Source file signed link, expires in 15 minutes
Extracted text 43
Page 1
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK Laporan Keuangan 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit) Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
Page 2
PT Hetzer Medical Indonesia Tbk
SURAT PERNYATAAN DIIREKSI
TENTANG
TANGGUNG JAWAB ATAS IAPORAN KEUANGAN
TANGGAL 31 MARET 2024 ITIDAK DIAUDIT) dan 31 DESEMBER 2023 (DIAUDIT)
DAN UNTUK PEFUODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA 31 MAFtET 2024
DAN 31 MARET 2023 (TIDAK DIAUDIT)
PT HEIZER MEDICAL INDONESIA TBK
Yang bertandatangan di bawah ini :
1. Nama dr.Yenny Marlina
Alamat kantor Komp. Blue Sky Industrial (Bsl) Kavling No. 09 Jl. Nanjung No. 2 RT
003 RW 005 Kel. Leuwigajah, Kee Cimahi Selatan Kota Cimahi 40532
Nomor Telepon o22es794og / o22es79383
Jabatan Direktur Utama
2. Nama Fancy Marsiana
Alamat kantor Komp. Blue Sky lndustnal (Bsl) Kavling No. 09 Jl. Nanjung No. 2 RT
003 RW 005 Kel. Leuwigajah, Kec Cimahi Selatan Kota Cimahi 40532
Nomor Telepon o22es794og / o22es79383
Jabatan D ircktur Keuangan
Menyatakan bahwa:
1. Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan PT Hetzer Medical
Indonesia Tbk.
2. Laporan keuangan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk telah disusun dan disajikan sesuai dengan
Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.
3. a. Semua lnfomasi dalam laporan keuangan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk telah dimuat
secara lengkap dan benar.
b. Laporan keuangan PT Hetzer Medical Indonesia Tbk tidak mengandung irformasi atau fakta
material yang tidak benar, dan tidak menghilangkan informasi atau falcta material.
4. Bertanggung jawab atas sistem pengendalian intemal dalam PT Hetzer Medical Indonesia Tbk.
Demikian pemyataan ini dibuat dengan sebenamya.
Cimahi, 25 April 2024
Atas nama dan mewakili Dewan Direksi
-i.-Ei--:==!i:-.-----
dr.Yennv Mariina Farrev Marsiaria
Direktur Utama Direkfur Keuengan
9 il:t`;.,r:`|`;:,;:¥,iE,::.*.'~;...S,:
` t62226613426
® a:ut:Spin:nh7,u]%#,B¥a¥¥%O£
` +6222 6679409
D info@hetzermedicalindonesia.co.id
W:;&P::imed¥::;nmdomaanid
Page 3
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Desember 2023
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank 2,4,28,29 656.592.057 665.569.697
Piutang usaha 2,5,28,29 7.323.970.936 5.420.262.622
Piutang lain-lain 2,6,28,29 859.913.500 865.471.000
Persediaan 2,7 9.227.879.572 8.490.096.438
Pajak dibayar di muka 14a 2.839.941.462 2.836.676.116
Uang muka 8 3.775.000 5.027.730.990
Biaya dibayar di muka 2,9 308.067.516 214.765.524
Total Aset Lancar 21.220.140.043 23.520.572.387
ASET TIDAK LANCAR
Aset pajak tangguhan 2,14d 47.835.898 47.835.898
Aset tetap – neto 2,10 51.072.464.908 52.111.467.275
Properti Investasi 2,11 1.426.313.726 1.445.331.242
Total Aset Tidak Lancar 52.546.614.532 53.604.634.415
TOTAL ASET 73.766.754.575 77.125.206.802
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
1
Page 4
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
LAPORAN POSISI KEUANGAN (lanjutan)
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Desember 2023
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS
LIABILITAS JANGKA PENDEK
Utang usaha 2,12,28,29 843.539.162 875.379.126
2,13,27,
Utang lain-lain 28,29 86.326.752 844.407.001
Utang pajak 14b 189.960.562 108.785.618
Utang sewa 2,28,29 20.250.000 20.250.000
Pendapatan diterima di muka 2,15 746.367.107 1.820.241.414
Bagian utang jangka panjang yang
jatuh tempo dalam satu tahun:
Utang pembiayaan konsumen 2,16,28,29 439.312.164 432.049.503
Utang bank 2,17,28,29 2.268.363.361 2.229.125.663
Total Liabilitas Jangka Pendek 4.594.119.108 6.330.238.325
LIABILITAS JANGKA PANJANG
Liabilitas imbalan pascakerja 2,18 329.408.854 329.408.854
Bagian utang jangka panjang
setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam satu tahun:
Utang pembiayaan konsumen 2,16,28,29 243.853.579 356.439.742
Utang bank 2,17,28,29 4.371.312.522 4.953.331.438
Total Liabilitas Jangka Panjang 4.944.574.955 5.639.180.034
TOTAL LIABILITAS 9.538.694.063 11.969.418.359
EKUITAS
Modal saham – nilai nominal Rp 20
per saham
Modal dasar – 5.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor
penuh – 1.562.500.000 saham 19 31.250.000.000 31.250.000.000
Tambahan modal disetor 20 29.867.355.456 29.867.355.456
Saldo laba 21
Dapat ditentukan penggunaannya 1.000.000.000 1.000.000.000
Belum dapat ditentukan
penggunaannya 2.429.631.021 3.357.358.952
Rugi komprehensif lain (318.925.965 ) (318.925.965)
TOTAL EKUITAS 64.228.060.512 65.155.788.443
TOTAL LIABILITAS DAN EKUITAS 73.766.754.575 77.125.206.802
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
2
Page 5
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
LAPORAN LABA RUGI DAN PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAIN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Maret 2023
PENJUALAN 2,22 4.837.130.217 3.772.657.538
BEBAN POKOK PENJUALAN 2,23 (2.378.027.608 ) (2.431.069.950 )
LABA KOTOR 2.459.102.609 1.341.587.588
Beban penjualan 2,24 (421.677.354 ) (564.144.780 )
Beban umum dan administrasi 2,25 (2.823.655.130 ) (4.925.165.344 )
LABA (RUGI) USAHA (3.245.332.484 ) (4.147.722.536 )
PENDAPATAN (BEBAN) LAIN-
LAIN
Penghasilan keuangan 2 285.541 34.782.172
Beban keuangan 2 (137.519.830 ) (219.774.308 )
Lain-lain – neto 2 (4.263.767 )
LABA (RUGI) SEBELUM PAJAK
PENGHASILAN (141.498.056 ) (4.332.714.672 )
PAJAK PENGHASILAN 2
Kini 14c - -
Tangguhan 14d - -
Manfaat (Beban) Pajak
Penghasilan – Neto - -
LABA (RUGI) BERSIH TAHUN
BERJALAN (927.727.931 ) (4.332.714.672 )
PENGHASILAN (RUGI)
KOMPREHENSIF LAIN
Pos yang tidak akan
direklasifikasikan ke laba rugi
Pengukuran kembali atas imbalan
pascakerja 2,18
Pajak penghasilan terkait 2,14d -
TOTAL RUGI KOMPREHENSIF
LAIN - NETO SETELAH PAJAK (927.727.931) (4.332.714.672 )
LABA (RUGI) KOMPREHENSIF
TAHUN BERJALAN (927.727.931) (4.332.714.672)
LABA (RUGI) PER SAHAM 2,26 (0,59) (2,77)
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
3
Page 6
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Dapat Belum dapat Rugi
Tambahan
Modal Saham ditentukan ditentukan Komprehensif Jumlah Ekuitas
modal disetor
penggunaannya penggunaannya Lain
Saldo 1 Januari 2023 31.250.000.000 29.867.355.456 1.000.000.000 6.927.836.505 (257.897.817) 68.787.294.144
Rugi Bersih tahun berjalan (4.332.714.672) (4.332.714.672)
Rugi Komprehensif lain tahun berjalan
Saldo 31 Maret 2023 31.250.000.000 29.867.355.456 1.000.000.000 2.595.121.833 (257.897.817) 64.454.579.472
Saldo 1 Januari 2024 31.250.000.000 29.867.355.456 1.000.000.000 3.357.358.952 (318.925.965) 65.155.788.443
Rugi Bersih tahun berjalan (927.727.931) (927.727.931)
Rugi Komprehensif lain tahun berjalan
Saldo 31 Maret 2024 31.250.000.000 29.867.355.456 1.000.000.000 2.429.631.021 (318.925.965) 64.228.060.512
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
4
Page 7
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
LAPORAN ARUS KAS
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan
31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan 31 Maret 2024 31 Maret 2023
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS
OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 1.859.547.596 4.380.352.277
Pembayaran kepada pemasok (3.147.650.706 ) (3.389.520.443)
Penerimaan pengembalian uang muka dari 5.023.955.990
pemasok
Pembayaran untuk beban operasional lainnya (2.068.919.332 ) (1.986.772.551)
Penerimaan penghasilan keuangan 285.541 34.782.172
Pembayaran beban keuangan (137.519.830 ) (219.774.308)
Pembayaran pajak penghasilan - -
Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Operasi 1.529.699.260 (1.180.932.853)
ARUS KAS UNTUK AKTIVITAS INVESTASI
Penjualan aset tetap 10 - -
Perolehan aset tetap 10,32 (132.491.930 ) (3.638.325.445)
Pembayaran uang muka perolehan aset 8,32 (4.247.470.565)
Kas Neto Digunakan untuk Aktivitas
Investasi (132.491.930 ) (7.885.796.010)
ARUS KAS DARI (UNTUK) AKTIVITAS
PENDANAAN
Peningkatan modal disetor - -
Penerimaan tambahan modal disetor - -
Pembayaran utang bank (582.018.917 ) (506.188.790)
Pembayaran utang pembiayaan konsumen 14,31 (758.080.249 ) (320.880.706)
Penerimaan (pembayaran) utang lain-lain – pihak 13,27 (66.085.804 ) 5.550.070.089
berelasi
Kas Neto Diperoleh dari (Digunakan untuk)
Aktivitas Pendanaan (1.406.184.970 ) 4.723.000.593
KENAIKAN (PENURUNAN) NETO KAS DAN
BANK (8.977.640 ) (4.343.728.270 )
KAS DAN BANK AWAL TAHUN 665.569.697 5.361.820.802
KAS DAN BANK AKHIR TAHUN 4 656.592.057 1.018.092.532
Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang
tidak terpisahkan dari laporan keuangan secara keseluruhan.
5
Page 8
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM
Pendirian Perusahaan
PT Hetzer Medical Indonesia tbk ("Perusahaan") didirikan tanggal 31 Desember 2010 berdasarkan Akta
Notaris No. 12 dibuat oleh Cahya Suryana, S.H., Notaris di Bandung. Akta Pendirian Perusahaan telah
disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan surat keputusan
No. AHU-06450.AH.01.01.Tahun 2011 tanggal 8 Februari 2011.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris
No. 31 tanggal 28 Maret 2024, dibuat oleh Dr. Erny Kencanawati, S.H., M.Kn., tentang perubahan
susunan pengurus Perusahaan. Perubahan anggaran dasar Perusahaan tersebut telah dierima oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Penerimaan Pemberitahuan
Perubahan Data Perseroan No. AHU-AH.01.09-0139542 tanggal 04 April 2024.
Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan terutama
bergerak di bidang perdagangan dan industri dengan kegiatan usaha utama yaitu industri barang plastik
lainnya, industri peralatan kedokteran dan kedokteran gigi serta perlengkapan lainnya, perdagangan
besar alat laboratorium, alat farmasi dan alat kedokteran untuk manusia.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 kegiatan usaha utama yang dijalankan
Perusahaan adalah di bidang perdagangan dan industri masker, stetoskop, tensimeter dan peralatan
kedokteran.
Perusahaan berkedudukan di Kota Cimahi.
Perusahaan tidak memiliki Entitas Induk.
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi serta Karyawan
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 susunan Dewan Komisaris dan Direksi
Perusahaan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Dewan Komisaris
Komisaris Utama : Jemmy Kurniawan : Jemmy Kurniawan
Komisaris : Alvi Hadi Sugondo : Franciscus Rijadi
Komisaris Independen : Tato Suprapto Basir : Tato Suprapto Basir
Direksi
Direktur Utama : dr.Yenny Marlina : Agustinus Padmono Budi Sanyoto
Direktur : Herry : Herry
Fancy Marsiana Fancy Marsiana
Personil manajemen kunci Perusahaan meliputi seluruh anggota Komisaris dan Direksi. Manajemen
kunci tersebut memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk merencanakan, memimpin, dan
mengendalikan aktivitas Perusahaan.
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 002/SPE/HMI/II/2024 tanggal 12 Februari 2024, Dewan
Direksi mengangkat dr.Yenny Marlina sebagai Sekretaris Perusahaan.
Perusahaan telah membentuk komite audit berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris Perseroan
No. 03/HMI/BS/I/2023 tanggal 2 Januari 2023 dengan susunan anggota sebagai berikut:
6
Page 9
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. UMUM (lanjutan)
Susunan Dewan Komisaris dan Direksi serta Karyawan (lanjutan)
Komite Audit
Ketua : Tato Suprapto Basir
Anggota 1 : Madelin A Hardjapamekas, SE
Anggota 2 : Aam Rahmani SE.,Ak.,CA
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi No. 13/HMI/BS/IV/2022 tanggal 14 April 2022, Dewan Direksi
mengangkat Dera Susanty Herman sebagai Kepala Unit Audit Internal.
Pada tanggal 31 Maret 2023 dan 31 Desember 2023 Perusahaan masing-masing memiliki 24 dan 24
karyawan tetap.
Penawaran Umum Saham Perdana
Pada tanggal 29 Juli 2002, Perusahaan memperoleh Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan
(OJK) dengan Surat No. S-159/D.04/2002 untuk melakukan penawaran umum perdana 312.500.000
saham dengan nilai nominal Rp 20 per saham, dengan harga penawaran Rp 125 per saham. Pada
tanggal 10 Agustus 2022, seluruh saham tersebut telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.
Penawaran Umum Saham Perdana tersebut disetujui oleh Rapat Umum Pemegang Saham dan
dituangkan dalam Akta Notaris No. 64 oleh Sugih Haryati, S.H., M.Kn., tanggal 19 Oktober 2022.
