TIJA/PP/VIII/21 tanggal 16 Agustus 2021 tentang Masjid Apung Ancol (“Kontrak”) dimana
        PT Arkindo (Penggugat) sebagai kontraktor/penerima pekerjaan dan PT TIJA (Tergugat) sebagai
        pemilik proyek/pemberi pekerjaan dengan jenis Kontrak turnkey (putar kunci) yang merupakan kontrak
        mengenai pembangunan suatu proyek dalam hal kontraktor/penerima pekerjaan setuju untuk
        membangun proyek secara lengkap sampai selesai termasuk pemasangan semua perlengkapannya
        sehingga proyek siap dioperasikan. PT Arkindo (Penggugat) wajib melaksanakan dan menyelesaikan
        pekerjaan terhitung sejak tanggal 16 Agustus 2021 sampai dengan 15 Juni 2022.

        Dalam pelaksanaannya sampai dengan batas waktu penyelesaian dan penyerahan pekerjaan sesuai
        Kontrak, PT Arkindo (Penggugat) tidak dapat menyelesaikan pekerjaan Masjid Apung Ancol secara
        penuh dan tuntas sampai dengan pekerjaan mencapai prestasi 100% (seratus persen) sesuai dengan
        batas waktu penyelesaian dan penyerahan pekerjaan yang diatur di dalam Kontrak, yaitu pada tanggal
        15 Juni 2022, sehingga berdasarkan ketentuan yang diatur di dalam Kontrak PT TIJA melakukan
        pembatalan Kontrak terhadap PT Arkindo pada tanggal 15 Juni 2022 dengan segala konsekuensi
        akibat pembatalan Kontrak ditanggung oleh PT Arkindo sesuai ketentuan yang diatur di dalam Kontrak.

        Bahwa kemudian gugatan telah diterima oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada tanggal 25
        Oktober 2022 dan tercatat dengan nomor register perkara 709/Pdt.G/2022/PN.Jkt.Utr. panggilan
        sidang (relaas) diterima masing-masing oleh PT TIJA dan PT PJA dari Pengadilan Negeri Jakarta
        Utara Kelas I A Khusus pada tanggal 15 November 2022.

        Pada tanggal 4 Desember 2023, Pengadilan Negeri Jakarta Utara memutus perkara
        709/Pdt.G/2022/PN.Jkt.Utr. yang diucapkan dalam sidang terbuka yang dihadiri oleh kuasa hukum
        Penggugat (PT Arkindo), kuasa hukum Tergugat I (PT TIJA), kuasa hukum Tergugat II (Perusahaan),

                                                    60
Page 64
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

      kuasa hukum Turut Tergugat I (PT Bank DKI c.q. Bank DKI Kantor Layanan Pintu Besar Selatan),
      kuasa hukum Turut Tergugat II (PT Jamkrida Jakarta), yang amar putusannya sebagai berikut:

      Dalam Konvensi.

      Dalam Eksepsi.
      Mengabulkan eksepsi Tergugat I dan Tergugat II.

     Dalam Pokok Perkara.
     a. Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima. (Niet Ontvankelike Veerklaard).
     b. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya timbul dalam perkara ini.

      Dalam Rekonvensi.
      Menyatakan gugatan Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi tidak             dapat diterima (Niet
      Ontvankelike Veerklaard).

      Dalam Konvensi dan Rekonvensi
      Menghukum Penggugat Konvensi / Tergugat Rekonvensi untuk membayar biaya yang timbul dalam
      perkara ini hingga kini ditaksir sebesar Rp1.153.000 (dalam rupiah penuh);

      Bahwa pada tanggal 18 Desember 2023, secara daring melalui e-court, PT Arkindo selaku
      Pembanding (d/h Penggugat) telah mengajukan permohonan pernyataan banding atas putusan
      Pengadilan Negeri Jakarta Utara No.709/Pdt.G/2021/PN.JKT.Utr tersebut di atas, yang kemudian
      diberitahukan kepada PT Taman Impian Jaya Ancol selaku Terbanding I (d/h Tergugat I) dan
      Perusahaan selaku Terbanding II (d/h Tergugat II) pada tanggal 20 Desember 2023 dan kemudian
      tercatat dengan nomor register perkara No. 245/PDT/2024/PT DKI.