Penerbitan Laporan Keuangan
Laporan keuangan ini telah diotorisasi untuk diterbitkan oleh Dewan Direksi Perusahaan, selaku pihak
yang bertanggung jawab atas penyusunan dan penyelesaian laporan keuangan, pada tanggal
25 April 2024.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING
Kepatuhan Terhadap Standar Akuntansi Keuangan (SAK)
Laporan keuangan Perusahaan telah disusun dan disajikan sesuai dengan SAK di Indonesia yang
meliputi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (“PSAK”) dan Interpretasi Standar Akuntansi
Keuangan (“ISAK”) yang diterbitkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan-Ikatan Akuntan
Indonesia (“DSAK-IAI”), serta Peraturan No. VIII.G.7 yang diterbitkan oleh BAPEPAM-LK, tentang
Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.
Dasar Penyajian Laporan Keuangan
Laporan keuangan, kecuali laporan arus kas, telah disusun secara akrual dengan menggunakan konsep
biaya perolehan (historical cost), kecuali untuk akun-akun tertentu yang diukur berdasarkan basis lain
seperti yang dijelaskan dalam kebijakan akuntansi terkait.
Laporan arus kas disusun dengan menggunakan metode langsung, dan dikelompokkan ke dalam
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsisten dengan yang
digunakan dalam penyusunan laporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember
2023, kecuali untuk penerapan amendemen PSAK yang berlaku efektif pada tanggal 1 Januari 2024
seperti yang diungkapkan dalam Catatan ini.
Mata uang fungsional dan pelaporan yang digunakan oleh Perusahaan adalah Rupiah.
7
Page 10
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
Dasar Penyajian Laporan Keuangan (lanjutan)
Penyusunan laporan keuangan sesuai dengan SAK Indonesia mengharuskan manajemen untuk
membuat pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memengaruhi penerapan kebijakan akuntansi dan
jumlah aset, liabilitas, pendapatan dan beban yang dilaporkan. Walaupun estimasi ini dibuat
berdasarkan pengetahuan terbaik manajemen dan pertimbangan atas kejadian dan tindakan saat ini,
hasil yang sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi. Hal-hal yang melibatkan
pertimbangan atau kompleksitas yang lebih tinggi atau hal-hal di mana asumsi dan estimasi adalah
signifikan terhadap laporan keuangan diungkapkan dalam Catatan 3 atas laporan keuangan.
Penerapan PSAK yang Baru dan Direvisi
Perusahaan telah menerapkan menerapkan PSAK yang baru dan revisi, yang berlaku efektif tanggal
1 Januari 2023:
- Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan terkait Pengungkapan Kebijakan Akuntansi
- Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan tentang Klasifikasi Liabilitas sebagai Jangka
Pendek atau Jangka Panjang
- Amendemen PSAK 16 Aset Tetap tentang Hasil sebelum Penggunaan yang Diintensikan
- Amendemen PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan terkait
Definisi Estimasi Akuntansi
- Amendemen PSAK 46: Pajak Penghasilan tentang Pajak Tangguhan terkait Aset dan Liabilitas yang
Timbul dari Transaksi Tunggal
Penerapan standar yang baru dan revisi tersebut tidak mengakibatkan perubahan substansial terhadap
kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak memiliki dampak material terhadap jumlah yang dilaporkan
untuk tahun berjalan.
Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing
Laporan keuangan disajikan dalam Rupiah (“Rp”), yang merupakan mata uang fungsional Perusahaan.
Transaksi dalam mata uang asing dicatat ke mata uang Rupiah dengan menggunakan kurs yang
berlaku pada tanggal transaksi.
Pada tanggal laporan posisi keuangan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dijabarkan
dengan kurs yang berlaku saat itu. Pos non-moneter dalam mata uang asing yang diukur berdasarkan
nilai historis tidak dijabarkan kembali. Selisih kurs yang timbul atas penyelesaian pos-pos moneter dan
penjabaran kembali pos-pos moneter diakui pada laba rugi.
Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Sesuai dengan PSAK No. 7, “Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi”, suatu pihak dianggap berelasi jika
salah satu pihak memiliki kemampuan untuk mengendalikan (dengan cara kepemilikan, secara
langsung atau tidak langsung) atau mempunyai pengaruh signifikan (dengan cara partisipasi dalam
kebijakan keuangan dan operasional) atas pihak lain dalam mengambil keputusan keuangan dan
operasional.
Seluruh transaksi signifikan dengan pihak berelasi diungkapkan dalam Catatan 27 atas laporan
keuangan.
Instrumen Keuangan
Aset Keuangan
Aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal perdagangan di mana pembelian
atau penjualan aset keuangan dilakukan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset
keuangan dalam jangka waktu yang ditetapkan oleh pasar yang bersangkutan.
8
Page 11
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
Aset Keuangan (lanjutan)
Perusahaan menentukan klasifikasi aset keuangan tersebut pada pengakuan awal dan tidak bisa
melakukan perubahan setelah penerapan awal tersebut.
Klasifikasi dan pengukuran aset keuangan harus didasarkan pada bisnis model dan arus kas kontraktual
- apakah semata dari pembayaran pokok dan bunga.
Aset keuangan diklasifikasikan dalam dua kategori sebagai berikut:
- Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi.; dan
- Aset keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi atau melalui penghasilan
komprehensif lain.
Aset keuangan Perusahaan meliputi kas dan bank, piutang usaha dan piutang lain-lain (instrumen
keuangan yang memiliki dan tidak memiliki kuotasi harga). Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset
lancar, jika jatuh tempo dalam waktu 12 bulan, jika tidak maka aset keuangan ini diklasifikasikan sebagai
aset tidak lancar.
Pengukuran aset keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
i) Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi
Perusahaan mengukur aset keuangan pada biaya diamortisasi jika kedua kondisi berikut terpenuhi:
(1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan arus kas
kontraktual; dan (2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan menimbulkan pada tanggal yang
ditentukan untuk arus kas yang semata- mata pembayaran pokok dan bunga atas jumlah pokok
yang belum dibayar.
Aset keuangan yang diukur dengan biaya diamortiasi selanjutnya diukur dengan menggunakan
metode suku bunga efektif (Effective Interest Rate) (“EIR”), setelah dikurangi dengan penurunan
nilai. Biaya perolehan yang diamortisasi dihitung dengan memperhitungkan diskonto atau premi
atas biaya akuisisi atau biaya yang merupakan bagian integral dari EIR tersebut. Amortisasi EIR
dicatat dalam laporan laba rugi. Kerugian yang timbul dari penurunan nilai juga diakui pada laporan
laba rugi.
ii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI
Instrumen utang
Perusahaan mengukur instrumen utang pada nilai wajar melalui OCI jika kedua kondisi berikut
terpenuhi: (1) aset keuangan yang dimiliki dalam model bisnis dengan tujuan untuk mengumpulkan
arus kas kontraktual dan pejualan; dan (2) Persyaratan kontraktual dari aset keuangan
menimbulkan pada tanggal yang ditentukan untuk arus kas yang semata-mata pembayaran pokok
dan bunga atas jumlah pokok yang belum dibayar.
Untuk instrumen utang yang diukur pada nilai wajar melalui OCI, pendapatan bunga, revaluasi
selisih kurs, dan kerugian atau pembalikan penurunan nilai diakui dalam laba rugi dan dihitung
dengan cara yang sama seperti aset keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi.
Perubahan nilai wajar yang tersisa diakui dalam OCI. Setelah penghentian pengakuan, perubahan
nilai wajar kumulatif yang diakui di OCI didaur ulang menjadi laba rugi.
9
Page 12
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
Aset Keuangan (lanjutan)
ii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui OCI (lanjutan)
Instrumen ekuitas
Setelah pengakuan awal, Perusahaan dapat memilih untuk mengklasifikasikan investasi
ekuitasnya secara tidak dapat dibatalkan sebagai instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai
wajar melalui OCI jika definisi ekuitas sesuai PSAK No. 50: Instrumen Keuangan: Penyajian dan
tidak dimiliki untuk diperdagangkan. Klasifikasi ditentukan berdasarkan instrumen per instrumen.
Keuntungan dan kerugian dari aset keuangan ini tidak pernah didaur ulang menjadi keuntungan
atau kerugian. Dividen diakui sebagai pendapatan lain-lain dalam laba rugi pada saat hak
pembayaran telah ditetapkan, kecuali jika Perusahaan memperoleh keuntungan dari hasil tersebut
sebagai pemulihan sebagian biaya perolehan aset keuangan, dalam hal ini, keuntungan tersebut
adalah dicatat dalam OCI. Instrumen ekuitas yang ditetapkan pada nilai wajar melalui OCI tidak
tunduk pada penilaian penurunan nilai.
iii) Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
Aset keuangan pada nilai wajar melalui laporan laba rugi termasuk aset keuangan yang dimiliki
untuk diperdagangkan, aset keuangan yang ditetapkan pada pengakuan awal pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi, atau aset keuangan yang wajib diukur pada nilai wajar. Aset keuangan
diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan jika mereka diperoleh untuk tujuan dijual atau
dibeli kembali dalam waktu dekat. Derivatif, termasuk derivatif melekat yang dipisahkan, juga
diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk diperdagangkan kecuali jika ditetapkan sebagai instrumen
lindung nilai yang efektif. Aset keuangan dengan arus kas yang tidak semata-mata pembayaran
pokok dan bunga diklasifikasikan dan diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, terlepas
dari model bisnisnya. Terlepas dari kriteria untuk instrumen utang yang akan diklasifikasikan pada
biaya perolehan diamortisasi atau pada nilai wajar melalui OCI, seperti dijelaskan di atas,
instrumen utang dapat ditetapkan pada nilai wajar melalui laba rugi pada pengakuan awal jika hal
tersebut menghilangkan, atau secara signifikan mengurangi, ketidaksesuaian akuntansi.
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi selanjutnya disajikan dalam
laporan posisi keuangan sebesar nilai wajar, dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam
laporan laba rugi.
Perusahaan tidak memiliki investasi dalam instrumen ekuitas, yang diklasifikasikan sebagai aset
keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Aset keuangan (atau mana yang lebih tepat, bagian dari aset keuangan atau bagian dari kelompok aset
keuangan serupa) dihentikan pengakuannya pada saat: (1) hak untuk menerima arus kas yang berasal
dari aset tersebut telah berakhir; atau (2) Perusahaan telah mengalihkan hak mereka untuk menerima
arus kas yang berasal dari aset atau berkewajiban untuk membayar arus kas yang diterima secara
penuh tanpa penundaan material kepada pihak ketiga dalam perjanjian “pass-through”; dan baik (a)
Perusahaan telah secara substansial, mengalihkan seluruh risiko dan manfaat dari aset, atau (b)
Perusahaan secara substansial tidak mengalihkan atau tidak memiliki seluruhris iko dan manfaat suatu
aset, namun telah mengalihkan kendali atas aset tersebut.
Liabilitas Keuangan
Liabilitas keuangan dalam lingkup PSAK No. 71 diklasifikasikan sebagai berikut:
- Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi; dan
- Liabilitas keuangan yang diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi.
10
Page 13
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
Liabilitas Keuangan (lanjutan)
Perusahaan menentukan klasifikasi liabilitas keuangan mereka pada saat pengakuan awal.
Seluruh liabilitas keuangan diakui pada awalnya sebesar nilai wajar dan, dalam hal pinjaman dan utang,
termasuk biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung.
Liabilitas keuangan Perusahaan meliputi utang usaha, utang lain-lain – pihak ketiga, utang sewa, utang
pembiayaan konsumen, dan utang bank. Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai liabilitas jangka
panjang jika jatuh tempo melebihi 12 bulan dan sebagai liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang
tersisa kurang dari 12 bulan.
Pengukuran liabilitas keuangan setelah pengakuan awal tergantung pada klasifikasinya sebagai berikut:
i) Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya diamortisasi
Liabilitas keuangan yang diukur pada biaya amortisasi (misalnya pinjaman dan utang yang
dikenakan bunga) selanjutnya diukur dengan menggunakan metode EIR. Amortisasi EIR termasuk
di dalam biaya keuangan dalam laporan laba rugi.
ii) Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi termasuk liabilitas
keuangan untuk diperdagangkan dan liabilitas keuangan yang ditetapkan pada saat pengakuan
awal untuk diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi.
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai kelompok untuk diperdagangkan jika mereka diperoleh
untuk tujuan dijual atau dibeli kembali dalam waktu dekat. Kategori ini termasuk instrumen
keuangan derivatif yang diambil Perusahaan yang tidak ditujukan sebagai instrumen lindung nilai
dalam hubungan lindung nilai sebagaimana didefinisikan dalam PSAK No. 71. Derivatif melekat
yang dipisahkan juga diklasifikasikan sebagai kelompok diperdagangkan kecuali mereka
ditetapkan sebagai instrumen lindung nilai efektif.
Keuntungan atau kerugian atas liabilitas yang dimiliki untuk diperdagangkan diakui dalam laporan
laba rugi.
Liabilitas keuangan dihentikan pengakuannya pada saat liabilitas tersebut berakhir atau dibatalkan atau
kadaluarsa
Dalam hal suatu liabilitas keuangan yang ada digantikan oleh liabilitas keuangan lain dari pemberi
pinjaman yang sama dengan persyaratan yang berbeda secara substansial, atau modifikasi secara
substansial atas persyaratan dari suatu liabilitas yang ada, pertukaran atau modifikasi tersebut
diperlakukan sebagai penghentian pengakuan liabilitas awal dan pengakuan liabilitas baru, dan selisih
antara nilai tercatat masing-masing liabilitas diakui dalam laporan laba rugi.
Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai
Metode pengakuan keuntungan atau kerugian yang timbul tergantung dari apakah derivatif tersebut
dimaksudkan sebagai instrumen lindung nilai, dan jika demikian, sifat dari item yang dilindung nilai.