      Pada tanggal 21 Maret 2024, kuasa hukum Perusahaan telah menerima Putusan Pengadilan Tinggi
      DKI Jakarta nomor No. 245/PDT/2024/PT DKI tanggal 19 Maret 2024 melalui e-court yang pada
      pokoknya menginformasikan bahwa Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah memutus perkara nomor No.
      245/PDT/2024/PT DKI yang amar putusannya sebagai berikut:

     1. Menerima permohonan banding dari Pembanding semula Penggugat;
     2. Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 709/Pdt.G/2022/PN Jkt.Utr tanggal 4
        Desember 2023 yang dimohonkan banding;
     3. Menghukum Pembanding semula Penggugat untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat
        pengadilan, yang untuk tingkat banding ditetapkan sejumlah Rp150.000 (dalam rupiah penuh);

      Bahwa berdasarkan informasi yang diperoleh dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP)
      Pengadilan Negeri Jakarta Utara diperoleh informasi bahwa PT Arkindo telah mengajukan pernyataan
      permohonan upaya hukum kasasi terhadap putusan nomor 245/PDT/2024/PT DKI juncto nomor
      709/Pdt.G/2022/PN Jkt.Utr pada tanggal 4 April 2024.

      Sampai dengan laporan ini disampaikan, perkara ini masih dalam tahap proses kasasi.

   b. Pada tanggal 5 April 2023, PT Mata Elang Internasional Stadium (PT MEIS) (selaku Penggugat)
      mengajukan gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara terhadap
      PT Wahana Agung Indonesia Propertindo (PT WAIP) (selaku Tergugat) dan Perusahaan (selaku Turut
      Tergugat). Berdasarkan dokumen gugatan diperoleh informasi bahwa gugatan didasarkan pada
      perjanjian sewa menyewa antara PT WAIP (pihak menyewakan) dan PT MEIS (pihak penyewa)
      sebagaimana yang dinyatakan dalam akta Notaris Edison Jingga, SH. No. 78 tanggal 21 Maret 2012
      tentang Perjanjian Sewa Menyewa yang telah dibatalkan melalui putusan Pengadilan Negeri Jakarta
      Selatan nomor 297/Pdt.G/2014/PN.Jkt.Utr. tanggal 18 Agustus 2015 juncto putusan Pengadilan Tinggi
      DKI Jakarta nomor 629/PDT/2016/PT.DKI tanggal 16 Desember 2016 juncto Putusan Mahkamah
      Agung Republik Indonesia nomor 2430 K/Pdt/2018 tanggal 30 Oktober 2018 juncto Putusan
      Peninjauan Kembali nomor 547 PK/Pdt/2018 tanggal 24 Agustus 2020.

                                                  61
Page 65
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


     Bahwa kedudukan Perusahaan dalam gugatan ini adalah karena adanya perjanjian Build Transfer
     Operate (BTO) antara Perusahaan dengan PT WAIP, dimana setelah selesai masa pembangunan
     proyek BTO, PT WAIP memiliki hak mengoperasikan proyek BTO tersebut, termasuk menyewakan
     kepada pihak ketiga, dalam perkara ini pihak ketiga dimaksud adalah PT MEIS.

     Bahwa kemudian gugatan telah diterima oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada tanggal 6 April
     2023 dan tercatat dengan nomor register perkara 225/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Utr. Relaas panggilan sidang
     diterima oleh Perusahaan dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara Kelas I A Khusus tanggal 13 April
     2023.

     Pada tanggal 20 September 2023, Pengadilan Negeri Jakarta Utara memutus perkara
     225/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Utr. yang diucapkan dalam sidang terbuka yang amar putusannya sebagai
     berikut:

     Dalam Eksepsi
     Menolak eksepsi Tergugat dan Turut untuk seluruhnya.

     Dalam Pokok Perkara
     1. Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagaian;
     2. Menyatakan segala bentuk perbuatan Tergugat yang dilakukan terhadap Penggugat sehingga
        Penggugat mengalami kerugian materiel dalam perkara aquo adalah merupakan perbuatan
        melawan hukum;
     3. Menghukum Tergugat untuk membayar dan mengembalikan kerugian materiel dengan cara tunai
        dan sekaligus kepada Penggugat sebesar Rp45.000.000.000 (dalam rupiah penuh);
     4. Menghukum Turut Tergugat untuk tunduk pada putusan atas perkara ini;
     5. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara ini sebesar Rp595.000 (lima ratus sembilan
        puluh lima ribu rupiah);
     6. Menolak gugatan Penggugat untuk selain dan selebihnya;

     Pada tanggal 29 September 2023, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Sistem Infomasi
     Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta, PT WAIP telah mengajukan pernyataan
     permohonan upaya hukum banding terhadap putusan perkara 225/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Utr. tanggal 20
     September 2023 kepada Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Bahwa kemudian pada tanggal 18 Oktober
     2023, melalui e-court, kuasa hukum Perusahaan telah menerima scan putusan perkara nomor
     225/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Utr. tanggal 20 September 2023 yang kemudian diikuti dengan pemberitahuan
     memori banding dan berkas memori banding yang diajukan oleh PT WAIP selaku Pembanding (d/h
     Tergugat I) pada tanggal 19 Oktober 2023 yang kemudian telah ditindaklanjuti dengan penyerahan
     kontra memori banding oleh Perusahaan selaku Turut Terbanding (d/h Turut Tergugat) pada tanggal
     26 Oktober 2023. Bahwa terhadap upaya hukum banding tersebut kemudian tercatat dengan nomor
     register 1195/PDT/2023/PT DKI.

     Pada tanggal 4 Januari 2023, kuasa hukum Perusahaan telah menerima Putusan Pengadilan Tinggi
     DKI Jakarta nomor 1195/PDT/2023/PT DKI tanggal 20 Desember 2023 melalui e-court yang pada
     pokoknya menginformasikan bahwa Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah memutus perkara nomor
     1195/PDT/2023/PT DKI yang amar putusannya sebagai berikut:

      Menerima permohonan banding dari Pembanding semula Tergugat;
      Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Utara Nomor 225/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Utr. tanggal
       20 September 2023;
      Menghukum Pembanding semula Tergugat untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat
       pengadilan, yang dalam tingkat banding ditetapkan sejumlah Rp. 150.000 (dalam rupiah penuh);

     Bahwa kemudian berdasarkan informasi yang diperoleh dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara
     (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Utara diperoleh informasi bahwa PT WAIP telah mengajukan


                                                 62
Page 66
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

       pernyataan permohonan upaya hukum kasasi terhadap putusan nomor 225/Pdt.G/2023/PN.Jkt.Utr.
       juncto nomor 1195/PDT/2023/PT DKI pada tanggal 10 Januari 2023.

      Sampai dengan laporan ini disampaikan, perkara ini masih dalam tahap proses kasasi.

42. Instrumen Keuangan dan Manajemen Risiko Keuangan

   Manajemen risiko Perusahaan adalah suatu proses yang dilaksanakan oleh personil Perusahaan sebagai
   salah satu dasar dalam penentuan strategi, dirancang untuk mengidentifikasi peristiwa atau keadaan yang
   berpotensi negatif terhadap pencapaian tujuan korporasi dan mengelola risiko tersebut agar masuk dalam
   risk appetite (risiko yang dapat diterima) Perusahaan untuk menjamin secara rasional pencapaian tujuan
   Perusahaan.