Untuk derivatif yang dikategorikan sebagai lindung nilai arus kas, pada awal transaksi, Perusahaan
mendokumentasikan hubungan antara instrumen lindung nilai dengan item yang dilindung nilai, beserta
tujuan manajemen risiko dan strategi pelaksanaan transaksi lindung nilai. Perusahaan juga
mendokumentasikan penilaiannya, pada saat dimulainya lindung nilai dan secara berkesinambungan,
apakah derivatif yang digunakan dalam transaksi lindung nilai sangat efektif dalam menghapus dampak
perubahan nilai wajar atas arus kas yang dilindung nilai.
11
Page 14
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
Instrumen keuangan derivatif dan aktivitas lindung nilai (lanjutan)
Nilai wajar penuh derivatif lindung nilai diklasifikasikan sebagai aset tidak lancar atau liabilitas jangka
panjang jika jatuh tempo yang tersisa untuk pokok yang dilindung nilai melebihi 12 bulan, dan sebagai
aset lancar atau liabilitas jangka pendek jika jatuh tempo yang tersisa kurang dari 12 bulan.
Perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan dan memenuhi kriteria lindung nilai atas arus kas untuk
tujuan akuntansi, bagian efektifnya, diakui di penghasilan komprehensif lain di dalam "cadangan lindung
nilai arus kas". Ketika instrumen derivatif tersebut kadaluarsa atau tidak lagi memenuhi kriteria lindung
nilai untuk tujuan akuntansi, maka keuntungan atau kerugian kumulatif di penghasilan komprehensif
lain diakui pada laporan laba rugi.
Perubahan nilai wajar derivatif yang tidak memenuhi kriteria lindung nilai untuk tujuan akuntansi diakui
langsung pada laporan laba rugi di dalam "(Kerugian) keuntungan perubahan nilai wajar derivatif -
bersih".
Saling Hapus Antar Aset dan Liabilitas Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan dapat saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi
keuangan jika, dan hanya jika, Perusahaan saat ini memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk
melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut dan berniat untuk menyelesaikan secara
neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
Penurunan Nilai Aset Keuangan
Pada setiap periode pelaporan, Perusahaan menilai apakah risiko kredit dari instrumen keuangan telah
meningkat secara signifikan sejak pengakuan awal. Ketika melakukan penilaian, Perusahaan
menggunakan perubahan atas risiko gagal bayar yang terjadi sepanjang perkiraan usia instrumen
keuangan daripada perubahan atas jumlah kerugian kredit ekspektasian. Dalam melakukan penilaian,
Perusahaan membandingkan antara risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat
periode pelaporan dengan risiko gagal bayar yang terjadi atas instrumen keuangan pada saat
pengakuan awal dan mempertimbangkan kewajaran serta ketersediaan informasi, yang tersedia tanpa
biaya atau usaha pada saat tanggal pelaporan terkait dengan kejadian masa lalu, kondisi terkini dan
perkiraan atas kondisi ekonomi di masa depan, yang mengindikasikan kenaikan risiko kredit sejak
pengakuan awal.
Perusahaan menerapkan metode yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit ekspektasian
tersebut terhadap piutang usaha dan aset kontrak tanpa komponen pendanaan yang signifikan.
Penentuan Nilai Wajar
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar di pasar utama (atau
pasar yang paling menguntungkan) pada tanggal pengukuran dalam kondisi pasar saat ini (yaitu harga
keluar) terlepas apakah harga tersebut dapat diobservasi secara langsung atau diestimasi dengan
menggunakan teknik penilaian lain pada tanggal pengukuran.
Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
terjadi:
i) di pasar utama (principal market) untuk aset atau liabilitas tersebut; atau
ii) jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan (most advantageous market)
untuk aset atau liabilitas tersebut.
12
Page 15
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI SIGNIFIKAN (lanjutan)
Instrumen Keuangan (lanjutan)
Penentuan Nilai Wajar (lanjutan)
Perusahaan mengukur nilai wajar suatu aset atau liabilitas menggunakan asumsi yang akan digunakan
pelaku pasar ketika menentukan harga aset atau liabilitas tersebut, dengan asumsi bahwa pelaku pasar
bertindak dalam kepentingan ekonomis terbaiknya.
Pengukuran nilai wajar aset nonkeuangan memperhitungkan kemampuan pelaku pasar untuk
menghasilkan manfaat ekonomis dengan menggunakan aset dalam penggunaan tertinggi dan
terbaiknya (highest and best use) atau dengan menjualnya kepada pelaku pasar lain yang akan
menggunakan aset tersebut dalam penggunaan tertinggi dan terbaiknya.
Perusahaan menggunakan teknik penilaian yang sesuai dalam keadaan dan dimana data yang
memadai tersedia untuk mengukur nilai wajar, memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi yang relevan dan meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Hirarki nilai wajar dikategorikan dalam tiga (3) level input untuk teknik penilaian yang digunakan dalam
pengukuran nilai wajar, sebagai berikut:
a) Input Level 1 - harga kuotasian (tanpa penyesuaian) di pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang
identik yang dapat diakses entitas pada tanggal pengukuran.
b) Input Level 2 - input selain harga kuotasian yang termasuk dalam Level 1 yang dapat diobservasi
untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung atau tidak langsung.
c) Input Level 3 - input yang tidak dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas.
Untuk aset dan liabilitas yang diakui pada laporan keuangan secara berulang, Perusahaan menentukan
apakah terjadi transfer antara Level di dalam hirarki dengan cara mengevaluasi kategori (berdasarkan
input level terendah yang signifikan dalam pengukuran nilai wajar) setiap akhir periode pelaporan.
Perusahaan menentukan kelas aset dan liabilitas yang sesuai dengan sifat, karakteristik, dan risiko aset
dan liabilitas, dan level hirarki nilai wajar dimana pengukuran nilai wajar tersebut dikategorikan.
Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual suatu aset atau harga yang akan dibayar
untuk mengalihkan suatu liabilitas dalam transaksi teratur antara pelaku pasar pada tanggal
pengukuran.
Pengukuran nilai wajar mengasumsikan bahwa transaksi untuk menjual aset atau mengalihkan liabilitas
terjadi di pasar utama atau, jika tidak terdapat pasar utama, di pasar yang paling menguntungkan di
mana Perusahaan memiliki akses pada tanggal tersebut.
Jika tersedia, Perusahaan mengukur nilai wajar instrumen keuangan dengan menggunakan harga
kuotasian di pasar aktif untuk instrumen tersebut. Jika harga kuotasian tidak tersedia di pasar aktif,
Perusahaan menggunakan teknik penilaian dengan memaksimalkan penggunaan input yang dapat
diobservasi dan relevan serta meminimalkan penggunaan input yang tidak dapat diobservasi.
Teknik penilaian mencakup penggunaan transaksi pasar terkini yang dilakukan secara wajar oleh pihak-
pihak yang berkeinginan dan memahami (recent arm’s length market transactions), penggunaan nilai
wajar terkini instrumen lain yang secara substansial sama, analisa arus kas yang didiskonto, atau model
penilaian lain.
Kas dan bank
Kas dan bank tidak digunakan sebagai jaminan ataupun dibatasi penggunaannya.
13
Page 16
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan atau nilai realisasi neto.
Biaya perolehan persediaan meliputi seluruh biaya yang timbul sampai persediaan berada dalam
kondisi dan lokasi saat ini, di mana ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang.
Biaya barang jadi dan barang dalam proses terdiri dari biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, biaya
langsung lain dan biaya tidak langsung yang terkait dengan produksi (berdasarkan kapasitas operasi
normal). Nilai realisasi neto adalah estimasi harga penjualan dalam kegiatan usaha normal dikurangi
estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.
Ketika persediaan dijual, jumlah tercatat persediaan tersebut diakui sebagai beban pada tahun di mana
pendapatan terkait diakui.
Penyisihan penurunan nilai persediaan karena keusangan, kerusakan, kehilangan dan lambatnya
perputaran ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan masing-masing persediaan
untuk mencerminkan nilai realisasi neto pada akhir tahun. Penyisihan penurunan nilai persediaan ke
nilai realisasi neto dan seluruh kerugian persediaan diakui sebagai beban pada periode penurunan nilai
atau kerugian terjadi. Jumlah setiap pemulihan penyisihan penurunan nilai persediaan karena kenaikan
nilai realisasi neto, diakui sebagai pengurangan terhadap jumlah persediaan yang diakui sebagai beban
pada periode terjadinya pemulihan tersebut.
Biaya Dibayar di Muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat setiap biaya dengan menggunakan metode
garis lurus.
Aset Tetap
Pada saat pengakuan awal, aset tetap diukur pada biaya perolehan yang meliputi harga pembelian,
biaya pinjaman dan biaya lainnya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke
lokasi dan kondisi yang diperlukan. Setelah pengakuan awal, Perusahaan menggunakan model biaya
di mana seluruh aset tetap diukur sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan
akumulasi kerugian penurunan nilai (jika ada).
Biaya pengurusan legal awal untuk hak atas tanah diakui sebagai bagian dari biaya perolehan tanah
dan biaya ini tidak disusutkan. Biaya yang berkaitan dengan perpanjangan hak atas tanah diakui
sebagai beban ditangguhkan dan diamortisasi selama periode hak atas tanah atau manfaat ekonomi
tanah, mana yang lebih pendek.
Biaya setelah perolehan awal termasuk dalam jumlah tercatat aset atau diakui sebagai aset yang
terpisah, mana yang lebih tepat, ketika terdapat kemungkinan bahwa manfaat ekonomi di masa depan
berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke Perusahaan dan biaya tersebut dapat diukur secara
andal. Jumlah tercatat komponen yang diganti dihentikan pengakuannya pada tahun di mana
penggantian tersebut terjadi. Seluruh biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan ke dalam laba
rugi.
Penyusutan dihitung sejak aset tersebut siap untuk digunakan dengan menggunakan metode garis
lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap yang bersangkutan dengan rincian
sebagai berikut:
Tahun Persentase
Bangunan 20 5%
Mesin 8 – 16 6,25% - 12,5%
Kendaraan 8 12,5%
Peralatan 4–8 12,5% - 25%
Inventaris 4 25%
Furniture 4–8 12,5% - 25%
Aset hak guna - bangunan 1-3 33,33% - 100%
14
Page 17
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
Aset Tetap (lanjutan)
Masa manfaat ekonomi, nilai residu dan metode penyusutan aset tetap ditelaah setiap akhir tahun dan
pengaruh dari setiap perubahan estimasi akuntansi tersebut berlaku prospektif.
Aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau tidak ada manfaat ekonomi masa depan
yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian
pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat
dari aset tetap) diakui dalam laba rugi pada tahun aset tersebut itu dihentikan pengakuannya.
Properti Investasi
Properti investasi yang merupakan properti yang dimiliki untuk penghasilan sewa jangka panjang
dan/atau untuk peningkatan modal, pada awalnya diakui sebesar biaya perolehan dan selanjutnya
dicatat pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai.
Biaya perolehan juga termasuk biaya penggantian bagian properti investasi, jika memenuhi kriteria
pengakuan. Seluruh biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui
dalam laba rugi pada saat terjadinya.
Properti investasi Perusahaan terdiri dari bangunan dan disusutkan menggunakan metode garis lurus
(straight-line method) sesuai dengan taksiran masa manfaat ekonomis selama 20 tahun.
Transfer ke atau dari properti investasi dilakukan pada saat terdapat perubahan penggunaan.
Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Aset yang memiliki masa manfaat yang tidak terbatas tidak diamortisasi namun diuji penurunan nilainya
setiap tahun, atau lebih sering apabila terdapat peristiwa atau perubahan pada kondisi yang
mengindikasikan kemungkinan penurunan nilai. Aset yang diamortisasi ditelaah untuk penurunan nilai
apabila terjadi kondisi atau perubahan yang mengindikasikan bahwa jumlah tercatat aset tidak dapat
diperoleh kembali. Kerugian penurunan nilai diakui sebesar selisih jumlah tercatat aset terhadap jumlah
terpulihkannya. Jumlah terpulihkan adalah jumlah yang lebih tinggi antara nilai wajar aset dikurangi
biaya penjualan dengan nilai pakai.
Untuk tujuan menguji penurunan nilai, aset dikelompokkan hingga unit terkecil yang menghasilkan arus
kas terpisah teridentifikasi (unit penghasil kas). Aset non keuangan yang mengalami penurunan nilai
ditelaah untuk kemungkinan pembalikkan atas penurunan nilai tersebut pada setiap tanggal pelaporan.
Sewa
Perusahaan sebagai penyewa
Pada tanggal permulaan kontrak, Perusahaan menilai apakah kontrak merupakan, atau mengandung,
sewa. Suatu kontrak merupakan atau mengandung sewa jika kontrak tersebut memberikan hak untuk
mengendalikan penggunaan aset identifikasian selama suatu jangka waktu untuk dipertukarkan dengan
imbalan.
Untuk menilai apakah kontrak memberikan hak untuk mengendalikan penggunaan aset identifikasian,
Perusahaan harus menilai apakah:
- Perusahaan memiliki hak untuk mendapatkan secara subtansial seluruh manfaat ekonomi dari
penggunaan aset identifikasian; dan
- Perusahaan memiliki hak untuk mengarahkan penggunaan aset identifikasian. Perusahaan memiliki
hak ini ketika Perusahaan memiliki hak untuk pengambilan keputusan yang relevan tentang
bagaimana dan untuk tujuan apa aset digunakan telah ditentukan sebelumnya dan:
- Perusahaan memiliki hak untuk mengoperasikan aset;
- Perusahaan telah mendesain aset dengan cara menetapkan sebelumnya bagaimana dan untuk
tujuan apa aset akan digunakan selama periode penggunaan.
15
Page 18
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
Sewa (lanjutan)
Perusahaan sebagai penyewa (lanjutan)
Pada tanggal insepsi atau pada penilaian kembali atas kontrak yang mengandung sebuah komponen
sewa, Perusahaan mengalokasikan imbalan dalam kontrak ke masing-masing komponen sewa
berdasarkan harga tersendiri relatif dari komponen sewa dan harga tersendiri agregat dari komponen
nonsewa. Namun, untuk sewa penunjang dimana Perusahaan bertindak sebagai penyewa,
Perusahaan memutuskan untuk tidak memisahkan komponen nonsewa dan mencatat komponen sewa
dan nonsewa tersebut sebagai satu komponen sewa.