    Dalam melaksanakan manajemen risiko, Perusahaan melakukan identifikasi, penaksiran, respon,
    pengendalian, informasi dan komunikasi serta pemantauan atas risiko Perusahaan.
    1. Risiko keuangan utama yang harus dikelola adalah risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar yang
       terdiri dari risiko suku bunga dan risiko mata uang asing.

       i. Risiko Kredit
          Risiko kredit adalah kerugian yang timbul dari kegagalan pelanggan memenuhi kewajiban
          kontraktual mereka. Instrumen keuangan Perusahaan yang mempunyai potensi atas risiko kredit
          terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha dan piutang lain-lain. Jumlah eksposur risiko kredit
          maksimum sama dengan nilai tercatat atas akun-akun tersebut (rincian umur piutang usaha). Pada
          tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 piutang usaha Perusahaan tidak terkonsentrasi
          pada pelanggan tertentu.

          Perusahaan mengelola risiko kredit dengan cara melakukan seleksi pelanggan, bank dan institusi
          keuangan serta penetapan kebijakan cara pembayaran penjualan dan pengalihan risiko dengan
          penutupan asuransi, mengusahakan penyandang dana untuk pelanggan.
          Tabel berikut menyajikan eksposur maksimum risiko kredit Perusahaan atas instrumen keuangan
          pada laporan posisi keuangan konsolidasian:
                                                        31 Maret 2024                         31 Desember 2023
                                             Nilai Tercatat      Exposure Maksimum   Nilai Tercatat     Exposure Maksimum
          Aset Keuangan
          Kas dan Setara Kas                           282.505             282.505            411.446             411.446
          Piutang Usaha                                 41.402              39.843             62.237              62.237
          Piutang Lain-lain                              5.369               5.369             26.077              26.077
          Investasi Jangka Panjang Lainnya             128.936             128.936            128.936             128.936
          Aset Lain-lain                                10.497              10.497             10.497              10.497
          Jumlah Aset Keuangan                         458.212             456.653            628.696             628.696


          Grup mengelola risiko kredit yang terkait dengan rekening bank dan piutang dengan memonitor
          reputasi, peringkat kredit, dan membatasi risiko agregat dari masing-masing pihak dalam kontrak.
          Kualitas kredit dari aset keuangan baik yang belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan
          nilai dapat dinilai dengan mengacu pada peringkat kredit eksternal (jika tersedia) atau mengacu
          pada informasi historis mengenai tingkat gagal bayar debitur.

          Grup telah mencatat penyisihan penurunan nilai atas penurunan piutang usaha yang telah jatuh
          tempo (Catatan 4).

          Aset keuangan yang belum jatuh tempo yang terindikasi risiko kredit terutama dari kas dan setara
          kas dan piutang usaha.

          Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat risiko kredit yang signifikan atas penempatan dana
          di bank, karena penempatan dana hanya ditempatkan pada bank-bank yang berpredikat baik.

                                                          63
Page 67
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)


        Manajemen berpendapat bahwa piutang usaha yang belum jatuh tempo tidak memiliki risiko kredit
        yang signifikan, karena piutang usaha atas penjualan unit properti, dijamin dengan properti yang
        sama, dimana jumlah eksposure risikonya lebih rendah dari nilai jaminannya, sedangkan piutang
        usaha nonproperti berasal dari pelanggan-pelanggan yang memiliki rekam jejak yang baik.

     ii. Risiko Likuiditas
         Risiko likuiditas adalah risiko dimana perusahaan tidak bisa memenuhi liabilitas pada saat jatuh
         tempo.

        Eksposur risiko likuiditas berupa kesulitan Perusahaan dalam memenuhi liabilitas keuangan yang
        harus dibayar dengan kas atau aset keuangan lainnya. Perusahaan diharapkan dapat membayar
        seluruh liabilitasnya sesuai dengan jatuh tempo kontraktual. Agar dapat memenuhi liabilitas
        tersebut, Perusahaan harus menghasilkan arus kas masuk yang cukup.

        Grup mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan setara kas yang mencukupi
        dalam memenuhi komitmen Perusahaan untuk operasi normal dan secara rutin mengevaluasi
        proyeksi arus kas dan arus kas aktual, serta jadwal tanggal jatuh tempo aset dan kewajiban
        keuangan.