Pada tanggal permulaan sewa, Perusahaan mengakui aset hak-guna dan liabilitas sewa. Aset hak-guna
diukur pada biaya perolehan, dimana meliputi jumlah pengukuran awal liabilitas sewa yang disesuaikan
dengan pembayaran sewa yang dilakukan pada atau sebelum tanggal permulaan, ditambah dengan
biaya langsung awal yang dikeluarkan dan estimasi biaya yang akan dikeluarkan untuk membongkar
dan memindahkan aset pendasar atau untuk merestorasi aset pendasar ke kondisi yang disyaratkan
dan ketentuan sewa, dikurangi dengan insentif sewa yang diterima.
Aset hak-guna kemudian disusutkan menggunakan metode garis lurus dari tanggal permulaan hingga
tanggal yang lebih awal antara akhir umur manfaat aset hak-guna atau akhir masa sewa.
Liabilitas sewa diukur pada nilai kini pembayaran sewa yang belum dibayar pada tanggal permulaan,
didiskontokan dengan menggunakan suku bunga implisit dalam sewa atau jika suku bunga tersebut
tidak dapat ditentukan, maka menggunakan suku bunga pinjaman inkremental. Pada umumnya,
Perusahaan menggunakan suku bunga pinjaman inkremental sebagai tingkat bunga diskonto.
Pembayaran sewa yang termasuk dalam pengukuran liabilitas sewa meliputi pembayaran berikut ini:
- pembayaran tetap, termasuk pembayaran tetap secara substansi dikurangi dengan piutang insentif
sewa;
- pembayaran sewa variabel yang bergantung pada indeks atau suku bunga yang pada awalnya
diukur dengan menggunakan indeks atau suku bunga pada tanggal permulaan;
- jumlah yang diperkirakan akan dibayarkan oleh penyewa dengan jaminan nilai residual;
- harga eksekusi opsi beli jika Perusahaan cukup pasti untuk mengeksekusi opsi tersebut; dan
- penalti karena penghentian awal sewa kecuali jika Perusahaan cukup pasti untuk tidak
menghentikan lebih awal.
Liabilitas Imbalan Kerja
Perusahaan menyediakan imbalan kerja pasti kepada karyawannya sesuai dengan Undang-undang
Ketenagakerjaan Indonesia No. 13/2003. Program imbalan pasti ini tidak didanai.
Liabilitas neto Perusahaan atas program imbalan pasti dihitung dari nilai kini liabilitas imbalan
pascakerja pasti pada akhir periode pelaporan dikurangi nilai wajar aset program, jika ada. Perhitungan
liabilitas imbalan pascakerja dilakukan dengan menggunakan metode Projected Unit Credit dalam
perhitungan aktuaria yang dilakukan setiap akhir periode pelaporan.
Pengukuran kembali liabilitas imbalan pascakerja, meliputi a) keuntungan dan kerugian aktuarial,
b) imbal hasil atas aset program, tidak termasuk bunga, dan c) setiap perubahan dampak batas atas
aset, tidak termasuk bunga, diakui di penghasilan komprehensif lain pada saat terjadinya. Pengukuran
kembali tidak direklasifikasi ke laba rugi pada periode berikutnya.
Ketika program imbalan berubah atau terdapat kurtailmen atas program, bagian imbalan yang berubah
terkait biaya jasa lalu, atau keuntungan atau kerugian kurtailmen, diakui di laba rugi pada saat terdapat
perubahan atau kurtailmen atas program.
16
Page 19
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
Liabilitas Imbalan Kerja (lanjutan)
Perusahaan menentukan (penghasilan) beban bunga neto atas (aset) liabilitas imbalan pascakerja neto
dengan menerapkan tingkat bunga diskonto pada awal periode pelaporan tahunan untuk mengukur
liabilitas imbalan pascakerja selama periode berjalan.
Perusahaan mengakui keuntungan dan kerugian atas penyelesaian liabilitas imbalan pascakerja pada
saat penyelesaian terjadi. keuntungan atau kerugian atas penyelesaian merupakan selisih antara nilai
kini liabilitas imbalan pascakerja yang ditetapkan pada tanggal penyelesaian dengan harga
penyelesaian, termasuk setiap aset program yang dialihkan dan setiap pembayaran yang dilakukan
secara langsung oleh Perusahaan sehubungan dengan penyelesaian tersebut.
Perusahaan mengakui (1) biaya jasa, yang terdiri dari biaya jasa kini, biaya jasa lalu, dan setiap
keuntungan atau kerugian atas penyelesaian, dan (2) penghasilan atau beban bunga neto di laba rugi
pada saat terjadinya.
Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari kontrak dengan pelanggan
Pengakuan pendapatan harus memenuhi 5 langkah analisa sebagai berikut:
i) Identifikasi kontrak dengan pelanggan.
ii) Identifikasi kewajiban pelaksanaan dalam kontrak. Kewajiban pelaksanaan merupakan janji-janji
dalam kontrak untuk menyerahkan barang atau jasa yang memiliki karakteristik berbeda ke
pelanggan.
iii) Penetapan harga transaksi. Harga transaksi merupakan jumlah imbalan yang berhak diperoleh
suatu entitas sebagai kompensasi atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke
pelanggan. Jika imbalan yang dijanjikan di kontrak mengandung suatu jumlah yang bersifat
variabel, maka Perusahaan membuat estimasi jumlah imbalan tersebut sebesar jumlah yang
diharapkan berhak diterima atas diserahkannya barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan
dikurangi dengan estimasi jumlah jaminan kinerja jasa yang akan dibayarkan selama periode
kontrak.
iv) Alokasi harga transaksi ke setiap kewajiban pelaksanaan dengan menggunakan dasar harga jual
berdiri sendiri relatif dari setiap barang atau jasa berbeda yang dijanjikan di kontrak. Ketika tidak
dapat diamati secara langsung, harga jual berdiri sendiri relatif diperkirakan berdasarkan biaya
yang diharapkan ditambah marjin.
v) Pengakuan pendapatan ketika kewajiban pelaksanaan telah dipenuhi dengan menyerahkan
barang atau jasa yang dijanjikan ke pelanggan (ketika pelanggan telah memiliki kendali atas
barang atau jasa tersebut).
Kewajiban pelaksanaan dapat dipenuhi dengan cara sebagai berikut:
- Suatu titik waktu (umumnya janji untuk menyerahkan barang ke pelanggan); atau
- Suatu periode waktu (umumnya janji untuk menyerahkan jasa ke pelanggan). Untuk kewajiban
pelaksanaan yang dipenuhi dalam suatu periode waktu Perusahaan memilih ukuran penyelesaian
yang sesuai untuk penentuan jumlah pendapatan yang harus diakui karena telah terpenuhinya
kewajiban pelaksanaan.
Pembayaran harga transaksi berbeda untuk setiap kontrak. Aset kontrak diakui ketika jumlah
penerimaan dari pelanggan kurang dari saldo kewajiban pelaksanaan yang telah dipenuhi. Kewajiban
kontrak diakui ketika jumlah penerimaan dari pelanggan lebih dari saldo kewajiban pelaksanaan yang
telah dipenuhi. Aset kontrak disajikan dalam "Piutang usaha" dan liabilitas kontrak disajikan dalam
"Pendapatan diterima di muka".
Penjualan barang
Pendapatan dari penjualan barang diakui pada saat risiko dan manfaat kepemilikan secara signifikan
telah dialihkan kepada pelanggan. Hal ini biasanya terjadi pada saat barang diserahkan dan pelanggan
telah menerima barang tersebut.
17
Page 20
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
Pengakuan Pendapatan dan Beban (lanjutan)
Beban diakui pada saat terjadinya (accrual basis).
Laba per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan dengan rata-rata tertimbang
jumlah saham yang beredar selama tahun tersebut.
Laba per saham dilusian dihitung manakala Perusahaan memiliki instrumen berpotensi saham biasa
yang bersifat dilutif.
Pajak Penghasilan
Beban pajak penghasilan terdiri dari jumlah beban pajak kini dan pajak tangguhan.
Beban pajak penghasilan untuk periode berjalan terdiri dari pajak penghasilan kini dan pajak tangguhan.
Beban pajak penghasilan diakui dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, kecuali
jika pajak tersebut terkait dengan transaksi atau kejadian yang diakui di penghasilan komprehensif lain
atau langsung diakui ke ekuitas. Dalam hal ini, pajak tersebut masing-masing diakui dalam penghasilan
komprehensif lain atau ekuitas.
i) Pajak Kini
Beban pajak kini dihitung dengan menggunakan tarif pajak yang berlaku pada tanggal pelaporan
keuangan, dan ditetapkan berdasarkan taksiran laba kena pajak tahun berjalan. Manajemen
secara periodik mengevaluasi posisi yang dilaporkan di Surat Pemberitahuan Tahunan (“SPT”)
sehubungan dengan situasi di mana aturan pajak yang berlaku membutuhkan interpretasi. Jika
perlu, manajemen menentukan provisi berdasarkan jumlah yang diharapkan akan dibayar kepada
otoritas pajak.
Bunga dan denda untuk kekurangan atau kelebihan pembayaran pajak penghasilan, jika ada,
dicatat sebagai bagian dari “Manfaat (Beban) Pajak Penghasilan” dalam laporan laba rugi dan
penghasilan komprehensif lain.
Jumlah tambahan pokok dan denda pajak yang ditetapkan dengan Surat Ketetapan Pajak (“SKP”)
diakui sebagai pendapatan atau beban dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain
tahun berjalan, kecuali jika diajukan upaya penyelesaian selanjutnya. Jumlah tambahan pokok
pajak dan denda yang ditetapkan dengan SKP ditangguhkan pembebanannya sepanjang
memenuhi kriteria pengakuan aset.
ii) Pajak Tangguhan
Pajak tangguhan diakui berdasarkan perbedaan temporer pada tanggal pelaporan antara dasar
pengenaan pajak untuk aset dan liabilitas dengan nilai tercatatnya untuk tujuan pelaporan
keuangan. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dengan
beberapa pengecualian. Aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh
dikurangkan dan rugi fiskal apabila terdapat kemungkinan besar bahwa jumlah laba kena pajak
pada masa mendatang akan memadai untuk mengkompensasi perbedaan temporer dan rugi fiskal.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan, dan mengurangi
jumlah tercatat jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang
memadai untuk mengkompensasi sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan. Aset pajak
tangguhan yang belum diakui dinilai kembali pada setiap akhir periode pelaporan dan diakui
sepanjang kemungkinan besar laba kena pajak mendatang akan memungkinkan aset pajak
tangguhan tersedia untuk dipulihkan.
18
Page 21
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
Pajak Penghasilan (lanjutan)
ii) Pajak Tangguhan (lanjutan)
Aset dan liabilitas pajak tangguhan dihitung berdasarkan tarif yang akan dikenakan pada periode
saat aset direalisasikan atau liabilitas tersebut diselesaikan, berdasarkan undang-undang pajak
yang berlaku atau berlaku secara substantif pada akhir periode laporan keuangan. Pengaruh pajak
terkait dengan penyisihan dan/atau pemulihan semua perbedaan temporer selama tahun berjalan,
termasuk pengaruh perubahan tarif pajak, untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah
langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan secara saling hapus saat hak yang dapat dipaksakan
secara hukum ada untuk saling hapus aset pajak kini dan liabilitas pajak kini, atau aset pajak
tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan berkaitan dengan entitas kena pajak yang sama, atau
Perusahaan bermaksud untuk menyelesaikan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.
Segmen operasi
Segmen adalah bagian khusus dari Perusahaan yang terlibat baik dalam menyediakan produk dan jasa
(segmen usaha), maupun dalam menyediakan produk dan jasa dalam lingkungan ekonomi tertentu
(segmen geografis), yang memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dari segmen lainnya.
Pendapatan, beban, hasil, aset dan liabilitas segmen termasuk akun-akun yang dapat diatribusikan
langsung kepada suatu segmen serta hal-hal yang dapat dialokasikan dengan dasar yang sesuai
kepada segmen tersebut.
3. PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI PENTING
Penyusunan laporan keuangan Perusahaan mengharuskan manajemen untuk membuat
pertimbangan, estimasi dan asumsi yang memengaruhi jumlah-jumlah pendapatan, beban, aset dan
liabilitas yang dilaporkan serta pengungkapan atas liabilitas kontinjensi pada setiap akhir periode
pelaporan. Namun, hasil aktual dapat berbeda dengan jumlah yang diestimasi, ketidakpastian atas
asumsi serta estimasi tersebut dapat menimbulkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset
dan liabilitas pada tahun berikutnya.
Pertimbangan dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi Perusahaan, manajemen telah membuat pertimbangan
berikut, selain yang telah tercakup dalam estimasi, yang memiliki dampak signifikan atas jumlah-jumlah
yang diakui dalam laporan keuangan:
Penyisihan Pajak Penghasilan Badan
Pertimbangan signifikan dilakukan dalam menentukan penyisihan atas pajak penghasilan badan.
Terdapat transaksi dan perhitungan pajak tertentu yang penentuan akhirnya adalah tidak pasti dalam
kegiatan usaha normal. Perusahaan mengakui liabilitas atas pajak penghasilan badan berdasarkan
estimasi apakah akan terdapat tambahan pajak penghasilan badan. Ketika hasil pajak yang dikeluarkan
berbeda dengan jumlah yang awalnya diakui, perbedaan tersebut akan berdampak pada pajak
penghasilan dan penyisihan pajak tangguhan pada periode di mana penentuan tersebut dilakukan.
Aset pajak tangguhan diakui atas seluruh rugi fiskal yang belum dikompensasi sejauh besar
kemungkinan bahwa laba fiskal akan tersedia untuk dikompensasi dengan saldo rugi fiskal yang dapat
dikompensasikan. Penentuan jumlah aset pajak tangguhan yang dapat diakui berdasarkan perbedaan
waktu dan laba kena pajak di masa mendatang bersama-sama dengan strategi perencanaan pajak
masa depan membutuhkan pertimbangan signifikan dari manajemen.
19
Page 22
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
Pertimbangan dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi (lanjutan)
Penyisihan Pajak Penghasilan Badan (lanjutan)
Jumlah tercatat utang pajak penghasilan dan aset pajak tangguhan Perusahaan, diungkapkan pada
Catatan 14b atas laporan keuangan.
Klasifikasi Aset dan Liabilitas Keuangan
Perusahaan mengklasifikasikan aset keuangannya bergantung pada model bisnis untuk mengelola aset
keuangan tersebut dan apakah persyaratan kontraktual dari aset keuangan tersebut semata-mata
pembayaran pokok dan bunga dari jumlah pokok terutang. Aset dan liabilitas keuangan diakui dan
dikelompokkan sesuai dengan kebijakan akuntansi Perusahaan seperti diungkapkan pada Catatan 28
atas laporan keuangan.
Mengevaluasi perjanjian sewa
Dikelompokkan sebagai penyewa - Menilai pengaturan sewa dan jangka waktu sewa
Penentuan apakah suatu perjanjian mengandung unsur sewa membutuhkan pertimbangan yang cermat
untuk menilai apakah perjanjian tersebut memberikan hak untuk mendapatkan secara subtansial
seluruh manfaat ekonomi dari penggunaan aset identifikasian dan hak untuk mengarahkan penggunaan
aset identifikasian, bahkan jika hak tersebut tidak dijabarkan secara eksplisit di perjanjian. Dalam
menentukan jangka waktu sewa, Perusahaan mempertimbangkan semua fakta dan keadaan yang
menimbulkan insentif ekonomi untuk menggunakan opsi perpanjangan, atau tidak menggunakan opsi
penghentian. Opsi perpanjangan (atau periode setelah opsi penghentian kontrak kerja) hanya termasuk
dalam jangka waktu sewa jika cukup pasti akan diperpanjang (atau tidak dihentikan).
Dikelompokkan sebagai penyewa - Memperkirakan suku bunga pinjaman inkremental untuk liabilitas
sewa
Karena Perusahaan tidak dapat langsung menentukan suku bunga implisit, manajemen menggunakan
suku bunga pinjaman inkremental Perusahaan sebagai tingkat diskonto. Ada beberapa faktor yang
perlu dipertimbangkan dalam menentukan suku bunga pinjaman inkremental, yang banyak di antaranya
memerlukan pertimbangan untuk dapat secara andal mengukur penyesuaian yang diperlukan untuk
mencapai tingkat diskonto akhir. Dalam menentukan suku bunga pinjaman inkremental, Perusahaan
mempertimbangkan faktor-faktor utama berikut: risiko kredit korporat Perusahaan, jangka waktu sewa,
jangka waktu pembayaran sewa, lingkungan ekonomi, waktu di mana sewa dimulai, dan mata uang di
mana pembayaran sewa ditentukan.
Sumber Estimasi Ketidakpastian
Asumsi utama masa depan dan sumber utama estimasi ketidakpastian lain pada tanggal pelaporan
yang memiliki risiko signifikan bagi penyesuaian yang material terhadap nilai tercatat aset dan liabilitas
untuk tahun/periode berikutnya diungkapkan di bawah ini. Perusahaan mendasarkan asumsi dan
estimasi pada parameter yang tersedia pada saat laporan keuangan disusun. Asumsi dan situasi
mengenai perkembangan masa depan mungkin berubah akibat perubahan pasar atau situasi di luar
kendali Perusahaan. Perubahan tersebut dicerminkan dalam asumsi terkait pada saat terjadinya.
Penurunan Nilai Piutang Usaha dan Piutang Lain-Lain
Tingkat provisi yang spesifik dievaluasi oleh manajemen dengan dasar faktor-faktor yang memengaruhi
tingkat tertagihnya piutang tersebut. Dalam kasus ini, Perusahaan menggunakan pertimbangan
berdasarkan fakta dan kondisi terbaik yang tersedia meliputi tetapi tidak terbatas pada jangka waktu
hubungan Perusahaan dengan pelanggan dan status kredit pelanggan berdasarkan laporan dari pihak
ketiga dan faktor-faktor pasar yang telah diketahui, untuk mencatat pencadangan spesifik untuk
pelanggan terhadap jumlah jatuh tempo untuk mengurangi piutang Perusahaan menjadi jumlah yang
diharapkan tertagih.
20
Page 23
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
Sumber Estimasi Ketidakpastian (lanjutan)
Penurunan Nilai Piutang Usaha dan Piutang Lain-Lain (lanjutan)
Pencadangan secara spesifik ini dievaluasi dan disesuaikan kembali jika terdapat informasi tambahan
yang diterima memengaruhi jumlah yang diestimasikan. Selain provisi khusus terhadap piutang yang
signifikan secara individual, Perusahaan juga mengakui provisi penurunan nilai secara kolektif terhadap
risiko kredit debitur yang dikelompokkan berdasarkan karakteristik kredit yang sama, dan meskipun
tidak secara spesifik diidentifikasi membutuhkan provisi khusus, memiliki risiko gagal bayar lebih tinggi
daripada ketika awal piutang tersebut diberikan kepada debitur.
Perusahaan menerapkan pendekatan yang disederhanakan untuk mengukur kerugian kredit
ekspektasian yang menggunakan cadangan kerugian kredit ekspektasian seumur hidup untuk seluruh
piutang usaha. Dalam penentuan kerugian kredit ekspektasian, manajemen diharuskan untuk
menggunakan pertimbangan dalam mendefinisikan hal apa yang dianggap sebagai kenaikan risiko
kredit yang signifikan dan dalam pembuatan asumsi dan estimasi, untuk menghubungkan informasi
yang relevan tentang kejadian masa lalu, kondisi terkini dan perkiraan atas kondisi ekonomi.
Pertimbangan diaplikasikan dalam menentukan periode seumur hidup dan saat pengakuan awal
piutang.
Jumlah tercatat piutang usaha Perusahaan diungkapkan di dalam Catatan 5 atas laporan keuangan.
Nilai Wajar atas Instrumen Keuangan
Bila nilai wajar aset keuangan dan liabilitas keuangan yang tercatat pada laporan posisi keuangan tidak
tersedia di pasar aktif, ditentukan dengan menggunakan berbagai teknik penilaian termasuk
penggunaan model matematika. Masukan (input) untuk model ini berasal dari data pasar yang bisa
diamati sepanjang data tersebut tersedia. Bila data pasar yang bisa diamati tersebut tidak tersedia,
pertimbangan manajemen diperlukan untuk menentukan nilai wajar. Nilai wajar atas instrumen
keuangan diungkapkan dalam Catatan 28.
Penurunan Nilai Persediaan
Manajemen melakukan penilaian analisis umur persediaan pada setiap tanggal pelaporan dan
membentuk penyisihan untuk persediaan usang dan persediaan yang memiliki perputaran yang lambat
yang diidentifikasi tidak lagi sesuai untuk digunakan dalam produksi, dengan mempertimbangkan nilai
realisasi neto dari persediaan barang jadi dan barang dalam proses berdasarkan pada harga jual dan
kondisi pasar saat ini. Jumlah tercatat persediaan diungkapkan di dalam Catatan 7 atas laporan
keuangan.
Mengestimasi Masa Manfaat Properti Investasi dan Aset Tetap
Biaya perolehan properti investasi dan aset tetap disusutkan dengan menggunakan metode garis lurus
berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomisnya. Manajemen mengestimasi masa manfaat ekonomis
properti investasi dan aset tetap antara 4 sampai dengan 20 tahun, suatu kisaran yang umumnya
diperkirakan dalam industri sejenis. Perubahan dalam pola pemakaian dan tingkat perkembangan
teknologi dapat memengaruhi masa manfaat ekonomis serta nilai sisa aset dan karenanya biaya
penyusutan masa depan memiliki kemungkinan untuk diubah/direvisi.
Jumlah tercatat properti investasi dan aset tetap Perusahaan diungkapkan di dalam Catatan 11 dan 10
atas laporan keuangan.
Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan
Penilaian penurunan untuk aset non-keuangan, selain goodwill dilakukan ketika indikator penurunan
nilai tertentu yang hadir. Sedangkan untuk goodwill, pengujian penurunan nilai wajib dilakukan minimal
setiap tahun terlepas dari apakah atau tidak ada indikasi penurunan nilai.
21
Page 24
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. PERTIMBANGAN, ASUMSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI PENTING (lanjutan)
Sumber Estimasi Ketidakpastian (lanjutan)
Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan (lanjutan)
Menentukan nilai wajar aset membutuhkan estimasi arus kas yang diharapkan akan dihasilkan dari
penggunaan lanjutan dan disposisi akhir dari aset tersebut. Setiap perubahan signifikan dalam asumsi
yang digunakan dalam menentukan nilai wajar material dapat memengaruhi penilaian nilai dipulihkan
dan kerugian penurunan nilai yang dihasilkan bias memiliki dampak material terhadap hasil usaha.
Jumlah tercatat aset tetap diungkapkan di dalam Catatan 10 atas laporan keuangan.
Liabilitas Imbalan Kerja Karyawan
Penentuan liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan Perusahaan bergantung pada pemilihan
asumsi aktuarial yang digunakan. Asumsi tersebut termasuk antara lain, tingkat diskonto, tingkat
kenaikan gaji tahunan, tingkat pengunduran diri karyawan tahunan, tingkat kecacatan, umur pensiun
dan tingkat kematian. Hasil aktual yang berbeda dari asumsi yang ditetapkan sebelumnya, diperlakukan
sesuai dengan kebijakan akuntansi sebagaimana diuraikan dalam Catatan 2 atas laporan keuangan.
Perusahaan berkeyakinan bahwa asumsi pada tanggal pelaporan tersebut adalah wajar dan sesuai.
Perbedaan signifikan pada hasil aktual atau perubahan signifikan dalam asumsi yang ditetapkan
Perusahaan dapat mempengaruhi secara material liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan dan
beban imbalan kerja karyawan. Jumlah tercatat liabilitas diestimasi atas imbalan kerja karyawan
diungkapkan dalam Catatan 18 atas laporan keuangan.
Pajak Penghasilan
Perusahaan selaku wajib pajak menghitung liabilitas perpajakannya secara self assessment
berdasarkan pada peraturan pajak yang berlaku. Perhitungan tersebut dianggap benar selama belum
terdapat ketetapan dari Direktorat Jenderal Pajak atas jumlah pajak yang terutang atau ketika sampai
dengan jangka waktu lima (5) tahun (masa daluarsa pajak) tidak terdapat ketetapan pajak yang
diterbitkan. Perbedaan jumlah pajak yang terutang dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti
pemeriksaan pajak, penemuan bukti-bukti pajak baru dan perbedaan interpretasi antara manajemen
dan pejabat kantor pajak terhadap peraturan pajak tertentu. Perbedaan hasil aktual dan jumlah tercatat
tersebut dapat mempengaruhi jumlah tagihan pajak, utang pajak, aset pajak tangguhan dan beban
pajak. Jumlah tercatat utang pajak diungkapkan dalam Catatan 14b atas laporan keuangan.
4. KAS DAN BANK
Akun ini terdiri dari :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Kas 173.977.959 193.171.658
Bank – Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk 474.236.178 463.268.356
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 1.000.000 1.279.108
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa
Barat dan Banten Tbk 689.073 764.073
Bank – USD
PT Bank Central Asia Tbk 6.688.847 7.086.502
Sub-jumlah 482.614.098 472.398.039
Jumlah 656.592.057 665.569.697
22
Page 25
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. KAS DAN BANK (lanjutan)
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat saldo kas dan bank yang
ditempatkan kepada pihak berelasi.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, tidak terdapat saldo kas dan bank yang
signifikan yang tidak dapat digunakan oleh Perusahaan.
5. PIUTANG USAHA
Akun ini terdiri dari :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga – Rupiah
PT Cipta sukses 2.716.880.000 2.716.880.000
PT Amanah Meddis Indonesia 1.527.794.000 1.527.794.000
PT Karya Pratama 1.516.359.789 570.044.940
PT Banmal Indonesia Gemilang 92.400.000 113.520.000
PT Buana Inti Prima Usaha 735.336.000 -
PT Serenity Indonesia 407.500.000
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 651.710.101
100.000.000) 487.387.566
Sub-jumlah 7.483.657.355 5.579.949.041
Dikurangi cadangan kerugian
penurunan nilai (159.686.419 ) (159.686.419 )
Jumlah 7.323.970.936 5.420.262.622
Rincian piutang usaha berdasarkan umur piutang adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Belum jatuh tempo 2.633.643.626 3.139.029.441
Telah jatuh tempo:
1 – 30 hari 136.949.789 465.462.583
31 – 60 hari 7.200.000 24.595.134
61 – 90 hari 2.797.120.000 1.942.478.594
> 90 hari 1.908.743.940 8.383.289
Jumlah 7.483.657.355 5.579.949.041
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan
kerugian penurunan nilai piutang adalah cukup untuk menutup kerugian penurunan nilai atas tidak
tertagihnya piutang usaha.
6. PIUTANG LAIN-LAIN
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, akun ini merupakan piutang karyawan dengan
saldo masing-masing sebesar Rp 859.913.500 dan Rp 865.471.000. Piutang ini merupakan
penghargaan kepada karyawan yang berprestasi dan telah memiliki masa kerja yang lama. Manajemen
berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat tertagih, sehingga tidak diperlukan cadangan
penurunan nilai piutang.
23
Page 26
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. PERSEDIAAN
Akun ini terdiri dari :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Barang jadi 5.051.362.904 5.051.838.744
Bahan baku 3.311.584.132 2.762.877.646
Kemasan 944.432.959 754.880.471
Sub-jumlah 9.307.379.995 8.569.596.861
Dikurangi cadangan kerugian penurunan
nilai (79.500.423) (79.500.423)
Jumlah 9.227.879.572 8.490.096.438
Mutasi persediaan selama tahun berjalan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Bahan baku dan kemasan
Saldo awal 3.517.758.117 2.769.666.762
Pembelian bahan baku dan kemasan 2.758.549.637 8.516.374.245
Pemakaian bahan baku dan kemasan
untuk produksi (lihat Catatan 23) (2.020.290.663 ) (7.768.282.890 )
Saldo akhir 4.256.017.090 3.517.758.117
Barang Jadi
Saldo awal 5.051.838.744 4.570.347.333
Beban pokok produksi 2.377.551.768 10.664.203.510
Beban pokok penjualan (lihat Catatan 23) (2.378.027.608 ) (10.182.712.099 )
Saldo akhir 5.051.362.904 5.051.838.744
Jumlah 9.307.379.995 8.569.596.861
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat persediaan tersebut di atas tidak melebihi realisasi
bersihnya dan oleh karena itu, tidak diperlukan penyisihan untuk menyesuaikan jumlah tercatat
persediaan ke nilai realisasi netonya.