        Tabel berikut merangkum liabilitas keuangan Perusahaan per 31 Maret 2024 dan
        31 Desember 2023 pada saat jatuh tempo berdasarkan kontrak pembayaran yang tidak
        didiskontokan:

                                                                             31 Maret 2024
         Liabilitas                    Tidak ditentukan     < 1 Tahun          > 1 - 5 tahun    Biaya Emisi        Nilai Tercatat

           Utang Usaha dan Lain-lain                  --         39.071                    --              --              39.071
           Beban Akrual                         211.000                 --                 --              --             211.000
           Utang Bank                                 --        230.599              474.720          (7.181)             698.138
           Utang Obligasi                             --                --            65.368           (105)               65.263
           Jaminan Pelanggan
             dan Deposit lainnya                 15.689                 --                 --              --              15.689
           Liabilitas Sewa                            --          4.958               84.685               --              89.643

         Jumlah                                 226.689         274.628              624.773          (7.286)           1.118.804


                                                                        31 Desember 2023
         Liabilitas                    Tidak ditentukan     < 1 Tahun       > 1 - 5 tahun       Biaya Emisi        Nilai Tercatat

           Utang Usaha dan Lain-lain                  --         27.589                    --                 --           27.589
           Beban Akrual                         218.363                 --                 --                 --          218.363
           Utang Bank                                 --         41.280              624.720          (7.885)             658.115
           Utang Obligasi                             --         65.432              149.568           (219)              214.781
           Jaminan Pelanggan
             dan Deposit lainnya                 13.397                 --                 --                 --           13.397
           Liabilitas Sewa                            --          3.126               97.079                  --          100.205

         Jumlah                                 231.760         137.427              871.367          (8.104)           1.232.450



     iii. Risiko nilai tukar mata uang asing
          Risiko nilai tukar mata uang asing didefinisikan sebagai penurunan nilai aset/pendapatan atau
          peningkatan nilai liabilitas/pengeluaran yang disebabkan fluktuasi nilai tukar mata uang asing
          tersebut.




                                                           64
Page 68
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

   2. Risiko Perubahan Kebijakan Pemerintah, Kondisi Ekonomi dan Sosial Politik.
      Kebijakan Pemerintah baik yang menyangkut ekonomi dan moneter, serta kondisi sosial dan politik
      yang kurang kondusif akan berakibat menurunnya investasi dan pembangunan. Hal ini dapat
      mengakibatkan tertundanya proyek-proyek yang telah maupun akan diperoleh Grup. Risiko ini
      merupakan risiko yang bersifat sistemik (systematic risk) dimana bila risiko ini terjadi maka akan
      mempengaruhi secara negatif seluruh variable yang terlibat, sehingga membuat kinerja menurun,
      bahkan diversifikasipun belum mampu menghilangkan risiko ini.

   3. Nilai Wajar
      Tabel di bawah ini menggambarkan nilai tercatat dan nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan:

                                                     31 Maret 2024                     31 Desember 2023
                                             Nilai Tercatat    Nilai Wajar     Nilai Tercatat    Nilai Wajar
       Aset Keuangan
        Kas dan Bank                                282.505          282.505           411.446        411.446
        Piutang Usaha                                41.402           39.843            62.237         62.237
        Aset Lain-lain                               31.232           31.232            34.595         34.595
       Total                                        355.139          353.580           508.278        508.278

       Liabilitas Keuangan
         Utang Usaha dan Lain-lain                   39.071           39.071            27.589         27.589
         Utang Bank                                 698.138          698.138           658.115        658.115
         Beban Akrual                               211.000          211.000           218.363        218.363
       Total                                        948.209          948.209           904.067        904.067


       Manajemen berpendapat bahwa nilai buku dari aset dan liabilitas keuangannya mendekati nilai wajar
       dari aset dan liabilitas keuangan tersebut pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, karena
       dampak pendiskontoan yang tidak signifikan.

43. Manajemen Permodalan

    Tujuan dari Perusahaan dalam mengelola permodalan adalah untuk melindungi kemampuan entitas
    dalam mempertahankan kelangsungan usaha, sehingga entitas dapat tetap memberikan hasil bagi
    pemegang saham dan manfaat bagi pemangku kepentingan lainnya, dan untuk memberikan imbal hasil
    yang memadai kepada pemegang saham dengan menentukan harga produk dan jasa yang sepadan
    dengan tingkat risiko.