Pada 31 Maret 2024, persediaan telah diasuransikan pada PT China Taiping Insurance Indonesia
terhadap risiko kerugian dengan nilai pertanggungan sebesar Rp. 13.166.703.772 yang menurut
pendapat manajemen cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.
Pada tahun 2023, persediaan telah diasuransikan pada PT China Taiping Insurance Indonesia
terhadap risiko kerugian dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 11.720.568.923 yang menurut
pendapat manajemen cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas risiko tersebut.
8. UANG MUKA
Akun ini terdiri dari :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pembelian bahan baku - 5.023.955.990
Pembelian furniture 3.775.000 3.775.000
Pembelian mesin - -
24
Page 27
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. UANG MUKA (lanjutan)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pembelian peralatan - -
Pembelian inventaris - -
Jumlah 3.775.000 5.027.730.990
9. BIAYA DIBAYAR DI MUKA
Akun ini terdiri dari :
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Asuransi 101.257.809 109.980.444
Sewa 15.569.623 9.738.580
Lain-lain 191.240.084 95.046.500
Jumlah 308.067.516 214.765.524
10. ASET TETAP
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024
Penambahan/ Pengurangan/
Saldo Awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Kepemilikan langsung
Tanah 12.865.025.000 - - 12.865.025.000
Bangunan 20.100.244.479 - - 20.100.244.479
Mesin 16.676.113.176 - - 16.676.113.176
Kendaraan 4.646.269.399 131.000.000 - 4.777.269.399
Peralatan 2.692.158.043 1.282.330 - 2.693.440.373
Inventaris 1.889.642.391 209.600 - 1.889.851.991
Furniture 2.861.279.556 - - 2.861.279.556
Aset dalam proses –
bangunan - -
Aset hak guna
Bangunan 1.995.000.000 - - 1.995.000.000
Jumlah Biaya Perolehan 63.725.732.044 132.491.930 - 63.858.223.974
Akumulasi Penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan 1.530.265.493 251.253.033 - 1.781.518.526
Mesin 4.473.994.231 355.794.791 - 4.829.789.022
Kendaraan 1.959.081.557 138.793.509 - 2.097.875.066
Peralatan 484.249.851 156.674.804 - 640.924.655
Inventaris 989.801.725 92.122.339 - 1.081.924.064
Furniture 945.760.807 85.189.156 - 1.030.949.963
Aset hak guna
Bangunan 1.231.111.105 91.666.665 - 1.322.777.770
Jumlah Akumulasi
Penyusutan 11.614.264.769 1.171.494.297 - 12.785.759.066
Nilai Buku 52.111.467.279 51.072.464.908
25
Page 28
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (lanjutan)
31 Desember 2023
Penambahan/ Pengurangan/
Saldo Awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Kepemilikan langsung
Tanah 12.865.025.000 - - 12.865.025.000
Bangunan 16.114.580.276 3.985.664.203 - 20.100.244.479
Mesin 11.000.423.276 5.675.689.900 - 16.676.113.176
Kendaraan 4.067.319.399 578.950.000 - 4.646.269.399
Peralatan 625.951.357 2.066.206.686 - 2.692.158.043
Biaya Perolehan (lanjutan)
Kepemilikan langsung (lanjutan)
Inventaris 1.329.598.950 560.043.441 - 1.889.642.391
Furniture 2.791.368.556 69.911.000 - 2.861.279.556
Aset dalam proses –
bangunan 1.521.401.307 - (1.521.401.307) -
Aset hak guna
Bangunan 670.000.000 1.325.000.000 - 1.995.000.000
Jumlah Biaya Perolehan 50.985.668.121 14.261.465.230 (1.521.401.307) 63.725.732.044
Akumulasi Penyusutan
Kepemilikan langsung
Bangunan 585.685.385 944.580.108 - 1.530.265.493
Mesin 3.470.390.844 1.003.603.387 - 4.473.994.231
Kendaraan 1.285.487.650 673.593.907 - 1.959.081.557
Peralatan 308.131.082 176.118.769 - 484.249.851
Inventaris 616.427.500 373.374.225 - 989.801.725
Furniture 604.848.041 340.912.766 - 945.760.807
Aset hak guna
Bangunan 591.388.885 639.722.220 - 1.231.111.105
Jumlah Akumulasi
Penyusutan 7.462.359.387 4.151.905.382 - 11.614.264.769
Nilai Buku 43.523.308.734 52.111.467.275
Aset tetap berupa tanah dan bangunan dijadikan jaminan atas fasilitas pinjaman bank yang diterima
Perusahaan (lihat Catatan 17).
Beban penyusutan aset tetap dialokasikan pada:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Beban penjualan (lihat Catatan 24) 23.989.939 234.579.170
Beban umum dan administrasi (lihat
Catatan 25) 1.147.504.359 3.917.326.212
Jumlah 1.171.494.298 4.151.905.382
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, pembangunan aset dalam proses, berupa
bangunan di Jl. Mekar Utama, Kel. Mekarwangi, Kec. Bojongloa Kidul, Bandung, Jawa Barat, sudah
selesai. Perusahaan mengklasifikan aset tersebut sebagai propertI investasi (lihat Catatan 11).
Manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi perubahan keadaan yang menyebabkan terjadinya
penurunan nilai atas nilai tercatat aset tetap pada 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
26
Page 29
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
10. ASET TETAP (lanjutan)
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, aset tetap berupa mesin-mesin berikut
instalasinya dan kendaraan telah diasuransikan pada PT China Taiping Insurance Indonesia, BCA
Insurance dan PT Asuransi Raksa Pratikara terhadap risiko kerugian dengan nilai pertanggungan sebesar
Rp 30.482.389.293 yang menurut pendapat manajemen cukup untuk menutup kemungkinan
kerugian atas risiko tersebut.
Pada tanggal 31 Desember 2023, jumlah tercatat aset tetap yang tidak dipakai sementara sebesar Rp
7.057.070.975. Sedangkan pada tanggal 31 Maret 2024 semua aset tetap telah digunakan.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 nilai perolehan aset tetap Perusahaan yang telah
disusutkan penuh namun masih digunakan masing-masing adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Mesin 1.352.538.800 1.255.238.800
Peralatan 155.248.020 123.098.484
Inventaris 448.982.850 220.853.300
Furniture 60.069.600 55.069.600
Jumlah 2.016.839.270 1.654.260.184
11. PROPERTI INVESTASI
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024
Penambahan/ Pengurangan/
Saldo Awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Bangunan 1.521.401.307 - - 1.521.401.307
Akumulasi Penyusutan
Bangunan 76.070.065 19.017.516 - 95.087.581
Nilai Buku 1.445.331.242 1.426.313.726
31 Desember 2023
Penambahan/ Pengurangan/
Saldo Awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo Akhir
Biaya Perolehan
Bangunan - 1.521.401.307 - 1.521.401.307
Akumulasi Penyusutan
Bangunan - 76.070.065 - 76.070.065
Nilai Buku - 1.445.331.242
Pada tanggal 31 Desember 2023, properti investasi merupakan bangunan di Jl. Mekar Utama,
Kel. Mekarwangi, Kec. Bojongloa Kidul, Bandung, Jawa Barat.
Beban penyusutan untuk tahun 2023 seluruhnya dibebankan dalam beban umum dan administrasi.
Manajemen berpendapat bahwa tidak ada indikasi perubahan keadaan yang menyebabkan terjadinya
penurunan nilai atas nilai tercatat properti investasi pada 31 Desember 2023.
27
Page 30
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. UTANG USAHA
Akun ini merupakan utang kepada pihak ketiga, terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga – Rupiah
PT Surya Sukses Mekar Makmur 110.616.110 270.653.623
PT Venindo Imperia 246.930.600 233.310.068
PT Teska Kenko Indonesia 72.664.735 93.925.120
PT Top Adi Perkasa - 27.750.000
CV Surapati Printing 144.616.322 -
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp
100.000.000) 268.711.395 249.740.315
Jumlah 843.539.162 875.379.126
13. UTANG LAIN-LAIN
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pihak ketiga 106.576.752 119.407.001
Pihak berelasi (lihat Catatan 27) - 725.000.000
Jumlah 106.576.752 844.407.001
14. PERPAJAKAN
a. Pajak dibayar di muka
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Taksiran tagihan pajak penghasilan
tahun 2022 2.730.427.741 2.730.427.741
Pajak Pertambahan Nilai 12.387.297 7.924.486
Pajak Penghasilan pasal 21 31.391.622 98.323.889
Pajak Penghasilan pasal 22 27.961.875
Pajak Penghasilan pasal 25 37.772.927
Jumlah 2.839.941.462 2.836.676.116
b. Utang pajak
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Pajak Pertambahan Nilai 172.952.456 91.732.309
Pajak Penghasilan:
Pasal 21 - -
Pasal 23 2.167.130 2.212.333
Pasal 25 12.590.976 12.590.976
Pasal 4 ayat 2 2.250.000 2.250.000
Jumlah 189.960.562 108.785.618
28
Page 31
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. PERPAJAKAN (lanjutan)
c. Pajak penghasilan kini
Perhitungan taksiran tagihan pajak penghasilan, beban pajak kini dan taksiran utang pajak
penghasilan Perusahaan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Laba (Rugi) sebelum pajak menurut
laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain (927.727.931 ) (3.587.487.444)
Beda temporer:
Imbalan pasca kerja karyawan 62.004.041
Cadangan kerugian penurunan nilai
piutang 141.793.646
Cadangan kerugian penurunan nilai
persediaan 79.500.423
Beda tetap:
Pendapatan jasa giro (2.845.905)
Sumbangan dan jamuan 43.044.737
Pajak penghasilan 344.258.843
Pajak lainnya 2.366.583
Lainnya yang tidak diakui secara
pajak (23.681.280)
Taksiran laba kena pajak (rugi fiskal) (927.727.931 ) (2.941.046.356)
Taksiran laba kena pajak – dibulatkan - -
Beban Pajak Kini - -
Dikurangi kredit pajak:
Pajak penghasilan pasal 22 - -
Pajak penghasilan pasal 23 - -
Pajak penghasilan pasal 25 - -
Taksiran utang pajak penghasilan
pasal 29 (tagihan pajak
penghasilan) - -
Taksiran laba kena pajak (rugi fiskal) hasil rekonsiliasi di atas menjadi dasar dalam pengisian Surat
Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan Badan Perusahaan.
d. Pajak penghasilan tangguhan
31 Maret 2024
Dikreditkan ke
penghasilan
Dikreditkan ke komprehensif
Saldo awal laba rugi lain Saldo Akhir
Imbalan pasca kerja karyawan 72.469.948 - - 72.469.948
Cadangan kerugian penurunan nilai
piutang 35.131.012 - - 35.131.012
Penyusutan asset tetap (59.765.062) - - (59.765.062)
Total 47.835.898 - - 47.835.898
29
Page 32
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. PERPAJAKAN (lanjutan)
d. Pajak penghasilan tangguhan (lanjutan) 31 Desember 2023
Dikreditkan ke
Dikreditkan ke penghasilan
Saldo awal laba rugi komprehensif
lain Saldo Akhir
Imbalan pasca kerja karyawan 69.441.592 (14.184.711) 17.213.067 72.469.948
Cadangan kerugian penurunan nilai
piutang 3.936.410 31.194.602 - 35.131.012
Penyusutan asset tetap (59.765.062) - - (59.765.062)
Total 13.612.940 17.009.891 17.213.067 47.835.898
15. PENDAPATAN DITERIMA DI MUKA
Pada tanggal 31 Desember 2023, akun ini merupakan pendapatan diterima di muka atas penjualan:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Stetoskop dan Tensimeter 746.367.107 1.819.852.226
Masker - 389.188
Jumlah 746.367.107 1.820.241.414
16. UTANG PEMBIAYAAN KONSUMEN
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 akun ini merupakan utang atas perolehan
kendaraan dengan rincian sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
PT BCA Finance 683.165.743 788.489.245
Dikurang bagian yang jatuh tempo dalam
satu tahun 439.312.164 432.049.503
Bagian jangka panjang 243.853.579 356.439.742
Pada tanggal 31 Desember 2023, utang kepada PT BCA Finance jatuh tempo hingga tanggal
1 Desember 2025 dan dikenakan bunga berkisar antara 3,55% - 7,09% per tahun.
Pada tanggal 31 Desember 2022, utang kepada PT BCA Finance jatuh tempo hingga tanggal
22 September 2025 dan dikenakan bunga berkisar antara 5,92% - 7,09% per tahun.
17. UTANG BANK
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
PT Bank Central Asia Tbk 6.639.675.883 7.182.457.101
Dikurang bagian yang jatuh tempo dalam
satu tahun 2.268.363.361 2.229.125.663
Bagian jangka panjang 4.371.312.522 4.953.331.438
30
Page 33
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG BANK (lanjutan)
Berdasarkan Perjanjian Kredit No. 3327/7770/21 tanggal 2 Desember 2021 dan Perubahan Perjanjian
Kredit No. 0068/3327/7770/22 tanggal 13 Januari 2022, Perusahaan memperoleh Fasilitas Kredit
Investasi dari PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dengan pagu kredit tidak melebihi Rp 11.200.000.000.
Fasilitas Kredit tersebut digunakan untuk pembelian Gudang di Komplek Pergudangan Blue Sky
Industrial Estate No. 9. Fasilitas Kredit tersebut memiliki jangka waktu 5 tahun dan dikenakan bunga
sebesar 7% per tahun.
Agunan atas Fasilitas Kredit ini adalah sebidang tanah dan bangunan sebagaimana diuraikan dalam
SHGB No. 01839/Kelurahan Leuwigajah, terletak di Kota Cimahi Blok Kubang, Kecamatan Cimahi
Selatan, Kelurahan Leuwigajah, Jawa Barat atas nama Jemmy Kurniawan dan Fransciscus Rijadi (lihat
Catatan 10).