    Grup menetapkan sejumlah modal sesuai proporsi terhadap risiko. Perusahaan mengelola struktur modal
    dan membuat penyesuaian dengan memperhatikan perubahan kondisi ekonomi dan karakteristik risiko
    aset yang mendasari. Konsisten dengan perusahaan lain dalam industri, Perusahaan memonitor modal
    dengan dasar rasio utang terhadap modal yang disesuaikan. Rasio ini dihitung sebagai berikut: Liabilitas
    neto dibagi modal yang disesuaikan. Liabilitas neto merupakan total liabilitas (sebagaimana jumlah dalam
    laporan posisi keuangan) dikurangi kas dan setara kas. Modal yang disesuaikan terdiri dari seluruh
    komponen ekuitas (meliputi modal saham dan saldo laba).

   Rasio liabilitas terhadap modal yang disesuaikan pada 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah
   sebagai berikut:

                                                                       31 Maret 2024        31 Desember 2023
    Jumlah Liabilitas                                                          1.965.174             2.075.180
    Dikurangi Kas dan Setara Kas                                               (282.505)             (411.446)
    Liabilitas Bersih                                                          1.682.669             1.663.734




                                                     65
Page 69
PT PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM (Lanjutan)
Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 (Tidak diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Serta Untuk Periode Tiga Bulan yang Berakhir pada Tanggal
31 Maret 2024 dan 2023 (Tidak diaudit)
(Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Dinyatakan Lain)

                                                                          31 Maret 2024         31 Desember 2023
    Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan
      kepada Pemilik Entitas Induk                                               1.609.117              1.647.160
    Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas                                             104,57%                101,01%



44. Informasi Tambahan untuk Arus Kas

    Perusahaan memiliki transaksi non kas untuk 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 sebagai berikut:
                                                                          31 Maret 2024         31 Desember 2023
                                                                                     4.436                  9.454
    Penambahan Investasi Jangka
     Panjang Lainnya Melalui Reklasifikasi
     Investasi pada Entitas Asosiasi                                                       --             265.669
    Jumlah                                                                           4.436                275.123


    Tabel dibawah ini menunjukan rekonsiliasi liabilitas yang timbul dari aktivitas pendanaan untuk periode
    yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, sebagai berikut:

                                                                      31 Maret 2024
                                              Saldo Awal        Arus Kas         Perubahan          Saldo Akhir
                                                                                  Non Kas

    Utang Bank                                     658.115            39.319                  704         698.138
    Utang Obligasi                                 214.781         (149.600)                   82          65.263
    Liabilitas Sewa                                100.205           (2.856)              (7.706)          89.643

                                                                     31 Desember 2023
                                              Saldo Awal        Arus Kas         Perubahan          Saldo Akhir
                                                                                  Non Kas

    Utang Bank                                     901.704         (242.870)               (719)          658.115
    Utang Obligasi                                 214.543                --                 238          214.781
    Liabilitas Sewa                                101.654          (12.376)              10.927          100.205



45. Tanggung Jawab Manajemen atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim

    Manajemen Perusahaan bertanggung jawab terhadap penyusunan dan penyajian laporan keuangan
    konsolidasian interim. Laporan keuangan konsolidasian interim telah diotorisasi untuk terbit oleh Direksi
    pada tanggal 26 April 2024.