Hal-hal yang wajib dilaksanakan oleh Perusahaan adalah sebagai berikut:
a. Mentaati semua undang-undang, peraturan pemerintah, kebijakan pemerintah, petunjuk atau
instruksi dari pemerintah yang berlaku terhadap Perusahaan.
b. Segera memberitahukan kepada BCA secara tertulis tentang adanya setiap perkara yang
menyangkut Perusahaan, baik perdata, tatausaha negara, tuntutan pajak, penyidikan maupun
perkara pidana yang akan mempengaruhi usaha maupun harta kekayaan Perusahaan.
c. Segera memberitahukan kepada BCA secara tertulis dengan melampirkan dokumen pendukung
setiap kali terjadi perubahan anggaran dasar serta perubahan susunan Direksi, Komisaris dan/atau
pemegang saham mayoritas Perusahaan.
d. Membayar semua biaya yang timbul dan berhubungan dengan pemberian Fasilitas Kredit serta
pelaksanaan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan Perjanjian Kredit meskipun Fasilitas Kredit
tidak digunakan dan/atau Perjanjian Kredit dibatalkan.
e. Memberikan segala keterangan yang diminta oleh BCA yang berhubungan dengan pemberian
Fasilitas Kredit dan Agunan.
f. Mempertahankan Ha katas Kekayaan Intelektual, antara lain hak cipta, paten dan merek yang telah
atau akan dimiliki oleh Perusahaan.
g. Wajib menyerahkan laporan keuangan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Terdaftar
setiap 1 tahun sekali selambat-lambatnya 6 bulan setelah berakhir tahun buku.
h. Tetap memusatkan aktivitas keuangan usaha pada rekening BCA.
i. Menyerahkan Laporan Keuangan Audited Maksimal 1 tahun setelah realisasi.
Hal-hal yang tidak boleh dilakukan Perusahaan selama belum membayar lunas Fasilitas Kredit ini tanpa
persetujuan tertulis dari PT Bank Central Asia Tbk adalah sebagai berikut:
a. Memperoleh pinjaman uang/kredit baru dari pihak lain dan/atau mengikatkan diri sebagai
penanggung/penjamin dalam bentuk dan dengan nama apa pun dan/atau mengagunkan harta
kekayaan Perusahaan kepada pihak lain.
b. Meminjamkan uang, termasuk tetapi tidak terbatas kepada perusahaan afiliasinya, kecuali dalam
rangka menjalankan usaha sehari-hari.
c. Melakukan investasi, penyertaan atau membuka usaha baru di luar bisnis inti Perusahaan.
d. Melakukan peleburan, penggabungan, pengambilalihan pembubaran/likuidasi, spin-off.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023, Perusahaan telah memenuhi seluruh
pembatasan dan kewajiban yang diwajibkan oleh bank.
18. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA
Perusahaan memiliki program pensiun manfaat pasti yang sepenuhnya tidak didanai untuk mencakup
seluruh karyawan tetap. Perusahaan mencadangkan liabilitas imbalan kerja jangka panjang sesuai
dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 tanggal 25 Oktober 2003. Liabilitas imbalan kerja
pada tanggal 31 Desember 2023 dan 2022 didasarkan pada laporan Kantor Konsultan Aktuaria Muh
Imam Basuki Dan Rekan, aktuaris independen, tanggal 21 Februari 2024. Liabilitas tersebut dihitung
menggunakan metode “Projected Unit Credit”, dengan asumsi-asumsi utama sebagai berikut:
31
Page 34
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
18. LIABILITAS IMBALAN PASCAKERJA (lanjutan)
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Tingkat diskonto 6,84% 6,84%
Kenaikan gaji 4% per tahun 4% per tahun
Umur pensiun normal 56 tahun 56 tahun
Tingkat mortalitas TMI IV 2019 TMI IV 2019
Mutasi nilai kini liabilitas imbalan pasti dan jumlah yang diakui di laporan laba rugi dan penghasilan
komprehensif lain adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Saldo awal 329.408.854 315.643.598
Beban yang diakui dalam laba rugi (lihat
Catatan 25)
Biaya jasa kini - 38.804.237
Biaya bunga - 23.199.804
Biaya jasa lalu - -
Sub-total 329.408.854 62.004.041
Pengukuran kembali yang diakui dalam
penghasilan komprehensif lain - 78.241.215
Pembayaran imbalan kerja - (126.480.000 )
Jumlah 329.408.854 329.408.854
19. MODAL SAHAM
Rincian pemegang saham Perusahaan pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023
adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024
Jumlah Saham
Ditempatkan dan Persentase
Pemegang Saham Disetor Penuh Pemilikan (%) Jumlah
Jemmy Kurniawan 1.062.500.000 68 21.250.000.000
Fancy Marsiana 62.500.000 4 1.250.000.000
Masyarakat 437.500.000 28 8.750.000.000
Jumlah 1.562.500.000 100 31.250.000.000
31 Desember 2023
Jumlah Saham
Ditempatkan dan Persentase
Pemegang Saham Disetor Penuh Pemilikan (%) Jumlah
Jemmy Kurniawan 562.500.000 36 11.250.000.000
Franciscus Rijadi 437.500.000 28 8.750.000.000
Fancy Marsiana 62.500.000 4 1.250.000.000
A Padmono Budi 62.500.000 4 1.250.000.000
32
Page 35
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. MODAL SAHAM (lanjutan)
31 Desember 2023 (lanjutan)
Jumlah Saham
Ditempatkan dan Persentase
Pemegang Saham Disetor Penuh Pemilikan (%) Jumlah
Alexander 62.500.000 4 1.250.000.000
Masyarakat 375.000.000 24 7.500.000.000
Jumlah 1.562.500.000 100 31.250.000.000
Berdasarkan Akta Notaris No. 97 tanggal 24 Desember 2021 oleh Sugih Haryati, S.H., M.Kn., Notaris
di Tangerang, Perusahaan meningkatkan modal dasar dari semula Rp 4.840.000.000 menjadi
Rp 100.000.000.000 terbagi atas 200.000 saham, meningkatkan modal ditempatkan dan disetor
dengan kapitalisasi laba ditahan Perusahaan sebesar Rp 20.160.000.000 sehingga modal ditempatkan
dan disetor Perusahaan semula Rp 4.840.000.000 menjadi Rp 25.000.000.000.
Berdasarkan Akta No. 11 tanggal 5 April 2022, sehubungan dengan rencana Penawaran Umum
Perseroan, Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham Perseroan telah menyetujui, antara lain:
a. pengeluaran saham dalam simpanan (portepel) Perseroan untuk ditawarkan kepada masyarakat
melalui Penawaran Umum Perdana sebanyak-banyaknya 312.500.000 (tiga ratus dua belas juta lima
ratus ribu) saham baru yang mewakili 20% (dua puluh persen) dari seluruh modal ditempatkan dan
disetor Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana serta memberikan wewenang kepada Dewan
Komisaris Perseroan untuk menentukan kepastian jumlah saham yang dikeluarkan melalui
Penawaran Umum Perdana kepada Masyarakat dan kewenangan Dewan Komisaris tersebut dapat
dilimpahkan kepada Direksi Perseroan, dengan memperhatikan: ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku termasuk peraturan di bidang pasar modal; dan peraturan Bursa Efek yang
berlaku di tempat dimana saham-saham Perseroan dicatatkan. Sehubungan dengan keputusan
tersebut selanjutnya Para Pemegang Saham Perseroan dengan ini menyetujui dan menyatakan
melepaskan haknya untuk untuk menerima tawaran untuk terlebih dahulu membeli saham baru yang
diterbitkan tersebut yang hendak dijual dalam Penawaran Umum Perdana tersebut; dan
b. pemecahan nilai nominal saham Perseroan yang semula sebesar Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah)
setiap saham menjadi Rp 20 (dua puluh rupiah) setiap saham.
Berdasarkan Akta Notaris No. 64 tanggal 19 Oktober 2022 oleh Sugih Haryati, S.H., M.Kn., Notaris di
Jakarta, Para pemegang saham menyetujui peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perusahaan
setelah Penawaran Umum selesai dilaksanakan menjadi Rp 31.250.000.000 atau sejumlah
1.562.500.000 saham.
20. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Agio saham setelah Penawaran Umum 32.812.500.000 32.812.500.000
Dikurang biaya emisi saham (2.945.144.544 ) (2.945.144.544 )
Jumlah 29.867.355.456 29.867.355.456
33
Page 36
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. SALDO LABA
Akun ini terdiri dari:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Dapat ditentukan penggunaannya
Saldo awal 1.000.000.000 1.000.000.000
Penyisihan saldo laba tahun berjalan - -
Sub-jumlah 1.000.000.000 1.000.000.000
Belum dapat ditentukan penggunaannya
Saldo awal 3.357.358.952 6.927.836.505
Penyisihan saldo laba tahun berjalan - -
Laba (rugi) bersih tahun berjalan (927.727.931) (3.570.477.553)
Sub-jumlah 2.429.631.021 3.357.358.952
Jumlah 3.429.631.021 4.357.358.952
Berdasarkan Akta Pernyataan Keputusan Para Pemegang Saham No. 91 tanggal 23 Desember 2021,
para pemegang saham menyetujui penyisihan saldo laba bersih sebesar Rp 987.779.213.
Berdasarkan Keputusan Sirkuler Para Pemegang Saham yang ditandatangani tanggal 28 Maret 2022,
para pemegang saham menyetujui untuk mengesahkan Laporan Tahunan Perusahaan untuk tahun
yang berakhir tanggal 31 Desember 2021 dan menyetujui untuk membentuk cadangan saldo laba
sebesar Rp 12.220.787, sehingga saldo laba Perusahaan yang dicadangkan menjadi sebesar
Rp 1.000.000.000.
22. PENJUALAN
Rincian penjualan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Masker 922.305.621 427.620.976
Masker plus 666.408.487 3.200.934.750
Bouffant cap 35.091.039 132.771.325
Tensimeter 2.356.107.895 -
Stetoskop 854.710.759 -
Antiseptic 2.506.416 4.769.118
Lain-lain 6.561.369
Jumlah 4.837.130.217 3.772.657.538
Pada 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023, pelanggan dengan nilai transaksi yang melebihi 10% dari
penjualan adalah sebagai berikut :
31 Maret 2024 31 Maret 2023
PT. Karya Pratama 1.951.557.000 -
Indra - 722.295.495
PT. Buana Intiprima Usaha 1.338.963.964
PT. Serenity Indonesia 472.972.973
PT. Djembatan Dua 130.000.000
PT. Banmal Indonesia Gemilang 44.396.396 115.639.640
34
Page 37
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. BEBAN POKOK PENJUALAN
Rincian beban pokok penjualan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Persediaan bahan baku dan kemasan
awal tahun 3.517.758.117 2.769.666.762
Pembelian 2.758.549.637 2.510.361.579
Tersedia untuk produksi 6.276.307.754 5.280.028.341
Persediaan bahan baku dan kemasan
akhir tahun (4.256.017.090 ) (3.928.642.940 )
Pemakaian bahan baku dan kemasan 2.020.290.663 1.351.385.401
Upah bagian produksi 317.477.103 894.594.251
Listrik 39.784.002 75.345.380
Beban pokok produksi 2.377.551.768 2.321.325.032
Persediaan barang jadi awal tahun 5.051.838.744 4.570.347.333
Tersedia untuk dijual 7.429.390.512 6.891.672.365
Persediaan barang jadi akhir tahun (5.051.362.904 ) (4.460.602.415 )
Beban pokok penjualan 2.378.027.608 2.431.069.950
Pada tahun 2023 dan 2022 pemasok dengan nilai transaksi yang melebihi 10% dari pembelian adalah
sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Whenzou 1.136.414.600 -
PT Surya Sukses 99.654.153 87.427.820
CV Venindo Imperial 241.210.000 272.993.850
PT Multi Spunindo Jaya 54.843.392 74.250.000
24. BEBAN PENJUALAN
Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Gaji, upah dan komisi 173.908.572 178.572.890
Pemasaran 75.259.113 167.637.603
Penyusutan (lihat Catatan 10) 23.989.939 77.792.403
Pengiriman 16.647.796 20.485.070
Lain-lain 131.871.934 119.656.814
Jumlah 421.677.354 564.144.780
35
Page 38
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
25. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
Rincian beban penjualan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Gaji dan tunjangan 646.487.102 2.696.100.243
Penyusutan (lihat Catatan 10) 1.147.504.359 1.118.051.214
Kesejahteraan karyawan 135.046.647 139.321.330
Kebersihan dan keamanan 100.502.806 113.291.634
Operasional pabrik 14.934.983 154.570.111
Asuransi 42.988.523 55.037.396
Cadangan penurunan nilai persediaan
(lihat Catatan 7) - -
Perjalanan dinas 17.432.225 9.683.123
Transportasi 50.544.129 54.077.749
Cadangan penurunan nilai piutang (lihat
Catatan 5) - -
Perijinan 7.330.000 91.200.750
Perbaikan dan pemeliharaan 109.239.310 54.446.452
Impor - 65.665.221
Imbalan pascakerja karyawan (lihat
Catatan 18) -
Telekomunikasi 14.370.752 16.136.866
Sewa 9.569.139 17.456.074
Sumbangan dan jamuan 26.912.504 15.501.790
Lain-lain 500.792.651 324.625.391
Jumlah 2.823.655.130 4.925.165.344
26. LABA PER SAHAM
Laba per saham dihitung dengan membagi laba bersih tahun berjalan dengan rata-rata tertimbang
jumlah saham biasa yang ditempatkan penuh, yang beredar pada tahun bersangkutan sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Maret 2023
Jumlah laba (rugi) bersih tahun berjalan (927.727.931 ) (4.332.714.672)
Rata-rata tertimbang jumlah lembar saham
beredar 1.562.500.000 1.562.500.000
Laba per saham (0,59 ) (2,77)
36
Page 39
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK BERELASI
Pada 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023, imbalan kerja jangka pendek untuk manajemen kunci
Perusahaan masing- masing sebesar Rp 230.000.000 dan Rp 1.350.000.000.