                                                           66

File

File Open PDF
Source IDX
Size1.28 MB
Published26 Apr 2024
Pages69
Characters285,186
Text sourceEmbedded text layer
OCR confidence—

Names mentioned 150 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong

linked org PEMBANGUNAN JAYA ANCOL Tbk p.1 ×220
linked org Pemerintah Provinsi p.9 ×2
linked person Sofyan A. Djalil p.9 ×2
linked person Yohannes Henky Wijaya p.9
linked person Suhardi Alius p.9
linked person Cahyo Satriyo Prakoso p.10
linked person Daniel Nainggolan p.10
linked person Eddy Prastiyo p.10
linked person Teti Eko Pratiwi p.10
linked person Loso Judijanto p.10
linked org Pemerintah Daerah DKI p.15
linked org Bank Central Asia Tbk p.31 ×2
linked org Bank Mandiri (Persero) Tbk p.31 ×2
linked org Bank Permata Tbk p.31 ×14
linked org Bank Maybank Indonesia Tbk p.31 ×4
linked org Jaya Real Property Tbk p.37 ×8
linked org PT Jakarta Tollroad Development p.39 ×3
linked org PT Asuransi Central Asia p.44
linked org PT Asuransi Umum Mega p.44
linked org Dana Pensiun p.51
linked org Inti Bangun Sejahtera Tbk p.62 ×2
linked org PT Ketrosden Triasmitra p.62
linked org Indofood CBP Sukses Makmur Tbk p.62 ×2
possible org Negara Republik Indonesia p.9
possible — Pemda DKI p.9 ×6
possible person Wardiman p.11
possible org Bursa Efek Indonesia p.12 ×2
possible org Otoritas Jasa Keuangan p.12 ×2
possible org Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk p.31 ×10
possible org Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk p.31 ×2
possible org Indosat Tbk p.62 ×2
unresolved person Achmad Abid p.9
unresolved person Sutjipto · Notaris p.9 ×2
unresolved org Menteri Kehakiman Republik Indonesia p.9
unresolved person Aulia Taufani · Notaris p.9 ×6
unresolved org Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia p.9 ×3
unresolved org PT Pembangunan Ibu Kota Jakarta Raya p.9
unresolved org PT Pembangunan Jaya p.9 ×6
unresolved org Pelaksana Pembangunan Proyek Ancol p.9
unresolved org Pemerintah Provinsi DKI p.9 ×2
unresolved org PT TIJA p.10 ×17
unresolved org PT Seabreez p.10
unresolved org PT SI p.10 ×7
unresolved org PT Jaya Ancol p.10
unresolved org PT JA p.10 ×8
unresolved org PT Sarana Tirta Utama p.10 ×3
unresolved org PT STU p.10 ×5
unresolved org PT Jaya Ancol Pratama Tol p.10 ×4
unresolved org PT JAPT p.10 ×2
unresolved org PT Genggam Anugerah p.11
unresolved person Slamet Budisukrisno p.11
unresolved org PT Jaya Konstruksi Pratama Tol p.11
unresolved org PT Jaya Teknik Indonesia p.11
unresolved org PT JTI p.11
unresolved org PT TI p.11 ×7
unresolved org PT GALK p.11 ×5
unresolved org Pengawas Pasar Modal p.12
unresolved org Bapepam p.12 ×2
unresolved org Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan p.12
unresolved org Bapepam-LK p.12 ×4
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Asrori & Rekan p.22
unresolved org Menteri Keuangan Republik Indonesia p.27
unresolved org PT Bank Bank DKI p.31
unresolved org PT Bank DKI p.31 ×20
unresolved org PT Jakarta Akses Tol Priok p.32 ×4
unresolved org PT Batavia Pictures p.37 ×2
unresolved org PT Fauna Land Ancol p.38 ×4
unresolved org PT FLA p.38
unresolved org PT Philindo Sporting Amusement p.38 ×3
unresolved org Tourism Corporation p.38 ×3
unresolved org PT PSATC p.38
unresolved org PT JATP p.38 ×2
unresolved org PT Jaya Kuliner Lestari p.38 ×5
unresolved org PT JKL p.38 ×3
unresolved org PT Kawasan Ekonomi Khusus Marunda p.38 ×3
unresolved org PT KEKMJ p.38
unresolved org PT PSATC Perusahaan p.38
unresolved org PT JATP Berdasarkan Akta p.38