28. INSTRUMEN KEUANGAN
Pengelompokan aset keuangan telah diklasifikasikan menjadi pinjaman yang diberikan dan piutang.
Demikian halnya dengan liabilitas keuangan telah diklasifikasikan menjadi liabilitas keuangan yang
diukur pada biaya perolehan diamortisasi.
Seluruh jumlah tercatat aset dan liabilitas keuangan yang diakui di dalam laporan posisi keuangan,
kecuali utang pembiayaan konsumen dan utang bank, telah mendekati nilai wajarnya karena
merupakan instrumen keuangan yang berjangka pendek. Utang pembiayaan konsumen dan utang bank
telah dikenakan suku bunga pasar sehingga jumlah tercatatnya telah mencerminkan nilai wajarnya.
29. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN
Perusahaan memiliki beberapa eksposur risiko keuangan dalam bentuk risiko kredit dan risiko likuiditas.
Manajemen senantiasa memonitor proses manajemen risiko Perusahaan guna memastikan kesesuaian
antara risiko dan pengendalian terhadap risiko tersebut. Kebijakan dan sistem manajemen risiko secara
rutin dikaji untuk mengantisipasi perubahan dari kondisi pasar dan aktivitas Perusahaan.
a. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko di mana salah satu pihak yang terikat dalam kontrak atas instrumen
keuangan gagal memenuhi liabilitasnya sehingga menyebabkan pihak lain mengalami kerugian
keuangan. Eksposur risiko kredit yang dihadapi Perusahaan terutama terkait dengan penempatan
di bank dan piutang.
Guna meminimumkan eksposur yang ada atas simpanan dana di bank, Perusahaan hanya akan
menempatkan dana pada bank yang memiliki reputasi dan kredibilitas yang baik. Manajemen juga
senantiasa memantau kesehatan bank serta mempertimbangkan keikutsertaan bank di dalam
Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS).
Selain itu, Perusahaan hanya melakukan transaksi dengan pihak ketiga yang memiliki reputasi dan
kredibilitas yang baik. Ini adalah kebijakan Perusahaan bahwa semua nasabah harus melalui
prosedur verifikasi. Lebih jauh, saldo piutang dipantau secara terus menerus dengan tujuan bahwa
eksposur atas piutang tak tertagih tidak siginifikan.
Pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 kualitas kredit pada setiap klasifikasi aset
keuangan adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024
Telah Jatuh
Belum Jatuh Tempo tetapi
Tempo dan Tidak
Tidak Mengalami
Mengalami Penurunan Mengalami Penyisihan
Penurunan Nilai Nilai Penurunan Penurunan
Nilai Nilai Total
Kas dan bank 656.592.057 - - - 656.592.057
Piutang usaha 2.633.643.626 4.850.013.729 - (159.686.419 ) 7.323.970.936
Piutang lain-lain 859.913.500 - - - 859.913.500
Total 4.150.149.183 4.850.013.729 - (159.686.419 ) 8.840.476.493
37
Page 40
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. KEBIJAKAN DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN (lanjutan)
a. Risiko Kredit (lanjutan)
31 Desember 2023
Telah Jatuh
Belum Jatuh Tempo tetapi
Tempo dan Tidak
Tidak Mengalami
Mengalami Penurunan Mengalami Penyisihan
Penurunan Nilai Nilai Penurunan Penurunan
Nilai Nilai Total
Kas dan bank 665.569.697 - - - 665.569.697
Piutang usaha 3.139.029.441 2.281.233.181 159.686.419 (159.686.419 ) 5.420.262.622
Piutang lain-lain 865.471.000 - - - 865.471.000
Total 4.670.070.138 2.281.233.181 159.686.419 (159.686.419 ) 6.951.303.319
b. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko di mana posisi arus kas Perusahaan menunjukkan pendapatan jangka
pendek tidak cukup untuk menutupi pengeluaran jangka pendek.
Perusahaan mengelola risiko likuiditas dengan mempertahankan kas dan bank yang mencukupi
dalam memenuhi komitmen Perusahaan untuk operasi normal Perusahaan dan secara rutin
mengevaluasi proyeksi arus kas dan arus kas aktual, serta jadwal tanggal jatuh tempo aset dan
liabilitas keuangan.
Tabel di bawah berikut merupakan profil liabilitas keuangan Perusahaan berdasarkan kontrak
pembayaran tanpa diskonto pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023:
31 Maret 2024
< 1 tahun 1 – 5 tahun Total
Liabilitas keuangan
Utang usaha 843.539.162 - 843.539.162
Utang lain-lain – pihak
ketiga 86.326.752 - 86.326.752
Utang sewa 20.250.000 - 20.250.000
Utang pembiayaan
konsumen 439.312.164 243.853.579 683.165.743
Utang bank 2.268.363.361 4.371.312.522 6.639.675.883
Jumlah 3.657.791.439 4.615.166.101 8.272.957.540
31 Desember 2023
< 1 tahun 1 – 5 tahun Total
Liabilitas keuangan
Utang usaha 875.379.126 - 875.379.126
Utang lain-lain – pihak
ketiga 844.407.001 - 844.407.001
Utang sewa 20.250.000 - 20.250.000
Utang pembiayaan
konsumen 432.049.503 356.439.742 788.489.245
Utang bank 2.229.125.663 4.953.331.438 7.182.457.101
Jumlah 4.401.211.293 5.309.771.180 9.710.982.473
38
Page 41
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30. MANAJEMEN RISIKO MODAL
Tujuan utama pengelolaan modal Perusahaan adalah untuk memastikan pemeliharaan peringkat kredit
yang baik dan rasio modal yang sehat guna mendukung usaha dan memaksimalkan nilai pemegang
saham.
Perusahaan mengelola struktur permodalan dan melakukan penyesuaian, berdasarkan perubahan
kondisi ekonomi. Untuk memelihara atau menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dapat
menyesuaikan pembayaran dividen kepada pemegang saham, imbalan modal kepada pemegang
saham atau menerbitkan saham baru. Tidak terdapat perubahan tujuan, kebijakan atau proses selama
tahun yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023.
Perusahaan mengelola permodalan dengan menggunakan rasio pengungkit. Kebijakan Perusahaan
adalah menjaga rasio pengungkit dalam kisaran yang umum dalam industri sejenis dengan tujuan untuk
mengamankan pendanaan terhadap biaya yang rasional.
Rasio utang terhadap modal dihitung sebagai hutang bersih dibagi dengan total modal. Hutang bersih
dihitung berdasarkan jumlah liabilitas dikurangi kas dan setara kas. Total modal dihitung sebagai jumlah
ekuitas.
Perhitungan rasio utang terhadap modal 31 Maret 2024 dan 31 Desember 2023 adalah sebagai berikut:
2024 2023
Jumlah liabilitas 9.538.694.063 11.969.418.359
Dikurangi: kas dan bank 656.592.057 665.569.697
Utang neto 8.882.102.006 11.303.848.662
Total ekuitas 64.228.060.512 65.155.788.443
Rasio utang terhadap modal 0,14 0,17
31. SEGMEN OPERASI
Dalam pengambilan keputusan oleh manajemen, Perusahaan digolongkan menjadi unit usaha
berdasarkan segmentasi produksi.
Segmen operasi Perusahaan berdasarkan segmentasi produksi adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024
Masker Masker Plus Bouffant Cap Tensimeter Stetoskop Lain-lain Jumlah
Penjualan 922.305.621 666.408.487 35.091.039 2.356.107.895 854.710.759 2.506.416 4.837.130.217
Beban pokok
penjualan (453.423.441) (327.619.417) (17.251.440) (1.158.308.619) (420.192.488) (1.232.203) (2.378.027.608 )
Laba bruto 468.882.180 338.789.070 17.839.599 1.197.799.276 434.518.271 1.274.213 2.459.102.609
Beban penjualan (421.677.354 )
Beban umum dan
administrasi (2.823.693.592 )
Penghasilan
keuangan 285.541
Beban keuangan (137.519.830 )
Pendapatan lain-
lain – neto (4.263.767 )
Rugi sebelum
beban pajak
penghasilan (927.766.393 )
39
Page 42
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
31. SEGMEN OPERASI (lanjutan)
31 Maret 2024
Masker Masker Plus Bouffant Cap Tensimeter Stetoskop Lain-lain Jumlah
Manfaat pajak
penghasilan -neto
Rugi bersih tahun
berjalan (927.766.393 )
Aset segmen
Aset yang tidak
dapat
dialokasikan
Jumlah aset
Liabilitas segmen
Liabilitas yang
tidak dapat
dialokasikan
Jumlah liabilitas
31 Desember 2023
Masker Masker Plus Bouffant Cap Tensimeter Stetoskop Lain-lain Jumlah
Penjualan 3.080.995.067 12.739.919.653 352.875.770 4.027.442.828 2.506.269.775 15.814.407 22.723.317.500
Beban pokok
penjualan (1.380.647.246 ) (5.708.978.625 ) (158.129.743 ) (1.804.766.880 ) (1.123.102.895 ) (7.086.710 ) (10.182.712.099 )
Laba bruto 1.700.347.821 7.030.941.028 194.746.027 2.222.675.948 1.383.166.880 8.727.697 12.540.605.401
Beban penjualan (1.945.946.230 )
Beban umum dan
administrasi (13.197.698.122 )
Penghasilan
keuangan 2.845.905
Beban keuangan (663.423.213 )
Pendapatan lain-
lain – neto (323.871.185 )
Rugi sebelum
beban pajak
penghasilan (3.587.487.444 )
Manfaat Pajak
Penghasilan -neto 17.009.891
Rugi bersih tahun
berjalan (3.570.477.553 )
Aset segmen 1.118.754.278 8.870.510.889 157.870.568 2.122.710.107 1.279.581.418 94.661.735 13.644.088.995
Aset yang tidak
dapat
dialokasikan 63.481.117.807
Jumlah aset 77.125.206.802
Liabilitas segmen 389.188 - - 1.819.852.226 - - 1.820.241.414
Liabilitas yang
tidak dapat
dialokasikan 10.149.176.945
Jumlah liabilitas 11.969.418.359
40
Page 43
PT HETZER MEDICAL INDONESIA TBK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN
Tanggal 31 Maret 2024 (Tidak Diaudit) dan 31 Desember 2023 (Diaudit)
Dan Untuk Periode Tiga Bulan Yang Berakhir pada Tanggal 31 Maret 2024 dan 31 Maret 2023 (Tidak Diaudit)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. AKTIVITAS YANG TIDAK MEMPENGARUHI ARUS KAS
Aktivitas yang tidak memengaruhi arus kas adalah sebagai berikut:
31 Maret 2024 31 Desember 2023
Perolehan aset tetap melalui utang
pembiayaan - 421.907.610
Perolehan aset tetap melalui realisasi
uang muka pembelian - 7.735.245.000
Perolehan aset tetap melalui utang sewa - 20.250.000
Perolehan property investasi melalui
reklasifikasi dari aset dalam proses - 1.521.401.307
33. PENERBITAN AMENDEMEN DAN PENYESUAIAN PSAK, PSAK DAN ISAK BARU
DSAK-IAI telah menerbitkan amendemen dan penyesuaian PSAK, PSAK dan ISAK baru yang akan
berlaku efektif atas laporan keuangan untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal
sebagai berikut:
a) 1 Januari 2024
- Amendemen PSAK 1: Penyajian Laporan Keuangan terkait Liabilitas Jangka Panjang dengan
Kovenan
- Amendemen PSAK 73: Sewa terkait Liabilitas Sewa pada Transaksi Jual dan Sewa-balik
b) 1 Januari 2025
- PSAK 74: Kontrak Asuransi
- Amendemen PSAK 74: Kontrak Asuransi Tentang Penerapan Awal PSAK 74 dan PSAK 71 -
Informasi Komparatif
Perusahaan masih mengevaluasi dampak dari amendemen dan penyesuaian PSAK, PSAK dan ISAK
baru di atas dan belum dapat menentukan dampak yang timbul terkait dengan hal tersebut terhadap
laporan keuangan secara keseluruhan.
41
Names mentioned 48 people and organisations named in the text · linked when the evidence is strong
unresolved
org
HEIZER MEDICAL INDONESIA TBK
p.2 ×2
unresolved
person
Direkfur Keuengan
· Direktur Utama
p.2
unresolved
person
Cahya Suryana
· Notaris
p.8
unresolved
org
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia
p.8 ×2
unresolved
person
Dr. Erny Kencanawati
p.8 ×2
unresolved
person
Aam Rahmani SE.
p.9
unresolved
—
Dera Susanty Herman
· Kepala Unit Audit Internal
p.9
unresolved
person
Sugih Haryati
· Notaris
p.9 ×4
unresolved
org
BAPEPAM-LK
p.9 ×2
unresolved
org
Direktorat Jenderal Pajak
p.24
unresolved
org
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat
p.24
unresolved
org
Banten Tbk
p.24
unresolved
org
PT Cipta
p.25
unresolved
org
PT Amanah Meddis Indonesia
p.25
unresolved
org
PT Karya Pratama
p.25 ×2
unresolved
org
PT Banmal Indonesia Gemilang
p.25 ×2
unresolved
org
PT Buana Inti Prima
p.25
unresolved
org
PT Serenity Indonesia
p.25 ×2
unresolved
org
PT China Taiping Insurance Indonesia
p.26 ×3
unresolved
org
PT Asuransi Raksa Pratikara
p.29
unresolved
org
PT Surya Sukses Mekar Makmur
p.30
unresolved
org
PT Venindo Imperia
p.30
unresolved
org
PT Teska Kenko Indonesia
p.30
unresolved
org
PT Top Adi Perkasa
p.30
unresolved
org
PT BCA Finance
p.32 ×3
unresolved
org
Kantor Akuntan Publik
p.33
unresolved
—
A Padmono Budi
p.34
unresolved
org
PT. Buana Intiprima
p.36
unresolved
org
PT. Djembatan Dua
p.36
unresolved
org
PT Surya Sukses
p.37
Extraction attempts how the parser did, and what it refused
Nothing structured was extracted from this document — the attempts below say why.
No extraction attempted yet.