unresolved org PT Jaya Bowling Indonesia p.39 ×2
unresolved org PT JTD p.39 ×5
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Asrori dan Rekan p.39 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Asrori p.39 ×2
unresolved org Kantor Jasa Penilai Publik Rengganis p.39
unresolved org Hamid dan Rekan p.39
unresolved org Asrori dan Rekan p.39
unresolved org PT Great Eastern General Insurance Indonesia p.44
unresolved org PT Sompo Insurance Indonesia p.44
unresolved org PT Asuransi MSIG Indonesia p.44
unresolved org PT Sunday Insurance Indonesia p.44
unresolved org PT Mandiri Axa General Insurance p.44
unresolved org PT Asuransi Astra Buana p.44
unresolved org PT Tugu Pratama Indonesia p.44
unresolved org PT Asuransi FPG Indonesia p.44
unresolved org PT Asuransi Mitra Pelindung Mustika p.44
unresolved org PT Tokio Marine Indonesia p.44
unresolved org PT Asuransi Umum BCA p.44
unresolved org Pengelolaan Aset Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota p.45
unresolved org PT Media Prima Solutions p.46
unresolved org PT Estetika Surya Pesona p.46
unresolved org PT Iss Indonesia p.46
unresolved org PT Emtu Karya Sentosa p.47
unresolved org PT Envitek Indonesia Jaya p.47
unresolved org PT Deka Buana Swastamas p.47
unresolved org PT Putra Anugerah Mandiri p.47
unresolved org PT Bank DKI Berdasarkan Surat Pemberitahuan Persetujuan Kredit p.48
unresolved person Ashoya Ratam p.48
unresolved org Bank Utama Debitur p.48
unresolved org PT Pemeringkat Efek Indonesia p.50
unresolved org PT PGN p.50
unresolved org PT Pertamina Gas p.50 ×3
unresolved org PT Pertagas p.50
unresolved org PT Wahana Agung Indonesia Propertindo p.50 ×3
unresolved org Dana Pensiun Lembaga Keuangan p.51
unresolved org PT Pembangunan Jaya Saham Seri B p.52
unresolved person (masing-masing dibawah 5%, Saham Seri C) p.52
unresolved org PT Seabreez Indonesia p.53 ×2
unresolved org PT Jakarta Propertindo p.56 ×5
unresolved org PT Arkonin p.56 ×2
unresolved org PT Pembangunan Jaya Manajemen Kunci p.56
unresolved — Ketetapan Walikotamadya Jakarta Utara · Ketua p.60
unresolved org Menteri Pemukiman dan Prasarana Wilayah p.60
unresolved org PT Paramitha Bangun Cipta Sarana p.60
unresolved org PT Wahana Agung Indonesia p.60
unresolved org Menteri Investasi p.62
unresolved org Koordinasi Penanaman Modal p.62
unresolved org Menteri Kelautan dan Perikanan. Izin p.62
unresolved org PT Djamanmas Pangan Nusa p.63
unresolved org PT Rekso Nasional Food p.63
unresolved org PT Arif Cipta Mandiri p.63
unresolved org PT Jimbaran Jaya p.63
unresolved org PT Seribu Satu Rasa p.63
unresolved org PT Multirasa Nusantara p.63
unresolved org PT Prima Usaha Era Mandiri p.63
unresolved org PT Arkindo p.63 ×9
unresolved org Pengadilan Negeri Jakarta Utara p.63 ×11
unresolved org PT PJA p.63 ×2
unresolved org Bank DKI Kantor Layanan Pintu Besar Selatan p.63 ×2
unresolved org PT Jamkrida p.63 ×2
unresolved org PT DKI. p.64 ×8
unresolved org PT Mata Elang Internasional Stadium p.64
unresolved org PT MEIS p.64 ×2
unresolved org PT WAIP p.64 ×7
unresolved person Edison Jingga p.64
unresolved org Pengadilan Negeri Jakarta Selatan p.64
unresolved org Mahkamah Agung Republik Indonesia p.64
unresolved org PT MEIS. Bahwa p.65
unresolved org Pengadilan Negeri p.65
unresolved org Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Bahwa p.65

Extraction attempts how the parser did, and what it refused

Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.

No extraction attempted yet.

Other files in this announcement 1

↑↓ select ↵ open ⇧↵ see every result